Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Tangan. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2. Gambar.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2. Gambar.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2. Gambar.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2. Gambar.SENI TARI Gambar.15. agar tidak pusing. tangan dan dada ke depan 2. 2.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. lutut tetap lurus. Gambar.9 v . Gambar. Gambar. Gambar.16-2.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2. Gambar.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2.6 2.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2. Gambar. Gambar. perut.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Gambar.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2.28 Nungging 2.25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2.7 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2.29 Membokong 2. Gambar.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki.8 2.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2. Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2. 2.

2. 2.39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar. 2. 2. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit. penegangan pada kaki Gambar. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar.44 dan 2.59. pada saat melompat Gambar. 2. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb.50 kontraksi otot paha Gambar.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar. 2. 2. tangan sbg penyangga Gambar. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. Gambar. paha dan perut kencang Gambar.37 Tangan dan kaki saling tarikan.46A Penegangan pelvis/pinggul.34 dan 2.45 Pose membungkuk.2 peraga putri.51.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar.51 Tidur menarik tangan dan dada. 2.53 Sikap mirip 2. Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar. lutut.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar. 2.48. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi . 2. Gambar. Gambar. 2. 2. 2.SENI TARI Gambar.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar. 2. 2. 2. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2.50. 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. 2. 2. kaki. 2. Gambar.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar.52 Mirip gambar 2. penegangan otot perut dan paha Gambar.50 Badan condong ke depan.

2.3 Tari Kresno-Bladewa Gambar.58 Penegangan otot perut.71 Berdiri jinjit. 2.6 Tari Legong-Kreasi Gambar. 3. 2. tengah dan bawah level bawah Gambar.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar.2 Tari Gumyak Gambar. 2. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar. Gambar.1 Tari Gejolak Gambar. paha.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. 2.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar.10 Trandak vii . perpindahan formasi. tengah dan bawah level tinggi Gambar. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar. Gambar. 2. kontraksi pada kaki Gambar.5 Tari Klana Cirebon Gambar.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats. . 2. 2.72 Kontraksi kaki. 3. 3. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak. kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar. putaran. 2.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. 2. 2. 3.57 Penegangan otot penegangan otot kaki.61 Sikap bongkok.75 Melayang. perut. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar.9 Bersih Desa Gambar.2. 3. 3. 3. dan angota gerak lain Gambar.SENI TARI Gambar.76 Duduk berdiri jongkok.62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar. 3.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. kontraksi kaki. 2. 2.69 Sikap jengkeng santai.59 Sikap mirip gb. 2. 2. 3. 2. 2.73 Duduk santai. tengah dan bawah menyeluruh Gambar. dan angota gerak lain Gambar.8 Gambyong Gambar. dam tangan kanan.7 Gruda Gambar.50 Kontraksi otot paha Gambar.67 dan 2. 3. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar.70 Berdiri santai.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar. 2.

39 Tari Sarampuah 3. Gambar Gambar.54 Tari Rejang 3. Gambar.59 Sanduri viii .29 Baratayuda 3.43 Tari Ranah di nan Jombang 3.57 Bersih Desa 3. Gambar. Gambar. Gambar.45 Tari Ho Arya 3. Gambar.16 Ngelajau 3. Gambar.28 Pendet 3.30 Tari Cinta Ibunda 3. Gambar. Gambar.33..13B Tari Dayang Modang 3. Gambar. Gambar Gambar.46 -3.35 Tari Turun Kuaih Ainen 3.44 Tari Janda Nabia 3. Gambar. Gambar.13.41 Tari Janda Nadia 3.51 Tari Mandau 3.12 Merak 3. Gambar Gambar.18 Tari Ngelajau 3. Tari Ngelajau 3. Gambar.17 Bechincak-an 3.23 Dogdog Lojor 3.24-3.31 Bratasena 3. Gambar. Gambar.B Tari Dayang Modan 3.56-3. Gambar.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3. Gambar. Gambar.26 Tari Baladewa-Kresno 3. Gambar.42 Gelang Ro’om 3. Gambar.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3.40 Tari HoArya 3.38-3.SENI TARI Gambar.55 Tari Kecak (Bali) 3. Gambar.48 Tari Nyak Puan 3. Gambar. Gambar.11 Topeng 3. Gambar.27 Tari Manukrawa 3. Gambar.50 Tari Dolalak 3.36-3. Gambar. Gambar. Gambar.52 Tari PupUtAy 3.34-3.37 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar. Gambar.13A Tari Bailita 3.13A Tari Bailita 3.32 Tari Nyi Kembang 3.22 Tari Manikam 3. Gambar.21 Tari PaJinang 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.49 Tari Janra UPeuteh 3.20 Tari Ngelajau 3.58 Jepen Rebana 3. 3.19 Tari Nyak Puan 3.

65 Tari Nditita 3. Gambar.89 A.64 Tari DolAlaK 3.92 Tari Bersih Desa 3.105 Tari Ponggayo 3.81-3. Gambar.3.97 Tari Taume Anuku 3.SENI TARI Gambar. Gambar. Gambar.93 Tari Gelang Ro’om 3.62 Tari Kebyar KEbeng) 3. Gambar. Gambar.88. Gambar Gambar. Gambar.72 Tari Ngelajau 3. Gambar. Gambar.83 Tari Nyi Kembang 3.74 Tari Payung 3.96 . Gambar.102 Tari Randa Nabia 3. Gambar.72 Tari Turun Kuaih Ainen 3.98 B Tari Lupak Gurantang 3. Gambar.dan 3.84.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3. Gambar. Gambar.103 dan 3.79 dan 3. Gambar. Gambar.77 Tari Tabot 3.67 Tari Cinta Bunda 3. Tari Topeng 3.99 dan 3.91 Tari Warak Dugder 3. Gambar.76 Tari Joget Lambak 3.69 Untuk Mama 3.70 TarI Gambyong Kolosal 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.60.63 Tari Reog Polodero 3. dan 3. 106 Tari Pabete Pasapu 3. Gambar.78 Tari Sekapur Sirih 3. Gambar. Tari Jaipongan 3.100 Tentengkoren 3.107 Tari Kondo Bulang 3. Rancak di Nan Jombang 3.109 Tari Perang ix .80 Tari Bachincak-an 3. 3.104 Tari Pa’Jinang 3. Gambar.Tari Gagahan 3. Gambar. Gambar. Gambar.82 Tari Ngelajau 3.95 Tari Badawang Nala 3. Gambar.98 A dan 3. Gambar.61 Tari Warak Dugder 3.101 dan 3. Gambar.66 Tari Balet Ngu Yen She 3.73 .94 dan 3.108 Tari Tano Doang 3. Gambar. Gambar. Gambar.86. Gambar. Gambar..90 Tari Kresno Baladewa 3.68 Tari Balet 3.87 Ttari Dogdog Lojor 3.85 Tari Nyi Kembang 3. Gambar. Gambar. Gambar.75 Tari Tabal Gumpita 3.71 Ngremo Mall 3. Gambar. Gambar.

Gambar. Gambar.8 Kostum Gruda.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.35 Pendet (Bali) 4. 3.) 4.17 Karakter Putra Gagah 4. Gambar.111 Tari Dara Juanti 3.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4. Gambar. Gambar.23 Bentuk Panggung 4.4.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4.113 dan 3. Gambar.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4.123 dan 3. Gambar. 4.26 Improvisasi Gerak mhs 4.22 Stage Proscenium 4.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4. Fantasi (Bali) 4. 4.4 Alat musik diatonis Gitar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.13 Dogdoglojor(Jabar) 4.114 Tari Baharuan 3. Gambar. Gambar. Gambar. Drum 4.110 dan 3. 33-4.SENI TARI Gambar.15 dan 4. Gambar.121 dan 3. Gambar. Gambar.10 Sangkrae(KalTeng). Gambar. Gb.9 Trunajaya (Bali).3 .2 Perangkat Gamelan Jawa 4. Gambar Gambar. Gambar. Gambar.119 dan 3.17 Karakter Putri Halus 4.120 Tari Bambu Gila 3.112 Tari Tarik Lalan 3.29 Saman (Aceh) 4.31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. Gambar.126 Tari Tepulut 4. Gambar. Gambar. Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.125 dan 3. Gambar.118 Tari Persembahan 3. Gambar.30 Jaipongan (Jabar) 4.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4. 4.20 Stage Proscenium 4. Gambar. Gambar Gambar.28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4.122 Tari Ndaitita 3.1 Perangkat Gamelan Sunda 4.5 Kostum Annien (Riau) 4.115 -3.117 Tari Milau 3.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4.116 Tari Giring-giring 3. Gambar.14 Ngelajau(Lampung) 4.36 Prajurit (Bali) 4.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3.37 Saman(Aceh) x . Gambar.

23 Penata cahaya memberi efek 5. Gambar.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5.44 Turun Kauih Aunen 4.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5. Gambar.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5. Gambar. Gambar.SENI TARI Gambar.32 Ratu Angin xi . Gambar.41 Tari Dogdoglajor 4. 4. Gambar. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5. Gambar.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5. Gambar. Gambar.39-4.15 Pengarahkan kepada penari 5.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.38 Jaipongan (Jabar) 4.9 Rileks habis kerja 5.42 Tari Jibeng Rebana 4.43 Tari Ngelajau 4. Gambar. Gambar. Gambar.19 Kru Stage kerja di balik stage 5. Gambar.8 Pimrum tangga Tumpengan 5. Gambar.17-5.6 Pimprod memberi arahan 5.1 Teater Anruang (Bandung) 5..27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5. Gambar.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5. Gambar. Gambar.46 Tari Randa Nabia 4. Gambar.25 Penata Musik memberi 5.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5.40 Tari Gelang Ro’om 4.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5.12 Persiapan kipas pada Gejolak 5. Gambar Gambar.14 Disain tata Cahaya Gejolak 5.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5. Gambar. Gambar.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5. Gambar.45 Tari Gelang Ro’om 5. Gambar. Gambar.10 -5. Gambar.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5. Gambar.21 Penata cahaya memberi efek 5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5. Gambar.

13 A Tari Gundala-gundala Gambar. 6.3 Tari Jaipongan Gambar. 6. 5. 5.7 Tari Margapati Gambar.2 Tari Topeng Cirebon Gambar.SENI TARI Gambar.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar. 5. 6. 6.6 B Tari Ngremo Gambar. 6. 6.13 Tari Saudati xii . 6.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra.33 Busana saat gladi kotorGambar.34 Busana Gladi bersih Gambar. 6.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar.6 A Tari Jaranan Gambar. 6.4 Tari Gambyong Gambar. 6.13 B Tor-tor Gambar. 5. 5.9 Tari Randai Gambar.1 Tari Topeng Blantek Gambar. 6.5 Tari Karonsih Gambar. 6. 5. 6.8 Tari Belibis Gambar. 6.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar.

2 2.1 5.3 3.4 4.5 4.5 6.1 2.1 Bagan 4.3 Bagan 3.1 1.SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.2 5. Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii .3 5.1 3.4 Bagan 4.2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.4 5.3 4.5 5.2 2.

1 Teknik.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3.3 Motif gerak Individu Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak. Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2. kelenturan da imitasi Tabel 6.4 Gerak tari kelompok Tabel 2.2 Dosis Pernafasan Tabel 2.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv .xiv DAFTAR TABEL Tabel 1.

efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan. pada hakikatnya kurang dinamis. tempo. pengetahuan. tempo. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tempo. dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. dinamika Menirukan berbagai ritme. partisipasi. Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan. Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. Di sisi lain. Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab. dinamika Membaca berbagai ritme. di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. keterampilan yang telah dipelajari. Secara konseptual. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya.

Para siswa yang kami sayangi. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak. 5. Sistem dan organisasi kerjasama. mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis. Kesenian. 7. 6. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini. 3. Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. kekuatan. Di sisi lain. daya mengandung arti tenaga. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. Sistem teknologi dan peralatan. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. Bahasa. akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. benar dan salah. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. perangai.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi. Sistem pengetahuan. cara atau jalan akal dalam berikhtiar. pengaruh. Sistem mata pencaharian hidup. 2. Selanjutnya. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari. Sistem religi dan upacara keagamaan. 4. tabiat.

dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. konsep cara berpikir. terpuji. kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. Secara teoretis. dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. Dengan demikian. dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. Manusia menghasilkan hasil budaya. menjabarkan ide. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir. perilaku. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. adat yang diatur dalam agama. implementasi motif ungkapan verbal (lisan) . Para siswa yang tercinta. konteks budaya manusia berbentuk tulisan. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna. manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. kepekaan perilaku.SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. berkeindahan secara bebas. Secara histories. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. dan kemampuan mengorganisasikan ingatan. Dengan demikian. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. perasaan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya.

Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman. dan sumber inspirasi penciptaan. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya. Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. arah dan tujuan yang ingin dicapai. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan. hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. cahaya hidup. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. dipikirkan. Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan. Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam.

dipikirkan. Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. Pada muaranya. Dengan perkataan lain. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. simpati. Para siswa yang kami cintai. jenis dan wahana seni tari. Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran. hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya. Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. hubungannya dengan seni lain. hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis. Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. dan dicita-citakan. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

argumentasi. Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. Ketiga. yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menurut Kuncoroningrat (1986).SENI TARI 5 Oleh sebab itu. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. Selanjutnya. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. dan transformasi kesenian agar tidak punah. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. rangkaian mata rantai penulisan. revitalisasi. akomodatif. dan perspektif. Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. variatif. dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja. penelusuran. B. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia. melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak.

6. Seni-seni lainnya. Seperti di depan telah disinggung. Seni musik. Seni rupa. 3. Atau dengan istilah lain. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. 12-35). kreativitas. Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi. Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. Seni berwawasan teknologi 7.SENI TARI 6 Secara eksplisit. bersosialisasi. Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. 5. Selanjutnya. cabang-cabang seni memiliki banyak jenis. 4. Seni teater. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1. Seni tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002. bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan. Seni kerajinan. Menurut pandangan penulis. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. 2.

1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.

arah dan perkembangan seni semakin variatif. medium ungkap seni. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. Dengan demikian dapat dicatat. Selanjutnya. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak. unsur keindahan (estetik). Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. Pernyataan tentang bentuk baru seni. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . modifikasi. kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya. dan karsa. rasa. Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian. pada kesempatan lanjut dapat dipahami. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. Oleh sebab itu. dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk. perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian. dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002. dibentuk. mengatur.SENI TARI 8 C. 12-24).

Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. seni kaligrafi. dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. Dalam pendidikan. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. pewarisan. Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah. Masalah pemanduan bakat. Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. obyektif sebagai bagian kenyataan. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. rasional. dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. utuh. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif. bulat.SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. ilmiah secara empiris dapat diterima. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran. Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif. dan dibalut ke dalam makna simbolis. maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. seni musik. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. seni tari. Usaha penyelamatan. seni drama (teater). penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. pelatihan.

sintetiserr. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Unsur lain dalam bentuk harmoni. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. kemampuan memahami dan membuat patung. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. patung. dan terompet. gamelan. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. gitar. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemampuan memahami dan berkarya grafis. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. kriya. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. drum. patung.SENI TARI 10 1. kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. Seni Musik. angklung. dan multimedia. kerajinan tangan kriya dan multimedia. lukis. rebana. Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. seksopon. kerajinan tangan. Seni Rupa. Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. gambang kromong. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. dan kolintang serta arumba. grafis. flute. kecapi. musik elektronik. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. 2. lukis. berhubungan dengan unsur cabang kesenian. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano. pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni.

serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. Di sisi lain. Oleh sebab itu. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur. Seni Teater. serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil. kemampuan memahami dan membuat notasi. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. dan harmoni secara varian. kemampuan mengaransemen. 3. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bunyi yang berirama. ekspresionis. eksperimentalis. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi. dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya. Di sisi lain. kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. melodi maupun harmoni. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. interval. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. kemampuan memahami dan membuat naskah.SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat.

Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Seni Tari. kebahagiaan.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. baik dari koreografer. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki. kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi. pembawaan. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler.di mana tarian tersebut berasal. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. diksi. 4. intonasi. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting. peraga dan penikmat atau penonton. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Sebagai penyesuaian abad modern. Media ungkap tari adalah gerak. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan.

Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. renda. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. seni dekoratif. 5. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian.SENI TARI 13 maupun nontradisional. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern. guru-guru tari yang profesional. Seni tari memerlukan media gerak. Oleh sebab itu. seni lipat. Dalam perkembangannya. estetis. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Oleh sebab itu. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka gerakan tari semakin halus. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu.

Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. 6. dan tari secara multilingual. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. seperti seni peran (khususnys sinetron). Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. multikultural. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. mana cabang seni yang paling kalian senangi. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain. Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih. Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. rupa. pendokumentasian (sinema). dan multidimensional. teater. rupa. Dengan imajinasi. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. menciptakan hal baru. bunyi. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru.SENI TARI 14 yang ada berwujud musik. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih.

konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif. teknik. 4. memiliki kompetensi. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. 2. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki. Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. 1. Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. bahasa gerak. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. 3. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. Sebagai bahan kajian. Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual. serta. Memberikan nilai masyarakat. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. jadwal terprogram. Dalam ranah khusus.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh.

Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. Menekankan kepada produk/hasil. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan. b. c. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemahiran. a. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya. latihan. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. artis dan koreografer. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. g. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. demonstrasi. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri. dan berkelompok koloni. f. Kemampuan. h. d. Prosedur imitatif. e. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini.

demonstrasi.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari. Pemerhati. Prosedur imitatif. dan Koreografer. Kritikus Tari. serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan. dan Pecinta Kesenian Bagan 1. kemahiran. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional.2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . latihan. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. Peminat.

Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas. dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. Oleh karena itu. Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. efektif. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. Para pembaca budiman. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca. Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh.SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . peserta didik. bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari. maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. Selanjutnya. untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis. Hal tersebut apabila belum cukup. Lebih dari itu. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik.

kecepatan. Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. Selanjutnya. Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. dan waktu. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. tenaga. dan waktu. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. dan fokus. Kekuatan. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. 2). 2. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak. Di samping itu. tenaga. bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam. tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak. di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. ruang. Oleh sebab itu.SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. 3. Pengertian Tari Para siswa yang budiman. Apabila dikaji secara menyeluruh. perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari. Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. terkait pula dengan: 1. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang. tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri. peralatan tari D.

maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja. maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. Sebagai sarana komunikasi. Tari memberikan penghayatan rasa. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. maupun keperluan tertentu lainnya. dan pada waktu kapan saja. Oleh karena itu.SENI TARI 20 tubuh manusia. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. Tari merupakan salah satu cabang seni. pernikahan. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. Apabila disimak secara khusus. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. simpati. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. empati. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. hajad kaul. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja. Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis.

Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. Secara khusus. Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. dan tenaga. Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli. waktu.SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain. ritme. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. serta unsur pendukung lainnya. baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). direfleksi melalui gerak baik secara spontan. Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan. melainkan juga sebagai upacara agama dan adat. Dalam konteksnya. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. dan musik. Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. 1990:2). menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. dan ruang alam dunia. maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. John Martin dalam The Modern Dance. di dalamnya terdapat ekspresi. Oleh sebab itu. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. tubuh. tenaga. maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. 1994:44).

waktu. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan). Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala. atau cakupan gerak). lemah. Sejalan pendapat Suryobrongto. posisi. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Sebagai bentuk latihan-latihan. perubahan sikap. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang. dan kedudukan). 1.Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. Gerak Unsur utama tari adalah gerak. Oleh sebab itu. dan irama seseorang. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. dan kaki).SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. dan tenaga. ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. rasa. aspek tari. badan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. VCD tari. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. tangan. jarak.

gerakan pencaksilat. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi. Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot. gerak olah raga. Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). gerak bekerja. 1. dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. tegas terputus-putus. serta gerak untuk berkesenian. patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. lambat-cepat. Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi. gerak bermain. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak. kontraksi otot. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh.

Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh. misalnya level. tangan(Thorax).SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Faktor space meliputi ruang gerak. namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul.2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). 1. Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis. Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah.

elastis. Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. Gelengkan kepala. penekanan (Ann Hutchinson. 4. tengah dan atas secara sinkronisasi. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah. dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. Ayo para siswa. misalnya gerak yang kuat. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat). aksentuasi. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya.SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak. luas. 2. 1. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah. 1. dan dinamis. Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lemah. 1989:2). sebagai tumpuhan tubuh. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan.3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3.

biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari. patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut. stakato. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak. 1. Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan). dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat.5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas.1.4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili.

7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rentang tangan. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Sumber: koleksi Pribadi Gb. pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci. 1. 1.6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra.SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas. Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas).

10 Gumyak Banyumasan Gb 1. Gb. 1. klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon).8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan.8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1. dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak). gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo).9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb. 1. Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 1.SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan. 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). rentang tangan.10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo.

gerak peralihan. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai. Lenggang. antara lain terdiri dari Selancar. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. Begaya. dan Gibang. Cendoliyo. Ngaco. Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. Kedidi Merentang. Blongtur.11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Ngenak Gelang. 1. Nyilau. Pakblang.SENI TARI 29 1. gerak khusus. Ngenak Subang.12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb. Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari). Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala.1. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. Nyetangaen. tangan. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok. dan kaki. 20). Gerakan peralihan terdiri dari Koma. Rapet Nindak. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989. Nyelak.11 -. Tegak berdiri. 1. Gonjingan. 67). Kewer. Nyerah Sekapur Sirih. Ketentuan gerakan harus dipatuhi. Melenggang Turun Naik.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Para siswa apabila dicermati secara teliti. Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. Nyanggul. Ngenak Cincin. Motif gerak tari tradisional Betawi. badan.

Gerakan pacak gulu. rendah). gebesan. mengkerutkerut. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Gerakan supinasi. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. tengok kanan/kiri. rileks. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. anggukan dan gelengan kepala. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. sendi leher berperan sentral. mengangguk. dan mengayun. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. gelieur. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Badan kontraksi. Adeg-adeg. Meliuk-liuk. gileg.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model. Gerakan ke depan/belakang. Rapal. sedang.2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. memutar ke kanan/kiri. berputar. kuda-kuda. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak.

dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Topeng Cirebon.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyempurit. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. palmar tangan. lengan bawah. tekukan pada palmar tangan. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. samping kanan/kiri. Sikap palmar dari tangan Ngiting. ogek lambung. supinasi ke depan. Ngruji. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. lengan atas. Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Vibrasi scapula. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. belakang. ke depan/belakang. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Grakan tangan lurus. tekukan pada siku. dan sikap tangan pokok. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. Gerakan bervariasi.

Geser. kelenturan pada paha. Harmoinisasi goyang pinggul. Cranum sebagai otorizet. sensualitas. goyang pantat pada Jaipongan. Goyang plastik. dilakukan sesuai keterampilan individu.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Pelvis sebagai penopang. macam goyangan. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerakan dan getaran pinggul. Kengser. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. masingmasing berbeda-beda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. Kecepatan. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Kolumna vertebralis. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain.

sinfibrosis. loncat harimau. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. loncat harimau. Salto. Lampah Ringdom. Kepala mematukmatuk. Peragaan gerak motif Rodat. Zamrah. strugel track di udara.SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Gerak rol. Keept up Jalan lurus. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. kaki lenagkah ke depan/belakang. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. sinkondrosis. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. samping kanan/kiri. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta.

Gileg. Gerakan merendah atau mendak. dan variasi gerakan kepala. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. dan kaki. Tabel 1. Ngeseh. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Pacak Gulu. Gelang kepala. meng angguk-anggukan kepala. sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu. tulang panggul. Nindak. sendi poros pada tulang bahu. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. badan. Lakukan gerakan ngeseh. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. 2. Mapal. Galier. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Putaran Tubuh ke semua arah. dan Godeg. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. serta pada karpal dan falang. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Tanjekan.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Tegak dan bongkok badan. tangan.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru.

Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip.(Jung kir balik) Tabel 1. rendah). sedang. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Adeg-adeg. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Lakukan gerakan mapal berkelompok.SENI TARI 35 1. Adeg-adeg. rendah) pada tari Saudati. kuda-kuda. Gerakan Tari Topeng Cirebon. Rapal. tari garapan lain. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. kuda-kuda. anggukan. sedang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Rapal. straidel. dan topeng Klono. berputar. lenso. step(langkah ganda).3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. 4. sedang. rendah).2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer.

Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh. dan ruang gerak penari itu sendiri. 1. ) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb. Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. 1. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. posisi dan kedudukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. gerakan olah tubuh.SENI TARI 36 2. Di sisi lain. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan).14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa.14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat.13 dan 1. posisi yang tepat. dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa.13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .16 Penari Saman berbanjar Gb.15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. (perhatikan gambar: Tari Klana atas. 1. ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat.16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala.SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 1. dan Tari Saman Bawah. Gambar 1. 1. dan tangan kanan tolak pinggang.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar.

Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan. Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan.SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain.

SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut.18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb.17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1. 1.18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. 1. Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.17 dan Gb. Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati).

Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. 1. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi. perpindahan tempat. 1.SENI TARI 40 3. Perubahan gerak. Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi. perubahan posisi. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. berubah posisi. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu. Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas .19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cepat-lama gerakan dilakukan. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. panjang-pendek.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. Waktu Dalam tarian. dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan. dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama.

Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian. atau dengan berdiri-jongkok. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi. dan kondisi emosional penari. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang. Oleh sebab itu. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. dan kebutuhan pentas tari. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. intensitas gerak. Dalam tari. Atau dengan istilah lain. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak. Dengan demikian. waktu berdenyut. denyut nadi gerak. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. situasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. walaupun diam seorang penari di atas pentas. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. kualitas gerak. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya.

20 Penari Bimo Suci Gambar 1. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage).SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas. intensitas.19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas. 1. Apabila hal ini dapat terkontrol. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati. berkekuatan. Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja. dan penghayatan gerak tari. dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari. Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. berisi. Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga.

122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan. kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang. 1. Sumber: Internet Gb. Lompatan kulminasi penari balet Gb. dan memenuhi harapan.SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol. terkendali. Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan).22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata. 1.21.21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb.

1.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet.23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb. Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1. 2. Para siswa yang budiman.SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin. Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. Tersebut di atas.24 Gambar menunjukan. 1. penegangan otot tangan yang terbuka.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1.22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1.

Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.SENI TARI 45 5. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. sedih. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya. dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum. dalam kehidupan sehari-hari. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai ilustrasi. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. marah. kehendak.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar. Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. 1. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter. Ekspresi Perlu para siswa ketahui. desakan jiwa. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa.

Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1. 2..SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton. Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater. Lakukan ekspresi murung.26 Penari melepas senyum kepada penonton. menangis. tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. 1. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba lakukan ekspresi senyum di kulum.

Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan.SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A. Untuk mencapai pemahaman bacaan.1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2. maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari. sehingga pembaca baik pelajar. guru. Sendi Otot. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini.

skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan. Seperti banyak diketahui. Pada akibatnya. waktu dan tenaga. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. Siswa yang baik. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. Latar Belakang. PENDAHULUAN 1. Oleh sebab itu. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. ideal. Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang. Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi.SENI TARI 48 B. ruang. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan. dan sehat lahir dan batin. menari. dan waktu. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. makan-minum. membentuk tubuh yang ideal. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. bahwa di dalam melakukan olah tubuh.

Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. sprint. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui. jalan biasa. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seperti telah disinggung di atas. serta aktivitas sehari-hari. terkejut. menari. dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. menari dan gerak senam. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan. Secara garis besar. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. srta banyak contoh lagi. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh.SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. Oleh sebab itu. maraton. Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan.

menari maupun melakukan senam. Selanjutnya. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik. kualitas gerak. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. dan gerakan terjaga dengan baik. C(Carbon) dalam jeringan. sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik. bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak. Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. Oleh sebab itu. Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. begitu sebaliknya. di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara. perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. ketahanan tubuh.

Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan.SENI TARI 51 nafas. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. • Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga. sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. tengah. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. dan melepas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • mengkordinasikan para-paru. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan. mengeluarkan. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu. • Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. Selanjutnya. Apabila hal ini menjadi kenyataan.

Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan. rongga hidung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . anak tekak. pangkal tenggorokan.SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk. membusungkan dan mengempiskan dada. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. Secara tertruktur. Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung. Oleh sebab itu. cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. mulut. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. Oleh sebab itu.

Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. Sewaktu udara melalui hidung. kecepatan. Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung.SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung. Paru-paru mengisi rongga dada. Alat ini merupakan alat pernafasan utama. kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. dan gerakan pernafasan.is masuk ke rongga hidung. menari dan senam. Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut. • Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak). • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid. Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas. • Paru-paru ada dua.

SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. dan dituangkan ke dalam gerakan artistik. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. hingga mengakibatkan gangguan jantung. dirasakan. Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. menahan. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan. setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati. lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. sesak nafas. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan. Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan. Oleh sebab itu. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit.

Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal. kalian pasti telah memahami teks di atas. melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas. Para siswa. Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. Konstabilitas ini harus terjaga. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas. 2. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini. b. Jelaskan.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar. Tugas: 1. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. a. Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa. Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut.

Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan. 2. maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima. DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni.1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang. pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik. Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. persiapan tubuh atas pemanasan. Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik. Sumber: Koleksi Internet Gb. Oleh sebab itu. 2.

2. 2. kaki ada (penari pa) Gb.SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada.1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2. dada. bagian skapula terjadi penegangan gb. 2.bagian perut.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot. dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan.3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

lemah. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. 2. Selanjutnya. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini. elastis. Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. 1989:2). dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput).4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya. penekanan (Ann Hutchinson. misalnya gerak yang kuat. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix).SENI TARI 58 2. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. misalnya level. ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini. Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. aksentuasi. Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut. Faktor space meliputi ruang gerak.

6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata. tangan dan kaki bawah relaks. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif. Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan. Tangan kaki. 2.SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik. 2. tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2. Kepala bisa menghadap depan.

dan bangga untuk diri sendiri. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh. Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan. Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik. tanpa persiapan apapun.SENI TARI 60 3. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. gerakan pengenalan. menari dan senam pada dasarnya telah dipahami. maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. menari dan senam agar benar-benar fit. tubuh. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap.

menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot. Sebagai contoh. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. otot. mempertahankan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. sendi dan tulang secara maksimal.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh. tari. memperkuat persendian. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat. • Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang. gerakan oleh tubuh. Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru. gerakan tiba-tiba. Di sisi lain. serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. jantung. Penguatan ekspresi gerak. Dalam melakukan olah tubuh. mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. tulang. sendi. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri.

Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi. Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin. Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya.SENI TARI 62 • Olah tubuh. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi. adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila latihan olah tubuh. Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah. dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. gerakan yang memiliki beban. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba. sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan.

setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot.Melalui penjelasan tersebut. Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama. Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan. Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel . Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. Oleh sebab itu. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama. Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar. Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan. Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh.

kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak. Otot memiliki daya kontraksi.SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit. sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. Tabel Hubungan Teknik Gerak. cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif. kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan.

kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak. Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan.

8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. dan peniruan gerak sebagai berikut. 2.8.9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb. 2. 2. jari kaki dan tangan Gb.9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2. 2. kaki dan perut.7-2. Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung.

kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. bukan? Lakukan sekarang.5.6. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Internet Gb. 2. perut dan kaki. 2.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas.SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. 4. 5. 2. Ambil posisi berdiri sempurna. Gb.

Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah. mulai dari dada hingga pinggul. dada. Gb 2.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda. latihan gerak naik turun tangga secara rutin.SENI TARI 68 B. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah. tekanan darah tinggi. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. Bentuk Apel. 1.11. dan paha. stroke. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb. Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk. dan penyakit ginjal. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh. 2. Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik. dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik. Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal.

atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan. Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. Bentuk Pir.SENI TARI 69 2. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul. Biasanya sering frustasi. 2.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis. Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian. Dalam penampilan. bersepeda. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb. bentuk tubuh pir kurang percaya diri. paha. dan betis.

Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus. Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. bersepeda. atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. jalan cepat. Dalam skala ukur yang klasik. langsing. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel.SENI TARI 70 3. Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. dan ceking. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul.

pesenam. Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. penari. Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. 2. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya. masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk.

Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik. Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini. penyaluran energi. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit. wanita yang berprofesi olah ragawati. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan. 2. 2.5. 1. Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh. Upaya penambahan berat badan. 3. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. Ambil posisi berdiri sempurna. kesehatan. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri.6. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan.

gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut. maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan. ketepatan. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. Untuk keperluan olah tubuh. Dengan demikian apabila terjadi peregangan. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. Pada pengetahuan olah tubuh. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti. Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. kelenturan . Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1. dan daya ulur. tubuh sebagai alat gerak.SENI TARI 73 C. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak.

Nungging. 4-18). Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. Tangan. Jinjit. perut. 2. perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. Otot jantung membentuk jaringan jantung.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. Kangkang. dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok. Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar. Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya.

serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan.SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan. lompat. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok.15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan. 2. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri. meluruskan-menekuk kaki. loncat. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah.

Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb. agar tidak pusing.16-2. 2. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jinjit dan naik turun. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Kontraksi pada kaki. lutut tetap lurus.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang.SENI TARI 77 2. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. menggeleng-gelengkan kepala. Gerakan kepala di atas. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala. berdiri. Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. atau memposisikan berada menjulur ke depan. c. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. menungging. Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah. Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a. b. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki.

19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai. 2.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. 2. Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. lebih dominan di atas lantai.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai. Kontraksi pada kaki Gb. Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal. Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud.

Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus. siapkanlah peralatan tersebut. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali.20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri. Lakukan gerakan tersebut beberapa kali. Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat. Gerakan tersebut lakukan beberapa kali. gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Lihat gambar 2. Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul. Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan. kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pinggul (pelvis). dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur). buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih. badan.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian. Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur. 2. Anggukan kepala. Kontraksi pada kaki Gb. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e. Betis (Febula). Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati. 2. Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna.SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki.

Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan. tangan. kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat .22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas. Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f. dan perut. Perhatikan gambar Duduk santai. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha. Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini. 2.2. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai.SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb. Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup.

2. Sumber Koleksi Pribadi Gb.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2. 2.25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

(Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini. bertumpu pada satu kaki.Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb. duduk. 2.SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur. Lakukan latihan beberapa menit. hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .26 da 2. yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad. Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah.

sehingga bis tepat rata benar. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang. Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki.. Sebagai ilustrasi. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian. posisi tidak semitris.SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis. 2. Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai. Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding.28-2.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan.28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent). Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran. Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus. Gerakan dilakukan beberapa kali. Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar.

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak. Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. Selanjutnya. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. anggota gerak bagian tengah (Thorax). Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak. kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. konvigurasi. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). maupun perubahan tentang aspek gerak. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. disebut gerak tari tengahan. posisi. penekanan (Ann Hutchinson. Ruang gerak misalnya level. Misalnya gerak yang kuat. Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan.2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. aksentuasi. 1989:2). lemah. Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput). 4. elastis. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. Konsep ini selanjutnya diberi bentuk.

Oleh sebab itu. Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul. masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan.44 dan 2. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap.2 peraga putri.

Sebaliknya. Gerakan yang statis dan membosankan. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari). Hal ini dituntut dalam tari. Oleh sebab itu. menghentak. Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. Untuk pengamat yang telah berpengalaman. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda. di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil. dan banyak variasi. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis. pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. menjadi sisi penilaian negatif pengamat. bagi pengamat yang masih awam. masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan.SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka. Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya. Oleh sebab itu. Dalam tari. Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis.

kuat. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. Dalam belajar-mengajar tari. Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap. Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna. gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. berbaris berbanjar. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi. tengah. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak. jongkok menekuk lutut. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. dan angkuh temteramental gerakan. Di sisi lain. Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam. Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. gerakan yang diperhalus. Variasi gerakan goyang. Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif).SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. Oleh sebab itu.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .46. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya. Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan. Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. Selanjutnya. 2. Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai. 2 2. Kontraksi pada kaki Gb. tidak mantap. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri. 2. dan kesan goyah.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep.

Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. 3.48. 2. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini.SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. paha. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini. dan daya tahan nafas. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. Ambil posisi sikap sempurna.

sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan. Gunakan pernafasan dada dan perut. Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu. Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan. Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap.52 selanjutnya dilakukan. Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik. Tahan nafas hingga 4 detik.SENI TARI100 4.Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya.3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2. kemudian baru keluarkan. bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2. Olah nafas dengan pernafasan paru-paru.

semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal. tergesa-gesa. Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. Dalam keadaan terpaksa. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar. Peringatan. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. sehingga dalam keadaan terkejut. Masa latihan lebih dari 3 bulan. Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. Pada tingkat ini. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan. Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan.SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar. mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. atau duduk santai dengan punggung bersandar. Pada tingkat menengah. 2. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2. Hembuskan nafas selama 6 detik juga. Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2. Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya. Dalam keadaan paru-paru kosong. tahan nafas 6 hitungan.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik. Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada.

dan menghembuskan dengan santai pula. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. menahan dengan santai. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya. kebiasaan makan. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk. Bagaimanapun. kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. terutama pada bagian pinggul. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan. Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup. tenang. hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. D. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh. dan dada. paha. Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap.SENI TARI103 5. dan konsisten.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.SENI TARI104 1.50.49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb. Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. 2.

Sumber Koleksi Pribadi Gb.53 Sikap mirip 2.50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai.51 Tidur menarik tangan dan dada. 2. 2. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb.52 Mirip gambar 2.51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar.33 Sumber Koleksi Pribadi Gb. kontraksi pada kaki Gb. 2. 2.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI105 2. kontraksi pada kaki perut Gb. Gb. Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup.51. 2. penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki.

meloncat. Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. tungkai atas. berlari. siap untuk melakukan olah tubuh. keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. menendang. Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki. tungkai bawah. merendah dan jongkok.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. Tulang Kelangkang.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. seperti melompat. Paha Pangkal paha. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang. pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap. otot kaki.

Kontraksi pada kaki Gb. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. 2.54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai.59. 2.

2.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1. kenapa demikian. Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level. kelenturan. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?. Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi. 8.gerakan. 5. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik. apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?. Apa alat dan pakaian yang digunakan?. dan bagaimana cara mengatasinya 9. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. Oleh sebab itu. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut. peniruan gerak. Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh. 7. tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian.

Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. . Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. dinamis. Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti. dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. gerakan putaran tangan pada lengan. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. berjalan. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga. dan dapat dibantu oleh tulang. Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. trisik pada tari Jawa. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). ruang. Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti. dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku.SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . e. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki.

kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Proporsi menunjukan tention pada perut. dam tangan kanan. pinggul.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb. dan tangan serta kepala sebagai efek samping. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar. pinggul. 2. adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan kepala. 2.58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai.SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. Peregangan pada otot perut. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Gb. 2.57 Penegangan otot penegangan otot kaki.

Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad. ekspresi rambut. badan dibungkuk secara mengalir. Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Lakukan latihan selama beberapa kali.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .59. hal ini untuk menguatkan otot perut. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas. 2. 2. 2.SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. Sikap mirip gb.61 Sikap bongkok.

2. dan angota gerak lainnya. dan angota gerak lainnya.62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 2. Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. Perhatikan gambar Duduk santai.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi pada kaki Gb.

peraga tunggal dengan penghayatan dalam. dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal. .2.65 menunjukan performa Intensitas gerak.2. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.64. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. perhatikan gambar duduk santai.64—2. di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan. tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2.SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu. Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni. .65. tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Fese latihan dan pentas.

Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere).66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . keseimbangan. dan kebugaran tubuh. gerak tari bentuk. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. kesehatan. Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan.SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh. Kontraksi pada kaki Gb. 2. Perhatikan gambar Duduk santai.66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan. 2. baik tari tradisional.

guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb.67. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani. 2.49). . latihan penyegaran otot dan saraf punggung.dan 2. pinggang. kaki. Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh.68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian.2. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi. latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh. tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran). 1. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Dalam Singgih D. Gunarsa menyatakan. latihan pernafasan. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik.SENI TARI115 D.48-2.

keinginan baik. f. bagian tumit sentuhkan kedua kaki. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi. leher. b. betis. posisi berdoa. jari-jari tangan. visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh. c. otot-otot muka/wajah. kepala tegak. c. otot. Cara Kedua : a. Tarik napas dalam 5 hitungan. Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. b. Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. paha. e. kepala. bahu. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. Visualisasikan dalarn pikiran. dapat dilakukan dimana saja. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. pinggang. lengan otot. d. tumit. tangan diangkat ke samping (horizontal). e. Kaki dibentangkan. Rasakan kasih sayangdalarn pikiran.1 Contoh Latihan Gerak a. c. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. telinga. 1. perasaan. otot sekitar mata. Ulangi latihan 10 kali. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi. Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. hangat. kaki bersila. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada. b. Langsung keluarkan napas 10 hitungan. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. irama hitungan sama. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. d. Berdiri di udara terbuka. pergelangan tangan. rasakan dalam dada. Duduk tegak punggung lurus. kemauan. lutut.SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. e. seakan-akan menembus paru-paru. pikiran bersih. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. 1. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing). Urutan gerakannya sebagai berikut. makin lama makin baik. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. 2. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. b. mata dipejamkan tunduk sedikit. f. e. Ulangi latihan 5 kali. dengan cara. Latihan Penguatan Otot. • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula. sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a.SENI TARI117 d. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. jangan bungkuk. c. d. • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. • Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). tangan dipangkuan diatas lutut. • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. Tariklah kedua kaki rapat ke depan.

• Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan. istirahat sebentar. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. Letakkan. lurus datar. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan. • Bila kedua pinggang sudah tegak. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut. lurus ke depan. boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan. • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis. Ulangi 2-3 kali. Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. 6. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. 3. ke samping kiri dan samping kanan. ulangi 2 sampai 3 kali. istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. 7. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal.

Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas. Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. tengah. 1. 3. . Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat. Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah. 2. .Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh. meloncat. memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Deskripsi Tugas 1. bawah secara baik dan benar. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas. Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia. Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah. Menirukan gerakan yang diberikan guru. peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah. benar. agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. mengetahui letakIetak gerakan yang benar.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya.

Kriteria 1.3. 3. waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi. melangkah. 2. perpindahan gerak. meloncat. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. jalan.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon. Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis. Untuk tugas diatas. waktu. tenaga.Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang.SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak . rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin. dapat mengetahui polapola yang ada. sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal. Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang. Peserta berjalan. menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis. 2. bentuk-bentuk gerak dalam ruang. mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar. . Deskripsi Tugas . Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . putar jinjit tidur. memahami garis. 1.

2. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur. baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. Latihan gerak dan merespon gerak. kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung. 1.Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. Kekuatan. 1. tenaga. Deskripsi Tugas. Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu. Deskripsi Tugas 1. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional. Kelenturan) 1.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan. atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak. • Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. melalui respon gerak di dalam ruang. • Peserta secara kelenturan. waktu. untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. Secara langsung. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan.SENI TARI121 Kriteria . kekuatan. kelenturan. Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. langsung melalui gerak dengan berpasangan.

Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket. Deskripsi Tugas. Peserta mencari dan mengolah gerak. Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih.3. Deskripsi tugas . Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar. . dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan. Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi. menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok. maka peserta dapat mengkoordinasi. peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai. Kriteria Untuk tugas ini. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis. Paket Garapan Gerak. sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi.Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. dan dibuat pada materi yang diajarkan. desain gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. 1. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada.SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini.Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih.

2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. kuda-kuda. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. Rapal. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. Badang kontraksi. mengkerut-kerut. gelieur. sedang. dan mengayun. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. berputar. gileg. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. Gerakan supinasi. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. Gerakan ke depan/belakang. rendah). supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. sendi leher berperan sentral.SENI TARI123 2. namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. rileks. Gerakan pacak gulu. tengok kanan/kiri. gebesan. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari. memutar ke kanan/kiri. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Meliuk-liuk. Adeg-adeg. anggukan dan gelengan kepala. Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. mengangguk.

Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. supinasi ke depan. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ogak lambung. Ngruji. Vibrasi skapula. Nyempurit. ke depan/belakang. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. palmar tangan. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. dan sikap tangan pokok. tekukan pada palmar tangan. Grakan tangan lurus. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Gerakan bervariasi. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh.SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. tari yg dilakukan. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. tekukan pada siku. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. lengan atas. lengan bawah. belakang.

Geser.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Harmoinisasi goyang pinggul. Goyang plastik. dilakukan sesuai keterampilan individu. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. macam goyangan. kelenturan pada paha. goyang pantat pada Jaipongan. 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Kengser. Gerakan dan getaran pinggul. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. sensualitas. masingmasing berbedabeda. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Kecepatan. Kolumna vertebralis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sriwijaya. Cranum sebagai otorizet. kepala Gerakan Jalan.

Peragaan gerak motif Rodat. Zamrah. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. strugel track di udara. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Salto. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . loncat harimau. Gerak rol. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala.SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial.

Nindak. samping kanan/kiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta pada karpal dan falang. Gerakan merendah atau mendak. Pacak Gulu. Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. sinfibrosis. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Sinkronisasi harimau. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. dan Godeg. sinkondrosis. tulang panggul. kaki lenagkah ke depan/belakang. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. diarthrosis Jalan lurus. Gileg. Putaran Tubuh ke semua arah. Galier.SENI TARI127 matuk. Gelang kepalaanggukanggukan kepala. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Tegak dan bongkok badan. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Lampah Ringdom. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. sendi poros pada tulang bahu.

anggukan. rendah). Tabel 2. sedang. Tanjekan. lenso. Ngeseh. 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. rendah) pada tari Saudati. kuda-kuda. Gerakan Tari Topeng Cirebon.3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan.4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adeg-adeg. dan kaki. tangan. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. tari garapan lain. Mapal.SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. rendah). Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. berputar. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. straidel. Rapal. Rapal. step. dan variasi gerakan kepala. dan topeng Klono. kuda-kuda. badan. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. sedang. Adeg-adeg. Tabel 2. sedang. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.

Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit. Pembuluh darah lebar. lengan bersama dengan bagian samping. sehingga aliran darah lancer. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. dn berpenampilan indah dan menarik. Otot dada. Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif. dan panggul. Menghindari cedera. mengencangkan otot. serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. membakar lemak. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya.SENI TARI129 E. bahu. Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh. Otot tungkai dan pinggang. Gerakan bahu. Menambah kepekaan syarat. Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh . Otot pinggul. dan mampu merespons gerak secara reflektif. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1. mengembangkan kelenturan fisik. • • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher.

kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.SENI TARI130 2. Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1.69 Sikap jengkeng santai. dirangkai. Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa. (Latihan Kelenturan) 2. Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit). Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari. Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar. Latihan Inti 1. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai. elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain.(lakukan gerakan beberapa menit).

Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. otot tungkai. Tarikan kencang pada betis.70 berdiri santai. Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh. Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit).SENI TARI131 1. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan. 2. Lanjutan 3. Rasakan tarikan otot meregang. Kekuatan badan dalam posisi jinjit. kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping. Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh.

Berjalan di tempat. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai. 10. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai. pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. Ayunan ke dua tangan ke samping. 12. Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. 13. tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. tarik leher ke kanan dan ke kiri. 3. Gerakan ulang. lalu kedua tangan tarik ke atas. Kedua lutut lurus. Posisi kembali semula. 8. sambil mengayunkan tangan. 6. Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. Tangan di depan memegang mulut. selanjutnya kembali posisi semula. 4. 16. Lari-lari di tempat. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya. Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. dan mampu merespons gerak secara reflektif. gerakan putaran sebaliknya. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). 18. 7. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. Meregang otot lutut. Latihan gerakan kepala. Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. 9. keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. putar pinggang sesuai arah jarum jam. Secara bergantian. tangan kanan ke bawah. Otot dapat berkontraksi secara cepat.SENI TARI132 3. • Posisi dan gerakan sama. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit. 5. 11. Latihan pinggang. 14. tahan pinggul sehingga nampak elastis. Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. tarik ke belakang diikuti badan (putar). akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan.

Putar-jonkok. putaran. Lompatan. Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. keindahan gerak. variasi untuk membantu penghayatan. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana.71 berdiri jinjit. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Ayunan tangan.SENI TARI133 4. penghayatan dengan memakai property. Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dinamika gerak.

badan membungkuk. Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. ulang!. pantat. Gerakan Sit UP. tangan bertumpu di lantai. lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Lakukan gerakan kaki maju ke depan. Lakukan beberapa kali gerakan ini. sila. Laian. tangan ke atas berlawanan dengan kaki . goyang pantat). beberapa kali gerakan. Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut. Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional. Posisi kaki terbuka dan merendah.SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. Gerakan pinggng otot kaki regang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan otot paha. Gerakan kaki semacam Balet. ke belakang.72 berdiri santai. Goyang Plastik. dan lain lagi. • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. dengan pinggul lakukan kengser. lenggang. Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian. pinggul. dan simpuh badan ditopang ke dua kaki.

3..... 2.. Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya . Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas.... perpindahan formasi. kaki belakang berjingkat tangan di pinggang. 4. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb. Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan...73 Duduk santai.aaaaach.. 2.. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ..SENI TARI135 1. Tarik nafas perut... tahan 4 detik... Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan... Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian. Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada... dan rasa kepercayaan diri.

tahan nafas. Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan. punggung di regangkan. tahan. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik. hembuskan nafas. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut. Seluruh otot tanganotot bahu. Tahan 10-12 menit. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu. dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. 2. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. sikap dipertahankan. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus. Hirup nafas perlahan melalui hidung. perlahan-lahan kepala menengadah. 3. Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada.SENI TARI136 1. lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jarak pandang lurus ke depan. Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm. 5. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. 4. Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. bimbang.74 berdiri santai..

maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari. Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti.75 berjalan sambil melayang santai. 2. Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan. disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama. 3. Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi.SENI TARI137 1. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan. dan alat disesuaikan dengan keinginan kita. 5. kontraksi pada kaki. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . (Hal 24 dan 75). Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak. daerah perut. Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. 4. Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. 6.

Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula.76 duduk santai. berdiri jongkok. Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan.SENI TARI138 3. • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal. dan lambat.. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. • Latihan penutup. • Mengurangi ketegangan. • Menurunkan suhu tubuh. Pendinginan 3.

• Latihan dilakukan secara individu. • Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. Ayunkan tangan. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. wirasa. Kembalikan tubuh ke posisi awal. relaks. • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. berpasangan. • Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan. wiraga. • Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. • Pilih musik etnik yang kamu suka. busungkan dada. sehingga kondisi dapat segar kembali. • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. wirama. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks. • Gerakan pelan agak lembut. • Berdiri perlahan-lahan.

atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. tangan bertolak pinggang. tangan bertolak pinggang. lingkaran. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak.SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian.

tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. tangan bertolak pinggang. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Badan berdiri tegak.SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya. Badan berdiri tegak.

Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. tangan melebar ke samping kanan/kiri. sikap pandangan mata lurus ke depan. Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh. Badan berdiri tegak. Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. tangan bertolak pinggang.SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. Badan berdiri tegak. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap. sikap pandangan mata lurus ke depan.

ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah.SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak. tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas.ke kiri. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atur posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan.

tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. Dengan itu saling berhadapan.. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan terbuka merendah. dan sebelah lainnya diluruskan. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Posisi badan rendah ke samping. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik. Atur posisi badan tetap berdiri tegak.ke kiri.SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. Posisi badan tempat merendah ke arah samping.

kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. Atur posisi badan merendah ke samping kanan. Badan berdiri tegak. tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan. dengan saling membelakangi. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. Pandangan ke arah depan. pandangan lurus ke depan.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal. Gerakan ini dilakukan bergantian. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. sebelah tangan lainnya luus. Posisi badan merendah ke depan. Posisi badan sedikit membungkuk. kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. Kedua tangan lurus ke depan. Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna.SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal. kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah. selanjutnya melompat setingguitingginya. kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus. Posisi badan tidur lurus. Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. badan berguling sehingga terlentang. Arah hadap ke depan. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus.

kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. arah hadap muka searah dengan tangan. Atur sikap posisi badan membungkuk. Posisi badan menunduk. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. tangan kanan lurus dialgonal. tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. Posisi badan membongkok. tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah. Posisi berdiri satu kaki.

Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang. Posisi berdiri satu kaki. badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. ke dua kaki melebar. sehingga badan lurus dengan kaki kanan.SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus.

Posisi dan sikap badan tegak.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. kaki. Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh. dan pinggul.

Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2. Uraian geraknya adalah lari perlahan. sehingga tidak banyak beban yang diambil. tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak. Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri. Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus. Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. kaki lainnya melipat ke arah pinggang.40. atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada.

Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan. badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping. Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang. rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping. Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas.

sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah. memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan. lurus ke atas. Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping. Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik.5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI152 seimbang. Gambar Tabel 2.

Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai. pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia. Pengaruh tersebut sa. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing. keprak. dan badan. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa. lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong. Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. ngepel. Tetapi pada sisi lain.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Pada tari-tarian manca daerah. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan. kaki. terbang/rebana. Hal ini disebut akulturasi. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. ngruji. dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut. akordion. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. kenthong. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nyempurit. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. dan masih banyak lagi. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. yang tertuang pada sikap tubuh. Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. gitar. Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan.

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. dialog. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. dancescrip. bentuk sastra.SENI TARI163 peran. Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. Oleh sebab itu. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya. pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari. Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. ide penggarapan tari. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. peran seni drama sangat menonjol. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. cuplikan inti ceritera. Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. bahkan tanpa memperhatian dinamika. pesta kelahiran. karena akan berburu. perkawinan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan sebagainya. • Tata rias masih sederhana. Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. proses inisiasi (pemotongan gigi). Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan. keberuntungan panen. sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. terdiri dari tifa. • Instrumen sangat sederhana. Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1. Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama.SENI TARI164 B. bertujuan untuk kehendak tertentu. berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. . Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana. berupa hentakan kaki. misalnya : menirukan gerak binatang. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap.

keunikan tari primitif walaupun gerak. musik. tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme.SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral.1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. 3. dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur.

3 dan 3. Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama.SENI TARI166 2. 3. Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku.5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali). 3.3.4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Bedoyo (Yogya-Surakarta). 3. Tari Baladewa Kresna (Surakarta). Sumber Koleksi Pribadi Gb. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun.4 Tari Gambyong (Gb.6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Gambyong (Jateng0.3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb.

tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur).8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi).7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional.9 Bersih Desa Gb. 3. TMII Jkt Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb 3. Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng). 3. 3.10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur).

Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar. Tari Gandrung (dari Banyuwangi). Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat). Tari Tayuban (dari Jawa Tengah). 3. Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Konsep koreografi sederhana. menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan. Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. 3.12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat.11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb. menjadi warisan budaya secara turuntemurun. Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum. sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya. 2.SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. dan tari klasik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat. Tari daerah setempat di lingkungan kita. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat. Tari Lengger (dari Banyumas). tari rakyat.

3.SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. 3.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 3. Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini.17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3.16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

21 Tari Manikam Gb. 3. 3.19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat). 3. Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama.SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Yogyakarta). Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang.20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi. Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Legong (Bali).22 Dogdog Lojor 2.2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi .

Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut. 3.23-3. Tari Legong Kraton (Bali).26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb. dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan. Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta).25 Tari Legong Gb. 3. 3.

SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta. Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium. Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung. 3. Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. konsep tersebut banyak mengalami kendala. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong). Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa.27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog. Contoh bentuk Wayang Orang.

namun secara konseptual tetap mempunyai aturan. Tari Wira Pertiwi. 3. Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti). 3.30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku.28. 3. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong. Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni. Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim).29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI173 3. Sumber Koleksi Internet Gb 3. dan sebagainya).

35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.34-3.SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.32-3.33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3.36-3.

Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah.i Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya. 3. Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit. 3.

2. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran. beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat. kita bahas bersama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1. Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian).SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian. 3. Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta. pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta. 1. Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal. Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar.

Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. 3. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif. Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara.45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada daerah tertentu di Indonesia. Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta). Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. memelihara/berlatar belakang agama Hindu. 1. tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak. sarana memuja dewa (keagamaan). Pada masyarakat tertentu. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. salah satunya termasuk tari.SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja. serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan. Tari 3. tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara.

47 Tari Janra UPeuteh Gb. Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini.48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat. 3. 3.46 Tari Nyak Puan 2. 3.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat. Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat.

injak telur. Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan. kelahiran. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan.51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b.SENI TARI179 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara. Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan. 3. Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya. Kematian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura. Oleh sebab itu. Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu. penyambutan tamu agung. 3. potong rambut. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang. 3. Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut.

Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. Oleh sebab itu. Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. mengikuti selera kaum muda dan mudi. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. 3. 3. tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. 2.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. dan masyarakat secara umum. Sumber Jurusan tari Gb. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi. 4. Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. bersih desa. Gerak tari ini dilakukan berpasangan. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting. Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri.

Tari Joget. Tari Gandrung..60.56-3. 3.58 . Tari Tayub dll. 3.57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Serampang Dua Belas.59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb.SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso.3.Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Topeng Gong. Jenis Ebeg. dan tari.SENI TARI182 5. Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi. Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim). 3. Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini. Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal.62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta). Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas. Selain kesenian Betawi. yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat. Ludrug. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. Sumber Koleksi Anj. TIMTI Gb. sehingga kesan teatrikal nampak. Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton. 3. Tari Buncis (Banyumas). Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi. Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa. Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. musik teater.

sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat. TARI REKREASI 1. 3. 2.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. perlindungan. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. 2. Memohon keselamatan. PERKEMBANGAN TARI 1. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. 3. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya. 4. Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai.SENI TARI183 Gb. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karena tarian rakyat. 5. 62 C. 1. biasanya mengadakan pertunjukan kesenian. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama. Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya.

Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak. 3. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.SENI TARI184 2. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok.65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .64 Tari DolAlaK i 1. 3. Kostum tari sangat mencolok warnanya. Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb. asesoris. 2. dan musik iringannya sangat sederhana. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang. 3.

66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. Sumber Internet Gb. 3. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku.SENI TARI185 3. Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik. karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik. pendekatan koreografis bertema kontemporer. Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja. dengan standar tari yang tinggi. Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. 3.

3. Awal tari modern . Selain itu menghindari pada penekanan teknik.67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb. karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3. Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb.SENI TARI186 4. 3. 4. Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2. Modern Dance 1.68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer.

3. Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet. Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb. terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi. 2.SENI TARI187 5. tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen. 4. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler). Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3. Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. 5. Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ. dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya. dan musik iringan. dramatikal. Tari Musik Panggung/Opera 1.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3. 3.SENI TARI188 6. 2. Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6. 4. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis. 7.

tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. Tari Musik Panggung atau Opera. ruang. Tari Pendidikan. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya. maupun seniman selaras dengan irama atau musik. dan waktu. Tari Rakyat. Tari Sosial/Pergaulan. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. dan Tari Klasik/Istana. Tari Modern Dance. Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). Tari Rakyat. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. penari. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. RANGKUMAN Pada hakikatnya. selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Tari Teatrikal/Pertunjukan. Selanjutnya. Pada masing-masing bentuk tari di atas. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang. melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. Oleh sebab itu. Tari Balet. Lihat dan amati.

kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras.SENI TARI190 Tugas: 1.bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya. Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . baik elektronik maupun non-elektronik. Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan. Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. penuh vitalitas. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian. 2. khayalan. D. kita harus ingat dan memahami. cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. Tetapi para siswa dan guru. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. 3. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian.

4) Analisa. Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya. 2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis. 3) Pengertian.SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. 5) Penilaian. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini. 1) Persepsi. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6) Apresiasi. jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. 2) Pengetahuan.

Aceh dan Sumatra Utara. Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. Tari Buyut Managan Sihala.SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Tari Manduda. dan perkembangan Tari Tradisional. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi. tata teknik pentas. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Pendukung tari meliputi kostum. Tari Angguk. Tari Pisu Suri. Tari Kain. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Andung-andung. Tari Baina. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan. tari Terang Bulan. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. Tari Nontradisional. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Upacara. Tari Cikecur. musik iringan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Karambik dll. Tari Kapri. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. Tari Tononiha. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. Tari Tari Barampek. peran-fungsi tari. Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari. Kental imbas pengaruh Melayu. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Baluse. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu.

3.Tari Bak Saman. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Cuwek. Tari Cincang Nangka. Tari Apeut. Tari Anyung.72 Tari Ngelajau Gb. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Contoh Tari adalah Tari Ngelajau. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb. alunan gerak dengan alur-rentang sempit.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Lanieu. Tari Asuk. Tari Dampeng. Tari Labehati. Tari Kederen. Tari Ranu Labuhan.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok. Tari Landak Sampot.. 3. Bungong Sie Yung-yung.Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Bines.

Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya. Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. Sumatra Selatan. Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton. Oleh sebab itu.SENI TARI194 Sumatra Barat. Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. Riau. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan. Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari. Bengkulu. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya. Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan. Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut. Jambi. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain. Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut.

Rancak di Nan Jombang. Tari Karambik. contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Rambai. tari Payung. Tari Ampun Mende.SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring. 3. tari Lilin. Tari Kain.74 .

Tari Keris. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). ( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Sekapur Sirih. tari Persembahan tari Joget. tari Gandai. 3. Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun.SENI TARI196 Riau: tari Japin. tari Bidadari. Tari Zapin. Tari Lambak. tari Joget Lambak. tari Kikuk. 3. Tari Ambong. tari Kain. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita. tari Massal Kijjai. 3. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri.. Tari Catuk.75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

tari Kelit Lang. . Tari Kain. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. tari Mandi Taman. tari Sauh.Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi). Sumber Koleksi DepBudPar Gb.78. tari Depan Tulang Belut.SENI TARI197 Jambi. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Kipas Perentah. tari Kepak Balam dll. tari Gunjing. maka tari ini berbentuk tari sosial. 3.

tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin). tari Melimbang. Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3.. tari Temu.Tari Andun. tari Badaek. Tari Badalung.dan 3.SENI TARI198 Sumatera Selatan. tari Tabur.79.80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). Tari Bayang Sangik. tari Burung Putih. Tari Bebe.

3. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. Ayunan Tangan.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Lepas. Posisi geografis sangat menguntungkan. tari Melinting. 3.SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti. tari Batin. Tari Bebe.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Arus. Sumber Koleksi DepBudP Gb. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung.

84. Tari Topeng Gong. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng.SENI TARI200 Jakarta. topeng Cantik. Tari Gong. Tari Ngarojeng. 3. Tari Topeng . Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Blenggo. Tari Tayub(Nayub). serta Topeng Angga. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Ronggeng. 3.83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Tari Candra dewi.88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Kandagan. Tari Topeng.SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. 3. Tari Dewi. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Longser. Tari Ketuk Tilu. Tari Capang. Tari Kembang Puray. Tari Merak. 3. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. .dan 3.87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Keris. Tari Doger. Tari Keurseus.86 .

3. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. tari Bedhoyo. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). Sumber Koleksi Kusnadi Gb.89 A. tari Srimpi.SENI TARI202 YOGYAKARTA. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Golek Lima. dll. Pergelaran di Pendopo. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu.

93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berperan seperti tledek atau Ledek.Tari Panji.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Jejer. Tari Kridohumangsah..91Tari Warak Dugder Jawa Timur. tari Bondan. 3. Tari Embat-embat. 3. Tari Bondoboyo. Tari Surenglaga. Tari Saptoretno. Tari Srimpi 9. tari Golek.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.SENI TARI203 Jawa Tengah. Tari NgRemo. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Anoman Kataksini.Tari Retnosari. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Bondoyudo. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita. pertunjukan secara berkeliling. Tari Srimpi 5. tari Rantoyo. Tari Atandak. tari Topeng (Madura). Tari Lawung. Tari Menak Koncar. Tari Karonsih. tari Bapong. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Tari Kadhi Sago Alu. tari Likurai.96 .97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Pendet. Tari Badong. Tari Dag. Tari Bajra. Tari Rangde.dan 3. Tari Bial Tojong. Tari Arja. tari Carana. Tari Kebyar. tari Legong. tari Soka Papak. Tari Kecak. Tari Kabana. Tari Cak. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Ampok-ampok. tari Danding. Tari Barong.94 dan 3. Tari Elilola. tari Padoa. Tari Deda Lolon. Tari Bidu. Tari Ende. Tari Cawan. Tari Janger. 3. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI204 Bali. Tari Amiles Siku.95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur. Tari Ana Keka. tari Lenda Nusa Malole. Tari Basur. Tari Andir Legong Keraton. Tari Barong. tari Kecak. 3. Tari Dio doe. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah.100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara. tari Kebesaran. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt. 3. tari Turutenden. Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb. Tari Maengket.99 dan 3. dilakukan kelompok gadis. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. TMII Jkt Gb.98 A dan 3. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. 3.SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj.

serta penobatan putri masa akil balig. tari Ana Tete. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. 3. Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kitanan. Tari Banggai. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI206 Sulawesi Tengah.

Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat. 3.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya.103 dan 3.104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini.

tari Dinggu. Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Morengku. Tari Moese. tari Mangaro. Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari. Tari Salonde. 3. Tari Modelusi. Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Lumunse.105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Lumanse. tari Linda. Tari Motaro dll. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Tari Kancara. Tari Morasa. kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya. tari Mombesara. Tari Modero. Tari Katumbu. Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. Tari Moana.Tari Moleba. Tari Dero. Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara.

Tari Lule. Tari Manganeng. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Dumono. tari Bisaro. Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. Tari Alusu. 3. Tari Mak Jekne-jekne. tari Pettenung. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu.107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Maklatu Kopi. 3. Tari Makrencong-rencong. Tari Malemmo. Tari Mangayo. Tari Mappacci. Tari Alu-alu.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. Tari Daok Bulang. Tari Cip Cip Po. Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau. dilakukan oleh penari Putri dan. tari Moseng. Tari Mak Bandong. Tari Mak Randing. Tari Losa-losa. Tari Kondo Bulang. tari Pagalung. tari Pasuloni. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. Tari Maluyya. tari Denggo. Tari Mangandak. Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. Tari Tano Doang). tari Mananeng. 3. tari Padudupa. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari datu Museng.

111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya. 1 orang lelaki(pawang). ditarikan pada masa paceklik. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Belahong. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Hudok. Tari Belaong. Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Tandasambas. Tari Gantar.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana. Tari Bekuku. 3. 3110 dan 3. tarsaku Ayu. Tari Datun dll. tari Totokng. Tari Bejo Ujo. Tari Burung Enggang. oleh 4 wanita. tari Perang. tari Sirang. tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir.Tari Anggo. Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.SENI TARI210 Kalimantan Timur. tari Amboga.

tari Gandut.114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tameng.112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Mantang. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3.Tumbak). tari Japin Sigan.113 dan 3. 3. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan. Baksa (Ajaran. Tari Bogam.SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut. tari Balian Bukit. tari Topeng Panji.

Tari Kanjan. Tari Bahala. Tari Banggai. Tari Badeder. tari Lenso. Tari Caka Lele. 3. Tari Dodobol.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. tari Mandau Talawang dan Kapuas. 3. tari Kinyah Pampulu. Tari Mabileose.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Kinyah Bawi. Tari Balian Bawo. Tari Maru Putih. Tari Karaenta. Tari Bukung.115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj. tari Mutiara. Tari Tambung.116 Tari Giring-giring Maluku. 3. Tari Dendang Dilale. Tari Denge-denge. TMII Gb. Tari Kinyah Danum. 31. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. tari Manjuluk Sipa. Tari Kangkurung.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. tari Boleong Dadah.

Tari Ndi. Tari Yospan. Tari Etol. Tari Meto.SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Det Pok Mbui.TariMbis Pok Mbui. tari Dombe. Tari Kampu.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Wor.121 dan 3.. Tari Aluyen. 3. Tari Meitoro Meisawe. Tari Aya Nende. Tari Aniri.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya. 3. Tari Dow mamun. Tari Mooni.119 dan 3.

Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut.126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.125 dan 3. 3.123 dan 3.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . . untuk penghormatan tamu agung. tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. penyajian. penyajian dan perkembangan yang dimilikinya. misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah). rias-busana. Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. tari karya Gusmiati Suid (Padang). Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya. pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan. penyajiannya cukup unik. Coba kalian jelaskan tentang irama. gerak. upacara pengantin. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya.SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. iringan tarinya. Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. dsb. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya. serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. Analisalah tari-tari yang kalian amati. Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik. pola garapan. di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya. bentuk gerak. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). kemudian uraikan berdasar pendapat kalian.

Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari. fungsi-peran atau tujuan tari. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. 5) Waktu dan tempat pertunjukan. 10) Tata rias dan busana. 2) Nama dan asal koreografer. Tari Pergaulan/Sosial. Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati. 9) Musik iringan tari. Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. 12) Setting atau stage.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). Tari Nontradisional. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. 14) Tata cahaya atau lighting. Tari Upacara. 3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. 11) Properti. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok. Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut. peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang. Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan 1. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. 13) Pola lantai. coba jelaskan latar belakang. Tari Teatrikal secara seksama. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. 7) Ide pijakan gerak. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia.

Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. guru.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi. Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan. mahasiswa. Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa. menganalisis. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. guru. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya. kreasi dan moderen). mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali. Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut.

SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3. 1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya. alasan dimana wiraga. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . wirasa. Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. Dalam seni tari. garis dan warna (rupa). keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera. Pada hakikatnya. tanpa intrik. merupakan keindaha yang semu sifatnya. NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. Namun demikian. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama. kepekaan. serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. 113). dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni. nada(musik). Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita. keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan.SENI TARI219 E. Oleh karena itu. pemahaman. Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek.

ketentuan gerakan tari. peran. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. dan ungkapan gerak (marah. gendhing. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. sedih. Gendhing: Kriteria pemahaman musik. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. dihafal. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. lucu. berkesinambungan. dan instrumen menjadi penguasaan penari. tempo. tenang. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran. Irama: Kriteria mengatur kecepatan.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan sebagainya). Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak. taati dalam melakukan gerak. Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi. Penari harus mampu mengendalikan gerak. Penari mampu menghayati gerak.

Tari Jawa Timur. pengendalian diri sexcara maksimal. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan. Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya. kedalaman isi karakter. Sengguh. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa. jenis gerak yang dilakukan. Pada Joged Mataram. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. masalah Sawiji. Sulawesi. Sulawesi. Tari Surakarta. dan Tari Sumatra Barat. Walaupun terkesan terlambat. Greget. Tari Jawa Yogyakarta. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh.3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak. Bali. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. GREGET: Daya kekuatan emosi. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari. Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda. Kedalaman penghayatan gerak. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. kontrol gerak.

dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. dramatik. dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari. Bagan 3. dan suasana tari. wirama. Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi.4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. baik hubungan dengan gerak dan musiknya. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerak yang dilakukan. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. ikatan wiraga. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya.SENI TARI222 Dalam tari tradisional. serta penghayatan prima terhadap karakter. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. penghayatan gerak serta olah rasa.

Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi. Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi. 1. referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari. Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi. Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). Jecquiline Smith. Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery. Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. Rudolf Laban. Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ. hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari. Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja.

menyerap.SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan. Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin. dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop). sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang. • Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. masukkan ke kapasitas ingatan. Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan. Merasakan • Belajar melihat. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru. • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak. dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan.

dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. Laban. dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. La Merry. wirama. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan. gerakan mengayun. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. format. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. Format gerak berhubungan perubahan sikap. bergetar. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi. posisi. dan tekanan. Dalam kaitan dengan tari. kualitas. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. kedudukan. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan. lebar dan volume. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk. dan wiraga. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. 1. Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. mengalir.SENI TARI 224 B. tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari. Gerak terdiri dari tenaga. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk. gerak merupakan unsur yang penting. dan kedudukan dari suatu benda. Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa.

Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. Jenis musik yang teratur disebut ritme. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. Masalah tempo atau ritme. Para siswa sekalian. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. kekuatan dan jangkauan gerak. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. bentuk.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi. bentuk. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. 2. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. konstruksi. Oleh sebab itu. kendur. mengalir. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. Motif. dan patah-patah. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya. jenis. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya. mengayun. patah-patah. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi.

serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis. dan alunan suara secara tepat dan benar. perkembangan. tekanan. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. merangka. hegenitas. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni. klimaks. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. Di sisi lain. ritmik. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat. Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. mendalam. dinamika. dan menata melodi. Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus.SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan.

2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4.3 .4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan lain-lain. 4. Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat.4. piano.1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda). Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar. organ. drum.

segi empat. tubuh. tari Hula-hula dari Hawai. geser ke kanan-kiri. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga.SENI TARI 228 3. sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. dan posisi penari pada saat diam. angka delapan dan sebagainya. Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan. Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. lingkaran. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan. kaki. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. garis lengkung dapat berwujud ular. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. lari cepat. zigzag. huruf T. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. spiral. lurus. Garis menyudut atau diagonal. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap. Gerakan jalan. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. huruf V. ke belakang. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri. dan ke samping atau serong. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. lengkung. Di sisi lain. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. kepala. ruang gerak. Pola garis lurus dapat dibuat ke depan.

SENI TARI 229 4. Badan dan postur penari tanpa perspektif. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. melompat. Desain Datar. kepala ditengadahkan. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi. a. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu. merentangkan ke dua tangan ke atas. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala. Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. melayang sesaat di udara. serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. secara rinci dapat disebut yakni.

Dsain ini menarik. i. desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. tungkai. Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus. dan umpan balik yang terkesan dangkal. Kesan desain ini nampak teratur. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. tenang. h. Desain ini memiliki kesan kuat. Desain ini tidak menggunakan desain kontras. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. Desain memiliki kesan tenang. Desain Statis. e. dan bersahaja. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. lembut. Desan Vertikal. Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. Desain Murni. Desain Lengkung. lembut. Desain Dalam. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan lebih dalam lagi kurang berdaya. penuh energi. pasrah.SENI TARI 230 b. kokoh. Kesan yang dimiliki adalah sederhana. Sebagian anggota gerak tubuh. menyerah. Kesan yang ada nampak egosentris. Desain Horison. d. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. Desain lurus. dan tidak menuju ujung garis. kesan yang ada nampak tercurah. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari. kepala. dan serong. lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. f. Ke depan. g. kejujuran. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan.. Kesan yang nampak halus. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. c. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison.

kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . n. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. Apabila kurang hati-hati. m. desain berada pada desain atas dan bawah. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. Desain Tinggi. Desain Lanjutan. Desain Medium. pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. k. Desain bersudut. desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. o. pangkal paha. p. lutut. Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup.SENI TARI 231 j. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. Desain Spiral. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. Desain Terlukis. pangkal lengan. lingkaran-lingkaran puting beliung. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan. l. Desain Rendah. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam.

desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama. tangan kiri bertolak pinggang. sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya.SENI TARI 232 diwujudkan. kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap. q. Apabila koreografi digarap secara professional. 5. Desain Tertunda. Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. Contoh memarahi orang. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. Desain ini memiliki kesan kokoh. maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. tenang. seorang memiliki badan yang bagus. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. Kesan kurang kokoh. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. Lengan kanan lurus ke samping kanan. Tangan kanan tolak pinggang. Contoh lain. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. Desain Asimetris. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. Desain ini menarik dan dinamis. maka tangan kiri juga tolak pinggang. Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. lengan kiri lurus ke samping kiri. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan. rambut. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan. r. Desain Simetris. s.

Di sisi lain. Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. Oleh sebab itu. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. Selanjutnya. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas. Dramatik terdiri dua tahap. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal. Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali. biasanya sering diingat olah banyak orang.SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. Perjalanan naik agak lambat. pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak. setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan. Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan. pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan.

Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan. Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal.SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama. terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks. klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan. terjadi hanya satu klimaks saja. Lengkapnya garapan.

Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. Di sisi lain. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. cepat-kuat-bertenaga. dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. dibutuhkan dinamika.SENI TARI 235 6. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. torso bagian atas. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan. Dalam tari-tarian wilayah timur. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. kualitas gerak. tekanan atau aksen. Di Spanyol. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. kepala. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama.

misalnya lewat pengaturan level. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. tenang. dan sebagainya. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. Dinamika lembut. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan. Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi. Makin lama keras disebut Forte. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo. sedang. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. pergantian tempo. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas. Masalah gerak. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan. masalah musik. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. dan tekanan dari lemah ke kuat. • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. keras ke lembut.

tergarap secara baik. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak. formasi. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga. Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang. depan dan belakang. 7. kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. Dengan demikian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atas dan bawah. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan. dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar. Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. teliti. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton. Oleh sebab itu. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. menarik. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat. bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. tidak membosankan. Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. Apabila terjadi sebaliknya.

kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. arah tujuan. Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian. Sehingga. kurang pengolahan teknik desain. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga. antara urutan satu penari dengan penari lainnya. Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. posisi suatu kedudukan. Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. . serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. dengan motif gerak yang sama. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. berurutan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda. bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau. Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak. hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut.

dinamis. mempesona. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. dan mewujudkan impian keindahan garapannya. Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas. Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif. Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. kredibel. Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah. cannon. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional. mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional.

tempat. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. instruktur atau tenaga ahli koreografi. • Dapatkan tema ditarikan. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema. Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak. Dengan demikian. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. rangkaian kalimat gerak. Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. Dengan perkataan lain. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. dan konstruksi koreografi.SENI TARI 240 8. • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari. improvisasi gerak dan penataan gerak.

uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan. Tema orisinil ditarikan lebih baik. pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya. Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. Pilihan tema yang demikian harus dihindari. upacara adat. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton. melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. 9. 4. Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. 4. dan bentuk tarian untuk upacara tertentu. Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu. Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan. Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. Apabila tema menjadi bukan orisinil. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. yang ada dalam garapan koreografi. Sehingga. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan.

Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah. 4.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau). Gruda (Bali).) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .10 Sangkrae(KalTeng).9 Trunajaya (Bali). 4.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi). Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut. 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ 4.SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Fantasi (Bali) Gambar 4.8 Kostum Gruda. Gb.5-4.

11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pendet dan Lojor (Karakteri).12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung). 4. 4.13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4.SENI TARI 243 Gb.

17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa contohnya adalah sebagai berikut. Gb. 4.SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. 4. Gb.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.15 dan 4. Gb. 4.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . segi enam. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. di bawah standar panggung. ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. kesan koreografi akan lebih mendalam. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. Bentuk dan format trap bermacam-macam. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi. bujur sangkar. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. segi delapan. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. berkualitas. Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas.SENI TARI 245 10. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung. Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. Ada yang berbentuk segi empat panjang. tinggi 20 cm. 40 cm. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya. Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. Hal ini apabila terjadi. Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna.

apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. dan memenuhi kualitas penggunaannya. kendang. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. cundrik. keris. payung. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. selendang. Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya. Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. tombak. Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. bola. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rebana. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. panah dan masih banyak lagi. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok. tongkat. pedang. Pada sisi lain. piring. padat. Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. fungsi. kipas. kipas. payung. memenuhi standar properti.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. mandau. dan asas pakai properti secara baik dan benar. piring. Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur).

SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional.21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung.23 Tari Manyong Gambar 4. 4.22 Tari Manyong Gb. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.20 dan 4. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. 4. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. 4.18 dan 4. Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan.22 dan 4.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung. 4.

Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan. Dalam pengembangan. serta bangsal sebagai tempat pergelarannya. replika panggung yang dibutuhkan. halaman pura. Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. Pada penerapannya. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita. Peralatan dalam bentuk lain. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. spektakuler. Untuk menempatkan wahana replika. Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. pemanggungan (staging). karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . memenuhi harapan koreografer dan penonton. Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. Oleh sebab itu. sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa.SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. pendopo. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum. selanjutnya. Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya. Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. profesional. properti panggung menjadi alternatifnya. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal.

Di bawah ini contoh pendopo yakni.SENI TARI 249 atas. dan besi beton. Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing. Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal).4. tiang. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional.24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage. Gb. Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional). Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk. Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu. Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo. Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang).

4.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. Gb. 4.SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut.25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.

Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru.4. penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola. Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas. Atau dengan perkataan lain. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola.SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka.27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda. dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian. terbuka. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.

. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb.SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut.4. Gb.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis. tangga berundak. kebersamaan panggung. 4.28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung. Hal ini menjadi masalah yang beragam. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata. penciptaan suasana. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. penguatan adegan. serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan. kualitas pencahayaan. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada. Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound.2. Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan.SENI TARI 253 1.

Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat. lirih. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru. Perlu diingat. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. merah. dalam situasi perang. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. dan menyayat. Begitu pula sebaiiknya.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. dan general. Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. lampu yang temaram. penghayatan. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. kuning. Kualitas pencahayaan sangat penting. pemeranan. musik iringan sendu. sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak.

dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general. serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan. dan kurang mencapai tujuan koreografis. penciptaan suasana. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. dramatis. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. Efek pencahayaan dapat merugikan. adegan kuang sempurna. koreografi semakin hidup. serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai. Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan. Oleh sebab itu. kurang memenuhi harapan. ekspresi yang dilakukan. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. Oleh karena itu. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. dan efek koreografi yang diharapkan.

Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. perkembangan. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. pilihan cerita.SENI TARI 256 12. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik. pilihan asal tarian. Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala. serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. susunan koreografer. Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. memenuhi syarat. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di sisi lain. Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar. Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan.

Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini. Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi.SENI TARI 257 C. siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih. Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. Dengan cara demikian di atas. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing. Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. Oleh sebab itu. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. mempunyai tujuan. Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . akhir. Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik.

wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. menggerakan. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi. irama. Wujud tampak dapat berupa gerak. 1. berimajinasi. Masalah pengembangan ide. tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. Di sisi lain.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. Dengan demikian. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan. tema. dan merespon. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. imajinasi. isi laut. 1. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. dan kekuatan kreatif. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. hubungan sosial. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. merasakan. elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. dicari. Bagaimana anak harus bergerak. dan mengembangkan secara tepat dan benar. mengembangkan gerak secara teratur.

di sini dituntut pematangan ide.4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan. Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar. 4. 4. kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi . mencari gerak untuk menemukenali diri.30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan.

level. Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. irama. tenaga.SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb.33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rasa. seleksi dan mencipta daripada eksplorasi. dinamika. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. tempo. 4. peran dan alat bantu. mengolah tempo dan ritme. kepekaan bunyi.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu. raba.

4.35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak.4. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar.34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb.4.Gb. 4. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. 4.36.SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.

SENI TARI 262 1.39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. 38-4. • Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. • Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari.3 Forming (membentuk. lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 4.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

42) dan ruang pentas (4.41) .41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. gerakan (gb.42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 4.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb.43). 4. 4.SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4.

ide-ide baru. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. akan tetapi perIu dipupuk.44-4.45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak. aktivitas.L Utami Munandar). 4. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. • Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. walaupun kadarnya berbeda-beda. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. melahirkan penemuanpenemuan baru. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi.

di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang. dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. 4. Oleh sebab itu. Cakupan teknik gerak. Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang. 4. gerak dan waktu. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb. gerak. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari.47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari. dan waktu. kemampuan personal.

4. kadar. 4. 4.48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya.Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk. dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI 266 3. dan properti tari dalam bentuk gerakan. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini.. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda.48-Gb.49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split. Kreativitas perlu dipupuk.

50-Gb. gerak dan waktu. dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. 4.51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4. properti.SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak. . dan pengolahan ruang. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. 4.50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb.51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit.

Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. dan taktis. Oleh sebab itu. Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur. Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja.SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. 4. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh. Oleh sebab itu. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. gerak dan waktu. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. mempunyai kekuatan komunikatif.. Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. terampil. tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar.

gerak isyarat. rata. organ dalam tubuh. ujud badan. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. berpindah. 4. mengambang tertahan. pelan. kanan. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat. elemen tari. Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi. menjalur. berjalan. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. wujud ruang sudut. diam. berlutut. belok. Untuk jelasnya. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. arah kiri. bergerak. ayunan bebas. aspek bentuk yaitu 1. lurus. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. jumlah dan simetris.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. beralih. 2. rentangan. 3. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat. tinggi. loncat. silang. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan. Level rendah. tekanan. Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. sedang. elemen komposisi. imbang. 2. merentang dll. terputus dll. diagonal. setengah lari. simetris. asimetris dll. 3. 4.

Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas. cara. kesan yang ditangkap pandangan penonton. Oleh sebeb itu. Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. cepat terlupakan. dan didokumentasi. dan teknik mengingat secara cepat. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. Tari sebagai momentum pertunjukan. dicacat. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari. lebih menempatkan kecirian individual. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari.

Gerak 2. Kelp 7. Dinamika 6. Property 11. Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4. Rias Busana 10. Tema 9.SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1. Ruang 4. Desain Atas 4. Balance( Seimbang) 3. Disain Musik 8. Tubuh 3. Komp. Tenaga 1. Union (Serempak) 2. Dramatik 5. Desain Lantai 3. Alternate(Selan g-seling) 5. Waktu 5. Gerak Tari 2. Broken(Terpeca h) 4.Penyusunan Acara 1. Tata Pentas 12.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tata Lampu 13.

keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya. Pada sesungguhnya. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. Selanjutnya. hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. Setidaknya. matang dan mendalam. penulis budaya. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. guru. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata.SENI TARI 272 D. praktisi seni dan segolongannya. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba. ledek Blora. asumsi ini tidak benar semuanya. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. Secara umum dapat dijelaskan. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. Di sisi lain. Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni.

Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia. Perlu dicermati. keindahan adalah nilai estetis murni. kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya). termasuk adalah karya tari. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati. Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. Indah adalah suatu nilai. Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan. • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran. Perkembangannya. • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. (2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. alam.SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide. Atik Sopandi berusaha mengungkap. Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu. pelaku aktif (seniman. Selanjutnya. moral dan intelektual.

Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. 1. dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. keterampilan sebenar-sebenarnya. maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap. • • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya. Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. dengan melalui pengalaman. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru. Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya. penggambaran. yang tersusun dari daya hidup. Dari uraian ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan.

tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. minuman tuak dan sabung ayam. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. Dari uraian tadi. menyukai hal-hal rumit dan baru. penghargaan dalam kepribadian individual. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. emosi-emosi dan jiwa. sejauh mana pengalaman individu. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. bagaimana hubungan seni dengan keindahan. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. bagaimana aliran seninya. menonton televisi. atau kunjungan ke sanggar-sanggar. lisan maupun kliping. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri. Untuk itu. maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. atau pameran. bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). menampilkan dan memandang suatu seni (rupa. pergelaran mana yang dikunjungi. musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. Dari beberapa kenyataan uraian di atas.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin. namun mereka bebas berpikir dan bertindak. video. Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. studio seni. emosi. menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. Karena itu Anda juga mengetahui.

bebas dan senang. imajinasi. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya. dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian. membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif.R. Tari Blekdikdot. Berdasarkan hal tersebut. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. Tari Kijang. seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan.SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni. prinsip memerlukan estetika. Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. Tari Gembira dll. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera. karakteristik. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. penonjolan arti keterampilan. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. Siswa menangani tugas-tugas dari guru. 2. Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas. imajinasi rasa.I Maradawa. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. seperti : rasa kepuasan. emosi.

Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif. siswa menyajikan. Jadi penciptaan. Dalam konteks penampilan. Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. 3. Jelaslah. pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. kedisiplinan yang luas. siswa dapat menjadi paham. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual. musik dan rupa). Bagaimana siswa menciptakan.SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. Di samping itu. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. akhirnya siswa dapat menjadi paham. memprogram persepsi dari kerja seni. diinterprestasikan para seniman. perlu dilatih. pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman. pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. Hal yang sama dalam konteks penampilan. dan ini dapat dibuat. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik. pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran. Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di lain pihak. kenal dengan ide.

4. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. musik. serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. Membuat ungkapan. balet dan daerah setempat.melalui suatu proses kreasi. maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk . jazz. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengulangi dalam waktu yang sama. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh. • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. Harus merencanakan untuk menggelar ide. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. penampilan. pameran dengan cara menonton melihat karya seni. Maka jelaslah disini. group. abstrak. Lebih lanjut dalam laporan. mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni. Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. tari rupa dengna bentuk kontemporer. anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu.

SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1. Hasil akhirnya koreografi membosankan. ruang. Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. mencatat rencana dan hasil F. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri. Dalam proses struktur tari. Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. Kesatuan aspek gerak. pengulangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kedudukan. Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas. 3. dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan. dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya. sikap. 2. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya. ruang dan waktu secara kreatif. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. Kebutuhan variasi gerak. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak.

disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya. koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. gema ulang(reecho). pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. Di sisi lain. 5. menmgingat kembali (recall). tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan. Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu. penguatan kembali (reinforce). Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak.SENI TARI 280 4. Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. Oleh sebab itu. 8. 7. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. Gerakan tertentu terus berhenti. diakhiri dengan kesan yang mendalam. 6. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama.

2. menyusun variasi. menghaluskan dan mengkombinasikannya 3. meluaskan. menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. 4. mengambil intisari. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . G. mementaskan dan mengamatinya. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi. menyusun. Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni.SENI TARI 281 dramatik. menambah sana sini. 9. menghaluskannya. KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi.

pola.1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan. Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti. tata ruang atau hubungan isi. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya.2. wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan. 3. tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . memillih aksi dan warna melalui usaha apapun.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3. 3. Sesuatu studi itu murni.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri. obyek.SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya. artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. patung.2.

SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat.5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. wujud dan kapasitas aksi.2.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali. Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak. berat.4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak. tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan.2. 3.2. dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu. Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana. dinamis. 3. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. 3. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal.

Motif. kontras secara simultan. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak. Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif. baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan. Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan. berikut pengembangan dan variasinya. saling mengisi secara simultan. Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya. Aspek waktu Rampak : rampak simultan. tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya.SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort). Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya.

Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus. • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter. Bentuk Rondo. Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya. gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut.5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana.4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti. 3. Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi). 3. Bentuk Terner.SENI TARI 285 3.

• Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. klimaks. meliputi keserasian gerak. variasi. • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat. level atas-medium-bawah. dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat . gerak mengalun ke gerak patah-patah. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan. proporsi. gerak mengalunstakato. transisi. desain dalamtertunda-datar. kostum. desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari.8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan.ke cepat. • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan. berimbang. kontras. • Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut. musik.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan. 3. rias. pengembangan logis dan kesatuan. desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya. klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan. Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). Teknik. dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. GERAK KREATIF G. Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan. Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri. Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. mempunyai kekuatan komunikatif. Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. dan seterusnya. atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage). melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). dan panggung belakang (down stage). hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. panggung depan (up stage). gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur.

effort. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. waltz balance. effort. ¾ run. waltz balance. dan shape secara variatif. waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. skip. waltz mazurka melalui landasan dasar body. dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. step-hop. polka. step-hop. waltz run. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . waltz run. twostep. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. polka. spce. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop.SENI TARI 288 Untuk jelasnya. slide. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. slide. spce. ¾ run. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop. skip. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. two-step.2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body.

volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. koordinatif. Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. gerak. Arah biasanya menunjukan tujuan. ruang. Level merupakan posisi atau kedudukan. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. dan ke arah bawah. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif. Landasan tubuh. ke arah belakang. ke arah atas. fleksibel. dan level rendah. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik. 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Langkah menunjukan arah. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak. ke arah kiri. sedang. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif. ruang umum. ke arah kanan. Ruang dapat berupa ruang pribadi. dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif. level sedang. bahasa tubuh. Khusus untuk anak-anak senang bergerak.SENI TARI 289 Pada sisi lain. Ukuran terdiri dari ukuran besar. dan kecil. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi.

berotot-tidak berotot. Kualitas Kecepatan Lambat. intensitas –pengendoran. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak.panjang. mengalir-patah-patah. Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi. keras-lembut. Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. lunak. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .terikat. 5. tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu.banyak fokus. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut. melalui.tidak teratur. di bawah. bagian yang dilaluinya.SENI TARI 290 Hubungan di atas. sedang.ringan.kuat. Dinamika Irama Motivasi 6. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis. cepat. 3. di sekitar. spontan-terencana. bersama. pendek. • Fokus Satu fokus. • Alur Bebas. tinggirendah • Bobot Berat. terpecah-satu konsentrasi 4.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya. Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil. perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . Desain ruang pentas. Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan. Dinamika • Dinamika. artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya. cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga. hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern. Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya. peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. agak tajam dengan sedikit tenaga. Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. Dalam tari.

Diantaranya ada ritme pernafasan. Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. 8. ritme emosional. tidur. estetika. unsur seni. waktu. Gestur • • • • • Gesture sosial. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi. ketepatan. identitas. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya. Gestur fungsional. menjahit) Gestur ritual. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat. 7. massa. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. ritme dan dramatik. Gesture emosional. kelancaran kontrol. menggambar suasana-suasana emosional tertentu.

SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni. dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. teknik dan hasil. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dilihat dengan meningkatkan ketelitian. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. estetika dan budaya di masa mendatang. hasil ciptaan sendiri. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. Bagaimanapun juga. latar belakang. Proses keterampilan kreativitas seni. dimana siswa mempersiapkan seni. belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri. Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas. interpretasi dan evaluasi. G. bentuk karya seni tradisi yang telah ada. menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. dilihat dari bentuk seni. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. menjabarkan. gaya ekspresi.

3. siswa menonton tanpa bicara. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. membuat perbandingan. Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya. Cara yang dipergunakan. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. pengamat seni. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. Disamping itu. diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video. menjabarkan.SENI TARI 294 1. pameran atau melihat video dan gambargambar. penonton. 2. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan. notasi. siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru. saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. merupakan sesuatu yang baru. hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. Pada tahap melihat. memerlukan observasi siswa. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut. Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. juga dapat menambah wawasan kualitas. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat.

pameran dan pertunjukan Foto-foto. gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. majalah sumber. tentang karya seni. bentuk seni sebagai hasil atau budaya. unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. membuat dan mempelajari karya seni. komposisi. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi). wawasan seni dan budaya sejak awal. berarti siswa dapat melihat perkembangannya. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini. 5. Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. 4. video dari seniman yang tersedia Catatan seni. seperti penampilan pada video. melalui membaca. Dengan demikian. seniman dan latar belakangnya. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. proses belajar akan lebih efektif.SENI TARI 295 secara mendalam. dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi. Karena di dalam mengenal hal tersebut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern). artikel. biografi. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat. Lebih lanjut. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. pergi ke museum. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman.

kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri. cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan. kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan.SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan.

1 Teknik. kelenturan da imitasi 6.2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud. atau bentuk keseluruhan.4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. keinginan si penata tari. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton.1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran. 6. Tabel 4.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah. Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6. rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari. konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak.3 6. penari mempunyai makna komunikatif. Dengan cara demikian di atas. berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. 6. pengaturan laku.

Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. Dalam seni musik. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. bentuk gerak pendukung ide. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. imajinasi. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. kecakapan menguasai. improvisasi. sensitivitas estetis. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih. Dengan demikian. yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu.SENI TARI 298 7. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. bengkel. penetapan repertoar gerak. atau laboratorium secara mandiri. kekuatan kreatif. Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam.

Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. Apabila dicermati. akan tetapi perIu dipupuk. usaha.L Utami Munandar). ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban.SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. kepekaan rasa gerak. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi. Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . melahirkan penemuanpenemuan baru. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. walaupun kadarnya berbeda-beda. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. ide-ide baru. komponen bodi. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. usaha. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi. Dalam kaitan dengan masalah lain. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. usaha. bodi. usaha. 8. ruang. Masalah intensitas. aktivitas.

cepatlambat. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak. laut. cepat lambat secara koordinatif. peran dan alat Bantu. irama. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. tema. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi. sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. dll. raba. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. kepekaan bunyi. dan merespon. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. tenaga. Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait. mengembangkan gerak secara teratur). Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu.SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. mengolah tempo dan ritme. pengplahan ruang. tempo. hubungan sosial. tegang kendur. dinamika. berimajinasi merasakan. level. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. rasa. Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. irama. Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. Pada halaman berikut selanjutnya. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. walaupun kadarnya berbeda-beda. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. melahirkan penemuan-penemuan baru. gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain. Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari.materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk. mempunyai kekuatan komunikatif. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. akan tetapi perlu dipupuk. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada . Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. 9. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya. Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud. ide-ide baru.SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi.

dan disusun secara estetis. merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait.SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas. Memenuhi struktur. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. berimajinasi. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis. Oleh sebab itu. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. Di bidang seni tari. menyusun. komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. Improvisasi. bodi. Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi. dan Seleksi Gerak atau Forming. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk. ditata.

Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . folklor. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. 2) dapatkah ditarikan. • Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri.SENI TARI 303 eksplorasi. drama. H. upacara. baik ruang maupun desainnya. legenda. 3) kesan bagi penonton. lighting. Gerak Simetris • Gerak sebangun. kondisi-kondisi sosial. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage). psikologi. improvisasi. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. musik. Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. musik. literatur. fantasi dan hasrat tertentu. Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari. Gerakan berada pada ruang dan desainnya. Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. kostum. agama. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. dan sebagainya. yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan. Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah. sejarah. Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam.

Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya. Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). tumbuh. 2. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya.asal. Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan. Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol. 2. Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu. diolah dan digarap. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir.1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain.SENI TARI 304 1.

seperti bermain peran. pohon bergoyang. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran. 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. Tema kehidupan sehari-hari. 3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. dsb. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. topeng. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. air yang mengalir di sungai. mata pencaharian (nelayan. seperti bermain tali/pita. model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. Tema dengan menggunakan property. seperti gerak-gerak angin bertiup. peranian. kentongan. o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991). Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. berkaiatan dengan perburuan. payung. dsb. tempurung.SENI TARI 305 doyong). di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). 4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). dsb) o Tema logika matematika. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika.1991). Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya.

1975:54). TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style. Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol. I.SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce. selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas. bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya. Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari.

Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah.

2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.

Minang. Betawi. Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan. psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari.SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. dan Bali. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya. Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai. Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. Di dalam pengamatan. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. Sunda. Jawa. psikis dan intelektual. Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari). Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. belajar menari. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari.

SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari.

Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989). Pengembangan aspek-aspek gerak. Seperti telah disinggung di depan. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh. Berkenaan dengan koreografi kelompok. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. penata panggung. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . improvisasi. koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok.SENI TARI 311 J. Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari. ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan. Secara harafiah. KOREOGRAFI 1. Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. dan Seleksi atau Forming. Beberapa dekade yang telah dilewati. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. pemusik. penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi. Dalam rangka penyajian. Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian.

tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas. waktu. penonton/lapangan kerja. • Mengerti tentang keadaan. ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pengalaman yang ada. Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. orisionalitas. kebutuhan. terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. Selanjutnya.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. ruang. • Mempertimbangkan isi gerak. Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. • Gagasan dibuat artistik. • Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok. tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. eksplorasi dan forming (komposisi). Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar.

Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. membayangkan ketakutan diri. berimajinasi untuk merasakan dan merespons. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi.SENI TARI 313 1. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. berarti Anda termasuk berpikir. 1. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh. Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran. dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya. Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan). menerjemahkan tafsir gerak. tertutup. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak. Prosedur bergerak spontanitas. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak. pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin.1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. Di samping itu. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. dan mengekspresikan ketakutan yang dialami.2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif.

serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak. maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .menyampaikan kesan-kesan. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi. yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang. motivasi. Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa. orisinalitas berpikir. 1.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak. yang bergantung pada kematangan otot. Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas.3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran. keluwesan (fleksibilitas). Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. ide. mengendalikan teknik gerak. irama. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak.

musik. balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide. 1. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah. dan ide. Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan. Berarti. jazz. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama.4 Proses. imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. memperinci) suatu gagasan. Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . analitis. pengulangan. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama.SENI TARI 315 Memperkaya. tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. Selanjutnya. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal. kualitas. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan.

wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik. menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut. kelancaran. estetika.unsur seni. ketepatan. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. yaitu : Kemampuan berpikir lancar. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak. menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. seperti wiraga. berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kontrol. • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait. khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari.

kemampuan dan keterampilan. Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. Oleh sebab itu. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik. kemampuan membuat kombinasi gerak. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima. model ungkapan ekspresi.SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. K. dilihat oleh orang lain. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik. Dalam pengembangan pendidikan. Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk. aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi.

SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival. Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian. Selanjutnya. pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan. kompetisi. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja.SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. Selebihnya. masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Sedikitnya. summit art. buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum. Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di sisi lain. Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. kurang ditangani secara profesional. Dengan demikian untuk tetap lestari. Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. Di satu sisi. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan. pelestarian. Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. dewasa.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan. para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional. dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif. serta mampu menjawab tantangan masa. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. berwawasan prospek. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar. Hal ini harus disikapi lebih profesional. dan reservasinya. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan. Kondisi ini patut kita perhatikan. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan.

dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar. Kemampuan. disemangati bersama. hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. A. dan kooperatif. Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. kemauan. dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim. transparan. mumpuni. tujuan.SENI TARI330 maju dan berkembang. Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik. KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama. dan kemudian organisasi seni pertunjukan. organisasi. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya.

Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. Teater Mbeling. begitu juga sebaliknya. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tujuan. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian.SENI TARI331 benar. Selanjutnya. empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. Sanggar Lukis Tino Sidin. sanggar tari. sertifikasi organisasi. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan. sehati. Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. Sanggar Sekapur Sirih. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. Lembaga Peduli Anak Nusantara. mereka menetapkan arah. Teater Utan Kayu. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum. Teater Tanah Air. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. Sanggar Maya Pasundan. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater. Di sini sebut saja Teater Koma. Sanggar Tari Cipta. Para siswa.

dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. Sanggar Argahari (Ibu Melly). B. organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. Ketoprak Cipta Mandala. Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. teater Mbeling (Kuta Q). Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama. sasaran. Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). Kelompok Musik Radja. dan kreatif. dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. Kelompok Lawak Patrio. Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi). Kelompok Musik Ungu. Kelompok Musik Peterpan. Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). teater Gen (Putu Wijaya). Ketoprak Wargo Budoyo. dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. Adalah naif. Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. inovatif. berkerja sinergis. Kelompok Lawak Srimulat. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). teater Mat Suya (ISI Yogyakarta). maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah.SENI TARI332 Barata. Sangar Teratai Putih (Ibu . Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. berkala. Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). Kelompok Musik Slank. Oleh sebab itu. dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. inovatif dalam menyajikan kontektual garapan.

Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo).SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih). Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto).5..2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Namun dalam perjalanan.1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Kelompok Musik Peterpan (Ariel). nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya. Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu. Kelompok Lawak Patrio (Akri). dalam perkembangan akan cepat bubar. Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis. Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama. Kelompok Musik Ungu (Pasha). Kelompok musik Slank (Yoga). Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat. Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul). 5. Kelompok Musik Radja(Roseta).

Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi. 5. Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan. atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi. Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja. Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni.SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 5.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb. 5.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C.

Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya. produser. kajian ilmu. maka wujud performansinya berbeda. Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri. serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. artis.1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. Di sisi lain. Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan. Pengelola bertindak sebagai koreografer. untuk mendatangkan keuntungan berlipat. pimpinan produksi. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5.SENI TARI335 sebagai hobi. Ada kecenderungan. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas.

Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata. organisasi dikelola paruh waktu. Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya. tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung. keterlibatannya paruh waktu. Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. produser. sutradara. orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. marketing.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi. koreografer.2. Pengelola merangkap sebagai artis. Dikelola pelaku seni itu sendiri. Bagan 5.

penonton. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . promosi dan sebagainya. casting. musikal. teknologi harus diperhatikan. Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni. respons) adalah faktor poliik. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. sponsorship. Kebutuhan seniman.. penataan panggung. pelatihan. Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat. penghayat. pencarian tempat pentas. penataan cahaya. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. penyediaan kostum. dan sesuai publik. Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. modivikatif. masyarakat. pemerintah. properti. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati.SENI TARI337 E. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. ekonomi.

Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama. strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. perencanaan produksi.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5. Di sini faktor keberuntungan.3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat.

Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni. butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional.SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan. namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. Pada sisi lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya. Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal.

misal Srimulat Solo. misalnya musik. kelompokkeuangan. • Membagi tugas. (a) Bentuk • Struktur organisasi. tari. • Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. Jakarta. Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan. koreografi. cabang Surabaya. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan. 1. • Uraian pekerjaan. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. • Menyusun mekanisme kordinasi. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Mekanisme kerja antar staf. dll. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. pelatihan dan pementasan. (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi. teater. Bagian penelitian. (c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. dan sumber daya manusia.SENI TARI340 F. pemasaran. penulisan. (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi.

(b). teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik. serta mementingkan jaminan keamanan. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. pengawasan. kecerdasan. Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y. • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. (a) Otokratis. Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya. Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. dan menghindari tanggung jawab. pola pengembangan teori kepemimpinannya. Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya. motivasi. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. (b) Partisipasif. • Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. dan kreativitas memecahkan masalah.SENI TARI341 2. Pengaraham meliputi organisasi instruksi. gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. (a). Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan.

kelompok. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karakter dan tingkah laku bawahan. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan. Pengaruh karakteristik individu. iklim dan kebijakan organisasi. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis. dan dapat diterima. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar.SENI TARI342 (c) Demokratis. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas. • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. • Membandingkan hasil dengan standar. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. karakter harapan dan tingkah laku atasan. • Mengukur hasil atau prestasi. sistem. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. pekerjaan. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. ketercapaian prestasi. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. dapat dimengerti. tepat waktu. • • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. sifat pekerjaan. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. 4. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan.

Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Ekonomis. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting. produksi karya. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional.SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. upaya pendikteksian secara dini atas target. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola. • Tepat waktu. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya. dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya. atau berupa penafsiran. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga. cepat dan tegas. Mengambil tindakan. akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin.. Persoalan penyimpangan. prioritas sasaran. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan.

5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.

: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. tanggung jawab personal. sehingga.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya. Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya. pemilihan tempat pementasan. tugas. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal. Oleh sebab itu. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pimpinan produksi harus memahami peran. dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi. mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya. operasional staf. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan. Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas. Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan.. Komitmen kerja.

pelayanan gedung. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan.SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing. 5. Artinya. 5. kompleks pertunjukan harus bersih keributan. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung. pelayanan/seles servis pemesanan karcis. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan.6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton.7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . istirahat. Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan.

dan simpati serta nyaman. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. gladi kotor. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang.SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama. pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. pelatihan. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. 5.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan. empati. Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung. serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis. murah senyum. gladi bersih.8 Pimrum tangga Tumpengan Gb. 5.

Dengan demikian masalah teknis. Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. kewajiban. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik. tata indah pencahayaan. Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu. tata letak setting. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani.SENI TARI348 menarik. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. Tanggung jawab artistik karya. dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik.10 -5. Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas. dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan.

mengarahkan .12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. 5. keajaiban. penata panggung).15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer. Penata Rias dan Kostum & Kru. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. 5. kejanggalan. Kewajibannya adalah membimbing. penata cahaya. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. 5. 5. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung. Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru. Berbagai kejadian. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. Penata Cahaya & Kru. Penata Sound dan Musik & Kru. dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb. Penata Properti & Kru.

sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pencahayaan. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting. tata panggung. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan. 5.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Secara umum dia disebut stage manager. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi. Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik.1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung. Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya. dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik.SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik.

Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji. terang-padamnya lampu.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Masalah pencahayaan. 5.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.17-5.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik. serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2.

5.21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pimpinan panggung dan penyaji karya seni.23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. 5.20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik.

serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. adalah konseling kepada pimpinan artistik. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung. namun secara hirarki matihidup. keras-lembut. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound.24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji.SENI TARI353 (2. Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik. 5. Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound.3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.

Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik.4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI354 (2. 5. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak. namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak.

27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung. hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana. penyaji karya. Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.SENI TARI355 (2. Hirarki penguasaan konsep riasan. Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton. lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. penata panggung dan penata tari. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik.

Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan membantu merias penari.SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari. dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari. 5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. Kerja penata rias mendisain riasan wajag.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengubah karakter tokoh. 5.

kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan rias karakter. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa. rias keseharian. Gb. 5.5. misalnya yaitu. Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari.SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil. Gb.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 6.

Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. Secara komoditas. Wayang Kulit. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan. Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya.4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Sendratari Ramayana. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan.SENI TARI368 3. taritari karya Bagong Kusudiharjo. 6.

Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis.5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. 6. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata. Pertunjukannya sangat menarik. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang. karena mudah dicerna. padat koreografis. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. penerimaan tamu terhormat. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4. Kemasan Wayang Orang. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. singkat. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang.

pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara. Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan.SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. 6. Tari Tenun.6 A Tari Jaranan Gb. lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. Tari Baris.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet). mal. 5. Tari Pendet. Tari Rangde. Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia.8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang.7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. 6. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.

Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. Pementasan yang berdurasi singkat. Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara. 6. Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya.SENI TARI372 6.). merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya. Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. menarik.9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo.

Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata. pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI373 7. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara.6. singkat.13B Tor-tor 8. 6. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor.

6. atraktif. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb. 6. Sumber Koleksi Pribadi Gb. waktu. dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis.SENI TARI374 Aceh. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan.

Dalam berbagai keadaan. sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan. Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia. Ditinjau secara kenyataan. kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes.SENI TARI375 B. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. penetapan profesionalisme. mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. seminar daerah. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. wirama dan wirasa tari. Selanjutnya. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga.

Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7. 8. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji.SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C. 6. Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. 2. Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Berbagai kemungkinan yang ada. Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi. Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Judul Unit : Nama Tari 3. standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan.

Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1. tancep 4. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. sindet kiri 10.001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak. ombak banyu srisig 12. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. lumaksana ridong sampur 9. serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2. sabetan 5. Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. negigel 7. tubuhm tangan. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. lumaksana ukel karna 11. baik teknik gerak kaki. lumaksana nayung 8. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3.TPI. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. sembahan sila 3. sekaran lembehan 14.SENI TARI377 1. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik. sekaran engkyek 15. lumaksana lembehan kanan 6. dan kepala. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA. sekaran laras sawit 13. trapsilantaya 2. sembahan jengkeng.

Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4.

srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1. srisig kiri.3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3. srisig dilanjtukan tawing kiri.6 malangkerik lenggut 3x. srisig 2. menthong mundur 2. srisig Beksan II (Iringan 3.8 ngelus cucuk gedheg 4x 2.1 asta rimang.5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1.TPI.4 srisig kanan. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3. Mampu menarian Bagian 2. menthong srisig mundur 2. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3.3 srampang mundur 3. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . srisig 2.3 srampang.7 lampah sunda 2.9 rimong. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1. dengan penguasaan unsur wiraga.2 srisig maju 3. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag).1 srisig 1.10 nacah tawing lenggut 2x. seling mecut 3x.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1. lembehan 2x.2 kebyok kanan. entrakan 4x 3. nacah. srisig 2.SENI TARI379 SKA. Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri. tawing kanan.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah.4 agem Bali kiri-kanan.

Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4.SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1. tangan. serta pandangan mata (polatan) 2. terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. dan kepala. tubuh. Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. baik teknik gerak kaki.

mlintir brengos 3x. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2. obah bahu. besut. entragan 4.2. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4.9. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh. tanjak 3.7. ukel miwir busana. Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend.6.6. besut. lumaksana ombak banyu. ulap-ulap kiri. pondhongan. ngracik.1. ogekan.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend.1. trecet.11.TPG.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kiri kebyok 2.8. lumaksana 3x. tanjak miring kanan 2. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend. bopongan. ogek lambung 3. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2. nikelwarti Maju Beksan (Gend. kedua tangan malangkerik. tanjak kanan 3. ogek lambung. lumaksana jajag. pacak Maju Gawang jangga (Gend. besut. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. besut. juga berbagai variasi suasana.Bendrong Laras 1. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.5.4. pondhongan. ambil topeng.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3.4. ulap-ulap kiri. besut. Mampu menarikan Bagian 2. glebag kanan kebyok sampur kanan. genjot. tanjak 3.1. lumaksana malangkerik 3. besut. besut.5. tanjak kanan 3. pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2. lumaksana 3. genjot 3. jengkeng 1.2.7.10.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya. ombak banyu. termasuk karawtian tarinya.3.3.3. berdiri. srisig. genjot 3.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3. menthang kiri 3. ogek lambung. Mampu menarikan Bagian 1. memaki topeng. mungguh. tanjak 4.1. obah bahu. sabetan.2. tanjak bapang. pacak jangga 2. lumaksana 4x. ngigel jangga. trecet. besut. kebat nogowangsul 3.Laiwung Laras 2. sembahan Pelog Pathet Nem) 2.

entragan 5.3. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6. besut tancep 5. tawing. Sembahan. Ombak banyu. ulap-ulap kiri. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7.1. ngracik. batangan 5.3. pola lantai. Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. kengser ukel karna 5. Ogekan lambung. trap jamang. tumpang tali.2. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8.4. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5. gedheg 5. capeng. Kebyok. srisig mundur.5. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4. Kirig. tanjak 5.6. baik teknik gerak tubuh. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. ulap-ulap kanan. besut tanjak. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend. cancut 6. nubruk 5. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2.7. Laku telu. ngelus bara. Kengser. tangan dan kepala 2.4. nacah 5. tancep 6.2.2.3.4. mundur. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5. tungkai. srisig. entragan 4.5. jengkeng 6. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. entragan 4. Pondhongan maju. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9. besut tanjak 6. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. Entragan kanan. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Nikelwarti. lombo ngracik. srisig. ngracut. entragan 4. Lampah mundur. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pondhongan maju. besut. kaki. Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. panggel.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4.1.

Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11.SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1.9. ombak banyu.5. hoyog. silantaya. sembahan sila 1. tanjak panggah kanan 2. srisig 2. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1. dan mengalir pola-pola gerak: 2. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl. nikerlawarti (seleh dhadhap).002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna. trapsila.SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. menthang kiri. loyog ngembat seblak asta. besut.8. tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2. menggunakan properti dhadhap. kicat 4x. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1.2.7. ngleyek.6.3. dan mengalir pola-pola gerak: 3. selaras.Sanga) 2. tanjak kanan tawing kanan. besut – tanjak panggah (gawang prapatan). Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr. sembahan. selaras. Mampu menarikan Bagian 1. Diperagakan dengan luwes. Diperagakan dengan luwes. besut.4. selaras. kebyok kiri. jengkeng. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1.BPA.3.6. Diperagakan dengan luwes. ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2. tawing kiri. lumaksana bambangan 1. menjadi jengkeng 2. tempe. sila 2. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . besut (adu kanan). gedheg.1. kebyok kiri.5. (adu kiri). ogek lambung 2. penari adu kiri pada gawang prapatans 3. ngebyok sampur.1. ngembat. sembahan disertai gedheg.2. ebat ngiris. nglerek mangering ngembat kiri 2.4. sembahan laras 2.

ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri. srisig mundur ngigel.6. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl.2. kengser. nikelwarti.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tanjak panggah kiri 4.Sanga) 3.5. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3.8. giyul – pacak jangga 3.Sanga) 5. hoyog. sudukan tangkisan dhadhap. Diperagakan dengan luwes. tanjak sawega dhuwung adu kanan. dan mengalir pola-pola gerak: 4. ebat ngancap 3.7. dan mengalir pola-pola gerak: 5. sawega dhuwung. hoyog genjotan. Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL.5. tangkis. sembahan jengkeng 4.1.1. ngembat dan melepas anak panah 4. selaras. besut. trapsila. besut – tanjak kanan. nampa. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4. srisig.7. ulap-ulap tawing 5. srisig (adu kiri) 4. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. ukel leyekan 3.4. mrenjak. nyabet – besut. saling mengejar dan dikejar.3. tanjak – ebat ngancap.8. dn tanjak kiri.2. kebyok kiri. selaras. menjadi lengser ke kanan 4. sabetan. sembahan sila.2. nikelwarti 5. srisig (adu kiri) 3. tanjak panggah kanan 3. Diperagakan dengan luwes. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4. lumaksana ridong sampur 5. sabetan. tawing kiri sawega dhuwung.1. trapsila. sudukan: tusuk. ebat naga wangsul. tanjak panggah kiri. tanjak panggah kiri. seleh gendewa 5. ngunus panah – ngancap. nyabet – besut.3.SENI TARI385 SL.3.4. srisig ke gawang semula 4. giyul. tanjak 5.5.6. tanjak panggah kanan 3.4.

8.7. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7. mampu atau terampil bergerak sempurna 6.gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. rasa seleh. Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. srisig. nikelwarti . mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang.6.SENI TARI386 5. pola tabuhan. tempo. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari. rasa lagu. Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing. Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4. Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8. dan anak panah 5.dan kalimat lagu 9. keris. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3. besut. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. tanjak panggah 5. irama. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. karakter peran yang dibawakan. tanjak kanan 5. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. serta suasana yang dicapai 4. sabetan. kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas.

akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1. sikap mata 1. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2.4.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1. baik yang berkarakter keras maupun manis.1.3. dengan baik dan benar.2.SENI TARI387 2.5.TPK.3 agem kanan 1.5.5 jari kaki ditekuk ke atas 1.3.5.1.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.2.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1.1.1 tapak sirang Bali Putra 1.1 majalan tindak-tindak 2. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1.4.4 agem kiri 1. posisi kepala 1.1 posisi kepala tegak 1.3.1.2 goyal-goyal 2.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2. posisi tangan 1.1.1 biasa atau normal 1.4.1.1 posisi tangan agem kanan 1. sikap badan 1.2 kembang kanan 1.5. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1.2 posisi tangan agem kiri 1. kaki 2.2.1.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1.3.5.1.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra. posisi kaki 1.1.1.

1 girahan 2.9 nyigug 2.3. agem wula ngawa sari.7 miles dan ngiser 2.1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).10 nglangsut 2.3.5 mendra 2. ngraja singa.1 Agem pokok 3.1. ngembat.4.4.4 milpil 2. gerakan mata 2.2.1.2.1.berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 ulap-ulap.4 nuding 2.11 nayog 2. tangan 2.1.1 agem kanan dan agem kiri 3.2. mentang laras.7 nabdab pinggel 2.2.4 ngileg 2.2.3 ulap-ulap 2.4. dan ngrajeg 3. nyigug.2 nyarere 2.SENI TARI388 2.1.1.3 ngaliyer 2.2. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal). nepuk dada.8 glatik mapah 2. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3.1.2.9 nyilat 2.2 tandang 3. leher 2.6 nguler 3.6 nyigcig/ngicig 2.1. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3.1.5 nyaregseg 2.3 nyegut 2.5 nabdab karna 2.2.1 kipekan 2.4 nyureng 2.4.1.3.6 nabdab gelung 2.3.2.2.1 nyaledet 2.4.3.12 makirig udang 2.2.8 nepuk dada 2.2 ngeletik 2.2 gulu wangsul 2.4.1.4.

makiring udang 3. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. nyilat. nabdab gelung. sedih (sedih). nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. nyigug dan ngombak 3.2.SENI TARI389 3. nabdab pinggel. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga. wirama. nayog. Tersedianya musik iringan. nepuk dada. marah (nyelik/nelik). terkejut (makesiab). tandang.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas. tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berjalan cepat dan ringan (milpil). secara baik dan benar 2. nglangsut. jatuh cinta (ngaras). (makenyem/makenyung). melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg.4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. wirasa serta dengan patokan agem. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1.2 (malpal).

ngeseh bawak 2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1. pajalan 2. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1.2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4.1 tindak-tindak 4. ngigelang pajeng 3.2 oyog-oyog 3. ngelier 3. ngagem 1. gelatik nuut papah 3.2. miles 1. Mampu menarikan Bagian 1.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL. nepuk dada 2. ngagem kana-kiri 2. ngangsel 1. pajaib 2. nyegut 1.3. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4.3.2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2. nabdab gelung 2.1.1.3. nabdab kampuh 1. nyeledet 2.3. nyogok 3. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng.1. Mungkah langse Mungkah lawang 1.1.3.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3.1.3.1.5. malpal 4.4.1.3.3.TPK. ulap-ulap 2.4.1. Mampu menarikan Bagian Nayog 2.5.2.5.4. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng.1. malincer dengan langkah milpil 3.2.3.1.

2 nyingsing kampuh 6. Tersedianya musik iringan. dan ngopak lantang panyuwud) 3. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. gayal-gayal. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6.SENI TARI391 5.2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2. nayog. tandang dan tangkep 4. Ada busana Tari Topeng Keras. ngopak lantang ngalih pajeng. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6.1 matetanganan 5.1 nulih kuri 6. Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3. ngawejang.

3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1.1 nyemak kepet 3.3. ngagem 1.4 ngepik 3.SENI TARI392 BAL. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3. ngenjet pala 2.8. nyaregseg 2.1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1.5. ngelo 1.2 mehbeh ngelilit 3. dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. ngenjet 1. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mampu menarikan Bagian 1.2.2 ngenjet ngirig 4. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3.TPI.5 ngumbang 4. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2. ngegol 1.1. kidang rebut muring 3. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4. tangkep 1.6. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan.2.7.1 ulap-ulap 4. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.3 lelasan megat yeh 3. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4.002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri. Mampu menarikan Bagian 1.4.

juga pola keruangannya di atas pentas 4.SENI TARI393 3. tandang dan tangkep. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. kidang rebut muring. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. Ada busana Tari Legong Kraton. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3. kipas. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. ngigelang kepet.

2. Nggudha kiri. 16. Sembahan silo. Lampah semang ngembat astha. Mampu menarikan bagian Maju Beksan.SENI TARI394 3. Nyamber kanan. 4. Ngguddha kiri panjang. Tinting. 13. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 3. tasikan. Muryani busana (ukel astha. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. Kengser. Ongkek panggel. embat-embat). Kicat ngilo rangkep. Sembahan silo. 15. Lampah atur-atur. Kicat mandhe udhet ngarcik. 3. meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. Cathok udhet majeng mundur. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. atrap sumping. 8. 5. 4. atrap jamang) 5. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek. 9. 7. 11. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. 6. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Kicat cangkol udhet. 14. Kapang-kapang encot. 10.TPI. Muryani busana (Ulap-ulap. Sembahan jengkeng. 12. Nyamber kanan. Pendhapan.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari. Lampah kipat udhet.

Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Sembahan jengkeng. 3. Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. 2. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). 5.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. 2. busana dan iringan . PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 3. PANDUAN PENILAIAN 1. 4. 4. Kapang-kapang encot. kebaya secara benar. Sendi mapan jengkeng. Nyamber kanan. 3. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga.

Sabetan. Miling-miling lamba ngracik 6. 7. Nyamber. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. 10. Keplok astha. 2. Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. 4. 9. Kalangkinantang Alus. 4. Ombak banyu. 2. Ngilo. Engkrang. Atur-atur. 3. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus. Sekar suwun. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. Nyandhak minger balik. dan beberapa variasi muryani busana. Lembehan. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. Tayungan miring. Kagok kalangkinantang.TPI. 5. 5. Ethung-ethung lamba ngracik. Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 2. 6. 4. Miwir rekma. 3. 5. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Mampu menarikan bagian Maju Gendhing. Menjangan Ranggah. Usap rawis.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. Pendhapan.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Sembahan silo dan jengkeng. 8.

Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. busana dan iringan . dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Ukel jengkeng. A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus. 4. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 2. Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 5. PANDUAN PENILAIAN 1. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. 3.SENI TARI397 6. kebaya secara benar. 3.

7. Samberan. 10. Kicat. Jangkung miling. Kapang-kapang. Cathok udhet majeng mundur. Nglayang. Ngenceng enjot.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. Impang ngewer udhet. 15. 11. Ngancap. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak. Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju. 22. 4. 14. 3. NOleh mendhak. Ukel astha. 19.TPI. ngenceng jengkeng 6. Sembahan silo. Pendhapan ngregem udhet. Pendapan.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Lembehan. Tasikan mubeng. 13. Ngancap nyathok. 17. 9. teknik dan rasa gerak). 12. Sembahan jengkeng. Ngenceng. Nggrudha jengkeng. 20. 3. Kipat astha. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1. 8. Impang encot. 21. 5. 18. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. 16. Duduk wuluh.. 2. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sembahan silo 2.

nyaplak. Lampah sekar. Mayang mekar. 52. Tiga-tiga. Kengser. Gidrah. Nyuduk. Ulap-ulap ukel. Nglambung. Sembahanjengkeng. 38. 45. Mbalik. Kicat boyong. 42. Iring-iringan kiri/kanan. ngglebag. 26. Ajeng-ajengan. KIcat Boyong. Namakake pasopati. 50. 48. 51. 35. 49. Tinting. 34.SENI TARI399 23. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. pendhapan ngebat. Nglayang. Lampah pocong. Kicat Tawing. 31. Tawing. mlebet lajur. 41. Mancat. 29. Nymaber. Rakit (Lajur. 47. Kupu tarung. Mingger. Nggrudha jengkekng. Puletan. Encot-encot. 30. iring-iringan. Mlampah gajah ngoling. 28. Mundur miring. 24. endha. Atrap sumping. Ongkek sendhawo. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Banhgomate. 25. Ngundhur sekar. Nyarungaken keris) Nyandak jebeng. 46. Atur-atur. 39. Sendhawa. aben sikut. 53. 32. 36. 55. Ongkek. Lampah semang. Ulap-ulap cathok. Mbujung. Puspita kamarutan. 40. Seleh jebeng. Ngendani. Mlampah majeng. Medal lajur. 33. 54. Impang lembehan. 37. Atrap Jamang. Mundur. 44. Ndeseg. Ngusap suryan. Niyub. Ngunus pasopati. Nubruk. ajeng-ajengan. Pudhak mekar. 43. Lilingan kanthen astha. 27. Nggoling.

5. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3. 2. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Kapang-kapangg. 3. 3. PANDUAN PENILAIAN 1. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. 4. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. 2. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). 4. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Sembahan silo. busana dan iringan . Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1.. Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari. kebaya secara benar. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek.SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.

7. Songkloh. 5. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. 5. Ninjak. 8. Liwungan/ngalang. Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1.TPI.. Miring sagah kiri. Ngeranjang gulo. Sagah kiri. Ngiwir/njimpit sampur. Umbul sampur.SENI TARI401 4. 8. Ngipah sampur. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga). Ngalang. 5. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer. Glebegan. Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol. Langkah papat. Egol. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ngijig. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. 6. ketepatan gerak dengan irama (wirama). 9. Singgitan/sindetan. Ngalang. 7. 3. Ropetan. Ngiwig/nyirig. Sagah kanan 3. 2. BAN. 2.Jingket. 2. Nipah/nantang sampur. 6. Gedrug.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas. 3. 4. 4. Deleg. 10. 9. 4.

7. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 5. 2. kepala. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. tangan. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. 6. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. 2. 3. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari.. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas. dan ekspresi wajah. kaki. 4. PANDUAN PENILAIAN 1. Sagah kanan. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Deleg ngulo. 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 2. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 3. 4.SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1.

4. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Solahan. 4. Sagah. Ngiwir.. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 2. Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan. 2. serta rasa gerak (wiraga). Deleg mantuk. Srisig. 7. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. Deleg.. 3. Ngropel sedang.003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. 2. 4. 5. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. Sagah. Nangis.SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. Ropelan Kerep. Egol. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati. Layung. Ngajak. Ngropel kerep. 8. 3. Kedanan. Ngloro.BPP. 5. BAN. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. 4. dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. Geliyeng. 3. Nyerawat kembang. 2. 3. Ropelan sedang. 6. ketepatan dengan irama (wirama).

3. 8. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari.SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. Tersedia properti tari berupa Sampur . tangan. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. 3. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. 7. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. kepala. PANDUAN PENILAIAN 1. 5. 2. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Solahan. dan ekspresi wajah. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 5. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. kaki. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. 3. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. 10. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. Ngiji Lombo. 2. 6. 9. 4. 2. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan.

UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah.BG02. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh. Maccule-cule selendang. 3.01. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. Maccule-cule Selendang. 3. 1 Suling. keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3. Bosi Turung.SENI TARI405 5. Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. 4. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna. Penguasaan ruang dan pola lantai. Baccing. yang dimainkan secara langsung. Mario Marennu. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2. Ketepatan gerak. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. PANDUAN PENILAIAN 1. Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno. Bulo Reppasa. 4.001. 2. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias. 2. 4. Bosi Turung. A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Mario Marennu.

Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara. 3.012. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. 2. 4. Massiman.01. 3. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena. 1.TJ02. 2. Ma’ Pannoni Simbong.SENI TARI406 TRI. 2. Penguasaan ruang dan pola lantai. Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong. PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong. Pe’Ketabe. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 3.

Penguasaan ruang dan pola laintai. Semba’na. 3. Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi.Menarikan inti gerak tari Pangayo . PANDUAN PENILAIAN 1. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh.01. Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. . Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. Ma’ Battukan. Mampu menarikan tari pangayo secara utuh. 5. Massayo.Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. Tidak mempergunakan property. 1 Gong yang dimainkan secara langsung. 4.SENI TARI407 TRI. 2. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya.TJ02. 2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1. 2. 3. Ma’ppalla. 4. Meta’da. Katarimangan. 3. . 4. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .013. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo. 6.

Arak. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter. Langkah Baranak Buang. 3.MI02. Galek. Mamanciang. Galatiak. 5. 10. 13. Sambah. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 6. Maelo banang. 2. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. 12. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. 7. 8.002. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI.SENI TARI408 6. Mamintal Tali. 9. 11. 4. Bungo Kambang.01. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. Malapeh Layang-layang. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat. 3. Silang Timpo.

Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 8. Mancaliak Hari. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Macangkau. 2. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat. 6. 2. Baliak. Mambalah. 10. 8. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 3. 2. tangan. 6. kaki. 4. 12. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan.. 7. Maikek. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Manyemai. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. kepala pada ekspresi wajah. Mangukua. 5. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari. Batanam. Maangin. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai. Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. Mancabuik. Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam. mambajak. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. 7. 4. Manyambik.01.005. 11.SENI TARI409 TRI. 9.. PANDUAN PENILAIAN 1. 3. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari. 5. 9.MI02.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

4. Duduak takua Lapiah. 2. 6. Jantiak ayun piriang langkah. Sauak balah sampian. 6.SENI TARI411 TRI. 4. Tangah Puncak: 1. Alang Tapuak step. 3. tangan dorong puta miko. Jalan Leguran Randai. 3. Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Tusuak ateh sampiang. Sambah takan tapuak sampiang.MI02. 2. Jantiak ayun piriang tagak 2. Sauak simpia. Jantiak ayun piriang duduak. Langkah biasa 2. Tusuak sampiang ateh malambai. Sambah amtak Kalatiak. Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Saik Kalatiak. Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. 3. Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. 4.020. 4.. 2. Langkah Tusuak Bagalombang. Langkah Sambah. 5. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat. Jantiak Talingo. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3. 4.01. Bagian Tegak 1. Tusuk kanan belakang dorong. langkah baranak. Tapuak Kalatiak. Sambah antak kalatiak . 5.. Tapuak tangan puta egang jalo.

Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Aspek Kritis 1. kepala pada setiap ragam gerak tari. tangan. 4. kudakuda. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. 5.SENI TARI412 Batasan Variabel 1. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. 2. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 3. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. 7. Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. kaki. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo. 8. 2. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. 2. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari. 3. 11. 6. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua. PANDUAN PENILAIAN 1. 9. tapuak galembong. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. 10. Penguasaan ruang dan pola lantai menari.

. Yogyakarta. Jakarta. Wiscosin: American Society for Training and Development. Selecting and Developing Media for Instruction. dkk. 1983. ISI Yogyakarta.. 1993. Ronald . Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company. 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Doris. Publisher..The Art of Dance in Education. Untuk Siapa. ITB Bandung. Black. Hadi Sumandiyo. Terj. 1976. Autard-Jaqualine Smith. Second edition SanFransisco: Harper and Row. Seni Menata Tari. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No. 1982. Fraser. Jakarta: Yayasan Harapan Kita. Dinny. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice. Kusmayati . Y Sumandiyohadi. Jazuli. Yogyakarta. Semarang : IKIP Semarang Press. London : A & B __________________. Bandung. London : A & B Black. Anonim. Terj. Lynch Diane. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari. Dance Composition (ed 3). Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. 1996. 1996.1994. 2000. Mfilsafat Seni. Mencipta Lewat Tari. Willard F. M. Manthili. Hawkins. Djoyonegoro. 1990. 1991.SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson.13 Bandung: STSI Bandung. Alma M.. Discoverring and Developing Creativity. Wardiman. Bellman. Devi Triana. Harmoko. Tari Tradisional Indonesiai. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. Humphrey. Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. 2001. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta. Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni. Jamal MId. Sal Murgiyanto. Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa.

Gugum Gumbira. Terj. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari.SENI TARI414 Murgiyanto. 1965. History of The Dance in Art and Education. Rudolf. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. dkk. jakarta. Utami. Munandar. Murgyanto. Englewood Cliffs. Departemen Pendidikan Nasional. Yulianti. 1996. 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Bandung. Sal. Iyus. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus. 1969. London Macdonald and Evans. 1988. Dance Composition: The Basic Elements. Laban. Parani. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. Richard. dan Bambang Pratjichno. Bambang dan Wiwiek Sipala. Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Rudolf. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Pengantar Pengetahuan Tari. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Ardi. 1975. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). FX Widaryanto. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo.1976. dkk. New Jersey : Prentice Hall. ISI Bandung. Zussane. Jakarta. 1983. London: MacDonald and Evans. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Sal. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Samah. Inc. Jakarta : LPKJ. PPM Jakarta. 1975. Arif. Muhadjir. Rofik. 2003. Departemen Pendidikan Nasional. 1979/80. Langer. Modern Educational Dance.. Mpesta Seni Budaya Betawi. Sumiani. Laban. Permas. Problematika Senii. 1983. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. La Meri. 2002. _____________. Jakarta. Pratjichno.. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. 1983. Inc. 1986. Manajemen Seni Pertunjukan. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Achsan.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta : Suku Dayak Sana. 1976. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2003.. Terj. 1992. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Universitas Terbuka Jakarta.SENI TARI415 Slater. Pengantar Tari Pendidikan. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Sudarso SP. Ina. Sedyawati. 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. 1997. Gamelan. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. Ben Suharto. Pustaka Prima. Tambayong 1999. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. Pengantar Komposisi Tari. Bandung.. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Jakarta. Pengantar Apresiasi Seni Tari. Plyamonth: Norttoc house Soedarso. 2003. . Mdasar-dasar Dramaturgi. Yogyakarta : Ikalasti. Tuti dan Udin Saripudin. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. 1990. 1994. Edi. Sumarsam. Yogyakarta. SP. . Soedarsono. 1986. Jakarta : Harapan Kita. Teaching Modern Educational Dance. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Smith. Yoyakarta. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. 1998. Tari Tradisional Indonesia. Suku Dayak Sana. 1978. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. Wendy. SYarif. 1987. _________. 2003. _________. Syafi Jatmiko. Jakarta : Balai Pustaka. 1991. 1984 Tari. Mustika. Jacquline. Jakarta: Pustaka Jaya. Sukatmo. Materi dan Pembelajaran Kertakesi. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. .

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Padang: Pengembangan Yampolsky. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. 1984.SENI TARI416 Tumbidjo. dkk. Datuk. Phiplips. 2001. Nursilah. dan Rahmida Setiawati. Elindra. Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. Departemen Pendidikan Nasional.

Bungan yang melayang di atas air Besut. Menggunakan jamang atau hiasan kepala. Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . condong badan ke kiri. Sikap gerak besut. Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur.LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali. Cathok udhet majeng mundur. Sikap posisi lawan agem kanan. Bertepuk seperti gerak burung elang. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. Atrap sumping. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. giyul Sikap gerak besut. Gerakan yang dilakukan di tempat. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik. Deleg mantuk. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. Agem kiri. Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan.

Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian. Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan. Gerakan menjentikan jari Geliyeng. Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah. Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. dengan menggerakan lutut patah-patah. Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh.naik-turun Entragan kanan. Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada. Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot. Gerakan kaki menyilang depan. Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan. Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang. Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan). Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket.LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nikerlawarti (seleh dhadhap). Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot. Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang. Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala. tangan mendorong puta miko. Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus. Kebyok kiri. Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas. Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. lengan tangan menggantung Kicat Boyong. Kicat ngilo rangkep. Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha. Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser.

endha. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung. entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur. pendhapan ngebat. Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. Gerakan beradu siku dengan lawan. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. Memainkan selendang Mambajak. Berjalan atur-atur Lembehan. Gearakan mel. besut tanjak. Jalan kembangan Langkah papat. Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah.

Menggulung benang Mlebet lajur. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik. Gerakan memancing Manyemai. ptikan jari. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. Memintal tali jala Mamanciang. Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. Mencabut dan mengambil benih Maikek. teriakan. Mengikat benih Mayang mekar. hentakan kaki. Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang.

Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah. Posisi badan miring lurus. Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap. posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan.LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma.

Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. Nabdab pinggel. nyilat. nepuk dada. berjalan pelan mengayun Nyaregseg. jatuh cinta (ngaras). Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang. nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. Nglangsut. Melihat ke samping posisi merendah Ngembat. nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal. Menggerakan bah Ogekan lambung. Gerakan seperti menangis Obah bahu. Gerakan seperti terbang melayang Nangis. nayog. mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak. Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. terkejut (terkesiap). marah (Nyelik/nelik). dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. (makenyem/makenyung). sedih (sedih). nabdab gelung.

Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nyaplak. Encot-encot. Mundur. Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan. mengorganisasi orang-orang. dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. penyajian. gerak bekerja. Gerak mentekel Sabetan. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. Nyuduk. Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo. mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. Gerak sembahan Saik Kalatiak. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. atau apapun yang diulan Ropetan. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng. Ngunus Puletan. gerakan. Perangan ( Ngunus dhuwung. Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup.

Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring. Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri. Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo. Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. langkah baranak. Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Pendidikan 8.Pd : Purwokerto. Nama 2. Pelatihan Usulan Due Like e. UNJ Rwmangun Jakarta 13220. Perkumpulan Profesi: a. Instansi 5. Telpon 7. Dosen Seni Tari sejak 1988 b. Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Aplicate Approach (AA) b. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. 2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e. Bambang Pratjichno. NIP 4. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. Pembimbing Metodologi d. Riwayat Pekerjaan:a. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A. M. JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. Anggota Masyarakat Seni 1997 b. Alamat 6.LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. : 021. Pelatihan : Drs. a. Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. Peneliti Muda c. Tempat/Tgl Lahir 3. Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS.

Maklah. Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD. Suku Dinas Jakarta Timur.LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. 2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar. 2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2001 D. PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). Dinas Kebudayaan. Sunda -2004) E. LPKM UNJ. • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar. Dalam penataran tari guru SD. 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD.

Bambang Pratjichno. MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 29 Mei 2008 Drs. 2002 Jakarta. UNJ dan Ford Foundation. dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Jakarta.LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). 2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. LPKM UNJ. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama.

Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l. Ketua Program Tari (1990-1993) b. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Rahmida Setiawati. Pengalaman : Dra. Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No.LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. Jenis Kelamin 6. Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Tempat/Tanggal Lahir 3. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k. MM : Bengkulu. Status 7. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j. Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku. Nama 2. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. m. 5 Mei 1960 : Komp. Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. Pendidikan Formal 8. Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. Agama 5. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g. Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. Telepon/HP 4.

9. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. Pelatihan CAP (2003) B. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8. Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7. Penatar : 1. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w. 2005. Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999). Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. 2004.LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. 2003) 2. PLS 4. 10. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. Penelitian Masyarakat 1.

Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Jurnal 1. Dalam Penataran Tari Guru SD. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14. Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4. Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5.LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Karya Ilmiah: 1. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar.

Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. Dinas Kebudayaan (2000) 19. 28. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. Sistematika Pelatihan Tari Betawi. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17. Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Metode Belajar Mengajar tari.

Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Lenggok (1998) 6. Bobodoran (2003) 10. Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Rahmida Setiawati. Mata kuliah Komposisi Tari I 9. Selendang Mayang (1990) 4. Mata Kuliah PPL 14. Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Mata Kuliah Skripsi 13. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. Punulisan Buku 1. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. Desember 2007 Dra. Mata kuliah Tari Melayu 12. 6. Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7. Gerak (1985) 2. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. Mata kuliah Tari Betawi I 5. Mata kuliah Tari Sumatra 11. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005). Mata kuliah Tari Betawi III 7. Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Putri Rainun (TMII 1989) 3. Mata Kuliah yang ditempuh 1. Do’a 8.LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. Karya Tari 1. Bermain Topeng (2003) 9. Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

PLS (2005) C. M. 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln. Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl.Sn. 2004.Pd : 132 135 262 : Karawang. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. Penelitian : 1. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Penelitian Masyarakat : 1. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. Penatar : 1. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. S. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana. 2005. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. 43 Jl. 2003) 2. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengairan Rawasmut Blok C No. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3.

Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. Pengajaran : 1. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2. Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2. Penerbit:(2007) E. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4. Evaluasi Pendidikan (2004. XI. Pemakalah : 1. Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Buku : Seni Budaya kelas IX. Jurnal Harmonia (2004. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. Perumus/Penyusun : 1. Metodologi Penelitian.2005. LAM UNJ Mk. X. 2006) 4. Penulis Buku : 1. Jurnal Artistika FBS (2000) 5. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2. Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F. Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5.

Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec. 2005. 2004. HP.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat. 6. 2003. Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur.2006) 4. Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas. 2004) 3. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur.Elindra Yetti. 2004) 5.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra. 2001) 2.

Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2. 2003) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3. 2003) 3. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas. 2001) 5. Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1.Propinsi Riau di Pekan Baru.2001) 7. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1.2003) 4. tahun 2006) Makalah 1. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. 2005) 8. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas. Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata.2001) 6. Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata.

Olah Tubuh I 6. Sejarah Seni tari 8. Keterpaduan Seni 9. Tari Sumatera 2. Pembinaan Kompetensi Mengajar 12. Tata Rias dan Busana Tari 7. Perencanaan Pengajaran Tari 10. Tari Pendidikan II 5. Tari Pendidikan I 4. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jakarta.LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1. Interaksi Belaja Mengajar 11. Tari Melayu 3. 1 Desember 2007 Dra.MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1.Elindra Yetti. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya.

Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional. HP.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. 2002.com atau irsyad@jcce-omline. 2007. 2005. MHum. SPd. 2007. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah.LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. Teraju. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi. Dinas Pariwisata DKI Jakarta. : : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl. Transbook. 7. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. Proyek Peradaban Terbengkelai. 9. 2006. 6. Memperbaiki Kualitas Pendidikan. 3. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. 8. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang. 5. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. Universitas Terbuka. 2. Penulis buku Teori Sastra.99845808 : icadredo@yahoo. 021. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001.

MHum.LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS. Jakarta. 2007. SPd. SMP. 1 Desember 2007 Irsyad Ridho. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD.

Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas . alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi. waktu.

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang. dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . waktu.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap.

dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak. Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . gerak dengan elemen komposisi terkait. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. waktu. merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok.

00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. 7. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.888.

00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. 7.888. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful