Proses Ekspresi Gen dalam Organisme (bagian 1

)
tubuh manusia terdapat banyak gen (unit dasar hereditas dalam kehidupan organisme) yang nantinya akan terekspresi menjadi fenotip (sifat yang tampak), misalnya rambut hitam, kulit sawo matang, hidung mancung, dan sebagainya. Bagaimana suatu gen yang ukurannya sangat kecil dapat menjadikan rambut kita berwarna hitam? Dalam istilah biologi molekuler kita kenal dengan istilah Dogma Sentral Biologi Molekuler. Apakah itu? Dogma di sini adalah suatu kerangka kerja untuk dapat memahami urutan transfer informasi antara biopolymer (DNA, RNA, protein) dengan cara yang paling umum dalam organisme hidup. Sehingga secara garis besar, dogma sentral maksudnya adalah semua informasi terdapat pada DNA, kemudian akan digunakan untuk menghasilkan molekul RNA melalui transkripsi, dan sebagian informasi pada RNA tersebut akan digunakan untuk menghasilkan protein melalui proses yang disebut translasi. TRANSKRIPSI Ini merupakan tahapan awal dalam proses sintesis protein yang nantinya proses tersebut akan berlanjut pada ekspresi sifat-sifat genetik yang muncul sebagai fenotip. Dan untuk mempelajari biologi molekuler tahap dasar yang harus kita ketahui adalah bagaimana mekanisme sintesis protein sehingga dapat terekspresi sebagai fenotip. Transkripsi merupakan proses sintesis molekul RNA pada DNA templat. Proses ini terjadi pada inti sel / nukleus (Pada organisme eukariotik. Sedangkan pada organisme prokariotik berada di sitoplasma karena tidak memiliki inti sel) tepatnya pada kromosom. Komponen yang terlibat dalam proses transkripsi yaitu :

Inisiasi dimulai ketika holoenzim RNA polimerase menempel pada promoter. Setelah RNA polimerase menempel pada . dan terminator. Timin (T). 2. Pemanjangan di sini adalah pemanjangan nukleotida. Salah satu bagian terpenting dari promoter adalah kotak Pribnow (TATA box). alpha. Sedangkan struktur RNA polimerase terdiri atas : beta. Inisiasi (pengawalan) Transkripsi tidak dimulai di sembarang tempat pada DNA. penggabungan beberapa nukleotida awal. dan beta-prime. beta.• • • • DNA templat (cetakan) yang terdiri atas basa nukleotida Adenin (A). Pada struktur beta dan beta-prime bertindak sebagai katalisator dalam transkripsi. Tahapannya dimulai dari pembentukan kompleks promoter tertutup. Struktur sigma untuk mengarahkan agar RNA polimerase holoenzim hanya menempel pada promoter. Gen terdiri atas : promoter. beta-prime. yaitu : 1. tapi di bagian hulu (upstream) dari gen yaitu promoter. yaitu : • • • mRNA (messeger RNA) tRNA (transfer RNA) rRNA (ribosomal RNA) Sebelum itu saya akan memaparkan terlebih dahulu bagian utama dari suatu gen. Sitosin (S) Hasil dari proses sintesis tersebut adalah tiga macam RNA. Bagian yang disebut core enzim terdiri atas alpha. Tahapan dalam proses transkripsi pada dasarnya terdiri dari 3 tahap. enzim RNA polimerase faktor-faktor transkripsi prekursor (bahan yang ditambahkan sebagai penginduksi). Elongasi (pemanjangan) Proses selanjutnya adalah elongasi. dan perubahan konformasi RNA polimerase karena struktur sigma dilepas dari kompleks holoenzim. bagian struktural (terdiri dari gen yang mengkode suatu sifat yang akan diekspresikan). Guanin (G). pembentukan kompleks promoter terbuka. sigma.

Proses ini merupakan proses penyalinan kode-kode genetik yang ada dalam DNA ke mRNA. Kumpulan asam-asam amino itulah yang nantinya akan menjadi protein. yaitu proses pembuatan mRNA (messeger RNA) dari DNA templat (cetakan DNA). Kecepatan elongasi tidak konstan. Yang diperlukan dalam proses translasi adalah : • • mRNA ribosom . Laju pemanjangan maksimum molekul transkrip RNA berrkisar antara 30 – 60 nukleotida per detik. nukleotida ditambahkan secara kovalen pada ujung 3’ molekul RNA yang baru terbentuk. Terminasi (pengakhiran) Terminasi juga tidak terjadi di sembarang tempat. Selanjutnya dari mRNA akan diterjemahkan oleh ribosom dan akan membentuk asam-asam amino. TRANSLASI Translasi terjadi setelah proses transkripsi. Transkripsi berakhir ketika menemui nukleotida tertentu berupa STOP kodon. Proses Ekspresi Gen dalam Organisme (bagian 2) artikel sebelumnya telah dijelaskan tentang proses ekspresi gen dalam organisme sampai pada tahap transkripsi. dan seterusnya. Dalam pemanjangan.promoter maka enzim tersebut akan terus bergerak sepanjang molekul DNA. 3. Selanjutnya RNA terlepas dari DNA templat menuju ribosom. Kita menyebut proses ini adalah translasi. Translasi merupakan suatu proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein. mengurai dan meluruskan heliks. maka nukleotida RNA yang ditambahkan adalah U. Misalnya nukleotida DNA cetakan A.

tRNA-fMet kemudian menempel pada kodon pembuka P subunit kecil. Subunit kecil dapat menempel pada mRNA bila ada IF-3. Tahapan yang dilakukan pada proses elongasi. 3. pertama adalah pengikatan tRNA pada sisi A yang ada di ribosom. Subunit kecil mengandung sisi Peptidil (P). dan A. dan siap melakukan elongasi. dan Aminoasil (A). pada translasi asam amino yang dipanjangkan. P. Inisiasi Pertama tRNA mengikat asam amino. Proses amino-asilasi ini dikatalisis oleh enzim tRNA sintetase. pada translasi juga dibagi dalam tiga tahap : 1. dan hal ini menyebabkan tRNA teraktivasi atau peristiwa ini disebut amino-asilasi. Pembentukan kompleks IF-2/tRNA-fMet dan IF-3/mRNA-fMet disebut asam amino N-formilmetionin dan memerlukan banyak GTP sebagai sumber energi. Urutan tempat menempelnya subunit kecil disebut urutan Shine-Dalgarno. 2.• • tRNA asam amino Sebelumnya saya terlebih dahulu akan menjelaskan tentang struktur ribosom. Pemidahan tersebut akan membentuk ikatan peptida. Pada proses ini IF-1 dan IF-2 dilepas dan GTP dihidrolisis menjadi GDP. Sedangkan subunit besar mengandung Exit (E). Selanjutnya Subunit besar menempel pada subunit kecil. Kedua subunit tersebut mengandung satu atau lebih molekul rRNA. UGA. Terminasi Translasi akan berakhir pada waktu salah satu dari ketiga kodon terminasi (UAA. Ribosom terdiri atas subunit besar dan kecil. Kemudian ribosom mengalami pemisahan menjadi subunit besar dan kecil. Seperti halnya transkripsi. rRNA sangat penting untuk mengidentifikasi bakteri pada tataran biologi molekuler. pada prokariot 16 S (subunit) dan eukariot 18 S. UAG) yang ada pada mRNA mencapai posisi A pada ribosom. . Subunit kecil selajutnya melekat pada molekul mRNA dengan kodon awal tempat menempel : 5’ – AGGAGG – 3’. Bila kedua subunit digabung akan membentuk suatu monosom. Elongasi Perbedaan pada proses transkripsi.

coli ketiga sinyal penghentian proses translasi tersebut dikenali oleh suatu protein yang disebut release factor (RF). Penempelan RF pada kodon terminasi tersebut mengaktifkan enzim peptidil transferase yang menghidrolisis ikatan antara polipeptida dng tRNA pada sisi P dan menyebabkan tRNA yang kosong mengalami translokasi ke sisi E (exit). Begitulah mekanisme proses transkripsi maupun translasi. Proses selanjutnya adalah protein yang telah dibuat akan disalurkan pada bagian-bagian yang dibutuhkan dan akan diekspresikan oleh tubuh kita dalam bentuk fenotip.Pada E. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful