a.

Analisis jabatan Analisis beban kerja

b.

Cara Melakukan Workload Analysis (Analisa Beban Kerja)
Filed in: Artikel HR ManagementAdd comments

Metode workload analysis adalah proses untuk menghitung beban kerja suatu posisi/sub posisi; dan juga kebutuhan jumlah orang untuk mengisi posisi/sub posisi tersebut. Dalam metode ini terdapat tiga tahapan utama yang akan diuraikan dibawah ini. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang HR management dan workload analysis, silakan klik DISINI ). 1. Menentukan output utama dari suatu fungsi/sub fungsi dan kemudian mengidentifikasi rangkaian aktivitas kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut. Misal departemen riset produk baru memiliki tiga rangkaian aktivitas kerja untuk menghasilkan output/hasil penelitian pengembangan produk baru. Yakni : Mengumpulkan data riset, menganalisa data riset dan kemudian menyusun laporan hasil riset dan rekomendasi pengembangan produk baru. 2. Membreak-down rangkaian aktivitas menjadi satuan tugas yang lebih spesifik. Misal dalam aktivitas pengumpulan data riset dibagi lagi menjadi kegiatan yang lebih detil, contoh : pengumpulan data produk kompetitor, pengumpulan data perilaku konsumen, pengumpulan data kebutuhan pasar, dll. 3. Menghitung jumlah waktu total yang dibutuhkan untuk menyelesaikan per kelompok tugas tersebut. Misal berapa total waktu yang diperlukan untuk melakukan pengumpulan data riset; berapa lama untuk melakukan analisa dan berapa lama untuk menyusun hasil riset. Dari jumlah total jam kegiatan ini kemudian bisa diprediksi berapa kebutuhan jumlah pegawai yang diperlukan untuk menyelesaikan keseluruhan tugas.

http://rajapresentasi.com/2009/04/cara-melakukan-workload-analysis-analisabeban-kerja/

Definisi Analisis Beban Kerja menurut Beberapa Ahli

Proses penentuan standar kerja seperti ini sering menimbulkan komitmen karyawan. Hani Handoko (1985:135). melalui proses penelitian dan pengkajian yang dilakukan secara analisis. Standar kerja. standar pekerjaan dapat diperoleh dari hasil pengukuran kerja atau penetapan tujuan partisipatip. analisis beban kerja adalah mengidentifikasi baik jumlah karyawan maupun kwalifikasi karyawan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. dan sumberdaya manusia. Lebih lanjut dikemukakan pula. untuk mengerjakan aktivitas kerja khusus dalam kondisi kerja yang normal. atau pemegang jabatan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan teknik analisis jabatan. dan motivasi yang lebih besar.Menurut Komaruddin (1996:235). bahwa pengukuran beban kerja merupakan salah satu teknik manajemen untuk mendapatkan informasi jabatan. peranannya dalam hubungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Menurut Simamora (1995:57). data waktu standar yang telah ditetapkan sebelumnya. dan pengambilan contoh kerja. semangat kerja. Pengukuran beban kerja diartikan sebagai suatu teknik untuk mendapatkan informasi tentang efisiensi dan efektivitas kerja suatu unit organisasi. Menurut T. teknik analisis beban kerja atau teknik manajemen lainnya. pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Menurut Menpan (1997). dan kebutuhan karyawan. persyaratan-persyaratan organisasi. standar waktu sebelum penentuan. bahwa untuk menentukan standar tenaga kerja dapat dilakukan dalam empat cara. data standar. Teknik pengukuran kerja yang dapat digunakan antara lain: studi waktu. dimana materi pembahasan mencakup sasaran-sasaran pekerjaan. kadang-kadang juga ditetapkan secara partisipatip dengan pemimpin organisasi buruh. ketatalaksanaan. kepuasan. Penetapan standar kerja dapat dilakukan melalui pembahasan antara manajer dengan para bawahannya. yakni berdasarkan pengalaman masa lalu. Informasi jabatan tersebut dimaksudkan agar dapat digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan aparatur baik di bidang kelembagaan. standar tenaga kerja adalah jumlah waktu yang diperlukan rata-rata tenaga kerja. analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. pengkajian waktu. agar mampu menghasilkan produksi yang diharapkan perusahaan. atau dengan kata lain standar tenaga kerja dapat digunakan untuk menetapkan jumlah personil. atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas. Menurut Heizer dan Render (1996:98). hal ini karena . dan pengambilan sampel kerja (work sampling). Lebih jauh dikatakan.

yaitu perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan sisi penawaran yaitu ketersediaan tenaga kerja di pasar. Jumlah orang yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan sama dengan jumlah waktu untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan dibagi dengan waktu yang diberikan kepada satu orang. Waktu untuk keperluan pribadi (personal time). Produktivitas kerja dapat digambarkan dalam . dalam perencanaan sumberdaya manusia. Menurut Irawan. perencanaan tenaga kerja dalam jangka panjang ditentukan oleh sisi permintaan perusahaan. Menurut Moekijat (1995:58). dan perjanjian-perjanjian hasil perundingan ditulis dalam kontrak kerja. berkaitan dengan besarnya jumlah tenaga kerja yang ada pada perusahaan tersebut berada pada kondisi berlebih atau kurang jika dikaitkan dengan beban kerja. Menurut Moeljadi (1992:93). 3. Sedangkan perkiraan tersedianya tenaga kerja itu sendiri. 4. Namun demikian. Waktu untuk menghilangkan kelelahan (fatigue time). untuk menentukan jumlah orang yang diperlukan secara lebih tepat. analisis perpindahan tenaga kerja dan analisis kelebihan atau kekurangan tenaga kerja. dan Sakti (1997:63). Perkiraan kebutuhan tenaga kerja perusahaan ditentukan oleh perkiraan tersedianya tenaga kerja di perusahaan dan rencana-rencana perusahaan. Analisis kelebihan atau kekurangan tenaga kerja perusahaan. Beban kerja adalah kapasitas produksi dikalikan waktu sedangkan kebutuhan tenaga kerja adalah beban kerja dibagi dengan rata-rata sumbangan tenaga karyawan perbulan. Jumlah waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah sama dengan jumlah keempat waktu berikut : 1. Motik. Dan analisis beban kerja sendiri memberikan arahan tentang produktivitas.para pemimpin serikat karyawan memahami pentingnya melakukan perundingan tentang standarstandar pelaksanaan berbagai pekerjaan. ditentukan dari analisis beban kerja. 2. Waktu yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi (bukan lingkaran/non-cyclical time). analisis jabatan memberikan informasi tentang syarat-syarat tenaga kerja secara kualitatif serta jenis-jenis jabatan dan karyawan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas. Waktu yang sungguh-sungguh dipergunakan untuk bekerja yakni waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang langsung berhubungan dengan produksi (waktu lingkaran/waktu baku/dasar). Analisis tersebut dapat dilaksanakan jika sudah diketahui beban kerjanya. maka jumlah tersebut perlu ditambah dengan prosentase tertentu akibat ketidakhadiran pegawai. selain kegiatan analisis jabatan juga diperlukan analisis beban kerja dan analisis kebutuhan tenaga kerja.

serta berkesinambungan (sustainable). 2. Menumpuknya pegawai di satu unit kerja dan kurangnya pegawai di unit kerja yang lain merupakan suatu contoh yang nyata dari permasalahan tersebut. 7. misi. http://www. namun profesionalisme yang diharapkan belum sepenuhnya terwujud. Adanya beban kerja yang akan diukur. Waktu penyelesaian dari tugas-tugas/produk. 3. Adanya satuan hasil. 5. 6. mempunyai pola yang jelas.id Hasil analisis jabatan yang berupa informasi jabatan. diperlukan perbaikan dan penataan ulang manajemen kepegawaian ke arah yang lebih baik. Adanya standar waktu kerja. Salah satu penyebab utama adalah distribusi pegawai pada suatu unit kerja atau satuan kerja belum mengacu pada kebutuhan organisasi yang sebenarnya. Sumber: http://www. Untuk mengatasi permasalahan di atas. LATAR BELAKANG Dewasa ini. tersirat makna bahwa dalam melaksanakan analis beban kerja diperlukan hal-hal sebagai berikut: 1. Perhitungan jumlah pegawai yang dibutuhkan. Salah satu komponen yang sifatnya mendesak untuk ditata dan dibenahi saat ini adalah formasi pegawai yang sesuai dengan visi.go. terarah.efisiensi penggunaan tenaga kerja. Di mana tenaga kerja tersebut akan dapat digunakan secara efisien jika jumlah tenaga kerja yang ada seimbang dengan beban kerjanya. Kesimpulan: Dari semua uraian pemikiran sebagaimana tersebut di atas. Menetapkan jumlah jam kerja per hari. tujuan dan sasaran organisasi serta fungsi dan tugas pokok yang diemban.slideshare. 4.bkn.net/triwidodowutomo/analisis-beban-kerja Analisis Beban Kerja I. tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin besar. dalam arti belum didasarkan pada beban kerja yang ada. .

http://ittc. Penyempurnaan sistem dan prosedur kerja. efektif. III. maka MAP menyelenggarakan pelatihan Analisis Beban Kerja angkatan I. khususnya menyangkut formasi dan alokasi sumber daya manusia. didasarkan pada beban kerja yang ada. HASIL Hasil (outcome) dari kegiatan Penyusunan Analisis Beban Kerja ini akan digunakan sebagai bahan untuk antara lain: 1. II. Pelatihan Analisis Beban Kerja dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 Juni 2011 lalu bertempat di Gedung Magister Administrasi Publik . Penyusunan program formasi.co. Mengidentifikasi efisiensi dan efektifitas beban kerja yang menggambarkan prinsip rasional. realistis dan operasional secara nyata. Penataan/penyempurnaan struktur organisasi.id/analisis-beban-kerja. Distribusi pegawai pada suatu satuan kerja mengacu pada kebutuhan organisasi yang sebenarnya. mutasi dan promosi pegawai sesuai visi dan misi organisasi. 2. 3. Penyusunan rencana kebutuhan pegawai secara riil sesuai beban kerja masing-masing unit organisasi. KELUARAN Keluaran (output) dari kegiatan ini adalah Hasil Analisis Beban Kerja yang memberikan arah dan pedoman bagi penataan organisasi. IV.Perencanaan formasi harus didasarkan pada hasil perhitungan beban kerja organisasi sehingga formasi pegawai yang telah disusun dapat memenuhi kebutuhan organisasi untuk pelaksanaan tugas secara profesional. 3. Memperjelas dan mempertegas penyusunan format kelembagaan yang akan dibentuk secara lebih proporsional sehingga tercapai keseimbangan antara kewenangan dan tujuan organisasi dengan besaran organisasinya. efektif dan efisien.php Pelaksanaan Program Diklat Analisis Beban Kerja Angkatan I Sebagai bentuk komitmen Magister Administrasi Publik UGM dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sesuai dengan rencana program diklat MAP 2011. efisien. 5. 6. 4. 2. Memetakan kondisi riil pegawai baik kuantitatif maupun kualitatif beserta kompetensi yang dibutuhkan pada suatu unit kerja sebagai bahan perumusan formasi dan rasio kebutuhan pegawai untuk keperluan penataan kelembagaan. TUJUAN 1. Penilaian prestasi kerja jabatan dan prestasi unit kerja.

dan Pemda Kabupaten Tulang Bawang. Penjelasan ini disampaikan oleh Drs.Si. Agus Pramusinto. Ini menjadi tantangan bagi instansi pemerintah dalam upaya pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan serta pemberian pelayanan kepada masyarakat.PAN/7/2004. Keseluruhan peserta pelatihan analisis beban kerja angkatan 1 berjumlah 17 orang baik dari instansi pemerintah daerah maupun dari MAP UGM. Dalam sambutannya. KEP/75/M. d) Penyusunan instrument analisis beban kerja. dimana setiap peserta memperhatikan pemateri diklat yang ahli di bidangnya masing-masing. Namun konsep ini belum sepenuhnya dipahami oleh hampir setiap level instansi pemerintah. Sistematika kurikulum yang ditawarkan dalam pelatihan Analisis Beban Kerja merujuk pada peraturan yang berlaku. Di lain pihak. Oleh karenanya. antara lain: Peraturan Menteri Dalam Negeri No. setiap instansi dituntut untuk dapat mengelola organisasinya secara efektif dan efisien. Sedangkan cara teknik pengumpulan data Analisis Beban Kerja dilakukan dengan wawancara berdasarkan form kuesioner yang sudah terkonsep dan observasi (disebut dengan form A). Penghitungan Analisis Beban Kerja didasarkan pada tugas para aparatur pemerintah. . b) Konsep Dasar Analisis Beban Kerja. Capacity building akan memperkuat governance. Subando Agus Margono. dengan beberapa sesi. maka pada tahap selanjutnya justru akan mengancam governance itu sendiri. Para peserta mengikuti pelatihan pelatihan analisis beban kerja dengan sangat antusias. Mulai dari penghitungan Analisis Beban Kerja yang dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu berdasarkan proses. Padahal Analisis Beban Kerja merupakan bagian pengelolaan SDM dan kelembagaan yang saling terkait. Pelaksanaan otonomi daerah dapat menjadi lambat. beban kerja dan pengukuran kerja. Bahkan secara makro. MDA. Konsep Analisis Beban Kerja pada dasarnya merujuk pada keadilan dan profesionalitas. Dr Agus pramusinto menyampaikan bahwa pelaksanaan analisis beban kerja merupakan salah satu cara untuk mewujudkan penyelenggaraan sistim administrasi dan organisasi pemerintahan yang efektif dan efisien. kenyataan bahwa sumber pembiayaan setiap instansi pemerintah semakin terbatas. namun tanpa etika administratif (ethical decision making atau public policy) dan etika kepemimpinan. Beberapa rumus penghitungan Analisis Beban Kerja juga diperkenalkan. M. c) Metode pengukuran beban kerja dan mekanisme analisis beban kerja. g) action plan. Kriteria Penataan Kelembagaan Pemerintah dan Kebutuhan Analisis Beban Kerja. karena pada saat itu kolaborasi tidak akan berjalan. salah satunya disebabkan oleh rendahnya kualitas aparatur pemerintah. pada sesi pertama. f) Tehnik analisis data dan penyajian data dalam dokumen analisis beban kerja dan.(MAP) UGM dan dibuka oleh Dr. Kebijakan. Pada sesi-sesi selanjutnya. yaitu: a) Good Governance. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Minahasa Utara. peserta diperkenalkan dengan konsep Analisis Beban Kerja secara lebih aplikatif. Pertukaran informasi pengalaman kelembagaan pemerintah baik secara umum maupun khusus menyangkut pelaksanaan ABK di lapangan menjadi bahan diskusi yang menarik di kelas. Durasi penyampaian materi selama 16 jam dibagi menjadi dua hari. Peserta yang berasal dari instansi pemerintah daerah utamanya dari Sekolah Pascasarjana UGM. pelaksanaan Analisis Beban Kerja terkait dengan capacity building dan governance. Analisis Beban Kerja dimaknai sebagai salah satu wujud nyata dari etika administratif dan etika kepemimpinan pemerintah. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan desentralisasi (Otonomi Daerah) dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah yaitu peningkatan kapasitas aparatur pemerintah. 12 Tahun 2008 dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. e) Tehnik pengumpulan data dan penghitungan beban kerja.

Hampir sebagian SDM aparatur yang menjadi menjadi responden menganggap Analisis Beban Kerja merupakan konotasi dari evaluasi kinerja aparatur sehingga informasi yang diberikan terkadang bias. evaluasi dan pengendalian rencana. Dr. Pertama. para peserta dibagi kembali menjadi beberapa kelompok untuk membuat action plan perencanaan Analisis Beban Kerja.Si. LPPD. Pada sesi ini. 7 Juni 201. bahkan beberapa peserta sampai mengambil waktu istirahat untuk melanjutkan latihan tersebut.Akan lebih baik lagi. Pelaksanaan dua hari program diklat Analisis Beban Kerja tidak terasa selesai.id/index. c) perumusan tujuan secara SMART (specific. lingkungan. maka hasil analisis juga tidak dapat berjalan dengan lancar. Pengalaman di lapangan sering menunjukkan hal yang normatif bahkan tidak masuk akal. Data pendukung ini berguna sebagai kroscek terhadap data primer yang didapat langsung dari responden.Si. peserta mendapat penjelasan tentang Perencanaan Kegiatan Analisis Beban Kerja yang disampaikan oleh Drs Suharyanto. Pada sesi terakhir. dalam materi Tehnik Analisis Data dan Penyajian Data dalam Dokumen Analisis Beban Kerja dan oleh Drs. http://map. Suharyanto. Dr. penetapan kegiatan.hal tersebut adalah menggunakan a) pedoman SWOT. M. Latihan ini cukup intens dan para peserta tampak serius dalam menghitung beban kerja. 12 Tahun 2008. Ewan Agus Purwanto berpesan agar apa yang telah didapatkan selama mengikuti diklat dapat diterapkan di lingkungan masing-masing untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. pada sesi action plan. M.Si. realistic dan time dated). jika didukung dengan data pendukung seperti LAKIP. forecasting.ac. Satu titik poin pada sesi ini adalah mengenai hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan. achievable.ugm. Setelah penutupan dan penyerahan sertifikat. Jika terdapat data semacam ini. Ewan Agus Purwanto selaku pengelola MAP UGM menutup kegiatan Pelatihan Analisis Beban Kerja secara resmi dan menyampaikan selamat kepada peserta diklat yang telah berhasil menyelesaikan kegiatan ini dengan sukses dan meminta maaf apabila dalam pelaksanaan diklat terdapat beberapa kekurangan serta mengucapkan selamat jalan kepada seluruh peserta diklat yang telah berhasil menunaikan tugas dengan baik. terdapat dua sesi pelatihan Analisis Beban Kerja. Ratminto. LKPJ dan sebagainya. Pada sesi ini. yaitu sesi materi mengenai Praktik Pengumpulan Data Analisis Beban Kerja. Hal ini disampaikan oleh Drs. penetapan tujuan. para peserta berlatih mengisi dan menghitung beban kerja. Peserta dibagi menjadi dua kelompok peran yaitu berperan sebagai responden aparatur dan enumerator. Hal. seluruh yang hadir di dalam ruang 307 MAP UGM saling berjabat tangan. Pada sesi ini. M. Pada hari kedua. measurable.php/component/content/article/14-berita/135pelaksanaan-program-diklat-analisis-beban-kerja-angkatan-i . Kuesioner yang dipakai adalah form kuesioner Menteri Dalam Negeri No. b) langkah-langkah perencanaan seperti self audit. Setelah sesi action plan berakhir. masing-masing peserta kelompok juga antusias mendiskusikan rencana kegiatan Analisis Beban Kerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful