Rahmida Setiawati SENI TARI untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Seni Tari

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Rahmida Setiawati

Rahmida Setiawati

SENI TARI
SMK

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI TARI
Untuk SMK
Penulis Editor : Rahmida Setiawati : Melina Suryadewi

SET s

SETIAWATI, Rahmida Seni Tari untuk SMK oleh Rahmida Setiawati---- Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xiv. 417 hlm Daftar Pustaka : 413-417

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR Puja-puji syukur kami panjatkan ke Hadurat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat-Nya kepada hambanya, sehingga kami dapat menyajikan buku “Seni Tari” ini kepada para pembaca. Buku Seni Tari ini disusun terutama untuk menunjang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2004 Sekolah Menengah Kejuruan Seni Pertunjukan. Buku ini dapat digunakan siswa untuk menggali dan meletakdasarkan pengetahuan tentang tari agar mereka dapat menjadi tenaga yang profesional dan siap pakai pada mampu terjun di kalangan masyarakat. Melalui buku ini siswa dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang tari sebagai bekal penunjang kemampuannya, dan untuk menghadapi era teknologi dan informasi yang makin meng “global”. Penetapan penulisan buku ini adalah sebagai alternatif dalam upaya pengembangan wawasan dan pengetahuan tentang tari khususnya hubungannya dengan pendidikan tari. Materi yang disajikan lebih ditekankan pada teori semi praktis diharapkan agar mudah dipahami. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan buku ini pada dasarnya mengacu pada beberapa sumber, data-data dokumen bidang tari, serta pengetahuan yang dimiliki penulis selama menekuni bidang tari. Secara kolaboratif, dasar penetapan penulisan buku mendapat amanah tentang misi bahwa sistem pendidikan Nasional yang dikembangkan di Indonesia masih kurang menaruh perhatian terhadap out, sehingga penafsiran terhadap komponen pendidikan membias untuk ditafsirkan. Dalam rangka pengembangan ke arah tujuan yang diharapkan, maka secara konseptual buku ini disusun berdasarkan konsep penulisan yang dari apa yang harus dikuasi oleh peserta didik, pecinta tari, anak yang belajar tari. Dengan munculnya pertanyaan dasar tersebut maka penulis mengidentifikasi beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan bahwa sebagai kajian untuk menulis buku yang dibutuhkan peserta didik, pecinta tari, dan anak yang belajar menari sebagai obyek. Tahap awal yang telah teridentifikasi adalah bahwa yang dibutuhkan oleh obyek adalah pengetahuan tentang wawasan tari, bagaimana cara bergerak efektif dan efesien, cakupan pengetahuan yang bersifat afaektif adalah memahami tentang tari dan selanjutnya bagaimana tahap-tahap mencari dan membuat tarian, mengorganisasikan serta memasarkan produk, hingga pada membuat kemasan tarian yang berkembang di sekitar wilayah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang seiring budayanya. iii

Oleh sebab itu, penulis menyajikan isi buku ini dengan mengidentifikasi dari wawasan kebudayaan, Olah Tubuh, Tari-tarian Nusantara, Koreografi dan Komposisi Tari, seni Manajemen dan Organisasi Seni Pertunjukan, serta Kemasan Wisata. Cakupan isi yang dijadikan dasar untuk melengkapi isi buku, lebih diarahkan pada bentuk implementasi data yang dinaturalisasikan, sehingga diharapkan pembaca dapat memahami isi buku dengan makna baca yang mudah dicerap. Harapan penulis, semoga buku ini dapat berguna bagi pembaca khalayak. Untuk penyempurnaan buku ini, masalah keterbacaan isi buku sangat dinantikan. Kritik dan saran pembaca akan kami gunakan untuk perbaikan buku secara sinergis. Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan baik isi maupun panyajiannya. Segala tegur-sapa serta saran dan kritik dari para ahli yang berwenang dan para pembaca yang bersifat membangun senantiasa diterima dengan lapang dada. Akhirnya tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pemimpin PENULISAN BUKU KEJURUAN, juga kepada rekan-rekan dan handai tolan serta semua pihak yang turut serta menangani buku ini. Semoga bermanfaat adanya.

Jakarta,

Juni 2008

Penulis

iv

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR BAGAN DAFTAR TABEL PETA KOMPETENSI BAB I WAWASAN SENI A. Kebudayaan dan Permasalahannya ......................................... B. Pengertian Kesenian ...................................................................... C. Proses Kreatif dan Pendidikan Kesenian ......................................... D. Pengertian Tari 1. Gerak ...................................................................... 2. Ruang ...................................................................... 3. Waktu ...................................................................... 4. Tenaga .................................................................................... 5. Ekspresi .................................................................................... II OLAH TUBUH A. Kompetensi Dasar ..................................................................... B. Pendahuluan ................................................................................... C. Teknik Gerak, Pengolahan, Pelenturan Tubuh ......................... D. Penguasaan gerak Olah Tubuh ...................................................... III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tari-tarian dan Masyarakat ...................................................... B. Tari Berdasarkan Penyajian ...................................................... 1. Tari Daerah .................................................................... 2. Tari Rakyat .................................................................... 3. Tari Balet .................................................................... 4. Tari Modern ................................................................ 5. Tari Musik Opera ..................................................... 6. Tari Rekreasi ...................................................... C. Tari Berdasarkan Fungsi 1. Tari Upacara ..................................................................... 2. Tari Upacara adat ....................................................... 3. Tari Religi ..................................................................... 4. Tari Pergaulan ..................................................................... 5. Tari Teatrikal ..................................................................... D. Apresiasi tari Nusantara ...................................................... E. Nilai Keindahan Tari ...................................................... IV KOREOGRAFI A. Pengetahuan Dasar Komposisi tari ........................................ B. Elemen-elemen Dasar Komposisi tari ........................................ 1. Desain Gerak ..................................................................... 2. Desain Musik ..................................................................... 3. Desain Lantai ..................................................................... 4. Desain Atas ..................................................................... 5. Desain Dramatik..................................................................... 6. disain Dinamik ...................................................................... 7. Komposisi Kelompok ........................................................ 8. Desain Tema ..................................................................... 9. Desain Rias dan Busana ...................................................... 10. Desain Properti................................................................... 11. Desain Tata Lampu dan Sound........................................... 12. Penyusunan acara............................................................... i iii v vii xii xiv xv 1 5 8 21 34 38 40 43 45 46 69 99 149 159 168 178

BAB

BAB

177 178 179 180 183

BAB

222 223 224 225 228 229 232 235 237 240 241 245 253 256

v

BAB

V A. B. C. D. E. F.

BAB

VI A.

B. C.

MANAJEMEN PRODUKSI TARI Konsep Manajemen dan Organisasi Pertunjukan ............................................ Organisasi Seni Pertunjukan ......................................................................... Orientasi dan karakter Seni Pertunjukan .......................................................... Fungsi Manajemen ...................................................................................... Kaitan Organisasi dan Manajemen Pertunjukan ........................................... Pengorganisasian Kegiatan ........................................................................ 1. Pengorganisasian ....................................................................................... 2. Pengarahan ....................................................................................... 3. Gaya Kepemimpinan ......................................................................... 4. Pengendalian ....................................................................................... a Pimpinan Produksi ......................................................................... b Pimpinan Kerumahtanggaan .......................................................... (1.2) Bagian Karcis ....................................................................................... (2) Pimpinan artistik ....................................................................................... (2.1) Pimpinan panggung (2.2) PERKEMBANGAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN TARI Seni Pertunjukan Kemasan 1. Seni Pertunjukan Kemasan Betawi 2. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Barat 3. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Tengah 4. Seni Pertunjukan Kemasan Jawa Timur 5. Seni Pertunjukan Kemasan Bali 6. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Barat 7. Seni Pertunjukan Kemasan Sumatra Utara 8. Seni Pertunjukan Kemasan nanru Aceh Darussalam Standar Kepenarian Standar Kompetensi Tari

330 332 334 335 337 340 341 341 341 342

vi

SENI TARI

DAFTAR GAMBAR Gambar. 1.1 Gambar. 1.2 Gambar. 1.3 Gambar. 1.4 Gambar. 1.5 Gambar. 1.6 Gambar. 1.7 Gambar. 1.8 Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.19 1.20 1.21 1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia Tari Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Tari Gejolak Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan, tangan, dan goyangan kepala) Tari Bima Suci (gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan dan goyang kepala) Tari Oncarowo Gumyak Banyumasan Arak Cerano pada Sekapur Sirih Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Penari Jaipongan Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Penari Saman berbanjar Motif Agem Penari Margapati Pemain teater eksplor peran Peraga mengembangkan ruang gerak Penari Bimo Suci Penghayatan gerak penari balet Lompatan penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Sinkronisasi gerak penari balet Ekspresi mimik secara Polos karakter humor Penari melepas senyum kepada penonton. Ekspresi penari senyum dikulum Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Penegangan otot perut dan kaki Pose disain Kerucut Anatomi Tubuh Manusia Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan

iv

2.21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar 2.25 Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 2.6 2.19 Contoh gerakan sinkronisasi kaki.26 Pengembangan gerak mengangkat kaki lurus bertumpu pada satu kaki. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat 2. perut. Gambar.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala 2.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki 2. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap.16-2. Gambar. Gambar. Gambar. tangan dan dada ke depan 2.A Kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang 2. Gambar. Gambar Gambar. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Gambar. Gambar.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok 2.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi 2.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) 2. 2. Gambar. Gambar.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) 2.9 v . Gambar.12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) 2.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Gambar. Gambar.29 Membokong 2. Berdiri Tegak Koordinasi 2 peraga Koordinasi 3 peraga Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut 2. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali 2. Tangan.7 2. Gambar. Gambar. agar tidak pusing.SENI TARI Gambar.30 Sinkronisasi pengembangan gerak Nungging ke berbagai bentuk gerak 2. Gambar. Gambar.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalam 2.8 2.18 Sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah.28 Nungging 2. lutut tetap lurus.31 Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan 2. Gambar.15.

2. 2. Sikap jongkok bertumpu pada tumit jinjit.34 dan 2. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Gambar.51.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat. Gambar. 2.38 Sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak Gambar.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. 2. 2.SENI TARI Gambar.50 Badan condong ke depan. 2. 2.50. Kontraksi kaki dengan arah berlawanan Gambar. 2. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan.44 dan 2. penegangan otot perut dan paha Gambar. Gambar. 2.42 Sinkronisasi gerak 2 peraga putri Gambar. 2. 2.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha vi . tangan sbg penyangga Gambar. Gambar. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Gambar. 2. 2. bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. 2.50 kontraksi otot paha Gambar.32 Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot Gambar.46A Penegangan pelvis/pinggul.52 Mirip gambar 2.53 Sikap mirip 2.2 peraga putri.51 Tidur menarik tangan dan dada. 2. 2. 2.46B Penegangan otot perut dan paha Gambar. lutut. Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. paha dan perut kencang Gambar.45 Pose membungkuk. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke Gambar 2. kaki. 2.35 Improvisasi lompatan di udara dan koordinasi gerak Gambar. 2. pada saat melompat Gambar.39 Keseimbangan gerak saat menahan penari sedang melayang Gambar. Gambar.36 Tangan menahan tarikan kaki. 2.41 Sinkronisasi intensitas gerak melayang di udara dalam teknik lompatan.59.47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Gambar. penegangan pada kaki Gambar.48.

Gambar. 2.75 Melayang.4 Tari Bedhaya 9 (Sembilan) Gambar.67 dan 2. 2. 2.1 Tari Gejolak Gambar. 3.6 Tari Legong-Kreasi Gambar.SENI TARI Gambar. 3. 3.66 Penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala Gambar.74 Kontraksi pada tangan dan jari pada tari Gambar. 2. 2. tangan dan tendangan serta lipatan kaki sambil bergerak. kontraksi pada kaki Gambar. 2. 3.68 Pembentuk Anggota Gerak Ats. Kontraksi badan dan rentang tangan Gambar. perpindahan formasi. dan angota gerak lain Gambar. 3. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh Gambar.7 Gruda Gambar. 2. 2.2 Tari Gumyak Gambar. tengah dan bawah menyeluruh Gambar.70 Berdiri santai.3 Tari Kresno-Bladewa Gambar. dam tangan kanan. kontraksi kaki dan tangan saat jengkeng Gambar.71 Berdiri jinjit. kontraksi kaki. perut. 2. 2.62 Sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. 3.10 Trandak vii . 3. 2.61 Sikap bongkok. penguatan kontraksi kaki dan penguasaan payung Gambar. dan angota gerak lain Gambar. putaran.50 Kontraksi otot paha Gambar.62 Sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan.58 Penegangan otot perut. 2.64 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.72 Kontraksi kaki.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. 2. 3. 2. kontraksi kaki dan menyangga pada tari Bambu Gila Gambar. 3. tengah dan bawah level tinggi Gambar. dan kedua tangan pada tari tradisional Gambar. 2. tengah dan bawah level bawah Gambar.9 Bersih Desa Gambar. 2.8 Gambyong Gambar. 3.65 Pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas.73 Duduk santai. Gambar. penegangan otot perut dan paha secara sinergis Gambar. paha.2. 2.59 Sikap mirip gb.76 Duduk berdiri jongkok.69 Sikap jengkeng santai. .5 Tari Klana Cirebon Gambar. 2.

19 Tari Nyak Puan 3. Gambar.57 Bersih Desa 3. Gambar.51 Tari Mandau 3. Gambar Gambar.49 Tari Janra UPeuteh 3. Gambar. Gambar.53 Tari TabOt (Bengkulu) 3. Gambar.44 Tari Janda Nabia 3.13. Gambar.21 Tari PaJinang 3. Gambar.54 Tari Rejang 3.56-3.30 Tari Cinta Ibunda 3..16 Ngelajau 3.46 -3. Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.36-3. Gambar.42 Gelang Ro’om 3.SENI TARI Gambar. Gambar.33. Gambar.52 Tari PupUtAy 3.B Tari Dayang Modan 3. Gambar. Gambar.48 Tari Nyak Puan 3. Gambar. Gambar.55 Tari Kecak (Bali) 3. Gambar.58 Jepen Rebana 3. Gambar. Gambar.11 Topeng 3. Gambar.25 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) 3. Gambar Gambar.13A Tari Bailita 3. Gambar.26 Tari Baladewa-Kresno 3.32 Tari Nyi Kembang 3. Gambar.13B Tari Dayang Modang 3. Gambar.22 Tari Manikam 3. Gambar.35 Tari Turun Kuaih Ainen 3. Gambar. Gambar. Gambar.41 Tari Janda Nadia 3. 3.31 Bratasena 3.13A Tari Bailita 3. Gambar.29 Baratayuda 3.38-3. Gambar. Gambar. Gambar.45 Tari Ho Arya 3.40 Tari HoArya 3.34-3.28 Pendet 3.12 Merak 3.37 Tari Gelang Ro’om 3.17 Bechincak-an 3. Gambar. Gambar.39 Tari Sarampuah 3.20 Tari Ngelajau 3.50 Tari Dolalak 3.18 Tari Ngelajau 3. Gambar. Gambar. Tari Ngelajau 3.59 Sanduri viii .24-3.43 Tari Ranah di nan Jombang 3.27 Tari Manukrawa 3.23 Dogdog Lojor 3.

Gambar. Gambar. Gambar.69 Untuk Mama 3.72 Tari Turun Kuaih Ainen 3.91 Tari Warak Dugder 3. Gambar.68 Tari Balet 3.94 dan 3.77 Tari Tabot 3.75 Tari Tabal Gumpita 3. Gambar.100 Tentengkoren 3. Gambar. Gambar. Gambar. dan 3. Gambar.101 dan 3. Gambar.64 Tari DolAlaK 3. Gambar.74 Tari Payung 3. Gambar. Gambar.108 Tari Tano Doang 3. Gambar.65 Tari Nditita 3. Gambar.99 dan 3.61 Tari Warak Dugder 3.102 Tari Randa Nabia 3.107 Tari Kondo Bulang 3.60. Gambar.96 .72 Tari Ngelajau 3. 3. Gambar. Gambar.109 Tari Perang ix . Gambar.3.85 Tari Nyi Kembang 3. Gambar Gambar.88. Gambar.89 A. Gambar.66 Tari Balet Ngu Yen She 3.93 Tari Gelang Ro’om 3. Gambar.97 Tari Taume Anuku 3. Gambar.62 Tari Kebyar KEbeng) 3.89 B Repertoar Golek Ayun-ayun 3.dan 3.98 A dan 3.Tari Gagahan 3. Gambar.84.92 Tari Bersih Desa 3.103 dan 3. Gambar.90 Tari Kresno Baladewa 3.87 Ttari Dogdog Lojor 3.76 Tari Joget Lambak 3. Gambar. Gambar.104 Tari Pa’Jinang 3. Gambar. Gambar.83 Tari Nyi Kembang 3. 106 Tari Pabete Pasapu 3.71 Ngremo Mall 3.95 Tari Badawang Nala 3.70 TarI Gambyong Kolosal 3. Gambar.SENI TARI Gambar. Gambar. Tari Topeng 3. Gambar.86.79 dan 3. Gambar.78 Tari Sekapur Sirih 3.80 Tari Bachincak-an 3. Gambar. Gambar. Gambar.73 .105 Tari Ponggayo 3. Gambar. Tari Jaipongan 3.81-3. Gambar. Rancak di Nan Jombang 3.98 B Tari Lupak Gurantang 3.67 Tari Cinta Bunda 3.82 Tari Ngelajau 3. Gambar.63 Tari Reog Polodero 3.. Gambar.

9 Trunajaya (Bali).120 Tari Bambu Gila 3.1 Perangkat Gamelan Sunda 4.10 Sangkrae(KalTeng). Gambar. 4.119 dan 3.14 Ngelajau(Lampung) 4. Gambar.36 Prajurit (Bali) 4. Gambar Gambar. Gambar.) 4.17 Karakter Putra Gagah 4.25 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb. Gambar.17 Karakter Putri Halus 4. Fantasi (Bali) 4.112 Tari Tarik Lalan 3.121 dan 3. Gambar.117 Tari Milau 3.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati 3. Gb.7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) 4.116 Tari Giring-giring 3.4 Alat musik diatonis Gitar.32 Panggung dan Lapangan Terbuka 4. Gambar.115 -3. 33-4.31 Kembangan 1 Pencak Silat Gb. Gambar.2 Perangkat Gamelan Jawa 4. 4.123 dan 3.22 Stage Proscenium 4. Gambar.113 dan 3.24 Panggung dan Lapangan Terbuka 4.26 Improvisasi Gerak mhs 4.28 Penari memperagakan tendangan pada level bawah 4. Gambar. Gambar. Gambar.37 Saman(Aceh) x . Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.114 Tari Baharuan 3.110 dan 3.35 Pendet (Bali) 4. Gambar. Gambar.34 Tari Jaipongan (Jabar) 4.21 Jumlah saka dan area pentas Pendopo 4. Gambar.111 Tari Dara Juanti 3.6 Kostum Tari Katiak (Riau) 4.29 Saman (Aceh) 4. Gambar.27 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi 4. Gambar.118 Tari Persembahan 3. 4. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.13 Dogdoglojor(Jabar) 4.30 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar. Gambar.20 Stage Proscenium 4.SENI TARI Gambar.5 Kostum Annien (Riau) 4.15 dan 4. 3.4.3 . Gambar.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja 4. Gambar Gambar. Gambar. Gambar Gambar. Gambar.122 Tari Ndaitita 3. Drum 4. Gambar.8 Kostum Gruda.126 Tari Tepulut 4.23 Bentuk Panggung 4.125 dan 3. Gambar. Gambar.

12 Persiapan kipas pada Gejolak 5. Gambar. Gambar.26 Kru penata properti menata level/trap di depan anggung 5. Gambar. 4.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias 5.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan iñata rias 5. Gambar.42 Tari Jibeng Rebana 4. Gambar. Gambar.. Gambar.41 Tari Dogdoglajor 4. Gambar.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) 5. Gambar.22 Hasil Kerja Penata Cahaya 5. Gambar.7 Pimprod recek kesiapan kerja 5.1 Teater Anruang (Bandung) 5.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) 5.15 Pengarahkan kepada penari 5.29 Kerja penata rias membantu menata rambut 5. Gambar. Gambar.46 Tari Randa Nabia 4.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat atihan 5.19 Kru Stage kerja di balik stage 5. Gambar.13 Penataan Kipas pada Gejolak 5. Gambar.10 -5. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.9 Rileks habis kerja 5.21 Penata cahaya memberi efek 5.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo 5.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra 5.23 Penata cahaya memberi efek 5.38 Jaipongan (Jabar) 4. Gambar.6 Pimprod memberi arahan 5. Gambar. Gambar.39-4. Gambar.43 Tari Ngelajau 4. Gambar Gambar. Gambar. Gambar. Gambar. Gambar.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) 5. Gambar.17-5. Gambar. Gambar.45 Tari Gelang Ro’om 5.40 Tari Gelang Ro’om 4.SENI TARI Gambar.25 Penata Musik memberi 5.8 Pimrum tangga Tumpengan 5.4 Tari Pendet/Bali (Kedutaan Jepang) 5. Gambar.32 Ratu Angin xi . Gambar. Gambar.20 Hasil Kerja Penata Cahaya 5.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing 5.24 Kru Musik fasilitasi pemusik 5.44 Turun Kauih Aunen 4. Gambar.14 Disain tata Cahaya Gejolak 5.16 Pimpinan Artistik pengarahan sebelum pentas 5. Gambar.

6. 6. 5. 6.2 Tari Topeng Cirebon Gambar. 6.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar. 6. 5. 6. 5. 6. 6.37 Pose penari yang telah di rias menggunakan rebana Gambar.6 B Tari Ngremo Gambar. 6. 6.13 A Tari Gundala-gundala Gambar.1 Tari Topeng Blantek Gambar.6 A Tari Jaranan Gambar. 5.38 Model-model setelah mrnggunakan busana tari Gambra. 6.3 Tari Jaipongan Gambar.8 Tari Belibis Gambar.4 Tari Gambyong Gambar.13 Tari Saudati xii .35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter Gambar.34 Busana Gladi bersih Gambar.5 Tari Karonsih Gambar. 5. 6.33 Busana saat gladi kotorGambar.9 Tari Randai Gambar. 6. 6.7 Tari Margapati Gambar.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter Gambar. 5.SENI TARI Gambar.13 B Tor-tor Gambar.

2 2.5 5.2 Peta Seni dalam konteks Budaya Peta Konsep Model Profesional Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini Sistem Pernafasan yang baik Sistem Nafas Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari Joged Mataram Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.5 6.2 5.4 5.2 2.1 5. Elemen-elemen Komposisi Tari Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Peta Konsep Ide Alam Sekitar Ide Ulang Tahun menjadi Topik Keragaman Pengalaman Estetis Anak Skema Imajinasi Gerak Siswa Karakteristik Organisasi Pertunjukan Status Pengelola Hubungan Seniman dan Pemerintah Organisasi Manajemen Organisasi Produksi Seni dan Manajemen Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata Bagan 3.3 4.1 2.4 Bagan 4.1 Bagan 4.3 3.2 Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 4.1 3.3 Bagan 3.3 5.SENI TARI DAFTAR BAGAN Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan Bagan 1.1 1.5 4.4 4.1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN xiii .

1 Motif Gerak Tari Tunggal Tabel 1.xiv DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Teknik.2 Motif gerak Kelompok Tabel 2.5 Gerakan dan pola lantai Tabel 3.4 Gerak tari kelompok Tabel 2.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR xiv . Kelenturan dan Peniruan Gerak Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak.3 Motif gerak Individu Tabel 2.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia Tabel 4.2 Dosis Pernafasan Tabel 2. kelenturan da imitasi Tabel 6.

Dengan demikian secara konseptual peta konsep yang harus diberikan kepada peserta didik berwujud berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada proses bagaimana peserta didik telah mempelajarinya. pada hakikatnya kurang dinamis. Oleh sebab itu agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. dinamika Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan SP Menunjukan artistik Memperagakan bentuk gerak Melaksanakan Apresiasi Tari Mendiskripsikan wawasan tari Mendiskripsika n jenis. standar kompetensi merupakan bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan peserta didik sebagai penerapan. keterampilan yang telah dipelajari. bentuk dan gaya tari Mempelajari Sejarah tari Apresiasi tari Nusantara Melaksanakan praktik tari Mendiskripsika n teknik tari Praktik tari Nusantara xv BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . di bawah ini dapat digambarkan peta kompetensi yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari tari adalah sebagai berikut: Melaksanakan dasar musik seni Pertunjukan (SP) Mendiskripsikan berbagai ritme. efektif dan efesien dan muaranya berhenti di tempat. tempo. pengetahuan. Hal ini untuk memberikan stimulus terhadap penetapan.SENI TARI PETA KOMPETENSI Sistem pendidikan yang dianut bangsa Indonesia pada sebelum abad 20an hanya berbasis pada masukan dan proses saja. Dalam upaya percepatan dan pengembangan pendidikan ke depan sangat dibutuhkan adanya penetapan standar kompetensi bagi setiap pengetahuan yang bersifat edukatif maupun populer. dinamika Membaca berbagai ritme. tempo. dinamika Menirukan berbagai ritme. tempo. Secara konseptual. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan seperangkat kompetensi. Hal ini sebagai tahapan lanjut yang mengedepankan peserta didik tumbuh rasa tanggung jawab. partisipasi. Di sisi lain. standar kompetensi menekankan kepada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. Standar dalam pendidikan terdiri atas standar akademik yang merefleksikan pengetahuan dan ketarampilan esensial disiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan. dan implementasinya baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat dan ini menjadi bagian dari tugas kita menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat.

mengacu pada ke tujuh unsur kebudayaan tersebut di atas. Para siswa yang kami sayangi. Sistem pengetahuan.SENI TARI 1 BAB I WAWASAN SENI A. akhlak perbuatan baik dengan ikhtiar. Bahasa. Dengan demikian budaya berarti kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertabiat baik. salah satu yang akan dibahas dalam buku ini adalah kesenian. kekuatan. 4. cara atau jalan akal dalam berikhtiar. Sistem mata pencaharian hidup. Sistem dan organisasi kerjasama. benar dengan melalui cara-cara yang dapat menimbang perbuatan yang harus dan tidak boleh dilakukan. 6. 3. Tujuh (7) unsur kebudayaan adalah sebagai berikut: 1. Sistem teknologi dan peralatan. benar dan salah. Pakar budaya Kuntjoroningrat dalam buku Simbolisme Budaya Jawa yang dikutip Budiono H. menyatakan bahwa kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta (bhuddhayah) adalah bentuk jamak dari buddi yang berarti budi dan akal. Kesenian. Budi bermakna akal dan batin yang digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk. Di sisi lain. 2. perangai. Kesenian dalam bentuk kegiatan merupakan budi daya manusia. Kesenian khususnya menyangkut salah satu aspek seni yakni seni tari. daya mengandung arti tenaga. pengaruh. Kesenian hubungannya dengan nilai-nilai merupakan bentuk simbolisasi. Kesenian merupakan perwujudan gagasan-gagasan tradisional yang diperoleh secara historis. Sistem religi dan upacara keagamaan. Makna perbuatan di dalamnya dilihat dari watak. Selanjutnya. Koencoroningrat menguraikan dan menjabarkan bahwa kebudayaan terdiri dari tujuh unsur universal dan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut di bawah ini. 7. Kebudayaan dan Permasalahannya Budaya berasal dari kata budi dan daya. mencipta karya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. tabiat.

Secara histories. implementasi motif ungkapan verbal (lisan) . Dengan demikian. maksud tujuan agar dapat dibicarakan atau menjadi buah bibir. akumulasi pernyataan kebudayaan dapat dituangkan dalam bentuk hubungan tata cara dan tingkah laku yang disepakati sesuai adat kebiasaan. Manusia menghasilkan hasil budaya. kepekaan perilaku.SENI TARI 2 atau berkarya yang berarti memberi bentuk tujuan/visi manusia secara pribadi. dan berbudi bahasa serta bertutur yang baik. Cara-cara tersebut muncul pada saat mencari ide. adat yang diatur dalam agama. perasaan. dalam pelaksanaannya perilaku dan penghayatan rohani manusia dapat saling bertolak belakang. terpuji. Kaitan berkebudayaan dengan kehidupan bermasyarakat atau berkebangsaan sebagai kontaks budaya dalam konteks kebersamaan. konsep cara berpikir. dan memproses terwujudnya komunitas berkesenian. dan motif bertindak melalui ungkapan pikiran yang dimiliki. Para siswa yang tercinta. Manusia berbudaya dapat dipandang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lain di dunia. berkeindahan secara bebas. Secara teoretis. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk mengungkapkan kemauan. Kebudayaan merupakan warisan fakta-fakta budaya yang memiliki makna apabila dituangkan melalui konsep pikir. perilaku. konteks budaya manusia berbentuk tulisan. menjabarkan ide. Kemampuan manusia untuk menalarkan budaya erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui perilaku suku bangsa dalam berkebudayaan akan selalu berupaya melakukan adaptasi atau penyesuaian dalam perilaku berbudi pekerti santun. dan kreativitas dan eksperimen imajinasi dalam mewujudkan hasil budi daya (budaya). Dengan demikian. manusia berkelompok membentuk warisan tata cara dan pernyataan maksud dalam mencapai tujuan bersama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kebudayaan dapat membentuk tingkah laku manusia yang harmonis secara bebas. perjalanan hidup manusia di dalam menerapkan pengalaman perilakunya dimodifikasi untuk mencapai tujuan hidupnya. Manusia menomorsatukan peran fungsi kelakuan fungsi rohaniah dalam bentuk kemauan yang ditunjukan. Konteks budaya manusia bermacam bentuknya. dan kemampuan mengorganisasikan ingatan. Kebudayaan pada dasarnya merupakan proses mencapai tingkah laku yang sempurna.

Kualitas perwujudannya dapat dilakukan seseorang melalui menempatkan kelebihan berpikir dan berimajinasi. dalam perkembangannya disosialisasikan menjadi hasil budaya nenek moyang atau leluhur yang siap diwariskan. Hasil budaya tersebut di atas selanjutnya digunakan manusia sebagai alat untuk beradaptasi dengan lingkungan alam. Falsafah yang terkandung bermakna dan memiliki bobot. Kesenian yang telah mapan telah mempola membentuk identitas. dipikirkan. Nilai budaya nenek moyang telah mencapai pemahaman yang tinggi. Perwujud melaksanakan kebudayaan manusia dikembangkan sesuai konsep hasil budaya dengan berbagai pilihannya. cahaya hidup. Prosedur mewujudkan kreativitas dan imajinasi hasil budaya sangat penting. Konsekuensi logis yang harus ada adalah menjadi pencerahan hasil budaya manusia untuk difokuskan dalam bentuk kesenian. Hal ini dapat tersirat di dalamnya dengan mengajarkan berbagai makna dalam isi yang berbudi luhur. hingga perubahan yang diharapkan terutama dalam melahirkan satu konsep yang dibayangkan. dan dicita-citakan manusia yang bersangkutan selalu berhubungan dengan orientasi budaya dan tingkat adaptasinya di dalam pengembangan yang diharapkan. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan mahluk lain. Makna simbolis budaya nenek moyang yang telah diwariskan secara implicit sebagai pernyataan budaya. Seseorang dalam melakukan perwujudan keseniannya mutlak syarat yang harus dikembangkan. wujud kebudayaan yang salah satu sisi diungkapkan dalam bentuk kesenian sangat bervariasi. Pencapaian tingkat penghayatannya diarahkan untuk mencapai standar hasil kesenian hingga pada tingkat adaptasinya untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia secara beragam. Pada masa datang hasil seni diharapkan bisa menjadi panutan.SENI TARI 3 Kemampuan menuangkan ide seperti disebut di atas patut disyukuri. arah dan tujuan yang ingin dicapai. dan sumber inspirasi penciptaan. Dengan demikian kemampuan untuk melahirkan gagasan. Konsep dasar yang dapat dituangkan melalui seni tersirat sebagai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kurun waktu yang berjalan terus hingga akhir zaman. terutama tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Ilustrasi tentang kemampuan manusia untuk melahirkan kreativitas dan imajinasi inilah yang selanjutnya digunakan oleh penulis untuk memahami corak-ragam kesenian yang pada tingkat adaptasinya sebagai hasil budaya.

Pada muaranya. Para siswa yang kami cintai. Penulis pada kesempatan ini memposisikan penulisan buku sebagai satu personifikasi rasa empati. Kesempatan ini secara kebetulan menjadi momen yang tidak disia-siakan untuk memaparkan kompleksitas Seni Tari. Dengan perkataan lain.SENI TARI 4 pijakan dari pengembangan budi dan daya manusia dalam memecahkan dilema masalah yang dihadapi manusia. dan dicita-citakan. Kendala yang dihadapi dalam menyatakan hasil kesenian berhubungan dengan sesuatu yang dibayangkan. dan pengayaan bahan bacaan siswa dan masyarakat tentang Seni Tari. dapat dijelaskan bahwa konversi seni dan budaya dalam wadah Seni Tari adalah sebagai salah satu asset budaya yang ada di Indonesia. Kronologi yang diharapkan agar generasi penerus tidak akan mengalami degradasi mental untuk belajar keseniannya sendiri kepada bangsa lain. Pendokumentasian seni tari kurang ditumbuhkembangkan. Cakupan ini ditulis sebagai arah pandang generasi datang untuk pembelajaran. Hal ini dipentingkan sebagai literatur atau bahan bacaan yang digunakan sebagai pijakan transformasi budaya siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk sekarang dan masa yang akan datang. serta perspektif seni tari untuk masa datang serta bagaimana peran fungsi dan harapan ke depan agar mampu diantisipasi oleh generasi yang akan datang sehingga tidak layu sebelum berkembang. Langkah mengupayakan apresiasi lebih dini terhadap buku Seni Tari sudah layaknya dipikirkan. Kesenian di Indonesia berwujud hasil budaya manusia Indonesia yang secara integral diakui oleh kalangan pendidikan dan ini digunakan bahan pembelajaran. jenis dan wahana seni tari. simpati. dipikirkan. hubungannya dengan seni lain. Reputasi kesenian yang tampil tersebut selanjutnya menjadi model bermacam jenis seni yang ada di bumi. Sebagai hasil kreasi yang diinventarisasi sejak awal sangat positif. Hal ini bertujuan agar siswa sebagai generasi penerus tidak menjadi kehilangan warisan budaya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hingga kita kehilangan seni dan budaya bangsa sendiri. kesenian sebagai wujud hasil kreasi manusia patut diakomodasi ke dalam tulisan buku ini. Produk kesenian yang diwujudkan pada hakikatnya harus dianalisis atau dirinci sehingga pada bentuk yang muncul mampu menjelaskan khasanah refleksi kehidupan manusia agar masuk akal atau logis. hasil kesenian yang direpresentasikan ini tidak putus mata rantainya.

Dokumentasi dan pelestarian kesenian harus dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar generasi berikut tidak buta budaya atau kesenian bangsa sendiri. Bagaimana manusia menghargai ketiga sistem di atas. system teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. Hal tersebut berhubungan dengan penjabaran konsep dan replika penciptaan manusia. rangkaian mata rantai penulisan. revitalisasi. yakni pertama sistem budaya yang lazim disebut adatistiadat. Patut disadari bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat dapat digunakan untuk mengubah momen ini menjadi penting. akomodatif. penelusuran. dan perspektif. Pengertian Kesenian Para siswa yang bahagia. B. pada sesungguhnya manusia itu sendiri butuh aktivitas demi menjamin terpenuhinya kebutuhan. dalam banyak buku antropologi disebutkan bahwa salah satu cabang kebudayaan adalah kesenian. melainkan sebagai hasil kesenian yang dicacahgabungkan menjadi hasil penulisan informasi banyak pihak. variatif. argumentasi. Hal penting yang diperlukan untuk menyatakan maksud adalah peran fungsi budaya dalam tatanan kehidupan secara lahiriah dan batiniah. Perkembangan ini harus dapat dimanfaatkan untuk konservasi. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. sehingga generasi berikut tidak kehilangan arah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian sendiri agar lebih inovatif. dalam bentuk warisan sosial yang diperoleh seseorang dan kelompoknya serta merupakan bagian yang dianggap jamak bagi lingkungan dan komunitasnya harus diwariskan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebudayaan sebagai keseluruhan cara hidup manusia. pada implementasinya bentuk penyadaran kepada generasi penerus kita agar mau dan sanggup bertanggung jawab dalam pewarisan dan pengembangan ke mana arah dan laju kesenian kita akan dibawa. dan transformasi kesenian agar tidak punah. dan pernyataan yang terkandung dalam buku ini tidak semata-mata untuk dikukuhi sebagai amalan pendapat penulis saja.SENI TARI 5 Oleh sebab itu. Menurut Kuncoroningrat (1986). Kedua sistem sosial yang merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Selanjutnya. Ketiga.

Seni rupa. Menurut pandangan penulis. dan pola tingkah laku manusia yang beradaptasi dalam konsteks kemasyarakatan. fungsi kebudayaan manusia yang difungsikan untuk memahami dan mengintegrasikan lingkungan dan pengalaman adalah hasil kesenian. Seperti di depan telah disinggung. Selanjutnya. 5. 4. macam dan jenis kesenian yang ada terdiri dari banyak jenis. Rekapitulasi kesenian tari secara periodic selanjutnya menghasilkan bermacam kreasi terutama berhubungan dengan aspek kesenian tari itu sendiri. Seni musik. Seni tari. seni merupakan pernyataan simbolisme makna dan maksud penciptanya. 12-35). 3. unsur kebudayaan salah satunya adalah kesenian (Kuntjoroningrat: 2002. salah satu unsurnya adalah seni tari (kesenian tari). 6. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika masyarakat. 2. Seni teater. cabang-cabang seni memiliki banyak jenis. Kesesuaian yang sering diperbincangkan adalah bahwa kesenian dibatasi dengan ruang lingkup yang sudah diprogram oleh pemerintah meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Cabang Kesenian (Jenis-jenis Seni) 1. Seni berwawasan teknologi 7. bahwa berdasarkan konteks kesenian yang memiliki banyak ragam. Seni-seni lainnya. Adanya perubahan fungsi kesenian tari yang ada dapat membentuk perubahan hasil-hasil seninya. Kesenian akan menjadi panduan agar dapat dijadikan kerangka dasar di dalam mewujudkan kelakuan biasanya dinyatakan dengan maksud yang disamarkan. Di sinilah kesenian tari menjadi berkembang. Jenis-jenis kesenian tari tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. dan beradaptasi dalam lingkungan sosial-budaya baik secara sendiri maupun melalui pemahaman sosialisasi manusia di kalangan pendukungnya berkembang secara sporadis membentuk modifikasi kesenian tari yang baru dalam bentuk seni tari yang berwawasan teknologi. bersosialisasi. kreativitas.SENI TARI 6 Secara eksplisit. Kesenian tari yang ada ini pada awalnya terjadi disebabkan adanya lapisan-lapisan ekspresi jiwa manusia yang bertumpu kepada sejarah dari zaman ke zaman. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seni kerajinan. Atau dengan istilah lain.

SENI TARI 7 Secara konseptual peta seni dalam konsep kebudayaan dapat dilihat pada bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Kebudayaan 6 aspek lain Kebudayaan Kesenian Seni Rupa Seni Musik Seni Tari Seni Teater Kerajinan Tangan Seni Berteknologi Bagan 1.1 Peta Seni dalam konteks Budaya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Pernyataan tentang bentuk baru seni. Jenis-jenis kesenian beraneka-ragam. serta kemungkinan tentang ruang penciptaan menempati kedudukan yang mutlak. dan hasil dari emosi (rasa) serta rasio (akal) manusia (Ki Hajar Dewantoro: 2002. sehingga bersemi dan mengakar pada pendukungnya.SENI TARI 8 C. melainkan tiga yaitu kesadaran manusia yang realis. Hal tersebut berhubungan dengan membentuk. Pada akhirnya akan mampu berubah wujud menjadi hakiki kesenian yang mengakar. arah dan perkembangan seni semakin variatif. dan perubahan wujud di dalamnya tersirat proses kreatif yang tidak hanya dua pihak yang terlibat. Selanjutnya. kesenian sebagai produk merupakan hasil dari segala potensi manusia menyangkut cipta. kontak budaya yang berkembang lebih lanjut tumbuhmenyebar bertumpu pada perjalanan sejarah dari zaman ke zaman. Hal tersebut seperti dihalaman sebelumnya telah disebut memperlihatkan bahwa dalam konteks kemasyarakatan. mengatur. menjadikan dinamika masyarakat pendukungnya berubah. rasa. dan mengembangkan kesenian itu sendiri agar menjadi bentuk baru atau reservasi bentuk lama menjadi bentuk modifikasi. Ragam kesenian terjadi karena adanya kontak budaya yang terutama pada lapisan-lapisan komunitas seni dan kesenian itu sendiri. 12-24). serta Pendidikan Kesenian Siswa yang budiman. Kesenian jenis tertentu memiliki fungsi-fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. Dengan demikian dapat dicatat. unsur keindahan (estetik). dibentuk. Oleh sebab itu. Adanya perubahan fungsi ke perubahan bentuk pada hasil-hasil kesenian. perubahan dan tumbuh kembangnya yang bervariasi tersebut memberikan corak yang beragam pada jenis kesenian. Kesenian memiliki unsur keluhuran (nilai etis). Dengan demikian apabila ditinjau dari contoh paradigma kesenian tersebut. dan disusun menjadi lambang-lambang seni beserta BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kesenian menjadi bagian integral yang dapat menempatkan manusia untuk ambil bagian di dalamnya. modifikasi. medium ungkap seni. Wawasan Seni dan Proses Kreatif. dan karsa. pada kesempatan lanjut dapat dipahami. bahwa proses kreatif merupakan pertemuan dan pertautan ganda antara kesadaran manusia dengan realitas di satu sisi dan pada sisi lain kesadaran dan keterampilan seniman dengan media yang digunakan secara bergiliran dipilih.

Proses kreatif pada implementasinya adalah pembinaan kemampuan pemahaman konseptual untuk terwujudnya berbagai segi seni. Usaha penyelamatan. serta menjadi karya seni yang merupakan pengetahuan yang kurang lengkap. konsep-konsep kesenian dan generalisasi tentang seni timbul sebagai bentuk kerancuan yang muncul kurang informatif dan adaptif. bulat. dan pernyataan makna simbolis akan dapat merepresentasikan keilmiahannya mana kala mampu dijabarkan secara logis. utuh. obyektif sebagai bagian kenyataan. Masalah pemanduan bakat. Kesenian secara prinsip memiliki beberapa cabang seni. dan dilakukan secara prosedural yang masuk akal. rasional. Dalam pendidikan. dan dibalut ke dalam makna simbolis. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan seni lain yang pada perkembangannya menjadi bagian dari paradigma kesenian secara empiris. seni tari. Penuangan konsep dan generalisasi kesenian dilakukan melalui proses kreatif. seni kaligrafi. seni musik. pelatihan. Dengan demikian proses kreatif yang sejak awal sebagai prosedur pembelajaran. Ada asumsi yang menyatakan bahwa kesenian tidak dapat dipelajari secara ilmiah dan digeneralisasikan. pewarisan. peserta didik diberi pengetahuan dan dilatih bagaimana cara membuat konsep dan gejala yang generalisasinya memuat tentang gejala kesenian. Pengembangan seni dan konservasi di bidang penciptaan menekankan proses kreatif.SENI TARI 9 eksistensinya sehingga terjadi pertautan lambang seni yang memiliki hubungan struktural guna mengungkapkan pengalaman yang dialami seniman. Cabang seni yang tumbuh dan mengakar di pendukungnya banyak didominasi oleh cabag seni yang secara eksplisit dapat disebutkan adalah seni rupa. ilmiah secara empiris dapat diterima. Selama gejala dan asumsi tentang bagaimana cara dan penjelasan pola pikir tentang konsep dan generalisasi seni masuk akal. maka seni yang dibentuk melalui penciptaan karya-karya baru menjadi formal dan ilmiah. Pada sisi yang dilakukan secara ilmiah. maka tafsiran intelektual kesenian diharapkan dapat diterima. pengembangan dan penciptaan baru seni bertolak dari kesenian tradisional dan nontradisional. penafsiran pendidikan dan latihan adalah kerangka yang harus dilewati seseorang dalam belajar kesenian melalui proses kreatif. Jika pendidikan yang demikian harus dilengkapi dengan melalui pernyataan makna simbolis yang mampu dijelaskan secara logika. Pandangan ini pada dasarnya hanya salah satu pendapat. seni drama (teater).

dan kolintang serta arumba. serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. flute. patung. angklung. gamelan. gambang kromong. Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. lukis. grafis. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis. berhubungan dengan unsur cabang kesenian. seksopon. kerajinan tangan. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. dan multimedia. Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik. kerajinan tangan kriya dan multimedia. Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. lukis. kecapi. kemampuan memahami dan berkarya grafis.SENI TARI 10 1. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. sintetiserr. 2. kemampuan memahami dan membuat patung. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling. Unsur lain dalam bentuk harmoni. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar. Seni Rupa. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar. melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. drum. pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni. kriya. kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan. patung. melodi dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . musik elektronik. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Terminologi ini pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. rebana. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano. dan terompet. Seni Musik. gitar.

dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. bunyi yang berirama. Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. kemampuan memahami dan membuat notasi. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami. Seni Teater. kemampuan mengaransemen. ekspresionis. kemampuan memahami dan membuat naskah. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. Di sisi lain. serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil. eksperimentalis. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur. kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Di sisi lain. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. interval. Oleh sebab itu. dan harmoni secara varian. serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme.SENI TARI 11 notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. melodi maupun harmoni.

Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan. di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki.SENI TARI 12 pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. diksi. baik dari koreografer. Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler. Kemampuan memahami dan berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah. kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan. kebahagiaan. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pembawaan. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting. Sebagai penyesuaian abad modern. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. 4. dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Seni Tari. peraga dan penikmat atau penonton. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak.di mana tarian tersebut berasal. kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Media ungkap tari adalah gerak. intonasi.

Seni tari memerlukan media gerak. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir. seni lipat. maka gerakan tari semakin halus. Secara aktual kesenian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional. kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik. Oleh sebab itu. Dalam perkembangannya. dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman. hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. renda.SENI TARI 13 maupun nontradisional. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. guru-guru tari yang profesional. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. Oleh sebab itu. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern. seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun. dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan. estetis. 5. Kerajinan Tangan Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. seni dekoratif. Pada masyarakat modern yang dinamis ini. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama.

rupa. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali. menciptakan hal baru. bunyi. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni. teater. Seni Berwawasan Teknologi Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru. Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. dan tari secara multilingual. audiovisual (keproduseran) dan lain-lain. seperti seni peran (khususnys sinetron). Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi. multikultural. Dengan imajinasi. Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang.SENI TARI 14 yang ada berwujud musik. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak. pendokumentasian (sinema). 6. Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih. serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. dan multidimensional. rupa. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih. seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru. mana cabang seni yang paling kalian senangi.

konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. memiliki kompetensi. Dalam ranah khusus. serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual. 4. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya. jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. teknik. serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis.SENI TARI 15 suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh. Menyiapkan pendidikan yang sejajar. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. bahasa gerak. Sebagai bahan kajian. jadwal terprogram. 1. Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif. memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun di lingkup pendidikan formal yang dimiliki. multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni. 2. Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya. dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan. 3. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya. Memberikan nilai masyarakat. serta. dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

h. a. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya. Menekankan kepada produk/hasil. artis dan koreografer. Prosedur imitatif. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Kemampuan. e. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicitacitakan. b. d. dan berkelompok koloni. kemahiran. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. g. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional. c. f. latihan. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini.SENI TARI 16 profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. demonstrasi.

2 Peta Konsep Model Profesional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan Koreografer. latihan. dan Pecinta Kesenian Bagan 1. dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional. Kritikus Tari. Prosedur imitatif. Peminat.SENI TARI 17 KONSEP PROFESIONAL SENIMAN Pelaku Tari. serta Artis Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita Kemampuan. Pemerhati. demonstrasi. dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah. kemahiran.

SENI TARI 18 Dalam lingkup pendidikan. Bukti yang menunjukan hal itu adalah tari berperan fungsi dalam kehidupan manusia. dan siapapun yang memiliki empati untuk mempelajari kesenian lebih mendalam dibutuhkan banyak prasyarat yang kurang lebih dapat disimak dan dipelajari sebagai berikut di bawah ini. Pembahasan mengenai seni tari ditujukan untuk apresiasi saja. Uraian tentang unsur-unsur budaya pada khususnya mencakup kesenian cukup luas. peserta didik. mengingat untuk mendalami tari secara lebih luas maka masalah tentang adanya berbagai kegiatan yang mampu digunakan sebagai lahan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsep yang dituangkan dalam bagian buku yang akan dipelajari adalah mulai dari bagaimana cara-cara bergerak yang taktis. Dalam buku ini pembahasan seni tari akan terfokus. Tari dan sosial budaya yang melatarbelakangi sangat erat hubungannya peran fungsinya di masyarakat. untuk mempelajari pemetaan pengetahuan lain dalam buku ini berhubungan dengan tari dan latar belakang sosial budayanya. maka uraian di bawah akan dibatasi dalam bidang seni tari. Hal tersebut apabila belum cukup. dan bersinergi dan motivasi tinggi melalui olah tubuh. Lebih dari itu. cakupan kompetensi dasar dan tercapainya kompetensi belajar kesenian bagi siapapun yang memiliki perhatian dan empati menjadi indikasi pemenuhan standar kompetensi yang ditawarkan oleh masing-masing cabang seni. Oleh karena itu agar pembahasan dapat terfokus. dari level sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). efektif. bidang seni lain akan dibahas pada bab lain secara terpisah. Para pembaca budiman. pada kesempatan ini dapat disampaikan bahwa buku ini pada dasarnya diperlukan untuk pembaca yang berminat mempelajari tentang tari. Pada akhirnya tercapainya standar kompetensi yang dituangkan secara utuh dalam bidang seni yang seharusnya dituntaskan pembaca. secara spesifik peserta didik diarahkan untuk memiliki sejumlah kompetensi pada setiap lingkup seni yang dipelajari. Oleh karena itu. Selanjutnya. sehingga seni tari dapat lebih mudah dipahami secara teoretik. Batas dan standar kompetensi yang ditetapkan berangkat dari cakupan indikator kompetensi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pencapaian uraian bahasan yang disajikan dibutuhkan kriteria tentang kompetensi dasar dan kompetensi yang diharapkan hingga tuntas.

dan waktu. tenaga. 2. Gerak secara aktual tidak dapat dipisahkan dengan unsur ruang. Elemen dasar tari adalah gerak tubuh manusia. Oleh sebab itu. peralatan tari D. Pengetahuan dimaksud adalah berhubungan dengan manajemen produksi dan koreografi tari. ruang. Pendapat tentang tari tersebut mendefinisikan. Di mana bunyi gamelan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tari (Soeryodiningrat). dan fokus. dapat diosimpulkan bahwa tari adalah gerak ritmis yang indah yang diiringi musik dan membentuk kesatuan maksud yang dapat digunakan untuk menjelaskan makna yang menyusunnya. Selanjutnya. Tari secara prinsip banyak diasumsikan oleh banyak kalangan sebagai cabang seni yang memiliki elemen dasar berupa gerak. Dalam koridor yang tetap berorientasi pada gerak Curt Sach menjelaskan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. 3. Di samping itu. Masalah ungkapan tari sebagai ekspresi subyektif juga dikemukakan oleh La Meri.SENI TARI 19 wahana dalam mengorganisasikan dan menata tari masih harus dipelajari. pola dan struktur dari alur gerakan lebih berirama. terkait pula dengan: 1. Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolisasinya sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990. Kekuatan. tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. tari secara umum merupakan bentuk penjabaran dari gerak. kecepatan. perlu kami jelaskan di sini bahwa di bawah ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tari. Memperkuat bentuk disain gerak dalam komposisi tari. Pengertian Tari Para siswa yang budiman. Tari secara akumulatif adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Porsi alur gerak anggota tubuh diselaraskan dengan bunyi musik atau gamelan. tenaga. Di sisi lain diungkapkan oleh Soedarsono. dan waktu. Memperkuat ekspresi gerak tari dan ide pengembangan gerak dan musik. Apabila dikaji secara menyeluruh. di sini ungkapan dimaksud lebih diubah proporsinya menjadi bentuk obyektif. 2). bahwa secara simulasi memiliki pengertian beragam.

Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. empati. sebagai media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia yang digunakan untuk media komunikasi dimana secara universal dapat dinikmati oleh siapa saja. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. pernikahan. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia. Tari memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia. dan pada waktu kapan saja. Gerakan tubuh dapat dinikmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Tari memberikan penghayatan rasa.SENI TARI 20 tubuh manusia. dan kepuasan tersendiri terutama bagi orang yang menyukai tari serta bagi pendukungnya. Sebagai sarana komunikasi. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara yang berhubungan dengan agama dan adat. Tari dapat dinikmati melalui berbagai acara seperti acara televisi. tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama musik dan gerak tari. Apabila disimak secara khusus. maupun berbagai kegiatan lain berfungsi sebagai acara pergelaran tari. tari digunakan untuk keperluan sesuai kepentingannya. Tari merupakan salah satu cabang seni. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. maupun keperluan tertentu lainnya. Dengan itu tubuh memiliki peran dan fungsi menjadi bahasa gerak untuk memperoleh makna gerakan. paket tontonan dan kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara berkaitan dengan keagamaan dan upacara adat. maupun unjuk kemampuan dan kemauan kepada umum secara jelas. Berbagai even tari dapat berperanfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. simpati. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Oleh karena itu. hajad kaul. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tubuh sebagai alat ungkap untuk komunikasi verbal dan bahasa tubuh sangat penting perannya bagi manusia. gerak yang distilisasi atau diperhalus dan dibalut oleh estetika keindahan sehingga menjadi bentuk seni. tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan pada waktu kapan saja.

Tari dinikmati pada saat tarian di atas pentas. Simbolis gerakan tersebut menjadi gambaran atau representasi dari ungkapan si penciptanya (Hawkins. tenaga. dan musik. Gerak tari dimaksud sebagai media ungkap tari sebagai bentuk keinginan/hasrat manusia. Pada dasarnya tari memiliki irama atau ritme. tubuh. tari sebagai ungkapan gerak maknawi hadir dalam wujud gerak dan elemen pendukungnya yang terdiri dari cabang seni lain. John Martin dalam The Modern Dance. Gerakan yang ada dapat dinikmati melalui penghayatan rasa dengan penghayatan ritme tertentu. dan tenaga. Dalam konteksnya. dan ruang alam dunia. Dengan demikian gambaran tari menurut Soeryobrongto adalah gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik. Secara khusus. Sussanne K Langer pada sisi lain menyatakan bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. maka tari adalah pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. ritme. Irama musik sebagai iringan tari dapat mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan (Jazuli.SENI TARI 21 membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. Manusia lahir ke dunia yang dilakukan gerak berhubungan dengan jantung. baik yang berbentuk gerakan berpindah tempat (locomotive movement) dan gerak di tempat (stationary movement). Gerak tari memiliki makna denyutan tubuh yang memungkinkan manusia hidup. 1990:2). Banyak unsur yang menyatu dan secara langsung dapat ditonton ketika menikmati tarian. tari merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak. Tari di dalamnya mempelajari gerakan yang bersumber dari kehidupan sehari-hari manusia. Oleh sebab itu. mewujudkan momentum gerak yang tidak dapat dipisahkan dengan ruang. di dalamnya terdapat ekspresi. direfleksi melalui gerak baik secara spontan. gerak-gerak maknawi ataupun bahasa tubuh/gesture. tari terdiri beberapa unsur meliputi gerak. menyatakan bahwa tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Menelaah kedua pendapat tersebut di atas. waktu. 1994:44). melainkan juga sebagai upacara agama dan adat. serta unsur pendukung lainnya. maupun dalam bentuk ungkapan komunikasi kata-kata. Di sisi lain Hawkins yang menyebutkan.

atau cakupan gerak). Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang. Sejalan pendapat Suryobrongto. ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level. lemah.SENI TARI 22 digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari penciptanya. Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak. tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat. dan tenaga. tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. Soedarsono menambahkan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerakgerak ritmis yang indah. perubahan sikap. waktu. elastis dan kaku dan personifikasi gerakan). dan irama seseorang. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. badan. 1. tangan.Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. dan kedudukan). Pada sisi lain Suryodiningrat menyatakan dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi bahwa tari merupakan gerak seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) dan diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Gerak Unsur utama tari adalah gerak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. rasa. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. jarak. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. serta media lain yang dapat menambah referensi tentang apa itu tentang tari. Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala. VCD tari. Sebagai bentuk latihan-latihan. Oleh sebab itu. Demikian pengertian tari secara menyeluruh dapat didefinisikan sebagai gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. Reproduksi gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. aspek tari. dan kaki). posisi. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari.

apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi. dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan. Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). Pembagian wilayah gerak dapat dilihat pada uraian di bawah ini sebagai berikut. gerak olah raga. gerak bekerja. gerakan pencaksilat. Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari. lambat-cepat. kontraksi otot. Masingmasing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dapat bergerak secara koordinatif. Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). gerak bermain.1 Gambar Tengkorak (Anggota Gerak Bagian Atas Manusia berfungsi sebagai pusat kendali dan penyeimbang tubuh. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak. serta gerak untuk berkesenian. 1.SENI TARI 23 dimulai dari pengerutan dan peregangan otot. Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir. Jenis gerakan seperti tersebut diatas. patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. dan tegang-kendur dan gabungan lemas-kencang. tegas terputus-putus. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Faktor space meliputi ruang gerak. Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki (Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh.2 Gambar: Anggota Gerak Bagian Tengah/Thorak Tubuh Manusia sebagai kerangka yang mewadahi alat dalam manusia sebagai sarana kerja kehidupan kita) Lebih lanjut Laban membagi ke dalam anggota wilayah gerak dalam hubungannya dengan porsi tubuh. Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. yaitu anggota gerak bagian kepala terpusat pada bagian kepala dengan leher sebagai pengendali(Caput). jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. anggota gerak bagian badan terdiri dari badan hingga pangkal pelvis atau pinggul. misalnya level. Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis.SENI TARI 24 Anggota gerak bagian tengah (thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel. 1. misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. tangan(Thorax).

Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. 1. Ayo para siswa.SENI TARI 25 menekankan kualitas atau tekstur gerak. luas. dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat). tengah dan atas secara sinkronisasi. sekarang coba simak dan lakukan beberapa kriteria gerak yang harus coba kalian lakukan. dan lanjutkan dengan memutar ke kanan dan arah sebaliknya. lemah. elastis. Gekan langkah kaki ke kanan dan ke kiri. 2. misalnya gerak yang kuat. Dinamisasi dan fleksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak. Gerakan terdiri dari patahan bagian tubuh dan koordinasi gerak seluruh tubuh. 1989:2). Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah. 1. penekanan (Ann Hutchinson. aksentuasi. Anggota gerak bagian bawah (ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. sebagai tumpuhan tubuh. Lakukan gerakan tubuh dengan memutar bagian thorak/dada 3. Gelengkan kepala. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya. maju-mundur dan memutar salkah satu kaki sebagai tumpuhan. dan dinamis. lakukan kordinasi gerak antara anggota gerak bagian bawah. 4.3 Gambar Anggota Gerak Bagian Bawah/Kaki Manusia memiliki kemampuan beranjak yang begitu cepat.

5 Tari Gejolak Gerak tari Pengambangan Tradisi Jambi tegas. 1. Di bawah ini dapat disimak beberapa motif gerak pada tari tradisi di indonesia secara umum dapat diikuti adalah sebagai berikut. Pada gerak tari yang lebih menekankan pada gerak perubahan secara cepat. biasanya dilakukan untuk memperjelas jenis dan karakter gerak tari. Gerak tari yang berkonsep gerakan yang mengalir secara kontinyu terdapat pada grak tari Bedoyo Songo (Sembilan).SENI TARI 26 Gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. Ciri dan karakteristik gerak tari yang demikian biasanya dapat diidentifikasi menjadi gerak tari yang telah diproses melalui stilisasi gerak. stakato.1. dan veriasi level pada tari Garapan Tari Gejolak (Tradisional Jambi) Sumber: Koleksi DisbudPar Gb.4 Tari Bedoyo 9 (Sembilan) Gerakan tari Klasik (istana) karakter gerakan bersifat mengalir secara kontinyu/mbanyu mili Sumber: Koleksi Pribadi Gb. patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Karakter gerak yang diperagakan lebih cenderung merupakan gerakan karakter tari putra.6 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. 1. 1. Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon).7 Tari Bima Suci (Klasik Gaya Surakarta) gerak patah-patah diselingi hentakan pada kaki dan tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: koleksi Pribadi Gb. pada gambar bawah dapat dilihat konsep garapan tari klasik gaya tari Surakarta bertajuk Bima Suci. rentang tangan. Tari Topeng Cirebon sebagai karakter tari klasik putra dari Jawa Barat/Kasepuhan Cirebon (gambar atas).SENI TARI 27 Pada gerakan tari klasik di bawah ini memiliki ciri gerak lebih atraktif dan penuh fleksibilitas.

Gb.10 Motif gerak Rentang Helmet pada Tari Gumyak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . klasik dan pengembangan tradisi yang padat dicontohkan melalui figur gambar di bawah ibi adalah sebagai berikut Gaya tari tradisional kasepuhan Cirebon (Topeng Cirebon). Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 1. dan goyangan kepala sangat dominan pada tari topeng Cirebon). rentang tangan. 1. dan gaya tari kerakyatan dari Banyumasan (Gumyak). 1.9 Tari Oncarowo Sumber: koleksi Pribadi Gb. 1.10 Gumyak Banyumasan Gb 1.SENI TARI 28 Marilah coba kita perhatikan beberapa foto tarian di bawah ini yang memiliki kedekatan dengan sistem gerak anggota gerak tubuh dan karakter gerak dari motif gerak tari yang merupakan rumpun gerak tari campuran gaya tari kerakyatan. Sumber: koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.8 Tari Topeng Cirebon (fibrasi badan. gaya tari klasik tradisional Bali (Oncorowo).8 Nebar Sonder pada Topeng Cirebon dan Gb 1.9 Motif gerak Pendapan pada tari Oncarowo.

tangan.12 Motif gerak Sembah dan pemberian sirih kepada tamu yang digormati padaTari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyelak. Ngenak Gelang.SENI TARI 29 1. Ngenak Cincin. Nyerah Sekapur Sirih. Ketentuanketentuan gerak ditetapkan guna mengatur dan menumbuhkan keselarasan gerak bagi yang melakukan(penari).11 -. Blongtur. gerak tari masih memiliki bagian yang lebih kecil lagi yang disebut dengan ragam gerak. 1. 67). antara lain terdiri dari Selancar. Kedidi Merentang. Nyilau. Motif gerak tari terdiri dari motif anggota gerak bagian kepala. Gerakan peralihan terdiri dari Koma. Lenggang. Gonjingan. 1. Kewer. Pada gerak peralihan didominasi gerak Trisik dan gerak Jalan Melambai. Melenggang Turun Naik.1. Nyetangaen. Ketentuan gerakan harus dipatuhi. Contoh lain dari motif gerak pada tari Jambi yaitu Gerak Sembah. Ragam gerak tersebut terpola dalam konteksnya terbagi menjadi gerak pokok. badan. gerak khusus. Ragam gerak sebagai bagian terkecil gerak tari disebut dengan motif (Royce: 1980. Tegak berdiri. Ngaco. sehingga wujud prinsip-prinsip gerak patokan dapat dijadikan standar. Para siswa apabila dicermati secara teliti. dan kaki. dan gerak penghubung(Iyus Rusliana: 1989. gerak peralihan. Motif gerak tari tradisional Betawi. Nyanggul. 20). Rapet Nindak.12 Motif Sembah Tari Sekapur Sirih Gb.11 Arak Cerano pada Sekapur Sirih Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Pakblang. Ngenak Subang.1 Gerak Dasar Pengertian gerak dasar adalah gerakan patokan. Cendoliyo. Penari yang memperagakan gerak secara totalitas terdiri dari motif gerak-motif gerak. 1. Begaya. Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Patokan gerak digunakan sebagai unit kompetensi gerak yang harus dilakukan penari sebagai bentuk unjuk kepenarian. dan Gibang.

gebesan. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. berputar. sendi leher berperan sentral. Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. Badan kontraksi. Rapal. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. tengok kanan/kiri.2 Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu No 1 Anggot a Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. dan mengayun. anggukan dan gelengan kepala. Gerak scalula pada tari Klono Topeng dan atau pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rendah). Gerakan supinasi. Gerakan ke depan/belakang. sedang. Gerakan badan ke Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.SENI TARI 30 Beberapa motif ragam gerak tari secara kapabel dapat dicontohkan menjadi tari model. rileks. gelieur. gileg. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. mengkerutkerut. kuda-kuda. memutar ke kanan/kiri. Meliuk-liuk. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Adeg-adeg. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Gerakan pacak gulu. Secara inaguratif beberapa model tarian yang dicontohkan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. mengangguk.

Pronasi pada kontraksi tulang scapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. samping kanan/kiri. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. Gerakan bahu-skapula ke atas/bawah. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. tekukan pada palmar tangan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. Gerakan bervariasi. ogek lambung. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. Tuyul dan Yul Sinetron Tuyul & mba Yul. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar. Grakan tangan lurus. tekukan pada siku. Ngruji. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. lengan bawah. belakang.SENI TARI 31 Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. supinasi ke depan. lengan atas. Nyempurit. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. ke depan/belakang. Vibrasi scapula. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. dan sikap tangan pokok. palmar tangan. Topeng Cirebon.

sensualitas. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala Gerakan Jalan. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Harmoinisasi goyang pinggul. masingmasing berbeda-beda. kelenturan pada paha. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Anggota Support Kaki (Ladix) Gerak Bagian Bawah Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. macam goyangan. Geser. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kecepatan. Kengser. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. dilakukan sesuai keterampilan individu. Pelvis sebagai penopang. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah. 3 Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Cranum sebagai otorizet.SENI TARI 32 tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. goyang pantat pada Jaipongan. Kolumna vertebralis. Goyang plastik. Gerakan dan getaran pinggul. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain.

Salto. Anggota gerak ataspinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepalabadan-tangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (Jawa-Sunda) seperti gerakan burung. kiprah perang pada taritarian Yogyakarta. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. kaki lenagkah ke depan/belakang. Peragaan gerak motif Rodat. sinfibrosis. diarthrosis badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Keept up Jalan lurus. loncat harimau. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Lampah Ringdom. sinkondrosis. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. strugel track di udara. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. samping kanan/kiri. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. dan tari-tarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini.SENI TARI 33 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. loncat harimau. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Gerak rol. Zamrah. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala mematukmatuk.

2. tulang panggul. Gileg. Mapal. Ngeseh.1 Motif Gerak Tari Tunggal Tugas: 1. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Coba lakukan gerakan memutar sendi peluru. nindak secara individu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta pada karpal dan falang. Tanjekan. Gerakan merendah atau mendak. Nindak. sendi poros pada tulang bahu ke segala arah sesuai petunjuk motif individu. Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. Gabungkan salah satu gerakan di atas dengan salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. meng angguk-anggukan kepala. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. dan kaki. Pacak Gulu. Tegak dan bongkok badan. Lakukan gerakan ngeseh. dan variasi gerakan kepala. dan Godeg. Gelang kepala. sendi poros pada tulang bahu.SENI TARI 34 Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Galier. Tabel 1. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. tangan. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Putaran Tubuh ke semua arah. badan.

sedang. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak ) 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Lakukan gerakan mapal berkelompok.3 Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok No 1 Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi.SENI TARI 35 1. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. step(langkah ganda).2 Motif gerak Kelompok Tugas: 3. sedang. Gerakan Tari Topeng Cirebon. lenso.(Jung kir balik) Tabel 1. kuda-kuda. Adeg-adeg. 4. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. rendah). kuda-kuda. straidel. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Adeg-adeg. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . rendah) pada tari Saudati. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Rapal. sedang. Rapal. rendah). berputar. dan topeng Klono. Coba lakukan gerakan sesuai petunjuk motif individu yang salah satunya adalah motif gerak supinasi step dan slip. anggukan. tari garapan lain.

) Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari ) Gb.13 dan 1. 1.13 Penari Jaipongan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. dan sikap dan posisi berdiri masing-masing mahasiswa. ruang gerak gambar Olah Tubuh bagian bawah cukup luas jangkauan gerak saja. Mahasiswa tari sedang olah tubuh ruang tercipta dari jarak mahasiswa.14 Mahasiswa Tari sedang Workshop Olah Tubuh Gb. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. posisi yang tepat. dan belakang tampak frontal (Tari Jaipongan). 1. dan ruang gerak penari itu sendiri. posisi dan kedudukan. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang digunakan untuk berpindah tempat. Gambar di bawah ini menunjukan posisi penari yang menghadap ke samping ruang gerak pada bagian depan.SENI TARI 36 2. Ruang tari bersentuhan langsung dengan penari. gerakan olah tubuh. Di sisi lain. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi.14 menunjukan perbedaan ruang gerak tarian di atas memerlukan ruang gerak luas karena gerakan berpindah tempat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1.

1. ke dua tangan sebatas ruang duduk penari yang saling merapat.16 Penari Saman bawah membutuhkan ruang gerak untuk adaptasi gerak kepala.16 Penari Saman berbanjar Gb. dan tangan kanan tolak pinggang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gambar 1.15 Penari Klana Cirebon Rentang Tangan Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1.SENI TARI 37 Sumber: Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. dan Tari Saman Bawah.15 Penari Klana Cirebon membutuhkan ruang gerak tangan kiri yang lebar. (perhatikan gambar: Tari Klana atas. 1.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 38 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam atas desain atas dan desain lantai (La Mery: 1979: 12). Ekuivalensi gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut dilakukan. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Koreografer dalam mendesain ruang gerak penari ditentukan oleh kesesuaian bagaimana penari bergerak dan tercapainya desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan tersebut dilakukan oleh penari. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan desaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Dengan demikian penari dalam melakukan gerakan sesuai pengarahan koreografer. Ruang gerak penari yang membutuhkan jangkauan gerak luas untuk dilakukan membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan serta dengan teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan gerak yang harus dilakukan. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas. Kebutuhan ruang gerak yang sempit juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari yang membutuhkan jangkauan gerak berhubungan dengan kebutuhan dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Dengan itu terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendesain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. Dengan demikain penari sangat membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan gerak yang harus dilakukan.

Sikap Agem pada tari klasik Bali (Margapati).17 Motif Agem Penari Margapati Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. 1. 1.18 Pemain teater eksplor peran Pada Gb. Eksplorasi suasana kesedihan pada gerak teater (gambar suasana kacau) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb.17 dan Gb.18 menunjukkan perbedaan Ruang gerak kedua gambar Gerak Agem Tari Bali butuh ruang gerak yang luas. pada pemain teater dengan kontraksi anggota gerak bagian tengah/badan dan anggota gerak bagian bawah butuh ruang gerak sempit (Koleksi Deden Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. 1.SENI TARI 39 Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut.

SENI TARI 40 3.19 Peraga mengembangkan ruang gerak Gb. dan Peraga Tunggal sedang memberikan contoh bergerak di area stage secara integral dapat mengakomodatif kebutuhkan gerak yang banyak motif dan ruang gerak luas . Dengan demikian waktu menjadi bagian integral dari gerakan yang dilakukan. 1. Perhatikan gambar Instruktur Olah Tubuh yang bergerak di atas Stage (Koleksi Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perpindahan. Penari bergerak menggunakan bagian anggota tubuh dengan cara berpindah tempat. Unsur dinamika ini apabila dijabarkan membutuhkan waktu gerak. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. Waktu Dalam tarian. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. perubahan posisi. cepat-lama gerakan dilakukan. dan penempatan kedudukan sikap tubuh ekuivalen dengan kebutuhan waktu yang dapat dijelaskan melalui cepat-lambat. dan perubahan kedudukan tubuh membutuhkan waktu. dan waktu yang cukup memakan banyak tenaga dan waktu lama. dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. Sumber: Deden Jurusan Seni Tari UNJ Gb. ruang pentas yang luas dan ruang gerak bervariasi. berubah posisi. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh di dalam proses yang terjadi. perpindahan tempat. panjang-pendek. dan merubah kedudukan tubuh membutuhkan waktu. Tempo gerak dapat membangun imaji tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. 1. Perubahan gerak.19 Pergaan membawa beban sambil berpindah tempat Instruktur.

situasi. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. Oleh sebab itu. Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini waktu berdenyut yang dibutuhkan adalah seiring dengan kebutuhan waktu bernafas. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu.SENI TARI 41 Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak. Konsep membangun waktu dalam tari dipraktikan melalui imajinasi gerak terutama hubungannya dengan panjang-pendek gerak. intensitas gerak. atau dengan berdiri-jongkok. Atau dengan istilah lain. dan kondisi emosional penari. Kebutuhan waktu dalam tari adalah sebagai manifestasi kebutuhan gerak hubungannya dengan bagaimana gerakan tersebut ingin dilakukan sesuai kebutuhan ruang. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. secara fisik tidak ada aktivitas gerak namun secara performa yang berhubungan dengan waktu terjadi keselarasan antara gerak. kualitas gerak. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. Waktu yang dibutuhkan oleh gerakan menjadi salah satu konsep tarian. walaupun diam seorang penari di atas pentas. dan kebutuhan pentas tari. waktu berdenyut. Dengan demikian. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu seperti telah dicontohkan pada halaman berikut dapat dikatakan bahwa waktu adalah salah satu unsur yang saling terkait dengan lainnya. waktu menghayatai denyutan nadi hingga harus beranjak ke posisi lain adalah menjadi bagian kebutuhan waktu dalam bernafas. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas gerakan ke dalam bentuk pengolahan gerak secara melalui rancangan konsep garapan tarinya. Dalam tari. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. denyut nadi gerak. Hal ini menjadi salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu koreografi. elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Teknik mengakumulasi kualitas dan intensitas gerak tari seyogyanya dikordinasikan melalui perintah kerja otak secara kordinatif. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Pada saat lalu penari menghadapt depan(frontal). intensitas. berisi. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) 4. maha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tenaga terwujud melalui kualitas gerak yang dilakukan. Tenaga Dalam gerak tari yang diperagakan indikasi yang menunjukkan intensitas gerak menjadi salah satu faktor gerakan tersebut dapat dilakukan dan dihayati. Penghasil gerak dalam hubungannya dengan penggunaan tenaga dalam mengisi gerak tari sehingga menjadi dinamis. Ekstensi (penegangan) dan relaksasi (pengendoran) gerak secara keseluruhan berhubungan dengan kualitas.SENI TARI 42 Perhatikan gambar di bawah ini pengolahan waktu hubungannya dengan perpindahan komposisi/pola lantai. dan penghayatan gerak tari.19 merupakan bentuk pengolahan ruang pentas. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga.20 Penari Bimo Suci Gambar 1. 1. dan antiklimak merupakan cara membangun tenaga dalam menari. sesaat kemudian sambil mengeluarkan sapu tangan merubah arah hadap ke sisi kanan penari sehingga menghadap kanan sisi panggung (stage). Apabila hal ini dapat terkontrol. Ruang pentas untuk pindah tempat butuh waktu bisa lama/cepat sesuai kebutuhan. berkekuatan. ruang gerak di atas stage membutuhkan waktu yang lebih lama perubahan formasi penari dibanding pada gerak di tempat saja.

SENI TARI 43 masalah yang lain berhubungan dengan kebutuhan tenaga untuk gerakan tari menjadi semakin terkontrol. Lompatan kulminasi penari balet Gb.21 Penghayatan gerak penari balet Sumber: Koleksi Internet Gb.21. 122 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan memenuhi harapan. 1. Penyaluran tenaga dan ekspresi memberi kehidupan watak tari semakin nyata. Gambar tersebut menunjukan intensitas dan tensi gerakan yang terpusat pada inti gerakan). Perhatikan gambar di bawah ini adalah penari putri yang ditopang serta kekuatan dekatan pada penari berpasangan. 1. terkendali. kekuatan lompatan penari pria pada saat melayang.22 Lompatan penari balet Penguasaan tenaga pada tumpuhan kaki ke dua penari yang berpasangan Gb. 1. Sumber: Internet Gb.

2. tahanan kaki untuk tumpuhan butuh tenaga yang disalurkan dalam menari Sumber: Koleksi Internet Gambar 1.23 Sinkronisasi gerak penari balet Gb. Lakukan gerakan tersebut seperti pada gambar 1. Tersebut di atas.22 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. 1.24 Sinkronisasi gerak penari balet Tugas : 1.23 Gambar disain lanjutan konsistensi garis tangan.24 Gambar menunjukan.SENI TARI 44 Sumber: Internet Gambar 1. Coba lakukan gerakan dengan intensitas lompatan seperti pada gb. Lakukan teknik lompatan dengan melayanga setinggi mungkin dengan menempatkan gaya gerak tubuh seringan munkin. penegangan otot tangan yang terbuka. kekuatan saling kait ke tiga penari putri di atas menunjukan jalinan kekuatan gerak pada penghayatan penari balet. Para siswa yang budiman.

Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Ungkapan ekspresi di dalam tari lebih cenderung dimanipulasi atau sering disebut distilisasi. Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda dengan keadaan sehari-hari. desakan jiwa. dan senyum dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara sesuai kepekaan diri di dalam melakukan luapan kemarahan dan rasa senyum. marah. sedih. 1. kehendak. Di sinilah letak pembeda cara menghayati sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan ekspresi diri secara langsung dan ekspresi tari berhubungan terletak pada perubahan psikologis pembawaan suatu karakter. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang yang selanjutnya dikomunikasikan kepada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali). Ekspresi diri manusia secara umum berbeda cara dan ungkapnannya. dalam kehidupan sehari-hari. Ekspresi Perlu para siswa ketahui. Gambar pada lembaran ini dan berikut adalah ekspresi tari yang berbeda-beda. Sebagai ilustrasi. Ungkapan penghayatan ekspresi diri terletak pada perbedaan ekspresi sehari-hari lebih vulgar.25 Ekspresi mimik secara Polos karakter humor BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 45 5. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.

Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.26 Penari melepas senyum kepada penonton.SENI TARI 46 Perhatikan ekspresi wajah penari di bawah ini memberikan senyuman kepada penonton. Ekspresi wajah dibutuhkan dalam pertunjukan untuk memberikan penguatan kepada penonton tentang penghayatan penari atau pelakon teater.. Sumber: Koleksi GNP TMII Jakarta Gb 1. 2. Coba lakukan ekspresi senyum di kulum. menangis. Marah dengan cara menunjukan kesalahan pada seseorang. 1. Lakukan ekspresi murung.27 Ekspresi penari senyum dikulum Tugas: 1. tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. atau menyuruh nada memerintah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Kompetensi Dasar Kompetensi buku ini pembaca diharapkan menuntaskan bacaan secara keseluruhan. guru. sehingga pembaca baik pelajar. Adalah sebagai berikut di bawah ini: Olah Tubuh Teknik Gerak Kecepatan dan Kelenturan Gerak Ketahanan dan Keseimbangan Gerak Tulang.SENI TARI 47 BAB II OLAH TUBUH A. dan Pernafasan ANATOMI Bagan 2. Sendi Otot. selanjutnya dapat diidentifikasi melalui bagan di bawah ini.1 Tujuan Kompetensi Belajar Buku Ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . maupun masyarakat luas mengerti dan memahami tari. Untuk mencapai pemahaman bacaan.

Siswa yang baik. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga. Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi. Seperti banyak diketahui. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat. dan waktu. ideal. Latar Belakang. dan sehat lahir dan batin. menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan. makan-minum. pernafasan yang dilakukan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 48 B. PENDAHULUAN 1. Pada akibatnya. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. ruang. serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar. Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. membentuk tubuh yang ideal. bahwa di dalam melakukan olah tubuh. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk. dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan. Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh Perlu siswa ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang. sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat. organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada. Siswa-siswa yang banyak belajar pasti banyak tahu tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. Oleh sebab itu. waktu dan tenaga. menari. tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan.

Melalui penjelasan di atas dapat diketahui. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. maraton. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. terkejut. untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh. Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan.SENI TARI 49 menimbulkan kelelahan. dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan. pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar. jalan biasa. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga. Kebiasaan ini dalam proses yang terus menerus. Di sisi banyak orang kurang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. menari. gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat. menari dan gerak senam. maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Secara garis besar. serta aktivitas sehari-hari. sprint. srta banyak contoh lagi. yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. hingga tidak tertutup kemungkinan timbulnya tidak sadarkan diri. Seperti telah disinggung di atas. Oleh sebab itu.

Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa. sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja. kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. C(Carbon) dalam jeringan. Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. begitu sebaliknya. kualitas gerak. Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2. Oleh sebab itu. maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun. sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. ketahanan tubuh. perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik. pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh. Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik. sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik. Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara. gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan. bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak. Oleh sebab itu. menari maupun melakukan senam.SENI TARI 50 memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Selanjutnya. sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). dan gerakan terjaga dengan baik. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa.

• Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau. kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini. dan melepas. Apabila hal ini menjadi kenyataan. • Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar. dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. • Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna. jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas. dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. • mengkordinasikan para-paru. mengeluarkan. tengah. • Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan. niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur. Selanjutnya. kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif.SENI TARI 51 nafas. keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu.

Mengatur nafas mulai dari menghela/menghirup nafas-menahan nafashingga menghembuskan/mengeluarkan nafas secara tepat. mulut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pelatihan di atas membutuhkan sistema dan cara kerja organ tubuh kita secara prima dan teratur dengan baik. rongga hidung. cara dan strategi pelatihan pernafasan dapat dijelaskan adalah sebagai berikut: Paru-paru sebagai organ tubuh dalam yang berfungsi mengatur sistema pernafasan dan pertukaran zat-zat dalam tubuh harus memiliki porsi kerja yang tepat. Hal ini berhubungan dengan sirkulasi udara dari luar dan dalam tubuh menghasilkan energi yang cukup. Materi latihan terdiri dari melakukan pemusatan pikiran dan fakus menenangkan pikiran saat melakukan latihan pernafasan. Ruang lingkup pernafasan terdiri dari banyak cara di dalam melatih dan mengoptimalkan kerja organ pernafasan secara baik dan benar. Sistema pernafasan memerlukan kerja organ tubuh yang terdiri dari paru-paru. membuka dan menutup mulut secara baik dan benar sehingga kondisi tersebut apabila terjaga dapat melakukan pernafasan yang menyehatkan. Oleh sebab itu. anak tekak. Secara umum fungsi Pernafasan didukung oleh beberapa saluran yang terdapa di dalam alat pernafasan yang terdiri dari sebagai berikut: • Nares Anterior adalah saluran yang ada di dalam lubang hidung di mana saluran ini bermuara di dalam bagian rongga vestibulum hidung. di sini dibutuhkan ketahanan saluran pernafasan yang prima serta terganggunya sistema pernafasan secara tiba-tiba sehingga kita tidak terbatuk-batuk. membusungkan dan mengempiskan dada. Hal ini berhubungan dengan menyimpan sebanyakbanyaknya oksigen (()2) serta secepat mungkin mengeluarkan zat asam arang agar kondisi tersebut tidak membahayakan tubuh kita dari racun-racun tubuh yang bakal terindikasi pada saat menahan nafas secara tidak tepat. Konsentrasi akan terganggu apabila sistema pernafasan kita kurang lancar dan mengalami banyak hambatan. Secara tertruktur.SENI TARI 52 Konsentrasi menghela nafas atau menghirup udara sekuat tenaga dan menghembuskan dan membuang zat asam aranag secara baik dibutuhkan kecenderungan menahan nafas secara tepat. Oleh sebab itu. cara dan strategi melakukan pernafasan dibutuhkan dalam bentuk latihan pernafasan ini. pangkal tenggorokan. dan kerongkongan merupakan organ tubuh yang berfungsi pada sistema pernafasan.

Di atasnya muncul klavikula yang berada di dasar leher. Paru-paru mengisi rongga dada. Contoh gerakan lembut menggunakan pernafasan hidung. Gerakan yang kita lakukan semuanya harus benar. Pernafasan eksternal atau pernafasan melalui paru-paru O2 dihirup melalui hidung dan mulut. Cara melakukan pernafasan adalah menyesuaikan irama gerak dengan teknik menghirup udara pernafasan melalui hidung dan muut. terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah terpisah oleh jantung beserta pembuluh darah besar lainnya dan berbentuk kerucut apx (puncak). Dalam pengendaliannya sangat mempengarui gerakan-gerakan olah tubuh. • Proses tersebut berulang terus menerus dan berlangsung secara bolak-balik antara udara O2 masuk kemudian zat asam arang CO2 keluar. udara disaring oleh bulu-bulu vestibulum da karena permukaan lendir yang dilalui menjadi hangat maka penguapan air permukaan lendir menjadi lembab. • Hidung menghubungkan sinus udara paranasa. kemudian disalurkan ke dalam trachea-pipa bronchial-pipa kapiler pulmunaris. gerakan cepat dan tiba-tiba • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Alat ini merupakan alat pernafasan utama.is masuk ke rongga hidung. • Farinx (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak persambungannya sama dengan usopagus berada pada tulang rawan krikoid. Lubang-lubang nasolakrimal yang menyalurkan ke rongga hidung dan lubang-lubang nalasokrimal menyalurkan ke bagian dalam bawah rongga nasalis hingga hidung. Mekanisme kimiawi atau fungsi fisiologi pertukaran oksigen(O2) dan carbonhidrat(CO2) ini merupakan proses utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi. kecepatan.SENI TARI 53 Rongga hidung adalah saluran yang dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah yang bersambungan dengan sinus yang memiliki lubang ke rongga hidung. kegiatan yang kita lakukan harus menggunakan pengendalian keluar-masuk O2 dan co2 berjalan sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan. • Larinx (tengkorak0 adalah saluran yang memisahkan kolumna vertebra yang berjalan dari saluran servikalia dan masuk ke dalamnya masuk hingga trachea. Sewaktu udara melalui hidung. dan gerakan pernafasan. Apabila pada saat melakukan gerakan pernafasan paru-paru tidak boleh menyimpang sehingga tidak timbul efek-efek negatif gerakan tersebut di atas. • Paru-paru ada dua. menari dan senam.

setelah ke luar dari paru-paru karbondioksida (CO2) dihembuskan melalui cara mengeluarkan udara dengan cara menghela nafas panjang dengan melalui sistema pernafasan yang dilakukan sehingga anggota organ tubuh dalam kita langsung meregang. Pernafasan yang tidak teratur menyebabkan merusak tubuh dan anggota tubuh lainnya karena jumlah O2 yang dihirup dan CO2 yang dikeluarkan dapat mempengaruhi reproduksi O2 dan cO2 secara kurang tepat pada akibatnya tubuh kita keracunan zat. Tidak teraturnya pernafasan dengan efisiensi gerak yang dilakukan menyebabkan efek ke dalam tubuh secara tidak proporsional.SENI TARI 54 menggunakan pernafasan mulut. masalah energi yang dibutuhkan dengan banyaknya Oksigen yang dihirup ekivalen dengan jumlah udara yang diproses melalui cukupnya pernafasan yang dilakukan. Banyak oksigen yang dihirup dimanfaatkan untuk mencukupi enersi yang dibutuhkan oleh tenaga gerak dan besar kemungkinan harus berhubungan dengan tenaga yang harus dikeluarkan. Hal ini ditandai adanya jumlah udara yang dihirup apabila kuang dari jumlah energi yang dibutuhkan. Dengan demikian gerakan yang dilakukan dapat dihayati tanpa terengah-engah. sesak nafas. Ekivalen gerakan dan banyaknya udara yang dihirup seimbang. dan hal ini dilakukan dengan melalui menghirup udara perlahan. Oleh sebab itu. dan mengeluarkan pada porsi kurang lebih 30 detik. dirasakan. Apabila kebiasaan ini berlangsung terus menerus mengakibatkan tubuh terasa sakit. Hal ini akan dapat mengakibatkan kematian. maka pada saat kita melakukan gerakan merasa terengah-engah atau pada ujungnya dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga pingsan. Gerakan yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan jumlah udara yang dihirup agar kita tidak terhindar dari kelelehan. Latihan pernafasan dilakukan dengan cara memperbesar rongga dada dengan melakukan cara kerja otototot organ dalam pada sistema pernafasan dengan membentuk konstruksi sirkulasi udara melalui organ dalam alat pernafasan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lebih fatalnya dapat mendadak susah bernafas atau anfal jantung. Sirkulasi pernafasan diawali dari pertukaran gas dalam darah pada saat pengambilan zat pembakaran (O2) pada saat menarik nafas yang dilanjutkan pengedaran zat tersebut ke seluruh tubuh dalam bentuk gelembung udara selanjutnya. hingga mengakibatkan gangguan jantung. dan dituangkan ke dalam gerakan artistik. maka teknik gerak dan konstruk gerakan menjadi mudah dihayati. menahan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Adakah hubungan antara pernafasan yang kita lakukan dengan pemanfaatan energi secara nyata dalam kehidupan?. Jelaskan. a. sebaliknya zat apa yang kita keluarkan pada saat bernafas. kalian pasti telah memahami teks di atas. Hal ini pada akhirnya dapat membantu intensitas energi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas secara maksimal dengan pemanfaatan yang optimal. Sekarang coba jelaskan pernyataan di bawah ini. Tugas: 1. Dalam latihan olah tubuh tidak hanya otot-otot organ tubuh bagian luar kita saja yang dilatih. Pentingnya latihan pernafasan harus bekerja secara sistematis. Konstabilitas ini harus terjaga. Zat apa yang dihirup kita pada saat bernafas. melainkan organ tubuh bagian dalam juga harus dibiasakan terlatih sehingga otot-otot dalam dan luar harus diregangkan secara seimbang. posisi hidung yang terbuka baik mulai dari katup hingga pada ujung anak tekak sehingga rongga dada terbuka benar. Dengan demikian terjadi kerja organ tubuh dalam pernafasan kita secara teratur dan terbiasa menjadi salah satu indikasi kerja pernafasan kita teratur baik. Bagaimana kinerja pernafasan dalam peran aktivitas penggunaan energi tersebut. Bagaimana cara kerja otot pada saat kontraksi atau melakukan aktivitas gerakan. Fungsi poernafasan dan peregangan otot-otot baik organ bagian dalam maupun luar dapat memperbaiki racun dan sel tubuh yang terpakai maupun terbuang semakin menjamin kekuatannya. 2. dengan melalui kerja praktis ke arah kerja paru-paru mengembangkan bagian-bagian otot tertentu dalam menghirup nafas. b. Alat-alat pernafasan apa saja yang bekerja pada saat manusia bernafas? Sebutkan salah satu yang memiliki karakteristik untuk melakukan pernafasan pada manusia? 3. kemudian pada saat rongga dada mngempis kemudian tulang iga bergerak sehingga memposisikan kerongkongan dan rongga perut menutup hingga mendesak udara ke luar dari paru-paru melalui hembusan nafas maka proses ini menjadi akumulasi kerja otot-otot organ dalam pernafasan kita semakin terlatih dan terbiasa. Para siswa.SENI TARI 55 dengan cara menghela nafas panjang sehingga cara atau teknik ini dapat menghasilkan pernafasan yang baik dan benar.

Sumber: Koleksi Internet Gb. 2. Kesiapan kita untuk melakukan berbagai gerakan mulai dari motif gerak yang sederhana hingga pada gerakan yang memiliki tingkat kesulitan gerak akan siap secara fisik. 2. Kesiapan tubuh untuk melakukan gerakan mulai dari gerak sederhana hingga gerakan yang berteknik gerak tinggi dapat dilekukan secara baik dan tanpa kesulitan.SENI TARI 56 Apakah kalian pernah mendengar slogan yang berbunyi di bawah ini yakni. Secara umum uraian di atas dapat diperjelas mengenai peran dan fungsi otot serta sendi serta beberapa prinsip dasar gerakan yang dapat digunakan sebagai peragaan dalam Olah Tubuh di masa akan datang.2 Penegangan otot perut dan kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian tubuh mampu melakukan gerak sesulit apapun. DALAM JIWA YANG SEHAT TERDAPAT TUBUH YANG KUAT Apabila slogan di atas dipahami secara sungguh-sungguh.1 Pose penegangan otot perut dan tangan serta kaki Sumber: Internet Gb. pengembangan gerak hingga pada gerakan tari maupun balet dapat dilakukan secara baik. maka tubuh kita harus diberi pelatihan gerak yang menunjang aktivitas dan vitalitas tubuh secara prima. persiapan tubuh atas pemanasan. Oleh sebab itu.

SENI TARI 57 Sumber: Internet Gb.1 Sikap dan pose gerak tidaka ada kaki terjadi ketegangan gb 2. kaki ada (penari pa) Gb. bagian skapula terjadi penegangan gb. dada.3 Pose disain Kerucut Penegangan terletak pada dada. 2. dan paha(penari pi) penegangan pada dua tangan. 2.2 Anggota gerak bagian bawah terjadi pegenagan otot.bagian perut.3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2.

anggota gerak bagian atas (Caput) anggota gerak bagian tengah (Thorax). 2. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). Pembagian wilayah gerak meliputi 3 katagori gerak menurut Evelyn Pearch adalah sebagi berikut. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. aksentuasi. Anatomi Permukaan Berdasarkan porsinya. Seorang pakar tari Pendidikan dan tari Kreatif yakni Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). misalnya level. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu. Selanjutnya. Faktor space meliputi ruang gerak. jarak/rentangan atau tingkatan gerak. elastis.SENI TARI 58 2.4 Anatomi Tubuh Manusia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Buku Evelyn Pearch Gb. anggota gerak bagian tengah (Thorax) dan anggota gerak bagian bawah (Ladix). kaki (Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda kebutuhan ruang yang dimiliki. penekanan (Ann Hutchinson. anggota tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari anggota gerak bagian atas (Caput). Gerakan secara umum terbagi dalam tiga wilayah gerak. lemah. ke tiga bagian anggota gerak digunakan sebagai dasar tiap bahasan gerak buku ini. 1989:2). misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak. Ciri anggota gerak bagian tersebut menjadi istilah buku ini. misalnya gerak yang kuat.

2. dan badan mengikuti arah garis pandangan mata. Tangan kaki.6 arah hadap frontal seluruh anggota badan dn kepala ke arah depan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Koordinasi Caput/anggota gerak atas menghadap samping kiri. tubuh tidak ada ketegangan (tention) otot anggota gerak bagian atas.5 Pose satu kaki tumpuan dan rentang tangan Perhatikan Gb 2.5 Tumpuan satu kaki dan rentang tangan terdapat penegangan otot tangan dan paha.(Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan dan kaki bawah relaks. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) Sumber Koleksi Pribadi Gb. Masing-masing anggota gerak tubuh ini secara mekanistik dapat bergerak secara sendiri-sendiri maupun bergerak secara kordinatif. 2.SENI TARI 59 Anggota gerak di atas pada prinsipnya merupakan kesatuan yang terpisah akan tetapi dapat bekerja sama dengan baik. Kepala bisa menghadap depan.6 Berdiri Tegak Perhatikan gb 2.

Kepentingan gerakan pelemasan bagi orang yang telah lama melakukan olah tubuh. Tujuan ke depan agar kita tidak mengalami kram. Gerakan pelemasan yang dimaksud adalah pelemasan otot-otot dan sendi-sendi pada tubuh manusia. tanpa persiapan apapun. dan bangga untuk diri sendiri. Seseorang yang akan melakukan oleh tubuh. gerakan untuk merangsang otot agar mengenali kebutuhan gerak. Bagi para pemula gerakan pemanasan sangat perlu dilakukan. Hal ini bertujuan untuk pembniasaan agar pemula tidak kaget dalam melakukan aktivitas olah tubuh. Target gerakan diperkenalkan untuk memberikan rangsang awal bagi otot dan sendi. Dasar-dasar Peragaan Seseorang yang terbiasa melakukan gerakan. menari dan senam pada kadar gerak yang berat dan memiliki tingkat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan pemanasan sebagai gerakan awal bertujuan untuk mempersiapkan yang bersangkutan agar pada waktu ke depan telah siap menerima gerakan yang sulit dan memiliki tantangan kesulitan gerak secara periodik. Pada jaman dahulu manusia bergerak untuk naluri makan saja atau menyambung hidup. Persiapan menjelang bergerak olah tubuh. dan mentalita serta psikis agar benarbenar mampu menjalankan latihan dan kerja berat tubuh dalam kaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan tersebut. menari dan senam agar benar-benar fit.SENI TARI 60 3. Sendi dan otot diperkenalkan menerima rangsang gerak yang semula kaku dan terasa kurang memiliki daya gerak. Akan tetapi sekarang nilai bergerak menjadi berubah bahwa bergerak untuk kebutuhan pemuasan batin. Gerakan pemanasan adalah gerakan ringan untuk memperkenalkan organ tubuh kita dalam bentuk gerakan kecil. gerakan pengenalan. menari dan senam penting mempersiapkan tubuhnya dengan gerakangerakan pemanasan dan peregangan. Pada dasarnya banyak persiapan yang harus dilakukan apabila seseorang akan memulai bergerak untuk olah tubuh. menari dan senam dibutuhkan agar kita menghindari dri berbagai kemungkinan yang timbul pada waktu ke depan. Hal ini dipentingkan dalam kaitan dengan pembentukan sikap. tubuh. menari dan senam pada dasarnya telah dipahami. maka latihan pelemasan menjdi salah satu rangsang otot dan sendi untuk dirangsang agar tidak kaku lagi atau lemas. Gerakan pelemasan dimaksud bertujuan untuk mempersiapkan diri melakukan gerakan yang memiliki beban dan gerakan yang banyak tantangan terhadap otot dan organ tubuh secara mekanistik.

mempersiapkan kerja sinergis pernafasan agar mampu mengembang tugas melakukan. sendi dan tulang secara maksimal. Untuk mendapatkan keterampilan gerak orang yang melakukan ollah tubuh. serta pernafasan yang dalam hal ini paru-paru. serta gerakan yang bersifat memerlukan kekuatan otot. Organ tubuh secara langsung berhubungan dengan gerak maka terkait juga dengan otot. Penghayatan gerak tari membutuhkan penghayatan yang dalam atas kemampuan rangsang otot dan sendi secara cepat. Sebagai contoh. dan membuat gerakan menjadi berkualitas dan memiliki intensitas yang tinggi terhadap rangsang gerak itu sendiri. kebutuhan pelemasan otot dan sendi dibutuhkan untuk tujuan memperkenalkan perubahan sturtur otot dan sendi secara cepat. mempertahankan. gerakan tiba-tiba. Hal ini bertujuan untuk memberikan stimulus terhadap kemampuan gerak pemula dalam hubungannya dengan kebiasaan melakukan gerakan yang memiliki mtingkat kesulitan gerak tinggi. jantung. Penguatan ekspresi gerak. • Sebelum melakukan gerakan harus melakukan gerakan pelemasan • Memahami pengetahuan tentang otot dan sendi. memperkuat persendian. meningkatkan sensitifitas syarat melalaui peregangan otot. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari. mempersiapkan kekuatan persendian dan tulang agar mampu menopang gerak dan rangsang kerja otot secara maksimal. otot. Korsinasi gerak hubungannya dengan organ tubuh seperti disebut sangat erat dan saling menunjang. Dalam melakukan olah tubuh. ketahana gerak dalam kaitan dengan penguasaan gerak. serta ketahanan gerak yang dalam hal ini jantung. Di sisi lain. sendi. gerakan oleh tubuh.SENI TARI 61 kesulitan gerak yang tinggi. menari dan senam salah satunya adalah mempersiapkan kerja organtubuh secara prima dan menempatkan peran fungsi kerja organ tubuh pada upaya untuk melatih dan menciptakan kelenturan dan kekuatan otot. hingga bagaimana struktur gerak yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kecepatan dan ketahanan gerak agar memiliki kemampuan berubah maka di sini membutuhkan rangsang otot dan latihan sendi secara signifikan. tulang. Tubuh manusia yang hidup membutuhkan rangsang gerak berhubungan dengan kekuatan organ tubuh seperti paru-paru. dimulai dari gerakan yang ringan ke berat. menari dan senam yang bersangkutan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Porsi latihan bertahap. dan senam butuh kekuatan otot dan sendi secara jelas.

Gerakan peregangan dilakukan sebagai bentuk penormalan kembali kebugaran tubuh adalah sebagai tindak lanjut atas ketegangan-ketegangan organ tubuh estela melakukan verja berat dan verja keras. Contoh adanya arah tarikan berada di bagian anterior dapat terjadi pada extentio di tungkai bawah. Peregangan otot tubuh memiliki tempat berpegang pada tulang. Hal ini bertujuan agar ketegangan otot dan sndi jangan meningkat lagi. Apabila latihan olah tubuh. gerakan yang memiliki beban. Tarikan otot lateral pada lengan bawah tidak mungkin BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kontraksi otot dengan tarikan yang berada di bagian sendi siku akan terjadi flextio pada lengan bawah.SENI TARI 62 • Olah tubuh. Ujung bagian otot seperti tali atau pipih (urat/tendo) biasanya menentukan letak dan daya lekat serabut ototnya. Pada persendian origo atau serabut yang pipih yang terletak pada tulang berada di bagian prosimal. maka yang bersangkutan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Hubungan arah tarikan otot dengan persendian dapat menyebabkan fleksio. pesenam dalam kenyataan harus mampu mengatur kegiatan yang baru dilakukan kemudian dilakukan lagi gerakan peregangan. Hal tersebut jelas bahwa berhubungan dengan koalitas gerak dan ketahana otot dan sndi secara prima. Masalah kesiapan tubuh seorang penari. Gerak peregangan diperlukan sebagai normalisasi terhadap verja organ tubuh dan alat pernafasan sehabis melakukan gerakan yang bersifat tiba-tiba. menari dan senam dilakukan dari bagian per bagian atau dari konstruk ke konstruk ragam gerak. Normalisasi dilakukan dalam Proxy yang tidak perlu intensitas tinggi. Otot dalam bentuk tendo yang panjang menempatletakan anggota badan mudah digerakan. adductio atau rottatio pada sebuah persendian ditentukan oleh hubungan antara arah tarikan otot dengan arah gaya gerak yang dalam posisi kontraksi. Dengan demikian terjadi peregangan yang menyebabkan kekuatan dan ketahanan serabut otot dalam kondisi gerakan berat telah dilakukan. sehingga tulang prosimal pada persendian menjadi akibat dari kerja otot lain. dan gerakan yang membutuhkan penghayatan khsusu untuk jenis karakter gerak tertentu. Sebuah otot yang menarik dengan arah tarikan ke arah lateral pada sendi paha akan terjadi gerakan tungkai ke arah sendi paha tergolong pada sendi peluru yang memiliki tiga sumbu gerak. menari dan senam dilakukan secara terprogram dan rutin.

Unsur kesibukan yang ada dan kelelahan diri yang dimiliki akan terasa dinikmati apabila kita melakukan pembiasaan kegiatan yang mampu menjunjang kesehatan dan kebugaran tubuh.Melalui penjelasan tersebut. setelah titik pusat gerak sendi bekerja sebagai abductor maka sendi yang memiliki tiga sumbu gerak harus diperhitungkan kemungkinan terjadinya gerakan sampingan yang dapat terjadi apabila diinginkan. Oleh sebab itu. Manfaat yang diperoleh anak tersebut adalah kekuatankekuatan yang dihasilkan ditunjukan untuk berbagai kompetisi yang masing-masing tonjolkan.SENI TARI 63 terjadi oleh karena sendi siku agar mempengaruhi gerak engsel . Anak-anak terbiasan melakukan kompetisi ini dengan cara dan aturan main yang disepakati bersama. Kondisi yang sering terjadi bahwa gerakan pada saat itu disebabkan oleh adanya kontraksi kerja flextior. Sebagai ilustrasi: dapat digambarkan di sini. Faktor yang dihadapi oleh seseorang yang sibuk dan kelelahan adalah dengan melakukan kebiasaan aktivitas kesehatan dan kebugaran tubuh secara serius dan menerapkan kebiasaan latihan yang dapat memberikan manfaat secara baik dan benar. di sini dibutuhkan adanya aktivitas berupa kegiatan rutin yang dapat membentuk dan menstabilkan kondisi tubuh tetap prima dan stabil. Gerakan anggota tubuh yang murni memiliki ketepatan dalam mewujudkan satu kemurnian gerak dari anggota tubuh tertentu. Mereka menarik nafas dan menghembuskan nafas sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan berbagai akibat yang ditimbulkan. ketika sekelompok anak-anak sedang melakukan aktivitas permainan secara bersama-sama. Gerakan memungkinkan adanya kerjasama antara rangka dan otot. Kebiasaan yang dilakukan tanpa diperhitungkan oleh anak yang bersangkutan. Kemampuan manusia untuk bergerak dan pindah tempat memerlukan gerakan. Hubungan tarikan otot dengan persendian perlu mendapat perhatian terutama pada jenis persendian yang memiliki tiga sumbu gerak. Otot yang menempel pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Aktivitas manusia yang segudang jumlahnya membuat yang bersangkutan semakin repot dan faktor kelelahan menderanya. Hal ini seperti dapat dilihat pada gambar di bawah yang menunjukan bahwa sekelompok anak melakukan lompatan bersama untuk meraih jangkauan tertinggi dan terjauh pada saat menceburkan diri ke sungai secara spontan. bahwa sendi aniaxial hanya akan terjadi gerakan flextio dan extentio saja.

kecepatan dan atau keseimbangan INTENSITAS : merupakan kekuatan dari tata dan cara mahasiswa melakukan gerak sesuai proses dan alur secara aje/kontinyu Peniruan Gerak PENIRUAN GERAK : merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. Oleh sesb itu otot disebut alat gerak aktif sedang tulang disebut alat gerak pasif. cara dan proses melakuan gerakan sesuai model yang dicontohkan KETEPATAN : merupakan ukuran atau staandar gerakan yang disesuaikan dengan gerakan dimana mahasiswa diharuskan untuk dapat melakukan penyesuaian gerak dengan cara peniruan gerakan seperti gerakan yang diinstruksikan oleh dosen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Otot memiliki daya kontraksi.SENI TARI 64 tulang atau rangka satu dengan lainnya menghubungkan tulang dengan kulit. kecepatan serta keseimbangan gerak itu sendiri SIKAP TUBUH : merupakan konstruksi ideal bentuk/struktur tubuh baik dalam posisi diam maupun bergerak. Tabel Hubungan Teknik Gerak. sikap ini sangat baik dan benar disesuai dengan pada saat mahasiswa melakukan teknik/cara bergerak sesuai dengan diinstruksikan ataupun kebutuhan Kelenturan KELENTURAN : merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak dengan ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan. Kelenturan dan Peniruan Gerak Teknik Gerak TEKNIK GERAK : merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak menyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan.

SENI TARI 65 lain yang berhubungan dengan tuntunan yang diharapkan STRUKTUR GERAK : merupakan aturan dan proses dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu atau bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KWALITAS GERAK : merupakan standar maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK : merupakan bentuk pengembangan gerakan dalam upaya menjajagi seberapa jauh/kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa ke dalam bentuk gerak baru INTERPRETASI GERAK : merupakan medium bagi mahasiwa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiswa yang bersangkutan Tabel 2.1 Hubungan Teknik Gerak. Kelenturan dan Peniruan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

8.7 Koordinasi 2 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 2. Kontraksi tubuh ketiga penari terlihat pada organ punggung. Sumber: Koleksi Pribadi Gb 2.9 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 66 Di bawah ini beberapa contoh gerak hubungannya dengan kelenturan. dan peniruan gerak sebagai berikut.8 Koordinasi 3 peraga Sumber: Koleksi Pribadi Gb. jari kaki dan tangan Gb. kaki dan perut.9 Sinkronisasi 2 peraga Satu peraga memegang pangkal perut Kontraksi tarikan otot kaki dan tumpuan jari menjadi tumpuan Gb. 2.7-2. 2. 2.

Sumber Internet Gb.6.SENI TARI 67 Ilustrasi gambar di atas pada dasarnya sebagai bentuk latihan sederhana dimana sekelompok anak melakukan aktivitas menarik nafas secara sederhana.10 Tendangan ke depan bertumpu satu kaki Tugas: Siswa-siswa telah pahami uraian di atas. bukan? Lakukan sekarang. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. Gb. Peragaan lain yang dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut analisis butir-butir gerakan dengan menempatkan konstruksi latihan ke arah sasaran di bawah ini Gambar menunjukan kontraksi otot pelvis dan anggota gerak bagian bawah serta pelemasan pada anggota gerak tangan.10 ini menekankan anggota gerak bagian bawah terjadi kontraksi secara keseluruhan dan otot pelvis. 2. coba kalian buat rangkaian gerak dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. 4.5. perut dan kaki. 2.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kemudian melepaskanya dalam bentuk kompetisi lompatan-loncatan dalam meraih jangkauan dan tujuan. 5. 2. Ambil posisi berdiri sempurna.

Gb 2. dada. Bentuk tubuh berciri Apel dimiliki oleh seseorang yang menyimpan lemak pada bagian tubuh anggota gerak bagian tengah. 2. perpindahan posisi dan sikap lebih efektif dikembangkan melalui senam ritmik.SENI TARI 68 B. Kegiatan jenis ini membantu aktivitas mengekspresikan anggota gerak bagian tengan secara maksimal. Hal ini akan berdampak kepada resiko kesehatan tubuh bagian tengah dan membuat penampilan menjadi berbeda. Adapun bentuk tubuh dimaksud adalah sebagai berikut. Bentuk Apel.11 Bentuk Apel memiliki ketebalan tubuh(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi Pribadi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mulai dari dada hingga pinggul. Ciri bentuk tubuh seperti ini memiliki kecenderungan tubuh bagian luar dan dalam terkesan bulat. Tipe apel memiliki resiko terserang diabetes. Kecenderungan bentuk tubuh seperti ini biasanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan senam-ritmik. Oleh sebab itu senam menjadi pilihan orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini Gb. dan menahan bentuk latihan olah tubuh dengan konsentrasi pada pengencangan perut. dan paha. Bentuk Tubuh terbaik ANDA Secara umum Chrissie GM membagi bentuk tubuh kita menjadi 3 bentuk. latihan gerak naik turun tangga secara rutin. Adapun sasaran gerak yang dicapai juga melibatkan anggota gerak bagian bawah semakin lincah.11. Orang-orang yang bertipe bentuk apel perlu latihan gerakan dalam bentuk lari-lari jarak jauh. 1. dan penyakit ginjal. stroke. tekanan darah tinggi. Anggota gerak bagian atas dan bawah kurang banyak terpengaruh oleh bentuk tubuh semacam ini. Biasanya anggota gerak yang banyak dipengaruhi adalah anggota gerak bagian tengah.

12 Bentuk Pir lebih langsing(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karena idealisme bentuk tubuh dan kondisi badan kurang harmonis.11 r Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. karena orang tipe tubuh pir sangat sulit untuk memperbaiki idealisme bentuk tubuh Gb. Bentuk Pir. Biasanya sering frustasi. bentuk tubuh pir kurang percaya diri. Bentuk tubuh ini lebih memilih kegiatan yang berhubungan dengan tarian.SENI TARI 69 2. Dalam penampilan. Dengan demikian kurang sesuaian bentuk tubuh bagian atas dan bawah menjadi kendala dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kelincahan. Kecenderungan orang yang memiliki bentuk tubuh per bagian atasnya terlihat langsing dan kurang proporsional. Orang-orang berbentuk tubuh seperti per memiliki pinggul yang lebih lebar dibandingkan dengan lebar bahu. Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh semacam ini biasanya menimbun lemak di bagian pinggul. atau senam sebagai pilihan yang mungkin melelahkan. paha. bersepeda. dan reflektivitas gerak yang lebih taktis dan terampil. Hal ini terkadang memberi stimulus yang kurang positif bagi orang yang memiliki bentuk tubuh pir. dan betis. Resiko penyakit yang ada pada orang yang memiliki bentuk tubuh pir lebih sedikit dibandingkan bentuk tubuh apel. 2.

Aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki tipe bentuk badan seperti ini adalah menari. atau menggunakan alat kesehatan yang memiliki resistensi untuk mengurangi berat badan untuk bentuk tubuh yang memiliki kegemukan di daerah pinggul. dan aktivitas dengan menggunakan alat pelangsing pinggul. langsing. pinggang yang lebih besar dibandingkan dengan pinggulnya dapat mempengaruhi cara aktivitas dan pada selanjutnya apabila mengalami perkembangan bentuk badan orang tipe ini akan berbentuk seperti tipe apel. Mereka yang bertipe pinggul kecil seperti ini tidak kelebihan berat badan. Orang yang memiliki tipe tubuh ini dikatakan kurus. Oleh sebab itu kegiatan menari sangat dianjurkan untuk tipe bentuk tubuh ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb 2. dan ceking. Dalam skala ukur yang klasik.13 Bentuk tongkat lebih kuruslagi(peraga) (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jalan cepat. Beban berat yang susah dihilangkan adalah orang tipe bentuk tongkat sangat sulit dan sangat lama mengurangi berat badan secara proporsional. bersepeda.SENI TARI 70 3. Bentuk Tongkat Orang-orang yang memiliki bentuk tubuh tipe tongkat memiliki pinggang yang lebih kecil dibandingkan dengan bentuk pinggulnya.

masalah yang terjadi di masyarakat ádalah bahwa kecenderungan banyak wanita berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal dan sempurna. dan pejalan kaki atau pelari jarak jauh. pesenam. Upaya meningkatkan berat badan Sangay sulit dilakukan oleh wanita bertipe ini. Bentuk tubuh seperti ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi foto model. Beberapa studi yang membedakan bentuk tubuh wanita yang menunjukan bentuk tubuh dan keharmonisannya. Orang orang tipe tubuh seperti ini cenderung sulit menambah berat badan. Kecenderungan orang yang berbentuk tubuh mesomorf pendek dan gemuk. Identifikasi bentuk tubuh ini kaitannya dengan porsi tubuh yang ideal berhubungan juga dengan bentuk pinggul dan paha yang harmonis. Bentuk Mesomorf Bentuk tubuh seperti mesomorf dicirikan dapat membentuk otot dengan cepat. Kecenderungan pilihan postur yang dapat didentifikasi yakni bahwa masalah bagian tubuh yang lebih tabal biasanya lemak. Orang-orang yang memiliki tipe bentuk tubuh seperti ini Sangay sedikit. dan ketebalan lemak yang ada biasanya susah diubah bentuknya. penari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Di camping idealisme bentuk tubuh wanita menjadi idaman banyak wanita. Bentuk ektomorf Mereka yang memiliki bentuk tubuh seperti ektomorf dicirikan adanya bentuk tubuh yang panjang dan tinggi.SENI TARI 71 Dalam perkembangan jaman seperti Semarang ini. Beberapa orang yang memiliki pinggul dan tulang pinggul yang lebih lebar sehingga tidak ada latihan yang dapat atau mampu mengubah struktur dasar tulang yang dimiliki oleh mereka yang bertulang pinggul tabal. Idealisme wanita untuk dapat memiliki bentuk tubuh yang diharapkan ádalah bahwa kebutuhan bentuk tubuh yang sempurna menjadi idaman banyak wanita. Keharmonisan bentuk postur tubuh dimaksud secara umum dapat dibagi menjadi 3 golongan (Chrisie G-Mundy) yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. Klasifikasi tipe tubuh lainnya yakni somatotif dibedakan berdasarkan kecenderungan yang dimiliki adanya otot dan lemak yang menempel dalam tubuh atau tulang. bentuk pinggul dan paha juga jadi pilihan lain agar tubuh wanita menjadi tidak gamang atau canggung apabila keseluruhan posturnya menjadi idaman banyak kaum lelaki.

Bentuk tubuh mesomorf biasanya menunjukan berat badan yang lebih besar saat berdiri di atas timbangan. Mereka berdiet dan rajin berolah raga. Coba sekarang lakukan gerakan yang sesuai bentuk tubuh kalian. Upaya penambahan berat badan.6. Berat badan yang dimiliki menunjukan lebih besar. dan memenuhi peluang waktu yang cukup panjang. wanita yang berprofesi olah ragawati. seperti disebut di atas bentuk tubuh terakhir adalak Endomorf. Bentuk tubuh endomorf dimiliki oleh orang-orang yang cenderung memiliki presentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan membutuhkan banyak waktu yang lebih lama untuk mengurangi lemak tubuh. hal ini terjadi disebabkan perbandingan jumlah otot lebih banyak dari pada jumlah lemak di dalam tubuh. Mereka memiliki otot yang lebih lembut dan daya tahan tubuhnya lebih constan dibandingkan dengan ke dua bentuk tubuh di atas. Kapabilitas menambah berat badan melalui banyak aktivitas yang dilakukan. Endo MOrf ahila bentuk tubuh yang berpresentase lemak sedikit. penyaluran energi.SENI TARI 72 Orang-orang tipe tubuh mesomorf cenderung kuat dan sulit untuk mengurangi berat baan. Tugas: Para siswa bentuk tubuh manusia bermacam-macam. 2. Bagaimana bentuk tubuh kalian sendiri. Minat kegiatan yang dimiliki oleh orang-orang tipe ini berprofesi orang yang senang senam ritmik. 1.5. Hal yang harus diingat bahwa mempertimbangkan bentuk tubuh yang bersumber pada 3 katagori. dan pemanfaatan melakukan Olah tubuhnya lebih ditujukan untuk kebugaran. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara bentuk tubuh dengan prinsip pada tabel rangkaian gerak seperti pada tabel 2. dan berikutnya sesuai keiningnan kalian dengan merangkai 4 motif gerak lagi. 2. 3. wanita yang banyak aktivitas duduk terus menerus dalam aktivitas kerjanya.1!! BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kesehatan. Ambil posisi berdiri sempurna. Coba lakukan gerakan rangkaian dengan berpatokan pada gambar 2. Coba kalian lakukan gerakan sesuai beberapa motif pose yang ada dalam gambar-gambar motif bentuk tubuh pada uraian buku ini.

Dengan demikian apabila terjadi peregangan. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut. Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi. maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif. dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot Dalam bagian yang mempelajari anatomi. tubuh sebagai alat gerak. Teknik Gerak melalui Pengolahan dan Pelenturan Tubuh 1. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Untuk keperluan olah tubuh. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak. otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. Pada pengetahuan olah tubuh. Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka.SENI TARI 73 C. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan. kelenturan . maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerakgerak dasar tubuh secara teknis. gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ketepatan. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan. dan daya ulur. dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan.

perut. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak. 2. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar. 4-18). perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok.SENI TARI 74 yang disebut otot badan. Tangan. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. Otot jantung membentuk jaringan jantung. dan duduk serta tiduran (Anonim: 1989. Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. Nungging. Beberapa contoh sikap gerak dasar yang pada selanjutnya digunakan sebagai landasan kordinasi gerak dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawh ini adalah sebagai berikut: Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan Gb. Jinjit.14 Posisi tidur terlentang dan penegangan otot kaki. Kangkang. dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan.

2. diulang berkali-kali Tumpuhan berat badan pada ujung kaki. Tujuan pemanasan dilakukan untuk anggota gerak bawah untuk meopang kemampuan kaki sebagai penyangga dan melakukan aktivitas berhubungan dengan perpindahan tempat dan teknik jalan. lompat. serta lari di tempat maupun lari pemanasan dengan mengelilingi area latihan.15 B Sikap ketegangan paha pada sikap Jongkok Motif jongkok memperhatikan posisi kaki jinjit. Lihat latihan di bawah ini sebagai contoh yaitu jongkok berdiri. loncat. Hal ini untuk mencegah agar tidak kram atau kesemutan.SENI TARI 75 Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Duduk santai. meluruskan-menekuk kaki. kontraksi kaki menarik pangkal kaki ke depan ke belakang Lihat gambar 2.15 A (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Peragaan gerakan yang ditujukan ke anggota gerak bagian bawah perlu dilakukan. Latihan dilakukan dengan menekuk kaki ke atas-ke bawah. Sikap ini diteruskan berdiri kembali kejongkok. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb.

jinjit dan naik turun. lutut tetap lurus. Latihan gerak bertumpu pada pelemasan badan dengan cara membongkokkan dan tegakkan badan. serta memainkan salah satu kaki dengan bertumpu pada kaki penyangga kanan dan kiri secara bergantian. agar tidak pusing. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar dalam sikap Nungging dapat dilakukan gerakan melibatkan pinggul dan kepala mengulur ke bawah. Gerakan dapat dilakukan dengan melakukan tarikan anggota tubuh bagian tungkai dan kepala tegap. Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. 2. Kedua tangan membuka kedua kaki jinjit. Pada gerak dasar berikut Kedua kaki jinjit angkat kedua kaki ke atas berkali kali Gb.18 Perhatikan gambar sikap di atas tetap santai. Kontraksi pada kaki. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .16-2.SENI TARI 76 Lakukan beberapa gerakan berasal dari sikap dasar di atas beberapa menit.

dimulasi gerakkannya dapat dilakukan pada saat tubuh sedang duduk. Porsi gerakan pemanasan lebih diutamakan untuk pengenalan gerak terhadap rangsang otot yang berada pada daerah setempat dimana gerakan tersebut ditujukan. Gerakan gerakan yang dilakukan merupakan gerakan yang berhubungan dengan pengenalan gerak. berdiri dengan merapatkan ke dua kaki dengan tangan sikap sempurna dan lepas ke bawah. Gerakan kepala di atas. Pada gerakan pemanasan lebih khusus untuk merangsang sensori otot yang paling utama pada sentral gerak. menggeleng-gelengkan kepala. menungging. atau memposisikan berada menjulur ke depan. Pemanasan dan Gerak Dasar Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu. Pada pola latihan pemanasan gerak berikut dapat dilakukan terutama hubungannya dengan gerakan kaki. bahwa pemanasan atau pengenalan gerak dilakukan pada tahap yang paling awal. berdiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . b. serta memutar kepala ke arah kanan dan kiri melingkar 360 derajad secara teratur. Gerakan lebih difokuskan pada tujuan gerak untuk merangsang otot yang berhubungan dengan sentral gerakan. Posisi thorax megikuti gerakan atau mengisi sinkronisasi gerak dalambentuk tangan di pinggang. c. Gerak anggota gerak bagian atas atau kepala (Caput) terdiri dari gerakan mengangguk-anggukan dan menengadahkan kepala. Kaki dari posisi berdiri sempurna kemudian jongkok. Dengan demikian terjadi penciptaan gerak dasar pada anggota gerak bagian dimaksud. atau posisi kaki kangkang dengan membuka pada posisi yang ideal sesuai kebutuhan bagi yang melakukan. memiringkan kepala ke samping kanan dan kiri. Secara pintas beberapa gerakan pemanasan dapat dilakukan mencakup pada bagian anggota gerak tertentu serta untuk tujuan tertentu pada sesnsori gerakan yang ada. Beberapa tip gerakan pemanasan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: a.SENI TARI 77 2.

Sumber Koleksi Pribadi Perhatikan gambar Gb. Kontraksi pada kaki Gb. Adapun jenis dan macam gerakan dapat diuraikan adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketentuan umum yang dapat digarisbawahi adalah bahwa dominasi gerakan berada pada level bawah.19 Salah satu contoh gerakan pada latihan sinkronisasi kedua kaki menekuk tangan menjulur ke depan dada Perhatikan gambar tekukan kaki merendah santai. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan gerakan pada pola senam lantai. Porsi tubuh dan bagian anggota gerak berada pada posisi di atas lantai secara maksimal.SENI TARI 78 Perhatikan contoh pose yang menunjukan latihan untuk persiapan tubuh dan anggota gerak bagian bawah. dan perkembangan gerak dan variasinya lebih diutamakan untuk tujuan penguatan otot tertentu pada sasaran gerak dimaksud. lebih dominan di atas lantai. 2. 2.19 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) d.

Lihat gambar di bawah ini menunjukan bentuk latihan yang dilakukan.20 Tidur posisi kaki satu dilipat ke dalm Perhatikan gambar Tiduran sambil mengangkat kaki sebelah membentuk kaki bagian bawah sejajar tubuh. kemudian ubah variasi gerakan Lipat kedua kaki dan lurudkan kembali. angkat salah satu kaki ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajad secara bergantian antara kaki kanan dan kiri. Latihan ini untuk tujuan penguatan pelvis atau pinggul kita. Gerakan berikut adalah lipat kaki dan gulingkan ke arah sisi lawan dari bagian kaki dilipat. Kontraksi kaki dan perut dengan menari dan meletakan kembali kaki posisi tidur lurus.SENI TARI 79 Apabila kalian memerlukan alas untuk landasan. Gerakan tersebut lakukan beberapa kali. Lakukan gerakan tersebut beberapa kali. siapkanlah peralatan tersebut.20 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gulingkan ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian. kemudian porsi gerak lakukan mulai dari tidur sempurna. Latihan ini ditujukan untuk penguatan otot bagian paha dan pinggul secara sinergis. Lihat gambar 2. Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. Di sisi lain sasaran gerk juga untuk kebutuhan penguatan otot kaki mulai dari anggota gerak bagian bawah(ladix) hingga pangkal pinggul.

21 Kaki kanan di lipat direbahkan ke sisi kiri dari posisi dasar Perhatikan gambar Duduk santai. Betis (Febula).SENI TARI 80 Perbedaan gerakan dapat dilakukan untuk mengetahui bagaimana kontraksi otot pinggul dapat dirasakan. Hal ini menjadi dasar bagaimana merasakan gerakan agar dapat dilakukan baik dan benar.21 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) e. Kecermatan gerakan dan cara merasakan kontraksi otot harus dihayati. Pinggul (pelvis). Pembagian porsi arah gerakan menurut kita sesuai dengan pola gerakan yang sarankan untuk beberaka kali gerakan dan diulang secara terstruktur. Hal ini dengan melakukan gerakan sebagai berikut. Tujuan simulasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi Pribadi Gb. Anggukan kepala. Secara akumulasi kedua gerak paling akhir pada dasarnya merupakan gerak rangkaian. dan otot kaki pada saat meregang dan menegangkan otot bagian Paha (Femur). 2. Cara tersebut dengan tujuan untuk menghindari terjadinya salah urat dalam melakukan gerak dimaksud. Arag gerakan badan adalah membungkukan sesuai lebar kaki. Sasaran gerak ditujukan untuk penguatan otot pinggang. dan lipat punggung semaksimal dapat dilakukan. badan. 2. Kontraksi pada kaki Gb. buka kaki lebar sehingga membentuk posisi 90 derajad atau lebih. Gerak latihan pemanasan berikut dapat dilakukan dengan melakukan laihan gerakan dengan posisi awal duduk sempurna.

Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) f. 2. Perhatikan gambar Duduk santai. Pada sesi berikut adalah latihan yang ditujukan untuk sasaran yang sama namun untuk bentuk yang berbeda adalah membuka kaki kemudian menempelkan kedua tangan ke lantai dan lipat badan kita hingga benarbenar merapat ke lantai. Posisi dasar berikut lakukan gerakan berguling-guling ke arah kanan maupun kiri. Porsi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha dan otot tangan.22 dapat diperagakan melalui format pose dasar di atas. Latihan ini merupakan peregangan pada otot-otot paha. Porsi gerakan pemanasan dapat dilakukan dengan melalui motif gerakan tidur tertelungkup. Contoh gerakan dapat dilihat melalui gambar di bawah ini.22 Duduk kaki terbuka sumbu tgerak di pantat . BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. dan perut. tangan. Gerakan ini dibarengi dengan meluruskan tangan ke atas lurus searah dengan badan. kemudian lipat kaki atau anggota gerak bagian bawah secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri. Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI 81 gerak untuk mendapatkan potensi sentral gerak pada daerah pinggul secara jelas dan dapat dihayati. Perhatikan gambar: pose menunjukan sesi kedua latihan Gb.

Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.SENI TARI 82 Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb.24 Tidur tertelungkup menarik kaki ke dalam punggung kembali lurus lagi. 2. Gerakan diulang beberapa kali atau variasi dengan satu kaki secara bergantian dan bervariasi lihat gambar 2.23 Tidur tertelungkup dengan ke dua tangan menyangga kepala Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.25 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerakan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama melalui 2 penari dalam bentuk pengolahan ruang Gb. hingga pada gerakan berdiri secara bervariasi.26 da 2. yaitu: Sumber Koleksi Pribadi Posisi tidur sambil mengangkat ke dua kaki hingga membentuk 90 derajad. 2. Lakukan latihan beberapa menit.SENI TARI 83 Di bawah ini beberapa gerak pemanasan mulai dari sikap tidur. bertumpu pada satu kaki. Sebagian contoh lihat gambar di bawah ini. (Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Pengembangan gerak mulai dari mengangkat kaki lurus ke atas. Konstruksi sikap dasar dikembangkan melalui gerakan kaki ke berbagai arah.27 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . duduk.

Pola gerakan ini bertumpu kepada gerakan naik turun secara teratur bagian pinggul secara terus menerus.SENI TARI 84 Latihan gerakan yang bersifat penguatan bagian lain dapat dilakukan dalam bentuk penguatan otot anggota gerak bagian bawah dan perut secara sinergis.28-2. Gerakan kaki ke depan dan ke belakang secara bergantian. Kombinasi gerakan lain kaki bertumpu pada ke dua belah kaki. Gerakan dilakukan beberapa kali. 2.30Sinkronisasi pengembangan sikap dasar Nungging ke berbagai bentuk gerak dengan menggeser salah satu kaki menjadi tumpuhan. Pola gerakan bertumpu pada proses berdiri kemudian membongkuk hingga tangan menyentuh lantai. sehingga bis tepat rata benar. kemudian divariasi ke gerakan dengan menggeser tangan sebagai tumpuan melontarkan ke dua kaki ke arah belakang.28 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. posisi tidak semitris. Gerakan dilakukan beberapa kali (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sebagai ilustrasi. Hal ini menjaga agar keseimbangan tubuh saat sandar di dinding tembok sebagai sandaran. Gb. Latihan standent dilakukan dengan bersandar pada tembok atau dinding. Kaki diangkat ke atas bila bisa dilakukan dalam konstruksi kedua kaki lurus benar. Gerakan diulang dan direvitalisasi menjadi bentuk gerakan baru yang memungkinkan berdiri atau bertumpu pada ke dua tangan(standent)..

SENI TARI

85

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.31 menunjukkan Pengolahan gerakan kepala dan seluruh anggota badan agar terjadi akumulasi peregangan di bagian perut, tangan, dan kepala.

Sumber Koleksi Pribadi

Perhatikan contoh latihan Kordinasi gerakan bagian samping peraga dalam upaya melatih otot bagian samping perut, dada, pingganag, dan paha sampng Gb. 2.32. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki Gb. 2.31 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

86

3. Gerak dan Keseimbangan Gerak merupakan pengalaman yang paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia melakukan gerakan untuk memenuhi sejumlah aktivitas, mobilisasi ruang dan penjelajahan diri dengan memanfaatkan media ungkap gerak. Aktivitas dan mobilisasi gerak di atas dapat dikontrol melalui pengerahan enersi atau kekuatan gerak. Konstruksi pengerahan enersi dapat dilakukan secara berbeda-beda. Masing-masing kekuatan pengerahan enersi mampu menciptakankesan indah dan bernilai artistik. Pengendalian gerak merupakan proses pengendoran dan penegangan kekuatan otot terhadap tendon secara terkendali. Dalam kenyataan sehari-hari, penguasaan kekuatan otot terhadap tendon dilakukan dengan cara-cara yang unik, strategis, efektif dan efesien apabila terkontrol secara baik. Strategi ini disebut teknik gerak yang teratur dan terkontrol secara mekanistik. Teknik gerak tergantung kepada aksi sebab dan akibat yang dilakukan secara sadar dalam bentuk gerakan yang terkendali. Terciptanya gerakan yang memenuhi artistik gerak dan membentuk aktualisasi aspek-aspek imajinasi kepekaan gerak, dan perkembangan psikologis seseorang dapat disebut sebagai gerakan yang seimbang. Kebersamaan antara gerkan yang terkendali dan diimplementasikan secara seimbang dilakukan melalui kendali seluruh bagian anggota gerak manusia mulai dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah secara bersama dan kordinatif. Pada bagian-bagian tubuh yang bergerak sendiri-sendiri maupun secara bersama dalam kordinasi yang harmonis sangat dibutuhkan oleh aktivitas Olah Tubuh. Kesemua bagian dari anggota gerak bagian atas, tengah, dan bawah pada prinsipnya dilalui melalui aksi tention dan balance. Pada sisi lain, anggota gerak bagian tubuh yang tidak bergerak berada pada posisi sikap relaks, tidak ada penegangan, dan menjurus kepada status anggota tubuh yang tidak bergerak/statis. Kebutuhan gerak tergantung bagaimana dan untuk apa tujuan gerakan tersebut digerakan. Pengembangan gerakan dapat dikolaborasi secara sendiri-sendiri dalam bentuk gerak mandiri maupun dalam kelompok. Untuk memenuhi variasi gerak, selanjutnya diciptakan bentuk aktualisasi hasil kreatif gerak yang mampu diungkapkan oleh siswa dalam kegiatan Olah Tubuh, menari maupun kegiatan senam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

87

Semakin banyak pengalaman gerakan yang dapat dilakukan oleh siswa, semakin banyak pula dasar-dasar gerak yang digunakan untuk merekonstruksi pengalaman Olah Tubuh secara maksimal. Siswa diberi banyak pertanyaan tentang jenis gerakan, motif gerakan, dan gerakan yang diciptakan oleh siswa sendiri adalah kompetensi belajar Olah tubuh yang ditargetkan. Dalam hubungan itu perlu ditambahkan, pembentukan pola-pola pengalaman gerak sebagai tujuan belajar siswa dalam Olah tubuh tidak boleh dilupakan bahwa keputusan akhir menyengkut kemampuan siswa mempertimbangkan terpilihnya bentuk gerak yang mendasari konsep penyusunan gerak, mereduksi gerak hingga penciptaan gerak-gerak secara mandiri menjadi gerak kreatif siswa sangat didamkan oleh guru dan pendidik atau instruktur Olah Tubuh siswa.

Sumber Internet

Perhatikan Gb. 2.33 Contoh gerak: Latihan keterpaduan teknik gerak ketika penari naik ke bahu penari putra. Gerakan lebih diproyeksikan pada sinkronosasi.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

88

Untuk memperkaya khasanah gerak siswa, diperlukan adanya pencarian gerak untuk merekonstruksi gerakan dapat dilakukan dengan cara-cara melakukan pelatihan dan penjelajahan gerak. Jelajah gerak dilakukan dengan memanfaatkan pengembangan gerak berdasarkan hasil pelatihan gerak yang sudah ada, mengubah gerak sehari-hari menjadi bentuk gerak baru yang dibungkus ke dalam gerak estetik, respons ritmis, modifikasi gerak secara bertahap, hingga mengungkapkan pengalaman-pengalaman ritmis ke dalam imajinasi tertentu berhubungan dengan kemampuan untuk mengadopsi gerak, memvariasi gerak, hingga kepada kepekaan mencipta gerak.

Gb.2.34

Sumber Internet

Sumber Koleksi Pribadi

Gambar 2.34 dan 2.35 Improvisasi lompatan dan kesan sesaat di udara, Gambar kedua menunjukan:kerja sama 2 penari dengan berbagai aspek, penguasaan gerak, kelenturan gerak, dan kekuatan otot kaki dalam Gb. 2.35 menunjang teknik dan intensitas gerak. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

89

Kedua gambar di bawah ini menunjukan perbedaan keseimbangan tubuh peraga. Gambar atas menunjukan pola motif gerak yang masih kurang sempurna, namun bentuk dan latihan dapat digunakan sebagai bahan latihan rutin yang mampu menjadi pendalaman keseimbangan tubuh secara perlahan namun pasti.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.36 Tangan menahan tarikan kaki, penegangan pada kaki

.

Sumber Modern Dance Joan Martin Gb. 2.37 Tangan dan kaki saling tarikan, pada saat melompat Gambar 2.36 dan 2.37 memperlihatkan sebagai Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang dan pada saat kordinasi antara dua penari putra dan putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

90

Sinkronisasi kedua peraga di bawah ini menunjukan kematangan, totalitas penghayatan gerak, dan teknik gerak secara profesional. Perbedaan penghayatan terdapat pada cara memperagakan gerak sinkronisasi. Gambar atas masih dalam taraf belajar, gambar bawah dilakukan penari profesional secara baik dan sempurna.

Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.38 sinkronisasi 2 peraga kerjasama mengisi ruang gerak (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.39 adalah gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat menahan tumpuan penari yang sedang melayang di udara.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

91

Teknik gerak keseimbangan yang lebih baik dan cukup memadai untuk ukuran penari profesional tergambar pada cara dan kemampuan mengungkapkan teknik gerak. Sinkronisasi dan keterauran mengatur ritme gerak mampu dilakukan bagi peraga yang memiliki pengalaman dan profesional.

Sumber Modern Dance John Martin Gb. 2.40 Gerak melayang posisi miring pada saat melompat.

Sumber Modern Dance John Martin Gambar 2.41 Gerakan menunjukkan sinkronisasi gerak intensitas melayang di udara dalam teknik lompatan. Gambar Gb. 2.40 dan 2.41 memperlihatkan sebagai berikut: Kedua gambar menunjukan keseimbangan gerak pada saat melayang di udara oleh penari putri tunggal dan kelompok penari putra.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

92

Untuk mendapatkan bentuk penghayatan pada gerakan yang dimaksud maka coba perhatikan gambar di bawah ini. Lakukan petunjukan yang tertera pada petunjuk gambar.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.42 menunjukkan sinkronisasi gerak 2 peraga putri.

Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2.43 Kesatuan kesan dengan beragam penghayatan gerak oleh peraga putri. Perhatikan gambar Duduk santai, Kontraksi pada kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

93

4. Kedudukan, Sikap dan Posisi Tubuh pada saat Gerak 4.1 Gerak dan Tubuh Gerak terlihat secara jelas apabila sesuatu benda mengalami perpindahan dari satu posisi ke posisi lain, satu tempat ke tempat lain, atau satu sikap ke sikap lain. Pada manusia gerakan dapat terlihat dalam bentuk gerakan tubuh manusia. Dalam gerak terkandung tenaga atau energi yang mencakup ruang dan waktu. Gejala gerak menjadi pertanda kehidupan. Gerakan yang timbul sebagai bentuk tenaga, dan proses gerak berlangsung pada manusia memerlukan ruang, waktu, situasi dan kondisi yang berhubungan tenaga. Besar kecil tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi yang ditimbulkan. Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi penghayatan yang dilakukan. Ekspresi kemarahan membutuhkan penghayatan gerak yang lebih banyak dibanding kesediahan. Begitu pula sebaliknya ekspresi kesediahan yang berlebihan pada saat tertentu dapat menimbulkan penghayatan gerak yang berlebihan, karena berhubungan dengan kurangnya kontrol penghayatan secara teknis. Dengan demikian penghayatan ekspresi dalam tari dibutuhkan penghayatan ekspresi teknis yang mendalam. Gerakan dapat dilakukan di tempat, pada saat lain memerlukan perpindahan tempat. Di sisi lain gerakan yang dilakukan di tempat, biasanya lebih membutuhkan ruang gerak dan volume gerak. Dua unsur ruang gerak dan volume gerak menjadi tumpuan gerakan tersebut dilakukan secara jelas dan masing-masing akan nampak perbedaannya khususnya untuk suatu penghayatan gerak. Dalam tari kedua gerak di tempat dan berpindah tempat apabila dipadukan secara baik dapat memberikan kesan gerak yang dinamis. Kedinamisan gerak lebih berkembang variatif apabila terjadi sinkronisasi gerakan secara variatif dan dinamis melalui penghayatan ekspresi gerak yang teknis tinggi. Kedinamisan dan kevariasian gerak dapat tercapai dengan melalui gerkan peralihan yang sesuai, sehingga gerakan lancar atau tidak terkesan terputus. Kelancaran gerak inilah yang dalam tari disebut sebagai gerakan yang teratur atau seperti aliran air(mbanyu mili). Gerakan yang bersifat air mengalir sebagaian banyak menjadi ciri gerakangerakan untuk tari putri. Sebaliknya, gerakan yang bersifat patah-

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). aksentuasi. maupun perubahan tentang aspek gerak.SENI TARI 94 patah dan lebih digerakan secara tegas dan cepat lebih dominan sebagai ciri gerakan tari putra. kaki(Ladix) masing-masing jangkauannya berbeda atas kebutuhan ruang. Selanjutnya. Upaya menciptakan bentuk gerak meruapakan langkah konkret konstruksi penciptaan bentuk gerak. Hal ini seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa pembagian wilayah gerak sesuai tubuh manusia dalam 3 katagori gerak dikembangkan oleh Evelyn Pearch yakni anggota gerak bagian atas (Caput). Ruang Waktu lebih diproyeksikan pada durasi gerak dan dynamics gerak lebih menekankan kepada kualitas atau tekstur gerak. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. Ruang gerak misalnya level. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. tubuh atau badan (Thorax) termasuk tangan. dan anggota gerak bagian bawah (Ladix/Pedix). jarak/rentangan atau tingkatan gerak. elastis. Konsep ini selanjutnya diberi bentuk.2 Gerak pada Anggota Gerak Bagian Tubuh Gerakan secara umum anggota gerak terbagi dalam tiga wilayah gerak. posisi. Penciptaan bentuk gerak sebagai bagian dari alih transformasi tentang respons-respons imitatif ke dalam konsep imajinasi. Secara umum ke tiga bagian anggota gerak tersebut dikatagori ke dalam anggota gerak yang lazim disebut dan istilah kunci peta konsep anatomi tubuh sesuai menurut uraian buku ini. konvigurasi. serta terputusputus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. disebut gerak tari tengahan. Komunikasi melalui gerak yang dapat diidentifikasi memberikan stimulus sebagai rangsang aktif bagi siswa untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Pakar tari Pendidikan bernama Rudolf Laban menjelaskan anggota gerak bagian kepala (Caput). Gerakan bersifat lembut dan mengalir. 1989:2). dan kekuatan-kekuatan yang disebut gestalt adalah menjadi simbolisasi aransemen gerak dan identitas sikap. Misalnya gerak yang kuat. lemah. penekanan (Ann Hutchinson. anggota gerak bagian tengah (Thorax). ke tiga bagian anggota gerak dikembangkan dalam pembahasan buku ini sebagai ciri bagian gerak. Kegiatan penciptaan gerak pada dasarnya sebagai landasan bagi siswa terhadap penciptaan bentuk gerak.

2 peraga putri. Oleh sebab itu. masalah gerak dan keseimbangan selayaknya dijadikan momentum dalam mempelajari aturan gerak dalam ruang gerak.45 pose membungkuk dan bertumpu di satu kaki dengan pengolahan ruang tari oleh anggota gerak tangan. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gambar 2. posisi dan kedudukan gerakan di dalam ruang.SENI TARI 95 melakukan perubahan sikap. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Internet Perhatikan gambar di atas tarikan kaki pada pelvis atau pinggul.44 dan 2. Gerakan yang diberikan kepada siswa dimulai dari pemberian instruksi tentang banyak-sedikitnya pengalaman gerak guru dalam menentukan bagian-bagian anggota gerak dalam tubuh secara periodik. Kontraksi pada kaki dengan arah berlawanan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Gerakan yang statis dan membosankan. Oleh sebab itu bahasa komunikasi gerak tubuh adalah dialog gerak oleh pengamat (penonton dan kritikus tari). keterpaduan gerak bahkan melalui sinkronisasi gerak statis dan gerak dinamis. Atau dengan perkataan lain dapat dijelaskan bahwa gerakan keseharian yang diberi makna akan berubah menjadi gerakan bermakna atau maknawi. Gerakan keseharian dapat menjadi gerak tari apabila diperhalus(didistorsi/distirilisasi). Hal ini dituntut dalam tari. Gerak tubuh merupakan elemen dasar tari. Komunikasi makna gerak yang terlihat menjadi bagian sarana yang dievaluasi. menghentak. penghayatan gerakan muncul sebagai bentuk ungkapan koreografer melalui penari dapat dengan mudah untuk dikoreksi. Paduan gerak yang membangun kesan tari berhubungan dengan bagaimana gerakan dapat ditarikan. karena dalam tarian diperlukan adanya keindahan gerak. pada gerakan yang bersifat atraktif biasanya digunakan sebagai dinamisasi gerak tari secara ekslusif. Hal ini bisa merupakan penilaian emosional belaka. Secara jelas gerak sebagai media komunikasi dapat dalam bentuk isyarat tubuh. Dalam tari. Gerakan yang indah bisa ditimbulkan melalui teknik kesulitan gerak. Gerakan atraktif atau demontrasi gerak yang bersifat atraktif cenderung sebagai demosntrasi gerak ketika tarian sudah diangap menjemukan. menjadi sisi penilaian negatif pengamat. Oleh sebab itu. Keindahan gerakan tidak semata-mata berupa gerakan yang dinamis. masalah makna gerak dimengerti sebagai atraksi gerak saja. Oleh sebab itu. bukan berdasarkan sisi kekuranagn dan kelebihan karya tarinya. makna gerak dan penghayatan tarinya dapat dipahami. Sebaliknya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Komunikasi gerak yang disampaikan kepada pengamat memiliki makna dan penghayatan yang berbeda-beda.SENI TARI 96 Kunci tahap awal dalam belajar tari adalah menggerakan tubuh sebagai bahasa isyarat. Gerakan yang memiliki penghayatan dalam dari penari dapat memberikan pengaruh emosi bagi pengamat. di samping sebagai bahasa isyarat tarian harus dapat memberikan makna dari gerakan yang tampil. Untuk pengamat yang telah berpengalaman. bagi pengamat yang masih awam. Gerak tari merupakan gerakan sehari-hari yang diperhalus (distrosi/distirilisasi). Kunci pemahaman tentang gerak tubuh sebagai alat komunikasi tidak lepas untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan koreografer. dan banyak variasi.

Gerak murni (pure movement atau wantah) adalah gerak untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak memiliki maksud tertentu. dan angkuh temteramental gerakan. Unsur percintaan bagi orang dewasa juga dapat menjadi rangsang atau stimulus ide tariannya. hal ini brerhubungan dengan gerak bercinta yang dipilih harus diperhalus/distirilisasi ke arah arah gerak maknawi. Dalam belajar-mengajar tari. Gerakan Lumaksono adalah stilisasi dari gerak jalan dalam tarian Jawa. kuat. Gerakan-gerakan bermakna dihayati sebagai gerakan tari. dan gerakan yang memiliki makna dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut: Gabungan anggota gerak bagian atas. Gerakan yang dilakukan tersebut dapat dilakukan oleh masing-masing personal atau oleh banyak orang mengisyaratkan gerakan tarian yang jelas. Di sisi lain. gerak maknawi (gesture) adalah gerak wantah yang mengandung makna tertentu biasanya gerakan telah diperhalus atau distilisasi. Gerakan ini memiliki ciri kuat kesan gerak kokoh. Tubuh dalam membahasakan gerakan harus menjadi landasan dari hasil gerak eksplorasi dan improvisasi gerak. Variasi gerakan goyang. dan bawah diperlihatkan untuk banyak tujuan gerak. berbaris berbanjar. merapatkan sikap tangan ke depan dada kesemua gerakan dilakukan baik masing masing orang maupun bersama juiga merupakan gerakan kombinasi. Gerak Nuding dalam tari Bali adalah stilisasi dari pernyataan marah dengan makna memberikan penekanan menuding atau mengumpat kepada orang yang ditunjuk. Gerakan tersebut sebagai akumulasi distorsi atau stirilisasi gerakan-gerakan keseharian.SENI TARI 97 Contoh gerakan keseharian. unsur permainan dapat digunakan sebagai ide dasar pencarian gerak tari bagi tari anak-anak. tengah. Kekuatan dan ke dalaman gerak yang diekspresikan merupakan gerakan yang diperhalus atau gerakan bermakna. Bentuk gerakan simitri pada gerakan manusia merupakan profil gerakan yang terdiri dari gerakan sebelah kanan dan kiri sama bentuk dan sikap. memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . jongkok menekuk lutut. mengayun-ayunkan tangan dan kaki. gerakan ini sebagai bentuk gerakan meniru(imitatif). Proses imitasi gerak dapat dilakukan dengan melakukan pendalaman bahasa isyarat maupun memaknai gerak agar lebih dapat dimengerti. Geraan jenis ini biasanya lebih ke arah bentuk gerak keseharian dan spontanitas sifat gerakannya. gerakan yang diperhalus. Media gerak tubuh secara hakiki dapat dilakukan dalam bentuk banyak ragam.

Kontraksi pada kaki Gb. Selanjutnya. Pola gerak dan komposisi simitri mencerminkan dua sisi yang saling berlawanan. 47 Penegangan otot perut dan paha saat mendak dan rentang tangan Perhatikan gambar Duduk santai. dan kesan goyah. pada sisi lain gerakan manusia dapat bersifat tidak simitri. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian dapat hadir didukung elemen estetis dan aspek pendukung tari yang melekat di dalamnya.46. penjelasan berikutnya adalah masalah unsur lain yang menjadi pembangun pengertian tari adalah masalah ruang.47 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bentuk dan sikap kesemitrian gerak dalam posisi yang saling berhadapan atau sikap gerak lainnya jika memungkinkan.SENI TARI 98 kelemahan Walaupun secara kurang sempurna sifat simitri merupakan sifat setangkep. 2. 2 2. tidak mantap. Oleh sebab itu. 2. Ketidaksimetrian gerakan pada manusia memiliki kesan gerak tidak kokoh. Penegangan otot perut dan paha Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb.

paha. 3. gambargambar motif hanya sebagai ide bentuk saja. Coba sekarang lakukan gerakan pengembangan gerak berdasarkan motif gerak yang ada pada uraian subbab ini. Ambil posisi sikap sempurna. Penegangan otot perut dan paha melalui tarikan kaki Perhatikan gambar tengkurap santai. dan berikutnya lakukan 4 motif gerakan rangkaian subbab ibi. Gerakan lain dapat kalian lakukan melalui gabungan antara motif yang terlihat pada pose dengan kreativitas gerak kalian. Secara umum penjelasan digambarkan melalui bagan dan gambar di bawah ini. Kontraksi pada perut dan kaki (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Tugas: Siswa-siswa apakah kalian telah bisa mengikuti bermacam gerak seperti terlihat pada pose-pose gambar pada uraian gerak pada Subbab ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Coba lakukan rangkaian gerakan dengan berpatokan pada pose-pose gambar subbab ini.48. 4. dan daya tahan nafas. Coba kalian lakukan gerakan ulangan gerak seperti motif pose gambar yang ada dalam uraian subbab ini.SENI TARI 99 Pelatihan Kekuatan otot berikut ditujukan pada bagian perut. 2.

Olah nafas menjadi bagian penting yang harus dilakukan.Jenis pernafasan dibagi ke dalam 3 bagian olah nafas adalah sebagai berikut: Gerakan menghirup udara/oksigen melalui hidung secara perlahan-lahan sebanyak-banyaknya. Secara umum tahap-tahap pernafasan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tarik Nafas Tahan Nafas Hembuskan Bagan 2. Waktu yang digunakan untuk menghirup udara kirakira 4 detik. Golongan pemula: Bagi mereka yang baru memulai latihan olah tubuh.2 Sistem Pernafasan yang baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bahwa olah nafas dibagi ke dalam 3 golongan sebagai berikut: 1.3 Olah Nafas untuk Gerakan Ditinjau dari proses latihan yang padaGb 2. kemudian baru keluarkan. sedangkan pada saat menghembuskan udara yang telah terkumpul di dalam paru-paru jangan terburu-buru dikeluarkan. Hal ini seperti telah disinggung di bagian terdahulu. Olah nafas dengan pernafasan paru-paru. Hal tersebut inilah yang disebut dengan pernafasan dengan tiga tahap. Gunakan pernafasan dada dan perut.SENI TARI100 4. Tahan nafas hingga 4 detik. olah nafas yang dilakukan harus dijalani secara rutin sejak awal pengarahan tersebut dilakukan.52 selanjutnya dilakukan.

Peningkatan latihan disarankan terus menerus dilakukan. Olah nafas empat tahap hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah melewati tahap pemula. Pada tingkat menengah. Peringatan. Seseorang yang menjalani olah pernafasan tahap ini sedikitnya 3 bulan. tahan nafas 20 hitungan hingga menghembuskan nafas sampai 25 hitungan maka latihan yang telah kita lakukan adalah selama 20 menit.SENI TARI101 Untuk keperluan tertentu. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mulai diperkenalkan oleh nafas dengan empat tahap. Jika siswa telah sampai pada dosis 12 hitungan. Ada dua macam jenis pernafasan yakni masing-masing jenis berbeda. olah nafas dapat dilakukan dengan sikap badan duduk tegak tidak bersandar. Latihan olah nafas ini dilakukan selama 5 menit. Masa latihan lebih dari 3 bulan. Tahapan pernafasan untuk tingkat menengah dapat dipelajari memakan waktu sekitar 6 bulan. dengan itu maka pernafasan kita semakin teratur. Dengan demikian olah pernafasan berlangsung selama 15 menit. Selama latihan posisi dan sikap badan seperti dijelaskan di bagian atas. Dalam keadaan terpaksa. Pada tingkat ini. olah pernafasan dapat dilakukan secara berbaring. serta sudah sampai pada tahap pernafasan menengah. semua dosis latihan yang sebaiknya dilakukan di atas adalah ukuran maksimal. Oleh sebab itu standar ini sudah dirasakan cukup atau telah memenuhi kuantum standardivikasi pernafasan yang cukup teratur. terutama setelah waktu subuh dan kamu bangun pagi – pagi benar. 2. Olah nafas empat tahap akibatnya bisa buruk apabila salah dalam latihan. Setelah olah pernafasan dilakukan pernafasan perut selama 10 menit. atau duduk santai dengan punggung bersandar. Sebaiknya latihan ini dapat siswa lakukan selama 15 tiap hari. serta dalam keadaan darurat sekalipun jantung kita terasa nyaman saja atau setidaknya tidak terlalu banyak mengalami depresi. tergesa-gesa. sehingga dalam keadaan terkejut.

Pengembangan waktu latihan dapat dilakukan selama 4-6 menit waktu tambahnya. Dengan demikian terjadi pelatihan ini selama 30 menit.3 Sistem Nafas Hirup nafas perlahan-lahan hingga hitungan 6 detik. Dalam keadaan paru-paru kosong. Hembuskan nafas selama 6 detik juga.2 Tabel Dosis Pernafasan Pada olah pernafasan menengahpun digunakan pernafasan perut dan dada. tahan nafas 6 hitungan. Latihan emapat tahap olah pernafasan secara jelas dapat diuraikan terdiri dari beberapa waktu yang dapat tergambar melalui tabel di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 Minggu ke 1 2 3 4 5 6 dst Dosis Latihan 6 6 8 8 10 12 detik detik detik detik detik detik Waktu Latihan 12 menit 12 menit 12 menit 15 menit 15 menit 15 menit 2.SENI TARI102 Prinsip latihan olah nafas empat tahap adalah sebagai berikut: Tarik Tahan Nafas Nafas Tarik Hembuskan THembuskans Nafas Nafas Bagan 2. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Oleh sebab itu dibutuhkan strategi awal untuk mempelajari bentuk gerak. hal ini agar kita dapat menerapkan bentuk dan latihan gerak yang tepat bagi tubuh ideal kita. dan dada. Dengan demikian kita hanya membutuhkan diet secara sehat dengan dikombinasikan dengan olah tubuh melalui proyek latihan gerak yang sesuai dengan bentuk tubuh kita. Kesesuaian bentuk tubuh dan latihan gerak yang diterapkan memiliki sinkronisasi yang terarah. dan konsisten. Kebiasaan yang kurang terlatih dan terkondisi pada bagian-bagian tubuh kita dapat menyebabkan penumpukan lemak. khususnya bagian-bagian tertentu tersebut cukup rentan karena dapat dirancang dan digunakan untuk menopang berat badan sehingga sering kali cenderung berubah bentuk. D. tenang. Olah Pernafasan Lanjutan: Olah nafas tingkat lanjutan dapat lebih memperdalan jenis pernafasan empat tahap. Muara bentuk tubuh lebih terkonsentrasi pada bagian tengah. Kondisi latihan olah nafas pada tahap ini masalah dosis dan cara latihan bisa dipilih sesuai kebutuhan. Bagaimanapun. paha. sel-sel lemak tidak akan memiliki masalah apabila kita mampu menyimpan kalori untuk digunakan sebagai dasar gerak untuk melatih ketahanan tubuh. bentuk tubuh kaitannya dengan porsi latihan yang bakal diberikan.SENI TARI103 5. dan cara yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan drastis bentuk tubuh yang dengan kebiasaan dan pelatihan dapat terbentuk dengan sendirinya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kekuatan dn program keterauran yang memmungkinkan pelaku untuk memahami dan mempraktikan olah nafas empat tahap sesuai pengetahuan yang dimiliki. dan menghembuskan dengan santai pula. Dengan demikian terjadi akumulasi pengaturan pernafasn yang dapat mewujudkan yang bersangkutan menjadi orang yang mampu mengatur nafas secara teratur. kebiasaan makan. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK Secara umum pengetahuan tentang tubuh harus kitaketahui benar. Olah nafas tingkat ini lebih memprioritaskan kepada cara menghirup udara secara santai. terutama pada bagian pinggul. pada khususnya apabila latihan diterapkan akan membawa dampak yang positif terhadap latihan dasar yang digunakan. menahan dengan santai. Bentuk tubuh yang berbeda-beda ditentukan oleh gaya hidup.

SENI TARI104 1. penegangan otot perut dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Bawah Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2.49 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar Duduk kaki lurus ke depan kontraksi pada kaki Gb.49 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. 2. Sikap jongkok bertumpu pada lutut tangan menyangga di paha kiri.50.

33 Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar tidur santai kemudian menarik dada dan kaki.51 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Latihan pengolahan kaki pada posisi level bawah atau memanfaatkan kepekaan anggota gerak bagian bawah secara benar. Tampak menguasai kaki dalam posisi sikap badan tidur tertelungkup. Sumber Koleksi Pribadi Gb.53 Sikap mirip 2.51 Tidur menarik tangan dan dada. Gb. Tidak menarik kaki penegangan otot perut Sumber Koleksi Pribadi Gb. 2. kontraksi pada kaki Gb. 2.53 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .50 anggota badan condong ke depan dengan tarikan kaki melalui penegangan perut dan paha Perhatikan gambar jengkeng condong santai. 2.51.SENI TARI105 2. 2.52 Mirip gambar 2. kontraksi pada kaki perut Gb.

keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara seimbang. merendah dan jongkok. Lutut Alat bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol gerakan kaki. otot kaki. seperti melompat. berfungsi untuk mempengaruhi gerakan anggota tubuh bagian bawah yang tergolong ke dalam anggota gerak bagian bawah tubuh. berlari. meloncat. tengah dan bawah baik secara terpisah maupun kordinasi. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. tungkai atas. siap untuk melakukan olah tubuh.alat penghubung gerakan pinggul yang selalu berhubungan dengan tulang. Pinggul Pada awalnya kaki membuka atau terkangkang. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tungkai bawah. Latihan Otot Bagian Bawah Otot tubuh manusia selalu berhubungan dengan dimana manusia yang sebagian besar otot melekat pada kerangka tubuh manusia. pinggul diputar ke kanan dank e kiri dengan gerak kaki secara bertahap. Pengaturan gerak dilakukan dengan mempertimbangkan sirkulasi pernafasan atau udara. Paha Pangkal paha. Otot dapat menggerakan bagian-bagian kerangka yang satu dengan lainnya mengalami pergerakan. menendang.SENI TARI106 Petunjuk: Kelenturan tubuh yang prima berasal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas. Tulang Kelangkang.

Tumpuan satu kaki sebagai penyangga mirip gb. 2.54 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Kontraksi pada kaki Gb.SENI TARI107 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 2.59.50 kontraksi otot paha bagian kaki yang ditekuk dan sebagai tumpuan Kualitas kontraksi berbeda antara satu penari dengan lainnya dari 2 peraga di atas Perhatikan gambar Duduk santai.

tugas mandiri yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagaimana menurut pendapat kalian tentang latihan gerak yang paling baik dikerjakan atau menjadi tugas kalian. 4. Kelebihan berolah tubuh dan berolah tari dapat menimbulkan kejenuhan. Coba lakukan setiap motif gerak 3 X Coba lakukan motif gerakan dengan variasi dan level. Aspek-aspek manajemen kegiatan tentang olah tubuh diperlukan adanya teknik. Oleh sebab itu. apa yang harus dipersiapkan dalam latihan Olah Tubuh. Bagaimana cara kamu melakukan ketiga aspek tersebut. Uraikan fungsi otot yang kamu ketahui dalam kegiatan olah tubuh?. 5. Apa yang kamu ketahui tentang Olah Tubuh. peniruan gerak. 2. kenapa demikian. Adapun pembaca dapat memanfaatkan pengalaman gerak pribadi sebagai bagian penghayatan yang diungkapkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 7. maka diperlukan tugas sebagai latihan daya ingat kalian: 1. sebut dan jelaskan (menurut pengalaman kamu) 6. Pembagian tubuh kita terdiri dari 3 anggota gerak. Keterkaitan otot dan tubuh hubungannya dengan gerak. Apa alat dan pakaian yang digunakan?. Sebutkan dan jelaskan (dengan gambar) 3. Sebagai bahan renunga yang digunakan sebagai bentuk koreksi. kepentingan olah tubuh dalam kegiatan menari?. kelenturan.gerakan. Dari Penjelasan dalam bab ini maka tirukan gerakan dengan baik. 8. di bawah ini diberikan tugas kepada para pembaca.SENI TARI108 Latihan: Setelah membaca materi di atas. dan bagaimana cara mengatasinya 9.

ruang. getaran tangan pada tari bali) • Jari kaki berfungsi untuk menopang gerak kaki. Rangkuman: • • • • • • • • Gerak memerlukan tenaga. • Pergelangan tangan (Plantar) untuk mengatur gerakan putaran pada tangan terutama latihan dasar-dasar penggunaan property atau alat-alat Bantu untuk seni pertunjukan. dinamis. Kegiatan gerak olah tubuh pada dasarnya sebagai landasan bsgi siswa sebagai modal penciptaan bentuk gerak. Sunda) • Pergelangan kaki (Palmar) sebagai poros mengatur keseimbangan gerak dan tubuh. Gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti. . trisik pada tari Jawa.SENI TARI109 Rangkuman: Kerangka dalam Anatomi hubungannya dengan Gerak: • Jari tangan (finger) berfungsi untuk mengontrol gerak. tekukan dan gerakan yang dapat dikendalikan oleh tulang pada siku. berjalan. • Gerak siku (Elbows) berfungsi mengontrol gerakan tangan. • Gerak bahu (shoulden) bagian tubuh yang berfungsi mengatur gerakan putaran pada pundak. dan dapat dibantu oleh tulang. gerakan putaran tangan pada lengan. Latihan bentuk Anggota Gerak Bagian Tengah jinjit untuk keindahan (gerak pada tari Balet. dan ekspresif (contoh sikap-sikap tangan pada tari Jawa. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penghayatan yang dilakukan (wirasa) Gerak memerlukan irama. dan waktu (wiraga) Besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan dapat mempengaruhi ekspresi Gerak tubuh yang bersifat komunikatif berhubungan dengan ekspresi. penegasan ekspresi wajah agar menjadi hidup. Kelancaran Gerak juga disebut sebagai gerak teratur. Berperan untuk kesejajaran dan keseimbangan. e. dan disesuaikan dengan kebutuhan disain/bentuk geark (Wirama). Gerak terdiri dari gerak murni tidak mempunyai arti.

2. pinggul. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Gb. dan kepala. dan tangan serta kepala sebagai efek samping. adalah Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Peregangan pada otot perut. Perhatikan gambar di halaman ini cara melakukan dan menghayati sesuai petunjuk gambar.56 Kaki kangkang badan condong ke depan kontraksi otot perut dan paha Gb.57 Penegangan otot penegangan otot kaki. kontraksi pada badan rentang tangan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pinggul. dam tangan kanan. Proporsi menunjukan tention pada perut.SENI TARI110 Dalam penjelasan gambar di bawah ini bagaimana cara menghayati gerakan. 2.58 Penegangan otot perut dan paha Perhatikan gambar berdiri santai. 2.

Gerakan mulai dari berdiri sikap sempurna. 2. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Berikut badan dibungkuk-bungkukan hingga Posisi badan dan kaki 90 derajad. dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penegangan otot perut dan paha secara sinergis Perhatikan Gambardi atas. 2. Lakukan latihan selama beberapa kali. 2.61 Sikap bongkok. ekspresi rambut.SENI TARI111 Dalam penjelasan di bawa ini bagaimana bentuk dan penghayatan gerakan dimaksud maka coba perhatikan gambar di halaman ini sesuai petunjuk gambar yakni. badan dibungkuk secara mengalir. hal ini untuk menguatkan otot perut. Sikap mirip gb.50 kontraksi otot paha Sumber Koleksi Pribadi Gb.59.

62 Gambar sinkronisasi 3 peraga dengan cakupan tangan. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Perhatikan gambar Duduk santai.SENI TARI112 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 2. dan angota gerak lainnya. Gambar menunjukan sinkronisasi gerakan dua peraga putri melalui paduan gerak berpasangan.63 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Teknik gerak penari putrimau naik ke atas punggung pria coba perhatikan. 2. Kontraksi pada kaki Gb. 2. dan angota gerak lainnya.62 Gambar sinkronisasi 2 peraga dengan cakupan tangan.

64. Coba perhatikan gambar di halaman ini adalah petunjuk gambar yakni. Sumber Koleksi DEPBUDPAR Gb.2. . penghayatan dan teknik yg ditampilkan oleh penari tunggal. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. Fese latihan dan pentas.SENI TARI113 Untuk penjelasan penegangan otot pada anggota gerak tertentu. Latihan pembentuk Anggota Gerak Bagian Atas. . dan berdiri menari kontraksi pada kaki dan paha BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tengah dan bawah posisi level Bawah/duduk Gambar 2.65.64—2. di bawa ini bagaimana teknik dan penghayatan gerak sesuai tujuan.65 menunjukan performa Intensitas gerak.2. tengah dan bawah posisi level tinggi Sumber Koleksi Pribadi Gb. perhatikan gambar duduk santai. peraga tunggal dengan penghayatan dalam.

Materi mencakup bagian-bagian tubuh secara terkordinasi. tari Nontradisional atau kreasi baru (kontenporere). Cara melakukan sesuatu organisasi gerakan terhadap segenap gerakan bagian badan manusia dalam rangka mencapai tujuan. 2. Kontraksi pada kaki Gb.SENI TARI114 Rangkuman: Olah Tubuh. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Olah tubuh sebagaian besar yang dipelajari dititikberatkan pada pembentukan kelenturan. 2. gerak tari bentuk. kesehatan.66 Latiihan penguatan otot pinggang dan kaki Anggota gerak bagian atas atau kepala dalam posisi menunduk dan meliukan badan secara terstruktur ke samping kanan. dan kebugaran tubuh. Perhatikan gambar Duduk santai.66 (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . baik tari tradisional. keseimbangan.

SENI TARI115 D. KETAHANAN TUBUH DAN LATIHAN BENTUK 2 Gerak pada dasarnya memiliki intensitas yang membentuk kapasitas extention (penegangan) dan relaxtention (pengendoran). 1. pencernaaan makanan serta latiihan memperlancar peredaran darah. Gunarsa menyatakan. latihan kesegaran jasmani dalam materi penyegaran tubuh. 2.dan 2. Potensi Intensitas Gerak Olah tubuh bila dilakukan secara benar dan tepat dapat membantu pembentukan otot tubuh. Gerakan yang memiliki daya penegangan dan daya pengendoran mampu membentuk ketahanan tubuh secara baik. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. tengah dan atas secara menyeluruh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .68 Latihan pembentukan anggota gerak bagian. kaki. dan mengencangkan otototot tubuh menjadi kondisi fisik yang prima melalui latihan-latihan kesegaran jasmani. Latihan yang akan diuraikan ini adalah latihan penyegaran badan disertai konsentrasi.49).2.48-2. latihan pernafasan. guna rnelatih mental atau pikiran yang menyatu yang seiring disebut meditasi (lihat bentuk Gb. pinggang. .67. Dalam Singgih D. latihan penyegaran otot dan saraf punggung. Latihan olah tubuh dapat membentuk peningkatan energi fisik dan kejiwaan.

SENI TARI116 Latihan untuk Meningkatkan Eergi Fisik dan Kejiwaan Kurang lebih 30’ untuk dapat menenangkan dan mengosongkan pikiran. hangat. c. visualisasikan bagai sinar muda berpancar ke seluruh tubuh. otot-otot muka/wajah. kepala tegak. Mulailah dengan rileks fisiknya yaitu: jarijari kaki. pergelangan tangan. irama hitungan sama. b. e. bagian tumit sentuhkan kedua kaki. otot sekitar mata. f. b. e. tumit. tangan ditumpukkan diatas pangkuan atau letakkan di depan dada. Setelah itu tutup mata dengan imajinasi dan konsentrasi. lihatlah a\van merah rnuda menyeberangi. pinggang. perasaan. b. leher. Kaki dibentangkan. Cara Kedua : a. kemauan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan diangkat ke samping (horizontal). Langsung keluarkan napas 10 hitungan. d. lengan otot. posisi berdoa. keinginan baik. Visualisasikan dalarn pikiran. Sebagai contoh latihan pernafasan ada 3 cara yaitu : Cara Pertama : a. Buang sernua pikiran itu dan anggap selesai. Latihan Untuk Meningkatkan Energi Fisik Untuk mempertinggi energi psikis dilakukan dengan cara latihan bernapas. Tahan napas dalam paru-paru 12 hitungan (konstan). betis. bahu. Duduk tegak punggung lurus.1 Contoh Latihan Gerak a. rasakan dalam dada. telinga. dapat dilakukan dimana saja. Rasakan kasih sayangdalarn pikiran. c. d. 1. otot. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung ritmis 8 hitungan. c. Ulangi latihan 10 kali. lutut. Sedangkan imajinasi seluruh kepribadian terisi energi. kepala. yang dikombinasi dengan tiga elemen yaitu: visualisasi. Dalam konsentrasi bayangkan warna merah muda. paha. Berdiri di udara terbuka. jari-jari tangan. Latihan ini dapat dilakukan dengan duduk tegak di kursi dan sambil jalan di udara terbuka. Tarik napas dalam 5 hitungan. kaki bersila. Cara mengontrol energi perasaan dan kemauan : Ciptakan perasaan senggang.

julurkan leher dan kepala tinggi-tinggi ke atas. c. makin lama makin baik. Keluarkan napas melalui hidung 10 hitungan (biasakan). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Angkatlah kedua betis ke atas dan tangkaplah dengan kedua tangan. Ulangi gerakan pernapasan selama 7-10 kali + 20 menit. Istirahat sejenak tanpa bangkit dari posisi terlungkup. Duduk bersila dengan badan dikendorkan (rileks) punggung tegak. Lepaskan napas perlahan-lahan hingga posisi perut kembali sama. e. Ulangi latihan 5 kali.SENI TARI117 d. Urutan gerakannya sebagai berikut. pusatkan pikiran pada gerakan lepasnya pernapasan. seakan-akan menembus paru-paru. e. jangan bungkuk. pikiran bersih. • Rebahlah terlungkup dengan perut dan dada datar di lantai. dengan cara. Latihan ini dianjurkan setiap pagi sebelum melakukan kegiatan. b. f. • Diamkan posisi ini sekuat mungkin. Cara Ketiga (Khusus Pernapasan) : a. tangan dipangkuan diatas lutut. • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot. • Ulangi sikap dan gerakan berturut-turut selama lima belas menit (15’). Tahan napas selama mungkin (10-15 detik) pikiran pusat di rongga dada. • Latihan melancarkan peredaran darah dapat memberi daya hidup bagi semua organ tubuh. 1. Pada waktu mengeluarkan napas alihkan udara ke persimpangan jalan atau saluran pernapasan kerongkongan (seperti suara kucing). 2. sehingga paha dan dada agak terangkat di atas. mata dipejamkan tunduk sedikit. Latihan Melancarkan Peredaran Darah. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan pusatkan pikiran dalam penarikan napas seakan-akan otot perut yang tertarik ke atas. dan syaraf anggota tubuh serta melancarkan mekanisme organ tubuh. • Setelah itu turunkan kaki dan tangan kembali pada sikap semula. Latihan Penguatan Otot. sementara pusatkan pikiran kepada peredaran darah dari seluruh tubuh dari ujung kepala ke ujung kaki. d. Tariklah kedua kaki rapat ke depan.

istirahat sebentar. Latihan Bagian Kaki • Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kaki yang berfungsi menopang seluruh badan. kedua belah tangan rileks di samping kanan dan kiri badan. goyangkan sedikit kaki ke depan atau ke belakang. • Bila kedua pinggang sudah tegak. • Latihan ini bertujuan untuk penguatan punggung dan pencernaan serta organ dalam perut. 7. Latihan Untuk Punggung Dan Pencernaan. Ulangi 2-3 kali. ke samping kiri dan samping kanan.jari-jari terbuka di atas kedua lutut. 3. • Pusatkan pikiran pada getaran syaraf-syaraf dan sumsum tulang belakang serta otot-otot perut. Pertahankan posisi ini 1-2’ istirahat diam. Letakkan. • Angkat kedua kaki ke atas tinggi-tinggi. Kedua tangan luruskan ke depan memegang ujung betis. 6. Angkat paha ke atas dan tekukan kedua betis. • Bungkukan punggung ke depan berikut leher dan kepala hingga hampir menyentuh lutut kaki.SENI TARI118 • • • • • • Rebahlah terlentang dengan santai. • Pertahankan posisi ini selama satu atau dua menit. Latihan Bagian Punggung • Urutan gerak : • Rebahlah telentang dengan kepala di atas bantal. • Rebahlah telentang dengan lurus dan datar. • Pusatkan konsentrasi pada otot-otot pinggang dan punggung dan pertahankan posisi selama satu menit (1’). jari-jari tangan terbuka di atas kedua lutut. lurus datar. boleh ditopang dengan tangan memegang pinggang. ulangi 2 sampai 3 kali. Angkat leher dan kepala mendongak ke atas. Urutan gerakannya (pencernaan) : • Duduklah dengan kaki terjulur ke depan. istirahat sejenak Ulangi kembali 2-3 kali. • Menirukan gerak dengan cara menggerakkan kepala ke atas dan bawah. Konsentrasi pikiran arahkan pada getaran otot-otot dan syaraf di seluruh anggota badan. lurus ke depan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Kriteria Untuk tugas di atas peserta ditekankan untuk rnenirukan gerakan setepat dan sebaik mungkin serta mengetahui letak penekanan gerak dan bagaimana gerak kepala untuk digerakkan. benar. Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian tengah.2 Sikap bagian anggota gerak tubuh bagian bawah. memahami kemampuan menggunakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Deskripsi Tugas 1. mengetahui letakIetak gerakan yang benar. peserta dapat merumuskan bentuk dan kecepatan gerak secara praktis dari gerakan kaki dalam melangkah. Peserta dapat mengkoordininasi kekuatan dalam mempergunakan otot daya tahan tubuh dan mengetahui kornponen-kornponen yang ada dalarn tubuh manusia. . Menirukan gerakan yang diberikan guru. Menganalisa sentral gerak yang menjadi kekuatan gerak sekaligus mengetahui hubungan koordinasi gerak secara tepat. menjinjit dan dapat menggabungkan antara gerakan bagian atas. Menirukan dan merangkai gerak yang telah diberikan serta memberi variasi dan tekanan secara tepat. Kriteria Untuk tugas diatas pengajar/guru harus memberi instruksi sumber gerak yang jelas. bawah secara baik dan benar. . Peserta secara individu dapat merumuskan dan menganalisa bagian kepala yang mendapat penekanan gerak yang tepat.SENI TARI119 • serta memutar gerak kepala ke arah kiri sebatas jangkauan gerak atau sebaliknya. 1. agar tidak rnenimbulkan efek sampingan terhadap gerak yang dilakukan. 2. meloncat. tengah. peserta dapat meniru dan menganalisa titik sentral gerak yang mendapat penekanan gerak. 3. Dengan memberikan sejumlah gerakan anggota gerak tengah.Peserta dapat mengetahui kemampuan dalam mengendalikan keseimbangan tubuh.Setelah diberikan contoh gerak yang berdasarkan anggota tubuh bagian atas.

putar jinjit tidur. meloncat. jalan. Peserta mengadakan dan menganalisa komponen-komponen tubuh yang berkaitan dengan kekuatan dan kelenturan otot sewaktu menerima beban gerakan. 1. waktu tenaga dilakukan dengan statis dan dinamis. peserta harus banyak berlatih secara rutin dan serius untuk mencapai tujuan. 2. Peserta dapat menganalisa serta menguraikan mempertahankan keseimbangan kekuatan tubuh Peserta dapat memilih pola-pola gerakan dalam membentuk kesan garis.SENI TARI120 kekuatan dan kelenturan otot dan daya tahan tubuh sewaktu bergerak . waktu. Deskripsi Tugas .3.Peserta menguraikan gerakan-gerakan ringan sehingga denyutan nadi menjadi turon. Teknik Gerak Pendingin (Cooling Down) Peserta mampu melakukan gerak perenggangan serta pendinginan setelah otot-otot berkontraksi. . perpindahan gerak. tenaga. mendapatkan teknik-teknik gerak yang mudah dan benar. memahami garis. rebah dilakukan gerakan semaksimal mungkin. melangkah. menjinjit dan menggerakkan kaki dengan cara tumpuan sebelah kaki sebagai penyangga atau kedua kaki dalam keadaan melompat. dapat mengontrol dalam penguasaan ruang. bentuk-bentuk gerak dalam ruang. dapat mengetahui polapola yang ada. Untuk tugas diatas. 2.Peserta dapat melakukan gerakan-gerakan benturan ringan dan melakukan peregangan at at secara statis. 3. waktu dan tenaga Deskripsi Tugas 1. Peserta mengetahui kekuatan otot serta kelenturan dalam menerima beban sewaktu bergerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .Peserta dapat memahami kesan garis (desain atas) yang terbentuk dari perpindahan satu anggota tubuh ke bentuk yang lain (isolation) berdasarkan ruang. sehingga tubuh dapat menjadi segar kembali dan normal. Kriteria 1. Peserta berjalan.

Secara Tidak Langsung Jika diberikan instruksi tentang tanggapan (respon) secara tidak langsung. waktu. Kriteria • Responsi gerak dilakukan peserta jika bagian anggota gerak tubuh yang tersentuh/terangsang aksi gerak dari luar harus digerakkan lebih dahulu. Kekuatan.Peserta harus dapat mengoreksi gerakan secara terampil dan memperoleh pengalaman-pengalaman bergerak. • Peserta ditekankan dapat mengetahui dan memahami gerakan pengendalian keseimbangan. Secara langsung. Deskripsi Tugas 1. melalui respon gerak di dalam ruang. Peserta ditekankan harus memahami teknik benturan ringan dan berat secara statis dan dinamis. • Peserta dapat menguraikan gerak dan menganalisa gerak secara mempertahankan keseimbangan tubuh. 2. peserta dapat memberikan umpan balik arti tanggapan yang datang dari orang lain. • Peserta secara kelenturan. • Peserta dapat mengetahui secara tepat dan benar. kekuatan. langsung melalui gerak dengan berpasangan. Latihan gerak dan merespon gerak.4 Sentuhan Emosional (Keseimbangan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . untuk mengikuti reaksi tanggapan gerak secara baik dan benar. bagian dari anggota tubuh yang tersentuh gerak aksi secara emosional yang teratur.SENI TARI121 Kriteria . 1. tenaga. kemudian dapat merespon gerak aksi yang datang dari luar sebagai rangsang gerak secara langsung. untuk selanjutnya digerakkan paling awal sampai akhir. Kelenturan) 1. Deskripsi Tugas. kekuatan gerak tubuh dalam menerima beban sewaktu bergerak. 1. kelenturan. Peserta dapat memaharni tanggapan gerak secara cepat untuk merespon gerak. • Dengan adanya guru memberikan sejumlah instruksi sentuhan emosional. atau kelompok (lebih dari 2 orang) peserta dapat memberikan respon balik terhadap gerakan aksi yang memberi rangsangan sentuhan gerak. baik dilakukan dengan keseimbangan kekuatan maupun kelenturan dalam bergerak. maupun keseimbangan (fleksible) gerak pribadi.

maka peserta dapat mengkoordinasi. 1. 1. Paket Garapan Gerak. Deskripsi tugas .SENI TARI122 Kriteria Untuk tugas ini. dinamika dan musik iringan maupun musik ilustrasi yang dapat mendukung paket garapan. sehingga peserta akan mempunyai pengalaman gerak dengan merespon musik baik secara improvisasi maupun imitasi. Kriteria Untuk tugas ini. Peserta dapat mencari gerakan yang sesuai dengan gerak yang diharapkan agar dapat dievaluasi menjadi paket gerak yang dilakukan secara individu dan kelompok. Dengan banyaknya pengalaman melakukan gerak yang telah dilatih. Deskripsi Tugas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . peserta harus teliti dan mengetahui gerak yang diperoleh dan memberi tanggapan dari awal sampai selesai. Peserta diperdengarkan musik tertentu atau musik ilustrasi.5 Rangsang Musik (Music Stimulus) atau iringan. Kriteria • Peserta dapat merangkai pola gerak yang telah ada dan dibuat sendiri. desain gerak. • Merespon kejelian di dalam mengungkapkan gerak serta dapat merangkai pola-pola gerak yang telah dipelajari menjadi paket. peserta hendaknya teliti dan mempunyai pengalaman yang banyak mendengar musikJiringan yang sudah ada. peserta dapat bergerak menurut ekspresi dalam merespon bunyi dan bergerak praktis dan taktis. Peserta mencari dan mengolah gerak. . menyusun gerak ke dalam paket garapan geakan yang naratif secara efektif baik individu maupun kelompok. dan dibuat pada materi yang diajarkan.Peserta dapat bergerak berirama dengan musik yang didengar dan dipilih.Peserta dapat bergerak melawan irama dan suasana musik yang didengar. Dan peserta dapat melihat secara cermat dinamika gerak sesuai dengan iringan yang didengar.3.

namun karena diperhatiakan beberapa hal pada lembar berikut. tengok kanan/kiri. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. dan mengayun. 2 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Adeg-adeg. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. anggukan dan gelengan kepala. Meliuk-liuk. Latihan Pola Irama dan Irama gerak Dalam mementukan porsi latihan yang sebaiknya kalian lakukan. Motif Gerakan Individu No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak relaksasi Bagian dengan leher Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri. sedang. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. mengangguk. Badang kontraksi. gelieur. rileks. maka melalui informasi buku ini dapat disampaikan bahwa bebera kiat dapat kalian pelajari. rendah). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Kiat dimaksud sesungguhnya bukan hargamati. Gerakan pacak gulu. memutar ke kanan/kiri. sendi leher berperan sentral. berputar. gebesan. gileg. Gerakan ke depan/belakang. Rapal. kuda-kuda.SENI TARI123 2. penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Gerakan supinasi. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. mengkerut-kerut.

SENI TARI124 sendi yang sedang difungsikan. Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. tari yg dilakukan. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. dan sikap tangan pokok. Vibrasi skapula. tekukan pada palmar tangan. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. Grakan tangan lurus. belakang. Nyempurit. Nyeluntir pada tari gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ke depan/belakang. tekukan pada siku. Ngruji. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. serta gerakan jari-jari melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. lengan bawah. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. palmar tangan. Gerakan bervariasi. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Sikap palmar dari tangan Ngiting. ogak lambung. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. supinasi ke depan. lengan atas.

goyang pantat pada Jaipongan. kepala Gerakan Jalan. Gerakan dan getaran pinggul. kelenturan pada paha. Kengser. sensualitas. Harmoinisasi goyang pinggul. macam goyangan. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. dan Nguya pada tari dasar Thailand. Sriwijaya. Geser. Kolumna vertebralis. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata.SENI TARI125 dan jari-jari membentuk sikap tertentu. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Support Kaki (Ladix) Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. dilakukan sesuai keterampilan individu. Kecepatan. Cranum sebagai otorizet. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Goyang plastik. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari. masingmasing berbedabeda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3 Anggota Gerak Bagian Bawah Pelvis sebagai penopang. Kepala menganggukangguk-badan merunduk.

Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. Zamrah. Gerak rol. loncat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. strugel track di udara. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala – badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Peragaan gerak motif Rodat. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki.SENI TARI126 4 Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak anggota tubuh Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. loncat harimau. Salto. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala mematuk- kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah.

Keept up 5 Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. Pacak Gulu. dan Godeg. Gerakan merendah atau mendak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gelang kepalaanggukanggukan kepala. kaki lenagkah ke depan/belakang. Gileg. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Sinkronisasi harimau. Nindak. tulang panggul. samping kanan/kiri. Tegak dan bongkok badan. diarthrosis Jalan lurus.SENI TARI127 matuk. Putaran Tubuh ke semua arah. sinfibrosis. Galier. sinkondrosis. serta pada karpal dan falang. Lampah Ringdom. sendi poros pada tulang bahu. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat.

lenso. Rapal. Tabel 2. tari garapan lain. kuda-kuda. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. dan topeng Klono. Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. berputar. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. kuda-kuda. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. Adeg-adeg. anggukan. 1 Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) 1 Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. rendah).SENI TARI128 karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu. dan kaki. Gerakan Tari Topeng Cirebon. Rapal.3 Motif gerak Individu Motif Gerakan Berpasangan atau Kelompok No Anggota Kompetensi Gerak Gerak 1 Anggota Kepala (Caput) Gerak Bagian Atas Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. sedang. sedang. straidel.4 Gerak tari kelompok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan variasi gerakan kepala. tangan. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. Tabel 2. sedang. step. Adeg-adeg. Mapal. Ngeseh. badan. Tanjekan. rendah). rendah) pada tari Saudati.

• • • • • • Gerakan bagian kepala dan gerakan bagian leher. Menghindari cedera. dan mampu merespons gerak secara reflektif. sehingga aliran darah lancer. Latihanlatihan menjadikan rangkaian program latihan yang cocok dapat disesuaikan dengan kebiasaan kita masing-masing atau jadwal pelajaran yang berlaku dalam Olah Tubuh. serta latihan olah tubuh dapat merubah bentuk badan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bahu. Menambah kepekaan syarat. Mengoptimalkan kordinasi gerakan secara baik. gai Gerakan pemanasan dapat dilakukan 10 menit. Program latihan hendaknya dirancang agar dapat membangun kekuatan tubuh. Gerakan bahu. PENGUASAAN GERAK OLAH TUBUH 1.SENI TARI129 E. memanaskan dan mengencangkan otot di setiap bagian tubuh . Musik digunakan sebaiknya yang dapat memberikan stumulus untuk bergerak agar lebih semangat dn agreasif. Sehabis latihan istirahat 2 menit kemudian lakukan gerakan inti Keuntungan pemanasan • • • • • Otot dapat berkontraksi secara cepat. Latihan Pemanasan Program latihan penting bagi siswa dan guru. Otot tungkai dan pinggang. dan panggul. lengan bersama dengan bagian samping. mengencangkan otot. Otot dada. membakar lemak. Otot pinggul. sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk melakukan gerakan selanjutnya. dn berpenampilan indah dan menarik. Pembuluh darah lebar. Tujuan pernafasan untuk meningkatkan kecepatan nadi. mengembangkan kelenturan fisik.

Tumpuhan berat badan pada ujung telapak kaki (lakukan beberapa menit). Latihan Inti 1. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan Gambar. Telapak kaki jinjit dengan tangan memegang lutut atau direntangkan ke depan. Sikap Nungging Caranya dalam sikap nungging gerakan melibatkan pinggul dan kepala lurus ke bawa.69 Sikap jengkeng santai. kontraksi pada kaki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . (Latihan Kelenturan) 2. Ada lima elemen posisi dasar gerak untuk kepentingan Olah Tubuh adalah 1. lutut tetap lurus kaki tetap menapak ke lantai kedua tangan menyentuh lantai.SENI TARI130 2. dirangkai.(lakukan gerakan beberapa menit). elemen-elemen gerak yang satu dengan yang lain. Sikap Jongkok Caranya duduk jongkok dengan mendekatkan lutut ke dada. Selama latihan harus dengan percobaan dan memadukan dengan gerak yang telah dipelajari. Latihan Inti (Latihan Kelenturan) • • • Untuk menyusun ragam-ragam gerak secara utuh. 2.

kontraksi pada kaki dan menyangga bambu pada tari Bambu Gila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarikan kencang pada betis. Sikap Jinjit Caranya posisi berdiri dengan ujung kaki Gambar semaksimal mungkin. Latihan Inti (Latihan Kekuatan) 4. Sikap Kangkang Caranya badan dan kepala tegak kedua kaki direntangkan ke samping. otot tungkai. Badan ditopang oleh kedua ujung jari kaki dan konsentrasi penuh. dan telapak kaki sehingga tumpuhan menjadi kokh dan kuat (lakukan beberapa menit).70 berdiri santai. Lanjutan 3. 2. tangan tarik julurkan dengan pandangan lurus ke depan.SENI TARI131 1. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Rasakan tarikan otot meregang. Kekuatan badan dalam posisi jinjit. manfaatkan otot menjadi kuat daya tahan mekin kuat. Pandangan lurus ke depan dengan konsentrasi penuh.

pegang bawah ini adalah sikap badan gerak membungkuk rasakan tarikan tumit. 6. perut diperkecil ke dalam ke dua tangan ke atas setinggi jangkauan. Kedua lutut lurus. Lakukan tekukan ke depan agar pinggang mendapat posisi gerak seimbang. Otot dapat berkontraksi secara cepat. Lutut kanan tekuk hingga menempel lantai. 12. Gerakan mengangkat bahu (posisi berdiri dengan kaki terbuka. Ayunan ke dua tangan ke samping. dan mampu merespons gerak secara reflektif. Berdiri dengan tumpuhan ujung jari. 16. Gerakan ulang. Tangan di depan memegang mulut. Secara bergantian. lalu kedua tangan tarik ke atas. Pemanasan Berdiri sambil mengangkat tumit digerakan secara bergantian hitungan 1-8 • Posisi dan gerakan kaki sama. 11. Latihan pinggang. tarik ke belakang diikuti badan (putar). akan tetapi memutarkan pergelangan kaki 2. Pegang kedua pergelangan kaki/betis lakukan tarikan badan ke bawah tarik nafas teratur. Melompat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. tahan pinggul sehingga nampak elastis. 18. selanjutnya kembali posisi semula. • Posisi dan gerakan sama. tangan kanan ke bawah. putar pinggang sesuai arah jarum jam. Meregang otot lutut. 14. Tarik tangan kiri ke betis/paha kanan tangan kanan lurus ke atas lakukan sebaliknya. Posisi kembali semula. 4. Lari-lari di tempat. sambil mengayunkan tangan. tarik bagian pinggang kiri ikuti gerakan tangan kiri ke atas samping. Gerakan bagian lengan (lengan diangkat setinggi bahu). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 7. Tundukan kepala ke depan dan ke belakang tahan hingga 3 menit. 10. Gerakan bagian lutut angkat kaki kanan dan kaki kiri tahan (lakukan bergantian) 15. Kembali ke posisi semul dan gerakan ulang sebaliknya. 3. 8. Posisi pinggul dan kepala mengikuti badan ke bawah tekuk dengan ke dua tangan bersentuhan dengan melipat tangan di depan dada. lutut kiri dan telapak kaki menapak atau menempel lantai lakukan 8 kali. Berjalan di tempat. 9. 5. Perhatikan gambar-gambar di kaki/betis sehingga dasar 17. Bungkukan badan dan ikuti gerakan tangan ke bawah menyentuh lantai.SENI TARI132 3. tarik leher ke kanan dan ke kiri. Latihan gerakan kepala. 13. keseimbangan gerak dipertahankan tarik badan dan tangan ke depan kaki lurus posisinya. gerakan putaran sebaliknya.

Motif-motif gerak keterampilan menggunakan alat. keindahan gerak. Latihan Inti (Penguasaan Keterampilan Gerak) • • • • • • • • Penguasaan keterampilan dapat menambah kemantapan Olah Tubuh. Lompatan. Putar-jonkok. putaran. variasi untuk membantu penghayatan. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Gerak-gerak tari tradisional dan Nontradisional. Penghayatan total Olah Tubuh dengan diiringi irama musik sederhana. Gerak dasar tari tradisi dan gerak olah tubuh yang dijadikan sebagai inti latihan misalnya: Melakukan gerakan kaki. dan penguatan pada kontraksi pada kaki dengan penguasaan payung tari Ngebayak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . penghayatan dengan memakai property.SENI TARI133 4. dinamika gerak. Ayunan tangan.71 berdiri jinjit.

Gerakan kaki angkat-jatuhkan kembali dengan membentuk sudut 90 derajat. Gerakan Sit UP. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dengan pinggul lakukan kengser. sila. badan membungkuk. kontraksi pada kaki dan tangan yang melakukan tendangan. beberapa kali gerakan. Atau kamu dapat melakukan gerakan tradisional. Posisi kaki terbuka dan merendah. Laian. ke belakang.SENI TARI134 Gerakan berikut adalah. Gerakan otot paha. Duduk lakukan berapa macam posisi duduk. dan lain lagi. ulang!. tangan bertumpu di lantai. Goyang Plastik. lipatan kaki serta menyangga bambu sambil bergerak. Gerakan kaki semacam Balet. pinggul. tangan ke atas berlawanan dengan kaki . Lakukan gerakan kaki maju ke depan.72 berdiri santai. pantat. lenggang. dorong kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian. Gerakan pinggng otot kaki regang. dan simpuh badan ditopang ke dua kaki. goyang pantat). Posisi tidur tertelungkup menutup dan membuka pangkal lutut. Lakukan beberapa kali gerakan ini. Telapak kaki rapatkan Duduk Kedua kedua kaki diluruskan Gerakan mengencangkan paha • • • • • Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. Gerakan tangan dn pergelangan buka –tutup. Gerakan posisi duduk/tiduran angkat kaki membentuk huruh V dan lakukan senam jenis gerakan kaki terbuka. • • • • • • Latihan otot dengan dorongan kaki ke belakang.

Posisi sama tarik kedua telapak tangan sambil mengepal letakan ke depan dada.... Tarik nafas perut... Sikap badan berdiri atau duduk letakan kedua tangan di atas paha arah telapak ke atas. kaki belakang berjingkat tangan di pinggang... Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar Gb. 3.SENI TARI135 1. 4... tahan 4 detik.... Lalu menurunkan kepala sedikit mata dipejamkan.. perpindahan formasi.aaaaach.. 2..... Berdiri dengan satu kaki berada di depan jaraknya dua kaki 60 cm kuda-kud depan... Tarik nafas tahan lalu keluarkan sambil berteriak sekeras-kerasnya . dan rasa kepercayaan diri. Hirup nafas dalam-dalam lakukan selama 12 detik bayangkan keberanian. 2.73 Duduk santai. kontraksi pada kaki pada tarian Aceh di atas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ..

Tetapi kedua telapak tangan jangan sampai merapat kira-kira 2 cm.SENI TARI136 1. Hembuskan perlahan-lahan 8 detik tahan di tenggorokan. Gerak Ulap-ulap (melihat) sikap berdiri kaki sedikit terbuka. Hembuskan nafas sambil bayangkan semua sikap ragu-ragu. punggung di regangkan. 5. dada tarik ke depan kedua bahu tarik ke belakang. Seluruh otot tanganotot bahu. 3. Ujung ke dua tangan diputar perlahan-lahan buat lingkaran kecil makin lama makin melebar. kontraksi pada tangan dan jari pada tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . hembuskan nafas. sikap dipertahankan.. Sikap tangan seperti orang sedang sembah. Tarik nafas dengan pernafasan perut dalam waktu 10-12 detik. Posisi masih berdiri dengan kedua tangan merentang ke samping. sambil gunakan kekuatan alam (bentuk posisi tangan seperti memanah) kaki sedikit teknik. jarak pandang lurus ke depan. lalu hembuskan nafas perlahan-lahan dalam waktu 8 detik. bimbang. tahan nafas. Hirup nafas perlahan melalui hidung. Lakukan gerakan tarik kedua tangan ke dalam dekat dada. perlahan-lahan kepala menengadah. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. tahan. 4. Tahan 10-12 menit. arah lutut kaki ke depan ke dua tangan lurus. Sambil membayangkan kekuatan alam hirup udara tarik kedua siku sampai ke belakang. Pernafasan perut Posisi bisa berdiri bisa duduk.74 berdiri santai. Untuk kekuatan tangan sikap berdiri kuda-kuda (jarak kaki 60 cm) tubuh tegak ke depan. 2. lalu sambil tarik tangan kanan gunakan nafas perut.

daerah perut. Apabila ingin memunculkan gerakan-gerakan ekspresif dan kreatif dalam latihan. Kordinasi alat dengan gerak juga berkaitan dengan penguasaan teknik. 6. 3. Besar-kecil jangkauan gerak yang dilatih ada hubungannya dengan perasan kita. maka sumber-sumber gerak tari dapat diperoleh dalam aktivitas kehidupan seharihari. Gerak tradisional dan gerak Balet dan lainnya sebagai variasi. 2. 5. dan alat disesuaikan dengan keinginan kita.75 berjalan sambil melayang santai. Untuk itu siswa harus melakukan olah tubuh sesuai kebutuhan latihan dan penguasaan teknik dasar gerak. kontraksi pada kaki. 4. (Hal 24 dan 75). disiplin latihan dan cara merancang pola-pola gerak ruang dan waktu irama. Perubahan gerak lembut ke keras atau kuat erat kaitannya dengan perasaan. Kordinasi gerak olah tubuh/tari traisional dan tari Nontradisional dengan menggunakan property sebagai gerak Inti. dan kedua tangan pada tari tradisional BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2.SENI TARI137 1. Batasan gerak untuk latihan melihat kebutuhandan kondisi latihan.

. • Menurunkan suhu tubuh. Kegunaan pendinginan adalah : • Mengendorkan otot. Pendinginan 3. dan lambat.SENI TARI138 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Perhatikan gambar 2. kontraksi kaki dan tangan yang merentang pada saat jengkeng putri pada tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .76 duduk santai. • Latihan penutup. Gerakan latihan yang dapat dilakukan adalah gerakan yang bersifat ringan.1 Latihan pendinginan adalah untuk mengembangkan kondisi fisik dan otot kepada kondisi semula. • Proses relaksasi dan denyut jantung nadi kembali normal. • Mengurangi ketegangan. berdiri jongkok.

• Musik iringan yang lembut dapat digunakan untuk membawa kita pada hal yang lebih relaks dan tidak ada beban. sehingga kondisi dapat segar kembali. • Pilih musik etnik yang kamu suka. wiraga.SENI TARI139 Latihan Pendinginan • Posisi tidur relaks. gerak kedua kaki secara perlahan tarik atau rapatkan dan letakan kedua tangan di atas posisi perut • Turunkan relaks. • Posisi berdiri dengan merentangkan kedua tangan sejajar lalu tangan ayunkan. relaks. • Tidak ada istirahat pada sat pendinginan. berpasangan. • Latihan dilakukan secara individu. • Pendinginan lakukan 3-5 menit. tarik salah satu tangan ke atas pandangan seolah-olah berada diawang-awang. • Duduk pegang kedua lutut sambil menarik nafas pelan-pelan badan ditidurkan atau terentang jari-jari tangan dan kaki kendorkan. • Gerakan pelan agak lembut. wirasa. Kembalikan tubuh ke posisi awal. • Latihan pendinginan tahan nafas kemudian hembuskan. • Perhatikan beberapa hal dalam pendinginan. • Rasakan semua oto dan aliran darah kita relaks. kelompok dan pola lantai secara bervariasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Lakukan gerak sesuai dengan teknik gerak. busungkan dada. Ayunkan tangan. • Berdiri perlahan-lahan. wirama.

tangan bertolak pinggang. lingkaran. Lakukan gerak menengok/ menolehkan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang. Badan berdiri tegak. Lakukan gerak gelengan kepala tunggal dan ganda ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara Pola Lantai Di lakukan di tempat Pola Hitungan Dua kali 1-8 2 Idem Dua kali 1-8 3 idem Dua kali 1-8 4 kali Pola lintasan Empat dapat garis hitungan 1-8 lurus. Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak anggukan kepala secara tunggal dan ganda ke atas dan ke bawah secara bergantian. tangan bertolak pinggang. atau dalam formasi sesuai kebutuhan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI140 Gerakan Olah Tubuh dan Latihan No 1 Uraian Gerak Badan berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang.

Badan berdiri tegak. Gerak ini dapat dilakukan bergantian arah atau sebaliknya. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. tangan bertolak pinggang. tangan bertolak pinggang.SENI TARI141 5 6 sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak memutar sendi bahu ke depan dan ke belakang dengan gerak cepat atau lambat. Badan berdiri tegak. Gerakan kepala dapat dilakukan ke arah kiri atau arah sebaliknya. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. Gerakan di tempat Idem 7 Idem BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak menganagkat bahu dan menurunkan bah Gerak ini dilakukan bergantian. Badan berdiri tegak. Lakukan gerak kepala memutar ke arah kanan membentuk 360 derajad.

Gerakan menjulurkan tangan ke atas baik tangan kanan dan kiri secara bergantian. tangan melebar ke samping kanan/kiri. Idem Idem Delapan kali hitungan 1-8 10 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan memutar tangan dapat dilakukan secara cepat / lambat secara bergantian. tangan bertolak pinggang. sikap pandangan mata lurus ke depan. sikap pandangan mata lurus ke depan. Lakukan gerak jalan dengan langkah kaki secara sedikit terbuka pada anggota gerak lutut dan paha. Badan berdiri tegak.SENI TARI142 8 9 Badan berdiri tegak. Lakukan gerak memutar tangan ke arah depan dan belakang secara bergantian. tangan angkat ke atas dan lakukan gerakan jari meregam secara bertahap. sikap pandangan mata lurus ke depan. Badan berdiri tegak. Gerak ini dapat dilakukan bergantian kaki kanan da kiri. Posisi kaki jinjit seolah-olah meraih benda yang berada paling jauh.

SENI TARI143 11 12 13 14 Posisi badan tetap berdiri tegak. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. tangan kanan lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. sikap pandangan mata lurus ke atas mengikuti alur gerak tangan. Berdiri di tempat di selingi dengan berjalan setapat demi setapak Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan kiri lurus ke atas sambil meregam jari jemari seolah-olah meraih sesuatu yang ada di atas. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit. kemudian buka kaki hingga posisi merentang rendah. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. Pindahkan posisi badan tetap berdiri tegak. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan.ke kiri. Gerakan ini dapat dilakukan dengan kedua kaki jinjit.

sikap pandangan mata lurus ke depan putarkan badan ke kanan-ke kiri.SENI TARI144 15 16 17 tangan ke arah samping hingga membentuk garis lurus. dan sebelah lainnya diluruskan. tangan sebelah lainnya lurus horisontal sejajar dengan bahu. Gerakan ini dilakukan secara bergantian. Atur posisi badan tetap berdiri tegak. buka tangan ke arah samping hingga membentuk huruf V. Gerakan ini dilakukan naik turun secara bergantian. Posisi badan tempat merendah ke arah samping.ke kiri. atur kaki kaki kiri sebelah ditekuk ke luar. Posisi badan terbuka merendah. Dengan itu saling berhadapan.. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan. tangan membuka arah samping lurus hingga membentuk huruf I. Berjalan memutar atau di tempat Tiga kali 1-8 idem Tiga kali 1-8 Idem 24 Tiga kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tangan sebelah ditekuk ke arah dada. pandangan mata lurus ke depan atur posisi sikap badan merendah-naik secara periodik. Posisi badan rendah ke samping.

kaki sebelah ditekuk dan sebelah lainnya diluruskan. Gerakan ini dilakukan bergantian. dengan saling membelakangi. pandangan lurus ke depan. Posisi badan merendah ke depan. Posisi badan sedikit membungkuk. Posisi tergantung kebutuhan atau sesuai kehendak Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki sebelah kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus kesamping. ayunkan ke dua tangan ke sisi kanan-ke kiri. tangan di samping paha Ke dua kaki lurus ke depan. tangan lurus sejajar dengan bahu membentuk garislurus horisontal.SENI TARI145 18 20 21 22 jari-jari lurus pandangan mata lurus ke depan putar badan ke kanan-kiri putarkan badan ke kanan-ke kiri. Kedua tangan lurus ke depan. badan merendah arah pandangan menatap depan ias berulang tahun. pandangan mengarah kaki yang lurus setapak ke depan. sebelah tangan lainnya luus. Atur posisi badan merendah ke samping kanan. Badan berdiri tegak. Pandangan ke arah depan. Tangan sebelah ditekuk ke arah dada.

Posisi badan rendah dengan tangan sejajar dengan bahu horisontal. Posisi badan rendah kemudian berguling ke arah kanan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. kemudian merunduk jongkok hingga menuju posisi berdiri sempurna. Arah hadap ke depan. kaki kiri kunci di tempat pandangan ke depan posisi badan medium menghadap depan.SENI TARI146 23 Kaki kanan mundur selangkah. Idem Dua kali 1-8 24 idem Dua kali 1-8 25 idem Dua kali 1-8 26 idem Empat kali hitungan 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. selanjutnya melompat setingguitingginya. Posisi badan tidur lurus. Berteriak ach melepaskan pergerakan tubuh secara sempurna. kakai kanan ditekuk 90 derajad dan kaki kiri lurus. putaran ke kanan maksimal hingga ke posisi tertelungkup. badan berguling sehingga terlentang. untuk kembali posisi semula posisi badan merendah.

Posisi badan membongkok. Posisi badan menunduk. Posisi berdiri satu kaki. berdiri dengan tumpuan kaki kiri. arah hadap muka searah dengan tangan. tangan kanan siku-siku 45 derajad tangan kanan lurus horisontal ke depan. kedua tangan ditelepaskan hingga tergantung relaks.SENI TARI147 27 28 29 Berdiri tegak tangan kanan membentuk sudut 45 derajad. kemudian lipatkan ke dua tangan ke atas selanjutnya idem Dua kali 1-8 Idem Dua kali 1-8 idem Dua kali 1-8 30 idem Dua kali 1-8 31 Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangan kiri di samping paha kaki kanan dan kaki kiri melangkah ke depan. kaki kanan ditekuk dipegangi tangan kiri. kaki kiri melangkah ke belakang arah hadap ke bawah. badan dan mrmbongkok sambil mengganti posisi sikap sempuna. tangan kanan lurus dialgonal. Atur sikap posisi badan membungkuk. kaki kanan dikebelakangkan lurus di sehingga.

sambil menahan posisi dan gerakan kaki sebelah kanan lurus badan semakin condong ke depan. luruskan kaki kanan kemudian ke belakang sehingga posisi seperti terbang. Posisi berdiri satu kaki. badan condong ke depan dan kaki kanan tekuk pegangi dengan tangan tangan kanan. sehingga badan lurus dengan kaki kanan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. dan tangan membentu huruf V ke atads sesuai harapan penata gerak..SENI TARI148 32 kedua tangan dilipatkan hingga lurus vertikal. ke dua kaki melebar. idem Dua kali 1-8 34 idem Dua kali 1-8 35 idem Dua kali 1-8 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Posisi gerakan diulang secara berturut-turut Posisi badan membungkuk perlahan-lahan menuju siikap sempurna. tepat berada di belakang punggung dan arah hadap ke bawah.

kaki. Pola gerakan berikut adalah melompat dengan posisi dan sikap tubuh tegap. Lompatan dilakukan dengan teknik idem Dua kali 1-8 Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Posisi dan sikap badan tegak. Pola gerakan berikut adalah pada tahap awal lari biasa dan membuat lingkaran. ketegangan pada bagian kaki juga harus dirasakan. dun gerakan kaki sebelah kanan ditekuk sebelah kiri lurus. kekuatan gerak pada bagian pelvis atau pinggul. Dalam melakukan gegakan ini penguatan otot perut. dan pinggul. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pada saat yang tepat gunakan kecepatan lari dengan lompatan kaki setinggi mungkin dengan jangkauan gerak yang jauh.SENI TARI149 36 37 38 Posisi badan rendah dengan tangan lurus ke bawah vertikal sambil menahan. Hal ini untuk menentukan keberhasilan tujuan gerakan yang menekankkan penguatan otot perut. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Kaki diupayakan lurus ke depan dan ke belakang bila beluk mampu minimal sikap kaki harus tetap lurus.

Pada saat latihan Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas.SENI TARI150 39 melipatkan kaki sedalam mungkin ke arah dada. Gerakan repertoar yang agak sulit apabila dapat dilakukan menjadi bagus. kemudian mempercepat lari untuk mendapatkan waktu untuk mengembangkan kaki ke arah sisi kanan atau kiri. Uraian geraknya adalah lari perlahan.40. atau daya meringankan tubuh harus dilakukan sehingga pada saat melayang tidak terdapat kontraksi pada bagian tubuh manapun. Kondisi ini apabila tercipta maka potensi gerak dan teknik melayang diudara menjadi bentuk gerak yang indah. sehingga tidak banyak beban yang diambil. tanpa ada ikatan yang saling tarik menarik kontraksi pada seluruh anggota gerak yang digunakan pada saat bergerak. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kaki lainnya melipat ke arah pinggang. Cara dan teknik yang sudah dilihat adalah pada gambar 2. Pada saat diudara gunakan keseimbangan gerak dengan menjaga posisi tubuh seperti terbang.

Salah satu peraga kemudian membentuk posisi kangkang dan mengangkat tubuh peraga lain untuk berada di atas punggung peraga yang mengambil posisi sikap kuda-kuda kangkang. Jaga kedua belah pihak dalam kondisi Membuat lingkaran atau garis lurus ke depan pada ruang yang luas. Hitungan dan posisi tergantung kebutuhan atau sesuai tempat latihan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . badan dan seluruh tubuh dalam posisi miring ke samping tetap tegap dan apabila mungkin maksimal hingga posisi kemiringan 45-60 derajad ke arah samping. Sinkronisasi gerak ini harus dilakukan secara berpasangan.SENI TARI151 40 melompat usahakan kaki. Setelah pada posisi kemiringan yang maksimal dapat dilakukan. Rapatkan tubuh dengan posisi saling bertemu badan. Kedua peraga saling mengkait tangan untuk saling jaga keseimbangan. rapatkan kaki pada sisi tujuan gerak untuk mengepaknya sehingga tujuan maksimum kemiringan tubuh diimbangi dengan posisi sikap kaki yang mencapai maksimal ke arah samping.

sehingga terjaga teknik dan cara melakukan gerakan secara sempurna serta sikap kuda-kuda yang tidak mudah goyah. Gerakan berikut dapat dilakukan oleh peraga yang berada di atas punggung peraga yang berada di bawah. lurus ke atas. memutar kaki ke sisi kemana tujuan dapat dilakukan. Gambar Tabel 2. Kesimbangan gerakan kedua peraga harus kerja sama sedemikian baik.SENI TARI152 seimbang.5 Gerakan dan pola lantai BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Lakukan dengan membentuk disain kaki terbuka ke samping.

Pada tari-tarian manca daerah. Setiap suku bangsa dan budaya memiliki ciri dan kekhasan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. kaki. Indonesia adalah negara yang kaya atas keragaman budaya dan suku bangsa. ngepel. keprak. Hal ini disebut akulturasi. Tari-Tarian dan Masyarakat Indonesia Para siswa yang kami cintai. Kondisi ini menggambarkan bahwa perbedaan tujuan dan bentuk penyajiaannya pada ujungnya mempengaruhi format pertunjukan dan peran fungsi tari di masyarakat. dan badan. terbang/rebana. Konsep tentang sikap tari tersebut di Jawa dipahami sebagai bentuk sikap anggota gerak yang kerap disebut motif tangan. Di daerah lain banyak menggunakan alat musik yang terdiri dari kendang. Perpaduan budaya antar suku bangsa dapat mempengaruhi perubahan. tarian merupakan bentuk seni pertujukan. Pada tari klasik Jawa Yogyakarta dan Surakarta dikenal istilah Hasto Sawando. akan tetapi pada sisi tertentu tarian merupakan bentuk ritual upacara dan perayaan hari besar di daerah tertentu pula. nyempurit. lagu yang ada terdiri dari lagu-lagu jenis keroncong. tangan dan kaki yang antara lain adalah ngithing.SENI TARI153 BAB III TARI-TARIAN INDONESIA DAN MANCANEGARA A. Tetapi pada sisi lain. Lagu-lagu yang digunakan ada yang memiliki jenis lagu Islami dalam bentuk salawatan. yang tertuang pada sikap tubuh. dan masih banyak lagi. pada pembahasan bab ini kalian akan dikenalkan banyak seni tari tradisi di Indonesia.ah satunya terjadi pada budaya seni tari. kenthong. Pengaruh tersebut sa. gitar. Pada tarian daerah yang ada di daerah tertentu musik iringan tarinya digunakan adalah seperangkat gamelan slendro dan pelog yang disebut satu pangkon. ngruji. dan masih banyak lagi yang antara lain adalah lagu-lagu dolanan dan lagu-lagu daerah tertentu yang ada di sekitar tarian tersebut. akordion. Perbedaan pengaruh budaya dari satu suku bangsa dan suku bangsa lain terjadi karena adanya kontak budaya dan hal ini sulit dihindari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI154

Sarana magis juga ada pada tari daerah tertentu. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pertunjukan magis menjadi model terutama untuk tari daerah tertentu atau pertunjukan tarian tertentu sering dikaitkan dengan kondisi klimaks tari yang memperagakan penari dalam keadaan trance atau tidak sadar diri. Menurut Soedarsono, trance adalah keadaan dimana penari mamainkan peranan penting dalam komunitas dengan kekuatankekuatan di luar batas kemampuan manusia umumnya. Cara ini sering disebut kerasukan makhluk halus atau kekuatan supranatural. Untuk melestarikan tari-tarian daerah adalah dengan cara merevitalisasi kembali tarian atau mengadopsi tarian ke dalam bentuk pertunjukan lain, yakni dengan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah melalui bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler seperti di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), atau Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Tari-tarian tertentu pada puncaknya akan menjadi maskot budaya daerah. Hal tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat tertentu, akan tetapi dalam kenyataan tarian tertentu mampu bertahan lestari bahkan menjadi simbul budaya bangsa Indonesia karena intensitas dan daya magis tarian tersebut pada saat pertunjukan. Tari-tarian yang mengalami puncak budaya daerah pada saat tertentu mampu menjadi maskot bangsa. Banyak tarian yang mampu menjadi maskot bangsa adalah banyak tarian yang berasal dari Bali, Saman dan Saudati (Aceh), Topeng (Jabar), Srimpi dan Bedoyo, Prawiroguno, Prawirowatang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), serta masih banyak tari-tarian lain yang menduduki puncak sama di daerah menjadi maskot daerah tertentu seperti Alang Babega (Smbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Cangget (Lampung), Tabot (Bengkulu), Dolalak (Purworejo), Tari Geliat Bedug (Banten), Jothil (Gunung Kidul), Gandrung (Banyuwangi/Jawa Timur), Rangde (Bali), Ndi (Irian Jaya), Kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya sangat dekat dengan kebudayaan atau masyarakat keraton . Kondisi ini patut disyukuri, bukan sebaliknya, tari-tarian di Indonesia pada umumnya adalah memiliki dua karakter yakni terdiri dari tari tradisional dan tari nontradisional. Tari-tarian di Jawa Tengah patut disyukuri karena terpelihara dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Bratawijaya bahwa budaya masyarakat Jawa tidak dapat dipisahkan dari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI155

budaya keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman Surakarta (Thomas Wiyasa B: 1997, 77). Sejak dahulu, masyarakat Jawa sudah mengenal adanya Tuhan. Hidup di dunia ada yang mengatur selain manusia. Budi Herusatoto menyatakan bahwa roh ada, roh yang paling kuat dari manusia. Herusatoto, Mitos dan magis yang ada sejak zaman prasejarah diyakini oleh manusia selalu mengganggu dan membuat situasi menjadi kurang berjalan sesuai harapan. Orang-orang Jawa masih ada yang menganut paham animisme dan dinamisme begitu kuat dan kental. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka sulit dipengaruhi telah hadirnya agama yang tumbuh dan berkembang di sampingnya. Agamaagama yang telah ada di sekitar mereka adalah agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan agama yang dianut suku Khonghucu. Pada masa tahun 1970-an, pengaruh animisme dan dinamisme masih terasa, pengaruh Budha dann Hindu hingga masa kini juga kuat mazhabnya. Hal ini juga berpengaruh kepada sikap dan perilaku orang Jawa pada umumnya bahwa tindakan religius orang Jawa masih memuja dewa-dewa, salah satunya adalah dewa Padi. Pembuatan sajen atas keselamatan nenek moyang terkait pada acara-acara tertentu berhubungan dengan kesenian rakyat sintren, tayub, gugur gunung, ebegan, jothil, dan masih banyak lagi jenis kesenian rakyat. Kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Jawa terdiri dari kesenian jaran kepang atau kuda lumping, tayub, sintren, dolalak, gugur gunung, ebegan, jothil, dan lain-lain. Kesenian rakyat ini dalam pementasannya ada yang berakhir dengan trance atau mendem. Pada acara tertentu kesenian rakyat jenis ini dipentaskan secara periodik dan terprogram melalui berbagai acara yang tepat pada saat dipentaskan. 1. Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI156

upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut: 1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi, 2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI157

3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga, 4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian. Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kesenian/tarian Dolalak Barong Rangde Sekapur Sirih Pangayo Pakarena Bisu Bedhoyo 5 dan 9 Srimpi 9 Bedhoyo Anglir Jothil Ndi Tabot Piring Galombang Tor-tor Cewan Mainang P Kampai Karambik Saman/Saudati Bantal Tapok Gendhing Sriwijaya Paget Penganting Sinjang Pasembahan Japin Cangget Selampit Delapan Topeng Jaipongan Ogoh-ogoh Bondoyudo Ngemo dan Jejejr Belian Topeng Ngarojeng Lense Dabang Kataga Kecak Asal Daerah Purworejo/Jateng Bali Bali Jambi Sulawesi Selatan idem idem Surakarta Surakarta Yogyakarta Idem Irian Jaya/Papua Bengkulu Minang/Sumbar idem Sumatra Utara idem idem idem Aceh/NAD idem Sumatra Selatan idem idem Riau idem Lampung Jambi Jawa Barat idem Bali idem Jawa timur KalTim Jakarta/DKI idem Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah NTT Bali Jenis Upacara Bersih Desa Keagamaan Tolak Bala Penyambutan tamu Kematian Penyambutan tamu Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Raja Turunnya Raja Naik tahta Raja Panen Pelantikan Kepala Suku Pelantikan Ketua Suku Panen Penyambutan tamu Idem Idem Pergaulan Remaja Melaut Penyambutan tamu Pernikahan, bayi lahir Penyambutan tamu Pernikahan Pergaulan Remaja Penyambutan tamu Tamu kenegaraan Idem Pergaulan Remaja Klasik/Kenegaraan Pergaulan sosial/masal Ngaben/lematian Kepahlawanan Pergaulan Sosial penyembuhan Idem Panen Upacara laut Upacara Asah Gigi Upacara sambut Tamu Keagamaan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI158

Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan seperti yang diharapkan. 2. Kesenian Rakyat dan Acara Lain: Kesenian atau tari-tarian di banyak daerah banyak digunakan untuk beberapa keperluan menyangkut pertemuan antar kerabat, klangenan, dan kepentingan lainnya. Kesenian atau tari-tarian tertentu yang telah mencapai puncak budaya daerah mampu menyedot perhatian masyarakat. Kesenian atau tari-tarian yang telah dikenal masyarakat sering digunakan untuk pelengkap acara adat, suguhan bagi tamu yang dihormati, dan ajang-ajang festival tertentu yang cukup diandalkan oleh daerah tertentu. Beberapa festival dan ajang parade tari daerah yang sering dilaksanakan oleh lembaga tertentu dan mengacu kepada konsep visitasi atau sekedar parade menjadi kegiatan yang dirancang secara terpadu. Kegiatan tahunan yang melibatkan acara tujuh belas agustusan (17 Agustus) memilih beberapa peserta yang dianggap layak dan memadai untuk dijadikan kegiatan monumental sehingga dapat memacu lahirnya kesenian baru dan tari-tarian yang digarap secara apik akan dapat memberdayakan peran fungsi kesenian atau tari-tarian semakin komplit dan luas cakupannya. Selain berbagai acara yang telah disebut di atas, kegiatan yang berhubungan dengan menyambut tamu kenegaraan dan pementasan di istana negara sering dijadikan anjang pemilihan kesenian atau tari-tarian untuk memenuhi kebutuhan acara dimaksud. Pementasan pada acara pawai artis, pawai obor, dan kegiatan lainnya berupa paket wisata dan liburan, paket acara tertentu untuk kesenian tertentu dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini:

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI159

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Kesenian/tarian Serampang Duabelas Baluse Dampeng Ranu Labuan Payung Kain/Tenun Joged(t) Catuk Bidadari Karan Burung putih Sinjang Badana Babarau (cemeti) Kembang Paray Candra dewi Ronggeng Cokek Karonsih Menak Langendryan Athandak Emprak-emprak Padoa Dadara Kartili Kandasara Kalegos Pajaga Capin Perang Giring-giring Lenso

Asal Daerah Sumut idem NAD idem Sumbar idem Riau idem Bengkulu idem Sumsel idem Lampung idem Jabar idem DKI DKI Jateng Yogyakarta idem Madura/Jatim Jatim NTT NTB NTB Sulteng Sultra Sulsel KalBAr KalTim Kalteng Maluku

Jenis Upacara Pergaulan Remaja Pesta Rakyat Pesta Rakyat Upacara Melaut Pergaulan Remaja Pergaulan remaja Pergaulan Remaja Labuhan Remaja putri pesolek Hiburan Pelestarian Pergaulan Selamat datang Pinangan Remaja putri akilbalik Remaja putri pesolek Serial rakyat Pergaulan Topeng Penyambutan pengantin Sosial Rakyat Turunnya raja Upacara ka Ngamen/Tledek Pergaulan Pergaulan remaja Hiburan Rakyat Pengusir Makhluk halus Pingitan/wanita akil balik Upacara tertentu Pergaulan Pengusir bencana WanitaPubertas Pergaulan mudamudi

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI160

34 35 36 37 38 39 40

Yospan Topeng Panji Mbis Kebyar duduk Dana Angguk Baris

Papua KalSel Papua Bali Sumsel Jambi Bali

Upacara Sedekah Bumi Pengembaraan Persembahan Pertumbuhan remaja putri Pergaulan Pergaulan Kepahlawanan

Tabel 3.1 Kesenian dan Upacara dalam kehidupan manusia

3. Kedudukan Kesenian atau Tari-tarian dalam Pertunjukan Pada abad milenium ini, banyak koreografer-koreografer yang mampu menembus jajaran penata tari kelas dunia dan lingkup nasional. Aktivitas yang dikembangkan adalah menggarap koreografi atau kesenian daerah yang digarap kembali (restorasi). Mereka adalah orang-orang terpilih dan kreatif serta memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam membuat koreografi. Perbedaan koreografi zaman dahulu dengan sekarang terletak pada peran fungsi yang dijadikan tujuan garap. Secara kolektif, koreografi yang memenuhi standar kebutuhan dan kepentingan bersama untuk masyarakat pada umumnya dikonsentrasikan pada kesenian yang dikenal oleh kalangan luas. Kesenian pada zaman sekarang telah dibantu melalui editing peralatan audio-visual sehingga karya yang ada dapat didokumentasikan. Pada saat ini berkembang tren bahwa tari rakyat maupun tari klasik telah dikoreografi dengan tatanan konsep garap yang modern, sehingga dalam penyajian mampu membentuk koreografi yang sangat berbeda dengan kesenian atau tari-tarian yang sebenarnya alami dan sederhana. Seniman-seniman tari zaman sekarang dalam membuat koreografi mengemas ke dalam bentuk yang menarik dan enak ditonton. Pada satu sisi, ciri dan karakteristik tari mengalami perubahan. Di sisi lain, terjadi modernisasi koreografi secara fundamental sehingga koreografi menjadi semakin hilang keasliannya. Kesenian yang telah ada di kalangan masyarakat tertentu yang telah membumi peran fungsi di masyarakat selalu menghadirkan bentuk pertunjukan yang erat dengan masyarakat

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI161

pendukungnya. Hal ini menjadi melekat manakala kesenian tersebut menjadi salah satu cermin budaya yang ada dan masih kuat mengakar pada masyarakat tertentu. Tarian atau kesenian jenis ini cenderung menjadi maskot daerah yang dapat membumi sepanjang masa, hal ini berhubungan dengan kepunahan masyarakatnya. Kesenian yang memiliki peran fungsi seperti ini biasanya menjadi kesenian yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan sekaligus menjadi seni tontonan masyarakat. 4. Hubungan Tari dengan Seni Lain Dalam menelaah hubungan tari dengan seni lainnya adalah faktor variasi dari nilai perkembangan kehidupan manusia. Tari diselenggarakan warga masyarakat dalam menjalankan ritual keagamaan maupun kegiatan lain berhubungan dengan norma kehidupan manusianya. Norma hidup terwujud dalam tata cara yang berbedabeda. Oleh karena itu, istilah tari hendak dipakai untuk mengamati hubungan budaya maka tari digolong-golongkan ke dalam tatanan hidup manusia. Menurut Budiono (a987), norma hidup manusia dikaitkan dengan tatanan seni rupa, seni sastra, seni suara, seni tari, seni musik, seni drama. Secara berturut, di bawah ini akan dijelaskan hubungan tari dengan seni lain meliputi wawasan berikut. Hubungan seni tari dengan seni Rupa memiliki ikatan yang erat menyangkut materi bentuk yang ada. Secara jelas keduanya memiliki sumbangan visualisasi terutama dari segi tata rias. Wujud ekspresi mimik penari dan daya tambahnya dirubah dengan bentuk karakter riasan wajah. Efek cahaya membantu memperkuat intensitas penyinaran terhadap bentuk tata rias yang dibentuk dari visualisasi dari seni rupa. Pemakaian rias yang nenadai dab kontekstual, berdampak kepada efek penghayatan yang dilakukan penari terhadap penonton. Keterampilan merias wajah, kemampuan membuat gambar, dan pengolahan warna menjadi indikator yang sulit dipisahkan dari seni rupa sebagai bekat keterampilan materi bentuk seni. Oleh sebab itu, penaridiharapkan harus mampu membuat riasa wajah dan keterpaduannya menjadi keterampilan yang diharapkan dala tari. Keteraikatan tari dengan tata busana juga menjadi penguat hubungan seni rupa dengan seni tari. Nilai simbolis tata busana menjadi salah satu kontribusi keserasianpenataan warna

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI162

dalam kostum seni tari. Semakin tari memperoleh penghargaan dari kostum yang digunakan. Ketepatan memakai kostum dan konsep penyesuaiannya dengan rias wajah maupun karakter tari yang diperagakan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Manfaat memadukan warna, keterampilan membuat disain, dan kebiasaan memakai kostum secara mandiri menambah kepercayaan penari dalam melakukan peran tarian bagi sebuah pementasan. Seni tari hubungannnya dengan dekorasi mampu diwujudkan secara performansif melalui tata teknik pentas. Masalah tata teknik pentas berhubungan dengan setting atau pembentukan imaji panggung melalui dekorasi. Pemandangan, keberadaan benda-benda di atas panggung menjadi penunjang suatu pertunjukan tari., latar belakang atau bechdrop, dan wujud dekorasi yang ada di sekitar pementasan tari adalah bentuk kontribusi dekorasi untuk lebih membentuk imaji semakin berkesan, meunjang garapan, dan diharapkn bersama pada saat pementasan mulai, berlangsung, dan berakhirnya pementasan. Masalah asesoris busana menjadi beberapa pilihan apabila koreografer akan menyusun paduan warna, bentuk, dan komposisi ornamen asesoris. Dengan demikian perlu diselaraskan antara karakter, kostum, warna dan bentuk tata rias. Tata rias menjadi daya tarik dalam mewujudkan ekspresi dan dapat menguatkan visualisasi ekspresi. Keterkaita tari dengan Seni Musik pada pembahasan ini akan direduksi ke dalam peran musik dalam tari. Hal ini terutama hubungannya dengan fungsi musik dalam tari. Musik dapat mengilhami terciptanya tarian, di sisi lain musik juga menjadi komponen iringan maupun pengisi suasana tari. Peran fungsi musik secara umum menjadi penguat gerakan tari diperagakan oleh penari. Musik sebagai bagian pertunjukan, musik memiliki kontribusi sebagai iringan tari hal ini dapat dinikmati pada saat gerak tari dilakukan penari sambil menghayati musik iringannya. Penari yang berpengalaman, musik dijadikan tumpuan untuk menghayati ekspresi mimik dan menuangkan gerakan secara maksimal. Dengan demikian musik menjadi salah satu aspek penuntun irama gerak, iringan gerak, dan memperkuat trempo dan kedalaman penghayatan tari secara maksimal. Hubungan tari dengan drama lebih cenderung dibutuhkannya efek estetis dalam bentuk wicara, penonjolan

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Sastra juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini lebih nampak pada bagaimana seorang seniman tari mengambil inti ceritera untuk ditarikan. Hal ini lebih dikomunikasikan menjadi ide pijakan tari. pemilihan adegan yang disket ke dalam repertoar tari. jalan ceritera atau ungkapan isi garapan tari dalam bentuk prosa atau puisi. serta nyanyian yang digunakan untuk iringan tari. dancescrip. Pada bentuk pengolahan struktur dramatik. Sinopsis sebagai pengantar bisa berupa ringkasan ceritera. dan pengantar catatan tentang garapan tari secara akademik.SENI TARI163 peran. komunikasi garapan tari apabila menggunakan bahasa verbal. Garapan tari dalam bentuk pengantarnya dengan sinopsis. Personifikasi penuangan sastra ke dalam pendukung garapan tari saling mengisi. hingga kepada epos yang dapat dituangkan ke dalam garapan tari semakin menarik untuk dikaji. Hubungan tari dengan seni sastra adalah lebih terkait dengan pengeditan unsur ceritera. dibutuhkan sistem penulisan yang dapat memberikan pengertian dan pencerahan bagi orang yang awam atas reposisi garapan tarinya. Formulasi keterkaitan sastra dalam bentuk koreografi tari biasanya terfokus pada penulisan catatan tari dalam bentuk lembar persetujuan koreografi untuk dipentaskan setelah melalui proses bimbingan bagi siswa dan mahasiswa yang belajar di perguruan seni tari. cuplikan inti ceritera. pada saat berlangsungnya adegan-adegan serta teknik mencapai klimaks garapan tari akan menambah hidup-matinya koreografi tari disajikan. bentuk sastra. peran seni drama sangat menonjol. Hal ini dimulai dari konsep membuat naskah tari dalam bentuk proposal. ide yang dapat menjadikan maksimalisasi penggunaan sastra secara baik dan benar. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana cara mengatur awal pementasan. Oleh sebab itu. Maket catatan tari yang tertuang dalam bentuk sastra catatan tari biasanya dalam melakukan konsultasi sangat inten dan teratur. Garapan tari yang representatif akan menggunakan konsep penuangan unsur sastra semakin dominan. dialog. Sastra tampak dalam wujud kata-kata. Apabila dimungkinkan maka pada garapan tari dengan menggunakan visualisasi ceritera. ide penggarapan tari. atau bagian-bagian adegan tari yang diharapkan.

sehingga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Primitif biasanya merupakan wujud kehendak. Tari Primitif Tari Primitif dikoreografi berorientasi pada segi artistik. Tarian jenis ini secara umum berkembang di masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. . Dengan demikian tarian ini lebih dengan pernyataan maksud masyarakat dalam melaksanakan keinginan bersama. • Gerakan dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. pesta kelahiran. proses inisiasi (pemotongan gigi). berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. • Tata rias masih sederhana. terdiri dari tifa. perkawinan. bahkan tanpa memperhatian dinamika. bertujuan untuk kehendak tertentu. • Instrumen sangat sederhana. Ciri-ciri tari Primitif pada dasarnya dalam bentuk koreografi sederhana. Tarian ini berarti digarap lebih menekankan pada segi estetika seni. kendang atau instrumen yang hanya dipukul-pukul secara tetap. bahkan biasa berakulturasi dengan alam sekitar. dan sebagainya. tepukan tangan atau simbol suara atau gerak-gerak saja yang dilakukan. keberuntungan panen. Tari-tarian berdasarkan Penyajiannya Secara umum tarian berdasarkan penyajiannya dapat diklasifikasi menjadi bagan di bawah ini adalah sebagai berikut: Tari Primitif Tari Rakyat Tari Tari Tradisional Tari Klasik Tari Kreasi Baru 1. misalnya : menirukan gerak binatang. karena akan berburu.SENI TARI164 B. berupa hentakan kaki. Ciri-ciri tersebut seperti: • Gerak dan iringan sangat sederhana.

musik. Budaya ini luntur akibat hilang kebersamaan dengan pola pikir masyarakat primitif Tarian primitif dasar geraknya adalah maksud atau kehendak hati. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. keunikan tari primitif walaupun gerak.SENI TARI165 • • • • Tari ini bersifat sakral. tarian ini untuk keperluan upacara keagamaan/kepercayaan Tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. dan pernyataan kolektif Tarian primitif berkembang pada masyarakat yang menganut pola tradisi primitif atau purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenek moyang dan penyembahan leluhur. dan ornamen maupun tata pemanggungan sederhana namun masih tetap menarik.2 Tari Dayang Modan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 Tari Bailita Sumber Koleksi DepBudPar Gb 3. Gambar-gambar di bawah ini adalah beberapa contoh Tari Primitif yag masih berkembang hingga kini. 3.

6 Bedhaya 9 (Sembilan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tarian tradisional telah mengalami proses kulturasi atau pewarisan budaya yang cukup lama. 3. Tari Gambyong (Jateng0.4 Tari Gambyong (Gb. 3.3 dan 3. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang secara koreografis telah mengalami proses garap yang sudah baku. 3. Contoh tarian di bawah ini yang masih kental dengan kultur tradisi seperti Tari Gruda (Bali). Jenis tarian ini bertumpu pada pola-pola tradisi atau kebiasaan yang sudah ada dari nenek moyang. garapan tari bersifat pewarisan kultur budaya yang disampaikan secara turuntemurun. Tari Baladewa Kresna (Surakarta).5 Kresno-Bladewa Sumber Koleksi DepBudPar Gb.3 Tari Gruda Sumber Koleksi Pribadi Gb.4 Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari UNJ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Bedoyo (Yogya-Surakarta).SENI TARI166 2.3.

tari Trandak dari (Nusa Tenggara Timur).9 Bersih Desa Gb.10 Trandak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Bersih Desa (Garapan Tradisi Jawa Timur).7 Gejolak Sumber Koleksi Pribadi Gb. Beberapa contoh tari di bawah ini adalah konsep garapan tari yang berpijak pada tari tradisional adalah tari Gejolaj (Garapan Tradisi Jambi).8 Gumyak Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi Anj. 3. Sumber Koleksi Pribadi Gb 3. Gumyak (garapan tradisi BanyumasJateng). 3. 3.SENI TARI167 Tari ada yang digarap berdasarkan konsep tradisional. TMII Jkt Gb.

sebutkan taritari daerah yang berasal dari kota kelahiran kita lainnya. Tari Tayuban (dari Jawa Tengah). Tari Lengger (dari Banyumas). dan tari klasik. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Pembahasan yang berhubungan dengan jenisjenis tari tersebut di atas agar lebih fokus dapat diuraikan melalui uraian berikut. 2. Tari pergaulan ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat luas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .11 Topeng Sumber Koleksi TMII Jakarta Gb. Konsep yang dikembangkan berpijak pada tradisi Betawi dan Jawa Barat. menjadi warisan budaya secara turuntemurun.1 Tari Rakyat Tarian ini berorientasi pada koreografi yang berkembang di masyarakat.12 Merak Pada kesempatan ini coba kita ingat. Contohnya : Tari Ketuk Tilu (dari Jawa Barat). 3. Tari Gandrung (dari Banyuwangi). berpola pada tradisi yang sudah lama diakui sebagai bagian kehidupan masyarakat sekitar.SENI TARI168 Tari di bawah ini juga masih terkait dengan tarian tradisional. Tari daerah setempat di lingkungan kita. Pada sisi lain tari tradisional secara jelas dikelompokkan lagi ke dalam tiga jenis tarian yang meliputi tari primitif. Tari Tradisional yang dimaksud merupakan tari yang sudah dikenal secara umum. Tarian Pergaulan dapat dilihat di lingkungan masyarakat pendukung yang bersangkutan. tari rakyat. menjadi milik masyarakat sebagai warisan budaya yang sudah ada. Konsep koreografi sederhana.

Kebutuhan pengembangan tari tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada dan berkembang sebelumnya. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.18 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .16 Bechincak-an Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. Beberapa tarian tersebut antara lain lihat pada halaman ini adalah sebagai berikut di bawah ini.17 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI169 Di bawah ini ada beberapa koreografi yang dikomposisi berdasarkan pola pengembangan tradisional yang disesuaikan dengan tuntutan jaman.13 Dolalak Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.15 Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.14 Dolalak Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. 3. 3.

20 Tari PaJinang Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Contoh jenis tarian ini antara lain Tari Bedhoyo (dari Surakarta/Jawa Tengah.22 Dogdog Lojor 2. 3. Tari ini telah mengalami proses kristalisasi melalui tata garap secara artistik yang tinggi. 3. Tari Klana Cirebon (Jawa Barat).SENI TARI170 Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb. Konsep penataan telah terbentuk setelah mengalami perubahan yang matang.19 Tari Ngelajau Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta GB. Garapan tarian telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.21 Tari Manikam Gb.2 Tari Klasik/Istana Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan istana atau kalangan priyayi . Tari Legong (Bali). Yogyakarta). 3.

Tari Bedoyo (Yogyakarta dan surakarta). Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.25 Tari Legong Gb. 3. dan tari Klana Cirebon dari Kasepuhan.26 Tari Klana Cirebon BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.SENI TARI171 Beberapa jenis tari yang disebut pada uraian terdahulu tentang tari Klasik dapat dilihat pada gambar di bawah ini adalah sebagai berikut. 3. Tari Legong Kraton (Bali).24 Tari Bedhoyo 9 (Sembilan) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Ojang Gb.23-3.

Di sisi lain ada bentuk-bentuk tarian klasik dalam bentuk garapan dapat dikatagori dengan garapan tari dengan berdialog. Sebagaian banyak konsep pemanggungan dilaksanakan/dipentaskan dalam bentuk pendopo. konsep tersebut banyak mengalami kendala. Pada jenis tarian ini cenderung memanfaatkan unsure dialog prosa memberi corak dan bentuk yang sekaligus menjadi lebel jenis tarian ini. Secara lengkap jenis tarian ini disebut Wayang Orang (Wayang Wong). 3. Contoh bentuk Wayang Orang. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI172 Langen Mandra Wanara adalah tarian yang dilakukan dengan konsep menari secara jongkok. Gaya tari yang dipertunjukan termasuk gaya tari klasik Yogyakarta. yang mengambil ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. Penari ke luar dan masuk dari wings/sisi kanan dan kiri panggung.27 Baratayuda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Wayang Wong adalah drama tari dengan dialog prosa. Mahasiswa dan Dosen Isi Yogyakarta pernah menampilkan pemanggungan di pentas Proscenium.

28. 3. Tari nontradisional/Kreasi Baru Tari Nontradisional adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku.Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang memiliki aturan yang lebiht bebas.30 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. dan sebagainya). Tari Wira Pertiwi.31 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI173 3. 3.29 Bratasena Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim). Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti). namun secara konseptual tetap mempunyai aturan. Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman) dan dibawah ini contoh lain yakni. Sumber Koleksi Internet Gb 3. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong.Tari Cinta Ibunda Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

35 Tari Gelang Ro’on Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.34-3. 3. 3.32-3.SENI TARI174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.33 Tari Turun Kuaih Ainen Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.3.36-3.37 Tari Sarampuah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

39 Tari Janda Nadia Tari Nontradisional yang telah dikoreografi dengan latar budaya Tradisional Indonesia banyak ragam dan variasinya.38 Tari HoArya Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.SENI TARI175 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Penggunaan teknik tarinya tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang teratur dan rumit.40 Gelang Ro’om Sumber Koleksi DepBudPar Gb.43 Tari Ho Arya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3.41 Tari Ranah di nan Jombang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. 3.i Sumber Koleksi DepBudPar Gb.42 Tari Janda Nabia Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Beberapa contoh tari yang telah menggunakan teknik gerak nontradisional adalah. 3. 3.

beri komentar dan penjelasan tarian beberapa koreografer tari kreasi dari daerah sekitar kita. mari kita diskusikan bersama dengan teman di sekitar. Unsur ciri Jawatimuran kental dengan bumbu gaya gerak tari kerakyatan versi Banyuwangian. Jelaskan perbedaan jenis tari Tradisional Rakyat dan tari Tradisional Primitif? 5. Coba sebutkan beberapa contoh (5) tarian yang ada di propinsi dimana kalian tinggal?1. kita bahas bersama. 1. benar?! Sebagai bentuk latihan di sini akan diberikan beberapa latihan. Coba berikan beberapa contoh tari yang pernah Anda lihat.SENI TARI176 Tugas: Kalian telah membaca dan mungkin memahami sedikit-sedikit tentang uraian di atas. Dapatkan kalian melakukan tari tradisional Rakyat yang berasal dari di daerah dimana kalian tinggal (Minimal 2 tarian). pertempuran kompeni dan Pangeran Jayakarta. walaupun eksplorasi gerak individu koreografer mampu menunjukkan jati diri koreografer secara benar. Coba sebutkan tari nontradisional/Kreasi Baru yang kita kenal lainnya. 3. Visi teater dominan walaupun kadar garapan tari cukup memadai. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sekarang ini berapa banyak propinsi yang ada di Indonesia?. 2. Berdasarkan koreografi tarian di bagi ke dalam berapa jenis? 4. Konsep garapan Mbya lebih berorientasi gaya tari klasik Surakarta. Konsep gaya tari Sumrah lebih ke garapan tari kerakyatan Jawatimuran. Ulasan Koreografis: Perbedaan penyajian tari ke tiga komposisi di atas adalah bahwa Tari Rei lebih berorientasi kepada garapan teatrikal.

Tari 3.45 Tari Nyak Puan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pada daerah tertentu di Indonesia.44 Nyak Puan Sumber Koleksi DepBudPar Gb. salah satunya termasuk tari. sarana memuja dewa (keagamaan). 1.SENI TARI177 Berdasarkan Peran Fungsi Tari Pada dasarnya seni memiliki peran fungsi yang banyak di masyarakat. Tari Upacara Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Kebanyakan fungsi ini ada pada jenis tari Primitif. Pada masyarakat tertentu. Tari yang berperan untuk kepentingan upacara lebih didominasi taritarian jenis Tradisional yang luhur dan berkembang pada masyarakat tertentu saja Apabila ada tarian upacara yang berkembang di masyarakat memiliki peran fungsi lain adalah sebagai wujud ungkapan syukur atau pernyataan terima kasih saja. Contoh tari-tarian upacara yang intens dipelihara dan dilestarikan dengan memegang tradisi kuat upacaranya antara lain Tari Ndi (dari Irian Jaya). tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara. Bedhoyo 5 dan Bedhoyo 9 (Surakarta) dan Tari Bedhoyo Semang (Yogyakarta). serta kegiatan/prosesi tradisi yang menjadi simbol masyarakat maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan. Abhisekharama (tari penobatan/ulang tahun penobatan raja ditampilkan Tari Bedhoyo Ketawang. biasanya didominasi oleh tari-tarian yang berkembang untuk upacara adat. 3. tari berperan sebagai sarana untuk pernyataan kehendak. Ciri utama Tari Upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. memelihara/berlatar belakang agama Hindu.

Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.46 Tari Nyak Puan 2. Tari Upacara Adat Tari yang digunakan untuk penyambutan biasanya berhubungan dengan keperluan adat.50 Tari PupUtAy BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .47 Tari Janra UPeuteh Gb. 3.48 Tari Dolalak Penyambutan tamu Agung atau Tamu Terhormat. Tarian jenis ini biasanya untuk penyambutan tamu agung atau tamu terhormat. Beberapa contoh tari untuk upacara adat sebagai berikut di bawah ini. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. 3. 3. 3.49 Tari Mandau Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.SENI TARI178 Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Bentuk-bentuk upacara yang digelar meliputi arak pengentin. Upacara digelar untuk minta sesuatu akan lebih baik dipentaskan di pura. dan beberapa acara prosesi lain yang selalu dipelihara oleh masyarakat di lingkungan dimana tarian tersebut difungsikan. penyambutan tamu agung. potong rambut.52 Tari Rejang Sumber I Made Bandem Gb. kelahiran. Dengan demikian pada pertunjukannya selalu dikaitkan dan disatukan ke dalam ritual atau prosesi upacara yang dilaksanakan. Kematian.53 Tari Kecak (Bali) Tarian ini merupakan tari upacara. tarian tertentu dan prosesinya selalu dipergelarkan secara menyatu dalam satu pertunjukan. injak telur.51 Tari TabOt (Bengkulu) Sumber Koleksi I Made Bandem G b. Kesatuan tari dengan prosesi upacara sangat dekat dengan mode pertunjukannya. Di bawah ini ada beberapa tari yang terkait dengan prosesi tertentu adalah sebagai berikut. Oleh sebab itu. Tujuan untuk menghadirkan roh nenek moyang. 3. Tari Religi/Agama Tarian religi atau agama biasanya pada saat dipertunjukkan banyak terkait dengan acara-acara prosesi upacara tertentu. Biasanya dominan terkait dengan acara permohonan sesuatu atas pageblug/marabahaya yang mengancam warga desa. 3.SENI TARI179 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

tarian ini eksis dari zaman dulu hingga sekarang. Tari Pergaulan Tarian ini berciri pergaulan muda dan mudi. Tarian ini dilaksanakan pada saat bulan pernama didominasi kalangan remaja putra dan putri atau dewasa tua. Tarian pergaulan muda mudi ini merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. Tarian ini sebagai sarana pergaulan laki-laki/perempuan. Oleh sebab itu.SENI TARI180 Tarian upacara adat atau agama ini pada saat tertentu juga dapat dipresentasikan dalam acara-acara lain yang berhubungan dengan berbagai peristiwa yang sesuai untuk pertunjukan tarian tersebut. Sumber Jurusan tari Gb. 2. Penyajian merupakan pertemuan antara kaum muda/laki-laki dan mudi/putri. Pelaksanaan pertunjukan untuk keperluan upacara merupakan puncak dari kegiatan panen besar pada waktu siang harinya. 3. bersih desa. Tarian ini sebagai wujud suka cita warga desa saat menyambut panen. Pesta dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang. dewasa tua sebagai kegiatan hajad banyak warga desa. Ciri-ciri yang nampak pada tari-tarian jenis ini adalah : 1. Secara khusus pertunjukan tarian di bawah ini konsep koreografinya untuk keperluan upacara maupun pertunjukan pada kegiatan atau acara-acara yang penting. mengikuti selera kaum muda dan mudi. 3. Pertunjukan tari-tarian pergaulan cukup diandalkan pada daerah masing-masing untuk digunakan sebagai promosi daerah. Tarian ini biasanya dilakukan saat bulan purnama.54 Tari Ngremo Sumber GNP TMII Gb. 4. Berbagai kegiatan(even) dan keperluan adat tarian ini hadir sebagai suguhan pertunjukan yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. 3. dan masyarakat secara umum.55 Tari Sisingaan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak tari ini dilakukan berpasangan.

3. 3.57 Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Serampang Dua Belas.Jepen Rebana Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Tayub dll. Tari Joget. 3.61 Tari Warak Dugder BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .. Tari Gandrung. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.3.SENI TARI181 Beberapa contoh tari sosial di bawah ini berkembang baik di Indonesia adalah yakni Tari Lenso.56-3.58 .59 Sanduri Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII JKt Gb.60.

62 Tari Kebyar KEbeng) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. musik teater. Reog Ponorogo dengan Dadap-PentulKuda Kepang (Ponorogo/Jatim). yang memiliki potensi pengembangan budaya asli dari daerah setempat. 3. Jenis Ebeg. Masalah lain yang dapat difungsikan adalah unsur dialog atau komunikasi dengan penonton. Unsur ceritera dapat digunakan sebagai media untuk improvisasi di atas panggung. Tari Buncis (Banyumas). Oleh sebab itu pertunjukan ini sangat digemari di kalangan masyarakat luas terutama masyarakat luas. Selain kesenian Betawi. Pertunjukan digarap komunikasi dengan penonton. Tari Rengganis (Betawi/Jakarta). Sumber Koleksi Anj. dan tari. Konsumsi pertunjukan lebih diarahkan untuk ceritera rakyat. TIMTI Gb. Contoh-contoh kesenian tersebut antara ini lain sebab: dalah tari Topeng Betawi.SENI TARI182 5. Tari Teatrikal Ciri tarian jenis ini adalah bahwa tarian ini merupakan bentuk pertunjukan yang dikemas secara lengkap antara unsur seni rupa.63 Tari Reog Polodero BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ludrug. Kesenian ini memiliki mode penyajian secara teatrikal. 3. Tari Topeng Gong. Pada jaman dahulu hidup dan berkembang kesenian ini. sehingga kesan teatrikal nampak. Salah satu contoh adalah Kesenian Betawi.

3. Akulturasi dengan Alam lingkungan menjadi sarana mediasi. 3. karena tarian rakyat. 5. Tarian ini tumbuh dan berkembang pada sekelompok suku baik yang berada di pedalaman/di lingkungan masyarakat ramai. baik sebagai pelengkap maupun perantara untuk mencapai tujuan. 2. TARI DAERAH TARI RAKYAT TARI BALET TARI MODERN TARI MUSIK PANGGUNG/OPERA 6. biasanya mengadakan pertunjukan kesenian. perlindungan. Tarian ini dikoreografi berhubungan dengan masalahmasalah religi dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang dianut dan diyakini. sehingga sangat menjujung tradisi nenek moyang yang mewariskannya. sehingga memiliki perberbedaan dengan tarian rakyat. Memohon keselamatan. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsep koreografinya memegang ketat pada tradisi-tradisi masyarakat atau adat secara ketat. 4. TARI REKREASI 1. PERKEMBANGAN TARI 1. sehingga implementasi upacaranya dilaksanakan sesuai tradisi yang turun temurun.SENI TARI183 Gb. 2. Kesenian(Tari) Dolalak (Purworejo) dan Barong (Bali) sangat dekat dengan masyarakatnya. 62 C.Tari Daerah (Adat) Kesenian (Tari) dan upacara adat sepertinya saling berkaitan. Tarian ini lebih menekankan pada ritual-ritual atau upacara. Tarian ini sering dijadikan pelengkap adat yakni untuk perkawinan dan upacara agama. 1.

2.64 Tari DolAlaK i 1. Tari Rakyat tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.65 Tari Nditita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Ciri gerak tari sederhana dengan diulang-ulang. 3. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Rakyat Sumber Koleksi DepBudPar Gb. merupakan perpaduan warna warni dan biasanya memiliki banyak ragam bentuk yang terlihat mencolok. asesoris. Bentuk tarinya merupakan ekspresi masyarakat pendukungnya. Kostum tari sangat mencolok warnanya. dan musik iringannya sangat sederhana. Ungkapan ekspresinya merupakan pernyataan kehendak.SENI TARI184 2.

Tari Balet Ciri-ciri tari ini adalah 1. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Internet Gb.SENI TARI185 3. pendekatan koreografis bertema kontemporer. dengan standar tari yang tinggi. Tari balet termasuk ke dalam tarian klasik. 3. karena dikelola secara profesional dengan berbagai fasilitas dan penunjang dana yang cukup memadai. Tari-tari yang ada pada saat itu berorientasi pada pertunjukan-pertunjukan klasik. 3.66 Tari Balet Ngu Yen She Pada Grup tari balet kelompok tertentu banyak mendapat dukungan dana dan fasilitas untuk pembinaan dan pengembangan kelompok balet. oleh karena itu tarian ini memiliki aturan teknik gerak yang baku. Hal ini diprakarsai oleh pengelola sanggar yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan peristiwa dikelola dengan melakukan berbagai pendekatan ke pihak pemerintah maupun swasta melalui prosedur yang baik. Tari Balet di Indonesia menjadi konsumsi kaum elit pecinta dan yang mempunyai bakat tari saja. Balet merupakan suatu tarian yang mempunyai disiplin tinggi dan aturan-aturan ketat serta didasari tradisitradisi tua 2.

Selain itu menghindari pada penekanan teknik. 4.67 Tari Cinta Bunda Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Sumber Koleksi GKJ Jkt Gb. karena adanya penolakan terhadap bentuk yang formal seperti pada tari balet 3. 3.SENI TARI186 4. Lebih menekankan pada ekspresi artistik dari pertunjukkannya atau penampilan individual dengan teknik dan gaya tari dari koreografer yang sifatnya kontemporer.68 Tari Balet BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Modern Dance 1. Awal tari modern . Modern dance mempunyai bentuk mengekspresikan artistic yang bersifat individual 2.

Jazz dan beberapa tarian etnik untuk tari-tarian yang berasal dari Eropa. 5. 3. terkadang penyesuaian dari tarian yang dipergelarkan secara besar-besaran atau pada tarian jenis ini sebagai promosi. Kolaborasi gerak pada tarian ini mengandung unsur-unsur Balet.SENI TARI187 5. Tempat tersebut disebut dengan tempat berkumpulnya massa (Broad Way) 3. dan musik iringan.69 Untuk Mama BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Tari Musik Panggung/Opera 1. Tarian ini merupakan perpaduan antara gerak tari. dengan demikian ketiga unsur seni yang mendukung tidak menjadikan dominan pada salah satunya. dramatikal. Contoh di Indonesia tari-tarian karya Guruh Sukarno Putra Sumber Koleksi GKJ Gb. Tarian ini biasanya dipergelarkan di suatu tempat yang banyak ditengerai banyak pengunjung yang datang ke situ. Koreografi tarian ini lebih bersifat kolaborasi. 4. tarian yang ada di Indonesia biasanya berupa tarian yang dipergelarkan pada saat untuk mengamen. Mode penyajian tarian ini berbentuk yang hangat dan baru(spektakuler).

4. Tarian ini merupakan pertunjukan individual dari tari rakyat tradisi negara-negara Eropa maupun Indonesia.70 TarI Gambyong Kolosal Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Di mancanegara tarian ini dipentaskan oleh ribuan orang yang disebut dengan ROUND 6. Bentuknya mempunyai kesamaan dengan tari tradisional Indonesia. 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Saat ini menjadi tarian yang kompleks karena adanya perubahan-perubahan koreografis. 7.SENI TARI188 6.71 Ngremo Mall BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Recreational Dance(Tari Rekreasi) 1. Tarian ini biasanya merupakan satu bagian yang universal sifatnya (bisa dilakukan oleh siapa saja) 5. 3. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat urban atau pendatang. Yang menari biasanya merupakan pewaris etnik 3.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan waktu. Tari Rakyat. Lihat dan amati. tari merupakan ekspresi gerak yang indah dengan diiringin musik atau ritme. Diskusikan dengan kelompok dan presentasikan kemudian. Berdasarkan konsep garapan dan peran tari di masyarakat termasuk ke dalam kelompok jenis tarian mana pada CD yang diputar kita putar. dan Tari Klasik/Istana. Tari Tradisional dibagi tiga yakni Tari Primitif. Tari berdasarkan orientasi Peran/fungsi dibagi menjadi 3 yaitu Tari Uapacara (tari Adat dan Tari Religi /Agama). ruang. Prosentasi tarian ini ditonton tidak sembarang waktu. Gerak sehari-hari dapat dijadikan gerak tari apabila diperhalus atau diperindah. maupun seniman selaras dengan irama atau musik. Gerak tari harus diberi aspek estetis (keindahan). Tari Pendidikan. dan Tari Teatrikal/Pertunjukan. Tari Balet. Tari Modern Dance. Selanjutnya. Rentan atau kelemahan tari Klasik yang berkembang saat ini lebih cenderung semakin sedikit diapresiasi oleh banyak orang. penari. Tari Rakyat.SENI TARI189 Tugas : Marilah kita bersama mendiskusikan tentang tari-tarian yang berkembang dewasa ini. tarian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang terutama menyngkut kepada gerak. Gerak sebagai ekspresi atau sebagai ungkapan perasaan koreografer. dalam perkembangannya didukung oleh masyarakat pendukungnya. selanjutnya ceriterakan tentang tarian yang telah kita apresiasi. Tari Sosial/Pergaulan. Oleh sebab itu. Pada masing-masing bentuk tari di atas. Marilah kita amati melalui video tari-tarian Nusantara maupun tari yang berkembang di daerah sekitar. melainkan banyak orang menonton koreografi tari yang memiliki pola garapan bebas. Jenis tari dilihat dari pola garapan dibagi 2 yaitu Tari Tradisional dan Tari Nontradisional/tari kreasi. Perkembangan tari secara umum dapat diamati berdasarkan bentuknya dapat disebut sebagai berikut: Tari Daerah. RANGKUMAN Pada hakikatnya. Tari Musik Panggung atau Opera.

hingga mampu membentuk kepribadian jiwa secara utuh. Santapan jiwa dapat dipenuhi dengan pencerahan berbagai rangsang atau stimulus berhubungan dengan keindahan. penuh vitalitas. D. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apakah kalian dapat melakukan tarian yang kalian kenali dari sekian banyak yang berkembang di daerah kalian. Apakah ada diantara beberapa tarian di daerah kalian yang telah kalian pahami benar-benar. kita harus ingat dan memahami. kesenian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk memberi pencerahan keseimbangan jiwa agar memiliki pengembangan kemampuan jiwa ke arah seimbang dan selaras. APRESIASI TARI NUSANTARA Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang banyak memiliki aktivitas. Hal ini dapat terjadi mengingat manusia banyak dituntut untuk berlomba-lomba memenuhi kebutuhan hidup sebanyak dan seluas mungkin. Tetapi para siswa dan guru. Coba kalian buat suatu skema dari pembahasan bab ini ke dalam maket kerja kalian.SENI TARI190 Tugas: 1. melainkan kita harus melakukan pemenuhan kesegaran jiwa dengan cara memberikan santapan jiwa.bahwa kebutuhan jiwa dapat terpenuhi tidak melalui makan atau minum saja. 3. 2. Salah satu pencerahannya adalah melalui apresiasi kesenian. baik elektronik maupun non-elektronik. termasuk rumpun jenis tarian yang mana buatlah klasifikasi tari yang ada di sekitar propinsi kalian. Konsep apresiasi pada dasarnya mengamati seni melalui berbagai media. Dengan demikian baru dapat merasakan seni ketika kondisi tubuh menjadi kenyang dan terpenuhi kebutuhan fisiknya. khayalan. Yang bersangkutan dituntut untuk mampu menoreh dan memiliki keseimbangan jiwa melalui cara dan apresiasi kehidupan dalam berbagai bentuk. Pengalaman menunjukan bahwa apresiasi terhadap seni kurang diminati oleh banyak kalangan. cita-cita maupun pencerahan lain yang dapat digunakan oleh jiwa sebagai sarana berpikir santai.

3) Pengertian. 2) Pendekatan kesejarahan cara ini secara ortodok membaca dan mempelajari literatur tertulis. Kemampuan seseorang untuk melakukan apresiasi tari dilakukan dengan cara yang lebih kompleks dapat menjadikan yang bersangkutan memahami pemaknaannya. 2) Pengetahuan. Secara umum tahap-tahap apresiasi terhadap tari dapat dijelaskan adalah sebagai berikut di bawah ini. Cara dan perilaku dalam mendekati obyek harus dengan melalui pemecahan masalah secara elaborasi (menarik hubungan satu obyek dengan pelaku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI191 Masyarakat pada umumnya dapat melakukan apresiasi secara ortodoks yakni dengan melihat pertunjukan tari secara santai dan menurut cara yang dapat dilakukannya. 1) Persepsi. 5) Penilaian. Adapun pendekatan yang praktis dapat digunakan dalam mengapresiasi tari meliputi beberapa konteks yakni: 1) Pendekatan aplikatif yang bersangkutan secara langsung masuk ke dalam lingkup di mana kesenian tersebut tumbuh dan berkembang. 7) Produksi (Jecquline Smith: sumber) Teknik dalam melakukan apresiasi agar mendapatkan sesuatu yang diharapkan harus melalui suatu pendekatan. 4) Analisa. jika memungkinkan masih bisa dilakukan dengan melakukan wawancara dengan orang yang terlibat dalam sejarah dimana tarian tersebut tumbuh dan berkembang 3) Pendekatan problematik pendekatan ini secara umum merupakan cara yang fenomental. 6) Apresiasi.

tata teknik pentas. Pengamatan tari-tari Nusantara secara koreografis mendasarkan pada jenis tari. Tari Baina. Tidak dapat dipungkiri bahwa tarian hadir berwujud gerakan. Dalam persoalan ini langkah untuk menjelaskan tujuh aspek pencerapan apresiasi yang secara teoretis dijadikan sebagai pendekatan. Tari Kain. Tari Karambik dll. peran-fungsi tari. Pendukung tari meliputi kostum. Tari Andung-andung. Apresiasi dimulai tumbuh kembang dimana asal muasal tari-tari tersebut ada. Tari Angguk. Tari Pergaulan dan Tari Teatrikal. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghayati koreografi tari atau tarian sesungguhnya kesan yang menarik bahkan menakjubkan apabila hadir berperan fungsi bagi sebuah penghayatan apresiasi. Apresiasi gerak tari didukung faktor pendukung tari dan aspek-aspek estetik bentuk tari. Tari Cikecur. Kental imbas pengaruh Melayu. Aceh dan Sumatra Utara. Adapun dapat dijelaskan seperti uraian di bawah ini. Tari Manduda. Gerak tari yang dapat dilihat dan dicerna merupakan gerakan yang didistorsi/stilisasi. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Tari Pisu Suri. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. dan perkembangan Tari Tradisional. Hal ini berhubungan dengan bentuk koreografi yang dipelajari pada pembahasan pengetahuan tari. Pendekatan tujuh aspek teoretis digunakan untuk kegiatan apresiasi tari. Tari Upacara. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Kapri. Tari Tari Barampek. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Baluse. musik iringan. serta faktor estetik yang menurut Elizabeth R Hayes disebut sebagai kesatuan tari yang hadir dalam pertunjukan.SENI TARI192 atau dengan masyarakat dimana tari tersebut tumbuh dan berkembang). Tari Tononiha. Dorongan untuk melihat koreografi tari akan meningkat apabila wujud eswtetik bentuk tari secara harmoni dan konstruktif mampu dicerap oleh pemirsa atau penonton. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Buyut Managan Sihala. tari Terang Bulan. Tari Nontradisional.

Tari Kederen. Tari Ranu Labuhan. Tari Cuwek.. 3. Contoh Tari adalah Tari Ngelajau. Tari Landak Sampot. Tari Labehati. Tari Asuk. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPa Gb. Tari Dampeng. 3.SENI TARI193 Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut.Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari Bines. Tari Cincang Nangka. Tari Anyung. Bungong Sie Yung-yung. Tari Apeut.Tari Bak Saman.73 Tari Turun Kuaih Ainen Liak-liuk gerakan lenggok.72 Tari Ngelajau Gb. Tari Lanieu. alunan gerak dengan alur-rentang sempit. serta gerak enersi penuh dan sinergis menjadi salah satu pembeda ciri motif gerak dan bentuk gerak tari 5 wilayah propinsi yakni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerakan patah-patah diikuti ayunan kaki.

Coba simak secara teliti beberapa contoh repertoar tari di bawah in. Secara umum representasi motif dan kalimat gerak pada beberapa tari-tarian di kelima wilayah tersebut secara jelas terlihat saat diapresiasi. Riau dengan gerakan khas Zapin yang mengandalkan gerakan berpindah tempat melalui lompatan kaki dengan tangan sedikit pasif adalah motif gerak yang dominan pada ciri geraknya. gerakan tangan serta lompat kecil-kecil atau pendek-pendek banyak dikembangkan pada gerakan tari putri di sisi lain. Sumatra Selatan dan Bengkulu dengan alunan gerak secara lembut dan mengalun banyak dikembangkan pada motif gerak pada Tari Putri kesemuanya menjadi indikasi motif dan kalimat gerak tari yang nampak mudah dibedakan. Oleh sebab itu. Bengkulu. Catat dan uraikan perbedaan dan persamaan tarian yang baru kalian apresiasi tersebut.i di mana perbedaan dan kesamaan motif dan kalimat gerak tarian tersebut. Jambi dengan lebih banyak mengandalkan dominasi motif-motif gerakan alunan. Dalam penyajian tari dari ke 5 wilayah propinsi tersebut secara jelas menjadi pembanding koreografi tari secara umum. Bentuk tari ke lima wilayah propinsi tersebut menarik diungkapkan. Motif gerak pembeda tersebut secara spesifik menjadi rumpun kalimat gerak tari-kalimat gerak tari yang hampir sama dari ke 5 wilayah rumpun tari seperti disebut di atas. Sumatra Barat dengan pola kombinasi gerakan silat dan gerakan patah-patah serta ayunan kaki dan tangan menjadi ciri gerak dalam banyak tarian yang dikembangkan pada koreografinya. Riau. Sumatra Selatan. Jambi. Motif dan kalimat gerak tari yang ada dan berkembang di Indonesia kaya atas estetika etnik yang masing-masing menjadi ciri gerak tarinya.SENI TARI194 Sumatra Barat. Beberapa tarian mengandung motif dan kalimat gerak tari yang representatif disamakan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jelaskan hubungan tari-tarian tersebut dengan tradisonal etnik asal tari. Lakukan perbandingan secara empiris tari yang telah ditonton. Secara umum ulasan menyangkut keseluruhan perbedaan dan kesamaan tari yang ada lebih detail dan khusus diberi simpulansimpulan yang pantas dijadikan dasar tentang apresiasi yang kalian lakukan.

tari Lilin.74 . contoh tarian yang ada di bawah ini adalah tari Rancak di nan Jombang (garapan) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Rambai.SENI TARI195 Sumatera Barat Tari Piring. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Kain. Tari Karambik.Rancak di Nan Jombang. tari Payung. 3. Tari Ampun Mende.

76 Tari Joget Lambak Bengkulu: tari Massal Andun. Contoh di bawah ini adalah tari tabot (Bengkulu) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Kikuk. ( Riau ) Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Karan merupakan tari hiburan bengkulu selatan ditarikan remaja putri. Tari Keris. Tari Zapin. Tari Lambak. tari Gandai. tari Kain. tari Sekapur Sirih. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). Tari Ambong. tari Joget Lambak. 3.SENI TARI196 Riau: tari Japin. 3.75 Tari Tabal Gumpita Sumber Koleksi DepBudPar Gb. tari Persembahan tari Joget. 3. tari Bidadari. Tari Catuk. contoh tarian di bawah ini adalah tari Tabal Gumpita.. tari Massal Kijjai.77 Tari Tabot BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI197 Jambi. tari Kepak Balam dll. tari Mandi Taman. maka tari ini berbentuk tari sosial. tari Sauh. 3. tari Kelit Lang. .78. tari Gunjing. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama.Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. Tari Sekapur Sirih BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Kain. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. tari Kipas Perentah. Tari Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi). tari Depan Tulang Belut.

tari Dana dan tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan). Tari Badalung. Tari Bebe. Tari Bayang Sangik. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin).80 Tari Bachincak-an BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bedug dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gambar di atas adalah 3.SENI TARI198 Sumatera Selatan. Tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). tari Melimbang. tari Badaek.Tari Andun. tari Burung Putih. tari Temu..dan 3.79. tari Tabur.

Tari Bebe.81 Tari Ngelajau Sumber Koleksi DepBudPar Gb.SENI TARI199 Lampung memiliki budaya batas. 3. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Tari Arus. tari Melinting. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan properti cemeti. Ayunan Tangan. 3. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak. tari Lepas. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. tari Batin. Posisi geografis sangat menguntungkan. Sumber Koleksi DepBudP Gb. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian pria sebagai ungkapan selamat datang.82 Tari Ngelajau BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Topeng Gong. 3. Tari Tayub(Nayub). Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. topeng Cantik. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. 3. serta Topeng Angga.84. Tari Ngarojeng.85 Tari Nyi Kembang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Gong.SENI TARI200 Jakarta.83 Tari Nyi Kembang Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. Tari Topeng . Tari Blenggo. 3. Tari Ronggeng.

86 .87 Ttari Dogdog Lojor Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Dewi.88 Tari Jaipongan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Keurseus. Tari Keris. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Candra dewi. Tari Kembang Puray.SENI TARI201 a Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. Tari Topeng. 3.dan 3. Tari Capang. 3. Tari Longser. Tari Kandagan. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Ketuk Tilu. . Tari Doger. Tari Merak.

Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat. tari Srimpi. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan). adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu.89 A. tari Golek Lima. Pergelaran di Pendopo. 3.SENI TARI202 YOGYAKARTA. Sumber Koleksi Kusnadi Gb.Tari Gagahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dll. tari Bedhoyo.

Tari Surenglaga. Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3. Tari Lawung.SENI TARI203 Jawa Tengah. tari Topeng (Madura).Tari Panji. pertunjukan secara berkeliling.92 Tari Bersih Desa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Menak Jinggo Dayun..91Tari Warak Dugder Jawa Timur. 3. Tari NgRemo. berperan seperti tledek atau Ledek. 3. Tari Emprak(tari putra/putri berpakaian wanita. Tari Anoman Kataksini.90 Tari Kresno Baladewa Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. tari Golek. tari Bapong. Tari Bondoyudo. Tari Saptoretno. tari Jejer. Tari Kridohumangsah. tari Rantoyo.93 Tari Gelang Ro’om BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber Koleksi DepBudPar Gb. Tari Srimpi 5. Tari Karonsih. Tari Srimpi 9. tari Bondan. Tari Bondoboyo. Tari Menak Koncar. Tari Atandak. 3.Tari Retnosari. Tari Embat-embat.

Tari Ampok-ampok. Tari Ende. Tari Badong. Tari Basur. Tari Kecak. Tari Barong. tari Soka Papak. 3.SENI TARI204 Bali. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.94 dan 3. tari Lenda Nusa Malole.95 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Badawang Nala Nusa Tenggara Timur. Tari Barong. Tari Elilola. tari Likurai. Tari Bidu. Tari Kebyar. Tari Rangde. Tari Bajra. Tari Kabana. Tari Bial Tojong. Tari Deda Lolon. tari Danding. 3. Tari Cak. contoh di bawah ini adalah tari Badawang Nata (Garapan Bali) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Arja. Tari Andir Legong Keraton. Tari Cawan.97 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Tari Taume Anuku BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Dag.96 . Tari Janger. tari Kecak. Tari Dio doe.dan 3. Tari Amiles Siku. Tari Ana Keka. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Pendet. tari Carana. tari Legong. tari Padoa.

100 Tentengkoren BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. 3. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. tari Turutenden. ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. TMII Jkt Gb. Tari Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber GNP TMII Jkt Gb. Tari Maengket.SENI TARI205 Sumber Koleksi Anj. Tari Lenso tari berpasangan muda-mudi.99 dan 3.98 A dan 3. 3. Tari Kartili tarian hiburan rakyat SulUt.98 B Tari Lupak Gurantang Sulawesi Utara. dilakukan kelompok gadis. tari Kebesaran.

Tari Banggai. Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi. tari Ana Tete.SENI TARI206 Sulawesi Tengah. tari Ando Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan.101 Tari Randa Nabia BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta penobatan putri masa akil balig. kitanan.

Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tarian dari Sulawesi Barat memiliki banyak kesamaan dengan tari daerah Sulawesi lainnya. 3.SENI TARI207 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.101 Tari Randa Nabia Sulawesi Barat. Secara umum beberapa tarian yang ada antara lain adalah tarian Pajinang seperti gambar di bawah ini. 3.104 Tari Pa’Jinang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .103 dan 3.

kain sarung menjadi sarana untuk melakuka visualisasi peroperti tari lainnya.Tari Moleba. tari Linda. Tari Motaro dll. 3. tari Dinggu. Tari Morengku. Tari Katumbu. Tari Kancara. Tari Morasa. tari Mangaro. Tari Salonde. Pada tarian panggayo ini penari bergerak lemah gumulai. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Dero.SENI TARI208 Sulawesi Tenggara.105 Tari Ponggayo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pergerakan tari lebih banyak memainkan kain sarung sebagai properti tari. tari Lumunse. Tari Modero. Tari Moana. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. Tari Lumanse. Tari Modelusi. Tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Pada saat tertentu kain sarung juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk keperluan garapan dengan memberikan kesan latar penutup. tari Mombesara. Tari Moese.

Tari Maklatu Kopi. Tari Daok Bulang. Tari Bissu tarian kaum Banci mandau property tarinya. tari Mananeng. Tari Malemmo. 3. tari Denggo. Tari Tano Doang). Tari Pajaga ini adalah tari kelompok property tari menggunakan mandau. Tari Mak Jekne-jekne. Tari Mappacci. Tari Makrencong-rencong. Tari Alusu. dilakukan oleh penari Putri dan.108 Tari Tano Doang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tari Moseng. tari Pasuloni. contoh tari-tarian di bawah ini adalah Tari Pabate Pasapu. Tarian ini sakral dan untuk upacara tertentu saja. Tari Mangayo. Tari Losa-losa. Tari Mangandak. Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI209 Sulawesi Selatan. Tari Cip Cip Po. Tari Mak Bandong. 106 Tari Pabete Pasapu Sumber Koleksi Pribadi Gb. tari Pettenung. tari Bisaro. Tari datu Museng. Tari Kajangki adalah tari upacara Perang. Tari Kondo Bulang.107 Tari Kondo Bulang Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Maluyya. Tari Lule. tari Padudupa. Tari Alu-alu. 3. Tari Mak Randing. Tari Manganeng. tari Pagalung. Tari Pakarena(Klasik) adalah tarian lembut gerakan mengalun berkembang di Makasar. Tari Dumono. 3.

tari TemboPada beberapa tarian dari Kalimantan Barat memiliki latar belakang budaya yang dekat dengan pesisir. tari Totokng. Tari Belaong. oleh 4 wanita. tari Perang. tari Tandasambas. Beberapa jenis tari yang ada antara lain adalah: Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. ditarikan pada masa paceklik. Ciri tariannya lebih dipengaruhi alam sekitarnya.109 Tari Perang KaBarat: tari Capin Tari Jongjana. Tari Datun dll. tari Amboga. 3. Tari Burung Enggang. Tari Belahong. Tari Bejo Ujo. 1 orang lelaki(pawang). tari Sirang.111 Tari Dara Juanti BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Bekuku. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. tarsaku Ayu. Tari Gantar. 3110 dan 3. Sumber Koleksi DepBudPar Gb.Tari Anggo. Tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit. tari Hudok.SENI TARI210 Kalimantan Timur.

Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb. tari Balian Bukit. Baksa (Ajaran. tari Mantang. Tari Bogam. 3. 3.114 Tari Baharuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .113 dan 3. tari Japin Sigan. tari Gandut. tari Topeng Panji.Tumbak).SENI TARI211 Pada tarian di Kalimantan Selatan banyak yang memiliki motif dan bentuk penyajian yang hampir sama pada ke empat wilayah daerah tersebut. Kalimantan Selatan memiliki tari-tarian yaitu tari Tirik Lalan.112 Tari Tarik Lalan Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tameng.

tari Lenso. Tari Kinyah Danum. Tari Balian Bawo. tari Mandau Talawang dan Kapuas. Tari Bukung. 3. Tari Banggai. Tari Bahala. Tari Due Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. Tari Mabileose. 31. Tari Kangkurung. Tari Dodobol. Tari Kanjan. Tari Tambung. tari Manjuluk Sipa.116 Tari Giring-giring Maluku. tari Kinyah Bawi.SENI TARI212 Kimantan Tengah: tari Giring-giring. Tari Badeder. tari Kinyah Pampulu.115 Tari Giring-giring Sumber Koleksi Anj.118 Tari Persembahan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 3. Tari Denge-denge. tari Boleong Dadah.117 Tari Milau Sumber Koleksi TMII Jkt Gb. Tari Maru Putih. 3. Tari Karaenta. tari Mutiara. Sumber Koleksi Jursuan Tari UNJ Gb. TMII Gb. Tari Caka Lele. Tari Dendang Dilale.

SENI TARI213 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.119 dan 3.TariMbis Pok Mbui. Tari Aniri. tari Wor. Tari Etol. Tari Aya Nende.122 Tari Ndaitita BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Det Pok Mbui.. Tari Meitoro Meisawe. tari Dombe. Tari Aluyen.121 dan 3. Tari Meto. 3. 3.120 Tari Bambu Gila Irian Jaya. Tari Mooni. Tari Kampu. Tari Ndi. Tari Dow mamun. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Yospan.

125 dan 3.124 Tari Dhalaalail Panggung Jati Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Daerah dimaksud adalah tari daerah Banten dengan tari Dhalaalail Panggungjati dan Bangka Belitung (Babel) Tari Tepulut. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.123 dan 3.SENI TARI214 Pada Buku ini diselipkan beberapa tari daerah propinsi yang baru di Indonesia. 3. 3.126 Tari Tepulut BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

SENI TARI215 Setelah kalian mengenal tari-tari tradisi Indonesia. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . di mana pengantin wanita ikut menari bersama penari lainnya. Coba kalian sebutkan lagi tari-tari lainnya yang ada di Indonesia seperti contoh di atas dilengkapi dengan asal daerahnya. sekarang Anda apresiasi bentuk tari lainnya. . upacara pengantin. untuk penghormatan tamu agung. tari karya Gusmiati Suid (Padang). bentuk gerak. Coba kalian jelaskan tentang irama. iringan tarinya. pelajari dengan seksama jenis-jenis tari tari yang memiliki peran fungsi di masyarakat sesuai pola garapan. Sbagai contoh di sini dapat disebut tari Gending Sriwijaya merupakan tari upacara. Cermati bentukbentuk tari tersebut secara spesifik. Analisalah tari-tari yang kalian amati. rias-busana. gerak. tari karya Sardono (kontemporer) atau tari-tari yang sering digunakan “penari latar”. pola garapan. dsb. kemudian uraikan berdasar pendapat kalian. Bagaimana peran fungsi tari yang kalian amati. penyajian. penyajiannya cukup unik. Contoh kegiatan apresiasi terhadap tari Gending Sriwijaya. serta bandingkan dengan satu atau beberapa tarian lain yang kalian pahami. Tarian ini mempunyai pola lantai yang sangat sederhana. tari karya Tjetje Soemantri (Jawa Barat). baik melalui gambar maupun pengamatan langsung. penyajian dan perkembangan yang dimilikinya. tari karya Retno Maruti (klasik Jawa Tengah) bahkan mungkin tari-tarian Guruh Soekarno Putra yang spektakuler. Cobalah kalian temukan dan kenali tentang identifikasi tari-tari yang kalian lihat melalui video yang kalian tonton pada waktu guru kalian memberi tugas. misalnya tari karya Bagong Kusudiarjo (Jawa Tengah).

3) Sinopsis atau uraian singkat tentang proses koreografi. sehingga tarian tersebut dapat kalian simpulkan termasuk ke dalam jenis. Tari Pergaulan/Sosial. Buat Analisis apresiasi jenis tari Tradisional Indonesia. Perlu diingat kajian budaya yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat memberikan kontribusi dalam mengulas tanggapan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Latihan 1. Pahami isinya dan klasifikasikan tari kalian amati tersebut ke dalam fungsinya. dan terakhir kalian dapat menemukan tari yang serupa atau sejenis dari daerah lain. Sudah pada tingkat manakah kegiatan pencermatan dalam wujud apresiasi ini?. coba jelaskan latar belakang. 12) Setting atau stage.SENI TARI216 Kemudian kalian dapat memetik nilai-nilai serta makna dari tari Gending Sriwijaya berdasarkan sinopsis tarian tersebut dan beri komentar terhadap gerak-gerak yang diamati. 8) Ekspresi gerak atau ekspresi penari. Kegiatan apresiasi ini diakhiri dengan melakukan penilaian terhadap tari yang diamati. Amati salah satu bentuk Tari Tradisional. 7) Ide pijakan gerak. Tari Nontradisional. nama dan jumlah penari 4) Jenis tari. 11) Properti. Sebutkan ciri gerak spesifik yang menunjukkan tari tersebut sebagai Tari Upacara (Adat) 2. nilai atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui repertoar tari tersebut. 10) Tata rias dan busana. 2) Nama dan asal koreografer. Tari Upacara. Bagaimana kegiatan apresiasi terhadap suatu Koreografi tari Tradisional. baik dengan ukuran kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan kesepakatan diantara kelompok. 13) Pola lantai. 6) Keunikan gerak ditinjau (aspek tari). peran dan bagaimana kedudukan perkembangannya pada waktu sekarang. Melalui tayangan tari-tarian yang telah kita amati. fungsi-peran atau tujuan tari. fungsi-peran tari dalam kehidupan masyarakatnya. Adapaun teknik penyampaiannya sebagai berikut: 1) Judul Tari. 5) Waktu dan tempat pertunjukan. Rasakan dengan menghayati bagian per bagian dari gerak tarinya. Cobalah kalian menspesifikasikan ke dalam aspek mode penyajian dan bentuk tarinya. Tari Teatrikal secara seksama. 14) Tata cahaya atau lighting. 9) Musik iringan tari.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tujuh tahap kegiatan apresiasi dapat dijadikan sebagai media teknik memberikan ulasan siswa. Unsur kreatif dan inovatif dapat digunakan sebagai pengembangan berkarya (kolaborasi) pertunjukan tari yang spektakuler (hasil perpaduan tari tradisi. guru. tetapi lebih pada mencermati dan menganalisis isi (makna) yang terkandung dalam koreografi tari tersebut. sehingga masing-masing tari akan memiliki keunikan berdasarkan ciri atau karakteristik masyarakatnya.SENI TARI217 terhadap tari yang diamati. mahasiswa. kreasi dan moderen). Rangkuman Apresiasi adalah kegiatan pengamatan atau menonton suatu bentuk karya tari. Masyarakat Bali memiliki tingkat apresiasi yang tinggi. karena tarian menjadi ekspresian spriritual masyarakat Bali. mahasiswa) karena tingkat apresiasi ditentukan kebiasaan masyarakat penonton.Tahapan tersebut dapat digunakan sebagai pijakan mencermati isi. menganalisis. Kegiatan apresiasi harus disesuaikan dengan karakteristik yang menonton (siswa. guru. menghargai dan memproduksi koreografi berdasarkan hasil pengamatan. karena pada dasarnya bahwa budaya masyarakat setempat akan mempengaruhi tehadap bentuk tari yang dihasilkan. Kegiatan apresiasi diakhiri dengan memberikan penilaian/penghargaan sehingga diharapkan mampu mengkualifikasi koreografi tari tersebut.

SENI TARI218 PETA KONSEP ESTETIKA TARI Estetika Tari Keunikan Ide-ide Teknik Tari Estetika Kreatif Tari-tari Pendidikan Pengamatan Proses Kreatif Berdasarkan Hasil Apresiasi Komposisi Tari Bagan 3. 1 Deskripsi Struktur Ide dalam Koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Keindahan benda seni yang kita tangkap melalui panca indra. Keindahan sesuatu bukan merupakan kualitas obyek. Kenyataan inilah dimana situasi keindahan makna sebuah nilai keindahan dapat terproyeksi secara benar. Keindahan bentuk seni dapat dikenali melalui kenyataan pengaruh-pengaruh karya yang telah memberikan batas-batas kemampuan kita di dalam menghayatinya. proyeksi munculnya keindahan tari adalah bagaimana kesan makna yang dapat diartikulasikan kita menjadi bentuk kepuasan suatu pengalaman estetik yang pada saat itu hadir sebagai bentuk gerak yang sangat indah. keindahan tari ditetapkan berdasarkan kesepakatan lingkungan. Dalam seni tari. membedakan dan mengapresiasi makna sebuah bentuk karya seni (Jazuli: 2003. garis dan warna (rupa). merupakan keindaha yang semu sifatnya. adalah kesankesan yang dapat dimaknai sebagai pemenuhan kebutuhan estetis kita. keindahan berpedoman kepada pengertian yang mempersyaratkan adanya kepentingan selera. Oleh karena itu. Dalam memahami nilai-nilai keindahan karya seni tari tidak boleh terikat dengan masyarakatnya atau kita masuk ke dalam situasi dan keadaan lingkungan dari mana tari tersebut berasal. kepekaan. Penghayatan terhadap berbagai kebutuhan tentang selera. wirasa. tanpa intrik. dan pengaruh yang bakal menciptakan situasi dimana rasa keberpihakan menjadi dewa dalam menentukan keindahan sebuah karya seni.SENI TARI219 E. serta wahana komunikasi adalah kemampuan bagaimana cara kita untuk mengapresiasi dan menghayatinya. pemahaman. Namun demikian. Nilai keindahan suatu benda belum menjadi jaminan indah bagi semua yang menghargainya. Arti kenikmatan dan perwujudan sesuatu kesatuan tentang gerak beserta pendukungnya yang berfungsi secara inderawi bekerja merespons bentuk-bentuk seni menjadi bermakna bagi kehidupan kita. NILAI-NILAI KEINDAHAN TARI Keindahan tidak nampak sebagai makna nilai. hal yang terjadi dalam menilai suatu keindahan tari di Jawa telah mematok melalui sejumlah kriteria mencakup beberapa unsur penting seperti dapat dilihat dalam bagan konsep di bawah ini sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . alasan dimana wiraga. dan wirama tari dan gerak hadir secara bersama. yang mampu menimbulkan makna terhadap penghayatan simbol-simbol sebagai media dalam karya seni baik berhubungan dengan gerak(tari). nada(musik). 113). Pada hakikatnya.

Irama: Kriteria mengatur kecepatan. tenang. Ulat: Kriteria ekspresi mimik guna mencapai dramatik. gendhing. Musik iringan harus direfleksikan secara baik melalui penampilan dan suasana. Penari harus mampu menggerakan tari lebih menarik. Gaya gerak pribadi dalam teknik gerak jadi ketentuan.2 Prototipe 8 Kriteria dalam Memenuhi Kemampuan Menari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . peran. dan ungkapan gerak (marah. dan sebagainya). Penari harus mampu mengendalikan gerak. dihafal. Lulut: Kriteria menghayati gerak secara mengalir (mbanyu mili) Artinya rangkaian gerak runut. tekanan gerak dipahami dan dihayati berkaitan dengan irama tari dan musik. Penari mampu menghayati gerak. Dalam tari perubahan gerak harus selaras dan serasi. sedih. dan instrumen menjadi penguasaan penari.SENI TARI220 Pacak: Kriteria yang ditetapkan dan ditaati dalam melakukan gerak. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran Bagan 3. Pancat: Kesinambungan motif gerak satu dengan lainnya. tempo. berkesinambungan. ketentuan gerakan tari. Luwes: Sifat selaras dan harmonis penari dalam menghayati gerak. taati dalam melakukan gerak. Penari mampu mencapai ekspresi gerak dengan ketentuan karakter peran. Gendhing: Kriteria pemahaman musik. Wilet: Kreativitas penari dalam bergerak. bukan sifat aslinya atau lebih untuk karakter peran. lucu.

peran dan pengendalian diri yang paling penting dalam melakukan gerak tari. ORA MINGKUH: Ketebalan prinsip percaya diri. Tari Surakarta. kontrol gerak. Sengguh. Secara performatif ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan didukung oleh masyarakat di mana komponen Daerah ikut bertanggung jawab atas penetapan serupa. jenis gerak yang dilakukan. Sulawesi. Pemberlakukan ketentuan nilai normatif tari tersebut diakui banyak kalangan. masalah Sawiji.SENI TARI221 Joged Mataram Nilai normatif tari baru saja bergulir. Pada Joged Mataram. SEWIDJI: Konsentrasi diarahkan pada satu tujuan. serta kepercayaa yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. Peran terkait dengan penghayatan tokoh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Jawa Yogyakarta. Sumatra Barat yang diacu da dijadikan landasan kepenarian dakui dan dijadikan acuan secara konsisten. serta makna yang harus diungkapkan secara memenuhi syarat Bagan 3. Bali. Biasanya berhubungan dengan penjiwaan karakter tokoh. Secara lengkap informasi tersebut dapat dilihat pada buku standarisasi tari-tarian sebagai berikut yakni. Kesadaran konsentrasi dalam menari merupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. Karajkter tokoh harus menjadi simbol peraga dalam membawakan peran. Sulawesi. GREGET: Daya kekuatan emosi. Tari Jawa Timur. Secara umum masalah yang sama dimiliki pada beberapa daerah lain di Indonesia. Kedalaman penghayatan gerak. Walaupun terkesan terlambat. kedalaman isi karakter. dan Tari Bali merupakan awal terwujudnya Standarisasi Tari. dan Tari Sumatra Barat. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk atiket dan impresif. pengendalian diri sexcara maksimal. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika. Ora Mingkuh juga menjadi wujud performansi dari kriteria dasar ketentuan normatif tarinya. Dikmenjur secara periodik menetapkan standar tari bagi Tari-tarian Sunda. Greget. Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) secara Nasional sebagai lembaga pemula yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia.3 Joged Mataram SENGGUH: Kepercayaan pribadi yang dapat digunakn untuk memaknai gerak.

serta penghayatan prima terhadap karakter. penghayatan gerak serta olah rasa. Konsep ketiga W ini pada pelaksanaan di suatu momen sangat berperan fungsi dalam cara menilai bentuk fisik. Oleh sebab itu wujud penghayatan atas wirasa lebih ditekankan pada penghayatan karakter peran. Misi inilah yang digunakan oleh wirasa untuk disampaikan kepada audien. dan suasana tari. dan wirasa (3 W) dalam perkembangannya dipakai sebagai cara mengevaluasi kualitas penari dalam menari. baik hubungan dengan gerak dan musiknya. ikatan wiraga. Kualitas menyangkut kepada bentuk sikap dan geraknya secara berkesinambungan dan memenuhi standar kualitas penghayatan gerak. WIRASA Tari melalui simbol gerak direpresentasikan membawa misi.4 Bagan Keterampilan Tari: Peta Keterukuran Keterampilan Tari untuk Penari.SENI TARI222 Dalam tari tradisional. Kepekaan tari menentukan kualitas penghayatan atas gerak dan musiknya. dramatik. WIRAMA : Kemampuan penguasaan irama. gerak yang dilakukan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . wirama. Pengkatagorian yang lazim digunakan berhubungan dengan irama. dan ekspresi yang ditampilkan menjadi bagian dari wirasa tari. kemampuan menguasai irama atau iringan tari. Bagan 3. Secara singkat keterkaitan ketiga W adalah sebagai berikut: WIRAGA: Keterampilan penari diukur melalui indeks yang menentukan kualitas tarinya.

Acuan yang ada selanjutnya digunakan untuk proses kreatif yang pada akhirnya dapat lahir BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan dasar komposisi menjadi wahana untuk mengantar seseorang membuat komposisi tari atau koreografi. Elizabeth R Hayes dan masih banyak lagi. Landasan ini digunakan karena berbagai pengetahuan berkenaan koreografi ada di situ. Rudolf Laban. Akan tetapi bagi pemula yang baru dan harus bekerja secara ilmiah. menyebutkan bahwa tahap-tahap membuat komposisi tari secara lahiriah menjadi suatu fase atau proses kreativitas yang mendalam terjadi pada seseorang. Jecquiline Smith. mereka ikut bertanggung jawab dalam kaitan dengan teori-teori yang dapat digunakan sebagai referensi komposisi tari. Beberapa sumber buku tentang pengetahuan komposisi tari. 1. Pengetahuan Dasar Komposisi Tari Dalam membicarakan komposisi tari atau penciptaan karya (koreografi). Pengetahuan komposisi tari secara hakiki menjadi bahan yang diacu secara dasar dalam hubungan dengan koreografi. Pengetahuan untuk membuat komposisi tari atau koreografi sebenarnya dapat dipahami secara umum saja. Pengetahuan tentang komposisi tari pada dasarnya merupakan alat untuk membahastuntas berbagai hal yang dibutuhkan menyangkut komposisi tari (koreografi). referensi ini selayaknya jangan ditinggalkan. Sarana ini sebagai wahana di dalamnya terdiri dari berbagai elemen umum yang secara khusus mampu membedah tata cara dan teknik perencanaan bagi seseorang dalam mengkomposisi tari atau koreografi. Apa komponen komposisi tari? Berdasarkan beberapa sumber penulis yang ada kaitannya dengan pengetahuan komposisi tari seperti La Mery. Pengetahuan komposisi tari menjadi sumber yang dapat digunakan untuk produksi tari. hal utama yang harus diketahui adalah pengetahuan dasar komposisi tari.SENI TARI 222 BAB IV KOREOGRAFI Pengetahuan Komposisi dan Mencipta Tari A.

Menghayati • Menghayati perasaan yang berkaitan dengan temuantemuan dalam kehidupan menjadi sadar akan sensasisensasi dalam tubuh. • Gunakan khayalan dan daya imajinasi sebagai alat penemuan. • Biarkan curahan pikiran yang muncul dalam bentuk pemahaman dan khayalan-khayalan yang mampu diejawantahkan atau dituangkan menjadi ide-ide gerak yang dapat melawati pengalaman awal. sehingga khayalan-khayalan yang muncul dapat berkembang.SENI TARI 223 dan dijadikan suatu patokan di mana pijakan tersebut selanjutnya dapat digambarkan mengacu pada pola-pola sebagai berikut 1 Mengkhayalkan • Dapatkan akses khayalan. Mengejawantahkan • Temukan kualitas-kualitas estetis yang secara integral berkaitan dengan bayangan-bayangan dan curahan pikiran yang berkembang. masukkan ke kapasitas ingatan. tuangkan ingatan kembali menjadi khayalankhayalan yang dapat menciptakan khayalan baru. 2 3 4 5 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Bebaskan proses berpikir yang tidak-tidak. Memberi Bentuk • Biarkan ide terbentuk secara alamiah • Gabungkan unsur-unsur estetis sedemikian rupa sehingga bentuk akhir dari tarian melahirkan ilusi yang diinginkan dan secara metafora menampilkan angan-angan dalam batin. menyerap. dan dengan senantiasa berganti-ganti dengan sangat cepat (seperti kaleidoskop). dan merasakan secara mendalam apa yang dapat digunakan sebagai jaminan munculnya khayalan berupa ide • Menjadi sadar akan sensasi dalam diri berkaitan dengan kesan-kesan penginderaan. Merasakan • Belajar melihat.

dalam memanfaatkan gerakan yang tanpa disadari gerak mendukung aktivitasnya secara maksimal. gerak merupakan unsur yang penting. dimiliki seorang penari sebagai sumber untuk aktivitas menari. posisi. karena gerak tari sebagai ungkapan ekspresi sedangkan gerakan olah raga untuk prestasi. dan tekanan. format. La Merry. Laban. Tenaga dalam gerak tari berhubungan dengan energi yang dikeluarkan untuk bergerak sesuai kebutuhan intensitas. Kedudukan gerak didesain menjadi bentuk benda selama menempati posisi. Dalam kaitan dengan tari. Gerak terdiri dari tenaga. kedudukan. dan wiraga. Gerak dalam tari secara kedalaman memiliki merupakan media ungkap dari pernyataan dan ekspresi. lebar dan volume. kualitas. dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. Tenaga yang disalurkan menghasilkan bentuk. ELEMEN-ELEMEN DASAR KOMPOSISI TARI Seperti telah disinggung pada pengantar pengetahuan komposisi tari tentang membuat komposisi tari atau koreografi bahwa referensi yang banyak terkait dengan koreografi adalah buku karangan Elizabeth R Hayes dan Jequeline M Smith. 1.SENI TARI 224 B. Gerakan tari berbeda dengan gerakan bekerja atau gerakan olah raga. dan momen berpindah dari satu posisi ke posisi lain. gerakan mengayun. mengalir. menahan dan sebagainya sangat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . ruang dan waktu dan berhubungan erat dengan wirasa. Bentuk. Disain Gerak Manusia beraktivitas sehari-hari memerlukan gerakan tubuhnya. dan sikap maupun posisi gerak menentukan bagaimana suatu gerakan harus diperagakan. Intensitas banyak sedikitnya berhubungan dengan tenaga untuk pergerakan. Format gerak berhubungan perubahan sikap. Masalah gerak pada dasarnya merupakan unsur utama dalam tari. dan kedudukan dari suatu benda. Disain gerak secara nyata merupakan unsur 3 dimensi yang memiliki panjang. bergetar. Kualitas gerak juga menjadi prioritas gerakan dipelajari. Dalam tarian gerak merupakan unsur baku. maka di bawah ini secara berturut dapat dijelaskan peta konstruksi pengetahuan koreografi secara jelas dapat diuraikan adalah sebagai berikut. tekanan atau aksen berhubungan dengan penggunaan energi secara merata atau tidak melalui penyaluran kekuatan bergerak dari seorang penari. wirama. Gerakan menari merupakan gerak yng digunakan untuk mengungkapkan perasaan.

serta kedalaman makna gerak yang dapat dirasakan secara terstruktur oleh peraga tari dalam menarikan suatu tarian. Motif. Standar gerak tari dibutuhkan untuk ungkapan ekspresi. Bentuk wujud dan variasi bunyi yang ditimbulkan melalui alat musik dapat digunakan untuk memberi ruh musik yang digunakan untuk mengiringi koreografi. Masalah tempo atau ritme. Para siswa coba lakukan dalam hal ini bagaiama kalian mampu merasakana gerakan yang dapat dilakukan secara berbeda dalam kaitannya dengan jenis gerakan tegang. Bunyi yang teratur sesungguhnya merupakan disain musik. dan patah-patah. konstruksi. dinamik dan sinkop yang terdapat dalam bunyi suatu musik dapat membentuk irama dan dinamik yang mampu menggugah rasa kita untuk mengekspresikan gerak. bentuk. dan kedalaman isi suatu tarian sangat menentukan bagaimana tari dapat menimbulkan kesan emosi bagi pengamat atau yang menontonnya.SENI TARI 225 bergantung pada bagaimana teknik seorang penari melakukan kualitas gerakan secara sempurna. Gerakan tari dapat dibentuk melalui disain yang dibuat. Coba jelaskan perbedaan yang dapat kalian rasakan melalui pengalaman bergerak secara terus menerus khususnya pada saat kalian belajar menari. dan dinamiknya dapat bermacam-macam bentuk. sedangkan yang tidak teratur dapat disebut dengan bunyi saja. Desain musik agar dapat menghidupkan koreografi perlu digunakan kemampuan musical yang berhubungan dengan bekal kemampuan dan kecakapan dalam mengukur kekuatan serta bagaimana teknik menghasilkan dinamika secara variatif. kendur. kekuatan dan jangkauan gerak. Para siswa sekalian. 2. coba rasakan bagaimana kalian mampu mengolah gerakan-gerakan yang memiliki sifat gerak mengalir. mengayun. Teknik dan cara memainkan alat musiknya juga berbeda satu jenis alat dengan alat lainnya. mengalir. jenis. Jenis musik yang teratur disebut ritme. Oleh sebab itu. Disain Musik Musik pada dasarnya bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh sumber bunyi. tegang-kendur serta berbagai jenis gerakan yang dapat didesain secara mudah oleh kalian sendiri. patah-patah. bentuk. Bentuk dan kapasitas serta kebutuhan tenaga yang disalurkan menjadi makna gerakan tari yang pada nantinya diungkapkan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Tantangan mendasar yang paling mencolok apabila koreografer yang tidak memilikibekal ilmu musik dan musical yang tinggi akan tabu an tidak mengerti kepekaan musikal yang harus dituangkan dalam musik iringannya. Kemampuan seseorang dalam menghidupkan musik memiliki karakter bunyi serta kekuatan untuk membangkitkan impresi rasa bagi pendengarnya dibutuhkan penghayatan rasa bunyi secara khusus. tekanan. Koreografer yang memiliki kecakapan ganda akan menjadi asset pengetahuan yang tidak henti-henti dalam penggarapan koreografinya. Masalah desain musik yang paling pokok adalah memiliki konsep bagaimana cara mewujudkan bentuk awal. Melalui penggunaan jenis alat musik yang berbeda watak dan jenis memiliki karakter yang dapat digunakan untuk memberi corak irama. Kepekaan rasa musical inilah yang dapat digunakan oleh seseorang dalam menghidupkan dinamika secara harsontal dimana dalam pengolahan rasa musik lebih ditentukan pada bagaimana cara seseorang tersebut dalam mengusun. musik diatonis dalam wujud alat-alat musik barat. Cara dan teknik ini sangat dibutuhkan dalam penataan koreografi yang lebih mendasar. dan alunan suara secara tepat dan benar. Di sisi lain. dan sinkop-sinkop bunyi secara variatif. serta banyak penafsiran yang digunakn untuk mencapai klimaks garapan. dan menata melodi. hal ini membutuhkan kemampuan dan keterampilan keduanya di bidang seni. Paduan keduanya secara sinergis dapat menghidupkan koreografi semakin kaya penuangan ekspresi musikal. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 226 Musik orkestra berperan dalam memberikan bermacam warna bunyi dan variasi alat yang digunakan. Secara kuantitatif peralatan musik yang banyak mampu menghadirkan kesan dinamis. klimaks. dinamika. Cara garap desain musik dapat dikembangkan dengan melalui penggunaan alat musik tradisonal dalam bentuk gamelan. secara kualitas instrument alat musik yang banyak tidak signifikans untuk menghadirkan klimaks yang berkesan dan memiliki kekuatan garapan. Penggunaan alat musik yang dibutuhkan dapat memberikan keserasian musik iringan dan bentuk koreografi yang dikembangkan secara maksimal. mendalam. penahanan akhir dan penurunan secara koreografis. Apabila hal ini terjadi akan membawa dampak yang kurang positif dalamm koreografinya. perkembangan. ritmik. merangka. hegenitas. dan dengan menggunakan teknik sentuhan musical yang professional.

Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI 227 Kemampuan dan kekuatan menjalin rasa musical menjadi bentuk musik yang memiliki kapasitas dan intensitas rasa musical ditentukan pada hasil elaborasi dalam mendesain musik secara cermat. piano. dan lain-lain.3 . 4. organ.4 alat musik diatonis Gitar dan Dram BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 4. Kecermatan yang dimaksud inilah merupakan sentral kepekaan musik dari seorang yang mampu menggarap musik secara hidup dan penuh sentuhan.1 Perangkat Gamelan Sunda Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Di bawah ini adalah jenis alat musik Gamelan Jawa yang berlaras Pelog dan Slendro (Pelog dan Salendro/Sunda). drum.4. Alat musik lain dalam bentuk alat musik diatonis seperti contoh gitar.2 Perangkat Gamelan Jawa Sumber: Jurusan Tari UNJ Gambar 4.

lurus. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . lari cepat.SENI TARI 228 3. lengkung. dan banyak tari-tarian rakyat yang masih belum banyak digarap. huruf V. angka delapan dan sebagainya. Garis lurus yang dilukis di lantai memberikan kesan sederhana tetapi kuat. Secara umum desain ini terbagi ke dalam dua bagian yakni desain garis lurus dan disain garis lengkung. geser ke kanan-kiri. kepala. spiral. Aspek desain lantai dapat tergambar secara ilustratif melalui lintasan gerak penari. ruang gerak. tubuh. Garis menyudut atau diagonal. zigzag. dan posisi penari pada saat diam. Pola garis lurus dapat dibuat ke depan. Gambar desain lantai ini dalam pengertian lain adalah garis yang dibentuk oleh formasi penari kelompok. secara dinamis dapat dilakukan dengan variasi gerak dan pola gerakan berulang atau berganti-ganti (kanan-kiri). segi empat. Desain garis lengkung banyak terdapat pada jenis tari komunal kerakyatan yang berciri kegembiraan. sedangkan pada desain garis lengkung memiliki kesan lembut dan lemah. bahkan berbentuk lingkaran dapat terlihat penonton melalui gerakan melintas penari saat bergerak. Beberapa variasi gerakan yang nyata dan pola gambar yang dilukiskan pada lantai dibayangkan secara imajinatif dalam angan-angan. Pada jenis taritarian dari Muangthai dan Jepang juga Tari Tradisi Klasiknya banyak menggunakan desain garis lengkung. Desain Lantai Garis-garis yang dilalui oleh penari disebut desain lantai. Sifat disain di bawah ini lebih menunjukan pada sifat-sifat yang mirip antara satu sisi dengan sisi lainnya. Gerakan jalan. ke belakang. huruf T. tari Hula-hula dari Hawai. Siswa dapat melihat bagaimana bentuk dan model sifat desain yang berhubungan dengan sifat yang simetri dan tidak simetri. Di sisi lain. kaki. Pola garis yang dan tergambar di lantai untuk bentuk garis dijumpai pada tari-tarian Klasik Jawa. dan ke samping atau serong. Penari membuat konsep ruang pentas yang secara geografis berhubungan dengan garis. Formasi garis lurus juga dapat dalam bentuk segitiga. dan bentuk lain seperti desain zigzag atau kebalikannya. garis lengkung dapat berwujud ular. lingkaran. Gerakan dengan berpindah tempat dilakukan secara jelas hubungannya dengan gerak tangan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Karakter gerak yang biasa dilakukan untuk penghayatan menunjukan desain atas adalah pernyataan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan menengadahkan kepala. Batas-batas gerak yang memberi nkesan desain atas secara geometris berhubungan dengan tiga dimensi.SENI TARI 229 4. panjang lebar dan tinggi membentuk volume/isi. merentangkan ke dua tangan ke atas. kepala ditengadahkan. melayang sesaat di udara. Desain tiga dimensi berhubungan dengan volume gerak. serta gerakan lai yang berhubungan dengan pernyatakan simbol gerakan yang berhubungan dengan desain atas. Pemahaman gerak seperti telah disebut adalah dengan mewujudkan teknik gerakan menengadahkan kepala dan gerakan ke dua tangan ke atas. Kesan gerakan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi desain atas mencakup beberapa kesan. tidak bertumpu pada lantai dasar atau tempat bertumpu. Desain Atas Disain atas dilukiskan melalui gerakan mengayun-ayun atau melambaikan tangan di atas garis bahu. Anggota gerak tubuh mengarah ke samping dan kesan yang ada memiliki makna konstruktif. Jangkauan terluas atau terpanjang yang mampu dilakukan oleh masing-masing penari. Batas-batas ruang desain atas tari yang dibutuhkan adalah volume besar-kecilnya gerakan. Ruang desain atas dapat diciptakan lagi melalui gerakan yang sesaat melayang di udara dengan dasar kaki sebagai tumpuhan berada di atas permukaan lantai atau landasan tumpu. Badan dan postur penari tanpa perspektif. Desain atas secara obyektif masih diperdebatkan. merupakan desain yang secara horisontal dilihat dari depan penonton. a. Gerakan yang memiliki kesan disain atas dilakukan penari dengan cara meloncat. serta melakukan selebrasi yang berhubungan dengan kontaks bicara dari hati dengan Tuhan melalui penghayatan pandangan mata ke atas. Pelaksanaan gerakan dilukiskan untuk mendapatkan kesan gerakan dilakukan di atas garis bahu. serta dimungkinkan bertumpu di landasan tetapi kesan gerakan yang dilakukan lebih ada dalam posisi di atas lantai. Dengan demikian aspek gerakannya memiliki tiga dimensi. jangkauan besar/kecil dan atau sempit-luasnya gerakan. melompat. secara rinci dapat disebut yakni. Konsep disain ini secara mendalam masih dipertanyakan. Desain Datar.

desan ini dari arah depan penonton memiliki kesan dalam. menyerah. akan tetapi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan bersahaja. kebingungan karena kesan garisnya nampak terputus. Kesan desain ini nampak teratur. dan serong. desain ini menggunakan garis-garis lurus pada anggota tubuh seperti torso. c.. penuh energi. Desain lurus. dan umpan balik yang terkesan dangkal. pasrah. kokoh. g. Desain ini apabila digunakan terus menerus akan membosankan. Desain kontras dalam implementasinya menggunakan garis-garis bersilang. kejujuran. Kesan yang nampak halus. kepala. e. kaki bergerak ke kanan dan ke kiri. Desain Horison. Anggota gerak badan dan garisgaris yang akan bertemu apabila dilanjutkan memberikan kesan pertemuan garis yang ada di angan-angan. f. lembut. Desain ini memiliki makna yang dalam terlihat oleh penonton. Penggunaan lengan penari secara horisontal dan terus menerus. Anggota tubuh dan postur yang ada mengarah ke belakang. lengan dan badan menjadi kunci yang dapat memberikan kesan. Desain Lengkung. dan kaki berada satu lajur lurus horisontal. d. Sebagian anggota gerak tubuh. dan lebih dalam lagi kurang berdaya. Desain Statis. desain ini dibentuk melalui kontur badan dan anggota tubuh lain dari penari. Desain memiliki kesan tenang. disain ini ditimbulkan oleh postur tubuh penari. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur menjulur ke atas. Tungkai dan lengan lengan mengarah ke atas atau ke bawah. Kesan yang dimiliki adalah sederhana. lembut. Desain Dalam.SENI TARI 230 b. Dsain ini menarik. kesan yang ada nampak tercurah. Ke depan. h. penggunaan desain ini menempatkan posisi anggota tubuh dan postur mengarah ke garis horison. tungkai. Kesan yang ada nampak egosentris. Desain ini memiliki kesan kuat. dan tidak menuju ujung garis. desain ini menggunakan pose-pose tubuh sebagai unsur yang dominan pokok. tenang. Desain Murni. Porsi tubuh mengarah sejajar garis tanah. Kunci tubuh menjadi pertimbangan desain ini tetap kokoh karena anggota tubuh yang lain bisa melakukan gerakan. Desan Vertikal. i. Desain ini tidak menggunakan desain kontras.

Desain ini dipusatkan pada anggota bawah hingga ke bagian pinggang penari. desain ini menggunakan desain lengkung berupa lingkaran lebih dari satu yang searah dengan badan dan anggota badan. dan ombak laut dengan membuat kesan gerak naik turun. Bagian yang memiliki kesan intelektual spiritual yang kuat disebabkan oleh dukungan bentuk pemujaan atas bentuk lengen dan arah kepala yang mengarah ke atas. lutut. pangkal paha. Desain ini memiliki kesan penuh emosi. pada sisi lain memberi corak kekuatan gerak yang terfokus pada anggota gerak badan. kesan gerak dengan bantuan properti secara lanjutan menjadi salah satu indikasi kesan ini BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . desain ini banyak menggunakan tekukan-tekukan tajam pada sendi sendi siku. desain berada pada desain atas dan bawah. o. desain gerak yang dihasilkan melalui impul salah satu atau beberapa anggota gerak badan hubungannya dengan penggunaan properti yang digerakan untuk menghasilkan kesan tertentu. kekuatan gerak tidak diimbangi penghayatannya dapat menimbulkan kesan gerakan tidak menarik dan membosankan. Desain Tinggi. Desain Terlukis. desain ini dibatasi oleh kemungkinan gerak dari anggota badan penari hingga ke bagian atas. Apabila kurang hati-hati. n. desain ini berupa lanjutan desain gerak yang tertunda. Desain Rendah. k. l. m. Desain Lanjutan. pangkal lengan. Desain Medium. Desain ini memiliki kesan penuh daya hidup. Kelanjutan gerak yang dicatat dan kesan pikiran menjadi modus dalam melukiskan kesan gerak dilanjutkan. Contoh angin ribut dengan menggerakan properti sampur atau kain lainnya dengan gerakan tidak teratur.SENI TARI 231 j. Kesan desain ini juga dapat dilukiskan melalui pandangan lanjutan. Desain Spiral. Kesan disain ini menarik perhatian penonton karena penggunaan lingkaranlingkaran itu. Desain ini menimbulkan kekuatan mendalam. apabila kurang hati-hati menggunakannya dapat menimbulkan kesan lemah. desain yang dipusatkan pada daerah dada hingga pinggang penari. Pemaknaan gerak hubungannya dengan penggunaan properti agar dapat menyempaikan makna yang disiratkan. lingkaran-lingkaran puting beliung. Desain bersudut. p.

Tangan kanan tolak pinggang. kesan puncak mampu memberi akses pengalaman estetik yang berhubungan dengan koreografi. kesan ini ditimbulkan dengan memanfaatkan piranti anggota tubuh penari untuk melakukan gerakan secara bertahap. tangan kiri bertolak pinggang. Desain ini memiliki kesan kokoh. Unsur dramatik biasanya menjadi bagian kesan suatu komposisi tari atau koreografi secara keseluruhan. desain asimetris dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh kanan dan kiri tidak sama. Dramatik Dramatik pada sesungguhnya menjadi unsur yang menghidupkan suatu tari. Desain asimetris sangat diminati oleh penonton. Dramatik menjadi watak garapan koreografi. maka tangan kiri juga tolak pinggang. Apabila koreografi digarap secara professional. rambut. tenang. Kesan ini memberikan indikasi bahwa orang tersebut sedang dimarahi. tangan dan kaki dalam wujud gerakan lanjutan yang tidak tampak secara nyata. q. Desain ini menarik dan dinamis. r. 5. maka penggunaan bahasa isyarat tubuh dapat digunakan sebagai mediasi menyatakan maksud pernyataan. Desain Tertunda. lengan kiri lurus ke samping kiri. Tarian yang memiliki desain asimetris sangat menguntungkan dan sangat menarik bagi penonton. Seseorang yang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kesan adanya garis lanjutan ditimbulkan oleh anggota tubuh lain dari penari terutama mata. seorang memiliki badan yang bagus. s. tetapi apabila terlalu banyak digunakan menyebabkan kejenuhan. maka gerakan tangan memberi aba melakukan ancaman beberapa kali ke arah korban. sehingga kesan yang ada harus jelas perbedaannya. Dramatik berhubungan dengan klimaks atau ending. Posisi tangan kanan lurus ke samping kanan. Lengan kanan lurus ke samping kanan.SENI TARI 232 diwujudkan. Koreografi yang kesan puncak atau klimaksnya tidak berkesan terasa hambar untuk dihayati. desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempatkan garis-garis anggota tubuh yang kanan dan kiri berlawanan arah tetapi sama. Desain Simetris. Contoh memarahi orang. Desain Asimetris. Contoh lain. Kesan kurang kokoh.

setelah klimaks ke dua dilakukan penurunan secara cepat. Perjalanan naik agak lambat. Dengan demikian sampai terjadi titik dasar pendakian hingga perjalanan menuruni gunung yang sudah berakhir menjadi teknik yang perlu diperhatikan. Garapan tentang koreografi unsur dramatik sangat diperhatikan. Energi yang diterima digunakan untuk mencapai takaran klimaks dari perjalanan Setelah puncak atau klimaks tercapai. Yang bersangkutan memulai dari ngarai menuju puncak memerlukan kekuatan menanjak. Kerucut Ganda adalah garapan koreografi yang dibuat dengan mamatok ide garapan menggunakan puncak atau klimaks dua kali. maka dengan demikian puncak pemanfaatan energi yang diperoleh jangan digunakan. Artinya dapat dikatakan bahwa puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi sekali selanjutnya penurunan. pada saat yang kritis energi penuh harus dikeluarkan. Teori ini mempresentasikan bahwa drama yang sukses harus digarap dengan desain kerucut tunggal. Selanjutnya. pada saat ini penurunan secara cepat dan kesan penutup garapan yang biasanya digunakan lebih tinggi dari kliamks pertama atau puncak pertama. Artinya puncak garapan komposisi atau koreografi terjadi dua kali pada puncak pertama digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan koreografi untuk mengakhiri dengan puncak sesungguhnya. Hal ini dipertimbangkan sebagai roh yang bakal digunakan untuk singgah di benak pemirsa atau penonton atau pengamat. maka gerakan pengenduran menjadi titik beku energi maka gerakan pengenduran diperlukan untuk mencapai titik dasar lagi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tahap satu dramatik dapat digarap dalam bentuk Kerucut Tunggal (garapan koreografi dibuat dengan mamatok ide garapan bahwa puncak atau klimaks digarap satu kali saja.SENI TARI 233 berpengalaman dalam membuat dramatik. Klimaks kedua berbeda atau lebih tinggi dari klimaks pertama. Desain kerucut tunggal dipakai untuk drama dan teori Bliss Perry. makin ke atas harus makin banyak energi yang dikeluarkan. biasanya sering diingat olah banyak orang. Oleh sebab itu. Ada dua macam jenis dramatic yakni berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda. proses turun dengan energi yang telah mengendur atau semakin banyak energi yang diperas. sehingga dalam kurun waktu yang menjadi titik beku energi. Secara umum dapat dijelaskan bahwa desain ini diilustrasikan seseorang yang mendaki gunung. Dramatik terdiri dua tahap. Di sisi lain.

harus ada kesan yang dijadikan momen bagi penonton. Titik puncak penggarapan klimaks harus dibarengi dengan kesan.SENI TARI 234 Dalam suatu garapan drama. Lengkapnya garapan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Secara teknis bentuk dramatik kerucut tunggal dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini Klimaks Perkembangan Permulaan Penyelesaian akhir Disain Kerucut Tunggal. sehingga apabila klimaks telah tercapai harus segera menyelesaikan akhir garapandan sesaat kemudian segera melakukan penurunan. terjadi hanya satu klimaks saja. terjadi hanya dua kali atau lebih dua kali klimaks. klimaks harus tercapai setelah membuat penanjakkan yang cukup lama dan penuh energi. Jangan sampai kesan klimaks dilewatkan. Klimaks Klimaks Kecil Permulaan Penyelesaian Akhir Disain Kerucut Tunggal.

dinamika gerak mudah dicapai dengan baik dari pada taritarian wilayah barat yang lebih banyak menggunakan anggota gerak menggunakan tungkai. gaya tari yang menuangkan tercapainya klimaks dengan kaki sebagai unsur utama.SENI TARI 235 6. serta pergantian tekanan gerak lambat ke cepat atau sebaliknya dan lain-lain masih banyak yang dapat dikembangkan. tekanan atau aksen. Pengetahuan tentang dinamika pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan tenaga dalam melakukan gerakan yang di dalamnya terdapat intensitas. Gerakan patah-patah juga memungkinkan terjadinya BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hal ini banyak dikembangkan pada tari-tarian dari belahan timur Indonesia. pergantian tempo dari cepat ke lambat atau sebaliknya. ada beberapa contoh taritarian yang menggunakan dinamika sebagai pencapai puncak atau klimaks garapan melalui kaki secara maksimal. Masalah dinamika yang menjadi perhatian adalah apa dan bagaimana penggunaan dinamika dikembangkan. kepala. Badan bagian atas sangat jelas ditempatkan sebagai ekspresi gerak. Di sisi lain. gerak dan waktu membuahkan berbagai macam kontras antara keras-lembut. Dinamika pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang efekefek kekuatan dalam menghasilkan gerakan. Wujud dinamika dalam gerak lebih banyak terdapat pada anggota gerak bagian atas dan bawah. Di Spanyol. cepat-lembut-tenaga dan sebagainya. Pergantian atau perubahan gerakan dari badan atau anggota gerak lain tertentu dari lemah ke kuat dapat menghasilka dinamika. kualitas gerak. Dinamika dapat diwujudkan bermacam-macam teknik. Kaki sebagai pengembang pertama dalam pengembangan dinamika tari-tarian Spanyol. dibutuhkan dinamika. cepat-kuat-bertenaga. Dalam tari-tarian wilayah timur. kemungkinan tersebut digunakan sebagai penyelaras dinamika gerak dan komposisi. Salah satu ciri yang ada dan terjadi dalam tari-tarian Indonesia adalah taritarian dari Irian Jaya atau Papua. Penggunaan besar kecilnya tenaga apabila dikombinasikan dengan pengaturan ruang. Puncak pemanfaatan gerak untuk mencapai puncak ekspresi dilakukan dengan lengan tangan. Pergantian level dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. Peneliti tentang dinamika menyatakan bahwa ekspresi fisik manusia lebih banyak menonjolkan gerak spiritual dan intelektual pada bagian badan. torso bagian atas. Dinamika Untuk mencapai puncak garapan.

misalnya lewat pengaturan level. Perubahan pose gerak satu ke pose gerak lain apabila dilakukan secara tepat dan penghayatan yang tinggi menciptakan dinamika yang ekspresif. keras ke lembut. Masalah gerak. dapat melahirkan gerakan lembut perlahan dan kurang greget. Greget merupakan dorongan perasaan yang kuat. Kualitas garapan koreografi salah satunya dapat ditentukan oleh dinamika apabila garapan biasa-biasa saja. Dinamika lembut. Kebutuhan tentang dinamika di sisi lain dapat digunakan untuk memperpanjang dan memperpendek tarian yang dipertontonkan.SENI TARI 236 dinamika secara mekanik. tenang. Garapan koreografi berhubungan dengan suasana yang diinginkan. Daya dan kekuatan gerak membuat orang penari mampu melakukan gerakangerakan tari penuh energi di atas pentas. Dinamika yang tajam dan tinggi dapat merangsang kesan emosi. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan mengalun disebut Legato. Dinamika komposisi tari menjadi roh dalam komposisi tari. dan tekanan dari lemah ke kuat. Teknik dinamika secara jelas dapat diuraikan pada uraian sebagi berikut. Melalui teknik dinamika yang diterapkan dapat digunakan untuk mengkatorl dan meningkatkan kualitas garapan koreografi agar semakin tajam dan tinggi sehingga memiliki akurasi yang tinggi. Makin lama makin lembut atau pelan disebut Decressendo. masalah teknis lainnya dapat dikembangkan melalui teknik dinamika. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sedang. Hal ini telah dilakukan dan dikembangkan. Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkan gerakan patah-patah disebut Stakato. Diperlembut/diperlembut/pelan disebut Ritardando Makin lama mengalun disebut Pianisimo. pergantian tempo. Makin lama keras disebut Forte. masalah musik. Aturan-aturan yang berlaku pada gaya tari dapat dibantu dengan memberikan watak tari ke dalam dinamika greget. Dinamika dapat diwujudkan dengan berbagai cara. dan sebagainya. • • • • • • • • • Contoh pengelolaan teknik dinamika adalah: Makin lama makin keras/kuat disebut Cressendo. Gerakan ini dilakukan oleh penari yang memiliki inner tari yang cukup memadai. Diperkeras/diperkuat/keras disebut Accelerando. desakan batin atau ekspresi dari dinamika batin melalui pengendalian yang sempurna tanpa menuju kekerasan.

tidak membosankan. perlu menjadi catatan bahwa koreografi akan dinamis sensitive dan menarik mampu menghadirkan garapan yang sinergis. dan penuh variasi maka akan dapat menyihir atau lebih tepatnya memukau bagi penonton.SENI TARI 237 Teknik dinamika yang dicapai dengan melakukkann gerakan tertentu dalam koreografi satu dengan yang lain dalam bentuk dinamika maka perpaduannya akan dapat menimbulkan daya tarik. tergarap secara baik. kedudukan dan posisi masing-masing penari antara belah satu dengan belahan yang lain secara seimbang. Keseimbangan posisi maupun gerakan berhubungan langsung dengan akumulasi penilaian akhir dari sikap gerakan. depan dan belakang. atas dan bawah. dan memperhitungkan kemungkinan yang dapat membosankan dan menjemukan secara dini. teliti. 7. Apabila terjadi sebaliknya. Dinamika untuk komposisi penari kelompok lebih dari lima orang dapat divariasikan melalui elemen keindahan kelompok. Oleh sebab itu. kesan garapan akan menjadi membosankan bahkan lebih buruk dari pada format garapan tunggal. bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama. menarik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Aspek balance atau berimbang dapat dikombinasikan dengan memberi formasi posisi pada saat melakukan gerakan secara berimbang antara bagian kanan dan kiri. pada garapan tari kelompok dibutuhkan penghayatan mendesain tari kelompok agar semakin cermat. Efektivitas penerapan dan pengolahan aspek disain kelompok dapat mewujudkan kesan mendalam. Dengan demikian. Variasi jumlah penari dalam kaitannya dengan penggunaan desain tari kelompok sangat signifikans diterapkan untuk komposisi tari lebih dari tiga orang. Desain tari kelompok akan lebih variatif dikembangkan untuk taritarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga. formasi. Kelima unsurnya mencakup pada aspek union atau serempak adalah semua penari melakukan gerakan secara serempak. Komposisi Kelompok Pada tari garapan solo atau tunggal dan duet atau berpasangan komposisi kelompok yang digunakan sederhana dibandingkan dengan komposisi garapan tiga orang atau lebih. arah hadap dan arah pelaksanaan gerakan secara bersama-sama. Variasi desain tari kelompok akan lebih berkembang apabila dibandingkan dengan tari-tarian yang memiliki jumlah penari lebih dari tiga orang. dan penuh sensifisitas yang tinggi dan mendasar.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sehingga. Formasi gerakan selang seling atau alternate diwujudkan melalui gerakan yang saling menyusul. bukan sebaliknya bahwa kesan yang muncul komposisi kelompok menjadi kurang indah. Teknik gerakan cannon atau secara bergantian dicapai dengan melakukan gerakan penari dengan motif sama tetapi dalam melaksanakan gerakan secara berbeda antara penari yang dalam posisi ganjil dan genap saling bergantian. hilang karakter koreografinya hingga sampai komposisi kelompoknya amburadul atau tidak sesuai harapan koreografer. mencapai formasi dengan gerakan yang bebas. dan atau penentuan gerak antara kelompok penari yang dalam posisi genap dan ganjil secara berbeda. serta pencapaian tujuan dalam memenuhi jangkauan gerak. dan formasi yang harus dicapai dan dipenuhi oleh masing-masing penari secara berbeda. . Aspek alternate atau selang-seling diilustrasikan dalam bentuk gerakan yang dilakukan oleh penari secara bergantian. kemudian pada saat berikut formasi berubah membentuk situasi pergerakan penari bergerak ke berbagai tujuan. serta dengan perbedaan saat yang ditentukan secara sama juga. kurang pengolahan teknik desain. posisi suatu kedudukan.SENI TARI 238 Aspek broken atau terpecah biasanya diciptakan melalui kesan gerakan dari posisi satu kelompok yang menyatu. Ilustrasi gerakan yang berturutan dikembangkan dengan wujud gerakan penari yang saling menyusul dari urutan penari hingga mencapai keseluruhan penari yang berbanjar atau bersap melakukan gerakan yang sama tetapi secara urut. Dalam waktu singkat penari melakukan gerakan yang masing-masing berbeda arah hadap. dengan motif gerak yang sama. atau bahkan seperti sudah disebut bahwa koreografi semakin kacau balau. Motif perubahan gerakan lebih menekankan kepada kesan gerakan dimana penari bergerak secara saling menyusul antara penari yang berada diurutan genap dan ganjil secara serempak. berurutan. Variasi dalam menjabarkan teknik dinamika ke dalam tari kelompok diharapkan mampu menjadi daya tarik yang mempesona dalam suatu koreografi. arah tujuan. pergerakan penari memamg benarbenar bebas untuk bergerak. Secara khusus dapat dikoreksi bahwa teknik dalam mengembangkan desain kelompok seperti diuraikan di atas pada dasarnya bukan sebagai jaminan yang baik dan sempurna apabila memanfaatkan teknik dinamika di atas suatu koreografi menjadi sempurna. antara urutan satu penari dengan penari lainnya.

mulai dari komposisi yang paling sederhana yakni garis lurus adalah bentuk penjelmaan desain tari kelompok secara lebih proporsional. Teknik ini juga bisa dikembangkan untuk desain alternate. Gerakan yang dilakukan untuk penari dengan bermacam gerak. Jam terbang pengalaman membuat koreografi menjadi semakin elaboratif dan kreatif.SENI TARI 239 Kredibilitas seorang koreografer dapat mencerminkan kemampuan meramu dan mengkomposisi koreografi semakin menarik. Teknik desain yang dikembangkan dalam koreografi tunggal harus mampu memberikan kesan tarian semakin berkualitas. Cara dan teknik dinamika yang disajikan membutuhkan pengalaman yang matang dan dalam atas karismatik koreografi yang digarap secara brilian. Variasi pengembangan desain di atas teknik desain dikembangkan untuk penataan koreografi kelompok yang memiliki pengolahan desain tari kelompok secara mendasar. Penjabaran terpecah dijelaskan dengan bentuk gerakan dimulai dari komposisi berbaris. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mempesona. dan memiliki watak garapan membutuhkan kemampuan dan ketajaman teknik mengolah desain kelompok secara elaboratif dan variatif harus dapat menciptakan kesan desain tari kelompok semakin berkualitas dan professional. cannon. sehingga enak dan indah ditonton sebagai sajian yang membangkitkan apresiasi. sejumlah penari tersebut harus melakukan gerakan masingmasing dengan bergerak ke berbagai arah. membuat lingkaran untuk penari yang ada dinomor urut ganjil atau genap secara serempak bergerak sama ke segala arah. dan mewujudkan impian keindahan garapannya. Desain kelompok untuk garapan tari tunggal pengembangan bentuk kombinasi dapat diterapkan secara sederhana. Performa garapan koreografi untuk memanfaatkan desain kelompok menjadi semakin hidup. Kesungguhan untuk melakukan penerapan teknik dinamika ke dalam formasi tarian harus lebih bila dibandingkan dengan desain kelompok untuk tari kelompok. dan dapat menciptakan koreografi menjadi lebih operasional dan menunjukkan kemampuan dan keterampilan secara kualitatif. Professional dan kemampuan yang mendalam di dalam mewujudkan kemampuan mewujudkan penerapan desain kelompok secara baik dan sempurna diburtuhkan kunci sukses suatu koreografi tari tunggal yang lebih sulit dan mendasar dari pada untuk tari kelompok. dinamis. Secara actual desain kelompok terpecah masing-masing penari memiliki kebebasan mengeksplor panggung secara bebas. kredibel.

busana tari) Tema yang bernilai adalah tema yang orisinil. rangkaian kalimat gerak. • Perlengkapan teknik tari koreografer dan penari. tempat. • Fasilitasi yang diperlukan pertunjukan (musik. Tema Tema dikembangkan mulai dari konsep yang dibimbing secara awal dan mendasar oleh pengajar. dan konstruksi koreografi. improvisasi gerak dan penataan gerak. Dengan perkataan lain. Apakah pemilihan tema dapat diidentifikasi ke dalam sub-sub tematik yang dapat mencerminkan terwujudnya kumpulan motif gerak. Kesesuaian tema dengan pilihan hasil eksplorasi gerak menjadi kunci pilihan tema ditetapkan. Tema dikembangkan menjadi sejumlah refleksi tentang apakah tema cocok dengan bentuk gerak yang dipilih. Tema diwujudkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan meliputi: • Apakah itema dapat ditarikan? • Apakah ide gerak dari tema tersebut dapat ditarikan? • Apakah hubungan konsep dan ide tema dapat dieksplorasikan? • Apakah pengembangan tema dapat diwujudkan ke dalam urutan gerak? • Masih banyak pertanyaan yang diajukan agar tema dapat diwujudkan ke dalam bentuk tari Tema dipilih untuk direfleksikan menuju pertanyaan tentang tema dapat ditarikan. Orisinilitas tema ditarikan sebagai sumber dalam pemilihan tema dari bentuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pilihan tema juga menjadi dasar pijakan eksplorasi gerak.SENI TARI 240 8. hasil eksplorasi gerak didasarkan tema pilihan. Tema dipilih didukung oleh kecakapan eksplorasi gerak yang sesuai dan sepadan dengan tema yang dipilih. instruktur atau tenaga ahli koreografi. Dengan demikian. Tema dikembangkan menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana memadukan tema ke dalam bentuk gerakan yang akan dipilih dengan itu maka pilihan tema terjawab. • Dapatkan tema ditarikan. Perwujudan tema menurut La Mery membagi tes uji tema sebagai berikut: • Keyakinan koreografer atas nilai tema. • Efek sesaat tema kepada koreografer dan penari.

yang ada dalam garapan koreografi.SENI TARI 241 koreografi sebelumnya.6 Kostum Tari Katiak (Riau) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pilihlah tema yang memiliki dasar orisinil untuk dikoreografikan. 4. Tema orisinil ditarikan lebih baik. Pada konteks tertentu rias dan busana juga dibutuhkan untuk tujuan penonjolan terhadap penampilan suatu bentuk seni pertunjukan dalam rangka digunakan sebagai bagian upacara keagamaan. upacara adat. ungkapan tari yang memiliki makna simbolis. melalui rias dan busana dapat mewujudkan visi karakter atau tokoh yang diharapkan. Pada sisi lain rias dan busana menjadi kebutuhan yang sekender mana kala dalam garapan lebih dibutuhkan pada konsep pertunjukan secara naturalistik. Sehingga. dan kapasitas pemilihan gerak yang memiliki dampak sinergis terhadap struktur nasihat yang diungkapkan melalui penjelasan gerak.5 Kostum Annien (Riau) Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. Dramatari yang dikemukakan dalam wujud pemaknaan kata-kata. 9. 4. Apabila tema menjadi bukan orisinil. uji kemudian harus dilakukan dengan tema yang ditarikan. Tema dapat diungkapkan dalam bentuk dramatari. Rias dan busana digunakan sebatas kebutuhan garis wajah saja dan pembalut tubuh penari. Sumber: Anjungan TMII Jakarta Gb. Pilihan tema yang demikian harus dihindari. Banyak ceritera menarik yang tidak dapat dikomunikasikan. pemaknaan gerak yang tepat dan memenuhi harapan penonton. Apabila anda memiliki kemampuan kea rah itu. dan bentuk tarian untuk upacara tertentu. Saat tertentu busana terlihat sederhana untuk jenis tari nontradisi. Rias dan Busana Rias busana pada prinsipnya merupakan pendukung dalam tari. Unsur ini pada garapan tertentu sangat vital dibutuhkan terutama untuk memperdalam atau menunjukan adanya karakter atau penokohan.

7 Kostum tari Nyi Kembang(DKI) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.10 Sangkrae(KalTeng).SENI TARI 242 Sumber: GMP TMII Jakarta Gb. Katiak (Sumbar) Nyi Kembang(Betawi). 4.5-4. Perhatikan gambar di bawah ini menunjukkan identifikasi wujud dan perkembangan pemakaian busana tari daerah. Fantasi (Bali) Gambar 4. 4. 4.8 Searah Jarum jam kostum Kostum Tari Anniem (Riau). Gruda (Bali).8 Kostum Gruda. Gb. Sumber: Jurusan Tari UNJ 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .9 Trunajaya (Bali). Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Pendet dan Lojor (Karakteri). 12 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.11 Batagak (Sumbar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.SENI TARI 243 Gb. 4. 4.13 Dogdoglojor(Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb 4.12 Pendet (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.14 Ngelajau(Lampung) Gambar di atas menunjukan Rias Garis Wajah ( tidak menunjukkan karakter) tatarias Batagak(Sumbar) dan Ngelajau(Lampung). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

4. Gb.17 Karakter Putra Gagah Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut. Gb. 4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.SENI TARI 244 Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.15 dan 4.16 Riasan untuk Memberikan ketegasan garis wajah saja Gambar di bawah ini menunjukan tipe riasan untuk karakter. 4. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.17 Karakter Putri Halus BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Penggunaan properti yang ditawarkan dapat digunakan untuk mengembangkan formulasi keindahan koreografi. berkualitas. tinggi 20 cm. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . segi enam. 40 cm. Di sisi lain apabila penguasaan penari terhadap property kurang sempurna. dan 60 cm serta masih banyak bentuk lainnya. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari merupakan properti yang dibutuhkan dalam koreografi tari. Ada yang berbentuk segi empat panjang. segi delapan. di bawah standar panggung. Pada kenyataannya terdiri dari dance property/properti tari dan stage property/perlengkapan panggung. Kunci ini menjadi indikasi kebutuhan properti dalam suatu koreografi. Dance property terdiri dari peralatan tari yang dipegang penari secara langsung. dan memiliki kesan yang menarik bagi penonton. di samping tujuan penggunaan lebih ke arah penggunaan teknis dalam koreografi. Properti tari tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan koreografi. dibutuhkan Apabila tuntutan koreografi menjadi utama dalam penggunaan property maka penari harus dibekali keterampilan yang lebih di dalam memperagakan keterampilan penguasaan property. ini menjadi kebalikan bahkan kesan ini menjadi kunci kindahan koreografi menjadi tidak tercapai. kesan koreografi akan lebih mendalam. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk membenkan keindahan bentuk koreografi secara baik. bujur sangkar. Jenis stage property di desain untuk memberikan dampak positif pementasan koreografi menjadi lebih indah. Hal ini apabila terjadi. Peralatan panggung lain yang secara khusus menjadi pilihan setting atau perlengkapan panggung menjadi dukungan dalam pementasan koreografi. Bentuk dan format trap bermacam-macam. Stage panggung yang terkait dengan peralatan baik langsung maupun tidak langsung dimanfaatkan pada saat pementasan terdiri dari trap (level foundation) yang berfungsi membuat kesan penari lebih di atas.SENI TARI 245 10. Penguasaan properti tari oleh penari mutlak merupakan persyaratan yang harus dimiliki. Stage property adalah semua peralatan yang berada di atas panggung dan menjadi sarana yang langsung maupun tidak langsung melengkapi konsep suatu koreografi di mana dalam penerapannya diletakkan di area pentas atau di panggung untuk mendukung koreografi.

Perlu diperhatikan bagi koreografer untuk berhati-hati memilih dan menetapkan properti tari untuk mengusung koreografinya.SENI TARI 246 Properti yang efektif digunakan sebagai alat bantu dalam koreografi harus konstruktif. Penempatan properti tari dan stage property secara bersama menjadi bagian utuh dalam merefleksikan kesatuan koreografi agar menjadi semakin menarik. keris. Proporsi penggunaan property tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampllan penguasaan penari secara pokok. tongkat. Penggunaan properti tari dipilih tentu saja sudah dipertimbangkan masak-masak bagaimana pengolahan properti tari digunakan. Penguasaan properti tari dapat memunculkan bentuk penguasaan dan pengembangan propert. Penggunaan property tari harus mempertimbangkan jenis. dimungkinkan replika properti tari yang ada dapat digunakan sebagai property yang asli digunakan. Dengan demikian untuk pengembangan secara umum terhadap penguasaan properti dibutuhkan luang waktu untuk eksplorasi ide dan penuangan gagasan gerak dalam memainkan atau menguasai properti. dan asas pakai properti secara baik dan benar. kipas. dalam dunia pendidikan penggunaan model dan jenis properti tari meliputi : Sarung. Oleh sebab itu penguasaan properti identik dengan bagaimana cara teknik menguasai atau teknik menggerakan properti. padat. memenuhi standar properti. cundrik. fungsi. panah dan masih banyak lagi. Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format koreografi yang berkualitas. payung. Hal ini dibutuhkan unsur kreativitas dalam menjabarkan makna penggunaan properti imitasi menjadi pilihan properti asli tidak dipilih. payung. bola. Pengembangan penguasaan properti dengan ide yang dilaksanakan perlu elaborasi. mandau. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . piring. Properti tari banyak ragam bentuk dan jenisnya Cakupan yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur). tombak. selendang. apabila mungkin kualitas property menjadi tuntutan mutlak dalam pemenuhan kebutuhan property dalam koreografi. pedang. kipas. kendang. rebana. Pada sisi lain. Pilihan atau penggunaan properti tari jangan sampai mengganggu makna gerak yang akan disampaikan koreografer dalam menyampaikan misi tarinya. piring. dan memenuhi kualitas penggunaannya.

23 Tari Manyong Gambar 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .18 dan 4. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb. 4. Fungsi properti tari dan setting panggung menjadi tujuan penyajian koreografi secara proporsional. 4.19 Toya dan Selendang berfungsi sebagai properti tari Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.SENI TARI 247 Pertimbangan penggunaan properti tari dan setting panggung harus benar-benar fungsional. 4. 4.21 Sesaji dan payung berfungsi sebagai piranti panggung. Kebutuhan keduanya jangan mengganggu koreografi dipentaskan. Gambar di bawah ini yang menunjukan fungsi peran properti tari dan setting panggung dalam koreografi.22 Tari Manyong Gb. Sumber BSN TMII Sumber BSN TMII Gb.20 dan 4.22 dan 4.23 di atas menunjukan Sisingaan dan Ranting berfungsi ganda sebagai properti tari dan piranti panggung.

pendopo. sehingga banyak orang telah mengenal dan memahami sebagai pengetahuan yang biasa. replika panggung yang dibutuhkan. spektakuler. Oleh sebab itu. Konsep pendopo pada awalnya lahir untuk kalangan orang terpandang. Di beberapa tempat di Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan atau tempat pentas dengan banyak bentuk. Tempat dimaksud meliputi lapangan sebagai arena terbuka. Pemanggungan bentuk Pendopo adalah tempat pementasan yang pada awalnya digunakan untuk pementasan tari klasik di daerah Yogyakarta dan Surakarta. tata teknik pentas sebagai sarana penempatan properti panggung secara umum. penempatan tata teknik pentas dirancang untuk kebutuhan pentas secara matang. halaman pura. Di bawah ini ada beberapa bentuk pemanggungan yang telah dikenal kita. Dalam suatu pertunjukan memerlukan sarana dan fasilitas tempat untuk penyelenggaraannya. Peralatan dalam bentuk lain. Pada penerapannya. selanjutnya.SENI TARI 248 11 Tata Pentas Seperti telah disinggung dalam setting panggung. Pada koreografi yang menjabarkan pengembangan ide. Untuk menempatkan wahana replika. Secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut. properti panggung dirancang untuk mendukung ilmu tata teknik pentas. Dalam pengembangan. dan banyak lagi tentang properti panggung yang oleh koreografer dipikirkan untuk menopang keberhasilan koreografi menjadi pilihan tata teknik pentas yang diharapkan. istilah tersebut diadopsi dan dijabarkan kembali menjadi bahasa yang telah umum di percakapan sehari-hari kita. karena pendopo dimiliki oleh orang setingkat Wedono atau Penewu ke BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta bangsal sebagai tempat pergelarannya. properti panggung menjadi alternatifnya. replika yang akan ditempatkan di atas pentas. profesional. pemanggungan (staging). memenuhi harapan koreografer dan penonton. Pemanggungan tersebut di atas merupakan istilah yang berasal dari Barat. menjadi sarana yang disarankan untuk mencapai kualitas pementasan secara maksimal. tata teknik pentas bahwa untuk memenuhi kualitas koreografi sebagai ilmu akan menempatkan panggung menjadi wahana pementasan koreografi. Teknik pentas adalah mengadaptasikan penempatan properti panggung secara profesional. Bingkai-bingkai bermacam disain properti panggung secara kualitas diharapkan dapat mendukung pementasan.

dan besi beton. Stage Proscenium secara umum tergantung kepada bagaimana ruang pementasan tersebut akan dibentuk. Dalam kenyataannya telah banyak yang disesuaikan sesuai standar internasional. Di bawah ini contoh pendopo yakni. Contoh di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Biasanya sisi kanan dan kiri atau sekitar apron terdapat ruang yang digunakan untuk menata instrumen musik. Gb. Bentuk pemanggungan ini sudah cukup tersebar di seluruh wilayah Indonesia. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.24 Panggung Pendopo Model pemanggungan bentuk lain adalah Proscenium Stage. Konsep kanan dan kiri terdapat layar atau sekat pembatas yang disebut side wing. Tempat ini memiliki ruangan yang ditopang banyak penyangga berupa kayu. tiang.4. Kapasitas dan personifikasinya sudah banyak yang memenuhi standar (representasional).SENI TARI 249 atas. Penonton dalam menikmatipertunjukan dari depan saja (frontal). Arah dan sudut pandang ditujukan terfokus pada arena pentas. Di depan panggung terdapat area sedikit yang disebut sebagai apron. Teater Tanah Air Indonesia (TMII) dengan fasilitas space staging ( panggung di udara atau para penari dalam berperan menggunakan link kawat yang diatur sedemikian sehingga penari atau peraga seperti terbang). Kapasitas bentuk dan kualitas pendopo berhubungan dengan strata atau kedudukan orang yang memiliki atau mengelola pendopo.

SENI TARI 250 Di bawah ini digambarkan contoh Stage Proscenium sebagai berikut.25 Stage Proscenium Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.26 Jumlah saka dan area pentas Pendopo BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gb. 4. Gb. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.4.

penonton melihat pertunjukan dari arah depan separoh bola. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. Secara bebas bentuk lapangan terbuka dapat dijelaskan bahwa penonton dapat melihat dari segala penjuru. Penonton memanfaatkan celah yang dapat digunakan untuk melihat atau menyaksikan pertunjukan melalui sudut pandang yang luas. penonton menyaksikan pertunjukan dari arah depan melingkar separoh bola.27 Panggung Melingkar Pada bentuk tapal kuda. terbuka. Bentuk pemanggung yang dirancang secara sederhana dan bentuk ini sudah klasik adalah bentuk lapangan terbuka. Atau dengan perkataan lain.SENI TARI 251 Konsep pemanggungan secara umum dapat dijelaskan berdasarkan bentuk dan kapasitas penonton yang dapat memanfaatkan situasi dan kondisinya secara interprestasi untuk memenuhi kebutuhan pada saat menonton pertunjukan adalah sebagai berikut. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4. dan lebih bebas atau santai dalam menikmati sajian.

28 Panggung dan Lapangan Terbuka Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. tratag atau tenda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tangga berundak. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd Gb. 4. kebersamaan panggung. .SENI TARI 252 Adapun bentuk panggung terbuka dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut. Gb.29 Bentuk Panggung Konsep secara sinergis.4.

kualitas pencahayaan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kebutuhan atas pengadaan tata lampu dan tata suara menjadi pilihan terbaik kualitas pertunjukan. Fungsi tata lampu antara lain sebagai penerang. penciptaan suasana.2. Kualitas gedung pertunjukan yang representati. Strip Light (lampu garis) biasanya digunakan untuk menerangi dua hingga jalur area pentas saja yang masing-masing berjarak sekitar 2-4 meter dari deret lampu strip yang ada. Pertunjukan dilakukan di bawah terik matahan atau di bawah terang bulan pumama. Penataan tata lampu dan tata sound yang seharusnya membantu pementasan jangan hanya salah penempatan atau pemilihan standar kualitas pemanfaatan menjadi boomerang pementasan menjadi tidak berkualitas. Tata Lampu dan Sound Pada seni tradisional. kelengkapan produksi yang paling tidak diperhatikan adalah masalah penataan lampu dan sound. dengan lampu minyak atau petromak saja sudah dapat digunakan untuk memenuhi penyajian pementasan tersebut. Bentuk dan wujud tata lampu bermacam-macam perlengkapan lampu diantaranya ada lampu khusus yang disebut Spot Light jumlah disesuaikan dengan kapasitas gedung. Perkembangan teknologi dan pengetahuan yang terjadi. Kebutuhan pemanggungan yang berkualitas di berbagai daerah dan berbagai tempat pertunjukan di Indonesia belum merata. menempatkan pemikiran tentang tata lampu dan sound berkualitas diwujudkan. Kelengkapan produksi tata lampu menjadi pilihan dalam pementasan menempati peran tersendiri dalam pertunjukan Tanpa cahaya yang alami. baik buatan manusia maupun ciptaan Tuhan tontonan menjadi gelap Peranan tata lampu sebagai penerangan. Harus memenuhi perlengkapan ideal dan sempurna bagi pementasan. serta efek khusus pementasan Tata lampu sebagai penerangan jelas tidak diragukan lagi Asal ada penerangan pasti lampu semakin terang.SENI TARI 253 1. di sisi lain juga harus mampu menciptakan inner garapan menjadi seolah penonton berada dalam ilusi koreografi yang dapat memberikan imeji keindahan sesuai dengan pesan yang diharapkan koreografer. Hal ini menjadi masalah yang beragam. penguatan adegan.

Penentuan warna lampu dan pemilihan kostum tari dipertimbangkan melalui dasar kesesuaian yang ideal. koreografer yang jeli memenfaatkan momen penataan tata lampu akan menyesuaikan penggunaan tata lampu dan tata warna lampu lebih mendalam. musik iringan sendu. Efek bayangan agar tidak terlihat pada penari yang ditokohkan ke penari lain menjadi pilihan tercapainya adegan yang diharapkan. tetapi kualitas pandang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Perlu diingat. dan kedalaman isi gerak serta penciptaan colour yang sempurna semakin diharapkan memenuhi kualitas pertunjukan. dan tentunya kualitas pencahayaan yang diharapkan secara menyeluruh pada saat adegan tersebut menjadi momen yang dipilih. Pemisahan tokoh dengan kelompok penari lain menjadi prioritas untuk memberikan batas pencahayaan yang jelas sesuai tempat. pemeranan. Begitu pula sebaiiknya. Teknik penataan lampu yang dikembangkan adalah melalui penyinaran dengan kualitas warna biru. Sebagai ilustrasi dapat diberikan di sini. dalam situasi perang. kuning.SENI TARI 254 Lampu backdrop juga diperlukan agar pada posisi pang belakang dan lampu yang dipakai murni menjadi bagian yang digunakan untuk menerangi latar belakang panggung secara umum. penghayatan. Kualitas pencahayaan sangat penting. sebuah koreografi yang pada saat itu membutuhkan suasana perasaan hati sedang sedih. apabila diberi penerangan tata lampu yang benderang maka koreografi menjadi tidak sesuai. Penciptaan suasana garapan dapat diciptakan melalui penggunaan media penataan tata lampu secara professional. lirih. lampu yang temaram. Penggunaan overhead spotlight atau follow spot light untuk lampu tunggal pada peran khusus atau ditokohkan berada dalam jarak tembaknya. dan warna-warna teduh akan mampu menciptakan suasana yang cocok dalam memenuhi kontribusi suasana koreografi yang diharapkan. Hal ini tidak semata-mata adegan menjadi gelap. dan general. Formulasi warna lampu biasanya digunakan colour bright yang terdiri dari warna-warna biru. semakin pekat merah dapat mendukung suasana apalagi didukung kualitas gerak. Di sisi lain penguatan ekspresi tari dapat digunakan untuk membantu penghayatan agar tercapai tujuan adegan. tata lampu disesuaikan dengan pencahayaan bahwa warna lampu merah. Penguatan adegan dilakukan dengan penataan lampu yang dapat diciptakan melalui daerah-daerah terang dan gelap secara dramatis. merah. dan menyayat.

dan kurang mencapai tujuan koreografis. dan memenuhi kualitas koreografi yang diharapkan. koreografi semakin hidup. distribusi tata lampu di sekitar panggung dan di area panggung. masalah intensitas penyinaran harus sesuai catatan tari. Hal ini menjadi jelas pada saat koreografi tampil sejak awal hingga akhir dilangsungkan. Oleh karena itu. distribusi penyinaran dan pemilihan warna yang dibutuhkan harus menjadi pengendali tercapainya adegan yang dibutuhkan. Hal ini menjadi pendukung dalam pementasan. warna pilihan harus sesuai adegan yang dibutuhkan pada saat adegan. Efek khusus pementasan dapat menjadi kurang baik apabila penyinaran kurang memadai. ekspresi yang dilakukan. penempatan setting tata suara yang berkualitas menjadi salah satu indikasi standar pementasan. penempatan lampu khusus yang kurang tepat ditembakkan kepada tokoh khusus. Pencahayaan dapat mewujudkan adegan dan penyinaran. serta pemanfaatan efek lampu yang kurang tepat dibutuhkan untuk suatu adegan. Hal ini bertujuan agar dapat mendukung pementasan untuk memenuhi konsep garapan. penciptaan suasana. Standar ini semakin diharapkan apabila penari dapat lebih jelas melihat hubungannya dengan kualitas gerak yang diperagakan. Penuangan koreografi yang dipentaskan secara professional butuh tata suara yang memadai. kurang memenuhi harapan. warna pilihan untuk lampu khusus maupun lampu general. adegan kuang sempurna. Masalah intensitas penyinaran tata lampu. dan efek koreografi yang diharapkan. dramatis. Efek khusus yang dipilih biasanya menyangkut kepada bagaimana tata lampu memenuhi kualitas pemeranan. Penataan suara diperlukan dalam tata teknik pentas. dan pemilihan yang lebih penting untuk terciptanya ending atau klimaks garapan tersebut.SENI TARI 255 penonton menjadi lebih terbantu melalui pencahayaan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Kualitas tata suara harus memenuhi harapan koreografer. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Efek pencahayaan dapat merugikan. Oleh sebab itu. serta efek sinar menjadi salah satu kunci pemilihan tata lampu semakin sempurna dan memenuhi standar kualitas koreografi yang baik dan memenuhi syarat pementasan. serta efek khusus yang diharapkan menjadi pilihan tercapainya koreografi mantap dipertunjukkan.

Hal ini juga bertujuan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan. Pilihan terhadap personal koreografer memang menjadi pilihan kendala. Susunan acara ibarat kemudi pada saat penonton akan mengikuti wisata pertunjukan. susunan acara juga merupakan desain dramatik yang harusnya diikuti mulai dari awal. memenuhi syarat. tetapi dalam suatu pementasan yang berkualitas pertimbangan atas penaikan kualitas koreografi menjadi pertimbangan akhir untuk menunjukan serentetan penyajian pada pergelaran tersebut semakin menarik. perkembangan. susunan koreografer. pada kualitas pertunjukan yang diharapkan mencapai sasaran. serta siapa saja yang terlibat dalam pertunjukan tersebut. Di sisi lain. pilihan asal tarian. Panduan acara dibutuhkan sebagai informasi yang akurat tentang pertunjukan tersebut dapat diikuti secara teliti oleh penonton. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan berhubungan dengan pilihan koreografer. klimaks dan penurunan secara koreografis atau sesuai prosedur menikmati penyajian seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 256 12. Pertunjukan yang menampilkan koreografer-koreografer tari dipilih berdasarkan kualitas mulai dari yang memiliki bobot sedang hingga klimaks yang memenuhi persyaratan dalam suatu pertunjukan. Nomor penampilan dijadikan pilihan dalam tata susun acara atau pergelaran dilengkapi dengan buku program yang disusun sebagai panduan pementasan yang akan dipergelarkan kepada penonton atau kepada penghayat yang akan menikmati pertunjukan. pilihan cerita. hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan pada urutan penampilan dari yang memiliki kualitas paling sederhana hingga pada penampilan yang berbobot. ini bertujuan agar pertunjukan tidak monoton dan membosankan bagi penonton. Penyusunan Acara Pertimbangan adanya susunan acara dalam suatu pertunjukan dipehukan. Dengan demikian informasi tersebut menjadi panduan sekaligus informasi yang akan dihayati selama mengikuti pementasan paada saat pertunjukan tersebut digelar.

SENI TARI 257 C. Kegiatan atau proses mencipta satu imajinasi kreatif guna mempersatukan bentuk. Proses melakukan eksperimen atau proses mencoba di dalamnya tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. Bagi kalangan anak-anak pengetahuan secara praktis dan pragmatis adalah tujuan yang akan diraih. Teknik dan strategi membuat koreografi adalah dengan mencoba membuat pola gagasan dengan konsep permulaan tengah. siswa atau penata tari memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. dan selanjutnya uraian difokuskan mulai dari pertanyaan awal apa yang dimaksud dengan koreografi. secara umum dapat dilihat pada bagan komposisi (pada pembahasan tersendiri). BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dalam rangka mengoptimalkan pengetahuan menata tari bagi anak-anak lebih ditekankan pada sistem bimbingan yang menerapkan cara belajar terbimbing. konsep-konsep dan prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. Kesatuan bentuk yang selanjutnya diproses melalui tahap-tahap koreografi menjadi jawaban atas berbagai motivasi yang cukup kuat dan penting untuk mewujudkan suatu koreografi yang akan dipertanggungjawabkan ke depan publik. Dengan cara demikian di atas. Bagan tentang dasar komposisi tari dan elemen komposisi tari di bawah ini. KOREOGRAFI BASIS KOMPETENSI Secara konseptual koreografi adalah gambar gerak yang menunjukkan bahwa aspek tari dibangun berdasarkan struktur peta elemen komposisi tari. Apa yang dimaksud KOMPOSISI TARI atau KOREOGRAFI Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau teknik untuk mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan desain komposisi yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. Bagaimana cara anak mengembangkan pengetahuan tentang komposisi tari sebenarnya kurang begitu paham atas banyak teori yang harus diberikan. Pengalaman belajar koreografi siswa atau penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif. Seorang koreografer dalam mencipta sebuah tarian mempunyai satu motivasi yang cukup kuat dan penting. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). Oleh sebab itu. mempunyai tujuan. Untuk memperjelas pembahasan tentang aspek-aspek koreografi tari. akhir.

tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. Masalah pengembangan ide. isi laut. atau berbagai hal yang ditabukan oleh banyak kalangan. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek yang digunakan sebagai pijakan. 1. elemen keindahan dan pengetahuan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . irama. Hal ini berhubungan dengan upaya meminimalisir anak pemalu menjadi lebih berani dan tidak canggung untuk bergerak. dan kekuatan kreatif. Dengan demikian. mengembangkan gerak secara teratur. konsep dan strategi diwujudkan melalui penyatuan atau tahap merangkum keseluruhan elemen komposisi. Oleh sebab itu dibutuhkan konsep belajar terbimbing yang dapat mengantarkan anak menjadi aktif secara mandiri.SENI TARI 258 Konsep ini biasanya dapat membantu anak untuk berusaha menemukan dan mengenali gerakan yang dimiliki. yang dapat menjadikan seseorang dapat berlaku kreatif. wujud yang tidak kelihatan nyata misalnya isi gunung. Proses kreatif garapan melalui kerja studio Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. dicari. 1. hubungan sosial. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. Eksplorasi dalam pengertiannya adalah sebagai proses pencarian gerak menuju pada pembentukan tari. merasakan. menggerakan. dan merespon. Cara-cara belajar yang terbimbing sangat membantu anak untuk mendekatkan pada bagaimana cara anak bergerak. Tampak nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan juga bisa digunakan sebagai sumber garapan. kecakapan menguasai sesuatu dan sensitifitas estetis. Internalisasi isi penjajagan adalah menentukan gerak. Wujud tampak dapat berupa gerak. dan dikembangkan secara tepat dan efesien. dan mengembangkan secara tepat dan benar. berimajinasi. Di sisi lain.1 Eksplorasi • Eksplorasi termasuk berpikir. tema. Langkah kedua setelah mau bergerak anak harus dipancing agar mau dan tidak segan mengungkapkan kemauannya untuk mengembangkan gerakan. Bagaimana anak harus bergerak. adalah menjadi indikasi pertama yang harus ditanamkan pada anak secara awal. imajinasi.

mencari gerak untuk menemukenali diri. 4. 4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. kelompok mahasiswa yang sedang konsentrasi . Hal ini diharapkan mahasiswa mampu dan memperoleh pematangan ide secara mandiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .32 Instruktur memberi pengarahan Eksplorasi Perhatikan gambar di atas instruktur olah tubuh sedang melakukan pencarian gerak secara perorangan.4. Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.31 Improvisasi Gerak mhs Perhatikan gambar. di sini dituntut pematangan ide.30 Eksplorasi Gerak Mahasiswa Gb.SENI TARI 259 komposisi tari yang terkait secara utuh berdasarkan pertimbangan pengalaman yang telah dan akan dilakukan.

Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. 4.SENI TARI 260 Sumber GNP TMII Jkt Gb. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar pada imajinasi. seleksi dan mencipta daripada eksplorasi.2 • • Improvisasi lmprovisasi ditandai dengan spontanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusi ruang waktu. peran dan alat bantu. mengolah tempo dan ritme. tenaga. level. tempo. rasa.33 Tari Rancak di nan Jombang Penari memperagakan tendangan pada level bawah 1. dinamika. kepekaan bunyi. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. irama. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tindakan dapat lebih dalam dan menghasilkan respons yang unik. raba.

36 Kembangan 1 Pencak Silat Gb.SENI TARI 261 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. 4.37 dua penari putri di halaman ini sedang eksplorasi nyanyian dan gerak.36.4.4.35 Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .34 Saman (Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. Gambar dua kelompok silat sedang mencari kembangan silat berdasar situasi sekitar.37 Panggung dan Lapangan Terbuka Gambar Gb. 4.Gb.

Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. mengkomposisi) • Forming adalah pembentukan atau penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. • Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada materi komposisi atau dapat dilihat pada bagian karya keseluruhan dan dasar-dasar keindahan bentuk. 4.3 Forming (membentuk. Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. lni merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi.40 Pendet (Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan.39 Tari Jaipongan (Jabar) Sumber: Jurusan Tari UNJ 4.SENI TARI 262 1. 38-4.

41) .43).42 Saman(Aceh) Sumber: Ojang Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gerakan (gb.42) dan ruang pentas (4. 4.41 Prajurit (Bali) Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb.4.SENI TARI 263 Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. 4.43 Jaipongan (Jabar) Gambar ketiga koreografi adalah pengolahan properti (gb. 4. 4.

Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. ide-ide baru. akan tetapi perIu dipupuk. • Sumber: GNP TMII Jkt Sumber: GNP TMII Jkt Gb. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. aktivitas. 4.45 Tari Gelang Ro’om Perhatikan Gambar di atas proses melepaskan kain pada kostum tari sebagai bentuk kreativitas garapan ke dalam penguasaan gerak. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. ruang dan koreografi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 264 2 Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Gerak • Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif.L Utami Munandar). gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya.44-4. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. walaupun kadarnya berbeda-beda. melahirkan penemuanpenemuan baru.

Cakupan teknik gerak. gerak dan waktu.46 Tari Dogdoglajor Sumber: GNP TMII Jkt Gb. Oleh sebab itu.47 Tari Jibeng Rebana Perhatikan proses penggunaan kendang dan rebana sebagai properti tari (kreativitas koreografi mengolah desain lanjutan) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam hal ini dibutuhkan adanya kemampuan seorang penari dalam menjawab tantangan yang diberikan penata tari. gerak dan waktu dalam pelaksanaannya memiliki kesejajaran dengan pengalaman penari dalam membaca dan menerjemahkan kemauan penata tari. 4. Pengolahan kreatif gerak untuk dapat memenuhi kebutuhan ruang.SENI TARI 265 Keindahan gerak berhubungan dengan pengolahan elemen tubuh agar dapat mengi ruang. Cara dan teknik yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kemampuan elaborasi gerak ke dalam unsur ruang. 4. di sini perlu adanya latihan inten dan komunikasi yang sejalan antara penata tari dan penari. kemampuan personal. dan waktu. dan kecerdasan penari dalam melaksanakan tujuan gerak sangat bergantung kepada bagaimana kedua belah pihak mendiskusikan dalam pelaksanaan pergelaran. Bagaimana teknik yang harus dilakukan oleh penari untuk dapat menerjemahkan maksud dan harapan penata tari. gerak. Sumber: GNP TMII Jkt Gb. dibutuhkan adanya kemampuan untuk memenuhi aspirasi penata tari.

4.48-Gb.SENI TARI 266 3. 4.. Penemuan-penemuan ide-ide baru dalmproses kraetif tari seperti contoh di bawah ini. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.49 Turun Kauih Aunen Perhatikan gambar di atas 4. dan tafsiran motif yang berbeda satu sama lainnya. dan properti tari dalam bentuk gerakan. dibina dikembangkan ke dalam bentuk pendidikan dan latihan yang terarah. kadar.48 Tari Ngelajau Sumber: GNP TMII Jkt Gb.49 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan gerak split. Proses melahirkan bentuk dan motif kreatif sangat unik antara seorang dengan lainnya. Kreativitas perlu dipupuk.Pada akhirnya bentuk kreatif dapat terwujud dalam bentuk. 4. Pengolahan Kreatif Gerak dan Keindahan Bentuk Tari Potensi kreatif yang dimiliki orang kadarnya berbeda-beda. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

51 Tari Gelang Ro’om Perhatikan gambar di atas 4. 4. 4. gerak dan waktu.50-Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 267 Perhatikan gambar di bawah ini adalah pengolahan kreativi9tas gerak. 4. .50 Tari Randa Nabia Sumber: GNP TMII Jkt Gb. dan split dengan melakukan gaya gerak ke depan seirama alur gerak kaki dan tubuh untuk menghindari adanya kefatalan gerak. properti. Sumber: GNP TMII Jkt Gb.51 dituangkan ke dalam kreativitas pengolahan properti payung dengan ruang gerak sempit. dan pengolahan ruang.

.SENI TARI 268 Setiap orang memiliki kemampuan rasa dan pengolahan pikiran secara sinergis. Kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu bergerak saja. Dengan demikian di sini diperlukan adanya banyak orang yang mampu dan memiliki kepekaan rasa pengeolahan gerak secara baik. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Apabila salah satu kemampuan tidak dimiliki oleh banyak orang tersebut pada akibatnya mereka kurang dapat membaca situasi dan mengevaluasi tari secara menyeluruh. Seseorang yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap tarian. dan taktis. Oleh sebab itu. gerak diperoleh BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pada mereka harus diberi jalan dengan melalui diskusi secara bersama dalam rangka pengembangan gerak dan kreativitas secara maksimal. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Kedua bekal itu apabila dilatih terus menerus maka yang bersangkutan akan dapat menafsirkan bagaimana cara dan teknik pengolahan gerak ke dalam ruang. yang bersangkutan memiliki kemampuan teknik gerak secara primaq. Oleh sebab itu. gerak dan waktu. Kemampuan dan kepakaan tersebut pada setiap orang berbeda. Banyak orang yang memiliki kemampuan satu jenis saja. Di sisi lain pada seseorang yang mampu dan memiliki kemampuan pengolahan gerak terkadang lupa akan bagaimana teknik gerak yang taktis harus dilakukan dan dikembangkan secara terstruktur. mempunyai kekuatan komunikatif. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Pada akhirnya kerja tekun dan konsisten akan dapat memperoleh harpan seperti yang dicitakan. 4. tahapan menuju ke arah kemampuan yang dapat dikuasai keduanya dibutuhkan pengalaman berkesenian tari khususnya secara benar-benar. biasanya yang bersangkutan hanya mampu bergerak atau mengevaluasi saja. Kemampuan yang lebih tersebut biasanya dimiliki pada seorang penari yang juga kompeten terhadap penataan tari. terampil. dan sekaligus sebagai pemeran tari maka yang bersangkutan akan mampu menerjemahkan keindahan gerak melalui kreativitasnya.

diam. merentang dll. organ dalam tubuh. tekanan. tinggi. beralih. 4. belok. arah kiri. elemen komposisi. pelan. mengambang tertahan. ujud badan. Bentuk badan (Body) Bentuk usaha (Effort) Bentu aksi (Shape) Bentuk ruang (Space) 1. 2. imbang. berjalan. lurus. Bentuk usaha (Effort) Mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau jenis tenaga yang digunakan dalam gerak : cepat ringan. mengungkapkan gerakan yang terkait dengan komponen-komponen dalam badan. loncat. wujud ruang sudut. silang. ruang eksternal yang digunakan selama gerakan ini berlangsung. aspek bentuk yaitu 1. 4. Untuk jelasnya. ayunan bebas. dan dasar-dasr kelompok koreografi secara matrikal dapat dilihat keterhubungannya adalah sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berlutut. bagian otot-otot dalam menunjang atau mempengaruhi aktifitas eksternal. jumlah dan simetris. Bentuk ruang (Shape) Bagian dari sistem yang menggambarkan tempat.SENI TARI 269 dari gerak bekerja atau kegiatan sehari-hari dengan cara bermain. 3. 2. diagonal. rentangan. Level rendah. terputus dll. Unsur penjabaran secara umum yang penting dalam penciptaan koreografi selalu terkait beberapa hal yang berhubungan aspek dasar-dasar keindahan. rata. Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari empat. setengah lari. kanan. berpindah. asimetris dll. Bentuk aksi (Shape) Yang menekankan pada aksi. gerak isyarat. menjalur. sedang. simetris. bergerak. 3. Bentuk badan (body) Menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian atas dari badan (torso) dan anggota -anggota badan aksi tubuh : tekukan. elemen tari.

dan berlangsung secara terus menerus seiring dengan proses penciptaan. dan pengolahan teknik dan kolaborasi gerakan ke dalam momen sesaat. Pengolahan dan pengembangan gerakan ke dalam sebuah tarian berhubungan dengan beberapa ilmu yang dapat mendukung secara konstruktif terhadap penyusunan pengolahan gerak hubungannya dengan kreativitas. Di sini dibutuhkan adanya daya serat yang tinggi bagi seseorang yang menekuni tari.SENI TARI 270 Performansi penghayatan tari yang dilakukan oleh seseorang bergantung dari kesungguhan yang bersangkutan dalam menekuninya. Secara umum cara dan rekonstruksi tari ditopang dengan pengetahuan secara kolaborasi adalah sebagai berikut di bawah ini. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Cara dan kualitas yang dapat dicerp bias dalam bentuk mencatat berbagai kronologis perubahan gerak dan kebutuhan kreativitas yang dituangkan. cara yang paling tepat dalam melakukan pengolahan gerak dan pengembangannya melalui kreativitas harus dideskripsikan atau setidaknya dicatat sesuai dengan kode. dicacat. Oleh sebeb itu. cara. Tari sebagai momentum pertunjukan. lebih menempatkan kecirian individual. dan didokumentasi. Pencarian Gerak Eksplorasi Improvisasi Gerakan dicabakan Forming Rekonstruksi Agar pembaca dapat memperoleh gambaran tentang rekonstruksi tari berdasarkan kecenderungan penerapan beberapa aspek berhubungan dengan unsure berikut yang dijelaskan di halaman selanjutnya yakni Elemen Komposisi Tari. Rangkaian gerak yang tercipta pada sesungguhnya melalui proses yang panjang dan konstruktif. dan teknik mengingat secara cepat. cepat terlupakan. Beberapa pakar tari telah mengidentifikasi bahwa tari sebagai gerak yang memiliki momen perlu diingat. Kesan yang ada pada kenyataannya cepat hilang dari ingatan. kesan yang ditangkap pandangan penonton.

Disain Musik 8. Tubuh 3. Tata Pentas 12. Rias Busana 10. Balance( Seimbang) 3. Gerak Tari 2. Tenaga 1. Waktu 5.Penyusunan Acara 1. Dramatik 5. Ruang 4. Desain Lantai 3. Alternate(Selan g-seling) 5. Tata Lampu 13.1 Elemen-elemen Komposisi Tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kelp 7. Canon(Berganti an) Mempercepat Memperlambat Memperkuat Memperlembut Mengalir Tekanan Patah-patah Mengalun Ruang Waktu Dramatik Bagan 4. Property 11. Union (Serempak) 2.SENI TARI 271 Elemen-elemen Kompoaiai Tari Dasar-dasar Keindahan Bentuk Unity (Kesatuan) Variaty(Variasi) Contras (Kontras) Transition(Transisi) Sequence(Keterkaitan) Balance (Keseimbangan) Klimax(Klimak) Elemen-elemen Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar Tari Elemen Kompo sisi Kelompok Deain Dinamika Gerak Elemen dalam Komposi 1. Broken(Terpeca h) 4. Tema 9. Gerak 2. Komp. Desain Atas 4. Dinamika 6.

hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika Indonesia dalam telaah Ledek Banyumasan. dan mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan kesamaannya.SENI TARI 272 D. keduanya menjadi fondasi bagaimana seni ditelaah secara detail. Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca buku ini bukan bagi kritikus seni. akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri. Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia sekarang. ledek Blora. Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tibatiba. Bentuk estetika seni tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri. Estetika etnik Indonesia memiliki folkways masingmasing. penulis budaya. Estetika tradisional cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang sedang berkembang dewasa ini. praktisi seni dan segolongannya. termasuk seniman dan para akademisi harus memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan. Di sisi lain. ESTETIKA DALAM KOMPOSISI TARI Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur keindahan. Pokok masalah tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat dicerna secara jelas. Hal ini tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni Indonesia. Pada sesungguhnya. Selanjutnya. bagi kalangan tertentu estetika tradisional adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. Setidaknya. dan Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur seni ke dalam suatu penciptaan. Secara umum dapat dijelaskan. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa. guru. Di sini menu tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk pemenuhan kepuasan batin semata. Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui pengamatan berdasarkan estetika tradisional. estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada logika bentuk dan isi. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif berkesenian. asumsi ini tidak benar semuanya. proses kreatif menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses berkesenian secara runut ke dalam kerja studio. Masalah inner kehendak sangat resistensi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . matang dan mendalam.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 273 ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang diperhitungkan. Atik Sopandi berusaha mengungkap. keindahan adalah nilai estetis murni. Nilai merupakan unsur yang dapat memuaskan keinginan manusia. alam. Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. pelaku aktif (seniman. • Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan obyektifisme. (4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam menuangkan ide. Perkembangannya. jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan tertentu. • Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan. penemuan beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita. sifat yang ada pada benda yang bersangkutan. • Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari ukuran. (2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya). Jenis nilai benda merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya. (3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual. Perlu dicermati. termasuk adalah karya tari. pemahaman tentang keindahan karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. kritikus seni) sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa pikiran berhubungan dengan: (1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan. Selanjutnya. Nilai tari dipakai untuk memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen pendukungun tari). moral dan intelektual. Keindahan dalam seni adalah merupakan satu nilai. Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni. Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati. Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan pendukungnya). Indah adalah suatu nilai. Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis katagori adalah : • Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda sesungguhnya tidak ada. Benda seni dapat digunakan untuk memuaskan keinginan manusia.

Tidak seorang seniman pun sanggup membiarkan temperamen hadir antara dirinya dengan kenyataan-kenyataan ilmu yang merupakan penemuan-penemuan di dalam hasil karya.SENI TARI 274 • Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan. maka untuk mencapai tujuan belajar hendaknya guru menggunakan pendekatan dalam hubungan timbal balik antara siswa dan guru. kelimpahan dan pengungkapan perasaan. karena ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang seniman bukan mencetak seni. keterampilan sebenar-sebenarnya. akan tetapi membantu menuju seni yang sebenarnya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seniman (Kepribadian) Tujuan utama bagi seorang seniman adalah berkarya seni dengan keahlian tinggi dan memiliki keperibadian sehingga hasil yang diciptakan dapat ditampilkan pada penonton atau masyarakat umum. dengan memperkuat pemahaman individu yang berkaitan dengan kemampuan keterampilan berkarya seni. Pendekatan ini mempunyai peran yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa membuat komposisi tari atau koreografi sebagai hasil belajar yang diinginkan. Begitu juga pendukung seninya diciptakan untuk secara penuh menjadi seorang seniman yang tampil sebagai ahli atau artis professional. dengan melalui pengalaman. Dari uraian ini. maka akan mengetahui apa yang diciptakan dan mana yang akan digarap. KREATIVITAS TARI Melalui proses mengalami kita memperoleh pemahaman. penggambaran. Ketika sedang membuat suatu pengalaman berkarya seni. nilai diperlukan untuk dapat memahami karya seni tari Keindahan adalah nilai estetis Nilai merupakan kemampuan sesuatu yang dapat memuaskan keinginan manusia dalam karya seni Nilai digolongkan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik E. untuk mengetahui kondisi-kondisi di atas. 1. yang tersusun dari daya hidup. • • • • RANGKUMAN Keindahan adalah nilai.

musik dan tari) sebagai imbalan dari kepuasan yang diharapkan dari penonton. bagaimana latar belakang keunikan dan liku-liku seniman. tentunya Anda sebagai guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa ditempat-tempat yang akan dikunjungi. seorang seniman dapat memperoleh : Pengenalan Pengalaman Keterampilan Pandangan social (dari masyarakat). namun mereka bebas berpikir dan bertindak.SENI TARI 275 Karena seni menjadi bagian kehidupan individual teknik dan keterampilan haruslah dialami dalam suatu cara yang mengakui koneksi-koneksi serta disiplin-disiplin. bahkan siswa Andapun dapat mendemonstrasikan hal-hal yang didapat dengan cara kegiatan-kegiatan seni masing-masing dari karya seniman terkait. pergelaran mana yang dikunjungi. studio seni. Karena itu Anda juga mengetahui. suatu hasil dari pengalaman didalam keterampilan untuk mengkreasi. lisan maupun kliping. bagaimana aliran seninya. emosi-emosi dan jiwa. maka Anda akan kenal secara mendalam apa dan bagaimana karya seni dibuat seorang seniman. Dari uraian tadi. Ini akan terkandung dalam pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam dunia inteletual. bagaimana keterampilan dan kreatifitas seniman itu berkarya dll. Agar Anda dapat memperoleh gambaran. tidak m udah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka yakin telah benar. atau pameran. menonton televisi. dan tidak dalam hubungan keterampilan seta bentuk yang berubah-ubah tanpa kontrol. menyukai hal-hal rumit dan baru. maka kemampuan untuk memperoleh kualitas pada karya seni yang merupakan ekspresi bentuk. sejauh mana pengalaman individu. video. penghargaan dalam kepribadian individual. gaya yang dapat mendukung kenikmatan. bagaimana hubungan seni dengan keindahan. menghargai dan mempunyai rasa humor dan sangat menekankan pada nilai estetis. menampilkan dan memandang suatu seni (rupa. apakah seniman dalam berkarya seni memiliki pendekatan sejarah. penari dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atau kunjungan ke sanggar-sanggar. emosi. museum dll dengan tujuan setelah itu anda memperoleh laporan dari siswa dan dalam bentuk laporan tertulis. Bagong Kusudiardjo seorang pelukis. Untuk itu. Contoh seniman-seniman dengan ciri khasnya : Agus Djaya terkenal dengan lukisan potret diri. Selanjutnya seniman yang kreatif memiliki ciri-ciri kepribadian atau karakteristik yang sama meskipun latar belakang pekerjaan mereka berbeda-beda dalam berkarya seni. Dari beberapa kenyataan uraian di atas. minuman tuak dan sabung ayam.

Pengembangan kreativitas dan imajinasil membuat orang bertanggung jawab tugas yang diberikan. Lebih lanjut anda dapat melihat bahwasanya keahlian proses pertunjukan seperti focus. Dalam konteks pertunjukan yang sungguh-sungguh untuk apa yang dipandang dari segi daya kreatifitas. seorang seniman dari Yogyakarta yang terkenal dengan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. karya tarinya berciri Jawa tradisional dan mencipta tarian anak-anak seperti Tari kupukupu. emosi. sedangkan obyek jika ada sesuatu sebagai hasil dari pengalaman seni. Pendekatan Proses Berkarya Proses perubahan bagaimanapun sering terjadi dalam praktek sebelum suatu model dapat didefinisikan dan sungguhsungguh praktek harus dikembangkan sebelum mengurangi arti keaslian. seniman tidak dapat diduga tanapa mengacu paa pembagian ilmu pengetahuan. Berdasarkan hal tersebut. Tari Gembira dll. dalam seni merupakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Selanjutnya proses dalam menciptakan seni dimulai dari eksplorasi. prinsip memerlukan estetika.R. komposisi maupun pengetahuan yang terkait dengan penciptaan seni dalam hasil karya seni. telah dinilai lebih dalam batas-batas perasaan pribadi. imajinasi rasa. prinsip-prinsip sehingga dapat mengetahui nuansa ekspresi terhadap isi dan bentuk dari pertunjukan. seleksi dan final dapat diperkaya dibuat selera. Tari Kijang. maupun temuan-temuan harus dipelajari dan mengetahui syarat-syarat. sebagai anggapan guru cocok untuk pengalaman murid-murid dan kemampuan. bebas dan senang.I Maradawa. karakteristik. siswa harus jelas tujuan pada penciptaannya. Sedangkan kreatifitas itu sendiri merupakan kemampuan berekspresi dan keahlian sosial dalam kerja individu maupun kelompok yang tidak bisa terlepaskan dengan unsure-unsur seni. Sesungguhnya proses mental dilibatkan dalam kerja kreatif yang mana tidak dapat dilihat dan tidak dikritik melainkan hanya dapat ditampilkan sebagai hasil ciptaan selama proses berlangsung. Siswa menangani tugas-tugas dari guru. seperti : rasa kepuasan. imajinasi.SENI TARI 276 koreografer yang melukis figur-figur wayang. pameran yang diinginkan hidup dan menimbulkan rasa dalam penampilan. membuat suatu proses penciptaan sampai pada bentuk penampilan mengekspresikan secara menyeluruh bersifat subyektif. Pengalaman yang subjektif dari kreasi dan ekspresi selama kegiatan seni. penonjolan arti keterampilan. 2. Tari Blekdikdot.

memprogram persepsi dari kerja seni. Di samping itu. langkah berikutnya aalah selesai dari improvisasi pola kegiatan seni yang baru. apabila mengerti latar belakang dan unsur karya di dalamnya terdapat juga kemahiran. bahwa proses awal dalam menciptakan karya seni adalah kreativitas dalam mengekspresikan suatu perasaan nyata alam imajinasi individual. perlu dilatih.SENI TARI 277 ketentuan pertunjukan/penampilan. Jika keterampilan dalam pendidikan seni yang diduga secara obyektif. Hasil Karya (Produk) Seni Sebuah karya seni akan kelihatan kualitas produk (hasil) dengan bagus dan indah apabila kualitas keahlian dari sebuah proses dan kreatifitas berjalan dengan baik. kedisiplinan yang luas. pameran seni dengan membuat ciptaan pribadi. sesudah meneliti menyatakan refleksi perasaan. kenal dengan ide-ide pikiran umum dan apa yang merupakan keahlian melalui pengalaman pertunjukan seni. proses sampai pada hasil (Product) seni dalam pementasan dan pameran. Penempatan utama harus ditempatkan pada pengembangan pengetahuan siswa selama dalam proses belajar di sekolah. mengekspresikan dan dapat mengapresiasikan seni. Jelaslah. maka siswa ditentukan untuk membuat melalui laporan. mencatat atau dilihat melalui paket ciptaan siswa. Di lain pihak. pengetahuan seni merupakan suatu persyaratan untuk berkreasi. berimajinasi dan berekspresi dan elemen-elemen yang terkait pada proses kreatif. akhirnya siswa dapat menjadi paham. 3. musik dan rupa). pertunjukan (pameran) dan apresiasi memberikan suatu tingkat kesinambungan terhadap seni dalam model pendidikan seni. guru dapat memberikan sumbersumber yang kaya dengan ide untuk menciptakan seni. Pengetahuan yang bermacam-macam dan sangat bervariasi. pikiran umum dari apa yang merupakan keahlian siswa yang dilakukan melalui pengalaman. Dalam konteks penampilan. diinterprestasikan para seniman. pameran seni dengan membuat referensi seni (tari. memperluas batasan konsep seni dan menawarkan suatu kerangka pustaka dalam rangka menyusun. teknik dan kriteria dari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Jadi penciptaan. siswa dapat menjadi paham. dan ini dapat dibuat. kenal dengan ide. Bagaimanapun harus ada interaksi antara perasaan dan pengetahuan. Bagaimana siswa menciptakan. Hal yang sama dalam konteks penampilan. siswa menyajikan. seperti siswa harus tahu gaya dan kaidah seni. pengetahuan juga dapat membantu proses kreatif.

abstrak. Siswa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman belajar dan perasaan seni akan terjadi jika siswa telah mengalami pembuatan karya seni. mengerti dan dapat mengerjakan konteks seni sampai pada produksi (hasil) karya seni. Sehingga pengetahuan dan keterampilan dikembangkan dan diperkirakan kriteria yang perlu dirumuskan untuk menentukan apakah siswa tahu. 4. pameran dengan cara menonton melihat karya seni. • • • • • • • • Membuat Karya Seni (Menata) Interpretasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalam bentuk seni secara simbolis Jenis seni drama. group. Siswa anda perlu mengetahui bagaimana mengobyektifkan pengalaman subyektif mereka melalui media artistik. mengulangi dalam waktu yang sama. maka konsep-konsep dan kemampuan dapat dibentuk . jazz. penampilan. tari rupa dengna bentuk kontemporer. Dari ketiga pendekatan konsep perencanaan apresiasi seni diatas. Anda juga telah mengetahui bahwa ekspresi dalam seni muncul sebagai salah satu campuran dari pengalaman subyektif dalam kebiasaan yang berasal dari pengetahuan yang obyektif. musik. Maka jelaslah disini. serta harus mempunyai tujuan yang jelas pada produk-produk alamiah yang menjadi tema individu untuk mengatasi persoalan dan perasaan. disebutkan bagaimana bantuan khusus dalam sosial merupakan keterkaitan dari studi seni. Perasaan subyektif ini adalah pikiran (cognitive) dan perasaan mengetahui rangsangan seni yang diperoleh.SENI TARI 278 subyek atau aktivitas.melalui suatu proses kreasi. Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai antara komposisi yang terkait dengan pola maupun desain. kualitas dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta yang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. Lebih lanjut dalam laporan. ruang hubungan antara konfigurasi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Membuat ungkapan. Bagaimana mengembangkan keterampilan sebagai bagian dari seni dalam pendidikan?. anda dapat mendalami apa arti suatu pendidikan yang dapat anda ketahui bahwa belajar apresiasi seni melalui beberapa pengalaman yang berlangsung dapat dilihat dari berbagai sudut. balet dan daerah setempat. Harus merencanakan untuk menggelar ide.

dan waktu tidak boleh mengorbankan makna kesatuan. ruang dan waktu yang hadir harus dihayati dan dimengerti. mencatat rencana dan hasil F. Setidaknya terjadi kondisi dimana posisi. Variaty(Variasi) Variasi pada dasarnya adalah proses pembentukan struktur tari. Elemen yang membentuk konsep keindahan suatu karya merupakan gabungan unsur-unsur keindahan. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. Hasil akhirnya koreografi membosankan.SENI TARI 279 • • • • Mengerti bentuk normal. Penyusunan dan perangkaian gerak oleh penari tidak terputus-putus. Kebutuhan variasi gerak. pengulangan. ruang dan waktu secara kreatif. Variasi semua aspek dasar keindahan yang ada dan hubungannya dengan unsur tari terdiri gerak. Prinsip kesatuan keindahan dalam koreografi merupakan bentuk organisasi penari. atau terjadinya situasi yang tidak seimbang antara belah kanan dan belah kiri. Kepentingan variasi gerakan dikembangkan dalam kerangka integritas. gerakan dimungkinkan tidak ada putus-putusnya. ruang. 2. Unity (Kesatuan) Keindahan secara prinsip menjadi unsur terpenting dalam koreografi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . DASAR DASAR KEINDAHAN (Elizabeth R Hayes) 1. kedudukan. Hasil kesatuang aspek unsur tari harus mencapai vitalitas. Kesatuan aspek gerak. dan sikap dalam keadaan yang saling berlawanan. Masing-masing penari bekerja dan bergerak dalam kegiatan yang secara total membentuk kesatuan kelompok pergerakan sehingga menjadi hidup dan dinamis di atas pentas. sikap. Kontras (Kontras) Adalah posisi dimana posisi. sehingga keutuhan yang diharapkan memperlihatkan kesatuan yang saling berhubungan. dan kedudukan tertentu tidak sama dengan lainnya. Tidak ada variasi atau perkembangan yang berarti tidak kreatif. Unsur ini harus ada dan merupakan kesatuan yang utuh. 3. Dalam proses struktur tari.

Transition(Transisi) Adalah Motif gerak yang dipilih dan digunakan sebagai sarana untuk perpindahan atau transisi. Pengulangan dalam seni dapat ditafsirkan sebagi pernyataan kembali(restate). bagian gerakan yang dirangkai atau disusun memiliki arti sama dan disimpulkan secara bersama. Oleh sebab itu. menmgingat kembali (recall). Suatu komposisi yang berangkat dari pengembangan ke titik puncak. 5. sehingga iring-iringan yang rapi dari berbagai macam aspek tari secara berangsur-angsur menampilkan pengertian yang mendalam bagi pengamat. Repetisi ditekankan pada unsur cannon atau berganti-berurutan. gema ulang(reecho). Balance (Keseimbangan) Berkaitan dengan penyusunan tiap-tiap bagian gerak yang secara professional diatur dan disusun menjadi kesatuan yang tepat melalui pengaturan pola lantai. 6. 8. sebaiknya perlu diulang beberapa kali dengan maksud untuk lebih menampakkan kebebasan bentuk tarian. penguatan kembali (reinforce). tetapi harus menyatu dalam kesatuan gerakan yang akan disambungkan. 7. Dalam struktur koreografi prinsip pengulangan bertujuan variasi tetapi jangan membosankan. koreografi membutuhkan klimaks keutuhan struktur permulaan. Di sisi lain. Satu materi gerak yang menjadi ciri khas dari tarian itu. tahap perkembangan hingga akhir penyelesaiannya klimaks harus terjadi. dan bagian-bagian komposisi lain yang saling berhubungan.SENI TARI 280 4. pada koreografi literal baik dramatari maupun koreografi dramatik klimaks menggambarkan titik puncak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sequence(Keterkaitan/Kontinyuitas) Kontinyuitas sebuah tarian yang menarik perhatian para pengamat akan menopang vitalitas dan intensitas pengalaman. Teknik ini tidak dapat berdiri sendiri. diakhiri dengan kesan yang mendalam. Klimax(Klimaks) Dalam konsep garapan nonliteral. Gerakan tertentu terus berhenti. Repetation(Pengulangan) Pengulangan sebagai elemen konstruksi berarti persis sama. disusul penari lain bergerak mengikuti pendahulunya.

SENI TARI 281 dramatik. G. pengetahuan tentang bagaimana menciptakan wujud dari struktur seni. Sifat Dasar Komposisi : pembentukan bersama unsur-unsur selaras yang dengan hubungan dan penyatuan membentuk sesuatu yang dapat di identifikasi. meluaskan. mengambil intisari. 9. menambah sana sini. • Gerak dan Arti • Bahasa Dasar Gerak bahasa sehari-hari sebagai upaya komunikasi dapat dijumpai melalui gerak seperti ungkapan verbal yang menjelaskan suasana hati dan pikiran dan pengendalian rasa Analisa Bahasa : penata tari memerlukan suatu makna analisa isi sehingga ia dapat mengambil gejala pola perilaku manusia. Kunci keberhasilan komposisi tergantung inspirasi artistik dan intuisi seseorang. Konsep klimaks dapat dikembangkan melalui bentuk kerucut tunggal maupun ganda. metode konstruksi yang menghasilkan bentuk tari dan sebuah pengertian tentang gaya dimana penata tari berkarya. Metode Konstruksi : untuk mencapai keberhasilan penataan tari maka penata tari harus mengetahui awal kemungkinankemungkinan seperti unsur-unsur bahan sebuah tari. menghaluskannya. menghaluskan dan mengkombinasikannya 3. menonjolkan bagian tertentu menurut kebutuhan komposisinya. 4. Mengajar Komposisi Tari : pengetahuan tari sebagai bentuk seni hanya dapat dicapai melalui pengalaman menari. penguasaan perbendaharaan gerak secara luas sebagai makna ekspresi. 2. Materi Dasar : penata tari harus sepenuhnya sadar unsur alamiah sehingga ia dapat sebaiknya menentukan cara seleksi. menyusun variasi. menyusun. Harmony(Harmonis) Adalah pengaturan bagian-bagian kekuatan garapan yang saling mempengaruhi dalam koreografi. • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . KONSEP GARAPAN (Jachklin Smitt) Ciri-Ciri Komposisi Tari 1. mementaskan dan mengamatinya.

Sesuatu studi itu murni. tata ruang atau hubungan isi. Gerak dan Makna : bahasa komunikasi yang luas dan variasi dari berbagai kombinasi unsur-unsurnya dalam konteks tari gerak sebaiknya dimengerti sebagai bermakna dalam kedudukan dengan lainnya. patung. memillih aksi dan warna melalui usaha apapun. artinya penataan tari telah berkonsentrasi pada tema materi yang terbatas. Eksplorasi Tema : penata tari harus mencari dan mengalami keluasaan tema sehingga ia menjadi sepenuhnya bebas dengan gerak dan konotasi rasa atau arti. 3. pola.1 Rangsang Tari Rangsang Tari : sesuatu yang membangkitkan pikir semangat atau mendorong kegiatan.2 Metode Konstruksi I • • • • • • • • • • • 3. Dalam mencari tema ia harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya gerak tanpa pemikiran komposisi sehingga kaya akan pengalaman gerak. Rangsang Dengar : sesuatu yang dipakai untuk mengiringi tari Rangsang Visual : dapat timbul dari gambar. wujud Rangsang Kinestetik Gerak Tertentu berfungsi sebagai rangsang kinestetis sehingga tari tercipta berdasarkan gerak itu sendiri Rangsang Peraba menghasilkan respons kinestetis yang kemudian menjadi motivasi tari Rangsang Gagasan : gerak dirangsang dan dibentuk dengan intensi untuk menyampaikan gagasan.SENI TARI 282 • • • Penetapan Isi : penata tari dapat menggunakan analisa laban untuk membantu analisi isi gerak dan mengabarkan mana yang menjadi perhatiannya.2.2. obyek. tetapi sebuah tari dapat juga murni dan lebih dari sebuah studi.2 Tipe Tari Tari Abstrak : tanpa program yang konkret atau tanpa menggunakan cerita Tari Murni dan Studi : tari yang berasal dari rangsang kinestetis dan secara eksklusif hanya memandang gerak itu sendiri. 3. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

tetapi di dalamnya terdapat sesuatu yang memiliki kapabilitas untuk dikembangkan. dinamis. 3. 3.2.5 Bentuk Suatu tari bertujuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan oleh karena itu begitu banyak hal terdapat dalam tari lebih dari sekedar rangkaian gerak. dan banyak ketegangan dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain. Hubungan yang dapat terjadi antara tubuh dengan sesuatu yanmg lain atau orang lain.3 Bagaimana cara Pencarian Gerak dalam Koreografi Tari Penyajian Representasional Murni: perlu didiskusikan peñata tari secara matang. 3. Pengembangan dan Variasi Motif Motif Preaston-Dunlop (1963) menyatakan motif gerak merupakan pola gerak sederhana.4 Metode Konstruksi II Keseluruhan dibuat dari beberapa komposisi dan komponen penata tari : Tubuh penari sebagai instrumen yang memiliki isi. • • • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2. ruang dan alunan-alunan interaksi yang menentukan bentuk aksi. Jenis Motif Setiap tari memiliki motifnya sendiri dan setiap motif mempunyai karakter sendiri yang mungkin tidak dipakai untuk tari lainnya. Improvisasi : rangsang musik untuk spontanitas gerak. Konsep yang harus dituangkan berupa peniruan gerak akan dominant. Ruang lingkungan yang dapat diwujudkan melalui gerak.2.SENI TARI 283 • • • • Tari Dramatik : gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat. Hal ini berhubungan dengan penuangan kembali simbol dan hal yang kurang representatif harus bisa dikenali. Gerak yang mempunyai kelengkapan fisik waktu. Tari Komik : membuat bagian tubuh bergerak secara aneh dengan koordinasi diluar sifat normal. wujud dan kapasitas aksi. berat.

kontras secara simultan. dan ruang dimana tidak satupun dari aspek tersebut dapat hadir tanpa yang lain dalam motif. Cukup ada pengulangan untuk mendapatkan konfirmasi imaji gerak. saling mengisi secara simultan. Pertimbangan jumlah kelompok: penata tari harus berhatihari mempertimbangkan berapa jumlah penari yang dibutuhkannya karena masing-masing harus mempunyai kontribusi tafsir gagasannya. Motif.SENI TARI 284 • • • Panjang Motif Penekanan Isi Isi usaha gerak dapat menjadi motif gerak adalah sebuah tata hubungan aksi usaha (effort). Motif Menuju Komposisi Penata tari yang menata tari tunggal akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Gagasan ditetapkan melalui isi gerak yang diatur dalam motif. • • • • • • • • • • • • BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penempatan dan wujud kelompok: penempatan ruang dan wujud kelompok mempunyai efek dan makna gerak. berikut pengembangan dan variasinya. Metode Konstruksi III Kelompok sebagai elemen ekspresif: setiap penari dalam kelompok mempunyai peranan utama yang harus ditampilkan secara harmonis untuk memberikan sumbangan daya hidup secara keseluruhan. Pengulangan yang sama melalui pengembangan dan variasi motif dapat dijumpai baik dalam kelompok maupun sendiri. baris belakang dan depan simultan baris baris belakang dan depan berturutan. tetapi satu atau lebih dapat mendapatkan penekanan dari lainnya. Aspek waktu Rampak : rampak simultan. Aspek waktu dan ruang begitu menarik dan bervariasi serta meningkatkan makna. pengembangan dan variasi: sebuah motif ditetapkan melalui gerak rampak seluruh kelompok yang memerlukan pengulangan dan pengembangan sehingga menjadi jelas maknanya.

Tema dan Variasi (tema menjadi dasar variasi yang sering dibuat dengan bentuk sekuensial dengan diikuti oleh bermacam-macam pengambangan atau variasi). Imajinasi dan reaksi awal penata tari terhadap stimulus isi materi Reaksi awal penata tari terhadap stimulus hingga menimbulkan kesadaran akan menuju pada penata tari dapat membayangkan hasil tariannya. Hasilnya baik disekitar kerangka kerja maupun hanya sebagian kecil berlanjut sebagai pengarah tanggapan gerak terhadap stimulus. 3. gerakan dalam suasana tertentu dan berakhir dengan kelembutan/sebaliknya atau peningkatan menuju ledakan pada bagian tengah dan berakhir semakin lembut.5 Metode Konstruksi V • Motif (dasar) konstruksi • Pengulangan • Variasi dan kontras • Proporsi dan imbangan • Transisi • Pengembangan logis • Kesatuan 3.SENI TARI 285 3.7 Imajinasi Selama Penataan Tari Sebagai materi : Penata tari dapat menyajikan sebuah pernyataan yang sangat sederhana. Canon atau Fuga komposisi dimana satu atau dua tema/motif diulang/dimulai oleh penari-penari tertentu silih berganti. • Ritme dan Bentuk Pengorganisasian Bentuk : Bentuk Binter. 3.6 Kebebasan penata tari • Imajinansi dan intuisi • Pengetahuan materi gerak • Pengetahuan metode konstruksi • Pengenalan pengetahuan bentuk melalui pengalaman estetis yang semakin banyak diperoleh setelah pengalaman melihat tarian orang lain dan karya seni lainnya. Bentuk Rondo. tetapi kesederhanaan isi geraknya dapat dituangkan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4 Metode konstruksi IV • Desain Waktu • Gerak dan frase gerak Frase dapat dimulai dengan dinamika. Bentuk Terner.

• Repetation : merupakan bentuk pengulangan gerak secara bervariasi pada tempo atau kesempatan yang berbeda. • Unity : elemen yang harus ada dan menjadi kesatuan yang utuh. proporsi. Konsep penerapan gerakan yang diulang maupun kronologis pengulangannya biasanya akan berhubungan dengan variasi bentuk gerak. kontras. 3. variasi. meliputi keserasian gerak. musik. level atas-medium-bawah. desain gerak serta akomodasinya terhadap tema garapan yang ditonjolkan. klimaks. desain asimetri-simetri dan masih banyak lagi yang diakumulasi menjadi kesan varietas dari komponen dalam komposisi tari. Konsep ini lebih mengantarkan pada persepsi gerakan yang dilakukan secara beda. pengembangan logis dan kesatuan. kostum. rias. atau gerakan yang bersifat lembut ke gerakan yang bersifat keras penuh tenaga atau inner penghayatan. • Contras : biasanya lebih berhubungan dengan pengulangan gerakan yang bersifat membosankan. dengan harapan untuk mendapatkan kesan yang dinamis dengan cara gerak lambat . BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . desain dalamtertunda-datar.ke cepat. 3. • Variety : berarti banyak variasi yang dikembangkan ke dalam unsur ini meliputi gerakan cepat-lambat.8 Bentuk Tari • Motif unsur bentuk tari : Pengulangan. berimbang. gerak mengalun ke gerak patah-patah. gerak mengalunstakato. transisi. dan pendukung lainnya dipelajari secara matang dalam kelas secara detail yang lebih operasional telah menjadi spirit dari koreografi yang tertuang berdasarkan jabaran dari hasil jadi koreografi tari.SENI TARI 286 secara imajinatif dalam arti penjajaran kepekaan dan diilhami penggunaan pengulangan.9 Intuisi • Intuisi tanpa pengetahuan • Pengetahuan mengesampingkan intuisi • Intuisi dengan pengetahuan • Intuisi dan sedikit pengetahuan Intuitif ini selanjutnya digunakan untuk mengelaborasi unsure keindahan yang telah diajukan pada teori Unsur Keindahan adalah sebagai berikut.

dikanan dan kiri panggung belakang (down right-left stage). Dengan demikian siswa memiliki kapasitas untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan sendiri sebagai refleksi diri dan sekaligus rekresinya. klimaks garapan atau penonjolan ide garapan yang terstruktur dalam koreografi yang dipentaskan. Siswa di sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. melainkan dengan mobilisasi yang lebih bervariasi ke dalam uraian di tengah pentas (dead center). Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distersi) dan penghalusan (stilisasi). Climax : biasanya lebih ditonjolkan kepada gerakan atau pose gerakan yang dibutuhkan untuk memberikan kesan agar penataan gerak atau koreografi telah berakhir berdasarkan tema garapan. dan mempunyai isensi dalam kehidupan manusia. Hal ini berhubungan dengan kesan gerak. gerakan yang satu dengan gerakan lainnya tertata secara berkesinambungan atau dengan istilah lain gerakan mengalun pada ritme gerak secara teratur. Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri. Sequence : bermakna gerakan dilakukan secara berkaitan. hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. panggung depan (up stage). Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Gelagat untuk mampu menunjukkan berbagai teknik dan cara variasi gerakan dapat ditempuh melalui uji keterampilan kreatif dalam proses kreatif. Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari.SENI TARI 287 • • • Transition : memiliki makna gerakan dilakukan tidak hanya pada satu posisi saja. dan panggung belakang (down stage). gerak diperoleh dari gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara suasana bermain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan seterusnya. cara dan implementasi mengembangkannya dengan melalui mencoba kemungkinan gerak dikembangkan menjadi gerakan lain yang berbeda dengan gerak asalnya. Teknik. GERAK KREATIF G. Gerak kreatif adalah gerakan yang dapat dikembangkan menjadi bentuk lain. mempunyai kekuatan komunikatif. atau dikanan dan kiri panggung depan (up right-left stage).

dan shape merupakan bagian yang terus menerus perlu dibimbing. slide. Gerakan yang termasuk dalam langkah-langkah tarian untuk pandangan Laban meliputi gallop. waltz run. twostep. waltz balance. dan shape secara variatif. Upaya yang dilakukan misalnya adalah mengkombinasikan gerakan-gerakan dalam bentuk langkah-langkah tarian. secara mendasar Laban mengemukakan pandangan tentang gerak yang dapat dilihat melalui empat aspek. slide.SENI TARI 288 Untuk jelasnya. step-hop. waltz mazurka merupakan bentuk gerakan yang ditampilokan menjadi sebuah pola gerak tari tradisional. Adapaun aspek bentuk dimaksud terdiri dari unsur sebagi berikut: Bentuk Badan (Body) Bentuk Usaha (Effort) Bentuk Ruang (Space) Bentuk Aksi (Shape) Bagan 4. polka. step-hop. waltz mazurka melalui landasan dasar body. effort. effort.2 Peta Konsep Penuangan Kreatif gerak menurut Laban Penuangan tentang bagaimana cara dan strategi pengembangan gerak dalam format gerak kreatif dibutuhkan penjabaran masalah body. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . spce. waltz run. waltz balance. polka. ¾ run. ¾ run. Penelusuran tentang bagaimana cara anak mengembangkan konteks gallop. skip. bahwa langkah-langkah tarian menjadi sebuah aktivitas yang dapat memancing dan menumbuhkan daya kreatif anak dalam menari. skip. two-step. Banyak tarian yang belum diklarifikasi berdasarkan pandangan laban. spce.

koordinatif. level sedang. ke arah belakang. dan level rendah. Arah biasanya menunjukan tujuan. bahasa tubuh. ke arah kiri. Ukuran pada dasarnya menunjukan bentuk. Gerak berfungsi untuk memacu kemampuan psikomotorik. waktu dan tenaga dimanfaatkan secara maksimal untuk menerapkan pola-pola gerak yang ditemukan sendiri dan sekaligus mengembangkan gerak secara maksimal ke dalam hasil rangsang musik. Dengan demikian dapat umbuh melalui kerjasama dengan orang lain melalui rasa percaya diri (self Esteem) 2. Ukuran terdiri dari ukuran besar. Dalam kehidupan sehari-hari lebih diartikan kepada level tinggi. Khusus untuk anak-anak senang bergerak. dan rangsang lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memancing kreatif. Landasan tubuh. Gerak sebagai alat pendidikan memiliki indikasi terhadap penguasaan fisik. ke arah atas. ke arah kanan. Dengan demikian munculnya gerakan yang baru telah ditopang dengan kemampuan mengoptimalkan empat unsur yang disebut sebagai landasan teori secara benra dan berhasil. Berdasarkan perbendaharaan kata dan pemecahan masalah secara kreatif. Langkah menunjukan arah. Level merupakan posisi atau kedudukan. Ruang Ruang merupakan suatu tempat. Dalam keadaan tertentu dapat berperan dalam menunjang kemampuan kognitif. Kemana langkah dilakukan maka yang bersangkutan akan menuju arah sasaran. Ruang dapat berupa ruang pribadi. Gerak Pada dasarnya semua makhluk hidup adalah bergerak. sedang. ruang. fleksibel. ruang umum. gerak. Arah dapat diidentifikasi ke dalam tujuan ke arah depan. gerak dapat membantu dan meredam munculnya pertumbuhan emosi. kondisi yang terjadi menunjukan bahwa anak-anak yang lebih dewasa lebih berhasil dalam mempelajari tari rakyat secara mudah dan dengan menggunakan metode yang lebih kreatif.SENI TARI 289 Pada sisi lain. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan ke arah bawah. volume atau isi dan kapasitas yang dimiliki oleh sesuatu dimana masuk dalam ukuran. dan kecil. 1.

Kualitas Kecepatan Lambat. melalui. Kombinasi antara ketiga unsur secara variatif • Irama Teratur. Komposisi Menemukan gerakan-gerakan baru yang berdasarkan prinsip dan makna dari gerakan tersebut. Macam Dasar Gerak • • • • Desain : garis-garis yang statis.SENI TARI 290 Hubungan di atas.panjang.ringan.banyak fokus. terpecah-satu konsentrasi 4. Di dalam arti sebuah gerak memiliki desain keruangan dan bentuk konstruksi. lunak. mengalir-patah-patah. intensitas –pengendoran. cepat. pendek. bagian yang dilaluinya. • Fokus Satu fokus.tidak teratur. spontan-terencana. Desain untuk seorang pelaku atau lebih Desain frase gerakan-gerakan yang berhubungan dengan desain waktu. sedang. Dinamika Irama Motivasi 6. keras-lembut.terikat. di bawah. di sekitar. 5. tinggirendah • Bobot Berat. • Alur Bebas. bersama. karena perpaduan antara gerakan-gerakan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Desain • • • Desain Simetri (seimbang) dan Asimetri (tidak seimbang) dalam ukuran tubuh penari antara sisi kanan dan kiri. 3.kuat. berotot-tidak berotot. tention-relaktention • Tenaga Lembut-Kasar. Terdapat dua aspek : ruang waktu yang terselimuti oleh sekuens gerak.

hal ini dapat disegarkan kembali dengan sesekali meninggalkannya. karena tubuh penari serta seluruh dinamikanya berkomunikasi secara langsung. Masing-masing tempat akan mengendor kekuataannya apabila terlalu sering digunakan. Nilai Arah Dalam Gerak • • • • • Arah lurus kedepan adalah yang paling kuat. Pada hakekatnya setiap tempat mempunyai kepekaan yang dapat memperkuat dan memperlemah ritme. Arah ke samping Arah diagonal Arah melingkar Lighting adalah satu sarana yang sering digunakan. latihan teknik yang dilakukan didalam studio tidaklah riil. baik dalam tempo dan dalam tensi : pelan-lembut bertenaga. Sebelumnya untuk membedakan para penari biasa dengan penari-penari utama. artinya tidak sama dengan ruang pentas yang sesungguhnya.SENI TARI 291 • • yang berbeda tempo-temponya atau ritmenya. kata grup dipilih untuk lebih menjelaskan hubungan-hubungan antara penari modern dengan ide demokrasi . Teori frase sebuah teori penataan gerakan dalam desain waktu. Desain ruang pentas. Dan area ini seluruhnya memberikan kemungkinan kombinasi tiada habisnya. Dinamika meliputi daerah luas yang membentang dari selembut pasta sampai sekeras palugodam. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . cepat lembut tanpa ketegangan cepat-tajam bertenaga. perlahan halus tanpa tegangan (penuh mimpi). Lighting mampu membangun klimaks dan menghilangkan sosok tubuh bila diminati. Dinamika • Dinamika. Dalam tari. agak tajam dengan sedikit tenaga. peranan dinamika dalam tari adalah sebagai penambah daya tarik. Desain kelompok kecil • Kelompok kecil/grup adalah istilah yang dalam tari timbul bersamaan dengan lahirnya tari modern.

keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. Wilayah musik dibatasi oleh tiga hal : melodi. Gestur • • • • • Gesture sosial. waktu. estetika. Gesture emosional. unsur seni. menggambar suasana-suasana emosional tertentu. Diantaranya ada ritme pernafasan. 8. ketepatan. dan dinamika BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Naratif : melengkapi fakta-fakta seperti tempat. 7. tidur. Motivasi dan gestur • Sebuah gerak tidak mungkin dilakukan tanpa motivasi. Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengna unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. Musik • • • • Tidak semua musik sesuai sebagai pengiring tari. gerak harus ditopang oleh sesuatu tujuan motivasi adalah bagian inti dari sebuah komposisi tari sedangkan gesture dahan atau cabangnya. menjahit) Gestur ritual. identitas. massa. ritme dan dramatik. Tari adalah satu-satunya seni pertunjukan yang telah bercerai dari kata-kata.SENI TARI 292 Ritme • Ritme adalah unsur yang paling kuat dan menyakinkan disamping kebebasan teknik gerak. gerakan yang mirip dengan ungkapan kata yang mudah dikenali oleh banyak orang sehingga tidak dibutuhkan lagi mencari penggantinya. gerakan-gerakan yang merupakan kata yang sangat berfaedah yang dapat diterapkan kedalam komposisi (menyisir rambut. kelancaran kontrol. ritme emosional. berhubungan dengan aspek-aspek formal kehidupan beragama. Gestur fungsional. • Ritme pernafasan pola ini membentuk dunia gerak tersendiri dan sangat erat hubungan dengan hidup • Ritme emosional penggunaannya lebih universal sering kali menjadi tujuan akhir dalam seluruh komposisi.

penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh. terseleksi pada obyek pelajaran dan akan memperkaya seni. Bagaimanapun juga. dimana siswa mempersiapkan seni. jika pengajaran berdasarkan sumber tersebut. belajar merupakan hal yang kompleks dan contoh pentingnya membentuk karya seni siwa perlu petunjuk tugas dari guru. Dalam apresiasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang seniman. latar belakang. Siswa diberikan suatu tugas mengulangi kembali karya. proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. teknik dan hasil. hasil ciptaan sendiri. kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman. bentuk karya seni tradisi yang telah ada. interpretasi dan evaluasi. menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. dan dapat dipergunakan guru maupun siswa secara seimbang. dilihat dengan meningkatkan ketelitian. G. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Mengobservasi. gaya ekspresi. dengan beberapa cara untuk membantu mencapai obyek. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . bentuk seni secara keseluruhan atau bagian yang diulang dengan interprestasi dengan cara sendiri. dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi. menjabarkan.SENI TARI 293 • • • • • • • • Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsure komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. dilihat dari bentuk seni. Proses keterampilan kreativitas seni. estetika dan budaya di masa mendatang. Tugas Dari beberapa pengalaman teknik di atas.

3. Belajar dan memberi seperti yang dibuat kreatifitas (kreasi) siswa sendiri dari sumbernya. keuntungan belajar dari sumber dalam bentuk kemampuan kreativitas seni. Cara yang dipergunakan. merupakan sesuatu yang baru. menjabarkan. maupun estetika yang terlihat dalam menonton pertunjukan. yaitu menyertakan pertanyaan yang telah disiapkan guru dalam bentuk diskusi. membuat perbandingan. individu dan nilai kreatifitasnya pun berupa karya seni tergantung siswa dalam mengetahui dan mengerti disiplin teknik dari bentuk seni dengan mempelajari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . saling membantu serta mengerti yang lebih jelas dari kelompok atau teman-teman yang berperan aktif melihat. notasi. gambar atau bentuk-bentuk dasar paket yang telah dibuat atau siswa. Siswa kemungkinan bertanya dari bagian kebagian yang dilihat dan mencoba membicarakannya. dengan cara melihat aspek yang terkait maupun kualitas guna memperluas penampilan dalam proses belajar. Disamping itu. siswa dapat memberikan indikasi kepda pembaca. diikuti kemudian mengkreasikan dari hasil kreasi mereka sendiri. Setelah selesai siswa harus bicara/berkomentar tentang apa yang dilihatnya. juga dapat menambah wawasan kualitas. sedangkan bentuk paket seni yang merupakan kreasi guru. sehingga siswa dapat mengulang secara tepat. siswa menonton tanpa bicara. Selanjutnya guru-siswa dapat menyeleksi melalui hasil jawaban dan pertanyaan apa yang mereka apresiasikan dan kemungkinan menambah pandangan. membuat interpretasi dan komentar maupun evaluasi dari hasil yang dilihat siswa. Tugas Kreasi Banyak cara guru agar mendapatkan sebagai dasar siswa untuk menimbulkan kreatifitas. hendaknya dapat memberikan sebuah arti dan didiskusikan secara detail sehingga siswa mendapatkan rasa pada penampilan kedalam pengalaman siswa. Untuk itu guru sangat diperlukan untuk membimbing kegiatan tersebut. Tugas Melihat Dari beberapa pengalaman. pameran atau melihat video dan gambargambar. Pada tahap melihat. pengamat seni. penonton. Metode penampilan dari guru juga dapat dibantu dengan menggunakan video. 2. guru hendaknya mempunyai kedekatan pengajaran langsung. sehingga dapat memberikan komentar secara rasional dari wawasan yang didapat.pameran seni memerlukan imajinasi dari penonton yang melihat. Tugas Penampilan Dalam mempelajari seni.SENI TARI 294 1. memerlukan observasi siswa.

Dengan demikian. Tugas Sejarah/Budaya Anda sebagai guru harus mendorong siswa untuk mempelajari karya seni. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . komposisi. memperhatikan dan membuat kritik perbandingan juga dapat mengenal serta mengklasifikasikan sehingga karakter dan bentuk karya seni akan lebih dapat dimengerti dan diterangkan. bentuk seni sebagai hasil atau budaya. biografi. dimana karya seni dan keahlian harus dari awalnya secara obyektif berdasarkan sumber atau tugas kreasi. beberapa sumber diperlukan dalam masalah ini. mempelajari karya/bentuk seni yang sudah ada (tradisi). 5. • • • • • • • • Paket yang dimaksud : Video Dokumentasi dan komentar Latar belakang seniman. jika sumber dasar pengajaran aktivitas siswa dapat terpusat. berarti siswa dapat melihat perkembangannya. membuat dan mempelajari karya seni. video dari seniman yang tersedia Catatan seni.SENI TARI 295 secara mendalam. di samping itu siswa mengerti sebuah karya seni. pameran dan pertunjukan Foto-foto. unsure seni dan perangkat alat pendukung lainnya Pementasan seni Foto-foto yang menyangkut kebutuhan alat seperti kostum. pergi ke museum. Jadi seni dan apresiasi estetika pada kemampuan persepsi siswa pada arah. gambar yang diperlukan dan diperlihatkan Tulisan/catatan sejarah budaya referensi dan informasi lainnya. Karena di dalam mengenal hal tersebut. artikel. melalui membaca. Lebih lanjut. proses belajar akan lebih efektif. wawasan seni dan budaya sejak awal. Paket Sumber : Sebagai guru dalam memberikan materi pelajaran pendidikan seni diperlukan sumber paket yang bervariasi. seniman dan latar belakangnya. pengertian karakteristik seni atau sejarah dan perkembangan seni. tentang karya seni. majalah sumber. 4. memberikan pemecahan masalah dan dapat memahami suatu karya seni tradisi maupun perkembangan zaman yang terbaru (modern). seperti penampilan pada video.

kecepatan atau keseimbangan KWALITAS GERAK : Merupakan standard maksimal kemampuan gerakan yang dituntut untuk melakukan kolaborasi gerak dalam rangka memenuhi ketahanan. kecepatan seta keseimbangan gerak itu sendiri. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . kecepatan dan keseimbangan gerakan yang diekspresikan VARIASI GERAK adalah tentang pengembangan gerakan yang bertujuan PENIRUAN GERAK : Merupakan kemampuan untuk mengadaptasikan teknik. cara dan proses melakukan gerakan sesuai model yang dicontohkan INTERPRETASI GERAK : Merupakan medium bagi mahasiswa di dalam menafsirkan gerakan model ke dalam elaborasi gerakan berikut sesuai dengan kemampuan dan teknik mahasiwa yang bersangkutan.SENI TARI 296 NO TEKNIK GERAK : Teknik gerak merupakan cara dan aturan di dalam melakukan gerakan yang dituntut sesuai dengan alur dan proses gerak dengan tidak meyimpang kepada konstruksi struktur anggota tubuh dengan didasarkan kepada kemampuan ketahanan. STRUKTUR GERAK : Merupakan aturan dan proses gerak dimana dalam aktualisasi disesuaikan dengan kebutuhan gerak dimana salah satu bersama dari anggota tubuh tersebut digerakan KELENTURAN : Merupakan ekspresi gerak dalam bentuk kemampuan fleksibilitas di dalam mengembangkan dan menirukan gerak ditunjang adanya keterampilan mahasiswa dalam rangka mengelaborasi unsur-unsur ketahanan.

Tabel 4.1 Aspek isi Isi merupakan pusat masalah dari sebuah karya tari. penari mempunyai makna komunikatif. memahami komposisi secara lengkap (secara teori telah diuraikan dalam materi komposisi). rangkaian-rangkaian gerak yang dilakukan penari. konsep-konsep prinsip komposisi sampai pada keindahan koreografi. keinginan si penata tari. 6. Aspek-aspek khusus dari proses koreografi terdiri : 6. atau bentuk keseluruhan. Kontribusi konstruk dalam penciptaan gerakan Individu Pengalaman belajar koreografi peserta/penata tari dapat didorong untuk berpikir tentang karya kreatif dengan mencoba membuat tari yang mempunyai permulaan tengah.SENI TARI 297 menjajagi seberapa kreatif kemampuan elaborasi gerak mahasiwa.4 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 Aspek bentuk Bentuk adalah wujud. Aspek teknik Sarana untuk mencapai sasaran. penata tari (peserta) memerlukan berbagai hubungan teknik gerak menjadi bentuk. pengaturan laku. kelenturan da imitasi 6. Isi adalah pokok arti dimana suatu yang harus dihasilkan dari kehendak. Dengan cara demikian di atas.1 Teknik.3 6. akhir didalam mencoba tentunya juga memberikan perhatian terhadap elemen komposisi. Teknik mempunyai daya tarik dan membantu suatu pertunjukan lebih baik. berkaitan dengan kemampuan ketrampilan dalam mengungkapkan gerak. Aspek proyeksi Proyeksi adalah hubungan magis dari rencana penata tari dengan persepsi penonton. 6.

SENI TARI 298 7. Proses studio dapat digunakan sebagai cara dan rekonstruksi terhadap gerakan yang terpilih. Di bidang seni kerja studio bermacam-macam. sensitivitas estetis. Cara dan pelaksanaan kerja studio dalam koreografi biasanya terkait dengan uji coba gerakan. Manusia mempunyai kapasitas yang unik untuk berpikir dan bertindak kreatif. atau laboratorium secara mandiri. kekuatan kreatif. ide berhubungan dengan pengembangan kreatif. Dalam seni musik. Hal ini berhubungan dengan penjajagan atas gerakan yang telah dipertimbangkan melalui hasil eksplorasi. Untuk seni rupa bisa di bengkel seni atau di ruangan khusus yang representatif digunakan untuk melakukan percobaan tentang kesenirupaannya. serta gerakan yang dipandang mampu digunakan untuk mengelaborasi koreografi semakin baik dan indah. Kebutuhan studio bagi seni tari merupakan hal yang harus terpenuhi. Proses Kreativitas Garapan Kerja Studio Kerja studio adalah pekerjaan yang dilakukan di ruangan. Cara kerja dilakukan dengan memilah dan memilih berbagai komponen yang terpakai atau unsur terpilih setelah melakukan eksplorasi di lapangan atau improvisasi di tempat yang digunakan oleh suatu percobaan. improvisasi. bahkan kajian lapangan berhubungan dengan koreografi. Langkah-langkah yang diterapkan dalam studio adalah memprioritaskan gerakan yang dipilih sesuai harapan koreografi. kerja studio dilakukan bisa di tempat rekaman atau di ruang yang dapat digunakan untuk membuat repertoar musik. bentuk gerak pendukung ide. Pemantapan kerja studio dianggap perlu karena koreografer apabila telah mendapatkan ide berhubungan dengan gerak. Dengan demikian. penetapan repertoar gerak. Pemantapan kerja studio berhubungan dengan pola untuk mendapatkan bentuk gerak yang sesuai. dan teknik melakukan gerakan agar konstruktif dilakukan dalam studio. Di bidang tari dilakukan di studio yang cukup luas dan memadai untuk melakukan eksperimentasi gerak. kecakapan menguasai. hingga pada pemantapan untuk mendalami gerak-gerak yang terpilih dalam forming atau komposisi tari. menetapkan gerakan yang digunakan sebagai urutan gerak sebagai konstruk koreografi secara teliti dan melalui uji coba BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . yang dapat menjadi seseorang dapat dikatakan berlaku kreatif tentunya memiliki ciriciri tertentu. bengkel. hingga pada penetapan gerakgerak yang cocok dan sesuai diterapkan pada koreografi yang disusunnya. ide yang harus dijabarkan ke dalam gerakan. Koreografi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas. imajinasi.

Pada kebanyakan orang cara kerja dan konstruksi gerak yang dapat dilakukan berbeda-beda. Pengolahan Kreatif Gerak dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. usaha. melahirkan penemuanpenemuan baru. komponen bodi. ruang dan aksi menjadi bagian penting dalam tari menurut Laban. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Setelah memperoleh penetapan hasil kerja studio. dan aksi merupakan kesatuan yang salaing mengisi untuk mengahdirkan gerak secara kumulatif. kepekaan rasa gerak. ruang dan aksi apabila direfleksikan ke dalam penghayatan gerak yang beragam dapat menghadirkan bentuk gerak dan kreativitasnya. akan tetapi pada sebagian banyak orang lebih ke arah ungkapan ekspresi yang ke luar secara apa adanya. Kecenderungan bentuk gerak dan penghayatan yang disalurkan dengan memanfaatkan bodi. walaupun kadarnya berbeda-beda. Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kuaIitas dirinya. Kesejajaran posisi dan konstruk empat unsur bodi. ruang dan aksi yang berbeda BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 8. usaha. Masalah intensitas. ruang. informasi atau unsur-unsur yang ada (S. kerja berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap gerakan apakah dapat dilakukan atau ditarikan secara benar dan tepat untuk dipadukan dengan musik iringan tarinya. bodi. tahapan berikut adalah menetapkan gerakan-gerakan mana saja yang sudah jelas untuk dikomposisikan ke dalam koreografi. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. Pada kalangan tertentu rekonstruksi gerak lebih ke arah penghayatan yang dirasakan ke dalam. usaha.SENI TARI 299 gerak agar semakin mantap dan sekuen atau teratur.L Utami Munandar). Apabila dicermati. Dalam kaitan dengan masalah lain. Kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data. ide-ide baru. akan tetapi perIu dipupuk. Agar kita mendapat gambaran yang lebih detail atas bagaimana kinerja masing-masing unsur dapat disimak melalui uraian sebagai berikut. usaha. dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. Setiap pengembangan dalam proses kreativitas memberikan tantangan dan percaya untuk diadakan percobaan dengan cara meningkatkan kemampuan keterampilan. dan penghayatannya memiliki teknik penyaluran tenaga secara bermacam dan bervariasi. aktivitas.

hubungan sosial. ide berhubungan dengan rangsang musik melalui melodi. dan merespon. mengolah tempo dan ritme. rasa. tempo. sedangkan wujud yang tidak kelihatan nyata seperti isi gunung. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . irama. kendur-kencang menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk keindahan tari melalui penghayatan gerak melalui tenaga dan gerak tubuh. seleksj dan mencipta daripada eksplorasi. level. raba. kepekaan bunyi. Tindakan lebih dalam dan menghasilkan respon yang unik. cepat lambat secara koordinatif. cepatlambat. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih besar dari imajinasi. tegang kendur. Teknik dinamika dapat lahir dengan mengendalikan gerak secara terukur antara keras lembut. dll. Penjajagan Eksplorasi termasuk berpikir. Eksplorasi dapat dilakukan tergantung pada objek kelihatan nyata atau yang belum kelihatan nyata atau angan-angan. dalam bentuk penjelajahan atau penjajakan. dinamika. pengplahan ruang. peran dan alat Bantu. irama. Eksplorasi sebagai pencarian gerak yang menuju pada pembentukan tari (menetukan gerak. dan dapat menghadirkan teknik dinamika secara akurat. adalah pengembangan gerak berdasarkan teknik pengolahan ruang secara tepat. tenaga. Proses visualisasinya bertumpu pada mencoba kemungkinan gerak atas dasar rangsang gerak. berimajinasi merasakan. ruang gerak sesuai jangkauan gerak dengan gerakan yang membutuhkan ruang gerak yang luas. Bergerak secara spontan Improvisasi ditandai dengan spoiltanitas dan terkendali untuk melakukan gerak mengusir ruang waktu. Penghayatan gerak yang berbeda dengan memanfaatkan tenaga aksi. mengembangkan gerak secara teratur). Wujud kelihatan nyata yaitu gerak. Mampu mengembangkan ide konsep dan strategi untuk melakukan keseluruhan elemen terkait. Konsistensi pengembangan gerak melalui pendalaman keras-lembut. Cara dan teknik seperti dijelaskan tersebut di atas dapat muncul dan digunakan dalam teknik gerak tari.SENI TARI 300 pada akhirnya dapat memebentuk keindahan gerak yang bervariasi. Cara lain yang masih dapat dikembangkan melalui proses pendalaman gerak ini adalah memanfaatkan gerakan direpresentasikan dalam ruang gerak yang sempit-luas. laut. tema.

materi komposisi dilihat bagian pada karya keseluruhannya dan dasar-dasar keindaban bentuk. melahirkan penemuan-penemuan baru. Faktor keberbakatan menjadi penting karena kebanyakan orang sangat jarang mau dan mampu BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . secara mendasar Laban mengemukakan pandangan kraetivitas gerak kreatif yang dapat dilihat melalui bagan konsep penuangan kreatif yanterdiri dari empat aspek. mempunyai kekuatan komunikatif. dan mempunyai esensi dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelas tentang gambaran dimaksud. Ini merupakan hasil dari eksplorasi dan improvisasi. dibina dikembangkan melalui pendidikan dan latihan. Unsur-unsur yang terkait dalam membuat komposisi tari telah ada pada .SENI TARI 301 Membuat suatu komposisi bentuk Forming adalah pembentukan penyusunan ke dalam komposisi atau penciptaan tari menjadi bentuk koreografi. walaupun kadarnya berbeda-beda. Konsep Keterampilan Seni Tari Banyak teori yang menunjukkan berbagai cara yang dapat ditempuh untuk keterampilan seni tari. Produk yang mendatangkan bentuk kesatuan yang baru disebut tari. Siswa dalam melakukan kegiatan seni tari. Secara umum dapat dilihat melalui peta konsep yang dapat digambarkan dalam pembahasan ini. gagasan yang dapat memberikan interpretasi pada pencipta dan pengembangan berkarya. gerak diperoleh dad gerak bekerja atau kegiatan seharian dengan cara bermain. Kebutuhan membuat komposisi tumbuh dari hasrat manusia untuk memberi bentuk terhadap sesuatu yang ditemukan. akan digambarkan peta konsep penuangan kreatif secara tgaris besar. akan tetapi perlu dipupuk. Pada halaman berikut selanjutnya.. Pengolahan Kreativitas Gerak Dengan Keindahan Bentuk Tari Pada dasarnya orang memiliki potensi kreatif. 9. Dengan demikian manusia mempunyai kapasitas pembawaaan untuk menghayati dan mengerti gerak yang dilakukan dan membutuhkan perombakan (distorsi) dan penghalusan (stilisasi). Keterampilan tari biasanya dimiliki oleh seseorang yang berbakat di bidang tari. Di dalam melakukan kreativitas kemungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya. ide-ide baru.

merasakan merespons dan melakukan beberapa penjajakan yang berhubungan dengan konsep dan ide serta elemen-elemen terkait. Pemaknaan komposisi tari berupa penyusunan dan pembentukan. faktor bakat seni menjadi sesuatu yang dapat mendorong dan meningkatkan aktivitas berkesenian terhadap seni yang disenangi dan menjadi bakatnya. Dengan demikian tari sebagai bentuk seni pertunjukan harus dikemas. Keluwesan keindahan bentuk tubuh yang dimiliki oleh penari biasanya ideal dan cukup representatif. Perwujudan bentuk keindahan yang ada lebih ditekankan kepada bentuk tari sebagai koreografi dan membutuhkan unsur elemen-elemen komposisi tari sebagai pembentuk disain dan dinamika. bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki oleh kalangan wanita. Penciptaan tarian baru sesungguhnya merupakan keterampilan untuk mewujudkan perasaan bentuk simbolis. Bentuk dalam tari timbul sebagai akibat pengaruh konsep dan ide yang kuat serta prinsip-prinsip komposisi. Improvisasi. Pematangan konsep dan ide koreografi pada selanjutnya dikembangkan melalui proses kreatif yang secara teoritikal seperti disebutkan Doris Humpray adalah melalui tahap-tahap Eksplorasi. komposisi sebagai kebutuhan untuk membentuk sesuatu yang telah ditentukan dalam BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 302 melakukan kegiatan berkesenian. Beberapa elemen penting dalam pemetaan keindahan atau estetis koreografi dapat dilihat melalui peta dasar sebagai berikut: • Proses Eksplorasi adalah berpikir. ditata. dan keterampilan gerak secara lugas dan terampil. Di bidang seni tari. bodi. Secara leksikal koreografi berarti pemilihan menyangkut aspekaspek yang ada dalam komposisi tari. • Improvisasi adalah menopang perumpamaan dan mengembangkan ide-ide gerakan dengan bermacam-macam cara • Seleksi (Forming) adalah membentuk. menyusun. berimajinasi. Pengalaman untuk membuat koreografi dapat diklarifikasikan ke dalam orientasi konsep dan ide garapan. dan disusun secara estetis. Memenuhi struktur. dan Seleksi Gerak atau Forming. Oleh sebab itu.

• Keunikan ide dikembangkan berdasarkan pengekspresian diri. yang tidak dimiliki orang lain atau tarian lainnya. psikologi. • Proses kreatif ini sama dengan pengalaman koreografi yang telah dijelaskan pada uraian terdahulu di bagian depan. KEUNIKAN IDE Ide berkaitan dengan tema yang akan diungkapkan menjadi pesan atau makna tari berupa penerjemahan kehendak koreografer. improvisasi. drama. 4) unsur pendukung dari penyusunan karya tari termasuk penari. agama. Gerak sematamata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. Keunikan tersebut dapat dilihat dari : BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak Asimetris • Gerak yang tidak memiliki keseimbangan/sebangun. 2) dapatkah ditarikan. dan sebagainya. Tema tari merupakan ide yang diambil berdasarkan pengalaman hidup. Selain itu keunikan ide dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : Gerak Murni • Gerak murni adalah gerak tidak wantah.SENI TARI 303 eksplorasi. H. Pada seleksi merupakan proses pemilihan dan penyatuan kontrol dan dorongan imajinatif. literatur. Karya tari ada yang mengambil gagasan berdasarkan sumbersumber kehidupan primitif yang berkaitan dengan alam. kostum. legenda. 5) kemungkinankemungkinan praktis yang berhubungan dengan ruang tari (stage). Ekspresi gerakan mampu memunculkan dapat memiliki keunikan. Gerakan berada pada ruang dan desainnya. 3) kesan bagi penonton. Gerak Simetris • Gerak sebangun. sejarah. baik ruang maupun desainnya. upacara. folklor. kondisi-kondisi sosial. fantasi dan hasrat tertentu. lighting. Gerak Maknawi • Gerak maknawi adalah gerak tari yang diungkapkan memiliki maksud di samping keindahan geraknya. musik. Keunikan dalam ide harus memperhatikan : 1) nilainya. musik.

Pijakan Tradisi Tari tradisional adalah tari yang lahir. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identitas mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). Spesifikasi Gerak Tradisi Pada tari tradisi terungkap ciri-ciri tertentu khas daerah yang bersangkutan yang berbeda dengan daerah lainnya.asal. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. bahkan dalam prosesnya terkadang menambahkan atau membuang beberapa sehingga mengubah suatu gaya dan membentuk gaya yang baru Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian. Spesifikasi Gaya Umumnya suatu tarian dibentuk melalui pilihan-pilihan kreatif untuk memperagakan gaya-gaya tertentu. Tubuh dikembangkan menjadi bagian gerak badan (antara lain dalam bentuk gerak membungkuk-berdiri tegap- BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ini sebagai sumber pengayaan penciptaan. Dasar Pijakan Bentuk tari terkait dasar pijakan. Bentuk tari tradisional merupakan bahan untuk dipikirkan. tumbuh. namun apabila dipraktikkan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin. 2. Bentuk tari tradisional digarap berdasarkan pijakan tradisi yang berkembang di sekitar wilayah tarian. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. bentuk-bentuk dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarnya. Tarian tradisional diakui oleh masyarakat pendukungnya. diolah dan digarap. Gaya dalam tari tersusun dari simbolsimbol. Pijakan gaya terkadang digunakan sebagai pijakan dalam menggarap suatu bentuk tari.1 Spesifikasi Spesifikasi dalam tari memunyai batasan lebih kepada sesuatu yang khusus/unik yang tidak dimiliki daerah lain dan atau orang lain.SENI TARI 304 1. 2.

4) konsep yang tumpang tindih diangkat menjadi focus belajar (Forgoty. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagumenggeleng-menagguk-mendongak). air yang mengalir di sungai. seperti bermain peran. payung.1991). Karakteristik model integrasi 1) pendekatan lintas disiplin ilmu (memadukan mata pelajaran) yang berbeda bidang ilmunya. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. peranian. topeng. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. seperti gerak-gerak angin bertiup.SENI TARI 305 doyong). mata pencaharian (nelayan. pohon bergoyang. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) – kepala (mengangkat dagu) – tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. penggabungannya melalui pengaturan prioritas yang ada dalam kurikulum dan lintasan yang terjadi diantara prioritas tersebut yang mencakup konsep-konsep atau tema. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tema kehidupan sehari-hari. model ini bersifat antar mata pelajaran dan tumpang tindih (over laping). dsb. Tema dengan menggunakan property. dsb. keterampilan-keterampilan yang perlu dikembangkan. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). tempurung. berkaiatan dengan perburuan. seperti bermain tali/pita. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu “langkah Zapin” Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di Nusantara dapat diangkat : o Tema lingkungan dan alam sekitar. o o Keunikan gagasan dalam tari dapat pula dikembangan melalui model integrasi atau model keterpaduan yang merupakan hasil adaptasi dari karya Forgoty (1991). dsb) o Tema logika matematika. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut. Model ini memadukan lintas beberap mata pelajaran. 3) kegiatan perencanaannya diawali dengan telaah kurikulum untuk melihat adanya tumpang tindih konsep. kentongan. 2) pusat minat dari konsep yang tumpang tindih antar mata pelajaran dari beberapa bidang kajian. di mana property dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak.

Teknik gaya tradisional berhubungan dengan gerak individu yang dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi masing-masing penari. selanjutnya guru merancang bagan model integrasi tersebut seperti pengembangan bentuk “web” seperti yang telah digambarkan di atas. Gaya (style) itu sendiri tersusun dari simbol-simbol.SENI TARI 306 Penggunaan model integrasi secara tepat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun bagan sebagai cara pemahaman utuh adanya keterpaduan dan untuk penggalian informasi. bentuk-bentuk (form) dan orientasi-orientasi nilai yang mendasarinya. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sehingga gaya menandai identitas dan keseluruhan ciri yang kompleks yang dijadikan dasar bagi seseorang (Royce. 1975:54). I. TEKNIK DALAM SENI TARI Teknik dalam seni tari berkaitan dengan keterampilan melakukan teknik gerak dan penguasaan gaya atau style.

Tari Daerah Indonesia Melayu Teknik Gerak Kaki Jalan melenggang Langkah kembang Langkah bersilang Langkah menjunjung Langkah biasa Step di tempat Round kecil Round Langkah maju Langkah mundur Langkah Panjang Pitungguah Pajak Baro Titi Batang Rentak Cepu Jingke Gejug Teknik Gerak tangan Tangan melenting Menabur bunga Teknik Gerak Kepala Tegak lurus ke depan Kepala mengikuti gerak tangan Teknik gerak badan Minang Betawi Sembah Tapuak siku teteh Saleko ketek Jinjing Bantai Batanam Jewer Seliyer Jimpit jeriji Kepret Ukel Kewer Sembada Baplang Lontang Kepret soder Seblak sonder Tumpang tali Kepala mengikuti gerak tangan Break-breok Nglumet lele Gitek Goyang panggul Goyang nglume Ajeg Obah taktak Galiyer Sunda Rengkuh Adeg-adeg kembar Masekon Sasag Tindak Mincid Gilek Godeg Godeg oray meuntas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 307 Sebagai contoh berikut ini uraian teknik gerak dan gaya tari tradisional dari beberapa daerah.

SENI TARI 308 Keupat Geser Jawa Bali Jiwir soder Capit soder Nyawang Kebyok Srisig Seblak Madal pang Kipat tekukan Kengser Ukel Mancat tanggung Lumaksana mager timun Ukel wetan Lembeyan Enjer Ngembat Minger Ulap-ulap Gejug Tapak sirang Ngeseh Ngombak pada ngangkel Ngeed Ngombak Agem rangkep Ngumbang Agem kanan Mipil/Mapal Agem kiri Ngider Jerijing Pacak gulu Noleh Nyoklek pajeg Tatapan Ngeleyek Degeg Ogek lambung Ngglebok Nyeledet Melek/Dedeli ng Tabel 4.2 Hubungan Tari dan Gerak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Minang. Di dalam pengamatan. Jawa. kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. belajar menari. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Fisik berkaitan dengan kemampuan mata dan telinga menangkap objek karya. Intelektual berkaiatan dengan kesiapan pengetahuan yang berkaitan dengan objek yang diamati. Hal ini bertolak dari pengeratian bahwa yang menjadikan benda itu indah adalah karena adanya sifat yang melekat pada benda indah. dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Psikis adalah kesiapan batin seseorang di dalam pengamatan adakah dalam keadaan tertekan atau santai.SENI TARI 309 Teknik gerak tari di atas merupakan contoh beberapa ragam gerak pada tari tradisi daerah Melayu. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan optik saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimiliki seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Di dalam pengamatan ada hal-hal yang perlu dicermati dari benda (karya tari). Ketiga hal ini sangat diperlukan karena akan terkait dengan hasil suatu pengamatan. psikis dan intelektual yang berjalan bersama-sama. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. Betawi. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah satu aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Dengan kesiapan tiga hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kekeliruan di dalam memberikan tanggapan. dan Bali. Sedangkan pengalaman intelektual akan terasah melalui kegiatan membaca dan diskusi. Pengalaman estetis atau pengalaman apresiasi dapat diperoleh melalui kesinambungan di dalam melihat pementasan karya tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . psikis dan intelektual. Hal perlu dipahami di dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik. Dengan kata lain mengamati karya tari dibutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengalaman intelektual. Kalian dapat melakukannya dengan bantuan guru dan temanmu yang mengenal gerak-gerak tersebut. Jadi keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Sunda. Oleh karena itu pengamatan yang baik diperlukan kesiapan fisik. Ketiga hal ini akan menetukan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. Ke dua hal ini menjadi signifikan bagi hasil pengamatan karya tari apabila menjadi satu kesatuan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . psikis dan inteletual Teori subjektivitas dan objektivitas mendasari di dalam pengamatan karya seni Pengalaman apresiasi dan pengalaman intelektual merupakan faktor mendasar dalam proses penghargaan karya tari.SENI TARI 310 • • • RANGKUMAN Pengamatan karya tari membutuhkan kesiapan fisik.

Beberapa dekade yang telah dilewati. Bagaimana menyusun atau menata tarian dari banyak penari menjadi kesatuan bentuk yang berarti merupakan proses penyeleksian dan pembentukan gerak menjadi wujud tarian. Dalam rangka penyajian. penata musik dan unsur yang terkait dalam proses koreografi tersebut dipentaskan. penulis dalam hal ini menguatkan bahwa prosedur koreografi secara filosofis dapat dilakukan secara tunggal dan kelompok sesuai yang sering kali ditetapkan untuk suatu koreografi. penata panggung. improvisasi. koreografi terdiri dari dua suku kata yakni Choreo berarti menata dan Grafien berarti gambar. Secara umum proses koreografi yang implementasinya dikembangkan melalui proses kreatif dilakukan secara terstruktur terdiri dari eksplorasi. Aktivitas menyusun atau menata tarian berhubungan dengan proses kreatif yang akan ditempuh oleh koreografer. Makna yang utuh bahwa koreografi merupakan proses kerja kreatif yang pada khususnya dalam rangka menyusun atau menata tarian. Pengembangan aspek-aspek gerak. ruang dan waktu dimatangkan melalui konkritisasi atau proses pembentukan konsep dan ide garapan. Berdasar referensi yang ada dalam pendidikan seni tari banyak yang menggunakan buku yang ditawarkan adalah tentang Dance Composation and Production(Elizabeth R Hayes: 1978) dan Dance Composation: A Practical Guide for Teachers (Jacquilene M Smith: 1989).SENI TARI 311 J. dan Seleksi atau Forming. Pengertian Koreografi Koreografi adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan antara elemen komposisi tari. dan orang dibalik garapan seperti penata lampu. Sehubungan banyak referensi yang dapat digunakan sebagai pijakan dalam menyusun atau menata tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berkenaan dengan koreografi kelompok. koreografi dipresentasikan dalam bentuk seni pertunjukan. pemusik. KOREOGRAFI 1. Secara harafiah. keindahan dalam gerak dan teknik konstruksi menjadi satu kesatuan yang utuh. Proses koreografi akan menjadi rumit karena dalam finalisasi terkait dengan banyak pihak seperti penari. Seperti telah disinggung di depan. pendidikan tari telah mengenal koreografi kelompok. proses mempertimbangkan syarat-syarat pokok harus ditetapkan.

Proses kreatif menyusun gerakan dapat diuraian adalah sebagai berikut improvisasi. ruang. kebutuhan. Tingkat perkembangan dimaksud dapat melalui cara mendengar.SENI TARI 312 Bagi seseorang yang akan melakukan proses kreatif dalam upaya menyusun tarian. Berdasarkan pengalaman stimulus tingkatan perkembangan yang ada selanjutnya dijadikan orientasi garapan dan memunculkan ide sehingga gambaran konsep (hasil pengalaman masa lalu. Pada kegiatan proses penciptaan tari materi proses penciptaan menitik beratkan pada aspek penemuan-penemuan gerak dan merangkaikan gerak. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep dan ide dasar garapan merupakan jantung dari proses kreatif dalam menyusun atau menata tari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tugas utama fasilitator atau pembimbing koreografi bagi siswa didik atau mahasiswa memberikan pengalaman belajar dengan cara memberi motivasi dan bimbingan melalui berbagai macam tingkatan perkembangan. berdasarkan pemetaan konsep dan ide garapan yang sudah dimatangkan disinkronisasikan ke dalam pemetaan lanjut dengan cara memperhatikan beberapa hal di bawah ini adalah sebagai berikut: • Gagasan dasar dan latar belakang/tema tari sehingga tujuan yang digarap jelas. pengalaman yang ada. eksplorasi dan forming (komposisi). ide kreatif) ke dalamannya dikaji secara benar sehingga maksud tari yang dibuat jelas dan konstruktif. terutama dapat menimbulkan tanggapan emosional dan membangkitkan rasa. tenaga dan elemen komposisi • Mempertimbangkan pola garapan sebagai seni pertunjukan. • Mengerti tentang keadaan. melihat beberapa bentuk pola garapan tari yaitu tari Tradisional dan tari Nontradisional. • Mempertimbangkan isi gerak. waktu. • Gagasan dibuat artistik. penonton/lapangan kerja. Selanjutnya. Atau dengan perkataan lain dapat dikaji bahwa konsep dan ide garapan merupakan inti proses koreografi. tahap awalnya adalah melakukan penjajagan terhadap konsep dan ide dasar untuk garapan. orisionalitas. • Mempertimbangkan koreografi Tunggal atau Kelompok.

gerakan yang dilakukan dengan volume gerak yang sempit. atau representasi hasil temuan dijelaskan berdasarkan hasil temuan yang diperoleh.SENI TARI 313 1. Prosedur bergerak spontanitas. Improvisasi memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi yang bersangkutan untuk berimajinasi. Pernyataan hasil gagasan dalam bentuk gerkan d lakukan dalam bentuk ulangan gerak yang dipertunjukan kepada pembimbing eksplorasi. Aktivitas gerak yang dihasilkan pada saat improvisasi adalah mencari kemungkinan gerak sebanyak-banyaknya. dan mengekspresikan ketakutan yang dialami. menerjemahkan tafsir gerak.2 Improvisasi Improvisasi proses peningkatan pengembangan kreatif.1 Eksplorasi Proses eksplorasi adalah mengelaborasi ide ke dalam gagasan penemuan gerak. Di samping itu. menciptakan ilusi gerak dan merepresentasikan gerakan hasil eksplorasi. dan memperoleh teknik prosedur gerak yang lebih representatif atau menemukan teknik gerak sesuai prosedur gerak yang tidak menimbulkan efek kesulitan gerak. Pengerahan berpikir imajinasi dilakukan dengan cara eksplorasi (penjajagan). Improvisasi menjadi tumpuan pengalaman pengembangan gerak. membayangkan ketakutan diri. pada kesempatan ini harus memperoleh gerakan yang sudah dapat dikembangkan sebanyak mungkin. atau diarahkan pada BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ilustrasi: misal mengekspresikan tentang ide gerakan takut. berarti Anda termasuk berpikir. 1. kemudian jelaskan dan ditafsirkan atau diinterpretasikan sesuai daya tangkap pikiran. tertutup. Eksplorasi diarahkan untuk mengungkap kemampuan dan kreativitas yang dimiliki masing-masing. Masalah teknik dan alur gerak biasanya sudah dapat distimulsi pada kegiatan improvisasi. Proses ini sangat berguna bagi seseorang yang akan menempuh pengalaman tari. berimajinasi untuk merasakan dan merespons. Hasil penemuan gerak atau ide menjadi suatu kepuasan tersendiri. apabila pada kesempatan ini baru digunakan sebagai proses penemuan gerak. Pencapaian tujuan yang diharapkan adalah wujud hasil belajar eksplorasi gerak.

maka belajar menari adalah belajar menguasai keterampilan psikomotorik dengan mengaitkan serta mengkoordinasikan gerakan-gerakan dari anggota tubuh. memerlukan penekanan unsur tari dengan desain.3 Forming (Pembentukan) Membuat komposisi berarti kalian menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. Secara umum dapat dijelaskan bahwa tujuan improvisasi adalah meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman aktivitas yang diarahkan secara mandiri atau sendiri. diperlukan kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir menyangkut sikap dan perasaan seseorang. serta melakukan penemuan dan pengembangan ide dan imajinasi untuk dapat menemukan gerak pribadi masing-masing. yang bergantung pada kematangan otot. serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan. Dengan demikian pembelajaran gerak tari harus disesuaikan dengan kemampuan motorik siswa. mengendalikan teknik gerak. ide. motivasi. metode penyusunan dan pengkombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktekan Sebagaimana yang sering dijabarkan bahwa materi dasar tari adalah gerak. Namun kreativitas dalam sikap seseorang mencerminkan kelancaran. keluwesan (fleksibilitas). orisinalitas berpikir. Dengan adanya belajar kegiatan menari seperti contohcontoh di atas. Dengan demikian unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. Improvisasi mendorong ingatan-ingatan pengalaman imajinasi. Kemampuan dalam merangkai gerak tari ke dalam satu komposisi tidak dapat dipisahkan dengan kreativitas yan melalui tahapan seperti improvisasi dan eksplorasi.menyampaikan kesan-kesan. yang kemudian dipadukan dengan unsur-unsur yang terkait dengan pengetahuan tari dan artistic srta tingkah laku kreativitas maupun perkembangannya dan mempunyai tujuan Menyusun atau mengkomposisi tari. irama.SENI TARI 314 motif dan frase gerak yang terstruktur sesuai alur gerak yang tidak mengganggu teknik gerak. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 1. Improvisasi dengan dibantu eksplorasi mampu melahirkan kesadarn baru melakukan gerakan sesuai aalur gerak. dan merespons imajinasi baru dan mengembangkan ide-ide gerak. Di samping itu improvisasi mengembangkan pengalamanpengalaman eksplorasi dan respons imajinasi.

balet dan daerah setempat Harus merencanakan untuk menggelar ide. kualitas. kegiatan ini mempunyai tujuan apresiasi agar siswa dapat menghargai nilainilai yang terkandung di dalam seni tari. group Memilah dan menyatukan ide dengan membuat bentuk Mencari bentuk yang sesuai dengan waktu yang sama. tari rupa dengan bentuk kontemporer abstrak. musik. Produk dan Kepribadian Proses Proses: Kemampuan berpikir kreatif. imajinatif dan dapat mempertimbangkan kondisi yang ada sesuai dengan materi gagasan. belajar untuk menarikan suatu tarian melalui gerak pribadinya dalam membina kreativitas dan menciptakan sesuatu yang indah. Materi ini merupakan wadah siswa untuk mengembangkan perasaan keindahan. Anda maupun siswa yang belajar tari dapat mengungkapkan gerak melalui gerak pribadi dan mengembangkan melalui potensi kreatif yang dapat menemukan gerak orisinalitas. ruang hubungan antara konfigurasi Mengerti bentuk normal. mencatat rencana dan hasil BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Berarti. 1. dan ide. • • • • • • • • • • • Proses membuat Karya Seni (Menata) Interprestasi ide harus dimengerti Dapat diterjemahkan dalambentuk seni secara sibolis Jenis senni drama. pengulangan. Dengan demikian orang kreatif ialah orang yang menggunakan imajiansinya untuk memecahkan persoalan. mengolah estetika Membuat tahap-tahap elemen komposisi seni Menampilkan dalam bentuk pergelaran atau pameran Melihat aturan penonton. analitis.4 Proses. Selanjutnya.SENI TARI 315 Memperkaya. jazz. dan waktu Membuat rencana agar jumlah peserta ang terlibat dengan kegiatan seni dan keterkaitan dengan ide harus dapat disajikan posisi. memperinci) suatu gagasan.

kelancaran. keseimbangan dengan ketenangan dan penuh kepercayaan Konsentrasi pada penampilan dengan ekspresi melalui variasi. dan dinamika Menampilkan tarian dan bagian seni pengertian kualitas formal Menampilkan tema dengan ekspresi seni Melatih dan mencoba ekspresi bentuk seni dengan unsur komposisi seni Membutuhkan kualitas penampilan yang difokuskan dalam mengekspresikan dengan arti Memusatkan garis. kontrol. seperti wiraga. estetika. menyukai kegiatan dan lainnya Dari tiga aspek tersebut. yaitu : Kemampuan berpikir lancar. berkaitan dengan penemuan-penemuan gerak orisinal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . khususnya yang dapat dilihat langsung dapat dievaluasi dan yang berkaitan dengan kemampuan kreatif dalam seni tari. wirama maupun unsurunsur tari obyek tari yang direspon Karya Seni/Penampilan Bentuk Seni • • • • • • • • • • • • • • Memerlukan bentuk fisik kombinasi dengan unsur seni dan kemampuan teknik Diperlukan koordinasi khusus. pola desain ke bentuk komposisi Memperlihatkan kejelasan dan kesatuan bentuk Kepribadian : Menyangkut kebebasan berpikir dan bertindak. • • • • Keterampilan mengekspresikan gerak Kemampuan mengembangkan ragam gerak melalui media ungkap yang telah ditentukan Kemampuan membuat komposisi yang bervariasi Keterampilan untuk membuat seni dan mengungkapkan kreatifitas gerak dan terdapat pada ketentuan-ketentuan dari unsur yang terkait.SENI TARI 316 Produk Produk : Kemampuan mencipta yang baru. yaitu berkaitan dengan pengembangan gerak dalam berimprovisasi Berpikir lentur. ketepatan.unsur seni. menggabungkan hal-hal yang baru atau keterampilan kreatif untuk menggabungkan materi-materi yang telah ada dan lainnya. berkaitan dengan pengembangan gerak dalam bereksplorasi Berpikir unik.

Bentuk koreografi merupakan pengalaman gerak yang menampilkan dominasi gerak ciri pribadi. kemampuan membuat kombinasi gerak. TARI PENDIDIKAN Koreografi tari Pendidikan adalah pengetahuan penyusunan tari atau mengkomposisikan bagian-bagian gerak dan disain komposisi yang saling berhubungan menjadi satu kesatuan yang utuh. model ungkapan ekspresi. Koreografi tari Pendidikan penyusunan gerak dipresentasikan dalam bentuk ungkapan ekspresi peserta didik.SENI TARI 317 • • Berpikir elaborasi berkaitan era dengan mengembangkan gerak dari gerak yang pernah dilihat dan direncanakan Berpikir tinggi. berkaitan dengan berpikir analitis logis dan dapat diterima. Akumulasi penerapan dan strategi pengembangnya secara konseptual dapat dijelaskan sebagai berikut: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan informasi pengalaman estetik peserta didik dituangkan lebih merupakan representasi dari pengalaman gerak pribadi. proses kreatif merupakan pengembangan proses kreatativitas yang pengembangannya memberikan tantangan dan percaya diri untuk peningkatkan. Dengan demikian hasil evaluasinya lebih meletakdasarkan kepada unsur proses lebih ditekankan dari pada bentuk. Oleh sebab itu. K. Dalam pengembangan pendidikan. kemampuan dan keterampilan. aktivitas peserta didik agar dapat mengungkapkan ciri gerak pribadi. dilihat oleh orang lain. Tari pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan tematik.

3 Peta Konsep Ide Alam Sekitar BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI 318 BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PETA KONSEP BERDASARKAN TEMA TERTENTU Benda-benda di sekitar yang dapat dimanfaatkan Cita-cita atau tujuan hidup konsep Ide Alam Sekitar Hewan dan Tumbuhan LIngkungan Keluarga Ilmu Pengetahuan yang dimanfaatkan Bimbingan guru Bagan 4.

SENI TARI

319

Kondisi ulang tahun yang identik meriah riang gembira ULANG TAHUN Kado special ulang tahun

Pernik Ulang tahun

Acara yang khusus buat ulang tahun

Benda-benda yang hubungan dengan ulang tahun Terompet

Balon

Ide dikembangkan di sini

Kembang Api

Permen

Bagan 4.4 Ide Ulang Tahun menjadi Topik

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

320

Keragaman Pengalaman Estetik

IDE

CERITERA

PENGALAMAN HIDUP DIRI

EPOS

• • • • • • • •

Gerakan unik Kegiatan unik Acara unik Pemanfaatan benda-benda unik (khusus ultah) Pengalaman hidup yang khusus Pengalaman keseharian yang lucu Pengalaman berkomunitas yang menjadi idola Segala sesuatu yang dapat merangsang ide baru Bagaimana anak mengungkapkan • • • Melalui bimbingan Melalui pengalaman gerak pribadi Melalui motif-motif ceritera yang disampaikan dengan dipancing pertanyaan yang mampu

Bagan 4.5 Keragaman Pengalaman Estetis ANAK

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

321

Di sisi lain Laban seorang pakar anatomi dan tari pendidikan menyatakan bahwa secara konseptual laban membagi ruang ke dalam ruang pribadi dan ruang umum. Ruang pribadi adalah ruang yang langsung bersentuhan dengan tubuh si penari atau (Stationari Movement). Batas imajinasi ruang geraknya adalah sebatas jangkauan gerakan yang dapat dikrembangkan oleh penari. Jangkauan gerak tangan dan kakinya dilakukan dalam posisi di tempat. sedangkan ruang umum adalah ruangan di luar tubuh penari. Jangkauan gerak dapat ditempuh melalui perpindahan tempat asal ke tempat lain (Laban, 1992:85). Gerak terkecil atau paling pendek disebut motif. Motifmotif gerak selanjutnya apabila dirangkaikan membentuk frase gerak. Gerak Tari pada hakikatnya secara harafiah merupakan rangkaian motif-frase yang membentuk kalimat gerak. Rudolf Laban adalah pencetus educational dance atau yang dikenal juga dengan tari pendidikan (educational dance), tari kreatif (creative dance) dan tari ekspresif (expressive dance) yaitu suatu model pembelajaran tari di sekolah umum yang menekankan kepada kebebasan berekspresi gerak pribadi siswa yang berasal dari gerak keseharian saperti berjalan, berlari dan sebagainya dengan metode kreatif. Karena menekankan kepada kreativitas peserta didik melalui kebebasan berekspresi gerak dalam pembelajarannya, maka tari pendidikan yang dicetuskan Rudolf Laban itu disebut juga tari kreatif, tari ekspresif atau creative movement (gerak kreasi). Di dalam bukunya yang berjudul Modern Educational Dance, Laban (1976) menuangkan pemikirannya mengenai pendekatan untuk pembelajaran tarii di sekolah umum, sebagai berikut : “in school, where art education is fostered, it is not atisitc perfection or the creation and performance of sensational dances which is aimed at, but the beneficial effect of the creative activity of dancing upon the personality of pupil”. Melalui pernyataan Laban tersebut di atas dapat diuraikan bahwa tari pendidikan menekankan kepada pembelajaran kreatif namun tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa pertunjukan yang megah atau pertunjukan yang mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, sebagaimana misalnya tarian yang diciptakan oleh seorang koreografer. Dalam hal ini Laban menyatakan bahwa sumbangan positif dari aktivitas tari kreatif hendaknya lebih ditekankan kepada perkembangan kepribadian siswa. Setiap orang mempunyai dorongan alamiah untuk menampilkan gerak-gerak tertentu yang tanpa disadari

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

322

menampilkan gerakan seperti “tarian”, oleh karenanya Laban merumuskan tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru tari, pertama membimbing siswa untuk menumbuhkan spontanitas gerak dan kedua membimbing siswa belajar memahami prinsipprinsip untuk melakukan atau menguasai geraknya. Mengenai spontanitas gerak, Ulmann (dalam Laban, 1976) menjelaskan bahwa melalui gerak tubuh siswa dapat belajar berekspresi diri untuk menghubungkan hal-hal yang batiniah sifatnya, yang berada dalam dirinya, kepada dunia luar. Selain itu melalui kesan yang diterimanya dari luar dirinya, siswa belajar untuk bereaksi secara spontan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya. Ini berarti siswa belajar untuk mengekspresikan kehadiran energi kehidupan melalui gerka tarinya. Melalui penekanan ekspresi individu pada pembelajaran tari pendidikan berarti bahwa siswa dibina untuk memperoleh peluang yang besar dalam mengembangkan keunikan dirinya melalui ekspresi gerak pribadinya yang berbeda antara seorang siswa dengan siswa lainnya. Gerak manusia merupakan ide dasar dari tumbuhnya tari pendidikan, gerak tersebut adalah gerak keseharian atau gerak yang universal yang dimiliki manusia seperti berjalan, berputar, melompat, dll. Jenis gerak ini dikenal sebagai gerak dasar (basic movement). Gerak terkait dengan factor ruang, tenaga, waktu dan aliran geraknya, sedangkan usaha (effort) merupakan energi yang menggerakannya. Hal ini merupakan pengetahuan yang perlu diserap oleh siswa untuk memperoleh manfaat dari belajar menari secara kreatif. Selanjutnya Laban menekankan dalam tari pendidikan digabungkan antara pengetahuan gerak dan kemampuan kreatif yang dinyatakan sebagai tujuan yang penting dalam pendidikan. Mendukung uraian Laban tersebut, tari sebagaimana juga kesenian lainnya merupakan pengetahuan yang bermanfaat, namun siswa dengan bimbingan guru harus membiasakan dirinya untuk belajar dan berlatih memperagakan ritme dan bentuknya dengan jelas untuk dapat menyerap manfaat dari tari pendidikan tersebut. Sebagai contoh guru memberikan rangsang gerak keseharian seperti berjalan, berputar, melompat dls, kemudian dari gerak yang dilakukan tersebut diberi irama, ritme gerak, dinamika, pengulangan hitungan gerak, sehingga secara tidak langsung gerak keseharian tersebut menjadi suatu bentuk tari kreatif yang menarik gerak pribadi siswa.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

323

Dari penjelasan Laban serta dari contoh di atas dapat diketahui bahwa dalam tari pendidikan terdapat tahapan belajar menari, pertama-tama bagi siswa yang baru belajar menari dengan metode kreatif, ditekankan pembelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berekspresi diri melalui gerak tarinya secara spontan dan bebas. Pada tahapan berikutnya siswa belajar untuk menguasai prinsip atau aturan geraknya. Dalam hal ini mempelajari unsur-unsur gerak merupakan hal yang penting dalam pembelajaran tari dengan metode kreatif. Berikutnya Laban menjelaskan tugas selanjutnya dalam mengembangkan tari pendidikan, yaitu menumbuhkan ekspresi artistik siswa melali pembelajaran tari dengan metode kreatif. Sehubungan dengan terdapat dua tujuan penting yang harus dicapai sebagaimana diuraikan di bawah ini : “ One is to aid the creative expression of children by producting dances appropriate to their grifts and to the stage of their development. The other is to foster the capacity for taking part in the higher emit of communal dances produced by the teacher.” Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa tujuan yang pertama adalah membimbing siswa untuk dapat berekspresi kreatif guna menghasilkan tariannya sendiri yang sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangannya, sebagai produk kreatif siswa. Tujuan yang ke dua adalah membimbing siswa untuk dapat ikut serta dalam pertunjukan komunitas sekolah yang diproduksi oleh guru. Dengan demikian pembelajaran tari dengan metode kreatif yang dicetuskan oleh Laban tidak hanya mendorong siswa berekspresi bebas tanpa ada bentuk akhirnya, tetapi mempersyaratkan siswa juga untuk membuat suatu hasil akhir sebagai produk kreatifnya, yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan siswa. Begitu pula dengan Burton (dalam Kraus, dkk, 1977) memaparkan penerapan movement education dalam pendidikan jasmani merupakan pelajaran terpadu yang kontribusinya berupa pengembangan respons gerakan yang efektif, efesien dan ekspresif dalam diri siswa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang dikomunikasikannya kepada orang lain. Pembelajaran ini menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan keterampilan gerak dan pendekatannya berpusat pada siswa untuk mengembangkan diri siswa sebagai individu yang spontan, kreatif dan mampu belajar untuk menemukan sendiri (self-discovery).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

324

Buatlah satu bentuk tari kreatif hasil pengembangan gerak pribadi anak dengan menggunakan media tertentu (misalnya payung, sapu, kursi, dsb). Kembangkan dengan berbagai level, arah hadap dan variasi hitungan. Amati hasil pengembangan gerak peserta didik tersebut, kemudian beri ulasan berdasarkan tahapan apresiasi yang telah dipelajari pada kegiatan Belajar I, maka akan didapatkan satu materi ajar pembelajaran tari yang komprehensif. Produksi dalam tahapan akhir apresiasi dapat dihasilkan dari proses kreatif tari pendidikan. Pada pebelajaran ini penyampaian materi lebih kepada memberikan atau mendorong motivasi peserta didik terhadap munculnya sifat-sifat kreatif. Rasa ingin tahu dapat menjadi motivasi utama untuk mendorong peserta didik dalam proses menjadi kreatif. Para guru perlu memberikan keragaman pengalaman melalui eksplorasi dan melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. Hasrat untuk mencintai dan menghargai (penghargaan) juga merupakan pendorong motivasi peserta didik dalam proses kreatif. Apabila seorang guru hanya memberikan persetujuan tentang apa yang baik menurut standar guru sendiri, maka hal ini akan membatasi kreativitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berkembang (Fraser,1991:21). • Saling menghargai pendapat antar teman, menerima materi gerak yang diberikan antar teman, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan berkomunikasi, di samping mengembangkan aspek multidimensional, multilingual dan multikultural. • Yang utama adalah mengembangkan bakat dan kreativitas. • Terjadi interaksi antar dan inter personal. Materi pembelajaran kreatif untuk mengembangkan kemampuan dasar manusia yaitu 1) kemampuan fisik, perceptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan estetika, sehingga diharapkan memiliki akan tercapai pendidikan yang bersifat multidimensional, 2) kemampuan komunikasi ide/gagasan, pendapat, pengalaman, pemecahan persoalan, perasaan melalui bahasa tari (pendidikan bersifat multilingual) dan 3) sikap berbudaya sehingga diharapkan menjadi bangsa yang beradab, melalui kepekaan penghayatan yang tinggi, saling menghormati dan menjaga akan keragaman budaya sendiri dan budaya asing (multikultural).

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

325

L. Bentuk Pembelajaran Tari Rekreasi
Repreduktif atau Rekreasi yang digunakan adalah metode imitatif, latihan/ drill/pengulangan. Dengan latihan dan pengukangan diperlukan dan peserta didik dapat mengekspresikan dan mengingat ungkapan gerak yang sudah diperoleh. Siswa akan belajar membedakan hasil yang diperoleh, dilihat dengan meningkatkan ketelitian, kecermatan dan kepekaan dari kualitas karya seniman, hasil ciptaan sendiri, bentuk karya seni tradisi yangt elah ada, dari penampilan langsung dalam belajar bagaimana mendapatkan deskripsi, interpretasi dan evaluasi, dimana siswa akan mempersiapkan seni, dilihat dari bentuk seni gaya ekspresi, teknik dan hasil. Dengan belajar meniru (pendekatan imitatif) Dalam rekreasi lebih lanjut siswa akan belajar mendapatkan sumber informasi dan ciri-ciri secara rinci baik itu tentang gerak, latar belakang, proses seni ataupun hasil karya seni perkembangan dan sejarah seni juga kebutuhan penampilan seni. Melihat Bentuk Seni Rekreasi/Rekreasi • Mengobservasi, menjabarkan, menganalisa dan mengevaluasi seluruh aspek yang menyangkut kreasi dan penampilan. Seperti siswa pribadi maupun kelompok • Proses keterampilan kreativitas seni, penampilan dari melihat suatu seni akan membentuk suatu kemampuan dalam apresiasi seni untuk sebuah karya seni dan bentuk seni

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

326

M. Pendekatan Kreatif Dan Rekreasi
Kreatif Siswa 1. Pola Bermain 2. Pola Cerita/Ide Kreatif 3. Pengamatan 4. Pendekatan Kreatifitas - Eksplorasi - Improvisasi 5. Gerak Individu 6. Gerak Berpasangan 7. Kerja Kelompok 8. Properti 9. Komposisi (bentuk tari) 10. Penampilan Rekreasi/Bentuk Tari Pola Cerita/Latar Belakang. Bentuk gerak daerah/etnik/bentuk karya guru dengan pendekatan imitatif Pengamatan Imitasi/menirukan - Ragam-ragam gerak - Iringan dan gerak Demonstrasi Guru Mengulang gerak dari guru (individu) Berpasangan Properti Komposisi Kelompok (bentuk tari tradisi) Penampilan

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI

327

PENGEMBANGAN IMAJINASI DAN PEMBELAJARAN TARI PENDIDIKAN

Pendekatan Belajar

Pengembangan gerak imajinatif - Kreatifitas gerak pribadi (eksplorasi, improvisasi) - Imitasi gerak (bentuk tari dari guru - Apresiatif (mengamati, mencerap, melakukan pentas seni) - Ide gerak (kreatif) - Bentuk tari karya guru (imitatif) - Mengekspresikan, melakukan pertunjukan (apresiatif) - Menempatkan probelma melalui ide dan judul tari (reproduktif) - Membahas mengekspresikan - Gerak guru Saya yakin gerak pribadi - Saya yakin dapat melakukan gerak kupu-kupu (menirukan) - Gerak kreatif (kereta api) - Rangkaian (gerak imitatif dan kreatif) - Saya dapat mengungkapkan - Kegiatan Kreatif - Eksplorasi

Proses

Materi

Belajar

Eksplorasi dan Menirukan

Evaluasi Tanya jawan

- Penugasan - Melakukan ungkapan gerak - Kegiatan Reproduktif - Dengan drill/latihan - Dengan repetisi/pengulangan Bagan 4.5 Skema Imajinasi Gerak Siswa

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

pakar manajemen organisasi dan pakar seni pertunjukan secara sepihak kurang berani memaparkan masalah kedua bidang kajian tersebut secara bersama. summit art. Oleh sebab itu literatur manajemen seni pertunjukan sudah saatnya ditulis. Selanjutnya. lembaga seni yang bergerak di bidang seni pertunjukkan seperti sekolahan kalian. dan pertunjukan seni pada tingkat dunia. hal ini dengan mengingat bahwa buku manajemen seni pertunjukan masih kurang jika boleh disebut adalah minim sekali. Selebihnya. Hal ini diakibatkan kurang kompetennya penulis dalam membidangi kedua bidang kajian tersebut secara komprehensif. dengan demikian terjadi keraguan pada para penulis masalah manajemen organisasi seni pertunjukan secara mandiri.SENI TARI328 BAB V MANAJEMEN PRODUKSI TARI Laju pertumbuhan dan pengembangan ilmu bidang seni pertunjukan cukup pesat. Wahana baru dalam dunia seni pertunjukan dapat dinikmati pada setiap kegiatan festival. Manajemen seni pertunjukan di Indonesia sangat sedikit kajiannya. Bentuk penanganan masalah seni pertunjukan yang profesional bukan sesuatu yang tersembunyi. Buku yang beredar di pasaran sebagian banyak adalah manajemen organisasi saja. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . buku yang menjadi rujukan dalam bidang manajemen organisasi seni pertunjukan didominasi oleh buku manajemen umum dan organisasi umum. masalah manajemen organisasi seni pertunjukan sangat dibutuhkan. Hal ini ditandai dengan adanya seni pertunjukan yang semakin beragam dan memiliki nuansa garapan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. pengetahuan yang berhubungan manajemen seni pertunjukan sering diabaikan. kompetisi. Hal ini berhubungan dengan kapasitas penyelenggara pertunjukan yang telah dikelola oleh lembaga pemerintah maupun lembaga terkait secara swadana. Hal ini dapat dirasakan dengan masih sangat minimnya literatur yang memaparkan manajemen organisasi seni pertunjukan untuk dijadikan rujukan dalam belajar manajemen organisasi seni pertunjukan. Para siswa bila kalian paham maka hal ini adalah dilematis bagi kalian. Salah satu perhatian dapat ditujukan berhubungan dengan manajemen organisasi seni pertunjukan yang profesional. Sedikitnya.

kurang ditangani secara profesional. dewasa.SENI TARI329 Organisasi seni pertunjukan di Indonesia tumbuh mekar. Di satu sisi. Banyak organisasi seni pertunjukan yang dalam beberapa waktu langsung gulung tikar. sehingga telah banyak lembaga yang secara profesional mengaklamasikan diri sebagai lembaga yang mengelola seni pertunjukan. dan hingga beberapa hal yng ditangani secara profesional menjadi kurang dapat berkembang sesuai harapan kita bersama. Gradasi semakin menurunnya organisasi seni pertunjukan yang kurang menerapkan manajemen organisasi secara baik dapat menjadikan organisasi seni pertunjukan tersebut kurang profesional. organisasi-organisasi yang bergerak di bidang seni pertunjukan masih kurang memperhatikan aspek manajemen pemberdayaannya. berwawasan prospek. Satu sisi biasanya manajemen yang diterapkan mengandalkan manajemen persaudaraan atau manajemen pertemanan. dan reservasinya. pengelolaan yang agak mirip dengan pengelola seni pertunjukan kajian tersebut adalah event organizer yang telah menjamur di Jakarta. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Namun demikian masih minimnya buku-buku yang membimbing para event organizer dan praktisi yang mempelajari manajemen organisasi mengaku masih kurang literatur di lapangan. serta mampu menjawab tantangan masa. para penonton yang semakin lama enggan dan cepat-cepat berpaling untuk menonton seni pertunjukkan tradisional. Dengan demikian terjadi ketimpangan pada tantangan ke depan dalam bidang pengembangan. Dengan demikian untuk tetap lestari. Hal ini harus disikapi lebih profesional. Banyak seni pertunjukan tradisional mengalami keruntuhan. dan mengkaji tantangan ke depan sebagai bagian dari pembenahan atau setidaknya merancang program secara sistematis dan memiliki strategi untuk mengoptimalkan manajemen seni pertunjukan khususnya seni pertunjukan tradisional yang lebih inovatif. pelestarian. Oleh sebab itu terjadi tarik ulur dalam masalah pemecahan manajemen secara profesional. Di sisi lain. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya penanganan manajemen organisasi yang kurang tepat di lapangan. Kondisi ini patut kita perhatikan. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Hal ini berhubungan dengan aspek menajemen yang dikelolanya kurang profesional. dan beralihnya minat publik terhadap tontonan yang mampu mendatangkan rasa penawar penat menjadi pilihan penonton untuk meninggalkan seni pertunjukan.

KONSEP MANAJEMEN & ORGANISASI PERTUNJUKAN Siswa-siswa sekalian. kemauan. serta menjadi idola bagi penonton di semua kalangan dibutuhkan manajemen organisasi yang profesional. Organisasi seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. dimana para pemegang tampuk kendali organisasi menetapkan ke mana langkah dan arah organisasi tersebut bersandar. serta menerapkan staf untuk bisa bekerja mandiri dan optimal dalam mendatangkan celah kesempatan yang memungkinkan membawa dampak kemajuan bagi usaha manajemen organisasi yang diharapkan. dan kesanggupan untuk mengembangkan diridari organisasi seni pertunjukan di Indonesia sangat minim. dan indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan dikendalikan secara profesional dalam memenuhi tercapainya sasaran yang diharapkan. sebelum belajar tentang manajemen organisasi pertunjukan akan lebih bijak kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan manajemen. organisasi. transparan. dan mengoptimalkan berbagai pihak dan celah dalam rangka bekerja bahu membahu. dan kemudian organisasi seni pertunjukan. A. Seperti di atas telah disinggung bahwa organisasi pada dasarnya adalah kelompok orang yang secara bersama atau pemimpin organisasi yang ditetapkan bersama menyepakati untuk bersama mencapai sasaran yang dituju. Organisasi yang baik akan menerapkan manajemen yang kooperatif. disemangati bersama. Organisasi terdiri dari berbagai staf yang secara kolektif salang berkait dan bekerjasama menetapkan tujuan dengan segala daya upaya terutama untuk mencapai tujuan secara bersama. Hal ini ditandai kurangnya penerapan manajemen yang profesional oleh organisasi seni pertunjuka secara baik dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pencapaian tujuan organisasi ditekankan kepada prinsip mencapai tujuan secara bersama ke dalam proporsi berbagai kegiatan yang diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan yang dilakukan bersama. dan kooperatif. tujuan. Organisasi yang profesional dikelola melalui manajemen organisasi yang baik. Pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang secara bersama-sama mencapai tujuan. Tujuan kebersamaan dilandasi atas dasar kesepakatan orang-orang yang ada di dalamnya. Komponen prinsip yang secara integral adalah bahwa orang-orang. hingga menentukan arah dan tujuan sesuai kesepakatan bersama. Kemampuan. mumpuni.SENI TARI330 maju dan berkembang.

Teater Utan Kayu. kalian mungkin sudah pernah mendengar beberapa grup teater. Teater Tanah Air. Dengan demikian organisasi seni pertunjukan tersebut memiliki badan hukum. begitu juga sebaliknya. dan arah sasaran organisasi seni pertunjukan tersebut dilaksanakan. sehati. Teater Mbeling. Sanggar lukis Kak Wayan Yoga. kurangnya power yang proporsional orang luar untuk ikut campur atau empati atas laju dan arah organisasi seni pertunjukan menetapkan tujuan da arah kendali organisasi secara transparan. dan kelompok seni yang ada di lingkungan kalian. Penerapan manajemen seni pertunjukan di Indonesia lebih didasarkan kepada budaya otoritas pimpinan organisasi. Sanggar Maya Pasundan. sasaran dan tujuan organisasi dengan mengelola berbagai aspek yang harus diberdayakan agar dapat menjadi penopang laju. Di sini sebut saja Teater Koma. Sanggar Sekapur Sirih. Sanggar Tari Bagong Kusuddihardjo yang dikenal Padepokan Bagong. Dari sini didefinisikan bahwa organisasi kesenian yang terdiri dari banyak seniman atau orang yang memiliki sifat dan sikap berkesenian secara sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama terutama pada bidang garapan mengolah seni pertunjukan sebagai kajian organisasi. Terbentuknya organisasi seni pertunjukan adalah merupakan konsekuensi logis dari kelompok orang yang memiliki minat berkesenian. Lembaga Peduli Anak Nusantara. Kelompok Wayang Orang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . sertifikasi organisasi.SENI TARI331 benar. manajemen organisasi bersifat kekeluargaan. Para siswa. Selanjutnya. sanggar tari. tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi seni pertunjukan yang dikelola semakin baik dan profesional mampu mengantarkan tujuan anggotanya untuk sampai pada sasaran yang diharapkan. Sanggar Tari Cipta. dan kredibilitas pengelolaan sebuah organisasi yang berorientasi dan wawasan produksi karya seni. dan asas praduga tak bersalah yang kurang dihargai dalam menetapkan awal suatu organisasi seni pertunjukan ditetapkan. empati terhadap berkesenian serta memiliki perhatian tentang kesenian membentuk organisasi seni pertunjukan. Kondisi penanganan organisasi seni pertunjuka yang demikian jelas lambat laun membawa dampak yang besaratas semakin jenuhnya orang-orang yang ada di dalamnya. Sanggar Lukis Tino Sidin. serta organisasi seni pertunjukan yang lebih mantap dipilih untuk kesenangan bersama dan kepuasan bersama cukup. mereka menetapkan arah.

Sanggar Tari Saraswati (I Gusti Agus Perbawa). inovatif dalam menyajikan kontektual garapan. Kelompok Wayang Orang Cipto Kawedar. dalam waktu ke depan dituntut komitmennya untuk memproduksi hasil karya seni secara periodik. maka organisasi seni pertunjukan tersebut hingga kini ada yang masih eksis. Kelompok Musik Slank. berkala. ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN Di bagia atas telah disinggung tentang beberapa organisasi seni pertunjukan yang terdiri dari kelompok Teater Koma (Riantiarno). Sanggar Argahari (Ibu Melly). Tantangan produksi yang memiliki produktisi berkala. Dengan demikian organisasi tersebut yang secara regulasi memiliki dana dan pendanaan yang mampu digunakan untuk mencerminkan produksi karya seninya. Sangar Teratai Putih (Ibu . dan kreatif. dan bekerja mempertaruhkan reputasi demi kelangsungan organisasi yang dimilikinya. Adalah naif. organisasi seni pertunjukan tanpa memproduksi aspek seni untuk suatu penampilan. Kelompok Musik Ungu. Kelompok Lawak Patrio. Sanggar Pelangi Nusantara (Bapak Sampurno). Sanggar Tari Cipta (Farida Utomo). B. dan tujuan organisasi berbasis kesenian yang dikelola secara profesional dan maksimal. inovatif. Ketoprak Cipta Mandala. berkerja sinergis. teater Grazz( Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI Bandung). Dalam kurun waktu yang berjalan dengan kompetitif yang tinggi terhadap komitmennya dengan jaman. Kelompok Musik Peterpan. Sanggar Lukis Gubug Semper(I Wayan Kuta). Kelompok Wayang Orang Barata (Nardi). Oleh sebab itu. Ketoprak Wargo Budoyo. Sanggar Sekapur Sirih (Ibu Rahmida S). Personifikasi organisasi seni pertunjukan tersebut di atas pada mulanya telah ada dan berkembang di Indonesia. sasaran. dan terprogram sehingga dalam laju ke depan mampu menjadi pandega dan barometer seni pertunjukan yang produktif. sedang gonjangganjing bahkan hingga telah punah.SENI TARI332 Barata. teater Mbeling (Kuta Q). dan kreatif mengembangkan materi garapan adalah bentuk seni pertunjukan yang harus dipentaskan oleh organisasi seni pertunjukan dimaksud. Kelompok Lawak Srimulat. Kelompok Musik Radja. dan lain lagi adalah personifikasi dari organisasi seni pertunjukan yang prinsip landasan yang dimiliki telah diketahui arah. teater Mat Suya (ISI Yogyakarta). Kelompok Wayang Orang Cipto BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Konsekuensi logis ini pada dasarnya merupakan bukti pertaruhan komitmen organisasi dalam memberdayakan berbagai staf dan personil untuk dapat bekerjasama. teater Gen (Putu Wijaya).

Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sadar lingkungan mempercepat proses bubarnya organisasi dengan keputusan individual yang kurang proporsional. nasib kelompok seni pertunjukan ditentukan oleh performa masing-masing kelompok melalui komitmen bersamanya.2 Sa nggar Saraswati (Tari Bali) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketoprak Cipta Mandala (Jendral Kunti Harsoyo). Cermin organisasi seni pertunjukan digawangi kepentingan diri yang tinggi. Kelompok musik Slank (Yoga).1 Teater Anruang (Bandung) Sumber: Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Ketoprak Wargo Budoyo (Bani Saptoto). Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. Kelompok Musik Peterpan (Ariel)..SENI TARI333 Kawedar (Rusman-Darsih). Komitmen bersama yang kuat menjadi pendorong wadah seni pertunjukan semakin eksis. Hingar-bingar munculnya seni pertunjukan di Indonesia pada awaknya sebagai wujud organisasi seni pertunjukan yang ada pada saat itu.5. Namun dalam perjalanan. Kelompok Musik Radja(Roseta). Apabila organisasi seni pertunjukan kurang sehat. Kelompok Lawak Srimulat (Bapak Timbul). Kelompok Lawak Patrio (Akri). dan lain lain adalah personifikasi organisasi seni yang menetapkan sasaran dan tujuan maupun garis-garis pengembangan organisasi dilakukan bersama dan dalam komitmen bersama. dalam perkembangan akan cepat bubar. 5. Kelompok Musik Ungu (Pasha).

Banyak organisasi seni pertunjukan yang berorientasi untuk produksi saja.4 Tari Pendet/Bali ( Kedutaan Jepang) Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Gb. ORIENTASI & KARAKTER ORGANISASI PERTUNJUKAN Klasifikasi orientasi keterlibatan pengelola dalam organisasi seni pertunjukan dalam menerapkan manajemennya mempengaruhi orientasi organisasi dalam menjalankan laju dan perkembangan organisasi. 5. 5.SENI TARI334 Sumber: Koleksi Deden Jurusan Tari UNJ Sumber: Jurusan Tari UNJ Gb. Dengan demikian masalah manajemennya diatur berdasarkan format penempatan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan pementasan. Orientasi dapat bersifat bisnis dapat juga sebagai wadah pengembangan bakat seni yang dituangkan pada setiap produksinya.5 Nakoda Kapal Teater Grazz (STSI Bandung) C. 5. Organisasi seni pertunjukan muncul membawa misi pengembangan karya cipta seni. Manajemen organisasinya tumbuh kembang sebagai wahana menyalurkan hasil karya seni BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . atau memandang bahwa karya seni menjadi salah satu bagian perencanaan program yang dijadikan kalender kegiatan produksi.3 Teater Mat Suya) (STSI BDG) Gb.

artis. Secara garis besar prototipe bentuk organisasi ini dapat digambarkan melalui model di bawah ini. Pengelola bertindak sebagai koreografer. Organisasi ini banyak diminati oleh kalangan yang banyak berkembang di lahan pencari nafkah. Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. Banyak Kegiatan Jenis Kegiatan Fokus Kegiatan B Fokus C Banyak Fungsi A D Bagan 5.1 Karakteristik Organisasi Pertunjukan D. Ada kecenderungan. organisasi seni pertunjukan yang berorientasi bisnis maka pengelola BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ada organisasi seni pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. Organisasi ini menjadikan karya seni sebagai pencarian nafkah. pimpinan produksi. maka wujud performansinya berbeda. kajian ilmu. Fungsi manajemen Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. Organisasi seni yang berorientasi bisnis memandang seni sebagai suatu komoditas bisnis atau industri. Waktu yang tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. dan finansial diperoleh melalui pengelola itu sendiri atau staf yang bekerja maksimal mencari seponsor seadanya sebagai finansial tambahan. selebihnya para pelaku yang membiayai produksi. serta realisasi pementasannya berharap dari aset sponsorship yang dijadikan sumber devisa dalam produksi seninya. terjadi bahwa organisasi seni pertunjukan berorientasi kepada bisnis. produser. Di sisi lain.SENI TARI335 sebagai hobi. untuk mendatangkan keuntungan berlipat. dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya.

dsb Paruh Waktu H Berorientasi kepada bisnis dan organisasi dikelola oleh pengelola yang menyediakan waktu secara penuh atau total dimanej dalam setiap produksi dan pementasannya. keterlibatan pengelola ditunjukan melalui maket gambar Bagan 1. Bisnis Orientasi Organisasi E Karya Seni Total waktu Organisasi berorientasi pada karya seni semata. Dikelola pelaku seni itu sendiri. produser. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . orientasi berkarya pada organisasi seni pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. Organisasi yang berorientasi pada karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung. sutradara. organisasi dikelola paruh waktu.SENI TARI336 terjunlangsung menangani produksi.2. Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut: F Profit bisnis. Status Pengelola Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu. tetapi organisasi dikelola oleh pengelola yang total waktunya. keterlibatannya paruh waktu. Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam. Keterlibatan pengelola merangkapsebagai pelaku seni G Berorientasi kepada karya seni semata. Bentik organisasi seni pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik penonton yang berbeda karakteristiknya. Pengelola merangkap sebagai artis. marketing. koreografer. Bagan 5.

respons) adalah faktor poliik. Pada seni rupa persiapan kemungkinan agak berbeda dengan bentuk seni pertunjukan.SENI TARI337 E. KAITAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Organisasi seni pertunjukan dalam melakukan produksi melalui proses. promosi dan sebagainya. Organisasi seni pertunjukan berkewajiban mendidik dan meningkatkan taraf apresiasi seni kepada masyarakat secara proporsional. penyediaan kostum. penghayat. Cabang seni teater misalnya dimulai dari penulisan skenario. Organisasi seni pertunjukan harus terbuka atas respons yang masuk. Aspek lingkungan secara langsung menjadi sumber acuan dalam menjaga kontinuitas berkarya atau produksi seni. Faktor ini harus diperhatikan mengingat masalah strategi pemasaran.. Proses terkait dirancang mulai tahapan awal hingga pementasan. penonton. Oleh karena organisasi seni pertunjukan mempunyai keinginan agar produksi seninya dapat dinikmati oleh masyarakat. teknologi harus diperhatikan. sponsorship. Faktor yang ikut berperan dalam kontinuitas produksi karya seni yang secara tidak langsung menjadi salah satu penunjang (empati. penataan cahaya. properti. musikal. Interaksi kontak kesenian menjadi salah satu bangunan pola perkembangan dan rekonstruksi hasil karya agar mampu menjadi barometer produksi seni yang berimbang. Kebutuhan seniman. Perbedaan dimulai dari perencanaan hingga tahap pementasan. maka kebutuhan minat masyarakat harus diperhatikan. dan sesuai publik. Pihak organisasi seni pertunjukan harus berinteraksi dengan masyarakat apa yang diinginkan dan bagaimana bentuk penyajiannya dapat disuguhkan. casting. Tahapan tersebut di atas hampir sama dijumpai pementasan pada seni tari. penataan panggung. pelatihan. dan kritikus seni menjadi salah satu jembatan menuju revitalisasi seni pertunjukan menjadi berkualitas. Untuk masing-masing cabang seni proses produksi berbeda. pemerintah. masyarakat. modivikatif. pencarian tempat pentas. ekonomi. dan bentuk-bentuk seni pertunjukan. dan elemen pendukung seni mampu menyedot perhatian publik adalah menjadi kunci strategi pengembangan seni pertunjukan eksis di masyarakat. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

strategi penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja.3 Hubungan Seniman dan Pemerintah Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan sebaiknya dilakukan secara komprehensif. perencanaan produksi.SENI TARI338 Secara garis besar masalah yang berpengaruh dalam produktifitas karya seni baik langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini. sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama. Di sini faktor keberuntungan. Dengan demikian diperlukan kerja keras berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara tepat. Ekonomi Politik Pemerintah Sosial Teknologi Pemasok Penonton Proses Karya Seni Bagan 5. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang tanggam seperti proporsi rumah laba-laba.

namun dalam peleksanaannya memerlukan penanganan yang sangat rumit.SENI TARI339 kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan. Pengelola yang menyediakan total waktu menjadi kredibilitas taruhan dalam menjalankan manajemen produksinya secara maksimal.4 Organisasi Manajemen Hal ini didasarkan kepada misi organisasi yang menjalankan secara bisnis dan secara pemenuhan hobi atau tuntutan program produksi mempertimbangkan dana atau finansial sebagai kunci kerja produksinya. Di sini artis dan merangkap pengelola untuk mengembangkan produksinya berusaha mempertahankan pengembangan karya seni. Pada sisi lain. Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang. Di bawah ini maket yang menunjukkan penanganan manajemen seni pertunjukan berdasarkan beberapa rekomendasi dari pihak-pihak yang telah lama memproduksi suatu karya seni dalam momentum atau even pertunjukan yang sebagaian besar ditetapkan secara kronologis-empiris sebagai berikut: Perencanaan Pengorganisasian Pengendalian Pengarahan Bagan 5. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara proporsional.

cabang Surabaya. dipertanggungjawabkan dan dikonsolidasikan kepada antar berbagai staf yang terkait dalam organisasi. (c) Fungsional • Organisasi dibagi berdasarkan kelompokfungsional seperti produksi. pemasaran. Pengorganisasian Untuk menjamin kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi agar dimanfaatkan secara optimal. (d) Kegiatan • Organisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan. penulisan. (e) Wilayah • Organisasi berdasarkan tempat organisasi beroperasi. 1. pelatihan dan pementasan. teater. (b) Proses Organisasi • Merinci pekerjaan –pekerjaan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • Uraian pekerjaan. misalnya musik. (a) Bentuk • Struktur organisasi. (f) Proses • Organisasi dibagi berdasarkan jenis proses yang dilakukan. dan sumber daya manusia. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pengorganisasian dilakukan agar para staf yang ada dalam organisasi seni pertunjukan dapat maksimal dalam menjalankan kerja dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya. dll. Jakarta. kelompokkeuangan. Bagian penelitian. koreografi. • Menyusun mekanisme kordinasi. Hal ini diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang harus dilakukan. • Mengelompokan pekerjaan-pekerjaan. • Mekanisme kerja antar staf.SENI TARI340 F. tari. misal Srimulat Solo. • Membagi tugas.

kecerdasan. Perbedaan ditentukan oleh gaya kepemimpinan. • Potensi intelektual orang baru sebagian yang digunakan. • Orang bersedia menerima tanggung jawab dan mencari kondisi yang cocok untuk bekerja. • Orang mempunyai kemampuan berimajinasi. 3. Pengaraham meliputi organisasi instruksi. (b) Partisipasif. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . gaya kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Asumsinya teori X (berpikir negatif) mencakup • Pola perintah. • Menyetujui tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan mencapai penghargaan atas prestasinya. teknik menyampaikan komunikasi tujuan organisasi kepaeda staf agar menjalankan tugasnya dengan baik. (a). • Pengawasan da ancaman bukan satu-satunya cara untuk mencapai tujuan organisasi. pola pengembangan teori kepemimpinannya. motivasi. memusatkan penguasaan dan pengambilan keputusan dari pimpinan. (b). dan kreativitas memecahkan masalah. pengawasan. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menjadi ciri bentuk organisasinya. dan menghindari tanggung jawab. Asumsinya teori Y (berpikir positif) mencakup • Adanya pengerahan tenaga fisik dan mental untuk bekerja pada hakikatnya sama dengan bermain dan istirahat. Pimpinan yang memiliki ciri demikian cenderung menggunakan asumsi negatif berpikir. serta mementingkan jaminan keamanan. (a) Otokratis. Pimpinan demikian cenderung berpandangan teori Y.SENI TARI341 2. Perangai dan tingkah laku pimpinan dapat mempengaruhi sistem dan cara pengambilan kebijakan yang diorganisasikannya. Pengarahan Pengarahan dalam suatu organisasi memiliki ciri bentuk yang berbeda satu organisasi dengan lainnya.

• Membandingkan hasil dengan standar. Pertimbangan menyangkut iklim organisasi. karakter harapan dan tingkah laku atasan. gaya kepemimpinan menyerahkan keputusan kepada kelompok. 4. • Mengukur hasil atau prestasi. • Menetapkan standar dan pengukuran prestasi. ketercapaian prestasi. kelompok. dan kondisi organisasi untuk dihayati secara benar-benar. dan dapat diterima. Kepemimpinan otokratis dipakai bila kelompok yang dihadapi memerlukan tindakan cepat dan tegas. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . • • • • • Pertimbangan tentang kepribadian dan pengalaman pemimpin. membandingkan hasil dengan standar serta mengambil tindakan secara ekonomis. sifat pekerjaan. iklim dan kebijakan organisasi. pekerjaan. Kriteria standar biasanya dihasilkan dari bentuk sasaran yang ditetapkan berdasar kriteria spesifik. sifat pekerjaan dan harapan dan tingkah laku rekan sejawat menjadi pertimbangan. faktor lingkungan menjadi kendali mutu dalam mencapai tujuan organisasi. karakter dan tingkah laku bawahan. dilakukan melalui cara pengukuran yang sudah ditetapkan dengan baik. Pengaruh karakteristik individu. MotivasiI • Kebutuhan yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang pada ujungnya menyebabkan orang bertingkah lakuk tertentu dalam mencakai tujuan. tepat waktu. Bagaimana hasil dilakukan dengan obyektifikasi untuk menghasilkan pengukuran prestasi yang ditetapkan. Gaya kepemimpinan yang terbaik dikembangkan pada pola ini. Pengendalian bermakna menetapkan standar dan pengukuran prestasi. dapat dimengerti.SENI TARI342 (c) Demokratis. PENGENDALIAN Proses pengendalian pada dasarnya merupakan mekanisme yang berfungsi atau memastikan tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam perencanaan suatu organisasi. adalah prosedur pengukuran dengan membandingkan antara hasil dengan standar. pengendalian standar dikembangkan dari sasaran perencanaan. Deviasi yang ada dan terjadi harus diminimalikan. sistem.

dan memasarkan hasil karyanya sendiri melalui berbagai media dan alat siar lainnya. Mengambil tindakan. produksi karya. akibat negatifnya dipilih seminimal mungkin. Tindakan harus membawa dampak yang positif bagi pengambilan keputusan. • Ekonomis. cepat dan tegas. prioritas sasaran. Melalui hasil perbandingan tindakan harus dilakukan.SENI TARI343 • Pengukuran yang bersifat kualitatif membutuhkan interpretasi/pengambilan keputusan secara sesuai penetapan. • Tepat waktu. Akumulasi mudah dipahami dan diterima kalangan organisasi Tipe atau ciri-ciri organisasi yang bertujuan mengembangkan karya seni sebagai sandaran banyak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang membina dan mengembangkan para mahasiswa bergerak sebagai subyek di dalam mengelola. Keputusan yang diambilop memerlukan tindakan akurat. Secara umum lembaga pendidikan dalam menangani hasil karya sendiri dengan marketing sendiri dilakukan secara sederhana hingga pada babagan yang dapat diapresiasi secara tinggi yakni dengan melakukan teknik marketing secara profesional. tidak mahal dan hasil yang dicapai memiliki dampak positif bagi organisasi. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . upaya pendikteksian secara dini atas target. atau berupa penafsiran. Di sini dapat dicontohkan figur atau prototip organisasi seni pertunjukan yang dikembangkan salah satunya di Universitas Negeri Jakarta yakni melalui bagan personel dan uraian job deskripsi tugas masing-masing personel yang menggawangi jabatan tersebut adalah sebagai berikut pada lembar selanjutnya.. Bentuk dan jenis yang dikembangkan dari reduksi yang sederhana hingga pada pembagian staf yang cukup proporsional dan melalui seleksi terhadap setiap personal yang menduduki jabatan pada organisasi seni pertunjukan tersebut secara profesional juga. Pengendalian yang baik harus membawa dampak sebagai berikut: • Fokus pada masalah penting. Persoalan penyimpangan.

SENI TARI344 Secara konstruk bagan format organisasi di atas dapat digambarkan bagan dapat digambarkan seperti di bawah ini Pimpinan Produksi Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Artistik Bagian Karcis Kerumahtanggaan Penata Sound dan Musik & Kru Penata Cahaya & Kru Penata Rias dan Kostum & Kru Pimpinan Panggung & Kru Pen Proper Bagan 5.5 Organisasi Produksi Seni dan Manajemen BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Pimpinan produksi harus memahami peran. operasional staf. Target operasional yang harus dicapai dengan melalui cara memotivasi bawahan. dan tanggung jawabnya sebagai tampimpinnan dan ia berada di garda depan produksi seni pertunjukan dalam menjalankan tugas produksi. mendorong pelaksanaan produksi sampai pada puncak harapan adalah bentuk tanggung jawab yang dipikulnya. pemilihan tempat pementasan. tanggung jawab dan kerangka kerja yang harus diimplementasikan secara maksimal.SENI TARI345 Agar dapat memperjelas tentang keberadaan organisasi seni pertunju7kan yang seperti apa dan bagaimana sistem pengelolaannya. tanggung jawab personal. sehingga. Pimpinan produksi bertanggung jawb secara keseluruhan atas pelaksanaan dan keberhasilan produksi seni dipergelarkan. sukses dan tercapainya pementasan menjadi berbobot adalah target yang diharapkan bersama dan merupakan simbol keberhasilan pimpinan produksi dalam mengawal anak buahnya. tugas.. Tanggung jawab pimpinan produksi adalah menentukan keberhasilan dan terlaksanannya pemantasan karya seni pertunjukan. hingga standar kualifikasi gedung yang digunakan sebagai pertunjukan produksi adalah kacakapan tugas yang diembannya. di bawah ini dicontohkan organisasi seni pertunjukan yang ada di lembaga istatinsional di kantor kami adalah sebagai berikut. Komitmen kerja.: (1) Pimpinan Produksi Pimpinan produksi adalah orang yang ditunjuk untuk mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. Peran pimpinan produksi dalam pelaksanaan pementasan menjadi motor gerak bawahan agar seluruh staf mau dan mampu bekerja maksimal atau allout. Pada lembar berikut kalian dapat melihat profil organisasi Seni Pertunjukan yang ada di beberapa sekolah/institut/Universitas seni di Indonesia yang bekerja untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Oleh sebab itu. dan kapasitas kerjanya serta kapabilitas performa untuk mengatur dan memimpin produksi menjadi tanggungjawabnya. Tugas kontroling kerja kerumahtanggaan. Tugas keberhasilan dan selesainya produksi menjadi taruhan bahwa pimpinan produksi seni pertunjukan juga menjadi ujung tombak terdepan dalam penyelenggaraan hingga selesainya pementasan maupun laporan pelaksanaan kegiatan dilakukan. produksi karya seni yang dipentaskan merupakan taruhan tugas.

suasana yang menjadi kekuatan emosi penonton untuk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .SENI TARI346 produksi karya seni perguruan tinggi masing-masing. Tugas pelayanan publik dilakukan mulai dari kenyamanan menjamu penonton.6 Pimprod memberi arahan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Artinya. pelayanan/seles servis pemesanan karcis. Layanan kepada publik diberikan dalam hubungan pemberian servis kepada penonton mulai dari pembelian karcis.7 Pimprod recek kesiapan kerja Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Produksi mengarahkan personal staf kerja produksi dan yang terlibat di dalamnya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. 5.1) Pimpinan Kerumahtanggaan Pimpinan Kerumahtanggaan dalam suatu produksi karya seni pertunjukan merupakan salah staf yang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab kepada pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik. hingga akhir pementasan menjadi kordinasi seksi kerumahtanggaan di dalam gedung dan di luar gedung. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. Secara umum dapat dilihat pada beberapa pembagian staf sesuai kebutuhan. pelayanan gedung. Kondisi pelayanan sejak awal pertunjukan. istirahat. hingga suasana pementasan agar berjalan lancar dan nyaman menjadi bagian tugas yang harus diciptakan. kompleks pertunjukan harus bersih keributan. Pelayanan ditujukan kepada seluruh staf produksi yang bekerja menyelenggarakan produksi seni pertunjukan. personifikasi dan jenis atau macam pergelaran seni atau penyajian seni yang dilaksanakan. hingga kenyamanan yang absurd bagi penonton agar penonton merasa dihargai dan dihormati secara tepat.

SENI TARI347 menikmati pertunjukan secara antusia. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. empati. gladi kotor. Jumlah pengeluaran dan pemasukan harus seimbang. dan simpati serta nyaman. gladi bersih. Hal dan kewajiban yang dilakukan dalam bentuk melayani penonton dengan ramah. Mereka bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian karcis pertunjukan. Layanan tersebut terkait dalam bentuk kesejahteraan dan pemenuhan konsumsi secara rutin acara kegiatan berlangsung.8 Pimrum tangga Tumpengan Gb. serta memberikan layanan cepat pesan melalui komunikasi bebas pulsa atau komunikasi lain dalam bentuk antaran servis. murah senyum. Dalam layanan publik kepala bagian ini minta dengar pendapat publik berkenaan dengan bagaimana teknik danoperasional servis yang dapat memuaskan publik. Pelayanan kepada staf produksi dalam bentuk memberikan kesejahteraan berupa layanan konsumsi sejak penyelenggaraan produksi mulai dari rapat pertama.2) Bagian Karcis Staf ini sebagai bawahan staf kerumahtanggaan. 5.9 Stafrum rileks habis kerja Sebelum kerja produksi Perhatikan gambar: Potret kerja Pimpinan Kerumahtanggaan. Hak dan kewajiban kepala kerumahtanggaan adalah berkonsultasi kepada pimpinan produksi dan pimpinan artistik dalam hal layanan staf. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (1. pelatihan. Komoditas terciptanya layanan yang manusiawi dan berwibawa menjadi misi yang harus ditampilkan staf ini dalam bentuk layanan publik secara langsung. pementasan/pertunjukan hingga acara pembubaran produksi. serta menawan dan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5.

Hak yang dimiliki oleh staf ini adalah konsultasi dan konsolidasi kepada pimpinan staf produksi melalui mandat dan kepada pimpinan kerumahtanggaan secara langsung tentang tugas. Dengan demikian masalah teknis. Berbagai capaian karya seni dipertunjukan menjadi bagian tanggung jawab moral yang tidak dapat dibayarkan melalui penataan artistik karya seni. tata indah pencahayaan. performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Pimpinan artistik memiliki hak dan kewajiban berhubungan dengan keartistikan karya seni yang dipentaskan. 5.11 Profil Ticket Box Bagian Karcis dan Marketing Perhatikan gambar atas: potret liflet promo hasil kerja Bagian Karcis di samping melakukan penjualan karcis di bok karcis (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2) Pimpinan Artistik Pimpinan artistik adalah pimpinan produksi yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan.10 -5. dan tanggung jawab kerja yang harus direfleksikan. Tanggung jawab artistik karya. tata letak setting. kewajiban.SENI TARI348 menarik. Kewajiban yang harus dilakukan berupa layanan publik secara langsung ditunjukan melalui kontak interaksi dengan itu baik-buruk layanan akan tercermin dari penampilan pada saat itu. sehingga penghargaan terhadap penonton cukup disegani. dan artistiknya kostum artis menjadi tanggung jawaqb yang diemban oleh pimpinan artistik. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

mengarahkan . 5. keajaiban. Hak dan kewajiban pimpinan artistik adalah konsultasi teknis pementasan dengan pimpinan produksi. Staf bawahan pimpinan artistik terdiri dari Pimpinan Panggung & Kru. Tujuan untuk terciptanya kondisi artistik pementasan (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penata Cahaya & Kru. penata cahaya. Kewajibannya adalah membimbing. penata panggung).12 Persiapan kipas pada Gejolak Gb. Penata Properti & Kru. dan kesuksesan di atas panggung atau kerangka pementasan karya seni menjadi konstruk perintah terhadap staf yang ada dibawah tanggung jawab pimpinan artistik. 5.SENI TARI349 Pimpinan artistik membawahi staf yang bertugas pada saat karya seni dipertunjukan di atas panggung atau stage. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Penata Rias dan Kostum & Kru.15 Pengarahkan kepada penari Perhatikan gambar: Potret kerja pimpinan Artistik adalah mengevaluasi dan mengarahkan dari hasil kerja bawahan (kostum disainer. Berbagai kejadian. 5.14 Disain tata Cahaya Gejolak Gb.13 penataan Kipas pada Gejolak Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. serta petugas gedung yang secara operasional diatur oleh pimpinan panggung. kejanggalan. Penata Sound dan Musik & Kru. 5. dan mengkordinasikan staf di bawah artistik yang operasional di atas panggung atau terkait dalam pementasan saat berlangsung.

dan organisasi kerjasama antar bawahan Pimpinan Artistik. Secara umum tugas dan tanggung jawab pimpinan panggung dan staf ganda baik kepada pimpinan produksi maupun pimpinan artistik. Tugas dan tanggung jawab pimpinan dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan advis pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting.16 Pim Artistik pengarahan sebelum pentas Perhatikan gambar: Poterk kerja Pimpinan Artistik Pembenahan dan perancangan disain pertunjukan agar artistik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. Tanggung jawab morak diberikan kepada pimpinan produksi. 5. Secara umum dia disebut stage manager.SENI TARI350 Simulasi dalam pertunjukan yang sedang berlangsung. musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan. tata panggung. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Kordinasi dengan staf di bawah pimpinan produksi dalam hal tata cara dan tata aturan yang mengatur penonton pada saat pementasan dilaksanakan. Pimpinan panggung dan staf dalam menjalankan tugasnya berkonsultasi dengan staf lain di bawah pimpinan artistik. pimpinan ini berperan mengevaluasi hasil tata cahaya.1) Pimpinan Panggung & Kru Orang yang berada dalam kordinasi di panggung. sedang tanggung jawab BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . pencahayaan.

19 Kru Stage kerja di balik stage Perhatikan gambar: poterk kerja kru dan penata panggung (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) (2. serta bagaimana cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5.18 Pimpinan Stage dan kru fasilitasi tempat latihan Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.SENI TARI351 tugas yang diemban merupakan tanggung jawab kepada pimpinan artistik.2) Penata Cahaya & Kru Penata cahaya bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. terang-padamnya lampu. namun secara hirarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji.17-5. Masalah pencahayaan.

22 Hasil Kerja Penata Cahaya Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.23 Penata cahaya memberi efek Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata cahaya (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sumber: Koleksi Pribadi Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Kewajibannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan. Hak dan kewajibannya adalah konseling kepada pimpinan artistik. pimpinan panggung dan penyaji karya seni.21 Penata cahaya memberi efek Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI352 adalah menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan tata cahaya.20 Hasil Kerja Penata Cahaya Gb. 5. 5. 5.

namun secara hirarki matihidup.24 Kru Musik fasilitasi pemusik Sumber: Koleksi Pribadi Gb. pimpinan panggung dan penyaji karya seni. Artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan dalam hubungannya dengan musik dan sound menjadi beban moran tanggung jawab yang diemban oleh pimpinan musik dan sound.SENI TARI353 (2. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. jernih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi. Kejadian yang muncul sebagai akibat kelalaian dan kecelakaan pementasan dapat mempengaruhi kualitas pementasan dalam ukuran kualitas musik dan sound. Tanggung jawab yang diemban berdasarkan dilakukan berdasarkan prasaran penyaji.3) Penata Sound dan Musik & Kru Penata musik dan sound juga bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik.25 Penata Musik memberi arahan pemusik Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata musik (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung. 5. Penata musik dan sound secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji karya seni Beban tanggung jawab dan tugas penata musik dan sound adalah menjadi sumber sukses dan kualitas musik yang disajikan dalam pementasan. keras-lembut. serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan. adalah konseling kepada pimpinan artistik. Hak dan kewajibannya sama denga staf lain di bawah pimpinan artistik. 5.

4) Penata Properti & Kru Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. persiapan dan menyediakan properti yang dibutuhkan penari pada saat pertunjukan. namun secara herarki masih sama dengan staf lain dilingkungan artistik yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. Di bawah ini menunjukan gambar potret kerja penata properti dan kru. Hak dan kewajibannya sama dengan staf di bawah pimpinan artistik yakni berkonsultasi kepada pimpinan artistik. Masalah kelengkapan properti untuk kebutuhan penari tanggung jawab staf ini. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti adalah menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik. Bagaimana cara mengatasi apabila tidak ada properti yang diminta oleh penyaji karya seni dan pimpinan artistik menjadi beban tugas dan tanggung jawab pimpinan properti dan kru. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak. pimpinan panggung dan penyaji karya seni.SENI TARI354 (2. 5. Sumber: Koleksi Pribadi Gb. Tugasnya mendisain dan memasang properti di atas pentas. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas artistik tidaknya pementasan karya seni yang dipergelarkan.26 Kru penata properti menata level/trap di depan panggung Perhatikan gambar: potret kerja kru dan penata properti (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

penata panggung dan penata tari. dengan asumsi hasil kerja kurang serasi dan kurang tepat sasaran. lunturnya riasan menjadi beban moral tanggung jawab yang diemban penata rias dan busana secara terbuka. Usaha memberi layanan atas bentuk riasan dan pemakaian kostum tari yang dipentaskan jadi bagian tugas kolektif dengan pimpinan artistik. Laporan kejadian kurang terakomodasinya kebutuhan penata tari dikonsultasikanpenata Artistik. Prasaran penata tari dalam hal hasil kerjanya menjadi tanggung jawab penata rias dan busana berdasar pemenuhan dari penata tari. penyaji karya. Penata rias dan busana harus mempertanggungjawabkan kepada penonton apabila dijumpai terdapat reaksi balik dari penonton. Masalah riasan dan pemakaian busana apabila terjadi kecelakaan misal busana copot atau kedodoran. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5.27 Koreografi mahasiswa (hasil kerja penata busana dan rias Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh.5) Penata Rias dan Kostum & Kru Penata rias dan kostum secara umum pada produksi yang besar dibagi pada masing-masing pos antara rias dan kostum. Penata rias dan kostum bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Namun untuk produksi karya seni yang terbatas kedua tugas dipegang oleh satu staf saja. Beban tanggung jawab dan tugas penata rias dan busana menjadi bagian pertanggungjawaban kepada pimpinan artistik. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI355 (2. Konsultasi kepada penata tari secara konsolidasi penting dilakukan. Hak dan kewajibannya berkonsultasi kepada pimpinan artistik. hal ini berhubungan dengan kepuasan kerja penata rias dan busana. pemakaian kostum hingga modivikasinya menjadi tanggung jawab penata kostum dan penata rias. serta melakukan konsolidasi dengan pimpinan panggung. Hirarki penguasaan konsep riasan. Pementasan tari yang dipergelarkan harus mampu memenuhi harapan penata tari.

29 Kerja penata rias membantu menata rambut Perhatikan gambar: Potret kerja Penata rias dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh.28 Penari berias diri setelah mendapat arahan piñata rias Sumber: Koleksi Pribadi Gb. dan membantu merias penari. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengubah karakter tokoh. dan membuat desain fantasi bisa diminta oleh penata tari. 5. Di bawah ini adalah gambar bagaimana kerja penata rias mengarahkan penari.SENI TARI356 Penata rias dalam melakukan pekerjaannya diarahkan oleh pimpinan artistik dan sesuai hasil diskusi dengan penata tari. 5. Kerja penata rias mendisain riasan wajag. Sumber: Koleksi Pribadi Gb.

kerja penata rias dan busana tari yang sudah jadi sesuai harapan penata tari. Gb.31 Tata rias pada karakter Gagah Putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penataan rias dan busana tradisional Klasik Jawa. Gambar di bawah menunjukan perbedaan garis wajah antara orang biasa.SENI TARI357 Perhatikan gambar di bawah ini adalah hasil. 5. Beberaga gambar model penari yang telah dirias dan memakai busana tari.30 Tata rias wajah pada tari Bedoyo Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd.5. Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. dan rias karakter. misalnya yaitu. rias keseharian. Gb.

SENI TARI358

Busana Tradisional yang diusung melalui konsep tari-tari tradisional Klasik, atau tari rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Gambar di bawah ini sebagai contoh sebagai berikut.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.33Busana saat gladi kotor Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.32 Ratu Angin

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.34 Busana Gladi bersih

Perhatikan gambar: Poterk kerja Penata Busana dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana agar pertunjukan sesuai tokoh. (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI359

Tata Rias untuk riasan keseharian hanya mempertebal garis wajah. Tujuannya untuk memberikan penegasan terhadap lekuk dan ornamen wajah secara lebih mendalam. Riasan untuk laki-laki biasanya jarang dilakukan kecuali bagi yang memiliki kecenderungan tampil beda di depan masyarakat.

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb. 5.35 Tata rias sehari-hari untuk peran putra tanpa karakter

Sumber: Grafis Haviz Muharyadi SPd. Gb.5.36 Tata rias wajah putri tanpa karakter

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI360

Kelompok model yang dipotret setelah dirias dan diberi busana tari. Contoh gambar pose di bawah ini menunjukan variasi bentuk, motif, ornamen, dan perangkat tari yang diabadikan secara acak.

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.38 Model-model setelah dirias dan memakai busana tari

Sumber: Koleksi Pribadi Gb. 5.37 Pose penari yang telah di rias Menggunakan rebana Perhatikan gambar: Hasil kerja Penata Busana dan penata pentas dalam berperan mewujudkan konsep penata tari di bidang rias dan busana dan pentas agar pertunjukan sukses (Koleksi Rahmida dan Bambang Jurusan Tari)

Setelah kalian telah mempelajari dan mencermati berbagai pengetahuan tentang produksi tari di atas, bagaimana tanggapan kalian. Apakah kalian dapat memahami tentang uraian yang telah kalian baca?. Tugas untuk kalian, coba bentuk dan rancang konsep pelaksanaan pementasan karya-karya seni siswa di tempat kalian. Pelaksanakan disesuaikan kebutuhan antar waktu. Pergelaran karya seni dipergelarkan dalam rangka perpisahan, ulang tahun sekolah, hari-hari sejarah Nasional, dan keperluan lain. Sebagai contoh kegiatan pergelaran yang dapat kalian rancang adalah pergelaran karya seni dalam rangka perpisahan kelas satu dan dua dengan kelas tiga.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI361

BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI
A. Seni Pertunjukan Kemasan Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota-kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjajinjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian dimaksud. Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan cobacoba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI362

Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman-taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan. Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tariyang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena-mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko: 2004, 50-59). Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak digali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit dirumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya digarap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut: Seni Pertunjukan Tradisional

Seni Kemasan Wisata

Industri Pariwisata

Bagan 6.1 Kolaborasi seni pertunjukan dan pariwisata

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI363

Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini: Urbanisasietnisnusantara Imigrasietnis di dunia Kekayaan Budaya Nusantara

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Era Globalisasi

Kemauan mengadakan relasi dengan Bangsa Lain

Dampak terhadap seni pertunjukan tradisional memperkaya atau menurunkan Budaya Nusantara

Pendekatan Multidisiplin

Upaya teknik pengemasan melalui enam cirri kemasan wisata menurut Soedarsono

Hadirnya wisata asing, hadir wisata seni. Hadir wisatawan asing/local memperkaya seni tradisional

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI364

Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari digarap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari dikemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada. Pemanfaatan tari dikemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyaraklat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya dikemas seadanya dipoleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan digenre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan. Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan-garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah. Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI365

Seberapa tingkat adaptasinya masing-masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia. Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini: 1. Bentuk seni pertunjukan Khas Betawi Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari Tari Kembang Lambang Sari, Tari Ondel-ondel, dan Musik Gambang Kromong. Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel-ondel dan Musik Gambang Kromong belaum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak-generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari-tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

SENI TARI366

dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari-tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam-macam.

Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. 6.1 Tari Topeng Blantek

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang dipercaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus ditopang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kunatitas untuk menopang kehidupan sehari-hari bagi pelaku seninya.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

3 Tari Jaipongan Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah). 6. 6.SENI TARI367 Sumber Koleksi Ojang Jurusan Tari UNJ Gb.2 Tari Topeng Cirebon Sumber Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. Secara komoditas. Wayang Kulit. Sendratari Ramayana. Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb.4 Tari Gambyong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 6. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan. Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. taritari karya Bagong Kusudiharjo. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan.SENI TARI368 3. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun.

Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang. Kemasan Wayang Orang. penerimaan tamu terhormat.5 Tari Karonsih Kemasan Tari Gambyong. singkat.SENI TARI369 Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. Pertunjukannya sangat menarik. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan. Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata. karena mudah dicerna. 6. penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. dan acara-acara di lokasi wisata diberbagai belahan Jawa Timur. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang. Musikal Gamelan berbentuk Uyon-uyon 4. gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang ditolah cintanya oleh seorang gadis. padat koreografis.

pertunjukan tari-tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara. Nilai jual untuk memenuhi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Pendet. 5. lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. Tari UNJ Sumber Koleksi Internet Gb. Tari Baris. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali. Sumber Koleksi Chandra Alumni Jur. 6. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. bahwa secara eksplisit diakui bahwa Bali dikenal sebagai Indonesia. banyak tari-tarian dari Pulau Bali ini telah dikemas sebagai kemasan wisata. Sasaran pementasan kemasan wisata tari-tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya. Tari Rangde. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya.SENI TARI370 dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. 6. dan lain-lain telah diidentifikasi memenuhi standar kemasan. mal.6 A Tari Jaranan Gb. Tari Tenun. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Peristiwa pertunjukan tari-tarian dari Bali pada dasarnya dikemas sesuai konsumsi seni wisata.6 B Tari Ngremo (Jawatimuran/Banyuwangian) Potret Kemasan Tari Bersih Desa dan Ngremo untuk kalangan masyarakat luas di Jawa Timur dan turis asing (Gambar Atas Koleksi: Internet).

6. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .7 Tari Margapati Sumber Koleksi Chandra Alumni Jurusan Tari UNJ Gb. Sumber Jurusan Tari UNJ Gb.8 Tari Belibis Potret Kemasan Tari Pendet dan Panji Semirang untuk kalangan masyarakat luas Penari Etnik Jepang. 6.SENI TARI371 standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata-rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.

Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional. Randai untuk kalangan turis Lokal dan Asing Etnik Minang (Gambar Atas Koleksi: E Yetty Jurusan Tari. menarik. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya. Pertunjukan tari-tarian dari Sumatra Barat pada dikemas sesuai konsumsi produk seni wisata. 6. dan memenuhi harapan diakui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau.). Sumber Jurusan Tari UNJ Gb. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Pementasan yang berdurasi singkat. Para wisman apabila disuguhi tari0tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau. merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya.SENI TARI372 6.9 Tari Randai Potret Kemasan Tari Piring dan tari Rantak Kudo. Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya. kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari-tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara.

6. 6. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut diakui bahwa Tari Saman. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni taritarian Aceh cukup significan bagi yang membidangi tari-tarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . singkat. Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Saudati menjadi maskon tari-tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih dibawah standar kualitas yang diharapkan. Tari-tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor-tor. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari-tarian Sumatra Utara. dan menarik sesuai konsumsi seni wisata.13B Tor-tor 8. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara Komoditas Tari Tor-tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara.13 A Tari Gundala-gundala Sumber Koleksi Pribadi Gb.SENI TARI373 7. pertunjukan tari-tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali. Pertunjukan Tari Tor-tor dari Sumut dikemas padat.

6. Sumber Koleksi Pribadi Gb. atraktif. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya. dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian diberbagai acara.11-612 Motif gerak Tari Saman Gambar Koleksi Jurusan tari Sumber Majalah Myung Hui Gb. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terrenal dinamis.SENI TARI374 Aceh. Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata.13 Tari Saudati BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . waktu. dan kebutuhan hajad yang mampu dielaborasikan oleh tari-tarian tersebut. 6. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan.

BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ditinjau secara kenyataan.SENI TARI375 B. seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini. Selanjutnya. Standarisasi Kepenarian Dalam sejarah perkembangan tari. kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak. Tahap-tahap akreditasi telah ditetapkan. Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. telah dirujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga. sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari-tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna. sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan. Dalam berbagai keadaan. seminar daerah. secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing-masing daerah dengan melalui tahap-tahap penyusunan kompetensi. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. wirama dan wirasa tari. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah distandarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia. mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari. penetapan profesionalisme.

standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan. Panduan Penilaian: Ketentuan diuji. Aspek Kritis jadi pedoman utama 7. Kompetensi Kunci:Telah ditetapkan dalam standar kepenarian. 2. Syaratan Unjuk Kerja: Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji. Sandar Kompetensi Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum digali dan dilakukan klarifikasi. 6. Unit Kompetensi : Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan: 1.SENI TARI376 No 1 2 3 4 5 6 7 Daerah Yogyakarta Surakarta Bali Sunda JaTim SumBar Sulawesi Tingkat I Pemula Pemula Pemula Pemula Pemula TagakTagun Pinangka Tingkat II Muda Muda Muda Terampil Terampil Ukua JoJangko Pinangka Rao Tingkat III/IV Madya Madya Madya Mahir Mahir Padang Kutiko Garak-garik Pinangka Talu Profesional Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Keempuan Raso-Pareso Pinangka Pa C. Unsur yang dapat digali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masingmasing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. 8. Berbagai kemungkinan yang ada. Level : Uji diterminasi dalam level kepenarian BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Elemen Tari : Idikator pengujian kompetensi 5. Dengan demikian perlu digali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat dicari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Judul Unit : Nama Tari 3. Deskripsi Unit : Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya 4.

lumaksana ridong sampur 9. sekaran laras sawit 13. ombak banyu srisig 12.001(1)A Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula Tari Tayungan (Rantaya) Putri adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap sebagai dasar untuk dapat menarikan tari putri tunggal gaya Surrakarta dengan penguasaan unsur wiraga. lumaksana ukel karna 11. Dalam menarikan tayungan putri dituntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik-teknik gerak. sekaran engkyek 15. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Mampu menarikan Tayungan gerak tayungan (Rantaya) putri : (Rantaya)Putri 1. nikelwarti Persyaratan Unjuk Kerja: 1. sembahan jengkeng.TPI. lumaksana lembehan kanan 6. sembahan sila 3. Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur Acuan Penilaian : 1. Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. sabetan 5. Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . serta pandangan mata (polatan) secara tepat 2. trapsilantaya 2. lumaksana nayung 8. negigel 7. yang telah didukung oleh pemahaman wirama dan wirasa dalam kadar yang masih ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Rantaya Putri 1. sindet kiri 10. tancep 4. baik teknik gerak kaki. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta SKA.SENI TARI377 1. sekaran lembehan 14. dan kepala. tubuhm tangan. biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa 2. Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik. dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live) 3. Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari.

SENI TARI378 dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan 4. Hafal susunan ragam-ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam-ragam gerak tari dalam kadar yang ringan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

5 srisig nacah ngusap cucuk 4x 2.1 asta rimang. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan 1. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini 3. srisig 2. Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . tawing kanan. srisig kanan Persyaratan Unjuk Kerja: 1.2 srisig maju 3.2 kebyok kanan. menthong srisig mundur 2. entrakan 4x 3.SENI TARI379 SKA.4 srisig kanan.002(1) Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak-gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah.TPI. yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar yang ringan Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II) 2. srisig kiri. srisig Beksan II (Iringan 3. srisig 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Menarikan Kukila gerak: 1.3 srampang. gerak-gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag). Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri. nacah.4 agem Bali kiri-kanan. lembehan 2x. srisig 2.9 rimong.1 srisig 1. srisig dilanjtukan tawing kiri.3 srampang mundur 3. Mampu menarian Bagian 2. menthong mundur 2.8 ngelus cucuk gedheg 4x 2.10 nacah tawing lenggut 2x. dengan penguasaan unsur wiraga.2 ulap=ulap tawing kiri-kanan Lancaran Rena-Rena) 1. seling mecut 3x.7 lampah sunda 2.3 ulap-ulap tawing kanan-kiri 2.1 srisig samberan (kebyok-kebyok) 3. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak: 2. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola Lancaran) gerak: 3.6 malangkerik lenggut 3x. mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerak-gerak berpindah tempat 2.

Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 3. baik teknik gerak kaki. dan kepala. Wirasa yang ingin dicapai adalah gerak-gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam-ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila 4. tubuh.SENI TARI380 Acuan Penilaian : 1. serta pandangan mata (polatan) 2. terutama ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunanTari Kukila BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik. tangan.

lumaksana malangkerik 3.6. ombak banyu.9. juga berbagai variasi suasana.1. genjot.11. sabetan.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend. tanjak 4. lumaksana jajag. ulap-ulap kiri. ngigel jangga. kebat nogowangsul 3. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 3. besut. memaki topeng. Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend.8.3. jengkeng 1. besut.SENI TARI381 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem) 3. kiri kebyok 2. :Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak 2.1. besut. ogekan. Mampu menarikan Bagian 2. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 4.3. obah bahu. ngracik. glebag kanan kebyok sampur kanan. tanjak 3. seblak sampur kiri ulap-ulap kiri 2. obah bahu. lumaksana 3x. berdiri.4. pacak jangga Pelog Pathet Nem) 2.5. bopongan. lumaksana 4x. Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh. tanjak miring kanan 2. genjot 3. pacak jangga 2. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak Menarikan Klana Topeng 1. tanjak 3. termasuk karawtian tarinya. kedua tangan malangkerik. Mampu menarikan Bagian 1. besut.4. mlintir brengos 3x.6.2.7. menthang kiri 3. besut. ulap-ulap kiri. tanjak bapang. ambil topeng.2. trecet. ukel miwir busana.2. mungguh. ogek lambung.1. dan lungguh Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.10.TPG.Laiwung Laras 2. tanjak kanan 3.Bendrong Laras 1. ogek lambung. trecet.7.5. entragan 4. nikelwarti Maju Beksan (Gend. Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend. sembahan Pelog Pathet Nem) 2. besut. tanjak kanan 3.3.003(3)A Menarikan Tari Klana Topeng Tingkat 3/Madya Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya. srisig. pacak Maju Gawang jangga (Gend. lumaksana ombak banyu. pondhongan. genjot 3. besut. besut. lumaksana 3. ogek lambung 3.1. pondhongan.Bendrong BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

panggel. entragan 4. tanjak 5. Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus 6.1. Laku telu. Pondhongan maju. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 6. ulap-ulap kanan. Ombak banyu. Entragan kanan. baik teknik gerak tubuh. tawing.2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak. trap jamang. tancep 6. jengkeng 6. ngelus bara.4. lombo ngracik. ulap-ulap kiri. besut tanjak 6. Ogekan lambung. cancut 6.3. pola lantai. Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari 8. Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem) Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. Lampah mundur. Kirig. besut tanjak. capeng. batangan 5. nacah 5.2. Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing 9. Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari 2. mundur. dan gawang sehingga BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang. nubruk 5.3.5. entragan 5. entragan 4. baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live) 3. Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend. tungkai. srisig. srisig mundur.3. entragan 4. besut. besut tancep 5.4.2. srisig. Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan) 4.6. pondhongan maju.4. Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat 3. Kebyok. Dihayati dan dijiwainya pola-pola gerak : 5. Nikelwarti. tumpang tali.7. tangan dan kepala 2.1. Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya 4. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan 7. gedheg 5. kengser ukel karna 5. ngracut.5. ngracik. kaki.SENI TARI382 Laras Pelog Pathet Nem) 4. Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan. Sembahan. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem) 6. Kengser. Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik 5.

SENI TARI383 pertunjukan tarinya terasa lebih hidup 10. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari 11.

loyog ngembat seblak asta. dan mengalir pola-pola gerak: 2. sabetan tanjak sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 1. menjadi jengkeng 2. ngembat.6. selaras. kicat 4x.SENI TARI384 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit SKA. besut – tanjak panggah (gawang prapatan). ngleyek.002(2)A Menarikan Tari Karna Tinandhing Tingkat 2/Muda Tari Karna Tinandhing adalah tari berpasangan putra alus bertema keprajuritan yang menampilkan karakter satriya dan konflik serta perang yaitu arjuna dan Adipati Karna. ngigel penthangan asta menjadi adu lawan atau berhadapan 2. sembahan disertai gedheg.BPA. pacak gulu Maju Beksan (Slepengan Slendro Sanga) 1. keris gendewa dan anak panah dengan penguasaan kemampuan tari sesuai dengan kriteria Hastha Sawanda Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.3. kebyok kiri. sila 2. nikerlawarti (seleh dhadhap). srisig 2. ogek lambung 2. tanjak kanan tawing kanan. nglerek mangering ngembat kiri 2. ngebyok sampur. dan mengalir pola-pola gerak: 3. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) 1. sembahan sila 1. sembahan laras 2.5. Diperagakan dengan luwes. tanjak panggah kanan 2. tanjak kanan sawega dhadhap (pada posisi berdiri) 2. jengkeng. besut (adu kanan).8. penari adu kiri pada gawang prapatans 3.5. (adu kiri). dan mengalir Menarikan Tari Karna pola-pola gerak: Tinandhing 1. gedheg. besut. trapsila.6.2.1. kebyok kiri. Clunthang BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4. Mampu menarikan Bagian Beksan I (Gendhing Gandakusumo Sl. menthang kiri.1. selaras.3. Mampu menarikan Bagian 1. besut.2. selaras. ombak banyu. lumaksana bambangan 1. Diperagakan dengan luwes. Mampu menarikan Bagian Beksan (Ldr. hoyog. tempe. menggunakan properti dhadhap.Sanga) 2. Diperagakan dengan luwes. tawing kiri. silantaya.4.7. ebat ngiris.9. sembahan.

kebyok kiri. tanjak panggah kiri.4. ngunus dhuwung – tanjak panggah kiri. tanjak – ebat ngancap. tanjak sawega dhuwung adu kanan. Diperagakan dengan luwes. Mampu menarikan Bagian Mundur Beksan (Sampak SL. trapsila.3. sudukan: tusuk. nyabet – besut.7.3.2. tangkis. srisig ke gawang semula 4.4. ebat ngancap 3. dn tanjak kiri.Sanga) 5. tawing kiri sawega dhuwung. sembahan jengkeng 4.2.6. ulap-ulap tawing 5. nampa. dan mengalir pola-pola gerak: 5.5. seleh gendewa 5. nikelwarti 5. tanjak panggah kiri. tanjak 5. sudukan tangkisan dhadhap. lumaksana ridong sampur 5.7. tanjak panggah kanan 3. saling mengejar dan dikejar. besut. srisig (adu kiri) 4. lengseran saling mendorong ke kanan dan ke kiri dan saling menusuk dan menangkis 3. srisig (adu kiri) 3. Diperagakan dengan luwes. sawega dhuwung. ukel leyekan 3. srisig mundur ngigel. giyul – pacak jangga 3.8. trapsila. menjadi lengser ke kanan 4. ngembat dan melepas anak panah 4.6. tanjak panggah kanan 3.1. selaras. mrenjak.8. srisig.SENI TARI385 SL. ebat naga wangsul.3.Sanga) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . nikelwarti. Mampu menarikan Bagian Perangan (Slepengan Sl. tanjak panggah kiri 4.1. besut – tanjak kanan. tanjak kanan sawega (memasukkan keris ke dalam rangkanya) 4. hoyog genjotan.5.2. tanjak tancep kanan sawega dhuwung 4. dan mengalir pola-pola gerak: 4.5. sembahan sila. sabetan.4. ngunus panah – ngancap. giyul. selaras. kengser. hoyog.1.Sanga) 3. sabetan. nikerlwarti (melatakkan dhadhap dan mengambil gendewa) 4. nyabet – besut.

Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari. Ketepatan dalam melakukan bentuk dasar atau pola dasar dan kualitas sesuai dengan karakter tari yang dibawakan 2. sabetan. Menguasai garap ruang dan pola lantai sesuai dengan tari yang disajikan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . karakter peran yang dibawakan. sehingga gerak yang dilakukan mengalir seakan-akan tidak dipikirkan. srisig. rasa seleh. tempo. garap variasi gerak yang dikemabngkan berdasarkan kemampuan dan interpretasi penarinya menjadi gerak yang khas 7. rasa lagu. Tersedia dan dipakainya busana dan rias Tari Karna Tinanding untuk mendukung karakter tari yang disajikan Acuan Penilaian : 1. Tersedianya properti yang dibutuhkan dalam menari yaitu dhadhap. tanjak panggah 5. nikelwarti . besut. mampu atau terampil bergerak sempurna 6. Tersedianya seperangkat gamelan laras Slendro dengan para pengrawit yang terampil untuk menabuh gamelan atau kaset atau CD rekaman iringan Tari Karna Tinanding 4. Keluwesan atau kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter tari yang disajikan. terutama mengenai gerak tungkai dan ujung kaki dalam berpindah tempat 3.SENI TARI386 5.7. keris. kengseran dan srisigan maka dibutuhkan ruangan kurang lebih 6 x 8 meter 3. serta suasana yang dicapai 4. irama.6. Keharmonisan hubungan antara penari dengan gerak dan irama gendhing. Adanya penari putra alus sebagai pasangan 2.gedheg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. sehingga tampak keutuhan antara gerak tari. Ketepatan dalam melakukan gerak peralihan yang diperhitungkan secara cermat. Ketepatan menafsirkan dan melakukan gerak dan iringan tari dan alur tari secara keseluruhan 8. pola tabuhan. tanjak kanan 5.8.dan kalimat lagu 9. mengingat tari ini merupakan tari berpasangan yang dalam geraknya ditampilkan gerak perang. iringan tari dan karakter tari yang diwujudkan 5. Ketepatan menafsirkan rasa gendhing terutama yang berkaitan seleh gendhing. dan anak panah 5. Ketepatan melakukan pandangan mata atau ekspresi wajah sesuai dengan kualitas.

4 agem kiri 1.5. sikap mata 1. posisi kaki 1. posisi tangan 1. Dapat dilakukannya dengan benar siakp-sikap dasar Memperagakan Sikap Tubuh Tari Bali putra yang meliputi: dan Gerak-gerak Dasar 1.1 majalan tindak-tindak 2.3 terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng) 1.SENI TARI387 2.5.2 pandangan lurus ke depan atau nuek 1.1.1 posisi tangan agem kanan 1.1.2 terbuka lebar (nelik atau nyelik 1.2 kembang kanan 1.1. kaki 2.5.4. posisi kepala 1.001(1)A Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar Tingkat Peragaan Sikap Tubuh dan Gerak-Gerak Dasar ini sangat dibuthkan dalam menarikan semua tari putra.5 jari kaki ditekuk ke atas 1. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali Kode Unit: Judul Unit: 1/Pemula Uraian Unit BAL. akan bisa menarikan tari Bali putra dengan baik Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1.2 posisi tangan agem kiri 1.1.1.5.4. Mampu memperagakan Bagian Sikap Dasar Tari 1.3 agem kanan 1. dengan baik dan benar.3.2.4 terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh) 2.1 perut dikempiskan/dikencangkan 1.3.2 dada dibusungkan/ditekan ke atas 1.1 biasa atau normal 1.1 posisi kepala tegak 1.1.3.5.1.1 tapak sirang Bali Putra 1. Seseorang yang telah hafal dan dapat melakukan sikap tubuh dan gerak-gerak dasar ini.1.1.3. Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar 2.2.4. baik yang berkarakter keras maupun manis. sikap badan 1.3 malpal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .2 goyal-goyal 2.1.TPK. Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk 2.3 telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang 1.2.

1.4.1.2 gulu wangsul 2.2 tandang 3.1 girahan 2. gerakan mata 2.11 nayog 2. agem wula ngawa sari.5 nabdab karna 2.2 nyarere 2.4 nuding 2.SENI TARI388 2.7 miles dan ngiser 2.1.1.1.7 nabdab pinggel 2.6 nguler 3. dan ngrajeg 3.2. leher 2.3 nyegut 2.4.3 ulap-ulap 2.4.10 nglangsut 2. Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem 3.4.1. nyigug.4.2.3.2.2.5 mendra 2.8 glatik mapah 2.1.3. berjalan pelan mengayun (gayal-gayal).berjalan cepat dan berat BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .1 agem kanan dan agem kiri 3.1.3.2 ngeletik 2.2.1 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan).3 ngaliyer 2.4 ngileg 2. mentang laras.2.5 nyaregseg 2.1. Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak Dasar 3.2.4 milpil 2.1 Agem pokok 3.3.2.3.2.9 nyilat 2.9 nyigug 2.8 nepuk dada 2.1 nyaledet 2.4 nyureng 2.1.6 nyigcig/ngicig 2. nepuk dada.1 kipekan 2. ngraja singa.2 ulap-ulap.2. tangan 2.1. ngembat.2.6 nabdab gelung 2.4.4.12 makirig udang 2.

nglangsut. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. makiring udang 3. Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.4 tangkep bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. nabdab gelung.2 (malpal). nyarere Persyaratan Unjuk Kerja: 1. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Acuan Penilaian : 1. marah (nyelik/nelik). tangkis dan tangkep tari Bali putra BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga. jatuh cinta (ngaras). secara baik dan benar 2. melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg. berjalan cepat dan ringan (milpil). nayog. wirasa serta dengan patokan agem. nyilat. terkejut (makesiab). Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerak-gerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas. (makenyem/makenyung). tandang. nyigug dan ngombak 3. sedih (sedih). nabdab pinggel. Tersedianya musik iringan.SENI TARI389 3. wirama.3 tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. nepuk dada.2.

Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng.5. miles 1. Mungkah langse Mungkah lawang 1. dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng 4. ngigelang pajeng 3.3.004(2)A Menarikan Tari Topeng Keras Tingkat 2/Muda Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng. malincer dengan langkah milpil 3.2 oyog-oyog 3.1.4. Mampu menarikan Bagian Nayog 2.2. nabdab gelung 2. nyeledet 2. ngagem kana-kiri 2.3.3.5. dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Menarikan Tari Topeng Keras 1.1.1.1. ngelier 3.2.1.SENI TARI390 Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit BAL. malpal 4. gelatik nuut papah 3.3. nyogok 3. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 4. nabdab kampuh 1. nyegut 1. ulap-ulap 2. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 3. ngangsel 1. ngagem 1.3. nepuk dada 2.1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 1.4. Mampu menarikan Bagian 1. ngeseh bawak 2.1. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 2.1.3.3.2.1.1 tindak-tindak 4.3. pajalan 2.2. Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .4.3. pajaib 2.5.1.TPK.2.

Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2. gayal-gayal. dan ngopak lantang panyuwud) 3. Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem.1 nulih kuri 6.1 matetanganan 5.2 nyingsing kampuh 6. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 5. Mampu menarikan Bagian Ngawjang 5. ngawejang. Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud 6. nayog. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras 2. baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup 3. Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. ngopak lantang ngalih pajeng. Tersedianya musik iringan. Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang. tandang dan tangkep 4.2 nyaregseg Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Ada busana Tari Topeng Keras. Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini: 6.SENI TARI391 5.

dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan. Mampu menarikan Bagian 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakKedua Kidang rebut gerak: muring/ngalih 2.TPI.3 ngumbang Persyaratan Unjuk Kerja: 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 3.1 ulap-ulap 4.6.2 ngenjet ngirig 4. ngumbang pajeng/ngosok bunga 2.3 lelasan megat yeh 3.3.4 ngepik 3. Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup Kode Unit: Judul Unit: Uraian Unit 4.5 ngumbang 4.7.2.1 nyemak kepet 3. ngagem 1.2 mehbeh ngelilit 3. Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet 3.1.2.SENI TARI392 BAL. mungkah lawang Pertama (Papesan) 1. nyaregseg 2. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakMenarikan Tari Condong gerak: Legong Kraton 1. ngenjet pala 2.5.1.8. kidang rebut muring 3. Mampu menarikan Bagian 1. Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .002(1)A Menarikan Tari Condong Legong Kraton Tingkat 1/Pemula Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri.4. ngegol 1. Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerakgerak: 4. tangkep 1. ngelo 1. ngenjet 1. Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini 2.

juga pola keruangannya di atas pentas 4. tandang dan tangkep. Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson. kipas. Ada busana Tari Legong Kraton. kidang rebut muring.SENI TARI393 3. beserta kebutuhan tata riasnya Acuan Penilaian : 1. Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton 2. nangkil) dengan ragam-ragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton 3. ngigelang kepet. Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem. Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

14. 12.SENI TARI394 3. Standar Kompetensi Yogyakarta Kepenarian Tari Jawa UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Kapang-kapang encot. 6. 4. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Golek. tasikan. 13. 7. Muryani busana (Ulap-ulap. atrap sumping.TPI. 11. embat-embat). Cathok udhet majeng mundur. meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Muryani busana (ukel astha. 16. Ongkek panggel. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 15. Sembahan jengkeng. Sembahan silo. Tinting. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. 2. 10. Kicat mandhe udhet ngarcik. Ngguddha kiri panjang. 2. Lampah kipat udhet. 5. 9. Kengser. 8. Nggudha kiri. Mampu menarikan beksan pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nyamber kanan. Nyamber kanan. atrap jamang) 5. Pendhapan. 4.002 (1) A Menarikan Tari Golek Tingkat /Pemula DESKRIPSI UNIT Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari. Kicat cangkol udhet. Lampah atur-atur. Lampah semang ngembat astha. 3. Kicat ngilo rangkep. 3. Sembahan silo. Mampu menarikan bagian Maju Beksan.

tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. kebaya secara benar. Sendi mapan jengkeng. Sembahan jengkeng.SENI TARI395 Mampu menarikan bagian Mundur Beksan Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1. 3. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Nyamber kanan. 3. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 1 1 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kapang-kapang encot. 5. 4. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. 4. PANDUAN PENILAIAN 1. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. 3. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. busana dan iringan . 2. 2. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.

3. Miling-miling lamba ngracik 6. 6. Usap rawis. Sabetan. dan beberapa variasi muryani busana. Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu: 1. Kagok kalangkinantang. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Klana Alus. 4. Keplok astha. Wedhi kengser Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu: 1.002 (1) A Menarikan Tari Klana Alus Tingkat 2 /Muda DESKRIPSI UNIT Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang. 9. Menjangan Ranggah. Ombak banyu. 8. Tayungan miring. 3. Kalangkinantang Alus. 10. 3. Nyamber. Mampu menarikan bagian Nglana Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .TPI. Engkrang. Ngilo. 4. Nyandhak minger balik. 2. 4. 5. 2. Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik. 2. KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu: 1. Atur-atur. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. 5. Pendhapan. Miwir rekma. Sembahan silo dan jengkeng. Ethung-ethung lamba ngracik. 7.SENI TARI396 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. Mampu menarikan bagian Maju Gendhing. 5. Sekar suwun. Lembehan.

Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. 5. 3. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar). Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 2. PANDUAN PENILAIAN 1. busana dan iringan . Ukel jengkeng. Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus.SENI TARI397 6. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 4. kebaya secara benar. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini. A Kompetensi Kunci 2 Level 2 2 2 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. 3. 2.

2. 18. 19. 13. Kicat.002 (1) A Menarikan Tari Bedhaya Tingkat 3/Madya DESKRIPSI UNIT Tari Bedhaya adalah tari kelompok yang merupakan bentuk repertoar tari yang didukung oleh sembilan orang penari dengan penguasaan wiraga (hafalan. Ukel astha. Duduk wuluh. 11.TPI. Ngenceng. 15. 5. Samberan. Kapang-kapang. 20. 22. teknik dan rasa gerak). Tasikan mubeng. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Bedhaya. Impang encot. 10. Nglayang. ngenceng jengkeng 6. 8. Ngenceng enjot. Pendhapan ngregem udhet. 7. wirama (rasa ketepatan irama) dan wirasa (tanpa hambatan teknis) yang telah luluh dalam penghayatan dan penjiwaan gerak. 3. 9. Cathok udhet majeng mundur. Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Maju. Sembahan silo. Sembahan silo 2. 17. 12. KRITERIA UNJUK KERJA Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari: 1.. 4. Lembehan. Jangkung miling. Ngancap. Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang maju menuju gawang tengah yang terdiri dari 1.SENI TARI398 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT YGY. NOleh mendhak. Sembahan jengkeng. Kipat astha. 3. Mampu menarikan bagian pokok BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Impang ngewer udhet. Pendapan. 21. Ngancap nyathok. 16. Nggrudha jengkeng. 14.

Nglambung. Ajeng-ajengan. Lampah semang. Mlampah gajah ngoling. Kengser. 40. Tiga-tiga. Ngendani. 47. Ulap-ulap ukel. 34. 54. Encot-encot. Kupu tarung. Nyuduk. 41. Nyarungaken keris) Nyandak jebeng. 44. Gidrah. 45. Mancat. Ndeseg. Lampah sekar. Iring-iringan kiri/kanan. 46. Mubeng) Perangan ( Ngunus dhuwung. 33. 26. Medal lajur.SENI TARI399 23. Ongkek. 51. Nglayang. 48. Sembahanjengkeng. Kicat Tawing. Tawing. nyaplak. Mundur miring. 39. Sendhawa. Mbalik. endha. 53. Atrap sumping. Ngunus pasopati. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Nymaber. 27. 37. 24. Niyub. Pudhak mekar. 35. Tinting. 36. 42. 29. Mayang mekar. Atrap Jamang. Namakake pasopati. mlebet lajur. Rakit (Lajur. Puspita kamarutan. iring-iringan. Ngundhur sekar. Puletan. Mbujung. aben sikut. 25. Impang lembehan. 49. pendhapan ngebat. Mlampah majeng. Nubruk. Lampah pocong. 28. Ngusap suryan. 52. 31. Kicat boyong. Mundur. Lilingan kanthen astha. 43. Nggoling. Ulap-ulap cathok. 30. Banhgomate. KIcat Boyong. 38. 50. Seleh jebeng. Atur-atur. Ongkek sendhawo. Mingger. 32. ajeng-ajengan. ngglebag. 55. Nggrudha jengkekng.

PANDUAN PENILAIAN 1. Tari Bedhaya dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias. Bisa memakai kostum tari dan atau kain. Sembahan silo.. 3. 2. 4. Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar).SENI TARI400 Mampu menarikan bagian Kapang-kapang Mundur Dihayati dan dijiwai gerak yang digunakan dalam kapang-kapang mundhur menuju gawang tengah yang terdiri dari 1. Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek. 2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Kapang-kapangg. Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian. kebaya secara benar. Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M) 3. 5. busana dan iringan . A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 3 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Delapan orang penari putrid sebagai kelengkapan jumlah pendukung tari. 4. tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang ditetapkan adaptasi dan interprestasinya. Noleh mendhak yang dilakukan sesuai kebutuhan. Tari Bedhaya untuk tingkat 3 /Madya ini sudah mencakup keseluruhan penguasaan ketiga aspek wiraga. Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas. dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan pola-pola gerak yang telah ditetapkan. atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 3.

4. 2. 4.SENI TARI401 4. 5.003 (2) A Menarikan Tari Jejer Tingkat 2/Terampil DESKRIPSI UNIT Tari Jejer adalah bentuk tari tunggal putrid dengan gaya gerak tari Banyuwangian yang ritmis dan dinamis menggunakan property kipas. Ngiwig/nyirig. Mampu menarikan bagian ragam Nyiji Kerep KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. 4. Singgitan/sindetan. Liwungan/ngalang. Glebegan. Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak: 1. 2. Songkloh. Ngipah sampur. Sagah kanan 3. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jejer.TPI.. Ninjak. Ngalang. Langkah papat. 3. Ngijig. Miring sagah kiri.Jingket. 7. Ngeranjang gulo. Deleg. 5. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak tari dan hafalan (wiraga). Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. 3. 8. Ngiji kerep menggok/laku kerep genjot egol. Gedrug. Sagah kiri. Ngiwir/njimpit sampur. 7. 9. BAN. Ropetan. dan pemahaman dan pennjiwaan tari (wirasa) meskipun belum sampai pada tahap menyeluruh. Ngalang. 6. 5. 8. 6. 10. 2. Nipah/nantang sampur. Mampu meenarikan bagian ragam Laku nyiji kerep cangkah ngayon Mampu menarikan bagian ragam Podo nonton BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Umbul sampur. 9. Egol. ketepatan gerak dengan irama (wirama). Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timuran UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT.

Tersedia seperangkat busana tari Jjer dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. A Kompetensi Kunci 2 Level 1 1 1 2 2 1 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan/engsel dan berpindah tempat. 3. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. Tersedia properti tari berupa Sampur dan Kipas. tangan. 5. 2. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari. 4. kaki. PANDUAN PENILAIAN 1. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. 1. Deleg ngulo. dan ekspresi wajah. 6. 2. 4. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. Sagah kanan..SENI TARI402 Mampu menarikan bagian ragam Kembang Menur Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 2. kepala. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 7. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. 3.

Ngeloro Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak Mampu meenarikan bagian Wak Aji I Mampu menarikan bagian akhir Uber-uberan. 4. serta rasa gerak (wiraga).BPP. Nyarah Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Solahan. 3. Sagah. 8. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta dan menggunakan aji jaran goyang untuk mendapatkan dambaan hati.. Ropelan sedang. Nangis. 2. 5. Ngropel kerep.SENI TARI403 UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT JAT. ketepatan dengan irama (wirama). 5. Ngiwir. Deleg mantuk. Kedanan. 3. 7. Tarian ini berpasangan pada tingkat mahir ini dilakukan dengan penguasaan teknik gerak dan hafalan. Egol. 2. Layung. Ngropel sedang. Srisig. Mampu menarikan bagian ragam gerak Condro Dewi KRITERIA UNJUK KERJA Diperagakan dengan baik ragam-ragam gerak sebagai berikut: 1. 2. Deleg. 4. Geliyeng.. 3. Nyerawat kembang. 6. Ngloro. 4. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Mampu meenarikan bagian Wak Aji I BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan pemahaman dan penjiwaan tari (wirasa) yang telah menyeluruh dan menyatu ke dalam karakter tari. BAN. 4. 2.003 (3) A Menarikan Tari Jaran Goyang Tingkat 3/Mahir DESKRIPSI UNIT Tari Jaran Goyang adalah jenis tari berpasangan dengan gaya Banyuwangian yang menggunakan gerak-gerak lincah dan ritmis. Ropelan Kerep. Diperaqakan dengan baik ragam-ragam gerak 1. Sagah. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Jaran Goyang. Ngajak. 3.

SENI TARI404 Mampu meenarikan bagian ragam Ugo-ugo 1. dan ekspresi wajah. Tersedia seperangkat busana tari Jaran Goyang (putrid dan putra) dan alat rias yang digunakan menarikan tarian ini untuk mendukung karakter tari. 3. Tersedia iringan tari dapat berupa rekaman kaset/CD ataupun dari alat musik tari berupa seperangkat gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung. 10. Ketepatan dan keserasian dalam memakai tata busana dan rias tar. 5. Solahan. Tersedia properti tari berupa Sampur . 2. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. 2. 8. 7. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi dari penari sesuai dengan karakter tari. 4. 9. A Kompetensi Kunci 3 Level 3 3 3 2 3 3 B C D E F G BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan dengan interaksi yang harmonis antar penari. Tersedia ruangan yang mencukupi untuk menarikan tarian ini. 4. 6. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. 2. 3. Ngiji Lombo. Penguasaan ruang dan pola lantai dalam menari. kepala. Ropelan kerepI PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Penguasaan terhadap irama gerak dengan irama iringan/musik tari secara keseluruhan. Adanya penari putr dan putrid secara berpasangan. Ketepatan melakukan teknik gerak peralihan dan berpindah tempat. 5. tangan. 3. Hafal urutan tari termasuk ketepatan edalam teknik gerak tari. Keserasian antara gerak penari dengan iringan musik tari. PANDUAN PENILAIAN 1. kaki.

Standar Kompetensi Kepenarian tari Sulawesi TRI. yang dimainkan secara langsung. Bulo Reppasa.SENI TARI405 5. Tersedia ruangan seluas 6mX6m untuk sebanyak-banyaknya 7 penari yang dipergunakan untuk pergelaran tari Pabbekenna Majinna. Tersedia seperangkat busana tari Pabbekenna Majinna berupa Baju Bodo Lipa Sebbe dan perhiasan Geno. Tersedia musik iringan kaset/CD musik lagu Ongkona Sindereng atau berupa seperangkat alat musik 1 Gandang. 3. UNIT KOMPETENSI Tari Pabbekenna Majinna JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari anak-anak putri dengan menggunakan property selendang dengan menekankan pada penguasaan teknik Maccule-cule Selendang dan ekspresi wajah. Aspek Kritis Ketepatan menggerakan teknik gerak Syukkuru ri Pammase Dewata Sewwae.01. Mario Marennu. Ketepatan memakai busana tari Pabbekenna Majinna dan keserasian tata rias. Syukkuru Ri Pammase Dewata Sewwae 2. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. keserasian gerak dan penguasaan ruang pentas atau pola lantai 3.BG02. 3. Ketepatan gerak. PANDUAN PENILAIAN 1. 1 Suling. Baccing. 2. Maccule-cule selendang. Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh. Penguasaan ruang dan pola lantai. Bosi Turung. 4. A B C D E F G Kompetensi Kunci 1 1 1 1 1 1 1 Level BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .001. 4. 2. Maccule-cule Selendang. Tersedia properti tari berupa Selendang 7 warna pelangi. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Pabbekenna Majinna secara utuh Menarikan tari inti Pabbekenna Majinna KRITERIA UNJUK KERJA Tari Pabbekenna Majinna ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. Bosi Turung. dan Mario Marennu. 4.

Tersedia musik iringan kaset/CD musik Manimbong berupa seperangkat alat musik Gandang. berupa Simbong dan Tanduk Tedong serta perhiasan untuk mendukung tari Pajaga Sulessena.012. 2. Ketepatan dan keserasian gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. PANDUAN PENILAIAN Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh.TJ02. ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Manimbong secara utuh. Tersedia properti dan kostum busana tari Manimbong. 1. KRITERIA UNJUK KERJA Tari Manimbong ditarikan dengan urutan gerak sebagai berikut: 1. Tersedia ruangan seluas 8mX8m yang sebanyak-banyaknya dipergunakan 12 penari untuk pergelaran tari Manimbong. 3. dengan Vokal Internal dimainkan secara langsung. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Manimbong. Ma’ Pannoni Simbong. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. 4. 3. 2. Pe’Ketabe.01. UNIT KOMPETENSI Tari Manimbong JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok penari putra dengan menggunakan Simbong dengan menekankan penguasaan teknik penguasaan suara. Massiman. 3. Penguasaan ruang dan pola lantai. 2.SENI TARI406 TRI. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik Ma’Pannoni Simbong A B C Kompetensi Kunci 2 2 2 Level D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Ma’ Battukan. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Mampu menarikan tari pangayo secara utuh. 2. 4.Menarikan inti gerak tari Pangayo . Tidak mempergunakan property. 4. Katarimangan. Tersedia musik iringan kaset/CD musik tari Pangayo berupa seperangkat alat musik 2 Gendang. UNIT KOMPETENSI Tari Pangayo JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh 4 sampai 12 penari putri dengan menekankan penguasaan teknik gerak gembira dan dinamis ELEMEN KOMPETENSI Mampu menarikan tari Tollo Tolona Mina secara utuh. .01.Menarikan teknik anganta’ sebagai gerak awal. 2. Penguasaan ruang dan pola laintai.Menarikan gerak akhir dengan teknik Massayo KRITERIA UNJUK KERJA Tari Bugi ditarikan dengan urutan ragam gerak sebagai berikut: 1. Massayo.013. Aspek Kritis Ketepatan menarikan teknik menggeser kaki tanpa kelihatan pergerakannya. Ketepatan memakai busana tari dan keserasian tata rias tari Pangayo. Tersedia properti tari dan kostum busana tari Pangayo Bugi dan perhiasan untuk mendukung tari Bugi. Ma’ppalla. 1 Gong yang dimainkan secara langsung. 3. 4. 5.TJ02. Tersedia ruangan seluas 6mX6m yang dipergunakan 6 penari untuk pergelaran tari Bugi. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Semba’na. . Ktepatan gerak dan keserasian antara gerak dan irama musik diserta ekspresi wajah. 3. PANDUAN PENILAIAN 1. 3. 6.SENI TARI407 TRI. Meta’da.

Langkah Baranak Buang. 9.01. UNIT KOMPETENSI Tari Layang-layang Gusmiati Suid JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra dan putri dengan berpasangan dengan gerak bunga silat.. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 7. Maelo banang.MI02. 13. Galatiak. Alang Tabang berdasarkan PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Layang-layang secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan urutan gerak sebagai berikut: 2. Mamanciang. Silang Timpo. Tersedia seperangkat busana tari Layang-layang dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter. 6. 3.SENI TARI408 6. 4. Mamintal Tali. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument talempong yang lengkap dinamika secara langsung atau live. 2. 10. PANDUAN PENILAIAN Aspek Kritis: Ketepatan Gerak dan irama tari A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 1 D 1 E 1 F 1 G 1 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 12. Galek. Sambah. 5.002. 11. 8. 3. Malapeh Layang-layang. Arak. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat TRI. Bungo Kambang.

. PANDUAN PENILAIAN 1. kepala pada ekspresi wajah. 8. 3. Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini.005. 9. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. Tersedia seperangkat busana tari Sandang Pangan dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari. 9. 3. 6. 7. Mengetahui latar belakang penciptaan tari Sandang Pangan Huriah Adam. Menarikan tari Sandang Pangan secara utuh KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sandang Pangan. 8. 5.SENI TARI409 TRI. UNIT KOMPETENSI JUDUL UNIT Tari Sandang Pangan Huriah Adam DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan oleh penari putri secara tunggal dengan menggunakan materi gerak bunga silat. 4. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument minang yang dimainkan secara langsung atau live. 3. Ketepatan dan keserasian dalam memakai rias dan busana tari. Mambalah. Mancabuik. 11. 7. Mangukua. 4. Manyemai. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. PERSYARATAN UNJUK KERJA 1. Baliak. Mancaliak Hari. Aspek Kritis: Ketepatan ritme gerak dan iringan tari.MI02. kaki. Batanam. Manyambik. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak Siagnjua Lalai. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2. Tersedia property tari berupa piring dan cincin. tangan. Hafal urutan tari termasuk ketepatan dalam teknik gerak tari. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. Maangin. 5. 10. 6. mambajak. 2. Macangkau. 12.. Maikek.01. 4.

SENI TARI410 A Kompetensi Kunci 1 Level B 1 C 2 D 2 E 2 F 2 G 2 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Saik Kalatiak. Tapuak Kalatiak. Tusuak sampiang ateh malambai. UNIT KOMPETENSI Menarikan Tari Sauik Randai Firmansyah JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Unit ini ditarikan secara kelompok oleh penari putra atau putri dengan materi gerak bunga silat. 2. 6. Tangah Puncak: 1.. 5. Tusuak ateh sampiang. 3. Sambah takan tapuak sampiang. galuan Katiak (L) Langkah alang tang silang (P) 3. Langkah biasa 2. Tusuak dodo step Menarikan bagian tengah tari Menarikan bagian akhir tari BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 5. Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak: 1. Sauak simpia. Tapuak tangan puta egang jalo. 4. 6. Jantiak ayun piriang langkah. Alang Tapuak step.020. Mancak Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. ELEMEN KOMPETENSI Menarikan tari Sauik Randai Menarikan bagian awal tari KRITERIA UNJUK KERJA Ragam gerak diperagakan berdasarkan urutan gerak sebagai berikut: 1. Sauak balah sampian. tangan dorong puta miko. 3. Jalan Leguran Randai. Duduak takua Lapiah. 2. Langkah Sambah. Tusuk kanan belakang dorong. Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. Langkah Tusuak Bagalombang. langkah baranak. 3. 4. Sambah antak kalatiak . 4. Sambah amtak Kalatiak. 4. Bagian Tegak 1.SENI TARI411 TRI.01. Jantiak ayun piriang duduak. 3. Jantiak ayun piriang tagak 2. 4.MI02.. 2. Jantiak Talingo.

3. Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari sesuai karakter tari. 2. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tari Sauik Randai Firmansyah yaitu pitunggua. Ketepatan melakukan gerak tapuak galembong. tangan. Ketepatan melakukan gerak peralihan dan perpindahan tempat. 5.SENI TARI412 Batasan Variabel 1. 8. Keserasian gerak dan penguasaan iringan tari. 6. 7. 11. kaki. tapuak galembong. kepala pada setiap ragam gerak tari. Aspek Kritis 1. Mengetahui synopsis dan latar belakang penciptaan tari Sauik Randai Firmansyah. 3. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak tubuh. Penguasaan terhadap irama-irama gerak tari secara keseluruhan. Penguasaan terhadap irama gerak dan irama tari secara keseluruhan. kudakuda. Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan. Tersedia iringan tari berupa kaset/CD alat musik tari berupa seperangkat instrument berupa indang dan Vokal. 2. 9. 2. Penguasaan ruang dan pola lantai menari. 4. A B C D E Kompetensi Kunci 3 3 3 3 3 Level Tabel 6. Kemampuan menginternalisasikan karakter tari yang disajikan. Tersedia seperangkat busana tari Sauik Randai dan tata rias yang digunakan dalam tarian ini untuk mendukung karakter tari ini. PANDUAN PENILAIAN 1.1 Sumber Buku Stahdar Kompetensi Nasional Tari DIKMENJUR F 3 G 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tersedia ruangan cukup untuk menarikan tarian ini. 10. Ketepatan melakukan teknik-teknik gerak pitunggua dan kudo-kudo.

1996.. London : A & B Black.The Art of Dance in Education. Wardiman. Hadi Sumandiyo. Dance Composition (ed 3). Bandung. Humphrey.SENI TARI DAFTAR PUSTAKA Anderson. Untuk Siapa. Autard-Jaqualine Smith. Harmoko. Sal Murgiyanto. 1996. Ronald . Padang Panjang: ASKI Padang Panjang Jakob Sumarjo. Aspek-aspek dasar Komposisi Kelompok Yogyakarta. Perubahan Seni Pertunjukan Untuk Apa. Djoyonegoro. Yogyakarta. 1999 Panggung Jurnal Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung No. Mfilsafat Seni. Tari Pasambahan dan galombang di Pesisir Selatan. Dinny. Yogyakarta :Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. 2001. Jakarta. Black. 3 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . M. Publisher. Kusmayati . Devi Triana. Alma M. Seni Menata Tari.. Tari Tradisional Indonesiai. Jakarta: Yayasan Harapan Kita. Jazuli. Americans:A Dance Horizons Book Princeton Book Company. Yogyakarta. 1991. Mencipta Lewat Tari. Fraser. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Hawkins. 1990. ISI Yogyakarta. 1998 Pengembangan Sumber Daya manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta : Jayakarta Agung Offset. ITB Bandung. ________1992 Jurnal Seni edisi II/03 Juli 1992 Yogyakarta : ISI Yogyakarta. Wiscosin: American Society for Training and Development. 1982. Terj. Semarang : IKIP Semarang Press.13 Bandung: STSI Bandung. 1994 Telaah Teoritis Seni Tari. Jamal MId. Anonim. Lynch Diane. London : A & B __________________. 1976. Terj. Second edition SanFransisco: Harper and Row.1994. Selecting and Developing Media for Instruction.. 1993. Discoverring and Developing Creativity. 1994 Lighting The Stagei Art and Practice. dkk. 2001 Pendidikan Seni Tari Di Sekolah Menengah Umum Jakarta : Seminar dan Lokakrya Pendidikan Seni. Bellman. Y Sumandiyohadi. 2000. 1983. Doris. Willard F. Manthili..

Modern Educational Dance (ed 3) (Revised by Ulman). dkk. Samah. dkk. Inc. Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. 2005 Standarisasi Tari Sulawesi Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. Problematika Senii. Achsan. Munandar. Richard. Iyus. ISI Bandung.SENI TARI414 Murgiyanto.. 2002. Mpesta Seni Budaya Betawi. Departemen Pendidikan Nasional. Dance Composition: The Basic Elements. jakarta. dan Bambang Pratjichno. Ardi. London Macdonald and Evans. Departemen Pendidikan Nasional. Langer. Englewood Cliffs. History of The Dance in Art and Education. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Muhadjir. Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang Tua. 1983. 1996. Permas. Rudolf. London: MacDonald and Evans. Jakarta. New Jersey : Prentice Hall. Murgyanto. Sal. Inc. Padang: Pengembangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Laban. Sumiani.1976. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Modern Educational Dance. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. Pratjichno. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Rudolf.. Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta : LPKJ. Rofik. 1983. Arif. 1988. Jakarta. Yulianti. Laban. FX Widaryanto. Manajemen Seni Pertunjukan. Tari Rakyat Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. La Meri. Bandung. 1975. Sal. _____________. 1983. Gugum Gumbira. Ptopeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Parani. 2003. Bambang dan Wiwiek Sipala. 1986. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. PPM Jakarta. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional Kraus. Zussane. 1975. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2004 Standarisasi Tari Sunda Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan. 1979/80. Terj. Denpasar: Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana Rusliana. 1969. Utami. 1965. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta.

1986. Universitas Terbuka Jakarta. 1985 Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Jacquline. Mustika. Sukatmo.. Yogyakrta : ASTI Yogyakarta. Ben Suharto. 1990. . Edi. 2003. Yogyakarta. Smith. Tambayong 1999. . Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Pustaka Jaya. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Mteori Belajar dan Model Pembelajaran Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. . Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari Jakarta : Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. SP. Pengantar Tari Pendidikan. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Tradisional Indonesia. Sumarsam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Terj. 2003. Syafi Jatmiko. Bandung. Yoyakarta. Wendy. Pengantar Apresiasi Seni Tari. Pengantar Komposisi Tari. _________. _________. 1992. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Yogyakarta : Ikalasti. Sedyawati. Mdasar-dasar Dramaturgi. 1978. 1994. Materi dan Pembelajaran Kertakesi. Plyamonth: Norttoc house Soedarso. Jakarta : Balai Pustaka. Pustaka Prima. SYarif. Jakarta. Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Senii. 1984 Tari. Ina. 1997. Suku Dayak Sana. 1987. Teaching Modern Educational Dance. Sebuah Pengantar Untuk Surya Dewi. Sudarso SP.SENI TARI415 Slater. Soedarsono. 1976. 1991. Gamelan. Jakarta : Harapan Kita.. Tuti dan Udin Saripudin. Tari Rakyat Minangkabau (Makalah) Padang: Makalah Universitas Padang panjang. Tinjauan Seni : Apresiasi Seni. 1998. 2003. Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal Indonesia. Yogyakarta : Suku Dayak Sana.

Konsep Pendidikan Apresiasi Seni Nusantara. Seni Gerak Minangkabau Kesenian Sumatra Barat. Phiplips. Padang: Pengembangan Yampolsky. dan Rahmida Setiawati. 1984. dkk. Nursilah. Datuk. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18 – 20 April Yetti. Elindra. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2001. Departemen Pendidikan Nasional. 2005 Standarisasi Tari Sumatra Barat Jakarta: Departemen Pendidikan Menengah Kejuruan.SENI TARI416 Tumbidjo.

Gerak tangan cathok sampur dilengkapi kipat dan seblak dengan variasi kaki maju-mundur. Ajeng-ajengan Saling berhadapan Alang Tabang Gerakan seperti memotong alang-alang Arak. Bangomate Gerak yang dilakukan pada sikap berdiri setelah rakit tiga-tiga pada tari Bedhoyo Batanam. Sikap gerak besut. condong badan ke kiri. Sikap tangan meregam seperti cengkeram macan Atur-atur. Melakukan gerakan seperti menanam Baliak Membalikan tubuh Bungo Kambang. langkah ganda Apresiasi Mengerti dan menjadi sensitive terhadap segi-segi estetik. Kaki terbuka kuda-kuda menyamping. Cathok udhet majeng mundur. Salah satu motif tari dalam muryani busana Atrap Jamang. giyul Sikap gerak besut. sehingga mampu menikmati dan menilai Asta rimang. Sikap posisi lawan agem kanan. Deleg dengan menggangguk BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menggunakan sumping sebagai hiasan telinga. Agem kiri. Sejenis minuman bertuak Alang Tapuak step. Atrap sumping. Agem kanan Sikap dasar dengan kaki terbuka condong badan ada di belahan bagian kanan. Gerakan peralihan di tempat dengan menggerakan kaki dengan cara mengangkat-meletakan kaki tumpuan secara cepat Besut. dengan sikap tangan seperti sedang membopong anak kecil/bayi. Menggunakan jamang atau hiasan kepala. Gerakan yang dilakukan di tempat.LAMPIRAN A SENI TARI i GLOSARI Agem Sikap dasar tari bali. Bungan yang melayang di atas air Besut. Bertepuk seperti gerak burung elang. sedikit menggerakan pangkal pinggul untuk digoyang ke kiri-ke kanan Bopongan. Deleg mantuk.

Gerakan menjentikan jari Geliyeng. Dgerak uduk bersila menopang tangan Duduak takua Lapiah.LAMPIRAN A SENI TARI ii Duduk wuluh. Gerakan entrakan di posisi bagian belahan kanan Eksplorasi gerak Penjelajahan atau pencarian gerak Ethung-ethung lamba ngracik.naik-turun Entragan kanan. Duduk menekur sambil menjalin Egol Gerak pinggul ke kiri-ke kanan Entrakan Mengalunkan gerak kedua tangan di depan dada. Gerak impang diselingi mengayunkan lengan tangan Iring-iringan. Gerakan melenturkan tubuh IImprovisasi gerak Imajinasi spontanitas gerak Impang encot. Motif gerak tari gagah dengan mempermainkan sampur Forming gerak Pembentukan atau perangkaian gerak Hoyog Sikap menari (tanjak) tubuh digerakan ke samping kanan dan kiri bergantian. lutut dilipat kea rah dalam(supinasi) Hoyog genjotan Sikap dasar hoyog dengan melakukan pergantian kaki tumpuan secara cepat Gedrug. Gerakan kaki menyilang depan. Gerak impang divariasi tangan ngawet Impang lembehan. Saling berurutan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerakan seolang kena taburan bunga Glebegan. Gerakan menghitung secara perlahan-lahan Engkrang. Gerakan tumit telapak kaki ke lantai/tanah Gidrah. Gerak Ngenceng divariasimenyilang kaki dan tumpang tali Genjotan Gerak ayunan tubuh ke atas-bawah Gulu wangsul Gerakan/perubahan sikap kembali ke posisi semula Gayal-gayal berjalan cepat dan berat digoyang ke kanan-kiri Galatiak.belakang kaki tumpuan divariasi melangkah ke samping Impang ngewer udhet. dengan menggerakan lutut patah-patah.

Jengkeng Sikap dasar tari posisi bertumpu pada sebelah kaki Kalangkinantang Alus Motif gerak tari gagah dengan sikap lengan asimetris sifat gerak agresif-kontraksi Kagok kalangkinantang. lengan tangan menggantung Kicat Boyong. Motif gerak tari alus dengan sikap lengan asimetris dengan variasi kualitas kontraksi gerak yang berubah-ubah ddiselingi gerak kepala.LAMPIRAN A SENI TARI iii Jalan Leguran Randai. nikerlawarti (seleh dhadhap). Berjalan melingkar Jantiak ayun piriang tagak Proses berdiri sambil menjentik dan mengayunkan piring Jantiak ayun piriang langkah. Gerakan kicat bersama seusai perangan pada Srimpi dan Bedhoyo Kicat Tawing. Rangkaian gerak buka-tutup kaki pada ujung depan kaki gajul dan belangan tumit dengan cara geser ke samping Kreatif Kemapuan mencipta sesuatu yang baru Komposisi Menata kembali dengan memperhatikan unsur-unsur estetika tari Manajemen Kipekan Gerakan memalingkan kepala-patah-patah Kapang-kapang. Kicat divariasi gerak tawingl memutar tangan di samping kepala Kipat astha. Jalan divariasi gerak encot pada tiap langkah Kebyok sampur Gerakan memainkan sampur Kengser. Kebyok kiri. Kicat divarisi ukel tangan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Gerak bahu (obah bahu) Jangkung miling. Posisi duduk divariasi menjentik dan mengayunkan piring Jantiak Talingo. tangan mendorong puta miko. Jalan dengan sikap kaki dan badan tegak lurus. Menjentik piring divarisi mengayun dna melangkah Jantiak ayun piriang duduak. Gerak kicat diisi mendak jinjit divariasi ngilo Kicat mandhe udhet Kicat step hitungan setengah divariasi tangan mendhe Kapang-kapang encot. Menjentik sambil mengayun tangan ke depan berputar Jingket. Memainkan sampur divariasi putaran tangan (bukan lengan). Kicat ngilo rangkep. Gerak kaki separoh jinjit divariasi menyelimutkan sampur ke lengan bagian atas.

Bertolak pinggang Mancak Gerakan berhias diri Manajemen Produksi Kegiatan dalam merencanakan. endha.angkah sambil menyembah Langkah Tusuak Bagalombang. Jalan lenggnag pada tari jawa Lampah sekar. Jalan kembangan Langkah papat. entragan Gerakan jalan mundur Lumaksana bambangan Gerak karakter jalan untuk tari putra alus Lampah atur-atur. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan produksi Maccule-cule Selendang. Berjalan atur-atur Lembehan. pendhapan ngebat. Jalan menusuk-nusk ke kanan-kiri Langkah alang tang silang Langkah ke samping sambil menyilang Majalan tindak-tindak Berjalan biasa divariasi melenggok-lenggok Malangkerik. Gerakan beradu siku dengan lawan. Gerakan utama ganda L ampah sunda Jalan pada tari-tarian Sunda Lampah mundur. Jalan menerobos gelombang Langkah takan tusuk ateh simpia kiri. Jalan variasi tilangkah Lumaksana Rangkaian gerak jalan dengan karakter masing-masing peran Lumaksana nayung Gerak karakter jalan untuk tari gagahan lumaksana ridong sampur Gerak karakter jalan untuk tari sambil menyelimutkan sampur di lengan bawah Lumaksana lembehan kanan Gerak karakter jalan tari sambil lenggang tangan Lembehan Lumaksana ukel karna Gerak karakter jalan tari sambil lumaksono Lombo ngracik. berputar sambil trisig jalan jinjit Laku telu.LAMPIRAN A SENI TARI iv Kupu tarung. Gerakan mencangkul dengan bajak BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . besut tanjak. Memainkan selendang Mambajak. Jalan dengan variasi langkah empat Langkah Sambah. Gearakan mel.

dsb) Musik Eksternal Musik ypengiring tari yang berasal dari luar diri penari (seperti seperangkat gamelan. Bunga yang sedang kuncup mekar Malapeh Layang-layang. Gerakan variasi mengayunkan tangan ke kanan-kiri Mambalah. Gerakan melepas layang-layang Maelo banang. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain) Mapal Berjalan cepat dan ringan Milpil Melangkah dengan cepat ke samping dalam langkah pendek-pendek Matetanganan Mungkah lawang Gerakan imitasi membuka pintu Mehbeh ngelilit Gerakan dalam sikap mengambil gendewa Manyambik. Memintal tali jala Mamanciang. Mengikat benih Mayang mekar. Gerakan melihat situasi hari semakin sore Mancabuik. Gerakan membelah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Menggulung benang Mlebet lajur. Masuk dalam lajur tari Bedhoyo Mingger. Melangkah ke arah depan Mlampah gajah ngoling. teriakan. Mubeng) Memutar posisi badan ke samping terus berputar Mlampah majeng. Gerakan separti memangkas rumput Maangin. Mencabut dan mengambil benih Maikek. Gerakan menanam tumbuahan Mancaliak Hari. hentakan kaki. Gerakan memancing Manyemai. ptikan jari. Melangkah sambil diselingi meliukan badan Musik Internal Musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan.LAMPIRAN A SENI TARI v Mario Marennu Memperbaiki jala Mamintal Tali.

Gerakan membelai rambut Menjangan Ranggah. Posisi badan miring lurus. Gerakan menyerupai kijang menjangan yang sedang manari Nubruk Gerakan menubruk Ngigel Gerakan berjalan merendah ganda variasi tangan lipat di depan dadal Nabdab gelung Gerakan membenahi rambut untuk diikat Nacah Melangkah miring gerakan cepat Nepuk dada Gerakan memukul dada Ngancap. Gerakan sesaat untuk trisig divariasi sikat tangan menggapai sampuri Ngumbang Gerakan jalan merendah divariasi menabur bunga Ngelus bara Membelai-belaik boro kostumtari yang ada di bagian depan paha penari Nyilat Memainkan ragam gerak pencak Nikerlwarti Ngunus panah Gerakan mengambil anak panah BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN A SENI TARI vi Muryani busana Gerakan berbusana divariasi gerak percepatan dan perlambatan sesuai iringan dipandu kendang Miling-miling Gerakan melihat-lihat Miwir rekma. posisi kaki tegang Nglangsut Gerakan muncur kalang perang Ngeletik Gerakan menyentil Ngenjet Gerakan menekan Ngumbang Menjemput Ngegol Berjalan merendah sambil goyang pinggul Ngelo Bercermin Ngeseh bawak Sikap dasar tari dengan tumpuan kaki terbuka sambil didorong ke depan-belakang Ngelier Gerakan memutar kepala Nyamber kanan.

Gerakan seperti menangis Obah bahu. Melakukan gerak patah-patah di badian lambung Organisasi Sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama Ombak banyu. nyigug dan ngombak tangkepbisa diperlihatkannya ekspresi muka senang. berlari ringan dengan langkah tidak beraturan Nyigcig/ngicig) bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah. makiring udang tangkis Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna. Menggerakan bah Ogekan lambung. Menggnadakan gerakan dalam tempo sedang Ngropel kerep. nepuk dada. (makenyem/makenyung). dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan). Nglangsut. jatuh cinta (ngaras). Gerakan seperti terbang melayang Nangis. Posisi sikap jengkeng sambil melakukan sele Nropel sedang. Gerakan mengelap/membersihkan muka Nggrudha jengkekng. srisig tawing dhadhap (berpindah ke gawang utama) Pacak jangga Menggerakan kepala saat sembahan Pajalan Berjalan Pacak jangga Memutar kepala bertumpu pada leherl Persepsi Mengenal.LAMPIRAN A SENI TARI vii Nuding Gearakan menunjuk Nyarere Gerakan seolah-olah tidur Noleh mendhak. terkejut (terkesiap). sedih (sedih). Menggnadakan gerakan dalam tempo cepat Nglayang. nayog. mengetahui dan memahami BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . berjalan pelan mengayun Nyaregseg. nyarere Wedhi kengser Menggeserkan kaki seperti pasir tertiup angin Ngunus dhuwung Menghunus keris Ngusap suryan. Melihat ke samping posisi merendah Ngembat. Nabdab pinggel. marah (Nyelik/nelik). nabdab gelung. nyilat.

mengarahkan orang-orang dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi Pasopati. penyajian. Gerak yang didominasi gerak kaki srisig dengan berpindah tempat divariasi gerak cathok tangan Srisig samberan (kebyok-kebyok) Berjalan jinjit sambil memainkan sampur Srisig maju Gerak jalan jinjit ke depan Srampang mundur Gerak memangkas mundur Seblak sampur kiri ulap-ulap kiri Memainkan sampur Gerakan merapatkan kedua tangan didepan dada seperti orang menyembang Srisig Berjalan dengan sikat jinjit Sudukan: Gerakan menusuk Sawega dhuwung Gerakan mengasah keris Sembahan silo. Gerak sembahan Saik Kalatiak. Ngunus Puletan. Gerak memutar ke samping Representasional Menceriterakan kembali pengalaman hidup. Mundur. gerakan.LAMPIRAN A SENI TARI viii Proses merencanakan kegiatan. Perangan ( Ngunus dhuwung. Sikap tari dengan merapatkan ke daua tangan seperti memuja lepada pencipta dalam posisi duduk Sembahan jengkeng. atau apapun yang diulan Ropetan. Langkah kaki step Stilasi Menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alam (seperti gerak bermain. dan lain-lain) Sekaran laras sawit Gerakan kembangan sederhana Sekaran lembehan Gerakan kembangan jalan melenggang Srampang. Encot-encot. Nyuduk. Menyayat sambil mengelitik BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . mengorganisasi orang-orang. dan perilaku sejaran Repetisi Ceritera. Gerak mentekel Sabetan. nyaplak. Nyarungaken keris) Pe’Ketabe. Sembahan pada posisi jengkeng Sabetan tanjak sawega dhadhap Gerak sabetan divariasi ukel di depan dada Sambah. gerak bekerja.

Gerakan batuk Tancep Sikapdasar kaki pada tari Jawa. Gerakan seolah olah melihat Ulap-ulap tawing kiri-kanan Gerakan seolah melihat sambil ukel tangan di samping telingan Ulap-ulap tawing kanan-kiri Motif sikapjengkeng sambil ukeltangan di sam Ulap-ulap ukel. Gearakan ulap diselingi Umbul sampur. langkah baranak. Menusuk ke samping kanan atas sambil Tusuak dodo step Gerak step sambil menusuk dada Tinting. Bertepuk tangan sambil memutar dan manarik jala Tusuk kanan belakang dorong. Berjalan tari ke arah samping Tapuak Kalatiak. Sembahan sambil menghentakan kaki dan mengelitik Sauak simpia. galuang Katiak Menyauk air sambiul menggetik Sendhawa. Motif gerak ulap-adivariasi ukel Ulap-ulap cathok. Gerakan kembangan tari pada tari tertentu Tayungan miring.LAMPIRAN A SENI TARI ix Sambah takan tapuak sampiang. Menyeruak air ke arah samping Sambah anak Kalatiak. Gerak srisik jinjit divariasi gerak tangan njimpil sampur Tindak-tindak Jalan jalan tari Ulap-ulap kiri. Mendorong sambil menusuk ke kanan-kiri Tusuak ateh sampiang. Kaki terbukamembentuk formasi khusus Tasikan mubeng. Bertepuk sambil menggelitik Tapuak tangan puta egang jalo. Melangkah sambil menusuk ke atas dan samping Tusuak sampiang ateh malambai. Gerakan mengilustrasikan umbul22 dengan sampur BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .

Pelatihan : Drs. Dosen Seni Tari sejak 1988 b.Pd : Purwokerto. Anggota Masyarakat Seni 1997 b. Nama 2. Aplicate Approach (AA) b. Alamat 6. Instansi 5. 2004) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Bambang Pratjichno. Pembimbing Metodologi d. a. Ketua Penulis SKN Tari Sulawesi (2005) A. Tempat/Tgl Lahir 3. Forum Indonesian Dance Festival Sie Tari Pendidikan 1997 10. UNJ Rwmangun Jakarta 13220. Pelatihan Program IBA 1994/1995 1995 1996/1997 1998 1999 9. : 021. Ketua Penulis SKN Tari Sunda 2004 e. Telpon 7. 29 November 1956 : 131 755 404 : Jurusan Tari Universitas Negeri Jakarta : Komp. Pendidikan 8. NIP 4. JURNAL • • • Pornografi dalam Dunia Seni Tari (Jurnal Harmonia UNS. Ketua Program Tari 1996 – 1997 c. Riwayat Pekerjaan:a.LAMPIRAN CV SENI TARI 1 CURICULUM VITAE 1. 2006) Profesionalisme Guru dalam menghadapi Era Globalisasi. Pelatihan Usulan Due Like e. 4710547 : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta : S2 Pengembangan Kurikulum IKIP Bdg. Perkumpulan Profesi: a. dalam Lomba Karya Ilmiah Lustrum UNJ Jakarta Ke VIiI tahun 2005 Seni Tutur dan Dalang Jumblung Banyumasan (jurnal Humaniora UNS. M. Ketua SP 4 Jurusan Tari 2005-2006 d. Peneliti Muda c.

2001 D. Dalam rangka pelatihan Tari untuk guru SD. Dinas Kebudayaan. 2001 • Kurikulum Pelatihan Tari sebagai Upaya Penyelarasan bagi Sanggar Tari. LPKM UNJ. 2005 • Prevalensi Pemetaan Tata Rias Wajah Berdasarkan Bentuk Mata terhadap Jenis dan Bahan Rias yang digunakan bagi BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .LAMPIRAN CV SENI TARI 2 B. Suku Dinas Jakarta Timur. 2002 • Konsep Pengembangan Kurikulum di SLTP. Sunda -2004) E. 2003 • Proses Aktualisasi Gerak Anak dalam Rekonstruksi Tarian Anak SD. Dalam penataran tari guru SD. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). • Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah Dasar. 2007 • Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. 2005 • Elaborasi Terampil Polesan dan Guratan Wajah untuk Tari Tradisional dan Nontradisional sebagai Wujud Profesi Penata Rias. PENELITIAN • Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) • Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama • dengan perpustakaan KabupatenTangerang (2004) • Pengembangan Gerak melalui Alur Gerak Berdasarkan Keseimbangan (Penelitian). MAKALAH • Pengantar Koreografi bagi guru Taman Kanak-kanak (2007) DepBudPar. Penulis Buku: • • • • • • • Penulis Buku Ayo Menari Penerbit Erlangga (2007) Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) Seni dan Budaya untuk SMK (2007) Seni Tari untuk SMK (2007) Penerbit Yudistira Penulis Bahan Ajar Kajian Kurikulum (2006) Standar Kompetensi Nasional Tari ( Sulawesi -2005. Maklah.

Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA). dalam Acara Sistematika Pelatihan Seni Tari oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. 2003 • Sistematika Pelatihan Tari Jawa. Bambang Pratjichno. 29 Mei 2008 Drs. 2005 • Pendidikan Seni Tari di Sekolah Lanjutan Pertama.LAMPIRAN CV SENI TARI 3 Calon Profesional. UNJ dan Ford Foundation. 2002 Jakarta. MPd BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . LPKM UNJ. Jakarta.

Status 7. UNJ Rwmangun JakTim : 4712136/4710547 : Jl. Pengalaman Kerja dan Jabatan: a. Satya Lencana Karya Satya 10 tahun g. Pendidikan Formal 8. Divisi Maerketing LAM UNJ (2002-2007) h. Pelatihan Manajemen Internal (2004) q. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Sekretaris Jurusan Sendratasik (1995-1999) d. m. Alamat Kantor Nomor Telpon/FAX/Email Alamat Rumah No. Juri Lomba Karya Tari di Dinas Kebudayaan (1999-2001) pada tiap even Pelatihan Guru Tari Sekolah Dasar l.LAMPIRAN CV SENI TARI 4 CURICULUM VITAE 1. Anggota Senat Fakultas Bahasa dan Seni (1995-2007) e. Pengalaman : Dra. Swakarsa IV/54 Rt 10/Rw 03 Pondok Kelapa Jakarta Timur : 8646547 : Islam : Perempuan : Menikah : S1 Komposisi Tari ISI Yogyakarta (1986) : S2 STEI Manajemen SDM 1998 : A. Dosen Jurusan Seni Tari dan LAM UNJ k. Yuri Lomba tari siswa SMU se DKI (2007) s. Dosen Pendidikan Anak Usia Dini FIP UNJ (2000Sekarang) i. Ketua Program Tari (1990-1993) b. 5 Mei 1960 : Komp. Aktivitas Forum Pndidikan Festival Dance Indonesia (1996-2001). Pelatihan Manajemen Mutu (2000) p. Nama 2. Ketua Jurusan Sendratasik (2000-2003) c. Tempat/Tanggal Lahir 3. MM : Bengkulu. Telepon/HP 4. Pengajar Lokakarya Pelatih Tari Anak-anak DKI (1995) j. Perencanaan Pembelajaran dan Komposisi Tari bagi guru TK 2007 r. Anggota Aktif APSI Jakarta 2005-2007 o. Jenis Kelamin 6. Anggota Indonesian Dance Festival 1996-2003) n. Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta (2003-2007) f. Agama 5. Rahmida Setiawati. Juri Penulisan Naskah Buku Sayembara Penulisan Buku (2007) Pusat Buku.

Penyusun Standar Kompetensi guru SMK Produktif (2007) BNSP Depdiknas v. Pelatihan Tari dan Pengetahuan Dasar Tari bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Pelatihan dan Kreativitas Gerak bagi Guru SD Dinas Kebudayaan (2007) 11.LAMPIRAN CV SENI TARI 5 t. Panitia Juri Porseni PTK-PWF (2007) 13. Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. 2005. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Peserta Didik sebagai Fokus penelusuran Kurikulum Tari Dinas Kebudayaan (1999). Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. Penatar : 1. 9. Pelatihan CAP (2003) B. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain dengan Ditjen. Penataran Guru Igra Radhatul Alfort Kerjasama Departemen Agama tahun 2006 7. 2004. Pelatihan Pembelajaran Tari bagi Guru SMU Dinas Kebudayaan (2004) 12. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006. Anggota Penyusun Standar Penulisan Buku Seni Budaya BNSP 2007 Depdiknas u. Penelitian Masyarakat 1. TIM Verivikasi Persiapan Pelaksanaan dan Evaluasi Uji Kompetensi SMK (2006-2008) w. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Seminar dan Sertifikasi Profesi Guru UNJ (2006) C. Penatar Pelatihan Tari Guru Taman Kanak-kanak 2005-2007 8. Pelatihan Olah Tubuh bagi Guru Sekolah Dasar (Dinas Kebudayaan (2000). Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) 6. 2003) 2. 10. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. PLS 4.

Suku Dinas Jakarta Timur (2000) 11. Kompetensi sebagai basis Pendidikan Seni (2007) Humaniora 2. Peran posisi Intertainmen dalam pengembangan SDM pelaku Tari LPKM UNJ 14. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru Sekolah Dasar. Pengembangan dan Prediksi Seni Tari (2005) Humaniora 3. Media pembelajaran Tari yang kreatif dalam meningkatan prestasi tari peserta didik (1998) 4. Peserta didik sebagai fokus penelusuran kurikulum Tari Seminar di Dinas Kebudayaan dalam ragka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 9. Karya Ilmiah: 1. Topeng dalam seni panggung (2004) Humaniora E. Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000)Akselerasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik FBS dalammembangun Visi dan Misi menyongsong SDM berkualitas di Masa Datang Forum FBS ke VII Sawangan Bogor (2000) 13. Tari Rangguk dan Lenggang Patah Sembilan Dinas Kesenian (1999) 8. Jurnal 1. Suasana dan waktu belajar di sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMP Se Jakarta Timur (1995) 2. Elaborasi Gerak Peserta Didik Usia 6-10 dalam Merekonstruksi Tari Seminar di Dinas Kesenian dalam rangka Penyusunan Kurikulum Seni Sekolah Dasar (1999) 7. Konstelasi Peningkatan Pendidikan scara bersama antara Dunia Industri dan Perguruan Tinggi yang Harmonis menuju Otonomi Daerah yang Propesional 12. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Tari untuk Guru Sekolah (2000) 10. Masa Orientasi Siswa bidang kesenian Dirjen Dikmenun (1998) 5. Dalam Penataran Tari Guru SD.LAMPIRAN CV SENI TARI 6 D. Kontinum Pertautan Esttis Bentuk dan Implikasinya Pelatihan Guru Tari Sumber Cipta (1998) 6. Penulisan Integrasi Bahan Ajar (IBA) 2000 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Media pendidikan sebagai model efektif untuk pembelajaran tari bagi anak taman kanak-kanak hingga Pendidikan hingga Pendidikan Dasar (1996) 3.

Alat Peraga sebagai Sarana meningkatkan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 25. Unsur pencak silat dalam tari Minangkabau (2005) 26. Unsur Gerak dan tari Minangkabau Dinas Kebudayaan 2001 34. Penelitian Minat Siswa SMU terhadap Kesenian Dinas Kebudayaan DKI (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Peran posisi Intertainer dalam pengembangan SDM pelaku Tari (2000) 30. Dinas Kebudayaan (2000) 19. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan Mata Kuliah Praktik Tari IBA UNJ (2000) 20. Alat Peraga sebagai sarana peningkatan Kreativitas Anak dalam menari (2001) 35.LAMPIRAN CV SENI TARI 7 15. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 22. Model Belajar Mengajar Tari Dinas Kebudayaan (2003) 32. Dasar Gerak dan Bentuk Tari Minangkabau Dinas Kebudayaan DKI (2001) 23. Metode Belajar Mengajar tari. Kontinum Pertautan Estetik Bentuk dan Implikasinya bagi Guru Tari (2002-2003) Sumber Cipta. Pengetahuan Dasar Tari dan Komposisi untuk Guru SD Dinas Kebudayaan (2000) 17. Pengetahuan dan Pembelajaran Seni tari di Sekolah dasar. Dinas Kebudayaan DKI (2001) 24. Penguasaan Teknik Gerak dan Gaya menampilkan Tari Tradisional mahasiswa IBA UNJ (2000) 21. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 31. 28. Keterampilan Bentuk Tari Dinas Kebudayaan (2000) 16. Karakteristik Model Pembelajaran Tari bagi Pengembangan Kewirausahaan (2000) 33. Media Pembelajaran Tari yang kreatif untuk meningkatkan belajar tari Anak Taman Kanak-kanak 2003 27. Konstelasi Peningkatan Mutu dan Otonomi Jurusan Sendratasik (2000) 29. Sistematika Pelatihan Tari Betawi. Pelatihan Olah Tubuh dan Kreativitas Gerak bagi Guru Sd Dinas Kebudayaan (2000) 18.

Mata kuliah Tari Pendidikan I 2. Penulis Standar Kompetensi Tari Minang 2005 5. 6. Mata kuliah Tari Pendidikan II 3. Tari Rangguk dan Tari Lenggang Patah Sembilan (2000) 11. Pengembangan Bahan Ajar TK Puskur-Lemlit UNJ (2004 G. Putri Gading Cempaka (TMII Anjungan Bengkulu 1989) 5. Mata kuliah Keterampilan Belajar Mengajar (LAM UNJ) Jakarta. Mata Kuliah PPL 14. Seni Tari untuk SMK Dikmenjur (2007) 2. Desember 2007 Dra. Mata kuliah Tari Sumatra 11. Bola (Tari Pendidikan untuk Siswa SD IDF 2002) 7. Mata kuliah Tari Betawi II 6. Mata kuliah Komposisi Tari I 9. Mata kuliah Tari Betawi I 5. Rahmida Setiawati. Mata kuliah Tari Betawi III 7. Mata Kuliah Olah Tubuh I 15. Mata Kuliah Skripsi 13. Lenggok (1998) 6. Gerak (1985) 2. Mata kuliah Interaksi Belajar Menhgajar 10. MM BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Selendang Mayang (1990) 4. Bobodoran (2003) 10. Mata Kuliah yang ditempuh 1. Bola (GKJ-Tari Pendidikan untuk Siswa SD(IDF 2002) G. Mata Kuliah Tari Pendidikan III 4. Seni dan Budaya untuk SMK Yudistira (2006) 4. Mata kuliah Tari Melayu 12. Karya Tari 1. Seni dan Budaya untuk SMK Dikmenjur (2007) 3. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Seni Tari FIP-Puskur (2005). Bermain Topeng (2003) 9. Putri Rainun (TMII 1989) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 8 F. Do’a 8. Punulisan Buku 1. Mata kuliah Perencanaan Pengajaran 8.

2003) 2. Penataran Guru Kesenian SD Wilayah Jakarta Timur (2006.Sn. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Hasil Karya Mahasiswa LPTK 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Penataran Guru-guru IGTKI Departemen Agama wilayah Jakarta Timur (2006) 3. Penatar : 1. Penataran Guru Kesenian TK (2004) 5. M. 43 Jl. Pembelajaran Tari Melalui Respons Terbimbing (2000) 2. Pengembangan Instrumen Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (2004) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 9 CURICULUM VITAE Nama NIP Tempat/Golongan Jabatan Instansi Alamat Kantor Telp/FAX kantor Alamat Rumah Telp/Fax Rumah Pendidikan : Dinny Devi Triana. Penataran Guru Kesenian SD DKI (2004) 4. Pembelajaran Tari Anak Usia Dini Di Kelurahan Jatinegara (2006) 2. Pembelajaran Tari Guru Anak Usia Dini (2004) 3. Penelitian Masyarakat : 1. 2004. 2005. Life Skill Program Rintisan Kelompok Bermain Dengan Ditjen. Pengairan Rawasmut Blok C No. 9 Desember 2007 : Dosen Jurusan Seni Tari : FBS Universitas Negeri Jakarta : Jln.Pd : 132 135 262 : Karawang. S. Rwmangun Muka Jakarta Timur : (021) 4710547/ 4710547 : Kompl. Chairil Anwar Bekasi Timur : (021) 8800440/ 8800440 : S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Seni Tari S2 Penelitian & Evaluasi Pendidikan UNJ : Pengalaman A. Pelatihan Pengelolaan Kesenian Kerjasama Dinas Pariwisata DKI Jakarta (2001) B. Penelitian : 1. PLS (2005) C.

Pengajaran : 1. Semnas : Penilaian Tari Karya Mahasiswa LPTK (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia Yogyakarta 2005) G. Metodologi Penelitian. LAM UNJ Mk. Tutor UT (2003 sampai sekarang) 2. Evaluasi Pendidikan (2004. Semnas : Pembelajaran Tari dengan Metode Global (UNESA 2004) 2.LAMPIRAN CV SENI TARI 10 4. Perumus/Penyusun : 1. Penulis Buku Kerajinan Tangan dan Kesenian Penerbit Gracindo (2004) 2. Penulis Modul Strategi Pembelajaran Seni Tari Universitas Terbuka (2004) 3. Jurnal Artistika FBS (2000) 5. Pemakalah : 1. 2006) 4. Penerbit:(2007) E. Jurnal Harmonia (2004.2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . X. Penulis Buku : 1. Minat Pelajar SLTA s DKI Jakarta kerjasama dngan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman (2006) D. Pengembangan Bahan Ajar TK/RA (Kerjasama Lemlit UNJPuskur) (2004) 2. Minat Baca Masyarakat Tangerang Kerjasama dengan perpustakaan Kabupaten Tangerang (2004) 5. Penyusunan Tes Diagnostik SMP mata pelajaran Seni Budaya kerjasama Dikdasmen (2007) F.2005. Buku : Seni Budaya kelas IX. Penyusunan Soal Kompetensi Guru Sni Tari Kerjasama FIP UNJ (2005) 4. XI. Modl Pengembangan Pembelajaran Kesenian Kerjasama Puskur (2005) 3.

2004) 3.LAMPIRAN CV SENI TARI 11 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat : Dra. 6. 2005) Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun Lulus tahun BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2004) 5. Penatar pada Diklat TOT Kerajinan Tangan dan Kesenian Bagi Guru SD (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. 2005. Penyusun Standar Kompetensi Nasional (SKN) Bidang Keahlian Tari Minang. Penatar pada Pelatihan Kesenian bagi Guru SD Jakarta Timur (Sudin Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Timur. Juri Lomba Tari kreasi antar SD DKI Jakarta (Depdiknas. HP. Penatar pada diklat Pertunjukan Kesenia Tradisional ( Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Litbang dan Diklat. 2004.MPd : 132 259 274 : Dosen Jurusan Seni Tari FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Boulevar Hijau Blok C2/25 Harapan Indah Bekasi Barat.Elindra Yetti.Baso (Sumbar) 1981 ● SMP Negeri I Bukittinggi (Sumbar) 1984 ● SMA PSM Bukittinggi (Sumbar) 1987 ● D3 Sendratasik IKIP Padang 1990 ● S1 Seni Tari IKIP Yogyakarta 1993 ● S2 PUD Universitas Negeri Jakarta 2003 Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. 2001) 2.2006) 4. Juri Lomba Tari Kreasi antar TK IGRA Jakarta Timur. 2003. 08128030360 Riwayat Pendidikan : ● SD Negeri I Padang Tarab Kec.

Kebudayaan dan Dinamika Masyarakat ( Balitbang Diklat Pariwisata. Karakteristik Seni Tari di Sekolah Dasar (Diknas.2001) 7. Pelatihan Penataan Rias Tari bagi Guru SD se Jakarta Timur (2003) 2. 2003) 2. Pelaksana Kegiatan Program Rintisan Kelompok Bermain (Lifeskill) kerjasama UNJ dengan Dirjen PLSP Diknas. Kurikulum Pendidikan Seni Tari di SD 92003) Penelitian 1. Penatar pada Pelatihan Peningkatan Kreativitas Guru TK se. Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pendidikan Seni Tari (Diknas. 2005) 8. 2001) 5. Pencak Silat dalam Tari Tradisional Minangkabau (2006) 3. Wawasan Kebudayaan (Balitbang Diklat Pariwisata.2001) 6. Pelatihan Tari Pendidikan bagi Guru TK se Jakarta Timur (2006) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . 2003) 3. tahun 2006) Makalah 1. Tata Rias Tari (Balitbang Diklat Pariwisata.2003) 4. Seni Tari Sebagai Media Pembelajaran di SD (Diknas. Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) 2. Minat Pelajar SLTA se DKI Jakarta Tarhadap Kesenian (2006) Jurnal Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menari Tari Tradisional Minangkabau Melalui Penguasaan Dasar Gerak Pencak Silat (2003) Pengabdian Kepada Masyarakat 1.Propinsi Riau di Pekan Baru.LAMPIRAN CV SENI TARI 12 7.

Perencanaan Pengajaran Tari 10. Tata Rias dan Busana Tari 7. Kasiah Tak Talarai (1990) Demikianlah riwayat hidup ini telah dibuat dengan sebenarnya.MPd Mata Kuliah Yang Diampu 1. Sejarah Seni tari 8. Pembinaan Kompetensi Mengajar 12.Elindra Yetti. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . Tari Melayu 3. 1 Desember 2007 Dra. Keterpaduan Seni 9.LAMPIRAN CV SENI TARI 13 Karya Tari 1. Jakarta. Tari Pendidikan II 5. Tari Sumatera 2. Interaksi Belaja Mengajar 11. Tari Pendidikan I 4. Olah Tubuh I 6.

Universitas Terbuka. Editor dan Penulis Buku Pendidikan. 5. MHum. 2002. Pengajar/Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra UNJ 2000 sampai sekarang. SPd. Proyek Peradaban Terbengkelai.com atau irsyad@jcce-omline. Transbook. Lulus tahun 1984 Lulus tahun 1987 Lulus tahun 1990 Lulus tahun 1999 Lulus tahun 2006 BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN .99845808 : icadredo@yahoo. Penulis buku Teori Sastra. 021. 2007. Bintaro Puspita II/G5 Bintaro Permai Jakarta 12320. Memperbaiki Kualitas Pendidikan. HP. Pemakalah pada Media Literacy Workshop pada Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dan Jakarta Universitas Negeri Semarang. 8. Sutradara dan Penulis Naskah Batavia 1629: Sebuah Rekonstruksi Sejarah. 2005. Teraju. 2007. 2006. 9. Direktur Penelitian di Jakarta Centre for Cultural Studies 4. Peserta penataran calon Penerjemah Buku Ajar Perguruan Tinggi. Editor dan Penulis Buku Menggugat Ujian Nasional. Pengajar/Dosendi Jurusan Sastra Jepang Universitas Nasional 2007. Dinas Pariwisata DKI Jakarta.LAMPIRAN CV SENI TARI 14 CURICULUM VITAE Nama NIP Pekerjaan Instansi Agama Alamat Email : Irsyad Ridho. 7. Dirjen Dikti DEPDIKNAS 2001. 6. 3. : : Dosen Jurusan Bahasa Indonesiai FBS UNJ : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) : Islam : Jl.com Riwayat Pendidikan : ● SD Center Candakila Pelaihari ● SMP Negeri I Pelaihari ● SMA Negeri I Pelaihari ● S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ ● S2 Cultural Studies Universitas Indonesia Pengalaman Kerja dan Jabatan 1. 2.

1 Desember 2007 Irsyad Ridho. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN . dan SMA Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.MHum. SPd. Jakarta. Juri Sayembara Penulisan Naskah Drama tingkat Nasional untuk Guru SD. 2007. SMP.LAMPIRAN CV SENI TARI 15 10.

waktu. tenaga sesuai dengan irama Keterampilan siswa untuk merangkai gerak dan menyusun gerak dengan unsur komposisi tari sebagai hasil ciptaan bentuk gerak pribadi.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi A B Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak pribadi secara sontan (improvisasi) Keterampilan siswa untuk menjelajah gerak (eksplorasi) Keterampilan siswa untuk menggabungkan gerak yang sudah ditentukan Keterampilan siswa untuk mengembangkan gerak dan mengolah teknik gerak melalui ruang. Kelas Hari/Tgl SKOR C D E : _____________________________________ : _____________________________________ Keterangan Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas .

waktu. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl A Keterampilan siswa untuk mengekspresikan gerak yang telah dicontohkan guru Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak secara berurutan yang telah diberikan guru (hafalan) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan ruang.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. dan tenaga Keterampilan siswa untuk mengungkapkan secara benar-benar (wirega) Keterampilan siswa untuk mengungkapkan gerak dengan irama (wirama) Keterampilan siswa untuk menhayati gerak (wirasa) sesuai dengan bentuk tari yang diterima Keterampilan siswa dalam teknik kerja kelompok/berpasangan Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas B : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan C D E Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang .

Guru Pengamat : Tandatangan : Nama Jelas Keterangan : A=Sangat baik B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang . gerak dengan elemen komposisi terkait. dan tenaga dari yang dilihat maupun diungkapkan Kemampuan siswa untuk mengungkapkan sedih (emosional) melalui gerak Kemampuan siswa merespon stimulus yang ditangkap melalui gerak dan irama Kemampuan siswa untuk menangkap stimulus cerita yang diberikan oleh guru melalui respon gerak Kemampuan siswa untuk menangkap pesan melalui bentuk gerak.FORMAT OBSERVASI SENI TARI Kemampuan yang diamati : Keterampilan mengungkapkan dan menyusun gerak melalui media ungkap. merespon gerak yang diberikan guru Kemampuan siswa untuk mengungkapkan gerak melalui respon dengan media atau alat gerak pribadi Kemampuan siswa untuk menilai dan merespon perasaan dalam bentuk kelompok. alat dan unsur terkait dalam tari ciptaan pribadi Nama Tugas No 1 2 3 4 5 6 7 8 : _____________________________________ : _____________________________________ Jenis Kegiatan Tari Kreatif Ciptaan Pribadi Kelas Hari/Tgl : _____________________________________ : _____________________________________ SKOR Keterangan A B C D E Keterampilan siswa mengungkapkan perasaan gembira melalui gerak Kemampuan siswa merespon gerak dalam bentuk ruang. waktu.

HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp. 7.888.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.00 .

888. 7.00 .ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful