Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

lutut tetap lurus.15.SENI TARI Gambar. Gambar.29 Membokong 2.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2. Gambar.8 2. Gambar.7 2.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2. Gambar.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2. Gambar.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki. Gambar Gambar. Gambar. perut.9 v .25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2. Gambar. Gambar.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Gambar.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Gambar.6 2. 2. Gambar. agar tidak pusing. tangan dan dada ke depan 2.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.16-2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2. Gambar.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2. 2.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2. Gambar. Gambar.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki.28 Nungging 2.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2. Gambar. Gambar. Gambar. Tangan.

2.59.46A Penegangan pelvis/pinggul.42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar.52 Mirip gambar 2. penegangan pada kaki Gambar.50 kontraksi otot paha Gambar.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar.53 Sikap mirip 2.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar.44 dan 2. 2.51 Tidur menarik tangan dan dada. tangan sbg penyangga Gambar. Gambar. paha dan perut kencang Gambar. penegangan otot perut dan paha Gambar. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar. 2. Gambar. Gambar. pada saat melompat Gambar. 2.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi . 2. 2. 2. 2. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar. 2. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit. 2.50 Badan condong ke depan. 2.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar.48.2 peraga putri.45 Pose membungkuk.34 dan 2. 2. 2. 2. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar.51. lutut.SENI TARI Gambar. 2. 2. kaki.39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar. Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar. Gambar. 2. 2. 2.50.

3 Tari Kresno-Bladewa Gambar.5 Tari Klana Cirebon Gambar. 3.2. 2.6 Tari Legong-Kreasi Gambar. 2.67 dan 2.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar. dam tangan kanan. dan angota gerak lain Gambar. 2.75 Melayang.73 Duduk santai. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak. perut. 2.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. putaran. 3. 3.62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 2. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar.71 Berdiri jinjit. dan angota gerak lain Gambar. 3.SENI TARI Gambar.70 Berdiri santai.10 Trandak vii . Gambar.1 Tari Gejolak Gambar.2 Tari Gumyak Gambar.50 Kontraksi otot paha Gambar. 2. 2.59 Sikap mirip gb.57 Penegangan otot penegangan otot kaki.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar. tengah dan bawah level bawah Gambar. 2.7 Gruda Gambar. . kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar. tengah dan bawah menyeluruh Gambar. 3. 2. 2. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. 3. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar.76 Duduk berdiri jongkok.61 Sikap bongkok. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar. kontraksi kaki. 3. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats.72 Kontraksi kaki.9 Bersih Desa Gambar. 2. kontraksi pada kaki Gambar. perpindahan formasi. 2. 2.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar. Gambar. 3. 2.58 Penegangan otot perut. tengah dan bawah level tinggi Gambar.8 Gambyong Gambar. 2. 3.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. 2. 2. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar. paha.69 Sikap jengkeng santai. 3. 2.

Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.57 Bersih Desa 3. Gambar.32 Tari Nyi Kembang 3.51 Tari Mandau 3.31 Bratasena 3.46 -3.34-3. Gambar. Gambar.SENI TARI Gambar.26 Tari Baladewa-Kresno 3.17 Bechincak-an 3.33. Gambar.59 Sanduri viii .13A Tari Bailita 3. Gambar.30 Tari Cinta Ibunda 3.43 Tari Ranah di nan Jombang 3.13A Tari Bailita 3.38-3.24-3. Gambar.41 Tari Janda Nadia 3.13B Tari Dayang Modang 3. Gambar. Gambar. Gambar.50 Tari Dolalak 3. Gambar.19 Tari Nyak Puan 3.52 Tari PupUtAy 3.55 Tari Kecak (Bali) 3.36-3.28 Pendet 3. Gambar.45 Tari Ho Arya 3. Gambar.49 Tari Janra UPeuteh 3.B Tari Dayang Modan 3.11 Topeng 3.12 Merak 3.23 Dogdog Lojor 3..54 Tari Rejang 3.40 Tari HoArya 3. Gambar. Gambar.56-3. Gambar.27 Tari Manukrawa 3. Gambar Gambar. Gambar. Gambar.42 Gelang Ro’om 3. Gambar.39 Tari Sarampuah 3. Gambar.16 Ngelajau 3.58 Jepen Rebana 3.13.20 Tari Ngelajau 3.48 Tari Nyak Puan 3. Gambar.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3.18 Tari Ngelajau 3. Gambar. 3. Gambar Gambar. Gambar.37 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar. Gambar Gambar. Gambar. Gambar.21 Tari PaJinang 3. Tari Ngelajau 3.35 Tari Turun Kuaih Ainen 3. Gambar.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3.44 Tari Janda Nabia 3.29 Baratayuda 3. Gambar. Gambar. Gambar.22 Tari Manikam 3. Gambar.

Gambar.. Gambar.108 Tari Tano Doang 3. Gambar.89 A.3.92 Tari Bersih Desa 3. dan 3. Gambar.75 Tari Tabal Gumpita 3.90 Tari Kresno Baladewa 3.86.104 Tari Pa’Jinang 3.98 A dan 3. Gambar.80 Tari Bachincak-an 3.94 dan 3.71 Ngremo Mall 3. Tari Jaipongan 3.109 Tari Perang ix .88.60.102 Tari Randa Nabia 3. Tari Topeng 3. Gambar.105 Tari Ponggayo 3.96 .68 Tari Balet 3.dan 3.SENI TARI Gambar. Gambar.72 Tari Ngelajau 3.107 Tari Kondo Bulang 3. Rancak di Nan Jombang 3.85 Tari Nyi Kembang 3. Gambar.100 Tentengkoren 3. Gambar Gambar.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.76 Tari Joget Lambak 3.81-3. Gambar.95 Tari Badawang Nala 3. Gambar.78 Tari Sekapur Sirih 3. Gambar. Gambar.98 B Tari Lupak Gurantang 3.67 Tari Cinta Bunda 3.99 dan 3. Gambar. 3. Gambar.66 Tari Balet Ngu Yen She 3.Tari Gagahan 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.79 dan 3.74 Tari Payung 3. Gambar. Gambar.87 Ttari Dogdog Lojor 3.77 Tari Tabot 3. Gambar. Gambar.91 Tari Warak Dugder 3.61 Tari Warak Dugder 3.72 Tari Turun Kuaih Ainen 3.62 Tari Kebyar KEbeng) 3.70 TarI Gambyong Kolosal 3. Gambar. Gambar. Gambar.83 Tari Nyi Kembang 3.84.73 .82 Tari Ngelajau 3.65 Tari Nditita 3. Gambar. Gambar. Gambar.101 dan 3. 106 Tari Pabete Pasapu 3.69 Untuk Mama 3.93 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar.64 Tari DolAlaK 3.97 Tari Taume Anuku 3. Gambar. Gambar. Gambar.63 Tari Reog Polodero 3. Gambar.103 dan 3.

4. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.) 4. 3. Gambar.36 Prajurit (Bali) 4.9 Trunajaya (Bali). Gambar Gambar. Gambar.114 Tari Baharuan 3. 4. Gambar. Gambar.3 . Gambar.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4.29 Saman (Aceh) 4.31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb.125 dan 3. Gambar.4 Alat musik diatonis Gitar.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4. Gambar.117 Tari Milau 3. Gambar.10 Sangkrae(KalTeng).21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4.122 Tari Ndaitita 3.2 Perangkat Gamelan Jawa 4. Gambar.123 dan 3.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.8 Kostum Gruda.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.1 Perangkat Gamelan Sunda 4. 33-4.118 Tari Persembahan 3. Gambar. Gambar.4. Gambar.5 Kostum Annien (Riau) 4. Gambar. Gambar Gambar.23 Bentuk Panggung 4. Gambar. Gambar.121 dan 3.126 Tari Tepulut 4.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4.17 Karakter Putra Gagah 4.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4.13 Dogdoglojor(Jabar) 4. Gambar.120 Tari Bambu Gila 3.14 Ngelajau(Lampung) 4. Gambar.116 Tari Giring-giring 3. Drum 4. Gambar. Gambar. Gambar. 4. Gambar.112 Tari Tarik Lalan 3. Gambar.22 Stage Proscenium 4.119 dan 3.37 Saman(Aceh) x .SENI TARI Gambar.20 Stage Proscenium 4. Gambar.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3.113 dan 3. Fantasi (Bali) 4. Gambar.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4. Gambar. Gambar.17 Karakter Putri Halus 4.28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4.111 Tari Dara Juanti 3.115 -3. Gb.110 dan 3.26 Improvisasi Gerak mhs 4. Gambar Gambar.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.15 dan 4.30 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.35 Pendet (Bali) 4.

Gambar. Gambar. Gambar.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.25 Penata Musik memberi 5. Gambar.9 Rileks habis kerja 5. Gambar. Gambar. Gambar.17-5.23 Penata cahaya memberi efek 5. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.12 Persiapan kipas pada Gejolak 5. Gambar. Gambar.15 Pengarahkan kepada penari 5. Gambar.42 Tari Jibeng Rebana 4. Gambar. Gambar. Gambar Gambar.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5. Gambar.8 Pimrum tangga Tumpengan 5.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5. Gambar. Gambar. Gambar.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5. 4. Gambar. Gambar. Gambar.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5.41 Tari Dogdoglajor 4. Gambar.43 Tari Ngelajau 4.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5. Gambar. Gambar. Gambar.38 Jaipongan (Jabar) 4.SENI TARI Gambar. Gambar.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5.1 Teater Anruang (Bandung) 5. Gambar. Gambar. Gambar.21 Penata cahaya memberi efek 5.45 Tari Gelang Ro’om 5.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5.32 Ratu Angin xi . Gambar..40 Tari Gelang Ro’om 4.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5.19 Kru Stage kerja di balik stage 5.39-4. Gambar. Gambar. Gambar.44 Turun Kauih Aunen 4.46 Tari Randa Nabia 4.10 -5.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5. Gambar.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5.14 Disain tata Cahaya Gejolak 5.6 Pimprod memberi arahan 5.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5. Gambar. Gambar.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5.

34 Busana Gladi bersih Gambar.4 Tari Gambyong Gambar.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar.5 Tari Karonsih Gambar.13 A Tari Gundala-gundala Gambar. 5. 6. 6.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar. 6.8 Tari Belibis Gambar.7 Tari Margapati Gambar.33 Busana saat gladi kotorGambar.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar. 6.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar.SENI TARI Gambar. 6. 5.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra. 6. 5. 6.13 Tari Saudati xii . 6. 6. 6.2 Tari Topeng Cirebon Gambar. 5. 5.3 Tari Jaipongan Gambar. 6. 6.9 Tari Randai Gambar. 6.6 B Tari Ngremo Gambar.13 B Tor-tor Gambar. 5.1 Tari Topeng Blantek Gambar.6 A Tari Jaranan Gambar. 6.

1 2.2 2.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.4 4.5 4.1 1.1 Bagan 4.1 5.SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii .4 Bagan 4.3 5.4 5.2 2.2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.3 3.1 3.5 5.2 5. Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.3 4.3 Bagan 3.5 6.

4 Gerak tari kelompok Tabel 2. Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2.2 Dosis Pernafasan Tabel 2.xiv DAFTAR TABEL Tabel 1.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3.1 Hubungan Teknik Gerak.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv .1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1.1 Teknik. kelenturan da imitasi Tabel 6.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.3 Motif gerak Individu Tabel 2.

Di sisi lain.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya. standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. dinamika Menirukan berbagai ritme. tempo. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. partisipasi. dinamika Membaca berbagai ritme. pengetahuan. pada hakikatnya kurang dinamis. Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab. Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis. keterampilan yang telah dipelajari. tempo. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. tempo. efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat. Secara konseptual. Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan.

Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sistem mata pencaharian hidup. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. Sistem teknologi dan peralatan. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak. Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi. Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. 7. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. 4. perangai. daya mengandung arti tenaga. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis. Sistem pengetahuan. Para siswa yang kami sayangi. Sistem religi dan upacara keagamaan. Bahasa. 5. pengaruh. 2. 3. cara atau jalan akal dalam berikhtiar. Selanjutnya. 6. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. Sistem dan organisasi kerjasama. Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. Di sisi lain.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. benar dan salah. kekuatan. Kesenian. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. tabiat.

dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. dan kemampuan mengorganisasikan ingatan. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. Para siswa yang tercinta. perasaan. dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik. Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir. Secara teoretis. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. terpuji. manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya. berkeindahan secara bebas. konteks budaya manusia berbentuk tulisan.SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna. konsep cara berpikir. menjabarkan ide. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian. kepekaan perilaku. Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan. Dengan demikian. Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. implementasi motif ungkapan verbal (lisan) . adat yang diatur dalam agama. Manusia menghasilkan hasil budaya. Secara histories. perilaku. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki.

dipikirkan. dan sumber inspirasi penciptaan. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam. Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman. Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan. cahaya hidup. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam. Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. arah dan tujuan yang ingin dicapai.

kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. Dengan perkataan lain. dipikirkan. Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis. Para siswa yang kami cintai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan. simpati. jenis dan wahana seni tari. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. hubungannya dengan seni lain. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya. Pada muaranya. dan dicita-citakan. Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia.

Menurut Kuncoroningrat (1986). kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. penelusuran. dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia. variatif. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. akomodatif. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan. dan transformasi kesenian agar tidak punah. melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak. Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri.SENI TARI 5 Oleh sebab itu. Selanjutnya. Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif. Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. rangkaian mata rantai penulisan. revitalisasi. argumentasi. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. Ketiga. B. dan perspektif.

Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. Seni tari. Menurut pandangan penulis. Seperti di depan telah disinggung. dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan.SENI TARI 6 Secara eksplisit. Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Seni-seni lainnya. Seni rupa. 12-35). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bersosialisasi. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. Atau dengan istilah lain. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). Seni berwawasan teknologi 7. 5. 4. Seni musik. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. 2. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya. 6. cabang-cabang seni memiliki banyak jenis. Selanjutnya. unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. Seni kerajinan. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. kreativitas. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. 3. bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. Seni teater.

1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.

dan karsa. dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya. Dengan demikian dapat dicatat. bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih. Pernyataan tentang bentuk baru seni. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002. Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. dibentuk. dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. pada kesempatan lanjut dapat dipahami. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. unsur keindahan (estetik). Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. 12-24). arah dan perkembangan seni semakin variatif. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian. Selanjutnya. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian. Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri.SENI TARI 8 C. kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. modifikasi. rasa. Oleh sebab itu. mengatur. medium ungkap seni. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk.

pelatihan. Usaha penyelamatan. Masalah pemanduan bakat. Dalam pendidikan. konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran.SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. utuh. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif. peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. rasional. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional. obyektif sebagai bagian kenyataan. seni kaligrafi. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif. seni drama (teater). pewarisan. bulat. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. ilmiah secara empiris dapat diterima. seni tari. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. seni musik. dan dibalut ke dalam makna simbolis.

lukis. flute. dan multimedia. Seni Musik. lukis. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. seksopon. sintetiserr. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. drum. grafis. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. patung. Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. rebana. angklung. kerajinan tangan. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. Seni Rupa. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Media seni musik adalah vokal dan instrumen. kemampuan memahami dan membuat patung. musik elektronik. dan kolintang serta arumba.SENI TARI 10 1. 2. gitar. kriya. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni. kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. kemampuan memahami dan berkarya grafis. dan terompet. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. gamelan. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano. Unsur lain dalam bentuk harmoni. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. berhubungan dengan unsur cabang kesenian. kerajinan tangan kriya dan multimedia. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. patung. gambang kromong. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. kecapi.

Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi. 3. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya. serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil. Di sisi lain. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. dan harmoni secara varian. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater.SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. ekspresionis. eksperimentalis. bunyi yang berirama. kemampuan memahami dan membuat notasi. interval. Seni Teater. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. kemampuan mengaransemen. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. melodi maupun harmoni. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme. kemampuan memahami dan membuat naskah. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur. Oleh sebab itu. Di sisi lain.

intonasi. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan. Seni Tari. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak. dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan.di mana tarian tersebut berasal. pembawaan. baik dari koreografer. Media ungkap tari adalah gerak. kebahagiaan. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Sebagai penyesuaian abad modern. peraga dan penikmat atau penonton. diksi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. 4. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi.

Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern.SENI TARI 13 maupun nontradisional. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. renda. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. Oleh sebab itu. Seni tari memerlukan media gerak. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. 5. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. seni dekoratif. guru-guru tari yang profesional. estetis. dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. maka gerakan tari semakin halus. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Oleh sebab itu. dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. seni lipat. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam perkembangannya. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. serta seni yang menekankan keterampilan tangan.

Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. dan multidimensional. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. bunyi. menciptakan hal baru. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain. seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru. dan tari secara multilingual.SENI TARI 14 yang ada berwujud musik. rupa. Dengan imajinasi. teater. seperti seni peran (khususnys sinetron). mana cabang seni yang paling kalian senangi. rupa. Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. pendokumentasian (sinema). Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. multikultural. 6. Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih.

Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. teknik. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki. jadwal terprogram. 1. Dalam ranah khusus. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. memiliki kompetensi. Memberikan nilai masyarakat. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. serta. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. 2. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif. bahasa gerak. 3. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan. 4. Sebagai bahan kajian. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Prosedur imitatif. kemahiran. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. c. demonstrasi. f. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. a. h. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. d. latihan. artis dan koreografer. b. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri. Menekankan kepada produk/hasil. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. dan berkelompok koloni. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . e. Kemampuan. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. g. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan.

dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. dan Koreografer. Kritikus Tari. Pemerhati. Peminat. serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan. demonstrasi.2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Pecinta Kesenian Bagan 1. latihan.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari. kemahiran. Prosedur imitatif. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah.

Lebih dari itu. Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis. Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. Oleh karena itu. Selanjutnya. Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. Para pembaca budiman. peserta didik. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca. Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh. dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. efektif. Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah. Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik.SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. Hal tersebut apabila belum cukup. maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari.

Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. ruang. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2). di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. peralatan tari D. tenaga. Selanjutnya. Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. 3. Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. tenaga.SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri. pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. terkait pula dengan: 1. kecepatan. Pengertian Tari Para siswa yang budiman. dan waktu. Apabila dikaji secara menyeluruh. Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam. Di samping itu. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. 2. dan waktu. dan fokus. Kekuatan. perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). Oleh sebab itu.

Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. maupun keperluan tertentu lainnya. Oleh karena itu. pernikahan. maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. empati. Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan pada waktu kapan saja. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. Tari memberikan penghayatan rasa. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. Tari merupakan salah satu cabang seni. hajad kaul. Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat.SENI TARI 20 tubuh manusia. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat. dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. Sebagai sarana komunikasi. simpati. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja. Apabila disimak secara khusus. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh.

maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan. waktu. Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. tenaga. serta unsur pendukung lainnya. John Martin dalam The Modern Dance. Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). Secara khusus. Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. melainkan juga sebagai upacara agama dan adat. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. tubuh. Dalam konteksnya. direfleksi melalui gerak baik secara spontan. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan musik. di dalamnya terdapat ekspresi. menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia.SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Oleh sebab itu. 1994:44). dan tenaga. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture. maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. ritme. Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak. Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. dan ruang alam dunia. Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. 1990:2). tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain.

Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. waktu. Gerak Unsur utama tari adalah gerak. dan irama seseorang. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kedudukan). Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. aspek tari. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan). Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. Sebagai bentuk latihan-latihan. Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang. perubahan sikap. dan kaki). tangan. 1. posisi. lemah. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto.Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer.SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. rasa. jarak. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. atau cakupan gerak). tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. Sejalan pendapat Suryobrongto. VCD tari. dan tenaga. badan. Oleh sebab itu. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari.

gerak bekerja. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari. Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. 1. lambat-cepat. patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak. serta gerak untuk berkesenian. apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi. gerak olah raga. gerak bermain. kontraksi otot. Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh. dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot. tegas terputus-putus. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan. gerakan pencaksilat.

yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). 1.2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya. misalnya level. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. tangan(Thorax). jarak/rentangan atau tingkatan gerak. anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul.SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis. Faktor space meliputi ruang gerak. Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh.

sebagai tumpuhan tubuh. dan dinamis. dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. tengah dan atas secara sinkronisasi. Gelengkan kepala. Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri. 1. 1989:2). elastis. aksentuasi. Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. 1. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah.SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3. 2. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat). Ayo para siswa. 4. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah.3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat. Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya. luas. misalnya gerak yang kuat. lemah. penekanan (Ann Hutchinson.

Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut.1.4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb. patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat. Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan). stakato. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak.5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas. 1. dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb.

pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci.6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). 1. 1. Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra.7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas).SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas. Sumber: koleksi Pribadi Gb. Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. rentang tangan.

1. 1.9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak).SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan.10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Gb. rentang tangan.10 Gumyak Banyumasan Gb 1. klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon).9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb.8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan.8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo). 1. 1.

1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. Ngaco.SENI TARI 29 1. Ngenak Subang. 1. Motif gerak tari tradisional Betawi. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala. Kewer. antara lain terdiri dari Selancar. dan kaki. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai.12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb. Gonjingan.1. Kedidi Merentang. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Cendoliyo. Ngenak Gelang. Lenggang. gerak peralihan. 1. Nyilau. Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. Begaya. Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. Ketentuan gerakan harus dipatuhi. dan Gibang. Blongtur. tangan. Nyanggul. Ngenak Cincin. 67). 20). Para siswa apabila dicermati secara teliti. badan. Nyelak. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok. Nyetangaen. Gerakan peralihan terdiri dari Koma. 1. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari). Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989. Melenggang Turun Naik.11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. gerak khusus. Tegak berdiri. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Rapet Nindak. Pakblang. Nyerah Sekapur Sirih.11 -.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

sendi leher berperan sentral. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Gerakan supinasi. Badan kontraksi. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model.2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. rileks. memutar ke kanan/kiri. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Adeg-adeg. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. mengkerutkerut. Gerakan ke depan/belakang. dan mengayun. Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. gelieur. anggukan dan gelengan kepala. Meliuk-liuk. berputar. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Gerakan pacak gulu. tengok kanan/kiri. kuda-kuda. Rapal. Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. gebesan. mengangguk. rendah). gileg. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan.

Nyempurit. palmar tangan. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. supinasi ke depan. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. lengan bawah. dan sikap tangan pokok. Ngruji. Topeng Cirebon. lengan atas. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. samping kanan/kiri. belakang. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. tekukan pada palmar tangan. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. Gerakan bervariasi. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. ke depan/belakang. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Grakan tangan lurus. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. tekukan pada siku. ogek lambung. Vibrasi scapula.

Kecepatan. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Goyang plastik. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. kelenturan pada paha. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Geser. macam goyangan. Kolumna vertebralis. goyang pantat pada Jaipongan. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Harmoinisasi goyang pinggul. sensualitas. Pelvis sebagai penopang. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Gerakan dan getaran pinggul. masingmasing berbeda-beda. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dilakukan sesuai keterampilan individu. Kengser. Cranum sebagai otorizet.

Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Lampah Ringdom. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Kepala mematukmatuk. sinkondrosis. kaki lenagkah ke depan/belakang. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. sinfibrosis. Gerak rol. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Salto. samping kanan/kiri. strugel track di udara. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. loncat harimau. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta. loncat harimau. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Zamrah. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Peragaan gerak motif Rodat. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki.SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. Keept up Jalan lurus.

Tegak dan bongkok badan. Tabel 1. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. tulang panggul. meng angguk-anggukan kepala. Putaran Tubuh ke semua arah. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Lakukan gerakan ngeseh. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. tangan. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. 2. Galier. sendi poros pada tulang bahu. Gileg. dan Godeg. Tanjekan. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. Ngeseh. Gerakan merendah atau mendak. serta pada karpal dan falang. Mapal. Pacak Gulu. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Nindak. dan kaki. badan. dan variasi gerakan kepala. Gelang kepala.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Rapal. berputar. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. anggukan. Adeg-adeg.(Jung kir balik) Tabel 1. sedang. rendah). sedang. kuda-kuda. straidel. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Gerakan Tari Topeng Cirebon. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. rendah). rendah) pada tari Saudati. dan topeng Klono.3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Rapal. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. sedang.2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3. lenso. kuda-kuda. tari garapan lain. Lakukan gerakan mapal berkelompok. 4.SENI TARI 35 1. Adeg-adeg. step(langkah ganda).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .13 dan 1. dan ruang gerak penari itu sendiri.SENI TARI 36 2. gerakan olah tubuh.14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan).13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh. dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa. 1. ) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb. 1. 1. Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. posisi yang tepat. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan.14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. posisi dan kedudukan. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa. Di sisi lain.

ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat. (perhatikan gambar: Tari Klana atas. Gambar 1. 1. dan tangan kanan tolak pinggang. 1.15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar.16 Penari Saman berbanjar Gb. dan Tari Saman Bawah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 1.16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala.

Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda.SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan.

17 dan Gb. Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati).18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1.18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb.SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. 1. 1.

perpindahan tempat. cepat-lama gerakan dilakukan. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu. dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi. perubahan posisi. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat.19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas . dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. Waktu Dalam tarian. panjang-pendek. 1. Perubahan gerak.SENI TARI 40 3. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. berubah posisi. Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan. dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak. 1.

denyut nadi gerak. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya. dan kondisi emosional penari. Atau dengan istilah lain. Oleh sebab itu. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. atau dengan berdiri-jongkok. Dengan demikian. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. kualitas gerak.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. waktu berdenyut. walaupun diam seorang penari di atas pentas. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. dan kebutuhan pentas tari. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang. situasi. intensitas gerak. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. Dalam tari. Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian.

Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan. Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas. 1.19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas.SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. dan penghayatan gerak tari. Apabila hal ini dapat terkontrol. berisi. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage). berkekuatan. Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati.20 Penari Bimo Suci Gambar 1. Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif. intensitas.

Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan. 122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. Lompatan kulminasi penari balet Gb.21. 1. dan memenuhi harapan. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata. 1. terkendali. Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan). Sumber: Internet Gb.21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb. kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang.SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol.

22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan. Tersebut di atas. 1. tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1. penegangan otot tangan yang terbuka.23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb. 2.24 Gambar menunjukan. Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1.SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1. Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. Para siswa yang budiman. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet.

manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Sebagai ilustrasi. marah. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi. Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum. sedih.SENI TARI 45 5.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . desakan jiwa. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. dalam kehidupan sehari-hari. kehendak. Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 1. Ekspresi Perlu para siswa ketahui.

Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater. 2. Lakukan ekspresi murung. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang. Coba lakukan ekspresi senyum di kulum.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1.SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton. 1. menangis. atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .26 Penari melepas senyum kepada penonton. tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1.

sehingga pembaca baik pelajar.1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A. Sendi Otot. Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan. guru. Untuk mencapai pemahaman bacaan. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini. dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2. maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari.

Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. membentuk tubuh yang ideal. menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. makan-minum. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. menari. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar.SENI TARI 48 B. PENDAHULUAN 1. bahwa di dalam melakukan olah tubuh. dan sehat lahir dan batin. Seperti banyak diketahui. Oleh sebab itu. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. ideal. Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan waktu. waktu dan tenaga. ruang. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. Siswa yang baik. Latar Belakang. organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan. Pada akibatnya.

SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. sprint. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh. menari dan gerak senam. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. serta aktivitas sehari-hari. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . terkejut. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. menari. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Seperti telah disinggung di atas. Secara garis besar. maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. srta banyak contoh lagi. Oleh sebab itu. jalan biasa. maraton. sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar.

Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. Selanjutnya. pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. C(Carbon) dalam jeringan. Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. Oleh sebab itu. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa. begitu sebaliknya. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik. maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. menari maupun melakukan senam. Oleh sebab itu. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). kualitas gerak. ketahanan tubuh. perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik. dan gerakan terjaga dengan baik. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara.

• Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna.SENI TARI 51 nafas. • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan. • Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. • mengkordinasikan para-paru. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan. kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengeluarkan. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. dan melepas. sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. Apabila hal ini menjadi kenyataan. tengah. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. Selanjutnya. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga.

mulut. cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. membusungkan dan mengempiskan dada. Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. pangkal tenggorokan. rongga hidung. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung. Oleh sebab itu. Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat.SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. Secara tertruktur. Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk. anak tekak. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan.

Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung. menari dan senam. • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. kecepatan. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut. • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas. • Paru-paru ada dua. Sewaktu udara melalui hidung. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. dan gerakan pernafasan. Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. Paru-paru mengisi rongga dada. Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi.SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung. kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. • Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar. • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid. Alat ini merupakan alat pernafasan utama. Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak).is masuk ke rongga hidung.

SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut. menahan. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan. lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. sesak nafas. Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan. hingga mengakibatkan gangguan jantung. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit. Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. Oleh sebab itu. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan. setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. dan dituangkan ke dalam gerakan artistik. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. dirasakan.

Jelaskan. b. kalian pasti telah memahami teks di atas. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal. Para siswa. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar. a.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar. Konstabilitas ini harus terjaga. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. 2. Tugas: 1. Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas. Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas. Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini. Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3.

2. persiapan tubuh atas pemanasan. Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik. DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh. Oleh sebab itu. Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang. 2. maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima.1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb. Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Koleksi Internet Gb. Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni.

bagian perut.SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb. 2.3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dada. 2.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot. dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan. bagian skapula terjadi penegangan gb. 2.1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2. kaki ada (penari pa) Gb.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada.

Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput). misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut. Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini.4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1989:2). misalnya gerak yang kuat. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya. anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix). kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. penekanan (Ann Hutchinson. aksentuasi. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. jarak/rentangan atau tingkatan gerak.SENI TARI 58 2. anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). misalnya level. ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini. elastis. Selanjutnya. lemah. Faktor space meliputi ruang gerak. 2.

5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2.SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata. tangan dan kaki bawah relaks. 2. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif. Kepala bisa menghadap depan.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan. Tangan kaki.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri. tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas.

Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. tubuh. Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. tanpa persiapan apapun. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan. gerakan pengenalan. menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. menari dan senam pada dasarnya telah dipahami. Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik. Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak.SENI TARI 60 3. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut. Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. dan bangga untuk diri sendiri. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menari dan senam agar benar-benar fit. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh.

Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. tulang. sendi dan tulang secara maksimal. otot. menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. sendi. mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang. jantung. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. tari. gerakan tiba-tiba. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. • Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebagai contoh. memperkuat persendian. mempertahankan. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. Penguatan ekspresi gerak. Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat. gerakan oleh tubuh. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. Di sisi lain. Dalam melakukan olah tubuh.

pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. Apabila latihan olah tubuh. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal.SENI TARI 62 • Olah tubuh. Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan. Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. gerakan yang memiliki beban.

Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh. Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan. Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil. setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan.SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel . Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar.Melalui penjelasan tersebut. Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama. Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Oleh sebab itu.

sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tabel Hubungan Teknik Gerak.SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit. Otot memiliki daya kontraksi. kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak.

kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2. Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan.1 Hubungan Teknik Gerak.

2. Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2. 2.7-2.8.8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 2. Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung. dan peniruan gerak sebagai berikut.9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb.9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. kaki dan perut. 2.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. jari kaki dan tangan Gb.

6. kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. Ambil posisi berdiri sempurna.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis. Sumber Internet Gb. 2. perut dan kaki.5. bukan? Lakukan sekarang. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. 2. 4. Gb.SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana. 5. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi.

SENI TARI 68 B. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. tekanan darah tinggi. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . latihan gerak naik turun tangga secara rutin. dan paha. Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik. Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah. dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut. Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik. 1. mulai dari dada hingga pinggul. dan penyakit ginjal. dada. Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb. Gb 2.11. Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal. stroke. 2. Bentuk Apel.

Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian. dan betis.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . paha. 2. Biasanya sering frustasi. bentuk tubuh pir kurang percaya diri. Dalam penampilan. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. Bentuk Pir. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul. karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb. Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir. bersepeda.SENI TARI 69 2. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan. Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel.

Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. langsing. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya. Dalam skala ukur yang klasik. atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional.SENI TARI 70 3.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan ceking. Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus. Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel. bersepeda. jalan cepat. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. Sumber Koleksi Pribadi Gb 2.

Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis. pesenam. penari. Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh. masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya. Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. 2. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

2. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya. Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas. wanita yang berprofesi olah ragawati. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri.5. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar. Ambil posisi berdiri sempurna. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit.6. penyaluran energi. Upaya penambahan berat badan. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori. Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. kesehatan. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran. 2. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh. seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini. 3.

Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1.SENI TARI 73 C. maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita. ketepatan. maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. Untuk keperluan olah tubuh. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. Pada pengetahuan olah tubuh. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan. Dengan demikian apabila terjadi peregangan. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut. dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan. tubuh sebagai alat gerak. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka. kelenturan . dan daya ulur. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya.

perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. Nungging. Jinjit. Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. perut. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb. Kangkang. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan. Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. 4-18). Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. 2.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. Tangan. Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak. Otot jantung membentuk jaringan jantung.

15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok. meluruskan-menekuk kaki. kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2.SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. loncat. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb. lompat. serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan. 2. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan.

16-2. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. Kontraksi pada kaki. lutut tetap lurus. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit. Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan. jinjit dan naik turun.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian. agar tidak pusing. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.

Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a. Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atau memposisikan berada menjulur ke depan.SENI TARI 77 2. Gerakan kepala di atas. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak. menggeleng-gelengkan kepala. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. menungging. berdiri. c. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur. Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang. b. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak.

Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah. Kontraksi pada kaki Gb. Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal. Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud. 2. Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. 2.19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d. lebih dominan di atas lantai.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah.

Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna. Gerakan tersebut lakukan beberapa kali. Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan. gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian.20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis. Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul. angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Lakukan gerakan tersebut beberapa kali. Lihat gambar 2. siapkanlah peralatan tersebut.

SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih. Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Betis (Febula). 2. Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. Sumber Koleksi Pribadi Gb.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar. Kontraksi pada kaki Gb. Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur. Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati. Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian. Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e. Anggukan kepala. Pinggul (pelvis). badan. 2. dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur).

22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat .SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup. 2. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri. dan perut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f.2. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha. Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb. kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini. tangan. Sumber Koleksi Pribadi Gb.22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas. Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan. Perhatikan gambar Duduk santai.

23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb.25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar. 2.SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2. 2.

Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah. hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi.Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb. 2.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur. (Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas. yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad.26 da 2. duduk. bertumpu pada satu kaki. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini. Lakukan latihan beberapa menit.

Gb. Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus. Sebagai ilustrasi. 2. Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent). Gerakan dilakukan beberapa kali. Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding.. sehingga bis tepat rata benar.28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan.SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis. posisi tidak semitris. Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang. Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar. Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai.28-2. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian.

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

konvigurasi. 1989:2). Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. anggota gerak bagian tengah (Thorax). Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak. maupun perubahan tentang aspek gerak. lemah. Ruang gerak misalnya level. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput). aksentuasi. kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). Misalnya gerak yang kuat. Selanjutnya. penekanan (Ann Hutchinson. Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. disebut gerak tari tengahan. Konsep ini selanjutnya diberi bentuk. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. 4. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). posisi. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. elastis. Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak.2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak.

Oleh sebab itu.44 dan 2.2 peraga putri.SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul. posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang. Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik. masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak.

Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan. keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis. penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari).SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. Oleh sebab itu. Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. Sebaliknya. Dalam tari. masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). menghentak. menjadi sisi penilaian negatif pengamat. di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil. karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. bagi pengamat yang masih awam. Untuk pengamat yang telah berpengalaman. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Gerakan yang statis dan membosankan. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis. dan banyak variasi. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka. Oleh sebab itu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. Hal ini dituntut dalam tari. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya.

Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. Variasi gerakan goyang. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. dan angkuh temteramental gerakan. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. Di sisi lain. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi.SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian. Dalam belajar-mengajar tari. Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna. gerakan yang diperhalus. jongkok menekuk lutut. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian. Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi. tengah. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif). Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak. berbaris berbanjar. Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap. kuat. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya.

Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. Oleh sebab itu. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya. Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan. Selanjutnya. tidak mantap. penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2 2. Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh. Kontraksi pada kaki Gb. 2.46. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. dan kesan goyah. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep.

3. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan daya tahan nafas. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini. Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai. Ambil posisi sikap sempurna. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. 2.SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. 4.48. Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini. paha.

kemudian baru keluarkan.3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2.SENI TARI100 4. Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan. Tahan nafas hingga 4 detik. Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2.52 selanjutnya dilakukan.Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya. sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan. Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap. Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh. Gunakan pernafasan dada dan perut. Olah nafas dengan pernafasan paru-paru. bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1.

Masa latihan lebih dari 3 bulan. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. Pada tingkat ini. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar.SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. sehingga dalam keadaan terkejut. 2. tergesa-gesa. Peringatan. semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal. Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. atau duduk santai dengan punggung bersandar. Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. Pada tingkat menengah. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit. mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. Dalam keadaan terpaksa. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit. terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit. Dalam keadaan paru-paru kosong. Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya. tahan nafas 6 hitungan. Hembuskan nafas selama 6 detik juga.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik.SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada. Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2.

paha. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap. bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. tenang. dan konsisten. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh.SENI TARI103 5. hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. terutama pada bagian pinggul. D. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. menahan dengan santai. kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. Bagaimanapun. Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. kebiasaan makan. dan dada. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup. dan menghembuskan dengan santai pula. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya.

2.SENI TARI104 1.49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb. penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .50. 2. Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.

SENI TARI105 2. 2. kontraksi pada kaki perut Gb.51. 2.51 Tidur menarik tangan dan dada. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb.50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai. Gb.53 Sikap mirip 2.51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar.52 Mirip gambar 2. 2. kontraksi pada kaki Gb. 2. 2.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki. Sumber Koleksi Pribadi Gb.33 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup.

Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang. tungkai bawah. berlari. keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. otot kaki. tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki. Tulang Kelangkang. siap untuk melakukan olah tubuh. menendang. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. merendah dan jongkok. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Paha Pangkal paha. pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap. Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. meloncat.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. seperti melompat.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. tungkai atas.

59. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb.SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai. 2. Kontraksi pada kaki Gb. 2. 2.54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?. Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi.gerakan.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. peniruan gerak. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1. 5. 2. 7. kenapa demikian. Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik. dan bagaimana cara mengatasinya 9. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level. apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. 4. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca. kelenturan. tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?. Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. Apa alat dan pakaian yang digunakan?. Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. Oleh sebab itu. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut. sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh. 8. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik.

Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. . Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti.SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. dan dapat dibantu oleh tulang. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga. Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti. dinamis. dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. trisik pada tari Jawa. Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang. berjalan. e. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku. gerakan putaran tangan pada lengan. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak.

kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Gb. 2.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar. dan tangan serta kepala sebagai efek samping.SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. Proporsi menunjukan tention pada perut. adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. dam tangan kanan. pinggul. pinggul. 2. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai. dan kepala.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. Peregangan pada otot perut.

badan dibungkuk secara mengalir. hal ini untuk menguatkan otot perut.59.SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. 2. Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna. Lakukan latihan selama beberapa kali. Sikap mirip gb. Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb. ekspresi rambut. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas. 2. 2. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .61 Sikap bongkok.

Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan.62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Perhatikan gambar Duduk santai. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Kontraksi pada kaki Gb. dan angota gerak lainnya. dan angota gerak lainnya. 2. Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan.62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. 2.

64.64—2. peraga tunggal dengan penghayatan dalam. . dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . .2. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal.65 menunjukan performa Intensitas gerak. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2. perhatikan gambar duduk santai.SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu.65. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni. Fese latihan dan pentas. tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb. di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan.2.

kesehatan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. gerak tari bentuk. dan kebugaran tubuh. Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan. 2. Perhatikan gambar Duduk santai. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere). Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. Kontraksi pada kaki Gb. 2. baik tari tradisional.SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh.66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan. keseimbangan. Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi.

guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah. Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan. pinggang. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran).SENI TARI115 D. tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. 2.68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian.dan 2. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. kaki. Dalam Singgih D.48-2. 1. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani. latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik. latihan pernafasan. latihan penyegaran otot dan saraf punggung.67.49). . Gunarsa menyatakan.

lengan otot. f. Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. Langsung keluarkan napas 10 hitungan. dapat dilakukan dimana saja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . b. d. otot. hangat. c. d. kepala tegak. tangan diangkat ke samping (horizontal). bagian tumit sentuhkan kedua kaki.1 Contoh Latihan Gerak a. posisi berdoa. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. lutut. jari-jari tangan. Berdiri di udara terbuka. Duduk tegak punggung lurus. perasaan. visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh. Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada. e. b. keinginan baik. pinggang. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang. 1. yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi. Rasakan kasih sayangdalarn pikiran. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). paha. Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. Tarik napas dalam 5 hitungan. b. kemauan. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi. c. Cara Kedua : a. otot sekitar mata. irama hitungan sama. telinga. c. kepala. Kaki dibentangkan. otot-otot muka/wajah. bahu. betis. Ulangi latihan 10 kali. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. e. pergelangan tangan. leher. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. kaki bersila. rasakan dalam dada.SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. Visualisasikan dalarn pikiran. tumit.

pikiran bersih. Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. • Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh.SENI TARI117 d. 1. Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). seakan-akan menembus paru-paru. b. sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. Latihan Penguatan Otot. tangan dipangkuan diatas lutut. dengan cara. c. e. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. Tariklah kedua kaki rapat ke depan. • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. f. d. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. • Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). Urutan gerakannya sebagai berikut. makin lama makin baik. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. jangan bungkuk. e. mata dipejamkan tunduk sedikit. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing). sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. Ulangi latihan 5 kali. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. 2.

7. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas. ke samping kiri dan samping kanan. • Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki. ulangi 2 sampai 3 kali.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan. Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal. istirahat sebentar. 3. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah. Ulangi 2-3 kali. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan. istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. 6. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. lurus datar. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam. Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis. Letakkan. • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). • Bila kedua pinggang sudah tegak. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. lurus ke depan. Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan.

Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat. Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah. meloncat. Deskripsi Tugas 1. . peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah.Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas. Menirukan gerakan yang diberikan guru. 1. Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia. 2. memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat. bawah secara baik dan benar. . Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan. 3. Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya.Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah. mengetahui letakIetak gerakan yang benar. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. tengah. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. benar.

tenaga. dapat mengetahui polapola yang ada.3. . mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar. Kriteria 1.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis. bentuk-bentuk gerak dalam ruang. Untuk tugas diatas. 1. Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan. 2. 2. Peserta berjalan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak . menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi. perpindahan gerak.Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang. waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon. putar jinjit tidur. memahami garis. melangkah. meloncat. Deskripsi Tugas . Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis. waktu. sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal. 3. Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak. jalan. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang.

Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi. 1. 1. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. Deskripsi Tugas 1. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional. melalui respon gerak di dalam ruang. Secara langsung. Deskripsi Tugas. tenaga. Kekuatan.SENI TARI121 Kriteria . atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan. • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan. 2. baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak.Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur. Kelenturan) 1. langsung melalui gerak dengan berpasangan. Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. • Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. kelenturan. kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. Latihan gerak dan merespon gerak. waktu. • Peserta secara kelenturan. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. kekuatan.

SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini. Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok. dan dibuat pada materi yang diajarkan. maka peserta dapat mengkoordinasi. peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai. menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok.Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. Kriteria Untuk tugas ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Peserta mencari dan mengolah gerak. Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi.3. Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. .Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis. Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih. sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada. desain gerak. dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan. Deskripsi tugas . Deskripsi Tugas. 1. Paket Garapan Gerak.

Gerakan berpaling ke kanan/kiri. Meliuk-liuk. anggukan dan gelengan kepala. gileg. Rapal. Gerakan supinasi. memutar ke kanan/kiri. rendah). tengok kanan/kiri. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. mengangguk. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. mengkerut-kerut. berputar. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. sedang. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. gelieur. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI123 2. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari. rileks. Badang kontraksi. Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. Gerakan ke depan/belakang. dan mengayun. kuda-kuda. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. Gerakan pacak gulu. gebesan. sendi leher berperan sentral. Adeg-adeg. namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang.

Gerakan bervariasi. lengan atas. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. lengan bawah. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. Grakan tangan lurus. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. supinasi ke depan. Sikap palmar dari tangan Ngiting. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Ngruji. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. belakang. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. dan sikap tangan pokok. Vibrasi skapula. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. palmar tangan. tari yg dilakukan. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan.SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. tekukan pada palmar tangan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Nyempurit. ke depan/belakang. ogak lambung. tekukan pada siku.

berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kengser. sensualitas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Harmoinisasi goyang pinggul. Gerakan dan getaran pinggul. kepala Gerakan Jalan. macam goyangan. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. masingmasing berbedabeda. Goyang plastik. Kecepatan. Geser. dilakukan sesuai keterampilan individu. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Cranum sebagai otorizet. Kolumna vertebralis. kelenturan pada paha. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. goyang pantat pada Jaipongan.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Sriwijaya. 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang.

Gerak rol. Peragaan gerak motif Rodat. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. strugel track di udara. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. loncat harimau.SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Zamrah. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Salto. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung.

Tegak dan bongkok badan. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Galier. Gelang kepalaanggukanggukan kepala. Pacak Gulu. Sinkronisasi harimau. diarthrosis Jalan lurus. Putaran Tubuh ke semua arah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. sinfibrosis. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Lampah Ringdom. Gerakan merendah atau mendak. sendi poros pada tulang bahu. sinkondrosis. samping kanan/kiri. dan Godeg. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Gileg. kaki lenagkah ke depan/belakang. tulang panggul. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. serta pada karpal dan falang. Gerakan dilakukan pada sendi peluru.SENI TARI127 matuk. Nindak.

badan. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. anggukan.3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. berputar. sedang. dan topeng Klono. Tabel 2. kuda-kuda. tangan. sedang. Tanjekan.SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Ngeseh. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. step. Gerakan Tari Topeng Cirebon. rendah). dan variasi gerakan kepala. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. dan kaki. Rapal. tari garapan lain. Mapal. 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. rendah) pada tari Saudati. Adeg-adeg.4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lenso. Tabel 2. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. straidel. rendah). Rapal. Adeg-adeg. kuda-kuda. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.

mengencangkan otot. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. Otot tungkai dan pinggang. mengembangkan kelenturan fisik. Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. Gerakan bahu. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1. dn berpenampilan indah dan menarik. Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif.SENI TARI129 E. bahu. Otot dada. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. Menambah kepekaan syarat. sehingga aliran darah lancer. dan mampu merespons gerak secara reflektif. dan panggul. membakar lemak. Menghindari cedera. Otot pinggul. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh . Pembuluh darah lebar. • • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher. gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya. Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh. lengan bersama dengan bagian samping.

Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar.69 Sikap jengkeng santai.SENI TARI130 2. Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada. elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain. dirangkai. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1. Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai. Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari. Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit). 2. Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa. (Latihan Kelenturan) 2. Latihan Inti 1. kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .(lakukan gerakan beberapa menit).

SENI TARI131 1. Lanjutan 3. Kekuatan badan dalam posisi jinjit.70 berdiri santai. Rasakan tarikan otot meregang. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan. Tarikan kencang pada betis. 2. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh. dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit). kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat. otot tungkai. Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping.

Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. Latihan gerakan kepala. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. sambil mengayunkan tangan. Lari-lari di tempat. lalu kedua tangan tarik ke atas. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan. Tangan di depan memegang mulut. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. 18. Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit. 4. tangan kanan ke bawah. Otot dapat berkontraksi secara cepat. Meregang otot lutut. keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. 5. 8. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya. 11. Kedua lutut lurus. 3.SENI TARI132 3. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). 7. Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. Latihan pinggang. tarik leher ke kanan dan ke kiri. Ayunan ke dua tangan ke samping. tarik ke belakang diikuti badan (putar). Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. Posisi kembali semula. Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai. Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. putar pinggang sesuai arah jarum jam. dan mampu merespons gerak secara reflektif. pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai. 6. selanjutnya kembali posisi semula. 16. 9. Secara bergantian. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Posisi dan gerakan sama. 14. 13. 12. 10. lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. Berjalan di tempat. akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. tahan pinggul sehingga nampak elastis. gerakan putaran sebaliknya. Gerakan ulang.

penghayatan dengan memakai property.SENI TARI133 4. Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh. variasi untuk membantu penghayatan. Ayunan tangan. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana. Lompatan.71 berdiri jinjit. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . putaran. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. keindahan gerak. Putar-jonkok. Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat. dinamika gerak.

Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. dan lain lagi. goyang pantat). • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. pantat. dan simpuh badan ditopang ke dua kaki. badan membungkuk. Goyang Plastik. Gerakan pinggng otot kaki regang. ulang!. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian.SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. lenggang. beberapa kali gerakan. Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. tangan bertumpu di lantai. Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional. sila. Gerakan kaki semacam Balet.72 berdiri santai. Posisi kaki terbuka dan merendah. ke belakang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut. Gerakan Sit UP. Lakukan beberapa kali gerakan ini. dengan pinggul lakukan kengser. lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak. Lakukan gerakan kaki maju ke depan. Laian. Gerakan otot paha. tangan ke atas berlawanan dengan kaki . Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. pinggul.

.. perpindahan formasi.. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ... Tarik nafas perut.. 2.. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb. Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada.. dan rasa kepercayaan diri.. Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas.SENI TARI135 1... kaki belakang berjingkat tangan di pinggang..aaaaach.... 3. Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan... Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian.73 Duduk santai. 2.. Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya . tahan 4 detik. 4... Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan..

Tahan 10-12 menit.SENI TARI136 1. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2.74 berdiri santai. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik. sikap dipertahankan. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus. Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk. Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm. 5. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. jarak pandang lurus ke depan. perlahan-lahan kepala menengadah. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut. 2. dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik. tahan. Seluruh otot tanganotot bahu. hembuskan nafas. tahan nafas. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. 3. bimbang. Hirup nafas perlahan melalui hidung.. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada. punggung di regangkan. Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan.

kontraksi pada kaki. Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi. maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari.SENI TARI137 1. 2. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . daerah perut. 3. Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak.75 berjalan sambil melayang santai. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan. dan alat disesuaikan dengan keinginan kita. Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti. Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. 6. Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. 5. 4. disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama. (Hal 24 dan 75).

Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. dan lambat. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal. • Latihan penutup. berdiri jongkok.76 duduk santai. Pendinginan 3.. • Menurunkan suhu tubuh. Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot.SENI TARI138 3. • Mengurangi ketegangan.

• Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. • Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban. wiraga. • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. sehingga kondisi dapat segar kembali. • Gerakan pelan agak lembut. • Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan. • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak. Kembalikan tubuh ke posisi awal. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang. wirasa. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. • Pilih musik etnik yang kamu suka. relaks. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. busungkan dada. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. • Berdiri perlahan-lahan. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. • Latihan dilakukan secara individu. berpasangan. wirama. Ayunkan tangan.

Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian.SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. lingkaran. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. tangan bertolak pinggang. atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya.SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak.

SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan melebar ke samping kanan/kiri. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit.SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atur posisi badan tetap berdiri tegak.ke kiri. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V.

atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. dan sebelah lainnya diluruskan. tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. Posisi badan terbuka merendah. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V.ke kiri. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Posisi badan rendah ke samping. Posisi badan tempat merendah ke arah samping. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Atur posisi badan tetap berdiri tegak.SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. Dengan itu saling berhadapan.

Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan sedikit membungkuk. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. Gerakan ini dilakukan bergantian.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri. pandangan lurus ke depan. kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal. Pandangan ke arah depan. Posisi badan merendah ke depan. dengan saling membelakangi. Atur posisi badan merendah ke samping kanan. kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. Badan berdiri tegak. sebelah tangan lainnya luus. Kedua tangan lurus ke depan. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan.

Posisi badan tidur lurus. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna. Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. badan berguling sehingga terlentang. Arah hadap ke depan. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. selanjutnya melompat setingguitingginya. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah. kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan. Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal. Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus.

Posisi badan menunduk. tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. Posisi badan membongkok. kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga. Atur sikap posisi badan membungkuk. Posisi berdiri satu kaki. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . arah hadap muka searah dengan tangan. tangan kanan lurus dialgonal. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri. tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah.

. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang.SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. sehingga badan lurus dengan kaki kanan. ke dua kaki melebar. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna. sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Posisi berdiri satu kaki.

ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. dan pinggul. Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul. pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh. Posisi dan sikap badan tegak. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. kaki.

Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. kaki lainnya melipat ke arah pinggang. Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus. tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak. kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri. sehingga tidak banyak beban yang diambil. Uraian geraknya adalah lari perlahan. atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun.40. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada. Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan. badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan. Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang.

5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan. Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping.SENI TARI152 seimbang. Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah. lurus ke atas. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik. sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah. Gambar Tabel 2.

terbang/rebana. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan. Hal ini disebut akulturasi. Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut. Pengaruh tersebut sa. Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. keprak. gitar. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. nyempurit. Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan. akordion. kenthong. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa. Pada tari-tarian manca daerah. yang tertuang pada sikap tubuh. ngruji. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia. Tetapi pada sisi lain. dan masih banyak lagi. lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong. kaki. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. dan badan. ngepel.

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Oleh sebab itu. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera.SENI TARI163 peran. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. cuplikan inti ceritera. komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. dancescrip. ide penggarapan tari. serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. dialog. Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. peran seni drama sangat menonjol. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. bentuk sastra.

Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.SENI TARI164 B. karena akan berburu. berupa hentakan kaki. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Instrumen sangat sederhana. tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan. Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana. berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. pesta kelahiran. misalnya : menirukan gerak binatang. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap. dan sebagainya. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1. bahkan tanpa memperhatian dinamika. Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. keberuntungan panen. Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama. bertujuan untuk kehendak tertentu. sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. . Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. proses inisiasi (pemotongan gigi). bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. • Tata rias masih sederhana. Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. perkawinan. terdiri dari tifa.

SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral. dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik. keunikan tari primitif walaupun gerak. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati.1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . musik. dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. 3.

3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI166 2. Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang. Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama.5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb.4 Tari Gambyong (Gb. Tari Gambyong (Jateng0. 3.3 dan 3.3. 3. 3.6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Baladewa Kresna (Surakarta). Bedoyo (Yogya-Surakarta).4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali). 3. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku.

Sumber Koleksi Pribadi Gb 3.SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional. tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur).7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb.8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. 3. 3. Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi). tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur). TMII Jkt Gb.10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.9 Bersih Desa Gb. Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng).

dan tari klasik. Tari daerah setempat di lingkungan kita. tari rakyat. Tari Gandrung (dari Banyuwangi). Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan. sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya. menjadi warisan budaya secara turuntemurun. 3. Konsep koreografi sederhana. 3. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat.1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat. 2. Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum.12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat. Tari Tayuban (dari Jawa Tengah).SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat). menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada.11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb. berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Lengger (dari Banyumas).

17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini. Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya.16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. 3.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. 3.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb.15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3.14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.

Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama. Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang.SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Tari Legong (Bali). 3. Yogyakarta). 3. Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah. 3. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat).22 Dogdog Lojor 2.20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB.2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi . Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi.21 Tari Manikam Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.

Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta).24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb.26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Legong Kraton (Bali). dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.25 Tari Legong Gb. 3.23-3.SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut.

Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong).27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung. konsep tersebut banyak mengalami kendala. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta. Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo. 3. Contoh bentuk Wayang Orang. Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium. yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata.

Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni.28.30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim). 3.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti). 3.29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong. Tari Wira Pertiwi. Sumber Koleksi Internet Gb 3. 3. namun secara konseptual tetap mempunyai aturan.SENI TARI173 3. dan sebagainya).31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas.

37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .32-3. 3.35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.36-3.3. 3.33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.34-3.

39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya. 3. 3.40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah. Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb.i Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3. 3.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta. 3. mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar. kita bahas bersama. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal. Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5. 2. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian. Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran. Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. 1. Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1.SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta.

Tari 3. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara. Pada masyarakat tertentu. Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta). Sumber Koleksi DepBudPar Gb. salah satunya termasuk tari. tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak. tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara. 3.45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan. Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). sarana memuja dewa (keagamaan). Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat. 1. Pada daerah tertentu di Indonesia.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja. memelihara/berlatar belakang agama Hindu. Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif.

3. 3. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat.46 Tari Nyak Puan 2.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini. Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat. 3.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat.47 Tari Janra UPeuteh Gb. 3. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.

Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb. injak telur. Kematian. 3. Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin. Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya. kelahiran. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang. Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura. Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa. Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu. 3. Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Oleh sebab itu.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan.SENI TARI179 3. 3. potong rambut. penyambutan tamu agung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b.

Oleh sebab itu. 3. 3. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1. Gerak tari ini dilakukan berpasangan.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb. 3. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi. tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama. Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri. bersih desa. 2. Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Sumber Jurusan tari Gb.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting. mengikuti selera kaum muda dan mudi. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. dan masyarakat secara umum.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut. 4.

57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb..3.59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb.61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.56-3. Tari Joget.SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso. 3. 3. Tari Serampang Dua Belas. Tari Gandrung.58 .Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb.60. 3. Tari Tayub dll. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini. 3. Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal.62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. Selain kesenian Betawi. Tari Buncis (Banyumas). Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi. Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton. dan tari. Jenis Ebeg. Sumber Koleksi Anj. sehingga kesan teatrikal nampak. Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. Tari Topeng Gong. Ludrug. yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat. Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa.SENI TARI182 5.63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . musik teater. Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta). TIMTI Gb. Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim). Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas.

4. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya.SENI TARI183 Gb. karena tarian rakyat. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. 4.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memohon keselamatan. 3. 1. perlindungan. PERKEMBANGAN TARI 1. 2. 2. 3. 5. Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat. 62 C. biasanya mengadakan pertunjukan kesenian. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama. TARI REKREASI 1.

3. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat. Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 2. Kostum tari sangat mencolok warnanya. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak. asesoris. 3. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang. dan musik iringannya sangat sederhana.64 Tari DolAlaK i 1.SENI TARI184 2. 3. Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok.65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku. karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai.66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. pendekatan koreografis bertema kontemporer. 3. Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. Sumber Internet Gb. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik.SENI TARI185 3. dengan standar tari yang tinggi. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2. Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik.

Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2. Selain itu menghindari pada penekanan teknik. Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer. Awal tari modern . 4. Modern Dance 1. 3.67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb.68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb. karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3.SENI TARI186 4.

Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet. Tari Musik Panggung/Opera 1. 5. dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya. dramatikal. Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi. Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa.SENI TARI187 5. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb. 2.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan musik iringan. 3. tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen. terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler). Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ. 4. Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3.

Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. 7. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5. 2. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb.SENI TARI188 6. Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6. 3. Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia. 3. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis. Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia. 4. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

RANGKUMAN Pada hakikatnya. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). Tari Sosial/Pergaulan. Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi. melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi. Selanjutnya. dan Tari Teatrikal/Pertunjukan. dan waktu. dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang. Tari Rakyat. ruang. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. maupun seniman selaras dengan irama atau musik. Oleh sebab itu. Tari Rakyat. Tari Balet. Tari Musik Panggung atau Opera. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer. Tari Pendidikan. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada masing-masing bentuk tari di atas. Tari Modern Dance. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). dan Tari Klasik/Istana. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. penari. Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. Lihat dan amati.

bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai. Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras. termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. penuh vitalitas. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian. Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. 3. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. D. khayalan. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya. hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa. Tetapi para siswa dan guru.SENI TARI190 Tugas: 1. baik elektronik maupun non-elektronik. kita harus ingat dan memahami. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian. 2.

SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini. 2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. 5) Penilaian. 6) Apresiasi. 4) Analisa. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2) Pengetahuan. 3) Pengertian. 1) Persepsi.

musik iringan. Pendukung tari meliputi kostum. peran-fungsi tari. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Tari Barampek. Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan. Tari Nontradisional. tari Terang Bulan. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi.SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. Tari Karambik dll. dan perkembangan Tari Tradisional. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan. Tari Kapri. Tari Baluse. Tari Manduda. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Tari Baina. Aceh dan Sumatra Utara. Tari Cikecur. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. Tari Upacara. Kental imbas pengaruh Melayu. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Buyut Managan Sihala. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Kain. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Angguk. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. Tari Tononiha. tata teknik pentas. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. Tari Pisu Suri. Tari Andung-andung.

Tari Asuk. Tari Labehati. Tari Kederen.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok.. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki. Tari Ranu Labuhan. 3. Tari Lanieu. Bungong Sie Yung-yung. Tari Bines. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal.Tari Bak Saman. Contoh Tari adalah Tari Ngelajau.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD).72 Tari Ngelajau Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb. Tari Apeut. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Cincang Nangka. Tari Anyung. Tari Cuwek.Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Dampeng. 3. alunan gerak dengan alur-rentang sempit. Tari Landak Sampot.

Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum. Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya. Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut. Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan. Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari. Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton. Jambi. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan.SENI TARI194 Sumatra Barat. Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya. Oleh sebab itu.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain. Bengkulu. Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan. Sumatra Selatan. Riau.

tari Rambai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring. contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.Rancak di Nan Jombang. Tari Karambik.74 . tari Payung. Tari Ampun Mende. Tari Kain. 3. tari Lilin.

tari Sekapur Sirih. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita. Tari Zapin.SENI TARI196 Riau: tari Japin. 3.75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Catuk.76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun.77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Keris.. 3. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri. tari Kikuk. Tari Lambak. tari Gandai. tari Bidadari. Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Ambong. tari Kain. tari Joget Lambak. tari Persembahan tari Joget. tari Massal Kijjai. 3. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). ( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

tari Sauh. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi). tari Mandi Taman. maka tari ini berbentuk tari sosial. tari Kepak Balam dll.Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. tari Kipas Perentah.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. tari Gunjing.SENI TARI197 Jambi. 3. tari Depan Tulang Belut. tari Kelit Lang. . Tari Kain. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .78. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama.

tari Temu. Tari Bayang Sangik.. tari Tabur.dan 3. tari Burung Putih. tari Badaek. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin). tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan).SENI TARI198 Sumatera Selatan.80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Melimbang.Tari Andun. Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3. Tari Bebe.79. Tari Badalung.

Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. 3. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. 3.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bebe. tari Lepas. Tari Arus. tari Melinting.SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. Posisi geografis sangat menguntungkan. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti. Sumber Koleksi DepBudP Gb. tari Batin. Ayunan Tangan. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung.

Tari Blenggo. topeng Cantik.SENI TARI200 Jakarta. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. Tari Ngarojeng. Tari Topeng Gong. Tari Topeng .83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.84. 3. serta Topeng Angga. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Tayub(Nayub). Tari Gong. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. Tari Ronggeng.

86 . Tari Keris.SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon.87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Merak. Tari Capang. 3.dan 3. .88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Kembang Puray. Tari Dewi. Tari Candra dewi. Tari Doger. Tari Kandagan. Tari Keurseus. Tari Topeng. Tari Longser. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Tari Ketuk Tilu.

3. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. tari Bedhoyo.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). Sumber Koleksi Kusnadi Gb. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. tari Golek Lima. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. tari Srimpi.89 A. dll.SENI TARI202 YOGYAKARTA. Pergelaran di Pendopo.

Tari Bondoyudo. tari Bapong. Tari Lawung. Tari NgRemo. Tari Srimpi 9. 3.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Surenglaga. tari Topeng (Madura). tari Golek. Tari Karonsih. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Rantoyo. tari Jejer.. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita.Tari Panji. Tari Kridohumangsah. 3. tari Bondan. 3. Tari Bondoboyo. Tari Srimpi 5. Tari Saptoretno. Tari Embat-embat. pertunjukan secara berkeliling. Tari Atandak. Tari Menak Jinggo Dayun.91Tari Warak Dugder Jawa Timur. Tari Anoman Kataksini.SENI TARI203 Jawa Tengah. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. berperan seperti tledek atau Ledek.Tari Retnosari. Tari Menak Koncar. 3.

Tari Kabana. Tari Ana Keka. tari Lenda Nusa Malole. Tari Bidu. Tari Arja.SENI TARI204 Bali.96 . Tari Kecak. tari Danding. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur. tari Kecak. tari Padoa. tari Legong. 3. Tari Basur. Tari Ampok-ampok. Tari Cawan.dan 3. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Janger. Tari Dag. Tari Kebyar. 3. Tari Pendet. tari Carana. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Barong. Tari Rangde. Tari Bajra. Tari Cak. Tari Andir Legong Keraton. Tari Badong. Tari Dio doe. Tari Amiles Siku. tari Likurai.94 dan 3. Tari Elilola. Tari Bial Tojong. Tari Ende. tari Soka Papak.97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Deda Lolon. Tari Barong.

100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Turutenden.98 A dan 3. TMII Jkt Gb. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb.99 dan 3. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. 3. tari Kebesaran. Tari Maengket.98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. dilakukan kelompok gadis. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt.SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj. 3.

kitanan. Tari Banggai. Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan.SENI TARI206 Sulawesi Tengah.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Ana Tete. serta penobatan putri masa akil balig. 3. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

3.104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .103 dan 3. Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya. 3.101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

Tari Morasa. kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya. tari Linda. 3. tari Mangaro. Tari Motaro dll. tari Dinggu. Tari Moese. gadis akil balig harus menarikan tari ini.105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara. Tari Modelusi. Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. Tari Morengku. Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. tari Lumunse. Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. Tari Katumbu.Tari Moleba. Tari Salonde. tari Mombesara. Tari Dero. Tari Lumanse. Tari Moana. Tari Kancara. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Modero.

Tari Daok Bulang. Tari Mak Bandong. 3. Tari Mangayo. tari Denggo. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. Tari Alusu. tari Pagalung. Tari Tano Doang). Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Lule. Tari Mak Randing. 3. Tari datu Museng. Tari Maluyya. Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. tari Moseng. Tari Dumono.107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Malemmo. Tari Cip Cip Po. Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. tari Bisaro. tari Mananeng. tari Pasuloni. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Pettenung. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. Tari Mak Jekne-jekne.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dilakukan oleh penari Putri dan. Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau. Tari Makrencong-rencong. 3. Tari Losa-losa. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu. Tari Alu-alu. Tari Manganeng. Tari Kondo Bulang.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. tari Padudupa. Tari Maklatu Kopi. Tari Mappacci. Tari Mangandak.

tari Totokng. Tari Burung Enggang. Tari Bejo Ujo.SENI TARI210 Kalimantan Timur. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.Tari Anggo. oleh 4 wanita. tari Sirang. Tari Bekuku. tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir.111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ditarikan pada masa paceklik. Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tarsaku Ayu. Tari Belaong. 1 orang lelaki(pawang). 3110 dan 3. Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. Tari Gantar. Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya. tari Perang. Tari Belahong. Tari Datun dll. tari Amboga. 3. tari Hudok. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana. tari Tandasambas.

tari Balian Bukit.Tumbak). tari Japin Sigan. Tameng. tari Gandut. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan.114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bogam. Baksa (Ajaran. tari Topeng Panji.113 dan 3.SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut. tari Mantang. 3. 3. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

Tari Dendang Dilale.115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj. 31. 3. Tari Badeder. 3. tari Mandau Talawang dan Kapuas. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Denge-denge. 3. tari Boleong Dadah. Tari Dodobol. tari Kinyah Pampulu. Tari Tambung. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb. Tari Banggai. tari Mutiara. TMII Gb. Tari Maru Putih. tari Manjuluk Sipa. Tari Caka Lele.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. Tari Kinyah Danum. Tari Kangkurung. Tari Karaenta. Tari Mabileose.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. Tari Kanjan. Tari Bukung. Tari Balian Bawo.116 Tari Giring-giring Maluku. tari Lenso. Tari Bahala. tari Kinyah Bawi.

121 dan 3.. Tari Det Pok Mbui. Tari Meto. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Dombe. Tari Etol.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.TariMbis Pok Mbui. Tari Aniri. Tari Yospan.119 dan 3. 3. Tari Meitoro Meisawe. Tari Aluyen. tari Wor.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya. Tari Aya Nende. Tari Ndi. Tari Mooni. Tari Dow mamun. Tari Kampu.

Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut.126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.123 dan 3.125 dan 3. 3.SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia. 3.

dsb. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya. . Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. penyajiannya cukup unik. Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. Coba kalian jelaskan tentang irama. upacara pengantin. penyajian. tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. bentuk gerak. pola garapan. gerak. untuk penghormatan tamu agung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penyajian dan perkembangan yang dimilikinya.SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. kemudian uraikan berdasar pendapat kalian. tari karya Gusmiati Suid (Padang). serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami. Analisalah tari-tari yang kalian amati. Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah). pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan. rias-busana. iringan tarinya. di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya.

Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Upacara. Latihan 1. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia. peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari. 11) Properti. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. 13) Pola lantai. Tari Pergaulan/Sosial. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. Tari Nontradisional. fungsi-peran atau tujuan tari.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. 14) Tata cahaya atau lighting. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. 7) Ide pijakan gerak. 12) Setting atau stage. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. 10) Tata rias dan busana. 9) Musik iringan tari. 2) Nama dan asal koreografer. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut. coba jelaskan latar belakang. Tari Teatrikal secara seksama. 5) Waktu dan tempat pertunjukan. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. 3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati.

karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa. menganalisis. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. kreasi dan moderen). karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali. mahasiswa. Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. guru. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut. Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa. guru. mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton. Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari.

SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3. 1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan. Oleh karena itu. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni. Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. Namun demikian. alasan dimana wiraga. serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. pemahaman. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. Dalam seni tari. keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera. adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. Pada hakikatnya. Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. tanpa intrik. garis dan warna (rupa). Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita. wirasa. NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. merupakan keindaha yang semu sifatnya. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). kepekaan. Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek.SENI TARI219 E. nada(musik). 113). dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama.

Irama: Kriteria mengatur kecepatan. peran. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. dihafal.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. ketentuan gerakan tari. dan sebagainya). taati dalam melakukan gerak. lucu. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. dan ungkapan gerak (marah. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. berkesinambungan. dan instrumen menjadi penguasaan penari. tenang. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. Gendhing: Kriteria pemahaman musik. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. Penari mampu menghayati gerak. Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan. gendhing. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. tempo. Penari harus mampu mengendalikan gerak. Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak. sedih.

Sulawesi. Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. Tari Surakarta. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa. dan Tari Sumatra Barat. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kedalaman isi karakter. Sulawesi. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh. Bali. GREGET: Daya kekuatan emosi. Tari Jawa Timur. peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. pengendalian diri sexcara maksimal. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. Sengguh. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan. Pada Joged Mataram. masalah Sawiji. Walaupun terkesan terlambat. Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia. Greget. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan. Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya. jenis gerak yang dilakukan. Tari Jawa Yogyakarta. kontrol gerak.3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. Kedalaman penghayatan gerak. serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan.

penghayatan gerak serta olah rasa. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. dramatik. dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari. ikatan wiraga. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi. Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama. Bagan 3.4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. baik hubungan dengan gerak dan musiknya. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. dan suasana tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari.SENI TARI222 Dalam tari tradisional. wirama. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik. gerak yang dilakukan. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya. serta penghayatan prima terhadap karakter.

referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan. Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi. Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery. Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi. menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang. Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi. 1. Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A. Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah. hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. Rudolf Laban. Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari. Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja. Jecquiline Smith.

• Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. Merasakan • Belajar melihat. sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan. Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin. tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru. menyerap. Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak. masukkan ke kapasitas ingatan. dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan.SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan. dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop).

dan wiraga. La Merry. dan tekanan. ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. gerak merupakan unsur yang penting.SENI TARI 224 B. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. format. bergetar. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. lebar dan volume. Format gerak berhubungan perubahan sikap. gerakan mengayun. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi. dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. Bentuk. dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa. Gerak terdiri dari tenaga. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. wirama. Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. kualitas. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kedudukan dari suatu benda. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. Laban. Dalam kaitan dengan tari. posisi. mengalir. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. kedudukan. Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan. tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk. 1.

mengayun. Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. bentuk. serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. Oleh sebab itu. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. konstruksi. Para siswa sekalian. mengalir. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi. Masalah tempo atau ritme. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan patah-patah. 2. jenis. kekuatan dan jangkauan gerak. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi. Jenis musik yang teratur disebut ritme. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. kendur. Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya. patah-patah. Motif.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. bentuk.

mendalam. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. hegenitas. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni. dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. Di sisi lain. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat. Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . perkembangan. serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis. dan alunan suara secara tepat dan benar. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. klimaks. ritmik. dinamika. Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. dan menata melodi.SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan. tekanan. merangka.

1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. dan lain-lain. piano.3 . Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan. 4. 4. Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar.SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat.2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4.4. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda). drum. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . organ.

dan posisi penari pada saat diam. kaki. geser ke kanan-kiri. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. tari Hula-hula dari Hawai. ke belakang. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri.SENI TARI 228 3. lari cepat. Gerakan jalan. lurus. huruf V. Pola garis lurus dapat dibuat ke depan. angka delapan dan sebagainya. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis. lengkung. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. ruang gerak. segi empat. lingkaran. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan. dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. zigzag. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . spiral. tubuh. Garis menyudut atau diagonal. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak. Di sisi lain. garis lengkung dapat berwujud ular. huruf T. kepala. Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. dan ke samping atau serong.

Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. a. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. melompat. Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. secara rinci dapat disebut yakni. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. kepala ditengadahkan. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. Badan dan postur penari tanpa perspektif. Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton. merentangkan ke dua tangan ke atas. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan. Desain Datar. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. melayang sesaat di udara.SENI TARI 229 4. Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala.

lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. Desain Murni. kokoh. f. tenang. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Desain Horison. d. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. Desain ini memiliki kesan kuat. Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. dan umpan balik yang terkesan dangkal. Desain ini tidak menggunakan desain kontras. lembut. g. desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. i. pasrah. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. Desain Dalam. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. Sebagian anggota gerak tubuh. dan tidak menuju ujung garis. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari. Desain memiliki kesan tenang. kepala. Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. dan serong.SENI TARI 230 b. Desain Lengkung. Desain Statis. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. penuh energi. dan bersahaja. Desain lurus. Ke depan. h. Kesan desain ini nampak teratur. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison. desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. kejujuran. kesan yang ada nampak tercurah. Kesan yang ada nampak egosentris. menyerah. lembut. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. Desan Vertikal. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. e. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. dan lebih dalam lagi kurang berdaya. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. c. Kesan yang nampak halus. Dsain ini menarik. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari.. tungkai. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan. Kesan yang dimiliki adalah sederhana.

Desain Lanjutan. kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Desain Medium. Desain bersudut. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. pangkal lengan. lingkaran-lingkaran puting beliung. pangkal paha. lutut. Desain Spiral. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam. pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. Desain Rendah. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan. Desain Terlukis. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. o. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. desain berada pada desain atas dan bawah. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. Apabila kurang hati-hati. Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah. m. n. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu.SENI TARI 231 j. l. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. Desain Tinggi. p. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. k. Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur.

Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati. Desain ini menarik dan dinamis. Desain Simetris. maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. Kesan kurang kokoh. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap. Apabila koreografi digarap secara professional. 5. Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. Contoh lain. Contoh memarahi orang.SENI TARI 232 diwujudkan. seorang memiliki badan yang bagus. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan kiri bertolak pinggang. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. Tangan kanan tolak pinggang. Desain Tertunda. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan. Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. Desain Asimetris. r. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. rambut. Lengan kanan lurus ke samping kanan. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. maka tangan kiri juga tolak pinggang. lengan kiri lurus ke samping kiri. s. sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. tenang. Desain ini memiliki kesan kokoh. q. desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama.

Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. Selanjutnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . biasanya sering diingat olah banyak orang. Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja.SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal. Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali. pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan. sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. Dramatik terdiri dua tahap. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. Perjalanan naik agak lambat. Di sisi lain. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. Oleh sebab itu. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan. Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak.

klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan. Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal. terjadi hanya satu klimaks saja. harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lengkapnya garapan. Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal. terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks.SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama.

dibutuhkan dinamika. cepat-kuat-bertenaga. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. kualitas gerak. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak. Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. torso bagian atas. Di sisi lain. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia. tekanan atau aksen. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 235 6. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. kepala. dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. Di Spanyol. Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan. Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. Dalam tari-tarian wilayah timur. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan.

Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari. Masalah gerak.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. masalah musik. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. dan tekanan dari lemah ke kuat. sedang. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. misalnya lewat pengaturan level. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. keras ke lembut. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan. Dinamika lembut. Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. tenang. dan sebagainya. pergantian tempo. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi. Makin lama keras disebut Forte. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo. Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan.

Dengan demikian. Oleh sebab itu. tergarap secara baik.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. teliti. Apabila terjadi sebaliknya. Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton. tidak membosankan. Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. formasi. 7. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. depan dan belakang. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat. bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak. dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar. kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. atas dan bawah. menarik. kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan.

Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau. Sehingga. arah tujuan. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda. dengan motif gerak yang sama. bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah. Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. . kurang pengolahan teknik desain. hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi. Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu. antara urutan satu penari dengan penari lainnya. kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. berurutan. posisi suatu kedudukan. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian. Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak.

sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. mempesona. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. kredibel. dinamis.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah. dan mewujudkan impian keindahan garapannya. cannon. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas. Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional. dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate. Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas. Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional.

Dengan perkataan lain. Dengan demikian. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil. pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. tempat. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik. Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. improvisasi gerak dan penataan gerak. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari.SENI TARI 240 8. rangkaian kalimat gerak. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. instruktur atau tenaga ahli koreografi. dan konstruksi koreografi. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab. • Dapatkan tema ditarikan.

Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. 4. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan. Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. Sehingga. melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. yang ada dalam garapan koreografi. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari. Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan. Pilihan tema yang demikian harus dihindari. uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak. 4. pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi. dan bentuk tarian untuk upacara tertentu. Tema orisinil ditarikan lebih baik.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu. Apabila tema menjadi bukan orisinil. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari. pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan. 9. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb. upacara adat.

SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb.10 Sangkrae(KalTeng). Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Fantasi (Bali) Gambar 4.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau). Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. 4. Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi). 4. Gruda (Bali).8 Kostum Gruda. Gb.) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5-4.9 Trunajaya (Bali). 4. Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

4.12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI 243 Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. 4.13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4. 12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Pendet dan Lojor (Karakteri).11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung).

4. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter. Gb. Gb. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. 4.SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. 4.17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.15 dan 4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung. Bentuk dan format trap bermacam-macam. 40 cm. berkualitas. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. kesan koreografi akan lebih mendalam. segi enam.SENI TARI 245 10. segi delapan. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. Ada yang berbentuk segi empat panjang. di bawah standar panggung. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya. Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. bujur sangkar. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. Hal ini apabila terjadi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tinggi 20 cm.

Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur). dan asas pakai properti secara baik dan benar. selendang. kendang. dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. Pada sisi lain. tombak. payung. pedang. payung. Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. memenuhi standar properti. piring. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bola. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. tongkat. cundrik. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok. kipas. Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. fungsi. rebana. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. kipas. Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya. padat. Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. mandau. dan memenuhi kualitas penggunaannya. panah dan masih banyak lagi. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. keris.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. piring.

4.21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi.23 Tari Manyong Gambar 4.20 dan 4.18 dan 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung.22 Tari Manyong Gb.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan.SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional.22 dan 4. 4. 4.

sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa. selanjutnya. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. spektakuler. halaman pura. memenuhi harapan koreografer dan penonton. replika panggung yang dibutuhkan. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. pemanggungan (staging). Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. Oleh sebab itu. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. Pada penerapannya. Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum. Untuk menempatkan wahana replika. serta bangsal sebagai tempat pergelarannya. properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. pendopo. Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. properti panggung menjadi alternatifnya.SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. profesional. Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka. Dalam pengembangan. karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. Peralatan dalam bentuk lain. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita. Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan.

Di bawah ini contoh pendopo yakni. Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas. Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing. dan besi beton. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage. Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo. Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu.4. Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk. tiang. Gb. Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal). Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 249 atas. Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional).

4.SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut. Gb.25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.4.

SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. terbuka. Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas. Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola. dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian. penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru.4.27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda. Atau dengan perkataan lain.

4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb. Gb.4.28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. kebersamaan panggung. tangga berundak.SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis. tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . .

serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang. kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung. Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata. kualitas pencahayaan. dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut. penguatan adegan. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang. menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional.2. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada.SENI TARI 253 1. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi. penciptaan suasana. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini menjadi masalah yang beragam. Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan.

semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. dan general. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. dalam situasi perang. Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat. dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. dan menyayat. lirih. tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru. Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. Begitu pula sebaiiknya. lampu yang temaram. Kualitas pencahayaan sangat penting. kuning. Perlu diingat. pemeranan. musik iringan sendu. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. penghayatan. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. merah. Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih.

ekspresi yang dilakukan. Oleh sebab itu. koreografi semakin hidup.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. adegan kuang sempurna. Oleh karena itu. serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general. kurang memenuhi harapan. penciptaan suasana. Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan. Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut. Efek pencahayaan dapat merugikan. dramatis. serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. dan kurang mencapai tujuan koreografis. masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. dan efek koreografi yang diharapkan. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Di sisi lain. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik. Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan. Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar. serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. pilihan asal tarian. Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan. Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. susunan koreografer. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. memenuhi syarat. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . perkembangan. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer.SENI TARI 256 12. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala. pilihan cerita.

dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. Dengan cara demikian di atas. Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini. KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). mempunyai tujuan. Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik. Oleh sebab itu. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. akhir. Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih.SENI TARI 257 C.

dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. Wujud tampak dapat berupa gerak. Dengan demikian. Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. dan kekuatan kreatif. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak. Di sisi lain. wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. berimajinasi. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan. dicari. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . merasakan. menggerakan. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. Bagaimana anak harus bergerak. tema. tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi. 1. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. hubungan sosial. dan merespon. Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. 1. mengembangkan gerak secara teratur. Masalah pengembangan ide.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. isi laut. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri. irama.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. dan mengembangkan secara tepat dan benar. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. imajinasi.

30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. mencari gerak untuk menemukenali diri.SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan.31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar.4. Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi . Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 4. di sini dituntut pematangan ide.

raba. irama.33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. tempo. level. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. peran dan alat bantu.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu. mengolah tempo dan ritme. dinamika.SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi. kepekaan bunyi. rasa. Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . seleksi dan mencipta daripada eksplorasi. tenaga. 4.

36. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb.4. 4. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar.37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb.Gb.37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak. 4.4. 4.SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.

• Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. • Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan.SENI TARI 262 1.39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi.3 Forming (membentuk. 4. 38-4.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 4. 4.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb.43).42) dan ruang pentas (4.4.41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.41) . gerakan (gb.

45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. akan tetapi perIu dipupuk. • Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb. aktivitas. walaupun kadarnya berbeda-beda. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .L Utami Munandar). gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. melahirkan penemuanpenemuan baru.SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. 4. ide-ide baru.44-4. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi.

47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari. 4. gerak dan waktu. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang. Oleh sebab itu. dan waktu. Cakupan teknik gerak. di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari. Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang. 4. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari. dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb. gerak. kemampuan personal.

48-Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah.SENI TARI 266 3..49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini. Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya. Kreativitas perlu dipupuk. kadar. 4. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4.Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk. 4. 4.48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb. dan properti tari dalam bentuk gerakan. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya.

51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit.50-Gb. 4. .SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak. gerak dan waktu. dan pengolahan ruang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak. 4.51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4. properti.50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. 4.

Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya. terampil. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik. gerak dan waktu. Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur. Oleh sebab itu.SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar. dan taktis. Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian. pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. 4. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda. Oleh sebab itu.. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. mempunyai kekuatan komunikatif. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh.

organ dalam tubuh. mengambang tertahan. sedang. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan. elemen komposisi. Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi. elemen tari. tinggi. ayunan bebas. ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. gerak isyarat. asimetris dll. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat. pelan. wujud ruang sudut. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. 3. 2. bergerak. 3. imbang. 2. jumlah dan simetris. berjalan. 4. menjalur. Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. beralih. setengah lari.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. belok. ujud badan. rata. loncat. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. rentangan. kanan. silang. lurus. diam. tekanan. 4. berpindah. Level rendah. diagonal. merentang dll. Untuk jelasnya. terputus dll. aspek bentuk yaitu 1. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. berlutut. dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . arah kiri. simetris. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat.

Tari sebagai momentum pertunjukan. dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan. cepat terlupakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. cara. dicacat. lebih menempatkan kecirian individual. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari. Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. Oleh sebeb itu. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas. Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. dan teknik mengingat secara cepat. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. dan didokumentasi. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari. kesan yang ditangkap pandangan penonton.

Komp. Ruang 4. Tenaga 1. Rias Busana 10. Waktu 5. Union (Serempak) 2. Disain Musik 8. Tata Lampu 13. Tubuh 3. Desain Lantai 3. Property 11. Balance( Seimbang) 3. Gerak Tari 2. Dramatik 5. Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4.Penyusunan Acara 1. Alternate(Selan g-seling) 5. Broken(Terpeca h) 4. Tata Pentas 12. Gerak 2. Desain Atas 4. Kelp 7.SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dinamika 6. Tema 9.

Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. matang dan mendalam. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 272 D. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. Selanjutnya. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. praktisi seni dan segolongannya. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. ledek Blora. Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni. Pada sesungguhnya. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang. ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia. Di sisi lain. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. asumsi ini tidak benar semuanya. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. penulis budaya. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. Setidaknya. guru. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya. Secara umum dapat dijelaskan. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio.

keindahan adalah nilai estetis murni. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan. • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia. moral dan intelektual. kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya). Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). alam. jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu.SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran. Perkembangannya. Atik Sopandi berusaha mengungkap. pelaku aktif (seniman. pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. Perlu dicermati. penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . termasuk adalah karya tari. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. (2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). Selanjutnya. Indah adalah suatu nilai.

maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya. nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E. Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. Dari uraian ini. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. keterampilan sebenar-sebenarnya. Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman. penggambaran. 1. Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. dengan melalui pengalaman. yang tersusun dari daya hidup. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas. • • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai.

Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. atau kunjungan ke sanggar-sanggar. minuman tuak dan sabung ayam. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. bagaimana hubungan seni dengan keindahan. maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. studio seni. emosi-emosi dan jiwa. menonton televisi. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri. Untuk itu. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. namun mereka bebas berpikir dan bertindak. musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. Karena itu Anda juga mengetahui. Dari uraian tadi. lisan maupun kliping. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penghargaan dalam kepribadian individual. emosi. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman. bagaimana aliran seninya. Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual. Dari beberapa kenyataan uraian di atas. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. atau pameran.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin. tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. pergelaran mana yang dikunjungi. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. menampilkan dan memandang suatu seni (rupa. video. menyukai hal-hal rumit dan baru. seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). sejauh mana pengalaman individu.

Berdasarkan hal tersebut.SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. imajinasi rasa. Tari Blekdikdot. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan.I Maradawa. seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. Tari Kijang. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. seperti : rasa kepuasan. bebas dan senang. Tari Gembira dll. emosi. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi. Siswa menangani tugas-tugas dari guru. penonjolan arti keterampilan. prinsip memerlukan estetika. Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas.R. dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif. karakteristik. imajinasi. 2. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni.

langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. Bagaimana siswa menciptakan. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik. Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal yang sama dalam konteks penampilan. dan ini dapat dibuat. Di lain pihak. pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. akhirnya siswa dapat menjadi paham. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. Dalam konteks penampilan.SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. perlu dilatih. diinterprestasikan para seniman. kedisiplinan yang luas. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. kenal dengan ide. siswa menyajikan. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. Di samping itu. memprogram persepsi dari kerja seni. maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. Jadi penciptaan. pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif. Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif. musik dan rupa). Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. Jelaslah. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran. siswa dapat menjadi paham. pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman. 3. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari.

4. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni. kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. jazz. Lebih lanjut dalam laporan. • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. musik. serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. balet dan daerah setempat. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. mengulangi dalam waktu yang sama. mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh. penampilan. tari rupa dengna bentuk kontemporer. disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni. Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. Membuat ungkapan. maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk . anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. pameran dengan cara menonton melihat karya seni.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas. abstrak. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .melalui suatu proses kreasi. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu. group. Maka jelaslah disini. Harus merencanakan untuk menggelar ide.

ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas. Dalam proses struktur tari. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. kedudukan. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. sikap. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. mencatat rencana dan hasil F. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. 2. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi. dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya. DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1. ruang dan waktu secara kreatif. ruang. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. pengulangan. 3. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri. dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. Kebutuhan variasi gerak. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan. Hasil akhirnya koreografi membosankan.SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. Kesatuan aspek gerak.

koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. 6. Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak. diakhiri dengan kesan yang mendalam. dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan. tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. penguatan kembali (reinforce). Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. 5. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama. bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. menmgingat kembali (recall). Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. Di sisi lain. Gerakan tertentu terus berhenti. Oleh sebab itu. Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya.SENI TARI 280 4. 7. 8. gema ulang(reecho). Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu.

penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi. meluaskan. KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. menyusun. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni. mengambil intisari. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. menambah sana sini. menghaluskan dan mengkombinasikannya 3.SENI TARI 281 dramatik. 9. menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda. mementaskan dan mengamatinya. 4. menyusun variasi. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya. menghaluskannya. G. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi.

artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. 3. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti.1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan. tata ruang atau hubungan isi.2. tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi.SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya.2. wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . memillih aksi dan warna melalui usaha apapun.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri. patung. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya. pola. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar. Sesuatu studi itu murni. Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3. 3. obyek.

4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain. Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana. berat. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. 3. dinamis. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal. wujud dan kapasitas aksi.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang.SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat. tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali.2. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak.2. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant. 3.5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. 3. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya. Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain.

Aspek waktu Rampak : rampak simultan. kontras secara simultan. saling mengisi secara simultan. berikut pengembangan dan variasinya. Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya. Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan. Motif. tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya. Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya. baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan.SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort). dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif.

Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya.6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Rondo. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti. gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana. Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus. Bentuk Terner. • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter.4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika. 3.5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3. Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi).SENI TARI 285 3. 3.

desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari. rias. desain dalamtertunda-datar. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. meliputi keserasian gerak.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut. berimbang.ke cepat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda. dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari. transisi. kostum. • Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat . klimaks.8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan. 3. gerak mengalunstakato. • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan. proporsi. pengembangan logis dan kesatuan. gerak mengalun ke gerak patah-patah. musik. • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan. variasi. level atas-medium-bawah.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan. 3. kontras.

Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. GERAK KREATIF G. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan. Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage). dan seterusnya. melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri. mempunyai kekuatan komunikatif. Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. panggung depan (up stage). dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur. Teknik. Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. dan panggung belakang (down stage). cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya.

2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body. waltz balance. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . effort. slide. waltz run. ¾ run. ¾ run. step-hop. skip. two-step. waltz mazurka melalui landasan dasar body. dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. polka. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. skip. twostep.SENI TARI 288 Untuk jelasnya. effort. step-hop. spce. waltz run. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop. polka. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. dan shape secara variatif. spce. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari. slide. waltz balance.

ruang umum. dan kecil. 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif. dan ke arah bawah. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. Level merupakan posisi atau kedudukan. gerak. Langkah menunjukan arah. ke arah kanan. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. Ukuran terdiri dari ukuran besar. fleksibel. ke arah kiri. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak. ruang. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. sedang. dan level rendah. ke arah belakang. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif. Landasan tubuh. Ruang dapat berupa ruang pribadi. Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. level sedang. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. Arah biasanya menunjukan tujuan. volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. Khusus untuk anak-anak senang bergerak. bahasa tubuh.SENI TARI 289 Pada sisi lain. Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif. Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi. koordinatif. ke arah atas. waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik.

spontan-terencana.kuat.panjang. tinggirendah • Bobot Berat. intensitas –pengendoran. di sekitar. lunak. terpecah-satu konsentrasi 4. Kualitas Kecepatan Lambat. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut. keras-lembut. di bawah. Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. melalui.banyak fokus.tidak teratur. tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. mengalir-patah-patah. berotot-tidak berotot. Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi. • Alur Bebas. 5.terikat.ringan. sedang. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis. 3. Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu.SENI TARI 290 Hubungan di atas. bersama. cepat. Dinamika Irama Motivasi 6. pendek. • Fokus Satu fokus. bagian yang dilaluinya.

Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya. Dinamika • Dinamika. Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya. Desain ruang pentas. perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil. Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. Dalam tari. cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. agak tajam dengan sedikit tenaga. Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern.SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya.

waktu. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi. unsur seni. ritme dan dramatik. gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya. tidur. kelancaran kontrol. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. estetika. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ketepatan. Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi. Diantaranya ada ritme pernafasan. identitas. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. Gestur fungsional. Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat. ritme emosional. Gestur • • • • • Gesture sosial. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. 8. menjahit) Gestur ritual. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. massa. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi. 7. menggambar suasana-suasana emosional tertentu.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. Gesture emosional. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi.

Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. dilihat dari bentuk seni. dilihat dengan meningkatkan ketelitian. interpretasi dan evaluasi. hasil ciptaan sendiri. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri. teknik dan hasil. latar belakang. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. estetika dan budaya di masa mendatang. dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. gaya ekspresi. proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya. menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. dimana siswa mempersiapkan seni. bentuk karya seni tradisi yang telah ada.SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. G. Bagaimanapun juga. menjabarkan. penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang. Proses keterampilan kreativitas seni. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni.

pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat. 2. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya. merupakan sesuatu yang baru. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut. siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca. Cara yang dipergunakan. penonton. siswa menonton tanpa bicara. Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. pameran atau melihat video dan gambargambar. pengamat seni. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa. notasi. juga dapat menambah wawasan kualitas. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar. menjabarkan. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni. 3. memerlukan observasi siswa. membuat perbandingan. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat. diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan.SENI TARI 294 1. hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat. Pada tahap melihat. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. Disamping itu.

seniman dan latar belakangnya. biografi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . komposisi. Dengan demikian. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. berarti siswa dapat melihat perkembangannya. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman. melalui membaca. proses belajar akan lebih efektif. wawasan seni dan budaya sejak awal. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. Lebih lanjut. artikel. dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. pameran dan pertunjukan Foto-foto. majalah sumber. Karena di dalam mengenal hal tersebut.SENI TARI 295 secara mendalam. beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini. memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern). gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat. video dari seniman yang tersedia Catatan seni. pergi ke museum. bentuk seni sebagai hasil atau budaya. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. seperti penampilan pada video. 5. memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. membuat dan mempelajari karya seni. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi). tentang karya seni. unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. 4.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan. kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri. kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik.SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan.

keinginan si penata tari. penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. 6. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran. 6. penari mempunyai makna komunikatif.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa. konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. pengaturan laku.1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi.4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6. kelenturan da imitasi 6. Dengan cara demikian di atas. Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak. atau bentuk keseluruhan. Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah.3 6. Tabel 4. rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari.1 Teknik.2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi).

Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. Dengan demikian. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan. menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. atau laboratorium secara mandiri. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. bentuk gerak pendukung ide. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai. dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu. Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. Dalam seni musik.SENI TARI 298 7. imajinasi. penetapan repertoar gerak. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. sensitivitas estetis. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi. bengkel. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. kecakapan menguasai. improvisasi. kekuatan kreatif. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih.

akan tetapi perIu dipupuk. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. melahirkan penemuanpenemuan baru. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. usaha. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi. usaha. Masalah intensitas. Dalam kaitan dengan masalah lain. kepekaan rasa gerak. aktivitas. bodi. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi. usaha.L Utami Munandar). Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. walaupun kadarnya berbeda-beda. 8. Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. Apabila dicermati. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur. ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban. usaha. ruang. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. komponen bodi. Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. ide-ide baru.

Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. level. rasa. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. tempo. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. irama. cepatlambat. dan merespon. irama. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. laut. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. peran dan alat Bantu. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. kepekaan bunyi. hubungan sosial. dll. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. berimajinasi merasakan. tegang kendur. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. mengembangkan gerak secara teratur). raba. dinamika. mengolah tempo dan ritme. Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi.SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari. tenaga. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. pengplahan ruang. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. cepat lambat secara koordinatif. tema.

melahirkan penemuan-penemuan baru. akan tetapi perlu dipupuk. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. ide-ide baru. Pada halaman berikut selanjutnya. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya.materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada . Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. mempunyai kekuatan komunikatif. Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud. Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. 9. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif.SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan.. walaupun kadarnya berbeda-beda.

Oleh sebab itu. Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. Improvisasi. dan Seleksi Gerak atau Forming. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. ditata. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. berimajinasi. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. Di bidang seni tari. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk.SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas. menyusun. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis. komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi. bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. bodi. Memenuhi struktur. dan disusun secara estetis. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan.

Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. legenda. sejarah. 3) kesan bagi penonton. improvisasi. H. lighting. literatur. Gerakan berada pada ruang dan desainnya.SENI TARI 303 eksplorasi. Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan. upacara. yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. psikologi. fantasi dan hasrat tertentu. agama. Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. musik. folklor. Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam. 2) dapatkah ditarikan. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. baik ruang maupun desainnya. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. dan sebagainya. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari. kostum. kondisi-kondisi sosial. • Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri. drama. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. Gerak Simetris • Gerak sebangun. musik. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage). Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja.

SENI TARI 304 1. Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan.asal. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari. diolah dan digarap. Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian. Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian.1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya. Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan. 2. tumbuh. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. 2. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya. Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu.

topeng. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. seperti bermain peran. dsb. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). pohon bergoyang. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak). mata pencaharian (nelayan. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya. berkaiatan dengan perburuan. Tema dengan menggunakan property. Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran. dsb) o Tema logika matematika. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). air yang mengalir di sungai. 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. tempurung. peranian.SENI TARI 305 doyong). o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991).1991). payung. dsb. seperti gerak-gerak angin bertiup. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). 3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. seperti bermain tali/pita. kentongan. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. Tema kehidupan sehari-hari. 4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol. Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari. sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce. bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya. 1975:54).SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas. TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style. I.

Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah.

SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya.SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. Jawa. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. Sunda. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. Minang. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. belajar menari. Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi. Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari. Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. dan Bali. Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. psikis dan intelektual. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Betawi. Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. Di dalam pengamatan.

psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik.

SENI TARI 311 J. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok. Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. Beberapa dekade yang telah dilewati. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. Secara harafiah. Seperti telah disinggung di depan. Pengembangan aspek-aspek gerak. ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan. Dalam rangka penyajian. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari. KOREOGRAFI 1. Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . improvisasi. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. penata panggung. pemusik. penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi. Berkenaan dengan koreografi kelompok. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989). koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian. penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. dan Seleksi atau Forming.

tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. orisionalitas. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar. kebutuhan. • Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok. tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif. pengalaman yang ada. • Mengerti tentang keadaan. waktu. terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penonton/lapangan kerja. Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. Selanjutnya. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas. ruang. • Mempertimbangkan isi gerak. • Gagasan dibuat artistik. Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. eksplorasi dan forming (komposisi).

dan mengekspresikan ketakutan yang dialami. berimajinasi untuk merasakan dan merespons. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak. Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan). pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin.2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif. Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. tertutup. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing. Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. berarti Anda termasuk berpikir. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya. gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. Di samping itu. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh. 1. membayangkan ketakutan diri. Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. menerjemahkan tafsir gerak. Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut.SENI TARI 313 1. Prosedur bergerak spontanitas. Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari.1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . irama. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas. keluwesan (fleksibilitas). maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain. motivasi. orisinalitas berpikir. serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. mengendalikan teknik gerak. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang.menyampaikan kesan-kesan. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak.3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. ide. dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan. 1. yang bergantung pada kematangan otot. Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi.

memperinci) suatu gagasan.4 Proses. Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal. dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan. balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide. jazz. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan. Berarti. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah. tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. pengulangan.SENI TARI 315 Memperkaya. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari. musik. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama. dan ide. analitis. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama. imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. kualitas. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. 1. Selanjutnya.

keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. kontrol. dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya. seperti wiraga. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut. • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait. ketepatan. khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari.unsur seni. wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik. berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yaitu : Kemampuan berpikir lancar. estetika. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak. kelancaran.

SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam pengembangan pendidikan. dilihat oleh orang lain. Oleh sebab itu. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan. K. kemampuan dan keterampilan. model ungkapan ekspresi. dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi. Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik. Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk. kemampuan membuat kombinasi gerak.

3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia. pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. kompetisi. Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival. Selanjutnya. Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya. Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali. Sedikitnya. summit art. masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. Selebihnya.SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian. buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif.

Di satu sisi. Kondisi ini patut kita perhatikan. Hal ini harus disikapi lebih profesional. serta mampu menjawab tantangan masa. dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif. Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar. Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. Dengan demikian untuk tetap lestari.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. berwawasan prospek. kurang ditangani secara profesional. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Di sisi lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. dan reservasinya. Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan. pelestarian. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan. dewasa. para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan.

dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu. Kemampuan. Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI330 maju dan berkembang. hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. organisasi. dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar. Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik. transparan. disemangati bersama. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. A. dan kooperatif. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. mumpuni. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif. kemauan. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. dan kemudian organisasi seni pertunjukan. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang. Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama. tujuan. dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim.

Teater Mbeling. empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan. Teater Tanah Air. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. Lembaga Peduli Anak Nusantara. tujuan. Sanggar Sekapur Sirih. Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sanggar tari. Sanggar Maya Pasundan. Teater Utan Kayu. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater. mereka menetapkan arah. Selanjutnya. Sanggar Lukis Tino Sidin. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan. sertifikasi organisasi. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup. Sanggar Tari Cipta. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. sehati. Di sini sebut saja Teater Koma. begitu juga sebaliknya. Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi.SENI TARI331 benar. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. Para siswa. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni.

maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). teater Mbeling (Kuta Q). Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. Kelompok Musik Slank. dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. teater Mat Suya (ISI Yogyakarta). Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. sasaran. inovatif. Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. Kelompok Musik Ungu. Kelompok Musik Radja. Kelompok Lawak Patrio. Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama. inovatif dalam menyajikan kontektual garapan. Ketoprak Wargo Budoyo. dan kreatif. Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah. dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. berkala. Sanggar Argahari (Ibu Melly). teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. B.SENI TARI332 Barata. teater Gen (Putu Wijaya). berkerja sinergis. Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi). Kelompok Lawak Srimulat. Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). Kelompok Musik Peterpan. Oleh sebab itu. Adalah naif. Ketoprak Cipta Mandala. Sangar Teratai Putih (Ibu .

Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu. Namun dalam perjalanan. nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya. 5.5. Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul). dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat. Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis. Kelompok Lawak Patrio (Akri). dalam perkembangan akan cepat bubar. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional. Kelompok Musik Ungu (Pasha). Kelompok Musik Radja(Roseta). Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo). Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto).. Kelompok Musik Peterpan (Ariel). Kelompok musik Slank (Yoga). Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih).1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C.4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 5. 5. Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja. atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi. Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya. Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni. 5. ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi.

Di sisi lain. Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya. kajian ilmu. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. Ada kecenderungan. selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. maka wujud performansinya berbeda.SENI TARI335 sebagai hobi. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah.1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5. artis. produser. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. untuk mendatangkan keuntungan berlipat. Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri. organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. Pengelola bertindak sebagai koreografer. pimpinan produksi.

Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. marketing.2. Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. koreografer. Dikelola pelaku seni itu sendiri. Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam. Bagan 5.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi. keterlibatannya paruh waktu. Pengelola merangkap sebagai artis. organisasi dikelola paruh waktu. produser. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata. sutradara.

penghayat.SENI TARI337 E. respons) adalah faktor poliik. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. penataan cahaya. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. masyarakat. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran. dan sesuai publik. musikal. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati. Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan. modivikatif. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. pelatihan. Kebutuhan seniman. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. penonton. properti. pemerintah. ekonomi. promosi dan sebagainya. maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan. casting. sponsorship. pencarian tempat pentas. teknologi harus diperhatikan. Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional.. penyediaan kostum. penataan panggung. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat.

Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat. Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5.3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Di sini faktor keberuntungan. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. perencanaan produksi.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama. strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja.

Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni. Pada sisi lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal. Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit. butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional.SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan.4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya.

• Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. Jakarta. • Uraian pekerjaan. kelompokkeuangan. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. • Mekanisme kerja antar staf. pelatihan dan pementasan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan. tari. cabang Surabaya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi. (c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. koreografi. (a) Bentuk • Struktur organisasi. penulisan. dll. 1. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. Bagian penelitian. pemasaran. • Menyusun mekanisme kordinasi. • Membagi tugas. (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. dan sumber daya manusia.SENI TARI340 F. teater. misalnya musik. misal Srimulat Solo. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi.

(b). dan kreativitas memecahkan masalah. 3. kecerdasan.SENI TARI341 2. teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik. memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya. Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya. dan menghindari tanggung jawab. (a). serta mementingkan jaminan keamanan. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. • Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. pola pengembangan teori kepemimpinannya. Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y. (a) Otokratis. • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan. Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. (b) Partisipasif. motivasi. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. Pengaraham meliputi organisasi instruksi. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pengawasan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. karakter dan tingkah laku bawahan. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. sistem. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik. Pengaruh karakteristik individu. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. sifat pekerjaan. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. • Mengukur hasil atau prestasi. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. dapat dimengerti. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. karakter harapan dan tingkah laku atasan.SENI TARI342 (c) Demokratis. dan dapat diterima. kelompok. iklim dan kebijakan organisasi. tepat waktu. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. 4. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. • • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. • Membandingkan hasil dengan standar. ketercapaian prestasi. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas. pekerjaan. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan.

akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin.SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya. Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat. atau berupa penafsiran. produksi karya. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan. Persoalan penyimpangan. tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. upaya pendikteksian secara dini atas target. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya. • Ekonomis. Mengambil tindakan. • Tepat waktu. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional. prioritas sasaran.. cepat dan tegas. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting.

5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.

Komitmen kerja. operasional staf. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan.: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. tugas.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal.. Oleh sebab itu. dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi. Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. tanggung jawab personal. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut. sehingga. pemilihan tempat pementasan. Pimpinan produksi harus memahami peran. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan. mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya.

Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton. pelayanan/seles servis pemesanan karcis. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung.6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. kompleks pertunjukan harus bersih keributan.SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing.7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Artinya. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan. istirahat. pelayanan gedung.

8 Pimrum tangga Tumpengan Gb.SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia. dan simpati serta nyaman. gladi bersih. 5.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan. pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan. 5. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . empati. pelatihan. serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis. gladi kotor. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. murah senyum.

Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan. Dengan demikian masalah teknis. dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni.SENI TARI348 menarik. performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik.10 -5. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. tata letak setting. Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. tata indah pencahayaan. Tanggung jawab artistik karya. 5. Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas. kewajiban. dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani.

penata cahaya.15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer. keajaiban. Penata Cahaya & Kru.SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. mengarahkan . 5.12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. Penata Properti & Kru. 5. 5. Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru. Penata Rias dan Kostum & Kru. 5. dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Kewajibannya adalah membimbing. Penata Sound dan Musik & Kru. Berbagai kejadian. penata panggung). kejanggalan.

1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung.SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. tata panggung. dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik. Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya. Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan. pencahayaan. Secara umum dia disebut stage manager. Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

17-5. 5. terang-padamnya lampu.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik. 5.19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Masalah pencahayaan. serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya. 5. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. 5.21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI353 (2. keras-lembut.24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. adalah konseling kepada pimpinan artistik. namun secara hirarki matihidup. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi.3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan. 5.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik. Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji. 5.

26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas. namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru.SENI TARI354 (2. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan.

Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari. Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. penyaji karya. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik. hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton.SENI TARI355 (2.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran. serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik. 5. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka. Hirarki penguasaan konsep riasan.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. penata panggung dan penata tari. Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.

(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari.29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari.SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan membantu merias penari. Kerja penata rias mendisain riasan wajag. mengubah karakter tokoh. 5.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

dan rias karakter.5. Gb. 5. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari. Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa.SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari. misalnya yaitu. Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa. rias keseharian.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah). 6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 6.

taritari karya Bagong Kusudiharjo. Secara komoditas. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan. Wayang Kulit. Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan.4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. 6. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun.SENI TARI368 3. Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Sendratari Ramayana.

Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang. 6. penerimaan tamu terhormat. Kemasan Wayang Orang. karena mudah dicerna. Pertunjukannya sangat menarik.SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis. Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. singkat. padat koreografis. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya.

Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. 5.6 A Tari Jaranan Gb. 6. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini. Tari Baris. Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. Tari Rangde. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata. Tari Tenun. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. 6.SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet). lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara. Tari Pendet. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. mal. Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.

SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang. 6.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari. dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau.). Pementasan yang berdurasi singkat. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara.9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo.SENI TARI372 6. Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya. menarik. 6. Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya.

Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman. 6. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat.6. Sumber Koleksi Pribadi Gb. singkat. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan. pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali.13B Tor-tor 8.SENI TARI373 7. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb.

dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara.SENI TARI374 Aceh. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata. 6.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya. waktu. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis. 6. atraktif. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut.

Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini. Dalam berbagai keadaan. Selanjutnya. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. wirama dan wirasa tari. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia. penetapan profesionalisme. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. seminar daerah. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI375 B. kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna. mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. Ditinjau secara kenyataan. Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan.

Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji. Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi. 2. Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan. Judul Unit : Nama Tari 3. Berbagai kemungkinan yang ada. 8. Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. 6.SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C.

sekaran engkyek 15. negigel 7. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA. sekaran lembehan 14. Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. ombak banyu srisig 12. sindet kiri 10. sembahan sila 3. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1. serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. sekaran laras sawit 13. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. lumaksana ukel karna 11. tancep 4. baik teknik gerak kaki. lumaksana lembehan kanan 6. tubuhm tangan. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3. lumaksana ridong sampur 9. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kepala. trapsilantaya 2. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1.SENI TARI377 1. sabetan 5. lumaksana nayung 8. sembahan jengkeng. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak.001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga.TPI.

SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4. Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

lembehan 2x. menthong srisig mundur 2.4 srisig kanan.1 asta rimang. Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nacah. srisig 2.3 srampang. srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1.3 srampang mundur 3. tawing kanan.TPI. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2. srisig Beksan II (Iringan 3. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3. Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.8 ngelus cucuk gedheg 4x 2. Mampu menarian Bagian 2.2 srisig maju 3. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag).10 nacah tawing lenggut 2x. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1.6 malangkerik lenggut 3x. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3. seling mecut 3x.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah.9 rimong.4 agem Bali kiri-kanan.SENI TARI379 SKA. srisig kiri.2 kebyok kanan. srisig 2.1 srisig 1. entrakan 4x 3.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1.3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2.5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2.7 lampah sunda 2. srisig dilanjtukan tawing kiri. menthong mundur 2. srisig 2. dengan penguasaan unsur wiraga.

Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4. tubuh. serta pandangan mata (polatan) 2. baik teknik gerak kaki. dan kepala.SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1. terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan.

Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend. kiri kebyok 2.4. sabetan.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. jengkeng 1.Bendrong Laras 1.Laiwung Laras 2. besut. ulap-ulap kiri.5. ogek lambung 3. tanjak 3. Mampu menarikan Bagian 1. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4. ukel miwir busana. besut. pondhongan.6.1. mungguh.1. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. tanjak kanan 3.10. besut. besut.7. glebag kanan kebyok sampur kanan. besut. memaki topeng.11.1. juga berbagai variasi suasana. nikelwarti Maju Beksan (Gend. srisig. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. menthang kiri 3. ngigel jangga.8. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2. tanjak kanan 3. besut.TPG. sembahan Pelog Pathet Nem) 2. lumaksana 3x. pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2. berdiri.6. genjot 3.3.2. mlintir brengos 3x. genjot. termasuk karawtian tarinya. obah bahu. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh. kebat nogowangsul 3.5. tanjak bapang. lumaksana malangkerik 3. tanjak miring kanan 2. kedua tangan malangkerik.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend. ogek lambung. ambil topeng.2. genjot 3. ulap-ulap kiri.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend. trecet. bopongan. lumaksana 4x.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya. Mampu menarikan Bagian 2.3. ogekan. tanjak 4.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .9. lumaksana 3. tanjak 3. entragan 4. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2.1. trecet. ogek lambung. lumaksana jajag. ngracik. ombak banyu.3. besut. pacak jangga 2. besut.2.4. pondhongan. lumaksana ombak banyu. pacak Maju Gawang jangga (Gend. obah bahu.7.

Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. ulap-ulap kiri. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6. Entragan kanan. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. tungkai. Nikelwarti. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4. entragan 4. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3. Kirig.2. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8. trap jamang.5.3.4. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9.2. batangan 5. jengkeng 6. panggel. kengser ukel karna 5. ulap-ulap kanan. entragan 4. besut. Kebyok. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4. ngracik. pola lantai. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5.2. entragan 5. besut tanjak 6. pondhongan maju. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Laku telu. Ombak banyu. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5. nacah 5.1.6. baik teknik gerak tubuh. entragan 4. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2. Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. besut tancep 5.7. tanjak 5. ngracut.1. mundur. ngelus bara. besut tanjak. Ogekan lambung. nubruk 5. tawing. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend.5. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. srisig mundur. lombo ngracik. Kengser. tancep 6. Pondhongan maju. tangan dan kepala 2. gedheg 5.3.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cancut 6. kaki.4. Lampah mundur. srisig.4. srisig.3. tumpang tali. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. capeng. Sembahan.

Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10.

nglerek mangering ngembat kiri 2. (adu kiri). tawing kiri. menjadi jengkeng 2. sila 2.4. tempe. sembahan disertai gedheg.2. kebyok kiri. ngebyok sampur. ogek lambung 2. selaras. Diperagakan dengan luwes. Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr. besut. dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1. penari adu kiri pada gawang prapatans 3. dan mengalir pola-pola gerak: 3. selaras.2. Mampu menarikan Bagian 1. menthang kiri.5. keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. kicat 4x.BPA.4. silantaya. besut. kebyok kiri. gedheg. sembahan laras 2.1. sembahan sila 1. lumaksana bambangan 1.6.9. tanjak kanan tawing kanan. ebat ngiris. besut – tanjak panggah (gawang prapatan). ngleyek. ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2. jengkeng.Sanga) 2.5. dan mengalir pola-pola gerak: 2. Diperagakan dengan luwes.8. nikerlawarti (seleh dhadhap). selaras.1. trapsila. menggunakan properti dhadhap. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl. hoyog. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1.3.7. Diperagakan dengan luwes.002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1.6. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2. ngembat.3. tanjak panggah kanan 2. srisig 2. besut (adu kanan). ombak banyu. sembahan. loyog ngembat seblak asta.SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA.

srisig. tanjak panggah kanan 3. tanjak panggah kiri. srisig ke gawang semula 4. tanjak panggah kiri 4. nyabet – besut. Diperagakan dengan luwes.8.6.3. sabetan. tanjak 5. srisig (adu kiri) 3. ulap-ulap tawing 5.1. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. lumaksana ridong sampur 5. saling mengejar dan dikejar. seleh gendewa 5. tawing kiri sawega dhuwung.3. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4. mrenjak.5. besut – tanjak kanan. sudukan tangkisan dhadhap. ebat naga wangsul.8.1. ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri. dn tanjak kiri.1. ebat ngancap 3. sawega dhuwung.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangkis.Sanga) 3. besut. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3.2. nyabet – besut. nikelwarti 5. hoyog genjotan. trapsila.2. menjadi lengser ke kanan 4. tanjak panggah kanan 3.4.SENI TARI385 SL. tanjak panggah kiri.5.4. ngembat dan melepas anak panah 4. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4. sembahan sila. sudukan: tusuk. kengser. srisig mundur ngigel. dan mengalir pola-pola gerak: 4. tanjak – ebat ngancap. dan mengalir pola-pola gerak: 5. kebyok kiri. Diperagakan dengan luwes. hoyog.7. nikelwarti. Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL. tanjak sawega dhuwung adu kanan. sabetan. srisig (adu kiri) 4. nampa.2.4.Sanga) 5.7. selaras. sembahan jengkeng 4. ukel leyekan 3.3. ngunus panah – ngancap. giyul. trapsila.5.6. selaras. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl. giyul – pacak jangga 3.

srisig. rasa seleh. mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing. serta suasana yang dicapai 4. pola tabuhan. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan anak panah 5. Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. nikelwarti .gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. tempo. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing.7. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari.6. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4. besut. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7. kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3. rasa lagu. keris. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3. tanjak panggah 5.dan kalimat lagu 9. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas. irama. Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8. mampu atau terampil bergerak sempurna 6. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap. karakter peran yang dibawakan. tanjak kanan 5.8. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan.SENI TARI386 5. sabetan.

1. kaki 2. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2.1.1. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL.1. akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. sikap mata 1. posisi tangan 1. posisi kepala 1. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1.1.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 tapak sirang Bali Putra 1.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1.3.1.4.5.4 agem kiri 1.5.3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1.5.5 jari kaki ditekuk ke atas 1. dengan baik dan benar.1 majalan tindak-tindak 2.3.1.5.1.3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1.2 posisi tangan agem kiri 1.2.1 biasa atau normal 1. baik yang berkarakter keras maupun manis.2 goyal-goyal 2. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini. sikap badan 1.4.2.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.3.4.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1. posisi kaki 1.2 kembang kanan 1.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1.1.3.1 posisi tangan agem kanan 1. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2.TPK.3 agem kanan 1.2.1.5.SENI TARI387 2.1 posisi kepala tegak 1. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra.

3.1. ngembat.1 Agem pokok 3.2.1.2. gerakan mata 2.berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 ulap-ulap.4.1.6 nguler 3.9 nyilat 2.9 nyigug 2.SENI TARI388 2.2 ngeletik 2.4.1. dan ngrajeg 3.4 nuding 2. agem wula ngawa sari.2 tandang 3.2 gulu wangsul 2.5 nyaregseg 2.6 nabdab gelung 2.1.4. mentang laras.5 nabdab karna 2. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3.1 kipekan 2.4 milpil 2.2.3 ngaliyer 2.3.7 nabdab pinggel 2.1.4 nyureng 2. ngraja singa.7 miles dan ngiser 2.2.3. tangan 2.3 ulap-ulap 2.1.8 nepuk dada 2.6 nyigcig/ngicig 2.1.1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).1 girahan 2. nepuk dada.1.11 nayog 2.1.1 agem kanan dan agem kiri 3.4 ngileg 2.2.5 mendra 2.3 nyegut 2.4. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3.3.8 glatik mapah 2.1 nyaledet 2.2. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal).4.3.2.4.1.2.10 nglangsut 2.4.2.2 nyarere 2.2. nyigug. leher 2.12 makirig udang 2.2.

4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. (makenyem/makenyung). nabdab pinggel. nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Tersedianya musik iringan. berjalan cepat dan ringan (milpil). makiring udang 3. sedih (sedih). tandang. secara baik dan benar 2.2. nyigug dan ngombak 3. marah (nyelik/nelik). melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg. nglangsut. terkejut (makesiab). tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nyilat. nabdab gelung. Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga. Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas. nayog.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna.2 (malpal). wirama. nepuk dada. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. wirasa serta dengan patokan agem. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1. jatuh cinta (ngaras). berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah.SENI TARI389 3.

3. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1.1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4.1.3. malincer dengan langkah milpil 3. ngigelang pajeng 3.TPK. nyogok 3. ngelier 3.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng.3. pajaib 2.4. nyegut 1. malpal 4.1 tindak-tindak 4. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng.3.3. nepuk dada 2. Mampu menarikan Bagian 1. nabdab kampuh 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3. gelatik nuut papah 3. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng. Mampu menarikan Bagian Nayog 2. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3.1.5.2.3.1.1.5.4.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL.2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1. pajalan 2. Mungkah langse Mungkah lawang 1. ngeseh bawak 2. nabdab gelung 2.3.2.1.1. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4.2. nyeledet 2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2.5.2.4. ngagem 1.1.1. ngangsel 1. ngagem kana-kiri 2.2 oyog-oyog 3. ulap-ulap 2.3.1. miles 1.

Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6. gayal-gayal. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5. Ada busana Tari Topeng Keras.2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem.1 nulih kuri 6.1 matetanganan 5. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3. Tersedianya musik iringan. ngawejang. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5. dan ngopak lantang panyuwud) 3. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ngopak lantang ngalih pajeng.SENI TARI391 5. Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2. Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang. tandang dan tangkep 4. nayog.2 nyingsing kampuh 6.

ngegol 1.5. Mampu menarikan Bagian 1. ngelo 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1.3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1.1 nyemak kepet 3. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2.TPI.1. nyaregseg 2. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. ngagem 1.1 ulap-ulap 4.3 lelasan megat yeh 3. ngenjet 1. tangkep 1.5 ngumbang 4.2.7.6. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4.4.2 mehbeh ngelilit 3. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mampu menarikan Bagian 1.002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4.1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3.8. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3. dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.4 ngepik 3.2 ngenjet ngirig 4. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2.SENI TARI392 BAL.3. kidang rebut muring 3. ngenjet pala 2.2.

kipas. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3. juga pola keruangannya di atas pentas 4. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. tandang dan tangkep.SENI TARI393 3. ngigelang kepet. kidang rebut muring. Ada busana Tari Legong Kraton. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1.

meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. Sembahan silo. tasikan.TPI. Kicat mandhe udhet ngarcik. Tinting. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek. 12.SENI TARI394 3. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. Lampah kipat udhet. 4. Cathok udhet majeng mundur. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Nyamber kanan. Mampu menarikan bagian Maju Beksan. Sembahan jengkeng. Sembahan silo. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 16. Ongkek panggel. Lampah semang ngembat astha. 5. 10. Kapang-kapang encot. Nyamber kanan. Muryani busana (Ulap-ulap.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari. 15. embat-embat). 7. Kengser. 2. 14. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. atrap jamang) 5. Kicat ngilo rangkep. 3. Kicat cangkol udhet. 6. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Nggudha kiri. 8. 9. Lampah atur-atur. Ngguddha kiri panjang. 2. 11. atrap sumping. 13. Pendhapan. Muryani busana (ukel astha.

4. 5. 3. kebaya secara benar. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. PANDUAN PENILAIAN 1. busana dan iringan . A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. 2. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. 3. Nyamber kanan. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. Sendi mapan jengkeng. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 3. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Sembahan jengkeng.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. 4. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. Kapang-kapang encot.

Atur-atur. Sekar suwun. 3. 5. 9. dan beberapa variasi muryani busana. 7. Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. Ethung-ethung lamba ngracik. 2. 6. 4. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Miling-miling lamba ngracik 6. Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. 10. Pendhapan. Kagok kalangkinantang. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. Usap rawis.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Ombak banyu. 5.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. Nyandhak minger balik. Engkrang. Sabetan. 2. Nyamber. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. Kalangkinantang Alus.TPI. Ngilo. 2. Lembehan. Sembahan silo dan jengkeng. Menjangan Ranggah. Mampu menarikan bagian Maju Gendhing. Miwir rekma. 8. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus. Tayungan miring. 3. Keplok astha. 3. 4.

A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kebaya secara benar. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Ukel jengkeng. 3. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. 4. Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. 5. 2. busana dan iringan . Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga.SENI TARI397 6. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus. PANDUAN PENILAIAN 1. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. 3.

Duduk wuluh.. 7. Sembahan jengkeng. Ngancap. 4. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak. NOleh mendhak. Impang encot. 18. Lembehan. Kipat astha. 8. 3. Ngenceng. 2. Nglayang. Pendapan. Tasikan mubeng. 12. Samberan. 20. 15. Cathok udhet majeng mundur. Pendhapan ngregem udhet. 22. 14. 13. 10. 11. Ngenceng enjot. Nggrudha jengkeng. ngenceng jengkeng 6. 9. 21. Kapang-kapang. Impang ngewer udhet. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Jangkung miling.TPI.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. Sembahan silo 2. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 16. Ukel astha. 19. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1. Sembahan silo. 3. 5. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. teknik dan rasa gerak). Ngancap nyathok. Kicat. 17.

Encot-encot. Nglambung. Atur-atur. Iring-iringan kiri/kanan. 32. nyaplak. Ngusap suryan. pendhapan ngebat. 54. Ulap-ulap cathok. Mbalik. Tiga-tiga. Tawing. Rakit (Lajur. 48. Puletan. 46. Ngendani. Mlampah majeng. Mlampah gajah ngoling. 40. 49. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. Mayang mekar. Banhgomate. Seleh jebeng. 55. Niyub. Atrap Jamang. Mbujung. 51. 42. Mundur miring. 41. 39. Pudhak mekar. 33. 28. Lampah sekar. ngglebag. 26. Ndeseg. 47. 52. 53. Lampah semang. 24. Sembahanjengkeng. 43. Kicat boyong. Mancat. endha. Gidrah. Nggoling. iring-iringan. 30. KIcat Boyong. 45. Nubruk. Kupu tarung. Nggrudha jengkekng. Ajeng-ajengan. Namakake pasopati. Lampah pocong.SENI TARI399 23. Ngundhur sekar. 29. Kicat Tawing. Tinting. 35. Lilingan kanthen astha. 37. Impang lembehan. 27. 36. Kengser. Ngunus pasopati. 38. ajeng-ajengan. 31. Sendhawa. Ongkek. 44. Medal lajur. aben sikut. 34. Nyuduk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyarungaken keris) Nyandak jebeng. 25. Ulap-ulap ukel. Mundur. Nymaber. Atrap sumping. Nglayang. mlebet lajur. Puspita kamarutan. Mingger. 50. Ongkek sendhawo.

tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar).SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. 2. kebaya secara benar. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 2. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. 2. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga. PANDUAN PENILAIAN 1. Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 3. Kapang-kapangg. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas.. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. 4. Sembahan silo. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. 3. Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. 5. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. busana dan iringan . Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari. 4.

. Ropetan. 4. 3. 7. Ngalang. 5. Nipah/nantang sampur. Ngalang. 5. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1.TPI. 8. 2. Glebegan. 2. Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. Miring sagah kiri. ketepatan gerak dengan irama (wirama). Gedrug. Umbul sampur. 6. Ngiwir/njimpit sampur. 9. Ngijig.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas. 3. 4. Ngiwig/nyirig. 10. Liwungan/ngalang. Sagah kanan 3. Egol. Langkah papat. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga). 7. 2. 4. Sagah kiri. Ninjak. 8. Singgitan/sindetan. 5. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT.SENI TARI401 4. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer. Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol. 6. BAN. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 9. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh. Deleg.Jingket. Songkloh. Ngipah sampur. Ngeranjang gulo.

4. 3. 3. dan ekspresi wajah. PANDUAN PENILAIAN 1. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. 2.SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 5. 1. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. Sagah kanan.. 6. 2. tangan. Deleg ngulo. 4. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. 7. Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. kaki. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas. kepala. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh.

4. Ropelan sedang. Deleg mantuk.. 3. Ngloro. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1.003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. Ngropel sedang. 2. ketepatan dengan irama (wirama). 7. Ngajak. 6. 2. Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 4. Layung. Nangis. Ngropel kerep. 2. Geliyeng. dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Sagah. 3. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. Solahan. 3. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. Srisig.SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT.. 2. BAN. serta rasa gerak (wiraga). 5. Egol. Ropelan Kerep. 4. 3. Nyerawat kembang. Sagah. Ngiwir. Deleg.BPP. 8. Kedanan. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. 5. Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan.

4. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 3. 10. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. 3. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. 5. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. 2. PANDUAN PENILAIAN 1. tangan. 8. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 4. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. Tersedia properti tari berupa Sampur . Solahan. 6. kepala. dan ekspresi wajah. 2. 3. 9. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan. 2. kaki.SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. 5. Ngiji Lombo. 7.

yang dimainkan secara langsung. A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3. 3. Bulo Reppasa. 2. dan Mario Marennu. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias.SENI TARI405 5. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. Baccing. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae. Maccule-cule Selendang.BG02. 4. Ketepatan gerak. PANDUAN PENILAIAN 1. 4. 1 Suling. Bosi Turung. UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah. Mario Marennu.01. 2. Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Bosi Turung. Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2. 3.001. Penguasaan ruang dan pola lantai. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh. Maccule-cule selendang. 4.

Pe’Ketabe. 1. 2. Ma’ Pannoni Simbong. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. 3. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara. Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena. Penguasaan ruang dan pola lantai.01. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Massiman. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah.SENI TARI406 TRI. 4. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung.TJ02.012. 3. PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. 2. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong. 2. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong.

Mampu menarikan tari pangayo secara utuh.Menarikan inti gerak tari Pangayo . Meta’da. Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. 2. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo. Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi.TJ02. Ma’ppalla. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. PANDUAN PENILAIAN 1.SENI TARI407 TRI. . 2.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1. Katarimangan.Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. 1 Gong yang dimainkan secara langsung. Ma’ Battukan.01. 4. 6. Massayo. 2. . Tidak mempergunakan property. Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. 3. 3. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh. Semba’na.013. 3. 4. 5. 4. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. Penguasaan ruang dan pola laintai.

5. Galek. Galatiak. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI. 13. Silang Timpo. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. 7. 3. Mamintal Tali. 10. Sambah.MI02. 6. 2. Langkah Baranak Buang. 11. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2. Maelo banang..002. Arak.SENI TARI408 6. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat. 8. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter. 3. 4. Mamanciang. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 9. Bungo Kambang. 12.01. Malapeh Layang-layang.

PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 3. Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1.. 4. 10. 3. Mancabuik. 6. 8. Mangukua. 2. Mancaliak Hari. Baliak. 3. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari. mambajak. 4. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat.SENI TARI409 TRI. Macangkau. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. 4. PANDUAN PENILAIAN 1. Manyemai. 8. Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam.. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan. kepala pada ekspresi wajah.01. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live.005. 2. Maikek. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. 9. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. kaki. 2. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari. 5. 7. Maangin. 7. 9. Manyambik. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. 12. 5. 6. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. Batanam.MI02. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai. 11. tangan. Mambalah.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

4. Tapuak Kalatiak. 2. langkah baranak. 6. Sauak simpia. Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. Tusuak ateh sampiang. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat. tangan dorong puta miko. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3.. 4. Alang Tapuak step. Duduak takua Lapiah. 4. Langkah biasa 2. Tusuk kanan belakang dorong. 3. Langkah Tusuak Bagalombang. 2. Langkah Sambah. Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. 4. Jantiak Talingo.MI02.020. 3. Tangah Puncak: 1. Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Bagian Tegak 1. Sambah amtak Kalatiak.SENI TARI411 TRI. Tusuak sampiang ateh malambai. Tapuak tangan puta egang jalo.. 6. Sauak balah sampian. 2.01. Saik Kalatiak. Jantiak ayun piriang duduak. Jantiak ayun piriang tagak 2. Sambah antak kalatiak . Jantiak ayun piriang langkah. Sambah takan tapuak sampiang. 5. 3. 3. 4. Jalan Leguran Randai. 5. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1.

Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. 4. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. tapuak galembong. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. Penguasaan ruang dan pola lantai menari.SENI TARI412 Batasan Variabel 1. 11. Aspek Kritis 1. 5.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 10. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo. 2. 2. 8. 9. 2. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. 3. kaki. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua. 7. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal. 6. 3. tangan. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. kepala pada setiap ragam gerak tari. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. kudakuda. PANDUAN PENILAIAN 1. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari.

1994. London : A & B Black. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni. Selecting and Developing Media for Instruction. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta. Humphrey. Willard F. Publisher. Yogyakarta. Jamal MId. Second edition SanFransisco: Harper and Row. 1996.. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari.13 Bandung: STSI Bandung.. Terj. Doris. Seni Menata Tari. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No.. Harmoko. Wiscosin: American Society for Training and Development. Wardiman. Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. Autard-Jaqualine Smith. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. M. Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. 1990. Dinny. Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company. 1976. Dance Composition (ed 3). Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan. 1982. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice. Devi Triana. Black. Sal Murgiyanto. Discoverring and Developing Creativity. Anonim. Hadi Sumandiyo. Tari Tradisional Indonesiai.The Art of Dance in Education. Y Sumandiyohadi. Manthili. Jakarta: Yayasan Harapan Kita. Untuk Siapa. Ronald . 1991. Jazuli. Bandung. London : A & B __________________. Semarang : IKIP Semarang Press. Yogyakarta. 1996. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Kusmayati . Alma M. Lynch Diane. Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa. Bellman.. 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mencipta Lewat Tari. dkk. Fraser. ISI Yogyakarta. 1983. Hawkins. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. 1993. Jakarta. Djoyonegoro. Terj. ITB Bandung.SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson. 2001. Mfilsafat Seni. 2000.

Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Utami. 1983. PPM Jakarta. Sal. Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. 1965. Jakarta. dkk. Laban. La Meri. 1986. Rofik.1976. Manajemen Seni Pertunjukan. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. Permas. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. London Macdonald and Evans. Yulianti. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Pratjichno. Departemen Pendidikan Nasional. 1996.. Gugum Gumbira. 2002. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Muhadjir.SENI TARI414 Murgiyanto. Zussane. 1979/80. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. London: MacDonald and Evans. Munandar. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. 1975. Sal. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. dan Bambang Pratjichno. Terj. Pengantar Pengetahuan Tari. 1975. Laban. Parani. Jakarta. Sumiani. Englewood Cliffs. Murgyanto. Modern Educational Dance. Rudolf. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Arif. Mpesta Seni Budaya Betawi. 1969. ISI Bandung. Rudolf. Inc. Samah. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. FX Widaryanto. Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). _____________. dkk. Inc. jakarta. Richard. Jakarta : LPKJ. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. New Jersey : Prentice Hall. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Ardi. Bandung. Langer. 1988.. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus. Dance Composition: The Basic Elements. 1983. Bambang dan Wiwiek Sipala. Achsan. Iyus. Problematika Senii. History of The Dance in Art and Education. 1983.

1991. SYarif. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. 2003. Terj. Tuti dan Udin Saripudin. Pengantar Komposisi Tari. 1997. Plyamonth: Norttoc house Soedarso. Smith. 1998.. 1978. Suku Dayak Sana. 1992. 1994. Bandung. 1990. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Teaching Modern Educational Dance.SENI TARI415 Slater. Pengantar Tari Pendidikan. Jacquline. Jakarta. Pengantar Apresiasi Seni Tari. _________. 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Pustaka Prima. 2003. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Edi. Sumarsam. Wendy. Universitas Terbuka Jakarta. Ben Suharto. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii. . Syafi Jatmiko. Yogyakarta : Suku Dayak Sana. 1986. Yogyakarta. Gamelan. 1987. Jakarta : Harapan Kita. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta : Ikalasti. _________. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Sedyawati. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. Sukatmo. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Materi dan Pembelajaran Kertakesi. . 1984 Tari. Jakarta : Balai Pustaka. Tari Tradisional Indonesia. Ina. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. . Yoyakarta. 1976. Mdasar-dasar Dramaturgi.. Tambayong 1999. Mustika. 2003. Soedarsono. SP. Sudarso SP.

Datuk. Padang: Pengembangan Yampolsky. Departemen Pendidikan Nasional. Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1984. Phiplips. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. Nursilah. Elindra. dan Rahmida Setiawati. Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. 2001. dkk. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan.SENI TARI416 Tumbidjo.

dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. Bungan yang melayang di atas air Besut. Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. Bertepuk seperti gerak burung elang. Atrap sumping. Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan. sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. Sikap gerak besut. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. Cathok udhet majeng mundur.LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali. Deleg mantuk. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. Agem kiri. condong badan ke kiri. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menggunakan jamang atau hiasan kepala. Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. Sikap posisi lawan agem kanan. Gerakan yang dilakukan di tempat. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. giyul Sikap gerak besut. Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang.

Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan. Gerakan menjentikan jari Geliyeng. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. Gerakan kaki menyilang depan. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan.naik-turun Entragan kanan. dengan menggerakan lutut patah-patah. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik. Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah. Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot. Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah. Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang. Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet. Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian. Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada. Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh.

Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser. nikerlawarti (seleh dhadhap). Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus. Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot. Kebyok kiri. Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing. Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan). Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas. Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha.LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket. Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. Kicat ngilo rangkep. Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala. tangan mendorong puta miko. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. lengan tangan menggantung Kicat Boyong.

besut tanjak. Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. Memainkan selendang Mambajak. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu. Gearakan mel. Jalan kembangan Langkah papat. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang. endha. Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang. Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. pendhapan ngebat. Berjalan atur-atur Lembehan. Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. Gerakan beradu siku dengan lawan.

orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. hentakan kaki. Mengikat benih Mayang mekar. teriakan. Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. Memintal tali jala Mamanciang. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang. Gerakan memancing Manyemai. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah. ptikan jari. Mencabut dan mengambil benih Maikek. Menggulung benang Mlebet lajur. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan.LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali.

Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah.LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma. Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap. posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan. Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan miring lurus.

Melihat ke samping posisi merendah Ngembat. Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. Nglangsut. makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. Gerakan seperti terbang melayang Nangis. jatuh cinta (ngaras). marah (Nyelik/nelik). nabdab gelung. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. nyilat. dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). Nabdab pinggel. Gerakan seperti menangis Obah bahu. mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. terkejut (terkesiap). berjalan pelan mengayun Nyaregseg. nayog. nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. nepuk dada. sedih (sedih). Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal. Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng. Menggerakan bah Ogekan lambung. Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. (makenyem/makenyung). Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang.LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak.

Perangan ( Ngunus dhuwung. Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak mentekel Sabetan. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng. Ngunus Puletan. gerakan. dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. penyajian. mengorganisasi orang-orang. nyaplak. Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup. Nyuduk. mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera. atau apapun yang diulan Ropetan.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan. Mundur. gerak bekerja. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo. Encot-encot. Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain. Gerak sembahan Saik Kalatiak.

langkah baranak. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo. Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri. Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng. Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok. Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa. Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting.

Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. Aplicate Approach (AA) b. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10. : 021. NIP 4. 2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. Riwayat Pekerjaan:a.Pd : Purwokerto. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A. Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. Alamat 6. Pelatihan : Drs. Nama 2. Anggota Masyarakat Seni 1997 b. Instansi 5. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. Pembimbing Metodologi d.LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. Peneliti Muda c. a. Dosen Seni Tari sejak 1988 b. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. Perkumpulan Profesi: a. Pendidikan 8. Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e. Telpon 7. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. Bambang Pratjichno. M. UNJ Rwmangun Jakarta 13220. Tempat/Tgl Lahir 3. Pelatihan Usulan Due Like e.

2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP. • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar. Dalam penataran tari guru SD. Suku Dinas Jakarta Timur. Dinas Kebudayaan. Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005.LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar. 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. LPKM UNJ. 2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Maklah. Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD. Sunda -2004) E. PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). 2001 D. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD.

LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama. Bambang Pratjichno. Jakarta. 2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. LPKM UNJ. MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2002 Jakarta. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). UNJ dan Ford Foundation. dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. 29 Mei 2008 Drs.

UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g. Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. Jenis Kelamin 6. Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. Ketua Program Tari (1990-1993) b. 5 Mei 1960 : Komp. Pengalaman : Dra. MM : Bengkulu. Agama 5. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k.LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Nama 2. Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. m. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l. Status 7. Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). Pendidikan Formal 8. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j. Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Rahmida Setiawati. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku. Tempat/Tanggal Lahir 3. Telepon/HP 4. Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d.

Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999).LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. 2004. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7. 9. Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Penelitian Masyarakat 1. Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. 2005. 2003) 2. Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Penatar : 1. PLS 4. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. 10. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. Pelatihan CAP (2003) B. Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C.

Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14. Karya Ilmiah: 1. Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E. Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5. Dalam Penataran Tari Guru SD.LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Jurnal 1.

Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar. Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. 28. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18. Dinas Kebudayaan (2000) 19. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Metode Belajar Mengajar tari. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Sistematika Pelatihan Tari Betawi.

Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Mata kuliah Tari Melayu 12. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. Putri Rainun (TMII 1989) 3. Mata Kuliah Skripsi 13. Do’a 8. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005). Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Lenggok (1998) 6. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. 6. Mata kuliah Tari Betawi III 7. Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Mata Kuliah yang ditempuh 1. Bobodoran (2003) 10. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. Selendang Mayang (1990) 4. Bermain Topeng (2003) 9. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Rahmida Setiawati. Mata kuliah Komposisi Tari I 9.LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Karya Tari 1. Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8. Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Mata kuliah Tari Betawi I 5. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Desember 2007 Dra. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mata Kuliah PPL 14. Punulisan Buku 1. Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G. Mata kuliah Tari Sumatra 11. Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. Gerak (1985) 2. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7.

Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3. PLS (2005) C. Penelitian : 1.Sn. M. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A.Pd : 132 135 262 : Karawang. Penatar : 1. Pengairan Rawasmut Blok C No. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. 2003) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln. S. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl. Penelitian Masyarakat : 1. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. 2005. 2004. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. 43 Jl. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

XI. Metodologi Penelitian. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2.2005. Jurnal Harmonia (2004. Evaluasi Pendidikan (2004. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3. Buku : Seni Budaya kelas IX. X. Pengajaran : 1. Penerbit:(2007) E. Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F. Jurnal Artistika FBS (2000) 5. Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5. LAM UNJ Mk. Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. Penulis Buku : 1.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4. Pemakalah : 1. Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Perumus/Penyusun : 1. 2006) 4. Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2.

HP. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat. 6. 2004) 5. 08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec. Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat. 2005.Elindra Yetti. 2001) 2. 2003. 2004) 3. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang. 2004.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur.2006) 4. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur.

LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas. 2003) 2. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se. Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1. 2003) 3. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. 2001) 5.Propinsi Riau di Pekan Baru. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata.2001) 6. Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas. Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas.2003) 4. tahun 2006) Makalah 1. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1.2001) 7. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata. 2005) 8.

Perencanaan Pengajaran Tari 10. 1 Desember 2007 Dra. Tari Pendidikan I 4. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Pendidikan II 5. Sejarah Seni tari 8. Keterpaduan Seni 9.Elindra Yetti. Interaksi Belaja Mengajar 11. Olah Tubuh I 6. Tari Sumatera 2. Jakarta. Pembinaan Kompetensi Mengajar 12. Tata Rias dan Busana Tari 7.LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1.MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1. Tari Melayu 3. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya.

8. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001. 2007. 6. Teraju. MHum. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. 2006.99845808 : icadredo@yahoo. Proyek Peradaban Terbengkelai. 2002. SPd. Transbook. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. 3. 021. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. Penulis buku Teori Sastra. Memperbaiki Kualitas Pendidikan. Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional. 9. HP. : : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl. 7. 2005.com atau irsyad@jcce-omline. 2. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi. 5. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah. Universitas Terbuka. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang. Dinas Pariwisata DKI Jakarta. 2007.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1.

1 Desember 2007 Irsyad Ridho. SPd. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jakarta. dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS. SMP. 2007.MHum. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD.LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10.

FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. waktu. tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang. Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas .

FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . waktu. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang.

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang. dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak. gerak dengan elemen komposisi terkait. merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok. waktu. Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap.

ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.888. 7. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.00 .

7. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.00 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful