BAB I PENGERTIAN NIKAH MENURUT ISLAM Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan.

Kata dasar dari pernikahan adalah nikah. Kata nikah memiliki persamaan dengan kata kawin. Menurut bahasa Indonesia, kata nikah berarti berkumpul atau bersatu. Dalam istilah syari’at, nikah itu berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan serta menghalalkan pergaulan antara keduanya dengan dasar suka rela dan persetujuan bersama, demi terwujudnya keluarga (rumah tangga) bahagia, sakinah, mawaddah, dan rahmah yang diridhai oleh Allah SWT, dan dilangsungkan menurut ketentuan syari’at-syari’at Islam. Nikah termasuk kepada contoh perbuatan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW atau sunah rasul. Dalam hal ini, disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang atinya, “Dari Anas bin Malik r.a., bahwasanya Nabi SAW memuji Allah SWT dan menyanjung-Nya, beliau bersabda, ‘Akan tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, makan, dan menikahi wanita, barangsiapa yang tidak suka dengan perbuatanku, maka dia bukanlah dari golonganku.’” (H.R. Bukhari dan Muslim) BAB II HUKUM-HUKUM NIKAH 2.1. JAIZ ATAU MUBAH Perkawinan hukum asalnya adalah mubah (boleh). Pada prinsipnya, setiap manusia yang telah memiliki persyaratan untuk menikah, dibolehkan untuk menikahi seseorang yang menjadi pilihannya. Hal ini didasarkan atas firman Allah SWT. َ َ ُ َ ‫َ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ ّ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ُ ْ ِ َ ّ ِ َ ْ َ َ ُ َث‬ ‫وإن خفتم أل تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثل َ ورباع‬ ‫فإن خفتم أل تعدلوا فواحدة أو ما ملكت أيمانكم ذلك أدنى أل تعولوا‬ ُ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ َِ ْ ُ ُ َ ْ َ ْ َ ََ َ ْ َ ً َ ِ َ َ ُِ ْ َ ّ َ ْ ُ ْ ِ ْ ِ َ “Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian

1

tetapi belum mampu melangsungkan perkawinan dan belum 2 . 4: 3) Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Tirmidzi. yaitu memiliki rasa malu. baik secara materi maupun mental hukumnya wajib. barangsiapa diantara kamu yang mampu serta berkeinginan untuk menikah.senangi: dua. Karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap perempuan akan berkurang”. yang artinya: “Hai para pemuda.2.S. Jika ia menangguhkannya. WAJIB Perkawinan yang dilakukan seseorang yang sudah memiliki kemampuan. 2. Rasulullah SAW bersabda.” (Q. Dan barangsiapa yang tidak mampu menikah. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya. tiga. 2. An-Nisa. MAKRUH Perkawinan menjadi makruh hukumnya apabila dilakukan oleh orang-orang yang ingin menikah. “Ada empat hal yang merupakan ajaran para rasul. SUNAH Perkawinan hukumnya sunah bagi mereka yang telah mampu dan berkeinginan untuk menikah.” 2. hendaklah dia berpuasa. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.4. hendaklah dia menikah. dan menikah.3. Perkawinan yang dilakukannya mendapat pahala dari Allah SWT. justru dikhawatirkan akan terjerumus ke dalam kesesatan. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh semua ahli hadis. atau empat. bersiwak. Karena sesungguhnya perkawinan itu dapat menundukkan pandangan mata terhadap orang yang tidak halal dilihat dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. memakai wangi-wangian.

5. HARAM Perkawinan menjadi haram hukumnya apabila dilakukan oleh seorang yang bertujuan tidak baik dan bermaksud menyakiti wanita yang akan ia nikahi dalam perkawinannya atau bisa juga untuk menyakiti hati seseorang. Syarat merupakan unsur pelengkap dalam setiap perbuatan hukum. Perkawinan dengan motivasi yang demikian dilarang oleh ajaran Islam dan sangat bertentangan dengan tujuan mulia dari perkawinan itu sendiri. sementara rukun merupakan unsur pokok yang mesti dipenuhi. sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. BAB III SYARAT DAN RUKUN NIKAH Suatu pernikahan tidak sah apabila tidak memenuhi syarat-syarat dan rukunnya.. Ar-Rum : 21) Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan perkawinan adalah terciptanya ketentraman dan munculnya rasa dan kasih sayang di antara suami dan istri. Hal ini disebabkan niat perkawinan tersebut bukan karena Allah SWT. 30: 21 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istriistri dari jenismu sendiri.mampu member nafkah kepada istri dan anak-anaknya kelak. supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Kepada mereka dianjurkan untuk berpuasa. 2. Termasuk ke dalam perkawinan yang diharamkan ialah perkawinan yang dilakukan dengan maksud menganiaya dan mengambil harta orang. Tujuan perkawinan adalah sebagai firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Ar-Rum. 3 . Dan dijadikan di antara kamu rasa kasih sayang. (QS. tetapi hanya karena harta atau materi.

3. SYARAT NIKAH Secara rinci. tidak dipaksa/terpaksa. Ibnu Hibban. Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam yang empat kecuali An-Nasa’I dan disahkan oleh Abu ‘Awamah. dengan syarat: laki-laki yang sudah berusia dewasa (19 tahun). Bagi calon mempelai yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin dari kedua orang tuanya 3.1.1. Ada wali nikah. dan bukan mahram calon istrinya. yaitu orang yang menikahkan mempelai wanita dengan mempelai laki-laki atau mengizinkan pernikahannya.1. yakni sebagai berikut: 3.2. Ada calon istri. 3. dan Al-Hakim yang arinya: “Dari Aisyah r.5. kecuali bagi calon mempelai lakilaki bila mendapat izin dari pengadilan (atas persetujuan isterinya) 3. Ada calon suami.2. syarat-syarat pernikahan dalam islam adalah sebagai berikut: 3.3.3.a. bukan perempuan musyrik. “Siapa pun perempuan yang menikah dengan tidak seizin walinya. Telah lepas dari masa iddah atau jangka waktu tunggu karena putusnya perkawinan. ia berkata. ‘Rasulullah SAW telah bersabda . bukan mahram bagi calon suami dan tidak dalam keadaan haji atau umrah.4.2.’” 4 . RUKUN NIKAH Rukun nikah berarti ketentuan-ketentuan dalam pernikahan yang harus dipenuhi agar pernikahan itu sah. beragama islam.3.2.1. maka batallah pernikahannya.1.2.1. dengan syarat: wanita yang sudah cukup umur (16 tahun). Kedua calon pengantin tidak pernah terjadi dua kali perceraian 3. tidak sedang dalam ihram haji atau umrah.1. tidak dalam ikatan perkawinan dengan orang lain.1. Rukun nikah tersebut ada lima macam. Masing-masing tidak terkait tali perkawinan. Antara kedua calon mempelai tidak ada larangan untuk menikah 3. Adanya persetujuan antara kedua calon mempelai 3. 3.1.2.6.

laki-laki. Adapun syarat-syarat untuk menjadi wali nikah adalah sebagai berikut: a.4. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).3. Barangsiapa berbuat demikian. Suami wajib memberikan mas kawin (mahar) kepada istrinya. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.An-Nisa. Oleh karena itu. Suruhan untuk memberikan mas kawin terdapat dalam AlQur’an: “Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan….2. Ada dua orang saksi. niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. adil. Sedangkan Qabul adalah ucapan mempelai laki-laki sabagai tanda penerimaan. seperti dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 28 yang artinya: “Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. maka kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang wali nikah.” (Q. sebelum kita mempelajari orang-orang yang menjadi wali nikah. dan tidak sedang ihram haji atau umrah. 3. dapat melihat. Laki-laki 5 .5. dapat berbicara. sebagai penyerahan kepada mempelai laki-laki.” b. tetapi mengucapkannya dalam akad nikah hukumnya sunah. orang yang tidak beragama Islamtidak sah menjadi wali nikah. Ada akad nikah yakni ucapan ijab kabul.2. 4: 4) BAB IV ORANG-ORANG YANG BERHAK MENIKAHKAN (WALI NIKAH) Dalam pernikahan yang islami adanya wali nikah itu merupakan suatu kewajiban. dan berakal sehat. dengan syarat beragama Islam. balig (dewasa).S. karena merupakan syarat nikah. Beragama Islam. Ijab adalah ucapan wali (dari pihak mempelai wanita).

yaitu sebagai berikut: 4.4.2. maka baru kita mempelajari pembagian atau orang-orang yang berhak menjadi wali. 4. Uwak / paman (saudara laki-laki ayah) se ayah se ibu 4.1.1.7. WALI HAKIM Wali hakim yaitu kepala Negara yang beragama Islam. Adapun urutan wali nasab adalah sebagai berikut : 4. Uwak / paman (saudara laki-laki ayah) se ayah 4. haji atau umrah Setelah kita mengetahui syarat-syarat untuk menjadi wali nikah. Saudara laki-laki ( kakak / adik ) se ayah ( kebawah) 4. Anaknya uwak paman (saudara laki-laki ayah) se ayah se ibu 4. d.c.1.1. yaitu Menteri Agama.9. Anak saudara laki-laki ( kakak / adik ) se ayah 4. Balig dan berakal Merdeka dan bukan hamba sahaya Bersifat adil Tidak sedang ihram. Di Negara Indonesia wewenang presiden sebagai ahli hakim dilimpahkan kepada pembantunya.1.1.1.1.5. Anak Saudara laki-laki ( kakak / adik ) se ayah se ibu 4. Kemudian Menteri Agama mengangkat pembantunya unuk bertindak sebagai ahli hakim.1. f. Anaknya dst.2.10.1. e. Ayah 4. Kakek ( keatas) 4.3. WALI NASAB Wali nasab adalah wali yang mempunyai pertalian darah dengan mempelai wanita yang akan dinikahkan.1.8.6. Saudara laki-laki ( kakak / adik ) seayah seibu ( kebawah) 4.1. yaitu Kepala Kantor Urusan Agama Islam yang berada Uwak / paman (saudara laki-laki ayah) se ayah 6 .

2. 5. Ibu mertua/ nenek mertua.Dalam garis menyamping lurus ke atas dan lurus ke bawah dari keturuna ayah atau ibu tanpa batas 5. Hubungan persusuan: .1.2.2. 7 . keponakan sesusuan.3. saudara sesusuan. bibi susuannya.1. Larangan Untuk Selama-lamanya Bagi Seorang Laki-Laki dengan Perempuan 5. Larangan Untuk Sementara Waktu 5. Wali hakim bertindak sebagai wali nikah. BAB V PERNIKAHAN YANG DIHARAMKAN Dalam syari’at Islam pernikahan yang dilarang dapat dikategorikan kepada dua kelompok: 5.1. Hubungan persemendaan: . apabila isteri yang telah ditalak tersebut telah dinikahi dengan sah oleh laki-laki lain dan telah mengadakan hubungan. Talak Bain Kubra Larangan ini tidak berlaku lagi. jika wali nasab tidak ada atau tidak bisa memenuhi tugasnya.disetiap kecamatan. anak susuan.1.Dalam garis keturunan lurus ke atas dan ke bawah dari keturunan ayah atau ibu tanpa batas .1.1.Ibu tiri. Hubungan pertalian darah terdekat: .Ibu susuan. 5. anak tiri/ cucu tirinya. menantu/ cucu menantu.

Namun demikian.2.4.5.2.6.2. BAB VI PEMUTUSAN HUBUNGAN PERNIKAHAN 8 . karena tidak sah atau batal menurut hukum. 5. saudara perempuan dari ibu isterinya atau saudara perempuan dari bapak isterinya. Permaduan Seorang laki-laki dilarang memperisterikan dua orang perempuan bersaudara dalam waktu ysng bersamaan.2. Jumlah Poligami Pernikahan dari seorang laki-laki yang telah memiliki empat orang isteri yang akan melakukan pernikahan untuk calon isteri ke-lima akan menjadi batal (karena hokum).kemudian diceraikan dan telah habis pula masa iddahnya dari laki-laki tersebut. Ihram Laki-laki ataupun perempuan yang sedang melakukan ihram haji atau umrah dilarang melangsungkan akad nikah. Perbedaan Agama Seorang laki-laki muslim dilarang menikahi perempuan non-muslim dan demikian pula sebaliknya.2. contohnya dua orang perempuan kakak beradik.3. 5. 5. 5. Masih Bersuami/ dalam Iddah Seorang laki-laki dilarang menikahi seorang perempuan yang masih dalam ikatan pernikahan dan seorang perempuan yang masih dalam masa iddahnya. seoranglaki-laki muslim dibolehkan menikah dengan perempuan ahli kitab yang beragama Yahudi atau Nasrani. 5.2.

Talak Raj’i yaitu talak yang dijatuhkan suami terhadap istrinya untuk pertama kalinya atau kedua kalinya. talak. 6. yaitu: 6. tetapi paling dibenci Allah adalah talak” (H. walaupun sudah didatangkan hakim (juru damai) dari pihak suami dan puhak istri. Hal-hal yang dapat memutuskan ikatan perkawinan atau pernikahan adalah meninggalnya salah satu pasangan. fasakh. melainkan mesti dengan akad nikah baru. terutama apabila pasangan suami-sitri tersebut sudah mempunyai anak. Talak dapat dibagi menjadi beberapa macam. yaitu: 9 .1. Pada dasarnya.2.R. Hal ini sesuai dengan penegasan Rasulullah SAW dalam hadisnya. Abu Dawud dan Ibnu Majah) Pada kondisi-kondisi tertentu.1.1. ila’. perceraian merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Talak Ba’in yaitu talak yang suami tidak boleh rujuk (kembali) kepada istri yang ditalaknya itu.Pemutusan hubungan pernikahan antara suami dan istri disebut juga dengan perceraian. dan suami boleh rujuk (kembali) kepada istri yang telah ditalaknya selama masih dalam masa ‘iddah atau dapat menikah kembali setelah habis masa ‘iddah-nya. Rasulullah bersabda: “perbuatan yang halal.1. khulu. Asal hukum talak adalah makruh. Talak ba’in dapat dibedakan menjadi dua. sebagaiman telah dikemukakan. Salah satu penyebab perceraian adalah perselisihan atau pertengkaran suami-istri yang sudah tidak dapat didamaikan lagi. karena apabila tidak dilakukan akan menyebabkan penderitaan baik bagi istri maupun suami atau akan menyebabkan kedurhakaan kepada Allah SWT. karena dapat menimbulkan efek-efek negatif. mungkin perceraian lebih baik dilakukan. dan zihar. TALAK Talak berarti melepaskan ikatan pernikahan dengan mengucapkan secara suka rela ucapan talak dari pihak suami kepada istrinya. Penjelasannya adalah sebagai berikut: 6. li’an.

Talak Sunni dan Talak Bidh’i Talak sunni adalah talak yang dijatuhkan suami ketika istrinya sedang suci.1. kecuali dengan pernikahan baru baik pada masa iddah maupun sesudahnya. atau yang bernada tidak memerlukan lagi dan sejenisnya. Dengan menggunakan kata-kata tersebut dinyatakan sah. Nabi bersabda: “Dari abu Hurairah.1. sebagaimana firman Allah: “Kemudian jika suami menthalaknya (sesudah thalak kedua). Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. (QS. Talak bidh’i hukumnya haram. Sedangkan talak bidh’i adalah talak yang dijatuhkan suami ketika istrinya sedang haid. tidak sedang haid atau tidak dicampuri.Al-Baqarah.4. diterangkan-Nya kepada kamu yang mengetahui”. 2: 230) 6.) Talak ba’in sugra adalah talak dijatuhkan kepada istri yang belum dicampuri dan talak tebus. Pada talak ini suami tidak boleh merujuk kembali bekas istrinya. maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga ia kawin dengan suami yang lain. atau telah dicampuri. maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.) Talak ba’in kubra adalah talak tiga dimana bekas suami tidak boleh merujuk atau mengawini kembali bekas istrinya. atau sarah (lepas). menyuruh pulang. b. maka talaknya jatuh. Jika suaminya itu menceraikannya. Talak Sarih dan Talak Kinayah Talak Sarih adalah talak yang diucapkan suami dengan menggunakan kata talak (cerai).3. Jika suami mengucapkannya dibarengi niat. maka bekas suami yang pertama boleh menikahinya kembali. Misalnya.a. ucapan yang bernada mengusir. 6. firak (pisah). kecuali bekas istrinya itu dinikahi oleh laki-laki lain dan telah dicampuri. Talak kinayah adalah ucapan yang tidak jelas namun mengarah kepada thalak. ia berkata: Rasulullah bersabda: Ada tiga perkara 10 . Itulah hukum-hukum Allah.

Khulu’ diperkenankan dalam Islam. yaitu talak yang digantungkan dengan sesuatu (syarat atau perjanjian). selesai akad nikah biasanya suami mengucapkan ta’lik talak.2.Imam empat. 2: 229) 11 . Allah SWT berfirman yang artinya. atau dengan memberikan sejumlah uang (harta) yang disetujui oleh mereka berdua.” (Q. baik dengan jalan mengembalikan mas kawin kepada suaminya. dengan maksud untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi istri. Namun. walaupun fasakh dilakukan lebih dari tiga kali. kalau ia ingin kembali sebagai suami-istri harus melalui akad nikah baru. mantan pasangan suami-istri tersebut boleh menikah kembali. Ta’lik talak hukumnya sah dan dibenarkan syara’. suami tidak boleh rujuk kepada mantan istrinya. dengan jalan tebusan dari pihak istri. 6. “Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-istri) tidak dapat menjalankan hokum-hukum Allah maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. karena adanya pengaduan dari suami atau istri dengan alasan yang dapat dibenarkan.yang apabila disungguhkan jadi dan bila main-main pun tetap jadi. Fasakh dilakukan oleh hakim agama. Al-Baqarah. FASAKH Fasakh adalah pembatalan pernikahan antara suami dan istri karena sebabsebab tertentu. khulu’ berarti talak yang dijatuhkan suami kepada istrinya.3. 6. (HR. yaitu nikah. Dalam ilmu fikih. karena adanya tindakan-tindakan suami yang tidak wajar (umum). Fasakh tidak mempengaruhi bilangan talak. Akibat perceraian dengan fasakh. thalak dan rujuk”. khulu’ berarti tanggal. Artinya. kecuali Nasai dan disahkan oleh Hakim) Dalam pernikahan di Indonesia. KHULU’ Menurut bahasa.S. tanpa mantan istrinya harus menikah dulu dengan laki-laki lain.

dan pada ucapan kelima kalinya. dan habis masa ‘iddah-nya. sebelum mantan istrinya itu menikah dulu dengan laki-laki lain. sehingga mantan suami tidak boleh menikah lagi dengan mantan istrinya. kalau setelah itu si istri hamil. bercerai. “Laknat (kutukan) Allah akan ditimpakan atas diriku. 24: 6-10.Akibat perceraian dengan cara khulu’. harus melalui akad nikah baru.” Sumpah suami-istri tersebut. LI’AN Li’an adalah sumpah suami yang menuduh istrinya berzina (karena suami tidak dapat mengajukan 4 orang saksi yang melihat istrinya berzina). Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang li’an ini terdapat dalam Surah AnNur. kulu’ dapat mmpengaruhi bilangan talak. Agar istri terlepas dari hukum rajam karena merasa tidak berzina. anak tersebut tidak boleh diakui sebagai anak mantan suaminya. 6. 6. suami tidak dapat rujuk.5. Berbeda dengan fasakh. dan pada ucapan kelima kalinya dia mengatakan. apabila tuduhan tersebut benar. kalau sudah tiga kali dianggap sudah tiga kali talak (talak ba’in kubra). walaupun istrinya masih dalam masa ‘idda. apabila tuduhanku itu dusta.” Apabila suami sudah menjatuhkan Li’an. “Laknat (kutukan) Allah akan menimpa diriku. Akan tetapi kalau mantan pasangan suami-istri tersebut ingin kembali. dia mengatakan. Bahkan. berlakulah hukum rajam terhadap istrinya. Artinya. yaitu dilempari dengan batu yang berukuran sedang sampai mati. secara otomatis menyebabkan mereka bercerai serta tidak boleh rujuk atau menikah kembali untuk selama-lamanya.4. ia harus menolak tuduhan suaminya dengan mengangkat sumpah 4 kali di depan hakim. Dengan mengangkat sumpah 4 kali di depan hakim. ILA’ 12 .

Akan tetapi. seperti suami berkata kepada istrinya.7. Ayat Al-Qur’n yang menjelaskan tentang ila’ adalah Surah Al-Baqarah. Jika sebelum empat bulan dia kembali kepada istrinya dengan baik. ZIHAR Zihar adalah ucapan suami yang menyerupakan istrinya dengan ibunya. “punggungmu sama dengan punggung ibuku. Apabila suami tidak bersedia menentukan pilihannya. 13 . maka hakim berhak mneyuruhnya untuk memilih diantara dua hal. 6. KEMATIAN Di antara suami atau isteri yang telah meninggal dunia.6. Bagi isteri yang ditinggalkan. maka putuslah ikatan pernikahannya. maka dia diwajibkan membayar denda sumpah (kafarat).Ila’ berarti sumpah suami yang mengatakan bahwa ia tidak akan meniduri istrinya selama empat bulan atau lebih. atau dalam masa yang tidak ditentukan. jika sampai empat bulan dia tidak kembali kepada istrinya. dan tidak melanjutkan dengan mentalak istrinya. yaitu kembali kepada istrinya dengan membayar kafarat sumpah atau mentalak istrinya. Sumpah suami tesebut hendaknya ditunggu sampai empat bulan. 58: 1-6. Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang zihar ialah Surah Al-Mujadilah.” Jika suami mengucapkan kata-kata tersebut. Pasangan yang ditinggalkan dapat melakukan pernikahan dengan orang lain. dapat menikah kembali setelah habis masa iddahnya. sehingga ia tidak dapat rujuk lagi. 6. wajib baginya membayar kafarat dan haram meniduri istrinya sebelum kafarat tersebut dibayarkan. hakim memutuskan bahwa suami mentalak istrinya dengan talak ba’in sughra. 2: 226 dan 227. Masa iddah bagi isteri yang ditinggal mati oleh suaminya adalah sampai dengan melahirkan (kalau sedang hamil) atau empat bulan sepuluh hari/ empat kali suci (bila ditinggal mati dalam keadaan suci).

Sedangkan pemenuhan seksual dengan cara yang dimurkai Allah tentu akan mendatangkan bencana. Pemenuhan kebutuhan sseksual dengan cara yang diridhai Allah tentu akan mendatangkan banyak manfaat (Q. 7.BAB VII HIKMAH PERNIKAHAN Fuqaha (ulama fikih) menjelaskan tentang hikmah-hikmah pernikahan yang islami. Memenuhi kebutuhan seksual dengan cara yang diridhai Allah (cara yang islami). Rasulullah bersabda. Ar-Rum. suami dan istri telah melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.1. 14 . sebagai nabi yang memiliki umat yang banyak dibandingkan nabi-nabi yang lain di akherat kelak. antara lain: 7.S.3. saling mnegasihi. mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Ahmad bin Hanbali) 7. Melalui pernikahan. dan menghindari cara yang dimurkai Allah seperti perzinaan atau homoseks (gay atau lesbian). dan menyayangi). sehingga memberikan motivasi yang kuat untuk membahagiakan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. Bila dalam suatu rumah tangga.” (H. “Nikahilah wanita yang bisa memberikan keturunan yang banyak karena saya akan bangga. tentu rumah tangganya akan menjadi rumah tangga yang sakinah. dan rahmah (damai sejahtera.2. mawaddah.R. 30: 21). baik. dan diridhai Allah untuk memperoleh anak serta mengembangkan keturunan secara sah. suami-istri dapat memupuk rasa tanggung jawab membaginya dalam rangka memelihara. Pernikahan merupakan cara yang benar.

7. 15 . sehingga sesame mereka salinh menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta tidak tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Menjalin hubungan silaturrahmi antara keluarga suami dengan keluarga istri.4.

dkk. 2011.S. Padang: UNP Press 16 . Pendidikan Agama Islam Bernuansa Soft Skills Untuk Perguruan Tinggi.DAFTAR PUSTAKA Nasrul H.