P. 1
Golongan Darah A

Golongan Darah A

|Views: 41|Likes:

More info:

Published by: Johann Alwi Candyn'machinelover on Dec 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2012

pdf

text

original

Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan

antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. Sifat yang Dimiliki Golongan Darah A : 1. Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya. 2. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala. 3. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten. 4. Mereka berusaha membuat diri mereka sewajar dan seideal mungkin. 5. Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang. 6. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya. 7. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.

Anda bergolongan darah A? Ada baiknya membaca sedikit informasi tentang golongan darah anda. Golongan darah A adalah golongan darah tertua ke-2 didunia. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Dr.D’Adamo mengkategorikan ciri/sifat dari golongan darah ini. Adapun ciri/sifat dari golongan darah A yakni, 1. Jalur pencernaanya cukup sensitive. 2. Lebih baik menjadi vegetarian. 3. Diet : Lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat, sayur, buah dan makanan rendah lemak. 4. Rentan terhadap serangan penyakit seperti jantung, diabetes, kanker, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Mengapa? Menurut penelitian golongan darah A digolongkan ke dalam bentuk darah dengan konsistensi kental. Akibatnya darah lebih lambat beredar dan memungkinkan terjadinya penumpukan kotoran pada dinding pembuluh darah arteri (atheroskleroris) 5. Sistem kekebalan tubuh golongan darah A tidak sekuat orang golongan darah O. 6. Golongan darah A cenderung menyimpan lemak terutama yang berasal dari daging, sehingga menimbulkan risiko obesitas, oleh karena itu lebih disarankan menjadi vegetarian (memperbanyak makan sayur-sayuran dan buah)7.

7. Golongan darah A memiliki asam lambung yang rendah sehingga sukar mencerna daging, dan juga susu.
Frekuensi

Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.
Populasi Suku pribumi Amerika Selatan Orang Vietnam Suku Aborigin di Australia Orang Jerman Suku Bengalis Suku Saami Pewarisan Tabel pewarisan golongan darah kepada anak Ayah Ibu O O A B O O, A A O, B B AB A, B O 100% A – B – AB –

45.0% 21.4% 29.1% 4.5% 44.4% 55.6% – –

42.8% 41.9% 11.0% 4.2% 22.0% 24.0% 38.2% 15.7% 18.2% 54.6% 4.8% 12.4%

O, A O, A

O, A, B, AB A, B, AB A, B, AB A, B, AB

O, B O, A, B, AB O, B A, B, AB

AB A, B A, B, AB

Rhesus
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B. Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat memengaruhi janin pada saat kehamilan.
# SKEMA GOLONGAN DARAH A:

Kecocokan golongan darah
Tabel kecocokan RBC Golongan darah resipien O− O+ A− A+ B− B+ AB− AB+ Tabel kecocokan plasma Resipien O A B AB
#AGULTINASI DARAH

Donor O− O+ A− A+ B− B+ AB− AB+

Donor O A B AB

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->