DAMPAK FENOMENA EL-NINO SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) TERHADAP KERAGAMAN PENERIMAAN CURAH HUJAN DAN DEBIT AIR SUNGAI

DAS CIT ARUM

DELON MARTHINUS HUTAGALUNG

JURUSAN GEOFISIKA DAN METEOROWGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
2003

ALAM

Data curah hnjan dan debit sungai diplot berdasadcan kejadian ENSO. serta diJakukan panuneterisasi untuk mendapatkan keluaran yang baik. data tanab. Model simulasi VIC dapat digunakan pada DAS Citarum hulu setelah diparameterisasi. Fenomena ENSO diduga dapat rnempengarohi penerimaan curah hujan dan debit air sungai di DAS Citarum yang mempunyai arti penting bagi penduduk sekitar. fenomena ENSO diperhitungkan dari anomali Southern Oscillation Index (501) yaitu selisih tekanan udara di Tahiti dengan Darwin. yaitu program VIC.5%.5. oleh sebab itn diperlukan penelitian tentang pengaruh fenomena tersebut terhadap curah hujan dan debit air sungai DAS Citarum. yang didnga adalah debit yang diukur pada stasiun hidrologi Nanjung pada tahun 1992-1993.30. Program. kontur dan jaringan sungai. . Pada Daerah II kejadian El-Nino menurunkan cuzah hujan sebesar 47. Pada Daerah 1kejadian El-Nino menurunkan curah hujan terbadap Normal sebesar 48. sedangkan data debit didapat dari 4 stasi un hidrologi. VIC memerlukan data iklim harian yang meliputi curah bujan.RINGKASAN DELON MARnIINUS HUT AGALUNG. Nilai parameter terbaik dati program VIC untuk DAS Citarum hulu adalah ni1ai koefisien Base flow 0. tata guna laban. dan kejadian La-Nina menaikkan eurah hujan sebesar ll. kemudian dilihat pengaruhnya pada periode bulan basah dan bulan kering. Dampak fenomena EI-Nino Southern Oscillation (EN SO) terhadap keragaman penerimaan curah hujan dan debit air sungai DAS Citarum. (The Effect of El-Nino Southern Oscillation (ENSO) Phenomenon on Rainfall and Discharge Variation in Citarum Watershed}.4%. dan kejadian La-Nina menaikkan curah hujan sebesar 22%. subn maksimum dan minimum. Pada penelitian ini.?%. dan koefisien infiltrasi 0. Debit sungai. Basil penelitian menunjukkan bahwa ENSO berpengaruh terhadap curah hnjan dan debit DAS Citarum. Pada penelitian ini juga dilakukan uji coba program penduga debit sungai suatu sistem. Di bawah bimbingan R1NI HIDAY ATI dan BAMBANG DWl DASANTO. DAS. terutama pada musim kering. kecepatan angin.5. Run off 0. Data curah hujan didapat dan 23 stasiun hnjan periode 1961-2000.

DAMPAK FENOMENA EL-NINO SOUTHERN OSCILLA TION (ENSO) TERHADAP KERAGAMAN PENERIMAAN CURAH HUJAN DAN DEBIT AIR SUNGAI DAS CIT ARUM DELON MARTHINUS HUTAGALVNG Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Pada Program Studi Agrometeorologi JURUSAN GEOFISlKA DAN METEOROWGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2003 .

Bambang Dwi Dasanto. MSi Pembimbing II Mengetahui. Bambang Dwi Dasanto. MSi Tanggallulus: . - ~i Komisi Pendidikan . MS Pembimbing 1 ~ Drs. Rini Hidayati..LEMBAR PENGESAHAN Judul Nama NRP : Dampak Fenomena El-Ntno Southern Oscillation (ENSO) Tcrhadap Keragaman Penerimaan Curah Hujan dan Debit Air Sungai DAS Citarum : Delon Marthinus Hutagalung : G02498030 Menyetujui. 1r Drs. Ir.

dan pada tahun yang sarna diterima menjadi .matika dan I1mu Pengetahuan Alam. penulis aktif dalam berorganisasi. . dari pasangan David Hutagalung dan Elsye Margaretha Penulis adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak SMU sampai sekarang. Pada tahun 1998 penulis lulus dati Sekolah Menengah Umum Negeri 62 Jakarta. Pada tahun 200 1. Penulis juga memberikan les privat pelajaran kepada pelaiar SMP dan SMU sejak tahun 1999 hingga sekaraag. Fakultas l\r1ate. Tahun 1999 penulis menjadi anggota serta pengurus organisasi kemasyarakatan Perftimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Boger. Bogor.mahasiswa IPB melalui jalur Ujian Masuk Pergwuan Tinggi Negeri (UMPTN) pada Program studi Agrometeorologi. penulis pernah melaksanakan kegiatan praktek lapangan selama 2 bulan (Juli-Agustus) di Labotatorim 1ruItur jaringan anggrek. Jurusan Geofisika dan Meteorologi.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahiIkan pada tanggal1 Februari 1980 di Jakarta. Kebun Raya Boger.

Semoga karya ilmiab ini dapat berguna bagi perkembangan ilmu pegetahuan Bogor. juga kepada teman-teman agromet A'35 Uthy. Penelitian diIaksanakan di Laboratorium Klimatologi Jurusan Agrometeorologi. Ansari. Karya ilmiah ini dituUs sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SaIjana Sains dart Fakultas Matematika dan llmu Pengetahuan AIam. Mama. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang-otang yang debt dengan penuIis se1aroa penulis menjadi mahasiswa dan memberikan nilai-nilai kehidupan yang tidak penulis dapat di bangku kuliah. kepada tentan--teman seperjuangan di PMKRl cabang Boger. Kepada Papa. Nursatriani. Dave dan Dina. SSi. sehingga karya ilimiah ini dapat diselesaikan. MSi selaku dosen pembimbing pertama dan kedua. Ophik dan yang: lainnya tetutama AIm Army Utoyo. yang sudah memberikan saran dan rnasukan seJama penelitian. SSi. Anton. Institut Penanian Bogor..PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. SSi dan Venny Citra A. Bambang Dwi Dasanto. SSi atas segala dukungan. Pita. antara lain kepada Ir. April2003 Delon Marthinus Hutogalung . Lamhot. Syarif. Saudara Perdinan. Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak -pihak yang membantu proses penyelesaian karya ilmiah Uri. Opba. Cecil. saran dan kebersamaan di Laboratorium Klimatologi. SSi. SSi. atas kebersamaan yang tak mudah dilupakan. MS dan Drs. Ganyonk. kepada insan-insan basket di team basket FM1PA. Michael dan Agung. kepada. lnstitut Pertanian Bogor sejak bulan September 2002 bingga Maret 2003. Omah. Penelitian ini berjudul "Dampak Fenomena El-Nino Southern OsciUation (ENSO) Ternadap Kcragaman Penerimaan Curab Rujan dan Debit Sungai DAS Citarum". dan juga: boat Amhie yang sela1u menemani penulis selama penelitian. Maris Karima R. rum Hidayati. Ester.

......4.... Curah Hujan Daerah I 4..... CurahHujanDAS Citarum 4......2......... KESIMPULAN DAN SARAN 5.. Southern Oscillation Indeks (SOl) 4...... TINJAUAN PUST AKA 2..1.... Curah Hujan dan Debit Air Sungai 2........... ......2............................. Latar BeIakang........... Saran 9 9 11 12 13 14 15 19 21 21 22 DAFTARPUSTAKA lAMPJRAN 22 23 .1..........4.. HASIL DAN PEMBAHASAN 4................. Tempat dan Waktu... 1....1..2. 1..........DAFTARlSI Halaman DAFTAR........1..2. Metode Penelitian 6 6 6 6 IV...... 4. DAS Citanun 2................ 4.... Keterkaitan K. 3............2..... Asumsi. 4....5...........1........ PENDAHULUAN 1...................................... BAHAN DAN METODE 3...1. Indikator-indikator ENSO 2. Tujuan Penelitian 2.....1...2...... 4...... .. OptiInasi nilai Panuneter V..........2..............2.3... Curah Hujan Daecah ll... ID.... TABEL DAF'fARGAMBAR DAFT AR LAMPIRAN 1...... Kesimpulan 5.. S.................ejadian ENSO dengan Cwah Hujan Daerah II.......Keterkaitan Kejadian ENSO dengan Curah Hujan Daerah I.. Bahan dan AlaL............... Prognun VIC (VIC.................... 1 1 2 2 3 4 5 II..4..... Routing dan Seabasin)....... El-Nino Southern Oscillation (ENSO) vi vi " vii .3.. 3..................1.. Debit DAS Citarum dan keteIkaitannya dengan ENSO 4...3... 3.....2......... Pendugaan Ilebit Sungai..

.2.1.14. 4.3. 4.16. 4. 2002 _.15. 2." . La-Nina dan Normal di Daerah II (nun) _ 14 Persentase anomali Curah hujan bulanan kejadian EI-Nino dan La-Nina terbadap Normal d. Ilustrasi fenomena El-Nino dan keadaan Normal DAS Citarum. 4..DAFTAR TABEL 4.1-. pada periode bulan basah dan periode bulan Kenng 16 Debit sungai stasiun Nanjung dan Anomalinya pada kejadian ENSO. _ Tipc Cwah bujan Indonesia (Sekretariat ASEAN dan Boerema) dalam Boer dan Subiah.8.3. pada periode bulan basah dan periode bulan Kering 16 Debit sungai stasiun Dayeuhkolot dan Anomalinya untuk kejadian ENSO pada periode bulan basalt dan periode bulan Kering _ 18 Debit sungai bnlanan rata-rata Stasiun Cikapundung gandok pada kejadian El-Nino.4.. _ Grafik curah bujan bulanan rata-rata tiap stasiun di Daerah Il Grafik dan data cumh hujan bulanan rata-rata di Daerah II Grafik dan data debit sungai bulanan rata-rata Stasiun Palumbon Grafik dan data debit sungai bulanan rata-rata Stasiun Nanjung Grafik dan data debit sungai bulanan rata-rata Stasiun Dayeuhkolot Grafik dan data debit sungai buIanan rata-rata Stasiun GkapundlUlg gandok Grafik debit harlan aktual program VIC dan aktual _ _ Grafik debit hatian simulasi terbaik Program VIC dan Aktual.8. II 14 Debit sungai buIanan rata-rata Stasiun Palumbon pacta kejadian El-Nino. 4. 4.2.4.' 4 5 5 7 8 9 10 11 12 15 17 17 18 20 20 21 _ . 4.9. 2. La-Ninadan Normal (m'Jdet) 19 Persentase anomali debit sungai Stasiun Cikapundung gandok pacta kejadian El-Nino dan La-Nina terhadap kejadian Normal ('Yo) 19 Debit sungai Stasiun Cikapundung gandok untuk kejadian El-Nino dan La-Nina pacta periode bulan basah dan penode bulan Kering _ 19 4.11. 5.9. 4. La-Nina dan Nonnal (m3/det) 16 Persentase anomali debit sungai Stasiun Palumbon pada kejadian El-Nino dan La-Nina terlladap kajadian Normal (%) " 16 Debit sungai stasiun Palumbon dan Anomalinya pada kejadian ENSO.7. 2. 1.1 3. 4. Halaman Curah hujan bulanan rata-rata tiap stasiun di Daerah 1 (nun) 9 Curah hujan bulanan rata-rata stasiun eli Daerah II (rnm) 11 Curah hujan bulanan rata-rata pada kejadian El-Nino. 4. 1. .7. 4. 4.6.10. _ Diagram alir pendugaan debit sungai dan kalibrasi Diagram alir metode penelitian ' " " Grafik curah hujan bulanan rata-rata tiap stasiun di Daerah I Grafik dan data curah bujan bulanan rata-rata di Daerah 1. 3.. 11. La-Nina dan Normal di Daerah I (mm) 13 Persentase anomali Curah hujan bulanan kejadian EI-Nino dan La-Nina tetbadap Normal di Daerah I (%) 13 Curah hujan dan Anomalinya untuk kejadian El-Nino dan La-Nina pada periode bulan basah dan periode bulan Kering di Daerah I _ 13 Curah hujan dan Anomalinya untuk kcjadian E1-Nino dan La-Nina pacta periode bulan basah dan periode bulan Kering di Daerah 11 14 Curah hujan bulanan rata-rata kejadian El-Nino.6.10. 4. 4.12.2 4.5. Grafik debit buJanan simulasi tcrbaik program VIC dan Aktual Halaman 2 3 '. 4.13.4. 4. 4. 2.3.i Daerah.5. " Komponen-komponen limpasan Komponen Vertikal Model VIC. 4. ·U. 4. 4. 4. DAFT AR GAMBAR 2. 4.

Peta tanah D AS Citanun hulu _ _ · · 26 27 28 29 30 31 32 33 34 10. 15. 12. 3. 8. 16. _ Data debit sungai stasiun Palumbon Data debit sungai stasiun Dayeuhkolot dan Nanjung Data debit sungai bulanan rata-rata stasiun Cikapundung gandok Grafik hubungan cwab myan dan debit suugai bulanan rata-rata D AS Citarum hulu. 5. 7. Peta DAS Citarum. 20. _ Peta Letak Stasiun hujan di DAS Citarum. 6.DAFTAR LAMPmAN L 2. Peta Land use DAS Citarum hulu __ _ Data SOl bulanan _ __ _ _ Data curah buj an bulanan Daerah 1 _ Data curah hujan bulanan Daerah 11. 17. 11. 9. Data geografis stasiuu hujan di DAS Citatum __ _ Halaman 24 25 4. Grafik debit sungai barian simulasi program VIC Metode pencarian program VIC simulasi terbaik . Cisalak dan Subang) 35 36 37 42 43 44 46 48 49 . 19. aktuaI dan curah hujan harlan rata-rata (stasiun Pacet. 18. 13. 14.. Parameter program VIC yang dirubah Diagram alir program VIC Uji T mengunakan program minitab Peta Isohyet tahunan DAS Citarum _ Pola grafik Debit sungai harlan program VIC. Peta Stasiuu hidrologi DAS Citarum.

dapat juga digunakan MEl (}Jullivariate ENSO Index) yang didasarkan pada enam variabel yang mempengaruhi iklim dan cuaca. sedangkan dua Samudera yang mengapit Indonesia yaitu Samudera India dan Pasifik menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh fenomena alam yang dikenal dengan El-Nino Southern Oscillation (ENSO). El-Nino sangat kuat pengaruhnya pada daernh yang curah hujannya dipengaruhi oleh sistem monson. Dampaknya terhadap ildim berbeda-beda pada setiap kejadiannya dan juga pada setiap tempat. 1997 dan munculnya gelombang laut yang hebat di perairan barat Sumatera dan pulau Jawa pada tahun 1993. Routing dan Seobasin) . yaitu sejak tetjadinya kekeringan pada musim kemarau tabun 1991. 1993. tidak sampai berbulan-bulan.1998).I. Fenomena El-Nino tersebut dapat diketahni dengan mmggunakan bebetapa iodikator.ehutanan. banjir maupun kekeringan merupakan bencana yang silih berg anti datang dan dengan tingkat bahaya yang sama Banjir biasanya terjadi da1am waktu sesaat. PENDAHULUAN Dalam sepuluh tahun terakhir variabilitas iklim di Indonesia sangat dirasakan pengaruhnya. yang mempengaruhi pob curah hujan dan debit air sungai. Samudera yang luas merupakan sumber dati dinamika fisika lant dan atmosfer. sekitar 263. 1994. 2. sedikitnya 25 propinsi melaporkan adanya kebakaran hutan pada tahun 1997. seme:ntam itu di Amerika Selikat dan Eropa dilanda banjir. Oleh sebab itu diperlukan penelitian tentang pengaruh fenomem tersebut terhadap auah hujan dan debit air sungai DAS Citarum. Dampak kejadian El-Nino secara umum terhadap kehidupan sangat dirasakan pada bidang pertanian dan kehutanan. iklim Indonesia dipengaruhi oleh siklus Walker dan pada jalur meridional dipengaruhi oleh siklus Hadley. yaitu zonal dan meridional Pada jalur zonal. yaitu tingkat tekanan 1aut. suhu pennukaan laut. Meoduga debit sungai DAS Citarum hulu menggunak:an program VIC (VIC. Australia dan Afrika mengalami musim kemarau yang panjang. Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan saIah satu daerah tangkapan air yang cukup luas. Hal tersebut disebabkan Indonesia terletak di persimpangan 2 jalur. SOl (Sou/hem Oscillation Index) yang merupakan selisih aDIaIa tekanan udara di Tahiti dengan tekanan udara di Darwin. EI-Nino merupakan interaksi proses fisika laut dan atmosfer yang dikenal dengan istilah ENSO. 1994 dan 1996 (Winarso. Kondisi ildim ekstrim. pada tahun 1991 dan 1997 terjadi kebakaran hutan yang besar di Indonesia. Pada tabun 1982-1983. India. Mempe1ajari peugaruh ENSO temadap curah hqjan dan debit air sungai di DAS Citarum.lakukan untuk: 1. suhu udara permukaan dan total keawanan dan yang paling barn diterapkan yaitu indikator Episode hangat dan dingin (warm and cold period). Turunnya cwah hujan pada saat EI-Nmo meoimbulkan kekeringan. El-Nino adalah fenomena laut sedangkan Southern Oscillation merupakan fenomena atmosfer. areal hutan habis diIalap api (Soemarsono 1999). lemah pada daerah dengan sistem ekuatorial. namun bahayanya sama dengan kejadian kekeringan yang teIjadi dalam waktu berbulan-bulan. Di sektor k. Pengaruh dari perbedaan subu permukaan laut akan mengakibatkan perbedaan tekanan udara yang akhirnya akan mempengaruhi arab pergerakan massa udara Perbedaan suhu muka laut dan tekanan udara inilah yang menjadi pertanda terjadinya fenomena El-Nino. 1986-1987 dan 1997-1998 Indonesia. sehingga merusak tanaman dan mengunmgi areal tanam. yang debit air sungainya sangat dipengaruhi oleh curah hujan Fenomena ENSO diduga mempengaruhi penerimaan curah hujan dan besar debit air sungai di DAS Citarum yang mempunyai arti penting bagi bidang pertanian.992 ha. Selain anomali SST dan SOl. Tujuan PeIleIitian Penelitian ini di. komponen zonal dan meridional dari angin. Ei-Nino teljadi setiap beberapa tahun sekali dan polanya tidak beraturan. dan tidak jelas pada sistem taka! (Koesmayono et 011999). yaitu perubahan suhu muka 1aut di kawasan pasifik atau anomaIi Sea Surface Temperature (SS1'). Di Indonesia pengaruh EI-Nino sang:at beragam. Selain dipengaruhi kedua siklus alam tersebut iklim Indonesia juga dipengaruhi oleh monsun Asia dan monson Australia karena letaknya di antara dua benua tersebut. Fenomena EI-Nino tersebut menjadi salah satu penyebab kekeringan di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful