1) Abjad, Vokal dan Konsonan Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf sebagai berikut.

Perhatikan lafal setiap huruf. Huruf Lafal Huruf Lafal Huruf Lafal Aa [a] Jj [je] Ss [es] Bb [be] Kk [k] Tt [te] Cc [ce] Ll [el] Uu [u] Dd

[de] Mm [em] Vv [fe] Ee [e] Nn [en] Ww [we] Ff [ef] Oo [o] Xx [eks] Gg [ge] Pp [pe] Yy [ye[ Hh [ha] Qq [ki] Zz [zet] Ii [i] Rr [er] Dalam abjad itu terdapat lima huruf vokal (v), yaitu a,i,u,e,o sisanya adalah konsonan (k) sebanyak 21 huruf. Disamping 26 huruf itu, dalam bahasa Indonesia juga digunakan gabungan konsonan (diagraf) sebanyak empat pasang :
kh seperti dalam kata khusus, akhir ng seperti dalam kata ngilu, bangun ny seperti dalam kata nyata, anyam

kh.sy masing-masing dihitung sebagai satu k (konsonan). Perhatikan contoh dibawah ini. ada pula gabungan dua vokal yang berurutan-harus dalam satu suku kata-menciptakan bunyi luncuran (bunyi yang berubah kualitasnya) yang berbeda dengan lafal aslinya.ng. Karena itu. Selain gabungan dua konsonan.sy seperti dalam kata syair. asyik setiap pasangan itu menghasilkan satu fonem atau satu bunyi yang dapat membedakan arti. Contoh : akhir= vkvk ngilu= kvkv anyam= vkvk syair= kvkv 1 Dalam uraian diatas v-k di atas terlihat meskipun jumlah huruf dalam setiap kata ada lima. namun jumlah v dan k untuk setiap kata hanya empat.ny. Huruf diftong Contoh pemakaian dalam kata Di Awal Di Tengah Di Akhir Ai ain Syaitan Pandai Au aula Saudara harimau .

Untuk membaca singkatan kata (termasuk kata asing selain akronim) yang dibaca huruf demi huruf. au. jika penutur sedang berbahasa Indonesia. au.Oi boikot amboi Jika vokal berurutan ai. mulai dilafalkan [mulai] bukan [mulay] namai dilafalkan [namai] bukan [namay] bau dilafalkan [bau] bukan [baw] mau dilafalkan [mau] bukan [maw] dengan berpedoman pada EYD. 1 . dan oi terdapat dalam kata yang pelafalannya persis sama dengan huruf aslinya. pelafalannya harus sesuai dengan lafal huruf bahasa Indonesia. Contoh ai. vokal beruntun itu bukan diftong. dan oi yang bukan diftong adalah yang terdapat dalam kata berikut. khususnya cara pelafalan huruf hendaknya mengikuti aturan yang sudah dibakukan.

[si-fi] MTQ [em-te-ki] [em-te-kyu] RCTI [er-ce-te-i] [er-se-te-i] TV [te-fe] [ti-fi] TVRI [te-fe-er-i] [te-fi-er-i] WC [we-ce] [we-se] .Singkatan Lafal yang benar Lafal yang salah AC [a-ce] [a-se] ACC [a-ce-ce] [a-se-se] CV [ce-fe] [se-fe].

Jika di tengah kata ada huruf konsonan.Jika seseorang sedang berbahasa asing. misalnya bahasa Inggris. sa-at. di antara dua buah huruf vokal. bu-ah. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu.2 Pemenggalan Kata 1)Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. termasuk gabungan huruf konsonan. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. a. Misalnya : au-la bukan a-u-la sau-da-ra bukan sa-u-da-r-a am-boi bukan am-bo-i b. Misalnya : ma-in. 2. au. . danoi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu. lafal huruf dalam singkatan itu harus mengikuti aturan pelafalan bahasa Inggris. Huruf diftong ai. Demikian juga jika singkatan itu hendak dilafalkan dalam bahasa asing lainnya. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan.

pihak pembicara (dalam ha ini penulis) berusaha untuk memperjelas situasi dengan bentuk tulis. untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia serta untuk menjaga keseragaman pemakaian bahasa Indonesia secara tulis. situasi penuturan tidak dapat dikenali oleh pembaca. Pernyataan Burhan didukung oleh Alwasilah (1986:299) yang menyatakan bahwa cukup banyak pemakai bahasa Indonesia yang belum dapat menggunakan bahasa itu dengan baik dan benar. Sebagaimana kenyataan yang ada. dan sebagainya. Hasil penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia itu disebut "Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan" dan disahkan pada tanggal 16 Agustus 1972. Sudah dua puluh enam tahun berlaku sejak ejaan itu diresmikan pemakaiannya. majalah. para cendekiawan.BAB I PENDAHULUAN 1. Apabila situasi komunikasi itu tidak rnemungkinkan dipakai secara lisan. tanda baca seru. Berbeda dengan komunikasi tulis. dan sebagainya. Adapun salah satu pembinaan bahasa Indonesia yang bersifat formal meliputi pengajaran di sekolah-sekolah khususnya tentang penggunaan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang . Menurut I. maka dipakailah secara tulis. dalam komunikasi secara lisan. Pemilihan kedua cara bergantung pada situasi kornunikasi. salah satu kebijaksanaan pemerintah adalah mengadakan penyempurnaan terhadap ejaan bahasa Indonesia yang sudah ada. situasi penuturan dikenal oleh sernua partisipan (orang yang diajak bicara dan yang berbicara). dan banyak tulisan yang lain. dan para pemimpin yang menduduki jabatan yang berpengaruh. baik secara lisan maupun tulisan. Termasuk di antara mereka adalah mahasiswa di perguruaan tinggi. sampai sekarang ini kita masih menemukan banyak kesalahan ejaan terutama dalam tulisan. Yang dimaksud situasi antara lain berupa.L Marsudi (1978:118). tanda baca koma. misalnya: pemakaian tanda baca titik. seperti yang terlihat dalam surat-surat kabar. 1987:16). Menyadari akan masalah di atas. intonasi. Namun.1 Latar Belakang Salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat. gerakan-gerakan anggota tubuh yang rnenyertai pembicara. Burhan (1972:10) mengatakan bahwa para pemuda kita pada umumnya belum mampu memperlihatkan kesanggupannya mempergunakan bahasa Indonesia yang terjaga baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu. mimik. perlu adanya pembinaan hahasa lndoseia yang bertujuan meningkatkan kegairahan dan kebanggaan segenap lapisan masyarakat Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan keyakinan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang modern yang sejajar dengan bahasa-bahasa lain (Muslich.

yang melipuli titik. Pemakaian tanda baca. yang meliputi pamakaian abjad. 2. Aspek yang dileliti adalah penilaian huruf. 1972:65). Penelitian pertama merupakan sebagian dari masalah dalam penelitian ini. Penulisan huruf. dihargai setinggi-tingginya dan dipakai dalam mendukung kebudayaan nasional dalam arti luas (Burhan. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa rata-rata siswa mampu dalam pemakaian ejaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Penelitian ini memiliki pcrsamaan dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya. siswa kelas XI sudah mernperoleh pelajaran EYD. dan tanda hubung. Persamaannya terletak pada masalah yang diteliti yaitu ejaan. permasalahan ini perlu mendapat perhatian yang serius karena di samping berfungsi untuk penguasaan berbahasa. yang meliputi penulisan kata dasar. juga untuk rnenanamkan kesadaran siswa bahwa bahasa Indonesia harus benar-benar dipelihara. dan pemakaian suku kata. dengan harapan siswa memahami cara menulis ejaan dengan ejaan yang benar dan dapat mengkomunikasikan ide / pesan secara tertulis maupun lisan. Guru diharapkan dápat menambah wawasan pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan pengajarannya. pemakaian huruf konsonan. Bagi Burhan. Sedangkan siswa dapat mempclajari kata-kata tersebut sehingga mereka dapat menulis seperti orang dewasa. jangkauan pembinaan EYD pada siswa kelas XI masih panjang.1 Jangkauan Masalah . sesuai dengan kurikulum. Mengingat pentingnya ejaan bahasa Indonesia bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam kegiatan tulis-menulis maka dalam penelitian ini. Sebenarnya sudah banyak penelitian yang mengkaji masalah ejaan. peneliti mengambil judul Kemampuan Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan Siswa Kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. Diantaranya seperti penelitian yang dilakukan oleh S. maka pengajaran bahasa Indonesia di lembaga-lembaga pendidikan formal perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. Siswa yang menjadi obyek penelitian adalah siswa kelas XI. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Berkaitan dengan upaya pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia di atas. pcnulisan kata ulang.Yonohudiono dengan judul Kemarnpuan Pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia Siswa Kelas II SMP Negeri SeKodya Malang.harus dilaksanakan secara baik dan benar agar tujuan pengajaran dapat tercapai. tanda seru. koma. pemakaian vokal. penulisan kata turunan. sedangkan perbedaannya terletak pada jangkauan masalah yang diteliti. baik penelitian yang mengambil sampel siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). dan penulisan gabungan kata. tanda kurung. Selain itu.

k) tanda baca petik. dan f) nama diri. ke. e) persukuan. f) kata depan di. c) kata ulang. d) gabungan kata. 1) tanda baca garis iniring. Penulisan tanda baca meliputi a) tanda baca titik. Penulisan kata meliputi: a) kata dasar. f) tanda baca pisah. 1). h) singkatan dan akronim. g) partikel lah. c) tanda baca titik korna. b) kata turunari.Penelitian dengan judul Kemampuan Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan Siswa Kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan Tahun Pelajaran 2007/2008 mempunyai cakupan masalah yang sangat luas. i) tanda baca seru. dan dan. dan b) huruf miring 3). . d) diftong. kau. Pemakaian huruf meliputi : a) abjad. e) kata ganti ku. 2). 4). Adapun masalah yang dimaksud adaah sebagai berikut. dan tab. h) tanda baca tanya. b) tanda baca korna. dan i) angka dan lambang bilangan. g) tanda baca elipsis. mu dan nya. kah. j) tanda baca kurung. Penulisan huruf meliputi: a) huruf kapital. c) konsonan. d) tanda baca titik dua. e) tanda baca hubung. b) vokal. dan m) tanda baca penyingkat (apostrof).

2. 3. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini sehagai berikut. Penulisan huruf kapital. 3). b) tanda baca koma.2 Tujuan Khusus . 2). 1) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan huruf kapital ? 2) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan tanda baca titik? 3) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan tanda baca koma? 4) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan tanda baca hubung? 5) Bagaimakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menuliskan kata depan? 6) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menuliskan kata ulang?. dan c) tanda baca hubung. Penulisan tanda baca meliputi: a) tanda baca titik.2 Pembatasan Masalah Melihat luasnya masalah maka peneliti perlu membatasi masalah. 1). 2. Tujuan Penelitian 3.3 Rumusan Masalah Masalah-masalah pokok yang perlu mendapat jawaban dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Penulisan kata meliputi: kata depan dan kata ulang.1 Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran (deskriptif) tentang kemampuan menggunakan ejaan yang disempurnakan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan 3.

penulisan tanda baca koma. 4) kemampuan menggunakan tanda baca hubung siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. dan 6. 4. penulisan kata ulang. Asumsi dan Hipotesis 5. 3.1 Asumsi Asumsi dipakai sebagai landasan dalam penelitian ini dapat diperinci sebagai berikut. Hasil Yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini berupa laporan yang berbentuk skripsi. dan 6) kemampuan menuliskan kata ulang siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. . 2. 5. penulisan tanda baca titik. penulisan tanda baca hubung. Laporan tersebut berisi deskripsi tentang : 1) kemampuan menggunakan huruf kapital siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. 2) kemampuan menggunakan tanda baca tilik siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan.Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk rnernperoleh gambaran (deskriptif) tentang kemampuan siswa Kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menerapkan ejaan yang disempurnakan ditinjau dari aspek: 1. penulisan huruf kapital. penulisan kata depan. 4. 5) kemampuan menuliskan kata depan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. 3) kemampuan menggunakan tanda baca koma siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. 5.

Adapun kriteria hipotesis sebagai berikut: .2. Kemampuan menenakan Eaan Yang Disempuakan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dapat diukur dengan tes. 5. guru SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 3) siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menggunakan tanda baca koma. siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menggunakan tanda baca hubung. siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu rnenggunakan tanda baca titik. Siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan telah memperoleh pengajaran dengan menggunakan metode dan teknik yang sama.2 Hipotesis Untuk mengarahkan keseluruhan proses penelitian ini. Semua siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan telah mendapatkan pelajaran ejaan yang telah disempurnakan.Dalam pengajarannya. dan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menuliskan kata ulang.1 Kriteria Penerimaan Hipotesis Dan beberapa hipotesis tersebut perlu juga dicantumkan kriteria penerimaan. Siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan memiliki ciri homogen. maka dipegang sejumlah hipotesis sebagai berikut : siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menggunakan huruf kapital. siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menuliskan kata depan. 5.

penggabungan). Sepertinya tidak mungkin dari sekian banyak bahan atau sumber pustaka yang berkaitan diulas semuanya. hipotesis 2 dinyatakan benar apabila siswa mampu menggunakan tanda baca titik 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. Adapun hal tersebut dimaksudkan agar tidak menimbulkan salah pengertian terhadap istilah tersebut. hipotesis 5 dinyatakan benar apabila siswa mampu menuliskan kata depan 75% atau lebih dan jurnlah sampel mendapatkan nilai 6 ke atas. kecakapan atau kepandaian untuk melakukan sesuatu. Adapun istilah yang dimaksudkan adalah sebagai berikut. hipotesis 4 dinyatakan benar apabila siswa mampu menggunakan tanda baca hubung 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapatkan nilai 6 ke atas. Kepustakaan yang digunakan dalarn penelitian ini dibatasi dengan pertimbanganpertimbangan sebagai berikut: . dan hipotesis 6 dinyatakan benar apabila siswa mampu menuliskan kata ulang 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. Kemampuan adalah kesanggupan. 6. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka ini disajikan dalam upaya memperoleh pemahaman tentang masalahmasalah yang relevan dengan penelitian ini. hipotesis 3 dinyatakan henar apabila siswa mampu menggunakan tanda baca korna 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. EYD adalah ejaan bahasa Indonesia yang telah mengalami penyempurnaan sejumlah aturan atau kaidah yang berisi tentang pedoman umum pelambangan bunyi ujaran dan bagaimana antar relasi antar lambang-lambang itu (pemisahan. Ejaan Yang Disempurnakan. Menggunakan adalah memakai atau menggunakan ejaan secara baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. yang berlaku dalam bahasa Indonesia.hipotesis 1 dinyatakan benar apabila siswa mampu menggunakan huruf kapital 75% alau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. Penegasan Istilah Penegasan istilah dalam penelitian ini akan memberikan batasan pengertian terhadap istilah-istilah tertentu yang digunakan dalam penelitian ini.

disahkan panitia Ejaan Bahasa Indonesia untuk menyusun konsep ini ditanggapi dan dikaji oleh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun (Tarigan. 2. secara resmi harus dipakai oleh semua bagian. Ejaan ini berlaku sampai diproklamasikannya bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Langkah penyempurnaan selanjutnya ialah dengan ditetapkan ejaan Republik Indonesia atau Soewandi.1 Sejarah Perkembangan Ejaan di Indonesia Bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. dan 2) kemudahan mendapatkan bahan puslaka dan terjangkau oleh peneliti. yang isinya memberlakukan ejaan baru mulai tanggal 15 April 1947. Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa melayu) membuat sistim ejaan sendiri-sendiri. Ophuysen dengan hantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer dan Muhammad Taib Soetan Ibrahim. 1986:8). pendidikan dan kebudayaan Mr. Rencana pembaharuan ejaan tersebut terwujud pada tahun 1947 dengan SK menteri pengajaran. kosa kata. Soewandi bernomor 26/Bhg.1) relevan dengan objek dan tujuan penelitian. Salah satu sebabnya ejaan tersebut belum mengatur penulisan unsur asing terutama yang berasal dan bahasa Arab. tanggaI 19 Maret 1947. Mulai diajarkan di sekolah-sekolah pada tahun 1947/1948. bahasa lndonesia mengalami perkembangan baik dalam struktur. A. Maka pada akhir tahun 1959 diadakanlah kongres bersama Indoncsia-Melayu yang menghasilkan konsep ejaan bersama yang disebut "Ejaan Malindo" namun gagal akibat perkembangan politik. Berdasarkan rancangan Ch. dan lembaga lain. Di dalam komite bersama yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mashuri dan Menteri Pelajaran Malaysia Husein Onn pada tahun 1972. Pada tahun 1900 Charles Adrisan Van Ophuysen mendapat perintah Hindia Belanda untuk membuat sebuah konsep ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang akan dipergunakan dalam pengajaran hahasa Indonesia. Ejaan Van Ophuysen masih perlu pembenahan. bahwa berlaku pada jaman Jepang hingga jaman Republik Indonesia tahun 1947. lembaga bahasa dan kesusastraan pada tahun 1968 menjadi pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Berdasarkan surat keputusan Menteri P dan K Sarino Mangunpranoto tanggal 19 September 1967. rancangan . Sesuai dengan laju pembangunan nasional. Ejaan Soewandi pada perkembangannya juga dirasakan oleh para ahli bahasa dan pemakai bahasa masih banyak kekurangannya dan kelemahannya. Keadaan simpang-siur ini diatasi dengan menetapkan suatu ejaan bahasa melayu yang berlaku untuk seluruh wilayah Hindia Belanda. Kebutuhan akan perbaikan ini semakin mendesak setelah Indonesia merdeka. sehingga tidak ada keseragarnan atau tidak terdapat kesatuan dalam ejaan.A. maupun ejaan.

Lebih jauh Keraf (1976: 50-51) menjelaskan bahwa yang dimaksudkan ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dan bagaimana inter-relasi antar lambang-lambang itu (peinisah. Dengan SK menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. baik dengan imbuhan-imbuhan niaupun antara kata dengan kata. peinisahan dan perhentian di dalam suatu bahasa ( TIM Bahasa Indonesia. Badudu (1984:31) memberi batasan ejaan sebagai pelambangan fonern dengan huruf. 1979:77). bagaimana menggabungkan kata-kata.1/72.huruf itu pada akhir suatu baris. Tarigan (1986:2) mengartikan ejaan adalah cara atau aturan menuliskan kata-kata dengan huruf menurut disiplin ilmu bahasa. sama dengan pandangan Arifin dan Amran (1986: 25) yang menyatakan bahwa ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antar hubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungan dalam suatu bahasa). 03/A. bila baris tidak rnemungkinkan kita menuliskan seluruh kata di sana. baik yang berkaitan dengan sambungan. maka pada peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 7 Agustus 1972. tetapi juga meliputi hal-hal seperti: bagairnana memotong-motong suatu kata. penggabungannya) dalam suatu bahasa.disetujui untuk bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara.2 Pengertian Ejaan Ditinjau secara logis. Dalam hal ini ejaan rnemudahkan orang untuk mengetahui apa yang dilisankan seseorang (Saefoedin. Dikatakan demikian . 1973: 23). Pemotongan itu berguna terutarna bagaimana kita harus memisahkan huruf. ejaan adalah cara atau aturan menuliskan kata-kata dengan huruf. Pandangan-pandangan tentang ejaan di atas. 57 tahun 1972 dengan Ejaan Yang Disempumakan atau disingkat EYD. Tinjauan lain tentang ejaan. ialah bentuk akhir bahasa yang ditandai oleh lambang (gambar-gambar) hunvi. 2. Pandangan Keraf. Sejalan dengan pengertian di alas. Secara umum ejaan adalah sistem pengaturan tentang simbol-simbol bunyi ujaran. Ejaan suatu bahasa tidak saja pada persoalan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran serta bagaimana mendapatkan tanda-tanda baca dan sebagainya. jika diperhatikan batasan yang diberikan oleh Keraf dan Arifin serta Amran dapat dipandang lebih lengkap. diresmikan aturan ejaan yang berdasarkan Keputusan Presiden No.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. dan nama Tuhan termasuk kata gantinya. 2. dan bahasa. Contoh : Bagaimana itu bisa terjadi ? Saya ingin makan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama orang. b. "Dimana rumah pak Camat?" "Besok saya akan pergi ke Surabaya" kata Unang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan. keturunan. Contoh : bangsa Kongo bangsa Melayu suku Indian g. (2) penulisan tanda baca. 2. Contoh : Ayah bertanya. serta (3) penulisan kata depan dan kata ulang. morfem-morfem. titik. Contoh : Haji Abu Bakar Nabi Ismail Sultan Agung Tirtayasa e. kitab suci. dan tanda hubung. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Contoh : Presiden Husni Mubarak Jenderal Wiranto f. . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagi huruf pertama kata awal kalimat. koma.sebab ejaan tidak hanya berfungsi mewakili fonem-fonem. suku. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.3 Ciri-ciri Penandaan Ejaan Yang Disempurnakan Ciri-ciri penandaan ejaan yang disempumakan dibahas pada bagian ini meliputi : (1) penulisan huruf kapital. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan hal keagamaan. Contoh : Allah Swt Islam Al-Qur’an Kristen Al-Masih Yang Maha Kuasa d.3.1 Pemakaian Huruf Kapital a. melainkan juga menyangkut bagaimana antar hubungan antara lambang-lambang itu. c.

Contoh : A. bu? Besok Adik dan Paman akan datang. Contoh : hari Jum’at bulan September tahun Hijriyah perang Badar i. ibu. adik. Insinyur Ny. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata untuk nama buku. Tanda baca titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. Tanda baca titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.2 Pemakaian Tanda Baca 1) Tanda Baca Titik (. surat kabar. lembaga pemerintahan. serta nama dokumen resmi. untuk dan yang.Contoh : Oranda Sarasehan Hasanal Bolkiah h. dan ketatanegaraan. Contoh : Kapan Ayah datang ? Itu siapa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan. Huruf kapital dipakai sebagai singkatan nama gelar. Contoh: Azab dan sengsara Pelajaran Bahasa Indonesia untuk sekolah Menengah Atas Dan Ave Maria kejalan lain ke Roma. kecuali kata partikel seperti : di. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas geografi Contoh : Pulau Kangean Asia Tenggara j. Baskoro naik sepeda. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama hari. Raychan . bulan. Nyonya 2. Contoh: Andi membeli baju baru.) a. b. ke. kakak. Contoh : Ir. majalah. dan paman yang dipakai sebagai kata ganti sapaan. dan sapaan. dan. hari raya dan peristiwa sejarah. dan judul karangan.3. yang mana tidak teretak pada posisi awal. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. m. tahun. l. Contoh: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Piagam Jakarta Kerajaan Majapahit k.

Tanggal dkk. jahatan. kimia. atau gabungan keduanya atau yang terdapat di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat. Contoh : Sekjen (Sekretaris Jenderal) ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) Ormas (Organisasi Masyarakat) Tanda baca titik tidak dipakai dalam singkatan lambang. Contoh : Na Natrium 5 cm Panjangnya lima cm 2) Tanda Baca Koma (. timbangan. 55 detik) Tanda baca titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dan huruf-huruf awal kata atau suku kata. menit dan detik untuk menunjukkan waktu.Ach. dan sapaan Contoh : S.E Sarjana Ekonomi S. Contoh : tgl. jam. Contoh : 6. Khatami Tanda baca titik dipakai pada akhir singkatan gelar. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya satu tanda titik. pangkat.H Sarjana Hukum Kol. satuan ukuran.55 (6 jam. dan kawan-kawan Tanda baca titik dipakai untuk memisahkan angka. takaran. Kolonel Tanda baca titik dipaki pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. 20 menit.) . dan mata uang.20.

lagi pula. bagian-bagian alamat. Contoh : Yuwono. saya dilarang keluar. dan busa. Contoh : Bapak Hans Pambudi. tempat dan tanggal. tetapi uangnya kurang. Ani tidak jadi pergi. Toni tidak jadi beli baju karena uangnya kurang. kita harus membayarnya sekarang juga. ke kepala Desa Arjasa Tanda baca koma dipakai diantara tempat penerbitan.Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dan kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti.Bina Sarana. Drs. Saya ingin membeli buku. tetapi. Salim Santoso. dua………… tiga! Tanda baca koma dipakai diantara narna dan alamat. Kalau menjelang maghrib. Perkemhangan Sastra Thdonesia. nama penerbitan dan tahun penerbitan. Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. akan tetapi. Jalan Sartono No. Tanda baca koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang. Contoh : Ayah bukan pergi ke Kalimantan. oleh karena itu. kaca. kita harus pergi sekarang juga. . Satu. begitu. 1988. Contoh: Ayah membeli cat. Contoh : Karena ada tamu.04 Malang Malang. Jadi . dan tempat dan wilayah atau negeri yang dituliskan berurutan. Contoh : Ibu tidak akan pergi kalau hari hujan. melainkan. 15 Agustus 1977 Surat-surat ini harap dikirimkan. Surabaya. Tanda baca koma dipakai di belakang ungkapan atau kata penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat yang termasuk di dalamnya. meskipun. jadi. Tanda baca koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. melainkan ke Jawa Tengah. Contoh : Oleh karena itu.

termasuk orang kaya di kampung ini. Di daerah ini. atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada baris.H. Tanda haca korna dipakai dimuka angka persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dalam bilangan Contoh : 44. S. Ny. misalnya masih hanyak pemuda yang hanya lulusan sekolah dasar. Sastranegara.A. ………. .. Contoh : D. Tanda Baca Hubung (-) Tanda baca hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian garis. Pak Kohar. Contoh : Ayah Sadeli. Sri Wulandari.25. cara yang baik mengambil bola. Tanda baca hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya. kami. Tanda baca hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagianbagian tanggal.Tanda baca koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. Contoh : ………….Tanda baca koma dipakai diantara nama orang dan gelar akadeini yang mengikutinya. merupakan alat pertahanan perang yang cukup canggih. 3. mari kita menunjukkan prestasi yang baik. Contoh : ……….50 Kg Rp 25. M. Contoh : t-a-n-a-m-a-n 15-8-1972 Tanda baca hubung dapat dipakai untuk merperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. untuk membedakan dan singkatan nania keluarga atau marga.

Kata Ulang Bentuk kata ulang ditulis secara lengkap dengan rnenggunakan tanda hubung.3. Contoh : Arman duduk di kursi. Paman pergi ke Surabaya.myflexiland. ke. dan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya sebagai kata seperti kepada dan daripada.com/73054/skripsi-bahasa-indonesia .Contoh : ber-evolusi isteri-guru yang ramah 2. http://farid-bionet. Contoh : anak-anak gerak-gerik turun-temurun.3 Penulisan Kata Kata Depan Kata depan di.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful