P. 1
Ip Address

Ip Address

|Views: 19|Likes:

More info:

Published by: TheLemans Basir Mallisa on Dec 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2013

pdf

text

original

JARINGAN KOMPUTER

• IP ADDRESS

BY: GIDEON LANDE, S.Kom http://didilande.blogspot.com

IP ADDRESS Versi 4
IP (Internet Protocol) address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP.

IP addres terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat ditulis sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1.

Protokol IP adalah protokol yang paling

banyak

dipakai

untuk

meneruskan

(routing) informasi didalam jaringan
komputer yang satu dengan jaringan
komputer yang lain.

A. Mengubah Angka Biner ke Desimal

Tabel Konversi Bilangan biner ke Bilangan desimal
1 128 1 64 1 32 1 16 1 8 1 4 1 2 1 1

Biner Desimal

Setiap angka biner 1 bergantung pada posisinya di dalam kelompok binernya, memiliki nilai desimal tertentu seperti tampak pada tabel diatas. Angka biner 0 tentu memiliki nilai desimal 0 juga. Dengan menjumlahkan nilai-nilai desimal yang berkaitan, maka kita dapat menghitung angka desimal dari satu kelompok angka biner.

Contoh :
a. 1 1 0 0 1 0 1 1(2)

1 128

1 64

0 0

0 0

1 8

0 0

1 2

1 1 = 203(10)

b. 1 1 1 1 0 1(2)
1 32 1 16 1 8 1 4 0 0 1 1 = 61(10)

c. 1 1 1 1 1 1 1 1(2) 1 1 1 1 1 128 64 32 16 8 1 4 1 2 1 1 = 255(10)

d. 1 1 0 0 0 0 0 0(2)
1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 = 192(10) 128 64

B. Mengubah Angka Desimal ke Biner
Cara menghitung nilai dari angka desimal yang diketahui adalah dengan metode membagi Angka desimal dengan angka 2, sambil memperhatikan hasil sisa pembagianya. Contohnya sebagai berikut : 1). 203 101 50 25 12 6 3 : : : : : : 2 2 2 2 2 2 = = = = = = 101 sisa 1 50 sisa 1 25 sisa 0 12 sisa 1 6 sisa 0 3 sisa 0

: 2 = 1 sisa 1

Satu diletakkan di posisi akhir 1 Dari pembagian diatas, angka biner adalah angka-angka sisa yang dibaca Dari bawah yaitu : 1 1 0 0 1 0 1 1

2). 61 61 30 15 7 3

: : : : :

2 2 2 2 2

= = = = =

30 sisa 1 15 sisa 0 7 sisa 1 3 sisa 1 1 sisa 1

1 diletakkan di posisi akhir 1. Jika sisa pembagian dibaca dari bawah, angka binernya adalah : 1 1 1 1 0 1

C. Kelas IP Addres Seperti telah djelaskan sebelumnya. IP addres terdiri atas 32 bit angka biner, yang dapat ditulis dalam empat kelompok, terdiri atas 8 bit (oktet) dengan dipisah oleh tanda titik. Contohnya adalah seperti dibawah ini : 11000000.00010000.00001010.00000001 Atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal (0-255) seperti contoh berikut :192.16.10.1 atau secara simbolik dapat dituliskan sebagai empat kelompok huruf sebagai berikut : w.x.y.z

IP Address terdiri atas 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID, di mana Network ID menentukan alamat dari jaringan, sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan. Oleh Sebab itu IP Addres memberikan alamat lengkap suatu peralatan jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada.
Ini sama ibaratnya dengan alamat rumah yang terdiri atas nama jalan dan nomor rumah, dimana Network ID merupakan nama jalan dan Host ID merupakan nomor rumah.

Tabel kelas-kelas IP Address dengan default subnet mask

Kelas A B C

Network ID w. w.x w.x.y

Host ID x.y.z y.z z

Default Subnet Mask 255.0.0.0 255.255.0.0 255.255.255.0

Tabel Jumlah Network dan Host dari kelas-kelas IP Address

Jumlah Kelas Range Maksimum Network A 1 – 126 127 B 128 – 191 16.384 C 192 - 223 2.097.152

Jumlah Maksimum Host per Network 16.777.214 65.534 254

Untuk dapat menandai kelas satu dengan kelas yang lain, maka dibuat beberapa peraturan sebagai berikut :
Oktet Oktet Oktet

pertama dari kelas A harus dimulai dengan angka biner 0. pertama dari kelas B harus dimulai dengan angka biner 10. pertama dari kelas C harus dimulai dengan angka biner 110. 127 di oktet pertama digunakan untuk loopback.

Angka

Network
Host

ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1.

ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1.

Oleh sebab itu, IP addres dari masing-masing kelas harus dimulai dengan angka desimal tertentu pada oktet pertama.

Catatan
Selain ketiga kelas A, B dan C yang sering dipakai, ada lagi kelas D dan E yang jarang dipakai. Kelas D dimana oktet pertama dimulai dengan biner 1110 dipergunakan untuk alamat-alamat multicast. Sedangkan kelas E di mana oktet pertama di mulai dengan biner 1111 dipersiapkan untuk sarana eksperimentasi.

Contoh :
1). IP Addres Default subnet mask Berada dikelas A : 25.20.5.31 : 255.0.0.0

2). IP Address Default subnet mask Berada dikelas B

: 172.20.5.31 : 255.255.0.0

3). IP Address Default subnet mask Berada dikelas C

: 195.20.5.31 : 255.255.255.0

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->