Biografi Mohammad Hatta

1. Latar Belakang Keluarga

Mohammad Hatta ialah salah seorang Proklamator kebanggan Bangsa Indonesia. Ia dilahirkan tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi yang tepatnya berada di dataran tinggi Agam, Provinsi Sumatera Barat. Ayahnya bernama Haji Mohammad Jamil. Ibunya bernama Siti Saleha. Haji Mohammad Jamil berasal dari Batuhampar, dekat Payakumbuh. Ia merupakan anak dari Syekh Arsyad, seorang guru agama yang cukup terkenal. Siti Saleha merupakan anak dari Ilyas Bagindo Marah, seorang pedagang. Hatta adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya bernama Rafi’ah, seorang perempuan. Ia lahir tahun 1900. Nama Hatta yang sebenarnya ialah Mohammad Athar. Athar merupakan bahasa Arab yang berarti harum. Dalam kesehariannya, kata Athar diucapkan Atta, yang lamakelamaan berubah menjadi Hatta. Umur tujuh bulan Hatta sudah menjadi anak yatim,ayahnya meninggal dunia pada usia 30 tahun. Kemudian ibunya menikah dengan Mas Agung Haji Ning, seorang pedagang dari Palembang. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai empat orang anak, perempuan semua. Hatta dibesarkan dalam keluarga yang cukup berada dan terpandang. Hatta tidak banyak memiliki teman bermain. Di sekitar tempat tinggalnya hampir tidak anak-anak yang sebaya dengannya. Ia dijaga dan dididik dengan keras oleh neneknya, karena ia adalah keturunan laki-laki satu-satunya.

2. Latar Belakang Pendidikan Saat Hatta berumur lima tahun, kakeknya ingin memasukkannya ke Sekolah Rakyat. Pada waktu itu, ada peraturan aneh di mana calon murid disuruh melingkarkan tangannya di atas kepala. Bila ujung jari tangan kanannya dapat menyentuh telinga kirinya, anak itu akan diterima menjadi murid. Umurnya telah dianggap cukup untuk bersekolah. Tetapi malang bagi Hatta, jari tangan kanannya belum dapat menyentuh telinga kiri, karena itu ia tidak diterima di Sekolah Rakyat. Akhirnya ia dimasukkan di sekolah milik teman kakeknya. Kurang lebih

Maka Hatta masuk di Meer Uitgebreid Lagere Onderwis (MULO) di Padang. Ia harus pindah ke Jakarta untuk dapat bersekolah di sana. Prins Hendrik School (PHS) namanya. Ia memperoleh gelar sarjana ekonomi. sehingga ibunya tidak melarangnya lagi bersekolah di Jakarta. Tetapi timbul niatnya untuk berpindah jurusan. Sesudah tamat di ELS. Sesudah itu ia bersiap-siap untuk pergi ke negeri Belanda. Hatta belajar di sana hanya sampai tahun ketiga. Tiga tahun lamanya ia belajar di PHS dan tamat pada tahun 1921. Dan di Sumatera Barat tidak ada HBS. dan jurusan yang dipilihnya ialah ekonomi kenegaraan. Rafi’ah. Umurnya sudah cukup enam tahun. Di Indonesia. Hatta tamat pada tahun 1916. Hatta ingin melanjutkan pelajarannya ke Hoogere Burger School (HBS). Bukan hanya mengenai pelajaran sekolah. Kepandaian yang ia peroleh akan disumbangkannya untuk memajukan bangsanya. Jurusan yang dipilihnya mula-mula jurusan ekonomi perdagangan. Murid yang diterima di sana harus pandai berbahasa Perancis. perjuangan itu akan dilanjutkannya. Di Jakarta Hatta mengambil sekolah dagang. tetapi juga pengetahuan umum. ia sekelas dengan dengan kakaknya. MULO setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama sekarang. Dua tahun kemudian ia sudah memperoleh ijazah sarjana muda. . Tiga tahun kemudian ia tamat dari MULO dan ia sudah cukup dewasa. Hatta anak yang cerdas.enam bulan lamanya ia belajar di sekolah itu. Setelah itu ia pulang ke tanah air. Tetapi ibunya melarang. Karena itu ia pindah ke ELS padang yang mengajarkan bahasa Perancis. Sebelas tahun lamanya Hatta belajar di Belanda. Kemudian ia pindah ke Sekolah Rakyat. Hatta mengikuti kuliah pada Handels Hoogere School (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam. Pertengahan tahun ajaran ia pindah ke sekolah Belanda bernama Europe Lagere School (ELS). Hatta menyelesaikan masa kuliahnya pada tahun 1932. Karena itu ia terpaksa memperpanjang masa kuliahnya.pengetahuannya luas.

Lantas ia bertolak ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School.Hatta bersama teman-temannya di negeri Belanda 3. Selama berkeliling kota. Setiap hari Sabtu. koran Kaoem Moeda. ia dan Bahder Djohan punya kebiasaan keliling kota. Pemuda Hatta makin tajam pemikirannya karena diasah dengan beragam bacaan. Di sini. bukan saja koran terbitan Padang tetapi juga Batavia. Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Karangannya dimuat dalam majalah Jong Sumatera. perbincangan dengan tokoh-tokoh pergerakan asal Minangkabau yang mukim di Batavia. Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramah-ceramah atau pertemuan-pertemuan politik. salah satunya lewat membaca berbagai koran. dan Agus Salim dalam Neratja. datanglah musafir dari Barat bernama Wolandia. serta Utusan Melayu dan Peroebahan. anggota Volksraad. pengarang roman Salah Asuhan. “Namaku Hindania!” begitulah judulnya. serta diskusi dengan temannya sesama anggota JSB: Bahder Djohan. Pada usia 17 tahun. Pengalaman Karier atau Prestasi Saat berusia 15 tahun. Hindia Baroe. Hatta mulai aktif menulis. dan pegiat dalam majalah Hindia Sarekat. pengalaman sebagai Bendahara JSB Pusat. Pokok soal yang kerap . Di kota ini Hatta mulai menimbun pengetahuan perihal perkembangan masyarakat dan politik. aktivis partai Sarekat Islam. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis. Setelah ditinggal mati suaminya. Hatta merintis karir sebagai aktivis organisasi.” rutuk Hatta lewat Hindania. mereka bertukar pikiran tentang berbagai hal mengenai tanah air. Lewat itulah Hatta mengenal pemikiran Tjokroaminoto dalam surat kabar Utusan Hindia. Berkisah perihal janda cantik dan kaya yang terbujuk kawin lagi. sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond (JSB) Cabang Padang. yang kemudian meminangnya. “Tapi Wolandia terlalu miskin sehingga lebih mencintai hartaku daripada diriku dan menyia-nyiakan anak-anakku. Brahmana dari Hindustan. Neratja.

Bahder Djohan akan mengutamakan perhatiannya pada persiapan redaksi majalah. Douwes Dekker. tak ketinggalan pula tersisip kritik terhadap sikap kolonial Belanda. Sebelumnya. Suatu ketika pada media tahun 1922. Turki yang dipandang sebagai kerajaan yang sedang runtuh (the sick man of Europe) memukul mundur tentara Yunani yang dijagokan oleh Inggris. Hatta menjalin kerjasama dengan percetakan surat kabar Neratja. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Untuk itu. ia dipercaya sebagai koresponden. Majalah dalam rencana Bahder Djohan itupun sudah ia beri nama Malaya. tak lepas karena Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) menginisiasi penerbitan majalah Hindia Poetra oleh Indische Vereeniging mulai 1916. Hindia Poetra bersemboyan “Ma’moerlah Tanah Hindia! Kekallah Anak-Rakjatnya!” berisi informasi bagi para pelajar asal tanah air perihal kondisi di Nusantara. Rentetan peristiwa itu Hatta pantau lalu ia tulis menjadi serial tulisan untuk Neratja di Batavia. dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres. sedangkan Hatta pada soal organisasi dan pembiayaan penerbitan. Kondisi itu tercipta. Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921.pula mereka perbincangkan ialah perihal memajukan bahasa Melayu. terjadi peristiwa yang mengemparkan Eropa. Saat itu. bahkan banyak surat kabar di tanah air yang mengutip tulisan-tulisan Hatta. Selama menjabat Bendahara JSB Pusat. Serial tulisan Hatta itu menyedot perhatian khalayak pembaca. Antara mereka berdua sempat ada pembagian pekerjaan. Namun. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat. karena berbagai hal cita-cita itu tak dapat diteruskan. menurut Bahder Djohan perlu diadakan suatu majalah. . Hubungan itu terus berlanjut meski Hatta berada di Rotterdam. telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging.

Penunjukkan itu berlangsung pada 19 Februari 1922. lagi-lagi. Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda. salah seorang anggota Indonesische Vereeniging mengatakan bahwa dari sekarang kita mulai membangun Indonesia dan meniadakan Hindia atau Nederland Indie. Soekarno dan Sutan Sjahrir Di Indische Vereeniging. Dalam forum itu pula. dan di sinilah ia bersahabat dengan nasionalis India. setelah melakukan pidato pembelaannya yang terkenal: Indonesia Free. nama Indische –meski masih bermasalah– sudah mencerminkan kesatuan wilayah. Jawaharlal Nehru. pergerakan putra Minangkabau ini tak lagi tersekat oleh ikatan kedaerahan. Hatta mengawali karir pergerakannya di Indische Vereeniging pada 1922. yakni gugusan kepulauan di Nusantara yang secara politis diikat oleh sistem kolonialisme belanda. ketika terjadi pergantian pengurus Indische Vereeniging.Hatta. Momentum suksesi kala itu punya arti penting bagi mereka di masa mendatang. Soetomo diganti oleh Hermen Kartawisastra. sebab ketika itulah mereka memutuskan untuk mengganti nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging dan kelanjutannya mengganti nama Nederland Indie menjadi Indonesia. Dari sanalah mereka semua berasal. Lagipula. sebagai Bendahara. Ketua lama dr. Aktivitasnya dalam organisasi ini menyebabkan Hatta ditangkap pemerintah Belanda. Sebuah pilihan nama bangsa yang sarat bermuatan politik. Sebab Indische Vereeniging berisi aktivis dari beragam latar belakang asal daerah. Pada tahun 1927. Hatta akhirnya dibebaskan. Pada tahun 1932 Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan .

dan filsafat. pasti telah menjadi orang besar dengan gaji besar pula. dengan tiada harapan akan dipulangkan ke daerah asal. menawarkan dua pilihan: bekerja untuk pemerintahan kolonial dengan upah 40 sen sehari dengan harapan nanti akan dikirim pulang ke daerah asal. Hatta secara teratur menulis artikel-artikel untuk surat kabar Pemandangan. Maka tak perlulah dia ke Tanah Merah untuk menjadi kuli dengan gaji 40 sen sehari. Masa Pendudukan Jepang pada tanggal 3 Pebruari 1942. "Pengantar ke Jalan llmu dan Pengetahuan" dan "Alam Pikiran Yunani. Pemerintah Hindia . Kumpulan bahan-bahan pelajaran itu di kemudian hari dibukukan dengan judul-judul antara lain. Hatta menjawab." (empat jilid). Hatta diasingkan ke Digoel dan kemudian ke Banda selama 6 tahun. atau menjadi buangan dengan menerima bahan makanan. bila dia mau bekerja untuk pemerintah kolonial waktu dia masih di Jakarta. Boven Digoel (Papua). Honorariumnya cukup untuk biaya hidup di Tanah Merah dan dia dapat pula membantu kawan-kawannya. Tjipto Mangunkusumo dan Mr.kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Hatta mempunyai cukup banyak bahan untuk memberikan pelajaran kepada kawan-kawannya di pembuangan mengenai ilmu ekonomi. Rumahnya di Digoel dipenuhi oleh buku-bukunya yang khusus dibawa dari Jakarta sebanyak 16 peti. Mereka bertemu Dr. dan lain-Iain. Kepala pemerintahan di sana. Iwa Kusumasumantri. ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. pengganti van Langen. Januari 1935. Pada Januari 1936 keduanya berangkat ke Bandaneira. bersama Soetan Sjahrir. Dalam pembuangan. Belanda kembali menangkap Hatta. Kapten van Langen. tatabuku. Hatta dan Sjahrir dapat bergaul bebas dengan penduduk setempat dan memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah. Di Bandaneira. Hatta dan Sjahrir dibawa ke Sukabumi. sejarah. Dengan demikian. Kapten Wiarda. Hatta dan kawan-kawannya tiba di Tanah Merah. Pada tanggal 9 Maret 1942. memberitahukan bahwa tempat pembuangan Hatta dan Sjahrir dipindah ke Bandaneira. Pada bulan Desember 1935. politik.

Golongan tua dan muda merasakan ini setajam-tajamnya. Namun pidato yang diucapkan di Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Merdeka) pada tanggaI 8 Desember 1942 menggemparkan banyak kalangan. Pengakuan Indonesia Merdeka oleh Jepang perlu bagi Hatta sebagai senjata terhadap Sekutu kelak. Hatta menyarankan agar Soekarno yang menuliskan kata-kata yang . dan pada tanggal 22 Maret 1942 Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Bila Jepang yang fasis itu mau mengakui. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda (JI Imam Bonjol. yaitu Soekamo. dengan Soekamo sebagai Ketua dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua. Bagi pemuda Indonesia. apakah sekutu yang demokratis tidak akan mau? Karena itulah maka Jepang selalu didesaknya untuk memberi pengakuan tersebut. ia Iebih suka melihat Indonesia tenggelam ke dalam lautan daripada mempunyainya sebagai jajahan orang kembali. Hatta mengatakan tentang cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka.00 pagi keesokan harinya. Dan oleh karena itu ia tak ingin menjadi jajahan kembali. Soekarni. Pada masa pendudukan Jepang. Selama masa pendudukan Jepang. sembilan dari Pulau Jawa dan dua belas orang dari luar Pulau Jawa. Anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia. dan Sayuti Malik memisahkan diri ke suatu ruangan untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. yang baru diperoleh pada bulan September 1944. sekarang). bahwa Kemerdekaan Indonesia dalam pemahaman Jepang berbeda dengan pengertiannya sendiri. Panitia kecil yang terdiri dari 5 orang. dan dia bertanya. Soekarno meminta Hatta menyusun teks proklamasi yang ringkas. “Indonesia terlepas dari penjajahan imperialisme Belanda.Belanda menyerah kepada Jepang. Panitia Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Hatta. Namun Hatta mengetahui. menjawab bahwa Jepang tidak akan menjajah. Hatta diminta untuk bekerja sama sebagai penasehat. yang berakhir pada pukul 03. Mayor Jenderal Harada. Ia mengatakan. Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam. Soebardjo." Pada awal Agustus 1945. apakah Jepang akan menjajah Indonesia? Kepala pemerintahan harian sementara. Hatta tidak banyak bicara.

Ir Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs.didiktekannya. Dua kali perundingan dengan Belanda menghasilkan Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Reville. tepat pada jam 10. . Nehru berjanji. Setelah pekerjaan itu selesai. tetapi selalu berakhir dengan kegagalan akibat kecurangan pihak Belanda. Untuk mencari dukungan luar negeri. Tangal 17 Agustus 1945. tempat para anggota lainnya menanti. Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya dari usaha Pemerintah Belanda yang ingin menjajah kembali.00 pagi di Jalan Pengangsaan Timur 56 Jakarta. Semua yang hadir menyambut dengan bertepuk tangan riuh. Tanggal 18 Agustus 1945. mereka membawanya ke ruang tengah. dengan menyamar sebagai kopilot bernama Abdullah (Pilot pesawat adalah Biju Patnaik yang kemudian menjadi Menteri Baja India di masa Pemerintah Perdana Menteri Morarji Desai). India dapat membantu Indonesia dengan protes dan resolusi kepada PBB agar Belanda dihukum. pada Juli I947. Mohammad Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Bung Hatta pergi ke India menemui Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi. Pemerintah Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Soekarni mengusulkan agar naskah proklamasi tersebut ditandatangi oleh dua orang saja. Soekarno dan Mohammad Hatta. Soekardjo Wijopranoto mengemukakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden harus merupakan satu dwitunggal. kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Bung Hatta kembali menjadi Wakil Presiden. . Namun perjuangan 19 Desember 1948. Sartono. Panglima Besar Soediman melanjutkan memimpin perjuangan bersenjata. Bung Hatta juga menjadi Perdana Menteri waktu Negara Republik Indonesia Serikat berdiri. Tembusan surat dikirimkan kepada Presiden Soekarno. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Bung Hatta yang mengetuai Delegasi Indonesia dalam Konperensi Meja Bundar untuk menerima pengakuan kedaulatan Indonesia dari Ratu Juliana. Niatnya untuk mengundurkan diri itu diberitahukannya melalui sepucuk surat kepada ketua Perlemen.Kesukaran dan ancaman yang dihadapi silih berganti. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971). Mr. Pada tahun 1955. Setelah Konstituante dibuka secara resmi oleh Presiden. Bung Hatta mengucapkan pidato di radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Belanda kembali Indonesia untuk mempertahankan melancarkan agresi kedua. Presiden Soekarno berusaha mencegahnya. Pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag. ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. Wakil Presiden Hatta mengemukakan kepada Ketua Parlemen bahwa pada tanggal l Desember 1956 ia akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Selanjutnya setelah RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. September 1948 PKI melakukan pemberontakan. Presiden dan Wapres ditawan dan diasingkan ke Rakyat kemerdekaan terus berkobar di mana-mana. Selama menjadi Wakil Presiden. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi. Tanggal 12 Juli 1951. tetapi Bung Hatta tetap pada pendiriannya. Bangka. Bung Hatta mengumumkan bahwa apabila parlemen dan konsituante pilihan rakyat sudah terbentuk.

Dalam masa pemerintahan Orde Baru.Pada tangal 27 Nopember 1956. Sebuah tulisan yang terkenal karena menonjolkan pandangan dan pikiran Bung Hatta mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia waktu itu. ia menghadiri suatu pertemuan dengan Soekarno. Bung Hatta mengucapkan pidato pengukuhan yang berjudul “Lampau dan Datang”. pada zaman Jepang. Mahasiswi itu tertarik pada kepandaian Hatta. Sesudah Bung Hatta meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. Lebih dari sepuluh tahun Hatta menetap di Eropa. Bung Hatta lebih merupakan negarawan sesepuh bagi bangsanya daripada seorang politikus. Universitas Padjadjaran di Bandung mengukuhkan Bung Hatta sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian. Namun Hatta tidak terpengaruh dengan itu. Ada kebiasaan mahasisiwa di Eropa. Pergaulan di sana lebih bebas daripada di Indonesia. Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Beberapa gadis menggunakan kesempatan itu. pada waktu libur. Tetapi Tuhan memang tidak mengizinkan Hatta untuk membujang. Pada kesempatan itu. mereka pergi bertamasya. 4. Ada pula mahasiswi Polandia yang cukup cantik. Ia pernah berjanji tidak akan menikah sebelum negara tercinta mencapai kemerdekaan. Pada tahun 1960 Bung Hatta menulis "Demokrasi Kita" dalam majalah Pandji Masyarakat. ia memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam ilmu hukum dari Universitas Gajah Mada di Yoyakarta. Pidato pengukuhan Bung Hatta berjudul “Menuju Negara Hukum”. Saat itu Hatta ikut dalam acara tersebut dan juga bersama mahasiswa Indonesia lainnya. beberapa gelar akademis juga diperolehnya dari berbagai perguruan tinggi. Perjalanan Hidup Hatta merupakan pribadi yang sangat menepati janji. dan menyuruh gadis Polandia itu untuk merayu Hatta hanya saja gagal. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu hukum. . Suatu hari.

Gemala Rabi'ah. Hatta juga memperoleh penghasilan dari honorarium karangan-karangannya. Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal l8 Nopember 1945 di desa Megamendung. Mereka mempunyai tiga orang putri. istrinya pernah berjualan kain batik dan lukisan batik. Didikan yang ditanamkan pada keluarganya ternyata berhasil. dan Halida Nuriah. mereka tidak pernah mengeluh. Dalam keadaan bagaimanapun. Hanya pada waktu senggang mereka dapat berlibur ke luar kota. yaitu Sri Juwita Hanum Swasono dan Mohamad Athar Baridjambek. Ia mengajarkan anak-anaknya untuk tidak pernah sombang karena ayahnya seorang wakil presiden. Dua orang putrinya yang tertua telah menikah. Hatta berusaha menciptakan sebuah keluarga yang kokoh dan rukun. Pernah uang tersebut untuk membayar uang sewa listrik saja tidak cukup. Rahmi menyadari bahwa suaminya sangat sibuk. Hatta tertarik pada gadis itu. Tetapi jumlahnya belum juga mencukupi. Pada suatu malam. Namun. Jumlahnya tidak banyak. Saat itu Indonesia baru saja merdeka. Mohammad Chalil Baridjambek.Soekarno memperkenalkan seorang gadis kepada Hatta. Untuk biaya pernikahan Meutia. beitu pula sebaliknya. Hatta tidak memanjakan anak-anaknya. Karena itu tidak banyak waktu untuk bersenang-senang bagi mereka. Sebagian kecil dari uang yang diperolehnya itu disimpannya di Tabanas. Hatta hidup dari uang pensiunan sebagai wakil presiden. ia tidak sempat menyaksikkan pernikahan anak bungsunya tersebut. Mencintai istri dan anak-anak berarti mendidik mereka. Di hari tua. Soekarno datang ke rumah orang tua Rahmi di Bandung. biasanya ke daerah pegunungan. Mereka hidup dalam kesederhanan. Tak lama kemudian diadakan perundingan antara keluarga Rahmi dan Hatta. . Jawa Barat. Gadis itu bernama Rahmi Rachim. Yang pertama dengan Dr. yaitu Meutia Farida. Selain dari uang pensiunan. Uang itu sebenarya ingin dipakai untuk membiayai pernikahan Gemala. Bogor. Hatta sempat menyaksikan kelahiran dua cucunya. ia terpaksa menjual mobilnya. Untuk menutupi kekurangan itu. Ia tinggal di Bandung. Sri-Edi Swasono dan yang kedua dengan Drs.

Akhir Hidup Sejak tahun 1976 kessehatan Bung Hatta mulai menurun. Tanggal 3 Maret 1980 ia dirawat kembali di rumah sakit. Kemudian. Apakah Hatta akan kuat menahan sakit pasca operasi. Semua memberikan ucapan selamat berpisah. Berkat perawatan yang diberikan. Bung Hatta meninggal dunia pada usianya yang menjelang 78 tahun. Pada minggu pertama bulan Maret 1976. Keesokan harinya ia dimasukkan ke ruangan khusus untuk diperiksa lebih seksama. Umurnya telah mencapai 74 tahun. Di sepanjang . Selama ini ia telah bekerja keras untuk kepentingan Negara. Tanggal 11 Maret ia susah untuk tidur. begitu pula dengan sang istri. Sesudah berhenti menjadi wakil presiden. Selain itu Hatta juga menderita wasir. tetapi mereka sanksi. ia sering merasa pusing. Tim dokter berpendapat bahwa Hatta harus menjalani operasi wasir. tibalah saat yang menentukan. Presiden Soeharto turut melepasnya. dan operasi berjalan lancer. Tanggal 15 Maret jenazah Hatta diberangkatkan dari rumah.45 tanggal 14 Maret 1980 ia menutup mata untuk selamanya. di belakang otaknya terjadi pengapuran. ia pun menjalani operasi tanggal 25 Maret 1976. Sore tanggal 14 Maret seluruh keluarga berkumpul di ruang perawatan. Tetapi itu tidak berlangsung lama. ia tetap menyibukkan diri dengan menulis karangan atau memberi kuliah.Hatta beserta keluarga 5. Tetapi Hatta tidak gentar. Menurut dokter. Dan pukul 18. Dokter memintanya untuk dirawat di rumah sakit. kesehatannya mulai membaik.

Dari perjuangan dan pengorbanannya. sebuah bangsa telah menikmati kemerdekaan. rakyat telah memilh sistem demokrasi yang mensyaratkan persamaan hak dan kewajiban bagi semua warga negara dan dihormatinya supremasi hukum. Antara tulisan dan perbuatan Bung Hatta dengan sikap dan tindakannya tidak terjadi pertentangan. Tetapi. Dan berakhir sudah sebuah kehidupan. dan peringatan terhadap Bung Karno. Bukan hanya jujur. namun tidak sia-sia. rakyat berdiri dengan melambaikan benderabendera kecil. semua orang Indonesia akan menyebut nama Bung Hatta. sedangkan di sisi lain duduk di atas demokrasi. Serombongan anak muda merentangkan spanduk bertuliskan “Selamat jalan. Bila ada pejabat negara yang paling jujur. Bung Karno tidak berubah sikap. Bung Hatta senantiasa berperilaku yang santun terhadap siapa pun. Hatta pun tidak menyesuaikan sikap dengan Bung Karno. Bapakku”. Baik kawan maupun lawan. Jakarta. Berakhir juga segala pengorbanan yang telah diberikan. Di satu sisi ingin mewujudkan demokrasi. Jelas. ada waktu untuk kegiatan organisasi. Magribnya ia mengaji di surau. sahabatnya sejak masa perjuangan kemerdekaan. teguran. bagi Bung Hatta ini adalah sebuah hal yang kontradiksi. ia tidak bisa menerima perilaku Bung Karno. Padahal. Karena . Ada waktu untuk berolahraga. Ia berasal dari rakyat dan ingin berbaring di tengahtengah rakyat. Ia menganggap Bung Karno sudah mulai meninggalkan demokrasi dan ingin memimpin segalanya. Hatta telah tiada. tetapi ia juga tak terkorupsikan. bendera Merah Putih. Ia hidup serba teratur. Sepanjang hidupnya. Mulai dari pagi hari ia belajar di sekolah umum. sesuai dengan amanatnya. karena merasa tidak cocok lagi Bung Karno yang menjadi presiden. Ia tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.perjalanan menuju pemakaman. Hidup teratur ini sudah dibiasakannya sejak masih kecil. Sebagai pejuang demokrasi. Ia adalah orang yang konsisten menjalankan sikap yang telah diambilnya. sore hari ia belajar bahasa Belanda. Kejujuran hatinya membuat dia tidak rela untuk melakukan tindak korupsi. telah dilakukan. Pembicaraan. Hatta dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir. II. Bung Karno mencoba berdiri di atas semua itu dengan alasan rakyat perlu dipimpin dalam memahami demokrasi dengan benar. Tak perlu heran ketika tibatiba Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956. Hal-hal yang Diteladani dari Tokoh Hatta dikenal sebagai pribadi yang sangat disiplin.

Tetapi. dan risiko yang diambilnya. ia layak untuk menduduki jabatan itu. Sampai kini. Mohammad Hatta . Kesempatan memang tidak datang padanya. akhirnya Bung Hatta memilih mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada Bung Karno untuk membuktikan konsepsinya. peran. Bung Hatta memang tidak pernah menjadi presiden republik ini meski bila ditinjau dari jasa. nama Bung Hatta tetap baik dan harum di sanubari Bangsa Indonesia. pengetahuan.merasa tidak mungkin lagi menjalin kerja sama. Ia adalah cermin dari tokoh yang lurus dan bersih serta memiliki nama baik yang senantiasa dijaganya. ia telah menjadi bapak bangsa dengan moralitas tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful