Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Dari sisi pengembangan usaha. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . baik karena kendala teknis. Di sisi lain.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah.bi. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Sampai saat ini. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. Dari sisi pembiayaan. maupun kendala non teknis. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank.id.go. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. UMKM masih memiliki kendala. Namun demikian.

7794 Fax.2 Jakarta Pusat Telp. M. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. Thamrin No. Jakarta.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.Direktorat Kredit. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (021) 351. (021) 381.H.8922 atau 381.

Strata SMP.6.149. kelas 6. Sub Program a. Jenis kredit c.065. Program Bimbingan Belajar . Sub Program a.168. Modal kerja 5 Perkreditan a. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. kelas 7. Suku bunga per tahun f. Sumber dana b. target siswa 60 orang .000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14.5% efektif/menurun Semester Rp. Umur proyek b. Plafon kredit d. Intensif. Investasi b.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Reguler. target siswa 144 orang b.83.Strata SD. Reguler.250. Jangka waktu kredit e. kelas 4.000 Rp.8. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .5.132.

Tahun 2 .11.750 Rp.000 per siswa per semester f.Rata rata/bulan g.125.Kelas 12 IPA.378.Rata-rata/semester . Sumber pendapatan usaha a.54. Surplus pendapatan . Reguler b.Tahun 1 . kelas 9. Intensif : .54. Jangka waktu bimbingan per sub program a. target siswa 16 orang c.9.250.6% 23. Intensif.4% Rp. kelas 10.000/siswa b. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek . target siswa 36 orang .Sub program Reguler .Sub Program intensif d.378. target siswa 24 orang b.9% 20.Strata SMA.1.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . target siswa 24 orang .063.Total 5 tahun h. Sub Program a. Biaya Bimbingan Rp.1. BEP -12. Uang pendaftaran Rp.Kelas 12 IPS.Rata-rata/tahun . Profit margin .000 s/d Rp.750 Rp.No Unsur Pembiayaan Uraian b. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.400. Reguler.

Biaya operasional c. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.PBP .433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.8 .NPV pd DF 14.261.Menurut Siswa . 67. Kriteria kelayakan .5% 1.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.308.580 .8 tahun Layak dilaksanakan v . 2.306.2. Penerimaan b.No Unsur Pembiayaan .Net B/C ratio pd DF 14.5% .IRR Rp. masing-masing 4%.187.Menurut nilai Rp .176 Rp.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

...... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .............................2.................. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2......................................................................... Lokasi Usaha .............................. Aspek Pemasaran .............2.. 4...................................... DAFTAR GAMBAR ...................................... Program Bimbingan ............ Profil Usaha ........................ Jalur Pemasaran ............................ Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ........ Biaya Bimbingan ....................2....................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................3.............. BAB I BAB II PENDAHULUAN ................................ BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4....................................... RINGKASAN .................................................... 4................. 3....... 2.................................4.. 4....... Sarana ....1..2................ Pembiayaan Bank .................2............... 4.. 4............................ Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba .1.....................................................2............... Staf Pengajar .....................................1................... Aspek Pasar ............................................................4........ DAFTAR TABEL ....................2........2................... 2...........................................2..................1............ Perizinan .................4.................................................................... Prasarana ........................ 3.................... Pola Pembiayaan ......... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3...................................... DAFTAR ISI ........................ 2.1................. 4.......................................................................................................................2............4..............................................3............1.... 3..............................

.6 Kaitan dengan usaha lain ....8 Pembiayaan oleh perbankan ......1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ................................ 7.. 7..........................7.............................. Proyeksi Laba/Rugi ........... 5.....2 Anggaran pendidikan ................................ Biaya Operasional ............................2 Faktor-faktor Internal ...............................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ... 7. Dampak Lingkungan .... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ................3.............2................................. 7........ 7.........1...................................... Komponen dan Struktur Biaya ...3........... BAB VI ASPEK EKONOMI............................................. 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ........... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6......4 Peraturan pemerintah .. 7......... 5..... Analisis Sensitivitas .........4.....1............ 5................. Aspek Ekonomi dan Sosial ....... 7.......2.......1....................... Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ...1.3.....................................1.......... Produksi dan Pendapatan Usaha .............2... 7...1 Pendapatan masyarakat .... 5.................... 6.................1....................1......1.......................8..............BAB V ASPEK KEUANGAN 5... 5... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7....... 5......................... Biaya Investasi .......................... 7...............5.....7 Persaingan ................................... 5.... 7................................3 Kebijakan pemerintah ......6... Analisa Break Even Point (BEP) .......................... 5....................................1..........................2...........1 Faktor-faktor Eksternal ..........5 Kesenjangan meraih pendidikan ................................................... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar .......................................2........................ 5.............................. 7..........1....................................1.............

.............................. Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI .................................................................................. Saran ........................................... 8.................................... Gambar 4 Grafik BEP ........1. Hal 11 17 24 58 ix ................2.... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ................................. Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel .... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ...............................4 Kemitraan ........3 7............................................ Kesimpulan ................. 7...... DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .............5 Pemasaran .......................................... 7...............................................2...........................................................3 Kualitas pengelola dan manajemen ....................................................................7............... DAFTAR WEBSITE ........2........ 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8..................2...................

............................................................................................. 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel .................................................................. 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ..... 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar .... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .................................................. 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ...... 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ............... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ........................................................................ 12 Biaya jasa bimbingan ......................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta .......................... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .. Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ....... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............................................ 55 Data untuk perhitungan BEP ..........................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi............................ 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel .... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ..............................................................

mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. bekerja mencari nafkah. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. standar kompetensi. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. keterampilan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin.

tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. intensif dan private. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal.3. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.com).5 juta dan Rp. A = applicable. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Rp.6 juta. R = rational) .1 juta. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).4. dan Menyenangkan. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. SMP dan SMA secara regular. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple.8. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. M = mind. Asyik.

Sony Sugema College dan lain-lain. Bimbel Primagama. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee).com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. 4. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. 2. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Super Bimbel GSC. antara lain Bimbel Teknos Genius. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. 3 . Kemampuan guru yang terbatas. Bimbel Gama UI. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. 3. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra.

09 0. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota.67 18. 6. 5.06 1.18 7 0. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.96 1.89 9. 4. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.26 17.18 1. Berdasarkan informasi multimedia.62 Jumlah 1 2 % 0.kecil. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya. 2.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee. 3. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.50 2 0. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.

96%.09 1. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. 5 .50 0.34 4. 8.61 3. Lampung (54 lembaga).09 7.net. Jambi 11. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.50 1.35 1.94 3. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).23 0.76 1.26 2.70 0. 9.135 % 0.16%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www. Kalimantan Tengah 15. Lampung 13.09 0. Kalimantan Barat 14.82 100 10.8%. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50. Kalimantan Selatan 16.09 0. Sumatera Selatan 12. sisanya 20. Kepulauan Riau (87 lembaga).info kursus.79 1.70 0.67 0.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.32 9.

Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .45% dari jumlah seluruh Indonesia. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.22 7.56 1.35%) telah memiliki izin operasi. yaitu Jabodetabek.73 100. Sisanya 10.12 1.07 20. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.76 20. kota depok dan kota Bekasi. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.207 lembaga (83. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.54% lembaga belum memiliki izin.32 17.22 9.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.info kursus.net. 11.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.

13%. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. yaitu 1. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. 7 .362 lembaga.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT).88%.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar.863 siswa-siswi atau 70.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sosiologi. Fisika. bhs Inggeris. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Fisika. IPA.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. IPA. Biologi. PPKn Matematika.1. Dimyati dan Mudjiono (2006). Geografi. keterampilan motorik. Fisika. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Bhs Inggeris Matematika. IPA. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. IPS Matematika. Matematika. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Biologi. Bhs Inggeris. Profil Usaha Menurut Dr. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Ekonomi. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Indonesia. Biologi. Kimia. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Bhs Indonesia. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. PPKn Matematika. bhs Inggeris. sikap dan siasat kognitif. Kimia. Biologi. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Inggeris. keterampilan intelek. Fisika. 4. Bhs Inggeris. PPKn. Bhs Indonesia.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

2. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah.1. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa.2. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. laba = untung”. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. menjelang UN 2010. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah.2. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. Berdasarkan penelitian.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Pola Pembiayaan 2.

42 tahun 2007 tentang waralaba. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. nama. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. 2. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. yaitu : 1. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Pada tahun 1970. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. sistim. berkembang sistem pembelian lisensi plus. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. 16 tahun 1997 tentang waralaba.

Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. yaitu : 1. 16 tahun 1997. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 2. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 7. 6.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 4. UU No. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. Peraturan Pemerintah RI No. 44 tahun 1997. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 3. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 3. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. pelatihan personalia. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 5. mendirikan 15 . sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 2. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum.

Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. TutorNet. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Bimbel Primagama. 5.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Menurut Amir Karamoy. 6. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Saint Anna Education Centre (SAEC). 7. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Bimbel Gama UI dll. Bimbel Teknos. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Pewaralaba melakukan pelatihan. bergantung pada jenis waralaba. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. 4. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. promosi dan supply produk. Sinotif. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba.

Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Alamat : Graha Primagama Jl. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Wisma Kodel Lt 7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Jl HT Rasuna Said. Kav B-4. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. 17 . Yogyakarta Tlp. Diponegoro 89. yaitu Remedial. (0274) 520418.

Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. SPMB. UN. yang secara terminologi berarti cerdas. UAS. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. • Membayar biaya survey Rp. paket soal latihan dan lembar jawab computer. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan.000 untuk lima tahun. Pelayanan kepada siswa seperti modul. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. UM-UGM dll secara berkala. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. SPSB.150.000. semester.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan.

Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. 16-18. surat khabar. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. majalah. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. 19 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. ruang administrasi. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. untuk luar Jakarta 5 km. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. ruang pengajar. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Jl I Gusti Ngurah Rai. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Klender Jakarta Timur 13470. 2. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir.

dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp.100 juta dan royalty fee. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dan SMA kelas 10. 6. penanaman motivasi berprestasi. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. AC.11 – 12 IPA. pembinaan mental. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. ATK. 11 – 12 IPS. SD kelas 1 s. TV. fasilitas multimedia. whiteboard. brosur. Konsep Pengajaran . Sofa dan peralatan penunjang lainnya.8. konsultasi pemilihan jurusan. SMP kelas 7. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. telepon.9. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. • Gedung milik sendiri atau sewa. Fax. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. patent. billboard. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. trademark.d.

5% 15% 20% Investor 50% 87. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .5% 85% 80% Keterangan : . Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi).

Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C).2. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). yang memiliki skim tersendiri. Raker Tahunan. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Demikian pula persyaratan kredit. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI.2. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Koordinator. Rapat-rapat (Divisi.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. kredit kepada pensiunan dsb. suku bunga. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Dilihat dari golongan nasabah. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Pleno cabang. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Kecuali kredit khusus seperti KUR. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. Diklat. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. 2.

Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. bukan atas nama yayasan. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. 23 . Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Ketentuan kredit Bank BRI a. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba.

Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. s/d Rp. b. sebagai berikut : 1. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. yaitu : a. Lebih Rp. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Lebih dari Rp. Sertifikat tanah 7. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat.500 juta s/d Rp.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.

ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. Meterai Rp. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. c. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). minimal Rp.25%.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.12. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.350. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Suku bunga. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. dicicipi atau disentuh. karena sifat dari produk jasa tersebut. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. dijual lagi atau dikembalikan.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. Dalam analisa mengenai aspek pasar. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan.1. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. kemudian bahan pembantu atau penolong. tenaga kerja dan modal. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. 2003). Kenyataan demikian ini. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. 27 . perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu.

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN.d.d. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. Pada sistem kelas reguler. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. 9 dan kelas 12. 11. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. SMP dan SMA. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga.

Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. yaitu : 29 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. minuman dan waralaba ritel. meskipun banyak juga yang tutup. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Menurut Tempo Interaktif. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun.

telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. SMP dan SMA. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. jenjang kelas dan program pembelajaran. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar.2. b. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. d. Aspek Pemasaran 3. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. kemudian meluas ke desadesa. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. e. c. f.2. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. mula-mula di daerah perkotaan. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Adanya prestise. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD.1. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey.

000 2.700. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.650. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.650.650.500.000 2. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000 2.500.000 – 4.950.500.000 – 2. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.000 125. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.500. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. spanduk.000.000 2.000 No 1 2.000 3.000 --- --- --- 2.2.000 2.000.800.000 – 2.950.000 4. website dan try out serta open house.500. leaflet.000. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.2.000 4 150.500. yaitu pada awal dan akhir tahun.650.500.000 3.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 2.000 – 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000 – 2.000 : 2. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .000 2 3 100. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.750. misalnya SD kelas 6.950.500.000 4.000 – 2.000 2.450.000 Sumber : data primer 3. iklan di media cetak.000 2.

Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. para praktisi pendidikan yang mencari info. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. Indosat. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. dan para guru. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan.5 juta untuk sekali try out. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Telkom dan lain-lain.

33 . metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. kurikulum. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya.1. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. SMP dan SMA. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha.

Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Mendiknas tahun 2010) : a. e. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. c. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Mengarahkan. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry.2. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . b. f. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. menyerasikan. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). pelaksanaan.

p. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. u. 2. meskipun sudah ada Perda No. 3. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. yaitu : a. c. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . Pas foto ukuran 4 x 6. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. b. d. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor.

Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Perusahaan Perorangan (CV). Denah lokasi 14. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Program belajar. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Foto copy izin kursus yang lama 6. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. 6. Daftar perkembangan warga belajar 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. hak pakai. 4. KTP penanggung jawab kursus 3. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Pas foto ukuran 4 x 6. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. adalah : 1. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Koperasi dan Yayasan. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Surat Rekomendasi dari HIPKI 7.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b.

Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. mulai tahun 2009. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. yaitu. untuk tahap I selama 6 bulan. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan.195/E/ KK/2009. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Kursus Wirausaha Desa (KWD). tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Di kota Bogor.

atau pencabutan izin kursus. Mei dan Juni setiap tahun. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Dari uraian diatas. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. teguran tertulis. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. 4.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. masa persiapan belajar (pengenalan). (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan.3. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. April. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. kemampuan menyerap materi pembelajaran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. yaitu : a.modul dan materi belajar. Setelah orientasi. potensi bakat dan kecerdasan. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. 39 . b. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. meliputi jadwal belajar. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. c. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Misalnya program privat. diagnostic dan penempatan kelas. c. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. b. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel.

4. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat.4. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. kelas 7.5 SD. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. 4. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN).Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. white board dan meja guru. kursi siswa. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.4.. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar.1. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.8 SMP dan kelas 10. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. potensi kecerdasan maupun psikologis.

Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. soal latihan.4. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional.2. suplemen dan evaluasi belajar. 41 . Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP).

Fisika. Reguler 2. IPA. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Bhs Inggeris. IPA. Bhs Ind. Kimia. Biologi. Intensif III SMA 1.8 9 Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Fisika. IPA. Sosiologi 7. . Bhs Inggeris.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Bhs Ingeris. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Reguler 2. Intensif-1 IPA 10. Biologi. Bhs Ind. Fisika.5 6 Matematika. Biologi. Bhs Inggeris. Sejarah. Bhs Ind. IPSKimia. Intensif II SMP 1. Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Ekonomi/Akuntansi. 11 12 Matematika. 3. Kimia. Reguler 2. Bhs Inggeris Matematika.. Geografi. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki.4.

honor. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel.75 jurusan MIPA.4.Ekon. min. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. IPK 2. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. kemudian melatihnya 43 . Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Sos. UI dan sebagainya. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Pelatihan meliputi : a. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut.3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Bhs Inggris. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. b. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. UN dan SMPTN.

Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.4 juta. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.000 per sessi. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.250. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.5 juta per bulan.25.1.000 – Rp.42 siswa per tutor. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.000 sampai Rp.350. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.000 per minggu atau per bulan antara Rp.1 juta sampai Rp. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.35.

Program Khusus. 2. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Pendamping Belajar Siswa. Program Intensif (UN. Program Intensif (UN. Program Super Intensif (masuk PTN). Program Standard Class. SMPTN).1. Program Special Class. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Misalnya Program Special Class.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Kemitraan. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Privat. Selain jumlah siswa per kelas. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Biasanya 45 . SMPTN). dll. Program Jaminan. Program Executive Class. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang.

Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. 2.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. 4. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. yaitu semester I. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba.

lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk mengukur produk usaha bimbel. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. untuk kelas 12 IPA. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Tujuan adalah lulus ujian akhir. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. • Sub Program Intensif 2. untuk siswa IPS.Mei. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN.2. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. Terdiri dari tiga Sub Program. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. • Sub Program Intensif 1. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. 5. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember .

Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dan nama atau merek lembaga Bimbel. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Reguler 2. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Reguler 2.

000 800.350.400. Reguler 2.000 1.000 500. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 1.000 500. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.000 900. Intensif-1 IPA 3.000 500. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.300. Reguler 2.000 1. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD. Intensif 1.250.000 900. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.400.000 Jumlah 1. Alasannya adalah : a.000 49 .000 1.000 850.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.300.000 500. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.000 800. Intensif 1.000 900.000 1. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA. b.000 500.400. Reguler 2.000 500.000 Bimbingan 750.000 1.

Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. Uang pendaftaran. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan.000 per siswa. b. per semester. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. sebesar Rp.125. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp.500. seperti pada tabel berikut. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif.000. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.

3.550.1.000.000 Smtr 2 180.275.500. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000 34.000 Tahun 1 Smtr 2 90.400.400.000 88.400.000 300. fasilitas dan sarana belajar.000 62. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000.500.000 Tahun 2 Smtr 2 150.100.600.000.000 203. Reguler 2.400.000. peralatan kantor.000.600.000 31.200. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000 31.100.000 17.000.000 474.000 34.000.000 115.600.000 268.000 34. sewa gedung.800.000 31.725.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 88.000 0 99.000 53.000.000 68.000 26. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 0 35.100.000 0 11.000 15.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1. Intensif-1 IPA 3.000 34.000 209. peralatan belajar.400.500.000 Smtr 1 165.000 62.175.600. Intensif Jumlah II SMP 1.200.300. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.475.000 0 34.950.000 59.000 No Strata I SD 0 11.000 Sumber : lampiran 5 5.000 0 68.400.000 0 198.200.500.400.000 150.675.500.200.000.000 68.000 0 22.200.000 0 35.200.000 0 23. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000 0 165.000 44.200.000 17.125.000 90.000 386.000.000 0 68.800.200.200.000 267.000 88.200. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.200.000 13. Reguler 2.3.400.000 34.000 39.200. Intensif Jumlah III SMA 1.000 119.000.000 29.

100.000 5. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.500 0 0 1.050. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.900.845.250.000 64. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.853.000 4.500 1.750.980.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 68.750.000 700. Nilai (Rp) 1.000 31.000 0 0 1. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.000 0 168.685.450.000 0 83.722. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.000 12.024. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.

000 6.4. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000 159.000 204.3. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000 189.000 4.000.000 Smtr 2 8.000. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000 10. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 228. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 177. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000 8.500 dimana sekitar Rp.540.540.000. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 Smtr 2 8. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.992.000.000.000 159.000 Smtr 2 8.000 10.000 5.000 198.500.000 154.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.000 3. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 5.000 136.000 6.955.060. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .500.2.160.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000.715. biaya tenaga kerja. 77.715.000 135.235.175.175.335.780.000 5. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 6.000 20.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.565.000 16.890. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.175. 91.000.000 193.000.462.175.175.000.000.175. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.

Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.396 39. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.708 238. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.912. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.912.811.335. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.5.613 17.713.396 66.726 5.077. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.000 91.601 Jumlah 91.189.125 Bunga 24.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.5% per tahun.375 66. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.189.000 56. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.276.276. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.902.333 171.613 24.258.

744 12.6% 27.397 1.500 227.613 135.613 89. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.9% 20. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.397 531.731 227.336. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.073.2% untuk semester 1 dan 18.5% 29.500 759.0%.2% semester 2.073.697. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.637.4% 29.145.394.696.897 759.118.4% 23.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.927. Baru pada semester 2 tahun-2. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.411.927.0% 55 .666 303.279 213.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.697. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.

000 319.411.000 197.250. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.000 244.000 189.050.722 Intensif 14.000 173.509.500.325.754.743 295.075.000 59.515.922 271.000 73.494 103.636 178.480.564 318. 2003).250.000 Tetap 147.483.693.274. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.306.000 150.458 201.949 265.000 88.708.480.480.000 345.963.038 121.000 Biaya Variabel Total No 56.636 80.000.405 212.564 437.587.000 29.917.734.922 354.949 121. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.931.207 365. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.386 342.480.480.826.458 230.000 103.743 395. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.000 126.958.000.858.443.392.170.861 121.633 186.202. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.100 313.722 121.279 224.101.650.386 478.035.550.177 239. seperti jumlah siswa peserta.405 121.378.100 248.500.6.000 44.480.ASPEK KEUANGAN 5.417.207 292.101.750. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.142.266 118. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.177 121.494 121.000 220. biaya tetap.722.750.266 121.480.480.038 132.861 159.633 121.750.279 271.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .067. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.759.734.480.

618.000 452.480.127 121.028 389. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.000.850 602.000 314.135 767.000 267.500.314 482.961.582 162.337.513. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.671 121.671 643.354 121.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).000 531.000 505.835.671 221.468.493.993.899 121.651.480.314 726.000 408.810 121. sebagaimana terlihat gambar 5.750.480.065.250.243. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.000 291.441.492 459.784.443 236.850 412.354 177.135 506.127 191.000 337.000 361.000 478.956 529.000 384. pendapatan (lampiran 5). 57 .000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.857.000 425. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.500.810.671 435.126.304.409.480.000 398.480.545.899 206.284.480.060.443 121.000 519.480.492 685.582 121. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.784.028 561.468.835.098.151.876. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).250. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.810 147.889.

ASPEK KEUANGAN Juta Rp.176.261.306. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.306.261. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat). Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .176 (sumbu vertical).

250 juta. Jika terjadi keadaan sebaliknya.7. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. 168. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. 59 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya.antara 1 – 5 tahun. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. 5. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. Berdasarkan data pada lampiran 1. Jumlah investasi tetap : Rp. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. dimana investasi dimulai pada tahun-0. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat).

250. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.500.132.375 dan modal pinjaman Rp 171.308.000 dan biaya modal kerja Rp 83.5% IRR % PBP (semester) 67.811. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.79. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.a.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.000. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.747. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).433 1.45 27% 2. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.571.2. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.125 dengan bunga pinjaman 14.5% p.

5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. dimana NPV sudah negative.710 1. IRR lebih kecil dari suku bunga. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.223. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.C ratio kurang dari satu. 16 dan lampiran 17. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Dan Net B.4 14% 2.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. 61 . ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2.5 16% 2.8. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.790.410) 1.

5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968. dimana NPV negative. c.5 18% 2.627) 1.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.4 14% 2. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.859.ASPEK KEUANGAN b.5 16% 2. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.954 1.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .782.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2.079 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.873) 1.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. 63 . dimana NPV negative. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. 65 . Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Sukses ulangan harian di kelas b. pertanian. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). sebagian besar hasil pendidikan. dan manfaat sosial lainnya. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. yaitu : a.1. penciptaan kesempatan kerja.BAB VI ASPEK EKONOMI. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Sukses ujian semester c. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. pemerataan pendapatan masyarakat. perdagangan dan pengangkutan.

Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Politeknik. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Lembaga Pendidikan Keterampilan. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Balai latihan Kerja. PKBM. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). sedangkan untuk LKP. SKB. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Ternyata. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. BP2NFI.ASPEK EKONOMI.

25. 200 m2. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel.35. soal-soal). buku-buku. 67 . Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut.000 s/d Rp. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya.000. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. 6. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK.2. industri makanan dan minuman. industri alat tulis. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). polusi udara dan pencemaran lingkungan. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. seperti polusi suara (bising). Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. industri barang-barang dari kayu dll.d.

68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar.

karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar.1.2. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. yaitu : a.1. 7. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya.1. b. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. 69 . pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini.1. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.

3. 7. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. Nilek online dapat di cek di www. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas.infokursus. diantaranya harus transparan. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. 7.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. akuntabel. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009.1. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya.net.4. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia.1.

disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. 12. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV.5.1. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. 12. 9. dan SMA IPS 11. Fisika. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. 71 . Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. SMA IPA 11.

Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah.1. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berkembangnya sekolahsekolah umum. industri alat-alat perkantoran. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. industri furniture. perbaikan sarana transportasi. 7. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. usaha computer dan website designer. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel.6. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk.7.1. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. cepat dan tepat. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar.

Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja.8. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. 7. c.1. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu.2. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Oleh karena 73 . sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak.1. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7.2. Faktor-faktor Kritis Internal 7. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. karena masalahnya adalah : a. tetapi menyewa. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

e. lembaga-lembaga profesi. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. organisasi-organisasi masyarakat. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. b. 7. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. SMP dan SMA. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. c. pembinaan. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. 77 . sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel.5. d. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. Sekolah-sekolah umum SD. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. yayasan kependidikan dan perorangan.2. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Lembaga-lembaga bisnis.

BUMN dan perbankan. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. c. konsultasi. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. b. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. tanpa dipungut bayaran. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. materi belajar yang diberikan. layanan phisikologi. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . b. d. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. target program. Visi. fasilitas belajar. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT.

Kualitas materi-materi pembelajaran.3. brosur. 79 . Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. adalah : a. b. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Sebaiknya pengajar lulusan PT. c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. 7. Kualitas pengajar atau tutor. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. c. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain.

80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. g. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. kantin dsb. sederhana. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. ruang konsultasi. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. e. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. SMPT). Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. seperti ruangan ber – AC. h. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. musholah. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. f. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. tersedia ruang diskusi. penyajian materi belajar dengan OHP.

siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Siswa. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. 81 . Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. i. jangan pasif. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. Tetapi dengan catatan.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

4. 3.1. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. 2. Ditinjau dari aspek teknis. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. 83 . Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Kesimpulan 1. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. kurikulum. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. yaitu : • Dari segi transportasi. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. 5.

308. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 8.2.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Net B/C ratio 1.8 tahun. 9.5%.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.187. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. 10. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. 67.306. Berdasarkan analisis aspek keuangan.262. pay back period 2. 7. karena pada tingkat discount factor 14.433. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. Berdasarkan analisa sensitivitas. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK.587. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.8 %. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No.176. 6. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. NPV mencapai Rp. Pendapatan turun sampai 7% b.8 dan IRR 27%.

karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. 5. 3. 2. 4. 85 . meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Saran-saran 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8.2.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

edisi kedua. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 2007 Studi Kelayakan Bisnis. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Clive dkk Hartanto. cetakan ketiga. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2001 Sulistyowati. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Evi Umar. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1976. edisi kedua. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Husein 87 . D Kultur Hia. Pengantar Evaluasi Proyek.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2007 Mengajar dengan Sukses.

org/waralaba http://snmptn.primagama.org Kompas.kompas.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.Teknosgenius.com http://www.wikipedia.com http://ahmadsudrajat.com http://edukasi.detik.com http://www.org http://www.wordpress.banksaudara.tridaya.multiply.com http://www.org http://re-searchengines.bimbelplus.infokursus.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .com http://www.com http://aisyahraifa.com http://www.gaulislam.gamaui.com http://suarapembaca.com http://bimbel.com http://www.ppsgms.com http://www.net http://www.co.com http://indonesiaeducate.wordpress.bimbelgsc.majalahfranshise.id http://id.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

................................................................................................... 106 Proyeksi Jumlah Kelas..... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ............ 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ........................................................ 114 Rekap biaya operasional ................................................. 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel . 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel .......... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .......................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ......... 122 91 .................................................... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ........ 103 Biaya Pendaftaran........................................................................................................ 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ........................ 110 Rekap jumlah biaya investasi ..................... 120 Proyeksi Laba Rugi .............................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun .. Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ......... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ....................................................................... Sarana dan Biaya Bimbingan ... Fasilitas......................................................................

...... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ............................... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .. 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ........................................... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ...................................... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% .....Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ................. 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%............... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ...................................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ........... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .........

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. 2. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 97 . Menghitung Jumlah Angsuran. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis.

Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t.LAMPIRAN 3. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. Apabila NPV < 0. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Apabila NPV = nol. c. Menghitung Net Present Value (NPV). dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. n = Umur Proyek. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). b.

Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. 99 . b. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua.

= Net present value negatif. Menghitung Net B/C ratio. Apabila nilai Net B/C < 1. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). = Net present value positif. b. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. maka proyek layak dilaksanakan. = Nilai benefit-cost ratio. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. NPV B-C Negatif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. 6. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Apabila nilai Net B/C > 1. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif.LAMPIRAN 5.

) = n x harga pokok. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Hasil Penjualan (Rp. c. 1 . Biaya Tetap.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel.) e. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. Titik Impas (Rp. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek.X Total Produksi. b.--------------------------Hasil Penjualan. Titik Impas (Rp. Titik Impas (Rp. d. a. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . Titik Impas (n) = ----------------------------.) f.

1. n = 0..LAMPIRAN 7. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. … . 8. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. ½. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. n. 1 ½. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. 2. b.

Intensif Jumlah II SMP 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Reguler 2. Reguler 2.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1.

000 800.300.000 500.000 900.000 500.000 900.000 500.250.000 1.000 500.400.000 125.000 500.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 500.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 1. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS 125.000 125. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 1.000 900.000 125.350.000 800.400.000 1. Reguler 2. Intensif 125.000 850. Reguler 2. Reguler 2. Intensif 125.000 1.000 1.000 750.400. Fasilitas.000 500.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 125.000 III SMA 1.300.000 1.

Intensif III SMA 1.000 2.0 15.000 1.000 200.800.000 4.800. Reguler Jumlah 2. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 . Intensif-1 IPA Jumlah 3.000 6 2.800.600.000 4.400.000 200.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.000 1. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.600.000 200.0 1.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000.600.000 13. Intensif II SMP 1.800.0 20 12 4. Reguler Jumlah 2.0 4.0 1.0 3.000 3.000 9.000 200. Reguler 2.600.000 30.0 6.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 8.000 4.000 200.0 5.400.000 8.0 4 2.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Reguler 2. Intensif IPA 3.

Lemari g.250.625.625.000 1 15 175.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 1.000 50.000 4.000 6.000 125.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 2.000 6.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 200. Ruang guru d.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.375.000 500.000 10.000 200.625.625.375.000 250.000 125.000.000 2. Komputer b. Badan Usaha b.500 10.000. Ruang kelas c.000 1 2.500.000 2.625. Ruang tunggu siswa e.000 10. Furniture f.000 1 1 1 300 175.000.000 1.000.000 52.000 100.500.250.000 2.000 12.000.000 52.000 2. Filling cabinet h.000 35.000 4 1 1. NILEK 2 Sewa gedung a.000 350.000 500.000 15 175.000.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 100.500.000 4.000 15 175.200.000.500 12. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 250.000 2.000 1.000 120. Printer c.000 1.000 350. Meja kerja .000 500.500. Laptop d.Telepon/Fax e.000 2 5.000 3.000 100.000.625. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 1.

000 84.000 154 200.000 600.000 3.400.260.000 1. Meja guru c.000 7 200.000 8. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 1.000 5 15 100.000.000.000 10 15 250.000 6. Kursi belajar siswa b.853.500.000.000 600.000 Peralatan belajar 616.000 30. Kursi tamu unit 4 2.250.000 6.000 j.000 set 1 600.i.000 5 Sarana belajar 700.000 10 60.000.000 5 5 7 500.000 150.000 - a.000 3.000 5 6.800.000 160.160.500.000 30.500 15.000 280. Modul belajar b.000 a.750.000 10 375. White board d. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 37.000.000 1.000 5 1.600.

000 50.853.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.450. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.6 Sumber dana investasi a.000 5.000 66.000 Nilai (Rp) 117.775.000 Penyusutan 0 64.000 4.4.000 83.000 31.750.5.500 1.000 64. Kredit b.475. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.100.900.685.LAMPIRAN Lampiran 8b.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .845.980.250.000 12.000 1.268.050.000 700.400.000 168.750.000 102.

000 8.000.335.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 . Rekap biaya operasional No Semester 1 8.160.000 10.000 177.000 8.000.000 16.000 5.000.Lampiran 9b.060.000 6.000 159.000 8.955.000 6.000 228.540.715.000.000 189.715.000 8.540.000.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 6.000 136.000 114.000 5.175.000.000 20.175.000.500.000 159.000 8.235.000 4.890.175.000 135.000.000.780.175.000 10.000 154.000 204.000 3.000.565.000 198.175.000 193.175.000.

000 50.000.000 750.000 6.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 10.000 10.000 150. Karyawan d. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 1.000 50.000 5.000 1.000. Air mineral 2 Tenaga kerja a. Telepon c.500.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10. ATK b.520. Leaflet/brosur b.000 20.000 200.000. ATK b.000 2. Internet g. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 10.000 200.000 4.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000.000.500.000 10.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.000 50. Direksi b.000 83.000 20.000 1.720.000 3.000 5.000 15.000 2.000 2.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 2.000 50.000 50. Surat/fax f. Listrik e.500 100. Staf manajemen c.000 22.000 5.250.500.000.160.320.000 750.000.000 150. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a. Cetak modul c.000.000 3.000 62.132.000. Tutor smtr 1 e. Air d.500. Tryout c.000 12.

000 18.000 15.000.000 4.000 300.000.000.200.500.080.000 300.000.000 5.000 900.235.000 4.000 300.000 198.000 375.000 4.000 115 .000 300.000 900.000 900.000 18.720.715.000.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 300.000 300.000 135.000 375.060.000 18.160.920.160.000 90.955.000 8.900.500.000 300.000 1.000 108.000.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 189.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 67.000 36.000 2.000 900.500.000 15.000 1.715.000 300.520.000 1.500.000.200.000 18.200.000 900.000 193.000 15.000.000.000 1.000 300.000.000 1.000 375.000 2.000.000 15.000 300.000 1.000 36.000 18.000 1.000 2.000 2.000 300.500.000 5.000 10.000.200.000 300.000 154.000 4.500.000 2.000 36.000 Semester 2 600.000 4.000 1.000 90.000.000 228.000 1.000.000.000.000.000 300.000 300.200.335.000.500.000 3.000.000 36.000 300.000.000 3.000 135.500.000 375.000 900.000.000 15.000 300.000.000 45.000 4.000 15.000 3.000 10.320.000.000 5.000 5.000.000 36.000 300.000 375.000.000 4.500.000 4.000 300.000 18.000 375.565.000 1.000.000 4.000.000.000 36.840.000.960.000.000.000 8.000.000.530.000 Semester 2 600.000 2.200.000 Semester 2 600.

250.096. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a. Angsuran Pokok Per bulan c.251.375 171.000 83.250.000 168. Suku Bunga Pinjaman (p. Modal Investasi Sendiri (30%) b.423. Angsuran Pokok Per bulan c.528 14. Modal Kerja Sendiri (35%) b.000 168.775.936. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.505 14.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.a) Flat d.811.125 50.5% 652.036.5 36 3. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.132.000 117.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% 1.500 79.375 54. Suku Bunga Pinjaman (p. Kebutuhan Modal Investasi b. Tenor (Bulan) b .114. Tenor (Bulan) b .125 83.a) Flat d.132.475.6 29. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.571.500 251.271.382.

271.423.271.125 117 .115 1.271.072.960.423.145.331.615.271.423.423. Pokok 3.423.472 111.528 Total Murni INVESTASI Angs.271.528 3.423.245.503.271.115 1.271.528 3.115 1.814.115 1.528 3.900.271.271.528 3.889 101.443.115 1.423.423.115 1.271.115 1.271.528 3.528 3.528 3.115 1.115 1.417.423.258.115 1.528 3.115 51.111 9.172.159.750 26.528 117.423.423.271.917 45.423.528 3.528 3.271.115 1.423.250 85.139 71.543.602.423.271.528 3.115 1.778 88.271.271.861 39.444 49.528 3.271.986.775.115 1.833 94.271.423.115 1.271.278 29.528 3.115 1.167 16.423.333 35.528 3.874.423.271.528 3.361 98.115 1.423.423.115 1.430.115 1.528 3.529.271.222 22.271.806 32.115 1.528 3.528 3.271.944 107.232.423. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.115 1.115 1.271.423.115 1.528 3.423.344.583 6.115 1.115 1.423.271.528 3.115 1.115 1.528 3.528 3.115 1.972 52.528 3.357.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.556 62.423.887.059.115 1.271.423.528 3.115 1.271.639 13.423.722 81.083 65.423.271.115 1.528 3.086.423.423.271.694 19.500 55.271.528 3.611 68.528 3.801.231.528 3.115 1.271.000 114.715.528 3.528 3.788.702.528 3.423.271.417 104.271. Bunga 1.271.423.528 3.423.688.528 3.115 1.423.423.028 58.115 1.423.271.115 1.667 75.056 3.271.423.000 Angs.973.306 91.528 3.194 78.271.629.528 3.775.389 42.115 1.516.

505 54.010 2.104 42.589 36.251.505 2.251.937 652.937 652.063 24.263.937 652.754.937 652.533.125 Angs.251.115 47.083 33.527.042 15.670.521.599 40.937 652.251.937 652.251.578 31.547 18.937 652.766.505 2.257.937 652.772.251.505 2.036.251.505 2.251.251.509.568 27.937 15.937 652.536 13.937 652.937 652.251.937 652. Bunga 652.012.024.505 2.036.251.251.505 2.018.505 2.251. Pokok 2.503.505 2.021 6.251.760.937 652.031 11.526 9.073 29.505 2.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.609 45.006.505 2.505 2.937 652.505 2.937 652.557 22.251.784.052 20.937 652.281.505 2.937 652.125 51.505 2.778.251.505 2.620 49.505 2.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.937 652.275.251.505 2.937 652.505 2.505 2.251.505 2.030.251.251.937 652.515.251.251.505 2.937 652.505 2.251.937 652.269.094 38.251.516 4.937 652.251.505 2.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

432 5.750 3.076.811.694 3.828 5.894 5.033 2.278 3.827.423.033 2.523.011.172.051 155.523.423.528 1.033 2.528 1.033 2.076.488.076.583 3.861 5.051 88.051 116.111 3. Bunga 171.242.271.051 105.115 6.033 2.965.115 29.781.523.528 1.076.051 166.076.271.271.765.523.523.304.033 2.051 138.523.115 3.125 66.629.092 5.222 3.271.597 5.523.125 5.806 3.086.919.423.523.033 2.718.762 5.076.051 72.051 111.523.051 94.927 5.026 5.465 5.601 119 .051 127.033 2.523.149.580.423. Pokok Angs.115 35.033 2.076.423.051 149.366 5.051 66.051 144.076.033 2.076.076.523.902.051 50.033 2.076.033 2.271.993 5.033 2.033 2.115 22.423.271.523.423.076.033 2.271.523.523.523.814.115 19.663 5.115 16.396.900.523.528 3.076.271.033 2.033 2.399 5.696 5.729 5.115 9.056 3.960 5.051 83.051 133.715.057.076.523.523.528 1.033 2.350.523.167 3.443.115 26.288.523.811.333 3.051 100.523.534.528 1.986.051 61.528 1.795 5.076.543.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.076.033 2.271.076.271.528 1.271.442.076.423.672.059 5.033 2.528 1.033 2.528 1.076.523.076.258.115 32.523.195.873.051 39.115 0 Total Murni 171.271.626.528 1.423.564 5.076.528 1.033 2.076.051 160.033 2.051 77.357.051 55.033 2.423.103.076.523.528 1.051 44.498 5.115 13.639 3.271.076.423.051 122.423.531 5.630 5.

018.000 b.000 388.000 125. Bunga 17.750.085.835. Lainnya 102.750.500 Surplus/minus -251.232.000 64.500 2.271.077.500 Jumlah 2 (a+b) 251.238 15.000 64.000 219.333 39.125 Angs. Pokok 27.600.250 Per bulan (Rp) 14.670. Biaya operasional 1.000 78.235.708 135.000 150.000 189.000 64.315.000 - 64.000 154.375 51.000 14.000 135.565.000 154. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.400.000 267.140. 1 URAIAN Pendapatan a.000 198.375 17. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.000 388.063 54. Pendaftaran & bimbingan 150.300.529.628. Modal kerja 83.269.335.000 135.063 27.775.335.258.382.235.375 17.600.750. Sewa gedung 64.382.528 Total Angs.750.000 267.LAMPIRAN Lampiran 10c.835.715.258.565. Pokok 39.235.077.000 203.100.194 42.715.604.300.250.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.505 MODAL KERJA Angs.251.258.175.861 3.750. Investasi 1.150.065.036.000 203.125 Outstanding 29.077. Perizinan 1.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 198.132. Bunga 7.000 189.333 39.000 3.788.000 -16.175.585.333 117.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.000 263.018.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.132. BOP Jumlah b 83.000 189.238 7.365.150.568 2.000 Angs.715.000 Jumlah a 168.000 2.

000 193.000 193.524.750.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.000 476.750.000 474.000 300.000 180.189.000 64.645.200.000 228.000 474.053.000 106.000 1.200.955.258.000 228.715.000 193.600.396 66.713.955.708 238.276.000 300.000 193.717 56.811.000 300.524.613 17.645. Bunga 24.375 66.601 TOTAL ANGSURAN 91.600.955.850.000 300.000 293.000 228.708 - 238.000 228.077.645.000 294.000 106.200.366 0 Total Angs.125 Angs.955.781.715.955.000 64.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.396 39.565.000 300.335.735.000 179.715.715.276.600.713.955.750.009 91. Pokok 66.726 AWAL SALDO AKHIR 147.000 106.600.853.600.000 65.715.485.955.335.000 121 .100.000 228.955.000 193.000 0 0 1.912.000 474.000 228.600.762 44.000 0 0 0 0 193.000 193.635.902.189.000 245.000 193.000 228.715.726 147.200.613 24.912.465.333 171.955.335.057.000 193.000 0 0 64.715.000 474.000 474.200.717 56.009 56.

800.000 83.860.039 23.500.375 506. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.375 83.500 227.902.000 655.000 83.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.000 422.927.601 900. Penyusutan d.000 3.480.625 268.000 40.000 147. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.613 17.150.570.000 24.144.000 506.6% 27.222. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .000 66.980.222.912.5% 135.708.150.613 -45.000 1.636 201.000 268.980.4% 387.0% Pendapatan sub program Reguler 132.280.000 29.287.601 2.697.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.387 251.000 83.399 135.945. Biaya operasional b.4% 496.000 83.861 189.500 227.912.000 774.800.550.050.000 121.650.750.480.587.000 774.9% 20.515.475.072.000 419.980.613 23.727.360 765.500 29.670.980.613 -12.279 213.613 399.000 40.670.500 29.411.432.625.660.900.800.861 159.958.662.636 80.000 774.333.962.035.927.750.633 Pendapatan Tetap 121.462.613 523.000 422.731 37.893.172.067.650.077.000 24.818.458 Total 178.000 Biaya Variabel 56.670.697.894 159.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.000 422.394.980.633 Intensif 14.108 -45.

000 372.835.306.810.354 398.492 482.000 150.250.961.480.922 295.392.500.899 206.835.000 313.177 59.000 Jumlah 37.000 121.126.314 506.980.671 767.494 103.135 408.784.826.314 384.850 435.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.495 206.100 271.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.956 70 30 186.028 412.513.480.949 73.386 365.151.000 643.810 121.857.810 147.850 314.000 121.743 239.480.722 121.202.386 244.492 361.000.000 Smstr 1 Smstr 2 22.000 103.094.409.480.000.443 478.582 121.127 191.000 354.931.170.734.516.250.274.250.949 121.000 685.417.000 197.354 177.955.000.000 345.750.480.750.000 271.650.480.545.135 529.378.405 121.734.651.889.266 121.509.000 478.000.564 342.284.243.000 1.000 121.876.028 291.207 389.564 265.500.480.000 519.177 121.480.127 425.671 221.075.000 126.000 230.000 726.500.000 437.480.750.250.000 395.441.483.411.098.468.480.754.671 459.266 118.405 44.000 505.480.101.000 121.480.956 292.722 88.917.582 162.993.480.101.000 121.000 602.142.759.784.480.493.100 248.038 121.038 132.065.500.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .000 83.325.500.899 452.000 1.922 212.000 828.304.215.858.671 337.693.279 224.000 121.207 267.963.722.337.000 319.480.287 Biaya variabel 385.743 318.468.060.000 561.170.000.000 173.443 236.000 220.494 121.443.618.

000 54.375 117.382.912.276.382.396 24.414.912.775.330.670.250.947) 0.000 774.287.644.272 314.119. Dana sendiri c.009 -6. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 655.000 69.333 17.8162 256.500 251.382.398 174.660.117 411.500) (251.836 212.883 -14.475. Kredit modal kerja e.8734 213.382.009 -97. NPV dan PBP DF 14.396 24.447.000 79.125 353.9345 -6.602 460.000 39.666.382.750.000 83.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500 290.000 774. Re-Investasi b.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .196.613 23.009 359.800. Angsuran pokok e.8 2.308.800.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.302.000 353.106 69.286.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.000 66.063.500) 27% 1.469.382.5% PBP (semester) 1 (251. Kredit investasi d.375 37.000 387.894 586.108 572. Biaya investasi a.750.000 655.644.455.483.893.602.280.892 422.000 774.613 451.571.949) 0.000 251.750.258.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500) 168.570.447 (257. Pendapatan b.126 244.800.894 188.500 353.930.650.475.997 (44.276.000 -97.500 (251. B/C ratio.000 66.475. Biaya bunga bank f.650.036.886 251.8 tahun 0. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.108 83.000 69.463.316.032. Biaya modal kerja c.650.350.000 655.132. Biaya operasional d.077.

609 (277.8734 178.570.266.396 24.670.650.912.894 141.405. Kredit modal kerja e.852.266.912.981.500 332. B/C ratio.500 616.883 -74.710 rupiah 125 .613 451.009 359.552 (98.302.477.108 572. Pendapatan b.382. Biaya investasi a.000 728.509 -27.382.125 332.000 69.109) 0.258. NPV dan PBP DF 14.988.000 54.557) 0. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.405.723.102.995.663.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.5 2. Biaya modal kerja c.246.500 616.132.892 422.036.500 290.312.500) 16% 1.6 tahun 0.00 251.000 39.894 586.330.650.117 411.500 (251. Re-Investasi b.000 79.852.108 44.000 83.000 -118.000 616.276.382.941.382.9345 -25.660. Dana sendiri c.375 37.000 69.405.772 267.106 69.893.000 728. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 728.500) (251.382.852.602 460.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.398 67.5% PBP (semester) 1 (251.235.463.650. Biaya bunga bank f.382.751 120.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.266. Biaya operasional d.500 251.930.509 -118.613 23.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.312.000.280.250.312.000 66.500) 168.000 66.316.396 24. Angsuran pokok e.500 387.276.500 332.223.8162 218.775.245.194 251.333 17.119. Kredit investasi d.077.571.626 204.749.375 117.

522 260.382.470) 0.750 609.405.375 37.650.000 66.000 79.8734 173.500 251.564.000 39.392 422.398 49.538.894 586.602 460.500 720.382.650.399.9345 -29.847.000 69.382.259 -122.500 720.500 328.000.992) 0.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .894 134.500) 14% 1.125 328.478 (107.036.247.258.384.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 69. Biaya bunga bank f.731.000 54.660. Pendapatan b.250 387.930.4 2.670.387.387. B/C ratio.316. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.077. Kredit modal kerja e.571.00 251. Dana sendiri c.276.750 609.330.904 105.8162 212.876 198.847.106 69.912.259 -31.280.009 359.000 -122.912. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Kredit investasi d. Biaya investasi a.396 24.383 -84.119.570.333 17.650.775.500) (251.564.500 290.108 572.912 251.545.276.970 (280.261.731.790.463.132.500) 168.750 328.000 83.613 451.375 117.382.847.198.564.155.122.302.5% PBP (semester) 1 (251.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. NPV dan PBP DF 14.893.382. Biaya modal kerja c.613 23.731. Re-Investasi b.396 24.276.500 (251. Angsuran pokok e.233.5 tahun 0.117 411.000 66.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.250.000 720.382.500 609.841.108 37. Biaya operasional d.

400.037.750.775.111) 0.912.382.077.5 tahun 0.402 498.405. Re-Investasi b.700 -130.382.500 353.200 66.688.800.965.405. NPV dan PBP DF 14.00 251.375 117.000) (251.000 83. Biaya operasional d.079 rupiah 127 .333 17.500) (251.300 39.801.557 353.8734 182.300 66.886.276.918.571.806 75.451.000 655.132.000 774.800.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 102.382. Kredit modal kerja e.000 655.000 353.250.371.512.036.625.475.000 774. Pendapatan b.000 774.800.298.396 24.918.848.500) 16% 1. Biaya modal kerja c.000 655.5% PBP (semester) 1 (251.000) (102.451.000 54.912.108 613.750. Biaya bunga bank f.917 446.194 144.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.709 392.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.500 75.382.400.396 24. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.611 (287.500) 168.131) 0.500.782.400.592 460.344.618.660.375 37.083 -190.598 -45.710.382.276. Kredit investasi d.125 353.709 -232.687 120.5 2.894 630.000 79.750.700 422.9345 -36.893.817.408 42.626 209.8162 225.139.475. Dana sendiri c.174.500 251.028 276.613 483.323.709 -38. Angsuran pokok e.980 (104.258. Biaya investasi a.613 23.500 75. B/C ratio.500 316.305.500 (102.859.428.437. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.918.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.475.

375 117. Biaya operasional d.276.475.106 76.333 17.000 774.400.502.000) (102.108 37.000 54.308.000 251.382.5 tahun 0.276.669.548.117 450.912.500 319.000 66.883 -198.382.400.009 -42.125 353.000 426. B/C ratio.382.500 251.615.000 655.077.613 487.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.894 139.800.500 353.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .202.750.000 353.9345 -39. Kredit modal kerja e.382.000 774.009 -236.311.571.112.108 618.549.8162 222.398 -59.327.893 110.660.009 395.382. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500) 168.728 272.4 2.775.475.619.000 83.923.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.800.796) 0. Biaya investasi a.613 23.000 774.000 102.892 464.051.037.615.5% PBP (semester) 1 (251.893.500) 14% 1.000 76.500) (251.800.024. Re-Investasi b.220.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.000 66.168.750. Kredit investasi d.000 39.937.187 353.396 24.529.251.258. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.500 (102.396 24.615.448.000) (251.8734 179.894 635. Biaya bunga bank f. NPV dan PBP DF 14.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 76.597.707) 0.912.400.036.000 655.059.132.000 -133.475. Dana sendiri c.725.089 (111. Angsuran pokok e.782.250.602 502.000 655.126 205.000 79. Biaya modal kerja c. Pendapatan b.375 37.296 (291.750.637.

083) 0.250.100 66.660.500 (251.500 751.500) 18% 1.090.500 71.276.583) (277.482.382.396 24.422 278. Biaya investasi a.8734 186.870.739. Angsuran pokok e.571.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.132.202 473.916.382.159) (119.739. B/C ratio.911 135.798 81. Pendapatan b. Kredit modal kerja e.556.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. NPV dan PBP DF 14.912.500.556. Re-Investasi b.400.077.396 24.292 435.150 399.046.276.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500 751.159) -27.258.894 601.500 251.197. Biaya operasional d.108 586.469.058.000 83.046.500 342. Biaya modal kerja c.5% PBP (semester) 1 (251.500 298.500 71.382.375 37.857.556.010.782.750 342.416.077.345.077.125 342.739.987.000 751.893.000 79.006 71.400 66.500) 168.613 461.5 2.988.500 636.086.333 17.717 423.376 212. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.036.102 (91.382.613 23.00 251.750 636.382.775.208 50.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.8162 227. Kredit investasi d.930 251. Dana sendiri c.375 117.000 54.6 tahun 0.727.382.545.900 (119.909 370.077.500) (251.9345 (26.350.954 rupiah 129 . Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.870.994 150.750 636.944.987.912.981) 0. Biaya bunga bank f.100 39.033.870.783 -68.015.018.

500) 168.200 66. Dana sendiri c.382.128) 0.628) (284. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000. Angsuran pokok e.903.000 72.500 339.700.5% PBP (semester) 1 (251.396 24.00 251.000 743.000 79. Biaya operasional d.800 39.209 374.436.382. Kredit modal kerja e.572.8162 217. NPV dan PBP DF 14.912.382.000 72.251.891.276.392. Biaya bunga bank f.180.520.382.276.072.547.375 117.000 743.613 23.125 339.436.336.917 426.472 266.179.000 54.908 38.200 403.808.775.306 72.893.237.083 -87.375 37.009.402 477.000 339.500) (251.576.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya investasi a.554.333 17.590.929.808.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.965. Pendapatan b.278 251.000 629.4 2.258.500) 14% 1.382.570.108 590.500 (251.800 66.137 (107.000 743.991) 0.132.9345 (32.991.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.660.694 137.180.269 110.200 (126.520.436.336. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 629.500 251.516.5 tahun 0.571. Biaya modal kerja c.520.382.209) -34.336.327. B/C ratio. Re-Investasi b.092 439.912.000 629. Kredit investasi d.598 50.396 24.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.8734 176.036.126 202.209) (126.798.613 465.500 301.894 606.250.083.000 83.808.077.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

0% 1.602.873) 14% 1.5% 67.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.0% (968.079 15.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .Lampiran 21.954 18% 1.859.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.0% (58.790.44 TIDAK LAYAK 3.0% (58.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.223.0% 14.0% 100.0% 5.954 17.710 (2.873) 14% 1. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.54 LAYAK 4.0% 16.627) 16.6% 1.782.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.0% 14.782.7% 1.54 LAYAK 4.308.410) 16% 1.0% 14% 1.

0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14. 2 .8734 0.070046728 1.9345 0.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.0000 1.0700 1.5% 114. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 2 ...5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.5% 114.0700 1.3110 1 0.2252 1.5% 4 1 14.070046728 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.1450 1.5% smtr 2 2 1 14.5% 1.5% 114.0% 1.8162 0.070046728 1.5% 114. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.

5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 10 1 0.5% smtr 2 6 1 0.622559402 0.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.145 8 1 0.508127344 133 .145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 1.070046728 1.145 1.145 1.5011 1.718786551 1.145 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 1.5% 114.839181925 1.581805809 0.070046728 1.7128 0.4029 1.070046728 1.145 1.070046728 1.9680106 0.070046728 1.543720002 0. 2 … n = = 0 14.070046728 1.6662 0.6063 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful