P. 1
Kebijakan Di Bidang Politik Pada Masa Orde Baru Itu Apa Sih

Kebijakan Di Bidang Politik Pada Masa Orde Baru Itu Apa Sih

|Views: 2,771|Likes:
Published by Kusmanana Nduet

More info:

Published by: Kusmanana Nduet on Dec 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

Kebijakan di bidang politik pada masa orde baru itu apa sih?

 

3 bulan lalu Lapor Penyalahgunaan

ASAZ

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
-dwifungsi ABRI -politik luar negeri bebas aktif -golkar harus mayoritas tunggal -DPR, MPR harus ikut apa kata Pemerintah -sentralisasi kekuasaan ke pemerintah pusat

materi referensi:
www.aseps21.com
 

3 bulan lalu Lapor Penyalahgunaan

Penilaian Penanya: Komentar Penanya: makasih sob

Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search
Cari di Yahoo! untuk
Arah kebija

Jawaban Lain (1)

Gass

upaya ini juga ditujukan untuk meningkatkan legitimasi G-20 dan mengurangi stigma G-20 sebagai forum yang eksklusif. mahasiswa. civil society. Program. yang telah diawali dengan perjuangan untuk memasukan batik sebagai World Intangible Heritage di UNESCO. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. investasi. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. 2. perindustrian. perdagangan. and Folklore (GRTKF). Mengintensifkan diplomasi dalam pembentukan rezim internasional bagi produk-produk budaya. termasuk WIPO (perlindungan seluruh kekayaan budaya melalui Genetic Resources.melarang semua organisasi yg berbau PKI . 4. dan perlindungan hak kekayaan intelektual melalui penguatan kerja sama multilateral. 3. Mensosialisasikan ASEAN Community kepada stakeholders di dalam negeri (K/L. Mengidentifikasi dan mengkaji secara kritis partisipasi Indonesia dalam organisasi kerja sama multilateral dengan melihat manfaat langsung bagi kepentingan nasional untuk kepentingan efisiensi.menunjuk kerabat / saudarapak harto untuk menjabat di beberapa lembaga pemerintahan o  3 bulan lalu M. Menyusun konsep kebijakan (grand design) Kerja Sama Selatan-Selatan. Perjuangan diplomasi ke depan akan meliputi bidang akses dan pembagian keuntungan (access and benefit sharing) di berbagai forum. dan masyarakat umum). Meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia melalui posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2013. 06 September 2009 Adapun program-program dan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh seluruh Satuan Kerja di lingkungan Kementerian Luar Negeri adalah sebagai berikut: 1) Program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerja Sama ASEAN                     Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya peran dan kepemimpinan Indonesia dalam pembentukan Komunitas ASEAN di bidang politik dan keamanan. lingkungan hidup. WHO (Virus Sharing). sosial budaya. 5. Menyinergikan partisipasi Indonesia di G-20 dengan partisipasi Indonesia pada forum-forum lainnya. 6. dan sosial budaya. pelajar.          3) Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika . Mendorong pembentukan ASEAN Community 2015 melalui pelaksanaan tiga Cetak Biru Komunitas ASEAN. serta meningkatkan pembangunan ekonomi. Meningkatkan partisipasi dan inisiatif Indonesia dalam forum-forum multilateral. 2. 3. dan WTO. Mendorong implementasi Piagam ASEAN. Meningkatkan dukungan lintas sektoral dalam implementasi kerja sama multilateral. regional dan global. 7. 4.. keuangan. FAO. Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Luar Negeri Minggu. ekonomi. Selain untuk menyosialisasikan kesepakatan G-20 untuk mengamankan implementasi komitmen G-20 di tingkat nasional.membatasi jumlah partai politik yg berdiri (hanya 3 partai) . Mempersiapkan grand design nasional untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi ASEAN Community. 2) Program Peningkatan Peran dan Diplomasi Indonesia di Bidang Multilateral Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya peran dan diplomasi Indonesia dalam penanganan isu multilateral. pemajuan dan perlindungan HAM. pengusaha. Meningkatkan peran aktif indonesia untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional. termasuk mengupayakan agar Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan multilateral. pemuda. 5. Convention on Biodiversity. Traditional Knowledge. Pemda.

Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut. dan Timor Leste) perlu diambil langkah-langkah untuk mempercepat pencapaian kesepakatan terhadap isu-isu yang memungkinkan untuk segera diselesaikan. 3. Mempercepat proses terbentuknya rezim internasional mengenai perlindungan terhadap perlindungan sumber daya genetik. untuk isu keamanan tidak boleh ada keterlibatan pihak asing. 3. mengawali proses perundingan merupakan kemajuan yang diharapkan. termasuk memberikan litigasi terhadap BUMN atau pihak lain yang bersengketa dengan pihak asing. tetapi belum mendapatkan mekanisme penyelesaian hukum internasional. selain Indonesia. Menetapkan skala prioritas dan isu utama. Dengan negara-negara Asia Timur. juga meningkatkan investasi dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika ke Indonesia. Meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam berbagai kerja sama bilateral dan regional untuk mendukung kerja sama multilateral. pengetahuan tradisional. Indonesia perlu meningkatkan bantuan teknis sebagai instrumen politik luar negeri dengan negara-negara CMLV di ASEAN dan negara-negara Pasifik. Philipina. Hal ini mengingat banyaknya kasus yang melibatkan Indonesia dalam masalah tersebut. Menerapkan standardisasi dalam pembuatan perjanjian internasional yang menjadi kebutuhan bersama bagi para pemangku kepentingan di dalam negeri untuk menyatukan visi ke luar dalam kerangka kepentingan nasional. 2. masyarakat internasional dapat terlibat di dalamnya. Dalam isu keselamatan. Di dalamnya termasuk pembuatan pedoman tentang tata cara pembuatan MoU dengan pihak asing. Memfokuskan pengembangan ekonomi Eropa Tengah. yaitu: 1. (Malaysia. dan New Zealand. Singapura. maupun instansi terkait lainnya. Indonesia diharapkan dapat memiliki Ocean Policy yang menjadi landasan dalam berhubungan dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia. Sebaliknya. Malaysia dan Singapura sebagai negara pantai yang saling berbatasan langsung di Selat Malaka. Meningkatkan hubungan non-politik. Memilah antara isu keselamatan dan keamanan dalam pengelolaan Selat Malaka. . seperti Palau. 4) Program Optimalisasi Diplomasi Terkait dengan Pengelolaan Hukum dan Perjanjian Internasional        Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya diplomasi bidang hukum dan perjanjian internasional. Untuk negara yang belum pernah berunding. Untuk negara-negara yang proses perundingannya sedang berjalan. Mengoptimalkan pelayanan dan bantuan hukum terkait dengan pelaksanaan perjanjian internasional. 4. Mempercepat proses negosiasi perbatasan dengan negara-negara tetangga. Indonesia perlu memanfaatkan mekanisme regional baik dalam ASEAN maupun East Asia Summit sebagai instrumen politik luar negeri yang utama. 5. baik oleh BUMN. pemerintah daerah. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menjabarkan Comprehensive Partnership dengan Amerika Serikat secara detail ke dalam bidang-bidang yang telah disepakati. Australia. 2. sekaligus mendorong peningkatan people to people interaction sebagai landasan strategis dalam hubungan baik pada masa mendatang. Guna mendukung upaya penyelesaian masalah batas laut.        Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kerja sama RI dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. 3. Sebagai contoh. dan Amerika Latin sehingga menjadi pasar alternatif bagi Indonesia. Meningkatkan hubungan ekonomi dengan negara-negara pasar ekonomi non-tradisional sebagai upaya untuk memperluas pasar tradisional bagi produk-produk Indonesia. 4. 2. Mempromosikan kompatibilitas demokrasi dengan nilai-nilai Islam kepada negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa berdasarkan pengalaman Indonesia. 6) Program Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri                   Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hubungan dan politik luar negeri RI. 5) Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Amerika dan Eropa Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kerja sama di berbagai bidang antara RI dengan negaranegara dan organisasi intrakawasan di kawasan Amerop. yang dibuat berdasarkan standar dan prinsip hukum internasional. landas kontinen. Eropa Timur. dan ekspresi budaya tradisional. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. dengan menekankan batas wilayah. dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

13. Memberlakukan Peraturan Menteri Luar Negeri mengenai pemberian izin tinggal diplomatik dan dinas. 9. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait agar diadakan program empowerment/pelatihan untuk mempersiapkan TKI dalam penampungan jika mereka sudah pulang ke Indonesia. Memaksimalkan pelayanan keamanan diplomatik melalui penyusunan Standard Operasional Procedure (SOP) pengamanan kepala negara asing dan tamu negara yang berkunjung ke Indonesia. sarana dan prasarana). dan perlindungan WNI secara berkala. Meningkatkan koordinasi di dalam negeri untuk menghasilkan mekanisme yang lebih baik dalam perlindungan TKI. 8) Program Optimalisasi Informasi dan Diplomasi Publik Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas informasi dan diplomasi publik. Meningkatkan koordinasi di dalam negeri untuk menghasilkan penanganan yang lebih baik terhadap WNA bermasalah di Indonesia. Membuat pemetaan wilayah persoalan perlindungan WNI/BHI. 7) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Keprotokolan dan Kekonsuleran Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas pelayanan keprotokolan dan kekonsuleran. 8. Meningkatkan kerja sama untuk pengembangan kualitas SDM BPPK. 19. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. dan Departemen Hukum dan HAM. 9) Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Kementerian Luar Negeri . 16. Melanjutkan pembahasan MoU dengan pemerintah Arab Saudi dan negara tujuan TKI lainnya. Memperluas perjanjian bebas visa diplomatik dan dinas dengan negara lain. 12. 4. Menyusun peraturan hukum yang mengatur masalah legalisasi dokumen dan prosedur perizinan diplomatik bagi penerbangan dan perkapalan. Melaksanakan sosialisasi keprotokolan. kekonsuleran. Melanjutkan penyusunan evaluasi/revisi buku manual konsuler yang dilakukan setiap tahun. 2.                                         Strategi-strategi yang dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. stiker exit permit. 4. 2. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah sebagai berikut: 1. 10. Menyusun strategi bersama antara BPPK dan lembaga eksternal untuk memperkokoh peran dan fungsi BPPK sebagai unit strategis dalam setiap perencanaan kebijakan pada isu politik luar negeri. Meningkatkan citra Indonesia di luar negeri sebagai negara demokratis dengan penduduk mayoritas muslim. fasilitas diplomatik. 7. Melanjutkan persiapan pembuatan e-passport diplomatik dan dinas RI berbasis teknologi biometrik. 3. 15. Melaksanakan evaluasi pelayanan kekonsuleran di Perwakilan RI di luar negeri secara berkala. sosialisasi. Memberlakukan stiker izin tinggal diplomatik dan dinas. diskusi. Mengoptimalkan manfaat forum bersama dengan unit-unit perencanaan kebijakan dan unit-unit penelitian dan pengembangan pada berbagai sektor untuk memperkuat postur kebijakan dan sinkronisasi pada setiap sektor yang saling mendukung. Meningkatkan CBMs di kawasan Asia Pasifik. 17. Memperkuat institusi (kapasitas perwakilan. 18. 14. Menyusun Host Country Agreement (HCA) sebagai pedoman dalam pemberian Privileges and Immunities kepada Organisasi Internasional di Indonesia. 3. 11. untuk menghilangkan kecurigaan terhadap Indonesia untuk menjadi hegemon di kawasan tersebut. Memperkuat citra Indonesia melalui penyediaan informasi yang akurat dan peningkatan kerja sama informasi dan media. Melanjutkan pembuatan visa stiker diplomatik dan dinas secara berkala. 2. baik di Pusat maupun Perwakilan RI. dan ID konsuler Indonesia (CIC) bagi WNI di luar negeri. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas institusi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemberian Privileges and Immunities kepada Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional di Indonesia. SDM. 6. Departemen Perhubungan. Memantapkan koordinasi dengan instansi terkait antara lain Mabes TNI. dan sarasehan. 5. Meningkatkan upaya kepatuhan dan keseimbangan dalam pemberian Privileges and Immunities kepada Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional di Indonesia dengan menyelenggarakan rapat koordinasi. 3.

Melaksanakan evaluasi/pengkajian ulang struktur organisasi dan kelembagaan baik di Pusat maupun Perwakilan RI. 6. Melanjutkan proses benah diri yang diperluas dalam kerangka reformasi birokrasi . 8. Mencegah lebih awal pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku 7. 11) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kementerian Luar Negeri Kebijakan yang dihasilkan dari program ini meningkatnya kualitas dukungan sarana dan prasarana Kementerian Luar Negeri. Strategi-strategi yang dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Memperluas Perwakilan RI di luar negeri dan hubungan diplomatik dengan negara-negara yang belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Mengelola administrasi umum dan pengelolaan serta penatausahaan keuangan dan Barang MIlik Negara . dan integritas yang tinggi. Memperluas pembentukan Pelayanan Warga (Citizen Service) di Perwakilan RI yang merupakan sentra keberadaan WNI. 4. dan pelaporan kinerja maupun anggaran baik di pusat dan perwakilan. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menyusun sistem perencanaan. Peningkatan tertib administrasi di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. Menyusun peraturan/kebijakan dan produk hukum dalam rangka mencapai efisiensi dan efektivitas kinerja Kementerian Luar Negeri yang optimal. 2. dan berbagai peraturan perundang-undangan. 9. pelaksanaan. keterampilan. 11. Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan negara-negara sahabat di berbagai bidang melalui Perwakilan RI di luar negeri. Melanjutkan pengawasan dan evaluasi capaian tugas 9. Mendorong penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan 5. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung tugas pengawasan 3. Melanjutkan penyusunan kompilasi buku berbagai dokumen hasil pengawasan. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai. 5. pengelolaan. termasuk pemanfaatan sarana dan prasarana berbasis teknologi dalam melaksanakan tupoksi 2. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait 8. 7. 10) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri Kebijakan yang dihasilkan dari Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri adalah meningkatnya dukungan manajemen dan teknis pelaksanaan diplomasi Indonesia. Menyiapkan Sumber Daya Manusia Kementerian Luar Negeri yang memiliki kompetensi pengetahuan. 3. Meningkatkan peran dan koordinasi unit-unit di Kementerian Luar Negeri maupun dengan unit-unit kerja/instansi terkait lainnya. 10. Meningkatkan ketertiban pengelolaan keuangan dan barang milik negara 6. Meningkatkan kualitas hasil pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan 4. Menyebarluaskan informasi kepada stakeholders mengenai kebijakan luar negeri.                                      Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas pengawasan pada Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. Meningkatkan profesionalisme dan integritas aparat pengawas Kementerian Luar Negeri 2. termasuk pejabat fungsional perencana sebagai penanggungjawab teknis perencanaan.

5. Menyusun sistem perencanaan. RI. dan pelaporan kinerja maupun anggaran baik di pusat dan perwakilan. pelaksanaan. Memperluas pembentukan Pelayanan Warga (Citizen Service) di Perwakilan RI yang merupakan sentra keberadaan WNI. 7. Melaksanakan evaluasi/pengkajian ulang struktur organisasi dan kelembagaan baik di Pusat maupun Perwakilan 6. Mengelola administrasi umum dan pengelolaan serta penatausahaan keuangan dan Barang MIlik Negara • • . Menyebarluaskan informasi kepada stakeholders mengenai kebijakan luar negeri. Melanjutkan proses benah diri yang diperluas dalam kerangka reformasi birokrasi . Peningkatan tertib administrasi di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah sebagai berikut: 1. 10. termasuk pejabat fungsional perencana sebagai penanggungjawab teknis perencanaan. Meningkatkan peran dan koordinasi unit-unit di Kementerian Luar Negeri maupun dengan unit-unit kerja/instansi terkait lainnya. 4. Meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan negara-negara sahabat di berbagai bidang melalui Perwakilan RI di luar negeri. 2. 11. Menyiapkan Sumber Daya Manusia Kementerian Luar Negeri yang memiliki kompetensi pengetahuan. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai. 3. dan integritas yang tinggi. termasuk pemanfaatan sarana dan prasarana berbasis teknologi dalam melaksanakan tupoksi 2. 8. Menyusun peraturan/kebijakan dan produk hukum dalam rangka mencapai efisiensi dan efektivitas kinerja Kementerian Luar Negeri yang optimal. • • • • • 11) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kementerian Luar Negeri Kebijakan yang dihasilkan dari program ini meningkatnya kualitas dukungan sarana dan prasarana Kementerian Luar Negeri. keterampilan. Memperluas Perwakilan RI di luar negeri dan hubungan diplomatik dengan negara-negara yang belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.• • • • • • • • • • • • 1. 9. pengelolaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->