P. 1
analisis penggantian aset

analisis penggantian aset

|Views: 128|Likes:

More info:

Published by: Aldo Mario Simanjuntak on Dec 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2011

pdf

text

original

Fitrianto Setiawan P1A040097 Ekonomi Teknik TMIP

1. Analisis Penggantian Aset Analisis penggantian aset adalah suatu analisa terhadap alternatif pergantian dari cara lama (defender) kepada cara baru (challenger). Studi ekonomi tentang penggantian aset atau replacement ini pada dasarnya sama dengan metoda pembanding alternatif, tujuannya adalah untuk menentukan kapan suatu alat harus diganti dengan alat lain yang baru. Perbedaannya adalah :  Alternatif yang satu adalah tetap menggunakan mesin lain yang masih bisa digunakan disebut defender  Alternatif lainnya yaitu mengganti mesin disebut challenger. Alasan diadakannya analisis penggantian aset/replacement ini adalah sebagai berikut :  Kapasitas alat tidak sesuai dengan demand ( misal demand besar, kapasitas kecil).  Alat yang ada sudah aus dan tidak dapat dipakai lagi (baik karena pemakaian normal atau rusak).  Absolence baik fungsional maupun ekonomi sehingga menyebabkan profit menurun. Analisis penggantian aset/replacement biasanya digunakan pada kondisi performance dari mesin menurun, perubahan kebutuhan, dan mesin yang sudah ketinggalan jaman. 2. Stakeholder Stakeholder adalah semua kelompok kerja yang berpengaruh dalam sebuah keputusan dan kebijaksanaan perusahaan/badan hukum yang berkaitan. Stakeholder ini adalah dua bagian, yaitu stakeholder primary dan stakeholder secondary. Karakteristik masing-masing dari stakeholder ini adalah sebagai berikut :  Stakeholder primary, memiliki Pemegang saham (Stockholder), Tenaga kerja (Employee), Kreditor (Creditor), Penyuplai (Supplier), Distributor, Pelanggan (Customer), dan Perusahaan pesaing (Competitor)  Stakeholder secondary, memiliki komunitas lokal (Local Community), aktivitas sosial (Social Activist), Media, dukungan bisnis(Business Support), pemerintah (Government), pemerintah asing (Foreign Government), masyarakat (General Public). 3. Business Environment Biasanya seorang manajer dalam suatu perusahaan membutuhkan pengetahuan (knowledge) lingkungan bisnis untuk beberapa hal di bawah ini, yaitu :  Merencanakan Strategi Perusahaan/Corporate Strategic Planning.  Duplikasi Kebijakan Publik/Copying With Public Policies.  Membangun jaringan bisnis untuk menambah nilai social/Linking Business Action to Social Values. Kaitan keseluruhan di ataslah yang kemudian biasa dikenal sebagai lingkungan bisnis (Business Environment). Ada beberapa tipe dari lingkungan bisnis (Business Environment) yang kita kenal, yaitu :  Lingkungan Eksternal, yang mencakupi Sosial (Macro), Stakeholder, Pengaruh ekonomi, Pengaruh politik, dan Pengaruh teknologi  Lingkungan Internal, yang mencakupi : ♦ Struktur perusahaan ♦ Budaya kerja dalam perusahaan ♦ Sumber-sumber dalam perusahaan ♦ Kaidah nilai perusahaan dalam isu-isu yang beredar di masyarakat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->