Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

Gambar. Gambar. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki. Gambar.8 2. Gambar.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2. tangan dan dada ke depan 2.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2.7 2. Gambar. Gambar. 2.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2. Gambar.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2. Gambar. lutut tetap lurus. Gambar.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2. Gambar. Gambar. Gambar. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2. Gambar Gambar.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2. agar tidak pusing.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki. perut.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2. 2. Gambar. Gambar. Gambar.SENI TARI Gambar. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Gambar.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2.6 2. Gambar.9 v .15.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Gambar.29 Membokong 2. Tangan.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2. Gambar. Gambar.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2.16-2.25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2. Gambar.28 Nungging 2. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2.

42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar. 2. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki. penegangan otot perut dan paha Gambar. lutut. Gambar.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2. 2. Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar. pada saat melompat Gambar. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit.50 Badan condong ke depan. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar. tangan sbg penyangga Gambar.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Gambar. 2.39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar.48.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. 2. paha dan perut kencang Gambar.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.50.52 Mirip gambar 2. 2. 2. penegangan pada kaki Gambar. 2. 2.34 dan 2. 2.51.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi . 2. kaki. 2.51 Tidur menarik tangan dan dada. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar.44 dan 2. 2. 2.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar.45 Pose membungkuk.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar. 2. 2. 2. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan.59. 2.50 kontraksi otot paha Gambar.SENI TARI Gambar.46A Penegangan pelvis/pinggul. Gambar. 2. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan. 2.53 Sikap mirip 2. 2.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar.2 peraga putri. Gambar.

3.70 Berdiri santai.SENI TARI Gambar. tengah dan bawah level bawah Gambar. putaran. 3. 2. 2. 3. 2. dam tangan kanan. kontraksi pada kaki Gambar. 3. Gambar.69 Sikap jengkeng santai. tengah dan bawah menyeluruh Gambar.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats. paha.1 Tari Gejolak Gambar. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar.9 Bersih Desa Gambar. 2. 2.72 Kontraksi kaki. kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar.62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 3.2. .73 Duduk santai. 3. 2. 2. 3. 2.8 Gambyong Gambar. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar.67 dan 2.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar. 2. tengah dan bawah level tinggi Gambar. 2. Gambar.2 Tari Gumyak Gambar.5 Tari Klana Cirebon Gambar. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar. kontraksi kaki. 3. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar. 2.75 Melayang.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar. 3. perpindahan formasi.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. dan angota gerak lain Gambar. 2. 3. 2.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.76 Duduk berdiri jongkok.7 Gruda Gambar. 2.71 Berdiri jinjit.61 Sikap bongkok.6 Tari Legong-Kreasi Gambar. 2. 2.59 Sikap mirip gb.58 Penegangan otot perut. perut. 2.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. 2.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan.50 Kontraksi otot paha Gambar. dan angota gerak lain Gambar.3 Tari Kresno-Bladewa Gambar.10 Trandak vii .

Tari Ngelajau 3.. Gambar.28 Pendet 3. 3.11 Topeng 3. Gambar. Gambar. Gambar.51 Tari Mandau 3. Gambar.12 Merak 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.30 Tari Cinta Ibunda 3.34-3.54 Tari Rejang 3.16 Ngelajau 3.48 Tari Nyak Puan 3. Gambar.27 Tari Manukrawa 3. Gambar.17 Bechincak-an 3.37 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3. Gambar. Gambar. Gambar.29 Baratayuda 3.38-3.13A Tari Bailita 3. Gambar. Gambar.19 Tari Nyak Puan 3.59 Sanduri viii .35 Tari Turun Kuaih Ainen 3.36-3. Gambar.57 Bersih Desa 3.21 Tari PaJinang 3.43 Tari Ranah di nan Jombang 3. Gambar.20 Tari Ngelajau 3.45 Tari Ho Arya 3. Gambar Gambar. Gambar.13. Gambar. Gambar.39 Tari Sarampuah 3.26 Tari Baladewa-Kresno 3.50 Tari Dolalak 3.58 Jepen Rebana 3.46 -3. Gambar.56-3. Gambar. Gambar.31 Bratasena 3.33. Gambar. Gambar.B Tari Dayang Modan 3.18 Tari Ngelajau 3.55 Tari Kecak (Bali) 3. Gambar.24-3.52 Tari PupUtAy 3.22 Tari Manikam 3.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3. Gambar. Gambar Gambar.40 Tari HoArya 3.13A Tari Bailita 3. Gambar Gambar. Gambar.32 Tari Nyi Kembang 3. Gambar.13B Tari Dayang Modang 3. Gambar. Gambar.44 Tari Janda Nabia 3.23 Dogdog Lojor 3. Gambar.42 Gelang Ro’om 3. Gambar.49 Tari Janra UPeuteh 3.SENI TARI Gambar.41 Tari Janda Nadia 3. Gambar.

Gambar. Gambar.71 Ngremo Mall 3.72 Tari Turun Kuaih Ainen 3.. Gambar. Gambar. Gambar.81-3.95 Tari Badawang Nala 3.83 Tari Nyi Kembang 3.77 Tari Tabot 3.60.70 TarI Gambyong Kolosal 3. Gambar.94 dan 3.97 Tari Taume Anuku 3. Rancak di Nan Jombang 3. Gambar. Tari Jaipongan 3. Gambar.69 Untuk Mama 3. Gambar. Gambar.92 Tari Bersih Desa 3. Gambar.93 Tari Gelang Ro’om 3.84. Gambar. Gambar.3. Gambar.99 dan 3. Gambar Gambar. dan 3. Gambar. Gambar.68 Tari Balet 3.107 Tari Kondo Bulang 3.109 Tari Perang ix .96 . Gambar. Gambar.78 Tari Sekapur Sirih 3. Tari Topeng 3. Gambar.105 Tari Ponggayo 3. Gambar. Gambar. 3. Gambar.98 A dan 3.75 Tari Tabal Gumpita 3.73 .86. Gambar.79 dan 3. Gambar.64 Tari DolAlaK 3.100 Tentengkoren 3.88. Gambar.67 Tari Cinta Bunda 3.62 Tari Kebyar KEbeng) 3.65 Tari Nditita 3.101 dan 3.108 Tari Tano Doang 3. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.104 Tari Pa’Jinang 3. Gambar.63 Tari Reog Polodero 3. Gambar.74 Tari Payung 3. Gambar. Gambar.72 Tari Ngelajau 3. Gambar.Tari Gagahan 3.85 Tari Nyi Kembang 3. Gambar.98 B Tari Lupak Gurantang 3. Gambar.87 Ttari Dogdog Lojor 3. 106 Tari Pabete Pasapu 3.90 Tari Kresno Baladewa 3.61 Tari Warak Dugder 3.80 Tari Bachincak-an 3. Gambar.dan 3. Gambar. Gambar.76 Tari Joget Lambak 3.SENI TARI Gambar.66 Tari Balet Ngu Yen She 3.82 Tari Ngelajau 3.89 A.91 Tari Warak Dugder 3.102 Tari Randa Nabia 3.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3.103 dan 3. Gambar.

4. Gambar.10 Sangkrae(KalTeng).29 Saman (Aceh) 4.31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb.119 dan 3.112 Tari Tarik Lalan 3.30 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.113 dan 3. Gambar. Gambar.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4. Gambar.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4. Gambar.116 Tari Giring-giring 3.21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4. Drum 4. Gambar Gambar. Gambar.36 Prajurit (Bali) 4. Gambar. 4.120 Tari Bambu Gila 3. Gambar.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4. Gambar.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3.3 . Gambar. Gambar. Gambar.5 Kostum Annien (Riau) 4. Gambar Gambar.110 dan 3. Fantasi (Bali) 4. Gambar.118 Tari Persembahan 3.17 Karakter Putra Gagah 4. Gambar. Gambar.23 Bentuk Panggung 4. Gambar.111 Tari Dara Juanti 3.15 dan 4.13 Dogdoglojor(Jabar) 4. Gambar.14 Ngelajau(Lampung) 4.8 Kostum Gruda.2 Perangkat Gamelan Jawa 4. Gambar Gambar. 33-4. Gambar.35 Pendet (Bali) 4.20 Stage Proscenium 4. Gambar. Gambar.17 Karakter Putri Halus 4. Gambar.114 Tari Baharuan 3.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4. Gambar.4.117 Tari Milau 3. Gb. Gambar. Gambar.22 Stage Proscenium 4. Gambar.28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4.121 dan 3.125 dan 3. Gambar.126 Tari Tepulut 4.1 Perangkat Gamelan Sunda 4. Gambar.) 4.SENI TARI Gambar.37 Saman(Aceh) x . Gambar.122 Tari Ndaitita 3. Gambar. Gambar.115 -3.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4. 4. Gambar.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4.123 dan 3.26 Improvisasi Gerak mhs 4.4 Alat musik diatonis Gitar. 3.9 Trunajaya (Bali).

Gambar.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5. Gambar.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5. Gambar. Gambar.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5. Gambar. Gambar. Gambar.. Gambar. Gambar. Gambar Gambar. Gambar.SENI TARI Gambar. Gambar. 4.1 Teater Anruang (Bandung) 5. Gambar.14 Disain tata Cahaya Gejolak 5.23 Penata cahaya memberi efek 5.41 Tari Dogdoglajor 4. Gambar.25 Penata Musik memberi 5. Gambar.15 Pengarahkan kepada penari 5.44 Turun Kauih Aunen 4.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5.8 Pimrum tangga Tumpengan 5.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5. Gambar.38 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.40 Tari Gelang Ro’om 4.42 Tari Jibeng Rebana 4. Gambar.9 Rileks habis kerja 5. Gambar. Gambar. Gambar.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5. Gambar.21 Penata cahaya memberi efek 5.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5. Gambar. Gambar.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5.6 Pimprod memberi arahan 5.43 Tari Ngelajau 4. Gambar.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5.32 Ratu Angin xi .28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5.10 -5. Gambar. Gambar.17-5. Gambar. Gambar.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5. Gambar.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5. Gambar.45 Tari Gelang Ro’om 5.46 Tari Randa Nabia 4.39-4.19 Kru Stage kerja di balik stage 5.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5.12 Persiapan kipas pada Gejolak 5. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.

6. 6. 5.SENI TARI Gambar.7 Tari Margapati Gambar.13 A Tari Gundala-gundala Gambar.1 Tari Topeng Blantek Gambar.13 B Tor-tor Gambar. 6.4 Tari Gambyong Gambar.33 Busana saat gladi kotorGambar. 5. 6.8 Tari Belibis Gambar. 6. 6. 6.2 Tari Topeng Cirebon Gambar. 6. 5. 6.3 Tari Jaipongan Gambar.6 A Tari Jaranan Gambar. 5.13 Tari Saudati xii .5 Tari Karonsih Gambar.6 B Tari Ngremo Gambar.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar. 5. 6.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar. 6. 5.9 Tari Randai Gambar. 6. 6. 6.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra.34 Busana Gladi bersih Gambar.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar.

SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.3 5.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.5 5.4 5.3 3.2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.5 4.4 4.4 Bagan 4.1 1.3 4.1 2.1 5.2 2.1 3.2 2.3 Bagan 3.2 5.5 6.1 Bagan 4. Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii .

1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv .4 Gerak tari kelompok Tabel 2.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4.1 Hubungan Teknik Gerak.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.1 Teknik.2 Dosis Pernafasan Tabel 2.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3. kelenturan da imitasi Tabel 6.3 Motif gerak Individu Tabel 2. Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1.xiv DAFTAR TABEL Tabel 1.

standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. tempo.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. pada hakikatnya kurang dinamis. Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. keterampilan yang telah dipelajari. Di sisi lain. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tempo. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. dinamika Membaca berbagai ritme. Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan. partisipasi. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. pengetahuan. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Secara konseptual. tempo. efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat. dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis. dinamika Menirukan berbagai ritme. Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya. di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab.

Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. 2. kekuatan. Sistem dan organisasi kerjasama. 3. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. pengaruh. 7. Bahasa. Sistem religi dan upacara keagamaan. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. cara atau jalan akal dalam berikhtiar. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . daya mengandung arti tenaga. mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis. 6. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. tabiat. Kesenian. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk. 5. Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi. Di sisi lain. perangai. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. Selanjutnya. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari. Sistem pengetahuan. akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. Sistem teknologi dan peralatan. benar dan salah. Sistem mata pencaharian hidup. Para siswa yang kami sayangi. Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. 4. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini.

dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. terpuji. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki. Para siswa yang tercinta. Dengan demikian. dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik. dan kemampuan mengorganisasikan ingatan. menjabarkan ide. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. Secara teoretis. Secara histories. implementasi motif ungkapan verbal (lisan) .SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. perilaku. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. kepekaan perilaku. berkeindahan secara bebas. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya. Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir. kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. perasaan. adat yang diatur dalam agama. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. konsep cara berpikir. Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian. Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. Manusia menghasilkan hasil budaya. konteks budaya manusia berbentuk tulisan.

Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. dipikirkan. Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya. Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman. arah dan tujuan yang ingin dicapai. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam. Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. cahaya hidup. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. dan sumber inspirasi penciptaan.

Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Pada muaranya. simpati. Para siswa yang kami cintai.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan. jenis dan wahana seni tari. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan perkataan lain. dipikirkan. hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya. Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia. kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. dan dicita-citakan. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. hubungannya dengan seni lain. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya.

Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. argumentasi. revitalisasi. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. Selanjutnya. variatif. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. dan perspektif. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. Ketiga. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia. penelusuran. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri. Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak. akomodatif. rangkaian mata rantai penulisan. dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja. Menurut Kuncoroningrat (1986). sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif.SENI TARI 5 Oleh sebab itu. B. dan transformasi kesenian agar tidak punah. yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat.

Seni teater. 6. Seni berwawasan teknologi 7. Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cabang-cabang seni memiliki banyak jenis. Seni kerajinan. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1.SENI TARI 6 Secara eksplisit. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. Atau dengan istilah lain. Seni musik. Seni tari. 5. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. kreativitas. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya. Seni rupa. Seperti di depan telah disinggung. 4. Seni-seni lainnya. 12-35). unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002. Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. 2. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi. Selanjutnya. Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri. 3. bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). bersosialisasi. Menurut pandangan penulis.

SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Oleh sebab itu. kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. dan karsa. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. unsur keindahan (estetik). medium ungkap seni. Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. 12-24). Dengan demikian dapat dicatat.SENI TARI 8 C. bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih. Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri. sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya. modifikasi. Pernyataan tentang bentuk baru seni. mengatur. perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. pada kesempatan lanjut dapat dipahami. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. Selanjutnya. Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. dibentuk. arah dan perkembangan seni semakin variatif. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. rasa. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak. serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian.

seni drama (teater). dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. ilmiah secara empiris dapat diterima. obyektif sebagai bagian kenyataan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . seni tari. konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. seni kaligrafi. bulat. pewarisan. Usaha penyelamatan. Dalam pendidikan. dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional. Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah. pelatihan. utuh. maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran. Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. dan dibalut ke dalam makna simbolis. Masalah pemanduan bakat. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. rasional.SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. seni musik.

kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. lukis. patung. gambang kromong. drum. angklung. grafis. flute. musik elektronik. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano.SENI TARI 10 1. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. gitar. kerajinan tangan kriya dan multimedia. seksopon. kemampuan memahami dan berkarya grafis. dan terompet. sintetiserr. lukis. patung. gamelan. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. kerajinan tangan. dan multimedia. kemampuan memahami dan membuat patung. Seni Musik. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. rebana. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. berhubungan dengan unsur cabang kesenian. Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Seni Rupa. pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. kriya. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. 2. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. kecapi. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan kolintang serta arumba. Unsur lain dalam bentuk harmoni.

dan harmoni secara varian. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Oleh sebab itu. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. eksperimentalis. serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme. 3. kemampuan mengaransemen. Seni Teater. melodi maupun harmoni. interval. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Di sisi lain. serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil. kemampuan memahami dan membuat notasi. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur. kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. ekspresionis. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. kemampuan memahami dan membuat naskah. bunyi yang berirama.SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Di sisi lain. dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi.

Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler. Sebagai penyesuaian abad modern. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. baik dari koreografer. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. kebahagiaan. 4. Media ungkap tari adalah gerak.di mana tarian tersebut berasal.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan. peraga dan penikmat atau penonton. intonasi. Seni Tari. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting. kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak. Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi. pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki. dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. pembawaan. diksi.

dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. Seni tari memerlukan media gerak. Dalam perkembangannya. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. maka gerakan tari semakin halus. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. guru-guru tari yang profesional. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. renda. serta seni yang menekankan keterampilan tangan. seni lipat. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. seni dekoratif. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. 5. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Oleh sebab itu. produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. Oleh sebab itu. estetis.SENI TARI 13 maupun nontradisional. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern.

Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain. dan tari secara multilingual. Dengan imajinasi. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. pendokumentasian (sinema).SENI TARI 14 yang ada berwujud musik. rupa. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. seperti seni peran (khususnys sinetron). Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. menciptakan hal baru. multikultural. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. teater. Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih. Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. mana cabang seni yang paling kalian senangi. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. rupa. seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru. bunyi. dan multidimensional.

2. konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh. 4. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki. Dalam ranah khusus. teknik. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memberikan nilai masyarakat. bahasa gerak. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. 1. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Sebagai bahan kajian. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. serta. jadwal terprogram. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. memiliki kompetensi. 3. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual.

Menekankan kepada produk/hasil. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. e. d. artis dan koreografer. b. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan. kemahiran. g. f. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. a. c. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. dan berkelompok koloni. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. Kemampuan. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri. h. Prosedur imitatif. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. demonstrasi. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. latihan.

dan Koreografer. serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan. dan Pecinta Kesenian Bagan 1. Peminat. Prosedur imitatif. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. latihan.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari.2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kritikus Tari. Pemerhati. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. demonstrasi. kemahiran.

dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal tersebut apabila belum cukup. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik. peserta didik. Para pembaca budiman. bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah. untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. Lebih dari itu. dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. Selanjutnya.SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. efektif. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari. Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas. Oleh karena itu. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca. Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh. Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia.

2. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. ruang. 3. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari. tenaga. tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. dan waktu. pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam. Kekuatan. Di samping itu. terkait pula dengan: 1. Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. kecepatan. peralatan tari D. dan fokus. Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. 2).SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. Apabila dikaji secara menyeluruh. tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. dan waktu. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. Selanjutnya. tenaga. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. Pengertian Tari Para siswa yang budiman.

maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. Oleh karena itu. Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. empati. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. Apabila disimak secara khusus. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat. Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Tari memberikan penghayatan rasa. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. Sebagai sarana komunikasi. Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pernikahan. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. simpati. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. Tari merupakan salah satu cabang seni. maupun keperluan tertentu lainnya. hajad kaul. dan pada waktu kapan saja.SENI TARI 20 tubuh manusia. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh.

Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. Dalam konteksnya. direfleksi melalui gerak baik secara spontan. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan. dan ruang alam dunia. Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. Oleh sebab itu. dan tenaga. maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. tenaga. 1994:44). waktu. Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. serta unsur pendukung lainnya. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture. melainkan juga sebagai upacara agama dan adat. Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli. baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). Secara khusus. maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. di dalamnya terdapat ekspresi. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. ritme. Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. 1990:2). Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. dan musik. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. John Martin dalam The Modern Dance. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak.SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. tubuh.

Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. rasa. Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. Sebagai bentuk latihan-latihan. badan. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. Gerak Unsur utama tari adalah gerak. 1. atau cakupan gerak). dan tenaga. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. dan kaki).Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. perubahan sikap. tangan. VCD tari. Oleh sebab itu. waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. lemah. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan). Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala. posisi. tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. waktu.SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. dan kedudukan). aspek tari. dan irama seseorang. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Sejalan pendapat Suryobrongto. jarak. Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang.

gerak olah raga. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. gerakan pencaksilat. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot. serta gerak untuk berkesenian. kontraksi otot. Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. gerak bekerja. apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. lambat-cepat. 1. tegas terputus-putus. Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif. Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan. gerak bermain.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh.

Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. misalnya level. Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). 1. Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. jarak/rentangan atau tingkatan gerak.2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul. namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya. tangan(Thorax). Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. Faktor space meliputi ruang gerak.SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel.

1989:2).SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak. aksentuasi. Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. 1. penekanan (Ann Hutchinson. Gelengkan kepala. lemah. Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. luas. tengah dan atas secara sinkronisasi. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3. dan dinamis. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. 2.3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat). 4. Ayo para siswa. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah. 1. dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. sebagai tumpuhan tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah. misalnya gerak yang kuat. Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya. sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan. elastis.

biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari. Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak. dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb. stakato. 1.4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan). patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili.5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat.1.

Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra. Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas). dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon).6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. 1. 1.SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas. Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci.7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rentang tangan. Sumber: koleksi Pribadi Gb.

9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo.10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo).8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. 1.9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb. Gb.8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1.10 Gumyak Banyumasan Gb 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak). 1. rentang tangan.SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan. klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon). 1. Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.

Motif gerak tari tradisional Betawi. Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989. antara lain terdiri dari Selancar. Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. Nyilau. Cendoliyo.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Melenggang Turun Naik. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Rapet Nindak. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai. 67).11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala.SENI TARI 29 1. Lenggang. Gonjingan.11 -. Nyelak. dan Gibang. Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. Pakblang. Ngenak Cincin.12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb.1. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok. 1. tangan. Nyanggul. gerak peralihan.1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. 20). Ngenak Subang. Nyetangaen. Para siswa apabila dicermati secara teliti. gerak khusus. Blongtur. Begaya. dan kaki. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Ngaco. 1. Kewer. Gerakan peralihan terdiri dari Koma. Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari). Ngenak Gelang. Kedidi Merentang. Nyerah Sekapur Sirih. Tegak berdiri. 1. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. badan. Ketentuan gerakan harus dipatuhi.

Gerakan pacak gulu. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Badan kontraksi. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Rapal. mengkerutkerut.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model. Gerakan ke depan/belakang. Adeg-adeg. gebesan. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berputar. gelieur. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. kuda-kuda.2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. rileks. memutar ke kanan/kiri. sendi leher berperan sentral. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. gileg. Meliuk-liuk. dan mengayun. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. tengok kanan/kiri. Gerakan supinasi. mengangguk. rendah). sedang. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. anggukan dan gelengan kepala.

ke depan/belakang. Gerakan bervariasi. Vibrasi scapula. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. samping kanan/kiri. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. tekukan pada palmar tangan. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Grakan tangan lurus. ogek lambung. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lengan atas. palmar tangan. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Ngruji. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. dan sikap tangan pokok. supinasi ke depan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. tekukan pada siku. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Topeng Cirebon. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. Nyempurit. lengan bawah.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. belakang. Sikap palmar dari tangan Ngiting.

goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. dilakukan sesuai keterampilan individu. Kengser. Harmoinisasi goyang pinggul. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. Kolumna vertebralis. Geser. Gerakan dan getaran pinggul. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Pelvis sebagai penopang. Goyang plastik. macam goyangan. Cranum sebagai otorizet. kelenturan pada paha. sensualitas. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. goyang pantat pada Jaipongan. Kecepatan. masingmasing berbeda-beda.

SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Peragaan gerak motif Rodat. loncat harimau. Lampah Ringdom. Keept up Jalan lurus. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Salto. strugel track di udara. sinfibrosis. sinkondrosis. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. loncat harimau. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala mematukmatuk. Gerak rol. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Zamrah. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. kaki lenagkah ke depan/belakang. dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. samping kanan/kiri. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala.

meng angguk-anggukan kepala. Gileg. Tegak dan bongkok badan. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Gerakan merendah atau mendak. Pacak Gulu. tulang panggul. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Gelang kepala. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. 2. Lakukan gerakan ngeseh. Putaran Tubuh ke semua arah. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. sendi poros pada tulang bahu.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. serta pada karpal dan falang. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. Tabel 1. sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu. Galier. Nindak. dan variasi gerakan kepala. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. badan. dan Godeg. dan kaki. Tanjekan. Mapal. Ngeseh.

Lakukan gerakan mapal berkelompok. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. sedang. kuda-kuda. tari garapan lain.2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3.3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. kuda-kuda. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. step(langkah ganda). Rapal.(Jung kir balik) Tabel 1. Rapal. rendah) pada tari Saudati. straidel. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. sedang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan topeng Klono. rendah). anggukan. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. sedang. Adeg-adeg. Gerakan Tari Topeng Cirebon. lenso. Adeg-adeg. 4. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. rendah).SENI TARI 35 1. berputar.

Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. 1.SENI TARI 36 2. dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa.14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. Di sisi lain. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan).14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. 1. dan ruang gerak penari itu sendiri. posisi dan kedudukan. gerakan olah tubuh. Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. ) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari.13 dan 1. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa. 1. posisi yang tepat.13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.

Gambar 1. ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar. 1. dan Tari Saman Bawah.16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala. 1. dan tangan kanan tolak pinggang.15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.16 Penari Saman berbanjar Gb. (perhatikan gambar: Tari Klana atas. 1.

Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan.SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan. Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja.

18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb.SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. 1. Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.17 dan Gb.18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. 1. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati). 1. 1.

dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. 1.SENI TARI 40 3.19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur. dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi. panjang-pendek. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. perpindahan tempat. cepat-lama gerakan dilakukan. Waktu Dalam tarian. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas . dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi. Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu. 1. Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. Perubahan gerak. berubah posisi. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. perubahan posisi.

konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . waktu berdenyut. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya. Oleh sebab itu. Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas. kualitas gerak. situasi. dan kebutuhan pentas tari. denyut nadi gerak. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. atau dengan berdiri-jongkok. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Dengan demikian. dan kondisi emosional penari. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian. intensitas gerak. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. Dalam tari. walaupun diam seorang penari di atas pentas. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi. Atau dengan istilah lain. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak.

Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. berisi. Apabila hal ini dapat terkontrol. Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati. dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Koleksi Pribadi Gb. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage).19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas. intensitas.20 Penari Bimo Suci Gambar 1. berkekuatan. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan. Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). 1. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis. Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas. ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja.SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif. dan penghayatan gerak tari.

dan memenuhi harapan.21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb. 122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . terkendali.SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol.21. kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang. 1. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata. 1. 1. Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan). Sumber: Internet Gb.22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan. Lompatan kulminasi penari balet Gb.

SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1. 1. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan. Tersebut di atas.22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .24 Gambar menunjukan. Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1. Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. Para siswa yang budiman. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin. 2. 1. tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1. penegangan otot tangan yang terbuka.23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb.

desakan jiwa. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. kehendak. Ekspresi Perlu para siswa ketahui. Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. sedih. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya. dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum.SENI TARI 45 5.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. Sebagai ilustrasi. marah. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi. dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter.

1. Lakukan ekspresi murung.. 2. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1. Coba lakukan ekspresi senyum di kulum.26 Penari melepas senyum kepada penonton. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang. Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater.SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton. menangis. atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1.

sehingga pembaca baik pelajar.1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang. Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan. Untuk mencapai pemahaman bacaan. dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2. guru. Sendi Otot.SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A.

SENI TARI 48 B. Pada akibatnya. Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. Siswa yang baik. Latar Belakang. organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi. skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan. dan waktu. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. menari. menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. Oleh sebab itu. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang. Seperti banyak diketahui. makan-minum. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. dan sehat lahir dan batin. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. bahwa di dalam melakukan olah tubuh. membentuk tubuh yang ideal. PENDAHULUAN 1. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. ideal. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar. waktu dan tenaga. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan.

maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. Secara garis besar. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. serta aktivitas sehari-hari. Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh. Oleh sebab itu. srta banyak contoh lagi. maraton. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan. terkejut. dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. jalan biasa. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seperti telah disinggung di atas. sprint. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita.SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh. menari. kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. menari dan gerak senam. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus.

bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik. Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. Oleh sebab itu. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. C(Carbon) dalam jeringan. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. menari maupun melakukan senam. maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. Selanjutnya.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. dan gerakan terjaga dengan baik. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara. di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa. begitu sebaliknya. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. Oleh sebab itu. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik. sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. kualitas gerak. ketahanan tubuh.

dan melepas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. • mengkordinasikan para-paru. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. Selanjutnya. kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. Apabila hal ini menjadi kenyataan. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. mengeluarkan.SENI TARI 51 nafas. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan. • Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. • Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna. • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. tengah.

Oleh sebab itu. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan. Secara tertruktur. Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat. mulut. Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. pangkal tenggorokan. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan. anak tekak. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. Oleh sebab itu. membusungkan dan mengempiskan dada. Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. rongga hidung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk.

Alat ini merupakan alat pernafasan utama. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi.is masuk ke rongga hidung. Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid. Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung. Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. Paru-paru mengisi rongga dada. kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. • Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak). Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. menari dan senam. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea.SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung. • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas. dan gerakan pernafasan. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung. • Paru-paru ada dua. Sewaktu udara melalui hidung. kecepatan. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut.

setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan dituangkan ke dalam gerakan artistik. Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan. Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. sesak nafas. Oleh sebab itu. hingga mengakibatkan gangguan jantung. menahan. Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan.SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. dirasakan. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati.

Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. Jelaskan. Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. 2. Para siswa. b. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal. Tugas: 1. kalian pasti telah memahami teks di atas. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini. melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa. a. posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar. Konstabilitas ini harus terjaga. sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas. Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3.

Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik. persiapan tubuh atas pemanasan. Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan. Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang. Sumber: Koleksi Internet Gb.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni. pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik. 2. DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh. Oleh sebab itu. 2.1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb.

dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan.SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot. 2. 2.3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .bagian perut. 2.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada. bagian skapula terjadi penegangan gb. kaki ada (penari pa) Gb.1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2. dada.

Selanjutnya. Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix). misalnya gerak yang kuat. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. misalnya level. Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. lemah. kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Faktor space meliputi ruang gerak. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini. aksentuasi. anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput). ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini. Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya.4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penekanan (Ann Hutchinson. elastis.SENI TARI 58 2. 2. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). 1989:2).

tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas. 2.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb.6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan. Kepala bisa menghadap depan. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata. tangan dan kaki bawah relaks.SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik. Tangan kaki.5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.

Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. tanpa persiapan apapun. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh. dan bangga untuk diri sendiri.SENI TARI 60 3. Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik. Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap. menari dan senam agar benar-benar fit. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. tubuh. menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. gerakan pengenalan. menari dan senam pada dasarnya telah dipahami. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan.

mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. Dalam melakukan olah tubuh. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. sendi dan tulang secara maksimal. • Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. mempertahankan. tari. menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot. Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru. jantung. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. tulang. Penguatan ekspresi gerak. ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. gerakan tiba-tiba. sendi. Di sisi lain. memperkuat persendian. otot. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. gerakan oleh tubuh. Sebagai contoh. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri.

adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi. Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah. Apabila latihan olah tubuh. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi.SENI TARI 62 • Olah tubuh. Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. gerakan yang memiliki beban. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal. dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu. Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya. Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin. Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan.

Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot. Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama.Melalui penjelasan tersebut. Oleh sebab itu. setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama. Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar. Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan.SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel . Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan.

Tabel Hubungan Teknik Gerak. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif. kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak. sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. Otot memiliki daya kontraksi. cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit.

Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak.

9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung.8.9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb. 2. Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2. dan peniruan gerak sebagai berikut. kaki dan perut. 2.7-2.SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. 2.8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 2. jari kaki dan tangan Gb.

4.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi.SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana. perut dan kaki. 2.5. Sumber Internet Gb.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2.6. Ambil posisi berdiri sempurna. 2. 5. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan. kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. bukan? Lakukan sekarang. Gb.

Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah. dada. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik. mulai dari dada hingga pinggul. 1. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. Bentuk Apel. stroke. latihan gerak naik turun tangga secara rutin. Gb 2.SENI TARI 68 B. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut. Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. tekanan darah tinggi. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb. dan paha. dan penyakit ginjal. Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik.11. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh. 2. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal.

Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis. dan betis. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb. bentuk tubuh pir kurang percaya diri. Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir. Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. bersepeda. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. Dalam penampilan. Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian. 2. Biasanya sering frustasi. paha.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. Bentuk Pir.SENI TARI 69 2.

Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. bersepeda.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 70 3. Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. langsing. jalan cepat. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul. dan ceking. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel. Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional. Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus. Dalam skala ukur yang klasik.

Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk. Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. penari. pesenam. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki. masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. 2. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh.

Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan. 2. penyaluran energi.6.5. 2. kesehatan.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar. 3. Ambil posisi berdiri sempurna. hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh. seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri. Upaya penambahan berat badan. dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya. 1. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran. Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas. wanita yang berprofesi olah ragawati. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2.

Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita. gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kelenturan . tubuh sebagai alat gerak. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. ketepatan. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak. Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. dan daya ulur. Dengan demikian apabila terjadi peregangan. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. Pada pengetahuan olah tubuh. Untuk keperluan olah tubuh. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka.SENI TARI 73 C. maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan.

Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nungging. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok. 4-18). Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. Kangkang. Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar. dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. Jinjit. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. 2. Otot jantung membentuk jaringan jantung.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Tangan. perut. perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh.

kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan. Sumber Koleksi Pribadi Gb.15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan. 2. serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan. diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. lompat.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. loncat. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri. meluruskan-menekuk kaki. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan.SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Kontraksi pada kaki. agar tidak pusing. 2. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. jinjit dan naik turun.SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian. Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit.16-2. lutut tetap lurus. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb.

Gerakan kepala di atas. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan.SENI TARI 77 2. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak. Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. c. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. menungging. Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang. dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. atau memposisikan berada menjulur ke depan. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. b. berdiri. bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menggeleng-gelengkan kepala. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah.

Kontraksi pada kaki Gb. 2.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. 2. lebih dominan di atas lantai. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud. Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal.19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai. Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah. Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai. Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Lakukan gerakan tersebut beberapa kali. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus. Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita. Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis. Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan. siapkanlah peralatan tersebut. Gerakan tersebut lakukan beberapa kali.20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat. angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali. Lihat gambar 2. kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna. gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian.

dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. badan. Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur. Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna. Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. 2. 2. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar. Pinggul (pelvis). Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. Anggukan kepala.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e. Kontraksi pada kaki Gb. dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur). Betis (Febula). Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki. Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati.

tangan.22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha.2. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan. Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri. Perhatikan gambar Duduk santai. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat . kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri.SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. dan perut. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup. Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f. Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb.

2.SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini.25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi. 2. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini. bertumpu pada satu kaki.Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb. yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad. Lakukan latihan beberapa menit.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur.26 da 2. Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah. duduk. (Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas.

28-2. Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan. Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding. sehingga bis tepat rata benar. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang. Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent). Sebagai ilustrasi. Gerakan dilakukan beberapa kali. Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai. Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus. Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar. posisi tidak semitris. Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian..SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis. 2. Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki.28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

1989:2). Misalnya gerak yang kuat. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). lemah. anggota gerak bagian tengah (Thorax). Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak. Selanjutnya. Ruang gerak misalnya level.2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). konvigurasi. Konsep ini selanjutnya diberi bentuk. maupun perubahan tentang aspek gerak. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput). 4. Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . disebut gerak tari tengahan. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. aksentuasi. Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak. dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap. Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. elastis. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang. penekanan (Ann Hutchinson. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. posisi.

2 peraga putri. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Oleh sebab itu.SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak.44 dan 2. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul. Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik.

Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda. menghentak. di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil. Oleh sebab itu. makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. Hal ini dituntut dalam tari. penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. Dalam tari. Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari). keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis. Gerakan yang statis dan membosankan. Sebaliknya. karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis.SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. Oleh sebab itu. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. bagi pengamat yang masih awam. Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya. Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan. pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka. dan banyak variasi. Untuk pengamat yang telah berpengalaman. menjadi sisi penilaian negatif pengamat.

Variasi gerakan goyang. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. gerakan yang diperhalus. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. berbaris berbanjar. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian. Di sisi lain. Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna. dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif). Dalam belajar-mengajar tari. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya. gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam.SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian. jongkok menekuk lutut. dan angkuh temteramental gerakan. tengah. kuat. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak. Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi. Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti.

2. penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya. 2 2.46. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh. Selanjutnya. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai. Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri. Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. Oleh sebab itu. 2. Kontraksi pada kaki Gb. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan kesan goyah.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tidak mantap.

paha. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai.SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. dan daya tahan nafas. 2. Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. 4. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. 3.48. Ambil posisi sikap sempurna. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini.

Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap. kemudian baru keluarkan. sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan. Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan.SENI TARI100 4.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Olah nafas dengan pernafasan paru-paru.Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya. Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu.52 selanjutnya dilakukan. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2. Gunakan pernafasan dada dan perut. bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1. Tahan nafas hingga 4 detik. Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh. Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan.3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2.

Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. Pada tingkat ini. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan. 2. serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. Dalam keadaan terpaksa. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan. semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal. Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. atau duduk santai dengan punggung bersandar. tergesa-gesa. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar.SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. Masa latihan lebih dari 3 bulan. sehingga dalam keadaan terkejut. Pada tingkat menengah. Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit. Peringatan.

Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya.SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2. Dalam keadaan paru-paru kosong. Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hembuskan nafas selama 6 detik juga.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada. tahan nafas 6 hitungan. Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2.

hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. Bagaimanapun. Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. dan dada. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya. menahan dengan santai. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk. dan menghembuskan dengan santai pula. D. dan konsisten. kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. kebiasaan makan. Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. paha. tenang. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. terutama pada bagian pinggul.SENI TARI103 5.

penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.50.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. 2.SENI TARI104 1. Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb.

51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar.51. 2. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. kontraksi pada kaki perut Gb. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gb.50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai. 2. penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki.33 Sumber Koleksi Pribadi Gb.52 Mirip gambar 2.51 Tidur menarik tangan dan dada. 2.53 Sikap mirip 2. kontraksi pada kaki Gb.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI105 2. 2. Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup.

siap untuk melakukan olah tubuh. berlari. tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi. Tulang Kelangkang. seperti melompat. pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. otot kaki.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . meloncat. keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang. Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki. Paha Pangkal paha. Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. menendang. tungkai bawah. tungkai atas. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. merendah dan jongkok.

Kontraksi pada kaki Gb. 2. 2.54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb.59.50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai. 2.

Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi. 7. Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level. 2. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik. apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. 5. kelenturan. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1. peniruan gerak. 4. sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut. Oleh sebab itu.gerakan. kenapa demikian. Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan bagaimana cara mengatasinya 9. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca. Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. Apa alat dan pakaian yang digunakan?. Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh. Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. 8.

penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. . Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak. gerakan putaran tangan pada lengan. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki.SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. e. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. dan dapat dibantu oleh tulang. dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). berjalan. ruang. dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. dinamis. trisik pada tari Jawa.

56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb. dan tangan serta kepala sebagai efek samping. Peregangan pada otot perut. 2. dam tangan kanan. pinggul. kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai. Proporsi menunjukan tention pada perut. 2. adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. 2. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. pinggul. Gb. dan kepala. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar.

2.61 Sikap bongkok.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna.SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. Sikap mirip gb.59. Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad. Lakukan latihan selama beberapa kali. badan dibungkuk secara mengalir. 2. ekspresi rambut. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas. 2. hal ini untuk menguatkan otot perut. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb.

Perhatikan gambar Duduk santai. Sumber Koleksi Pribadi Gb.62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 2.62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi pada kaki Gb. dan angota gerak lainnya. Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan. 2. Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. dan angota gerak lainnya. 2.

Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni. penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal.65 menunjukan performa Intensitas gerak. tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.2. Fese latihan dan pentas.64—2. perhatikan gambar duduk santai. di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan.2. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.64.65.SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu. . tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb. peraga tunggal dengan penghayatan dalam. dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . .

2. gerak tari bentuk. Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan.66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan. keseimbangan. baik tari tradisional.66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kesehatan. Perhatikan gambar Duduk santai. Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere). Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. 2.SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh. dan kebugaran tubuh. Kontraksi pada kaki Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

. latihan pernafasan. 1. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani.SENI TARI115 D. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. pinggang. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan. 2. Dalam Singgih D. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik. Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran).dan 2. guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb.48-2.68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian.2. latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh. latihan penyegaran otot dan saraf punggung. tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gunarsa menyatakan. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi.49). kaki.67. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah.

betis. lengan otot. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). Berdiri di udara terbuka. otot sekitar mata. hangat.SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. tangan diangkat ke samping (horizontal). c. jari-jari tangan. posisi berdoa. Duduk tegak punggung lurus. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh.1 Contoh Latihan Gerak a. pergelangan tangan. Tarik napas dalam 5 hitungan. pinggang. bahu. tumit. c. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada. paha. kemauan. kepala. Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. otot. irama hitungan sama. f. telinga. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. otot-otot muka/wajah. keinginan baik. 1. lutut. perasaan. Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. Kaki dibentangkan. d. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. d. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki bersila. b. Rasakan kasih sayangdalarn pikiran. b. Cara Kedua : a. Visualisasikan dalarn pikiran. Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. e. b. Langsung keluarkan napas 10 hitungan. c. kepala tegak. Ulangi latihan 10 kali. yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi. bagian tumit sentuhkan kedua kaki. rasakan dalam dada. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. e. dapat dilakukan dimana saja. leher.

• Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. pikiran bersih. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. seakan-akan menembus paru-paru.SENI TARI117 d. Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing). Latihan Penguatan Otot. mata dipejamkan tunduk sedikit. f. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. Ulangi latihan 5 kali. Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). 1. • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. e. Tariklah kedua kaki rapat ke depan. sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. jangan bungkuk. c. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. dengan cara. e. 2. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. • Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). tangan dipangkuan diatas lutut. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. Urutan gerakannya sebagai berikut. d. julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. b. makin lama makin baik.

Ulangi 2-3 kali. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. lurus ke depan. istirahat sebentar. jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan. ulangi 2 sampai 3 kali. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. 6. lurus datar. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Bila kedua pinggang sudah tegak. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. Letakkan. 3. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. ke samping kiri dan samping kanan. Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. 7. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam. • Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki. Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal. Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan. Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan.

peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya. . Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas. 3. Menirukan gerakan yang diberikan guru. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . . Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah. mengetahui letakIetak gerakan yang benar. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia. Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat. Deskripsi Tugas 1. Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. 1. agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah. Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat. Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah.Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh. 2.Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas. benar. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. meloncat. bawah secara baik dan benar. tengah.

. waktu. Deskripsi Tugas . 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat. Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis. bentuk-bentuk gerak dalam ruang.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon. melangkah. Peserta berjalan. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. 1. mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar. Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi. perpindahan gerak.Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang. rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin. Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan. Kriteria 1. tenaga. 2.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis. putar jinjit tidur. 2. memahami garis. Untuk tugas diatas.SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak .3. waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. jalan. sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal. Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak. meloncat. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1. dapat mengetahui polapola yang ada.

• Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. langsung melalui gerak dengan berpasangan. bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur.SENI TARI121 Kriteria . • Peserta secara kelenturan.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan. kelenturan. Latihan gerak dan merespon gerak. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. Deskripsi Tugas. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi. melalui respon gerak di dalam ruang. atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak. • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak. untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. kekuatan. 2. Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung. Deskripsi Tugas 1. Secara langsung. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. Kekuatan. 1. Kelenturan) 1. 1. tenaga. Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu.Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. waktu. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional.

Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar.3. Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih. dan dibuat pada materi yang diajarkan. desain gerak. Peserta mencari dan mengolah gerak. Deskripsi tugas . sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi. Paket Garapan Gerak. menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok. peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada. 1. Kriteria Untuk tugas ini. maka peserta dapat mengkoordinasi. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih. . Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok. dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan.Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis. Deskripsi Tugas. 1. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket.SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini.

memutar ke kanan/kiri. Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. tengok kanan/kiri. anggukan dan gelengan kepala. rendah). Gerakan ke depan/belakang. Gerakan pacak gulu. sendi leher berperan sentral. gelieur. mengkerut-kerut. gileg. Gerakan supinasi. mengangguk. Badang kontraksi. berputar. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari. kuda-kuda. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. dan mengayun. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. Meliuk-liuk. sedang. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep.SENI TARI123 2. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Adeg-adeg. namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. Rapal. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. gebesan. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. rileks. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak.

ogak lambung. Gerakan bervariasi. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Ngruji. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. lengan bawah. tari yg dilakukan. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. tekukan pada siku. Vibrasi skapula. supinasi ke depan. dan sikap tangan pokok. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Nyempurit. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Grakan tangan lurus.SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. tekukan pada palmar tangan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Sikap palmar dari tangan Ngiting. belakang. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. ke depan/belakang. palmar tangan. lengan atas. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan.

Gerakan dan getaran pinggul. goyang pantat pada Jaipongan. 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang. macam goyangan. Kecepatan. masingmasing berbedabeda. Kengser. Harmoinisasi goyang pinggul. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. Kolumna vertebralis. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. kepala Gerakan Jalan. Sriwijaya. Cranum sebagai otorizet. sensualitas. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. dan Nguya pada tari dasar Thailand.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. dilakukan sesuai keterampilan individu. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Geser. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kelenturan pada paha. Goyang plastik.

Peragaan gerak motif Rodat.SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. loncat harimau. strugel track di udara. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Gerak rol. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Salto. Zamrah. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Sinkronisasi harimau. diarthrosis Jalan lurus. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Putaran Tubuh ke semua arah. sendi poros pada tulang bahu. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . samping kanan/kiri. sinfibrosis. Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. kaki lenagkah ke depan/belakang. Nindak. Pacak Gulu. serta pada karpal dan falang. sinkondrosis. Gileg.SENI TARI127 matuk. dan Godeg. Gerakan merendah atau mendak. Lampah Ringdom. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. tulang panggul. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Gelang kepalaanggukanggukan kepala. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Galier. Tegak dan bongkok badan.

Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. dan kaki. sedang. 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. step. Rapal. sedang. Tabel 2. kuda-kuda.4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adeg-adeg. dan topeng Klono. badan.SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. lenso. berputar. Tabel 2. tangan. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. rendah) pada tari Saudati. Tanjekan. Adeg-adeg.3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. tari garapan lain. Ngeseh. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. dan variasi gerakan kepala. straidel. sedang. Rapal. Mapal. anggukan. rendah). kuda-kuda. Gerakan Tari Topeng Cirebon. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. rendah).

Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh.SENI TARI129 E. serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. lengan bersama dengan bagian samping. Otot dada. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1. Menambah kepekaan syarat. Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif. Gerakan bahu. Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. membakar lemak. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. mengembangkan kelenturan fisik. Menghindari cedera. sehingga aliran darah lancer. dn berpenampilan indah dan menarik. dan mampu merespons gerak secara reflektif. dan panggul. Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. Otot tungkai dan pinggang. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bahu. • • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher. mengencangkan otot. Otot pinggul. Pembuluh darah lebar. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya. gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh .

(Latihan Kelenturan) 2. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1. kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa. Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada.69 Sikap jengkeng santai. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai.SENI TARI130 2. 2. Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh. Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari. dirangkai. Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Latihan Inti 1. elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain. Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit).(lakukan gerakan beberapa menit).

Rasakan tarikan otot meregang. otot tungkai. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2.SENI TARI131 1. 2. Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. Kekuatan badan dalam posisi jinjit. Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh. dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit). kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat. Lanjutan 3. Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. Tarikan kencang pada betis. Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping.70 berdiri santai.

Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya. Ayunan ke dua tangan ke samping. Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 18. 13. Posisi kembali semula. Gerakan ulang. 11.SENI TARI132 3. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. gerakan putaran sebaliknya. 12. Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. dan mampu merespons gerak secara reflektif. 9. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai. 14. sambil mengayunkan tangan. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan. Otot dapat berkontraksi secara cepat. selanjutnya kembali posisi semula. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. 16. Meregang otot lutut. Latihan pinggang. Berjalan di tempat. tarik ke belakang diikuti badan (putar). Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit. 8. pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. Lari-lari di tempat. Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai. 6. • Posisi dan gerakan sama. Kedua lutut lurus. tahan pinggul sehingga nampak elastis. tarik leher ke kanan dan ke kiri. 10. 7. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. Tangan di depan memegang mulut. Secara bergantian. keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. lalu kedua tangan tarik ke atas. Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. 5. tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. tangan kanan ke bawah. putar pinggang sesuai arah jarum jam. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). 4. Latihan gerakan kepala. 3.

Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat. dinamika gerak. putaran.71 berdiri jinjit. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lompatan. keindahan gerak. Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh. variasi untuk membantu penghayatan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. Ayunan tangan. Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. Putar-jonkok.SENI TARI133 4. penghayatan dengan memakai property.

Laian. dan lain lagi.SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. lenggang. Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut.72 berdiri santai. ke belakang. • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang. Lakukan beberapa kali gerakan ini. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. dengan pinggul lakukan kengser. pantat. lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak. badan membungkuk. Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. Lakukan gerakan kaki maju ke depan. pinggul. Posisi kaki terbuka dan merendah. Gerakan otot paha. Gerakan kaki semacam Balet. Gerakan Sit UP. Goyang Plastik. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. beberapa kali gerakan. ulang!. Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional. goyang pantat). tangan ke atas berlawanan dengan kaki . Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. Gerakan pinggng otot kaki regang. dan simpuh badan ditopang ke dua kaki. sila. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan bertumpu di lantai. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian.

.. Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya . Tarik nafas perut... dan rasa kepercayaan diri. 2.SENI TARI135 1.. 3.. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb. kaki belakang berjingkat tangan di pinggang... perpindahan formasi. Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan.. Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan.... tahan 4 detik.. Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada. Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas. 2.aaaaach.73 Duduk santai.. Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian.. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ...... 4..

dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. Seluruh otot tanganotot bahu. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada. Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan.. Hirup nafas perlahan melalui hidung. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tahan. Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik. lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping. perlahan-lahan kepala menengadah. 4. Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk. 2. 5. hembuskan nafas. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. Tahan 10-12 menit. sikap dipertahankan. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus. bimbang. punggung di regangkan. tahan nafas. 3.74 berdiri santai. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. jarak pandang lurus ke depan.SENI TARI136 1. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu.

Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan. Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti. (Hal 24 dan 75). 4. disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama.75 berjalan sambil melayang santai. maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari. Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan alat disesuaikan dengan keinginan kita. Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2.SENI TARI137 1. 6. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan. Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. 5. 3. daerah perut. Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak. kontraksi pada kaki. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi. 2.

76 duduk santai. • Mengurangi ketegangan.. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI138 3. berdiri jongkok. • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal. Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot. • Latihan penutup. Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. • Menurunkan suhu tubuh.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula. dan lambat. Pendinginan 3.

sehingga kondisi dapat segar kembali. relaks.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan. • Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. • Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks. Ayunkan tangan. • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. Kembalikan tubuh ke posisi awal. wirama. • Berdiri perlahan-lahan. • Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. wiraga. wirasa. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang. • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak. • Latihan dilakukan secara individu. • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. berpasangan. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Pilih musik etnik yang kamu suka. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. • Gerakan pelan agak lembut. busungkan dada.

Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian. lingkaran. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan.SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Badan berdiri tegak. tangan bertolak pinggang. tangan bertolak pinggang. tangan bertolak pinggang.

sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. tangan bertolak pinggang.SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. sikap pandangan mata lurus ke depan. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya. Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad. tangan bertolak pinggang. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Badan berdiri tegak. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. Badan berdiri tegak. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. tangan bertolak pinggang. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. Badan berdiri tegak. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan melebar ke samping kanan/kiri. Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan.

sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak.ke kiri. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah. Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. Atur posisi badan tetap berdiri tegak.SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan.

ke kiri. dan sebelah lainnya diluruskan. Posisi badan terbuka merendah. atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. Posisi badan rendah ke samping. Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian.SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan.. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. Dengan itu saling berhadapan. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Posisi badan tempat merendah ke arah samping.

Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sebelah tangan lainnya luus. tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. Kedua tangan lurus ke depan. pandangan lurus ke depan. Pandangan ke arah depan. Posisi badan sedikit membungkuk. Gerakan ini dilakukan bergantian. kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. Atur posisi badan merendah ke samping kanan. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal. Badan berdiri tegak. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri. Posisi badan merendah ke depan. dengan saling membelakangi.

badan berguling sehingga terlentang.SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Posisi badan tidur lurus. kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan. Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna. selanjutnya melompat setingguitingginya. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah. Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Arah hadap ke depan. kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna.

tangan kanan lurus dialgonal. Posisi badan membongkok. tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. Posisi berdiri satu kaki. tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. Atur sikap posisi badan membungkuk.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. arah hadap muka searah dengan tangan. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga. Posisi badan menunduk. kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri.

sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan.. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak. Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna.SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah. sehingga badan lurus dengan kaki kanan. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. Posisi berdiri satu kaki. ke dua kaki melebar. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus.

dan pinggul. Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi dan sikap badan tegak. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus. Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. kaki. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas.

Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus. kaki lainnya melipat ke arah pinggang. Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2. kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang.40. Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. sehingga tidak banyak beban yang diambil. Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun. tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak. Uraian geraknya adalah lari perlahan.

badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping. Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan. Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan. Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan. Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang.

Gambar Tabel 2. lurus ke atas.SENI TARI152 seimbang.5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik. memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan. Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping. sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah.

pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia. Hal ini disebut akulturasi. akordion. gitar.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. ngruji. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nyempurit. Pengaruh tersebut sa. Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai. Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan. keprak. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. Tetapi pada sisi lain. terbang/rebana. ngepel. yang tertuang pada sikap tubuh. kenthong. Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. dan badan. kaki. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat. Pada tari-tarian manca daerah. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing. dan masih banyak lagi.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong. Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut.

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. ide penggarapan tari. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera. dancescrip. cuplikan inti ceritera. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar. bentuk sastra. Oleh sebab itu. Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik. Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari.SENI TARI163 peran. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. peran seni drama sangat menonjol. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan. serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. dialog.

bahkan tanpa memperhatian dinamika. tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana. berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan.SENI TARI164 B. terdiri dari tifa. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. bertujuan untuk kehendak tertentu. Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap. misalnya : menirukan gerak binatang. dan sebagainya. pesta kelahiran. Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama. • Tata rias masih sederhana. • Instrumen sangat sederhana. Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. berupa hentakan kaki. keberuntungan panen. karena akan berburu. proses inisiasi (pemotongan gigi). . perkawinan. Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik.

keunikan tari primitif walaupun gerak. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . musik. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik. dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur. tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. 3.1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3.SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral.

Bedoyo (Yogya-Surakarta). Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama. Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku. Sumber Koleksi Pribadi Gb.3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb.4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.3. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun. 3. Tari Gambyong (Jateng0. 3.3 dan 3. Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali).5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb.6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tari Baladewa Kresna (Surakarta).SENI TARI166 2.4 Tari Gambyong (Gb. 3.

Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng).SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional. tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur). Sumber Koleksi Pribadi Gb 3. 3.7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb.8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi). 3. tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur). 3. TMII Jkt Gb.10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .9 Bersih Desa Gb.

tari rakyat. Tari Tayuban (dari Jawa Tengah). menjadi warisan budaya secara turuntemurun. Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. Konsep koreografi sederhana. 2. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat. berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar. Tari Gandrung (dari Banyuwangi). Tari Lengger (dari Banyumas). 3.1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat. Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum. menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya.12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat. Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb. dan tari klasik.SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan. Tari daerah setempat di lingkungan kita. Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat).

Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya. 3. 3. 3.15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman.

20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.21 Tari Manikam Gb. Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi. Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tari Legong (Bali).19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB.SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. 3. Yogyakarta).22 Dogdog Lojor 2. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat).2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi . Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang. Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama. 3.

26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.23-3.25 Tari Legong Gb. 3. Tari Legong Kraton (Bali).SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut. dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan.24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta). 3.

Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa. 3. Contoh bentuk Wayang Orang. Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta. Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong). Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium. Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. konsep tersebut banyak mengalami kendala. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo.27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok.

31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Sumber Koleksi Internet Gb 3. Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni. Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim). Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti). Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku. 3. Tari Wira Pertiwi. namun secara konseptual tetap mempunyai aturan.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. dan sebagainya).30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas.28. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong.29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI173 3.

SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.32-3.37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.36-3.3.34-3. 3.

40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah. 3. 3. 3.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb.39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya. Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit.i Sumber Koleksi DepBudPar Gb.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 3.

walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. 1. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian). Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal. Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta. 2. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. kita bahas bersama.SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat. Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1. mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar. Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. 3. pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta. beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian. Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5.

Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan.SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. memelihara/berlatar belakang agama Hindu. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara.45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara. Tari 3. salah satunya termasuk tari. Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta). tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak. Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. Pada daerah tertentu di Indonesia. sarana memuja dewa (keagamaan). Pada masyarakat tertentu. biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif. 1.

48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat. Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat. 3. 3.49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .46 Tari Nyak Puan 2. Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini. Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat.47 Tari Janra UPeuteh Gb. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.

3. kelahiran. potong rambut. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan. Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara. Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang. Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin.51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu. 3. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan. penyambutan tamu agung. Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura. Kematian. injak telur. Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya.SENI TARI179 3. 3. Oleh sebab itu.

tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. Gerak tari ini dilakukan berpasangan. 2.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bersih desa. 3. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi. Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri. Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. 3. dan masyarakat secara umum. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. 4. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut. Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. 3. Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. Oleh sebab itu. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang. Sumber Jurusan tari Gb. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama. Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua. mengikuti selera kaum muda dan mudi.

61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .60. 3. Tari Serampang Dua Belas.58 . 3.57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Joget. 3. Tari Tayub dll. Tari Gandrung.59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb. 3.SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb.56-3..3.

3. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta). Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton. musik teater. Tari Buncis (Banyumas). Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal. Tari Topeng Gong. Sumber Koleksi Anj. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim). Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi. Selain kesenian Betawi.63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. Jenis Ebeg. Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. sehingga kesan teatrikal nampak. Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi. dan tari.SENI TARI182 5. Ludrug. TIMTI Gb. Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa. Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini. 3.62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas. yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat.

4. Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. 2. 1. Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat. karena tarian rakyat. Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. 4.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama. Memohon keselamatan. sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun. Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya. PERKEMBANGAN TARI 1. TARI REKREASI 1. 3. perlindungan. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. biasanya mengadakan pertunjukan kesenian. 62 C. 2. 3.SENI TARI183 Gb.

SENI TARI184 2. 2. asesoris. dan musik iringannya sangat sederhana. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang.65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak. 3. Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. Kostum tari sangat mencolok warnanya. Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok. 3. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.64 Tari DolAlaK i 1.

karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai. Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2. pendekatan koreografis bertema kontemporer. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku. Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik. Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja.66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. Sumber Internet Gb. 3. dengan standar tari yang tinggi.SENI TARI185 3.

67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb. karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3. 3. Modern Dance 1. Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer. Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb. 4. Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2.68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Awal tari modern . Selain itu menghindari pada penekanan teknik.SENI TARI186 4. 3.

terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. 2. Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3. Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa. Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi. dramatikal. 4. 3.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Musik Panggung/Opera 1. 5. Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb. Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. dan musik iringan. dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler). tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen. Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet.SENI TARI187 5.

Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3. 3. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang. 4. 7. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. 2. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis. Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia. Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia.SENI TARI188 6.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb. 3.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

dan Tari Klasik/Istana. RANGKUMAN Pada hakikatnya. tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. ruang. melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas. Selanjutnya. Tari Modern Dance. Tari Rakyat. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). Tari Musik Panggung atau Opera. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya. dan Tari Teatrikal/Pertunjukan. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). maupun seniman selaras dengan irama atau musik. Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. Tari Sosial/Pergaulan. Tari Pendidikan. Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. Tari Rakyat. Lihat dan amati. selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. Oleh sebab itu. Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan waktu. Pada masing-masing bentuk tari di atas. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. penari. Tari Balet. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang.

termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk. penuh vitalitas. baik elektronik maupun non-elektronik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa. 3. khayalan. Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. kita harus ingat dan memahami. cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai. Tetapi para siswa dan guru. 2. D.bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas.SENI TARI190 Tugas: 1. Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian. kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras.

2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis. Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. 3) Pengertian. Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya.SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2) Pengetahuan. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. 1) Persepsi. 6) Apresiasi. jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. 5) Penilaian. 4) Analisa.

tata teknik pentas. Tari Karambik dll. Tari Upacara. Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. Tari Pisu Suri. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Tari Cikecur. Tari Manduda. Tari Tononiha. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Tari Angguk. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan. Tari Tari Barampek. Tari Nontradisional. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. musik iringan. Kental imbas pengaruh Melayu.SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Tari Andung-andung. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. tari Terang Bulan. Tari Baina. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Pendukung tari meliputi kostum. Tari Buyut Managan Sihala. Aceh dan Sumatra Utara. Tari Baluse. Tari Kain. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. dan perkembangan Tari Tradisional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Kapri. peran-fungsi tari. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari.

Tari Ranu Labuhan. 3. Tari Labehati. Tari Dampeng. Bungong Sie Yung-yung. gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki. Contoh Tari adalah Tari Ngelajau.. 3. Tari Cuwek. Tari Lanieu. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Landak Sampot.Tari Bak Saman. Tari Anyung. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb.Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Kederen. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bines. Tari Cincang Nangka. Tari Apeut. Tari Asuk.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok. alunan gerak dengan alur-rentang sempit.72 Tari Ngelajau Gb.

Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya. Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan. Oleh sebab itu. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum. Sumatra Selatan. Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut. Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan.SENI TARI194 Sumatra Barat. Jambi. Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari. Riau. Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya. Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton. Bengkulu.

Tari Kain.SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring. tari Rambai. tari Lilin. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .74 . tari Payung. Tari Karambik.Rancak di Nan Jombang. Tari Ampun Mende. contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

tari Sekapur Sirih.. tari Kain. Tari Ambong. tari Bidadari.76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun. tari Kikuk. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri. Tari Catuk. Tari Zapin.77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. tari Massal Kijjai. Tari Keris. tari Gandai. 3. Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam).SENI TARI196 Riau: tari Japin. tari Joget Lambak. tari Persembahan tari Joget. Tari Lambak. ( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. tari Mandi Taman.78. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi). tari Kelit Lang. Tari Kain. maka tari ini berbentuk tari sosial. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Kepak Balam dll. tari Depan Tulang Belut. tari Kipas Perentah. tari Gunjing. tari Sauh. 3.SENI TARI197 Jambi. .Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk.

80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).79. tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan).dan 3. tari Temu. tari Badaek. Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). Tari Bayang Sangik. tari Tabur. tari Burung Putih. tari Melimbang.. Tari Badalung.Tari Andun.SENI TARI198 Sumatera Selatan. Tari Bebe.

Sumber Koleksi DepBudP Gb. Tari Arus. tari Melinting. 3. 3.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi geografis sangat menguntungkan. Tari Bebe. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Ayunan Tangan. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. tari Batin. tari Lepas. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari.SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang.

Tari Topeng Gong. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. Tari Ronggeng. serta Topeng Angga. Tari Tayub(Nayub). Tari Topeng . Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Ngarojeng. Tari Gong.83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb.84. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.SENI TARI200 Jakarta. topeng Cantik. Tari Blenggo. 3. 3. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan.

Tari Capang. Tari Keris.dan 3. Tari Candra dewi. Tari Kandagan. Tari Topeng.87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 3. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Longser. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.86 . Tari Ketuk Tilu. Tari Dewi. Tari Doger.SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. . Tari Keurseus. Tari Kembang Puray. Tari Merak. 3.88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Gb. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan).SENI TARI202 YOGYAKARTA. tari Golek Lima. Pergelaran di Pendopo. dll.89 A. tari Bedhoyo. Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. tari Srimpi.

tari Bondan.SENI TARI203 Jawa Tengah. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari NgRemo. Tari Atandak.91Tari Warak Dugder Jawa Timur. Tari Kridohumangsah. Tari Bondoboyo.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Karonsih.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Embat-embat. Tari Srimpi 5. tari Bapong. Tari Srimpi 9. Tari Menak Koncar. 3. tari Jejer. tari Topeng (Madura). 3. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita. Tari Lawung. Tari Bondoyudo.. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Anoman Kataksini. pertunjukan secara berkeliling. berperan seperti tledek atau Ledek.93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Saptoretno.Tari Panji. tari Golek.Tari Retnosari. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Surenglaga. tari Rantoyo.

Tari Kebyar. Tari Ana Keka. Tari Kecak. Tari Cak. Tari Barong.dan 3. Tari Barong. tari Danding. tari Legong.SENI TARI204 Bali. Tari Kabana. tari Padoa. tari Likurai. Tari Pendet. tari Kecak. Tari Dag. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Deda Lolon. tari Lenda Nusa Malole. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Janger. tari Carana. tari Soka Papak. 3. Tari Bajra. Tari Basur. Tari Elilola. Tari Cawan. Tari Dio doe. Tari Ende.96 . Tari Amiles Siku. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Ampok-ampok. Tari Badong. Tari Andir Legong Keraton.94 dan 3. Tari Bidu. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Rangde. Tari Bial Tojong.97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur. Tari Arja.

Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi. tari Turutenden.100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .98 A dan 3.98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara.99 dan 3. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt. tari Kebesaran. dilakukan kelompok gadis.SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb. 3. 3. TMII Jkt Gb. Tari Maengket. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama.

Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. Tari Banggai. serta penobatan putri masa akil balig. kitanan. 3.SENI TARI206 Sulawesi Tengah. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Ana Tete.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi.

Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat.104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya.103 dan 3. Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini.

Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya. Tari Moese. Tari Dero. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Motaro dll. Tari Salonde.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara. Tari Modelusi. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. tari Mangaro.105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). tari Mombesara. Tari Katumbu. Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari. Tari Kancara. Tari Morengku. tari Lumunse. Tari Morasa. 3. Tari Modero. Tari Lumanse.Tari Moleba. tari Linda. Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. Tari Moana. tari Dinggu.

Tari Mangandak. Tari Mak Randing.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Moseng. Tari Dumono. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. tari Mananeng. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. Tari Tano Doang). tari Pagalung. Tari Manganeng. tari Denggo. Tari Losa-losa. Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau. Tari Lule. tari Pettenung. Tari Cip Cip Po. dilakukan oleh penari Putri dan. Tari Alusu. Tari Kondo Bulang.107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Padudupa. Tari datu Museng. Tari Maluyya. Tari Daok Bulang. Tari Mak Jekne-jekne. 3. Tari Maklatu Kopi. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu. Tari Mappacci. tari Bisaro. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. 3. tari Pasuloni. 3. Tari Makrencong-rencong. Tari Malemmo. Tari Mak Bandong. Tari Alu-alu. Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. Tari Mangayo.

Tari Bekuku. tari Hudok. 3. Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. Tari Burung Enggang. tari Sirang.111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Belaong. tari Amboga. Tari Datun dll. tari Perang. Tari Bejo Ujo. tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Gantar. Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya.Tari Anggo.SENI TARI210 Kalimantan Timur. tarsaku Ayu. tari Tandasambas. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. ditarikan pada masa paceklik. oleh 4 wanita. 3110 dan 3. 1 orang lelaki(pawang). Tari Belahong. tari Totokng.

112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.113 dan 3. tari Topeng Panji.Tumbak).114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. Tari Bogam. 3. Tameng. Baksa (Ajaran. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan. tari Mantang. tari Japin Sigan. tari Gandut.SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut. tari Balian Bukit. 3.

Tari Tambung. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . TMII Gb. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. 31. Tari Maru Putih. Tari Denge-denge. tari Lenso. Tari Bukung.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. tari Boleong Dadah.115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj. Tari Karaenta. tari Manjuluk Sipa. tari Kinyah Bawi. Tari Banggai. Tari Balian Bawo. Tari Kinyah Danum. tari Kinyah Pampulu. Tari Bahala. Tari Mabileose. Tari Caka Lele. 3. Tari Badeder. Tari Kangkurung. Tari Dodobol.116 Tari Giring-giring Maluku. Tari Dendang Dilale. 3. tari Mutiara. tari Mandau Talawang dan Kapuas.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. 3. Tari Kanjan.

Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Dow mamun. Tari Etol. Tari Kampu. tari Dombe.. Tari Ndi.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya. 3. 3. Tari Yospan.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Aniri. Tari Aluyen. tari Wor. Tari Aya Nende. Tari Det Pok Mbui. Tari Mooni. Tari Meitoro Meisawe. Tari Meto.TariMbis Pok Mbui.121 dan 3.119 dan 3.

124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3.SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia.123 dan 3. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut.126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .125 dan 3.

baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. penyajian. bentuk gerak. Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik.SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. kemudian uraikan berdasar pendapat kalian. untuk penghormatan tamu agung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. dsb. tari karya Gusmiati Suid (Padang). iringan tarinya. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). penyajian dan perkembangan yang dimilikinya. misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah). tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. upacara pengantin. serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami. di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya. Coba kalian jelaskan tentang irama. Analisalah tari-tari yang kalian amati. Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. gerak. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan. penyajiannya cukup unik. Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya. . rias-busana. pola garapan.

Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang. Tari Upacara. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. coba jelaskan latar belakang. 14) Tata cahaya atau lighting. 11) Properti. 13) Pola lantai. 9) Musik iringan tari. Tari Teatrikal secara seksama. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. 10) Tata rias dan busana. Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati. Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia. Tari Nontradisional.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. fungsi-peran atau tujuan tari. sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. Tari Pergaulan/Sosial. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. Latihan 1. Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. 12) Setting atau stage. 5) Waktu dan tempat pertunjukan. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok. 3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. 7) Ide pijakan gerak. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). 2) Nama dan asal koreografer. Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari.

guru. karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa. Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari. mahasiswa. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan. Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi. menganalisis. sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. guru. Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. kreasi dan moderen).

1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3.

alasan dimana wiraga. Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya. Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan. Namun demikian. merupakan keindaha yang semu sifatnya. Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. wirasa. garis dan warna (rupa). Pada hakikatnya. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita. Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. kepekaan. keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera. 113). dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama.SENI TARI219 E. pemahaman. yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). Dalam seni tari. adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. tanpa intrik. nada(musik). Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. Oleh karena itu.

taati dalam melakukan gerak. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran. tenang. dan sebagainya). sedih. ketentuan gerakan tari.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. Irama: Kriteria mengatur kecepatan. dan ungkapan gerak (marah. Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. Gendhing: Kriteria pemahaman musik. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan. peran. dan instrumen menjadi penguasaan penari. dihafal. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. Penari harus mampu mengendalikan gerak. tempo.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. Penari mampu menghayati gerak. gendhing. berkesinambungan. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3. lucu. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi.

GREGET: Daya kekuatan emosi. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh. Walaupun terkesan terlambat. Kedalaman penghayatan gerak. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. dan Tari Sumatra Barat. Sengguh. Tari Surakarta. Sulawesi. kedalaman isi karakter. Tari Jawa Timur. kontrol gerak. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari. peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. Bali. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa.3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak. serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. Sulawesi. pengendalian diri sexcara maksimal. Greget. masalah Sawiji. Tari Jawa Yogyakarta. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. Pada Joged Mataram. ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. jenis gerak yang dilakukan. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya.

SENI TARI222 Dalam tari tradisional. serta penghayatan prima terhadap karakter. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. wirama. dramatik. dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari.4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari. penghayatan gerak serta olah rasa. Bagan 3. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. dan suasana tari. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. baik hubungan dengan gerak dan musiknya. gerak yang dilakukan. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya. dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. ikatan wiraga.

hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ. Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah. Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A. Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari. Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). Rudolf Laban. Jecquiline Smith. Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi. 1. Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery. menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang. Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi.

Merasakan • Belajar melihat. masukkan ke kapasitas ingatan. Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru. • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak. sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang. Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. • Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. menyerap. Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan. dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop). • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan.SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan.

gerakan mengayun. dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. posisi. Bentuk. ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal. dan wiraga. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. Dalam kaitan dengan tari. wirama. dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. La Merry. lebar dan volume. gerak merupakan unsur yang penting. format. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. kedudukan.SENI TARI 224 B. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. mengalir. bergetar. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan. dan kedudukan dari suatu benda. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. Format gerak berhubungan perubahan sikap. tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. Gerak terdiri dari tenaga. kualitas. dan tekanan. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. 1. Laban.

2. jenis. patah-patah. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi. Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. Oleh sebab itu. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. Jenis musik yang teratur disebut ritme. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Motif. serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat. Para siswa sekalian. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. konstruksi. bentuk. mengayun. bentuk. kendur. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. mengalir. kekuatan dan jangkauan gerak. dan patah-patah. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. Masalah tempo atau ritme.

Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. dinamika. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis.SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. dan menata melodi. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus. mendalam. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. merangka. klimaks. serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. ritmik. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. tekanan. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. perkembangan. Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. dan alunan suara secara tepat dan benar. hegenitas. Di sisi lain. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat.

Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan lain-lain. 4.SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat.1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.4. Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar. organ. drum.3 . piano.2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda).

Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. lurus. tari Hula-hula dari Hawai. Gerakan jalan.SENI TARI 228 3. garis lengkung dapat berwujud ular. dan posisi penari pada saat diam. kaki. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap. Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan. lingkaran. Garis menyudut atau diagonal. zigzag. ke belakang. Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. segi empat. kepala. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pola garis lurus dapat dibuat ke depan. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. Di sisi lain. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. angka delapan dan sebagainya. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga. huruf T. huruf V. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis. geser ke kanan-kiri. lari cepat. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). lengkung. tubuh. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. ruang gerak. dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. dan ke samping atau serong. sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak. spiral. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri.

Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala. Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. a. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi. melompat. tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. Badan dan postur penari tanpa perspektif. melayang sesaat di udara. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. secara rinci dapat disebut yakni. Desain Datar. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan.SENI TARI 229 4. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. merentangkan ke dua tangan ke atas. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. kepala ditengadahkan. serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu.

desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. dan lebih dalam lagi kurang berdaya. desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. Desain Lengkung. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. Kesan yang nampak halus. Desain Murni. Dsain ini menarik. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari. Desain Statis. Kesan yang ada nampak egosentris. tenang. tungkai. f. kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. kejujuran. Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. penuh energi. kokoh. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison. Desain ini tidak menggunakan desain kontras. Desain Horison.SENI TARI 230 b. Kesan yang dimiliki adalah sederhana. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. Desain lurus. dan tidak menuju ujung garis. lembut. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. Desain memiliki kesan tenang. menyerah. Kesan desain ini nampak teratur. Sebagian anggota gerak tubuh. dan bersahaja. Desan Vertikal. Desain ini memiliki kesan kuat. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. i. pasrah. dan serong. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. d. g. dan umpan balik yang terkesan dangkal. kepala. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan. c. lembut. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. h. e. kesan yang ada nampak tercurah. lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. Desain Dalam. Ke depan. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus.

Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur. desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. lutut. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam. apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah. Desain Terlukis. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup. Desain Rendah. Apabila kurang hati-hati. n. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu. k. Desain Medium. o. m. Desain bersudut. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. desain berada pada desain atas dan bawah. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. lingkaran-lingkaran puting beliung. p. pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. Desain Spiral. l. Desain Tinggi. kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pangkal paha. Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. pangkal lengan. Desain Lanjutan.SENI TARI 231 j.

Apabila koreografi digarap secara professional. Lengan kanan lurus ke samping kanan. tenang. Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. Desain ini menarik dan dinamis. kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap.SENI TARI 232 diwujudkan. s. Desain Simetris. q. Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. rambut. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. Contoh lain. Tangan kanan tolak pinggang. Desain Tertunda. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan. tangan kiri bertolak pinggang. r. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. Contoh memarahi orang. 5. desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama. seorang memiliki badan yang bagus. Desain Asimetris. Kesan kurang kokoh. tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. Desain ini memiliki kesan kokoh. lengan kiri lurus ke samping kiri. maka tangan kiri juga tolak pinggang. sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya. Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan.

SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak. Dramatik terdiri dua tahap. Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. Selanjutnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. Di sisi lain. Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. Oleh sebab itu. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal. Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. Perjalanan naik agak lambat. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. biasanya sering diingat olah banyak orang. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan. Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali.

terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal. klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan. Lengkapnya garapan. terjadi hanya satu klimaks saja. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan. Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal. Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama.

dibutuhkan dinamika. kepala. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan. Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan. Di Spanyol. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. tekanan atau aksen. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. torso bagian atas. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. Di sisi lain. serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. kualitas gerak. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. Dalam tari-tarian wilayah timur. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. cepat-kuat-bertenaga.SENI TARI 235 6. Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia.

Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. pergantian tempo. dan tekanan dari lemah ke kuat. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. misalnya lewat pengaturan level. Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. Dinamika lembut. Masalah gerak. keras ke lembut. masalah musik. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari. tenang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sedang. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. Makin lama keras disebut Forte. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo. Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai. dan sebagainya. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi.

Dengan demikian. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. teliti. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok. Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. tidak membosankan. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. depan dan belakang. 7. tergarap secara baik. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan. bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton. dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. Oleh sebab itu. atas dan bawah. kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang. Apabila terjadi sebaliknya. menarik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. formasi. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat. Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga.

serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. dengan motif gerak yang sama. hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga. arah tujuan. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu. Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian. posisi suatu kedudukan. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda. kurang pengolahan teknik desain. kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. berurutan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah. . Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut. antara urutan satu penari dengan penari lainnya. Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi. Sehingga. Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak.

sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi. dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif. Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. cannon. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. kredibel. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. dan mewujudkan impian keindahan garapannya. Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah. mempesona. Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional. mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional. Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. dinamis. Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif.

Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik. improvisasi gerak dan penataan gerak. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rangkaian kalimat gerak. • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. dan konstruksi koreografi. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema.SENI TARI 240 8. Dengan perkataan lain. Dengan demikian. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari. • Dapatkan tema ditarikan. instruktur atau tenaga ahli koreografi. Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab. busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil. tempat.

dan bentuk tarian untuk upacara tertentu.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila tema menjadi bukan orisinil. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari. Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari. pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton. Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. 4.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. Tema orisinil ditarikan lebih baik. 4. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan. upacara adat. Pilihan tema yang demikian harus dihindari. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak. Sehingga. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari. Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. 9. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb. melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi. yang ada dalam garapan koreografi. Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan. Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan.

Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Gruda (Bali). 4.) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .8 Kostum Gruda. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut. Fantasi (Bali) Gambar 4. Gb.SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau). 4.5-4.9 Trunajaya (Bali).7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.10 Sangkrae(KalTeng). Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi). 4.

14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung).SENI TARI 243 Gb. Pendet dan Lojor (Karakteri).11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4.13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4. 4.

SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. 4.17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter.17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. Gb. 4. 4.15 dan 4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

segi enam. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi. tinggi 20 cm. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. Hal ini apabila terjadi. kesan koreografi akan lebih mendalam. Bentuk dan format trap bermacam-macam. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . segi delapan.SENI TARI 245 10. 40 cm. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas. di bawah standar panggung. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. Ada yang berbentuk segi empat panjang. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya. Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. berkualitas. Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. bujur sangkar.

dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. payung. piring. selendang. cundrik. mandau. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. dan memenuhi kualitas penggunaannya. kipas. Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. memenuhi standar properti. Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. piring. Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur). fungsi. tombak. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. rebana. Pada sisi lain. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok. dan asas pakai properti secara baik dan benar. apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. padat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . panah dan masih banyak lagi.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. keris. kipas. payung. kendang. pedang. tongkat. bola.

21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung.18 dan 4. Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung. 4. 4. 4.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. 4.22 Tari Manyong Gb. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional.23 Tari Manyong Gambar 4. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi.20 dan 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .22 dan 4.

Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya. Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka. spektakuler. halaman pura. selanjutnya. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum. sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa. profesional. pemanggungan (staging). Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. pendopo. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. properti panggung menjadi alternatifnya. Oleh sebab itu.SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal. Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. replika panggung yang dibutuhkan. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. serta bangsal sebagai tempat pergelarannya. Pada penerapannya. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan. Dalam pengembangan. Peralatan dalam bentuk lain. Untuk menempatkan wahana replika. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita. memenuhi harapan koreografer dan penonton. Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional. Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang).4. Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas. tiang. Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu. Di bawah ini contoh pendopo yakni. Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal). Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo. Gb. Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing. dan besi beton.24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage. Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.SENI TARI 249 atas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional). Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk.

Gb.SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut. 4.25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4.

Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka. dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian.SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas. Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru. terbuka. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola. Atau dengan perkataan lain.27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola.

SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut. tangga berundak. 4. kebersamaan panggung. . tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4. Gb.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb.28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.

kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut.2. Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang.SENI TARI 253 1. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. Hal ini menjadi masalah yang beragam. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi. penciptaan suasana. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. kualitas pencahayaan. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. penguatan adegan. menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan.

merah. lampu yang temaram. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. Kualitas pencahayaan sangat penting. Begitu pula sebaiiknya. dan menyayat. Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. pemeranan. dalam situasi perang. Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak. penghayatan. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. kuning. lirih. Perlu diingat. dan general. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. musik iringan sendu.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Oleh karena itu. kurang memenuhi harapan. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan. adegan kuang sempurna. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai. Oleh sebab itu. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan. dan kurang mencapai tujuan koreografis. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. dan efek koreografi yang diharapkan. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. Efek pencahayaan dapat merugikan. koreografi semakin hidup. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. ekspresi yang dilakukan. penciptaan suasana. serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. dramatis. masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan.

SENI TARI 256 12. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala. pilihan cerita. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. pilihan asal tarian. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan. Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. memenuhi syarat. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. susunan koreografer. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan. Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. perkembangan. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer. Di sisi lain. Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton.

Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini. KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). akhir. Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik. Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih.SENI TARI 257 C. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. Oleh sebab itu. dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing. Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. Dengan cara demikian di atas. mempunyai tujuan. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk.

Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. hubungan sosial. mengembangkan gerak secara teratur. Masalah pengembangan ide. imajinasi. menggerakan.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. 1. dan mengembangkan secara tepat dan benar. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. berimajinasi. dan kekuatan kreatif. merasakan. dicari. Dengan demikian. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. isi laut.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. tema. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. Di sisi lain. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan. Wujud tampak dapat berupa gerak. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak. elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bagaimana anak harus bergerak. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. dan merespon. 1. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. irama. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri.

32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan.SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan.4. mencari gerak untuk menemukenali diri. di sini dituntut pematangan ide. 4.31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar. Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi .30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.

level. tempo. kepekaan bunyi. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . raba. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi.33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. seleksi dan mencipta daripada eksplorasi.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. peran dan alat bantu. irama. rasa. mengolah tempo dan ritme.SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb. 4. tenaga. dinamika.

SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.Gb.37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb.34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.4. 4.36. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4.37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak. 4.36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. 4.35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.

Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. 4. • Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk. lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi.3 Forming (membentuk.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 38-4.SENI TARI 262 1. • Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan.39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi.

41) .41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. gerakan (gb.42) dan ruang pentas (4.42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 4.43). 4. 4.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb.

44-4. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. ide-ide baru.45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. • Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb. akan tetapi perIu dipupuk. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . walaupun kadarnya berbeda-beda. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan.SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. 4. melahirkan penemuanpenemuan baru. aktivitas.L Utami Munandar).

kemampuan personal. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari.47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. Cakupan teknik gerak. Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari. gerak. dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. gerak dan waktu. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang. dan waktu. 4. 4.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang. Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari. dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari. Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang.

dan properti tari dalam bentuk gerakan. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya. 4. 4. Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda.SENI TARI 266 3.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4..48-Gb.48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya. Kreativitas perlu dipupuk. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah.Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk. kadar. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini.49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.

51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit. 4.SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak. 4. properti.50-Gb. . Sumber: GNP TMII Jkt Gb. gerak dan waktu. dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak. dan pengolahan ruang. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb.51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4.

Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian. gerak dan waktu. terampil. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mempunyai kekuatan komunikatif.SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Oleh sebab itu. Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja. Oleh sebab itu. pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. 4. tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik. dan taktis. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari.. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia.

asimetris dll. 3. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat. lurus.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. berjalan. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. beralih. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan. Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. tekanan. Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi. gerak isyarat. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. silang. 2. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. aspek bentuk yaitu 1. simetris. loncat. terputus dll. Untuk jelasnya. tinggi. merentang dll. menjalur. diam. 2. ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. berlutut. Level rendah. arah kiri. ayunan bebas. rata. 4. wujud ruang sudut. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat. berpindah. dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ujud badan. sedang. belok. setengah lari. jumlah dan simetris. mengambang tertahan. rentangan. diagonal. bergerak. elemen komposisi. imbang. 3. 4. kanan. elemen tari. organ dalam tubuh. pelan.

Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode. cara. lebih menempatkan kecirian individual. dan teknik mengingat secara cepat.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari. cepat terlupakan. Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. Tari sebagai momentum pertunjukan. Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas. dan didokumentasi. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. kesan yang ditangkap pandangan penonton. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. Oleh sebeb itu. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari. dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan. dicacat.

Tema 9. Gerak Tari 2. Dinamika 6. Tata Lampu 13. Union (Serempak) 2. Desain Atas 4. Rias Busana 10. Tenaga 1. Kelp 7. Waktu 5. Balance( Seimbang) 3. Tubuh 3. Gerak 2. Broken(Terpeca h) 4.Penyusunan Acara 1. Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4. Desain Lantai 3. Disain Musik 8. Komp. Dramatik 5. Tata Pentas 12. Property 11.SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1. Ruang 4.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Alternate(Selan g-seling) 5.

Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang. Secara umum dapat dijelaskan. Setidaknya. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio. Di sisi lain. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. guru. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. praktisi seni dan segolongannya.SENI TARI 272 D. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya. Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. penulis budaya. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. matang dan mendalam. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia. hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba. asumsi ini tidak benar semuanya. Selanjutnya. Pada sesungguhnya. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ledek Blora.

Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide. (2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. Perlu dicermati. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. Selanjutnya. jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. keindahan adalah nilai estetis murni.SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. alam. Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. Indah adalah suatu nilai. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. pelaku aktif (seniman. Atik Sopandi berusaha mengungkap. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan. Perkembangannya. termasuk adalah karya tari. • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran. Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. moral dan intelektual. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya).

• • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai. nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. Dari uraian ini. 1. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru. akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya. keterampilan sebenar-sebenarnya. maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap. Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. dengan melalui pengalaman. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman. Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. yang tersusun dari daya hidup. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya. penggambaran.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas.

namun mereka bebas berpikir dan bertindak. menampilkan dan memandang suatu seni (rupa. menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. pergelaran mana yang dikunjungi. musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. Dari beberapa kenyataan uraian di atas. video. penghargaan dalam kepribadian individual. Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri. seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. Dari uraian tadi. menyukai hal-hal rumit dan baru. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. Karena itu Anda juga mengetahui. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. menonton televisi. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. atau pameran. sejauh mana pengalaman individu. lisan maupun kliping. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. bagaimana aliran seninya. minuman tuak dan sabung ayam. emosi. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. studio seni. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. Untuk itu. emosi-emosi dan jiwa. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. bagaimana hubungan seni dengan keindahan. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin. bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. atau kunjungan ke sanggar-sanggar.

seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. bebas dan senang. emosi. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas.I Maradawa. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. seperti : rasa kepuasan. Tari Kijang. Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian. imajinasi rasa. Tari Gembira dll. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. imajinasi. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. karakteristik. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera.SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. Siswa menangani tugas-tugas dari guru. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif. Tari Blekdikdot. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. Berdasarkan hal tersebut. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung. penonjolan arti keterampilan. prinsip memerlukan estetika. Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi.R. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan. 2. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya.

Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. dan ini dapat dibuat. musik dan rupa). guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. diinterprestasikan para seniman. pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. Di lain pihak. memprogram persepsi dari kerja seni. Bagaimana siswa menciptakan. Di samping itu. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik.SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. Dalam konteks penampilan. kenal dengan ide. Hal yang sama dalam konteks penampilan. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari. Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. kedisiplinan yang luas. Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. Jadi penciptaan. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. akhirnya siswa dapat menjadi paham. maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. siswa dapat menjadi paham. pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. 3. perlu dilatih. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. siswa menyajikan. Jelaslah. Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif. pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran.

serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. tari rupa dengna bentuk kontemporer. maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk . disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh. mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni. Harus merencanakan untuk menggelar ide. jazz. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. mengulangi dalam waktu yang sama. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. 4. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. pameran dengan cara menonton melihat karya seni. Membuat ungkapan. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .melalui suatu proses kreasi. penampilan. abstrak. kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. balet dan daerah setempat. musik. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas. • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu. group. Maka jelaslah disini. anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. Lebih lanjut dalam laporan. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni.

Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan. ruang. ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. Dalam proses struktur tari. Kebutuhan variasi gerak.SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. ruang dan waktu secara kreatif. kedudukan. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak. dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. pengulangan. mencatat rencana dan hasil F. Hasil akhirnya koreografi membosankan. Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesatuan aspek gerak. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi. 2. dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya. DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. sikap. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. 3.

menmgingat kembali (recall). diakhiri dengan kesan yang mendalam. Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). 6.SENI TARI 280 4. 5. Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan. tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. penguatan kembali (reinforce). Oleh sebab itu. Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak. Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. 8. Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu. gema ulang(reecho). Di sisi lain. Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama. 7. Gerakan tertentu terus berhenti. disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya.

mementaskan dan mengamatinya. menyusun. 2. menambah sana sini.SENI TARI 281 dramatik. menyusun variasi. menghaluskannya. menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. menghaluskan dan mengkombinasikannya 3. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. 4. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya. mengambil intisari. G. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni. penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi. 9. Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari. Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda. meluaskan. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi.

obyek. patung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri. tata ruang atau hubungan isi. artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. pola. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti.1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan. Sesuatu studi itu murni. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar. wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan. 3. Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak.2.SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya. 3.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3. memillih aksi dan warna melalui usaha apapun.

5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak. tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana. berat. 3. 3. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain.2.2. 3.4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. dinamis.SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang. dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal.2. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya. wujud dan kapasitas aksi. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak.

Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan. saling mengisi secara simultan. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya. berikut pengembangan dan variasinya. Motif. Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya. Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya. kontras secara simultan. baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan. Aspek waktu Rampak : rampak simultan. Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak.SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort). Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif. Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri.

SENI TARI 285 3.6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya.5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3. Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi). gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut. Bentuk Rondo. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti.4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika. 3. Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana. Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya. 3. • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Terner.

ke cepat. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari. dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat . klimaks. pengembangan logis dan kesatuan. meliputi keserasian gerak. desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut. • Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari. • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan. transisi. gerak mengalunstakato. • Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda. berimbang. 3. 3. gerak mengalun ke gerak patah-patah. level atas-medium-bawah.8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan. variasi. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan. proporsi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . musik. rias. kontras. kostum. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. desain dalamtertunda-datar.

Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. panggung depan (up stage). cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya. Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage). Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. dan panggung belakang (down stage). mempunyai kekuatan komunikatif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri. dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia. GERAK KREATIF G. melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). Teknik. gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). dan seterusnya. gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan. Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan.

waltz run. slide. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . waltz run. step-hop. skip. twostep. dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. polka. dan shape secara variatif.SENI TARI 288 Untuk jelasnya. waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. spce. step-hop. skip. spce. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. waltz balance. ¾ run. effort.2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body. ¾ run. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop. waltz balance. two-step. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari. effort. waltz mazurka melalui landasan dasar body. slide. polka. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop.

Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. Landasan tubuh. bahasa tubuh. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. ke arah kanan.SENI TARI 289 Pada sisi lain. ke arah atas. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik. 1. level sedang. ruang umum. Ruang dapat berupa ruang pribadi. Langkah menunjukan arah. ke arah kiri. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak. koordinatif. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. ke arah belakang. gerak. waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik. Arah biasanya menunjukan tujuan. sedang. fleksibel. Level merupakan posisi atau kedudukan. Khusus untuk anak-anak senang bergerak. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. Ukuran terdiri dari ukuran besar. dan level rendah. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif. dan ke arah bawah. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif. Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi. dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif. dan kecil. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. ruang.

pendek.panjang. Kualitas Kecepatan Lambat.ringan. di sekitar. • Alur Bebas.kuat. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak.banyak fokus. tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. 3. melalui. • Fokus Satu fokus. terpecah-satu konsentrasi 4. tinggirendah • Bobot Berat. lunak.SENI TARI 290 Hubungan di atas. Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. bersama. bagian yang dilaluinya. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis. mengalir-patah-patah. Dinamika Irama Motivasi 6. Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. cepat. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut. Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi. sedang.terikat.tidak teratur. intensitas –pengendoran. keras-lembut. 5. di bawah. spontan-terencana. berotot-tidak berotot.

perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern. Desain ruang pentas. Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya. Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil. Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. Dinamika • Dinamika. peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. agak tajam dengan sedikit tenaga. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga. Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan.SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya. karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. Dalam tari.

kelancaran kontrol. Gestur • • • • • Gesture sosial. ritme dan dramatik. Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat. gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. 8. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi. gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya. menggambar suasana-suasana emosional tertentu. waktu. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. ketepatan. identitas. Diantaranya ada ritme pernafasan.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. unsur seni. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tidur. menjahit) Gestur ritual. massa. ritme emosional. Gesture emosional. Gestur fungsional. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. 7. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. estetika. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi.

dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi.SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. hasil ciptaan sendiri. dimana siswa mempersiapkan seni. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya. latar belakang. bentuk karya seni tradisi yang telah ada. belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. teknik dan hasil. gaya ekspresi. Proses keterampilan kreativitas seni. bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri. menjabarkan. dilihat dengan meningkatkan ketelitian. dilihat dari bentuk seni. Bagaimanapun juga. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang. G. estetika dan budaya di masa mendatang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . interpretasi dan evaluasi.

siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. Pada tahap melihat. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video. memerlukan observasi siswa. menjabarkan. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa. saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat. siswa menonton tanpa bicara. 2. notasi. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. membuat perbandingan. penonton. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar.SENI TARI 294 1. Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya.pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat. pengamat seni. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. 3. merupakan sesuatu yang baru. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. Cara yang dipergunakan. Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. pameran atau melihat video dan gambargambar. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. juga dapat menambah wawasan kualitas. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat. Disamping itu. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan.

unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. melalui membaca. artikel. seniman dan latar belakangnya. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. video dari seniman yang tersedia Catatan seni. dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi. seperti penampilan pada video. proses belajar akan lebih efektif. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi). memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. pergi ke museum. Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. 4. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. komposisi. gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. membuat dan mempelajari karya seni. Lebih lanjut. tentang karya seni. memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern). bentuk seni sebagai hasil atau budaya. Dengan demikian. 5. biografi. majalah sumber. Karena di dalam mengenal hal tersebut. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman. wawasan seni dan budaya sejak awal.SENI TARI 295 secara mendalam. pameran dan pertunjukan Foto-foto. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berarti siswa dapat melihat perkembangannya. beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini.

STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri. kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan.SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak. Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6. konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton. rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah. penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. penari mempunyai makna komunikatif. pengaturan laku.3 6. keinginan si penata tari.2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud. kelenturan da imitasi 6. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi).1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari. berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. 6. 6. atau bentuk keseluruhan. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa.4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan cara demikian di atas. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi.1 Teknik. Tabel 4.

menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sensitivitas estetis. bengkel. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. bentuk gerak pendukung ide. kecakapan menguasai. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan.SENI TARI 298 7. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. imajinasi. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. penetapan repertoar gerak. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. Dengan demikian. kekuatan kreatif. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. improvisasi. dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai. yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam. Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. Dalam seni musik. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. atau laboratorium secara mandiri. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi.

ide-ide baru. kepekaan rasa gerak. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. usaha. melahirkan penemuanpenemuan baru. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. usaha. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. Masalah intensitas. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. ruang. ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban. ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. walaupun kadarnya berbeda-beda. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. 8. bodi. aktivitas. usaha. Dalam kaitan dengan masalah lain. dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif. usaha. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. komponen bodi. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi.SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur.L Utami Munandar). akan tetapi perIu dipupuk. Apabila dicermati.

dan merespon. tempo. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. hubungan sosial. laut. berimajinasi merasakan. mengembangkan gerak secara teratur). tegang kendur.SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. tema. irama. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. pengplahan ruang. Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. tenaga. rasa. cepat lambat secara koordinatif. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari. cepatlambat. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. raba. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. kepekaan bunyi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi. dinamika. Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. mengolah tempo dan ritme. peran dan alat Bantu. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. irama. Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. level. dll.

dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. mempunyai kekuatan komunikatif. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada . Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain. Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud. ide-ide baru. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. akan tetapi perlu dipupuk. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Pada halaman berikut selanjutnya. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. walaupun kadarnya berbeda-beda. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. 9.SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari.materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk. Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya. Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini.. Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . melahirkan penemuan-penemuan baru. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif.

komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan disusun secara estetis. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan. Oleh sebab itu. Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. ditata. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika.SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. dan Seleksi Gerak atau Forming. Di bidang seni tari. Improvisasi. menyusun. berimajinasi. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi. bodi. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas. Memenuhi struktur.

Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah. • Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri. improvisasi. 2) dapatkah ditarikan. Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3) kesan bagi penonton. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan.SENI TARI 303 eksplorasi. dan sebagainya. musik. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. baik ruang maupun desainnya. Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. agama. folklor. drama. sejarah. psikologi. musik. yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari. fantasi dan hasrat tertentu. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. upacara. legenda. Gerak Simetris • Gerak sebangun. Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. H. literatur. Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam. lighting. Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. Gerakan berada pada ruang dan desainnya. kondisi-kondisi sosial. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage). kostum.

1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain. Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan. Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol.asal. Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu. diolah dan digarap. Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. 2. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan. Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian.SENI TARI 304 1. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari. 2. tumbuh. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style).

mata pencaharian (nelayan. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991). payung. dsb.SENI TARI 305 doyong). air yang mengalir di sungai. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak). tempurung. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan).1991). Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran. 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. seperti bermain peran. 3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. 4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty. Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. seperti bermain tali/pita. di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. Tema kehidupan sehari-hari. pohon bergoyang. Tema dengan menggunakan property. topeng. dsb. keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. peranian. kentongan. berkaiatan dengan perburuan. seperti gerak-gerak angin bertiup. model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. dsb) o Tema logika matematika.

selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas. bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya.SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style. Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol. I. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1975:54). sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce. Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari.

SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah. Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.

Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari). Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. Di dalam pengamatan. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Minang. Jawa. belajar menari. Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi. Betawi. psikis dan intelektual. dan Bali. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Sunda. Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai.SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis.

psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik.

Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian. Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. pemusik. Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. Pengembangan aspek-aspek gerak. improvisasi. Seperti telah disinggung di depan. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi.SENI TARI 311 J. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari. Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989). dan Seleksi atau Forming. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. Secara harafiah. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh. penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. KOREOGRAFI 1. Berkenaan dengan koreografi kelompok. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok. Beberapa dekade yang telah dilewati. ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. penata panggung. Dalam rangka penyajian.

• Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok. kebutuhan.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. Selanjutnya. Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. orisionalitas. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. eksplorasi dan forming (komposisi). Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. penonton/lapangan kerja. Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. waktu. • Gagasan dibuat artistik. terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa. pengalaman yang ada. • Mengerti tentang keadaan. tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. ruang. Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar. • Mempertimbangkan isi gerak.

Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. berarti Anda termasuk berpikir. dan mengekspresikan ketakutan yang dialami. dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing.SENI TARI 313 1. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran. menerjemahkan tafsir gerak. 1. berimajinasi untuk merasakan dan merespons. tertutup. Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari. Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin. membayangkan ketakutan diri. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak. Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi. Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut. Di samping itu. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. Prosedur bergerak spontanitas. Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan).2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak.

maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh. serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak. mengendalikan teknik gerak. orisinalitas berpikir. yang bergantung pada kematangan otot. irama.menyampaikan kesan-kesan. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. ide. Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi. diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang. motivasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . keluwesan (fleksibilitas). dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. 1. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi. yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan.3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh.

musik. balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan. dan ide. tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. memperinci) suatu gagasan. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal. Berarti. jazz. analitis. imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. kualitas. pengulangan.4 Proses. Selanjutnya. 1. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama. dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari.SENI TARI 315 Memperkaya. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama.

kelancaran. ketepatan. berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya. dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis.unsur seni. menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut. estetika. wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. yaitu : Kemampuan berpikir lancar. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. seperti wiraga. kontrol.

kemampuan dan keterampilan. K. Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk. kemampuan membuat kombinasi gerak. dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi. aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam pengembangan pendidikan. dilihat oleh orang lain. Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik. Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik.SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. model ungkapan ekspresi. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu.

3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian. summit art. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali. Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival. Selanjutnya. masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. kompetisi. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan.SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan. Sedikitnya. Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. Selebihnya. buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum.

Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. Di sisi lain. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan. para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional. berwawasan prospek. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. Kondisi ini patut kita perhatikan. Di satu sisi. pelestarian. pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan. serta mampu menjawab tantangan masa. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar. dan reservasinya. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan. Hal ini harus disikapi lebih profesional. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif. Dengan demikian untuk tetap lestari. dewasa.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan. kurang ditangani secara profesional.

hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. kemauan. transparan. Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif. A. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim. organisasi. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik. dan kemudian organisasi seni pertunjukan. tujuan. dan kooperatif. Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . disemangati bersama. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. Kemampuan. dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu.SENI TARI330 maju dan berkembang. KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. mumpuni. dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang.

sehati. begitu juga sebaliknya. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. sanggar tari. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. Sanggar Sekapur Sirih. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan. Para siswa. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater. Teater Tanah Air. Teater Utan Kayu. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni. Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi. Lembaga Peduli Anak Nusantara. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mereka menetapkan arah. sertifikasi organisasi. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. Teater Mbeling. Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. Sanggar Maya Pasundan. Sanggar Tari Cipta. empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan.SENI TARI331 benar. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. Di sini sebut saja Teater Koma. Selanjutnya. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. Sanggar Lukis Tino Sidin. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum. tujuan. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan.

Kelompok Musik Slank. Kelompok Musik Peterpan. Kelompok Lawak Srimulat. Kelompok Lawak Patrio. sasaran. Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah. Adalah naif. Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). Sanggar Argahari (Ibu Melly). Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. B. Kelompok Musik Ungu. teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi).SENI TARI332 Barata. Oleh sebab itu. Sangar Teratai Putih (Ibu . Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. berkerja sinergis. maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. Ketoprak Wargo Budoyo. berkala. teater Mbeling (Kuta Q). organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama. dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. teater Gen (Putu Wijaya). Kelompok Musik Radja. dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. teater Mat Suya (ISI Yogyakarta). Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). inovatif. Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). inovatif dalam menyajikan kontektual garapan. Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. Ketoprak Cipta Mandala. dan kreatif.

. nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya. dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama. Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu. Kelompok Musik Radja(Roseta). Kelompok Musik Peterpan (Ariel). 5. Kelompok Musik Ungu (Pasha). Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis. Kelompok Lawak Patrio (Akri). Kelompok musik Slank (Yoga). Namun dalam perjalanan. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto).SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih). dalam perkembangan akan cepat bubar. Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional.1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul).5. Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo).

Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb. Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni.4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja. 5. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C. atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi. Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 5. ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi. 5.

untuk mendatangkan keuntungan berlipat. pimpinan produksi. Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5. Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. maka wujud performansinya berbeda. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya. Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. Ada kecenderungan.SENI TARI335 sebagai hobi. serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. Di sisi lain. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah. produser. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. kajian ilmu. Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah. artis. Pengelola bertindak sebagai koreografer.

Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. produser. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi. Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam. koreografer. orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya.2. Pengelola merangkap sebagai artis. sutradara. dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya. organisasi dikelola paruh waktu. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung. keterlibatannya paruh waktu. marketing. Dikelola pelaku seni itu sendiri. Bagan 5. Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata.

teknologi harus diperhatikan. musikal. casting. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. penataan cahaya. penyediaan kostum. respons) adalah faktor poliik.. penataan panggung. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. masyarakat. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati.SENI TARI337 E. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional. penonton. dan sesuai publik. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran. penghayat. modivikatif. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni. sponsorship. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. properti. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari. pelatihan. pencarian tempat pentas. pemerintah. Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. Kebutuhan seniman. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. ekonomi. promosi dan sebagainya.

Di sini faktor keberuntungan. strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja. Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. perencanaan produksi. Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5.

Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional. Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada sisi lain. Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni. namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit.SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan.4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya.

(c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan. • Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cabang Surabaya. • Mekanisme kerja antar staf. kelompokkeuangan. (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi. tari. pelatihan dan pementasan. (a) Bentuk • Struktur organisasi. Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan. Jakarta. dan sumber daya manusia. • Membagi tugas. • Uraian pekerjaan. teater. Bagian penelitian. misal Srimulat Solo. misalnya musik. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. dll. pemasaran. • Menyusun mekanisme kordinasi. koreografi. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. penulisan. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi. 1.SENI TARI340 F.

Pengaraham meliputi organisasi instruksi.SENI TARI341 2. Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. (b) Partisipasif. teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik. pola pengembangan teori kepemimpinannya. dan kreativitas memecahkan masalah. Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. (a). Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah. pengawasan. motivasi. kecerdasan. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. dan menghindari tanggung jawab. Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya. • Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y. Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya. serta mementingkan jaminan keamanan. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. (a) Otokratis. (b).

• • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan. sistem. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas. dapat dimengerti. karakter harapan dan tingkah laku atasan.SENI TARI342 (c) Demokratis. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan. dan dapat diterima. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. 4. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. kelompok. iklim dan kebijakan organisasi. karakter dan tingkah laku bawahan. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis. ketercapaian prestasi. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. sifat pekerjaan. pekerjaan. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik. tepat waktu. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. • Mengukur hasil atau prestasi. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. Pengaruh karakteristik individu. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. • Membandingkan hasil dengan standar.

atau berupa penafsiran. Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga.. upaya pendikteksian secara dini atas target. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting. tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. • Tepat waktu. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola. Persoalan penyimpangan. cepat dan tegas. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan. akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin. dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional.SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. Mengambil tindakan. produksi karya. • Ekonomis. prioritas sasaran. Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Komitmen kerja. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas. mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut.. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya. pemilihan tempat pementasan. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan.: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya. sehingga. tugas. tanggung jawab personal. Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. Oleh sebab itu. dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya. operasional staf. Pimpinan produksi harus memahami peran.

Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis. suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kompleks pertunjukan harus bersih keributan. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik. 5. 5.7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat. Artinya. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan. personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan. pelayanan/seles servis pemesanan karcis. pelayanan gedung. istirahat.SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton.6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan. gladi bersih. pelatihan. 5. murah senyum. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan simpati serta nyaman. gladi kotor. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung. empati. serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama.SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan. pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1.8 Pimrum tangga Tumpengan Gb.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. 5. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang.

10 -5. Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. tata indah pencahayaan. Tanggung jawab artistik karya. Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI348 menarik. tata letak setting. 5. Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas. dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan. kewajiban. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian masalah teknis.

Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Penata Properti & Kru. Penata Cahaya & Kru. Penata Rias dan Kostum & Kru. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. penata panggung). 5. Penata Sound dan Musik & Kru.15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer. penata cahaya. 5. Berbagai kejadian. kejanggalan. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kewajibannya adalah membimbing.12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. keajaiban. mengarahkan . Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb.SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. 5. 5.13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

tata panggung. Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik. Secara umum dia disebut stage manager. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan.SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya. 5. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting. pencahayaan. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan.1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung. dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik. sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji. 5. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik. terang-padamnya lampu. serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. 5.19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Masalah pencahayaan.17-5.

5.21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb.23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb. 5. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. 5.SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya.22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. 5. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik.3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. keras-lembut. serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan. 5. Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. adalah konseling kepada pimpinan artistik.SENI TARI353 (2.24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound. namun secara hirarki matihidup. 5. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung.

Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik.26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. 5. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak. namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.SENI TARI354 (2. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan. Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini.4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.

Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari. Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung. penata panggung dan penata tari.SENI TARI355 (2. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton. 5. penyaji karya. pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik. hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana. Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka. Hirarki penguasaan konsep riasan. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik.

(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari. mengubah karakter tokoh.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari.29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. dan membantu merias penari. Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari. 5. Kerja penata rias mendisain riasan wajag. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.

Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa. Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil. rias keseharian. Gb.5. Gb. Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari. 5. dan rias karakter. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. misalnya yaitu.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah).SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. 6.

Sendratari Ramayana. 6.4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . taritari karya Bagong Kusudiharjo. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan.SENI TARI368 3. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. Wayang Kulit. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan. Secara komoditas. Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya.

Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang.SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan. Kemasan Wayang Orang. Pertunjukannya sangat menarik. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang. penerimaan tamu terhormat. padat koreografis. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4.5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. karena mudah dicerna. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. singkat. Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. 6. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis.

Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. Tari Tenun. Tari Rangde.SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya. 5. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya. Tari Baris. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel. pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet). mal. 6. 6. dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan. Tari Pendet. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini.6 A Tari Jaranan Gb. lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata.

Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. 6. 6.8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang.

Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo.). Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya. Pementasan yang berdurasi singkat. merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya. 6. dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau.SENI TARI372 6. menarik. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara. Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau.

Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb. singkat. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman.13B Tor-tor 8. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan.SENI TARI373 7. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat. Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan. 6. Sumber Koleksi Pribadi Gb.6. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar.

11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb. dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara. dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut. 6. atraktif.SENI TARI374 Aceh.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis. 6. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya. waktu.

kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. seminar daerah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ditinjau secara kenyataan. Selanjutnya. sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan. adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga.SENI TARI375 B. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. Dalam berbagai keadaan. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. penetapan profesionalisme. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. wirama dan wirasa tari.

Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1. 6. Judul Unit : Nama Tari 3. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian.SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C. Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi. Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. 8. 2. Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan. Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berbagai kemungkinan yang ada.

tubuhm tangan. dan kepala. sindet kiri 10. tancep 4. Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . baik teknik gerak kaki.TPI.SENI TARI377 1.001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga. sekaran lembehan 14. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1. sekaran laras sawit 13. sembahan jengkeng. negigel 7. lumaksana nayung 8. sekaran engkyek 15. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. lumaksana lembehan kanan 6. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. sabetan 5. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak. trapsilantaya 2. lumaksana ridong sampur 9. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik. lumaksana ukel karna 11. sembahan sila 3. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3. ombak banyu srisig 12.

Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4.

tawing kanan. dengan penguasaan unsur wiraga.3 srampang mundur 3.3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1.10 nacah tawing lenggut 2x.1 srisig 1. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3.7 lampah sunda 2. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1.2 kebyok kanan.6 malangkerik lenggut 3x.4 srisig kanan. srisig 2. srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1.8 ngelus cucuk gedheg 4x 2. srisig kiri. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3.TPI. srisig dilanjtukan tawing kiri.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah. menthong srisig mundur 2.1 asta rimang.4 agem Bali kiri-kanan.2 srisig maju 3. Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI379 SKA. entrakan 4x 3. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2. Mampu menarian Bagian 2. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag). lembehan 2x.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1. srisig 2. seling mecut 3x.5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2.9 rimong. menthong mundur 2.3 srampang. srisig Beksan II (Iringan 3. srisig 2. Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2. nacah.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3.

dan kepala. serta pandangan mata (polatan) 2. tangan. baik teknik gerak kaki. tubuh. Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3.SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1. Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4. terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak.

1. tanjak 4. trecet. lumaksana ombak banyu. kiri kebyok 2.Laiwung Laras 2. juga berbagai variasi suasana. Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend. sembahan Pelog Pathet Nem) 2.8.3. pondhongan. nikelwarti Maju Beksan (Gend. bopongan. besut. lumaksana malangkerik 3. ambil topeng. pacak jangga 2. tanjak 3. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. pondhongan.6. tanjak kanan 3.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA.1. memaki topeng. lumaksana 3.4. besut.6.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3. kedua tangan malangkerik. Mampu menarikan Bagian 2. ombak banyu. berdiri. ogekan. besut. tanjak bapang. obah bahu. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2. sabetan.11. ogek lambung 3. trecet. lumaksana 3x. genjot. ulap-ulap kiri.1. ngigel jangga. genjot 3. tanjak 3. glebag kanan kebyok sampur kanan. genjot 3.4. mungguh. ulap-ulap kiri. ngracik.TPG.5. ogek lambung. pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3. lumaksana 4x. menthang kiri 3. termasuk karawtian tarinya. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh.1.2. ukel miwir busana. besut.3. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. besut.7.10.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend. mlintir brengos 3x. entragan 4. Mampu menarikan Bagian 1. besut. besut. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya.5. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2. besut. lumaksana jajag. jengkeng 1. ogek lambung. tanjak miring kanan 2.7. srisig. tanjak kanan 3.Bendrong Laras 1. kebat nogowangsul 3.2. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend.2.3.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . obah bahu.9. pacak Maju Gawang jangga (Gend.

cancut 6. besut tanjak 6. Ombak banyu. lombo ngracik. besut. tungkai. ngracut. tancep 6. nacah 5. gedheg 5. pola lantai. tawing. Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. Kirig. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4. Kengser. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. baik teknik gerak tubuh.3.4. jengkeng 6. ngracik.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4. tangan dan kepala 2. Kebyok. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. Lampah mundur. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. pondhongan maju. mundur. besut tancep 5. Entragan kanan. ulap-ulap kiri.3. srisig. Pondhongan maju.6. tanjak 5. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8.1. capeng. Ogekan lambung. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1.7.3.2. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4. entragan 5. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5.1. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7.2. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . entragan 4.4. kaki. Sembahan. batangan 5. Laku telu. panggel. srisig. entragan 4. Nikelwarti. Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. nubruk 5.4. besut tanjak. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2. srisig mundur. kengser ukel karna 5. entragan 4.5. trap jamang. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5.5. ulap-ulap kanan. ngelus bara. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. tumpang tali.2.

Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11.SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10.

1. Diperagakan dengan luwes. nglerek mangering ngembat kiri 2. kicat 4x. trapsila. penari adu kiri pada gawang prapatans 3. ngleyek. selaras. besut.2. kebyok kiri.3. ebat ngiris.5.6. menjadi jengkeng 2. keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1. menthang kiri. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1.2. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1. jengkeng.8.002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna. Diperagakan dengan luwes. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1. tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2. tanjak kanan tawing kanan. ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2. hoyog. nikerlawarti (seleh dhadhap). kebyok kiri. Mampu menarikan Bagian 1.7.4. ngembat. dan mengalir pola-pola gerak: 3. besut (adu kanan).6.1.3. Diperagakan dengan luwes. dan mengalir pola-pola gerak: 2.9. ogek lambung 2. Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr. selaras. tawing kiri. menggunakan properti dhadhap. sembahan laras 2. tempe. srisig 2.4. tanjak panggah kanan 2.BPA. loyog ngembat seblak asta. gedheg. ngebyok sampur. ombak banyu. lumaksana bambangan 1. besut – tanjak panggah (gawang prapatan). sembahan sila 1. besut.Sanga) 2. selaras. sembahan disertai gedheg. sembahan. silantaya. sila 2. (adu kiri).SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA.5.

5. tanjak panggah kanan 3. sudukan: tusuk.5.7.3.5. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3. giyul. ngunus panah – ngancap. seleh gendewa 5. ebat naga wangsul.1. selaras.3.2.2. sawega dhuwung.1. ulap-ulap tawing 5.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . giyul – pacak jangga 3. Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL.2.6. tangkis.8. sembahan jengkeng 4.3. nikelwarti 5.4. dan mengalir pola-pola gerak: 4.7. srisig (adu kiri) 3. ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri. mrenjak. nyabet – besut. kengser. hoyog genjotan. sembahan sila.SENI TARI385 SL. tanjak panggah kiri 4. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. nyabet – besut. tanjak 5. srisig ke gawang semula 4.4.6. sudukan tangkisan dhadhap. tawing kiri sawega dhuwung. lumaksana ridong sampur 5. ukel leyekan 3. sabetan.8. trapsila. tanjak sawega dhuwung adu kanan.Sanga) 5. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4. Diperagakan dengan luwes. tanjak panggah kiri. nampa. trapsila.1. srisig. nikelwarti. saling mengejar dan dikejar. ebat ngancap 3. hoyog. menjadi lengser ke kanan 4. ngembat dan melepas anak panah 4. besut. dn tanjak kiri. srisig (adu kiri) 4.Sanga) 3. sabetan. tanjak panggah kanan 3. besut – tanjak kanan.4. kebyok kiri. tanjak – ebat ngancap. tanjak panggah kiri. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl. selaras. Diperagakan dengan luwes. srisig mundur ngigel. dan mengalir pola-pola gerak: 5.

Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1.dan kalimat lagu 9. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari. Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing.7. mampu atau terampil bergerak sempurna 6. keris. Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8.6. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas. Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing. sabetan.8. tanjak kanan 5. nikelwarti . kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3. terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3. irama.gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. rasa seleh. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan. pola tabuhan. srisig. rasa lagu.SENI TARI386 5. tanjak panggah 5. mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang. karakter peran yang dibawakan. dan anak panah 5. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap. besut. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. serta suasana yang dicapai 4. tempo. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2.

baik yang berkarakter keras maupun manis.3 agem kanan 1.1.1.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1. sikap mata 1.1 biasa atau normal 1.3. posisi kaki 1.1. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1.1.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1.3.5. sikap badan 1.4.1 majalan tindak-tindak 2. posisi tangan 1.SENI TARI387 2.1.5. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2.2.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.1. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 agem kiri 1.1 tapak sirang Bali Putra 1.2.1 posisi kepala tegak 1. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2.5.5 jari kaki ditekuk ke atas 1. posisi kepala 1.2 posisi tangan agem kiri 1.1. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini.4.3.2 goyal-goyal 2.3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1.TPK.2.1.3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1.5.1. kaki 2.1.5. dengan baik dan benar. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL.4.2 kembang kanan 1.1 posisi tangan agem kanan 1.3.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1. akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra.

2.4.2 ulap-ulap.4.4.1.2 ngeletik 2.1 agem kanan dan agem kiri 3. nyigug.1.7 miles dan ngiser 2. nepuk dada.5 mendra 2.SENI TARI388 2. gerakan mata 2.3 ulap-ulap 2.2.3.4 milpil 2.2 tandang 3. ngembat.2.2 nyarere 2.1.1.1.7 nabdab pinggel 2.3.3 ngaliyer 2.4 nuding 2.1 kipekan 2.1.2 gulu wangsul 2.1.2.9 nyilat 2. mentang laras.2. leher 2.5 nyaregseg 2.1. agem wula ngawa sari.5 nabdab karna 2.3 nyegut 2.4 ngileg 2.1 nyaledet 2.6 nyigcig/ngicig 2.12 makirig udang 2.8 nepuk dada 2.2.4 nyureng 2.10 nglangsut 2.2.2.2.1. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3.1 Agem pokok 3.3.1.4.6 nguler 3.2.berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).8 glatik mapah 2.3.4.4.3.9 nyigug 2.1 girahan 2. tangan 2. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal).6 nabdab gelung 2. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3. ngraja singa.4.11 nayog 2. dan ngrajeg 3.2.1.

jatuh cinta (ngaras). nabdab pinggel. nabdab gelung. nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. sedih (sedih). tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2.SENI TARI389 3. marah (nyelik/nelik). nepuk dada. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah.2 (malpal). berjalan cepat dan ringan (milpil). melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg. nyigug dan ngombak 3. (makenyem/makenyung). nglangsut. makiring udang 3. tandang.4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. wirama. nayog. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1. terkejut (makesiab). nyilat.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. wirasa serta dengan patokan agem. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. Tersedianya musik iringan. secara baik dan benar 2. Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga. Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas.

ngagem 1.1. malincer dengan langkah milpil 3.3.1 tindak-tindak 4.2. ulap-ulap 2.5. nyegut 1.1.3. nabdab gelung 2.3. gelatik nuut papah 3.3. nabdab kampuh 1. nyogok 3.5.3. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1.4.1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4.4.4. ngelier 3. ngangsel 1.1. ngigelang pajeng 3. pajalan 2.3.1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1. malpal 4. Mampu menarikan Bagian Nayog 2. nyeledet 2. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng. pajaib 2.3.2.5. ngeseh bawak 2. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng.2 oyog-oyog 3.2.1.1. miles 1.2.3. nepuk dada 2.3.2. Mampu menarikan Bagian 1.1. ngagem kana-kiri 2. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4.1. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL.TPK. Mungkah langse Mungkah lawang 1.

dan ngopak lantang panyuwud) 3.1 nulih kuri 6.2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5.2 nyingsing kampuh 6. ngawejang. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5. tandang dan tangkep 4. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6. ngopak lantang ngalih pajeng. Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2. Ada busana Tari Topeng Keras. Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang.1 matetanganan 5. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. gayal-gayal. Tersedianya musik iringan. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3.SENI TARI391 5. nayog.

ngegol 1.2 mehbeh ngelilit 3. nyaregseg 2.6. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4.1 ulap-ulap 4.5. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4. Mampu menarikan Bagian 1.1.4. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1. dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.3. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3. kidang rebut muring 3. Mampu menarikan Bagian 1. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan.SENI TARI392 BAL.3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2.8.1.5 ngumbang 4. ngenjet 1. ngenjet pala 2.3 lelasan megat yeh 3.2 ngenjet ngirig 4.4 ngepik 3.2. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2. ngagem 1. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1.1 nyemak kepet 3.2. ngelo 1.TPI.002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri. tangkep 1.7.

Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. kipas. ngigelang kepet. tandang dan tangkep. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. kidang rebut muring. juga pola keruangannya di atas pentas 4. Ada busana Tari Legong Kraton. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI393 3.

Muryani busana (ukel astha. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Muryani busana (Ulap-ulap. tasikan. 15. 11. 13. Kapang-kapang encot. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. Cathok udhet majeng mundur.TPI. Sembahan jengkeng. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. Pendhapan. 3. meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. 8. Nyamber kanan. 16. Kicat ngilo rangkep. 2.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari. Lampah kipat udhet. Sembahan silo. Nyamber kanan. 4. 3. 6. atrap jamang) 5. Kicat mandhe udhet ngarcik. 12. 14.SENI TARI394 3. Sembahan silo. Ongkek panggel. 7. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Ngguddha kiri panjang. 10. embat-embat). 4. Lampah semang ngembat astha. Mampu menarikan bagian Maju Beksan. Tinting. 5. atrap sumping. 2. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Kicat cangkol udhet. Nggudha kiri. 9. Kengser. Lampah atur-atur. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek.

Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Kapang-kapang encot.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 2. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. 4. 3. Nyamber kanan. kebaya secara benar. Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. PANDUAN PENILAIAN 1. 2. 4. Sendi mapan jengkeng. 3. Sembahan jengkeng. 3. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). busana dan iringan . 5. Bisa memakai kostum tari dan atau kain.

Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. 6. Mampu menarikan bagian Maju Gendhing.TPI. Keplok astha. Ngilo. Nyandhak minger balik. 2. Kagok kalangkinantang. Menjangan Ranggah. Atur-atur. Sembahan silo dan jengkeng. 5. Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. Pendhapan. Miling-miling lamba ngracik 6. Lembehan. 7. 4. 8.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. 4.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Miwir rekma. Ethung-ethung lamba ngracik. 3. 3. 2. Sekar suwun. 9. Kalangkinantang Alus. 5. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. Tayungan miring. 10. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus. 3. Nyamber. Sabetan. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. Usap rawis. 2. Engkrang. Ombak banyu. dan beberapa variasi muryani busana. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh.

tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. 3. PANDUAN PENILAIAN 1. busana dan iringan .SENI TARI397 6. 4. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. Ukel jengkeng. A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. kebaya secara benar. 5. 2. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 3. Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga.

Impang encot.TPI. 4. Ngancap. Ngenceng. teknik dan rasa gerak). Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju. 19. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. 2. 7. Samberan. Kipat astha. 18. Sembahan silo 2. Ngancap nyathok. Ngenceng enjot. Sembahan silo. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. 5. 16. Duduk wuluh. 3. Cathok udhet majeng mundur. Kapang-kapang. 9. 8. 14. Ukel astha. 20. Nglayang. 13. 21. Nggrudha jengkeng. 11. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jangkung miling. ngenceng jengkeng 6. Sembahan jengkeng. Impang ngewer udhet. 22. 15. 10. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Pendapan. Kicat. Pendhapan ngregem udhet. 3. Lembehan. Tasikan mubeng. 12. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. NOleh mendhak. 17..

Lampah pocong. iring-iringan. 36. Niyub. Ngusap suryan. Tiga-tiga. Namakake pasopati. Nglayang. Sembahanjengkeng. Lilingan kanthen astha. Kicat boyong. 33. Mundur. Ulap-ulap cathok. 54. Mbalik. Ulap-ulap ukel. Seleh jebeng. 38. Atrap sumping. 31. Ngendani. Impang lembehan. Ndeseg. Atur-atur. 47. Lampah semang. 30. 53. Kicat Tawing. Mundur miring. Tinting. Iring-iringan kiri/kanan. 50. 51. Nglambung. Encot-encot. Nyuduk. 39. Banhgomate. 49. 26. Nubruk. 28. 55. 40. pendhapan ngebat. Nggrudha jengkekng. 34. 42. 41. Mbujung. Mlampah gajah ngoling. Ngundhur sekar. Nggoling. 35. 45. Tawing. endha. aben sikut. Ongkek sendhawo. 52. 25. Puletan. Lampah sekar. Ongkek. Mlampah majeng. Pudhak mekar. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ngglebag. Sendhawa. KIcat Boyong. 48. Gidrah. ajeng-ajengan. Ajeng-ajengan. 27. Atrap Jamang. 43. 37. 24. Mayang mekar. Mancat. Ngunus pasopati.SENI TARI399 23. Rakit (Lajur. Mingger. 46. Kupu tarung. Nymaber. 29. mlebet lajur. Nyarungaken keris) Nyandak jebeng. 32. Kengser. 44. Puspita kamarutan. Medal lajur. nyaplak.

Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). 2. 4. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. busana dan iringan . PANDUAN PENILAIAN 1. Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Kapang-kapangg. 3. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga. 4. Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari. Sembahan silo. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 2. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3. 2. 3.. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. kebaya secara benar.

Ngiwir/njimpit sampur. Langkah papat. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. Sagah kiri. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga). Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. 2. 2. Miring sagah kiri. 7. 4. 6. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. 3. Ropetan. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. Ngiwig/nyirig. Deleg. Nipah/nantang sampur.Jingket. Sagah kanan 3. Glebegan. Ngalang. 6. 2. 3. Ninjak. Liwungan/ngalang. Singgitan/sindetan. 9. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer. Egol. Gedrug. 7.. 5. Ngeranjang gulo. 10. Ngijig. ketepatan gerak dengan irama (wirama). Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol. 9.TPI. Ngipah sampur. BAN. 4. Umbul sampur. 5. Songkloh. Ngalang. 4.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas. 8. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1.SENI TARI401 4. 8.

Deleg ngulo. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas. Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. 7. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. PANDUAN PENILAIAN 1. kepala. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari.. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari. 3. 2. 4. 5. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. dan ekspresi wajah.SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. 1. 4. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. kaki. 3. 2. 6. tangan. Sagah kanan.

3. 2. Ngajak. Nyerawat kembang. Ropelan sedang. 8. 4. Ngloro. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Geliyeng. Srisig. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. Ngropel sedang. Egol. Deleg. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati. Layung. 4. 5. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. 2. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 2. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Sagah. Nangis.BPP. Ropelan Kerep. Ngropel kerep. 4. 3. ketepatan dengan irama (wirama). 7. Sagah. BAN. serta rasa gerak (wiraga).SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. 5. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. 6. Deleg mantuk. dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. 3. 4.. Kedanan.. 3. Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. 2. Solahan. Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan. Ngiwir.

2. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. 3. 7. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. 2. 4. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. Solahan. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. 3. 9. kaki. 3. Tersedia properti tari berupa Sampur . 5. 8.SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. PANDUAN PENILAIAN 1. 4. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. 2. 10. kepala. 5. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan ekspresi wajah. 6. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Ngiji Lombo. tangan.

A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Mario Marennu. Ketepatan gerak. 4. Penguasaan ruang dan pola lantai. Baccing. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna. Mario Marennu. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1.01. Bosi Turung. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2. 4. 3. Bosi Turung. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. 1 Suling. keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae. 4. 2. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias. Maccule-cule Selendang. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno. PANDUAN PENILAIAN 1. yang dimainkan secara langsung. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh.BG02. UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah. 3.SENI TARI405 5. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. 2.001. Maccule-cule selendang. Bulo Reppasa. Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi.

Massiman. Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. 1. Ma’ Pannoni Simbong. 2. 2. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena.01. 3.TJ02. Pe’Ketabe. PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong.SENI TARI406 TRI. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong. dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung. Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara. 2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penguasaan ruang dan pola lantai. 3.012. 4. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. 3.

3. Ma’ Battukan.01. Meta’da. Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. 2. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh. 2. Mampu menarikan tari pangayo secara utuh. Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. Semba’na.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1. 3. Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi. Massayo. Ma’ppalla.TJ02. . Tidak mempergunakan property.SENI TARI407 TRI. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya. 3.Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. 4. Katarimangan.Menarikan inti gerak tari Pangayo . PANDUAN PENILAIAN 1. Penguasaan ruang dan pola laintai. 4. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 6. 2. . Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo. 4. Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. 5.013. 1 Gong yang dimainkan secara langsung.

Arak.MI02. 3. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter.. 12. 7. Mamanciang. Galatiak. Bungo Kambang. Mamintal Tali.01. Silang Timpo.002. 3. 6. Malapeh Layang-layang. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. 10. 11. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 4. 5. 8.SENI TARI408 6. 13. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat. Langkah Baranak Buang. Sambah. Galek. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 9. 2. Maelo banang.

8. 2. kaki. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan. Mancaliak Hari. 9. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Batanam. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat. Mambalah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. 5. tangan.MI02. Manyambik. Mancabuik. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. PANDUAN PENILAIAN 1. Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. 2. 3. Macangkau. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari.005.01. 3. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. Maangin. 4. 9. Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam. 4. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari. 8. 10. 6. Maikek. 12. 7. Manyemai. Mangukua. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 11. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh..SENI TARI409 TRI. 2. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. 4. Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. 5. 6. Baliak.. kepala pada ekspresi wajah. mambajak. 7. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Tusuak sampiang ateh malambai. Tusuk kanan belakang dorong. Jantiak ayun piriang duduak. 3. tangan dorong puta miko. langkah baranak. 4. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat. Tapuak Kalatiak. Sambah antak kalatiak . Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. 4. 5. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3.. Jantiak ayun piriang langkah. Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. 3.. Alang Tapuak step. Jalan Leguran Randai. 4.01. Langkah Tusuak Bagalombang. 2. Saik Kalatiak. 4.SENI TARI411 TRI.020. 6. Sauak balah sampian. Sambah amtak Kalatiak. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. 2. Tusuak ateh sampiang. Sauak simpia. Langkah biasa 2. 5. Duduak takua Lapiah. Langkah Sambah. Tapuak tangan puta egang jalo. 3. Sambah takan tapuak sampiang. 3. Jantiak Talingo. Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Jantiak ayun piriang tagak 2. Bagian Tegak 1. 4. 6. Tangah Puncak: 1.MI02. Langkah takan tusuk ateh simpia kiri.

Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Aspek Kritis 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kepala pada setiap ragam gerak tari. tangan.SENI TARI412 Batasan Variabel 1. 9. 8. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari. 5. 2. tapuak galembong. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. 7. Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. 2. 3. 11. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. kaki. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 4. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. kudakuda. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. PANDUAN PENILAIAN 1. 3. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. 6. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal. 10. Penguasaan ruang dan pola lantai menari.

Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. 1996. Yogyakarta.. Ronald .13 Bandung: STSI Bandung. 1993. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni. Harmoko. ISI Yogyakarta. Kusmayati . Autard-Jaqualine Smith. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari. Seni Menata Tari. Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan. ITB Bandung. 1996. Jazuli. Black. Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Semarang : IKIP Semarang Press.SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson. Jakarta: Yayasan Harapan Kita.. Fraser. Doris. Tari Tradisional Indonesiai. Dance Composition (ed 3). Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. 1982. Hadi Sumandiyo. Lynch Diane. Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa. Manthili. Hawkins. Alma M. Terj. Willard F. London : A & B Black. Selecting and Developing Media for Instruction. Bellman. 1990. 1976. 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sal Murgiyanto. Jamal MId. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No. Terj. 2001. Humphrey. Publisher. Bandung.. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice.The Art of Dance in Education. Discoverring and Developing Creativity. 1991. Jakarta. 1983. 2000. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. Second edition SanFransisco: Harper and Row. Untuk Siapa. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta. London : A & B __________________. Y Sumandiyohadi. Djoyonegoro.. Yogyakarta. Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Mencipta Lewat Tari.1994. Devi Triana. Dinny. dkk. M. Anonim. Mfilsafat Seni. Wiscosin: American Society for Training and Development. Wardiman.

dkk. 1975. Jakarta : LPKJ. Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2003. Bandung. 1988. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. 1969. Terj. Departemen Pendidikan Nasional. dkk. dan Bambang Pratjichno. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Munandar. jakarta. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus.. Murgyanto. Arif. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Achsan. Laban. History of The Dance in Art and Education. London Macdonald and Evans. Jakarta. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. Manajemen Seni Pertunjukan. Rudolf. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. 2002. Zussane. Mpesta Seni Budaya Betawi. Rofik. Rudolf. Departemen Pendidikan Nasional. _____________. Jakarta. Richard. London: MacDonald and Evans. Pengantar Pengetahuan Tari. Inc. ISI Bandung. 1979/80. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Langer.SENI TARI414 Murgiyanto. Iyus. Parani. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Utami. Sumiani.. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. 1965. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. PPM Jakarta. 1986. Sal. Modern Educational Dance. 1983. Muhadjir. Laban. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. New Jersey : Prentice Hall. Pratjichno. Bambang dan Wiwiek Sipala. FX Widaryanto. Permas.1976. Dance Composition: The Basic Elements. Sal. 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Inc. 1983. Ardi. La Meri. Gugum Gumbira. Samah. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Yulianti. Problematika Senii. 1983. 1996. Englewood Cliffs. Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). 1975.

Pengantar Apresiasi Seni Tari. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. Ben Suharto. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. 1987. Tuti dan Udin Saripudin. Jacquline. Plyamonth: Norttoc house Soedarso. Yoyakarta. Materi dan Pembelajaran Kertakesi. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Jakarta : Balai Pustaka. Smith. Edi.. Suku Dayak Sana. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Yogyakarta. 1994. 2003. SYarif. Universitas Terbuka Jakarta. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. Syafi Jatmiko. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1986. 1976. Bandung. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii.SENI TARI415 Slater. Sedyawati. 1990. Tari Tradisional Indonesia. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. . SP. Ina. 1991. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Mdasar-dasar Dramaturgi. 2003. 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. . Jakarta. Jakarta : Harapan Kita. 1998. 1978.. Yogyakarta : Ikalasti. 2003. 1992. Wendy. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. Yogyakarta : Suku Dayak Sana. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. Sudarso SP. Pengantar Komposisi Tari. Soedarsono. Pengantar Tari Pendidikan. Terj. Mustika. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumarsam. Jakarta: Pustaka Jaya. 1984 Tari. Teaching Modern Educational Dance. _________. _________. Sukatmo. . 1997. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Pustaka Prima. Tambayong 1999. Gamelan.

Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. Datuk. Nursilah. Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Elindra. Padang: Pengembangan Yampolsky.SENI TARI416 Tumbidjo. dan Rahmida Setiawati. Phiplips. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dkk. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. 1984. Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat.

dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik. Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. Bungan yang melayang di atas air Besut. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Deleg mantuk. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. Cathok udhet majeng mundur. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. giyul Sikap gerak besut. Menggunakan jamang atau hiasan kepala.LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. Agem kiri. Atrap sumping. Gerakan yang dilakukan di tempat. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. Sikap gerak besut. Sikap posisi lawan agem kanan. Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. condong badan ke kiri. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan. Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang. Bertepuk seperti gerak burung elang.

Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot. Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan. Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah. dengan menggerakan lutut patah-patah.naik-turun Entragan kanan. Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah. Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik. Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet. Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada. Gerakan menjentikan jari Geliyeng.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh. Gerakan kaki menyilang depan. Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian.

Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus.LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. Kicat ngilo rangkep. Kebyok kiri. Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan). Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser. Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket. Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala. Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing. Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan mendorong puta miko. Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas. Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot. Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang. lengan tangan menggantung Kicat Boyong. Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha. nikerlawarti (seleh dhadhap).

Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. Gerakan beradu siku dengan lawan. Berjalan atur-atur Lembehan. Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah. Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. Jalan kembangan Langkah papat. Gearakan mel. pendhapan ngebat. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung. besut tanjak. Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . endha. Memainkan selendang Mambajak. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang.

Menggulung benang Mlebet lajur. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang. Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan.LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali. Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah. Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. Memintal tali jala Mamanciang. Gerakan memancing Manyemai. Mencabut dan mengambil benih Maikek. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. teriakan. Mengikat benih Mayang mekar. hentakan kaki. dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan. Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. ptikan jari. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik.

Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah. Posisi badan miring lurus. Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap.LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma. posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan. Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

sedih (sedih). terkejut (terkesiap). Gerakan seperti terbang melayang Nangis. Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang. Gerakan seperti menangis Obah bahu. nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. Melihat ke samping posisi merendah Ngembat.LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak. jatuh cinta (ngaras). nepuk dada. Nglangsut. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal. mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nayog. makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. marah (Nyelik/nelik). Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. nabdab gelung. (makenyem/makenyung). berjalan pelan mengayun Nyaregseg. nyilat. Menggerakan bah Ogekan lambung. nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. Nabdab pinggel. dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng.

mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. gerakan. mengorganisasi orang-orang. atau apapun yang diulan Ropetan. Nyuduk. Gerak mentekel Sabetan. Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo. gerak bekerja. dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. Gerak sembahan Saik Kalatiak. Encot-encot. Perangan ( Ngunus dhuwung. Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain. Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. nyaplak. Ngunus Puletan. penyajian.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan. Mundur. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera. Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring. langkah baranak. galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong. Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang. Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo.

Pembimbing Metodologi d. Aplicate Approach (AA) b.LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. Riwayat Pekerjaan:a. Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. Perkumpulan Profesi: a. Pendidikan 8. a. M. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. Pelatihan Usulan Due Like e. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. 2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tempat/Tgl Lahir 3. UNJ Rwmangun Jakarta 13220. Anggota Masyarakat Seni 1997 b.Pd : Purwokerto. Instansi 5. Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS. Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. Alamat 6. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A. : 021. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10. Pelatihan : Drs. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. Dosen Seni Tari sejak 1988 b. Bambang Pratjichno. NIP 4. Peneliti Muda c. Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Telpon 7. Nama 2.

2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Suku Dinas Jakarta Timur. 2001 D. Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD. MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD. Dinas Kebudayaan. Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005. 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. Dalam penataran tari guru SD. • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar. 2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP.LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). Maklah. Sunda -2004) E. LPKM UNJ. 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar.

2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. Bambang Pratjichno. UNJ dan Ford Foundation. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama. 29 Mei 2008 Drs. 2002 Jakarta. MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Jakarta. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA).LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. LPKM UNJ.

Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku. Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d. Status 7. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Telepon/HP 4. Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. Pendidikan Formal 8. MM : Bengkulu. Jenis Kelamin 6. UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. Nama 2. 5 Mei 1960 : Komp. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l. Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. Rahmida Setiawati. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j. Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. Tempat/Tanggal Lahir 3. Pengalaman : Dra. Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Agama 5. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. m. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. Ketua Program Tari (1990-1993) b. Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g.

Pelatihan CAP (2003) B. 10. Penatar : 1. Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). 9. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. 2004. 2003) 2. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8. Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999). Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). PLS 4. TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w. Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. 2005. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Penelitian Masyarakat 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7.

Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Jurnal 1. Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Karya Ilmiah: 1. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2. Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4. Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11. Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3. Dalam Penataran Tari Guru SD.

Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dinas Kebudayaan (2000) 19. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Metode Belajar Mengajar tari. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. 28. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar. Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Sistematika Pelatihan Tari Betawi. Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15.

Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. Mata kuliah Tari Sumatra 11. Rahmida Setiawati.LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Mata Kuliah PPL 14. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G. Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Desember 2007 Dra. Punulisan Buku 1. Bobodoran (2003) 10. Lenggok (1998) 6. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005). Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8. Bermain Topeng (2003) 9. 6. Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Putri Rainun (TMII 1989) 3. Gerak (1985) 2. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Mata Kuliah Skripsi 13. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7. Mata kuliah Tari Melayu 12. Do’a 8. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. Mata kuliah Tari Betawi I 5. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Mata kuliah Tari Betawi III 7. Selendang Mayang (1990) 4. Karya Tari 1. Mata kuliah Komposisi Tari I 9. Mata Kuliah yang ditempuh 1.

Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A. Penelitian : 1. 2004. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. S. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5.Sn. 2005. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. Penatar : 1.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln. 2003) 2. 43 Jl. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3. Penelitian Masyarakat : 1. M.Pd : 132 135 262 : Karawang. Pengairan Rawasmut Blok C No. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. PLS (2005) C.

Penulis Buku : 1. LAM UNJ Mk. Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5. Jurnal Artistika FBS (2000) 5. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3. Perumus/Penyusun : 1. 2006) 4. Pemakalah : 1. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. Metodologi Penelitian. Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F. Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3. X. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2. Jurnal Harmonia (2004. Evaluasi Pendidikan (2004. Penerbit:(2007) E.2005. Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2. Pengajaran : 1. XI. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Buku : Seni Budaya kelas IX.

2001) 2. 2004.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra. 08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec. 2004) 5.Elindra Yetti. Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas. Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang. HP. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur. 2003. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat.2006) 4. 2005. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur. 2004) 3. Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas.Propinsi Riau di Pekan Baru. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas. 2003) 3. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas.LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata. 2005) 8. 2001) 5.2001) 7. Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1. tahun 2006) Makalah 1. Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata.2003) 4. Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1. Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata. 2003) 2.2001) 6. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1. Sejarah Seni tari 8. Jakarta. Olah Tubuh I 6. Tari Melayu 3. Keterpaduan Seni 9. Tari Sumatera 2. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Elindra Yetti. Interaksi Belaja Mengajar 11. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya. Tari Pendidikan I 4. Tari Pendidikan II 5. Perencanaan Pengajaran Tari 10. 1 Desember 2007 Dra. Tata Rias dan Busana Tari 7.LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1. Pembinaan Kompetensi Mengajar 12.

3. 2007. Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional.LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. Penulis buku Teori Sastra. SPd. HP.99845808 : icadredo@yahoo. 2002. 8. 5.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang. 9. 2007. 6. Memperbaiki Kualitas Pendidikan. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001. Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah. : : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl. Teraju. 2006. MHum. 2005. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi.com atau irsyad@jcce-omline. 2. 021. 7. Transbook. Universitas Terbuka. Proyek Peradaban Terbengkelai.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS. 1 Desember 2007 Irsyad Ridho.MHum.LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD. SPd. 2007. SMP. Jakarta.

waktu. tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi. Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas .FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang.

waktu. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang. dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap.

alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . waktu. dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak. merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok. gerak dengan elemen komposisi terkait.

00 . 7.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.888.

888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.00 . HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful