Biografi Mohammad Hatta

1. Latar Belakang Keluarga

Mohammad Hatta ialah salah seorang Proklamator kebanggan Bangsa Indonesia. Ia dilahirkan tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi yang tepatnya berada di dataran tinggi Agam, Provinsi Sumatera Barat. Ayahnya bernama Haji Mohammad Jamil. Ibunya bernama Siti Saleha. Haji Mohammad Jamil berasal dari Batuhampar, dekat Payakumbuh. Ia merupakan anak dari Syekh Arsyad, seorang guru agama yang cukup terkenal. Siti Saleha merupakan anak dari Ilyas Bagindo Marah, seorang pedagang. Hatta adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya bernama Rafi’ah, seorang perempuan. Ia lahir tahun 1900. Nama Hatta yang sebenarnya ialah Mohammad Athar. Athar merupakan bahasa Arab yang berarti harum. Dalam kesehariannya, kata Athar diucapkan Atta, yang lamakelamaan berubah menjadi Hatta. Umur tujuh bulan Hatta sudah menjadi anak yatim,ayahnya meninggal dunia pada usia 30 tahun. Kemudian ibunya menikah dengan Mas Agung Haji Ning, seorang pedagang dari Palembang. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai empat orang anak, perempuan semua. Hatta dibesarkan dalam keluarga yang cukup berada dan terpandang. Hatta tidak banyak memiliki teman bermain. Di sekitar tempat tinggalnya hampir tidak anak-anak yang sebaya dengannya. Ia dijaga dan dididik dengan keras oleh neneknya, karena ia adalah keturunan laki-laki satu-satunya.

2. Latar Belakang Pendidikan Saat Hatta berumur lima tahun, kakeknya ingin memasukkannya ke Sekolah Rakyat. Pada waktu itu, ada peraturan aneh di mana calon murid disuruh melingkarkan tangannya di atas kepala. Bila ujung jari tangan kanannya dapat menyentuh telinga kirinya, anak itu akan diterima menjadi murid. Umurnya telah dianggap cukup untuk bersekolah. Tetapi malang bagi Hatta, jari tangan kanannya belum dapat menyentuh telinga kiri, karena itu ia tidak diterima di Sekolah Rakyat. Akhirnya ia dimasukkan di sekolah milik teman kakeknya. Kurang lebih

Tetapi ibunya melarang. . ia sekelas dengan dengan kakaknya. Di Indonesia. Prins Hendrik School (PHS) namanya. sehingga ibunya tidak melarangnya lagi bersekolah di Jakarta. Tiga tahun kemudian ia tamat dari MULO dan ia sudah cukup dewasa. Hatta belajar di sana hanya sampai tahun ketiga. Umurnya sudah cukup enam tahun. Hatta mengikuti kuliah pada Handels Hoogere School (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam. Ia memperoleh gelar sarjana ekonomi. perjuangan itu akan dilanjutkannya. Hatta tamat pada tahun 1916. Pertengahan tahun ajaran ia pindah ke sekolah Belanda bernama Europe Lagere School (ELS). Karena itu ia terpaksa memperpanjang masa kuliahnya.pengetahuannya luas. Rafi’ah. Hatta ingin melanjutkan pelajarannya ke Hoogere Burger School (HBS). Bukan hanya mengenai pelajaran sekolah. Maka Hatta masuk di Meer Uitgebreid Lagere Onderwis (MULO) di Padang. MULO setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama sekarang. Dua tahun kemudian ia sudah memperoleh ijazah sarjana muda. Tiga tahun lamanya ia belajar di PHS dan tamat pada tahun 1921. Sesudah itu ia bersiap-siap untuk pergi ke negeri Belanda. Setelah itu ia pulang ke tanah air. Jurusan yang dipilihnya mula-mula jurusan ekonomi perdagangan. Ia harus pindah ke Jakarta untuk dapat bersekolah di sana. Murid yang diterima di sana harus pandai berbahasa Perancis. dan jurusan yang dipilihnya ialah ekonomi kenegaraan. Hatta menyelesaikan masa kuliahnya pada tahun 1932. Tetapi timbul niatnya untuk berpindah jurusan. Dan di Sumatera Barat tidak ada HBS. Kepandaian yang ia peroleh akan disumbangkannya untuk memajukan bangsanya. tetapi juga pengetahuan umum. Hatta anak yang cerdas. Karena itu ia pindah ke ELS padang yang mengajarkan bahasa Perancis. Di Jakarta Hatta mengambil sekolah dagang. Sesudah tamat di ELS.enam bulan lamanya ia belajar di sekolah itu. Kemudian ia pindah ke Sekolah Rakyat. Sebelas tahun lamanya Hatta belajar di Belanda.

Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). “Tapi Wolandia terlalu miskin sehingga lebih mencintai hartaku daripada diriku dan menyia-nyiakan anak-anakku. Lantas ia bertolak ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Setelah ditinggal mati suaminya. pengarang roman Salah Asuhan. Pemuda Hatta makin tajam pemikirannya karena diasah dengan beragam bacaan. dan Agus Salim dalam Neratja. datanglah musafir dari Barat bernama Wolandia. pengalaman sebagai Bendahara JSB Pusat. Lewat itulah Hatta mengenal pemikiran Tjokroaminoto dalam surat kabar Utusan Hindia. aktivis partai Sarekat Islam. dan pegiat dalam majalah Hindia Sarekat. Neratja. ia dan Bahder Djohan punya kebiasaan keliling kota. “Namaku Hindania!” begitulah judulnya. anggota Volksraad. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis. yang kemudian meminangnya. Di sini. koran Kaoem Moeda. Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramah-ceramah atau pertemuan-pertemuan politik. Hatta mulai aktif menulis. mereka bertukar pikiran tentang berbagai hal mengenai tanah air. Karangannya dimuat dalam majalah Jong Sumatera. Pengalaman Karier atau Prestasi Saat berusia 15 tahun.” rutuk Hatta lewat Hindania. perbincangan dengan tokoh-tokoh pergerakan asal Minangkabau yang mukim di Batavia. Brahmana dari Hindustan. salah satunya lewat membaca berbagai koran. Berkisah perihal janda cantik dan kaya yang terbujuk kawin lagi. Pokok soal yang kerap . Hindia Baroe. Setiap hari Sabtu. Selama berkeliling kota. Pada usia 17 tahun.Hatta bersama teman-temannya di negeri Belanda 3. bukan saja koran terbitan Padang tetapi juga Batavia. sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond (JSB) Cabang Padang. serta diskusi dengan temannya sesama anggota JSB: Bahder Djohan. serta Utusan Melayu dan Peroebahan. Di kota ini Hatta mulai menimbun pengetahuan perihal perkembangan masyarakat dan politik. Hatta merintis karir sebagai aktivis organisasi.

Bahder Djohan akan mengutamakan perhatiannya pada persiapan redaksi majalah.pula mereka perbincangkan ialah perihal memajukan bahasa Melayu. bahkan banyak surat kabar di tanah air yang mengutip tulisan-tulisan Hatta. Hatta menjalin kerjasama dengan percetakan surat kabar Neratja. menurut Bahder Djohan perlu diadakan suatu majalah. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Serial tulisan Hatta itu menyedot perhatian khalayak pembaca. Sebelumnya. karena berbagai hal cita-cita itu tak dapat diteruskan. Rentetan peristiwa itu Hatta pantau lalu ia tulis menjadi serial tulisan untuk Neratja di Batavia. Kondisi itu tercipta. Untuk itu. tak ketinggalan pula tersisip kritik terhadap sikap kolonial Belanda. . Hubungan itu terus berlanjut meski Hatta berada di Rotterdam. Turki yang dipandang sebagai kerajaan yang sedang runtuh (the sick man of Europe) memukul mundur tentara Yunani yang dijagokan oleh Inggris. Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres. Douwes Dekker. Saat itu. Selama menjabat Bendahara JSB Pusat. Hindia Poetra bersemboyan “Ma’moerlah Tanah Hindia! Kekallah Anak-Rakjatnya!” berisi informasi bagi para pelajar asal tanah air perihal kondisi di Nusantara. Suatu ketika pada media tahun 1922. telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921. ia dipercaya sebagai koresponden. tak lepas karena Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) menginisiasi penerbitan majalah Hindia Poetra oleh Indische Vereeniging mulai 1916. Namun. Majalah dalam rencana Bahder Djohan itupun sudah ia beri nama Malaya. terjadi peristiwa yang mengemparkan Eropa. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat. Antara mereka berdua sempat ada pembagian pekerjaan. sedangkan Hatta pada soal organisasi dan pembiayaan penerbitan.

nama Indische –meski masih bermasalah– sudah mencerminkan kesatuan wilayah. Penunjukkan itu berlangsung pada 19 Februari 1922. Dalam forum itu pula.Hatta. pergerakan putra Minangkabau ini tak lagi tersekat oleh ikatan kedaerahan. Pada tahun 1927. Soetomo diganti oleh Hermen Kartawisastra. Lagipula. salah seorang anggota Indonesische Vereeniging mengatakan bahwa dari sekarang kita mulai membangun Indonesia dan meniadakan Hindia atau Nederland Indie. Hatta akhirnya dibebaskan. Soekarno dan Sutan Sjahrir Di Indische Vereeniging. sebab ketika itulah mereka memutuskan untuk mengganti nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging dan kelanjutannya mengganti nama Nederland Indie menjadi Indonesia. Sebuah pilihan nama bangsa yang sarat bermuatan politik. Aktivitasnya dalam organisasi ini menyebabkan Hatta ditangkap pemerintah Belanda. Jawaharlal Nehru. Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda. sebagai Bendahara. Dari sanalah mereka semua berasal. Hatta mengawali karir pergerakannya di Indische Vereeniging pada 1922. Ketua lama dr. Momentum suksesi kala itu punya arti penting bagi mereka di masa mendatang. Sebab Indische Vereeniging berisi aktivis dari beragam latar belakang asal daerah. dan di sinilah ia bersahabat dengan nasionalis India. yakni gugusan kepulauan di Nusantara yang secara politis diikat oleh sistem kolonialisme belanda. lagi-lagi. Pada tahun 1932 Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan . ketika terjadi pergantian pengurus Indische Vereeniging. setelah melakukan pidato pembelaannya yang terkenal: Indonesia Free.

atau menjadi buangan dengan menerima bahan makanan. Kumpulan bahan-bahan pelajaran itu di kemudian hari dibukukan dengan judul-judul antara lain. tatabuku. sejarah. Pemerintah Hindia . Pada tanggal 9 Maret 1942. Pada bulan Desember 1935. ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. Mereka bertemu Dr. Belanda kembali menangkap Hatta. Hatta dan kawan-kawannya tiba di Tanah Merah. dan filsafat. Dengan demikian. "Pengantar ke Jalan llmu dan Pengetahuan" dan "Alam Pikiran Yunani. Januari 1935. Masa Pendudukan Jepang pada tanggal 3 Pebruari 1942. pasti telah menjadi orang besar dengan gaji besar pula. dengan tiada harapan akan dipulangkan ke daerah asal. Di Bandaneira. Kapten van Langen. Iwa Kusumasumantri. Kapten Wiarda. Hatta dan Sjahrir dibawa ke Sukabumi. Dalam pembuangan. pengganti van Langen.kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Pada Januari 1936 keduanya berangkat ke Bandaneira. Hatta secara teratur menulis artikel-artikel untuk surat kabar Pemandangan. Boven Digoel (Papua). menawarkan dua pilihan: bekerja untuk pemerintahan kolonial dengan upah 40 sen sehari dengan harapan nanti akan dikirim pulang ke daerah asal. Hatta dan Sjahrir dapat bergaul bebas dengan penduduk setempat dan memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah. bersama Soetan Sjahrir. bila dia mau bekerja untuk pemerintah kolonial waktu dia masih di Jakarta. Honorariumnya cukup untuk biaya hidup di Tanah Merah dan dia dapat pula membantu kawan-kawannya. Hatta mempunyai cukup banyak bahan untuk memberikan pelajaran kepada kawan-kawannya di pembuangan mengenai ilmu ekonomi. dan lain-Iain. Hatta menjawab." (empat jilid). politik. Hatta diasingkan ke Digoel dan kemudian ke Banda selama 6 tahun. Kepala pemerintahan di sana. Maka tak perlulah dia ke Tanah Merah untuk menjadi kuli dengan gaji 40 sen sehari. Rumahnya di Digoel dipenuhi oleh buku-bukunya yang khusus dibawa dari Jakarta sebanyak 16 peti. memberitahukan bahwa tempat pembuangan Hatta dan Sjahrir dipindah ke Bandaneira. Tjipto Mangunkusumo dan Mr.

Hatta diminta untuk bekerja sama sebagai penasehat. yang baru diperoleh pada bulan September 1944. sembilan dari Pulau Jawa dan dua belas orang dari luar Pulau Jawa. Hatta tidak banyak bicara. apakah sekutu yang demokratis tidak akan mau? Karena itulah maka Jepang selalu didesaknya untuk memberi pengakuan tersebut. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda (JI Imam Bonjol. Pada masa pendudukan Jepang. Golongan tua dan muda merasakan ini setajam-tajamnya. Hatta mengatakan tentang cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka. menjawab bahwa Jepang tidak akan menjajah. Soebardjo. Panitia kecil yang terdiri dari 5 orang. dengan Soekamo sebagai Ketua dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua.Belanda menyerah kepada Jepang. Selama masa pendudukan Jepang. dan dia bertanya. Soekarni. yaitu Soekamo. dan pada tanggal 22 Maret 1942 Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Namun pidato yang diucapkan di Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Merdeka) pada tanggaI 8 Desember 1942 menggemparkan banyak kalangan. Bila Jepang yang fasis itu mau mengakui.00 pagi keesokan harinya. dan Sayuti Malik memisahkan diri ke suatu ruangan untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Hatta menyarankan agar Soekarno yang menuliskan kata-kata yang . Bagi pemuda Indonesia. ia Iebih suka melihat Indonesia tenggelam ke dalam lautan daripada mempunyainya sebagai jajahan orang kembali. Hatta. Namun Hatta mengetahui. Dan oleh karena itu ia tak ingin menjadi jajahan kembali. Mayor Jenderal Harada. Anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia." Pada awal Agustus 1945. Ia mengatakan. yang berakhir pada pukul 03. sekarang). Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam. bahwa Kemerdekaan Indonesia dalam pemahaman Jepang berbeda dengan pengertiannya sendiri. apakah Jepang akan menjajah Indonesia? Kepala pemerintahan harian sementara. Soekarno meminta Hatta menyusun teks proklamasi yang ringkas. “Indonesia terlepas dari penjajahan imperialisme Belanda. Panitia Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Pengakuan Indonesia Merdeka oleh Jepang perlu bagi Hatta sebagai senjata terhadap Sekutu kelak.

mereka membawanya ke ruang tengah. Tanggal 18 Agustus 1945. Mohammad Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. India dapat membantu Indonesia dengan protes dan resolusi kepada PBB agar Belanda dihukum. Semua yang hadir menyambut dengan bertepuk tangan riuh. Ir Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. tepat pada jam 10. Untuk mencari dukungan luar negeri. Nehru berjanji. kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Soekarni mengusulkan agar naskah proklamasi tersebut ditandatangi oleh dua orang saja. Bung Hatta pergi ke India menemui Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi.didiktekannya. Pemerintah Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Soekarno dan Mohammad Hatta. Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya dari usaha Pemerintah Belanda yang ingin menjajah kembali. . Setelah pekerjaan itu selesai. dengan menyamar sebagai kopilot bernama Abdullah (Pilot pesawat adalah Biju Patnaik yang kemudian menjadi Menteri Baja India di masa Pemerintah Perdana Menteri Morarji Desai). pada Juli I947. tetapi selalu berakhir dengan kegagalan akibat kecurangan pihak Belanda. Soekardjo Wijopranoto mengemukakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden harus merupakan satu dwitunggal. Tangal 17 Agustus 1945. tempat para anggota lainnya menanti. Dua kali perundingan dengan Belanda menghasilkan Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Reville.00 pagi di Jalan Pengangsaan Timur 56 Jakarta.

Bung Hatta juga menjadi Perdana Menteri waktu Negara Republik Indonesia Serikat berdiri. Bung Hatta kembali menjadi Wakil Presiden. Presiden Soekarno berusaha mencegahnya. tetapi Bung Hatta tetap pada pendiriannya. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971). Wakil Presiden Hatta mengemukakan kepada Ketua Parlemen bahwa pada tanggal l Desember 1956 ia akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. . Presiden dan Wapres ditawan dan diasingkan ke Rakyat kemerdekaan terus berkobar di mana-mana. Selanjutnya setelah RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kesukaran dan ancaman yang dihadapi silih berganti. Bung Hatta mengumumkan bahwa apabila parlemen dan konsituante pilihan rakyat sudah terbentuk. Niatnya untuk mengundurkan diri itu diberitahukannya melalui sepucuk surat kepada ketua Perlemen. Sartono. Pada tahun 1955. ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. Mr. Panglima Besar Soediman melanjutkan memimpin perjuangan bersenjata. Selama menjadi Wakil Presiden. Namun perjuangan 19 Desember 1948. Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Bung Hatta yang mengetuai Delegasi Indonesia dalam Konperensi Meja Bundar untuk menerima pengakuan kedaulatan Indonesia dari Ratu Juliana. Setelah Konstituante dibuka secara resmi oleh Presiden. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi. Bangka. Belanda kembali Indonesia untuk mempertahankan melancarkan agresi kedua. September 1948 PKI melakukan pemberontakan. Bung Hatta mengucapkan pidato di radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. Tanggal 12 Juli 1951. Tembusan surat dikirimkan kepada Presiden Soekarno. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag.

Ia pernah berjanji tidak akan menikah sebelum negara tercinta mencapai kemerdekaan.Pada tangal 27 Nopember 1956. Sebuah tulisan yang terkenal karena menonjolkan pandangan dan pikiran Bung Hatta mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia waktu itu. Perjalanan Hidup Hatta merupakan pribadi yang sangat menepati janji. Ada kebiasaan mahasisiwa di Eropa. Bung Hatta mengucapkan pidato pengukuhan yang berjudul “Lampau dan Datang”. Saat itu Hatta ikut dalam acara tersebut dan juga bersama mahasiswa Indonesia lainnya. Pergaulan di sana lebih bebas daripada di Indonesia. Dalam masa pemerintahan Orde Baru. ia memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam ilmu hukum dari Universitas Gajah Mada di Yoyakarta. Beberapa gadis menggunakan kesempatan itu. Pada tahun 1960 Bung Hatta menulis "Demokrasi Kita" dalam majalah Pandji Masyarakat. Mahasiswi itu tertarik pada kepandaian Hatta. . Lebih dari sepuluh tahun Hatta menetap di Eropa. ia menghadiri suatu pertemuan dengan Soekarno. pada zaman Jepang. 4. Namun Hatta tidak terpengaruh dengan itu. Suatu hari. Pidato pengukuhan Bung Hatta berjudul “Menuju Negara Hukum”. Pada kesempatan itu. dan menyuruh gadis Polandia itu untuk merayu Hatta hanya saja gagal. Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Universitas Padjadjaran di Bandung mengukuhkan Bung Hatta sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian. pada waktu libur. Bung Hatta lebih merupakan negarawan sesepuh bagi bangsanya daripada seorang politikus. Sesudah Bung Hatta meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. beberapa gelar akademis juga diperolehnya dari berbagai perguruan tinggi. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu hukum. mereka pergi bertamasya. Tetapi Tuhan memang tidak mengizinkan Hatta untuk membujang. Ada pula mahasiswi Polandia yang cukup cantik.

yaitu Meutia Farida. Namun. Hatta berusaha menciptakan sebuah keluarga yang kokoh dan rukun. ia terpaksa menjual mobilnya. Karena itu tidak banyak waktu untuk bersenang-senang bagi mereka. ia tidak sempat menyaksikkan pernikahan anak bungsunya tersebut. yaitu Sri Juwita Hanum Swasono dan Mohamad Athar Baridjambek. Ia mengajarkan anak-anaknya untuk tidak pernah sombang karena ayahnya seorang wakil presiden. istrinya pernah berjualan kain batik dan lukisan batik. Mereka hidup dalam kesederhanan. Mereka mempunyai tiga orang putri. Dalam keadaan bagaimanapun. Jumlahnya tidak banyak. Bogor. Hatta tertarik pada gadis itu. mereka tidak pernah mengeluh. Selain dari uang pensiunan. Didikan yang ditanamkan pada keluarganya ternyata berhasil. . Untuk menutupi kekurangan itu. Dua orang putrinya yang tertua telah menikah. Hatta hidup dari uang pensiunan sebagai wakil presiden. Mencintai istri dan anak-anak berarti mendidik mereka.Soekarno memperkenalkan seorang gadis kepada Hatta. Ia tinggal di Bandung. Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal l8 Nopember 1945 di desa Megamendung. Pada suatu malam. Gemala Rabi'ah. Pernah uang tersebut untuk membayar uang sewa listrik saja tidak cukup. Hatta tidak memanjakan anak-anaknya. Mohammad Chalil Baridjambek. Hatta juga memperoleh penghasilan dari honorarium karangan-karangannya. Di hari tua. Untuk biaya pernikahan Meutia. Uang itu sebenarya ingin dipakai untuk membiayai pernikahan Gemala. Soekarno datang ke rumah orang tua Rahmi di Bandung. Rahmi menyadari bahwa suaminya sangat sibuk. Sri-Edi Swasono dan yang kedua dengan Drs. Hatta sempat menyaksikan kelahiran dua cucunya. Gadis itu bernama Rahmi Rachim. Tetapi jumlahnya belum juga mencukupi. Sebagian kecil dari uang yang diperolehnya itu disimpannya di Tabanas. Jawa Barat. Yang pertama dengan Dr. Hanya pada waktu senggang mereka dapat berlibur ke luar kota. biasanya ke daerah pegunungan. Saat itu Indonesia baru saja merdeka. beitu pula sebaliknya. dan Halida Nuriah. Tak lama kemudian diadakan perundingan antara keluarga Rahmi dan Hatta.

Semua memberikan ucapan selamat berpisah. Akhir Hidup Sejak tahun 1976 kessehatan Bung Hatta mulai menurun. Tanggal 11 Maret ia susah untuk tidur. Presiden Soeharto turut melepasnya.45 tanggal 14 Maret 1980 ia menutup mata untuk selamanya. Selama ini ia telah bekerja keras untuk kepentingan Negara. Umurnya telah mencapai 74 tahun. Selain itu Hatta juga menderita wasir. ia pun menjalani operasi tanggal 25 Maret 1976. Kemudian. di belakang otaknya terjadi pengapuran. Tanggal 3 Maret 1980 ia dirawat kembali di rumah sakit. ia sering merasa pusing. tetapi mereka sanksi. Menurut dokter. Tetapi Hatta tidak gentar. Dan pukul 18. begitu pula dengan sang istri. tibalah saat yang menentukan. Tanggal 15 Maret jenazah Hatta diberangkatkan dari rumah. Dokter memintanya untuk dirawat di rumah sakit. Sesudah berhenti menjadi wakil presiden. Bung Hatta meninggal dunia pada usianya yang menjelang 78 tahun. Tim dokter berpendapat bahwa Hatta harus menjalani operasi wasir. Berkat perawatan yang diberikan. Sore tanggal 14 Maret seluruh keluarga berkumpul di ruang perawatan. Keesokan harinya ia dimasukkan ke ruangan khusus untuk diperiksa lebih seksama.Hatta beserta keluarga 5. Apakah Hatta akan kuat menahan sakit pasca operasi. ia tetap menyibukkan diri dengan menulis karangan atau memberi kuliah. Di sepanjang . Tetapi itu tidak berlangsung lama. Pada minggu pertama bulan Maret 1976. dan operasi berjalan lancer. kesehatannya mulai membaik.

Dan berakhir sudah sebuah kehidupan. teguran. Ia adalah orang yang konsisten menjalankan sikap yang telah diambilnya. Tetapi. Bung Karno mencoba berdiri di atas semua itu dengan alasan rakyat perlu dipimpin dalam memahami demokrasi dengan benar. Hatta dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir. Baik kawan maupun lawan. Bapakku”. Serombongan anak muda merentangkan spanduk bertuliskan “Selamat jalan. sahabatnya sejak masa perjuangan kemerdekaan. Jelas. Pembicaraan. Hidup teratur ini sudah dibiasakannya sejak masih kecil. Sebagai pejuang demokrasi. Magribnya ia mengaji di surau. tetapi ia juga tak terkorupsikan. bagi Bung Hatta ini adalah sebuah hal yang kontradiksi. ia tidak bisa menerima perilaku Bung Karno. Bukan hanya jujur. Hatta pun tidak menyesuaikan sikap dengan Bung Karno.perjalanan menuju pemakaman. Mulai dari pagi hari ia belajar di sekolah umum. II. bendera Merah Putih. Ada waktu untuk berolahraga. Jakarta. Berakhir juga segala pengorbanan yang telah diberikan. telah dilakukan. dan peringatan terhadap Bung Karno. Antara tulisan dan perbuatan Bung Hatta dengan sikap dan tindakannya tidak terjadi pertentangan. Sepanjang hidupnya. Padahal. Dari perjuangan dan pengorbanannya. Di satu sisi ingin mewujudkan demokrasi. Karena . rakyat berdiri dengan melambaikan benderabendera kecil. rakyat telah memilh sistem demokrasi yang mensyaratkan persamaan hak dan kewajiban bagi semua warga negara dan dihormatinya supremasi hukum. sebuah bangsa telah menikmati kemerdekaan. semua orang Indonesia akan menyebut nama Bung Hatta. Ia berasal dari rakyat dan ingin berbaring di tengahtengah rakyat. Hal-hal yang Diteladani dari Tokoh Hatta dikenal sebagai pribadi yang sangat disiplin. karena merasa tidak cocok lagi Bung Karno yang menjadi presiden. sesuai dengan amanatnya. Bung Hatta senantiasa berperilaku yang santun terhadap siapa pun. Ia hidup serba teratur. ada waktu untuk kegiatan organisasi. namun tidak sia-sia. Kejujuran hatinya membuat dia tidak rela untuk melakukan tindak korupsi. Ia menganggap Bung Karno sudah mulai meninggalkan demokrasi dan ingin memimpin segalanya. sedangkan di sisi lain duduk di atas demokrasi. sore hari ia belajar bahasa Belanda. Bila ada pejabat negara yang paling jujur. Bung Karno tidak berubah sikap. Tak perlu heran ketika tibatiba Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956. Hatta telah tiada. Ia tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

pengetahuan. nama Bung Hatta tetap baik dan harum di sanubari Bangsa Indonesia. Mohammad Hatta . Bung Hatta memang tidak pernah menjadi presiden republik ini meski bila ditinjau dari jasa.merasa tidak mungkin lagi menjalin kerja sama. Ia adalah cermin dari tokoh yang lurus dan bersih serta memiliki nama baik yang senantiasa dijaganya. ia layak untuk menduduki jabatan itu. Kesempatan memang tidak datang padanya. peran. akhirnya Bung Hatta memilih mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada Bung Karno untuk membuktikan konsepsinya. ia telah menjadi bapak bangsa dengan moralitas tinggi. Sampai kini. dan risiko yang diambilnya. Tetapi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful