Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

Gambar.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2. Gambar.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2. Gambar.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Gambar. Gambar. Gambar.16-2.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki. 2. tangan dan dada ke depan 2. Gambar. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2. Gambar. Gambar. 2. Gambar.SENI TARI Gambar. Gambar. Gambar.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2. Gambar. Gambar.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2.15. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Tangan.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2.6 2. Gambar.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2.8 2. lutut tetap lurus.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2. Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2.29 Membokong 2. Gambar.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. Gambar. Gambar.9 v . perut. agar tidak pusing.25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2.28 Nungging 2.7 2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2.

Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar. 2. penegangan pada kaki Gambar.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi . 2. 2.50 Badan condong ke depan.50. 2. 2. 2. 2.59.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar. 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri.SENI TARI Gambar.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.52 Mirip gambar 2. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar. 2. 2. 2.34 dan 2. Gambar. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan. Gambar. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan.42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan.45 Pose membungkuk. tangan sbg penyangga Gambar. kaki.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar. 2. 2. paha dan perut kencang Gambar.44 dan 2.39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar. 2.53 Sikap mirip 2. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb.50 kontraksi otot paha Gambar. pada saat melompat Gambar. lutut. 2. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2. Gambar. 2.46A Penegangan pelvis/pinggul. 2. 2. Gambar. penegangan otot perut dan paha Gambar.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar.51. 2.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar.48.51 Tidur menarik tangan dan dada.36 Tangan menahan tarikan kaki. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar.2 peraga putri. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit. 2.

6 Tari Legong-Kreasi Gambar. tengah dan bawah level bawah Gambar. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak. 2.58 Penegangan otot perut. 3. tengah dan bawah menyeluruh Gambar. 3. 2. kontraksi pada kaki Gambar. 2. 2. 2.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar. 2. 3. 2. Gambar. 3.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. dan angota gerak lain Gambar. Gambar. dan angota gerak lain Gambar. 2. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar.2. 2. 2.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar.75 Melayang.67 dan 2.7 Gruda Gambar. dam tangan kanan.3 Tari Kresno-Bladewa Gambar. perpindahan formasi.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar.71 Berdiri jinjit.59 Sikap mirip gb. 2. kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar. 2. 2.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar.76 Duduk berdiri jongkok. 2.9 Bersih Desa Gambar. 3.50 Kontraksi otot paha Gambar. .SENI TARI Gambar.62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan.10 Trandak vii .2 Tari Gumyak Gambar. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar. kontraksi kaki. 3. 3. 3.5 Tari Klana Cirebon Gambar. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar. 2.69 Sikap jengkeng santai. paha. 2. putaran.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan.1 Tari Gejolak Gambar. tengah dan bawah level tinggi Gambar. 3. 3.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. 2. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar.8 Gambyong Gambar. perut.70 Berdiri santai.72 Kontraksi kaki. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar.61 Sikap bongkok. 2.73 Duduk santai.

Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.45 Tari Ho Arya 3.19 Tari Nyak Puan 3.27 Tari Manukrawa 3. Gambar. 3. Gambar.24-3.26 Tari Baladewa-Kresno 3. Gambar. Gambar.29 Baratayuda 3.34-3. Gambar. Gambar. Gambar.35 Tari Turun Kuaih Ainen 3.52 Tari PupUtAy 3.. Gambar.39 Tari Sarampuah 3. Gambar.13B Tari Dayang Modang 3.43 Tari Ranah di nan Jombang 3.33.13A Tari Bailita 3.20 Tari Ngelajau 3.56-3. Gambar. Gambar.13A Tari Bailita 3.55 Tari Kecak (Bali) 3. Gambar. Gambar. Tari Ngelajau 3.13. Gambar.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3. Gambar. Gambar.57 Bersih Desa 3.23 Dogdog Lojor 3.22 Tari Manikam 3.40 Tari HoArya 3. Gambar.17 Bechincak-an 3.42 Gelang Ro’om 3.11 Topeng 3.49 Tari Janra UPeuteh 3. Gambar. Gambar.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3.41 Tari Janda Nadia 3. Gambar.28 Pendet 3.31 Bratasena 3.51 Tari Mandau 3. Gambar.37 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar.12 Merak 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar.38-3.SENI TARI Gambar. Gambar.18 Tari Ngelajau 3.48 Tari Nyak Puan 3.16 Ngelajau 3. Gambar Gambar.30 Tari Cinta Ibunda 3. Gambar. Gambar.46 -3.B Tari Dayang Modan 3. Gambar. Gambar.32 Tari Nyi Kembang 3.44 Tari Janda Nabia 3. Gambar.54 Tari Rejang 3.58 Jepen Rebana 3. Gambar Gambar.21 Tari PaJinang 3.59 Sanduri viii . Gambar.36-3.50 Tari Dolalak 3.

Gambar.64 Tari DolAlaK 3..84. Gambar.dan 3.98 A dan 3. Gambar.3. dan 3.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3. Gambar. Gambar.101 dan 3. Gambar. Gambar.88. Gambar.82 Tari Ngelajau 3.63 Tari Reog Polodero 3.105 Tari Ponggayo 3. 106 Tari Pabete Pasapu 3. Gambar.99 dan 3.98 B Tari Lupak Gurantang 3. Gambar. Gambar.86. Gambar.76 Tari Joget Lambak 3. Gambar.107 Tari Kondo Bulang 3.92 Tari Bersih Desa 3.61 Tari Warak Dugder 3.90 Tari Kresno Baladewa 3.79 dan 3. Gambar. Gambar.78 Tari Sekapur Sirih 3.67 Tari Cinta Bunda 3.69 Untuk Mama 3. Gambar.65 Tari Nditita 3.109 Tari Perang ix .74 Tari Payung 3.89 A. Gambar.80 Tari Bachincak-an 3. Tari Topeng 3. Gambar Gambar. Gambar. Gambar.108 Tari Tano Doang 3. Gambar.68 Tari Balet 3. Rancak di Nan Jombang 3.Tari Gagahan 3.73 . Gambar.66 Tari Balet Ngu Yen She 3. Gambar.102 Tari Randa Nabia 3.62 Tari Kebyar KEbeng) 3. Gambar.103 dan 3. Gambar. Gambar.60. Gambar.100 Tentengkoren 3.81-3. Gambar.85 Tari Nyi Kembang 3. Gambar. 3.77 Tari Tabot 3.70 TarI Gambyong Kolosal 3.71 Ngremo Mall 3.93 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar.SENI TARI Gambar. Gambar.72 Tari Turun Kuaih Ainen 3.87 Ttari Dogdog Lojor 3. Gambar.72 Tari Ngelajau 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.94 dan 3.104 Tari Pa’Jinang 3.97 Tari Taume Anuku 3.83 Tari Nyi Kembang 3. Gambar. Gambar. Gambar.95 Tari Badawang Nala 3. Gambar. Gambar.75 Tari Tabal Gumpita 3. Tari Jaipongan 3.96 .91 Tari Warak Dugder 3.

Gambar.110 dan 3. Gambar.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4. Gambar.35 Pendet (Bali) 4. Gambar. Gambar Gambar.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.14 Ngelajau(Lampung) 4.125 dan 3. Gambar.22 Stage Proscenium 4. Gambar. Gambar.114 Tari Baharuan 3. Gambar.17 Karakter Putra Gagah 4.) 4.15 dan 4.115 -3. Drum 4. Gambar.122 Tari Ndaitita 3.123 dan 3. Gambar.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.118 Tari Persembahan 3. Gambar. 4. Gambar.120 Tari Bambu Gila 3. Gambar. Gambar. Gambar.111 Tari Dara Juanti 3.113 dan 3.3 . Gambar.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb. Gambar. Gambar.126 Tari Tepulut 4. Gambar.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4.4 Alat musik diatonis Gitar.36 Prajurit (Bali) 4.5 Kostum Annien (Riau) 4.1 Perangkat Gamelan Sunda 4.30 Jaipongan (Jabar) 4.116 Tari Giring-giring 3. Gb. 3. Gambar.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.119 dan 3. Gambar.23 Bentuk Panggung 4.17 Karakter Putri Halus 4. Gambar Gambar. Gambar. 4.10 Sangkrae(KalTeng).8 Kostum Gruda.2 Perangkat Gamelan Jawa 4.SENI TARI Gambar. Gambar.112 Tari Tarik Lalan 3.121 dan 3.21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4.37 Saman(Aceh) x .16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4. Gambar Gambar.4.20 Stage Proscenium 4. Fantasi (Bali) 4.31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. Gambar. Gambar. Gambar. 33-4. Gambar.29 Saman (Aceh) 4.117 Tari Milau 3. Gambar. Gambar. 4.26 Improvisasi Gerak mhs 4.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4.9 Trunajaya (Bali).28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4. Gambar.13 Dogdoglojor(Jabar) 4. Gambar.

Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5. Gambar.21 Penata cahaya memberi efek 5.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5. Gambar. Gambar.14 Disain tata Cahaya Gejolak 5.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5. 4. Gambar. Gambar.17-5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5. Gambar.8 Pimrum tangga Tumpengan 5.40 Tari Gelang Ro’om 4. Gambar. Gambar.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5. Gambar.15 Pengarahkan kepada penari 5. Gambar Gambar. Gambar.9 Rileks habis kerja 5. Gambar. Gambar.25 Penata Musik memberi 5.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.44 Turun Kauih Aunen 4. Gambar.39-4.10 -5.43 Tari Ngelajau 4. Gambar. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5. Gambar.19 Kru Stage kerja di balik stage 5. Gambar. Gambar.6 Pimprod memberi arahan 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5.45 Tari Gelang Ro’om 5.. Gambar.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5. Gambar. Gambar.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5. Gambar.23 Penata cahaya memberi efek 5. Gambar.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5. Gambar.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5.38 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar. Gambar.46 Tari Randa Nabia 4.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5.42 Tari Jibeng Rebana 4. Gambar.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5.32 Ratu Angin xi . Gambar.12 Persiapan kipas pada Gejolak 5. Gambar. Gambar.SENI TARI Gambar.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5.1 Teater Anruang (Bandung) 5.41 Tari Dogdoglajor 4. Gambar.

1 Tari Topeng Blantek Gambar.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra.13 B Tor-tor Gambar.13 A Tari Gundala-gundala Gambar.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar. 6.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar. 6.4 Tari Gambyong Gambar. 5. 6. 6. 6.8 Tari Belibis Gambar.13 Tari Saudati xii . 6.7 Tari Margapati Gambar.34 Busana Gladi bersih Gambar.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar. 6. 5. 6.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar.6 A Tari Jaranan Gambar. 6. 5.SENI TARI Gambar. 5.6 B Tari Ngremo Gambar. 5.2 Tari Topeng Cirebon Gambar. 6. 6.3 Tari Jaipongan Gambar.9 Tari Randai Gambar.33 Busana saat gladi kotorGambar. 6. 6. 5. 6.5 Tari Karonsih Gambar.

4 4.1 2.3 5.3 Bagan 3.5 4.1 1.3 3.SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.3 4.2 2.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.5 6. Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.2 5.4 5.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii .5 5.1 5.2 2.1 Bagan 4.1 3.2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.4 Bagan 4.

xiv DAFTAR TABEL Tabel 1. kelenturan da imitasi Tabel 6.1 Teknik.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.2 Dosis Pernafasan Tabel 2.3 Motif gerak Individu Tabel 2.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv .1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1.4 Gerak tari kelompok Tabel 2. Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4.

partisipasi. tempo. dinamika Menirukan berbagai ritme. pada hakikatnya kurang dinamis.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan. standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. keterampilan yang telah dipelajari. tempo. di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat. Di sisi lain. Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya. Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab. dinamika Membaca berbagai ritme. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. Secara konseptual. tempo. pengetahuan.

Di sisi lain. perangai. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis. 4. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk. kekuatan. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. 5. pengaruh. benar dan salah. Sistem pengetahuan. Para siswa yang kami sayangi. Sistem teknologi dan peralatan. mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak. Sistem religi dan upacara keagamaan. Kesenian. 7. 2. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. 3. Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. Sistem mata pencaharian hidup. daya mengandung arti tenaga. akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. tabiat. Sistem dan organisasi kerjasama. cara atau jalan akal dalam berikhtiar. Bahasa. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. 6. Selanjutnya.

Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. Secara histories. perasaan. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. menjabarkan ide. dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan. Para siswa yang tercinta. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. konsep cara berpikir. implementasi motif ungkapan verbal (lisan) . perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya. Secara teoretis. terpuji. Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir. adat yang diatur dalam agama. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. Dengan demikian. berkeindahan secara bebas. dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki. konteks budaya manusia berbentuk tulisan. kepekaan perilaku.SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. Manusia menghasilkan hasil budaya. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. dan kemampuan mengorganisasikan ingatan. perilaku. dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian.

Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman. cahaya hidup. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam. Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. dipikirkan. dan sumber inspirasi penciptaan. Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. arah dan tujuan yang ingin dicapai.

dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. Pada muaranya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya. hubungannya dengan seni lain. kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini. Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis. Dengan perkataan lain. Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. jenis dan wahana seni tari. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya. simpati. dan dicita-citakan. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. dipikirkan. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain. Para siswa yang kami cintai.

Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. B. Selanjutnya. Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. dan transformasi kesenian agar tidak punah. rangkaian mata rantai penulisan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia. penelusuran. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan.SENI TARI 5 Oleh sebab itu. sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif. argumentasi. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. dan perspektif. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. Ketiga. Menurut Kuncoroningrat (1986). revitalisasi. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. variatif. Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. akomodatif. Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri. Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja.

Seni tari. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kreativitas. Seni kerajinan. Seni musik. Seni rupa. 12-35). unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. cabang-cabang seni memiliki banyak jenis. 5. Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi. Selanjutnya. Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Seni-seni lainnya. Seni berwawasan teknologi 7. Atau dengan istilah lain. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri.SENI TARI 6 Secara eksplisit. Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. bersosialisasi. 2. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. Menurut pandangan penulis. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1. Seperti di depan telah disinggung. Seni teater. 3. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). 6. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya.

1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.

bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih. Selanjutnya. 12-24). dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002. medium ungkap seni. rasa. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya. Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri. Oleh sebab itu. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak. Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. mengatur. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . unsur keindahan (estetik). dan karsa. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. Dengan demikian dapat dicatat. Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. Pernyataan tentang bentuk baru seni. arah dan perkembangan seni semakin variatif.SENI TARI 8 C. dibentuk. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian. serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. modifikasi. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian. pada kesempatan lanjut dapat dipahami.

SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. pewarisan. obyektif sebagai bagian kenyataan. konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. seni tari. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. seni musik. Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. bulat. Dalam pendidikan. seni kaligrafi. penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif. utuh. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran. pelatihan. seni drama (teater). dan dibalut ke dalam makna simbolis. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. Masalah pemanduan bakat. ilmiah secara empiris dapat diterima. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. rasional. Usaha penyelamatan.

Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. kerajinan tangan. kerajinan tangan kriya dan multimedia. Seni Rupa. patung. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. gambang kromong. gamelan. lukis. 2. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. lukis. angklung. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. sintetiserr. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. patung. seksopon. kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. musik elektronik. flute. dan multimedia. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan.SENI TARI 10 1. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. Seni Musik. gitar. kecapi. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni. Unsur lain dalam bentuk harmoni. rebana. berhubungan dengan unsur cabang kesenian. kriya. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. grafis. kemampuan memahami dan berkarya grafis. Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. drum. kemampuan memahami dan membuat patung. dan terompet. dan kolintang serta arumba. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa.

Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi. bunyi yang berirama. Di sisi lain. kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. 3. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme. kemampuan mengaransemen. Oleh sebab itu. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. ekspresionis. Seni Teater. kemampuan memahami dan membuat naskah. kemampuan memahami dan membuat notasi. eksperimentalis. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya. dan harmoni secara varian. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. interval. Di sisi lain. serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. melodi maupun harmoni. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur.SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil.

kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer.di mana tarian tersebut berasal. 4. Sebagai penyesuaian abad modern. Media ungkap tari adalah gerak. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. diksi. Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Seni Tari. Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan. intonasi. peraga dan penikmat atau penonton. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. kebahagiaan. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. pembawaan. baik dari koreografer.

produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Dalam perkembangannya. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern. guru-guru tari yang profesional. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang.SENI TARI 13 maupun nontradisional. Oleh sebab itu. maka gerakan tari semakin halus. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. 5. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. seni lipat. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. Oleh sebab itu. seni dekoratif. estetis. renda. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. Seni tari memerlukan media gerak.

Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. multikultural. rupa.SENI TARI 14 yang ada berwujud musik. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. menciptakan hal baru. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. 6. seperti seni peran (khususnys sinetron). Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. rupa. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. bunyi. dan tari secara multilingual. seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. pendokumentasian (sinema). Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih. mana cabang seni yang paling kalian senangi. Dengan imajinasi. Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. dan multidimensional. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. teater. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain.

jadwal terprogram. Sebagai bahan kajian. 4. Dalam ranah khusus. 2. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. memiliki kompetensi. teknik. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. bahasa gerak. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. Memberikan nilai masyarakat. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif. Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki. 3. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. serta. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. 1.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh.

dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya. latihan. Menekankan kepada produk/hasil. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini. a. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. f. d.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. e. c. h. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. g. artis dan koreografer. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan. Kemampuan. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri. b. dan berkelompok koloni. demonstrasi. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. kemahiran. Prosedur imitatif.

dan Pecinta Kesenian Bagan 1. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. Pemerhati. latihan.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari. dan Koreografer. serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan. Kritikus Tari. Prosedur imitatif.2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . demonstrasi. Peminat. kemahiran.

Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. Hal tersebut apabila belum cukup. efektif. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. Lebih dari itu. mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. Oleh karena itu. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. peserta didik. Selanjutnya. Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia. maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas. Para pembaca budiman. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca. Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari. untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah.

kecepatan.SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak. bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam. Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. terkait pula dengan: 1. Apabila dikaji secara menyeluruh. Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang. pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. dan fokus. Selanjutnya. Pengertian Tari Para siswa yang budiman. Di samping itu. tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. 2). 3. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. 2. Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. dan waktu. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. dan waktu. Kekuatan. tenaga. Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. Oleh sebab itu. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. tenaga. ruang. peralatan tari D. perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari.

Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat. maupun keperluan tertentu lainnya.SENI TARI 20 tubuh manusia. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. pernikahan. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja. dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. simpati. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. empati. Tari memberikan penghayatan rasa. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. Apabila disimak secara khusus. Tari merupakan salah satu cabang seni. dan pada waktu kapan saja. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagai sarana komunikasi. maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. hajad kaul. Oleh karena itu. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja.

Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tenaga. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak. John Martin dalam The Modern Dance. direfleksi melalui gerak baik secara spontan. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. melainkan juga sebagai upacara agama dan adat. Dalam konteksnya. Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. dan musik. tubuh. Secara khusus. Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. waktu. Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. 1990:2). serta unsur pendukung lainnya. Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. 1994:44). dan ruang alam dunia. tenaga. di dalamnya terdapat ekspresi. Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli. Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. ritme. Oleh sebab itu. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture.SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan.

Gerak Unsur utama tari adalah gerak. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. atau cakupan gerak). dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. waktu.Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. VCD tari. tangan. badan. Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. lemah. Sejalan pendapat Suryobrongto. tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. jarak. Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala.SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. Sebagai bentuk latihan-latihan. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan). Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. dan kaki). Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. 1. perubahan sikap. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. dan kedudukan). waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. dan irama seseorang. aspek tari. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang. rasa. posisi. Oleh sebab itu. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tenaga. maka diperlukan informasi tentang unsur tari.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. lambat-cepat. Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. gerakan pencaksilat. dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang. apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan. Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi. 1. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. serta gerak untuk berkesenian. kontraksi otot. Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. gerak bermain. Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). gerak bekerja. tegas terputus-putus. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari. gerak olah raga. Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax).

misalnya level. Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. 1. namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu.SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh. tangan(Thorax).2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Faktor space meliputi ruang gerak. Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis. anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya.SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak. penekanan (Ann Hutchinson. 1989:2). 2. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3. 1. misalnya gerak yang kuat. dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri. elastis. 1. 4. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah.3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat. dan dinamis. Ayo para siswa. tengah dan atas secara sinkronisasi. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat). lemah. luas. sebagai tumpuhan tubuh. Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. Gelengkan kepala. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. aksentuasi.

4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut. dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat. patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . stakato. 1.1.5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas.SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak. biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari. Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan).

1. Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. Sumber: koleksi Pribadi Gb. Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas). dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci. Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra.SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas. 1. rentang tangan.

1. Gb.9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo.10 Gumyak Banyumasan Gb 1.9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb. rentang tangan. dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak).SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan. 1. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon). Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo).10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. 1.8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon).

Kewer. Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari).12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb.11 -. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai. Nyetangaen. Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Cendoliyo.SENI TARI 29 1. dan Gibang. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. Begaya. Pakblang. tangan. Blongtur. Motif gerak tari tradisional Betawi. badan. dan kaki.1. gerak peralihan. Ngaco.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyerah Sekapur Sirih. gerak khusus. Nyilau. 1. Para siswa apabila dicermati secara teliti.1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Rapet Nindak. Gonjingan. Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. 1. Gerakan peralihan terdiri dari Koma. Ngenak Subang.11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989. Ngenak Cincin. Ketentuan gerakan harus dipatuhi. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala. Nyanggul. 20). Nyelak. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok. 1. antara lain terdiri dari Selancar. Lenggang. Tegak berdiri. Ngenak Gelang. 67). Melenggang Turun Naik. Kedidi Merentang.

sedang. Gerakan supinasi. gileg. berputar. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. Gerakan pacak gulu. rileks. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. rendah). gebesan. sendi leher berperan sentral. Rapal. mengkerutkerut. Meliuk-liuk. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. gelieur. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. memutar ke kanan/kiri. Badan kontraksi. mengangguk. Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. tengok kanan/kiri. dan mengayun. Adeg-adeg. kuda-kuda. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. Gerakan ke depan/belakang. anggukan dan gelengan kepala. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.

Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. supinasi ke depan. ogek lambung.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. ke depan/belakang. Gerakan bervariasi. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. tekukan pada palmar tangan. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. tekukan pada siku. Ngruji. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. samping kanan/kiri. Vibrasi scapula. Nyempurit. Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. belakang. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan sikap tangan pokok. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. palmar tangan. Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul. Topeng Cirebon. lengan bawah. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. lengan atas. Grakan tangan lurus.

Kengser. Geser. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kecepatan. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. dilakukan sesuai keterampilan individu. Gerakan dan getaran pinggul. Kolumna vertebralis. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. masingmasing berbeda-beda. goyang pantat pada Jaipongan. Cranum sebagai otorizet. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Goyang plastik. Harmoinisasi goyang pinggul. sensualitas. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. kelenturan pada paha. macam goyangan. Pelvis sebagai penopang.

strugel track di udara. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala mematukmatuk. sinkondrosis. Lampah Ringdom. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. sinfibrosis. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Peragaan gerak motif Rodat. loncat harimau. kaki lenagkah ke depan/belakang. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Keept up Jalan lurus. dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Salto. samping kanan/kiri. Zamrah. loncat harimau. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak rol. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta.SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial.

Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. serta pada karpal dan falang. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. Putaran Tubuh ke semua arah. Gileg. Ngeseh. Galier. meng angguk-anggukan kepala. Lakukan gerakan ngeseh. Tanjekan.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. dan Godeg. Gelang kepala. tangan. badan. sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu. Tegak dan bongkok badan. Pacak Gulu.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. sendi poros pada tulang bahu. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru. dan kaki. Nindak. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Tabel 1. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. tulang panggul. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Mapal. dan variasi gerakan kepala. Gerakan merendah atau mendak.

Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. kuda-kuda. Adeg-adeg. rendah). Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi.3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. kuda-kuda. step(langkah ganda). rendah). 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip.SENI TARI 35 1. Rapal.2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3. Rapal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .(Jung kir balik) Tabel 1. Gerakan Tari Topeng Cirebon. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. 4. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. sedang. Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. berputar. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Lakukan gerakan mapal berkelompok. rendah) pada tari Saudati. Adeg-adeg. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. dan topeng Klono. tari garapan lain. sedang. anggukan. lenso. sedang. straidel.

14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. 1. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi.13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Di sisi lain. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. gerakan olah tubuh. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan). Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. 1. posisi dan kedudukan. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa. posisi yang tepat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb. Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari.14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat. dan ruang gerak penari itu sendiri.SENI TARI 36 2. 1. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh.13 dan 1. dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa.

dan Tari Saman Bawah. (perhatikan gambar: Tari Klana atas. dan tangan kanan tolak pinggang. 1. Gambar 1. 1. ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat.SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala. 1.16 Penari Saman berbanjar Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar.

Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan. Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer.SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain.

18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. 1. 1. 1.18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati).17 dan Gb. Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1.SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut.

Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. perpindahan tempat. panjang-pendek. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi. Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan. perubahan posisi. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi.SENI TARI 40 3. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. berubah posisi. dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu.19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur. 1. Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. 1. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas . Perubahan gerak. cepat-lama gerakan dilakukan. Waktu Dalam tarian.

kualitas gerak. Dalam tari. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak. intensitas gerak. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Atau dengan istilah lain. Dengan demikian. Oleh sebab itu. Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. dan kondisi emosional penari. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kebutuhan pentas tari. situasi. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas. denyut nadi gerak. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. walaupun diam seorang penari di atas pentas. waktu berdenyut. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. atau dengan berdiri-jongkok.

20 Penari Bimo Suci Gambar 1. Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas. intensitas. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. dan penghayatan gerak tari. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. 1.19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas. Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja. Apabila hal ini dapat terkontrol. Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). berkekuatan. berisi. dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari.SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage). Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan.

22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. Lompatan kulminasi penari balet Gb. terkendali. dan memenuhi harapan. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata.21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb. 122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang. Sumber: Internet Gb. Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan.SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol.21. Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan). 1. 1. 1.

1.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1.22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin. Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1.SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1. Tersebut di atas. 1.24 Gambar menunjukan. tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1. Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. Para siswa yang budiman. 2.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan. penegangan otot tangan yang terbuka. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet.

desakan jiwa. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum. Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. dalam kehidupan sehari-hari. 1. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya.SENI TARI 45 5. Ekspresi Perlu para siswa ketahui.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. marah. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter. sedih. Sebagai ilustrasi. kehendak. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi. Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa.

2. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 1. Lakukan ekspresi murung. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang.26 Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater. Coba lakukan ekspresi senyum di kulum.SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton. menangis.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1. atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1.

sehingga pembaca baik pelajar. maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari.1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Untuk mencapai pemahaman bacaan. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini.SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A. Sendi Otot. dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2. Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan. guru. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang.

Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang. PENDAHULUAN 1. dan waktu. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. bahwa di dalam melakukan olah tubuh. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. menari. Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. dan sehat lahir dan batin.SENI TARI 48 B. ideal. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. Seperti banyak diketahui. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. membentuk tubuh yang ideal. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . waktu dan tenaga. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan. organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. ruang. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. Siswa yang baik. Pada akibatnya. Latar Belakang. makan-minum. Oleh sebab itu. skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan.

Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Oleh sebab itu. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui. serta aktivitas sehari-hari. maraton. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. terkejut. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh. sprint.SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. Seperti telah disinggung di atas. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. srta banyak contoh lagi. jalan biasa. Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. Secara garis besar. dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. menari. Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. menari dan gerak senam. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan.

akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. ketahanan tubuh. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak. Oleh sebab itu. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara. kualitas gerak. perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. menari maupun melakukan senam. Oleh sebab itu. C(Carbon) dalam jeringan. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. Selanjutnya. begitu sebaliknya. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. dan gerakan terjaga dengan baik.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna. dan melepas. sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. Apabila hal ini menjadi kenyataan. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. Selanjutnya. • Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. • mengkordinasikan para-paru. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. mengeluarkan. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan.SENI TARI 51 nafas. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. tengah.

pangkal tenggorokan. anak tekak. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. Secara tertruktur. Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mulut. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. Oleh sebab itu. Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan. cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk. membusungkan dan mengempiskan dada. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung.SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan. Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. Oleh sebab itu. Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat. rongga hidung.

• Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar. Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung. • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. Alat ini merupakan alat pernafasan utama. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas. kecepatan. Paru-paru mengisi rongga dada.is masuk ke rongga hidung. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak). Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid. Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. dan gerakan pernafasan. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut. Sewaktu udara melalui hidung. Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. menari dan senam. Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. • Paru-paru ada dua.SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung.

lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. dan dituangkan ke dalam gerakan artistik. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan. setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. hingga mengakibatkan gangguan jantung. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan.SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit. Oleh sebab itu. Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional. Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan. dirasakan. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. menahan. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. sesak nafas.

sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar. Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal. Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini. Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. kalian pasti telah memahami teks di atas. Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut. melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. b. posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar. Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. 2. Tugas: 1. Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. Konstabilitas ini harus terjaga. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jelaskan. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. a. Para siswa. kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa.

pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni. 2.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Oleh sebab itu. Sumber: Koleksi Internet Gb. Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang. Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh. maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima. Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik. Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan.1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb. persiapan tubuh atas pemanasan.

kaki ada (penari pa) Gb. 2. dada.bagian perut.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot.SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada. 2. 2.3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan. bagian skapula terjadi penegangan gb.1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2.

Selanjutnya. misalnya level. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini. anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput). ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. aksentuasi. 1989:2). Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. lemah. anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax).SENI TARI 58 2.4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. 2. Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). misalnya gerak yang kuat. Faktor space meliputi ruang gerak. penekanan (Ann Hutchinson. Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya. elastis. anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix).

6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik. Tangan kaki. tangan dan kaki bawah relaks. Sumber Koleksi Pribadi Gb.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha. tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas. 2. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata. Kepala bisa menghadap depan. 2.5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2. Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri.

menari dan senam pada dasarnya telah dipahami. Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap. tanpa persiapan apapun. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. dan bangga untuk diri sendiri. Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut. Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. menari dan senam agar benar-benar fit. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. gerakan pengenalan. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak. maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik.SENI TARI 60 3. tubuh. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan.

Penguatan ekspresi gerak. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. mempertahankan. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot. gerakan tiba-tiba. Dalam melakukan olah tubuh. memperkuat persendian. Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru. jantung. tulang. Sebagai contoh. sendi dan tulang secara maksimal. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. otot. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat. • Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas. menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. gerakan oleh tubuh. serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. sendi. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh. Di sisi lain. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang.

Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal.SENI TARI 62 • Olah tubuh. dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin. sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya. Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi. Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan. gerakan yang memiliki beban. Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. Apabila latihan olah tubuh.

Melalui penjelasan tersebut. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja. Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama. Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot. Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. Oleh sebab itu. Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan.SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel . setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil. Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan. Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama.

Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif. kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan.SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit. sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. Tabel Hubungan Teknik Gerak. Otot memiliki daya kontraksi. cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak.

1 Hubungan Teknik Gerak. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2.SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. dan peniruan gerak sebagai berikut. 2.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 2.8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb.9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jari kaki dan tangan Gb. kaki dan perut. 2. Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung.9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb. 2.7-2.8. Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2.

Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis.5. kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. 4. 5. bukan? Lakukan sekarang. Ambil posisi berdiri sempurna.6.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Internet Gb. Gb.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas. 2. 2. 2.SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana. perut dan kaki. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2.

1. Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik. dan penyakit ginjal. Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. Bentuk Apel. dada. tekanan darah tinggi. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb. stroke. mulai dari dada hingga pinggul. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. latihan gerak naik turun tangga secara rutin. Gb 2. Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda. 2. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah. Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut. dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut.SENI TARI 68 B. Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah.11.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan paha. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik.

Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian. Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel. 2. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil. dan betis. bersepeda. Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir. Bentuk Pir. Biasanya sering frustasi.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam penampilan. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan.SENI TARI 69 2. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis. paha. Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. bentuk tubuh pir kurang percaya diri.

Dalam skala ukur yang klasik. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul. Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. langsing. atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya. bersepeda. Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. dan ceking.SENI TARI 70 3. jalan cepat.

2.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. penari. Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki. Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi. pesenam. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk. Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya.

Ambil posisi berdiri sempurna. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit. penyaluran energi. Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini.5. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik. 2. 1. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan. seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan. dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. 2. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran.6. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. 3. hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas. kesehatan. Upaya penambahan berat badan. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. wanita yang berprofesi olah ragawati. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti.SENI TARI 73 C. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut. Pada pengetahuan olah tubuh. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. Untuk keperluan olah tubuh. Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1. maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita. Dengan demikian apabila terjadi peregangan. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. tubuh sebagai alat gerak. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. dan daya ulur. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. kelenturan . gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ketepatan.

perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. Otot jantung membentuk jaringan jantung.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Tangan. 4-18). 2. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan. Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak. Kangkang. Nungging. Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . perut. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar. Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. Jinjit.

lompat. meluruskan-menekuk kaki.SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan. diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah.15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan. 2.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2. loncat. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri.

Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb.SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit. lutut tetap lurus. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. Kontraksi pada kaki. 2. jinjit dan naik turun.16-2. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian. agar tidak pusing.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan.

menungging. Gerakan kepala di atas. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. berdiri. Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak. c. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur. atau memposisikan berada menjulur ke depan. Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang. bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah. Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. menggeleng-gelengkan kepala.SENI TARI 77 2. dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki. b.

2. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai. Kontraksi pada kaki Gb. Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. lebih dominan di atas lantai. Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud. 2. Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai. Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal.

20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan tersebut lakukan beberapa kali. Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan. siapkanlah peralatan tersebut. Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali. angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri. kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat. gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus. Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis. Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita. Lakukan gerakan tersebut beberapa kali.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Lihat gambar 2.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh.

Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki. dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur). Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian. Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. Betis (Febula). Kontraksi pada kaki Gb. 2.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. badan. Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur. buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e.SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. Pinggul (pelvis). Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati. Anggukan kepala.

tangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.2.22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha. dan perut. Perhatikan gambar Duduk santai.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat . Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan. Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini. Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri. Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai.SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri. Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f.

23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. 2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb.SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur. Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah. (Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini. Lakukan latihan beberapa menit. hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi. bertumpu pada satu kaki. 2. duduk. yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad.26 da 2.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

28-2. sehingga bis tepat rata benar. Gb. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian.28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis. Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar. Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent). 2.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan. Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding. Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus. Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai. posisi tidak semitris. Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang.. Gerakan dilakukan beberapa kali. Sebagai ilustrasi. Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki.

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Gerakan bersifat lembut dan mengalir. 1989:2). Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. 4. penekanan (Ann Hutchinson. Selanjutnya. anggota gerak bagian tengah (Thorax). disebut gerak tari tengahan. Konsep ini selanjutnya diberi bentuk. ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak. Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak. maupun perubahan tentang aspek gerak. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. aksentuasi. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). Misalnya gerak yang kuat. kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap. jarak/rentangan atau tingkatan gerak.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak. Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . posisi.2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. Ruang gerak misalnya level. lemah. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. elastis. konvigurasi. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput).

posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang. masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak.SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik.2 peraga putri. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan.44 dan 2.

menjadi sisi penilaian negatif pengamat. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya. dan banyak variasi. Oleh sebab itu. Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. Dalam tari. Gerakan yang statis dan membosankan. Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari). Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka.SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. menghentak. makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda. bagi pengamat yang masih awam. Hal ini dituntut dalam tari. Sebaliknya. Untuk pengamat yang telah berpengalaman. Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis. Oleh sebab itu. di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil.

Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. jongkok menekuk lutut. gerakan yang diperhalus. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. kuat. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian. Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna. dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. berbaris berbanjar. Variasi gerakan goyang. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak.SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian. gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi. Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. dan angkuh temteramental gerakan. Di sisi lain. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya. Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. Dalam belajar-mengajar tari. tengah. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif). Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Sumber Koleksi Pribadi Gb. Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri. Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh.46. penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang. 2. dan kesan goyah.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep. Selanjutnya. 2. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai. tidak mantap. 2 2. Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi pada kaki Gb. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. Oleh sebab itu.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. 3. paha.SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai. Ambil posisi sikap sempurna. Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini.48. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. 4. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini. dan daya tahan nafas. 2. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian.

Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu.52 selanjutnya dilakukan. Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap.SENI TARI100 4. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan. Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan. Olah nafas dengan pernafasan paru-paru. Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik. bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1. Tahan nafas hingga 4 detik. sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan. Gunakan pernafasan dada dan perut. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2.3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya. kemudian baru keluarkan. Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh.

serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. Peringatan. Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. 2. terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. Pada tingkat menengah. tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. atau duduk santai dengan punggung bersandar. sehingga dalam keadaan terkejut. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit. Dalam keadaan terpaksa. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah. Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. Pada tingkat ini. Masa latihan lebih dari 3 bulan. tergesa-gesa. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan.

tahan nafas 6 hitungan. Hembuskan nafas selama 6 detik juga. Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2. Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit.SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada. Dalam keadaan paru-paru kosong.

paha. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk. tenang.SENI TARI103 5. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. Bagaimanapun. kebiasaan makan. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan. hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. dan konsisten. dan menghembuskan dengan santai pula. menahan dengan santai. Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap. dan dada. Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh. Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. D. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. terutama pada bagian pinggul. Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri.SENI TARI104 1.50. 2.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb.

33 Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar. 2.52 Mirip gambar 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai.53 Sikap mirip 2. 2.51 Tidur menarik tangan dan dada.SENI TARI105 2. 2. Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup.51. penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki. kontraksi pada kaki perut Gb. Gb.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kontraksi pada kaki Gb.

Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. Paha Pangkal paha. seperti melompat. keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang. Tulang Kelangkang. merendah dan jongkok. berlari. tungkai atas.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. otot kaki. menendang. pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang. Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki. meloncat. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. tungkai bawah.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. siap untuk melakukan olah tubuh. Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi.

2. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb.59. 2. Kontraksi pada kaki Gb.54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai.SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 2.

apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?. kenapa demikian. Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi. kelenturan. 8. Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh. 5. Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. peniruan gerak. Oleh sebab itu. 7.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian. sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. 2. Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. dan bagaimana cara mengatasinya 9. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1. 4. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut. Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik.gerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?. Apa alat dan pakaian yang digunakan?.

Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. ruang.SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki. Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga. Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. . dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. trisik pada tari Jawa. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berjalan. dan dapat dibantu oleh tulang. dinamis. gerakan putaran tangan pada lengan. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku. Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti. • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. e. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti.

Peregangan pada otot perut. 2. pinggul.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. Gb. Proporsi menunjukan tention pada perut.SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. dan tangan serta kepala sebagai efek samping. kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pinggul. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar. 2. dan kepala. dam tangan kanan.58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai. adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb.

Sikap mirip gb.61 Sikap bongkok. Lakukan latihan selama beberapa kali. badan dibungkuk secara mengalir. hal ini untuk menguatkan otot perut. 2. 2. ekspresi rambut. Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb. Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad.59. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas.SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 2. Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan. Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan.62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan. 2. Perhatikan gambar Duduk santai. Kontraksi pada kaki Gb. dan angota gerak lainnya.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan angota gerak lainnya.

Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni. .64.64—2. perhatikan gambar duduk santai. tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu.65 menunjukan performa Intensitas gerak.2. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal. Fese latihan dan pentas. peraga tunggal dengan penghayatan dalam. .2. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb.65. di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2. dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh. dan kebugaran tubuh. baik tari tradisional. kesehatan. Perhatikan gambar Duduk santai.66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan. keseimbangan. Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere). Kontraksi pada kaki Gb. 2. Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. gerak tari bentuk.66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. 2.

tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian.2. kaki. . 2. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan.67.dan 2. pinggang. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. latihan pernafasan. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi. 1.49). latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran).48-2. guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb.SENI TARI115 D. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani. Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh. latihan penyegaran otot dan saraf punggung. Dalam Singgih D. Gunarsa menyatakan.

Rasakan kasih sayangdalarn pikiran. jari-jari tangan. pergelangan tangan. leher. rasakan dalam dada. bahu. tumit. Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. b. pinggang. otot-otot muka/wajah. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. Berdiri di udara terbuka. hangat. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi. posisi berdoa. kemauan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . c. d. kepala tegak. Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. irama hitungan sama. kaki bersila. paha. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. lutut. otot sekitar mata. kepala. otot. betis. keinginan baik. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). Duduk tegak punggung lurus. 1. Kaki dibentangkan. b. c. e. telinga. bagian tumit sentuhkan kedua kaki. Tarik napas dalam 5 hitungan. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. b. d. tangan diangkat ke samping (horizontal). Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. Cara Kedua : a. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang. dapat dilakukan dimana saja. yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi.SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. Langsung keluarkan napas 10 hitungan. f. Ulangi latihan 10 kali.1 Contoh Latihan Gerak a. lengan otot. e. visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. perasaan. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada. Visualisasikan dalarn pikiran. c.

• Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. Ulangi latihan 5 kali. seakan-akan menembus paru-paru. jangan bungkuk. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. d. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. Urutan gerakannya sebagai berikut. 1. c. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. tangan dipangkuan diatas lutut. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing). f.SENI TARI117 d. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. e. sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. 2. e. dengan cara. mata dipejamkan tunduk sedikit. Latihan Penguatan Otot. • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. makin lama makin baik. • Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh. Tariklah kedua kaki rapat ke depan. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. b. pikiran bersih. Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula.

istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas. 3. Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan. • Bila kedua pinggang sudah tegak. Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. Ulangi 2-3 kali. ulangi 2 sampai 3 kali.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. lurus ke depan. Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan. istirahat sebentar. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. 7. jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). • Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. 6. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan. lurus datar. Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis. Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal. boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. Letakkan. ke samping kiri dan samping kanan. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah.

.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah. Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. Deskripsi Tugas 1. Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. mengetahui letakIetak gerakan yang benar. meloncat. agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan. peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah. 2. Menirukan gerakan yang diberikan guru. Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat.Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh. . memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. benar.Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas. Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat. Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. tengah. Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia. bawah secara baik dan benar. 1. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah.

2. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon. putar jinjit tidur. bentuk-bentuk gerak dalam ruang. dapat mengetahui polapola yang ada. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis.3. jalan. 2. memahami garis. rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang. mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar. Untuk tugas diatas. waktu. Kriteria 1. tenaga. Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis. Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. . Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi. perpindahan gerak. melangkah. 1. waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak.Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang. Deskripsi Tugas .SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak . sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal. Peserta berjalan. meloncat.

kekuatan. kelenturan. Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. Kelenturan) 1. 1. kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis. • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan. Latihan gerak dan merespon gerak. Secara langsung. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi. Deskripsi Tugas 1. Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu. kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. Kekuatan. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. • Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. melalui respon gerak di dalam ruang. Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. waktu. baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak.Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. tenaga. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional. Deskripsi Tugas. bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI121 Kriteria . atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak. 2. langsung melalui gerak dengan berpasangan.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan. 1. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. • Peserta secara kelenturan.

Deskripsi tugas . Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar. .SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini. menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok. Paket Garapan Gerak. Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan. dan dibuat pada materi yang diajarkan. sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka peserta dapat mengkoordinasi. 1. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket.3. peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai. Kriteria Untuk tugas ini. Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri. desain gerak. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada. 1.Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih. Deskripsi Tugas.Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. Peserta mencari dan mengolah gerak. Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis.

supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. rileks. Meliuk-liuk. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. dan mengayun. namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. gebesan. Gerakan pacak gulu. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. tengok kanan/kiri. kuda-kuda. Badang kontraksi. sedang. Gerakan supinasi. gileg. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. memutar ke kanan/kiri. Rapal. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Adeg-adeg.SENI TARI123 2. berputar. mengangguk. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. mengkerut-kerut. Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan ke depan/belakang. anggukan dan gelengan kepala. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari. gelieur. sendi leher berperan sentral. rendah).

Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. ogak lambung. Gerakan badan ke samping kanan/kiri.SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. supinasi ke depan. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. dan sikap tangan pokok. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. lengan bawah. tekukan pada palmar tangan. ke depan/belakang. tari yg dilakukan. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . palmar tangan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Vibrasi skapula. Ngruji. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Gerakan bervariasi. lengan atas. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Grakan tangan lurus. belakang. Nyempurit. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. tekukan pada siku. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon.

kelenturan pada paha. kepala Gerakan Jalan. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Harmoinisasi goyang pinggul. Sriwijaya.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Kecepatan. dan Nguya pada tari dasar Thailand. 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang. dilakukan sesuai keterampilan individu. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . masingmasing berbedabeda. goyang pantat pada Jaipongan. Geser. Kengser. Gerakan dan getaran pinggul. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. sensualitas. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Goyang plastik. Cranum sebagai otorizet. Kolumna vertebralis. macam goyangan.

semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh.SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. strugel track di udara. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. loncat harimau. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peragaan gerak motif Rodat. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Salto. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Gerak rol. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Zamrah.

Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. samping kanan/kiri. sendi poros pada tulang bahu.SENI TARI127 matuk. Gileg. kaki lenagkah ke depan/belakang. tulang panggul. Pacak Gulu. Nindak. Sinkronisasi harimau. Tegak dan bongkok badan. Gerakan merendah atau mendak. sinfibrosis. Gelang kepalaanggukanggukan kepala. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Putaran Tubuh ke semua arah. Lampah Ringdom. dan Godeg. diarthrosis Jalan lurus. Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Galier. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. serta pada karpal dan falang. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sinkondrosis. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak.

3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Rapal. kuda-kuda. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. badan. straidel. 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Tanjekan. tari garapan lain. sedang.SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Rapal. dan variasi gerakan kepala. rendah). Ngeseh. lenso. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Adeg-adeg. Tabel 2. Tabel 2. anggukan. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi.4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sedang. step. dan kaki. kuda-kuda. Adeg-adeg. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerakan Tari Topeng Cirebon. Mapal. rendah). berputar. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. rendah) pada tari Saudati. dan topeng Klono. tangan.

gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit. Otot dada. dn berpenampilan indah dan menarik. dan mampu merespons gerak secara reflektif. Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif. mengembangkan kelenturan fisik. serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya. Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. Otot tungkai dan pinggang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan bahu. • • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1. dan panggul. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh . lengan bersama dengan bagian samping. Pembuluh darah lebar. Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. Menghindari cedera.SENI TARI129 E. bahu. Otot pinggul. Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh. membakar lemak. mengencangkan otot. Menambah kepekaan syarat. sehingga aliran darah lancer.

dirangkai. Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit). Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari. (Latihan Kelenturan) 2. elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain. Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh. Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai. kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan Inti 1.(lakukan gerakan beberapa menit). Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1. 2.69 Sikap jengkeng santai.SENI TARI130 2. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar.

kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit).70 berdiri santai. Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. Kekuatan badan dalam posisi jinjit. Lanjutan 3. Tarikan kencang pada betis. Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh. Rasakan tarikan otot meregang. otot tungkai. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh.SENI TARI131 1. Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping. manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat. Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. 2. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan.

keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. 10. Latihan pinggang. Berjalan di tempat. Tangan di depan memegang mulut. putar pinggang sesuai arah jarum jam. 18. 11. Secara bergantian. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan. lalu kedua tangan tarik ke atas. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai. dan mampu merespons gerak secara reflektif. Gerakan ulang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sambil mengayunkan tangan. Kedua lutut lurus. 6. Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya. tarik ke belakang diikuti badan (putar). 3. tarik leher ke kanan dan ke kiri. • Posisi dan gerakan sama. Lari-lari di tempat. Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. Otot dapat berkontraksi secara cepat. gerakan putaran sebaliknya. Posisi kembali semula. 14. lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. tahan pinggul sehingga nampak elastis. 9. 12. 8. tangan kanan ke bawah. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. 16. 4. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. 7. Meregang otot lutut. 13. pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. 5. selanjutnya kembali posisi semula. Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit. Ayunan ke dua tangan ke samping. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. Latihan gerakan kepala.SENI TARI132 3.

keindahan gerak. variasi untuk membantu penghayatan.71 berdiri jinjit. putaran. Ayunan tangan. Lompatan. Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Putar-jonkok. dinamika gerak. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2.SENI TARI133 4. penghayatan dengan memakai property. Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat.

SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut. dengan pinggul lakukan kengser. Goyang Plastik. tangan bertumpu di lantai. Gerakan kaki semacam Balet. ulang!. pinggul. Laian. • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang. Lakukan gerakan kaki maju ke depan. badan membungkuk. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan lain lagi. beberapa kali gerakan. Gerakan Sit UP. Gerakan otot paha. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. pantat. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. Lakukan beberapa kali gerakan ini. sila. lenggang. Gerakan pinggng otot kaki regang. tangan ke atas berlawanan dengan kaki . ke belakang. Posisi kaki terbuka dan merendah. Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. goyang pantat).72 berdiri santai. lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. dan simpuh badan ditopang ke dua kaki. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian. Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional.

dan rasa kepercayaan diri.. Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. tahan 4 detik..... 4....SENI TARI135 1... kaki belakang berjingkat tangan di pinggang..... Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan.. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb. Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada. 2..73 Duduk santai.. Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya . perpindahan formasi. Tarik nafas perut.... Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan. 3.aaaaach.. Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas.

jarak pandang lurus ke depan. Tahan 10-12 menit. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut.. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping.SENI TARI136 1. dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. tahan nafas. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. Seluruh otot tanganotot bahu. Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan. sikap dipertahankan. 2. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada. bimbang. hembuskan nafas. perlahan-lahan kepala menengadah. 5. tahan.74 berdiri santai. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus. punggung di regangkan. 4. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Hirup nafas perlahan melalui hidung. Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. 3.

Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti. 3. Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. 5. dan alat disesuaikan dengan keinginan kita. 2. disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama.75 berjalan sambil melayang santai. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. (Hal 24 dan 75). Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi. maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari. daerah perut. Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan. 4. 6.SENI TARI137 1. kontraksi pada kaki. Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan.

Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Latihan penutup. dan lambat.SENI TARI138 3.76 duduk santai. • Mengurangi ketegangan. berdiri jongkok. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan.. • Menurunkan suhu tubuh. Pendinginan 3.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula. • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal.

• Berdiri perlahan-lahan. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. wirasa. • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. • Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. Kembalikan tubuh ke posisi awal. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Latihan dilakukan secara individu. berpasangan. relaks. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. Ayunkan tangan. sehingga kondisi dapat segar kembali. busungkan dada. • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang. • Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban. • Pilih musik etnik yang kamu suka. wirama. • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. wiraga. • Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. • Gerakan pelan agak lembut. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks.

Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. lingkaran. Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian.SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian. atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian.

sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. Badan berdiri tegak. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya. Badan berdiri tegak.SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. tangan bertolak pinggang. Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. Badan berdiri tegak. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan bertolak pinggang.

Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap.SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. tangan bertolak pinggang. tangan melebar ke samping kanan/kiri. Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan.

sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit.SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak.ke kiri. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atur posisi badan tetap berdiri tegak.

SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. Posisi badan tempat merendah ke arah samping. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan terbuka merendah. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. Posisi badan rendah ke samping. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Dengan itu saling berhadapan. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik.. dan sebelah lainnya diluruskan.ke kiri. Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian. Gerakan ini dilakukan secara bergantian.

tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan. Gerakan ini dilakukan bergantian. Kedua tangan lurus ke depan. Posisi badan merendah ke depan. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. Posisi badan sedikit membungkuk. Atur posisi badan merendah ke samping kanan.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. sebelah tangan lainnya luus. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dengan saling membelakangi. kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. pandangan lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Pandangan ke arah depan.

kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan.SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna. Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna. kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. selanjutnya melompat setingguitingginya. Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal. Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. badan berguling sehingga terlentang. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Arah hadap ke depan. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah. Posisi badan tidur lurus.

tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna. tangan kanan lurus dialgonal. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks. Posisi berdiri satu kaki.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. Posisi badan menunduk. arah hadap muka searah dengan tangan. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atur sikap posisi badan membungkuk. kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri. tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. Posisi badan membongkok.

dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak. Posisi berdiri satu kaki. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang. sehingga badan lurus dengan kaki kanan.SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan. Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna. ke dua kaki melebar..

kaki. Posisi dan sikap badan tegak. ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. dan pinggul.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul.

Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2. Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus.40.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada. sehingga tidak banyak beban yang diambil. tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak. atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun. Uraian geraknya adalah lari perlahan. kaki lainnya melipat ke arah pinggang. Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang. kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri.

Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang. Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping. rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan. Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan.

lurus ke atas. Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping. Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah. Gambar Tabel 2.SENI TARI152 seimbang. memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan. sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik.5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut. lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. yang tertuang pada sikap tubuh. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. kaki. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. Tetapi pada sisi lain. dan masih banyak lagi. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon. dan badan. Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan. ngepel. Pada tari-tarian manca daerah. nyempurit. pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. ngruji. akordion. Hal ini disebut akulturasi. Pengaruh tersebut sa. Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai. Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. gitar. terbang/rebana. keprak. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. kenthong. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa.

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera. cuplikan inti ceritera. Oleh sebab itu. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dancescrip. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik. pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari. serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. ide penggarapan tari. Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. bentuk sastra. Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan. dialog. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya.SENI TARI163 peran. peran seni drama sangat menonjol.

berupa hentakan kaki. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana.SENI TARI164 B. Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. • Instrumen sangat sederhana. terdiri dari tifa. proses inisiasi (pemotongan gigi). perkawinan. Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik. sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pesta kelahiran. . misalnya : menirukan gerak binatang. Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. karena akan berburu. berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. • Tata rias masih sederhana. keberuntungan panen. bertujuan untuk kehendak tertentu. dan sebagainya. tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan. Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1. Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap. Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. bahkan tanpa memperhatian dinamika.

Sumber Koleksi DepBudPar Gb.1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3. keunikan tari primitif walaupun gerak. dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur. musik. tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. 3. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati.SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 Tari Gambyong (Gb.3 dan 3.3. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku.SENI TARI166 2.4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Bedoyo (Yogya-Surakarta). Tari Baladewa Kresna (Surakarta). 3. 3. 3.3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun. 3. Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali). Tari Gambyong (Jateng0. Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama. Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang.5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi). Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng).7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur).SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional.10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur). Sumber Koleksi Pribadi Gb 3. TMII Jkt Gb.9 Bersih Desa Gb. 3. 3. 3.

berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar. Tari Gandrung (dari Banyuwangi).SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada. Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat). tari rakyat. Tari daerah setempat di lingkungan kita. Tari Lengger (dari Banyumas). Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. menjadi warisan budaya secara turuntemurun. 3.11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb. Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum. Konsep koreografi sederhana.12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat. 2. 3. Tari Tayuban (dari Jawa Tengah). Sumber Koleksi DepBudPar Gb.1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan. Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat. dan tari klasik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya.

15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. 3.14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini. 3.16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya.SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. 3. 3.

3. Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat).20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Yogyakarta). 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .22 Dogdog Lojor 2.21 Tari Manikam Gb. Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang.19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB. 3. Tari Legong (Bali). Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah.2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi . Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi. 3.SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta).25 Tari Legong Gb.23-3.SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut.24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb. 3.26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan. 3. Tari Legong Kraton (Bali).

Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. Contoh bentuk Wayang Orang. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo.SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok. yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium. Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong). Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta. 3. Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog.27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . konsep tersebut banyak mengalami kendala.

dan sebagainya). Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim). Tari Wira Pertiwi.28. 3. namun secara konseptual tetap mempunyai aturan. Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni. Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti).Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas. Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku.29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Sumber Koleksi Internet Gb 3.30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI173 3. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong.31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.

35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.36-3.3.37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.32-3.34-3.SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.

3.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah. 3. Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit.39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya. 3. 3.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb.i Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian. Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1. 2. Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. 1. 3. Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4. Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal. pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta.SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. kita bahas bersama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian). mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar.

Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). Pada daerah tertentu di Indonesia. salah satunya termasuk tari.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. sarana memuja dewa (keagamaan). Pada masyarakat tertentu. memelihara/berlatar belakang agama Hindu. Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta). biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat.SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif. tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara. Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Tari 3. Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak. 1.45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja. serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara.

49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat. 3.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .46 Tari Nyak Puan 2. 3. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3.47 Tari Janra UPeuteh Gb.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3. Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat.48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat. Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan. kelahiran. Kematian. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura. 3.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb. Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin.SENI TARI179 3. Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang. Oleh sebab itu. 3. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan. injak telur.51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b. Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu. Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut. penyambutan tamu agung. potong rambut.

Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua. mengikuti selera kaum muda dan mudi. dan masyarakat secara umum. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1. 2. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama. 3. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. Sumber Jurusan tari Gb. Gerak tari ini dilakukan berpasangan. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang. bersih desa. Oleh sebab itu. 4. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb. Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. 3. Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. 3.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut. tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting.

61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.56-3. Tari Tayub dll.3.SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso. 3. Tari Joget.. Tari Gandrung.58 .Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb.59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb.57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Serampang Dua Belas. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.60.

3. Ludrug. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta).63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jenis Ebeg. Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi. Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini. Tari Topeng Gong. 3. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal. Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton.62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI182 5. sehingga kesan teatrikal nampak. dan tari. TIMTI Gb. Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas. Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa. Selain kesenian Betawi. Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi. Tari Buncis (Banyumas). yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat. Sumber Koleksi Anj. musik teater. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim).

Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. PERKEMBANGAN TARI 1. Memohon keselamatan. 1. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. 2. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. 3. karena tarian rakyat. 3. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama. 2. 4.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. biasanya mengadakan pertunjukan kesenian.SENI TARI183 Gb. Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat. 4. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. perlindungan. TARI REKREASI 1. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. 62 C. 5. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai.

3. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb. asesoris. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang.64 Tari DolAlaK i 1. dan musik iringannya sangat sederhana. Kostum tari sangat mencolok warnanya. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok. Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya.SENI TARI184 2. 3. 2. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.

Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik.SENI TARI185 3. 3. pendekatan koreografis bertema kontemporer. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2.66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik. Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai. 3. dengan standar tari yang tinggi. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja. Sumber Internet Gb. Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik.

Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer. Selain itu menghindari pada penekanan teknik. Awal tari modern . 4. 3. 3. Modern Dance 1.SENI TARI186 4. Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2. karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3. Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb.68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb.

dramatikal. Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ. 5. Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler). dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya. Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet. 4. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb. dan musik iringan. Tari Musik Panggung/Opera 1.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI187 5. Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3. 2. 3. terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa. tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen.

4. 7. 3.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5. 2. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang.SENI TARI188 6. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia. Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia. 3. Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6.

dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. Oleh sebab itu. Tari Rakyat. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang. Tari Sosial/Pergaulan. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. Tari Musik Panggung atau Opera. Lihat dan amati. Tari Pendidikan. RANGKUMAN Pada hakikatnya. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. dan waktu. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. dan Tari Klasik/Istana. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). Tari Modern Dance. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. Selanjutnya. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. penari. Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi. ruang. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi. dan Tari Teatrikal/Pertunjukan. Tari Balet.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas. Tari Rakyat. tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. maupun seniman selaras dengan irama atau musik. Pada masing-masing bentuk tari di atas.

D. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian. baik elektronik maupun non-elektronik. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan. kita harus ingat dan memahami. khayalan. Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai. penuh vitalitas. termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. Tetapi para siswa dan guru. 2. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa.bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. 3.SENI TARI190 Tugas: 1. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk. kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas.

Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini. 2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis. Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya. 2) Pengetahuan.SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. 3) Pengertian. 1) Persepsi. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. 4) Analisa. 5) Penilaian. 6) Apresiasi.

Tari Baina. Tari Karambik dll. Tari Baluse.SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. Tari Kain. tari Terang Bulan. Tari Angguk. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tata teknik pentas. Tari Kapri. Tari Buyut Managan Sihala. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Tari Barampek. Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan. Tari Manduda. Tari Upacara. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. musik iringan. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi. Aceh dan Sumatra Utara. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Kental imbas pengaruh Melayu. Tari Pisu Suri. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Andung-andung. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. Tari Nontradisional. dan perkembangan Tari Tradisional. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari. Pendukung tari meliputi kostum. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. Tari Tononiha. Tari Cikecur. peran-fungsi tari.

Contoh Tari adalah Tari Ngelajau. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Kederen. Tari Asuk. 3. Tari Labehati. Bungong Sie Yung-yung.72 Tari Ngelajau Gb. 3. Tari Dampeng. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Anyung. Tari Ranu Labuhan. Tari Bines..Tari Bak Saman. Tari Landak Sampot. alunan gerak dengan alur-rentang sempit. Tari Cuwek. gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Apeut. Tari Cincang Nangka. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Lanieu.

Bengkulu. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum. Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan. Oleh sebab itu. Sumatra Selatan. Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari. Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut. Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton.SENI TARI194 Sumatra Barat. Jambi. Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan. Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya. Riau. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan.

74 . Tari Kain.SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring. Tari Karambik. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Lilin. tari Payung. Tari Ampun Mende.Rancak di Nan Jombang. contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Rambai.

Tari Zapin. 3. tari Sekapur Sirih. tari Bidadari. Tari Lambak. tari Gandai. tari Joget Lambak. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). tari Massal Kijjai. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita. 3. 3.. ( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri.75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb.77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI196 Riau: tari Japin. Tari Catuk. tari Kain. Tari Keris. Tari Ambong. tari Persembahan tari Joget. tari Kikuk. Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun.

biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama.SENI TARI197 Jambi. tari Kepak Balam dll. tari Depan Tulang Belut. maka tari ini berbentuk tari sosial. . 3.Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. tari Kelit Lang. tari Mandi Taman. Tari Kain. tari Sauh. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .78. tari Kipas Perentah. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi). tari Gunjing.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk.

Tari Andun. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).. Tari Bebe. Tari Badalung.80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan).dan 3. tari Badaek. tari Burung Putih. tari Tabur.79. tari Temu. Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3. Tari Bayang Sangik. tari Melimbang. tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan).SENI TARI198 Sumatera Selatan.

Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. Ayunan Tangan. Posisi geografis sangat menguntungkan. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. Tari Bebe. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti. Tari Arus.SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. 3. Sumber Koleksi DepBudP Gb. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. tari Melinting. tari Batin. 3.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Lepas.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

3. Tari Ronggeng. 3.84. Tari Topeng . serta Topeng Angga. Tari Ngarojeng. Tari Topeng Gong. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. topeng Cantik. Tari Blenggo. 3. Tari Gong.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI200 Jakarta. Tari Tayub(Nayub). Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan.

SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. . Tari Kandagan. Tari Topeng.dan 3. Tari Candra dewi. Tari Longser. Tari Keurseus.86 . Tari Dewi.87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Doger. Tari Merak. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. 3. Tari Kembang Puray.88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Keris. Tari Ketuk Tilu. Tari Capang.

tari Golek Lima. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. tari Srimpi. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. Pergelaran di Pendopo. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang.SENI TARI202 YOGYAKARTA.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .89 A. tari Bedhoyo. dll. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Gb.

Tari Anoman Kataksini. Tari Bondoyudo. 3. 3. Tari Surenglaga.91Tari Warak Dugder Jawa Timur.. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Kridohumangsah. Tari Saptoretno. pertunjukan secara berkeliling. tari Topeng (Madura). Tari Srimpi 9. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Lawung. Tari Embat-embat.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. 3. Tari Bondoboyo. tari Bondan. Tari Karonsih.Tari Panji. Tari Atandak. tari Bapong.Tari Retnosari.SENI TARI203 Jawa Tengah.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Menak Koncar. Tari NgRemo. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita. Tari Srimpi 5. tari Rantoyo. tari Jejer.93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berperan seperti tledek atau Ledek. tari Golek.

3. Tari Janger. Tari Andir Legong Keraton.95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur. Tari Dag. Tari Ampok-ampok.94 dan 3. Tari Elilola. Tari Arja. Tari Cak. Tari Bidu. Tari Kecak. Tari Kebyar. Tari Deda Lolon. Tari Kabana. 3. Tari Barong. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Bial Tojong. Tari Amiles Siku. Tari Barong. Tari Cawan. Tari Rangde. tari Padoa. Tari Ende. Tari Ana Keka. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan.dan 3. tari Danding. Tari Pendet. tari Likurai. tari Legong. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Soka Papak. Tari Dio doe. tari Kecak. Tari Bajra.97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI204 Bali. Tari Badong.96 . tari Carana. tari Lenda Nusa Malole. Tari Basur.

Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt.98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb. Tari Maengket. tari Kebesaran.99 dan 3. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. TMII Jkt Gb. Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Turutenden. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt.98 A dan 3. 3. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. dilakukan kelompok gadis.SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj.100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.

tari Ana Tete. serta penobatan putri masa akil balig. Tari Banggai. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. kitanan.SENI TARI206 Sulawesi Tengah.

103 dan 3.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya.104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat. 3. Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini. 3.

105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Mombesara. Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. Tari Dero. tari Dinggu. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Motaro dll. Tari Modero. Tari Modelusi.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara. Tari Morengku. Tari Katumbu. Tari Salonde. Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Kancara.Tari Moleba. tari Mangaro. Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Morasa. Tari Lumanse. kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya. Tari Moana. Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. tari Linda. 3. tari Lumunse. Tari Moese.

Tari Dumono. tari Moseng. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Maklatu Kopi. tari Padudupa. Tari Alu-alu. Tari Alusu. Tari Mappacci. Tari Malemmo. 3. tari Mananeng. Tari Mak Bandong.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Mangandak. Tari Mak Randing. Tari Maluyya. tari Pasuloni. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. 3. Tari Mak Jekne-jekne. tari Bisaro. Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. Tari Tano Doang). tari Denggo. 3. Tari Losa-losa. Tari Daok Bulang. tari Pagalung. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. Tari datu Museng.107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Kondo Bulang. Tari Cip Cip Po. Tari Lule. Tari Mangayo. Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau. dilakukan oleh penari Putri dan. tari Pettenung. Tari Manganeng.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu. Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. Tari Makrencong-rencong.

Tari Burung Enggang. 3. oleh 4 wanita.Tari Anggo. tarsaku Ayu. ditarikan pada masa paceklik. tari Perang. tari Hudok.SENI TARI210 Kalimantan Timur. Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Bekuku. tari Amboga. Tari Gantar. Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya. tari Sirang. Tari Datun dll. 3110 dan 3. tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana. Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Totokng. tari Tandasambas. Tari Belahong. 1 orang lelaki(pawang). Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Bejo Ujo. Tari Belaong.

tari Mantang. Baksa (Ajaran.114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Gandut. tari Japin Sigan. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan.113 dan 3.SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut. Tameng. tari Balian Bukit. 3. tari Topeng Panji.112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.Tumbak). Tari Bogam. 3.

Tari Maru Putih.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 31. 3. Tari Kinyah Danum. Tari Badeder. Tari Banggai. tari Kinyah Bawi. Tari Dodobol. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. tari Kinyah Pampulu. Tari Balian Bawo. TMII Gb. Tari Bahala. Tari Bukung.116 Tari Giring-giring Maluku.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. Tari Kanjan. 3. Tari Karaenta. Tari Caka Lele. Tari Denge-denge. tari Mandau Talawang dan Kapuas. tari Boleong Dadah. tari Mutiara. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb.115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj. tari Manjuluk Sipa. 3. Tari Mabileose. Tari Tambung. tari Lenso.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. Tari Dendang Dilale. Tari Kangkurung.

. Tari Aniri. Tari Meitoro Meisawe. Tari Kampu.SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Dombe. tari Wor. Tari Etol. Tari Ndi.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Meto. Tari Det Pok Mbui. Tari Aluyen. Tari Dow mamun.119 dan 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.TariMbis Pok Mbui. Tari Mooni. 3. Tari Aya Nende. 3. Tari Yospan.121 dan 3.

126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut.SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia. 3. 3.123 dan 3.125 dan 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. upacara pengantin. serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami. bentuk gerak. penyajiannya cukup unik. . kemudian uraikan berdasar pendapat kalian. penyajian dan perkembangan yang dimilikinya. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya. pola garapan. Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik. Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah). dsb. pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan. Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya. iringan tarinya. Analisalah tari-tari yang kalian amati. gerak.SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya. rias-busana. tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penyajian. tari karya Gusmiati Suid (Padang). Coba kalian jelaskan tentang irama. untuk penghormatan tamu agung. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya.

7) Ide pijakan gerak. Tari Upacara. 14) Tata cahaya atau lighting. Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). 10) Tata rias dan busana. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut. Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Nontradisional. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari. peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok. sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. 11) Properti. fungsi-peran atau tujuan tari. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. Latihan 1. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. 3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. 13) Pola lantai. Tari Pergaulan/Sosial. 12) Setting atau stage. 2) Nama dan asal koreografer. Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. 9) Musik iringan tari. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia. Tari Teatrikal secara seksama. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. coba jelaskan latar belakang. 5) Waktu dan tempat pertunjukan.

Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut. Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton. karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kreasi dan moderen). Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa. Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan. guru. mahasiswa. menganalisis. sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi. guru.

SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3. 1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Oleh karena itu. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek. 113). dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni. keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan. membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. pemahaman.SENI TARI219 E. wirasa. Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita. Pada hakikatnya. tanpa intrik. NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya. dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama. Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. alasan dimana wiraga. kepekaan. Namun demikian. keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera. Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. garis dan warna (rupa). Dalam seni tari. yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. nada(musik). merupakan keindaha yang semu sifatnya.

dan instrumen menjadi penguasaan penari.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. peran. taati dalam melakukan gerak. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. berkesinambungan. ketentuan gerakan tari. dihafal. lucu. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. Irama: Kriteria mengatur kecepatan. tenang. dan ungkapan gerak (marah. tempo. Penari harus mampu mengendalikan gerak. gendhing. Gendhing: Kriteria pemahaman musik. Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan. Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. dan sebagainya). Penari mampu menghayati gerak. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. sedih. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3.

3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak. Tari Jawa Timur. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. kontrol gerak. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari. serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. kedalaman isi karakter. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda. jenis gerak yang dilakukan. Tari Surakarta. Sulawesi. pengendalian diri sexcara maksimal. Sengguh. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. Tari Jawa Yogyakarta. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya. ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. Pada Joged Mataram. Bali. peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. Kedalaman penghayatan gerak. GREGET: Daya kekuatan emosi. masalah Sawiji. Greget. Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. Sulawesi. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Walaupun terkesan terlambat. dan Tari Sumatra Barat.

ikatan wiraga.4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran.SENI TARI222 Dalam tari tradisional. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik. dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari. dramatik. baik hubungan dengan gerak dan musiknya. serta penghayatan prima terhadap karakter. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya. dan suasana tari. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. wirama. Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. Bagan 3. penghayatan gerak serta olah rasa. gerak yang dilakukan.

menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang. referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A. Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi. Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi. Rudolf Laban. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ. hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari. Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja. Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah. 1. Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi. Jecquiline Smith. Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari. Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery.

dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan. • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan.SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan. menyerap. Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop). tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru. • Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. masukkan ke kapasitas ingatan. sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang. Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin. Merasakan • Belajar melihat. • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak.

format. bergetar. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. La Merry. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. Bentuk. gerakan mengayun. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan. kedudukan. posisi. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi. Dalam kaitan dengan tari. mengalir. dan wiraga. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. dan tekanan. ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal. gerak merupakan unsur yang penting. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. Format gerak berhubungan perubahan sikap. dan kedudukan dari suatu benda. wirama. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. Gerak terdiri dari tenaga. kualitas. Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. Laban. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. 1. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. lebar dan volume. dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari.SENI TARI 224 B. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan.

Motif. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya. serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. konstruksi. mengalir. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. jenis. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi. Para siswa sekalian. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. bentuk. Masalah tempo atau ritme. kekuatan dan jangkauan gerak. bentuk. Oleh sebab itu. Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat. patah-patah. Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. 2. dan patah-patah. kendur. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. Jenis musik yang teratur disebut ritme. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. mengayun. Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. dan menata melodi. dinamika. Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. merangka. dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni. klimaks. mendalam.SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. hegenitas. dan alunan suara secara tepat dan benar. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus. Di sisi lain. perkembangan. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. ritmik. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. tekanan. Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar.

piano.4. organ. 4. dan lain-lain.SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat. Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar. Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan.1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda). 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.3 .4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . drum.

angka delapan dan sebagainya. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga. garis lengkung dapat berwujud ular. lurus. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. geser ke kanan-kiri.SENI TARI 228 3. Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan. dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. segi empat. ruang gerak. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. lingkaran. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri. Pola garis lurus dapat dibuat ke depan. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan. zigzag. lari cepat. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. tari Hula-hula dari Hawai. huruf V. Garis menyudut atau diagonal. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. kepala. kaki. dan ke samping atau serong. ke belakang. Di sisi lain. spiral. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). lengkung. Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . huruf T. Gerakan jalan. Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. dan posisi penari pada saat diam. tubuh. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap.

Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. melompat. a. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala.SENI TARI 229 4. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. kepala ditengadahkan. Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. secara rinci dapat disebut yakni. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. Badan dan postur penari tanpa perspektif. Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. Desain Datar. serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton. melayang sesaat di udara. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. merentangkan ke dua tangan ke atas.

Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. Kesan desain ini nampak teratur. penuh energi. lembut. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. dan umpan balik yang terkesan dangkal. Desain memiliki kesan tenang. tungkai.SENI TARI 230 b. menyerah. Desan Vertikal. kokoh. lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. Kesan yang ada nampak egosentris. Desain ini tidak menggunakan desain kontras. Desain ini memiliki kesan kuat. i. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. e. desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. Desain Statis. kepala. d. Desain Murni. Desain Horison. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari. kesan yang ada nampak tercurah. lembut. Ke depan. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan. desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. Kesan yang dimiliki adalah sederhana. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. Desain Lengkung. dan lebih dalam lagi kurang berdaya. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. Dsain ini menarik. dan serong. h.. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. tenang. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. pasrah. Desain Dalam. dan tidak menuju ujung garis. dan bersahaja. f. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. Kesan yang nampak halus. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. kejujuran. Sebagian anggota gerak tubuh. kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. c. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus. g. Desain lurus.

k. Desain bersudut. Desain Lanjutan. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. Desain Medium. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. pangkal lengan. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. o. desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. pangkal paha. kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lutut. Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. l. lingkaran-lingkaran puting beliung. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. Desain Spiral. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup. Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu. apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah. n. pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. Desain Rendah. m. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. Desain Tinggi. Apabila kurang hati-hati. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. p. desain berada pada desain atas dan bawah. Desain Terlukis.SENI TARI 231 j. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan.

q.SENI TARI 232 diwujudkan. rambut. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. 5. Desain Asimetris. Contoh lain. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. tangan kiri bertolak pinggang. Apabila koreografi digarap secara professional. Desain Simetris. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . s. kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap. seorang memiliki badan yang bagus. tenang. Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. Contoh memarahi orang. r. lengan kiri lurus ke samping kiri. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati. Desain Tertunda. Tangan kanan tolak pinggang. sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. Kesan kurang kokoh. desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama. maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. Desain ini menarik dan dinamis. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. Desain ini memiliki kesan kokoh. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan. maka tangan kiri juga tolak pinggang. Lengan kanan lurus ke samping kanan.

pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas.SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. biasanya sering diingat olah banyak orang. Oleh sebab itu. Selanjutnya. Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan. Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan. Di sisi lain. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja. Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan. Dramatik terdiri dua tahap. pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan. Perjalanan naik agak lambat. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal.

terjadi hanya satu klimaks saja.SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama. Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan. Lengkapnya garapan. harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal. Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan. Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal.

kepala. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. Dalam tari-tarian wilayah timur. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. dibutuhkan dinamika. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan. Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak.SENI TARI 235 6. serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. tekanan atau aksen. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. torso bagian atas. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan. Di sisi lain. Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. kualitas gerak. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. Di Spanyol. cepat-kuat-bertenaga.

Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tekanan dari lemah ke kuat. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas. masalah musik. keras ke lembut. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan. tenang. • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. dan sebagainya. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi. Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. Dinamika lembut. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. pergantian tempo. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. sedang. Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif. Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. Makin lama keras disebut Forte. Masalah gerak. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. misalnya lewat pengaturan level. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari.

dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. teliti. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak. 7. Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . formasi. tidak membosankan. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan. depan dan belakang. menarik. atas dan bawah. Apabila terjadi sebaliknya. Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang. Oleh sebab itu. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok. Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. Dengan demikian. kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. tergarap secara baik.

Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. arah tujuan. serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak. Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga. antara urutan satu penari dengan penari lainnya. Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi. kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. dengan motif gerak yang sama. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. kurang pengolahan teknik desain. posisi suatu kedudukan. bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. Sehingga.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau. berurutan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . . Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian.

Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. kredibel. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah. Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional. Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. cannon. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah. mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional. mempesona. Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan mewujudkan impian keindahan garapannya. Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. dinamis. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif. Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas.

Dengan perkataan lain. dan konstruksi koreografi. instruktur atau tenaga ahli koreografi. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . improvisasi gerak dan penataan gerak. busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema. • Dapatkan tema ditarikan. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. rangkaian kalimat gerak. Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab.SENI TARI 240 8. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak. Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak. Dengan demikian. tempat. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik.

Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu. Pilihan tema yang demikian harus dihindari. dan bentuk tarian untuk upacara tertentu. melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. Tema orisinil ditarikan lebih baik. upacara adat. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya. 4. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 9. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan. Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb. Apabila tema menjadi bukan orisinil. 4. Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi. yang ada dalam garapan koreografi.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan. Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton. pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari. Sehingga.

Sumber: Jurusan Tari UNJ 4.) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. 4.5-4.10 Sangkrae(KalTeng). Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah. Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi). Gruda (Bali).8 Kostum Gruda.9 Trunajaya (Bali).SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. 4. 4.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau). Fantasi (Bali) Gambar 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung). 4. 12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 243 Gb. 4.13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4. Pendet dan Lojor (Karakteri).11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.

Gb. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. 4.17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. 4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter. Gb.15 dan 4. 4.

Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. tinggi 20 cm. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. Hal ini apabila terjadi. Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi. berkualitas. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. Bentuk dan format trap bermacam-macam. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. bujur sangkar. segi enam. Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. segi delapan. Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. Ada yang berbentuk segi empat panjang. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 245 10. 40 cm. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya. kesan koreografi akan lebih mendalam. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. di bawah standar panggung.

Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. kipas. Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur). piring. piring. pedang. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. kendang. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. tombak.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. payung. panah dan masih banyak lagi. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. keris. bola. Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. payung. kipas. Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. memenuhi standar properti. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cundrik. mandau. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. selendang. Pada sisi lain. tongkat. rebana. Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya. Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. dan asas pakai properti secara baik dan benar. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. padat. dan memenuhi kualitas penggunaannya. fungsi.

4.22 Tari Manyong Gb. 4.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi.23 Tari Manyong Gambar 4. 4.18 dan 4. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.22 dan 4.SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional.21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .20 dan 4. 4. Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan.

SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. memenuhi harapan koreografer dan penonton. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan. Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. profesional. Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. properti panggung menjadi alternatifnya. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. replika panggung yang dibutuhkan. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. Pada penerapannya. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. Untuk menempatkan wahana replika. Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. pemanggungan (staging). Oleh sebab itu. spektakuler. serta bangsal sebagai tempat pergelarannya. Dalam pengembangan. halaman pura. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita. Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. Peralatan dalam bentuk lain. selanjutnya. pendopo. Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka. sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa. karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum.

Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo. tiang. Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal). Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing.SENI TARI 249 atas. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk. Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional.24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional). Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang). Gb. dan besi beton.4. Di bawah ini contoh pendopo yakni. Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas.

25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. Gb.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. 4.SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut.

Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka. Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4. terbuka.SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. Gb. Atau dengan perkataan lain. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas. dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian. penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola.27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda.

tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb.4. kebersamaan panggung. . tangga berundak. Gb.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis.SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut.

serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. penciptaan suasana. menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata.SENI TARI 253 1. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional. kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung. dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan. kualitas pencahayaan. penguatan adegan.2. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada. Hal ini menjadi masalah yang beragam. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi. Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan.

sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih. kuning. Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. penghayatan. Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. lirih. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. musik iringan sendu. tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lampu yang temaram. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. merah. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. pemeranan. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. Perlu diingat. dan general. dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. Kualitas pencahayaan sangat penting. Begitu pula sebaiiknya. dan menyayat. semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. dalam situasi perang.

serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. dramatis. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penciptaan suasana. Oleh sebab itu. Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. kurang memenuhi harapan. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. Oleh karena itu. dan efek koreografi yang diharapkan. adegan kuang sempurna. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan. koreografi semakin hidup. dan kurang mencapai tujuan koreografis. dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut. ekspresi yang dilakukan. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai. Efek pencahayaan dapat merugikan. masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan.

susunan koreografer.SENI TARI 256 12. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer. Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala. pilihan asal tarian. Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan. Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. Di sisi lain. Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. pilihan cerita. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . perkembangan. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. memenuhi syarat. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan.

KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari.SENI TARI 257 C. Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik. dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. akhir. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih. dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. Dengan cara demikian di atas. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. mempunyai tujuan. Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. Oleh sebab itu. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini.

elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian. Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. Wujud tampak dapat berupa gerak. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. isi laut. 1.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. hubungan sosial. 1. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri. Di sisi lain.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. Masalah pengembangan ide. dan mengembangkan secara tepat dan benar. Bagaimana anak harus bergerak. merasakan. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. irama. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. dicari. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. menggerakan. Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. tema. dan kekuatan kreatif. tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan. berimajinasi. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. imajinasi. mengembangkan gerak secara teratur. dan merespon.

SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mencari gerak untuk menemukenali diri.4.31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar.32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi . 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri. di sini dituntut pematangan ide.30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.

33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi. level. raba. mengolah tempo dan ritme. 4. tenaga. kepekaan bunyi.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu. irama. dinamika. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rasa. seleksi dan mencipta daripada eksplorasi.SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. tempo. peran dan alat bantu. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi.

36. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb.4.35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 4.SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4. 4.37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar.37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak.Gb.

Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 38-4. lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi.39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4.SENI TARI 262 1. 4.3 Forming (membentuk. • Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. • Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk. mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi.

4. gerakan (gb.41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.42) dan ruang pentas (4.4.41) .43).SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb.42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 4. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi.45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . akan tetapi perIu dipupuk.SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. walaupun kadarnya berbeda-beda.44-4. ide-ide baru.L Utami Munandar). Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. aktivitas. melahirkan penemuanpenemuan baru. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. 4. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. • Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan.

Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang.47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang. gerak dan waktu. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari. gerak. Oleh sebab itu. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari. dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Cakupan teknik gerak. kemampuan personal. 4. dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari. 4. di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari. dan waktu.

Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk. dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya.. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini. 4. kadar. dan properti tari dalam bentuk gerakan.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya. Kreativitas perlu dipupuk. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .48-Gb.SENI TARI 266 3. 4. Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda.49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split. 4.

50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb.50-Gb.SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak. . dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4. gerak dan waktu. properti. 4. 4. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit. dan pengolahan ruang.

Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. Oleh sebab itu. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. mempunyai kekuatan komunikatif. Oleh sebab itu. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar.SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda. Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh. gerak dan waktu. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. 4. dan taktis.. Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur. Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian. terampil. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik.

tekanan. diam. imbang. terputus dll. elemen komposisi. sedang. Untuk jelasnya. diagonal. ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. berjalan. belok. Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. rata. setengah lari. menjalur. ayunan bebas. asimetris dll. berlutut. berpindah. lurus. 4. Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi. silang. elemen tari. dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rentangan. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat. jumlah dan simetris. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan. kanan. 3. loncat. Level rendah. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. 4. tinggi. arah kiri.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. 2. simetris. ujud badan. mengambang tertahan. organ dalam tubuh. aspek bentuk yaitu 1. gerak isyarat. bergerak. 2. pelan. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. 3. merentang dll. beralih. wujud ruang sudut. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat.

kesan yang ditangkap pandangan penonton. Oleh sebeb itu. Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. dan teknik mengingat secara cepat.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. cepat terlupakan. Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. dicacat. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode. Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan. Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. dan didokumentasi. dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. Tari sebagai momentum pertunjukan. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari. cara. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. lebih menempatkan kecirian individual. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Property 11. Gerak Tari 2. Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4. Tema 9. Tubuh 3. Alternate(Selan g-seling) 5. Waktu 5. Kelp 7. Gerak 2.Penyusunan Acara 1. Tata Pentas 12. Disain Musik 8. Dramatik 5. Dinamika 6. Broken(Terpeca h) 4. Ruang 4. Tata Lampu 13. Desain Lantai 3. Rias Busana 10.SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1. Desain Atas 4. Balance( Seimbang) 3. Union (Serempak) 2. Tenaga 1.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Komp.

ledek Blora. guru. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. matang dan mendalam. praktisi seni dan segolongannya. asumsi ini tidak benar semuanya. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. Di sisi lain. penulis budaya. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio. ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang.SENI TARI 272 D. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia. Pada sesungguhnya. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata. Setidaknya. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba. Secara umum dapat dijelaskan. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. Selanjutnya.

jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu. Atik Sopandi berusaha mengungkap. Perlu dicermati. alam. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. pelaku aktif (seniman. Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati. penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. moral dan intelektual. (2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Selanjutnya. Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut.SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan. pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran. Perkembangannya. Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. termasuk adalah karya tari. Indah adalah suatu nilai. • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya). Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. keindahan adalah nilai estetis murni. Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide.

Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas. yang tersusun dari daya hidup. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. 1. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya. akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. Dari uraian ini. penggambaran.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan. keterampilan sebenar-sebenarnya. dengan melalui pengalaman. • • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai. maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E.

bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. lisan maupun kliping. Dari beberapa kenyataan uraian di atas. sejauh mana pengalaman individu. minuman tuak dan sabung ayam. Untuk itu. menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. bagaimana aliran seninya. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. emosi-emosi dan jiwa. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. Karena itu Anda juga mengetahui. emosi. Dari uraian tadi. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. menyukai hal-hal rumit dan baru. seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. atau kunjungan ke sanggar-sanggar. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual. tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. menonton televisi. maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. menampilkan dan memandang suatu seni (rupa.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin. bagaimana hubungan seni dengan keindahan. pergelaran mana yang dikunjungi. namun mereka bebas berpikir dan bertindak. penghargaan dalam kepribadian individual. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. studio seni. dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. video. atau pameran.

dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karakteristik. Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya. imajinasi rasa. membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif. Siswa menangani tugas-tugas dari guru. Tari Blekdikdot. Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera. Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. bebas dan senang.SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. emosi. prinsip memerlukan estetika. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. Tari Gembira dll. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. 2. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung.R. seperti : rasa kepuasan. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan.I Maradawa. imajinasi. Tari Kijang. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. penonjolan arti keterampilan. Berdasarkan hal tersebut. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat.

dan ini dapat dibuat. Jelaslah. siswa dapat menjadi paham. 3. maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. Bagaimana siswa menciptakan. diinterprestasikan para seniman. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif. musik dan rupa). pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. siswa menyajikan. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari. langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. kedisiplinan yang luas. Di lain pihak. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. akhirnya siswa dapat menjadi paham. Di samping itu. Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. Jadi penciptaan. Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. kenal dengan ide. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual. Hal yang sama dalam konteks penampilan. perlu dilatih. Dalam konteks penampilan. Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif.SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. memprogram persepsi dari kerja seni. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik. Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan.

mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni. Harus merencanakan untuk menggelar ide. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas. disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni. musik. kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. Maka jelaslah disini. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh.melalui suatu proses kreasi. tari rupa dengna bentuk kontemporer. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. Membuat ungkapan. abstrak. balet dan daerah setempat. maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk . • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. pameran dengan cara menonton melihat karya seni. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. penampilan. mengulangi dalam waktu yang sama. 4. serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu. group. Lebih lanjut dalam laporan. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. jazz. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. ruang dan waktu secara kreatif. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri. Hasil akhirnya koreografi membosankan. 3. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. ruang. DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. sikap. Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. Kebutuhan variasi gerak. kedudukan. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi. gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya.SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. pengulangan. 2. Kesatuan aspek gerak. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak. mencatat rencana dan hasil F. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam proses struktur tari. dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan. Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan.

sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu. Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama. koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. Di sisi lain. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak. Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. Gerakan tertentu terus berhenti.SENI TARI 280 4. dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan. 7. Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya. 6. tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. 8. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. menmgingat kembali (recall). Oleh sebab itu. pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penguatan kembali (reinforce). 5. diakhiri dengan kesan yang mendalam. tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. gema ulang(reecho).

menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. 2. mengambil intisari. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi. menambah sana sini. 4. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. mementaskan dan mengamatinya. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni. meluaskan. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya. menyusun.SENI TARI 281 dramatik. G. menyusun variasi. KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. 9. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. menghaluskannya. penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. menghaluskan dan mengkombinasikannya 3. Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari.

Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak. pola. tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi. memillih aksi dan warna melalui usaha apapun. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti. patung. obyek. wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan. Sesuatu studi itu murni.2. 3.2.1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3. 3. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar.SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. tata ruang atau hubungan isi.

berat. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal.2. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali. ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant.2. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu. wujud dan kapasitas aksi. 3. dinamis. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang. tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan. Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain. Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak.4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. 3.2.SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana.5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. 3. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya.

dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif. berikut pengembangan dan variasinya. Aspek waktu Rampak : rampak simultan. kontras secara simultan. Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya. tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya. Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. Motif. Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri. Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak. Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan. baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan. saling mengisi secara simultan.SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort).

Bentuk Terner. gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut. Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana.SENI TARI 285 3.6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya. • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter. 3. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti.5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3. Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi).4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika. Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya. Bentuk Rondo.

desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari. dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat . • Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari. level atas-medium-bawah. 3. • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat. klimaks. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan. berimbang. kontras. transisi. desain dalamtertunda-datar. 3. desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. gerak mengalunstakato.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan. musik. kostum. meliputi keserasian gerak.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut. variasi.ke cepat. gerak mengalun ke gerak patah-patah.8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. proporsi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan. • Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. pengembangan logis dan kesatuan. rias.

Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. panggung depan (up stage). gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. Teknik. dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. dan seterusnya. dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia. dan panggung belakang (down stage). GERAK KREATIF G. melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya. gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur. Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri. mempunyai kekuatan komunikatif.

¾ run. effort. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body. ¾ run. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari. waltz run.SENI TARI 288 Untuk jelasnya. waltz balance. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop. spce. waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop. two-step. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. step-hop. polka. slide. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. effort. waltz run. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. skip. dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. skip. slide. twostep. polka. step-hop. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. dan shape secara variatif. waltz mazurka melalui landasan dasar body. spce. waltz balance.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi. 1. Langkah menunjukan arah. fleksibel. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. dan kecil. koordinatif. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. Landasan tubuh. Arah biasanya menunjukan tujuan. Ukuran terdiri dari ukuran besar. Ruang dapat berupa ruang pribadi. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. Khusus untuk anak-anak senang bergerak. Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. level sedang. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik. dan level rendah.SENI TARI 289 Pada sisi lain. ke arah atas. ke arah kanan. waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik. ruang. bahasa tubuh. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. ke arah kiri. Level merupakan posisi atau kedudukan. gerak. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif. sedang. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak. ke arah belakang. dan ke arah bawah. ruang umum. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif. dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif.

sedang.panjang.terikat. bagian yang dilaluinya. 5. • Alur Bebas.SENI TARI 290 Hubungan di atas.tidak teratur. pendek. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis. terpecah-satu konsentrasi 4. • Fokus Satu fokus. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi.banyak fokus. bersama. tinggirendah • Bobot Berat. spontan-terencana. di sekitar. Dinamika Irama Motivasi 6. Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu.kuat. tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. berotot-tidak berotot. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut. melalui. 3. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak. Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. di bawah. lunak. mengalir-patah-patah. Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. intensitas –pengendoran.ringan. Kualitas Kecepatan Lambat. cepat. keras-lembut.

kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya. Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya. Desain ruang pentas. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern. Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. Dalam tari. Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. Dinamika • Dinamika. Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga.SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya. agak tajam dengan sedikit tenaga. hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil.

menggambar suasana-suasana emosional tertentu. menjahit) Gestur ritual. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 7. kelancaran kontrol. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi. Gestur • • • • • Gesture sosial. Gestur fungsional. ritme dan dramatik. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi. identitas. gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. waktu. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. tidur. Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi. massa. Gesture emosional. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. ritme emosional. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. estetika. unsur seni. ketepatan. Diantaranya ada ritme pernafasan.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. 8. Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat.

bentuk karya seni tradisi yang telah ada. hasil ciptaan sendiri. estetika dan budaya di masa mendatang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . teknik dan hasil. proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. interpretasi dan evaluasi. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. latar belakang. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya. Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas. belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni. dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi. menjabarkan. penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. gaya ekspresi. Bagaimanapun juga. G. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. dilihat dengan meningkatkan ketelitian. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang. dimana siswa mempersiapkan seni. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri. dilihat dari bentuk seni.SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. Proses keterampilan kreativitas seni.

saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. menjabarkan. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. penonton. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar. membuat perbandingan. siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca.SENI TARI 294 1. pengamat seni. juga dapat menambah wawasan kualitas. Cara yang dipergunakan. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. pameran atau melihat video dan gambargambar. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. siswa menonton tanpa bicara.pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru. Disamping itu. notasi. merupakan sesuatu yang baru. memerlukan observasi siswa. Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut. 2. Pada tahap melihat. 3. Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya.

Lebih lanjut. proses belajar akan lebih efektif. Dengan demikian. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi). beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. tentang karya seni. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat. pameran dan pertunjukan Foto-foto. 5. Karena di dalam mengenal hal tersebut. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. video dari seniman yang tersedia Catatan seni. artikel. membuat dan mempelajari karya seni. 4. dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi. komposisi. memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. biografi. majalah sumber. wawasan seni dan budaya sejak awal. seperti penampilan pada video. seniman dan latar belakangnya. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. bentuk seni sebagai hasil atau budaya.SENI TARI 295 secara mendalam. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman. berarti siswa dapat melihat perkembangannya. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pergi ke museum. melalui membaca. memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan.SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan.

4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk.2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud. Dengan cara demikian di atas. Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6. Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi.1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari. pengaturan laku.3 6. 6.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa. kelenturan da imitasi 6. konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi.1 Teknik. keinginan si penata tari. penari mempunyai makna komunikatif. Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton. rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari. berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. Tabel 4. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran. 6. atau bentuk keseluruhan. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi).

menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penetapan repertoar gerak. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. improvisasi. Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. atau laboratorium secara mandiri. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. imajinasi. Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. kekuatan kreatif. bengkel. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. kecakapan menguasai. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu. Dengan demikian. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih. Dalam seni musik. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. bentuk gerak pendukung ide. sensitivitas estetis. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam.SENI TARI 298 7. serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif.

usaha. dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi.SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi. Dalam kaitan dengan masalah lain. komponen bodi. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. usaha. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. kepekaan rasa gerak. melahirkan penemuanpenemuan baru. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. ide-ide baru. Apabila dicermati. ruang. Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban. usaha. ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Masalah intensitas. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. bodi. Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya.L Utami Munandar). walaupun kadarnya berbeda-beda. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. usaha. aktivitas. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. akan tetapi perIu dipupuk. 8.

cepatlambat. raba.SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. level. Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait. dinamika. Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. irama. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu. mengembangkan gerak secara teratur). tempo. dll. Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak. kepekaan bunyi. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. laut. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. dan merespon. rasa. cepat lambat secara koordinatif. Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. berimajinasi merasakan. peran dan alat Bantu. Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. mengolah tempo dan ritme. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. irama. pengplahan ruang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. tema. tegang kendur. tenaga. hubungan sosial.

SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi.. Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. walaupun kadarnya berbeda-beda. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada . Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini. Pada halaman berikut selanjutnya. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari.materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk. melahirkan penemuan-penemuan baru. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya. ide-ide baru. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar. 9. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. akan tetapi perlu dipupuk. Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari. mempunyai kekuatan komunikatif.

Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. dan disusun secara estetis. Improvisasi. merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait. komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berimajinasi. ditata. Memenuhi struktur. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas. dan Seleksi Gerak atau Forming. bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi.SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. Di bidang seni tari. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. menyusun. Oleh sebab itu. bodi. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika.

improvisasi. Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam. kostum. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. 2) dapatkah ditarikan. musik. kondisi-kondisi sosial. agama. fantasi dan hasrat tertentu. • Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri. musik. upacara. Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. baik ruang maupun desainnya. yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. folklor. Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan sebagainya. Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan. lighting. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. Gerak Simetris • Gerak sebangun. legenda.SENI TARI 303 eksplorasi. Gerakan berada pada ruang dan desainnya. psikologi. drama. 3) kesan bagi penonton. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari. Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. sejarah. Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah. literatur. H. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage).

Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan. 2. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh.1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain. tumbuh. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian. Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu. Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir. diolah dan digarap.asal. 2.SENI TARI 304 1. Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari. Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan.

kentongan. dsb. peranian. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). payung. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). Tema kehidupan sehari-hari. di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. seperti bermain peran. 4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty. air yang mengalir di sungai. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). Tema dengan menggunakan property. dsb) o Tema logika matematika. mata pencaharian (nelayan. topeng.SENI TARI 305 doyong).1991). seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. seperti gerak-gerak angin bertiup. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. berkaiatan dengan perburuan. seperti bermain tali/pita. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak). komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). 3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991). pohon bergoyang. 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. tempurung. dsb. Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan).

bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya. selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas. I. TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style. Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol. sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce. 1975:54).

SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah. Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.

SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Minang. Di dalam pengamatan. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari. Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Betawi. psikis dan intelektual. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. Jawa. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan. Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. dan Bali. belajar menari. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai. Sunda. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari).

psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari.SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. Beberapa dekade yang telah dilewati. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok. Seperti telah disinggung di depan. KOREOGRAFI 1. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan. Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian.SENI TARI 311 J. penata panggung. improvisasi. penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989). Pengembangan aspek-aspek gerak. penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. pemusik. Secara harafiah. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. Dalam rangka penyajian. dan Seleksi atau Forming. ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari. Berkenaan dengan koreografi kelompok. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh.

tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. • Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . eksplorasi dan forming (komposisi). pengalaman yang ada. Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. orisionalitas. Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas. ruang. Selanjutnya. terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa. kebutuhan. penonton/lapangan kerja. • Mengerti tentang keadaan. • Mempertimbangkan isi gerak. Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. • Gagasan dibuat artistik. Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. waktu. tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan. ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif.

gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. dan mengekspresikan ketakutan yang dialami. dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. Di samping itu. Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak. Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing. tertutup. Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari. Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan). menerjemahkan tafsir gerak. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran.SENI TARI 313 1. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh. membayangkan ketakutan diri. berarti Anda termasuk berpikir. Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. Prosedur bergerak spontanitas. 1.1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya.2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif. berimajinasi untuk merasakan dan merespons.

keluwesan (fleksibilitas). diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang. motivasi. dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa. maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak. yang bergantung pada kematangan otot. serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain. orisinalitas berpikir. yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. ide. mengendalikan teknik gerak. 1. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak.menyampaikan kesan-kesan. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi. irama.

dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. kualitas. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah. Berarti. pengulangan. Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari. memperinci) suatu gagasan. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama. Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. analitis. imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal. tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. musik. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama. dan ide. balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide. Selanjutnya. jazz.4 Proses. Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. 1. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 315 Memperkaya. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton.

menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut. dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik. estetika. kontrol.unsur seni. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak. khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. seperti wiraga. wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya. kelancaran. berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yaitu : Kemampuan berpikir lancar. ketepatan.

Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. Dalam pengembangan pendidikan. Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik. dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi. kemampuan dan keterampilan. K. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan.SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk. aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. model ungkapan ekspresi. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. dilihat oleh orang lain. kemampuan membuat kombinasi gerak.

SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

summit art. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri. Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Selebihnya. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival. Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia. Selanjutnya. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya. pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan. masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja. Sedikitnya. kompetisi. Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali.

Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional. dewasa. Dengan demikian untuk tetap lestari. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. Kondisi ini patut kita perhatikan. Hal ini harus disikapi lebih profesional. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar. kurang ditangani secara profesional. pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. serta mampu menjawab tantangan masa. Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. Di satu sisi. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Di sisi lain. dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. berwawasan prospek. dan reservasinya. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. pelestarian. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan. Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan.

disemangati bersama. dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. tujuan. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. organisasi. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. mumpuni. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif. kemauan. KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. transparan. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. Kemampuan. Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik. dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar.SENI TARI330 maju dan berkembang. dan kooperatif. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. A. dan kemudian organisasi seni pertunjukan.

sehati. Sanggar Tari Cipta. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup. Teater Utan Kayu. Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. Teater Tanah Air. Di sini sebut saja Teater Koma. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. begitu juga sebaliknya. mereka menetapkan arah. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. Lembaga Peduli Anak Nusantara. Para siswa. Teater Mbeling. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum. sanggar tari. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. tujuan. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan.SENI TARI331 benar. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan. Selanjutnya. Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi. Sanggar Lukis Tino Sidin. Sanggar Maya Pasundan. sertifikasi organisasi. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sanggar Sekapur Sirih. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater.

teater Mbeling (Kuta Q). Sangar Teratai Putih (Ibu . dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. berkala. Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. teater Mat Suya (ISI Yogyakarta). sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah. Sanggar Argahari (Ibu Melly). Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama. dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. Ketoprak Cipta Mandala.SENI TARI332 Barata. Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). Kelompok Musik Ungu. maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. inovatif. Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi). Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). dan kreatif. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). B. Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. inovatif dalam menyajikan kontektual garapan. sasaran. Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). Adalah naif. Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. Kelompok Musik Slank. dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. Ketoprak Wargo Budoyo. organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. Oleh sebab itu. teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). Kelompok Musik Radja. Kelompok Lawak Srimulat. Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). teater Gen (Putu Wijaya). Kelompok Lawak Patrio. berkerja sinergis. Kelompok Musik Peterpan.

Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat. Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto). Kelompok Lawak Patrio (Akri). Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo). Kelompok Musik Ungu (Pasha). dalam perkembangan akan cepat bubar. nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya. Kelompok musik Slank (Yoga). Kelompok Musik Peterpan (Ariel). dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama.1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih).2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul). Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. 5.. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Namun dalam perjalanan. Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional. Kelompok Musik Radja(Roseta).5.

ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi. 5. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C. Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja.SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya. Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni. Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb.4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 5. atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi. 5.

serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. artis. produser. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah. Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. Ada kecenderungan.SENI TARI335 sebagai hobi. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. untuk mendatangkan keuntungan berlipat. Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. kajian ilmu. Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah. organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengelola bertindak sebagai koreografer.1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. pimpinan produksi. maka wujud performansinya berbeda. Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. Di sisi lain. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan.

Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi. keterlibatannya paruh waktu. koreografer.2. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya. sutradara. Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. Dikelola pelaku seni itu sendiri. Bagan 5. dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. marketing. Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam. produser. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. Pengelola merangkap sebagai artis. organisasi dikelola paruh waktu. orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung.

masyarakat.. modivikatif. penataan panggung. Kebutuhan seniman. pemerintah. musikal. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. penyediaan kostum. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. respons) adalah faktor poliik. penonton. ekonomi. pencarian tempat pentas. properti. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional. penataan cahaya. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari. Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni. maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan.SENI TARI337 E. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. sponsorship. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . promosi dan sebagainya. teknologi harus diperhatikan. dan sesuai publik. Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. penghayat. pelatihan. casting. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan.

sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat. Di sini faktor keberuntungan.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja. perencanaan produksi. Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5.3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal.

Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional.4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya. Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni. Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal.SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan. Pada sisi lain. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit.

• Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. koreografi. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. (c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi. tari. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi. pemasaran. Jakarta. cabang Surabaya. dll. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. • Membagi tugas. Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan. • Mekanisme kerja antar staf. • Menyusun mekanisme kordinasi. penulisan. (a) Bentuk • Struktur organisasi. misalnya musik. dan sumber daya manusia. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. Bagian penelitian. 1. pelatihan dan pementasan. teater. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan.SENI TARI340 F. misal Srimulat Solo. • Uraian pekerjaan. kelompokkeuangan.

Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y. gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. dan menghindari tanggung jawab. memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan. pola pengembangan teori kepemimpinannya. • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya. • Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah. (a) Otokratis. 3. (a). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pengawasan. Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya.SENI TARI341 2. kecerdasan. motivasi. serta mementingkan jaminan keamanan. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik. Pengaraham meliputi organisasi instruksi. dan kreativitas memecahkan masalah. (b). (b) Partisipasif.

tepat waktu. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan. • • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. dan dapat diterima. • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. dapat dimengerti. karakter dan tingkah laku bawahan. pekerjaan. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. Pengaruh karakteristik individu. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. kelompok. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sifat pekerjaan.SENI TARI342 (c) Demokratis. 4. sistem. • Membandingkan hasil dengan standar. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan. iklim dan kebijakan organisasi. karakter harapan dan tingkah laku atasan. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. ketercapaian prestasi. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. • Mengukur hasil atau prestasi. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis.

• Ekonomis. • Tepat waktu. Mengambil tindakan.. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola.SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin. produksi karya. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan. upaya pendikteksian secara dini atas target. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. Persoalan penyimpangan. prioritas sasaran. Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya. tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. atau berupa penafsiran. dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya. cepat dan tegas.

5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.

tugas. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya.. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas. pemilihan tempat pementasan. mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya. Pimpinan produksi harus memahami peran. Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan. Oleh sebab itu. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya. Komitmen kerja. tanggung jawab personal. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan. sehingga.: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya. Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout. operasional staf.

6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Artinya. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis. 5. kompleks pertunjukan harus bersih keributan. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan.7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik. istirahat. pelayanan gedung. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan. pelayanan/seles servis pemesanan karcis. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan.SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing. 5.

gladi bersih. gladi kotor. murah senyum.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan.8 Pimrum tangga Tumpengan Gb. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung. pelatihan. 5. pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan simpati serta nyaman. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama.SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan. empati. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. 5. Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan. serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis.

dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu. performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik. dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan. Dengan demikian masalah teknis.SENI TARI348 menarik. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. kewajiban. Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas. Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan.10 -5. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani. tata indah pencahayaan. Tanggung jawab artistik karya. tata letak setting. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

5. Kewajibannya adalah membimbing.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb. Berbagai kejadian. keajaiban. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi.15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer. Penata Properti & Kru.13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Penata Cahaya & Kru. penata cahaya. Penata Rias dan Kostum & Kru. mengarahkan . penata panggung). 5. Penata Sound dan Musik & Kru. 5. kejanggalan. dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik.12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. 5.

pencahayaan. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi. tata panggung. 5. Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya. dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik. Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik.SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. Secara umum dia disebut stage manager. Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting.1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung. sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Masalah pencahayaan. 5.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik. terang-padamnya lampu. serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji.17-5.19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik. 5.20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya. 5. 5.22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pimpinan panggung dan penyaji karya seni.21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.

5.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pimpinan panggung dan penyaji karya seni.3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung. Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik. Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji. 5. keras-lembut. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi. serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan. Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound.SENI TARI353 (2. namun secara hirarki matihidup. adalah konseling kepada pimpinan artistik.

namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak.26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru.SENI TARI354 (2.4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas. Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini. Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. 5.

Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari. penata panggung dan penata tari. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik.SENI TARI355 (2. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton. Hirarki penguasaan konsep riasan. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. penyaji karya. lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. 5. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran. pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana.

SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari. dan membantu merias penari. dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb. mengubah karakter tokoh. Kerja penata rias mendisain riasan wajag. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari. 5. 5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa. kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari. Gb. dan rias karakter.SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil. Gb.5. Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa. misalnya yaitu.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari. rias keseharian.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. 6.2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb.3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah).

Secara komoditas.4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan. taritari karya Bagong Kusudiharjo. Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya.SENI TARI368 3. 6. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Wayang Kulit. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun. Sendratari Ramayana. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan.

Kemasan Wayang Orang. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. Pertunjukannya sangat menarik. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. penerimaan tamu terhormat. padat koreografis. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan.SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis. Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata. singkat. Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang. karena mudah dicerna.5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang.

6. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya. dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini. Tari Baris. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. 5. lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. mal. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. 6. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. Tari Pendet. Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Tari Rangde.SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia.6 A Tari Jaranan Gb. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet). Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara. Tari Tenun.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. 6. 6. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb.

Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya. Pementasan yang berdurasi singkat. kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI372 6. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau. menarik. Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau. 6.).9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya. Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari.

Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .13B Tor-tor 8. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb. 6. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. singkat. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat.SENI TARI373 7. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman.6.

dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya. Sumber Koleksi Pribadi Gb. waktu. dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara.SENI TARI374 Aceh. atraktif. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. 6.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb.

Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. wirama dan wirasa tari. adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. Ditinjau secara kenyataan. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan. penetapan profesionalisme. Selanjutnya. Dalam berbagai keadaan. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia. kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. seminar daerah. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna.SENI TARI375 B. sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan.

Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4. 8. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C. Judul Unit : Nama Tari 3. Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji. Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1. Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian. 6. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7. Berbagai kemungkinan yang ada. Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi. 2. standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan.

dan kepala. lumaksana lembehan kanan 6. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1. serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2.TPI. tancep 4. ombak banyu srisig 12. negigel 7. Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. sekaran engkyek 15. sekaran laras sawit 13. trapsilantaya 2. lumaksana ridong sampur 9. lumaksana nayung 8. sembahan jengkeng. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak. sekaran lembehan 14. lumaksana ukel karna 11. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tubuhm tangan. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari.SENI TARI377 1. sabetan 5. baik teknik gerak kaki.001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik. sindet kiri 10. sembahan sila 3. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1.

SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4. Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1. dengan penguasaan unsur wiraga. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3. srisig 2.1 srisig 1. menthong srisig mundur 2. srisig Beksan II (Iringan 3. Mampu menarian Bagian 2.4 srisig kanan.3 srampang mundur 3.7 lampah sunda 2. menthong mundur 2. seling mecut 3x. srisig 2. srisig 2.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3. Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri. lembehan 2x.2 kebyok kanan.1 asta rimang.SENI TARI379 SKA. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3. srisig dilanjtukan tawing kiri. srisig kiri.10 nacah tawing lenggut 2x. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag). Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 agem Bali kiri-kanan.3 srampang.2 srisig maju 3. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2.6 malangkerik lenggut 3x.5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2. nacah.9 rimong. tawing kanan.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah. srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1.8 ngelus cucuk gedheg 4x 2.TPI. entrakan 4x 3.3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2.

SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1. Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4. tubuh. Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. serta pandangan mata (polatan) 2. baik teknik gerak kaki. tangan. terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kepala.

pacak Maju Gawang jangga (Gend. tanjak 3. ogekan. tanjak kanan 3. besut. genjot. tanjak 4. besut.7. ulap-ulap kiri.2. besut.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend. tanjak kanan 3. bopongan. kiri kebyok 2. Mampu menarikan Bagian 1. srisig.6.9. nikelwarti Maju Beksan (Gend. Mampu menarikan Bagian 2. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh.1. obah bahu.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3. besut. ulap-ulap kiri. trecet. pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2. pondhongan. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2.Bendrong Laras 1.5. berdiri. lumaksana ombak banyu. lumaksana 3x. pondhongan. ogek lambung 3. Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend. tanjak bapang. pacak jangga 2. tanjak miring kanan 2. juga berbagai variasi suasana.3. termasuk karawtian tarinya.1. ombak banyu.7. ogek lambung.8.1. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. ngracik. menthang kiri 3.5. ngigel jangga. besut.11. entragan 4. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA.1. sembahan Pelog Pathet Nem) 2. obah bahu.3.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Laiwung Laras 2. genjot 3. tanjak 3.TPG.2. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.4. trecet. besut. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya.4. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4. mlintir brengos 3x.2. lumaksana malangkerik 3. ukel miwir busana. lumaksana 3. memaki topeng.10. ambil topeng.3. ogek lambung. lumaksana 4x. besut. jengkeng 1.6. mungguh. kebat nogowangsul 3. sabetan. besut. lumaksana jajag. glebag kanan kebyok sampur kanan. genjot 3. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2. kedua tangan malangkerik.

tumpang tali. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. besut tanjak. kaki. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4. Entragan kanan. mundur. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6. jengkeng 6. capeng.2. ngelus bara. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2. Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. besut tancep 5. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3. lombo ngracik.4. ngracut. nacah 5.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4. baik teknik gerak tubuh. batangan 5. entragan 5. Lampah mundur.5. trap jamang. panggel.3. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5.3. entragan 4. srisig. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5. cancut 6. ngracik. pola lantai. tanjak 5. Sembahan.3.2. Kirig. tungkai. entragan 4.6. Pondhongan maju. ulap-ulap kanan. Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7.1.2. srisig. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . besut tanjak 6. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4. Ombak banyu. besut. Kebyok. ulap-ulap kiri. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Nikelwarti. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend.4. Laku telu. srisig mundur. kengser ukel karna 5. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. pondhongan maju. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8. nubruk 5. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. Kengser. tangan dan kepala 2. gedheg 5.1.7. tawing. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9. tancep 6.5. entragan 4.4. Ogekan lambung.

Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11.SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

sembahan. selaras.3. sila 2. gedheg.7. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1.6. ngembat. sembahan disertai gedheg. jengkeng. ebat ngiris. sembahan laras 2.2. silantaya. tawing kiri. ngleyek. selaras. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Sanga) 2. tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2. Diperagakan dengan luwes.1.002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna. tanjak kanan tawing kanan. sembahan sila 1.6. keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr.8. kebyok kiri. tanjak panggah kanan 2. loyog ngembat seblak asta. menjadi jengkeng 2. hoyog.3.BPA. Diperagakan dengan luwes. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl. nglerek mangering ngembat kiri 2. ogek lambung 2.5. Diperagakan dengan luwes. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1. nikerlawarti (seleh dhadhap). kebyok kiri. dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1. trapsila. ombak banyu. menggunakan properti dhadhap. menthang kiri. besut.9. (adu kiri). dan mengalir pola-pola gerak: 3.SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. ngebyok sampur. besut. besut – tanjak panggah (gawang prapatan). lumaksana bambangan 1. besut (adu kanan). ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2.4. selaras. penari adu kiri pada gawang prapatans 3. dan mengalir pola-pola gerak: 2.4. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1.2. tempe. srisig 2.1. Mampu menarikan Bagian 1.5. kicat 4x.

tanjak – ebat ngancap. tanjak panggah kanan 3. Diperagakan dengan luwes. srisig (adu kiri) 3.4.2. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3. lumaksana ridong sampur 5.2. tanjak sawega dhuwung adu kanan. menjadi lengser ke kanan 4. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. sabetan. selaras. tanjak panggah kiri. ebat ngancap 3.8. nyabet – besut. Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL. tanjak panggah kanan 3. sudukan: tusuk. seleh gendewa 5. hoyog genjotan.Sanga) 5. Diperagakan dengan luwes. srisig (adu kiri) 4.7. sabetan.7. sembahan jengkeng 4. sawega dhuwung.5.1.4.5.6. tanjak panggah kiri.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ngunus panah – ngancap. nyabet – besut. srisig ke gawang semula 4. nampa.3. kengser. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4. trapsila. tawing kiri sawega dhuwung. ngembat dan melepas anak panah 4. tanjak 5.8. dan mengalir pola-pola gerak: 5.1. ebat naga wangsul. hoyog.3. saling mengejar dan dikejar. besut. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl.2. selaras. ukel leyekan 3.4. dn tanjak kiri.1. sembahan sila. srisig. tangkis. nikelwarti 5. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4. sudukan tangkisan dhadhap. giyul – pacak jangga 3.6. ulap-ulap tawing 5. nikelwarti. ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri. besut – tanjak kanan.5.3.SENI TARI385 SL. srisig mundur ngigel. mrenjak. dan mengalir pola-pola gerak: 4. giyul. kebyok kiri. tanjak panggah kiri 4.Sanga) 3. trapsila.

7. srisig. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari. serta suasana yang dicapai 4. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap. kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3. Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8. tanjak kanan 5. mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang.SENI TARI386 5. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2.8. irama. mampu atau terampil bergerak sempurna 6. tempo. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. dan anak panah 5. besut. Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing.6. rasa lagu. keris. Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4. sabetan. karakter peran yang dibawakan. terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3. tanjak panggah 5. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas.gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. nikelwarti . rasa seleh. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari.dan kalimat lagu 9. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan. Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pola tabuhan. Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7.

3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1.SENI TARI387 2.5 jari kaki ditekuk ke atas 1.3. sikap mata 1. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2.4 agem kiri 1. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.3. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1.1.1.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.5.1.3.2 goyal-goyal 2. sikap badan 1.2 posisi tangan agem kiri 1.4.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1. akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.TPK.2 kembang kanan 1.5. kaki 2.1 majalan tindak-tindak 2.5.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1.4.1.1.2.5. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1. posisi kaki 1.2.1 posisi tangan agem kanan 1. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL.3 agem kanan 1.1. dengan baik dan benar.4.3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1. baik yang berkarakter keras maupun manis.1 biasa atau normal 1. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2. posisi kepala 1.1 tapak sirang Bali Putra 1.2. posisi tangan 1.1.1.1 posisi kepala tegak 1.5.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra.3.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1.1.

3.1 Agem pokok 3. ngembat.1 girahan 2.7 nabdab pinggel 2.2 ngeletik 2. nyigug. tangan 2.2.1.1. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal).9 nyigug 2.3. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3.3 nyegut 2.1 nyaledet 2.2.3. gerakan mata 2.6 nguler 3.2.4.1 kipekan 2.1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).9 nyilat 2.2 gulu wangsul 2.12 makirig udang 2.2.2.1.3 ngaliyer 2.3. nepuk dada.3 ulap-ulap 2.1.1. agem wula ngawa sari. leher 2.1.1.2 ulap-ulap.2.berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2.5 nyaregseg 2.4.2.2.1 agem kanan dan agem kiri 3.1.4.4 ngileg 2.10 nglangsut 2.11 nayog 2. dan ngrajeg 3.7 miles dan ngiser 2.4.1.4.2 nyarere 2.4 nyureng 2.2 tandang 3.1.4. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3.6 nyigcig/ngicig 2.SENI TARI388 2.4.2. ngraja singa.8 glatik mapah 2.5 mendra 2.4 milpil 2.4 nuding 2.5 nabdab karna 2.2.8 nepuk dada 2. mentang laras.1.6 nabdab gelung 2.3.

Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas. terkejut (makesiab). makiring udang 3. marah (nyelik/nelik). tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nayog.SENI TARI389 3. nabdab pinggel.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. nabdab gelung. (makenyem/makenyung). berjalan cepat dan ringan (milpil). secara baik dan benar 2. Tersedianya musik iringan.2 (malpal). berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. nyilat.4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. wirasa serta dengan patokan agem. nepuk dada.2. nyigug dan ngombak 3. sedih (sedih). wirama. jatuh cinta (ngaras). melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg. tandang. nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. nglangsut. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1. Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga.

Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4. ngelier 3.TPK. Mampu menarikan Bagian 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3.1.3. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1.1. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng.4. malincer dengan langkah milpil 3.2.3. Mungkah langse Mungkah lawang 1.1 tindak-tindak 4. miles 1. ngagem kana-kiri 2.1.3. ulap-ulap 2.1. ngeseh bawak 2. pajaib 2. nepuk dada 2.2 oyog-oyog 3. malpal 4.2.1.5. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4. ngangsel 1.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng. nabdab gelung 2. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .5.3.2. gelatik nuut papah 3.2.1.1.3. nabdab kampuh 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1.5. Mampu menarikan Bagian Nayog 2.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL. pajalan 2.1.3. ngagem 1.3.4.3.1.4.2. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng. nyegut 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2.3. nyogok 3.1. nyeledet 2. ngigelang pajeng 3.

Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6. gayal-gayal. ngawejang. Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5.1 nulih kuri 6. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. ngopak lantang ngalih pajeng. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2. nayog.1 matetanganan 5. dan ngopak lantang panyuwud) 3.SENI TARI391 5. Ada busana Tari Topeng Keras. Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.2 nyingsing kampuh 6. tandang dan tangkep 4. Tersedianya musik iringan.

Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan.4. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.5. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3. ngenjet 1. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4. ngelo 1.4 ngepik 3.2 ngenjet ngirig 4. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1.1. Mampu menarikan Bagian 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2.3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4.1 nyemak kepet 3.2.TPI. nyaregseg 2. dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.2.SENI TARI392 BAL. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3.3 lelasan megat yeh 3.1.3. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2.1 ulap-ulap 4.7. ngenjet pala 2. tangkep 1. ngagem 1.5 ngumbang 4. Mampu menarikan Bagian 1. kidang rebut muring 3.6.8. ngegol 1.2 mehbeh ngelilit 3.002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri.

Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. juga pola keruangannya di atas pentas 4. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI393 3. kidang rebut muring. tandang dan tangkep. Ada busana Tari Legong Kraton. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. kipas. ngigelang kepet.

Mampu menarikan bagian Maju Beksan. Kapang-kapang encot. Pendhapan. 13. Muryani busana (ukel astha. 16. Lampah kipat udhet. Nyamber kanan. Kicat cangkol udhet. Kicat mandhe udhet ngarcik. Tinting. 9. Sembahan silo. 14. Nggudha kiri. 4. Sembahan silo. 15. Ongkek panggel. 7. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari.TPI. 3. tasikan. 11. Sembahan jengkeng. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. Lampah semang ngembat astha. Cathok udhet majeng mundur. 4. Kicat ngilo rangkep. 2. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Nyamber kanan. 2. 6. 12. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. 5. 10. atrap sumping. embat-embat). Kengser. 3. atrap jamang) 5. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek.SENI TARI394 3. Lampah atur-atur. 8. Muryani busana (Ulap-ulap. Ngguddha kiri panjang.

3. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. 4. 4. busana dan iringan . Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 2. PANDUAN PENILAIAN 1. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Nyamber kanan. Sembahan jengkeng. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. 3. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. kebaya secara benar. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. Sendi mapan jengkeng. Kapang-kapang encot. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. 2. 3. 5. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.

Tayungan miring. 4. 10. 8. Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Ngilo. Ombak banyu. 3. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. Nyandhak minger balik. 2. dan beberapa variasi muryani busana. Menjangan Ranggah. Engkrang. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 5. Sembahan silo dan jengkeng. Kagok kalangkinantang. Atur-atur. Miling-miling lamba ngracik 6. Keplok astha. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Kalangkinantang Alus. 3. 7.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. Sekar suwun. 2. 2. Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mampu menarikan bagian Maju Gendhing. 9. Nyamber. Miwir rekma.TPI. Lembehan. 4. Ethung-ethung lamba ngracik. 5. 3. Usap rawis. 5. Sabetan. Pendhapan. 4. 6.

5. A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ukel jengkeng.SENI TARI397 6. 3. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. PANDUAN PENILAIAN 1. busana dan iringan . PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 3. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus. kebaya secara benar. 4. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. 2.

9. Ngenceng. 3. NOleh mendhak. 2. Samberan. 12. Ngancap nyathok. Pendapan. 4. Ukel astha. 8. Sembahan silo. Sembahan silo 2.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY.. 3. Cathok udhet majeng mundur. Ngancap. 18. Kicat. 15. Lembehan. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. 22. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . teknik dan rasa gerak). 19. 10.TPI. 5. 14. 13. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1. Impang encot. Nglayang. Kipat astha. Nggrudha jengkeng. Sembahan jengkeng. Kapang-kapang. Impang ngewer udhet. Pendhapan ngregem udhet. 21. Jangkung miling.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. Duduk wuluh. Ngenceng enjot. 17. 16. 7. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak. 20. 11. Tasikan mubeng. ngenceng jengkeng 6. Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju.

54. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. Medal lajur. 52. Mundur. 49. 31. 41. Kupu tarung. Atrap sumping. Sembahanjengkeng. Ngunus pasopati. Lilingan kanthen astha. 48. Seleh jebeng. 40. 28. 43. 50. Nglambung. 33. Sendhawa. Tawing. Ongkek. Mancat. Tinting. ngglebag. pendhapan ngebat. 42. Nymaber. 26. 34. Atrap Jamang. Encot-encot. mlebet lajur.SENI TARI399 23. 53. Mlampah majeng. 24. Puspita kamarutan. Tiga-tiga. 29. Nubruk. 44. endha. Kicat boyong. Lampah sekar. Nyuduk. KIcat Boyong. Nggoling. Mundur miring. Puletan. 47. Nggrudha jengkekng. 25. Iring-iringan kiri/kanan. 36. Ndeseg. nyaplak. Namakake pasopati. 51. 35. Mlampah gajah ngoling. Nglayang. Ajeng-ajengan. 38. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ngusap suryan. Kicat Tawing. Ongkek sendhawo. Lampah semang. Ngundhur sekar. Niyub. 32. iring-iringan. 45. aben sikut. Ulap-ulap cathok. Lampah pocong. Kengser. 27. Banhgomate. Gidrah. 46. 30. 37. 39. Mbalik. ajeng-ajengan. Pudhak mekar. Rakit (Lajur. Ulap-ulap ukel. Atur-atur. 55. Impang lembehan. Mayang mekar. Mingger. Mbujung. Ngendani. Nyarungaken keris) Nyandak jebeng.

4.. 5. Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. 2. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3.SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. 3. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. 4. busana dan iringan . Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. 2. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. kebaya secara benar. PANDUAN PENILAIAN 1. Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Kapang-kapangg. Sembahan silo. Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari. 3. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. 2.

Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol. Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1.Jingket. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Gedrug. Ngeranjang gulo. Umbul sampur. Ngiwig/nyirig. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga). Egol.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas. 7. Liwungan/ngalang. BAN. Sagah kiri. 6. 5. 9. 4. 5. 8. Songkloh. Ngijig. Deleg.. 2. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh. 7. Langkah papat. Ngalang. Ropetan. Singgitan/sindetan. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. Nipah/nantang sampur. Glebegan. 3. Ngipah sampur. Miring sagah kiri. Sagah kanan 3. 5. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer.TPI. 10. ketepatan gerak dengan irama (wirama). 3. 6. 4. 2. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. 9.SENI TARI401 4. 2. Ninjak. 4. 8. Ngiwir/njimpit sampur. Ngalang.

Deleg ngulo. Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Sagah kanan. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas. 5. 6. tangan. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 7. 2. kaki. 4. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari.. 1. 2. PANDUAN PENILAIAN 1. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. 4. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. kepala. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. dan ekspresi wajah. 3. 3.SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1.

ketepatan dengan irama (wirama). Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. Solahan.. 3. Sagah. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. Nyerawat kembang. Sagah. Ngropel kerep. 3. Ropelan sedang.003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. BAN.SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. Nangis. Ngropel sedang. 2.BPP. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 4. 8. 4. 6. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati. 4.. serta rasa gerak (wiraga). Ngloro. Deleg. 2. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. Ngiwir. Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 2. Geliyeng. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kedanan. 3. Ropelan Kerep. Ngajak. 4. Deleg mantuk. 3. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 5. Egol. 2. Srisig. 5. Layung. 7.

Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. kepala. 5. 7. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. 8. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 2.SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. tangan. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. 10. PANDUAN PENILAIAN 1. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 2. 5. 3. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 4. Solahan. 9. 3. 4. Ngiji Lombo. kaki. Tersedia properti tari berupa Sampur . 2. dan ekspresi wajah. 3. 6.

A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi. UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah.SENI TARI405 5. Bosi Turung. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias. 2. 4. yang dimainkan secara langsung. dan Mario Marennu. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh. 4. Maccule-cule selendang. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Baccing. Bulo Reppasa. 3. Ketepatan gerak. Bosi Turung. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno.BG02. PANDUAN PENILAIAN 1. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2. Penguasaan ruang dan pola lantai. 3.01.001. Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. 2. Mario Marennu. Maccule-cule Selendang. 4. 1 Suling. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae. keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3.

3. 2. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong.012. 2. PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung. Massiman. 2.SENI TARI406 TRI. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh.TJ02. 1. 4. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong. Penguasaan ruang dan pola lantai. 3. Pe’Ketabe. Ma’ Pannoni Simbong. 3. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara. Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1.01. Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI407 TRI. Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. 4. 4. Meta’da. Semba’na. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi. 4. Mampu menarikan tari pangayo secara utuh. 6. 3. . Ma’ Battukan. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh. . 1 Gong yang dimainkan secara langsung. Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. Penguasaan ruang dan pola laintai.01.Menarikan inti gerak tari Pangayo . 3. 2.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1. Ma’ppalla. 2. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. Massayo. PANDUAN PENILAIAN 1. 2.TJ02. Tidak mempergunakan property. Katarimangan.Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. 3. 5.013.

Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2. Arak. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. 3. 9. Malapeh Layang-layang. 13.. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter. Langkah Baranak Buang. 4. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini.SENI TARI408 6. 3. 6. Mamanciang. Galatiak. 2. Mamintal Tali. Maelo banang.01. 8. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 12. Galek. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5.002. 11.MI02. Bungo Kambang. Sambah. 10. 7. Silang Timpo.

9. 8.SENI TARI409 TRI. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. Mambalah. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. Macangkau. PANDUAN PENILAIAN 1. 10. Manyemai. 7.005. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari. Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. 3. Mangukua. Maangin. 9. 4. 5. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini.. 11. Batanam. 8. Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. 2. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. Mancabuik. Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. Manyambik. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. 3. 2. 5. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat. 6. 3. 6. 12. Mancaliak Hari. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. kaki. 2. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live. kepala pada ekspresi wajah.MI02. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan. tangan. 7. Penguasaan ruang dan pola lantai menari.01. mambajak. Baliak. 4. Maikek.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. Langkah biasa 2.MI02. 3. 6. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat. 3. Tusuak ateh sampiang. Jalan Leguran Randai. Duduak takua Lapiah. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3. 5. Saik Kalatiak. Jantiak ayun piriang duduak. 4. Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. 3. 2. 2. 4. Sambah antak kalatiak . 3. 4. Tapuak Kalatiak. 4. Jantiak ayun piriang tagak 2.. Langkah Tusuak Bagalombang.SENI TARI411 TRI.. Langkah Sambah. Tangah Puncak: 1. Sauak simpia. Sambah amtak Kalatiak. Sauak balah sampian. Bagian Tegak 1. 4. langkah baranak.020. Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Jantiak ayun piriang langkah. 6. Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tusuak sampiang ateh malambai. Tusuk kanan belakang dorong. Sambah takan tapuak sampiang. Jantiak Talingo. Alang Tapuak step. Tapuak tangan puta egang jalo. 5.01. tangan dorong puta miko. 2.

Aspek Kritis 1. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. tangan.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. tapuak galembong. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 11. kaki. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. kepala pada setiap ragam gerak tari. 3. 7. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 10. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua. 3. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. kudakuda. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. PANDUAN PENILAIAN 1. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. 2. 9. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari. 8. 2. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. 5. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. 6.SENI TARI412 Batasan Variabel 1. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan.

Lynch Diane. Dinny. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari. 1982. 1996. Manthili. Harmoko. 1990. Semarang : IKIP Semarang Press. Humphrey. Black. Alma M. M. Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Terj. 2001. Untuk Siapa. ISI Yogyakarta. Discoverring and Developing Creativity. 1976. 1991. 1996. Seni Menata Tari. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta. Dance Composition (ed 3).SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson. Kusmayati .. Fraser. Jakarta. Tari Tradisional Indonesiai. Autard-Jaqualine Smith. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. Wardiman. Anonim.. Publisher. Devi Triana. Sal Murgiyanto. Y Sumandiyohadi. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. 1993. Jamal MId. 2000. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice. Hadi Sumandiyo. Hawkins. dkk. Doris. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni. Second edition SanFransisco: Harper and Row. Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. London : A & B Black. Mfilsafat Seni. ITB Bandung. Ronald . Willard F. Jakarta: Yayasan Harapan Kita. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No. 1983. Mencipta Lewat Tari. Terj. Yogyakarta. Bellman. 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Selecting and Developing Media for Instruction. Bandung. Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan..1994.The Art of Dance in Education. Wiscosin: American Society for Training and Development. Jazuli. London : A & B __________________.. Djoyonegoro.13 Bandung: STSI Bandung. Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa. Yogyakarta.

Sal. Manajemen Seni Pertunjukan. Dance Composition: The Basic Elements. Samah. 1996. Inc. Muhadjir. 2003. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. History of The Dance in Art and Education. Bandung. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. Achsan. Yulianti. Departemen Pendidikan Nasional. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Mpesta Seni Budaya Betawi. jakarta. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Bambang dan Wiwiek Sipala. Jakarta.1976. 1975. Englewood Cliffs. Laban. _____________. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1983. Permas. Murgyanto. dkk.. 1988. Inc. dan Bambang Pratjichno. Laban. Jakarta : LPKJ. Utami. La Meri. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. 1983.SENI TARI414 Murgiyanto. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Gugum Gumbira. Iyus. 1986. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. 1975. Jakarta. Rofik. Departemen Pendidikan Nasional. Terj. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Pengantar Pengetahuan Tari. FX Widaryanto. New Jersey : Prentice Hall. Sumiani. Rudolf. London: MacDonald and Evans. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Problematika Senii. 1979/80. Langer. Zussane. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Rudolf. 1969. 1965. Ardi. 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Modern Educational Dance.. dkk. London Macdonald and Evans. 2002. Pratjichno. Richard. PPM Jakarta. Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). Sal. 1983. Munandar. Arif. Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ISI Bandung. Parani.

1987. 2003. Yogyakarta : Ikalasti. Yogyakarta : Suku Dayak Sana. 1998. Edi. Pengantar Komposisi Tari. Jakarta : Harapan Kita. Sudarso SP. Pengantar Apresiasi Seni Tari. 2003.. 1997.. 1994. 1991. 1976. _________. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii. Pustaka Prima. Bandung. Mustika. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. _________. Sedyawati. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. 2003. Materi dan Pembelajaran Kertakesi. . 1992. Yogyakarta. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. Jacquline. Jakarta. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. Mdasar-dasar Dramaturgi. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Universitas Terbuka Jakarta. Smith. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. Suku Dayak Sana. Yoyakarta. Syafi Jatmiko.SENI TARI415 Slater. Jakarta : Balai Pustaka. 1978. SYarif. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. 1986. . Tari Tradisional Indonesia. Ina. . Teaching Modern Educational Dance. Tambayong 1999. Tuti dan Udin Saripudin. 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. 1990. Ben Suharto. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wendy. Sumarsam. 1984 Tari. SP. Plyamonth: Norttoc house Soedarso. Sukatmo. Pengantar Tari Pendidikan. Terj. Soedarsono. Jakarta: Pustaka Jaya. Gamelan.

dkk. 2001. Phiplips. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Elindra. 1984. Nursilah.SENI TARI416 Tumbidjo. Departemen Pendidikan Nasional. dan Rahmida Setiawati. Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. Padang: Pengembangan Yampolsky. Datuk.

Sikap gerak besut. Deleg mantuk. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. Gerakan yang dilakukan di tempat. Bungan yang melayang di atas air Besut. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. Agem kiri. Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi.LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali. giyul Sikap gerak besut. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. Bertepuk seperti gerak burung elang. condong badan ke kiri. Cathok udhet majeng mundur. Menggunakan jamang atau hiasan kepala. Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. Sikap posisi lawan agem kanan. sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. Atrap sumping. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik.

Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak. Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik. Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah.naik-turun Entragan kanan. Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang. Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan. Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan. Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah. dengan menggerakan lutut patah-patah. Gerakan kaki menyilang depan.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet. Gerakan menjentikan jari Geliyeng.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh. Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada.

Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot. Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket. Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. lengan tangan menggantung Kicat Boyong.LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. Kicat ngilo rangkep. tangan mendorong puta miko. Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser. Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan). Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang. Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. Kebyok kiri. Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas. Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus. Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha. nikerlawarti (seleh dhadhap). Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing.

Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah. Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. Memainkan selendang Mambajak. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berjalan atur-atur Lembehan. Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. Gerakan beradu siku dengan lawan. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur. Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang. pendhapan ngebat.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung. Gearakan mel. endha. Jalan kembangan Langkah papat. entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu. besut tanjak. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang.

teriakan. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. hentakan kaki. Gerakan memancing Manyemai. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik. Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah.LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menggulung benang Mlebet lajur. Mengikat benih Mayang mekar. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. Mencabut dan mengambil benih Maikek. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. Memintal tali jala Mamanciang. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. ptikan jari. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang.

LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma. posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan. Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah. Posisi badan miring lurus. Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap.

Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng.LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak. berjalan pelan mengayun Nyaregseg. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. Melihat ke samping posisi merendah Ngembat. Gerakan seperti menangis Obah bahu. Menggerakan bah Ogekan lambung. mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jatuh cinta (ngaras). Nglangsut. Gerakan seperti terbang melayang Nangis. Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. nabdab gelung. Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. nyilat. Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. nepuk dada. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal. terkejut (terkesiap). nayog. makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). Nabdab pinggel. nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. (makenyem/makenyung). nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. sedih (sedih). Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang. marah (Nyelik/nelik).

mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. Gerak mentekel Sabetan. gerak bekerja. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera. dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan. Perangan ( Ngunus dhuwung. Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nyaplak. Mundur. atau apapun yang diulan Ropetan. Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup. Nyuduk. Ngunus Puletan. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng. Encot-encot. penyajian. mengorganisasi orang-orang. Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain. Gerak sembahan Saik Kalatiak. gerakan.

Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. langkah baranak. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo. Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang. galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring. Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa. Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong.

LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. Tempat/Tgl Lahir 3. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS. Peneliti Muda c. Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. Aplicate Approach (AA) b. Pelatihan : Drs. Pendidikan 8. Riwayat Pekerjaan:a. Anggota Masyarakat Seni 1997 b. JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. Dosen Seni Tari sejak 1988 b. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10. Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. NIP 4. UNJ Rwmangun Jakarta 13220. : 021. Instansi 5.Pd : Purwokerto. Perkumpulan Profesi: a. a. Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. Nama 2. Alamat 6. Pelatihan Usulan Due Like e. 2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bambang Pratjichno. M. Telpon 7. Pembimbing Metodologi d. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A.

PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD. Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005. 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. Suku Dinas Jakarta Timur. 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD. Maklah. Dinas Kebudayaan. LPKM UNJ. MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar. 2001 D. Dalam penataran tari guru SD. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar.LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. 2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP. 2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sunda -2004) E.

LPKM UNJ. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . UNJ dan Ford Foundation. Bambang Pratjichno. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama.LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. 2002 Jakarta. Jakarta. 2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. 29 Mei 2008 Drs.

Nama 2. Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. 5 Mei 1960 : Komp. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j. Agama 5. UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k. Status 7. Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. Rahmida Setiawati. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Pendidikan Formal 8. Telepon/HP 4. Ketua Program Tari (1990-1993) b. Tempat/Tanggal Lahir 3. m. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Pengalaman : Dra.LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. MM : Bengkulu. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g. Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku. Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d. Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. Jenis Kelamin 6.

Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11.LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C. Penelitian Masyarakat 1. TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w. Pelatihan CAP (2003) B. 2005. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. Penatar : 1. Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999). Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. 10. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). 2003) 2. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. 2004. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. PLS 4. 9.

Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Jurnal 1. Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5. Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Karya Ilmiah: 1. Dalam Penataran Tari Guru SD. Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4. Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18. Metode Belajar Mengajar tari. Dinas Kebudayaan (2000) 19. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25. Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Sistematika Pelatihan Tari Betawi. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. 28. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31.

Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Mata kuliah Tari Betawi III 7. Do’a 8. Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8. Desember 2007 Dra. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005). Gerak (1985) 2. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Bermain Topeng (2003) 9. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mata Kuliah Skripsi 13. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G. Mata kuliah Komposisi Tari I 9. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. Selendang Mayang (1990) 4. Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7. Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. Bobodoran (2003) 10. Punulisan Buku 1. Putri Rainun (TMII 1989) 3. Karya Tari 1. 6. Mata Kuliah yang ditempuh 1. Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Rahmida Setiawati. Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Mata Kuliah PPL 14. Mata kuliah Tari Sumatra 11.LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Mata kuliah Tari Melayu 12. Lenggok (1998) 6. Mata kuliah Tari Betawi I 5.

2005. 43 Jl. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. Penelitian : 1. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Penelitian Masyarakat : 1. 2003) 2. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A.Sn. PLS (2005) C.Pd : 132 135 262 : Karawang. M. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . S. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Penatar : 1. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. 2004. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3. Pengairan Rawasmut Blok C No. 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln. Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana.

2005. Jurnal Harmonia (2004. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. Perumus/Penyusun : 1. Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5. XI. Jurnal Artistika FBS (2000) 5. Penulis Buku : 1. Evaluasi Pendidikan (2004. Penerbit:(2007) E. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2. Pemakalah : 1. Buku : Seni Budaya kelas IX.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. 2006) 4.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3. X. Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F. LAM UNJ Mk. Metodologi Penelitian. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4. Pengajaran : 1. Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2. Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2.

Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas. 2005. 2001) 2. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur. 08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec. 2004) 3. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur. 6.2006) 4. HP. 2004. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang. 2004) 5.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1.Elindra Yetti. 2003.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra.

Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2.Propinsi Riau di Pekan Baru.2001) 6. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1. 2003) 2. Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata.2003) 4. Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata. 2005) 8. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. 2001) 5. Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas.LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1. tahun 2006) Makalah 1. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata. 2003) 3.2001) 7. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se.

Tata Rias dan Busana Tari 7. Pembinaan Kompetensi Mengajar 12. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Pendidikan I 4. Tari Pendidikan II 5. Olah Tubuh I 6. 1 Desember 2007 Dra. Perencanaan Pengajaran Tari 10. Tari Sumatera 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1.MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1.Elindra Yetti. Sejarah Seni tari 8. Interaksi Belaja Mengajar 11. Tari Melayu 3. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya. Keterpaduan Seni 9. Jakarta.

Memperbaiki Kualitas Pendidikan. 2002. 7. 2007.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. Transbook. Penulis buku Teori Sastra. 3. Proyek Peradaban Terbengkelai. 2007. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi. HP. SPd. 8. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah.com atau irsyad@jcce-omline. : : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320.99845808 : icadredo@yahoo. 2. 2006. 9. Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional. Universitas Terbuka. 5. 021. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang. Dinas Pariwisata DKI Jakarta. MHum. Teraju.LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. 2005.

Jakarta.LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10. 1 Desember 2007 Irsyad Ridho. SPd. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .MHum. dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS. SMP. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD. 2007.

FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. waktu. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang. Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas . tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi.

FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. waktu. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang. dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .

merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok. Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak. waktu. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. gerak dengan elemen komposisi terkait.

7.888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.00 . HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. 7.888.