P. 1
BERAT JENIS

BERAT JENIS

|Views: 527|Likes:
Published by Indah Tri Wahyuni

More info:

Published by: Indah Tri Wahyuni on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2013

pdf

text

original

BERAT JENIS I.

Tujuan Percobaan  Menentukan berat jenis larutan dengan piknometer dan areometer  Menentukan berat jenis padatan dengan menggunakan piknometer  Mengenal factor-faktor yang dapat mempengaruhi berat jenis II. Perincian Kerja  Menentukan berat jenis etanol dengan piknometer dan aerometer  Menentukan berat jenis padatan (pasir) dengan piknometer III. Alat dan Bahan A. Alat yang digunakan  Piknometer  Aerometer  Gelas kimia  Gelas ukur  Pipet Pasteur  Thermometer 0 – 100 C B. Bahan yang digunakan  Etanol 95%  Pasir kwarsa  Aquadest IV. Dasar Teori 25 ml 0,7 - 0,9 250 ml 250 ml

Berat jenis (bilangan murni tanpa dimensi) adalah perbandingan berat zat terhadap air volume yang sama ditimbang di udara pada suhu yang sama. Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu (Biasanya 25oC). Bentuk persamaannya dalah sebagai berikut:

Berat jenis

atau

⁄ . Ada dua tipe piknometer. atau ⁄ ⁄ . Pengujian berat jenis dilakukan untuk menentukan 3 macam bobot jenis yaitu: 1. Berat jenis untuk penggunaan praktis lebih sering didefinisikan sebagai perbandingan massa dari suatu zat terhadap massa sejumlah volume air pada suhu 40C atau temperatur lain yang telah ditentukan. yang dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok. Berat jenis mempunyai harga konstan pada suatu temperature tertentu dan tidak bergantung pada jumlah bahan cuplikan. Ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan bertambahnya volume piknometer. Optimun ini terletak sekitar isi ruang 30 ml. Bobot jenis efektif Massa parikel dibagi volume partikel termausk pori yang tebuka dan tertutup. Bila volume dan berat zat padat tersebut diketahui maka dapat diketahui berat jenisnya. Berat jenis suatu zat dapat dihitung dengan mengukur secara langsung berat zat dalam piknometer (dengan menimbang) dan volume zat (ditentukan dengan piknometer). Volume zat padat yang bentuknya tidak beraturan dapat ditentukan secara langsung dengan menggunakan piknometer. 3. 2. Volume piknometer ditentukan dengan menggunakan zat cair lain yang telah diketahui berat jenisnya. Pinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan rungan yang ditempati cairan tersebut. Berat jenis adalah bilangan murni atau tanpa dimensi. Volume zat cair = volume piknometer. yaitu tipe botol dan tipe pipet . Berat jenis zat cair dapat ditentukan dengan: Berat jenis zat cair dalam piknometer = (berat piknometer + zat cair) – berat piknometer kosong. Bobot jenis sejati Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk rongga yang terbuka dan tertutup. piknometer. tetapi termasuk pori yang tertutup. Berat jenis zat padat dengan bentuk yang tidak beraturan dapat ditentukan dengan: . Menentukan berat jenis zat Metode Piknometer. Adapun beberapa alat yang dapat digunakan untuk menentukan berat jenis yaitu aerometer.Satuan dari berat jenis adalah ⁄ . Bobot jenis nyata Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk pori/lubang terbuka. dan neraca whetsphaal.

Dalam beberapa kasus massa jenis dinyatakan sebagai specific gravity atau massa jenis . Berat jenis relative tidak mempunyai satuan. maka areometer disi dengan butir-butir Pb atau timbal. Terdiri atas dua dengan sepuluh buah lekuk untuk menggantungkan anting. pada ujung lekuk yang ke 10 tergantung sebuah benda celup C terbuat dari gelas (kaca) pejal (tidak berongga). Skala-skala pada areometer menunjukkan berat jenis cairan. Penentuan berat jenis zat cair dengan areometer Penentuan berat jenis dengan areometer berdasarkan pada prinsip Archimedes. Rumus massa jenis relative = massa bahan / massa air yang volumenya sama. Setiap benda yang dicelupkan ke dalam suatu cairan akan mengalami gaya angkat yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan karena adanya benda tersebut. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera. neraca seimbang jika ujum jarum D tepat pada jarum T . Berat jenis relative akan ssama dengan berat jenis absolute bila sebagai pembandingnya adalah air pada suhu 4 Neraca Mohr Westphal dipakai untuk mengukur bobot jenis zat cair. ada yang dalam benda celup dilengkapi dengan sebuah thermometer kecil untuk mengetahui susu cairan yang diukur massa jenisnya.Volume zat piknometer = volume piknometer – volume zat cair Berat jenis relative (berat jenis spesifik) adalah perbandingan antara berat jenis zat pada suhu tertentu. Agar areometer dapat tercelup dengan posisi yang tepat (skala tercelup daam cairan). Densimeter merupakan alat untuk mengukur massa jenis (densitas) zat cair secara langsung. Karena itu skala pada areometer menunjukkan angka yang semakin besar dari atas ke bawah. Areometer berbentuk sebuah silinder yang berlubang. areometer akan tercelup semakin dalam. Semakin kecil berat jenis cairan. Penggunaan berat jenis Berat jenis dapat digunakan dalan berbagai hal untuk menentukan suatu zat antara lain:    Menentukan kemurnian suatu zat Mengenal keadaan suatu zat Menunjukkan kepekaan larutan Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk menghitung massa jenis air. dipakai perbandingan utnuk rumus kedua menghitung massa jenis atau dinamakan massa jenis relative.

relative. Seperti batu. b.000 kg/m3. Oleh karenanya. penyelam dan telur ayam yang melayang dalam air garam. dengan demikian untuk mengetahui massa jenis relatif suatu zat selalu akan menggunakan perbandingan massa jenis zat dengan bilangan 1 g/cm3 atau 1. . diantaranya: a. yaitu 1 g/cm3 atau 1. besi dan tanah. Tenggelam. Seperti gabus. kayu. Air termasuk salah satu zat cair. Ingat bahwa sehingga Massa jenis relatif = massa jenis bahan/massa jenis air massa jenis bahan = massa jenis relatif x massa jenis air Umumnya digunakan untuk menyatakan massa jenis beberapa zat seperti air dan udara. untuk lebih teliti dalam menentukan massa jenis dapat dilakukan dengan mengukur massanya saja dengan massa jenis air. kapal laut. Melayang Benda dikatakan melayang jika benda itu berada diantara permukaan dan dasar air karena berat jenis benda sama dengan berat jenis air. Massa jenis relatif tidak mempunyai satuan. beberapa benda padat jika dimasukan ke dalam air akan mengalami peristiwa yang berbeda-beda. Seperti kapal selam.000 kg/m3. Dibawah ini merupakan penjelasan dasar mengenai Hukum Archimedes. Massa jenis relatif adalah nilai perbandingan massa jenis. Kegunaannya untuk mengetahui massa jenis zat. Massa jenis merupakan besaran turunan dari massa dan volume dalam praktiknya pengukuran volume biasanya kurang teliti dibandingkan dengan pengukuran massa. Karena massa jenis air merupakan bilangan yang mudah diingat. Zat cair memiliki sifat-sifat yang unik berbeda dengan jenis zat yang lain. Bunyi Hukum Archimedes Benda yang dicelupkan atau dimasukan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu cairan akan mendapatkan gaya keatas sebesar zat cair yang yang didesak oleh benda yang dicelupkan atau dimasukan tadi. Terapung Benda dikatakan terapung jika benda itu berada diatas permukaan air karena berat jenis lebih kecil daripada berat jenis air. Benda dikatakan tenggelam jika benda tersebut turun sampai ke dasar air karena berat jenis benda lebih besar dari berat jenis air. c.

36%  Berat jenis etanol 19 ml + aquadest = 0. Penentuan berat jenis zat cair (etanol) dengan aerometer Prosedur kerja:  Masukkan ke dalam gelas ukur 250 ml suatu zat cair yang akan ditentukan pada suhu 32 dan tambahkan aquadest  Masukkan secara hati-hati aerometer ke dalam gelas ukur  Baca skala pada aerometer  Catat berat jenis zat cair tersebut Data hasil percobaan:  Berat jenis etanol pada suhu 32  Berat jenis etanol 10 ml + aquadest = 0.83 Konsentrasi (%) etanol 13 ml: 13 ml % etanol = % etanol = 12.V.6%  Berat jenis etanol 13 ml + aquadest = 0.89 Konsentrasi (%) etanol 19 ml: 19 ml % etanol = % etanol = 18.24% ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ .48%  Berat jenis etanol 16 ml + aquadest = 0.86 Konsentrasi (%) etanol 16 ml: 16 ml % etanol = % etanol = 15. Hasil dan Pembahasan 1.80 Konsentrasi (%) etanol 10 ml: 10 ml % etanol = % etanol = 9.

yaitu 10 ml. Semakin besar konsentrasi suatu zat. Table Berat Jenis Etanol dengan Berbagai Konsentrasi No. .36% 18. Hal ini karena semakin besar volume etanol yang digunakan maka semakin besar pula konsentrasi etanol yang kemudian akan mempengaruhi berat jenisnya. Konsentrasi (%) 9. dan 19 ml. etanol diukur menggunakan areometer dengan berbagai tingkat volume. Karena dalam hal ini.6% 12.83 gr 0. 16 ml.48% 15.80 gr 0. 1. 13 ml. maka semakin tinggi pula densitas atau berat jenis etanol tersebut. maka semakin besar pula berat jenis zat tersebut.24% Berat Jenis ( ⁄ 0. 4.Adapun data berikutnya dapat dilihat pada table di bawah ini. volume berbanding lurus dengan konsentrasi. 2. maka konsentrasinya pun akan semakin besar.86 gr 0. Semakin besar volume etanol yg digunakan.89 gr ) Grafik Hubungan Antara Konsentrasi dan Berat Jenis Pembahasan Dari data pada tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi etanol dalam aquadest. Dalam percobaan kali ini. 3.

Terdapat dua alat yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu areometer dan piknometer. karena biasanya pencucian meninggalkan tetesan pada dinding alat yang dibersihkan. Bila alat ini dicelupkan dalam cairan yang akan diuji. Air murni bermassa jenis 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³. Pengisiannya harus melalui bagian dinding dalam dari piknometer untuk menghindari terjadinya gelembung udara. Setelah dibersihkan. yang akhirnya juga mempengaruhi nilai berat jenis sampel. Akhirnya piknometer yang berisi sampel ditimbang. Pembilasan dilakukan untuk menghilangkan sisa dari permbersihan. maka areometer ini diisi oleh butiran-butiran timbal. areometer akan tercelup semakin dalam. Areometer berbentuk sebuah silinder yang berlubang dan untuk dapat tercelup dengan posisi yang tepat. Piknometer digunakan untuk mencari berat jenis zat cair maupun padat sedangkan areometer digunakan untuk menentukan berat jenis zat cair saja.Berat jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu (biasanya pada suhu 25ºC). mudah menguap dan bersifat antiseptikum. Setelah ditimbang kosong. sehinggga dapat mempengaruhi hasil penimbangan piknometer kosong. Oleh karena itu skala pada areometer menunjukkan angka yang semakin besar dari atas ke bawah. piknometer dibersihkan dengan menggunakan aquadest. piknometer lalu diisikan dengan sampel mulai dengan aquadest. maupun yang ada di dalam piknometer itu sendiri. Pemakaian alkohol sebagai pembilas memiliki sifat-sifat yang baik seperti mudah mengalir. baik yang ada di luar. Berat jenis merupakan bilangan murni tanpa dimensi (Berat jenis tidak memiliki satuan). Piknometer biasanya terbuat dari kaca untuk erlenmeyer kecil dengan kapasitas antara 10ml-50ml. Jadi sisa-sisa yang tidak diinginkan dapat hilang dengan baik. Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok. sebagai pembanding nantinya dengan sampel yang lain (dalam hal ini adalah pasir kwarsa). Untuk melakukan percobaan penetapan berat jenis dengan piknometer. piknometer ditimbang pada timbangan analitik dalam keadaan kosong. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis suatu zat adalah : . kemudian dibilas dengan alkohol untuk mempercepat pengeringan piknometer kosong tadi. maka angka menunjukkan berat jenis zat tersebut. Dari percobaan ini diketahui bahwa berat jenis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Harga kedua zat itu ditentukan pada temperatur yang sama. Semakin kecil berat jenis cairan. Berat jenis didefenisikan sebagai perbandingan kerapatan suatu zat terhadap kerapatan air.

4. 2. demikian pula halnya pada suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk menghitung bobot jenisnya. Oleh karena itu. bobot molekulnya serta kekentalan dari suatu zat dapat mempengaruhi bobot jenisnya. jika volume zat besar maka bobot jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri. dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat menguap sehingga dapat mempengaruhi bobot jenisnya. dan kering yang telah ditentukan volumenya e gram Isi piknometer dengan zat padat sampai separuh dari piknometer terisi zat padat Timbang piknometer yang berisi zat padat f gram ml  Penentuan berat jenis padatan (pasir kwarsa) dengan piknometer . 3. Jadi semakin besar viksositas suatu zat maka semakin besar pula berat jenisnya. bersih dan kering a gram Isi piknometer dengan aquadest pada suhu 32 C yang telah diketahui berat jenisnya Timbang piknometer yang berisi aquadest pada suhu 32 C b gram Hitung berat air aquadest pada suhu 32 C (b – a) gram Hitung volume air aquadest Volume air = volume piknometer Ulangi percobaan Timbang piknometer kosong. Volume zat. Penentuan berat jenis padatan (pasir kwarsa) dengan piknometer Prosedur kerja:  Penentuan volume piknometer           Timbang piknometer kosong. Kekentalan/viskositas sutau zat dapat juga mempengaruhi berat jenisnya. Massa zat. yaitu pada suhu 25oC (suhu kamar). dimana ukuran partikel dari zat. viskositas berbanding lurus dengan berat jenis (d). bersih. digunakan suhu dimana biasanya senyawa stabil. Hal ini dapat dilihat dari rumus : V = kxdxt Dari rumus tersebut.1. jika zat mempunyai massa yang besar maka kemungkinan bobot jenisnya juga menjadi lebih besar. Temperatur. 2.

945 gr .557 gr  Berat air = 58.021 gr  Volume air = volume piknometer = = = 25.544 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 33. Timbang piknometer berisi zat padat dan zat cair tepat pada suhu 32 C g gram Hitung volume zat padat Berat zat cair = (g – f) gram Volume zat cair = ( – ) Volume zat padat = volume piknometer – volume zat cair =   Hitung berat zat padat Berat zat padat = (f – e) gram Hitung berat jenis zat padat Berat jenis zat padat = ⁄  Ulangi percobaan ⁄ Data hasil percobaan:  Kalibrasi piknometer pada suhu 32 literatur) = 0.   Tambahkan ke dalam piknometer berisi zat padat suatu zat cair pada suhu 32 C yang telah diketahui berat jenisnya.99502 ⁄  Berat piknometer kosong = 33.536 gr  Berat piknometer + air = 58.536 gr = 25. Pasir kwarsa 1   Berat piknometer kosong = 33.146 (berdasarkan tabel berat jenis absolut air dalam ⁄ a.557 gr – 33.

Kesimpulan Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa: 1.836 gr – 33.799 gr Berat air = 58.327 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58. Semakin besar konsentrasi suatu zat.569 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 33.883 gr d.492 gr – 33.978 gr b.492 gr Berat air = 58.836 gr = 24. Pasir kwarsa 3       Berat piknometer kosong = 33.569 gr = 0.994 gr = 24.992 gr c.779 gr VI. Kesimpulan A.    Berat pasir kwarsa = 33.868 gr Volume air = = 24.238 gr – 33.544 gr = 0.524 gr = 0.945 gr – 33.238 gr = 24.994 gr Berat pasir kwarsa = 33.994 gr – 33.656 gr Volume air = = 24. Pasir kwarsa 4       Berat piknometer kosong = 33. .524 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 34. maka makin besar pula berat jenis zat tersebut.836 gr Berat pasir kwarsa = 33.714 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58.509 gr = 0.945 gr = 24.401 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58. 2. Berat jenis dipengaruhi oleh suhu dan komposisinya.997 gr – 34.799 gr – 33.759 gr Volume air = = 24.997 gr Berat air = 58.854 gr Volume air = = 24.862 gr Berat air = 58.425 gr Berat piknometer + pasir kwarsa + air = 58.862 gr – 33.509 gr Berat piknometer + pasir kwarsa = 33. Pasir kwarsa 2       Berat piknometer kosong = 33.238 gr Berat pasir kwarsa = 34.

Piknometer dapat digunakan untuk zat berbentuk cair maupun padat. pengukuran berat jenis setiap sampel dilakukan dengan temperature yang berbeda untuk dapat membuktikan bahwa berat jenis mempunyai harga konstan pada suatu temperature tertentu. sampel yang digunakan harusnya lebih bervariasi sehingga data yang diperoleh lebih rinci lagi.3. Selain itu. . B. sedangkan aerometer hanya dapat digunakan untuk zat yang berbentuk cair saja. Saran Sebaiknya.

WS^WZS`aVYaZSSZ_aaVSZSTS_SZ S_WZ ScS _`ST S`a\SVS_aa aYSWZSVWTTW_S^  [aW S` S b[aW S` TW_S^ SS T[T[` WZ_Z S SSZ TW^\WZYS^a `W^YSZ`aZY \aSVS^S__S S``a_WZV^VSZSaa^SZ\S^`WVS^ S`T[T[`[WaZ S_W^`S WWZ`SSZVS^_aS`a S`VS\S`W\WZYS^aT[T[`WZ_Z S  WWZ`SSZÈb_[_`S__a`Sa S`VS\S`aYSW\WZYS^aTW^S`WZ_Z S SZVS\S` VS`VS^^aa_  V ` S^^aa_`W^_WTa`b_[_`S_TW^TSZVZYa^a_VWZYSZTW^S`WZ_V SV_WSZTW_S^ b_[_`S__aS`a S`SS_WSZTW_S^\aSTW^S`WZ_Z S   WZWZ`aSZTW^S`WZ_\SVS`SZ\S_^cS^_SVWZYSZ\Z[W`W^ ^[_WVa^W^S  WZWZ`aSZb[aW\Z[W`W^ O TSZY\Z[W`W^[_[ZYTW^_VSZW^ZYSY^S O _\Z[W`W^VWZYSZS]aSVW_`\SVS_aa  SZY`WSVW`SaTW^S`WZ_Z S TY^S [_aaSS^  S__S S` S S` W\aZ S S__S SZY TW_S^ SS WaZYZSZ T[T[` WZ_Z S O TSZY\Z[W`W^ SZYTW^_S]aSVW_`\SVS_aa O O `aZYTW^S`S^S]aSVW_`\SVS_aa `aZYb[aWS^S]aSVW_` {   TÊSY^S {     O [aWS^b[aW\Z[W`W^ O SZY\W^U[TSSZ  WZWZ`aSZTW^S`WZ_\SVS`SZ\S_^cS^_SVWZYSZ\Z[W`W^ O TSZY\Z[W`W^[_[ZYTW^_VSZW^ZY SZY`WSV`WZ`aSZb[aWZ SW Y^S O _\Z[W`W^VWZYSZ S`\SVS`_S\S_W\S^aVS^\Z[W`W^`W^_ S`\SVS` O TSZY\Z[W`W^ SZYTW^_ S`\SVS`XY^S .

O STSSZ W VSS \Z[W`W^ TW^_ S` \SVS` _aS`a S` US^ \SVS _aa SZY`WSVW`SaTW^S`WZ_Z S O TSZY\Z[W`W^TW^_ S`\SVS`VSZ S`US^`W\S`\SVS_aa O `aZYb[aW S`\SVS` W^S` S`US^YÊXY^S [aW S`US^ Ê        YY^S  { {     [aW S`\SVS`b[aW\Z[W`W^Êb[aW S`US^  O `aZYTW^S` S`\SVS` W^S` S`\SVS`XÊWY^S O `aZYTW^S`WZ_ S`\SVS` W^S`WZ_ S`\SVS`     {   {        {  { { {I JI  J J I II JJI I   {I I{I JI  J JI JJI I O SZY\W^U[TSSZ  S`SS_\W^U[TSSZ O ST^S_ \Z[W`W^ \SVS _aa `W^S`a^ %% Y^U   Y^ Y^ Y^            TW^VS_S^SZ `STW TW^S` WZ_ ST_[a` S^ VSS O W^S`\Z[W`W^[_[ZY O W^S`\Z[W`W^S^ % O W^S`S^ % Y^Ê   Y^ O [aWS^b[aW\Z[W`W^       U  S S_^cS^_S  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY  Y^ % Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S .

O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ % %%Y^Ê O [aWS^ T S_^cS^_S      % Y^Ê  Y^  Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ % %%Y^ % Y^ % %Y^ % Y^  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY  %Y^ %% Y^  %Y^  Y^ Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ %% O [aWS^ U S_^cS^_S  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY     %% Y^Ê O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ %% Y^Ê   %% Y^ % %Y^  %% Y^ Y^   %Y^ Y^  Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ %%% Y^Ê O [aWS^ V S_^cS^_S  O W^S`\Z[W`W^[_[ZY %      %Y^Ê O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ %%% Y^  %Y^ %% Y^  %Y^  %Y^ %  Y^ Y^ O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_S O W^S`\S_^cS^_S O W^S`S^ % % Y^Ê O [aWS^   W_\aSZ  W_\aSZ     Y^Ê %Y^  O W^S`\Z[W`W^\S_^cS^_SS^ % % Y^ % Y^  %Y^  Y^  S^\W^U[TSSZVS`S_VS\S`V_\aSZTScS  WSZTW_S^[Z_WZ`^S__aS`a S`SSSZTW_S^\aSTW^S`WZ_ S``W^_WTa`  f© °¾ ½ °–f ¾ f°¯½¾¾°f  .

 9°¯   f½f –°ff°°f  °nf¯f½°½f f ¾ f°–f°f ¯   f°f f½f –°ff°°ff°–  °nf¾f©f    S^SZ WTSZ S \WZYaa^SZ TW^S` WZ_ _W`S\ _S\W VSaSZ VWZYSZ `W\W^S`a^W SZY TW^TWVS aZ`a VS\S` WTa`SZ TScS TW^S` WZ_ W\aZ S S^YS [Z_`SZ \SVS _aS`a `W\W^S`a^W `W^`WZ`a  WSZ `a _S\W SZY VYaZSSZ S^a_Z S WT TW^bS^S_ _WZYYSVS`S SZYV\W^[WWT^ZUSY               .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->