P. 1
Edisi 6 Cetak Majalah Gerbang Emas

Edisi 6 Cetak Majalah Gerbang Emas

|Views: 242|Likes:
Published by Abdul Muis Syam
Eksistensi Majalah Gerbang Emas, adalah sebagai upaya untuk turut bersama pemda dalam menggairahkan semangat masyarakat dalam pembangunan, khususnya di Provinsi Gorontalo
Eksistensi Majalah Gerbang Emas, adalah sebagai upaya untuk turut bersama pemda dalam menggairahkan semangat masyarakat dalam pembangunan, khususnya di Provinsi Gorontalo

More info:

Published by: Abdul Muis Syam on Dec 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO.

06 # SEPTEMBER 2010

1

DARI REDAKSI

Rusli Habibie, Pemimpin
Pembina: (Ex Oficio) Drs. H. RUSLI HABIBIE (Bupati Gorontalo Utara) THOMAS MOPILI, SE (Ketua DPRD Gorontalo Utara) H. INDRA YASIN, SH. MH (Wakil Bupati Gorontalo Utara) Ir. ISMAIL PATAMANI (Sekda Gorontalo Utara) Pengarah : Drs. RISJON K. SUNGE, M.Si (Kepala Bappeda Gorontalo Utara) Humas Setda Gorontalo Utara Penasehat Hukum : RIDWAN YASIN, SH, MH Staf Pengarah : HELMI POTUTU, SE FAISAL PIU, SE, MM YOWAN PULUHULAWA, SE VERONIKA M.STP, M.Si YASIN ALI

Berhati Emas
USLI HABIBIE adalah sosok pemimpin yang kini amat ramai dibicarakan di manamana, dari kota hingga ke pedalaman-pedalaman terpencil semua memberikan apresiasi dan pandang positif, bahwa Rusli Habibie adalah seorang pemimpin yang Berhati Emas. Bagaimana tidak? Sejak menjelma dan terpilih jadi Bupati di Gorontalo Utara, Rusli Habibie banyak mempersembahkan karya serta kepedulian yang betul-betul menyentuh dan langsung dirasakan masyarakat. Dan hingga detik ini, sulit untuk dibantah apalagi dipungkiri jika Rusli Habibie memang telah banyak mempersembahkan karya nyata melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat, terutama bantuan yang diyakini dapat berguna baik terhadap peningkatan ekonomi masyarakat itu sendiri maupun untuk kepentingan citra dan nama baik daerah Kabupaten Gorontalo Utara maupun secara luas untuk Provinsi Gorontalo. Baru-baru ini saja, Rusli Habibie telah menyumbangkan dana sebesar Setengah Miliar kepada Persigo yang sudah amat kebelet dibutuhkan untuk segera digunakan buat posisi awal yang aman dalam musim kompetisi tahun 2010/2011 ini. Konon sebelumnya, Persigo telah berupaya keras melakukan pendekatan persuasif kepada Gubernur Gorontalo dan sejumlah petinggi lainnya di Provinsi Gorontalo agar dapat memberikan bantuan yang penggunaannya telah sangat dibutuhkan. Sebab, tanpa adanya dana awal yang berkesesuaian, maka Laskar Lahilote itu dipastikan tak bisa melangkah ke laga musim kompetisi 2010/2011 ini. Namun sayangnya, Gubernur Gorontalo ternyata tak mampu membantu secepat waktu yang diinginkan oleh manajemen Persigo. Pasalnya, bantuan yang akan diberikan tersebut bersumber dari APBD 2011 mendatang. Artinya, dana bantuan yang diharapkan tersebut nanti bisa dicairkan setelah kompetisi persebakbolaan telah berlangsung. Bagi Persigo, hal ini tentu saja menjadi persoalan yang amat pelit dan krusial. Karena di sisi lain, Persigo juga sudah amat membutuhkan bantuan dana tersebut. Sebab jika tidak, maka Persigo terancam patah langkah sekaligus dinyatakan tak berhak masuk berlaga di musim kompetisi tahun ini. Mengetahui hal tersebut, Rusli Habibie pun tanpa banyak basa-basi: ha..hi..hu..he..ho.. menyatakan “OK” membantu Persigo untuk pendanaan awal sebagaimana yang dibutuhkan sebesar Rp.500 juta. Kendati yang datang “membujuk” saat itu (kata banyak orang) adalah “musuh” Rusli Habibie. Inilah cermin sekaligus bukti, bahwa Rusli Habibie

R

Assalamu ‘Alaikum Wr..Wb.., dan salam Sejahtera, dan hormat selalu buat para pembaca di mana pun berada.
adalah memang sosok pemimpin yang Berhati Emas. Tak peduli kawan ataupun lawan sekali pun akan siap dibantunya jika itu memang A B D U L M U I S S YA M benar-benar demi kePemimpin Redaksi pentingan bersama -(bukan sebaliknya yang banyak ter-jadi saat ini, yaitu: kawan maupun lawan semua rata disikat demi meraih kepentingan pribadi). Salah satu bukti serupa juga telah dialami oleh kami (pengelola majalah ini), yang sebelumnya boleh dikata adalah merupakan “musuh bebuyutan” di hadapan Rusli Habibie. Namun seiring dengan pengamatan dan pendekatan intelektualitas, memperlihatkan Rusli Habibie dalam menunaikan amanah ternyata bukan hanya sekadar digerakkan oleh posisinya sebagai pemimpin (bupati), tetapi juga lebih dari itu, gerakan dan terobosan Rusli Habibie yang amat berpihak kepada kepentingan orang banyak itu bisa ditunaikan dengan baik karena juga didorong oleh sebuah kepribadian yang tak bergantung kepada kekuasaan yang dimilikinya. Sehingga, lawan pun menjadi kawan. Artinya, Rusli Habibie sejauh ini mampu mempersembahkan karya nyata di tengah-tengah masyarakat bukan hanya karena ia punya kekuasaan (sebagai bupati), tetapi memang ia punya pribadi yang Berhati Emas. Saat ini, pemimpin yang berhati emas amat sulit ditemui. Karena umumnya, kebanyakan pemimpin (meski punya kekuatan duit) tapi tetap mengandalkan anggaran daerah, bahkan ada yang menggantungkan diri dan hidup bermewah-mewahan dari uang rakyat tersebut. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Rusli Habibie memberikan bantuan memang bermaksud supaya bisa terpilih sebagai Gubernur Gorontalo periode 2012-2017 nanti. Dan itu tak salah! Sebab Rusli Habibie adalah pemimpin yang berani bertarung dan bertaruh demi kepentingan orang banyak. Tak seperti dengan pemimpin lainnya, yang kebanyakan ingin bertarung tapi enggan bertaruh, --orang bilang: mau tau beres dan enaknya aja. Kalau pun bisa bertaruh, maka itu lebih banyak mengandalkan kekuasaan, bukan dari kantong pribadi. Sehingga sekali lagi, tak salah jika rakyat harus mendukung penuh Rusli Habibie! Yang memang punya keberanian berkorban sebagai seorang pemimpin yang Berhati Emas (Berkarya Hanya untuk Kepentingan Ekonomi Masyarakat).****

Penerbit / Pengelola : CV. SINAR INDRAUTAMA MEDIA Pemimpin Redaksi : ABDUL MUIS SYAM Pimpinan Perusahaan : INDRAWATI Sekretaris Redaksi : JUANA LAURENY Ka. Biro Kab/Kota Gtlo-Bonbol : RIZAL SARKIM Ka. Biro Boalemo-Pohuwato : KASMA MUDA Wartawan : CARLOS HADJU RAHMAT ABDULLAH IKA Photografer : A SHIN Desain Perwajahan : BENGKEL PHOTO “AMS” Pelayanan : KANTOR BAPPEDA GORUT JL. TRANS SULAWESI - KWANDANG (SMS: 0811 430 9145 atau 0813 88 652365) http://gerbangemasyam.blogspot.com email: abdulmuissyam@ymail.com
TARIF IKLAN : (persekali terbit) 1 Halaman Full-Color--Rp.2.750.000,1 Halaman Hitam-Putih--Rp.1.550.000,~Isi di luar tanggungjawab percetakan ~

2

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

P R O L O G

(Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat)
• Berkarya Nyata, bukan Berkarya Kata • Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Masyarkat Di Seluruh Sektor • Sebagai Solusi Terhadap Pengentasan Kemiskinan, Pengangguran dan Ketertinggalan • Sebagai Pendorong Semangat Bagi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat Ke arah yang Lebih Baik • Sebagai Komitmen Pelayanan Maksimal Pemerintah Terhadap Rakyat • Komitmen Pelayanan Pemerintah (Gerbang Emas): > Mendatangi Mereka (Rakyat) > Mendampingi Mereka > Mencintai Mereka > Bekerjasama dengan Mereka > Melakukan yang Mereka Butuhkan dengan Memanfaatkan Sumberdaya yang Mereka Miliki. Ketika Kebutuhan Mereka Terpenuhi Mereka akan Berkata: “Kami telah Berhasil Melakukan Sendiri” Terwujudlah Desa yang Mandiri

Roda Dua Bagi Kepala Cabang Diknas beserta Guru, dan Bus Sekolah Bagi Anak Didik • Peningkatan Kualitas Anak Didik • Pemberian Beasiswa Bagi Anak Didik dan Mahasiswa yang Kurang Mampu

bangan Pelabuhan Perikanan Pantai Kwandang Menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara • Pembangunan dan Peningkatan Jalan • Pembangunan Jembatan • Pembangunan/Rehab Saluran Irigasi • Normalisasi Sungai • Pembangunan Sarana Perkantoran dan Rumah Dinas • Perumahan Baru & Perumahan Nelayan • Bedah Kampung & Mahyani • Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum • Pembuatan Saluran Drainase • Sarana Sanitasi Dasar (MCK) Pemberian Dana ADD (Alokasi Dana Desa) • ADD tahun 2009: Rp. 5.600.000.000.• Add tahun 2010 Rp. 6.600.000.000.Peningkatan Tunjangan Aparat Desa Pemberian Sarana Transportasi Bagi Kepala Desa Alokasi Dana PNPM Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Pemekaran Desa Pembangunan Rumah Tempat Ibadah Pelayanan KTP/Akte Kelahiran Gartis Pemberian Tunjangan Lanjut Usia (Lansia) Santunan Kedukaan

SEKTOR PU

SEKTOR KESEHATAN
• Pembangunan dan Rehab Sarana Kesehatan: Pustu, Poskesdes dan Puskesmas • Peningkatan Pustu Menjadi Puskesmas • Peningkatan Puskesmas Menjadi Puskesmas Rawat Inap • Pemberian Jaminan Kesehatan Kepada Warga Miskin • Pemberian Makanan Tambahan Bagi Balita dan Ibu Hamil • Program Penanggulangan Gizi Buruk • Penyedian Alat-alat Kesehatan • Penyedian Tenaga Medis dan Dokter Ahli Penyakit Dalam serta Ahli Kandungan Revitalisasi Sektor Pertanian •Pemberian Bantuan Bibit, Pupuk dan Obat-obatan (Padi & Jagung); •Peningkatan Produksi Pertanian Melalui Sentuhan Teknologi (Padi dan Jagung) dari 4 ton/Ha Menjadi 8 Ton s/d 11 ton/Ha; •Pembukaan Akses ke Sentra-sentra Produksi Pertanian (Jalan Usaha Tani); •Pencetakan Sawah Baru; •Pengembangan Perkebunan Kakao; •Pembangunan Lumbung Pangan

“GORONTALO UTARA SEBAGAI KEKUATAN PEREKONOMIAN DI PANTAI UTARA LAUT SULAWESI”

PEMDES & SOSIAL

1. MENGEDEPANKAN POTENSI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KABUPATEN GORONTALO UTARA 2. MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN, PENGANGGURAN DAN KETERTINGGALAN 3. MENGEMBANGKAN SISTEM PEREKONOMIAN YANG TANGGUH BERBASIS KERAKYATAN (GERBANG EMAS, GERAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI MASYARAKAT) 4. MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI RELIGI DALAM KONTEKS KEBERAGAMAN ADAT ISTIADAT/ NILAI-NILAI BUDAYA 5. MENCIPTAKAN JEJARING KERJASAMA EKONOMI DENGAN MENJADIKAN GORONTALO UTARA SEBAGAI DAERAH LINTAS PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN SEGITIGA EMAS

SEKTOR PERTANIAN

Melaksanakan Sektor-sektor Unggulan Secara Terpadu: •Pendidikan; •Kesehatan; •Pertanian; •Peternakan; •Kelautan dan Perikanan; •Pekerjaan Umum; •Perdagangan dan Koperasi; •Kehutanan & Lingkungan Hidup Melaksanakan Pembangunan Infrastruktur Dasar: •Jalan; •Jembatan; •Pengairan; •Perumahan (Bedah Kampung) & Mahayani; •Listrik (PLTH, PLTMH, PLTA, PLTS); •Air Bersih (Pembangunan IPA IKK & Mobil Tanki) • Pembangunan dan Rehab Gedung Sekolah : Paud, Tk, SD/MI, SMP/MTs dan SMU/MA & Perpustakaan • Peningkatan Kualitas Tenaga Kependidikan : Pemberian Beasiswa Bagi Guru untuk Melanjutkan Pendidikan Ke jejang D2, D3, S1 Dan S2 Sertifikasi Guru Pemberian Tunjangan Guru Terpencil dan Daerah Khusus • Penyediaan Sarana Transportasi

GERBANG EMAS MEWUJUDKAN DESA YANG MANDIRI

SEKTOR PETERNAKAN
Revitalisasi Sektor Peternakan • Pengembangan Ternak Sapi (Inseminasi Buatan) • Penggemukan Ternak Sapi • Pemberian Bantuan Ternak Sapi dan Unggas • Penyedian Pakan Ternak Kandang dan Obat-obatan • Pemanfaatan Limbah Ternak Menjadi Biogas

SEKTOR PENDIDIKAN

Revitalisasi Sektor Kelautan dan Perikanan: •Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap; •Pengembangan Budidaya Air Tawar (Ikan Patin, Ikan Lele & Ikan Nila); •Pemberian Bantuan Sarana Alat Tangkap Modern (Kapal Ikan 3 Gt-100 Gt); •Pengembangan Budidaya Rumput Laut; •Pemberian Benih Ikan, Rumput Laut,Obatobatan dan Pakan Ikan; •Pengem-

SEKTOR KELAUTAN & PERIKANAN

• Pembangunan Pasar Los Tradisional Kec. Atinggola Kec. Tolinggula • Pemberian Modal untuk Koperasi • Bantuan Kube UKM/IKM • Pembangunan BLK

SEKTOR PERDAGANGAN DAN KOPERASI

• Pemberantasan Ilegal Loging, Ilegal Minning, Ilegal Fishing ) (Pemda, Yudikatif) • Penanaman Pohon Sepanjang Jalan Trans • Ruang Terbuka Hijau (RTH) • Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) & Tempat Pembuangan Akhir (TPA). ---------Sumber: BAPPEDA Gorut

SEKTOR KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

3

GERBANG PEMBUKA

Gila, Hasil Korupsi pun Dianggap Rejeki?!
hanya beberapa gelintir PNS yang ketiban sial, sebab di negeri ini sebenarnya amat banyak PNS yang hidup mewah, tak sebanding dengan besarnya gaji mereka. Besaran gaji PNS dan tunjangan jabatan struktural telah ada aturannya, sehingga akan terlihat aneh bila ada PNS hidup bermewah-mewah, apalagi diketahui tidak memiliki usaha sampingan. Contohnya, seorang pejabat eselon III dengan pangkat IVa penghasilannya setiap bulan hanya sekitar Rp5,5 juta. Dengan penghasilan sebesar itu, bila kehidupan sang pejabat terlihat begitu mewah patut dicurigai. Jangan-jangan sang pejabat telah tertelan uang panas? Sayangnya, institusi pengawasan, seperti BPK, BPKP, Inspektorat internal, Bawasda dan sejenisnya saat ini belum tertarik menelisik kehidupan tak wajar para PNS tersebut. Kalaupun ada pe-meriksaan rutin tak lebih hanya pemeriksaan administrasi kegiatan kantor, seperti kelengkapan SPJ, bukti SPPD, kuitansi dan sejenisnya. Berita acara pemeriksaan hanya dinyatakan ‘tak bermasalah’ secara administrasi. Seharusnya, pemeriksa crosscheck ke lapangan . Misalnya, menelusuri kebenaran pelaksanaan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) . Apakah si pejabat benarbenar ke lapangan atau tidak? Sebab tak sedikit pejabat yang melakukan SPPD fiktif, orangnya ongkang-ongkang kaki di rumah , tapi tetap mendapatkan duit per-jalanan dinas. Biasanya SPPD hanya dititipkan ke bawahannya untuk ditandatangani pejabat di daerah tempat tujuan tugasnya. Tak tertutup kemungkinan tanda tangan dan stempel pejabat tujuan tugas juga palsu. Pimpinan instansi biasanya berkolusi dengan oknum Kepala Tata Usaha dan Bendaharawan. Aparat pemeriksa seharusnya juga mengkonfirmasi kuitansi bukti pembelian barang yang berkaitan kegiatan kantor ke toko yang menerbitkan kuitansi. Ini untuk mengantisipasi aksi mark-up dan belanja dinas fiktif. Bila tidak cermat, aparat pemeriksa hanya akan ‘dikadali’ oknum pejabat nakal tersebut. Wacana pembuktian terbalik untuk menelusuri harta korupsi yang dilontarkan Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Kuntoro Mangkusubroto harus mendapatkan dukungan luas. Sebab ini akan mengoptimalkan upaya menjerat para pelahap uang rakyat selama ini. Harus diingat, aksi para perampok ini tak hanya di Jakarta, tapi juga banyak terjadi di daerah. Meski potensi kerugiannya tak sebesar yang digarong Gayus Tambunan, tapi dampak psykologisnya cukup menyakitkan hati rakyat. Kalau memang ingin mengikis habis setan korupsi, pejabat dan PNS di daerah juga harus diperiksa kekayaannya. Mencermati kasus Gayus Tambunan, tampaknya tambahan perbaikan penghasilan (remunerasi) bagi PNS tetap tak merubah perilaku korupsi. Buktinya, meski telah mendapat gaji dan tunjangan besar, namun penjarahan uang rakyat tetap saja terjadi di sana sini. Korupsi adalah persoalan mental, tak selalu berbanding lurus dengan besarnya kompensasi kesejahteraan. Korupsi telah menjadi doktrin orang-orang sakit jiwa: apa saja yang bisa dikorupsi harus dikorupsi, uang hasil korupsi juga dianggap rejeki. Gila benar!!!>bm permadi/kom/ams

eberapa waktu lalu, nyanyian merdu Komjen Susno Duadji benarbenar membuat panas dingin para pejabat rakus sang pelahap uang negara. Utamanya oknum aparat nakal yang terkait markus pajak. Satu-persatu kebusukan para petualang itu pun mulai terungkap. Bermula dari staf Ditjen Pajak Gayus Tambunan -lalu kasusnya menjalar ke pihak lain. Baik oknum aparat Ditjen Pajak sendiri, oknum petinggi Polri, oknum Kejaksaan maupun oknum pengacara. Memang, saat ini proses penyidikan masih berjalan . Untuk sementara , sebagian terperiksa belum terbukti menikmati uang haram tersebut. Gayus Tambunan ditelisik karena hidup mewah bermandi uang dan memiliki rekening mencurigakan sebesar Rp 24,6 milyar. Bahasyim Assiffie, mantan pejabat Ditjen Pajak malah lebih besar lagi, yaitu sekitar Rp.66 milyar. Wah..pastilah sebagai pegawai negeri, harta sebanyak itu sangat luar biasa dan tak bakal habis dilahap 7 turunan. Hasil penyidikan polisi uang yang mereka kuasai adalah hasil penyalahgunaan wewenang sebagai PNS, alias mengkorupsi uang pajak. Di Indonesia memang tidak ada aturan yang melarang pegawai negeri hidup mewah bermandi harta. Dengan syarat, bukan kaya dari hasil uang curian, merampok harta negara, gratifikasi atau sejenisnya. Gayus Tambunan dan Bahasyim

B

Din: Korupsi Sama dengan "Membunuh Masyarakat"
Jakarta [GERBANG EMAS News]: antaran tindakan korupsi dapat dinilai sebagai tindakan yang sama dengan membunuh banyak masyarakat Indonesia secara tidak langsung, maka Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyali Prof Dr H Din Syamsudin, MA mendukung jika ada pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor. "Karena itu, pelaku kejahatan korupsi harus dikenakan hukuman seberat-beratnya. Mereka bukan mustahil bisa dikenakan hukuman mati karena para koruptor telah mematikan begitu banyak rakyat," ujar Din usai menghadiri konferensi pers terkait penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia Ke-5 di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, beberapa bulan lalu. Wakil Ketua Umum MUI Ini berpendapat, bahwa hukuman mati bagi koruptor dibenarkan dalam hu-

L

4

kum Islam. Tindakan korupsi disamakan dengan kejahatan membunuh. Dalam Islam, hukuman bagi pembunuh adalah hukuman mati atau akrab dikenal qisas. "Kalau dikaitkan dengan Islam, Ini bisa dianalogikan dengan qisas," Jelas Din seraya menyebutkan, qisas merupakan bentuk hukuman dari ajaran Islam untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap hak asasi manusia berupa hak hidup. Islam menganggap membunuh satu orang sama saja menghilangkan nyawa seluruh manusia dan kemanusiaan. "Korupsi dan koruptor juga mematikan secara tidak langsung hak warga negara lain untuk hidup, maka kalau ada wacana atau usul itu dikenakan hukuman mati, saya setuju," tegas Din. .....bersambung ke halaman: 25

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

GERBANG HATI

Cara Islam Membabat Koruptor
eram! kiranya begitulah ekspresi sebagian besar masyarakat saat ini ketika menyaksikan makin merajalelanya kasus korupsi di negeri ini. Kegeraman masyarakat makin meningkat terutama sejak mencuatnya kasus markus pajak dengan ‘aktor utama’ Gayus P Tambunan, menyusul sebelumnya Skandal Century. Karena itu, tidak aneh jika saat ini muncul kembali wacana untuk menindak tegas para koruptor. Indonesia Terkorup! Mantan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie pernah menyebut lebih dari Rp300 triliun dana-baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumberdaya alam-itu menguap masuk ke kantong para koruptor. Korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara sering merugikan rakyat. Heboh privatisasi sejumlah BUMN, lahirnya perundangundangan aneh (semacam UU Energi, UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan), adanya impor gula dan beras dan sebagainya dituding banyak pihak sebagai kebijakan yang di belakangnya ada praktik korupsi. Beberapa tahun lalu Bappenas juga mengendus adanya kebocoran pada utang luar negeri, yang setiap tahunnya mencapai sekitar 20 persen dari total pinjaman yang diterima Pemerintah Indonesia. Dalam pandangan pengamat ekonomi Revrisond Baswir, kebocoran utang luar negeri ini merupakan hasil konspirasi Pemerintah dan lembaga kreditur. Menurut dia, hal ini bisa dilihat dari kecenderungan Pemerintah yang senantiasa membuat anggaran yang bersifat defisit sehingga utang luar negeri tetap saja dibutuhkan untuk menutupinya. Fenomena inilah yang oleh beberapa kalangan disebut sebagai odious debt (utang najis). Bahkan menurut Kwik Kian Gie, kebocoran dana sebesar 20 persen tak hanya terjadi dalam penggunaan utang luar negeri, namun juga dalam APBN secara keseluruhan. Bentuk korupsi terhadap "uang panas" negara-untuk menyebut dana yang berasal dari utang-tidak hanya terhadap utang luar negeri, namun juga utang domestik dalam bentuk obligasi rekap bank-bank sebesar Rp650 triliun. Skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang tak kunjung usai setidaknya menunjukkan terjadinya korupsi tingkat tinggi di kalangan pejabat keuangan, konglomerat (hitam) serta bankir. Meski ratusan triliunan menguap dalam skandal ini, anehnya tidak ada satu pun pejabat maupun pengusaha yang ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Skenario semacam ini tampaknya juga akan terjadi dalam Skandal Bank Century bela-

G

kangan: uang lenyap, pelakunya tak ada yang ditangkap. SEJARAH PEMBERANTASAN KORUPSI 1. Pembentukan lembaga anti-korupsi. Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia bisa dikatakan telah berjalan sejak republik ini berdiri. Berdasarkan sejarah, selain KPK yang terbentuk pada tahun 2003, terdapat 6 lembaga pemberantasan korupsi yang pernah dibentuk di negeri ini, yakni: (i) Operasi Militer pada tahun 1957, (ii) Tim Pemberantasan Korupsi pada tahun 1967, (iii) Operasi Tertib pada tahun 1977, (iv) Tim Optimalisasi Penerimaan Negara dari sektor pajak pada tahun 1987, (v) Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TKPTPK) pada tahun 1999 dan (vi) Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) pada tahun 2005. Meski begitu, banyaknya lembaga anti korupsi yang dibentuk di negeri ini jelas bukan menunjukkan sebuah prestasi. Sebaliknya, ia justru menunjukkan kegagalan demi kegagalan lembagalembaga tersebut dalam memberantas gurita korupsi di negeri ini. Buktinya, saat KPK dipimpin Taufiequrachman, data hasil survei Transparency Internasional saat itu mengenai penilaian masyarakat bisnis dunia terhadap pelayanan publik di Indonesia justru memberikan nilai IPK (Indeks Persepsi Korupsi) sebesar 2,2 kepada Indonesia. Nilai tersebut menempatkan Indonesia pada urutan 137 dari 159 negara tersurvei. 2. Penerbitan UU/Peraturan anti korupsi. Selain pembentukan sejumlah lembaga anti korupsi di atas, di negeri ini juga telah banyak diterbitkan UU/peraturan yang memiliki nafas yang sama: anti korupsi. Misalnya: UU RI nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; Kepres RI No. 73 Tahun

2003 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; PP RI No. 19 Tahun 2000 Tentang Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; UU RI No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari KKN; UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; UU RI No. 25 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas UU No. 15 Tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang; PP RI No. 71 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; dan PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Namun demikian, toh hingga saat ini ‘prestasi’ sebagai negara terkorup tetap diraih Indonesia. Menurut survei yang diadakan Political and Economic Risk Consultancy (PERC), pada tahun 2010 ini Indonesia masih menempati urutan teratas dalam daftar negara paling korup di antara 16 negara tujuan investasi di Asia Pasifik. Presiden SBY yang dalam kampanyenya sebagai calon presiden beberapa waktu lalu berjanji untuk menumpas korupsi malah menjadi pemimpin negara terkorup di Asia Pasifik. Dalam survei itu, Indonesia mendapatkan 9,27 dari total skor 10. Ini berarti kondisinya jauh lebih buruk karena pada 2009 Indonesia menempati urutan teratas, tetapi pada waktu itu skornya masih ‘lebih baik’, yakni 8,32 (Metronews.com, 10/3/2010). Wacana Hukuman Tegas bagi Koruptor Entah karena memang sudah ‘putus asa’, atau sekadar ekspresi emosional sesaat, atau memang bentuk keseriusan dalam memerangi korupsi, sejumlah kalangan lantas mengajukan kembali wacana untuk menindak tegas para koruptor. Paling tidak, ada tiga usulan yang dilontarkan oleh sejumlah tokoh di seputar perlunya menghukum secara tegas para koruptor, yaitu: hukuman mati, pembuktian terbalik dan pemiskinan. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD berulang-ulang mendorong agar hukuman mati bagi koruptor benar-benar dilaksanakan. Ketua MK dalam berbagai kesempatan juga kerap mengeluarkan ungkapan bernada mendesak agar Undang-Undang (UU) Pembuktian Terbalik segera disahkan. Namun anehnya, semua bagai lepas tangan, merasa bukan urusan mereka. Jaksa dan hakim tak tergerak menuntut/menjatuhkan hukuman .....bersambung ke halaman: 24

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

5

GERBANG UTAMA

Jangan Rampok Uang Rakyat
Kwandang [GERBANG EMAS News]: ada setiap kesempatan, Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Rusli Habibie selalu menyampaikan suara-suara dan sejumlah kekuatiran rakyat terhadap para penyelenggara pemerintahan. Suara-suara tersebut salah satunya adalah meminta kepada para penyelenggara pemerintahan mulai dari pusat hingga ke tingkat daerah untuk tidak menggunakan anggaran pembangunan seenaknya guna kepentingan tertentu. Suara-suara rakyat inilah yang kemudian diteruskan oleh Bupati Rusli Habibie melalui peringatan keras kepada para pejabat di lingkungan pemkab Gorut untuk tidak seenaknya memakai anggaran daerah. “Jangan mentang-mentang pejabat, lalu seenaknya memakai anggaran. Itu sama saja dengan merampas uang rakyat,” ujar Bupati Rusli Habibie. Bupati Rusli memberi contoh kecil, bahwa saat

Bupati Rusli Habibie Minta Para Pejabat
ini ada indikasi tidak sedikit pejabat maupun aparatur melakukan rekayasa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) hanya untuk mendapatkan sejumlah nilai dana. Nilai sekali SPPD, kata Bupati Rusli, memang tak seberapa. Tapi kalau itu dilakukan oleh banyak pejabat secara berulang-ulang, maka nilainya jadi sangat besar. “Karena itu adalah uang rakyat, maka kebiasaan buruk seperti itu tak bisa dibiarkan begitu saja,” lontarnya. Bupati Rusli yang amat peduli dengan nasib rakyat kecil ini juga menegaskan kepada para pejabat untuk tidak sekali-kali menggunakan anggaran yang tidak memiliki pos yang sudah ditetapkan, dan segera menghentikan kebiasaan merekayasa SPPD. “Karena jika itu dilakukan, berarti sama halnya membunuh rakyat secara pelan-pelan. Padahal, kita menjadi pejabat adalah untuk memberi kehidupan bagi rakyat, terutama rakyat kecil yang sampai saat ini masih hidup dalam kemiskinan,” tutur Bupati Rusli Habibie. Menurutnya, SPPD diadakan adalah untuk mendukung kelancaran atas kegiatan dan kesuksesan program pembangunan yang telah ditetapkan, bukan untuk memperkaya diri sendiri. Sehingga, katanya, jika ada SPPD fiktif yang bermunculan, maka itu tanda dan sekaligus bukti bahwa oknum pejabat tersebut tak sepenuhnya mendukung kesuk-sesan program pembangunan di daerahnya. Bagaimana tidak, katanya lagi, SPPD itu disiapkan untuk menunjang proses terlak-sana tugas pokok yang sedang diemban oleh aparat di instansi masing-masing. Jika nilai anggaran SPPD sudah dikantongi padahal kegiatannya tidak dilaksanakan, maka itu sama halnya dengan menghisap uang rakyat. Sehingga Bupati Rusli Habibie pun meminta dengan tegas kepada para oknum

P

pejabat untuk tidak sama sekali menyentuh kebiasaan-kebiasaan buruk yang kurang terpuji. Menurut Bupati Gorut yang juga selaku Ketua Umum DPD Partai Golkar Prov. Gorontalo ini, ada banyak cara yang positif dan sehat untuk orang bisa jadi sukses dan kaya, bukan dengan cara merampok uang rakyat. Bupati Rusli Habibie memberi contoh cara sehat yang bisa dilakukan para PNS atau pejabat, di antaranya yakni: dengan bekerja serius dan fokus pada tugas; menghindari kebiasaan hidup boros; berinvestasi kecil-kecilan dari modal yang bisa dicapai secara baik-baik. “Sebab, saya tak ingin ada perampokan uang rakyat yang dilakukan oleh para pejabat atau PNS di daerah ini. Jika itu terjadi juga, maka saya tentu akan memberi sanksi tegas," lontar Bupati Rusli Habibie.> it/ams

KASUS DUGAAN SPPD FIKTIF DI SEJUMLAH DAERAH Instansi Mantan Ketua DPRD Sulut Pemkab Talaud Pemkot Bima DPRD Kota Gtlo DPRD Bangkinang Diknas Prov. Jambi Kepala Perpustakaan Jambi Inspektorat Kerinci Nilai 12 M 7,7 M 6,8 M 6,015 M 3,3 M 1,4 M 273 Jt 100 Jt T.A 2004-2009 2006-2008 2006 2008 2004-2009 2009 2007 2009

6

Sumber: internet di berbagai website

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

GERBANG UTAMA

SAAT ini tidak sedikit pejabat di pemerintahan di banyak daerah senang mengantongi uang dari hasil Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tanpa menyadari jika kesenangan itu bisa berdampak buruk kepada dirinya maupun terhadap upaya pembangunan yang sedang dijalankan. Upaya pengungkapan perjalanan dinas yang berindikasi fiktif itu cukup dengan lang-kah audit yang sederhana, yakni dengan menggunakan manisfest penerbangan sebagai dokumen yang digunakan sebagai verifikasi bukti-bukti pertanggungjawaban perjalanan dinas yang disampaikan Pemerintah Daerah. Manifest Penerbangan Manifest penerbangan adalah dokumen maskapai penerbangan yang berisi data nama penumpang, tanggal keberangkatan pesawat, bandara asal, bandara tujuan dan nomor seri/kode tiket. Umumnya manifes penerbangan ditandatangani pilot dan petugas bandara lima menit sebelum pesawat lepas landas. Dokumen manifest ini menjadi dokumen rujukan resmi dari instansi yang berwenang untuk kepentingan berbagai hal, seperti dasar pembayaran dan klaim asuransi, data penumpang yang valid dalam satu alat pengangkutan baik laut maupun udara jika terjadi musibah kecelakaan dan juga untuk kepentingan suatu pembuktian dalam kasus yang menyangkut suatu tindak pidana serta tentunya dapat juga digunakan oleh auditor BPK-RI dalam rangka verifikasi surat pertanggungjawaban perjalanan dinas, apakah fiktif atau tidak.

Sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 1989 tentang penertiban penumpang, barang dan kargo yang diangkut pesawat udara sipil dan kemudian diatur lebih lanjut dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor 01/Ins/Ix/2005 tentang penertiban penumpang, barang dan kargo yang diangkut pesawat udara sipil serta pengawasan orang yang melakukan kegiatan di bandara udara DIKTUM KETIGA huruf a yang antara lain menyatakan bahwa penertiban penumpang, barang dan kargo yang diangkut pesawat udara sebagaimana dimaksud DIKTUM KEDUA huruf a, harus dilaksanakan antara lain dengan mencocokan nama yang tertera pada tiket angkutan udara dengan identitas diri calon penumpang pesawat udara saat pelaporan diri keberangkatan (check-in) dan waktu akan masuk ke ruang tunggu keberangkatan, kecuali anak-anak dan bayi. Dengan demikian, manifset sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku memang dapat dinyatakan sebagai bukti yang valid dan relevan untuk dapat dijadikan dokumen verifikasi pada saat vouching/pencocokan suatu perjalanan dinas dilaksanakan atau tidak sesuai dengan surat perintah perjalanan dinasnya. Dengan menggunakan manifest penerbangan dalam prosedur audit akan di peroleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan atas suatu pelaksanakan perjalanan dinas. Beberapa modus operandi penyimpangan pelaksanaan perjalanan dinas dapat diungkap dengan manifest penerbangan ini, diantaranya: (1) perjalanan dinas fiktif, (2) perjalanan dinas tumpang tindih, (3) perjalanan dinas dilaksanakan kurang dari waktu dalam surat penugasan, dan lain-lain. Bentuk Penyimpangan Perjalanan Dinas Dari hasil pemeriksaan BPK RI terkait dengan biaya perjalanan dinas, rupanya juga berpengaruh

......bersambung ke halaman: 28

Gorontalo [GERBANG EMAS News]: etelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Prov. Gorontalo melakukan audit, maka besaran nilai kerugian negara atas dugaan penyimpangan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Anggota DPRD Kota Gorontalo tahun 2008 akhirnya terungkap, yakni senilai Rp.6,015 miliar. Pengauditan BPK tersebut merupakan tindaklanjut dari permintaan pihak Polda yang sebelumnya meminta kepastian besaran nilai atas dugaan penyimpangan tersebut. Dan belum lama ini, pihak BPK sendiri telah menyampaikan dan menyerahkan hasil audit tersebut kepada pihak Polda Gorontalo. Sebelumnya, sebagaimana dikabarkan bahwa pagu anggaran untuk perjalanan dinas para Anggota DPRD Kota Gorontalo tahun 2008 disebutkan sebesar Rp 7,5 miliar. Tetapi pihak Pemkot Gorontalo melalui kuasa hukumnya, Bahtin Tomayahu, SH buru-buru meluruskan angka tersebut. Menurut Bathin, pagu anggaran untuk perjalanan dinas Anggota DPRD Kota Gorontalo tahun 2008 senilai Rp 7,5 miliar itu tidak tepat. “Jumlah yang benar hanya sebesar Rp 6,05 miliar,” lontar Bahtin Tomayahu kepada wartawan saat menggelar konfrensi pers di Kantor Walikota Gorontalo bulan lalu. Sementara itu, mengenai nilai kerugian negara atas dugaan SPPD fiktif tersebut, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Irawan Dahlan melalui Kabid Humas AKBP Wilson Damanik membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan audit dari BPK RI Perwakilan Prov. Gorontalo senilai Rp 6,015 miliar. Sebagai tindaklanjut atas laporan audit dari BPK-RI tersebut, kata AKBP Wilson Damanik, Polda Gorontalo telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi, masing-masing mantan Anggota DPRD Kota Gorontalo serta sejumlah staf di lingkungan Sekwan Kota Gorontalo. Dikatakannya, dalam proses pemeriksaan ini sejumlah saksi lain nantinya akan menyusul untuk diperiksa. Apalagi, menurut Wilson, pihaknya saat ini telah mengantongi surat izin pemeriksaan dari Gubernur Gorontalo. Namun Surat izin tersebut diberikan hanya untuk melakukan pemeriksaan terhadap tiga Anggota DPRD Kota Gorontalo yang masih aktif hingga saat ini. Sayangnya, perwira polisi berkumis tipis ini masih enggan menyebutkan nama ketiga Anggota DPRD Kota Gorontalo tersebut. Namun AKBP Wilson menyebutkan, sejauh ini Polda Gorontalo baru menetapkan satu orang tersangka atas kasus SPPD fiktif ini, yaitu HT alias Nia, mantan bendahara DPRD Kota Gorontalo itu. Lebih jauh dikatakannya, tak menutup kemungkinan dalam proses pemeriksaan terhadap kasus ini jumlah tersangka bisa saja akan bertambah. “Kita tunggu saja bagaimana hasil pemeriksaaannya nanti,” ujar AKBP Wilson.>nt/ams

S

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

7

GERBANG UTAMA

Demo Orang Cafe Desak Aparat tangani Serius Kasus Korupsi

Walikota Tomohon Jadi Penghuni LP Cipinang
Gorontalo [GERBANG EMAS News]: omisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya harus menahan Walikota Tomohon periode 2005-2010, Jefferson Rumajar alias Epe, usai diperiksa, Rabu (22/9). Untuk 20 hari pertama, terhitung 22 September-11 Oktober, Epe langsung dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Sekitar 7 jam Epe harus menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB di hari itu. Setelah itu, dia ditahan dan diangkut dengan mobil kerangkeng kijang nopol B 8638 WU. Di belakangnya ada mobil Alphard berplat B 1001 BNA yang ditumpangi kuasa hukumnya, Elza Sjarief. Jubir KPK Johan Budi SP mengatakan, Epe yang dinyatakan tersangka pada Juli lalu, ditahan untuk kelancaran penyidikan. “Tersangka ditahan atas dugaan penyimpangan dana korupsi APBD Tomohon tahun

D

Gorontalo [GERBANG EMAS News]: engan menamakan Masyarakat Pemilik Cafe bersama Masyarakat Anti Korupsi (MPC-MAK) dari Kelurahan Leato, Kota Gorontalo, Senin (20/8) tumpah ke jalan menggelar unjuk rasa di Mapolda Gorontalo, Kejaksaan Negeri Gorontalo serta di Mapolres Gorontalo. Ratusan massa ini berdemo mengusung sejumlah tajuk permasalahan, seperti mempertanyakan penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi dan persoalan cafe leato disertai desakan kepada aparat berwenang untuk segera memproses dengan tuntas kasus-kasus tersebut. Di siang menjelang sore itu, Mapolda Gorontalo adalah tempat pertama pengunjuk rasa menumpahkan desakannya. Tersebut Pungky dan Marwan Ngiu serta sejumlah lainnya tampil sebagai orator. Mereka berteriak melalui pe-

ngeras suara dan menuntut aparat untuk jangan memandang sepele kasus demi kasus yang kian merugikan rakyat saat ini. Para orator itu menyebutkan kasus-kasus tersebut, di antaranya SPPD fiktif DPRD Kota Gorontalo 2008, kasus lahan AURI yang saat ini ditangani oleh Polres Gorontalo dan sejumlah kasus-kasus penyelewengan lainnya. Bukan cuma itu, pengunjuk rasa juga mendesak agar masalah pemilik cafe yang telah lima bulan vakum tak beraktivitas karena masih diberi garis polisi itu hendaknya bisa segera mendapat penyelesaian yang tidak berlarut-larut. Nmun Karo Ops. Kombes Pol. Agung Wicaksono yang didampingi oleh beberapa pejabat teras Polda Gorontalo mewakili Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Irawan Dahlan menyatakan, kasus-kasus tersebut .....bersambung ke halaman: 28

K

anggaran 2006 dan 2008. Dengan nilai kerugiaan untuk sementara ini Rp 19,8 miliar. Modus penyimpangannya berupa penyaluran dana bakti sosial fiktif,” ungkap Johan Budi. Dari pantauan wartawan, Epe yang kali pertamanya diperiksa KPK itu, datang memenuhi panggilan pemeriksaan sekitar pukul 09.50 WIB dengan mobil Alphard berplat B 1001 BNA. Mengenakan kemeja putih bergaris, dipadu bawahan jeans hitam, dan Epe tampak santai. Dia hanya menebar senyum simpatiknya ketika dicecar pertanyaan sejumlah wartawan. Sikap serupa ditunjukkan Elza Syarief, pengacaranya yang turut mendampingi Epe. Elza hanya berkata singkat saat ditanyai wartawan seputar kasus yang ditandatanganinya itu. “Kan baru mau diperiksa, saya belum .....bersambung ke halaman: 27

Kades dan BPD Mapur Divonis 1 Tahun
Sungailiat [GERBANG EMAS News]: ades dan Ketua BPD Mapur Kecamatan Riausilip-Bangka Belitung, Hardiansyah dan Manja Darwin akhirnya dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor). Keduanya pun dijatuhkan vonis berupa pidana penjara selama 1 tahun, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Namun setelah putusan dibacakan, kedua terdakwa tersebut langsung menyatakan naik banding, Rabu (22/9) lalu. “...........Menyatakan Terdakwa Hardiansyah dan Manja Darwin terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dikurangi masa tahanan sebelumnya, denda Rp 50 juta, subsider satu bulan kurungan,” tegas Ketua Majelis Hakim Irianto P Utama SH MHum seraya memerintahkan agar terdakwa segera ditahan dalam Lapas Bu-

Kasus Korupsi Damkar :

K

8

kitsemut Sungailiat. Jika kedua terdakwa memastikan untuk naik banding, tidak demikian dengan jaksa penuntut umum (JPU) Cabjari Belinyu, Andi Andri Utama SH. JPU hanya menyatakan sikap pikir-pikir terhadap putusan yang sudah dikeluarkan tersebut. Padahal, sebelum vonis dijatuhkan, JPU sempat menuntut para terdakwa dengan ancaman lebih tinggi, Senin (23/8) silam. Tuntutan JPU berupa pidana penjara 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun), dan para terdakwa diminta membayar denda sebanyak Rp 50 juta dan subsider 3 bulan kurungan serta diwajibkan membayar uang penganti sebesar Rp 46.557.000 subsider 1 tahun 8 bulan kurungan. JPU menyatakan yakin keduanya dengan terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 jo Tahun 1999 jo UU Nomor 22 Tahun tentang tindak pidana korupsi. >nt/ams

Ismeth Abdullah Resmi Jadi Napi
Jakarta [GERBANG EMAS News]: smeth Abdullah, mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) ini akhirnya resmi menjadi narapidana (napi) setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan eksekusi atas Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menghukum Ismeth dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta karena terbukti korupsi, , Selasa (22/9) lalu. “Eksekusi badan sudah kita lakukan kemarin Selasa (21/9),” ujar Direktur Penuntutan KPK, Ferry Wibisono saat ditemui di sela-sela acara halal bi halal KPK media di gedung KPK, Rabu (22/9). Selain eksekusi badan atas putusan pengadilan, Ferry juga mengungkapkan bahwa Ismeth telah membayar denda sebesar Rp 100

I

juta. “Dendanya baru dibayar tadi,” ucap Ferry. Secara terpisah, pengacara Ismeth, Tumpal Hutabarat, membenarkan eksekusi putusan Pengadilan Tipikor atas Ismeth. “Selasa (21/9) kemarin jaksanya ke Cipinang (Rutan LP Cipinang) untuk .....bersambung ke halaman: 29

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

GERBANG UTAMA

Tersiar Isu Ismet Mile Ditahan

Kasus Mantan Bupati Bonbol Terus Terproses
penyelewengan pergeseran dana APBD Bonbol Tahun 2008 senilai Rp. 19,5 miliar. Dan kini, pihak Penyidik Kejati Gorontalo pun terus menggali kasus tersebut. Salah satunya adalah dengan meminta keterangan dari Ismet Mile. Hingga berita ini ditulis, dikabarkan telah enam kali dilakukan pemeriksaan terhadap diri Ismet. Bahkan ada isu yang beredar bahwa Ismet telah ditahan. Namun isu itu buru-buru dibantah oleh pihak Kejati. Sebab menurut pihak Kejati, status Ismet masih sebagai saksi atas tersangka Ibrahim Ntau yang pada kemunculan kasusnya menjabat sebagai Kadis PU Kimpraswil Bonbol. Justru pihak Kejati berharap hendaknya masyarakat bisa memberi kepercayaan kepada Kejati agar dapat menangani proses ini hingga menemui titik kejelasan terhadap dugaan kasus penyelewengan dana yang berpotensi merugikan keuangan Negara ditaksir mencapai Rp.6 miliar dari total anggaran Rp 19,5 miliar tersebut.>nt/ ams

DARI banyak bupati yang tersandung kasus korupsi, Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Syaukani Hassan Rais, paling fenomenal. Bupati dari kabupaten terkaya di Indonesia ini didakwa 4 kasus dugaan korupsi dengan nilai total kerugian negara mencapai Rp 120 miliar. Angka yang didakwakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor itu sebenarnya lebih rendah dari yang diduga selama ini. Berdasarkan data yang dikumpulkan Indonesian Corruption Watch (ICW) per 20 September 2007, Syaukani diduga melakukan korupsi dengan taksiran angka kerugian negara mencapai Rp.2,1 triliun. Kasus pertama Syaukani adalah menandatangani surat keputusan pembagian uang perangsang atas penghasilan daerah dari migas. Kasus kedua adalah penunjukan langsung proyek FS Bandara Kutai Kartanegara. Kasus ketiga adalah penyelewengan dana pembangunan bandara dalam APBD 2004 dan kasus keempat adalah menyelewengkan dana kesejahteraan rakyat dalam APBD 2005. Bagaimana dengan bupati-bupati lain yang masuk daftar ICW? Karena sebagian masih berstatus dalam penyelidikan atau hanya sebagai saksi, maka tak diketahui dugaan kerugian negara yang diakibatkannya. Berikut daftar bupati-bupati beserta status hukum dan dugaan nilai korupsi yang dilakukan berdasarkan data yang diolah Indonesian Corruption Watch (ICW): 1. Bupati Pandeglang, Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Achmad diduga terlibat kasus korupsi APBD Pandeglang tahun 2002 pada pembebasan ta-

2.

3.

4.

5.

6.

nah untuk lahan parkir Karangsari, Kecamatan Labuhan, dengan nilai Rp 3,5 miliar. Achmad diperiksa Kejati Banten sebagai saksi. Bupati Bone Bolango, Gorontalo, Ismet Mile, diizinkan SBY diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan fasilitas penunjang objek wisata Lombongo, yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga tahun 2003. Ia juga diduga menggunakan sisa ABT (Anggaran Biaya Tambahan) APBD 2003 dan penggunaan DAK (Dana Alokasi Khusus) non-reboisasi 2004, serta pembagian dana APBD 2004. Bupati Sarolangun, Jambi, Muhammad Madel, diduga terlibat korupsi pembangunan dermaga ponton Rp 3,5 miliar. Kasus ditangani Kejati Jambi dan 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai saksi. Bupati Garut, Jawa Barat, Agus Supriadi, diduga menyelewengkan APBD Garut 2004-2007 untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 6,9 miliar. Agus sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan KPK sejak 26 Juli 2007 lalu. Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Lili Hambali Hasan, diperiksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana bencana alam Rp 2 miliar dan kasus korupsi pembangunan gedung Islamic Center Purwakarta sebesar Rp 1,725 miliar. Bupati Kendal, Jawa Tengah, Hendy Boedoro, telah divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan

Gorontalo [GERBANG EMAS News]: da ungkapan yang menyebutkan: “Sudah jatuh tertimpa tangga pula”. Mungkin begitulah yang akan dialami mantan Bupati Bone Bolango (Bonbol) Ismet Mile, menyusul dalam pemilukada tahun 2010 ini gagal mengulang kesuksesannya seperti periode sebelumnya. Kini, Ismet pun harus berhadapan dengan hukum dalam proses dugaan dalam kasus

A

Kejari Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer DPRD Malang
Malang [GERBANG EMAS News]: engusutan dugaan korupsi pengadaan komputer dan jaringannya di DPRD Kabupaten Malang, kini sedan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kepanjen, Malang. Dana pengadaan komputer tersebut bersumber dari APBD Tahun 2008 senilai Rp 600 juta. Kepala Seksi Intelijen, Eko Adhyaksono menyebutkan, saat ini kejaksaan masih dalam tahap mengumpulkan bahan, keterangan, dan data-data penting lainnya terkait dugaan kasus korupsi tersebut. “Diduga adanya keterlibatan pejabat di Bagian Sekretariat Dewan,” ujarnya, Rabu (22/9).

P

.....bersambung ke halaman: 31

Eko mengungkapkan, beberapa orang telah dimintai keterangan, termasuk Sekretaris Dewan Anny Prihantari, yang telah dua kali memenuhi panggilan kejaksaan. Selain Anny, kejaksaan juga membidik Rini Pudji Astuti, rekanan pelaksana proyek pengadaan komputer hingga pemasangan jaringan teknologi informatika di seluruh bagian gedung DPRD. Rini seharihari adalah juga Kepala Bagian Protokoler dan Publikasi di Sekretariat Dewan (Setwan). Namun, Rini tak pernah memenuhi panggilan kejaksaan dengan dalih kesibukan pekerjaannya. Sehingga kejaksaan me.....bersambung ke halaman: 27

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

9

SOSIALISASI

Ibarat sebuah jendela tiba-tiba diubah fungsinya menjadi sebuah pintu tanpa sepengetahuan tuan rumah, praktis membuat tuan rumah pun tersinggung dan merasa dilecehkan ketika mengetahui hal tersebut. Mungkin seperti itulah kondisi yang tengah dialami oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) setelah tahu jika Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energi telah melakukan Alih Fungsi Hutan (AFH) di kecamatan Sumalata-Gorut. Tentu saja, Pemkab Gorut merasa diremehkan dan seakan tak dihargai
Kwandang [GERBANG EMAS News]: tatus hutan di Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dikabarkan telah dialihfungsikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Mengetahui hal tersebut, Pemkab Gorut pun spontan kaget dan menilai Pemprov. Gorontalo telah melakukan langkah sepihak. Atau dengan kata lain, Pemprov (Dishutprov) dinilai telah main terobos karena alih status tersebut dilakukan tanpa diikuti dengan koordinasi maupun penyampaian sedikit pun kepada Pemkab Gorut. Hal ini pun kemudian memunculkan pertentangan, bahkan sempat perang urat syaraf dalam bentuk polemik dari kedua belah pihak melalui sebuah koran harian di Gorontalo. Saling tuding menuding pun terjadi. Parahnya, ada kabar beraroma spekulasi yang mengarah ke nuansa politik, bahwa boleh jadi masalah tersebut adalah salah satu bagian dari persaingan mencari simpatik pada suksesi pemilihan gubernur Gorontalo 2011 mendatang. Namun di mana pun letak masalahnya, Pemkab Gorut melalui Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energinya (Dishuttamben) bersama DPRD di Bumi Gerbang Emas itu dengan tegas menolak cara-cara yang telah dilakukan oleh

S

pihak Pemprov Gorontalo dalam mengalihfungsikan status hutan di Kecamatan Sumalata tanpa koordinasi dan prosedur yang diharapkan. Pihak DPRD Kab. Gorut pun geleng-geleng kepala,--tanda tak setuju--, terhadap Pemerintah Provinsi Gorontalo yang telah melakukan langkah main terobos tanpa diikuti dengan penggodokan dan pendekatan yang matang kepada pihak Pemkab. Gorut sebagai tuan rumah. Sehingga DPRD Gorut pun merasa telah dilangkahi oleh Pemprov. Gorontalo. Menyikapi hal tersebut, pihak DPRD Gorut pun melalui Badan Musyawarah (Banmus) memutuskan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang akan bertugas untuk melakukan penelusuran atas tindakan AFH di kawasan pertambangan di Kecamatan Sumalata Kab. Gorut tersebut. Alpian Pomalingo selaku Wakil Ketua DPRD Gorut menyatakan, Pansus ini dibentuk guna menelusuri keberadaan AFH produksi di Kecamatan Sumalata yang nanti di belakangan ini baru diketahui ternyata sudah dialihfungsikan menjadi hutan lindung oleh Pemprov Gorontalo. Aleg dari Dapil Sumalata-Tolinggula ini menyatakan, hal ini cukup parah, mengingat pihaknya saja baru mengetahui kabar tersebut dari warga

setempat. Jelas saja, ini boleh dikata sebagai bentuk pelecehan, karena Pemprov Gorontalo dinilai telah mencoba main terobos untuk seenak ingin mengatur-atur dan melakukan kebijakan di Gorut tanpa diketahui oleh Pemkab Gorut. Alpian bahkan mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui seberapa luas areal hutan yang telah dialihfungsikan itu, padahal hutan itu adalah wilayah Kab. Gorut. Tetapi yang jelas, kata Alpian, sejumlah titik di kawasan hutan produksi yang telah dialihfungsikan statusnya menjadi hutan lindung itu adalah sebagian di kawasan pertambangan emas di Desa Buladu serta di titik-titik hutan produksi lainnya. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa harus membentuk Pansus. Bahkan Alpian sendiri mengaku tak mengetahui persis sudah sejak kapan AFH itu dilakukan oleh Pemprov Gorontalo. Hal lain yang menjadi kekuatiran Pemkab Gorut adalah kehadiran PT Makale Toraja Mining (MTM) sebagai perusahaan pertambangan emas yang baru saja menancapkan diri di kawasan tersebut boleh jadi merasa terusik akibat AFH di Sumalata itu. Perang urat syaraf pun tak terbendung ketika Kadishutprov Husen Husni melempar pernyataan

10

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

SOSIALISASI

pahit yang amat melecehkan Pemda Gorut. Pernyataan tersebut secara terang-terangan disampaikan melalui salah satu media harian di Gorontalo yang menyebutkan, bahwa Pemkab dan DPRD Gorut justru ngawur dan tidak mengetahui jelas aturan soal mekanisme perubahan status fungsi hutan. Kontan saja Pemda berserta DPRD Gorut merasa tertampar dengan pernyataan dari seorang Kadishutprov yang terkesan tak berpendidikan itu. “Kita menyayangkan dan amat sulit menerima pernyataan yang sangat tidak santun dari Kadishutprov itu (Husen Husni, red), dan ini tentu dipandang sebagai bentuk pelecehan terhadap lembaga legislatif dan eksekutif di Gorut,” ujar Alpian Pomalingo dalam jumpa Pers yang diadakan, belum lama ini. Terhadap subtansial masalahnya, menurut Alpian, pihak Pemkab dan DPRD Gorut selama ini tak pernah tahu-menahu kapan AFH itu dibicarakan karena memang pihaknya tak pernah dilibatkan. “Padahal kita yang tahu persis bagaimana kondisi di lapangan. Sementara mekanisme yang dikemukakan oleh kadishutprov itu hanya sebatas teori belaka,” kata Alpian. Sehingga itu kecurigaan pun muncul, jangan-jangan ada rekayasa di balik semua itu sebab Pemprov dinilai nampak amat bernafsu dan ngotot mengurus sendiri AFH tersebut hingga SK Menhut pun tibatiba terbit tanpa sepengetahuan sedikit pun dari pihak legislatif dan eksekutif di Gorut.

Dinas Kehutanan Gorut Mencak-mencak Merasa dituding yang tidak-tidak oleh Kadis Kehutanan Prov. Gorontalo, Kadis Kehutanan Gorut Slamet K. Bakri pun mencak-mencak dan menilai Kadis Kehutanan Provinsi telah melakukan provokasi dengan berusaha mencoba membalikkan keadaan atas permasalahan AFH Sumalata itu. Pasalnya, dilakukannya AFH tersebut karena sebelumnya, menurut pihak Dinas Kehutanan Prov. Gorontalo, adalah juga sudah mendapat dukungan dari dishuttamben Gorut. Padahal sejauh ini, Slamet selaku Kadis Huttamben Gorut mengaku tak tahu-menahu tentang alih fungsi hutan yang telah dilakukan oleh pihak Pemprov tersebut. Slamet bahkan menegaskan, bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah sedikit pun memberi komentar tentang AFH seperti yang ditudingkan kepadanya, baik secara langsung maupun melalui media cetak. Sehingga itu, Slamet meminta kepada Dishut Provinsi Gorontalo untuk tidak mencoba melakukan provokasi yang justru dapat lebih memperkeruh masalah. Dikatakannya, mencuatnya masalah pengalihfungsian hutan di Sumalata tersebut adalah berasal dari masyarakat itu sendiri yang kemudian dipertanyakan langsung ke wakil mereka di DPRD Gorut. Selanjutnya, masalah itu pun menyebar karena dewan sendiri tak bisa memberi jawaban karena memang tak tahu menahu soal itu. Di sisi lain Dishuttamben prov.

Gorontalo malah menggubris masalah undangan yang menuding Dishuttamben Gorut tak pernah menghadiri setiap undangan yang dilayangkan selama ini. Slamet pun menanggapi, bahwa sebaiknya Dishuttamben Prov. Gorontalo menyebutkan kapan dan oleh siapa undangan-undangan itu diserahkan. Karena sejauh ini pihaknya juga tak pernah menerima undangan dari Dishuttamben Provinsi. Justru, kata Slamet, Dishuttamben Provinsi tak pernah berkoordinasi kepada pihaknya jika melakukan kegiatan. Misalnya, operasi illegal-logging. Surat pemberitahuannya masuk ke kantor (Dishuttamben Gorut, red) nanti setelah operasi-operasi tersebut telah usai dilakukan. Sehingga Pemprov. Gorontalo (Dishutprov) dinilai benar-benar senang main terobos. Slamet pun berharap, karena ini juga masalah etika, maka paling tidak sebelum masuk ke rumah orang lain harusnya diketuk dulu pintunya. “Karena sebagai tuan rumah, meski tak dilibatkan langsung, tetapi minimal kita harus tahu kegiatan apa yang sedang berlangsung di dalam rumah kita,” katanya. Dihut Prov. Gorontalo tak Bisa Tunjukkan Dokumen yang Diinginkan Polemik masalah AFH Sumalata antara pihak Pemkab. Gorut dengan Pemprov. Gorontalo makin memanas dan seakan sulit menemui ujung pangkalnya. Meski kunjungan Dishuttamben Pemprov. Gorontalo ke Pemkab Gorut yang dikawal langsung oleh Komisi B Deprov, selasa (21/9) lalu, namun upaya klarifikasi di hadapan Pansus itu masih belum menemui jawaban sebagaimana yang diharapkan. Bahkan terindikasi dan disinyalir Pemprov telah melakukan upaya rekayasa terhadap proses pengalihfungsian atas hutan tersebut, menyusul Dishuttamben Prov. Gorontalo tak bisa memperlihatkan dan menunjukkan dokumen yang dapat

dijadikan sebagai bukti penunjang terbitnya SK-Menhut yang telah mengalihfungsikan hutan Sumalata. Menurut Ketua Pansus AFH Gorut, Kun Idrus, hal ini kemudian akan menjadi suatu persoalan yang sangat aneh sebab banyak pertanyaan Pansus yang tak bisa dijawab oleh pihak Dishuttambenprov. Sehingga, katanya, upaya klarifikasi guna mendapatkan jawaban pasti itupun belum menemui titik temu. Dikatakannya, meski upaya klarifikasi tersebut terkesan sia-sia, tapi dari sejumlah penjelasan yang ada sedikit bisa digambarkan bahwa yang tidak diusulkan justru itu yang ditetapkan perubahannya, dan yang diusulkan malah tak direstui perubahannya. Dan persoalannya pun semakin aneh karena Dishuttamben Provinsi Gorontalo juga tidak bisa menujukan dokumen tentang usulan kepala daerah terkait perubahan status fungsi hutan yang ada di Gorut. Dalam klarifikasi tersebut, katanya, memang Dishuttamben Prov. Gorontalo sempat memperlihatkan beberapa dokumen. “Namun dokumen itu semuannya hanya dalam bentuk copyan. Dokumen yang diinginkan seperti usulan bupati menyangkut alih fungsi hutan samasekali tak ada. Yang ada hanya peta kawasan hutan yang sudah dirubah statusnya itu. Kalau cuma peta yang diperlihatkan, sama kami juga ada yang asli, bukan copyan seperti yang mereka (dishuttambenprov) perlihatkan itu,” celoteh Kun Idrus. Namun dikatakannya, tugas Pansus tidak hanya sampai di sini. Pansus selanjutnya akan masih terus menelusuri masalah alih fungsi hutan Sumalata tersebut. “Pansus akan tetap mencari tahu mengapa SK Menhut tentang perubahan kawasan hutan Sumalata itu mulus diurus dan amat gampang diterbitkan meski tanpa diketahui oleh eksekutif dan legislatif di daerah ini (Gorut) Gorut,” ujar Kun. Sementara itu, masyarakat atau pihak-pihak lain sudah pasti juga diharap bisa memberi masukan guna membantu Pansus menggali persoalan AFH tersebut.>nt/ams

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

11

PERSADA

Thomas Mopili: “Kalau ada arsip rekomendasi DPRD dan Pemkab Gorut prihal Alih Fungsi Hutan Sumalata yang bisa ditunjukkan oleh Kadishutprov, maka seluruh anggota Pansus dan instansi terkait di Gorut akan siap berguru ke Dishutprov. Akan tetapi jika tak mampu menunjukkan bukti berupa arsip dokumen tersebut, maka diminta agar Gubernur segera mengirim Kadishutprov beserta semua stafnya untuk berguru kepada kita yang ada di DPRD Gorut!”
Kwandang [GERBANG EMAS News]: ontaran kata di atas terpaksa tersembur dari mulut Ketua DPRD Kab. Gorut Thomas Mopili lantaran Kadishut Provinsi Gorontalo Husen Husni dalam polemik seputar Alih Fungsi Hutan (AFH) sempat dinilai terlalu bersumbar dan berlagak kurang etis terhadap pihak eksekutif maupun legislatif di Gorut. Seperti yang pernah diberitakan di salah satu media cetak harian di Gorontalo, Kadishutprov Gorontalo Husen Husni berkali-kali memunculkan statement yang amat menyudutkan Pemkab dan Dekab Gorut. Sebut saja misalnya, Husen pernah menuding bahwa Pemkab dan Dekab Gorut ngawur dan tidak mengetahui jelas aturan soal mekanisme perubahan status fungsi hutan. Bahkan Husen sempat mengatakan, bahwa Pemda dan Dekab Gorut te-

L

lah melakukan pembohongan publik. Pernyataan Husen yang dinilai amat melecehkan inilah yang kemudian membuat Ketua DPRD Gorut Thomas Mopili jadi berang. “Yang ngawur dan yang melakukan pembohongan publik itu siapa? Kita yang ada di Gorut atau justru mereka yang ada di provinsi?,” tandas Thomas dengan alis mata yang menukik. Thomas menegaskan, jika Kadishutprov tak mau disebut telah melakukan pembohongan publik, maka diminta segera memperlihatkan dan menunjukkan bukti rekomendasi berupa arsip dokumen perihal AFH Sumalata dari Pemkab Gorut yang menjadi salah satu dasar pertimbangan hingga SKMenhut dapat diterbitkan. Sebab, kata Thomas, hutan di Sumalata dapat disulap statusnya dari hutan produksi menjadi hutan

lindung di kawasan Taman Nasional Nantu Boliohuto (TNNB) itu mutlak menjadi keanehan dan keheranan tersendiri bagi Pemkab dan DPRD Kab. Gorut yang hingga kini tak tahumenahu akan semua itu. Thomas Mopili yang juga dikenal sebagai pendekar handal Golkar di daerah ini mengakui, pihaknya cuma memiliki copy-an dokumen perihal usulan AFH di Desa Bualemo, dan bukan hutan di Sumalata. Hal inilah kemudian yang memunculkan keanehan dan keheranan bagi Pemkab dan pihak DPRD Gorut, karena lain yang diusulkan, lain pula yang direstui. “Ini kan aneh,” celoteh

Thomas. Pada momen kunjungan Dishutprov yang dikawal oleh Komisi B Deprov untuk melakukan klarifikasi atas masalah AFH ini pun dinilai siasia. Pasalnya, sejumlah staf Dishutprov yang diutus ke pada kunjungan

..bersambung ke hlm: 26

12

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

PERSADA
peruntukan kawasan hutan untuk wilayah a wajib memenuhi ketentuan: provinsi sebagaimana dimaksud dalam a. tidak memenuhi seluruh kriteria sebagai kawasan hutan konservasi sesuai Pasal 31 ayat (7) diintegrasikan oleh guperaturan perundang-undangan; dan bernur dalam revisi rencana tata ruang wilayah provinsi yang dilakukan untuk b. memenuhi kriteria hutan lindung atau hutan produksi sesuai peraturan perditetapkan dalam peraturan daerah undang-undangan. provinsi. BAB III PERUBAHAN FUNGSI KAWASAN HUTAN Bagian Kesatu Umum Pasal 33 (1) Perubahan fungsi kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b dilakukan untuk memantapkan dan mengoptimalisasikan fungsi kawasan hutan. (2) Perubahan fungsi kawasan hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada hutan dengan fungsi pokok: a. hutan konservasi; b. hutan lindung; dan c. hutan produksi. (3) Perubahan fungsi kawasan hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan: a. secara parsial; atau b. untuk wilayah provinsi. Paragraf 1 Umum Pasal 35 Perubahan fungsi kawasan hutan secara parsial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (3) huruf a dilakukan melalui perubahan fungsi: a. antar fungsi pokok kawasan hutan; atau b. dalam fungsi pokok kawasan hutan. Paragraf 2 Perubahan Fungsi Antar Fungsi Pokok Kawasan Hutan Pasal 38 Perubahan fungsi kawasan hutan lindung menjadi kawasan hutan konservasi dan/ atau kawasan hutan produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf b wajib memenuhi ketentuan: a. tidak memenuhi kriteria sebagai kawasan hutan lindung sesuai peraturan perundang-undangan dalam hal untuk diubah menjadi hutan produksi; b. memenuhi kriteria hutan konservasi atau hutan produksi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 39 Perubahan fungsi kawasan hutan produksi menjadi kawasan hutan konservasi dan/atau kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf c wajib memenuhi kriteria sebagai hutan konservasi atau hutan lindung sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 43 (1) Perubahan fungsi kawasan hutan secara parsial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (3) huruf a ditetapkan dengan Keputusan Menteri. (2) Keputusan Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diterbitkan berdasarkan usulan yang diajukan oleh: a. bupati/walikota, untuk kawasan hutan yang berada dalam satu kabupaten/kota; atau b. gubernur, untuk kawasan hutan lintas kabupaten/kota. (3) Persyaratan usulan perubahan fungsi kawasan hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan Menteri.

Berikut sejumlah ketentuan dalam (1) Perubahan peruntukan kawasan hutan untuk wilayah provinsi dilakukan PP.No.10 Tahun 2010, Tentang Tata berdasarkan usulan dari gubernur keCara Perubahan Peruntukan dan pada Menteri. Fungsi Kawasan Hutan: (2) Usulan perubahan peruntukan kawasan hutan untuk wilayah provinsi PERUBAHAN PERUNTUKAN sebagaimana dimaksud pada ayat KAWASAN HUTAN (1) diintegrasikan oleh gubernur dalam Bagian Kesatu revisi rencana tata ruang wilayah Umum provinsi. (3) Gubernur dalam mengajukan usulan Pasal 6 perubahan peruntukan kawasan hutan Perubahan peruntukan kawasan hutan wajib melakukan konsultasi teknis dapat dilakukan: dengan Menteri. a. secara parsial; atau (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata b. untuk wilayah provinsi. cara konsultasi teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Bagian Kedua peraturan Menteri. Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Secara Parsial Paragraf 2 Tata Cara Perubahan Peruntukan Paragraf 1 Kawasan Hutan Untuk Wilayah Umum Provinsi Pasal 7 Pasal 31 Perubahan peruntukan kawasan hutan secara parsial sebagaimana dimaksud (1) Menteri setelah menerima usulan perubahan peruntukan kawasan hutan dalam Pasal 6 huruf a dilakukan melalui: untuk wilayah provinsi dari gubernur, a. tukar menukar kawasan hutan; atau melakukan telaahan teknis. b. pelepasan kawasan hutan. (2) Berdasarkan hasil telaahan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pasal 8 Menteri membentuk Tim Terpadu. (1) Perubahan peruntukan kawasan hutan secara parsial sebagaimana di- (3) Keanggotaan dan tugas Tim Terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) maksud dalam Pasal 7 dilakukan ditetapkan oleh Menteri setelah berberdasarkan permohonan. koordinasi dengan menteri terkait. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diajukan oleh: (4) Tim Terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyampaikan hasil a. menteri atau pejabat setingkat penelitian dan rekomendasi terhadap menteri; perubahan peruntukan kawasan hutan b. gubernur atau bupati/walikota; kepada Menteri. c. pimpinan badan usaha; atau (5) Dalam hal hasil penelitian sebagaid. ketua yayasan. mana dimaksud pada ayat (4), usulan perubahan peruntukan kawasan hutan Pasal 9 berpotensi menimbulkan dampak dan/ (1) Permohonan sebagaimana dimaksud atau risiko lingkungan, wajib melakdalam Pasal 8 harus memenuhi persanakan kajian lingkungan hidup syaratan administrasi dan teknis. strategis. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan administrasi dan teknis se- (6) Menteri menyampaikan hasil penelitian Tim Terpadu kepada Dewan bagaimana dimaksud pada ayat (1) Perwakilan Rakyat Republik Indodiatur dengan peraturan Menteri. nesia untuk mendapatkan persetujuan, baik terhadap sebagian atau keseluBagian Ketiga ruhan kawasan hutan yang diusulkan. Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan (7) Dalam hal Dewan Perwakilan Rakyat Untuk Wilayah Provinsi Republik Indonesia menyetujui hasil penelitian Tim Terpadu, Menteri meParagraf 1 nerbitkan keputusan tentang peruUmum bahan peruntukan kawasan hutan wilayah provinsi. Pasal 29 Perubahan peruntukan kawasan hutan (8) Dalam hal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menolak hasil untuk wilayah provinsi sebagaimana dipenelitian Tim Terpadu, Menteri memaksud dalam Pasal 6 huruf b dapat nerbitkan surat penolakan usulan pedilakukan pada: rubahan peruntukan kawasan hutan a. hutan konservasi; wilayah provinsi. b. hutan lindung; atau c. hutan produksi. Pasal 32 Keputusan Menteri tentang perubahan Pasal 30

Pasal 44 Pasal 36 Perubahan fungsi antar fungsi pokok (1) Menteri setelah menerima usulan perubahan fungsi kawasan hutan sekawasan hutan sebagaimana dimaksud bagaimana dimaksud dalam Pasal dalam Pasal 35 huruf a, meliputi perubahan 43 ayat (2) membentuk Tim Terpadu. fungsi dari: a. kawasan hutan konservasi menjadi (2) Keanggotaan dan tugas Tim Terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kawasan hutan lindung dan/atau kadiatur dengan peraturan Menteri wasan hutan produksi; setelah berkoordinasi dengan menteri b. kawasan hutan lindung menjadi katerkait. wasan hutan konservasi dan/atau (3) Tim Terpadu sebagaimana dimaksud kawasan hutan produksi; dan pada ayat (2) menyampaikan hasil c. kawasan hutan produksi menjadi penelitian dan rekomendasi kepada kawasan hutan konservasi dan/atau Menteri. kawasan hutan lindung. (4) Menteri berdasarkan hasil penelitian dan rekomendasi Tim Terpadu sebaPasal 37 gaimana dimaksud pada ayat (3), Perubahan fungsi kawasan hutan konmenerbitkan keputusan tentang peservasi menjadi kawasan hutan lindung rubahan fungsi kawasan hutan atau dan/atau kawasan hutan produksi sesurat penolakan. bagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf
MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

13

DINAMIKA

Ratusan Obat Keras Disita Diskes Gorut
Atinggola[GERBANG EMAS News]: khir September lalu, Dinas Kesehatan Kab. Gorontalo Utara (Gorut) menggelar operasi obatobatan keras yang terindikasi kuat dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan. Operasi yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Gentuma Raya dan Atinggola ini melibatkan anggota komisi III DPRD Gorut menyusul adanya rencana Pemda untuk mengusut tuntas pe-

A

ngedaran dan pendistribusian obatobatan keras yang kini banyak diperjual-belikan secara bebas di tengah-tengah masyarakat. Dalam operasi tersebut berhasil disita ratusan butir obat-obatan keras yang tak layak diperjualbelikan secara bebas, terutama obat yang berlabel lingkaran merah sedikitnya terdapat 20 kemasan terpaksa diamankan. Pada operasi tersebut diinformasikan bahwa terdapat 3 klasifikasi menurut label yang telah ditentukan. Masing-masing adalah: Label

lingkaran merah, menurut aturannya, obat ini hanya bisa dijual di apotik-apotik resmi sesuai resep dokter. Kemasan obat yang berlabel lingkaran biru dijual bebas terbatas. Artinya, obat ini dapat dijual bebas namun tetap dalam pengawasan pihak Apoteker atau minimal Asisten Apoteker. Selanjutnya adalah yang berlabel hijau, yakni obat yang dapat dijual bebas di pasaran tanpa harus memakai resep dokter atau pengawasan apoteker.

Pemkab Gorut Beri Bantuan Operasional Kepada Kepsek se-Kwandang
Kwandang [GERBANG EMAS News]: eseriusan Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Rusli Habibie dalam upaya meningkatkan mutu di dunia pendidikan makin jelas dan nyata. Setelah sebelumnya banyak kepedulian yang telah dikaryakan oleh Bupati Gorut yang bertajuk Gerbang Emas itu, misalnya, memberikan fasilitas Kendaraan Dinas Operasional (KDO) kepada sejumlah SKPD di Pemkab Gorut, berupa 6 unit mobil beberapa waktu lalu. Maka kali ini, seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Kwandang pun diberi bantuan KDO dari pemda, yakni berupa sepeda motor. Acara penyerahannya pun dilakukan seca-

K

ra simbolis oleh Bupati Rusli Habibie didampingi Wabup Indra Yasin di halaman kantor Bupati Gorut, Senin (6/9) lalu. Pemberian KDO tersebut, menurut Bupati Rusli Habibie, dimaksudkan agar dapat membantu tenaga aparatur dalam menunaikan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, efektif dan efisien. “Tentu saja ini adalah merupakan upaya nyata dalam mewujudkan SDM yang diharapkan. Sehingga kami amat berharap agar kinerja bisa terus ditingkatkan,” pinta Rusli. Dikatakannya, bantuan operasional ini bukan sebagai sarana untuk pamer atau gagah-gagahan, tetapi ini dimaksudkan untuk membantu

tugas para aparatur dalam memberikan yang terbaik buat kemajuan daerah. “Sehingga saya tak mau mendengar atau melihat ada kendaraan dinas yang dipakai tak sesuai peruntukannya,” lontar Bupati Rusli Habibie. Bupati Rusli Habibie menyampaikan, bahwa meski secara bertahap menurut kemampuan daerah, namun pemda akan terus berusaha memberikan bantuan demi bantuan kepada seluruh aparatur di daerah ini. “Semakin meningkat kinerja yang ditampilkan oleh aparatur, maka pemda tentu akan meningkatkan pula kepedulian dan keseriusannya terhadap aparatur tersebut,” ujar Bupati Rusli Habibie.>nt/ams

“Jadi yang kita sita dari hasil operasi di pasar tradisional Gentuma Raya dan Atinggola ini, adalah hanya obat berlabel lingkaran merah dan biru,” ungkap Rono Adam selaku ketua Tim Operasi yang juga Kabid Parmamin Dikes Gorut. Penyitaan obat-obatan yang tergolong keras ini, katanya, langsung diikuti dengan melakukan interogasi dan pembinaan serta teguran keras kepada pedagang yang bersangkutan. Dari interogasi tersebut, didapati pengakuan dari sejumlah pedagang, bahwa obat-obatan tersebut hanya dibeli dari penjual keliling menggunakan sepeda motor yang memang sengaja mendatangi dan menawarkan obat-obat tersebut kepada para pedagang di pasar tradisional. Pedagang yang terjaring dalam operasi tersebut, ada sejumlah lainnya sempat melakukan pembelaan diri. Sebut saja misalnya, seorang pedagang yang ternyata pula adalah seorang konstituen salah satu partai yang mendapat kursi di dewan, sempat membela diri atas obat-obatan keras yang diperjualbelikannya itu. Namun Ketua Komisi III Djafar Ismail yang turut dalam operasi tersebut menyatakan tak-

.....bersambung ke halaman: 25

Terkait Minimnya Biaya Operasional Paramedis

Tenaga Medis dan Kepala Puskes “Serbu” Rudis Boalemo
Tilamuta [GERBANG EMAS News]: emerintah Kabupaten Boalemo seharusnya memberi prioritas anggaran yang lebih bagi pembangunan kesehatan, karena di bidang ini bisa menjadi ukuran untuk dikatakan telah maju atau tidaknya suatu daerah yang sedang dibangun.

P
14

Bahkan masalah kesehatan dapat disebut sebagai bidang yang dapat menunjang kelancaran jalannya sektor-sektor lainnya. Misalnya, ekonomi akan sulit berjalan dengan baik jika manusia sebagai penggeraknya mengidap penyakit karena kurang memahami dan mengerti tentang pentingnya kesehatan.

Lalu apa jadinya jika pembangunan bidang kesehatan mengalami hambatan dan sulit untuk berbuat banyak karena kurang didukung dengan anggaran yang memadai? Pertanyaan inilah yang kemudian memaksa puluhan paramedis dan kepala puskesmas se-Kabupaten

Boalemo mendatangi Rumah Dinas Bupati Boalemo di Tilamuta, Selasa (21/9) lalu. Kedatangan para tenaga medis dari ketujuh kecamatan se-Kab. Boalemo ini, tak lain adalah untuk meminta Bupati Boalemo Iwan Bokings agar dapat memperhatikan kendala.....bersambung ke halaman: 25

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

DINAMIKA

Waspadai Demam Berdarah
nang kadang terabaikan. Tryanto menyebutkan, hasil penelitian para ahli kesehatan menunjukkan bahwa ternyata nyamuk Aides Aigepty tak hanya berkembang biak atau bertelur di air-air jernih, namun juga mampu berkembang dan bertelur dalam air kotor seperti di selokan, comberan, dan lain sebagainya. Untuk mencegah populasinya, pihak Dinas Kesehatan Gorut telah menyediakan bubuk Abate yang bisa diperoleh di seluruh Puskesmas dan juga di dinas kesehatan. Meski begitu, Kadis Tryanto mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan hidup sehat dan terus menjaga kondisi lingkungannya untuk tetap bersih. Di sisi lain, meski sejumlah kecil kasus BDB juga telah terjadi di Kab. Gorut ini, namun pihak Dinas kesehatan mengaku tidak akan melakukan fumigation atau pengasapan. Karena menurutnya, pengasapan sebetulnya hanya cenderung membuat kebal pertahanan nyamuk Aides Agepty, dan ini dikuatirkan juga penyebaran nyamuk berkaki garis-garis tersebut akan semakin luas.

Diskes Gorut:

Bupati RH Serahkan Sapi ke 27 Pokter Sumalata

Kwandang [GERBANG EMAS News] engingat kondisi iklim yang saat ini tak menentu dan cuaca yang cenderung memburuk, membuat masyarakat pun diminta untuk waspada terhadap hal-hal yang tak diinginkan seperti deman berdarah. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kab. Gorut Tryanto S. Bialangi, himbauan ini merasa wajib disampaikan kepada khalayak karena masyarakat terkadang lengah dengan kondisi di sekelilingnya, terutama masalah kesehatan. Sehingga itu, Tryanto juga berharap agar masyarakat Gorut kiranya senantiasa menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya dimulai dari rumah masing-masing, khususnya saluran air di selokan tempat-tempat penampungan air bersih, bahkan comberan yang terge-

M

S

HAL-HAL YANG PATUT DIPERHATIKAN :
Tidak mudah untuk membasmi si nyamuk penyebab demam berdarah ini. Akibat mutasi gen, adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan faktor lain ternyata telah membuat sang nyamuk memiliki perubahan perilaku. Ini adalah beberapa poin yang mesti diperhatikan untuk mencegah terkena demam berdarah. 1. Aides Aigepty tidak lagi hanya menyukai genangan air jernih tapi ditemukan juga berkembang biak di air kotor 2. Dulu nyamuk ini hanya ditemui di lantai bawah dengan ketinggian terbang sekitar 2 meter, tapi sekarang nyamuk ini juga ditemui di lantai atas 3. Sebelumnya nyamuk ini hanya menggigit di pagi hari (sekitar pukul 10.00) dan sore hari (14.00 – 18.00), namun sekarang mereka juga bergerilya di malam hari. Langkah pencegahan: 1. Hilangkan sarang nyamuk 2. Pasang kasa antinyamuk di lubang ventilasi 3. Hindari menggantung pakaian di tempat terbuka 4. Waspadai juga gorden atau tirai jendela karena nyamuk suka menempel disana 5. Jangan biarkan ada air tergenang walaupun sedikit. Taburi abate bila di rumah ada kolam. 6. Selalu waspada bila ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi. Biasanya atas saran dokter bila demam tidak turun setelah tiga hari, maka sebaiknya periksa darah.

Sumalata [GERBANG EMAS News]: etelah melalui proses verifikasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Gorontalo Utara (Gorut), Bupati Gorut Rusli Habibie pun secara simbolis menyerahkan ban-tuan ternak sapi kepada 27 kelom-pok peternak (pokter) di Desa Kikia Kecamatan Sumalata dalam bentuk rekening, akhir Agustus 2010 lalu. Nominal bantuan ternak yang diserahkan kepada pokter tersebut sejumlah Rp.148 juta, atau total bantuannya berkisar Rp 4 miliar. Menurut Suherman Zul selaku Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Gorut, nilai tersebut sudah termasuk dengan fasilitas pendukung yang berkaitan di dalamnya. Hal ini, katanya, dimaksudkan agar upaya pengembangan dari usaha peternakan para peternak tersebut dapat lebih maju. Fasilitas pendukung tersebut di antaranya adalah konsetrat, obat-obatan, dan biaya perawatan kandang serta lain sebagainya. Sebelumnya, pemkab Gorut dalam proses penetapan penerima bantuan ternak tersebut telah menentukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pokter, yakni di antaranya telah mempunyai kandang sendiri dan lahan yang telah ditanami rumput gajah. Disebutkannya, para kelompok

peternak yang telah diberi bantuan sapi tersebut adalah mereka yang sudah dinyatakan lulus verifikasi. Secara teknis, kata Suherman, hewan ternak yang akan didiadakan oleh para peternak tersebut nantinya akan disesuaikan dengan bestek yang telah ditentukan dalam syarat ternak yang dimaksud. Sehingga, katanya, kaitan dengan pembelian ternaknya akan tetap didampingi. Melalui bantuan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gorut ini, Bupati Rusli Habibie menaruh harapan kepada para peternak agar sebisanya memanfaatkan bantuan dengan baik. “Manfaatkan bantuan yang telah diberikan ini dengan sebaik mungkin. Karena apa yang telah diberikan ini adalah tak lain sebagai wujud keseriusan kita bersama dalam membangun daerah agar dapat dimajukan secara bersama-sama pula,” ujar Bupati Rusli Habibie. Bahkan Bupati Rusli Habibie berjanji akan lebih mempersembahkan yang terbaik apabila masyarakat dapat mendukung setiap langkahlangkah yang sedang ditempuh olehnya saat ini. “Daerah yang maju akan dapat terwujud dengan lebih baik lagi jika masyarakat dapat memberikan dukungannya secara penuh,” ujar Bupati Rusli serius.> it/ams

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

15

KEPEDULIAN Drs. H. Rusli Habibie terhadap kemajuan Provinsi Gorontalo secara umum, betulbetul tak bisa diragukan lagi. Kepeduliankepeduliannya yang mengarah kepada kepentingan orang banyak selalu diperlihatkannya dengan nyata, bukan hanya dengan kata-kata.
PERSIGO sebagai tim sepak bola unggulan dan kebanggaan masyarakat Gorontalo, akhirnya bisa bernafas lega serta dipastikan akan ikut merumput dan berlaga dalam musim kompetisi 2010/2011 setelah Rusli Habibie menyatakan memberi bantuan pendanaan sebesar Rp.500 juta. Dengan adanya bantuan dari Rusli Habibie tersebut, membuat semangat dan optimisme tim Blue Devil itu kembali jadi bangkit, sekaligus membawa Laskar Lahilote itu mampu melangkah mulus ke titik aman pertama. Sebelumnya, Persigo sudah amat pesimis dan merasa makin tipis harapan dan peluang untuk dapat melangkah masuk ke titik aman pertama dalam musim kompetisi 2010-2011 yang akan digelar pada pertengahan Oktober 2010 ini juga. Bagaimana tidak, manajemen Persigo yang telah berupaya keras menggodok pendanaan jauh-jauh hari untuk semata menuju titik aman saja sulit ditangani dan dibijaksanai oleh Gubernur Gorontalo.

16

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

16

Sehingga, karena terus menanti jawaban dan realisasi janji bantuan bagi Persigo dari Gubernur Gorontalo yang juga tak kunjung terwujud, maka demi mengharumkan citra dan nama baik daerah Provinsi Gorontalo manajemen Persigo pun tak harus berputus asa untuk terus berupaya mencari pundi-pundi pendanaan. Akhirnya, angin dari penjuru Utara Gorontalo pun berhembus dengan segarnya setelah Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Rusli Habibie menyatakan siap untuk memberi dukungan berupa bantuan dana sebesar Rp.500 juta kepada Laskar Lahilote tersebut untuk segera berlaga demi mengharumkan nama baik Provinsi Gorontalo. Upaya untuk mendapatkan bantuan ini terjawab setelah melalui perbincangan serius antara Walikota Gorontalo Adhan Dambea yang juga selaku Ketua Pengcab Persigo dengan Bupati Gorut Rusli Habibie, di loby Hotel Quality Gorontalo, Minggu malam (3/10) lalu. Menurut manajemen Persigo, sumbangan pendanaan dari Bupati Gorut Rusli Habibie yang juga selaku Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo itu siap diberikan, sepanjang ada pemain dari Gorut bergabung dan berlaga membesarkan nama Persigo di ajang kompetisi persepakbolaan saat ini. Keinginan Rusli Habibie itu, bagi pihak Persigo, tidaklah sulit untuk bisa diwujudkan karena tim

seleksi Persigo memang sudah mengincar dua pemain asal Gorut untuk dapat masuk dalam tim squad Persigo. Yakni Dadang P di posisi gelandang dan Jemsi Mende yang menempati posisi center beck. Kedua pemain asal Gorut tersebut, diakui oleh pihak Persigo, bahwa meski jam terbangnya pada level nasional belum teruji, namun secara teknis tim seleksi sudah menilai keduanya memiliki bobot skill dan kualitas yang tak kalah dengan para pemain senior lainnya di Persigo. Tetap Berharap Realisasi Dana dari Provinsi Meski Rusli Habibie telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan suntikan dana sebesar Rp.500 juta, dan sembari menunggu realisasi janji bantuan dari Gubernur Gorontalo, manejemen Persigo juga tetap menggali pundipundi dana dari berbagai pihak. Misalnya, dengan melakukan penggalangan dana melalui “Kotak Peduli Persigo” yang telah digelar akhir September 2010 lalu. Namun mengenai pemenuhan dana buat kesuksesan Persigo berlaga dalam kompetisi 2010/2011 ini, menurut kabar yang telah beredar menyebutkan, bahwa Pengda PSSI telah melakukan upaya mediasi dan pendekatan persuasif antara pihak manajemen Persigo dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Namun dari mediasi tersebut belum bisa memberikan kesimpulan sebagaimana yang diharapkan oleh manajemen Persigo yang sudah sangat mengharapkan adanya dana bulat yang bisa menopang langkah Persigo untuk segera mendapatkan kemudahan untuk berlaga pada musim kompetisi 2010/2011 yang sudah akan digelar pertengahan Oktober 2010 ini juga. Sementara di sisi lain menyebutkan, Gubernur Gorontalo tak bisa berbuat banyak karena hanya bisa membantu Persigo melalui penganggaran APBD 2011. Artinya, bantuan itu nanti cair setelah kompetisi telah berjalan. Tentu saja ini merupakan persoalan tersendiri yang cukup rumit karena dinilai sangat tidak menguntungkan langkah Persigo yang sudah sangat membutuhkan dana awal sebesar Rp.500 juta untuk bertarung dalam musim kompetisi tahun ini. Namun, kepusingan dan kebimbangan serta kegelisahan pihak manajemen Persigo untuk mendapatkan dana awal tersebut itu pun akhirnya dapat dijawab oleh Rusli Habibie yang tanpa menunggu APBD pun telah siap memberi bantuan sebagaimana yang diinginkan oleh manajemen Persigo. Sehingga dengan adanya bantuan dari Rusli Habibie itupun semangat Laskar Lahilote jadi bangkit dan siap bertarung dan membela serta mengharumkan nama baik daerah, Provinsi Gorontalo. >amsyam

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

17

MOMENTUM

[GERBANG EMAS News]: arakter pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) saat ini sangat digalakkan demi mempersembahkan karya nyata yang terbaik kepada masyarakat. Upaya menuju karya nyata itu pun makin terus diperlihatkan dari waktu ke waktu oleh Pemerintah Kabupaten yang dipimpin oleh Bapak Gerbang Emas itu, Rusli Habibie, melalui tekad yang tidak muluk-muluk sebagaimana yang menjadi prinsipnya saat ini, yakni: Berkarya Nyata, Bukan Berkarya Kata.

K

Prinsip ini kemudian menjadi sebuah komitmen tersendiri bagi Bupati Rusli Habibie dalam memajukan Kabupaten Gorut ke arah yang lebih baik. Apalagi Bupati Rusli Habibie juga amat memahami betul langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar Gorut mampu menjadi daerah yang terdepan, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakatnya. Dan peningkatan kemampuan Sumber Daya Aparatur adalah salah satu perhatian yang tak luput disentuh oleh Bupati Rusli Habibie. Tentu saja, hal ini amat beralasan, mengingat aparatur adalah penggerak pertama berlangsungnya sebuah pemerintahan di daerah dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh masya-rakat dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga ekonomi pun diyakini dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Olehnya itu upaya membentuk kualitas sumber daya manusia, baik bagi aparatur pemerintahan maupun buat masyarakat itu sendiri adalah hal yang tak bisa ditunda-tunda, apalagi untuk ditiadakan. Mengedepankan hal tersebut, Bupati Rusli Habibie melalui Wakil Bupati Indra Yasin atas nama Pemkab Gorut pun kemudian menjalin kerjasama dengan pihak Universitas Brawijaya (UB) yang telah ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Malang, Jawa Timur, Senin (4/10) lalu. Risjon K. Sunge selaku

Kepala Bappeda Gorut yang turut mengawal Pemkab Gorut dalam penandatanganan tersebut mengutarakan, bahwa niat Bupati Rusli Habibie beserta Wabup Indra Yasin dalam upaya peningkatkan mutu SDM Gorut adalah hal yang sangat penting untuk segera diwujudkan. “Dan ini harus terus dilakukan sesuai kebutuhan dan tuntutan di daerah,” ujar Risjon Sunge. Kepala Bappeda Gorut yang dinilai cekatan ini juga menjelaskan, bahwa baik Bupati Rusli Habibie maupun Indra Yasin akan tetap berupaya menjadikan daerah Gerbang Emas ini sebagai gudangnya orang-orang cerdas dan berkualitas. Risjon mengatakan, MoU yang telah ditandatangani antara Universitas Brawijaya, Malang, dengan Pemkab Gorut ini adalah kerjasama di bidang pendidikan, Litbang dan Pengabdian Masyarakat. “Tentu saja, kerjasama ini akan sangat membantu pemda dalam melaksanakan pembangunan karena nantinya akan lebih mampu didukung oleh aparatur yang memiliki kualitas pendidikan yang amat memadai,” kata Risjon seraya menambahkan, peningkatan sumberdaya aparatur pemerintahan Gorut ini sudah pasti pula adalah untuk memberi pelayanan prima terhadap kelangsungan pembangunan di Gorut, terlebih adalah demi mewujudkan karakter Gorut sebagai daerah yang peduli terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Gerbang Emas. Momen penandatanganan MoU itu sendiri dilakukan secara simbolis yang langsung diwakili oleh Wabup Indra Yasin disaksikan Ketua DPRD Gorut Thomas Mopilie. >nt/ams

18

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

MOMENTUM

Minta Aktivitas di Kawasan Mangrove Segera Dihentikan
Kwandang [GERBANG EMAS News]: ari waktu ke waktu, Bupati Rusli Habibie betulbetul telah berhasil membangun hubungan harmonis dan meyakinkan dengan Pemerintah Pusat. Sehingga saat ini, Kab. Gorontalo Utara (Gorut) lebih dikenal oleh pejabat-pejabat di pusat sebagai salah satu daerah yang memiliki keseriusan tinggi dalam melaksanakan pembangunan karena mempunyai sosok Rusli Habibie yang tak pernah mau diam untuk terus berkarya nyata. Sehingga, Pemerintah Pusat pun tentu akan senantiasa memberikan perhatian lebih terhadap daerah yang memiliki pemimpin seperti Rusli Habibie. Tak luput, pihak Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI pun yang selama ini intens memberikan sejumlah perhatiannya. Kali ini, Kementerian PDT tersebut kembali memberikan kepeduliannya buat Kab. Gorut, yakni bantuan fasilitas berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 100 unit. “Saat ini ada 100 unit bantuan PLTS dari Kementerian PDT untuk Gorut. Dan insya-

D

Allah jika tak ada halangan, Oktober tahun ini juga bantuan itu akan diserahkan oleh pihak Kementerian PDT kepada kita (Pemkab Gorut, red),” tutur Kepala Bappeda Gorut Drs. Risjon K. Sunge, M.Si, Minggu (3/10) lalu. Risjon mengungkapkan, bantuan 100 unit PLTS yang telah dipatok alokasi anggarannya sebesar Rp.750 juta itu diperuntukkan kepada dua dusun, yakni Dusun Wulea Desa Buloila Kec. Sumalata dan Dusun Polahua Desa Tolinggula Pantai Kec. Tolinggula. “Kedua dusun itu cukup terpencil dan memang selama ini sangat sulit dijangkau listrik,” kata Risjon. Penyerahan PLTS itu, kata Risjon, akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Rusli Habibie Oktober ini juga. Dan Risjon Sunge atas nama Pemkab Gorut berharap kepada penerima bantuan agar dapat menggunakan dan menjaga dengan baik bantuan tersebut. “Saat ini Pemkab juga tetap berupaya memprioritaskan jaringan listrik hingga ke dusun demi kelancaran aktivitas masyarakat. Tapi ini diupayakan secara bertahap, jadi masyarakat harus bisa bersabar,” ucap Risjon serius. >nt/ams

Kwandang [GERBANG EMAS News]: erkait polemik kawasan mangrove yang dipicu pada pekerjaan proyek pembangunan kawasan pemukiman perkotaan di Desa Moluo Kec. Kwandang, hingga merembet pada polemik kepemilikan surat atau dokumen tentang pembukaan areal oleh masyarakat di kawasan mangrove tersebut, membuat pemkab Gorontalo Utara (Gorut) akhirnya mengambil sikap untuk menghentikan segala kegiatan maupun aktivitas di kawasan mangrove tersebut. Melalui Wabup Indra Yasin atas nama Pemkab Gorut pun menegaskan, bahwa seluruh aktivitas di ka-

T

wasan lindung itu harus segera dihentikan, mulai aktivitas masyarakat yang telah lama bermukim di wilayah mangrove itu maupun akti-

......bersambung ke halaman: 25

Miss Universe Tanam Mangrove
Jakarta [GERBANG EMAS News]: Meski panas terik matahari menyengat Jakarta, namun Miss Universe 2010 Ximena Navarette memyempatkan diri ke Taman Wisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (10/10) lalu. Namun kunjungan perempuan cantik asal Meksiko itu bukan untuk berwisata, tetapi untuk melakukan aksi sosial penanaman pohon mangrove. Ximena mengaku amat senang melakukan aksi yang mengarah kepada kelestarian lingkungan. "Saya sangat senang sekali bisa melakukan ini dan ini penting sekali untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang semakin berubah akibat pemanasan global," tutur Ximena. Ximena didampingi Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames, Puteri Indonesia Lingkungan, dr. Reisa Kartikasari dan Kepala Satpol PP DKI HM Efendi Anas. Putri cantik itu disambut ratusan petugas Satpol PP DKI yang ikut dalam aksi ini. Dalam acara Peduli Lingkungan yang digagas Satpol PP DKI ini, Ximena mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan penghijauan. Diharapkan, upaya ini bisa mencegah pemanasan global yang mengancam dunia. "Saya mengajak setiap individu untuk melakukan penghijauan. Tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Kalau kita sudah bisa melakukannya diharapkan bisa mencegah dampak global warming," paparnya panjang lebar nan lembut. >nt/ams
MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

19

KILOMETER

Kwandang [GERBANG EMAS News]: emerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) yang dinakhodai Bupati Rusli Habibie sungguh amat peduli dengan pembangunan pariwisata yang dapat menonjolkan budaya dan potensi alam wisata yang memang sangat memadai untuk dikembangkan di Bumi Gerbang Emas ini. Sejumlah event yang mengarah kepada promosi budaya dan pariwisata pun telah digelar di Kabupaten terbungsu di Provinsi Gorontalo ini. Salah satunya adalah Festival Saronde yang di laksanakan tiap tahunnya, yang juga telah menjadi kalender tetap di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gorut. Festival ini dilaksanakan di Pulau Saronde, salah satu pulau wisata yang menyimpan potensi besar untuk bisa dikembangkan sebagai objek wisata berkelas dunia. Sehingga itu, Pemkab Gorut sedini mungkin telah membenahi pulau yang terletak di dalam wilayah Desa Ponelo, Kecamatan Kwandang, ini dengan berbagai upaya. Salah satu upaya yang telah ditembus adalah berhasilnya Desa Ponelo ditunjuk sebagai Desa Wisata. Menurut Bupati Gorut Rusli Habibie, pihaknya sejauh ini terus berupaya untuk mengembangkan dunia wisata di Kabupaten Gorontalo Utara ini. Mengingat, kata Rusli Habibie, Gorut adalah daerah pesisir yang memiliki banyak potensi wisata alam, terutama pantai yang membentang dari Timur ke Barat yang berhadapan langsung dengan lautan lepas pasifik. Di indonesia, pantai seperti ini hanya dimiliki oleh beberapa daerah saja, termasuk Kabupaten

P

Gorontalo Utara. Dan Gorontalo Utara adalah daerah yang menguasai lebih banyak pesisir yang berhadapan dengan lautan pasifik tersebut. Sehingga itu, kata Bupati Rusli Habibie, tak salah jika pihak Pemkab Gorontalo Utara memilih pariwisata sebagai sektor yang patut untuk segera dikembangkan. Malah, menurut Rusli Habibie, jika sektor pariwisata yang dimiliki oleh Gorontalo Utara ini kurang disentuh dan kurang dipedulikan oleh pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat, maka itu justru nampak sangat aneh. Olehnya itu, kata Rusli Habibie lagi, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI sangat tepat pula memilih dan menetapkan Gorontalo Utara masuk sebagai salah satu daerah pengembangan wisata di tanah air, yakni dengan dijadikan dan ditunjuknya Desa Ponelo masuk dalam program Desa Wisata. Kadis Pariwisata Gorut Frits Ano, membenarkan bahwa Desa Ponelo adalah salah satu desa yang terpilih untuk dikembangkan menjadi desa wisata dari Kementerian Priwisata. Pprogram Desa Wisata ini merupakan salah satu upaya dari pusat guna menggali potensi pariwisata yang ada di desa untuk dapat dikembangkan menjadi salah satu icon yang mampu menarik wisatawan. “Karena Desa Ponelo masuk sebagai dalam program desa wisata, maka desa ini tentu akan dikembangkan untuk kepentingan Wisata. Segala fasilitas yang menunjang kepariwisataan akan dibangun di desa ini,” ujar Frits Ano. Selain program desa wisata, kata Frits, Gorut juga berhasil dipilih sebagai salah satu daerah pengembangan kebudayaan di Indonesia dari

20 daerah yang ditetapkan dalam surat dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Sehingga, katanya, saat ini juga pihaknya tengah proposal untuk segera diajukan untuk program pengembangan kebudayaan daerah ke Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI tersebut. “Anggarannya sekitar Rp.100 juta. Dan ini merupakan grand dana stimulan untuk melengkapi fasilitas seni dan budaya, misalnya pembiayaan pengembangan sanggar seni dan budaya, sarananya, alat-alat kesenian, pengadaan sound-system hingga pembiayaan kegiatan ivent-ivent budaya dan seni di daerah,” jelas Frits.>ams

20

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

KILOMETER

P

[GERBANG EMAS News]: emilihan Putri Indonesia (PI) 2010, baru saja usai. Dari 38 peserta PI yang berasal dari seluruh provinsi itu, terdapat nama Alessandra Khadijah Usman (AKU) utusan Provinsi Gorontalo yang berhasil menjadi juara III (Runner-up II bidang Pariwisata). AKU yang juga akrab disapa Sandra, berusia 21 tahun dan tinggi 168 cm ini adalah lulusan Sekolah Bisnis & Manajemen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia sempat menekuni Bahasa Inggris di Golden Gate Language School, California, Amerika Serikat. Dengan berhasilnya Sandra sebagai Runner-up II Putri Indonesia

yang akan bertugas sebagai duta pariwisata ini pun membuat Pemkab Gorontalo Utara (Gorut) berniat mendatangkan Sandra. “InsyaAllah dalam upaya memajukan dunia pariwisata di Gorut, kita (Pemkab Gorut) berencana akan memboyong Sandra ke Gorut,” ujar Kadis Pariwisata Gorut, Frits Ano via HP, sehari setelah Sandra dinobatkan sebagai Putri Pariwisata 2010. Menurut Frits, niat itu tentulah sangat beralasan, sebab sejak didefinitifkan sebagai kabupaten terbungsu di Provinsi Gorontalo pada 3 tahun silam, Gorut gencar melakukan upaya pembangunan di bidang kepariwisataan. “Dan mumpung dalam pemilihan Putri Indonesia 2010 ini Sandra utusan Gorontalo itu berhasil menjadi Putri Pariwisata, maka kita akan coba memanfaatkan ini sebagai ke-

sempatan ini untuk membangun dunia pariwisata di Gorut dengan sebaik-baiknya,” ujar Frits. Tetapi, kata Frits, kesempatan ini tentu akan sulit dimanfaatkan jika tidak diikuti dengan dukungan dari semua pihak, terutama dari masyarakat itu sendiri. “Ada Sandra atau tidak ada, kita tetap butuh dukungan dari masyarakat, juga pihak legislatif dan seluruh pihak yang terkait di dalamnya. Namun Sandra juga kita harapkan agar dapat turut membantu kemajuan pariwisata di bumi Gerbang Emas ini. Dan yang pasti pula, kata Frits, Bupati Rusli Habibie selalu serius ingin memajukan pariwisata yang ujungujungnya adalah untuk kepentingan masyarakat itu juga,” tukas Frits. >ams

Anggaran Pembangunan Pariwisata Gorut akan Ditingkatkan

M

Kwandang [GERBANG EMAS News]: engingat Kab. Gorontalo Utara (Gorut) adalah daerah yang memiliki banyak potensi wisata yang diyakini dapat menggenjot dunia pariwisata, maka tak salah jika Pemkab Gorut menaruh prioritas untuk segera memajukan sektor pariwisata sebagai salah satu bidang pembangunan yang akan menunjang perekonomian di Bumi Gerbang Emas ini. Tentu saja, ini adalah sebuah tekad yang perlu diikuti dengan komitmen bersama antara Pemerintah (Pusat hingga Kabupaten), apalagi sejauh ini masyarakat Gorut juga telah mendukung upaya pemda untuk memajukan pariwisata di Gorut. Tekad dan komitmen pemerintah serta dukungan dari masyarakat itu pun saat ini berangsurangsur sudah mulai nampak. Dari pemerintah pusat ada program Desa Wisata yang telah menunjuk Desa Ponelo yang memiliki gugusan pulau-pulau di dalamnya agar dapat dikem-

bangkan sebagai salah satu desa aset wisata di tanah air. Sementara dari Pemkab Gorut bersama masyarakat sejauh ini juga telah melakukan sejumlah kegiatan kepariwisataan. Misalnya, Festival Saronde yang tiap tahunnya digelar guna mempromosikan potensi wisata di Gorut, dan sejumlah festival kebu-dayaan lainnya. Sejumlah kegiatan promosi wisata daerah itu juga dapat terselenggara dengan sukses berkat Bupati Rusli Habibie yang memang memberi perhatian besar terhadap dunia pariwisata yang diyakini bisa memajukan perekonomian daerah dan masyarakat. Dan Bupati Rusli Habibie memang amat memahami hal tersebut. Sehingga pihak Pemkab Gorut pun berencana akan meningkatkan alokasi MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

anggaran untuk pengembangan dunia wisata Tahun Anggaran 2011 mendatang. “Pemda akan mengalokasikan anggaran yang diperuntukkan pada pengembangan potensi wisata di Gorut, misalnya di Pulau Saronde, Huha dan Pulau Lampu, yang sejauh ini ternyata amat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata pantai maupun bahari bagi para wisatawan, baik dalam maupun dari luar Indonesia,” ujar Bupati Rusli Habibie, saat membuka secara resmi pelaksanaan Festival Saronde, Sabtu (2/10) lalu. Hal yang sama, kata Bupati Rusli Habibie, juga akan di gelar di dua tempat lainnya, yakni Pulau Lampu dan Pulau Huha. Sementara itu, jika dibandingkan dengan tahun lalu, Festival Saronde 2011 yang digelar selama dua hari itu diikuti jumlah peserta lebih banyak, sukses dan meriah. >nt/ams

21

Sementara Alessandra mengatakan, "Satu yang saya pegang teguh, Tuhan tidak janjikan hidup mudah, tapi menjanjikan kebahagiaan dan kemenangan bagi kita yang mau berusaha dan pegang teguh nilai-nilai kearifan lokal." Anugerah Puteri Indonesia 2010 itu juga dimeriahkan penampilan para Puteri Indonesia dari tahun 1990 sampai 2009.>nt/ams PUTERI INDONESIA 2010 : -Juara 1: Nadine Alexandra Dewi Ames (DKI Jakarta 4) -Runner Up 1/Lingkungan: Reisa Kartikasari (Yogyakarta) -Runner up II/Pariwisata: Alessandra Khadijah Usman (Gorontalo) Jakarta [GERBANG EMAS News]: menjawab pertanyaan juri dari koNADINE Alexandra Dewi Ames (19) tak pertanyaan yang dipilih sendiri. asal Jakarta dinobatkan sebagai Grace Gabriella Binowo asal Jambi Puteri Indonesia 2010 setelah me- mampu menjawab pertanyan juri nyingkirkan 37 pesaingnya dalam dengan baik, sayang dia tidak lolos Grand Final Pemilihan Putri Indone- tiga besar. Harapan wakil dari Pulau sia ke-15 tahun 2010 yang berlang- Sumatera jadi Puteri Indonesia pun sung di Assembly Hall, Jakarta Con- kandas. vention Centre, Jumat malam (15/ "Kunci kepercayaan diri adalah 10). Nadine pun berhak menjadi menerima seutuhnya kelebihan dan wakil Indonesia dalam ajang kekurangan dirinya sendiri. Sebab Pemilihan Miss Universe 2011. ia berasal dari kegembiraan. GemNadine memikat dewan juri ka- bira berasal dari rasa syukur," kata rena mampu menjawab pertanyaan Grace. terakhir dengan lugas dan berhak Tiga besar pilihan juri adalah atas satu unit mobil dan sejumlah Reisa Kartikasari (Yogyakarta), hadiah lainnya. Dia menangis ter- Nadine Alexandra Dewi Ames (DKI haru, tetapi tetap terlihat anggun Jakarta 4), dan Alessandra Khadijah dibalut gaun borcorak biru. Usman (Gorontalo). Jeda waktu diisi Gadis cantik dengan tinggi badan dengan hiburan musik Andra and 170 cm ini menerima mahkota dari The Backbone yang membawakan Puteri Indonesia 2009, Qory Sandi- lagu "Sempurna". oriva didampingi Miss Universe Dilanjutkan penampilan Indone2009, Ximena Navarrete asal sia Dance Company yang menguMeksiko. sung tema 'Solo batik Carnival' mePenampilan Aelyn Halim asal ngiringi langkah Miss Universe 2009 Kalteng juga mendapat pujian ka- Ximena Navarrete asal Meksiko. Dia rena mampu menyabet dua gelar mengatakan, ajang Miss Universe sebagai Puteri Favorit dan Puteri mencari bakat dan talenta wanita. Berbakat. Sementara Putri Sumsel Penampilannya dipuji pembawa acaEga Selviana Sarfawi gagal masuk ra, Coki Sitohang. nominasi 10 besar. Sesi akhir yang menentukan PuSaat lima besar Puteri Indone- teri Indonesia 2010 terpilih, Reisa, sia, Nadine Alexandra Dewi Ames Nadine, dan Alessandra diberi per(DKI Jakarta 4), Reisa Kartikasari tanyaan yang sama dengan waktu (Yogyakarta), Ida Ayu Dwita Sukma jawab satu menit. Ari Pramana (Bali), Grace Gabriella "Anda mungkin pernah mengaBinowo (Jambi) dan Alessandra lami kontroversi dalam kehidupan ini. Khadijah Usman (Gorontalo), ma- Sekiranya suatu hari Anda mengasing-masing diberi kesempatan lami hal itu, bagaimana menyikaMAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010 pinya?" kata Coki. Reisa yang mengaku ded-degan mengatakan, setiap manusia dilahirkan hadapi kontroversi, ada positif ada yang negatif. Setiap orang punya pikiran berbeda dan manusia bebas menilai. "Sikap bijaksana, lapang dada, dan terima apa pun masukan dan kritikan dari orang lain. Kontroversi hal biasa dalam kehidupan seharihari dan pekerjaan," lanjutnya. Nadine yang mendapat kesempatan berikutnya dengan nada suara bergetar mengatakan, terkadang dalam hidup kita akan menghadapi dilema dan harus mengambil keputusan yang mungkin dapat menimbulkan kontroversi. "Yang penting waktu kita hadapi kontroversi itu kita harus tetap tulus dengan hati nurani kita dan saya merasa itu sangat penting," ujarnya. Puteri Favorit Kepulauan: - Sumatera : Nabila Azhar (Sumut) - Jawa: Betha Landes Kemalasari (Jatim) - Bali/Nusa Tenggara: Ida Ayu Dwita Sukma (Bali) - Kalimantan: Wenti Widiyar Pratamin (Kalsel) - Sulawesi: Winanda (Sulsel) - Indonesia Timur: Syahadia Robo (Maluku Utara) - Puteri Berbakat: Aelyn Halim (Kalteng) - Puteri Persahabatan: Oifance Elmerilia (Papua) - Puteri Favorit: Aelyn Halim (Kalteng) - Puteri Intelejensia 1: Inda Endaliani (DKI 6) - Puteri Intelejensia 2: Gloria Daniela Pasaribu (Kepri) - Puteri Intelejensia 3: Freska Gousario (NTT)

DIMENSI

22

DIMENSI

5 Alasan Kesehatan Berhenti Minum Soft Drink

Rokok Membuat Wanita tidak Cantik
TUBUH, kulit dan rambut rawan terhadap dampak buruk rokok. Mengapa rela mempertaruhkan penunjang kecantikannya dan gengsi semu yang diberikan racun asap tembakau? Apakah Anda seorang wanita yang merokok? Sebagai wanita, pastilah Anda termasuk makhluk yang suka mempercantik diri dan berdandan. Kecenderungan alamiah ini memang sebuah warisan turun temurun nenek moyang. Tetapi di sisi lain sebagai perokok, Anda sebetulnya telah merusak upaya Anda memelihara kecantikan. Kecenderungan di dunia, di satu sisi makin banyak wanita yang berusaha mati-matian tampil lebih cantik. Mereka rela menghabiskan waktu untuk berdandan agar tampil lebih gaya. Rela luangkan waktu untuk berdandan agar tampil lebih gaya. Mereka rela membelanjakan banyak uang untuk membeli kosmetika. Rela menempuh resiko bahaya bedah kosmetika. Semua itu demi penampilan yang lebih baik dan tetap awet muda. Tapi di sisi lain, jumlah wanita yang merokok pun makin bertambah. Ini ironis kan? Sebelum melihat bagaimana rokok dapat merusak kecantikan Anda, mungkin sebaiknya simak sejarah, situasi dan penjelasan mengapa wanita merokok. Dulu, pada tahun 1940-an, ketika trend menggiring orang menggunakan kosmetika, bibir dicat, alis melengkung, dunia panggung dan hiburan diramaikan oleh iklan-iklan atau gambar di media massa yang memajang wanita cantik sedang merokok dengan berbagai gaya. Ada Marylyn Monroe, Eva Gardner dan Kim Novak. Sekarang, wanita cantik dan populer yang merokok sudah jarang terlihat. Kenapa? Di negara maju seperti Amerika, kampanye anti merokok sangat gencar dilakukan. Banyak orang penting jadi malu bila kelihatan merokok. Di sana merokok tinggal jadi kebiasaan kaum kelas bawah yang kurang terdidik. Gengsi merokok menurun sejalan dengan berkurangnya jumlah perokok. Tetapi penurunan lebih banyak terjadi di kalangan kaum pria dibanding wanita. Soal makin banyaknya wanita merokok ini, menurut seorang ahli antropologi medis dari University Of Colorado, Boulder, Lucya C. Cargill, BSN, RN, MA adalah karena makin banyak wanita yang merasa bebas dan dibolehkan merokok. Menurut antropolog medis yang sudah meneliti perokok wanita di Amerika ini, puluhan tahun lalu, merokok merupakan kebiasaan di kalangan pria. Kini ketika kedudukan wanita dan pria sama, wanita merasa berhak melakukan kebiasaan pria yang satu ini. Bagaimana dengan di Indonesia? Jumlah perokok memang masih lebih banyak di kalangan pria (60% pria merokok) dan wanita yang meMAJALAH “GERBANG rokok 10% (World No Tobaco Day Seminar, 31 Mei 1994). Sebelumnya dari survei yang dilakukan Survei Kesehatan Rumah Tangga 1980 diperoleh, pria perokok 46,4% dan di kalangan wanita hanya 2,4%. Tanpa membedakan gender, rokok disukai manusia karena berbagai alasan. Ada yang menyukai rasa dan aromanya, ada yang hanya merasa suka dengan ritual ketika mulai menyalakan, memegang dan menghembuskan asapnya. Ada dua hal yang sering di-jadikan alasan untuk meneruskan kebiasaan me-rokok. Pertama, merokok memberikan perasaan tenang atau mengendurkan syaraf yang tegang. Kedua, merokok bertindak sebagai stimulan untuk memulai suatu pekerjaan. Kedua reaksi tubuh itu disebabkan ulah nikotin yang selanjutnya menimbulkan ketergantungan. Tapi ketergantungan terhadap rokok bisa bersifat psikologis dam fisilogis. Secara psikologis, ketergantungan terjadi karena ada orang yang merokok untuk keperluan sosial, misalnya untuk memudahkan bergaul. Bagaimana Rokok Merusak Kecantikan? Untuk mendapatkan kulit yang indah dan bersih, tidak ada cara lain kecuali menjaga kesehatannya karena kulit yang cantik adalah kulit yang sehat. Kulit dan rambut akan sehat bila kehidupannya terselenggara dengan baik. Kulit misalnya, harus mengalami penggantian sel secara teratur. Pada kulit yang sehat, sel-sel dalam epidermisnya melewati masa hidup sampai empat minggu. Sel-sel ini tumbuh dari bawah ke atas, mati, mengelupas dan melepaskan diri. Pergantian sel ini nyaris tidak pernah kita rasakan dan sadari. Tetapi sebaiknya Anda tahu bahwa agar dapat menyelenggarakan pergantiannya secara baik, kulit memerlukan pertolongan dari sistem lain, antara lain sistem peredaran darah. Darah sebagai pemasok makanan dan oksigen harus sampai ke permukaan kulit, melalui pembuluh darah yang sangat halus. Tanpa makanan dan oksigen yang lancar, mekanisme pergantian kulit tidak akan berlangsung semestinya. Merokok merupakan ancaman langsung terhadap sistem peredaran darah ke seluruh tubuh. Karbonmonoksida (CO) dalam asap rokok merampas tempat oksigen (O2) dalam darah. Sebab daya ikat DO terhadap butir darah merah (haemoglobin) beratus kali lipat lebih kuat dibandingkan O2. Akibatnya jumlah oksigen dalam darah para perokok hanya sedikit. Hal ini akan langsung berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh termasuk kulit, warna kulit, kelembaban kemulusan dan kekencangan.

MINUMAN ringan alias soft drink sudah jadi trend, khususnya di kalangan anak muda. Padahal sudah banyak ahli kesehatan yang mengingatkan bahwa soft drink sama sekali tak sehat, apapun mereknya. Mengapa? Tak ada manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari soft drink atau minuman bersoda. Yang Anda dapatkan hanyalah banyak kalori yang tidak berguna. Selain itu, minuman bersoda juga membawa dampak buruk bagi kesehatan sama halnya dengan merokok. Tapi sepertinya imbauan-imbauan dari dokter atau praktisi kesehatan untuk berhenti mengonsumsi soft drink jarang diikuti oleh kebanyakan orang. Trend modern seakan melekat ketika seseorang minum soft drink. Mengapa harus berhenti minum soft drink? Dilansir dari GeniusBeauty, Rabu (7/7/2010), berikut 5 alasan kesehatan mengapa orang harus berhenti minum soft drink: 1. Obesitas (berat badan berlebihan): Peneliti di University of Texas menemukan bahwa soft drink meningkatkan risiko obesitas rata-rata 32,8 persen, sedangkan diet coke (soft drink bebas gula) justru meningkatkan risiko hingga 54,5. Maka soft drink bebas gula tak selalu sehat. 2. Kalori yang tak berguna: Sebagian besar minuman soda mengandung 250 kalori per 600 ml. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein. 3. Kecanduan atau adiktif: Soft drink juga dapat menyebabkan semacam kecanduan. Yang merangsang kecanduan adalah kandungan kafein di dalamnya. Setelah berhenti dari kebiasaan minum soft drink, Anda akan mengalami gejala putus zat seperti sakit kepala, depresi, gugup dan menggigil. 4. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes: Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh American Heart Association di Circulation Journal pada tahun 2007, orang yang minum soft drink setiap hari akan meningkatkan risiko sindrom metabolik, yaitu suatu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes, sebesar 44 persen. 5. Mengurangi jumlah sperma: Hasil studi di Denmark menunjukkan laki-laki yang mengonsumsi 1 liter atau lebih soft drink setiap hari bisa berbahaya bagi spermanya. Lakilaki yang sering mengonsumsi soft drink menghasilkan sperma 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak mengonsumsi soft drink.(Sumber: Merry Wahyuningsih, detikHealth, Rabu, 07/07/2010)

.....bersambung ke halaman: 27

EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

23

BERANDA

Partai Golkar Konsolidasikan Kepala Daerah se-Indonesia
Jakarta [GERBANG EMAS News]: artai Golkar memperkuat langkah menuju Pemilu 2014. Salah satunya dengan melakukan konsolidasi dengan seluruh Gubernur dan Bupati yang merupakan kader Partai Golkar. “Pada tanggal 9 Oktober 2010, DPP Partai Golkar mengundang para kader yang menduduki jabatan sebagai Kepala Daerah. Ada 232 untuk hadir dalam acara forum konsultasi DPP Partai Golkar,” ujar Ketum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, dalam silaturrahmi di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (7/10). Aburizal yang akrab disapa Ical, ini akan mengingatkan para petinggi Golkar di daerah untuk memperkuat jaringan. Diharapkan para pemimpin Golkar lebih memberdayakan orga-

P

nisasi yang ada untuk penguatan jaringan. “Golkar akan memperkuat jaringan kelembagaan yang mengakar ke bawah. Organisasi yang berada di bawah Partai Golkar harus terjalin dengan kuat dan sinergis,” katanya. Untul itu, Ical mengingatkan para kadernya untuk selalu menjaga kedekatan dengan warganya. Sebab kedekatan tersebut adalah motto Golkar, di mana suara Golkar adalah suara rakyat. “Untuk selalu datang dan berdialog dengan rakyat, karena itulah sebenarnya kerja politik sebagai bagian dari permanent campaign. Jika kerja politik ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka kita berhak optimis menghadapi masa depan,” ujar Ical. Ical pun kembali menegaskan

sikap Golkar sebagai pendukung Pemerintah yang tetap kritis. Golkar tidak akan segan mengkritisi kebijakan Pemerintah jika tidak pro rakyat. “Golkar tidak akan malu-malu mendukung Pemerintah. Tetapi jika pemerintah menjauhi suara rakyat, maka Golkar tidak akan segan-segan mengkritik Pemerintah,” tandas Ical. Lebih dari itu, Ical menuturkan semangat Golkar yang ingin menjadi partai moderat yang berposisi di tengah. Kader Golkar diminta dapat menjadi motifator dan sekaligus mediator yang mengedepankan solusi dalam pemecaan masalah. “Golkar memposisikan dirinya menjadi Partai Tengah yang moderat dan akan tetap menjadi partai tengah yang mampu menjadi moderator dan mediator,” tutupnya.

CARA ISLAM, ....dari hlm: 5
mati terhadap koruptor. Terkait pembuktian terbalik, UU-nya sendiri tak kunjung disahkan. Pada-hal UU tersebut sudah diajukan sejak era Presiden Gus Dur. DPR seperti enggan membahasnya. Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar berwacana tentang perlunya mengupayakan pemiskinan bagi narapidana yang terlibat tindak pidana korupsi. "Selain hukuman mati, napi korupsi harus dimiskinkan," papar Patrialis. (Republika.co.id, 8/4/2010). Korupsi Masuk dalam Bab Ta’zir Dalam sistem Islam, tegasnya dalam Khilafah Islam yang menerapkan syariah Islam, korupsi (ikhtilas) adalah suatu jenis perampasan terhadap harta kekayaan rakyat dan negara dengan cara memanfaatkan jabatan demi memperkaya diri atau orang lain. Korupsi merupakan salah satu dari berbagai jenis tindakan ghulul, yakni tindakan mendapatkan harta secara curang atau melanggar syariah, baik yang diambil dari harta negara maupun masyarakat. Berbeda dengan kasus pencurian yang termasuk dalam bab hudud, korupsi termasuk dalam bab

ta’zir yang hukumannya tidak secara langsung ditetapkan oleh nash, tetapi diserahkan kepada Khalifah atau qadhi (hakim). Rasulullah saw. bersabda, ”Perampas, koruptor (mukhtalis) dan pengkhianat tidak dikenakan hukuman potong tangan.” (HR Ahmad, Ashab as-Sunan dan Ibnu Hibban). Bentuk ta’zir untuk koruptor bisa berupa hukuman tasyhir (pewartaan atas diri koruptor; misal diarak keliling kota atau di-blow up lewat media massa), jilid (cambuk), penjara, pengasingan, bahkan hukuman mati sekalipun; selain tentu saja penyitaan harta hasil korupsi. Menurut Syaikh Abdurrahman alMaliki dalam kitab Nizham al-‘Uqubat fi al-Islam, hukuman untuk koruptor adalah kurungan penjara mulai 6 bulan sampai 5 tahun; disesuaikan dengan jumlah harta yang dikorupsi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz, misalnya, pernah menetapkan sanksi hukuman cambuk dan penahanan dalam waktu lama terhadap koruptor (Ibn Abi Syaibah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, V/528; Mushannaf Abd ar-Razaq, X/209). Adapun Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. pernah menyita seluruh harta pejabatnya yang dicurigai sebagai hasil korupsi (Lihat: Thabaqât Ibn Sa’ad, Târîkh al-Khulafâ’ as-Suyuthi). Jika harta yang dikorupsi men-

capai jumlah yang membahayakan ekonomi negara, bisa saja koruptor dihukum mati. Segera Tegakkan Syariah dan Khilafah! Wacana tentang perlunya menindak tegas para koruptor boleh saja terus bergulir, termasuk kemungkinan pemberlakuan hukuman mati. Namun persoalannya, di tengah berbagai carut-marutnya sistem hukum di negeri ini, didukung oleh banyaknya aparat penegak hukum yang bermental bobrok (baik di eksekutif/pemerintahan, legislatif/ DPR maupun yudikatif/peradilan), termasuk banyaknya markus yang bermain di berbagai lembaga pemerintahan (ditjen pajak, kepolisian, jaksa, bahkan hakim dll), tentu wacana menindak tegas para koruptor hanya akan tetap menjadi wacana. Pasalnya, wacana seperti pembuktian terbalik maupun hukuman mati bagi koruptor bakanlah hal baru. Ini mudah dipahami karena banyaknya kalangan (baik di Pemerintahan, DPR maupun lembaga peradilan) yang kuatir jika hukuman yang tegas itu benar-benar diberlakukan, ia akan menjadi senjata makan tuan, alias membidik mereka sendiri. Secara kasar, berarti, mereka tetap ada rencana untuk melakukan korupsi.

Semua langkah dan cara di atas memang hanya mungkin diterapkan dalam sistem Islam, mustahil bisa dilaksanakan dalam sistem sekular yang meradang dan amat bobrok seperti saat ini. Karena itu, perjuangan untuk menegakkan sistem Islam dalam wujud tegaknya syariah Islam secara total dalam negara (yakni Khilafah Islam) tidak boleh berhenti. Sebab, tegaknya hukumhukum Allah jelas merupakan wujud nyata ketakwaan kaum Muslim. Jika kaum Muslim bertakwa, pasti Allah SWT akan menurunkan keberkahannya dari langit dan bumi, sebagaimana firman-Nya: “Sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (QS al-A’raf [7]: 96).” Lebih dari itu, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Penegakkan satu hukum hudud di muka bumi adalah lebih baik bagi penduduk bumi daripada turunnya hujan selama 40 hari.” (HR Abu Dawd). Sehingga itu, jika korupsi terus terjadi dan berkembang dari masa ke masa, maka kekeringan nasib bangsa di suatu negara akan terus terjadi dengan hebatnya. Wallahu a’lam bi ash-shawab. [sumber: buletin al-islam 504]

24

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

BERANDA

MANGROVE, ....dari hlm: 19
vitas berupa pengerjaan pembangunan proyek fisik. Penegasan ini dihasilkan berdasarkan rapat tim terpadu dipimpin Wabup bersama sejumlah unsur terkait di Gorut, di antaranya Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dishut, Pemerintah Kec. Kwandang beserta jajarannya. Keputusan ini pun berlaku rata tanpa pengecualian bagi pihak mana pun. Termasuk adanya pekerjaan proyek fisik pembangunan serta segala aktivitas masyarakat yang membuka lahan di kawasan mangrove itu, baik yang mengantongi izin maupun yang tidak berdokumen sama sekali. Bagi masyarakat yang terlanjur memegang surat penguasaan atas lahan mangrove, menurut Wabup Indra Yasin, Pemkab Gorut akan tetap melakukan pengkajian kembali soal kepemilikian surat maupun dokumen tersebut. Sehingga, Wabup Indra mene-

gaskan, untuk sementara ini Pemda tak akan melakukan pelayanan pemberian izin jika mengarah kepada pemanfaatan Kawasan Mangrove tersebut. Malah, kata Wabup, Pemkab Gorut selanjutnya melakukan penanaman mangrove kembali pada areal yang telah terlanjur di buka oleh masyarakat. Wabup menilai, lahan yang sudah dimanfaatkan masyarakat yang bermukim di kawasan mangrove itu cukup luas. “Ini jelas melanggar, dan berpotensi sampai ke masalah hukum,” ujar Indra yang pernah menjabat sebagai Karo Hukum Setda Prov. Gorontalo di masa Gubernur Fadel Muhammad itu. Disebutkannya, penegasan Pemkab Gorut atas persoalan mangrove itu berdasar pada Peraturan Pemerintah tentang Vegetasi Mangrove, yang menunjuk tanaman maupun tumbuhan serta biota yang ada di kawasan mangrove itu semuanya dilindungi. >nt/ams rangan yang jelas tentang keberadaan obat-obatan yang mereka perdagangkan tersebut. Dan untuk peredarannya sendiri, katanya, itu tetap harus dalam pengawasan petugas kesehatan. Selanjutnya, untuk memperketat lagi, maka pihak dinas kesehatan Gorut akan melakukan kerjasama dengan pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk sama-sama melakukan pengawasan perdagangan obat-obatan di pasaran.> nt/ams

Nyamuk Suka Darah Peminum Bir
DEMAM berdarah dan malaria adalah merupakan contoh penyakit berbahaya yang disebabkan oleh nyamuk. Serangga bersayap ini sangat suka menghisap darah manusia. Dan tahukah Anda bahwa ternyata nyamuk paling suka dengan darah orang peminum bir? Nyamuk Anopheles gambiae adalah pembawa utama penyakit malaria di Afrika, karena nyamuk ini lebih suka menghisap darah manusia. Nyamuk ini tertarik dengan berbagai bau tubuh, termasuk bau napas. Jadi selama manusia itu bernafas, maka nyamuk akan terus memburunya. Karena tingginya kasus malaria di Afrika, para peneliti dari Australia pun melakukan studi di Burkina Faso, Afrika Barat. Peneliti melakukan penelitian dengan membuat sistem tabung kompleks, yang mengarahkan bau badan sebanyak 43 partisipan dalam kotak-kotak, sehingga nyamuk bisa dengan leluas memilih aroma yang disukainya. Semua partisipan berjenis kelamin laki-laki usia antara 20 hingga 43 tahun. Setengah dari partisipan diminta untuk minum 1 liter bir 3 persen sedangkan sisanya diminta untuk 1 liter air putih. Penelitian itu dilakukan hingga 4 kali, yaitu sebelum dan sesudah minum bir serta sebelum dan sesudah minum air putih. Hasilnya, nyamuk ternyata malah paling suka dengan darah kelompok peminum bir. Terbukti, 47% nyamuk suka dengan darah partisipan setelah minum bir, dibanding dengan 37% sebelum minum bir. Sedangkan pada peminum air putih tak ditemui perbedaan yang signifikan, yaitu sama setelah dan sebelum minum air sebesar 37%. "Konsumsi bir yang meningkat ternyata semakin menarik nyamuk," demikian yang ditulis Thierry Lefevre, pemimpin penelitian, dalam jurnal online PloS One, seperti dilansir dari Torontosun, sabtu (28/8/2010). Tapi Lefevre tidak tahu mengapa nyamuk lebih suka menghisap darah peminum bir. Tapi hal itu akan ia telusuri lebih jauh. Nyamuk tertarik pada bau karbon dioksida, tapi peminum bir tidak lagi membuang gas-gas setelah minum. Selain itu, nyamuk juga suka dengan suhu tubuh, tapi ternyata bir juga menurunkan suhu tubuh beberapa derajat. "Metabolisme bir yang dapat menarik nyamuk masih menjadi misteri. Tapi yang pasti, minum bir dapat meningkatkan risiko tertular malaria," jelas Lefevre.>nt/ams

OBAT KERAS, ....dari hlm: 14
kan pilih kasih. Dijelaskan pula, bahwa obatobatan yang diperjual belikan secara bebas itu adalah asli, hanya saja tidak dibenarkan dijual dan ditawarkan kepada masyarakat tanpa diikuti dengan resep dokter. Sebagai upaya pengusutan tuntas atas pengedaran obat-obtan keras tersebut, tim operasi akan melakukan pemanggilan kepada para pedagangan guna dimintai kete-

TENAGA MEDIS ....dari hlm: 14
kendala yang sedang ditemui di lapangan selama ini dirasa sangat menghambat upaya pembangunan kesehatan di masing-masing kecamatan. Pertemuan dengan bupati pun berlangsung beberapa saat. Para tenaga medis tersebut mengaku fasilitas dan biaya operasional selama ini sangat minim. Sementara di sisi lain mereka dituntut agar dapat menjalankan tugas dengan kinerja yang memadai. Tentu saja ini merupakan keluhan tersendiri bagi mereka. Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo yang dikabarkan memfasilitasi pertemuan antara tenaga medis dengan bupati tersebut telah mengakui adanya berbagai kendala yang dihadapi oleh para tenaga medis di puskesmas masing-masing. Dengan adanya kendala-kendala itulah, sehingga mereka meminta kebijakan dari Bupati Iwan Bokings agar penganggaran pembangunan kesehatan dapat ditingkatkan, terutama demi mengatasi hambatanhambatan yang banyak di temui di

D I N, ....dari hlm: 4
Lebih jauh, Din bahkan mengungkapkan adanya salah satu bahasan flqh oleh suatu forum ulama yang berpendapat bahwa jenazah pelaku korupsi tidak wajib untuk dishalati. Namun, di sisi lain Din juga mengungkapkan pandangan, bahwa meski telah melakukan korupsi, tetapi koruptor juga adalah muslim yang berhak dan wajib dishalati. Harus Dihukum berat Sementara itu. Ketua MUI menilai korupsi amat membahayakan kelangsungan hidup manusia. Koruptor bahkan dinilai merampas hak hidup warga lain melalui tindakan korupsi. Karena itu, pelaku korupsi atau koruptor harus dikenakan hukuman seberat-beratnya termasuk hukuman mati. "Korupsi yang dilakukan para koruptor itu sangat membahayakan

kelangsungan hidup dan harus dihukum seberat-beratnya. Hukuman seberat-beratnya adalah dengan menghilangkan nyawa," kata Ketua MUI Amidhan. Meski demikian, sebagai negara hukum, ancaman hukuman mati sebaiknya dimasukkan dalam sistem perundang-undangan di Indonesia. Dengan begitu, pelaksanaan hukuman itu berjalan sesuai prosedur hukum berlaku di negara ini. "Ini bisa dilakukan dengan undang-undang, misalnya, dimasukkan dalam UU apakah Itu KUHP atau UU lainnya," imbuhnya. Wacana hukuman mati bagi koruptor mencuat setelah kasus Gayus Halomoan Tambunan meledak. Pasca reformasi, rupanya makelar kasus (markus) atau mafia kasus kian marak. Korupsi bukannya menghilang malah justru tetap subur berkembang di jajaran aparat hukum dan sejenisnya.>nt-dik/ ams

lapangan selama ini, yaitu fasilitas dan biaya operasional yang belum memadai. Diinformasikan, bahwa jika dibanding dengan Tahun Angaran (TA) 2009 yang lalu, maka penganggaran yang dialokasikan Pemkab terhadap sektor ini, memang mengalami penurunan yang boleh dikata cukup drastis. Menurut data yang ada, TA 2009 sektor kesehatan mendapatkan alokasi sebesar Rp.800 juta. Namun TA 2010 ini, pada APBD I bidang ini hanya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.120 juta. Olehnya itu, para tenaga medis dalam kunjungannya ke rudis Bupati Boalemo tersebut meminta dilakukannya peningkatan alokasi terhadap biaya operasional melalui APBD-P Tahun 2010 ini. Menindaklanjuti harapan tersebut, Bupati Boalemo Iwan Boking dikabarkan harus berkonsultasi dulu dengan pihak Kepala BPKAD untuk bisa membantu mengupayakan kebijakan dalam menanggulangi masalah tersebut. >nt/ams

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

25

TEROPONG

Mendiknas Muh. Nuh Ical Siap Dorong Kenaikan Lantik Rektor UNG Anggaran Densus 88
untuk membekali diri sejak awal dengan sikap optimis guna mencapai kemajuan yang diharapkan. Begitu pun, katanya, dengan mahasiswa UNG harus dibekali dengan realita kehidupan serta keramahan sosial. Ini semua dimaksudkan agar ke depan UNG bisa betul-betul menjadi tempat menggali sumber inspirasi dan sumber keilmuan bagi masyarakat luas. Pelantikan ini juga dirangkaikan dengan acara serah terima jabatan dari rektor sebelumnya Prof Dr Ir Nelson Pomalingo M.Pd kepada rektor terpilih Dr Syamsu Qamar Badu M.pd.

Gorontalo [GERBANG EMAS News]: endiknas Muhammad Nuh secara resmi melantik dan mengambil sumpah Rektor terpilih Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, di Gedung serba Guna (GSG) UNG. Senin (27/9) lalu, dihadiri gubernur, para bupati dan sejumlah pejabat lainnya se-Prov. Gorontalo serta segenap civitas akademika UNG. Mendiknas Muhammad Nuh mengatakan, dengan kepemimpinan yang baru, UNG hendaknya bisa terus mengajak masyarakat di seluruh kalangan hingga pemerintah untuk bersama-sama membangun kampus pelopor peradaban tersebut untuk menjadi pioner dan kebun ilmu bagi masyarakat, khusunya di Provinsi Gorontalo ini. Menurutnya, jika UNG bisa makin mengembangkan diri, maka tak mustahil ke depan bisa menjadi pusat pendidikan di Indonesia. Sehingga itu, Mendiknas mengharapkan seluruh civitas akademik

M

MENDIKNAS: HILANGKAN PERILAKU ANARKIS Pada kunjungan kerjanya di Gorontalo dalam acara pelantikan rektor UNG itu juga Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh sempat menegaskan, agar seluruh kampus harus menghilangkan perilaku anarkis. Mahasiswa harus menjadi pribadi yang baik dan pintar. “Seluruh kampus, termasuk Universitas Negeri Gorontalo (UNG) harus menghilangkan perilaku anarkis, karena perilaku itu tidak pantas untuk dipelihara. Mahasiswa harus menjadi pribadi yang baik dan pintar untuk bisa membantu bangsa Indonesia terlepas dari kebodohan dan kemiskinan,” ujar Muhammad Nuh usai melantik Rektor UNG Syamsu Qamar Badu di Gorontalo. Seperti yang dilansir dalam laman antaranews, Mendiknas menuturkan, mahasiswa yang “hobinya” hanya merusak justru akan menjadi beban di masyarakat. Olehnya, kata Muhammad Nuh, mahasiswa yang berdiam diri atau tidur, justru akan lebih membantu memelihara keamanan negara, daripada yang beraktivitas tetapi berbuat anarkis. “Saatnya setiap kampus mengubah suasana menjadi penuh kasih sayang, karena saya yakin dengan menebar kasih sayang segala permasalahan bangsa akan teratasi,” ujarnya.>nt/ams

Jakarta [GERBANG EMAS News]: Mabes Polri menyambut positif usulan Partai Golkar terkait kenaikan anggaran untuk Densus 88 menjadi Rp 60 milliar per tahun. Namun Polri menyerahkan sepenuhnya realisasi anggaran tersebut kepada Pemerintah dan DPR. “Tentu kalau naik segitu kita sambut positif. Pasti kenaikan anggaran ada tanggungjawab yang harus ditingkatkan,” kata Kabidpenum Mabes Polri, Kombes Marwoto Soeto, saat dihubungi, Selasa (28/9). Menurut Marwoto, wacana kenaikan anggaran untuk Densus 88 oleh sejumlah pihak membuktikan kinerja Densus 88 sudah diakui. Prestasi dan keberhasilan Densus 88 menangani terorisme sudah dihargai masyarakat. “Saat ini kita terus memperbaiki kinerja. Prestasi dan keberhasilan itu masyarakat sudah menilai. Mudah-mudahan bisa kita tingkatkan lagi,” jelasnya. Marwoto mengatakan, sebagai badan khusus, Densus 88 memiliki

kemampuan, operasional dan wewenang khusus. Menurutnya, wajar jika biaya operasional Densus tinggi. “Kerjanya kan tanpa libur. Tanpa batas wilayah. Wajar kalau tinggi (biayanya). Tapi hal (kenaikan) itu harus dibarengi dengan peningkatan profesionalitas dan penghormatan hak asasi manusia. Itu kan yang diinginkan masyarakat,” tukasnya. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie siap mendorong kenaikan anggaran Densus 88 Anti-teror dalam RAPBN 2011 dari Rp 9 miliar pertahun (usulan pemerintah), menjadi Rp 60 miliar pertahun. Alasannya, keamanan nasional adalah hal yang sangat strategis sehingga tidak boleh terkendala masalah dana. “Kita terhenyak mendengar Polri, khususnya dari Densus 88, jumlah dana yang diadakan untuk pasukan antiteror sangat minim. Saya dengar hanya Rp 9 miliar pertahun. Sesuatu yang sangat penting hanya dapat Rp 9 miliar per tahun,” kata Ical. >nt/ams

DEKAB GORUT, ...dari hlm: 12
klarifikasi tersebut tak bisa memperlihatkan arsip dokumen sebagaimana yang diharapkan oleh pihak Pemkab dan Dekab Gorut. Namun, kata Ketua DPD II Partai Golkar Gorut ini, para staf Dishutprov yang diutus itu seluruhnya mengakui di depan segenap anggota Pansus AFH, bahwa tidak bisa provinsi mengambil sikap sendiri tanpa usulan dari pihak kabupaten dalam urusan merubah status hutan di

26

setiap daerah kabupaten/kota. Pengakuan mereka (para staf Dishutprov) itu, kata Thomas, disaksikan langsung oleh Komisi B Deprov. Sehingga itu, Thomas sekali lagi dengan tegas meminta arsip rekomendasi atau usulan berupa dokumen seperti yang dimaksud sebagai bukti bahwa memang Dishutprov tidak melakukan pembohongan publik. “Jika tidak mampu membuktikannya, maka siapakah sebenarnya yang bembohong?” pungkas Thomas. >nt/ams

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

TEROPONG

WALIKOTA, ...dari hlm: 8
tahu. Nanti saja dulu,” ujarnya. Demikian juga Epe, saat ditanya, dia hanya menjawab, “kan belum apa-apa. Nantilah.” Selesai mengisi buku tamu, Epe dan Elza kemudian masuk ke dalam ruang tunggu. Sekitar 09.53 WIB, keduanya pun dipanggil ke ruang penyidik menghadap Yuhiawan, Ketua Satgas Penyidikan KPK. Sekitar pukul 14.00 WIB, salah satu petugas menyatakan Epe akan ditahan karena surat penahanannya sementara diproses. Pukul 16.40 WIB, Pimpinan KPK Chandra Hamzah menyatakan, surat penahanan Epe sudah ditandatangani. Tak lama kemudian mobil kerangkeng plat nopol B 8638 WU merapat ke lobi KPK sekitar pukul 17.18 WIB. Namun tak lama kemudian disuruh ke samping lobi. Pukul 17.25 WIB mobil kijang biru donker itu masuk lagi ke lobi menunggu penumpangnya. Epe yang sudah turun dan berada di lantai 1 gedung KPK sejak pukul 17.30 WIB enggan keluar. Ia hanya melihat dari jauh mobil kerangkeng dan para kuli tinta yang sudah menunggunya. Terlihat Epe melakukan negosiasi dengan para lawyernya dan penyidik. Epe yang tetap bertahan di dalam itu, akhirnya mau juga keluar menuju lobi seusai mobil Alphard yang ditumpanginya saat datang ke KPK merapat di lobi utama dan mengambil posisi di belakang mobil kerangkeng. Epe yang tetap kelihatan tenang dan terus menebar senyum itu hanya diam seribu bahasa ketika ditanya wartawan. Dia langsung masuk ke mobil tahanan yang langsung membawanya ke LP Cipinang. Demikian juga Elza buru-buru masuk mobil Alphardnya sembari menjawab singkat, “Tanya ke penyidiknya saja.” Tak berselang lima menit mobil Alphard yang ditumpangi Elza keluar lobi mengikuti mobil tahanan Epe. Selanjutnya Plh Direktur Penyidikan, Ferry Wibisono sendiri mengatakan, penyidikan kasus Tomohon sudah sejak Juni 2010. Bahkan penyidik KPK sudah ke Tomohon tiga sampai empat kali untuk melakukan pengembangan penyidikan. Hanya saja berapa angka pasti kerugiannya, Ferry mengatakan masih dalam proses perhitungan. Dia menegaskan KPK tidak mau tahu dengan status Epe. Apakah

dia akan jadi pemenang Pilwako Tomohon periode 2010-2015 atau tidak, ini tetap disidik dan tidak akan berhenti sampai ke penuntutan. “KPK tidak mengurus masalah politik. KPK hanya mengurus masalah pidana,” tegas Ferry yang juga direktur penuntutan. Namun dia menambahkan, kemungkinan masih ada tersangka baru lagi dalam kasus ini. “Prosesnya masih jalan terus. Peluang adanya tersangka baru lagi sangat terbuka, karena nanti akan terungkap dalam proses pemeriksaan baik di penyidikan maupun penuntutan nanti,” katanya. Senada diungkapkan juga oleh Johan Budi. Menurutnya, kemunculan tersangka baru dalam setiap kasus korupsi bukan hal aneh. Banyak kasus yang ditangani KPK tak langsung ditutup meski sudah ada terdakwa bahkan telah dihukum sekali pun. “Kalau korupsinya berjamaah atau ada kerjasama antara tersangka dengan pihak lain, bisa memunculkan tersangka baru lagi,” ucapnya. Dia mencontohkan kasus pengadaan damkar yang menyeret banyak kepala daerah. Demikian juga kasus penyimpangan di Kutai Kartanegara yang melibatkan mantan Bupati Minahasa Utara Vonnie Panambunan. “Prosesnya masih jalan, kita lihat saja. Kalau belum terungkap di penyidikan, di pengadilan bisa terungkap, apalagi jika indikasinya kuat,” terangnya. Yang menarik, kabar bahwa Epe telah dititipkan KPK di Cipinang, secara tak langsung mendapat bantahan dari Jimmy Rimba Rogi. Saat dihubungi wartawan, Imba mengaku belum bertemu koleganya itu. “Epe belum ada di Cipinang,” aku sohib kental Epe yang juga sedang menjalani masa hukuman di Cipinang. Kata Imba, jika memang Epe ada di Cipinang, pasti ia akan langsung menemuinya. “Saya sudah mendengar kabar Epe ditahan, tapi saya tak tahu di mana,” kata Imba yang dihubungi lewat HP. Didesak mungkin Epe berada di tempat yang lain di Cipinang, Imba buru-buru menepisnya. “Tak mungkin di lembaga Cipinang, Sebab setahu saya untuk titipan KPK pasti di rutan. Dan saya berada di sini (rutan Cipinang, red),” jelas Imba sembari berjanji akan menghubungi wartawan jika Epe sudah di tempatkan di Rutan Cipinang. nt/ams

ROKOK, ...dari hlm: 23
Pertama, nikotin dalam rokok menyebabkan pembuluh darah halus mengerut. Akibatnya pasokan dari makanan dan oksigen berkurang. Kulit kekurangan makanan dan akan terlihat suram serta pucat. Selain nikotin, musuh kulit yang datang dari rokok adalah sekelompok zat beracun yang disebut zat adelhides. Ini ada kaitannya dengan teori penuaan kulit yang disebut Reaksi Silang ( cross linked reaction ). Ada reaksi antar molekul besar dalam sel kulit, antara lain, molekul protein, kolagen dan elastin. Kolagen adalah jaringan penunjang utama yang mengencangkan kulit, sedangkan elastin adalah serat pembalik yang membuat kulit lentur. Zat racun tadi merangsang reaksi silang antar molekul penting pembentuk kulit yang mengakibatkan elastin menjadi kaku dan kolagen mengendur. Perusakan kulit oleh rokok tidak berhenti sampai disitu saja. Menurut penulis buku kecantikan, zat benzopyrene juga berbahaya. Zat ini merampas vitamin C masuk ke dalam tubuh. Menurut Family Health En-

cyclopedia, satu batang rokok saja sudah merusak 25 gram vitamin C. Padahal, vitamin C bisa menghalangi radikal bebas yang menggerogoti sel-sel sehat sehingga kulit lebih cepat keriput dan menua.Sumber yang sama mengungkapkan bahwa perokok mengalami penuaan dan pengeriputan kulit yang lebih cepat, karena menghisap dan menghembuskan asal rokok akan meninggalkan jejak yang akan menetap sebagai kerutan di sekitar mulut dan bibir. Efek buruk rokok tidak hanya pada kesehatan dan kecantikan kulit, tapi juga pada rambut dan gigi. Tidak sulit menandai perokok dan bukan perokok dari jari dan giginya, karena nikotin meninggalkan noda. Efek yang langsung terlihat adalah mata yang sembab. Hal ini juga akan mempengaruhi penampilan. Memang tidak mudah meninggalkan kebiasaan yang sudah jadi gaya hidup seperti merokok. Padahal sebenarnya kebiasaan yang jelas merugikan ini dapat dengan mudah juga dibuang, terutama kalau dipertimbangkan konsekuensinya. Relakah Anda menukar kecantikan dengan kenikmatan semu tembakau yang tak lain adalah racun?

KEJARI USUT, ...dari hlm: 9
ngancam akan memanggilnya secara paksa. Rini mengakui belum bisa memenuhi panggilan kejaksaan dengan dalih kesibukannya di kantor DPRD. Dia berjanji mendatangi kejaksaan bila dipanggil kembali. “Menurut saya, istilahnya yang tepat bukan diperiksa ya, tapi hanya dimintai keterangan,” tutur Rini. Dia menyebutkan, tim pengadaan komputer pada 2008 diketuai Marwoto. Sedangkan waktu itu dia menjadi pejabat pembuat komitmen dalam pengadaan sehingga sangat wajar jika kejaksaan meminta keterangan darinya. Anny Prihantari menyatakan siap diperiksa kembali oleh kejaksaan. Dia pun membenarkan pengadaan komputer menggunakan dana APBD 2008. Tapi dia menyangkal anggarannya Rp 600 juta. “Anggarannya hanya Rp 100an juta dan kami siap mempertanggungjawabkannya,” ucap Anny. Koordinator Badan Pekerja Malang Corruption Watch (MCW) Zia’ Ul Haq mendukung upaya kejaksaan tersebut. Tanpa dilaporkan pun sudah seharusnya kejaksaan menyelidiki kasus itu, karena korupsi bukan merupakan delik aduan. Kata Zia’, MCW menduga telah terjadi korupsi

dalam pengadaan komputer berdasarkan kajian MCW atas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati Malang tentang Pelaksanaan APBD 2008 Nomor 42 Tahun 2009. Laporan ini ditandatangani Bupati Malang, Sujud Pribadi, pada 27 Juli 2009. Uang Rp 600 juta disebutkan untuk program penambahan fasilitas ruang kerja pimpinan Dewan. Dalam LPJ ditemukan penggunaan anggaran pengadaan komputer yang sangat meragukan kebenarannya karena tidak menyebutkan jumlah dan spesifikasi komputer yang dibeli. Pengadaan komputer itu pun tidak melalui tender sebagaimana diharuskan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. “Hal yang mencurigakan, sampai sekarang tak diketahui siapa pemenang tender. Tak dirinci pula apa saja fasilitas tambahan untuk ruang pimpinan Dewan yang dipenuhi dengan belanja modal sebesar Rp 600 juta itu,” tutur Zia’ kepada wartawan. Berdasarkan informasi yang diperoleh MCW, jumlah komputer yang dibeli hanya lima unit dengan spesifikasi rendah. Namun harganya diduga kuat digelembungkan. > nt/ams

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

27

D I M E N S I

MANIFEST, ....dari hlm: 7
terhadap perkembangan modus operandi dari aparat pemerintah dalam mengantisipasi temuantemuan BPK. Beberapa modus penyimpangan perjalanan dinas antara lain: perjalanan dinas tumpang tindih, perjalanan dinas ganda/dibiayai dari dua sumber APBN dan APBD, perjalanan dinas dilaksanakan kurang dari waktu dalam surat penugasan, perjalanan dinas yang digunakan sebagai sumber pembentukan dana taktis/yang tidak dianggarkan, perjalanan dinas diberikan kepada yang tidak berhak dan perjalanan dinas fiktif. Dahulu, temuan hasil pemeriksaan BPK atas biaya perjalanan dinas lebih banyak didominasi oleh perjalanan dinas tumpang tindih/ ganda, yaitu seseorang mendapatkan biaya perjalanan dinas pada waktu yang sama dengan tempat tugas/tujuan yang berbeda, pada akhir-akhir ini hal tersebut jarang dijumpai/ditemukan lagi dalam pemeriksaan. Aparat pemerintah semakin pintar dalam mengantisipasi temuan pemeriksaan tersebut, yaitu dalam membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) perjalanan dinas, dengan cara membuat sebuah jadwal setiap orang yang ditugaskan dengan surat tugas dan dokumen perjalanan dinas, sehingga atas nama orang yang sama tidak terdapat dalam satu/beberapa tanggal yang sama dengan tujuan/tempat tugas yang berbeda. Meski kadang-kadang akan menjadi aneh, karena orang tersebut ditugaskan terus-menerus keluar daerah sehingga praktis orang tersebut tak pernah ada di kantor di daerahnya selama setahun, ataupun jika ada di daerah justru pada hari libur kantor, yaitu hari sabtu dan minggu. Bahkan pernah ditemukan juga perjalanan dinas yang dilaksanakan tepat pada hari raya. Ada beberapa modus operandi penyimpangan perjalanan dinas, yang telah dapat diidentifikasi antara lain: 1) perjalanan dinas fiktif, 2) perjalanan dinas tumpang tindih, 3) perjalanan dinas dilaksanakan kurang dari waktu dalam surat penugasan, 4) pembentukan “dana taktis”/non budgeter dengan SPJ perjalanan dinas, 5) perjalanan dinas sebagai sumber tambahan penghasilan yang tidak sah, 6) perjalanan dinas diberikan kepada yang tidak berhak, 7) Sumber pendanaan

perjalanan dinas dari 2 atau lebih sumber pendanaan, 8) mark-up biaya perjalanan dinas, dll. Sebagaimana telah menjadi rahasia umum, bahwa dokumendokumen perjalanan dinas seperti tiket, boarding-pas dan bahkan airport tax bandara dapat diperoleh dengan biaya tertentu dari oknumoknum travel perjalanan atau dari pihak lainnya. Sedangkan dokumen pendukung SPJ lainnya, antara lain dokumen SPPD yang harus ditandatangani dan distempel oleh pihak pejabat instansi yang dikunjungi dan harus dilampirkan dalam SPJ perjalanan dinas juga dapat dengan mudah diperoleh dengan berbagai cara, antara lain: misalnya yang ditugaskan itu lebih dari satu orang maka memang dari surat tugas tersebut ada seorang atau beberapa saja yang berangkat dan memintakan tanda tangan dan stempel tersebut untuk seluruh orang yang tercantum dalam surat tugas, meski tak semua orang dalam surat tugas melaksanakan perjalanan dinas. Dokumen-dokumen aspal (aslipalsu) inilah yang digunakan sebagai dokumen pendukung dikeluarkannya/dicairkannya uang dari kas negara/daerah, sehingga akan muncullah penyimpangan-penyimpangan tersebut. Hasil Pemeriksaan Tekait Perjalanan Dinas Dengan langkah audit tersebut di atas, BPK-RI Perwakilan Prov. Gorontalo pernah berhasil mengungkap adanya penyimpangan perjalanan dinas APBD TA 2008 di seluruh Pemda Gorontalo yang berindikasi fiktif, tumpang tindih, perjalanan dinas tidak dilaksanakan sesuai jangka waktu dalam surat tugas dan dibayarkan kepada yang tidak berhak sebesar Rp22,45 Milyar. Hasil pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Prov. Gorontalo (sebelum menggunakan teknik audit dengan manifest) atas penyimpangan pelaksanaan perjalanan dinas APBD TA 2007 di seluruh Pemda Gorontalo, berupa kelebihan bayar, tumpang tindih dan perjalanan dinas dibayarkan kepada yang tidak berhak, seperti dibayarkan kepada istri-istri anggota DPRD, perjalanan dinas untuk keperluan partai, PKK, Atlet, dan bukan PNS sebesar Rp. 3,03 Milyar. Penyimpangan perjalanan dinas TA 2007 yang dilakukan oleh DPRD dan Eksekutif/SKPD lebih lanjut dapat dirinci sebagai berikut :

kelebihan bayar dan tumpang tindih sebesar Rp.1,51 Milyar; perjalanan dinas dibayarkan kepada istri-istri anggota DPRD sebesar Rp.464,67 Juta; perjalanan dinas untuk keperluan partai sebesar Rp.14,1juta dan perjalanan dinas dibayarkan kepada PKK, Atlet, dan bukan PNS sebesar Rp.1,04 Milyar. Sehingga untuk pelaksanaan APBD TA 2007 dan 2008, temuan BPK-RI Perwakilan Prov. Gorontalo yang berkaitan dengan penyimpangan perjalanan dinas adalah sebesar Rp.25,48 Milyar, dan nilai ini merupakan kerugian daerah, yang harus dikembalikan ke kas daerah. Beberapa Alasan Penyimpangan Perjalanan Dinas Tak dapat dipungkiri, bahwa biaya perjalanan dinas di lingkungan pemerintahan, baik yang telah menerapkan metode ad-cost dan apalagi yang masih menggunakan metode lumpsum, menjadi lahan empuk oleh para rent-seeking, aparat pemerintah, maupun anggota DPRD dalam menambah penghasilan tidak resminya. Berbagai modus penyimpangan perjalanan dinas digunakan untuk menambah pundi-pundi tambahan penghasilan tidak resmi tersebut. Namun lepas dari semua itu, memang ada beberapa penyebab/alasan terjadinya penyimpangan perjalanan dinas, antara lain: 1) Rendahnya tingkat penghasilan; 2) Adanya tuntutan pembentukan “dana taktis”, untuk membiayai kegiatankegiatan yang tidak ada anggarannya; 3) Tuntutan adanya “biaya politis” bagi para anggota DPRD; 4) Kesengajaan pelaku perjalanan dinas untuk melakukan memperoleh tambahan penghasilan dari perjalanan dinas yang tidak dilaksanakan; 5) Lemahnya Sistem Pengendalian Intern; 6) Political will dari Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, pegawai pemerintah dan DPRD yang rendah; 7) Lemahnya penegakan hukum. Political-will Eksekutif saja tak Cukup Dengan ditemukannya penyimpangan-penyimpangan perjalanan dinas tersebut, perlu kiranya dilakukan upaya-upaya perbaikan oleh pihak eksekutif, pegawai pemerintah dan juga DPRD, terkait dengan penyebab-penyebab terjadinyanya penyimpangan perjalanan dinas tersebut di atas. Penyebab-penyebab penyim-

pangan perjalanan dinas tersebut tidak boleh dijadikan alasan melanggar peraturan perundangan yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian daerah. Perbaikan Sistem Pengendalian Intern dan peningkatan komitmen dan political will dari pihak eksekutif, seluruh pegawai pemerintah dan juga terutama para anggota DPRD yang terhormat sangat diperlukan. Rakyat sangat berharap bahwa uang rakyat yang dipercayakan kepada eksekutif dan legislatif untuk dikelola dan diawasi penggunaannya dalam rangka pembangunan dan penciptaan kemakmuran rakyat, jangan sampai malah diselewengkan dan digunakan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri dan kelompoknya saja, atau hanya untuk tujuan tetap mempertahankan kekuasaannya belaka.>net/ams

DEMO, ....dari hlm: 8
masih sementara ditangani polisi dan akan terus ditindak-lanjuti. “Meskipun Walikota Gorontalo sebelumnya pernah bersilaturrahmi dengan Kapolda Gorontalo. Namun, kasus akan terus diproses. Dan semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat ini, akan diteruskan ke Kapolda Gorontalo,” ujarnya. Meski terkesan belum puas, namun para pengunjuk rasa itu pun kemudian melanjutkan perjalanannya ke Kejaksaan Negeri Gorontalo. Di sana, MPC-MAK mempertanyakan mengapa pihak Kejari Gorontalo membantah telah menerima berkas dari pihak Polres Gorontalo terkait kasus lahan AURI tersebut. “Ada apa dengan Kejari Gorontalo? Kami inginkan agar Kejari Gorontalo angkat kaki dari Provinsi Gorontalo ini, apabila tidak dapat menegakkan hukum dengan seadiladilnya,” ujar Marwan diikuti yel-yel dari para oratorl lainnya. “Kejari tidak berada di tempat. Saat ini beliau masih cuti ke luar daerah. Jadi tak berada di Gorontalo. Akan tetapi, penyampaian dari masyarakat ini akan kami teruskan kepada Kejari Gorontalo,” ujar Kasie Pidum Syamsidar M di hadapan para pengunjuk rasa tersebut. Lagi-lagi, meski tak mendapatkan jawaban puas, massa aksi demo pun meninggalkan Kejari Gorontalo menuju Mapolres Gorontalo. Sayangnya, pengunjuk rasa merasa kecewa karena Kapolres Gorontalo juga tak berada di tempat.>nt/ams

28

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

D I M E N S I
MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

29

SERBA-SERBI

30

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

SERBA-SERBI

DUGAAN ....dari hlm: 9
Tipikor 18 September 2007 atas penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 16,8 miliar. 7. Bupati Pemalang, Jawa Tengah, M Machroes, diperiksa Kejaksaan Negeri Pemalang selaku saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan buku ajar 2004 dan 2005 senilai total Rp 26,587 miliar. 8. Bupati Semarang, Jawa Tengah, Bambang Guritno, diadili dalam kasus penyimpangan APBD 2004 Kabupaten Semarang terkait pengadaan buku ajar SD/MI kelas I dan IV yang menyebabkan kerugian negara Rp3,365 miliar. 9. Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Begug Purnomosidi, beberapa kali diperiksa KPK terkait dugaan penyimpangan APBD Wonogiri. 10. Bupati Madiun, Jawa Timur, H Djunaedi Mahendra, merupakan tersangka penyelewengan APBD 2001-2004 yang merugikan negara Rp 8,7 miliar. Kasus ditangani Polwil Madiun. 11. Bupati Magetan, Jawa Timur, Saleh Muljono, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan GOR Ki Mageti dan gedung DPRD Magetan senilai Rp 7,2 milliar. Ditetapkan tersangka sejak 29 Juni 2007 lalu. 12. Bupati Malang, Jawa Timur, Sujud Pribadi, diambil keterangan terkait kasus dugaan penyelewengan dana keagamaan senilai Rp 1,1 miliar dari total anggaran sekitar Rp 2,3 miliar. Kasus ini telah menyeret mantan Kabag Pemerintahan Sahiruddin sebagai tersangka. 13. Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Achmad Syafii Yasin, diambil keterangan dalam kasus korupsi anggaran biaya tambahan sebesar Rp 3,5 miliar. 14. Bupati Pasuruan, Jawa Timur, H. Jusbakir Aldjufri, diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi penggunaan anggaran proyek usaha peternakan Aliansi bekerja sama dengan Unibraw, Lousiana State University, American Brahmanan Breeuer Association. Kerugian negara diperkirakan Rp 3,5 miliar. 15. Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Wien Hendrarso, akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi belasan miliar rupiah pada proyek pengadaan tanah untuk Pasar Induk Agrobis (PIA) di Kelurahan Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

16. Bupati Situbondo, Jawa Timur, Ismunarso, ditetapkan tersangka pada 18 September 2007 dalam kasus dugaan korupsi raibnya dana kas daerah sebesar Rp Rp 45,750 miliar. 17. Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, Morkes Effendi, diduga terlibat korupsi penyimpangan dana PSDH dan DR Kabupaten Ketapang dan korupsi proyek pengadaan air bersih Riam Berasap yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp 42 miliar. Kejaksaan sudah mengajukan surat izin ke presiden yang dilayangkan dengan nomor R 308/ 3/2006, sejak 29 Maret 2006 untuk meminta keterangannya sebagai saksi. 18. Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Milton Crosby, sedang menunggu izin pemeriksaan dirinya atas dugaan kasus korupsi penahanan Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi (PSDH-DR). 19. Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Ardiansyah, diajukan oleh Kapolri sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi pemberian izin illegal mining pada 2 Februari 2006. Namun belum diketahui perkembangan kasusnya. 20. Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Baharudin H Lisa, akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus dana reboisasi tahun anggaran 2004 dan 2005 di Kabupaten Barito Selatan. 21. Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Achmad Yuliansyah, status tersangka kasus dana lelang illegal logging Rp 3 miliar sejak 17 April 2006. 22. Bupati Lamandau Bustani, Kalimantan Tengah, Hj Mahmud, pada 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan dana APBD 2004 dengan kerugian negara berdasarkan perhitungan BPKP sekitar Rp 12 miliar. Kejati Kalimantan Tengah telah mendapat izin penahanan dan pemeriksaan atas Bupati Lamandau dari Presiden. 23. Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar, dinonaktifkan 10 September 2007. Yusran merupakan tersangka penggelembungan dana pembebasan lahan 50 hektar di Babulu, Kecamatan Babulu Darat, sebesar Rp 5,8 milyar, seluas lahan yang rencananya akan dibangun perumahan pegawai negeri sipil.

24. Bupati Tulang Bawang, Lampung, Abdurachman Sarbini, diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengadaan kapal cepat dengan APBD tanpa persetujuan DPRD dengan nilai proyek Rp 4 miliar. 25. Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat, Abu Bakar Ahmad, divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor atas korupsi dana tak terduga Pemkab Dompu 2003-2005 Rp 4,6 miliar. Lalu Abu Bakar diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 6 Desember 2006. 26. Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Iskandar, diduga terlibat mark up tukar guling tanah Pemkab Lobar di Desa Sesela, Gunungsari, Lombok Barat, senilai di atas Rp 1 miliar lebih. 27. Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ibrahim Agustinus Medah, merupakan tersangka dana proyek pengadaan 300 unit rumpon senilai Rp 3,9 miliar dan kasus Purnabakti DPRD Kabupaten Kupang Rp 1 miliar. Ketua DPD Partai Golkar NTT ini resmi tersangka sejak 21 Juli 2007. 28. Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Christian Nehemia Dillak, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dua unit kapal ikan tahun 2002. Ditetapkan tersangka pada 20 Juli 2007 lalu oleh Polda NTT. 29. Bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Daniel Banunaeak, sebagai saksi dalam perkara tindak pidana penebangan pohon jati tanpa izin dari pejabat yang berwenang di kawasan Hutan Kutuanas, Desa Lelo, Kecamatan Atu Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Juga terkait kasus dana purna bakti Timor Tengah Selatan periode 1999-2004 sebesar Rp 1,4 miliar. 30. Bupati Jayawijaya, Papua, David Agustein Hubi, pada 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka pembelian fiktif dua pesawat Fokker 27 seharga Rp 8,6 miliar per satu unit, penyimpangan dana pengadaan/pengoperasian pesawat Antonov buatan Rusia sebesar Rp 3,9 miliar, biaya pengangkutan rangka baja dari Bandara Sentani ke Wamena sebesar Rp 2 miliar, dan pengadaan dua unit ground power senilai Rp 1,75 miliar. Total kerugian negara Rp 24,8 miliar. 31. Bupati Nabire, Papua, Drs An-

selmus Petrus Youw, tersangka Korupsi APBD Kabupaten Nabire Rp 2,5 miliar. Ditetapkan jadi tersangka 5 November 2004 lalu oleh Polda Papua. Belum diketahui perkembangan kasusnya. 32. Bupati Pelalawan, Riau, Tengku Azmun Jaafar, telah ditetapkan KPK sebagai tersangka gratifikasi dalam penerbitan izin pemanfaatan kayu (IPK). Tengku Azmun diduga telah menerima dana gratifikasi Rp 600 juta. 33. Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, HM Said Saggaf, diduga terlibat korupsi APBD senilai Rp 70 miliar. Namun Said hanya diperiksa selaku saksi. 34. Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang, diperiksa Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan sebagai tersangka kasus korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2004 senilai Rp 1,05 miliar pada 18 Juli 2007 lalu. 35. Bupati Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Johanis Amping Situru, bersama wakilnya, A Palino Popang, mendekam di balik jeruji Rutan Makassar. Orang nomor satu Tana Toraja itu menjadi tersangka kasus dugaan korupsi APBD Toraja 2003/2004 senilai Rp 3,9 miliar. 36. Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Andi Muhammad AB, pada 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyelewengan dana pemekaran senilai Rp 5 miliar.Bupati Muaraenim, Sumatera Selatan, Kalamudin Djinab, status diambil keterangan dalam kasus korupsi proyek penggantian box culvert dan perbaikan jalan Tanah Abang-Modong. 37. Bupati Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, Muhtadin Serai, tersangka dalam korupsi pembangunan proyek pasar tradisional Saka Selabung Muara dua. 38. Bupati Nias, Sumatera Utara, Binahati B Baeha, tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana PSDH senilai Rp 2,3 miliar. Dana ini digunakan untuk proyek pembangunan jalan di Nias. Kasus ditangani Kejari Gunung Sitoli. 39. Bupati Sleman, Yogyakarta, Ibnu Subiyanto, tersangka atas dugaan korupsi pengadaan buku paket pelajaran SD-SMA yang merugikan negara hingga Rp 12 miliar. Kasus ditangani Polda DIY. (detikcom/ams-ge)

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

31

32

Desain: am-syam
MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 06 # SEPTEMBER 2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->