PROSEDUR PENSIUN PADA PERUM BULOG DIVISI REGIONAL JAWA TENGAH

TUGAS AKHIR
Untuk memperoleh gelar Ahli Madia Manajemen Perkantoran D3 Pada Universitas Negeri Semarang

Oleh Vemmy Widyo Hartiarini 3354304031

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Tugas Akhir ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan kesidang panitia ujian Tugas Akhir pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing

Drs. Syamsu Hadi, M.Si NIP. 130 686 734

Mengetahui Ketua Jurusan Manajemen

Drs. Sugiharto, M.Si NIP. 131 286 682

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Tugas Akhir ini yang berjudul “ Prosedur Pensiun Pada Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah “ telah dipertahankan dalam Sidang Panitia Ujian Tugas Akhir Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, pada : Hari Tanggal : :

Penguji Tugas Akhir

Penguji I

Penguji II

Drs. Syamsu Hadi, M.Si NIP. 130 686 734

DR. Kardoyo, M.Pd NIP. 131 570 073

Mengetahui : Dekan

Drs. Agus Wahyudin, M.Si NIP. 131 658 236

iii

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam Tugas Akhir ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam Tugas Akhir ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang, Penulis

Mei 2007

Vemmy Widyo Hartiarini NIM. 3354304031

iv

Kemarin. tapi dari lelah itulah yang mengantarkan pada kepuasan atas suatu keberhasilan. almamaterku. kupersembahkan hasil dari perjalanan panjangku selama ini kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta. kakak ari tersayang. katakanlah “saya cantik” maka saya akan terlihat cantik. Untuk mencapai sesuatu. ( Vemmy ) PERSEMBAHAN Dengan kerendahan hati. v .MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO 1. katakanlah “saya bisa” maka akan ada kekuatan untuk menunjukkan bahwa saya memang bisa. ( Vemmy ) 2. ( Vemmy ) 3. kini dan nanti merupakan pijakan waktu yang tetap harus dijalani untuk mengisi hidup. kedua kakak dan adikku. raga dan jiwa kadang merasa lelah. Saat berdiri di depan cermin.

Kardoyo. yang telah memberikan keterangan pada penulis. 5. selaku Dosen Penguji II. M. SH. M. Kasi SDM dan Hukum Perum Bulog Divre Jateng.PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. Syamsu Hadi. 3. 2. Kholisun. Y. Sugiharto. Drs. Karimun. DR. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Drs. yang berkenan memberikan izin penelitian Tugas Akhir. M. Drs. selaku Dosen Pembimbing dan Dosen Penguji I. M. sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Prosedur Pensiun Pada Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah”.Si. Agus Wahyudin.Si. Drs. A. Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis memperoleh bantuan. 4. Rusmadi. 6. Oleh karenanya dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Seluruh pegawai Perum Bulog Divre Jateng yang telah membantu penulis. 8.Si. hingga tersusunnya Tugas Akhir ini. yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan dan petunjuk dengan penuh kesabaran. Kabid Minku Perum Bulog Divre Jateng. 7. Bpk.Pd. vi . MM. Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

semangat. 3354304031 vii . Teman-teman dan seluruh pihak yang telah membantu penulis hingga terselesaikannya Tugas Akhir ini.9. serta memberikan fasilitas kepada penulis. 12. Kakak-kakakku. terima kasih untuk segala sesuatunya yang telah diberikan pada penulis. Sungguh. cinta dan kasih sayang. Semarang. terima kasih untuk semuanya. 11. Ayahanda dan Ibunda tercinta. yang selalu memberikan doa. Penulis Mei 2007 Vemmy Widyo Hartiarini NIM. perhatian. Yanuar Dwi Priyantoro. Semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. semuanya sangat berarti. 10.

viii . Jika memungkinkan jumlah petugas ditambah untuk mengurangi beban pekerjaan. Hasil penelitian : Perum Bulog Divre Jateng telah mempergunakan prosedur sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Perum Bulog dengan baik tanpa merugikan pegawai meskipun terdapat pengkategorian. Kesimpulannya bahwa hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan pemensiunan pada Perum Bulog Divre Jateng adalah karena perubahan status badan hukum. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara sistematis mengenai fakta-fakta yang ada dengan diikuti teori yang mendukung dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kata Kunci : Prosedur. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah ketentuan dan prosedur permohonan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng? (2) Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan permohonan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng ? Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui bagaimana ketentuan dan prosedur permohonan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. pemensiunan pegawai merupakan hal yang penting. Pensiun Untuk menunjang efektifitas organisasi. Saran : sebaiknya pegawai yang hendak mengajukan permohonan pensiun melengkapi berkas-berkas sesegera mungkin dan diisi dengan benar dan teliti untuk menghindari kesalahan yang mengakibatkan keterlambatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis secara deskriptif. 2007. Keberhasilan pemensiunan sangat ditentukan oleh kematangan ketentuan dan prosedur permohonan pensiun. Prosedur Pensiun Pada Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan permohonan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng.SARI Vemmy Widyo Hartiarini. usia pegawai dan masa kerja pegawai. 73 h.

..1 B.………………………………………………………………….………iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN …………………..... Kecemasan Pensiun E.i PERSETUJUAN PEMBIMBING …………………………………………ii PENGESAHAN KELULUSAN ....... Kegunaan Penelitian …………………………………………4 E.... Pengertian Pensiun …………………………………………7 B.... Perumusan Masalah …………………………………………4 C....…………………. Ketentuan Pensiun …………………………………………12 C..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …….…............. Prosedur Pensiun …………………………………………18 ………………………………………21 …………………………………………25 D.. Sistematika Penulisan ………………………………………..xii BAB I PENDAHULUAN A...............………………………………......... Latar Belakang Masalah …………………………………….…..... Tujuan Penelitian ……………………………………………4 D....iii PERNYATAAN ………………………………………………….....v PRAKATA ………………………………………………………………vi SARI …..... Kendala Pensiun ix ............viii DAFTAR ISI ………………………………………………………………ix DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………….5 BAB II LANDASAN TEORI A......

……………………………….………………………37 d.….29 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Ketentuan Pensiun 2.44 a.54 ………. Tugas dan Tanggung Jawab Masing-masing Bagian 38 2.. Kecemasan Pensiun ……………………………….35 c..…………………. 29 E.31 1.…………………………………………54 ………….. Sumber dan Jenis Data ……………………………………. Lokasi Penelitian …………………………………………...28 D. Hasil Penelitian ……………………………………………. Ketentuan Pensiun …………………………….. Prosedur Pensiun ……………………………….………………31 b.. Sejarah Berdirinya dan Perkembangan Perum Bulog ……………………. Metode Analisis Data ……………………………………..67 x . Prosedur Pensiun 3.. Kecemasan Pensiun ………………………..…………………………59 1.…………..…46 c.. Operasional Konsep ……………………………………. Gambaran Umum Perum Bulog Divre Jateng …………31 a. Pembahasan …. Struktur Organisasi Bulog ... Metode Pengumpuln Data ..53 B.27 C....………………………………….27 B. Deskripsi Penelitian ………………………………….44 b....52 d.BAB III METODE PENELITIAN A.….. Kendala Pensiun . Visi dan Misi Perum Bulog .……………………..

71 ………………………………………………….70 B.68 BAB V PENUTUP A.……………………………………………………..73 xi . Kendala Pensiun……………………………………….4... Simpulan .……………………………………………….72 …….. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN …………………………………………………….

Surat Pengantar Usulan Pensiun 8. Surat Persetujuan Ijin Penelitian dari Perum Bulog Divre Jateng 5.DAFTAR LAMPIRAN 1. Struktur Organisasi Perum Bulog Divre Jateng 6. Daftar Susunan Keluarga 7. Lembar Bimbingan Tugas Akhir 9. Surat Ijin Survey Pendahuluan 2. Pedoman Wawancara xii . Surat Persetujuan Ijin Survey Pendahuluan dari Perum Bulog Divre Jateng 4. Surat Ijin Penelitian 3.

membuka kesempatan promosi jabatan. menepati proses alamiah. Produktifitas pegawai diperlukan untuk meningkatkan efektifitas sumber daya manusia. Salah satu sumber yang telah tersedia dan keberadaannya berpengaruh besar terhadap pencapaian tujuan adalah sumber daya manusia. Hal tersebut didukung oleh pendapat Susilo Martoyo ( 1994 : 200 ) pertimbangan dasar pemensiunan antara lain memelihara efisiensi organisasi. terdapat juga soal ganti rugi. 1 . Memang ada persamaan diantara keduanya. Pemensiunan pegawai tidak seluruhnya sama dengan pemberhentian pegawai.1 BAB I PENDAHULUAN A. meskipun sifatnya lain daripada ganti rugi pada pemberhentian. Ganti rugi pada pemberhentian bersifat sekali saja. Tujuan-tujuan baik individu maupun organisasi. sedang ganti rugi pada pemensiunan. Latar Belakang Masalah Organisasi yang didirikan tentunya memiliki tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuannya untuk dapat memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Salah satu cara untuk memelihara efisiensi organisasi. Pada pemensiunan sebagaimana pemberhentian. adalah dengan melakukan pemensiunan. yaitu pemutusan hubungan kerja karena suatu sebab tertentu. dapat dicapai dengan maksimal dengan mendayagunakan sumber daya yang ada.

yang dapat juga disebut juga sebagai sifat pensiun. sebagai balas jasa terhadap Pegawai Negeri Sipil beserta keluarganya. Sedangkan menurut Tim redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1995 : 748 ) pensiun adalah tidak bekerja lagi karena selesai dinasnya atau uang tunjangan yang diterima tiap-tiap bulan oleh karyawan sesudah ia berhenti bekerja / oleh isteri ( suami ) dan anak-anaknya yang belum dewasa kalau ia meninggal. Keberhasilan pemensiunan sangat ditentukan oleh kematangan ketentuan dan prosedur permohonan pensiun. Dengan adanya ketentuan dan prosedur yang jelas dan matang. Dalam Undang-undang tersebut ditentukan pula 3 ( tiga ) syarat pokok untuk memperoleh hak pensiun pegawai. Dengan demikian salah satu tujuan diadakannya pensiun adalah sebagai jaminan hari tua. Kombinasi batas usia pensiun dan masa kerja di tiap negara bahkan di tiap perusahaan . bahwa pensiun adalah jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap Pegawai Negeri Sipil yang bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada negara. maka peluang terjadinya kesalahan dalam proses pemensiunan dapat diminimalkan. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1969. karena ketentuan merupakan sesuatu yang tentu / ketetapan yang telah pasti.2 lebih tepat disebut jaminan hari tua yang bersifat pembayaran berulangulang. Pemensiunan pegawai merupakan hal yang penting dalam perputaran pegawai untuk menunjang efektifitas organisasi.

dari Lembaga Pemerintah Non Departemen ( LPND ) menjadi Perusahaan Umum ( Perum ). yaitu ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Perusahaan Umum Bulog. antara lain batas usia kerja atau meninggalnya pegawai yang masih aktif bekerja. pengurusan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng menjadi unik. Terlebih lagi setelah terjadinya perubahan status badan hukum tersebut. Karena pegawai Perum Bulog terikat dengan dua ketentuan. Sejak terjadinya perubahan status badan hukum pada tubuh Bulog.3 berbeda satu sama lain. pengurusan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng digolongkan menjadi tiga kategori. Seperti halnya yang dilakukan Perum Bulog Divre Jateng. Pegawai Perum Bulog dapat dikatakan mengurus proses pensiun dalam dua kali kurun waktu. Seluruh pegawai Perum Bulog jika telah memasuki kurun waktu tertentu dalam masa tugas. Pemberhentian kerja dapat disebabkan oleh beberapa hal. yang dalam tiap-tiap kategori mempunyai ketentuan dan prosedur yang berbeda. dengan mengambil judul “PROSEDUR PENSIUN PADA PERUM BULOG DIVISI REGIONAL JAWA TENGAH“ . pastinya akan mengalami pemberhentian kerja atau pensiun yang kemudian akan mendapatkan tunjangan untuk kesejahteraan hari tua. Uraian tersebut melatarbelakangi penulis untuk menganalisis tentang pensiun di Perum Bulog Divre Jateng.

4 B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian dengan melakukan perumusan masalah sebagai berikut : 1. Kegunaan Penelitian 1. D. Praktis a. 2. Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan permohonan pensiun pada Perum Bulog Divis Regional Jawa Tengah. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan permohonan pensiun pada Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah. 2. maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bagaimana ketentuan dan prosedur permohonan pensiun pada Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah. Tujuan Penelitian Berdasarkan judul yang diambil penulis. Bagi lembaga akademik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan pemahaman penulis dibidang manajemen sumber daya manusia . Bagaimana ketentuan dan prosedur permohonan pensiun pada Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah. C.

c. Abstrak. Adapun sistematika dalam penyusunan tugas akhir adalah sebagai berikut: Bagian awal Tugas Akhir : Judul Tugas Akhir. Kata pengantar. Untuk memberikan informasi sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam bidang manajemen sumber daya manusia bagi Perum Bulog Divre Jateng mengenai pensiun di lingkungannya. Halaman Pengesahan. Teoritis a. b.5 khususnya mengenai pensiun pegawai dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Daftar isi. Bagi penulis untuk memberikan masukan di bidang manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan masalah pensiun. . Lampiran. E. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tugas akhir ini menggambarkan penyusunan laporan tugas akhir secara garis besar yang dapat memudahkan pemikiran dalam memahami secara keseluruhan tentang isi dari tugas akhir ini. Motto dan Persembahan. 2. Mengkaji tentang pensiun. b. Sebagai bahan pemahaman teori yang diperoleh penulis selama di bangku kuliah ke dalam dunia kerja yang nyata.

Metode analisis data. Metode pengumpulan data. Bab II LANDASAN TEORI berisi : Pengertian Pensiun. Sistematika penulisan.6 Bagian isi Tugas Akhir terdiri dari 5 Bab yaitu : Bab I PENDAHULUAN berisi : Latar belakang masalah. Perumusan masalah. Bab IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN berisi : Hasil penelitian dan Pembahasan Bab V PENUTUP berisi : Kesimpulan dan Saran Bagian akhir berisi : Daftar pustaka dan Lampiran. . Kecemasan Pensiun. Sumber dan jenis data. Bab III METODE PENELITIAN berisi : Lokasi penelitian. Ketentuan Pensiun. Tujuan penelitian. Operasional konsep. Prosedur Pensiun. Kendala Pensiun. Manfaat penelitian.

Siagian (2001:175) yang dimaksud dengan pemutusan hubungan kerja ialah apabila ikatan formal antara organisasi selaku pemakai tenaga kerja dan karyawannya terputus. dan atau meninggal dunia. Demikian pula apabila seorang pegawai ingin berhenti sebagai pegawai negeri. Permintaan sendiri Apabila seorang pegawai ingin mempergunakan pensiunnya. P. enam bulan sebelum saat pemberhentian yang diinginkan. Pengertian Pensiun Menurut Malayu S. dengan memperhatikan tenggang waktu sekurang-kurangnya sebulan penuh. Menurut Susilo Martoyo (1994:197-198) seorang pegawai negeri dapat diberhentikan sebagai pegawai negeri karena sebab-sebab antara lain sebagai berikut : 1.7 BAB II LANDASAN TEORI A. peraturan. pensiun. Menurut Sondang P. Hasibuan (2001 : 181) pemberhentian ( separation ) adalah putusnya hubungan kerja seorang karyawan dengan suatu perusahaan. pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan perusahaan. dapat saja pegawai yang bersangkutan mengajukan permohonan berhenti. 7 . keinginan karyawan.

c. Keputusan pengadilan Atas dasar keputusan pengadilan karena pelanggaran jabatan dan semacamnya. Melalaikan kewajiban atau melanggar kode etik jabatan b. d. e. Melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pegawai negeri yang bermatabat. seorang pegawai negeri dapat diberhentikan paling sedikit untuk selama dua tahun atau bahkan lebih sampai seumur hidup. Menjalankan pekerjaan di samping jabatannya tanpa izin atasan yang berwenang.8 2. Akibat penyelewengan Suatu penyelewengan baik politik maupun ekonomi dapat berakibat pemberhentian pegawai negeri yang bersangkutan. 3. . 5. Hukuman jabatan Hukuman jabatan dapat diakibatkan oleh : a. Mengabaikan sesuatu hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang pegawai negeri. Kondisi mental dan fisik Pegawai yang sakit kemudian sudah diberi istirahat sakit dalam jangka waktu yang cukup tetapi masih sakit-sakitan. dapat diberhentikan dari pegawai negeri dengan berdasar pada ketentuan penilaian kesehatan yang sah. Melanggar sesuatu ketentuan-ketentuan Undang-undang 4.

Ketidakcakapan melaksanakan tugas Diperuntukkan melaksanakan tugas. Perubahan susunan kantor Mereka yang diberhentikan karena perubahan organisasi.9 6. Lalai melaksanakan ketentuan-ketentuan penting Dapat diberhentikan apabila melakukan perbuatan tercela. pegawai negeri yang sengaja meninggalkan jabatannya selama lima tahun berturut-turut dapat diberhentikan dengan hormat. 9. melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kepentingan organisasi. sudah barang tentu diperhitungkan imbalannya. Rasionalisasi pegawai Yang dituju dari rasionalisasi pegawai adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan personil. Meninggalkan jabatan Setelah diadakan pengamatan yang cermat. pelanggaran moral. justru untuk memberikan peremajaan yang sehat. 10. bagi pegawai negeri yang tidak taat . 7. 8. Mencapai usia pensiun Biasanya normal. bahwa mencapai usia pensiun diberhentikan. 11. sesuai aturan yang berlaku.

hal ini memberikan kesempatan kepada pegawai lain untuk dapat mengisi posisi yang ditinggalkan dan memberikan masukan bagi perusahaan. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1969. dengan dilakukannya pensiun maka akan ada jabatan kosong yang harus diisi.10 Pensiun merupakan suatu bagian dari perputaran pegawai. tetapi tetap mendapatkan uang tunjangan yang diterima setiap bulan. Alasan utama perusahaan membantu perencanaan pensiun bagi pegawai adalah : . Berdasarkan definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pensiun adalah suatu keadaan dimana pegawai tidak bekerja lagi pada perusahaan karena dinasnya telah selesai atau karena sebab lain. Sedangkan menurut Tim redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:748) pensiun adalah tidak bekerja lagi karena selesai dinasnya atau uang tunjangan yang diterima tiap-tiap bulan oleh karyawan sesudah ia berhenti bekerja / oleh isteri (suami) dan anak-anaknya yang belum dewasa kalau ia meninggal. sebagai balas jasa terhadap Pegawai Negeri Sipil beserta keluarganya. bahwa pensiun adalah jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap Pegawai Negeri Sipil yang bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada Negara. Dengan demikian salah satu tujuan diadakannya pensiun adalah sebagai jaminan hari tua.

kecelakaan dan lain-lain. Efisiensi rencana pensiun Rencana pensiun menyangkut variasi penggunaannya. 4. 2.11 1. Menghadapi standar kompetisi dan ketentuan hukum Hanyalah perusahaan yang dapat memenuhi standar recana pensiun yang ada di pasar nasional yang dapat menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas. perusahaan perlu pula merencanakan dana yang sesuai dan spesifik penggunaannya dan dengan demikian memilih rencana yang tepat dari segi biaya. seperti kematian. 3. Mempertahankan pegawai Perencanaan pensiun yang baik meningkatkan citra perusahaan dalam usaha menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas. Tujuan lain Tujuan lain dari penyelenggaraan dana pensiun perusahaan antara lain : . di samping umur pensiun. 5. tiba-tiba lemah fisik. Menghadapi berbagai kemungkinan tersebut. Pertimbangan biaya dan pajak Pemerintah umumnya memberikan keringanan pajak pada penyelenggaraan dana pensiun pegawai.

Kemudahan administratif. tetapi juga karena diminta. tetapi menyerahkan sepenuhnya pada lembaga profesional. Memenuhi kewajiban sosial perusahaan b. Menurut Susilo Martoyo (1994:200). c. Menurut Susilo Martoyo (1994 : 199) suatu pemensiunan dapat dilaksanakan secara alamiah.12 a. Ketentuan Pensiun Pemensiunan pegawai berarti juga pemberhentian pegawai negeri namun dengan hak pensiun. . Meningkatkan dorongan kerja karyawan. (Amin Widjaja Tunggal. Memelihara efisiensi organisasi Program pemensiunan merupakan salah satu langkah yang penting dan tidak merugikan anggota yang bersangkutan dalam rangka memelihara dan meningkatkan efisiensi organisasi. 1996:32-34) B. Pegawai yang telah pensiun selanjutnya disebut pensiunan. Hal ini berlaku apabila perusahaan itu tidak mengatur sendiri pensiun pegawainya. ada 3 hal dasar pertimbangan dasar pemensiunan : 1. artinya normal karena usia pensiun telah dicapai. Keamanan dan kesejahteraan jangka panjang akan meningkatkan produktivitas mereka.

13

2. Membuka kesempatan promosi jabatan Dengan adanya program pemensiunan, dapat lebih matang direncanakan program promosi bagi tenaga-tenaga potensial untuk menduduki tempat-tempat yang ditinggalkan karena program

pemensiunan tersebut. 3. Menepati proses alamiah Secara alamiah usia pegawai makin lama makin lanjut, namun daya kemampuan fisik dan mental rokhani semakin menurun. Menurut Miftah Thoha (2005:79-80), Pegawai Negeri yang mendapat hak pensiun adalah : 1. Pegawai Negeri yang diberhentikan dengan hormat berhak menerima pensiun jika pada saat pemberhentiannya : a. Telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 tahun dan mempunyai masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20 tahun. b. Oleh badan / pejabat yang ditunjuk oleh Depkes berdasarkan peraturan tentang pengujian kesehatan Pegawai Negeri, dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasmani atau rokhani yang disebabkan oleh dan karena ia menjalankan kewajiban jabatannya di atas. c. Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya empat tahun dan oleh pejabat / badan yang ditunjuk Depkes berdasarkan peraturan tentang pengujian kesehatan Pegawai Negeri, dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasmani atau rokhani

14

yang tidak disebabkan oleh dan karena ia menjalankan kewajiban jabatannya. 2. Pegawai Negeri yang diberhentikan atau dibebaskan dari pekerjaannya karena penghapusan jabatan, perubahan dalam susunan pegawai, penertiban aparatur negara atau karena alasan-alasan dinas lainnya dan kemudian tidak dipekerjakan lagi sebagai Pegawai Negeri, berhak menerima pensiun pegawai apabla ia diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri dan pada saat pemberhentiannya sebagai Pegawai Negeri itu telah berusia sekurang-kurangnya 50 tahun dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 10 tahun. 3. Pegawai Negeri yang setelah menjalankan suatu tugas negara tidak dipekerjakan kembali sebagai Pegawai Negeri, berhak menerima pensiun pegawai apabila ia diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri itu telah berusia sekurang-kurangnya 50 tahun dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 10 tahun. Jika Pegawai Negeri pada butir (b) dan (c) yang saat pemberhentiannya belum mencapai usia 50 tahun, maka pemberian pensiun kepadanya ditetapkan pada saat ia mencapai usia 50 tahun.

15

Menurut Miftah Thoha (2005:80), masa kerja yang dihitung untuk menetapkan hak dan besarnya pensiun (selanjutnya disebut masa kerja untuk pensiun) adalah : 1. Masa kerja sebagai Pegawai Negeri 2. Waktu bekerja sebagai tenaga bulanan / harian dengan menerima penghasilan dari anggaran negara, anggaran perusahaan negara, dan bank negara 3. Masa selama menjalankan kewajiban berbakti sebagai pelajar dalam Pemerintah Republik Indonesia pada masa perjuangan fisik. 4. Masa berjuang sebagai Veteran Pembela Kemerdekaan 5. Masa berjuang sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan 6. Masa kerja sebagai pegawai pada sekolah swasta bersubsidi 7. Waktu menjalankan suatu kewajiban negara dalam kedudukan lain daripada sebagai Pegawai Negeri, dihitung penuh apabila yang bersangkutan pada saat pemberhentiannya sebagai Pegawai Negeri telah bekerja sebagai Pegawai Negeri sekurang-kurangnya selama 5 tahun 8. Dalam perhitungan masa kerja, pecahan bulan dibulatkan ke atas menjadi sebulan penuh Menurut Sondang P Siagian ( 2001 : 176-177 ), batas usia pensiun dapat berbeda dari satu organsasi ke organisasi lain. Berbagai faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan batas usia pensiun tersebut adalah : 1. Jenis pekerjaan 2. Kondisi kesehatan masyarakat pada umumnya

16

3. Situasi perekonomian, baik secara mikro maupun makro 4. Harapan hidup 5. Situasi ketenagakerjaan Usia Pegawai Negeri Sipil untuk penetapan hak atas pensiun ditentukan atas dasar tanggal kelahiran yang disebutkan pada pengangkatan pertama sebagai Pegawai Negeri Sipil menurut bukti-bukti yang sah (Miftah Thoha,2005:47) Apabila Pegawai Negeri Sipil atau penerima pensiun pegawai meninggal dunia, maka istrinya untuk Pegawai Negeri Sipil Pria atau suaminya untuk Pegawai Negeri Sipil wanita, yang sebelumnya telah terdaftar pada Badan Administrasi Kepegawaian Negara, berhak menerima pensiun janda atau pensiun duda. Apabila Pegawai Negeri Sipil atau penerima pensiun pegawai meninggal dunia, sedangkan ia tidak memiliki isteri / suami lagi yang berhak untuk menerima pensiun janda / duda maka : 1. Pensiun janda diberikan kepada anak / anak-anaknya, apabila hanya terdapat satu golongan untuk yang seayah-seibu 2. Satu bagian pensiun janda diberikan kepada masing-masing golongan anak seayah-seibu 3. Pensiun duda diberikan kepada anak Anak yang berhak menerima pensiun janda atau bagian pensiun janda ialah anak yang pada waktu pegawai atau penerima pensiun pegawai meninggal dunia :

Janda / duda yang bersangkutan meninggal dunia 2.17 1. . Jika penerima pensiun pegawai tidak seizin pemerintah menjadi anggota tentara atau pegawai negeri suatu negara asing. Pemberian pensiun janda / duda atau bagian pensiun janda berakhir pada akhir bulan : 1. Anak-anak pegawai atau penerima pensiun pegawai dari perkawinannya dengan istri suami yang didaftar sebagai yang berhak menerima pensiun janda / duda. Tidak lagi terdapat anak yang memenuhi syarat-syarat untuk menerimanya Hak untuk menerima pensiun pegawai atau pensiun janda / duda hapus : 1. Belum mencapai usia 25 tahun 2. 2. Tidak mempunyai penghasilan sendiri 3. Jika penerima pensiun pegawai / pensiun janda / duda / bagian pensiun janda menurut keputusan pejabat / badan negara yang berwenang dinyatakan salah melakukan tindakan atau terlibat dalam suatu gerakan yang bertentangan dengan kesetiaan terhadap negara dan haluan negara yang berdasarkan Pancasila. Belum nikah atau belum pernah nikah Anak yang dapat didaftarkan sebagai anak yang berhak menerima pensiun janda / duda atau bagian pensiun janda adalah : 1. 2. Anak-anak pegawai wanita atau penerima pensiun pegawai wanita.

18 3. Pensiun pegawai yang berhak diterima diberikan mulai bulan berikutnya Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pembayaran pensiun pegawai dihentikan dan surat keputusan tentang pemberian pensiun pegawai. memperoleh pensiun. mengisi Data Perorangan Calon Penerima Pensiun (DPCP) dengan disertai : 1. Salinan sah dari surat keputusan tentang pemberhentian ia sebagai Pegawai Negeri Sipil. . (2005:48) untuk memperoleh pensiun pegawai. Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan mengajukan surat permintaan kepada pejabat yang berwenang. Hak pensiun pegawai berakhir pada penghabisan bulan pertama pensiun pegawai yang bersangkutan meninggal dunia. tidak benar dan bekas Pegawai Negeri Sipil atau janda / duda / anak yang bersangkutan sebenarnya tidak berhak diberikan pensiun. 2005:48-49) C. Jika ternyata bahwa keterangan-keterangan yang diajukan sebagai bahan untuk penetapan pemberian pensiun pegawai / pensiun janda / duda / bagian pensiun janda. apabila penerima pensiun pegawai diangkat kembali menjadi Pegawai Negeri Sipil atau diangkat kembali dalam suatu jabatan negeri dengan hak untuk kemudian setelah diberhentikan lagi. (Miftah Thoha. Prosedur Pensiun Menurut Miftah Thoha.

Pas foto 6. Salinan surat nikah yang disahkan oleh yang berwajib. telah diserahkan pada yang berwajib. Untuk memperoleh pensiun janda / duda yang bersangkutan mengajukan surat permintaan kepada pejabat yang berwenang dengan disertai : 1. dan alamat mereka yang berkepentingan. tanggal kelahiran dan alamat (suami-istri) suami dan anakanaknya. . 3. Surat keterangan kematian salinannya yang disahkan oleh yang berwajib. baik yang asli maupun turunan atau kutipan. 3. Daftar susunan keluarga yang disahkan oleh berwajib yang memuat nama. dan barang-barang lainnya milik negara yang ada padanya. tanggal kelahiran. 5. 4. 2. Daftar riwayat pekerjaan yang disusun / disahkan oleh pejabat / Badan Negara yang berwenang untuk memberhentikan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan. Daftar susunan keluarga yang disahkan oleh yang berwajib yang memuat nama. Surat keterangan belum pernah dijatuhi Hukuman disiplin sedang / berat dalam satu tahu terakhir untuk bahan pertimbangan usul KP Pengabdian. Surat keterangan dari Pegawai Negeri Sipil yang berkepentingan yang menyatakan bahwa semua surat-surat.19 2.

(Miftah Thoha:2005:51) Pemberian pensiun janda / duda atau bagian pensiun janda kepada anak. dilakukan atas permintaan dari atau atas nama anak yang berhak menerimanya. Surat keputusan yang menetapkan pangkat dan gaji terakhir pegawai yang meninggal dunia.5 persen dari dasar pensiun untuk tiap-tiap tahun masa kerja. Surat keterangan kematian salinannya yang disahkan oleh yang berwajib. Permintaan itu harus disertai : 1. Salinan surat kelahiran anak atau daftar susunan keluarga yang disahkan oleh yang berwajib yang memuat nama. Surat keputusan yang menetapkan pangkat dan gaji pokok terakhir pegawai atau penerima pensiun pegawai yang meninggal dunia. Menurut Keppres Nomor 8 Tahun 1977 untuk membiayai usaha kesejahteraan terutama program pensiun.20 4. Besarnya pensiun pegawai sebulan adalah 2. (Miftah Thoha:2005:52) 4.75 persen dari penghasilan sebulan. setiap PNS dipungut iuran sebesar 4. Surat keterangan dari yang berwajib yang menerangkan bahwa anak itu tidak pernah kawin dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. 2. . dan alamat mereka yang berkepentingan. 3. tanggal kelahiran.

karena adanya inflasi yang cukup tinggi sehingga sangat berpengaruh terhadap daya beli atas uang yang bersangkutan. uang pensiun dirasa tidak mencukupi kebutuhan hidup yang layak 2. Di negara-negara yang sedang berkembang pada umumnya situasi dan keuangan moneter tidaklah stabil. setelah berjalan beberapa bulan ternyata gaji itu tidak dapat lagi mempunyai daya beli sama dengan waktu ditetapkannya karena adanya kenaikan harga pada beberapa jenis . dalam hubungan dengan kebutuhan hidup orang yang bersangkutan beserta keluarga yang menjadi tanggungannya. meskipun pada mulanya didasarkan atas kebutuhan fisik minimum pegawai.21 D. Oleh karena itu maka peraturan penggajian yang ada. Kecemasan Pensiun Pemberian uang pensiun dimaksudkan untuk sebagai penghargaan atas jasa pegawai yang telah diberikan kepada organisasi dalam waktu yang cukup dan juga sebagai salah satu bentuk jaminan hari tua pegawai yang bersangkutan. pensiun merupakan perubahan mental yang cukup besar Penjelasannya adalah sebagai berikut : 1. Namun demikian masih sering dirasakan bahwa masa pensiun adalah masa yang dicemaskan oleh banyak pegawai karena berbagai faktor antara lain : 1. Faktor finansial Yang dimaksud faktor finansial disini ialah besarnya uang pensiun yang diterima oleh seseorang.

Namun golongan terakhir ini jumlahnya sangat kecil dibanding dengan golongan pertama. masih belum dapat memenuhi kebutuhan hidup. dan masalah ini merupakan masalah umum di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Tetapi masalahnya adalah bahwa penerimaan pensiun jauh dari mencukupi kebutuhan. Seperti diketahui bahwa besarnya pokok pensiun maksimum adalah 75 persen dari gaji pokok terakhir pegawai yang bersangkutan. Akibatnya gaji yang diterima oleh pegawai tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kalau dengan gaji pokok terakhir ditambah dengan tunjangantunjangan. Untuk mengatasi hal itu banyak para pensiunan terpaksa bekerja kembali di tempat lain.22 barang atau jasa. dengan penerimaan uang pensiun sebesar 75 persen gaji pokok terakhir ditambah dengan tunjangan-tunjangan. Hal inilah yang menimbulkan kecemasan bagi pegawai yang menghadapi masa pensiun. . kebanyakan di lingkungan swasta atau menjadi wiraswasta dengan motif memperoleh tambahan penghasilan di luar pensiun agar dapat mencukupi kebutuhn hidupnya. jelas makin jauh dari kebutuhannya. Memang ada juga yang bekerja dengan motif pengabdian terutama di bidang sosial yang semata-mata untuk amal. padahal kebutuhan selalu cenderung naik karena pengaruh kenaikan harga barang dan jasa. maka pada saat pensiun. Memang dari segi apapun adanya perbedaan penerimaan akibat perbedaan status adalah wajar.

Makin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi. Seperti telah dimaklumi bersama bahwa kedudukan sebagai pegawai akan membawa berbagai kewenangan dan kekuasaan yang tidak dimiliki oleh rakyat biasa. Kalau dahulu dapat memerintah bawahan. yaitu dari mental pegawai ke mental rakyat biasa.23 2. Hal ini membawa sikap mental yang berbeda dengan orang lain yang bukan pegawai dan tidak memiliki kewenangan dan kekuasaan. Perubahan ke status pensiun akan mengubah sama sekali keadaan : a. Yang dahulunya memiliki kewenangan dan kuasa. yaitu bekerja secara teratur di kator. b. bahkan rakyat pada umumya sekarang tidak. berpisah dengan teman yang sudah akrab. Kalau dahulu dalam berbagai keperluan. bahkan dalam keperluan pribadi selalu dapat dilayani oleh bawahannya. sekarang semua itu lepas sama sekali. atau oleh unit lain yang ada kaitannya. Menjalani masa pensiun hakikatnya adalah perubahan mental. Justru dapat terjadi sebaliknya. keperluan terhadap instansi tempat . c. merupakan suatu perjuangan mental yang cukup berat bagi seseorang. makin besar dan tinggi pula kewenangan dan kekuasaan yang dipercayakan kepadanya. Faktor mental Mengubah atau meninggalkan kebiasaan yang telah berpuluh tahun dilakukan. sekarang hal yang demikian tidak mungkin lagi.

Untuk mengatasi kemungkinan timbulnya sindrome pada seseorang. kemudian menderita semacam penyakit jiwa yang biasa disebut : post power syndrome.24 kerja dahulu. Mungkin istilah sindrome ini identik dengan istilah stress ( tekanan ) dibidang psikologis. harus dilalui dengan kesabaran dan ketaatan terhadap peraturan yang ada dalam instansi tersebut. ada yang tidak tahan. S Moenir (1987:216). Maslow dalam A. sekarang tidak. terutama bagi bekas pejabat tinggi. baik di kator maupun di rumah. H. Dengan dasar pengertian di atas maka post power syndrome dapat diartikan suatu bentuk kelainan (kekecewaan) jika sebagai akibat kehilangan kekuasaan.” Jadi maksudnya ialah bahwa sindrome itu adalah bentuk kelainan jiwa pada seseorang yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor adalah kehilangan kedudukan. jauh sebelum tibanya masa pensiun seorang . Dahulu selalu dicari oleh orang. kekuasaan atau sesuatu yang menyertai seseorang pada keadaan semula. sebagai berikut :”Sindrome lebih lanjut dapat diartikan suatu bentuk keanekaragaman atau kelainan yang terhimpun pada umumnya bersifat kejiwaan. Menghadapi perubahan mental yang berat ini. e. d. Dahulu ditakuti dan disegani oleh orang karena memiliki kekuasaan. sekarang tidak. kewenangan. Istilah sindrome ini dikemukakan oleh A.

selalu formal. harus disadari bahwa terdapat berbagai kendala. Banyak pegawai pensiunan yang sesungguhnya merasa masih mampu bekerja. S . 1987:216-219) E. Pernah terjadi keterlambatan dalam penerbitan SK pensiun dan pencairan dana pensiun pegawai. tetapi harus pensiun karena peraturan menetapkan demikian. Kendala tersebut antara lain : 1. Baik dari yang bersangkutan maupun petugas. sudah harus mulai dikurangi. . 4. 3. dan melatih diri dengan kebiasaan rakyat banyak. KENDALA PENSIUN Kiranya perlu ditekankan terlebih dahulu bahwa dalam menjalankan tugasnya mengurus proses pensiun.(A. menuju sikap demokratik dan simpatik. 2.25 pegawai harus sudah memulai mengubah sedikit demi sedikit sikap otoriter. Frekuensi komunikasi dengan pegawai yang sudah pensiun sangat rendah. Kebiasaan-kebiasaan yang kiranya tidak akan ditemui lagi dalam masa pensiun. kaku dalam pergaulan. sikap sosial dan menghormati sesamanya. Hanya dengan persiapan dan latihan demikianlah seseorang dapat terhindar dari sindrome yang dapat menyiksa secara batiniah. sikap kemasyarakatan. Tidak ada persiapan khusus yang diberikan kepada pegawai yang mau pensiun. Moenir.

9. 8. Perpanjangan pensiun hanya untuk pegawai yang mempunyai jabatan eselon. Ada pelatihan-pelatihan keterampilan untuk pegawai yang akan pensiun. Tidak ada perhatian setelah pensiun. 2005:93) .26 5. (Miftah Thoha. Adanya pengakuan terhadap kecilnya uang pensiun. 6. dan pensiun belum menjadi standar pertimbangan untuk rekruitmen. akan tetapi tidak didukung permodalan. Pegawai yang sudah pensiun biasa mengeluh mengenai tingkat kesejahteran yang semakin buruk dan semakin minder serta bingung terhadap apa yang harus dilakukan sehari-harinya. 7.

27 BAB III METODE PENELITIAN A. 2005:55) 27 . yaitu seksi Sumber Daya Manusia ( SDM ) dan Hukum pada Perum Bulog Divre Jateng Semarang. Sumber data Sumber data diperoleh dari bagian yang menangani pensiun. Keberadaan dan kebenaran data yang diperoleh sangat membantu penulis dalam kelancaran penelitian ini. diamati dan dicatat pertama kalinya (Marzuki. 2002 : 15 ). Data primer Adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Jalan Menteri Supeno I / 1. yang berarti bahwa data itu adalah sesuatu yang diketahui atau dianggap. Semarang. Kode pos 50241. data adalah things know or assumed. Jenis data a. B. Sumber dan Jenis Data Menurut Webster’s New World Dictionary. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini bertempat di Perum Bulog Divre Jateng. Telepon 8412290. 2. ( Johanes Supranto. Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.

Dalam hal ini penulis bertanya kepada pegawai yang terlibat dengan permohonan pensiun. (Marzuki. Data sekunder yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah mengenai gambaran umum Perum Bulog Divre Jateng Semarang. 2.28 b. dan lainnya. Metode Wawancara Wawancara merupakan cara pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Marzuki. majalah. C. 2002:62). Metode ini penulis lakukan dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan pensiun. Studi pustaka Adalah cara pengumpulan data dengan cara mencari informasi melalui buku-buku. literatur. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. majalah. . 2002:56). koran. Data sekunder Adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti. keterangan-keterangan atau publikasi lainnya. Misalnya biro statistik.

Metode analisis deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan atau menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang. 2002:9) Penulis menggunakan metode deskriptif dimaksudkan agar memperoleh gambaran dan data secara sistematis tentang berbagai hal yang berkaitan erat dengan tinjauan tentang pensiun pada Perum Bulog Divre . Metode Analisis Data Dalam penelitian ini digunakan metode analisis data secara deskriptif. E. khususnya pada bidang personalia mengenai pensiun pegawai Perum Bulog Divre Jateng Semarang. Adapun operasional konsep dirumuskan sebagai berikut : 1. Metode observasi Adalah cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki (Marzuki. Operasional konsep Dalam penelitian ini penulis akan mengkaji masalah sumber daya manusia. 2002:58).29 3. (Suharsimi Arikunto. D. Metode ini penulis lakukan dengan cara meninjau langsung Perum Bulog Divre Jateng. Ketentuan dan prosedur pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng. Kendala-kendala yang dihadapi dalam permohonan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng. 2.

faktual dan akurat serta dapat bertanggung jawab atas kebenarannya.30 Jateng Semarang sehingga penulis dapat mengolah dan menyajikan data yang sistematis. .

dan menyediakan bahan makanan. dan pengolahannya.31 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Berdasarkan Peraturan Presiden No.3 Th 1964 dibentuk Dewan Bahan Makanan (DBM). dibentuklah Badan Pelaksanaan Urusan Pangan (BPUP) yang bertujuan mengurus bahan pangan. namun peranannya tidak 31 . sedangkan pelaksanaan pembelian padi dilakukan oleh Yayasan Badan Pembelian Padi (YBPP). Memasuki era orde baru. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Perum Bulog Divre Jateng a. di bawah Kementrian Perekonomian diubah menjadi Yayasan Urusan Bahan Makanan (YUBM). menyimpan dan menyalurkannya menurut ketentuan dari DBM. menjual. berdiri VMF yang bertugas membeli. penanganan pengendalian operasional bahan pokok kebutuhan hidup dilaksanakan oleh Komando Logistik Nasional (kolognas). Dalam masa Jepang VMF dibekukan dan muncul Nanyo Kohatsu Kaisa. sejalan dengan itu. Pada masa peralihan sesudah kemerdekaan RI. pengangkutan. Pada saat zaman Belanda. Sejarah Berdirinya dan Perkembangan Perum Bulog Kehadiran lembaga pangan telah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan.

sesuai dengan keputusan presiden nomor 114/U/KEP/1967. Agar dapat berperan sebagai alat perekonomian negara yang efisien dan akuntabel yang mampu memperkuat perekonomian nasional.32 berjalan lama. dimana seluruh modalnya dimiliki oleh negara yang berupa kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham. Perusahaan ini adalah perusahaan milik negara yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok dan usaha-usaha lain. serta bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Perusahaan Umum (PERUM) BULOG adalah Badan Usaha Milik Negara sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 9 tahun 1969. perusahaan melakukan usaha berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam peraturan pemerintah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. antara lain : . Untuk pertama kalinya Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) BULOG didirikan. karena tanggal 10 Mei 1967 dibubarkan dan dibentuk Badan Urusan Logistik. maka badan urusan logistik (BULOG) harus memiliki kemandirian di dalam bidang usahanya. Perubahan Bulog menjadi Perum didasari oleh beberapa hal.

c. mengingat semakin terbatasnya dana . Pemilihan Perum sebagai bentuk badan hukum adalah untuk menjalankan dua fungsi bersamaan. Berlakunya beberapa UU baru. yaitu fungsi publik dan komersial. b. Masyarakat luas menghendaki agar Bulog terbebas dari unsur KKN dan partai politik tertentu. serta penghapusan monopoli impor. d. Perubahan ekonomi global yang mengarah pada liberalisasi pasar. maka melalui keputusan presiden (kepres) nomor 3 tahun 2002 perusahaan ini dibubarkan dengan ketentuan segala hak dan kewajiban. Dengan kondisi ini gerak lembaga Bulog akan lebih fleksibel dan hasil dari aktivitas usahanya sebagian dapat digunakan untuk mendukung tugas publik. Dengan menimbang bahwa BULOG telah memiliki kemampuan yang memadai untuk dapat memperoleh kemandirian. Perubahan kebijakan pangan pemerintah dan pemangkasan tugas dan fungsi Bulog sehingga hanya diperbolehkan menangani komoditas beras. tentang larangan praktik monopoli dan pembatasan wewenang pemerintah pusat serta dihapusnya instansi vertikal. kekayaan serta pegawai LPND BULOG beralih kepada Perusahaan Umum (Perum).33 a. otonomi dan tanggung jawab lebih besar dalam mengelola usaha logistik pangan pokok secara nasional baik yang bersifat pelayanan masyarakat maupun bersifat komersial.

Karena dipandang perlu menetapkan status hukum Bulog. Sejak tanggal 20 Januari 2003 LPND Bulog secara resmi berubah menjadi Perum Bulog berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No 7 Tahun 2003 yang kemudian direvisi menjadi PP RI No. 61 Tahun 2003.34 pemerintah di masa mendatang. Di samping itu. Maksud didirikannya Perusahaan adalah : 1) Untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. Bulog diharapkan dapat memberikan kontribusi operasionalnya kepada masyarakat sebagai salah satu pelaku ekonomi dengan melaksanakan fungsi usaha yang tidak bertentangan dengan hukum dan kaidah transparasi. maka untuk wilayah Jawa Tengah perusahaan yang bernama Dolog Jateng kemudian berubah nama menjadi Perusahaan Umum Badan Logistik Divisi Regional Jawa Tengah (PERUM BULOG DIVRE JATENG) yang berlokasi di Jalan Menteri Supeno I / 1 Semarang. Peluncuran Perum Bulog ini dilakukan di Gedung Arsip Nasional Jakarta pada tanggal 10 Mei 2003. Sifat perusahaan ini adalah menyediakan pelayanan untuk umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. .

b. kualitas pelayanan. 2) Misi Perum Bulog a) Menyelenggarakan tugas pelayanan publik untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan kebijakan pangan nasional. tingkat efisiensi maupun efektivitas yang tinggi bila dibandingkan dengan institusi lainnya. . pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu. khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah dalam ketahanan pangan. Visi dan Misi Perum Bulog 1) Visi Perum Bulog “Menjadi lembaga pangan yang handal untuk memantapkan ketahanan pangan” Artinya dengan visi tersebut Perum Bulog harus memiliki keunggulan daya saing.35 2) Dalam hal tertentu melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok. baik dari segi kualitas komoditas. b) Menyelenggarakan kegiatan ekonomi di bidang pangan secara berkelanjutan yang memberikan manfaat kepada perekonomian nasional.

d) Menjalankan usaha dalam bidang produksi. untuk mendukung pembiayaan kegiatan dalam rangka mencapai maksud dan tujuan perusahaan dapat dilakukan dengan : a) Kerjasama usaha atau patungan (Join Venture) dengan Badan Usaha lain b) Membentuk anak perusahaan c) Melakukan penyertaan modal . Dengan persetujuan Menteri Keuangan. efisiensi dan kemampuan menghasilkan laba. pemasaran dan jasa dibidang komoditi pangan guna mendukung program pengembangan hasil pertanian khususnya pangan dan bidang lainnya dengan upaya memaksimalkan produktivitas. Sedangkan tujuan dari perusahaan ini adalah turut serta membangun ekonomi nasional khususnya dalam rangka pelaksanaan program pembangunan nasional di bidang pangan untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut perusahaan menyelenggarakan kegiatan usaha logistik pangan pokok serta usaha lainnya yang dapat menunjang tercapainya maksud dan tujuan perusahaan.36 c) Menyelenggarakan kegiatan ekonomi dibidang pangan dan usaha lain secara berkelanjutan dan bermanfaat kepada stakeholders.

37 c. yaitu dengan cara membatasi wewenang dan tanggung jawab serta sistematis. Struktur Organisasi Bulog Struktur organisasi diperlukan untuk mempertegas pembagian tugas dan wewenang yang menjadikan tanggung jawab dari setiap orang yang terlibat di dalamnya. Tujuan utama pembentukan organisasi adalah untuk mempermudah pekerjaan atau pelaksanaan tugas. sebaliknya pihak bawahan tahu benar dan mengerti kepada siapa harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya. Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu diperlukan suatu wadah agar terdapat kesamaan tujuan serta arah yang dikehendaki. sehingga kerjasama memperoleh hasil kerja yang optimal. tetapi dengan pendelegasian tugas dan wewenang serta tanggung jawab kepada bawahan merupakan suatu hal yang sangat penting. Sehingga seseorang yang memegang jabatan atasan tidak bertindak sewenang-wenang. dimana ruang lingkup kegiatannya luas. Untuk . Wadah yang dimaksud adalah organisasi. Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. kemampuan pimpinan untuk mengawasi dan mengendalikan semua aktivitas tidak dilakukan sendiri. Dalam perusahaan yang telah berkembang. Organisasi dalam arti bagan adalah struktur dalam gambar secara sistematis tentang hubungan dalam mencapai tujuan.

5) Pelaksanaan pembinaan hubungan kemitraan dengan instansi pemerintah dan badan usaha lain di wilayah kerjanya. Kep 01 / Dirut / 05 / 2003 tentang organisasi dan tata kerja Perum Bulog. Tugas dan Tanggung Jawab Masing-masing Bagian Divre mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Perum Bulog di wilayah kerjanya. komersial. Divre mempunyai tugas : 1) Pelaksanaan kegiatan di bidang pelayanan publik 2) Pelaksanaan tugas kegiatan komersil 3) Pengelolaan kegiatan di bidang administrasi dan keuangan 4) Pengelolaan sumber daya bagi terlaksananya tugas Divre secara berdaya guna dan berhasil guna. maka susunan Perum Bulog Divre Jateng terdiri dari : 1) Kepala Kepala mempunyai tugas : a) Memimpin Divre sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku b) Membina sumber daya Perum Bulog di lingkungan Divre c) Melaksanakan kebijakan teknis di bidang pelayanan publik.38 memenuhi kebutuhan tersebut perlu dibentuk adanya struktur organisasi yang tepat dan sesuai dengan perusahaan. d. Berdasarkan keputusan Direksi Perum Bulog No. administrasi dan keuangan .

melakukan. melakukan dan mengkoordinasikan kegiatan penyaluran beras kepada kelembagaan Pemerintah dan masyarakat umum serta khusus Bidang Pelayanan Publik membawahi empat seksi : (1) Seksi Pengadaan Memiliki tugas merencanakan.39 d) Melaksanakan kerjasama dengan badan usaha lain atau instansi pemerintah 2) Bidang Pelayanan Publik Bidang Pelayanan Publik mempunyai fungsi : a) Merencanakan. d) Merencanakan. b) Merencanakan. pemuatan dan pembongkaran c) Merencanakan. melakukan dan mengkoordinasikan kegiatan pengadaan gabah kering giling. pelaksanaan pengadaan melalui Satuan Tugas . mengkoordinasikan kegiatan penghitungan prakiraan jumlah dan biaya pengadaan gabah / beras serta karung pembungkus. dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan persediaan dan pergudangan serta angkutan. melakukan. pembinaan teknis. melakukan dan mengkoordinasikan kegiatan perawatan kualitas dan pemberantasan hama serta pengolahan komoditi pangan. kerjasama lembaga niaga pangan koperasi serta analisis dan pengamatan harga pangan pokok serta penyusunan statistik.

pengendalian aplikasi teknis penyimpanan. sanitasi gudang dan lingkungannya. (2) Seksi Analisis Harga dan Pasar Merencanakan. melakukan. (4) Seksi Perawatan Kualitas Mempunyai tugas merencanakan. melakukan pelaporan kegiatan monitoring harga dan pasar ditingkat produsen dan konsumen serta penyusunan data statistik seluruh komoditas untuk operasi publik maupun komersial. penyiapan dokumen tagihan.40 (Satgas) atau kontraktor. penyusunan prognosa operasional pengadaan. penyiapan perjanjian atau kontrak. pembinaan teknis dan analisis serta pengamatan perkembangan harga pangan pokok dan penyusunan statistik. persediaan dan penyaluran serta angkutan pembongkaran dan pemuatan barang serta administrasinya. . penghitungan biaya perawatan dan obat-obatan. pengajuan dan pendistribusian serta pengecekan L/C pengadaan. (3) Seksi Persediaan dan Angkutan Mempunyai tugas merencanakan. mengkoordinasikan. dan mengkoordinasikan kegiatan pengolahan laporan posisi persediaan dan penyebaran persediaan. penghitungan kebutuhan biaya penyimpanan. mengkoordinasikan kegiatan inspeksi kualitas. melaksanakan. sewa gudang.

survey. serta pengembangan usaha komoditas. dan mengendalikan kegiatan jasa dan pengolahan. perdagangan. berita acara penyerahan. melakukan dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan penyaluran beras kepada kelembagaan pemerintah dan masyarakat umum dan khusus meliputi penyiapan surat perintah sektor. perjanjian jual beli konsinyasi. mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan usaha untuk pergudangan. dan perawatan. dan pembongkaran. b) Merencanakan. angkutan. delivery order. nota tagihan. . melakukan. mengkoordinasikan. 3) Bidang Komersial Bidang Komersial mempunyai tugas merencanakan. melaksanakan.41 pemberantasan hama serta pengolahan gabah dan pengolahan hasil pemeriksaan kualitas. (5) Seksi Penyaluran Mempunyai tugas merencanakan. daftar penyimpulan. mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan perdagangan pangan dan non pangan serta pengkajian dan pengembangan. Bidang komersial mempunyai fungsi : a) Merencanakan. melakukan. jasa lainnya dan pengolahan komoditi serta pengkajian dan pengembangan.

4) Bidang Administrasi dan Keuangan Dalam menyelenggarakan tugas Bidang Administrasi dan Keuangan mempunyai fungsi : a) Merencanakan. arsip. jasa lainnya. dan pembongkaran.42 Bidang Komersial terdiri dari : (1) Seksi Jasa dan Pengolahan Mempunyai tugas merencanakan. pergudangan. kerumahtanggaan dan pengelolaan pengadaan pemeliharaan perlengkapan sarana kantor. usaha dan jasa mengkoordinasikan pengelolaan pergudangan. rumah dinas jabatan. inventaris. angkutan. . serta penghapusan. dan komoditi serta pengkajian dan pengembangan. kegiatan melakukan. b) Merencanakan. survei dan perawatan. melakukan. melakukan. dan mengkoordinasikan pengelolaan perdagangan pangan dan non pangan serta pengkajian dan pengembangan. ekspedisi hubungan masyarakat. dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan administrasi sumber daya manusia dan urusan hukum. mess. dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan surat menyurat. kegiatan melakukan. (2) Seksi Perdagangan Mempunyai tugas merencanakan.

dan mengkoordinasikan pengelolaan administrasi sumber daya manusia dan urusan hukum. inventaris. (2) Seksi Tata Usaha dan Umum Mempunyai tugas merencanakan. kegiatan melakukan dan mengkoordinasikan pembiayaan pengelolaan administrasi penyimpanan.43 c) Merencanakan. verifikasi dan klaim. kerumahtanggaan dan pengelolaan pengadaan pemeliharaan perlengkapan sarana kantor. dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan anggaran. melakukan. melakukan. d) Merencanakan. meliputi penerimaan. dan mengkoordinasi kegiatan administrasi pembukuan. serta penghapusan. Bidang Administrasi dan Keuangan terdiri dari : (1) Seksi SDM dan Hukum Mempunyai tugas merencanakan. . neraca. arsip. administrasi pembiayaan. ekspedisi hubungan masyarakat. mess. pergudangan. rumah dinas jabatan. laporan pertanggungjawaban keuangan dan hubungan rekening antar kantor. melakukan. dan mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan surat menyurat. kegiatan melakukan. (3) Seksi Keuangan Mempunyai tugas merencanakan.

44 pengeluaran. pencocokan dokumen pendukung dan menyelesaikan tagihan / piutang serta klaim dan tuntutan ganti rugi penyusutan serta penyediaan dan pengalokasian anggaran serta analisis kebutuhan anggaran. dan pembayaran uang atau surat berharga. (4) Seksi Akuntansi Mempunyai tugas merencanakan. maka dengan dibubarkannya LPND BULOG menjadi Perum BULOG. laporan administrasi pembukuan. status dan hak kepegawaian Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG diselesaikan dengan mengacu pada ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda / Duda dan Peraturan Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian karena Penyederhanaan Organisasi. meneliti kebenaran transaksi pengeluaran. dan penerimaan. dengan ketentuan sebagai berikut : . 2. Ketentuan Pensiun Pada Perum Bulog Divre Jateng Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pendirian Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada Bab V Ketentuan Peralihan Pasal 70. kegiatan melakukan dan mengkoordinasikan neraca. Deskripsi Penelitian a. dan pertanggungjawaban keuangan hubungan rekening antar kantor.

3) Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang pada tanggal 1 Maret 2003 belum mencapai usia 50 (lima puluh) tahun dan belum memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun serta memilih bekerja pada Perusahaan. Setelah Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat. serta memilih bekerja pada Perusahaan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil tanpa hak pensiun. diperbantukan pada Perusahaan sampai usia 50 (lima puluh) tahun untuk kemudian diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan hak pensiun. 2) Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang pada tanggal 1 Maret 2003 belum mencapai usia 50 (lima puluh) tahun dan memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun serta memilih bekerja pada Perusahaan. pegawai yang memilih bekerja pada Perusahaan dipekerjakan pada Perum Bulog hingga usia 56 (lima puluh enam) tahun sesuai .45 1) Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang pada tanggal 1 Maret 2003 telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tanggal 1 Maret 2003 dengan hak pensiun bagi yang memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun dan tanpa hak pensiun bagi yang belum memiliki masa kerja pensiun sekurangkurangnya 10 (sepuluh) tahun.

b) Bulog Pusat menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian yang dilampiri dengan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran yang akan dipergunakan untuk mengajukan permohonan pembayaran uang pensiun kepada PT. Bulog Pusat menerbitkan Surat Pemberitahuan akan mencapai Batas Usia Pensiun. Taspen Model AKT 1 yang berupa Surat Permohonan Pembayaran Klim Bagi Peserta yang Berhenti Karena Pensiun / Keluar dengan melampirkan : (1) Foto copy Surat Keputusan pegangkatan I / Capeg (2) Foto copy Surat Keputusan yang menunjukkan pokok gaji terakhir .46 dengan kebijakan Perusahaan yang diperkuat dengan diterbitkannya Surat Keputusan Pengangkatan oleh Direksi Perum Bulog. Taspen. b. Prosedur Pensiun Pada Perum Bulog Divre Jateng 1) Prosedur Pensiun Kategori I Pada Perum Bulog Divre Jateng Langkah-langkah pengurusan pensiun Kategori I pegawai Perum Bulog Divre Jateng: a) 3 (tiga) bulan sebelum pegawai Perum Bulog Pensiun. Taspen untuk mendapatkan Tunjangan Hari Tua. c) Pegawai yang bersangkutan mengurus ke PT. d) Mengisi blanko dari PT.

e) Mengisi blanko Kutipan Perincian Penerimaan Gaji.47 (3) Foto copy Surat Keputusan Pemberhentian Instansi. b) Pegawai yang jatuh tempo pensiun diminta untuk segera mengirimkan berkas yang diperlukan pada Perum Bulog Divre Jateng. apabila ada anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan 2) Prosedur Pensiun Kategori II Pada Perum Bulog Divre Jateng Langkah-langkah pengurusan pensiun Kategori II pegawai Perum Bulog Divre Jateng : a) Seksi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum membuat rekap usulan pegawai yang akan mencapai usia pensiun. c) Perum Bulog Divre Jateng kemudian mengirimkan berkas pada Bulog Pusat yang terdiri dari : (1) Pas foto ukuran 4X6 sebanyak 5 (lima) lembar (2) Daftar susunan keluarga dari Kelurahan (3) Foto copy Surat Keputusan Capeg (4) Foto copy Surat Keputusan Pangkat terakhir (5) Foto copy Surat Keputusan Berkala terakhir (6) Foto copy Surat Nikah . (4) Surat Keputusan Penghentian Pembayaran (SKPP) Gaji (5) Asli Kartu Taspen bagi yang keluar tanpa Hak Pensiun (6) Foto copy KTP yang masih berlaku.

. h) Bulog Pusat mengirimkan berkas tersebut pada Perum Bulog Divre Jateng. dan Surat Keputusan Pensiun dan dikirimkan melalui Bulog Pusat. f) Bulog Pusat membuat Surat Pengantar. i) Perum Bulog Divre Jateng mengirimkan Surat Keputusan Pensiun yang telah diterima dari Bulog Pusat pada pegawai yang bersangkutan.48 (7) Foto copy Surat Keputusan PNS BKN yang di perbantukan pada Perum Bulog (8) Akta kelahiran anak tertanggung (9) Surat Keterangan Sekolah d) Bulog Pusat mengirimkan berkas tersebut kepada BKN untuk diolah. e) BKN menerbitkan Surat pengantar. Surat Keterangan mengenai Hutang-hutang kepada Negara dan Anggota-anggota Keluarga yang Tidak Memiliki Penghasilan Sendiri dan Menjadi Tanggungan Sepenuhnya dari Pegawai Tersebut. Surat Penghentian Pembayaran. g) Bulog Pusat mengeluarkan Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Perum Bulog dan kepada pegawai yang sesuai bersangkutan diberikan hak-hak kepegawaian peraturan Perusahaan yang berlaku.

49 j) Pegawai yang bersangkutan mengurus pembayaran pensiun pada PT. Taspen dengan mengisi blanko : (1) Surat Permintaan Pembayaran Pensiun / Tunjangan / Uang Tunggu Pertama dan Tabungan Hari Tua model SP4 A sebanyak 2 bendel. Bendel I : (a) Blanko SP4 A warna putih (b) Foto copy Surat Keputusan Pensiun (c) Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) lembar Asli dan foto copy Daftar Gaji bulan terakhir (d) Foto copy Surat Keputusan Capeg / Bulanan (e) Foto copy Kartu Peserta Taspen (f) Foto copy KTP yang masih berlaku (g) Foto copy Buku Rekening ( untuk pembayaran pensiun via rekening ) (h) Asli Surat Keterangan Sekolah tahun ajaran berjalan bagi anak usia 21 tahun ke atas yang masih kuliah (i) Surat Keputusan Asli (dibawa pada saat mengajukan) Bendel II : (a) Blanko SP4 A warna merah jambu (b) Tembusan SK Pensiun berpasfoto (c) Foto copy Surat Keputusan Capeg / Bulanan (d) Foto copy Kartu Peserta Taspen .

BKN menerbitkan Surat Keputusan untuk memberhentikan dengan hormat pegawai yang berusia kurang dari 50 (lima puluh) . kemudian mengajukan pensiun lagi untuk Kategori I.50 (e) Foto copy KTP yang masih berlaku (f) Foto copy Kartu Keluarga (g) Foto copy Kartu Pegawai (h) Foto copy Buku Rekening / Tabungan (i) Blanko SP3R (j) Pas foto terbaru ukuran 4 x 6 cm tanpa tutup kepala dan kacamata sebanyak 2 (dua) lembar (k) Pas foto istri / suami ukuran 4 x 6 cm sebanyak 1 lembar (l) Foto copy Surat Keterangan Sekolah (2) Surat Pernyataan Pembayaran Pensiun Melalui Rekening dengan model SP3R yang dibubuhi materai Rp 6. 3) Prosedur Pensiun Kategori III Pada Perum Bulog Divre Jateng Langkah-langkah pengurusan pensiun Kategori III pegawai Perum Bulog Divre Jateng : 1) Pada saat peralihan status badan hukum lembaga.000. k) Jika telah melalui proses pensiun Kategori II. pegawai Perum Bulog bekerja pada Perusahaan hingga umur 56 (lima puluh enam) tahun.

2) Perum Bulog Pusat menerbitkan Surat Keputusan yang mengangkat pegawai yang telah disebutkan di atas menjadi Pegawai Perum Bulog.II atau III. 4) Prosedur Pensiun Karena Pegawai Meninggal Bagi Kategori I. tetapi pegawai tersebut selanjutnya tetap mengurus ke PT. II dan III Pada Perum Bulog Divre Jateng a) Untuk mengurus pensiun pegawai yang meninggal baik untuk Kategori I.51 tahun dan memiliki masa kerja kurang dari 10 (sepuluh) tahun. 3) Meskipun pegawai yang bersangkutan tidak mempunyai hak pensiun. pihak keluarga menyerahkan berkas yang terdiri dari : (1) Surat kematian (2) Foto (istri / suami) ukuran 4 x 6 cm sebanyak 5 (lima) lembar (3) Surat keterangan janda / duda (4) Surat susunan keluarga (5) Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (6) Kartu Pegawai .Taspen untuk mendapatkan kembali iuran uang pensiun yang telah dibayarkan selama pegawai yang bersangkutan masih berstatus menjadi PNS LPND Bulog.

dikirim kembali ke Perum Bulog Divre Jateng. Kecemasan Pensiun Pada Perum Bulog Divre Jateng Jumlah pegawai pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng : 1) Pensiun 50 (lima puluh) tahun : 1) Tahun 2004 : 5 orang 2) Tahun 2005 : 2 orang 3) Tahun 2006 : 4 orang 4) Tahun 2007 : 7 orang 2) Pensiun 56 (lima puluh enam) tahun : a) Tahun 2004 : 3 orang b) Tahun 2005 : 3 orang c) Tahun 2006 : 5 orang d) Tahun 2007 : 4 orang . d) Perum Bulog Divre Jateng mengirimkan berkas tersebut kepada keluarga yang bersangkutan. c) Setelah Bulog Pusat menerbitkan SK Pensiun.52 (7) Surat Keputusan pangkat terakhir (8) Surat Keputusan peralihan PNS (9) Akta kelahiran anak tertanggung b) Selanjutnya berkas tersebut diproses oleh seksi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum untuk dikirim pada Bulog Pusat. c.

2007 ) Pada Perum Bulog hampir tidak ada kecemasan dalam menghadapi masa pensiun. hal ini disebabkan karena pegawai yang telah diberhentikan dengan hormat karena peralihan status badan hukum dapat bekerja kembali pada Perum Bulog hingga usia 56 (lima puluh enam) tahun. 2) Pegawai yang mengurus proses pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng harus melakukan rekap usia pegawai. 3) Pernah terjadi keterlambatan turunnya SK Pensiun. Kendala Pensiun Pada Perum Bulog Divre Jateng 1) Pegawai yang bertugas mengurus proses pensiun di seksi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum pada Perum Bulog Divre Jateng hanya 1 (satu) orang. d. yang tentu saja menghabiskan waktu cukup lama dan memerlukan ketelitian. sehingga terdapat kesalahan dalam penulisan SK Pensiun dan harus dibenarkan terlebih dahulu. .53 ( Sumber : Data Perum Bulog Divre Jateng. ada pula yang tidak teliti dalam mengisi blanko permohonan pensiun. hal ini dikarenakan ada pegawai yang tidak tepat waktu dalam menyerahkan berkas-berkas permohonan pensiun. sehingga pekerjaan terasa berat. apalagi pegawai tersebut tidak hanya mengemban tugas mengurus pensiun.

serta memilih bekerja pada Perusahaan. maka dengan dibubarkannya LPND BULOG menjadi Perum BULOG.54 B. dengan ketentuan sebagai berikut a. Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang pada tanggal 1 Maret 2003 belum mencapai usia 50 (lima puluh) tahun dan memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun serta memilih bekerja pada Perusahaan. b. Yang selanjutnya disebut Kategori I. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tanggal 1 Maret 2003 dengan hak pensiun bagi yang memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun dan tanpa hak pensiun bagi yang belum memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun. Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang pada tanggal 1 Maret 2003 telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun. status dan hak kepegawaian Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG diselesaikan dengan mengacu pada ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda / Duda dan Peraturan Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian karena Penyederhanaan Organisasi. diperbantukan pada Perusahaan sampai . Ketentuan Pensiun Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pendirian Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada Bab V Ketentuan Peralihan Pasal 70. Pembahasan 1.

Setelah Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat.55 usia 50 (lima puluh) tahun untuk kemudian diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan hak pensiun. pegawai yang memilih bekerja pada Perusahaan dipekerjakan pada Perum Bulog hingga usia 56 (lima puluh enam) tahun sesuai dengan kebijakan Perusahaan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil tanpa hak pensiun. 2) Mendapatkan Tabungan Hari Tua (THT) yang diperoleh dari tabungan pertama kali masuk sebagai PNS LPND Bulog hingga usia 50 (lima puluh) tahun. Yang selanjutnya disebut Kategori III. 3) Mendapatkan Tunjangan Hari Tua (THT) Kompensasi. Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang pada tanggal 1 Maret 2003 belum mencapai usia 50 (lima puluh) tahun dan belum memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun serta memilih bekerja pada Perusahaan. Pegawai Kategori I 1) Selama tetap bekerja pada Perusahaan. tetap mendapatkan gaji dari Perum Bulog. Yang selanjutnya disebut Kategori II. Dengan adanya ketentuan tersebut maka hak pegawai Perum Bulog setelah Pensiun adalah : a. . c. yang diperkuat dengan diterbitkannya Surat Keputusan Pengangkatan oleh Direksi Perum Bulog.

Pegawai Kategori II 1) Selama tetap bekerja pada Perusahaan. Pegawai Kategori III 1) Selama tetap bekerja pada Perusahaan. 4) Untuk mendapatkan program kesejahteraan hari tua. Taspen 3) Mendapatkan bantuan beras dari Perum Bulog sebanyak 25 kg. Ketentuan yang dibuat oleh Perum Bulog tersebut mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 1969 Pasal 9 dan juga tercantum dalam Miftah Thoha (2005:79-80). 3) Mendapatkan bantuan beras dari Perum Bulog sebanyak 25 kg. 2) Mendapatkan uang pensiun dari PT. yaitu pegawai negeri yang diberhentikan atau dibebaskan dari pekerjaannya karena penghapusan jabatan. b. c. berhak menerima pensiun pegawai apabla ia diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri dan pada saat pemberhentiannya sebagai Pegawai Negeri itu telah berusia sekurang- . tetap mendapatkan gaji dari Perum Bulog. Taspen. tetap mendapatkan gaji dari Perum Bulog. Asuransi Jiwasraya. dalam pengelolaannya diserahkan pada PT. perubahan dalam susunan pegawai penertiban aparatur negara atau karena alasanalasan dinas lainnya dan kemudian tidak dipekerjakan lagi sebagai Pegawai Negeri. 2) Uang iuran pensiun selama bekerja sebagai PNS LPND Bulog dikembalikan melalui PT.56 4) Mendapatkan bantuan beras dari Perum Bulog sebanyak 25 kg.

situasi perekonomian. Hal ini sesuai dengan pendapat Sondang P Siagian ( 2001 : 176-177 ) berbagai faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan batas usia pensiun tersebut adalah jenis pekerjaan. Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang diberhentikan dengan hormat tanpa hak pensiun. Dalam hal ini PNS LPND Bulog diberhentikan karena perubahan dalam susunan pegawai. . Batas Usia Pensiun pegawai Perum Bulog adalah 56 (lima puluh enam) tahun berdasarkan perhitungan kelahiran pegawai yang tercatat dalam administrasi kepegawaian. maka untuk mendukung kelangsungan pengelolaan Perusahaan. Pegawai Negeri Sipil LPND BULOG yang memilih tetap sebagai Pegawai Negeri Sipil dan tidak bekerja pada Perusahaan akan disalurkan ke Instansi yang memerlukan oleh Kantor Menteri Negeri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Badan Kepegawaian Negara. masa kerjanya sebagai Pegawai Negeri Sipil akan diperhitungkan oleh Perusahaan dan mendapat hak pensiun dari Perusahaan sesuai Peraturan Perusahaan pada saat yang bersangkutan mencapai Batas Usia Pensiun. harapan hidup.57 kurangnya 50 tahun dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurangkurangnya 10 tahun. Yang paling mendasari dalam penentuan batas usia pegawai Perum Bulog adalah situasi ketenagakerjaan. situasi ketenagakerjaan. kondisi kesehatan masyarakat pada umumnya. Dalam masa transisi peralihan status kelembagaan maupun penataan kepegawaian Bulog.

maupun perusahaan. instansi. hal tersebut merupakan proses alamiah yang terdapat pada tiap-tiap organisasi. maka pegawai-pegawai tersebut dipekerjakan pada Perum Bulog yang sebelumnya dipensiun dari PNS terlebih dahulu dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Direksi Perum Bulog. Organisasi bukan tujuan. pada hakekatnya juga untuk menepati proses alamiah. yang secara tidak langsung mengakibatkan adanya kelebihan Pegawai Negeri Sipil. oleh sebab itu susunan suatu organisasi .58 Pengkategorian pegawai dalam pengurusan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng dimaksudkan untuk menentukan masa depan dan hak kepegawaian pegawai Perum Bulog selanjutnya setelah terjadinya perubahan badan hukum Bulog. artinya normal karena usia pensiun telah dicapai. hal tersebut sesuai dengan pendapat Susilo Martoyo (1994 : 200) bahwa suatu pemensiunan dapat dilakukan secara alamiah. Tetapi karena LPND Bulog mengalami perubahan susunan kantor / organisasi. tetapi organisasi alat dalam melaksanakan tugas pokok. Demikian pula halnya pensiun yang terjadi pada Perum Bulog. Pada dasarnya pemberhentian pegawai karena mencapai batas usia pensiun adalah normal dan wajar. Pengkategorian pegawai pada Perum Bulog pada intinya mengarah pada penggolongan usia Pegawai Negeri Sipil dan masa kerja pada saat menjadi PNS LPND Bulog.

sehingga dapat dicapai suatu keberhasilan. batas usia pensiun dari PNS ditetapkan pada usia 56 ( lima puluh enam ) tahun. tetapi pada Perum Bulog PNS yang diperbantukan pada Perum Bulog sampai usia 50 (lima puluh) tahun. dan batas usia pensiun pegawai Perum Bulog ditetapkan pada usia 56 ( lima puluh enam ) tahun. Taspen. 2) Bulog Pusat menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian yang dilampiri dengan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran yang akan dipergunakan untuk mengajukan permohonan pembayaran uang pensiun kepada PT. Taspen untuk mendapatkan Tunjangan Hari Tua. pegawai dapat bekerja di Perum Bulog hingga usia 56 ( lima puluh enam ) tahun. Prosedur Pensiun a. Bulog Pusat menerbitkan Surat Pemberitahuan akan mencapai Batas Usia Pensiun. 3) Pegawai yang bersangkutan mengurus ke PT. Prosedur Pensiun Kategori I Pada Perum Bulog Divre Jateng Langkah-langkah pengurusan pensiun Kategori I pegawai Perum Bulog Divre Jateng: 1) 3 (tiga) bulan sebelum pegawai Perum Bulog Pensiun.59 harus selalu disesuaikan dengan perkembangan tugas pokok. 2. . sehingga setelah diberhentikan dengan hormat dari PNS di usia 50 ( lima puluh ) tahun. Jika pada PNS pada umumnya.

2) Pegawai yang jatuh tempo pensiun diminta untuk segera mengirimkan berkas yang diperlukan pada Perum Bulog Divre Jateng. 3) Perum Bulog Divre Jateng kemudian mengirimkan berkas pada Bulog Pusat yang terdiri dari : .60 4) Mengisi blanko dari PT. 5) Mengisi blanko Kutipan Perincian Penerimaan Gaji. Taspen Model AKT 1 yang berupa Surat Permohonan Pembayaran Klim Bagi Peserta yang Berhenti Karena Pensiun / Keluar dengan melampirkan : a) Foto copy Surat Keputusan pegangkatan I / Capeg b) Foto copy Surat Keputusan yang menunjukkan pokok gaji terakhir c) Foto copy Surat Keputusan Pemberhentian Instansi. Prosedur Pensiun Kategori II Pada Perum Bulog Divre Jateng Langkah-langkah pengurusan pensiun Kategori II pegawai Perum Bulog Divre Jateng : 1) Seksi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum membuat rekap usulan pegawai yang akan mencapai usia pensiun. apabila ada anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan b. d) Surat Keputusan Penghentian Pembayaran (SKPP) Gaji e) Asli Kartu Taspen bagi yang keluar tanpa Hak Pensiun f) Foto copy KTP yang masih berlaku.

Surat Keterangan mengenai Hutang-hutang kepada Negara dan Anggota-anggota Keluarga yang Tidak Memiliki Penghasilan Sendiri dan Menjadi Tanggungan Sepenuhnya dari Pegawai Tersebut. 7) Bulog Pusat mengeluarkan Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Perum Bulog dan kepada pegawai yang bersangkutan diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan Perusahaan yang berlaku. dan Surat Keputusan Pensiun dan dikirimkan melalui Bulog Pusat. 5) BKN menerbitkan Surat pengantar. 6) Bulog Pusat membuat Surat Pengantar.61 a) Pas foto ukuran 4X6 sebanyak 5 (lima) lembar b) Daftar susunan keluarga dari Kelurahan c) Foto copy Surat Keputusan Capeg d) Foto copy Surat Keputusan Pangkat terakhir e) Foto copy Surat Keputusan Berkala terakhir f) Foto copy Surat Nikah g) Foto copy Surat Keputusan PNS BKN yang di perbantukan pada Perum Bulog h) Akta kelahiran anak tertanggung i) Surat Keterangan Sekolah 4) Bulog Pusat mengirimkan berkas tersebut kepada BKN untuk diolah. . Surat Penghentian Pembayaran.

62 8) Bulog Pusat mengirimkan berkas tersebut pada Perum Bulog Divre Jateng. 10) Pegawai yang bersangkutan mengurus pembayaran pensiun pada PT. (1) Bendel I : (a) Blanko SP4 A warna putih (b) Foto copy Surat Keputusan Pensiun (c) Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) lembar Asli dan foto copy Daftar Gaji bulan terakhir (d) Foto copy Surat Keputusan Capeg / Bulanan (e) Foto copy Kartu Peserta Taspen (f) Foto copy KTP yang masih berlaku (g) Foto copy Buku Rekening ( untuk pembayaran pensiun via rekening ) . 9) Perum Bulog Divre Jateng mengirimkan Surat Keputusan Pensiun yang telah diterima dari Bulog Pusat pada pegawai yang bersangkutan. Taspen dengan mengisi blanko : a) Surat Permintaan Pembayaran Pensiun / Tunjangan / Uang Tunggu Pertama dan Tabungan Hari Tua model SP4 A sebanyak 2 bendel.

000. .63 (h) Asli Surat Keterangan Sekolah tahun ajaran berjalan bagi anak usia 21 tahun ke atas yang masih kuliah (i) Surat Keputusan Asli (dibawa pada saat mengajukan) (2) Bendel II : (a) Blanko SP4 A warna merah jambu (b) Tembusan SK Pensiun berpasfoto (c) Foto copy Surat Keputusan Capeg / Bulanan (d) Foto copy Kartu Peserta Taspen (e) Foto copy KTP yang masih berlaku (f) Foto copy Kartu Keluarga (g) Foto copy Kartu Pegawai (h) Foto copy Buku Rekening / Tabungan (i) Blanko SP3R (j) Pas foto terbaru ukuran 4 x 6 cm tanpa tutup kepala dan kacamata sebanyak 2 (dua) lembar (k) Pas foto istri / suami ukuran 4 x 6 cm sebanyak 1 lembar (l) Foto copy Surat Keterangan Sekolah b) Surat Pernyataan Pembayaran Pensiun Melalui Rekening dengan model SP3R yang dibubuhi materai Rp 6.

c. pegawai Perum Bulog bekerja pada Perusahaan hingga umur 56 (lima puluh enam) tahun. 3) Meskipun pegawai yang bersangkutan tidak mempunyai hak pensiun. 2) Perum Bulog Pusat menerbitkan Surat Keputusan yang mengangkat pegawai yang telah disebutkan di atas menjadi Pegawai Perum Bulog.64 11) Jika telah melalui proses pensiun Kategori II. kemudian mengajukan pensiun lagi untuk Kategori I. Prosedur Pensiun Kategori III Pada Perum Bulog Divre Jateng Langkah-langkah pengurusan pensiun Kategori III pegawai Perum Bulog Divre Jateng : 1) Pada saat peralihan status badan hukum lembaga. BKN menerbitkan Surat Keputusan untuk memberhentikan dengan hormat pegawai yang berusia kurang dari 50 (lima puluh) tahun dan memiliki masa kerja kurang dari 10 (sepuluh) tahun.Taspen untuk mendapatkan kembali iuran uang pensiun yang telah dibayarkan selama pegawai yang bersangkutan masih berstatus menjadi PNS LPND Bulog. tetapi pegawai tersebut selanjutnya tetap mengurus ke PT. .

4) Perum Bulog Divre Jateng mengirimkan berkas tersebut kepada keluarga yang bersangkutan. 3) Setelah Bulog Pusat menerbitkan SK Pensiun.II atau III. pihak keluarga menyerahkan berkas yang terdiri dari : a) Surat kematian b) Foto (istri / suami) ukuran 4 x 6 cm sebanyak 5 (lima) lembar c) Surat keterangan janda / duda d) Surat susunan keluarga e) Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil f) Kartu Pegawai g) Surat Keputusan pangkat terakhir h) Surat Keputusan peralihan PNS i) Akta kelahiran anak tertanggung 2) Selanjutnya berkas tersebut diproses oleh seksi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum untuk dikirim pada Bulog Pusat. II dan III Pada Perum Bulog Divre Jateng 1) Untuk mengurus pensiun pegawai yang meninggal baik untuk Kategori I. . dikirim kembali ke Perum Bulog Divre Jateng. Prosedur Pensiun Karena Pegawai Meninggal Bagi Kategori I.65 d.

begitu pula denga berkas yang disertakan untuk permohonan pensiun. dengan sendirinya dianggap . Meskipun pensiun di Perum Bulog digolongkan menjadi 3 ( tiga ) kategori. Yaitu Kategori I. Pada dasarnya berkas yang dikirimkan untuk permohonan pensiun kepada Perum Bulog Pusat ada beberapa yang sesuai dengan pendapat Miftah Thoha ( 2005 : 48 ) yaitu daftar susunan keluarga. Sedangkan pegawai Perum Bulog yang meninggal pada saat masih menjalankan tugas. hal tersebut tetap dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur pensiun pada umumnya. Bulog merasa perlu untuk membuat ketentuan mengenai prosedur pensiun yang dipergunakan di lingkungan Perum Bulog.66 Prosedur permohonan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng digolongkan menjadi 3 ( tiga ). Tetapi karena Bulog telah menjadi Perum. Dalam tiap-tiap kategori memiliki langkahlangkah yang berbeda. Kategori II dan Kategori III. surat keterangan bahwa bebas dari hutang negara. karena pegawai Perum Bulog adalah PNS yang diberhentikan dengan hormat dan diperbantukan pada Perum Bulog sebagai akibat dari perubahan susunan organisasi. pas foto. Permohonan pensiun pada Perum Bulog pada hakekatnya mengacu pada prosedur permohonan pensiun PNS pada umumnya.

Pensiun 50 (lima puluh) tahun : 1) Tahun 2004 : 5 orang 2) Tahun 2005 : 2 orang 3) Tahun 2006 : 4 orang 4) Tahun 2007 : 7 orang b. maka pihak keluarga yang memproses permohonan pensiun. surat kelahiran anak / daftar susunan keluarga. Pensiun 56 (lima puluh enam) tahun : 1) Tahun 2004 : 3 orang 2) Tahun 2005 : 3 orang 3) Tahun 2006 : 5 orang 4) Tahun 2007 : 4 orang ( Sumber : Data Perum Bulog Divre Jateng. Hanya saja disertai beberapa surat / dokumen lain yang dirasa perlu oleh Perum Bulog. Surat Keputusan pangkat terakhir. Kecemasan Pensiun Jumlah pegawai pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng : a. 2007 ) . Berkas yang dikirimkan tersebut beberapa diantaranya sesuai dengan pendapat Miftah Thoha (2005:51) yaitu surat keterangan kematian. Untuk kelengkapan tata usaha kepegawaian. 3.67 diberhentikan dengan hormat.

untuk pensiun pegawai 5 Kategori II. pegawai masih merasa nyaman. apalagi pegawai tersebut tidak hanya mengemban tugas mengurus pensiun. Kendala Pensiun 1.Tetapi dalam kenyataannya di Perum Bulog. Pegawai yang mengurus proses pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng harus melakukan rekap usia pegawai.S Moenir (1987:216) bahwa masa pensiun adalah masa yang dicemaskan oleh banyak pegawai karena berbagai faktor antara lain : uang pensiun dirasa tidak mencukupi kebutuhan hidup yang layak / faktor finansial. ada baiknya pemberian tugas atau tanggung jawab tidak bertumpuk. pegawai masih dapat tetap bekerja pada Perum Bulog Divre Jateng dan tetap mendapatkan gaji dari Perusahaan. Taspen. Hal ini dikarenakan di samping pegawai mendapat uang pensiun dari PT. 4. yang tentu saja menghabiskan waktu cukup lama dan memerlukan ketelitian. Untuk menghindari ketergantungan pekerjaan terhadap 1 (satu) orang saja. pensiun merupakan perubahan mental yang cukup besar / faktor mental.68 Kecemasan yang timbul menurut pendapat A. Untuk menghindari pekerjaan yang menumpuk dapat dilakukan rekap usia . 2. sehinga pekerjaan terasa berat. Pegawai yang bertugas mengurus proses pensiun di seksi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum pada Perum Bulog Divre Jateng hanya 1 (satu) orang. pensiun tidak menimbulkan kecemasan.

hal ini dikarenakan ada pegawai yang tidak tepat waktu dalam menyerahkan berkas-berkas permohonan pensiun. 3. tiap 1 (satu) bulan sekali dilakukan pengecekan terhadap tanggal lahir para pegawai yang telah jatuh tempo pensiun. ada pula yang tidak teliti dalam mengisi blanko permohonan pensiun. sehingga terdapat kesalahan dalam penulisan SK Pensiun dan harus dibenarkan terlebih dahulu. .69 pegawai secara berkala. Pernah terjadi keterlambatan turunnya SK Pensiun.

SIMPULAN 1.70 BAB V PENUTUP A. Pemensiunan pada Perum Bulog disebabkan oleh perubahan susunan organisasi dan menepati proses alamiah. Yang menjadi dasar pengkategorian pegawai pada Perum Bulog adalah usia pegawai pada saat peralihan dan masa kerja. 6. Perum Bulog Divre Jateng telah mempergunakan prosedur sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Perum Bulog dan dapat dilaksanakan dengan baik meskipun terdapat pengkategorian. 5. Terdapat perbedaan antara ketentuan dan prosedur permohonan pensiun dari masing-masing Kategori. 4. 2. kemudian akan diangkat menjadi pegawai Perum Bulog hingga 56 (lima puluh enam) tahun. 70 . 3. Permohonan pensiun pada Perum Bulog Divre Jateng dilakukan 3 bulan sebelum tanggal jatuh tempo pensiun. Pegawai Negeri Sipil Badan Kepegawaian Negara diperbantukan pada Perum Bulog hingga 50 (lima puluh tahun).

pegawai yang diberi tugas menangani pensiun tidak hanya satu orang. . Blanko yang harus diisi sebaiknya diisi dengan benar dan teliti sehingga nantinya tidak terdapat kesalahan. Jika memungkinkan. Bagi pegawai yang hendak mengajukan permohonan pensiun sebaiknya melengkapi berkas-berkas seperti yang telah ditentukan sesegera mungkin untuk menghindari keterlambatan. hal ini dimaksudkan untuk menghindari ketergantungan dalam penyelesaian pekerjaan. 2.71 B. 3. SARAN 1.

Jakarta : Gunung Agung. Yogyakarta : BPFE. 1995. 2001. Martoyo. Manajemen : Dasar. Jakarta : Kencana. Jakarta : Bumi Aksara.72 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 72 . Siagian. Marzuki. 1996. Johanes. Metode Riset. 1994. Hasibuan. Tunggal. Miftah. AS. Jakarta : Rineka Cipta. 2005. Pendekatan Manusiawi dan Organisasi Terhadap Pembinaan Pegawai. Malayu S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Liberty. 2002. Jakarta : Rineka Cipta. Manajemen Kepegawaian Sipil di Indonesia. 2001. Moenir. Pengertian. Metodologi Riset. 2002. 1987. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Balai Pustaka.P. Dasar-dasar Akuntansi Dana Pensiun. Jakarta : Rineka Cipta. Suharsimi. 2002. Amin Widjaja. dan Masalah. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Supranto. Prosedur Penelitian. Tim redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Susilo. Sondang P. Thoha. Jakarta : Bumi Aksara.

73 73 .

74 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful