Otonomi Daerah dalam Perspektif Teori, Kebijakan, dan Praktek - Presentation Transcript

1. Otonomi Daerah dalam Perspektif Teori, Kebijakan, dan Praktek STIA-Kawula Indonesia (STIAKIN) Jakarta, 7 April 2007 Drs. H. Dadang Solihin, MA 2. File Presentasi ini bisa didownload di o http://www.ziddu.com/download/4075199/2007_006_Stiakin_Otoda.pdf.h tml www.dadangsolihin.com 3. www.dadangsolihin.com 4. Otonomi Daerah di Indonesia www.dadangsolihin.com Teori Praktek Teori Kebijakan Praktek Teori Kebijakan Praktek Teori Kebijakan Praktek 1 2 3 4 5. Amanat Konstitusi 6. Pasal 18 UUD o Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang. o Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. o Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. www.dadangsolihin.com 7. Gubernur, Bupati dan Walikota masing-masing sebagai Kepala Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota dipilih secara demokratis. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturanperaturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang.

o

o

o o

www.dadangsolihin.com 8. Pasal 18A UUD

 Biasa digunakan dalam mekanisme pembagian kekuasaan antara pemerintah federal dan negara bagian.o o Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi. diatur dengan Undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. . dan kota atau antara provinsi dan kabupaten dan kota. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang. www. pengurusannya diserahkan kepada daerah. 1968) o Dari sudut politik: o Untuk mencegah penumpukan kekuasaan pada satu pihak saja yang akhirnya dapat menimbulkan tirani. Pemisahan dan Pembagian Kekuasaan o Teori pemisahan kekuasaan (separation of power) oleh Montesquieu.dadangsolihin. o Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.com 9.dadangsolihin. eksekutif.com 10. Hubungan keuangan. o Dari sudut teknis organisatoris pemerintahan: Efisiensi o Apa yang dianggap lebih utama untuk diurus oleh pemerintah setempat. yang diatur dalam undang-undang. www. Perspektif Teori 11. www. o Untuk menarik rakyat ikut serta dalam pemerintahan dan melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. kabupaten.  Kekuasaan negara dibagikan secara vertikal dalam hubungan ‘atasbawah’. pelayanan umum. A lasan D ianutnya D esentralisasi ( The Liang Gie . o Konsep pembagian kekuasaan ( distribution of power atau division of power ).com 12. Pasal 18B UUD o Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan Undangundang. dan judikatif.dadangsolihin.  Kekuasaan negara dipisahkan secara horizontal melalui fungsi legislatif.

kegiatan ekonomi.dadangsolihin. www. R epresentasi yang lebih luas dari berbagai kelompok politik. . www. dan Kota dapat menyediakan basis wilayah koordinasi bagi program pemerintah.com 15. Propinsi. watak kebudayaan atau latar belakang sejarahnya. seperti geografi. keadaan penduduk.com 14.dadangsolihin. o Memotong jalur birokrasi yang rumit serta prosedur yang sangat terstruktur dari pemerintah pusat. o o o o www. 14 Manfaat Otonomi Daerah (Shabbir Cheema dan Rondinelli.dadangsolihin.penetrasi&quot.o o o o o Hal-hal yang lebih tepat di tangan pusat tetap diurus oleh pemerintah pusat. o Perumusan kebijaksanaan dari pemerintah akan lebih realistik. yang lebih baik dari Pemerintah Pusat bagi Daerah-Daerah yang terpencil atau sangat jauh dari pusat. Dari sudut kultural: Supaya perhatian dapat sepenuhnya ditumpahkan kepada kekhususan suatu daerah. D apat meningkatkan efisiensi pemerintahan di Pusat dengan tidak lagi pejabat puncak di Pusat menjalankan tugas rutin karena hal itu dapat diserahkan kepada pejabat Daerah. keagamaan di dalam perencanaan pembangunan yang kemudian dapat memperluas kesamaan dalam mengalokasikan sumber daya dan investasi pemerintah. Dari sudut kepentingan pembangunan ekonomi: Pemerintah daerah dapat lebih banyak dan secara langsung membantu pembangunan tersebut. o Desentralisasi akan mengakibatkan terjadinya &quot. D apat menyediakan struktur di mana berbagai departemen di pusat dapat dikoordinasi secara efektif bersama dengan pejabat Daerah dan sejumlah NGOs di berbagai Daerah. Kabupaten.com 13. P eluang bagi pemerintahan serta lembaga privat dan masyarakat di Daerah untuk meningkatkan kapasitas teknis dan managerial. 1983) o Perencanaan dapat dilakukan sesuai dengan kepentingan masyarakat di daerah yang bersifat heterogen. di mana seringkali rencana pemerintah tidak dipahami oleh masyarakat setempat atau dihambat oleh elite lokal. etnis. dan di mana dukungan terhadap program pemerintah sangat terbatas.

 H arus mempersiapkan UUD baru untuk sebuah Negara Federasi Indonesia  H arus menetapkan mekanisme &quot.com 16. Pilihan otonomi luas merupakan pilihan yang sangat strategis dalam rangka memelihara nation state (negara bangsa). A dministrasi pemerintahan menjadi mudah disesuaikan.dadangsolihin.  Dll. M emantapkan stabilitas politik dan kesatuan nasional dengan memberikan peluang kepada berbagai kelompok masyarakat di Daerah untuk berpartisipasi secara langsung dalam pembuatan kebijaksanaan.dadangsolihin. yang seringkali tidak simpatik dengan program pembangunan nasional dan tidak sensitif terhadap kebutuhan kalangan miskin di pedesaan. sehingga dengan demikian akan meningkatkan kepentingan mereka di dalam memelihara sistem politik. Eksekutif. M emungkinkan pemimpin di Daerah menetapkan pelayanan dan fasilitas secara efektif. dan kreatif.com 17. www.Konstitusi Negara Bagian &quot. memonitor dan melakukan evaluasi implementasi proyek pembangunan dengan lebih baik dari pada yang dilakukan oleh pejabat di Pusat. Kalau mereka berhasil maka dapat dicontoh oleh Daerah yang lainnya.Checks and Balances&quot. M eningkatkan penyediaan barang dan jasa di tingkat lokal dengan biaya yang lebih rendah. antara Legislatif. mengintegrasikan daerah-daerah yang terisolasi.o o o Struktur pemerintahan yang didesentralisasikan diperlukan guna melembagakan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi program. . o o o www. www. o .com 18. inovatif. dan Yudikatif yang mencakup Pemerintah Nasional serta Propinsi atau Negara Bagian. D apat meningkatkan pengawasan atas berbagai aktivitas yang dilakukan oleh elite lokal.  S etiap propinsi atau negara bagian harus memiliki semacam &quot. karena hal itu tidak lagi menjadi beban pemerintah Pusat karena sudah diserahkan kepada Daerah. Mengapa Otonomi Daerah ? o Indonesia masih belum memungkinkan menganut federasi.dadangsolihin.

Hak-Hak Dasar&quot.   Mengembalikan &quot. Aspek keadilan  Desentralisasi/otonomi daerah akan mencegah terjadinya kepincangan di dalam menguasai sumber daya yang dimiliki dalam sebuah negara. www. Perspektif Kebijakan 22. Sentralisasi telah terbukti gagal mengatasi krisis nasional.dadangsolihin. Untuk memantapkan kehidupan demokrasi di masa-masa yang akan datang  Demokrasi tanpa ada penguatan politik lokal akan menjadi sangat rapuh. Daerah yang kuat di dalam membangun masyarakatnya. Tujuan Otonomi Daerah o M empercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui  peningkatan pelayanan. o www. mereka dengan sendirinya akan mendukung Negara Kesatuan.  pemberdayaan dan peran serta masyarakat.dadangsolihin. ternyata sama sekali tidak mampu menghadapi krisis ekonomi yang dimulai pada tahun 1997 negara. diserahkan saja sepenuhnya kepada Daerah. o o www.  Kebijakan desentralisasi / otonomi daerah diberlakukan untuk menghentikan segala bentuk kebijakan yang mengalienasikan kepentingan masyarakat setempat yang berkaitan dengan penguasaan sumber daya alam .com 21. dan tidak ada alasan bagi mereka untuk mendukung gerakan separatisme. masyarakat di Daerah dengan memberikan kewenangan yang utuh dalam rangka rekrutmen politik lokal.  Ketika s umber daya kekuasaan sepenuhnya dikontrol oleh Presiden .  T ugas Pemerintah tidak lagi mengurus dan memikirkan masalahmasalah Daerah.dadangsolihin. . o M eningkatkan daya saing daerah dengan memperhatikan  prinsip demokrasi. Memberikan supervisi agar Daerah tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari kepentingan nasional.com 20.com 19.  P olitik tidak seharusnya menjadi dominasi orang-orang di Jakarta saja.

com 24.dadangsolihin.com Otoda 23. o Meningkatnya kapasitas pengelolaan sumberdaya aparatur pemerintah daerah yang profesional dan kompeten. dan o Tertatanya daerah otonom baru. o Urusan P emerintahan D aerah : o menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan . Sumber : UU 32/2004 (Penjelasan Umum)     www.dadangsolihin. o Moneter dan fiskal nasional . Sasaran Otoda o Tercapainya sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan pusat dan daerah.com 25. o Agama. Prinsip otonomi seluas-luasnya : daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan di luar yang menjadi urusan Pemerintah . efisien. o Keamanan . o Terkelolanya sumber dana dan pembiayaan pembangunan secara transparan. Pembagian Urusan Pemerintahan o Urusan Pemerintah : o Politik luar negeri . o o o o . dan profesional.o pemerataan. keadilan. o Yustisi . o Meningkatnya kerjasama antar pemerintah daerah. www. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem NKRI .dadangsolihin. termasuk yang mengatur tentang otonomi khusus Provinsi Papua dan Provinsi NAD. o Pertahanan . o Sumber : RPJM 2004-2009 www. akuntabel. dan akuntabel. A sas otonomi : pelaksanaan urusan pemerintahan secara langsung oleh pemerintahan daerah itu sendiri . o Terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif.

Kriteria Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan o Kriteria eksternalitas  P endekatan dalam pembagian urusan pemerintahan dengan mempertimbangkan dampak/akibat yang ditimbulkan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan tersebut. dana. dan peralatan) untuk mendapatkan ketepatan. o o o o www. kepastian. Kriteria efisiensi P ertimbang a n tersedianya sumber daya (personil. Perspektif Praktek .dadangsolihin.com 26.dadangsolihin.com 28.dadangsolihin. dan apabila nasional menjadi kewenangan Pemerintah.com 27. www. Hubungan a ntar Pemerintah an o A ntara Pemerintah dan pemerintahan daerah  Hubungan dalam bidang keuangan  Hubungan dalam bidang pelayanan umum  Hubungan dalam bidang pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya o A ntarpemerintahan daerah  Hubungan dalam bidang keuangan  Hubungan dalam bidang pelayanan umum  Hubungan dalam bidang pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya www.  Apabila dampak yang ditimbulkan bersifat lokal. Kriteria akuntabilitas P ertimbangan bahwa yang menangani sesuatu bagian urusan adalah tingkat pemerintahan yang lebih langsung/dekat dengan dampak/akibat dari urusan yang ditangani tersebut.com 29. apabila regional menjadi kewenangan provinsi. www. penugasan dari pemerintah kabupaten/kota ke desa.o o o A sas tugas pembantuan : penugasan oleh pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten/kota dan desa . dan kecepatan hasil yang harus dicapai dalam penyelenggaraan bagian urusan.dadangsolihin. maka urusan pemerintahan tersebut menjadi kewenangan kabupaten/kota.

o o o o o o o 30. mengandung banyak peluang bagi proses peminggiran kepentingan rakyat dan menguntungkan kepentingan elit lokal. Pemilihan Kepala Daerah Langsung yang diharapkan menjadi pintu masuk bagi demokratisasi politik.com Sasaran Otoda Strategi Otoda Kinerja Otoda 34. Otonomi daerah dibayang-bayangi oleh potensi konflik horisontal yang bernuansa etnis.com Visi Otoda Strategi Otoda Kinerja Otoda 33. o o o o o o o www. lebih cenderung mencerminkan kepentingan elit daripada keinginan masyarakat.com 31. K ewenangan yang Tumpang Tindih Pelaksanaan otonomi daerah masih kental diwarnai oleh kewenangan yang tumpang tindih antar intitusi pemerintahan dan aturan yang berlaku. keinginan masyarakat akan selalu bertabrakan dengan kepentingan elit. Dalam prakt e knya.dadangsolihin. Politik Identitas Diri Menguatnya politik identitas diri selama pelaksanaan otonomi daerah yang mendorong satu daerah berusaha melepaskan diri dari induknya yang sebelumnya menyatu. seperti “putra daerah” dalam pemilihan kepala daerah.dadangsolihin.com 32. Dimana Posisi Otoda? www. Anggaran Dalam otonomi daerah. paradigma anggaran telah bergeser ke arah apa yang disebut dengan anggaran partisipatif. www. Dimana Posisi Otoda ? www. dengan cara memobilisasi massa dan mengembangkan sentimen kedaerahan. Permasalahan Otonomi Daerah . E lit L okal Otonomi daerah diwarnai oleh kepentingan elit lokal yang mencoba memanfaatkan otonomi daerah sebagai momentum untuk mencapai kepentingan politiknya. Orientasi Kekuasaan Otonomi daerah masih menjadi isu pergeseran kekuasaan di kalangan elit daripada isu untuk melayani masyarakat secara lebih efektif. Langkah-langkah desentralisasi belumlah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.dadangsolihin. baik antara aturan yang lebih tinggi atau aturan yang lebih rendah.dadangsolihin. sosial dan ekonomi di tingkat lokal. sehingga dalam penetapan anggaran belanja daerah.

dadangsolihin.dadangsolihin.com 37. o Belum Terbentuknya Kelembagaan Pemerintah Daerah Yang Efektif Dan Efisien . . o Terjadi tarik menarik urusan. karena belum sinkronnya antara UU Ot o da dengan UU Sektor . o Sumber : RPJM 2004-2009 www. Urusan Pemerintahan o Terjadi tumpang tindih antar tingkatan pemerintahan dalam pelaksanaan urusan pemerintahan. www. Kuatnya kebijakan sentralisasi membuat semakin tingginya ketergantungan daerah-daerah kepada pusat yang nyaris mematikan kreatifitas masyarakat beserta seluruh perangkat pemerintahan di daerah. o Terbatasnya Dan Rendahnya Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah .dadangsolihin. . o Masih Terbatasnya Kapasitas Keuangan Daerah . o Adanya gejala keengganan dari Departemen/LPND untuk mendesentralisasikan urusan secara penuh karena kekhawatiran daerah belum mampu melaksanakan urusan tsb secara optimal .o o o o o Penyelenggaraan otonomi daerah oleh Pemerintah Pusat selama ini cenderung tidak dianggap sebagai amanat konstitusi sehingga proses desentralisasi menjadi tersumbat. Adanya kesenjangan yang lebar antara daerah dan pusat dan antar-daerah sendiri dalam kepemilikan sumber daya alam. Permasalahan Otonomi Daerah . o Pembentukan Daerah Otonom Baru (Pemekaran Wilayah) Yang Masih Belum Sesuai Dengan Tujuannya. o Berbedanya Persepsi Para Pelaku Pembangunan Terhadap Kebijakan Desentralisasi Dan Otonomi Daerah . Sumber : Tap MPR No. dan tingkat kualitas sumber daya manusia. sumber daya budaya. infrastruktur ekonomi. IV/MPR/2000 www. Adanya kepentingan melekat pada berbagai pihak yang menghambat penyelenggaraan otonomi daerah. Kelembagaan Daerah o Adanya kecenderungan daerah untuk menerapkan struktur gemuk akibat tekanan birokrasi dan politisi .com 36. khususnya urusan yang mempunyai potensi pendapatan (revenue) .com 35. o Masih Rendahnya Kerjasama Antar Pemerintah Daerah . o Belum Jelasnya Pembagian Kewenangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah .

dadangsolihin. o Adanya gejala pengedepanan “Putera Asli Daerah” untuk menduduki jabatan-jabatan strategis dengan mengabaikan kompetensi/profesionalisme .com .dadangsolihin. o Penilaian kinerja yang sudah obselete (out of date). Struktur organisasi yang ada belum sepenuhnya mengakomodasikan fungsi pelayanan publik yaitu penyediaan pelayanan dasar dan pengembangan potensi unggulan daerah . o Overhead cost pemda yang tinggi. o Kurang terserapnya aspirasi masyarakat oleh DPRD . o Masih lemahnya kebijakan investasi di daerah www. o Kurangnya manajemen aset Pemda.o o o Adanya nomenklatur struktur yang berbeda-beda sehingga menyulitkan kordinasi dan pembinaan Struktur yg gemuk membutuhkan PNS yg banyak sehingga untuk gaji dan insentif PNS menelan sebagian besar alokasi APBD dibandingkan untuk pelayanan publik. Kepegawaian o Banyak Pemda mengalami kelebihan PNS dengan kompetensi rendah dan kekurangan PNS dengan kompetensi yg memadai. o Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyusunan APBD. o Adanya gejala politisasi PNS (terutama dalam event Pilkada). o Kurangnya kompetensi anggota DPRD dan l emahnya networking . www. o Masih kurangnya pemahaman DPRD t erhadap peraturan perundangan .com 40. Keuangan Daerah o Keuangan daerah yang kurang mencukupi ( Financial Insufficiency ).com 39. Perwakilan o Ekses dari meningkatnya kewenangan DPRD . tidak ada reward atau punishment terkait dengan kinerja . o Tidak terdapat kejelasan dalam career planning dan career development akibat tidak adanya manpower planning di daerah . o Kesejahteraan yg belum mem a dai sehingga PNS cenderung mencari penghasilan tambahan dan tidak fokus pada tugas pokok.dadangsolihin. o Campur t angan DPRD d alam penentuan penunjukan pejabat karir . www.dadangsolihin. o Kurangnya kejelasan sistem pembiayaan melalui dekonsentrasi dan tugas pembantuan.com 38. www.

o Beside working as Assistant Professor at Graduate School of AsiaPacific Studies. the Training Seminar on Land Use and Management. Jakarta. Developing Multimedia Applications for Managers. .dadangsolihin. and Regional Development and Planning Training Course. at Karlstad City. Japan (1999). o Tidak jelasnya standar pelayanan . His previous post is Head. Tokyo. Pelayanan Publik o Masih rendahnya kualitas pelayanan o Masih besarnya peranan P emda dalam penyediaan pelayanan . www. Local Government Administration Training Course. o Rendahnya akuntabilitas pelayanan . www. He published more than five books regarding local autonomous. Kuala Lumpur. he also active as Associate Professor at University of Darma Persada. Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Applied Policy Development Training. Terima Kasih 43.41.com Dadang holds a MA degree (Economics). included Advanced International Training Programme of Information Technology Management. USA. Japan. Sweden (2005). Japan (2001). University of Colorado. Taiwan (2004). o He got various training around the globe. Canada (2002). Malaysia (2003). Vancouver. Waseda University.com 42. Hiroshima.dadangsolihin. Indonesia. Sapporo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful