P. 1
Perundingan Linggarjati

Perundingan Linggarjati

|Views: 489|Likes:
Published by Fitri Vierania

More info:

Published by: Fitri Vierania on Dec 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

Perundingan Linggarjati

Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947.

Misi pendahuluan
Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946

Jalannya perundingan
Dalam perundingan ini Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook, dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi: 1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. 2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949. 3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS. 4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni. Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati

Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi. perjanjian Roem-van Roijen. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini. Pada 13 Juli. meletuslah Agresi Militer Belanda I. gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (11 Agustus) dan Sumatera (15 Agustus). Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi. Hasil pertemuan ini adalah:  Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya  Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar  Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta  Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang Pada tanggal 22 Juni. ibukota sementara Republik Indonesia. perjanjian Renville. Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. lewat perundingan Linggarjati. kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem-van Roijen dan Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno dan secara resmi mengakhiri keberadaan PDRI pada tanggal 13 Juli 1949. Gubernur Jendral H. kecuali masalah Papua Belanda. dan kewajiban kepada Indonesia Pasca perjanjian Pada 6 Juli. dan pada tanggal 21 Juli 1947. Pada 3 Agustus. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda Perjanjian Roem-Roijen Perjanjian Roem-Roijen (juga disebut Perjanjian Roem-Van Roijen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes. Sukarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke Yogyakarta.Pelanggaran Perjanjian Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Konferensi Meja Bundar Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag. Belanda mendapat kecaman keras dari dunia internasional.J. dan Konferensi Meja Bundar . Maksud pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun yang sama.[1] Latar belakang Usaha untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan berakhir dengan kegagalan. Pada tanggal 20 Juli 1947. Jakarta. Mohammad Roem dan Herman van Roijen. kekuasaan. sebuah pertemuan lain diadakan dan menghasilkan keputusan:  Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948  Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak  Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak.

sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. 4. Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor Perdana Menteri Sjahrir menyatakan kesediaan untuk mengakui kedaulatan Belanda selama masa peralihan. termasuk daerah daerah Republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie bersama).instalasi minyak dan batubara di sekitar Palembang.  Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia. Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba. instalasi. dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun. Belanda terus "mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan kepolisian". dan daerah Padang diamankan. Membentuk pemerintahan ad interim bersama. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serahterima. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamankan wilayah Semarang. Belanda menguasai semua pelabuhan perairan-dalam di Jawa Di Sumatera. tetapi menolak gendarmerie bersama.Hasil konferensi Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah:  Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat. dan 5. dengan monarch Belanda sebagai kepala negara  Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serika Agresi Militer I Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agresi Militer I Pada tanggal 27 Mei 1947. Dengan demikian. Belanda mengirimkan Nota Ultimatum. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian Linggarjati membuat Sjahrir bingung dan putus asa. Pada tanggal 20 Juli 1947 tengah malam (tepatnya 21 Juli 1947) mulailah pihak Belanda melancarkan 'aksi polisionil' mereka yang pertama. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. yang harus dijawab dalam 14 hari. karena sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda. maka pada bulan Juli 1947 dengan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri. Pasukan yang bergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak termasuk Banten). yang berisi: 1. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama. . dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung Timur. Jawaban ini mendapatkan reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di Republik. Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerahdaerah yang diduduki Belanda. Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali dimana mereka telah menempatkan pasukan-pasukannya di tempat yang strategis. 3. Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama. perkebunan-perkebunan di sekitar Medan. 2. kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia.

Penolakan itu juga ditimbulkan oleh keinginannya untuk menarik diri dari gelanggang politik pusat. bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak mundur dalam kebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan. Dalam sidang itu diambil keputusan bahwa pimpinan negara tetap tinggal dalam kota agar dekat dengan Komisi Tiga Negara (KTN) sehingga kontak-kontak diplomatik dapat diadakan. S. berkeinginan merebut Yogyakarta dan membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak. mereka menerjunkan pasukannya di Pangkalan Udara Maguwo dan dari sana menuju ke Ibukota RI di Yogyakarta. Beberapa orang Belanda.M. Dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. Agresi Militer Belanda II Agresi Militer Belanda II atau Operasi Gagak terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta. dia menolak kursi menteri karena "ia belum terlibat dalam PSII dan masih merasa terikat kepada Masyumi". Pada hari pertama Agresi Militer Belanda II. Kartosoewirjo untuk turut serta duduk dalam kabinetnya menjadi Wakil Menteri Pertahanan kedua. Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Di samping itu Kartosoewirjo tidak menyukai arah politik Amir Syarifudin yang kekiri-kirian. Kartosoewirjo menolak tawaran itu bukan semata-mata karena loyalitasnya kepada Masyumi. Dan bagi Belanda. tetapi pihak Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyukai 'aksi polisional' tersebut serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukan sepenuhnya terhadap Republik.M. Akibat menyaksikan kondisi politik yang tidak menguntungkan bagi Indonesia disebabkan berbagai perjanjian yang diadakan pemerintah RI dengan Belanda. Mohammad Hatta. serta penangkapan Soekarno. Seperti yang dijelaskan dalam sepucuk suratnya kepada Soekarno dan Amir Syarifudin. Kalau dilihat dari sepak terjang Amir Syarifudin selama manggung di percaturan politik nasional dengan menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan sangat jelas terlihat bahwa Amir Syarifudin ingin membawa politik Indonesia ke arah Komunis. Kabinet mengadakan sidang kilat. setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kembali. Termasuk menawarkan kepada S. [sunting] Naiknya Amir Syarifudin sebagai Perdana Menteri Setelah terjadinya Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli. ibu kota Indonesia saat itu. pengganti Sjahrir adalah Amir Syarifudin yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan. dia menggaet anggota PSII yang dulu untuk duduk dalam Kabinetnya. termasuk van Mook.Menghadapi aksi Belanda ini. .

45 lapangan terbang Maguwo dihujani bom dan tembakan mitraliur oleh 5 pesawat Mustang dan 9 pesawat Kittyhawk. Pukul 7.25 mereka menerima berita dari para pilot pesawat pemburu.Daftar isi        1 Serangan ke Maguwo 2 Pemerintahan Darurat 3 Pengasingan Pimpinan Republik 4 Gerilya 5 Catatan kaki 6 Pranala luar 7 Lihat pula [sunting] Serangan ke Maguwo Tanggal 18 Desember 1948 pukul 23. Seiring dengan penyerangan terhadap bandar udara Maguwo. Pukul 06. diikuti oleh Jenderal Spoor 15 menit kemudian. Penyerbuan terhadap semua wilayah Republik di Jawa dan Sumatera. diawali dengan pemboman atas lapangan terbang Maguwo. Dr. di pagi hari.10 bandara Maguwo .45 pasukan para mulai diterjunkan di Maguwo. Pukul 4.30.30 dilakukan briefing terakhir. Pukul 6. dan pukul 3. Dia melakukan inspeksi dan mengucapkan pidato singkat.20 pasukan elit KST di bawah pimpinan Kapten Eekhout naik ke pesawat dan pukul 4." Pukul 2. Belanda konsisten dengan menamakan agresi militer ini sebagai "Aksi Polisional". yang kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II telah dimulai. bahwa zona penerjunan telah dapat dipergunakan. Pertahanan TNI di Maguwo hanya terdiri dari 150 orang pasukan pertahanan pangkalan udara dengan persenjataan yang sangat minim. pagi hari tanggal 19 Desember 1948. Pukul 6. akan mengucapkan pidato yang penting. Penyerangan terhadap Ibukota Republik. Pertempuran merebut Maguwo hanya berlangsung sekitar 25 menit.00 pagi 1e para-compgnie (pasukan para I) KST di Andir memperoleh parasut mereka dan memulai memuat keenambelas pesawat transportasi. yaitu beberapa senapan dan satu senapan anti pesawat 12. bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Persetujuan Renville.45. Pertahanan pangkalan hanya diperkuat dengan satu kompi TNI bersenjata lengkap. 15 pesawat Dakota menerjunkan pasukan KST Belanda di atas Maguwo. Senjata berat sedang dalam keadaan rusak.45 Mayor Jenderal Engles tiba di bandar udara Andir. siaran radio antara dari Jakarta menyebutkan. Pukul 3. bahwa besok paginya Wakil Tinggi Mahkota Belanda. Sementara itu Jenderal Spoor yang telah berbulan-bulan mempersiapkan rencana pemusnahan TNI memberikan instruksi kepada seluruh tentara Belanda di Jawa dan Sumatera untuk memulai penyerangan terhadap kubu Republik. Rute penerbangan ke arah timur menuju Maguwo diambil melalui Lautan Hindia. termasuk serangan terhadap Ibukota RI. Yogyakarta. Operasi tersebut dinamakan "Operasi Kraai. Beel. WTM Beel berpidato di radio dan menyatakan. Pukul 05.7.30 pesawat Dakota pertama tinggal landas.

A.00. bahwa ia diangkat sementara membentuk satu kabinet dan mengambil alih Pemerintah Pusat. akhirnya Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak meninggalkan Ibukota. Serangan terhadap kota Yogyakarta juga dimulai dengan pemboman serta menerjunkan pasukan payung di kota. dan apabila ini tidak dapat dilaksanakan. Empat Menteri yang ada di Jawa namun sedang berada di luar Yogyakarta sehingga tidak ikut tertangkap adalah Menteri Dalam Negeri.telah jatuh ke tangan pasukan Kapten Eekhout. Panglima Besar Soedirman mengeluarkan perintah kilat yang dibacakan di radio tanggal 19 Desember 1948 pukul 08. dokter pribadinya. Susanto. Berhubung Soedirman masih sakit. Menteri Laoh mengatakan bahwa sekarang ternyata pasukan yang akan mengawal tidak ada. N. dan pukul 11. Menteri Persediaan Makanan. hampir seluruh Menteri yang hadir mengatakan. Mereka belum mengetahui mengenai Sidang Kabinet pada 19 Desember 1948. yang memutuskan pemberian mandat kepada Mr. Supeno. dr. Simatupang mengatakan sebaiknya Presiden dan Wakil Presiden ikut bergerilya. Syafruddin Prawiranegara. seluruh kekuatan Grup Tempur M sebanyak 2. Mengenai hal-hal yang dibahas serta keputusan yang diambil adalam sidang kabinet tanggal 19 Desember 1948. Sudarsono. juga dibuat surat untuk Duta Besar RI untuk India. Maramis yang sedang berada di New Delhi.R. A. sedangkan di pihak penyerang. tetapi Sudirman menolak. yaitu basis pemerintahan sipil akan dibentuk di Sumatera. Jenderal Soedirman dan para perwira TNI lainnya menunggu di luar ruang sidang. Soedirman didampingi oleh Kolonel Simatupang.900 orang.beserta persenjataan beratnya di bawah pimpinan Kolonel D. Presiden berusaha membujuk supaya tinggal dalam kota. Sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan oleh Dewan Siasat. agar dr. dilaporkan bahwa penyerangan bahkan telah dilakukan sejak tanggal 18 Desember malam hari. Di daerah-daerah lain di Jawa antara lain di Jawa Timur. seluruh 432 anggota pasukan KST telah mendarat di Maguwo. Sukiman. Sudarsono. Pemerintahan Syafruddin ini kemudian dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Setelah mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat terjadi. dari Brigade T. Menteri Kemakmuran yang sedang berada di Bukittinggi. Di pihak Republik tercatat 128 tentara tewas. Komodor Suriadarma serta dr. dan Menteri Kehakiman. Presiden dan Wakil Presiden tetap dalam kota. Palar dan Menteri Keuangan Mr.J. . 1.Mr. Presiden dan Wakil Presiden mengirim kawat kepada Syafruddin Prawiranegara di Bukittinggi. Kabinet mengadakan sidang dari pagi sampai siang hari. Setelah dipungut suara.00. Mr. Menteri Pembangunan dan Pemuda. Soedirman dalam keadaan sakit melaporkan diri kepada Presiden. Suwondo.A. dr. Selain itu. serta staf Kedutaan RI. tak satu pun jatuh korban. Karena merasa tidak diundang. van Langen telah terkumpul di Maguwo dan mulai bergerak ke Yogyakarta. L. Kasimo. Segera setelah mendengar berita bahwa tentara Belanda telah memulai serangannya. maka Presiden dan Wakil Presiden membuat surat kuasa yang ditujukan kepada Mr. Jadi Presiden dan Wakil Presiden terpaksa tinggal dalam kota agar selalu dapat berhubungan dengan KTN sebagai wakil PBB. untuk menjaga kemungkinan bahwa Syafruddin tidak berhasil membentuk pemerintahan di Sumatera. I. Syafrudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintah Darurat di Bukittinggi.600 orang –termasuk dua batalyon. Sekitar pukul 9.00.

Sumatera Utara. van Langen memerintahkan para pemimpin republik untuk berangkat ke Pelabuhan Udara Yogyakarta untuk diterbangkan tanpa tujuan yang jelas. Menteri Kehakiman. Perjalanan ini dikenal dengan nama Long March Siliwangi.R. Maramis dan L. bahwa Pemerintah Pusat diserahkan kepada 3 orang Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri. Pringgodigdo (Sekretaris Negara) diturunkan di pelabuhan udara Kampung Dul Pangkalpinang dan terus dibawa ke Bukit Menumbing Mentok dengan dikawal truk bermuatan tentara Belanda dan berada dalam pengawalan pasukan khusus Belanda. Perjalanan yang jauh. tidak satupun yang tahu arah tujuan pesawat. akan tetapi tidak disampaikan kepada para pemimpin republik. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah menuju daerah-daerah kantong yang telah ditetapkan di Jawa Barat. menyeberangi sungai. Sesampainya di Jawa Barat mereka terpaksa pula menghadapi gerombolan DI/TII. Setelah mendarat di Pelabuhan Udara Kampung Dul Pangkalpinang (sekarang Bandara Depati Amir) para pemimpin republik baru mengetahui. Salah satu pasukan yang harus melakukan wingate adalah pasukan Siliwangi.N. akan tetapi rombongan Presiden Soekarno. sementara Drs. [1] Setelah itu Soedirman meninggalkan Yogyakarta untuk memimpin gerilya dari luar kota. AG. melawan rasa lapar dan letih dibayangi bahaya serangan musuh. bahwa mereka diasingkan ke Pulau Bangka. keempat Menteri tersebut mengadakan rapat dan hasilnya disampaikan kepada seluruh Gubernur Militer I. mendaki gunung. seluruh Gubernur sipil dan Residen di Jawa.Mr. selaku Panglima Tentara dan Teritorium Jawa menyusun rencana pertahanan rakyat Totaliter yang kemudian dikenal sebagai Perintah Siasat No 1 Salah satu pokok isinya ialah : Tugas pasukan-pasukan yang berasal dari daerah-daerah federal adalah ber wingate (menyusup ke belakang garis musuh) dan membentuk kantong-kantong gerilya sehingga seluruh Pulau Jawa akan menjadi medan gerilya yang luas. pilot mengetahui arah setelah membuka surat perintah di dalam pesawat. Perjalanan bergerilya selama delapan bulan ditempuh kurang lebih 1000 km di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Palar membentuk Exile Government of Republic Indonesia di New Delhi. RS. Sutan Sjahrir. untuk kemudian diasingkan ke Brastagi dan Parapat. MR.A. Hatta (Wakil Presiden). Setelah berpindah-pindah dari beberapa desa rombongan Soedirman kembali ke Yogyakarta pada tanggal 10 Juli 1949. Tidak jarang Soedirman harus ditandu atau digendong karena dalam keadaan sakit keras.00 WIB tanggal 22 Desember 1948 Kolonel D. Corps Speciale Troepen. Soerjadarma (Kepala Staf Angkatan Udara). Agresi Militer Belanda II . menuruni lembah. India. Nasution. Selama di perjalanan dengan menggunakan pesawat pembom B-25 milik angkatan udara Belanda. dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim terus diterbangkan lagi menuju Medan. Moh. Kolonel A. Pada 21 Desember 1948.H. Assaat (Ketua KNIP) dan MR. II dan III. Menteri Perhubungan Pada pukul 07.

Pukul 6. dan pukul 3. sedangkan di pihak penyerang. termasuk serangan terhadap Ibukota RI. Mohammad Hatta. Pada hari pertama Agresi Militer Belanda II. bahwa zona penerjunan telah dapat dipergunakan. Kabinet mengadakan sidang kilat. pagi hari tanggal 19 Desember 1948. Rute penerbangan ke arah timur menuju Maguwo diambil melalui Lautan Hindia.45 pasukan para mulai diterjunkan di Maguwo.Agresi Militer Belanda II atau Operasi Gagak terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta. Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Pertahanan pangkalan hanya diperkuat dengan satu kompi TNI bersenjata lengkap. siaran radio antara dari Jakarta menyebutkan.30 pesawat Dakota pertama tinggal landas. Pukul 6.10 bandara Maguwo telah jatuh ke tangan pasukan Kapten Eekhout. serta penangkapan Soekarno. ibu kota Indonesia saat itu. diikuti oleh Jenderal Spoor 15 menit kemudian. Pukul 4.7. Dr." Pukul 2.30 dilakukan briefing terakhir.20 pasukan elit KST di bawah pimpinan Kapten Eekhout naik ke pesawat dan pukul 4. di pagi hari.30. WTM Beel berpidato di radio dan menyatakan. Pertempuran merebut Maguwo hanya berlangsung sekitar 25 menit. tak satu pun jatuh korban. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. yaitu beberapa senapan dan satu senapan anti pesawat 12. yang kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II telah dimulai. . Tanggal 18 Desember 1948 pukul 23. Pukul 05. diawali dengan pemboman atas lapangan terbang Maguwo.45 Mayor Jenderal Engles tiba di bandar udara Andir.25 mereka menerima berita dari para pilot pesawat pemburu. akan mengucapkan pidato yang penting. Dia melakukan inspeksi dan mengucapkan pidato singkat. Operasi tersebut dinamakan "Operasi Kraai. Di pihak Republik tercatat 128 tentara tewas. Pukul 06. mereka menerjunkan pasukannya di Pangkalan Udara Maguwo dan dari sana menuju ke Ibukota RI di Yogyakarta.45. Yogyakarta.45 lapangan terbang Maguwo dihujani bom dan tembakan mitraliur oleh 5 pesawat Mustang dan 9 pesawat Kittyhawk. Dalam sidang itu diambil keputusan bahwa pimpinan negara tetap tinggal dalam kota agar dekat dengan Komisi Tiga Negara (KTN) sehingga kontak-kontak diplomatik dapat diadakan. Pukul 7. Pukul 3. Seiring dengan penyerangan terhadap bandar udara Maguwo. Sementara itu Jenderal Spoor yang telah berbulan-bulan mempersiapkan rencana pemusnahan TNI memberikan instruksi kepada seluruh tentara Belanda di Jawa dan Sumatera untuk memulai penyerangan terhadap kubu Republik. Senjata berat sedang dalam keadaan rusak. Beel. Belanda konsisten dengan menamakan agresi militer ini sebagai "Aksi Polisional". Penyerangan terhadap Ibukota Republik.00 pagi 1e para-compgnie (pasukan para I) KST di Andir memperoleh parasut mereka dan memulai memuat keenambelas pesawat transportasi. bahwa besok paginya Wakil Tinggi Mahkota Belanda. Penyerbuan terhadap semua wilayah Republik di Jawa dan Sumatera. 15 pesawat Dakota menerjunkan pasukan KST Belanda di atas Maguwo. bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Persetujuan Renville. Pertahanan TNI di Maguwo hanya terdiri dari 150 orang pasukan pertahanan pangkalan udara dengan persenjataan yang sangat minim.

Presiden dan Wakil Presiden tetap dalam kota. L. Suwondo. Simatupang mengatakan sebaiknya Presiden dan Wakil Presiden ikut bergerilya.A. dan Menteri Kehakiman. Sukiman. Menteri Persediaan Makanan. Panglima Besar Soedirman mengeluarkan perintah kilat yang dibacakan di radio tanggal 19 Desember 1948 pukul 08. seluruh kekuatan Grup Tempur M sebanyak 2. Susanto.beserta persenjataan beratnya di bawah pimpinan Kolonel D. Segera setelah mendengar berita bahwa tentara Belanda telah memulai serangannya. Maramis yang sedang berada di New Delhi. juga dibuat surat untuk Duta Besar RI untuk India. Menteri Kemakmuran yang sedang berada di Bukittinggi. dari Brigade T. . Serangan terhadap kota Yogyakarta juga dimulai dengan pemboman serta menerjunkan pasukan payung di kota. Mengenai hal-hal yang dibahas serta keputusan yang diambil adalam sidang kabinet tanggal 19 Desember 1948. dilaporkan bahwa penyerangan bahkan telah dilakukan sejak tanggal 18 Desember malam hari.00.Sekitar pukul 9. I. Kasimo. Sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan oleh Dewan Siasat. Setelah dipungut suara.A. Jadi Presiden dan Wakil Presiden terpaksa tinggal dalam kota agar selalu dapat berhubungan dengan KTN sebagai wakil PBB. tetapi Sudirman menolak.Mr. Menteri Laoh mengatakan bahwa sekarang ternyata pasukan yang akan mengawal tidak ada. Komodor Suriadarma serta dr. Karena merasa tidak diundang. dr. Mr. Sudarsono. Empat Menteri yang ada di Jawa namun sedang berada di luar Yogyakarta sehingga tidak ikut tertangkap adalah Menteri Dalam Negeri. Palar dan Menteri Keuangan Mr. Kabinet mengadakan sidang dari pagi sampai siang hari. Pemerintahan Syafruddin ini kemudian dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Di daerah-daerah lain di Jawa antara lain di Jawa Timur.00. Jenderal Soedirman dan para perwira TNI lainnya menunggu di luar ruang sidang. 1. seluruh 432 anggota pasukan KST telah mendarat di Maguwo. Presiden dan Wakil Presiden mengirim kawat kepada Syafruddin Prawiranegara di Bukittinggi. A. untuk menjaga kemungkinan bahwa Syafruddin tidak berhasil membentuk pemerintahan di Sumatera. dr.900 orang. dan pukul 11.J. maka Presiden dan Wakil Presiden membuat surat kuasa yang ditujukan kepada Mr. Berhubung Soedirman masih sakit. akhirnya Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak meninggalkan Ibukota. [Soedirman dalam keadaan sakit melaporkan diri kepada Presiden. Menteri Pembangunan dan Pemuda. van Langen telah terkumpul di Maguwo dan mulai bergerak ke Yogyakarta. Setelah mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Soedirman didampingi oleh Kolonel Simatupang. Presiden berusaha membujuk supaya tinggal dalam kota.00.R. dokter pribadinya. N. yaitu basis pemerintahan sipil akan dibentuk di Sumatera.600 orang –termasuk dua batalyon. bahwa ia diangkat sementara membentuk satu kabinet dan mengambil alih Pemerintah Pusat. hampir seluruh Menteri yang hadir mengatakan. Syafruddin Prawiranegara. Selain itu. serta staf Kedutaan RI. Supeno.

Perjalanan bergerilya selama delapan bulan ditempuh kurang lebih 1000 km di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Palar membentuk Exile Government of Republic Indonesia di New Delhi. untuk kemudian diasingkan ke Brastagi dan Parapat. Hatta (Wakil Presiden).00 WIB tanggal 22 Desember 1948 Kolonel D. Setelah mendarat di Pelabuhan Udara Kampung Dul Pangkalpinang (sekarang Bandara Depati Amir) para pemimpin republik baru mengetahui. bahwa Pemerintah Pusat diserahkan kepada 3 orang Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri. seluruh Gubernur sipil dan Residen di Jawa. Menteri Perhubungan. Sumatera Utara. Pada 21 Desember 1948.A.N. Setelah berpindah-pindah dari beberapa desa rombongan Soedirman kembali ke Yogyakarta pada tanggal 10 Juli 1949. Nasution. Corps Speciale Troepen. Syafrudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintah Darurat di Bukittinggi. agar dr. Selama di perjalanan dengan menggunakan pesawat pembom B-25 milik angkatan udara Belanda.H. Pringgodigdo (Sekretaris Negara) diturunkan di pelabuhan udara Kampung Dul Pangkalpinang dan terus dibawa ke Bukit Menumbing Mentok dengan dikawal truk bermuatan tentara Belanda dan berada dalam pengawalan pasukan khusus Belanda. [1] [sunting] Gerilya Setelah itu Soedirman meninggalkan Yogyakarta untuk memimpin gerilya dari luar kota. Maramis dan L. van Langen memerintahkan para pemimpin republik untuk berangkat ke Pelabuhan Udara Yogyakarta untuk diterbangkan tanpa tujuan yang jelas. Sudarsono. akan tetapi tidak disampaikan kepada para pemimpin republik. sementara Drs. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah menuju daerah-daerah kantong . Moh. Assaat (Ketua KNIP) dan MR. keempat Menteri tersebut mengadakan rapat dan hasilnya disampaikan kepada seluruh Gubernur Militer I. dan apabila ini tidak dapat dilaksanakan. akan tetapi rombongan Presiden Soekarno. pilot mengetahui arah setelah membuka surat perintah di dalam pesawat. Kolonel A. selaku Panglima Tentara dan Teritorium Jawa menyusun rencana pertahanan rakyat Totaliter yang kemudian dikenal sebagai Perintah Siasat No 1 Salah satu pokok isinya ialah : Tugas pasukan-pasukan yang berasal dari daerah-daerah federal adalah ber wingate (menyusup ke belakang garis musuh) dan membentuk kantong-kantong gerilya sehingga seluruh Pulau Jawa akan menjadi medan gerilya yang luas.R. II dan III. [sunting] Pengasingan Pimpinan Republik Pada pukul 07. AG. Tidak jarang Soedirman harus ditandu atau digendong karena dalam keadaan sakit keras. dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim terus diterbangkan lagi menuju Medan. India.Mereka belum mengetahui mengenai Sidang Kabinet pada 19 Desember 1948. bahwa mereka diasingkan ke Pulau Bangka. yang memutuskan pemberian mandat kepada Mr. MR. RS. Mr. Soerjadarma (Kepala Staf Angkatan Udara). Sutan Sjahrir. Salah satu pasukan yang harus melakukan wingate adalah pasukan Siliwangi. tidak satupun yang tahu arah tujuan pesawat. Menteri Kehakiman.

25 Juli 1946 di Kota Malino. NICA dan KNIL yang didukung Inggris/Sekutu melancarkan provokasi dan melakukan teror terhadap para pemimpin nasional sehingga pecahlah berbagai pertempuran didaerah-daerah seperti Surabaya. Situasi berubah memburuk tatkala NICA mempersenjatai kembali bekas anggota Koninklijk Nederlands Indies Leger (KNIL). Sulawesi Selatan dengan tujuan membahas rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia serta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur. kepala Nica. Akan tetapi setelah diketahui mereka datang disertai orang-orang NICA. Mencari dan mengadili para penjahat perang. Perjalanan yang jauh. H. Petterson. sedangkan daerah Indonesia lainnya diserahkan kepada angkatan perang Australia. melawan rasa lapar dan letih dibayangi bahaya serangan musuh. Diberbagai daerah. AFNEI mulai mendaratkan pasukannya di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Memulihkan keamanan dan ketertiban 5. Perjalanan ini dikenal dengan nama Long March Siliwangi. Passukan ini hanya di Sumatera dan Jawa.R. Konferensi ini dihadiri oleh 39 orang dari 15 daerah dari Kalimantan (Borneo) dan Timur Besa . medan. Kedatangan sekutu ke Indonesia semula mendapatkan sambutan hangat dari rakyat Indonesia. Melucuti dan memulangkan tentara jepang 4. Ambarawa. Komando khusus yang dipimpin Letnan jenderal Sir Philip Christison ini mempunyai tugas sebagai berikut: 1. 2. Satuan – satuan KNIL yang telah dibebaskan Jepang kemudian bergabung dengan tentara NICA. Rombongan ini dipimpin laksamana Muda W. Sukabumi. Van mook. Tujuan nica ke Indonesia Pada tanggal 16 September 1945 rombongan perwakilan Sekutu mendarat di tanjung priok Jakarta dengan menggunakan kapal Cumberland.O.H. Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Indonesia. Bangsa Indonesia mengetahui bahwa NICA berniat menegakkan kembali kekuasaannya. menuruni lembah. menyeberangi sungai. Van Der Plas yang mewakili Dr. mendaki gunung. Dalam rombongan ini ikut pula C. Sekutu menugaskan sebuah komando khusus untuk mengurus Indonesia dengan nama Allied Forces Neherlands East Indies (AFNEI). seperti kedatangan Jepang dulu. Membebaskan para tawanan perang dan interniran sekutu 3.yang telah ditetapkan di Jawa Barat. sikap rakyat Indonesia berubah menjadi penuh kecurigaan dan bahkan akhirnya bermusuhan. Sesampainya di Jawa Barat mereka terpaksa pula menghadapi gerombolan DI/TII.J. Menado dan Bandung Konferensi Malino Konferensi Malino adalah sebuah konferensi yang berlangsung pada tanggal 15 Juli .

Konferensi Malino Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Najamuddin (Sulawesi Selatan). Bali. Sebelum itu akan dilangsungkan konferensi dengan wakil golongan minoritas di Pangkal Pinang. Konferensi ini dihadiri oleh 39 orang dari 15 daerah dari Kalimantan (Borneo) dan Timur Besar (De Groote Oost). Diangkat pula menjadi anggota luar biasa Dewan Kepala-kepala Departemen (Raad van Departementshooden) untuk urusan kenegaraan adalah Sukawati (Bali). menurut perbandingan jumlah penduduk yakni:        Sulawesi Selatan 16 orang Minahasa 3 orang Sulawesi Utara 2 orang Sulawesi Tengah (Donggala) 2 orang Sulawesi Tengah (Poso) 2 orang Sangihe dan Talaud 2 orang Maluku Utara 2 orang . Karena adanya perbedaan pendapat dan konflik politik antara Kalimantan Barat dan Selatan untuk bekerja di bawah satu unit pemerintahan. yang disebut pula "Komisi Tujuh". pemerintah NICA dipimpin oleh Letnan Gubernur Jendral Van Mook mengadakan Konferensi Malino pada tanggal 15 Juli . Ibrahim Sedar (Kalimantan Selatan) dan Oeray Saleh (Kalimantan Barat). Belitung. Peraturan pembentukan negaranegara bagian diputuskan dalam konferensi berikutnya di Denpasar. Dengan demikian pemerintah Belanda(NICA) mendapatkan kembali wilayah Indonesia timur de jure and de facto.25 Juli 1946 [1] di Kota Malino. maka peserta konferensi Denpasar hanya terdiri atas perwakilan daerah-daerah Indonesia timur. Riau). Australia menyerahkan kembali wilayah Indonesia timur kepada Belanda pada 15 Juli 1946. W.25 Juli 1946 di Kota Malino. Liem Tjae Le (Bangka. Hoven. Sulawesi Selatan dengan tujuan membahas rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia serta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur. Konferensi ini dihadiri oleh 39 orang dari 15 daerah dari Kalimantan (Borneo) dan Timur Besar (De Groote Oost) dengan tujuan membahas rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia serta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur. [sunting] Latar belakang Dalam kerangka SEAC setelah Perang Dunia II. Dalam konferensi yang dipimpin Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Mook tersebut dibentuk Komisariat Umum Pemerintah (Algemeene Regeeringscommissaris) untuk Kalimantan dan Timur Besar yang dikepalai Dr. Denpasar. Pulau Bangka Konferensi Denpasar adalah lanjutan dari Konferensi Malino dan Konferensi Pangkal Pinang yang bertempat di Bali Hotel. Bali dari tanggal 7 sampai 24 Desember 1946. ensiklopedia bebas Konferensi Malino adalah sebuah konferensi yang berlangsung pada tanggal 15 Juli . Sulawesi Selatan. Dengah (Minahasa). Tahya (Maluku Selatan). Dr. Segera setelah penyerahan ini.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Letnan Gubernur Jenderal Van Mook pada tanggal 18 Desember dan ditutup pada 24 Desember 1946. Cina dan Timur Asing lain) yang diangkat oleh Van Mook. kabinet dan menteri Negara Indonesia Timur. pembagian kekuasaan. Terpilih sebagai Kepala Negara Indonesia Timur pertama pada tanggal 24 Desember 1946 adalah Cokorda Gde Raka Sukawati. yang adalah penasehat perdagangan di Makassar. seorang pengacara dan bekas anggota Volksraad dari partai PNI di Makassar. . keuangan dan pendirian daerah otonomi. Tadjoeddin Noer.Hoven. dewan perwakilan rakyat sementara (DPRS). W. Sebagai ketua DPRS terpilih Mr. konferensi menghasilkan dokumen yang membahas pembentukan Komisi Mahkota (perantara dengan Kerajaan Belanda).       Maluku Selatan 3 orang Bali 7 orang Lombok 5 orang Timor dan pulau-pulau sekitarnya 3 orang Flores 3 orang Sumbawa 3 orang Sumba 2 orang Ditambah 15 orang perwakilan golongan minoritas (Belanda. Konferensi diawali dengan pertemuan tidak resmi sejak 7 Desember dipimpin oleh Komisaris Pemerintah untuk Kalimantan dan Timur Besar (Regeeringscommissaris voor Borneo en de Groote Oost) Dr. maka seluruh peserta adalah 70 orang. Dalam waktu yang sangat cepat. kepala negara bagian. bekas anggota Volksraad dari partai PEB dan sebagai Perdana Menteri adalah Nadjamoedin Daeng Malewa yang merangkap sebagai Menteri Perekonomian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->