Evaluasi Biaya Pembelian Bahan Baku untuk Efisiensi Biaya Produksi Pada Perusahaan Tahu “ADMA” di Kecamatan Karangploso

Malang

Diajukan Oleh: Nama Nim : Sigit Purnomo : 00610096

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Mei 2007

1

Bab 1 Pendahuluan A. Latar Belakang. Perusahaan untuk dapat berkembang haruslah melalui perjuangan dan didukung dengan perencanaan yang matang dalam menghadapi berbagai masalah dan rintangan yang timbul, seperti masalah operasional, keuangan, maupun masalah pemasaran dari produk yang diproduksi. Masalah persaingan antar

perusahaan mengharuskan perusahaan harus terus menerus melakukan perbaikan dalam mutu barang dan layanan serta efisiensi dalam menekan biaya produksi. Pada perusahaan manufaktur, penghasilan yang diperoleh dari hasil penjualan produk yang diolah sendiri dalam hal ini perusahaan manufaktur harus mengolah terlebih dahulu bahan baku melalui proses produksi menjadi barang yang siap dijual, oleh karena itu untuk memperoleh laba yang maksimal perusahaan manufaktur harus benar-benar memperhatikan biaya produksi, sehingga harga pokok produksi dapat ditentukan dengan tepat. Haryono (1999:403) Berkaitan dengan kegiatan proses produksi, perusahaan harus mempunyai kemampuan untuk dapat mendaya gunakan segenap sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan sebanding dengan bahan-bahan dan jasa-jasa yang diolah menjadi produk. Bahan-bahan yang diperlukan oleh perusahaan sangat menentukan atau mempengaruhi tingkat kualitas dan kuantitas produk dan harga jual produk karena bila harga bahan yang diperoleh terlalu tinggi dengan kualitas dan kuantitas yang kurang memuaskan tentunya akan mempengaruhi tingkat biaya produksi dan harga jual produk sehingga perusahaan akan mengalami 2

kerugian, sebaliknya bila harga pembelian bahan rendah atau murah sesuai dengan harga yang berlaku dipasaran dengan kuantitas dan kualitas yang baik serta waktu penyerahan yang tepat, maka perusahaan dapat menekan tingkat biaya produksi dan harga jual produk mampu bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya sehingga apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat tercapai. Sebelum melakukan kegiatan produksi perusahaan terlebih dahulu

menyiapkan faktor-faktor produksinya diantaranya adalah bahan baku yang akan diolah menjadi produk jadi. Didalam pengadaan bahan baku perusahaan dapat membuat sendiri atau membeli bahan baku tersebut dari pemasok. Pembelian bahan baku ini merupakan salah satu fungsi dari manajemen persediaan karena berkaitan dengan pengadaan barang, baik berupa bahan baku, bahan setengah jadi maupun bahan jadi. Menurut Fien (2005) peran manajemen pembelian ditunjang oleh besarnya biaya pembelian yang mencapai 50% sampai 70% dari total biaya produksi dan berdampak langsung pada kualitas produk. Tahap pembelian ini dimulai dari pengadaan, penyimpanan, sampai penyerahan barang untuk kegiatan proses produksi. Purchasing (pembelian) merupakan salah satu fungsi penting dalam menunjang keberhasilan produksi perusahaan, karena fungsi ini mempunyai tanggung jawab untuk mendapatkan bahan baku dengan kuantitas dan kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan, harga yang layak, penyerahan tepat waktu yang sesuai dengan ketentuan. Sebelum melakukan pembelian diperlukan adanya suatu strategi pembelian yang tepat bagi perusahaan untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas bahan pada harga yang pantas. Strategi pembelian yang 3

digunakan oleh setiap perusahaan berbeda tergantung pada situasi yang dihadapi dan perkembangan usaha perusahaan. system penyediaan bahan dengan strategi pembelian yang tepat dapat menjamin kelancaran kegiatan dan perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu perlu pertimbangan yang cermat dan tepat agar setiap rencana yang hendak dilaksanakan dapat terealisasikan seperti apa yang diharapkan dan kemungkinan faktor-faktor yang merupakan kelemahan atau penghambat dapat diantisipasi sedini mungkin. Penggunaan straregi yang tepat juga akan dapat menunjang tercapainya tingkat efisiensi biaya produksi sehingga keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi. Biaya pembelian material pada perusahaan supplier mencakup sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan supplier untuk melaksanakan proses produksinya. Sebelum harga beli ditetapkan departemen pembelian harus menghitung perkiraan harga material dan menetapkan harga standar sebagai harga patokan, dengan demikian harga beli yang akan ditetapkan akan menjadi harga yang wajar. Pembelian material dengan harga terlalu mahal mengakibatkan peningkatan biaya produksi yang kemudian dapat mengurangi keuntungan perusahaan. Sebaliknya pembelian material dengan harga yang terlalu murah meskipun dapat menguntungkan perusahaan akan tetapi dapat menimbulkan permasalahan di masa yang akan datang yaitu perusahaan kesulitan dalam menetapkan standar pembelian dan penjualannya jika harga pembelian tiba-tiba menjadi naik. Hasil produksi perusahaan dipengaruhi oleh pengadaan bahan baku, tenaga kerja serta biaya overhead pabrik. Pengadaan bahan baku adalah variabel yang 4

memegang peran penting bagi kelangsungan hidup perusahaan, dengan adanya bahan baku yang teredia memudahkan perusahaan untuk menjalankan operasinya. Variabel lain adalah tenaga kerja yaitu terdiri dari karyawan-karyawan yang melakukan proses produksi. Disamping itu biaya overhead juga merupakan faktor penting karena pada saat produksi berlangsung terdapat biaya tambahan selain biaya diatas. Pada usaha tahu ADMA yang merupakan usaha industri rumah tangga, dibutuhkan perencanaan produksi yang baik jika usaha ini ingin berkembang. Pada kegiatan produksi perusahaan, efisiensi biaya sangat diperlukan guna meminimalisasi modal dan peningkatan laba . Untuk menyesuaikan antara biaya pembelian dengan penjualan maka diperlukan perhitungan harga pokok produksinya, sebagai analisa biaya dan pendapatan untuk melihat efisiensi usaha tersebut. Dari uraian diatas perusahaan yang ingin menurunkan biaya produksinya salah satunya adalah dengan meminimalisasi biaya pembelian material. Pada perusahaan manufaktur sangatlah diperlukan mengingat kondisi perekonomian saat ini sedang labil, perusahaan perlu menetapkan standar produksi dan penjualannya dengan menekan biaya pembeliannya. Dengan demikian penulis mengambil judul penulisannya Evaluasi Pembelian Material untuk Mencapai Efisiensi Biaya Produksi Pada Perusahaan Tahu ADMA

5

Batasan penelitian Agar permasalahan yang akan dibahas tidak mengalami bias maka ditentukan terlebih dahulu batasan masalahnya. Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. Bagi Perusahaan. Kegunaan penelitian 1. Apakah pembelian bahan baku yang dilakukan perusahaan sudah tepat dan dapat mencapai efisiensi biaya produksi ? C. Tujuan penelitian . E. 2.B. Bagi Pihak lain. 6 . 1. dengan periode penelitian 3 bulan antara januari – maret 2007 . untuk mengetahui cara pembelian bahan baku perusahaan dalam kegiatan operasi perusahaan. Batasan dalam penelitian ini menyangkut tentang : bagaimana mengoptimalkan biaya pembelian pada perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat dipakai sebagai tambahan wacana dan referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan dan berminat untuk mengembangkannya. untuk mengetahui biaya pembelian bahan baku dan biaya produksi perusahaan untuk keberhasilan tujuan perusahan. D. maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut :. Rumusan masalah. 2.

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi peneliti dan pihak lain yang berkepentingan 7 . Bagi penulis.Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai oleh perusahaan sebagai acuan referensi informasi dalam kebijakan bidang operasional perusahaan manufaktur sehingga perusahaan dapat berproduksi dengan optimal. Penelitian ini sebagai bahan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan penelitian guna menerapkan teori yang telah didapat dengan praktek yang sebenarnya.

Bahan baku mempengaruhi factor kuantitas maupun kualitas produk.Bab II Tinjauan Pustaka A. Disamping itu bahan baku merupakan factor penting dalam penetapan harga pokok produksi. karena bahan baku akan diolah menjadi produk jadi. bahan baku sangatlah penting dalam menunjang keberhasilan kegiatan proses produksi. 8 . karena jika perusahaan mampu untuk menekan biaya baha baku ini maka perusahaan akan dapat meningkatkan keuntungan yang diperolehnya. Bahan baku bagi perusahaan sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan proses produksi. Untuk itu. karena jika bahan baku yang diperoleh memiliki kuantitas dan kualitas yang baik maka akan memperlancar kegiatan proses produksi dan perusahaan akan mampu menghasilkan produk dengan mutu yang memuaskan. Landasan Teori 1 Pembelian bahan baku a Arti dan pentingnya Bahan Baku. Hal ini disebabkan kaena bahan baku sangat mempengaruhi bentuk atau komposisi produk jadi baik secara kuantitas maupun kualitas serta harga jual produk.

Biaya ini terdiri dari : biaya untuk penyediaan 9 . yaitu: 1) Bahan baku langsung Adalah semua bahan baku yang membentuk bagian integral dari produk jadi dan dinasukkan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produk. Contoh dari bahan baku langsung adalah kayu yang digunakan untuk membuat mebel dan minyak mentah yang digunakan untuk membuat bensin. 2) Bahan baku tidak langsung Adalah bahan baku yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu produk tetapi tidak diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung karena bahan baku tersebut tidak menjadi bagian dari produk atau karena secara jumlah tidak signifikan . Biaya pembelian Biaya ini adalah harga pembelian material yang dipesan dari perusahaan supplier.b Dalam Macam macam bahan baku. proses produksi suatu perusahaan manufaktur biasanya membutuhkan bahan baku untuk menghasilkan suatu produk. Contohnya adalah amplas pola kertas. 2. Carter usry (2002 : 40) jenis bahan baku ada dua macam. yaitu sejumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan supplier untuk melaksanakan proses produksinya. dan pelunas.

2) Fungsi perolehan.bahan baku. kapan dan bagaimana memasoknya ke lini produksi. a Fungsi pengadaan material mengandung pengertian sebagai berikut: 1) Fungsi biaya Merupakan fungsi untuk menciptakan laba bagi perusahaan dengan usaha penghematan biaya dan selalu berusaha untuk dapat melakukan penurunan biaya material pada kondisi biaya yang wajar. Merupakan fungsi untuk mengadakan jumlah pasokan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan proses produki. biaya untuk pemrosesan ditambah dengan biaya-biaya yang lain termasuk sejumlah keuntungan yang wajar yang harus diterima oleh perusahaan supplier sebagai imbalan atas usahanya. Dalam proses produksi yang pertama diperlukan adalah bagaimana memperoleh material yang cukup. b Langkah-langkah dalam pembelian Dalam melakukan pembelian diperlukan beberapa hal yang terkait yaitu: 1) membuat perencanaan produksi 2) mengukur kemampuan pemasok 3) menentukan waktu tunggu 4) mempertimbangkan harga 5) menentukan jumlah pembelian c Strategi dan teknik pembelian 10 .

atau pembelian yang direncanakan atau tidak direncanakan jauh hari sebelumnya. Pada teknik ini yang pertama kali dilakukan adalah membatasi jumlah pemasok dengan menyeleksi penjual. Sedangkan strategi adalah pemilihan cara atau teknik yang tepat bagi suatu perusahaan.. Pada teknink ini pembelian harus 11 . 4) Pembelian tepat waktu. Macam teknik pembelian yang digunakan oleh perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Pembelian cara biasa. pembeli tidak menenggung resiko financial atas persediaan barang yang dibeli. Yang memiliki barang selama belum dipakai oleh pembeli adalah penjual. sehingga perusahaan lebih mampu mempertahankan hidupnya dan mengembangkan usahanya. 3) Pembelian atas dasar konsinyasi Dalam cara konsinyasi ini.Teknik pembelian merupakan cara atau metode bagaimana pembelian itu dapat dilaksanakan. Cara pembelian ini adalah cara pembelian konvensional yang ditempuh dalam kegiatan pembelian untuk memenuhi kepeluan biasa. Pesanan selimut atau blanket order atau blanket purchase ordrer mendasarkan pesanan atau pembelian persatuan pasti selama waktu tertentu. Rutin. 2) Pesanan selimut. yaitu dengan menggunakan surat pesanan.

Oleh karena untuk memperoleh dan mengolah bahan-bahan menjadi produk jadi dalam kegiatan proses produksi diperlukan dana atau biaya-biaya. Sistem kontrak merupakan variasi dalam pembelian tepat waktu. 12 . Hal ini disebabkan karena perusahaan harus mengubah bentuk barang yang dibeli menjadi produk jadi atau siap pakai. Dalam pembelian jenis ini.tepat waktu dan mutunya harus terjamin karena pembelian ini berusaha meniadakan persediaan. sedangkan perusahaan dagang langsung menjual barang-barang yang dibeli tanpa melakukan perubahan bentuk. teknik pembelian ditekankan pada pembelian dan pengisisan kembali persediaan barang yang keperluannya berulang dengan mengurangi biaya dan waktu administrasi. 5) Sistem kontrak. Perusahaan mempunyai fungsi pokok yang lebih kompleks dibandingkan dengan perusahaan dagang dan jasa. d Cara-cara lain 1) pesanan telepon 2) pesanan secara elektronik 3) wesel perintah pembelian 4) pembelian kas kecil 5) pembelian dengan kartu kredit 6) pembelian secara terus menerus 3. a Biaya Produksi Arti dan pentingnya biaya produksi.

pemeliharaan. kususnya yang berkaitan dengan kegiatan proses produksi. namun penetapan harga jual produk yang menguntungkan akan tergantung pula pada pertimbangan mengenai biaya.biaya tersebut biasanya perusahaan memperhitungkannya dalam penetapan harga jual produk. biaya yang dikeluarkan untuk bahan pembantu atau penolong. Istilah biaya dapat diartikan bermacam-macam. baik mengenai biaya perolehan bahan baku. b Pengertian Biaya 13 . biaya tenaga kerja. penyusutan peralatan. tergantung pada maksud pemakaian istilah tersebut. dan dalam strategi penjualannya apakah perusahaan akan menurunkan harga jual produknya atau tetap pada harga yang berlaku dipasar semua tergantung pada perusahaan itu sendiri. meskipun keadaan yang dihadapi tidak menguntungkan. dan sebagainya. tetapi juga harus dapat menjamin adanya laba yang diharapkan. Bila perusahaan dapat menekan biaya sampai pada batas minimal maka perusahaan akan dapat mencapai keunggulan biaya sehingga nilai keuntungan yang diperoleh perusahaan akan meningkat.maka untuk menutup pengeluaran biaya. Untuk itu perusahaan berusaha untuk menekan atau memperkecil pengeluaran biaya. Walaupun permintaan dan penawaran biasanya merupakan factor yang menentukan dalam penetapan harga. Kebijakan manajemen dalam penetapan harga jual produk belum dapat memadai jika hanya ditujukan untuk mengganti atau menutup semua biaya yang telah dikeluarkan.

yaitu bahan baku langsung. tenaga kerja langsung. dan overhead pabrik. Menurut Carter Usry (2002) macam biaya produksi digolongkan menjadi: 1) Bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang membentuk bagian integral dari produk jadi dan dimasukkan secara ekplisit dalam perhitungan biaya produksi. 3) Overhead pabrik adalah semua biaya manufaktur yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke output tertentu selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Menurut sunarto(2004 : 3) unsure atau komponen biaya meliputi: 14 . Menurut sunarto (2003 : 4) mengatakan bahwa biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. 2) Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu.Menurut mulyadi (1998 : 8) mengatakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber okonomi yang diukur dalam bentuk satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. c Macam biaya produksi Biaya produksi atau biaya pabrik dapat didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya.

Biaya bahan baku merupakan bagian dari harga pokok barang jadi yang akan dibuat. Dalam kenyataannya dan sesuai dengan label biaya tersebut. Biaya tenaga kerja langsung merupakan gaji dan upah yang diberikan kepada tenaga kerja yang terlebat langsung dalam pengolahamn barang 3) Biaya overhead pabrik adalah biaya yang timbul karena pemakaian fasilitas untuk mengolah barang berupa mesin. kemudian biaya overhead pabrik adalah semua biaya selain biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. d Biaya dalam hubungannya dengan volume produksi.1) biaya bahan baku atau bahan langsung adalah biaya ini timbul karena pemakaian bahan. sementara yang lainnya tetap relative konstan dalam jumlah. Kecenderungan biaya untuk berubah terhadap output harus dipertimbangkan oleh manajemen jika manajemen ingin sukses dalam merencanakan dan mengendalikan biaya. tempat kerjadan kemudahan lain. 2) Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang timbul karena pemakaian tenaga kerja yang dipergunakan untuk mengolah bahan menjadi bahan jadi. alat-alat. Biaya bahan baku merupakan harga pokok bahan yang dipakai dalam produksi untuk membuat barang. Beberapa jenis biaya berubah secara proposional terhadap perubahan dalam volume produksi atau output. 15 .

Menurut sunarto (2003 : 4) ada 2 macam biaya menurut perilakunya terhadap volume produksi 1) biaya tetap biaya tetap merupakan biaya yang mempunyai tingkah laku tetap. Biaya variable menunjukkan jumlah per unit yang relative konstan dengan berubahnya aktivitas dalam rentang yang relevan. Menurut Carter Usry (2002 : 42) ada tiga macam biaya dalam hubungannya dengan volume produksi.biaya tetap tidak berubah meskipun kegiatan produksi berubah. 2) Biaya variabel Biaya variabel merupakan biaya yang mempunyai tingkah laku berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan produksi. antara lain: 1) Biaya variable Merupakan suatu biaya yang meningkat totalnya secara proposional terhadap peningkatan dalam aktivitas dan menurun totalnya secara proposional terhadap penurunan dalam aktivitas. 2) Biaya tetap 16 . Setiap perubahn volume produksi maka akan ditanggapi dengan perubahan biaya variabel dengan jumlaj yang sebanding dengan perubahan volume kegiatan produksi tersebut. tidak berubah terhadap perubahan volume kegiatan.

sehingga permintaan merupakan salah satu kendala atau batasan dalam perencanaan jumlah produksi perusahaan 2) kapasitas pabrik kapasitas maksimum yang dimiliki oleh pabrik atau mesin-mesin juga merupakan kendala dalam merencakan jumlah produksi perusahaan sebab perusahaan tidak dapat menghasilkan barang melebihi kapasitas maksimumnya 3) kapasitas SDM karyawan atau sumber daya manusia yang memiliki keahlian kusus juga merupakan kendala juga. sehingga tidak mudah ditambah kapasitasnya 17 . e Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah produksi. Karena jumlah orang yang memiliki keahlian itu jarang.Merupakan suatu biaya yang tidak berubah secara total pada saat aktivitas bisnis meningkat atau turun. Menurut Pangestu Subagyo (2000:121) ada beberapa factor yang mempengaruhi jumlah produksi perusahaan yaitu: 1) permintaan jumlah kebutuhan konsumen akan barang yang dihasilkan oleh perusahaan biasanya jumlahnya terbatas. 3) Biaya semi variable Merupakan suatu biaya yang memperlihatkan baik karakteristik biaya tetap maupun karakteristik biaya variable.

Misalnya dengan adanya larangan terhadap produk tertentu.4) suplai bahan baku biasanya suplai bahan baku yang tersedia terbatas. Contoh dari ketentuan teknis adalah: komposisi masukan yang diperlukan untuk menghasilkan suatu macam produk. campur tangan pemerintah dalam mengendalikan harga dan sebagainya. Batasan ini tidak hanya jumlahnya. ketentuan jumlah pruduksi maksimum. 5) modal kerja modal kerja digunakan untuk membiayai kegiatan sehari-hari perusahaan. usia bahan baku dan fluktuasi harganya. 7) ketentuan teknis ketentuan teknis dapat menjadi kendala. Sehingga kemampuan modal kerja dalam membiayai kegiatan produksi (dalam unit produk) sebanyak modal kerja dibagi dengan rata-rata biaya operasi dikurangi depresi setiap unit. Kemampuan modal kerja membiayai kegiatan produksi sebesar jumlah modal kerja dikalikan dengan tingkat perputarannya. serta komposisi keluaran yang dihasilkan pada suatu proses produksi 18 . tetapi juga kontinyuitas penyediaan. 6) peraturan pemerintah peraturan pemerintah kadang-kadang merupakan kendala produksi.

Kaitan antara pembelian bahan baku dengan biaya produksi. maka akan memperkecil tingkat profitabilitas perusahaan. Gambar kerangka pikir dapat dilihat dalam gambar 1 Gambar 1 skema kerangka pikir Pembelian Bahan Baku Biaya Produksi HPP produksi Kebijakan dalam melakukan pembelian Penentuan harga jual 19 . bila biaya-biaya ynag dikeluarkan untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut lebih tinggi. Hal ini disebabka karena pembelian bahan sangat mempengaruhi dalam penetapan harga pokok produkisi. Apabila tujuan ini dapat dicapai perusahaan akan dapat menekan biaya operasi lebih rendah atau efisien. kususnya dalam struktur biaya. sehingga akan diperoleh peningkatan profitabilitas. Kerangka pikir Dalam penelitian ini dibuat sebuah kerangka pemikiran yang berfungsi untuk memudahkan dalam melaksanakan penelitian.4. Dalam suatu kerangka pikir tersebut akan memuat secara runtut kronologis bahasan tentang suatu penelitian dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan. B. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa tujuan dari pada kegiatan pembelian adalah mendapatkan bahan-bahan atau peralatan yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan pada harga yang pantas dan ketepatan waktu penyerahannya serta dari sumber yang dapat dipercaya.

Hipotesis Hipotesis adalah suatu perumusan sementara mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu dan juga dapat mengarahkan pada penyelidikan selanjutnya. 20 . bahwa biaya pembelian belum terkendali secara optimal. C. Dalam penelitian ini memberikan jawaban sementara atau hipotesis. Dengan menggunakan penentuan harga pokok produksi ini dapat menentukan harga jual dan kebijaksanaan penjualan.Menganalisa biaya pembelian dalam perusahaan perlu dilakukan mengingat jumlah pembelian bahan baku ini memiliki porsi biaya yang besar sehingga harus disesuaikan dengan jumlah bahan yang akan diproduksi dan jumlah persediaan yang ada.

dimana dalam mengumpulkan dan menganalisa data dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian dengan maksud supaya memperoleh data dan keterangan yang lengkap sesuai dengan masalah yang diteliti. Sifat Penelitian . lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan manufaktur yang berada di jl. B. Definisi Operasional Variabel 21 .Bab III Metodologi Penelitian A.298 Karang Ploso Malang. E. Dokumentasi yaitu pengumpulan data yang sudah ada baik berupa laporan jumlah biaya produksi dan biaya pembelian. dikumpulkan diolah dan disajikan untuk pihak lain yang masih mempunyai hubungan dengan penelitian. Data dan sumber data. Susando no. C. D. Teknik pengumpulan data. Penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah: Data sekunder yaitu data yang diambil.

strategi pembelian Pada aspek biaya produksi yang meliputi: c d e harga bahan baku biaya pembelian biaya overhed F. Cara perhitungan HPP dengan metode Full Costing adalah: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Variabel Biaya Overhead Pabrik Tetap Rp XXX Rp XXX Rp XXX Rp XXX + 22 . Analisa yang digunakan dalam penentuan HPP adalah dengan menggunakan pendekatan Full Costing dan Variabel Costing. organisasi dan personil pembelian 3. biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik baik yang variable maupun tetap. 1. Pendekatan Full Costing Full costing adalah penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsure biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku. prosedur pembelian 2. Metode Analisa Data Metode analisa data merupakan upaya untuk mengelola data dengan cara mempelajari permasalahan dan cara untuk mengatasinya.Adapun variabel-variabel yang digunakan adalah pada aspek pembelian yang meliputi: 1.

Pendekatan Variabel Costing Variable Costing adalahsuatu konsep penentuan harga pokok produksi yang hanya memasukkan atau membebankan biaya produksi variable sebagai elemen harga pokok produksi. Penentuan harga jual Rp XXX Harga jual = taksiran biaya penuh + laba yang diharapkan Harga jual per unit = biaya yang berhubungan langsung dengan volume (per unit) + persentase markup laba yang diharapkan + biaya yang tidak dipengaruhi langsung oleh volume produksi 23 . sedangkan biaya produuksi tetap dianggap sebagai biaya periode yang langsung dibebankan kepada laba rugi.Harga Pokok Produksi Rp XXX 2. Cara perhitungan HPP dengan metode Variabel Costing adalah: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Variabel Rp XXX Rp XXX Rp XXX + Harga Pokok Produksi 3.

1. dimana modal yang digunakan adalah modal sendiri dan sebagian modalnya dari orang tua. Dalam menjalankan operasi perusahaannya Ibu Nurul berperan sebagai pemilik serta merangkap sebagai pimpinan. Wewenang dari atas kebawah. Gambaran umum perusahaan. Pemilik perusahaan selalu mengedepankan kualitas produknya dibandingkan degan kuantitas hal ini untuk memberikan kepuasan dan mendapatkan kepercayaan pelanggan. Sejarah berdirinya perusahaan Perusahaan tahu ADMA Malang merupakan usaha industri rumah tangga yang didirikan oleh Ibu nurul pada tanggal 16 agustus 1997. Struktur organisasi Struktur organiasasi pada perusahaan ini sangat sederhana yang berbentuk garis sehingga kesatuan komando akan terjalin dengan baik. 24 . Pada awal perusahaan ini berproduksi dengan skala kecil untuk wilayah karang ploso saja tetapi pada tahun-tahun berikutnya mulai melebarkan kedaerah dinoyo dan sekitarnya. 2. sedang tanggung jawab bergerak dari bawah keatas.Persentase markup = Biaya yang dipengaruhi langsung oleh volume produksi Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan A.

pemasaran Tukang Pekerja Distribusi & transportasi Penjualan & penagihan Adapun tugas dari masing masing bagian adalah sebagai berikut. mengelola keuangan serta melakukan kegiatan pembelian bahan.Gambar 2 Struktur organisasi Perusahaan tahu ADMA Malang Pimpinan Bag. c Bagian pemasaran 25 . Sedangkan pekerja bertugas mengangkut bahan dari satu tempat ketempat lain. a Pimpinan Pimpinan disini bertugas untuk mengawasi jalannya produksi. produksi Bag. b Bagian produksi Pada bagian produksi terdapat tukang yang bertugas menyiapkan bahan dan mengawasi jalannya proses produksi.

00 – 18.Pada bagian pemasaran bertugas untuk mengantarkan barang jadi /tahu.00 – 18. Jumlah dan kualifikasi karyawan Jumlah keseluruhan dari karyawan dan tenaga kerja perusahaan adalah 14 orang. b. 3.00 – 13.jam kerja : 06. selasa. 3 orang tenaga wanita 11 orang tenaga pria Sedangkan kualifikasi karyawan secara terperinci dapat dilihat pada table1 Tabel 1: kualifikasi karyawan berdasarkan pendidikan Lulusan Sarjana SLTA SLTP Jumlah 1 orang 10 orang 3 orang Prosentase 7.jam isrirahat : 06. yang terbagi atas: a.00 26 .43 % 21.00 hari jumat : .00 – 16.43 % Untuk hari kerja dimulai pada hari senin sampai minggu dengan waktu kerja yang berlaku pada perusahaan tahu ADMA ini adalah sebagai berikut: Hari senin. sabtu dan minggu : . rabu. ketempat penjualan dan melakukan penagihan kepada para pedagang pengecer.00 : 15.14 % 71.00 : 12. kamis.jam kerja .

Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut: a b kedelai cuka 27 ..00 – 16. Sedangkan system pembayarannya dilakukan sebagai berikut : untuk tenaga kerja langsung dilakukan berdasarkan system upah borongan yang dapat dilihat pada table 2: Table 2: jenis dan jumlah upah karyawan karyawan Tukang Pembantu Jumlah 4 orang 10 orang Upah perminggu @Rp 343.000 4.00 Besarnya upah dan gaji disesuaikan dengan kualifikasi karyawan.00 : 15.jam istirahat : 11. Mesin dan peralatan Mesin dan peralatan yang digunakan oleh perusahaan dalam melakukan kegiatan proses produksi antara lain adalah sebagai berikut: a b c d e mesin ketel mesin giling penyaring pencetak kotak kontener 5. Bahan baku Bahan baku merupakan kebutuhan pokok dalam melaksanakan kegiatan proses produksi.000 @Rp 245.00 – 13.

Jadi mulai pabrik berdiri selalu mengerjakan barang yang sama (tidak pernah berganti macam barang yang dikerjakan) sehingga prosesnya tidak pernah terputus dengan mengerjakan barang yang lain. dimana bahan mentah yang masuk proses produksi akan langsung dibuat menjadi produk jadi dan tidak menunggu mengerjakan yang lain. proses produksi berjalan secara rutin. Sesudah itu. Urutan proses produksi selalu sama sehingga letak mesin dan peralatan produksi yang lain disesuaikan dengan urutan proses produksinya agar produksi berjalan lancar dan efisien. Setup atau persiapan fasilitas produksi dilakukan sekali pada saat pabrik mulai bekerja. Proses produksi Proses produksi yang digunakan perusahaan adalah kontinyu. Adapun proses produksi untuk membuat tahu adalah sebagai berikut : Gambar 3 Sekema proses produksi Persiapan bahan Perendaman Pencucian Penggilinga n Pemberian cuka Pemisahan Penyaringan dimasak Penggumpalan Pencetakan 28 .c garam 6.

Agar semua sari dalam bubur kedelai tersaring semua. untuk menghasilkan kualitas hasil yang baik b. Pencucian Setelah proses perendaman kedelai dicuci lagi sampai bersih untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa d. yang disebut ampas tahu. dan butir kedele mengalir ke dalam tong penampung. hal ini supaya kedelai mudah untuk digiling c. Penyiapan bahan kedelai ditampi untuk dipilih biji yang baik. Perebusan Bubur kedelai langsung direbus selama 15-20 menit di dalam panic/tungku berukuran besar.a. Perendaman Kedelai dicuci. f. 29 . e. Limbah penyaringan. Penyaringan Bubur kedelai lalu dipindahkan dari tungku ke bak atau tong untuk disaring dengan alat penyaring yang telah diletakkan pada sebuah wadah. Jarak waktu antara selesai penggilingan dan pemasakan tidak lebih dari 5-10 menit untuk menjaga kualitas tahu yang dihasilkan. Penggilingan Kedelai digiling sampai halus. pada alat saringnya diletakkan sebuah papan kayu dan seseorang naik di atasnya dan menggoyang-goyangnya. lalu direndam dalam air besar selama dua jam.

30 . Tahu pun siap dijual. atau bubuk batu tahu (sulfat kapur). Pemisahan ampas dan sari kedelai Bubur kedelai dipisahkan dengan sari kedelai dan ditempatkan dalam wadah yang lain h. Selain asam cuka. sebab masih dapat digunakan lagi j. Penyaringan dilakukan berkali-kali hingga bubur kedelai habis. k. sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Pencetakan Gumpalan atau jonjot tahu yang mulai mengendap dituangkan dalam kotak berukuran misalnya 50 x 60 cm2 dan dialasi kain belacu. g. i. sampai tidak mengandung sari lagi. atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah dieramkan. penambahan cuka Air saringan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih dicampur dengan asam cuka agar menggumpal. dengan ukuran 6 x 4 cm2. Penggumpalan Setelah pemberian cuka. Pemotongan Adonan tahu berbentuk kotak yang sudah padat kemudian ditaruh dalam bak dipotong-potong.diperas lagi dengan menyiram air panas. Adonan tahu kotak dikempa selama satu menit. dapat juga ditambahkan air kelapa. sari kedelai akan menggumpal Air asam dipisahkan dari gumpalan atau jonjot putih dan disimpan.

dan biasanya kegiatan pembeliannya dilakukan oleh pimpinan perusahaan. b. Bila telah mendapat sample yang sesui dan kualitasnya bagus maka buyer/ pembeli akan melakukan transaksi pembelian berdasarkan kebutuhan 31 . Kemudian sampel ini dipilih mana yang berkuaklitas dan sesuai dengan kebutuhan. 2.B. bagian pembelian mempersiapkan kebutuhan bahan –bahan hendak dibeli. Organisasi dan personil pembelian Bila ditinjau dari aspek perkembangannya. Supplier diri perusahaan tahu ini adalah sebuah agen pemasok kedelai di pasuruan. Oleh karena itu keberadaan aktifitas pembeliannya belum memiliki wadah tersendiri. bila ditinjau dari aspek sistemnya perusahaan ini menggunakan system sentralisasi dimana kewenangan dalam melakukan pembelian hanya terletak pada satu orang. prosedur pembelian prosedur pembelian bahan pada perusahaan tahu ini adalah sebagai berikut: a. Selanjutnya bagian pembelian langsung mendatangi tempat supplier untuk meminta sample bahan. Pembelian 1. Berdasarkan informasi dari bagian poduksi. perusahaan tahu ini merupakan tergolong sangat kecil. Kegiatan pembelian ini dilakukan secara langsung ketempat supplier yang dilakukan setiap 1 sekali. karena perusahaan ini merupakan industri kecil/ home industri.

400. kualitas. kemudian dilakukan pengecekan berdasarkan surat pengiriiman barang atau yang diterima baik jumlah. dan apakah terdapat bahanbahan yang cacat. Strategi pembelian yang digunakan Srtategi yang digunakan perusahaan adalah dengan pembelian dengan cara biasa.bahan baku yang telah dipersiapkan sebelumnya. c.000 Biaya pembelian Rp 10. Pembelian semacan ini dilakukan karena proses produksinya adalah terus menerus dengan jumlah yang relative sama setiap tahunnya. Pembelian pada tahun 2006 dilakukan dimalang dan pada awal januari 2007 perusahaan tahu ADMA mencoba dengan pemasok dari daerah pasuruan dengan perbandingan sebagai berikut: Pemasok dari malang Pembelian 24 ton kedelai @ 4000/Kg Jadi 24. dimana pembelian dilakukan untuk memenuhi kepeluan biasa atau. Setelah bahan-bahan yang telah dibeli tersebut diterima.000 Syarat pembelian: barang rusak atau cacat tidak dapat dikembalikan 32 . Biasanya perusahaan tinggal menunggu pengiriman bahan-bahan yang telah dibeli tersebut 1hari kemudian. Bila deketahui ada bahan yang cacat atau rusak maka jumlah yang rusak tersebut nantinya dikembalikan pada supplier setelah sebelunnya diambil bagian yang baik atau tidak rusak. 3.000 × 3975 = Rp 95. Rutin.

000.000 Pemasok dari pasuruan Pembelian 24 ton kedelai @ 4025/Kg Jadi 24. walaupun harga pembeliannya lebih mahal tetapi kualitas tetap terjaga.50.96. Bila produk yang rusak tersebut ikut dalam proses produksi maka kualitas yang dihasilkan kurang baik.410.95.000 × 4000 = Rp 96.000 Syarat pembelian: barang rusak atau cacat dapat dikembalian Dalam dua bulan pengiriman januari – mei 2007 belum pernah diterima produk rusak Jadi total pembelian dalam satu bulan adalah: Rp.000 + Rp.000 dengan demikian perusahaan lebih baik melakukan kerjasama dengan supplier dari pasuruan.000 = Rp.Dalam satu tahun januari – desember 2006 telah terjadi 4 kali pengiriman produk rusak dengan jumlah rata-rata 40 Kg @ Rp159. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak menanggung produk yang rusak yang dikirim karena akan langsung diganti.000 + Rp.96.000 Jadi total biaya pembelian dalam satu bulan adalah: Rp.000 × 4 = Rp 636.000 = Rp.000.000 + Rp.050.046.10. maka perusahaan akan mengalami kerugian dikarenakan proses produksi akan terganggu dengan adanya produk yang rusak.96. 95.636. 33 . Sedangkan bila memilih pemasok dari malang.000 Biaya pembelian Rp 50.400.000 = Rp.

d Kadangkala terjadi pemborosan dalam pemakaian. Fluktuasi harga kedelai berkisar antara Rp 150 sampai Rp100 per Kg. sehingga tujuan pembelian untuk mendapatkan bahan baku 34 . walaupun sedikit tapi hal ini dapat mengurangi jumlah produksi perusahaan. karena terjadi kelangkaan jumlah kedelai. c Terjadinya fluktuasi harga dalam pembelian.4. pembelian a Kendala yang dihadapi perusahaan dalam Terdapat bahan-bahan yang diterima dalam keadaan rusak hal ini dapat diketahui dari pembelian selama 1 tahun terdapat 4 kali perusahaan menerima produk yang rusak sehingga perlu diganti. Dalam proses produksi tahu pada waktu penyaringan bubur kedelai yang kurang baik maka sari kedelai yang dihasilkan juga sedikit sehingga tahu yang dihasilkan tidak maksimal jumlahnya. Penyebab dari kendala dalam pembelian Permasalahan yang dihadapi perusahaan diatas disebabkan karena: a. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelian yang kurang efektif. b Adanya ketidak sesuian kuantitas bahan yang dipesan dengan kuantitas bahan yang diterima. Fluktuasi harga disini terjadi pada tahun 2006 hal ini disebabkan jumlah pasokan kedelai dari agen atau distributor berkurang. Kuantitas barang yang diterima kadangkala kurang 10 sampai 20 Kg. 5.

Hal ini dapat dimaklumi karena kegiatan pembelian perusahaan belum memiliki wadah tersendiri. menjadikan biaya atas bahan yang dibeli dalam struktur biaya 35 . Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan diatas adalah sebagai berikut : a Terjadi ketidaksesuaian kualitas bahan yang diterima berakibat pada menurunnya kualitas produk yang dihasilkan sehingga bila hal ini sering terjadi akan menimbulkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pruduk perusahaan b Ketidak sesuaian kuantitas menyebabkan hal yang sama dengan adanya produk yang rusak yaitu jumlah produk yang dihasilkan perusahaan berkurang sehingga produksi perusahaan kurang optimal. keuangan atau pemasaran.yang sesuaian kualitas. Kurang adanya pengawasan secara intensif terhadap kondisi fisik bahan dan pemakaian bahan dalam kegiatan proses produksi sehingga menimbulkan adanya pemborosan dalam pemakaian bahan. sehingga pelaksanaanya belum sebaik dan seefektif perusahaan yang mempunyai organisasi pembelian yang lebih baik dimana kedudukannya dalam struktur organisasi sejajar dengan bagian atau departemen yang lainseperti bagian produksi. kuantitas dan harga bahan yang dibeli tidak seperti yang diharapkan b. c Harga pembelian bahan yang lebih mahal.

Namun factor-faktor yang lain perlu juga diperhatikan misalnya jarak tempuh serta ketepatan waktu dalam pengiriman.produksi menjadi lebih tinggi sehingga jumlah keiuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi berkurang. Pemilihan supplier yang tepat bagi perusahaan merupakan salah satu factor penting yang dapat memberikan keuntungan. kebijakan dalam melakukan pembelian Selama ini perusahaan telah melakukan kegiatan pembelian dengan cukup baik. kualitas. karena bila salah dalam memilih supplier maka dalam memperoleh kuantitas. dalam melakukan kegiatan pembelian perusahaan telah melakukan pertimbangan dalam hal kualitas dan harga dari bahan-bahan yang akan dibeli. d Adanya bahan-bahan yang rusak pada waktu diterima mengakibatkan teganggunya proses produksi sehingga dapat menghambat dan mengakibatkan berkurangnya jumlah produksi. dimana sebelum melakukan pembelian perusahaan meminta sample bahan kepada supplier untuk dipilih sample yang berkualitas pada harga yang pantas dan dibandingkan dengan supplier yang lain. Disamping itu perusahaan sebaiknya selalu mempertimbangkan adanya supplier-suplier yang lain yang mungkin lebih 36 . 6. namun belum dapat menjamin tingkat efisiensi dalam biaya produksi . Pelaksanaan kegiatan pembelian belumlah tepat bila bagian pembelian hanya mengutamakan factor harga dalam pemilihan pemasok. harga serta penyerahannya tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.

demikian juga terhadap kuantitas. yaitu pembelian dengan cara biasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pembelian semacam ini merupakan pembelian yang direncanakan atau tidak direncanakan jauh hari sebelumnya tanpa membuat kontrak kerjasama sehingga bahan yang diterima dari pemasok kadangkala tidak sesuai dengan ketentuan yang dibutuhkan. Strategi pembelian yang digunakan perusahaan saat ini bila ditinjau dari segi tujuan yang ingin dicapai masih kurang tepat. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat melakukan perbandingan dalam berbagai factor yang ada antara supplier yang satu dengan supplier yang lain. Sehingga perusahaan dapat lebih baik dalam melakukan kegiatan pembeliannya Untuk dapat mencapai tingkat efisiensi. dimana pembelian dilakukan untuk mengisi kembali persediaan bahan dengan keperluan yang berulang kelebihan system kontrak adalah: 37 . Untuk mencapai tingkat efektifitas yang lebih baik. serta adakah bahan yang rusak atau cacat. apakah kuantitas bahan yang diterima telah sesuai dengan kuantitas pesanan. Disamping kegiatan tersebut diatas. perusahaan sebaiknya menggunakan kebijakan atau strategi dengan system kontrak. bagian pembelian perlu melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kuanlitas dari sample yang telah dipilih dan bahan-bahan yang diterima apakah telah sesuai dengan kualitas sample yang dipilih atau tidak. hal yang penting lainnya adalah penggunaan strategi dalam pembelian bahan yang tepat.baik untuk dapat diajak kerja sama. guna mencapai tingkat biaya produksi seefisien mungkin.

karena jumlah bahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan b. Kegiatan pengawasan terhadap pemakaian bahan baku lebih efisien.200.a.000 jumlah produksi : 14 kali @ 50 kotak 38 . Menentukan harga pokok produksi Unsure-unsur biaya dalam penentuan harga pokok produksi adalah sebagai berikut: a. Dengan kebijakan strategi system kontrak kemungkinan timbulnya kekurangan atau kelebihan bahan dapat diantisipasi sedini mungki. 1. Untuk mengetahui nialai bahan baku yang digunakan adalah sebagai berikut: kedelai 800 Kg @ × Rp 4000 = Rp 3. konsumen. Biaya bahan baku Bahan baku yang digunakan untukmembuat tahu adalah hanya kedelai yang cukup tersedia untuk diperoleh. Analisa dan interpretasi data. c. C. Kelemahan pada pembelian dengan system kontrak adalah sebagai berikut: a Perusahaan harus selalu memantau jumlah Perusahaan dapat memenuhi jumlah pesanan para persediaan baahan baku sebelum melakukan kegiatan produksi untuk memastikan apakah jumlah persediaan telah mencukupi atau tidak. karena persediaan bahan baku selalu dapat ditinjau dan diisi kembali tiap periode.

000 : 10 * 35.500 = Rp 914.000/3500 = Rp14.1 kotak = 5 bak jadi 700*5 = 3500 bak biaya bahan baku per bak adalah : Rp 3.500 * 14 kali memasak Jumlah pembantu 10 orang Jumlah produksi 3500 bak per hari Biaya tenaga kerja per bak adalah : Tenaga kerja tukang :Rp 196.000/3500 = Rp 56 Tenaga kerja pembantu :Rp 350.200.500 * 14 kali memasak Upah tukang : Rp 3.000/3500 = Rp 100 39 . Pembuata tahu ini tidaklah membutuhkan keterampilan kusus hanya dibutuhkan karyawan yang mampu bekerja keras karena pada tahap pembuatannya memerlukan tenaga yang cukup besar.000 Jumlah tukang 4 orang : 4 * 49. Adapun unsure-unsur biaya tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut: 1) = Rp 49. Biaya tenaga kerja langsung Pada usaha tahu ini tenaga kerja yang digunakan adalah sebagian besar pria yang tinggal di sekitar kecamatan karangploso.000 = 3500.000 = 196.000/Rp 3.28 b.000 2) = Rp 35.00 Upah pembantu : Rp 2.28 biaya pengiriman Rp 50.

14 biaya overhead variable b) Biaya listrik Jumlah pemakaian listrik adalah Rp 2. Biaya ovehed pabrik Jenis-jenis biaya overhed yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah: 1) a) Kayu bakar 1 pikup kayu baker seharga Rp 200.000 = Rp 571. Adapun jenis dan umur peralatan yang digunakan dalah sebagai berikut Table 3: jenis dan umur peralatan pembuatan tahu No Jenis peralatan Umur Harga 40 .000.000.000 jadi.c.42 3500 2) Biaya overhead tetap a) biaya penyusutan peralatan Untuk menghitung biaya penyusutan maka perlu diketahui harga perolehan dan taksiran umur ekonomis dari peralatan dengan menggunakan metode garis lurus. 3500 = Rp 57.000 Rp 2.000 Rp 200.

38 Ketel uap Rp 4.1 2 3 4 5 6 Mesin penggiling Ketel uap Panci Penyaring Pencetak Kotak kontener 5 tahun 5 tahun 5 tahun 1 tahun 5 tahun 3 tahun Rp 5.000 = Rp 66666.000 100.000 = 105.000 Jumlah produksi yang telah dihasilkan dalam kapasitas normal adalah 105.000 Rp Rp Rp 500.33× 3 bulan = .000.500.000 bak jadi nilai penyusutan peralatan ini adalah sebagai berikut: Mesin penggiling tahu Rp 5.000 500.000.000 Rp 4.38 12 bulan Rp 1.000 Jadi biaya penyusutan mesin penggiling adalah: Rp 2.000.66 × 3 bulan = 2.000 41 12 bulan Rp 800.000 = Rp 83333.000 = 5 tahun Rp 250000 250.000 = 5 tahun Rp 200.000 Rp 4.000.000.

90 Tungku masak Rp 4.000 = Rp 41.14 105000 Jadi biaya penyusutan tungku masak adalah: Rp 2.500.000 = 1 tahun Rp 125000 125000 = 105.666.000 225.90 .19 12 bulan Rp 500.67 × 3 bulan = 12 bulan Rp 900000 = Rp 75000 × 3 bulan = 1.14 Penyaring Rp 500.200000 = 105000 Jadi biaya penyusutan ketel uap adalah: Rp 1.19 Pencetak 42 1.000 = 5 tahun Rp 225.000 = 2.000 Jadi biaya penyusutan penyaring adalah: Rp 1.

77× 3 bulan = Rp 43 .33 = 105000 Jadi biaya penyusutan kotak kontener adalah: Rp 0.92 0.14+1.23+0.333 = Rp 2777.08= Rp 7.19+0.33 × 3 bulan = 12 bulan 0.33 8333.38+1.333.08 12 bulan Rp 33.23 Kotak kontener Rp 100.000 = 5 tahun Rp 25000 25000 = 105000 Rp 100.Rp 500.08 Jumlah total penyusutan = 2.000 = 3 tahun 8333.23 Jadi biaya penyusutan pencetak adalah: Rp 0.000 = Rp 8.90+2.

upah tukang b. biaya overhead variabel Rp 57. ongkos pembelian bahan baku jumlah biaya bahan baku biaya tenaga kerja langsung 2 a.28 Rp 14. upah pembantu jumlah 3 langsung biaya overhed a.28 Rp 928. kedelai b.Penentuan harga pokok produksi Metode full costing Table 4: kalkulasi harga pokok produksi tahu dengan metode full costing No 1 Jenis biaya produksi Biaya bahan baku a.14 44 biaya tenaga kerja Rp 56 Rp 100 Rp 156 Biaya perpotong Rp 914.56 .

28 Rp 928.04 Penentuan harga pokok produksi Metode variable costing Table 5: kalkulasi harga pokok produksi tahu dengan metode variabel costing No 1 Jenis biaya produksi Biaya bahan baku a. kayu bakar Rp 57.92 Rp 636. upah pembantu jumlah biaya tenaga kerja langsung biaya overhed a.48 Harga pokok produksi perbak Rp 1721.1) kayu bakar 2) biaya listrik b.28 Rp 14.42 Rp 7. upah tukang b. biaya overhed tetap 1) biaya penyusutan jumlah biaya overhed Rp 571. ongkos pembelian bahan baku jumlah biaya bahan baku biaya tenaga kerja langsung 2 a.56 .14 45 Rp 56 Rp 100 Rp 156 Biaya perbak Rp 914. kedelai b.

b.56 kedelai Full costing Rp 914.3 b. b. biaya listrik jumlah biaya overhed Rp 571.12 Evaluasi perhitungan harga pokok produksi Table :6 evaluasi perhitungan harga pokok produksi tahu No 1 Jenis biaya produksi Biaya bahan baku a. upah tukang upah pembantu Rp 156 3 jumlah biaya tenaga kerja langsung 46 Rp 156 Rp 56 Rp 100 Rp 56 Rp 100 Rp 928. baku Rp 928.28 Variable costing Rp 914.56 2 jumlah biaya bahan baku biaya tenaga kerja langsung a.42 Rp 628.28 .56 Harga pokok produksi perbak Rp 1713.28 Rp 14.28 ongkos pembelian bahan Rp 14.

42 Penjualan Harga pokok penjualan (105. biaya listrik b.400 Rp 27.04 ) Rp 180.48 jumlah biaya overhed Harga pokok produksi perbak Implikasi penelitian .000 bak * Rp1721.000 bak * Rp 2000 ) Rp 210.000.12 Rp 628.04 Rp 1713. 2) biaya overhed tetap biaya penyusutan Rp 636.biaya overhed a. kayu bakar b.800 Rp 1.000 (105.56 Rp 7.14 Rp 57.full costing laporan rugi laba laporan rugi laba perusahaan tahu adma per 3 bulan Rp 1721.28 ) Rp 29.709.499.200 Marjin bruto Biaya pemasaran Penghasilan netto (105.791.290.14 Rp 571.000 bak * Rp14.400 47 - .92 Rp 57. biaya overhead variabel a.

180.600 Marjin kontribusi Biaya tetap: Biaya penyusutan peralatan (105.000 bak * Rp 1713. 29.600 Rp 30.800 = Rp .Prosentase mark up Marjin bruto Prosentase mark up = Harga pokok penjualan Rp .000 bak * Rp 7.000 bak * Rp 2000) Rp 210.200 = Rp .400 48 .0.variabel costing laporan rugi laba laporan rugi laba perusahaan tahu adma per 3 bulan Penjualan biaya variabel (105.709.12) Rp 179.92) Rp 831.877.000 (105.290.122.000.1620 atau 16 % .

04) Harga jual Rp 914.000 bak * Rp14.499.04 Rp 275.36 Rp 1996.1674 atau 16% Rp 27. 30.40 49 .122.28 Rp 14.28 Rp 156 Rp 628.331. yaitu: Table 7: perhitungan harga jual dengan cost-plus pricing berdasarkan pendekatan fuul costing Bahan baku langsung Biaya kirim pembelian Tenaga kerja langsung Biaya overhead variabel Biaya overhed tetap Mark up (16%*1721.400 + Rp 2.600 Rp 0.92 Rp 1721.400 = Rp 179.000 - Penghasilan netto Prosentase mark up Marjin bruto Prosentase mark up = Biaya variabel Rp .biaya pemasaran (105.400 Penentuan harga jual full costing dengan metode cost plus.791.877.56 Rp 7.28) Rp 1.

Penentuan harga jual variabel costing dengan metode cost plus.28 Rp 14. yaitu: Table 8: perhitungan harga jual dengan cost-plus pricing berdasarkan pendekatan variabel costing Bahan baku langsung Biaya kirim pembelian Tenaga kerja langsung Biaya overhead variabel Mark up (16%*1713.12) Harga jual Rp 914.28 Rp 156 Rp 628.21 50 .56 Rp 1713.12 Rp 274.09 Rp 1987.

28 sedangkan total harga pokok produksinya adalah Rp 1721. 16% .Bab V Penutup A.791. maka dapt diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing besarnya biaya pembelian perbak adalah Rp 914.400.791.21 dibulatkan menjadi Rp 2000. 51 .400 2.12 dan pada laporan rugi laba diketahui penghasilan neto Rp 27. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasn yang telah dikemukakan pada bab-bab terdahulu. Harga jual dari produk tahu perbak dengan prosentase markup menggunakan metode full costing adalah Rp 1996.28 sedangkan total harga pokok produksinya adalah Rp 1713.04 dan pada laporan rugi laba diketahui penghasilan neto Rp 27.40 dan variabel costing adalah Rp 1987. hal ini telah sesuai dengan harga jual dari perusahaan tersebut. Pada perhitungan harga pokok produksi dengan metode variabel costing besarnya biaya pembelian perbak adalah Rp 914.

Saran. Perusahaan dalam mendapatkan bahan untuk proses produksi. 3. dengan melihat siklus produksinya. karena perusahaan supplier akan mengirimkan kembali kedelai bila persediaan kedelai mulai habis. dengan cara ini perusahaan akan selalu melakukan kegiatan pembeliannya bila persediaan kedelai digudang akan habis.B. 52 . Penggunaan system kontrak akan dapat mengurangi biaya dan waktu perusahaan untuk melakukan kegiatan pembelian. sebaiknya mencari supplier lebih dari satu. kualitas dan kuantitas. Hal ini dapat memudahkan perusahaan menentukan kebijakan dalam melakukan pembelian bahan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Sebelum melakukan kegiatan pembelian perusahaan terlebih dahulu memilih pemasok dengan mempertimbangkan factor harga. jarak tempuh. 2. Hal ini untuk tercapainya efisiensi biaya. Sedangkan saran-saran yang dapat penulis berikan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pembelian yang dilakukan perusahaan saat ini adalah pembelian dengan cara biasa untuk memenuhi kebutuhan persediaan digudang.

Manajemen Purchasing. Akuntansi Manajemen. 2004. 2002. 53 . Jakarta. Carter. 2005. 2000. Yogyakarta. Strategi Pembelian dan Supply Chain. PT Elex Media Komputindo. Widayat dan Amirullah. Agus dan Masruchah.Al. Ida. Akuntansi Biaya. Yogyakarta. Eko Ricardus dan Djokopranoto. Subagyo. Milton F. Haryono. CV Andi Offset. STIE Yogyakarta Indrajad. Jakarta. PT Gramedia. Sunarto. Pangstu. Riset Bisnis. Manajemen Industri. Yogyakarta. Manajemen Operasi. 2000. Graha Ilmu. Strategi Pengadaan dan Pengelolaan Material untuk Perusahaan Manufakturing. Yogyakarta. 1999. 2004. 2002. Akuntansi Biaya. 2005. Supriyanto. Yogyakarta. AMUS Yogyakarta. Dasar-Dasar Akuntansi. William K dan Usry. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Arman Hakim Nasution. Sunarto. Ricardus. Jakarta: Salemba Empat Jusup. AMUS Yogyakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful