MAKALAH PROSES MASUKNYA AGAMA BUDDHA DI INDONESIA

DISUSUN OLEH : 1. PANGESTUTI PURWANINGSIH 2. SRI PURWANINGSIH 3. KARTI (NPM. 08.231.044 / P) (NPM. 08.231.049 / P) (NPM. 08.231.042 / P)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL IKIP PGRI MADIUN 2009

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan Agama Buddha di Indonesia merupakan salah satu dari enam agama yang diakui keberadaannya. Agama Buddha juga merupakan salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia. Seperti agama-agama yang lain, agama Buddha juga merupakan agama pendatang, dalam arti bukan merupakan produk asli bangsa Indonesia. Agama Buddha masuk di Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Buddha. Dilihat dari proses masuk dan penyebarannya di Indonesia, antara agama Hundu dengan agama Buddha, memiliki banyak kemiripan. Oleh karena itu, biasanya proses masuknya kedua agama tersebut satu paket, yaitu masuknya agama Buddha-Buddha di Indonesia. Untuk mempelajari proses masuknya agama Buddha di Indonesia juga tidak dapat terlepas dari proses masuknya agama Buddha di negara ini. Pembahasan dalam makalah ini akan menguraikan tentang proses masuk dan berkembangnya agama Buddha di Indonesia. Diharapkan, uraian ini akan dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang berguna dalam hal sejarah perkembangan dan keberadaan agama Buddha di Indonesia.

Bagaimana reaksi masyarakat Indonesia terhadap masuk dan berkembangnya agama Buddha di negara tersebut? 5. Sejarah tentang agama Buddha 2. Apakah agama Buddha itu? 2. pembahasan akan difokuskan pada beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. Reaksi masyarakat Indonesia terhadap masuk dan berkembangnya agama Buddha di negara tersebut. Proses masuknya agama Buddha di Indonesia. Tujuan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan pembahasan tentang hal-hal sebagai berikut: 1. . 4. Bagaimana proses masuknya agama Buddha di Indonesia? 4. Pengaruh kultur atau budaya Indonesia asli terhadap perkembangan agama Buddha tersebut. Permasalahan Pada makalah tentang proses masuknya agama Buddha di Indonesia ini. 5. Isi ajaran yang ada pada agama Buddha 3. Bagaimana pengaruh kultur atau budaya Indonesia asli terhadap perkembangan agama Buddha tersebut? C.B. Bagaimana isi ajaran yang ada pada agama Buddha? 3.

Sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab. serta pengaruh kultur asli Indonesia terhadap perkembangan agama Buddha di Indonesia. Asia Timur dan Asia Tenggara. serta perpecahanperpecahan. ditambah dengan unsurunsur kebudayaan Helenistik (Yunani). yang sejarahnya ditandai dengan masa pasang dan surut. A. ini adalah salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada . agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia. Dalam proses perkembangannya ini. Mahayana. Sejarah Agama Buddha Sejarah agama Buddha mulai dari abad ke-6 SM sampai sekarang dari lahirnya sang Buddha Siddharta Gautama. di sebuah kota. reaksi masyarakat Indonesia terhadap agama Buddha. Menurut tradisi Buddha. dan Vajrayana (Bajrayana).BAB II PEMBAHASAN Pembahasan dalam makalah ini difokuskan pada hal-hal yang berkaitan tentang arti atau sejarah dari agama Buddha. Dengan ini. unsur kebudayaan India. proses masuknya agama Buddha ke Indonesia. agama ini sementara berkembang. Asia Tengah. Sekarang kota ini . Selama masa ini. isi ajaran dari agama Buddha. tokoh historis Buddha Siddharta Gautama dilahirkan dari klan Sakya pada awal masa Magadha (546–324 SM). selatan pegunungan Himalaya yang bernama Lumbini.

ia menelusuri dataran Gangga di tengah India (daerah mengalirnya sungai Gangga dan anak-anak sungainya). Keengganan Buddha untuk mengangkat seorang penerus atau meresmikan ajarannya mengakibatkan munculnya banyak aliran dalam waktu 400 tahun selanjutnya: pertama-tama aliran-aliran mazhab Buddha Nikaya. Di bawah sebuah pohon bodhi. Untuk 45 tahun selanjutnya. Pada saat itu ia dikenal sebagai Gautama Buddha. ia berkaul tidak akan pernah meninggalkan posisinya sampai ia menemukan Kebenaran. pada hakekatnya adalah kesengsaraan yang tak dapat dihindari. Setelah kehidupan awalnya yang penuh kemewahan di bawah perlindungan ayahnya. sebuah kata Sansekerta yang berarti "ia yang sadar" (dari kata budh+ta). raja Kapilavastu (kemudian hari digabungkan pada kerajaan Magadha). Jalan tengah ini merupakan sebuah kompromis antara kehidupan berfoya-foya yang terlalu memuaskan hawa nafsu dan kehidupan bertapa yang terlalu menyiksa diri. ia mencapai Pencerahan. dan lalu mencari jalan tengah (majhima patipada). Beliau juga dikenal dengan nama Sakyamuni (harafiah: orang bijak dari kaum Sakya). Siddharta melihat kenyataan kehidupan sehari-hari dan menarik kesimpulan bahwa kehidupan nyata. Pada usia 35 tahun. atau hanya "Buddha" saja. Siddharta kemudian meninggalkan kehidupan mewahnya yang tak ada artinya lalu menjadi seorang pertapa. Kemudian ia berpendapat bahwa bertapa juga tak ada artinya.terletak di Nepal sebelah selatan. yang . sembari menyebarkan ajarannya kepada sejumlah orang yang berbeda-beda.

meresitasikan hukum-hukum vinaya. sebuah gerakan pan-Buddha yang didasarkan pada penerimaan kitab-kitab baru. salah seorang murid utama Buddha dan saudara sepupunya. dan sejarah peristiwa-peristiwa yang membentuk agama ini tidaklah banyak tercatat. yang telah menjadi teks rujukan dasar pada seluruh masa sejarah agama Buddha. di Rajagaha(sekarang disebut Rajgir). dan beberapa perpecahan dalam gerakan Buddha. meski pengetahuan kita akan ini berdasarkan catatancatatan dari kemudian hari. 1. . agama Buddha kelihatannya hanya sebuah fenomena kecil saja. dan Upali. Konsili Buddha Pertama (abad ke-5 SM) Konsili pertama Buddha diadakan tidak lama setelah Buddha wafat di bawah perlindungan raja Ajatasattu dari Kekaisaran Magadha. Ini kemudian menjadi dasar kanon Pali. 2. Dua konsili (sidang umum) pembentukan dikatakan pernah terjadi. Tahap awal agama Buddha Sebelum disebarkan di bawah perlindungan maharaja Asoka pada abad ke-3 SM. dan kemudian terbentuknya mazhab Mahayana.sekarang hanya masih tersisa Theravada. Tujuan konsili ini adalah untuk menetapkan kutipankutipan Buddha (sutta (Buddha)) dan mengkodifikasikan hukum-hukum monastik (vinaya): Ananda. seorang murid lainnya. dan dikepalai oleh seorang rahib bernama Mahakassapa. Konsili-konsili (juga disebut pasamuhan agung) ini berusaha membahas formalisasi doktrin-doktrin Buddhis. diundang untuk meresitasikan ajaran-ajaran Buddha.

Mazhab-mazhab tradisional menganggap Buddha adalah seorang manusia biasa yang mencapai pencerahan. mengikuti konflik-konflik antara mazhab tradisionalis dan gerakangerakan yang lebih liberal dan menyebut diri mereka sendiri kaum Mahasanghika. Namun kaum Mahasanghika yang ingin memisahkan diri. dalam arti membuka jalan paham Mahayana yang kelak muncul. Mereka menjadi pendukung peraturan monastik yang lebih longgar dan lebih menarik bagi sebagian besar kaum rohaniawan dan kaum awam (itulah makanya nama mereka berarti kumpulan "besar" atau "mayoritas"). yang juga bisa dicapai oleh para bhiksu yang mentaati peraturan monastik dan mempraktekkan ajaran Buddha demi mengatasi samsara dan mencapai arhat. menganggap ini terlalu individualistis dan egois. Konsili ini berakhir dengan penolakan ajaran kaum Mahasanghika. Mereka meninggalkan sidang dan bertahan selama beberapa abad di Indian barat laut dan Asia Tengah menurut prasasti-prasasti Kharoshti yang ditemukan dekat Oxus dan bertarikh abad pertama. Mereka menganggap bahwa tujuan untuk menjadi arhat tidak cukup.3. dan menyatakan bahwa tujuan yang sejati adalah mencapai status Buddha penuh. Konsili Kedua Buddha (383 SM) Konsili kedua Buddha diadakan oleh raja Kalasoka di Vaisali. Maharaja Asoka dari Kekaisaran Maurya (273–232 SM) masuk agama Buddha setelah menaklukkan wilayah Kalingga (sekarang Orissa) .

Tujuan konsili adalah rekonsiliasi mazhab-mazhab Buddha yang berbeda-beda. Periode ini menandai penyebaran agama Buddha di luar India. utusan dikirimkan ke pelbagai negara untuk menyebarkan agama Buddha. Karena menyesali perbuatannya yang keji. atau Tripitaka dalam bahasa Sansekerta.250 SM) Maharaja Asoka memprakarsai Konsili Buddha ketiga sekitar tahun 250 SM di Pataliputra (sekarang Patna). sampai sejauh kerajaan-kerajaan Yunani di barat dan terutama di kerajaan Baktria-Yunani yang merupakan wilayah tetangga. memurnikan gerakan Buddha. Menurut prasasti dan pilar yang ditinggalkan Asoka (piagam-piagam Asoka). terutama dari faksi-faksi oportunistik yang tertarik dengan perlindungan kerajaan dan organisasi pengiriman misionaris-misionaris Buddha ke dunia yang dikenal. 4. Kanon Pali (Tipitaka.di India timur secara berdarah. yang memuat teks-teks rujukan . sang maharaja ini lalu memutuskan untuk meninggalkan kekerasan dan menyebarkan ajaran Buddha dengan membangun stupa-stupa dan pilarpilar di mana ia menghimbau untuk menghormati segala makhluk hidup dan mengajak orang-orang untuk mentaati Dharma. Konsili Buddha Ketiga (+/. Konsili ini dipimpin oleh rahib Moggaliputta. Kemungkinan besar mereka juga sampai di daerah Laut Tengah menurut prasasti-prasasti Asoka. dan secara harafiah berarti "Tiga Keranjang"). Asoka juga membangun jalan-jalan dan rumah sakit-rumah sakit di seluruh negeri.

masa kini dan masa depan terjadi pada saat yang sama. Tipitaka terdiri dari doktrin (Sutra Pitaka). dibawa oleh seorang bhiksu bernama Fa Hsien. sampai masa Kekaisaran Kushan pada abad-abad pertama Masehi. menurut tradisi Theravada) dan kaum Dharmaguptaka menjadi berpengaruh di India barat laut dan Asia Tengah. Para pengikut Dharmaguptaka memiliki ciri khas kepercayaan mereka bahwa sang Buddha berada di atas dan terpisah dari anggota komunitas Buddha lainnya. Ajaran Buddha sampai ke negara Tiongkok pada tahun 399 Masehi. Pencetusnya ialah Siddhartha Gautama yang dikenal sebagai Gautama Buddha oleh pengikut-pengikutnya. Sedangkan kaum Sarvastivadin percaya bahwa masa lampau. Ajaran Agama Buddha Agama Buddha lahir di negara India. setelah tahun 250 SM. lebih tepatnya lagi di wilayah Nepal sekarang. peraturan monastik (Vinaya Pitaka) dan ditambah dengan kumpulan filsafat (Abhidharma Pitaka). kaum Sarvastidin (yang telah ditolak konsili ketiga. diresmikan penggunaannya saat itu. Masyarakat Tiongkok mendapat pengaruhnya dari Tibet disesuaikan dengan tuntutan dan nilai lokal.tradisional Buddha dan dianggap diturunkan langsung dari sang Buddha. sebagai reaksi terhadap agama Brahmanisme. Usaha-usaha Asoka untuk memurnikan agama Buddha juga mengakibatkan pengucilan gerakan-gerakan lain yang muncul. . Terutama. B.

pembentukan. Ungkapan di atas adalah pernyataan dari Sang Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka. pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu. Yang Tidak Tercipta. Yang Tidak Menjelma. Tidak Dijelmakan. Yang Tidak Menjelma. Yang Tidak Menjelma. pemunculan dari sebab yang lalu. karena ada Yang Tidak Dilahirkan. Dalam hal ini. Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan. penjelmaan. maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran. maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran. Udana VIII: 3. Konsep ketuhanan dalam agama Buddha berbeda dengan konsep dalam agama Samawi dimana alam semesta diciptakan oleh Tuhan dan tujuan akhir dari hidup manusia adalah kembali ke sorga ciptaan Tuhan yang kekal. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah "Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang" yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan. Yang Tidak Diciptakan. Duhai para Bhikkhu. Yang Mutlak. yang . Yang Mutlak. Yang Tidak Tercipta. Perlu ditekankan bahwa Buddha bukan Tuhan. yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Buddha. Vinaya Piṭaka (peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan Abhidhamma Piṭaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi). Tetapi dengan adanya Yang Mutlak. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Piṭaka (kotbah-kotbah Sang Buddha). Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak".Setiap aliran Buddha berpegang kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran sang hyang Buddha Gautama. pembentukan. apabila Tidak ada Yang Tidak Dilahirkan. Yang Mutlak. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku (anatta). penjelmaan. yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun.

Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Maha Esa ini. dapat dilihat bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep Ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain. sebab masih banyak umat Buddha yang mencampur-adukkan konsep Ketuhanan menurut agama Buddha dengan konsep Ketuhanan menurut agama-agama lain sehingga banyak umat Buddha yang menganggap bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sama dengan konsep Ketuhanan dalam agama-agama lain. Tidak ada dewa-dewi yang dapat membantu. terbentuknya Bumi dan manusia. kehidupan manusia di alam semesta. Perbedaan konsep tentang Ketuhanan ini perlu ditekankan di sini. kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan. Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana roh manusia tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir. tetapi banyak konsep lain yang tidak sama pula.tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi. maka bukan hanya konsep Ketuhanan yang berbeda dengan konsep Ketuhanan dalam agama lain. hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan . Bila mempelajari ajaran agama Buddha seperti yang terdapat dalam kitab suci Tripitaka. Konsep-konsep agama Buddha yang berlainan dengan konsep-konsep dari agama lain antara lain adalah konsep-konsep tentang alam semesta. Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya.

mencapai pencerahan rohani. • • • bertekad melatih diri menghindari melakukan perbuatan asusila bertekad melatih diri menghidari melakukan perkataan dusta bertekad melatih diri menghindari makan makanan atau minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran dan menimbulkan ketagihan. Aliran Buddha Ada beberapa aliran dalam agama Buddha: 1) Buddha Theravada 2) Buddha Mahayana 3) Buddha Vajrayana 4) Buddha Tantrayana 5) Zen . ajaran Buddha juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemoralan. dan melihat kebenaran & realitas sebenar-benarnya. Buddha hanya merupakan contoh. Moral Buddha Sebagaimana agama Islam dan Kristen. a. juru pandu. dan guru bagi makhluk yang perlu melalui jalan mereka sendiri.dapat dicapai. Nilai-nilai kemoralan yang diharuskan untuk umat awam umat Buddha biasanya dikenal dengan Pancasila. bertekad melatih diri menghindari pencurian/mengambil barang yang tidak diberikan. b. Kelima nilai-nilai kemoralan untuk umat awam adalah: • • bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.

Tokoh Kuan Yin yang bermaksud "maha mendengar" atau nama Sansekertanya "Avalokiteśvara" merupakan tokoh Mahayana dan dipercayai telah menitis beberapa kali dalam alam manusia untuk memimpin umat manusia ke jalan kebenaran. Penyembahan kepada Amitabha Buddha (Amitayus) merupakan salah satu aliran utama Buddha Mahayana. profil ini perlahan-lahan berubah menjadi sosok feminin dan dihubungkan dengan legenda yang ada di Tiongkok sebagai seorang dewi. akan tetapi setelah pengaruh Buddha masuk ke Tiongkok. kebencian dan ketamakan . Dia diberikan sifat-sifat keibuan seperti penyayang dan lemah lembut. Buddha Mahayana Lotus Sutra merupakan rujukan sampingan penganut Buddha aliran Mahayana. Menurut sejarahnya Avalokitesvara adalah seorang lelaki murid Buddha. Sorga Barat merupakan tempat tujuan umat Buddha aliran Sukhavati selepas mereka meninggal dunia dengan berkat kebaktian mereka terhadap Buddha Amitabha dimana mereka tidak perlu lagi mengalami proses reinkarnasi dan dari sana menolong semua makhluk hidup yang masih menderita di bumi.c. Mereka mempercayai mereka akan lahir semula di Sorga Barat untuk menunggu saat Buddha Amitabha memberikan khotbah Dhamma dan Buddha Amitabha akan memimpin mereka ke tahap mencapai 'Buddhi' (tahap kesempurnaan dimana kejahilan.

Menurut Buddha Gautama. kenikmatan Kesadaran Nirwana yang dicapainya di bawah pohon Bodhi. Semua Buddha adalah pemimpin segala kehidupan ke arah mencapai kebebasan daripada kesengsaraan. Kamboja. Myanmar. tersedia kepada semua makhluk apabila mereka dilahirkan sebagai manusia. Buddha Theravada Aliran Theravada adalah aliran yang memiliki sekolah Buddha tertua yang tinggal sampai saat ini. Hasil amalan ajaran Buddha inilah yang akan membawa kesejahteraan kepada pengamalnya. d. Menekankan konsep ini. Selain itu populer pula di Singapura dan Australia.tidak terbilang Buddha yang lalu dan hidup mereka telah disebut "spoken of".intipati teks suci Buddha . . Indonesia dan Thailand) dan juga sebagian Vietnam. Laos. Malaysia.tidak ada lagi). Ia merupakan pemahaman Buddha yang paling disukai oleh orang Tionghoa. Dalam Tipitaka suci . Buddha Maitreya . Seorang Buddha bukannya dewa atau makhluk suci yang memberikan kesejahteraan. dan untuk berapa abad mendominasi Sri Langka dan wilayah Asia Tenggara (sebagian dari Tiongkok bagian barat daya. termasuk Buddha yang akan datang. aliran Buddha Mahayana khususnya merujuk kepada banyak Buddha dan juga bodhisattva (makhluk yang tekad "committed" pada Kesadaran tetapi menangguhkan Nirvana mereka agar dapat membantu orang lain pada jalan itu).

catatan awal sejarah Sri Lanka pada abad ke-4 Masehi. berlangsung selama 2 bulan Dipimpin oleh Y. di tempat yang berlainan dan dalam waktu yang berlainan. Istilah Theravada muncul sebagai salah satu aliran agama Buddha dalam Dipavamsa. Jadi Theravada berarti Ajaran Para Sesepuh. Sejarah Theravada tidak lepas dari sejarah Buddha Gotama sebagai pendiri agama Buddha. Istilah ini juga tercatat dalam Mahavamsa.A. sebuah aliran agama Buddha awal yang terbentuk pada Sidang Agung Sangha ke-2 (443 SM). Tujuan Sidang adalah menghimpun Ajaran Sang Buddha yang diajarkan kepada orang yang berlainan. Diadakan pada tahun 543 SM (3 bulan setelah bulan Mei). Mengulang Dhamma dan Vinaya agar Ajaran Sang Buddha . Thera berarti sesepuh khususnya sesepuh terdahulu . Setelah Sang Buddha parinibbana (543 SM). dan vada berarti perkataan atau ajaran. Sponsor sidang agung ini adalah Raja Ajatasatu. Sidang diadakan di Goa Satapani di kota Rajagaha. sebuah catatan sejarah penting yang berasal dari abad ke-5 Di yakini Theravada merupakan wujud lain dari salah satu aliran agama Buddha terdahulu yaitu Sthaviravada (Bahasa Sanskerta: Ajaran Para Sesepuh) . tiga bulan kemudian diadakan Sidang Agung Sangha (Sangha Samaya).Theravada berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari dua kata yaitu thera dan vada. Maha Kassapa dan dihadiri oleh 500 orang Bhikkhu yang semuanya Arahat. Dan juga merupakan wujud dari aliran Vibhajjavada yang berarti Ajaran Analisis (Doctrine of Analysis) atau Agama Akal Budi (Religion of Reason).

yang terbagi dalam tiga kelompok . pada tahun 443 SM . Kitab Suci Kitab Suci yang dipergunakan dalam agama Buddha Theravada adalah Kitab Suci Tipitaka yang dikenal sebagai Kanon Pali (Pali Canon). Sidang Agung Sangha ke-3 (313 SM). dimana awal Buddhisme mulai terbagi menjadi 2. Sidang ini memutuskan untuk tidak merubah Vinaya. yang diketahui hingga sekarang. Di satu sisi kelompok yang ingin perubahan beberapa peraturan minor dalam Vinaya. kuat. disisi lain kelompok yang mempertahankan Vinaya apa adanya. Kemudian Y. Y. dan Moggaliputta Tissa sebagai pimpinan sidang menyelesaikan buku Kathavatthu yang berisi penyimpangan-penyimpangan dari aliran lain. Kelompok yang ingin perubahan Vinaya memisahkan diri dan dikenal dengan Mahasanghika yang merupakan cikal bakal Mahayana. e.A. Sidang ini hanya diikuti oleh kelompok Sthaviravada. Mahinda (putra Raja Asoka) membawa Tipitaka ini ke Sri Lanka tanpa ada yang hilang sampai sekarang dan menyebarkan Buddha Dhamma di sana. Saat itu pula Abhidhamma dimasukkan. Di sana ajaran ini dikenal sebagai Theravada.A. Upali mengulang Vinaya dan Y.tetap murni. tertulis dalam Bahasa Pali. Kitab suci Agama Buddha yang paling tua. Setelah itu ajaran-ajaran ini di tulis dan disahkan oleh sidang. Sedangkan yang mempertahankan Vinaya disebut Sthaviravada. Sidang Agung Sangha ke-2. melebihi ajaran-ajaran lainnya.M. Ananda mengulang Dhamma.

Theravada mengajarkan mengenai pembebasan akan dukkha (penderitaan) yang ditempuh dengan menjalankan sila (kemoralan). meliputi: • • Dukkha Ariya Sacca (Kebenaran Arya tentang Dukkha). Secara umum sama dengan aliran agama Buddha lainnya. Karena terdiri dari tiga kelompok tersebut. maka Kitab Suci Agama Buddha dinamakan Tipitaka (Pali). samadhi (konsentrasi) dan panna (kebijaksanaan). Sutta Pitaka. f.besar (yang disebut sebagai "pitaka" atau "keranjang") yaitu: Vinaya Pitaka. • Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha). Meskipun demikian Theravada mengakui pernah ada dan akan muncul BuddhaBuddha lainnya. Agama Buddha Theravada hanya mengakui Buddha Gotama sebagai Buddha sejarah yang hidup pada masa sekarang. dan Abhidhamma Pitaka. Ajaran Ajaran dasar dikenal sebagai Empat Kebenaran Arya. • Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha). Dukkha Samudaya Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha). .

jadi "Dewata Cengkar" tidak lain berarti dewa jahat (awidya). Apabila kita meneliti arti kata "Aji Saka" ini. Proses Masuknya Agama Buddha ke Indonesia Para ahli sejarah masih meneliti kapan sebenarnya agama Buddha masuk ke Indonesia. Gelar ini diberikan rakyat kepada rajanya yang sebenarnya bernama Tritustha. Namun banyak orang sependapat bahwa kedatangan Aji Saka merupakan tanggal kedatangan agama Buddha di Indonesia. kita akan menemukan: "Aji" dalam bahasa Kawi berarti "ilmu kitab suci" sedang "Saka" berasal dari kata "Sakya". tetapi sebuah gelar. dan hari Sang Buddha mangkat mencapai Nibbana/Nirwana.Dalam Theravada terdapat 2 jalan yang dapat ditempuh untuk mencapai Pencerahan Sempurna yaitu Jalan Arahat (Arahatship) dan Jalan Kebuddhaan (Buddhahood). Kata "Dewata" artinya dewa dan "Cengkar" artinya jahat. hari pencapaian Pencerahan Sempurna Pertapa Gautama. C. Yaitu. hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha). Waisak Penganut Buddha merayakan Hari Waisak yang merupakan peringatan 3 peristiwa. Sehingga "Aji Saka" dapat diartikan sebagai "Pakar dalam Kitab Suci Sakya" atau Pakar Buddha Dharma. Dari sini dapat diketahui bahwa Aji Saka sebenarnya bukanlah sebuah nama. g. Tempat ibadah agama Buddha disebut vihara. Dengan demikian legenda yang telah merakyat di Jawa Tengah tentang perang dahsyat antara Aji Saka .

melawan Raja Dewata Cengkar. Wuk = tidak jadi = 0. Penanggalan tahun Saka (tahun Jawa) ini dimulai pada tanggal beliau mendarat di pulau Jawa. jadi jauh sebelum Candi Borobudur didirikan oleh raja-raja Wangsa Sailendra pada abad VII. "Nir Wuk Tanpa Jalu" adalah tanggal 0001. dapat disusun kurang lebih perkembangan agama Buddha di Indonesia sebagai berikut: • Abad I (14 Maret 78). Permulaan waktu penanggalan tahun Saka ini sama dengan tanggal 14 Maret tahun 78 Masehi. yang menyebabkan mereka berperang tanding sendiri dan keduanya gugur karena sama jayanya. . Tanpa = 0. Kalau Ha Na Ca Ra Ka dipakai untuk mengenang kedua panglimanya yang setia. Dora dan Sembada. maka dapatlah dikatakan agama Buddha telah masuk ke Indonesia (Jawadwipa) pada abad I Masehi. kiranya dapat diartikan sebagai perang antara Buddha Dharma melawan Kejahatan/Kebodohan (Awidya). karena: Nir = kosong = 0. Aji Saka bukan hanya pakar dalam Buddha Dharma. kedatangan Aji Saka Tritustha menandai masuknya agama Buddha di Indonesia (Jawadwipa). sebuah candrasangkala telah dibuat oleh Aji Saka. Kalau legenda Aji Saka ini kelak ternyata benar. Secara singkat. Dalam legenda Jawa dikatakan bahwa untuk menandai kekhilafan beliau dalam memberi perintah kepada dua orang panglimanya yang setia. beliau membuat Aksara Jawa. tetapi juga seorang pakar astronomi dan sastra. maka untuk mengingat kedatangannya. dan Jalu = 1.

• Abad II. berdiri Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. . Lumajang. Pada abad VII ini Candi Borobudur dibangun. Singasari. sewaktu mudanya juga belajar pada Bhiksu Dharmakirti di Swarnadwipa (Sumatera). • Abad VII dan VIII adalah jaman keemasan perkembangan agama Buddha di Jawa. Atisa Dipankara seorang bhiksu yang mengajarkan Vajrayana di Tibet. dan IV di Indonesia (Jawa) agama Buddha sudah berkembang. pembangunannya dikatakan memakan waktu kira-kira delapan puluh tahun. Ini terbukti dari catatan-catatan Bhiksu Fa-hien yang datang ke Jawa pada abad V. • Abad XI. berdirilah kerajaan-kerajaan: Kediri. Tumapel. Beliau menyatakan bahwa sewaktu beliau datang di Jawa agama Buddha sudah ada bersama-sama agama Hindu. Agama Buddha kemudian "hilang" dan tidak pernah dibicarakan orang lagi. Akhirnya Keprabuan Majapahit runtuh. hanya peninggalan-peninggalan candi-candinya masih terus dikagumi orang. dan Majapahit. • Abad IV dan V. • Tahun 1100-1478. berdiri Kerajaan Islam Demak (tahun 1481) dengan rajanya Raden Patah. di mana Bhiksu I-tsing pernah datang belajar agama Buddha dan bahasa Sanskerta. bukti perkembangan agama Buddha dapat dilihat dari prasasti-prasasti kerajaan Purnawarman di Jawa Barat dan Mulawarman di Kalimantan. • Abad VIII dan IX. di bawah raja-raja Kerajaan Mataram Purba dan Sailendra. III. Daha.

Sanghanata Aryamula Maha Upadhyaya (Pen Ching Lau He Sang) datang ke Indonesia. Dengan demikian api Buddha Dharma kembali menyala di Indonesia. Khoe Soe Kiam memimpin upacara peringatan Waisak pada tanggal 22 Mei di Candi Borobudur. Kelak ternyata bahwa kebanyakan dari para aktivis agama Buddha pada Jaman Kemerdekaan belajar agama Buddha melalui Perhimpunan Theosofi selain dari Sam Kauw Hwee. Kwee Tek Hoay menerbitkan majalah "Mustika Dharma". pada tahun yang sama beliau berangkat ke Burma untuk memperdalam pengetahuannya tentang agama Buddha. • Tahun 1934. • Tahun 1944. • Tahun 1912. ajaran Theosofi masuk ke Indonesia dan di kalangan para anggotanya agama Buddha mulai kembali dipelajari. mula-mula menata sejumlah vihara yang dibangun umat Buddha keturunan Tionghoa dan akhirnya membangun Vihara Kuang Hua Se Jakarta.• Tahun 1901. Kemudian atas saran gurunya. Narada Thera datang ke Jawa dan bersama umat Buddha menanam pohon Bodhi di halaman Candi Borobudur. Bulan April tahun 1954 beliau menerima upasampada sebagai bhikkhu . • Tahun 1953. Bulan Juli tahun 1953 Anagarika Tee Boan An memasuki kehidupan sebagai seorang sramanera dengan menerima diksa secara Mahayana dari Sanghanata Aryamula Maha Upadhyaya (Pen Ching Lau He Sang) di Vihara Kuang Hua Se Jakarta dan diberi nama Seck Tee Tjen. (Waisak 2497) Anagarika Tee Boan An dan Drs.

Candi Mendut. diadakan penahbisan bhikkhu di Indonesia. dan diberi nama Bhikkhu Ashin Jinarakkhita. • Tahun 1956. Untuk penahbisan ini. Perayaan Waisak ini merupakan perayaan yang besar. . antara lain mengenai Candi Borobudur. Tahun 1959. untuk membantu perkembangan agama Buddha secara nasional oleh Bhikkhu Ashin Jinarakkhita didirikanlah Persaudaraan Upasaka Upasika Indonesia (PUUI) yang lambangnya sampai sekarang masih dipakai oleh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI). terbentuklah Perbudhi (Perhimpunan Buddhis Indonesia). untuk pertama kalinya sejak runtuhnya Majapahit. Dua orang bhikkhu yang ditahbiskan saat itu adalah Bhikkhu Jinaputta dan Bhikkhu Jinapiya. Pada Hari Suci Asadha 2498 BE (tahun 1954). karena tahun itu tepat 2500 tahun mahaparinirvananya Sang Buddha (2500 Buddhajayanti). • • Tahun 1958. PUUI Semarang menerbitkan buku peringatan 2500 Buddhajayanti yang berisi banyak penerangan tentang agama Buddha. diadakan Perayaan Waisak di Candi Borobudur. dan Perbedaan Hinayana dan Mahayana. 13 (tiga belas) orang bhikkhu senior dari berbagai negara datang ke Indonesia.dengan Upajjhaya Agga Maha Pandita Bhaddanta U Ashin Sobhana Mahathera (Mahasi Sayadaw). Dengan demikian Bhikkhu Ashin Jinarakkhita adalah putera Indonesia pertama yang menjadi bhikkhu sesudah runtuhnya Keprabuan Majapahit kira-kira 500 tahun yang lampau.

Kemudian nama ini disempurnakan lagi menjadi Majelis Upasaka-Pandita Agama Buddha Indonesia dengan singkatan tetap MUABI. • Tahun 1974. dengan tiga orang wakil ketua. nama Persaudaraan Upasaka Upasika Indonesia (PUUI) diubah menjadi Majelis Ulama Agama Buddha Indonesia (MUABI). Soekarno dari Niciren Syosyu Indonesia (NSI). terbentuk Maha Sangha Indonesia yang beranggotakan baik bhikkhu-bhikkhu Theravada maupun bhiksu-bhiksu Mahayana. T. Akhirnya pada tahun 1979 nama MUABI ini diubah menjadi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI). terbentuk Gabungan Umat Buddha Seluruh Indonesia (GUBSI) sebagai wadah tunggal organisasi kemasyarakatan umat Buddha Indonesia yang melebur Perbudhi. • Tahun 1972. • Tahun 1976. yang diberi nama Majelis Agung Agama Buddha Indonesia (MABI). Sebagai Ketua Sangha Agung Indonesia adalah Bhikkhu Ashin Jinarakkhita. Maha Sangha Indonesia dan Sangha Indonesia (terbentuk tahun 1972 dipimpin Bhikkhu Girirakkhito) bersatu dengan nama Sangha Agung Indonesia. . dan Bhikkhu Uggadhammo. • Tahun 1976. MABI diketuai oleh Soeparto Hs.• Tahun 1963. nama yang diberikan oleh Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Depertemen Agama RI. Bhikkhu Girirakkhito. dari Majelis Pandita Buddha Dhamma Indonesia (Mapanbudhi) dengan sekretaris Ir. yaitu Bhikkhu Jinapiya. terbentuk pula federasi dari beberapa majelis agama Buddha. Buddha Dharma Indonesia (Budhi). dan sebagainya.

dari Mapanbudhi. • Tahun 1981. dengan sekretaris Johan Sani Viryanata. tepatnya tanggal 7-9 Mei. terbentuk Sekretariat Bersama Generasi Muda Buddhis Indonesia (Sekber GMBI) yang merupakan konfederasi dari organisasiorganisasi pemuda di lingkungan vihara.H.A. B..S.) Soemantri M. • Tahun 1979. • Tahun 1978. terbentuk Sangha Theravada yang dipimpin oleh Bhikkhu Aggabalo. dari MBI. Panitia Kongres diketuai oleh Soewarto Kolopaking. . Sedang jabatan Ketua Dewan Pembina Walubi dipegang oleh Brigjen (Purn. keduanya pimpinan pusat MBI. • Tahun 1978. S. yaitu Soeparto Hs. terbentuk Sangha Mahayana Indonesia yang dipimpin Bhiksu Dharmasagaro.• Tahun 1976. diadakan Kongres Umat Buddha Indonesia di Yogyakarta yang melahirkan Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) sebagai federasi dari sangha-sangha dan majelis-majelis agama Buddha di Indonesia yang bersifat koordinatif dan konsultatif. Atas permintaan DP Walubi pada tahun 1985 Sekber GMBI berganti nama menjadi Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda-mudi Vihara-vihara Buddhayana Indonesia (Sekber PMVBI). diadakan Lokakarya Pemantapan Agama Buddha Berkepribadian Indonesia yang diikuti semua majelis agama Buddha di Indonesia. Walubi untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang Sekjen.

Sagin dan MBI konsisten dalam mempertahankan AD/ART Walubi hasil Munas II (1992) dan menolak AD/ART Walubi hasil Sidang Paripurna (1993). Niciren Syosyu Indonesia (NSI) secara resmi dikeluarkan dari Walubi. • • Tahun 1983. Ketua Umum PB KBWBI saat ini adalah Dr. • Tahun 1994. Tahun 1986. dipimpin oleh Dra. terbentuk Gemabudhi (Generasi Muda Buddhis Indonesia) sebagai wadah tunggal generasi muda Buddhis Indonesia dan tergabung di KNPI. • Tahun 1987. dari MBI. Siti Hartati Murdaya. yaitu: Ikatan Pembina Gelanggang Anak-anak Buddhis Indonesia (IPGABI). • Tahun 1994. terbentuk Sangha Tantrayana Indonesia dalam naungan Agung Indonesia. terbentuk Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI). terbentuk lima wadah fungsional di lingkungan Sekber PMVBI. Forum Komunikasi Dharmaduta Muda Buddhis Indonesia . Ketua Umum DPP Gemabudhi saat ini adalah Lieus Sungkharisma dari MBI.A. terbentuk KBWBI (Keluarga Besar Wanita Buddhis Indonesia) sebagai wadah tunggal wanita Buddhis Indonesia dan tergabung di Kowani.• Tahun 1982. dipimpin oleh Mahawiku Dharma-aji Sangha Uggadhammo. Parwati Soepangat. • Tahun 1987. • Tahun 1996. Sangha Agung Indonesia (Sagin) dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) juga memilih berada di luar Walubi. Hari Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional. MBA. M.

. dan Ikatan Pengelola Media Komunikasi Buddhis Indonesia (IPMKBI).(FKDMBI). Ikatan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Imabi). Forum Komunikasi Sarjana Buddhis Indonesia (FKSBI).

• D. Pengaruh Kultur Indonesia . Reaksi Masyarakat terhadap Agama Buddha E.

BAB III PENUTUP .

2009. Jakarta: Depdiknas.parisadaBuddhadharmaindonesia.wikipediaindonesia. 2007. Modul Sejarah I. Wawasan Sosial untuk Kelas VII. Jakarta: Universitas Terbuka.. www.com.com.06. Dwi Hartini. www. 2008. Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Serta Kebudayaan Buddha-Buddha di Indonesia. Buddha. diakses Oktober 2009 . Depdiknas.REFERENSI Anak Agung Gde Oka Netra. diakses Oktober 2009.