P. 1
Fz4017-Efektifitas Penggunaan Metode Tanya Jawab Pada Pengajaran Aqidah Akhlaq Di MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan

Fz4017-Efektifitas Penggunaan Metode Tanya Jawab Pada Pengajaran Aqidah Akhlaq Di MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan

|Views: 1,735|Likes:
Published by Abah Vic Zhou

More info:

Published by: Abah Vic Zhou on Dec 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
  • D. Sistematika Penulisan
  • A. Efektivitas
  • B. Metode
  • C. Aqidah Akhlak
  • 1. Pengertian Aqidah Akhlak
  • 2. Tujuan Akhlak
  • 3. Perbedaan Akhlak, Moral dan Etika
  • B. Populasi dan Sampel
  • C. Teknik Pengumpulan Data
  • D. Teknik Analisis Data
  • E. Skoring dan Katagori
  • A. Gambaran Umum MTsN 3 Pondok Pinang
  • B. Deskripsi Data
  • C. Analisis Data
  • D. Interpretasi Data

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………… i DAFTAR ISI …………………………………………………………………….. iv DAFTAR TABEL ………………………………………………………………. vi BAB I : PENDAHULUAN ……………………………………………… 1 A. Latar Belakang Masalah …………………………………….. 1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah …………………... C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ……………………………. D. Sistematika Penulisan …………………………………….. BAB II 5 6 6

: LANDASAN TEORI…………………………………. ……… 8 A. Efektivitas ………………………………………………….. 8 B. Metode……………………………. ………………………... 10 1. Metode Tanya jawab…………………………………… 12 2. Kelebihan dan Kekurangan Metode Tanya Jawab…………………………………………...……... 16

C. Aqidah Akhlak ……………………………………………… 18 1. 2. 3. 4. Pengertian Aqidah Akhlak…………………………….. 18 Tujuan Akhlak ……………………………………..….. 22 Perbedaan Akhlak, Moral dan Etika………………….. 24 Pembagian Akhlak…………………………………. iv 27

BAB III

: METODOLOGI PENELITIAN ……………………………… 34 A. Waktu dan Tempat Penelitian ………………………………... 34 B. Populasi dan Sampel ……………………………………. 34

C. Teknik Pengumpulan Data…………………………………… 34 D. Teknik Analisis Data………………………………………... 36 E. Skoring dan Katagori ……………………………………….. 37 BAB IV : HASIL PENELITIAN ………………………………………… 38 A. Gambaran Umum MTsN 3 Pondok Pinang… ………............ 39 B. Deskripsi Data ……………………………………………… 48 C. Analisis Data ……………………………………………….. 62 D. Interpretasi Data ……………………………………………. 63 BAB V : PENUTUP ……………………………………………………… 65 A. Kesimpulan …………………………………………………. 65 B. Saran-saran …………………………………………………. 66 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………… 67 LAMPIRAN

v

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Pendidikan

merupakan

proses

pendewasaan

berpikir.

Statement

itu

merupakan hal yang disepakati oleh setiap kalangan. Tanpa pendidikan akan sulit ditemukan kemajuan dan stagnasi dalam pemikiran merupakan penyebab utama dalam keterlambatan bahkan kemunduran dalam berbagai bidang. Untuk

mendapatkan pendidikan yang sesuai harapan dibutuhkan adanya lembaga atau institusi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang relatif lengkap saling bersinergi. Sekolah merupakan institusi atau lembaga yang berfungsi sebagai pelaksana dari kegiatan belajar mengajar yang merupakan sistem yang tak terpisahkan dari sebuah pendidikan. Untuk mencapai hasil pendidikan maksimal sesuai target, maka diperlukan berbagai perencanaan pelaksanaan dan evaluasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan dalam istitusi atau lembaga pendidikan. Walau demikian merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa kemajuan peradaban dalam perputaran roda jaman menuntut para aktivis dan pelaksana dalam dunia pendidikan untuk terus aktif berkreasi dan berinovasi untuk mencari rumusan-rumusan sistematika dan metodologi pendidikan merupakan upaya untuk menapai hasil yang maksimal.

1

Cet. Samana. 1983). h. 1 2 Sudirman. melainkan semua komponen harus berfungsi secara serasi. Kelima faktor tersebut adalah : anak didik. (Surabaya: Usaha nasional. Zuhairini mengemukakan penjelasan bahwa dalam pendidikan terdapat lima faktor pendidikan dimana satu dengan yang lainnya merupakan satu kesatuan. Metodik Khusus Pendidikan Agama. alat bantu atau sumber dan hasil belajar. Cet. Cet. 123 3 . h. Ke-1. Ke-8. dkk.2 Metode pengajaran adalah kesatuan langkah kerja yang dikembangkan berdasarkan pertimbangan rasional tertentu. Ke-6. h. “…Pandangan baru memandang pendidikan sebagai suatu sistem terdiri dari tujuan pengajaran. Remaja Rosda Karya. alat-alat pendidikan dan lingkungan. 1992). karena masing-masing komponen saling mempengaruhi dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam keseimbangan sebuah system. kegiatan belajar mengajar. bahan pengajaran. dan kesemuanya berguna untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. 45 Zuhairini. masing-masing jenisnya bercorak khas.”1 Dalam buku Metodik Khusus Pendidikan Agama.2 Dewasa ini pengajaran di Indonesia mengalami banyak perubahan dan pembaharuan dengan menggunakan pendekatan yang berorientasi kepada tujuan pendidikan dan juga berbasis kompetensi yang mana lebih mengedepankan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran dan merupakan kegiatan dari sistem pendidikan sebagaimana diungkapkan Sudirman. (Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Sistem Pengajaran Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) dan Pertimbangan Metodologisnya”. tujuan pendidikan. 28 A. Ilmu Pendidikan. 1992). pendidik. (Bandung: PT.3 Dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya memperhatikan salah satu komponen saja.

18 . Nasution. mendukung nilai-nilai tujuan tersebut seperti pendapat berikut : “…. guru harus terampil memilih dan menggunakan bermacam-macam metode yang tepat dan bervariasi. menarik dan berharga bagi murid.”4 Banyak metode mengajar yang dapat digunakan oleh seorang guru. Mursell. Jemmars). S. h. Oleh karena itu. Agar proses pembelajaran berhasil.yang membawa dia kepada pengertian yang lebih dalam serta luas dan memberi sikap yang lebih halus serta keterampilan yang lebih dekat….Pelajaran harus di organisasi berbentuk kegiatan-kegiatan yang nampaknya riil. Salah satu langkah yang ditempuh dalam dunia pendidikan merupakan sikap penyesuaian dengan kondisi zaman aadalah menyajikan pelajaran dengan cara menarik. namun tetap memperhatikan nilai-nilai etika dan estetika serta tidak mengenyampingkan tujuan-tujuan inti dari satu kegiatan belajar mengajar. Mengajar Dengan Sukses. Dalam pelajaran agama guru hendaknya berusaha agar siswa dapat memahami maksud dan makna agama.3 Usaha dan upaya untuk senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan akan senantiasa terus ditempuh oleh para pelaksana dan ahli dikalangan dunia pendidikan guna untuk mengadakan penyesuaian terhadap perubahan zaman dan kemajuan peradaban. (Bandung: CV. Bahkan sebaliknya. yang membangkitkan tujuan yang aktif. maka guru harus menggunakan metode pengajaran yang tepat dalam rangka pencapaian hasil belajar yang optimal dan 4 J. dan mengkonfrontasikannya dengan tantangan yang berarti.

Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). (Jakarta: Bumi Aksara. Namun kiranya. 10 5 . Apabila pendidik menggunakan metode yang kurang tepat dalam penyampaian materi pelajaran terutama pelajaran Aqidah Akhlak. Demikian pula. 1991). Slameto. Adapun diantara kelebihan seperti penulis temukan dilapangan adalah nilai perhatian mereka terhadap pelajaran Aqidah Aqhlak yang disajikan lebih menimbulkan kesan intelektual siswa (memancing daya ingat dan penguasaan materi) sekaligus menimbulkan sikap pada prilaku siswa (psikomotorik). h. maka diterapkan suatu metode yang diharapkan akan lebih menarik sikap intelektual siswa. Metode yang dimaksud adalah metode tanya jawab. yang penulis lakukan dilokasi penelitian MTsN Pondok Pinang Jakarta Selatan dalam penyajian materi pelajaran Aqidah Akhlak.5 Guna mencapai hasil maksimal dalam sebuah proses belajar mengajar. Sebab jika guru tidak dapat menggunakan metode mengajar dengan tepat sesuai dengan tujuan. Ke-1. materi dan kemampuan siswa. sekali suatu metode kita pilih. kemampuan guru maupun keadaan waktu dan peralatan yang tersedia. menurut hemat penulis akan kurang efektif dalam proses belajar mengajar yang terjadi. Cet. itu berarti di samping kita menerima berbagai keunggulan tidak terlepas pula dari kekurangan-kekurangan yang ada.4 maksimal. maka guru tersebut tidak dapat mencapai apa yang diharapkan dalam proses belajar mengajar. termasuk diantara kekurangan yang terdapat dalam metode tanya jawab adalah terkesampingkannya nilai-nilai efisiensi waktu.

Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Siswa Kelas I MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan tahun pelajaran 2006/2007. maka permasalahan di atas sebagai berikut “Sejauhmana efektivitas penggunaan metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak di MTsN 3 Pondok Pinang”. Pembatasan Masalah Masalah yang hendak diteliti dibatasi kepada : a. 2. Manfaat Penelitian Sesuai dengan tujuan di atas maka manfaaat dari penelitian ini adalah : a. 2. . b. Perumusan Masalah Agar masalah lebih khusus dan jelas.5 B. Menambah kekayaan pengetahuan bagi diri penulis sendiri. Metode tanya jawab dalam menyajikan pelajaran Aqidah Akhlak. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah mengetahui sejauh mana efektifitas penggunaan metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlaq kelas I MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan. C.

Bab II adalah tinjauan tentang metode Tanya jawab yang meliputi pengertian efektivitas. . teknik analisis data. teknik pengambilan sample. moral dan etika. permasalahn yang di dalamnya terdapat pembatasan serta perumusan masalah. tujuan dan kegunaan penelitian dan sistematika penyusunan. Bab IV adalah hasil penelitian yang di dalamnya terdapat gambaran umum MTsN 3 Pondok Pinang yang meliputi keadaan guru. deskripsi data. teknik pengumpulan data. tujuan akhlak. penulis membagi menjadi lima bab dengan beberapa sub babnya. scoring dan katagori. dengan keterangan singkat seperti dibawah ini : Bab I merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah. pengertian metode. sarana dan prasarana sekolah. Menambah kekayaan pustaka bagi para guru dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Khususnya. analisis data dan interpretasi data. kelebihan dan kekurangan metode Tanya jawab. perbedaan akhlak. Bab III merupakan metodologi penelitian yang meliputi tempat dan waktu penelitian.6 b. Sistematika Penulisan Dalam penyusunan Skripsi ini. pengertian Tanya jawab. kurikulum. keadaan murid. pengertian Aqidah Akhlak. D.

7 Bab V merupakan kesimpulan secara umum mengenai permasalahan yang dibahas pada bab-bab sebelumnya dan pada bab ini penulis berusaha memberikan saran-saran yang diperoleh dari hasil penelitian. .

pengertian efektifitas adalah dalam waktu yang memadai dapat memungkinkan tercapainya tujuan instruksional sesuai dengan standar yang telah ditentukan dengan jumlah siswa.2 Secara ideal efektivitas dapat dinyatakan dengan aturan-aturan yang agak pasti. Efektivitas Terminologi efektivitas yang terdapat dalam ensiklopedia Indonesia berarti menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan. 1987). Pedoman Umum Ejaan yang Telah Disempurnakan. Sedangkan dalam kegiatan pembelajaran. Loc.al. et. Yuwono.B. sehingga sesuatu dapat dikatakan efektif bila berhasil dan dapat mencapai tujuan sebagaimana yang telah dirumuskan atau direncanakan sebelum melakukan hal tersebut. (Surabaya: Indah. misalnya usaha X 60% efektif dalam mencapai tujuan Y. Cet. h. Ensiklopedi Indonesia. Suatu usaha dapat dikatakan efektif ketika usaha itu mencapai tujuannya.BAB II LANDASAN TEORI A. Cit 8 . efektifitas berarti dapat membawa hasil. 883 G. (Jakarta: Ichtiar Baru – Van Hoeve). ke-1. h.1 Menurut pengertian bahasa. 39 3 Hasan Sadhili.3 Dalam kegiatan pembelajaran misalnya usaha guru menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Agama Islam (PAI) 60 % efektif dalam mencapai 1 2 Hasan Sadhili.

Suwarno Handayaningrat. (Jakarta: P. Jadi kalau tujuan atau sasaran itu tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Berikut ini.T. pekerjaan itu tidak efektif. Efektivitas mengajar guru terutama menyangkut sejauh mana jenis-jenis kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat dilaksanakan dengan baik.B. menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan dan permasalahan. ke-1. Jelasnya bila sasaran atau tujuan telah tercapai sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya adalah efektif. arti efektivitas (effectiveness) dijelaskan H. (Semarang: Effhar Ofset. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. 1990). Idayu Press dan Yayasan Masagung. ke-10. Efektivitas belajar murid terutama menyangkut sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran yang diinginkan telah dicapai melalui KBM yang ditempuh. h. h.9 tujuan pembelajaran. Cet. 1990). 63 5 4 . 63 Madyo Susilo dan R. dan melatih keberanian. cet.4 Dalam bidang pendidikan efektivitas dapat ditinjau dari 2 segi. yaitu segi efektivitas mengajar guru dan segi efektivititas belajar murid.5 Kegiatan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan dengan baik bila proses pembelajaran berlangsung secara efektif. yaitu siswa aktif berbuat dan berpikir dalam belajar. repetisi. Kashadi. LKS sebagai alat dalam strategi pembelajaran mempunyai fungsi dan tujuan yang sesuai dengan tujuan dan tuntutan bagi syarat pengajaran yang efektif. Dasar-dasar Pendidikan. Emerson: Effectiveness is a measuring in term of attaining prescribed goals or objectives (Efektivitas ialah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya).

”9 Proyek Pembinaan prasarana dan sarana Perguruan Tinggi IAIN.6 Kata “Metode” dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Greek (Yunani).10 B.7 sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia kontemporer. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. all. 1 9 8 7 6 . metode berarti suatu cara kerja yang sistematik dan umum. Cet. 1 Peter Salim. (Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam. 1984/1985). 1126 Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi/IAIN. h. h. (Jakarta : Abdurrahman Getteng. Metode Secara kata “metodik” itu berasal dari kata “metode” (method). h. Metodik Khusus Pendidikan Agama.. (Ujung Pandang. “Metha” yang berarti melalui atau melewati dan “Hodos” yang berarti jalan atau cara. 1987). seperti cara kerja ilmu pengetahuan. pengertian metode adalah “Cara kerja yang sistematis untuk mempermudah sesuatu kegiatan dalam mencapai maksudnya. Ke-2. 1991). Metodologi Pendidikan Agama Islam.“Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam”. Indonesia: AlThahiriyah.”8 Dalam Metodik khusus Pendidikan Agama Islam pengertian metode adalah “Suatu cara kerja yang sistematik dan umum seperti cara kerja ilmu pengetahuan. (Jakarta: Modern English. Metode berarti jalan atau cara yang harus ditempuh atau dilalui untuk mencapai tujuan tertentu”. et.

(Surabaya: Usaha nasional. metode mengajar adalah : 1. Merupakan alat untuk mencapai tujuan. maka diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. 79 11 .. “Metode adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Merupakan salah satu komponen daripada proses pendidikan. (Jakarta: DEPAG RI. 1984). mempergunakan dengan kata lain menguasai bahan pelajaran tersebut. h.”10 Menurut Zuhairini dalam bukunya Metodik khusus pendidikan agama. h.11 Pengertian metode yang lebih khusus diartikan sebagai “Suatu cara atau siasat menyampaikan bahan pelajaran agar murid memahami. Ke-8. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. Ke-2. Merupakan kebulatan dalam suatu sistem pendidikan. Cet. yang didukung oleh alat-alat bantu mengajar.all.”11 Metode mengajar sebagai alat pencapai tujuan. Perumusan tujuan tentang sejelas-jelasnya merupakan persyaratan penting sebelum seseorang menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat. karena kekaburan di dalam tujuan yang akan dicapai menyebabkan kesulitan di dalam memilih dan menentukan metode yang tepat. 1983). 2. sedang mengajar adalah menyajikan atau menyampaikan bahan pelajaran 10 DEPAG RI. Cet. 3. 1 Zuhairini et. Sedangkan menurut Abu Ahmadi dalam bukunya Metodik Khusus Mengajar Agama mengatakan bahwa.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang terencana dan berfungsi sebagai alat yang digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran. Ke-1. 11 12 . 1976). menguasai dan mengembangkan bahan itu. Metodik Khusus Mengajar Agama. dapat menguasai bahan-bahan yang telah diterima dan dikuasainya itu.”12 Dari perumusan tentang mengajar jelas bahwa tujuan dari mengajar ialah agar orang yang diberi pelajaran dapat menerima bahan yang disajikan. Cet. Metode Tanya Jawab a.12 oleh seseorang kepada orang lain agar orang lain itu menerima. h. Untuk mewujudkan tujuan pelajaran seperti dikemukakan maka ditempuhlah berbagai macam usaha serta digunakanlah berbagai alat yang salah satunya adalah metode mengajar. Pengertian Metode Tanya Jawab Dalam Metodik khusus pengajaran agama Islam dikemukakan : “Metode tanya jawab adalah salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangankekurangan yang terdapat pada metode ceramah. Ini disebabkan karena guru Abu Ahmadi. Toha Putra. 1. (Semarang: CV.

Dalam sejarah perkembangan Islam pun dikenal metode Tanya jawab.13 dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan dapat mengungkapkan apa yang telah diceramahkan.14 Firman Allah yang berkaitan dengan metode Tanya jawab adalah :  ήΠΤϟ΍. sebab mereka sewaktu-waktu mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. karena metode ini sering dipakai oleh para Nabi dan Rasul Allah dalam mengajarkan ajaran yang dibawa kepada umatnya.”13 Melalui ceramah biasanya siswa kurang mencurahkan perhatiannya tetapi mereka berhati-hati terhadap pelajaran yang diajarkan melalui metode tanya jawab.

Cet I. 2002.cit. 141 14 . 307 Armai Arief. op. Jakarta : Ciputat Pers. h." (alHijr : 25) Dengan demikian jelaslah bahwa metode Tanya jawab adalah metode yang paling tua di samping metode ceramah dan efektifitasnya lebih besar daripada metode ceramah ataupun metode yang lainnya. dengan teknik pengajaran yang tepat akan : 13 Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi. Dalam proses belajar-mengajar. hal. bertanya memegang peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun baik.˴ ˸Ϯ˵ ˴˸ό˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˸Ϩ˵ ˸ϥ˶˶ ˸ϛ͋ ϟ΍΍˴ ˸ϫ˴΍˸Ϯ˵˴ ˸δ˴ ϥ ϤϠ Η ϻ Θ ϛ ΍ ή ά Ϟ ΍ ϠΌ ϓ Artinya : "Bertanyalah kalian kepada ahlinya jika kalian tidak mengetahui. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.

14 1) Meningkatkan minat dan rasa ingin tahu murid terhadap masalah yang dibicarakan. Dalam pelajaran agama. 5) Menuntun proses berpikir siswa. sebab pertanyaan yang akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik. pertanyaan ada kalanya dari pihak murid (dalam hal ini guru atau murid yang menjawab). Guru mengharapkan dari murid-murid jawaban yang tepat berdasarkan fakta. Dalam tanya jawab. Untuk itu perlulah pertanyaan-pertanyaan disusun sekitar satuan pelajaran. Sebagai metode mengajar seharusnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru disusun sedemikian rupa sehingga pertanyaan yang satu mempunyai hubungan dengan pertanyaan yang lain. 2) Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan belajar mengajar. Apabila murid-murid tidak menjawabnya barulah guru memberikan jawabannya. Metode Tanya jawab seringkali dicampuradukkan dengan metode diskusi yang juga berlangsung dalam suasana Tanya jawab dan memang kadangkadang tidak begitu jauh kelihatan perbedaannya. 3) Mengembangkan pola berpikir dan belajar aktif murid. Walaupun demikian ada . metode tanya jawab dapat diterapkan dalam menyajikan bahan pelajaran Aqidah Akhlaq serta pokok-pokok bahasan lainnya yang mengandung nilai tanya jawab. 4) Menentukan perhatian murid terhadap masalah yang akan dibahas.

144 Zakiah Daradjat. 3) Pertanyaan diajukan kepada siswa secara keseluruhan. hal. 2) Merumuskan pertanyaan yang akan diajukan. sehingga diperoleh pengetahuan secara sistematis. 3) Pertanyaan diajukan bergilir. 309 . Metodologi Pengajaran Agama. Cet. 71 16 17 15 Armai Arief. sebelum menunjuk salah satu siswa untuk menjawab. Cet 8. dkk. hal.15 Langkah-langkah penggunaan metode Tanya jawab adalah sebagai berikut: 1) Menentukan tujuan yang akan dicapai. disebutkan teknik dalam mengajukan pertanyaan. Op Cit. Metodologi Pengajaran Agama Islam.1995. Jakarta : Bumi Aksara. yaitu pada : bentuk pertanyaan dan pengambilan bagian/peranan.17 Muhammad Zein.16 Selain langkah-langkah yang telah disebutkan diatas.15 perbedaan sifat dari kedua metode ini. 2) Berikan waktu untuk berfikir dan menyusun jawaban. 4) Membuat ringkasan hasil Tanya jawab. dalam buku "Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam" karya Zakiah Daradjat. Yogyakarta : AK Group dan Indra Buana. jangan berdasarkan urutan bangku atau urutan daftar yang telah disusun (daftar hadir). 1995. diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Mula-mula diajukan kepada semua anak didik baru ditanyakan kepada anak didik tertentu. I. hal.

Cet. Januari 2001). c. Kelebihan Metode Tanya jawab Beberapa keuntungan metode tanya jawab adalah sebagai berikut : 1) Memberi kesempatan kepada murid-murid untuk dapat menerima penjelasan lebih lanjut. The Mixed Strategy. yakni mengkombinasikan berbagai tipe dan jenis pertanyaan. yakni dari suatu generalisasi yang dijadikan sebagai titik tolak. (Jakarta: Kalam Mulia. Kelebihan dan Kekurangan Metode Tanya jawab a.16 Guru dapat menempuh berbagai teknik yang variatif dalam mengajukan pertanyaan antara lain : a. yakni mengajukan pertanyaan yang sama jenisnya terhadap sejumlah siswa sebelum beralih kepada jenis pertanyaan yang lain. Ramayulis. yakni mengajukan pertanyaan yang saling bertalian satu sama lain. h. The Speaks Strategy. Ke-3. d. Prof. b. atau dari berbagai fakta menuju hukum-hukum. 143 18 . yakni dengan berbagai pertanyaan siswa didorong untuk dapat menarik generalisasi dari hal-hal khusus kepada hal-hal yang umum. The Inductive Strategy. Metodologi Pengajaran Agama Islam.18 2. e. siswa diharapkan dapat menyatakan pendapatnya tentang berbagai kasus atau data yang ditanyakan. Dr. The Plateaus Strategy. The Deductive Strategy.

Kekurangan Metode Tanya Jawab Beberapa kelemahan metode tanya jawab adalah sebagai berikut : 1) Pemakaian waktu lebih banyak jika dibandingkan dengan metode ceramah. . 4) Teknik yang efektif memiliki nilai positif dalam melatih anak agar berani mengemukakan pendapatnya dengan lisan secara teratur. 2) Adanya kemungkinan terjadi perbedaan pendapat antara guru dan murid.17 2) Guru dapat dengan segera mengetahui kemajuan muridnya dari bahan yang telah diberikan. dalam arti murid yang biasanya segan mencurahkan perhatian akan lebih berhati-hati dan aktif mengikuti pelajaran. Jalan pelajaran lebih lambat dari metode ceramah. sehingga kadang-kadang menyebabkan bahan pelajaran tak dapat dilaksanakan menurut yang ditetapkan. 5) Mendorong murid lebih aktif dan bersungguh-sungguh. b. Hal ini terjadi karena pengalaman murid berbeda dengan guru. 3) Pertanyaan-pertanyaan yang sulit dan agak baik dari murid dapat mendorong guru untuk memahami lebih mendalam dan mencari sumbersumber lebih lanjut.

18 3) Kadang terjadi penyimpangan masalah dari pokok bahasan. dan (ΪϬόϟ΍ΪϘϋ ) artinya mempererat ikatan perjanjian.‘aqidatan. ikatan. 5) Kurang dapat secara cepat merangkum bahan-bahan pelajaran. C. Aqidah Akhlak 1. aqidah menurut bahasa berasal dari ‘aqoda yang bermakna ma’qudah yang artinya yang terikat ( ѧΒΤϟ΍ΪѧϘϋ) Ϟ artinya tambang. aqidah berakar dari kata ‘aqada. aqdan berarti simpul. Relevansi antara arti kata aqdan dan aqidah adalah keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati. Sedangkan menurut Abdulah Azzam. padahal bukan sasaran yang dituju.ya’qidu. bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. 6) Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian anak. setelah terbentuk menjadi aqidah berarti keyakinan. Pengertian Aqidah Akhlak Pengertian aqidah secara etimologis (lughatan). sedangkan (  ѧϴΒϟ΍ΪѧϘϋ ) artinya melakukan ikatan kontrak jual ϊ beli. Karena adanya mis interpretasi antara yang mengajukan pertanyaan (guru) dan yang menjawab pertanyaan (murid). perjanjian yang kokoh. 4) Waktu yang tersedia seringkali tidak mencukupi untuk suatu proses Tanya jawab secara relatif utuh dan sempurna sesuai rencana. terutama apabila terdapat jawaban yang kebetulan menarik perhatiannya. .

yaitu bentuk jamak dari kata khulk atau khuluk. “Kuliah Aqidah Islam”. 1975). 1995). cet.19 Sedangkan secara terminology. Abu Bakar Jabir al-Jazairy ˬ˶ ˸Ϙ˴ ˸ϟΎ˵ ˴ ˶˸δ˵ ΍˵ ˴ ˶ ˴ ˴ ΍͊ ˴ ΍Ύ˴ Ύ˴ ˸Ϧ ˵ ˴ ˸Ϯ˵ ˸Π ˴  ˵ ˴ ˸ϴ˶ ˴ ˸ϟ˴ Ϟѧ ό ˶ ΔϤϠ ѧϤ˸ϟ ΔϴϫΪΒ˸ϟ ϖΤ˸ϟ ϳ π˴ ˶ Δϋ Ϥ ˴ ϰ˶ ΓΪ Ϙό ΍ Α ϗ ϣ ϣ ϫ ˵ ˴ ˸Ϊ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ϰ˴ ˸Μ˵ ˴ ˬ˵ ˵ ˸Ϡ˴ ϥΎ˴ ˸ϧ˶ ΍Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ˵ ˶ ˸ό˴ ˬ˶ ˴ ˸τ˶ ˸ϟ΍˴ ˶ ˸Ϥ͉ ϟ΍˴ ϩέ λ Ϭ Ϡϋ Ϩ ϳϭ ϪΒ ϗ δ Ϲ Ϭ Ϡϋ ΪϘ ϳ Γή ϔ ϭ ϊ δ ϭ ͊ ˶ ˴ ΢μϳ ˵ ѧ͉ ˶Ύѧ˴ ˶ ˴ ˶ ϯ˴ ѧ˵ ˴ Ύѧ˴ ˵ ˸Ϯ˵ ˵ ˴ Ύѧ˴ ˸Ϯ͊ ˴ ˵ Ύѧ˱ ˶ Ύ˴ ˬΎ˴ ˶ ͉ ˶ ѧ˶ Ύѧ˱ ί˶˴ Ϫ ϧ΍ ϬϓϼΧ ή ϳ ϻ ϬΗ ΒΛϭ ϫ ΟϮϳ όσ ϗ ϬΘΤμ Α ϣ ΎΟ “Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum (axioma) oleh manusia berdasarkan akal. 2 Louis Ma’ruf. (kebenaran) itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu. h. tingkah laku atau tabiat.”20 Perkataan akhlak secara etimologi berasal dari bahasa Arab. Kamus Al-Munjid. mendatangkan ketentraman jiwa. Hasan al-Banna ͉ ˶ ѧ˴ ˸τ˴ ˴ ˴ ѧ˴ ˸Ϡ˴ Ύѧ˴ ˶ ˴ ˶ ˸μѧ˴ ˸ϥ˴˵ ѧ˶ ˴ ϰѧѧϴ˶ ͉΍˵ ˸Ϯѧ˵ ˵ ΍˴ ѧ˶ ˵ ѧ˶ Ύ˴ ˴ ˸ϟ˴ ϦΌ Ϥ Ηϭ Ϛ Β ϗ ϬΑ ϕΪ ϳ ΍ ΐ Πϳ Θϟ έ ϣϷ ϲ ϫ Ϊ ΋ Ϙό ΍ ͇ ˴ ˵ ˵ ˶Ύ˴ ˵ ˴ ˴ ˴ ˸ϳ˴ ˵ ˵ ˶ Ύ˴ ˵ ˴ ˴ ˴ ˸Ϩ˶ Ύ˱ ˸ϴ˶ ˴ ͊ ˴ ˵ ˴ ˴ ˴ ˸ϔ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶ Ϛη Ϫτϟ Ψϳ ϻϭ ΐ έ ϪΟί Ϥϳ ϻ ϙΪ ϋ Ϩ Ϙϳ ϥϮΗϭ Ϛδ ϧ Ϭ ϟ΍ “Aqaid adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati. perangai.”19 b. yang menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. kata khuluk berarti "budi pekerti". (Beirut: Daar al-Masyriq. 1 Ibid."21 Di dalam 19 20 21 Yunahar Ilyas. 194 . ke-3. h. wahyu dan fitrah. Di dalam kamus al-Munjid. ( Yogyakarta:LPPI. banyak yang memberikan definisi ‘aqidah antara lain : a. h.

(Jakarta: Balai Pustaka. Ke-6. Ke-11. diantaranya sebagaimana yang tertulis dalam Ensiklopedi Pendidikan bahwa "Akhlak adalah budi pekerti. 1991). etik dan moral) yaitu kelakuan baik yang merupakan akibat dari sikap jiwa yang benar terhadap khaliknya dan terhadap sesama manusia. kesusilaan (kesadaran."25 Pengertian akhlak menurut Ibnu Miskawaih adalah Δϳ έ ϻϭ ή ϓ ή Ϗ ϣ Ϭϟ ό ΃ ϟ· Δϴϋ Ω β Ϩ ϝ Σ Ϯϫ ϖϠΨ ΍ ˳ ˴ ϭ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϝ˶ ˶ ˸ϴ˴ ˸Ϧ˶ Ύ˴ ˶Ύ˴ ˸ϓ˴ϰ˴˶˲ ˴ ˶ ΍˴ ˶ ˸ϔ͉ ˸ϟ΍˵ Ύ˴ ˴ ˵ ˵ ˵˵ ˸ϟ˴ 22 Asmaran AS. h.1 Wjs. cet. h. Raja Grafindo Persada. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Ilmu Akhlak. Pengantar Studi Akhlak. 1994). watak. h. 62 Soegarda Poerbakawatja. Adapun pengertian akhlak dari segi terminology (istilah). tjmh. 9 . 1986). tabiat. Poerwadarminta. cet. Ke-2. watak.20 Da'iratul Ma'arif dikatakan sebagaimana yang dikutip oleh Asmaran As sebagai berikut : ˶ ͉ ˶ ˴ ˴ ˸΍˶ Ύ˴ ˸ϧ˶ ˸΍˵ Ύ˴ ˶ ˴ ˶ ˵ ˴ ˸Χ˴ ˴ ΔϴΑ Ωϻ ϥ δ ϻ Ε ϔλ ϲϫ ϕ ϼ ϻ΍ Artinya: "Akhlak ialah sifat-sifat manusia yang terdidik. Eniklopedi Pendidikan. Ahmad Amin mengemukakan bahwa "Akhlak adalah kebiasaan kehendak"24 berarti kehendak itu bila dibiasakan terhadap suatu perbuatan maka disebut akhlak. (Jakarta: Bulan Bintang. (Jakarta: PT."23 Sedangkan Prof. cet."22 Dalam kamus Umum Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa pengertian akhlak adalah "budi pekerti. (Jakarta: Gunung Agung. h. Dr. 1976). 25 24 25 23 Ahmad Amin.

cet. dimana terbit padanya perbuatan-perbuatan yang baik dan terpuji menurut akal dan syara’. 1995. Ardani. Dr. Dan kalau yang terbit itu perbuatan-perbuatan yang jelek."27 Dr. keadaan yang menerbitkannya dinamai akhlak yang buruk. Mizan. tanpa memerlukan pada pemikiran dan penelitian."26 Imam Al-Ghazali mengungkapkan pengertian akhlak sebagai berikut: ˵ Ύ˴ ˸ϓ˴ ˸΍˵ ˵ ˸μ˴ Ύ˴ ˸Ϩ˴ ˲ ˴ ˶ ΍˴ ˶ ˸ϔ͉ ϟ΍Ύϯ˶ ˳ ˴ ˸ϴ˴ ˸Ϧ˴ ˲ ˴ Ύ˴ ˶ ˵ ˵˵ ˸ϟ˴ ϝ ό ϻ έΪ Η Ϭ ϋ ΔΨγ έ β Ϩ ϓ ΔΌ ϫ ϋ Γέ Βϋ ϖϠΨ ΍ ˶ ѧ˴ Ύ˴ ˸ϥ˶ѧ˴ ˳ ѧ͉ ˶ ˴ ˴ ˴ ˳ ˴ ѧ˸Ϝ˶ ϰѧѧ˴˶˳ ѧ˴ Ύ˴ ˶ ѧ˸ϴ˴ ˸Ϧѧ˶ ˳ ˸δѧ˵ ˴ ˳ ˴˸Ϯ˵ ˵ ѧ˶ Ζ ϧ ϛ Ύ ϓ Δ ϳϭέϻϭ Γή ϓ ϟ΍ Δ Ο Σ ή Ϗ ϣ ή ϳϭ Δϟ Ϭδ Α ˱ ѧ ˸Ϙ˴ ˴ ˴ ˸Ϯѧ ˵ ˸Τ˴ ˸ϟ΍˴ ѧ ˴˸ϴ˶ ˴ ˸ϟ΍˴ Ύѧѧ˴ ˸ϓ˴ ˸΍Ύѧѧ˴ ˸Ϩ˴ ˵ ˵ ˸μ˴ ˵ ѧ ˸ϴ˴ ˶ ˵ ѧ ˴ ˸ϴ˴ ˸ϟ΍ ϼ ϋ ΓΩ Ϥ Ϥ Δ Ϡ ϤΠ ϝ ό ϻ Ϭ ϋέ Ϊ ѧ Η Κ ΤΑ Δ Ό Ϭ ˴ ˸΍Ύѧ˴ ˸Ϩ˴ ˵ ˶ Ύ͉ ϟ΍˴ Ύ˴ ˸ϥ˶˴ Ύ˱ ˴ ˴ Ύ˱ ˵˵ ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˸ϟ΍˴ ˸Ϡ˶ ˸Ζ˴ ˶ ˵ Ύ˱ ˸ή˴ ˴ ϻ Ϭ ϋ έ Ω μ ϥ ϛ ΍ ϭ Ϩδ Σ ϘϠ Χ Δ Ό Ϭ Ϛ Η ϴϤγ ϋ η ϭ Ύ˱ ˶ ˴ Ύ˴ ˵˵ ˵ ˴ ˸μ˴ ˸ϟ΍ϰ˶ ͉΍˵ ˴ ˸ϴ˴ ˸ϟ˴˸Ζ˴ ˶ ˵ ˴ ˴ ˸ϴ˶ ˴ ˸ϟ΍˴ Ύ˴ ˸ϓ Όϴγ ϘϠΧέ Ϊ Ϥ Θϟ ΔΌ Ϭ ΍ ϴϤγ ΔΤ ΒϘ ϝ ό "Al-Khulk (jama’nya akhlak adalah ibarat (keterangan) tentang keadaan dalam jiwa yang menetap di dalamnya daripadanyalah terbit perbuatanperbuatan dengan gampang dan mudah. Ke-2. Ahmad Amin mengatakan bahwa “akhlak ialah menangnya keinginan dari beberapa keinginan manusia dengan langsung dan berturutturut. (Yogyakarta : Dana Bhakti Primayasa. Kalau keadaan itu.” Jadi. pada hakekatnya khulk atau akhlak adalah suatu kondisi atau sikap yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga 26 27 Ibnu Miskawaih. h. 36 Prof. 271 . keadaan itu dinamai akhlak yang baik. 1994). h. Al-Quran dan Sufisme Mangkunegara IV : Studi Serat-Serat Piwulang. Moh. tjmh (Bandung.21 "Keadaan atau sikap jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa berfikir dan melalui pertimbangan terlebih dahulu. Tahzib Al-Akhlak.

cet. 2 . h."29 Sementara itu. 1979). kekuatan dan keteguhan bagi masyarakat. h. Tujuan Akhlak Tujuan akhlak dalam ajaran Islam yaitu "agar setiap orang berbudi pekerti (berakhlak). berperangai atau beradat istiadat yang baik. Tuntunan Akhlak. bertingkah laku (tabiat). 1993). kemajuan. Materia Akhlak. 9 Barmawie Umary. Zakiah Daradjat menyebutkan bahwa "perbuatan akhlak itu mempunyai tujuan langsung yang dekat yaitu harga diri dan tujuan jauh ialah ridha Allah melalui amal shaleh dan jaminan kebahagiaan dunia dan akherat. Lebih terperinci lagi Asy-Syaibani merumuskan tujuan tertinggi akhlak dalam Islam yaitu : Menciptakan kebahagiaan dua kampung (dunia dan akherat). kesempurnaan jiwa bagi individu dan menciptakan kebahagiaan. (Solo: CV. Ali Hasan. ( Jakarta: Bulan Bintang."28 Barmawie Umary dalam bukunya Materia Akhlak menyebutkan tujuan berakhlak adalah "supaya hubungan kita (umat Islam) dengan Allah dan sesama makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis. Ke-11. yang sesuai dengan ajaran Islam. Ramadhani. Agama Islam atau akhlak Islam 28 29 M. 2.22 timbullah berbagai macam perbuatan secara spontan dan mudah tanpa dibuatbuat dan tanpa memerlukan pemikiran.

Umar Muhammad Al-Thoumy Al-Syaibany. melainkan wahyu dari Tuhan yang menjangkau nilai baik buruk duniawi ukhrawi. 1979). Dan etika dalam Islam lebih dapat dipertanggungjawabkan keluasannya dibanding dengan etika kemanusiaan manapun sebab norma yang dipakai dasar bukanlah hasil karya akal yang bersifat naïf yakni lemah dan terbatas kemampuannya. h.."30 Tujuan akhlak sebagaimana yang telah dikemukakan di atas pada intinya menuju kepada kebahagiaan hidup individu dan masyarakat. Filsafat Pendidikan Islam. Menurut dia etika hanya berarti menjelaskan perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk. Pengertian akhlak berbeda dengan etika sebagaimana dikatakan Dr. (Jakarta: Bulan Bintang. pahala dan rahmat-Nya dan juga mendapatkan kenikmatan akherat yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang bertaqwa yang telah banyak ditunjukkan oleh banyak ayat Al-Quran dan Hadits-hadits Nabi. Dengan demikian etika adalah konsep dasar tentang perbuatan manusia ditimbang menurut baik buruknya.23 tidak terbatas tujuannya untuk akherat yang tergambar dalam mendapatkan keridhaan. baik di dunia maupun di akherat. menunjukkan tujuannya dan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat oleh manusia. 346 30 . Ahmad Amin. keampunan.

Moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas suatu sifat. sikap. perkataan akhlak atau budi pekerti sering juga disebut dengan kata moral dan etika. moral artinya ajaran tentang baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. budi pekerti. perangai. Dalam kamus bahasa Indonesia. baik atau buruk. pendapat atau perbuatan. akhlak. jamak dari kata “mos” yang berarti adat kebiasaan. Perbedaan Akhlak. kewajiban. Dimasukkannya penilaian benar atau salah ke dalam moral jelas telah menunjukkan salah satu perbedaan moral dengan akhlak. Moral dan Etika Perkataan akhlak sering pula disamakan dengan kata kesusilaan atau sopan santun bahkan supaya kedengarannya lebih modern dan mendunia. salah. yang layak dikatakan benar. sebab salah benar adalah penilaian yang dipandang dari sudut hukum yang dalam agama Islam tidak dapat dipisahkan dengan akhlak. maka dapat dipahami bahwa akhlak mengandung pengertian yang lebih luas daripada etika. 3. Soegarda Poerbakawatja dalam . kehendak. Perkataan moral berasal dari bahasa latin “moras”. Penggantian kata-kata tersebut sah-sah saja mengetahui dan memahami perbedaan arti kata -kata tersebut.24 Berdasarkan uraian-uraian di atas. karena akhlak mencakup perbuatan atau keadaan lahir maupun batin.

bila demikian halnya. sesuai dengan makna aslinya dalam bahasa latin (mos). bersifat lokal. Akallah yang menentukan apakan perbuatan manusia itu baik atau buruk. Dalam Ensiklopedi Pendidikan juga diterangkan bahwa etika adalah filsafat tentang nilai. yang dimaksud adalah kebiasaan baik atau buruk. etika bersifat umum (regional). adat istiadatlah yang menjadi dasar apakah perbuatan seseorang baik atau buruk. Oleh karena itu pula. untuk mengukur tingkah laku manusia baik atau buruk. ukuran yang dipergunakan adalah akal pikiran. dapat dilihat apakah perbuatan itu sesuai dengan adat istiadat yang umum diterima kesatuan sosial atau lingkungan tertentu. maka dapat dikatakan baik atau buruk suatu perbuatan secara moral. Yang baik menurut . terutama dari sumber yang menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Etika sebagai cabang filsafat yang mempelajari tingkah laku manusia untuk menentukan nilai perbuatan baik dan buruk. Perbedaannya dapat dilihat. berbeda dengan moral dan etika. kesusilaan tentang baik dan buruk. Etika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia misalnya. adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral atau akhlak. sedang etika bersifat teoritis. Akhlak Islami yang telah diuraikan sebelumnya. moral lebih bersifat praktis.25 Ensiklopedi Pendidikan menyebutkan. Dalam kepustakaan pada umumnya. Moral bersifat local. Perkataan etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti kebiasaan. Kalau moral dan etika diperbandingkan. kata etika diartikan sebagai ilmu.

walaupn dalam masyarakat saat ini. Dan yang menentukan baik atau buruk suatu sikap (akhlak) yang melahirkan prilaku atau perbuatan manusia dalam ajaran Islam adalah Al-Quran dan dijelaskan serta dikembangkan oleh Sunnah Rasulullah. bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Istilah-istilah tersebut disinonimkan dan dipakai silih berganti untuk menunjukkan sesuatu itu baik atau buruk. Sedangkan yang menentukan baik atau buruk dalam moral dan etika adalah adat istiadat dan fikiran manusia dalam masyarakat suatu tempat di suatu masa. Dan untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan ketiga istilah tersebut.26 akhlak adalah segala sesuatu yang berguna. Konsekuensinya. sedang moral dan etika berlaku selama masa tertentu dan pada tempat tertentu pula. yang sesuai dengan nilai dan norma agama. Oleh karena itu. Perbedaan pengertian akhlak. akhlak islami bersifat tetap dan berlaku untuk selama-lamanya. Yang buruk adalah segala sesuatu yang tidak berguna. dipandang dari sumbernya. nilai serta norma yang terdapat dalam masyarakat. penulis mendeskripsikannya dalamtabel berikut : Tabel 1 Perbedaan akhlak. tidak sesuai dengan nilai dan norma agama dan masyarakat. Moral dan Etika . akhlak Islam bersifat mutlak. merugikan masyarakat dan diri sendiri. sedang moral dan etika relatif (nisbi). moral dan etika yang telah diuraikan perlu dipahami supaya dapat membedakan sifat dan isi akhlak. moral dan etika.

Akhlak terhadap Allah SWT . akhlak terhadap Allah atau Khalik dan kedua. yaitu pertama.39. Berikut ini penjelasan mengenai kedua bagian akhlak tersebut : a. Mohammad Daud Ali dalam bukunya Pendidikan Agama Islam mengungkapkan “bahwa secara garis besarnya akhlak dibagi dua. akhlak meliputi semua aktivitas dalam segala bidang kehidupan. Namun demikian. nilai baik atau buruk.27 No Segi-Segi Perbedaan 1 Sumber Akhlak Moral Etika Ajaran Islam : Adat istiadat / Akal pikiran Al-Qur’an Sunah & Kebudayaan 2 Isi Segala yang sesuatu Ajaran Ilmu tentang dinilai tentang baik. Pembagian Akhlak Di dalam ajaran Islam. benar buruk baik/buruk sesuai dengan atau salah nilai dan norma agama masyarakat 3 4 Sifat Pelaksanaan Mutlak Universal Relatif-praktis Relatif-teoritis Lokal Regional/umum dan 4. akhlak terhadap makhluk”.

Abdullah Salim. Mengabdi hanya kepada Allah Yaitu bertakwa hanya kepada-Nya dan tidak mepersekutukan-Nya dengan apapun.H.28 Akhlak seorang manusia kepada khalik merupakan pancaran jiwa umat yang taat dan patuh. Allah SWT menegaskan dalam al-Quran surat an-Nahl yang artinya : “Dan apa saja yang ada (dimiliki) pada dirimu berupa nikmat. antara lain: 1. Seorang muslim pun harus sadar bahwa Allah mengetahui bukan hanya yang nyata. Allah menegaskan dalam surat Al-Baqarah : 77 yang artinya: “Allah mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan”. Berikut ini merupakan beberapa contoh akhlak seorang muslim kepada Allah. Allah berkuasa pula untuk mencabut segala yang telah diberikan. sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya: . tetapi juga yang tersembunyi dalam lubuk hati. bahwa Allah yang menciptakaan dirinya dan apa saja yang merupakan kelngkapan hidupnya. taqwa dan pasrah dengan kesadaran yang utuh. kesemuanya itu merupakan pemberian dari Allah”. Karena Allah menciptakan manusia agar mereka menyembah-Nya. sebagaimana dikutip dari buku Akhlak Islam karya K. Akhlak setiap individu muslim terhadap Khalik berlandaskan kesadaran. bahwa segala sesuatu yang dimiliki dan diterimanya semata-mata karena pemberian dan penghargaan dari Allah SWT.

melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Bentuk ibadah pada umumnya yaitu sebagaimana yang tersusun dalam Rukun Islam (syahadat. Ikhlas menerima keputusan Allah SWt . Bersyukur hanya kepada Allah Bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT. selain yang berhubungan dengan Allah SWT juga berhubungan dengan sesama makhluk (muamalah) yang disebut ibadah ghairu mahdhah. baik nikmat yang berupa kesehatan jasmani dan rohani. maupun nikmat yang berbentuk sumber kehidupan yang diciptakan-Nya untuk diolah dan dimanfaatkan umat manusia. dengan jalan mentaati segala perintah-Nyadan menjauhi segala larangan-Nya. (Adz-Dzariyat: 56) Dalam tafsir Al-Qur’an yang diterbitkan oleh Depag.29 ϥ˸ϭ˵ ˵ ˸ό˴ ˶͉ ˶˴ ˸ϧ˶ ΍˴ ͉ ˶ ϟ΍˵ ˸Ϙ˴˴ Ύ˴ ˴ ΪΒ ϴϟ ϻ΍ β ϻ ϭ ϦΠ Ζ ϠΧ ϣϭ Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak ciptakan jin dan manusia. zakat dan haji) yang disebut ibadah mahdhah. Dan ibadah inipun cakupannya sangat luas. 3. Ibadah adalah bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. puasa. RI dijelaskan bahwa “ayat tersebut menguatkan perintah untuk mengingat Allah dan menghimbau kepada manusia supaya melakukan ibadah kepada Allah”. 2. shalat.

Berdo’a mohon pertolongan kepada Allah SWT Merupakan akhlak manusia yang terpuji dihadapan Allah SWT. dapat dirinci menjadi : . Takut tehadap Siksa Allah SWT Takut terhadap siksa Allah SWT. yaitu akhlak terhadap manusia dan akhlak terhadap bukan manusia (lingkungan hidup). Apabila melanggar perintah Allah berupa larangan. Allah SWT mengajarkan manusia agar selalu merendah diri di hadapan-Nya dengan berdo’a. 5. maka ridha dan ikhlas kepada keputusan Allah merupakan berikutnya terhadap Allah rangkaian akhlak 4.30 Setelah manusia beusaha dan bertawakal. yaitu takut melanggar semua perintah-Nya. Akhlak terhadap Makhluk Akhlak terhadap makhluk ini dibagi dua lagi. yaitu jika manusia selalu berdo’a kepada-Nya sedangkan dirinya sangat memerlukan pertolongan-Nya. Oleh karena itulah. b. maka Allah menyediakan baginya berupa penderitaan di akhirat kelak. Demikianlah beberapa contoh akhlak Islami terhadap Allah diantara sekian banyak akhlak manusia yang harus dan wajib diaplikasikan sebagi makhluk-Nya yang berakal. 1) Akhlak terhadap manusia.

bersikap sederhana dan jujur dan sifat-sifat terpuji lainnya serta menghindarkan perbuatan tercela seperti bersikap somobong. tidak boleh . sealu mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. saling membantu dan memberi serta saling menghormati. melindungi dan mendo’akan keduanya dan membantu keduanya c) Akhlak terhadap diri sendiri. antara lain : berbicara dengan kata-kata yang baik dan lemah lembut. antara lain : saling mengunjungi. memelihara hubungan silaturahim. mengucapkan shalawat dan salam atasnya. menjadi pemaaf dan memohon maaf bila salah. boros dan sebagainya. egois. antara lain : ikhlas beriman kepada rasulullah. e) Akhlak terhadap tetangga. f) Akhlak terhadap sesama Muslim. memberi nasehat dan kritik. instrospeksi diri dan taat beribadah.31 a) Akhlak terhadap Rasulullah. antara lain : menhindarkan diri dari minuman keras dan narkotika. antara lain : menghubungkan tali persaudaraan. menghidupkan Sunnah Rasulullah dan sebagainya b) Akhlak terhadap Orang Tua. antara lain : saling menjaga cinta dan kasih sayang. berlomba mencapai kebaikan. bersikap adil. mendamaikan bila berselisih dan mendo’akan dengan kebaikan. memberi perhatian dan membantu keperluan sahabat. memelihara kesucian jiwa dengan bertaubat bila melakukan kesalahan. d) Akhlak terhadap Keluarga dan Karib Kerabat.

saling memberi salam. menjenguk yang sakit. antara lain sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup. flora dan fauna serta sayang kepada sesama makhluk. dan sebagainya. memberi makan fakir miskin. 2) Akhlak terhadap Bukan Manusia (Lingkungan Hidup). antara lain : memuliakan tamu. menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. tidak saling mencela dan menghina dan lain sebagainya. menjaga dan memelihara alam. . g) Akhlak terhadap masyarakat.32 menuduh kafir.

Pondok Pinang. Kec. 33 . sedangkan selebihnya untuk pengumpulan data-data dari angket yang telah disebarkan. pada tanggal 29 sampai dengan 31 Mei 2006 digunakan untuk menyebarkan angket. Kebayoran Lama.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu Penelitian Penelitian yang berjudul “Efektifitas Penggunaan Metode Tanya Jawab pada pengajaran Aqidah Akhlaq di MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan” ini dilaksanakan dalam waktu satu bulan yaitu dengan pengaturan waktu sebagai berikut : 10 sampai dengan tanggal 13 Mei 2006 digunakan untuk pengumpulan data mengenai sekolah. Jakarta Selatan. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTsn 3 Pondok Pinang yang berlokasi di Jl Ciputat Raya. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Kel.

Angket Yaitu dilakukan dengan cara mengajukan daftar pertanyaan kepada responden. untuk memperoleh data yang sebenarnya. Teknik Pengumpulan Data Di dalam mengumpulkan data – data yang dibutuhkan dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa cara antara lain: 1. Observasi Yaitu mengadakan pengamatan secara sistematis terhadap kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah untuk mengetahui efektif atau tidaknya metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlaq. C. Sampel Sampel dari penelitian ini dilakukan dengan mengambil keseluruhan dari jumlah populasi (total sampling) yang berjumlah 35 orang. Selain itu penulis juga mengajar langsung di kelas I pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTsN 3 Pomdok Pinang. 2. Populasi dan Sampel 1. angket ini diberikan . 2. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas I D MTsN 3 Pondok Pinang yang berjumlah 35 orang siswa.34 B.

7. Dalam hal ini wawancara secara langsung dengan guru bidang studi Aqidah Akhlaq dengan tujuan memperoleh data yang akurat tentang metode tanya jawab.5 6. Wawancara Untuk melengkapi data. Tabel 2 Dimensi dan indikator efektifitas pemggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak Dimensi Melalui Perbuatan Indikator  Melatih anak untuk selalu ingat kepada Allah (beribadah pada-Nya)  Membantu anaknya dalam menyelesaikan tugastugas di rumah  Menciptakan situasi yang baik bagi belajar anaknya Item 1 2 3 4.8.35 kepada siswa. Untuk jumlah angket ini terdiri dari 20 pertanyaan.9 Melalui Perkataan  Orang tua memberikan arahan  Orang tua memberikan nasehat . Teknik ini penulis gunakan untuk mendapatkan data yang komprehensif mengenai efektifitas penggunaan metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlaq. Penelitian ini akan dilengkapi dengan wawancara dari key informan. 3.

36

 Orang tua memberikan pujian  Orang tua memberikan teguran Melalui keteladana n akhlak  Tekun beribadah pada Allah  Menjaga kelestarian lingkungan  Menjaga Amanat  Bersikap rendah hati

10,11 12,13,14 15,16 17 18,19 20

terpuji

D. Teknik Analisis Data

Setelah data–data diperoleh dari responden, maka untuk mendapatkan jawaban dari penelitian ini penulis mengadakan pengolahan terhadap data–data tersebut dengan cara: 1. Editing Memeriksa daftar pertanyaan yang telah kembali dari responden, untuk meneliti kesalahan – kesalahan atau kekurangan yang terdapat pada jawaban itu, dan untuk memisahkan data – data yang terpakai atau tidak. 2. Tabulasi Data-data dan jawaban yang disajikan dalam bentuk table dan dinyatakan dalam bentuk frekuensi dan presentase. Setelah data disajikan dalam bentuk table, maka penulis melengkapinya dengan presentase, dengan menggunakan rumus presentase.

37

P = F x 100 N P : Tingkat presentase F : Frekuensi dari hasil jawaban N : Jumlah responden1 Tabulasi data berupa data yang telah disusun dan dihitung, disajikan dalam bentuk tabel. Pembuatan tabel tersebut dilakukan dengan cara tabulasi langsung, yaitu dengan memasukkan data quistioner kedalam kerangka tabel yang telah disiapkan. Kemudian dihitung lalu ditambahkan ke dalam tabel.

E. Skoring dan Katagori

Untuk memperoleh skor dan katagori tentang efektifitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Skoring 1) 2) 3) 4) Jawaban dengan symbol A diberi bobot 4 Jawaban dengan symbol B diberi bobot 3 Jawaban dengan symbol C diberi bobot 2 Jawaban dengan symbol D diberi bobot 1

1

Anas Sudijono, “Pengantar Statistik Pendidikan”, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,

1997), h.40

38

2. Katagori Agar skor itu mudah diinterpretasikan digunakan skala numeric linier. Rentang skala tersebut dapat dicari dengan menggunakan rumus : RS : m-n b Dimana : m : Angka tertinggi dalam pengukuran n : Angka terendah dalam pengukuran b : Banyaknya katagori yang dibentuk. ada empat katagori yang akan dibentuk.

Dengan rumus diatas, rentang skala dapat dihitung sebagai berikut: RS : 80-20 = 60 = 15 4 4 Dengan hasil perhitungan diatas, dapat ditetapkan katagori tentang efektifitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak sebagaimana table di bawah ini : Tabel 3 Rentang Skala Penilaian Rentang skala 66-80 51-65 36-50 20-35 Ketegori Sangat efektif Cukup efektif Kurang efektif Tidak efektif

H. beliau tetap melanjutkan kepemimpinannya di PGAN 28 Jakarta. E. Ihsan Ismail. Fakih Syukri : Drs. Tahun 1979-1986 b. Tahun 2002-2003 f.A. Tahun 2003-sekarang : Drs. Tahun 1993-1998 d. BA : Drs. Rachmat Syah 39 . 16 dan SK Menteri Agama RI.M. Menteri Agama RI. Nur Ali. Tingkat Tsanawiyah 3 Tahun PGAN 3 Tahun Induk MTsN 3 adalah PGAN 6 tahun yang dikepalai oleh Drs. Komaruddin (alm) : Drs. No. No. 3 dari sejak berdirinya hingga sekarang sebagai berikut : a.BAB IV HASIL PENELITIAN A. PGAN 6 tahun menjadi 2 tingkat sebagai berikut : a. Tahun 1986-1993 c. Lukman Hakim : H. H. H. H. b. Adapun yang memimpin MTsN. Gambaran Umum MTsN 3 Pondok Pinang MTsN 3 Pondok Pinang merupakan perubahan dari PGAN Pondok Pinang Jakarta berdasarkan SK. Tahun 1999-2002 e. Saefudin : Drs. 48 tahun 1978.

c. Mengembangkan potensi intelektualitas. 2. ini akan dapat melahirkan generasi umat/bangsa yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat. Misi a. Mengembangkan dasar – dasar ilmu dan tehnologi (since) sebagai bekal pengabdian masyarakat. Menanamkan kesadaran beribadah dalam seluruh aspek kehidupan. . kreatifitas. perilaku dan akhlak mulia b. umumnya dengan terbentuknya MTsN. d.40 1. Visi dan Misi Visi Terwujudnya MTsN yang dapat melahirkan generasi umat/ bangsa yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat. Menanamkan keimanan yang melahirkan sikap. Tujuan Berdirinya Untuk membantu pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan. emosi dan spiritualitas dalam menghadapi dinamika kehidupan kini dan masa depan.

Mengembangkan nilai kebersamaan. 3. antara lain meliputi : ruang belajar. Sarana dan Prasarana Mengenai sarana dan prasarana serta kelengkapan yang ada. perlengkapan olahraga dan sebagainya yang terdapat di MTsN 3 Pondok Pinang. Semuanya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4 Tipe Bangunan dan Ruangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Ruang Belajar Perpustakaan Laboratorium Bahasa Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Lapangan Upacara Lapangan Olahraga Musholla Komputer VCD CD Pembelajaran OHP Laptop Bangunan Jumlah 16 1 1 1 1 1 1 2 26 1 132 2 1 . kerukunan.41 e. dan persatuan sebagai pilar kemanusiaan.

maka peran guru sangat menentukan untuk itu dibutuhkan . Keadaan Guru Mengingat keberadaannya sangat penting dalam kelancaran proses belajar mengajar.42 14 15 16 17 18 Ruang Osis Ruang TU WC Guru WC Siswa Ruang BP/BK Tabel 5 Perlengkapan Olah Raga 1 1 2 6 1 No 1 2 3 4 5 Furniture Sekolah Lapangan Bulu Tangkis Bola Volley Bola Basket Sepak Bola Perlengkapan Bulu Tangkis Jumlah 1 1 1 2 2 Bila dilihat dari tabel-tabel di atas. maka dapat disimpulkan bahwa MTsN 3 Pondok Pinang ini sudah memenuhi persyaratan sebagai suatu lembaga pendidikan dan itu bisa dilihat dari sarana dan prasarana yang ada telah mencukupi guna menunjang proses pembelajaran. 4.

S. Sri Muryaini Hj. Kurikulum Bid. Chodijah. Badrun Fuady Dra. begitu pula karyawan.Ag Nilam Kurniati A. Kesiswaan Bid. Indonesia Fiqih. BA Fauziah Hanum. Jayuni Fatma Ratni. BA Dra. KTK Matematika B. Indonesia B. BA Herawaty Nur.Pd Hj. Mahwijah Jasmaniar. BA Dra. S. Sohib Jabatan Kep Sekolah Bid. Rachmat Syah Maikon.43 guru yang professional yang bekerja sesuai bidangnya masing-masing. Ely Rozana Dra. Indonesia Biologi. Arab PPKn Fisika B. S.Ag Drs. Arab Fiqih Tamatan IAIN STAIS IAIN IAIN UTB IKIP IAIN UMJ IAIN IKIP D3 IAIN IKIP IAIN IAIN . Geo IPS Sejarah B. keberadaannya sangat dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas lainnya dan dibawah ini daftar keadaan guru dan karyawan dengan jabatan bidang studi dan latar belakang pendidikan. Tabel 6 Daftar Keadan Guru dan Karyawan MTsN 3 Pondok Pinang Tahun Pelajaran 2004-2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Guru/Karyawan Drs. HM. Human Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Bidang Studi B. Aqidah Biologi Akidah aqhlak Ekop. Neneng LM Drs.

S. SKI B. Rahmi Indriani Dra. A. S.Ed Dra. Elvy Surya Buana Yasri.I Wardah Hayati.Inggris.Md Iwan Setiawan. S. Indonesia Fisika Matematika Matematika Geo.Pd Dra. S. Jawahir Bambang Sutejo. PLKJ SKI.Pd. BA Dra.Pd Dra. Sejarah B. S. PLKJ Qurhad. S. Rusniati Dra. S. Inggris B. Inggris B.Pd Andi Rosa.Pd Komarudin. M. PKN GMU IAIN PKIP IAIN IAIN IAIN UHAMKA IAIN IAIN UNJ IAIN IAIN UNJ PTIQ IKIP IKIP IKIP IKIP B.Ag Dra. Arab Penjaskes KTK. SKI D3 STMIK IAIN IAIN IAIN IKIP UMJ . Fahrurozi. M. Muchtar R. Heppy Afiah Mardiyanti. Ekop Geo. Indonesia Matematika Penjaskes PLKJ.Pd Yayah Sulasiyah. Ernawati Sartono Drs. Nida Paradisa Sri Isnaeni. Ali Jufri Drs.44 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Drs. S.Ag Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru B. S. Budiyono Aminidin Zuhri. Inggris Biologi Matematika Fisika B. HA.Pd Dra.Ag Desi Rahmawati. M. S. Arab Kaligrafi IAIN Komputer Komputer Qurhad B. S.Ag Saepul Amin.Com Ety Ummi Fatiyah. Zahrotuta’lif Drs.

kelas II 219 orang. Struktur Organisasi Sekolah Dalam melaksanakan tugas agar dapat berjalan lancar. . Melalui struktur organisasi dapat diketahui masing-masing tugas dan tiap orang. Keadaan siswa MTs N 3 Pondok Pinang Jumlah siswa MTsN 3 Pondok Pinang untuk tahun ajaran 2004-2005 berjumlah 664 dengan dengan perincian adalah. dan kelas III berjumlah 226 orang. untuk lebih jelasnya terdapat dalam tabel berikut : Tabel 7 Daftar Keadaan Siswa MTsN 3 Pondok Pinang No 1 2 3 Kelas I Kelas II Kelas III Jumlah Keadaan Murid Jumlah 219 219 226 664 6.45 5. maka harus dibentuk sebuah struktur organisasi. kelas I berjumlah 219 orang. yang harus ia laksanakan sesuai dengan jabatan yang dipegang masing-masing.

H.M. Rachmat Syah Wakep Bid Kuriukulum Drs.46 STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH MTsN 3 PONDOK PINANG Kepala Sekolah Drs. S. Badrun Fuady Wakep Bid Kesiswaan Maikon.Ag Wakep Bidang BP Fatma Ratni.Pd Wali Kelas Guru-Guru Siswa . S.Siswi .

.5 12.5 100 % Tabel ini menunjukan bahwa sebagian besar guru di MTsN 3 Pondok Pinang mencapai tingkat pendidikan Strata 1 (S1) sedangkan yang tingkat pendidikannya Diploma hanya sebagian kecil saja.5 40 7. Dengan demikian tingkat pendidikan guru di MTsN 3 Pondok Pinang sudah sangat baik dan hanya sedikit sekali yang tidak mencapai strata 1 (S1).5 30 2.47 Berikut ini tentang latar belakang pendidikan guru di MTsN 3 Pondok Pinang sebagai responden. Tabel 8 Latar Belakang Tingkat Pendidikan Guru Guru No 1 2 3 4 5 6 Tingkat Pendidikan D3 SM SL STMIK S1 S2 Jumlah F 3 5 12 1 17 3 41 % 7.

dan d) sedangkan pemberian bobot pada jawaban tersebut adalah 4.48 B. Untuk lebih jelasnya jawaban-jawaban dari responden dapat dilihat dari tabel-tabel berikut ini : Tabel 9 Apakah guru anda mengajarkan cara-cara beribadah pada Allah (seperti shalat) No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 21 0 14 0 F 60 0 40 0 % . dan 1. c. seperti yang telah dikemukakan dalam Bab III digunakan teknik angket untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. b. 3. Dari penelitian yang dilakukan penulis melalui penyebaran angket yang dibagikan kepada responden. angket ini dibuat dengan beberapa pertanyaan yang seluruhnya mempunyai empat alternatif jawaban (a. 2. Deskripsi Data Untuk lebih mengetahui efektivitas penggunaan metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlaq di MTsN 3 Pondok Pinang. maka diperoleh hasil sebagaimana yang penulis jabarkan dalam bentuk tabel-tabel frekuensi dan prosentase.

responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 60 %.85 0 17.49 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu mengajarkan cara-cara beribadah pada Allah. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 40 %. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.14 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa orang tua selalu membantu siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar di rumah. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada. . Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 82. Tabel 10 Apakah Orang tua membantu anda dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar di rumah No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 29 0 6 0 % 82.14 %. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 17. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.85 %.

14%.14 11. Tabel 12 Apakah guru anda selalu mengarahkan anda. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 11.85 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar guru berusaha agar siswa merasa nyaman belajar di dalam kelas.85%.57%. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 2. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 17.57 2.42%. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 68.85 . membimbing anda terlebih dahulu ketika anda melakukan diskusi atau Tanya jawab setelah menyampaikan mata pelajaran Aqidah Akhlak No 1 Alternatif Jawaban Selalu F 22 % 62.50 Tabel 11 Apakah guru berusaha agar anda merasa nyaman belajar di dalam kelas No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 6 4 24 1 % 17.42 68.

28 11.85 34.57 34.71 8.51 2 3 4 Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 1 12 0 2.85%.85%. Tabel 13 Apakah guru anda menganjurkan untuk membaca sumber-sumber atau bukubuku lain sebelum KBM terjadi No 1 2 3 4 Alternatif JawabanSelalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 16 3 12 4 % 45.28 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru Aqidah akhlak selalu membimbing siswa untuk diskusi atau Tanya jawab dalam proses belajar mengajar. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 34. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 2.28%.42 . Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 62. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.

71 11. Tabel 14 Apakah guru mengajarkan anda agar patuh terhadap orang tua No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 13 2 16 4 % 37. Tabel 15 Jika bertemu dengan orang yang lebih tua. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 37.42%. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 34.14 5.57%.28%. apakah anda memberi salam terhadap mereka .42 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar guru membimbing dan mengajarkan agar siswa patuh terhadap orang tua.52 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu menganjurkan siswa untuk membaca sumber-sumber atau buku-buku lain. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 5. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 11.42%.71%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 8. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 11.71 45.14%. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 45.71%.71%.

14 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa selalu menyayangi orang yang lebih muda.57%.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa memberi salam terhadap orang yang lebih tua.14%. .53 No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 16 3 16 0 % 45.71%.71 8. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 45.14 17. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 8.57 45. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 65. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 17.71%.71%.71 17. Tabel 16 Apakah guru mengajarkan anda untuk menyayangi orang yang lebih muda No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 23 6 6 0 % 65.

Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 54. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. Tabel 17 Apakah guru mengajarkan anda untuk saling mendoakan terhadap sesama muslim No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 19 0 16 0 % 54.14%.28 .71%.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu mengajarkan siswa untuk saling mendoakan terhadap sesama muslim.54 responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 17.28 0 45. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.28%. Tabel 18 Apabila anda menolong orang yang mengalami kesulitan. apakah guru atau orang tua memberi pujian pada anda No 1 Alternatif Jawaban Selalu F 5 % 14.

57%. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 14. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 77. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 42. responden yang .57 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang siswa diberi pujian jika menolong orang yang sedang mengalami kesulitan.85%.14 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang siswa diberi pujian jika mendapat nilai yang baik pada pelajaran Aqidah akhlak.14%.55 2 3 4 Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 0 27 3 0 77. Tabel 19 Jika anda mendapat nilai 10 pelajaran Aqidah Akhlak. apakah guru memberi pujian pada anda No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 15 0 20 0 % 42. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 8.14 8.85 0 57. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.28%.

Tabel 21 Jika anda bolos sekolah.56 menjawab tidak pernah tidak ada.85%. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 42. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.85 5. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 5.71%.14%.71 5. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 57.71%.71 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar guru menegur siswa yang tidak memperhatikan pelajaran.71%. apakah guru menegur anda No Alternatif Jawaban F % .71 45. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 5. Tabel 20 Apakah guru menegur anda atau teman anda jika anda atau teman tidak memperhatikan materi yang sedang disampaikan No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 15 2 16 2 % 42.

Tabel 22 Apakah guru berusaha menegur anda jika tidak tepat waktu masuk ke dalam kelas No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 20 4 11 0 % 57.57%. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 68.42 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu menegur siswa yang tidak tepat waktu masuk ke dalam kelas.42%.14 11.57 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang guru menegur jika ada siswa bolos sekolah tanpa ada keterangan yang jelas.42 0 68. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang .57 1 2 3 4 Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 11 0 24 0 31. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 31.42 31.

Tabel 23 Apakah anda melaksanakan shalat wajib lima kali dalam sehari semalam No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 14 4 16 1 % 40 11. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 11.14%. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.85 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa melaksanakan shalat wajib 5 kali dalam sehari semalam. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 2.71 2.42 . Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 40%.42%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 11.71%.42%.42 45. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 31. Tabel 24 Apakah anda rutin menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan No 1 Alternatif Jawaban Selalu F 4 % 11.58 menjawab selalu sebanyak 57.42%.85%.

responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. .57 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa tidak pernah merusak tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Tabel 25 Apakah anda pernah merusak tanaman yang ada di lingkungan anda No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 0 0 11 24 % 0 0 31.59 Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 0 31 0 0 88.42%.57%.57 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang siswa menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 88. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu tidak ada. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 11. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.42 68.

71 5.71%.42%.57%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 45. responden yang menjawab tidak sama sekali 68.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa selalu merealisasikan apa yang telah dipelajari dalam pelajaran Aqidah Akhlak. Tabel 26 Apakah anda merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari apa yang telah anda pelajari dalam pelajaran Aqidah Akhlak No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 17 16 2 0 % 48. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.57 45.71%. . responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 5. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 48.60 responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 31.57%.

Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 11. apaka guru anda selalu menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 4 1 30 0 % 11.85%.71%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 2.85 85. apakah anda berusaha membantu mengatasi kesulitannya No 1 2 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah F 1 7 % 2. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.42%. Tabel 28 Jika ada teman anda yang tidak paham terhadap materi yang dibahas.42 2.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang guru menggunakan metode pengajaran yang tepat dalam menyampaikan pelajaran.61 Tabel 27 Dalam menyampaikan materi Aqidah Akhlak.85 20 . responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 85.

28 % 0 Kategori Sangat efektif Cukup efektif Kurang efektif Tidak Efektif . C.62 3 4 Kadang-kadang Tidak sama sekali 20 7 57.71 % 34. Kemudian skor yang telah diolah dimasukkan ke dalam tabel skala efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak adalah sebagai berikut : Skor Nilai 68 – 80 51 .14%.85%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 20%. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 2. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 20%.65 36 – 50 20 – 35 F 0 23 12 0 % 0 % 65. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 57.14 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa mmembantu temannya jika ada yang tidak paham terhadap materi pelajaran. Analisis Data Dari seluruh pernyataan yang mengungkapkan tentang efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah akhlak bahwa guru cukup efektif dalam menggunakan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak.

17 . terdapat beragam jawaban mengenai efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak di MTsN 3 Pondok Pinang. Diantaranya ada yang menjawab sangat efektif.63 35 100 % Berdasarkan jawaban responden. dapat disimpulkan bahwa hampir secara keseluruhan efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak adalah termasuk dalam kategori cukup efektif. Sehingga rata-rata skor yang di dapat adalah total skor nilai dibagi jumlah responden: Mx =  x n Mx = 1861 35 Mx = 53.71 % dari 23 responden dari total 35 responden dan 34.28 pada kategori kurang efektif dari 12 responden dari total 35 responden dan tidak ada presentase yang menunjukan pada kategori sangat efektif dan tidak efektif. cukup efektif. D. Hal tersebut terlihat kategori cukup efektif pada presentase tertinggi yaitu 65. kurang efektif dan ada yang menjawab tidak efektif. Interpretasi Data Dari analisis data di atas.

64 Keterangan : Mx  x N = Rata-rata nilai angket = jumlah total dari nilai angket = jumlah siswa Jadi bila dilihat pada rata-rata skor nilai di dapatkan pula skala variable pada kategori cukup efektif karena rata-rata guru cukup efektif dalam menggunakan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak pada skor nilai 53.17 Jadi bila dilihat rata-rata skor nilai.17. Sehingga rata-rata skor yang di dapat adalah total nilai yang dibagi jumlah responden = Mx =  x n Mx = 1861 35 Mx = 53. . maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas penggunaan metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah akhlak di MTsN 3 Pondok Pinang adalah cukup efektif.

beliau tetap melanjutkan kepemimpinannya di PGAN 28 Jakarta. Gambaran Umum MTsN 3 Pondok Pinang MTsN 3 Pondok Pinang merupakan perubahan dari PGAN Pondok Pinang Jakarta berdasarkan SK. E. H. Nur Ali. Fakih Syukri : Drs. H. Tahun 1986-1993 c. Ihsan Ismail. Tahun 1993-1998 d.A. Tingkat Tsanawiyah 3 Tahun PGAN 3 Tahun Induk MTsN 3 adalah PGAN 6 tahun yang dikepalai oleh Drs. No. b. H. Rachmat Syah 39 . Tahun 2002-2003 f. 16 dan SK Menteri Agama RI. BA : Drs. PGAN 6 tahun menjadi 2 tingkat sebagai berikut : a. Tahun 1999-2002 e.BAB IV HASIL PENELITIAN A. Tahun 2003-sekarang : Drs. Tahun 1979-1986 b. Lukman Hakim : H. Menteri Agama RI. 48 tahun 1978. Komaruddin (alm) : Drs. Saefudin : Drs. H. Adapun yang memimpin MTsN. No.M. 3 dari sejak berdirinya hingga sekarang sebagai berikut : a.

40 1. Tujuan Berdirinya Untuk membantu pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan. 2. Mengembangkan potensi intelektualitas. umumnya dengan terbentuknya MTsN. Misi a. Visi dan Misi Visi Terwujudnya MTsN yang dapat melahirkan generasi umat/ bangsa yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat. perilaku dan akhlak mulia b. . ini akan dapat melahirkan generasi umat/bangsa yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat. c. Menanamkan kesadaran beribadah dalam seluruh aspek kehidupan. Mengembangkan dasar – dasar ilmu dan tehnologi (since) sebagai bekal pengabdian masyarakat. Menanamkan keimanan yang melahirkan sikap. kreatifitas. d. emosi dan spiritualitas dalam menghadapi dinamika kehidupan kini dan masa depan.

antara lain meliputi : ruang belajar. Semuanya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4 Tipe Bangunan dan Ruangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Ruang Belajar Perpustakaan Laboratorium Bahasa Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Lapangan Upacara Lapangan Olahraga Musholla Komputer VCD CD Pembelajaran OHP Laptop Bangunan Jumlah 16 1 1 1 1 1 1 2 26 1 132 2 1 . Sarana dan Prasarana Mengenai sarana dan prasarana serta kelengkapan yang ada. Mengembangkan nilai kebersamaan. perlengkapan olahraga dan sebagainya yang terdapat di MTsN 3 Pondok Pinang.41 e. dan persatuan sebagai pilar kemanusiaan. 3. kerukunan.

maka peran guru sangat menentukan untuk itu dibutuhkan . Keadaan Guru Mengingat keberadaannya sangat penting dalam kelancaran proses belajar mengajar. 4.42 14 15 16 17 18 Ruang Osis Ruang TU WC Guru WC Siswa Ruang BP/BK Tabel 5 Perlengkapan Olah Raga 1 1 2 6 1 No 1 2 3 4 5 Furniture Sekolah Lapangan Bulu Tangkis Bola Volley Bola Basket Sepak Bola Perlengkapan Bulu Tangkis Jumlah 1 1 1 2 2 Bila dilihat dari tabel-tabel di atas. maka dapat disimpulkan bahwa MTsN 3 Pondok Pinang ini sudah memenuhi persyaratan sebagai suatu lembaga pendidikan dan itu bisa dilihat dari sarana dan prasarana yang ada telah mencukupi guna menunjang proses pembelajaran.

Arab PPKn Fisika B. BA Dra. Indonesia B. S. Mahwijah Jasmaniar. Indonesia Biologi. KTK Matematika B.Ag Nilam Kurniati A. Neneng LM Drs. begitu pula karyawan. Aqidah Biologi Akidah aqhlak Ekop. BA Herawaty Nur. Indonesia Fiqih. Rachmat Syah Maikon. BA Fauziah Hanum. Ely Rozana Dra. S.43 guru yang professional yang bekerja sesuai bidangnya masing-masing. Arab Fiqih Tamatan IAIN STAIS IAIN IAIN UTB IKIP IAIN UMJ IAIN IKIP D3 IAIN IKIP IAIN IAIN . Kurikulum Bid. Badrun Fuady Dra. Sri Muryaini Hj. HM. S.Pd Hj. Geo IPS Sejarah B. Tabel 6 Daftar Keadan Guru dan Karyawan MTsN 3 Pondok Pinang Tahun Pelajaran 2004-2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Guru/Karyawan Drs. Sohib Jabatan Kep Sekolah Bid. keberadaannya sangat dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas lainnya dan dibawah ini daftar keadaan guru dan karyawan dengan jabatan bidang studi dan latar belakang pendidikan. Chodijah. Jayuni Fatma Ratni. Kesiswaan Bid. BA Dra.Ag Drs. Human Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Bidang Studi B.

Com Ety Ummi Fatiyah.Ag Desi Rahmawati. Nida Paradisa Sri Isnaeni.I Wardah Hayati.Pd. A.Inggris. Fahrurozi. Muchtar R. Elvy Surya Buana Yasri. PKN GMU IAIN PKIP IAIN IAIN IAIN UHAMKA IAIN IAIN UNJ IAIN IAIN UNJ PTIQ IKIP IKIP IKIP IKIP B.Pd Yayah Sulasiyah. S. M. S. Ekop Geo. Sejarah B. Inggris Biologi Matematika Fisika B.44 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Drs. S. Jawahir Bambang Sutejo. Zahrotuta’lif Drs. S. PLKJ SKI. SKI D3 STMIK IAIN IAIN IAIN IKIP UMJ . HA. M. Arab Penjaskes KTK. Budiyono Aminidin Zuhri. Inggris B.Pd Dra.Md Iwan Setiawan. SKI B. Arab Kaligrafi IAIN Komputer Komputer Qurhad B. S. Indonesia Fisika Matematika Matematika Geo. S. PLKJ Qurhad.Pd Dra.Ag Dra. Ali Jufri Drs.Pd Dra. Heppy Afiah Mardiyanti. Rahmi Indriani Dra. Inggris B.Ed Dra. M. BA Dra. S. Indonesia Matematika Penjaskes PLKJ. S. S. S.Ag Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru B. Rusniati Dra. S. Ernawati Sartono Drs.Pd Andi Rosa.Pd Komarudin.Ag Saepul Amin.

untuk lebih jelasnya terdapat dalam tabel berikut : Tabel 7 Daftar Keadaan Siswa MTsN 3 Pondok Pinang No 1 2 3 Kelas I Kelas II Kelas III Jumlah Keadaan Murid Jumlah 219 219 226 664 6. yang harus ia laksanakan sesuai dengan jabatan yang dipegang masing-masing. Keadaan siswa MTs N 3 Pondok Pinang Jumlah siswa MTsN 3 Pondok Pinang untuk tahun ajaran 2004-2005 berjumlah 664 dengan dengan perincian adalah. kelas I berjumlah 219 orang.45 5. maka harus dibentuk sebuah struktur organisasi. Struktur Organisasi Sekolah Dalam melaksanakan tugas agar dapat berjalan lancar. Melalui struktur organisasi dapat diketahui masing-masing tugas dan tiap orang. . dan kelas III berjumlah 226 orang. kelas II 219 orang.

Ag Wakep Bidang BP Fatma Ratni.M. S.Pd Wali Kelas Guru-Guru Siswa . Badrun Fuady Wakep Bid Kesiswaan Maikon. S. H.46 STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH MTsN 3 PONDOK PINANG Kepala Sekolah Drs.Siswi . Rachmat Syah Wakep Bid Kuriukulum Drs.

5 100 % Tabel ini menunjukan bahwa sebagian besar guru di MTsN 3 Pondok Pinang mencapai tingkat pendidikan Strata 1 (S1) sedangkan yang tingkat pendidikannya Diploma hanya sebagian kecil saja.5 12.5 30 2. .47 Berikut ini tentang latar belakang pendidikan guru di MTsN 3 Pondok Pinang sebagai responden.5 40 7. Tabel 8 Latar Belakang Tingkat Pendidikan Guru Guru No 1 2 3 4 5 6 Tingkat Pendidikan D3 SM SL STMIK S1 S2 Jumlah F 3 5 12 1 17 3 41 % 7. Dengan demikian tingkat pendidikan guru di MTsN 3 Pondok Pinang sudah sangat baik dan hanya sedikit sekali yang tidak mencapai strata 1 (S1).

maka diperoleh hasil sebagaimana yang penulis jabarkan dalam bentuk tabel-tabel frekuensi dan prosentase. seperti yang telah dikemukakan dalam Bab III digunakan teknik angket untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. dan 1. c. b. Untuk lebih jelasnya jawaban-jawaban dari responden dapat dilihat dari tabel-tabel berikut ini : Tabel 9 Apakah guru anda mengajarkan cara-cara beribadah pada Allah (seperti shalat) No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 21 0 14 0 F 60 0 40 0 % . dan d) sedangkan pemberian bobot pada jawaban tersebut adalah 4. Dari penelitian yang dilakukan penulis melalui penyebaran angket yang dibagikan kepada responden.48 B. Deskripsi Data Untuk lebih mengetahui efektivitas penggunaan metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlaq di MTsN 3 Pondok Pinang. 3. 2. angket ini dibuat dengan beberapa pertanyaan yang seluruhnya mempunyai empat alternatif jawaban (a.

49 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu mengajarkan cara-cara beribadah pada Allah.85 0 17. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 40 %. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 82. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada. Tabel 10 Apakah Orang tua membantu anda dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar di rumah No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 29 0 6 0 % 82.85 %.14 %. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 60 %.14 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa orang tua selalu membantu siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar di rumah. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 17. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. . responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.

membimbing anda terlebih dahulu ketika anda melakukan diskusi atau Tanya jawab setelah menyampaikan mata pelajaran Aqidah Akhlak No 1 Alternatif Jawaban Selalu F 22 % 62.42%.14 11. Tabel 12 Apakah guru anda selalu mengarahkan anda.85 .85%.42 68. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 17.50 Tabel 11 Apakah guru berusaha agar anda merasa nyaman belajar di dalam kelas No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 6 4 24 1 % 17.57 2. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 2. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 68. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 11.57%.85 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar guru berusaha agar siswa merasa nyaman belajar di dalam kelas.14%.

28%.71 8.28 11. Tabel 13 Apakah guru anda menganjurkan untuk membaca sumber-sumber atau bukubuku lain sebelum KBM terjadi No 1 2 3 4 Alternatif JawabanSelalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 16 3 12 4 % 45. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.28 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru Aqidah akhlak selalu membimbing siswa untuk diskusi atau Tanya jawab dalam proses belajar mengajar. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 2.85%.85 34. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 62. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 34.85%.51 2 3 4 Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 1 12 0 2.57 34.42 .

responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 11.14 5. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 34. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45.42%. apakah anda memberi salam terhadap mereka .71%.42 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar guru membimbing dan mengajarkan agar siswa patuh terhadap orang tua. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 45.71%.52 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu menganjurkan siswa untuk membaca sumber-sumber atau buku-buku lain.57%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 5. Tabel 15 Jika bertemu dengan orang yang lebih tua.28%. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 11.71%. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 37.42%. Tabel 14 Apakah guru mengajarkan anda agar patuh terhadap orang tua No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 13 2 16 4 % 37.71 11.71 45.14%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 8.

Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 65. .71%.71 8.53 No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 16 3 16 0 % 45.14%.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa memberi salam terhadap orang yang lebih tua.71 17. Tabel 16 Apakah guru mengajarkan anda untuk menyayangi orang yang lebih muda No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 23 6 6 0 % 65.14 17.71%.57%. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 45.71%.57 45.14 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa selalu menyayangi orang yang lebih muda. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 8. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 17.

responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.54 responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 17. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.28 0 45. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 54.14%.28%.28 .71%. Tabel 17 Apakah guru mengajarkan anda untuk saling mendoakan terhadap sesama muslim No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 19 0 16 0 % 54. Tabel 18 Apabila anda menolong orang yang mengalami kesulitan.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu mengajarkan siswa untuk saling mendoakan terhadap sesama muslim. apakah guru atau orang tua memberi pujian pada anda No 1 Alternatif Jawaban Selalu F 5 % 14. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.

apakah guru memberi pujian pada anda No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 15 0 20 0 % 42.14%.57 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang siswa diberi pujian jika menolong orang yang sedang mengalami kesulitan. Tabel 19 Jika anda mendapat nilai 10 pelajaran Aqidah Akhlak.85%.14 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang siswa diberi pujian jika mendapat nilai yang baik pada pelajaran Aqidah akhlak. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 42. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.55 2 3 4 Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 0 27 3 0 77.14 8. responden yang . responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 8. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 77.85 0 57.28%.57%. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 14.

71 5.85%. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 5.71%.71%.56 menjawab tidak pernah tidak ada.85 5. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. Tabel 21 Jika anda bolos sekolah. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 42. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45.14%.71 45. apakah guru menegur anda No Alternatif Jawaban F % .71 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar guru menegur siswa yang tidak memperhatikan pelajaran. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 5. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 57.71%. Tabel 20 Apakah guru menegur anda atau teman anda jika anda atau teman tidak memperhatikan materi yang sedang disampaikan No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 15 2 16 2 % 42.

57 1 2 3 4 Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 11 0 24 0 31.14 11. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang .42 31.57 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang guru menegur jika ada siswa bolos sekolah tanpa ada keterangan yang jelas.42%.42 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru selalu menegur siswa yang tidak tepat waktu masuk ke dalam kelas. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 31. Tabel 22 Apakah guru berusaha menegur anda jika tidak tepat waktu masuk ke dalam kelas No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 20 4 11 0 % 57.42 0 68. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 68.57%. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada.

42 45. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 11.71 2.42%.42%.71%. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 45. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 2. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.85%. Tabel 23 Apakah anda melaksanakan shalat wajib lima kali dalam sehari semalam No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 14 4 16 1 % 40 11. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 40%.58 menjawab selalu sebanyak 57.14%. Tabel 24 Apakah anda rutin menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan No 1 Alternatif Jawaban Selalu F 4 % 11.85 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa melaksanakan shalat wajib 5 kali dalam sehari semalam. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 31. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 11.42 .42%.

57 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa tidak pernah merusak tanaman yang ada di lingkungan sekitar.57%. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada. responden yang menjawab tidak pernah tidak ada. Tabel 25 Apakah anda pernah merusak tanaman yang ada di lingkungan anda No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 0 0 11 24 % 0 0 31.59 Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali 0 31 0 0 88. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 88.42 68. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu tidak ada.57 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang siswa menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. . Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 11. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.42%.

responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 45.57 45. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 48. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 5.71%.71%. responden yang menjawab tidak sama sekali 68.42%. .71 5.57%.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa selalu merealisasikan apa yang telah dipelajari dalam pelajaran Aqidah Akhlak. responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada. Tabel 26 Apakah anda merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari apa yang telah anda pelajari dalam pelajaran Aqidah Akhlak No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 17 16 2 0 % 48.57%.60 responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 31.

Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 11. apakah anda berusaha membantu mengatasi kesulitannya No 1 2 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah F 1 7 % 2.61 Tabel 27 Dalam menyampaikan materi Aqidah Akhlak. Tabel 28 Jika ada teman anda yang tidak paham terhadap materi yang dibahas. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 85.42%.42 2.71%.85 85.85 20 . responden yang menjawab tidak sama sekali tidak ada.71 0 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terkadang guru menggunakan metode pengajaran yang tepat dalam menyampaikan pelajaran.85%. apaka guru anda selalu menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan No 1 2 3 4 Alternatif Jawaban Selalu Tidak pernah Kadang-kadang Tidak sama sekali F 4 1 30 0 % 11. responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 2.

responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 20%. Kemudian skor yang telah diolah dimasukkan ke dalam tabel skala efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak adalah sebagai berikut : Skor Nilai 68 – 80 51 .71 % 34. Analisis Data Dari seluruh pernyataan yang mengungkapkan tentang efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah akhlak bahwa guru cukup efektif dalam menggunakan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak.14 20 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa mmembantu temannya jika ada yang tidak paham terhadap materi pelajaran. C.65 36 – 50 20 – 35 F 0 23 12 0 % 0 % 65. Hal ini terbukti dengan jawaban responden yang menjawab selalu sebanyak 2.14%. responden yang menjawab tidak sama sekali sebanyak 20%. responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 57.85%.28 % 0 Kategori Sangat efektif Cukup efektif Kurang efektif Tidak Efektif .62 3 4 Kadang-kadang Tidak sama sekali 20 7 57.

kurang efektif dan ada yang menjawab tidak efektif. Hal tersebut terlihat kategori cukup efektif pada presentase tertinggi yaitu 65. terdapat beragam jawaban mengenai efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak di MTsN 3 Pondok Pinang.63 35 100 % Berdasarkan jawaban responden. Interpretasi Data Dari analisis data di atas. D. Sehingga rata-rata skor yang di dapat adalah total skor nilai dibagi jumlah responden: Mx =  x n Mx = 1861 35 Mx = 53. dapat disimpulkan bahwa hampir secara keseluruhan efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak adalah termasuk dalam kategori cukup efektif. cukup efektif. Diantaranya ada yang menjawab sangat efektif.71 % dari 23 responden dari total 35 responden dan 34.17 .28 pada kategori kurang efektif dari 12 responden dari total 35 responden dan tidak ada presentase yang menunjukan pada kategori sangat efektif dan tidak efektif.

17 Jadi bila dilihat rata-rata skor nilai. . Sehingga rata-rata skor yang di dapat adalah total nilai yang dibagi jumlah responden = Mx =  x n Mx = 1861 35 Mx = 53. maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas penggunaan metode tanya jawab pada pengajaran Aqidah akhlak di MTsN 3 Pondok Pinang adalah cukup efektif.64 Keterangan : Mx  x N = Rata-rata nilai angket = jumlah total dari nilai angket = jumlah siswa Jadi bila dilihat pada rata-rata skor nilai di dapatkan pula skala variable pada kategori cukup efektif karena rata-rata guru cukup efektif dalam menggunakan metode Tanya jawab pada pengajaran Aqidah Akhlak pada skor nilai 53.17.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab terdahulu secara menyeluruh mengenai efektivitas penggunaan metode Tanya jawab pada pengajaran aqidah akhlak yang ditetapkan di MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan, kiranya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Metode Tanya jawab yang dilaksanakan di MTsN 3 Pondok Pinang merupakan kegiatan yang dapat digunakan sebagai variasi dalam menjelaskan pelajaran aqidah akhlak. Jadi, apabila siswa tidak paham terhadap materi yang dijelaskan oleh guru maka murid berhak untuk bertanya mengenai materi yang bersangkutan. 2. Metode tanya jawab yang dilaksanakan di MTsN 3 Pondok Pinang dapat memberikan siswa ke arah berpikir secara aktif dan siswa juga terlatih berani mengemukakan pertanyaan atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh guru. 3. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di lapangan, dapat di ambil kesimpulan bahwa metode Tanya jawab cukup efektif untuk digunakan pada pelajaran aqidah akhlaq. Hal tersebut dapat dilihat kategori cukup efektif pada presentase tertinggi yaitu 77,14% dari 27 responden dari total 35 responden dan 14,28%dari 5 

66

responden pada kategori sangat efektif dan 8,571% pada kategori kurang efektif. Sehingga skor yang didapat adalah total skor nilai dibagi jumlah responden hasilnya adalah 53,17 dan ada pada kategori cukup efektif.

B. Saran-Saran

Setelah mengetahui hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan, maka penulis akan memberikan saran yang kemungkinan dapat berguna bagi semua pihak, yaitu : 1. Bagi para siswa MTsN 3 Pondok Pinang agar melatih diri untuk berpikir kreatif, berani bertanya dan mengemukakan pendapatnya di hadapan umum. 2. Bagi para guru MTsN 3 Pondok Pinang agar dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada murid harus sesuai dengan kesanggupan dan kecerdasan mereka, dan harus menggunakan metode mengajar yang layak dan sesuai dengan materi pelajaran yang disampaikan agar pelajaran yang diberikan dapat diserap oleh para siswa secara maksimal. 3. Dengan metode Tanya jawab, tidak hanya memberi nilai plus pada murid melainkan juga menambah wawasan dan perhatian bagi para guru untuk mencari sumber-sumber lebih lanjut.

67

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu, Metodik Khusus Mengajar Agama, Semarang: CV. Toha Putra, 1976, Cet. Ke-1 Amin, Ahmad, Ilmu Akhlak, tjmh. Jakarta : Bulan Bintang, 1991, Cet Ke-1 Arief, Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta : Ciputat Pers, 2002, Cet Ke-1 Ardani, Moh. Dr. Prof., Al-Qur’an dan Sufisme Mangkunegara IV : Studi Serat-Serat Piwulang, Yogyakarta : Dana Bakti Primayasa, 1995, Cet Ke-2 Asmaran, AS, Pengantar Studi Akhlak, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1994, Cet. Ke-2 Daradjat, Zakiah, dkk. Metodologi Pengajaran Agama Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1995, Cet. Ke-1 DEPAG RI. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, Jakarta : DEPAG RI, 1984, Cet. Ke-2 G.B. Yuwono, et.all, Pedoman Umum Ejaan Yang Telah Disempurnakan, Surabaya : Indah, 1997, Cet. Ke-1 Getteng, Abdurrahman, “Metodik Khusu Pendidikan Agama”, Ujung Pandang, Indonesia : Al-Thahiriyah, 1987 Handayaningrat, Suwarno, Pengantar Ilmu Administrasi dan Manajemen, Jakarta : PT. Idayu Press dan Yayasan Masagung. 1990, Cet. Ke-10 Ilyas, Yunahar, Kuliah Aqidah Islam, Yogyakarta : LIPPI. 1995, Cet. Ke-3 Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tim Penyusun P3P Dikbud, Jakarta, 1988 M. Ali Hasan, Tuntutan Akhlak, Jakarta : Bulan Bintang, 1979 Mansyur, “Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Ditjen Bimbaga Islam, 1995

“Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer”. Hasan.11 Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi/IAIN. Sistem Pengajaran Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) dan Pertimbangan Metodologisnya”. Kamus Al-Munjid. Umar. “Metodologi Pengajaran Agama Islam”. Jemmars. A. 1976 Poerwadarminta. J. Peter. Ajang. Cet. t. Jakarta : Gunung Agung. 1994 Muhammad Al-Thouny Al-Syaibany. t. W. Cet. Jakarta : Kalam Mulia.. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung : CV. 1979.all. Jakarta : Balai Pustaka.. Ekonomi Perusahaan.J. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. all. Metodologi Pendidikan Agama Islam. S. Ke-3 Samana. 1986. 2001. Jakarta : Direktorat Jenderal Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam. Bandung : Mizan. Bandung : Armico. Ensiklopedi Indonesia. Peter. Jakarta : PT. et. Ke. Januari. Ke-2 Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi IAIN. Cet. 1991 Salim. 1991 Sudijono. Jakarta : t. tjmh. Louis. 1992. Jakarta: Modern English. Anas. Jakarta : Bulan Bintang. Raja Grapindo Persada. Beirut : Daar al-Masyriq. Jakarta : Ichtiar Baru – Van Hoeve. 1997 . 1984/1985. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer.th Ramayulis. Tahzib Al-Akhlak. Ibnu.S..68 Ma’luf. Jakarta : Modern English. Soegarda. Ke-1 Sadhili. Mursell.th Poerbakawadja. Mengajar Dengan Sukses. 1975 Miskawaih. Mulyadi. t.th Salim. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam.th Nasution. Cet. Pengantar Statistik Pendidikan. et. Ensiklopedi Pendidikan. Kamus Umum Bahasa Indonesia.

Cet.B. Semarang : Effhar Ofset. Cet. Surabaya : Usaha Nasional. 1983. Madyo dan Kashadi R. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. Ke-8 Zuhairini. Barmawie. 1992. Cet. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Ke-8 .. Cet. 1991. Ke6 Susilo. Cet. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). 1993. 1990.69 Sudirman. Bandung : PT. Cet. dkk. Ke-1 Slameto. Materi Akhlak. Remaja Rosda Karya. Ke-1 Umary.. 1983. Ramadhani. Jakarta : Bumi Aksara.all. Ilmu Pendidikan. Dasar-Dasar Pendidikan. Ke-11 Zuhairini et. Solo : CV. Surabaya : Usaha nasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->