ANALISIS SWOT DALAM PENDIDIKAN: PERUMUSAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN PROGRAM

A. 1.

PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan yang dihadapi pemerintah di bidang pendidikan yaitu untuk

mengantisipasi era globalisasi. Pendidikan dituntut dapat mempersiapkan sumberdaya manusia yang kompeten agar mampu bersaing di dunia global. Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan lulusan yang unggul (kompetitif) sehingga dapat eksis di dunia global. Agar lulusan pendidikan nasional memiliki kompetitif tidak bisa terlepas dari kualitas manajemen pendidikan, bail dalam hal efektivitas dan efisiensi proses kearah peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah dalam mengatasi permasalahan mutu pendidikan telah banyak berbuat melalui program-program peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Salah satu ciri sekolah yang bermutu adalah dapat merespon kepercayaan masyarakat aartinya, bagaimana pihak sekolah mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi putra-putrinya sehingga menghasilkan anak-anak yang bermutu dalam segala hal. Mengingat perkembangan dunia Iptek serta era globalisasi di depan mata maka tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat maka pihak sekolah perlu melakukan pembenahanpembenahan dalam hal sumberdaya manusia yang profesional, manajemen yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses terhadap lembaga pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri bermutu serta ketersediaan sarana-prasana yang setaraf dengan pendidikan bertaraf

internasional. Tantangan yang semakin ketat dalam dunia pendidikan khususnya bagi para pelaksana perencanaan dan manajemen, pengambil kebijakan urusan pendidikan dalam hal ini pemerintah, harus memiliki alat atau peranti untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pembangunan pendidikan terutama kinerja layanan pendidikan bagi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Salah satu strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi (sekolah) memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelajutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan melakukan Analisis SWOT.

2.

Permasalahan

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas terdapat permasalahan sebagai berikut. a. Apakah Analisis Swot dalam pendidikan? b. Bagaimana peran analisis swot dalam meningkatkan mutu pendidikan? c. Apa yang dimaksud dengan visi dan bagaimana perumusannya! d. Apa yang dimaksud dengan misi dan bagaimana perumusanya! e. Apa yang dimaksud dengan tujuan! f. Apa yang dimaksud dengan program!

g. Apa kaitan analisis swot dengan visi misi sebuah lembaga pendidikan?

B. 1.

PEMBAHASAN Analisis Swot dalam Pendidikan

Berikut ini adalah diagram analisis SWOT : BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi diversifikasi SWOT selain dapat digunakan pada perusahaan bisnis. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan dalam kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini disebut Analisis Situasi. dapat juga digunakan pada manajemen sekolah dalam menghadapi tantangan maupun peluang yang ada di era globalisasi ini. Mendukung strategi turn around KELEMAHAN INTERNAL 4. namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi. Penerapan SWOT pada instansi pendidikan tersebut dapat mendorong kemajuan manajemen sekolah.Analisis SWOT adalah indentifikasi beberapa faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Strenghts dan Weaknesses serta lingkungan eksternal. Opportunities dan Threats. tujuan. Model yang paling popular untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT. Mendukung strategi defensif BERBAGAI ANCAMAN 1. .. SWOT adalah singkatan dari lingkungan internal. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang (Opportunities).

com/2008/09/05/) Jika analisis swot digunakan. siswa yang ada 4.wordpress. tenaga kependidikan dan staf adminstrasi 2. 3. lembaga-lembaga pendidikan yang lain. SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan (http://akhmadsudrajat. dan fasilitas sarana prasarana (lingkungan belajar). laboratorium. ruang kelas. (terdiri atas ancaman dan kesempatan). maka dimungkinkan bagi sebuah sekolah untuk mendapatkan sebuah gambaran menyeluruh mengenai situasi sekolah itu dalam hubungannya dengan masyarakat. yang digabungkan dengan suatu pengujian mengenai kekuatan dan kelemahan akan membantu dalam mengembangkan sebuahvisi tentang masa depan. Sedangkan pemahaman mengenai faktor-faktor eksternal. serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. organisasi atau dewan lainnya dalam sekolah .2. program riset dan pengembangan iptek 6. Prakiraan seperti ini diterapkan dengan mulai membuat program yang kompeten atau mengganti program-program yang tidak relevan serta berlebihan dengan program yang lebih inovatif dan relevan. anggaran operasional 5. dan lapangan industri yang akan dimasuki oleh murid-muridnya. Peran Analisis Swot dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi. Beberapa contoh lingkungan internal lembaga pendidikan. 1.

Pengaruh-pengaruh nasional dan regional seperti masalah-masalah lokal dan negara adalah yang paling penting dalam memutuskan program baru apa saja yang perlu ditambah atau program yang sudah ada dan perlu dimodifikasi atau diganti. Jenis-Jenis Analisis SWOT 1. demografi sosial dan ekonomi penduduk 6. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang . analisa SWOT.Beberapa contoh lingkungan eksternal lembaga pendidikan : 1. kelompok-kelompok fokus. orang tua dan keluarga siswa 3. badan-badan penyandang dana Penafsiran kekuatan dan kelemahan dapat dilakukan melalui survey. serta O dan T. dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Selain empat komponen dasar ini. dan sumbersumber lain yang dapat dipercaya. Model Kuantitatif Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W. maka akan memungkinkan untuk mengkonfirmasi item-item tersebut. Gambaran eksternal bersifat komplementer terhadap self-study internal di dalam analisis SWOT. lembaga pendidikan pesaing lainnya 4. sekolah /lembaga tinggi sebagai persiapan lanjutan 5. tempat kerja yang prospektif bagi lulusan 2. wawancara dengan murid dan alumni. seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen. Begitu kelemahan dan kekuatan tergambar. Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.

Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian. sementara subkomponen W hanya 6 buah. Subkomponen pada masingmasing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen. tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif. tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. diberikan skor yang lebih besar. Sebagai alat analisa. 3. Subkomponen S ada sebanyak 10 buah. Ketika telah berhasil membuat peta. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian. 2. Model Kualitatif Urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif. dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T. karena mungkin saja misalnya. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi. Selain itu. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W. maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S). langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi. analisis SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta.harus diwaspadai. harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T). perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Visi .

Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik. Hal ini lebih lanjut diungkapkan oleh Hax dan Majluf dalam Akdon (2007 : 95). 5. menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak. Visi bukanlah fakta. visi perlu secara intensif dikomunikasikan kesemua anggota organisasi sehingga mereka merasa sebagai framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi.Langkah awal dalam perumusan strategi (Strategy Formulation) adalah penetapan visi. pihak . 3. Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik. serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi organisasi. Memperlihatkan lain yang terkait). Mengkomunikasikan alas an keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok. Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam organisasi. 4. konsumen/citizen. 3. menyakinkan. Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi: 1. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan. maka dalam proses pembuatannya perlu melibatkan semua stakeholders. bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk: 1. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan. serta mengandung daya tarik. 2. dapat dipercaya. tetapi gambaran pandangan idial masa depan yang ingin diwujudkan. 2. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya. Visi harus dapat memberi kepekaan yang kuat tentang area focus bisnis. Suatu visi akan menjadi realistik. Selain keterlibatan semua pihak. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistic dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu .

Unggul dalam KBM 4. Unggul dalam disiplin 2. Unggul dalam lomba Olimpiade Sains 8. Misi Visi yang telah kita peroleh harus kita terjemahkan kedalam guidelines yang lebih pragmatis dan kongkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan strategi dan aktivitas dalam organisasi. Unggul dalam memenangkan persaingan UMPT (Outcome) 6. Unggul dalam perolehan Ujian Nasional (UN) dan Ujian SEkolah (US) (output) 5. Unggul dalam keagamaan/berakhlak mulia 3. Unggul dalam Penguasaan Teknologi Informasi 2. Unggul dalam Lomba Kreatifitas Siswa 9. Untuk hal itu dibutuhkan . Unggul dalam Penguasaan Bahasa Inggris 10. Unggul dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja 7. Selain itu visi dibuat dalam kalimat yang singkat agar mudah diingat dan dijadikan komitmen Contoh Visi: MENJADIKAN SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG SEBAGAI SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN TAHUN 2011 Indikator: 1.pemilik visi tersebut.

Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi. Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi tersebut. Banyak organisasi gagal karena pernyataan misi yang dirumuskan hanya memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan masyarakat pelanggan maupun stakeholder. adanya validasi misi langkah/komponen Pernyataan mencerminkan tentang segala sesuatu untuk mencapai visi. Misi berubah apabila kehendak organisasi manajemen berubah strategik atau yang karena lain. Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan. Pernyataan misi harus: 1. Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu penjelasan yang akan ditawarkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk pencapaian misi. misi harus jelas menyatakan kepedulian organisasi terhadap kepentingan pelanggan. Dalam pernyataan misi terkandung definisi yang jelas tentang pekerjaan atau tugas pokok yang diemban suatu organisasi dan yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu. Pernyataan misi memperlihatkan tugas utama yang harus dilakukan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. 3. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Pernyataan dalam misi lebih tajam dan lebih detail jika dibandingkan dengan visi. karena misi mewakili alasan dasar untuk berdirinya organisasi. Kriteria pembuatan misi meliputi: . Oleh karena itu. Pernyataan misi yang jelas akan memberi arahan jangka panjang sehingga memberikan stabilitas manajemen dan kepemimpinan organisasi. 2.misi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang.

4. Penjelasan tentang bisnis/produk atau layanan yang ditawarkan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani. Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi 8.1. Contoh Misi: 1. 2. penjelasan aspirasi bisnis yang diinginkan pada masa datang juga manfaat dan keuntungan bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan yang tersedia. Mengoptimalkan pembinaan secara insentif guna menghadapi persaingan dalam era globalisasi 6. Tujuan Dalam kerangka pikir manajemen strategik. Menerapkan pelaksanaan evaluasi atau penilaian hasil belajar secara konsisten dan berkesinambungan 4. Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat. Mengoptimalkan pembinaan dalam pembuatan karya tulis ilmiah 5. Menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi antar warga sekolah 7. 3. Pencapaian tujuan merupakan ukuran dari keberhasilan kinerja faktor-faktor kunci keberhasilan . tujuan harus merupakan target-target yang bersifat kuantitatif dari suatu organisasi. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa 3. Memanfaatkan lingkungan hidup sebagai media pembelajaran 3. Menerapkan disiplin tinggi dalam segala kegiatan 2.

Tujuan akan menjangkau hasil-hasil penilaian lingkungan internal/eksternal dan yang diprioritaskan serta mungkin dikembangkan dalam merespon isu-isu strategic. 7. Tujuan organisasi pada dasarnya untuk jangka panjang yang harus diselesaikan selama waktu itu dan akan mengarahkan kinerja harian organisasi. Untuk itu tujuan harus menegaskan tentang apa (what) yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when). Oleh karena itu tujuan merupakan bagian integral dalam sistem strategi managemen yang didalamnya mengandung usaha untuk melaksanakan suatu tindakan. Tujuan harus menantang. Kriteria Tujuan: 1. Tujuan harus mengatasi kesenjangan antara tingkat pelayanan saat ini dengan yang diinginkan. 5. tetapi belum menetapkan ukuran-ukuran spesifik atau strategi. Pencapain tujuan dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja organisasi. Tujuan menggambarkan arah yang jelas dari organisaso. 3. . Tujuan biasanya secara relative berjangka panjang. 9. Pencapaian tujuan akan dapat memenuhi atau berkontribusi memenuhi misi. Tujuan cenderung tidak berubah kecuali terjadi penggeseran lingkungan atau dalam hal isu strategic hasil yang diinginkan telah tercapai. Tujuan harus serasi dan mengklarifikasikan visi dan misi. yaitu sekurangkurangnya tiga tahun atau lebih. 8. 6. program dan sub program organisasi. program dan sub program.suatu organisasi. Tujuan mengambarkan hasil program. 2. 4.

program. dan tujuan sehingga menjadi program kegiatan yang lebih operasional. misi.TUJUAN DAN PROGRAM Analisis SWOT itu digunakan sebagai dasar untuk menerjemahkan visi. tujuan serta gambaran pelaksanaan yang berupa target. misi.5. Hubungan fungsional antara visi. misi. Pelaksanaan akan diikuti dengan proses evaluasi. segmentasinya dan strategi aksi yang akan digunakan. setelah sasaran/tujuan telah ditentukan barulah dirumuskan program kerja. Yang digarisbawahi disini adalah peran analisa SWOT dalam melakukan penilaian kesesuaian konsep dan pelaksanaan program saat program berjalan maupun di akhir program sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan penilaian yang obyektif dan berkesinambungan. Program ini dapat dijabarkan targetnya. 6. KAITAN ANALIS SWOT DENGAN VISI DAN MISI . tujuan. segmentasi dan strategi aksi yang dipilih. Sebuah program kerja dapat dikatakan sebagai sebuah program yang lengkap apabila telah mampu menerangkan visi.Program Kerja Selanjutnya. dan tujuan organisasi . misi. dan kegiatan dapat digambarkan sebagai berikut: Bagan: Hubungan antara visi.

Rencana pengembangan sekolah pada umumnya mencakup perumusan visi. tujuan.Sekolah yang melaksanakan harus membuat rencana pengembangan sekolah. Analisis Swot sangat penting perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan karena analisis dan gambaran yang diberikan merupakan tolok ukur dalam mengembangkan lembaga/satuan pendidikan lebih lanjut. analisis SWOT. . Sedangkan rencana kerja tahunan sekolah pada umumnya meliputi pengindentifikasian sasaran sekolah (tujuan situasional sekolah). Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang. dan program kerja yang lebih konkrit. Kesimpulan Analisis Swot adalah sebuah bentuk analisis situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). 4. langkah-langkah pemecahan persoalan. pemilihan fungsi-fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah diidentifikasi. tujuan sekolah dan strategi pelaksanaannya. dan penyusunan rencana dan program kerja tahunan sekolah. Analisis ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan. Tujuan merupakan bagian integral dalam sistem strategi managemen yang didalamnya mengandung usaha untuk melaksanakan suatu tindakan.KESIMPULAN DAN SARAN 1. perlu dirumuskan visi. misi.misi. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistis dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu .Setelah analisis. yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.

komitmen.Untuk itu tujuan harus menegaskan tentang apa (what) yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when). . dan tindak lanjut yang jelas sebagai implikasinya. Bandung : Alfabeta. Saran Analisis Swot adalah semata-mata sebuah alat analisis yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh lembaga/satuan pendidikan. dan bukan sebuah alat yang serta – merta mampu memberikan jalan keluar bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah/satuan pendidikan tanpa oleh karena itu perlu pemikiran. 2. Strategic Management For Educational Management ( Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan ). 2007. Pencapain tujuan dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja organisasi. Daftar Pustaka Akdon.

swot bisa juga diartikan sebagai sebuah teknik yang sederhana.baik bersifat positif maupun negative.misalnya dalam lingkungan sekolah kejuruan .Merumuskan strategi-strategi dan kebijakan untuk pengelolaan dalam administrator. 4.Analisis SWOT Analisis swot sebuah alat yang cukup baik.Analisis SWOT berguna sebagai alat bantu pembuatan keputusan dalam pengenalan program-program baru misalnya dilembaga pendidikan kejuruan. Menyiapkan sesi SWOT. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman. . 3. 2. 2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.Disamping itu. 3.dan juga bias digunakan dalam merumuskan strategi-strategi dan kebijakankebijakan untuk pengelolaan pegawi administrasi.Faktor internal : •.Streenghts (kekuatan ) •.” Dengan menggunakan analisa SWOT terdiri dari 2 faktor yaitu : 1.dkk 1989 : “Swot merupakan perangkat umum yang di gunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan perencanaan strategis dalam berbagai terapan. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.dan efesien serta sebagai alat yng cepat dalam menemukan kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan dengan pengembangan awal program-program inovasi baru .efektif. 5. Seperti Apa Penggunaan Analisis SWOT Dilihat dari pengertiannya kita dapat melihat apa kegunaan dari analisis SWOT yaitu : 1.Faktor eksternal • Oppurtunities ( ancaman ) • Threats (peluang atau kesempatan ) Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah: 1.mudah dipahami.Weaknesses (kelemahan ) 2.melalui pendekatan sistematik melalu proses instropeksi dan mawas diri kedalam. Menurut Jhonson.Alat bantu untuk memperluas visi dan misi suatu organisasi.

adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini. Sebagai konsep yang ideal visi-misi ini harus diterjemahkan lagi dalam konsep yang lebih nyata dan terukur yaitu tujuan (objective). Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). besaran waktu. dll). Visi menggambarkan aspirasi masa depan tanpa menspesifikasi cara-cara untuk mencapainya. maka analisis harus sesering mungkin dibuat dan disesuaikan. Misi merupakan sebuah pernyataan yang menegaskan visi lewat pilihan bentuk atau garis besar jalan yang akan diambil untuk sampai pada visi yang telah lebih dulu dirumuskan. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT.Mengingat situasi dan kondisi yng cepat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Tujuan dalam konteks ini tidak sama dengan tujuan yang kita bahas didepan. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan. • O = Opportunity.. adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.. satu diantaranya adalah visi dan misi. dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang “cespleng” bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi. • T = Threat. Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : • S = Strength. tujuan ini diterjemahkan dalam beberapa bentuk. Visi merupakan sesuatu yang didambakan untuk dimiliki dimasa depan (what do they want to have). • W = Weakness. Tujuan yang kita bahas disini adalah tujuan sebagai konsep yang jauh lebih riil. Keduanya tidak memiliki dimensi ukur kuantitatif (persentase. yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.Penggunaan analisis SWOT akan efektif apabila analisisnya bersifat fleksibel. baik . visi dan misi sebagai sebuah konsep memiliki interaksi yang erat. bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi. visi yang efektif adalah visi yang mampu membangkitkan inspirasi Misi adalah bentuk yang didambakan di masa depan (what do they want to be). Analisa SWOT. Tujuan adalah sebuah konsep yang menerangkan “kemana kita akan pergi”. adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan. adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.

maka program ini dapat dijabarkan targetnya. menentukan Visi-Misi Program Kerja. dimana setelah melakukan Analisa SWOT. Dengan acuan berupa visi-misi maka tujuan organisasi akan dapat dirumuskan dalam GBHO dan GBPK . Dalam skala yang lebih kecil. Yang digarisbawahi disini adalah peran analisa SWOT dalam melakukan penilaian kesesuaian konsep dan pelaksanaan program saat program berjalan maupun di akhir program sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan penilaian yang obyektif dan berkesinambungan. misi. segmentasinya dan strategi aksi yang akan digunakan. . pelaksanaan maupun evaluasi organisasi atau program. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pelaksanaan program kerja yang secara teknis persiapannya maupun pelaksanaanya akan dibahas pada bagian selanjutnya dari diklat ini. segmentasi dan strategi aksi yang dipilih. urut-urutan cara penganalisaan yang sama dapat diterapkan terhadap suatu program kerja. Sebuah program kerja dapat dikatakan sebagai sebuah program yang lengkap apabila telah mampu menerangkan visi. Pelaksanaan akan diikuti dengan proses evaluasi.pada saat perumusan. tujuan serta gambaran pelaksanaan yang berupa target. Analisa SWOT mengawali perumusan visi dan misi organisasi dan kemudian diterjemahkan dalam tujuan organisasi yang dalam KMHDI kita kenal sebagai GBHO dan GBPK.

Memberdayakan SMK untuk mengembangkan kerjasama dengan industri. Membangun dan memberdayakan SMK menuju sekolah bertaraf nasional dan internasioanl. Memberdayakan SMK untuk mengembangkan potensi lokal dalam rangka menumbuhkan pendidikan yang relevan berbasis keunggulan lokal. Misi Pendidikan SMK : 1. untuk mengahsilkan lulusan yang memiliki jati diri bangsa dan keunggulan kompetitif di pasar nasional dan global. Meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dengan mengacu 8 standar Nasional Pendidkan. dan 6. mampu mengembangkan keunggulan lokal dan bersaing di pasar global. Meningkatkan profesionalisme sebagai pusat pembudayaan kompetesi. 2.Visi Pendidikan SMK : Terwujudnya SMK berstandar nasional dan bertaraf internasional. 3. 4. . menghasilkan tamatan yang memiliki jagi diri bangsa. pusat pengembangan dan pemberdayaan tenaga pendidik. Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan kejuruan yang bermutu. 5.

MISI : 1. Mengembangkan dan mengoptimalkan sarana prasarana agar terbentuk kompetensi dasar yang kuat Visi SMK Batam Business School : • Menjadi sekolah kejuruan yang berkualitas. dan berakhlak mulia Mewujudkan iklim kerja yang kondusif. 5. Secara terus menerus meningkatkan kualitas kemampuan para pendidik baik dari segi pengetahuan atas bidang studi manapun dari segi pengembangan diri. 3. professional berdasarkan budi pekerti luhur. . aspiratif dan akomodatif Meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia Industri dalam bentuk praktek kerja industri dan penempatan tamatan 6. Misi SMK Batam Business School : • • • Menyelenggarakan karya pendidikan yang mengitegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk diterapkan dalam bidang keterampilan atau kejuruan sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas. etika da semangat berkarya. 4. Memantapkan karakter siswa menuju perilaku yang santun Memantapkan keterampilan siswa menuju insan yang mandiri Membangun jiwa wirausaha yang handal. 2. Mengembangkan pola berfikir positif dan logis untuk kemajuan bersama melalui pendidikan moral.VISI : Menjadikan SMK Negeri 3 Jakarta sebagai penghasil lulusan yang santun. terampil dan mandiri.

berkompetisi secara sehat dan memupuk rasa kebersamaan. Misi SMK Batam Business School : • • • • • • • • Menyelenggarakan karya pendidikan yang mengitegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk diterapkan dalam bidang keterampilan atau kejuruan sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas. Mewujudkan kebutuhan dunia usaha dengan para peserta didik dalam hall pemahaman ekspektasi masyarakat. Mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagai sarana pengembangan diri peserta didik dan sebagai wahana untuk membina kemampuan berorganisai. Secara Terus menerus. bersama-sama dengan lembaga pendidikan lainnya mengembangkan kurikulum (struktur maupun materi) tepat sasaran pada setiap keterampilan/jurusan. Mewujudkan kebutuhan dunia usaha dengan para peserta didik dalam hall pemahaman ekspektasi masyarakat.20%) dari populasi sekolah. Secara terus menerus mengembangkan fasilitas/alat bantu mengajar untuk menunjang kualitas pendidikan.20%) dari populasi sekolah. berkompetisi secara sehat dan memupuk rasa kebersamaan.• • • • • Secara terus menerus mengembangkan fasilitas/alat bantu mengajar untuk menunjang kualitas pendidikan. berkreasi. Visi SMK Batam Business School : • Menjadi sekolah kejuruan yang berkualitas. Secara terus menerus meningkatkan kualitas kemampuan para pendidik baik dari segi pengetahuan atas bidang studi manapun dari segi pengembangan diri. Mengembangkan pola berfikir positif dan logis untuk kemajuan bersama melalui pendidikan moral. professional berdasarkan budi pekerti luhur. Visi SMK Batam Business School : • Menjadi sekolah kejuruan yang berkualitas. professional berdasarkan budi pekerti luhur. Menyelenggarakan kesempatan untuk belajar bagi para siswa yang secara akademis memiliki potensi tinggi (beasiswa 15% . Secara Terus menerus. . etika da semangat berkarya. berkreasi. bersama-sama dengan lembaga pendidikan lainnya mengembangkan kurikulum (struktur maupun materi) tepat sasaran pada setiap keterampilan/jurusan. Menyelenggarakan kesempatan untuk belajar bagi para siswa yang secara akademis memiliki potensi tinggi (beasiswa 15% . Mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagai sarana pengembangan diri peserta didik dan sebagai wahana untuk membina kemampuan berorganisai.

Mewujudkan kebutuhan dunia usaha dengan para peserta didik dalam hall pemahaman ekspektasi masyarakat. professional berdasarkan budi pekerti luhur. berkreasi. berkreasi.Misi SMK Batam Business School : • • • • • • • • Menyelenggarakan karya pendidikan yang mengitegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk diterapkan dalam bidang keterampilan atau kejuruan sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas. Menyelenggarakan kesempatan untuk belajar bagi para siswa yang secara akademis memiliki potensi tinggi (beasiswa 15% . bersama-sama dengan lembaga pendidikan lainnya mengembangkan kurikulum (struktur maupun materi) tepat sasaran pada setiap keterampilan/jurusan. berkompetisi secara sehat dan memupuk rasa kebersamaan. Misi SMK Batam Business School : • • • • • • Menyelenggarakan karya pendidikan yang mengitegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk diterapkan dalam bidang keterampilan atau kejuruan sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas. Mengembangkan pola berfikir positif dan logis untuk kemajuan bersama melalui pendidikan moral.20%) dari populasi sekolah. Secara terus menerus meningkatkan kualitas kemampuan para pendidik baik dari segi pengetahuan atas bidang studi manapun dari segi pengembangan diri. Mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagai sarana pengembangan diri peserta didik dan sebagai wahana untuk membina kemampuan berorganisai. berkompetisi secara sehat dan memupuk rasa kebersamaan. etika da semangat berkarya. Secara Terus menerus. Secara terus menerus mengembangkan fasilitas/alat bantu mengajar untuk menunjang kualitas pendidikan. Mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagai sarana pengembangan diri peserta didik dan sebagai wahana untuk membina kemampuan berorganisai. etika da semangat berkarya. bersama-sama dengan lembaga pendidikan lainnya mengembangkan kurikulum (struktur maupun materi) tepat sasaran pada setiap keterampilan/jurusan. Secara terus menerus meningkatkan kualitas kemampuan para pendidik baik dari segi pengetahuan atas bidang studi manapun dari segi pengembangan diri. Secara Terus menerus. Visi SMK Batam Business School : • Menjadi sekolah kejuruan yang berkualitas. Mengembangkan pola berfikir positif dan logis untuk kemajuan bersama melalui pendidikan moral. . Secara terus menerus mengembangkan fasilitas/alat bantu mengajar untuk menunjang kualitas pendidikan.

Menyelenggarakan kesempatan untuk belajar bagi para siswa yang secara akademis memiliki potensi tinggi (beasiswa 15% . .• • Mewujudkan kebutuhan dunia usaha dengan para peserta didik dalam hall pemahaman ekspektasi masyarakat.20%) dari populasi sekolah.

. 4. 2.5 Pembinaan lingkungan. kreatif. memiliki etos kerja dan kemandirian yang tinggi serta memiliki kemampuan mengadaptasikan diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja tingkat menengah sesuai tuntutan standart kebutuhan dunia usaha / industri yang berdaya tingkat regional maupun nasional. SMK PGRI Singosari Kabupaten Malang sebagai lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang dapat menghasilkan mutu tamatan berbudi pekerti luhur. 1. Menyiapkan tamatan bisa mandiri dalam hidup bermasyarakat atau mengisi lowongan kerja di industri serta melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi. Sebagai lembaga pendidikan SMK PGRI Singosari dapat mewujudkan : 1. 1.7 Peningkatan SDM. terampil. Mewujudkan proses pembelajaran yang aktif. 3. Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan meningkatkan sarana dan prasarana. 1.3 Pengembangan fasilitas. 1.4 Pembinaan ketenagaan. MISI 1. 1.6 Pembinaan hubungan masyarakat dan DU / DI. efektif dan menyenangkan. Menyiapkan tamatan agar mampu mengadaptasikan diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Visi Misi sekolah.1 Pengembangan manajemen.2 Pengembangan proses belajar mengajar 1. TUJUAN 1.

2. 3.2 Memiliki etos kerja yang tinggi. 2.6 Memiliki ijazah.5 Memiliki sertifikat uji kompetensi minimal standart nasional sesuai keahlian masingmasing. yaitu situasi dan perilaku yang terjadi di DU / DI antara lain : 2. Kriteria tamatan yang mampu berkompetensi dalam bursa kerja di era global. 2. 3.1 Disiplin (menepatiprosedural sistem).2 Bertanggung jawab. 3. Meningkatkan budaya industri.1 Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (perilaku dan moralnya baik).3 Kejujuran / keterbukaan. 3. 2. antara lain : 3. transkip yang baik .4 Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. 3.3 Memiliki kemampuan berbahasa inggris secara aktif.4 Efisiensi dan efektif. 2.5 Kinerja tinggi. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful