PROSEDUR PENGAJUAN IJIN PENDIRIAN TAMAN PENITIPAN ANAK DAN KELOMPOK BERMAIN (PAUD) 1.

Lembaga Penyelenggra PAUD mengajukan ijin ke Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota cq. Dinas Pendidikan Tingkat Kabupaten/Kota atau Dinas Perijinan. Setelah mendapat Rekomendasi Teknis dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 2. Untuk itu langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh penyelenggara PAUD adalah : a. Penyelenggra mengisi Borang/Formulir dan melengkapi Pengajuan Ijin Pendirian Taman Penitipan anak/kelompok bermain (Form PAUD 1-01 sampai Form PAUD 1 -06)borang disediakan oleh penilik Dikmas/TLD Dikmas Di Kecamatan b. Penyelenggra harus mendapat persetujuan dan rekomendasi dari kelurahan/Desa setempat (Form PAUD 1 -07) c. Penyelenggara PAUD harus mendapat persetujuan dan rekomendasi dari cabang Dinas Pendidikan kecamatan melalui Penilik Dikmas/TLD di Kecamatan tersebut (FORM PAUD 1-08) d. Penyelenggara mengajukan Borang yang terisi ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah Kabupaten /Kota. Penyelenggara menerima tanda terima borang pendaftaran (Form PAUD 1 – 09) e. Dalam hal ijin dikeluarkan oleh Dinas Perijinan Kabupaten/kota. Dinas Pendidikan langsung memproses pengajuan ijin tersebut f. Dalam hal ijin dikeluarkan oleh Dinas Perijijanan Kabupaten/Kota Penyelenggara harus melampirkan hal-hal berikut dalam pengajuan pendirian PAUD 1. Copy akte PKBM/Yayasan oleh notaris 2. Identitas PKBM dan Lembaga Pendidikan (From PADU-02) 3. Daftar tenaga Pendidik dan Kualifikasinya (From PADU 1-03) dilampiri Copy Ijazah dan atau Sertifikasi masing-masing tenaga Pendidikan. 4. Rencana Jadwal kegiatan Pembelajaran 5. Gambaran situasi dan Gedung (Form PADU 1-04) 6. Surat Ketarangan tentang status tanah dan Bangunan 7. Keterangan kondisi Perlengkapan Pendidikan (Form PADU1-05) 8. Keterangan Kondisi sarana dan Perlengkapan Pendidikan (Form PADU 1-06) 9. Surat Rekomendasi dari Pemerintah Dasa/Kelurahan setempat (Form PADU 1-07) 10. Surat Rekomendasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kematan setempat(Form PADU 108) 11. Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pengelola

kecerdasan (daya pikir. Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar). yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu: Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas. Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No. Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini Infant (0-1 tahun) Toddler (2-3 tahun) Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun) Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun) . sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. kecerdasan spiritual). yang diselenggarakan pada jalur formal. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara. sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi. daya cipta. nonformal. kecerdasan emosi. PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun.Pendidikan anak usia dini (PAUD) Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. dan informal.

Adanya aturan manajemen Keuangan 4.Data pengelola. Suatu lembaga pendidikan agar dapat berjalan secara efektif dan efisien diperlukan adanya penataan. Akta notaries pendirian yayasan.Surat keterangan kepemilikan bangunan . camat dan penilik PLS Kecamatan.Struktur Organisasi Masa berlaku ijin penyelenggaraan PAUD adalah 3 tahun sejak tanggal diterbitkannya SK. Demikian halnya dengan praktik-praktik pengelolaan tenaga pendidik. pengelolaan dan kegiatan lain yang sejenis. . dalam hal ini pengelolaan lembaga menitik beratkan pada 4 komponen. Hal tersebut sejalan dengan karakteristik aktifitas dunia pendidikan yang menjadi pembeda dengan aktivitas di bidang lainnya. atau disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh dinas terkait. Pengelolaan Keuangan Eksistensi lembaga harus dibangun sendiri mungkin dengan menentukan perencanaan yang jelas. pemerintah. pengasuh ( fotocopy SK Pengangkatan. Visi dan Misi lembaga 5. Adanya aturan manajemen Sarpras Pengelolaan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dalam dunia pendidikan. Karena pada kenyataannya masing-masing Dinas Kabupaten dan Kota mempunyai kebijakan sendiri (otonomi daerah). bagaimanapun tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan praktik-praktik pengelolaan tenaga kerja dalam organisasi lainnya. 2. yaitu: 1.Surat ijin lingkungan diketahui RT/Kadus/Lurah . Sarana prasarana 4. yaitu: 1. dimana bidang garapan dan keluarannya jelas berbeda dari bidang garapan dan keluaran perusahaan dan pemerintah atau lembaga lainnya. Program kegiatan mengajar 6. ijazah terakhir. Cq KaBid PLSPO yang diketahui oleh lurah. 2. Penyelenggaraan satuan PAUD dapat dilaksanakan oleh lembaga baik swasta. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan ijin penyelenggaraan PAUD. Surat permohonan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. Adanya aturan manajemen Program Pendidikan 2. Peserta didik 3. Bentuk dan nama lembaga 4. 3. jumlah jam mengajar ) .Denah lokasi .Manajemen PAUD Tinjauan tentang Manajemen Manajemen Umum Lembaga atau satuan PAUD sebagai salah satu bentuk layanan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. pendidik. Setiap penyelenggaraan program PAUD baik lembaga maupun perorangan harus memperoleh ijin pendirian dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau instansi lain yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah setempat. Langkah-langkah tersebut harus dikonsepkan secara sistematis. pengaturan. Adanya aturan manajemen Sumber Daya Manusia 3. Manajemen dapat diartikan sebagai pengelolaan. organisasi masyarakat maupun perorangan yang memiliki kepedulian terhadap PAUD. Sarana dan prasarana 7. Pendidik dan Tenaga Kependidikan.Data peserta didik . Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut diatas adalah: 1. Pengelolaan tenaga kerja. Data keterangan yang berisi: . pengelolaan atas tenaga kerja ini berorientasi pada pembangunan pendidikan.

Tujuan dari kegiatan pembinaan ini adalah tumbuhnya kemampuan setiap tenaga pendidik yang meliputi pertumbuhan keilmuannya.Minat . dan sosiointerpersonal (social). Manajemen Pendidik 1. pamong belajar.Pengetahuan Umum . sikap terhadap pekerjaannya dan ketrampilan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan suatu program pembinaan tenaga pendidik biasanya diselenggarakan atas asumsi adanya berbagai kekurangan dilihat dari tuntutan organisasi. 2. 3. Menyelenggarakan pengujian berdasarkan standar seleksi dan dengan menggunakan teknikteknik seleksi atau cara-cara tertentu yang dibutuhkan. atau kerjasama dengan instansi lain.Kesehatan mental .Pengalaman . dimana seorang professional paling tidak mempunyai 3 unsur utama yaitu: 1. . personal. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat (6) disebutkan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. Langkah-langkah penting dalam proses perekrutan sebagai kelanjutan perencanaan tenaga pendidik.Sikap dan nialai-nilai . Pemberhentian / Mutasi Perekrutan Tenaga Pendidik Perekrutan tenaga pendidik merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh lembaga atau yayasan untuk memperoleh tenaga pendidik yang dibutuhkan.Pendidik PAUD sebagai sumber belajar merupakan salah satu komponen pening dalam menentukan keberhasilan program PAUD karena pendidik terlibat langsung dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan proses pembelajaran. wawasan berpikirnya. memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap tenaga pendidik yang ada.Pendidikan . professional. menyimpulkan bahwa para educator atau tenaga pendidik professional dan semiprofesional dalam pendidikan Anak Usia Dini direkomendasikan untuk memiliki sejumlah kompetensi yaitu kompetensi akademik. Pendidikan yang memadai. konselor. Menentukan persyaratan bagi pelamar sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditetapkan baik administrasi maupun akademis.Keterampilan Komunikasi . tutor. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan.Motivasi . yaitu: a. dosen. Dedi Supriadi (1999:176) menyatakan bahwa tenaga pendidik PAUD semestinya disiapkan secara professional. atau karena adanya kehendak dan kebutuhan untk tumbuh dan berkembang dikalangan tenaga kependidikan itu sendiri.Faktor lain yang ditetapkan penguasa Pembinaan/Pengembangan Tenaga Pendidik Pembinaan atau pengembangan tenaga pendidik merupakan usaha mendayagunakan. instruktur. Menyebarluaskan pengumuman tentang kebutuhan tenaga pendidik dalam berbagai jenis dan kualifikasinya sebagaimana proses perencanaan yang telah ditetapkan.Tujuan-tujuan .Umur . Keahlian dalam bidangnya. b. disiapkan secara khusus melalui lembaga pendidikan dengan kualifikasi tertentu.Kesehatan fisik . Rekruitmen / Perekrutan Tenaga Kependidikan 2.Penampilan . Standar-standar seleksi misalnya: . Kompetensi Pendidik PAUD Hasil Seminar Nasional dan Workshop tentang PAUD yang diselenggarakan oleh DitJen PLS Th 2003. widyaiswara. Pembinaan 3. Dalam UU No. fasilitator. c. Komitmen dalam tugasnya. dapat melalui media publikasi atau rekomendasi terbatas.Kepantasan bekerja di Dunia Pendidikan .

rapat-rapat. konferensi.Data staff .Daftar penerimaan gaji .workshop. Pembinaan tenaga pendidik sebenarnya dirancang untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dalam jabatan.SK Mengajar . misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan. 9. 6. seperti cacat karena suatu hal yang menyebabkan tidak mampu lagi bekerja. 2. seminar. dan menyediakan bentuk-bentuk penghargaan. diskusi panel. berubah ingatan dan sebagainya.Form permohonan ijin . Karena yang bersangkutan melakukan penyelewengan atau tindakan pidana. dan sebagainya. kesejahteraan dan intensif sebagai imbalannya guna menjamin terpenuhinya secara optimal kebutuhan social ekonomis maupun kebutuhan social-psikologis. pemecahan masalah. korupsi dan sebagainya. mengidap penyakit yang membahayakan diri dan lingkungan. (misalnya magang). one-service training. Karena meninggal dunia atau karena hilang sebagaimana dinyatakan oleh pejabat yang berwenang. yaitu: 1. 8. yaitu: a. Karena meninggalkan tugas dalam jangka waktu tertentu sebagai pelanggaran atas ketentuan yang berlaku. kegiatan-kegiatan remedial. pemeliharaan motivasi kerja dan ketahanan organisasi pendidikan. yaitu: Administrasi Kepegawaian: .KK . on the job training. pengembangan profesi. Pembinaan tenaga pendidik dilaksanakan untuk mendorong meningkatkan kontribusi setiap individu terhadap organisasi pendidikan atau system sekolah. karena adanya penyederhanaan organisasi yang menyebabkan adanya penyederhanaan tugas disatu pihak lain diperoleh kelebihan tenaga kerja 5. Karena ijin mengembangkan diri.Curriculum Vitae . Karena mencapai batas usia pensiun menurut ketentuan yang berlaku 4. symposium. Banyak alasan yang menyebabkan seorang tenaga pendidik berhenti dari pekerjaannya (PHK).Form tugas keluar . 7. e.Ijazah . Pemberhentian Tenaga Pendidik Pemberhentian tenaga pendidik merupakan proses yang membuat seseorang tenaga pendidik tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaan atau fungsi jabatannya baik untuk sementara waktu maupun untuk selama-lamanya. Administrasi yang diperlukan untuk pengelolaan tenaga pendidik. Pembinaan tenaga pendidik dirintis dan diarahkan untuk mendidik dan melatih seseorang sebelum maupun sesudah menduduki jabatan/posisi. c. Cara yang lebih popular dalam membina dan mengembangkan tenaga pendidik dilakukan melalui penataran (inservice training) baik dalam rangka penyegaran (refreshing) maupun dalam rangka peningkatan kemampuan mereka (up-grading) atau bersama-sama (collaborative effort).Daftar hadir staff . Pembinaan tenaga pendidik berorientasi pada perubahan tingkah laku dalam rangka peningkatan kemampuan professional dan atau teknis untuk pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai denagn posisinya masing-masing. d. melanggar peraturan disiplin. Pendidik tenaga pendidik patut dilakukan untuk semua jenis tenaga pendidik. b. baik karena kebutuhan-kebutuhan yang berorientasi terhadap lowongan jabatan/posisi dimasa yang akan datang. misalnya melanggar peraturan yang berlaku seperti melanggar sumpah jabatan. Penilaian kinerja ybs menurun meskipun sudah diberikan peringatan oleh atasan.Riwayat Kesehatan Administrasi kelembagaan: . Karena yang bersangkutan tidak cukup cakap jasmani maupun rohani.Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penyelenggarakan pembinaan tenaga pendidik ini. Karena permintaan sendiri untuk berhenti 3.

Form evaluasi staff secara berkala ..

Pencatatan dan perlengkapan yang diperlukan berupa: 1. Pengumuman Setelah pengumuman penerimaan peserta didik baru. Kegiatan yang disiapkan yaitu: 1. data psikologi (sikap. 2. Dengan demikian pengelolaan peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan/pengelolaan data peserta didik saja. Buku catatan pribadi peserta didik Buku catatan peserta didik ini lebih lengkaplagi tentang data setiap peserat didik. Buku Induk Buku ini disebut juga buku pokok atau stambuk. dan cita-cita) dan juga kegiatan diluar sekolah. Seleksi Seleksi dilakukan apabila jumlah pendaftarnya melebihi daya tampung yang tersedia. riwayat pendidikan serta hasil belajar. open house. yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah. keterangan mengenai keadaan keluarga.Dan persyaratan yang lain yang sudah ditentukan yang dianggap perlu oleh lembaga. minat. Daftar Presensi Daftar hadir peserta didik sangat penting sebab frekuensi kehadiran setiap peserta didik dapat diketahui/dikontrol. Pendaftaran Jadwal penerimaan peserta didik tersebut disebarluaskan kepada masyarakat. Setiap pencatatn peserta didik disertai denagn nomor pokok atau stambuk. Sebelum kegiatan ini dimulai. 3. yaitu mulai masuknya peserta didik sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah atau suatu lembaga. Hal ini untuk memudahkan pencarian data peserta didik jika sewaktu-waktu diperlukan. Pencatatan dan pelaporan kemajuan peserat didik Kegiatan ini sangat diperlukan sejak diterima di sekolah itu sampai mereka tamat atau meninggalkan sekolah tersebut. Buku Klaper Pencatatan buku ini dapat diambil dari buku induk. dan dilengkapi pula dengan data lain setiap peserta didik. Buku ini antara lain berisi: identitas peserta didik.Mengumpulkan foto . Misalnya: .Membayar administrasi . keadaan jasmani dan kesehatan. tetapi penulisannya disusun berdasarkan abjad. sekolah disibukkan oleh penerimaan siswa baru. melainkan meliputi aspek yang lebih luas. dll.Mengisi formulir . kepala sekolah terlebih dahulu membentuk panitia. 4. penyebaran brosur. bias melalui media massa. Rekruitmen Peserta Didik Setiap tahun ajaran baru. Buku ini berisi catatan tentang peserta didik yang masuk pada sekoalh tersebut. pengumuman sekolah. 4. dilakukan sosialisasi aturan-aturan sekolah yang wajib dipenuhi oleh peserta didik baru. pameran. 3.Pengelolaan Peserta Didik Pengertian Pengelolaan Peserta Didik Pengelolaan peserta didik menurut Hendayat Soetopo dan Wanty Soemanto (1982) adalah merupakan suatu penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik. 2. . Syarat-syarat pendaftaran Syarat-syarat pendaftaran ditentukan oleh lembaga sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Laporan perkembangan peserta didik diperoleh dari hasil observasi guru dan analisa kegiatan anak didik sehingga orang tua dapat memperoleh informasi tentang perkembangan anak secara actual. yaitu: 1. Manajemen Sarana Prasarana Yang dimaksud dengan Prasarana pendidikan adalah bangunan sekolah dan alat perabot sekolah yang berperan dalam proses belajar mengajar walaupun secara tidak langsung.Melalui buku komunikasi yang diberikan secara harian. Buku daftar mutasi anak didik Untuk mengetahui jumlah anak didik yang tepat. Buku Pembelian c. Bantuan dari BP3 atau komite sekolah d. mingguan atau bulanan yang isinya berupa informasi dari guru tentang kegatan yang diikuti oleh anak dan kemajuan perkembangan anak selama mengikuti kegiatan disekolah. Pemakaian Dari segi pemakaian atau penggunaan terutama alat perlengkapan dapat dibedakan atas: a. 4. 2. yaitu: a. Hal ini karena keadaan jumlah peserta didik tidak tetap. Bantuan dari masyarakat lainnya. . ada peserta didik pindahan dan ada yang keluar. semester atau setahun. 3. Barang tidak Habis Pakai Penggunaan barang habis pakai harus digunakan secara maksimal dan dipertanggungjawabkan pada tiap triwulan. Proses pengadaan Dalam upaya proses pengadaan sarana pendidikan dapat diperoleh dengan beberapa jalan yang bisa ditempuh. Pembelian dengan biaya SPP c. termasuk mereka yang melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya. Kartu Barang 5. Pencatatan / pengurusan Untuk keperluan pengurusan dan pencatatan ini disediakan instrumen administrasi berupa: a. Sedangkan penggunaan barang tidak habis pakai atau barang tetap dipertanggung jawabkan satu tahun sekali sehingga diperlukan adanya pemeliharaan dan barangbarang tersebut disebut dengan barang inventaris. Pembelian dengan biaya dari pemerintah b. Buku Penghapusan d. Garis besar tentang manajemen Sarana Prasarana meliputi hal-hal dibawah ini. 6. Pertanggungjawaban Penggunaan barang-barang inventaris sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut yang ditujukan kepada instansi atasan. Barang Habis Pakai b. Buku inventaris b.5. Daftar mutasi itu digunakan untuk mencatat keluar masuknya peserta didik dalam setiap bulan. Laporan perkembangan peserta didik . Penentuan Kebutuhan Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau fasilitas yang lain lebih dahulu harus melihat kekayaan yang ada baru bisa menentukan sarana apa yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah tersebut. sekolah atau lembaga harus mempunyai buku/daftar mutasi peserta didik. .

. Buku kas umum 2. Perkembangan anak usia sekolah 3. Jangan sampai mengurangi jumlah murid sekolah lain yang sudah ada. contoh untuk kegiatan fisik yaitu pembuatan gedung. Auditing Pertanggungjawaban atau pengecekan antara laporan/pencatatan dengan hasil sesungguhnya dilapangan. dimana sumber-sumber yang ada dapat digunakan secara optimal. Penyelenggaraan kurikulum. antara lain: a. Surat pertanggungjawaban (SPJ). antara lain : 1. Rencana Anggaran Pendapatan dab Belanja Sekolah (RAPBS) Pemetaan Sekolah (School Maping) Metode perencanaan pendidikan secara mikro yang berupa proses penataan atau penataan kembali jaringan yang baru dengan daya tampung yang lebih besar.dll. Jaringan transportasi 5. di samping itu diusahakan mutu pendidikan yang lebih berbobot dan mempunyai relevansi dengan pembangunan. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) b. Instrumen administrasi keuangan. sasaran optimal yang harus diperhatikan yaitu: a. Membangun sekolah ditempat yang banyak anak usia sekolah b. Sumber keuangan pendidikan berasal dari: Anggaran Negara. contoh: kwitansi. Budgeting / penganggaran Yang termasuk dalam kegiatan ini yaitu penggalian sumber dana dan merancang penggunaan dana tersebut. Pendayagunaan fasilitas 6. Iuran BP3/ Komite sekolah c. Perkembangan pemukiman penduduk 2. Prosedur manajemen keuangan yaitu: 1. Anggaran Pembangunan. yaitu: 1. daftar penerimaan gaji 5.Manajemen Keuangan Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan keuangan. Anggaran rutin. Membangun sekolah ditempat yang belum ada sekolah khususnya daerah terpencil c. Daftar permintaan/penerimaan gaji (oleh bagian keuangan) 4. biaya ujian. Dana Masyarakat Yang termasuk dana masyarakat yaitu: a. Lembaga pendidikan yang sudah ada 4. Apabila akan membangun sebuah lembaga sekolah. b. Bantuan atau hibah dan lainnya yang sah menurut aturan yang ada. Daftar Pembayaran SPP 6. 3. Accounting / Pembukuan Yaitu proses pencatan transaksi penggunaan dana untuk pertanggungjawaban. Membuat Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS) 2. untuk non fisik yaitu : Pelatihan atau Diklat pendidik. biaya perawatan gedung. Buku kas tabelaris 3. contoh untuk gaji pegawai. Tujuan dari pemetaan sekolah yaitu: Menata jaringan sekolah Meningkatkan mutu pendidikan Perencanaan dalam menentukan lokasi sekolah (membuka Cabang sekolah baru) Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemetaan sekolah. demikian pula dengan sekolah.

Komunikasi ini digunakan untuk memberikan umpan balik ke atasan. Arah komunikasi Komunikasi dapat mengalir secara vertical atau horizontal. prosedur keluhan. dan mengemukakan umpan balik tentang kinerja. Komunikasi horizontal diperlukan untuk menghemat waktu dan mempermudah koordinasi. Tidak bertolak belakang dengan perkembangan pemikiran (primitif) Untuk menentukan daerah jangkauan digunakan rumus: E = p . Cukup murid e. yaitu: a. Dimana komunikasi organisasi harus terpelihara dengan baik agar keberlangsungan lembaga semakin berkembang. survei tingkat karyawan. Beberapa contoh tentang komunikasi ke atas adalah laporan kinerja yang disiapkan oleh manajemen yang lebih rendah untuk ditinjau ulang oleh manajemen puncak. dinamakan sebagai komunikasi horizontal. dan organisasi secara umum. diantara anggota kelompok kerja tingkat yang sama atau diantara setiap personelyang secara horizontal ekuivalen. Tidak ada kelompok atau lembaga yang dapat bertahan tanpa komunikasi. Mudah dijangkau b. menginformasikan kebijakan dan prosedur kebawahan. kotak saran. memberikan intruksi pekerjaan. dan menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi. Ke Bawah Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam kelompok atau organisasi ketingkat yang lebih bawah disebut dengan komunikasi ke bawah. Jauh dari tempat yang ramai c.Dalam menentukan lokasi yang ideal untuk sekolah baru ada beberapa hal yang harus diperhatikan. komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan melalui penyampaian data. Yang dimaksud dengan komunikasi organisasi pendidikan adalah proses penyampaian pesan dari pihak satu kepihak lain dalam lingkungan organisasi pendidikan. menginformasikan mereka mengenai kemajuan ke sasaran. Komunikasi Horizontal Ketika komunikasi terjadi di antara anggota kelompok kerja yang sama. r2 . Ke Atas Komunikasi keatas mengalir ke tingkat yang lebih tinggi dalam lembaga atau organisasi. Lama tempuh tidak melebihi 15 menit atau 1. Manajer juga mengandalkan komunikasi ke atas untuk memperoleh gagasan mengenai cara memperbaiki kondisi. rekan sekerjanya. Pola ini digunakan pemimpin lembaga dan manajer untuk menetapkan sasaran. diskusi atasan bawahan. . untuk dimensi vertical dapat dibagi lebih lanjut menjadi ke arah bawah dan ke atas.5 Km perjalanan d. d Dengan keterangan: E = Jumlah murid dalam daerah jangkauan p = koefisien untuk daerah jangkauan berbentuk lingkaran d = kepadatan penduduk usia sekolah /Km2 r = jarak terjauh dari sekolah Komunikasi Organisasi Pendidikan Hal yang tidak kalah penting dalam proses manajemen Pendidikan adalah proses komunikasi organisasi. Komunikasi ke atas menyebabkan para manajer menyadari perasaan para karyawan terhadap pekerjaannya.

tertulis. yaitu: · Sematik atau perbedaan bahasa · Kelebihan informasi · Hambatan perilaku. diskusi kelompok. intonasi atau tekanan yang kita berikan pada kata-kata. 2. c. b. Hambatan-hambatan tersebut digolongkan dalam: a. Hambatan Teknis Yang termasuk kedalam hambatan teknis yaitu kesalahan komunikasi yang disebabkan akibat buruknya sarana. Hambatan Komunikasi Sejumlah hambatan dalam komunikasi dapat mengganggu atau memperlambat komunikasi yang efektif. Semakin banyak orang yang dilewati pesan itu. pengiriman faksimili. Hambatan Organisasional Penyebab dari hambatan komunikasi yang berasal dari organisasi atau lembaga yaitu sitem birokrasi dan struktur organisasi yang kurang sesuai untuk semua anggota organisasi. Namun komunikasi ini juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya adalah bahwa pesan tertulis akan memakan waktu lebih lama. semakin besar pula kemungkinan terjadinya distorsi atau kesalahan. diantaranya: kecemasan. sikap otoriter.Komunikasi antar Pribadi Bagaimana cara anggota dalam sebuah lembaga menyampaikan ide diantara mereka? Ada tiga metode dasar yang digunakan yaitu komunikasi lisan. 1. ekspresi wajah. . Komunikasi Non-Verbal Komunikasi non-verbal mencakup gerakan tubuh. Bisa dikatakan bahwa setiap gerakan tubuh mempunyai makna dan tidak ada gerakan yang bersifat kebetulan. Komunikasi Lisan Sarana utama untuk menyampaikan pesan adalah komunikasi lisan. dan non-verbal. laporan berkala organisasi. percakapan dua orang. selain itu kekurangan besar lainnya adalah dalam hal umpan balik. perbedaan persepsi. Hambatan Personal/Individu Hambatan ini disebabkan beberapa faktor diantaranya. email. pesan dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tidak terbatas. dan desus-desus informal adalah bentuk-bentuk popular dari komunikasi lisan. pidato. surat. pengumuman dipapan bulletin. teknik dan metode komunikasi yang kurang tepat. Keuntungan dari komunikasi dengan cara ini adalah karena berwujud dan dapat dibuktikan. dan jarak fisik antara pengirim dan penerima. Komunikasi Tertulis Komunikasi tertulis mencakup memo. dan informasi berlebih. 3. sikap egosentris. atau alat-alat lain yang dikirimkan via kata-kata atau symbol tertulis. sedangkan kerugian komunikasi lisan adalah ketika pesan tersebut melewati sejumlah orang. Keuntungan dari komunikasi lisan adalah kecepatan dan umpan balik yang dihasilkannya.

2. jangan takut bila PAUD anda belum memiliki izin operasinal. setelah semuanya lengkap. lalu baru dirikan PAUD dengan cara merekrut anak umur 4-5 tahun. jalankan saja kegiatan PAUD anda secara biasa sambil menunggu izin operasional turun karena pembuatan izin tersebut memakan waktu yang lama. Lapor diri kepada RT/RW setempat dalam pendirian PAUD dan minta bukti secara tertulis. sedangkan. rumah anda pun sudah bisa dijadikan sebagai tempat belajar. . lalu dikecamatan mintalah untuk dibuatkan SK pendirian PAUD dan surat rekomendasi izin operasional. karena masih jarang PAUD yang mempunyai izin operasioanl. mereka bertugas untuk mengelola PAUD-PAUD yang ada di satu kelurahan. saya sendiri sedang mendirikan PAUD di daerah kampung ceger kelurahan jurang mangu barat kecamatan pondok aren kota tangerang selatan. tidak perlu sebuah bangunan besar. HIMPAUD adalah Himpunan PAUD yang ada di beberapa wilayah. SK pengangkatan kepala sekolah (bila dari BKB) dan surat rekomendasi SK pendirian PAUD kekecamatan dengan melampirkan proposal pendirian PAUD. bila anda kurang mengerti ajaklah pengurus POSYANDU dalam kegiatan BKB. pendirian yayasan bisa didirikan bersamaan dengan PAUD. maka dari situ maka anda akan di bimbing agar PAUD yang anda kelola dapat berjalan lancar. bila anda tidak ingin mengikutsertakan POSYANDU atau di daerah lingkungan anda tidak ada POSYANDU maka dirikan PAUD secara mandiri dengan cara melalui yayasan. bila anda ingin mendirikan paud maka langkahlangkah yang harus dilakukan adalah: 1. 3. setelah itu. sediakan tempat untuk kegiatan PAUD. maka anda bisa mendirikan PAUD secara legal dengan cara membawa semua berkas yang disebutkan diatas dan proposal PAUD anda.Yuriqa Ridianto saya membuat topik ini untuk berbagi informasi kepada teman-teman sekalian yang bila ingin mendirikan PAUD di lingkungan rumah anda. bila langkah ini terlalu susah maka anda disarankan untuk mencari HIMPAUD terlebih dahulu di daerah sekitar anda. maka kemudian UPTD kecamatan akan mensurvei PAUD anda untuk melakukan uji kelayakan. 5. lapor ke kelurahan dan minta dibuatkan SK PAUD. 6. Informasi ini saya bagi kepada anda untuk mempermudah pendirian PAUD didaerah anda. 4. keuntungan bergabung dengan HIMPAUD adalah kita dapat saling berbagi dan juga mendapat informasi tentang bantuan-bantuan pemerintah. jika dilingkungan anda ada POSYANDU. maka disarankan untuk berkoordinasi dengan pengurus POSYANDU untuk mendirikan BKB (Bina Keluarga Balita) terlebih dahulu dengan merekrut anak umur 0-4 tahun beserta ibunya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful