PROSEDUR PENGAJUAN IJIN PENDIRIAN TAMAN PENITIPAN ANAK DAN KELOMPOK BERMAIN (PAUD) 1.

Lembaga Penyelenggra PAUD mengajukan ijin ke Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota cq. Dinas Pendidikan Tingkat Kabupaten/Kota atau Dinas Perijinan. Setelah mendapat Rekomendasi Teknis dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 2. Untuk itu langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh penyelenggara PAUD adalah : a. Penyelenggra mengisi Borang/Formulir dan melengkapi Pengajuan Ijin Pendirian Taman Penitipan anak/kelompok bermain (Form PAUD 1-01 sampai Form PAUD 1 -06)borang disediakan oleh penilik Dikmas/TLD Dikmas Di Kecamatan b. Penyelenggra harus mendapat persetujuan dan rekomendasi dari kelurahan/Desa setempat (Form PAUD 1 -07) c. Penyelenggara PAUD harus mendapat persetujuan dan rekomendasi dari cabang Dinas Pendidikan kecamatan melalui Penilik Dikmas/TLD di Kecamatan tersebut (FORM PAUD 1-08) d. Penyelenggara mengajukan Borang yang terisi ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah Kabupaten /Kota. Penyelenggara menerima tanda terima borang pendaftaran (Form PAUD 1 – 09) e. Dalam hal ijin dikeluarkan oleh Dinas Perijinan Kabupaten/kota. Dinas Pendidikan langsung memproses pengajuan ijin tersebut f. Dalam hal ijin dikeluarkan oleh Dinas Perijijanan Kabupaten/Kota Penyelenggara harus melampirkan hal-hal berikut dalam pengajuan pendirian PAUD 1. Copy akte PKBM/Yayasan oleh notaris 2. Identitas PKBM dan Lembaga Pendidikan (From PADU-02) 3. Daftar tenaga Pendidik dan Kualifikasinya (From PADU 1-03) dilampiri Copy Ijazah dan atau Sertifikasi masing-masing tenaga Pendidikan. 4. Rencana Jadwal kegiatan Pembelajaran 5. Gambaran situasi dan Gedung (Form PADU 1-04) 6. Surat Ketarangan tentang status tanah dan Bangunan 7. Keterangan kondisi Perlengkapan Pendidikan (Form PADU1-05) 8. Keterangan Kondisi sarana dan Perlengkapan Pendidikan (Form PADU 1-06) 9. Surat Rekomendasi dari Pemerintah Dasa/Kelurahan setempat (Form PADU 1-07) 10. Surat Rekomendasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kematan setempat(Form PADU 108) 11. Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pengelola

dan informal.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. kecerdasan emosi. yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini Infant (0-1 tahun) Toddler (2-3 tahun) Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun) Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun) . Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu: Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas. nonformal. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar). PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun. kecerdasan spiritual). Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah. yang diselenggarakan pada jalur formal. Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No. sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi. daya cipta.Pendidikan anak usia dini (PAUD) Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara. kecerdasan (daya pikir. sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

dalam hal ini pengelolaan lembaga menitik beratkan pada 4 komponen. Pengelolaan Keuangan Eksistensi lembaga harus dibangun sendiri mungkin dengan menentukan perencanaan yang jelas. Bentuk dan nama lembaga 4. Akta notaries pendirian yayasan.Data peserta didik . Pendidik dan Tenaga Kependidikan. bagaimanapun tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan praktik-praktik pengelolaan tenaga kerja dalam organisasi lainnya. Data keterangan yang berisi: . Setiap penyelenggaraan program PAUD baik lembaga maupun perorangan harus memperoleh ijin pendirian dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau instansi lain yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah setempat.Struktur Organisasi Masa berlaku ijin penyelenggaraan PAUD adalah 3 tahun sejak tanggal diterbitkannya SK. dimana bidang garapan dan keluarannya jelas berbeda dari bidang garapan dan keluaran perusahaan dan pemerintah atau lembaga lainnya.Surat keterangan kepemilikan bangunan .Data pengelola. 2. Sarana prasarana 4. atau disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh dinas terkait. yaitu: 1. pengaturan. Adanya aturan manajemen Program Pendidikan 2. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan ijin penyelenggaraan PAUD. Langkah-langkah tersebut harus dikonsepkan secara sistematis. Surat permohonan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. Adanya aturan manajemen Sumber Daya Manusia 3. Visi dan Misi lembaga 5. Suatu lembaga pendidikan agar dapat berjalan secara efektif dan efisien diperlukan adanya penataan. Manajemen dapat diartikan sebagai pengelolaan. camat dan penilik PLS Kecamatan. organisasi masyarakat maupun perorangan yang memiliki kepedulian terhadap PAUD. Karena pada kenyataannya masing-masing Dinas Kabupaten dan Kota mempunyai kebijakan sendiri (otonomi daerah).Surat ijin lingkungan diketahui RT/Kadus/Lurah . yaitu: 1. Peserta didik 3. Pengelolaan tenaga kerja. pengelolaan dan kegiatan lain yang sejenis. jumlah jam mengajar ) . 3.Manajemen PAUD Tinjauan tentang Manajemen Manajemen Umum Lembaga atau satuan PAUD sebagai salah satu bentuk layanan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. pemerintah. pendidik. 2. Program kegiatan mengajar 6. Hal tersebut sejalan dengan karakteristik aktifitas dunia pendidikan yang menjadi pembeda dengan aktivitas di bidang lainnya. Sarana dan prasarana 7. pengelolaan atas tenaga kerja ini berorientasi pada pembangunan pendidikan. pengasuh ( fotocopy SK Pengangkatan. Cq KaBid PLSPO yang diketahui oleh lurah. Adanya aturan manajemen Keuangan 4. Penyelenggaraan satuan PAUD dapat dilaksanakan oleh lembaga baik swasta. Demikian halnya dengan praktik-praktik pengelolaan tenaga pendidik. . ijazah terakhir.Denah lokasi . Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut diatas adalah: 1. Adanya aturan manajemen Sarpras Pengelolaan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dalam dunia pendidikan.

menyimpulkan bahwa para educator atau tenaga pendidik professional dan semiprofesional dalam pendidikan Anak Usia Dini direkomendasikan untuk memiliki sejumlah kompetensi yaitu kompetensi akademik. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat (6) disebutkan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. dimana seorang professional paling tidak mempunyai 3 unsur utama yaitu: 1. atau kerjasama dengan instansi lain.Kesehatan fisik . b. Dedi Supriadi (1999:176) menyatakan bahwa tenaga pendidik PAUD semestinya disiapkan secara professional. Rekruitmen / Perekrutan Tenaga Kependidikan 2. Komitmen dalam tugasnya.Pendidik PAUD sebagai sumber belajar merupakan salah satu komponen pening dalam menentukan keberhasilan program PAUD karena pendidik terlibat langsung dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan proses pembelajaran. c. Standar-standar seleksi misalnya: .Umur .Keterampilan Komunikasi . fasilitator. Menentukan persyaratan bagi pelamar sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditetapkan baik administrasi maupun akademis. disiapkan secara khusus melalui lembaga pendidikan dengan kualifikasi tertentu.Faktor lain yang ditetapkan penguasa Pembinaan/Pengembangan Tenaga Pendidik Pembinaan atau pengembangan tenaga pendidik merupakan usaha mendayagunakan.Motivasi . instruktur. 3.Tujuan-tujuan .Minat . Menyebarluaskan pengumuman tentang kebutuhan tenaga pendidik dalam berbagai jenis dan kualifikasinya sebagaimana proses perencanaan yang telah ditetapkan. konselor.Sikap dan nialai-nilai . dapat melalui media publikasi atau rekomendasi terbatas. Manajemen Pendidik 1. widyaiswara. Pembinaan 3. Pemberhentian / Mutasi Perekrutan Tenaga Pendidik Perekrutan tenaga pendidik merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh lembaga atau yayasan untuk memperoleh tenaga pendidik yang dibutuhkan. yaitu: a. personal. Kompetensi Pendidik PAUD Hasil Seminar Nasional dan Workshop tentang PAUD yang diselenggarakan oleh DitJen PLS Th 2003. sikap terhadap pekerjaannya dan ketrampilan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan suatu program pembinaan tenaga pendidik biasanya diselenggarakan atas asumsi adanya berbagai kekurangan dilihat dari tuntutan organisasi. Langkah-langkah penting dalam proses perekrutan sebagai kelanjutan perencanaan tenaga pendidik. 2.Kepantasan bekerja di Dunia Pendidikan . Menyelenggarakan pengujian berdasarkan standar seleksi dan dengan menggunakan teknikteknik seleksi atau cara-cara tertentu yang dibutuhkan.Pengalaman .Pengetahuan Umum .Penampilan . atau karena adanya kehendak dan kebutuhan untk tumbuh dan berkembang dikalangan tenaga kependidikan itu sendiri. Dalam UU No.Kesehatan mental .Pendidikan . pamong belajar. wawasan berpikirnya. memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap tenaga pendidik yang ada. dosen. Tujuan dari kegiatan pembinaan ini adalah tumbuhnya kemampuan setiap tenaga pendidik yang meliputi pertumbuhan keilmuannya. Pendidikan yang memadai. professional. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Keahlian dalam bidangnya. dan sosiointerpersonal (social). . tutor.

berubah ingatan dan sebagainya. 9. seminar.workshop. Banyak alasan yang menyebabkan seorang tenaga pendidik berhenti dari pekerjaannya (PHK). dan sebagainya.Form tugas keluar . Karena yang bersangkutan melakukan penyelewengan atau tindakan pidana. 2. c.Data staff .Ijazah . kesejahteraan dan intensif sebagai imbalannya guna menjamin terpenuhinya secara optimal kebutuhan social ekonomis maupun kebutuhan social-psikologis. melanggar peraturan disiplin. Pembinaan tenaga pendidik sebenarnya dirancang untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dalam jabatan. dan menyediakan bentuk-bentuk penghargaan. Pembinaan tenaga pendidik berorientasi pada perubahan tingkah laku dalam rangka peningkatan kemampuan professional dan atau teknis untuk pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai denagn posisinya masing-masing. misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan. misalnya melanggar peraturan yang berlaku seperti melanggar sumpah jabatan. Cara yang lebih popular dalam membina dan mengembangkan tenaga pendidik dilakukan melalui penataran (inservice training) baik dalam rangka penyegaran (refreshing) maupun dalam rangka peningkatan kemampuan mereka (up-grading) atau bersama-sama (collaborative effort). 6. mengidap penyakit yang membahayakan diri dan lingkungan. Karena meninggalkan tugas dalam jangka waktu tertentu sebagai pelanggaran atas ketentuan yang berlaku. Pembinaan tenaga pendidik dilaksanakan untuk mendorong meningkatkan kontribusi setiap individu terhadap organisasi pendidikan atau system sekolah. kegiatan-kegiatan remedial. seperti cacat karena suatu hal yang menyebabkan tidak mampu lagi bekerja.KK . (misalnya magang). karena adanya penyederhanaan organisasi yang menyebabkan adanya penyederhanaan tugas disatu pihak lain diperoleh kelebihan tenaga kerja 5. Karena mencapai batas usia pensiun menurut ketentuan yang berlaku 4. one-service training. yaitu: a. pengembangan profesi.Form permohonan ijin . yaitu: Administrasi Kepegawaian: . symposium.Daftar penerimaan gaji . e. Karena yang bersangkutan tidak cukup cakap jasmani maupun rohani. diskusi panel. b. d.Riwayat Kesehatan Administrasi kelembagaan: . Administrasi yang diperlukan untuk pengelolaan tenaga pendidik.Curriculum Vitae .SK Mengajar . 7. konferensi. yaitu: 1. baik karena kebutuhan-kebutuhan yang berorientasi terhadap lowongan jabatan/posisi dimasa yang akan datang. Karena ijin mengembangkan diri. Penilaian kinerja ybs menurun meskipun sudah diberikan peringatan oleh atasan. Karena meninggal dunia atau karena hilang sebagaimana dinyatakan oleh pejabat yang berwenang. 8. on the job training. Pembinaan tenaga pendidik dirintis dan diarahkan untuk mendidik dan melatih seseorang sebelum maupun sesudah menduduki jabatan/posisi. Pendidik tenaga pendidik patut dilakukan untuk semua jenis tenaga pendidik. korupsi dan sebagainya. pemeliharaan motivasi kerja dan ketahanan organisasi pendidikan. pemecahan masalah.Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penyelenggarakan pembinaan tenaga pendidik ini. rapat-rapat.Daftar hadir staff . Karena permintaan sendiri untuk berhenti 3. Pemberhentian Tenaga Pendidik Pemberhentian tenaga pendidik merupakan proses yang membuat seseorang tenaga pendidik tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaan atau fungsi jabatannya baik untuk sementara waktu maupun untuk selama-lamanya.

Form evaluasi staff secara berkala ..

Syarat-syarat pendaftaran Syarat-syarat pendaftaran ditentukan oleh lembaga sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pencatatan dan pelaporan kemajuan peserat didik Kegiatan ini sangat diperlukan sejak diterima di sekolah itu sampai mereka tamat atau meninggalkan sekolah tersebut. . 3. 2. Pengumuman Setelah pengumuman penerimaan peserta didik baru. yaitu mulai masuknya peserta didik sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah atau suatu lembaga. yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah. Dengan demikian pengelolaan peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan/pengelolaan data peserta didik saja. pameran. Buku ini berisi catatan tentang peserta didik yang masuk pada sekoalh tersebut. Hal ini untuk memudahkan pencarian data peserta didik jika sewaktu-waktu diperlukan. minat. Buku Klaper Pencatatan buku ini dapat diambil dari buku induk. dilakukan sosialisasi aturan-aturan sekolah yang wajib dipenuhi oleh peserta didik baru. Setiap pencatatn peserta didik disertai denagn nomor pokok atau stambuk. Misalnya: .Pengelolaan Peserta Didik Pengertian Pengelolaan Peserta Didik Pengelolaan peserta didik menurut Hendayat Soetopo dan Wanty Soemanto (1982) adalah merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik. Daftar Presensi Daftar hadir peserta didik sangat penting sebab frekuensi kehadiran setiap peserta didik dapat diketahui/dikontrol. keterangan mengenai keadaan keluarga. 4. Rekruitmen Peserta Didik Setiap tahun ajaran baru. sekolah disibukkan oleh penerimaan siswa baru. Buku catatan pribadi peserta didik Buku catatan peserta didik ini lebih lengkaplagi tentang data setiap peserat didik. bias melalui media massa. Pencatatan dan perlengkapan yang diperlukan berupa: 1.Dan persyaratan yang lain yang sudah ditentukan yang dianggap perlu oleh lembaga. tetapi penulisannya disusun berdasarkan abjad. penyebaran brosur. Seleksi Seleksi dilakukan apabila jumlah pendaftarnya melebihi daya tampung yang tersedia. Buku Induk Buku ini disebut juga buku pokok atau stambuk. 2.Mengisi formulir . Buku ini antara lain berisi: identitas peserta didik. dll. 4. melainkan meliputi aspek yang lebih luas. keadaan jasmani dan kesehatan.Mengumpulkan foto . 3. pengumuman sekolah. riwayat pendidikan serta hasil belajar. dan cita-cita) dan juga kegiatan diluar sekolah. kepala sekolah terlebih dahulu membentuk panitia. Sebelum kegiatan ini dimulai. Kegiatan yang disiapkan yaitu: 1. open house.Membayar administrasi . Pendaftaran Jadwal penerimaan peserta didik tersebut disebarluaskan kepada masyarakat. dan dilengkapi pula dengan data lain setiap peserta didik. data psikologi (sikap.

yaitu: a. Pembelian dengan biaya SPP c. . Manajemen Sarana Prasarana Yang dimaksud dengan Prasarana pendidikan adalah bangunan sekolah dan alat perabot sekolah yang berperan dalam proses belajar mengajar walaupun secara tidak langsung. 4. ada peserta didik pindahan dan ada yang keluar. Buku Pembelian c. 3. Barang tidak Habis Pakai Penggunaan barang habis pakai harus digunakan secara maksimal dan dipertanggungjawabkan pada tiap triwulan. Daftar mutasi itu digunakan untuk mencatat keluar masuknya peserta didik dalam setiap bulan. . Laporan perkembangan peserta didik . Pemakaian Dari segi pemakaian atau penggunaan terutama alat perlengkapan dapat dibedakan atas: a. Pembelian dengan biaya dari pemerintah b. Penentuan Kebutuhan Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau fasilitas yang lain lebih dahulu harus melihat kekayaan yang ada baru bisa menentukan sarana apa yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah tersebut. Hal ini karena keadaan jumlah peserta didik tidak tetap. termasuk mereka yang melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya. 6. Buku daftar mutasi anak didik Untuk mengetahui jumlah anak didik yang tepat.5. Buku Penghapusan d.Laporan perkembangan peserta didik diperoleh dari hasil observasi guru dan analisa kegiatan anak didik sehingga orang tua dapat memperoleh informasi tentang perkembangan anak secara actual. semester atau setahun. mingguan atau bulanan yang isinya berupa informasi dari guru tentang kegatan yang diikuti oleh anak dan kemajuan perkembangan anak selama mengikuti kegiatan disekolah. Pencatatan / pengurusan Untuk keperluan pengurusan dan pencatatan ini disediakan instrumen administrasi berupa: a. 2. Sedangkan penggunaan barang tidak habis pakai atau barang tetap dipertanggung jawabkan satu tahun sekali sehingga diperlukan adanya pemeliharaan dan barangbarang tersebut disebut dengan barang inventaris. Bantuan dari masyarakat lainnya. Kartu Barang 5. yaitu: 1. Bantuan dari BP3 atau komite sekolah d. Barang Habis Pakai b. Proses pengadaan Dalam upaya proses pengadaan sarana pendidikan dapat diperoleh dengan beberapa jalan yang bisa ditempuh. Garis besar tentang manajemen Sarana Prasarana meliputi hal-hal dibawah ini. Buku inventaris b.Melalui buku komunikasi yang diberikan secara harian. Pertanggungjawaban Penggunaan barang-barang inventaris sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut yang ditujukan kepada instansi atasan. sekolah atau lembaga harus mempunyai buku/daftar mutasi peserta didik.

contoh untuk gaji pegawai. Penyelenggaraan kurikulum. biaya perawatan gedung. contoh: kwitansi. contoh untuk kegiatan fisik yaitu pembuatan gedung. Jangan sampai mengurangi jumlah murid sekolah lain yang sudah ada. b. sasaran optimal yang harus diperhatikan yaitu: a. 3. Pendayagunaan fasilitas 6. di samping itu diusahakan mutu pendidikan yang lebih berbobot dan mempunyai relevansi dengan pembangunan. biaya ujian. Membangun sekolah ditempat yang belum ada sekolah khususnya daerah terpencil c. Tujuan dari pemetaan sekolah yaitu: Menata jaringan sekolah Meningkatkan mutu pendidikan Perencanaan dalam menentukan lokasi sekolah (membuka Cabang sekolah baru) Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemetaan sekolah. dimana sumber-sumber yang ada dapat digunakan secara optimal. . Anggaran rutin. Membuat Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS) 2. antara lain : 1. Buku kas tabelaris 3. Anggaran Pembangunan. Buku kas umum 2. Prosedur manajemen keuangan yaitu: 1. untuk non fisik yaitu : Pelatihan atau Diklat pendidik. Apabila akan membangun sebuah lembaga sekolah. antara lain: a. Sumber keuangan pendidikan berasal dari: Anggaran Negara.dll.Manajemen Keuangan Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan keuangan. Jaringan transportasi 5. Instrumen administrasi keuangan. Lembaga pendidikan yang sudah ada 4. Accounting / Pembukuan Yaitu proses pencatan transaksi penggunaan dana untuk pertanggungjawaban. Surat pertanggungjawaban (SPJ). demikian pula dengan sekolah. Perkembangan pemukiman penduduk 2. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) b. Membangun sekolah ditempat yang banyak anak usia sekolah b. Perkembangan anak usia sekolah 3. Daftar Pembayaran SPP 6. Iuran BP3/ Komite sekolah c. daftar penerimaan gaji 5. Budgeting / penganggaran Yang termasuk dalam kegiatan ini yaitu penggalian sumber dana dan merancang penggunaan dana tersebut. yaitu: 1. Rencana Anggaran Pendapatan dab Belanja Sekolah (RAPBS) Pemetaan Sekolah (School Maping) Metode perencanaan pendidikan secara mikro yang berupa proses penataan atau penataan kembali jaringan yang baru dengan daya tampung yang lebih besar. Auditing Pertanggungjawaban atau pengecekan antara laporan/pencatatan dengan hasil sesungguhnya dilapangan. Dana Masyarakat Yang termasuk dana masyarakat yaitu: a. Daftar permintaan/penerimaan gaji (oleh bagian keuangan) 4. Bantuan atau hibah dan lainnya yang sah menurut aturan yang ada.

menginformasikan kebijakan dan prosedur kebawahan. Komunikasi Horizontal Ketika komunikasi terjadi di antara anggota kelompok kerja yang sama. survei tingkat karyawan. Cukup murid e.5 Km perjalanan d. dan menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi. d Dengan keterangan: E = Jumlah murid dalam daerah jangkauan p = koefisien untuk daerah jangkauan berbentuk lingkaran d = kepadatan penduduk usia sekolah /Km2 r = jarak terjauh dari sekolah Komunikasi Organisasi Pendidikan Hal yang tidak kalah penting dalam proses manajemen Pendidikan adalah proses komunikasi organisasi. Komunikasi horizontal diperlukan untuk menghemat waktu dan mempermudah koordinasi. Tidak ada kelompok atau lembaga yang dapat bertahan tanpa komunikasi. diskusi atasan bawahan. Jauh dari tempat yang ramai c. dinamakan sebagai komunikasi horizontal. dan organisasi secara umum. kotak saran. Beberapa contoh tentang komunikasi ke atas adalah laporan kinerja yang disiapkan oleh manajemen yang lebih rendah untuk ditinjau ulang oleh manajemen puncak. dan mengemukakan umpan balik tentang kinerja. Manajer juga mengandalkan komunikasi ke atas untuk memperoleh gagasan mengenai cara memperbaiki kondisi. menginformasikan mereka mengenai kemajuan ke sasaran. Komunikasi ke atas menyebabkan para manajer menyadari perasaan para karyawan terhadap pekerjaannya. untuk dimensi vertical dapat dibagi lebih lanjut menjadi ke arah bawah dan ke atas. diantara anggota kelompok kerja tingkat yang sama atau diantara setiap personelyang secara horizontal ekuivalen. Yang dimaksud dengan komunikasi organisasi pendidikan adalah proses penyampaian pesan dari pihak satu kepihak lain dalam lingkungan organisasi pendidikan. Dimana komunikasi organisasi harus terpelihara dengan baik agar keberlangsungan lembaga semakin berkembang. Pola ini digunakan pemimpin lembaga dan manajer untuk menetapkan sasaran. Arah komunikasi Komunikasi dapat mengalir secara vertical atau horizontal. Ke Atas Komunikasi keatas mengalir ke tingkat yang lebih tinggi dalam lembaga atau organisasi. Mudah dijangkau b. r2 . komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan melalui penyampaian data. yaitu: a.Dalam menentukan lokasi yang ideal untuk sekolah baru ada beberapa hal yang harus diperhatikan. memberikan intruksi pekerjaan. prosedur keluhan. Komunikasi ini digunakan untuk memberikan umpan balik ke atasan. . rekan sekerjanya. Tidak bertolak belakang dengan perkembangan pemikiran (primitif) Untuk menentukan daerah jangkauan digunakan rumus: E = p . Ke Bawah Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam kelompok atau organisasi ketingkat yang lebih bawah disebut dengan komunikasi ke bawah. Lama tempuh tidak melebihi 15 menit atau 1.

surat. tertulis. dan desus-desus informal adalah bentuk-bentuk popular dari komunikasi lisan. dan jarak fisik antara pengirim dan penerima. percakapan dua orang. b. diskusi kelompok. . Hambatan Personal/Individu Hambatan ini disebabkan beberapa faktor diantaranya. selain itu kekurangan besar lainnya adalah dalam hal umpan balik. c. Semakin banyak orang yang dilewati pesan itu. email. Hambatan Komunikasi Sejumlah hambatan dalam komunikasi dapat mengganggu atau memperlambat komunikasi yang efektif. laporan berkala organisasi. Hambatan-hambatan tersebut digolongkan dalam: a. pidato. sikap egosentris. intonasi atau tekanan yang kita berikan pada kata-kata.Komunikasi antar Pribadi Bagaimana cara anggota dalam sebuah lembaga menyampaikan ide diantara mereka? Ada tiga metode dasar yang digunakan yaitu komunikasi lisan. Namun komunikasi ini juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya adalah bahwa pesan tertulis akan memakan waktu lebih lama. pesan dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tidak terbatas. Bisa dikatakan bahwa setiap gerakan tubuh mempunyai makna dan tidak ada gerakan yang bersifat kebetulan. ekspresi wajah. 3. teknik dan metode komunikasi yang kurang tepat. diantaranya: kecemasan. Komunikasi Lisan Sarana utama untuk menyampaikan pesan adalah komunikasi lisan. Hambatan Organisasional Penyebab dari hambatan komunikasi yang berasal dari organisasi atau lembaga yaitu sitem birokrasi dan struktur organisasi yang kurang sesuai untuk semua anggota organisasi. Hambatan Teknis Yang termasuk kedalam hambatan teknis yaitu kesalahan komunikasi yang disebabkan akibat buruknya sarana. perbedaan persepsi. pengiriman faksimili. dan non-verbal. Komunikasi Tertulis Komunikasi tertulis mencakup memo. 1. 2. semakin besar pula kemungkinan terjadinya distorsi atau kesalahan. sedangkan kerugian komunikasi lisan adalah ketika pesan tersebut melewati sejumlah orang. sikap otoriter. Keuntungan dari komunikasi lisan adalah kecepatan dan umpan balik yang dihasilkannya. dan informasi berlebih. pengumuman dipapan bulletin. Keuntungan dari komunikasi dengan cara ini adalah karena berwujud dan dapat dibuktikan. Komunikasi Non-Verbal Komunikasi non-verbal mencakup gerakan tubuh. yaitu: · Sematik atau perbedaan bahasa · Kelebihan informasi · Hambatan perilaku. atau alat-alat lain yang dikirimkan via kata-kata atau symbol tertulis.

keuntungan bergabung dengan HIMPAUD adalah kita dapat saling berbagi dan juga mendapat informasi tentang bantuan-bantuan pemerintah. lapor ke kelurahan dan minta dibuatkan SK PAUD. HIMPAUD adalah Himpunan PAUD yang ada di beberapa wilayah. rumah anda pun sudah bisa dijadikan sebagai tempat belajar. bila anda tidak ingin mengikutsertakan POSYANDU atau di daerah lingkungan anda tidak ada POSYANDU maka dirikan PAUD secara mandiri dengan cara melalui yayasan. bila langkah ini terlalu susah maka anda disarankan untuk mencari HIMPAUD terlebih dahulu di daerah sekitar anda. sediakan tempat untuk kegiatan PAUD. tidak perlu sebuah bangunan besar. Informasi ini saya bagi kepada anda untuk mempermudah pendirian PAUD didaerah anda. lalu baru dirikan PAUD dengan cara merekrut anak umur 4-5 tahun. lalu dikecamatan mintalah untuk dibuatkan SK pendirian PAUD dan surat rekomendasi izin operasional. 2. SK pengangkatan kepala sekolah (bila dari BKB) dan surat rekomendasi SK pendirian PAUD kekecamatan dengan melampirkan proposal pendirian PAUD. sedangkan. 6. maka disarankan untuk berkoordinasi dengan pengurus POSYANDU untuk mendirikan BKB (Bina Keluarga Balita) terlebih dahulu dengan merekrut anak umur 0-4 tahun beserta ibunya. 5. 3. bila anda kurang mengerti ajaklah pengurus POSYANDU dalam kegiatan BKB. mereka bertugas untuk mengelola PAUD-PAUD yang ada di satu kelurahan. 4. jika dilingkungan anda ada POSYANDU. setelah semuanya lengkap. maka anda bisa mendirikan PAUD secara legal dengan cara membawa semua berkas yang disebutkan diatas dan proposal PAUD anda. jangan takut bila PAUD anda belum memiliki izin operasinal. bila anda ingin mendirikan paud maka langkahlangkah yang harus dilakukan adalah: 1. setelah itu. saya sendiri sedang mendirikan PAUD di daerah kampung ceger kelurahan jurang mangu barat kecamatan pondok aren kota tangerang selatan. Lapor diri kepada RT/RW setempat dalam pendirian PAUD dan minta bukti secara tertulis. karena masih jarang PAUD yang mempunyai izin operasioanl. maka kemudian UPTD kecamatan akan mensurvei PAUD anda untuk melakukan uji kelayakan. maka dari situ maka anda akan di bimbing agar PAUD yang anda kelola dapat berjalan lancar. jalankan saja kegiatan PAUD anda secara biasa sambil menunggu izin operasional turun karena pembuatan izin tersebut memakan waktu yang lama. pendirian yayasan bisa didirikan bersamaan dengan PAUD. .Yuriqa Ridianto saya membuat topik ini untuk berbagi informasi kepada teman-teman sekalian yang bila ingin mendirikan PAUD di lingkungan rumah anda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful