ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA Oleh: Elyhawiyaty, S.Pd 1. Pengertian Analisis Kontrastif a.

Konsep analisis kontrastif perlu dipahami oleh guru bahasa Indonesia mengingat bahasa Indonesia bagi sebagian besar siswa merupakan bahasa kedua, walaupun bahasa Indonesia tidak tergolong bahasa asing di Indonesia. b. Dalam mempelajari bahasa kedua yang paling sering dialami oleh siswa adalah siswa sering menghadapi kesulitan dalam mempelajari bahasa kedua itu dan membuat kesalahan berbahasa dalam proses mempelajari bahasa kedua tersebut.
c. Ada empat langkah kerja analisis kontrastif 1) Guru membandingkan struktur bahasa pertama dengan bahasa kedua yang akan dipelajari siswa. 2) Guru memprediksi kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa. 3) Berkaitan dengan pemilihan atau penyusunan, pengurutan, dan penekanan bahan pengajaran. 4) Berkaitan dengan pemilihan cara-cara penyajian bahan pengajaran. d. Sebagai contoh kesalahan berbahasa yang sering terjadi dibuat oleh siswa, saya temui saat mengajar bahasa Indonesia di sekolah yaitu saat pengajaran bahasa Indonesia berlangsung siswa sering menggunakan bahasa ibunya (daerah) atau menulis dengan bahasa ibunya. e. Analisi kontrastif ialah suatu proses kerja yang memiliki empat langkah yakni membandingkan struktur bahasa pertama dan bahasa kedua, memprediksi kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa, memilih bahan pengajaran, serta menentukan cara penyajian bahan yang tepat dalam rangka mengefesiensikan dan mengefektifkan pengajaran bahasa kedua. 2. Aspek-aspek Analisis Kontrastif a. Aspek analisis kontrastif ada dua, yakni, aspek linguistik dan aspek psikologi (teori belajar). Cara menentukan aspek-aspek analisis kontrastif tersebut yakni, 1) Aspek lingistik adalah berkaitan dengan perbandingan struktur dua bahasa untuk menemukan perbedaan-perbedaannya. 2) Aspek psikologi berkaitan dengan langkah kedua yakni berdasarkan perbedaan struktur bahasa pertama dan bahasa kedua yang akan dipelajari siswa diprediksikan kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa yang mungkin dihadapi oleh siswa dalam belajar bahasa kedua 3) Langkah ketiga berdasarkan kesulitan belajar dan kesalahan-kesalahan berbahasa itu, disusun bahan pengajaran bahasa kedua yang lebih tepat susunannya, urutannya, dan penekanannya. 4) Langkah keempat, bahan pengajaran itu disajikan dengan cara-cara tertentu. Dasar psikologi analisis kontrastif ada dua yakni asosiasionisme dan teori stimulus-respon. b. Tataran lingistik yang sudah digarap oleh analisis kontrastif yaitu fonologi dan sintaksis. c. Melalui perbandingan struktur dua bahasa dapat diungkap enam hal. 1) Tiada perbedaan, sistem atau aspek tertentu dalam dua bahasa tidak ada perbedaan sama sekali. Misalnya konsonan /l, m, n/ diucapkan sama baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. 2) Fonemena konvergen, dua butir atau lebih dalam bahasa pertama menjadi satu butir dalam bahasa kedua. Misalnya, kata-kata padi, beras, nasi dalam bahasa Indonesia menjadi satu dalam bahasa Inggris yakni rice. 3) Ketidakadaan, butir atau sistem tertentu dalam bahasa pertama tidak terdapat atau tidak ada dalam bahasa kedua atau sebaliknya. Misalnya, sistem penjamakkan dengan penanda –s atau –es dalam bahasa inggris tidak ada dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya, sistem penjamakkan dengan pengulangan kata dalam bahasa Indonesia (meja-meja, kursi-kursi, sayur-sayur) tidak ada dalam bahasa Inggris.

4) Beda distribusi, butir tertentu dalam bahasa pertama berbeda distribusi dengan butir yang sama dalam bahasa kedua. Misalnya, fonem /ng/ dalam bahasa Indonesia dapat menduduki posisi awal, tengah, dan akhir (ngeri, dengan, sayang). Dalam bahasa Inggris fonem /ng/ hanya terdapat pada tengah dan akhir kata (linguistic, sing). 5) Tiada persmaan, butir tertentu dalam bahasa pertama tidak mempunyai persamaan dalam bahasa kedua. Misalnya, predikat kata sifat dan kata benda dalam bahasa Indonesia tidak terdapat dalam bahasa Inggris. Dia kaya. He is rich. Dia guru. He is a techer. 6) Fonemena divergen, satu butir tertentu dalam bahasa pertama menjadi dua butir dalam bahasa kedua. Misalnya, kata we dalam bahasa Inggris menjadi kita atau kami dalam bahasa Indonesia. d. Beberapa makna istilah-istilah 1) Asosiasi kontak atau asosiasi hubungan yaitu apabila seseorang mendengar kata meja maka yang bersangkutan teringat atau terpikir kepada kata kursi, karena kedua kata itu sering digunakan bersma-sama atau berpasangan. Contoh lain, sendok – garpu, kopi – susu. 2) Asosiasi kesamaan yaitu apabila seseorang mendengar kata sulit, maka yang bersangkutan segera teringat kata sukar karena kedua kata itu bersinonim. Contoh lain, pintar – pandai, mati – meninggal. 3) Asosiasi kontras yaitu apabila seseorang mendengar kata atas, maka yang bersangkutan segera teringat atau terpikir kata bawah karena kedua kata itu mempunyai makna yang berlawanan. Contoh lain, susah – senang, rajin – malas. 4) Belajar secara asosiatif, belajar apabila terjadi hubungan kontak, koneksi, atau asosiasi antara dua hal atau benda. 5) Stimulus responsi, reaksi yang ditimbulkan antara stimulus dan respon atau kebiasaan. Kalau stimulus berlangsung secara tetap maka responsi pun terlatih dan diarahkan tetap. 6) Kebiasaan (habit), apabila hubungan antara stimulus dan responsi itu sudah bersifat mapan atau tetap maka hubungan antara stimulus dan responsi disebut kebiasaan (habit). 7) Ciri-ciri kebiasaan: pertama, kebiasaan itu bersifat observable atau dapat diamati. Apabila kebiasaan itu berupa benda maka benda itu dapat diraba. Kedua, kebiasaan itu terjadi secara spontan tanpa disadari. Ketiga, kebiasaan itu sukar dihilangkan, kecuali kalau lingkungannya diubah. Hubungan antara stimulus-responsi, dan penguatan dapat digambarkan sebagai berikut. Stimulus adalah suatu rangsangan atau aksi yang menuntut suatu tindakan atau reaksi pada seseorang atau organisme. Responsi adalah perilaku yang timbul sebagai reaksi seseorang terhadap suatu aksi atau stimulus. Penguatan adalah suatu stimulus baru yang mengikuti terjadinya suatu responsi. Stimulus baru dapat membuat responsi yang telah terjadi berulang terjadi lagi atau tidak terjadi. Penguatan yang menunjang suatu responsi berulang kembali disebut sebagai penguatan positif dan sebaliknya. 9) Penerapan pembentukan kebiasaan dalam pengajaran bahasa, dalam pengajaran bahasa pertama anak-anak menguasai bahasa ibunya melalui peniruan. Melalui kegiatan peniruan itulah anak-anak menguasai struktur dan kebiasaan yang berlaku dalam bahasa ibunya. Hal yang sama juga terjadi dalam pengajaran bahasa kedua. 10) Tekanan bahasa ibu, pengaruh yang ditimbulkan oleh struktur bahasa ibu. Tekanan bahasa ibu ini berkaitan dengan teori belajar terutama teori transfer. Dengan adanya penguatan, tekanan bahasa ibu terhadap bahasa kedua diharapkan dapat dihilangkan.

3. Tujuan, Metodologi, dan Cakupan Analisis Kontrastif a. Tujuan analisis kontrastif adalah mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan dialami oleh siswa dalam proses belajar mengajar bahasa kedua.

d. langkah-langkah kerja analisis kontrastif sekaligus melukiskan daerah cakupan analisis kontrastif. 4. 2) Kontak bahasa terjadi di dalam situasi kedwibahasaan orang yang mengenal atau mengetahui dua bahasa disebut dwibahasawan. (3) memilih bahan pengajaran dan (4) menentukan cara penyajian bahasa secara tepat dalam rangka mengefesienkan dan mengefektifkan pengajaran bahasa kedua. e. (5) bahan pengajaran bahasa kedua ditekankan pada perbedaan bahasa pertama dan kedua yang disusun berdasarkan analisis kontrastif. Asumsi yang mendasari hipotesis bentuk kuat analisis kontrastif ialah berdasar pada lima asumsi berikut. (2) berdasarkan perbedaan struktur antara bahasa ibu dan bahasa kedua. guru dapat memprediksikan kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa yang mungkin dialami dan diperbuat oleh siswa dalam belajar bahasa kedua. dan keempat berkaitan dengan kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa. (iii) teori belajar. dan menentukan penekanan bahan pengajaran. Hipotesis Analisis Kontrastif a. Analisis kontrastif dan analisis kesalahan berbahasa harus saling melengkapi. . Analisis yang tersirat dalam hipotesis bentuk lemah analisis kontrastif ialah kesalahan berbahasa yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sumber rasional hipotesis analisis kontrastif adalah (i) pengalaman guru. Hubungan antara linguistik dan psikologi dengan metodologi analisis kontrastif berkaitan erat karena landasan kerja analisis kontrastif ada dua yakni teori linguistik dan teori psikologi. (4) pemilihan cara-cara penyajian bahan. c. d. Peranan bahasa pertama tidak besar dalam mempelajari bahasa kedua. (4) perbedaan struktur bahasa pertama dan bahasa kedua diperlukan untuk memprediksi kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa yang akan terjadi dalam belajar bahasa kedua. Analisis kontrastif mencakup empat langkah yaitu (1) membandingkan struktur bahasa pertama dan bahasa kedua. Langkah kedua. Metodologi analisis kontrastif adalah langkah-langkah kerja analisis kontrastif sekaligus melukiskan daerah cakupan analisis kontrastif. Isi yang tersirat dalam hipotesis bentuk kuat analisis kontrastif menyatakan bahwa semua kesalahan berbahasa dalam bahasa kedua dapat diramalkan dengan mengidentifikasikan perbedaan struktur bahasa pertama dan bahasa kedua yang dipelajari siswa. (1) Penyebab utama kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa dalam mempelajari bahasa kedua adalah interferensi bahasa ibu. (3) semakin besar perbedaan antara bahasa ibu dan bahasa kedua semakin besar pula kesulitan belajar. Mereka juga dapat mengaitkan kesalahan tersebut dengan tekanan bahasa ibu siswa. e. (2) memprediksi kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa.b. (2) kesulitan belajar itu disebabkan oleh perbedaan struktur bahasa ibu dan bahasa kedua yang dipelajari oleh siswa. (3) kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa yang telah diprediksi itu dijadikan sebagai landasan dalam memilih dan menyusun bahan. Langkah pertama berkaitan dengan perbandingan struktur dua bahasa. Implikasi analisis kontrastif dalam pengajaran bahasa kedua. serta cara penyajian bahan pengajaran bahasa kedua. penjelasan dari ketiga sumber tersebut adalah: 1) Setiap guru bahasa asing atau bahasa kedua yang sudah berpengalaman pasti mengetahui kesalahan berbahasa yang dibuat oleh siswa dalam mempelajari bahasa kedua. c. pemilihan dan penyusunan bahan. (1) membandingkan struktur bahasa ibu siswa dengan bahasa kedua yang akan dipelajari oleh siswa.ketiga. Ini menunjukkan bahwa analisis kontrastif berkaitan erat dengan linguistik. Dwibahasawan merupakan wadah terjadinya kontak bahasa. Ini membuktikan bahwa analisis kontrastif berkaitan erat dengan psikologi belajar. Isi yang tersirat dalam bentuk lemah analisis kontrastif menyatakan bahwa tidak semua kesalahan berbahasa disebabkan oleh interferensi. (ii) kontak bahasa. b.

f. dan kesalahan berbahasa. diibaratkan ikan dengan air. Kaitan antara kesalahan berbahasa dengan tujuan pengajaran bahasa adalah untuk memperkecil kesalahan yang dibuat dalam mempelajari kedua bahasa (b2 maupun b1). tetapi juga bagi siswa yang mempelajari bahasa pertama. kedwibahasaan. bahasa Indonesia). a. Pengertian dan analisis kesalahan berbahasa. a. Analisis kesalahan berbahasa adalah suatu prosedur kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau guru bahasa. Kesimpulan yang diperoleh dari pengalaman guru bahasa di lapangan mengenai kesalahan berbahasa tidak hanya dibuat oleh siswa yang mempelajari bahasa kedua. Ini berarti kesalahan berbahasa adalah bagian yang integral dari pengajaran bahasa. Sangat setuju! Alasannya. (2) Sementara pengajaran bahasa kedua ialah kegiatan pemerolehan bahasa biasanya berlangsung melalui pengajaran bahasa yang bersifat formal yang berlangsung di sekolah. c. tidak berencana. Kaitan antara pengajaran berbahasa. bahkan kalau bisa kesalahan itu dihapus sama sekali. Pendapat pengikut pendekatan komunikatif terhadap kesalahan berbahasa merupakan bagian dari proses belajar mengajar.3) Teori belajar merupakan sumber ketiga pendukung hipotesis analisis kontrastif terutama teori transfer. Contohnya anak kecil berumur satu tahun bisa berbicara seperti kakak-kakaknya atau orang tuanya dengan cara meniru dan mendengar. interferensi dan kesahan bahasa oleh adanya umpan balik antara kelima unsur itu atau dengan kata lain semua unsur saling berhubungan dan saling berkaitan. pemerolehan bahasa. Ikan tidak dapat hidup tanpa air begitu pula kesalahan berbahasa selalu terjadi dalam pengajaran bahasa. Contohnya orang Dayak Ma’anyan tidak mengenal fonem /o/ sehingga dalam bahasa Indonesia sering terjadi kesalahan fonem /o/ diucapkan /u/. Kesahan bahasa adalah transfer negatif yang menyebabkan timbulnya kesulitan dalam pengajaran b2 akibat dari sistem yang digunakan berlainan dalam penyampaiannya. tidak disengaja dan tidak disadari. Contoh. menjelaskan kesalahan tersebut. f. baik pengajaran bahasa bersifat formal maupun informal. yang meliputi kegiatan mengumpulkan sampel kesalahan. d. d. saya sering mengalami sendiri waktu mengajar saya sudah berusaha mengarahkan siswa menggunakan bahasa Indonesia (b2) tetapi mereka tetap saja menyelingkannya dengan bahasa pertama (b1) atau bahasa ibu. b. Analisis kesalahan berbahasa menurut saya adalah suatu cara atau langkah kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau guru bahasa untuk mengumpulkan data. sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh. c. mengklasifikasikan kesalahan itu dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan itu. 2. Yang dimaksud dengan pengajaran bahasa pertama dan pengajaran bahasa kedua ialah (1) pengajaran bahasa pertama adalah pengajaran bersifat informal yang titik beratnya pada penguasaan bahasa ibu. bahasa Ma’anyan) (sopir. pemerolehan bahasa. dapat juga berlangsung secara informal. e. interferensi. Interferensi ialah terjadinya kekacauan pemakaian bahasa oleh dwibahasawan. Makna istilah dwibahasawan ialah orang menggunakan/menguasai dua bahasa atau lebih. Yang dimaksud dengan pemerolehan bahasa adalah pengajaran bahasa secara alamiah. sehingga saling mempengaruhi antara b1 dan b2. mengidentifikasi . mengidentifikasi kesalahan yang terdapat dalam sampel. Transfer diartikan sebagai satu proses yang melukiskan penggunaan tingkah laku yang telah di[elajari digunakan secara spontan dalam memberikan responsi baru ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA 1. bahasa Ma’anyan dan bahasa Indonesia (supir. e. kedwibahasaan. Kaitan antara pengajaran bahasa. b.

Beda antara kesalahan berbahasa dengan kekeliruan berbahasa adalah kesalahan berbahasa disebabkan oleh faktor pemahaman. Langkah-langkah kerja analisis kesalahan berbahasa berikut (1) mengumpulkan data kesalahan. maksudnya segala kesalahan yang terjadi di dalam proses pembelajaran baik formal maupun nonformal perlu didata atau dicatat dan dikumpulkan. kesalahan yang terjadi setelah diurutkan dijelaskan sebab akibat terjadinya keslahan. menandakan bahwa pengajaran bahasa tidak berhasil atau gagal. kesalahan yang ada dikoreksi atau diperiksa supaya dapat diambil langkah perbaikan selanjutnya. (3) mengurutkan kesalahan berdasarkan frekuinsinya. 3. pengertian kesalahan. sifatnya tidakpermanen. b. kesalahan berbahasa itu adalah suatu aib atau cacat cela bagi pengajaran bahasa. memperkirakan bidang kebahasaan mana yang sering terjadi kesalahan siswa. c. (2) mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kesalahan. e. Sumber dan penyebab kesalahan berbahasa dalam pengajaran bahasa kedua maupun bahasa pertama terletak pada perbedaan sistem linguistik bahasa pertama dengan sistem linguistik bahasa kedua. a. Persamaannya adalah penyimpangan kaidah bahasa. d. Share this:   Reddit Like this: . b. a. Tujuan dan metodologi analisis kesalahan berbahasa. Yang dimaksud dengan metodologi analisis kesalahan berbahasa adalah suatu prosedur atau langkah-langkah kerja analasis kesalahan berbahasa. Data atau kesalahan berbahasa yang telah dibuat siswa diolah dengan cara (1) mengklasifikasikan jenis kesalahan. Kekeliruan berbahasa terjadi karena lupa atau keliru dalam menerapkan kaidah bahasa.kesalahan. (4) menjelaskan kesalahan. c. Kesalahan-kesalahan berbahasa yang dibuat oleh siswa harus dicatat dengan teliti oleh guru karena berdasarkan hasil analisis kesalahan berbahasa tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam memperbaiki komponen proses belajar mengajar berbahasa berikutnya. Makna kesalahan berbahasa yang dijumpai dalam literatur analisis kesalahan berbahasa ialah kesalahan berbahasa itu hanya dikaitkan dengan kaidah bahasa atau tata bahasa saja. kesalahan yang telah didata diidentifikasi kemudian diklasifikasikan sesuai tingkat keslahannya.  siswa. kemampuan kompetensi seseorang. (5) memprediksi tataran kebahasaan yang rawan kesalahan. (2) mengurutkan kesalahan berdasarkan frekuinsinya. mengklasifikasikan kesalahan dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan berbahasa. (4) memperkirakan atau memprediksi daerah atau butir kebahasaan yang rawan kesalahan. e. (6) mengoreksi kesalahan. sumber dan penyebab kesalahan. Makna sembuyan “Pakailah bahasa Indonesia yang baik dan benar” adalah bahwa pemakaian bahasa Indonesia itu harus mengikuti faktor-faktor penentu dalam berkomunikasi dan istilah tata bahasa.  guru. Tujuan analisis kesalahan berbahasa adalah mencari dan menentukan landasan perbaikan pengajaran bahasa. menjelaskan kesalahan. 4. (5) mengoreksi kesalahan atau memperbaiki kesalahan. Makna kesalahan berbahasa bila dipandang dari sudut. (3) menggambarkan letak kesalahan dan memperkirakan penyebab kesalahan. d. kesalahan itu dilihat dan diurutkan berdasarkan tingkat keseringan terjadinya kesalahan.

Pendidikan ← BERLATIH MENULIS PUISI DENGAN 23 SESI LATIHAN Acer Aspire Punya Selera → 4 Responses to Sekilas Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia 1. Tentang Pendidikan Tagged as Opini & Artikel. Pingback: kesalahan berbahasa dan proses terjadinya kesalahan berbahasa | indahqonieeth 2. tp bsa tidak pak kalau yg bapak tulis itu mengnai apa kslhany(langsung apa apa saja kesalahan yg tlh dilakukan) serta defnisiy scra detail 3. yeni farida n 18 Januari 2010 pukul 3:26 pm makasih pak udah nampilin artikel about kesalahan berbahasa ??? 4. nurdiyon 4 Agustus 2009 pukul 4:46 pm terimakasih pak artikelnya. 4 Komentar Filed under Add new tag. tapi… bisa buatkan artikel tentang kesalahan berbahasa ga pak? Error analysis… tolong disertakan definisi kesalahan atau errornya ya…  JANAH Janah . Artikel. Lely suryani 4 Maret 2010 pukul 4:11 pm Trimakasih pak atas artkelya.Suka Be the first to like this post.

545 pengunjung . Yok Kita Gabung  AYO NGEBLOG  Ya Allah Web Development  KOMUNITAS BLOGGER KAL TENG  FaceBook Hamdan Ely | Buat Lencana Anda  Jumlah Pengunjung o 55.

Maju Pramuka di Daerah ANSAV 0 Download Game Gratis 0  Blogroll o o .com  KOMENTAR TEMAN icha swet on PUISI LAMA (SYAIR) malu on PUISI LAMA (SYAIR) syifa on PUISI LAMA (SYAIR) Valen on PUISI LAMA (SYAIR) faturCBudaktempur on CARA BUAT BLOG roby on Kabar Radio/Televisi Lia Af on CARA BUAT BLOG sheiir on SEMANTIK BAHASA INDONESIA…  Postingan Terakhir o o o o o CARA BUAT BLOG CASE STUDY (via Elyhamdan’s Weblog) Bermutu Laporan On Service (Lesson Study) CASE STUDY Maju Kwarcab. Yang Sedang Lihat/Baca  Data Asal Pengunjung  Twitter Follow @elyhamdan  Masuk Log o o o o o Daftar Masuk log RSS Entri RSS Komentar WordPress.

com 0 Komku Acer Aspire 4520 Download Driver For XP 0 WordPress.com 0 WordPress.org 0 bernardsalassa pengawas 0 ktiguru Forum Komunikasi 0 LPMP KALTENG 0 p4tkbahasa mari lihat 0 SMPN1 Dusun Tengah Blogspot 0 Forum Pramuka 0 Kwarcab1501 Kobar 0 Kwarnas 0 Kwarran Dusun Tengah 0 Akhta 0 anam tamiang layang 8 Budi Santoso LINK TEMAN 0 elha 0 English Teacher 0 Hamid 0 hmcahyo semarang 1 Jupri 0 Listin N. Teman Seprofesi 0 Nganjuk 0 Orang Jakarta 0 Pak Bayu 0 Pak Yusman 0 Pak Zarod 0 Blog Dayakpos Online 0 Elyhamdan\’s Weblog 0 Pemda Bartim 0 Pemda Kalteng 0 SMAN 1 Dusun Tengah 0 SMP BONDOWOSO 0 SMPN 1 Dusun Tengah 0 SMPN1 Dusun Tengah Blogspot 0 SNMPTN 2009 PTNI 0 Software Free Download 0 UNPAR 0 wmskita 0 Forum Guru Link Pramuka Link Teman TAUTAN Februari 2009 S S R K J S M « Des Mar » 1 .o o o o  o o o o o  o o o o  o o o o o o o o o o o o o o  o o o o o o o o o o o o  google.

News of the World Scandal 17025 views 13 Jul 11 Nick Davies on phone hacking and the police – video | Media | guardian. Cameron. Pendahuluan Pengertian Blog Blog merupakan singkatan dari web log[1] adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.uk 6934 views 12 Jul 11 .Februari 2009 S S R K J S M 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28   Dokumen  Aneka Tulisan  Ringkasan Tajuk o CARA BUAT BLOG 9 Juni 2011 A.co. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi … Continue reading → elyhamdan  VodPodPod Milliband v.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya. with Tina Fey back as Sarah Palin 16273 views 09 May 11 2 Lamborghini Aventadors chasing one another near Rome HD 19085 views 29 Apr 11 follow me on vodpod »  Langganan Surel Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.Αναλύοντας το Inception με … folders!!! 8454 views 10 May 11 SNL Does the Republican Debate. .

Penggunaan pola frase verbal aspek+agen+verba secara konsisten. Piet Corder dalam bukunya yang berjudul Introducing Applied Linguistics. Kodifikasi kaidah bahasa baku dapat kita lihat dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. melainkan juga merupakan tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan penguasaan terhadap kode.secara konsisten. Dikemukakan oleh Corder bahwa yang dimaksud dengan kesalahan berbahasa adalah pelanggaran terhadap kode berbahasa. Bandingkan dengan bentuk yang sudah baku Surat ini saya sudah baca. 2. Penggunaan konjungsi-konjungsi seperti bahwa. w idget blog_subscription Daftar! 1. paragraf. dapatlah dikemukakan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan berbagai unit kebahasaan yang meliputi kata. Pengertian kesalahan berbahasa dibahas juga oleh S.V. Karakteristik bahasa baku antara lain adalah sebagai berikut. Berdasarkan berbagai pendapat tentang pengertian kesalahan berbahasa yang telah disebutkan di atas. 3. misalnya Surat ini sudah saya baca. 1. George mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan (unwanted form) khususnya suatu bentuk tuturan yang tidak diinginkan oleh penyusun program dan guru pengajaran bahasa. karena secara konsisten dan eksplisit. 1.subscribe 0a5de9d985 3128188 http://elyhamdan. 1.dan ber. kalimat. Adapun sistem kaidah bahasa Indonesia yang digunakan sebagai standar acuan atau kriteria untuk menentukan suatu bentuk tuturan salah atau tidak adalah sistem kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai dengan pendapat Albert Valdman yang mengatakan bahwa yang pertama-tama harus dipikirkan sebelum mengadakan pembahasan tentang berbagai pendekatan dan analisis kesalahan berbahasa adalah menetapkan standar penyimpangan atau kesalahan. serta pemakaian ejaan dan tanda baca yang menyimpang dari sistem ejaan dan tanda baca yang telah ditetapkan sebagaimana dinyatakan dalam buku Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Si pembelajar bahasa belum menginternalisasikan kaidah bahasa (kedua) yang dipelajarinya. Sebagian besar guru bahasa Indonesia menggunakan kriteria ragam bahasa baku sebagai standar penyimpangan. Pengertian Kesalahan Berbahasa Dalam bukunya yang berjudul “Common Error in Language Learning” H. Penggunaan partikel kah dan pun secara konsisten. Bentukbentuk tuturan yang tidak diinginkan adalah bentuk-bentuk tuturan yang menyimpang dari kaidah bahasa baku. Penggunaan fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten. Dikatakan oleh Corder bahwa baik penutur asli maupun bukan penutur asli sama-sama mempunyai kemugkinan berbuat kesalahan berbahasa. . Penggunaan meN. yang menyimpang dari sistem kaidah bahasa Indonesia baku. Pelanggaran ini bukan hanya bersifat fisik.

5.4. urutan kata. artinya dapat terjadi pada berbaga tataran linguistik. Terbatasnya jumlah unsur leksikal dan gramatikal dari dialek-dialek regional dan bahasa-bahasa daerah yang masih dianggap asing. Pengunaan popularitas tutur sapa yang konsisten. atau kalimat. 7. memberi tahu bandingkan dengan bentuk tidak baku kasih tahu. Kekeliruan ini bersifat acak. Keterbatasan dalam mengingat sesuatu atau kelupaan menyebabkan kekeliruan dalam melaflakan bunyi bahasa. Kekeliruan pada umumnya disebabkan oleh faktor performansi. Kesalahan berbahasa terjadi secara sistematis kerena belum dikuasainya sistem kaidah bahasa yang bersangkutan. Kekeliruan berbahasa tidak terjadi secara sistematis. misalnya saya-tuan. bukan terjadi karena belum dikuasainya sistem kaidah bahasa yang bersangkutan. sayasaudara. Pengunaan unsur-unsur leksikal yang baku. Keduanya memang merupakan pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang menyimpang. Kekeliruan biasanya dapat diperbaiki sendiri oleh . membersiihkan bandingkan dengan bentuk tidak baku bikin bersih. melainkan karena kegagalan merealisasikan sistem kaidah bahasa yang sebenarnya sudah dikuasai. misalnya mobilnya bandingkan dengan bentuk yang tidak baku dia punya mobil. 6. kata. misalnya: Leksikal baku Leksikal tidak baku mengapa begini berkata tidak tetapi Senin Rabu Kamis Jumat Sabtu daripada senyampang seperti oleh karena itu kenapa gini bilang nggak tapi Senen Rebo Kamis Jum’at Saptu ketimbang mumpung kayak makanya Kesalahan berbahasa tidak sama dengan kekeliruan berbahasa. tekanan kata. Penggunaan konstruksi yang sintetis. dsb.

Kesalahan berbahasa merupakan gejala yang intern dengan proses belajar bahasa. untuk memahami proses terjadinya kesalahan berbahasa. dan sosiologis pasti mengalami proses pemerolehan bahasa pertama. baik bahasa pertama maupun bahasa kedua diperoleh melalui proses belajar. Kesalahan itu dapat berlangsung lama apabila tidak diperbaiki. psikis. kesalahan berbahasa akan berkurang apabila tahap pemahaman semakin meningkat. Secara langsung anak-anak memperoleh bahasanya melalui kehidupan sehari-hari dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. tetapi karena suatu hal dia lupa akan sistem tersebut. Proses Terjadinya Kesalahan Berbahasa Terjadinya kesalahan berbahasa di kalangan siswa yang sedang belajar bahasa terutama belajarar bahasa kedua. Perbaikan biasanya dilakukan oleh guru. terutama di kalangan siswa yang sedang belajar bahasa. Proses ini berlangsung tanpa disadari oleh anak. Perhatikan tabel berikut ini! KATEGORI KESALAHAN Sudut pandang 1. lebih mawas diri. kesalahan disebabkan oleh faktor kompetensi. Perbaikan KompetensiSistematis KEKELIRUAN PerformansiTidak Sistematis Agak Lama Belum Dikuasai Penyimpangan Dibantu oleh guru: latihan. pengajaran remedial Sementara Sudah Dikuasai Penyimpangan Siswa Sendiri Pemusatan Perhatian 2. Oleh karena itu.siswa bila yang bersangkutan. lebih sadar atau memusatkan perhatian. misalnya melalui remedial. Namun. 5. praktik. dsb. 3. Setiap ada yang normal secara fisik. Kesalahan biasanya terjadi secara konsisten dan sistematis. Anak . Kelupaan itu biasanya tidak lama. Penguasaan bahasa. Proses penguasaan bahasa perama ini berlangsung tanpa adanya suatu perencanaan terstruktur. merupakan femnomena yang mendorong para ahli pengajaran bahasa untuk mempelajari kesalahan berbahasa. latihan. diperlukan pemahaman tentang konsep-konsep belajar bahasa. Sebaliknya. 4. kesalahan berbahasa tentu sering terjadi. artinya siswa memang belum memahami sistem linguistik bahasa yang digunakannya. Sumber Sifat Durasi Sistem Linguistik Hasil 6. Sebagian para ahli pengajaran bahasa membedakan antara proses penguasaan bahasa pertama dan penguasaan bahasa kedua. Sering dikatakan bahwa kesalahan merupakan gambaran terhadap pemahaman siswa akan sistem bahasa yang sedang dipelajari olehnya. 2. Siswa sebenarnya telah mengetahui sistem linguistik bahasa yang digunakan. Dari studi tentang kesalahan berbahasa itu dapat diketahui bahwa proses terjadinya kesalahan berbahasa berhubngan erat dengan proses belajar bahasa. Bila tahap pemahaman siswa tentang sistem bahasa yang sedang dipelajari olehnya ternyata kurang. Proses penguasaan bahasa pertama bersifat ilmiah dan disebut pemerolehan bahasa (language acquisition).

Karena dapat diamati bahwa dua perangkat tuturan itu tidak sama dapatlah dibuat suatu konstruk yang untuk teori belajar bahasa kedua. apabila seseorang belajar bahasa kedua. jika manusia bersifat aktif dalam mengakumulasi dan menguasai pengetahuan dan mengorganisasikannya sehingga merupakan bagian dari keseluruhan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Perbedaan antara pemerolehan bahasa (language acquisition) dan pemerolehan bahasa (language learning) berdasarkan ada atau tidaknya kesadaran pembelajar terhadap apa yang dilakukan sebenarnya bukanlah perbedaan yang sangat mendasar dan diskrit. si pembelajar menggunakan seperangkat tuturan dalam bahasa kedua yang . Selanjutnya. si pembelajar belajar langsung bahasa kedua melalui kehidupan sehari-hari dalam lingkungan masyarakat. manusia telah memiliki kapasitas belajar bahasa yang bersifat innate. Kapasitas itu berada dala struktur psikologis yang bersifat laten dalam otak manusia. Sehubungan dengan aspek psikis. sedangkan sehubungan dengan aspek fisik. baik dalam proses penguasaan bahasa pertama maupun bahasa kedua. ia memusatkan perhatiannya terhadap norma bahasa yang dipelajarinya. kapasitas belajar bahasa dalam struktur dalam struktur psikologis itu akan teraktifkan. belajar bahasa adalah suatu proses mental yang di dalamnya berisi aktivitas psikologis. untuk memahami proses terjadinya proses kesalahan berbahasa dalam kaitannya dengan belajar bahasa kedua menurut psikologi kognitif dapat diikuti pikiran-pikiran yang dikembangkan oleh Larry Salinker dalam tulisannya yang berjudul interlanguage. Perbedaan tingkat perbedaan ini bersifat relatif saja. Demikian pula perbedaan penguasaan bahasa pertama dan bahasa kedua yang didasarkan pada terstruktur atau tidaknya proses belajar bahasa juga tidak selalu benar. Menurut dia. Artinya. Proses belajar bahasa bersifat kompleks. Selama membuat seperangkat tuturan dalam bahasa kedua yang tidak sama dengan tuturan yang diperkirakan dibuat oleh penutur asli bahasa tersebut untuk menyatakan maksud yang sama dengan apa yang dinyatakan oleh tuturan si pembelajar. Noam Chomsky menyebut kapasitas belajar bahasa itu dengan istilah Language Acquisition Device (LAD). Dengan kata lain apat dikemukakan bahwa selama dalam proses belajar bahasa kedua. Apabila seseorang belajar bahasa. Konstruk itu adalah adanya sistem bahasa yang terpisah yang didasarkan atas output berwujud tuturan yang dihasilkan oleh si pembelajar dalam berusaha menghasilkan tuturan yang sesuai dengan norma bahasa kedua yang dipelarinya.juga tidaak menyadari motivasi apa yang mendorongnya berada dalam kondisi pemerolehan bahasa pertama itu. Selanjutnya. si pembelajar menyadari bahwa dia sedang belajar bahasa. Menurut pandangan ahli psikologi kognitif. Dia juga menyadari motivasi apa yang mendorongnya untuk menguasai bahasa kedua itu. proses penguasaan bahasa kedua terjadi setelah seseoang menguasai bahasa pertama dan disebut belajar bahasa (language learning). Dalam proses ini. Proses belajar bahasa juga bisa berlangsung secara alamiah. Proses ini sangat berkaitan dengan aspek fisik danpsikis pembelajar. Proses terjadinya kesalahan berbahasa berkaitan erat baik dengan aspek psikis maupun dengan aspek fisik. belajar bahasa berkaitan dengan perkembangan kematangan berbagai orrgan wicara. Ada dua aliran psikologis yang besar pengaruhnya terhadap teori belajar bahasa. Dalam kenyataannya. Proses belajar bahasa kedua pada umumnya berlangsung secara terstruktur di sekolah melalui perencanaan program kegiatan belajar mengajar yang sengaja disusun untuk keperluan itu. Dalam belajar bahasa. si pembelajar menyadari usahanya untuk mempelajari bahasa. yaitu psikologi kognitif dan psikologi behaviorisme.

Istilah lain untuk menyebut interlanguage adalah ideosyncratic dialect (Piet Corder). maupun orang asing yang sedang mempelajari suatu bahasa dapat melakukan kesalahan-kesalahan berbahasa pada waktu mereka menggunakan bahasanya. jenis ilan tertentu. murid-murid “dipaksa” selama berjam-jam mengahafalkan dialog. Salah satu hambatan dalam proses komunikasi adalah kurangnya keterampilan berbahasa. Belajar bahasa itu tdak lain adalah belajar menguasai suatu jenis kebiasaan. Baik orang dewasa yang telah menguasai bahaasanya.merupakan sistem bahasa tersendiri. proses belajar bahasa adalah proses yang bersifat empiris dalam jalinan hubungan antara stimulus daan respon. Di samping itu. Ujud kurangnya keterampilan berbahasa itu antara lain disebabkan oleh kesalahan-kesalahan berbahasa. kesalahan-kesalahan berbahasa baik kesalahan gramatika maupun kesalahan yang berkenaan dengan konteks pemakaian mempengaruhi pandangan orang lain terhadap status sosial orang yang berbuat kesalahan berbahasa tersebut. kecuali dalam hal pemakaian bahasa secara khusus seperti dalam lawak. anak-anak. Dalam pemakaian bahasa secara khusus itu. Anggapan yang menopang pentingnya diberikan latihan-latihan pola serta menghafalkan dialog tersebut dapat kita pahami dalam ungkapan yang terkenal. Secara teoretis. Kesalahan berbahasa terjadi pada sistem interlanguage ini. Dalam pelajaran bahasa. yaitu unsur-unsur atau bentuk-bentuk tuturan pada interlanguage yang tiak sama dengan bentuk-bentuk tuturan pada bahasa kedua yang dipelajari. yaitu practice makes perfect. approximative system (William Nemser). Oleh karena itu. 3. misalnya dalam masyarakat Jawa. laitahan-latihan menguasai pola serta mempelajari semua jenis generalisasi gramatika. Beberapa Pandangan terhadap Kesalahan Berbahasa Kesalahan berbahasa adalah suatu peristiwa yang bersifat inheren dalam setiap pemakaian bahasa baik secara lisan maupun tulis. pengajaran bahasa berdasarkan aliran behaviorisme ini sangat menekannkan pentingnya latihan-latihan secara intensif untuk menguasai bahasa. Penguasaan ini akan dapat dicapai dengan memberikan latihan berulang-ulang berbagai maa pola kaidah bahasa. Menurut para ahli psikologi behaviorisme. menarik perhatian dan mendorong berpikir lebih intens. Kesalahan-kesalahan berbahasa ini menyebabkan gangguan terhadap peristiwa komunikasi. kadang-kadang kesalahan berbahasa sengaja dibuat atau disadari oleh penutur untuk mencapa efek tertentu sepeti lucu. unsur-unsur sistem interlanguage itu terdiri atas pembauan antara unsur-unsur bahasa pertama dan bahasa kedua yang sedang dipelajari. dengan sadar setiap pemakai . Termasuk kesalahan berbahasa yang berkaitan dengan konteks adalah kesalahan memilih ragam bahasa yang berkaitan dengan tingkat tutur yang terdapat dalam bahasa Jawa yang dikenal dengan istilah unggah ungguh. serta dalam puisi. Kesalahan berbahasa dalam masyarakat Jawa dianggap sebagai noda. jenis serta frekuensi kesalahan berbahasa pada anak-anak serta orang asing yang seedang mempelajari suatu bahasa berbeda dengan orang dewasa yang telah menguasai bahasanya. perbedaan itu juga bersumber dari penguasaan untuk menghasilkan atau menyusun tuturan yang sesuai dengan konteks komunikasi (comunicative competence) . Dalam masyarakat bahasa tertentu. Perbedaan ini bersumber dari perbedaan penguasaan kaidah-kaidah gramatika (grammatical competence) yang pada gilirannya jga menimbulkan perbedaan realisasi pemakaian bahasa yag dilakukannya (performance). Namun. Sistem bahasa pembelajar ini disebut oleh Larry Salinker dengan nama interlanguage (bahasa antara). Oleh karena itu. Sebagian dari unsur-unsur interlanguage ini sama dengan unsur bahasa kedua yang dipelajari dan sebagian yang lain tidak sama.

Kegiatan berbahasa lebih ditekankan pada pembentukan kemampuan berkomunikasi daripada latihan-latihan pola dan hafalan dialog. Pendekatan ini menekankan pentingnya latihan-latihan untuk menguasai bahasa yang dilaksanakan secara intensif. Dalam pelajaran bahasa. Salah satu prinsip itu adalah pentingnya latihan pola-pola. Anggapan dasar yang menopang pentingnya diberikan latihan-latihan pola serta menghafalkan dialog tersebut dapat kita pahami dalam ungkapan yang erkenal. cara yang prinsipil adalah memperpendek jarak waktu antara respon yang tidak tepat (kesalahan berbahasa tersebut) dengan bentuk yang benar. Dalam dunia pengajaran bahasa perhatian terhadap kesalahan berbahasa baru berkembang selama waktu yang relatif belum lama. Oleh karena itu. Hal ini ditandai oleh timbulnya pandangan-pandangan yang baru terhadap proses penguasaan bahasa yang bersumber dari hasil studi ahli-ahli psikologi kognitif dan gramatika generatif transformasi. identifikasi seseorang antara lain dapat dilihat dari pemakaian bahasanya. Para pengajur pendekatan audiolingual memandang kesalahan berbahasa dengan perspektif yang bersifat puritanistis. Pada akhir dasawarsa enam puluhan dan menginjak dasawarsa tujuh puluhan. misalnya. latihan-latihan menguasai pola serta. tetapi hanya sedikit perhatian penulis terhadap kesalahan berbahasa. dan menghafalkan kalimat-kalimat percakapa dasar dalam model dialog-dialog. Makna dari ungkapan tersebut erat dengan pengajaran-pengajaran bahasa menurut pendekatan audiolingual sebagaimana yan dikemukan oleh Robert Lado dalam bukunya yang berjudul Language Teaching. Perkembangan pemikiran yang berkenaan dengan hubungan antara kesalahan berbahasa dengan proses belajar bahasa tersebut sejalan dengan tumbuhnya pandangan baru dalam pengajaran bahasa pada umumnya. yang berkembang pesat adalah pendekatan audiolingual (audiolingual approach). Buku-buku pengajaran bahasa. telah banyak disusun. Dengan cara itu. mempelajari semua generalisasi gramatika. Dikemukakannya pula metode untuk menghindari terjadi kesalahan dalam berbahasa adalah dengan melatihkan kepada si pembelajar model-model yang benar dalam waktu yang cukup lama. Untuk mengatasi kesalahan berbahasa. Selama dasawarsa lima puluhan dan enam puluhan. Walaupun perhatian terhadap kesalaahan berbahasa belum begitu banyak. muridmurid dipaksa selama berjam-jam menghafalkan dialog. Dalam masyarakat Jawa. Dikemukakan oleh Robert Lado 17 prinsip pengajaran bahasa. terutama pengajaran bahasa asing. si pelajar lebih didorong keberaniannya untuk berkomunikasi . tetapi kehadirannya tidak dapat dielakkan. Hal ini sesuai dengan tinjauan fungsi bahasa dari pandangan Sosiolinguistik. Pengajaran bahasa yang bersifat mekanistis dalam pendekatan audiolingual bergeser ke arah pengajaran bahasa yang lebih lebih manusiawi serta kurang mekanistis. kaidah-kaidah bahasa dalam berbagai pola akan menjelma menjadi kebiasaan dan kalimat-kalimat dalam berbagai dialog dapat digunakan sebagai model untuk pemakaian bahasa serta serta belajar bahasa lebih lanjut. dunia pengajaran bahasa megalami perkembangan pesat. yaitu practice makes perfect (latihan praktik membuat sempurna) yang benar-benar diperhatikan oleh penganjur-penganjur pendekatan audiolingual. pandangan pendekatan pengajaran bahasa. memandang kesalahan berbahasa sebagai dosa yang harus dihindari dan pegaruhnya harus dibatasi.bahasa berusaha untuk memakai bahasa sesuai dengan kaidah gramatika serta ketepatan pemilihan ragam tingkat tutur sesuai dengan konteksnya. terutama pengajaran bahasa Inggris. tetapi pikiran-pikiran tentang kaitan antara kesalahan berbahasa dengan proses belajar bahasa dalam waktu yang relatif singkat telah banyak mengalami perkembangan. Nelson Brooks.

. (3) merencanakan latihan dan pengajaran remedial. anak-anak pasti membuat kesalahan berbahasa. (2) menentukan urutan jenjang relatif penekanan. 1990:103). 1990: 69). analisis kesalalahan bertujuan menganalisis kesalahan-kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh pembelajar bahasa kedua.1 Tujuan Analisis Kesalahan Analisis kesalahan merupakan usaha membahas kebutuhan-kebutuhan praktis guru kelas. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu guru dalam hal menentukan urutan bahan pengajaran. pandangan terhadap kesalahan berbahasa juga mengalami perubahan. dan memilih butir-butir bahasa kedua untuk keperluan tes profisiensi pembelajar (Sudiana. anak-anak membuat kesalahan berbahasa. tetapi sebagai hal yang wajar. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan pada proses penguasaan bahasa pertama pada anak-anak di mana pun. Apabila suatu kesalahan berbahasa terlanjur menjadi kebiasaan. Analisis kesalahan berbahasa antara lain bertujuan untuk: (1) menentukan urutan penyajian butir-butir yang diajarkan dalam kelas dan buku teksmisalnya urutan mudah sukar. penjelasan. Secara tradisional. Pembelajar bahasa tidak boleh menggunakan kesalahan berbahasa. memberikan remidi dan latihan-latihan.2 Tujuan dan Metode Analisis Kesalahan Menganalisis kesalahan berbahasa yang dibuat oleh siswa jelas memberikan manfaat tertentu karena pemahaman kesalahan itu merupakan umpan balik yang sangat berharga pengevaluasian dan perencanaan penyesuaian materi dan strategi pengajaraan di kelas. penjelasan dan praktik yang diperlukan. teapi kesalahan tersebut diterima oleh orang tua mereka (orang dewasa di lingkungannya). Dala proses penguasaan bahasa pertama itu. perlu diciptakan situasi yang memungkinkan si pelajar bebas dari ketakutan berbuat salah. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan pada proses penguasaan bahasa pertama pada anak-anak d mana pun juga. 4. (4) memilih butir-butir bagi penngujian kemahiran siswa (Tarigan. 4. Aliran psikologi kognitif memandang kesalahan berbahasa sebagai suatu yang wajar. Apabila terjadi kesalahan berbahasa. memutuskan pemberian penekanan. Sebagai pendukung. Sehubungan dengan perkembangan yang terakkhir itu. Aliran behaviorisme memandang kesalahan berbahasa sebagai suatu yang semata-mata harus dihindari dan diusahakan menghilangkan pengaruhnya. tetapi kesalahan berbahasa itu diterima oleh orang tua mereka serta orang dewasa di lingkungannya sebagai suatu yang wajara terjadi.dengan bahasa yang dipelajarinya. Tujuan dan Manfaat Analisis Kesalahan Berbahasa 4. dan latihan berbagai butir bahan yang diajarkan. perbaikan kesalahan itu akan sangat sulit dilakukan. Kesalahan berbahasa tidak lagi dipandang sebagai dosa. kesalahan itu harus secepatnya diperbaiki agar tidak menjadi kebiasaan. Dalam proses penguasaan bahasa pertama itu.

data yang dikumpulkan dengan alat pemancing. subjek tidak begitu memperhatikan bentuk wacana.5. Pusat perhatian subjek terletak pada isi dan pesan yang disampaikan. uraian tentang suatu hal. Dalam data yang diperoleh dengan alat pemancing yang disertai kontrol ketat terhadap unsur-unsur bahasa yang menjadi titik perhatian peneliti. Data seperti ini diambil dengan tugas komunikasi alami (natural communication task). Jadi. Data tak terstruktur adalah data yang diperoleh dengan cara menyuruh subjek berbicara atau mengarang tanpa petunjuk yang ketat. Kemunculannya dalam data semata-mata karena kebetulan. baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini tergantung pada jenis alat pemancingnya dan titik perhatian subjek ketika melakukan tugas. Data jenis ini dikumpulkan atau dipancing karena sengaja akan dianalisis. subjek akan memunculkan kata houses. jenis kesalahan atau frekuensi masing-masing unsur kesilapan tidak dikontrol. Data seperti ini dikumpulkan dengan tugas manipulasi linguistik (linguistik manipulation task). yaitu data tak terstruktur dan data terstruktur. Dari segi alat pemancingnya. subjek sering melakukan kesalahan. makalah. Jenis kedua adalah data pancingan (elicitated data) yaitu data yang dikumpulkan dari subjek dengan alat pemancing seperti tes. dan gambar. terlebih-lebih yang ketat kontrolnya.Demikian pula data tak terstruktur yang diambil dengan alat pemancing walaupun mungkin tingkat perhatian subjek terhadap bentuk sedikit lebih banyak daripada dalam data spontan. Dalam data terstruktur. dalam memilih jenis data untuk diananlisis kita perlu mempertimbangkan kemungkinan kemungkinan hasil yang akan diperoleh. Data inibisa bervariasi. Dalam data spontan. Titik perhatian penelitian adalah plural dalam bahasa Inggris. Selain itu. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik mengambil data mempengaruhi hasilnya baik jenis kesalahan yang ditemukan maupun urutan unsur-unsur bahasa yang menjadi titik perhatian analisis. Oleh karena itu. Data jenis ini disebut data spontan (spontaneous data). Sebaliknya. Data yang dikumpulkan secara bebas (data spontan atau data tak terstruktur) memberi kesempatab banyak kepada subjek untuk menghindari kesalahan. tesis.). subjek diminta menjawab pertanyaan “What are this?” dengan berpedoman pada tiga buah gambar rumah. Dalam data itu. . Alat pemancing bisa berupa terjemahan. tingkat kestrukturan data itu berbeda-beda.. Bisa pula instrumen itu berbentuk tes penyempurnaan kalimat atau isian seperti “He…to school every day (go)”. Subjek dapat mengatakan dengan cara lain bila ditemukan keraguan terhadap suatu bentuk sehingga frekuensi kesalahan bisa berkurang. Oleh karena itu. misalnya percakapan atau pidatoyang direkam atau karangan tertulis(surat. petunjuk mengarang. unsur-unsur bahasa yang menjadi fokus perhatian peneliti direncanakan kemunculannya baik jenis maupun frekuensinya. Alat pemancing itu mendorong subjek cenderung memberikan perhatian yang banyak terhadap bentuk bahasa. subjek tidak bisa lagi menghindari bentuk yang meragukan. 1982). atau isian dan penyempurnaan kalimat. dsb. Misalnya. ada dua jenis data kesalahan berbahasa. tidak menurut kehendak pemancing data. Data untuk analis kesalahan berbahasa bisa diambil dari wacana yang diproduksi oleh pembelajar tanpa alat pemancing dan pembelajar tidak tahu bahwa wacana yang dibuat olehnya akan dianalisis. Data Kebahasaan Analisis Kesalahan Berbahasa Yang menjadi data utama dalam analisis kesalahan berbahasa adalah wacana yang dibuat oleh pembelajar. Jenis tugas yang dikerjakan oleh subjek dalam pengumpulan data ini mempengaruhi jenis dan frekuensi kesilapan. Harapan peneliti. data dapat dibedakan berdasarkan besarnya perhatian subje terhadap bentuk (form) (Dulay dkk.

betul. Penafsiran secara tepat ujaran siswa merupakan aspek yang paling rawan dalam penerimaan linguistik siswa. deskripsi. tidak selalu apa yang terbaca secara ekspilisit (baik melalui tulisan maupun hasil transkripsi wacana lisan)menunjukkan kesalalahan. tidak konsisten. B2 atau bahasa asing disebabkan oleh kesalahandan kekeliruan. deskripsi linguistik itu dilengkapi dengan penjelasan yan bersifat psikologis. cara ini disebut cara rekonstruksi otoritatif. Misalnya. menjodohkan ujaran yang salah dengan pandangannya dalam bahasa ibu siswa. dan perbaikannya memerlukan bantuan guru. sistematis. Kesalahan bersifat agak permanen. yaitu identifikasi. yang . tetapi juga menyatakan penggunaan sistem bahasa yang salah atau benar. Prosedur Analisis Kesalahan Berbahasa Prosedur analisis kesalahan berbahasa terdiri atas empat langkah. Kesalahan itu sendiri terbagi atas kesalahan yang tidak jelas terlihat dan kesalahan yang jelas terlihat. bagaimana proses belajar bahasa secara secara umum. Kekeliruan bersifat sementara. Penyimpangan dalam penggunaan bahasa yang sedang dipelajari oleh siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merekonstruksi ajaran bahasa secara tepat. dalam arti sesuai dengan aturan dalam bahasa sasaran. Tiga langkah pertama saling berkaitan dan langlah terakhir bersifat statistik. Kedua jenis kesalahan ini tidak semata-mata melukiskan atau menandakan siswa benar atau salah. Data dan Metode Anakes Pit Corder mengatakan bahwa anakes pada dasarnya merupakan cabang linguistik komparatif. penjelasan. tidak ada penyimpangan ejaan atau gramatika. dan kuantifikasi. Apabila karena sesuatu siswa tidak dapat berkonsultasi dan peneliti hanya menyandarkan pemahamannya kepada maksud atau sistem linguistik siswa. Bila hal itu dilakukan dengan meminta siswa mengutarakan maksudnya dengan bahasa ibu. tetapi ternyata bentuk tidak sesuai dengan apa yang dimaksud oleh pembicara. bila siswa lebih sadar dan mawas diri. kekeliruan berbahasa tersebut dapat diperbaiki oleh siswa yang bersangkutan. Sumber data Anakes yang paling cocok adalah kesalahan berbahasa baik kesalahan yang dapat diamati dengan jelas maupun tidak. cara ini disebut rekonstruksi akal sehat.6. misalnya menjelaskan bagaimana startegi belajar yang digunakan oleh siswa. Bahan-bahan yang terkumpul melalui kedua cara itu diolah kembali. Namun. Oleh karena itu. sering dikatakan bahwa kekeliruan tidak fungsional bagi pengajaran bahasa. Ada bentuk dalam bahasa antara pembelajaran yang sempurna. ketikan lihat konteks pembicaraan. Identifikasi Kesalahan. seorang pembelajar mengatakan “My uncle had beautiful houses”. Tugas anakes adalah menjelaskan serta mendeskripsikan sistem lingistik bahasa siswa dan membandingkannya dengan sistem linguistik B2 yang dipelajarinya. dan perbaikannya dapat dilakukan oleh siswa sendiri. Hasil pengolahan itu menghasilkan deskripsi linguistik siswa. Kekeliruan kurang tepat dijadikan sebagai sumber data anakes karena sifatnya yang tidak konsisten dan terjadinya hanya sementara. Kemudian. 7. Bentuk ini sempurna. Dalam mengidentifikasi kesalahan berbahasa yang dibuat oleh pembelajar. Oleh karena itu. Hasil rekonstruksi linguistik yang digunakan oleh siswa dapat dibandingkan denga sistem linguistik bahasa sasaran atau bahasa yan dipelajari oleh siswa. Hal ini didasarkan pada data dan metode anakes.

perlulah diterapkan suatu model tata bahasa tertentu yang dipakai membuat deskripsi itu. dia memilih salah satu bentuk dan kebetulan benar secara gramatikal walaupun secara semantik tidak. Oleh karena itu. (3) penjelasan kesalahan. Konteks itu dapat pula dilihat secara kecil yang meliputi sebagian dari kalimat-kalimat yang mendahului atau mengikuti kalimat atau frasa yang sedang dianalisis itu. morfologi. (2) pengidentifikasian kesalahan. Pada tahap ini. . Kegiatan utama dalam melaukan deskripsi kesalahan adalah membandingkan wacana pembelajar dengan rekonstruksi yang sahih. Dia tidak bermaksud mengatakan bahwa pamannya mempunyai banyak rumah. Bisa jadi dalam kasus pembelajar yang belum menguasai suatu struktur dengan sempurna itu menguji hipotesisnya (tentang bentuk yang betul). Dari perbandingan kedua bentuk itu (bentuk dari bahasa anatara pembelajar dan bentuk yang sempurna dalam bahasa sasaran yang dimaksud pembelajar dapat ditemukan pola-pola kesilapan. atau dengan melihat isi keseluruhan wacana itu. Jadi. dan sintaksis. Penjelasan Kesalahan. Dari sekian ujiannya itu.sebenarnya dimaksudkan adalah “Paman saya mempunyai sebuah rumah yang bagus”. Deskripsi Kesalahan. langkah yang diikuti mirip dengan analisis kontarstif. Tataran bahasa bisa meliputi fonologi. Pikirannya kacau pla dengan adanya penjamakan yang tidak teratur seperti houses dan children. yang penting adalah melakukan interpretasi terhadap yang dimaksud oleh pembelajar. Dalam keraguan ini. Perbandingan dapat dilakukan antara frekuensi jenis kesalahan dalam satu kasus (sampel) atau membandingkan dengan sampel lain. Oleh karena itu. Ada pakar pengajaran bahasa mengemukan bahwa Anakes mempunyai langkah-langkah yang meliputi: (1) pengumpulan data. Tujuan utama langkah ini adalah memberikan keterangna tentang kesilapan itu s ecara linguistik. Kuantifikasi Kesalahan. Tahap deskripsi kesalahan menekankan proses kesalahan dari segi linguistik. Dengan kata lain. langkah ini berkaitan erat dengan langkah deskripsi kesalahan. pada tahap ini kita mencari sumber kesalahan itu dan proses terjadinya kesalahan dari sumbernya sampai dengan kemunculannya dalam bahasa sumber. se dangkan tahap penjelasan memeberikan deskripsi tentang mengapa kesilapan itu terjadi dan bagaimana bisa terjadi. pada tahap identifikasi kesalahan. Adapun pola-pola kesalahan itu dapat diklasifikasikan menurut tataran dan jenis perubahan dari bentuk dalam bahasa sumber ke bahasa sasaran. Interpretasi itu dapat dilakukan dengan melihat konteks munculnya wacana itu atau dengan melakukan dialog dengan pembelajar. Langkah terakhir ini tidak wajib dikerjakan. misalnya Tata Bahasa Struktural atau Tata Bahasa Transformasi Generatif. satu bentuk benar dan bentuk-bentuk yang lain salah. Kuantifikasi kesalahan dilakukan dengan menghitung kemunculan masing-masing kesalahan berbahasa dan kemudian bisa pula dihitung persentase kesalahan berbahasa itu. dalam membuat perbandingan dan deskripsi. Boleh jadi dia tidak ingat bentuk-bentuk jamak dan tunggal untuk kata yang berarti rumah. tetapi diperlukan dalam menarik kesimpulan dalam melakukan perbandingan.

8. 2009 7:03 am . (b) kesalahan pada tataran morfologi.Balas . 2009 at 5:34 pm Permalink 25 Komentar Filed in: Pendidikan 25 Komentar pak. kesalahan berbahasa dikomponenkan menjadi: (a) kesalahan pada tataran fonologi. 2009 10:49 am . (e) kesalahan pada tataran leksikal. (d) kesalahan pada tataran semantik.Balas Galom intat linto bang.      Posted on Juni 14. pajan intat linto ? kok sudah intat linto kabarkan saya. Lon preh dron ile. Jenis Kesalahan Berbahasa Berdasarkan komponen bahasa. Like this: Suka One blogger likes this post. (5) pengevaluasian kesalahan. hehehehe By safriandi on Juli 3.(4) pengklasifikasian kesalahan. (c) kesalahan pada tataran sintaksis. menghormati dron. By hamdani mulya on Juni 20. (f) kesalahan pada tataran wacana.

By safriandi on Juli 3.Balas Iya.Balas Kalau saya tidak salah ingat. Kedua.Balas Get By safriandi on Juli 3. membingungkan. maka benarlah dongeng di negeri ini bahwa orang pintar semakin. Dan. aku ingin sekali membaca tulisan Pak Andi. By neisha on Juni 30. pertama. 24 Mei 2008. menulis karya ilmiah (untuk mendapatkan kenaikan pangkat). saya juga tidak paham maksud komentar Anda. Tapi. Kenyataannya yang terjadi sekarang adalah kita masih merasa hebat dengan menulis seilmiah serupa Pak Andi lakukan dan rasa-rasanya dengan meng-awam-kan bahasa ilmu Anda.Bahasa Pak Andi kelewat ilmiah. 2009 10:51 am . Padahal. 2009 9:33 am . yang mudah dipahami oleh mahasiswa. maaf. guru. ya. mahasiswa)mampu menulis dalam tiga kategori. By Cici Paramida on Juni 30. menulis modul untuk mahasiswa. contohnya tulisan-tulisan ilmiah populer yang diterima koran-koran. tapi kebanyakannya pelit akan ilmu. 2009 10:47 am . ia mengatakan bahwa seharusnya kita (terutama dosen. Maaf. . 2009 9:39 am . Sulit deh dimengerti. Pak. Thanks. Buk. yang ketiga. sewaktu Chaidar Alwasilah ke FKIP.Balas Terima kasih atas saran Anda. Saya usahakan ke depan untuk membahas dengan dengan bahasa yang ringan. karya yang bisa dibaca banyak orang.