BERAT JENIS I.

Tujuan Percobaan  Menentukan berat jenis larutan dengan piknometer dan areometer  Menentukan berat jenis padatan dengan menggunakan piknometer  Mengenal factor-faktor yang dapat mempengaruhi berat jenis II. Perincian Kerja  Menentukan berat jenis etanol dengan piknometer dan aerometer  Menentukan berat jenis padatan (pasir) dengan piknometer III. Alat dan Bahan A. Alat yang digunakan  Piknometer  Aerometer  Gelas kimia  Gelas ukur  Pipet Pasteur  Thermometer 0 – 100 C B. Bahan yang digunakan  Etanol 95%  Pasir kwarsa  Aquadest IV. Dasar Teori 25 ml 0,7 - 0,9 250 ml 250 ml

Berat jenis (bilangan murni tanpa dimensi) adalah perbandingan berat zat terhadap air volume yang sama ditimbang di udara pada suhu yang sama. Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu (Biasanya 25oC). Bentuk persamaannya dalah sebagai berikut:

Berat jenis

atau

atau ⁄ ⁄ .Satuan dari berat jenis adalah ⁄ . Bobot jenis sejati Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk rongga yang terbuka dan tertutup. Volume zat padat yang bentuknya tidak beraturan dapat ditentukan secara langsung dengan menggunakan piknometer. Berat jenis suatu zat dapat dihitung dengan mengukur secara langsung berat zat dalam piknometer (dengan menimbang) dan volume zat (ditentukan dengan piknometer). Berat jenis adalah bilangan murni atau tanpa dimensi. 3. Pinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan rungan yang ditempati cairan tersebut. Optimun ini terletak sekitar isi ruang 30 ml. Volume piknometer ditentukan dengan menggunakan zat cair lain yang telah diketahui berat jenisnya. Ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan bertambahnya volume piknometer. dan neraca whetsphaal. Bobot jenis nyata Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk pori/lubang terbuka. yang dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok. Ada dua tipe piknometer. ⁄ . Berat jenis untuk penggunaan praktis lebih sering didefinisikan sebagai perbandingan massa dari suatu zat terhadap massa sejumlah volume air pada suhu 40C atau temperatur lain yang telah ditentukan. yaitu tipe botol dan tipe pipet . Pengujian berat jenis dilakukan untuk menentukan 3 macam bobot jenis yaitu: 1. Berat jenis mempunyai harga konstan pada suatu temperature tertentu dan tidak bergantung pada jumlah bahan cuplikan. Menentukan berat jenis zat Metode Piknometer. Volume zat cair = volume piknometer. Bobot jenis efektif Massa parikel dibagi volume partikel termausk pori yang tebuka dan tertutup. 2. piknometer. Berat jenis zat padat dengan bentuk yang tidak beraturan dapat ditentukan dengan: . tetapi termasuk pori yang tertutup. Bila volume dan berat zat padat tersebut diketahui maka dapat diketahui berat jenisnya. Adapun beberapa alat yang dapat digunakan untuk menentukan berat jenis yaitu aerometer. Berat jenis zat cair dapat ditentukan dengan: Berat jenis zat cair dalam piknometer = (berat piknometer + zat cair) – berat piknometer kosong.

Rumus massa jenis relative = massa bahan / massa air yang volumenya sama. dipakai perbandingan utnuk rumus kedua menghitung massa jenis atau dinamakan massa jenis relative. maka areometer disi dengan butir-butir Pb atau timbal. neraca seimbang jika ujum jarum D tepat pada jarum T . Setiap benda yang dicelupkan ke dalam suatu cairan akan mengalami gaya angkat yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan karena adanya benda tersebut. Terdiri atas dua dengan sepuluh buah lekuk untuk menggantungkan anting. Berat jenis relative tidak mempunyai satuan. Areometer berbentuk sebuah silinder yang berlubang.Volume zat piknometer = volume piknometer – volume zat cair Berat jenis relative (berat jenis spesifik) adalah perbandingan antara berat jenis zat pada suhu tertentu. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera. Berat jenis relative akan ssama dengan berat jenis absolute bila sebagai pembandingnya adalah air pada suhu 4 Neraca Mohr Westphal dipakai untuk mengukur bobot jenis zat cair. Dalam beberapa kasus massa jenis dinyatakan sebagai specific gravity atau massa jenis . Skala-skala pada areometer menunjukkan berat jenis cairan. ada yang dalam benda celup dilengkapi dengan sebuah thermometer kecil untuk mengetahui susu cairan yang diukur massa jenisnya. Penentuan berat jenis zat cair dengan areometer Penentuan berat jenis dengan areometer berdasarkan pada prinsip Archimedes. areometer akan tercelup semakin dalam. Densimeter merupakan alat untuk mengukur massa jenis (densitas) zat cair secara langsung. Agar areometer dapat tercelup dengan posisi yang tepat (skala tercelup daam cairan). Karena itu skala pada areometer menunjukkan angka yang semakin besar dari atas ke bawah. Penggunaan berat jenis Berat jenis dapat digunakan dalan berbagai hal untuk menentukan suatu zat antara lain:    Menentukan kemurnian suatu zat Mengenal keadaan suatu zat Menunjukkan kepekaan larutan Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk menghitung massa jenis air. pada ujung lekuk yang ke 10 tergantung sebuah benda celup C terbuat dari gelas (kaca) pejal (tidak berongga). Semakin kecil berat jenis cairan.

Air termasuk salah satu zat cair. Zat cair memiliki sifat-sifat yang unik berbeda dengan jenis zat yang lain. Bunyi Hukum Archimedes Benda yang dicelupkan atau dimasukan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu cairan akan mendapatkan gaya keatas sebesar zat cair yang yang didesak oleh benda yang dicelupkan atau dimasukan tadi. kapal laut. yaitu 1 g/cm3 atau 1. Seperti batu. Seperti kapal selam. Massa jenis merupakan besaran turunan dari massa dan volume dalam praktiknya pengukuran volume biasanya kurang teliti dibandingkan dengan pengukuran massa. diantaranya: a. beberapa benda padat jika dimasukan ke dalam air akan mengalami peristiwa yang berbeda-beda. Dibawah ini merupakan penjelasan dasar mengenai Hukum Archimedes. besi dan tanah. Karena massa jenis air merupakan bilangan yang mudah diingat. Kegunaannya untuk mengetahui massa jenis zat. untuk lebih teliti dalam menentukan massa jenis dapat dilakukan dengan mengukur massanya saja dengan massa jenis air. c. b. dengan demikian untuk mengetahui massa jenis relatif suatu zat selalu akan menggunakan perbandingan massa jenis zat dengan bilangan 1 g/cm3 atau 1. Melayang Benda dikatakan melayang jika benda itu berada diantara permukaan dan dasar air karena berat jenis benda sama dengan berat jenis air.000 kg/m3. kayu. penyelam dan telur ayam yang melayang dalam air garam. Benda dikatakan tenggelam jika benda tersebut turun sampai ke dasar air karena berat jenis benda lebih besar dari berat jenis air.relative. Tenggelam. .000 kg/m3. Oleh karenanya. Terapung Benda dikatakan terapung jika benda itu berada diatas permukaan air karena berat jenis lebih kecil daripada berat jenis air. Ingat bahwa sehingga Massa jenis relatif = massa jenis bahan/massa jenis air massa jenis bahan = massa jenis relatif x massa jenis air Umumnya digunakan untuk menyatakan massa jenis beberapa zat seperti air dan udara. Seperti gabus. Massa jenis relatif tidak mempunyai satuan. Massa jenis relatif adalah nilai perbandingan massa jenis.

V.24% ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ .6%  Berat jenis etanol 13 ml + aquadest = 0.83 Konsentrasi (%) etanol 13 ml: 13 ml % etanol = % etanol = 12.36%  Berat jenis etanol 19 ml + aquadest = 0. Penentuan berat jenis zat cair (etanol) dengan aerometer Prosedur kerja:  Masukkan ke dalam gelas ukur 250 ml suatu zat cair yang akan ditentukan pada suhu 32 dan tambahkan aquadest  Masukkan secara hati-hati aerometer ke dalam gelas ukur  Baca skala pada aerometer  Catat berat jenis zat cair tersebut Data hasil percobaan:  Berat jenis etanol pada suhu 32  Berat jenis etanol 10 ml + aquadest = 0.89 Konsentrasi (%) etanol 19 ml: 19 ml % etanol = % etanol = 18.80 Konsentrasi (%) etanol 10 ml: 10 ml % etanol = % etanol = 9. Hasil dan Pembahasan 1.48%  Berat jenis etanol 16 ml + aquadest = 0.86 Konsentrasi (%) etanol 16 ml: 16 ml % etanol = % etanol = 15.

Semakin besar konsentrasi suatu zat. maka semakin besar pula berat jenis zat tersebut. 4.80 gr 0. yaitu 10 ml. etanol diukur menggunakan areometer dengan berbagai tingkat volume. maka konsentrasinya pun akan semakin besar. Dalam percobaan kali ini. maka semakin tinggi pula densitas atau berat jenis etanol tersebut. 2.Adapun data berikutnya dapat dilihat pada table di bawah ini.24% Berat Jenis ( ⁄ 0. 3. volume berbanding lurus dengan konsentrasi. . Table Berat Jenis Etanol dengan Berbagai Konsentrasi No.86 gr 0. 1. Hal ini karena semakin besar volume etanol yang digunakan maka semakin besar pula konsentrasi etanol yang kemudian akan mempengaruhi berat jenisnya. 13 ml. Karena dalam hal ini. 16 ml. Semakin besar volume etanol yg digunakan.89 gr ) Grafik Hubungan Antara Konsentrasi dan Berat Jenis Pembahasan Dari data pada tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi etanol dalam aquadest.83 gr 0. Konsentrasi (%) 9.36% 18.6% 12. dan 19 ml.48% 15.

Jadi sisa-sisa yang tidak diinginkan dapat hilang dengan baik. Piknometer digunakan untuk mencari berat jenis zat cair maupun padat sedangkan areometer digunakan untuk menentukan berat jenis zat cair saja. Pengisiannya harus melalui bagian dinding dalam dari piknometer untuk menghindari terjadinya gelembung udara. piknometer ditimbang pada timbangan analitik dalam keadaan kosong. Dari percobaan ini diketahui bahwa berat jenis dipengaruhi oleh beberapa faktor. kemudian dibilas dengan alkohol untuk mempercepat pengeringan piknometer kosong tadi. Terdapat dua alat yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu areometer dan piknometer. Setelah ditimbang kosong. Berat jenis didefenisikan sebagai perbandingan kerapatan suatu zat terhadap kerapatan air. Akhirnya piknometer yang berisi sampel ditimbang.Berat jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu (biasanya pada suhu 25ºC). Areometer berbentuk sebuah silinder yang berlubang dan untuk dapat tercelup dengan posisi yang tepat. mudah menguap dan bersifat antiseptikum. Pembilasan dilakukan untuk menghilangkan sisa dari permbersihan. Untuk melakukan percobaan penetapan berat jenis dengan piknometer. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis suatu zat adalah : . karena biasanya pencucian meninggalkan tetesan pada dinding alat yang dibersihkan. baik yang ada di luar. Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Piknometer biasanya terbuat dari kaca untuk erlenmeyer kecil dengan kapasitas antara 10ml-50ml. piknometer lalu diisikan dengan sampel mulai dengan aquadest. maupun yang ada di dalam piknometer itu sendiri. Bila alat ini dicelupkan dalam cairan yang akan diuji. Air murni bermassa jenis 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³. Harga kedua zat itu ditentukan pada temperatur yang sama. maka areometer ini diisi oleh butiran-butiran timbal. Berat jenis merupakan bilangan murni tanpa dimensi (Berat jenis tidak memiliki satuan). piknometer dibersihkan dengan menggunakan aquadest. yang akhirnya juga mempengaruhi nilai berat jenis sampel. dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok. areometer akan tercelup semakin dalam. Semakin kecil berat jenis cairan. Oleh karena itu skala pada areometer menunjukkan angka yang semakin besar dari atas ke bawah. Pemakaian alkohol sebagai pembilas memiliki sifat-sifat yang baik seperti mudah mengalir. maka angka menunjukkan berat jenis zat tersebut. sebagai pembanding nantinya dengan sampel yang lain (dalam hal ini adalah pasir kwarsa). sehinggga dapat mempengaruhi hasil penimbangan piknometer kosong. Setelah dibersihkan.

Hal ini dapat dilihat dari rumus : V = kxdxt Dari rumus tersebut. bersih dan kering a gram Isi piknometer dengan aquadest pada suhu 32 C yang telah diketahui berat jenisnya Timbang piknometer yang berisi aquadest pada suhu 32 C b gram Hitung berat air aquadest pada suhu 32 C (b – a) gram Hitung volume air aquadest Volume air = volume piknometer Ulangi percobaan Timbang piknometer kosong. 3. Massa zat. demikian pula halnya pada suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk menghitung bobot jenisnya. dan kering yang telah ditentukan volumenya e gram Isi piknometer dengan zat padat sampai separuh dari piknometer terisi zat padat Timbang piknometer yang berisi zat padat f gram ml  Penentuan berat jenis padatan (pasir kwarsa) dengan piknometer . Jadi semakin besar viksositas suatu zat maka semakin besar pula berat jenisnya. digunakan suhu dimana biasanya senyawa stabil. Volume zat. viskositas berbanding lurus dengan berat jenis (d). bersih. bobot molekulnya serta kekentalan dari suatu zat dapat mempengaruhi bobot jenisnya. Penentuan berat jenis padatan (pasir kwarsa) dengan piknometer Prosedur kerja:  Penentuan volume piknometer           Timbang piknometer kosong. jika zat mempunyai massa yang besar maka kemungkinan bobot jenisnya juga menjadi lebih besar. 4. jika volume zat besar maka bobot jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri. dimana ukuran partikel dari zat. 2. Temperatur. yaitu pada suhu 25oC (suhu kamar). Oleh karena itu. Kekentalan/viskositas sutau zat dapat juga mempengaruhi berat jenisnya. 2.1. dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat menguap sehingga dapat mempengaruhi bobot jenisnya.

557 gr  Berat air = 58.021 gr  Volume air = volume piknometer = = = 25.146 (berdasarkan tabel berat jenis absolut air dalam ⁄ a.536 gr  Berat piknometer + air = 58.557 gr – 33. Pasir kwarsa 1   Berat piknometer kosong = 33. Timbang piknometer berisi zat padat dan zat cair tepat pada suhu 32 C g gram Hitung volume zat padat Berat zat cair = (g – f) gram Volume zat cair = ( – ) Volume zat padat = volume piknometer – volume zat cair =   Hitung berat zat padat Berat zat padat = (f – e) gram Hitung berat jenis zat padat Berat jenis zat padat = ⁄  Ulangi percobaan ⁄ Data hasil percobaan:  Kalibrasi piknometer pada suhu 32 literatur) = 0.544 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 33.945 gr .536 gr = 25.99502 ⁄  Berat piknometer kosong = 33.   Tambahkan ke dalam piknometer berisi zat padat suatu zat cair pada suhu 32 C yang telah diketahui berat jenisnya.

799 gr – 33.854 gr Volume air = = 24.524 gr = 0.492 gr Berat air = 58.    Berat pasir kwarsa = 33.978 gr b.883 gr d.992 gr c. Pasir kwarsa 3       Berat piknometer kosong = 33.524 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 34.862 gr Berat air = 58. Kesimpulan A.714 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58.509 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 33.836 gr – 33.868 gr Volume air = = 24.799 gr Berat air = 58.997 gr Berat air = 58.945 gr – 33.945 gr = 24.569 gr = 0.238 gr Berat pasir kwarsa = 34.569 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 33.238 gr = 24.997 gr – 34. maka makin besar pula berat jenis zat tersebut.238 gr – 33.994 gr Berat pasir kwarsa = 33.779 gr VI.836 gr = 24. Semakin besar konsentrasi suatu zat.401 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58. .656 gr Volume air = = 24.994 gr = 24.544 gr = 0. Pasir kwarsa 2       Berat piknometer kosong = 33. Pasir kwarsa 4       Berat piknometer kosong = 33. Kesimpulan Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. Berat jenis dipengaruhi oleh suhu dan komposisinya.862 gr – 33.759 gr Volume air = = 24.836 gr Berat pasir kwarsa = 33.327 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58.509 gr = 0.425 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58.492 gr – 33.994 gr – 33. 2.

3. sampel yang digunakan harusnya lebih bervariasi sehingga data yang diperoleh lebih rinci lagi. B. Piknometer dapat digunakan untuk zat berbentuk cair maupun padat. Selain itu. pengukuran berat jenis setiap sampel dilakukan dengan temperature yang berbeda untuk dapat membuktikan bahwa berat jenis mempunyai harga konstan pada suatu temperature tertentu. . sedangkan aerometer hanya dapat digunakan untuk zat yang berbentuk cair saja. Saran Sebaiknya.

WS^WZS`aVYaZSSZ_aaVSZSTS_SZ S_WZ ScS _`ST S`a\SVS_aa aYSWZSVWTTW_S^  [aW S` S b[aW S` TW_S^ SS T[T[` WZ_Z S SSZ TW^\WZYS^a `W^YSZ`aZY \aSVS^S__S S``a_WZV^VSZSaa^SZ\S^`WVS^ S`T[T[`[WaZ S_W^`S WWZ`SSZVS^_aS`a S`VS\S`W\WZYS^aT[T[`WZ_Z S  WWZ`SSZÈb_[_`S__a`Sa S`VS\S`aYSW\WZYS^aTW^S`WZ_Z S SZVS\S` VS`VS^^aa_  V ` S^^aa_`W^_WTa`b_[_`S_TW^TSZVZYa^a_VWZYSZTW^S`WZ_V SV_WSZTW_S^ b_[_`S__aS`a S`SS_WSZTW_S^\aSTW^S`WZ_Z S   WZWZ`aSZTW^S`WZ_\SVS`SZ\S_^cS^_SVWZYSZ\Z[W`W^ ^[_WVa^W^S  WZWZ`aSZb[aW\Z[W`W^ O TSZY\Z[W`W^[_[ZYTW^_VSZW^ZYSY^S O _\Z[W`W^VWZYSZS]aSVW_`\SVS_aa  SZY`WSVW`SaTW^S`WZ_Z S TY^S [_aaSS^  S__S S` S S` W\aZ S S__S SZY TW_S^ SS WaZYZSZ T[T[` WZ_Z S O TSZY\Z[W`W^ SZYTW^_S]aSVW_`\SVS_aa O O `aZYTW^S`S^S]aSVW_`\SVS_aa `aZYb[aWS^S]aSVW_` {   TÊSY^S {     O [aWS^b[aW\Z[W`W^ O SZY\W^U[TSSZ  WZWZ`aSZTW^S`WZ_\SVS`SZ\S_^cS^_SVWZYSZ\Z[W`W^ O TSZY\Z[W`W^[_[ZYTW^_VSZW^ZY SZY`WSV`WZ`aSZb[aWZ SW Y^S O _\Z[W`W^VWZYSZ S`\SVS`_S\S_W\S^aVS^\Z[W`W^`W^_ S`\SVS` O TSZY\Z[W`W^ SZYTW^_ S`\SVS`XY^S .

O STSSZ W VSS \Z[W`W^ TW^_ S` \SVS` _aS`a S` US^ \SVS _aa SZY`WSVW`SaTW^S`WZ_Z S O TSZY\Z[W`W^TW^_ S`\SVS`VSZ S`US^`W\S`\SVS_aa O `aZYb[aW S`\SVS` W^S` S`US^YÊXY^S [aW S`US^ Ê        YY^S  { {     [aW S`\SVS`b[aW\Z[W`W^Êb[aW S`US^  O `aZYTW^S` S`\SVS` W^S` S`\SVS`XÊWY^S O `aZYTW^S`WZ_ S`\SVS` W^S`WZ_ S`\SVS`     {   {        {  { { {I JI  J J I II JJI I   {I I{I JI  J JI JJI I O SZY\W^U[TSSZ  S`SS_\W^U[TSSZ O ST^S_ \Z[W`W^ \SVS _aa `W^S`a^ %% Y^U   Y^ Y^ Y^            TW^VS_S^SZ `STW TW^S` WZ_ ST_[a` S^ VSS O W^S`\Z[W`W^[_[ZY O W^S`\Z[W`W^S^ % O W^S`S^ % Y^Ê   Y^ O [aWS^b[aW\Z[W`W^       U  S S_^cS^_S  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY  Y^ % Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S .

O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ % %%Y^Ê O [aWS^ T S_^cS^_S      % Y^Ê  Y^  Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ % %%Y^ % Y^ % %Y^ % Y^  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY  %Y^ %% Y^  %Y^  Y^ Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ %% O [aWS^ U S_^cS^_S  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY     %% Y^Ê O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ %% Y^Ê   %% Y^ % %Y^  %% Y^ Y^   %Y^ Y^  Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ %%% Y^Ê O [aWS^ V S_^cS^_S  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY %      %Y^Ê O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ %%% Y^  %Y^ %% Y^  %Y^  %Y^ %  Y^ Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ % % Y^Ê O [aWS^   W_\aSZ  W_\aSZ     Y^Ê %Y^  O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ % % Y^ % Y^  %Y^  Y^  S^\W^U[TSSZVS`S_VS\S`V_\aSZTScS  WSZTW_S^[Z_WZ`^S__aS`a S`SSSZTW_S^\aSTW^S`WZ_ S``W^_WTa`  f© °¾ ½ °–f ¾ f°¯½¾¾°f  .

 9°¯   f½f –°ff°°f  °nf¯f½°½f f ¾ f°–f°f ¯   f°f f½f –°ff°°ff°–  °nf¾f©f    S^SZ WTSZ S \WZYaa^SZ TW^S` WZ_ _W`S\ _S\W VSaSZ VWZYSZ `W\W^S`a^W SZY TW^TWVS aZ`a VS\S` WTa`SZ TScS TW^S` WZ_ W\aZ S S^YS [Z_`SZ \SVS _aS`a `W\W^S`a^W `W^`WZ`a  WSZ `a _S\W SZY VYaZSSZ S^a_Z S WT TW^bS^S_ _WZYYSVS`S SZYV\W^[WWT^ZUSY               .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful