LAPORAN PENDAHULUAN OKSIGENASI

OLEH : SRI WULANDARI 0803042

PRODI S1 KEPERAWATAN STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2011

Perawat seringkali menemukan klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigennya. Tarwoto 2003). . B. Secara normal elemen ini diperoleh dengan cara menghirup O2 setiap kali bernapas. Tujuan pemberian oksigenasi adalah : untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan. Gangguan jantung. dan hipoksia jaringan perifer. hipoventilasi dan hipoksia. Pengertian Oksigenasi adalah salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Gangguan pernapasan meliputi hiperventilasi. 3. 2. untuk menurunkan kerja paru-paru dan untuk menurunkan kerja jantung. kondisi-kondisi kardiomiopati. meliputi : ketidakseimbangan jantung meliputi ketidakseimbangan konduksi. Pemenuhan kebutuhan oksigen dapat dilakukan dengan pemberian oksigen dengan menggunakan kanula dan masker. 4.dan cara penghisapan lendir(suction). hipoksia miokard. fisioterapi dada . Penyebab Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab klien mengalami gangguan oksigenasi.Oksigenasi A. Masuknya oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi kardiovaskuler dan keadaan hematologi (Wartonah. Kapasitas darah untuk membawa oksigen. kerusakan fungsi valvular. Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang membawa oksigen dari sirkulasi paru ke sisi kiri jantung dan jaringan serta mengalirkan darah yang tidak mengandung oksigen ke sistem pulmonar. Faktor perkembangan. sebagai berikut: 1.

antara lain: a. Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complience recoil. dan transportasi. maka tempat tekanan udara semakin tinggi. Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru. Adanya c. yaitu adanya surfaktan pada lapisan alveoli vang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan dan adanva sisa udara yang menyebabkan tidak terjadinya kolaps dan gangguan toraks. Adanya peran mukus siliaris sebagai penangkal benda asing yang mengandung interveron dan dapat rnengikat virus. Surfaktan diproduksi saat terjadi peregangan sel alveoli. Demikian pula sebaliknya. Adanya refleks batuk dan muntah. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Complience yaitu kemampuan paru untuk mengembang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adanya jalan napas yang dimulai dari hidung hingga alveoli yang terdiri atas berbagai otot polos yang kcrjanya sangat dipengaruhi oleh sistem saraf otonom. Perilaku atau gaya hidup C. atau proses kemudian kerja saraf parasimpatis dapat mcnycbabkan kontriksi dapat menyebabkan vasokontriksi penyempitan. Terjadinya rangsangan simpatis dapat menyebabkan sehingga relaksasi schingga dapat terjadi vasodilatasi. maka tekanan udara semakin rendah. Klasifikasi Pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. Ventilasi Proses ini merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dan atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. yaitu ventilasi. semakin tinggi tempat. kemampuan toraks dan paru pada alveoli dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. dan .5. b. 1. semakin rendah. difusi. d.

2. di kapiler dengan alveoli. Luasnya permukaan paru. b. Apabila complience baik akan tetapi recoil terganggu maka CO2 tidak dapat di keluarkan secara maksimal. Difusi Gas Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru dan CO2. dalam rongga alveoli lebih tinggi dari tekanan O 2. (masuk dalam darah secara berdifusi) dan paCOJ dalam arteri pulmonalis juga akan berdifusi ke dalam alveoli. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. d. Pusat pernapasan yaitu medulla oblongata dan pons dapat memengaruhi proses ventilasi. Tebal membran respirasi/permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial keduanya ini dapat memengaruhi proses difusi apabila terjadi proses penebalan. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. dari alveoli masuk ke dalam darah oleh karena tekanan O2. Pada . Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 hal ini dapat terjadi sebagaimana O2.disekresi saat pasien menarik napas. yaitu: a. karena CO2 memiliki kemampuan merangsang pusat pernapasan. kurang dari sama dengan 80 mmHg maka dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan. c. da1am darah vena pulmonalis. dalam batas 60 mmHg dapat dengan baik merangsang pusat pernapasan dan bila paCO. sedangkan recoil adalah kemampuan untuk mengeluarkan CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. Transportasi Gas Transportasi gas merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. 3. Peningkatan CO2.

aliran darah melalui kamar-kamar pada jantung. dan larut dalam plasma (50%). meningkatkan cardiac uotput dan penggunaan O2 oleh sel. Kardiac output Merupakan jumlah darah yang dipompa oleh darah.proses transportasi. perubahan fungsi pernapasan juga menyebabkan klien mengalami gangguan oksigenasi. sedangkan C02 akan berikatan dengan Hb membentuk karbominohemoglobin (30%). dan lain-lain. Bertambahnya latihan menyebabkan peningkatan transport O2 ( 20 x kondisi normal ). jantung mengkompensasi dengan menambahkan ratarata pemompaannya untuk meningkatkan transport oksigen. D. dan integritas sistem lainnya. Patofisilogi/Pathway Fungsi sistem jantung ialah menghantarkan oksigen. Selain itu. Hiperventilasi merupakan suatu . Kondisi pembuluh darah. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya: a. kehilangan darah ) akan mengurangi jumlah oksigen yang dikirm ke jaringan. dan sebagian menjadi HC03 berada pada darah (65%). Dalam kooondisi patologi yang dapat menurunkan cardiac output ( misal pada kerusakan otot jantung. normalnya 5 liter per menit. sistem vaskular sirkulasi. nutrien. aliran darah miokard dan sirkulasi perifer. Umumnya. Namun fungsi tersebut dapat terganggu disebabkan oleh penyakit dan kondisi yang mempengaruhi irama jantung. dan subtansi lain ke jaringan dan membuang produk sisa metabolisme selular melalui pompa jantung. akan berikatan dengan Hb membentuk Oksihemoglobin (97%) dan larut dalam plasma (3%). Iskemia miokard terjadi bila suplai darah ke miokard dari arteri koroner tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan oksigen organ. Secara langsung berpengaruh terhadap transpot oksigen. b. kekuatan kontraksi. latihan.

yang dibutuhkan untuk mengeliminasi karbondioksida normal di vena. Pathway TB.kondisiventilasi yang berlebih. Primer Kuman dibatukkan / bersin (droplet nudei inidinborne) Terisap organ sehat Menempel di jalan nafas / paru-paru Menetap / berkembang biak Sitoplasma makroflag Membentuk sarang TB Pneumonia kecil (sarang primer / efek primer) Radang saluran pernafasan (limfangitis regional) Komplek primer Sembuh Sembuh dengan bekas Komplikasi . yang diproduksi melalui metabolisme seluler. maka PaCO2 akan meningkat. Sementara hipoksia adalah oksigenasi jaringan yang tidak adekuat pada tingkat jaringan. Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh atau mengeliminasi CO2 secara adekuat. Apabila ventilasi alveolar menurun.

Post Primer) Sarang pneumenia kecil Tuberkel Reorpsi Meluas Meluas Sembuh Perkapuran Jaringan Keju Sembuh Kavitas Meluas Memadat/bekas Bersih Sembuh .TB Sekunder Kuman dormat (TB Primer) Infeksi endogen TB DWS (TB.

Pengkajian Pengkajian keperawatan tentang fungsi kardiopulmonar klien harus mencakup : .Sarang pneumonia baru Tuberkuloma Sistem kardiovaskular Sirkulasi darah+ suplai O2 Pengaturan CO2+H++O2 ssp sistem pernapasan Beban tekanan berlebihan Beban tekanan berlebihan energi Transport O2 Hambatan pengosongan ventrikel Beban sistole berlebihan Difusi O2 dan CO2 Pertukaran gas Preload meningkat Beban jantung meningkat Gangguan suplai O2 CO2 + O2 E.

merupakan akibat inflamasi kantong perikardium. Riwayat keperawatan harus berfokus pada kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan oksigen. e. Keletihan Keletihan merupakan sensasi subjektif. Riwayat keperawatan untuk mengkaji fungsi keperawatan. Nyeri pericardium. Nyeri Nyeri jantung tidak menyertai variasi pernapasan. Dispnea Merupakan tanda klinis hipoksia dan termanifestasi dengan sesak napas. Nyeri ini paling sering terjadi di sisi kiri dada dan menyebar. b. yaitu klien melaporkan bahwa ia kehilangan daya tahan. Batuk Batuk merupakan pengeluaran udara dari paru-paru yang tiba-tiba dan dapat didengar. a. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengkaji tingkat oksigenasi jaringan klien yang meliputi evaluasi keseluruhan sistem kardiopulmonar. c. biasanya tidak menyebar dan dapat terjadi saat inspirasi. a. Mengi Mengi disebabkan oleh gerakan udara berkecepatan tinggi melalui jalan nafas yng sempit. 2. d. Inspeksi Warna membran mukosa Penampilan umum .1. Dispnea merupakan sensasi subjektif pada pernapasan yang sulit dan tidak nyaman.

atau pneumothorak. cairan. bandingkan kiri dan kanan . atelektasis yang belum total.b. adakah pulsasi. atalektasis. Perkusi macam suara ketukan: sonor. rasa nyeri. Redup Suara yang timbul akibat adanya konsolidasi paru (pemadatan) : tumor.Pengembangan dinding horak. cekungan ? . penumpukan secret. . emphysema paru.Dinding thorak. pleural effusion. infark atau fibrosis paru. Suara yang normal terdengar diseluruh lapangan paru-paru. Sedangkan getaran menurun pleura. pneumothorak.Taktil fremitus Getaran meningkat pneumonia. tumor. Tympani . Hipersonor Suara yang ditimbulkan lebih keras dibandingkan dengan suara sonor. Akibat adanya udara berlebihan di paru-paru. penebalan emphysema sumbatan bronchus. Palpasi Tingkat kesadaran Keadekuatan sirkulasi sistemik Pola pernapasan Gerakan dinding dada. c.

3.Auskultasi bunyi paru dilakukan dengan mendengarkan gerakan udara disepanjang lapangan paru. Bandingkan kiri dan kanan. Pemeriksaan Diagnostik . suara yang terdengar nyaring seperti kalau kita memukul gendang. dan arteri femoral.Akibat adanya udara dalam suatu kantong atau ruang tertutup. Auskultasi juga digunakan untuk mengidentifikasi bunyi bruit di atas arteri karotis. bunyi murmur. Gerakan mengetuk hanya dari pergrlangan tangan. d. kemudian menurun. serta bunyi gesekan. Auskultasi . jika suatu daerah paru mengalami kolaps. 4. Ujung jari tengah tangan yang lain mengetuk dibagian distal jari tengah yang berada di dinding thorak 3. Teknik perkusi 1. Mulai mengetuk dari bagian atas paru. Kalau terdengar di dinding thorak artinya tidak normal. 5. . aorta abdomen. terdapat cairan atau terjadi obstruksi. Jari tengah diletakkan di dinding thorak 2. setelah mengetuk segera diangkat.Auskultasi sistem kardiovaskuler meliputi : pengkajian dalam mendeteksi bunyi S1 dan S2 normal/tidak normal. Normalnya terdengar dibawah diafragma kiri dimana terletak lambung dan usus besar. Suara napas tambahan terdengar.

.a. Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk.. dll. c. menghasilkan rekaman grafik aktivitas listrik jantung. suction. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas. Pemeriksaan untuk mengukur keadekuatan ventilasi dan oksigenasi . Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat.. EKG. Pemeriksaan ini memberiakn informasi tentang respond miokard terhadap peningkatan kebutuhan oksigen dan menentukan keadekuatan aliran darah koroner. BGA.. F. mendeteksi transmisi impuls dan posisi listrik jantung. 2. G. Diagnosa Keperawatan 1.. 3. digunakan untuk mengevaluasi respond jantung terhadap stres fisik. fisioterapi dada sesuai indikasi  Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas buatan  Monitor pemberian oksigen.. vital sign tiap . pemeriksaan fungsi paru. b. No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Ketidak pembersihan efektifan jalan nafas Tujuan Keperawatan ( NOC ) Rencana Tindakan (NIC ) Manajemen jalan nafas  Jaga kepatenan jalan nafas : buka jalan nafas. Pemeriksaan stres latihan.  Identifikasi sumber alergi : obat. Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk. Rencana Tindakan Keperawatan 1. jam  Monitor status respirasi : adanya suara nafas tambahan. dan reaksi yang biasa terjadi  Status Respirasi : jalan nafas paten/lancar  Status Respirasi :Ventilasi efektif berhubungan dengan : Obstruksi Jalan nafas Data Subyektif Klien mengatakan :  Status Respirasi : Pertukaran gas Efektif  Tidak terjadi aspirasi Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama …… x 24 jam :  Sesak nafas  Sputum tak bisa keluar Data Obyektif  Batuk tidak efektif  Dispnea /Orthopnea/ .makan an.

.. dan produksi sputum. x/mnt RR…….. dyspnea...... retraksi dinding dada. frekuensi.pH : 7. obat bronkhodilator.. insersi jalan nafas..) 2.      Sianosis Perubahan ritme & frekuensi pernafasan Gelisah Suara nafas tambahan : rales ... efektif dan siapkan klien untuk tindakan ventilasi  Keseimbangan elektrolit mekanik sesuai indikasi dan asam basa  Monitor vital sign tiap ..jam.. No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Tgl : Jam : Gangguan pertukaran gas berhubungan pemasukan tidak adekuat Data Subyektif Klien mengatakan : dengan oksigen : yang Tujuan Keperawatan ( NOC ) Rencana Tindakan (NIC )  Status respirasi : Manajemen jalan nafas  Kaji bunyi paru. tidak ada : penggunaan otot-otot nafas tambahan.. reflek batuk.45 . .. wheezing Sputum produktif Karakteristik sputum: …… TD… mmHg N :….....ronkhi.. tidak terjadi aspirasi.. dan efektifitas pemberian oksigen . taktil fremitus Nama Perawat ( .SaO2 : 96-97 % ( perifer)  Tidak ada dyspnea dan sianosis... dan pemeriksaan laboratorium: AGD Penghisapan jalan nafas Tentukan kebutuhan penghisapan sekret melalui oral maupun tracheal Monitor saturasi oksigen klien dan status hemodinamik selama dan setelah penghisapan Catat tipe dan jumlah sekresi Pencegahan Aspirasi  Monitor tingkat kesadaran. mampu bernafas dengan mudah  Menunjukkan ventilasi adekuat  Ekspansi dinding dada simetris... untuk mencegah aspirasi dan mengurangi dispnea..PaO2 .35 – 7............ frekuensi pernafasan dalam rentang normal : Respirasi: Dewasa:16-20/mnt  Tidak ada suara nafas abnormal   Mampu mengeluarkan sputum dari jalan nafas   Menunjukkan pertukaran gas efektif  . kedalaman. muntah dan kemampuan menelan.BE : 85 – 100 % : + 2 s/d – 2 meq/L  Monitor respon alergi selama 24 jam  Ajarkan/ diskusikan dgn klien/keluraga untuk menghindari alergen  Ajarkan tehnik nafas dalam dan batuk efektif  Pertahankan status hidrasi untuk menurunkan viskositas sekresi  Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2..  Status respirasi : Ventilasi  Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas. °C  Klien mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas  Menunjukkan jalan nafas yang paten : klien tidak merasa tercekik.. x mnt S. obat anti allergi.PaCO2 : 35 – 45 % .  Tinggikan posisi kepala tempat tidur 30-45 derajad setelah makan..crakles.. nafas cuping hidung. Pertukaran gas adekuat usaha nafas...….. adanya Setelah dilakukan asuhan sianosis. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat.. terapi nebulizer.

..  Jaga kepatenan jalan nafas: suction. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas. dan tingkatkan periode istirahat yang adekuat  Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2. dan alat bantu nafas  Ajarkan tehnik nafas dalam...  Jelaskan penggunaan alat bantu yang dipakai klien : oksigen..5 – 5.5 meq/L . dan balance cairan  Monitor status mental. nyeri.. suara nafas bersih... kejang  Kolaborasi dengan Tim medis untuk pemeriksaan AGD.. batuk efektif  Lakukan tindakan untuk mengurangi konsumsi oksigen : kendalikan demam... suhu dan warna ekstremitas.PaCO2 : 35 – 45 % ..10. ansietas.pH : 7. distensi JVP  Kolaborasi dgn Tim Medis untuk obat vasodilator dan atau vasokonstriktor Nama Perawat ( .5 – 2... x /mnt  Nadi ………x/mnt  SpO2 …………. edema.. mampu bernafas dengan mudah  Menunjukkan ventilasi adekuat.. kelelahan  Berikan terapi oksigen sesuai indikasi  Monitor status neurologi dan atau neuromuskular : tingkat kesadaran dan adanya kebingungan..) 3.SaO2 : 96-97 %  Mg :1..5..45 .PaO2 . nafas cuping hidung. Sakit kepala  Gangguan penglihatan / visual : pandangan kabur  Kelelahan  Sesak nafas  Merasa kebingungan Data Obyektif  Dispnea  Takikardi  Sianosis  Gelisah  Hipoksia(penurunan PO2)  Hiperkarbia(peningkatan PCO2)  Irama / frekuensi kedalaman nafas abnormal  Tensi ……….. mmHg  RR …………. %  AGD / BGA abnormal keperawatan selama …. elektrolit. insersi jalan nafas Manajemen Elektrolit & Asam-basa  Pertahankan kepatenan IV line. dan abnormalitas serum  Monitor tanda-tanda gagal nafas : hasil AGD abnormal.. parestesia....5 meq / L Ca : 8. nadi perifer..... dan adanya sianosis  Pertahankan pemberian O2 sesuai kebutuhan ( NOC ) Status pernafasan : ventilasi adekuat  berhubungan  Status Tanda Vital Stabil Setelah dilakukan asuhan  Hiperventilasi keperawatan :selama . No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Ketidakefektifan nafas dengan : pola Tujuan Keperawatan Rencana Tindakan (NIC ) Manajemen Jalan Nafas  Atur posisi tidur untuk memaksimalkan ventilasi. dengan hilang . capillary refill. batuk efektif  Kaji TTV... tidak ada : penggunaan otot-otot nafas tambahan... taktil fremitus  TTV dalam batas normal  Menunjukkan orientasi kognitif baik. terapi nebulizer / inhaler.. dyspnea. x 24 jam :  Menunjukkan pertukaran gas efektif ... dan status mental adekuat  Menunjukkan keseimbangan elektrolit dan asam basa Na : 135 – 145 meq/L Cl K : 100-106 meq /L : 3..35 – 7.. x 24 jam  Hypoventilasi  Sesak nafas berkurang sampai  Deformitas tulang. mesin penghisap..5 meq /L BUN : 10-20 mg/dl yang dilembabkan.BE : 85 – 100 % : + 2 s/d – 2 meq/L  Tidak ada dyspnea dan sianosis.... retraksi dinding dada.. pencegahan dan penanganan asidosis dan alkalosis: Respiratorik & Metabolik Hemodynamic regulation  Monitor status hemodinamik: saturasi oksigen.... obat bronkhodilator. ekspansi dinding dada simetris.

... irama.TD : Bayi syst. ansietas dan tersengal-sengal Monitor pola pernafasan (Bradipnea...... dan usaha respirasi Monitor tipe pernafasan : Kusmaul. .... TT Tentukan lokasi dan luasnya krepitasi di tulang dada Kaji peningkatan kegelisahan.. a... Evaluasi 1...... Kolaborasi Tim medis : untuk program terapi...  ( ..... Biot Ajarkan teknik relaksasi kpd klien dan keluarga.. Menunjukkan ventilasi adekuat . Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk.      dinding dada Penurunan energi / kelelahan: Anemia Disfungsi neuro muscular: GBS Kerusakan musculoskeletal: Cedera Tulang Belakang Posisi tubuh yg tidak sesuai Nyeri Obesitas  Ekspirasi dada simetris  Tidak ada penggunaan otot bantu    pernafasan...........4 °C Nadi: Bayi: 140x /menit Anak 2th: 120x /menit Anak 4th: 100x /menit Anak 10-14th:85... pemberian oksigen. hiperventilasi): kecepatan.... Biot.. ronchi.. kedalaman. Cheynestokes.. Klien mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas b.... 60-80 mmHg Anak > 10th: 90/60 mmHg Umur 10-30 th: 110/75 mmHg Umur 30-40 th: 125/85 mmHg Umur 40-60 th: 140/90 mmHg Umur > 60 th: 150/90 mmHg . Laki2dewasa:60-70x/ menit Premp......... takipnea.90x /mnt...Respirasi: Bayi: 30-50xmenit Balita: 30-40x/menit Anak: 22x/menit Dewasa: 10-18 x/ mnt  Kaji adanya penurunan ventilasi dan       bunyi nafas tambahan. nebulizer.... kebutuhan insersi jalan nafas: ET..dewasa:70-85x /mnt Dewasa : 80-85x /menit .... Cheyne Stokes. obat bronkhodilator..... Suhu: 36...Eupnoe (pernafasan normal) ... tindakan/ pemeriksaan medis. tidak ada nafas pendek Bunyi nafas tambahan tidak ada (wheezing. obat nyeri cairan. dan fisioterapi ..3-37..... pemasangan alat bantu nafas. Nama Perawat Data Subyektif Klien mengatakan :  Sesak nafas  Nafas pendek  Cemas Data Obyektif  Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi  Penggunaan otot bantu nafas  Nafas cuping hidung  Ekspirasi memanjang  Pernafasan nasal faring  Dyspnea/Orthopnea  RR: …. x mnt  Nadi: …... x mnt  Tipe Pernafasan : Kusmaul...) Tidak ada nyeri dan cemas TTV dalam batas normal..) H... Menunjukkan pertukaran gas efektif d. Menunjukkan jalan nafas yang paten c......

c. a. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat.2. Tidak ada nyeri dan cemas c. d. TTV dalam batas normal. Menunjukkan pertukaran gas efektif Menunjukkan ventilasi adekuat TTV dalam batas normal Menunjukkan keseimbangan elektrolit dan asam basa 3. b. Sesak nafas berkurang sampai dengan hilang b. a. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful