P. 1
TUGAS HUKUM LAUT

TUGAS HUKUM LAUT

|Views: 184|Likes:
Published by Riska Purnamasari

More info:

Published by: Riska Purnamasari on Dec 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2015

pdf

text

original

TUGAS HUKUM LAUT RESUME HUKUM LAUT

KELOMPOK 2 RISKA PURNAMASARI (1010112012) DYLA EKA PUTRI (1010112004) MENTARI ARMEI LINDA YULIA HARYATI TANJUNG GHITTA

ILMU HUKUM UNIVERSITAS ANDALAS 2011

UNCLOS diberlakukan pada tahun 1994. peran yang dimainkan oleh organisasi-organisasi seperti Organisasi Maritim Internasional. menggantikan perjanjian internasional mengenai laut tahun 1958. Konvensi kesimpulkan pada tahun 1982. mulut sungai dan teluk atau garis batas yang diakibatkan oleh ketentuan-ketentuan itu dan garis batas yang ditarik sesuai dengan tempat berlabuh di tengah laut. Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982 mengatur mengenai beberapa hal. bagaimanapun. Penarikan garis pangkal untuk mengukur lebar laut teritorial harus sesuai dengan ketentuan garis pangkal lurus. juga disebut Konvensi Hukum Laut atau Hukum perjanjian Laut. Dan penerapan garis batas laut teritorial antara negara-negara yang pantainya berhadapan atau berdampingan. Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional. Ada. pertama mengenai laut teritorial. PBB tidak memiliki peran operasional langsung dalam pelaksanaan Konvensi. dan pengelolaan sumber daya alam laut. dan Otorita Dasar laut Internasional (yang terakhir yang didirikan oleh Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa) “Prinsip-Prinsip Pengukuran Laut dan Sejarah RezimRezim Hukum Laut” PRINSIP-PRINSIP PENGUKURAN LAUT. Sedangkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menerima instrumen ratifikasi dan aksesi dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyediakan dukungan untuk pertemuan negara pihak Konvensi.Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (Bahasa Inggris: United Nations Convention on the Law of the Sea) disingkat (UNCLOS). adalah perjanjian internasional yang dihasilkan dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut yang ketiga (UNCLOS III ) yang berlangsung dari tahun 1973 sampai dengan tahun 1982. harus dicantumkan dalam peta dengan skala atau skala-skala yang memadai untuk penetapan garis posisinya (pasal 16 ayat 1). Konvensi Hukum Laut ini mendefinisikan hak dan tanggung jawab negara dalam penggunaan lautan di dunia serta menetapkan pedoman untuk bisnis. lingkungan. setahun setelah Guyana menjadi negara ke 60 untuk menandatangani perjanjian [1] Untuk saat ini telah 158 negara dan Masyarakat Eropa telah bergabung dalam Konvensi. .

Landas Kontinen (Continental shelf). untuk landas kontinen. Perairan kepulauan (Archiplegic waters) termasuk ke dalamnya selat yang digunakan untuk pelayaran internasional. Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982) juga melahirkan delapan zonasi pegaturan (regime) hukum laut yaitu. 5. 2. 3. Perairan Pedalaman (Internal waters). harus dicantumkan pada peta dengan skala atau skala-skala yang memadai untuk penentuan posisinya (pasal 84 ayat 1). 4. 6. Ketiga. untuk perairan Zona Ekonomi Eksklusif penarikan garis batas terliat ZEE dan penetapan batas yang ditarik harus sesuai dengan ketentuan penetapan batas yang ditarik harus sesuai dengan ketentuan penetapan batass ekonomi eksklusif antar negar yang pantainya berhadapan (opposite) atau berdampingan (adjacent) harus dicantumkan pada pea dengan sekala yang memadai untuk menentukan posisi nya (Pasal 75 Ayat 1). Indonesia kemungkinan memiliki wilayah yang dapat diajukan sesuai dengan ketentuan penarikan batas landas kontinen diluar 200 mil laut. 1. Berdasarkan ketentuan UNCLOS jarak yang diberikan adalah 200 mil laut. Laut Teritorial (Teritorial waters). Zona ekonomi eksklusif (Exclusif economic zone). . karena secara posisi geografis dan kondisi geologis. maka sesuai ketentuan yang ada di Indonesia berupaya untuk melakukan submission ke PBB mengenai batas landas kontinen Indonesia diluar 200 mil laut. Penarikan garis batas terluar landas kontinen dan penetapan batas yang ditarik harus sesuai dengan ketentuan penentuan batas landas kontinen antara negara yang pantainya berhadapan (opposite) atau berdampingan (adjacent). Zona tambahan ( Contingous waters). Konvensi Hukum Laut Internasional memberikan kesempatan kepada negara pantai untuk melakukan tinjauan terhadap wilayah landas kontinen hingga mencapai 350 mil laut dari garis pangkal.Kedua.

negara tersebut yaiut adalah Negara-negara yang terkenal kuat dan tangguh di lautan yaitu antara Spanyol dan Portugis. dan dihadiri delegasi dari 47 negara. • Konferensi ini tidak mencapai kata sepakat tentang batas luar dari laut teritorial dan hak menangkap ikan dari negaranegara pantai pada zona tambahan. Pada abad ke 16 dan ke 17. . 8. 2. Negara-negara yang berbatasan dengan laut. sedangkan untuk zona tambahan. termasuk Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas wilayah perairan pedalaman. Ada yang menginginkan lebar laut teritorial 3 mil (20 negara). • Konferensi Internasional utama yang membahas masalah laut teritorial ialah “codification conference” (13 Maret – 12 April 1930) di Den Haag. dan 4 mil. ternyata memperoleh tantangan dari Inggris (di bawah Elizabeth 1) dan Belanda. negara memiliki hak-hak eksklusif. misalnya hak memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di zona tersebut. zona ekonomi eksklusif dan landasan kontinen. di bawah naungan Liga Bangsa Bangsa. 6 mil (12 negara).Kawasan dasar laut internasional (International sea-bed area). Sejarah Rezim-rezim Hukum Laut. Laut lepas (High seas). sedangkan kawasan dasar laut Internasioal dijadikan sebagai bagian warisan umat manusia. • Spanyol dan Portugis yang menguasai lautan berdasarkan perjanjian Tordesillas thn 1494.7. Sebaliknya. Negara. laut lepas merupakan zona yang tidak dapat dimiliki oleh negara manapun. perairan kepulauan dan laut teritorial. Konvensi Hukum Laut 1982 mengatur juga pemanfaatan laut sesuai dengan status hukum dari kedelapan zonasi pengaturan tersebut.. Negara-negara kuat maritim diberbagai kawasan Eropa saling merebutkan dan memperdebatkan melalui berbagai cara untuk menguasai lautan di dunia ini.

Konvensi tentang laut lepas (convention on the high seas) a. membicarakan tentang lebar laut teritorial dan zona tambahan perikanan. Kebebasan pelayaran b. telah disapakati untuk mengadakan kembali pertemuan untuk mencari kesepakatan dalam pengaturan kelautan maka diadakan kembali Konferensi Hukum Laut PBB III atau Unclos III yang dihadiri 119 negara. Konvensi tentang landas kontinen (convention on continental shelf). Konvensi ini telah disetujui. yaitu: 1. Kebebasan meletakkan kabel di bawah laut dan pipa-pipa d. Kebebasan terbang di atas laut lepas 3. Konvensi tentang laut teritorial dan jalur tambahan (convention on the territorial sea and contiguous zone) belum ada kesepakatan dan diusulkan dilanjutkan di UNCLOS II 2.Setelah perdebatan panjang dan tidak menemukan kata kesepakatan diantara negaranegara yang bersengketa tentang wilayah maritim. Dalam konfrensi hukum laut pertama ini melahirkan 4 buah konvensi. Konvensi tentang perikanan dan perlindungan sumber-sumber hayati di laut lepas (convention on fishing and conservation of the living resources of the high sea) 4. sehingga perlu diadakan konferensi lagi. dan isi dari konvensi Unclos pertama ini adalah. Pada tanggal 17 Maret – 26 April 1960 kembali dilaksanakn konfrensi hukum laut yang kedua atau UNCLOS II. Kebebasan menangkap ikan c. Dalam pertemuan ini. Pada pertemuan konfrensi hukum laut kedua. disapakati 2 konvensi yaitu: . maka PBB yang sebelumnya bernama Liga Bangsa. namun masih mengalami kegagalan untuk mencapai kesepakatan.Bangsa mengadakan konfrensi hukum laut pertama pada tahun 1958 dan konfrensi hukum laut yang kedua pada tahun 1960 yaitu yang lebuh dikenal dengan istilah UNCLOS 1 dan UNCLOS 2.

diantaranya: 1.• Konvensi hukum laut 1982 merupakan puncak karya dari PBB tentang hukum laut. Jepang. • Ada 15 negara yang memiliki ZEE besar: Amerika Serikat. Filipina. Jamaica (10 Desember1982). Dalam dekade abad ke-20 telah 4 kali diadakan usaha untuk memperoleh suatu himpunan tentang hukum laut. Norwegia. . Uni Soviet. terdapat 4 pengaturan hukum laut internasional yang telah disepakati oleh beberapa Negara dalam konvensi-konvensi yang selanjut nya dikatakan sebagai rezim-rezim hukum laut. yang disetujui di Montego Bay. Chili. Indonesia. New Zealand. Brazil. dan Republik Malagasi.ditandatangani oleh 119 negara. Portugal. Konferensi PBB tentang hukum laut III (1982) UNCLOS III Kepentingan dunia atas hukum laut telah mencapai puncaknya pada abad ke-20. Konferensi kodifikasi Den Haag (1930) di bawah naungan Liga Bangsa-Bangsa 2. Australia. Mexico. Faktorfaktor yang mempengaruhi negaranegara di dunia membutuhkan pengaturan tatanan hukum laut yang lebih sempurna adalah: • Modernisasi dalam segala bidang kehidupan • Tersedianya kapal-kapal yang lebih cepat • Bertambah pesatnya perdagangan dunia • Bertambah canggihnya komunikasi internasional • Pertambahan penduduk dunia yang membawa konsekuensi bertambahnya perhatian pada usaha penangkapan ikan. Konferensi PBB tentang hukum laut II (1960) UNCLOS II 4. Kanada. Dari penjelasan-penjelasan sejarah konfrensi hukum laut diatas. Konferensi PBB tentang hukum laut I (1958) UNCLOS I 3. India.

4/Prp tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. dengan laut teritorial sekitar 0. Atas pertimbangan tersebut. dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Republik Indonesia”.Dasar Hukum Laut Indonesia Indonesia adalah negara kepulauan yang terbentang dari sabang hingga merauke. diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia tanpa memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia. konsep Nusantara dituangkan dalam Wawasan Nusantara sebagai dasar pokok pelaksanaan Garis-garis Besar .3 juta km2 dan perairan laut nusantara sekitar 2. Dalam hal ini.1 juta km2 (meliputi daratan dan lautan). Ketetapan wilayah Republik Indonesia yang semula sekitar 2 juta km2 (daratan) berkembang menjadi sekitar 5. Namun ketetapan batas tersebut. Deklarasi Djuanda dikukuhkan pada tanggal 18 Pebruari 1960 dalam Undang-Undang No. Batas wilayah laut Indonesia pada awal kemerdekaan hanya selebar 3 mil laut dari garis pantai (Coastal baseline) setiap pulau. maka lahirlah konsep Nusantara (Archipelago) yang dituangkan dalam Deklarasi Juanda pada tanggal 13 Desember 1957. yang merupakan warisan kolonial Belanda. yaitu perairan yang mengelilingi Kepulauan Indonesia bekas wilayah Hindia Belanda (Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonantie tahun 1939 dalam Soewito et al 2000). tidak sesuai lagi untuk memenuhi kepentingan keselamatan dan keamanan Negara Republik Indonesia.1 juta km2. Isi pokok dari deklarasi tersebut “Bahwa segala perairan di sekitar.8 juta km2. ada penambahan luas sebesar sekitar 3.

negara-negara kepulauan (Archipelagic states) memperoleh hak mengelola Zona Ekonomi Eksklusif seluas 200 mil laut diluar wilayahnya. 3. Pada konferensi Hukul Laut di Geneva tahun 1958. Hal itu kemudian dituangkan dalam Undang-Undang No. yang hingga kini telah diratifikasi oleh 140 negara.7 juta Km2. Namun baru pada Konferensi Hukum Laut pada sidang ke tujuh di Geneva tahun 1978. Zona ekonomi eksklusif (Exclusif economic zone). Sebagai negara kepulauan. Negara-negara yang berbatasan dengan laut. 17 tanggal 13 Desember 1985 tentang pengesahan UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea). Zona tambahan ( Contingous waters). Laut Teritorial (Teritorial waters). Penetapan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) mencapai jarak 200 mil laut. Konsepsi Wawasan Nusantara mendapat pengakuan dunia internasional. 7. 4. meskipun baru meratifikasinya. sehingga menjadi sekitar 5. termasuk Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas wilayah perairan pedalaman. 1. 2. Landas Kontinen (Continental shelf). Melalui Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) pada tahun 1982. Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982) melahirkan delapan zonasi pegaturan (regime) hukum laut yaitu. Indonesia belum berhasil mendapatkan pengakuan Internasional. Konvensi Hukum Laut 1982 mengatur pemanfaatan laut sesuai dengan status hukum dari kedelapan zonasi pengaturan tersebut. 6. Hasil perjuangan yang berat selama sekitar 21 tahun mengisyaratkan kepada Bangsa Indonesia bahwa visi maritim seharusnya merupakan pilihan yang tepat dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.8 juta Km2. 8. . IV tahun 1973. sedangkan untuk zona tambahan. Indonesia mempunyai hak mengelola (yurisdiksi) terhadap Zona Ekonomi Eksklusif. Kawasan dasar laut internasional (International sea-bed area). Ketetapan tersebut kemudian dikukuhkan melalui Undang-Undang Nomor 5/1983 tentang Zona Ekonomi Eklsklusif Indonesia. dikukur dari garis dasar wilayah Indonesia ke arah laut lepas. Konsekuensi dari implementasi undang-undang tersebut adalah bahwa luas wilayah perairan laut Indonesia bertambah sekitar 2. Perairan kepulauan (Archiplegic waters) termasuki ke dalamnya selat yang digunakan untuk pelayaran internasional. Laut lepas (High seas). 5. zona ekonomi eksklusif dan landasan kontinen.Haluan Negara melalui ketetapan MPRS No. Perairan Pedalaman (Internal waters). perairan kepulauan dan laut teritorial.

sedangkan kawasan dasar laut Internasioal dijadikan sebagai bagian warisan umat manusia.negara memiliki hak-hak eksklusif. laut lepas merupakan zona yang tidak dapat dimiliki oleh negara manapun. misalnya hak memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di zona tersebut. Sebaliknya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->