Kebijakan di bidang politik pada masa orde baru itu apa sih?

 

3 bulan lalu Lapor Penyalahgunaan

ASAZ

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
-dwifungsi ABRI -politik luar negeri bebas aktif -golkar harus mayoritas tunggal -DPR, MPR harus ikut apa kata Pemerintah -sentralisasi kekuasaan ke pemerintah pusat

materi referensi:
www.aseps21.com
 

3 bulan lalu Lapor Penyalahgunaan

Penilaian Penanya: Komentar Penanya: makasih sob

Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search
Cari di Yahoo! untuk
Arah kebija

Jawaban Lain (1)

Gass

Perjuangan diplomasi ke depan akan meliputi bidang akses dan pembagian keuntungan (access and benefit sharing) di berbagai forum. 2. 6. Meningkatkan dukungan lintas sektoral dalam implementasi kerja sama multilateral. perdagangan. civil society. mahasiswa. 7. 3.. upaya ini juga ditujukan untuk meningkatkan legitimasi G-20 dan mengurangi stigma G-20 sebagai forum yang eksklusif. pelajar. ekonomi. Pemda. Mempersiapkan grand design nasional untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi ASEAN Community. Mengintensifkan diplomasi dalam pembentukan rezim internasional bagi produk-produk budaya. Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Luar Negeri Minggu. pemajuan dan perlindungan HAM. pengusaha. yang telah diawali dengan perjuangan untuk memasukan batik sebagai World Intangible Heritage di UNESCO. termasuk mengupayakan agar Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan multilateral. Menyusun konsep kebijakan (grand design) Kerja Sama Selatan-Selatan. FAO. regional dan global. termasuk WIPO (perlindungan seluruh kekayaan budaya melalui Genetic Resources. investasi. Mensosialisasikan ASEAN Community kepada stakeholders di dalam negeri (K/L. 5. 5. pemuda.menunjuk kerabat / saudarapak harto untuk menjabat di beberapa lembaga pemerintahan o  3 bulan lalu M. 4. perindustrian. 4. WHO (Virus Sharing).membatasi jumlah partai politik yg berdiri (hanya 3 partai) . dan sosial budaya. lingkungan hidup. dan perlindungan hak kekayaan intelektual melalui penguatan kerja sama multilateral. Meningkatkan peran aktif indonesia untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional. Mendorong pembentukan ASEAN Community 2015 melalui pelaksanaan tiga Cetak Biru Komunitas ASEAN. dan masyarakat umum).melarang semua organisasi yg berbau PKI . Mendorong implementasi Piagam ASEAN. Convention on Biodiversity. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. 06 September 2009 Adapun program-program dan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh seluruh Satuan Kerja di lingkungan Kementerian Luar Negeri adalah sebagai berikut: 1) Program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerja Sama ASEAN                     Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya peran dan kepemimpinan Indonesia dalam pembentukan Komunitas ASEAN di bidang politik dan keamanan. Meningkatkan partisipasi dan inisiatif Indonesia dalam forum-forum multilateral. dan WTO. Traditional Knowledge. 3. 2) Program Peningkatan Peran dan Diplomasi Indonesia di Bidang Multilateral Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya peran dan diplomasi Indonesia dalam penanganan isu multilateral. Selain untuk menyosialisasikan kesepakatan G-20 untuk mengamankan implementasi komitmen G-20 di tingkat nasional. Meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia melalui posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2013. 2.          3) Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika . serta meningkatkan pembangunan ekonomi. sosial budaya. Program. Menyinergikan partisipasi Indonesia di G-20 dengan partisipasi Indonesia pada forum-forum lainnya. keuangan. Mengidentifikasi dan mengkaji secara kritis partisipasi Indonesia dalam organisasi kerja sama multilateral dengan melihat manfaat langsung bagi kepentingan nasional untuk kepentingan efisiensi. and Folklore (GRTKF).

Sebaliknya. Meningkatkan hubungan ekonomi dengan negara-negara pasar ekonomi non-tradisional sebagai upaya untuk memperluas pasar tradisional bagi produk-produk Indonesia. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1.        Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kerja sama RI dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Mempercepat proses negosiasi perbatasan dengan negara-negara tetangga. yaitu: 1. 2. Philipina. Indonesia perlu memanfaatkan mekanisme regional baik dalam ASEAN maupun East Asia Summit sebagai instrumen politik luar negeri yang utama. juga meningkatkan investasi dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika ke Indonesia. Meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam berbagai kerja sama bilateral dan regional untuk mendukung kerja sama multilateral. Eropa Timur. mengawali proses perundingan merupakan kemajuan yang diharapkan. Indonesia diharapkan dapat memiliki Ocean Policy yang menjadi landasan dalam berhubungan dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia. 3. dan Timor Leste) perlu diambil langkah-langkah untuk mempercepat pencapaian kesepakatan terhadap isu-isu yang memungkinkan untuk segera diselesaikan. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut. dan Amerika Latin sehingga menjadi pasar alternatif bagi Indonesia. maupun instansi terkait lainnya. 5. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. baik oleh BUMN. Malaysia dan Singapura sebagai negara pantai yang saling berbatasan langsung di Selat Malaka. 4) Program Optimalisasi Diplomasi Terkait dengan Pengelolaan Hukum dan Perjanjian Internasional        Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya diplomasi bidang hukum dan perjanjian internasional. 6) Program Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri                   Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hubungan dan politik luar negeri RI. selain Indonesia. . 2. Mempromosikan kompatibilitas demokrasi dengan nilai-nilai Islam kepada negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa berdasarkan pengalaman Indonesia. tetapi belum mendapatkan mekanisme penyelesaian hukum internasional. untuk isu keamanan tidak boleh ada keterlibatan pihak asing. dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Hal ini mengingat banyaknya kasus yang melibatkan Indonesia dalam masalah tersebut. dan New Zealand. seperti Palau. pengetahuan tradisional. 3. masyarakat internasional dapat terlibat di dalamnya. Mempercepat proses terbentuknya rezim internasional mengenai perlindungan terhadap perlindungan sumber daya genetik. Sebagai contoh. 3. dengan menekankan batas wilayah. Singapura. Australia. Guna mendukung upaya penyelesaian masalah batas laut. Menjabarkan Comprehensive Partnership dengan Amerika Serikat secara detail ke dalam bidang-bidang yang telah disepakati. Indonesia perlu meningkatkan bantuan teknis sebagai instrumen politik luar negeri dengan negara-negara CMLV di ASEAN dan negara-negara Pasifik. 5) Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Amerika dan Eropa Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kerja sama di berbagai bidang antara RI dengan negaranegara dan organisasi intrakawasan di kawasan Amerop. yang dibuat berdasarkan standar dan prinsip hukum internasional. pemerintah daerah. Dalam isu keselamatan. (Malaysia. dan ekspresi budaya tradisional. 4. Memfokuskan pengembangan ekonomi Eropa Tengah. Mengoptimalkan pelayanan dan bantuan hukum terkait dengan pelaksanaan perjanjian internasional. 2. Dengan negara-negara Asia Timur. Di dalamnya termasuk pembuatan pedoman tentang tata cara pembuatan MoU dengan pihak asing. termasuk memberikan litigasi terhadap BUMN atau pihak lain yang bersengketa dengan pihak asing. Untuk negara yang belum pernah berunding. Menerapkan standardisasi dalam pembuatan perjanjian internasional yang menjadi kebutuhan bersama bagi para pemangku kepentingan di dalam negeri untuk menyatukan visi ke luar dalam kerangka kepentingan nasional. sekaligus mendorong peningkatan people to people interaction sebagai landasan strategis dalam hubungan baik pada masa mendatang. landas kontinen. Meningkatkan hubungan non-politik. 4. Memilah antara isu keselamatan dan keamanan dalam pengelolaan Selat Malaka. Untuk negara-negara yang proses perundingannya sedang berjalan. Menetapkan skala prioritas dan isu utama.

2. dan perlindungan WNI secara berkala. 4. sarana dan prasarana). 17. Membuat pemetaan wilayah persoalan perlindungan WNI/BHI. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas institusi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemberian Privileges and Immunities kepada Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional di Indonesia. Meningkatkan CBMs di kawasan Asia Pasifik. 4. 19. 16. 10. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Melanjutkan pembahasan MoU dengan pemerintah Arab Saudi dan negara tujuan TKI lainnya. 11. Melaksanakan evaluasi pelayanan kekonsuleran di Perwakilan RI di luar negeri secara berkala. diskusi. Memantapkan koordinasi dengan instansi terkait antara lain Mabes TNI. Memperkuat institusi (kapasitas perwakilan.                                         Strategi-strategi yang dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. 14. dan sarasehan. untuk menghilangkan kecurigaan terhadap Indonesia untuk menjadi hegemon di kawasan tersebut. 5. Meningkatkan citra Indonesia di luar negeri sebagai negara demokratis dengan penduduk mayoritas muslim. 12. Departemen Perhubungan. kekonsuleran. 2. 18. 6. 8. Memberlakukan stiker izin tinggal diplomatik dan dinas. fasilitas diplomatik. sosialisasi. dan ID konsuler Indonesia (CIC) bagi WNI di luar negeri. Melanjutkan persiapan pembuatan e-passport diplomatik dan dinas RI berbasis teknologi biometrik. Meningkatkan kerja sama untuk pengembangan kualitas SDM BPPK. Meningkatkan upaya kepatuhan dan keseimbangan dalam pemberian Privileges and Immunities kepada Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional di Indonesia dengan menyelenggarakan rapat koordinasi. Melanjutkan pembuatan visa stiker diplomatik dan dinas secara berkala. dan Departemen Hukum dan HAM. 2. 13. Melanjutkan penyusunan evaluasi/revisi buku manual konsuler yang dilakukan setiap tahun. Menyusun peraturan hukum yang mengatur masalah legalisasi dokumen dan prosedur perizinan diplomatik bagi penerbangan dan perkapalan. 9) Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Kementerian Luar Negeri . Meningkatkan koordinasi di dalam negeri untuk menghasilkan mekanisme yang lebih baik dalam perlindungan TKI. Mengoptimalkan manfaat forum bersama dengan unit-unit perencanaan kebijakan dan unit-unit penelitian dan pengembangan pada berbagai sektor untuk memperkuat postur kebijakan dan sinkronisasi pada setiap sektor yang saling mendukung. Memperluas perjanjian bebas visa diplomatik dan dinas dengan negara lain. 3. Memaksimalkan pelayanan keamanan diplomatik melalui penyusunan Standard Operasional Procedure (SOP) pengamanan kepala negara asing dan tamu negara yang berkunjung ke Indonesia. Meningkatkan koordinasi di dalam negeri untuk menghasilkan penanganan yang lebih baik terhadap WNA bermasalah di Indonesia. SDM. Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait agar diadakan program empowerment/pelatihan untuk mempersiapkan TKI dalam penampungan jika mereka sudah pulang ke Indonesia. 3. 3. Menyusun Host Country Agreement (HCA) sebagai pedoman dalam pemberian Privileges and Immunities kepada Organisasi Internasional di Indonesia. Melaksanakan sosialisasi keprotokolan. stiker exit permit. Memperkuat citra Indonesia melalui penyediaan informasi yang akurat dan peningkatan kerja sama informasi dan media. 15. baik di Pusat maupun Perwakilan RI. 9. 7) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Keprotokolan dan Kekonsuleran Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas pelayanan keprotokolan dan kekonsuleran. Menyusun strategi bersama antara BPPK dan lembaga eksternal untuk memperkokoh peran dan fungsi BPPK sebagai unit strategis dalam setiap perencanaan kebijakan pada isu politik luar negeri. 7. Memberlakukan Peraturan Menteri Luar Negeri mengenai pemberian izin tinggal diplomatik dan dinas. 8) Program Optimalisasi Informasi dan Diplomasi Publik Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas informasi dan diplomasi publik.

2. Menyiapkan Sumber Daya Manusia Kementerian Luar Negeri yang memiliki kompetensi pengetahuan. Mencegah lebih awal pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku 7. 4. Meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan negara-negara sahabat di berbagai bidang melalui Perwakilan RI di luar negeri. Meningkatkan peran dan koordinasi unit-unit di Kementerian Luar Negeri maupun dengan unit-unit kerja/instansi terkait lainnya. 9. 10) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri Kebijakan yang dihasilkan dari Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri adalah meningkatnya dukungan manajemen dan teknis pelaksanaan diplomasi Indonesia. Menyusun sistem perencanaan. Meningkatkan kualitas hasil pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan 4. Memperluas pembentukan Pelayanan Warga (Citizen Service) di Perwakilan RI yang merupakan sentra keberadaan WNI. termasuk pejabat fungsional perencana sebagai penanggungjawab teknis perencanaan. 10. keterampilan. pengelolaan. Menyusun peraturan/kebijakan dan produk hukum dalam rangka mencapai efisiensi dan efektivitas kinerja Kementerian Luar Negeri yang optimal. Melaksanakan evaluasi/pengkajian ulang struktur organisasi dan kelembagaan baik di Pusat maupun Perwakilan RI. Melanjutkan pengawasan dan evaluasi capaian tugas 9. pelaksanaan. 5. 11) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kementerian Luar Negeri Kebijakan yang dihasilkan dari program ini meningkatnya kualitas dukungan sarana dan prasarana Kementerian Luar Negeri. Melanjutkan penyusunan kompilasi buku berbagai dokumen hasil pengawasan. Meningkatkan profesionalisme dan integritas aparat pengawas Kementerian Luar Negeri 2. dan berbagai peraturan perundang-undangan. Strategi-strategi yang dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Melanjutkan proses benah diri yang diperluas dalam kerangka reformasi birokrasi . Strategi-strategi yang akan dilaksanakan melalui program tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menyebarluaskan informasi kepada stakeholders mengenai kebijakan luar negeri. Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah sebagai berikut: 1. 11. 6. Meningkatkan ketertiban pengelolaan keuangan dan barang milik negara 6. 8. 3. Mendorong penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan 5. termasuk pemanfaatan sarana dan prasarana berbasis teknologi dalam melaksanakan tupoksi 2.                                      Kebijakan yang dihasilkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas pengawasan pada Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. 7. Peningkatan tertib administrasi di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung tugas pengawasan 3. Memperluas Perwakilan RI di luar negeri dan hubungan diplomatik dengan negara-negara yang belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait 8. dan pelaporan kinerja maupun anggaran baik di pusat dan perwakilan. Mengelola administrasi umum dan pengelolaan serta penatausahaan keuangan dan Barang MIlik Negara . Dukungan sarana dan prasarana yang memadai. dan integritas yang tinggi.

Mengelola administrasi umum dan pengelolaan serta penatausahaan keuangan dan Barang MIlik Negara • • . dan integritas yang tinggi. 5. RI. pengelolaan. Memperluas pembentukan Pelayanan Warga (Citizen Service) di Perwakilan RI yang merupakan sentra keberadaan WNI. 10. Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah sebagai berikut: 1. 11. 4. Peningkatan tertib administrasi di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI. 8. 7. termasuk pejabat fungsional perencana sebagai penanggungjawab teknis perencanaan. Menyusun peraturan/kebijakan dan produk hukum dalam rangka mencapai efisiensi dan efektivitas kinerja Kementerian Luar Negeri yang optimal. Meningkatkan peran dan koordinasi unit-unit di Kementerian Luar Negeri maupun dengan unit-unit kerja/instansi terkait lainnya. termasuk pemanfaatan sarana dan prasarana berbasis teknologi dalam melaksanakan tupoksi 2. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Menyiapkan Sumber Daya Manusia Kementerian Luar Negeri yang memiliki kompetensi pengetahuan. 3. Memperluas Perwakilan RI di luar negeri dan hubungan diplomatik dengan negara-negara yang belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. dan pelaporan kinerja maupun anggaran baik di pusat dan perwakilan.• • • • • • • • • • • • 1. Melaksanakan evaluasi/pengkajian ulang struktur organisasi dan kelembagaan baik di Pusat maupun Perwakilan 6. 9. Melanjutkan proses benah diri yang diperluas dalam kerangka reformasi birokrasi . • • • • • 11) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kementerian Luar Negeri Kebijakan yang dihasilkan dari program ini meningkatnya kualitas dukungan sarana dan prasarana Kementerian Luar Negeri. keterampilan. Menyusun sistem perencanaan. Menyebarluaskan informasi kepada stakeholders mengenai kebijakan luar negeri. 2. Meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan negara-negara sahabat di berbagai bidang melalui Perwakilan RI di luar negeri. pelaksanaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful