Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

Gambar. Gambar.29 Membokong 2. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit.9 v . Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2. Gambar. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2. Gambar. Gambar. Gambar.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.16-2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2. Gambar.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2. Gambar. tangan dan dada ke depan 2.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2. Tangan. lutut tetap lurus. Gambar.25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2.28 Nungging 2.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2. Gambar.6 2. Gambar Gambar.8 2. Gambar.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Gambar.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Gambar.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2. Gambar.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki. Gambar. Gambar.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2.SENI TARI Gambar.7 2. 2. Gambar. agar tidak pusing. 2.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2. Gambar.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2.15. perut. Gambar. Gambar. Gambar.

39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar. 2.SENI TARI Gambar. 2. 2.50 Badan condong ke depan. 2. Gambar. tangan sbg penyangga Gambar.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar. pada saat melompat Gambar.51 Tidur menarik tangan dan dada. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2. 2. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan.59. 2.2 peraga putri.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar. 2. 2. Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar.45 Pose membungkuk.46A Penegangan pelvis/pinggul. Gambar. 2.50.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat. Gambar. 2. 2. penegangan otot perut dan paha Gambar. 2.52 Mirip gambar 2.51. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki. 2.44 dan 2.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar. 2.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan. paha dan perut kencang Gambar.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri.50 kontraksi otot paha Gambar. 2.34 dan 2.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi . Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. 2. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit. penegangan pada kaki Gambar. 2. 2.53 Sikap mirip 2. 2.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar.37 Tangan dan kaki saling tarikan. Gambar.48.42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar. kaki. 2. lutut. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar.

2. 2. dam tangan kanan. 2. 2. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar. kontraksi kaki.5 Tari Klana Cirebon Gambar. 2. 2.75 Melayang.6 Tari Legong-Kreasi Gambar.2.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats. Gambar. dan angota gerak lain Gambar.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar.72 Kontraksi kaki.76 Duduk berdiri jongkok.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar. 2.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar.70 Berdiri santai. 2.9 Bersih Desa Gambar. 2. dan angota gerak lain Gambar.71 Berdiri jinjit. 2.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.7 Gruda Gambar.50 Kontraksi otot paha Gambar. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak.58 Penegangan otot perut. .62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 2. kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar. Gambar. 2.2 Tari Gumyak Gambar. 3.69 Sikap jengkeng santai. 2. paha. 3. 3. 2. 3.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar. 2. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar. 3. 3. 2. 3.67 dan 2.8 Gambyong Gambar. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar. 3. 3. 3. tengah dan bawah level tinggi Gambar.SENI TARI Gambar. perut.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. tengah dan bawah level bawah Gambar.59 Sikap mirip gb.3 Tari Kresno-Bladewa Gambar.1 Tari Gejolak Gambar. perpindahan formasi. 2. kontraksi pada kaki Gambar. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar. putaran.10 Trandak vii . 2.73 Duduk santai.61 Sikap bongkok. tengah dan bawah menyeluruh Gambar.

Gambar.18 Tari Ngelajau 3. Gambar. Gambar. Gambar.12 Merak 3. Gambar Gambar. Gambar. 3.22 Tari Manikam 3.13B Tari Dayang Modang 3.13A Tari Bailita 3.38-3. Gambar.13A Tari Bailita 3.30 Tari Cinta Ibunda 3. Gambar.55 Tari Kecak (Bali) 3. Gambar. Gambar. Tari Ngelajau 3. Gambar.B Tari Dayang Modan 3.44 Tari Janda Nabia 3.59 Sanduri viii . Gambar.58 Jepen Rebana 3.37 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar.24-3.51 Tari Mandau 3. Gambar. Gambar. Gambar.54 Tari Rejang 3.34-3.20 Tari Ngelajau 3.56-3.17 Bechincak-an 3. Gambar.29 Baratayuda 3. Gambar.48 Tari Nyak Puan 3. Gambar.13. Gambar. Gambar Gambar.52 Tari PupUtAy 3. Gambar.31 Bratasena 3.57 Bersih Desa 3.11 Topeng 3. Gambar. Gambar.21 Tari PaJinang 3.32 Tari Nyi Kembang 3. Gambar.39 Tari Sarampuah 3.43 Tari Ranah di nan Jombang 3.19 Tari Nyak Puan 3.42 Gelang Ro’om 3.SENI TARI Gambar. Gambar. Gambar Gambar.26 Tari Baladewa-Kresno 3.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3. Gambar.41 Tari Janda Nadia 3.35 Tari Turun Kuaih Ainen 3. Gambar. Gambar.50 Tari Dolalak 3.46 -3. Gambar. Gambar. Gambar.45 Tari Ho Arya 3.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3..28 Pendet 3. Gambar.27 Tari Manukrawa 3.49 Tari Janra UPeuteh 3. Gambar.33. Gambar. Gambar.23 Dogdog Lojor 3. Gambar.40 Tari HoArya 3. Gambar.16 Ngelajau 3.36-3.

96 .72 Tari Turun Kuaih Ainen 3. Gambar.78 Tari Sekapur Sirih 3.. Gambar.60.80 Tari Bachincak-an 3. Gambar.71 Ngremo Mall 3.102 Tari Randa Nabia 3.109 Tari Perang ix . Gambar.68 Tari Balet 3. Gambar.77 Tari Tabot 3. Gambar.3. Gambar.107 Tari Kondo Bulang 3.70 TarI Gambyong Kolosal 3.91 Tari Warak Dugder 3. Gambar. Gambar. Gambar.64 Tari DolAlaK 3.98 A dan 3. Gambar.94 dan 3. Gambar.Tari Gagahan 3.95 Tari Badawang Nala 3.75 Tari Tabal Gumpita 3. Gambar. Gambar. Gambar.87 Ttari Dogdog Lojor 3.67 Tari Cinta Bunda 3.79 dan 3.65 Tari Nditita 3.74 Tari Payung 3. 3. Tari Jaipongan 3.99 dan 3. Gambar.108 Tari Tano Doang 3.81-3.89 A.100 Tentengkoren 3. Gambar.101 dan 3. Gambar. Gambar Gambar.73 . Tari Topeng 3.61 Tari Warak Dugder 3.103 dan 3.92 Tari Bersih Desa 3. Gambar.66 Tari Balet Ngu Yen She 3.104 Tari Pa’Jinang 3. Gambar. Gambar.dan 3. Gambar. 106 Tari Pabete Pasapu 3. Gambar. Rancak di Nan Jombang 3. Gambar. Gambar.105 Tari Ponggayo 3. Gambar. dan 3.62 Tari Kebyar KEbeng) 3.83 Tari Nyi Kembang 3.63 Tari Reog Polodero 3.85 Tari Nyi Kembang 3. Gambar. Gambar.88.93 Tari Gelang Ro’om 3.82 Tari Ngelajau 3.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3. Gambar.72 Tari Ngelajau 3. Gambar. Gambar. Gambar.69 Untuk Mama 3.SENI TARI Gambar. Gambar.90 Tari Kresno Baladewa 3. Gambar. Gambar.86.76 Tari Joget Lambak 3. Gambar. Gambar. Gambar.84.98 B Tari Lupak Gurantang 3. Gambar. Gambar.97 Tari Taume Anuku 3.

Drum 4.26 Improvisasi Gerak mhs 4.2 Perangkat Gamelan Jawa 4. Gambar. Gambar.112 Tari Tarik Lalan 3. Gambar. Gambar. Gambar.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4. Gambar.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4.13 Dogdoglojor(Jabar) 4. Gambar.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3.22 Stage Proscenium 4. Fantasi (Bali) 4.116 Tari Giring-giring 3.118 Tari Persembahan 3.17 Karakter Putri Halus 4.23 Bentuk Panggung 4. Gambar. 33-4.122 Tari Ndaitita 3.28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4. Gambar. Gambar.110 dan 3. Gambar.111 Tari Dara Juanti 3.21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4.4 Alat musik diatonis Gitar.9 Trunajaya (Bali).29 Saman (Aceh) 4.35 Pendet (Bali) 4.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4. Gambar.1 Perangkat Gamelan Sunda 4.114 Tari Baharuan 3.120 Tari Bambu Gila 3. Gambar Gambar.8 Kostum Gruda. Gambar. Gambar.) 4.14 Ngelajau(Lampung) 4.119 dan 3. Gambar.5 Kostum Annien (Riau) 4. Gb. Gambar.121 dan 3.115 -3.3 .31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. Gambar. Gambar. 4. Gambar.4.37 Saman(Aceh) x . 4.126 Tari Tepulut 4. Gambar.125 dan 3. 4.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.123 dan 3.10 Sangkrae(KalTeng). Gambar Gambar.117 Tari Milau 3. Gambar. Gambar Gambar. Gambar.SENI TARI Gambar.113 dan 3. Gambar.30 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar. Gambar.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4. Gambar. Gambar. Gambar.15 dan 4. Gambar.17 Karakter Putra Gagah 4. Gambar. Gambar.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4.20 Stage Proscenium 4. 3. Gambar.36 Prajurit (Bali) 4.

Gambar Gambar. Gambar. Gambar.6 Pimprod memberi arahan 5. Gambar.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5. Gambar. Gambar.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5. Gambar. Gambar.44 Turun Kauih Aunen 4. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.42 Tari Jibeng Rebana 4.SENI TARI Gambar. Gambar.41 Tari Dogdoglajor 4.38 Jaipongan (Jabar) 4.17-5.21 Penata cahaya memberi efek 5.1 Teater Anruang (Bandung) 5.15 Pengarahkan kepada penari 5. Gambar. Gambar.19 Kru Stage kerja di balik stage 5. 4. Gambar. Gambar. Gambar.9 Rileks habis kerja 5.32 Ratu Angin xi . Gambar.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5. Gambar.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5. Gambar.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5. Gambar.23 Penata cahaya memberi efek 5. Gambar.39-4. Gambar.25 Penata Musik memberi 5. Gambar.10 -5.40 Tari Gelang Ro’om 4. Gambar. Gambar.43 Tari Ngelajau 4. Gambar.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5. Gambar. Gambar.8 Pimrum tangga Tumpengan 5.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5. Gambar. Gambar. Gambar.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5. Gambar.46 Tari Randa Nabia 4. Gambar.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5.45 Tari Gelang Ro’om 5. Gambar.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5. Gambar.12 Persiapan kipas pada Gejolak 5.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5..14 Disain tata Cahaya Gejolak 5. Gambar. Gambar.

1 Tari Topeng Blantek Gambar. 6.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar. 5. 5.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra.7 Tari Margapati Gambar. 6. 6. 6.8 Tari Belibis Gambar.34 Busana Gladi bersih Gambar. 6.9 Tari Randai Gambar. 6. 5.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar. 6. 6. 6.6 B Tari Ngremo Gambar.5 Tari Karonsih Gambar. 6. 6. 6. 6.13 B Tor-tor Gambar.13 Tari Saudati xii .6 A Tari Jaranan Gambar.13 A Tari Gundala-gundala Gambar.3 Tari Jaipongan Gambar. 5. 6.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar.SENI TARI Gambar.2 Tari Topeng Cirebon Gambar. 5.4 Tari Gambyong Gambar.33 Busana saat gladi kotorGambar.

3 Bagan 3.4 5. Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.3 5.5 5.3 3.1 1.4 4.2 2.5 4.2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.1 2.1 Bagan 4.2 2.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii .2 5.4 Bagan 4.SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.1 3.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.1 5.3 4.5 6.

3 Motif gerak Individu Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak.4 Gerak tari kelompok Tabel 2.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv .2 Dosis Pernafasan Tabel 2.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4. Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.1 Teknik. kelenturan da imitasi Tabel 6.xiv DAFTAR TABEL Tabel 1.

di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. tempo.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan. Di sisi lain. pada hakikatnya kurang dinamis. dinamika Menirukan berbagai ritme. pengetahuan. partisipasi. Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan. Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya. keterampilan yang telah dipelajari. dinamika Membaca berbagai ritme. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. Secara konseptual. dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. tempo. tempo. Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab. efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas.

Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. tabiat. Sistem dan organisasi kerjasama. kekuatan. Bahasa. 3. Sistem pengetahuan. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. benar dan salah. perangai. Sistem teknologi dan peralatan. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. 4. Di sisi lain. 5. Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. Para siswa yang kami sayangi. pengaruh. akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. Sistem religi dan upacara keagamaan. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini. Sistem mata pencaharian hidup. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. Kesenian. 6. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak. Selanjutnya. Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . daya mengandung arti tenaga. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. 7. cara atau jalan akal dalam berikhtiar. Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi. 2. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk.

terpuji. Dengan demikian. berkeindahan secara bebas. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. Dengan demikian. Para siswa yang tercinta. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). dan kemampuan mengorganisasikan ingatan.SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. Secara histories. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. kepekaan perilaku. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. Manusia menghasilkan hasil budaya. adat yang diatur dalam agama. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. perasaan. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki. konsep cara berpikir. perilaku. Secara teoretis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. menjabarkan ide. konteks budaya manusia berbentuk tulisan. Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna. dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya. manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. implementasi motif ungkapan verbal (lisan) . dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir.

dipikirkan. Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. dan sumber inspirasi penciptaan. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. cahaya hidup. Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman. Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam. Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan. Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. arah dan tujuan yang ingin dicapai. Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya.

dan dicita-citakan. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hubungannya dengan seni lain. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya. simpati. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain. Pada muaranya. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis. hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. Dengan perkataan lain. Para siswa yang kami cintai. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan. dipikirkan.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. jenis dan wahana seni tari. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini. hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari. Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran.

yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat. dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja. dan transformasi kesenian agar tidak punah. Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. akomodatif. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya.SENI TARI 5 Oleh sebab itu. Ketiga. revitalisasi. rangkaian mata rantai penulisan. Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan. Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. argumentasi. Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. dan perspektif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. Menurut Kuncoroningrat (1986). penelusuran. Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. Selanjutnya. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. variatif. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia. B. melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak.

bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. Seni berwawasan teknologi 7. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). 6. Atau dengan istilah lain. Seni musik. 4. unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002. Seni tari. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri. cabang-cabang seni memiliki banyak jenis. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya. Seni teater. Seni rupa. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. 3. 5. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. Menurut pandangan penulis. kreativitas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Selanjutnya. Seni kerajinan. bersosialisasi. Seperti di depan telah disinggung. Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi. dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan. 2.SENI TARI 6 Secara eksplisit. Seni-seni lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. 12-35). Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda.

SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Dengan demikian dapat dicatat. sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya. dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. rasa. Pernyataan tentang bentuk baru seni. Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk. modifikasi. dibentuk.SENI TARI 8 C. Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. medium ungkap seni. Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. mengatur. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri. Oleh sebab itu. serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak. arah dan perkembangan seni semakin variatif. pada kesempatan lanjut dapat dipahami. Selanjutnya. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . unsur keindahan (estetik). bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. dan karsa. 12-24). dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002. perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian.

utuh. Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Masalah pemanduan bakat. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. Usaha penyelamatan. maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. pewarisan. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. seni kaligrafi. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran. seni tari. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif. penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. Dalam pendidikan. seni musik. ilmiah secara empiris dapat diterima. seni drama (teater). peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif. Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. pelatihan. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. obyektif sebagai bagian kenyataan. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional.SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. dan dibalut ke dalam makna simbolis. rasional. bulat.

Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. kemampuan memahami dan membuat patung. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano. 2. dan terompet. lukis. musik elektronik.SENI TARI 10 1. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. dan multimedia. Seni Rupa. Unsur lain dalam bentuk harmoni. berhubungan dengan unsur cabang kesenian. kerajinan tangan. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. patung. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. rebana. flute. seksopon. gitar. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. gambang kromong. kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. patung. drum. Seni Musik. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. kriya. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. kerajinan tangan kriya dan multimedia. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. kecapi. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. kemampuan memahami dan berkarya grafis. dan kolintang serta arumba. sintetiserr. gamelan. lukis. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. angklung. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. grafis.

Seni Teater. ekspresionis. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. melodi maupun harmoni. eksperimentalis. 3. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. kemampuan mengaransemen. kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi. kemampuan memahami dan membuat naskah. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Oleh sebab itu. interval. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. Di sisi lain. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. kemampuan memahami dan membuat notasi. dan harmoni secara varian. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme. Di sisi lain. serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. bunyi yang berirama. serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil. dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat.

dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. pembawaan.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Seni Tari. Sebagai penyesuaian abad modern. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan. kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak. Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler. diksi. baik dari koreografer. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan.di mana tarian tersebut berasal. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi. Media ungkap tari adalah gerak. intonasi. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting. kebahagiaan. kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan. peraga dan penikmat atau penonton. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. 4.

maka gerakan tari semakin halus. serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. 5. Seni tari memerlukan media gerak. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual.SENI TARI 13 maupun nontradisional. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern. seni dekoratif. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. guru-guru tari yang profesional. seni lipat. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. estetis. dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. renda. Dalam perkembangannya. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. Oleh sebab itu. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. Oleh sebab itu.

bunyi. rupa. 6. Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. menciptakan hal baru. dan multidimensional. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. mana cabang seni yang paling kalian senangi. teater. Dengan imajinasi. rupa. seperti seni peran (khususnys sinetron). Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru.SENI TARI 14 yang ada berwujud musik. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. multikultural. dan tari secara multilingual. Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain. pendokumentasian (sinema). Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih.

Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebagai bahan kajian. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. bahasa gerak. Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. Dalam ranah khusus. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. 3. teknik. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. 4. 1. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. jadwal terprogram. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual. 2. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif. serta. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Memberikan nilai masyarakat. konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. memiliki kompetensi. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan.

latihan. dan berkelompok koloni. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri. Prosedur imitatif. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. d. Menekankan kepada produk/hasil. b. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini. kemahiran. artis dan koreografer. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . g. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. e. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan. demonstrasi. h. a. f. c. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. Kemampuan. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah.

demonstrasi. kemahiran. serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan. Pemerhati.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari. Peminat. Prosedur imitatif. dan Pecinta Kesenian Bagan 1. Kritikus Tari. dan Koreografer.2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. latihan. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah.

untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. Hal tersebut apabila belum cukup. Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca. efektif. maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. Para pembaca budiman. Selanjutnya. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh. Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia. Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis. Lebih dari itu. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik. Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. peserta didik. Oleh karena itu. dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas.

Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. Oleh sebab itu. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). 2). Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. Pengertian Tari Para siswa yang budiman. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak. tenaga. terkait pula dengan: 1. tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. tenaga. Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari. peralatan tari D. kecepatan. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. dan waktu. 2. Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. ruang. Kekuatan.SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang. Di samping itu. dan fokus. dan waktu. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri. tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak. Selanjutnya. Apabila dikaji secara menyeluruh. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. 3.

dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . empati. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. Tari memberikan penghayatan rasa. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja. tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. Oleh karena itu. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat.SENI TARI 20 tubuh manusia. Tari merupakan salah satu cabang seni. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. maupun keperluan tertentu lainnya. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Apabila disimak secara khusus. maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. dan pada waktu kapan saja. hajad kaul. pernikahan. Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. simpati. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. Sebagai sarana komunikasi. Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia.

maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. tubuh. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). John Martin dalam The Modern Dance. maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. 1994:44). Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. dan musik. 1990:2). Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. dan tenaga. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak. Dalam konteksnya. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu.SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. Secara khusus. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture. tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain. direfleksi melalui gerak baik secara spontan. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan. Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli. tenaga. Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. waktu. menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. dan ruang alam dunia. ritme. serta unsur pendukung lainnya. Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. Oleh sebab itu. Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. di dalamnya terdapat ekspresi. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. melainkan juga sebagai upacara agama dan adat.

jarak. waktu. Gerak Unsur utama tari adalah gerak. Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. tangan. Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan). dan kaki). tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. dan tenaga. maka diperlukan informasi tentang unsur tari.SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. aspek tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. rasa. lemah. 1. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. perubahan sikap. posisi. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . VCD tari. waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. Oleh sebab itu. atau cakupan gerak). badan. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu.Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Sebagai bentuk latihan-latihan. dan kedudukan). ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. Sejalan pendapat Suryobrongto. dan irama seseorang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang.

apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi. 1. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari. Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif. Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. gerak olah raga. gerak bermain. lambat-cepat. kontraksi otot. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh. Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. gerakan pencaksilat. serta gerak untuk berkesenian. Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. gerak bekerja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak. dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang. tegas terputus-putus.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot.

Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. misalnya level. Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh.2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel. 1. namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya. yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul. Faktor space meliputi ruang gerak. Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. tangan(Thorax). Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis. jarak/rentangan atau tingkatan gerak.

2.SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak. 1. sebagai tumpuhan tubuh. dan dinamis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lemah. luas. penekanan (Ann Hutchinson. dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah. 1. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. tengah dan atas secara sinkronisasi. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3. 4. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah. Gelengkan kepala. Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri. aksentuasi. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat).3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat. 1989:2). Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. elastis. Ayo para siswa. Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan. misalnya gerak yang kuat.

Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan). biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari. Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut. 1.SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili.4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb.5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas.1. dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat. patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . stakato.

dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). rentang tangan. Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra. Sumber: koleksi Pribadi Gb. 1.7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas). 1. pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci.6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan.SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas. Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.

8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 1. klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon). 1. 1.8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1. gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo). Gb.9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb.10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo.10 Gumyak Banyumasan Gb 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak). rentang tangan. Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 1.SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan.

Tegak berdiri. Blongtur. Kewer. 1. Nyilau.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyelak. Ngenak Subang. dan kaki. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989.1. Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. Nyanggul. badan. Ngenak Cincin. Gerakan peralihan terdiri dari Koma. Motif gerak tari tradisional Betawi. Ketentuan gerakan harus dipatuhi.1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. 1. gerak peralihan. Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. antara lain terdiri dari Selancar. Pakblang. tangan.12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb. Melenggang Turun Naik.11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Ngaco. 1. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala. dan Gibang. Gonjingan. Rapet Nindak. gerak khusus.SENI TARI 29 1. Nyetangaen.11 -. Kedidi Merentang. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. Begaya. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. 20). Ngenak Gelang. 67). Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. Nyerah Sekapur Sirih. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Para siswa apabila dicermati secara teliti. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai. Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari). Cendoliyo. Lenggang.

kuda-kuda. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. memutar ke kanan/kiri. Gerakan supinasi. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. mengkerutkerut. Adeg-adeg. gelieur. rileks.2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. tengok kanan/kiri. Gerakan pacak gulu. Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. mengangguk. Meliuk-liuk. Rapal. sedang. anggukan dan gelengan kepala. Badan kontraksi. berputar. sendi leher berperan sentral. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. Gerakan ke depan/belakang. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. gileg.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model. Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gebesan. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. rendah). dan mengayun.

ke depan/belakang. Ngruji. tekukan pada palmar tangan. Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Topeng Cirebon. ogek lambung. belakang. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. palmar tangan. Nyempurit. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lengan atas. Vibrasi scapula. supinasi ke depan. Grakan tangan lurus.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. tekukan pada siku. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. samping kanan/kiri. dan sikap tangan pokok. lengan bawah. Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Gerakan bervariasi. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain.

jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Harmoinisasi goyang pinggul. Geser. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. dilakukan sesuai keterampilan individu. Gerakan dan getaran pinggul. masingmasing berbeda-beda. kelenturan pada paha. Goyang plastik. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. goyang pantat pada Jaipongan. macam goyangan.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. Kolumna vertebralis. sensualitas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kecepatan. Cranum sebagai otorizet. Kengser. Pelvis sebagai penopang.

sinkondrosis. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. kaki lenagkah ke depan/belakang. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta. loncat harimau. dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Salto. sinfibrosis. Lampah Ringdom. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Kepala mematukmatuk. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Keept up Jalan lurus. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . strugel track di udara. Gerak rol. samping kanan/kiri.SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Peragaan gerak motif Rodat. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. loncat harimau. Zamrah.

serta pada karpal dan falang. Ngeseh. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. Pacak Gulu. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. badan. Gelang kepala. Lakukan gerakan ngeseh. Gileg. sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu. Nindak. Putaran Tubuh ke semua arah. tangan.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. dan variasi gerakan kepala. dan kaki. sendi poros pada tulang bahu. meng angguk-anggukan kepala. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. Tegak dan bongkok badan. dan Godeg. Mapal. 2. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. tulang panggul. Galier. Gerakan merendah atau mendak. Tanjekan. Tabel 1.

Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rendah).SENI TARI 35 1.(Jung kir balik) Tabel 1. sedang. rendah) pada tari Saudati. straidel. anggukan. tari garapan lain. Rapal. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Adeg-adeg.2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3. Adeg-adeg. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. step(langkah ganda). 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Lakukan gerakan mapal berkelompok. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. kuda-kuda. 4. Gerakan Tari Topeng Cirebon. sedang.3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. lenso. kuda-kuda. rendah). dan topeng Klono. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Rapal. berputar.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .13 dan 1. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa. ) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb. posisi dan kedudukan.13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari.SENI TARI 36 2. dan ruang gerak penari itu sendiri. Di sisi lain.14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan). 1. 1. 1.14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat. gerakan olah tubuh. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa. posisi yang tepat. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. dan Tari Saman Bawah.16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala.16 Penari Saman berbanjar Gb. 1.SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 1. (perhatikan gambar: Tari Klana atas. dan tangan kanan tolak pinggang.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar. Gambar 1. ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat.

Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari.SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda.

17 dan Gb. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut.17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1. Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati).18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. 1. 1.18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb.

dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan. 1. Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat.SENI TARI 40 3. Waktu Dalam tarian. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi. Perubahan gerak. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu. berubah posisi. Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas . Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. perubahan posisi.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak.19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur. panjang-pendek. Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak. perpindahan tempat. cepat-lama gerakan dilakukan. 1. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi.

kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. situasi. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. dan kebutuhan pentas tari. atau dengan berdiri-jongkok. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang. dan kondisi emosional penari. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi. intensitas gerak. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. Dalam tari. Dengan demikian. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. Atau dengan istilah lain. Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Oleh sebab itu. kualitas gerak. denyut nadi gerak. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. walaupun diam seorang penari di atas pentas. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. waktu berdenyut.

19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage). intensitas. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. Apabila hal ini dapat terkontrol. Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). berkekuatan.SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja. Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif. Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas. Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. berisi. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .20 Penari Bimo Suci Gambar 1. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. 1. Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan. Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati. dan penghayatan gerak tari.

21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb. 1. kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang. 1. 1. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata. Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan.22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. dan memenuhi harapan. Sumber: Internet Gb. 122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol. Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan).21. terkendali. Lompatan kulminasi penari balet Gb.

Tersebut di atas.22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1. 1. Para siswa yang budiman. penegangan otot tangan yang terbuka. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin.SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1. 1.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet. 2. tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1.24 Gambar menunjukan.23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan.

kehendak. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ekspresi Perlu para siswa ketahui. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. marah. desakan jiwa. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah.SENI TARI 45 5. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. sedih. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Sebagai ilustrasi. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi. Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. 1. dalam kehidupan sehari-hari. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).

Lakukan ekspresi murung. atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1.. 2. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1. menangis. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang.26 Penari melepas senyum kepada penonton. Coba lakukan ekspresi senyum di kulum. tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton.

1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini. guru. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang. sehingga pembaca baik pelajar. maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari. Sendi Otot. Untuk mencapai pemahaman bacaan. dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2.

Oleh sebab itu. Seperti banyak diketahui. Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang. skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan. Latar Belakang. makan-minum. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. ideal. Siswa yang baik. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. PENDAHULUAN 1. dan sehat lahir dan batin. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. membentuk tubuh yang ideal. bahwa di dalam melakukan olah tubuh. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. dan waktu. Pada akibatnya.SENI TARI 48 B. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. menari. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. waktu dan tenaga. Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi.

dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. sprint. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh. menari. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui. Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus. terkejut. Secara garis besar. srta banyak contoh lagi. Oleh sebab itu. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. menari dan gerak senam. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. jalan biasa. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. Seperti telah disinggung di atas. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. serta aktivitas sehari-hari. Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh.SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. maraton. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan.

Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. C(Carbon) dalam jeringan. Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. Oleh sebab itu. di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa. dan gerakan terjaga dengan baik. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. ketahanan tubuh. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. menari maupun melakukan senam. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. Oleh sebab itu. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. begitu sebaliknya. bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik. Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. Selanjutnya. kualitas gerak. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati.

sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. mengeluarkan. • Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna.SENI TARI 51 nafas. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. Apabila hal ini menjadi kenyataan. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan. • mengkordinasikan para-paru. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu. dan melepas. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. • Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. Selanjutnya. tengah.

cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. Oleh sebab itu. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung. anak tekak. rongga hidung. mulut. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. pangkal tenggorokan. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan. Oleh sebab itu. Secara tertruktur.SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. membusungkan dan mengempiskan dada. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk.

Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. Paru-paru mengisi rongga dada. • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut. Sewaktu udara melalui hidung. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas. Alat ini merupakan alat pernafasan utama. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung.is masuk ke rongga hidung. • Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar.SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung. Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung. Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. menari dan senam. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak). • Paru-paru ada dua. kecepatan. • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi. dan gerakan pernafasan.

lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. Oleh sebab itu. Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menahan. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional. dirasakan. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. sesak nafas. hingga mengakibatkan gangguan jantung. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati. Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. dan dituangkan ke dalam gerakan artistik.SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut.

Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas. kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa. posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar. melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. Para siswa. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. kalian pasti telah memahami teks di atas. Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3. Konstabilitas ini harus terjaga. a. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas. Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut. Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. b. Jelaskan. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini. 2. Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tugas: 1.

1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb. Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik. 2. Sumber: Koleksi Internet Gb. pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik. maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni. Oleh sebab itu. Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang. DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh. persiapan tubuh atas pemanasan. 2.

bagian perut.3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dada. bagian skapula terjadi penegangan gb. dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan. kaki ada (penari pa) Gb. 2.1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada. 2.SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot. 2.

SENI TARI 58 2. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Faktor space meliputi ruang gerak. 1989:2). Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini. Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. lemah. Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut. Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya.4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . misalnya level. misalnya gerak yang kuat. anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. penekanan (Ann Hutchinson. aksentuasi. ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput). Selanjutnya. Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). 2. anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix). Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. elastis.

SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik. 2. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif. tangan dan kaki bawah relaks. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata. Kepala bisa menghadap depan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tangan kaki. Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri. tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan.5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2. 2.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2.

dan bangga untuk diri sendiri. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. tubuh. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan. tanpa persiapan apapun. Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak. Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap.SENI TARI 60 3. maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. gerakan pengenalan. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. menari dan senam agar benar-benar fit. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. menari dan senam pada dasarnya telah dipahami.

• Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. mempertahankan. tari. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang. gerakan tiba-tiba. otot. jantung. gerakan oleh tubuh. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas. serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. Sebagai contoh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat. Di sisi lain. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. Penguatan ekspresi gerak. mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat. tulang. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. sendi. Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru. memperkuat persendian. Dalam melakukan olah tubuh. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. sendi dan tulang secara maksimal.

Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi.SENI TARI 62 • Olah tubuh. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah. gerakan yang memiliki beban. Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi. Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. Apabila latihan olah tubuh. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin. Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu.

Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama.Melalui penjelasan tersebut. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama. Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan.SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel . Oleh sebab itu. Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan. Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja. Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan. Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar.

Otot memiliki daya kontraksi. cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak. Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif. Tabel Hubungan Teknik Gerak. kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik.SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit.

1 Hubungan Teknik Gerak. Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2.

9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb.9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung. dan peniruan gerak sebagai berikut. kaki dan perut.SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. 2. Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb.7-2. 2.8.8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 2. 2. jari kaki dan tangan Gb.

4. 2. Ambil posisi berdiri sempurna.6. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. bukan? Lakukan sekarang. 2. 5.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas. Sumber Internet Gb.5.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis. kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan. 2. Gb.SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana. perut dan kaki.

Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut. Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda. 1. stroke. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb. mulai dari dada hingga pinggul. Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. dan paha.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik. Gb 2. tekanan darah tinggi. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik. latihan gerak naik turun tangga secara rutin. Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut.SENI TARI 68 B. dada. Bentuk Apel. 2.11. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh. dan penyakit ginjal. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal.

Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. Dalam penampilan. paha. dan betis. Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir.SENI TARI 69 2. Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis. atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan. bentuk tubuh pir kurang percaya diri. 2. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil. Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel. Bentuk Pir. Biasanya sering frustasi. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb. bersepeda.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

jalan cepat. dan ceking.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 70 3. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. bersepeda. Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. langsing. Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus. Dalam skala ukur yang klasik. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel. atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul.

Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. pesenam. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi. Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna. penari. 2. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh. Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.

Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas. 1.5. kesehatan.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. Ambil posisi berdiri sempurna.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan.6. Upaya penambahan berat badan. 2. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. wanita yang berprofesi olah ragawati. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran. dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. 3. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. penyaluran energi. Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini. 2.

Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan daya ulur. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. Dengan demikian apabila terjadi peregangan. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti. Untuk keperluan olah tubuh. ketepatan. Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. tubuh sebagai alat gerak. Pada pengetahuan olah tubuh. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita.SENI TARI 73 C. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. kelenturan . Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak. dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut.

2. Tangan. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok. Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar. Kangkang. Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Otot jantung membentuk jaringan jantung. Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. Nungging. Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. 4-18). Jinjit. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. perut.

serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan. diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. loncat. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok.SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri. Sumber Koleksi Pribadi Gb.15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. meluruskan-menekuk kaki. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lompat. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan. 2. kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan.

jinjit dan naik turun. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb. Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. Kontraksi pada kaki. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. agar tidak pusing. lutut tetap lurus.SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. 2. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit.16-2. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerakan kepala di atas. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. menggeleng-gelengkan kepala. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala. Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang. dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. berdiri. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. atau memposisikan berada menjulur ke depan. c. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak.SENI TARI 77 2. Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak. menungging. Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a. b. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur.

2.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai.19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d. 2. lebih dominan di atas lantai.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai. Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah. Kontraksi pada kaki Gb.

Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus. Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis.20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat. Gerakan tersebut lakukan beberapa kali. siapkanlah peralatan tersebut. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali. kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna. Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan. angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri. gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. Lakukan gerakan tersebut beberapa kali. Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita. Lihat gambar 2.

buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih. 2.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. Pinggul (pelvis). 2. Anggukan kepala. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar. dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki. Kontraksi pada kaki Gb. Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e. Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur). badan. Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati.SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. Betis (Febula). Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur.

2. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha. tangan. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat . Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup.SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini. Perhatikan gambar Duduk santai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai.2. Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb. Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri.22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas. dan perut.

25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. 2.SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

Lakukan latihan beberapa menit. hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi. Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah.SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini. 2.Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb.26 da 2. (Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas. duduk.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad. bertumpu pada satu kaki.

Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent). Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan.. Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki.28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus. Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. posisi tidak semitris. sehingga bis tepat rata benar. 2. Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding. Gerakan dilakukan beberapa kali. Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian.SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis. Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai.28-2. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang. Sebagai ilustrasi.

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

jarak/rentangan atau tingkatan gerak. elastis. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). Misalnya gerak yang kuat.2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. posisi. anggota gerak bagian tengah (Thorax). 4. Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak. 1989:2). konvigurasi. dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap. Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput). Selanjutnya. disebut gerak tari tengahan. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). penekanan (Ann Hutchinson. Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak. Konsep ini selanjutnya diberi bentuk. aksentuasi.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. Ruang gerak misalnya level. maupun perubahan tentang aspek gerak. ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. lemah. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang.

masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak.2 peraga putri.44 dan 2. Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang.SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Oleh sebab itu.

di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil. makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. menghentak. Sebaliknya. menjadi sisi penilaian negatif pengamat. karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. Oleh sebab itu. pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. dan banyak variasi. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya. Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda. bagi pengamat yang masih awam. Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka. Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari). Dalam tari. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan. masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. Hal ini dituntut dalam tari. keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Untuk pengamat yang telah berpengalaman. Gerakan yang statis dan membosankan.SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis. Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. Oleh sebab itu.

berbaris berbanjar. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. dan angkuh temteramental gerakan. Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian. Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi. Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kuat. Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak. gerakan yang diperhalus. Di sisi lain. Variasi gerakan goyang. Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif). Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam. jongkok menekuk lutut. gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi.SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian. tengah. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna. Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. Dalam belajar-mengajar tari. Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti.

Kontraksi pada kaki Gb.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep. Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. 2 2. 2. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri. Oleh sebab itu. 2. tidak mantap. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya. Selanjutnya. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai. dan kesan goyah. penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang.46.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh.

Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ambil posisi sikap sempurna. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini. 4. Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. 2. 3. Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini. paha.SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai. dan daya tahan nafas.48. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2. Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan.Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya. kemudian baru keluarkan.SENI TARI100 4. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2. Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh. Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap. Olah nafas dengan pernafasan paru-paru. Tahan nafas hingga 4 detik. Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu. sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gunakan pernafasan dada dan perut.52 selanjutnya dilakukan. Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik. bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1.

terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar. tergesa-gesa. Dalam keadaan terpaksa. 2. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan. Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. Pada tingkat ini. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar. tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. sehingga dalam keadaan terkejut. Peringatan. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal. Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. atau duduk santai dengan punggung bersandar.SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. Masa latihan lebih dari 3 bulan. mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. Pada tingkat menengah. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah.

Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2. Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik. Dalam keadaan paru-paru kosong.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada. Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit.SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2. tahan nafas 6 hitungan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hembuskan nafas selama 6 detik juga.

Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. menahan dengan santai. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. Bagaimanapun. dan menghembuskan dengan santai pula. Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk.SENI TARI103 5. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. tenang. terutama pada bagian pinggul. dan dada. kebiasaan makan. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. paha. bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan. D. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. dan konsisten. hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh.

penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri.50.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. 2.SENI TARI104 1. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

51. 2. 2.50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai.SENI TARI105 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. kontraksi pada kaki Gb. Gb. 2.53 Sikap mirip 2. Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup. kontraksi pada kaki perut Gb.51 Tidur menarik tangan dan dada.51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar.33 Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki.52 Mirip gambar 2. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. merendah dan jongkok. Paha Pangkal paha. Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang. Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. meloncat. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. otot kaki. Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. berlari. tungkai bawah. siap untuk melakukan olah tubuh. menendang. Tulang Kelangkang. seperti melompat. tungkai atas. tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi.

54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. 2.50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai. Kontraksi pada kaki Gb.59.SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. 2.

Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh.gerakan. 7. peniruan gerak. Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi. sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. kenapa demikian. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca. 4. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1. 8. Oleh sebab itu. kelenturan. tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian. Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. dan bagaimana cara mengatasinya 9. Apa alat dan pakaian yang digunakan?. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?. 2. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut. Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level. 5. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik.

dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. berjalan. . • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. dan dapat dibantu oleh tulang. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. e. dinamis. gerakan putaran tangan pada lengan. ruang. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti. trisik pada tari Jawa. dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku. Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga.SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak.

Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. 2. 2. 2. dam tangan kanan. Proporsi menunjukan tention pada perut. Peregangan pada otot perut. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. pinggul.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb.58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai. kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. pinggul. dan kepala. dan tangan serta kepala sebagai efek samping. Gb.

2. ekspresi rambut. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sikap mirip gb.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas.59.SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. hal ini untuk menguatkan otot perut. badan dibungkuk secara mengalir.61 Sikap bongkok. Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad. Lakukan latihan selama beberapa kali.

62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. dan angota gerak lainnya. Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan. 2.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 2. 2.62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. dan angota gerak lainnya. Perhatikan gambar Duduk santai.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Kontraksi pada kaki Gb.

Fese latihan dan pentas. tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb. .65. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.2.65 menunjukan performa Intensitas gerak.2. tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. peraga tunggal dengan penghayatan dalam.SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu. penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal. dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni.64.64—2. perhatikan gambar duduk santai. .

2. kesehatan.66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh. Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. gerak tari bentuk. keseimbangan. Kontraksi pada kaki Gb. baik tari tradisional. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere). Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan. dan kebugaran tubuh. 2. Perhatikan gambar Duduk santai.66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan.

48-2. 2.dan 2. 1. guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb.49).SENI TARI115 D.67.2. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah. latihan pernafasan. latihan penyegaran otot dan saraf punggung. kaki. latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh. tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran). Gunarsa menyatakan. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan.68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Dalam Singgih D. Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi. . pinggang. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik.

Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. c. perasaan. Duduk tegak punggung lurus. c. leher. 1. lengan otot. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. d. dapat dilakukan dimana saja. b. telinga. pinggang. kepala tegak. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. tumit. e. Ulangi latihan 10 kali. Cara Kedua : a. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. jari-jari tangan. Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. kepala. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada. e.1 Contoh Latihan Gerak a. lutut. kaki bersila. otot. kemauan. Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. rasakan dalam dada. otot sekitar mata. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang. b. Kaki dibentangkan. Berdiri di udara terbuka. Tarik napas dalam 5 hitungan. pergelangan tangan. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. Visualisasikan dalarn pikiran. b. bahu. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). keinginan baik. hangat. betis. posisi berdoa. Langsung keluarkan napas 10 hitungan. otot-otot muka/wajah. visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh. tangan diangkat ke samping (horizontal). c. Rasakan kasih sayangdalarn pikiran. irama hitungan sama. yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . f. bagian tumit sentuhkan kedua kaki.SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. d. paha. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi.

c. Tariklah kedua kaki rapat ke depan. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. d. b. • Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh. Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. Latihan Penguatan Otot. 1. Ulangi latihan 5 kali. • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. tangan dipangkuan diatas lutut. Urutan gerakannya sebagai berikut. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. jangan bungkuk. f. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing). sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. seakan-akan menembus paru-paru. pikiran bersih. julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. 2. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a. • Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). mata dipejamkan tunduk sedikit.SENI TARI117 d. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. dengan cara. e. Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). e. makin lama makin baik.

7. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan. lurus datar. Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah. 6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. Ulangi 2-3 kali. Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. ulangi 2 sampai 3 kali.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai. istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. istirahat sebentar. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan. • Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki. Letakkan. • Bila kedua pinggang sudah tegak. • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan. 3. ke samping kiri dan samping kanan. lurus ke depan.

Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya. Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah. . 2. bawah secara baik dan benar. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia. memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan. Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah. meloncat.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. 1. agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan. tengah. 3. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. Deskripsi Tugas 1.Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas. Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas.Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh. mengetahui letakIetak gerakan yang benar. . benar. Menirukan gerakan yang diberikan guru. peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah.

Untuk tugas diatas. melangkah. . putar jinjit tidur. meloncat. 1. 3.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis. Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi. Kriteria 1. 2.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon.SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak . waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. 2. dapat mengetahui polapola yang ada. mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar. perpindahan gerak. Deskripsi Tugas . Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan. Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis. Peserta berjalan. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1. Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin.Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang. jalan. waktu.3. tenaga. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang. memahami garis. bentuk-bentuk gerak dalam ruang. sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat.

bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur. Deskripsi Tugas. waktu. Secara langsung. tenaga. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu. baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. Latihan gerak dan merespon gerak. kekuatan. • Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. • Peserta secara kelenturan. melalui respon gerak di dalam ruang. 1. Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. 2. Kelenturan) 1. atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan. Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung.SENI TARI121 Kriteria .Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional. kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . langsung melalui gerak dengan berpasangan. kelenturan. kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. 1. Deskripsi Tugas 1. Kekuatan.

1. Deskripsi Tugas. desain gerak.3. peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai. Deskripsi tugas . maka peserta dapat mengkoordinasi. Kriteria Untuk tugas ini. Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket. Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis.Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih. menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada.SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini. sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi. .Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. dan dibuat pada materi yang diajarkan. 1. dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar. Peserta mencari dan mengolah gerak. Paket Garapan Gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih.

Gerakan pacak gulu. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. mengkerut-kerut. sendi leher berperan sentral. namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. gileg. Gerakan ke depan/belakang. gebesan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. dan mengayun. kuda-kuda. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. rendah). Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. memutar ke kanan/kiri. mengangguk.SENI TARI123 2. Rapal. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari. Adeg-adeg. berputar. tengok kanan/kiri. gelieur. rileks. Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. Meliuk-liuk. Gerakan supinasi. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. anggukan dan gelengan kepala. Badang kontraksi. sedang. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep.

dan sikap tangan pokok. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. tekukan pada siku. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. palmar tangan. Vibrasi skapula. ke depan/belakang. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. supinasi ke depan. ogak lambung. tekukan pada palmar tangan. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. tari yg dilakukan.SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Nyempurit. belakang. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Grakan tangan lurus. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. lengan bawah. Gerakan bervariasi. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. lengan atas. Ngruji. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India.

goyang pantat pada Jaipongan. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Geser. Kecepatan.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Sriwijaya. Kengser. Goyang plastik. masingmasing berbedabeda. kepala Gerakan Jalan. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang. Cranum sebagai otorizet. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. macam goyangan. Gerakan dan getaran pinggul. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. sensualitas. Harmoinisasi goyang pinggul. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Kolumna vertebralis. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dilakukan sesuai keterampilan individu. kelenturan pada paha.

Peragaan gerak motif Rodat.SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. strugel track di udara. Zamrah. Gerak rol. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Salto. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. loncat harimau. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala.

kaki lenagkah ke depan/belakang. Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Gelang kepalaanggukanggukan kepala. sendi poros pada tulang bahu. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. dan Godeg. Tegak dan bongkok badan. sinkondrosis. diarthrosis Jalan lurus. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet.SENI TARI127 matuk. serta pada karpal dan falang. Putaran Tubuh ke semua arah. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. samping kanan/kiri. Gerakan merendah atau mendak. Gileg. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Sinkronisasi harimau. Galier. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. sinfibrosis. Pacak Gulu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nindak. Lampah Ringdom. tulang panggul. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan.

Tabel 2. rendah).4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ngeseh. dan topeng Klono. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. berputar. sedang. dan variasi gerakan kepala. 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. sedang. lenso.3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Adeg-adeg. rendah) pada tari Saudati. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. step. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. tangan. Tanjekan. rendah). Adeg-adeg. Gerakan Tari Topeng Cirebon. anggukan. dan kaki. Rapal. Tabel 2. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. straidel. Rapal. tari garapan lain. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. kuda-kuda. kuda-kuda. Mapal. badan.

Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengencangkan otot. dan mampu merespons gerak secara reflektif. Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh. Otot pinggul. Otot tungkai dan pinggang. Gerakan bahu. Pembuluh darah lebar. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. bahu. Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya. sehingga aliran darah lancer. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1. dan panggul. lengan bersama dengan bagian samping. mengembangkan kelenturan fisik. Otot dada. serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. dn berpenampilan indah dan menarik.SENI TARI129 E. Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. • • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh . membakar lemak. Menghindari cedera. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. Menambah kepekaan syarat. gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit.

2. dirangkai. Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa. Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada.69 Sikap jengkeng santai. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar.(lakukan gerakan beberapa menit). (Latihan Kelenturan) 2. kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI130 2. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai. Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari. elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain. Latihan Inti 1. Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit). Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh.

otot tungkai. Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. Rasakan tarikan otot meregang. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit). manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat. Lanjutan 3. Tarikan kencang pada betis. Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh. kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI131 1. Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. 2. Kekuatan badan dalam posisi jinjit. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan.70 berdiri santai. Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh.

tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). tarik ke belakang diikuti badan (putar). 4. dan mampu merespons gerak secara reflektif. 11. Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. selanjutnya kembali posisi semula. Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. tahan pinggul sehingga nampak elastis. 3. 16. tarik leher ke kanan dan ke kiri. gerakan putaran sebaliknya. Latihan pinggang. Latihan gerakan kepala. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya. 9. Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan. 8. tangan kanan ke bawah. 14. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. Meregang otot lutut. Gerakan ulang. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit.SENI TARI132 3. Posisi kembali semula. 18. 5. Otot dapat berkontraksi secara cepat. • Posisi dan gerakan sama. 7. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. Ayunan ke dua tangan ke samping. keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. putar pinggang sesuai arah jarum jam. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. Berjalan di tempat. pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. Kedua lutut lurus. 12. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. 6. 13. Secara bergantian. Lari-lari di tempat. sambil mengayunkan tangan. lalu kedua tangan tarik ke atas. 10. Tangan di depan memegang mulut. Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai.

Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. putaran.71 berdiri jinjit. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. Lompatan. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana. keindahan gerak. variasi untuk membantu penghayatan. Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat. Ayunan tangan. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. dinamika gerak. Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh.SENI TARI133 4. Putar-jonkok. penghayatan dengan memakai property.

Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional. badan membungkuk. Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. dengan pinggul lakukan kengser. Gerakan otot paha. Goyang Plastik. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian. dan lain lagi. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. Gerakan kaki semacam Balet. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut. goyang pantat). dan simpuh badan ditopang ke dua kaki. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. pantat. pinggul. Gerakan pinggng otot kaki regang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ke belakang. Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. Lakukan beberapa kali gerakan ini. Posisi kaki terbuka dan merendah. Lakukan gerakan kaki maju ke depan. Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. tangan ke atas berlawanan dengan kaki . lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak. sila.72 berdiri santai. Gerakan Sit UP. lenggang. • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang. beberapa kali gerakan.SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. tangan bertumpu di lantai. Laian. ulang!.

. Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada... perpindahan formasi. 2. 3.. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb. Tarik nafas perut.aaaaach.... 4. tahan 4 detik.... dan rasa kepercayaan diri.... 2. Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan.73 Duduk santai..SENI TARI135 1. kaki belakang berjingkat tangan di pinggang. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan. Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya ...... Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian.. Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas.

dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. Hirup nafas perlahan melalui hidung. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik.SENI TARI136 1. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. 3. 2. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping. hembuskan nafas. tahan nafas. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus.74 berdiri santai. punggung di regangkan. Seluruh otot tanganotot bahu. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik. Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk. Tahan 10-12 menit. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. sikap dipertahankan. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut. lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada. tahan. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu. Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan. jarak pandang lurus ke depan. 5.. 4. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm. perlahan-lahan kepala menengadah. bimbang.

daerah perut. 2.SENI TARI137 1. Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. 5. Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. kontraksi pada kaki. maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari. Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan. Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. (Hal 24 dan 75).75 berjalan sambil melayang santai. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan. 6. Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi. 3. disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama. 4. dan alat disesuaikan dengan keinginan kita. Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti.

Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Mengurangi ketegangan. berdiri jongkok. Pendinginan 3. Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot..SENI TARI138 3. • Latihan penutup. • Menurunkan suhu tubuh. • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula.76 duduk santai. dan lambat. Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan.

• Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. • Latihan dilakukan secara individu. wirasa. • Gerakan pelan agak lembut. relaks. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks. • Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. Ayunkan tangan.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak. • Berdiri perlahan-lahan. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan. • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. • Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban. busungkan dada. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . wirama. berpasangan. • Pilih musik etnik yang kamu suka. sehingga kondisi dapat segar kembali. wiraga. Kembalikan tubuh ke posisi awal.

atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. lingkaran. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan.SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian.

tangan bertolak pinggang. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad. Badan berdiri tegak.

tangan bertolak pinggang. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan.SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. tangan melebar ke samping kanan/kiri. Badan berdiri tegak.

tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Atur posisi badan tetap berdiri tegak.ke kiri. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri.SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah. Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan rendah ke samping.ke kiri. Dengan itu saling berhadapan. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik. dan sebelah lainnya diluruskan.SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Posisi badan tempat merendah ke arah samping. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V.. Posisi badan terbuka merendah. Atur posisi badan tetap berdiri tegak.

Posisi badan merendah ke depan. pandangan lurus ke depan. Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan sedikit membungkuk. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri. Atur posisi badan merendah ke samping kanan. dengan saling membelakangi. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal. kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. Kedua tangan lurus ke depan. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. Pandangan ke arah depan. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. Badan berdiri tegak. Gerakan ini dilakukan bergantian. sebelah tangan lainnya luus.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada.

selanjutnya melompat setingguitingginya. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Arah hadap ke depan. kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan. Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna. Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. badan berguling sehingga terlentang. Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus.SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan tidur lurus. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna.

tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. Atur sikap posisi badan membungkuk. tangan kanan lurus dialgonal. Posisi badan menunduk. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. Posisi badan membongkok. Posisi berdiri satu kaki. tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga. kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah. arah hadap muka searah dengan tangan. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

ke dua kaki melebar. Posisi berdiri satu kaki.SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak.. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. sehingga badan lurus dengan kaki kanan. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah.

pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh. Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. dan pinggul. Posisi dan sikap badan tegak.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul. kaki. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus. Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas.

atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun. Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus.40. Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. sehingga tidak banyak beban yang diambil. Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Uraian geraknya adalah lari perlahan. kaki lainnya melipat ke arah pinggang. Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2. kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak.

Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang. Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan. Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan. Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan.

Gambar Tabel 2. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik. sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah. memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan. Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah.5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI152 seimbang. Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping. lurus ke atas.

Pada tari-tarian manca daerah. terbang/rebana. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ngepel. akordion. dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut. Tetapi pada sisi lain. Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. yang tertuang pada sikap tubuh. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. kaki. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. dan masih banyak lagi.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. nyempurit. gitar. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon. Pengaruh tersebut sa. pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia. Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai. Hal ini disebut akulturasi. Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan. keprak. lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong. Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. ngruji. kenthong. dan badan. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan.

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. dialog. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan. dancescrip. Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. peran seni drama sangat menonjol. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik. bentuk sastra. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. Oleh sebab itu. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya. Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. ide penggarapan tari. pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. cuplikan inti ceritera. komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari.SENI TARI163 peran.

Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. bahkan tanpa memperhatian dinamika. terdiri dari tifa. keberuntungan panen. Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama. Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. berupa hentakan kaki. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap.SENI TARI164 B. dan sebagainya. pesta kelahiran. Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana. perkawinan. . berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. proses inisiasi (pemotongan gigi). Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1. bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. misalnya : menirukan gerak binatang. karena akan berburu. bertujuan untuk kehendak tertentu. • Tata rias masih sederhana. • Instrumen sangat sederhana. tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan.

SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral. dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur.1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. 3. tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati. keunikan tari primitif walaupun gerak. dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik. musik. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 3. Bedoyo (Yogya-Surakarta). Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang.3.5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Baladewa Kresna (Surakarta).3 dan 3. Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali). Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama. 3.4 Tari Gambyong (Gb. Tari Gambyong (Jateng0.3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb.4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI166 2. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku. 3. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun.

3. Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng). TMII Jkt Gb.9 Bersih Desa Gb.SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional.7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb.8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. 3. Sumber Koleksi Pribadi Gb 3. Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi).10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur). tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur).

menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada. Tari Gandrung (dari Banyuwangi). Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum.11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb. dan tari klasik. Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat). 3. sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya. Tari Tayuban (dari Jawa Tengah).12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat. 2. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. Konsep koreografi sederhana. menjadi warisan budaya secara turuntemurun. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat. tari rakyat. berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar. Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. Tari Lengger (dari Banyumas). Tari daerah setempat di lingkungan kita.1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat.

3.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya. Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama. 3. Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat). Tari Legong (Bali). Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang. 3.SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB.21 Tari Manikam Gb.22 Dogdog Lojor 2.2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi . Yogyakarta). Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah.

3. Tari Legong Kraton (Bali).24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb.23-3. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.25 Tari Legong Gb. 3. dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan.SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut.26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta).

Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong).27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok. Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo. 3. Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium. yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. konsep tersebut banyak mengalami kendala. Contoh bentuk Wayang Orang. Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta.

dan sebagainya). 3.Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas. Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni.28. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong. Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi Internet Gb 3.31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.SENI TARI173 3. namun secara konseptual tetap mempunyai aturan. Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim).30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Wira Pertiwi. 3. Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti).

3.33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.32-3.37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .36-3. 3.3.35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.34-3.

Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit.40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah. 3. 3.i Sumber Koleksi DepBudPar Gb.39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya. 3. 3.SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal. 1. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian.SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. kita bahas bersama. beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. 3. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1. Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran. Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta. 2. walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian). mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar. Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4.

Tari 3.45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada masyarakat tertentu. Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta). memelihara/berlatar belakang agama Hindu.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan.SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif. 1. sarana memuja dewa (keagamaan). salah satunya termasuk tari. biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja. 3. Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. Pada daerah tertentu di Indonesia. Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara.

Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3. 3.48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.47 Tari Janra UPeuteh Gb. Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini. 3.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 3. Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat.46 Tari Nyak Puan 2.

SENI TARI179 3. Oleh sebab itu.51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b. Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin. 3. kelahiran. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang. penyambutan tamu agung. Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut. 3. Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan. Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya. 3. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan. Kematian. Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa. Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura. potong rambut. injak telur.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara.

mengikuti selera kaum muda dan mudi. 4. 2.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1. Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. Sumber Jurusan tari Gb. 3. Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. Oleh sebab itu. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. dan masyarakat secara umum. Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi. bersih desa. 3.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut. Gerak tari ini dilakukan berpasangan. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama. tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting.

Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Tayub dll.60. 3. 3. 3. Tari Joget.3.58 . Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Gandrung. Tari Serampang Dua Belas.SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso.61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .56-3. 3.57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb..59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb.

Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton. 3.63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. Selain kesenian Betawi. Tari Buncis (Banyumas).62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi. Ludrug. Tari Topeng Gong. Jenis Ebeg. musik teater. TIMTI Gb.SENI TARI182 5. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta). dan tari. Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal. Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim). Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas. Sumber Koleksi Anj. Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat. 3. sehingga kesan teatrikal nampak. Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini.

2. 3.SENI TARI183 Gb. Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. perlindungan. Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. 62 C. sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. 4. Memohon keselamatan. PERKEMBANGAN TARI 1. TARI REKREASI 1. 1. 5. 3. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karena tarian rakyat. 4. 2. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya. Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. biasanya mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama.

2. Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. Kostum tari sangat mencolok warnanya. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak. 3. asesoris. 3.65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.SENI TARI184 2.64 Tari DolAlaK i 1. Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat. dan musik iringannya sangat sederhana.

pendekatan koreografis bertema kontemporer.SENI TARI185 3. 3. Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik. 3. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2.66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai. Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik. Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Internet Gb. dengan standar tari yang tinggi.

Awal tari modern . 3.68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3. Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb.67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Selain itu menghindari pada penekanan teknik. 4. Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2. 3.SENI TARI186 4. Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer. Modern Dance 1.

SENI TARI187 5. terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. 4. Tari Musik Panggung/Opera 1. dan musik iringan. 2. Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3. Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet. dramatikal. 5. Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ. Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa. tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler). Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya.

Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia.SENI TARI188 6. Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. 4.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3. 7. Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis. 2.

Pada masing-masing bentuk tari di atas. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. dan Tari Klasik/Istana. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. dan Tari Teatrikal/Pertunjukan. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas. dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang. dan waktu. Oleh sebab itu. Tari Balet. Tari Rakyat. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. Tari Rakyat. tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. ruang. Selanjutnya. Tari Pendidikan. Lihat dan amati. Tari Sosial/Pergaulan. Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi. Tari Modern Dance. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). Tari Musik Panggung atau Opera. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). RANGKUMAN Pada hakikatnya. penari. Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. maupun seniman selaras dengan irama atau musik.

penuh vitalitas. Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. baik elektronik maupun non-elektronik. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian.SENI TARI190 Tugas: 1. 2. Tetapi para siswa dan guru. hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian. D. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk. Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan.bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya. kita harus ingat dan memahami. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. khayalan. termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa. kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras. 3. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai.

Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya. 4) Analisa. 2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis.SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. 5) Penilaian. 6) Apresiasi. 1) Persepsi. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2) Pengetahuan. jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. 3) Pengertian. Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini.

Tari Andung-andung. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. Tari Kapri. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari. Tari Angguk. Aceh dan Sumatra Utara. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. Tari Kain. peran-fungsi tari. Tari Pisu Suri. tata teknik pentas. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. musik iringan. Tari Tononiha. Tari Manduda. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. dan perkembangan Tari Tradisional. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pendukung tari meliputi kostum. Tari Tari Barampek. Tari Nontradisional. Tari Baina.SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Baluse. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Kental imbas pengaruh Melayu. Tari Buyut Managan Sihala. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. tari Terang Bulan. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Tari Upacara. Tari Karambik dll. Tari Cikecur. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi.

Tari Landak Sampot. Tari Lanieu.Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Cincang Nangka.72 Tari Ngelajau Gb. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. 3. Tari Kederen. Tari Bines. Contoh Tari adalah Tari Ngelajau. Tari Apeut. Tari Asuk. gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki. Bungong Sie Yung-yung.Tari Bak Saman.. Tari Cuwek. 3. Tari Labehati.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok. Tari Ranu Labuhan.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Anyung. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb. alunan gerak dengan alur-rentang sempit. Tari Dampeng.

Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton. Sumatra Selatan. Oleh sebab itu. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Riau. Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya. Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya. Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut. Jambi. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum. Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan. Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan. Bengkulu. Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut.SENI TARI194 Sumatra Barat. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Payung. contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Rambai. 3.74 .Rancak di Nan Jombang. Tari Ampun Mende. tari Lilin.SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring. Tari Kain. Tari Karambik.

( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri. Tari Catuk. Tari Keris.. tari Persembahan tari Joget. tari Bidadari.SENI TARI196 Riau: tari Japin. tari Gandai. 3.76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun. Tari Zapin. 3. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). tari Kain. 3. tari Sekapur Sirih.75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita. Tari Ambong. tari Kikuk. tari Massal Kijjai.77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Joget Lambak. Tari Lambak.

Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. tari Kepak Balam dll. tari Mandi Taman. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. maka tari ini berbentuk tari sosial. tari Depan Tulang Belut. 3. . Tari Kain.SENI TARI197 Jambi. tari Kipas Perentah. tari Gunjing. tari Sauh. tari Kelit Lang. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk.78. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi).

Tari Bayang Sangik.SENI TARI198 Sumatera Selatan.. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Burung Putih. Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3. Tari Bebe. tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). tari Melimbang.79.dan 3.Tari Andun. Tari Badalung. tari Tabur. tari Temu. tari Badaek. Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan).

SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang. tari Melinting. tari Batin. Sumber Koleksi DepBudP Gb. Tari Bebe. 3. Posisi geografis sangat menguntungkan. Ayunan Tangan. 3.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Arus. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. tari Lepas. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari.

serta Topeng Angga. Tari Ngarojeng. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Topeng . Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng.SENI TARI200 Jakarta. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. Tari Gong. Tari Blenggo. Tari Tayub(Nayub). Tari Topeng Gong. 3. Tari Ronggeng. topeng Cantik.84.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Topeng. Tari Doger.SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Tari Kembang Puray.86 . Tari Keris. Tari Longser. Tari Ketuk Tilu. .88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tari Kandagan. Tari Capang. Tari Merak. Tari Dewi. 3.87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Candra dewi. Tari Keurseus.dan 3.

adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. tari Golek Lima. tari Bedhoyo. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Pergelaran di Pendopo. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). dll. tari Srimpi. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok.89 A. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat.SENI TARI202 YOGYAKARTA.

Tari Karonsih. 3. Tari Srimpi 9. Tari Embat-embat. Tari Kridohumangsah. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Jejer. tari Bondan. Tari Anoman Kataksini. tari Bapong. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Topeng (Madura). Tari Surenglaga. berperan seperti tledek atau Ledek. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita.Tari Panji.91Tari Warak Dugder Jawa Timur. tari Rantoyo. Tari Bondoyudo.Tari Retnosari.SENI TARI203 Jawa Tengah. Tari Menak Koncar. Tari Srimpi 5. Tari NgRemo. Tari Bondoboyo. tari Golek. Tari Saptoretno. 3.. Tari Atandak. 3.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Menak Jinggo Dayun.93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Lawung. pertunjukan secara berkeliling.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Kabana. Tari Kebyar. Tari Amiles Siku. Tari Bial Tojong. Tari Barong.SENI TARI204 Bali.97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Andir Legong Keraton. Tari Badong. tari Legong. tari Danding.dan 3. Tari Bajra. Tari Pendet. Tari Cawan. Tari Cak. Tari Ana Keka. Tari Rangde. Tari Deda Lolon. Tari Ende. Tari Kecak. Tari Kadhi Sago Alu. tari Kecak.96 . Tari Dio doe. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Lenda Nusa Malole.95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur. 3. Tari Barong. Tari Janger. tari Soka Papak. Tari Arja. Tari Basur. tari Carana. 3. Tari Ampok-ampok. Tari Bidu.94 dan 3. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Padoa. Tari Dag. Tari Elilola. tari Likurai.

100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt. Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Kebesaran.SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj.99 dan 3. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama.98 A dan 3.98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara. TMII Jkt Gb. tari Turutenden. 3. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. dilakukan kelompok gadis. Tari Maengket.

Tari Banggai. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. serta penobatan putri masa akil balig. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI206 Sulawesi Tengah.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Ana Tete. 3. kitanan. Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi.

3. Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat. 3.104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .103 dan 3. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya.

tari Lumunse. Tari Moese.105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Morasa. tari Mombesara. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. tari Mangaro. Tari Katumbu. tari Dinggu.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara. Tari Salonde. Tari Motaro dll. Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. 3. Tari Dero. Tari Modelusi. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Morengku. Tari Modero. Tari Kancara. Tari Moana. Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari. tari Linda. Tari Lumanse. Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya.Tari Moleba.

Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. Tari Mak Bandong. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu. Tari Maklatu Kopi. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. tari Pasuloni. 3.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Daok Bulang. Tari Mak Jekne-jekne. tari Padudupa. 3. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Makrencong-rencong.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. tari Pettenung. tari Mananeng. Tari Mangayo. Tari Mak Randing. Tari Tano Doang). Tari Dumono. Tari Cip Cip Po. Tari Lule. Tari Alusu. Tari Mappacci. tari Moseng. tari Denggo. Tari Manganeng. tari Bisaro. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. dilakukan oleh penari Putri dan. Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau.107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Mangandak. tari Pagalung. Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. Tari Kondo Bulang. Tari Malemmo. Tari Maluyya. Tari Losa-losa. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari datu Museng. 3. Tari Alu-alu.

Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.SENI TARI210 Kalimantan Timur. 3. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir. 1 orang lelaki(pawang). tari Perang. Tari Datun dll. tari Hudok. Tari Bekuku. Tari Bejo Ujo. tarsaku Ayu. Tari Belahong. Tari Burung Enggang. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. ditarikan pada masa paceklik.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana.111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Sirang. tari Tandasambas. Tari Belaong. tari Totokng. Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Gantar.Tari Anggo. tari Amboga. 3110 dan 3. oleh 4 wanita. Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya.

tari Topeng Panji. Tari Bogam. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan. 3. tari Gandut. 3.SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut.Tumbak). tari Balian Bukit.113 dan 3.114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Japin Sigan. tari Mantang. Tameng. Baksa (Ajaran.

tari Boleong Dadah. Tari Balian Bawo. tari Manjuluk Sipa. 3. Tari Maru Putih.115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bukung. 31. Tari Tambung. Tari Dodobol. Tari Denge-denge. tari Mutiara. tari Kinyah Bawi. Tari Dendang Dilale. 3. Tari Kangkurung. 3. tari Kinyah Pampulu. tari Mandau Talawang dan Kapuas.116 Tari Giring-giring Maluku.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. Tari Kinyah Danum. Tari Badeder. Tari Kanjan. Tari Mabileose. tari Lenso. Tari Banggai. TMII Gb. Tari Caka Lele.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb. Tari Bahala. Tari Karaenta.

3. Tari Det Pok Mbui. Tari Mooni. Tari Aluyen. Tari Etol.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya. Tari Meitoro Meisawe. Tari Kampu. Tari Aniri.119 dan 3.SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Dombe. tari Wor. Tari Yospan. Tari Ndi. Tari Aya Nende.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.. Tari Meto.121 dan 3.TariMbis Pok Mbui. Tari Dow mamun. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

3.SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia.123 dan 3. 3.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut.125 dan 3.

penyajiannya cukup unik. tari karya Gusmiati Suid (Padang). bentuk gerak. upacara pengantin. Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya. dsb. untuk penghormatan tamu agung. baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. kemudian uraikan berdasar pendapat kalian. penyajian. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya. Coba kalian jelaskan tentang irama. Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. Analisalah tari-tari yang kalian amati. tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami. di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya. . pola garapan. rias-busana.SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. iringan tarinya. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah). Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. penyajian dan perkembangan yang dimilikinya. gerak. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan.

2) Nama dan asal koreografer. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok. 10) Tata rias dan busana. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. 7) Ide pijakan gerak. peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . fungsi-peran atau tujuan tari. 12) Setting atau stage. Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. Tari Upacara. Latihan 1. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. 3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati. 13) Pola lantai. 5) Waktu dan tempat pertunjukan. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. 11) Properti.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. 9) Musik iringan tari. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. Tari Nontradisional. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. 14) Tata cahaya atau lighting. sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. coba jelaskan latar belakang. Tari Pergaulan/Sosial. Tari Teatrikal secara seksama. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut.

menganalisis. guru. mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton. karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali. kreasi dan moderen). Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mahasiswa.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi. Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya. Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut. guru. Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa.

1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3.

Dalam seni tari.SENI TARI219 E. Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya. keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera. pemahaman. NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. tanpa intrik. Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. 113). garis dan warna (rupa). keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan. wirasa. membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama. Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. nada(musik). kepekaan. Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. Oleh karena itu. Pada hakikatnya. adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. Namun demikian. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. alasan dimana wiraga. merupakan keindaha yang semu sifatnya. dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni. Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita.

gendhing. peran. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran. ketentuan gerakan tari. Penari harus mampu mengendalikan gerak. Irama: Kriteria mengatur kecepatan. taati dalam melakukan gerak. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi. dan ungkapan gerak (marah. lucu. Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. tempo. berkesinambungan. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. Gendhing: Kriteria pemahaman musik. dihafal. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. Penari mampu menghayati gerak. tenang. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. dan instrumen menjadi penguasaan penari. Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. sedih. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. dan sebagainya).

ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. Pada Joged Mataram. masalah Sawiji. dan Tari Sumatra Barat. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari.3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak. Tari Jawa Timur. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. jenis gerak yang dilakukan. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. Tari Jawa Yogyakarta. kontrol gerak. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa. Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia. Sengguh. Tari Surakarta. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. Bali.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. kedalaman isi karakter. pengendalian diri sexcara maksimal. Walaupun terkesan terlambat. Kedalaman penghayatan gerak. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sulawesi. peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. Greget. GREGET: Daya kekuatan emosi. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya. Sulawesi.

serta penghayatan prima terhadap karakter. Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya. dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran. Bagan 3. ikatan wiraga. penghayatan gerak serta olah rasa. gerak yang dilakukan. dramatik. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. baik hubungan dengan gerak dan musiknya. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi.SENI TARI222 Dalam tari tradisional. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. wirama. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari. dan suasana tari.

1. Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi. Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi. Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan. hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A. Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja. Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Rudolf Laban. Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery. Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. Jecquiline Smith. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi. menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang. Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah.

masukkan ke kapasitas ingatan. Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin. • Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak. menyerap. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan.SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan. tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru. Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop). dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan. Merasakan • Belajar melihat. sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang.

Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. bergetar. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. dan wiraga. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan. gerak merupakan unsur yang penting. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. Bentuk. mengalir. 1. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal. kualitas. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. wirama. dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari. dan tekanan. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. posisi. Gerak terdiri dari tenaga. Format gerak berhubungan perubahan sikap. Dalam kaitan dengan tari. La Merry. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. lebar dan volume. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi.SENI TARI 224 B. gerakan mengayun. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk. Laban. dan kedudukan dari suatu benda. ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa. kedudukan. format.

2. mengayun. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya. jenis. bentuk. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. patah-patah. Para siswa sekalian. Jenis musik yang teratur disebut ritme. konstruksi. Oleh sebab itu. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. kekuatan dan jangkauan gerak.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. bentuk. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. Masalah tempo atau ritme. Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat. dan patah-patah. kendur. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya. mengalir. serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. Motif. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi.

klimaks. Di sisi lain. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis.SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan. perkembangan. tekanan. dan alunan suara secara tepat dan benar. serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. mendalam. merangka. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus. hegenitas. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. ritmik. Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional. dan menata melodi. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. dinamika. Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni. Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar.

drum. 4.SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat. 4.3 . Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar. dan lain-lain. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda).4. piano.1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4. Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . organ.

Gerakan jalan. ruang gerak. garis lengkung dapat berwujud ular. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap. Di sisi lain. huruf V. spiral. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri. lengkung. dan posisi penari pada saat diam. tubuh. Garis menyudut atau diagonal. lingkaran. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. tari Hula-hula dari Hawai. angka delapan dan sebagainya. dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. lari cepat. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. segi empat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak.SENI TARI 228 3. zigzag. Pola garis lurus dapat dibuat ke depan. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. kepala. Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). geser ke kanan-kiri. huruf T. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. kaki. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. lurus. ke belakang. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan. Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis. dan ke samping atau serong.

tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. melayang sesaat di udara. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton. Desain Datar. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. a. Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. Badan dan postur penari tanpa perspektif. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan. kepala ditengadahkan. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu. merentangkan ke dua tangan ke atas. serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. melompat.SENI TARI 229 4. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. secara rinci dapat disebut yakni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

. kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. menyerah.SENI TARI 230 b. c. Desain Dalam. tenang. f. kokoh. kesan yang ada nampak tercurah. Desain Murni. Kesan desain ini nampak teratur. desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. pasrah. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. Desain ini memiliki kesan kuat. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. Ke depan. lembut. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison. h. lembut. Desain memiliki kesan tenang. dan lebih dalam lagi kurang berdaya. Kesan yang dimiliki adalah sederhana. tungkai. Sebagian anggota gerak tubuh. Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus. Kesan yang ada nampak egosentris. g. penuh energi. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. Desain lurus. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari. dan tidak menuju ujung garis. Desain ini tidak menggunakan desain kontras. Dsain ini menarik. kepala. desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. d. dan serong. dan bersahaja. Desain Statis. Desain Horison. Desan Vertikal. Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. dan umpan balik yang terkesan dangkal. Kesan yang nampak halus. kejujuran. i. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. Desain Lengkung. e. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Apabila kurang hati-hati. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. lutut. lingkaran-lingkaran puting beliung. m. desain berada pada desain atas dan bawah. pangkal paha. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. Desain Terlukis. Desain Tinggi. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan.SENI TARI 231 j. Desain Rendah. Desain Medium. kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. o. desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup. k. n. Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. Desain bersudut. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. Desain Spiral. pangkal lengan. Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas. p. l. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. Desain Lanjutan. apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah.

Contoh lain. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya. q. maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. Contoh memarahi orang. maka tangan kiri juga tolak pinggang. Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan. Desain Asimetris. kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. lengan kiri lurus ke samping kiri. rambut. Desain ini memiliki kesan kokoh. Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati. Desain Simetris. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. Desain ini menarik dan dinamis. tenang. Lengan kanan lurus ke samping kanan. desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama. r. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. Tangan kanan tolak pinggang. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. Kesan kurang kokoh.SENI TARI 232 diwujudkan. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan. tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. s. 5. Apabila koreografi digarap secara professional. seorang memiliki badan yang bagus. Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. tangan kiri bertolak pinggang. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. Desain Tertunda.

Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. Dramatik terdiri dua tahap.SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. biasanya sering diingat olah banyak orang. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. Oleh sebab itu. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan. Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan. Perjalanan naik agak lambat. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan. setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. Di sisi lain. pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. Selanjutnya.

SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama. harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan. terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks. Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal. terjadi hanya satu klimaks saja. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal. Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan. klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. Lengkapnya garapan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI 235 6. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. tekanan atau aksen. Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. kualitas gerak. Dalam tari-tarian wilayah timur. Di Spanyol. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. dibutuhkan dinamika. kepala. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak. torso bagian atas. serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. cepat-kuat-bertenaga. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia. Di sisi lain.

Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif. masalah musik. tenang. Makin lama keras disebut Forte. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan. dan tekanan dari lemah ke kuat. misalnya lewat pengaturan level. Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. Dinamika lembut. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi. Masalah gerak. pergantian tempo. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari. dan sebagainya. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan. Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja. sedang.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . keras ke lembut. • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas.

Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. tergarap secara baik. Apabila terjadi sebaliknya. Dengan demikian. menarik. tidak membosankan. Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama. atas dan bawah. 7. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga. dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok. formasi. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan. depan dan belakang. kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. Oleh sebab itu. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. teliti. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak.

Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. berurutan. kurang pengolahan teknik desain. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga. kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. antara urutan satu penari dengan penari lainnya. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi. arah tujuan. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul. Sehingga. posisi suatu kedudukan. bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu. . Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak. hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut. serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. dengan motif gerak yang sama.

dan mewujudkan impian keindahan garapannya. Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. kredibel. Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate. Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. mempesona. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. dinamis. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. cannon. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas. mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah. Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah. dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif.

Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab. improvisasi gerak dan penataan gerak. Dengan perkataan lain. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak. rangkaian kalimat gerak. Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari. Dengan demikian. • Dapatkan tema ditarikan.SENI TARI 240 8. pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. instruktur atau tenaga ahli koreografi. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. tempat. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari. dan konstruksi koreografi. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik. busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil.

melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. yang ada dalam garapan koreografi. Tema orisinil ditarikan lebih baik. Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. upacara adat. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari. Pilihan tema yang demikian harus dihindari. uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan. Apabila tema menjadi bukan orisinil. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari. Sehingga. pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan. 4. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak. 4. Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu. Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. dan bentuk tarian untuk upacara tertentu.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. 9.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi. pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton.

Gb.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau). Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi).8 Kostum Gruda. Fantasi (Bali) Gambar 4. 4.SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut. 4. Gruda (Bali). Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.9 Trunajaya (Bali). 4.5-4.) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .10 Sangkrae(KalTeng).

4.SENI TARI 243 Gb.11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Pendet dan Lojor (Karakteri).13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. 12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung).12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.

17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Gb. 4. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.15 dan 4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 4.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter. Gb.

Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna. Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas. Hal ini apabila terjadi. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. 40 cm. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . segi enam. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. berkualitas. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi.SENI TARI 245 10. tinggi 20 cm. kesan koreografi akan lebih mendalam. bujur sangkar. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi. segi delapan. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. Ada yang berbentuk segi empat panjang. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. di bawah standar panggung. Bentuk dan format trap bermacam-macam. Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung.

tongkat. rebana. kipas.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. dan asas pakai properti secara baik dan benar. apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. selendang. payung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. keris. Pada sisi lain. Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. kendang. piring. pedang. mandau. kipas. Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. memenuhi standar properti. panah dan masih banyak lagi. cundrik. Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur). bola. payung. dan memenuhi kualitas penggunaannya. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. piring. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. fungsi. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. tombak. padat. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok.

4. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .22 dan 4. 4.SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional.23 Tari Manyong Gambar 4.22 Tari Manyong Gb. 4.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung.18 dan 4. Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan.20 dan 4. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional.

replika panggung yang dibutuhkan. Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka.SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. Peralatan dalam bentuk lain. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan. Oleh sebab itu. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal. Untuk menempatkan wahana replika. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. Dalam pengembangan. Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. Pada penerapannya. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. pendopo. pemanggungan (staging). spektakuler. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita. selanjutnya. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. properti panggung menjadi alternatifnya. profesional. Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa. Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. memenuhi harapan koreografer dan penonton. Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum. halaman pura. Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. serta bangsal sebagai tempat pergelarannya.

tiang. Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).4. Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional.SENI TARI 249 atas. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Di bawah ini contoh pendopo yakni. Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal). Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing. Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk. Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas. Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. Gb. dan besi beton. Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional). Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo. Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang).24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. 4. Gb.25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.4.SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut.

Atau dengan perkataan lain.4. Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola. dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian.SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas.27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda. penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola. Gb. Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . terbuka.

tangga berundak. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb.4.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis. kebersamaan panggung. Gb. . tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut. 4.

dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional. penciptaan suasana. Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata. kualitas pencahayaan. kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung. penguatan adegan.2. Hal ini menjadi masalah yang beragam. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan.SENI TARI 253 1. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang.

tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. merah. lirih. pemeranan. Begitu pula sebaiiknya. musik iringan sendu. Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat. lampu yang temaram. kuning. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. Perlu diingat. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. Kualitas pencahayaan sangat penting. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak. Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. dalam situasi perang.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. dan menyayat. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. dan general. sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih. penghayatan. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru.

ekspresi yang dilakukan. koreografi semakin hidup. Oleh karena itu. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. dan kurang mencapai tujuan koreografis. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan. Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan. dramatis. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. Oleh sebab itu. adegan kuang sempurna. dan efek koreografi yang diharapkan. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan. penciptaan suasana. dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut. kurang memenuhi harapan. serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. Efek pencahayaan dapat merugikan. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general.

serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. Di sisi lain. Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. susunan koreografer. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. pilihan cerita. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala. Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. perkembangan. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik. Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar. pilihan asal tarian. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan. memenuhi syarat. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan.SENI TARI 256 12.

dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi).SENI TARI 257 C. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik. siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari. Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. Oleh sebab itu. akhir. Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. mempunyai tujuan. Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini. dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing. Dengan cara demikian di atas. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi.

imajinasi. tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. dan kekuatan kreatif. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. tema. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. merasakan. Di sisi lain. dicari. Masalah pengembangan ide. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. Bagaimana anak harus bergerak. 1. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan. Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. Dengan demikian. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. Wujud tampak dapat berupa gerak. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. menggerakan. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. hubungan sosial. dan mengembangkan secara tepat dan benar. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. 1. mengembangkan gerak secara teratur. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. dan merespon. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. irama. elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berimajinasi. isi laut.

4. mencari gerak untuk menemukenali diri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . di sini dituntut pematangan ide.32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan.31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4. 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri. kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi .SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan.30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.

4. seleksi dan mencipta daripada eksplorasi. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. tempo.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi. dinamika. peran dan alat bantu.33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. tenaga. level. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. raba. mengolah tempo dan ritme.SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb. rasa. irama. kepekaan bunyi.

35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar. 4.Gb.SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.36. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak. 4.37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb.34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.4.36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb.4.

39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. 4. • Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. 38-4.SENI TARI 262 1. mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.3 Forming (membentuk. • Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk.

4. 4.42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb. gerakan (gb.4.SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.42) dan ruang pentas (4.41) . 4.41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.43).

ide-ide baru. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. akan tetapi perIu dipupuk. • Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb.44-4. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. walaupun kadarnya berbeda-beda. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data.SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif.45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak. informasi atau unsur-unsur yang ada (S.L Utami Munandar). dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . aktivitas. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. 4. melahirkan penemuanpenemuan baru.

47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang. 4. di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari. gerak. 4.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang. gerak dan waktu.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb. dan waktu. dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. kemampuan personal. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang. Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari. Oleh sebab itu. dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari. Cakupan teknik gerak. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari.

4. kadar. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya. Kreativitas perlu dipupuk. dan properti tari dalam bentuk gerakan. Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda.Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 266 3. 4.48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.48-Gb.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4.. dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah. 4.49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya.

SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak.50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb. 4. gerak dan waktu. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. properti. dan pengolahan ruang. 4. .50-Gb.51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4. 4. dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak.

tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja. 4. Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda. gerak dan waktu. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Oleh sebab itu.. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian.SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. Oleh sebab itu. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik. dan taktis. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. terampil. pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. mempunyai kekuatan komunikatif. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur. Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya.

rentangan. terputus dll. 4. mengambang tertahan. asimetris dll. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat. jumlah dan simetris. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. 2. Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. 3. berpindah. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. elemen tari. Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi. menjalur. setengah lari. ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. diagonal. kanan. ayunan bebas. lurus. bergerak. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan. beralih. rata. merentang dll. elemen komposisi. wujud ruang sudut.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . belok. loncat. imbang. 2. ujud badan. gerak isyarat. organ dalam tubuh. sedang. tekanan. arah kiri. simetris. berjalan. Level rendah. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat. pelan. 3. tinggi. aspek bentuk yaitu 1. Untuk jelasnya. silang. 4. diam. berlutut.

Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari. dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. lebih menempatkan kecirian individual. cepat terlupakan. Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. cara. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode. kesan yang ditangkap pandangan penonton. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. dicacat. Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. Tari sebagai momentum pertunjukan. Oleh sebeb itu. dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. dan teknik mengingat secara cepat. dan didokumentasi.

SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1. Tema 9.Penyusunan Acara 1. Union (Serempak) 2. Waktu 5. Komp. Gerak 2. Desain Lantai 3. Desain Atas 4. Alternate(Selan g-seling) 5. Ruang 4. Dinamika 6. Dramatik 5. Balance( Seimbang) 3. Tenaga 1. Property 11. Disain Musik 8. Kelp 7. Broken(Terpeca h) 4. Tata Pentas 12.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4. Tata Lampu 13. Gerak Tari 2. Rias Busana 10. Tubuh 3.

Di sisi lain. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. Secara umum dapat dijelaskan. matang dan mendalam.SENI TARI 272 D. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba. Setidaknya. hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. Pada sesungguhnya. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. guru. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata. asumsi ini tidak benar semuanya. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang. praktisi seni dan segolongannya. Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni. ledek Blora. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya. penulis budaya. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. Selanjutnya. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu. Perlu dicermati. Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. Atik Sopandi berusaha mengungkap. termasuk adalah karya tari. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati. keindahan adalah nilai estetis murni. (2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. alam. Selanjutnya.SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. pelaku aktif (seniman. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan. Perkembangannya. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. Indah adalah suatu nilai. penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide. Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia. moral dan intelektual. Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran.

dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru. maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap. 1. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. Dari uraian ini. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. yang tersusun dari daya hidup.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan. penggambaran. untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas. Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya. keterampilan sebenar-sebenarnya. nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman. Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. dengan melalui pengalaman. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya. • • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai.

menyukai hal-hal rumit dan baru. bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman. menonton televisi. Karena itu Anda juga mengetahui. dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. video. pergelaran mana yang dikunjungi. emosi. lisan maupun kliping. atau kunjungan ke sanggar-sanggar. seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). bagaimana hubungan seni dengan keindahan. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. penghargaan dalam kepribadian individual. Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin. bagaimana aliran seninya. maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. Dari uraian tadi. emosi-emosi dan jiwa. minuman tuak dan sabung ayam. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. studio seni. Dari beberapa kenyataan uraian di atas. sejauh mana pengalaman individu. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri. namun mereka bebas berpikir dan bertindak. menampilkan dan memandang suatu seni (rupa. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atau pameran. menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. Untuk itu.

SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karakteristik. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. penonjolan arti keterampilan. 2. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya.I Maradawa. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. prinsip memerlukan estetika. seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. Tari Kijang. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera. imajinasi. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas. Berdasarkan hal tersebut. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni. bebas dan senang. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. Tari Blekdikdot. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif. Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian. Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan.R. emosi. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. Siswa menangani tugas-tugas dari guru. imajinasi rasa. seperti : rasa kepuasan. Tari Gembira dll.

sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. musik dan rupa). guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. kedisiplinan yang luas. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. memprogram persepsi dari kerja seni. Jadi penciptaan. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif. akhirnya siswa dapat menjadi paham. maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. dan ini dapat dibuat. 3. siswa dapat menjadi paham. diinterprestasikan para seniman. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari. Hal yang sama dalam konteks penampilan. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik. pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. kenal dengan ide. perlu dilatih. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif. Bagaimana siswa menciptakan. Di samping itu. langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. Jelaslah. Di lain pihak. Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan. mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. Dalam konteks penampilan. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran.SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman. siswa menyajikan. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual.

maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk .melalui suatu proses kreasi. penampilan. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. Lebih lanjut dalam laporan. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh. pameran dengan cara menonton melihat karya seni. Harus merencanakan untuk menggelar ide. kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. group. serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. tari rupa dengna bentuk kontemporer. 4. Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. abstrak. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jazz. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas. balet dan daerah setempat. • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu. mengulangi dalam waktu yang sama. musik. mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas. Maka jelaslah disini. disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni. anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. Membuat ungkapan.

mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. pengulangan. ruang dan waktu secara kreatif. Dalam proses struktur tari. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan. 3. Kesatuan aspek gerak. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri. mencatat rencana dan hasil F. sikap. Kebutuhan variasi gerak. ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. 2. Hasil akhirnya koreografi membosankan. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak. Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya. ruang. DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1.SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan. gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya. kedudukan. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi.

koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. Oleh sebab itu. Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu. Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 280 4. tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. penguatan kembali (reinforce). 6. Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. diakhiri dengan kesan yang mendalam. Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak. bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. menmgingat kembali (recall). disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya. Di sisi lain. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama. Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. 7. 8. tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. Gerakan tertentu terus berhenti. 5. gema ulang(reecho).

menambah sana sini. KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. 9. menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. meluaskan. mengambil intisari. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. menyusun variasi. Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda.SENI TARI 281 dramatik. 2. penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menghaluskan dan mengkombinasikannya 3. G. menghaluskannya. menyusun. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi. 4. Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. mementaskan dan mengamatinya. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya.

SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya. 3.2. Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak. artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. Sesuatu studi itu murni.2. memillih aksi dan warna melalui usaha apapun. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan. patung. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri. 3. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3. obyek. wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan. pola. tata ruang atau hubungan isi. tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi.

Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain. dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain. 3.2.5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya. wujud dan kapasitas aksi. tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan.4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang. dinamis. 3. ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana. berat.SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali.2. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. 3. Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu.

tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya. Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri. saling mengisi secara simultan. Motif. Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya. kontras secara simultan. Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan. Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak. Aspek waktu Rampak : rampak simultan. Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan. Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. berikut pengembangan dan variasinya. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya.SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort). dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya. Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya. Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana.SENI TARI 285 3. gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut.5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika. Bentuk Rondo. Bentuk Terner. 3. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti. 3. Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi). • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter.

8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan. level atas-medium-bawah. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. meliputi keserasian gerak.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan. proporsi. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari. • Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat. 3.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut. variasi. kontras. desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. klimaks. pengembangan logis dan kesatuan. berimbang. desain dalamtertunda-datar. gerak mengalunstakato. • Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan.ke cepat. gerak mengalun ke gerak patah-patah. desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. kostum. rias. • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan. musik. transisi. dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat .

dan panggung belakang (down stage). Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. mempunyai kekuatan komunikatif. Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan. dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage). Teknik.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya. gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia. GERAK KREATIF G. Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri. hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). panggung depan (up stage). klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan. Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur. dan seterusnya.

step-hop. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. twostep. waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ¾ run. spce. ¾ run. slide. effort. waltz run. polka. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. effort. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. two-step.SENI TARI 288 Untuk jelasnya. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari. dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. step-hop. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop. waltz balance. waltz mazurka melalui landasan dasar body. waltz balance. skip. polka. slide. skip.2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. dan shape secara variatif. spce. waltz run. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop.

ke arah kiri. ke arah belakang. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. ke arah kanan. 1. level sedang. Arah biasanya menunjukan tujuan. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. ruang umum. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. sedang. dan kecil. Khusus untuk anak-anak senang bergerak. ke arah atas. Ukuran terdiri dari ukuran besar. Langkah menunjukan arah.SENI TARI 289 Pada sisi lain. gerak. Ruang dapat berupa ruang pribadi. ruang. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. koordinatif. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik. dan level rendah. dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif. Landasan tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik. dan ke arah bawah. Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi. Level merupakan posisi atau kedudukan. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. fleksibel. bahasa tubuh. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak.

mengalir-patah-patah. Kualitas Kecepatan Lambat. Dinamika Irama Motivasi 6. tinggirendah • Bobot Berat. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. melalui.banyak fokus. Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi. spontan-terencana. 3. cepat.tidak teratur. • Alur Bebas. 5.SENI TARI 290 Hubungan di atas. di sekitar.ringan. bersama. • Fokus Satu fokus. Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak. lunak. intensitas –pengendoran. berotot-tidak berotot. keras-lembut. bagian yang dilaluinya. sedang. terpecah-satu konsentrasi 4.kuat. Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis.panjang.terikat. Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. di bawah. pendek.

Desain ruang pentas. artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya. perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil. Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern. Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya. cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga. kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan. Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. Dalam tari. Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. agak tajam dengan sedikit tenaga.SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. Dinamika • Dinamika.

Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata. Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ritme emosional. identitas. Gestur fungsional. ketepatan. estetika. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. Gesture emosional. massa. ritme dan dramatik. unsur seni. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. Gestur • • • • • Gesture sosial. menggambar suasana-suasana emosional tertentu. 7. tidur. waktu. menjahit) Gestur ritual. 8. Diantaranya ada ritme pernafasan. kelancaran kontrol. gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya.

latar belakang. menjabarkan. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang. dimana siswa mempersiapkan seni. dilihat dengan meningkatkan ketelitian. penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri. Proses keterampilan kreativitas seni. dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi. dilihat dari bentuk seni. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. estetika dan budaya di masa mendatang. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya. belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. gaya ekspresi. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. hasil ciptaan sendiri. Bagaimanapun juga.SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. G. bentuk karya seni tradisi yang telah ada. teknik dan hasil. interpretasi dan evaluasi.

Cara yang dipergunakan. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. memerlukan observasi siswa. pengamat seni. notasi.SENI TARI 294 1. 3. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. merupakan sesuatu yang baru. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada tahap melihat. Disamping itu. Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa. Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya.pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru. membuat perbandingan. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. menjabarkan. 2. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat. hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. pameran atau melihat video dan gambargambar. siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut. penonton. juga dapat menambah wawasan kualitas. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. siswa menonton tanpa bicara. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat.

memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. komposisi. 5. wawasan seni dan budaya sejak awal. Lebih lanjut. melalui membaca. majalah sumber. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini. pameran dan pertunjukan Foto-foto. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. pergi ke museum. Dengan demikian. tentang karya seni. Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. proses belajar akan lebih efektif. Karena di dalam mengenal hal tersebut. bentuk seni sebagai hasil atau budaya. memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . artikel. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat.SENI TARI 295 secara mendalam. dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi. seperti penampilan pada video. 4. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman. berarti siswa dapat melihat perkembangannya. seniman dan latar belakangnya. video dari seniman yang tersedia Catatan seni. membuat dan mempelajari karya seni. gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. biografi. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi).

kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan.SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan. STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik.

memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran. Tabel 4.2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah. pengaturan laku. kelenturan da imitasi 6. rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari. keinginan si penata tari.1 Teknik. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton. Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6.1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. penari mempunyai makna komunikatif.4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak.3 6.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa. 6. Dengan cara demikian di atas. 6. atau bentuk keseluruhan.

dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. improvisasi.SENI TARI 298 7. penetapan repertoar gerak. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. kecakapan menguasai. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. sensitivitas estetis. Dengan demikian. atau laboratorium secara mandiri. yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu. bentuk gerak pendukung ide. kekuatan kreatif. Dalam seni musik. menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih. imajinasi. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam. Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. bengkel.

ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. usaha. usaha. bodi. Apabila dicermati. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi. usaha. ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban.SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur. akan tetapi perIu dipupuk. usaha. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. ruang. walaupun kadarnya berbeda-beda. dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif. Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. aktivitas. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. 8.L Utami Munandar). Masalah intensitas. Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. ide-ide baru. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. komponen bodi. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. melahirkan penemuanpenemuan baru. kepekaan rasa gerak. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Dalam kaitan dengan masalah lain. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi.

kepekaan bunyi. dinamika. irama. tenaga. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. tema. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. peran dan alat Bantu. cepatlambat. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. irama. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi. tegang kendur. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. laut. Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. raba. mengembangkan gerak secara teratur). sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. berimajinasi merasakan. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. hubungan sosial. pengplahan ruang. level. Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. rasa. mengolah tempo dan ritme. dan merespon. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari. dll. Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait.SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu. Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. cepat lambat secara koordinatif. tempo. Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak.

secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. melahirkan penemuan-penemuan baru. Pada halaman berikut selanjutnya. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. walaupun kadarnya berbeda-beda.materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk.SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. 9. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar. Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini.. gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain. Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. mempunyai kekuatan komunikatif. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada . akan tetapi perlu dipupuk. ide-ide baru. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud.

merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait. Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. bodi. Improvisasi. Di bidang seni tari. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas.SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. Memenuhi struktur. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika. Oleh sebab itu. berimajinasi. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. dan disusun secara estetis. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Seleksi Gerak atau Forming. menyusun. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi. ditata. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis.

Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. kostum. kondisi-kondisi sosial. 2) dapatkah ditarikan. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. baik ruang maupun desainnya. Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . psikologi. improvisasi. folklor. drama. Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam. • Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage). yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. agama. legenda. Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah. H. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. Gerak Simetris • Gerak sebangun. dan sebagainya. Gerakan berada pada ruang dan desainnya. sejarah. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. literatur. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari.SENI TARI 303 eksplorasi. lighting. musik. 3) kesan bagi penonton. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan. fantasi dan hasrat tertentu. upacara. musik.

Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan. Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya. Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir. diolah dan digarap. Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan.asal. 2. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. 2. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari.1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain.SENI TARI 304 1. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu. Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). tumbuh. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian.

bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. Tema dengan menggunakan property. seperti gerak-gerak angin bertiup. bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak). topeng. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. air yang mengalir di sungai. o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991).1991). 4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty. Tema kehidupan sehari-hari. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). pohon bergoyang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dsb. Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya. kentongan. 3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. dsb. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. payung.SENI TARI 305 doyong). tempurung. mata pencaharian (nelayan. berkaiatan dengan perburuan. peranian. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). seperti bermain tali/pita. dsb) o Tema logika matematika. keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. seperti bermain peran. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran.

selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas.SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce. TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style. Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari. Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol. 1975:54). bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . I.

SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah. Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Minang. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Jawa. psikis dan intelektual. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai. Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. Sunda. Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. Di dalam pengamatan. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. Betawi. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. belajar menari. dan Bali. Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari). Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi.SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari.SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik.

Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. Pengembangan aspek-aspek gerak. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. Seperti telah disinggung di depan. koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. Dalam rangka penyajian. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh. Secara harafiah. pemusik. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan. dan Seleksi atau Forming. penata panggung. KOREOGRAFI 1. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989). improvisasi.SENI TARI 311 J. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berkenaan dengan koreografi kelompok. Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian. penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi. Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. Beberapa dekade yang telah dilewati. Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari.

ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif. ruang. Selanjutnya. pengalaman yang ada. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. eksplorasi dan forming (komposisi). kebutuhan. Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar. • Mengerti tentang keadaan. orisionalitas. tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. • Gagasan dibuat artistik. Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. penonton/lapangan kerja. waktu. • Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok. • Mempertimbangkan isi gerak. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan.

2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif. tertutup. Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing. dan mengekspresikan ketakutan yang dialami.1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan).SENI TARI 313 1. Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran. Prosedur bergerak spontanitas. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. menerjemahkan tafsir gerak. Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi. Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. berimajinasi untuk merasakan dan merespons. berarti Anda termasuk berpikir. Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak. Di samping itu. membayangkan ketakutan diri.

1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . keluwesan (fleksibilitas). motivasi. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas.menyampaikan kesan-kesan. diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang. yang bergantung pada kematangan otot. mengendalikan teknik gerak. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak. Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti.3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. orisinalitas berpikir. irama. dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. ide. Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi. yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh. serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain.

analitis. Selanjutnya. Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berarti. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah. tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. kualitas.4 Proses. musik. 1. dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. pengulangan. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari. memperinci) suatu gagasan. Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal.SENI TARI 315 Memperkaya. dan ide. jazz. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama. balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide.

berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. ketepatan. menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak. dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. yaitu : Kemampuan berpikir lancar. khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari. wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus.unsur seni. • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait. kelancaran. seperti wiraga. kontrol.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. estetika.

Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima. kemampuan dan keterampilan. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik. Dalam pengembangan pendidikan. model ungkapan ekspresi. dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi. dilihat oleh orang lain. Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan. Oleh sebab itu.SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. kemampuan membuat kombinasi gerak. K.

SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Selanjutnya. Sedikitnya. masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan. summit art. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali. kompetisi. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian. Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival. pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. Selebihnya. buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum. Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya. Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia.

Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar. Di satu sisi. Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional. kurang ditangani secara profesional. dan reservasinya. Di sisi lain. pelestarian. Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. berwawasan prospek. Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan. Kondisi ini patut kita perhatikan. dewasa. serta mampu menjawab tantangan masa. dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini harus disikapi lebih profesional. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan. Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Dengan demikian untuk tetap lestari. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan. pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional.

dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. tujuan. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang. hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. Kemampuan. organisasi. dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar. Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik. transparan. mumpuni. disemangati bersama. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama. A. dan kemudian organisasi seni pertunjukan. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak.SENI TARI330 maju dan berkembang. kemauan. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim. Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kooperatif. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif.

empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan. Teater Mbeling. Lembaga Peduli Anak Nusantara. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. sertifikasi organisasi. mereka menetapkan arah. Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. Di sini sebut saja Teater Koma. Teater Utan Kayu. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni. Sanggar Sekapur Sirih. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian. Para siswa. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. sehati. begitu juga sebaliknya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan.SENI TARI331 benar. Sanggar Tari Cipta. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup. Sanggar Maya Pasundan. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater. Selanjutnya. Sanggar Lukis Tino Sidin. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi. Teater Tanah Air. tujuan. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan. sanggar tari. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum.

dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. teater Gen (Putu Wijaya). Kelompok Musik Ungu. Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). Ketoprak Cipta Mandala. dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. dan kreatif. teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. inovatif dalam menyajikan kontektual garapan. Oleh sebab itu. berkerja sinergis. Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. Kelompok Musik Radja. Ketoprak Wargo Budoyo. Kelompok Lawak Patrio. Sangar Teratai Putih (Ibu . Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. teater Mat Suya (ISI Yogyakarta).SENI TARI332 Barata. Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi). B. Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). Kelompok Musik Peterpan. Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama. Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah. Sanggar Argahari (Ibu Melly). inovatif. berkala. Kelompok Musik Slank. Kelompok Lawak Srimulat. Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). sasaran. Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. Adalah naif. maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. teater Mbeling (Kuta Q).

Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto). Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Kelompok Musik Radja(Roseta). Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo). Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul). Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional. dalam perkembangan akan cepat bubar.. 5. Kelompok Lawak Patrio (Akri).1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Kelompok Musik Ungu (Pasha).2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya. Kelompok musik Slank (Yoga). Kelompok Musik Peterpan (Ariel).SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih). dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama. Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis. Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu. Namun dalam perjalanan.5. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat.

ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi. 5. Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C. Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja. atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi. 5. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan. Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya.4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 5. Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.

Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah.SENI TARI335 sebagai hobi. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya.1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. produser. pimpinan produksi. Di sisi lain. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan. Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya. maka wujud performansinya berbeda. organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . untuk mendatangkan keuntungan berlipat. Pengelola bertindak sebagai koreografer. selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri. Ada kecenderungan. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. kajian ilmu. artis. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah.

sutradara. Bagan 5.2. keterlibatannya paruh waktu. Pengelola merangkap sebagai artis. Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. marketing. tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya. orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung. dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata. organisasi dikelola paruh waktu. Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam. koreografer. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dikelola pelaku seni itu sendiri.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi. produser. Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya.

Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. sponsorship. properti. penataan panggung. respons) adalah faktor poliik. teknologi harus diperhatikan. modivikatif. ekonomi. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. pencarian tempat pentas. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. Kebutuhan seniman. pemerintah. musikal. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. penyediaan kostum. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. pelatihan. dan sesuai publik. Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat. penataan cahaya. penonton. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni.SENI TARI337 E. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari. maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional.. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. masyarakat. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan. penghayat. promosi dan sebagainya. casting.

perencanaan produksi.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat. Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif.3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Di sini faktor keberuntungan. Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5. sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama.

SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional.4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya. namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit. Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal. Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni. Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. Pada sisi lain.

(c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. Bagian penelitian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . misal Srimulat Solo. koreografi.SENI TARI340 F. • Menyusun mekanisme kordinasi. cabang Surabaya. pemasaran. (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi. Jakarta. dan sumber daya manusia. • Membagi tugas. • Mekanisme kerja antar staf. teater. • Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. • Uraian pekerjaan. (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. 1. Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan. pelatihan dan pementasan. kelompokkeuangan. misalnya musik. penulisan. (a) Bentuk • Struktur organisasi. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. dll. tari.

• Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. (a). Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y. pengawasan. kecerdasan.SENI TARI341 2. (a) Otokratis. gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. dan kreativitas memecahkan masalah. Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya. pola pengembangan teori kepemimpinannya. memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. (b) Partisipasif. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik. Pengaraham meliputi organisasi instruksi. dan menghindari tanggung jawab. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan. (b). serta mementingkan jaminan keamanan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. motivasi. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. 3. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . iklim dan kebijakan organisasi.SENI TARI342 (c) Demokratis. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan. • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. • Membandingkan hasil dengan standar. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. sistem. • • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. tepat waktu. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. karakter dan tingkah laku bawahan. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar. 4. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. dan dapat diterima. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. kelompok. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. • Mengukur hasil atau prestasi. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. sifat pekerjaan. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. Pengaruh karakteristik individu. dapat dimengerti. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. pekerjaan. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. karakter harapan dan tingkah laku atasan. ketercapaian prestasi. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik.

tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional. upaya pendikteksian secara dini atas target. prioritas sasaran. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga. • Ekonomis. akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin. dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya.. Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya. Mengambil tindakan.SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola. • Tepat waktu. cepat dan tegas. atau berupa penafsiran. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . produksi karya. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan. Persoalan penyimpangan. Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat.

5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.

dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi.: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya. Komitmen kerja. Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. Oleh sebab itu. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas. tugas. Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan.. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya. sehingga. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan. Pimpinan produksi harus memahami peran. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya. operasional staf. pemilihan tempat pementasan. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. tanggung jawab personal. Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout.

Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung. istirahat.6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan. Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis. kompleks pertunjukan harus bersih keributan. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan. 5. suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Artinya. pelayanan/seles servis pemesanan karcis. pelayanan gedung. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. 5.7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1.

(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. 5.8 Pimrum tangga Tumpengan Gb. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung. Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan.SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia. 5. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. pelatihan. pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. murah senyum.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. gladi bersih. empati. serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan simpati serta nyaman. gladi kotor. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang.

Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. tata indah pencahayaan.SENI TARI348 menarik. dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani. Tanggung jawab artistik karya. kewajiban. Dengan demikian masalah teknis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik. tata letak setting. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan.10 -5. Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas.

15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer. 5. 5. Kewajibannya adalah membimbing. Penata Sound dan Musik & Kru. 5. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. penata panggung). mengarahkan .12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. 5. Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru. dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. keajaiban. Penata Cahaya & Kru. kejanggalan. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Penata Rias dan Kostum & Kru. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung. Penata Properti & Kru. Berbagai kejadian.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. penata cahaya.13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung. dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya. Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik. 5.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi. Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik. Secara umum dia disebut stage manager. pencahayaan. sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. tata panggung. Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan.

serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik. terang-padamnya lampu.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. 5. Masalah pencahayaan. namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.17-5.

pimpinan panggung dan penyaji karya seni.SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya.20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb.22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. 5.23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. 5. Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound.SENI TARI353 (2. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji. serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. keras-lembut. namun secara hirarki matihidup.3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. 5. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi. adalah konseling kepada pimpinan artistik. Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.

Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan. 5.SENI TARI354 (2. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas. namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik.26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini.4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak.

serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung. Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. penata panggung dan penata tari. 5. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton. hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. penyaji karya. pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik. Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari. Hirarki penguasaan konsep riasan.SENI TARI355 (2. Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari. Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik.

dan membantu merias penari.SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari. dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari. Kerja penata rias mendisain riasan wajag. mengubah karakter tokoh.29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. 5. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

dan rias karakter. 5. Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari. kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari. Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. rias keseharian.SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil. Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. misalnya yaitu.5. Gb.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 6.3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah).2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.

Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan. Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. Secara komoditas. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Sendratari Ramayana. 6. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun.SENI TARI368 3. taritari karya Bagong Kusudiharjo. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan. Wayang Kulit.4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya.

singkat. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang. karena mudah dicerna. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. 6. penerimaan tamu terhormat. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan. Pertunjukannya sangat menarik.SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. Kemasan Wayang Orang. Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata.5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang. padat koreografis.

Tari Tenun. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya. Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan. pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia.SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. Tari Rangde. 5. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.6 A Tari Jaranan Gb. 6. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata. Tari Baris. 6. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Tari Pendet. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet). mal.

7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. 6. 6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb.

kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. menarik. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pementasan yang berdurasi singkat.).SENI TARI372 6.9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo. Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau. Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau. Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya. 6.

Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara.13B Tor-tor 8.6. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. 6. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata. singkat. pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan.SENI TARI373 7. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan.

waktu. 6. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis.SENI TARI374 Aceh. dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara. atraktif. dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut.

Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia. Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna. wirama dan wirasa tari. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . seminar daerah. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini.SENI TARI375 B. sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. Dalam berbagai keadaan. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. Ditinjau secara kenyataan. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. penetapan profesionalisme. Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. Selanjutnya.

Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. 8. standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan. 6. Judul Unit : Nama Tari 3. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi.SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Berbagai kemungkinan yang ada. 2. Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4. Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7.

tancep 4. sekaran engkyek 15. sindet kiri 10. lumaksana lembehan kanan 6.001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2. Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. trapsilantaya 2. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3.SENI TARI377 1. lumaksana ukel karna 11. sembahan jengkeng. lumaksana nayung 8. sembahan sila 3. negigel 7. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1. tubuhm tangan. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. sekaran lembehan 14. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sabetan 5. ombak banyu srisig 12. baik teknik gerak kaki. lumaksana ridong sampur 9. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1. sekaran laras sawit 13. dan kepala. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak.TPI. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik.

Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4.

1 asta rimang.SENI TARI379 SKA.3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2.9 rimong. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag). Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2. nacah. dengan penguasaan unsur wiraga.5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1.3 srampang.7 lampah sunda 2. Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri.2 srisig maju 3. srisig Beksan II (Iringan 3. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1.4 agem Bali kiri-kanan.3 srampang mundur 3. entrakan 4x 3. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2. tawing kanan. menthong mundur 2. lembehan 2x. srisig dilanjtukan tawing kiri.8 ngelus cucuk gedheg 4x 2.10 nacah tawing lenggut 2x.TPI.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3. srisig 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah. srisig 2. menthong srisig mundur 2. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.1 srisig 1. Mampu menarian Bagian 2.2 kebyok kanan.6 malangkerik lenggut 3x. srisig 2.4 srisig kanan. srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1. srisig kiri. seling mecut 3x.

Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. tubuh. dan kepala. Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. baik teknik gerak kaki. Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4. tangan.SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1. serta pandangan mata (polatan) 2.

pondhongan. tanjak miring kanan 2. Mampu menarikan Bagian 2.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3.1. trecet. besut. ogek lambung 3.Laiwung Laras 2. besut. ulap-ulap kiri. Mampu menarikan Bagian 1.5.1. trecet. lumaksana ombak banyu. pacak jangga 2. besut. besut. juga berbagai variasi suasana. bopongan.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA.7. pacak Maju Gawang jangga (Gend.Bendrong Laras 1. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tanjak 3. ogek lambung.9. kedua tangan malangkerik. obah bahu. besut. ngracik. besut.1. lumaksana 3. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4. entragan 4. tanjak bapang. pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3. menthang kiri 3. genjot. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2. lumaksana malangkerik 3. pondhongan.2. genjot 3. ogekan. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend. kiri kebyok 2.TPG.11. ulap-ulap kiri. besut. lumaksana jajag.7. kebat nogowangsul 3. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. ngigel jangga. genjot 3.1. ambil topeng. tanjak kanan 3.4. nikelwarti Maju Beksan (Gend. ombak banyu. berdiri. mungguh.8.2.6. tanjak 4.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya. glebag kanan kebyok sampur kanan. mlintir brengos 3x. lumaksana 3x. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend. tanjak kanan 3.6.3. ukel miwir busana. jengkeng 1. sembahan Pelog Pathet Nem) 2. memaki topeng. ogek lambung.10. tanjak 3.4. sabetan. srisig.5.2.3. lumaksana 4x. termasuk karawtian tarinya. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2. obah bahu. besut.3.

Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. besut tancep 5. tangan dan kepala 2. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. nubruk 5.1. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend. entragan 4. pondhongan maju. Ogekan lambung. tawing. Laku telu. tancep 6. tanjak 5. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak.2. gedheg 5. ngracut.4.2. Ombak banyu.7. jengkeng 6. entragan 5.6. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . trap jamang. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5. Entragan kanan. nacah 5. ngelus bara. pola lantai. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Kirig. mundur. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9. Lampah mundur. cancut 6.4. lombo ngracik. srisig. ulap-ulap kanan. kengser ukel karna 5. tumpang tali. panggel. srisig.3.1. Kengser.3. Pondhongan maju. besut tanjak. entragan 4. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. besut. entragan 4.2.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4. tungkai. Kebyok.3. batangan 5. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. Sembahan. besut tanjak 6. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7. kaki. capeng.4.5. Nikelwarti. srisig mundur. ngracik. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2.5. ulap-ulap kiri. baik teknik gerak tubuh.

Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10.

sembahan sila 1. besut. nikerlawarti (seleh dhadhap). tanjak panggah kanan 2.3. dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1.2. sembahan. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1.9.7. tanjak kanan tawing kanan. selaras. silantaya. ngleyek. besut (adu kanan). keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. kicat 4x.6. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1. menthang kiri. sila 2. selaras.BPA. ogek lambung 2. tawing kiri. ebat ngiris. sembahan laras 2.4. ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2. sembahan disertai gedheg. kebyok kiri. ombak banyu. penari adu kiri pada gawang prapatans 3. Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr.SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. dan mengalir pola-pola gerak: 2. tempe.002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna.1. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1. menggunakan properti dhadhap.8.1. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl.3.4. trapsila. besut – tanjak panggah (gawang prapatan).2. menjadi jengkeng 2. Diperagakan dengan luwes. loyog ngembat seblak asta. Diperagakan dengan luwes. dan mengalir pola-pola gerak: 3. srisig 2. nglerek mangering ngembat kiri 2. hoyog. jengkeng. Diperagakan dengan luwes.Sanga) 2. selaras.6. gedheg. ngembat. besut. tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2.5. (adu kiri). kebyok kiri. Mampu menarikan Bagian 1. lumaksana bambangan 1. ngebyok sampur.

Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL.8.Sanga) 5.7.2. nampa.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . selaras. trapsila.4. sudukan: tusuk. kebyok kiri. giyul. sudukan tangkisan dhadhap.2. ukel leyekan 3. menjadi lengser ke kanan 4. trapsila. nyabet – besut. tanjak panggah kiri. besut. tanjak panggah kiri. ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl. srisig (adu kiri) 3. seleh gendewa 5. sembahan jengkeng 4.5. tawing kiri sawega dhuwung. ngunus panah – ngancap. mrenjak. sawega dhuwung.2. ulap-ulap tawing 5.6. tanjak panggah kanan 3.3.6. srisig ke gawang semula 4. kengser. tanjak – ebat ngancap. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3. hoyog genjotan. giyul – pacak jangga 3. nikelwarti. saling mengejar dan dikejar.7. srisig mundur ngigel. tanjak panggah kiri 4.1.Sanga) 3. tanjak panggah kanan 3. sembahan sila. besut – tanjak kanan. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4. dan mengalir pola-pola gerak: 4. tanjak 5. ebat naga wangsul. srisig (adu kiri) 4.1. dn tanjak kiri. ngembat dan melepas anak panah 4. sabetan.1. nyabet – besut. nikelwarti 5. Diperagakan dengan luwes. Diperagakan dengan luwes.4. srisig. selaras. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. ebat ngancap 3.SENI TARI385 SL.3. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4. hoyog.5. sabetan.8. tangkis.5. tanjak sawega dhuwung adu kanan.4. dan mengalir pola-pola gerak: 5. lumaksana ridong sampur 5.3.

8. dan anak panah 5. rasa lagu. serta suasana yang dicapai 4. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan. Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. karakter peran yang dibawakan. terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3. besut.6. irama. mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang. Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. mampu atau terampil bergerak sempurna 6. pola tabuhan. rasa seleh. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari. tanjak panggah 5. kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. tanjak kanan 5. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7. nikelwarti .dan kalimat lagu 9. srisig. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing. Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4.7. sabetan. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari.SENI TARI386 5. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas. keris. tempo. Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8.

5. posisi kepala 1. baik yang berkarakter keras maupun manis.3.1.5. kaki 2. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL.1 posisi tangan agem kanan 1.1.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1.3 agem kanan 1.TPK.5.1. sikap mata 1.3.1 majalan tindak-tindak 2.4.4. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1.1.5 jari kaki ditekuk ke atas 1.2. akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.3. sikap badan 1.1.1.1. posisi tangan 1.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2.2 goyal-goyal 2.5. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini.SENI TARI387 2.3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1. dengan baik dan benar.1.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.1. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2.3.3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1.1 biasa atau normal 1.1 tapak sirang Bali Putra 1. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.5.2.1 posisi kepala tegak 1.4 agem kiri 1.1.2.2 kembang kanan 1.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1. posisi kaki 1.2 posisi tangan agem kiri 1.

1 girahan 2.1.1.2. gerakan mata 2. mentang laras.1 kipekan 2. ngembat.1. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal).3. leher 2.10 nglangsut 2.3.4.1 agem kanan dan agem kiri 3. nepuk dada.2.8 glatik mapah 2.4.1.4 nyureng 2.3 ulap-ulap 2.1 Agem pokok 3.SENI TARI388 2. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3. dan ngrajeg 3.5 nyaregseg 2.1.2.5 nabdab karna 2.6 nguler 3.11 nayog 2.3.9 nyilat 2.1.1. nyigug.2.berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .6 nyigcig/ngicig 2.2 nyarere 2.1.2 tandang 3.1.4.4. tangan 2.2.2.2.4 milpil 2.1 nyaledet 2.1.5 mendra 2.4 ngileg 2.4.12 makirig udang 2.1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).3.2.2 gulu wangsul 2.1.2. agem wula ngawa sari.9 nyigug 2.2 ngeletik 2.7 miles dan ngiser 2.6 nabdab gelung 2.7 nabdab pinggel 2.2.4.3 ngaliyer 2.8 nepuk dada 2.3.2 ulap-ulap.4.4 nuding 2.3 nyegut 2. ngraja singa.2.

berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. Tersedianya musik iringan. (makenyem/makenyung). nayog. nabdab gelung. tandang. nabdab pinggel. terkejut (makesiab). berjalan cepat dan ringan (milpil). Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga. nyigug dan ngombak 3. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. marah (nyelik/nelik).SENI TARI389 3. melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg. jatuh cinta (ngaras). nyilat. nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. sedih (sedih). nepuk dada. wirasa serta dengan patokan agem. Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas.4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna.2 (malpal). tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . wirama. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1. makiring udang 3.2. nglangsut. secara baik dan benar 2.

4. nabdab kampuh 1.1. nyegut 1.1. Mungkah langse Mungkah lawang 1. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2.2.1 tindak-tindak 4.1. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4. pajaib 2. ulap-ulap 2. nyeledet 2.1.4.3. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2.1. Mampu menarikan Bagian Nayog 2. ngigelang pajeng 3.5.1.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL.3.3.1.4. Mampu menarikan Bagian 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3.3. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng. miles 1.3.3.1.3. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng. nepuk dada 2.1.5.2. ngeseh bawak 2.3. ngagem 1. malpal 4. ngangsel 1. ngelier 3.5.1.2 oyog-oyog 3. malincer dengan langkah milpil 3. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1. pajalan 2.2.2.TPK.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng. nyogok 3. gelatik nuut papah 3. nabdab gelung 2.3. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1. ngagem kana-kiri 2.

Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. Tersedianya musik iringan. Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. gayal-gayal.1 matetanganan 5. Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2.2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1.1 nulih kuri 6. dan ngopak lantang panyuwud) 3. nayog. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5.SENI TARI391 5. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. Ada busana Tari Topeng Keras. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5.2 nyingsing kampuh 6. tandang dan tangkep 4. ngopak lantang ngalih pajeng. ngawejang.

2 ngenjet ngirig 4. ngelo 1.2 mehbeh ngelilit 3.3.1 ulap-ulap 4.TPI. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3.4 ngepik 3. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1. ngenjet pala 2.5. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .8. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.3 lelasan megat yeh 3.1 nyemak kepet 3. tangkep 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2.1. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2.5 ngumbang 4.SENI TARI392 BAL.6. dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1. ngenjet 1. ngagem 1.2. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan.4. Mampu menarikan Bagian 1. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3.2.3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1. kidang rebut muring 3. nyaregseg 2. Mampu menarikan Bagian 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4. ngegol 1.1.7.002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4.

Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3.SENI TARI393 3. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. Ada busana Tari Legong Kraton. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. juga pola keruangannya di atas pentas 4. kidang rebut muring. ngigelang kepet. kipas. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tandang dan tangkep. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1.

Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. tasikan.SENI TARI394 3. Kicat mandhe udhet ngarcik. Tinting.TPI. 16. Mampu menarikan bagian Maju Beksan. atrap sumping. meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. Sembahan silo. 13. embat-embat). Kapang-kapang encot. Kengser. atrap jamang) 5. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek. 5. 3. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. 14. Muryani busana (ukel astha. Lampah semang ngembat astha. Cathok udhet majeng mundur. Muryani busana (Ulap-ulap. 2. 8. Nyamber kanan.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari. 7. 9. 12. Ongkek panggel. Nggudha kiri. Lampah atur-atur. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Kicat ngilo rangkep. 10. Pendhapan. 2. 11. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyamber kanan. Sembahan silo. Lampah kipat udhet. Kicat cangkol udhet. 6. Sembahan jengkeng. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. 15. 4. 4. 3. Ngguddha kiri panjang.

atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. 2.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. kebaya secara benar. 3. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 3. 4. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Nyamber kanan. 4. 3. Sendi mapan jengkeng. 5. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). PANDUAN PENILAIAN 1. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. busana dan iringan . Sembahan jengkeng. Kapang-kapang encot. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Bisa memakai kostum tari dan atau kain.

KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. 8. 2. Sekar suwun.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Miwir rekma. Sabetan. 3. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 2. 3. Menjangan Ranggah. 10. 4. Nyamber. Kalangkinantang Alus. Ethung-ethung lamba ngracik. Ngilo. 5. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus. 3. Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. 9. Miling-miling lamba ngracik 6. Usap rawis. 6. 7. 5. Lembehan. 5. Mampu menarikan bagian Maju Gendhing. Ombak banyu. Engkrang. Kagok kalangkinantang. Keplok astha. Sembahan silo dan jengkeng. Nyandhak minger balik. dan beberapa variasi muryani busana. 4. 2.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. Pendhapan. Tayungan miring.TPI. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. 4. Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atur-atur.

Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian.SENI TARI397 6. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. 3. 3. 2. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 4. PANDUAN PENILAIAN 1. Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. busana dan iringan . kebaya secara benar. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Ukel jengkeng. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5.

12. 9. 19. Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju. 5. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1.TPI. Jangkung miling. 17. 15. Pendhapan ngregem udhet. Kicat.. 7. Impang encot. 2. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sembahan jengkeng. Ngancap nyathok. 10. Duduk wuluh. Samberan. 14. Lembehan. ngenceng jengkeng 6.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. NOleh mendhak. 3. 16. Pendapan. Sembahan silo 2. Impang ngewer udhet.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. 22. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. Ngenceng enjot. 11. Tasikan mubeng. Nglayang. 18. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. 20. 8. Nggrudha jengkeng. Sembahan silo. Cathok udhet majeng mundur. Kipat astha. 13. teknik dan rasa gerak). Ngancap. Ngenceng. Kapang-kapang. Ukel astha. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak. 21. 3.

55. Impang lembehan. Lampah sekar. 36. Ngundhur sekar. Atrap sumping. Pudhak mekar. 50. Nymaber. iring-iringan. Gidrah. Tawing. 52. Mayang mekar. 39. Nyuduk. 26. 45. Tiga-tiga. 48. Banhgomate. Ngusap suryan. Medal lajur. Kicat boyong. 30. 51. mlebet lajur. Nubruk. endha. 43. Encot-encot. 44. Mundur. 49. 32. Mancat. Puletan. Nyarungaken keris) Nyandak jebeng. Ndeseg. 41. pendhapan ngebat. 28. Ongkek sendhawo. ngglebag. 46. Mingger. Tinting. Rakit (Lajur. 37. Ulap-ulap ukel. ajeng-ajengan. nyaplak. Ngendani. Kupu tarung. Atur-atur. 40. 33. Niyub. Puspita kamarutan. Sembahanjengkeng. Sendhawa. Kicat Tawing. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. 25. Nggrudha jengkekng. Atrap Jamang. aben sikut. 53. Lilingan kanthen astha. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ngunus pasopati. 27. Kengser. Ulap-ulap cathok. Iring-iringan kiri/kanan. 38.SENI TARI399 23. Lampah pocong. Mlampah gajah ngoling. Nggoling. 47. Mbalik. 31. 42. Lampah semang. Mbujung. Seleh jebeng. Ajeng-ajengan. 35. Mlampah majeng. Namakake pasopati. Nglayang. KIcat Boyong. 34. Ongkek. Nglambung. 24. 54. 29. Mundur miring.

2. Kapang-kapangg. 4. busana dan iringan . tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. kebaya secara benar. 2.SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga.. Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 3. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. 5. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. 4. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). 2. PANDUAN PENILAIAN 1. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. 3. Sembahan silo. Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari.

9. 4. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol.SENI TARI401 4. 5. Egol. Gedrug. 2.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas.Jingket. Ninjak. Nipah/nantang sampur. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh. Ngalang. Ngeranjang gulo. Ngalang. 7. Singgitan/sindetan. 8. ketepatan gerak dengan irama (wirama). 5. Sagah kanan 3. Deleg. 8. Ngiwir/njimpit sampur. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ngiwig/nyirig. 4. 7. Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. BAN. 2. Songkloh. Sagah kiri. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. Liwungan/ngalang.TPI. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer.. Umbul sampur. 5. 2. 10. 4. Ngipah sampur. 3. Ngijig. 6. 9. Ropetan. Glebegan. 3. Miring sagah kiri. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga). 6. Langkah papat.

2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1.. Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. dan ekspresi wajah. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari. 3. tangan. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 2. 3. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. kepala. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. kaki. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 5. 4. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 7. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. 1. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas. 6. Sagah kanan. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. Deleg ngulo. PANDUAN PENILAIAN 1. 2.

Deleg.003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. ketepatan dengan irama (wirama). 5. 4. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 3. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Solahan.BPP. Ngropel sedang. Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. Sagah. 2. 2. Ropelan sedang. BAN. Ngropel kerep. 7. 2. Nyerawat kembang. 5. Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan. 4. 8.. Sagah. 2. 4. Egol. Deleg mantuk. Srisig. Ngiwir. Layung. 3. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati. Geliyeng. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. 3. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. serta rasa gerak (wiraga). Ngajak. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. Nangis. 3. Kedanan. Ngloro.SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. Ropelan Kerep.. 6. 4.

Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. Ngiji Lombo. 4. 5. 4. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. kaki. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. 3. 6. dan ekspresi wajah. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. 2. Solahan. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. 2. Tersedia properti tari berupa Sampur . Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. 3. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 2. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. 7. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh.SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. 3. 9. PANDUAN PENILAIAN 1. 8. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 5. tangan. kepala. 10.

Mario Marennu. UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah.001. Bulo Reppasa. 3. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2. 4. PANDUAN PENILAIAN 1. 2. Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi. Penguasaan ruang dan pola lantai. 4. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae. 2. Maccule-cule selendang. Bosi Turung. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias. Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. Ketepatan gerak.01. yang dimainkan secara langsung.SENI TARI405 5. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna. 1 Suling. Maccule-cule Selendang. 4. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3. Baccing. 3. Bosi Turung. A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Mario Marennu. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1.BG02. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1.

Pe’Ketabe. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. 1. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.012. Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang. dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung. Massiman. Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. Penguasaan ruang dan pola lantai. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong. 2. Ma’ Pannoni Simbong. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah.SENI TARI406 TRI. 3. 3. 2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong. PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh.01. 4. 3.TJ02.

5. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Semba’na. Massayo. Meta’da. 4. 3. Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. 3.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1.01.TJ02. 4. PANDUAN PENILAIAN 1.013. 3. Penguasaan ruang dan pola laintai. Ma’ppalla.Menarikan inti gerak tari Pangayo . Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo. Mampu menarikan tari pangayo secara utuh. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh. Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya. . Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi. 2. 6. 2.SENI TARI407 TRI. Katarimangan. Ma’ Battukan. Tidak mempergunakan property. 1 Gong yang dimainkan secara langsung. 4. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. 2. .

Sambah. 3. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2. 10. 13. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. Arak. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI.MI02. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Galek.002. 8. Maelo banang. Langkah Baranak Buang. Malapeh Layang-layang. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 7.. Galatiak. Mamintal Tali.SENI TARI408 6. 3. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter. 5.01. 4. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat. 11. Mamanciang. 9. 12. 2. Silang Timpo. Bungo Kambang. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.

3. Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1.. Maangin. Macangkau. Batanam. 9. 3. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. 9. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. 6. 2. Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. 2. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Mancabuik. 5. 2. Mangukua. 4. 7.005. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. PANDUAN PENILAIAN 1.01. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live. 4. 5. Baliak. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat.MI02. 3. tangan. Manyambik.SENI TARI409 TRI. kepala pada ekspresi wajah. mambajak. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai. Manyemai.. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 7. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 8. 8. Mancaliak Hari. 10. 6. Maikek. kaki. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 4. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan. 11. Mambalah. Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam. 12.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

4. 3. Alang Tapuak step. 4. 3. Tapuak Kalatiak. Jantiak ayun piriang duduak. Saik Kalatiak. 4. Sauak simpia. 6. Tusuak ateh sampiang. 3. 2. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Jantiak ayun piriang tagak 2. Sambah antak kalatiak . 4. 2. 2. 5. Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Duduak takua Lapiah.. Langkah biasa 2. Langkah Sambah. langkah baranak. Sambah takan tapuak sampiang. Tangah Puncak: 1. 3. 6. Jalan Leguran Randai.SENI TARI411 TRI. Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. 5. Jantiak Talingo. tangan dorong puta miko. 4.MI02. Jantiak ayun piriang langkah. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3..01. Sauak balah sampian. Bagian Tegak 1. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat.020. Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. Tapuak tangan puta egang jalo. Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. Sambah amtak Kalatiak. Tusuak sampiang ateh malambai. Langkah Tusuak Bagalombang. Tusuk kanan belakang dorong.

Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. 5. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. Penguasaan ruang dan pola lantai menari.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal. PANDUAN PENILAIAN 1. 9. 2. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua.SENI TARI412 Batasan Variabel 1. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo. 3. kepala pada setiap ragam gerak tari. kudakuda. 4. 10. 6. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 7. 11. 3. tangan. 8. Aspek Kritis 1. kaki. 2. tapuak galembong. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 2.

Bandung. dkk. Second edition SanFransisco: Harper and Row. Bellman. Devi Triana. Selecting and Developing Media for Instruction. Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni.The Art of Dance in Education. Humphrey. Terj. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No. London : A & B __________________. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice. Doris. Y Sumandiyohadi. Ronald . Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa. Sal Murgiyanto. ITB Bandung. Dinny. Yogyakarta. Lynch Diane. Wiscosin: American Society for Training and Development. Manthili. 1983. Jakarta. Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan. Anonim. Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. Publisher. Jazuli. 1990. Willard F.SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Semarang : IKIP Semarang Press. ISI Yogyakarta. Djoyonegoro. 1976. Fraser. 1991.... 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. Discoverring and Developing Creativity. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol.1994. Hawkins. 2001. Hadi Sumandiyo. Yogyakarta. Alma M. Terj. London : A & B Black. 1996. Tari Tradisional Indonesiai. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari. 1993. 1996. Dance Composition (ed 3). Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta. M. Seni Menata Tari. Jakarta: Yayasan Harapan Kita.13 Bandung: STSI Bandung. Jamal MId. Untuk Siapa. Autard-Jaqualine Smith. Mencipta Lewat Tari. Harmoko. Black. Wardiman. 2000. Mfilsafat Seni. 1982. Kusmayati .

Jakarta : LPKJ. Laban. Samah. Dance Composition: The Basic Elements. PPM Jakarta. Pratjichno. Rudolf. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. Problematika Senii.SENI TARI414 Murgiyanto. Richard.1976. Departemen Pendidikan Nasional. 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Ardi. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Laban. Modern Educational Dance. London Macdonald and Evans. New Jersey : Prentice Hall. Achsan. FX Widaryanto. 1965. Inc. dkk. Rudolf. Gugum Gumbira. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. 1979/80. 1975. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Parani. 1969. 2002. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Zussane. Sumiani. _____________. Pengantar Pengetahuan Tari. 1986. 1983. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2003. dan Bambang Pratjichno.. ISI Bandung. Munandar. 1975. Sal. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. jakarta. Langer. Jakarta. Jakarta. Bandung. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). Mpesta Seni Budaya Betawi. dkk. Iyus. Rofik. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan.. Bambang dan Wiwiek Sipala. Terj. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. 1983. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Yulianti. 1983. Arif. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. La Meri. Inc. History of The Dance in Art and Education. Englewood Cliffs. London: MacDonald and Evans. Permas. Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Manajemen Seni Pertunjukan. Murgyanto. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Departemen Pendidikan Nasional. 1988. Utami. Muhadjir. Sal. 1996.

2003. Sedyawati. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii. 1990. Gamelan. Tuti dan Udin Saripudin. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. Mdasar-dasar Dramaturgi. Suku Dayak Sana. . Yogyakarta. Sukatmo. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. _________. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. . 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Ina. Plyamonth: Norttoc house Soedarso. 1984 Tari. Smith. Mustika. Jakarta: Pustaka Jaya. _________. Soedarsono. 1997. 1976. 1978. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. SYarif. Materi dan Pembelajaran Kertakesi. Pengantar Apresiasi Seni Tari. Jakarta. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. 2003. Pengantar Tari Pendidikan. Tambayong 1999. 1992. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Yoyakarta. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. Edi. 1998. 1991. 1987. 1986. Wendy. Terj. Teaching Modern Educational Dance. Pengantar Komposisi Tari. Jakarta : Harapan Kita.. Universitas Terbuka Jakarta.. Bandung. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Tari Tradisional Indonesia. Syafi Jatmiko. Yogyakarta : Ikalasti. 2003. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. Jakarta : Balai Pustaka.SENI TARI415 Slater. 1994. Jacquline. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Yogyakarta : Suku Dayak Sana. Sudarso SP. SP. Sumarsam. Pustaka Prima. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Ben Suharto. .

1984. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. dkk. Nursilah. Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. Departemen Pendidikan Nasional. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. 2001.SENI TARI416 Tumbidjo. Datuk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Phiplips. Elindra. dan Rahmida Setiawati. Padang: Pengembangan Yampolsky. Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat.

Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang. Bertepuk seperti gerak burung elang. Sikap gerak besut. sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali. Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. Deleg mantuk. Gerakan yang dilakukan di tempat. Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. Atrap sumping. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi. condong badan ke kiri. Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur. Sikap posisi lawan agem kanan. Bungan yang melayang di atas air Besut. Cathok udhet majeng mundur. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik. Agem kiri. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Menggunakan jamang atau hiasan kepala. giyul Sikap gerak besut.

Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan. Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian. dengan menggerakan lutut patah-patah. Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak. Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh. Gerakan kaki menyilang depan.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet. Gerakan menjentikan jari Geliyeng. Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada.naik-turun Entragan kanan. Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik. Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot. Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah.

Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot. Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan).LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. lengan tangan menggantung Kicat Boyong. tangan mendorong puta miko. Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus. Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas. Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. nikerlawarti (seleh dhadhap). Kicat ngilo rangkep. Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang. Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha. Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. Kebyok kiri. Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket. Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing. Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser.

besut tanjak. pendhapan ngebat. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. endha. Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. Jalan kembangan Langkah papat. Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. Gerakan beradu siku dengan lawan. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang. Gearakan mel. Memainkan selendang Mambajak. Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah. Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu. entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur. Berjalan atur-atur Lembehan.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung.

Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. teriakan. Gerakan memancing Manyemai. Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. Mencabut dan mengambil benih Maikek.LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali. hentakan kaki. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. ptikan jari. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang. Memintal tali jala Mamanciang. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. Menggulung benang Mlebet lajur. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah. dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik. Mengikat benih Mayang mekar.

LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma. Posisi badan miring lurus. Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah. Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap. posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan.

mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . marah (Nyelik/nelik). Melihat ke samping posisi merendah Ngembat. nabdab gelung. Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. Menggerakan bah Ogekan lambung. nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. sedih (sedih). Nabdab pinggel. nyilat. nayog. Gerakan seperti menangis Obah bahu. terkejut (terkesiap). berjalan pelan mengayun Nyaregseg. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. Gerakan seperti terbang melayang Nangis. nepuk dada.LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak. jatuh cinta (ngaras). Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng. (makenyem/makenyung). nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal. Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. Nglangsut. makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna.

atau apapun yang diulan Ropetan. mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. gerak bekerja. Perangan ( Ngunus dhuwung. Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup. Nyuduk. penyajian. gerakan. Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain. Mundur. mengorganisasi orang-orang. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan. Ngunus Puletan. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng. dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo. Gerak mentekel Sabetan. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. nyaplak. Gerak sembahan Saik Kalatiak. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. Encot-encot.

Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting. Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri. langkah baranak. galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo. Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e. Pembimbing Metodologi d. Pelatihan : Drs. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. Nama 2. Telpon 7. NIP 4.Pd : Purwokerto. Anggota Masyarakat Seni 1997 b. Alamat 6. a. UNJ Rwmangun Jakarta 13220. Bambang Pratjichno. Instansi 5. M. Aplicate Approach (AA) b.LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. Tempat/Tgl Lahir 3. Perkumpulan Profesi: a. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. : 021. Riwayat Pekerjaan:a. Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. Peneliti Muda c. Pelatihan Usulan Due Like e. Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A. Pendidikan 8. Dosen Seni Tari sejak 1988 b. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS.

Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). Dalam penataran tari guru SD. 2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP. Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD. Sunda -2004) E. 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD. 2001 D. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Dinas Kebudayaan. Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005. Maklah. 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. 2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . LPKM UNJ. 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar.LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar. PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). Suku Dinas Jakarta Timur.

Jakarta. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama. UNJ dan Ford Foundation. MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . LPKM UNJ. 2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. 2002 Jakarta.LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Bambang Pratjichno. 29 Mei 2008 Drs. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA).

Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l. Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k. m. Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d. Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j.LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. Status 7. Agama 5. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. Tempat/Tanggal Lahir 3. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g. Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketua Program Tari (1990-1993) b. Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Telepon/HP 4. Nama 2. Pengalaman : Dra. Rahmida Setiawati. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). 5 Mei 1960 : Komp. UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku. Pendidikan Formal 8. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. MM : Bengkulu. Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. Jenis Kelamin 6.

Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2005.LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. 9. Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999). 2003) 2. PLS 4. 10. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Penatar : 1. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Penelitian Masyarakat 1. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. Pelatihan CAP (2003) B. 2004. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w.

Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Dalam Penataran Tari Guru SD. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Jurnal 1. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E. Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14. Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3. Karya Ilmiah: 1. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4. Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11.

Metode Belajar Mengajar tari. 28. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Dinas Kebudayaan (2000) 19.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Sistematika Pelatihan Tari Betawi.

LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005). Selendang Mayang (1990) 4. Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. Putri Rainun (TMII 1989) 3. Mata Kuliah yang ditempuh 1. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Bobodoran (2003) 10. Mata Kuliah PPL 14. Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Desember 2007 Dra. Punulisan Buku 1. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8. Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Mata kuliah Tari Sumatra 11. Karya Tari 1. Mata kuliah Tari Melayu 12. Mata kuliah Tari Betawi III 7. Mata Kuliah Skripsi 13. Mata kuliah Komposisi Tari I 9. Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. Rahmida Setiawati. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7. Do’a 8. Lenggok (1998) 6. 6. Gerak (1985) 2. Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G. Mata kuliah Tari Betawi I 5. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Bermain Topeng (2003) 9.

Penatar : 1. 2003) 2. PLS (2005) C. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. 2005. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl. Pengairan Rawasmut Blok C No. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana.Sn. 2004. Penelitian : 1. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. M. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3.Pd : 132 135 262 : Karawang. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A. S. 43 Jl. Penelitian Masyarakat : 1.

Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Evaluasi Pendidikan (2004. Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F. XI. Buku : Seni Budaya kelas IX.2005. LAM UNJ Mk. Penerbit:(2007) E. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2. X. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. Jurnal Harmonia (2004. Penulis Buku : 1. Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3. Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2. Perumus/Penyusun : 1. Metodologi Penelitian. Jurnal Artistika FBS (2000) 5.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2. Pemakalah : 1. Pengajaran : 1. 2006) 4. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4.

Elindra Yetti. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat.2006) 4. Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. HP. 6. 08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat. 2004. 2003. Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas. 2001) 2. 2005. 2004) 5. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur. Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2004) 3. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur.

2003) 3.2001) 7. Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1. Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. tahun 2006) Makalah 1.LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata. 2005) 8. 2003) 2. 2001) 5. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata. Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas.2001) 6. Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas.Propinsi Riau di Pekan Baru.2003) 4. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1.

Interaksi Belaja Mengajar 11. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya.LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1. Pembinaan Kompetensi Mengajar 12. 1 Desember 2007 Dra.Elindra Yetti. Tari Pendidikan II 5. Jakarta. Perencanaan Pengajaran Tari 10. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tata Rias dan Busana Tari 7. Tari Melayu 3. Keterpaduan Seni 9. Olah Tubuh I 6. Tari Sumatera 2.MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1. Sejarah Seni tari 8. Tari Pendidikan I 4.

2002. 2. Penulis buku Teori Sastra. Universitas Terbuka.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi. Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional. Transbook. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001. : : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang. HP.com atau irsyad@jcce-omline. 7. MHum. 2007. 8.LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. Memperbaiki Kualitas Pendidikan. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. 2006.99845808 : icadredo@yahoo. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. 2007. Teraju. 021. 9. 2005. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. Proyek Peradaban Terbengkelai. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. SPd. Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. 3. Dinas Pariwisata DKI Jakarta. 6.

Jakarta. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD. SMP. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1 Desember 2007 Irsyad Ridho. SPd. dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS. 2007.LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10.MHum.

FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas . tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang. waktu.

dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. waktu. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang.

waktu.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang. dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak. gerak dengan elemen komposisi terkait. Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. 7.888.

00 . 7.888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.