INFLASI Pengertian:Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan

terus-menerus (kontinu). Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Jenis,Inflasi dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100%. Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu:Tarikan permintaan atau desakan biaya produksi. Inflasi tarikan permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik. DEFLASI Pengertian:Dalam keuangan modern, deflasi didefinisikan sebagai meningkatnya permintaan terhadap uang berdasarkan jumlah uang yang berada di masyarakat. Penyebab:Jadi dapat disimpulkan bahwa ada 4 penyebab deflasi:Menurunnya persediaan uang di masyarakat,Meningkatnya persediaan barang,Menurunnya permintaan akan suatu barang,Naiknya permintaan akan uang.

\

Untuk mengerti apa itu inflasi, pertama kita harus mengidentifikasikan arti dari kata inflasi tersebut. Menurut kamus Ekonomi definisi dari inflasi adalah: Kenaikan harga dari sekeranjang barang atau jasa yan menggambarkan perekonomian secara keseluruhan. Definisi yang sama dari inflasi tersebut didefinisikan oleh ekonom Parkin dan bade: menurut mereka inflasi adalah pergerakan kearah atas dari tingkatan harga. Ini berlawanan dengan deflasi, pergerakan menurun dari tingkatan harga. Batasan anatar a inflasi dan deflasi adalah stabilitas harga. Secara mendasar ini berhubungan dengan harga, hal ini bisa juga disebut dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk memperoleh barang tersebut. Untuk mengetahui bagaimana sampai ini terjadi, kita mengambil contoh 2 komoditas: Buah jeruk dipetik dari pohonnya, dan uang dicetak oleh pemerintah, dalam tahun yang sama terjadi musim panas dan kelangkaan terhadap buah jeruk tersebut, kita akan melihat bahwa harga jeruk ini akan naik, karena dengan jumlah uang yang sama sedangkan jumlah buah jeruk yang terbatas, sebaliknya apabila terjadi kelebihan stok dari buah jeruk harga jeruk akan turun, tujuannya adalah supaya persediaan jeruk tersebut cepat untuk habis. Contoh diatas adalah skenario dari inflasi dan deflasi yang dalam dunia nyata inflasi dan deflasi berubah dalam rata-rata harga dari barang atau jasa dan hal ini terjadi bukan hanya sekali. Kita juga dapat mengalami inflasi dan deflasi dengan perubahan dalam jumlah uang dalam sistem peredarannya. Jika pemerintah memutuskan untuk mencetak uang dalam jumlah yang besar dengan jumlah barang yang terbatas maka orang cendrung akan konsumtif sehingga dapat menyebabkan inflasi. Inflasi dapat disebabkan oleh kombinasi dari empat faktor: 1. Persediaan Uang yang bertambah The supply of money goes up.

Permintaan untuk barang – barang lain naik. yaitu inflasi ringan.[1] Dengan kata lain. dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun. Artinya. dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi.2. inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • • 1 Penyebab 2 Penggolongan 3 Mengukur inflasi 4 Dampak 5 Peran bank sentral 6 Lihat pula 7 Pranala luar 8 Referensi [sunting] Penyebab Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal. berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi. dan hiperinflasi. bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. sedang. tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. berat. sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi). konsumsi masyarakat yang meningkat. inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. antara lain. Supply dari barang yang berkurang 3. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan. Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa. dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun. Permintaan terhadap uang tersebut menurun 4. sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini . berat antara 30%—100% setahun. inflasi sedang antara 10%—30% setahun.[rujukan?] Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral). Dalam ilmu ekonomi.

Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal. Sementara itu. Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu. inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang. Jadi. dll.misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji. dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting. regulasi. dll). Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. dll. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. kebijakan suku bunga bank sentral. aksi spekulasi (penimbunan).misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang. bencana alam. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi. atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran.yaitu kenaikan harga. atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb. inflasi itu disebut . kebijakan pembangunan infrastruktur. Inflasi tarikan permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. inflasi dapat digolongkan menjadi dua. walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi.dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif). Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang. yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik. inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. cuaca. [sunting] Penggolongan Berdasarkan asalnya. perkebunan.

[sunting] Dampak . 3. Indeks harga barang-barang modal Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun) Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun) Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun) Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun) [sunting] Mengukur inflasi Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi). Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). barang jadi. Namun. dan jasa. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi. Indeks harga tersebut di antaranya: • • • • • • Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI). 4. apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum.inflasi tertutup (Closed Inflation). adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen. Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu. barang produksi lokal. yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi. Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan : 1. Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI). 2.

yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja. Memang. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi. karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Artinya. uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. tidak dirugikan dengan adanya inflasi. menabung. inflasi menguntungkan. Sebaliknya. keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. inflasi sangat merugikan. Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur). tabungan menghasilkan bunga. Apabila inflasi itu ringan. dalam masa inflasi yang parah. namun jika tingkat inflasi di atas bunga. Orang menjadi tidak bersemangat kerja. uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada tahun 1990. menabung dan mengadakan investasi. . Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif. namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian. untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat. Karena. orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan. dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang.Pekerja dengan gaji tetap sangat dirugikan dengan adanya Inflasi.tergantung parah atau tidaknya inflasi. justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik. seperti misalnya pengusaha. Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi). Sebaliknya. nilai uang tetap saja menurun. Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap. Bila orang enggan menabung.

defisit neraca pembayaran.Sebaliknya. bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen. usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil). [sunting] Lihat pula • • • • • • • • • Aturan 72 (sebuah aturan "ibu jari" untuk menghitung periode untuk inflasi menyetengahkan harga pembelian dari jumlah tetap) Bank sentral Deflasi Devaluasi Ekonomi Ekonomi mikro Ekonomi makro Inflasi dan perekonomian Indonesia Hiperinflasi . inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia. Bahkan. maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara. Selain itu. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman. Namun. bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Secara umum. ketidakstabilan ekonomi. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar).salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian -.akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi. mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif. bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi. Bagi produsen. Bila hal ini terjadi. termasuk oleh Bank Indonesia. mendorong kenaikan suku bunga. [sunting] Peran bank sentral Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. kegagalan pelaksanaan pembangunan. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen -.

World Inflation Since 1950 3. Bureau of Labor Statistics 5. .. Rothbard. Murray N. George Reisman. and Fair. Karl E. serta ketidaklancaran distribusi barang dan/atau berkurangnya ketersediaan barang atau jasa sebagai akibat mahalnya biaya transportasi atau miniminya infratstruktur yang memadai. deflasi Deflasi dapat menyebabkan menurunnya persediaan uang di masyarakat dan akan menyebabkan depresi besar (seperti yang dialami Amerika dulu) dan juga akan membuat pasar Investasi (Saham) akan mengalami kekacauan. Principles of Macroeconomics 4. Ray C. 503-506 & Chapter 19 ISBN 0-915463-73-3 7. seperti BBM. Macroeconomics 2. Case. What has government done to our money? ISBN 0-945466-10-2.org Basics of Inflation Tingkat Inflasi Tahunan (Indeks Harga Konsumen) [sunting] Referensi 1. Dikarenakan harga barang mengalami penurunan. Capitalism: A Treatise on Economics (Ottawa : Jameson Books. konsumen memiliki kemampuan untuk menunda belanja mereka lebih lama lagi dengan harapan harga barang akan turun lebih jauh. listrik. mau bayar dari mana?). 1990). Akibatnya aktivitas ekonomi akan melambat dan memberikan pengaruh pada spiral deflasi (deflationary spiral). Brown. Mads The ECB's Inflation Objective 6. Good introduction to Austrian school's view on money. Kieler.• • • Monetarisme Revolusi harga Uang [sunting] Pranala luar • • • • • • • Arguments for and against inflation and inflation targeting The Inflation Calculator Another Inflation Calculator by the Bureau of Labor Statistics Project Gutenberg Edition of Fiat Money Inflation in France: How .November 2004 The mechanics of inflation The great government swindle and how it works is one of a series of documents about economics and money at abelard. Robert J. A. Dampak susulan dari melesunya kegiatan ekonomi adalah banyak pekerja yang akhirnya mengalami PHK karena pemiliki bisnis tidak sanggup membayar gaji karyawannya (lha barang tidak laku. inflation etc. Dengan demikian .. ^ “Ekspektasi kenaikan harga ini antara lain bisa disebabkan adanya kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan tarif-tarif komoditas yang dikendalikan pemerintah.” 1. Barro.

perubahan nilai asset dan kewajiban serta nilai kontrak/transaksi bisnis. Lalu diikuti juga dengan turunnya suku bunga pinjaman di bank. Perkembangan harga barang dan jasa ini berdampak langsung terhadap tingkat daya beli dan biaya hidup masyarakat. indeksasi anggaran dan parameter ekonomi makro lain. Inflasi yang merupakan indikator pergerakan antara permintaan dan penawaran di pasar riil juga terkait erat dengan perubahan tingkat suku bunga. produktivitas ekonomi. Di Indonesia tingkat inflasi diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dihitung dan diumumkan ke publik setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Tingkat inflasi yang berfluktuasi tinggi menggambarkan besarnya ketidakpastian nilai uang. Akibatnya ini akan menambah berat kelesuan ekonomi dikarenakan tidak ada lagi aktivitas bisnis yang berjalan. nilai tukar rupiah dan valuta asing. Oleh karena itu masyarakat. Faktor Pemicu Inflasi . distribusi dan arah perkembangan ekonomi sehingga dapat menimbulkan ekspektasi keliru dan manipulasi yang dapat membahayakan perekonomian secara keseluruhan. entingnya Angka Inflasi Angka inflasi merupakan salah satu indikator penting yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Dari sisi investasi. tingkat produksi. deflasi juga mengakibatkan melesunya investasi di sektor riil maupun di lantai bursa. Sebaliknya inflasi yang rendah juga tidak menguntungkan perekonomian karena menggambarkan rendahnya daya beli dan permintaan masyarakat akan barang dan jasa yang pada gilirannya memperlambat pertumbuhan ekonomi.pendapatan yang diterima masyarakat menjadi sedikit dan jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin berkurang. Deflasi juga dapat menyebabkan suku bunga disuatu negara menjadi nol persen. kalangan perbankan dan pemerintah sangat berkepentingan terhadap perkembangan inflasi. Ini memang merupakan langkah paliatif untuk mencegah masyarakat menyimpan uangnya di bank yang dapat membuat peredaran uang semakin kecil. pelaku bisnis.

Harga barang dan jasa itu sendiri sebagian besar (79%) ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu interaksi antara penawaran dan permintaan. Oleh karena itu untuk mengetahui sumber pemicu inflasi. Penyesuaian nilai kontrak (contractual Payment). faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa yang berkaitan dengan daya beli masyarakat. 3. 4. kebijakan moneter dan kondisi perekonomian secara keseluruhan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan harga barang dan jasa. 2. . maka perlu diketahui hal-hal antara lain sebagai berikut: • • • 1. Tarif Dasar Listrik (TDL). distribusi dan stock. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran barang dan jasa seperti produksi. Pada tingkat mikro. Manfaat Inflasi Secara umum angka inflasi yang menggambarkan kecenderungan umum tentang perkembangan harga dan perubahan nilai dapat dipakai sebagai informasi dasar untuk pengambilan keputusan baik di tingkat ekonomi mikro atau makro baik fiskal maupun moneter. Selain itu pada tingkat korporat angka inflasi dapat dipakai untuk perencanaan pembelanjaan dan kontrak bisnis. Kebijakan fiskal pemerintah. Dengan demikian akan sulit juga memprediksi secara pasti besarnya tingkat inflasi yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang. 3. selera dan jumlah konsumen.Angka Inflasi merupakan angka gabungan (aggregat) dari perubahan harga sekelompok barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat dan dianggap mewakili seluruh barang dan jasa yang dijual di pasar. dapat memanfaatkan angka inflasi untuk dasar penyesuaian pengeluaran kebutuhan sehari-hari dengan pendapatan mereka yang relatif tetap. demikan pula sebaliknya. Penentuan target inflasi (Inflation Targeting). Secara spesifik kegunaan angka inflasi antara lain untuk: • • • • • 1. perilaku. Perilaku permintaan konsumen akan barang dan jasa juga dipengaruhi oleh faktor musim. rumahtangga/masyarakat misalnya. sebagian lagi (21%) ditentukan dengan kebijakan pemerintah seperti harga BBM. tarif angkutan dan lain-lain. 5. Mengingat begitu luasnya faktor-faktor sumber pemicu inflasi baik yang bersifat internal kondisi pasar itu sendiri maupun eksternal yaitu kebijakan pemerintah dan konsisi perekonomian makro yang saling terkait maka sulit diidentifikasi besarnya faktor tunggal penyebab inflasi. hari-hari raya/lebaran dan tahun ajaran baru. Eskalasi nilai proyek (Project Escalation). 2. Produksi yang berlebih dan distribusi barang yang lancar seperti terjadi pada musim panen raya akan menyebabkan kelebihan penawaran barang di pasar (excess supply) dan harga/inflasi akan turun. Indeksasi anggaran pendapatan dan belanja negara/APBN (Budget Indexation). Indeksasi upah dan tunjangan gaji pegawai (Wage-Indexation). Dalam lingkup yang lebih luas (makro) angka inflasi menggambarkan kondisi/stabilitas moneter dan perekonomian.

Pendidikan. Air. 2. Konsep dan Definisi • • • Inflasi: Kenaikan tingkat harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dalam persentase. Indeks Harga Konsumen (IHK): indeks yang memberikan informasi mengenai perkembangan rata-rata perubahan harga sekelompok tetap barang/ jasa yang pada umumnya dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu kurun waktu tertentu. daya beli uang menurun. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) harga barang/jasa kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Rokok dan Tembakau. Gas dan Bahan Bakar. Pada beberapa item juga terdapat beberapa kualitas/merk atau spesifikasi. Terdapat perbedaan frekuensi pengumpulan data harga antara komoditas yang satu dengan yg lain. Deflasi berarti penurunan harga barang dan jasa secara umum. Indeks harga konsumen tersebut merupakan indikator umum tingkat inflasi dalam dunia ekonomi. Perumahan. Sebagai pembagi PDB. yaitu Bahan Makanan. Listrik. Sebagai proxy perubahan biaya hidup (proxy of cost of living). Beragam jenis barang dan jasa tersebut diklasifikasikan kedalam 7 (tujuh) kelompok utama. Deflasi: Merupakan kebalikan dari inflasi. Data harga setiap komoditas diperoleh dari 3 atau 4 penjual/toko yang dikunjungi oleh petugas pengumpul data melalui wawancara langsung. Transportasi. Namun untuk beberapa barang/jasa musiman digunakan rumus rata-rata geometrik.Tiap kelompok terdiri atas beberapa sub kelompok. serta. Minuman. Metodologi • • • • • • • • Statistik harga terutama statistik harga konsumen/eceran dikumpulkan untuk kemudian digunakan untuk menghitung indeks harga. PDRB (GDP Deflator). Data harga beberapa komoditas makanan dikumpulkan dua mingguan. Data harga beberapa komoditas yang merupakan kebutuhan dasar dikumpulkan mingguan. Kesehatan.Hal tersebut bergantung pada karakteristik komoditas yang bersangkutan. Komunikasi. Rekreasi dan Olah Raga. dan Jasa Keuangan. Hal ini dapat menyebabkan kelesuan dalam dunia ekonomi. yaitu: 1. yaitu pada hari Senin dan Selasa. Pakaian. . diambil sampel satu atau beberapa pasar tradisional atau modern yang dianggap dapat mewakili harga barang dan jasa di kota/kabupaten tersebut. Saat terjadi inflasi. 3.441 jenis barang dan jasa. dan tiap sub kelompok terdiri atas beberapa item.• • 6. Data harga konsumen/eceran yang diperoleh dari 66 kota/kabupaten mencakup 284 . 7. yaitu hari Rabu dan Kamis pada minggu pertama dan ketiga. IHK di Indonesia dihitung dengan menggunakan metode Laspeyres termodifikasi. Untuk menghitung rata-rata harga dasar barang dan jasa digunakan rumus rata-rata hitung. Pengumpulan statistik harga dilakukan di 66 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dari tiap kota/kabupaten terpilih. Makanan Jadi. Data harga beras dikumpulkan setiap hari.

8. minuman. makanan olahan. rokok dan tembakau dikumpulkan bulanan selama 3 hari berturut-turut dimulai dari hari Selasa (Selasa. Rabu. Data harga jasa dikumpulkan bulanan dari hari pertama hingga hari ke-10 7. Untuk barang tahan lama. . Data harga komoditas makanan lainnya. dan Kamis) yang terdekat dengan tanggal 15 tiap bulannya. Data harga sewa rumah dikumpulkan bulanan dari hari pertama hingga hari ke-10. data harganya dikumpulkan bulanan dari hari ke-5 hingga hari ke-15 6.• • • • • 4. Upah pembantu dan Baby Sitter dicatat bulanan dari hari pertama hingga hari ke-10. 5. serta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful