EVALUASI STANDAR AKUNTANSI AKTIVA TIDAK BERWUJUD DENGAN MODEL PREDIKTIF PASAR MODAL

Budi Hartono
Auditor Karikpa

Abstrak Teori akuntasi normatif tidak merroawa penbahan yang berarti terhadap per1akuan aktiva tidak berwujud, terutama dan pengembangan sendri (internally generateci intangibles). Melalui prespektif Positive Accounting Theorydengan model prediktif pasar modal bahwa harga saham adalah benchmark dan pengungkapan informasi akuntansi. Aktiva tidak berwujud dapat dilihat eksistensi keberadaan dan nilainya dengan uji harga saham. Bukti-bukli dipasar modal menunjukkan revisi terkini belum banyak menyentuh pengembangan perlakuan bahwa R&D dari mempunyai nilai ekonomi di masa depan. Temyata standar akunlansi dan hasiJ aktiva tidak berwujud sendri. Perbaikan standar akuntasi aktiva tidak berwujud dimasa

depan haruslah mengungkap lebih banyak alas perolehan dan pengembangan sendiri dan investasi pada sumber daya tidak berwujud.

dan tidak menyusutkan goodwill. Perubahan periode berikutnya. 1989) memandang bahwa tujuan akuntansi adalah menandingkan antara upaya (effort) dan hasil (accomplishment). untuk impairmentdilakukan dengan tes nilai kapitalisasi saham. Pelaporan internally generated intangibles masih terbatas pada pengakuan goodwill saat penggabungan usaha. Paton dan Litteton (Suwardjono. yaitu revisi APB Opinion No. 38 pada tahun 1998 dan PSAK 19 pada tahun 2001. Pengukuran yang digunakan dalam mencatat ATW harus didasarkan pada harga historisnya. Alasannva hampir serupa bahwa terdapat kesulitan untuk menelusuri hubungan kausal antara biaya dan manfaat dan kesulitan untuk memprediksi resiko manfaat dimasa depan. Sedangkan ATW dari pengembangan sendiri (internally generated intangibles) sangat minim. lAS No. Temyata revisi tersebut belum membawa a ngin perubahan yang dramatis torhada p pe laporan ATW spcara komprehensif. Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan standar akuntansi tentang ATW yang dikeluarkan oleh Accounting Principle Board (APB). Kenyataan lebih buruk untuk pengakuan intemally generated intangiblesjuga di nyatakan pada SFAS No. pengembangan teori akuntansi tidak banyak perubahan yang berarti terhadap pelaporan Aktiva Tidak Berwujud (ATW).2 mengatur masalah R&D. dengan APB Opinion No. Teori akuntansi pada tahun 1940an yang dikembangkan oleh Paton dan Littleton tentang ATW menyatakan bahwa pengeluaran untuk ATW bisa dikapitalisasi bila diperoleh dari pembelian. bahkan pengeluaran ini harus diakui sebagai biaya berjalan dengan alasan tidak bisa diketahui hubungan pengorbanan dan manfaat antara pengeluaran dengan hasil untuk memperoleh penjualan. serta lAS No.38 mengatur masalah ATW dan PAl 1984 pada sub bab ATW menyatakan bahwa biaya untuk R&D harus dibebankan sebagai biaya berialan. 16 dan 17 dengan SFAS 141 dan 142 pada tahun 2001. Masalah Internally generated intangibles sepertinya tidak mendapatkan perhatian sama sekali dan tidak mengalami .Evaluasi Slandar Akuntansi Akllva Tidak Berwulucl 29 PENDAHULUAN Jika ditinjau kebelakang pada tahun 1940-an sampai sekarang.16 dan 17 tentang penggabungan usaha dan ATW. karena nilai ATW berasal dari biaya yang di defferedjadi bukan nilai wajarnya (fair value). Perubahan berkisar pada pelaporan ATW dari harga historis ke nilai wajar.

Paradigma akuntansi yang banyak digunakan untuk penelitian ATW adalah model prediktif reaksi pasar modal. Model prediksi pasar modal bertujuan mengungkapkan (disclosure) suatu kejadian yang mempunyai hubungan dengan tingka laku harga saham. Model ini menekankan relevansi sebagai kreteria utama pelaporan keuangan. 1999). Menurut Leadbeater(1999) market to book ratiosseratus perusahaan d.in df'I1). Relevansi menunjukkan kaitan informasi Jengan pcristiwa mendatang.i Eropa dan di Amerika selama tahun 1990 dan 1995 untuk perusahaan di Eropa rata-rata 149 % pada 1990 dan 202% pada 1995 dan di Amerika 194% dan 296%. dkk (2001) menemukan bahwa kemampuan variabel keuangan scperti laba.d n pondokata n toori mformasi. Ini scbuah kenyataan besar.0. . Sedangkan pengembangan akuntansi dengan teori akuntasi model normatif tidak membawa perubahan yang berarti terhadap perlakuan akuntansi ATW. Val 2.30 Media Riset Akuntansr. Penurunan tersebut di akibatkan peningkatan ATW yang tercipta di perusahaan. Teori-teori tersebut merupakan model akuntansi positif (Positive Accounting Theory) dengan penalaran induktif. mi"'u[nYJ K('sJIJhJn JlokJsi UJI1J gUlle. bahwa nilai ATW yang tidak pernah terungkap di neraca sebagai sumber daya perusahaan sangat material. Auditing dan lnformasi. tr on bche I iordrngan pengarnatan bukti-bukti (Bornemann dkk. Indikator keberadaan tersebut adalah rata-rata market-to-book (MIB) ratiodari perusahaan S&P 500 sekarang rasionya adalah 6. No 1 April 2002 28 ·46 pcrubahan sejak jamannya teori akuntansi Paton dan Littleton. Informasi tentang nilai yang tidak di ungkapkan dalam laporan keuangan tentu akan membawa dampak yang merugikan dunia U""hd.! kcpcrluan investasi dengan tingginya costo! capita/dan menghambat terdptanya pasar modal yang efisien karena dim un gkinkan ada pihak yang melakukan insider trading dan perolehan keuntungan abnormal. pertumbuhan perusahaan terus menurun pada masa ekonomi baru untuk menerangkan nilai perusahaan (nilai kapitalisasi saham) . Riset-riset terhadap pengembangan ATW lebih lanjut di 1. Kondisi ini bertentangan dengan temuan Lev (2000) bahwa terjadi pcningkatan nilai yang terus menerus atas ATW terhadap nilai aktiva berwujud didalam perusahaan. atau kemampuan untuk meramalkan masa depan. nilai buku. HARGA SAHAM SEBAGAI BENCHMARKING INFORMASI AKUNTANSI Core.1 kn k.

ini dengan dasar bahwa pengungkapan yang berhubungan dengan nilai saham adalah memenuhi kreteria relevansi (Barth dkk. Pengukur indikator penciptaan ATW dalam riset tersebut adalah nilai kapitalisasi saham dibandingkan dengan rulai buku perusahaan. Kothari (2001) menemukan bahwa paling tidak terdapat empat sumber penggunaan penelitihan pasar modal dalam akuntansi. 4) regulasi pengungkapan oleh pembuat standar. sehingga investor bisa menukar klaim dengan komsumsi sekarang dengan tujuan untuk membantu penetapan harga saham agar terjadi alokasi yang optimal di antara para investor dan membantu investor untuk menetapkan harga portofolio.kuntansi Aktiva Tidak Berwujud 31 Modelini didukung oleh Beaver dan Dukes yang dikutip oleh Belkaoui (1993) bahwa metode yang menghasilkan angka-angka laba yang mempunyai hubungan paling dekat dengan harga-harga snrat berharga adaIah yang paling konsisten dengan informasi yang dihasilkan dalam suatu penentuan hargaharga saham yang efisien. Salah satu tujuan pengungkapan informasi dari harga saham adalah pengungkapan tentang ATW. metode inilah yang harus dilaporkan. selisih lebih tinggi kapitalisasi saham menunjukkan perusahaan mempunyai harapan tumbuh dan menghasilkan arus kas mendatang. tapi untuk mengetahui tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan. Perbedaan penggunaan kapitalisasi saham sebagai indikator keberadaan ATW antara goodwill dengan ATW komprehensif dan riset teori akuntansi positif adalah goodwilldihitung dari kejadian transaksi dengan pihak ketiga. Dengan dasar model prediktif pasar modal ATW dikembangkan. yaitu: 1) analisa fundamental dan penilaian sekuritas. 2001) Dalam pasar modal yang efisien terjadi keseimbangan yang kontinyu atas nilai surat berharga atau harga saham selalu sama dengan dengan nilai intrinsiknya. Cara ini bukanlah model baru tetapi sudah dipakai daIam penentuan goodwill sebagaimana yang di pakai oleh APB Opinin No. Sedangkan Anv komprehensif ditemukan melalui riset-riset mengenai hubungan investasi . 3) peranan akuntansi dalam kontrak dan proses politis (agency theory). Menurut Barth dkk (2001) bahwa riset-riset dengan model harga saham di desain bukan untuk memprediksi harga saham. Peranan pasar modal untuk menyelenggarakan bursa yang teratur.16 tentang penggabungan usaha. 2) pengujian tingkat efisiensi pasar modal. Nilai intrinsik dianggap sebagai harga yang seharusnya dan harga yang akan ditetapkan antara pelaku pasar modal pada sa at tidak terjadi informasi asimetri.Evaluasi Standar II.

Goodwill diratat sehesar harga historisnya saat terjadi penegahungan sedangkan ATW komprehensif memungkinkan pencatatan ATW sebesar nilai berjalan dari selisih nilai buku dengan nilai kapitalisasi saham berjalan. Temuan Baruch Lev (2000) selisih nilai kapiLalisasi saham tersebut mencapai 6 kali dibanding nilai bvkunya.1 April 2002. trade mark atau intellectual property dan goodwillhasil penggabungan usaha. A TW kom prehensif dikurangi dengan nilai ATW yang bisa diidenlifikasi secara terpisah seperti patent franchise. Tentu sangat dramatis dan material. [ika seluruh nilai kapitalisasi saham I seluruh diskonto arus kas dimasa depan dikurangi dengan nilai aktiva fisik maka selisihnya adalah nilai dari diskonto arus kas dimasa depan atas ATW (tidak termasuk financial instrument yang tidak mempunyai wujud keberadaan secara fisik). pelatihan karyawan dan perekrutau pelanggan (Lev. lnvestasi dalam sumber daya tidak berwujud tersebut meliputi: investasi dalam R&D. Sehingga selisih antara harga saham dengan nilai buku perusahaan adalah nilai perusahaan yang belum dilaporkan dalam laporan tentang sumber daya perusahaan di neraca. atau formulanya: Harga saham yang tercermin dipasar modal adalah harga intriksik dari nilai perusahaan secara keseluruhan. Pengujian ini sangat penting mengingat karakteristik ATW tidak mempunyai substansi fisik dan ketidakpastian nilainya.32 Media Risel Akuntansi. teknologi Informasi. No. . N ilai kapitalisasi saham dianggap sebagai indikalor keberadaan ATW yang memadai atau sebagai uji keberadaan dan uji rulai. selisih tersebut temyata diakibatkan oleh adanya investasi dalam sumber daya tidak berwujud yang tidak bisa dilaporkan dalam laporan keuangan kurcna adannya kcndala syarat-syarat pengakuan dalam conceptual framework. hasilnya adalah ATW yang tidak bisa di indentifikasi secara terpisah atau melekat pada bisnis berjalan. Vol 2. Uji terhadap keberadaan aktiva fisik atau hak kontrakstual bisa dilakukan dengan panea indera atau keabsahan hukum atas hak tersebut Dalam sudut pandang teoritis penggunaan nilai kapitalisasi saham juga tepat Nilai kapitalisasi sa ham merupakan diskonto dari seluruh arus kas perusahaan dimasa mendatang (nilai intrinsiknya). Audiling dan lnformasi.28 _ 46 dalam sumber daya tidak berwujud dengan nilai kapitalisasi saham.2000).

financial instrumentn. Intellectual property da n goodwill Diskonto arus kas mendalang dari investasi dalam sumber daya tidak befWUjud . penurunan perputaran karyawan. Investasi dalam R&D menghasilkan patent. efisiensi. Manfaat investasi dalam teknologi informasi untuk menjalin aliansi bisnis dan investasi dalam pelatihan karyawan untuk menciptakan kompetensi juga mempunyai kemungkinan arus kas dimasa mendatang. R&D. Indikator-indikator dari investasi dalam sumber daya tidak berwujud seperti kenaikan jumlah patent. ini berarti terjadinya arus kas dimasa mendatangjuga tinggi. r r l A TW Komprehensif I I ATWtidak bisa dipisahkan I Investasi dalam sumber daya lidak berujud. Taksonomi Informasi Harga Saham I I I Akliva fisik HargaSaham I Nilai Buku I I I I Financial Inslroment Intellectual property dan goodNill . kenaikan dan loyalitas pelanggan yang digunakan oleh investor untuk melakukan keputusan investasi. membuka pasar baru akan meningkatkan jumlah dan loyalitas pelanggan. hasil tersebut kemungkinan besar akan menghasilkan arus kas dimasa mendatang.. bukan realisasi nilai yang diciptakan masa laIu.EvaJuasi Standar Akunlansi Aktiva Tidak Berwujud 33 Hubungan nilai kapitalisasi saham dengan keempat investasi dalam sumber daya tidak berwujud tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut. produk baru. Investasi dalam perekrutan pelanggan melalui pengeluaran iklan. Pelatihan karyawan. Teknologi informasi dan perekrulan pelanggan I Persamaan pengukuran nilai ATVV: Harga Saham (Diskonlo arus kas mendalang) Nilai buku (aktiva fisik. Investor dalam melakukan keputusan investasi tidak menunggu bahwa nilai arus kas tersebut direalisasi melalui peningkatan transaksi penjualan.

No 1 April 2002 28 _ 46 KARAKTERISTIK AKTIVA TIDAK BERWUJUD Definisi ATW adalah sebagai berikut: Intangible asset as an identifiable non-monetary asset without physical substanceheldforuseintheproductionorsupplyofgoodsorservices. Ketidak pastian ini menyangkut nilainya. 2(00) Dari definisi kedua tersebut diatas dapat di tank kesimpulan bahwa karakteristik ATW adalah adanya potensi manfaat dimasa mendatang berupa memberi pelayanan atau bisa disewakan. Seandainya ada nilai yang dihasilkan baru terwujud setelah puluhan tahun atau dalam jangka waktu panjang. Manfaat ini dibuktikan dengan kenaikan harga saham terhadap nilai buku. Auditing dan lntormasi. Ciri utama ATW adalah adanya derajat ketidak pastian yang tinggi mengenai nilai manfaatnya. Kesulitan juga ditemui bagaimana mengidentifikasi hubungan pengorbanan dan manfaatnya atau adanya ketidak jelasan hubungan.or for administrative purposes (lAS 38 revisi) Intangibles as non-physical factors that contribute to or are used inproducing goods orproviding services. ini berarti hams dapat dipisahkan dari kegiatan bisnis berjalan.34 Media Rise! Akuntansi.or that are expected togenerate future productive benefits for the indi viduals or firms that control the use of those factors_(Brooking Institutions. Secara praktek kendala ketidak pas han itu menyangkut hubungan pengorbanan dan manfaatnya terdapat kesernangan.forrentaJ to others. Disamping itu juga menyangkut eksistensinya. . sebagian besar ATW mempunyai karakteristik melekat pada kegiatan bisnis. Vol 2. Padahal dalam ekonomi baru sukarang. apakah ATW masih ada atau sudah hilang dari kegiatan bisnis berjalan (khususnya ATW yang melekat pada kegiatan bisnis) . tetapi kemampuan untuk menghasilkan manfaat dimasa mendatang tinggi. bisa mencapai sangat tinggi bahkan bisa mencapai nol atau tidak terukur. Sedangkan masalah tidak mempunyai keberadaan fisik sebenarnya masih kurang tegas karena belum bisa membedakan antara ATW dengan financial instrument yang sama-sama tidak mempunyai keberadaan fisik Definisi menurut IASC juga mensyaratkan adanya kriteria identifiable.

Pada intinya karakteristik ATW disamping tidak mempunyai eksistensi fisik juga adanya ketidak pastian atau resiko yang tinggi atas nilainya. Contohnya adalah persepsi pelanggan terhadap produk perusahaan yang menciptakan brand. misalnya patent. Untuk kasus R&D manfaat yang diberikan justru terjadi saat komersialiasi. Pembelian ATW dari luar bisa diperoleh secara keseluruhan atau terpisah. Maksud pembelian secara keseluruhan adalah dalam harga pembelian tersebut terkandung beberapa ATW ydIlg bisa diidentifikasi secara terpisah. Perolehan ATW meialui pengembangan sendiri belum banyak diatur. Bahkan ATW mungkin mempunyai nilai tanpa terdapat pengorbanan ekonomis (cost). sedangkan bila dalam penggabungan usaha dibukukan sebagai goodwill (jarnagin. MENCIPTAKAN NILAI ATAS AKTIVA TIDAK BERWUJUD Dalam sudut pandang teori akuntansi ATW diperoleh melalui dua cara yaitu dengan pembelian dan pengembangan sendiri (internally generated intangibles). Sedangkan perolehan ATW yang langsung bisa dipisahkan (separable) langsung dicatat sebesar harga perolehannya.dak Berwujud 35 Dalam kasus kekayaan intelektual. yang jadi masalah adalah biaya yang dikeluarkan pada tahun sebelumnya dan telah di akui sebagai beban tahun berjalan temyata bisa mencapai tahap komersialisasi. Pengkapitalisasian pengorbanan ekonomis untuk memperoleh ATW masih . ATW yang tidak bisa diidentifikasi secara terpisah. Biaya yang bisa dikapitalisasi hanya sebatas saat pengembangan. misaInya sofware baru yang telah melewati test beta. license dan trade mark. sehingga terjadi penggabungan usaha.Evaluasi Standar Akuntansi Aktiva T. Irenchisc. 1991). Perolehan ATW secara keseluruhan melalui pembelian perusahaan. padahal biaya pada tahap itu tidak terlalu besar dibanding dengan tahap pencarian (discoverYJ. atau obat baru. Perbedaan karakteristik aktiva berwujud dengan ATW adalah terdapat kemungkinan bahwa ATW mempunyai nilai yang tidak sebanding dengan pengorbanannya. atau pengorbanan ekonomisnya kecil tetapi nilai yang dihasilkan sangat tinggi. kemampuan menghasilkan kas dimasa depan adalah adanya hak monopoli berupa perlindungan hukum terhadap penggunaannya. mempunyai umur tertentu dan melekat pada bisnis berjalan harus dibebankan sebagai biaya. misalnya patent. atau nilai yang di berikan oleh pihak Iuar perusahaan.

kenaikan pangsa pasar (c) Penciptaan dari luar perusahaan (ExternajJy created assets). Transaksi. data base perusahaan.1 April 2002' 28 _ 46 terbatas. yaitu pembelian. Sedangkan biaya untuk mengembangkan software yang boleh dikapitalisasi juga sulit untuk diterapkan. kejadian ekonomi makro. misalnya anggaran belanja pemerlntah (APBN). No. karena manfaat ekonomi tidak dapat dihitung dan tidak mempunyai umur tertentu. politik dan persepsi pelanggan. hibah. pelanggan yang loyal. yaitu terjadinya pertukaran dengan pihak ketiga secara hukum. perolehan aktiva ini berasal dari harapan investor dari kejadian kejadian diluar kegiatan perusahaan. dan tercermin dalam harga surat berharga. tetapi sebagai hasil keputusan politis bahwa bila metode akuntasi hanya membolehkan successful effort maka banyak perusahaan minyak yang keeil akan guIung tikar. dan pertukaran dengan non moneter (dengan saham) (b) Pengembangan sendiri (Internally created assets). Pengembangan sendiri misalnya dari investasi sumber daya tidak berwujud yang akhimya menghasilkan arus kas dimasa mendatang. Vol 2. . Auditing dan Informasi. Dalam sudut pandang model prediktif pasar I1l odal nilai atas ATW melalui pengembangan sendiri bisa dideteksi melalui respon investor daJam menanggapi kejadian ekonomi perusahaan. kepercayaan pdanggan. Lev (2000) menemukan bahwa nilai alas aktiva dalam hubungan kejadian dan respon investor yang tercermin dalam harga saham adalah sebagai beriku t: (a). Perlakukan biaya organisasi dan biaya dari perusahaan dalam tahap pengembangan sebagai ATW juga tidak konsisten dengan teori akuntansi. Cara ini mempunyai validitas yang baik untuk menguji keberadaan ATW yang tidak mempunyai fisik dan kepastian nilai. [adi dalam kerangka teori akuntansi bahwa nilai atas ATW diciptakan melalui transaksi dan pengembangan sendiri. tetapi dengan porsi yang sangat kecil untuk pengembangan sendiri. Selungga dalam prakteknya umur biaya organisasi digunakan asumsi sebagai dasar umur penyusutan. lni hukan berdasarkan adanya hubungan manfaat ekonomi di masa mendatang. misalnya kompetensi karyawan. Pengkapitalisasian biaya pencarian sumbcr minyak bumi dengan full cost.36 Media Rise! Akunlansi.

Pertimbangan-pertimbangan penyusutan selama periode tertentu atau segera disusutkan merupakan praktek akuntansi yang sifatnya arbitrari karena unsur personal akuntan mempunyai peran yang tinggi. Pada APB Opinion No 16 tentang businesscombhlationpenggunaan deferred chargemasih belum sepenuhnya dihilangkan. Sedangkan model prediktif pasar modal menganggap bahwa nilai yang harus diungkapkan kepada pengguna laporan keuangan adalah saat kejadian yang menimbulkan arus kas di masa mendatang atau saat nilai diciptakan (value creation).1 ()ada kadang-kadanggoodwilllangsung di susutkan dengan pertimbangan kehati-hatian (conservatism) bahwa manfaat ekonomisnya tidak ada. EVALUASI BERWUJUD 8. 1989). lAS 38 revisi dan PSAK 19 revisi) memperlakukan goodwillsesuai dengan karakteristiknya. yaitu mempunyai umur yang tidak terbatas (indefinite). Jadi antara teori akuntansi dengan model prediktif pasar modal terdapat perbedaan pendapat dalam pengungkapan nilai. Sebelum APB Opinion No. Kejadian ekonomi yang menghasilkan arus kas dimasa depan dianggap sebagai penciptaan nilai dan realisasinya untuk dicatat dalam buku mungkin membutuhkan waktu yang lama. Walaupun di sadari bahwa goodwJJJadalah asset yang tidak mempunyai umur ekonomis.Evaluasi Standar Akulltallsi Aktiva Tidak Berwujud 37 Pendekatan prediktif PdSur modal menyatakan bahwa pendptaan nilai tidak tergantung pada proses realisasi nilai melalui transaksi. ia di asumsikan mempunyai umur 40 tahun kemudian direvisi menjadi 20 tahun Jan harus disusutkan selama periode asumsi umur tersebut. Pada tahap terakhir (SFAS 141. Teori akuntansi menganggap bahwa nilai yang harus diungkapkan kepada pengguna bila nilai tersebut telah direalisasi. jadi bukanlah asset yang mempunyai manfaut ekonomi masa depan. STANDAR AKUNTANSI AKTIVA TIDAK Goodwill Goodwillsebelumnya dianggap sebagai deferred charge yang menunggu waktu untuk proses matching cost agints revenue (Suwardjono. tetapi masih digunakan untuk menampung selisih antara rulai buku dengan nilai kapitalisasi saham saat terjadi penggabungan usaha. dengan perlakukan ini tidak digunakan .

goodwilltermasuk dalam pengcruan experience intellectual assets. 1999)dengan investasi dan penciptaan asset. Penggunaan nilai sa ham sebagai dasar test impairmentatas goodwilladalah metode yang lepat. 2001 ) Pengungkapan ATW secara komprehensif bclum memungkinkan m elal ui pengungkapan goodwill. Test ini menghilangkan sifat arbitrarydalam p('nggunaan penyusutan untuk menurunkan nilai. AudIting dan lnforrnasi. . Ini berarti terdapat ATW yang belum dilaporkan selain goodwill. Menurut pendapat pembagian tersebut. Nilai goodwill adalah selisih nilai kapitalisasi saham dikurangi nilai buku di kurangi ATW yang bersifat kontraktual dan mempunyai perlindungan hukum. karena selisih antara nilai saham dengan nilai buku menunjukkan kemampuan pcrusahaan untuk menghasilkan laba dimasa mendatang dan berkorelasi dengan tingkat pengembalian saham dan obligasi (Gutierrez. Penggu naan test nilai saham untuk mengetahui eksistensi dan nilai goodwill hanya sebatas untuk tujuan impairment(bila ada penurunan nilai). Kapitalisasi saham merupakan atribut pengukuran yang obyektif untuk mengetahui keberadaan dan nilai yang ada dari goodwill. Sedangkan institutional intellectual asets timbul dari pengeluaran teknologi informasi dan pelatihan karyawan. Pembagian ATW menurut Kanno (Okano. 2) perceptual intellectual assets. 1999) ATW dapat dibagi menjadi empat yaitu: 1) experienced intellectual assets. Vol 2. No 1 April 2002 28 . 3) formulated intellectual assets. bila tidak maka nilai tersebut tidak bisa dilaporkan. 1999) dapat dihubungkan dengan inves tasi dalam intangible resources (Lev. Dalam sudut pandang ini investasi dalam intangible resources tidak bisa tercermin dalam laporan keuangan perusahaan karena prinsip pengakuan adanya transaksi dengan pihak ketiga dan prinsip kehati-hatian yang berlebihan. Menurut Konno (Okano. Dalam hubungan cost-assetsmaka perceptual inteUectual assetstimbul dari persepsi pelanggan terhadap produk perusahaan yang diperoleh melalui pcngeluaran investasi perekrutan pelanggan. 46 lagi metode penyusutan untuk menurunkan nilai goodwHlsecara berangsurangsur atau segera berdasarkan kehati-hatian yang berlebihan. Formulated intellectual assets timbul dari investasi dalam R&D yang menghasilkan temuan-temuan baru berupa patent trade markdan lainnya. dan 4) institutional intellectual asets. Selisih nilai saham dengan nilai buku hanya diakui bila terjadi realisasi melalui penggabungan badan usaha.38 Media Riset Akuntansi. Kenaikan nilai sa ham atas nilaibuku yang berlipat lipat bahkan mencapi perbandingan 6:1 belum tersentuh dalam pengungkapan ini.

Pengungkapan Anv komprehensif melalui goodwillhanya nilai ATW masa lampau dari pengalaman perusahaan. kekayaan intelektuallehih mapan karena mempunyai hak kontraktual dan perlind ungan hukum. c. walupun atribut pengukurannya masih menggunakan historical cost. Eksistensi keberadaan dan nilainya lebih mudah di buktikan dengan adanya pengakuan secara hukum. Kenaikan nilai kapitalisasi saham seharusnya bisa di akui sebagai apresiasi nilai ATW. dilakukan dengan penyusutan selama umur ekonomis atau umur perlindungan hukum. Dampak dari pengakuan tersebut adalah peruhahan conceptual tlameworkdengan mengakui opportunity costsebagai asset (Kosasih. b. tetapi masalahnya ini akan bertentangan dengan pengakuan penghasilan (revenue recognition). 1982). Pengakuan yang tidak melalui proses pertukaran dengan pihak ketiga (transaksi) tentu akan ditentang sebagaimana perlakuan kapitalisasi bunga selama pereiode kontruksi dari modal sendiri. Dd lam SFAS No. Biaya R&D dianggap tidak mempunyai manfaat ekonomi dimasa mendatang. walaupun secara teoritis bunga tersebut memenuhi kreteria teori akunta nsi unt uk dikapitalisasi. Penelitian dan Pengembangan (R & D) Perlakuan akuntansi untuk R&D adalah membebankan seluruh pengeluaran yang terjadi sebagai biaya berjalan (diatur dalam SFAS No. Penurunan nilainya . Selisih nilai buku dengan nilai kapitalisasi yang menunjukkan nilai ATW secara komprehensif hanya bisa dilaporkan saat direalisasi melalui transaksi dengan pihak ketiga.Evaluasi Standar Akuntansi Aktiva Tidak Berwujud 39 Pengungkapan A nv dengan goodwill yang diatur dalam standar akuntansi yang ada sekarang belum bisa mengadopsi penciptaan nilai dari kenaikan nilai saham setelah terjadi penggabungan usaha. lni dimungkinkan karena kekayaan intelektual berheda dengan ATW lainnya. Kekayaan Intelektual Perlakuan kekayaan intelektual dalam standar akuntansi hampir tidak mengalami perubahan.2.2 tentang Accounting for Research and Developmentpertimbangan tidak mengakui biaya R&D sebagai aset dengan alasan: 1) ketidak pastian manfaat ekonomi dimasa mendatang. lAS 38 revisi dan PSAK 19 revisi). tetapi umur ekonomis merqadi pertimbangan utama dalam melakukan penurunan mlai. .

4) kesenjangan kegunaan pelaporan tersebut (Upton 2001. 38 (revisi) tentang intangible assetsdapat mengakui biaya R&D menjadi asset bila memenuhi kondisi: 1) terdapat kelayakan teknik untuk mengukur ATW. Investasi dalam R&D memang tidak untuk mendapatkan asset fisik yang bisa memenuhi kreteria asset dalam laporan keuangan. 2) terdapat kelengkapan untuk diju. Bukti empiris menunjukkan bahwa perusahaan swasta di Amerika sekarang ini menginvestasikan sedikitnya US $ 1 trillion setiap tahunnya dalam sumber daya tidak berwujud.1 April 2002: 28 . 5) ketersediaan teknik yang memadai dari A TW. 67). 3) ketidak mampuan untuk mengukur manfaat ekonomi mendatang. tetapi untuk llH'1ll peroleh barang non fisik.i tajam sejak revolusi elektronik tahun 1970-an. yaitu investasi yang dilakukan sekarJ.llij baru menghasilkan kenaikan kinerja dimasa mendatang.i tingkat investasi dalam R&D dan marketing dati produk baru terus mcningka! ser. Pengeluaran yang tinggi tersebut tidak dapat tercermin pada nerara tahunan perusahaan.40 Media Riset Akuntansi. Masalah tersebut disebut sebagai time gap. Feng Gu dan Lev (2000) menemukan bahwa perhatian pembuat standar tstsnderd-setten terhadap R&D terutama patent sangat minimum. hubungan dengan stakeholders. Alasan dan kreteria untuk pengakuan biaya R&D sebagai assets tersebut menjadi sebab mengapa pengeluaran R&D diakui sebagai biaya berjalan.rr. seperti: pengetahuan.il atau digunakan. bahkan tidak mungkin perusahaan dapat terus tumbuh dalam persaingan yang tajam bila ia tidak mampu berinovasi melalui R&D. 6) kemampuan mengukur dengan atribut pengukuran (Upton 2001. 4) dapat ditunjukkan bagaimana menghasilkan manfaat ekonomi mendatang. Padahal perusahaan yang tumbuh secara berkesinambungan selalu memberi porsi yang cukup tinggi untuk pengeluaran R&D. 3) kemapuan untuk dijual atau digunakan sendiri. biasanya mempunyai waktu yang panjang bahkan mencapai puluhan tahun. Nakamura (2001) menemukan bahw. Kedua .46 2) kesenjangan hubungan sebab akibat antara biaya Jt'ngan manfaatnya. Vol 2. Kenyataan yang ditemui dalam pengeluaran R&D adalah ketidak pastian waktu pengembalian investasi. Masalah kedua adalah correlation gap yaitu hubungan antara pengeluaran (cost) dengan manfaatnya (benefit). 65)_ Sedangkan kesimpulan lAS No. teknologi informasi dan lain-lain. karena hilang pada saat dibebankan sebagai biaya. No. Auditing dan Informasi. Pengeluaran ini sebanding dengan pengeluaran kotor untuk aktiva berwujud.

dimana dibutuhkan penilaian ekonomi secara potensial adanya ketidak pastian yang tinggi dari pengeluaran R&D. tetapi pada perusahaan skala menengah R&D secara portofolio resikonya sedang. Lev (2000) mengatakan bahwa secara individu. Upton (2001) pada kesimpuJan pembahasannya tentang R&D juga menyarankan untuk melakukan kapitalisasi terhadap pengeluaran R&D. Hal ini ditandai dengan stabilnya Iaba yang dihasilkan oleh perusahaan yang mempunyai pengeluaran R&D dan dapat ditutup dengan keberhasilan R&D lainnya.Evaluasi Standar Akuntansl Aktiva Tidak Berwujud 41 masalah tersebut menjadi penyebab kesuJitan untuk pengakuan R&D sebagai asset. Bontis (1999) menemukan bahwa pengeluaran untuk perusahaan pilor proyek terdapat hubungan positif dengan harga saham. Chambers dkk (2001) menemukan bukti bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara tingkat pengembalian (excess returns) dengan tingkatpengukuraninvestasi dalam R&D darimasa yang lalu. Pada perusahaan berbasis internet (B2C dan B2B) Demers dan Lev (2001) menemukan bahwa pengeluaran perusahaan berbasis internet yang dilaporkan sebagai biaya tahun berjalan tetapi direspon oleh investor sebagai investasi. Penelitian-penelitian terbaru untuk mengakomodasi peningkatan pengeluaran dalam R&D dengan menggunakan value relevant telah menunjukkan temuan yang berarti untuk mendukung pengakuan (recognition) mvestasi dalam sumber daya tidak berwujud sebagai bagian dati laporan keuangan atau informasi tambahan. . dan berhubungan dengan tingkat perubahan investasi dalam R&D. Lebih lanjut Lev (2000) menyarankan untuk mengkapitalisasi biaya yang dikeluarkan untuk R&D sebagai asset. Value relevant dengan harga saham sebagai benchmark pengungkapan informasi akuntansi menemukan bukti bahwa R&D mempunyai relevansi manfaat ekonomi dimasa mendatang. Feng Gu dan lev (2000) dalam risetnya menyimpulkan bahwa intensitas penghasilan dati royalti yang diberikan investor tergantung dati kualitas R&D. lebih ditujukan hubungan antara R&D secara individual. R&D mempunyai resiko yang tinggi. Pengungkapan ekternal faktor sukses perusahaan dalam perdagangan patent menjadi kemampuan inovasi perusahaan. [oia (2000) menemukan bahwa dengan penyesuaian adanya time gap menunjukkan bahwa pengeluaran untuk intangible asset (intellectual capaital) mempunyai korelasi yang kuat dengan harga saham. Penolakan pengakuan pengeluaran R&D sebagai asset pada standar akuntansi yang ada didasarkan pada kesulitan sebagaimana diatas.

yang bermanfaat bagi pemakainya untuk melakukan keputusan ekonomi di masa mendatang. Kesimpulan ini juga diambil oleh Upton (2001) bahwa pengakuan lebih banyak atas ATW dari pengembangan sendiri perlu di lakukan. bahwa pelaporan ATW sebagai bagian dari laporan keuanga perlu pemabaman yang lebih dalam. 141 dan 142 tentang Business Combination dan Intangible asset pada yang berlaku [uni 2001. Juga adanya kriteria bahwa manfaat tersebut bisa dikendalikan oleh pemiliknya juga sulit untuk ditemukan. Tentu ini akan mendapat kecaman. tetapi juga sumber daya manusia. Ini disadari betul oleh FASB dalam penerbitan SFAS No. Auditing dan lnforrnasi. mana yang tidak. Brand yang tercipta dari pengeluaran tersebut merupakan basis pertumbuhan perusahaan. Masalah yang terus membayangi untuk pengakuan lebih banyak pengembangan sendiri atas ATW adalah syarat karakteristik informasi akuntansi. periklanan. bahwa biaya tersebut tidak mempunyai manfaat ekonomi di masa mendatang. Vol 2. FASB Sterring Committe (2001) menyatakan bahwa pelaporan ATW yang berasal dari pengembangan sendiri (internally generated intangibles) tidak hanya masalah R&D. Apakah memang biaya untuk perekrutan pelanggan tidak mempunyai manfaat ekonomi masa depan. hubungan dengan pelanggan dan inovasi perusahaan. dan pengeluaran untuk memperoleh pelanggan atau pangsa pasar dikapitalisasi. lni membuktikan bahwa kapitalisasi pengeluran perusahaan yang selama ini dianggap sebagai beban berjalan perlu di pertimbangkan. yaitu relevansi. tentu tidak kenyataannya dalam kOmpetisi yang ketat biaya perekrutan pelanggan makin hari makin meningkat tajam. Masalah utama tidak dapat diakuinya adalah bagaimana membedakan mana pengeluaran untuk sumber daya tidak berwujud yang mempunyai manfaat ekonomi mendatang. Informasi ini akan membuat informasi akuntansi lebih bersifat forward looking information. . yang ujung-ujungnya adalah penerapan kehati-hatian (conservatism).42 Media Riser Akuntansi. Karakteristik ATW ini lah yang membuat perkembangan standar akuntansi yang mengatumya tidak mengalami perubahan yang berarti. Kehandalan pengukuran pasti tidak dapat ditemui dalam ATW komprehensif atau syarat kehandalan (reliability) informasi. No 1 ~ril 2002 28 ~ 46 AKTIVA TIDAK BERWUJUD STANDAR AKUNTANSI YANG BELUM DIATUR Bagaimana jika pengeluaran untuk marketing.

Penelitian-penelitian A1W dengan menggunakan harga saham sebagai benchmarking pengungkapan informasi akuntansi atau value relevant. misalnya melalui catatan kaki. Tahap-tahap tersebut adalah pertama. artinya bila perusabaan da1am likuidasi rulai tersebut hilang. Kesulitan lain pengakuan ATW adalah kenyataannya bahwa ATW secara komprehensif sebagian besar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan perusahaan berjalan. atau dengan instilah lain. atau suplemen ini sebagaimana pengaturan financial instrument yang diatur dalam SFAS No. pengakuan (recognition) sebagai bagian dati Iaporan keuangan.Evaluasi Standar Akuntansi Akliva Tldak Berwujud 43 Sebagai tindak Ianjut atas hal tersebut. hasil kerja tim peneliti tersebut patut untuk diikuti. Bagaimana hasil akhir pelaporan ATW secara komprehensif. AAA-Standards Committee (2001) juga menawarkan altematif pengakuan ATW berdasarkan tahap-tahap yang telah dilalui oleh financial instrument. 105 tentang Disclosure of Information About Financial Instruments With Concentrations Of Credit Risk. Sementara proposal tersebut ditanggapi oleh AAA-Standards Commitee (2001) bahwa timbulnya ATW atas dasar value relevant merupakan economic rent. tetapi memang pelu dilakukan penelitian lebih dalam. FASB (2001) membuat proposal untuk melakukan penelitian atas ATW lebih Ianjut yang diketuai oleh Baruch Lev. Perkembangannya hampir tidak mengalami perubahan yang berarti. telah membawa harapan terhadap pengungkapan ATW secara komprehensif. Tanggapan tersebut sebagai bukti bahwa penggunaan harga saham sebagai benchmarking pengungkapan informasi akuntasi. KESIMPULAN Bagian yang tersulit dari pengembangan teori akuntasi adalah masalah Aktiva Tidak Berwujud. kecuali penggunaan harga saham sebagai penguji keberadaan nilai goodwill dan impairment-nya serta fair value sebagai atribut pengukuran. Karakteristik ATW yang tidak mempunyai eksistensi fisik dan ketidak pastian manfaatnya menjadikan pembuat standar akuntasi sangat minimal mengakui ATW dari pengembangan sendiri (internally generated intangibles). . Kedua. yaitu value relevant telah mendapat perhatian yang serius dari pembuat standar akuntansi. cukup diungkapkan (disclosure) dalam laporan keuangan.

The Knowledge Toolbox: A Review of The Tools Available To Measure and Manage Intangible Resources. DragonetU dan Kristine Jacobsen dan Coran Ross. University of North Carolina . Teori Akuntsnsi. Landsman.17. Bukti-bukti telah menunjukkan bahwa pengakuan A TW melalui pengembangan sendiri perIu lebih banyak diatur dalam standarakuntansi. 2001. Response to the FASB Invitation to Comment on the Proposal for a New Agenda Project-" Disclosure oflnfonnation About Intangible Assets" Not Recognized in FinancialStatements': September 28 Barth. Finandal Accounting Standards Committee. 1993. Vol 2. Karin Iris Sixl. Wallman. MargaretM. 1999. DAFTAR PUST AKA American Accounting Association. Manfred. 1999.. terutama pengakuan R&D sebagai asset. Nick dan Nicola C. dan William H. Juga pengakuan pengembangan sendiri lainnya seperti: investasi untuk teknologi informasi.Chapel Hill vBelkoui. Vol. The Relevance of the Value Relevance Literature For FinancialAccounting Standard Setting: Another View. diterjemahkan Herman Wibowo dan Marianus Sinaga.H. Dan Adolf Knapp. Mary E. Ahmed. 2000. Dan Ursula Schneider.1 April 2002· 28 . danStevenM.. AuditIng dan Informasi.46 Realitas perubahan rasio nilai buku atas nilai kapitalisasi saham yang semakin tinggi menjadi dasar bahwa yang membuat pertumbuhan perusahaan pada perekonomian bam lebih tinggi adalah asset tidak berwujud. Beaver dan Wayne R. Karl Franzens University . European Management foumel. Working Paper in Stanford University. No. investasi untuk perekrutan pelanggan dan investasi untuk pelatihan karyawan yang menghasilkan kompetensi. Jakarta: Erlangga lair. Working Paper. 2001.4 Bornemann. No.44 Media R!set Akuntansi. Holistic Measurement of Intellectual Capital. Unseen Wealth Report of the Brooldngs TaskForceonUnderstandingIntangibJeSotm:eSofValue Task Force Co-Chairs:ExecutiveSummary Bontis.

Massachusetts .Commerce.. Working Paper in The Wharton School. Clearing House.. Ananda. FASB. Serba Serbi Akuntansi Akuntansi Keuengen. Drs.P.i ngihll' C orporate Assets Linking Business Strategy with Intellectual Capita 1... University of Rochester dan New York For A New Agenda Project Disclosure Of Information ) About Intangible Assets not Recognized In Financial Statements. Market valuations In The New Economy: An Investigation od What Has Changed. ing Paper. 2000. Excess Re- nois at Champaign-Urbana. dan Wayne turns to R&D-Intensive Firms. Ameri- R. can University Core. Chicago.l<II1Jectnent. Book-to-Market Equity. Ruchyat. Inc. Ross Jennings. 2001. \IV orkinp.1 vr<osasih. Vol. WorkInstitute Cambridge! MA 021-!2. 2000.. Working University. Measuring Int. Robert B.. Roberto Stem School School Of Management. University of Pennysvania Demers.Journal oflntellectual Cepital. Markets In Intangibles: Patent Licensing. 1991. 1996. Working Paper. Ak. and theSegmentation of c.Working Paper in University of IlliUniversity of Texas at Austin. Thompson II. Illinois J oia.1 No. John E. Financial Accounting Standards Explanation and Analysis.. tidak bertahun. And New Of Business. Proposal Paper. 17 Agustus Feng Gu dan Baruch Lev. 2001. Sloan School of fl. Gu tierrez Jr. Paper! Texas A&A1 University Ikatan Akuntan Indonesia. 20m. Bill D. A Rude A wakening' Internet Shakeout in 2000. Dennis. Guay dan Andrew Van Buskird. 2001. 2001. 1982. Jakarta: Salemba Empat Jarnagin. Size theStock and Bond Markets. of Technology! Capital markets research in accounting. Elizabeth dan Baruch Lev. Luiz Antonio.Evaluasi Standar Akuntansi Akllva Tidak 6erwulud 45 Chambers. Boston University York University.. Standar Akuntansi Keuangan. Yogyakarta Untaian Standar Kothari S.

Business and Financial Reporting. Baruch. What Is The Us Gross Investment In Intangibles? (At Least) One Trillion Dollars A Yeal~. Management.. 2001. Leonard 1. john Will')' & SOilS. Fifth Edition. Working Paper. 1995. Akuntansi. New York University Lev. Intangibles.. No 1 April 2002' 28 ~ 46 Lcadbeater. Richard G dan Myrtle Clark. Accounting Theory Text and Readings. Executive Summary. Measurement And Reporting. Stem Nakamura.Inc. New York UniVl'rsily I'.. 20m.. 1989.1: Pokok-Pokok Pikiren Paton dan Littleton Tentang Prinsip Akuntansi Untuk Perseroan. Suwardjono. Seri TeoriAkuntensi No. Upton. Vol 2. Baruch. Auditing dan Informasi. Charles. Yogyakarta: BPFE. Working Paper dalam simposium intellectual capital di Amsterdam 1999 Lev.. Challenges from the New Economy. [r. 1999. FinancialAccounting Series NO. Drs. 1999. Federal Reserve Bank of Philadelphia Schroeder. 2001.46 Media Riset Akuntansi. Wayne S. 219-A . New A ccounting For The Ne II' Econom Business School. New Measures For The /\/ell' Economy. Stern Business School. Working Paper..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful