P. 1
MAKALAH - PERNIKAHAN

MAKALAH - PERNIKAHAN

|Views: 7,524|Likes:
Published by Afdhal Husnuzan

More info:

Published by: Afdhal Husnuzan on Dec 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

BAB I PENGERTIAN NIKAH MENURUT ISLAM Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan.

Kata dasar dari pernikahan adalah nikah. Kata nikah memiliki persamaan dengan kata kawin. Menurut bahasa Indonesia, kata nikah berarti berkumpul atau bersatu. Dalam istilah syari’at, nikah itu berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan serta menghalalkan pergaulan antara keduanya dengan dasar suka rela dan persetujuan bersama, demi terwujudnya keluarga (rumah tangga) bahagia, sakinah, mawaddah, dan rahmah yang diridhai oleh Allah SWT, dan dilangsungkan menurut ketentuan syari’at-syari’at Islam. Nikah termasuk kepada contoh perbuatan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW atau sunah rasul. Dalam hal ini, disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang atinya, “Dari Anas bin Malik r.a., bahwasanya Nabi SAW memuji Allah SWT dan menyanjung-Nya, beliau bersabda, ‘Akan tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, makan, dan menikahi wanita, barangsiapa yang tidak suka dengan perbuatanku, maka dia bukanlah dari golonganku.’” (H.R. Bukhari dan Muslim) BAB II HUKUM-HUKUM NIKAH 2.1. JAIZ ATAU MUBAH Perkawinan hukum asalnya adalah mubah (boleh). Pada prinsipnya, setiap manusia yang telah memiliki persyaratan untuk menikah, dibolehkan untuk menikahi seseorang yang menjadi pilihannya. Hal ini didasarkan atas firman Allah SWT. َ َ ُ َ ‫َ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ ّ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ُ ْ ِ َ ّ ِ َ ْ َ َ ُ َث‬ ‫وإن خفتم أل تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثل َ ورباع‬ ‫فإن خفتم أل تعدلوا فواحدة أو ما ملكت أيمانكم ذلك أدنى أل تعولوا‬ ُ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ َِ ْ ُ ُ َ ْ َ ْ َ ََ َ ْ َ ً َ ِ َ َ ُِ ْ َ ّ َ ْ ُ ْ ِ ْ ِ َ “Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian

1

yang artinya: “Hai para pemuda. barangsiapa diantara kamu yang mampu serta berkeinginan untuk menikah.4. yaitu memiliki rasa malu. atau empat. tetapi belum mampu melangsungkan perkawinan dan belum 2 . Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Perkawinan yang dilakukannya mendapat pahala dari Allah SWT.2. 4: 3) Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Tirmidzi. hendaklah dia berpuasa. “Ada empat hal yang merupakan ajaran para rasul. SUNAH Perkawinan hukumnya sunah bagi mereka yang telah mampu dan berkeinginan untuk menikah. 2. MAKRUH Perkawinan menjadi makruh hukumnya apabila dilakukan oleh orang-orang yang ingin menikah.3. An-Nisa. WAJIB Perkawinan yang dilakukan seseorang yang sudah memiliki kemampuan. justru dikhawatirkan akan terjerumus ke dalam kesesatan. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW.S. memakai wangi-wangian. Dan barangsiapa yang tidak mampu menikah. 2.senangi: dua. Karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap perempuan akan berkurang”. tiga. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh semua ahli hadis. Karena sesungguhnya perkawinan itu dapat menundukkan pandangan mata terhadap orang yang tidak halal dilihat dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. Jika ia menangguhkannya. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya. Rasulullah SAW bersabda.” 2.” (Q. hendaklah dia menikah. bersiwak. dan menikah. baik secara materi maupun mental hukumnya wajib.

sementara rukun merupakan unsur pokok yang mesti dipenuhi. Termasuk ke dalam perkawinan yang diharamkan ialah perkawinan yang dilakukan dengan maksud menganiaya dan mengambil harta orang.5. 2. Kepada mereka dianjurkan untuk berpuasa. BAB III SYARAT DAN RUKUN NIKAH Suatu pernikahan tidak sah apabila tidak memenuhi syarat-syarat dan rukunnya. HARAM Perkawinan menjadi haram hukumnya apabila dilakukan oleh seorang yang bertujuan tidak baik dan bermaksud menyakiti wanita yang akan ia nikahi dalam perkawinannya atau bisa juga untuk menyakiti hati seseorang. Perkawinan dengan motivasi yang demikian dilarang oleh ajaran Islam dan sangat bertentangan dengan tujuan mulia dari perkawinan itu sendiri. Ar-Rum : 21) Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan perkawinan adalah terciptanya ketentraman dan munculnya rasa dan kasih sayang di antara suami dan istri. Tujuan perkawinan adalah sebagai firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Ar-Rum. tetapi hanya karena harta atau materi. (QS. 3 . Hal ini disebabkan niat perkawinan tersebut bukan karena Allah SWT. sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. Dan dijadikan di antara kamu rasa kasih sayang. 30: 21 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istriistri dari jenismu sendiri. Syarat merupakan unsur pelengkap dalam setiap perbuatan hukum.mampu member nafkah kepada istri dan anak-anaknya kelak.. supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya.

2.1.3.1.6.1.3.1.2.1. tidak dipaksa/terpaksa. bukan perempuan musyrik. 3. maka batallah pernikahannya. syarat-syarat pernikahan dalam islam adalah sebagai berikut: 3. Ada calon istri. dengan syarat: laki-laki yang sudah berusia dewasa (19 tahun).2. tidak dalam ikatan perkawinan dengan orang lain. “Siapa pun perempuan yang menikah dengan tidak seizin walinya.1.1. yaitu orang yang menikahkan mempelai wanita dengan mempelai laki-laki atau mengizinkan pernikahannya. ia berkata. Bagi calon mempelai yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin dari kedua orang tuanya 3. RUKUN NIKAH Rukun nikah berarti ketentuan-ketentuan dalam pernikahan yang harus dipenuhi agar pernikahan itu sah. Masing-masing tidak terkait tali perkawinan. dan bukan mahram calon istrinya. 3.1. ‘Rasulullah SAW telah bersabda . 3. Kedua calon pengantin tidak pernah terjadi dua kali perceraian 3. dengan syarat: wanita yang sudah cukup umur (16 tahun).1.3.a. Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam yang empat kecuali An-Nasa’I dan disahkan oleh Abu ‘Awamah.2.5. yakni sebagai berikut: 3. Rukun nikah tersebut ada lima macam.4. Ibnu Hibban. Ada wali nikah.2. Adanya persetujuan antara kedua calon mempelai 3.’” 4 . dan Al-Hakim yang arinya: “Dari Aisyah r. bukan mahram bagi calon suami dan tidak dalam keadaan haji atau umrah.2. Antara kedua calon mempelai tidak ada larangan untuk menikah 3. Telah lepas dari masa iddah atau jangka waktu tunggu karena putusnya perkawinan. SYARAT NIKAH Secara rinci. tidak sedang dalam ihram haji atau umrah. kecuali bagi calon mempelai lakilaki bila mendapat izin dari pengadilan (atas persetujuan isterinya) 3. beragama islam. Ada calon suami.

Oleh karena itu. dapat berbicara. Beragama Islam. karena merupakan syarat nikah. balig (dewasa). sebagai penyerahan kepada mempelai laki-laki. dengan syarat beragama Islam.An-Nisa.” b.5. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).2. adil.” (Q. maka kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang wali nikah. Ada akad nikah yakni ucapan ijab kabul. Ijab adalah ucapan wali (dari pihak mempelai wanita). tetapi mengucapkannya dalam akad nikah hukumnya sunah. 4: 4) BAB IV ORANG-ORANG YANG BERHAK MENIKAHKAN (WALI NIKAH) Dalam pernikahan yang islami adanya wali nikah itu merupakan suatu kewajiban. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Laki-laki 5 . dapat melihat. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Barangsiapa berbuat demikian. 3. dan berakal sehat. Sedangkan Qabul adalah ucapan mempelai laki-laki sabagai tanda penerimaan. Adapun syarat-syarat untuk menjadi wali nikah adalah sebagai berikut: a. Suami wajib memberikan mas kawin (mahar) kepada istrinya. seperti dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 28 yang artinya: “Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Ada dua orang saksi. orang yang tidak beragama Islamtidak sah menjadi wali nikah. dan tidak sedang ihram haji atau umrah.2.S. sebelum kita mempelajari orang-orang yang menjadi wali nikah.4.3. laki-laki. Suruhan untuk memberikan mas kawin terdapat dalam AlQur’an: “Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan….

Saudara laki-laki ( kakak / adik ) se ayah ( kebawah) 4.1. Kemudian Menteri Agama mengangkat pembantunya unuk bertindak sebagai ahli hakim.1. Adapun urutan wali nasab adalah sebagai berikut : 4. yaitu sebagai berikut: 4. Anak saudara laki-laki ( kakak / adik ) se ayah 4.1. Balig dan berakal Merdeka dan bukan hamba sahaya Bersifat adil Tidak sedang ihram.1.9. Uwak / paman (saudara laki-laki ayah) se ayah 4. e. maka baru kita mempelajari pembagian atau orang-orang yang berhak menjadi wali. Anak Saudara laki-laki ( kakak / adik ) se ayah se ibu 4.10.1. WALI HAKIM Wali hakim yaitu kepala Negara yang beragama Islam.4. yaitu Kepala Kantor Urusan Agama Islam yang berada Uwak / paman (saudara laki-laki ayah) se ayah 6 .1.7.1.1.c. d. Di Negara Indonesia wewenang presiden sebagai ahli hakim dilimpahkan kepada pembantunya. haji atau umrah Setelah kita mengetahui syarat-syarat untuk menjadi wali nikah.1.1. Kakek ( keatas) 4. Anaknya dst.6. Saudara laki-laki ( kakak / adik ) seayah seibu ( kebawah) 4. Uwak / paman (saudara laki-laki ayah) se ayah se ibu 4. WALI NASAB Wali nasab adalah wali yang mempunyai pertalian darah dengan mempelai wanita yang akan dinikahkan. yaitu Menteri Agama.2.5. 4. Anaknya uwak paman (saudara laki-laki ayah) se ayah se ibu 4. Ayah 4. f.1.1.2.3.8.

Ibu tiri. Hubungan persemendaan: . Wali hakim bertindak sebagai wali nikah.disetiap kecamatan. 5.1.1.2. anak susuan. anak tiri/ cucu tirinya.2.1.2. saudara sesusuan. Hubungan persusuan: . Talak Bain Kubra Larangan ini tidak berlaku lagi. Larangan Untuk Selama-lamanya Bagi Seorang Laki-Laki dengan Perempuan 5. 7 . 5. jika wali nasab tidak ada atau tidak bisa memenuhi tugasnya.1. Ibu mertua/ nenek mertua. Hubungan pertalian darah terdekat: . menantu/ cucu menantu.1.Dalam garis menyamping lurus ke atas dan lurus ke bawah dari keturuna ayah atau ibu tanpa batas 5. bibi susuannya.3. keponakan sesusuan. BAB V PERNIKAHAN YANG DIHARAMKAN Dalam syari’at Islam pernikahan yang dilarang dapat dikategorikan kepada dua kelompok: 5. Larangan Untuk Sementara Waktu 5.1. apabila isteri yang telah ditalak tersebut telah dinikahi dengan sah oleh laki-laki lain dan telah mengadakan hubungan.Ibu susuan.Dalam garis keturunan lurus ke atas dan ke bawah dari keturunan ayah atau ibu tanpa batas .

Masih Bersuami/ dalam Iddah Seorang laki-laki dilarang menikahi seorang perempuan yang masih dalam ikatan pernikahan dan seorang perempuan yang masih dalam masa iddahnya. 5. Jumlah Poligami Pernikahan dari seorang laki-laki yang telah memiliki empat orang isteri yang akan melakukan pernikahan untuk calon isteri ke-lima akan menjadi batal (karena hokum).3.2. Namun demikian. seoranglaki-laki muslim dibolehkan menikah dengan perempuan ahli kitab yang beragama Yahudi atau Nasrani. 5. 5.2. saudara perempuan dari ibu isterinya atau saudara perempuan dari bapak isterinya.2. Perbedaan Agama Seorang laki-laki muslim dilarang menikahi perempuan non-muslim dan demikian pula sebaliknya.5.kemudian diceraikan dan telah habis pula masa iddahnya dari laki-laki tersebut. contohnya dua orang perempuan kakak beradik. 5. karena tidak sah atau batal menurut hukum. BAB VI PEMUTUSAN HUBUNGAN PERNIKAHAN 8 .2. 5.2.4.2.6. Permaduan Seorang laki-laki dilarang memperisterikan dua orang perempuan bersaudara dalam waktu ysng bersamaan. Ihram Laki-laki ataupun perempuan yang sedang melakukan ihram haji atau umrah dilarang melangsungkan akad nikah.

Asal hukum talak adalah makruh. Abu Dawud dan Ibnu Majah) Pada kondisi-kondisi tertentu. li’an.2. karena dapat menimbulkan efek-efek negatif. ila’. TALAK Talak berarti melepaskan ikatan pernikahan dengan mengucapkan secara suka rela ucapan talak dari pihak suami kepada istrinya. Talak Raj’i yaitu talak yang dijatuhkan suami terhadap istrinya untuk pertama kalinya atau kedua kalinya. walaupun sudah didatangkan hakim (juru damai) dari pihak suami dan puhak istri. Pada dasarnya. talak.Pemutusan hubungan pernikahan antara suami dan istri disebut juga dengan perceraian. Salah satu penyebab perceraian adalah perselisihan atau pertengkaran suami-istri yang sudah tidak dapat didamaikan lagi.1. Talak ba’in dapat dibedakan menjadi dua. Rasulullah bersabda: “perbuatan yang halal. khulu. terutama apabila pasangan suami-sitri tersebut sudah mempunyai anak. melainkan mesti dengan akad nikah baru. fasakh. perceraian merupakan perbuatan yang tidak terpuji. karena apabila tidak dilakukan akan menyebabkan penderitaan baik bagi istri maupun suami atau akan menyebabkan kedurhakaan kepada Allah SWT.1. Talak Ba’in yaitu talak yang suami tidak boleh rujuk (kembali) kepada istri yang ditalaknya itu. dan suami boleh rujuk (kembali) kepada istri yang telah ditalaknya selama masih dalam masa ‘iddah atau dapat menikah kembali setelah habis masa ‘iddah-nya. 6. Penjelasannya adalah sebagai berikut: 6. Hal ini sesuai dengan penegasan Rasulullah SAW dalam hadisnya. tetapi paling dibenci Allah adalah talak” (H. Hal-hal yang dapat memutuskan ikatan perkawinan atau pernikahan adalah meninggalnya salah satu pasangan.1. yaitu: 9 . mungkin perceraian lebih baik dilakukan. yaitu: 6. dan zihar. Talak dapat dibagi menjadi beberapa macam.1.R. sebagaiman telah dikemukakan.

6. (QS. tidak sedang haid atau tidak dicampuri. maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.1. atau yang bernada tidak memerlukan lagi dan sejenisnya. diterangkan-Nya kepada kamu yang mengetahui”. Talak Sarih dan Talak Kinayah Talak Sarih adalah talak yang diucapkan suami dengan menggunakan kata talak (cerai). 2: 230) 6. menyuruh pulang. Sedangkan talak bidh’i adalah talak yang dijatuhkan suami ketika istrinya sedang haid. Talak kinayah adalah ucapan yang tidak jelas namun mengarah kepada thalak. Jika suaminya itu menceraikannya. Dengan menggunakan kata-kata tersebut dinyatakan sah. ia berkata: Rasulullah bersabda: Ada tiga perkara 10 . b.3.) Talak ba’in sugra adalah talak dijatuhkan kepada istri yang belum dicampuri dan talak tebus. sebagaimana firman Allah: “Kemudian jika suami menthalaknya (sesudah thalak kedua). Misalnya. Itulah hukum-hukum Allah.a. firak (pisah).4. maka bekas suami yang pertama boleh menikahinya kembali. Talak Sunni dan Talak Bidh’i Talak sunni adalah talak yang dijatuhkan suami ketika istrinya sedang suci. maka talaknya jatuh. Nabi bersabda: “Dari abu Hurairah. atau telah dicampuri. ucapan yang bernada mengusir. Talak bidh’i hukumnya haram.Al-Baqarah. kecuali dengan pernikahan baru baik pada masa iddah maupun sesudahnya. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga ia kawin dengan suami yang lain.) Talak ba’in kubra adalah talak tiga dimana bekas suami tidak boleh merujuk atau mengawini kembali bekas istrinya. Pada talak ini suami tidak boleh merujuk kembali bekas istrinya. atau sarah (lepas).1. kecuali bekas istrinya itu dinikahi oleh laki-laki lain dan telah dicampuri. Jika suami mengucapkannya dibarengi niat.

Ta’lik talak hukumnya sah dan dibenarkan syara’.Imam empat. 6.S. 2: 229) 11 . khulu’ berarti talak yang dijatuhkan suami kepada istrinya.” (Q. atau dengan memberikan sejumlah uang (harta) yang disetujui oleh mereka berdua. mantan pasangan suami-istri tersebut boleh menikah kembali. karena adanya pengaduan dari suami atau istri dengan alasan yang dapat dibenarkan. tanpa mantan istrinya harus menikah dulu dengan laki-laki lain. karena adanya tindakan-tindakan suami yang tidak wajar (umum). walaupun fasakh dilakukan lebih dari tiga kali. (HR. Fasakh tidak mempengaruhi bilangan talak. Dalam ilmu fikih. dengan maksud untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi istri. yaitu talak yang digantungkan dengan sesuatu (syarat atau perjanjian). selesai akad nikah biasanya suami mengucapkan ta’lik talak. Allah SWT berfirman yang artinya. FASAKH Fasakh adalah pembatalan pernikahan antara suami dan istri karena sebabsebab tertentu. KHULU’ Menurut bahasa.2. thalak dan rujuk”. Al-Baqarah. suami tidak boleh rujuk kepada mantan istrinya. khulu’ berarti tanggal. Akibat perceraian dengan fasakh.yang apabila disungguhkan jadi dan bila main-main pun tetap jadi. “Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-istri) tidak dapat menjalankan hokum-hukum Allah maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya.3. Khulu’ diperkenankan dalam Islam. kalau ia ingin kembali sebagai suami-istri harus melalui akad nikah baru. Fasakh dilakukan oleh hakim agama. Artinya. kecuali Nasai dan disahkan oleh Hakim) Dalam pernikahan di Indonesia. dengan jalan tebusan dari pihak istri. Namun. 6. yaitu nikah. baik dengan jalan mengembalikan mas kawin kepada suaminya.

” Apabila suami sudah menjatuhkan Li’an. ia harus menolak tuduhan suaminya dengan mengangkat sumpah 4 kali di depan hakim. dan habis masa ‘iddah-nya. “Laknat (kutukan) Allah akan menimpa diriku. secara otomatis menyebabkan mereka bercerai serta tidak boleh rujuk atau menikah kembali untuk selama-lamanya. LI’AN Li’an adalah sumpah suami yang menuduh istrinya berzina (karena suami tidak dapat mengajukan 4 orang saksi yang melihat istrinya berzina). anak tersebut tidak boleh diakui sebagai anak mantan suaminya. sehingga mantan suami tidak boleh menikah lagi dengan mantan istrinya. suami tidak dapat rujuk. 6. Artinya. dan pada ucapan kelima kalinya. berlakulah hukum rajam terhadap istrinya.5. harus melalui akad nikah baru.Akibat perceraian dengan cara khulu’. dia mengatakan. Bahkan. apabila tuduhan tersebut benar. “Laknat (kutukan) Allah akan ditimpakan atas diriku. dan pada ucapan kelima kalinya dia mengatakan. sebelum mantan istrinya itu menikah dulu dengan laki-laki lain. Berbeda dengan fasakh. 6. kalau setelah itu si istri hamil. kalau sudah tiga kali dianggap sudah tiga kali talak (talak ba’in kubra). Akan tetapi kalau mantan pasangan suami-istri tersebut ingin kembali. Agar istri terlepas dari hukum rajam karena merasa tidak berzina. 24: 6-10.4. Dengan mengangkat sumpah 4 kali di depan hakim. Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang li’an ini terdapat dalam Surah AnNur.” Sumpah suami-istri tersebut. walaupun istrinya masih dalam masa ‘idda. ILA’ 12 . kulu’ dapat mmpengaruhi bilangan talak. bercerai. yaitu dilempari dengan batu yang berukuran sedang sampai mati. apabila tuduhanku itu dusta.

atau dalam masa yang tidak ditentukan. Ayat Al-Qur’n yang menjelaskan tentang ila’ adalah Surah Al-Baqarah. “punggungmu sama dengan punggung ibuku. hakim memutuskan bahwa suami mentalak istrinya dengan talak ba’in sughra. Pasangan yang ditinggalkan dapat melakukan pernikahan dengan orang lain. wajib baginya membayar kafarat dan haram meniduri istrinya sebelum kafarat tersebut dibayarkan. maka dia diwajibkan membayar denda sumpah (kafarat). maka hakim berhak mneyuruhnya untuk memilih diantara dua hal. jika sampai empat bulan dia tidak kembali kepada istrinya. maka putuslah ikatan pernikahannya. Apabila suami tidak bersedia menentukan pilihannya. 6. yaitu kembali kepada istrinya dengan membayar kafarat sumpah atau mentalak istrinya. Akan tetapi. 2: 226 dan 227. seperti suami berkata kepada istrinya. KEMATIAN Di antara suami atau isteri yang telah meninggal dunia. 6. dan tidak melanjutkan dengan mentalak istrinya. sehingga ia tidak dapat rujuk lagi. 58: 1-6. Masa iddah bagi isteri yang ditinggal mati oleh suaminya adalah sampai dengan melahirkan (kalau sedang hamil) atau empat bulan sepuluh hari/ empat kali suci (bila ditinggal mati dalam keadaan suci).7. 13 . dapat menikah kembali setelah habis masa iddahnya. Jika sebelum empat bulan dia kembali kepada istrinya dengan baik. Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang zihar ialah Surah Al-Mujadilah.6. Bagi isteri yang ditinggalkan. ZIHAR Zihar adalah ucapan suami yang menyerupakan istrinya dengan ibunya.” Jika suami mengucapkan kata-kata tersebut.Ila’ berarti sumpah suami yang mengatakan bahwa ia tidak akan meniduri istrinya selama empat bulan atau lebih. Sumpah suami tesebut hendaknya ditunggu sampai empat bulan.

saling mnegasihi. mawaddah. suami-istri dapat memupuk rasa tanggung jawab membaginya dalam rangka memelihara. suami dan istri telah melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Pernikahan merupakan cara yang benar.” (H. dan rahmah (damai sejahtera. dan diridhai Allah untuk memperoleh anak serta mengembangkan keturunan secara sah. Bila dalam suatu rumah tangga. Melalui pernikahan. Rasulullah bersabda.S. “Nikahilah wanita yang bisa memberikan keturunan yang banyak karena saya akan bangga. mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Pemenuhan kebutuhan sseksual dengan cara yang diridhai Allah tentu akan mendatangkan banyak manfaat (Q.BAB VII HIKMAH PERNIKAHAN Fuqaha (ulama fikih) menjelaskan tentang hikmah-hikmah pernikahan yang islami. Ar-Rum. sebagai nabi yang memiliki umat yang banyak dibandingkan nabi-nabi yang lain di akherat kelak. Ahmad bin Hanbali) 7. Memenuhi kebutuhan seksual dengan cara yang diridhai Allah (cara yang islami). antara lain: 7. dan menyayangi). 30: 21). baik. tentu rumah tangganya akan menjadi rumah tangga yang sakinah. 7. 14 .2. sehingga memberikan motivasi yang kuat untuk membahagiakan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.3. dan menghindari cara yang dimurkai Allah seperti perzinaan atau homoseks (gay atau lesbian). Sedangkan pemenuhan seksual dengan cara yang dimurkai Allah tentu akan mendatangkan bencana.1.R.

15 .7.4. sehingga sesame mereka salinh menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta tidak tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Menjalin hubungan silaturrahmi antara keluarga suami dengan keluarga istri.

S.DAFTAR PUSTAKA Nasrul H. 2011. Padang: UNP Press 16 . Pendidikan Agama Islam Bernuansa Soft Skills Untuk Perguruan Tinggi. dkk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->