1) Abjad, Vokal dan Konsonan Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf sebagai berikut.

Perhatikan lafal setiap huruf. Huruf Lafal Huruf Lafal Huruf Lafal Aa [a] Jj [je] Ss [es] Bb [be] Kk [k] Tt [te] Cc [ce] Ll [el] Uu [u] Dd

[de] Mm [em] Vv [fe] Ee [e] Nn [en] Ww [we] Ff [ef] Oo [o] Xx [eks] Gg [ge] Pp [pe] Yy [ye[ Hh [ha] Qq [ki] Zz [zet] Ii [i] Rr [er] Dalam abjad itu terdapat lima huruf vokal (v), yaitu a,i,u,e,o sisanya adalah konsonan (k) sebanyak 21 huruf. Disamping 26 huruf itu, dalam bahasa Indonesia juga digunakan gabungan konsonan (diagraf) sebanyak empat pasang :
kh seperti dalam kata khusus, akhir ng seperti dalam kata ngilu, bangun ny seperti dalam kata nyata, anyam

Huruf diftong Contoh pemakaian dalam kata Di Awal Di Tengah Di Akhir Ai ain Syaitan Pandai Au aula Saudara harimau . Perhatikan contoh dibawah ini. Contoh : akhir= vkvk ngilu= kvkv anyam= vkvk syair= kvkv 1 Dalam uraian diatas v-k di atas terlihat meskipun jumlah huruf dalam setiap kata ada lima.ny.sy masing-masing dihitung sebagai satu k (konsonan). ada pula gabungan dua vokal yang berurutan-harus dalam satu suku kata-menciptakan bunyi luncuran (bunyi yang berubah kualitasnya) yang berbeda dengan lafal aslinya.sy seperti dalam kata syair.kh. asyik setiap pasangan itu menghasilkan satu fonem atau satu bunyi yang dapat membedakan arti. Karena itu.ng. namun jumlah v dan k untuk setiap kata hanya empat. Selain gabungan dua konsonan.

Untuk membaca singkatan kata (termasuk kata asing selain akronim) yang dibaca huruf demi huruf. 1 . jika penutur sedang berbahasa Indonesia. dan oi yang bukan diftong adalah yang terdapat dalam kata berikut. mulai dilafalkan [mulai] bukan [mulay] namai dilafalkan [namai] bukan [namay] bau dilafalkan [bau] bukan [baw] mau dilafalkan [mau] bukan [maw] dengan berpedoman pada EYD. vokal beruntun itu bukan diftong. au. pelafalannya harus sesuai dengan lafal huruf bahasa Indonesia. khususnya cara pelafalan huruf hendaknya mengikuti aturan yang sudah dibakukan.Oi boikot amboi Jika vokal berurutan ai. dan oi terdapat dalam kata yang pelafalannya persis sama dengan huruf aslinya. Contoh ai. au.

Singkatan Lafal yang benar Lafal yang salah AC [a-ce] [a-se] ACC [a-ce-ce] [a-se-se] CV [ce-fe] [se-fe]. [si-fi] MTQ [em-te-ki] [em-te-kyu] RCTI [er-ce-te-i] [er-se-te-i] TV [te-fe] [ti-fi] TVRI [te-fe-er-i] [te-fi-er-i] WC [we-ce] [we-se] .

di antara dua buah huruf vokal. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Misalnya : ma-in. Misalnya : au-la bukan a-u-la sau-da-ra bukan sa-u-da-r-a am-boi bukan am-bo-i b. Huruf diftong ai. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. sa-at. termasuk gabungan huruf konsonan. a. bu-ah. lafal huruf dalam singkatan itu harus mengikuti aturan pelafalan bahasa Inggris. au. misalnya bahasa Inggris. danoi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu. 2.Jika seseorang sedang berbahasa asing.2 Pemenggalan Kata 1)Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. Jika ditengah kata ada vokal yang berurutan. Demikian juga jika singkatan itu hendak dilafalkan dalam bahasa asing lainnya. pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. .

pihak pembicara (dalam ha ini penulis) berusaha untuk memperjelas situasi dengan bentuk tulis. dalam komunikasi secara lisan. Sebagaimana kenyataan yang ada. Termasuk di antara mereka adalah mahasiswa di perguruaan tinggi.BAB I PENDAHULUAN 1. intonasi. Yang dimaksud situasi antara lain berupa. dan sebagainya. misalnya: pemakaian tanda baca titik. maka dipakailah secara tulis. Pemilihan kedua cara bergantung pada situasi kornunikasi. situasi penuturan tidak dapat dikenali oleh pembaca. majalah. 1987:16). Sudah dua puluh enam tahun berlaku sejak ejaan itu diresmikan pemakaiannya. Menurut I. perlu adanya pembinaan hahasa lndoseia yang bertujuan meningkatkan kegairahan dan kebanggaan segenap lapisan masyarakat Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan keyakinan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang modern yang sejajar dengan bahasa-bahasa lain (Muslich. untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia serta untuk menjaga keseragaman pemakaian bahasa Indonesia secara tulis. Adapun salah satu pembinaan bahasa Indonesia yang bersifat formal meliputi pengajaran di sekolah-sekolah khususnya tentang penggunaan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang . Hasil penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia itu disebut "Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan" dan disahkan pada tanggal 16 Agustus 1972. Berbeda dengan komunikasi tulis. Oleh karena itu. dan sebagainya. seperti yang terlihat dalam surat-surat kabar. gerakan-gerakan anggota tubuh yang rnenyertai pembicara. dan para pemimpin yang menduduki jabatan yang berpengaruh. mimik. salah satu kebijaksanaan pemerintah adalah mengadakan penyempurnaan terhadap ejaan bahasa Indonesia yang sudah ada.L Marsudi (1978:118). Burhan (1972:10) mengatakan bahwa para pemuda kita pada umumnya belum mampu memperlihatkan kesanggupannya mempergunakan bahasa Indonesia yang terjaga baik secara lisan maupun tulisan. Pernyataan Burhan didukung oleh Alwasilah (1986:299) yang menyatakan bahwa cukup banyak pemakai bahasa Indonesia yang belum dapat menggunakan bahasa itu dengan baik dan benar. Menyadari akan masalah di atas. baik secara lisan maupun tulisan. tanda baca koma. Namun. Apabila situasi komunikasi itu tidak rnemungkinkan dipakai secara lisan. situasi penuturan dikenal oleh sernua partisipan (orang yang diajak bicara dan yang berbicara). dan banyak tulisan yang lain. para cendekiawan. tanda baca seru.1 Latar Belakang Salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat. sampai sekarang ini kita masih menemukan banyak kesalahan ejaan terutama dalam tulisan.

2. tanda seru. dihargai setinggi-tingginya dan dipakai dalam mendukung kebudayaan nasional dalam arti luas (Burhan. Aspek yang dileliti adalah penilaian huruf. yang meliputi penulisan kata dasar. dengan harapan siswa memahami cara menulis ejaan dengan ejaan yang benar dan dapat mengkomunikasikan ide / pesan secara tertulis maupun lisan. Sebenarnya sudah banyak penelitian yang mengkaji masalah ejaan. Bagi Burhan. siswa kelas XI sudah mernperoleh pelajaran EYD. Penulisan huruf. Pemakaian tanda baca.1 Jangkauan Masalah . pemakaian huruf konsonan. Penelitian ini memiliki pcrsamaan dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya. dan penulisan gabungan kata. pemakaian vokal. Sedangkan siswa dapat mempclajari kata-kata tersebut sehingga mereka dapat menulis seperti orang dewasa. Selain itu. yang melipuli titik. Penelitian pertama merupakan sebagian dari masalah dalam penelitian ini. 1972:65). Berkaitan dengan upaya pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia di atas.Yonohudiono dengan judul Kemarnpuan Pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia Siswa Kelas II SMP Negeri SeKodya Malang. tanda kurung. dan tanda hubung. peneliti mengambil judul Kemampuan Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan Siswa Kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. pcnulisan kata ulang. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa rata-rata siswa mampu dalam pemakaian ejaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Mengingat pentingnya ejaan bahasa Indonesia bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam kegiatan tulis-menulis maka dalam penelitian ini. sesuai dengan kurikulum. permasalahan ini perlu mendapat perhatian yang serius karena di samping berfungsi untuk penguasaan berbahasa. penulisan kata turunan. Siswa yang menjadi obyek penelitian adalah siswa kelas XI. juga untuk rnenanamkan kesadaran siswa bahwa bahasa Indonesia harus benar-benar dipelihara. yang meliputi pamakaian abjad. Guru diharapkan dápat menambah wawasan pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan pengajarannya. baik penelitian yang mengambil sampel siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). jangkauan pembinaan EYD pada siswa kelas XI masih panjang. koma. Diantaranya seperti penelitian yang dilakukan oleh S. dan pemakaian suku kata. maka pengajaran bahasa Indonesia di lembaga-lembaga pendidikan formal perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. sedangkan perbedaannya terletak pada jangkauan masalah yang diteliti. Persamaannya terletak pada masalah yang diteliti yaitu ejaan.harus dilaksanakan secara baik dan benar agar tujuan pengajaran dapat tercapai.

h) singkatan dan akronim. b) vokal. g) tanda baca elipsis. e) kata ganti ku. j) tanda baca kurung. Penulisan tanda baca meliputi a) tanda baca titik. dan m) tanda baca penyingkat (apostrof). Adapun masalah yang dimaksud adaah sebagai berikut. h) tanda baca tanya. dan f) nama diri. f) kata depan di. g) partikel lah. Penulisan huruf meliputi: a) huruf kapital. b) kata turunari. dan i) angka dan lambang bilangan. c) kata ulang. c) konsonan. b) tanda baca korna. ke.Penelitian dengan judul Kemampuan Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan Siswa Kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan Tahun Pelajaran 2007/2008 mempunyai cakupan masalah yang sangat luas. e) persukuan. d) gabungan kata. e) tanda baca hubung. 1) tanda baca garis iniring. 4). dan b) huruf miring 3). dan tab. 1). d) tanda baca titik dua. mu dan nya. . 2). f) tanda baca pisah. dan dan. kah. k) tanda baca petik. Penulisan kata meliputi: a) kata dasar. d) diftong. kau. i) tanda baca seru. Pemakaian huruf meliputi : a) abjad. c) tanda baca titik korna.

Penulisan huruf kapital.2 Tujuan Khusus . Penulisan tanda baca meliputi: a) tanda baca titik.2. b) tanda baca koma. 1). 2). 3). 1) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan huruf kapital ? 2) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan tanda baca titik? 3) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan tanda baca koma? 4) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menggunakan tanda baca hubung? 5) Bagaimakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menuliskan kata depan? 6) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menuliskan kata ulang?.3 Rumusan Masalah Masalah-masalah pokok yang perlu mendapat jawaban dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.1 Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran (deskriptif) tentang kemampuan menggunakan ejaan yang disempurnakan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan 3. 3. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini sehagai berikut. Tujuan Penelitian 3. Penulisan kata meliputi: kata depan dan kata ulang. 2. dan c) tanda baca hubung.2 Pembatasan Masalah Melihat luasnya masalah maka peneliti perlu membatasi masalah.

3) kemampuan menggunakan tanda baca koma siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. 2) kemampuan menggunakan tanda baca tilik siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. penulisan tanda baca titik. Hasil Yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini berupa laporan yang berbentuk skripsi. penulisan tanda baca koma. dan 6) kemampuan menuliskan kata ulang siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. 5. 5. Laporan tersebut berisi deskripsi tentang : 1) kemampuan menggunakan huruf kapital siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. Asumsi dan Hipotesis 5. 5) kemampuan menuliskan kata depan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. 3. .1 Asumsi Asumsi dipakai sebagai landasan dalam penelitian ini dapat diperinci sebagai berikut. 4. 2.Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk rnernperoleh gambaran (deskriptif) tentang kemampuan siswa Kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dalam menerapkan ejaan yang disempurnakan ditinjau dari aspek: 1. 4) kemampuan menggunakan tanda baca hubung siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan. 4. penulisan kata ulang. penulisan kata depan. penulisan tanda baca hubung. dan 6. penulisan huruf kapital.

guru SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menggunakan tanda baca hubung. 5. siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu rnenggunakan tanda baca titik.2 Hipotesis Untuk mengarahkan keseluruhan proses penelitian ini. maka dipegang sejumlah hipotesis sebagai berikut : siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menggunakan huruf kapital. 3) siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menggunakan tanda baca koma.2. dan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menuliskan kata ulang. Siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan memiliki ciri homogen. Adapun kriteria hipotesis sebagai berikut: . Siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan telah memperoleh pengajaran dengan menggunakan metode dan teknik yang sama. Kemampuan menenakan Eaan Yang Disempuakan siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan dapat diukur dengan tes. siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan mampu menuliskan kata depan. Semua siswa kelas XI SMA Mazraatul Ulum Paciran Lamongan telah mendapatkan pelajaran ejaan yang telah disempurnakan. 5.Dalam pengajarannya.1 Kriteria Penerimaan Hipotesis Dan beberapa hipotesis tersebut perlu juga dicantumkan kriteria penerimaan.

Menggunakan adalah memakai atau menggunakan ejaan secara baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 6. hipotesis 5 dinyatakan benar apabila siswa mampu menuliskan kata depan 75% atau lebih dan jurnlah sampel mendapatkan nilai 6 ke atas. hipotesis 2 dinyatakan benar apabila siswa mampu menggunakan tanda baca titik 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. Sepertinya tidak mungkin dari sekian banyak bahan atau sumber pustaka yang berkaitan diulas semuanya. dan hipotesis 6 dinyatakan benar apabila siswa mampu menuliskan kata ulang 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. Penegasan Istilah Penegasan istilah dalam penelitian ini akan memberikan batasan pengertian terhadap istilah-istilah tertentu yang digunakan dalam penelitian ini. yang berlaku dalam bahasa Indonesia. hipotesis 3 dinyatakan henar apabila siswa mampu menggunakan tanda baca korna 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka ini disajikan dalam upaya memperoleh pemahaman tentang masalahmasalah yang relevan dengan penelitian ini. penggabungan). Adapun istilah yang dimaksudkan adalah sebagai berikut.hipotesis 1 dinyatakan benar apabila siswa mampu menggunakan huruf kapital 75% alau lebih dan jumlah sampel mendapat nilai 6 ke atas. Kepustakaan yang digunakan dalarn penelitian ini dibatasi dengan pertimbanganpertimbangan sebagai berikut: . Ejaan Yang Disempurnakan. Kemampuan adalah kesanggupan. EYD adalah ejaan bahasa Indonesia yang telah mengalami penyempurnaan sejumlah aturan atau kaidah yang berisi tentang pedoman umum pelambangan bunyi ujaran dan bagaimana antar relasi antar lambang-lambang itu (pemisahan. Adapun hal tersebut dimaksudkan agar tidak menimbulkan salah pengertian terhadap istilah tersebut. kecakapan atau kepandaian untuk melakukan sesuatu. hipotesis 4 dinyatakan benar apabila siswa mampu menggunakan tanda baca hubung 75% atau lebih dan jumlah sampel mendapatkan nilai 6 ke atas.

Maka pada akhir tahun 1959 diadakanlah kongres bersama Indoncsia-Melayu yang menghasilkan konsep ejaan bersama yang disebut "Ejaan Malindo" namun gagal akibat perkembangan politik. Berdasarkan surat keputusan Menteri P dan K Sarino Mangunpranoto tanggal 19 September 1967. lembaga bahasa dan kesusastraan pada tahun 1968 menjadi pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa melayu) membuat sistim ejaan sendiri-sendiri. Ophuysen dengan hantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer dan Muhammad Taib Soetan Ibrahim. pendidikan dan kebudayaan Mr. Berdasarkan rancangan Ch. Salah satu sebabnya ejaan tersebut belum mengatur penulisan unsur asing terutama yang berasal dan bahasa Arab. Kebutuhan akan perbaikan ini semakin mendesak setelah Indonesia merdeka. Ejaan Soewandi pada perkembangannya juga dirasakan oleh para ahli bahasa dan pemakai bahasa masih banyak kekurangannya dan kelemahannya. Mulai diajarkan di sekolah-sekolah pada tahun 1947/1948. Ejaan ini berlaku sampai diproklamasikannya bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. disahkan panitia Ejaan Bahasa Indonesia untuk menyusun konsep ini ditanggapi dan dikaji oleh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun (Tarigan.1) relevan dengan objek dan tujuan penelitian.A. 2. 1986:8). Ejaan Van Ophuysen masih perlu pembenahan. secara resmi harus dipakai oleh semua bagian. maupun ejaan. bahwa berlaku pada jaman Jepang hingga jaman Republik Indonesia tahun 1947. tanggaI 19 Maret 1947. Soewandi bernomor 26/Bhg. A. rancangan . Di dalam komite bersama yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mashuri dan Menteri Pelajaran Malaysia Husein Onn pada tahun 1972. Langkah penyempurnaan selanjutnya ialah dengan ditetapkan ejaan Republik Indonesia atau Soewandi. kosa kata.1 Sejarah Perkembangan Ejaan di Indonesia Bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. dan lembaga lain. sehingga tidak ada keseragarnan atau tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. bahasa lndonesia mengalami perkembangan baik dalam struktur. Pada tahun 1900 Charles Adrisan Van Ophuysen mendapat perintah Hindia Belanda untuk membuat sebuah konsep ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang akan dipergunakan dalam pengajaran hahasa Indonesia. dan 2) kemudahan mendapatkan bahan puslaka dan terjangkau oleh peneliti. Keadaan simpang-siur ini diatasi dengan menetapkan suatu ejaan bahasa melayu yang berlaku untuk seluruh wilayah Hindia Belanda. yang isinya memberlakukan ejaan baru mulai tanggal 15 April 1947. Sesuai dengan laju pembangunan nasional. Rencana pembaharuan ejaan tersebut terwujud pada tahun 1947 dengan SK menteri pengajaran.

Sejalan dengan pengertian di alas. jika diperhatikan batasan yang diberikan oleh Keraf dan Arifin serta Amran dapat dipandang lebih lengkap.huruf itu pada akhir suatu baris. 57 tahun 1972 dengan Ejaan Yang Disempumakan atau disingkat EYD. 03/A. peinisahan dan perhentian di dalam suatu bahasa ( TIM Bahasa Indonesia. Tinjauan lain tentang ejaan. tetapi juga meliputi hal-hal seperti: bagairnana memotong-motong suatu kata. Pemotongan itu berguna terutarna bagaimana kita harus memisahkan huruf. bagaimana menggabungkan kata-kata. Pandangan Keraf. Secara umum ejaan adalah sistem pengaturan tentang simbol-simbol bunyi ujaran. penggabungannya) dalam suatu bahasa. maka pada peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 7 Agustus 1972. Dengan SK menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. sama dengan pandangan Arifin dan Amran (1986: 25) yang menyatakan bahwa ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antar hubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungan dalam suatu bahasa). 2. 1979:77). Dalam hal ini ejaan rnemudahkan orang untuk mengetahui apa yang dilisankan seseorang (Saefoedin. ialah bentuk akhir bahasa yang ditandai oleh lambang (gambar-gambar) hunvi. diresmikan aturan ejaan yang berdasarkan Keputusan Presiden No. Badudu (1984:31) memberi batasan ejaan sebagai pelambangan fonern dengan huruf. Pandangan-pandangan tentang ejaan di atas.disetujui untuk bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara. Ejaan suatu bahasa tidak saja pada persoalan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran serta bagaimana mendapatkan tanda-tanda baca dan sebagainya. baik yang berkaitan dengan sambungan. Tarigan (1986:2) mengartikan ejaan adalah cara atau aturan menuliskan kata-kata dengan huruf menurut disiplin ilmu bahasa. ejaan adalah cara atau aturan menuliskan kata-kata dengan huruf. bila baris tidak rnemungkinkan kita menuliskan seluruh kata di sana. baik dengan imbuhan-imbuhan niaupun antara kata dengan kata.2 Pengertian Ejaan Ditinjau secara logis. Dikatakan demikian . Lebih jauh Keraf (1976: 50-51) menjelaskan bahwa yang dimaksudkan ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dan bagaimana inter-relasi antar lambang-lambang itu (peinisah.1/72. 1973: 23).

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan hal keagamaan. 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. morfem-morfem. dan bahasa. "Dimana rumah pak Camat?" "Besok saya akan pergi ke Surabaya" kata Unang. Contoh : Allah Swt Islam Al-Qur’an Kristen Al-Masih Yang Maha Kuasa d. koma. c. serta (3) penulisan kata depan dan kata ulang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan. dan nama Tuhan termasuk kata gantinya.sebab ejaan tidak hanya berfungsi mewakili fonem-fonem. titik. Contoh : Bagaimana itu bisa terjadi ? Saya ingin makan. Contoh : Haji Abu Bakar Nabi Ismail Sultan Agung Tirtayasa e. suku. (2) penulisan tanda baca. .1 Pemakaian Huruf Kapital a. Contoh : Presiden Husni Mubarak Jenderal Wiranto f. 2. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagi huruf pertama kata awal kalimat. melainkan juga menyangkut bagaimana antar hubungan antara lambang-lambang itu. b. kitab suci. dan tanda hubung. keturunan.3 Ciri-ciri Penandaan Ejaan Yang Disempurnakan Ciri-ciri penandaan ejaan yang disempumakan dibahas pada bagian ini meliputi : (1) penulisan huruf kapital.3. Contoh : Ayah bertanya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama orang. Contoh : bangsa Kongo bangsa Melayu suku Indian g.

dan paman yang dipakai sebagai kata ganti sapaan. dan ketatanegaraan. surat kabar. Contoh : Kapan Ayah datang ? Itu siapa. Contoh : hari Jum’at bulan September tahun Hijriyah perang Badar i. Baskoro naik sepeda. dan judul karangan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas geografi Contoh : Pulau Kangean Asia Tenggara j. adik. tahun.2 Pemakaian Tanda Baca 1) Tanda Baca Titik (. yang mana tidak teretak pada posisi awal.) a.3. kakak. b. dan sapaan.Contoh : Oranda Sarasehan Hasanal Bolkiah h. untuk dan yang. Tanda baca titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Insinyur Ny. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. Contoh: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Piagam Jakarta Kerajaan Majapahit k. Raychan . Nyonya 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata untuk nama buku. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan. hari raya dan peristiwa sejarah. ibu. l. lembaga pemerintahan. majalah. Contoh: Andi membeli baju baru. m. Huruf kapital dipakai sebagai singkatan nama gelar. Tanda baca titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. dan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama hari. Contoh : Ir. Contoh: Azab dan sengsara Pelajaran Bahasa Indonesia untuk sekolah Menengah Atas Dan Ave Maria kejalan lain ke Roma. bulan. bu? Besok Adik dan Paman akan datang. serta nama dokumen resmi. ke. kecuali kata partikel seperti : di. Contoh : A.

Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya satu tanda titik. dan sapaan Contoh : S. atau gabungan keduanya atau yang terdapat di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat. Kolonel Tanda baca titik dipaki pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Contoh : 6.20. Khatami Tanda baca titik dipakai pada akhir singkatan gelar.H Sarjana Hukum Kol.) . jahatan. menit dan detik untuk menunjukkan waktu. Tanggal dkk. dan mata uang.E Sarjana Ekonomi S. Contoh : Sekjen (Sekretaris Jenderal) ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) Ormas (Organisasi Masyarakat) Tanda baca titik tidak dipakai dalam singkatan lambang. timbangan. satuan ukuran. takaran.Ach. pangkat. jam. 55 detik) Tanda baca titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dan huruf-huruf awal kata atau suku kata. Contoh : Na Natrium 5 cm Panjangnya lima cm 2) Tanda Baca Koma (. kimia.55 (6 jam. Contoh : tgl. 20 menit. dan kawan-kawan Tanda baca titik dipakai untuk memisahkan angka.

melainkan. jadi. Toni tidak jadi beli baju karena uangnya kurang. Contoh : Yuwono. ke kepala Desa Arjasa Tanda baca koma dipakai diantara tempat penerbitan. kaca. dan busa. meskipun. Contoh : Karena ada tamu. kita harus membayarnya sekarang juga. kita harus pergi sekarang juga. bagian-bagian alamat. Tanda baca koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang. dua………… tiga! Tanda baca koma dipakai diantara narna dan alamat. tetapi. Contoh: Ayah membeli cat. Jalan Sartono No. . Drs. Contoh : Bapak Hans Pambudi. Salim Santoso.Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dan kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti. Tanda baca koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. Perkemhangan Sastra Thdonesia.Bina Sarana. tempat dan tanggal. akan tetapi. Surabaya. Saya ingin membeli buku. 15 Agustus 1977 Surat-surat ini harap dikirimkan. melainkan ke Jawa Tengah. Satu. tetapi uangnya kurang. Jadi . saya dilarang keluar. Contoh : Ayah bukan pergi ke Kalimantan. oleh karena itu. nama penerbitan dan tahun penerbitan. Ani tidak jadi pergi. Kalau menjelang maghrib. Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Contoh : Ibu tidak akan pergi kalau hari hujan. Tanda baca koma dipakai di belakang ungkapan atau kata penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat yang termasuk di dalamnya. dan tempat dan wilayah atau negeri yang dituliskan berurutan. begitu. 1988. lagi pula.04 Malang Malang. Contoh : Oleh karena itu.

Tanda Baca Hubung (-) Tanda baca hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian garis. Contoh : ………….. merupakan alat pertahanan perang yang cukup canggih.25. Pak Kohar. . kami. Di daerah ini. Contoh : D. M. S. untuk membedakan dan singkatan nania keluarga atau marga.H. ………. Contoh : ……….50 Kg Rp 25. 3. Tanda baca hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya. Contoh : t-a-n-a-m-a-n 15-8-1972 Tanda baca hubung dapat dipakai untuk merperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. Sri Wulandari. cara yang baik mengambil bola.Tanda baca koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. Tanda haca korna dipakai dimuka angka persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dalam bilangan Contoh : 44. mari kita menunjukkan prestasi yang baik. Ny.Tanda baca koma dipakai diantara nama orang dan gelar akadeini yang mengikutinya. misalnya masih hanyak pemuda yang hanya lulusan sekolah dasar. Sastranegara. Contoh : Ayah Sadeli.A. atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada baris. Tanda baca hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagianbagian tanggal. termasuk orang kaya di kampung ini.

ke.com/73054/skripsi-bahasa-indonesia .Contoh : ber-evolusi isteri-guru yang ramah 2. http://farid-bionet.3. Contoh : Arman duduk di kursi. Kata Ulang Bentuk kata ulang ditulis secara lengkap dengan rnenggunakan tanda hubung.myflexiland. Contoh : anak-anak gerak-gerik turun-temurun.3 Penulisan Kata Kata Depan Kata depan di. dan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya sebagai kata seperti kepada dan daripada. Paman pergi ke Surabaya.