P. 1
Makalah Bimbingan Dan Konseling

Makalah Bimbingan Dan Konseling

|Views: 1,891|Likes:
Published by Ijan Naji

More info:

Published by: Ijan Naji on Dec 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2013

pdf

text

original

MAKALAH

(BIMBINGAN DAN KONSELING)
A. PENDAHULUAN Maha besar dan terpuji Allah yang telah menciptakan manusia dengan keistimewaaan tersendiri, berbeda dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan keistimewaannya itu manusia diharapkan dapat hidup bahagia di dunia dan di akhirat sesuai dengan tujuan penciptaannya. Dalam makalah ini, kami akan mencoba menguraikan beberapa hal penting mengenai bimbingan dan konseling, di mana bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dari pendidikan dan kita mengingat bahwa bimbingan dan konseling adalah merupakan suatu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya, dan siswa pada khususnya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutunya. Hal ini sangat releven jika dilihat dari perumusan bahwa pendidikan itu adalah merupakan usaha dasar yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan potensipotensinya(bakat, minat dan kemampuannya). Kepribadian menyangkut masalah prilaku atau sikap mental dan kemampuannya meliuti masalah akademikdan keterampilan. Tingkat kepribadian dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang adalah merupakan suatu gambaran mutu dari orang bersangkutan. Alhamdulillah atas ijin Allah makalah ini bisa terselesaikan. Kami sadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan, mohon kritik dan saran untuk perbaikan.

Penulis

binainsanicomputer.blogspot.com

B. SEJARAH DAN LATAR BELAKANG BIMBINGAN DAN KONSELING 1. Di Amerika Serikat Pada awal sejarah bimbingan dimulai permulaan abad ke-20 di Amerika dengan didirikannya suatu “vocational bureu” tahun 1908 oleh frank parsons, yang untuk selanjutnya dikenal dengan nama “The Father of Guidance” yang menekankan pentingnya setiap individu diberikan perkolongan agar mereka dapat mengenal dan memahami berbagai kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dengan tujuan agar dapat dipergunakan secara inteligensi dalam memilih pekerjaan yang tepat bagi dirinya. Menurut Arthur E.Traxler and Robert D.Nort, dalam bukunya yang berjudul “Tecniques of Guidanu”, disebutkan beberapa kejadian penting yang mewarnai sejarah bimbingan, diantaranya: a. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 timbullah suatu gerakan kemanusiaan yang menitik beratkan pada kesejahteraan manusia dan kondisi sosialnya. b. Agama c. Aliran kesehatan mental d. Perubahan dalam masyarakat e. Gerakan mengenai siswa sebagai individu. 2. Di Indonesia Kegiatan bimbingan pada hakikatnya telah berakar dalam seluruh kehidupan dan perjuangan bangsa Indonesia. Akan tetapi patut diakui bahwa bimbingan yang bersifat ilmiah dan profesional masih belum berkembang secara mantap atas dasar falsafah pancasila. a. Sebelum Kemerdekaan Masa sebelum kemerdekaan yaitu pada masa penjajahan dapat dikatakan bahwa dalam situasi pendidikan pada masa itu terkandung modal dasar akan benih-benih untuk berkembangnya bimbingan. b. Dekade 40-an Perjuangan. Dalam bidang pendidikan, pada dekade 40-an lebih banyak ditandai dengan merealisasikan kemerdekaanmelalui pendidikan. Setelah itu pendidikan mulai ditata oleh menteri PKK pertama yaitu binainsanicomputer.blogspot.com

K.H. Dewantara pada masa itu, di sela-sela perjuangan yang masih gencar pendidikan diupayakan sebagai suatu wujud kemerdekaan masalah kebodohan dan kelatarbelakangan merupakan masalah besar dan tantangan yang paling besar bagi pendidikan pada saat itu. Melalui kegiatan yang serba darurat maka pada saat itu diupayakan secara bertahan memecahkan masalah besar tadi antara lain melalui pemberantasan buta huruf. c. Dekade 50-an Perjuangan. Kegiatan bimbingan pada masa ini lebih banyak tersirat dalam berbagai kegiatan pendidikan. Upaya membantu siswa dalam mencapai prestasi lebih banyak dilakukan oleh para guru di kelas atau di luar. Akan tetapi pada hakikatnya bimbingan telah tersirat dalam pendidikan dan benar-benar menghadapi tantangan dalam membantu siswa di sekolah agar dapat berprestasi meskipun dalam situasi yang amat darurat. d. Dekade 60-an Perintisan Memasuki dekade ini situasi politik kurang begitu menguntungkan dengan klimaksnya pemberontakan G30SPKI tahun 1965. Akan tetapi, dalamdekade ini pula lahir orde baru tahun 1966, yang kemudian meluruskan dan menegaskan serta ini sudah mulai mantap dalam merintis ke arah terwujudnya suatu sistem pendidikan nasional. Keadaan di atas memberikan tantangan bagi keperluan bimbingan dan konseling di sekolah sebagai salah satu sistem kelengkapan sistem. Layanan bimbingan diperlukan tidak hanya sebagai sesuatu yang implisit tapi diperlukan sebagai suatu yang eksplisit. Di sinilah timbul tantangan untuk mulai merintis pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang berprogram dan berorganisasi dengan baik. e. Dekade 70-an Penataan Dalam dekade ini bimbingan diupayakan aktualisasinya melalui penataan legalitas sistem, konsep dan pelaksanaannya sudah tentu hal ini disejalan dengan upaya-upaya pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah. binainsanicomputer.blogspot.com

f. Dekade 80-an Pemantapan Pada dekade ini bimbingan diupayakan agar mantap. Pemantapan terutama diusahakan untuk manusia kepada perwujudan dan bimbingan yang profesional. Dengan demikian, maka upaya-upaya dalam dekade 80-an lebih mengarah kepada protenonalisasi yang mantap. g. Bimbingan Berdasarkan Pancasila Kegiatan bimbingan pada hakikatnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pendidikan secara keseluruhan. Bimbingan memunyai peran yang amat penting dan strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Bimbingan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan dan mempunyai tanggung jawab yang amat besar dalam mewujudkan manusia pancasila. Karena itu, seluruh kegiatan bimbingan di Indonesia baik secara konseptual maupun operasioan. Secara konseptual perlu dikembangakan displin keilmuan bimbingan yang selaras dengan asas pancasila. Konsep-konsep bimbingan dari luar perlu dikasi untuk dapat diakomodasikan dan diasimilasikan sesuai dengan pola-pola asa pancasila. C. PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING 1. Pengertian Bimbingan Jika di telaah berbagai sumber akan dijumpai pengertian yang berbeda mengenai bimbingan, tergantung dari jenis sumbernya dan yang merumuskan pengertian tersebut. Perbedaan tersebut disebabkan kelainan pandangan dan titik tolak, tatapi perbedaan itu hanyalah perbedaan tekanan atau dari sudut mana melihat. Dari banyaknya pendapat beberapa pakar tersebut apat kita mengambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan. Bimbingan adalah merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara terus-menerus dan sistematis oleh guru pembimbing agar individu atau sekelompok individu menjadi kelompok yang mandiri. Kemandirian yang menjadi tujuan usaha bimbingan

binainsanicomputer.blogspot.com

ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri yaitu: a. Mengenal diri sendiri dan lingkungannya sebagaimana adanya. b. Menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis. c. Mengambil kepututsan d. Mengarahkan diri sendiri e. Mewujudkan diri mandiri. 2. Pengertian Konseling Konseling sebagai terjemahan dari “counseling” merupakan bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun sebagai tehnik. Layanan konseling adalah jantung hati layanan bimbingan secara keseluruhan counseling is the heart of guidance. (Dewa Ketut Sukardi, 1985:11). Dan RUTH STRANG menyatakan bahwa “counscling is a most important tool of guidance”. Jadi konseling merupakan inti dari alat yang paling penting dalam bimbingan masih banyak lagi pakar yang lain yang mengemukakan pengertian konseling, tapi dari semuanya dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling merupakan suatu upaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antara konselor dan klien yang berisi usaha yang selaras, unik, human (manusia), yang dilakukan dalam suasana keahlian dan didasarkan atas norma-norma yang berlaku, agar klien memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri dlaam memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkin pada masa yang akan datang. 3. Tujuan Bimbingan dan Konseling a. Tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntunan positif lingkungannya. b. Tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran permasalahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan, sesuai dengan kompleksitas permaslahan itu. binainsanicomputer.blogspot.com

D. PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING a. Prinsip-prinsip Umum 1) Karena bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu, perlulah diingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan ruwet. 2) Perlu dikenal dan dipahami perbedaan individu dari pada individuindividu yang dibimbing, ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan. 3) Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing. 4) Masalah yang tidak dapat diselesaikan di sekolah harus diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya. 5) Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing. 6) Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. 7) Program bimbingan harus sesuai dengan program pendidikan di sekolah yang bersangkutan. 8) Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpin oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang bimbingan dan sanggup bekerjasama dengan pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber-sumber yang berguna di luar sekolah. 9) Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian teratur untuk mengetahui sampai di mana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan renacana yang dirumuskan terdahulu. b. Prinsip-prinsip Khusus 1) Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan: a) Bimbingan ekonomi. dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, agama dan status seosial

binainsanicomputer.blogspot.com

b) Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis. c) Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya tahap dan berbagai aspek perkembangan individu. d) Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individu yang menjadi orientasi pokok peleyanannya. 2) Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan individu: a) Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah, di sekolah serta dalam kaitannya dengan kontak sosial dan pekerjaan, dan sebaliknya pengaruh lingkungan terhadap kondisi mental dan fisiknya individu. b) Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu dan kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan. 3) Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program layanan. a) Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu, karena itu program bimbingan harus disesuaikan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta didik. b) Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat dan kondisi lembaga. c) Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan yang terendah sampai tertinggi. d) Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu adanya penilaian yang teratur dan terarah. 4) Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelaksanaan pelayanan: a) Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membinging diri sendiri dalam menghadapi permaslahan.

binainsanicomputer.blogspot.com

b) Dalam proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil dan hendak dilakukan oleh individu hendaknya atas kemauan individu itu sendiri bukan karena kemauan atas desakan dari pembimbing atau pihak lain. c) Permasalah individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan permaslahan yang dihadapi. d) Kerjasama antara pembimbing, guru dan orang tua anak menentukan hasil pelayanan bimbingan. e) Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditemuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlihat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri.

binainsanicomputer.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->