P. 1
1308581

1308581

|Views: 387|Likes:
Published by Dinda Sudibya

More info:

Published by: Dinda Sudibya on Dec 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2014

pdf

text

original

Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

Gambar.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki. Gambar. Gambar.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2. Gambar.28 Nungging 2.15.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2. Gambar.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Gambar.7 2.8 2. 2.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2.25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2. Gambar. Gambar. lutut tetap lurus. Gambar. Gambar. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2. Gambar. perut. Gambar. tangan dan dada ke depan 2. Gambar. Gambar.6 2. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2. 2.9 v . Gambar.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2. Gambar Gambar. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit.16-2. Gambar. Tangan. Gambar. Gambar. Gambar.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.SENI TARI Gambar.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2. Gambar.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2. agar tidak pusing. Gambar.29 Membokong 2.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2.

51 Tidur menarik tangan dan dada. 2.51. 2. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar. kaki.SENI TARI Gambar.34 dan 2.48. 2. 2. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat. tangan sbg penyangga Gambar.45 Pose membungkuk.46A Penegangan pelvis/pinggul. 2.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar.59. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar. penegangan otot perut dan paha Gambar. Gambar. pada saat melompat Gambar. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit.50 kontraksi otot paha Gambar. paha dan perut kencang Gambar.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2.36 Tangan menahan tarikan kaki.50 Badan condong ke depan.50. Gambar. 2. 2. penegangan pada kaki Gambar.52 Mirip gambar 2. 2. 2.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan. 2. Gambar. 2.39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar.37 Tangan dan kaki saling tarikan. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. 2. 2. 2. 2. 2. 2. Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar. Gambar. 2.42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar. 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri.44 dan 2.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi . 2.53 Sikap mirip 2.2 peraga putri. lutut. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar.

7 Gruda Gambar.70 Berdiri santai.73 Duduk santai. Gambar. 2. Gambar.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. 3. 3.61 Sikap bongkok. perut. tengah dan bawah level tinggi Gambar. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar.1 Tari Gejolak Gambar.SENI TARI Gambar.50 Kontraksi otot paha Gambar. 3.76 Duduk berdiri jongkok. 2. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar. paha.62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. 2.59 Sikap mirip gb.9 Bersih Desa Gambar. 2.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. 2. 2.71 Berdiri jinjit.69 Sikap jengkeng santai. 2. putaran. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar. 2. 2.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats. .3 Tari Kresno-Bladewa Gambar. 3.72 Kontraksi kaki. 2.6 Tari Legong-Kreasi Gambar.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar. 3.5 Tari Klana Cirebon Gambar. dan angota gerak lain Gambar.8 Gambyong Gambar. 3. tengah dan bawah level bawah Gambar. 2.58 Penegangan otot perut. kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar.2 Tari Gumyak Gambar. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak. perpindahan formasi. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar. 2. 2. 2.2. 2. 3. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar.75 Melayang. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar. 3.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. tengah dan bawah menyeluruh Gambar.67 dan 2. 2. 3. dan angota gerak lain Gambar.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar.10 Trandak vii . 2. kontraksi kaki. kontraksi pada kaki Gambar. 3. dam tangan kanan.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar. 2.

12 Merak 3.56-3.26 Tari Baladewa-Kresno 3.13.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3.SENI TARI Gambar.58 Jepen Rebana 3.. Gambar.52 Tari PupUtAy 3. Gambar. Gambar.11 Topeng 3. Gambar.28 Pendet 3.27 Tari Manukrawa 3.22 Tari Manikam 3.37 Tari Gelang Ro’om 3.39 Tari Sarampuah 3. Gambar.42 Gelang Ro’om 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.24-3.17 Bechincak-an 3. Gambar. Gambar.31 Bratasena 3. Gambar.49 Tari Janra UPeuteh 3.46 -3. Gambar. Gambar.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3. Gambar.43 Tari Ranah di nan Jombang 3. Gambar. Gambar. Gambar.45 Tari Ho Arya 3.38-3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.23 Dogdog Lojor 3.16 Ngelajau 3. Gambar.57 Bersih Desa 3.13A Tari Bailita 3.51 Tari Mandau 3. Gambar.13B Tari Dayang Modang 3. Gambar Gambar.35 Tari Turun Kuaih Ainen 3.B Tari Dayang Modan 3.19 Tari Nyak Puan 3.29 Baratayuda 3. Tari Ngelajau 3.44 Tari Janda Nabia 3.54 Tari Rejang 3.36-3. Gambar.55 Tari Kecak (Bali) 3. Gambar. Gambar. Gambar.20 Tari Ngelajau 3.30 Tari Cinta Ibunda 3.41 Tari Janda Nadia 3. Gambar. Gambar.32 Tari Nyi Kembang 3.33. 3.50 Tari Dolalak 3. Gambar Gambar.48 Tari Nyak Puan 3.40 Tari HoArya 3.34-3.59 Sanduri viii . Gambar.18 Tari Ngelajau 3. Gambar. Gambar. Gambar Gambar.21 Tari PaJinang 3.13A Tari Bailita 3. Gambar. Gambar.

Gambar. Gambar Gambar.65 Tari Nditita 3..71 Ngremo Mall 3. Gambar. Tari Topeng 3.101 dan 3.72 Tari Turun Kuaih Ainen 3.86. Gambar. Gambar.61 Tari Warak Dugder 3.63 Tari Reog Polodero 3. Gambar. Gambar.92 Tari Bersih Desa 3. Gambar.66 Tari Balet Ngu Yen She 3.70 TarI Gambyong Kolosal 3.98 A dan 3.108 Tari Tano Doang 3. Gambar.84.95 Tari Badawang Nala 3.3.77 Tari Tabot 3.98 B Tari Lupak Gurantang 3.68 Tari Balet 3.82 Tari Ngelajau 3. Gambar. Gambar. Gambar.104 Tari Pa’Jinang 3. Gambar.90 Tari Kresno Baladewa 3.79 dan 3.109 Tari Perang ix .93 Tari Gelang Ro’om 3.72 Tari Ngelajau 3.87 Ttari Dogdog Lojor 3. Gambar.83 Tari Nyi Kembang 3. Gambar. Tari Jaipongan 3. Gambar.99 dan 3. Gambar. Gambar. Gambar.97 Tari Taume Anuku 3. Gambar. Gambar. Gambar.SENI TARI Gambar.Tari Gagahan 3.64 Tari DolAlaK 3.73 .88. 106 Tari Pabete Pasapu 3. Gambar.100 Tentengkoren 3.76 Tari Joget Lambak 3.89 A.103 dan 3.67 Tari Cinta Bunda 3.69 Untuk Mama 3. Gambar. dan 3. Gambar.81-3.107 Tari Kondo Bulang 3. Gambar. Gambar.80 Tari Bachincak-an 3.105 Tari Ponggayo 3. Gambar. Gambar.85 Tari Nyi Kembang 3. Gambar.78 Tari Sekapur Sirih 3. Gambar. Gambar.96 . Gambar.102 Tari Randa Nabia 3.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3. 3. Gambar. Rancak di Nan Jombang 3.dan 3.91 Tari Warak Dugder 3.94 dan 3. Gambar. Gambar.62 Tari Kebyar KEbeng) 3.74 Tari Payung 3. Gambar. Gambar.75 Tari Tabal Gumpita 3. Gambar. Gambar. Gambar.60.

33-4. Gambar.20 Stage Proscenium 4. Gb. Gambar Gambar.112 Tari Tarik Lalan 3.3 . Gambar.113 dan 3.126 Tari Tepulut 4.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4. Gambar.23 Bentuk Panggung 4.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.5 Kostum Annien (Riau) 4.17 Karakter Putra Gagah 4.110 dan 3.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3. Gambar. 3.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4.SENI TARI Gambar.115 -3.13 Dogdoglojor(Jabar) 4.) 4.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4.4 Alat musik diatonis Gitar. Gambar. Gambar.31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. Gambar. Gambar.116 Tari Giring-giring 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.4. Gambar. Fantasi (Bali) 4.36 Prajurit (Bali) 4.21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4. Gambar. 4.8 Kostum Gruda.111 Tari Dara Juanti 3. Gambar.118 Tari Persembahan 3. Gambar. Gambar.121 dan 3.125 dan 3.30 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar Gambar.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.123 dan 3.35 Pendet (Bali) 4.28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4.122 Tari Ndaitita 3.15 dan 4.114 Tari Baharuan 3.117 Tari Milau 3.2 Perangkat Gamelan Jawa 4.22 Stage Proscenium 4. Gambar.1 Perangkat Gamelan Sunda 4.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4.9 Trunajaya (Bali). Gambar. Gambar Gambar.29 Saman (Aceh) 4.120 Tari Bambu Gila 3.37 Saman(Aceh) x .10 Sangkrae(KalTeng).26 Improvisasi Gerak mhs 4.119 dan 3. 4. 4.14 Ngelajau(Lampung) 4.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4. Drum 4. Gambar. Gambar. Gambar.17 Karakter Putri Halus 4. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4. Gambar.

23 Penata cahaya memberi efek 5.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5. Gambar.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5.19 Kru Stage kerja di balik stage 5. Gambar. Gambar. 4.21 Penata cahaya memberi efek 5. Gambar.41 Tari Dogdoglajor 4.44 Turun Kauih Aunen 4.SENI TARI Gambar. Gambar.40 Tari Gelang Ro’om 4. Gambar. Gambar.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5. Gambar. Gambar.32 Ratu Angin xi .18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5. Gambar.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5. Gambar.1 Teater Anruang (Bandung) 5. Gambar.17-5. Gambar.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5.43 Tari Ngelajau 4.15 Pengarahkan kepada penari 5. Gambar.46 Tari Randa Nabia 4. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5.10 -5.25 Penata Musik memberi 5. Gambar.. Gambar.9 Rileks habis kerja 5.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.14 Disain tata Cahaya Gejolak 5. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5.45 Tari Gelang Ro’om 5.6 Pimprod memberi arahan 5.38 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar Gambar.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5.42 Tari Jibeng Rebana 4. Gambar.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5. Gambar.8 Pimrum tangga Tumpengan 5.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5. Gambar. Gambar.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5. Gambar.39-4.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5. Gambar. Gambar.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5. Gambar.12 Persiapan kipas pada Gejolak 5.

6. 6.2 Tari Topeng Cirebon Gambar.6 B Tari Ngremo Gambar. 5. 6.SENI TARI Gambar. 5.34 Busana Gladi bersih Gambar. 6.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra.7 Tari Margapati Gambar.33 Busana saat gladi kotorGambar.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar. 6.6 A Tari Jaranan Gambar. 6.8 Tari Belibis Gambar.13 A Tari Gundala-gundala Gambar. 6.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar. 6. 6. 6. 6.5 Tari Karonsih Gambar.3 Tari Jaipongan Gambar.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar. 5.13 B Tor-tor Gambar.1 Tari Topeng Blantek Gambar.9 Tari Randai Gambar.4 Tari Gambyong Gambar. 5. 5.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar. 6.13 Tari Saudati xii . 6. 5. 6.

3 Bagan 3.1 2. Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.3 5.1 5.2 2.3 3.4 Bagan 4.5 5.1 1.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii .2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.5 6.3 4.SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.5 4.2 2.1 3.4 4.4 5.2 5.1 Bagan 4.

1 Hubungan Teknik Gerak.xiv DAFTAR TABEL Tabel 1.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3. Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2.1 Teknik.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4. kelenturan da imitasi Tabel 6.4 Gerak tari kelompok Tabel 2.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1.3 Motif gerak Individu Tabel 2.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv .2 Dosis Pernafasan Tabel 2.

Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Secara konseptual. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. pada hakikatnya kurang dinamis. tempo. dinamika Menirukan berbagai ritme. partisipasi. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. tempo. Di sisi lain. standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. keterampilan yang telah dipelajari. di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat. tempo. dinamika Membaca berbagai ritme. Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab. pengetahuan.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan. dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis.

4. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cara atau jalan akal dalam berikhtiar. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. Para siswa yang kami sayangi. daya mengandung arti tenaga. Selanjutnya. Kesenian. akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. tabiat. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. Sistem pengetahuan. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. Sistem dan organisasi kerjasama. Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis. Sistem mata pencaharian hidup. Bahasa. 5. Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. Sistem teknologi dan peralatan. pengaruh.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak. perangai. 6. 2. mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini. benar dan salah. Sistem religi dan upacara keagamaan. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. Di sisi lain. Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk. kekuatan. 7. 3.

manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. Dengan demikian. menjabarkan ide. konteks budaya manusia berbentuk tulisan. Secara teoretis. dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik.SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. berkeindahan secara bebas. kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. terpuji. Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir. Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. adat yang diatur dalam agama. perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya. perilaku. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki. Para siswa yang tercinta. kepekaan perilaku. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. dan kemampuan mengorganisasikan ingatan. Manusia menghasilkan hasil budaya. Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan. dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. perasaan. Dengan demikian. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. Secara histories. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . implementasi motif ungkapan verbal (lisan) . dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna. konsep cara berpikir.

Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan. Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam. Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya. cahaya hidup. Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. dipikirkan. dan sumber inspirasi penciptaan.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. arah dan tujuan yang ingin dicapai. Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan.

hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis. jenis dan wahana seni tari. dipikirkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia. kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini. hubungannya dengan seni lain. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran. Dengan perkataan lain. Pada muaranya. Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya. dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari. simpati. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. dan dicita-citakan. Para siswa yang kami cintai. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain.

Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. rangkaian mata rantai penulisan.SENI TARI 5 Oleh sebab itu. Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. revitalisasi. dan transformasi kesenian agar tidak punah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan perspektif. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. B. Ketiga. melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat. Selanjutnya. sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif. Menurut Kuncoroningrat (1986). Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. penelusuran. akomodatif. dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja. variatif. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. argumentasi. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia.

12-35). Seni kerajinan. 4. Seni tari. 3. Atau dengan istilah lain. Seni teater. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. Seni rupa. 6. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi.SENI TARI 6 Secara eksplisit. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. bersosialisasi. Menurut pandangan penulis. unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya. Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. Selanjutnya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. kreativitas. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan. Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. 5. bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. Seperti di depan telah disinggung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seni-seni lainnya. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. 2. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri. Seni musik. Seni berwawasan teknologi 7. cabang-cabang seni memiliki banyak jenis.

1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.

12-24). rasa. Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri. Selanjutnya. bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). dan karsa. Pernyataan tentang bentuk baru seni. Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk. dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. mengatur. unsur keindahan (estetik).SENI TARI 8 C. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. modifikasi. arah dan perkembangan seni semakin variatif. Dengan demikian dapat dicatat. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. medium ungkap seni. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak. Oleh sebab itu. Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002. serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. pada kesempatan lanjut dapat dipahami. dibentuk. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya.

dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. pewarisan. rasional. utuh. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif. obyektif sebagai bagian kenyataan. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional. dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. seni kaligrafi. penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. Masalah pemanduan bakat. ilmiah secara empiris dapat diterima. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. seni musik. peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. Usaha penyelamatan. bulat.SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. Dalam pendidikan. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. seni drama (teater). seni tari. dan dibalut ke dalam makna simbolis. pelatihan. Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif.

Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. patung. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Media seni musik adalah vokal dan instrumen. angklung. kerajinan tangan. kerajinan tangan kriya dan multimedia. flute. patung. dan multimedia. gambang kromong. rebana.SENI TARI 10 1. berhubungan dengan unsur cabang kesenian. Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. grafis. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. 2. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. dan kolintang serta arumba. kemampuan memahami dan membuat patung. musik elektronik. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. drum. lukis. kriya. kemampuan memahami dan berkarya grafis. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. seksopon. gamelan. dan terompet. Unsur lain dalam bentuk harmoni. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. gitar. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. kecapi. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. Seni Musik. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. sintetiserr. lukis. Seni Rupa.

kemampuan mengaransemen. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. interval. kemampuan memahami dan membuat naskah. Di sisi lain. serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. dan harmoni secara varian. bunyi yang berirama. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya. kemampuan memahami dan membuat notasi.SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi. Oleh sebab itu. ekspresionis. Di sisi lain. serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. eksperimentalis. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. 3. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. melodi maupun harmoni. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seni Teater.

Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. 4. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan. Sebagai penyesuaian abad modern.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. baik dari koreografer. pembawaan. diksi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. intonasi. kebahagiaan. Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis.di mana tarian tersebut berasal. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak. Seni Tari. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Media ungkap tari adalah gerak. Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler. dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan. peraga dan penikmat atau penonton.

SENI TARI 13 maupun nontradisional. maka gerakan tari semakin halus. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. Seni tari memerlukan media gerak. beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. seni lipat. 5. seni dekoratif. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. Oleh sebab itu. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. guru-guru tari yang profesional. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern. renda. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. Dalam perkembangannya. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. estetis. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian.

Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih. Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. rupa. Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. multikultural. dan tari secara multilingual. menciptakan hal baru. teater. bunyi. dan multidimensional. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain. Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. rupa. pendokumentasian (sinema). Dengan imajinasi. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. seperti seni peran (khususnys sinetron). seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru. Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. mana cabang seni yang paling kalian senangi.SENI TARI 14 yang ada berwujud musik.

Memberikan nilai masyarakat. 3. serta. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. Dalam ranah khusus. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. 2. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. bahasa gerak. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. memiliki kompetensi. konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif. teknik. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Sebagai bahan kajian. jadwal terprogram.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan. 4. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki.

Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. dan berkelompok koloni. artis dan koreografer. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan. Prosedur imitatif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menekankan kepada produk/hasil. d. h. Kemampuan. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. f. demonstrasi. g. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini. kemahiran. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. e. b. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. a. latihan. c. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya.

dan Pecinta Kesenian Bagan 1. latihan. Pemerhati. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. Peminat.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. dan Koreografer. serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan.2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemahiran. Kritikus Tari. demonstrasi. Prosedur imitatif.

Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. Oleh karena itu. mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia. efektif. Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. Selanjutnya. dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah. Para pembaca budiman.SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. peserta didik. Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh. Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca. untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. Hal tersebut apabila belum cukup. maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. Lebih dari itu. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik. dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas.

perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. Kekuatan. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak. Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. tenaga. bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam.SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. Selanjutnya. Pengertian Tari Para siswa yang budiman. Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. 2). ruang. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. Apabila dikaji secara menyeluruh. dan fokus. Di samping itu. 2. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. dan waktu. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. 3. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang. tenaga. pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. dan waktu. Oleh sebab itu. Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. kecepatan. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. terkait pula dengan: 1. peralatan tari D. tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak.

empati. dan pada waktu kapan saja. pernikahan. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis.SENI TARI 20 tubuh manusia. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Apabila disimak secara khusus. Sebagai sarana komunikasi. Tari merupakan salah satu cabang seni. Oleh karena itu. maupun keperluan tertentu lainnya. tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. simpati. Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. hajad kaul. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Tari memberikan penghayatan rasa.

Dalam konteksnya. Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. tenaga.SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. waktu. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. dan ruang alam dunia. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan. maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. Secara khusus. serta unsur pendukung lainnya. direfleksi melalui gerak baik secara spontan. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli. 1990:2). Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. dan musik. 1994:44). tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak. Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. ritme. Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain. Oleh sebab itu. Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu. tubuh. melainkan juga sebagai upacara agama dan adat. Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture. dan tenaga. Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. di dalamnya terdapat ekspresi. baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). John Martin dalam The Modern Dance.

rasa. Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis.SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. badan. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. dan tenaga. Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang. ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. tangan. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan). posisi. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. atau cakupan gerak). lemah. waktu.Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Sejalan pendapat Suryobrongto. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. dan kedudukan). Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. VCD tari. Oleh sebab itu. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jarak. dan kaki). Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala. Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. aspek tari. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. Gerak Unsur utama tari adalah gerak. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. dan irama seseorang. Sebagai bentuk latihan-latihan. 1. perubahan sikap.

Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif. apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh. lambat-cepat. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). gerak olah raga. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari. Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan. gerak bermain. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak. serta gerak untuk berkesenian. 1. tegas terputus-putus. dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. gerakan pencaksilat.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot. kontraksi otot. patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. gerak bekerja. Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi.

2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. misalnya level. Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. tangan(Thorax). Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul.SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Faktor space meliputi ruang gerak. Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis. yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). 1. namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya.

misalnya gerak yang kuat. sebagai tumpuhan tubuh. lemah. 4. Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah. aksentuasi. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat). Ayo para siswa. sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak.3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah. 2. tengah dan atas secara sinkronisasi. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3. Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya. elastis. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri. penekanan (Ann Hutchinson. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. 1. luas. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. 1989:2). dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. dan dinamis. Gelengkan kepala.

1. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak. biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari.4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat. patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. 1.5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas. Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan). Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut. stakato.

Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas). rentang tangan. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon).SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas. Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra.6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci. 1. 1.7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: koleksi Pribadi Gb.

1. 1.SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan.8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon).10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 1. gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo).10 Gumyak Banyumasan Gb 1. rentang tangan. dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak).8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon).9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo. 1. Gb.9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb.

Ngaco. Melenggang Turun Naik. dan kaki.1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. Kewer. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok.1. Ngenak Gelang. Cendoliyo. Lenggang. Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. Ketentuan gerakan harus dipatuhi.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kedidi Merentang. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Gonjingan. 67). 20). Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. Nyerah Sekapur Sirih. Tegak berdiri. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala. Blongtur. Ngenak Cincin. Rapet Nindak. 1. Nyetangaen. 1. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai.11 -. Nyelak. Ngenak Subang. Pakblang. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. gerak khusus.12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb. Para siswa apabila dicermati secara teliti. Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari). Motif gerak tari tradisional Betawi. Nyilau. antara lain terdiri dari Selancar. 1. Gerakan peralihan terdiri dari Koma. gerak peralihan. badan. dan Gibang. Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989. Begaya. tangan.SENI TARI 29 1.11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Nyanggul.

2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. Gerakan supinasi. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. gebesan. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. mengangguk. Rapal. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. tengok kanan/kiri. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. gelieur. berputar. rileks. Adeg-adeg. sendi leher berperan sentral. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. sedang. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Gerakan ke depan/belakang. anggukan dan gelengan kepala. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Badan kontraksi. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. mengkerutkerut. gileg. Gerakan pacak gulu.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model. rendah). Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kuda-kuda. dan mengayun. memutar ke kanan/kiri. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. Meliuk-liuk.

supinasi ke depan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. ke depan/belakang. palmar tangan. dan sikap tangan pokok. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Topeng Cirebon. Ngruji. dan Nguya pada tari dasar Thailand. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. ogek lambung. Gerakan bervariasi. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Vibrasi scapula. lengan atas. tekukan pada palmar tangan. lengan bawah. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. belakang. samping kanan/kiri. tekukan pada siku. Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul. Grakan tangan lurus. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. Nyempurit.

kelenturan pada paha. Kolumna vertebralis. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. dilakukan sesuai keterampilan individu. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Geser. Gerakan dan getaran pinggul.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. macam goyangan. masingmasing berbeda-beda. Cranum sebagai otorizet. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. sensualitas. goyang pantat pada Jaipongan. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Kengser. Goyang plastik. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Pelvis sebagai penopang. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Kecepatan. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Harmoinisasi goyang pinggul.

kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Salto. loncat harimau. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. loncat harimau. Keept up Jalan lurus. Gerak rol. sinkondrosis. sinfibrosis. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. samping kanan/kiri. Lampah Ringdom. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Peragaan gerak motif Rodat. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Zamrah. kaki lenagkah ke depan/belakang. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta. dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan.SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala mematukmatuk. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . strugel track di udara. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki.

serta pada karpal dan falang. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu. Nindak. Lakukan gerakan ngeseh. Galier. badan. Gileg. tangan. Gerakan merendah atau mendak. dan kaki. Ngeseh. Tanjekan.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. Putaran Tubuh ke semua arah. meng angguk-anggukan kepala.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. dan Godeg. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. Mapal. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sendi poros pada tulang bahu. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru. Gelang kepala. Tabel 1. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. 2. Tegak dan bongkok badan. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Pacak Gulu. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. tulang panggul. dan variasi gerakan kepala.

Adeg-adeg. Rapal. berputar. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi.(Jung kir balik) Tabel 1. dan topeng Klono. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. lenso. tari garapan lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sedang. kuda-kuda. rendah).2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3. anggukan. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. rendah) pada tari Saudati. Adeg-adeg. Rapal. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.SENI TARI 35 1. Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. Gerakan Tari Topeng Cirebon. 4. kuda-kuda. straidel. rendah). step(langkah ganda). 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip.3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Lakukan gerakan mapal berkelompok. sedang. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.

14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan. gerakan olah tubuh. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. dan ruang gerak penari itu sendiri. 1. posisi dan kedudukan. ) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb. posisi yang tepat. Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari.13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh.SENI TARI 36 2. Di sisi lain. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa. 1. 1. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan).14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat.13 dan 1.

16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala.16 Penari Saman berbanjar Gb. ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. dan tangan kanan tolak pinggang. Gambar 1.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar. (perhatikan gambar: Tari Klana atas.SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 1.15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. dan Tari Saman Bawah. 1.

Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh.SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan.

17 dan Gb.17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati). Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1. 1.18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. 1. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb.SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. 1.

Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat. 1. panjang-pendek.19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi. dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. perubahan posisi.SENI TARI 40 3. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas . cepat-lama gerakan dilakukan. Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak. Waktu Dalam tarian. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. perpindahan tempat. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi. 1. dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan. Perubahan gerak. berubah posisi.

Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. waktu berdenyut. Dengan demikian. Atau dengan istilah lain. intensitas gerak. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak. kualitas gerak. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya. situasi.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. walaupun diam seorang penari di atas pentas. Oleh sebab itu. denyut nadi gerak. dan kebutuhan pentas tari. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atau dengan berdiri-jongkok. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Dalam tari. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi. dan kondisi emosional penari. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas.

Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. intensitas. Apabila hal ini dapat terkontrol. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage). berisi. Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif.SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja.19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas.20 Penari Bimo Suci Gambar 1. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan. dan penghayatan gerak tari. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas. 1. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. berkekuatan. Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati. dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari.

terkendali.22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. 1. 122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan memenuhi harapan. Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan.SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol. Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan).21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb. kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang. 1. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata. Sumber: Internet Gb.21. Lompatan kulminasi penari balet Gb. 1.

22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1. 2. penegangan otot tangan yang terbuka. 1.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet.23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb. 1. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin. Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1.SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1. Tersebut di atas.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1.24 Gambar menunjukan. Para siswa yang budiman.

dalam kehidupan sehari-hari. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya. Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar. marah. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Ekspresi Perlu para siswa ketahui. kehendak. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. sedih. desakan jiwa. Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum. Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Sebagai ilustrasi.SENI TARI 45 5.

Coba lakukan ekspresi senyum di kulum. Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater.SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton. atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1.. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang.26 Penari melepas senyum kepada penonton. tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1. Lakukan ekspresi murung. 2. menangis.

guru. maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari. dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang. Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan.SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A.1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sendi Otot. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini. sehingga pembaca baik pelajar. Untuk mencapai pemahaman bacaan.

organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. PENDAHULUAN 1. bahwa di dalam melakukan olah tubuh. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. Oleh sebab itu. menari. makan-minum. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. Pada akibatnya. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan. membentuk tubuh yang ideal.SENI TARI 48 B. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan. ideal. Latar Belakang. ruang. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. Siswa yang baik. dan sehat lahir dan batin. menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. waktu dan tenaga. dan waktu. Seperti banyak diketahui. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi.

sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. jalan biasa. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. menari dan gerak senam. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan.SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh. maraton. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. serta aktivitas sehari-hari. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. sprint. kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. menari. Secara garis besar. Oleh sebab itu. Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. srta banyak contoh lagi. Seperti telah disinggung di atas. terkejut. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik. Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. dan gerakan terjaga dengan baik. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh. C(Carbon) dalam jeringan. Selanjutnya. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. ketahanan tubuh. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. kualitas gerak. di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa. menari maupun melakukan senam. Oleh sebab itu. sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik. pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. begitu sebaliknya. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak.

kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. mengeluarkan. dan melepas. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. Apabila hal ini menjadi kenyataan. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. • mengkordinasikan para-paru. • Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan. tengah. Selanjutnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan.SENI TARI 51 nafas. • Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu.

mulut. Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan. membusungkan dan mengempiskan dada.SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. Oleh sebab itu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . anak tekak. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. Secara tertruktur. Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. Oleh sebab itu. pangkal tenggorokan. rongga hidung. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan.

Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung. kecepatan. Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi. • Paru-paru ada dua. • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak). Paru-paru mengisi rongga dada. Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas.SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung. Sewaktu udara melalui hidung. • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea. dan gerakan pernafasan. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung. menari dan senam. Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. • Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar.is masuk ke rongga hidung. kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. Alat ini merupakan alat pernafasan utama. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. sesak nafas. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati. Oleh sebab itu. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan.SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut. dan dituangkan ke dalam gerakan artistik. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. menahan. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. dirasakan. lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. hingga mengakibatkan gangguan jantung.

kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. b. Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3. Jelaskan. a. posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar. sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas. Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. 2. kalian pasti telah memahami teks di atas. Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. Tugas: 1. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. Para siswa. Konstabilitas ini harus terjaga. Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini.

DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh. Sumber: Koleksi Internet Gb. maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima. Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. 2. Oleh sebab itu. 2. Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang. persiapan tubuh atas pemanasan. Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik. Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni.1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb.

3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2. 2.SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb. 2. bagian skapula terjadi penegangan gb. dada. dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan.bagian perut.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada. kaki ada (penari pa) Gb.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot. 2.

Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). 1989:2). Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut. Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini.SENI TARI 58 2. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix).4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . misalnya level. kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput). Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. lemah. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. Selanjutnya. elastis. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. 2. Faktor space meliputi ruang gerak. misalnya gerak yang kuat. ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini. penekanan (Ann Hutchinson. aksentuasi.

Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri.SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik.6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha. Tangan kaki. tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas. Kepala bisa menghadap depan.5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2. 2.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan dan kaki bawah relaks. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata. 2. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif. Sumber Koleksi Pribadi Gb. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb.

menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. tanpa persiapan apapun. Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tubuh. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. menari dan senam pada dasarnya telah dipahami. dan bangga untuk diri sendiri. Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap. maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh. Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. gerakan pengenalan. menari dan senam agar benar-benar fit. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak.SENI TARI 60 3. Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik.

otot. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat. tari. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tulang. mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh. • Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi. serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang. Sebagai contoh. gerakan oleh tubuh. Dalam melakukan olah tubuh. Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri. menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. memperkuat persendian. Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru. jantung. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. sendi. mempertahankan. sendi dan tulang secara maksimal. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. gerakan tiba-tiba. Penguatan ekspresi gerak. Di sisi lain. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot.

dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu. pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. gerakan yang memiliki beban. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan.SENI TARI 62 • Olah tubuh. Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba. Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya. Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi. Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. Apabila latihan olah tubuh. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal.

SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel . Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil. setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan. Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan. Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh. Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama.Melalui penjelasan tersebut. Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja. Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar. Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. Oleh sebab itu.

cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit. kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak. Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif. sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. Otot memiliki daya kontraksi. Tabel Hubungan Teknik Gerak.

SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak.

dan peniruan gerak sebagai berikut.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb.9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb. kaki dan perut.7-2.8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 2.SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. 2.9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung. jari kaki dan tangan Gb. 2. Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2.8.

perut dan kaki. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas. 5.5. 2. kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. 2. 2.6. 4. bukan? Lakukan sekarang. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan. Ambil posisi berdiri sempurna. Sumber Internet Gb. Gb.

dan paha. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut. Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah. dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut. Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. tekanan darah tinggi. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb. dada. Bentuk Apel. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik. Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda. 2. mulai dari dada hingga pinggul. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. dan penyakit ginjal. 1. Gb 2. stroke. Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah. Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk.11.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 68 B. latihan gerak naik turun tangga secara rutin.

Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul. atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan.SENI TARI 69 2. dan betis.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis. bentuk tubuh pir kurang percaya diri. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. Bentuk Pir. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb. Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel. Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian. Dalam penampilan. paha. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. bersepeda.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir. 2. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. Biasanya sering frustasi.

dan ceking. jalan cepat. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya. Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. bersepeda. langsing. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul.SENI TARI 70 3. Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel. Dalam skala ukur yang klasik. Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional.

masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna. Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis. Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. penari. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. pesenam. Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

1. 2. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini. Ambil posisi berdiri sempurna. Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas. 2. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori. wanita yang berprofesi olah ragawati. penyaluran energi. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. Upaya penambahan berat badan. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam. dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran. Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan. seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. kesehatan. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan.6.5. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya. hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan.

dan daya ulur. Pada pengetahuan olah tubuh. maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. Untuk keperluan olah tubuh. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut. Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. tubuh sebagai alat gerak.SENI TARI 73 C. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. Dengan demikian apabila terjadi peregangan. ketepatan. kelenturan . maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian.

2. Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. Otot jantung membentuk jaringan jantung. Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak. dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. Kangkang. 4-18). Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. Nungging. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan. Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. perut. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. Tangan. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. Jinjit.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif.

15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok.15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri. lompat. meluruskan-menekuk kaki.SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . loncat. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah. Sumber Koleksi Pribadi Gb. kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan. diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan. 2.

jinjit dan naik turun. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb.SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . agar tidak pusing. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian. Kontraksi pada kaki.16-2. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. 2. Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan. lutut tetap lurus.

bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. b. Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang. Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak. Gerakan kepala di atas. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan. berdiri. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. menungging. Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a. c. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah. dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. atau memposisikan berada menjulur ke depan. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur.SENI TARI 77 2. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menggeleng-gelengkan kepala. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki.

Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. 2. Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal. lebih dominan di atas lantai. Kontraksi pada kaki Gb.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai. 2.19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud.

Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis. Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita. gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh. Gerakan tersebut lakukan beberapa kali. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali. Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul. siapkanlah peralatan tersebut. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Lihat gambar 2. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus. kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna. Lakukan gerakan tersebut beberapa kali. Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan. angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri.20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Pinggul (pelvis). 2. Anggukan kepala. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. 2. Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. Kontraksi pada kaki Gb. buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih. dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar. Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna. badan. Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. Betis (Febula). Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati. Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e. Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian. dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur).

2. Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup. dan perut.22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat . Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb. kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. 2. Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan.SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. Perhatikan gambar Duduk santai. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini. Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha. tangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai.

25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar. 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb.

bertumpu pada satu kaki. yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad. hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi.SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur. duduk.Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb. Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah.26 da 2.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan latihan beberapa menit. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini. (Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas. 2.

28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan. Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding. Gb. Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus. Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis. posisi tidak semitris. Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran. Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian. 2.. Sebagai ilustrasi. sehingga bis tepat rata benar.28-2. Gerakan dilakukan beberapa kali. Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar. Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent). Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai.

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Misalnya gerak yang kuat. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Selanjutnya. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). 1989:2). Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. 4. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. maupun perubahan tentang aspek gerak. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). lemah. Ruang gerak misalnya level. anggota gerak bagian tengah (Thorax). tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. posisi. Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak. Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsep ini selanjutnya diberi bentuk. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak. aksentuasi. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput).2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. konvigurasi. elastis. ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap. disebut gerak tari tengahan. kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang. penekanan (Ann Hutchinson.

Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik. Oleh sebab itu.2 peraga putri. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul. masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .44 dan 2. posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan.

pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda. Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. Hal ini dituntut dalam tari. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis. Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. Oleh sebab itu. menjadi sisi penilaian negatif pengamat. Dalam tari. Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. Gerakan yang statis dan membosankan. Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. Oleh sebab itu. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari). karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. dan banyak variasi. Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan. Untuk pengamat yang telah berpengalaman. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka. penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil. menghentak. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis. makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. bagi pengamat yang masih awam.SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. Sebaliknya. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya.

Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna.SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi. kuat. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. Dalam belajar-mengajar tari. Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. tengah. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. Di sisi lain. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian. Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. dan angkuh temteramental gerakan. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif). Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak. Variasi gerakan goyang. jongkok menekuk lutut. gerakan yang diperhalus. Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. berbaris berbanjar.

penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang. 2. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi pada kaki Gb.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep. Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh. Oleh sebab itu.46. tidak mantap. Selanjutnya. 2. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. 2 2. dan kesan goyah.

48. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini.SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini. Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. paha. Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. 3. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. 4. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan daya tahan nafas. Ambil posisi sikap sempurna.

kemudian baru keluarkan. bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1. Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik.52 selanjutnya dilakukan.Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya. Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2. Olah nafas dengan pernafasan paru-paru.SENI TARI100 4. Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan. Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu. sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan. Tahan nafas hingga 4 detik. Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan.3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gunakan pernafasan dada dan perut.

Pada tingkat menengah. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. Pada tingkat ini.SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan. Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. tergesa-gesa. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. Masa latihan lebih dari 3 bulan. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan. 2. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal. Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. Dalam keadaan terpaksa. serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. atau duduk santai dengan punggung bersandar. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah. Peringatan. sehingga dalam keadaan terkejut. mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit. terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar.

Hembuskan nafas selama 6 detik juga.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik. tahan nafas 6 hitungan.SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam keadaan paru-paru kosong. Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit. Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya. Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada.

Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk. Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh.SENI TARI103 5. Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup. Bagaimanapun. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. menahan dengan santai. kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. dan menghembuskan dengan santai pula. dan dada. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. paha. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya. dan konsisten. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. D. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. kebiasaan makan. tenang. terutama pada bagian pinggul.

Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI104 1.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni.49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb. 2.50. penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri. 2. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

2.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb.51.51 Tidur menarik tangan dan dada.51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar. kontraksi pada kaki perut Gb. penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki. 2. 2. Gb. Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup. kontraksi pada kaki Gb.33 Sumber Koleksi Pribadi Gb.52 Mirip gambar 2.53 Sikap mirip 2. 2.50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI105 2.

Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. merendah dan jongkok. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. Tulang Kelangkang. pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap. siap untuk melakukan olah tubuh. otot kaki. Paha Pangkal paha. seperti melompat. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tungkai atas. Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. tungkai bawah. menendang. berlari. Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. meloncat. keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang.

Kontraksi pada kaki Gb.50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai. 2.59. 2. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. 2.54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca. Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?. Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh. dan bagaimana cara mengatasinya 9. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level.gerakan. Apa alat dan pakaian yang digunakan?. tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian. 7. 2. Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. 5. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. 8. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?. kelenturan. Oleh sebab itu. Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik. Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. peniruan gerak. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. kenapa demikian. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik. 4.

dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki. dan dapat dibantu oleh tulang. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga. gerakan putaran tangan pada lengan. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. berjalan. Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku. Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti. • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). e. . trisik pada tari Jawa. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. ruang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak.SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. dinamis.

58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar. dan kepala. Proporsi menunjukan tention pada perut.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb. kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. dam tangan kanan. 2.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. pinggul. pinggul. 2. dan tangan serta kepala sebagai efek samping. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Peregangan pada otot perut. Gb. 2.

61 Sikap bongkok. Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas. 2.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hal ini untuk menguatkan otot perut.59. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna. 2. badan dibungkuk secara mengalir. Sikap mirip gb. ekspresi rambut. 2.SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. Lakukan latihan selama beberapa kali.

Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan. 2.62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. Kontraksi pada kaki Gb. 2. dan angota gerak lainnya. dan angota gerak lainnya. Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan. 2.62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. Perhatikan gambar Duduk santai.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal. Fese latihan dan pentas. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni. tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan. perhatikan gambar duduk santai. dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2.65.2.65 menunjukan performa Intensitas gerak. peraga tunggal dengan penghayatan dalam.2.64—2.64. . .

66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan. dan kebugaran tubuh.66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . keseimbangan. kesehatan. baik tari tradisional. Perhatikan gambar Duduk santai. gerak tari bentuk. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 2. Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere).SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh. Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi. Kontraksi pada kaki Gb. 2. Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan.

2.dan 2. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi. latihan pernafasan. . KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran).SENI TARI115 D.48-2. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani. 1. pinggang. latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh. kaki.67. guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb.68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian. Gunarsa menyatakan. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan. Dalam Singgih D.49). tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh. latihan penyegaran otot dan saraf punggung.2.

otot sekitar mata. b. Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. Tarik napas dalam 5 hitungan. lengan otot. yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi. e. jari-jari tangan. Langsung keluarkan napas 10 hitungan. Visualisasikan dalarn pikiran. b. Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. e. otot-otot muka/wajah. 1. Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. leher. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. paha. f.SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. otot. hangat. bahu. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). telinga. dapat dilakukan dimana saja. c. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang. perasaan. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. posisi berdoa. keinginan baik. c. d. Ulangi latihan 10 kali. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. c. Rasakan kasih sayangdalarn pikiran. irama hitungan sama. kepala tegak. Kaki dibentangkan. betis. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. tangan diangkat ke samping (horizontal). visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh. kepala. bagian tumit sentuhkan kedua kaki. pinggang. Duduk tegak punggung lurus. lutut. rasakan dalam dada. kemauan. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada. d. kaki bersila. Cara Kedua : a. Berdiri di udara terbuka. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. tumit. pergelangan tangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 Contoh Latihan Gerak a. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi. b.

Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a. 2. 1. Urutan gerakannya sebagai berikut. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula. Tariklah kedua kaki rapat ke depan. makin lama makin baik. julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. c. mata dipejamkan tunduk sedikit.SENI TARI117 d. seakan-akan menembus paru-paru. Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). • Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. e. sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. pikiran bersih. tangan dipangkuan diatas lutut. e. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. f. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. d. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. jangan bungkuk. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. Ulangi latihan 5 kali. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . b. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing). dengan cara. • Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). Latihan Penguatan Otot.

ke samping kiri dan samping kanan. jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. • Bila kedua pinggang sudah tegak. • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. ulangi 2 sampai 3 kali. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. istirahat sebentar. 6. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. Ulangi 2-3 kali. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). lurus ke depan. • Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki. Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai. Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam. 7. Letakkan. boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. lurus datar. Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan. 3. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan.

agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan. Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat. peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah.Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas. Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah. . 3. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia. Deskripsi Tugas 1. 2. Menirukan gerakan yang diberikan guru. Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. meloncat. Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas.Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah. tengah. memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah. mengetahui letakIetak gerakan yang benar. Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. 1. . bawah secara baik dan benar. benar.

perpindahan gerak. Peserta berjalan. menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat. meloncat. Kriteria 1. waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. putar jinjit tidur. memahami garis. bentuk-bentuk gerak dalam ruang. rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin. tenaga. . waktu. 1. sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal.SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak . 2.Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang. melangkah. jalan. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1. Deskripsi Tugas . Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. 3. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang. dapat mengetahui polapola yang ada. Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak. Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis. mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar. 2.3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis. Untuk tugas diatas.

Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu. Kelenturan) 1. Secara langsung. kekuatan. Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. 1. Deskripsi Tugas. melalui respon gerak di dalam ruang. langsung melalui gerak dengan berpasangan. tenaga. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis. untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung. kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. Deskripsi Tugas 1. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan.SENI TARI121 Kriteria . • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan.Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. waktu. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi. 2. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional. Latihan gerak dan merespon gerak. atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak. bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. Kekuatan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. • Peserta secara kelenturan. 1. kelenturan.

3. Deskripsi Tugas. desain gerak. Kriteria Untuk tugas ini. Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar. Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri.Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis. menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket.SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini. Deskripsi tugas . 1. Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . . maka peserta dapat mengkoordinasi. Peserta mencari dan mengolah gerak. dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan.Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. Paket Garapan Gerak. peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok. dan dibuat pada materi yang diajarkan. sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi. 1. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi.

dan mengayun. gileg. gebesan. berputar. gelieur. namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. rendah). Badang kontraksi. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari. kuda-kuda. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Rapal. Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. sendi leher berperan sentral. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. tengok kanan/kiri. Gerakan ke depan/belakang. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh.SENI TARI123 2. Adeg-adeg. anggukan dan gelengan kepala. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Meliuk-liuk. mengkerut-kerut. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. sedang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rileks. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. mengangguk. memutar ke kanan/kiri. Gerakan pacak gulu. Gerakan supinasi. Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan.

Grakan tangan lurus. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. lengan atas. belakang. ke depan/belakang. supinasi ke depan. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Gerakan bervariasi. lengan bawah.SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. tari yg dilakukan. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. ogak lambung. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Ngruji. tekukan pada siku. tekukan pada palmar tangan. Nyempurit. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Vibrasi skapula. dan sikap tangan pokok. palmar tangan.

Sriwijaya. 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. macam goyangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sensualitas. dan Nguya pada tari dasar Thailand. goyang pantat pada Jaipongan. Goyang plastik. Geser.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. kepala Gerakan Jalan. Gerakan dan getaran pinggul. Harmoinisasi goyang pinggul. Cranum sebagai otorizet. Kecepatan. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. masingmasing berbedabeda. kelenturan pada paha. Kengser. dilakukan sesuai keterampilan individu. Kolumna vertebralis. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata.

SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. strugel track di udara. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. loncat harimau. Peragaan gerak motif Rodat. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerak rol. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Salto. Zamrah.

Galier. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. sinfibrosis. Gileg. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta pada karpal dan falang. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. kaki lenagkah ke depan/belakang. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. sinkondrosis. Nindak. Sinkronisasi harimau. tulang panggul.SENI TARI127 matuk. Gelang kepalaanggukanggukan kepala. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. diarthrosis Jalan lurus. samping kanan/kiri. Tegak dan bongkok badan. Lampah Ringdom. sendi poros pada tulang bahu. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Gerakan merendah atau mendak. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. dan Godeg. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Putaran Tubuh ke semua arah. Pacak Gulu.

lenso. Adeg-adeg. sedang. Adeg-adeg. 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. kuda-kuda. Gerakan Tari Topeng Cirebon. dan topeng Klono. Mapal. rendah). Tabel 2. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Tanjekan. berputar.SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. straidel. Rapal. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. sedang.3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Tabel 2. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. tari garapan lain. sedang. Rapal. dan variasi gerakan kepala. Ngeseh. kuda-kuda. anggukan.4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kaki. badan. tangan. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. rendah) pada tari Saudati. step. rendah).

mengencangkan otot. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. Otot dada. dan panggul. membakar lemak. Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1. Pembuluh darah lebar. mengembangkan kelenturan fisik. gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit. Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. Menambah kepekaan syarat. sehingga aliran darah lancer. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. dan mampu merespons gerak secara reflektif. Menghindari cedera. Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. dn berpenampilan indah dan menarik. Otot tungkai dan pinggang. serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh . Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. Gerakan bahu.SENI TARI129 E. Otot pinggul. bahu. • • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher. lengan bersama dengan bagian samping.

69 Sikap jengkeng santai. dirangkai. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar.SENI TARI130 2.(lakukan gerakan beberapa menit). Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Latihan Inti 1. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1. Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit). kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada. Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai. Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh. (Latihan Kelenturan) 2. elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain. Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa. 2.

Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit). Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh. Kekuatan badan dalam posisi jinjit. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh. manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat. kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI131 1. 2. Tarikan kencang pada betis. Lanjutan 3. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan. Rasakan tarikan otot meregang.70 berdiri santai. Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. otot tungkai.

pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. Ayunan ke dua tangan ke samping. sambil mengayunkan tangan. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan ulang. Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. dan mampu merespons gerak secara reflektif. 16. Lari-lari di tempat. 14. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan. Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai. Otot dapat berkontraksi secara cepat. 13. Latihan gerakan kepala. tarik ke belakang diikuti badan (putar). Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. Tangan di depan memegang mulut. 7. Posisi kembali semula. 4. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. Berjalan di tempat. gerakan putaran sebaliknya. 12. tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. tarik leher ke kanan dan ke kiri. 6. lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. lalu kedua tangan tarik ke atas. Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. 8. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya.SENI TARI132 3. Kedua lutut lurus. 3. putar pinggang sesuai arah jarum jam. Latihan pinggang. Meregang otot lutut. Secara bergantian. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. 18. 10. tahan pinggul sehingga nampak elastis. 5. keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. 9. 11. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai. tangan kanan ke bawah. selanjutnya kembali posisi semula. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. • Posisi dan gerakan sama. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit.

Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh. Putar-jonkok. keindahan gerak. Ayunan tangan. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lompatan.71 berdiri jinjit. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat. putaran. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2.SENI TARI133 4. variasi untuk membantu penghayatan. penghayatan dengan memakai property. dinamika gerak.

Posisi kaki terbuka dan merendah. tangan bertumpu di lantai. • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang. goyang pantat). ke belakang. badan membungkuk. ulang!. pinggul. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian. dan simpuh badan ditopang ke dua kaki. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. lenggang. Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut. Gerakan pinggng otot kaki regang. Lakukan gerakan kaki maju ke depan. lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak.72 berdiri santai. Gerakan Sit UP.SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. Laian. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. sila. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. Goyang Plastik. dengan pinggul lakukan kengser. tangan ke atas berlawanan dengan kaki . Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional. Lakukan beberapa kali gerakan ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan lain lagi. Gerakan kaki semacam Balet. Gerakan otot paha. beberapa kali gerakan. pantat.

. Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian.. kaki belakang berjingkat tangan di pinggang.. tahan 4 detik. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan....SENI TARI135 1. perpindahan formasi. Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada.... dan rasa kepercayaan diri.......aaaaach..73 Duduk santai. 3. Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya .. Tarik nafas perut.. 2.. 4. Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan.. 2. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb. Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas.

Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk. 2. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. Seluruh otot tanganotot bahu. Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. tahan.. Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus. lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. 3. hembuskan nafas. sikap dipertahankan. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. Tahan 10-12 menit. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut.SENI TARI136 1.74 berdiri santai. Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik. tahan nafas. dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. 4. 5. perlahan-lahan kepala menengadah. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada. jarak pandang lurus ke depan. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . punggung di regangkan. bimbang. Hirup nafas perlahan melalui hidung. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik.

daerah perut.SENI TARI137 1. 6. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan. maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari.75 berjalan sambil melayang santai. 2. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi. (Hal 24 dan 75). dan alat disesuaikan dengan keinginan kita. Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak. Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan. 3. kontraksi pada kaki. 5. 4. disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama. Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

berdiri jongkok. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot.SENI TARI138 3. Pendinginan 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. • Latihan penutup. • Mengurangi ketegangan. Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan. dan lambat. • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal..76 duduk santai.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula. • Menurunkan suhu tubuh.

wiraga. • Gerakan pelan agak lembut. relaks.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. busungkan dada. • Latihan dilakukan secara individu. • Pilih musik etnik yang kamu suka. Ayunkan tangan. berpasangan. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban. • Berdiri perlahan-lahan. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks. • Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. wirasa. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang. Kembalikan tubuh ke posisi awal. • Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak. wirama. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. sehingga kondisi dapat segar kembali.

lingkaran. tangan bertolak pinggang. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian.SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian.

Badan berdiri tegak. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan.SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. sikap pandangan mata lurus ke depan. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. sikap pandangan mata lurus ke depan. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya. Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad. tangan bertolak pinggang.

Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap. Badan berdiri tegak. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh.SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan melebar ke samping kanan/kiri. tangan bertolak pinggang. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V.SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit.ke kiri. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah.

. Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. Posisi badan rendah ke samping. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Posisi badan terbuka merendah. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. dan sebelah lainnya diluruskan. Posisi badan tempat merendah ke arah samping.ke kiri. Dengan itu saling berhadapan. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik. Atur posisi badan tetap berdiri tegak.SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri.

Gerakan ini dilakukan bergantian. sebelah tangan lainnya luus. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atur posisi badan merendah ke samping kanan. Badan berdiri tegak. kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. pandangan lurus ke depan.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. Posisi badan sedikit membungkuk. tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan. Kedua tangan lurus ke depan. Posisi badan merendah ke depan. dengan saling membelakangi. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. Pandangan ke arah depan. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri.

kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus. Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. Posisi badan tidur lurus. Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna. Arah hadap ke depan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus.SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . badan berguling sehingga terlentang. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. selanjutnya melompat setingguitingginya. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna. Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal.

arah hadap muka searah dengan tangan.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. Posisi badan membongkok. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. tangan kanan lurus dialgonal. kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga. Posisi badan menunduk. Atur sikap posisi badan membungkuk. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna. tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri. kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah. Posisi berdiri satu kaki.

Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna. sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan. badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. sehingga badan lurus dengan kaki kanan. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus.. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang. ke dua kaki melebar. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi berdiri satu kaki.SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah.

ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. dan pinggul. kaki. Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh. kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Posisi dan sikap badan tegak.

kaki lainnya melipat ke arah pinggang. Uraian geraknya adalah lari perlahan. Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga tidak banyak beban yang diambil.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada. atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang.40. tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak. Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri. Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus. Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2.

Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan. badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping. Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan. Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang. rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping.

Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik. sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah. Gambar Tabel 2. lurus ke atas. Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah. memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan.5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI152 seimbang.

lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong. ngepel. ngruji. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. dan masih banyak lagi. terbang/rebana. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yang tertuang pada sikap tubuh. dan badan. Tetapi pada sisi lain. dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut. Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Pada tari-tarian manca daerah. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. kenthong. keprak. pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia. gitar. Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. kaki. Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa. Hal ini disebut akulturasi.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. nyempurit. akordion. Pengaruh tersebut sa.

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. bentuk sastra. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. dialog. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan.SENI TARI163 peran. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari. dancescrip. peran seni drama sangat menonjol. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. ide penggarapan tari. Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar. pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. Oleh sebab itu. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera. Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. cuplikan inti ceritera. Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan.

misalnya : menirukan gerak binatang. bertujuan untuk kehendak tertentu. . tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . terdiri dari tifa. • Instrumen sangat sederhana. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik. • Tata rias masih sederhana. karena akan berburu. Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1. proses inisiasi (pemotongan gigi). bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. perkawinan. berupa hentakan kaki. Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap. Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama. sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. pesta kelahiran. bahkan tanpa memperhatian dinamika. keberuntungan panen.SENI TARI164 B. dan sebagainya. Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3. dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik. tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. musik. keunikan tari primitif walaupun gerak. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. 3. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati.SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral.

5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun. Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang.4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku. 3. Bedoyo (Yogya-Surakarta). Tari Baladewa Kresna (Surakarta). Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Gambyong (Jateng0.3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3.3 dan 3.4 Tari Gambyong (Gb.SENI TARI166 2.3. Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama. 3.6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali). 3.

Sumber Koleksi Pribadi Gb 3.8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi). tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur).7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng).SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional.9 Bersih Desa Gb.10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur). TMII Jkt Gb. 3. 3. 3.

SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. Tari Gandrung (dari Banyuwangi). Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat). menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada. 2. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. dan tari klasik.11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb. Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum. tari rakyat. Tari daerah setempat di lingkungan kita. menjadi warisan budaya secara turuntemurun. Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. Tari Tayuban (dari Jawa Tengah). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan.1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat. Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat. Tari Lengger (dari Banyumas). berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar. sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya.12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat. 3. 3. Konsep koreografi sederhana.

3.15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini. 3.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 3.16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya.SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. 3.17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Tari Legong (Bali). 3. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat). Yogyakarta).22 Dogdog Lojor 2.19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB. Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah.2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi . Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama. 3.20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3.SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi. 3.21 Tari Manikam Gb.

24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb.23-3. dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan. 3. Tari Legong Kraton (Bali). Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3. Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta).25 Tari Legong Gb.26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut.

27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong). Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo. konsep tersebut banyak mengalami kendala. Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium. Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa. Contoh bentuk Wayang Orang. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok. yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta. Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung. Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog.

namun secara konseptual tetap mempunyai aturan. dan sebagainya). 3.30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Sumber Koleksi Internet Gb 3.29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong. Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku. 3.31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas.28.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti). Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim). Tari Wira Pertiwi.SENI TARI173 3. Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni.

36-3.3.34-3.37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.32-3.SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

i Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit.SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3. Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah. 3.40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta. Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1. Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5. mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat. 2. kita bahas bersama. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian). Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian. 1. beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta. 3. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran.

Pada daerah tertentu di Indonesia. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja. sarana memuja dewa (keagamaan). Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan. 3. tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak. Pada masyarakat tertentu. 1.SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. Tari 3. Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. memelihara/berlatar belakang agama Hindu. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara. Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat. salah satunya termasuk tari. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta).45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.47 Tari Janra UPeuteh Gb. 3. 3. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini.48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat. Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat. Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat.46 Tari Nyak Puan 2. 3. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.

Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa. 3.51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb. Oleh sebab itu. penyambutan tamu agung. potong rambut. Kematian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan. Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin. 3. Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura. kelahiran. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang.SENI TARI179 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara. injak telur. Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut. Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya. 3. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan. Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu.

Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut. tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua. mengikuti selera kaum muda dan mudi. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi. Sumber Jurusan tari Gb. Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. 3. bersih desa. Oleh sebab itu. Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. 3. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting. dan masyarakat secara umum. 2. 3. 4. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. Gerak tari ini dilakukan berpasangan.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb. Tari Joget. 3.Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb.57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Gandrung. Tari Tayub dll.61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tari Serampang Dua Belas.3..58 . Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.60.56-3. 3.SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso.

Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal. Sumber Koleksi Anj. Tari Buncis (Banyumas). Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. dan tari. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. TIMTI Gb. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta). Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton. Selain kesenian Betawi. Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas. 3. yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat. Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim). Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa. 3.62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Topeng Gong. Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi. Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini.63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga kesan teatrikal nampak. Ludrug.SENI TARI182 5. Jenis Ebeg. Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. musik teater.

2. TARI REKREASI 1.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. 5. karena tarian rakyat. 2. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. 62 C. Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat. Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai. 4. biasanya mengadakan pertunjukan kesenian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. 3. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. 3.SENI TARI183 Gb. sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. PERKEMBANGAN TARI 1. 1. Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. perlindungan. 4. Memohon keselamatan.

Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. 3. Kostum tari sangat mencolok warnanya. asesoris. dan musik iringannya sangat sederhana. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak.65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI184 2. Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb.64 Tari DolAlaK i 1. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok. 2. 3. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik. Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku. Sumber Internet Gb. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2. Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja. 3. Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. dengan standar tari yang tinggi. 3. karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai.SENI TARI185 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pendekatan koreografis bertema kontemporer. Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik.

Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb. 4. Modern Dance 1. 3. 3. karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3. Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer. Awal tari modern .68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Selain itu menghindari pada penekanan teknik.SENI TARI186 4. Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2.

SENI TARI187 5. Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ. 2. Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler). Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3. Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet. 4. Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa. tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen. 3. dramatikal. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb. dan musik iringan. terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. 5. dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya. Tari Musik Panggung/Opera 1.

4.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6. Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis. 7. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang. 3. 3. 2. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3.SENI TARI188 6.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5.

Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi. Tari Musik Panggung atau Opera. Pada masing-masing bentuk tari di atas. Selanjutnya. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer. penari. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). Oleh sebab itu. selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. Tari Rakyat. Lihat dan amati. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. ruang. tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. dan Tari Klasik/Istana. RANGKUMAN Pada hakikatnya. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. maupun seniman selaras dengan irama atau musik. dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. dan Tari Teatrikal/Pertunjukan. Tari Rakyat. Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). Tari Sosial/Pergaulan. dan waktu. Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Balet. melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang. Tari Modern Dance. Tari Pendidikan.

kita harus ingat dan memahami. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan. kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. 2. termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai.SENI TARI190 Tugas: 1. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk. baik elektronik maupun non-elektronik. 3. D. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. penuh vitalitas. hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. Tetapi para siswa dan guru. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya.bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. khayalan. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian.

SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. 2) Pengetahuan. 5) Penilaian. 2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis. 4) Analisa. 3) Pengertian. 6) Apresiasi. Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini. 1) Persepsi. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya.

Tari Baina. Aceh dan Sumatra Utara. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Kental imbas pengaruh Melayu. Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan. Tari Kapri. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Tari Angguk. musik iringan. Tari Upacara. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan.SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari. Pendukung tari meliputi kostum. Tari Andung-andung. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Tononiha. Tari Buyut Managan Sihala. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Kain. dan perkembangan Tari Tradisional. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Manduda. Tari Tari Barampek. Tari Karambik dll. Tari Nontradisional. peran-fungsi tari. Tari Pisu Suri. Tari Cikecur. Tari Baluse. tata teknik pentas. tari Terang Bulan.

Tari Apeut. Tari Dampeng. Tari Landak Sampot.Tari Bak Saman. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Cuwek. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb.Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Kederen. Tari Bines. Bungong Sie Yung-yung.. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Lanieu. Tari Cincang Nangka. 3. Contoh Tari adalah Tari Ngelajau.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok. Tari Labehati. Tari Ranu Labuhan.72 Tari Ngelajau Gb. alunan gerak dengan alur-rentang sempit. Tari Asuk. gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Anyung. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal.

Sumatra Selatan. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan. Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan. Bengkulu. Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan. Riau. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain. Jambi.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut. Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya. Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya. Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari. Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan.SENI TARI194 Sumatra Barat. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. Oleh sebab itu. Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum.

74 . Tari Kain.SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Rambai.Rancak di Nan Jombang. Tari Karambik. Tari Ampun Mende. contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Payung. 3. tari Lilin.

tari Kain.SENI TARI196 Riau: tari Japin. Tari Lambak. tari Sekapur Sirih. Tari Zapin. Tari Ambong. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita. 3. tari Joget Lambak.. tari Gandai. ( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Massal Kijjai.77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Keris. Tari Catuk. Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Persembahan tari Joget. 3.76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). 3. tari Kikuk. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri. tari Bidadari.

Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi).SENI TARI197 Jambi. tari Kipas Perentah. Tari Kain. tari Mandi Taman. . tari Depan Tulang Belut. tari Gunjing. tari Sauh. tari Kelit Lang. maka tari ini berbentuk tari sosial.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk.78. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. tari Kepak Balam dll.

Tari Bayang Sangik.. Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). tari Melimbang.79. tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). tari Burung Putih. Tari Bebe.80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Temu.dan 3. tari Badaek. Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3.Tari Andun. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).SENI TARI198 Sumatera Selatan. Tari Badalung. tari Tabur.

Ayunan Tangan. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Arus. 3.SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. Tari Bebe. tari Melinting. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. tari Batin. Sumber Koleksi DepBudP Gb.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Lepas. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. 3. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Posisi geografis sangat menguntungkan. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti.

Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Tayub(Nayub). 3. topeng Cantik. Tari Blenggo.SENI TARI200 Jakarta. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.84. Tari Ronggeng. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. Tari Topeng . 3.83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Ngarojeng. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Topeng Gong. serta Topeng Angga. Tari Gong.

Tari Merak. Tari Ketuk Tilu. Tari Capang.88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Dewi.SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. 3. Tari Keurseus. Tari Candra dewi. Tari Longser. Tari Topeng. Tari Keris. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.86 . . Tari Doger. Tari Kembang Puray. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Kandagan.dan 3.

Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). dll. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang.SENI TARI202 YOGYAKARTA. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. tari Golek Lima. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Gb.89 A. Pergelaran di Pendopo.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Srimpi. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. tari Bedhoyo. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat.

SENI TARI203 Jawa Tengah. Tari Karonsih.. Tari Embat-embat.Tari Panji. 3. tari Jejer. Tari Srimpi 9. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.91Tari Warak Dugder Jawa Timur.Tari Retnosari. tari Bapong. Tari Bondoboyo. Tari Surenglaga. Tari Atandak. Tari Lawung. tari Bondan. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Topeng (Madura). Tari Anoman Kataksini. tari Golek.93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 3. Tari Kridohumangsah. Tari Saptoretno. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita. 3. Tari Srimpi 5. tari Rantoyo. Tari Menak Koncar.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari NgRemo. berperan seperti tledek atau Ledek. pertunjukan secara berkeliling. Tari Bondoyudo.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Menak Jinggo Dayun.

Tari Arja. Tari Badong. Tari Amiles Siku. Tari Dio doe. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Deda Lolon. Tari Barong. tari Soka Papak. Tari Bajra.94 dan 3.97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Janger. Tari Kecak. Tari Barong. Tari Dag. tari Carana. Tari Bial Tojong. Tari Kebyar. tari Danding. Tari Elilola. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Lenda Nusa Malole. Tari Rangde. Tari Basur. Tari Ende. Tari Bidu.96 . tari Legong. Tari Andir Legong Keraton. Tari Pendet. Tari Kabana. Tari Cak. Tari Kadhi Sago Alu.dan 3. 3. tari Kecak. tari Likurai. tari Padoa. Tari Cawan.95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur.SENI TARI204 Bali. 3. Tari Ana Keka. Tari Ampok-ampok. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

tari Kebesaran. tari Turutenden. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt.100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj.98 A dan 3. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah.99 dan 3. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. Tari Maengket. dilakukan kelompok gadis. 3. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. TMII Jkt Gb.98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara. 3. Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb.

Tari Banggai. kitanan.SENI TARI206 Sulawesi Tengah. serta penobatan putri masa akil balig. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Ana Tete.

103 dan 3. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya.101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. 3.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini.

Tari Modero. gadis akil balig harus menarikan tari ini. tari Linda. Tari Morengku. Tari Salonde. tari Mangaro. Tari Kancara. 3. Tari Moese.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara. Tari Morasa. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Katumbu. Tari Motaro dll. tari Lumunse. Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. Tari Modelusi.Tari Moleba. Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Dero.105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. Tari Moana. Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari. tari Mombesara. tari Dinggu. kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya. Tari Lumanse.

107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. tari Padudupa. Tari Lule. Tari Mangandak. Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. 3.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau. tari Pagalung. Tari Malemmo. dilakukan oleh penari Putri dan. Tari Makrencong-rencong. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Losa-losa. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. tari Moseng. Tari Mangayo. Tari Alu-alu. 3. Tari Tano Doang). Tari Daok Bulang. Tari datu Museng. Tari Alusu. Tari Dumono. Tari Mak Jekne-jekne. tari Pettenung. 3. tari Pasuloni. Tari Kondo Bulang. Tari Mappacci.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Denggo. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu. Tari Maluyya. tari Mananeng. Tari Mak Bandong. Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. Tari Mak Randing. Tari Manganeng. Tari Cip Cip Po. Tari Maklatu Kopi. tari Bisaro.

SENI TARI210 Kalimantan Timur. 3110 dan 3. tari Sirang. Tari Gantar. ditarikan pada masa paceklik. Tari Bekuku. Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana. oleh 4 wanita. tari Perang. Tari Belahong. tarsaku Ayu. tari Tandasambas. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Totokng. tari Hudok. tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir.Tari Anggo. 1 orang lelaki(pawang). Tari Datun dll. 3. Tari Burung Enggang. Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Bejo Ujo. Tari Belaong. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. tari Amboga.

Baksa (Ajaran.112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Gandut.SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut.114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bogam. tari Balian Bukit. Tameng. tari Mantang.Tumbak). 3. 3. tari Japin Sigan.113 dan 3. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan. tari Topeng Panji. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.

TMII Gb.115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj. Tari Dendang Dilale. Tari Bukung. tari Lenso. 3. tari Kinyah Bawi. tari Manjuluk Sipa.116 Tari Giring-giring Maluku. tari Mutiara. Tari Kangkurung. Tari Karaenta. tari Kinyah Pampulu.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. 3. Tari Mabileose. Tari Badeder. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb. Tari Tambung. tari Mandau Talawang dan Kapuas.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. tari Boleong Dadah. Tari Caka Lele. 31. Tari Kinyah Danum.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. Tari Banggai. Tari Maru Putih. Tari Denge-denge. Tari Balian Bawo. Tari Kanjan. Tari Bahala. Tari Dodobol. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb.

Tari Meitoro Meisawe.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya. Tari Mooni. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.. Tari Dow mamun. Tari Yospan.SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.TariMbis Pok Mbui. Tari Aya Nende. Tari Meto. Tari Aluyen.121 dan 3. Tari Ndi. 3. Tari Aniri. tari Dombe.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Etol. 3. Tari Det Pok Mbui. tari Wor.119 dan 3. Tari Kampu.

3.125 dan 3.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut. 3.123 dan 3.SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

kemudian uraikan berdasar pendapat kalian. Coba kalian jelaskan tentang irama. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya. tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. gerak. bentuk gerak. misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah). pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan. Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. upacara pengantin. Analisalah tari-tari yang kalian amati. untuk penghormatan tamu agung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pola garapan. Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik. rias-busana. iringan tarinya. Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. tari karya Gusmiati Suid (Padang).SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya. Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. . baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. dsb. Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya. penyajian dan perkembangan yang dimilikinya. penyajian. penyajiannya cukup unik. di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami.

Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok. 11) Properti. sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. 13) Pola lantai. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia. fungsi-peran atau tujuan tari. Latihan 1. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. 12) Setting atau stage. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. 5) Waktu dan tempat pertunjukan. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari. 9) Musik iringan tari.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. 14) Tata cahaya atau lighting. coba jelaskan latar belakang. Tari Pergaulan/Sosial. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). 2) Nama dan asal koreografer. Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati. 10) Tata rias dan busana. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. Tari Teatrikal secara seksama. Tari Upacara. Tari Nontradisional. Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. 3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 7) Ide pijakan gerak.

karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan. Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut. mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari. guru.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi. mahasiswa. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. kreasi dan moderen). sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya. Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa. Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . guru. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa. menganalisis.

SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3. 1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. Oleh karena itu. adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni. Pada hakikatnya. serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek. membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. kepekaan. keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. Namun demikian. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 113). yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). nada(musik). wirasa. Dalam seni tari. Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. tanpa intrik. keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan. Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya. merupakan keindaha yang semu sifatnya. Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama. garis dan warna (rupa). alasan dimana wiraga. pemahaman. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita.SENI TARI219 E.

Gendhing: Kriteria pemahaman musik. Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. ketentuan gerakan tari.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan sebagainya). Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3. sedih. lucu. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi. peran. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. gendhing. Irama: Kriteria mengatur kecepatan. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. tenang. tempo. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. taati dalam melakukan gerak.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. berkesinambungan. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak. Penari harus mampu mengendalikan gerak. Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan. dan instrumen menjadi penguasaan penari. dan ungkapan gerak (marah. dihafal. Penari mampu menghayati gerak.

serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh. Tari Surakarta. Tari Jawa Timur. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. pengendalian diri sexcara maksimal.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. masalah Sawiji. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari. GREGET: Daya kekuatan emosi. Kedalaman penghayatan gerak. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan. Pada Joged Mataram. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. Greget. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda. Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. kedalaman isi karakter. Tari Jawa Yogyakarta. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. Sengguh.3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak. Sulawesi. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia. Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. kontrol gerak. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa. peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. Sulawesi. jenis gerak yang dilakukan. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. dan Tari Sumatra Barat. ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. Walaupun terkesan terlambat. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. Bali.

dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari. dramatik.4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. penghayatan gerak serta olah rasa. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik. dan suasana tari. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. ikatan wiraga. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . baik hubungan dengan gerak dan musiknya. Bagan 3. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya. gerak yang dilakukan. serta penghayatan prima terhadap karakter. dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari. wirama. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi. Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama.SENI TARI222 Dalam tari tradisional.

1. Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah. Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi. Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi. Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari. menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang. hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari. Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery. Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. Rudolf Laban. Jecquiline Smith. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ. referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja.

SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan. • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak. dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop). Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru. Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang. • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan. menyerap. masukkan ke kapasitas ingatan. Merasakan • Belajar melihat. dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan. • Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin.

Gerak terdiri dari tenaga. La Merry. Laban. format. Bentuk. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa. dan wiraga. Dalam kaitan dengan tari. gerak merupakan unsur yang penting. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. mengalir. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. dan kedudukan dari suatu benda. kualitas. gerakan mengayun. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk. kedudukan. wirama. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan.SENI TARI 224 B. ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. posisi. lebar dan volume. Format gerak berhubungan perubahan sikap. 1. Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. dan tekanan. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. bergetar. dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal.

Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. Para siswa sekalian. mengayun. bentuk. 2. dan patah-patah. Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya. patah-patah. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. kekuatan dan jangkauan gerak. kendur. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. konstruksi. Oleh sebab itu. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. Motif. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. Jenis musik yang teratur disebut ritme. Masalah tempo atau ritme. mengalir. serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. jenis. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi. Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. bentuk. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar. hegenitas. mendalam. Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. ritmik. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional. dinamika. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. dan menata melodi. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat.SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan. Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. merangka. dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. Di sisi lain. Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. tekanan. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus. klimaks. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . perkembangan. dan alunan suara secara tepat dan benar. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni.

drum. Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar. dan lain-lain.4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4.4.1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.3 .SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat. Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. organ. piano. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda). 4.

Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan. lingkaran. geser ke kanan-kiri. kepala. Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. dan ke samping atau serong. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan. Di sisi lain. Pola garis lurus dapat dibuat ke depan. lari cepat. spiral. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. huruf V. Garis menyudut atau diagonal. zigzag.SENI TARI 228 3. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). lengkung. garis lengkung dapat berwujud ular. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga. kaki. angka delapan dan sebagainya. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. tari Hula-hula dari Hawai. ke belakang. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan jalan. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. lurus. dan posisi penari pada saat diam. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. ruang gerak. Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. tubuh. huruf T. segi empat. sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis.

tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. Desain Datar. Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala. Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. kepala ditengadahkan. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan. melayang sesaat di udara. Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Badan dan postur penari tanpa perspektif. a. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. secara rinci dapat disebut yakni. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. merentangkan ke dua tangan ke atas. melompat. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi.SENI TARI 229 4. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton.

kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. c. dan tidak menuju ujung garis. dan bersahaja. Desain Murni. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. kepala. Desain ini memiliki kesan kuat.. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. menyerah. f. Desan Vertikal. penuh energi. Desain Horison. Desain ini tidak menggunakan desain kontras. kokoh. g. Kesan yang dimiliki adalah sederhana. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. dan lebih dalam lagi kurang berdaya. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. dan serong. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison. lembut. desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. Kesan yang ada nampak egosentris. tungkai. Kesan desain ini nampak teratur. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari. kesan yang ada nampak tercurah. Desain memiliki kesan tenang. Desain Dalam. kejujuran. dan umpan balik yang terkesan dangkal. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari.SENI TARI 230 b. Desain Lengkung. Desain Statis. e. Ke depan. i. Desain lurus. d. desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. tenang. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. Kesan yang nampak halus. lembut. Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. Sebagian anggota gerak tubuh. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. h. pasrah. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. Dsain ini menarik.

apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. n. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Desain bersudut. pangkal lengan. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. Desain Tinggi. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam. Desain Terlukis. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup. pangkal paha. lingkaran-lingkaran puting beliung. Desain Rendah. Desain Spiral. p. m. Desain Lanjutan. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. lutut. Desain Medium. l. o. Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas.SENI TARI 231 j. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan. k. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. desain berada pada desain atas dan bawah. desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. Apabila kurang hati-hati. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu.

Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. maka tangan kiri juga tolak pinggang. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. Desain ini memiliki kesan kokoh. tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap. Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. q. Kesan kurang kokoh. Desain Asimetris. 5. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. Contoh memarahi orang. desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama. seorang memiliki badan yang bagus. rambut. Tangan kanan tolak pinggang. Contoh lain. r. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. Apabila koreografi digarap secara professional. tangan kiri bertolak pinggang. s. Desain ini menarik dan dinamis. sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. lengan kiri lurus ke samping kiri. Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. Desain Tertunda. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. tenang. Lengan kanan lurus ke samping kanan. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. Desain Simetris. maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan.SENI TARI 232 diwujudkan. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati.

Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak. Di sisi lain. pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. Oleh sebab itu. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. Selanjutnya. Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali. pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas. Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan. Perjalanan naik agak lambat. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. biasanya sering diingat olah banyak orang. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan.SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. Dramatik terdiri dua tahap.

klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan.SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan. terjadi hanya satu klimaks saja. harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal. Lengkapnya garapan. terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal.

serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. kepala. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan. Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. dibutuhkan dinamika. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak. Di Spanyol.SENI TARI 235 6. Di sisi lain. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan. Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. cepat-kuat-bertenaga. kualitas gerak. tekanan atau aksen. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. Dalam tari-tarian wilayah timur. Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. torso bagian atas. Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia.

Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari. misalnya lewat pengaturan level. Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo. Masalah gerak. sedang. dan sebagainya. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. Dinamika lembut. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. pergantian tempo. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. keras ke lembut. Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tenang. Makin lama keras disebut Forte. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. masalah musik. dan tekanan dari lemah ke kuat. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan.

bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang. Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga. menarik. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton. Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan. formasi. Oleh sebab itu. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. depan dan belakang. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok. atas dan bawah. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat. tergarap secara baik. 7. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. tidak membosankan. kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. Apabila terjadi sebaliknya. Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri. dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar. Dengan demikian. teliti.

kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian. posisi suatu kedudukan. Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut. Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. dengan motif gerak yang sama. Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. . bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah. berurutan. Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak. serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga. arah tujuan. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. kurang pengolahan teknik desain. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi. Sehingga. Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. antara urutan satu penari dengan penari lainnya. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu.

Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional. dinamis.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif. Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas. mempesona. dan mewujudkan impian keindahan garapannya. cannon. Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. kredibel. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate.

• Dapatkan tema ditarikan. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema. instruktur atau tenaga ahli koreografi. improvisasi gerak dan penataan gerak. busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil. pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. Dengan demikian. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. rangkaian kalimat gerak. Dengan perkataan lain. Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari. Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. tempat. • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari.SENI TARI 240 8. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan konstruksi koreografi.

Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan. yang ada dalam garapan koreografi. Sehingga. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi. melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. Pilihan tema yang demikian harus dihindari.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton. Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya. 9. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. Apabila tema menjadi bukan orisinil. Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari. pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan. 4. Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. dan bentuk tarian untuk upacara tertentu. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari. upacara adat. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb. Tema orisinil ditarikan lebih baik. 4.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. Fantasi (Bali) Gambar 4. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi). 4.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau).8 Kostum Gruda. 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.10 Sangkrae(KalTeng).) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. 4.9 Trunajaya (Bali).5-4. Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. Gruda (Bali). Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah.

12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung).13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4. 4.12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Pendet dan Lojor (Karakteri).SENI TARI 243 Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter. 4. 4. 4.15 dan 4.SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. Gb. Gb.17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.

Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas. tinggi 20 cm. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung. Hal ini apabila terjadi. bujur sangkar. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya.SENI TARI 245 10. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. kesan koreografi akan lebih mendalam. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. 40 cm. Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna. di bawah standar panggung. segi delapan. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi. Ada yang berbentuk segi empat panjang. Bentuk dan format trap bermacam-macam. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. segi enam. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. berkualitas.

dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. padat. Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. bola. kipas. kipas. Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur). Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya. tongkat. payung. kendang. selendang. piring. panah dan masih banyak lagi. apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. dan asas pakai properti secara baik dan benar. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok. Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. piring. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. tombak. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. memenuhi standar properti. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. dan memenuhi kualitas penggunaannya. pedang. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. keris.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. mandau. rebana. fungsi. Pada sisi lain. payung. cundrik.

Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional. 4. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.22 dan 4.SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional. 4.21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .22 Tari Manyong Gb. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung.20 dan 4. 4.18 dan 4. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. 4.23 Tari Manyong Gambar 4.

Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. pemanggungan (staging). pendopo. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum. selanjutnya. Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka. Oleh sebab itu. Peralatan dalam bentuk lain. replika panggung yang dibutuhkan. serta bangsal sebagai tempat pergelarannya. memenuhi harapan koreografer dan penonton. Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. halaman pura. spektakuler. properti panggung menjadi alternatifnya. properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. profesional. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. Untuk menempatkan wahana replika. Dalam pengembangan. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan. Pada penerapannya. Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita.

Di bawah ini contoh pendopo yakni. Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang).4. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu. Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal). Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).SENI TARI 249 atas. Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk. Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing. Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional). Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas. Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan besi beton. Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo. Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional. Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage. tiang.

Gb.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut. 4.4.25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.

dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian. penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola. Gb.4. Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas. Atau dengan perkataan lain.27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda.SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka. terbuka.

Gb. 4.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis.4.28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangga berundak. . kebersamaan panggung. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb.SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut.

kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan. Hal ini menjadi masalah yang beragam. Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan. kualitas pencahayaan. dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata. penciptaan suasana. penguatan adegan.2. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi.SENI TARI 253 1. serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang.

merah. Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. Kualitas pencahayaan sangat penting. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat. tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. pemeranan. dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. dan menyayat. Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. lampu yang temaram. dan general. Begitu pula sebaiiknya. kuning. musik iringan sendu. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru. Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. lirih.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. Perlu diingat. penghayatan. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. dalam situasi perang.

Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan. koreografi semakin hidup. Oleh karena itu. Oleh sebab itu. dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . adegan kuang sempurna. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. kurang memenuhi harapan. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general. Efek pencahayaan dapat merugikan. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan. masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. dan efek koreografi yang diharapkan. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. penciptaan suasana. ekspresi yang dilakukan. Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. dramatis. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. dan kurang mencapai tujuan koreografis. serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan.

Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan. serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. Di sisi lain. Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. pilihan asal tarian. Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton. susunan koreografer. Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik.SENI TARI 256 12. pilihan cerita. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . memenuhi syarat. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. perkembangan.

Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik. Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. akhir.SENI TARI 257 C. Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. mempunyai tujuan. dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. Dengan cara demikian di atas. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini. Oleh sebab itu. Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih. Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing.

elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wujud tampak dapat berupa gerak. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. menggerakan. Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. merasakan.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. dicari. wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan. Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. Dengan demikian. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. irama. isi laut. dan mengembangkan secara tepat dan benar. dan merespon. hubungan sosial.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. imajinasi. Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak. 1. berimajinasi. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. Di sisi lain. dan kekuatan kreatif. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri. tema. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. mengembangkan gerak secara teratur. Masalah pengembangan ide. Bagaimana anak harus bergerak. 1. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan.

kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi .32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar. 4.30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb. 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4. di sini dituntut pematangan ide.SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. mencari gerak untuk menemukenali diri. Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri.

tenaga.SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. seleksi dan mencipta daripada eksplorasi.33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. mengolah tempo dan ritme. Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. irama. kepekaan bunyi. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. 4. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi. rasa. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . peran dan alat bantu. level. dinamika.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu. tempo. raba.

4.4. 4. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 4.34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 4.36.37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak.36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb.SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb.Gb.

• Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan.3 Forming (membentuk.SENI TARI 262 1. mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari.39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. 4. lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 38-4. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. • Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk.

gerakan (gb.43). 4.SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.41) . 4. 4. 4.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb.42) dan ruang pentas (4.41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4.42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

walaupun kadarnya berbeda-beda. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. aktivitas.L Utami Munandar). gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. 4. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. akan tetapi perIu dipupuk. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. ide-ide baru. • Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan.44-4. melahirkan penemuanpenemuan baru. informasi atau unsur-unsur yang ada (S.

Sumber: GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang. di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari. gerak. kemampuan personal. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari. Cakupan teknik gerak. dan waktu. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari. 4. 4.47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari. Oleh sebab itu. dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. gerak dan waktu. Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang.

4.48-Gb. 4. kadar. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini. dan properti tari dalam bentuk gerakan. dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya.SENI TARI 266 3. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. 4. Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya.49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4. Kreativitas perlu dipupuk.48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb.Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk.. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

dan pengolahan ruang.51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit.51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4. 4. . 4. 4. gerak dan waktu. dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak.50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb.50-Gb. properti.

SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. 4. pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerak dan waktu. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. Oleh sebab itu. dan taktis. Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh. terampil. Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. Oleh sebab itu.. Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja. Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar. Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur. mempunyai kekuatan komunikatif. Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda.

Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi. rentangan. berlutut. gerak isyarat. terputus dll. merentang dll. 4. elemen komposisi. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. elemen tari. Level rendah. silang. mengambang tertahan. sedang. pelan. wujud ruang sudut. simetris. ayunan bebas. loncat. 2. arah kiri. asimetris dll.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. lurus. diagonal. Untuk jelasnya. menjalur. rata. 3. diam. jumlah dan simetris. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat. berpindah. ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . beralih. 2. 3. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. ujud badan. bergerak. kanan. tekanan. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. setengah lari. belok. imbang. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat. 4. tinggi. organ dalam tubuh. Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. aspek bentuk yaitu 1. berjalan. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan.

dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. kesan yang ditangkap pandangan penonton. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. cara. dan teknik mengingat secara cepat. Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas. dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan. Oleh sebeb itu. Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. cepat terlupakan. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari. Tari sebagai momentum pertunjukan. dan didokumentasi. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lebih menempatkan kecirian individual. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. dicacat.

Dramatik 5. Ruang 4. Tata Pentas 12. Gerak Tari 2. Komp.SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1. Tenaga 1. Tubuh 3. Property 11. Balance( Seimbang) 3. Desain Atas 4. Broken(Terpeca h) 4. Kelp 7. Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4. Alternate(Selan g-seling) 5. Dinamika 6. Gerak 2. Rias Busana 10. Waktu 5. Disain Musik 8.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tema 9.Penyusunan Acara 1. Tata Lampu 13. Union (Serempak) 2. Desain Lantai 3.

Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio. Pada sesungguhnya. hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia.SENI TARI 272 D. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni. Secara umum dapat dijelaskan. praktisi seni dan segolongannya. asumsi ini tidak benar semuanya. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba. Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. Di sisi lain. penulis budaya. guru. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ledek Blora. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. matang dan mendalam. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya. Selanjutnya. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang. Setidaknya. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya.

(2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. Selanjutnya. alam. Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia. termasuk adalah karya tari. Perlu dicermati. Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. Indah adalah suatu nilai. (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide. Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. Atik Sopandi berusaha mengungkap. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan. • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati.SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Perkembangannya. moral dan intelektual. Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya). penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. keindahan adalah nilai estetis murni. • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran. pelaku aktif (seniman. jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu.

yang tersusun dari daya hidup. Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. Dari uraian ini. penggambaran. dengan melalui pengalaman. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E. Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya. keterampilan sebenar-sebenarnya. • • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai. 1. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman. maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap. dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan. akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya.

menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. bagaimana aliran seninya.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin. namun mereka bebas berpikir dan bertindak. emosi. sejauh mana pengalaman individu. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. Untuk itu. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menampilkan dan memandang suatu seni (rupa. Dari uraian tadi. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. menyukai hal-hal rumit dan baru. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. pergelaran mana yang dikunjungi. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. bagaimana hubungan seni dengan keindahan. lisan maupun kliping. atau pameran. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri. menonton televisi. studio seni. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. penghargaan dalam kepribadian individual. Dari beberapa kenyataan uraian di atas. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman. musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual. dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. Karena itu Anda juga mengetahui. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. emosi-emosi dan jiwa. video. Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. minuman tuak dan sabung ayam. atau kunjungan ke sanggar-sanggar.

bebas dan senang. imajinasi rasa. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya.I Maradawa. Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian.SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. Tari Gembira dll. Tari Blekdikdot. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni. Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. prinsip memerlukan estetika. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. Tari Kijang. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. imajinasi. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. penonjolan arti keterampilan. emosi. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. seperti : rasa kepuasan. 2. Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan.R. Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi. karakteristik. membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera. dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Siswa menangani tugas-tugas dari guru. Berdasarkan hal tersebut. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas.

SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. akhirnya siswa dapat menjadi paham. langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual. pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari. guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. Jelaslah. kedisiplinan yang luas. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. musik dan rupa). Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. 3. pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif. siswa dapat menjadi paham. Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. Dalam konteks penampilan. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. Jadi penciptaan. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. Di lain pihak. Bagaimana siswa menciptakan. perlu dilatih. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran. pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. Di samping itu. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif. pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. kenal dengan ide. Hal yang sama dalam konteks penampilan. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik. memprogram persepsi dari kerja seni. dan ini dapat dibuat. siswa menyajikan. diinterprestasikan para seniman.

Membuat ungkapan.melalui suatu proses kreasi. mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni. musik. mengulangi dalam waktu yang sama. Lebih lanjut dalam laporan. disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. penampilan. tari rupa dengna bentuk kontemporer. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. jazz. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. abstrak. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh. group. Harus merencanakan untuk menggelar ide. Maka jelaslah disini. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu. balet dan daerah setempat. maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk . anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. 4. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni. kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas. pameran dengan cara menonton melihat karya seni.

Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas.SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. mencatat rencana dan hasil F. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri. ruang. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya. Kesatuan aspek gerak. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. sikap. 3. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. kedudukan. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi. ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya. DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1. ruang dan waktu secara kreatif. Dalam proses struktur tari. Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. Kebutuhan variasi gerak. Hasil akhirnya koreografi membosankan. 2. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan. pengulangan. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan.

5. Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. 7. koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. menmgingat kembali (recall). Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. Oleh sebab itu. Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak. Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. Di sisi lain. gema ulang(reecho). disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya. diakhiri dengan kesan yang mendalam.SENI TARI 280 4. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama. sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan tertentu terus berhenti. penguatan kembali (reinforce). Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu. tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. 8. dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan. 6.

Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda.SENI TARI 281 dramatik. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi. menyusun. menghaluskannya. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari. mengambil intisari. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. menambah sana sini. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. mementaskan dan mengamatinya. 9. meluaskan. penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi. G. KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. menyusun variasi. menghaluskan dan mengkombinasikannya 3. menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. 2. 4. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan.SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya. obyek. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. patung.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti. memillih aksi dan warna melalui usaha apapun. Sesuatu studi itu murni.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri.1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan. Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak. 3. tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar. artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya. pola.2. tata ruang atau hubungan isi.

Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak. Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain.2. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak.5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu. wujud dan kapasitas aksi. berat. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana. dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain.SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat.4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal. dinamis. ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan.2. 3. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant.2. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya. 3.

SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort). baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan. Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak. berikut pengembangan dan variasinya. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Aspek waktu Rampak : rampak simultan. saling mengisi secara simultan. Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya. Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri. kontras secara simultan. Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. Motif. Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan. Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya. dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif. tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya.

Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya. gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut.5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3. 3. • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter.6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya.SENI TARI 285 3. Bentuk Rondo.4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika. Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi). Bentuk Terner. 3.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti.

dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat . • Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. • Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut. meliputi keserasian gerak. rias. kostum. level atas-medium-bawah. klimaks. gerak mengalun ke gerak patah-patah.ke cepat. berimbang. musik. • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan. • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat. variasi. gerak mengalunstakato. kontras. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . proporsi. 3. desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari. 3. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari.8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan. pengembangan logis dan kesatuan.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan. transisi. desain dalamtertunda-datar. desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan.

Teknik. dan panggung belakang (down stage). Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage). dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia. Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan. GERAK KREATIF G. cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya. melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. panggung depan (up stage). mempunyai kekuatan komunikatif. Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur. Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. dan seterusnya. Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan. Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri.

skip. waltz balance. waltz balance. waltz run. effort. slide. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. spce. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. slide. waltz run. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop. waltz mazurka melalui landasan dasar body. spce. waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. step-hop. two-step. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. ¾ run. polka. polka. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 288 Untuk jelasnya. ¾ run. dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari. step-hop. skip. effort.2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body. twostep. dan shape secara variatif.

koordinatif. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. Ukuran terdiri dari ukuran besar. ruang. Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi. dan kecil. gerak. level sedang. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif.SENI TARI 289 Pada sisi lain. Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. Langkah menunjukan arah. Level merupakan posisi atau kedudukan. 1. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif. sedang. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ke arah atas. ke arah belakang. fleksibel. Landasan tubuh. ruang umum. volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik. ke arah kiri. Arah biasanya menunjukan tujuan. dan ke arah bawah. Khusus untuk anak-anak senang bergerak. ke arah kanan. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. dan level rendah. bahasa tubuh. waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik. Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. Ruang dapat berupa ruang pribadi.

tidak teratur. pendek. tinggirendah • Bobot Berat. lunak. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut. keras-lembut. 3.ringan.banyak fokus.kuat.panjang.SENI TARI 290 Hubungan di atas. Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu. melalui. cepat. terpecah-satu konsentrasi 4. sedang. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi. Dinamika Irama Motivasi 6. di bawah. intensitas –pengendoran. tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak. • Fokus Satu fokus. mengalir-patah-patah. Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. 5. bersama. • Alur Bebas. di sekitar.terikat. berotot-tidak berotot. Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. bagian yang dilaluinya. spontan-terencana. Kualitas Kecepatan Lambat.

Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya. Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. Dinamika • Dinamika.SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya. Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan. Desain ruang pentas. Dalam tari. perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil. agak tajam dengan sedikit tenaga. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya. cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern.

identitas. gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat. Diantaranya ada ritme pernafasan. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. waktu. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. Gesture emosional. estetika. ketepatan.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. ritme dan dramatik. tidur. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. menggambar suasana-suasana emosional tertentu. Gestur • • • • • Gesture sosial. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi. Gestur fungsional. gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . unsur seni. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi. massa. menjahit) Gestur ritual. 7. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata. kelancaran kontrol. ritme emosional. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi. 8.

proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Bagaimanapun juga. dilihat dengan meningkatkan ketelitian. gaya ekspresi. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. G. dilihat dari bentuk seni. bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri. estetika dan budaya di masa mendatang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. menjabarkan. belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. bentuk karya seni tradisi yang telah ada. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. hasil ciptaan sendiri. teknik dan hasil. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. interpretasi dan evaluasi. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya.SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. dimana siswa mempersiapkan seni. menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Proses keterampilan kreativitas seni. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang. Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas. latar belakang. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni. dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi.

3. penonton. 2. merupakan sesuatu yang baru. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat. siswa menonton tanpa bicara. Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. notasi. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada tahap melihat. Cara yang dipergunakan. menjabarkan. diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. juga dapat menambah wawasan kualitas. pengamat seni. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni. siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca. membuat perbandingan. memerlukan observasi siswa. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru.pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut. Disamping itu. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar.SENI TARI 294 1. Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya. pameran atau melihat video dan gambargambar. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa.

SENI TARI 295 secara mendalam. memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman. bentuk seni sebagai hasil atau budaya. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat. Dengan demikian. pergi ke museum. biografi. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. seniman dan latar belakangnya. artikel. proses belajar akan lebih efektif. berarti siswa dapat melihat perkembangannya. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi). 5. wawasan seni dan budaya sejak awal. Karena di dalam mengenal hal tersebut. 4. majalah sumber. dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi. Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. membuat dan mempelajari karya seni. melalui membaca. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tentang karya seni. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. Lebih lanjut. video dari seniman yang tersedia Catatan seni. pameran dan pertunjukan Foto-foto. komposisi. seperti penampilan pada video. memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern). beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini.

kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan. kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri.SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan.

rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah. Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton.1 Teknik. 6. Tabel 4. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. kelenturan da imitasi 6.4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. 6. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran.2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud.1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. keinginan si penata tari. Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak.3 6. pengaturan laku. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). atau bentuk keseluruhan.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa. penari mempunyai makna komunikatif. Dengan cara demikian di atas. Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6.

Dengan demikian. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam. imajinasi. Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu.SENI TARI 298 7. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. kekuatan kreatif. bentuk gerak pendukung ide. kecakapan menguasai. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. Dalam seni musik. penetapan repertoar gerak. bengkel. serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. sensitivitas estetis. atau laboratorium secara mandiri. improvisasi. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

usaha. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. Dalam kaitan dengan masalah lain. Apabila dicermati. melahirkan penemuanpenemuan baru. usaha. usaha. ruang.L Utami Munandar). Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. aktivitas. Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. ide-ide baru. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. kepekaan rasa gerak. Masalah intensitas. bodi. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi. 8. usaha. walaupun kadarnya berbeda-beda. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. komponen bodi. Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data.SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur. akan tetapi perIu dipupuk. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban. ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif.

laut.SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi. hubungan sosial. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. tenaga. cepat lambat secara koordinatif. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. dan merespon. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. tema. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. dll. tegang kendur. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari. dinamika. level. mengolah tempo dan ritme. irama. cepatlambat. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. kepekaan bunyi. raba. peran dan alat Bantu. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. rasa. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait. pengplahan ruang. mengembangkan gerak secara teratur). Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak. adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. tempo. sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. irama. Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. berimajinasi merasakan. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan.

Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. mempunyai kekuatan komunikatif. Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada .materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk. Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar. ide-ide baru.. melahirkan penemuan-penemuan baru. Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari. gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini. Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud. Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi).SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. akan tetapi perlu dipupuk. 9. Pada halaman berikut selanjutnya. walaupun kadarnya berbeda-beda.

Improvisasi.SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memenuhi struktur. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait. Di bidang seni tari. bodi. menyusun. dan disusun secara estetis. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis. Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. ditata. Oleh sebab itu. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk. dan Seleksi Gerak atau Forming. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. berimajinasi.

lighting. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. • Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri. musik. literatur. Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam. folklor. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. drama. baik ruang maupun desainnya. Gerak Simetris • Gerak sebangun. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage). sejarah. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. agama. Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari. yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. 2) dapatkah ditarikan. dan sebagainya. Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah. psikologi. fantasi dan hasrat tertentu. improvisasi. upacara.SENI TARI 303 eksplorasi. Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan. kostum. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. kondisi-kondisi sosial. H. legenda. Gerakan berada pada ruang dan desainnya. musik. 3) kesan bagi penonton.

Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian. diolah dan digarap. Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari. 2.SENI TARI 304 1. Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. 2. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh.1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya. Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan. Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan. tumbuh.asal. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru.

3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. air yang mengalir di sungai.1991). mata pencaharian (nelayan. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). payung. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). pohon bergoyang. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. seperti bermain tali/pita. o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991). kentongan. tempurung. seperti gerak-gerak angin bertiup. seperti bermain peran. dsb. Tema dengan menggunakan property.SENI TARI 305 doyong). berkaiatan dengan perburuan. model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. Tema kehidupan sehari-hari. topeng. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). 4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty. keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran. dsb. peranian. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. dsb) o Tema logika matematika. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi.

bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya. selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas. I. sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce.SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1975:54). Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol. TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style. Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari.

SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah. Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.

Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. Betawi. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari). Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi. psikis dan intelektual. Sunda. Di dalam pengamatan.SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. dan Bali. Minang. Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan. Jawa. Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. belajar menari. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda.

psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari.SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi. penata panggung. Berkenaan dengan koreografi kelompok. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. dan Seleksi atau Forming. Seperti telah disinggung di depan. pemusik. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. Beberapa dekade yang telah dilewati.SENI TARI 311 J. penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian. koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh. Secara harafiah. Dalam rangka penyajian. improvisasi. Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989). Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. KOREOGRAFI 1. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari. Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. Pengembangan aspek-aspek gerak. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok.

tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. waktu. Selanjutnya. kebutuhan. Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar. • Mengerti tentang keadaan. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. ruang. • Mempertimbangkan isi gerak. tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. penonton/lapangan kerja. Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. • Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok. orisionalitas. ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif. Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas. Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. • Gagasan dibuat artistik.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. pengalaman yang ada. eksplorasi dan forming (komposisi).

Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari. tertutup. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. membayangkan ketakutan diri. Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya. Prosedur bergerak spontanitas. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing. Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak. Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut. Di samping itu. Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. menerjemahkan tafsir gerak. berimajinasi untuk merasakan dan merespons. berarti Anda termasuk berpikir.SENI TARI 313 1. dan mengekspresikan ketakutan yang dialami.1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan). gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh. 1. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi.2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin.

keluwesan (fleksibilitas). Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi. orisinalitas berpikir. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. yang bergantung pada kematangan otot. yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi. dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak. ide. mengendalikan teknik gerak. maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh.menyampaikan kesan-kesan. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. irama. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi. diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang. motivasi.3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan. serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa. 1.

4 Proses. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. Selanjutnya. tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. Berarti. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal. Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan. dan ide. jazz. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama. analitis. kualitas. Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan.SENI TARI 315 Memperkaya. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari. pengulangan. 1. dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide. musik. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah. memperinci) suatu gagasan.

kontrol. khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari. berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. kelancaran. • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. estetika. ketepatan. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. seperti wiraga.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. yaitu : Kemampuan berpikir lancar. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik. wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya. menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut.unsur seni.

Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk. dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi. kemampuan dan keterampilan. K. Oleh sebab itu. Dalam pengembangan pendidikan. aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan. model ungkapan ekspresi. Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima. dilihat oleh orang lain. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik. kemampuan membuat kombinasi gerak.

3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Selebihnya. Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian.SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan. kompetisi. summit art. Selanjutnya. Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya. Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival. Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. Sedikitnya. Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan.

serta mampu menjawab tantangan masa. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan. kurang ditangani secara profesional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan. Di sisi lain. Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. Dengan demikian untuk tetap lestari. Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan. Kondisi ini patut kita perhatikan. para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional. Kondisi ini sangat memprihatinkan. berwawasan prospek. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar. dewasa. Di satu sisi. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif. pelestarian. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. dan reservasinya. Hal ini harus disikapi lebih profesional. Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional.

dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim. mumpuni. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. dan kemudian organisasi seni pertunjukan. organisasi. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama.SENI TARI330 maju dan berkembang. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu. Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik. kemauan. tujuan. Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. Kemampuan. disemangati bersama. Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . transparan. dan kooperatif. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif. KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. A.

Di sini sebut saja Teater Koma. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sanggar Sekapur Sirih. sehati. Para siswa. Sanggar Lukis Tino Sidin. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. mereka menetapkan arah. Teater Utan Kayu. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. Selanjutnya. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup.SENI TARI331 benar. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum. Sanggar Maya Pasundan. Teater Tanah Air. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni. Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. sertifikasi organisasi. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian. Lembaga Peduli Anak Nusantara. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. Sanggar Tari Cipta. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan. sanggar tari. tujuan. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater. Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi. begitu juga sebaliknya. Teater Mbeling. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan.

Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi). inovatif. teater Mbeling (Kuta Q). Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. Kelompok Lawak Patrio. dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. B. Kelompok Musik Slank. Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. sasaran. Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). berkala. teater Mat Suya (ISI Yogyakarta). dan kreatif. Sangar Teratai Putih (Ibu . teater Gen (Putu Wijaya).SENI TARI332 Barata. Oleh sebab itu. berkerja sinergis. Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). Kelompok Musik Peterpan. Kelompok Musik Ungu. Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. inovatif dalam menyajikan kontektual garapan. Kelompok Musik Radja. Ketoprak Wargo Budoyo. sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah. Sanggar Argahari (Ibu Melly). Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama. Adalah naif. teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). Kelompok Lawak Srimulat. organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. Ketoprak Cipta Mandala. dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Kelompok Musik Ungu (Pasha). Kelompok Lawak Patrio (Akri). Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul).5. Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis.. Kelompok Musik Radja(Roseta). Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. Namun dalam perjalanan. Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto). Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional. Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat. 5. Kelompok musik Slank (Yoga). nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dalam perkembangan akan cepat bubar. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama. Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo).1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih). Kelompok Musik Peterpan (Ariel).

Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya. Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan. atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi. ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi.4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 5. Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C. 5. 5.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb.

organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri. Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. kajian ilmu.1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. produser. Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah. pimpinan produksi. Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. artis. serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5.SENI TARI335 sebagai hobi. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. Di sisi lain. maka wujud performansinya berbeda. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. untuk mendatangkan keuntungan berlipat. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah. selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. Pengelola bertindak sebagai koreografer. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. Ada kecenderungan.

Pengelola merangkap sebagai artis. dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. Dikelola pelaku seni itu sendiri. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata. Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. sutradara. organisasi dikelola paruh waktu. produser.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi. tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya. Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. marketing.2. koreografer. keterlibatannya paruh waktu. Bagan 5. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya. Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam.

ekonomi. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran. modivikatif. respons) adalah faktor poliik.SENI TARI337 E. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. masyarakat. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. penataan panggung. teknologi harus diperhatikan. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni. properti.. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. penghayat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penataan cahaya. dan sesuai publik. Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan. Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. promosi dan sebagainya. pelatihan. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. penyediaan kostum. penonton. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. Kebutuhan seniman. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat. pencarian tempat pentas. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. pemerintah. casting. Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan. sponsorship. musikal.

sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat.3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Di sini faktor keberuntungan. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. perencanaan produksi. Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5. Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit. Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal.4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya. Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni.SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan. Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. Pada sisi lain. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional.

Jakarta. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. penulisan.SENI TARI340 F. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . (c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. • Membagi tugas. • Menyusun mekanisme kordinasi. cabang Surabaya. pelatihan dan pementasan. • Uraian pekerjaan. (a) Bentuk • Struktur organisasi. kelompokkeuangan. (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. misalnya musik. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi. dll. (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi. koreografi. teater. dan sumber daya manusia. tari. Bagian penelitian. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. • Mekanisme kerja antar staf. 1. • Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. misal Srimulat Solo. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan. pemasaran. Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan.

Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya. Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik. serta mementingkan jaminan keamanan. Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. dan menghindari tanggung jawab. dan kreativitas memecahkan masalah. Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah. Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y. Pengaraham meliputi organisasi instruksi. (b) Partisipasif. (a). kecerdasan. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. pola pengembangan teori kepemimpinannya. • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. (a) Otokratis. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. • Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. 3. gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. (b). pengawasan. motivasi.SENI TARI341 2.

4. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan.SENI TARI342 (c) Demokratis. sifat pekerjaan. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. ketercapaian prestasi. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar. • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. sistem. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis. pekerjaan. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. • Membandingkan hasil dengan standar. tepat waktu. iklim dan kebijakan organisasi. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. karakter dan tingkah laku bawahan. karakter harapan dan tingkah laku atasan. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. • • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik. dan dapat diterima. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kelompok. • Mengukur hasil atau prestasi. dapat dimengerti. Pengaruh karakteristik individu.

Mengambil tindakan. dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya. prioritas sasaran. Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat..SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin. cepat dan tegas. tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. produksi karya. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola. • Ekonomis. Persoalan penyimpangan. Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. atau berupa penafsiran. upaya pendikteksian secara dini atas target. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga. • Tepat waktu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.

Oleh sebab itu. Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. operasional staf. tugas. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan. dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan. sehingga. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya. tanggung jawab personal.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya.: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. Pimpinan produksi harus memahami peran. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan. Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout.. mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya. Komitmen kerja. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal. pemilihan tempat pementasan. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya.

7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan. 5. Artinya. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton. kompleks pertunjukan harus bersih keributan. 5. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung. pelayanan/seles servis pemesanan karcis.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik.SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pelayanan gedung. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. istirahat. Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan.

pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis.8 Pimrum tangga Tumpengan Gb. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia. gladi bersih. Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan. dan simpati serta nyaman. 5. murah senyum. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan. empati. gladi kotor. pelatihan. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

Dengan demikian masalah teknis. kewajiban.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik. Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan.10 -5. tata indah pencahayaan. Tanggung jawab artistik karya. Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani. Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. tata letak setting. 5.SENI TARI348 menarik.

kejanggalan. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. penata cahaya.15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer. mengarahkan . dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. penata panggung). 5. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. Penata Rias dan Kostum & Kru. keajaiban. Kewajibannya adalah membimbing. 5. Berbagai kejadian. Penata Sound dan Musik & Kru. Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru.13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. Penata Properti & Kru.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb. 5. Penata Cahaya & Kru.

Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik.1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi. Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan. tata panggung. Secara umum dia disebut stage manager. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting.SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. 5. pencahayaan. dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik.

Masalah pencahayaan. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. terang-padamnya lampu.19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji. 5.17-5. 5. serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. 5.20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb. 5.21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pimpinan panggung dan penyaji karya seni.23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik. 5.

Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. keras-lembut. 5. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. adalah konseling kepada pimpinan artistik. Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan.3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji. namun secara hirarki matihidup. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI353 (2. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound.

5. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas.SENI TARI354 (2. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik.4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini. Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak.

hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana. pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. Hirarki penguasaan konsep riasan. 5. lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik. penyaji karya. serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.SENI TARI355 (2.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari. penata panggung dan penata tari. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton.

29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh.SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb. mengubah karakter tokoh. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari. 5. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kerja penata rias mendisain riasan wajag. dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari. dan membantu merias penari.

5. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rias keseharian.SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil. 5. Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa. Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa. misalnya yaitu. Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari. Gb. kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. dan rias karakter.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 6. 6.3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah).2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

6. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan. Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun. taritari karya Bagong Kusudiharjo.SENI TARI368 3. Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. Wayang Kulit. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Sendratari Ramayana. Secara komoditas.4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang. Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata.SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. penerimaan tamu terhormat. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis. Pertunjukannya sangat menarik. Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang. karena mudah dicerna. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. singkat. 6. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan.5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Kemasan Wayang Orang. padat koreografis.

lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet). Tari Rangde. pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara. Tari Pendet. Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Baris. Tari Tenun. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan. 6. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya.6 A Tari Jaranan Gb. 5. 6. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel. mal.

Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang.7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. 6.

menarik. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. Pementasan yang berdurasi singkat. merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya.9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo.SENI TARI372 6. Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau.). dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya. 6. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb.

Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Sumber Koleksi Pribadi Gb. singkat.SENI TARI373 7. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan. pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali.6.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb.13B Tor-tor 8. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan.

6. waktu. dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata. dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb. atraktif.SENI TARI374 Aceh. 6. Sumber Koleksi Pribadi Gb.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. Ditinjau secara kenyataan. Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna.SENI TARI375 B. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini. seminar daerah. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. Selanjutnya. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. Dalam berbagai keadaan. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan. wirama dan wirasa tari. penetapan profesionalisme. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia. Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan.

Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7. Judul Unit : Nama Tari 3. Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian. Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji. 6. 2. Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. Berbagai kemungkinan yang ada. 8. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C. standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan.

Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. trapsilantaya 2. sabetan 5. sembahan sila 3.TPI. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik. sekaran laras sawit 13. sekaran lembehan 14. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. ombak banyu srisig 12. negigel 7. lumaksana nayung 8. sindet kiri 10.SENI TARI377 1. dan kepala. baik teknik gerak kaki. serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2. lumaksana ridong sampur 9. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1. sekaran engkyek 15. sembahan jengkeng. tubuhm tangan. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak. tancep 4. lumaksana ukel karna 11. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA. lumaksana lembehan kanan 6. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari.

SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4. Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

7 lampah sunda 2.2 kebyok kanan. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1. srisig Beksan II (Iringan 3. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2. tawing kanan. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3.4 srisig kanan.1 asta rimang.1 srisig 1. srisig kiri.3 srampang mundur 3. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. nacah.TPI. srisig 2.SENI TARI379 SKA. Mampu menarian Bagian 2.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3. entrakan 4x 3. lembehan 2x.9 rimong. Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 srisig maju 3. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2.3 srampang. menthong srisig mundur 2.3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2. srisig dilanjtukan tawing kiri. menthong mundur 2. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag).8 ngelus cucuk gedheg 4x 2.5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2.10 nacah tawing lenggut 2x. Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1. srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1.6 malangkerik lenggut 3x. seling mecut 3x.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah. dengan penguasaan unsur wiraga. srisig 2.4 agem Bali kiri-kanan. srisig 2.

Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3.SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1. tubuh. terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. baik teknik gerak kaki. serta pandangan mata (polatan) 2. Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. dan kepala. tangan. Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4.

6.Bendrong Laras 1. besut. obah bahu. mlintir brengos 3x. lumaksana ombak banyu.1.Laiwung Laras 2. lumaksana 3.3.7.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya.9. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2.1. tanjak 3. pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2.1. ogek lambung 3. besut. ulap-ulap kiri. ukel miwir busana. tanjak kanan 3. kedua tangan malangkerik.3.5.11.4. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh. besut. pacak jangga 2. trecet. besut. genjot.1. kiri kebyok 2. sabetan. berdiri.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3.4. tanjak miring kanan 2. mungguh. termasuk karawtian tarinya. genjot 3.2. besut. ulap-ulap kiri. sembahan Pelog Pathet Nem) 2. lumaksana jajag. trecet. tanjak 4.5.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. ogek lambung. jengkeng 1. nikelwarti Maju Beksan (Gend. ombak banyu. lumaksana 3x. tanjak bapang. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. pacak Maju Gawang jangga (Gend. ogek lambung.6. ambil topeng. lumaksana malangkerik 3. juga berbagai variasi suasana.2. bopongan.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend. entragan 4. obah bahu. ogekan. Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend.2. genjot 3. tanjak kanan 3. pondhongan. ngigel jangga.7. menthang kiri 3. pondhongan. kebat nogowangsul 3.8.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mampu menarikan Bagian 1. lumaksana 4x. Mampu menarikan Bagian 2.TPG. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4. ngracik. besut. besut. memaki topeng. tanjak 3. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3. srisig.3. glebag kanan kebyok sampur kanan.10. besut.

tanjak 5.2. Ombak banyu. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1. tancep 6.2. jengkeng 6. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3.5. nubruk 5. besut. Nikelwarti. besut tanjak 6. entragan 4.3. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7. nacah 5.6. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. Pondhongan maju. panggel. Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. ngracut. cancut 6. Entragan kanan. srisig. entragan 4. batangan 5. ngracik. srisig. gedheg 5. Kengser. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4.1. Lampah mundur.3. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5. Kirig. Kebyok. tangan dan kepala 2. lombo ngracik. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend. trap jamang. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8.3.4. ulap-ulap kanan.2. mundur. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. srisig mundur.4. kaki. pondhongan maju. besut tancep 5. tawing. tungkai. capeng. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2.1. tumpang tali. Laku telu.5. besut tanjak. Sembahan.7. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6.4. ulap-ulap kiri. entragan 5. pola lantai. Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kengser ukel karna 5. baik teknik gerak tubuh. ngelus bara. Ogekan lambung. entragan 4.

SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11.

lumaksana bambangan 1. Diperagakan dengan luwes. sembahan disertai gedheg.8. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1.2. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1.SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. gedheg. silantaya. jengkeng. menthang kiri. nikerlawarti (seleh dhadhap).1.6. ngleyek. ngebyok sampur. besut. ombak banyu. sembahan laras 2. srisig 2. selaras.002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna. kicat 4x. (adu kiri). sembahan sila 1. keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. tanjak kanan tawing kanan. ogek lambung 2. selaras. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1.3. menjadi jengkeng 2. ebat ngiris. dan mengalir pola-pola gerak: 3. nglerek mangering ngembat kiri 2. kebyok kiri.9. sila 2. Diperagakan dengan luwes. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl.5. kebyok kiri. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1. besut. dan mengalir pola-pola gerak: 2. tawing kiri.BPA.4. Mampu menarikan Bagian 1.Sanga) 2.3. menggunakan properti dhadhap.4. tempe. loyog ngembat seblak asta. ngembat. tanjak panggah kanan 2.1. Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr. selaras. sembahan. ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2.5. besut (adu kanan). Diperagakan dengan luwes.7. besut – tanjak panggah (gawang prapatan). trapsila. tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2.6. hoyog.2. penari adu kiri pada gawang prapatans 3.

mrenjak. ukel leyekan 3.Sanga) 5. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. dn tanjak kiri. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl.4.SENI TARI385 SL. seleh gendewa 5. trapsila. Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL. tanjak panggah kiri 4. srisig. sembahan jengkeng 4. nikelwarti 5. kengser. trapsila. selaras. ngembat dan melepas anak panah 4. nampa. tanjak panggah kanan 3.2. giyul – pacak jangga 3.6.7. selaras. tanjak – ebat ngancap.1. ngunus panah – ngancap.Sanga) 3. Diperagakan dengan luwes.1. tanjak sawega dhuwung adu kanan. giyul. tanjak panggah kiri. tawing kiri sawega dhuwung. ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri. hoyog genjotan. hoyog.7.4. nyabet – besut. tanjak 5. sawega dhuwung.2. ebat ngancap 3.5. nikelwarti. sudukan tangkisan dhadhap. besut – tanjak kanan. ebat naga wangsul. srisig (adu kiri) 3.3.3. dan mengalir pola-pola gerak: 4. Diperagakan dengan luwes. tanjak panggah kanan 3. sabetan. srisig ke gawang semula 4. besut. sabetan. ulap-ulap tawing 5. tanjak panggah kiri. srisig (adu kiri) 4. sudukan: tusuk.5.6. saling mengejar dan dikejar. lumaksana ridong sampur 5. srisig mundur ngigel. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4. sembahan sila.8.2. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3.3.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5. tangkis. kebyok kiri.8.1. dan mengalir pola-pola gerak: 5.4. nyabet – besut. menjadi lengser ke kanan 4.

karakter peran yang dibawakan. tanjak kanan 5. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1.SENI TARI386 5. srisig. nikelwarti . Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. mampu atau terampil bergerak sempurna 6. irama. terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3. rasa lagu. dan anak panah 5. mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang. Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2. kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3. sabetan. Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing. tempo. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. pola tabuhan. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari.7.gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. serta suasana yang dicapai 4. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas.dan kalimat lagu 9. rasa seleh.6. keris. tanjak panggah 5. besut.8. Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap.

SENI TARI387 2.5.4.3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1. posisi tangan 1.1. dengan baik dan benar.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra. posisi kepala 1.1 majalan tindak-tindak 2.2 kembang kanan 1. posisi kaki 1.5 jari kaki ditekuk ke atas 1.1. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1. kaki 2.1.5.5.2 goyal-goyal 2.TPK.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3 agem kanan 1.3.1. sikap badan 1.1.4.2.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2.1.1. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.1.1 biasa atau normal 1. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.4.5.5. akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. sikap mata 1.3.2.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1.2 posisi tangan agem kiri 1. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL.4 agem kiri 1.1.1 posisi tangan agem kanan 1. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1.1 tapak sirang Bali Putra 1.3.3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1.3.2.1.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini. baik yang berkarakter keras maupun manis.1 posisi kepala tegak 1.

2 ulap-ulap.8 nepuk dada 2.1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).4.4.11 nayog 2. gerakan mata 2.3 nyegut 2.2 nyarere 2.2.1.2.1.1.1 agem kanan dan agem kiri 3.2.3 ngaliyer 2. ngraja singa.SENI TARI388 2.1.1.2.3.1.2. tangan 2.7 nabdab pinggel 2. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3.1 Agem pokok 3.3.5 nabdab karna 2.3. agem wula ngawa sari.1.3. dan ngrajeg 3.1 nyaledet 2.10 nglangsut 2.3 ulap-ulap 2. ngembat. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal).1 girahan 2.4.4.2.8 glatik mapah 2.6 nguler 3.1.2.5 mendra 2.9 nyilat 2.4.4 nyureng 2.6 nabdab gelung 2.12 makirig udang 2.5 nyaregseg 2.7 miles dan ngiser 2.2.2 tandang 3.1.4. nepuk dada.4.4 ngileg 2.berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mentang laras.2.6 nyigcig/ngicig 2. nyigug.2 ngeletik 2.1.1 kipekan 2.1.2. leher 2.3.2 gulu wangsul 2.4 nuding 2.9 nyigug 2.2.4 milpil 2. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3.

marah (nyelik/nelik). tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. terkejut (makesiab). melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg. nepuk dada. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1. Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga. nabdab gelung. jatuh cinta (ngaras). nayog.4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang.2.SENI TARI389 3.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. nabdab pinggel. nglangsut. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. tandang. berjalan cepat dan ringan (milpil). secara baik dan benar 2. wirama. Tersedianya musik iringan. makiring udang 3. Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas. nyigug dan ngombak 3.2 (malpal). (makenyem/makenyung). wirasa serta dengan patokan agem. nyilat. sedih (sedih).

1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3. malpal 4.1. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng.5. pajalan 2.1. malincer dengan langkah milpil 3. nyogok 3. ulap-ulap 2. nyeledet 2. Mampu menarikan Bagian 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2. ngagem kana-kiri 2. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5.1.4. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4.1 tindak-tindak 4. miles 1.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng. Mungkah langse Mungkah lawang 1. ngagem 1.3. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng.1. ngeseh bawak 2.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL. nabdab kampuh 1.TPK.3.4.2.2.2 oyog-oyog 3.3. gelatik nuut papah 3. Mampu menarikan Bagian Nayog 2.3.3. nabdab gelung 2. ngigelang pajeng 3.1.1.5. nyegut 1.3.1. ngelier 3. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4.4.1. pajaib 2. ngangsel 1.2.2. nepuk dada 2.2.3.3.1. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1.3.

Tersedianya musik iringan. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6.1 nulih kuri 6. nayog. Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. dan ngopak lantang panyuwud) 3. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5. Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang. tandang dan tangkep 4.1 matetanganan 5. gayal-gayal.SENI TARI391 5.2 nyingsing kampuh 6. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3. ngopak lantang ngalih pajeng. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem.2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2. Ada busana Tari Topeng Keras. ngawejang.

kidang rebut muring 3.2 mehbeh ngelilit 3. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3.6. ngelo 1.3.2.1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.1 ulap-ulap 4. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4.4 ngepik 3. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1.7. tangkep 1.002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri.2. nyaregseg 2. ngagem 1. dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.2 ngenjet ngirig 4.1 nyemak kepet 3.8. Mampu menarikan Bagian 1. ngegol 1.TPI. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5.3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1.3 lelasan megat yeh 3.1. Mampu menarikan Bagian 1.4. ngenjet pala 2.SENI TARI392 BAL.5 ngumbang 4. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan. ngenjet 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3.

kipas. juga pola keruangannya di atas pentas 4. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. tandang dan tangkep. Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. ngigelang kepet. kidang rebut muring. Ada busana Tari Legong Kraton. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3.SENI TARI393 3.

SENI TARI394 3. 5. Kapang-kapang encot. 14. Lampah kipat udhet. atrap jamang) 5. 4. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Muryani busana (ukel astha. Cathok udhet majeng mundur.TPI. Tinting. 12. Sembahan silo. Ongkek panggel. meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. 10. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 8. Kicat mandhe udhet ngarcik. tasikan. 13. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. 4. Nyamber kanan. 11. 2. Sembahan silo. Muryani busana (Ulap-ulap. Nyamber kanan. Lampah atur-atur. embat-embat). Mampu menarikan bagian Maju Beksan. Sembahan jengkeng. Lampah semang ngembat astha. Kengser. 2. Kicat cangkol udhet. Pendhapan. 6. Ngguddha kiri panjang. 16. 9. atrap sumping. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek. 3. 7. 15.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari. Kicat ngilo rangkep. 3. Nggudha kiri.

PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. 2. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. 5. 4. Nyamber kanan. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. 3. 3. 3.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. busana dan iringan . 2. Sendi mapan jengkeng. PANDUAN PENILAIAN 1. Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). kebaya secara benar. Kapang-kapang encot. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. Sembahan jengkeng. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. 4. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek.

5. Lembehan. 9. Nyamber. 8. 3. 4. Atur-atur. Sabetan. 3. Pendhapan. Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. 2. Miling-miling lamba ngracik 6. Sekar suwun. 5. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Ombak banyu. 5. 10.TPI. dan beberapa variasi muryani busana. Kagok kalangkinantang. Engkrang. 3. Sembahan silo dan jengkeng. Ethung-ethung lamba ngracik. Keplok astha. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. 2. Ngilo. 7. Kalangkinantang Alus. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 4. Tayungan miring. Menjangan Ranggah. Miwir rekma.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. Usap rawis. Nyandhak minger balik. 6.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. 2. 4. Mampu menarikan bagian Maju Gendhing. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1.

atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Ukel jengkeng. A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. 2. Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus.SENI TARI397 6. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. 4. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. kebaya secara benar. busana dan iringan . tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 3. PANDUAN PENILAIAN 1. 3. 5.

5. Lembehan. Sembahan silo. Pendhapan ngregem udhet. Ngenceng enjot. Impang encot. 13. Kapang-kapang. Samberan. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. 20. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. 2. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak. Duduk wuluh. Nglayang.TPI. 9. Ngancap nyathok. Impang ngewer udhet. 16. NOleh mendhak. Jangkung miling. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1. Sembahan silo 2. 3. Nggrudha jengkeng. 4. 11. 22. 17. Ukel astha. 12. 15. Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju. Sembahan jengkeng. Tasikan mubeng. 19. Cathok udhet majeng mundur. 8. teknik dan rasa gerak). 18. Ngancap. Ngenceng. 14.. Kipat astha.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Kicat. 3. ngenceng jengkeng 6.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. 21. Pendapan. 7. 10.

47. Encot-encot. Sembahanjengkeng. 54. Ulap-ulap cathok. Kicat Tawing. 41. Nglayang. 30. pendhapan ngebat. Tinting. Lilingan kanthen astha. ajeng-ajengan. Namakake pasopati. 48. mlebet lajur. Medal lajur. 44. 46. Ngundhur sekar. Nyarungaken keris) Nyandak jebeng.SENI TARI399 23. Ulap-ulap ukel. Atur-atur. 51. Tawing. Kicat boyong. 40. Mbalik. Mbujung. Lampah pocong. 52. Mlampah gajah ngoling. 35. nyaplak. Puletan. Pudhak mekar. Ajeng-ajengan. Puspita kamarutan. Ongkek sendhawo. 39. 42. 27. Mayang mekar. Mundur miring. 28. 26. Lampah sekar. Niyub. Nggrudha jengkekng. Impang lembehan. Iring-iringan kiri/kanan. Ongkek. Atrap Jamang. Tiga-tiga. 31. aben sikut. 38. iring-iringan. 55. Nymaber. Mancat. 37. Nyuduk. Ngunus pasopati. 32. 49. 50. Ngendani. 29. Mundur. ngglebag. Sendhawa. Nubruk. 36. Gidrah. Mlampah majeng. 45. Ngusap suryan. Ndeseg. Banhgomate. 24. 33. Seleh jebeng. Nggoling. Mingger. KIcat Boyong. Nglambung. Rakit (Lajur. Atrap sumping. Lampah semang. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kengser. 34. 43. endha. 25. Kupu tarung. 53.

Sembahan silo. 3. Kapang-kapangg. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. 3. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. kebaya secara benar. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga. Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. 5. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). PANDUAN PENILAIAN 1. 2.SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. 4. 4. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. 2. Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. busana dan iringan . 2. Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.

Ngalang. 4. Ninjak. 9. Ngipah sampur.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas. 6. Songkloh. 7. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga). 2. Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol. 5.SENI TARI401 4. 9. Ngiwir/njimpit sampur. BAN.. 4. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. Deleg. 7. Ngijig. Ropetan. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer. Nipah/nantang sampur. 8. 5. Egol. 5. Umbul sampur. Sagah kiri. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Miring sagah kiri. 8. 10. Liwungan/ngalang. 4. Gedrug. Ngalang. Singgitan/sindetan. 3. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sagah kanan 3.TPI. Langkah papat. ketepatan gerak dengan irama (wirama).Jingket. Ngeranjang gulo. Glebegan. Ngiwig/nyirig. 2. 2. Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. 3. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh. 6.

5. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari.SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 2. 2. 2. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 4. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. 1. 7. 6. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. tangan.. dan ekspresi wajah. 3. Deleg ngulo. PANDUAN PENILAIAN 1. Sagah kanan. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas. kaki. kepala. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. 4. 3. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Ngajak. 7. 6. Ngropel sedang. 5. 2. Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. 4. Deleg mantuk. Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan. 2. Nangis. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. Sagah. serta rasa gerak (wiraga). 2. Geliyeng. Solahan. Ngropel kerep. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Sagah. Deleg. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. Srisig. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati. Ropelan sedang. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 4.BPP..SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. 3. 3. Nyerawat kembang. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 5. dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. 2. 4. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Ngloro. Egol.. 3. Layung. Ropelan Kerep. ketepatan dengan irama (wirama). Ngiwir. BAN. Kedanan. 8.003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. 4.

Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. PANDUAN PENILAIAN 1. 10. Solahan. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. 4. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 3. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. kepala. 3. Ngiji Lombo.SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 5. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan. dan ekspresi wajah. 3. kaki. 6. 8. tangan. 7. 2. 4. 5. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. 9. Tersedia properti tari berupa Sampur . Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 2.

Bosi Turung.BG02. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. PANDUAN PENILAIAN 1. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna.001. Ketepatan gerak. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 3. A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Mario Marennu. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh. 1 Suling. Penguasaan ruang dan pola lantai. 4. 4. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno. yang dimainkan secara langsung. Bosi Turung. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias. keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3. Baccing. 2.01. Maccule-cule Selendang. 4. Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi. UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah. Maccule-cule selendang. Bulo Reppasa. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2. dan Mario Marennu. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. 3.SENI TARI405 5.

PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh.012. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. 2. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong. Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang.TJ02. 2. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Ma’ Pannoni Simbong. 3. 1. 3. Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara.SENI TARI406 TRI.01. 2. Penguasaan ruang dan pola lantai. Pe’Ketabe. Massiman. 3. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah.

Menarikan inti gerak tari Pangayo .TJ02. Tidak mempergunakan property.01. 2. Katarimangan. Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. 5. Semba’na. Ma’ Battukan. PANDUAN PENILAIAN 1. Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. 1 Gong yang dimainkan secara langsung.013.SENI TARI407 TRI. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. . Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi.Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. 4. 3. 2. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo. Penguasaan ruang dan pola laintai. Mampu menarikan tari pangayo secara utuh. Meta’da. Massayo. 3. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1. 2. 3. Ma’ppalla. . 4. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya. 4.

Galatiak. 12. Sambah.MI02. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 7. Maelo banang. 13. Malapeh Layang-layang. 9..01. 11. Mamintal Tali. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat. Mamanciang. 5. 3. Galek. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter. 3. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 8. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI408 6. Bungo Kambang. 2. 10. Silang Timpo. Langkah Baranak Buang. 6. Arak. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2.002. 4.

Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 7. Mancabuik. Manyambik. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan.SENI TARI409 TRI. 8. 3. 4. Macangkau. 2.. kaki. 9. Maangin. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai.. Batanam. 4. 8. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari.01. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 12. 9. kepala pada ekspresi wajah. Manyemai. 10. Maikek. 5. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 6. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. 2.MI02. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan. tangan. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat. 2. mambajak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam. Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Baliak. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari. Mangukua.005. Mambalah. 11. PANDUAN PENILAIAN 1. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live. 3. 4. 6. Mancaliak Hari. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 5. 7. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. 3.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Sambah antak kalatiak . 2. 6. Jantiak Talingo. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3. Tapuak tangan puta egang jalo. Sauak simpia. tangan dorong puta miko. Sauak balah sampian. 4. Jantiak ayun piriang duduak.MI02.01. 3. Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Duduak takua Lapiah. Tapuak Kalatiak. 4. 3. 5. Tangah Puncak: 1. 6. Bagian Tegak 1. 2. Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. Tusuak sampiang ateh malambai.020. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. 4. Sambah amtak Kalatiak. langkah baranak.. Tusuak ateh sampiang. Tusuk kanan belakang dorong. Jantiak ayun piriang tagak 2. Langkah Tusuak Bagalombang. Jalan Leguran Randai. 4. Langkah Sambah. Jantiak ayun piriang langkah. Langkah biasa 2.SENI TARI411 TRI. Saik Kalatiak. Alang Tapuak step.. 2. Sambah takan tapuak sampiang. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat. 4. 3. 3. 5.

Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. 5. 8. 11. kepala pada setiap ragam gerak tari. 3.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Aspek Kritis 1. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. 3. 6. 10. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo. PANDUAN PENILAIAN 1. 9. kudakuda. tapuak galembong. kaki. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. 2. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. tangan. 7. 2. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari. 4.SENI TARI412 Batasan Variabel 1.

Tari Tradisional Indonesiai. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta.SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson. Jamal MId. Mencipta Lewat Tari. Semarang : IKIP Semarang Press. Hawkins. Terj. 1990. Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan. Jazuli. Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari. Dance Composition (ed 3). Wardiman. Willard F. Manthili. Publisher. Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company... Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa. 1982. Fraser. Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. 1976. Untuk Siapa.. 1996. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Kusmayati . London : A & B __________________. Y Sumandiyohadi. Dinny. M. Autard-Jaqualine Smith.13 Bandung: STSI Bandung. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No. Black. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. 2001. Yogyakarta. 1993. Ronald . ITB Bandung. Jakarta. Sal Murgiyanto. Lynch Diane. Second edition SanFransisco: Harper and Row. Alma M. London : A & B Black. 2000.. Djoyonegoro. Yogyakarta.1994. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni. Discoverring and Developing Creativity. Bellman. Anonim. Humphrey. Harmoko. Terj. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice. 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ISI Yogyakarta. Selecting and Developing Media for Instruction. dkk. Mfilsafat Seni. Hadi Sumandiyo. 1983. Seni Menata Tari. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. Doris. Wiscosin: American Society for Training and Development.The Art of Dance in Education. 1991. Bandung. Devi Triana. 1996. Jakarta: Yayasan Harapan Kita.

Manajemen Seni Pertunjukan. dkk. Ardi. Achsan. Parani. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Utami. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Laban. Pengantar Pengetahuan Tari. 1975. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. 1983. FX Widaryanto. Mpesta Seni Budaya Betawi. 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan..1976. PPM Jakarta. 1965. dan Bambang Pratjichno. History of The Dance in Art and Education. Rudolf. Rofik. Zussane. La Meri. ISI Bandung. Dance Composition: The Basic Elements. Laban. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus. Sal. 1983. Jakarta : LPKJ. 1988. Richard. Pratjichno. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. Sal.SENI TARI414 Murgiyanto. Departemen Pendidikan Nasional. 2003. 1986. Problematika Senii. Gugum Gumbira. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Permas. Yulianti. Muhadjir. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. 1969. Samah. Murgyanto. Bandung. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Modern Educational Dance. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Inc. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. 1979/80. Jakarta. Langer. Jakarta. Iyus. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. 2002. jakarta. _____________. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. 1975. Munandar. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. 1996. Terj. 1983. London: MacDonald and Evans. Rudolf. London Macdonald and Evans. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Inc. New Jersey : Prentice Hall. Bambang dan Wiwiek Sipala. dkk. Arif. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sumiani. Englewood Cliffs.

Jacquline. Sudarso SP. Mdasar-dasar Dramaturgi. 1991. SYarif. 1976. Sumarsam. . Plyamonth: Norttoc house Soedarso. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 1986. Jakarta: Pustaka Jaya. 1984 Tari. 1987.. . 2003. 1992. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii. Yogyakarta : Ikalasti. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. Jakarta. Jakarta : Balai Pustaka. Sedyawati. Pengantar Tari Pendidikan. Universitas Terbuka Jakarta. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. 1998. Teaching Modern Educational Dance. 1990. Mustika. Tuti dan Udin Saripudin. Bandung.. Wendy. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1978. 2003. Pengantar Apresiasi Seni Tari. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. 1994. Jakarta : Harapan Kita. Gamelan. Suku Dayak Sana. 1997. Smith. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta.SENI TARI415 Slater. Terj. Ina. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. Yoyakarta. Tari Tradisional Indonesia. 2003. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. Pengantar Komposisi Tari. Materi dan Pembelajaran Kertakesi. Sukatmo. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. . 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. SP. _________. Syafi Jatmiko. Ben Suharto. _________. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. Soedarsono. Pustaka Prima. Edi. Tambayong 1999. Yogyakarta : Suku Dayak Sana.

SENI TARI416 Tumbidjo. 1984. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. Phiplips. Padang: Pengembangan Yampolsky. Elindra. dkk. Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Departemen Pendidikan Nasional. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Datuk. 2001. Nursilah. dan Rahmida Setiawati.

Menggunakan jamang atau hiasan kepala. Sikap gerak besut. Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang. Bungan yang melayang di atas air Besut. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. Atrap sumping. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik. sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. Bertepuk seperti gerak burung elang. Sikap posisi lawan agem kanan. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. Deleg mantuk. condong badan ke kiri. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur. dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. Gerakan yang dilakukan di tempat. Agem kiri.LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Cathok udhet majeng mundur. giyul Sikap gerak besut.

Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak. Gerakan menjentikan jari Geliyeng. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan.naik-turun Entragan kanan. Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang. Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik. dengan menggerakan lutut patah-patah. Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah. Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan. Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh. Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian. Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada. Gerakan kaki menyilang depan.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet.

Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket. lengan tangan menggantung Kicat Boyong. Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser. tangan mendorong puta miko. Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha. Kicat ngilo rangkep.LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing. nikerlawarti (seleh dhadhap). Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas. Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang. Kebyok kiri. Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan). Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus. Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot.

Gearakan mel. entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur. Jalan kembangan Langkah papat.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu. endha. Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. besut tanjak. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang. Berjalan atur-atur Lembehan. Gerakan beradu siku dengan lawan. Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah. Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. pendhapan ngebat. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur. Memainkan selendang Mambajak. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang.

Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan.LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali. hentakan kaki. Mencabut dan mengambil benih Maikek. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. teriakan. Memintal tali jala Mamanciang. Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. ptikan jari. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. Gerakan memancing Manyemai. Mengikat benih Mayang mekar. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang. Menggulung benang Mlebet lajur. Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah. Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap.LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma. Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan. Posisi badan miring lurus.

nyilat. nayog. Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang. Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. Nglangsut. makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. marah (Nyelik/nelik). Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. nepuk dada. Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. Melihat ke samping posisi merendah Ngembat. berjalan pelan mengayun Nyaregseg. terkejut (terkesiap). Nabdab pinggel. Gerakan seperti terbang melayang Nangis. Gerakan seperti menangis Obah bahu. (makenyem/makenyung). nabdab gelung.LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak. dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal. mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sedih (sedih). Menggerakan bah Ogekan lambung. jatuh cinta (ngaras). Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah.

dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera. mengorganisasi orang-orang. Ngunus Puletan. atau apapun yang diulan Ropetan. Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain. Gerak sembahan Saik Kalatiak. Encot-encot. Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mundur. nyaplak. Gerak mentekel Sabetan. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. Nyuduk. gerakan. Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo. gerak bekerja. Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup. mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. penyajian. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. Perangan ( Ngunus dhuwung. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan.

Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng. galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang. Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa. langkah baranak. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring.

Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. Pelatihan : Drs. Pelatihan Usulan Due Like e. Peneliti Muda c. Alamat 6. Bambang Pratjichno. Dosen Seni Tari sejak 1988 b. Aplicate Approach (AA) b. Pembimbing Metodologi d. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. Tempat/Tgl Lahir 3. 2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perkumpulan Profesi: a. Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Anggota Masyarakat Seni 1997 b. Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e. : 021. JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A. NIP 4. Instansi 5.Pd : Purwokerto. Riwayat Pekerjaan:a. Telpon 7. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS. M. Nama 2. Pendidikan 8. Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10.LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. a. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. UNJ Rwmangun Jakarta 13220.

Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005. Maklah. • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar. 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. 2001 D. 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD. PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). 2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA).LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. LPKM UNJ. Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD. 2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP. Dinas Kebudayaan. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar. Sunda -2004) E. Dalam penataran tari guru SD. Suku Dinas Jakarta Timur.

LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Jakarta. Bambang Pratjichno. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). LPKM UNJ. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama. 2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. UNJ dan Ford Foundation. MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 29 Mei 2008 Drs. 2002 Jakarta.

Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. 5 Mei 1960 : Komp. Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. Telepon/HP 4. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). Status 7. Pengalaman : Dra. Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. Rahmida Setiawati. Jenis Kelamin 6. Pendidikan Formal 8. Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l. Ketua Program Tari (1990-1993) b. Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d. Agama 5. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j. Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No. UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. MM : Bengkulu. Tempat/Tanggal Lahir 3. Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. m.LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k. Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Nama 2.

TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11. Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999). 2005. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. 2004. PLS 4. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 9. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. Pelatihan CAP (2003) B. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Penatar : 1. Penelitian Masyarakat 1. 2003) 2. Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C. 10. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006.LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8.

Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jurnal 1. Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3. Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4.LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Karya Ilmiah: 1. Dalam Penataran Tari Guru SD. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5. Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E.

Sistematika Pelatihan Tari Betawi. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25. Dinas Kebudayaan (2000) 19. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24. Metode Belajar Mengajar tari. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. 28. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35.

Do’a 8. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Putri Rainun (TMII 1989) 3. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. Punulisan Buku 1. Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. 6. Karya Tari 1. Mata kuliah Tari Betawi I 5. Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7. Mata Kuliah Skripsi 13. Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Bobodoran (2003) 10. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005).LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Desember 2007 Dra. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Selendang Mayang (1990) 4. Mata Kuliah PPL 14. Gerak (1985) 2. Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Mata kuliah Tari Melayu 12. Mata kuliah Tari Betawi III 7. Lenggok (1998) 6. Mata kuliah Komposisi Tari I 9. Mata kuliah Tari Sumatra 11. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8. Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Bermain Topeng (2003) 9. Mata Kuliah yang ditempuh 1. Rahmida Setiawati. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G.

Penelitian : 1. Pengairan Rawasmut Blok C No.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. S. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3.Pd : 132 135 262 : Karawang. 43 Jl. 2005. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. PLS (2005) C. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. 2004. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. 2003) 2. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3. Penelitian Masyarakat : 1.Sn. Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2. M. Penatar : 1. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A.

Jurnal Harmonia (2004.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . LAM UNJ Mk. Penulis Buku : 1. Pemakalah : 1. Evaluasi Pendidikan (2004. 2006) 4. Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3. Metodologi Penelitian. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2.2005. Jurnal Artistika FBS (2000) 5. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. X. XI. Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F. Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2. Buku : Seni Budaya kelas IX. Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Pengajaran : 1.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2. Perumus/Penyusun : 1. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4. Penerbit:(2007) E. Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5.

2004.Elindra Yetti. 2003. 08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec.2006) 4. Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. 2004) 3. Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas. HP. 6. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2005. 2001) 2.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat. 2004) 5. Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur.

LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7.2001) 6. Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas. 2005) 8. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1. Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se. tahun 2006) Makalah 1. 2001) 5. 2003) 3.2003) 4.2001) 7. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas. Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3. 2003) 2. Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata.Propinsi Riau di Pekan Baru.

1 Desember 2007 Dra. Tari Sumatera 2. Sejarah Seni tari 8. Keterpaduan Seni 9. Tari Melayu 3. Olah Tubuh I 6. Interaksi Belaja Mengajar 11. Jakarta. Pembinaan Kompetensi Mengajar 12. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya. Tata Rias dan Busana Tari 7. Tari Pendidikan II 5. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1.MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1. Perencanaan Pengajaran Tari 10. Tari Pendidikan I 4.Elindra Yetti.

: : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl. MHum. 2002. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001. 5. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah. 6. Transbook. 8. Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .com atau irsyad@jcce-omline. 2006. 021. 2. HP. Dinas Pariwisata DKI Jakarta. 9. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang. 2007.LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Teraju. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. 7. 2007.99845808 : icadredo@yahoo. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi. SPd. Penulis buku Teori Sastra. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. Proyek Peradaban Terbengkelai. Universitas Terbuka. Memperbaiki Kualitas Pendidikan. 2005. 3.

Jakarta. 2007. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD. dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .MHum.LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10. SMP. SPd. 1 Desember 2007 Irsyad Ridho.

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang. waktu. tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi. Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas .FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap.

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang. waktu.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .

gerak dengan elemen komposisi terkait. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang. merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . waktu. dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak.

ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.00 . 7.888. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.

7.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.888. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.00 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->