P. 1
FILSAFAT UMUM

FILSAFAT UMUM

|Views: 217|Likes:
Published by Enang Putra

More info:

Published by: Enang Putra on Dec 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2015

pdf

text

original

FILSAFAT DALAM PENDEKATAN KEILMUAN DAN PEMIKIRAN : REALISME, PRAGMATISME, EKSISTENSIALISME, DAN PERENNIALISME

OLEH KELOMPOK 9 :  INDAH NOVITRI

JONI ARTOS

 JETRI ADILA

LEVI ARDONA

DOSEN : RUSTA NURDIN

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) LUBUK SIKAPING KAB.PASAMAN SUMATRA BARAT TAHUN AKADEMIK 2010/2011

Wasalam Lubuk sikaping. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “FILSAFAT DALAM PENDEKATAN KEILMUAN DAN PEMIKIRAN : REALISME.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadiran Allah Swt yang telah memberikan rahmad dan hidayahnya. EKSISTENSIALISME. Amin ya rabbal alamin. terutama dalam penguasaan keilmuaan yang penulis miliki. DAN PERENNIALISME”. hal ini disebabkan keterbatasan penulis. hendaknya amal shaleh akan mendapat balasan yang baik dari allah Swt. Namun berkat rahmat Allah dan kesungguhan penulis serta dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan. PRAGMATISME. Segala bantuan dan amal baik yang telah diberikan kepada penulis khususnya. Syalawat beserta salam kepada arwah junjungan kita umat manusia nabi besar Muhammad Saw selaku pembawa risalah kebenaran kepermukaan bumi ini dengan panji taqwa yang disirami Al-Quran dan sunnahnya. Desember 2010 Penulis . sehingga penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah ini.

BAB III PENUTUP . 1.4 Aliran perennialisme……………………………………………………………………… ……...2 Teori kebenaran (pragmatisme) ………………………………………………………….1 Hakikat pengetahuan (realisme idealisme) …………………………………………..3 Manfaat penulisan…………………………………………………………………………… ….3 Aliran eksistensialisme…………………………………………………………………… ……. 2. BAB II PEMBAHASAN 2... 2.1 Latar belakang…………………………………………………………………………… ………… 1..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN 1.2 Tujuan penulisan…………………………………………………………………………… …….. 2.

Bagi idealisme dunia dan bagian-bagiannya harus dipandang sebagai hal-hal yang mempunyai hubungan. maka idealisme adalah sebaliknya. Namun. Presmi pokok yang diajukan oleh idelisme adalah jiwa mempunyai kedudukan yang utama dalam alam semesta. bukan kesatuan mekanik.2 Saran……………………………………………………………………………………… …………….. dan apakah akal budi itu. Idealisme tidak mengingkari adanya materi. seseorang yang akan memikirkan materi dalam hakikatnya yang terdalam dia harus memikirkan roh atau akal. Jika seseorang ingin mengetahui apakah sesungguhnya materi itu. sehingga suatu bagian darinya dipandang sebagai kebulatan logis dengan makna sebagai inti yang terdalam. dia harus meneliti apakah pikiran itu.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………………. Sebab. 3. DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1. bukan apakah matei itu. materi adalah suatu gagasan yang tidak jelas dan bukan hakikat. tetapi kebulatan organik yang sesungguhnya yang sedemikian rupa.3. Dunia merupakan suatu kebulatan.1 Latar belakang Realisme mempertajam perbedaan antara yang mengetahui dan yang diketahui. seperti organ tubuh dengan bagian-bagiannya. . apakah nilai itu.

Menambah wawasan untuk mengetahui tentang aliran-aliran yang dibahas dalam makalah ini. Degan demikian.1.2 Tujuan penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah : 1. BAB II ISI / PEMBAHASAN 2. realisme . Ada dua teori untuk mengetahui hakikat kebenaran : • Realisme. Pengetahuan menurut realisme adalah gambaran atau kopi yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata (dari fakta atau hakikat). Untuk mengetahui hakikat pengetahuan (realisme idealisme) 2. Untuk mengetahui teori kebenaran (pragmatisme) 3. Mengetahui sesuatu adalah menyusun pendapat tentang sesuatu objek. Menambah pengetahuan keilmuan dan pemikiran tentang filsafat dalam pendekatan 2. yang mempunyai pandangan realistis terhadap alam. Untuk mengetahui tentang aliran eksistensialisme 4. Pengetahuan atau gambaran yang ada dalam akal adalah kopi dari yang asli yang ada diluar akal. Untuk mengetahui tentang aliran perennialisme 1. dengan kata lain menyusun gambar dalam akal tentang fakta yang ada di luar akal.1 HAKIKAT PENGETAHUAN (REALISME IDEALISME) Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental (mental state).3 Manfaat penulisan 1.

Menurut Prof. Yang diberikan pengetahuan hanyalah gambaran menurut pendapat atau penglihatan orang yang mengetahui (subjek). Rasjidi. 1 Harun Nasution. Menurut rasjidi. serta yang hakikatnya tidak terpengaruh oleh seseorang. Kesulitan pikiran tersebut adalah pendapat yang mengatakan bahwa tiap-tiap kejadian dapat diketahui hanya dari segi subjektif. pengetahuan menurut teori ini. pernyataan itu tidak benar sebab adanya faktor subjektif bukan berarti menolak faktor objektif. bisa digunakan untuk mempelajari agama karena adanya perasaan yang subjektif tidak berarti tidak adanya keadaan yang objektif. Ajaran realisme percaya bahwa dengan sesuatu atau lain cara ada halhal yang terdapat di dalam dan tentang dirinya sendiri. Prinsip semacam ini menurut rasjidi. tidak menggambarkan hakikat kebenaran. Karena itu. 2) Dengan jalan memberi pertimbangan-pertimbangan yang positif. Menurut rasjidi. op. penganut agama perlu sekali mempelajari realisme dengan alasan : 1) Dengan menjelaskan kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam pikiran. 8 • dealisme. umumnya orang beranggapan bahwa tiap-tiap benda mempunyai satu sebab. Subjektif dipandang sebagai suatu yang mengetahui yaitu dari orang yang membuat gambaran tersebut. Pengetahuan adalah prosese-proses mental atau proses psikologis yang hanya merupakan gambaran subjektif dan bukan gambaran objektif tentang realitas. ada benda yang tetap kendati tidak diamati.cit. ajaran ini menandaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan adalah mustahil. Dr. Para penganut realisme mengakui bahwa seseorang bisa salah lihat pada benda-benda atau dia melihat terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya.berpendapat bahwa pengetahuan adalah benar dan tepat bila sesuai dengan kenyataan. . hlm. Namun mereka paham ada benda yang dianggap mempunyai wujud tersendiri.

Lebih lanjut.cet. Namun.M. (Yogyakarta: Tiara Wacana. kattsoff. Seorang pengikut materialisme mengatakan jika demikian halnya. hlm. Artinya suatu pernyataan adalah benar. subjek yang menilai memiliki peran penting dalam menghubungkan antara objek dengan ungkapan tentang objek tersebut. Bagi idealisme dunia dan bagian-bagiannya harus dipandang sebagai hal-hal yang mempunyai hubungan.17 3 2. bukan kesatuan mekanik. materi adalah suatu gagasan yang tidak jelas dan bukan hakikat. hlm. Sebab. Dunia merupakan suatu kebulatan.112 H. bahkan bahwa jiwa dan materi sepenuhnya sama. dan apakah akal budi itu. Kaum pragmatis berpaling pada metode ilmiah sebagai metode untuk mencari pengetahuan tentang alam ini yang dianggap fungsional dan . 2 Louis O. tetapi hanya memfokuskan pada objek yang dinilai. apakah nilai itu. Filsafat agama.(ed). (Jakarta:bulan bintang .(terj).9. Realisme ekstrim bisa sampai pada monisme materialististik atau dualisme. Presmi pokok yang diajukan oleh idealisme adalah jiwa mempunyai kedudukan yang utama dalam alam semesta. Padahal. 1986). Rasjidi. Sebenarnya realisme dan idealisme memiliki kelemahan tertentu. seseorang yang akan memikirkan materi dalam hakikatnya yang terdalam dia harus memikirkan roh atau akal.1994).2 TEORI KEBENARAN (PRAGMATISME) Menurut teori pragmatis kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis atau tidak. sehingga suatu bagian darinya dipandang sebagai kebulatan logis dengan makna sebagai inti yang terdalam. maka idealisme adalah sebaliknya.Kalau realisme mempertajam perbedaan antara yang mengetahui dan yang diketahui. Jika seseorang ingin mengetahui apakah sesungguhnya materi itu. bukan apakah matei itu. Idealisme tidak mengingkari adanya materi. seperti organ tubuh dengan bagian-bagiannya. sudah barang tentu dapat juga dikatakan bahwa jiwa adalah materi dan materi adalah jiwa. realisme tidak terlalu mementingkan subjek sebagai penilai. tetapi kebulatan organik yang sesungguhnya yang sedemikian rupa. Pengantar filsafat. jika pernyataan itu atau implikasinya mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. dia harus meneliti apakah pikiran itu.

4 Suriasumantri. Nilai kebenaran tergantung pada akibatnya dan pada kerjanya. Di dalam bukunya the meaning of truth (arti kebenaran) james menjelaskan bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak yang berlaku umum. akal ditaklukkan oleh perbuatan. Setelah akal memberi informasi baru. eksistensialisme berbeda dengan filsafat eksistensi. Menurut wiliam james. Paham eksistensialisme secara radikal menghadapkan manusia pada dirinya sendiri. Sebagai aliran filsafat. Akal itu hanya berfungsi sebagai pemberi informasi bagi praktek hidup dan sebagai pembuka jalan baru bagi perbuatan-perbuatan kita.58 Ibid. kita mendapatkan suatu keyakinan sementara yang disebut “kepercayaan” yang merupakan persiapan langsung yang kita perlukan bagi perbuatan. Seandainya teori tersebut tidak lagi bersifat demikian karena adanya teori baru yang lebih berguna.berguna dalam menafsirkan gejala-gejala alamiah. Pengalaman seseorang selalu berbuah karena dalam prakteknya apa yang dianggap benar bisa dikoreksi oleh pengalaman berikutnya. maka teori itu ditinggalkan. akal dan segala aktivitasnya ditaklukkan oleh perbuatan. menurut james. dan terlepas dari akal yang mengenal. tetap. op. yang ada adalah kebenaran-kebenaran yaitu apa yang benar dalam pengalaman-pengalaman yang khusus. Para ilmuan yang menganut azas ini tetap menggunakan suatu teori tertentu selama teori itu mendatangkan manfaat. sedangkan filsafat yang menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral. Jadi. tidak ada kebenaran mutlak.cit.132 5 . artinya pada keberhasilan perbuatan yang disiapkan oleh pertimbangan itu. berdiri sendiri. 2. Oleh karena itu.3 ALIRAN EKSISTENSIALISME Eksistensialisme pada hakikatnya adalah merupakan aliran fisafat yang bertujuan mengembalikan keberadaan umat manusia sesuai dengan keadaan hidup asasi yang dimiliki dan dihadapinya.hlm.hlm. Agama bisa dianggap benar karena memberikan ketenangan pada jiwa dan ketertiban dalam masyarakat.

sikap dikalangan kaum eksistensialisme atau penganut aliran ini seringkali Nampak aneh atau lepas dari normanorma umum. 2. Dengan demikian aliran ini hendak memadukan hidup yang dimiliki dengan pengalaman. Dari makna yang terkandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi. Kebebasan untuk freedom to. Sikap kembali pada masa lampu bukanlah berarti nostalgia. Asas yang dianut perennialisme bersumber pada filsafat kebudayaan yang berkiblat dua yaitu : . Untuk mengatasi krisis ini perennialisme memberikan jalan keluar berupa “kembali kepada kebudayaan masa lampau” regressive road to culture”. Perennialisme melihat bahwa akibat kehidupan zaman modern telah menimbulkan banyak krisis di berbagai bidang kehidupan umat manusia. tidak logis atau tidak ilmiah. Bahkan para filosofi eksistensialis sendiri tidak memperoleh perumusan yang sama tentang eksistensialisme itu perdefenisi. Oleh sebab itu perennialisme memandang penting peranaan pendidika dalam proses mengembalikan keadaan manusia zaman modern ini kepada kebudayaan masa lampau yang ditanggap cukup ideal dan yang telah terpuji ketangguhannya. Atas dasar pandangan itu. sikap yang membanggakan kesuksesan dan memulihkan kepercayaan pada nilai-nilai asasi abad silam yang juga diperlukan dalam kehidupan abad modern. yang dalam oxford advanced learner’s dictionary of current English diartikan sebagai “continuing throughout the whole year” atau “lasting for a very long time” abadi atau kekal. Secara singkat Kierkegaard memberikan pengertian eksistensialisme adalah suatu penolakan terhadap suatu pemikiran abstrak. dan situasi sejarah yang ia alami. Baginya. Adalah lebih banyak menjadi ukuran dalam sikap dan perbuatannya. Eksistensialisme menolak segala bentuk kemutlakan rasional.4 ALIRAN PERENNIALISME Perennialisme diambil dari kata perennial. keyakinan yang tumbuh dari dirinya dan kemampuan serta keluasan jalan untuk mencapai keyakinan hidupnya. disini letak kesulitan merumuskan pengertian eksistensialisme sebagai aliran filsafat. segala sesuatu dimulai dari pengalaman pribadi.Maka. dan tidak mau terikat oleh hal-hal yang sifatnya abstrak serta spekulatif.

maka aspek jasmani. agar supaya kebutuhan yang ada pada setiap lapisan masyarakat bisa terpenuhi. sehingga ketertiban sosial hanya akan mungkin bila ide itu menjadi ukuran. Prinsip-prinsip pendidikan perennialisme Di bidang pendidikan perennialisme sangat dipengaruhi oleh tokohtokohnya : plato. dan Thomas Aquinas. mamusia secara kodrati memiliki tiga potensi yaitu : nafsu. Tujuan pendidikan menurut Thomas Aquinas adalah sebagai usaha mewujudkan kapasitas yang ada dalam individu agar menjadi akualitas aktif dan nyata. aristoteles. emosi dan intelek harus dikembangkan secara seimbang. memberikan bantuan pada anak didik untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya. seperti pembagian kurikulum untuk sekolah dasar. Prinsip-prinsip pendidikan perennialisme tersebut perkembangannya telah mempengaruhi system pendidikan modern. Maka tujuan utama pendidikan adalah membina pemimpin yang sadar dan mempraktekkan asas-asas normatif itu dalam semua aspek kehidupan. Bagi aristoteles tujuan pendidikan adalah “kebahagiaan”. perguruan tinggi dan pendidikan orang dewasa. kemauan dan pikiran. Perennialisme yang theologies Bernaung dibawah supremasi gereja katolik dengan orientasi pada ajaran dan tafsir Thomas Aquinas. . Dalam hal ini peran guru adalah mengajar. asas normatif dalam tata pemerintahan. Menurut plato. yakni ide. menengah. Ide-ide plato itu dikembangkan oleh aristoteles dengan lebih mendekatkan kepada dunia kenyataan. Pendidikan hendaknya berorientasi pada potensi itu dan kepada masyarakat.  Perennialisme sekuler Berpegang pada ide dan cita filosofi plato dan aristoteles. Dalam hal ini pokok pikiran plato tentang ilmu pengetahuan dan nilai-nilai adalah manifestasi dari pada hukum universal yang abadi dan sempurna. Untuk mencapai tujuan pendidikan itu.

Eksistensialisme pada hakikatnya adalah merupakan aliran fisafat yang bertujuan mengembalikan keberadaan umat manusia sesuai dengan keadaan hidup asasi yang dimiliki dan dihadapinya. Dunia merupakan suatu kebulatan. sehingga suatu bagian darinya dipandang sebagai kebulatan logis dengan makna sebagai inti yang terdalam. KESIMPULAN Realisme mempertajam perbedaan antara yang mengetahui dan yang diketahui. tetapi kebulatan organik yang sesungguhnya yang sedemikian rupa.hlm. bukan kesatuan mekanik. maka idealisme adalah sebaliknya.159 BAB III PENUTUP I. Asas yang dianut perennialisme bersumber pada filsafat kebudayaan yang berkiblat dua yaitu :  Perennialisme yang theologies Bernaung dibawah supremasi gereja katolik dengan orientasi pada ajaran dan tafsir Thomas Aquinas. SARAN .6 Ibid. II. seperti organ tubuh dengan bagian-bagiannya.  Perennialisme sekuler Berpegang pada ide dan cita filosofi plato dan aristoteles. Bagi idealisme dunia dan bagian-bagiannya harus dipandang sebagai hal-hal yang mempunyai hubungan.

dkk.Dari paparan makalah ini penyusun mengharapkan agar pembaca dapat memahami isi makalah ini dan dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya pada mata kuliah filsafat umum. Drs. MA. Amsal bakhtiar. Zuhairini. . DAFTAR PUSTAKA Dra. 1984 filsafat pendidikan islam penerbit : BUMI AKASARA. 1996 filsafat agama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->