I. PENDAHULUAN I.1.

LATAR BELAKANG Geometri adalah struktur matematika yang membicarakan unsur dan relasi yang ada antara unsur tersebut. Titik, garis, bidang, dan ruang merupakan benda abstrak yang menjadi unsur dasar geometri. Berdasarkan unsur-unsur inilah, didefinisikan pengertian-pengertian baru atau berdasar pada pengertian-pengertian baru sebelumnya. Dalam geometri didapat juga sifat-sifat pokok, yaitu sifat-sifat pertama yang tidak berdasarkan sifat-sifat yang mendahuluinya yaitu aksioma dan posulat. Aksioma adalah suatu pernyataan yang kebenarannya diterima tanpa melalui pembuktian.berdasarkan sifat pokok tersebut dapat diturunkan sifat-sifat yang disebut dengan dalil. Dalil tersebut dapat juga dibentuk berdasarkan dalil sebelumnya. Dalil merupakan sebuah pernyataan yang kebenarannya dapat diterima melalui serangkaian pembuktian. Simbol atau lambang merupakan alat bantu yang mengandung suatu pengertian. Suatu lambang tertentu digunakan untuk menyatakan hal tertentu sedangkan suatu hal tertentu dapat juga disimbolkan dengan bermacam-macam lambang. Seperti titik dilambangkan dengan hurup kapital misalnya A, B, C dan seterusnya, garis dilambangkan dengan huruf kecil misalnya garis k, l, atau dapat juga dilambangkan dengan gabungan dua titik seperti AB (dibaca: garis AB), dan lambang-lambang yang lain seperti AB yang menunjukkan segmen AB. Telah diperlihatkan bahwa bukti geometrik dengan cara menggambarkan kesimpulan melalui diagram untuk saat ini dianggap tidak memuaskan. Bukti tersebut tidak memenuhi standar sekarang. Di lain pihak, Euclid, yang merupakan ahli logika ternama, bergantung sepenuhnya pada pembuktian menggunakan gambar. Bagaimana perubahan dalam perilaku ini bisa diatasi? Postulat sejajar Euclid, yakni berupa satu kalimat penting dalam sejarah kontoversi intelektual, dapat dinyatakan sebagai berikut :

Jika dua garis dibagi oleh garis transversal sedemikian sehingga jumlah dua sudut interiornya (sudut dalam) pada sisi transversal adalah kurang dari 180o, garis tersebut akan bertemu pada sisi transversal tersebut. Sejarah pentingnya postulat sejajar tersebut didasarkan pada peran pentingnya dalam teori Euclid. Oleh karena itu, pertama dimulai dengan mensketsa teori geometri bidang Euclid. Agar menjadi bukti, penting dilakukan pemeriksaan terhadap struktur teori ini. Perlakuan yang dilakukan tidak mengikuti detailnya perkembangan Euclid, tetapi menekankan pada ide dasarnya dengan menggunakan istilah yang lebih modern dan juga perlakuan yang cukup sesuai dengan hasil kerjanya yang sekarang, sehingga banyak dipakai di berbagai buku pelajaran. I.2. RUMUSAN MASALAH Mengingat akan sifat makalah ini, dirumuskan masalah sebagai berikut : 1). Bagaimana struktur geometri bidang Euclid dan kaitannya dengan postulat sejajarnya? 2). Apa yang dapat menjadi postulat pengganti postulat sejajar Euclid dan bagaimana postulat tersebut bisa dihubungkan dengan postulat sejajar Euclid? 3) Bagaimana peranan pentingnya postulat sejajar Euclid dalam pembuktian geometri? 4). Bagaimana pembuktian ahli logika lainnya tentang postulat sejajar Euclid? I.3. TUJUAN Berdasarkan dari latar belakang dan rumusan masalah maka penulis dalam makalah ini bermaksud untuk menunjukkan kebenaran postulat sejajar Euclid dalam pembuktian geometri berdasarkan garis tranversalnya dan bukti-bukti penting lainnya dalam mempertahankan postulat Euclid tersebut.

II. MATERI GEOMETRI II.1 EUCLID Euclid adalah seorang matematikawan yang berasal dari Yunani. Beliau sangat terkenal lewat penemuan-penemuannya di bidang geometri dan dikumpulkan dalam karyanya yang berjudul “the element”. Euclid ini adalah salah satu murid dari akademi Plato di Athena. Euclid lahir sekitar tahun 330 SM dan meninggal sekitar 260 SM. Tahun tersebut hanya perkiraan karena tidak adanya sumber yang layak dipercaya. Ada sumber yang menyebutkan bahwa Euclid hidup antara tahun 330 – 275 SM. Tidak ada catatan tentang tempat dan tanggal kelahiran Euclid secara pasti, serta sedikit yang diketahui tentang kehidupan pribadinya. Namun pada masa pemerintahan Ptolemy I, Euclid mengajar matematika di Alexandria, Mesir. Pada era Euclid matematika lebih dikenal sebagai sains dan bukan mistik. Tidak banyak orang yang beruntung memperoleh kemasyhuran yang abadi seperti Euclid, ahli ilmu ukur Yunani yang besar. Euclid dapat disebut juga sebagai matematikawan utama. Dia dikenal karena peninggalannya berupa karya matematika yang dituang dalam buku The Elements sangatlah monumental. Buah pikir yang dituangkan ke dalam buku tersebut membuat Euclid dianggap sebagai guru matematika sepanjang masa dan matematikawaan terbesar Yunani. Arti penting buku The Elements tidaklah terletak pada pernyataan rumus-rumus pribadi yang dilontarkannya. Hampir semua teori yang terdapat dalam buku itu sudah pernah ditulis orang sebelumnya, dan juga sudah dapat dibuktikan kebenarannya. Sumbangan Euclid terletak pada cara pengaturan dari bahan-bahan dan permasalahan serta formulasinya secara menyeluruh dalam perencanaan penyusunan buku. Di sini yang paling utama adalah pemilihan dalil-dalil serta perhitungan-perhitungannya. Sesudah itu dengan cermat dan hati-hati dia mengatur dalil sehingga mudah dipahami oleh orang-orang sesudahnya. Dia pun menyediakan petunjuk cara pemecahan hal-hal yang belum terpecahkan dan mengembangkan percobaan-percobaan terhadap permasalahan yang terlewatkan. Perlu dicatat bahwa buku The Elements selain terutama merupakan

sejak Newton menulis buku kesohornya The Principia dalam bentuk kegeometrian. Tak kecuali apa yang diperbuat oleh ahli matematika seperti Russel. Whitehead dan filosof Spinoza. sekitar 30 tahun sebelum penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. Buku The Elements sudah merupakan buku pegangan baku lebih dari 2000 tahun dan merupakan textbook yang paling sukses yang pernah disusun manusia. Sejak penemuan mesin itu dicetak dan diterbitkanlah dalam beribu-ribu edisi yang beragam corak. buku The Elements jauh lebih berpengaruh daripada risalah Aristoteles tentang logika. kemudian buku The Elements itu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Berbagai ilmuwan mencoba menyamakan diri dengan Euclid dengan jalan memperlihatkan bagaimana semua kesimpulan mereka secara logis berasal mula dari asumsi asli. Hasil besar yang direnggut ilmu pengetahuan modern berasal dari kombinasi antara kerja penyelidikan empiris dan percobaan-percobaan di satu pihak. para ahli matematika sudah memaklumi bahwa geometri Euclid bukan satu-satunya sistem geometri yang memang jadi pegangan pokok dan teguh serta yang dapat direncanakan pula. Sebagai alat pelatih logika pikiran manusia. Kini. Sebenarnya. Ilmu pengetahuan bukanlah sekedar kumpulan dari pengamatan-pengamatan yang cermat dan bukan pula sekedar generalisasi yang tajam serta bijak. juga di samping itu mengandung bagian-bagian soal aljabar yang luas berikut teori penjumlahan. mirip dengan The Elements. Aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Terbitan pertama muncul tahun 1482. dengan analisa hati-hati dan kesimpulan yang punya dasar kuat di lain pihak. Buku itu merupakan contoh yang komplit sekitar struktur deduktif dan sekaligus merupakan buah pikir yang menakjubkan dari semua hasil kreasi otak manusia. Begitu hebatnya Euclid menyusun bukunya sehingga dari bentuknya saja sudah mampu menyisihkan semua textbook yang pernah dibuat orang sebelumnya.pengembangan dari bidang geometri yang ketat. sejak teori relativitas Einstein diterima orang. mereka pun maklum bahwa selama 150 tahun terakhir banyak orang yang merumuskan geometri bukan dengan rumus Euclid. Pengaruh Euclid terhadap Sir Isaac Newton sangat kentara sekali. para ilmuwan menyadari bahwa geometri Euclid tidaklah selamanya benar dalam penerapan . Buku Euclid merupakan faktor penting bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan modern.

Phaenomena. dan terkait dengan jilid ke-4 buku The Elements. Ada legenda yang menceritakan bahwa anak Ptolemy bertanya kepada Euclid apabila ada cara mudah belajar geometri dengan mempelajari semua preposisi. contoh-contoh ini langka. Euclid merintis pengajaran matematika dan tinggal di sana sampai akhir hayatnya. dia barangkali salah satu mentor Archimedes. karena dalam banyak hal pekerjaan Euclid menyediakan kemungkinan perkiraan yang mendekati kenyataan. e. Ptolemy mendirikan universitas yang lebih besar dari akademi Plato dan mengundang Euclid untuk mengajar di sana. Optik adalah perspektif awal yang masih bertahan Yunani. menyangkut pembagian bidang geometris menjadi dua atau lebih bagian yang sama atau dengan rasio tertentu. Kemajuan ilmu pengetahuan manusia belakangan ini tidak mengurangi baik hasil upaya intelektual Euclid maupun dari arti penting kedudukannya dalam sejarah. Jawaban ini menjadi kutipan (quotation) terkenal dari Euclid. antara lain: a. geometri Euclid tidak memberi gambaran yang teliti tentang dunia. Pada kedekatan sekitar “Lubang hitam” dan bintang neutron misalnya di mana gaya berat berada dalam derajat tinggi. diantaranya yang terkenal dan masih tersimpan. Hal-hal yang dilihat di bawah sudut yang lebih besar tampak lebih besar. The Elements. Catoptrics. b. Sebagai seorang guru.” adalah jawaban Euclid sambil menyuruh pangeran kembali membaca buku geometri. di bawah sudut yang . ataupun tidak menunjukkan penjabaran yang tepat mengenai ruang angkasa secara keseluruhan. d. The Data. yaitu bentuk gambar pada cermin cekung. sebuah risalah astronomi bola. f. menyangkut teori matematika cermin. Yaitu Euclid mengikuti tradisi Platonis dimana Vision atau pandangan tersebut disebabkan oleh sinar diskrit yang berasal dari mata. berhubungan dengan sifat dan implikasi dalam masalah geometris. c. pendekatan sistematik dan aksiomatik terhadap geometri.masalah cakrawala yang sesungguhnya. On Divisions of Figures. Di tempat baru ini. Euclid banyak menulis buku. Selanjutnya jawaban tersebut memberi dasar bahwa matematika adalah ilmu yang perlu pembuktian. “Tidak ada cara mulus mempelajari geometri. Tetapi.

Geometri Euclid merupakan satu sistem aksioman. dibandingkan presentasi Euclid. dan b sama dengan c. sementara yang di bawah sudut yang sama adalah sama. Presentasi Euclid dapat dipahami dan memiliki daya tarik intelekual yang besar sedangakan Hilbert sukar untuk dipahami kecuali untuk mereka yag sudah tahu tentang geometri. Hilbert menganggap telah melakukan pekerjaan yang tepat dan Euclid tidak dapat melakukan dengan sempurna. Hilbert menemukan bahwa sejumlah asumsi Euclid telah gagal membuat pemecahan yang eksplisit. Euklid memberikan 5 postulat: a. maka a sama dengan c. Hilbert bekerja dari sudut pandang formalis. Sebuah formulasi penuh dari aksioma yang diperlukan untuk pengembangan geometri Euclidean yang sekarang tersedia. Geometri Euklides merupakan sistem aksiomatik. dan kita harus bertanya pada diri sendiri apa sebenarnya apa yang dimaksud aksioma titik. Untuk menggambar sebuah garis lurus dari setiap titik ke titik yang lain . Mendekati buku awalnya Elemen. dan jauh lebih sedikit dimengerti. pendekatan aksiomatik Euclid lebih baik daripada Hilbert. Di luar logika formal. Sedangkan Hilbert membuat semua asumsi yang benar-benar eksplisit dan menghasilkan bukti yang sah secara berurutan.2 LIMA AKSIOMA Program Plato itu belum sempurna. Euclid sebagai salah satu murid dari akademi Plato di Athena memperbarui bersama dengan Eudoxus dan menghasilkan lima aksioma atau postulat khusus yang dalam bahasa Yunani (aitemata) yang artinya (koinai ennoiai). yang mana semua teorema ("penyataan benar") adalah diambil daripada satu bilangan aksioma-aksioma yang terhingga. Kelemahan-kelemahan dalam rumus Euclid kemudian dibenahi oleh beberapa ahli dan timbul beberapa versi revisi sistem Aksioma Euclide oleh Playfair dan Hilbert. II. di mana semua teorema ("pernyataan yang benar") diturunkan dari bilangan aksioma yang terbatas. misalnya jika a sama dengan b. Hal ini jauh lebih rumit. Geometri Euclidean dibutuhkan untuk membedakan ciri khas geometri dengan yang lain.lebih rendah tampak lebih kecil. Euclid berasumsi bahwa ia perlu untuk membuktikan teorema geometris.

Jumlah sudut segitiga sama dengan dua sudut yang siku-siku. e. . jika dibuat tanpa batas waktu dan bertemu maka sudutnya kurang dari dua sudut siku-siku tersebut. Jika garis lurus memotong pada dua garis lurus membentuk sudut dalam pada sisiyang sama kurang dari dua sudut yang tepat. hanya satu garis saja yang dapat ditarik dan tak pernah bertemu garis yang diberikan (Playfair) b. Untuk mengahsilkan sebuah garis lurus dapat diperpanjang sampai tak terhingga dalam garis lurus. Dalam segitiga siku-siku. seorang don Oxford dari abad ketujuh belas dan Geralamo Saccheri. c.b. seorang imam Yesuit pada abad kedelapan belas. dua baris lurus. c. Jumlah sudut sebuah segitiga sama dengan jumlah dua sudut siku-siku. sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi yang lainnya. Pendapat Playfair mendekati Euclid dan dianggap sebagai versi modern yang secara eksplisit menyebutkan garis paralel dan disebut sebagai "dalil paralel". Jauh lebih signifikan adalah aksioma tentang segitiga yang diajukan dalam bentuk yang lebih kuat oleh John Wallis. Melalui sebuah titik yang bukan pada garis lurus yang diberikan. Menurut Wallis aksioma (3) dapat dibuktikan bahwa jumlah sudut sebuah segitiga sama dengan dua sudut siku-siku. (Phytagoras). Pendapat tersebut antara lain: a. Ada beberapa pendapat yang menyatakan tentang aksioma yang dituliskan oleh Euclid baik dalam zaman kuno maupun pada zaman modern dengan harapan bahwa aksioma tersebut menjadi lebih jelas dan benar. Untuk menggambarkan sebuah lingkaran dengan pusat lingkaaran dan diameter. d. d. Pendapat lain yang mungkin sama untuk memberikan pendapat dan apapun ukurannya terserah (Wallis). Semua sudut siku-siku itu kongruen. Ada dua segitiga yang tidak sama dan memiliki sudut yang sama(Saccheri dan Plato) e.

Gambar 2. Tapi ∠ BCA = ∠ EFA dan ∠ CAB = ∠ CFD. Jawabannya terletak pada asumsi terakhir dalam bukti yang diberikan di gambar 2. seperti Pythagoras atau salah seorang pengikutnya tidak dapat dinyatakan sebagai rasio dari dua seluruh angka. Tapi 2 . Kemudian Euclid dalam teorinya tentang proporsi yang diantisipasi Dedekind tentang definisi dari bilangan real. EF = BD.2. dan akibat adanya kesulitan besaran tidak dapat dibandingkan. Jadi ∠ ABC + ∠ BCA + ∠ CAB = 180 °. yang mengatakan bahwa: “rasio dari sisi dalam segitiga yang sama adalah sama”. dan pendekatan segitiga yang serupa. dan ∠ DEF = ∠ EDB. . Misalkan BD = DC. dan ED berimpitan. [Dan ∠ ABC = ∠ DFE]. namun dalam eksposisi geometrisnya disukai secara teknis walaupun lebih rumit tetapi secara konseptual kurang. sendiri didirikan sebagai konsekuensi dari teorema Pythagoras. Kita mungkin bertanya dengan bukti Euclid 's "windmill" dari proposisi-nya mengapa Euclid disukai banyak bukti nya lebih rumit. Misalkan segitiga AFE = segitiga ABC dan setengah ukurannya.2. dimana ED = 1 AC = AF. AF = FC dan AE = EB. Jadi dalam 2 ΔEFD dan ΔBDE. Maka: AF AE FE 1 = = = AB AC BC 2 Jadi.Argumen lain.2. maka EF = BD = DC Kemudian segitiga ΔFED ≈ ΔABC. Pendekatan yang tidak bersangkutan dengan segitiga sama sama sekali.2. dalam gambar 2.1 Bukti Segitiga dari Wallis: Misalkan ABC segitiga. Jadi ΔEFD = ΔBDE. Pendapat Meno menunjukkan bahwa diagonal dari persegi memiliki panjang 2 dari sisi.2 menunjukkan bahwa 'Teorema Pythagoras” mudah dibuktikan dengan cara segitiga serupa. DF = BE.

diperlukan perlakuan yang sama seperti pada kasus yang sama. Gambar 2.2 Bukti Pythagoras dengan Segitiga yang sama: Misalkan: ΔABC dengan sudut siku-siku di B.AC = AB2 DC BC = Dan BC AC DC. Dalam Gorgias 508a5-7 ia membedakan "Geometris" dari "aritmatika" yang pertama hanya proporsional. Jadi AB AC . Jadi AC2 = AB2 + BC2. AD.2. Aristoteles mengambil perbedaan dalam Nicomachean Ethics-nya. mengharuskan memperlakukan sama.AC = BC 2 . dalam bukunya Politik dan membuat dasar tafsir kesamaan distributif.Sebuah pendapat di Gorgias menunjukkan bahwa Plato berpikir tentang segitiga yang sama pada waktu ia sedang berusaha untuk membangun dasar geometri. dan AD/AB dan Δ yang lainnya juga sama]. "Geometris kesetaraan " dicetuskan oleh Plato dan Aristoteles untuk mendasari prinsip bahwa harus ada kesamaan perlakuan untuk semua dengan perbedaan . tetapi diberi perlakuan berbeda pada kasus berbeda. Plato tentang dan Aristoteles dan melihat kesamaan bahwa yang ada universalitas kami konsep kesamaan. Jadi (AD + DC). sedangkan yang kedua adalah kesetaraan yang ketat. Plato berpendapat. Lalu ΔADB ≈ ΔABC dan ΔBDC ≈ AD AB = ΔABC.AC = AB2 + BC2. [Kami mengasumsikan bahwa sudut Δ berjumlah 180°. Gambarkan garis tegak lurus dari B keAC di D.

Itu wajar untuk bertanya apakah pada gilirannya dapat dibuktikan dari teorema Pythagoras 'diambil sebagai kebenaran. kata Aristoteles. Dengan menggunakan rumus Pythagoras: AC2 = BA 2 + CB2 = 2CB2 AD 2 = BA 2 + BD 2 = 2BD 2 = 2CB2 AC2 + AD 2 = CD 2 Jadi ∠ CAD adalah sudut siku-siku. Bukti Teorema Pythagoras 'adalah puncak dari Euclid's buku pertama. dan tergantung pada keadaan. sehingga BD = CB.3 Bukti Saccheri dari Pythagoras: Misalkan ∠ ABC adalah sudut siku-suku di B. Perpanjang CB hingga D. dan telah menunjukkan bagaimana hal itu dapat dibuktikan tidak hanya dari kelima postulat Euclid sendiri melainkan dari proposisi Wallis ' tentang segitiga serupa. Hal ini paling mudah untuk menunjukkan aksioma Saccheri’s (d). tetapi mereka adalah bagian yang sama sebanding dengan (Axia) jasa mereka. Gambar 2. harus ada dua segitiga yang sama bentuk tetapi ukuran yang berbeda.perlakuan aktual pada keadaan yang berbeda. ∠ BAC = ∠ BAD. dan ΔABC = ΔDBA. misalkan BA = CB. bahwa diberikan Proposisi Pythagoras. . Setiap orang harus diberi bagian yang sama. dan memiliki konsekuensi penting bagi politik berpikir di dunia kuno. sehingga AD = AC dan ∠ BDA = ∠ BCA. Ini berbeda dengan pendapat egalitarian fifthcentury Athena. dan ∠ ABC ≈ ∠ CAD. Kemudian ΔABC = ΔABD.2.

Teorema geometri non-Euclidean membawa mereka ke Saccheri yang lebih masuk akal. Bolyai bekerja di luar geometri di mana kedua . Nikolai Lobachevsky secara terpisah menerbitkan risalah tentang geometri hiperbolik. Bahkan. Akibatnya. tetapi meskipun aneh. Tentu Teorema Pythagoras 'masih jauh dari benar. 3. mereka benar-benar cukup konsisten.Ini hanya sedikit lebih rumit dan diserahkan kepada pembacauntuk memberikan prosedur untuk membangun sebuah segitiga ukuran sewenangwenang mirip dengan segitiga yang diketahui.yang akan disebut sebagai geometri "hiperbola”. independen satu sama lain. GEOMETRI NON-EUCLIDEAN Sekitar tahun 1830 (Abad ke Sembilan Belas). Formulasi alternatif yang mendalilkan kelima ppostulat Euclid kurang praktis dan mungkin lebih diterima versi Euclid sendiri. Saccheri mengabiskan bertahun-tahun untuk mencoba membuktikan kelima postulat dengan mereduksi dan penyerapan. adalah penulis dasar dari geometri non-Euclidean. sehingga harus dibuktikan. baik sebagai matematikawan. asumsi itu menjadi salah dan mencoba mendapatkan kontradiksi. bersama dengan Plato dan Eudoxus. tetapi dalam perjalanannya menemukan non-Euclidean geometri. János Bolyai dan matematikawan Rusia. Sementara Lobachevsky menciptakan geometri non-Euclidean dengan meniadakan postulat paralel. bertanggung jawab secara sistematis sebagai teori aksiomatik. matematikawan Hongaria. Kenyataan bahwa proposisi Pythagoras. kita perlu memandang proposisi Pythagoras dari beberapa sudut pandang yang paling khas dan mendasar. dan tampaknya membutuhkan beberapa pembenaran lebih lanjut. bukannya diambil sebagai Teorema harus dibuktikan dari aksioma Euclid's. dengan menggunakan aksioma karakteristik geometri yang menunjukkan bahwa kita dapat mengubah nama geometri Euclidean "Pythagoras geometri". Meskipun Euclid. Usaha ini gagal. II. dan kemudian diakui menjadi teorema non-Euclidean geometri. tidak ada dari formulasi alternatif yang benar-benar jelas. Wallis dan Saccheri sedang mencari penyelesaian yang lebih baik. geometri hiperbolik disebut geometri Bolyai-Lobachevskian. meskipun ia tidak bisa memperoleh sebuah inkonsistensi yang formal.

dan Istilah “eliptik” digunakan dalam artian suatu klasifikasi yang didasarkan atas geometri projektif di mana geometri Euclid dan Lobachevskian disebut parabolic dan hiperbolik). . Hal ini akan membentuk hipotesis sudut siku-siku yang ekivalen dengan postulat sejajar Euclid”. Ada dua teori geometris yang mengasumsikan postulat sejajar Riemann. yang diterbitkan di tahun saat kematiannya." Postulat sejajar Riemann : “Tidak ada garis yang sejajar”. Beliau melakukan pendekatan terhadap permasalahan pembuktian postulat sejajar Euclid dengan cara baru yang radikal. Argumen dasar Saccheri sebagai berikut: “Tunjukkan bahwa hipotesis sudut tumpul dan hipotesis sudut lancip keduanya membawa keadaan kontradiksi. Hal ini akan mensahkan postulat sejajar dengan menggunakan prinsip metode tak langsung. (Istilah “tunggal” dan “rangkap” mengindikasikan sifat perpotongan dua garis dalam geometri. tetapi tidak ada garis yang memisahkan bidang tersebut. Selanjutnya Playfair membuat postulat "Melalui sebuah titik yang bukan pada garis lurus yang diberikan. Bolyai mengakhiri karyanya dengan menyebutkan bahwa tidak mungkin untuk memutuskan melalui penalaran matematis saja.Euclidean dan geometri hiperbolik yang mungkin tergantung pada parameter k. dan menemukan kontradiksi dengan penalaran logis. Dalam teori kedua. John Wallis (1616-1703) menggantikan postulat sejajar Euclid dengan menggunakan postulat berikut ini : “Ada segitiga dengan satu sisi yang telah ditetapkan sebelumnya secara sebarang yang akan sama dengan segitiga yang diketahui.” Girolamo Saccheri (1667-1733) melakukan studi yang mendalam tentang geometri dalam buku yang berjudul Euclides Vindicatus. ini adalah tugas untuk ilmu fisik. hanya satu garis saja yang dapat ditarik dan tak pernah bertemu garis yang diberikan. dua garis berpotongan dalam tepat dua titik. dan setiap garis memisahkan bidang. Dalam teori pertama. Prosedurnya ekivalen dengan mengasumsikan bahwa postulat sejajar Euclid salah. Teori ini disebut geometri eliptik tunggal dan geometri eliptik rangkap dua. sebarang dua garis yang berpotongan dalam tepat satu titik. Jika geometri Euclidean alam semesta fisik atau non-Euclidean.

sampai ketika Saccheri memperkenalkan kepada kita. maka salah satu dari sifat di bawah ini di penuhi: a. c. Beliau mempertimbangkan implikasi hipotesis sudut lancip. Sangat mudah kemudian untuk melihat bahwa jika lingkaran besar diambil untuk menjadi "garis". dan divergen pada arah lainnya. dirombak. Dirintis oleh Beltrami dari Italia. di mana dua garis tersebut konvergen dalam satu arah langkah. l dan m tidak brpotongan dan tidak memiliki garis tegak lurus yang sama. Hal ini paling mudah untuk memvisualisasikan non-Euclidean geometri eliptik dengan mempertimbangkan beberapa permukaan bola. l dan m tidak berpotongan tetapi memiliki garis tegak lurus yang sama di mana dua garis tersebut divergen dalam kedua arah dari garis tegak lurus yang sama tersebut. seperti bumi atau dari buah jeruk. meskipun beliau pikir harus menganggap sebagai kontradiksi dan bahkan diketahui pada masa sekarang bahwa teori hipotesis sudut lancip Saccheri bebas kontradikisi seperti geometri Euclid. b. tidak ada garis paralel . dalam kasus di mana dua garis tersebut divergen dari titik perpotongan. dua di antaranya kita nyatakan sebagai berikut: “Jumlah sudut sebarang segitiga kurang dari 180°”. ellips yang merupakan jawaban bahwa ilmu alam semesta bukanlah pengikut aliran Euclid (non-Euclidian).Saccheri membuktikan menggunakan sederetan teorema yang memiliki alasan yang tepat. Saccheri tidak memandang sebagai kontradiksi. Penemuan kesalahan ini membuat berkembangnya geometri model baru. disusul Cayley dari Inggris. bahwa hipotesis sudut tumpul akan menghasilkan kontradiksi. parabola. Non-Euclidean geometri yang cukup asing. l dan m berpotongan. Poincare dari Perancis dan Felix Klein dari Jerman. diubah dan dilakukan penyesesuaiani kecil terhadap postulat-postulat Euclid oleh [Bernhard] Riemann dari Jerman sehingga muncul bentuk-bentuk baru: hiperbola. Jika l dan m merupakan dua garis dalam bidang. Terakhir. Di antaranya ada sejumlah teorema yang tidak umum.

bukan hanya dua sudut siku-siku berjumlah total 180°. Saccheri membuktikan bahwa m<C = m<D dan kemudian mempertimbangkan tiga kemungkinan yang berhubungan dengan sudut C dan D : 1. Hipotesis tentang sudut lancip ( <C = <D < 90°) Hal ini mudah dilihat dalam kasus oktan bahwa Pythagoras proposisi jauh dari benar. kita dapat mengatakan keharusan dua belah pihak. Misalkan ABCD merupakan segi empat Saccheri dengan AD = BC dan sudut siku-siku di A. dan bujur 90° Barat. sebagai meridian bujur yang bertemu di kedua Kutub Utara dan di Kutub Selatan. Hipotesis tentang sudut tumpul ( <C = <D > 90°) 3. kita melihat bahwa ia memiliki sudut kanan pada masing masing titik. Sebuah segitiga kecil akan memiliki jumlah sudut yang lebih dekat ke 180°. beliau melakukan studi mendalam tentang segi empat tersebut yang sekarang disebut dengan segi empat Saccheri. Memang. 270°. melainkan lingkaran) Jika kita pertimbangkan. yang akan cenderung sebagai segitiga semakin kecil dan lebih kecil.dalam eliptik geometri. suatu oktan jeruk. Maksud Saccheri adalah studi segi empat yang memiliki sisi yang sama panjang dan tegak lurus dengan sisi ketiga. Khatulistiwa. Setiap dua lingkaran besar bertemu dua kali. karena dalam kasus bahwa h = a = b . Jika kita mengambil sebagai pusat Kutub Utara dan memiliki radius satu seperempat lingkaran besar. Tanpa mengasumsikan sebarang postulat sejajar. atau segitiga bola di bumi permukaan ditandai dengan meridian Greenwich. karena mereka tidak di dalam interpretasi garis lurus. kita harus menarik Khatulistiwa yang panjangnya tidak 2π × ( 1 / 4) × (lingkaran besar)) artinya rasio lingkar ke jari-jari lingkaran ini . Dengan cara yang sama keliling lingkaran digambar pada permukaan bola adalah kurang dari 2πr . jika kita tahu seberapa besar sudut. B (gambar 2. yang beberapa berbentuk segitiga dengan masing-masing sudut 90 ° mereka adalah adalah salah satu seperempat dari keliling lingkaran besar. sehingga jumlah sudut yang menambahkan sampai tiga sudut kanan.10). (Yang disebut "paralel dari lintang "adalah tidak semuanya paralel. Ini menggambarkan tesis Wallis-Saccheri bahwa tidak ada yang sama segitiga ukuran yang berbeda dalam geometri non-Euclidean. Hipotesis tentang sudut siku-siku ( <C = <D = 90°) 2.

tidak 2π tapi 4. Para Konseptual Matematika mendefinisikan lengkungan permukaan adalah positif pada sisi cekung. Kedua geometri hiperbolik dan eliptik memiliki "alami unit ".) . Jika kita mengambil fitur ini. Tabel 2. Hal ini juga menarik perhatian fitur lain yang berkaitan dengan non-Euclidean geometri. tetapi jika kita mempertimbangkan bagaimana sebuah perbedaan yang sangat kecil saat seseorang melewati gunung dapat menyebabkan tujuan luas yang terpisah. hal itu adalah area minimum segitiga. kita dapat menerima bahwa segitiga bisa memiliki sudut yang menambahkan sampai kurang dari 180°. Pada seperti permukaan keliling lingkaran adalah lebih dari 2 π kali jari-jari. yang mengambil untuk menunujukkan bahwa sebuah garis lurus dapat diperpanjang tanpa batas jauh.1 Adalah jauh lebih sulit untuk membayangkan permukaan dengan negatif kelengkungan. atau melewati gunung. dalam geometri hiperbolik ada daerah minimum segitiga. Hal ini kurang mudah untuk melihat bahwa jumlah sudut segitiga adalah kurang dari 180°. (Inilah sebabnya mengapa untuk geometri eliptik kita perlu mengubah tidak hanya mendalilkan kelima Euclid tetapi juga yang kedua. Permukaan bola merupakan kelengkungan positif: jika kita mempertimbangkan dua pesawat saling ortogonal berpotongan sepanjang garis yang tegak lurus itu sendiri ke permukaan. adalah sebuah contoh. dan dalam geometri eliptik ada panjang maksimum garis. Permukaan pelana. setiap pesawat memotong permukaan dalam kurva yang cekung sisi. Ini sekali lagi menunjukkan bagaimana postulat Wallis-Saccheri gagal untuk menunjukkan non-Euclidean geometri. dan sejalan akar itu di sisi miring lebih besar dari jumlah kuadrat pada dua sisi lainnya.3.

dengan cara sebuah "bukti konsistensi relatif" yang sangat penting dalam dasar matematika. geometri hiperbolik itu relatif konsisten untuk Euclidean geometri. Non-Euclidean geometri tetap asing.3. dan geometri Euclidean akan menjadi tidak konsisten juga. tetapi mereka memiliki fitur yang tidak terbiasa dan mungkin tetap tidak disukai bahkan setelah lama dikenal. Sangat mudah untuk mengatakan bahwa geometri adalah konsisten. Dia dianggap sebagai bagian dari pengikut Euclidean interior Dia kemudian berpendapat bahwa jika ada inkonsistensi yang sesuai pada bidang Euclidean. Saccheri telah menyimpulkan bahwa sistem ia menyelidiki begitu masuk akal untuk tidak konsisten.Gambar 2. sulit untuk menunjukkan hal itu. Tabel 2. tapi bukan untuk mengatakan bahwa mereka tidak konsisten. Jadi. Klein menghasilkan model geometri hiperbolik dalam geometri Euclidean.2 . Dan sebenarnya nonEuclidean geometri sangat konsisten. dan ada pembuktian bahwa dia salah? Pada akhirnya Felix Klein tidak membuktikan bahwa dia salah.1 Sebuah pelana menunjukkan sebuah segitiga dengan sudut semua hampir nol.3. tapi masih mencakup area yang besar. Kita bisa membawa diri kita sendiri untuk memiliki beberapa pemahaman dari mereka dan untuk memvisualisasikan mereka untuk batas tertentu.

di mana setiap baris (diwakili di sisi kiri tabel) adalah rumus yang terbentuk dari geometri berbentuk bulat panjang. dan baris terakhir adalah dari bentuk A ∧ ¬A .3. Jika aksioma geometri elips tidak konsisten. Dan tidak adanya inkonsistensi yang pasti dari matematikawan telah sulit sekali untuk membenarkan alasan mereka pada setiap alasan lainnya.3.Klein’s mengatakan membuktikan sendiri adalah rumit. seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Munculnya aliran non-Euclidian menyebabkan perubahan besar dalam konsep geometri. Oleh karena itu kita bisa mengisi kami bukti-urutan untuk membuktikan ini dari aksioma tiga dimensi geometri Euclidean. Kita dapat menghargai argumennya jika kita menganggap bukan bukti konsistensi relatif dengan cara model baru saja diberikan. dan garis dalam geometri eliptik diwakili oleh lingkaran besar pada permukaan bola. Tabel 2. Tapi sekarang mempertimbangkan bukti urutan bukan sebagai urutan formal. dengan poin dalam geometri eliptik yang diwakili oleh titik-titik pada permukaan bola. maka kita bisa menghasilkan sebuah bukti urutan. dan aksioma dari satu atau lebih baris sebelumnya oleh beberapa aturan inferensi.3 Non-Euclidean geometri demikian dibenarkan pada skor konsistensi. Aksioma dua dimensi geometri eliptik pada permukaan bola. . Sebagai akibat dari perubahan besar ini dalam konsep geometri.3. formula tentang titik dan garis dalam geometri eliptik. tetapi formula baik terbentuk sekitar poin dan besar lingkaran dalam sub ruang dua dimensi atau tiga dimensi Euclidean geometri. Apa aksioma bawah interpretasi elips sekarang proposisi benar dan dapat dibuktikan dari aksioma tiga dimensi.

Geometri tersebut dianggap tidak lagi benar. Ahli filsafat diharuskan mengkaji ulang status geometri. Selanjutnya mereka menyimpulkan bahwa geometri dapat dipengaruhi dalam dua cara. Seperti teori relativitas Einstein pada awal abad ke-20. . seperti analisis kompleks dan mekanik klasikal. Kedua teori ini diciptakan untuk menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik tidak sesuai dengan teori gerakan Newton. II. Jenis tradisional geometri telah dikenal seperti dari ruang homogeneous. Gelombang elektromagnetik dibuktikan bergerak pada kecepatan yang konstan. (1854-1912).4 GEOMETRI FORMAL DAN PHYSICAL Geometri Euclidian diturunkan dari kuasanya. namun isi hukum fisika akan terlihat sama oleh keduanya. di mana kasusnya adalah pemalsuan di dalam cara yang sama seperti teori ilmiah. Pertama. Teori relativitas Albert Einstein adalah sebutan untuk kumpulan dua teori fisika: relativitas umum dan relativitas khusus. Jadi dapat kita katakan adalah bahwa diberikan aksioma Euclid. salah satunya adalah teori himpunan.konsep "ruang" menjadi sesuatu yang kaya dan berbeda. Jika kita mengambil geometri menjadi hanya sistem formal di mana kesimpulan mengikuti dari tempat atau aksioma. Inti pemikiran dari kedua teori ini adalah bahwa dua pengamat yang bergerak relatif terhadap masingmasing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang berbeda untuk kejadian yang sama. aturan inferensi dan aksioma. Henri Poincare menyatakan “Eksperimen adalah satu-satunya sumber kebenaran”. kita tidak peduli dengan semantik atau interpretasi geometris tetapi hanya sintaksis sifat yang diberikan oleh pembentukan aturan. Pada era ini muncul pula karya-karya baru yang menjadi dasar dari matematika modern. yaitu ruang itu mempunyai bekalan simetri yang mencukupi. menjadi dakwaan substansial sekitar dunia eksternal dari ruang dan hal. supaya dari poin ke poin mereka kelihatan sama. Selain munculnya aliran nonEuclidian yang menarik perhatian seluruh matematikawan di berbagai belahan dunia. tanpa dipengaruhi gerakan sang pengamat. secara formal: di mana dalam kasus ini hanya ada satu sstem formil yang konsisten darimana kesimpulan tersebut memberikan aksioma.

karena keberatan bahwa tidak ada benda yang benar-benar kaku dalam alam. yang mungkin tidak memainkan peran independen dalan fisika teori. aksioma kita harus dengan interpretasi fisik. Bukannya mempertimbangkan mendalilkan gabungan aksioma dari geometri orang-orang Euclidean. Adalah untuk benda-benda pengukur jenis ini bahwa pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan bendabenda kaku harus diacu. tetapi bahwa struktur-struktur komposit. Dalam geometri cara dapat dianggap sebagai ilmu empiris. karena kita masih jauh dari memiliki pengetahuan tertentu dari prinsip-prinsip teori yang memungkinkan kita untuk memberikan konstruksi teoretis eksak dari benda-benda pejal dan lonceng-lonceng. Karena bukanlah suatu tugas yang sulit untuk menentukan keadaan fisis dari suatu batang-pengukur begitu tepatnya bahwa perilakunya relatif terhadap benda-pengukur yang lain akan menjadi cukup bebas dari keraguan untuk mengijinkannya digantikan untuk benda "kaku". Adalah jelas pula bahwa benda pejal dan lonceng tidaklah dalam bangunan konseptual fisika memainkan peranan elemenelemen yang tidak dapat direduksi kembali. dan diverifikasi di cara yang sama dengan teori fisik. dan bertanya apakah mereka dalam kenyataannya benar. dan menemukan bahwa dalam batas akurasi observasi mereka lakukan. yaitu gagasan tentang mengukur batang dan lonceng yang terkoordinatkan dengannya dalam teori relativitas tidak menemukan korespondensi eksak dalam dunia nyata. Riemann mengajukan pertanyaan ini dan dianggap bukan proposisi Pythagoras. Tetapi adalah keyakinan saya bahwa pada tahap perkembangan sekarang dari fisika teori gagasan-gagasan ini harus diperlakukan sebagai gagasan-gagasan independen. Poincaré mengembangkan argumen ini untuk mencapai kesimpulan yang berlawanan. dan bahwa karena itu sifat-sifat yang diramalkan oleh bendabenda kaku tidak dapat diterapkan pada realitas fisis.Sub specie aeterni Poincare. keberatan ini sama sekali tidak begitu radikal sebagaimana mungkin tampak oleh suatu pengujian yang tergesa-gesa. Sejak tesis yang dikenakan untuk memeriksa empiris tidak hanya set aksioma Euclid tetapi bersama aksioma Euclid dengan interpretasi fisik . Apakah sudut segitiga ditambah hingga 180°. dan sejauh ini ditemukan benar. Lebih lanjut. yang kita dapat menyingkat Pyth tetapi ∆.

Apakah pengendalian pada sisi kanan atau sisi kiri jalan. atau apakah menganggap perkalian sebagai lebih atau kurang mengikat. yaitu. Real konvensi yang mana sama sekali tidak ada memilih antara dua program tindakan. mungkin memilih geometri lain. katakanlah PhysInt2. Hempel menunjukkan bahwa kita harus memilih yang terbaik. Jika kita berpikir tentang interpretasi fisik yang berbeda PhysInt1. Sehingga meskipun ada interpretasi. bahkan mungkin konsisten dengan fakta yang teramati. sama untuk lain dan tindakan antara satu kita. yang membutuhkan pertimbangan serius. kita selalu dapat berpegang pada Aksioma Euclid. Meskipun Poincaré membuat poin penting. tapi PhysInt2  ¬ Pyth dan PhysInt3  ¬ Pyth. sejauh kurung dihilangkan pergi. Pemilihan dan geometri tidak seperti ini.  Pyth mana Pyth adalah proposisi Pythagoras. dari samping dan kita perlu memiliki aturan agar dapat untuk empiris. ia menggunakan kata 'konvensi' yang sangat disayangkan. kita akan memiliki semantik yang berbeda interpretasi dari aksioma dan teorema geometri. kemudian bahkan jika diukur dari sudut segitiga tidak menambah sampai dengan 180 ° kebenaran geometri Euclidean tidak ditolak. Mungkin ada alasan yang baik.tertentu. di mana Pyth adalah palsu. memahami mungkin satu tidak. asalkan kita melakukan penyesuaian sesuai dengan interpretasi. di bawah Pyth yang benar. maka terkadang Euclid + PhysInt1 mungkin lebih rumit daripada Riemann + PhysInt2. PhysInt1 dan PhysInt2. sehingga kita memiliki alasan rasional untuk memilih yang terakhir. Jika. namun kita lebih peduli dengan interpretasi lain. kombinasi dari aksioma geometri dan interpretasi fisik diambil bersama-sama. PhysInt2. yang paling sederhana. Jika ada dua interpretasi fisik. Jadi kita mungkin memiliki PhysInt1. katakanlah PhysInt1. yang kita dapat diwakili. PhysInt3. misalnya PhysInt2 adalah satu di mana . Sinar cahaya yang diberikan tidak diperbolehkan untuk mendefinisikan garis lurus. Hempel berpendapat bahwa kita harus mempertimbangkan tidak hanya kesederhanaan geometri tetapi juga bahwa dari geometri bersama dengan interpretasi fisik.

Semua geometri praktis didasarkan pada suatu prinsip yang dapat diakses pada pengalaman dan yang mana kita sekarang akan coba untuk membuktikan. untuk setiap selang waktu lokal. yang menafsirkan garis-garis sedemikian rupa. Gejala rambatan cahaya dalam ruang hampa menyatakan suatu lintasan. Untuk alasan-alasan eksperimental yang menyokong asumsi ini saya hanya akan menyebut satu. Dua lintasan ini dikatakan menjadi "sama satu terhadap yang lain" jika batas-batas dari suatu lintasan dapat dibawa berimpit secara permanen dengan batas-batas dari lainnya. yaitu jalur cahaya yang sesuai. Kombinasi dari elips geometri dengan Teori Umum Einstein adalah menjadi lebih baik daripada Euclidean geometri dengan beberapa sangat rumit fisika. Meskipun kita dapat menempel pada geometri Euclidean coûte que coûte. Kemudian bahwa asumsi tersebut di atas untuk lintasan (trek) harus terbukti baik untuk selang waktu-lonceng dalam teori relativitas. tetapi juga generalisasi terdekatnya. ditandai atas suatu benda kaku-praktis. kita sekarang memiliki teori yang cukup dikonfirmasi oleh observasi. dan. Tidak hanya geometri praktis Euclid. itu akan masuk akal untuk melakukannya. Sejalan. mereka adalah sama selalu dan di setiap tempat”. Jadi PhysInt2  ¬ ∆ = . masing-masing dengan sebuah lintasan dicatat padanya. Konsekuensinya itu dapat dirumuskan sebagai berikut : -Jika dua jam ideal berdetak dengan kecepatan sama pada suatu waktu dan di suatu tempat (berdekatan satu terhadap yang lain). bertumpu pada asumsi ini. dan sebaliknya. suatu lintasan/trek (tract). geometri praktis Riemann. Kita akan menyebut yang mana ditutup antara dua batas. maka meskipun percobaan Riemann's dikonfirmasi tesis ∆ = .garis lurus yang diambil menjadi sinar cahaya. dan kemudian teori relativitas umum. Kita sekarang menganggap bahwa : “Jika dua lintasan dijumpai menjadi sama sekali dan di manapun. bahwa sudut segitiga menambahkan hingga 180° dalam batas-batas akurasi yang tersedia. Kita membayangkan dua benda kakupraktis. mereka akan selalu berdetak dengan . PhysInt2  ¬ Pyth. menurut segitiga yang didefinisikan oleh sinar cahaya memiliki sudut menambahkan hingga lebih dari 180 °.

Hasilnya. Kebenaran hipotesis atau teorema dalam sains empiris hanya untuk 'sementara waktu'. Kebenaran matematika dapat dipahami melalui analisis metode bagaimana matematika itu dibangun. Agar langkah mundur ini tidak berkesudahan. artinya ada teorema-teorema yang tidak dapat dibuktikan secara langsung melalui deduksi logis postulat-postulatnya. dalam artian Riemann tentang dunia. Jika hukum ini tidak sahih untuk lonceng-lonceng nyata. tidak peduli kapan dan di mana mereka dibandingkan lagi satu dengan yang lain pada suatu tempat.kecepatan yang sama pula. dan dikatakan perlu karena . Lobachevsky dan Bolyai menemukan geometri hiperbolik sedangkan Riemann menemukan geometri eliptik. Dalam geometri khususnya ternyata perangkat aksioma Euclid tidak cukup. Sebaliknya kebenaran dalam matematika. Adalah landasan ultimit pada kenyataan yang memungkinkan kita untuk berbicara dengan pengertian pengukuran. Metode demikian adalah demonstrasimatematis yang terdiri dari deduksi logis dari aksioma atau suatu teorema yang dideduksi dari teorema-teorema yang telah terlebih dahulu dibuktikan kebenarannya. kedua-duanya dikategorikan sebagai geometri noneuclid. Dalam buku Euclid. Kehadiran garis-garis spektral tajam adalah suatu bukti eksperimen yang meyakinkan dari prinsip geometri praktis di atas. Hal ini menggelitik para pakar untuk 'mengganti' postulat ini dengan postulat yang lain. suatu kontinuum empat dimensi ruang waktu. Ketidakcukupan ini oleh Hilbert ditambah dengan postulat 'terletak' dan 'antara'. atau 'sampai ditemukan ketidakcocokannya dengan data empiris baru'. misalnya gambar dan pengalaman dengan benda tegar. frekuensi yang sesuai untuk atom-atom yang berbeda dari elemen kimia yang sama tidak akan berada dalam kesesuaian eksak sebagaimana pengalaman menunjukkan. maka harus ada proposisi yang diterima tanpa bukti. suatu teorema kadang-kadang dibuktikan dengan menggunakan intuisi hubungan geometri. yang disebut perangkat aksioma atau postulat. sekali dibangun 'untuk selama-lamanya'. Kepastian matematis dikatakan relatif terhadap perangkat aksioma yang mendasarinya tempat diturunkannya suatu teorema. Postulat kesejajaran Euclid terbukti tidak dapat dideduksi dari postulat-postulat lainnya.

dan kesimpulan yang ia buat telah diterima secara luas yang merupakan ortodoksi saat ini. Geometri dalam sejarah perkembangannya memang merupakan generalisasi dari pengalaman empiris dalam berbagai praktik keteknikan sederhana. Adanya nama-nama seperti titik. Jadi interpretasi semantik kepada primitif ke dalam makna khusus ini akan mengubah geometri murni menjadi geometri fisik. yang sama dengan nama-nama fisik hanyalah kebetulan saja. sebuah kebenaran yang diperoleh dari kata-kata yang dikandungnya. Oleh karena perangkat postulat tidak mengacu kepada data empiris. kepada primitif-primitif yang harus memenuhi semua perangkat aksioma dalam geometri murni. Geometri fisik dapat diperoleh melalui interpretasi semantik. Oleh karena itu.5 KONSEP PEMBATAS Penjelasan Hempel jelas. garis. dan sebagainya. sedangkan term 'daerah segitiga' adalah term dalam geometri fisik. Akibatnya semua geometri murni menjadi teorema yang bermakna pernyataan fisik dan sepenuhnya terhadap teorema-teorema di dalamnya dapat dimunculkan sifat benar salah. argumennya meyakinkan. Demikian pula luas daerah lingkaran adalah kali kuadrat jari-jari adalah teorema dalam geometri fisik. Geometri ini sama sekali tidak berkaitan dengan material fisik khusus. yakni. Dan Anda juga tahu bahwa kebenaran suatu aksioma adalah apriori. teorema-teorema pun tidak mengacu kepada data empiris. atau geometri fisik. 'persegi kerangka' adalah term-term dalam geometri fisik. juga sering disebut sebagai teori struktur ruang fisik. Term 'segitiga' adalah term dalam geometri murni. bahwa perlu mempertimbangkan bukan hanya geometri sendiri tetapi . dan analisis konsep.teorema-teorema sebenarnya hanyalah secara implisit telah terkandung dalam perangkat postulat itu. Postulat-postulat ditetapkan dan teorema-teorema diperoleh melalui deduksi logis menggunakan logika formal. II. kosong dari arti. ia menerima kritikan. designatum. pemberian makna khusus. Geometri murni adalah geometri yang dikembangkan melalui metode formal murni (aksiomatis). Kebenarannya adalah persis (pasti dan perlu). Meskipun demikian. maka sebagai konsekuensinya. Ia sepenuhnya yakin pendapatnya benar terhadap Poincaré. Term-term 'persegi kertas'.

namun ditolak. Jika program ini berhasil. melainkan backcloth terhadap banyak teori. serta memberikan penjelasan fenomena dalam hal hukum alam. Pemisahan antara geometri dan fisika yang memungkinkan. Tapi selama kita berbicara tentang geometrodynamics geometri. Memang seperti fungsi. Dalam kelompok Umum Teori Einstein diganti oleh kelengkungan ruang yang rumit. Argumen dari Teori Umum Relativitas. menempatkan perbedaan antara geometri dan fisika memunculkan beberapa tekanan konseptual yang harus diakui: dan kedua. dan telah penuh semangat dikejar oleh kontemporer fisikawan. dan kontras ini memaksakan kendala konseptual pada jenis geometri itu dan bisa diadopsi. Program geometrodynamics untuk menyatukan fisika dan geometri. ia berkonsentrasi sangat baik pada interpretasi fisik. Kami tidak memiliki hanya satu teori fisik yang mengandaikan suatu geometri tertentu dan dapat diuji empiris secara keseluruhan. ada hubungan antara beberapa konsep dasar geometri dan konsep-konsep lain di luar geometri yang sangat membatasi antara kemungkinan interpretasi. maka tidak akan ada perbedaan antara geometri dan fisika. Begitu banyak dapat diberikan. Para kemungkinan account monistik dari seluruh alam dimasukkan diajukan oleh Spinoza. Geometri fungsi tidak membahas ini. Geometri bukan bagian teori dari dunia fisik. kita tidak harus geometri. serta pandangan yang tidak berteori. namun sejumlah teori yang berbeda dan banyak pandangan yang tidak berteori.kombinasi geometri dengan interpretasi. dan tidak banyak yang gagal. dan tidak mempertimbangkan kendala lain yang terjadi. tetapi untuk memberikan skema acuan dan deskripsi yang memungkinkan proposisi tentang dunia yang akan dirumuskan dan dibahas. Dan jika geometrodynamics berhasil. Jika direalisasikan pada kenyataannya. dan untuk menemukan hubungan antara perbedaan proposisi semacam ini. . itu akan menimbulkan cukup perubahan dalam struktur konseptual kita. dan perbedaan lama antara geometri dan fisika akan ditumbangkan. untuk mengurangi penjelasan fisik pada geometris. Pertama. tidak ada kontras antara geometri dan fisika. Fisika berkaitan dengan sebab dan akibat. dalam geometri terdapat berbagai persyaratan. namun geometrodynamics. Tapi program bukan fakta.

atau sebaliknya. titik dan garis lurus hanya implisit didefinisikan oleh aksioma-aksioma geometri. sedangkan (i') Sebuah garis lurus memiliki bagian (ii') (a) garis lurus memiliki posisi dan arah (ii') (b) garis lurus memiliki panjang namun tidak memiliki luas Kita memiliki perbedaan kedua topologi antara titik dan garis (tidak selalu lurus): 2. dan 'Lunch’untuk menjadi garis. dan kita dapat interchange mereka tanpa perubahan makna atau kebenaran: sehingga dalam Lunch Club siang itu membuat perbedaan apakah kita mengambil 'anggota' menjadi titik. Mari kita survei secara sistematis. dan (b) dapat menjadi batas volume Lebih umum. dan sepenuhnya bebas memilih maksud yang sesuai dengan aksioma. dan (b) dapat menjadi batas permukaan (iii) (a) permukaan dapat memiliki garis sebagai batas. (i) titik A tidak memiliki bagian (Pythagoras) (ii) titik A memiliki posisi tapi tidak besar. Poin dan garis tidak hanya secara implisit didefinisikan oleh aksioma: definisi lain telah diberikan atau dicoba yang menunjukkan konseptual mereka yang lain link. (i) (a) titik A tidak dapat memiliki batas. Secara khusus. Sebuah garis lurus: 3. Tapi ini tidak benar. namun (b) dapat batas (ii) (a) jalur A dapat memiliki titik sebagai batas. Kami memiliki beberapa perbedaan mereological pertama dan kategoris: 1. (i) adalah jarak terpendek antara dua titik (ii) panjang breadthless (iii) adalah bagian dari sinar cahaya (iv) terlihat lurus (v) tidak memiliki Kinks (vi) terletak merata pada dirinya sendiri . di 'titik' pesawat geometri proyektif dan 'line' adalah dual. kita memiliki sejumlah definisi yang mungkin dari garis lurus.Menurut laporan ortodoks.

tetapi dalam arah mereka pergi. Hal ini minimal satu jenis cara. bahwa tidak ada yang dapat membayangkan lebih kecil. garis yang jelas berbeda dengan titik. Poin demikian tidak hanya entitas yang memenuhi aksioma beberapa teori geometris formal. atau sebagai magnitudo yang nol. bahwa dari yang tidak dapat dibayangkan lebih besar: jika kita mendefinisikan titik sebagai sesuatu yang tidak memiliki bagian. kita katakan bahwa itu adalah id quo dikurangi nequeat cogitari Jesse. atau jika kita lakukan. Sebagai mereology regards. tetapi tidak dalam segala hal. Anselmus didefinisikan Allah sebagai id maius quo nequeat cogitari Jesse. studi dari bagian relasi. dan di bawah yang memesan titik adalah elemen minimal. (Pou). Titik memiliki posisi. Bagian dari relasi adalah hubungan pemetaan. (pothen / POI). Topologi memberikan . karena kita dapat memperoleh dari garis satu jenis pertanyaan "Berapa banyak?". Perbedaan yang tersirat di mana garis dapat dan tidak bisa memiliki bagian-bagian ini dibuat lebih eksplisit dalam topologi. sebagai suatu titik. Ada setidaknya hubungan kategoris. "Berapa?". yaitu "Berapa lama?". Oleh karena itu definisi baris sebagai breadthless panjang. "Dimana?" berlaku. dan itu adalah salah satu yang membedakan titik dari garis.(vii) adalah sumbu rotasi 3-dimensi (viii) adalah persimpangan dari dua pesawat (ix) adalah bahwa yang tengah meliputi penutup Karakterisasi Pythagoras titik sebagai sesuatu yang tidak memiliki bagian yang menghubungkan konsep titik dengan "mereology" (dari Kata Yunani (meros). Bahkan jika kita menafsirkan "tidak memiliki besarnya 'dalam definisi titik sebagai arti bahwa kategori Kuantitas tidak dapat diterapkan. Kita selalu dapat mengambil sebuah titik itu. kategori Tempat. meskipun kita tidak bisa melihat "Seberapa lebar?". bagian). tetapi terkait dengan mereology dan Aristoteles kategori Kuantitas. karena garis kita dapat mengetahui tidak hanya di mana mereka berada. Poin yang didefinisikan dalam cara kontra-Anselmian cara. Ini juga mengapa mereka dikatakan tidak memiliki magnitudo : yang dapat dipahami bahwa ukurannya adalah nol atau mengatakan bahwa pertanyaan "Berapa banyak?" tidak dapat diajukan poin sama sekali. kita hanya mendapatkan jawaban nol. mana / ke mana.

Sebuah garis lurus adalah jarak terpendek antara dua titik. baris. Plato di jalur ini. batas-batas garis. yang tidak memiliki batas.definisi induktif dimensi dalam hal batas. setiap titik yang tinggi dari kedua akan skor titik rendah yang sesuai pada yang ketiga. Sebuah sumbu rotasi adalah garis lurus. Pesawat optik harus sangat datar. Sebuah pendekatan yang berbeda lagi adalah dengan memeriksa dua tepi lurus terhadap satu sama lain dengan menjalankan mereka bersama satu sama lain. Ini melibatkan konsep-konsep lebih lanjut. Ada banyak proto-topologi di Plato dan Aristoteles. memiliki dimensi 2. rendah pertama akan menjadi titik rendah yang berlawanan. dan salah satu yang banyak disukai dalam Teori Relativitas Umum. dan . dan sebagainya. Jika mereka benar-benar lurus. Dalam bahasa modern suatu garis lurus telah sempurna translasi simetri sepanjang itu sendiri. Set nol memiliki dimensi -1. mereka akan cocok pas bersama-sama sepanjang waktu: jika keduanya tertekuk bersama-sama. Dalam hal ini kita mengikuti definisi Euclid garis lurus sebagai salah satu yang terletak "Merata pada dirinya sendiri". Jika kedua ini kemudian tanah terhadap ketiga. dan kemudian terhadap satu sama lain. Perlu juga diperhatikan di mana sebuah "Pesawat optik" dibuat. Dalam kasus ekstrim kita dapat melihat atau merasakan Kinks dan menolak garis lurus tidak keluar dari tangan. dan sebagainya . Dalam Meno ia mendefinisikan gambar pesawat sebagai batas yang solid: (Stereouperas yang skema einai) . Tapi ketika ini adalah tanah terhadap titik. yang batas-batas poin. tetapi dapat setidaknya sebagian didefinisikan tanpa mengandaikan dari garis lurus. titik. dan penggiling lensa pertama akan menggiling dua pesawat bersama-sama. seperti dari 'jarak' dan 'antara titik '. mereka akan cocok di satu posisi tetapi tidak pada orang lain. Meskipu menganggap Kant sebagai pendiri topologi yang benar. Ia juga memiliki rotasi yang sempurna simetri sekitar itu sendiri. Kelurusan termasuk Kinks. permukaan. yang titik-titik singularitas. dan sebaliknya tinggi. kita harus mengenali lebih dari yang kita ketahui untuk itu upaya pertama ke arah itu dibuat oleh orang Yunani. kemudian masing-masing terhadap ketiga. memiliki dimensi 0. Jelas. ketika dua pesawat ada ditanah terhadap satu sama lain kita tidak dapat memastikan bahwa mereka yang datar: satu mungkin sedikit cembung dan yang lainnya cekung. memiliki dimensi 1. Ini adalah "geodesik" karakterisasi kelurusan.

.dan harus memungkinkan bahwa salah satu dari mereka mungkin yang paling cocok untuk beberapa tujuan tertentu. Jadi dengan tiga pesawat menjadi tanah terhadap satu sama lain. Kita tidak bisa mengatakan. yaitu x =-x. Situasi hanya stabil adalah bahwa di mana x = (-1) 3x.tertinggi sehingga akan menggiling sama lain bawah. yang hanya mungkin jika x = 0. Setiap grinding operasi cenderung untuk mengkonversi x ke-x. Kita tidak dapat mengatakan salah satu dari mereka Tidak Direkomendasikan. maka Apa?. Namun demikian. dan kita tidak bisa terus mempertahankan. dan pada ketiga akan x di atas. asalkan mereka semua konsisten. Jika murni formalis dan empiris geometri ditolak. II. jika setiap titik yang pertama adalah x diatas pesawat. biarkan seluruhnya pengalaman indrawi memutuskan antara sistem resmi yang berbeda-meskipun putusan pengalaman indrawi memberikan geometri plus interpretasi berbobot. sebagai formalis . Mengingat cara memproduksi pesawat optik. yaitu kalikan dengan -1. dan tidak ada untuk itu tapi untuk membuat pilihan-meskipun murni kita harus mengakui ke formalis bahwa kita bebas untuk membuat pilihan jika setuju dan bahwa banyak dapat dipelajari dari studi geometri dianggap hanya sebagai sistem formal: dan kita tidak dapat sebagai empiris. garis-garis lurus. geometri bersama dengan interpretasi yang terbang di awal dari bukti empiris. titik yang sesuai pada kedua akan x bawah. total efek adalah memperbanyak x dengan (-1) 3. tanpa modifikasi beberapa atau gloss. kita . bahwa mereka semua sejajar. yaitu-x di atas. Kami memiliki berbagai cara atau memeriksa.. Mari kita tabulasi mereka dengan fitur-fitur khusus mereka dalam rangka untuk membuat pilihan informasi di antara mereka seperti dalam majalah konsumen ': Tak satu pun dari geometri ini dikesampingkan meyakinkan: tidak satupun dari mereka tidak konsisten. kita kemudian dapat menghasilkan garis lurus persimpangan dua optik pesawat. diberikan bahwa ada banyak yang konsisten untuk memilih. yang akan cenderung untuk menggiling tinggi turun asli untuk-x. Oleh karena itu kita harus bertanya pada diri sendiri bagaimana kita harus memilih geometri. Lebih matematis.6 BAGAIMANA DENGAN GEOMETRI? Jika bukan Empirisme formal. kita dihadapkan sekali lagi dengan pertanyaan "Bagaimana kita harus memilih geometri? ".

itu diberikan bintang. kita selalu mungkin ingin mempertimbangkan. diwujudkan di baris bawah.dapat memberikan bimbingan yang rasional untuk pengguna umum pada kekuatan dari beberapa fitur yang terdaftar dalam tabel. dan bukannya mencirikan objek dan tokoh-tokoh lain oleh referensi untuk bentuk dan ukuran mereka secara mandiri. itu adalah sayang untuk bisa digunakan dengan baik area maksimum seluruh ruang-daerah permukaan bumi-dalam geometri eliptik. Dalam geometri berbentuk bulat panjang. Demikian pula. sehingga untuk berbicara. yang berlaku untuk memberikan Geometri Euclidean saja kemungkinan memiliki dua tokoh. Seperti geometri tidak akan tersedia untuk lebih besar daripada panjang maksimum. dan menyimpulkan bahwa Geometri Euclidean Terbaik. Hal ini juga diberikan poin lebih untuk fleksibilitas yang lebih besar. kita tidak mungkin untuk dihadapkan terhadap bukti empiris terhadap hal itu. seperti fisika. Dengan geometri elips kita harus bertanya apa unitnya panjang adalahpanjang yang besar lingkaran. fleksibilitas mungkin suatu kesalahan. Meskipun jika panjangnya sangat besar.beberapa panjang yang lebih besar. dan karena itu lebih cocok untuk fungsinya menjadi back cloth-deskriptif terhadap fenomena fisik dapat dijelaskan dan dirumuskan teori fisika dan diuji. atau luas minimum segitiga pun dapat memiliki dalam geometri hiperbolik. dan itu adalah pembatasan kebebasan kita berpikir untuk aturan itu keluar di muka. Pada masing-masing jumlah. Hal ini lebih spesifik dari enam pertama dari fitur yang terdaftar dalam tabel setelah Nama pembuat '. dan . Tidak ada kemungkinan pada geometri model skala. Fleksibilitas dari geometri Euclidean ditampilkan lebih jelas dalam perumusan Saccheri-Wallis. kita harus memiliki hanya satu. bentuk sama tetapi ukuran yang berbeda. jika hanya hipotetis.dan hal yang sama berlaku geometri hiperbolik. terkait satu karakteristik mereka. Lebih baik untuk dapat triangulasi ruang sedekat kita silahkan tanpa pembatasan geometris. Sedangkan untuk sebuah teori ilmiah. Euclidean geometri memiliki derajat lebih kebebasan. Dalam geometri Euclidean tempat pertama adalah baik lebih spesifik dan lebih fleksibel daripada salah satu dari yang lainnya. bentuk menentukan ukuran. seperti yang kita melihat dengan oktan sebuah bola. meskipun kurang memalukan. misalnya ketika menentukan suatu persamaan bukan dari hanya lebih besar dari atau kurang dari.

bujur berpotongan di kutub: 10 ° E dan 90 ° N adalah sama dengan 10 ° W dan 90 ° N. dan fakta bahwa itu pada biaya falsifiability terdapat kritik. kita perlu juga untuk mengatakan apa daerah minimum segitiga atau panjang maksimum dari garis lurus. Tapi yang kedua adalah cacat ketika untuk membangun sistem acuan. Geometri Euclidean.mencegah teori yang diajukan kepada tes dan dilakukan bertanggung jawab untuk pemalsuan. karena bukan fungsi dari geometri untuk suatu penjelasan. oleh berapa banyak sudut jatuh segitiga pendek atau melebihi dua sudut yang tepat. meskipun dalam kasus ini tidak lebih spesifik daripada berbentuk bulat panjang. Pada permukaan garis dunia. dengan perusahaan tujuan yang berbeda. Dengan mengatakan bahwa geometri Euclidean. kita tidak mencirikan sepenuhnya: kita perlu untuk mengatakan lebih jauh apa kelengkungan itu ada beberapa yang negatif atau nomor positif. kita katakan semua yang perlu kita katakan dalam rangka untuk mengkarakterisasi sepenuhnya: dengan mengatakan bahwa itu adalah hiperbola atau elips. dari jumlah sudut segitiga. untuk geometri. adalah tepat: dalam setiap segitiga geometri Euclidean menambahkan hingga hal yang sama. memiliki tepat satu. oleh berapa banyak keliling lingkaran melebihi atau jatuh pendek dari p kali diameternya. Ada geometri Euclidean hanya satu. tersedia dalam berbagai kasus. Geometri Euclidean. sebaliknya. Ini mungkin paradoks yang kita klaim atas nama Euclideangeometri baik yang lebih spesifik dan yang lebih fleksibel dan umumnya tersedia. fleksibilitas bukan kelemahan tetapi kekuatan. Kami ingin ada untuk menjadi . Ini meningkatkan potensi deskriptif geometri. yang telah ada. Pertimbangan yang sama berlaku dengan jumlah paralel. rasio lingkar dengan diameter selalu sama. sedangkan ada keluarga yang seluruh hiperbolik berbentuk bulat panjang dan geometri. dan rasio lingkar lingkaran dengan diameternya. apa yang kita inginkan. yang menghalangi aplikasi yang mudah untuk beberapa kasus yang dibayangkan. bukan hanya negatif atau positif.sekali ditentukan. Tapi ada paradoks. kelengkungan. dan dengan demikian lebih multi-tujuan. kelengkungan selalu sama-yaitu. masing-masing berbeda dari yang lain. yang memiliki tak terhingga banyaknya. Ini adalah cacat dalam suatu sistem referensi. tetapi satu-satunya geometri Euclidean. lebih spesifik daripada hiperbolis geometri. dan masing-masing memiliki kekhasan tersendiri. 0.

korespondensi satu-satu antara titik-titik di ruang dan set koordinat. 7 TEORI GROUP Plato membantah semua bentuk dari operasional dan kontruktivisme di matematik. dan refleksi oleh karena itu disebut . sejauh argumen ini berjalan. dan penggunaan garis lurus paralel Euclidean sangat disarankan. bukan merupakan suatu petunjuk untuk memahami dari kenyataan yang terjadi: - They talk ridiculously (mereka membicarakan keganjilan/ keanehan) For want of better term (untuk ke masa yang lebih baik) atau Yet this is how they have Mereka menggunakan language of action padahal pokok dari belajar - adalah knowledge bukan action. Tetapi penggunaan garis lurus dalam geometri eliptik dikesampingkan. Ini lakukan tidak harus. Geometri euclid tidak dipengaruhi oleh grup dari translasi. Jika ini harus begitu. bukan aksioma melalui grup dari operasi operasi yang salah geometri istimewa invarian. Tipology belajar dari apa yang salah dalam grup dari semua transformasi yang kontinu.kita dapat memiliki koordinat-dan lengkung tidak menuntut geometris paralelisme. Geometri hiperbolik lebih sedikit sulit dibandingkan dengan elips dapat juga diberikan suatu karaktrisasi group-theoritical. rotasi. Aristotels melihat kekurangan. dia menganggap bahwa matematik seharusnya ke arah hal hal yang abstrak bukan ke perhitungan – perhitungan yang nyata. itu adalah bahwa garis-garis (tidak selalu lurus) didefinisikan oleh semua koordinat (s) kecuali satu yang konstan harus selalu ada dan tidak pernah berpotongan. kita perlu "Topologi paralelisme". Plato dan Aristotels memberikan pengaruh yang besar walaupun bahasa dari operasi operasi merupakan sisa sisa bagian dari kosakata geometer –tiga postulat euclid pertama menginstruksikan dituliskan di invinitive agak lebih baik proposisi primitif dituliskan di indikatifHal tersebut tidak mengakibatkan sesuatu yang serius hingga Felix Klein mengemukakan Erlangen Program yang mengusulkan bahwa geometri adalah pendekatan. lurus garis. Sialnya. II.

Jika kita anggap permukiaan jeruk seperti II. Grup Euclidean menjadi pokok dari geometri Euclid di banyak kesamaan di suatu presentasi grup Lorenz kepada special teori dari relativity.Euclidean group. Pengamatan pertama terlihat menjadi tidak konsisten antara klain bahwa geometri Euclid digolongkan oleh grup Euclid dank lain gerakan kaku menjadi sesuatu yang mungkin di ruang di geometri istimewa yang tidak invariant di bawah grup Euclidean. Argumen ini kemudian dibantah oleh T. berbeda dari keseluruhan grup Euclid yang tidak memuat refleksi) dan geometri didefinisikan oleh suatu grup natural mengamggap sesuatu yang penting di mata dari hubungan terbatas yang siapapun tidak dapat menjadi di tempat yang sama pada waktu yang sama. Grup Euclidean menjaga gerakan – gerakan kau dan gerakan kaku tersebut disyaratkan oleh filsafat ukuran dan kepentingan yang jelas jika untuk memanipulasi objek di dunia dan sekitar.G. McGonigle. Grup Euclid menjadikan suatu grup dari grup sederhana dan kepentingan yang sama. Di saat membicarakan hal yang berbeda. akan memimpin mereka untuk memilih keistimewaan invariant dalam translasi dan rotasi yang merupakan bentuk sebenarnya dari grup Euclidean ( jadi. Keraguan tentang sebelum keistimewaan geometri Euclid memenuhi sifat dari pendekatan grup teoritis tetapi pertanyaan yang penting dari grup Euclid adalah: “What is so good about the Euclidean geometry? Salah satu jawaban yang murni abstrak bahwa grup dihasilkan oleh operasi refleksi grup non-trivial sederhana. 8 PYTHAGOREAN GEOMETRY HAS A BETTER METRIC . kita seharusnya mengambil pokok pokok dari permasalahan itu untuk dijadikan suatu solusi/kesimpulan. Akan tetapi ketika kita membicarakan hal yang sama. saat grup dari rotasi – rotasi menjadi pola/ model grup cyclic kontinu. Jawaban lain diberikan olah Helmholtz. boleh saja kita mempunyai perbedaan pendapat. menunjukkan sisi lain dari gerakan kaku (kurva patahan) yang mungkin dari kurva konstan. Ini menunjukkan bahwa penekanan dari komunikasi antara pengamat perlu saat komunikasi dan melakukan aproksimasi di waktu yang sama dan oleh karena itu saat menempati posisi yang berbeda.

b. yang pertama untuk menjelaskan mengapa geometri seharusnya menjadi pokok perhatian dengan menentukan ukuran ukuran dan yang kedua. dari hiperbolik dan elipstik geometri respektif. mengapa kondisi ini seharusnya dapat ditentukan pada sembarang fungsi metrik. c. Terbagi menjadi 4 kondisi: a. P= lebih baik dari proposisi karakteristik P< dan P>. misal pembuatan lapangan tenis (perlu garis. Kita dapat mendebatkan dari geometry pitagoras pada nilai dari proposisi karakteristik. Bangsa Mesir menggunakan geometri pertama kali untuk mengukur petak – petak tanah sepanjang Nil dan lebih diperhatikan lagi dengan bentuk bentuk yang sesuai dengan ukuran sebenarnya.Dari proposisi pyitagoras kita melihat. . dapat mengambil dari aksioma sementara dari teorema untuk dibuktikan dan ada banyak jalan untuk menggolongkan keistimewaan dari hasil postulat kesejajaran geometri Euclid. tapi harus dilakukan sesuatu yang jauh dari geometri sekalipun. maka kita boleh mengambil isinya untuk membuat etimologi bahwa geometri seharusnya menjadi pokok perhatian dengan menentukan ukuran ukuran. Untuk P= adalah cara sederhana untuk menentukan secara menyeluruh tindakan untuk memisahkan lebih dari satu dimensi merentang. Pertanyaan yang muncul. Kita perhatikan pertanyaan pertama. Bebarapa contoh project geometri: mengambil ukuran tak bernilai. d. Kita perlu. dll) Matematikawan sering mendefinisikan suatu ukuran pada fungsi d dari hasil kali dalam cartesian kedalam bilangan real non-negatif. untuk membenarkan pernyataan bahwa kaidah pitagoras merupakan bentuk sederhana yang dapat dipakai. kurva.

BB’. Teorema Desargues memberikan pemikiran lebih lanjut tentang kebenaran dalam matematka. maka P1. memperhatikan berbagai bidang yang berbeda yang memuat garis .y) seharusnya menjadi fungsi x – y (ii) dan (iii) Seharusnya dapat menjadi fungsi dari atau atau dsb. jarak antara dua titik sembarang tidak lebih dari jumlah dari jarak antara tiga titik. Mengekspresikan ide bahwa titik adalah batas minimal dari garis c. tetapi mungkin kurang. b. jika garis itu adalah persekutuan dua bidang. P4¬ D5. (i) Diberikan d(x. P4. atau lebih dimensi merupakan suatu teorema. Mengekspresikan ide bahwa titik tidak mempunyai panjang/ jarak dan mendefinisikan dua titik yang dihubungkan oleh garis mempunyai panjang. pada dua dimensi adalah geometri non-Desargus. Teorema Desargues bukanlah suatu dalil pada dua dimensi. dan teorema Desargues adalah D5. Pada geometri dua dimensi sifat proycksi itu diperlukan untuk menentukan teorema Desargues sebagai suatu aksioma. E dan F adalah collinear. Untuk membuktikan DEF adalah suatu garis lurus pada geometri tiga dimensi. CC’ adalah berpotongan di O. Tetapi di dalam tiga. dan F pada BA dan B’A’. P2. Jika kita menerima kondisi ini merupakan bagian dari konstitusi untuk menentukan ukuran dari jarak. Jika kita menambah aksioma dalam geometri proycksi bidang datar.a. E terletak pada CA dan C’A’. jika AA’. P3. kita dapat melihat fungsi ukuran. dan dapat dibuktikan. Disebut segitiga inequality.maka D. yaitu P1. P2. 9 DESARGUES Teorema Desargues meyatakan bahwa jika dua segi tiga mempunyai proyeksi terpusat. Mengekspresikan ide bahwa panjang adalah isotropic d. maka fungsi symmetricnya adalah: II. Dan itu mudah dibuktikan dengan tersebut. kemudian jika D pada BC dan B’C’. P3. mereka berada di sekitar pusat royeksi itu. Jika kita mengambil kasus dimensi-n kemudian bilangan asli selalu non-negatif.

P4. Gambar 2.P8 D5 Dimana P1.10 SIMPULAN Yang mana kita? survei pada geometri menghasilkan suatu gambaran lebih rumit dibandingkan baik aliran formalitas maupun penganut aliran empirisme yang telah dibicarakan. Kita pertimbangan berbeda. P2. P7. itu sesuatu yang rsional untuk memilih satu lebih spesifik. F kolinier II. Ada mata rantai konseptual antara geometris dan konsep lain membatasi pilihan geometri dan tentang penafsiran dari terminologi geometris tidaklah sembarangan. yaitu: 1. P4. tetapi berpedoman kepada enam aplikasi terminologi seperti titik garis atau bidang dan mengantar kita ke mengadopsi beberapa dalil ketika benar dan untuk menolak yang lain ketika salah 2. P7. Seperti halnya antara geometri dan yang lain. CC’ adalah bersekutu di O. BB’.Tetapi P1. P6. P2.9. P3. dan Jika D pada BC dan B’C’ dan E pada CA dan C’A’ dan F pada BA dan B’’ maka D. Geometri Euclid lebih spesifik dibanding geometri yang lain seperti hiperbolik dan ellips sebab . P2.1 Teorema Desargus: Jika AA’. P3. E. P6. P3. P4.P8 adalah hasil generalisasi alami dari P1.

dan demikian memuat A’B’C’. karena AA’ dan BB’berpotongan di O. A’. dandengan demikian setiap bidang memuat BC. Alalog. C’. Kemudian D adalah sebidang dengan B.9. dan demikian titil-titil A. O. C. C’ adalah sebidang. garis BB’O dan CC’O adalah sebidang. dan demikian CC’ dan AA’ harus berpotongan di E. pada F.2 Teorema Desargues dalam tiga putaran dimensi yang seluruhnya pada persekutuan berbagai bidang: Karena BB’ dan CC’ berpotongan di O. B. B. dan setiap bidang yang melalui B’C’. dengan demikian titik-ttik B. A’. A’ adalah sebidang. dan adalah semua bidang yang memuat A’B’. A. C’. A’ dan demikian semua bidang yang memuat CA. Dengan pemikiran analog.Gambar 2. A. dan demikian memuat A’B’C’. Kemudian E adalahsebidang dengan C. dan demikian AA’ dan BB’ harus tumpang tindih. B’. dan demikian titik-titik C. B’. dan dengan demikian pada ABC. Karena CC’ dan AA’berptongan di O. dan setiap bidang memuat C’A’. dan demikian memuat ABC. C’. C. garis AA’O dan BB’O adalah sebidang. maka BB’ dan CC’ haruslah berpotongan di D. Dan maka memuat A’B’C’. Kemudian F adalah sebidang dengan A. O. Maka D. dan demikian di memuat ABC. O. garis CC’O dan AA’O adalah sebidang. B’ dan demikian setiap bidang yang memuat BA. E dan F adalah semua titik-titik yang terdapat pada ABC dan A’B’C’ Dan dengan demikian memuat garis persekutuan dua bidang . B’ adalah sebidang.

Kita dapat memperhatikan geometri bukanlah suatu system aksioma. memungkinkan digunakan dalam teori lain dapat dijadikan suatu generalisasi alami darinya. Kuadrat hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat dua sisi lain suatu segi tiga siku-siku. Sudut suatu segi tiga ada geoemtri Euclid jumlahnya sama dengan 180°. atau bagian manapun teori dalam matematika. dapat dipakai untuk .di dalam kasus Euclidean dipilih sebagai hal-hal yang mendasari non trivial diskret dan siklis kekontinuan dan deret kontinu. 6. Sebuah kurva nol. tetapi > 2π pada geometri hiperbolik. Pada geometri Euclid keliling lingkaran sama dengan 2π.a. Teori yang umum. sedangkan pada geoemtri hiperbolik kurang dari. tetapi kumpulan teori . Sebuah ukuran memerlukan beberapa kondisi yang mendukung untuk bisa dikatakan terpadu Jika ada dimensi lebih dari satu. c. sedangkan milik mereka adalah yang manapun manapunbilangan negatif tetap (hiperbolic) ataubilangan positif manapun tetap berbentuk lonjong. b. dalam arti bahwa ukuran panjang tidaklah ditentukan dengan bentuk mereka. dan aksioma dari teori yang lebih kecil kemudian boleh dipakai untuk teori tentang yang lebih besar. sebagai contoh). 4. d. Aturan Pythagoras adalah aturan yang sederhana yang mendasari kondisi-kondisi itu. Suatu geometri. dan < 2π geometri elliptik 3.23 5. sedangkan pada segitiga lain hanya suatu ketidaksamaan. Ada alasan epistemological dan praktis menghubungkan titik yang berbeda dala ruang yangbisa dibenarkan dalam transformasi geometri Euclid. dan di sana adalah tidak ada satuan panjang atau luas seperti di dalam Geometri Euclid. Khususnya. Dan sebaliknya. Geometri Euclidean jadilah lebih fleksibel dibanding geometri hiperbolic dan geometri elliptic. beberapa fungsi simetri diperlukan untuk menentukan jarak antara dua titik. suatu geometri dalam n dimensi memungkinkan dipakai dalam geometri dimensi ( n+ 1) atau suatu n-dimensional dipakai tak batas dimensi ( ruang Hilbert. dan pada geometri lebih dari 180°.

yang merupakan suatu kasus khusus. .membenarkan aksioma dari teori semakin spesifik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful