P. 1
Hipoglikemia

Hipoglikemia

|Views: 29|Likes:

More info:

Published by: Arfiska Ridha Fausa 'ucha' on Dec 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2013

pdf

text

original

Hipoglikemia

Definition :
Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah.

Cause :
Hipoglikemia bisa disebabkan oleh:


Pelepasan insulin yang berlebihan oelh pankreas Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi, yang diberikan kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya Kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal Kelaiana pada penyimpanan karbohidra atau pembentukan glukosa di hati. Secara umum, hipogklikemia dapat dikategorikan sebagai yang berhubungan dengan obat dan yang tidak berhubungan dengan obat. Sebagian besar kasus hipoglikemia terjadi pada penderita diabetes dan berhubungan dengan obat. Hipoglikemia yang tidak berhubungan dengan obat lebih jauh dapat dibagi lagi menjadi: - Hipoglikemia karena puasa, dimana hipoglikemia terjadi setelah berpuasa - Hipoglikemia reaktif, dimana hipoglikemia terjadi sebagai reaksi terhadap makan, biasanya karbohidrat. Hipoglikemia paling sering disebabkan oleh insulin atau obat lain (sulfonilurea) yang diberikan kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya. Jika dosisnya lebih tinggi dari makanan yang dimakan maka obat ini bisa terlalu banyak menurunkan kadar gula darah. Penderita diabetes berat menahun sangat peka terhadap hipoglikemia berat. Hal ini terjadi karena sel-sel pulau pankreasnya tidak membentuk glukagon secara normal dan kelanjar adrenalnya tidak menghasilkan epinefrin secara normal. Padahal kedua hal tersebut merupakan mekanisme utama tubuh untuk mengatasi kadar gula darah yang rendah. Pentamidin yang digunakan untuk mengobati pneumonia akibat AIDS juga bisa menyebabkan hipoglikemia. Hipoglikemia kadang terjadi pada penderita kelainan psikis yang secara diam-diam menggunakan insulin atau obat hipoglikemik untuk dirinya. Pemakaian alkohol dalam jumlah banyak tanpa makan dalam waktu yang lama bisa menyebabkan hipoglikemia yang cukup berat sehingga menyebabkan stupor. Olah raga berat dalam waktu yang lama pada orang yang sehat jarang menyebabkan hipoglikemia. Puasa yang lama bisa menyebabkan hipoglikemia hanya jika terdapat penyakit lain (terutama penyakit kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal) atau mengkonsumsi sejumlah besar alkohol. Cadangan karbohidrat di hati bisa menurun secara perlahan sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan kadar gula darah yang adekuat. Pada orang-orang yang memiliki kelainan hati, beberapa jam berpuasa bisa menyebabkan hipoglikemia. Bayi dan anak-anak yang memiliki kelainan sistem enzim hati yang memetabolisir gula bisa mengalami hipoglikemia diantara jam-jam makannya. Seseorang yang telah menjalani pembedahan lambung bisa mengalami hipoglikemia diantara jam-jam makannya (hipoglikemia alimenter, salah satu jenis hipoglikemia reaktif). Hipoglikemia terjadi karena gula sangat cepat diserap sehingga merangsang pembentukan insulin yang berlebihan. Kadar insulin yang tinggi menyebabkan penurunan kadar gula darah yang cepat. Hipoglikemia alimentari kadang terjadi pada seseorang yang tidak menjalani pembedahan. Keadaan ini disebuthipoglikemia alimentari idiopatik. Jenis hipoglikemia reaktif lainnya terjadi pada bayi dan anak-anak karena memakan makanan yang mengandung gula fruktosa dan galaktosa atau asam amino leusin. Fruktosa dan galaktosa menghalangi pelepasan glukosa dari hati; leusin merangsang pembentukan insulin yang berlebihan oleh pankreas. Akibatnya terjadi kadar gula darah yang rendah beberapa saat setelah memakan makanan yang mengandung zat-zat tersebut. Hipoglikemia reaktif pada dewasa bisa terjadi setelah mengkonsumsi alkohol yang dicampur dengan gula (misalnya gin dan tonik). Pembentukan insulin yang berlebihan juga bisa menyebakan hipoglikemia. Hal ini bisa terjadi pada tumor sel penghasil insulin di pankreas (insulinoma).

• •

kegelisahan. Kadar insulin dalam darah naik-turun secara abnormal karena pankreas menghasilkan sejumlah insulin untuk melawan antibodi tersebut. kelainan fungsi hipofisa atau adrenal. syok dan infeksi yang berat. Pada penderita tumor pankreas penghasil insulin. Sign & Symptoms : Pada awalnya tubuh memberikan respon terhadap rendahnya kadar gula darh dengan melepasakan epinefrin (adrenalin) dari kelenjar adrenal dan beberapa ujung saraf. Penyebab lainnya adalah penyakti autoimun. lemah. Penyebabnya bisa ditentukan berdasarkan riwayat kesehatan penderita. Baik penderita diabetes maupun bukan. lelah. Gejala yang menyerupai kecemasan maupun gangguan fungsi otak bisa terjadi secara perlahan maupun secara tiba-tiba. Untuk mengetahui adanya tumor penghasil insulin. Tumor penghasil insulin harus diangkat melalui pembedahan.Kadang tumor diluar pankreas yang menghasilkan hormon yang menyerupai insulin bisa menyebabkan hipoglikemia. Jika hipoglikemianya berat dan berlangsung lama serta tidak mungkin untuk memasukkan gula melalui mulut penderita. sakit kepala. Hipoglikemia yang berlangsung lama bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen. Hal ini bisa terjadi pada penderita atau bukan penderita diabetes. sebaiknya sesudah makan gula diikuti dengan makanan yang mengandung karbohidrat yang bertahan lama (misalnya roti atau biskuit). gejalanya terjadi pada pagi hari setelah puasa semalaman. jantung berdebar-debar dan kadang rasa lapar). MRI atau USG sebelum pembedahan. . Epinefrin merangsang pelepasan gula dari cadangan tubuh tetapi jugamenyebabkan gejala yang menyerupai serangan kecemasan (berkeringat. air gula atau segelas susu. Sebelum pembedahan. Pada mulanya hanya terjadi serangan hipoglikemia sewaktu-waktu. Hipoglikemia yang lebih berat menyebabkan berkurangnya glukosa ke otak dan menyebabkan pusing. dilakukan pengukuran kadar insulin dalam darah selama berpuasa (kadang sampai 72 jam). dimana tubuh membentuk antibodi yang menyerang insulin. tidak mampu berkonsentrasi. bingung. dilakukan untuk menentukan lokasi tumor. kejang dan koma. Jika dicurigai suatu hipoglikemia autoimun. Hal ini paling sering terjadi pada orang yang memakai insulin atau obat hipoglikemik per-oral. gemetaran. sirosis atau kanker) juga bisa menyebabkan hipoglikemia. Penyakit hati yang berat (misalnya hepatitis virus. kekurangan gizi. perilaku yang tidak biasa. Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia (terutama penderita diabetes). Glukagon adalah hormon yang dihasilkan oleh sel pulau pankreas. maka dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya antibodi terhadap insulin. pingsan. Glukagon tersedia dalam bentuk suntikan dan biasanya mengembalikan gula darah dalam waktu 5-15 menit. Bukan penderita diabetes yang sering mengalami hipoglikemia dapat menghindari serangan hipoglikemia dengan sering makan dalam porsi kecil. Diagnosis hipoglikemia ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil pemeriksaan kadar gula darah. maka diberikan glukosa intravena untuk mencegah kerusakan otak yang serius. yang merangsang pembentukan sejumlah besar glukosa dari cadangan karbohidrat di dalam hati. hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten. Diagnose : Gejala hipoglikemia jarang terjadi sebelum kadar gula darah mencapai 50 mg/dL. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium sederhana. gangguan penglihatan. diberikan obat untuk menghambat pelepasan insulin oleh tumor (misalnya diazoksid). tetapi lama-lama serangan lebih sering terjadi dan lebih berat. Pemeriksaan CT scan. Treatment : Gejala hipoglikemia akan menghilang dalam beberapa menit setelah penderita mengkonsumsi gula (dalam bentuk permen atau tablet glukosa) maupun minum jus buah. terutama jika cadangan gula darah habis karena melakukan olah raga sebelum sarapan pagi. Seseorang yang memiliki resiko mengalami episode hipoglikemia berat sebaiknya selalu membawa glukagon. kanker. Hipoglikemia juga bisa terjadi akibat gagal ginjal atau gagal jantung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->