Makalah Teknologi Informasi

LAYANAN INFORMASI UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Miftahul Huda Mahasiswa PPS (S2) Kependidikan Universitas Mulawarman Jurusan : TEKNOLOGI PENDIDIKAN (TP) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai dengan kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi saat ini telah begitu pesat, sehingga menempatkan suatu bangsa pada kedudukan sejauh mana bangsa tersebut maju didasarkan atas seberapa jauh bangsa itu menguasai kedua bidang tersebut di atas. Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam lingkungan global, maka mau tidak mau juga harus terlibat dalam maju mundurnya penguasaan Iptek, khususnya untuk kepentingan bangsa sendiri. Untuk mencapai maksud tersebut pemerintah menuangkannya dalam salah satu bentuk dari tujuan dan arah Pembangunan Nasional, yaitu Sektor/Bidang Iptek. Arah dari penuangan sektor Iptek dalam Pembangunan Nasional adalah dimaksudkan untuk: (1) Menentukan keberhasilan membangun masyarakat maju dan mandiri, (2) Mempercepat peningkatan kecerdasan dan kemampuan bangsa, dan (3) untuk mempercepat proses pembaharuan. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai dari upaya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi itu di antaranya adalah untuk: 1. Meningkatkan kesejahteraan, kemajuan peradaban, ketangguhan, dan daya saing bangsa; 2. Memacu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan; dan 3. Menuju masyarakat yang berkualitas, maju, mandiri, dan sejahtera (P3TIE-BPPT, 2001:69). Selanjutnya sasaran tersebut di atas diupayakan dapat dicapai melalui beberapa program yaitu: (1) Peningkatan kemampuan pemanfaatan, pengembangan, dan keunggulan produksi, teknologi, ilmu pengetahuan terapan, dan ilmu pengetahuan dasar secara seimbang dan terpadu, (2) Pengembangan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinamis, efektif, efisien, dan produktif, (3) Pembinaan sumber daya manusia, (4) Penumbuhan kreativitas dan inovasi, dan (5) Pengembangan sarana dan prasarana (P3TIE-BPPT, 2001:69). Peradaban masa depan adalah masyarakat informasi ketika jasa informasi menjadi komoditas utama dan interaksi antar manusia sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology /ICT). KTT Masyarakat Informasi yang diselenggarakan pada bulan Desember 2003 telah mencanangkan rencana penggunaan ICT sampai 50 % untuk setiap negara pada tahun 2015 (Tempo Interaktif, 2004). Dalam rangka mewujudkan pembinaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing yang memadai sesuai dengan kebutuhan dan

Teknologi Informasi dan hubungannya dengan layanan informasi.92 juta penduduk miskin di Indonesia atau sekitar 7. Apa sajakah kendala yang dapat ditemui dalam penerapan layanan informasi untuk pemberdayaan masyarakat? 4. Informasi adalah benda abstrak yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan positif dan atau sebaliknya. Informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilan keputusan. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat pada sektor penanggulangan kemiskinan di atas hanya sebagai contoh untuk dikemukakan bahwa program yang akan menelan biaya trilyunan tersebut tidak akan dapat terlaksana secara optimal jika tidak didukung oleh upaya pemanfaatan layanan informasi secara terarah dan terpadu. Dalam prakteknya.perkembangan zaman. Bagaimana mengoptimalkan layanan informasi untuk mendorong tercapainya program pemberdayaan masyarakat? BAB II PEMBAHASAN C. saat ini mulai tahun 2007 pemerintah telah mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat di bidang penaggulangan kemiskinan yang akan menjangkau 31. maka pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah diharapkan dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk memberdayakan seluruh potensi yang ada pada masyarakat. sebagaimana tabel di bawah ini: . Hal ini menjadi diskursus yang menarik karena realitas dalam kehidupan masyarakat kita saat ini masih menunjukkan adanya beberapa gejala yang kurang menguntungkan. belum meratanya dan belum meluasnya penggunaan teknologi informasi. yakni dengan memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas teknologi informasi yang ada. Pengertian informasi. Dengan demikian informasi memiliki kekuatan. Program ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 ini (TKPKRI. yakni melalui optimalisasi pemanfaatan layanan informasi kepada masyarakat luas. sikap masyarakat terhadap teknologi yang kurang menunjang. Fokus Masalah Fokus masalah dalam makalah ini akan diarahkan kepada beberapa item penting yaitu: 1.96 juta keluarga miskin. Misalnya masih belum maksimalnya kesadaran informasi yang dimiliki masyarakat. 1993: 2-5). B. teknologi informasi dan layanan informasi itu? 2. Makalah ini mencoba untuk mengetengahkan tentang pentingnya teknologi informasi sebagai sarana layanan informasi kepada masyarakat dalam upaya mendorong tercapainya secara optimal program pemberdayaan masyarakat. Sebagaimana diketahui. kelebihan dan kekurangan. tercetak (printed). baik yang membangun maupun yang merusak. audio. 2007). Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan masyarakat? 3. Apakah informasi. maupun audio-visual gerak yang masing-masing memiliki ciri khas. informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk baik lisan (oral). dan penerapan budaya informasi yang belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan secara menyeluruh (Dahlan.

Dalam sejarahnya Napoleon merupakan contoh seseorang yang dapat mencapai kekuasaan berkat kepandaiannya memanfaatkan informasi.Daya rangsang rendah.Dapat didengar bila siaran .Sifat Informasi Tercetak-Audio-AudioVisual Tercetak Audio Audio-Visual . Demikian hebatnya eksistensi informasi itu. 1990).Daya rangsang sangat tinggi. .Relatif murah.Sangat mahal. Informasi dapat dikembangbiakkan. kekuasaan saya tidak akan lebih dari tiga bulan". Kenyataan ini sebagaimana disinggung oleh Tanudikusumah (1984) yang menyatakan: "Kelak manusia akan "berternak" informasi. . . . dan dari "berternak" informasi ini manusia akan memperdagangkannya dan memperoleh keuntungan darinya (Tanudikusumah. kecuali bioskop. . Ironisnya. Di akhir abad ke-20 informasi mampu menempatkan diri sebagai komoditas yang sangat potensial untuk mendatangkan materi.Daya jangkau besar.pengolahan bisa mekanis. teknologi informasi dapat diartikan sebagai: "Teknologi informatika yang mampu mendukung percepatan dan meningkatkan kualitas informasi. Menurut Shannon dan Weaver. atau disajikan untuk mempengaruhi sikap mental individu seperti iklan (material) dan publikasi/propaganda atau layanan sosial (ideal). diolah.daya rangsang rendah . .Elektris. dimana dan kapan saja . 1949). Dari pendapat ini terdapat item yang sangat mendasar . Dalam pengertian yang sederhana. Wahyudi. 1984). serta percepatan arus informasi ini tidak mungkin lagi dibatasi oleh ruang dan waktu" (J.Dapat didengar kembali bila diputar kembali.Daya jangkau terbatas .Daya jangkau besar.Dapat didengar dan dilihat kembali bila diputar kembali. dan "Bila pers saya beri kebebasan. . ia jatuh akibat kesalahannya memanfaatkan informasi. bisa elektris . .dapat dibaca.dapat dibaca berulang-ulang .Dapat didengar dan dilihat bila siaran.B. hingga Napoleon Bonaparte (1769-1821) pernah menyatakan: "Saya lebih takut terhadap ketajaman pena daripada harus menghadapi satu batalion tentara bersenjata lengkap. . dan diperdagangkan untuk tujuan material. informasi sebagai objek materi ilmu komunikasi mempunyai makna: Patterned matter-energy that affects the probabilities of alternatives available to an individual making decision (hal atau energi yang terpolakan yang mempengaruhi dan memungkinkan seseorang membuat keputusan dari beberapa kemungkinan yang ada) (Shannon dan Weaver. .biaya relatif rendah. Informasi bermanfaat untuk mencapai tujuan ideal maupun material.

dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain (Rogers. perekonomian. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan secara sederhana bahwa teknologi informasi merupakan seperangkat fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang dalam prakteknya diarahkan untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi yang sangat dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas. Hakikat pemberdayaan masyarakat . 1986). atau bahkan di ruang angkasa sekalipun. sedangkan pada bidang ekonomi/bisnis percepatan informasi akan membawa pengaruh terhadap perolehan profit atau sebaliknya. Rogers (1986) dalam Communication Technology menyatakan bahwa teknologi biasanya memiliki dua aspek. Sedangkan batasan mengenai teknologi informasi itu. yakni mempercepat akses informasi dan meningkatkan kualitas informasi. Oleh karena itu pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan informasi kepada masyarakat merupakan suatu keniscayaan. Pemerintah bagaimanapun tidak dapat mengkesampingkan keberadaan teknologi informasi karena teknilogi informasi merupakan sarana yang paling efektif untuk menyampaikan atau mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam berbagai bidang. informasi yang ada di setiap tempat pada detik yang sama dapat dipantau di tempat lain meskipun tempat itu berada di belahan bumi yang lain. Teknologi informasi yang difungsikan untuk layanan informasi kepada masyarakat memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dalam waktu seketika tanpa dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. dan bidang lainnya tidak akan mengalami kemajuan tanpa diimbangi dengan pencapaian kemajuan di bidang teknologi informasi. Hal ini tentu akan sangat mendukung suatu disiplin ilmu atau suatu jenis pekerjaan yang memerlukan kecepatan akses informasi seperti jurnalistik atau ekonomi. Everett M. Rogers menyatakan: "Teknologi informasi adalah perangkat keras bersifat organisatoris. Sudah terbukti secara nyata bahwa bidang pembangunan. misalnya saja pada saat ini seseorang yang tengah berada di tengah hutan belantara di pedalaman Kalimantan dapat saja melakukan transaksi dengan rekan bisnisnya yang ada di New York melalui komunikasi dengan telepon satelitnya. John Naisbitt dan Patricia Aburdene (1984) telah memprediksikan akan terbentuknya ekonomi global. dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau khalayak mengumpulkan. Berkat teknologi informasi inilah. Jurnalistik merupakan jenis kerja yang mengutamakan aktualitas/kecepatan. Prediksi ini saat ini telah menjadi kenyataan. dan aspek perangkat lunak (dasar informasi untuk menggerakkan perangkat keras itu). Sebab layanan informasi di masa sekarang ini tidak akan membuahkan hasil yang maksimal jika tidak didukung oleh teknologi informasi. bisnis. Inilah kaitan erat antara teknologi informasi dengan layanan informasi bagi masyarakat. Dewasa ini semakin dirasakan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana untuk layanan informasi bagi masyarakat guna mendukung penyelenggaraan program-program pemerintah. D.yaitu: "percepatan dan peningkatan kualitas informasi yang tidak terbatasi oleh ruang dan waktu" kalimat kunci tersebut lebih mengarah kepada kedudukan teknologi informasi secara fungsional. memproses. yaitu perangkat keras (objek materi dan sifatnya).

Kemudian. Pemberdayaan masyarakat terkait dengan pemberian akses bagi masyarakat. Selanjutnya. lembaga. agar bisa diatasi secara mandiri oleh masyarkat itu sendiri.Pemberdayaan masyarakat merupakan proses mengajak masyarakat agar mengetahui potensi yang dimiliki untuk dikembangkan dan menemukenali permasalahan yang ada. dalam hal ini diartikan sebagai “Masyarakat Berdaya” yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan. (2) berdaya yaitu mampu melakukan tuntutan mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Menerapkan rencana tersebut 4. pemberdayaan masyarakat amat penting untuk mengatasi ketidakmampuan masyarakat yang disebabkan oleh keterbatasan akses. 2. Beberapa kendala penerapan layanan informasi untuk pemberdayaan masyarakat Layanan informasi bagi masyarakat yang diwujudkan dengan memfungsikan secara optimal teknologi informasi yang ada menurut M. Pemberdayaan masyarakat diupayakan melalui kapasitas sumberdaya manusia agar dapat bersaing dan mempunyai kesempatan berusaha untuk meningkatkan pendapatan rumahtangga sehingga akan tercapai ketahanan pangan masyarakat. Alwi Dahlan (1993) masih terkendala . tetapi juga menyangkut aspek pemberdayaan di segala bidang. tetapi juga (5) melakukan inisiatif lokal. dan kepedulian mayarakat luas dalam memcahkan masalah kemasyarakatan. Secara terus-menerus memantau dan mengkaji proses dan hasil kegiatannya (Monitoring dan Evaluasi / M&E) E. Pada masa depan perlu dikembangkan lebih lanjut potensi keswadayaan masyarakat. Pemberdayaan adalah suatu proses yang berjalan terus menerus untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. dan adanya keengganan untuk membagi wewenang dan sumber daya yang berada pada pemerintah kepada masyarakat. secara aktif tidak saja (4) memperjuangkan aspirasi dan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat secara terus menerus. sosial dan politik. kurangnya pengetahuan dan keterampilan. adanya kondisi kemiskinan yang dialami sebagaian masyarakat. terutama keterlibatan masyarakat pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan sosial. mereka paham akan haknya atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta sanggup menjalankan kewajiban dan tanggung jawab untuk tercapainya kualitas lingkungan hidup yang dituntutnya. Mengidentifikasi dan mengkaji permasalahan dan potensinya. Oleh sebab itu. Dan. Dalam proses tersebut masyarakat bersama-sama: 1. Potensi masyarakat tersebut di atas. dan organisasi masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan hak masyarakat bagi peningkatan kehidupan ekonomi. (3) mandiri dalam kemampuan berkehendak menjalankan inisiatif lokal untuk menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya. Mengembangkan rencana kegiatan kelompok berdasarkan hasil kajian 3. Keberdayaan "Masyarakat Berdaya" dicirikan dengan timbulnya (1) kesadaran bahwa. Potensi masyarakat untuk mengembangkan kelembagaan keswadayaan ternyata telah meningkat akibat kemajuan sosial ekonomi masyarakat. Upaya pemberdayaan masyarakat telah mendapat perhatian besar dari berbagai pihak yang tidak terbatas pada aspek pemberdayaan ekonomi sosial. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat adalah melalui layanan informasi dengen memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

Informasi masih belum merupakan sesuatu yang dengan sendirinya melekat pada setiap langkah. maka sebagai alternatif dapat dilakukan beberapa langkah yaitu: . Penggunaan teknologi informasi belum merata. bagaimanapun meluapnya perhatian terhadap pameran komputer. Dalam hal ini sebagai contoh. Teknologi informasi belum dapat dikatakan memasyarakat. tetapi fungsinya belum dapat dipahami dengan baik. agar layanan informasi yang dilakukan oleh pemerintah dapat lebih berguna bagi upaya untuk memberdayakan masyarakat. Pada negara berkembang yang tak akan pernah kecukupan anggaran.oleh beberapa hal. Kesadaran informasi masyarakat yang masih belum maksimal. tetapi orang banyak datang hanya untuk mengagumi berbagai kecanggihan komputer itu. 3. apalagi mengakar dalam kehidupan masyarakat. tetapi pada umumnya belum diikuti penerimaan sepenuh hati. jauh di bawah kemampuan dan fungsinya. di antaranya adalah: 1. terlihat betapa cepatnya teknologi televisi membudaya. bukan sebagai pengolahnya. Kurangnya kesadaran informasi terlihat dari peranan informasi dalam proses melakukan pekerjaan atau kegiatan. Masyarakat mungkin telah membicarakan teknologi. bahkan beberapa organisasi/institusi yang seharusnya merupakan perintis masyarakat informasi terlihat masih berada pada tahap awal dalam melembagakan pemanfaatan teknologi informasi. Dalam masyarakat kita sering terjadi bahwa yang harus punya informasi belum tentu memilikinya. 2. itupun pada umumnya menyangkut teknologi komunikasinsebagai penerima informasi. 4. Untuk mengatasi beberapa kendala di atas. Semua ini menunjukkan bahwa sikap terhadap teknologi informasi belum positif. Bagaimanapun layanan informasi gencar dilakukan oleh pemerintah. pembudayaan suatu teknologi sangat bergantung pada kebijakan dan prioritas pemerintah. Banyak orang yang sudah mulai menggunakan komputer tetapi sebagian besar terlihat belum memanfaatkannya secara efisien. Sikap terhadap teknologi belum menunjang. Meskipin jumlah pembeli komputer sudah meningkat. Penggunaan yang kurang efisien ini bukan hanya terjadi pada masyarakat biasa. Keempat item mengenai pemanfaatan teknologi informasi tersebut di atas dapat menjadi kendala untuk mewujudkan layanan informasi bagi masyarakat. dan kalau memiliki belum tentu dapat mencarinya (misalnya karena arsip tidak terpelihara). sejak pemerintah memutuskan untuk mempergunakan Satelit Palapa. Teknologi yang dikaitkan masyarakat dengan masyarakat informasi pada umumnya adalah produk teknologi konsumen. Penerapan budaya informasi belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan nasional. tetapi jika di tengah-tengah masyarakat sendiri belum tercipta suatu kondisi "kesadaran informasi" yang menyeluruh tentu layanan informasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah tidak akan membuahkan hasil secara optimal.

Kesederhanaan. pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan. 2. pelayanan penjara dan pelayanan perizinan. Menentukan konsep nasional mengenai masyarakat informasi Indonesia yang diinginkan. Meningkatkan kesadaran berinformasi dan sikap yang positif terhadap informasi dalam segala bidang. 3. yaitu: . Merubah citra teknologi dan teknologi informasi. yaitu: 1. baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat. dan kemudahan pemakaian . dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah. adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah. tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. dan pembudayaan teknologi secara luas. Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya. Yang dapat dibedakan lagi menjadi : a. Yang bersifat sekunder. dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. termasuk pendidikan dan sebagainya. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi privat. Upaya ini perlu dipadukan kedalam segala sektor dan program secara luas. dan kebutuhan masyarakat . PTS. keakraban. adalah semua penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta. Optimalisasi layanan informasi untuk pemberdayaan masyarakat Menurut Wikipedia Indonesia. b. pengalaman. tidak terbatas pada tiang informatika". 2. Konsep ini perlu dijabarkan dalam kebijakan yang menjadi pegangan dalam pemilihan. perusahaan pengangkutan milik swasta.Pembuktian. di Daerah. F. sehingga "bendera informasi dapat berkibar di semua tiang. Yang bersifat primer dan. kemungkinan bagi orang banyak untuk mencoba dalam situasi yang dikehendakinya .Ketersediaan. Citra/persepsi baru tersebut dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan yang mendorong adopsi inovasi. sehingga dapat diterima dengan wajar dan akrab oleh pemakai yang lebih luas dan masyarakat umum Indonesia. seperti misalnya rumah sakit swasta. dengen mempertimbangkan perkembangan masyarakat dan budaya sendiri ke masa depan tanpa melepaskan diri dari negara maju.1. Salah satu bentuk pelayanan publik yang tidak kalah pentingnya di antara jenis-jenis . masyarakat dapat mengamati keberhasilan danmanfaat penerapan tersebut dalam lingkungannya (Dahlan. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi. penerapan.Manfaat komparatif dengan praktek/kebiasaan yang ada . Memberi prioritas kepada institusi/pranata yang strategis untuk menunjang pembentukan masyarakat informasi. 1993: 6). yang menjadi dasar bagi pembudayaan teknologi informasi.Keserasian dan keselarasan (compatibility) dengan nilai-nilai. pelayanan publik atau pelayanan umum dapat dibedakan menjadi dua. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi publik.adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah yang di dalamnya pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara dan pengguna/klien mau tidak mau harus memanfaatkannya.

Pemerintah Tradisional (traditional government) yang identik dengan paper-based administration mulai ditinggalkan.worldbank. Memperbaiki pendidikan melalui e-learning dan pembelajaran-seumur-hidup (life-long learning). mencatat sekurangnya 12 strategi pemanfaatan teknologi informasi yang dapat dimaksimalkan dampaknya untuk memberdayakan masyarakat. Menciptakan lapangan kerja (creating employment). Mengembangkan perdagangan melalui ecommerce. dunia bisnis dan pihak yang berkepentingan. Roger Harris dalam bukunya yang berjudul Information and Communication Technologies for Poverty Alleviation (2004). Memberdayakan masyarakat yang kurang beruntung (disadvantaged) dan terpinggirkan (marginalized). Di Indonesia eGovernment baru dimulai dengan inisiatif yang dicanangkan beberapa tahun lalu. Mengembangkan kemampuan. Internet dan mobile computing) yang memungkinkan pemerintah untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat. Berdasarkan definisi dari World Bank. pelayanan publik dalam bentuk layanan informasi dapat berupa layanan informasi yang menggunakan berbagai macam produk teknologi informasi.pelayanan publik lainnya adalah layanan informasi kepada publik. 7. audio visual. Internet merupakan salah satu dari sarana layanan informasi yang dapat dimanfaatkan untk memberdayakan masyarakat. di samping internet masih banyak lagi produk teknologi informasi yang dapat diarahkan kegunaannya untuk melaksanakan programprogram pemberdayaan masyarakat. 11. Meningkatkan layanan informasi kesehatan jarak jauh (telemedicine). Sebagaimana diuraikan di muka. 6. 3. Menciptakan ketataprajaan (governance) yang lebih efisien dan transparan melalui egovernance. yaitu: 1. 8. dan 12. Menurut hemat penulis untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi sebagai . baik media tercetak. Memperkaya kebudayaan. 2. 5. eGovernment adalah penggunaan Internet untuk melaksanakan urusan pemerintah dan penyediaan pelayanan publik yang lebih baik dan cara yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Dalam prakteknya. eGovernment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah (seperti: Wide Area Network. Mendorong usaha mikro(fostering microentrepreneurship). audio. Mendorong mobilisasi sosial.org). 9. Menunjang pertanian. internet dan sebagainya Berkaitan dengan pemanfaatan internet sebagai media layanan informasi ini. Pemanfaatan teknologi informasi untuk pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara. 4. 10. Transformasi traditional government menjadi electronic government (eGovernment) menjadi salah satu isu kebijakan publik yang hangat dibicarakan saat ini. (www. Hal ini menyebabkan eGovernment atau pemerintahan berbasis elektronik semakin berperan penting bagi semua pengambil keputusan. pemerintahan di seluruh dunia pada saat ini menghadapi "tekanan" dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan partisipasi aktif dalam pemberian informasi bagi masyarakat serta dituntut untuk lebih efektif. Mendistribusikan informasi yang relevan untuk pembangunan.

Oleh karena itu. seperti papan pengumuman desa. radio komunitas. maka perlu dilakukan beberapa langkah strategis di antaranya adalah: 1. (3) mampu memperjuangkan aspirasi dan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat secara terus menerus. konsultasi partisipatif. pihak departemen dan instansi juga dapat dimudahkan tugasnya dengan pengadaan sarana layanan umum/publik melalui layanan informasi untuk disampaikan secara elektronik (online atau e-services). misalnya dengan departemen dan institusi kesehatan. dan pada akhirnya terciptalah suatu kondisi di mana masyarakt terbentuk menjadi "masyarakat berdaya" yang di antaranya memiliki sikap-sikap keberdayaan seperti: (1) memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat. penyuluhan desa. Penggalangan kemitraan adalah bagian penting dari program layanan informasi dan dimaksudkan terutama untuk mendukung pengembangan kemampuan masyarakat. dan lain-lain. serta disebarkan dengan media komunikasi yang biasa digunakan. Peningkatan kesadaran ini dilakukan melalui penyelenggaraan aktivitas seperti seminar. Kemitraan ini dilakukan dengan semua pihak dari berbagai sektor. 2. Dari beberapa gagasan di atas diharapkan penyelenggaraan layanan informasi kepada masyarakat dapat mencapai sasaran secara tepat guna. focus group discussion. Menyediakan akses informasi. 3. Agar dapat berjalan berkesinambungan. penyediaan layanan informasi secara menyeluruh. diolah dalam format yang sederhana. industri. serta (4) mampu melakukan inisiatif lokal yang menunjukkan diri sebagai warga masyarakat yang memiliki ciri keberdayaan di segala bidang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang . Dengan melibatkan masyarakat dalam penyelenggaraan layanan informasi. atau medium lain yang sesuai dengan konteks lokal. Membangun kemitraan antara masyarakat dan penyedia layanan informasi. kampanye melalui media massa. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat akan manfaat teknologi informasi. masyarakat haruslah dapat merasakan manfaat yang dapat diambil dari akses informasi yang diberikan. maka diharapkan masyarakat akan mampu menyerap berbagai informasi penting sehingga mendorong masyarakat untuk secara sadar melakukan kegiatan-kegiatan partisipatif yang mengarah kepada terbentuknya "masyarakat berdaya" di segala bidang. Dengan menyadari akan manfaat teknologi informasi. bahasa yang dimengerti. Manfaat ini secara ekonomis dapat dirasakan melalui peningkatan penghasilan atau mengurangi pengeluaran. memiliki sikap kemandirian dalam kemampuan berkehendak menjalankan inisiatif lokal untuk menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya. dan pertanian untuk mempromosikan pengembangan materi (content development) dan layanan informasi untuk orang miskin. informasi atau layanan yang diberikan haruslah tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat (demand driven).sarana layanan informasi untuk memberdayakan masyarakat. pengeras suara. Penyediaan informasi ini haruslah informatif dan layanan yang relevan untuk masyarakat. dan membangun hubungan kemitraan antara penyedia layanan informasi dengan masyarakat diharapkan akan memberikan nilai positif dan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat di segala bidang. Sebaliknya. pendidikan.

dkk. Membangun kemitraan antara masyarakat dan penyedia layanan informasi. Beberapa kendala layanan informasi kepada masyarakat di antaranya: a. b. M. agar bisa diatasi secara mandiri oleh masyarkat itu sendiri.dimilikinya. 6. 5 dan 6. Penerapan budaya informasi belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan nasional. Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia vol. Jakarta. Pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan informasi kepada masyarakat merupakan suatu keniscayaan. Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk baik lisan (oral). apalagi mengakar dalam kehidupan masyarakat d. Agung. Informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilan keputusan. BAB III PENUTUP G. di antaranya: a. Alwi. Teknologi informasi merupakan seperangkat fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang dalam prakteknya diarahkan untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi yang sangat dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas. 5. Layanan informasi di masa sekarang tidak akan membuahkan hasil yang maksimal jika tidak didukung oleh teknologi informasi. kelebihan dan kekurangan.. Sikap terhadap teknologi belum menunjang c. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat akan manfaat teknologi informasi. 3. c. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses mengajak masyarakat agar mengetahui potensi yang dimiliki untuk dikembangkan dan menemukenali permasalahan yang ada. di antaranya: 1. Gramedia Pustaka Utama. DAFTAR RUJUKAN Dahlan. Strategi mengurangi kemiskinan dengan memanfaatkan Teknologi . Kesadaran informasi masyarakat yang masih belum maksimal b. 4. 7. Optimalisasi layanan informasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan beberapa cara. 2. Menyediakan akses informasi yang informatif dan layanan yang relevan untuk masyarakat. Ir. Penggunaan teknologi informasi belum merata. Informasi adalah benda abstrak yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan positif dan atau sebaliknya. maupun audio-visual gerak yang masing-masing memiliki ciri khas. Kesimpulan Dari uraian tentang layanan informasi sebagai wahana untuk pemberdayaan masyarakat di atas dapat penulis simpulkan beberapa hal. tercetak (printed). Hardjono. audio. 1993.

C. Univ. Tempo Interaktif. diterjemahkan oleh Alex Tri Kantjono W dalam Teknologi Informasi. 2004 Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2001. Sabtu. Information Technology. The Free Press. 1988. Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak. 2007 Rogers. Windraty. Jakarta. 1984. Badan Akuntansi Negara. The Matematical Theory of Communication.Si. J.. Inc. . 1949. tth Tanudikusumah. Zorkoczy. Deddy. eGovernment : Menuju Pelayanan Publik Yang Lebih Baik. Shannon. 1986. Teknologi Informasi dan Komunikasi Perlu Landasan Hukum. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi dan Elektronika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( P3TIE – BPPT ). Everett.. Bappenas-UNDP. Dr. England. Mengharapkan Pelayanan Publik yang Optimal. Asia-Pacific Development Information Programme. Prof. Djajusman.The New Media in Society. Information and Communication Technologies for Poverty Alleviation. 07 Agustus 2004 Pelayanan Publik. Ensiklopedi Wikipedia Indonesia. 04 Desember 2004 Wahyudi. Citra Komunikasi.informasi dan komunikasi. of Illinois. Pitman Publishing Limited. Dr. R. Communication Technology. A. tth Harris. M. Weaver. Dursion of Macmillan. Sabtu. 1992. Peter.. Rogers W. M. New York. Mulyadi. Siallagan. dan W. Jakarta. 2001. Pikiran Rakyat.B. Jakarta. Urbana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful