P. 1
Infeksi Jamur Pada Kulit

Infeksi Jamur Pada Kulit

|Views: 918|Likes:
Published by Dian Laras Suminar

More info:

Published by: Dian Laras Suminar on Dec 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

Infeksi Jamur pada Kulit

Dari ribuan species ragi dan jamur, sekitar 100 species diantaranya diketahui dapat mengakibatkan mikosis (infeksi akibat jamur) pada hewan dan manusia.

Infeksi jamur dapat terjadi di superfisial, subkutan, atau sistemik, hal ini tergantung dari karakteristik organisme yang menginfeksi host nya. Pada infeksi jamur superfisial, yaitu pada stratum korneum, rambut, dan kuku, dapat dibagi menjadi dua yaitu infeksi yang memicu respon inflamasi dan yang tidak memicu respon inflamasi. Infeksi yang memicu respon inflamasi disebabkan oleh dermatofit sedangkan yang tidak memicu respon inflamasi disebabkan oleh piedra. Mikosis ialah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Mikosis dibagi menjadi mikosis profunda dan superfisialis. Jamur Penyebab Mikosis berdasarkan Lokasi Penyakit  Dermatofita Microsporum canis rambut, kulit Microsporum audouini rambut Microsporun gypseum kulit, rambut Trychophyton tonsurans rambut, kulit, buku Trychophyton rubrum rambut. kulit, kuku Trychophyton mentagrophytes rambut, kulit Trychophyton violaceum Rambut,kulit,kuku Epidermophyton flocosum kulit  Non-Dermatofita Pityrosporum orbiculare (Malasezia furfur) kulit Tinea vesikolor Clasdoporium werneckii kulit Tinea nigra Piedraia rambut Piedra hitam Trichosporon beigelii rambut Piedra putih

MIKOSIS SUPERFISIALIS Adalah infeksi yang disebakan oleh jamur yang menyerang pada daerah superfisial, yaitu kulit, rambut, kuku. Bentuk yang paling penting adalah dermatofita, suatu kelompok jamur serumpun yang danTrychopyton. A. Dermatofitosis Dermatofitosis adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut dan kuku , yang disebabkan oleh dermatofit. Dermatofit adalah suatu kelompok jamur yang memiliki kemampuan untuk membentuk perlekatan molekular pada keratin dan menjadikannya sebagai sumber nutrisi. Dermatofit dapat dibagi menjadi organisme geofilik, zoofilik dan antropofilik. Organisme geofilik merupakan organisme yang berada di tanah dan secara sporadik menginfeksi manusia secara kontak langsung dengan tanah. Infeksi akibat organisme ini biasanya menimbulkan inflamasi. Contohnya adalah Microsporum gypseum. Zoofilik, spesies yang ditemukan di hewan, juga ditransmisikan ke manusia.Transmisinya dapat langsung maupun tidak langsung. Contohnya M. canis pada kucing dan anjing. Infeksi ini juga menimbulkan inflamasi. Antropofilik menjadikan manusia sebagai host nya, ditransmisikan dari manusia ke manusia secara kontak langsung. Infeksi geofilik dan zoofilik menyebabkan lesi yang lebih iritatif dan inflamatif dibandingkan dengan yang bertransmisi secara antropofili. Dermatofit termasuk kelas Fungi imperfecti, yang terbagi dalam 3 genus yaitu Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton. Gambaran Klinis Umumnya gejala-gejala klinik yang ditimbulkan oleh golongan geofilik pada manusia bersifat akut dan sedang dan lebih mudah sembuh. Dermatofita yang antropofilik terutama menyerang manusia, karena memilih manusia sebagai hospes tetapnya. Golongan jamur ini dapat menyebabkan perjalanan penyakit menjadi menahun danresidif , karena reaksi penolakan tubuh yang sangat ringan. Contoh jamur yang antropofilik ialah: Mikrosporon audoinii Trikofiton rubrum. Cara Penularan diklasifikasikan menjadi 3 genus Epidennophyton, Microsporum

Cara penularan jamur dapat secara langsung dan secara tidak langsung. binatang atau dari tanah. Zoofilik atau Geofilik. untuk timbulnya kelainan-kelainan di kulit tergantung dari beberapa faktor : a. Epidermatofitonflokosum paling sering menyerang lipat pada bagian dalam. di mana banyak keringat seperti lipat paha dan sela-sela jaripaling sering terserang penyakit jamur ini. lebih susah untuk terserang jamur. apakah jamur Antropofilik. Faktor trauma Kulit yang utuh tanpa lesi-lesi kecil. sepatu dan sebagainya) . penyakit ini lebih sering ditemukan dibanding golongan sosial dan ekonomi yang lebih baik. debu atau air. Faktor virulensi dari dermatofita Virulensi ini tergantung pada afinitas jamur itu. b. d. Disamping cara penularan tersebut diatas. Keadaan sosial serta kurangnya kebersihan Faktor ini memegang peranan penting pada infeksi jamur di mana terlihat insiden penyakit jamur pada golongan sosial dan ekonomi yang lebih rendah. epitel. Di samping faktorfaktor tadi masih ada faktor-faktor lain seperti faktor perlindungan tubuh (topi. tampak pada lokalisasi atau lokal. barang-barang atau pakaian. faktor transpirasi serta pemakaian pakaian yang serba nilan. Selain afinitas ini masing-masing jenis jamur ini berbeda pula satudengan yang lain dalam afinitas terhadap manusia maupun bagian-bagian dari tubuh Misalnya : Trikofiton rubrum jarang menyerang rambut. c. Faktor umur dan jenis kelamin Penyakit Tinea kapitis lebih sering ditemukan pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. dapat mempermudah penyakit jamur ini. Penularan tak langsung dapat melalui tanaman. . Faktor-suhu dan kelembaban Kedua faktor ini sangat jelas berpengaruh terhadap infeksi jamur. kayu yang dihinggapi jamur. dan pada wanita lebih sering ditemukan infeksi jamur di sela-sela jari dibanding pria dan hal ini banyak berhubungan dengan pekerjaan. rambut-rambut yang mengandung jamur baikdari manusia. Penularan langsung dapat secara fomitis. e.

dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah. berdasarkan Lokasi a. Tinea kapitis . bokong. jambang. c. Tinea korporis : dermatofitosis pada bagian lain yang tidak termasuk bentuk 5 tinea di atas (leher atau badan). Berdasarkan gambaran klinis: a. Diagnosis etiologi ini sangat sukar oleh karena harus menunggu hasil biakan jamur dan ini memerlukan waktu yang agak lama dan tidak praktis. Tinea barbe : dermatofitosis pada dagu. d. e.Klasifikasi Penyakit Jamur berdasarkan Lokasi Secara etiologis dermatofitosis disebabkan oleh tiga genus dan penyakit yang ditimbulkan sesuai dengan penyebabnya. Istilah Tinea dipakai untuk semua infeksi oleh dermatofita dengan dibubuhi tempat bagian tubuh yang terkena infeksi. Tinea imbrikata : bila menyerang seluruh tubuh dengan memberi gambaran klinik yang khas ditandai susunan skuama yang konsentris. Tinea pedis et manum : dermatofitosis pada kaki dan tangan. kumis dan jenggot. Tinea kapitis: dermatofitosis pada kulit dan rambut kepala. Tinea unguium : dermatofitosis pada kuku jari tangan dan kaki. Disamping itu sering satu gambaran klinik dapat disebabkanoleh beberapa jenis spesies jamur. Tinea favosa atau favus : dermatofitosis (infeksi dermatofit kronik) di kulit kepala dan di kuku yang ditandai dengan terbentuk skutula yang tebal dan kuning dan berbau seperti tikus (mousy odor). Tinea kruris: dermatofitosis pada daerah genitokrural. b. c. b. dan kadang-kadang satu gambaran klinis dapat disebabkan oleh beberapa spesies dematofita sesuai dengan lokalisasi tubuh yang diserang. sehingga diperoleh pembagian dermatofitosis sebagai berikut : a. sekitar anus. f. Tinea in kognito : bentuk klinis tidak khas karena telah diobati dengan steroid topikal kuat.

Keluhannya adalah gatal. yaitu : 1. 3. dan yang tertinggal adalah ujung rambut yang penuh spora. padat penduduk. concentricum. Grey patch ringworm Tinea kapitis yang disebabkan oleh genus Microsporum dan sering ditemukan pada anak-anak. Papul melebar.merupakan dermatofitosis pada kulit dan rambut kepala yang disebabkan oleh dermatofit patogen dari genus Tricophyton dan Microsporum kecuali T. alopesia. canis. Ujung rambut yang . membentuk bercak. Jarang terjadi pada orang dewasa. Transmisi meningkat dengan menurunnya kebersihan diri. Penyakit mulai dengan papul merah yang kecil di sekitar rambut. Kelainan ini dapat menimbulkan jaringan parut dan berakibat alopesia yang menetap. Black dot ringworm Terutama disebabkan oleh Trycophyton tonsurans dan Trycophyton violaceum. kemerah-merahan. Penyebab terbanyak adalah M. Semua rambut daerah tersebut terserang oleh jamur. Di dalam klinik tinea kapitis dapat dilihat sebagai 3 bentuk yang jelas. Warna rambut menjadi abu-abu dan tidak mengkilat lagi. tepat pada muara folikel. Pemeriksaan dengan lampu wood dapat dilihat fluoresensi hijau kekunung-kuningan pada rambut yang sakit. Gambaran klinis Kelainan dapat ditandai dengan lesi bersisik. Epidemiologi Biasanya terjadi pada anak usia 3 sampai 14 tahun. sehingga dapat terbentuk alopesia setempat. Kerion Adalah reaksi peradangan yang berat pada tinea kapitis beupa pembengkakan yang menyerupai sarang lebah dengan sebukan sel radang yang padat disekitarnya. dan status ekonomi rendah. dan kadangkadang terjadi gambaran klinis yang lebih berat disebut kerion. 2. Rambut yang terkena infeksi patah. Tinea kapitis sering terjadi pada anak-anak keturunan Afrika. yang menjadi pucat dan bersisik.

Rambut didaerah ini rapuh dan membuat infeksi endothrix oleh T.verrusocum. Pengobatan Pada Tinea kapitis yang disebabkan oleh Microsporum audouini dilakukan pengobatan topikal dan disertai penyinaran dengan sinar X untuk merontokkan rambut di bagian yang sakit.hitam di dalam folikel rambut ini memberikan gambaran yang khas yaitu black dot. impetigo. bentuk menyerupai bakteri folikulitis dengan eritema yang difus. perifolikular pustul dan papul. Etiologi Sebagian besar disebabkan oleh organisme zoopilik yaitu T. Tinea barbe Epidemiologi Ditemukan pada pria. rapuh dan terdapat purulen pada akar rambut. . b.violaceum. mentagrophytes dan T. Tipe ini analog dengan bentuk korion pada Tinea kapitis. Terdapat tiga bentuk.verrusocum. foliculitis decalvans. Rambut pada area ini tidak bercahaya. pustular atau plak psoriasis. mentagrophytes dan T. Diagnosis Banding Dermatitis seborrheic. Bentuk lesinya nodular dengan keropeng seropurulen.  Tipe superfisial Disebabkan oleh antropofili. dermatitis atopik. Transmisi tersering berasal dari alat cukur. Gambaran Klinis Unilateral dan lebih sering di jenggot daripada di kumis. yaitu:  Tipe inflammatory Biasanya disebabkan oleh T.

daerah perineum. Diagnosis banding Candidiasis. intertrigo (dermatitis pada lipatan). Diagnosis banding Sikosis barbe/vulgaris. atau meluas ke daerah sekitar anus. dan psoriasis. Peradangan pada tepi lebih nyata daripada daerah tengahnya. dermatitis kontak. daerah gluteus dan perut bagian bawah atau bagian tubuh lain. Bila penyakit ini menjadi menahun dapat berupa bercak hitam disertai sedikit sisik. Erosi dan keluarnya cairan biasanya karena garukan. dan acne vulgaris. Kelainan ini dapat bersifat akut atau menahun. c. dan sekitar anus. Terjadi tiga kali lebih sering pada pria daripada wanita dan terjadi lebih sering pada orang dewasa daripada anak-anak. d. Etiologi Sebagian besar disebabkan oleh T.rubrum dan Epidermophyton floccosum. Tinea kruris adalah dermatofitosis pada lipat paha. Epidemiologi Tinea kruris menyebar dengan kontak langsung dan diperburuk dengan panas dan lembab. Tinea pedis dan Tinea manus (kutu air) . Tipe circinate Tinea barbe circinate memperlihatkan suatu batas vesikulopustular yang aktif dengan pusat yang bersisik dan mirip seperti Tinea korporis. candida folikulitis. seborheic dermatitis. perioral dermatitis. Efloresensi terdiri dari bermacam-macam bentuk. Kelainan kulit yang tampak pada sela paha merupakan lesi berbatas tegas. Gambaran klinis Lesi kulit dapat terbatas pada daerah genito-krural saja.

dari telapak. maka sering dilihat maserasi. vesikopustul dan kadang-kadang bula. Semua bentuk yang dilihat di kaki dapat terjadi pula pada tangan. vesikel tersebut meninggalkan sisik yang berbentuk lingkaran disebut koleret. terutama pada sela-sela jari dan telapak kaki. Dimulai dari daerah sela jari kaki. Tinea pedis yang sering terlihat adalah bentuk interdigitalis. limfadenitis. Aspek klinis maserasi berupa kulit putih dan rapuh. Di bagian tepi lesi dapat pula dilihat papul dan kadang-kadang vesikel. eritema biasanya ringan dan terutama terlihat pada bagian tepi lesi. Oleh karena daerah ini lembab. floccosum. Etiologi Disebabkan oleh T. tepi sampai punggung kaki terlihat kulit menebal dan bersisik. Jamur terletak di atap vesikel. Bentuk lain ialah moccasin foot. Pada seluruh kaki. dan E. limfangitis. Epidemiologi Tinea manus didapatkan secara kontak langsung terhadap orang atau binatang yang terinfeksi dan dari tanah. kemudian meluas ke punggung kaki atau telapak kaki. Diagnosis banding . Gambaran klinis 1. Diantara jari IV dan V terlihat fisura yang dilingkari sisik halus dan tipis. Setelah pecah. 3. Pada bentuk subakut terlihat vesikel. 2.Tinea pedis ialah dermatofitosis pada kaki. mentagrophytes.rubrum (yang paling sering). Kelainan ini dapat meluas ke bawah jari (subdigital) dan juga ke sela jari yang lain. Pada suatu ketika kelainan ini dapat disertai infeksi sekunder oleh bakteri sehingga terjadi selulitis. Isi vesikel berupa cairan jernih yang kental. Tinea pedis banyak terlihat pada orang yang dalam kehidupan sehari-hari banyak bersepatu tertutup disertai perawatan kaki yang buruk dan para pekerja dengan kaki yang selalu atau sering basah. Sedangkan Tinea manus menyerang telapak tangan dan sela-sela jari tangan. dan dapat pula terjadi erysipelas yang disertai gejala-gejala umum. T.

Kelainan pada kuku kaki lebih sukar disembuhkan daripada kuku tangan. Tinea korporis (tinea sirsinata.canis dari anjing atau kucing. 2. Dengan perkembangan ke arah luar maka bercak- . kurap. anggota gerak atas. e. Predileksi biasanya terdapat dimuka. Tinea unguium adalah dermatofitosis yang paling sukar dan lama disembuhkan. Bentuk subungual distalis Bentuk ini mulai dari tepi distal atau distolateral kuku. Proses ini menjalar ke proksimal dan di bawah kuku terbentuk sisa kuku yang rapuh. candidiasis. dan dyshydrosis. Tinea Unguium Tinea unguium adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Gambaran Klinis 1. 3. Bentuk yang klasik dimulai dengan lesi-lesi yang bulat atau lonjong dengan tepi yang aktif. Epidemiologi Tinea korporis dapat ditransmisikan secara langsung dari manusia atau hewan yang terinfeksi. herpes sircine trichophytique) Tinea korporis merupakan dermatofitosis pada kulit tubuh tidak berambut (glabrous skin). punggung dan anggota gerak bawah. Leukonikia trikofita Merupakan keputihan di permukaan kuku yang dapat dikerok untuk dibuktikan adanya elemen jamur. bakteri pyodermal.Psoriasis. f. yang banyak berkeringat serta kelembaban kulit yang lebih tinggi. Penyakit ini banyak diderita oleh orang-orang yang kurang mengerti kebersihan dan banyak bekerja ditempat panas. Scherende Flechte. Bentuk subungual proksimalis Kuku dibagian distal masih utuh. tinea glabrosa. Pada anak-anak lebih sering kontak dengan pathogen zoofilik khususnya M. sedangkan bagian proksimal rusak. dada.

Bentuk menahun yang disebabkan oleh Trichophyton rubrum biasanya dilihat bersama-sama dengan tinea unguium. Psoriasis vulgaris 3.audolini. berbatas tegas terdiri atas eritema. Lues stadium II bentuk makulo-papular. Lesi pada umumnya merupakan bercak-bercak terpisah satu dengan yang lain. Bentuk khas tinea korporis yang disebabkan oleh Trichophyton concentricum disebut tinea imbrikata.rubrum. Dimulai dengan papul berwarna coklat. kadang-kadang dengan vesikel dan papul di tepi. Pada tinea corporis yang menahun. atau sinsiner. adanya papel-papel dan vesikel. Kelainan yang dilihat dalam klinik merupakan lesi bulat atau lonjong.metagrofites. Mikrosporon gipseum. Pitiriasis rosea 2. 3. arsiner.kanis. Pada bagian tepi tampak aktif dengan tanda-tanda eritema. yang perlahan- . karena beberapa lesi kulit yang menjadi satu. sedangkan pada bagian tengah lesi relatif lebih tenang. Penyebab utamanya adalah : T. M. Dalam hal ini disebut tinea corporis et cruris. T. Kelainan-kelainan ini dapat terjadi bersama-sama dengan Tinea kruris. Gambaran klinis 1. 2. T. Morbus hansen tipe tuberkuloid 4. selain itu dapat terlihat lesi dengan pinggir yang polisiklik. penyakit ini sering menyerupai : 1.bercak bisa melebar dan akhirnya dapat memberi gambaran yang polisiklis. Bila tinea korporis ini menahun tanda-tanda aktif jadi menghilang selanjutnya hanya meningggalkan daerah-daerah yang hiperpigmentasi saja. M. skuama.violaseum. tanda radang mendadak biasanya tidak terlihat lagi. Kelainan ini dapat terjadi pada tiap bagian tubuh dan bersama-sama dengan kelainan pada sela paha. Kadang-kadang terlihat erosi dan krusta akibat garukan.

g. disertai kelainan kulit berbentuk cawan yang khas. Pitiriasis Vesikolor (Tinea versikolor. yang kemudian menjadi jaringan parut. dan juga merupakan penyakit jamur superficial yang kronik biasanya tidak memberikan keluhan subyektif. sehingga terbentuk lingkaran-lingkaran skuama yang konsentris. dan Microsporum gypseum. lesi kulit kadang-kadang dapat menyerupai iktiosis. kromofitosis. granuloma annulare. berupa bercak berskuama . akan tetapi kelainan yang menahun tidak menimbulkan keluhan pada penderita. pitiriasis versikolor plava dan panau) Tinea versikolor/Pityriasis versikolor adalah infeksi ringan yang sering terjadi disebabkan oleh Malasezia furfur. Tinea favosa pada kulit dapat dilihat sebagai kelainan kulit papulovesikel dan papuloskuamosa. Tinea Favosa atau Favus merupakan bentuk lain tinea korporis yang disertai kelainan pada rambut. Biasanya dapat tercium bau tikus (mousy odor) pada penderita favus. dermatomikosis. Stratum korneum bagian tengah ini terlepas dari dasarnya dan melebar. setelah beberapa waktu mulai lagi dari bagian tengah. B. Pada permulaan infeksi penderita dapat merasa sangat gatal. Diagnosis banding Erythema annulare. Tiga spesies dermatofita yang dapat menyebabkan favus yaitu Trichophyton schoenleini. Trichophyton violaceum. Kadang-kadang penyakit ini dapat menyerupai dermatitis seboroika. tinea flava. Nondermatofitosis a. Penyakit ini biasanya dimulai di kepala sebagai titik kecil di bawah kulit yang berwarna merah kuning dan berkembang menjadi krusta berbentuk cawan (skutula ) dengan berbagai ukuran. nummular eczema.lahan menjadi besar. Proses ini. Pada kasus menahun.

Morfologi Pertumbuhannya pada kulit (stratum korneum) berupa kelompok sel-sel bulat. Pitiriasis versikolor ini merupakan infeksi ringan yang sering terjadi yang Nampak sebagai akibat Malassezia furor yang tumbuh berlebihan. berwarna-warni. Gejala klinis Kelainan ini terlihat sebagai bercak-bercak. bertunas.peradangan kulit dan efek primer pytorosporum terhadap melanosit. Bercak-bercak tersebut berfluoresensi bila dilihat dengan lampu Wood. Bentuk lesi tidak teratur. Kelainan biasanya asimtomatik. tungkai atas. biasanya tidak menyebabkan tanda-tanda patologik selain sisik halus sampai kasar. bentuk tidak teratur sampai teratur. batas jelas sampai difus. matahari. leher.halus yang berwarna putih sampai coklat hitam. sering timbul disekitar rambut Cara menegakkan diagnosis . Bentuk folikuler: Seperti tetesan air. dan kulit kepala yang berambut. Patogenesis Flora normal yang berhubungan adalah Pityrosporum orbiculare atau Pityrosporum ovale. berbatas tegas sampai difus dan ukuran lesi dapat milier. muka. Kadang-kadang penderita dapat merasakan gatal ringan. berdinding tebal dan memiliki hifa yang berbatang pendek dan bengkok. Timbulnya penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor hormonal. ras. Ada dua bentuk yang sering dijumpai : Bentuk makuler : Berupa bercak-bercak yang agak lebar.lentikuler. Organisme ini merupakan "lipid dependent yeast". merupakan organisme saprofit pada kulit normal. Bentuk papulo-vesikular dapat terlihat walaupun jarang. terutama meliputi badan dan kadangkadang dapat menyerang ketiak. lengan. dengan sguama halus diatasnya dan tepi tidak meninggi. Mallasezia furfur. Bagaimana perubahan dari i saprofit menjadi patogen belum diketahui. numuler sampai plakat. lipat paha.

Sebelumnya kulit dibersihkan dengan kapas alkohol 70%. Obat-obat . ditutup dengan gelas penutup dan diperiksa di bawah mikroskop. lalu dikerok dengan skalpel steril dan jatuhannya ditampung dalam lempeng-lempeng steril pula. Sebagian dari bahan tersebut diperiksa langsung dengan KOH% yang diberi tinta Parker Biru Hitam. Organisme penyebab Tinea versikolor belum dapat dibiakkan pada media buatan. Tinea versikolor tidak memberi respon yang baikterhadap pengobatan dengan griseofulvin. Sesudah terkena sinar matahari lebih lama daerah-daerah yang hipopigmentasi akan coklat kembali. maka kelihatan garis yang memiliki indeks bias lain dari sekitarnya dan jarakjarak tertentu dipisahkan oleh sekat-sekat atau seperti butir-butiir yang bersambung seperti kalung. Bila penyebabnya memang jamur. Pembiakan. Kebanyakan pengobatan akan menghilangkan bukti infeksi aktif (skuama) dalam waktu beberapa hari. Pada pitiriasis versikolor hifa tampak pendekpendek. Pemeriksaan dengan sinar wood. dapat memberikan perubahan warna pada seluruh daerah lesi sehingga batas lesi lebih mudah dilihat. Perubahan pigmen lebih lambat hilangnya. handuk harus dicuci dengan air panas. Dipanaskan sebentar. bila kambuh atau kena infeksi lagi merupakan hal biasa. Pengobatan Tinea versikolor dapat diobati dengan berbagai obat yang manjur pakaian. Meskipun terapi nampak sudah cukup. tetapi selalu ada respon terhadap pengobatan kembali. kain sprei. Bahan-bahan kerokan kulit di ambil dengan cara mengerok bagian kulit yang mengalami lesi. lurus atau bengkok dengan disana sini banyak butiran-butiran kecil bergerombol. Daerah hipopigmentasi belum akan tampak normal sampai daerah itu menjadi coklat kembali. Daerah yang terkena infeksi akan memperlihatkan fluoresensi warna emas sampai orange. tetapi untuk menjamin pengobatan yang tuntas pengobatan ketat ini harus dilanjutkan beberapa minggu.Selain mengenal kelainan-kelainan yang khas yang disebabkan oleh Melasezia fulfur diagnosa pitiriasis versikolor harus dibantu dengan pemeriksaan-pemeriksaan sebagai berikut : Pemeriksaan langsung dengan KOH 10%.

pitiriasis rosea vitiligo. morbus hansen dan hipopigmentasi pasca peradangan. Folikel berdilatasi akibat sumbatan dan terdiri dari debris keratin Secara klinis lesi terlihat eritem. isokonasol. dengan leher dan rusuk. Diagnosis Banding Penyakit ini harus dibedakan dari dermatitis seboroik. derivatimidasol seperti ketokonasol. Pada pemeriksaan histologis organisme tersebut terlihat dilobang folikel bagian infudibulum saluran sebasea dan sering disekitar dermis. Epidemiologi Penyakit ini ditemukan diseluruh dunia (kosmopolit) terutama di daerah beriklim panas. Bentuknya yang lebih berat disebut Acneifonn folliculitis Etiologi Jamur penyebab adalah spesies Pityrosporum yang identik dengan Malassezia furfur . leher. Prognosis Umumnya baik bila faktor-faktor predisposisi dapat dieliminer dengan baik. Merupakan bentuk klinis yang lebih berat. dan lengan bagian atas. Obat-obat baru seperti selenium sulfida 2% dalam shampo. distribusinya dipunggung. dada kadang-kadang dibahu. Di Indonesia frekuensinya tinggi. toksilat dalam bentuk krim atau larutan dengan konsentrasi 1-2% sangat berkhasiat baik. tiosulfatnatrikus (25%). salep salisil sulfur (salep 2/4). Penularan panu terjadi bila ada kontakdengan jamur penyebab oleh karena itu kebersihan prinadi sangat penting. b. Malasezia furfur dapat tumbuh dalam jumlah banyak pada folikel rambut dan kelenjar sebasea. salisil spiritus. papula folikular atau pustula dengan ukuran 2-4 mm.anti jamur yang dapat menolong misalnya salep whitfield. sifilis stadium tua. Pitirostorum Folikulitis Merupakan penyakit kronis pada folikel pilosebasea yang disebabkan oleh spesies Pitirosporum berupa papul dan pustule folikular yang biasanya gatal dan terutama berlokasi di batang tubuh.

terdapat pada rambut. Etiologi Piedra Beigeli (Trikosporon beigeli) terutama terdapat didaerah subtropis. Gambaran Klinis . Ada dua macam : Piedra putih : penyebabnya Piedraia beigeli Piedra hitam : penyebabnya Piedraia horlal  Piedra Beigeli Merupakan penyebab piedra putih. (di Indonesia belum ditemukan) Morfologi Jamur ini mempunyai hifa yang tidak berwarna termasuk moniliaceae.penyebab pitiriasis versikolor.dan permukaan tubuh. Patogenesis Biasanya penyakit ini dapat timbul karena adanya kontak langsung dari orang yang sudah terkena infeksi. daerah dingin. udara. c. Gejala klinis Memberikan keluhan gatal pada tempat predileksi. Jamur ini dapat ditemukan ditanah. Secara mikroskopis jamur ini menghasilkan arthrokonidia dan blastoconidia. Spesies ini sekarang disebut kembali sebagai Malassezia. berukuran 2-3 mm diameter dengan peradangan minimal. Piedra Merupakan infeksi jamur pada rambut sepanjang corong rambut yang memberikan benjolan-benjolan di luar permukaan rambut tersebut. Terlihat papul dan pustule perifolikular.

kepala. Askospora tersebut dibentuk dalam suatu kantung yang disebut askus. bila disisir sering memberikan bunyi seperti logam. Dari rambut yang ada benjolan.gejala kllinis . Diagnosis Laboratorium Diagnosa ditegakkan atas dasar : . Askus-askus bersama dengan anyaman hifa yang padat membentuk benjolan hitam yang keras dibagian luar rambut. tampak hifa endotrik (dalam rambut) sampai ektotrik (diluar rambut) yang besarnya 4-8 um berwarna tengguli dan ditemukan spora yang besarnya 1-2 um.  Piedra Hortal Merupakan jamur penyebab piedra hitam (infeksi pada rambut berupa benjolan yang melekat erat pada rambut. Gambaran Klinis Pada rambut kepala. kumis akan tampak benjolan atau penebalan yang keras warna hitam. Biasanya penyakit ini mengenai rambut dengan kontak langsung atau tidak langsung. berwarna hitam).pemeriksaan laboratorium dengan KOH dan kultur pada agar Sabauroud. Morfologi Askospora berbentuk seperti pisang. Umumnya rambut lebih suram. Penebalan ini sukar dilepaskan dari corong rambut tersebut. jenggot. Pengobatan Rambut dicukur atau dikeramas dengan sublimat 1/2000 (5 %0) dalam spiritus dilutus. umumnya tidak memberikan gejala-gejala keluhan. dan dagu. Diagnosis Diagnosis ditegakkan atas dasar : . Terutama terdapat pada rambut kepala.Adanya benjolan warna tengguli pada rambut. janggut. kumis atau jambang. Penyakit ini umumnya terdapat di daerahdaerah tropis dan subtropis. kumis.

bahkan dapat menyebar sampai dileher. Laboratorium a. arsiner dengan warna . Langsung dengan KOH 10-20% dari rambut yang ada benjolan tampak hifa endotrik (dalam rambut pada lapisan kortek) sampai ektotrik (di luar rambut) yang besar 4-8 mu berwarna tengguli dan ditemukan spora yang besarnya 1-2u b.Gambaran efloresensi ini dapat berupa polosiklis. Tinea nigra ialah infeksi jamur superfisialis yang biasanya menyerang kulit telapak kaki dan tangan dengan memberikan warna hitam sampai coklat pada kulit yang terserang. Kultur ram but dalam media Saboutound tampak koloni mula-mula tumbuh sebagai ragi yang berwarna kilning. dapat juga dikeramas dalam larutan sublimat : 1/2000 dalam alkohol dilutus (spiritus 70%) hasil pengobatan akan tampak dalam 1 minggu 4. Kadang-kadang makula ini dapat meluassampai ke punggung.1. benjolan bila disisir terasa seperti logam kasar. dada dan muka. Makula yang terjadi tidak menonjol pada permukaan kulit. Biasanya yang terserang adalah telapak tangan. Gejala klinis Objektif rambut lebih suram. kaki dan punggung tangan. 2. Kelainan kulit berupa macula tengguli sampai hitam. Pengobatan Sebaiknya rambut dicukur. kemudian dalam 2-4 hari akan berubah menjadi koloni filamen. tidak terasa sakit dan tidak ada tanda-tanda radang. Tinea Nigra Disebabkan oleh Cladosporium wermeckii adalah infeksi jamur superficial yang asimtomatik pada stratum korneum.

Pembiakan : Pembiakan skuama pada media Sabauroud glukosa agar (SGA).Melanoma memberikan gambaran klinis yang rnirip. besar hifa berkisar 3-5 u dan spora berkisar 1-2u. Pada pemerikasaan mikroskopis tampak hifa halus bercabang. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan : 1. bifonasol. dikeram pada temperatur kamar. Salep whitfield I dan II atau salep sulfursalisil juga dapat menolong. Pemeriksaan laboratorium a.harus dipikirkan. 5. b.hitam atau coklat hampir sama seperti setetes nitras argenti yang diteteskan pada kulit. Diagnosis Banding Lesi-lesi hitam pada kulit seperti pada sifilis stadium kedua pada telapak tangan. Tinea versikolorpun memberikan gambaran yang hampir sama. Dalam 1-2 minggu akan tumbuh koloni menyerupai ragi. klotrirnasol juga berkhasiat baik. mengkilat dan spora-spora yang lonjong. berwarna hijau dan pada bagian tepinya tumbuh daerah yangfilamentous berwarna coklat. preparatpreparat imidazol seperti isokotonasol. Otomikosis . Penyebabnya adalah Kladosporium wemeki dan jamur ini banyak menyerang anakanak dengan higiene kurang baik dan orang-orang yang banyak berkeringat. Obat-obat anti jamur. Pengobatan Pengobatan dengan obat-obat anti jamur banyak menolong.Gejala klinis ng khas 2. Preparat langsung : kerokan kulit dengan KOH 10% akan menunjukkan adanya hifa dan spora yang tersebar di dalam gel-gel epitel.

maka daerah ini menjadi merah. Diagnosis Diagnosa didasarkan pada : 1. Bila ada infeksi sekunder dapat terjadi otitis ekstema. dan kelainan ini ke bagian luar akan dapat meluas sampai muara liang telinga dan daun telinga sebelah dalam. 2 . Penderita akan mengeluh merasa gatal atau sakit di dalam liang telinga. Bila meluas sampai ke dalam. mengeluarkan cairan srousanguinos. ditutupi oleh skuama. sp Mukor dan Penisilium.Adalah infeksi jamur kronik atau subakut pada liang telinga luar dan lubang telinga luar yang ditandai dengan inflamasi eksudatif dan gatal. berskuama. Penderita akan mengalami gangguan pendengaran. Infeksi bakteri dan dan invasi jaringan dibawah kulit menyebabkan nyeri dan dan supurasi. Pada liang telinga akan tampak berwarna merah. sampai ke membrana timpani.Pemeriksaan Laboratorium a. Jamur dapat masuk ke dalam liang telinga melalui alat-alat yang dipakai untuk mengorek-ngorek telinga yang terkontaminasi atau melalui udara atau air. berseptum dan kadang-kadang dapat ditemukan spora-spora kecil dengan diameter 2-3 u. Dengan mikroskop tampak hifa-hifa lebar dan pada ujung-ujung hifa dapat ditemukan sterigma dan spora berjejer melekat pada permukaannya. skuamous dan dapat meluas ke dalam liang telinga sampai 2/3 bagian luar. Gejala klinik Yang khas. Liang telinga merah sembab dan banyak krusta. Penyebab biasanya jamur kontaminasi yaitu Aspergillus. Koloni akan tumbuh dalam satu minggu berupa koloni filamen berwarna putih. Inflamasi disertai eksfoliasi permukaan kulit atau pendengaran dapat terganggu karena liang telinga tertutup oleh massa kotoran kulit dan jamur. Pembiakan: Skuama dibiak pada media Sabauroud dekst ditemukan dekstrosa agar dan dikeram pada temperatur kamar. b. . Tempat yang terinfeksi menjadi merah dan ditutupi skuama halus. Preparat langsung: Skuama dari kerokan kulit Jiang telinga diperiksa dengan KOH10% akan tampak hifa-hifa lebar. terasa gatal atau sakit diliang telinga dan daun telinga menjadi merah.

susunan saraf sentral. tulang. traktus urogenitalis. Pengobatan Pengobatan ditujukan menjaga agar liang telinga tetap kering jangan lembab dan jangan mengorek-ngorek telinga dengan barang-barang yang kotor seperti korek api.Diagnosis Banding Otitis eksterna atau kontak dermatitis pada liang telinga sering memberi gejalagejala yang sama. . Vaskularisasi sering tidak tampak. MIKOSIS PROFUNDA Terdiri atas beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur. traktus respiratorius. susunan kardiovaskular. Keratomikosis Adalah infeksi jamur pada kornea mata yang menyebabkan ulserasi dan inflamasi setelah trauma pada bagian tersebut diobati dengan obat-obat antibiotic dan kortikosteroid. Larutan timol 2% dalam spiritus dilutus (alkohol 70%) atau meneteskan larutan burowi 5% satu atau dua tetes dan selanjutnya dibersihkan dengan desinfektan biasanya memberi hasil pengobatan yang memuaskan. garukan telinga atau kapas. Gejala klinis Lesi mulai dengan benjolan yang menonjol sedikit di atas permukaan. otot.kotoran telinga harus selalu dibersihkan. dan kadang-kadang kulit. Kotoran. Neosporin dan larutan gentien violet 1-2% juga dapat menolong 6. misalnya traktus intestinalis. Prognosis Umumnya baik bila diobati dengan pengobatan yang adekuat. dengan gejala klinis tertentu yang menyerang alat di bawah kulit. berwarna putih kelabu dan berambut halus.

elefantiasis mungkin timbul akibat infeksi sekunder. c. dan Cladosporium carrionii. abses. Rhinocladiella aquaspersa. penyakit kronik. Manifestasinya berupa tumor. bronki. Secara lambat. infiltrasi peradangan. atau tukak. Beberapa penyakit jamur subkutan yang ditemukan di Indonesia adalah: a. dan sinus. Jamur yang menyebabkan mikosis subkutan tumbuh dalam tanah atau pada tanaman yang membusuk. Jamur masuk melalui trauma ke dalam kulit. Kandidiosis Adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut. Fonsecaea pedrosoi. Sporotikosis Adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh Sporotrichium schenkii yang masuk ke dalam kulit melalui trauma dan ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening. dan saluran getah bening yang berasal dari tempat ini menjadi tebal dan menyerupai tali. dapat mengenai mulut. b. atau paru.Penyakit ini bersifat kronis. pertumbuhan mirip kutil tersebar di sepanjang aliran getah bening yang berasal dari daerah yang terserang. abses. Walaupun jarang. Lesi lokal terbentuk sebagai pustul. kuku. Gejala klinis biasanya terdiri atas pembengkakan. Keomoblastomikosis (Kromomikosis) Adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh bermacam-macam jamur berwarna (demataceous) yaitu Phialophora verrucosa. Yang tersering . vagina. kulit. seringkali pada tungkai atau kaki. ulkus atau sinus tersendiri maupun bersamaan. supuratif dan granulomatosa yang disebabkan oleh bakteri Actinomyces dan jamur Nocardia yang merupakan jamur berfilamen. Lesi menunjukkan peradangan menahun dan granulomatosa yang mengalami nekrosis. Misetoma timbul bila organisme tanah ini tertanam ke dalam jaringan subkutan melalui trauma. Di dalam sinus ditemukan butir-butir (granules) yang berpigmen yang kemudian dikeluarkan melalui eksudat. disebabkan oleh spesies Candida.

palatum mole. Klasifikasi Kandidiosis Berdasarkan tempat yang terkena: a. Balanitis: pada glans penis dan sulkus koronarius glandis 5. Kandisosis selaput lendir: 1. Lokalisata -daerah intertriginosa . selaput mukosa vagina. Faktor predisposisi adalah defisiensi riboflavin 3. Kandidosis kutis: 1. dan feses orang normal. Periechem: fisur pada sudut mulut. Tampak pseudomembran putih coklat muda kelabu yang menutup lidah. b. Vulvovaginitis: keluhan utama adalah gatal didaerah vulva. Paronikia dan onikomikosis 4. Kandidosis kutis granulomatosa c. 6. Kandidosis bronkopulmonar dan paru.daerah perianal 2. Merupakan vulva vagina (keputihan) 4. Terdapat lesi berwarna putih di tepi atau di bawah permukaan lidah. mulut. Kandisosis sistemik 1. Generalisata 3. pipi bagian dalam dan permukaan rongga mulut lain. Kandidosis oral (thrush): mengenai bayi. 2. Kandidosis mukokutan kronik: karena kekurangan fungsi leukosit atau sistem hormonal. Endokarditis .sebagai penyebab adalah Candida albikans yang dapat diisolasi dari kulit.

Hamzah M. 2. Klinisnya berupa vesikel-vesikel yang bergerombol. 2007.2. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Wolff K. Ditempat tersebut tidak ada elemen jamur. New York: McGraw-Hill. kandidid akan menyembuh. DAFTAR PUSTAKA 1. Meningitis 3. Elsen AZ. Septikemia Reaksi id (kandidid) Terjadi karena adanya metabolit kandida. terdapat pada sela jari tangan atau bagian badan lain mirip dermatofitid. hal: 321-323 . Freddberg IM. Pielonefritis 4. Aisah S: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. et al: Fitzpatrick’s Dermatology General Medicine. 2003. edisi kelima. Djuanda A. 6th edition. Bila lesi kandidosis diobati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->