P. 1
Makalah Nutrisi

Makalah Nutrisi

|Views: 2,985|Likes:
Published by Weda Suari

More info:

Published by: Weda Suari on Dec 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

MAKALAH

KEBUTUHAN FISIOLOGIS DASAR NUTRISI

Kelompok SGD 4
Ni Putu Maitra Pratiwi Ayu Ngurah Dwi Rahayu Gede Adi Ramananda Ayu Ervyna Novita Sari Ni Luh Putu Devi Kusumayanti Ni Wayan Sawitri Putu Weda Suari Ni Putu Ari Iswari Ni Made Candra Yundarini I Made Someita Ni Putu Diah Prabandari (1002105004) (1002105014) (1002105032) (1002105051) (1002105053) (1002105058) (1002105062) (1002105064) (1002105074) (1002105077) (1002105085)

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2011

Learning Task Nutrisi 1. Jelaskan mengapa manusia perlu untuk mengkonsumsi serat dalam diitnya! 2. Jelaskan makanan yang kita makan menghasilkan energi! 3. Jelaskan fungsi protein! 4. Jelaskan dan beri contoh mengenai keseimbangan nitrogen? 5. Jelaskan mengenai kebutuhan cairan pada bayi-lansia! 6. Jelaskan biosintesis lipid! 7. Sebutkan dan jelaskan vitamin larut air dan lemak! Pembahasan
1. Serat didefinisikan sebagai komponen makanan yang berasal dari tumbuhan yang

tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia (Robbins dan Burgess, 1997). Konsumsi serat makanan, khususnya serat yang tidak larut, menghasilkan tinja yang lembek. Sehingga tidak diperlukan kontraksi otot yang kuat untuk mengeluarkan feses dengan lancar. Diet tinggi serat dimaksudkan untuk merangsang gerakan peristaltik usus agar defekasi (pembuangan tinja) dapat berjalan normal. Kedua hal ini akan mengurangi resiko konstipasi (Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2007). Oleh karena itu, konsumsi serat makanan dalam porsi yang cukup tidak boleh diabaikan, yaitu sekitar 20-25 gram/ hari. Beras menyumbang 2,1 gram serat, sedangkan kacang-kacangan, hanya 1,1 gram (misalnya kacang panjang, tempe, tahu, kacang hijau, dan kacang merah). Sayur hanya mensuplai 1,2 gram serat (misalnya kangkung, wortel, terong, kol, bayam, buncis, nangka muda, pepaya muda, dan daun singkong). Buah-buahan menyumbang serat sekitar 0,9 gram (misalnya pisang, pepaya, dan jeruk). Sumber serat berasal dari semua bagian dari makanan nabati yang tidak dapat dicerna atau diserap. Tidak seperti karbohidrat, lemak dan protein yang dapat diserap oleh tubuh, serat tidak dapat diserap dan tidak dicerna oleh tubuh, oleh karena itu serat melewati usus kecil, usus besar dan keluar dari tubuh dalam keadaan relative utuh. Serat terbagi atas dua yaitu serat yang larut dalam air dan serat yang tidak dapat larut dalam air. Serat makanan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, mencegah penyakit, dan untuk terapi pengobatan. Berdasarkan Food Facts Asia pada tahun 1999 diungkapkan bahwa sejumlah penyakit berkaitan dengan kurangnya konsumsi serat

dalam menu sehari-hari, di antaranya adalah kanker kolon, tingginya kadar kolesterol darah, diabetes, konstipasi (Friedman dan Grendell, 2003). Pilihan terbaik untuk makanan sumber serat antara lain : 1. Biji-bijian dan produk gandum Kulit apel sangat baik sebagai sumber serat. 3. 4. 5. Sayur-sayuran terutama sayuran hijau Buncis, kacang polong dan kacang lainnya Kacang-kacangan dan biji-bijian
2. Buah-buahan. Apel, pisang, jeruk, pir dan buah merupakan sumber yang baik serat.

Manfaat diet tinggi serat • Buang air besar normal. Serat meningkatkan berat dan ukuran tinja serta dapat melembutkan tinja. Serat dapat mepercepat pengeluaran tinja karena serat tidak dicerna maupun diserap. Serat dapat mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar. • Membantu menjaga integritas usus dan kesehatan usus. Diet tinggi dapat menurunkan resiko wasir atau ambeien dan kantong kecil di usus besar (penyakit divertikular). Beberapa serat difermentasi dalam usus besar. Para peneliti melihat bagaimana hal ini dapat memainkan peran dalam mencegah penyakit usus besar. • Menurunkan kadar kolesterol darah. Serat larut ditemukan di buncis, gandum, biji rami dan dedak oat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah total dengan menurunkan LDL kolesterol atau kolesterol jahat. Penelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa meningkatnya serat dalam diet dapat menurunkan tekanan darah dan peradangan, memperlambat timbulnya plak oleh kolesterol, yang juga melindungi kesehatan jantung. • Membantu mengontrol kadar gula darah. Serat, khususnya serat larut, dapat memperlambat penyerapan gula, yang bagi penderita diabetes dapat membantu menurunkan tingkat gula darah. Sebuah diet yang meliputi serat tidak larut telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. • Membantu dalam penurunan berat badan. Diet tinggi serat membutuhkan waktu yang lama untuk mengunyahnya sehingga memberikan waktu tubuh untuk memberikan sinyal kenyang sehingga membantu untuk menurunkan berat badan dan cenderung untuk tidak makan terlalu banyak. Selain itu diet serat cenderung untuk membuat makanan terasa lebih besar dan berlama – lama lagi sehingga

perut lebih lama untuk terasa lapar kembali. Diet tinggi serat cenderung kurang kalori dan energy yang berarti sangat baik bagi orang yang berusaha menurunkan berat badan. • Mencegah kanker kolorektal. Serat juga berfungsi untuk mencegah kanker kolon. Di dalam kolon, serat makanan ini akan menyerap air sehingga volume fases menjadi lebih besar dan akan merangsang saraf pada rectum. Rangsangan ini akan menimbulkan keinginan untuk defekasi (mengeluarkan feses). Feses yang mengandung serat akan lebih mudah dieliminir (dikeluarkan).
2. Sel dalam tubuh kita dituntut untuk menghasilkan energi untuk mereka gunakan

sendiri. Energi tersebut didapat dari hasil ekstraksi energi yang terkandung di dalam ikatan-ikatan kimia pada molekul makanan dengan cara mengombinasikan molekul makanan dengan oksigen di dalam mitokondria sel. Molekul-molekul makanan yang digunakan adalah glukosa dari metabolisme karbohidrat, asam amino dari metabolisme protein, dan asam lemak dan gliserol dari metabolisme lemak. Proses ketika molekul makanan dikombinasikan dengan oksigen, yang kemudian menghasilkan energi, disebut fosforilasi oksidatif. Proses ini memerlukan beberapa enzim, yang bekerja secara berurutan di dalam mitokondria. Hasil akhirnya adalah pembentukan molekul adenosin trifosfat (ATP) yang kaya energi. ATP tersusun atas basa nitrogen adenosin, gula ribosa, dan tiga molekul fosfat yang terikat menjadi satu. Dua fosfat terakhir diikat oleh suatu ikatan berenergi tinggi, yang apabila diputus akan membebaskan sekitar 7 kkal per mol energi yang dapat digunakan oleh sel. Jadi, kebutuhan energi dipenuhi dengan metabolisme karbohidrat, protein dan lipid.  Karbohidrat penghasil sumber energi utama, tiap gram menghasilkan 4kkal.  Protein memberikan sumber energi 4 kkal/g  Lemak menyediakan 9 kkal/g
3. Istilah “protein” berasal dari Bahasa Yunani proteos yang berarti “utama” atau “yang

didahulukan”. Kata protein pertama kali oleh Gerardus Mulder (1802-1880), seorang ahli kimia berkebangsaan Belanda. Protein merupakan komponen terbesar setelah air. Jumlahnya 1/6 dari berat tubuh manusia, dan tersebar di dalam otot, tulang, kulit, serta berbagai cairan tubuh. Fungsi Protein:

o Pertumbuhan dan pemeliharaan Pembentukan sel baru dan bagian-bagiannya, memelihara jaringan tubuh, mengganti jaringan yang rusak.
o

Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh Hormon tiroid, insulin, epineprin adalah protein yang bertindak sebagai katalisator perubahan biokimia dalam tubuh. Begitu juga dengan hemoglobin, pigmen darah adalah protein yang berfungsi sebagai pengangkut O2 dan CO2 dalam darah.

o Mengatur keseimbangan air Distribusi cairan dalam tubuh harus dijaga dalam keadaan seimbang/homeostatis. Keseimbangan ini diperoleh melalui sistem kompleks yang melibatkan protein dan elektrolit. Penumpukan cairan dalam jaringan disebut edema dan merupakan tanda awal kekurangan protein. o Memelihara Netralitas tubuh Sebagai buffer, bereaksi dengan asam dan basa untuk menjaga ph tetap konstan. o Pembentukan Antibodi Kemampuan tubuh untuk detoksifikasi terhadap bahan-bahan racun dikontrol oleh enzim-enzim yang terdapat dalam hati. Dalam keadaan kekurangan protein kemampuan tubuh untuk menghalangi pengaruh toksik ini berkurang. o Mengangkut zat-zat gizi. Sebagian besar bahan yang mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringan dan melalui membran sel ke dalam sel-sel adalah protein. o Protein diperlukan oleh tubuh sebagai zat pembangun, pengatur dan bahan bakar.  Zat pembangun, protein adalah bahan pembentuk jaringan baru di dalam tubuh.  Zat pengatur, protein berperan mengatur berbagai sistem di dalam tubuh.  Bahan bakar, protein akan dibakar ketika kebutuhan energi tubuh tidak dapat dipenuhi oleh hidrat arang dan lemak. o Sebagai sumber Energi

1 gram protein = 4 kalori Sumber : Protein Hewani : telur, daging, ikan, susu dll Protein nabati : tahu, tempe, kacang-kacangan. 4. Keseimbangan nitrogen : Sejumlah nitrogen (antara lain urea) dalam urine merupakan indikator jumlah asam amino yang dioksidasi. Jika jumlah nitrogen urine sama dengan jumlah nitrogen protein yang terdapat dalam makanan, maka orang tersebut dalam keadaan keseimbangan nitrogen. Keseimbangan nitrogen adalah keseimbangan antara nitrogen yang masuk ke dalam tubuh dan nitrogen yang dikeluarkan oleh tubuh. Jika asupan protein harian kurang dari penguraian protein harian, maka orang tersebut dikatakan mengalami keseimbangan nitrogen negatif, yang berarti bahwa cadangan protein tubuhnya berkurang setiap harinya sedangkan seseorang dikatakan mengalami keseimbangan nitrogen positif jika asupan protein harian cukup dari penguraian protein harian.

Keseimbangan positif biasanya ditemukan pada ibu hamil, orang dalam masa pertumbuhan dan saat penyembuhan luka. Keseimbangan negatif biasanya ditemukan pada seseorang dalam keadaan luka bakar, demam, kelaparan dan cedera.

5. Setiap orang memiliki kebutuhan akan cairan yang berbeda-beda, kebutuhan cairan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya usia, umur dan jenis kelamin Berikut adalah kebutuhan cairan sehari-hari berdasarkan pengelompokan usia: USIA 3 hari 10 hari 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun 2 tahun 6 tahun 10 tahun 14 tahun 18 tahun 19-50 tahun KEBUTUHAN CAIRAN 80-100 125-150 140-160 130-155 125-145 120-135 115-125 100-110 90-100 50-60 40-50 50

Kebutuhan cairan pada bayi dan anak berbeda dengan orang dewasa. Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan fisiologis antara bayi dan anak dengan orang dewasa. Kecepatan siklus air pada bayi juga sangat tinggi, yaitu sekitar 5 kali lebih besar/kg berat badan bila dibandingkan dengan orang dewasa. Untuk menghitung kebutuhan air bagi bayi, lazimnya digunakan 3 metode perhitungan, yaitu berdasarkan rumus Darrow : • Anak dengan berat badan di bawah 10 kg. Kebutuhan airnya 100 ml/kg berat badannya. Jadi total kebutuhan air yang harus dicukupi dengan berat 10 kg adalah 10 x 100ml = 1000 ml air. • Anak dengan berat antara 10 – 20 kg. Kebutuhan airnya 1000 ml + 50 ml/kg berat badan di atas 10 kg. Contoh : anak berat 12 kg, maka kebutuhan airnya adalah 1000 + (50 x 2) = 1100 ml. • Anak dengan berat badan di atas 20 kg. Kebutuhan airnya 1500 ml + 20 ml/kg berat badannya di atas 20 kg. Contoh : anak berat 25 kg, maka kebutuhan airnya adalah 1500 + (20 x 5) = 1600 ml. Sedangkan kebutuhan air untuk lanjut usia pada kelompok usia lanjut (> 60 tahun) juga berbeda, pada usia lanjut telah terjadi perubahan fungsi fisiologis, antara lain penurunan volume air tubuh total & penurunan kemampuan pemekatan urin. Sehingga asupan air optimal pada kelompok usia ini adalah 1 L sehari, optimal disini artinya volume asupan air tidak menyebabkan hipovolemia & hiponatremia (kekurangan natrium plasma). Selain itu yang harus diperhatikan adalah kepekaan rasa haus dari kelompok usia ini telah berkurang. 6. Seperti proses pemecahan dan sintesis lainnya, sintesis asam lemak dahulunya dianggap sebagai reaksi kebalikan oksidasi di dalam mitokondria. Tapi sekarang terbukti bahwa system mitokondria yang sangat aktif bertanggung jawab atas sintesis palmitat yang lengkap dari asetil KoA dalam sitosol. Sistem lain untuk pemanjangan rantai asam lemak juga terdapat di dalam RE hepar. Sintesis asam lemak rantai panjang (lipogenesis) dilaksanakan oleh 2 sistem enzim yang terdapat dalam sitosol pada sel, yaitu : Asetil KoA karboksilase dan sintase asam lemak (fatty acid synthase).

Lintasan tersebut mengubah asetil KoA menjadi palmitat dan memerlukan NADPH, ATP, Mn2+, biotin, asam pantotenat dan HCO3- sebagai kofaktor. Asetil KoA karboksilase diperlukan untuk mengubah asetil KoA menjadi malonil-KoA. Pada gilirannya, enzim sintase asam lemak, yaitu kompleks multienzim dari satu rantai polipeptida dengan 7 aktivitas enzimatik yang berbeda, akan mengkatalisasi susunan palmitat dari satu molekul asetil KoA dan tujuh molekul malonin KoA. Lipogenesis diatur pada tahap asetil KoA karboksilase oleh pengubah alosterik, modifikasi kovalen dan induksi serta represi sintesis enzim. Sitrat akan mengaktifkan enzim, dan asil KoA rantai panjang menghambat aktivitasnya. Insulin mengaktifkan asetil KoA karboksilase dalam jangka pendek melalui defosforilasi dan dalam jangka panjang melalui induksi sintesis. Glukagon dan epinefrin memiliki kerja yang berlawanan terhadap insulin. Pemanjangan asam lemak rantai panjang berlangsung dalam RE yang dikatalisasi oleh system enzim elongase mikrosom. 7. Vitamin merupakan substansi organik dalam jumlah kecil pada makanan yang esensial untuk metabolisme normal. Tubuh tidak mampu mensintesis vitamin dalam jumlah yang dibutuhkan dan bergantung pada asupan diet. Walaupun vitamin terkandung di banyak makanan juga dipengaruhi oleh proses penyimpanan, persiapan. Kandungan vitamin tertinggi biasanya terdapat pada makanan segar yang digunakan dengan cepat setelah terpapar panas, udara dan air yang minimal. Menurut sifat kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Vitamin larut air , merupakan anggota vitamin B kompleks dan vitamin C. Ada

pun memiliki ciri-ciri sebagai berikut : •

Tidak dapat disimpan dalam tubuh dan harus tersedia sebagai asupan makanan setiap hari. Kebanyakan vitamin larut air,yaitu vitamin B kompleks berfungsi sebagai koenzim, sehingga bersifat sebagai katalisator proses rantai biokimia Vitamin larut air diekskresikan melalui urin Vitamin larut air tidak disimpan di dalam tubuh sehingga jarang terjadi Hipervitaminosis umumnya tidak mempunyai pro-vitamin

• • •

b. Vitamin larut lemak, adalah molekul hidrofobik apolar, yang semua merupakan

derivate isoprene. Vitamin larut lemak terdiri dari vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K, dimana memiliki fungsi masing-masing d dalam tubuh. Ada pun ciri-cirinya sebagai berikut : • • • • Tabel : Fungsi Vitamin C (Asam Askorbat) Produksi kolagen; integritas dinding kapiler; pembentukan sel darah merah; metabolisme asam amino; pengurangan garam zat besi; perlindungan vitamin lain dari oksidasi Vitamin B Kompleks Vitamin B1 (Tiamin) komponen enzim; oksidasi karbohidrat; konversi oksidatif asam piruvat dan lingkar asam sitrat Vitamin larut air Akibat defisiensi Akibat kelebihan Penyakit kudis, penyembuhan luka yang buruk, perdarahan, gigi tanggal, memar Batu ginjal, penyakit kudis infeksi saluran ginjal Sumber Buah jeruk, kentang, kubis, tomat, brokoli, stroberi, belewah, cabe hijau Vitamin larut lemak dapat diserap secara efisien jika terdapat penyerapan lemak yang normal Dalam keadaan normal tidak diekskresikan melalui urin, tetapi melalui feces Vitamin larut lemak disimpan dalam jumlah banyak, maka dengan intake yang berlebihan memungkinkan terjadinya Hipervitaminosis umumnya mempunyai pro-vitamin

Beri-beri (jarang), polineuritis, konfusi mental, kelemahan otot, ataksia, gangguan ritme jantung, pembesaran jantung Ariboflavinosis, pecah-pecah pada ujung mulut, desquamasi sisik kulit sektar mulut, irirtasi mata, glositis

Nadi yang cepat, sakit kepala, lemah, iritabilitas, insomnia

Daging babi, ikan, telur, unggas buncis kering, padi-padian, gandum, roti, pasta

Vitamin B2 (Riboflavin) Metabolisme nutrien; pertumbuhan; oksidasi dan reduksi lemak, karbohidrat dan protein

Ulkus tingkat Susu, padi-padian, glukosa darah yang sayuran hijau, hati elevasi, peningkatan tingkat asam urat dalam darah

(lidah berkilau), fotofobia (sensitif terhadap cahaya) Niasin Utilisasi protein; glikolisis; Pellagra, kelemahan sintesis lemak; perbaikan anoreksia, indigesti, jaringan pellagra berat, dermatitis, diare, demensia Ulkus disfungsi Daging, produk susu, hati, kadar glukosa sereal, tuna, padidarah meningkat, padian peningkatan tingkat asam urat darah, diare, mual, flushing

Vitamin B6 (Kompleks Piridoksin, Piridoksal, Piridoksamin) Metabolisme nutrisi; sintesis asam amino nonesensial; konversi triptofan untuk niasin; fungsi darah yang tepat dan sel SSP Folasin. Asam Folat, Folat Metabolisme beberapa asam amino; maturasi sel darah merah; sintesis purin dan pirimidin (penting untuk asam ribonukleat, dan asam deoksiribonukleat) Vitamin B12 (Kobalamin) Penghasil enzim yang esensial untuk metabolisme nutrien, asam nukleat, asam folat; fungsi tepat pada sel tulang, saluran gastrointestinal, dan sistem saraef; pembentukan purin demikian juga RNA dan DNA Asam Pantotenat metabolisme nutrisi; sintesis kolesterol dan

Anemia, iritabilitas, luka kulit, pecahpecah pada ujung mulut

Pembengkakan, depresi, kelelahan, sakit kepala, kerusakan saraf, iritabilitas

Padi-padian, hati, ikan, unggas, kacang hijau, kacang, daging, kentang

Anemia makrotik

Diare, insomnia, iritabilitas, menutupi defisiensi vitamin B12

Hati, sayuran berdaun hijau, daging, ikan, unggas, padi-padian

Anemia pernislus dan gangguan nerologik

Tidak dilaporkan

Susu, telur, keju, daging, ikan, unggas, makanan dari hewan asli (makanan tumbuhan tidak mengandug vitamin B12

Tidak diketahui

Peningkatan kebutuhan tiamin, kadang diare,

Daging, padi-padian, sereal, tumbuhan polong

hormon steroid;aktivitas korteks adrenal Biotin Sintesis asam lemak,; utilisasi glukosa; metabolisme protein; utilisasi Vitamin B12 dan Asam folat

retensi air Tidak diketahui Tidak diketahui Hati. Ginjal, sayuran berdaun hijau tua, kacang hijau, kuningmerah telur

Fungsi Vitamin A (retinol, retinal, asam retinoat) Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan epitel; pemeliharaan akuitas visual pada lampu yang suram; fungsi imun khususnya pengenalan antigen

Vitamin larut dalam lemak Akibat defisiensi Akibat kelebihan

Sumber

Kebutaan pada malam hari, kulit kasar, membran mukosa kering, penururnan resistensi untuk infeksi, kegagalan perkembangan gigi dan tulang

Mual, muntah, rasa nyeri abdominal, dan kegagalan pertumbuhan pada anak-anak, kehilangan berat badan pada orang dewasa, dosis besar (kerontokan rambut, pembengkakan dan pelunakan tulang, nyeri tulang sendi, hepatomegali, splenomegali, sakit kepala)

Susu murni, telur, sayuran berdaun hijau, buah-buahan, minyak hati ikan, hati

Vitamin D (kolekalsiferol, ergosterol) Penyerapan dan penggunaan kalsium dalam perkembangan tulang dan gigi

Penyakit rickets dan pertumbuhan gigi yang tertunda pada anak-anak, osteomalasia (pelunakan tulang) pada orang dewasa

Kehilangan nafsu makan, muntah, kegagalan pertumbuhan, kehilangan berat badan, peningkatan deposit kalsium dalam jaringan lunak, pembuluh darah dan ginjal Gangguan dengan

Cahaya matahari, susu yang memperkuat, minyak hati ikan

Vitamin E (tokoferol) Perlindungan vitamin A

Peningkatan

Minyak sayur, sayuran

dan C dan asam lemak tidak jenuh majemuk dari oksidasi; sintesis heme

hemolisis sel darah merah dan anemia makrotik pada bayi prematur

penggunaan vitamin A dan K, memperpanjang waktu protrombin, iritabilitas intestinal, sakit kepala, nyeri otot, pusing Hiperbilirubinemia pada bayi, muntah pada orang dewasa

berdaun hijau, susu, telur, daging, sereal

Vitamin K Pembentukan protrombin; Penyakit hemoragik pembekuan darah pada bayi baru lahir, waktu pembekuan yang lama pada orang dewasa

Sayuran berdaun hijau, sintesis hati pada daerah gastrointestinal

DAFTAR PUSTAKA Guyton & Hall. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC Perry & Potter. 1999. Fundamental Keperawatan edisi 4 volume 2. Jakarta : EGC. http://agromedia.net/Info/manfaat-serat-bagi-tubuh.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->