P. 1
Aspek Legal Dalam Keperawatan

Aspek Legal Dalam Keperawatan

|Views: 465|Likes:
Published by Novery Ady

More info:

Published by: Novery Ady on Dec 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

BAB III PEMBAHASAN

Perawat adalah professional yang bertanggung gugat untuk penilaian pribadi yang dapat mereka buat ketika bekerja dalam lingkungan komunitas. Malpraktek dalam keperawatan adalah suatu batasanyang digunakan untuk menggambarkan kelalaian perawat dalam melakukan kewajibannya. Menurut GUWANDI (1994) malpraktek adalah kelalaian dari seorang dokter atau perawat , untuk menerapkan tingkat keterampilan dan pengetahuannya didalam memberikan pelayanan pengobatan dan perawatan terhadap seorang pasien yang lazim diterapkan dalam mengobati dan merawat orang sakit /terluka dilingkungan wilayah yang sama. Menurut tata hukum diindonesia yang terdapat pada UUD 1945 indonesia adalah Negara yang berdasarkan hukum dan tidak berdasarkan pada kekuasaan belaka. Ada 2 istilah yang sering dibicarakan secara bersamaan dalam kaitannya dengan malpraktek yaitu: malpraktek dan kelalaian. Kelalaian adalah melakukan sesuatu dibawah standar yang ditetapkan oleh aturan atau hokum guna melindungi orang lain yang bertentangan dengan tindakan-tindakan yang tidak beralasan dan berisiko melakukan kesalahan (keeton,1984 dalam leahy dan kizily,1998) Fungsi hukum dalam praktek keperawatan :
1. Memberikan kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana

yang sesuai dengan hukum. 2. Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi lain. 3. Membantu menentukan keperawatan mandiri. batas-batas kewenangan tindakan

4. Membantu mempertahan kan standar praktek keperawatan dengan meletakan posisi perawat memiliki akuntabilitas dibawah hukum. Pasal krusial dalam kepmenkes 1239/2001 tentang praktek keperawatan:

By : Rosmiati, AMK

Page 1

- Melakukan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, menetapkan diagnose keperawatan perencanaan melaksanakan tindakan dan evaluasi. - Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan atas permintaan tertulis dokter.

Dalam melaksanakan kewenangan perawat berkewajiban: 1. Menghormati hak patien 2. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani.
3. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-undangan

yang berlaku. 4. Memberikan informasi 5. Meminta persetujuan tindakan yang dilakukan 6. Melakukan catatan perawat yang baik.

Vestal,K.W (1995) mengatakan bahwa untuk mengatakan secara pasti malpraktik apabila penggugat dapat menunjukkan hal-hal dibawah ini :
1. Duty  pada saat terjainya cidera 2. Breach of the duty  pelanggaran terjadi sehubungan dengan

kewajibannya
3. Injury  seseorang mengalami cidera atau kerusakan yang dapat

dituntut secara hokum
4. Proximate

caused  pelanggaran terhadap kewajibannya menyebabkan atau terkait dengan cidera yang dialami pasien

Tuntutan malpraktek dapat bersifat pelanggaran-pelanggaran berikut : a. Pelanggaran etika profesi

By : Rosmiati, AMK

Page 2

Pelanggaran ini sepenuhnya tanggung jawab organisasi profesi yang tercantum dalam fasal 26 dan 27 anggaran dasar PPNI b. Sanksi administrasi Berdasarkan Kepres no. 56 tahun 1995 dibentuk majelis disiplin tenaga kesehatan ( MDTK). c. Pelanggaran hokum Pelanggaran dapat bersifat perdata maupun pidana. Pelanggaran yang bersifat perdata sebagaimana yang tertera pada UU no. 23 tahun 1992 pada pasal 55 ayat 1 dan 2. Sedangkan yang bersifat pidana sebagaimana disebutkan dalam UU no. 23 tahun 1992 bab X (ketentuan pidana) atau sebagaimana pada pasal 61 dan 62 UU no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ada 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa dilakukan oleh perawat Home care antara lain : 1. Vital sign 2. Memasang Naso Gastrik Tube 3. Memasang selang susu besar 4. Memasang kateter 5. Penggantian tube pernafasan 6. Merawat luka decubitus 7. Suction 8. Memasang O2 9. Penyuntikan (IM, IV, IC, SC) 10. 11. 12. 13. Pemasangan infuse atau obat Pengambilan preparat Pemberian huknah Kebersihan diri

By : Rosmiati, AMK

Page 3

14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

Latihan dalam rangka rehabilitasi medis Transportasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan diagnostic Penyuluhan kesehatan Konseling kasus terminal Konsultasi / telepon Fasilitasi ke dokter rujukan Menyiapkan menu makanan Membersihkan tempat tidur pasien Fasilitasi kegiatan social pasien Fasilitasi perbaikan sarana klien.

Peran keperawatan berkaitan dengan praktik legal meliputi perawat bekerja di berbagai tempat di luar lingkungan perawatan yang melembaga termasuk dalam lingkungan komunitas adalah tempat kerja okupasional atau industri dimana perawat memberikan perawatan primer preventif dan terus menerus bagi pekerja.

RUU Praktik Keperawatan

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Sedangkan praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan system klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan termasuk praktik keperawatan individual dan berkelompok.

By : Rosmiati, AMK

Page 4

Pengaturan penyelengaraan praktik keperawatan bertujuan untuk : • Memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan keperawatan
• Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan

yang diberikan oleh perawat. Caffee (1991) dalam Vestal, K.W (1995) mengidentifikasi 3 area yang memungkinkan perawat berisiko melakukan kesalahan yaitu : 1. Assessment errors (pengkajian keperawatan) Kegagalan megumpulkan data atau informasi tentang pasien secara adekuat atau kegagalan mengidentifikasi informasi yang diperlukan, seperti data hasil pemeriksaan laboratorium, tanda-tanda vital, atau keluhan pasien yang membutuhkan tindakan segera.

2. Planning errors (perencanaan keperawatan), termasuk hal-hal berikut :


Kegagalan mencatat masalah pesien menuliskannya dalam rencana keperawatan.

dan

kelalaian

Kegagalan mengkomunikasikan secara efektif rencana keperawatan yang telah dibuat, misalnya menggunakan bahasa dalam rencana keperawatan yang tidak dipahami perawat lain dengan pasti Kegagalan memberikan asuhan keperawatan secara berkelanjutan yang disebabkan kurangnya informasi yang diperoleh dari rencana keperawatan. Kegagalan memberikan instruksi yang dapat dimengerti oleh pasien

3. Intervention errors (intervensi keperawatan) Kegagalan menginterpretasikan dan melaksanakan tindakan kolaborasi, kegagalan melakukan asuhan keperawatan secara hatiBy : Rosmiati, AMK Page 5

hati, kegagalan mengikuti / mencatat order / pesan dari dokter atau dari penyelia. Kesalahan pada tindakan keperawatan yang sering terjadi adalah kesalahan dalam membaca pesan / order, mengidentifikasi pasien sebelum dilakukan tindakan / prosedur, memberikan obat, dan terapi pembatasan (restrictive therapy).

Lingkup Praktik Keperawatan meliputi :
 Memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok

dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks.  Memberikan tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan system klien
 Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan

lainnya.  Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat / resep  Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter.

By : Rosmiati, AMK

Page 6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->