Model Pembelajaran

1.

Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi: a. Perencanaan. b. Praktek mengajar. c. Observasi. d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. 2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. 3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. 4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui. 5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. 6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut: 1. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. 2. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. 2. Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah: 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. 7. Kesimpulan. Kebaikan: 1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. 2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.

Kekurangan: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 2. Memakan waktu yang lama. 3. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Langkah-langkah: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Menyajikan materi sebagai pengantar. 3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. 5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 7. Kesimpulan / rangkuman. Kebaikan: 1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2. Melatih berpikir logis dan sistematis. Kekurangan: 1. Memakan banyak waktu. 2. Banyak siswa yang pasif. 4. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Langkah-langkah: 1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 6. Kesimpulan. Kelebihan: 1. Setiap siswa menjadi siap semua. 2. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. 3. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kelemahan: 1. Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru. 2. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. 5. Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan

Melatih pendengaran. ketelitian / kecermatan. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. hipotesis. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 6. Kelebihan: 1. 3. Kekurangan: 1. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 6. tugas. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. . Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Bertukar peran. peran guru menyajikan masalah. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 4. Penutup.) 3. jadwal. 7. serta lakukan seperti di atas. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Kesimpulan guru. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 2. 5. 2. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. pengumpulan data. Kelebihan: 1. 3. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Setiap siswa mendapat peran. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Langkah-langkah: 1.mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 2. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 2. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Kekurangan: 1. 2. pemecahan masalah. 5. dll. 3. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. 4. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Langkah-langkah: 1.

Untuk mata pelajaran tertentu. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. 2. 5. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. Membutuhkan banyak waktu dan dana. Kekurangan: 1. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Membutuhkan ruang kelas yang besar. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya. Kekurangan: 1. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping. menghadap keluar. 9. 5. 2. 2. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. 2. Langkah-langkah: 1. Rumit untuk dilakukan. Membimbing pelatihan. 3.2. 2. Kelebihan: Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. Demikian seterusnya. Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. 2. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru. 4. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. . 8. 3. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: 1. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan. 7. Langkah-langkah: 1. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. 3. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. 4. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. 3.

Memberikan siswa tanya jawab. siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. 3. 4. 2. Kekurangan: 1. 8. 7. 11. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal. 10.3. Banyak siswa yang kurang aktif. Penutup. Kelebihan: 1. Guru membuat kesimpulan bersama. 2. 5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. 5. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil. 6. 2. 3. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai tpk. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. 4. 4. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh. Kelebihan: Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Langkah-langkah: 1. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi. Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa. kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x) 6. 2. Penutup. yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: . 5. atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. Untuk menguji pemahaman. Penutup. 6. Student Facilitator and Explaining Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya. Kekurangan: Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil. Course Review Horay Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya. dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut.

5. Memerlukan waktu yang lama. Melatih membaca dan memahami dengan cepat. Langkah-langkah: 1. Menguji kesiapan siswa. Semua siswa terlibat. Melatih kerjasama. siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. Guru memberikan kesimpulan. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan. masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/ paketnya. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.1. Evaluasi. 3. Kekurangan: 1. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. 12. 2. Kekurangan: 1. Kelebihan: 1. 3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya guru mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya. 2. 2. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. 4. 13. Adanya peluang untuk curang. Langkah-langkah: 1. 2. mempertahankan pendapat. Kekurangan: Membuat siswa senam jantung. 6. Talking Stick Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing. Penutup. Guru menyiapkan sebuah tongkat. Kelebihan: 1. Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain. 2. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu). setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. . Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Bertukar Pasangan Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing. 7. 5. 4. 2. 2. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya). 3.

Tidak efektif. 2. bentuklah kelompok berpasangan dua orang. 4. 8. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing. 6. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. Guru memberikan kesimpulan. 2. 15. Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. 5. Melatih kesiapan siswa. 4. 7. Melatih kesiapan siswa. Untuk mengetahui daya serap siswa. Langkah-langkah: 1. Semua siswa terlibat (mendapat peran). 3.14. 6. Kekurangan: . Penutup. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. Langkah-langkah: 1. Saling memberikan pengetahuan. kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Kelebihan: 1. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain. 3. 3. kemudian berganti peran. 2. Artikulasi Siswa membentuk kelompok berpasangan. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Kelebihan: 1. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil. 5. Snowball Throwing Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. Evaluasi. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. 9. Begitu juga kelompok lainnya. Kesimpulan/ penutup. 2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa. Kekurangan: 1. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. 7. 2.

6. Tidak sepenuhnya murid yang belajar. Kelebihan: 1. Untuk mata pelajaran tertentu. Langkah-langkah: 1. 6. 2. 3. Waktu yang dibutuhkan banyak. 4. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. dll.1. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 2. Kelebihan: 1. Melatih kerjasama dengan baik. Membedakan siswa. Mind Mapping Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. 3. Guru menyajikan pelajaran. 2. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. suku. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. 5.). 16. Kekurangan: 1. Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa . 17. 2. 2. . Hanya siswa yang aktif yang terlibat. 3. 2. Langkah-langkah: 1. 2. Dapat bekerjasama dengan teman lainnya. Penutup. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang. jenis kelamin. 5. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban. Memberi evaluasi. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. 4. Kekurangan: 1. Materi yang didapat sedikit.

18. 4. Guru menyajikan materi sesuai topik. Kelebihan: 1. Waktu yang dibutuhkan banyak. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Langkah-langkah: 1. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. 3. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. 3. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai. 2. Memudahkan mencari jawab. 2. 4. Siswa dibagi dalam kelompok. Kekurangan: 1. Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut. Langkah-langkah: 1. Siswa kurang berpikir kritis. Scramble Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa. 20. 2. 3. Langkah-langkah: 1. 2. Dalam kesempatan ini. Kekurangan: 1. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi. Kelebihan: 1. 2. Kekurangan: . setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. 2. Kesimpulan. 19. 2. Bisa saja mencontek jawaban teman lain. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh. Setiap siswa menjadi siap semua. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain. guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok. Word Square Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. 5. Jika perlu. siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. Kelebihan: 1. siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Melatih untuk berdisiplin.

Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya. Guru menyajikan materi secukupnya. Make – A Match (Mencari Pasangan) Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya. 2. 21. 2. Concept Sentence Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. 3. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.1. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. Kelebihan: 1. 3. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. 2. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya. 5. Kekurangan: 1. Kelebihan: Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata. 5. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. . 2. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya. 23. 4. 6. yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas. kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban. 7. Langkah-langkah: 1. Hanya untuk mata pelajaran tertentu. 4. Kesimpulan. Bentuk kelompok orang secara heterogen. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru. 2. Kartu Arisan Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Kekurangan: 1. Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Mematikan kreatifitas siswa. Langkah-langkah: 1. Langkah-langkah: 1. 2. 22. Siswa tinggal menerima bahan mentah. Guru menyampaikan tujuan.

2. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan. 25. 5. yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak. Penutup. 3. Tebak Kata Metode ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban. Jelaskan materi sesuai topik menit. 4. 8. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya . Jelaskan materi menit. 6. Kelebihan: Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat. 7. Untuk mengevaluasi keberhasilan. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masingmasing. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. 5. 3. 3. 4. Take and Give Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan. berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). Kekurangan: Waktu yang cepat. Kesimpulan. 2. 2. 4. tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control. 8. 7. Kesimpulan. kurang konsentrasi. Kelebihan: Melatih untuk ketelitian. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Siapkan kelas sebagaimana mestinya. 6. Langkah-langkah: 1. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Langkah-langkah: 1. Kekurangan: Tidak efektif dan terlalu bertele-tele. selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. Demikian seterusnya. kecermatan dan ketepatan serta kecepatan. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. 24. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang.

26. membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g. Kekurangan: Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d. 5. Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. e. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. Kelebihan: Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut. i. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. . membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi. Guru menjelaskan tujuan diskusi. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. b. h. d. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a. j. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas.sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. membantu siswa belajar berpikir secara kritis e. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. f. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. g. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya. c. b.

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. e. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. b. Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a. Metode Jigsaw Pada dasarnya. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri. e. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. atau keputusan yang akan atau telah diambil. d. remeh atau lebih bodoh. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersamasama. g. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. i. d. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. g. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas. h. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen- . i. kesimpulan. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan. c. b.c. f. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. f. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu. j. d. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. e. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis. j. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang. 27. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. lebih rendah. f. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. h. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. c. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.

b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. e. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Merencanakan kerjasama Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. b. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. etnik maupun kemampuan akademik. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Dengan demikian. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). c. d. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.komponen lebih kecil. Penyajian hasil akhir . 28. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan.

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. pembuat kesimpulan (summarizer). jujur dan terbuka. tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. pengatur materi (material manager). Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. 2. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. 31. kreatif. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. atau keduanya. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. 30. Pada dasarnya. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. 29. menumbuhkan sikap objektif. 3. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Kelebihan metode Role Playing: 1. Metode Inquiry Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah. misalnya. Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Di dalam kelompoknya. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. f. . agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. peran pencatat (recorder).

2. 5. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: a. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: a. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. kerjasama. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. g. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. 32. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. c. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. khususnya dunia kerja. 33. e. . b. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. f. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. jenis kelamin dan ras atau etnik. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Berpikir dan bertindak kreatif. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.4. b. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis d. diskusi yang dipimpin guru.

4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor.3. 5. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40. . Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

3. Siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memper. Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode example and nonexample antara lain: 1. Urutkan contoh dari yang gampang ke yang sulit. Paling banyak konsep yang kita pelajari di luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu sendiri. namun dapat juga digunakan di kelas rendah dengan menenkankan aspek psikoligis dan tingkat perkembangan siswa kelas rendah seperti . dan kemampuan berinteraksi dengan siswa lainnya. Joyce and Weil . Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example dan non-example dari suatu definisi konsep yang ada. Biasa yang lebih dominan digunakan di kelas tinggi. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap example dan non-example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada. Proyektor. kemampuan analisis ringan. Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas. Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada didalam gambar. Tennyson dan Pork (1980 hal 59) dalam Slavin 1994 menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan. Konsep pada umumnya dipelajari melalui dua cara. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan). Example and Nonexample adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. Gambar yang kita gunakan haruslah jelas dan kelihatan dari jarak jauh. yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari example dan non example 3. ataupun yang paling sederhana adalah poster. kemampuan berbahasa tulis dan lisan. yaitu: 1. Penggunaan Model Pembelajaran Example Non Example ini lebih menekankan pada konteks analisis siswa. Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian example. sehingga anak yang berada di belakang dapat juga melihat dengan jelas. 2.luas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek 2. dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. sedangkan nonexample memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. Example Non Example dianggap perlu dilakukan karena suatu definisi konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya daripada dari sifat fisiknya. Bandingkan dan bedakan contoh – contoh dan bukan contoh Menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non-contoh akan membantu siswa untuk membangun makna yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. Model Pembelajaran Example Non Example menggunakan gambar dapat melalui OHP. Pilih contoh – contoh yang berbeda satu sama lain.Model Pembelajaran Example Non Example atau juga biasa di sebut example and nonexample merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran.

1. mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. Meminta siswa untuk bekerja berpasangan untuk menggeneralisasikan konsep examples dan non-examples mereka. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Menya. Selama siswa memikirkan tentang tiap examples dan non-examples tersebut. 4. 3. 3. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/Proyektor/ hanya berupa slide kertas. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang telah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari examples dan non-examples.kan beberapa dari sebagian besar karakter atau atribut dari konsep baru. Kerangka konsep tersebut antara lain: 1. Kesimpulan . Menyiapkan examples dan non examples tambahan. Langkah-langkah Model Pembelajaran Example Non Example: CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KOMPETENSI DASAR. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. yang menggunakan model inkuiri untuk memperkenalkan konsep yang baru dengan metode Example and Nonexample.(1986) dalam Buehl (1996) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan. Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non-contoh yang menjelas.jikan itu dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. 2. Sebagai bagian penutup. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar itu berbeda. Setelah itu meminta tiap pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikannya secara klasikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful