P. 1
Laporan Prak Ko II as. Sulfa Nil At

Laporan Prak Ko II as. Sulfa Nil At

|Views: 1,297|Likes:
Published by ivhanz04

More info:

Published by: ivhanz04 on Dec 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

DAFTAR PUSTAKA Furniss, B. S., et.al. 1978. Vogel’s Textbook of Practical Organic Chemistry 4th Edition.

Longman Group Limited: London. (912) Vishnoi, N. K. 1979. Advanced Practical Organic Chemistry 1st Edition. Vikas Publishing House, PVT, Ltd: New Delhi. (310) McMurry, J. 2000. Organic Chemistry 5th Edition. Brooks/Cole Publishing Company Pasific Grove: USA. Sen, D. 2005. Reference Book On Chemical Engineering Volume 1. New Age International (P) Ltd., Publishers: New Delhi. (75-77) Sweetman, Sean C. 2009. Martindale: The Complete Drug Reference 36th Edition. Pharmaceutical Press: London. (15, 2019, 2024, 2244)

1

BAB I PROSEDUR PERCOBAAN SULPHANILIC ACID Ph·NH2 + H2SO4 p·H3N+·C6H4·SO3-

Place 20,4g (20 ml, 0,22 mol) of aniline in a 250 ml around bottomed flask and cautiously add 74 g (40 ml) of concentrated sulphuric acid in small portions, swirl the mixture gently during the addition and keep it cool by occasionally immersing the flask in cold water. Support the flask in an oil bath, and heat the mixture at 180o-190oC (fume cupboard) for about 5 hours (1). The sulphonation is complete when a test portion (2 drops) is completely dissolved by 3-4 ml of c. 2 M sodium hydroxide solution without leaving the solution cloudy. Allow thw product to cool to about 50oC and pour it carefully with stirring into 400 g of cold water or of crushed ice. Allow to stand for 10 minutes, and collect the precipitated sulphanilic acid on a Buchner funnel, wash it well with water and drain. Dissolve the crude sulphanilic acid in the minimum volume of boilough a hot-water funnel or thing water (450-500 ml), if the resulting solution is coloured, add about 4 g of decolourising carbon and boil for 10-15 minutes. Filter through a hot-water funnel or through a preheated Buchner funnel. Upon cooling, the sulphanilic acid dehydrate separates in colourless crystals. When the filtrate is quite cool, filter the crystals with suction, wash with about 10 ml of cold water and press thoroughly with a wide glass stopper. Dry between sheets of filter paper or in a desiccators containing anhydrous calcium chloride, in the latter case, the water of crystallization (and hence the crystalline form) is lost. The yield of sulphanilic acid is 20-22 g (52-58%). The substance does not melt sharply and no attempt should be made to determine the melting point, the crystals are efflorescent. Note. (1) If 40 ml of 10 per cent oleum is cautiously added to the aniline sulphate mixture, sulphonation proceeds much more rapidly and the time of heating is reduced from 5 hours to 1 hour.

2

485 = 288oC 3 .  Sulfanilic acid exists as a zwitterions. London..Furniss. S. Longman Group Limited. (912)  Sulfanilic acid (4-amino benzena sulfonic acid) is a grey crystalline solid produced from sulfonation of aniline. and has an unusually high melting point.      P_amino benzena sulphonic Acid Sulphanilic Acid C6H7NO3S Mr Density Melting point = 173.19 = 1. 1978. et al. It is used as a standard in combustion analysis. Vogel’s Textbook of Practical Organic Chemistry 4th Edition. B.

Dibuat dengan mencampur anilin dengan asam sulfat pekat dengan perbandingan sama. 2 . NH3 + NH2 + SO 3 - OHSO 3 - Dalam larutan basa.BAB II DASAR TEORI A. Sifat Fisika : 1. ion OH. tapi tidak dalam asam. NH2 NH3 HSO 4 + - H2SO4 pekat 180 . Asam Sulfanilat Asam sulfanilat digunakan secara intensif sebagai zat antara untuk zat warna. Beberapa sifat Asam Sulfanilat a. sehingga terbentuk anilin monosulfat lalu dipanaskan pada suhu 180o-190oC. Dalam hal ini ion hydrogen menyerang nitrogen karena NH2 merupakan basa lebih kuat daripada SO3-. 2. Produk utamanya adalah isomer pada posisi para (paling stabil). Larut dalam basa. Pada suhu kamar berbentuk kristal padat yang berwarna putih. Merupakan golongan asam yang sangat kuat.yang kuat mendorong ion hydrogen supaya lepas dari basa lemah membentuk para amino benzena sulfonat. tapi sedikit larut dalam air. Asam sulfanilat adalah garam dengan jenis khusus yang disebut ion dipolar.190 C SO 3H   NH2 anilin monosulfat Asam sulfanilat tidak larut dalam pelarut-pelarut organic.

3. 5. Anilin digunakan sebagai pelarut pada berbagai industri (Sweetman. 2. Dapat bereaksi dengan amida menghasilkan sulfanilamide. dan dapat bereaksi dengan asam nitrat menghasilkan p-nitro anilin. Berat molekul : 173. Kegunaan asam sulfanilat : 1. 2009). Sebagai zat perantara untuk dyes (bahan celup). pestisida (untuk membunuh kuman). Digunakan sebagai katalis dalam industri. Memiliki sifat higroskopis yaitu mudah menyerap air untuk masuk ke dalam molekul-molekulnya. Sebagai bahan dasar dalam industri farmasi. Sifat Kimia : 1. 2. 3 . Dapat digunakan sebagai detergent atau sebagai zat pengemulsi. segera menggelap menjadi coklat jika terpapar udara dan cahaya. 4. 4. 4.02 gram dan titik didih sekitar 183°C. 3.19 5. Asam sulfanilat dapat dihidrolisa menghasilkan asam sulfat dan anilin. Asam dulfanilat hampir mengalami reaksi ionisasi komplit (sempurna) dalam air.3. Mudah larut dalam air panas dan pelarut polar lainnya b. B. Berat per mililiter sekitar 1. Titik didih : 172-187°C 7. Sebagai zat pendamar ion. Titik cair : 288°C 6. Anilin Anilin atau fenilamin adalah cairan berminyak tidak berwarna atau kuning pucat dan bau khas. Dengan basa akan membentuk garam.

menghasilkan garam yang mengandung ion anilinium (C6H5NH3+). Selain itu anilin juga mudah bereaksi dengan asil halida. Reaksi dari amonia dan asil halida / anhidrida asam untuk menyiapkan amida sebagai contoh dari substitusi nukleofilik amina primer dan sekunder bisa juga diperlukan sebagai bahan reaksi dari nukleofilik karena ketidaksetimbangan pasangan elektron pada atom nitrogen dari amina. 4. Gugus amina akan bereaksi dengan halida atau anhidrida asam menyerang atom karboksil karbon. 3. Nitrasi anilin dengan asam nitrat pada sushu -20°C menghasilkan mononitroanilin.4-dinitrophenol. Asetanilida banyak digunakan dalam industri kimia. Sifat – sifat kimia anilin: 1. Rumus kimia anilin (www. Anilin merupakan basa lemah dan bereaksi dengan asam . misalnya asetil klorida(CH3COOCl) membentuk suatu amida. dan nitrasi anilin dengan nitrogen oksida cair pada suhu 0°C menghasilkan 2. 2. 2. Halogenasi senyawa anilin dengan brom dalam larutan sangat encer menghasilkan endapan 2. antara lain: 1.Gambar. Sedangkan hidrogenasi anilin pada fase uap dengan menggunakan katalis nikel menghasilkan 95% sikloheksamina.6-tribromoanilin. Amida ini disebut anilida.org) Anilin memiliki rumus kimia C6H5NH2. Pemanasan anilin hipoklorid dengan senyawa anilin sedikit berlebih pada tekanan sampai 6 atm menghasilkan senyawa difenilamin. seperto asetanilida CH3-CO-NH-C6H5.4. Sebagai bahan baku pembuatan obat – obatan Sebagai zat awal pembuatan penisilin 4 .wikipedia. Hidrogenasi katalitik pada fase cair pada suhu 135°C – 170°C dan tekanan 50 – 500 atm menghasilkan 80% sikloheksamina (C6H11NH2).

Ia juga larut dalam etanol dan metanol. walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. butiran ataupun larutan jenuh 50%. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri. Asam sulfat 98% umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat.3%. Asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Cairan kental. Ia bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Asam Sulfat pekat (H2SO4) Asam sulfat banyak digunakan dalam industri. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. amat korosif. Bereaksi pula dengan logam. juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida. adalah sejenis basa logam kaustik. serpihan. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. pakaian dan zat organik. D. air minum. Natrium Hidroksida (NaOH) Natrium hidroksida (NaOH). kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas. Uapnya amat iritatif terhadap saluran pernapasan. sabun dan deterjen. Bereaksi hebat dengan air dan mengeluarkan panas (eksotermis). 5 . Berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata. ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. 4. tekstil. kayu. Bahan pembantu dalam industri cat dan karet Bahan intermediet pada sulfon dan asetilklorida C. Bereaksi dengan jaringan tubuh.3. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet.

Regenerasi karbon aktif yang sudah jeuuh dilakukan dengan melewatkan uap sangat panas atau gas inert melalui karbon aktif awal. Karbon aktif jenuh dari pemurnian gas dipanaskan hingga mengeluarkan uap merah untuk regenerasi dengan mendekomposisi gas-gas teradsorbsi dan kemudian mendesorbsi massa-massanya (Sen. Ketebalan karbon aktif hanya beberapa lapis sedangkan lebarnya kurang dari 1000 lapis.2-0.7 nm dan karbon aktif untuk pengayak molekuler yang dibuat dari antrasit mempunyai ukuran pori 0.4 cm3/gm. yang memberinya kapasitas adsorpsi yang sempurna.3 nm. Terpisah dari penyebaran pori berukuran besar dan luas permukaan. 2005).0.5-0. Adsorbsi larutan tidak membutuhkan banyak formasi multilapis dan bergantung pada aktivitas kimia di permukaan.25 . Semua jenis karbon aktif mempunyai sejumlah kecil oksigen dan H2 terikat dalam bentuk gugus karbonil. yang akan mengeluarkan gas teradsorbsi dari ruang intergranuler. 6 . Kapasitas adsorpsi karbon aktif ditentukan dari mikroskop. 2005): 1. karbon aktif dari batu arang mempunyai ukuran pori 0. Karbon aktif juga mengandung 20% garam mineral. reaktivitas kimia dari luas permukaan juga penting. Luas permukaannya 1000 m2/gm sesuai tinggi porositasnya. karboksil. Karbon Aktif (Norit) Karbon aktif mempunyai struktur karbon turbostratis dan berpori-pori besar dengan diameter pori berkisar antara 1 .8 nm (kurang dari 2 nanometer) dan spesifik volume sekitar 0. Kegunaan karbon aktif (Sen. Untuk proses permurnian cairan dan gas – karbon aktif digunakan dalam bentuk granuler dan kepingan.E.0.8-1 nm. Pada banyak penerapan. Bahan baku biasa mempunyai ukuran pori 0. Adsorbsi untuk pemurnian fase gas membutuhkan formasi multilapis dan kondensasi kapiler dari karbon aktif. fenol dan sebagainya yang berasal dari bahan baku. karbon aktif tidak butuh mereaktifkan karbon aktif yang sudah jenuh tetapi penting untuk membersihkan material teradsorbsi sehingga karbon kembali ke bentuk asalnya.

Untuk pemurnian air dan dekolorisasi. wine dan alkohol. Untuk pemrosesan makanan. gelatin. laktosa. vitamin C. 5. 9. 7. Untuk penghilangan bau. maltose. digunakan karbon aktif dasar. Juga digunakan dalam pembuatan jus buah. 8. quinine. Pembuatan katalis. dan beresistensi tinggi pada abrasi cocok digunakan pada industri untuk membersihkan sulfur dan nitrogen oksida dari corong asap pembangkit tenaga listrik. 6. Karbon aktif untuk pembakaran suhu tinggi. glukosa. pembuatan plastik. 7 . gliserol. 10. minyak yang dapat dikonsumsi. kafein. asam laktat dan sebagainya. pemisahan campuran gas dan pemulihan larutan. karbon aktif dalam ukuran tepat terbuat dari antrasit. digunakan kepingan karbon aktif. 4. paraffin. Karbon aktif digunakan pada pembuatan sukrosa. minuman ringan. Untuk pengayak molekuler. Pemurnian emas. pektin. Butiran karbon aktif juga digunakan pada reaksi gas.2. Serbuk karbon aktif juga digunakan pada reaksi fase cair. 3.

Memahami reaksi subtitusi elektrofilik (elektrofil SO3 sebagai model) 2. Memahami sulfonasi yang benar 3.BAB III TUJUAN 1. Terampil dalam menggunakan karbon aktif dalam proses rekristalisasi 8 .

Labu alas bulat 250ml 2. Es batu 6. Asam sulfat pekat 3. Alat : 1. Gelas arloji 5. Norit 5. Bahan : 1. Aquadem ½ x 20 ml = 10 ml ½ x 40 ml = 20 ml 4 ml 4g secukupnya secukupnya B. Gelas piala 4. Pengaduk gelas 9 . Pendingin udara 6. Gelas ukur 7.BAB IV ALAT DAN BAHAN A. NaOH 2 N 4. Anilin 2. Corong Buchner & labu hisap 8. Thermometer 300oC 3.

BAB V MEKANISME REAKSI NH2 + + Anilin H2SO4 pekat NH3 O3 S - Asam Sulfanilat Mekanisme reaksi: NH2 HN O SO 3H + Anilin H2SO4 pekat Anilin sulfat -H2O HN SO 3H Phenyl sulfanic acid Migration NH3 O3 S - + NH2 HO3 S Migration NH2 SO 3H 10 .

Dikumpulkan hasil asam sulfanilat yang mengendap dengan menggunakan corong Buchner. Diamkan hasil mendingin sampai suhu ± 50oC. Dikeringkan Kristal yang diperoleh dalam eksikator. seminimal mungkin (400-600 ml). 6. ditambahkan ± 4 g norit. Ditambahkan 40 ml asam sulfat pekat. lalu dituangkan hati-hati melalui kaca pengaduk kedalam 400 ml air es. Rekristalisasi :    Dilarutkan kepingan-kepingan hasil dengan air mendidih. Labu dipanaskan dengan penangas udara pada temperature 170o-180oC selama 5 jam. Timbang hasil. 2. lalu didihkan lagi selama 10-15 menit. filtrat yang diperoleh dibiarkan mendingin. Dimasukkan 20 ml anilin kedalam labu alas bulat 250 ml. 4. sampai sulfonasi sempurna yaitu bila 2 tetes hasil tersebut larut sempurna dalam 4 ml larutan NaOH 2N tanpa menunjukkan kekeruhan. maka pada pendinginan akan terbentuk Kristal tidak berwarna. Bila hasil larutannya berwarna. selama penambahan asam sulfat labu dikocok pelan-pelan dan didinginkan labu tersebut dengan air kran. 11 . Disaring dengan corong panas.   Setelah dingin. Kristal disaring dengan corong Buchner. 3.BAB VI CARA KERJA 1. Diamkan 10 menit. 5. Bila sulfonasi sudah sempurna pemanasan dihentikan. dicuci dengan air dingin 10 ml. lalu keringkan. yaitu asam sulfanilat dihidrat. Dicuci hasil dengan sedikit air. sedikit demi sedikit.

Saring hasil di corong Buchner.2 g atau 10 ml kedalam labu alas bulat 250 ml Tambahkan 20 ml H2SO4 pekat kedalam labu. cuci dengan air sebanyak 5 ml Keringkan Kristal dalam eksikator Hasil teoritis 10-11 g 12 . segera saring selagi panas dicorong panas yang telah dipanaskan sebelumnya. cuci dengan air dan keringkan Panaskan air 200-250 ml. kocok pelan dan dinginkan labu dengan air kran Panaskan labu dalam penangas udara dengan suhu 170o-180oC selama 2 ½ jam sampai sulfonasi sempurna (tes: 2 tetes larutan dalam 2 ml NaOH 2N dikaca arloji tidak keruh) Masukkan larutan dalam labu kedalam 200 g air es dan aduk selama 10 menit Saring larutan menggunakan corong Buchner.BAB VII SKEMA KERJA Skema kerja pembuatan Asam sulfanilat ( ½ prosedur ): Memasukkan anilin 10. masukkan Kristal ke dalam beker gelas tambahkan air panas dan campur hingga homogen. bila berwarna tambahkan norit Didihkan beker diatas api Bunsen selam 10-15 menit.

5 jam 200g air es keringkan aduk 10 menit saring dengan corong buchner + cuci dengan air 13 .s dialirkan air kran 20 ml Anilin Pendingin udara dengan Termometer raksa tes: 2 tetes larutan dalam 4 ml NaOH 2N (tidak keruh) Panaskan dalam tangas udara 170-180C selama 2 .2.BAB VIII GAMBAR PEMASANGAN ALAT 40 ml H2SO4 pekat Tambahkan s.d.

44 gram Hasil praktis : gram :- Rendemen/persentase hasil 14 .Rekristalisasi: bila berwarna Hasil saring tambahkan norit air panas 200-250ml keringkan kristal dalam eksikator yang mengandung CaCl2 anhidrat saring dengan corong buchner Jumlah dalam gram : Hasil teoritis : 5.

Seharusnya setelah tahap ini. Selain itu. dan norit. agar tidak terjadi bumping pada saat reaksi. Bahan-bahan tambahan lainnya yang dibutuhkan antara lain air es.BAB X PEMBAHASAN DAN DISKUSI Proses pembuatan asam sulfanilat membutuhkan bahan utama anilin dan asam sulfat pekat. Batu didih berfungsi untuk mengatur suhu didih supaya terjadi sirkulasi udara yang teratur sehingga tidak terjadi bumping. Hal ini dimungkinkan karena pada saat pencampuran anilin dengan asam sulfat pekat tidak dialirkan air kran sehingga terjadi bumping dan terjadi kerusakan hasil reaksi. Perendaman larutan dalam ice bath dilakukan sampai terbentuk kristal abu-abu. kelompok kami tidak mendapatkan kristal. Namun pada langkah ini. masukkan batu didih sebelum dipanaskan. percobaan dilakukan dengan dilakukan penyaringan dengan corong buchner dan dicuci dengan air dingin. Setelah dikocok pelan. kegagalan dapat terjadi dikarenakan volume air es terlalu banyak mengakibatkan kristal yang harusnya terbentuk menjadi larut. statif digoyang-goyang agar campuran yang ada di dalam labu tercampur homogen. Apabila semua bahan telah dimasukkan. batu didih. Kemudian tuang campuran ke dalam air es dengan tujuan agar mempercepat terbentuknya kristal. Proses pemanasan dilakukan menggunakan pendingin udara agar larutan yang menguap terkondensasi kembali. campuran dites dengan mengambil 2 tetes campuran ditambahkan 4ml NaOH 2N jika larutan tidak keruh maka telah terjadi sulfonasi sempurna. Pemanasan dilakukan selama 2. maka campuran tesebut siap untuk dipanaskan. Setelah selesai dipanaskan. Bila larutan yang dihasilkan berwarna dapat diindikasikan masih terdapat 15 . Selama proses pemanasan dan pendinginan. Yang dimasukkan ke dalam labu alas bulat terlebih dahulu adalah anilin lalu asam sulfat pekat sedikit demi sedikit dengan dinding labu dialirkan air kran. Selanjutnya dilakukan proses rekristalisasi dengan melarutkan kristal ke dalam air panas 200mL.5 jam pada suhu 170°-180°C.

kristal dikeringkan dalam eksikator yang mengandung CaCl2 anhidrat. sehingga menghambat penyaringan. Langkah selanjutnya setelah dipanaskan kembali selama 10 menit dan ditambahkan norit.kotoran dalam larutan tersebut. Lalu disaring dengan corong Buchner. Suhu tersebut merupakan suhu optimal di mana zat warna bisa ditarik. Oleh karena itu perlu dilakukan penambahan norit sebanyak 1-2 % pada suhu 50°C. Norit sebagai adsorben mampu mengadsorpsi zat warna terlarut dan juga resin atau suspensi halus yang tidak larut atau sukar disaring dengan filtrasi biasa. Corong harus benar-benar panas agar kristal tidak terbentuk sebelum masuk di penampung. larutan kemudian disaring panas dengan menggunakan corong panas. Penambahan norit tidak boleh berlebih karena akan menarik asam sulfanilatnya juga. Oleh karena itu perlu dilakukan penambahan norit sebanyak 1-2 % pada suhu 50°C. Bila larutan yang dihasilkan berwarna dapat diindikasikan masih terdapat kotoran dalam larutan tersebut. 16 . Selain itu norit juga tidak boleh kontak langsung dengan udara bebas dalam jangka waktu yang lama karena sifatnya yang dapat mengadsorbsi udara sehingga menjadi karbon inaktif dan tidak bisa digunakan.

Apa yang terjadi bila temperature reaksi berlangsung dibawah 150oC atau diatas 200oC ? NH2 + H2SO4 180-190C HO3S NH2 Jika suhu < 150oC : akan terbentuk orto. Mengapa penambahan asam sulfat pekat harus dilakukan sedikit demi sedikit sambil dikocok pelan ? Penambahan asam sulfat (H2SO4) pekat harus sedikit demi sedikit. 2. Apa akibat kelebihan penambahan pelarut untuk rekristalisasi ? Bila kelebihan pelarut dalam proses rekristalisasi maka akan sulit untuk membuat bahan atau larutan tersebut mengkristal. karena H2SO4 bersifat eksoterm (melepas panas). karena NH2 orto para kuat. Jika penambahan NaOH tidak ada kekeruhan. Jika suhu >200oC : akan terjadi trisubstitusi. Apa kegunaan larutan NaOH 2N ? bagaimana reaksinya ? Larutan NaOH berguna untuk menguji atau mengetest apakah sudah terbentuk asam sulfanilat. NH2 NH2 + NaOH HO3S NaO3S + H2O larut 4. Jika langsung dituang akan terjadi percikan-percikan.Jawaban Pertanyaan 1. 17 . maka sudah terbentuk asam sulfanilat (karena asam sulfanilat larut dalam NaOH). 3.

5. 18 . Mengapa asam sulfanilat tidak ditetapkan titik lelehnya ? Asam sulfanilat tidak ditetapkan titik lelehnya sebab asam sulfanilat memiliki titik leleh dengan range yang luas (tidak memiliki titik leleh yang pasti).

Volume air es terlalu banyak mengakibatkan kristal yang terbentuk menjadi larut. maka dapat disimpulkan: 1. b. sedangkan produk sampingnya yaitu air. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal: a. Pada proses pencampuran H2SO4 pekat dengan anilin mengalami lonjakan suhu yang mengakibatkan keruskan zat hasil. Hasil teoritis: 10-11 g. kami mengalami kegagalan. Asam sulfanilat terbentuk melalui proses sulfonasi. Asam sulfanilat dapat dibuat dari reaksi antara anilin dengan oleum (asam sulfat pekat) pada suhu reaksi antara 180°C dan 195°C dengan produk utamanya yaitu asam sulfanilat. 2.BAB XI KESIMPULAN Dari proses praktikum dan hasil praktikum yang didapat. 19 . 3. Hasil praktis: Rendemen hasil: Dapat disimpulkan pada percobaan ini.

10 Oktober 2011 Ivan Sutanto (1100921) Yulia Kahimpong (1100964) 20 .TANDA TANGAN PRAKTIKAN KELOMPOK B6 Surabaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->