P. 1
Adab Dan Akhlak Dalam Menuntut Ilmu

Adab Dan Akhlak Dalam Menuntut Ilmu

|Views: 68|Likes:
Published by Irma R. Amalia

More info:

Published by: Irma R. Amalia on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2011

pdf

text

original

Adab dan Akhlak dalam Menuntut Ilmu Oleh Ade Nurdiansyah, S.

Pd Di dalam Al Qur’an diterangkan bahwa sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ilmu merupakan sarana utama menuju kebahagiaan abadi. Ilmu merupakan pondasi utama sebelum berkata-kata dan berbuat. Dengan ilmu, manusia dapat memiliki peradaban dan kebudayaan. Dengan ilmu, manusia dapat memperoleh kehidupan dunia, dan dengan ilmu pula, manusia menggapai kehidupan akhirat. Baik atau buruknya suatu ilmu, bukan karena ilmunya, melainkan karena niat dan tujuan si pemiliki ilmu. Ibarat pisau, tergantung siapa yang memilikinya. Jika pisau dimiliki oleh orang jahat, maka pisau itu bisa digunakan untuk membunuh, merampok atau mencuri. Tetapi jika dimiliki oleh orang baik, maka pisau itu bisa digunakan untuk memotong hewan qurban, mengiris bawang atau membelah ikan. Di bawah ini merupakan metode yang baik dalam mencari/menuntut ilmu, agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dan mendapat barokah dari Allah 1. Awali dengan niat yang benar, baik dan ikhlas. Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan, bukan untuk mengejar dunia semata. Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut, kita berjuang di jalan Allah. Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dunia-akhirat. Memohonlah kepada Allah agar kita terhindar dari ilmu/ajaran sesat dan menyesatkan. 2. Selalu minta restu dan ridho orangtua. Mintalah dengan kerendahan hati dan santun kepada orangtua untuk mendoakan agar kita selamat dunia-akhirat. 3. Berhati-hati dalam memilih ilmu. Pelajarilah ilmu agama sebagai landasan hidup. Pelajarilah ilmu tentang aqidah, karena aqidah yang benar merupakan pondasi keimanan. Pelajarilah ilmu tentang akhlak, karena akhlak merupakan cermin dari suasana hati. Ingatlah... bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia. Pelajarilah ilmu fiqh agar tata cara ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pelajarilah ilmu-ilmu duniawi sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan. 4. Belajar kepada guru yang terpercaya akan keilmuannya dan agamanya. Cara ini lebih cepat dan lebih meyakinkan daripada belajar tanpa guru. Dengan belajar kepada guru akan memungkinkan diskusi, tanya-jawab dan timbal-balik antara murid dan guru. 5. Belajar kepada alam. Gunakanlah akal untuk memikirkan alam semesta ini dan kejadiankejadiannya, dalam rangka meneguhkan/menguatkan keyakinan kita terhadap kekuasaan dan keagunggan Allah. 6. Belajar dari pengalaman dan ujian hidup. Jika hidup dan kehidupan ini kita jalani dengan kesholehan hati, maka setiap pengalaman dan ujian/cobaan dapat kita jadikan pelajaran. Sabar dan rasa syukur kepada Allah merupakan dua aspek penting dalam mengambil atau memetik pelajaran dari pengalaman dan ujian hidup. Jangan menjadi manusia yang berilmu (pintar) tetapi zolim. Dan jangan pula menjadi manusia yang taat beribadah (sholeh) tapi bodoh. Ilmu tanpa didasari dengan keimanan, maka dengan ilmu tersebut manusia akan berbuat kerusakan dan kezoliman. Iman tanpa didasari dengan ilmu, maka keimanannya bersifat semu, hanya sebuah khayalan dan sugesti belaka, begitupun ibadahnya hanya bersifat ikut-ikutan. Oleh karena itu, raihlah kesuksesan dengan 2 sayap, iman dan ilmu. Insya Allah... kesuksesan yang kita raih bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

karena untuk memahami suatu ilmu sampai tuntas memerlukan waktu yang lama. Khalifah Harun Ar Rasyid pernah mengirimkan putranya untuk belajar kepada syekh burhanuddin. Beberapa hal yang dapat memperoleh kemudahan dalam menuntut ilmu: 1. lembut dan santun kepada guru hendaknya memaafkan guru ketika beliau melakukan suatu kesalahan tidak menjelek-jelekan dan tidak memfitnah guru tidak menghianati dan tidak menyakiti hati guru berusaha melayani guru dengan sebaik-baiknya selalu berusaha menyenangkan hati guru memanggil guru dengan panggilan yang disukainya berusaha menyukai apa yang disukai oleh guru membiasakan diri memberikan hadiah kepada guru dan keluarganya sebagai tanda penghormatan kepada mereka tidak berjalan di depan guru ketika berjalan bersamanya tidak terbahak-bahak di depan guru tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan guru selalu duduk dalam sikap sopan berusaha keras ( jihad ) dan tekad membuat kemajuan bersama guru Keberhasilan dan kemudahan dalam proses menuntut ilmu terletak pada kelakuan baik (adab) si penuntut ilmu. Suatu saat. kenapa engkau menggunakan tangan kananmu untuk menuangkan air sementara tangan kirimu kau biarkan diam. 5. kesungguhan. Lalu khalifah berkata kepada putranya. rajin bangun malam untuk sholat tahajud dan tafakur. . Dalam menuntut ilmu dibutuhkan keyakinan.Menuntut ilmu tidaklah mudah. karena untuk meraih ilmu perlu tenaga dan biaya. Kita harus sungguh-sungguh. tetapi juga tidak sulit. yang satu untuk menuangkan air dan yang satu lagi untuk membasuh kaki gurumu. begitu tegas khalifah mendidik anaknya agar hormat kepada guru. Kita harus mempunyai jiwa berkorban.. Gunakanlah kedua tanganmu. ketika khalifah berkunjung untuk menemui putranya yang sedang belajar.. kesabaran. 2. Perkataan Ali ini merupakan ungkapan bahwa begitu besar penghormatan beliau kepada guru. "aku ibarat budak dari orang yang mengajarkanku walaupun hanya satu huruf ". 4. "Wahai anakku. dan pengorbanan. Kita harus bersabar. 6. terutama adab kepada guru." Subhanallah. Kita harus meyakini bahwa kita pasti bisa memahami suatu ilmu/pelajaran. taat beribadah. Sayyidina Ali rodhiallu’anhu berkata. 7. 3. khalifah melihat putranya itu sedang menuangkan air wudhu untuk syekh. tidak berbuat maksiat memuliakan/menghormati guru (adab murid kepada guru) memuliakan/menghormati sahabat (adab murid kepada sesama murid) memuliakan/menghormati kitab/buku (adab murid kepada pelajaran) sering bergaul/berdiskusi dengan ulama (memuliakan ulama) membiarkan diri lapar ketika sedang belajar (rajin berpuasa) Adab murid kepada guru • • • • • • • • • • • • • • • • • menghormati dan memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan ikhlas tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru jujur dan setia bersama guru bersikap rendah hati. karena hanya dengan kesungguhan suatu ilmu dapat kita miliki.

. hanya menjadi sesama saudara dengan mereka lapang dada dalam perbedaan pendapat yang mungkin terjadi di antara sesama murid Adab murid kepada pelajaran • • • • • • • • • • • niat yang ikhlas karena Allah ketika memulai belajar diniatkan bahwa belajar ( menuntut ilmu ) itu untuk menghilangkan kebodohan diri dan orang lain di lingkungannya menghormati dan memuliakan buku pelajaran ( kitab ) dengan tulus dan ikhlas menjaga kebersihan dan kerapihan buku pelajaran ( kitab ) meletakkan buku pelajaran ( kitab ) di tempat yang baik dan terhormat tekun dan kontinyu dalam memahami pelajaran ( ilmu ) membiasakan diri menghafal pelajaran dan menjaga hafalan selalu menulis atau mencatat pelajaran ( ilmu ) yang diperoleh meneliti sumber dan isi pelajaran ( ilmu ) yang ada dalam buku atau kitab bersikap adil terhadap isi pelajaran ( ilmu ) yang ada dalam buku atau kitab menjauhkan sifat malu yang berlebihan dalam proses memahami suatu pelajaran atau ilmu Semoga ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat.. maka amal dan ilmunya tidak akan mendapatkan barokah dari Allah. hendaknya kita berusaha untuk selalu berbuat baik. Oleh karena itu. Jika penuntut ilmu tidak memperhatikan bahkan meninggalkan adab dan akhlak. memperhatikan adab dan berakhlak mulia. ilmu yang kita miliki dapat menyelamatkan kita di kemudian hari. . Insya Allah.Adab murid kepada sesama murid • • • • • • • • • menghormati dan memuliakan sesama murid dengan tulus dan ikhlas hendaknya memberikan nasehat kepada sesama murid dengan kerendahan hati dan bebas dari kesombongan ( amar ma’ruf nahi munkar ) selalu berbaik sangka kepada sesama murid dan tidak mencari-cari keburukan mereka tidak menyakiti hati sesama murid hendaknya menerima permintaan maaf sesama murid apabila mereka memintanya selalu membantu sesama murid dalam suka maupun duka bersikap rendah hati dan santun kepada sesama murid tidak meminta menjadi pemimpin mereka. bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bermanfaat untuk orang lain..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->