Materi Pelatihan

Pembinaan

170

P E M B I N A A N (Directing)
WAKTU : 1 Sesi @ 90 menit

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Mengenalkan kepada para peserta pentingnya pembinaan dalam manajemen keperawatan/kebidanan

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah menyelesaikan kegiatan pada sesi ini, diharapkan peserta: 1. Memahami proses pembinaan 2. Mengetahui proses pembinaan dalam membimbing staf 3. Mengetahui fungsi pendelegasian wewenang 4. Mengetahui hambatan-hambatan dalam pendelegasian wewenang

MATERI
1. Pendahuluan 2. Pengertian Pembinaan 3. Fungsi Pembinaan 4. Pendelegasian 5. Tehnik Pendelegasian 6. Hambatan-Hambatan Pendelegasian

WHO

SEA – NURS – 429, 1N O OSD 001/1.2.

Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003

1N O OSD 001/1. Diskusi 3. Kuliah singkat 2.2. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . Presentasi Pembinaan 171 RENCANA PEMBELAJARAN SESI I BAGIAN A Topik : Pengenalan proses Pembinaan Metoda : Kuliah Singkat Waktu : 20 menit BAGIAN B Topik : Kasus Metoda : Kelompok Kerja Waktu : 30 menit BAGIAN C Metoda : Presentasi Kasus Waktu : 40 menit WHO SEA – NURS – 429.Materi Pelatihan METODA 1.

Keberhasilan kesatuan tersebut dalam manajemen modern disebut pembinaan atau directing. PENGERTIAN Menurut Urwick pembinaan adalah suatu “komando" untuk melihat bahwa kepentingan individu tidak mengganggu kepentingan umum. tentang apa yang diharapkan dari pekerjaannya secara jelas merupakan kegiatan utama. Memberikan pembinaan secara tepat. 1N O OSD 001/1. karena fungsi pembinaan berhubungan langsung dengan upaya dalam meningkatkan kinerja perawat/bidan dan merealisasikan tujuan pelayanan. seorang manajer harus mengetahui dan mampu sedemikian rupa mempertahankan sudut pandang dan kepercayaan karyawannya. Pembinaan (directing) merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen. akan tetapi melindungi kepentingan umum dan akan menjamin masing-masing unit memiliki pemimpin yang kompeten dan energik.Materi Pelatihan Pembinaan 172 MATERI PEMBINAAN (Directing) PENDAHULUAN Suatu organisasi akan berjalan dan bergerak maju. Menurut Fayol. meningkatkan semangat korps. WHO SEA – NURS – 429. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . Pembinaan harus mempunyai tujuan yang jelas. sangat tergantung dari upaya pembinaan atau perintah dari pemimpinnya.2. FUNGSI PEMBINAAN Fungsi pembinaan adalah untuk membuat agar karyawan melakukan tugas sesuai dengan apa yang diinginkan untuk mencapai tujuan organisasi.. Fayol mendefinisikan bahwa koordinasi merupakan satu upaya untuk menciptakan keselarasan diantara semua kegiatan untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan. agar dapat menerima perintah yang diberikan.

misi. "Leading" adalah istilah yang lebih tepat untuk fungsi pembinaan. masukan dari staf keperawatan kebidanan untuk memudahkan perencanaan operasional. Menurut Rowland. kegiatan pembinaan langsung menyangkut orang-orang yang terlibat dalam organisasi. Membuat dan menggunakan rencana strategis dan taktis dengan menerima 3. tujuan dan sasaran departemen atau unit yang akan memberikan pelayanan membina semua yang memuaskan personil keperawatan pelanggan sehingga /kebidanannya untuk vitalitas organisasi dapat dipertahankan . Memfasilitasi dan mempertahankan sumber-sumber yang ada (SDM. Bila fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspekaspek abstrak manajemen. disiplin dan motivasi. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . 4. kualitas dan kewenangan seorang pemimpin termasuk aktifitas lainnya seperti komunikasi. khususnya "First Line Manager" yang langsung berhubungan dan mewujudkan tujuan organisasi melalui asuhan yang diberikan. WHO SEA – NURS – 429. Memudahkan pencapaian visi.Materi Pelatihan Pembinaan 173 Roland dan Rowland menyatakan bahwa pembinaan dimulai dengan mempertahankan tindakan terhadap tujuan yang diinginkan ”yang saling terkait dengan kepemimpinan”.2. Semua prinsip-prinsip manajemen keperawatan/kebidanan termasuk pembinaan atau leading dapat diterapkan o1eh pimpinan keperawatan pada semua level. Menurut Roland fungsi ini melibatkan gaya. 1N O OSD 001/1. Diawali dengan menyelesaikan misi. Menerapkan teori keperawatan/kebidanan. Menjaga atau mempertahankan moral yang baik. gaya kepemimpinan seorang manajer akan menjadi faktor utama dalam menjalankan fungsi pembinaan. 2. alat/fasilitas) 5. Berikut ini beberapa kegiatan yang terkait dengan Fungsi Pembinaan : 1. tujuan dan sasaran organisasi. karena pemimpin adalah orang yang menghasilkan sesuatu melalui kegiatan orang lain (stafnya) untuk mencapai tujuan organisasi.

Memudahkan dan mempertahankan hubungan interpersonal. program atau perencanaan baru dalam organisasi. 2. agar kegiatan yang beragam terkoordinir pada satu arah atau satu tujuan.. 8. 1N O OSD 001/1. Memfasilitasi dan memberikan program pelatihan atau pendidikan berkelanjutan untuk mempertahankan kompetensi. Memelihara hubungan atau komunikasi interpesonal antara pimpinan dan staf. 12. peraturan dan regulasi. 13. Membangun dan mempertahankan kepercayaan dan kerja tim. 7. Mengkoordinasikan disiplin dalam semua aspek kegiatan. prosedur atau standar. dalam rangka menghasilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Mendelegasikan wewenang. Kecerdikannya dalam memanfaatkan kemampuan memimpin sangat diperlukan. Seorang manager perawat atau bidan diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan terkini agar dapat membina stafnya secara maksimal. Mengorganisir sumber daya manusia potensial sebagai aset organisasi. Sebagai fasilitator.2. 9. agar dapat bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi. kebijakan. mendukung suatu pendekatan untuk pembinaan. Mengkoordinir kegiatan staf pelaksana. Menyediakan dan mempertahankan standar dalam bentuk kebijakan. seorang manajer harus memiliki kiat-kiat untuk membawa stafnya yang berbeda. Mengatasi atau me-manage konflik. Selain itu. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . manajer perawat dan bidan harus mampu membina stafnya agar dapat mengelola dirinya sendiri dalam kerja tim TUJUAN PEMBINAAN 1. prosedur. seorang manajer harus lebih banyak mengetahui seluk beluk yang berhubungan dengan peraturan. 14. Melalui pembinaan yang diberikan atasan dapat menyalurkan ide-idenya WHO SEA – NURS – 429. Memberikan kesempatan untuk konseling. Untuk itu. Pembinaan yang efektif akan meningkatkan kemampuan dan kemauan staf dalam menciptakan keselarasan antara tujuan manajemen keperawatan dan tujuan staf perawat atau bidan. 11. 10. Teori pengembangan manajemen hubungan antar manusia.Materi Pelatihan Pembinaan 174 6.

3. penyimpangan dan diarahkan pada tujuan organisasi. Manager perawat/bidan menetapkan dan memberikan tugas dan tujuannya kepada orang yang diberi pelimpahan. Ada empat kegiatan dalam delegasi wewenang: 1. 4. Delegasi wewenang adalah proses dimana manajer mengalokasikan wewenang kepada bawahannya. Sebagai manajer perawat dan bidan menerima prinsip-prinsip delegasi agar menjadi lebih produktif dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Pengawasan atau pengendalian. pembinaan dimaksudkan agar tidak terjadi PENDELEGASIAN Pendelegasian (pelimpahan wewenang) merupakan salah satu elemen penting dalam fungsi pembinaan. 1. 4. Agar organisasi berjalan lebih efisien. WHO SEA – NURS – 429. Manajer perawat/bidan menerima pertanggungjawaban (akontabilitas) atas hasil yang telah dicapai. 1N O OSD 001/1. 3.Materi Pelatihan Pembinaan 175 sedemikian rupa sehingga staf dapat memahami dengan tepat apa yang diharapkan dari dirinya. tujuan. 2. Perawat/bidan yang menerima delegasi baik eksplisit maupun implisit menimbulkan kewajiban dan tanggung jawab. Pendelegasian memungkinkan manajer perawat/bidan mencapai hasil yang lebih baik dari pada semua kegiatan ditangani sendiri. 3. Manajer melimpahkan wewenang yang diperlukan untuk mencapai ALASAN PENDELEGASIAN Ada beberapa alasan mengapa pendelegasian diperlukan.2. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . 2. Pendelegasian memungkinkan manajer perawat/bidan dapat memusatkan perhatian terhadap tugas-tugas prioritas yang lebih penting. Mendidik atau memberikan tambahan pengetahuan/pengalaman bagi staf.

Menetapkan tujuan dan sasaran yang realistis 3. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 .2. Dengan pendelegasian. 9. 10. Oleh karena itu sebelum mendelegasikan tugas/wewenang hendaknya dipahami benar tingkat kemampuan dari perawat/bidan yang akan diberikan delegasi. Jangan mengambil kembali tugas yang sudah didelegasikan. TEKNIK PENDELEGASIAN Manajer perawat/bidan pada seluruh tingkatan dapat menyiapkan tugas-tugas yang dapat didelegasikan dari eksekutif perawat sampai eksekutif departemen atau kepala unit.keluhannya. bahkan dapat dipergunakan sebagai bahan informasi untuk belajar dari kesalahan atau keberhasilan. rekomendasi atau pelaksanaan.Materi Pelatihan Pembinaan 176 4. Delegasi mencakup kewenangan untuk persetujuan. 8. Membuat perencanaan ke depan dan mencegah masalah. Manajer perawat/bidan seharusnya lebih cermat dalam mendelegasikan tugas dan wewenangnya. Cara manajer perawat/bidan dalam melakukan pendelegasian 1. Tugas-tugas seharusnya dirangking dengan WHO SEA – NURS – 429. mengingat kegiatan perawat dan bidan berhubungan dengan keselamatan orang lain (pasen). Kunjungi bawahan lebih sering dan dengarkan keluhan . Menyetujui standar kerja 4. memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang. Melatih dan mengembangkan staf bawahan dengan memberikan tugas dan wewenang baik secara tertulis maupun lisan. dan dari kepala unit sampai perawat/bidan klinis. Bantu mereka untuk memecahkan masalahnya dengan memberikan ide ide baru yang bermanfaat. 2. 6. Menyelaraskan tugas atau kewajiban dengan kemampuan bawahan 5. Melakukan kontrol dan mengkoordinasikan pekerjaan bawahan dengan mengukur pencapaian tujuan berdasarkan standar serta memberikan umpan balik prestasi yang dicapai. Memberikan ‘reward’ atas hasil yang dicapai. 7. 1N O OSD 001/1.

WHO SEA – NURS – 429. 3. sehingga memerlukan pengetahuan dan kemampuan yang khusus. 5. Hal ini merupakan hal yang kompleks dalam manajemen keperawatan/kebidanan. Hambatan . 10. 9. 2. Kurangnya pengalaman dalam pekerjaan atau dalam mendelegasikan Rasa tidak aman Takut tidak disukai Penolakan untuk mengakui kesalahan Kurangnya kepercayaan pada bawahan Kesempurnaan. 13. Bagan 1. 12. 4. menyebabkan kontrol yang berlebihan Kurangnya ketrampilan organisasional dalam menyeimbangkan beban kerja Kegagalan untuk mendelegasikan kewenangan yang sepadan dengan tanggung jawab.Materi Pelatihan Pembinaan 177 waktu yang diperlukan untuk melaksanakannya dan sebaiknya satu kewajiban didelegasikan pada satu waktu.2. 6. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . 8. Kontrol dilakukan khusus pada pekerjaan yang sangat teknis atau tugas tugas yang melibatkan kepercayaan. 7. KAPAN TIDAK PERLU DILAKUKAN DELEGASI Hindari mendelegasikan kekuasaan dan tetap mempertahankan moral dalam pelaksanaannya. 11. 1N O OSD 001/1. Keseganan untuk mengembangkan bawahan Kegagalan untuk menetapkan kontrol dan tindak lanjut yang efektif.Hambatan Pendelegasian Hambatan hambatan pada delegator 1. Manajer perawat/bidan yang akan menangani hal tersebut seharusnya memiliki kemampuan ilmu manajemen dan perilaku. Kemampuan yang diragukan oleh dirinya sendiri Meyakini bahwa seseorang “mengetahui semua rincian” “Saya dapat melakukannya lebih baik oleh diri saya sendiri” buah pikiran yang keliru. Mendelegasikan tugas dan tanggung jawab dapat menyebabkan perawat/bidan klinis berasumsi bahwa manajer tidak mampu untuk menangani tanggung jawab kepemimpinannya terhadap manajemen keperawatan/kebidanan.

WHO SEA – NURS – 429. Louis Allen mengemukakan beberapa teknik khusus untuk membantu manager perawat dan bidan dalam melakukan delegasi: 1. Adakan pengawasan yang memadai baik langsung maupun melalui laporan. 6. Tegaskan kapan laporan harus selesai dan hal-hal yang diperlukan dalam laporan (singkat dan padat). 5. Berikan motivasi dan dorongan agar percaya diri dalam menerima tanggung jawab. Kurangnya pengalaman Kurangnya kompetensi Menghindari tanggung jawab Sangat tergantung dengan boss Kekacauan [disorganization] Kelebihan beban kerja Terlalu memperhatikan hal hal yang kurang bermanfaat Hambatan hambatan dalam situasi 1. perawat/bidan pelaksana harus diberitahu maksud dan pentingnya tugas yang didelegasikan. Agar pendelegasian menjadi efektif. Meminta penyelesaian tugas yang didelegasikan dalam batas waktu yang jelas. Tetapkan tujuan. 1N O OSD 001/1. 6. 5. 2. 3. from the time trap by alec Mackenzie. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . a division of American Management Association. 4. 2. Berikan latihan untuk mengembangkan pekerjaannya agar menjadi lebih baik 6. 7. All rights reserved. 4. tidak ada waktu untuk menjelaskan [krisis manajemen] Kebingungan dalam tanggung jawab dan kewenangan. Kebijakan tertuju pada satu orang Tidak ada toleransi kesalahan Kekritisan keputusan Urgensi. diperlukan cara untuk menanggulangi hambatan tersebut diatas. 5.2. Tegaskan tanggung jawab dan wewenangnya dan berikan informasi yang jelas apa yang harus dipertanggungjawabkan serta sumber-sumber yang tersedia untuk pelaksanaan tugasnya sebagai perawat/bidan 3. 3. Kekurangan tenaga SUMBER : reprinted. 2. 4.Materi Pelatihan Pembinaan 178 Hambatan hambatan pada yang diberi delegasi 1. with permission of the publisher. 1972 AMACOM.

Materi Pelatihan PENUGASAN Tugas pertama. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil. 1.2. Selain itu pendelegasian dan kemampuan mengkoordinasikan pekerjaan menjadi bagian penting dari fungsi pembinaan. 4. Hasil rumusan dipresentasikan. KESIMPULAN Pembinaan merupakan salah satu aspek penting dalam mengelola asuhan/pelayanan keperawatan/kebidanan karena mempunyai fungsi yang dapat menggerakkan staf kearah pencapaian tujuan. Kelompok dibagi dalam kelompok perawat dan bidan di RS dan Puskesmas. Pendelegasian tugas dan wewenang yang efektif akan dapat mengurangi kelemahan-kelemahan dalam melakukan pmbinaan. Tugas kedua. 1N O OSD 001/1. 2. Berikan solusi atau rumusan agar manager dan staf dapat saling memberi dan menerima delegasi 4. Bentuk kelompok pelaksana di rumah sakit dan puskesmas 3. Hasil diskusi sebelumnya dibawa kedalam kelompok 3. Bagi kelompok menjadi kelompok manager di rumah sakit dan puskesmas 2. Oleh karena itu pemahaman manajer dalam pendelegasian tugas dan wewenang serta pemahaman perawat dan bidan tentang arti pendelegasian menjadi penting dalam meningkatkan kinerja perawat dan bidan. Apakah yang dilaksanakan selama ini sudah sesuai atan belum? Berikan penjelasan. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . Pembinaan 179 1. WHO SEA – NURS – 429. Keberhasilan sangat tergantung dari gaya kepemimpinan manager perawat atau bidan dan pola komunikasi yang diterapkan dalam memberikan pembinaan. 5. Masing-masing kelompok mengidentifikasi aspek-aspek yang sudah dilaksanakan dalam pelaksanaan pengarahan dan pendelegasian tugas dan wewenang baik tertulis maupun lisan selama ini.

. Sebutkan masing-masing lima hambatan dari pihak manajer dan penerima delegasi. Apa saja yang perlu dilakukan agar pendelegasian efektif? KEPUSTAKAAN 1. 1996 . Handoko.Materi Pelatihan EVALUASI PROSES 1. Jones &Bartlet Publishing International WHO SEA – NURS – 429.. 1997. 5. 1N O OSD 001/1. R. Pembinaan 180 Jelaskan fungsi pembinaan (directing) 2. “Manajemen" BPFE-Yogyakarta Swansburg. 2. MBA. 3. T.2. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 .. "Management and Leadership for Nurse Manager". Dr. Sebutkan tujuan pembinaan. Apa hubungan delegasi dan pembinaan ? 4.Hani.