Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

Gambar. Gambar.8 2. Gambar. Gambar. Gambar.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2. 2. perut. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2. Gambar.16-2. Gambar. lutut tetap lurus.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2.6 2.9 v . Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2. Gambar. 2. Gambar.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. Gambar.28 Nungging 2. tangan dan dada ke depan 2.SENI TARI Gambar. agar tidak pusing. Gambar Gambar.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2. Gambar.29 Membokong 2. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2. Gambar. Tangan.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap.25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2. Gambar.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2.15.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2.7 2. Gambar. Gambar.

59.51 Tidur menarik tangan dan dada. 2.SENI TARI Gambar. 2. 2.42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar. 2.2 peraga putri.51. 2. 2.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar. paha dan perut kencang Gambar.37 Tangan dan kaki saling tarikan. penegangan otot perut dan paha Gambar.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat. Gambar.36 Tangan menahan tarikan kaki.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi .50 kontraksi otot paha Gambar.52 Mirip gambar 2. 2. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. 2. lutut.50 Badan condong ke depan. Gambar. 2. 2. 2. 2. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit. pada saat melompat Gambar.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2. 2. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan.46A Penegangan pelvis/pinggul.44 dan 2.53 Sikap mirip 2.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan.45 Pose membungkuk. 2. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar. kaki. 2.39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar. Gambar.50. tangan sbg penyangga Gambar. 2.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar.48. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. 2.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar. 2.34 dan 2. Gambar. penegangan pada kaki Gambar. 2. 2. 2. 2.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar. Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar.

2.50 Kontraksi otot paha Gambar. 2. 2.9 Bersih Desa Gambar. 3. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar. 2. .SENI TARI Gambar.61 Sikap bongkok. 3.62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 3.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.3 Tari Kresno-Bladewa Gambar. 2. 2.69 Sikap jengkeng santai. 2.6 Tari Legong-Kreasi Gambar. 2. kontraksi pada kaki Gambar.2.1 Tari Gejolak Gambar. 2. 3.5 Tari Klana Cirebon Gambar. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar.72 Kontraksi kaki. 2.57 Penegangan otot penegangan otot kaki.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar. 2. perut. putaran. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar.71 Berdiri jinjit. kontraksi kaki.75 Melayang.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar. 3.2 Tari Gumyak Gambar. 2. perpindahan formasi. tengah dan bawah level tinggi Gambar. Gambar.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats. dan angota gerak lain Gambar. Gambar.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar. 2. 2. kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar. 2. paha.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. 3.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. dan angota gerak lain Gambar.73 Duduk santai.59 Sikap mirip gb. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar. dam tangan kanan. 3. 3.7 Gruda Gambar.10 Trandak vii . 2. 3. 2.76 Duduk berdiri jongkok. 3. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar.70 Berdiri santai.58 Penegangan otot perut. tengah dan bawah level bawah Gambar.67 dan 2.8 Gambyong Gambar. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak. tengah dan bawah menyeluruh Gambar. 2.

49 Tari Janra UPeuteh 3. Gambar.45 Tari Ho Arya 3. Gambar Gambar.39 Tari Sarampuah 3.16 Ngelajau 3.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3.48 Tari Nyak Puan 3. Gambar Gambar.17 Bechincak-an 3. Tari Ngelajau 3.59 Sanduri viii . Gambar. Gambar.20 Tari Ngelajau 3. Gambar.37 Tari Gelang Ro’om 3.52 Tari PupUtAy 3. Gambar.56-3. Gambar.33.30 Tari Cinta Ibunda 3.43 Tari Ranah di nan Jombang 3.50 Tari Dolalak 3. Gambar.23 Dogdog Lojor 3.12 Merak 3.21 Tari PaJinang 3. Gambar. Gambar. Gambar.58 Jepen Rebana 3. Gambar.26 Tari Baladewa-Kresno 3.22 Tari Manikam 3. Gambar.44 Tari Janda Nabia 3. Gambar.27 Tari Manukrawa 3.42 Gelang Ro’om 3. Gambar.13A Tari Bailita 3. Gambar. Gambar.31 Bratasena 3. Gambar.13.54 Tari Rejang 3.51 Tari Mandau 3.55 Tari Kecak (Bali) 3. Gambar. Gambar. Gambar.18 Tari Ngelajau 3.41 Tari Janda Nadia 3.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3.35 Tari Turun Kuaih Ainen 3.34-3. Gambar. Gambar. Gambar.19 Tari Nyak Puan 3.29 Baratayuda 3. Gambar. Gambar.57 Bersih Desa 3. Gambar.38-3.13B Tari Dayang Modang 3.32 Tari Nyi Kembang 3. Gambar. Gambar.13A Tari Bailita 3.28 Pendet 3. Gambar.B Tari Dayang Modan 3.SENI TARI Gambar. 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar..36-3.40 Tari HoArya 3.46 -3.24-3. Gambar.11 Topeng 3. Gambar Gambar. Gambar. Gambar.

Gambar. Gambar. dan 3.80 Tari Bachincak-an 3. Gambar.75 Tari Tabal Gumpita 3.96 . Gambar.102 Tari Randa Nabia 3. Gambar.87 Ttari Dogdog Lojor 3.62 Tari Kebyar KEbeng) 3.92 Tari Bersih Desa 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.103 dan 3. Gambar. Gambar.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3. Gambar. Rancak di Nan Jombang 3. Gambar. Gambar. Gambar.77 Tari Tabot 3.SENI TARI Gambar. 3.100 Tentengkoren 3. Gambar.97 Tari Taume Anuku 3. Gambar.95 Tari Badawang Nala 3.85 Tari Nyi Kembang 3.68 Tari Balet 3.65 Tari Nditita 3.72 Tari Turun Kuaih Ainen 3. Gambar.76 Tari Joget Lambak 3.67 Tari Cinta Bunda 3. Gambar.86. Gambar.107 Tari Kondo Bulang 3. Gambar. Gambar. Gambar.Tari Gagahan 3. Gambar. Gambar.94 dan 3.90 Tari Kresno Baladewa 3. Gambar.109 Tari Perang ix .66 Tari Balet Ngu Yen She 3.71 Ngremo Mall 3.72 Tari Ngelajau 3.69 Untuk Mama 3.60.82 Tari Ngelajau 3. Gambar.79 dan 3.64 Tari DolAlaK 3.70 TarI Gambyong Kolosal 3. Tari Topeng 3. Gambar. Gambar.84.dan 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.89 A.93 Tari Gelang Ro’om 3.99 dan 3.91 Tari Warak Dugder 3. Gambar.101 dan 3. Tari Jaipongan 3.63 Tari Reog Polodero 3.98 B Tari Lupak Gurantang 3.83 Tari Nyi Kembang 3.108 Tari Tano Doang 3.104 Tari Pa’Jinang 3.78 Tari Sekapur Sirih 3. Gambar. Gambar Gambar.3.88. Gambar.81-3. Gambar..98 A dan 3.74 Tari Payung 3.105 Tari Ponggayo 3.61 Tari Warak Dugder 3. 106 Tari Pabete Pasapu 3. Gambar. Gambar.73 .

Gb.123 dan 3.125 dan 3.26 Improvisasi Gerak mhs 4. Gambar.17 Karakter Putri Halus 4. Gambar.115 -3.111 Tari Dara Juanti 3. Drum 4.5 Kostum Annien (Riau) 4.117 Tari Milau 3. Gambar.22 Stage Proscenium 4.116 Tari Giring-giring 3.15 dan 4.112 Tari Tarik Lalan 3. Gambar.10 Sangkrae(KalTeng). Gambar.9 Trunajaya (Bali). Gambar.21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4. Gambar. Gambar. 3.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.4. Gambar.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.36 Prajurit (Bali) 4. Gambar.20 Stage Proscenium 4.23 Bentuk Panggung 4.110 dan 3. Gambar. Gambar.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4.120 Tari Bambu Gila 3. Gambar. Gambar.31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. Gambar.28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4.) 4. Gambar. Gambar. Gambar. 4. Gambar. Gambar Gambar.30 Jaipongan (Jabar) 4.8 Kostum Gruda.4 Alat musik diatonis Gitar.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3.118 Tari Persembahan 3.121 dan 3.2 Perangkat Gamelan Jawa 4.17 Karakter Putra Gagah 4.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.SENI TARI Gambar. Gambar. Gambar Gambar. 4. Gambar.35 Pendet (Bali) 4.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4.3 . Gambar. Gambar.122 Tari Ndaitita 3. Gambar Gambar. Gambar.37 Saman(Aceh) x . Gambar.126 Tari Tepulut 4.113 dan 3.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4.13 Dogdoglojor(Jabar) 4.114 Tari Baharuan 3. Gambar. 33-4. Gambar.1 Perangkat Gamelan Sunda 4. Gambar. Gambar.29 Saman (Aceh) 4. Fantasi (Bali) 4. Gambar.14 Ngelajau(Lampung) 4.119 dan 3. Gambar. 4.

21 Penata cahaya memberi efek 5. Gambar.19 Kru Stage kerja di balik stage 5.39-4. Gambar.SENI TARI Gambar. Gambar. Gambar.46 Tari Randa Nabia 4.38 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5.9 Rileks habis kerja 5. Gambar. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5. Gambar. Gambar.45 Tari Gelang Ro’om 5. Gambar.12 Persiapan kipas pada Gejolak 5. Gambar.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5.25 Penata Musik memberi 5. Gambar.1 Teater Anruang (Bandung) 5.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5. Gambar.32 Ratu Angin xi .44 Turun Kauih Aunen 4. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.17-5. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5. Gambar. Gambar. Gambar Gambar. Gambar.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5.6 Pimprod memberi arahan 5. Gambar. Gambar.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5.42 Tari Jibeng Rebana 4. 4.14 Disain tata Cahaya Gejolak 5. Gambar.. Gambar. Gambar.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5. Gambar.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5.10 -5.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5. Gambar.23 Penata cahaya memberi efek 5. Gambar.40 Tari Gelang Ro’om 4.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5.43 Tari Ngelajau 4. Gambar.41 Tari Dogdoglajor 4.8 Pimrum tangga Tumpengan 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5.15 Pengarahkan kepada penari 5. Gambar.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5.

6. 6. 6. 6. 6.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar.13 B Tor-tor Gambar. 6.6 A Tari Jaranan Gambar.9 Tari Randai Gambar.13 Tari Saudati xii . 6. 6.13 A Tari Gundala-gundala Gambar. 5.2 Tari Topeng Cirebon Gambar.5 Tari Karonsih Gambar. 5. 6.4 Tari Gambyong Gambar.8 Tari Belibis Gambar. 5. 6. 6.3 Tari Jaipongan Gambar. 5.33 Busana saat gladi kotorGambar.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar.7 Tari Margapati Gambar. 6.34 Busana Gladi bersih Gambar. 5.6 B Tari Ngremo Gambar.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar.1 Tari Topeng Blantek Gambar. 5.SENI TARI Gambar. 6.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra. 6.

SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.1 Bagan 4.1 1.5 5.2 5.1 3.2 2.1 5.3 Bagan 3.2 2.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii . Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.5 6.3 3.5 4.3 5.2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.1 2.4 5.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.4 Bagan 4.4 4.3 4.

4 Gerak tari kelompok Tabel 2.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3.2 Dosis Pernafasan Tabel 2.xiv DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv .1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1. Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2. kelenturan da imitasi Tabel 6.1 Hubungan Teknik Gerak.3 Motif gerak Individu Tabel 2.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.1 Teknik.

dinamika Membaca berbagai ritme. tempo. pengetahuan. efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan. Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis. Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Secara konseptual. pada hakikatnya kurang dinamis. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. tempo. partisipasi. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan. di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. Di sisi lain. tempo. dinamika Menirukan berbagai ritme. keterampilan yang telah dipelajari.

akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. Sistem mata pencaharian hidup. 5. 2. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. Sistem pengetahuan. Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak. Para siswa yang kami sayangi. Kesenian. mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. 6. cara atau jalan akal dalam berikhtiar. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis. Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. Di sisi lain. Selanjutnya. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk. Sistem religi dan upacara keagamaan. Bahasa. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. 3. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. 7. kekuatan. Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. Sistem dan organisasi kerjasama. perangai. daya mengandung arti tenaga. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini. Sistem teknologi dan peralatan. benar dan salah. tabiat. pengaruh.

menjabarkan ide. manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. adat yang diatur dalam agama. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki. dan kemampuan mengorganisasikan ingatan. Secara histories. kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir.SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. Dengan demikian. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna. Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. perasaan. dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. Manusia menghasilkan hasil budaya. konsep cara berpikir. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. perilaku. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. berkeindahan secara bebas. Para siswa yang tercinta. dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. implementasi motif ungkapan verbal (lisan) . kepekaan perilaku. Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir. perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya. konteks budaya manusia berbentuk tulisan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. Dengan demikian. terpuji. Secara teoretis. Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan.

Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. dan sumber inspirasi penciptaan. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. arah dan tujuan yang ingin dicapai. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. dipikirkan. Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam. Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya. cahaya hidup. Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman.

Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia. hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. hubungannya dengan seni lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran. Para siswa yang kami cintai. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain. dipikirkan. simpati. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari. hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya. jenis dan wahana seni tari. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. Pada muaranya. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya. Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. dan dicita-citakan. Dengan perkataan lain. kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini.

Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia. argumentasi. melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak.SENI TARI 5 Oleh sebab itu. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. akomodatif. rangkaian mata rantai penulisan. sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif. Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. Menurut Kuncoroningrat (1986). dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . B. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. dan transformasi kesenian agar tidak punah. variatif. yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat. Ketiga. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan. Selanjutnya. dan perspektif. Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. penelusuran. revitalisasi. Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia.

Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. 12-35). 3. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya. Seni teater. Seni tari. Selanjutnya. Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. bersosialisasi.SENI TARI 6 Secara eksplisit. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. Seni berwawasan teknologi 7. 4. 2. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. Seni musik. 5. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). 6. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri. kreativitas. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1. Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. Seni kerajinan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cabang-cabang seni memiliki banyak jenis. Seni rupa. Seperti di depan telah disinggung. Seni-seni lainnya. Atau dengan istilah lain. dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan. Menurut pandangan penulis. unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002.

1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.

kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. unsur keindahan (estetik). 12-24). dan karsa. rasa. dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002.SENI TARI 8 C. arah dan perkembangan seni semakin variatif. dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. medium ungkap seni. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian. Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. Oleh sebab itu. pada kesempatan lanjut dapat dipahami. Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri. dibentuk. Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. Pernyataan tentang bentuk baru seni. Selanjutnya. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. modifikasi. mengatur. serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. Dengan demikian dapat dicatat. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak.

Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. bulat. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. pewarisan. Usaha penyelamatan. seni drama (teater). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah.SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. obyektif sebagai bagian kenyataan. dan dibalut ke dalam makna simbolis. Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. pelatihan. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. utuh. seni kaligrafi. konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. seni tari. maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran. dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif. rasional. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. seni musik. Dalam pendidikan. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. ilmiah secara empiris dapat diterima. penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional. Masalah pemanduan bakat.

berhubungan dengan unsur cabang kesenian. angklung. kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. kerajinan tangan kriya dan multimedia.SENI TARI 10 1. Unsur lain dalam bentuk harmoni. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. grafis. Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. kecapi. kerajinan tangan. lukis. dan terompet. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. rebana. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. patung. seksopon. lukis. dan kolintang serta arumba. musik elektronik. dan multimedia. kemampuan memahami dan berkarya grafis. drum. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Seni Musik. Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. flute. sintetiserr. patung. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. kemampuan memahami dan membuat patung. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. 2. gitar. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kriya. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. gamelan. Seni Rupa. gambang kromong.

interval. 3. kemampuan memahami dan membuat notasi. serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme. eksperimentalis. Seni Teater. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. kemampuan mengaransemen. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Di sisi lain. dan harmoni secara varian. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. kemampuan memahami dan membuat naskah. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur. bunyi yang berirama. serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya.SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Di sisi lain. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. melodi maupun harmoni. Oleh sebab itu. ekspresionis. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya.

intonasi. diksi. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan. Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler. pembawaan. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer.di mana tarian tersebut berasal. baik dari koreografer. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. 4. Sebagai penyesuaian abad modern. Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi. Media ungkap tari adalah gerak. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. peraga dan penikmat atau penonton.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. kebahagiaan. Seni Tari.

dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. Dalam perkembangannya. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern. seni lipat. seni dekoratif. maka gerakan tari semakin halus.SENI TARI 13 maupun nontradisional. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. Oleh sebab itu. 5. estetis. Oleh sebab itu. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. guru-guru tari yang profesional. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . renda. Seni tari memerlukan media gerak.

Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. rupa. multikultural. dan tari secara multilingual. Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. Dengan imajinasi. menciptakan hal baru. mana cabang seni yang paling kalian senangi. pendokumentasian (sinema). dan multidimensional. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. seperti seni peran (khususnys sinetron). seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih.SENI TARI 14 yang ada berwujud musik. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. rupa. 6. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. bunyi. teater. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain.

Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. 3. 4. Dalam ranah khusus. memiliki kompetensi. 2. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. 1. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan. Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. Sebagai bahan kajian. jadwal terprogram. Memberikan nilai masyarakat.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. bahasa gerak. teknik.

h. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan. f. a. g. d. artis dan koreografer. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. b. demonstrasi. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. dan berkelompok koloni. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. Kemampuan. kemahiran.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. Prosedur imitatif. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya. e. Menekankan kepada produk/hasil. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . latihan. c.

serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan. kemahiran.2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. Peminat. Prosedur imitatif. latihan.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari. demonstrasi. dan Pecinta Kesenian Bagan 1. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. Pemerhati. Kritikus Tari. dan Koreografer.

mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. peserta didik. Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia. Selanjutnya. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh. Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. Para pembaca budiman. Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah. Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas. Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. efektif. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. Oleh karena itu. Lebih dari itu. Hal tersebut apabila belum cukup. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari. untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis.SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca.

bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam. dan waktu. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak.SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. 2). 3. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. Di samping itu. tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. Kekuatan. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. peralatan tari D. Apabila dikaji secara menyeluruh. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak. ruang. Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. kecepatan. tenaga. Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. Selanjutnya. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. tenaga. pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. Oleh sebab itu. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri. dan fokus. Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari. dan waktu. di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. Pengertian Tari Para siswa yang budiman. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. terkait pula dengan: 1. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang.

Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. empati. dan pada waktu kapan saja. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. Tari merupakan salah satu cabang seni. tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. Sebagai sarana komunikasi. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat. Tari memberikan penghayatan rasa.SENI TARI 20 tubuh manusia. Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. simpati. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh. pernikahan. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. hajad kaul. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja. maupun keperluan tertentu lainnya. Apabila disimak secara khusus. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia.

maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli. 1994:44). melainkan juga sebagai upacara agama dan adat. dan musik. Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. di dalamnya terdapat ekspresi. tenaga. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. 1990:2).SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta unsur pendukung lainnya. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak. Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. Secara khusus. maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. John Martin dalam The Modern Dance. Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan. Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. direfleksi melalui gerak baik secara spontan. Dalam konteksnya. Oleh sebab itu. ritme. dan ruang alam dunia. Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. waktu. menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu. baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture. tubuh. dan tenaga.

aspek tari. Sebagai bentuk latihan-latihan. Sejalan pendapat Suryobrongto. Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang. 1. posisi. dan kaki). atau cakupan gerak). tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. jarak. badan. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala. rasa. waktu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. Gerak Unsur utama tari adalah gerak. waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. dan tenaga. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. VCD tari. perubahan sikap. dan kedudukan). Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan).Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Oleh sebab itu. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. dan irama seseorang.SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. tangan. lemah.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). gerak bermain. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan. serta gerak untuk berkesenian. tegas terputus-putus. patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi. 1. gerak bekerja.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh. lambat-cepat. kontraksi otot. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang. apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi. Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. gerakan pencaksilat. Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak. Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot. gerak olah raga. Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb.

tangan(Thorax). misalnya level. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul. yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). 1. Faktor space meliputi ruang gerak. namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya.2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis.SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh.

sebagai tumpuhan tubuh. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. lemah. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah. aksentuasi. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat). sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan. Ayo para siswa. Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. Gelengkan kepala. Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya. tengah dan atas secara sinkronisasi. 4. dan dinamis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah. 1. dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. luas. 2. 1. elastis.SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. misalnya gerak yang kuat.3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. penekanan (Ann Hutchinson. 1989:2). Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri.

stakato. patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut. 1. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak.1. biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari. dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb.SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat.5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas.4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan).

pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon).SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas. rentang tangan.7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra.6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 1. 1. Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas). Sumber: koleksi Pribadi Gb.

10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan. Gb.9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo. 1. klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon). dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak). Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. rentang tangan. gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo).8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1.10 Gumyak Banyumasan Gb 1. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 1.9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb. 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon).8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. 1.

Ngenak Cincin. Nyerah Sekapur Sirih. antara lain terdiri dari Selancar. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989. Pakblang. Begaya. 1. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai.12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb. dan kaki.1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. 67). Blongtur. Gerakan peralihan terdiri dari Koma. Para siswa apabila dicermati secara teliti. Rapet Nindak. 1. Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. Gonjingan. dan Gibang. Nyilau. gerak khusus. Tegak berdiri. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. Cendoliyo. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Ngenak Gelang. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok. Ngaco. Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. Nyelak. tangan. gerak peralihan. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala. Ngenak Subang. Ketentuan gerakan harus dipatuhi. Nyetangaen. Kedidi Merentang. Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. Kewer.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari).SENI TARI 29 1. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1. badan. 20).11 -.1. Nyanggul. Motif gerak tari tradisional Betawi. Melenggang Turun Naik. Lenggang.11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.

berputar. tengok kanan/kiri. gelieur. Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan mengayun. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. rileks. mengangguk. rendah). anggukan dan gelengan kepala. mengkerutkerut. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. sendi leher berperan sentral. gebesan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. gileg. Gerakan supinasi. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. sedang. Rapal. memutar ke kanan/kiri. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. Gerakan pacak gulu. Meliuk-liuk. Gerakan ke depan/belakang. Badan kontraksi. kuda-kuda. Adeg-adeg. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model.

Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. Grakan tangan lurus. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. dan sikap tangan pokok. Vibrasi scapula. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Nyempurit.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Ngruji. Gerakan bervariasi. ogek lambung. Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. ke depan/belakang. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. supinasi ke depan. lengan atas. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Topeng Cirebon. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Sikap palmar dari tangan Ngiting. lengan bawah. tekukan pada siku. palmar tangan. tekukan pada palmar tangan. belakang. samping kanan/kiri. dan Nguya pada tari dasar Thailand.

Geser. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. Gerakan dan getaran pinggul. Cranum sebagai otorizet. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . goyang pantat pada Jaipongan. Goyang plastik. Pelvis sebagai penopang. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. macam goyangan. sensualitas. Kengser. kelenturan pada paha. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. dilakukan sesuai keterampilan individu. Kolumna vertebralis. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Kecepatan. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. masingmasing berbeda-beda. Harmoinisasi goyang pinggul.

kaki lenagkah ke depan/belakang. loncat harimau. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Zamrah. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta. strugel track di udara. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Salto. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Peragaan gerak motif Rodat. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Lampah Ringdom. Keept up Jalan lurus. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. sinkondrosis. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. samping kanan/kiri. Kepala mematukmatuk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Gerak rol. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk.SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. sinfibrosis. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. loncat harimau. Kepala menganggukangguk-badan merunduk.

serta pada karpal dan falang. Pacak Gulu. sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu. tulang panggul. tangan.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Gelang kepala. Tanjekan. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Putaran Tubuh ke semua arah. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Gileg. Tabel 1. dan Godeg. Tegak dan bongkok badan. Gerakan merendah atau mendak. dan kaki. Ngeseh. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Mapal. 2. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. Nindak. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. Lakukan gerakan ngeseh. dan variasi gerakan kepala. badan. sendi poros pada tulang bahu. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Galier. meng angguk-anggukan kepala.

Rapal. tari garapan lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerakan mapal berkelompok. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. rendah) pada tari Saudati. anggukan. sedang. kuda-kuda. Adeg-adeg. rendah). straidel. 4. step(langkah ganda). Adeg-adeg. berputar. lenso. dan topeng Klono. sedang. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Rapal.3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. rendah). sedang. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerakan Tari Topeng Cirebon. kuda-kuda.(Jung kir balik) Tabel 1. Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip.2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3.SENI TARI 35 1.

Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. posisi dan kedudukan. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa.13 dan 1. 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 36 2.14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat. dan ruang gerak penari itu sendiri. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan).13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa.14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. gerakan olah tubuh. ) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb. posisi yang tepat. Di sisi lain. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. 1. 1.

1. (perhatikan gambar: Tari Klana atas.16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala. dan tangan kanan tolak pinggang. 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gambar 1.15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar. dan Tari Saman Bawah. 1.16 Penari Saman berbanjar Gb. ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat.SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.

SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan. Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan. Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang.

17 dan Gb.18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb. Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. 1.17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1.SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati). 1.

Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak. dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. Waktu Dalam tarian. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas . Perubahan gerak.19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur. dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. panjang-pendek. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. 1. berubah posisi. 1. perpindahan tempat. perubahan posisi. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan.SENI TARI 40 3. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu. Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. cepat-lama gerakan dilakukan. dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama.

walaupun diam seorang penari di atas pentas. situasi. dan kondisi emosional penari. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. Dengan demikian. Oleh sebab itu. denyut nadi gerak. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Dalam tari. dan kebutuhan pentas tari. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. Atau dengan istilah lain. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas. kualitas gerak. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian. waktu berdenyut. intensitas gerak. Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. atau dengan berdiri-jongkok.

Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan. Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas. 1. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas. Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. Apabila hal ini dapat terkontrol.SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati. berkekuatan. intensitas. berisi. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage). dan penghayatan gerak tari. ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.20 Penari Bimo Suci Gambar 1. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis.

Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan).21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb. 1.SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata.21. 122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang. dan memenuhi harapan. Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan. Lompatan kulminasi penari balet Gb. 1.22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. Sumber: Internet Gb. terkendali. 1.

22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1. Para siswa yang budiman. Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin. penegangan otot tangan yang terbuka.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1.SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1.23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb.24 Gambar menunjukan. 2. Tersebut di atas. 1. tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1. 1. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet.

Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Sebagai ilustrasi. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. 1. sedih. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter. Ekspresi Perlu para siswa ketahui. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. desakan jiwa. dalam kehidupan sehari-hari. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi.SENI TARI 45 5. Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar. Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. marah.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya. kehendak. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi.

atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton. 1. 2. tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. menangis.. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang. Lakukan ekspresi murung.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1. Coba lakukan ekspresi senyum di kulum.26 Penari melepas senyum kepada penonton. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1. Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater.

1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga pembaca baik pelajar. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang. Untuk mencapai pemahaman bacaan. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini. dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2. guru. Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan.SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A. Sendi Otot. maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari.

Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. menari. makan-minum. Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi. Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. ruang. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. waktu dan tenaga. membentuk tubuh yang ideal. skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan. Seperti banyak diketahui. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. Siswa yang baik. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. Pada akibatnya. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. bahwa di dalam melakukan olah tubuh. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan. Oleh sebab itu. dan waktu. organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. dan sehat lahir dan batin. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang.SENI TARI 48 B. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. ideal. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang.

Oleh sebab itu. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh. jalan biasa. menari. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. serta aktivitas sehari-hari. sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. Seperti telah disinggung di atas. Secara garis besar. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan. Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus. menari dan gerak senam. dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. maraton.SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. srta banyak contoh lagi. terkejut. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. sprint. kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan. maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui.

maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. Oleh sebab itu. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. Oleh sebab itu. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. begitu sebaliknya. Selanjutnya.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. ketahanan tubuh. Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. kualitas gerak. menari maupun melakukan senam. C(Carbon) dalam jeringan. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. dan gerakan terjaga dengan baik. di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak. sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik.

Apabila hal ini menjadi kenyataan. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. • Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. • Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. • mengkordinasikan para-paru. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. dan melepas.SENI TARI 51 nafas. Selanjutnya. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan. mengeluarkan. sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. tengah. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna. kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu.

Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk. cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. membusungkan dan mengempiskan dada. mulut. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. Oleh sebab itu. Oleh sebab itu. Secara tertruktur. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. rongga hidung. Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. anak tekak. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung.SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan. pangkal tenggorokan.

SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut. Paru-paru mengisi rongga dada. • Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar. • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid.is masuk ke rongga hidung. • Paru-paru ada dua. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung. kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas. Sewaktu udara melalui hidung. dan gerakan pernafasan. Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak). menari dan senam. • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. Alat ini merupakan alat pernafasan utama. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. kecepatan. Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi.

setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. Oleh sebab itu. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan dituangkan ke dalam gerakan artistik. Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. dirasakan. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. menahan.SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut. sesak nafas. Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan. Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. hingga mengakibatkan gangguan jantung. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit.

Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. Konstabilitas ini harus terjaga. Para siswa. sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas. Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. 2. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas. melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. Tugas: 1. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. b. Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa. Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3. Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. Jelaskan. a. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kalian pasti telah memahami teks di atas. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini. posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar.

maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni.1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb. DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh. pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik. 2. 2. persiapan tubuh atas pemanasan. Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang. Sumber: Koleksi Internet Gb. Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. Oleh sebab itu. Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan.

kaki ada (penari pa) Gb.3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. 2.1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2. bagian skapula terjadi penegangan gb.bagian perut.SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb. 2. dada.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada. dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan.

jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut.SENI TARI 58 2. penekanan (Ann Hutchinson. anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix). anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). Faktor space meliputi ruang gerak. anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput). Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. 1989:2). lemah. Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). 2. Selanjutnya. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. aksentuasi. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini. Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. misalnya gerak yang kuat. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya. elastis.4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . misalnya level. ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini.

(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2.5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2. Tangan kaki. 2. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif. Kepala bisa menghadap depan. Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri.SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha. Sumber Koleksi Pribadi Gb.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan. 2. tangan dan kaki bawah relaks. tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas.

maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. dan bangga untuk diri sendiri. Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap. Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. gerakan pengenalan. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik. menari dan senam agar benar-benar fit. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. tanpa persiapan apapun. Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. tubuh. menari dan senam pada dasarnya telah dipahami. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut.SENI TARI 60 3.

mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang. Sebagai contoh. sendi. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat. tari. tulang. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot. sendi dan tulang secara maksimal. Dalam melakukan olah tubuh. Penguatan ekspresi gerak. mempertahankan. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. gerakan tiba-tiba. memperkuat persendian. Di sisi lain. otot. serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas. • Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. gerakan oleh tubuh. menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh. jantung. Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru.

Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin. adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Apabila latihan olah tubuh. Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi. Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba.SENI TARI 62 • Olah tubuh. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal. sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan. pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. gerakan yang memiliki beban. dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah.

Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot. Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan. setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. Oleh sebab itu. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan. Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja.SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel .Melalui penjelasan tersebut. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar. Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama. Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil.

kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak.SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit. cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. Tabel Hubungan Teknik Gerak. Otot memiliki daya kontraksi. Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif.

1 Hubungan Teknik Gerak. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2.SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

kaki dan perut.9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .7-2.8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan peniruan gerak sebagai berikut.8.9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb. Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung.SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. 2. 2. Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2. jari kaki dan tangan Gb. 2. 2.

6. Sumber Internet Gb.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas. 5. 2. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. Ambil posisi berdiri sempurna. 2. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan.SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis. kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. bukan? Lakukan sekarang. 2. perut dan kaki. 4.5.

dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh. dan paha. 1. stroke. Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan penyakit ginjal. latihan gerak naik turun tangga secara rutin. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik. tekanan darah tinggi. Gb 2. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal. Bentuk Apel. 2.SENI TARI 68 B.11. dada. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut. mulai dari dada hingga pinggul. Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah.

atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb. bentuk tubuh pir kurang percaya diri.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel. bersepeda. Bentuk Pir. Dalam penampilan. karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis.SENI TARI 69 2. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil. Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir. paha. Biasanya sering frustasi. Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul. dan betis. 2. Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian.

Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel. Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus. langsing. Dalam skala ukur yang klasik.SENI TARI 70 3.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. dan ceking. jalan cepat. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul. Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. bersepeda. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional.

Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model. Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. pesenam. penari. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk. masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya.

Ambil posisi berdiri sempurna. 2.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. 1. kesehatan. seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar. hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh. 3.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan. penyaluran energi. wanita yang berprofesi olah ragawati.5. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit. Upaya penambahan berat badan. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori.6. 2. Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini. Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam.

Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1. maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ketepatan. Pada pengetahuan olah tubuh. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan. Dengan demikian apabila terjadi peregangan. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya.SENI TARI 73 C. dan daya ulur. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. kelenturan . Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. tubuh sebagai alat gerak. Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. Untuk keperluan olah tubuh. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan.

Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak. Tangan. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. 2. dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. Nungging. Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb. Jinjit.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Kangkang. 4-18). perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. Otot jantung membentuk jaringan jantung. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar. perut.

serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. loncat. lompat. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri.15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan. kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2. diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah. 2. meluruskan-menekuk kaki. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap.16-2. lutut tetap lurus. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. jinjit dan naik turun. 2. agar tidak pusing. Kontraksi pada kaki. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian.

Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak. menggeleng-gelengkan kepala. menungging. dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. Gerakan kepala di atas. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. c. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki. atau memposisikan berada menjulur ke depan. Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang. berdiri. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur. b.SENI TARI 77 2. bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala.

2. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud. Kontraksi pada kaki Gb. Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. 2. Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah. lebih dominan di atas lantai.19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d.

20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh. angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis. Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan. Gerakan tersebut lakukan beberapa kali. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat. Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul. siapkanlah peralatan tersebut. Lihat gambar 2. Lakukan gerakan tersebut beberapa kali. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus.20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna. gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian. Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita.

2. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar. Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki. Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih. badan. Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. Betis (Febula). dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. Pinggul (pelvis). Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur).21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e. 2. Kontraksi pada kaki Gb. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna. Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati. Anggukan kepala.SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian.

Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai. kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri. Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb.2.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat . Perhatikan gambar Duduk santai.22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas. Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f. tangan.SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan perut. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup. Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri. 2. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2.25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

bertumpu pada satu kaki. 2. yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad. Lakukan latihan beberapa menit. (Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas. hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . duduk. Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah.Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb.26 da 2.SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini.

Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran. Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent).SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis. Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar.. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang. Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki. 2.28-2. Sebagai ilustrasi. Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai. Gb. Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan dilakukan beberapa kali. posisi tidak semitris. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian. Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan.28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding. sehingga bis tepat rata benar.

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak. ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak. 1989:2). lemah. dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap. disebut gerak tari tengahan. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). anggota gerak bagian tengah (Thorax). Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. elastis. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. Selanjutnya. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. konvigurasi. Ruang gerak misalnya level. maupun perubahan tentang aspek gerak. Konsep ini selanjutnya diberi bentuk. 4. kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang. posisi. aksentuasi. Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput). Misalnya gerak yang kuat.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. penekanan (Ann Hutchinson. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta).

posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang.SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap. masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.44 dan 2.2 peraga putri. Oleh sebab itu. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. Dalam tari. menjadi sisi penilaian negatif pengamat. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya. karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. Oleh sebab itu. Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan. keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis. Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis. penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka. Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. dan banyak variasi. bagi pengamat yang masih awam. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. Oleh sebab itu.SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. Hal ini dituntut dalam tari. Gerakan yang statis dan membosankan. Untuk pengamat yang telah berpengalaman. Sebaliknya. Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. menghentak. di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil. Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari).

Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap.SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian. Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian. Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. Variasi gerakan goyang. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. Dalam belajar-mengajar tari. gerakan yang diperhalus. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif). dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. berbaris berbanjar. dan angkuh temteramental gerakan. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi. tengah. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak. Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam. Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. kuat. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna. Di sisi lain. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi. jongkok menekuk lutut.

Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh. Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri. dan kesan goyah. Selanjutnya. Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .46. 2 2. Kontraksi pada kaki Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. 2. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai. tidak mantap. 2. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya. Oleh sebab itu. penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang.

SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. paha. dan daya tahan nafas. Ambil posisi sikap sempurna. Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini. 4. Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. 2. 3. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian.48. Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap. Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu. Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik. Tahan nafas hingga 4 detik. Olah nafas dengan pernafasan paru-paru. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2.Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya. sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI100 4.3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2. Gunakan pernafasan dada dan perut. Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan.52 selanjutnya dilakukan. kemudian baru keluarkan. Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh. bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1.

mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit. Masa latihan lebih dari 3 bulan. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit.SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. Peringatan. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah. atau duduk santai dengan punggung bersandar. 2. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. Pada tingkat ini. sehingga dalam keadaan terkejut. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan. terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar. Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan. serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. Dalam keadaan terpaksa. tergesa-gesa. Pada tingkat menengah. semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal.

Hembuskan nafas selama 6 detik juga. Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2. Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit. Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya. tahan nafas 6 hitungan.SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada. Dalam keadaan paru-paru kosong. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. dan konsisten. menahan dengan santai. Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. dan menghembuskan dengan santai pula. D. dan dada. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. Bagaimanapun.SENI TARI103 5. tenang. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh. hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup. Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. terutama pada bagian pinggul. kebiasaan makan. paha.

Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri. 2.SENI TARI104 1.50. 2.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni.49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb.

33 Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. 2.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup.53 Sikap mirip 2.51. 2. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. kontraksi pada kaki Gb. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb.50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai. penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki. Gb.52 Mirip gambar 2.51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar.SENI TARI105 2.51 Tidur menarik tangan dan dada. kontraksi pada kaki perut Gb. 2.

Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki. pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap. Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang. meloncat. Paha Pangkal paha. siap untuk melakukan olah tubuh.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi. Tulang Kelangkang. berlari. otot kaki. merendah dan jongkok. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menendang.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang. tungkai atas. seperti melompat. tungkai bawah.

2.54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 2. 2.50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai. Kontraksi pada kaki Gb.59. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb.

Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. 8. 4. Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik. Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level. dan bagaimana cara mengatasinya 9. Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. peniruan gerak. sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?. 2. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. kelenturan.gerakan. tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian. Oleh sebab itu. Apa alat dan pakaian yang digunakan?. 5. Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca. 7. kenapa demikian. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1. Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh. Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?.

gerakan putaran tangan pada lengan. . penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. e. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. berjalan. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. trisik pada tari Jawa. Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak. Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. dinamis. ruang. dan dapat dibantu oleh tulang. Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga. Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti.

adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. pinggul.58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb. Peregangan pada otot perut. dam tangan kanan. Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar.SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. 2.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. dan kepala. Proporsi menunjukan tention pada perut. dan tangan serta kepala sebagai efek samping. pinggul.

2. badan dibungkuk secara mengalir. 2. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Lakukan latihan selama beberapa kali.59. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas.61 Sikap bongkok. hal ini untuk menguatkan otot perut. Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna. 2. Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad. Sikap mirip gb. ekspresi rambut.

62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. dan angota gerak lainnya. Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan. 2. Perhatikan gambar Duduk santai. Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. dan angota gerak lainnya. 2. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Kontraksi pada kaki Gb.

65 menunjukan performa Intensitas gerak. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2. . perhatikan gambar duduk santai. peraga tunggal dengan penghayatan dalam. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb.SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu.2. Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni.64—2. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal. . di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan.65. tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Fese latihan dan pentas.2. dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .64.

66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 2. Perhatikan gambar Duduk santai. Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan. Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi. baik tari tradisional. 2.SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh. Kontraksi pada kaki Gb. Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. keseimbangan. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere). gerak tari bentuk. dan kebugaran tubuh.66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kesehatan.

kaki. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi. latihan pernafasan. . 1. 2.SENI TARI115 D. pinggang. latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh.68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian.48-2. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani. latihan penyegaran otot dan saraf punggung. Dalam Singgih D. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik. Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran). guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb.2. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gunarsa menyatakan.dan 2. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan.67.49). tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. otot. kaki bersila. irama hitungan sama. otot-otot muka/wajah. yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi. Berdiri di udara terbuka. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . telinga. Tarik napas dalam 5 hitungan. Visualisasikan dalarn pikiran. Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh. d. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. d. Ulangi latihan 10 kali. pergelangan tangan. kemauan. paha. otot sekitar mata. perasaan. keinginan baik. betis. Duduk tegak punggung lurus. Kaki dibentangkan. b. tumit. lutut. b. pinggang. b. hangat. bagian tumit sentuhkan kedua kaki. posisi berdoa. jari-jari tangan. lengan otot. c. kepala. bahu. dapat dilakukan dimana saja. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. Rasakan kasih sayangdalarn pikiran. Cara Kedua : a. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada.SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. e. 1. e. f. rasakan dalam dada. c. Langsung keluarkan napas 10 hitungan. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). leher. kepala tegak. tangan diangkat ke samping (horizontal). Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. c.1 Contoh Latihan Gerak a.

mata dipejamkan tunduk sedikit. f. tangan dipangkuan diatas lutut. Ulangi latihan 5 kali. • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. seakan-akan menembus paru-paru. d. Latihan Penguatan Otot. makin lama makin baik. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . e. • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. pikiran bersih. • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. e. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. Tariklah kedua kaki rapat ke depan. • Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. b. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. c. • Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). jangan bungkuk.SENI TARI117 d. Urutan gerakannya sebagai berikut. 1. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a. sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. 2. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. dengan cara. julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing).

ulangi 2 sampai 3 kali. jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut. Letakkan. 6. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. lurus datar. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. istirahat sebentar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan. Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. 7.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah. Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan. ke samping kiri dan samping kanan. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. lurus ke depan. • Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki. • Bila kedua pinggang sudah tegak. 3. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas. Ulangi 2-3 kali. • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan.

1. Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah.Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menirukan gerakan yang diberikan guru. benar. agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan. Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat. mengetahui letakIetak gerakan yang benar. Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat. . .Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas. Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya. 3. meloncat. Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas. peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah. 2. bawah secara baik dan benar. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. Deskripsi Tugas 1. Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah. tengah.

waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. 3. rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin. dapat mengetahui polapola yang ada. Peserta berjalan. meloncat. Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1. putar jinjit tidur. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang. Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak. perpindahan gerak. Kriteria 1. bentuk-bentuk gerak dalam ruang. . 1. 2. Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis. memahami garis. jalan.3. melangkah.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon. Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis. sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal. mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar.Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. tenaga. 2. Untuk tugas diatas. waktu. Deskripsi Tugas .SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak .

kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur. • Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. Kekuatan. kelenturan.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan. • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan. Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung. Deskripsi Tugas 1. waktu. kekuatan. • Peserta secara kelenturan. Latihan gerak dan merespon gerak. atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak. untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. 1. langsung melalui gerak dengan berpasangan. melalui respon gerak di dalam ruang. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. Secara langsung. tenaga. kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional. Deskripsi Tugas. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. Kelenturan) 1. 2.Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.SENI TARI121 Kriteria . Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu. baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak.

3. Peserta mencari dan mengolah gerak.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada. Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket. Deskripsi Tugas.SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini. menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok. Deskripsi tugas .Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. Paket Garapan Gerak. 1. dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan. Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri. Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih. . Kriteria Untuk tugas ini. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi. sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi. desain gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok. maka peserta dapat mengkoordinasi. dan dibuat pada materi yang diajarkan. 1.Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih. peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai.

Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Meliuk-liuk. Gerakan pacak gulu. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gebesan. tengok kanan/kiri. Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. Gerakan supinasi. Gerakan ke depan/belakang. memutar ke kanan/kiri. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. anggukan dan gelengan kepala. rileks. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. dan mengayun. kuda-kuda. gileg. sendi leher berperan sentral. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. mengangguk. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. berputar. Badang kontraksi. mengkerut-kerut. rendah). Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. gelieur. sedang. Rapal.SENI TARI123 2. Adeg-adeg. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari.

SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. supinasi ke depan. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Vibrasi skapula. belakang. lengan bawah. lengan atas. Sikap palmar dari tangan Ngiting. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Gerakan bervariasi. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. tari yg dilakukan. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. dan sikap tangan pokok. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Ngruji. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. Grakan tangan lurus. ogak lambung. ke depan/belakang. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. tekukan pada palmar tangan. Nyempurit. palmar tangan. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. tekukan pada siku. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India.

goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Goyang plastik. masingmasing berbedabeda. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Kengser. kelenturan pada paha. Kolumna vertebralis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. goyang pantat pada Jaipongan. Cranum sebagai otorizet. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang. Sriwijaya. kepala Gerakan Jalan. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. macam goyangan. Harmoinisasi goyang pinggul. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. sensualitas.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Geser. dilakukan sesuai keterampilan individu. Gerakan dan getaran pinggul. Kecepatan.

Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. loncat harimau. Peragaan gerak motif Rodat. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung.SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Salto. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Gerak rol. strugel track di udara. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Zamrah. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki.

Gileg. Nindak.SENI TARI127 matuk. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tegak dan bongkok badan. Galier. tulang panggul. Putaran Tubuh ke semua arah. Pacak Gulu. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. sendi poros pada tulang bahu. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Lampah Ringdom. serta pada karpal dan falang. Gerakan merendah atau mendak. dan Godeg. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Sinkronisasi harimau. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. kaki lenagkah ke depan/belakang. sinfibrosis. samping kanan/kiri. diarthrosis Jalan lurus. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Gelang kepalaanggukanggukan kepala. sinkondrosis. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak.

4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ngeseh. tari garapan lain.SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. kuda-kuda. Adeg-adeg. Tanjekan. Gerakan Tari Topeng Cirebon. anggukan. Mapal. kuda-kuda. dan kaki. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Tabel 2. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. sedang. badan. tangan. sedang. Adeg-adeg. step. rendah). dan variasi gerakan kepala. dan topeng Klono. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Tabel 2. sedang. Rapal. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. rendah). 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. rendah) pada tari Saudati. berputar. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. straidel. lenso. Rapal. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep.

serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. mengencangkan otot. Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1. Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya. dn berpenampilan indah dan menarik. Otot pinggul. Gerakan bahu. Menghindari cedera. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. sehingga aliran darah lancer. • • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher. Otot dada. membakar lemak. Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. mengembangkan kelenturan fisik. bahu. Pembuluh darah lebar. dan mampu merespons gerak secara reflektif. Menambah kepekaan syarat. lengan bersama dengan bagian samping.SENI TARI129 E. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh . dan panggul. Otot tungkai dan pinggang. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh. gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit. Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

(lakukan gerakan beberapa menit). Latihan Inti 1. Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa. Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada. Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari.SENI TARI130 2.69 Sikap jengkeng santai. 2. dirangkai. (Latihan Kelenturan) 2. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai. Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar. elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain. kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit).

Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. Kekuatan badan dalam posisi jinjit. Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. Tarikan kencang pada betis. manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat.70 berdiri santai. otot tungkai. 2. Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh. Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit). kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lanjutan 3. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan. Rasakan tarikan otot meregang.SENI TARI131 1. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh.

SENI TARI132 3. Otot dapat berkontraksi secara cepat. 18. Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai. Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan. Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. putar pinggang sesuai arah jarum jam. 16. 11. akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. selanjutnya kembali posisi semula. pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. Lari-lari di tempat. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. 7. Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. Meregang otot lutut. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. tahan pinggul sehingga nampak elastis. Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. 13. Gerakan ulang. Posisi kembali semula. Kedua lutut lurus. 12. Latihan gerakan kepala. Secara bergantian. 6. tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. Latihan pinggang. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. tarik ke belakang diikuti badan (putar). dan mampu merespons gerak secara reflektif. 5. 9. Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit. • Posisi dan gerakan sama. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. sambil mengayunkan tangan. Berjalan di tempat. gerakan putaran sebaliknya. lalu kedua tangan tarik ke atas. 14. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. Tangan di depan memegang mulut. Ayunan ke dua tangan ke samping. 10. tangan kanan ke bawah. 8. tarik leher ke kanan dan ke kiri. 3.

SENI TARI133 4. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana. Putar-jonkok. penghayatan dengan memakai property. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lompatan. Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat. keindahan gerak. Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh. dinamika gerak. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Ayunan tangan.71 berdiri jinjit. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. putaran. Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. variasi untuk membantu penghayatan.

dengan pinggul lakukan kengser. lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak. ulang!. tangan ke atas berlawanan dengan kaki . badan membungkuk. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. sila. Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. tangan bertumpu di lantai. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Lakukan gerakan kaki maju ke depan. pinggul.SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang. Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut. Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. Lakukan beberapa kali gerakan ini. Gerakan otot paha. dan lain lagi. Goyang Plastik. goyang pantat). Gerakan Sit UP.72 berdiri santai. Posisi kaki terbuka dan merendah. dan simpuh badan ditopang ke dua kaki. lenggang. Gerakan pinggng otot kaki regang. Laian. Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . beberapa kali gerakan. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. ke belakang. pantat. Gerakan kaki semacam Balet.

.. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb... Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada.. 2.. Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya .. 4....SENI TARI135 1. Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian. 3. Tarik nafas perut. 2..aaaaach. tahan 4 detik. kaki belakang berjingkat tangan di pinggang..73 Duduk santai.. Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan.... perpindahan formasi. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ... Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas. Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan.... dan rasa kepercayaan diri.

. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. hembuskan nafas. punggung di regangkan. 4.74 berdiri santai. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. 2. bimbang. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. Seluruh otot tanganotot bahu. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut. Hirup nafas perlahan melalui hidung. Tahan 10-12 menit. tahan. dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan. tahan nafas. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk. lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. perlahan-lahan kepala menengadah. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. 5. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada.SENI TARI136 1. sikap dipertahankan. Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik. 3. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik. Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm. jarak pandang lurus ke depan. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping.

Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti. Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. 5. 6. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan. Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi. maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. (Hal 24 dan 75). Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. 3. daerah perut.75 berjalan sambil melayang santai. disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI137 1. dan alat disesuaikan dengan keinginan kita. kontraksi pada kaki. Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan. Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak. 2. 4.

Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal. • Menurunkan suhu tubuh. dan lambat.SENI TARI138 3.. • Mengurangi ketegangan. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .76 duduk santai. Pendinginan 3. • Latihan penutup. Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula. Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot. berdiri jongkok.

wiraga. • Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. busungkan dada. wirasa. • Pilih musik etnik yang kamu suka. • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks. • Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. sehingga kondisi dapat segar kembali. • Gerakan pelan agak lembut. relaks. Ayunkan tangan. wirama. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. berpasangan. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kembalikan tubuh ke posisi awal. • Latihan dilakukan secara individu. • Berdiri perlahan-lahan. • Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan. • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak.

lingkaran. tangan bertolak pinggang.SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian.

SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. Badan berdiri tegak. Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad. tangan bertolak pinggang. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Badan berdiri tegak. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. tangan bertolak pinggang. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan.

tangan melebar ke samping kanan/kiri. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha.SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh. Badan berdiri tegak. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. tangan bertolak pinggang. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. Badan berdiri tegak.

Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan ini dilakukan secara bergantian.ke kiri. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas.SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak. tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas.

ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. dan sebelah lainnya diluruskan. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada.SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. Posisi badan rendah ke samping. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik. Posisi badan tempat merendah ke arah samping. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Posisi badan terbuka merendah. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. Dengan itu saling berhadapan.ke kiri. Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian..

sebelah tangan lainnya luus. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal. kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri. Badan berdiri tegak. Atur posisi badan merendah ke samping kanan. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. Pandangan ke arah depan. pandangan lurus ke depan. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. Posisi badan merendah ke depan. Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dengan saling membelakangi.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. Kedua tangan lurus ke depan. Gerakan ini dilakukan bergantian. Posisi badan sedikit membungkuk. tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan.

Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. Arah hadap ke depan. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah. selanjutnya melompat setingguitingginya. kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan. kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal. Posisi badan tidur lurus. badan berguling sehingga terlentang.SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Atur sikap posisi badan membungkuk. Posisi badan membongkok. tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan kanan lurus dialgonal. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna. Posisi badan menunduk. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. arah hadap muka searah dengan tangan. kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah. kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga. Posisi berdiri satu kaki.

Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus.SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. sehingga badan lurus dengan kaki kanan. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak. sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan. badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. ke dua kaki melebar. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Posisi berdiri satu kaki. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah..

Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh. Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus. kaki. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Posisi dan sikap badan tegak. dan pinggul. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri. tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak. Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. kaki lainnya melipat ke arah pinggang. Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2.40.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada. atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun. Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. Uraian geraknya adalah lari perlahan. sehingga tidak banyak beban yang diambil. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang.

rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping. Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan. Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan.

sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah. Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping. memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan. lurus ke atas. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik.5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI152 seimbang. Gambar Tabel 2. Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah.

Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. Hal ini disebut akulturasi.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. keprak. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat. nyempurit. Pada tari-tarian manca daerah. dan badan. yang tertuang pada sikap tubuh. ngepel. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. kaki. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa. dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut. akordion. terbang/rebana. pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia. kenthong.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. dan masih banyak lagi. Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing. ngruji. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. Pengaruh tersebut sa. Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tetapi pada sisi lain. gitar.

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. dancescrip. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan. peran seni drama sangat menonjol. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. dialog. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan. cuplikan inti ceritera. bentuk sastra. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. ide penggarapan tari. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya. Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari.SENI TARI163 peran. Oleh sebab itu. Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar.

Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. proses inisiasi (pemotongan gigi). karena akan berburu. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. keberuntungan panen. • Instrumen sangat sederhana. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik. terdiri dari tifa. sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . perkawinan. pesta kelahiran. bahkan tanpa memperhatian dinamika. Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. bertujuan untuk kehendak tertentu. Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama. . berupa hentakan kaki. dan sebagainya. tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan. Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap. misalnya : menirukan gerak binatang. Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1.SENI TARI164 B. Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana. • Tata rias masih sederhana.

tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati.1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3. musik.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral. 3. keunikan tari primitif walaupun gerak. dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur.

3.3 dan 3.5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama. 3. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun.6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3.SENI TARI166 2. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku. Tari Baladewa Kresna (Surakarta). Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Bedoyo (Yogya-Surakarta). 3.4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Gambyong (Jateng0.3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3.4 Tari Gambyong (Gb. Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali).

7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb.9 Bersih Desa Gb. 3. tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur).10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi). Sumber Koleksi Pribadi Gb 3. 3. Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng).8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. 3. tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur).SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional. TMII Jkt Gb.

12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat. 2. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat. berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar.SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. menjadi warisan budaya secara turuntemurun. Tari Lengger (dari Banyumas). Tari daerah setempat di lingkungan kita. dan tari klasik. sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya. Tari Gandrung (dari Banyuwangi). tari rakyat. Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. Tari Tayuban (dari Jawa Tengah). Konsep koreografi sederhana. Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum. menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada. Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat). Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb.1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. 3.

SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini. 3. 3. 3.17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3.14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah. 3. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat).21 Tari Manikam Gb. Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi.20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi . 3.SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB. Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama. Yogyakarta). Tari Legong (Bali). 3. Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang.22 Dogdog Lojor 2.

Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta).SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut.23-3. 3.24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb. 3.25 Tari Legong Gb. Tari Legong Kraton (Bali). Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan. 3.26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. konsep tersebut banyak mengalami kendala. Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong). 3.SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok. Contoh bentuk Wayang Orang. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta. Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa. Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog. Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo.27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium.

Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb. dan sebagainya).31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .28. Sumber Koleksi Internet Gb 3. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong. 3.29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku. Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim). 3.30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI173 3. Tari Wira Pertiwi. namun secara konseptual tetap mempunyai aturan. Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti). Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni.

32-3.3.35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.36-3.34-3.SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

3.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb.40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya. Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah. 3.SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit.i Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. 2. Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal. Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4. mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian). Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta.SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. 1. pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta. kita bahas bersama. Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1. Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5. beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. 3.

Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). 1. tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara. Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. 3. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif.SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan. biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat. Pada masyarakat tertentu. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara. memelihara/berlatar belakang agama Hindu. Tari 3. Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Pada daerah tertentu di Indonesia. salah satunya termasuk tari. tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak.45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta). sarana memuja dewa (keagamaan).

3. 3.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat. 3. Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat. Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini.49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.47 Tari Janra UPeuteh Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .46 Tari Nyak Puan 2. Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.

Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut. 3. 3.51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b. 3. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan. kelahiran.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . potong rambut. Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa. Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan.SENI TARI179 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin. penyambutan tamu agung. Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara. Oleh sebab itu. Kematian. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan. injak telur. Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu. Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang.

2. Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Jurusan tari Gb. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. 3. Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. 3. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. 3. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. Gerak tari ini dilakukan berpasangan. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. dan masyarakat secara umum. mengikuti selera kaum muda dan mudi. Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang. Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1. Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. Oleh sebab itu. 4. bersih desa.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut.

60. 3.Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso. Tari Serampang Dua Belas. Tari Joget.56-3.59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb.3. Tari Gandrung. Tari Tayub dll.58 .57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.. 3.

Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta). TIMTI Gb. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim). Sumber Koleksi Anj. Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton. Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa. Tari Topeng Gong. Tari Buncis (Banyumas).62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal. dan tari. 3.SENI TARI182 5. Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. Jenis Ebeg. musik teater.63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi. sehingga kesan teatrikal nampak. Selain kesenian Betawi. Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas. Ludrug. Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi. Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini. yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. 3.

biasanya mengadakan pertunjukan kesenian. 2. 1. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. 4.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai. 2. karena tarian rakyat. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. Memohon keselamatan. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya. 3. 4. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama. 3. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. perlindungan. 62 C. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . PERKEMBANGAN TARI 1. TARI REKREASI 1. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat. sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. 5.SENI TARI183 Gb. Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya.

65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan musik iringannya sangat sederhana. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang. Kostum tari sangat mencolok warnanya. asesoris. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok.SENI TARI184 2. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.64 Tari DolAlaK i 1. 3. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak. Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. 2.

3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2. dengan standar tari yang tinggi. Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja. karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai. pendekatan koreografis bertema kontemporer. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik. Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik. 3. Sumber Internet Gb.SENI TARI185 3. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku. Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik.

karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3.SENI TARI186 4. 3. 4. Awal tari modern . Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2. Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer. Modern Dance 1. Selain itu menghindari pada penekanan teknik. Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb.67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3.68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI187 5. 4. Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. 5. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb. terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler). dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya. tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen. 3. dramatikal. Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet. Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan musik iringan. 2. Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa. Tari Musik Panggung/Opera 1. Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ.

Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia. 2. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang. Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5. 3. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3. 4. 7. Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. 3.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis.SENI TARI188 6.

dan Tari Klasik/Istana. Lihat dan amati. Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi. Oleh sebab itu. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. Tari Musik Panggung atau Opera. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas. Tari Sosial/Pergaulan. Pada masing-masing bentuk tari di atas. ruang. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer. dan Tari Teatrikal/Pertunjukan.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. Tari Modern Dance. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Pendidikan. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang. Selanjutnya. Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. RANGKUMAN Pada hakikatnya. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya. Tari Rakyat. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. dan waktu. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. maupun seniman selaras dengan irama atau musik. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. Tari Rakyat. tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. Tari Balet. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. penari. selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi.

SENI TARI190 Tugas: 1. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk.bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. D. baik elektronik maupun non-elektronik. termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian. kita harus ingat dan memahami. Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa. Tetapi para siswa dan guru. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian. penuh vitalitas. 3. khayalan. cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas. 2. Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan.

3) Pengertian. 1) Persepsi. 4) Analisa. 6) Apresiasi. jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini.SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya. 2) Pengetahuan. 5) Penilaian. 2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis.

SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Aceh dan Sumatra Utara. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Angguk. Tari Kain. musik iringan. Tari Nontradisional. peran-fungsi tari. Tari Manduda. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Kental imbas pengaruh Melayu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pendukung tari meliputi kostum. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan. Tari Tari Barampek. Tari Cikecur. tari Terang Bulan. Tari Karambik dll. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi. Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari. Tari Buyut Managan Sihala. Tari Kapri. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. dan perkembangan Tari Tradisional. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. Tari Andung-andung. tata teknik pentas. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Upacara. Tari Baina. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Tari Tononiha. Tari Baluse. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Tari Pisu Suri.

Tari Landak Sampot. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Apeut.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok. Tari Bines. Tari Labehati. Tari Anyung. Tari Cincang Nangka. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb. Contoh Tari adalah Tari Ngelajau. Tari Asuk. gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki.72 Tari Ngelajau Gb. Tari Dampeng. 3.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD).Tari Bak Saman.Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. 3. Tari Kederen. alunan gerak dengan alur-rentang sempit. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Ranu Labuhan. Tari Cuwek. Tari Lanieu.. Bungong Sie Yung-yung. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan. Bengkulu. Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. Riau. Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton.SENI TARI194 Sumatra Barat. Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Jambi. Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut. Oleh sebab itu. Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan. Sumatra Selatan. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum. Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya. Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain. Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari.

tari Payung. tari Lilin. 3. Tari Kain. tari Rambai. contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Karambik. Tari Ampun Mende.SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring.74 .Rancak di Nan Jombang.

3..77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. ( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Keris. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita. tari Kain. Tari Ambong. tari Bidadari.75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb.76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun. tari Massal Kijjai. tari Kikuk. tari Joget Lambak. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri. 3. Tari Lambak. tari Persembahan tari Joget. tari Sekapur Sirih. tari Gandai.SENI TARI196 Riau: tari Japin. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). 3. Tari Catuk. Tari Zapin.

tari Depan Tulang Belut. 3. Tari Kain.Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. tari Mandi Taman. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. maka tari ini berbentuk tari sosial.78. tari Sauh. tari Kelit Lang. tari Kipas Perentah. tari Gunjing. tari Kepak Balam dll. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . .Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk.SENI TARI197 Jambi. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi).

tari Burung Putih. Tari Badalung.SENI TARI198 Sumatera Selatan. tari Tabur.80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3.79.dan 3. Tari Bebe. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).Tari Andun. tari Temu. Tari Bayang Sangik.. tari Melimbang. Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). tari Badaek. tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan).

Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Arus. Sumber Koleksi DepBudP Gb. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. tari Lepas. Tari Bebe. Posisi geografis sangat menguntungkan. tari Batin. tari Melinting. 3.SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. Ayunan Tangan.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari.

Tari Ronggeng. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Gong. Tari Topeng . Tari Ngarojeng.83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. 3. Tari Tayub(Nayub).SENI TARI200 Jakarta. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Topeng Gong. Tari Blenggo. topeng Cantik.84.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta Topeng Angga. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. 3.

Tari Kembang Puray. Tari Ketuk Tilu. Tari Capang.86 . Tari Longser.88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Topeng. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Candra dewi. Tari Kandagan.SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Tari Keurseus.87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Tari Merak. Tari Keris. Tari Doger. . 3.dan 3. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Dewi.

Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. tari Golek Lima. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu.89 A. 3. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang.SENI TARI202 YOGYAKARTA. Pergelaran di Pendopo. tari Bedhoyo. dll. tari Srimpi.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Tari Karonsih.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Menak Koncar. Tari Bondoboyo.91Tari Warak Dugder Jawa Timur. Tari NgRemo. berperan seperti tledek atau Ledek.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Bondoyudo. Tari Srimpi 5. Tari Surenglaga.93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Anoman Kataksini. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita. 3. tari Jejer. tari Bapong. 3. Tari Menak Jinggo Dayun. tari Topeng (Madura).Tari Panji. tari Golek.SENI TARI203 Jawa Tengah.. Tari Lawung. Tari Saptoretno. Tari Atandak.Tari Retnosari. 3. Tari Embat-embat. tari Rantoyo. Tari Srimpi 9. tari Bondan. pertunjukan secara berkeliling. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Kridohumangsah. 3.

tari Padoa. Tari Badong.dan 3. Tari Bial Tojong. tari Likurai. Tari Kebyar. Tari Barong. Tari Kecak.96 . Tari Pendet. Tari Ana Keka. Tari Bidu. Tari Dag. Tari Amiles Siku. Tari Andir Legong Keraton. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. tari Legong. Tari Deda Lolon. Tari Bajra.97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Elilola. tari Danding.SENI TARI204 Bali. Tari Ampok-ampok. Tari Cawan. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Janger. Tari Kabana. 3. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Rangde. Tari Dio doe. Tari Arja.95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur. 3. Tari Cak. Tari Barong. Tari Basur. tari Lenda Nusa Malole. Tari Ende. Tari Kadhi Sago Alu. tari Soka Papak. tari Kecak. tari Carana.94 dan 3.

3. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama.SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj. 3. Tari Maengket. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. tari Kebesaran.100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt. tari Turutenden. dilakukan kelompok gadis. TMII Jkt Gb.98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb.98 A dan 3. Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi.99 dan 3.

Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kitanan. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Ana Tete. serta penobatan putri masa akil balig.SENI TARI206 Sulawesi Tengah. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. 3. Tari Banggai.

104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat. 3. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya.103 dan 3.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

3. Tari Lumanse. tari Lumunse. Tari Moana. Tari Dero. Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. tari Linda. Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. tari Dinggu. Tari Morengku.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara. tari Mombesara. Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari. Tari Modero. Tari Moese. Tari Motaro dll. Tari Katumbu. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng.105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Kancara. Tari Modelusi. gadis akil balig harus menarikan tari ini.Tari Moleba. kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya. Tari Morasa. Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Salonde. Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Mangaro.

Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. Tari Mappacci. Tari Tano Doang). Tari Mak Bandong. 3. Tari Mangandak. Tari Mak Jekne-jekne. Tari Maklatu Kopi. tari Pagalung. 3. Tari Maluyya. Tari Daok Bulang. tari Denggo. Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau. Tari Lule.107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Bisaro. Tari Kondo Bulang. Tari Alu-alu. Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. Tari Makrencong-rencong.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Manganeng. tari Pettenung. tari Moseng. Tari Mangayo. Tari Losa-losa. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu. tari Padudupa. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Malemmo. 3. Tari datu Museng. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. Tari Dumono. Tari Alusu. Tari Cip Cip Po.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. Tari Mak Randing. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. dilakukan oleh penari Putri dan. tari Pasuloni. tari Mananeng.

Tari Bejo Ujo. tari Tandasambas.Tari Anggo. Tari Datun dll. Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya.SENI TARI210 Kalimantan Timur. Tari Burung Enggang. Tari Bekuku. Tari Belahong. Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana. 3110 dan 3. tari Amboga. oleh 4 wanita. tari Perang. tari Totokng. 1 orang lelaki(pawang). 3.111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Hudok. tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir. Tari Belaong. tarsaku Ayu. Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Gantar. ditarikan pada masa paceklik. tari Sirang. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Baksa (Ajaran.112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Bogam. 3. tari Japin Sigan. tari Gandut. tari Mantang. Tameng. tari Topeng Panji. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan.113 dan 3.Tumbak). 3. tari Balian Bukit.

3. Tari Balian Bawo. Tari Maru Putih.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. Tari Karaenta. Tari Kinyah Danum. Tari Banggai. Tari Bukung. tari Kinyah Bawi. tari Kinyah Pampulu. TMII Gb. Tari Dodobol. 3.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj. Tari Kangkurung. tari Lenso. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb. tari Manjuluk Sipa. Tari Tambung. Tari Denge-denge. tari Mutiara. 31. 3. Tari Bahala. Tari Dendang Dilale. Tari Mabileose.116 Tari Giring-giring Maluku. Tari Kanjan. tari Boleong Dadah. Tari Badeder. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. tari Mandau Talawang dan Kapuas.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. Tari Caka Lele.

Tari Det Pok Mbui. Tari Meto. tari Dombe. 3.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya.121 dan 3.SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.119 dan 3. 3. Tari Aniri. Tari Kampu. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Etol. tari Wor.TariMbis Pok Mbui.. Tari Aluyen. Tari Yospan. Tari Mooni.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Dow mamun. Tari Meitoro Meisawe. Tari Ndi. Tari Aya Nende.

3.125 dan 3.123 dan 3. 3.126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia. Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. kemudian uraikan berdasar pendapat kalian. penyajiannya cukup unik. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya. Coba kalian jelaskan tentang irama.SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. gerak. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). pola garapan. Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya. misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah). Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. bentuk gerak. tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. penyajian dan perkembangan yang dimilikinya. tari karya Gusmiati Suid (Padang). dsb. penyajian. . iringan tarinya. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. upacara pengantin. pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan. serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik. untuk penghormatan tamu agung. Analisalah tari-tari yang kalian amati. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya. rias-busana. Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya.

7) Ide pijakan gerak. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. 5) Waktu dan tempat pertunjukan. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. 11) Properti. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. 14) Tata cahaya atau lighting. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. 3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. coba jelaskan latar belakang. 2) Nama dan asal koreografer. Tari Upacara. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. 10) Tata rias dan busana. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. Tari Pergaulan/Sosial. 13) Pola lantai. peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang. Tari Nontradisional. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. Latihan 1. Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia. fungsi-peran atau tujuan tari. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. 9) Musik iringan tari. 12) Setting atau stage. Tari Teatrikal secara seksama. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut.

kreasi dan moderen). Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari. mahasiswa. Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan. karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya. Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi. menganalisis. karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . guru. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. guru.

1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3.

pemahaman. Dalam seni tari. adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. Pada hakikatnya. serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek. alasan dimana wiraga. merupakan keindaha yang semu sifatnya. Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita. yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya.SENI TARI219 E. Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. wirasa. garis dan warna (rupa). Namun demikian. kepekaan. 113). Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni. dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama. Oleh karena itu. Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. nada(musik). NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. tanpa intrik. Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera.

lucu. taati dalam melakukan gerak. dan ungkapan gerak (marah. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. gendhing. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. peran. tempo. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penari mampu menghayati gerak. dan sebagainya). dan instrumen menjadi penguasaan penari. Gendhing: Kriteria pemahaman musik. tenang. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. berkesinambungan. Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3. sedih. Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. Irama: Kriteria mengatur kecepatan. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. ketentuan gerakan tari. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak. dihafal. Penari harus mampu mengendalikan gerak.

Tari Surakarta. Sengguh. Greget. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. Tari Jawa Timur. jenis gerak yang dilakukan. Tari Jawa Yogyakarta. Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia. peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. GREGET: Daya kekuatan emosi. kontrol gerak. Sulawesi. kedalaman isi karakter. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Walaupun terkesan terlambat. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan.3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak. ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. Pada Joged Mataram.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. Bali. pengendalian diri sexcara maksimal. serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. Kedalaman penghayatan gerak. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan. Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. dan Tari Sumatra Barat. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. Sulawesi. masalah Sawiji.

serta penghayatan prima terhadap karakter. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. wirama.SENI TARI222 Dalam tari tradisional. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya. Bagan 3. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. gerak yang dilakukan. dan suasana tari. Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. baik hubungan dengan gerak dan musiknya. ikatan wiraga. dramatik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran. dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari. penghayatan gerak serta olah rasa.4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik.

menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang. 1. Rudolf Laban. Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja. Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah. Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi. Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. Jecquiline Smith. hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari. Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ. Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A. Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery.

Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin. • Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak. sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang. Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan.SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan. menyerap. Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. Merasakan • Belajar melihat. masukkan ke kapasitas ingatan. • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan. dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop). tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru.

1. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. gerakan mengayun. dan wiraga. dan kedudukan dari suatu benda. tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari. Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. posisi. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. mengalir. dan tekanan. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. bergetar. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan. Laban. Dalam kaitan dengan tari. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi.SENI TARI 224 B. kedudukan. ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa. La Merry. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. wirama. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. Bentuk. lebar dan volume. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. Format gerak berhubungan perubahan sikap. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. format. kualitas. ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. Gerak terdiri dari tenaga. dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan. gerak merupakan unsur yang penting. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk.

bentuk. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi. mengayun. Motif. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya. kekuatan dan jangkauan gerak. bentuk. Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. Oleh sebab itu. serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. dan patah-patah. 2. Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. Para siswa sekalian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kendur. konstruksi. Masalah tempo atau ritme. mengalir. patah-patah. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. jenis. Jenis musik yang teratur disebut ritme. Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya.

Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar.SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan. merangka. dan alunan suara secara tepat dan benar. Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . klimaks. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. tekanan. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. ritmik. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus. dinamika. dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. hegenitas. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional. Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. dan menata melodi. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis. mendalam. perkembangan. serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. Di sisi lain. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis.

4.4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . piano. Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan. Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda). 4. organ.2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4. dan lain-lain.4.1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat. drum. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.3 .

kaki. zigzag. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. angka delapan dan sebagainya. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. kepala. sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. geser ke kanan-kiri. lari cepat. Gerakan jalan. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. segi empat. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga. garis lengkung dapat berwujud ular. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. huruf V. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. lurus. ke belakang. Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). spiral.SENI TARI 228 3. Garis menyudut atau diagonal. dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis. Pola garis lurus dapat dibuat ke depan. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan. Di sisi lain. lengkung. huruf T. tari Hula-hula dari Hawai. lingkaran. tubuh. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri. dan posisi penari pada saat diam. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang gerak. dan ke samping atau serong. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan.

Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. secara rinci dapat disebut yakni. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. Desain Datar. a. serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan. melayang sesaat di udara. Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala. Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton. Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. merentangkan ke dua tangan ke atas.SENI TARI 229 4. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . melompat. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. kepala ditengadahkan. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi. Badan dan postur penari tanpa perspektif.

pasrah. kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. i.SENI TARI 230 b. Sebagian anggota gerak tubuh. Desain ini tidak menggunakan desain kontras. e. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. tenang. kesan yang ada nampak tercurah. desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. dan lebih dalam lagi kurang berdaya.. dan bersahaja. menyerah. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. dan serong. lembut. Desain ini memiliki kesan kuat. Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. Desain Dalam. Desain Horison. Ke depan. Desain Lengkung. g. Desain memiliki kesan tenang. Desan Vertikal. dan tidak menuju ujung garis. Desain Murni. Kesan yang ada nampak egosentris. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. Desain Statis. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. penuh energi. kokoh. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. Dsain ini menarik. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari. Kesan yang nampak halus. dan umpan balik yang terkesan dangkal. c. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . d. kepala. kejujuran. Desain lurus. Kesan yang dimiliki adalah sederhana. f. lembut. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari. desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. h. Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan. Kesan desain ini nampak teratur. tungkai.

Desain bersudut. Desain Medium. pangkal paha. Desain Rendah. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. lutut. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. Desain Tinggi. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. lingkaran-lingkaran puting beliung. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam. desain berada pada desain atas dan bawah. Desain Lanjutan. m. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . n. Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur. p. apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah. o. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan.SENI TARI 231 j. pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. k. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. pangkal lengan. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup. Desain Terlukis. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. Apabila kurang hati-hati. l. desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. Desain Spiral.

Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. Contoh memarahi orang. Desain Asimetris. Tangan kanan tolak pinggang. 5. s. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan.SENI TARI 232 diwujudkan. tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan. Lengan kanan lurus ke samping kanan. sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya. Desain ini menarik dan dinamis. lengan kiri lurus ke samping kiri. q. Desain ini memiliki kesan kokoh. rambut. Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap. Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama. Apabila koreografi digarap secara professional. maka tangan kiri juga tolak pinggang. r. Kesan kurang kokoh. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. Desain Simetris. Desain Tertunda. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. tangan kiri bertolak pinggang. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. tenang. seorang memiliki badan yang bagus. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. Contoh lain.

Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal. Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan.SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. Di sisi lain. biasanya sering diingat olah banyak orang. Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja. pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. Perjalanan naik agak lambat. Oleh sebab itu. Dramatik terdiri dua tahap. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan. Selanjutnya. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal. harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan. Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal.SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama. Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. terjadi hanya satu klimaks saja. Lengkapnya garapan. terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks.

Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. Dalam tari-tarian wilayah timur. Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. tekanan atau aksen. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. Di sisi lain. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. kepala.SENI TARI 235 6. Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. dibutuhkan dinamika. dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. kualitas gerak. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama. cepat-kuat-bertenaga. Di Spanyol. torso bagian atas. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan. Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan.

Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. Makin lama keras disebut Forte. sedang. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. misalnya lewat pengaturan level. dan sebagainya. Dinamika lembut. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. pergantian tempo. Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan. masalah musik. Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. dan tekanan dari lemah ke kuat. Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. keras ke lembut. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas. tenang. Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Masalah gerak. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif.

Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri. Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. menarik. Dengan demikian. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak. teliti. formasi. tidak membosankan. bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama. kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. 7. depan dan belakang. Oleh sebab itu. tergarap secara baik. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila terjadi sebaliknya. Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. atas dan bawah. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok.

serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian. berurutan. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi. posisi suatu kedudukan. arah tujuan. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau. Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu. . Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak. dengan motif gerak yang sama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga. bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah. kurang pengolahan teknik desain. Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda. hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. antara urutan satu penari dengan penari lainnya. Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. Sehingga.

dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif. Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate. Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. mempesona. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. dan mewujudkan impian keindahan garapannya. cannon. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah. dinamis.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas. kredibel. Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional. sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi.

dan konstruksi koreografi. rangkaian kalimat gerak. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak.SENI TARI 240 8. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema. • Dapatkan tema ditarikan. Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab. improvisasi gerak dan penataan gerak. Dengan demikian. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. tempat. Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. Dengan perkataan lain. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak. busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. instruktur atau tenaga ahli koreografi.

pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan. melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari. yang ada dalam garapan koreografi. Tema orisinil ditarikan lebih baik. pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton. Apabila tema menjadi bukan orisinil. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari. 4. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi. 9. Sehingga. Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu. Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari. 4. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. dan bentuk tarian untuk upacara tertentu.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya. Pilihan tema yang demikian harus dihindari. Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. upacara adat. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb.

Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi).9 Trunajaya (Bali). Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut. Fantasi (Bali) Gambar 4.5-4.) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. 4. Gruda (Bali). 4.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau).10 Sangkrae(KalTeng).7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. Gb.8 Kostum Gruda.

12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4.SENI TARI 243 Gb. Pendet dan Lojor (Karakteri).14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung). 4.11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter.17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.15 dan 4. Gb. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut. 4. 4. Gb. Gb.SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.

tinggi 20 cm. segi delapan. bujur sangkar. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. berkualitas. Bentuk dan format trap bermacam-macam. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. 40 cm. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung. Hal ini apabila terjadi. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya.SENI TARI 245 10. Ada yang berbentuk segi empat panjang. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna. Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. di bawah standar panggung. Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas. kesan koreografi akan lebih mendalam. ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. segi enam.

mandau. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. dan asas pakai properti secara baik dan benar. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. piring. piring. cundrik. Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. keris. kipas. Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. padat. tombak. Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur). payung. Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. tongkat. panah dan masih banyak lagi. selendang. payung. Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. rebana. Pada sisi lain. bola. fungsi. Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. memenuhi standar properti.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pedang. kipas. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. dan memenuhi kualitas penggunaannya. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. kendang. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok.

22 dan 4. 4.SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.20 dan 4. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi.18 dan 4.22 Tari Manyong Gb. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. 4. Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung.23 Tari Manyong Gambar 4. 4.21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung.

halaman pura. pemanggungan (staging). Peralatan dalam bentuk lain. profesional. Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. properti panggung menjadi alternatifnya. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. serta bangsal sebagai tempat pergelarannya. karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka. spektakuler. Untuk menempatkan wahana replika. Dalam pengembangan. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya.SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. replika panggung yang dibutuhkan. Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal. pendopo. sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa. Oleh sebab itu. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. selanjutnya. memenuhi harapan koreografer dan penonton. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan. Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. Pada penerapannya. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum.

Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional. dan besi beton. Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo. Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk. Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Gb.4. Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional).SENI TARI 249 atas. Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas. Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu. tiang. Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal). Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang).24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage. Di bawah ini contoh pendopo yakni.

4.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4.25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut. Gb. Gb.

27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda. Gb. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola. Atau dengan perkataan lain.4. penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola. Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . terbuka.SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian. Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka. Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas.

29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis. tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . . 4.4. Gb.SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb.28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. tangga berundak. kebersamaan panggung.

Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional. menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan. penguatan adegan. penciptaan suasana. dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan. kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung.2. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. Hal ini menjadi masalah yang beragam. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang. kualitas pencahayaan. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 253 1. serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang.

Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. penghayatan. Begitu pula sebaiiknya. Kualitas pencahayaan sangat penting. dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. kuning. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. musik iringan sendu. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih. Perlu diingat. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lampu yang temaram. lirih. pemeranan. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. dan menyayat. dalam situasi perang.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru. Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. merah. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. dan general. semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak. Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat.

dan kurang mencapai tujuan koreografis. dan efek koreografi yang diharapkan. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai. Oleh sebab itu. koreografi semakin hidup. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. Efek pencahayaan dapat merugikan. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan. Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. kurang memenuhi harapan. serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. adegan kuang sempurna. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. penciptaan suasana. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. Oleh karena itu. dramatis. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. ekspresi yang dilakukan. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan.

Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. susunan koreografer.SENI TARI 256 12. Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik. perkembangan. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan. Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. pilihan cerita. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan. Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di sisi lain. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. pilihan asal tarian. memenuhi syarat. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala.

KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari. Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing. dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih. mempunyai tujuan. akhir. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh.SENI TARI 257 C. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. Oleh sebab itu. Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik. Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini. siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). Dengan cara demikian di atas. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi.

Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak. tema.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. dan mengembangkan secara tepat dan benar. Masalah pengembangan ide. menggerakan. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan. mengembangkan gerak secara teratur. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan. dan merespon. dan kekuatan kreatif. Di sisi lain. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. dicari. Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. imajinasi. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. irama. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. berimajinasi. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. merasakan. wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. 1. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. isi laut. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri. Wujud tampak dapat berupa gerak. tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. Dengan demikian.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi. elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hubungan sosial. 1. Bagaimana anak harus bergerak.

kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi .30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan.32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan.4. 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri. di sini dituntut pematangan ide.31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar. mencari gerak untuk menemukenali diri.

SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb. irama. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi. 4. dinamika. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. mengolah tempo dan ritme.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu.33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. tenaga. level. seleksi dan mencipta daripada eksplorasi. tempo. raba. rasa. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. peran dan alat bantu. kepekaan bunyi.

37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb. 4.35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar.34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.4.4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Gb.36. 4. 4.37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak.36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. 4.SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.

39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. • Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk. • Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari.3 Forming (membentuk. mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 38-4.SENI TARI 262 1. 4.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi.

4.4. 4.41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.42) dan ruang pentas (4.SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb. 4.43). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerakan (gb.41) . 4.

• Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb.44-4. aktivitas. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. melahirkan penemuanpenemuan baru. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak.L Utami Munandar). gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. walaupun kadarnya berbeda-beda. akan tetapi perIu dipupuk. 4. ide-ide baru. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data.SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif.

Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari. di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang. gerak dan waktu. Oleh sebab itu. Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari. Cakupan teknik gerak.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang. dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari.47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari. gerak. kemampuan personal.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb. dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. 4. dan waktu.

dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah. 4.. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini. kadar.SENI TARI 266 3.49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split. 4. Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda.Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya. 4. Kreativitas perlu dipupuk. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.48-Gb. dan properti tari dalam bentuk gerakan.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb.

50-Gb. . dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak. properti. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit. dan pengolahan ruang. 4.50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak. gerak dan waktu.51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4. 4. 4. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.

Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian. Oleh sebab itu.SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. mempunyai kekuatan komunikatif. Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. gerak dan waktu. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. 4. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda. terampil. tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar. Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh. Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja. dan taktis.. Oleh sebab itu. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur.

dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. belok. beralih. menjalur. elemen tari. berlutut. mengambang tertahan. 3. ayunan bebas. simetris. 2. diam. ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. wujud ruang sudut. terputus dll. jumlah dan simetris. tinggi. loncat. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat. Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. 4. bergerak. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. imbang. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan. lurus. rata. 2. ujud badan. 3. aspek bentuk yaitu 1. silang. gerak isyarat. sedang. kanan. organ dalam tubuh. asimetris dll. 4. setengah lari. Untuk jelasnya. arah kiri. rentangan. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. pelan. tekanan. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. elemen komposisi. merentang dll. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat. diagonal. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. berpindah. berjalan. Level rendah.

dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan. cara. Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. lebih menempatkan kecirian individual. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode. dicacat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebeb itu. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari. kesan yang ditangkap pandangan penonton. Tari sebagai momentum pertunjukan. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas. dan didokumentasi. cepat terlupakan. dan teknik mengingat secara cepat.

Tubuh 3.Penyusunan Acara 1. Gerak 2. Komp. Tenaga 1.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Property 11. Dinamika 6. Ruang 4. Tema 9. Broken(Terpeca h) 4. Waktu 5. Union (Serempak) 2. Alternate(Selan g-seling) 5. Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4. Desain Atas 4. Disain Musik 8. Balance( Seimbang) 3. Rias Busana 10. Gerak Tari 2. Dramatik 5. Tata Lampu 13. Desain Lantai 3. Kelp 7. Tata Pentas 12.SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1.

Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni. ledek Blora. guru. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. penulis budaya. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. Secara umum dapat dijelaskan. Pada sesungguhnya. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. praktisi seni dan segolongannya. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. Selanjutnya. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba.SENI TARI 272 D. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata. hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. matang dan mendalam. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. Setidaknya. asumsi ini tidak benar semuanya. Di sisi lain. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti.

pelaku aktif (seniman. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perlu dicermati. (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide. Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu. Atik Sopandi berusaha mengungkap. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya). termasuk adalah karya tari. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati. • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran. alam. Perkembangannya. Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. (2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. keindahan adalah nilai estetis murni. Indah adalah suatu nilai. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan.SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. moral dan intelektual. Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Selanjutnya.

maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap. 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas. Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan. nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E. yang tersusun dari daya hidup. Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. keterampilan sebenar-sebenarnya. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. dengan melalui pengalaman. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. Dari uraian ini. penggambaran. akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya. • • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai.

Dari uraian tadi. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. atau pameran. emosi. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. Untuk itu. video. lisan maupun kliping. pergelaran mana yang dikunjungi. bagaimana aliran seninya. tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. menampilkan dan memandang suatu seni (rupa. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. studio seni. bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. namun mereka bebas berpikir dan bertindak. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. sejauh mana pengalaman individu. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. Dari beberapa kenyataan uraian di atas. dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman. Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual. bagaimana hubungan seni dengan keindahan. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. penghargaan dalam kepribadian individual. menyukai hal-hal rumit dan baru. emosi-emosi dan jiwa. Karena itu Anda juga mengetahui. atau kunjungan ke sanggar-sanggar. seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). menonton televisi. minuman tuak dan sabung ayam. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin.

Siswa menangani tugas-tugas dari guru. prinsip memerlukan estetika. karakteristik. Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas. imajinasi. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta.SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. bebas dan senang. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan. Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi. imajinasi rasa.R. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. Tari Gembira dll. seperti : rasa kepuasan. Berdasarkan hal tersebut. Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. 2. penonjolan arti keterampilan. emosi. Tari Blekdikdot. membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. Tari Kijang.I Maradawa. dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif. musik dan rupa). diinterprestasikan para seniman. Di lain pihak. Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. Jelaslah. maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. 3. Jadi penciptaan. siswa dapat menjadi paham. sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. Hal yang sama dalam konteks penampilan. akhirnya siswa dapat menjadi paham. guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. Bagaimana siswa menciptakan. Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. Di samping itu. siswa menyajikan. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik. Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif. perlu dilatih. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. kedisiplinan yang luas. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual. pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. kenal dengan ide. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari.SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran. memprogram persepsi dari kerja seni. Dalam konteks penampilan. dan ini dapat dibuat. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman.

mengulangi dalam waktu yang sama. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas. disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni. maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk . kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni. pameran dengan cara menonton melihat karya seni. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. Membuat ungkapan. • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni. penampilan.melalui suatu proses kreasi. Maka jelaslah disini. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas. balet dan daerah setempat. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh. group. abstrak. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. Lebih lanjut dalam laporan. Harus merencanakan untuk menggelar ide. tari rupa dengna bentuk kontemporer. serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. jazz. musik. anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.

ruang dan waktu secara kreatif. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. ruang. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. mencatat rencana dan hasil F. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. Dalam proses struktur tari. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak. Kesatuan aspek gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya.SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. kedudukan. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi. sikap. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1. dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. pengulangan. Hasil akhirnya koreografi membosankan. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. 2. Kebutuhan variasi gerak. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan. 3. gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan. Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri.

SENI TARI 280 4. penguatan kembali (reinforce). Oleh sebab itu. diakhiri dengan kesan yang mendalam. 6. Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu. gema ulang(reecho). Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. menmgingat kembali (recall). sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama. disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya. Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. 5. 8. Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan. Di sisi lain. Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak. pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 7. Gerakan tertentu terus berhenti.

SENI TARI 281 dramatik. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. 4. menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya. 2. mementaskan dan mengamatinya. menambah sana sini. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni. G. KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda. menghaluskannya. menghaluskan dan mengkombinasikannya 3. menyusun. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . meluaskan. 9. menyusun variasi. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi. mengambil intisari.

2. memillih aksi dan warna melalui usaha apapun. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi.SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya. obyek. Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya. Sesuatu studi itu murni. pola. patung. 3. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar.1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan. artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan. 3.2. tata ruang atau hubungan isi. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri.

ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu. dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain. tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan.2.SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat. wujud dan kapasitas aksi. Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak.2.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali. dinamis. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal. 3.2.4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya. 3. Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain.5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak. berat. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana.

Aspek waktu Rampak : rampak simultan. Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya. tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya. Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak. berikut pengembangan dan variasinya. Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan.SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort). Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri. baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan. saling mengisi secara simultan. dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif. Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya. kontras secara simultan. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Motif.

5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3.4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika.6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti. Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus. Bentuk Terner.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana. 3.SENI TARI 285 3. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya. gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut. • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter. Bentuk Rondo. 3. Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi).

• Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat . • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . desain dalamtertunda-datar. • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut. transisi. berimbang. 3.ke cepat. meliputi keserasian gerak. dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari. gerak mengalun ke gerak patah-patah. kostum. klimaks. level atas-medium-bawah. variasi. desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. gerak mengalunstakato. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan. kontras. pengembangan logis dan kesatuan. rias. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. musik. proporsi.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan. desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari.8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan. 3. • Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda.

Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. dan panggung belakang (down stage). mempunyai kekuatan komunikatif. Teknik. Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan. Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan. dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia. cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya. dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. dan seterusnya. melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage). panggung depan (up stage). GERAK KREATIF G. Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. waltz run. waltz run. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari.2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body. waltz balance. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. waltz balance. dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. dan shape secara variatif. ¾ run. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop. spce. ¾ run. step-hop. two-step. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. step-hop. slide. twostep. skip. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. waltz mazurka melalui landasan dasar body. spce. effort.SENI TARI 288 Untuk jelasnya. polka. effort. polka. skip. slide.

ke arah kiri. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. Khusus untuk anak-anak senang bergerak. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif. sedang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Langkah menunjukan arah. ke arah kanan. level sedang. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi. Ukuran terdiri dari ukuran besar. 1. fleksibel. ke arah atas. dan kecil. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik.SENI TARI 289 Pada sisi lain. ke arah belakang. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik. Level merupakan posisi atau kedudukan. bahasa tubuh. Arah biasanya menunjukan tujuan. koordinatif. dan level rendah. ruang umum. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif. Ruang dapat berupa ruang pribadi. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. dan ke arah bawah. ruang. Landasan tubuh. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak. volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. gerak.

panjang. spontan-terencana. Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. bagian yang dilaluinya.ringan. 5.tidak teratur. Dinamika Irama Motivasi 6. terpecah-satu konsentrasi 4. lunak. pendek. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak. bersama. tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. mengalir-patah-patah. Kualitas Kecepatan Lambat.kuat. berotot-tidak berotot. intensitas –pengendoran. Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi. tinggirendah • Bobot Berat. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut.SENI TARI 290 Hubungan di atas. Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu. di bawah. cepat. • Fokus Satu fokus. Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. di sekitar. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. melalui. keras-lembut.terikat. • Alur Bebas.banyak fokus. sedang.

Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya. Desain ruang pentas. Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan. Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. Dalam tari. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern. Dinamika • Dinamika. karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . agak tajam dengan sedikit tenaga. artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga. Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya.

gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. ritme emosional. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. 7. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. kelancaran kontrol. Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat. menggambar suasana-suasana emosional tertentu. identitas. estetika. unsur seni. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi. Gesture emosional. 8. Gestur • • • • • Gesture sosial. ketepatan. ritme dan dramatik. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. Gestur fungsional. Diantaranya ada ritme pernafasan. tidur. gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. massa. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi. menjahit) Gestur ritual. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. waktu.

estetika dan budaya di masa mendatang. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. Proses keterampilan kreativitas seni. menjabarkan. Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . latar belakang. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya. interpretasi dan evaluasi. dilihat dengan meningkatkan ketelitian. penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang.SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. dimana siswa mempersiapkan seni. dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. dilihat dari bentuk seni. bentuk karya seni tradisi yang telah ada. gaya ekspresi. G. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. teknik dan hasil. Bagaimanapun juga. hasil ciptaan sendiri. proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni. bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri.

Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa. siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video.pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat. merupakan sesuatu yang baru. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. Disamping itu. notasi. Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya. penonton. pameran atau melihat video dan gambargambar. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni. 3. Cara yang dipergunakan. diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. memerlukan observasi siswa. 2. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. menjabarkan. pengamat seni. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. membuat perbandingan. saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. siswa menonton tanpa bicara. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. juga dapat menambah wawasan kualitas. Pada tahap melihat. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut.SENI TARI 294 1.

dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi.SENI TARI 295 secara mendalam. melalui membaca. Dengan demikian. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. majalah sumber. seperti penampilan pada video. artikel. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern). komposisi. tentang karya seni. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi). memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. pameran dan pertunjukan Foto-foto. Karena di dalam mengenal hal tersebut. seniman dan latar belakangnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. pergi ke museum. beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini. membuat dan mempelajari karya seni. Lebih lanjut. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. 4. 5. wawasan seni dan budaya sejak awal. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat. proses belajar akan lebih efektif. biografi. bentuk seni sebagai hasil atau budaya. unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. berarti siswa dapat melihat perkembangannya. gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. video dari seniman yang tersedia Catatan seni.

SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan. STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan.

rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari. Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6. Dengan cara demikian di atas.1 Teknik. pengaturan laku. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi.3 6. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi).1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa. Tabel 4. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. penari mempunyai makna komunikatif. kelenturan da imitasi 6. keinginan si penata tari.4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah. penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk.2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud. 6. Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak. 6. Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton. konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. atau bentuk keseluruhan.

bentuk gerak pendukung ide. sensitivitas estetis. Dalam seni musik. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. Dengan demikian. atau laboratorium secara mandiri. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi. imajinasi. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai.SENI TARI 298 7. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. penetapan repertoar gerak. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. bengkel. kecakapan menguasai. dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . improvisasi. Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih. kekuatan kreatif. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif.

walaupun kadarnya berbeda-beda. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi.L Utami Munandar). ruang. aktivitas. melahirkan penemuanpenemuan baru. bodi. usaha. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. Apabila dicermati. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi. Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. usaha. Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. usaha. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban.SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur. kepekaan rasa gerak. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. ide-ide baru. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. komponen bodi. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. akan tetapi perIu dipupuk. dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif. Masalah intensitas. Dalam kaitan dengan masalah lain. 8. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. usaha.

SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. dan merespon. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu. cepatlambat. Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. level. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. peran dan alat Bantu. Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. tema. dinamika. tempo. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari. kepekaan bunyi. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. raba. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. laut. berimajinasi merasakan. tegang kendur. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. mengembangkan gerak secara teratur). mengolah tempo dan ritme. Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. irama. tenaga. irama. Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait. rasa. pengplahan ruang. cepat lambat secara koordinatif. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. dll. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. hubungan sosial. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak.

akan tetapi perlu dipupuk. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. 9. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari.SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari. walaupun kadarnya berbeda-beda. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar.materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk. mempunyai kekuatan komunikatif. melahirkan penemuan-penemuan baru. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya. Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. ide-ide baru. Pada halaman berikut selanjutnya. Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada . Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain.. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan.

komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Seleksi Gerak atau Forming. berimajinasi. merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika.SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. dan disusun secara estetis. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan. Oleh sebab itu. Memenuhi struktur. Di bidang seni tari. Improvisasi. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas. Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. ditata. bodi. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk. bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. menyusun.

Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2) dapatkah ditarikan. musik. Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah. dan sebagainya. improvisasi. psikologi. Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan. Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. H. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage). Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam. kostum. Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. drama.SENI TARI 303 eksplorasi. musik. • Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. upacara. 3) kesan bagi penonton. folklor. Gerak Simetris • Gerak sebangun. lighting. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. Gerakan berada pada ruang dan desainnya. sejarah. fantasi dan hasrat tertentu. legenda. literatur. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. kondisi-kondisi sosial. yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari. baik ruang maupun desainnya. agama.

Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya. 2. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). diolah dan digarap. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin.asal. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol. tumbuh. Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan.1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain. Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari.SENI TARI 304 1. Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir. Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan. 2. Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya. Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian.

tempurung. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. seperti bermain peran. Tema kehidupan sehari-hari. topeng. model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak).SENI TARI 305 doyong). pohon bergoyang.1991). Tema dengan menggunakan property. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. 3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. kentongan. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya. di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). dsb) o Tema logika matematika. Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran. mata pencaharian (nelayan. berkaiatan dengan perburuan. o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991). seperti bermain tali/pita. dsb. peranian. seperti gerak-gerak angin bertiup. air yang mengalir di sungai. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). payung. keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. 4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty. dsb. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit).

I. bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya. sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas. 1975:54). Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol.SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari. TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style.

Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah.

2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.

Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. belajar menari. Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari). Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai.SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. psikis dan intelektual. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari. Betawi. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. dan Bali. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan. Di dalam pengamatan. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya. Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. Sunda. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. Minang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jawa.

SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

penata panggung. improvisasi. Beberapa dekade yang telah dilewati. Dalam rangka penyajian. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. Berkenaan dengan koreografi kelompok. koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian. KOREOGRAFI 1. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. Secara harafiah. ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. Pengembangan aspek-aspek gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seperti telah disinggung di depan. Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989). penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. dan Seleksi atau Forming.SENI TARI 311 J. pemusik. Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari. penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok.

terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. ruang. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar. Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. penonton/lapangan kerja. tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Mempertimbangkan isi gerak. • Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok. Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. • Gagasan dibuat artistik. orisionalitas. pengalaman yang ada. tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas. • Mengerti tentang keadaan. kebutuhan. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. waktu. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. eksplorasi dan forming (komposisi). ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif. Selanjutnya.

1. berarti Anda termasuk berpikir. Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya. dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. berimajinasi untuk merasakan dan merespons. Di samping itu. Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak. pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin. tertutup. menerjemahkan tafsir gerak. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran. Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh. Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. Prosedur bergerak spontanitas. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak.SENI TARI 313 1.1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi. Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing.2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan). membayangkan ketakutan diri. dan mengekspresikan ketakutan yang dialami.

serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. keluwesan (fleksibilitas).3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh.menyampaikan kesan-kesan. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi. irama. 1. motivasi.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak. Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi. diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang. orisinalitas berpikir. maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. mengendalikan teknik gerak. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak. dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak. ide. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas. yang bergantung pada kematangan otot. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran.

tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. jazz.4 Proses. kualitas. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari. musik. Berarti. 1. pengulangan. Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah.SENI TARI 315 Memperkaya. analitis. dan ide. memperinci) suatu gagasan. Selanjutnya. imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan. balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide. dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan.

dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. kontrol.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari. estetika. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. kelancaran.unsur seni. • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait. menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut. ketepatan. seperti wiraga. wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak. menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya. yaitu : Kemampuan berpikir lancar.

Oleh sebab itu. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. model ungkapan ekspresi. Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik. Dalam pengembangan pendidikan. kemampuan dan keterampilan. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dilihat oleh orang lain. Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk.SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi. kemampuan membuat kombinasi gerak. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan. aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. K. Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima.

SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

kompetisi. Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya.SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif. pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali. Selanjutnya. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri. Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. Selebihnya. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan. buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum. Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. Sedikitnya. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan. summit art. masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival.

Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan. pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. dewasa. Di sisi lain. Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional. serta mampu menjawab tantangan masa. dan reservasinya. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. kurang ditangani secara profesional. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan. Di satu sisi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. pelestarian. Dengan demikian untuk tetap lestari.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. berwawasan prospek. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Hal ini harus disikapi lebih profesional. Kondisi ini patut kita perhatikan. dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif. para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar.

Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemauan. Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik.SENI TARI330 maju dan berkembang. transparan. tujuan. dan kooperatif. organisasi. Kemampuan. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar. mumpuni. dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. dan kemudian organisasi seni pertunjukan. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang. dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. disemangati bersama. dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif. hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama. KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. A.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. Sanggar Maya Pasundan. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. Di sini sebut saja Teater Koma. Lembaga Peduli Anak Nusantara. Para siswa.SENI TARI331 benar. Teater Tanah Air. sanggar tari. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater. Teater Mbeling. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehati. begitu juga sebaliknya. empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan. sertifikasi organisasi. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. Sanggar Sekapur Sirih. Sanggar Lukis Tino Sidin. Teater Utan Kayu. Sanggar Tari Cipta. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian. Selanjutnya. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup. tujuan. mereka menetapkan arah. Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan.

Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berkala. Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. inovatif. Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. teater Mbeling (Kuta Q). dan kreatif. berkerja sinergis. Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). Kelompok Musik Ungu. Sangar Teratai Putih (Ibu . Kelompok Lawak Srimulat. Kelompok Musik Peterpan. Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama.SENI TARI332 Barata. maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. Sanggar Argahari (Ibu Melly). dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. Ketoprak Wargo Budoyo. sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah. Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. inovatif dalam menyajikan kontektual garapan. Oleh sebab itu. Kelompok Musik Slank. B. dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. Kelompok Musik Radja. sasaran. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). teater Gen (Putu Wijaya). teater Mat Suya (ISI Yogyakarta). Ketoprak Cipta Mandala. Adalah naif. Kelompok Lawak Patrio. Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi).

Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Kelompok Musik Ungu (Pasha). Namun dalam perjalanan.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5.. Kelompok Musik Radja(Roseta).5.1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul). Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional. Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto). dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama. Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo). Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat. Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis. Kelompok Musik Peterpan (Ariel). Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. dalam perkembangan akan cepat bubar. Kelompok musik Slank (Yoga). Kelompok Lawak Patrio (Akri). nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya.SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih).

Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni.4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi. Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya. 5.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C. atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi.SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan. 5. Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja.

Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah. serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya.1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan. Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri.SENI TARI335 sebagai hobi. maka wujud performansinya berbeda. Pengelola bertindak sebagai koreografer. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5. Di sisi lain. Ada kecenderungan. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. produser. pimpinan produksi. artis. untuk mendatangkan keuntungan berlipat. kajian ilmu. Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total.

Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagan 5. dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. organisasi dikelola paruh waktu. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata. koreografer. keterlibatannya paruh waktu. marketing. Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. Pengelola merangkap sebagai artis.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya. Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam. sutradara. Dikelola pelaku seni itu sendiri. produser.2. tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya.

promosi dan sebagainya. penyediaan kostum.SENI TARI337 E. pelatihan. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan. dan sesuai publik. penonton. pemerintah. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. ekonomi. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni. penataan panggung. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. properti. penghayat. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. pencarian tempat pentas. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. sponsorship. masyarakat. casting. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. respons) adalah faktor poliik. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran. maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati. musikal. Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari.. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. Kebutuhan seniman. teknologi harus diperhatikan. penataan cahaya. modivikatif.

Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. perencanaan produksi.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5.3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat. sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama. Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja. Di sini faktor keberuntungan. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif.

namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit. Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal.SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan. Pada sisi lain. butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional. Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni.4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya. Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan. • Menyusun mekanisme kordinasi. dan sumber daya manusia. (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. (a) Bentuk • Struktur organisasi. koreografi. pemasaran. Jakarta. cabang Surabaya. 1. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan. tari. • Membagi tugas. misal Srimulat Solo. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. (c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi. dll.SENI TARI340 F. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Mekanisme kerja antar staf. pelatihan dan pementasan. misalnya musik. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi. kelompokkeuangan. • Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. Bagian penelitian. • Uraian pekerjaan. penulisan. teater.

(a). (b). memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. • Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. motivasi. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. (b) Partisipasif. serta mementingkan jaminan keamanan. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. pola pengembangan teori kepemimpinannya. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. dan menghindari tanggung jawab. pengawasan. dan kreativitas memecahkan masalah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah. Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya. Pengaraham meliputi organisasi instruksi. • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. 3. (a) Otokratis. Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y.SENI TARI341 2. Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya. kecerdasan. teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik.

• Mengukur hasil atau prestasi. • Membandingkan hasil dengan standar. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. • • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. kelompok. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas.SENI TARI342 (c) Demokratis. tepat waktu. • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. 4. karakter harapan dan tingkah laku atasan. dapat dimengerti. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. iklim dan kebijakan organisasi. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan. dan dapat diterima. karakter dan tingkah laku bawahan. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. sifat pekerjaan. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan. pekerjaan. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik. Pengaruh karakteristik individu. ketercapaian prestasi. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. sistem. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

. akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin. • Tepat waktu. Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya. Mengambil tindakan. atau berupa penafsiran. • Ekonomis. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. cepat dan tegas. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan. Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat. dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional. prioritas sasaran. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola. Persoalan penyimpangan. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting. tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. upaya pendikteksian secara dini atas target.SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . produksi karya.

5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.

: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. tugas. Komitmen kerja. mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya. Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya.. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal. Oleh sebab itu.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya. pemilihan tempat pementasan. tanggung jawab personal. sehingga. dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi. Pimpinan produksi harus memahami peran. Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan. operasional staf.

Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis. 5.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik.7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1.6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pelayanan/seles servis pemesanan karcis. personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan.SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing. suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan. istirahat. Artinya. kompleks pertunjukan harus bersih keributan. pelayanan gedung. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. 5. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton.

Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung. empati. pelatihan.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia. Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan. gladi bersih. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. 5. pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. gladi kotor. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan. 5.8 Pimrum tangga Tumpengan Gb. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. dan simpati serta nyaman. murah senyum. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama.

dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan. kewajiban. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI348 menarik. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tata indah pencahayaan. dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan. performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik. Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu. Tanggung jawab artistik karya. Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas.10 -5. Dengan demikian masalah teknis. 5. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. tata letak setting.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan.

Berbagai kejadian.12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. 5. mengarahkan . Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. penata cahaya. 5. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung.15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer.SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. keajaiban. Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru. kejanggalan. Kewajibannya adalah membimbing. 5. Penata Cahaya & Kru. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb. Penata Properti & Kru. penata panggung). Penata Sound dan Musik & Kru. Penata Rias dan Kostum & Kru. 5.

SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. 5. Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik. Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik. pencahayaan. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. tata panggung. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung. Secara umum dia disebut stage manager. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan. dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi. sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan.

18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. 5. Masalah pencahayaan.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. terang-padamnya lampu. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji.17-5.

SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya.22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. 5. Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb.23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan.SENI TARI353 (2.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound. adalah konseling kepada pimpinan artistik. 5. Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound. keras-lembut. namun secara hirarki matihidup. Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik.24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji.

SENI TARI354 (2. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas. pimpinan panggung dan penyaji karya seni.26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. 5. Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik. namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan.4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini.

Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari. hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana. penyaji karya. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik. Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton. serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung. pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik.SENI TARI355 (2. penata panggung dan penata tari. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. 5. Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari. lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. Hirarki penguasaan konsep riasan.

29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kerja penata rias mendisain riasan wajag. 5. mengubah karakter tokoh. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan membantu merias penari. Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari. 5.

30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari.5. Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari.SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil. Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. Gb. Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa. rias keseharian. 5. misalnya yaitu.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan rias karakter.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.

4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan.SENI TARI368 3. taritari karya Bagong Kusudiharjo. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Wayang Kulit. Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. 6. Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. Secara komoditas. Sendratari Ramayana.

Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis. Pertunjukannya sangat menarik. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. padat koreografis. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. singkat. karena mudah dicerna.5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4. Kemasan Wayang Orang. penerimaan tamu terhormat. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang. Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang.SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. 6. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang.

Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini. 6. Tari Rangde. Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet).SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. 5. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel. Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. 6.6 A Tari Jaranan Gb. Tari Baris. Tari Pendet. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata. mal. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. Tari Tenun. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur. pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara.

Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. 6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang.7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. 6.

Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau. Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari. Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya. 6.9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. menarik.SENI TARI372 6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. Pementasan yang berdurasi singkat.). Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya. kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara.

SENI TARI373 7.13B Tor-tor 8. pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor.6. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. singkat. 6. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. atraktif.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb. dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut. dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan. 6. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata. waktu.SENI TARI374 Aceh.

Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. Selanjutnya. penetapan profesionalisme. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. Dalam berbagai keadaan. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia.SENI TARI375 B. wirama dan wirasa tari. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini. adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. seminar daerah. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan. Ditinjau secara kenyataan. kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan.

standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan.SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian. Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Judul Unit : Nama Tari 3. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7. 6. 2. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1. 8. Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji. Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4. Berbagai kemungkinan yang ada.

serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2. negigel 7. sindet kiri 10. lumaksana nayung 8. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3. baik teknik gerak kaki. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak. sekaran laras sawit 13. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sekaran lembehan 14. sabetan 5. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. tubuhm tangan. trapsilantaya 2.TPI. lumaksana lembehan kanan 6. tancep 4.SENI TARI377 1. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA. sembahan sila 3. Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. sembahan jengkeng. lumaksana ukel karna 11.001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. ombak banyu srisig 12. dan kepala. lumaksana ridong sampur 9. sekaran engkyek 15.

Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4.

6 malangkerik lenggut 3x.1 asta rimang.3 srampang mundur 3.10 nacah tawing lenggut 2x.3 srampang. srisig 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2.SENI TARI379 SKA.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3.4 srisig kanan. srisig Beksan II (Iringan 3. dengan penguasaan unsur wiraga.5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2. srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1.TPI. srisig 2. entrakan 4x 3. srisig 2.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1. Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2.2 kebyok kanan. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu menarian Bagian 2. Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1. nacah.4 agem Bali kiri-kanan. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3.7 lampah sunda 2. srisig dilanjtukan tawing kiri. menthong srisig mundur 2.8 ngelus cucuk gedheg 4x 2. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag). seling mecut 3x.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah.9 rimong. tawing kanan. srisig kiri. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2.2 srisig maju 3.1 srisig 1. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3. lembehan 2x. menthong mundur 2.

serta pandangan mata (polatan) 2. baik teknik gerak kaki. Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan. dan kepala. Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. tubuh. terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4.SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1.

ambil topeng.2. mungguh. tanjak 3. ukel miwir busana. obah bahu. pacak jangga 2.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend. menthang kiri 3. pondhongan. tanjak 3. besut.3.6.Laiwung Laras 2. besut. lumaksana ombak banyu. genjot 3. berdiri. trecet. trecet.TPG. lumaksana jajag.4. ombak banyu. kiri kebyok 2. Mampu menarikan Bagian 2. besut. sabetan. Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh. ngigel jangga.11. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4. ulap-ulap kiri. besut. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. tanjak 4.1. Mampu menarikan Bagian 1.9.Bendrong Laras 1. ogek lambung 3. jengkeng 1.5.1.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2. besut. obah bahu.2. ogek lambung. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2. lumaksana 3.8.6. besut. ngracik.4. lumaksana 4x. tanjak kanan 3. tanjak kanan 3. memaki topeng. ogekan. pondhongan. pacak Maju Gawang jangga (Gend. juga berbagai variasi suasana.3. ulap-ulap kiri.1. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3.2. ogek lambung. kebat nogowangsul 3. lumaksana 3x.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3. entragan 4.10. genjot. tanjak miring kanan 2.7. besut. termasuk karawtian tarinya. tanjak bapang. bopongan.7. mlintir brengos 3x. glebag kanan kebyok sampur kanan. sembahan Pelog Pathet Nem) 2. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya. lumaksana malangkerik 3. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend. kedua tangan malangkerik. srisig. nikelwarti Maju Beksan (Gend. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2.5.3.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA.1. genjot 3. besut.

Pondhongan maju. ngracik. Kengser. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9. pola lantai. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5. nubruk 5. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6. Ogekan lambung. Ombak banyu. panggel.2. nacah 5.3. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2. srisig. Kirig. trap jamang. tawing. entragan 5. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7. entragan 4. Kebyok.2. besut. tumpang tali. lombo ngracik. Laku telu. tancep 6. entragan 4. ngracut. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5.3. srisig. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan dan kepala 2. mundur. ulap-ulap kanan. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. batangan 5. entragan 4. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4. tanjak 5. ulap-ulap kiri. kaki. besut tanjak 6. ngelus bara. besut tancep 5.1.5. gedheg 5. Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. srisig mundur.7.2.4. tungkai. pondhongan maju.6. baik teknik gerak tubuh. cancut 6. Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. capeng. Sembahan. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. jengkeng 6. Nikelwarti.5.4.3. Entragan kanan. kengser ukel karna 5.4.1. Lampah mundur. besut tanjak.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3.

Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10. Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11.

kicat 4x.002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna.6. Diperagakan dengan luwes. kebyok kiri.5.1.9.4. selaras.1. dan mengalir pola-pola gerak: 3. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl. silantaya. jengkeng.BPA. kebyok kiri.SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. penari adu kiri pada gawang prapatans 3. ngembat.4. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1. ngleyek. besut. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1.6. Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr. menjadi jengkeng 2. menggunakan properti dhadhap. besut (adu kanan). tanjak panggah kanan 2.8. lumaksana bambangan 1. ngebyok sampur.3. dan mengalir pola-pola gerak: 2. Diperagakan dengan luwes. nglerek mangering ngembat kiri 2. gedheg. tanjak kanan tawing kanan. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3. tawing kiri.2. Diperagakan dengan luwes. srisig 2. tempe. hoyog. Mampu menarikan Bagian 1. tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2.Sanga) 2. ogek lambung 2.5. nikerlawarti (seleh dhadhap). ombak banyu. besut – tanjak panggah (gawang prapatan). menthang kiri. besut. (adu kiri). trapsila. loyog ngembat seblak asta. selaras. ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2. sembahan. sila 2. sembahan laras 2.2. selaras. dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1. keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.7. sembahan disertai gedheg. sembahan sila 1. ebat ngiris. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1.

Sanga) 5. Diperagakan dengan luwes.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nikelwarti 5. sembahan sila.8. ngunus panah – ngancap. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. selaras. giyul – pacak jangga 3. giyul. srisig (adu kiri) 4.3. tanjak panggah kiri 4. srisig (adu kiri) 3. hoyog. lumaksana ridong sampur 5.2.1.5.2. besut.Sanga) 3. nyabet – besut.6. nampa. nyabet – besut. tanjak sawega dhuwung adu kanan. Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL. sabetan. tawing kiri sawega dhuwung. mrenjak. kengser. seleh gendewa 5. sudukan: tusuk. ebat ngancap 3. tangkis.8. tanjak – ebat ngancap. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl. dan mengalir pola-pola gerak: 5. ulap-ulap tawing 5. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4.6. besut – tanjak kanan. selaras. kebyok kiri. nikelwarti. srisig. trapsila. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3. srisig ke gawang semula 4. ukel leyekan 3.SENI TARI385 SL.7. ebat naga wangsul. sawega dhuwung. sabetan. dan mengalir pola-pola gerak: 4. trapsila. sembahan jengkeng 4. ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri.1.5. tanjak panggah kiri.7.4.4. tanjak panggah kanan 3. tanjak panggah kanan 3. saling mengejar dan dikejar. dn tanjak kiri. srisig mundur ngigel. Diperagakan dengan luwes. ngembat dan melepas anak panah 4. hoyog genjotan.3.2. tanjak 5.4.1. menjadi lengser ke kanan 4.3. tanjak panggah kiri. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4.5. sudukan tangkisan dhadhap.

Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. irama. mampu atau terampil bergerak sempurna 6.SENI TARI386 5. tanjak panggah 5. nikelwarti . sabetan. rasa lagu. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pola tabuhan.6. dan anak panah 5. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari. keris. rasa seleh. terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3. Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8. kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3.dan kalimat lagu 9. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2.7. serta suasana yang dicapai 4. tanjak kanan 5. Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang. besut. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. srisig. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing.gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. tempo. karakter peran yang dibawakan.8.

1.1 posisi tangan agem kanan 1.5.3.1 posisi kepala tegak 1.3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1.4.5. kaki 2. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.3.5.3 agem kanan 1.1. sikap badan 1. posisi tangan 1.4.2 kembang kanan 1. dengan baik dan benar.1.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra.1.TPK.4. baik yang berkarakter keras maupun manis.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2.2 goyal-goyal 2.3. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL.2.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1.SENI TARI387 2. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2.1.5.2.5.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1.1 tapak sirang Bali Putra 1.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1.4 agem kiri 1.1. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1.1 biasa atau normal 1. akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini.3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1.1 majalan tindak-tindak 2.2 posisi tangan agem kiri 1.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.5 jari kaki ditekuk ke atas 1. posisi kaki 1.1.1. posisi kepala 1. sikap mata 1.2.3.

berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3.2 ulap-ulap.2 nyarere 2.4.1 nyaledet 2.1 kipekan 2.6 nguler 3.8 glatik mapah 2.2.1. nyigug.2 ngeletik 2.4 ngileg 2.1 girahan 2. ngembat.10 nglangsut 2.12 makirig udang 2.7 miles dan ngiser 2.2. nepuk dada.4 nuding 2.3. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3.1.3.11 nayog 2.5 mendra 2.4 milpil 2.1 agem kanan dan agem kiri 3.1.2.4.2.3 ngaliyer 2.9 nyigug 2. ngraja singa.2. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3.2 tandang 3.3.4.1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).2.2.1. agem wula ngawa sari.6 nabdab gelung 2. dan ngrajeg 3.2.3 ulap-ulap 2.1 Agem pokok 3. mentang laras.3.2.2.1.SENI TARI388 2.2 gulu wangsul 2.1.4. leher 2.8 nepuk dada 2.1.5 nabdab karna 2.9 nyilat 2.3 nyegut 2.1.4.1. tangan 2.7 nabdab pinggel 2. gerakan mata 2.5 nyaregseg 2.4.1.4.2. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal).1.6 nyigcig/ngicig 2.4 nyureng 2.

marah (nyelik/nelik).2 (malpal). jatuh cinta (ngaras). berjalan cepat dan ringan (milpil). sedih (sedih). tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.SENI TARI389 3. wirama. nyigug dan ngombak 3. nabdab pinggel. nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. nglangsut. tandang. makiring udang 3. Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. secara baik dan benar 2. nayog. wirasa serta dengan patokan agem. nepuk dada.4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1. nyilat. Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga. melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg. nabdab gelung. (makenyem/makenyung). terkejut (makesiab). Tersedianya musik iringan.

3. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4.2. nyogok 3.3. Mampu menarikan Bagian 1.3.1. ngagem kana-kiri 2. nyeledet 2.1. ngangsel 1. miles 1.3. ngeseh bawak 2.1. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng.3.5.3.TPK.2.1.5.2.4.2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . malpal 4.2 oyog-oyog 3. pajaib 2.1. nabdab kampuh 1.1.1 tindak-tindak 4.3. Mungkah langse Mungkah lawang 1. nabdab gelung 2. nyegut 1.4.1. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng. nepuk dada 2. ngigelang pajeng 3.5. gelatik nuut papah 3. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1. Mampu menarikan Bagian Nayog 2.3.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2. pajalan 2. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1.1.1. ulap-ulap 2.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL.2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4.1. malincer dengan langkah milpil 3.4. ngelier 3. ngagem 1.3.

Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem.1 matetanganan 5. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6.2 nyingsing kampuh 6. tandang dan tangkep 4. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5. nayog. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3. ngopak lantang ngalih pajeng. ngawejang. gayal-gayal. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1.1 nulih kuri 6. dan ngopak lantang panyuwud) 3. Ada busana Tari Topeng Keras.2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2. Tersedianya musik iringan. Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang.SENI TARI391 5.

ngelo 1.5 ngumbang 4.1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1. kidang rebut muring 3. nyaregseg 2.1.1 ulap-ulap 4.2.1 nyemak kepet 3.7. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5. ngenjet 1.3 lelasan megat yeh 3. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2.3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1. ngegol 1. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri.SENI TARI392 BAL. Mampu menarikan Bagian 1. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan. tangkep 1.3. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1.4 ngepik 3.6.2 ngenjet ngirig 4. dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu menarikan Bagian 1. ngenjet pala 2.8. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3.TPI. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2. ngagem 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3.4.2.2 mehbeh ngelilit 3.

Ada busana Tari Legong Kraton.SENI TARI393 3. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. tandang dan tangkep. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kipas. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. ngigelang kepet. Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3. kidang rebut muring. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. juga pola keruangannya di atas pentas 4.

TPI. 2. Lampah semang ngembat astha. 11. Kicat ngilo rangkep. 4. 2. 7. 6. 13. Ngguddha kiri panjang. Lampah kipat udhet. Sembahan silo. Muryani busana (ukel astha. Kicat cangkol udhet. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY.SENI TARI394 3. Nggudha kiri. Kicat mandhe udhet ngarcik. Cathok udhet majeng mundur.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari. atrap jamang) 5. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. 16. 10. 3. 14. Nyamber kanan. Sembahan silo. tasikan. Nyamber kanan. embat-embat). 4. 8. 12. Lampah atur-atur. 3. meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. Pendhapan. atrap sumping. Kengser. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mampu menarikan bagian Maju Beksan. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek. Ongkek panggel. 9. Kapang-kapang encot. Muryani busana (Ulap-ulap. Sembahan jengkeng. 15. Tinting. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. 5.

Nyamber kanan. busana dan iringan . Kapang-kapang encot. 3. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. 2. PANDUAN PENILAIAN 1. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. 4. Sendi mapan jengkeng. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. Sembahan jengkeng. 4.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. 2. kebaya secara benar. 3. 3. Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias.

4. Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. Kalangkinantang Alus. 2. Menjangan Ranggah. 2. Ombak banyu.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. Usap rawis. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Ethung-ethung lamba ngracik. Ngilo. 8.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Nyamber. Miling-miling lamba ngracik 6. Keplok astha. 5. Kagok kalangkinantang. 5. 3. Engkrang. 7. Mampu menarikan bagian Maju Gendhing. Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pendhapan. 2. 3. dan beberapa variasi muryani busana. Atur-atur. 3. Miwir rekma. 5. 6. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. 10. Nyandhak minger balik. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. Lembehan. 9. Tayungan miring. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. Sabetan. Sekar suwun. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus.TPI. 4. Sembahan silo dan jengkeng.

5. PANDUAN PENILAIAN 1. kebaya secara benar.SENI TARI397 6. Ukel jengkeng. Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. 4. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus. A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. 3. 3. 2. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. busana dan iringan . Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga.

3.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. 13. Kapang-kapang. 11. Nglayang. 2. teknik dan rasa gerak). 3. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Samberan. NOleh mendhak. 7. Kicat.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Impang ngewer udhet. 8. 9. Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju. Jangkung miling. 16. Ngancap. Ngenceng. Tasikan mubeng. Sembahan silo. ngenceng jengkeng 6. 19. 22. Pendapan. 5. Ngancap nyathok. Lembehan. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak. 21. 18. Ngenceng enjot.. Pendhapan ngregem udhet. Kipat astha. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. 12. Duduk wuluh. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. Ukel astha. Nggrudha jengkeng. Sembahan jengkeng. 14. 10. Impang encot. 15.TPI. Cathok udhet majeng mundur. 17. 20. Sembahan silo 2. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1.

45. aben sikut. Mbalik. 51. Nggrudha jengkekng. Nyarungaken keris) Nyandak jebeng. Mingger. Gidrah. ngglebag. Kengser. 38. 30. 43. 27. Tinting. Mlampah majeng. Lampah sekar. Nglayang. Namakake pasopati. Ngunus pasopati. 28. Puspita kamarutan. 40. 31. Ongkek sendhawo. nyaplak. 49. 35. Mbujung. Ulap-ulap ukel. KIcat Boyong. Rakit (Lajur. Mancat. 50. 47. 42. 54. Pudhak mekar. 32. 34. Impang lembehan. Lampah semang. Nymaber. Mundur. Ajeng-ajengan. 33. Atrap sumping. Kicat boyong. Medal lajur. 48. Nyuduk. Puletan. Banhgomate. pendhapan ngebat. Atrap Jamang. Ulap-ulap cathok. mlebet lajur. 26.SENI TARI399 23. Ngusap suryan. 25. Encot-encot. Kupu tarung. Ngendani. Ndeseg. 46. ajeng-ajengan. Atur-atur. endha. 39. Tawing. 41. 55. Tiga-tiga. Sembahanjengkeng. Nglambung. Nggoling. Niyub. 36. Iring-iringan kiri/kanan. 29. Nubruk. iring-iringan. Sendhawa. Ngundhur sekar. Lampah pocong. Lilingan kanthen astha. 52. Ongkek. Mayang mekar. Seleh jebeng. 53. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. 24. Mlampah gajah ngoling. 44. Mundur miring. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 37. Kicat Tawing.

Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. 4. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. 2. Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. busana dan iringan . Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 3. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari. 2. 4. kebaya secara benar. 3. 2. PANDUAN PENILAIAN 1.SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Sembahan silo. Bisa memakai kostum tari dan atau kain.. 5. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3. Kapang-kapangg. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga.

. Gedrug. Sagah kiri. 7. Ngeranjang gulo. 9. Ngalang. Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol. 8. 6. Ngijig. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga).Jingket. Ninjak. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. 6. 9.SENI TARI401 4. Ngiwig/nyirig. Liwungan/ngalang. 4. 4. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Miring sagah kiri. 10. Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. Ngiwir/njimpit sampur. Ropetan. 2. 5. Deleg. 5. Nipah/nantang sampur. 8. ketepatan gerak dengan irama (wirama). 5. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas. Egol. Sagah kanan 3.TPI. 2. 7. 2. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. Songkloh. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer. 3. BAN. Ngipah sampur. Glebegan. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Ngalang. Singgitan/sindetan. Langkah papat. Umbul sampur. 3.

4. 5. kepala. Sagah kanan. 2. 2. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Deleg ngulo. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. dan ekspresi wajah. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. PANDUAN PENILAIAN 1. 3. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. 1. kaki. 3. 6.. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 7. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas.SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. tangan. 4. 2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari.

5. dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. 4. BAN. ketepatan dengan irama (wirama). Srisig. 2. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati.003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. Geliyeng. Deleg mantuk. Egol. Ngajak. 2. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. Nangis. 5. 6. 8. Ropelan Kerep. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyerawat kembang. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 4. 3. Layung. Ngloro. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Ngropel kerep. Sagah.BPP. 7. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. 3. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Ngiwir. 2. 3. Ropelan sedang.. 3. Deleg. 4. Solahan. serta rasa gerak (wiraga).SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. Kedanan. 2. Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan. 4.. Sagah. Ngropel sedang.

kaki.SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. 3. Solahan. 3. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. kepala. PANDUAN PENILAIAN 1. 4. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. 3. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. 5. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 2. 9. 10. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. 2. 5. 4. tangan. dan ekspresi wajah. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. 2. 6. Ngiji Lombo. Tersedia properti tari berupa Sampur . 8. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 7.

Baccing. keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3. 4. Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias. 2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Maccule-cule selendang. A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yang dimainkan secara langsung. Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2.BG02.01. Bulo Reppasa. Ketepatan gerak. 3. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. Bosi Turung. Bosi Turung. Penguasaan ruang dan pola lantai. 2. 4. dan Mario Marennu.001. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno. 3.SENI TARI405 5. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna. UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah. Mario Marennu. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. 1 Suling. Maccule-cule Selendang. PANDUAN PENILAIAN 1. 4. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae.

TJ02. 1. 2. 3. 2. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. Ma’ Pannoni Simbong. Massiman. 4. Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang.01. PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh.012. 2. Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. Pe’Ketabe.SENI TARI406 TRI. 3. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Penguasaan ruang dan pola lantai. 3.

3. Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. Katarimangan.Menarikan inti gerak tari Pangayo .Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. Semba’na. Ma’ Battukan.SENI TARI407 TRI. Meta’da. 6. 3. 4. 1 Gong yang dimainkan secara langsung. Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. PANDUAN PENILAIAN 1. 3.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1. 4. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh. 2. . 2.01.013. Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi. Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. Ma’ppalla. 5. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo.TJ02. Massayo. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Mampu menarikan tari pangayo secara utuh. 2. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Tidak mempergunakan property. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya. . Penguasaan ruang dan pola laintai.

4. 12.SENI TARI408 6. Bungo Kambang. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 8. Silang Timpo.MI02. Malapeh Layang-layang. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter. 7. Galatiak. 10. Arak. 13. Galek. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 9. 3. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat. 2.01. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Maelo banang. 11. Langkah Baranak Buang.. 5. 3. 6. Mamintal Tali. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2. Sambah.002. Mamanciang.

kepala pada ekspresi wajah. 3. Mancaliak Hari. tangan. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Batanam. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live.005.SENI TARI409 TRI. Manyambik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. 5. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. Maikek. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 3. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. 4.01. 7. 8. Mangukua. 10. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. 9. 4. 11. mambajak. Mancabuik. Maangin. 12. PANDUAN PENILAIAN 1. Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. 5.. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari. 2. 3. Baliak. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 4. 7. Mambalah. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan.. 8. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat. 2. 6. Manyemai. 9. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari.MI02. Macangkau. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai. kaki. 6. Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Langkah biasa 2. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3. 2.MI02. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat. Alang Tapuak step. 4. Tusuk kanan belakang dorong. 4. Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Jantiak Talingo. Sauak simpia. Tusuak sampiang ateh malambai. 4. 5. 5. Jantiak ayun piriang tagak 2. 4.020. Jantiak ayun piriang duduak. Sambah takan tapuak sampiang. 3. Tapuak tangan puta egang jalo. Tangah Puncak: 1. 6.SENI TARI411 TRI.. Langkah Sambah. tangan dorong puta miko. Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. Langkah Tusuak Bagalombang. Sambah amtak Kalatiak.01. 2. 3. Bagian Tegak 1. Sambah antak kalatiak . Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . langkah baranak. 3.. 2. Tusuak ateh sampiang. Sauak balah sampian. Tapuak Kalatiak. Saik Kalatiak. Jantiak ayun piriang langkah. 6. Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. 3. Jalan Leguran Randai. Duduak takua Lapiah.

5. 3. 9. 4. 8. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. 11. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. 3. PANDUAN PENILAIAN 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. kaki.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. 2. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari. 2. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua. tangan. 7. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. 10. tapuak galembong. kudakuda.SENI TARI412 Batasan Variabel 1. Aspek Kritis 1. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. kepala pada setiap ragam gerak tari. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal.

Tari Tradisional Indonesiai. Bellman. Kusmayati . Yogyakarta. Dance Composition (ed 3). Anonim. Dinny. Sal Murgiyanto. 2000. 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. London : A & B __________________. Discoverring and Developing Creativity.. Hadi Sumandiyo. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Bandung. Devi Triana. Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan. Alma M. Seni Menata Tari. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta.13 Bandung: STSI Bandung. 1990.1994. Jazuli. Selecting and Developing Media for Instruction. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No.. Wardiman. Untuk Siapa.. Doris. 1996. Jakarta. Djoyonegoro. 1982. Semarang : IKIP Semarang Press. Hawkins. Mfilsafat Seni. Wiscosin: American Society for Training and Development. Humphrey. Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. Lynch Diane. 1993.SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson. Manthili. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. Ronald . Autard-Jaqualine Smith. 1976. 1991. 1983. Mencipta Lewat Tari. Harmoko. ISI Yogyakarta. ITB Bandung.. Jamal MId. Y Sumandiyohadi. Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa. Willard F. Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Publisher. Terj. London : A & B Black. Yogyakarta. M. 1996. Terj. Jakarta: Yayasan Harapan Kita.The Art of Dance in Education. Second edition SanFransisco: Harper and Row. Black. dkk. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice. 2001. Fraser. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta.

Inc. dkk. Laban. Rudolf. 1979/80. History of The Dance in Art and Education. Sumiani. Terj.. 1975. 1975. Inc. Modern Educational Dance. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. Richard. Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). Permas. Achsan. Gugum Gumbira. Sal. PPM Jakarta. Englewood Cliffs. Bambang dan Wiwiek Sipala. 1969. 2002. Rofik. ISI Bandung. Mpesta Seni Budaya Betawi. Jakarta : LPKJ. Pengantar Pengetahuan Tari. New Jersey : Prentice Hall. Murgyanto. Arif. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Zussane. Pratjichno. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. London: MacDonald and Evans. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Manajemen Seni Pertunjukan. Parani. Problematika Senii. Langer. Rudolf. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. FX Widaryanto. Jakarta. 1983. Utami. Munandar. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan.SENI TARI414 Murgiyanto. Laban. Muhadjir. jakarta. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus. Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Bandung. 1986. dan Bambang Pratjichno. Departemen Pendidikan Nasional. 1965. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Dance Composition: The Basic Elements. _____________. 1988. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. London Macdonald and Evans. Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dkk. 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. 1983. Iyus.. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Ardi. 1983. Sal.1976. Samah. La Meri. 1996. Yulianti. Jakarta.

Ina. Mdasar-dasar Dramaturgi. Soedarsono. Wendy. Yogyakarta : Ikalasti. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2003.SENI TARI415 Slater. Jakarta: Pustaka Jaya. Teaching Modern Educational Dance. Syafi Jatmiko. Terj. _________. Pengantar Apresiasi Seni Tari. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Gamelan. Yogyakarta. 2003. Sudarso SP. Plyamonth: Norttoc house Soedarso. Materi dan Pembelajaran Kertakesi. Universitas Terbuka Jakarta. 1990. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Smith. 1978. 2003. 1992. Bandung. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. . Sumarsam. Suku Dayak Sana. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jakarta. Pengantar Tari Pendidikan.. 1994. Pustaka Prima. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. 1991. Ben Suharto. Sedyawati. 1997. Pengantar Komposisi Tari. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii. . Jakarta : Harapan Kita. 1984 Tari. Mustika. Jacquline. Yoyakarta. Tari Tradisional Indonesia. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. _________. Jakarta : Balai Pustaka. SYarif. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. 1976. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Yogyakarta : Suku Dayak Sana. . 1987. 1998. SP. Tambayong 1999.. 1986. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Edi. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. Tuti dan Udin Saripudin. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. Sukatmo.

Datuk. dkk. Phiplips. Departemen Pendidikan Nasional. 2001. dan Rahmida Setiawati. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Nursilah. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1984.SENI TARI416 Tumbidjo. Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. Elindra. Padang: Pengembangan Yampolsky.

sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang. Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur. Bertepuk seperti gerak burung elang. Sikap gerak besut. Sikap posisi lawan agem kanan. dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi. Atrap sumping. condong badan ke kiri. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. Bungan yang melayang di atas air Besut. Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. Cathok udhet majeng mundur. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Deleg mantuk. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. Menggunakan jamang atau hiasan kepala. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. Gerakan yang dilakukan di tempat. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Agem kiri. Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. giyul Sikap gerak besut.LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali.

Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah.naik-turun Entragan kanan. Gerakan menjentikan jari Geliyeng. Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh. dengan menggerakan lutut patah-patah. Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet. Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian. Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak. Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. Gerakan kaki menyilang depan. Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan. Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan. Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot.

Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot. Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser. lengan tangan menggantung Kicat Boyong. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket. Kicat ngilo rangkep. Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing. Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas. Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha. Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. Kebyok kiri.LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. nikerlawarti (seleh dhadhap). Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan). Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus. tangan mendorong puta miko. Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang.

Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. Jalan kembangan Langkah papat. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur. pendhapan ngebat. Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu. endha. besut tanjak. Berjalan atur-atur Lembehan. Gearakan mel.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang. Gerakan beradu siku dengan lawan. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. Memainkan selendang Mambajak.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung. entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah.

Gerakan memancing Manyemai. Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah. Menggulung benang Mlebet lajur. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan. hentakan kaki. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. Mengikat benih Mayang mekar. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. teriakan. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memintal tali jala Mamanciang.LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali. ptikan jari. Mencabut dan mengambil benih Maikek. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang. Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik.

Posisi badan miring lurus. Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap. Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah. posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan. Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma.

nepuk dada. sedih (sedih). berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. Melihat ke samping posisi merendah Ngembat. Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. nayog. terkejut (terkesiap). Nabdab pinggel. Nglangsut. nabdab gelung. dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal. marah (Nyelik/nelik). Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang. nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. (makenyem/makenyung). Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. Menggerakan bah Ogekan lambung.LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak. Gerakan seperti menangis Obah bahu. Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng. berjalan pelan mengayun Nyaregseg. makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. Gerakan seperti terbang melayang Nangis. nyilat. nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. jatuh cinta (ngaras).

Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera. Ngunus Puletan. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng. mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. Gerak mentekel Sabetan. dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. mengorganisasi orang-orang. atau apapun yang diulan Ropetan. Perangan ( Ngunus dhuwung.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan. Mundur. gerak bekerja. Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo. penyajian. nyaplak. Encot-encot. Gerak sembahan Saik Kalatiak. gerakan. Nyuduk.

Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo. Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok. langkah baranak. Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring. Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting.

Nama 2. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS. Tempat/Tgl Lahir 3. Peneliti Muda c. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. Bambang Pratjichno. UNJ Rwmangun Jakarta 13220. Alamat 6. Pelatihan Usulan Due Like e. Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A. : 021. Anggota Masyarakat Seni 1997 b.LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. Dosen Seni Tari sejak 1988 b. Instansi 5. a. Aplicate Approach (AA) b. Perkumpulan Profesi: a. Pembimbing Metodologi d.Pd : Purwokerto. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. Riwayat Pekerjaan:a. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. Pelatihan : Drs. JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. Pendidikan 8. M. NIP 4. Telpon 7. 2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e.

2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP. Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. 2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD.LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD. LPKM UNJ. 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. 2001 D. Sunda -2004) E. Dalam penataran tari guru SD. Dinas Kebudayaan. Suku Dinas Jakarta Timur. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar. • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar. Maklah.

Jakarta. 29 Mei 2008 Drs. 2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. 2002 Jakarta. dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. UNJ dan Ford Foundation. LPKM UNJ. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA).LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama. Bambang Pratjichno. MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d. Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. MM : Bengkulu. Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Pengalaman : Dra. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j. Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. Telepon/HP 4. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. m. Nama 2. UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. Agama 5. Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. Pendidikan Formal 8. 5 Mei 1960 : Komp. Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Jenis Kelamin 6. Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l. Status 7. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). Rahmida Setiawati. Tempat/Tanggal Lahir 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. Ketua Program Tari (1990-1993) b. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. PLS 4. 2005. Penelitian Masyarakat 1. Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. 2004. 10. Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999). Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Penatar : 1. TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). 9. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8. Pelatihan CAP (2003) B. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2003) 2. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7.

Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E. Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Dalam Penataran Tari Guru SD. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5. Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2. Jurnal 1. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Karya Ilmiah: 1. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4. Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11.LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14.

Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. 28. Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Dinas Kebudayaan (2000) 19. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Metode Belajar Mengajar tari. Sistematika Pelatihan Tari Betawi. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18. Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17.

Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G. Bermain Topeng (2003) 9. Selendang Mayang (1990) 4. Putri Rainun (TMII 1989) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Punulisan Buku 1. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Karya Tari 1. Gerak (1985) 2. Mata kuliah Tari Melayu 12. Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Mata kuliah Tari Betawi I 5. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. 6. Mata Kuliah yang ditempuh 1. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005). Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. Bobodoran (2003) 10. Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7. Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Mata kuliah Komposisi Tari I 9. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Do’a 8. Rahmida Setiawati. Lenggok (1998) 6. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8. Mata Kuliah PPL 14. Mata kuliah Tari Sumatra 11. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Mata Kuliah Skripsi 13. Mata kuliah Tari Betawi III 7. Desember 2007 Dra.

Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Penelitian Masyarakat : 1.Pd : 132 135 262 : Karawang. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl. 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln. Pengairan Rawasmut Blok C No. 2005. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana. Penelitian : 1. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. 2003) 2. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. S. Penatar : 1. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2004. Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2. M. PLS (2005) C.Sn. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. 43 Jl. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3.

Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4. Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2. XI.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. Evaluasi Pendidikan (2004. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. Jurnal Harmonia (2004. Penerbit:(2007) E. Buku : Seni Budaya kelas IX.2005. Pemakalah : 1. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2. LAM UNJ Mk. Jurnal Artistika FBS (2000) 5.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3. Penulis Buku : 1. Pengajaran : 1. 2006) 4. Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F. X. Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5. Metodologi Penelitian. Perumus/Penyusun : 1. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2. Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3.

08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur. 2004.Elindra Yetti. 6. 2001) 2. 2004) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra. 2004) 5. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur. 2003.2006) 4. HP. 2005. Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang.

Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3.2001) 7.Propinsi Riau di Pekan Baru. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata.2001) 6. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1. 2001) 5. Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. 2003) 3.2003) 4.LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7. 2005) 8. Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas. Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se. tahun 2006) Makalah 1. 2003) 2. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Tari Sumatera 2.MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1. 1 Desember 2007 Dra. Tari Melayu 3. Perencanaan Pengajaran Tari 10. Tari Pendidikan II 5. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya. Jakarta. Keterpaduan Seni 9.LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1. Tari Pendidikan I 4. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pembinaan Kompetensi Mengajar 12. Tata Rias dan Busana Tari 7. Sejarah Seni tari 8. Olah Tubuh I 6.Elindra Yetti. Interaksi Belaja Mengajar 11.

com atau irsyad@jcce-omline. 021. 2007. Memperbaiki Kualitas Pendidikan. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang.99845808 : icadredo@yahoo. 5. Proyek Peradaban Terbengkelai. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. Penulis buku Teori Sastra. 2006. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320. SPd. 8. Teraju. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. HP. : : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl. MHum. 2007. 6.LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. 7. 2002. Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2005. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi. Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional. Universitas Terbuka. Transbook. 2.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. 3. 9. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001. Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10.MHum. dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS. 1 Desember 2007 Irsyad Ridho. 2007. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jakarta. SPd. SMP.

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi. Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas . waktu.

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang. waktu.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang. waktu. merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . gerak dengan elemen komposisi terkait. dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak.

888. 7.00 . HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.

888. 7.00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful