Ciri-ciri dan Masalah Pendidikan di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999). Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Perasan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar. Salah satunya adalah memasuki abad ke- 21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk

Rendahnya kesejahteraan guru. kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. 3.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP). 3. 4. Bagaimana ciri-ciri pendidikan di Indonesia? Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia? Apa saja yang menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia? Bagaimana solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia? 1. 1. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas. Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146. Rendahnya prestasi siswa. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan. Mendeskripsikan ciri-ciri pendidikan di Indonesia. 2. . Oleh karena itu. Rendahnya sarana fisik. 7. Mendeskripsikan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. 6. Mahalnya biaya pendidikan. 3. 4. Mendeskripsikan solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia. efisiensi dan standardisasi pengajaran.pembangunan bangsa. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penulisan 1.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Dari 20. Rendahnya kualitas guru. 2. 5. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8. 4. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan. Mendeskripsikan hal-hal yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. 2.

1 Ciri-ciri Pendidikan di Indonesia Cara melaksanakan pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak terlepas dari tujuan pendidikan di Indonesia. sebab pendidikan Indonesia yang dimaksud di sini ialah pendidikan yang dilakukan di bumi Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia.1.4 Manfaat Penulisan 1. 1. pemecahan berbagai masalah. . menganalisis sesuatu serta menyimpulkannya. Pikiran para siswa/mahasiswa diasah melalui pemecahan soal-soal. 1. BAB II PEMBAHASAN 2. Bagi Pemerintah Bisa dijadikan sebagai sumbangsih dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pengembangan pikiran sebagian besar dilakukan di sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi melalui bidang studi-bidang studi yang mereka pelajari. Bagi Mahasiswa Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Bagi Guru Bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengajar agar para peserta didiknya dapat berprestasi lebih baik dimasa yang akan datang.

Untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan. pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidikan. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut. Memang. “Pendidikan ini menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. guru-guru saat ini kurang kompeten. menghilangkan ketidakmerataan dalam akses pendidikan. dan murid-muridnya. Belum lagi masalah gaji guru. Selain berpengalaman mengajar murid. Langkah keenam. Kecuali guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru. yakni meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan di Indonesia. Jl Jenderal Sudirman.2 Kualitas Pendidikan di Indonesia Seperti yang telah kita ketahui. Langkah ketiga. Langkah kelima. tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun. Hal ini terbukti dari kualitas guru. mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai pelajaran yang mereka ajarkan. pembiayaan bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas penddikan. 2. seperti ketidakmerataan di desa dan kota. Langkah keempat. Guru-guru tentuya punya harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada siswanya. sarana belajar. Banyak orang yang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana. 3. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 44 triliun. 4. Presiden memaparkan beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. pemerintah berencana membangun infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan di sekolah-sekolah. pemerintah akan menambah jumlah jenis pendidikan di bidang kompetensi atau profesi sekolah kejuruan. Jakarta. kualitas pendidikan di Indonesia semakin memburuk. 7. .2. Langkah kedua. Tolak ukurnya dari angka partisipasi. serta meningkatkan nilai rata-rata kelulusan dalam ujian nasional. 6. meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen. 5.Langkah terakhir. adalah penggunaan teknologi informasi dalam aplikasi pendidikan. serta gender. Senin (12/3/2007).” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas di Gedung Depdiknas. antara lain yaitu: 1. Langkah ketujuh. Langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah.

Dan sayangnya masalah gengsi tidak kalah pentingnya dalam menyebabkan rendahnya efektifitas pendidikan di Indonesia. Dalam pendidikan di sekolah menegah misalnya. guru.3. instruktur. Tidak perduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut.3.3 Penyebab Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia Di bawah ini akan diuraikan beberapa penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum. pendidik (dosen. Halhal sepeti itulah yang banyak terjadi di Indonesia. menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Selama ini.1 Efektifitas Pendidikan Di Indonesia Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah. 2. Anggapan seperti itu jugalah yang menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah. hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati. . Setiap orang mempunyai kelebihan dibidangnya masing-masing dan diharapkan dapat mengambil pendidikaan sesuai bakat dan minatnya bukan hanya untuk dianggap hebat oleh orang lain. Kita kurang mempertimbangkan prosesnya. yaitu: 2. Dengan demikian. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat.2. seseorang yang mempunyai kelebihan dibidang sosial dan dipaksa mengikuti program studi IPA akan menghasilkan efektifitas pengajaran yang lebih rendah jika dibandingkan peserta didik yang mengikuti program studi yang sesuai dengan bakat dan minatnya.2 Efisiensi Pengajaran Di Indonesia Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih „murah‟. dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna. banyak pendapat beranggapan bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia.

nemun peserta didik tidak hanya itu saja.. waktu yang digunakan dalam proses pendidikan.Beberapa masalah efisiensi pengajaran di dindonesia adalah mahalnya biaya pendidikan. karena peserta didik akhirnya mengikuti pendidikan informal untuk melengkapi pendidikan formal yang dinilai kurang. Dengan survey lapangan. karena ketika kami amati lagi. yang sebenarnya bukan kompetensinya. . dan berbicara tentang biaya transportasi yang ditempuh untuk dapat sampai ke lembaga pengajaran yang kita pilih. kursus atau lembaga pendidikan formal atau informal lain yang dipilih. Yang kami lihat. dan sebagainya. Jelas juga terlihat. sehingga mudah dimengerti dan menbuat tertarik peserta didik. dapat kita lihat bahwa pendidikan tatap muka di Indonesia relative lebih lama jika dibandingkan negara lain. kita tidak hanya berbicara tenang biaya sekolah. yang tentu dengan bayaran untuk pendidik tersebut. Jika kita berbicara tentang biaya pendidikan. bahwa proses pendidikan yang lama tersebut tidak efektif juga. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik. Selain masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. hal itu diwajibkan oleh pendidik yang berssngkutan. Hal tersebut jelas tidak efisien. masalah lainnya adalah waktu pengajaran. mutu pegajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. ada pendidik yang mewajibkan les kepada peserta didiknya.00. alat tulis. peserta didik yang mengikuti proses pendidikan formal yang menghabiskan banyak waktu tersebut. Dalam pendidikan formal di sekolah menengah misalnya. Misalnya saja. pengajar A mempunyai dasar pendidikan di bidang bahasa. bahasa. namun kita juga berbicara tentang properti pendukung seperti buku. Hal-tersebut benar-benar terjadi jika kita melihat kondisi pendidikan di lapangan yang sebanarnya. namun di mengajarkan keterampilan. Yang mengejutkanya lagi. Hal lain adalah pendidik tidak dapat mengomunikasikan bahan pengajaran dengan baik. kebutuhan lainnya adalah buku teks pengajaran. kurangnya mutu pengajar disebabkan oleh pengajar yang mengajar tidak pada kompetensinya. banyak peserta didik yang mengikuti lembaga pendidikan informal lain seperti les akademis. Di sekolah dasar negeri.00 dan diakhiri sampai pukul 16. training. memang benar jika sudah diberlakukan pembebasan biaya pengajaran. seragam dan lain sebagainya yang ketika kami survey. ada sekolah yang jadwal pengajarnnya perhari dimulai dari pukul 07.

atau jika masukan yang sekecil mungkin dapat menghasilkan keluaran yang optimal.Dalam beberapa tahun belakangan ini. Ketika mengganti kurikulum. . Konsep efisiensi sendiri terdiri dari efisiensi teknologis dan efisiensi ekonomis. Dalam kasus UAN yang hampir selalu menjadi kontrofesi misalnya. Seperti yang kita lihat sekarang ini. hingga kurikulum baru lainnya. demikian pula sehingga dibentuk badan-badan baru untuk melaksanakan standardisasi dan kompetensi tersebut seperti Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP). akan lebih baik jika kita mempertanyakan kembali apakah standar pendidikan di Indonesia sudah sesuai atau belum. kurikulum berbasis kompetensi yang pengubah proses pengajaran menjadi proses pendidikan aktif. Selain itu. kita juga mengganti cara pendidikan pengajar. Sehingga amat disayangkan jika terlalu sering mengganti kurikulum yang dianggap kuaran efektif lalu langsung menggantinya dengan kurikulum yang dinilai lebih efektif. standar dan kompetensi dalam pendidikan formal maupun informal terlihat hanya keranjingan terhadap standar dan kompetensi. kita juga berbicara tentang standardisasi pengajaran yang kita ambil. Sementara efisiensi ekonomis tercipta jika ukuran nilai kepuasan atau harga sudah diterapkan terhadap keluaran.3. kita menggunakan sistem pendidikan kurikulum 1994.3 Standardisasi Pendidikan Di Indonesia Jika kita ingin meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. kurikulum 2004. namun yang kami sayangkan adalah evaluasi pendidikan seperti itu yang menentukan lulus tidaknya peserta didik mengikuti pendidikan. 2. Kualitas pendidikan diukur oleh standard an kompetensi di dalam berbagai versi. Kami menilai adanya sistem evaluasi seperti UAN sudah cukup baik. Tentunya setelah melewati proses untuk menentukan standar yang akan diambil. Konsep efisiensi akan tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan hanya masukan yang relative tetap. dan pengajar harus diberi pelatihan terlebih dahulu yang juga menambah cost biaya pendidikan. Efisiensi teknologis diterapkan dalam pencapaian kuantitas keluaran secara fisik sesuai dengan ukuran hasil yang sudah ditetapkan.

kita dapat memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia sehingga jadi kebih baik lagi. Data Balitbang Depdiknas (2003) menyebutkan untuk satuan SD terdapat 146.581 atau 34. buku perpustakaan tidak lengkap. MA. . Selain hanya berlanhsug sekali. tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. Tentunya hal seperti itu dapat kita temukan jika kita menggali lebih dalam akar permasalahannya.3. 2.237 atau 23. Dan semoga jika kita mengetehui akar permasalahannya. MTs. tidak memiliki perpustakaan. Banyak hal yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan kita. 299. banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak. Selain beberapa penyebab rendahnya kualitas pendidikan di atas. kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah.440 atau 42.052 lembaga yang menampung 25.hanya dilaksanakan sekali saja tanpa melihat proses yang dilalu peserta didik yang telah menenpuh proses pendidikan selama beberapa tahun. Kalau kondisi MI diperhitungkan angka kerusakannya lebih tinggi karena kondisi MI lebih buruk daripada SD pada umumnya.26% mengalami kerusakan berat. pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya.3. evaluasi seperti itu hanya mengevaluasi 3 bidang studi saja tanpa mengevaluasi bidang studi lain yang telah didikuti oleh peserta didik. Sementara laboratorium tidak standar. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia juga tentu tidah hanya sebatas yang kami bahas di atas.258 ruang kelas.898 siswa serta memiliki 865.12% berkondisi baik. dan SMK meskipun dengan persentase yang tidak sama.918. berikut ini akan dipaparkan pula secara khusus beberapa masalah yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.62% mengalami kerusakan ringan dan sebanyak 201. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri. Dari seluruh ruang kelas tersebut sebanyak 364. Keadaan ini juga terjadi di SMP.1 Rendahnya Kualitas Sarana Fisik Untuk sarana fisik misalnya. SMA.

tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Persentase guru menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2002-2003 di berbagai satuan pendidikan sbb: untuk SD yang layak mengajar hanya 21.73% (swasta). melakukan pembimbingan. baru 18.544 dosen. sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. melaksanakan pembelajaran. serta untuk SMK yang layak mengajar 55.503 guru.2 Rendahnya Kualitas Guru Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran.12% (negeri) dan 60. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.26% (swasta). melakukan pelatihan.8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. sebagai cermin kualitas. melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.3. menilai hasil pembelajaran. .000 guru SLTP/MTs baru 38.49% (negeri) dan 58. Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi. dari 337. untuk SMA 65. Selain itu. pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi.2. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1.8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas.3. dari 181.07% (negeri) dan 28.29% (negeri) dan 64.94% (swasta). untuk SMP 54. Di tingkat pendidikan tinggi.48% berpendidikan S3). dari sekitar 680. Bukan itu saja.2 juta guru SD/MI hanya 13.86% yang berpendidikan S2 ke atas (3. Di tingkat sekolah menengah.99% (swasta).8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. baru 57.

siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1. tunjangan yang melekat pada gaji. menjadi tukang ojek. tunjangan profesi.2. sebanyak 70 persen dari 403 PTS di Jawa Barat dan Banten tidak sanggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen sesuai dengan amanat UU Guru dan Dosen (Pikiran Rakyat 9 Januari 2006). dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Tapi. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. 460 ribu. dan/atau tunjangan khusus serta penghasilan lain yang berkaitan dengan tugasnya. pedagang mie rebus.5 juta. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain. Mereka yang diangkat pemkot/pemkab bagi daerah khusus juga berhak atas rumah dinas.3. guru bantu Rp. Dengan adanya UU Guru dan Dosen. Berdasarkan survei FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) pada pertengahan tahun 2005. barangkali kesejahteraan guru dan dosen (PNS) agak lumayan. 2005). Di lingkungan pendidikan swasta. masalah kesejahteraan masih sulit mencapai taraf ideal.3. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan pendapatan seperti itu. memberi les pada sore hari. . 13 Juli. Sekarang. Di dalam pasal itu disebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan memadai. antara lain meliputi gaji pokok. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat. Pasal 10 UU itu sudah memberikan jaminan kelayakan hidup. dan sebagainya (Republika. Diberitakan Pikiran Rakyat 9 Januari 2006. Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004).3.3. pedagang buku/LKS.3 Rendahnya Kesejahteraan Guru Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. kesenjangan kesejahteraan guru swasta dan negeri menjadi masalah lain yang muncul. terang saja. pedagang pulsa ponsel.4 Rendahnya Prestasi Siswa Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik. 2. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. kualitas guru.

3 juta siswa). Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran.47%. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54. 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme (UNDP) juga telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Diploma/S0 sebesar 27. Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13. setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25. dan 15.6 Rendahnya Relevansi Pendidikan Dengan Kebutuhan Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Apabila dibanding dengan negaranegara tetangga saja.07%. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini . 14.5% dan PT sebesar 36.3. posisi Indonesia berada jauh di bawahnya. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94.4 juta siswa). 2.4%.21%. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999.4% (28. 2. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi.3.Dalam hal prestasi.6%.3. 8% (9. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan.3. Di dalam laporan tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi ke-111 dari 177 negara.5 Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar.

3. ia tidak transparan. Orang miskin tidak boleh sekolah. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Akibatnya. pada tingkat implementasinya. Asumsinya. segala pungutan uang selalu berkedok.3. Namun.7 Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal. 2. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Karena itu. MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah. . Hasilnya. “sesuai keputusan Komite Sekolah”. pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas.disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. setelah Komite Sekolah terbentuk. karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha.

yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik. solusi teknis. diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme). misalnya. solusi sistemik. dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.2. Rendahnya kualitas guru. Maka. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini. Kedua. termasuk pendanaan pendidikan. misalnya. diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. dan sebagainya.4 Solusi dari Permasalahan-permasalahan Pendidikan di Indonesia Untuk mengatasi masalah-masalah di atas. Rendahnya prestasi siswa. secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yaitu: Pertama. solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan. di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan. juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. .

3. efisiensi.2 Saran Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan. Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas. Rendahnya kesejahteraan guru. Masalah-masalah lainya yang menjadi penyebabnya yaitu: 1. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan. 2. dan meningkatkan kualitas guru serta prestasi siswa. . 4. 5. Rendahnya prestasi siswa. Rendahnya sarana fisik. Mahalnya biaya pendidikan. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional. 7. Rendahnya kualitas guru. 6. 3.BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kualitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.

org.DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Anonymous. Tanggal 10 Desember 2009 Anonymous. 2009. Efektivitas-dan-efisiensi-anggaran. http://tyaeducationjournals.wordpress.Oleh http://www.Tanggal 10 Desember 2009. Jakarta: PT Rineka Cipta.2009. Efektifitas Pendidikan Di Indonesia.com. Prof. Pidarta.2000. Tanggal 10 Desember 2009.Diakses dari http://forum.com.The World Economic Forum Swedia . Manajemen Pendidikan Indonesia.detik. Tanggal 10 Desember 2009 Anonymous.sayapbarat.2009.com/2007/08/29/Lhani di/pada Maret 8.2000. 2004.2009. .blogspot. Dr. Anonymous.com. Diakses dari http://www. Made.detiknews.Diakses dari http://www.sib-bangkok.Masalah-pendidikan-di-indonesia. Sistem pendidikan .

.3.3.52.515165:.5..:.515165:.0975112.  51:297:2..5  51:297:2.:75112.

1/92.:..    51:297:2.3.5:63:.7.4.75112./951...9794.3.51.51.5.545.175/.51 5165:.5.

 .5 75112.3..515165:.794.:.

1.::..1...91.5:/.214.51 5165:.12.3.445.44552.:75112./..2.4552.3.9 :.5/3.#495.1.52..5.49.:.1.3. .52..:75112.5:1.2::5..    .5..7:9.1...7.54552....:3//.51.9.12..3.0.5:/..:4/.9....  .1125.2. :.51.: 197.5:/.5   .1.445.     # &!  9..2..3.#53:.5    .12. /979:.57.579:.1..52.2....52. :.97..

55165:..5:.22.515165:.513.9.09#5112..9.5.5...515165:.913.3.2:11:5.2./75112.5.2:.  #54/..5729.937.51:263.22.514.515165:. .5.5/.5 75112.5:/.5/:.575112. 75112.:1.43.. :/.2275.5165:.1.5.51/45165:.5.:1.2.

 799.5....:263.

1.5:.3/1.5.543.799.

5:6.9.3740.::..::.1.43.5492..5:. 73.4.:.9 #29.57./1.1..3.

:9.. 45.3  740.5.55.454732.5/9/.3::::....      .:.3.:6.4.

5./3.:#5112.3..... &79.9/2.5.515165:.3.. 2.9 1.2.:9 :.3.5491..:75112. .9.92..2.25 44/92 .1.:4.35.515165:.3.

4915.  9.

9751.492.  4.5 9.5.1.7..:.::.9.5 27.1.5.5...2.21.4.5.7.9.47.75.

.229.529..  0.39.5...5.1.52647.51.53.9:.95.5.545.94.192.5 .269..19:.21.5.5 .

75112.19  &3.5..4.443275./.1.9491 492.:2.5 .45112.51/.:..3. .4.4.545.5.515165:..29.73.93.3.9....92.5/93.3.4.5/975. 5645.5..51.2.3.4.5195.5 343.3.45.3.92.23.9 2.4.5492.509455.5..5:1.4 455.

9...4/..52.7.7. .75112.2..3. 2.5637495.2.2.515165:./7495.9.5.3.:7.9.4.54552.3..249..:75112.5.52.#9:15 &:36.9/975.5.4.5.: 3 519.9/..1.9..22. 4552.4552.3.79. :9.254552.5//9.75112..2.513.513.2::75112.1.52.5  :79.54.55.7..52.21.515165:.:..74..3. 1..52.553..2.:755.2.2...32.52.22.   .7.1.52..516656:...1.51.9.3&194...4.:1157125.9.1..5...9.1.2.5.9.2.49..: 91..2...2 295.52.92.515.:    .5 .516:5 :9../5..52.. .526.5545.3.511:.2..575:5  #5112.2:: .57495..2.5. 453.52.2/:..519    . &55   #9:1544..4552.4524.249. '63.

.5:75112.43.:.9:79.3    .92..233:..52.2647..545.2.4/.43.5797:..:.51 /1.245.2..5 5..9.29.5    .5.:65.52.2.72.52647.51/. 7495.91..51.5 5.234...5./950.7 7.5..796::263.4. 7495.5559. 45.44/.4/..5:..51:263.2.247.3.

5.5..5..5/....9.5 5.:263..935    .4552.    .: 75112.9.3.5 ... .:75112.:3..2.52.29 74/.2/:.92.25.4.:..755.3.5.52.2.1.2 .4:255..5   .:1.. 4524.9.256365694.2.4 7495.52.4.575112.732.5%7.551.

.5165:.../2.1..7.51.3..92.7...52. 455.515165:.5.515...5.75112.2.::.1.7/.7.57:9.:#5112.7.44 .5 /.951.5.5..3.2.51.55165:...90.7.   2.5..5/..3.1.3.5.51 5165:.5694.1694.5.974/3..5 75112 16:5 9  5:.59 1.2 7913/. 634.. /.1.3... #5112.9.9.4.21.:374/3.72.2:4/91.23/...21.5 ::..975.915.541.7.2.769.:#5112.2.5445252.5.:0. '1.4.7.5..5//9.43.5 1/1..5...4552..75/.5:79./95. #5/.55..5..9.2:.5 74/3.52.545/.5..51..9:/. ...2751.2.5.5.3..3153. 5.522.515165:.52.4.3../3.5.2..:.75112.5.:.7. .519.54475.  &3.15.9.5...:.5.3.5694.5 5..4.9.244/5.51.5:.112 5. 45./951.9./%51.5.. &.7.5.9:/.5..5.7.575112.9 1..:5.5./9..51.: 75.9...9.5142.:75112.

.5.5.2.7969.5.5.45..51/1.5:6:.4.5.5 45.6369.9.54475.2:.1.51:263.4:.53.15.5  .4:.:32.51.. ::69.52.2.9.57:9.72.53/951.3.1/.21.5::.5::..1.7/.2.452.2... 23/.475112.5/..1#.3.4:. 112. .517. /.545.7./2.545..1.51.:75.35.5152.5.5452.45.5..4/375112.7969..:51..5.31.

53/49..55.437.57. .55.273..5.9.1..2.3.2.22..5796:: . :5.    :5:#5.3.:3. ..5: .5796:: .55165:.55.22.2.515.9.5/.3...115165:.5./2.75.:32.:75112.3.52.3//.3:7. .4.2..4.2.445/.51 5165:.1.3. .5./.5/.:1.3.2.2447963...1.5.52.9:...3.:.45.5/...5:. 4479.4796::75112.5.5951.

:3.5.9.29.3.3.:.52.5.2..5. .2.529..  ...54479..7.5796::5./.1:7.4/.. .52..4.75112.3.51.. 49.1..51 5165:..3.

3.5.55694.2.2.1125.1..7.4.15165:..5 .55.2:5 2.75.9143.:.35.5 4. 5.:5:75.51 5165:.:263.4:.34/..3.5694.3.51/1./:2.3...54.3.1..9723 1. 75112.5:5.4.27:9.:..56375.9:/.515.2.95..473.:263..452.723   .93./9.55.1..5/.5 ..5 .9.112..5.1...75112..4 75112.. .5 /9::52.5 ..:. .5 :/5.54..7.5/9/0.5.3.94475....2..53.51.:.7...22..9.112.35...../.1.2.75112.5:55.2  2.112.5115165:.:.796::75112.515165:.9:/.5452..3.52.5 /..  &3.29:.75112.43...15.75125:79.5/.5:. /./9/0.112./9/0./. 75.:.5.55 29::.92. 4.52647./975.5.5/.2.95.4./9/0.2.:.3.5:/.75112.5153.4.1.9.5.579679..2 ..33. :1.93.5152.5:769.3..529.75.9. 2/./.1.5694.4 1.4.9.2:75.5 .9.9.:.95.2.35.2.9.5:79.2./2.5/./2  1.91.5 1.9...9.5694.2.55..5/5.55694.475.21.91.4796::75112..  :.3. 75112..1.545..5 5457:9. 5165:.2...51.5 5.5.545/.  /.5.5.55.1.2647.4:9 .1... .47..7.5 .5.742.3..22. 3./2.5 ...75./2.53//.3.:..9.5..4.5/./2.775112.45145..91:/.3.2..5:/..2 34/.295.53.47552..3..5 /. .5.452. ..35...545.9..5:5.51.5694..7:9.52.5.5 ..34/.5173 5..2.24352.3..574//.5:93.2..4. 29.75112.5.5.4. 2..4. .79..3/3..35.3 75..3.27.53:27../2..3.7.955.5 2.3..3.9.56375112.:.1/93.55.9:/.:.1.5:4/91.5.:.92.9.3.455.52.1.75112.52..1..9 75112..5 452.5  .3./2.53..1/..9:/.1.959 44. .14: /.3: ..1..:.... 1.31:263.29.75.9.3.47..796::75112.73 :263.3: :9.5/.33. 7:9.:.5..2.5.1.. 7:9.5.9.275112.2.33...5 45.5694.796::75112.1.

9../5.9:/.

33. 1459.:2.95.41.513. 43.12...5.927:9.3.9.456452.9.7.112  ..2.. .9..515.2651:75112.1.575..1.5/.5/...5./5..9.545/.1.5.2 :5.7.5:/.75112 .5.21.

5.52.9.91:.55.:5.2455.9. 2.5 694. 796::75.29234 .5::..9.3/2..:2.9.5:11.4750.:75..5..5...4..7.3:9545..5.0.7 .4.:1..3.:.3..2.5.7.9.5.5 .52.455.91..../.55 2.4 /9/.51.9: 142. ..55 :.1:.5.512963:. 796::5.72.575.9./9/0. 2..573.5:.5.2.2..554552.5...523.3.1.9.1796::75112.5:5:26564: :5:.5.:#5112..51.5.907.4.91.29234/.  .5 29234 29234 29234/9/.3.2...51..5 2647.1.:32.4//9..25636:1.2..45.93.2.9.1/5.:75112.315.45.5.723.15. 67.:2..51.52647.5:0...33..  65:7:5:.:23.72.9.529.515165:.5:.1.5.::2647.52.93.51552..27...45.91.29.3.:3.45.2/.9.2..1.43.51.51..5..5:545.:5:26564:.5:0..5.5/3..29..9:1/973.5.51.. 75112.2.3 65:7:5::519..75112.5:1.5.9.3.2..91:.1.5 :1.54.:.9..9 1.5..9.1.5.:2.7.475112.23.52.5.5.5.5 153..25636:1..4/3 '5.5.4.3.72.9:5:.3.51.29234 2.2.5 &5.553. 5..907.9..51.9.5     &.5 1.9.9..52.93.475112.593.5 &45.2.34.52..567.72...9..9..919 1.52647.7:..4.5:.93/1.7.755694.:2::.15.3.4/3  &79.5.55165:.545.3.:32..55.5.06:.5 75.75112..2.5.5:203 45251.529234.5.575/.5: .4/...9.

::79.2.2.479 :3..52.52..96:4:.524/.027/.5 :79.112452.1.91:.5:.515165:.51.53//.5.7.5...2 5.2.4479.5455.42.35.533:.3.75112.1.22.95.. .3#5112.5.::.51.5..7:9...::.5  .25.:75112.2.51..::!.9 75112.4453.:1./..2:..:.2.4./34 .1.3.3.1..5&...1265.45.2 43. !:1.5:.3.5/.1.4:.2. .9:/..91:.3.:79.:65.345.5.5.:1.5 &!#  &3.: !.52647.

..5& 4:275 15./951./69.7.2.1.1.5 17./2. 29:.5.:5.12//.2:2.:.2.95.429:.2:.5. 445.  .9:/.: /92.2443215:519 .5..1.2..5.5//9..91..3..2 ..2./.75112.57.5.:9.5... ..54.1.7 &45...2651: 3//921.:75112.515165:.1..51.2.4.3.//9.523.45.429:.5.5.5.75/..52..1..2.:0.112.515165:.37:9.55.55.5 .5799.5:/.:  45/.3.   45.52.7.5.2:.9 74.42.1.579:5.. .:.92.     %51.3.  45.5.2.:  .::79.2   .9. 2.1.1.1.5.13.5.475  ::.  /92651:/..256365694.:/.5&.2.13.55.:.9:399..3.6941.5.2:://9.1.2.2.45.545.1.:&...5.5:/.5 . ./951.5.515165:.5 &3.: .5:/....24432797:..52.2.3..9.3 ..1..2:.57.. .4432 9.:1.. .57125./3.2..3.3:263.:.3.55.9..52....24432 3.5.3:79..545/.4.51.5755.3.4.7.513.244..2:263. 75112.5.2651: 179.3.3/..2 .4.5:2.573.637:9.51. /..7.:/1..:/..     .5 155..23.52.5. .:/1.1.2352.7.  34/.3..:/.112.3 3/1.97.2:.2 27432.3.9951..5951.7.694.24.55.9794.9 794..5::2.5.  &3.545/.5951..5:46.4557796::75112.2:.4.1. /2 797:....4..5.52..3.1.:75112.:.2.:2 5.5.2.3.2..2.5.45..595.1:.5.9.3./69..7. .5:3.11& #  ': &    1.:.. '5..5:.4479/...51.45.541.5.3..3..5..5:..75112.3.796::.4/....35.5 .112  #5/.2.../2.5.9..52. 2.43.5..: .3:.5/9. /93.&7...5...9:.:24:.523...2.5.

544.573.2...4479..5 43.3:4.22.91.47.5.22.4.5  43..5915165:. 1:/./1.52.2.23.:.9.5.2.9.5.245.....5..23.   %51.5915165:...3..59/34 4432796:65.4950.5 43.5 /.:..574/3.2.1.1.  2.5753.543.9.:5.5.:9 ...2.:374/3.22../..5.22.2.5 43..9.5.5.5.52.5..9 #9:5.574/3.5 74/4/5.3!6..5 75...:/..545.4.51.:.:9459..1.3...54.5 453..2:.2 45. :/.3.4.3..1.2.515.

 5.2&    59 1..9   59 1.:.545..245.3..5.59..52.. 5..5   :.2 45.5/975112. :519 ..5   :..9:2.5.2& #   59 1.:.9.3.2&.2& .51.5..515.  .53..:  45522....57125..575112.  3./.   59 1.5..9 .9 & . :9.517364.53..:/9/5.:.:....75112.2.5   :.5   :.. 1/9/.9.5://5..:.

9  . 1.52..5 . .5/975112.9:2.75112..: &3.9 9&'# ':/.517364..

52.: ..5/975112.3.5443275112..52.75112.9  .5 1.5&2...455.... 1.5:.9 9 /..575.:   /975112.5&2..5 &  .7591.: .75112.9/2.52..9   ..9  16:5 /.5.:263.

09452..:.2:.5497.59       .513:...52.5.944/92.: .5.575./5./:..5.2.9634.51. .2..5..97.2:5.55..5..5951.:91.52.1..5.1.:951..375112.2/9.5..3..:3.75.9..:  :/.7 75..9..32..175. 2...3.5.5 75112..69755...3.9 .545.:75112.9.

   %51.7.594475..:69.5.:75112..59.79. 7.... &2.5.9.79.5 751.1.35.5 1.3.594594..97.2:.92.9%7.5....5:9/:.444/.:..5:9 19.55165:. 2.5.:.5.9.51.9. 91..59 %51.5.951. /3.:9517515 5165:..3.

.9.5:/:.9..%7 9/ 1.9#!&79 /3. :..59656991:263. 9/.5..:.9%7 .

. .5.515..14.91.:.3..2.742.3.5 44/93:7..5 .76262 .:&:.//.4.:..15.115.5.951..3.3.:  '.44/92.7.5.2.5 #.5451.:.579:.3.75.5751.5252.5.523.5.591.244.5.579:...2.5%.. 2::.2..5  &/....47..:2.2:.5.54.59:.54503 3525.5.52:.4.5437.2. 5...:9 1.1.765:3 1..516:5::.4.:94.9.1..1 ' &&   ::.5.5%.29./9...:::.5.1.516:5 #!& ...:.#9:. ..3.7426..4 5..5#29.:.2.5.5.95.59 750..7..1.5..7 2:5. .:.1.9.5 2:.7.517  1.::.5..:5.54 9/: 71.5142.9.5:/...5.7.9.43.5:.52:::9.5 7.:2 2.1.5 1.5.1. 5.545.562 71.5796: 1. 450.97.5..5..1..9 :/.1.1.5 /92.::3.3750.:.:3.591.5. .9#'&1.52.:3.2..54.9.7.5..544.3:..5432.2:.575.9.5..  92.56:5 /.234.5.::2.22..1.  /.5./9.1:/.9 45.5.56:5 #29.5:79.%79/79.573:.2.5.55945.9.1.9. 4..52.0.5.'951:5 .9.1.2:.52.:65.5165:.53..9..:69.19.5.5...3 /9.575112.5:.2..5..3...9.  3   5..91...1. %7/32...5.9.5..7545.5.5:.5 2:.2.1 :263.475.1..75.51.:1.  59.5. .3.:1.245:.93.5165:..516:5.7...32:.15.5.9...45.4:... 951...2 79:51.5729..5/2& 71.51&050&..9     %51.3...

.379:.2.519.5252.4..1.3.4..1.9 5.:4.9.1.

5..::.4 .79.912.3579:. 1.::.1/.3.4.5&5.. ..1.379:.....  .2.95.5: .:...1.5..9.3..3.9.:/.5.:::.

5 36745..5:.769.21:3915.5/9134.555165:...1. 4511276::2. #969.3..5. 1.52..3.43.35.9.379:.5.55.43..3.3.4.5.5...769.1!.45442.:95.33..%769.:3:.: &7.:4.5..44 !# . :0.65:6936745.4/93.

1.51515.9./3.1/. 7.55.9.95.

1/.  5.. 5.2.9..5..1.../9..5. 76::5165:.:.

 1.4..95.:2.94.:3.3..:...9/.5.5 1.345.0......5.4745.5./:6..95.492.25165:.

.2.249.5:47...9.25.9.1.57...    .5 "3 2.:6.:.:5...2 .5.5 45.5 .69.4.5& :/:.2:39..2:.3..575112.: 95 # 5..51.5 44932.51&'#4.    .45.544796375112.57.3545252.52..5..59.5.29.:0.95.#49.45#5112.4.5:#5112.5...52.9/2.76333:...95.5...52/.519.5124732.:7...79.5459.5/.749.9..51.: .245..2.55.9   7364.&263.5..492.15 4.45.2.#. #50.027..69..9.2.5450. &45.5.2. 5.59 .:.5 :.3.5#  5...7..574/5.7.%3..31.7961.35/.55.54552.9  .9/.9.::.3.4/.9:/.5 .52.1.7.3.17932.4/..5:.5:.:65...::..5:6.55.1.9.:.9.545.3.5.      %51..3..: 95#5112.     9.51.1.552.13...1.33:.:22.9.54552.9  1.592.5.4:.1.5.575.5..51.529...#.3/9/5...9/. 75...:4.5 52. 7..5:.:7.5!.&:/:..5:. ##!&  ....5#':/:.5 :47..5.9  :1.5..: 951..54....:..9/.5.5..5:4/91..::.94..4.:7.9/.&7.575112.5.9:/.5.1.7..24.5#5112./.5.52:47...:.3 1...373.3.155.754/.

454/32..3.55.::263.:  :.1.9.5..51.1.9.57125.5.473.5   59. 75112..:5.2:9./.5 .29..517:5..    1..1....515.3.5.5.2..5.9:519  1.9..52.:375112.4.:.1.5.52/.5..5.29...54.:2.24432 2.:.2..7.27.

2.29.54.5  .4.35..5.2.5.2455.:215.5 #5112.54.52 75112.5.55:65.2.4.3 .11244../.1:/.9.5.5:9545035..1.9'..:.4/..9./.29...2.95.5/94.473..9:123..      ..245:.9.34...3.52..7:9..92./2.2.75112.35.51/.529234.72.: 4.51.35.5 .#5112.

5'5 #' 44/.56.2 .  &1 5165:.2443273. #99.254.75.517345.3/14.2 ' 5.54:25.5..5.2.3/92162 ::.5:2.3..9..2.5 2.3.5:975:.1.69.5 46/3:. 75:. .7.&263../.9/5.1. 64..95. 27.64. :.5...459/.5:3.&263.1.::&263.564.5497...5459.9.5 69.1.:.55.5.5..5 20..52. !.9.5#5112.3.9.  .7..53.  :4:5.2 :.5..&263..1759:1.53/3.5.92/.1.243.25.1.:35.5.: . "9.4..75112.72.95.1..3.:1.9.45 7.4:25.:5.:. 64.1..5.5 7495..22.4432.&263.35.5.:/.1.2.47345...5..:1.31:.. .2/63:263.9..5:7.237.2/9:263. .2::..3.5 &:3.3.:461.2..5 & .

2..:..5 &75.45..          .69...5. .9.9.3.1 3.3.512...&263./5.9737. 64.55.1.:.2.57.59.5.4.45.15.57. 1.7794.5 75112.:1.3..692/.4.13. 2/.5.5.&263.&263.5.

5. &63:1.3.9#94.:..

:..794.:4.245.5#5112..515165:.. 5..:.3.3.

545/. :63:::.7.25:63:15. #9.5 1.5...9.: :0.::.9:/:.42 .1.1..4.1/92..:63:.:.1..9.4..4.3.

.51..72.54454.9.5.5/9795:7.7.3.55 1.545.3..52. /92.9.:2751. :2.57/32 .575112.3:4 4.51.9.72.515.32.5 &79.4265642.4265..94.3:4 .5.426564..515165:.3.5::.5  1..1.9./5.5::.51.9.5.5 &:.475112.5 /92..3.4:6:...475112.25: ./ 563/9..5..3.25:63:.475112.12.49:.579.::..55 .. :63:.515.2:::.::.5:.

5. 3. :63:5.:::.54.:.24.5:515. 2.3.3..:91.3.2453:.:..579:.575112..2.  ..5 &63:54:..25:.2.35.5/92.3.

4.527..1.3.32.:.7.25:124/..

.475112.5.943..54552.:::.35.2.5.5 44/92. 1/9:63:15.24552.3.73.3.:9 %51.544/.575112....525.5.24552.2.:1.7..5.... 4:.5 4552.973.5 .52.35.55.5.:9  4:.52.1/9:63: 15.5.9.2...3..52.:5.9.2. 1:.2.53/.5 1.52:.4751/9:63:7552..3.. 79..5/9/.:::.5 %51. 79:.......2..: 4.2.3.52.

1..9...5:.79.5.3.

5  1.           .5.5..:.75112.9.5:/.

:75112. #!'#  :473.::.:75112.54.3.5 .5.52.5 15.5152.515165:..9.44.1/..951..515.3./3.

5 .3.5.9.3.

54...545./ .51..91:.: :5: 1..5.:75112.: 29.175/..:.5:...2..5  .4.3.5167.4.3.32.5.

1/92.5.5..515....::...51.5.3.:.:::.515..75:63:..75112.:..2:....5././5.175/.               %51.  %51.9...5749.:2  %51.:.:9  %51..5  .2.5..52/.5  %51.3.3.93.7.2:47.575112.5:75112...59  %51.5.545.3.4.:.9794..5.35.79:.4.9.51.3.5.5.5  1.51.5 45/..9.

3..9.2455..475112.5.5:.2:4.:544.2.:.4.515.3.3:..3.5.5165:.9:13.47/9:.3.4:6:.5::.475112.79:.:...1.3.3.9..19.5.515.79/.5/.0.5/92..5/.5 4552.:::.9..9 .55.5 &..2:9.9.52.::.53//.5 2::.:9:9.22.3.   &.252.4:.:65.5.36/.5 #924/.55..../1.5 1.515..5:0.. 1.

9.1.5.3..:75112.:4/91.5 4552../1.5:4.5.25/.24.4744/./.2.3.:75112.1..93.:.5:..3      .3..54..5:.93/1.1.2.95.5.5:0.3.3.5..4:.3  5.15.5.55.52..54552.9.4..9.5 /9:.:65.5/9.5115.2.9.2.5.5 .3.

.5..7694 1.9 . .2 064 '.'%#&' 56546:  '6931065640694&1.2::1..:.3:4/9  56546:  2.

5.1.

:5:.

7 :/..475112.10...5.3:4/9 56546:  &:. 064 '..2::1.:#5112..5  .9.7.25: 064 '..9 .7 1.55165:.5 .5.. .65695.5.9 .3: /36:76.3:4/9 56546:  2.2::1..

.  56546:  .9.:.9.5.5262 69 '.3./.#'%52.45#5112.3:4/9  #1.  . #96 9  .2..55165:.7..1   ..5.

75112.5.

1.

    .7/. . 69179:: 064...7 :.5165:.9.517.1. "3 .9..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful