Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Sehubungan dengan hal tersebut. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Sampai saat ini. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank.go. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. baik karena kendala teknis. UMKM masih memiliki kendala. Dari sisi pembiayaan. Namun demikian. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya.bi. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. maupun kendala non teknis. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. Di sisi lain. Dari sisi pengembangan usaha. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis.id. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah.

Direktorat Kredit.2 Jakarta Pusat Telp.H. (021) 381. (021) 351. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jakarta.8922 atau 381. Thamrin No. M. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.7794 Fax.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.

target siswa 60 orang . Sub Program a.250. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. target siswa 144 orang b. Sumber dana b.83.6. Jangka waktu kredit e. Intensif. Reguler.8. Jenis kredit c.Strata SMP.Strata SD. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. Modal kerja 5 Perkreditan a.000 Rp.149. kelas 7.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Investasi b. Sub Program a.168. Program Bimbingan Belajar . Plafon kredit d. Umur proyek b.5% efektif/menurun Semester Rp.5. Suku bunga per tahun f.065.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. kelas 6. kelas 4. Reguler.132.

250. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .9% 20.000 s/d Rp.9. Jangka waktu bimbingan per sub program a. target siswa 16 orang c.125.Sub program Reguler .Sub Program intensif d.Rata-rata/tahun .54. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.378. Sub Program a.4% Rp.Tahun 2 . target siswa 24 orang .400. Surplus pendapatan .1. target siswa 24 orang b.1.No Unsur Pembiayaan Uraian b. kelas 9. Profit margin . Uang pendaftaran Rp.Strata SMA. BEP -12. kelas 10.Kelas 12 IPS. target siswa 36 orang .378.750 Rp.063.750 Rp.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Reguler b. Reguler.000/siswa b.Rata rata/bulan g.000 per siswa per semester f.Kelas 12 IPA.Tahun 1 . Biaya Bimbingan Rp. Sumber pendapatan usaha a. Intensif : .Rata-rata/semester .54.11. Intensif.6% 23.Total 5 tahun h.

5% 1.8 tahun Layak dilaksanakan v . Biaya operasional c.PBP .433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.NPV pd DF 14.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.261. 67. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik. Kriteria kelayakan .2.8 . 2.176 Rp.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.306.Net B/C ratio pd DF 14. masing-masing 4%.No Unsur Pembiayaan .580 .IRR Rp.308.187. Penerimaan b.5% .Menurut nilai Rp .Menurut Siswa .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

........................ Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ........................................ 4....................... 2.................. Perizinan . Pembiayaan Bank ................... Staf Pengajar ...................... DAFTAR ISI ........3.............. Aspek Pemasaran . 4......4........2........................................ Biaya Bimbingan ....................... BAB I BAB II PENDAHULUAN ......... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ...................... Prasarana .......................... 3........................ Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3...............................................................................................................................2............... Sarana ..................3.............................. 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .................... Program Bimbingan ............................................................................ DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ 3................ DAFTAR TABEL ............... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2..... Pola Pembiayaan ..1............................................................... Lokasi Usaha ...........1....................1.......2.................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... Aspek Pasar ...... Jalur Pemasaran ............................................................................... 2.........................2......2.......................................................................2...... 3........... RINGKASAN ............................... 4......1................................4........................2..4...... 4...... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4...2................1.....2................................................4.......2.... 4......................... 2............................1............................. Profil Usaha ................................... 4.......

.................. 7.................... 5........7 Persaingan ..1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ....1.......1 Faktor-faktor Eksternal ..................................2..6 Kaitan dengan usaha lain .................................................2..........1 Pendapatan masyarakat ......................... Komponen dan Struktur Biaya ..4 Peraturan pemerintah .. 5.............1............ Aspek Ekonomi dan Sosial ........ 6.................. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ............ 7. 7............................... Proyeksi Laba/Rugi ...............5 Kesenjangan meraih pendidikan ..... 7..3... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6......................5.............. 7..................................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ..1.....7................ 7.1.................3 Kebijakan pemerintah ...... 5. 7...................... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha .............................6...................8 Pembiayaan oleh perbankan ... Analisis Sensitivitas ........................................1................ Biaya Operasional ............................1................. 7................3.........1............2. BAB VI ASPEK EKONOMI................. Dampak Lingkungan ............. 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................................... Produksi dan Pendapatan Usaha .............3.......... 7..........2 Faktor-faktor Internal ............. 7... 7..........8........................... 5................................1............................... 5.1................ 5.................................................2 Anggaran pendidikan .....................................2................BAB V ASPEK KEUANGAN 5.................................2......................... 5.. BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1............ 5.....1....... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ...... Analisa Break Even Point (BEP) .................................................................. 5............4. Biaya Investasi ..........................

...... 7.............4 Kemitraan .................................................................................. 7....2............................... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8...............................5 Pemasaran ............................2......... Kesimpulan ...............................3 Kualitas pengelola dan manajemen .......................................1................. DAFTAR LAMPIRAN ........... 8.....................................3 7...................... DAFTAR WEBSITE ...................................................................................................................... Gambar 4 Grafik BEP ......2.....................................................................................7....................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ........................ Hal 11 17 24 58 ix ..2....................................... DAFTAR PUSTAKA .................................................... Saran .................... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ............... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ................ 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .....................................................

...... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ................................................ Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ..... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ..................................................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi........................... 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ................. 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel .............. 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester .............................. 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..................................................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ............................ 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................................................................................................. 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ................. 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .......................................................... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel .......... 12 Biaya jasa bimbingan ....................... 55 Data untuk perhitungan BEP .....................................

bekerja mencari nafkah. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. keterampilan. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. standar kompetensi.

A = applicable. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class.com).4. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD.6 juta. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. M = mind. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).3. R = rational) . Asyik.5 juta dan Rp.1 juta. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. intensif dan private. Rp. SMP dan SMA secara regular.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. dan Menyenangkan. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.8.

3. 3 . tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Super Bimbel GSC. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Bimbel Primagama. Kemampuan guru yang terbatas. antara lain Bimbel Teknos Genius. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. 4.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. 2. Sony Sugema College dan lain-lain. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Bimbel Gama UI. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran.

09 0.06 1.96 1.50 2 0. 2.62 Jumlah 1 2 % 0.18 7 0. 3.18 1. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. 6. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 4. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.26 17.kecil. 5. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih. Berdasarkan informasi multimedia. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota.89 9.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja.67 18. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.

70 0. Kepulauan Riau (87 lembaga). sisanya 20.8%.135 % 0.09 0.34 4. Lampung 13.16%.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.82 100 10.23 0.32 9. Kalimantan Tengah 15.09 7.67 0.35 1.50 1.26 2. Lampung (54 lembaga).info kursus. Kalimantan Barat 14.09 1.96%.61 3. Jambi 11.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. 8.70 0. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. 9.09 0. Sumatera Selatan 12. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).79 1.net.50 0. Kalimantan Selatan 16.76 1. 5 .94 3.

PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.207 lembaga (83.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .12 1.45% dari jumlah seluruh Indonesia.22 7. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.info kursus.56 1. Prosentase terbanyak sebesar 63 %. 11. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22. yaitu Jabodetabek.54% lembaga belum memiliki izin.32 17.76 20. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.07 20.22 9. kota depok dan kota Bekasi.35%) telah memiliki izin operasi.net. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.73 100. Sisanya 10.

13%.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.362 lembaga. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1.88%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. 7 . yaitu 1.863 siswa-siswi atau 70. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

IPA. Sosiologi. Kimia.1. keterampilan intelek. Biologi. Kimia. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. 4. Fisika. Dimyati dan Mudjiono (2006). Biologi. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Fisika. Biologi. Ekonomi. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Inggeris. bhs Inggeris. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Bhs Indonesia. bhs Inggeris. Fisika. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Bhs Inggeris. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. keterampilan motorik. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. PPKn Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Matematika. Biologi. Bhs Indonesia. Fisika. Bhs Inggeris Matematika. sikap dan siasat kognitif. IPA. PPKn. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Bhs Inggeris. PPKn Matematika. Geografi. IPS Matematika. IPA. Bhs Indonesia.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa.2. menjelang UN 2010. laba = untung”.2.1. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Pola Pembiayaan 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. 2. Berdasarkan penelitian.

Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. 16 tahun 1997 tentang waralaba. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. 42 tahun 2007 tentang waralaba. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. sistim. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. Pada tahun 1970. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. nama. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. yaitu : 1. berkembang sistem pembelian lisensi plus. 2.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia.

44 tahun 1997. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. 2. 2. Peraturan Pemerintah RI No. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). pelatihan personalia. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. yaitu : 1. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. UU No. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. 3. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 4. 6. 16 tahun 1997. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 3. mendirikan 15 . 5. 7. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1.

Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. bergantung pada jenis waralaba. 4. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Saint Anna Education Centre (SAEC). 6.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Bimbel Gama UI dll. TutorNet. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sinotif. Bimbel Teknos. Menurut Amir Karamoy. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Bimbel Primagama. promosi dan supply produk. 5. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Pewaralaba melakukan pelatihan. 7. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu.

(0274) 520418. Kav B-4. Diponegoro 89. yaitu Remedial.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Wisma Kodel Lt 7. Alamat : Graha Primagama Jl. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Jl HT Rasuna Said. 17 . Yogyakarta Tlp. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran.

paket soal latihan dan lembar jawab computer. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . semester. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas.000 untuk lima tahun. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. SPMB. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. Pelayanan kepada siswa seperti modul. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal.000. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. yang secara terminologi berarti cerdas. UN. UAS. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan.150. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. SPSB. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. • Membayar biaya survey Rp. UM-UGM dll secara berkala.

majalah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. untuk luar Jakarta 5 km. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. ruang administrasi. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. surat khabar. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. 2. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). 16-18. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Jl I Gusti Ngurah Rai. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. 19 . ruang pengajar. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Klender Jakarta Timur 13470. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI.

11 – 12 IPS.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. TV. • Gedung milik sendiri atau sewa. penanaman motivasi berprestasi. telepon.8. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. Konsep Pengajaran . SD kelas 1 s.9. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. Sofa dan peralatan penunjang lainnya.100 juta dan royalty fee. fasilitas multimedia.11 – 12 IPA. brosur. konsultasi pemilihan jurusan. 6. Fax. AC. trademark. dan SMA kelas 10. ATK. SMP kelas 7. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. whiteboard. patent.d. billboard. pembinaan mental. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar.

5% 15% 20% Investor 50% 87.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor.5% 85% 80% Keterangan : . sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik.

Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Dilihat dari golongan nasabah.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. suku bunga. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Pleno cabang. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. yang memiliki skim tersendiri. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Koordinator. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah.2. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Demikian pula persyaratan kredit. Rapat-rapat (Divisi. Diklat. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 2. kredit kepada pensiunan dsb. Raker Tahunan. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja.2. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C).

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Ketentuan kredit Bank BRI a. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. bukan atas nama yayasan. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. 23 . di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba.

Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak.

Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 .2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Sertifikat tanah 7.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. b. Lebih Rp. yaitu : a. Lebih dari Rp. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. s/d Rp. sebagai berikut : 1. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.500 juta s/d Rp. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.

5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). minimal Rp.350. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. c.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.25%.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.12. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Meterai Rp. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Suku bunga.

Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Kenyataan demikian ini. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. karena sifat dari produk jasa tersebut. tenaga kerja dan modal. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. 2003). sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Dalam analisa mengenai aspek pasar. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. dijual lagi atau dikembalikan. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. 27 . Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. kemudian bahan pembantu atau penolong. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. dicicipi atau disentuh.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar.1.

siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas.d. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 11. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Pada sistem kelas reguler. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. 9 dan kelas 12. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. SMP dan SMA.d. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan.

minuman dan waralaba ritel. Menurut Tempo Interaktif. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. yaitu : 29 . Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. meskipun banyak juga yang tutup. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1).

Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . b. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. e. d. c. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat.2. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. SMP dan SMA. jenjang kelas dan program pembelajaran. Adanya prestise. mula-mula di daerah perkotaan. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. kemudian meluas ke desadesa.2. f. Aspek Pemasaran 3. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha.1. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a.

000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000.2.500.500.000.500. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.000 4. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000 – 3.800.500. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. website dan try out serta open house. spanduk. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 – 4.000 2.000 2.950.650.000 2.000. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. iklan di media cetak.950.000 2.000 2.000 2.500.000 3.000 – 2.650. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.500.750.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000 4 150.500.000 4.000 No 1 2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.000 3.000 --- --- --- 2. leaflet. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 : 2.000 Sumber : data primer 3. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 . Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.2.450.000 – 2.700. yaitu pada awal dan akhir tahun.650.000 – 2.000 2.950.000 125. misalnya SD kelas 6.650.000 2 3 100.000 2.000 – 2.500.

selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Telkom dan lain-lain. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. dan para guru. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. para praktisi pendidikan yang mencari info. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Indosat. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 juta untuk sekali try out. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban.

Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. kurikulum. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya.1. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. 33 . Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. SMP dan SMA.

Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). Mendiknas tahun 2010) : a. b. e. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Mengarahkan. menyerasikan. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.2. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. f. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. c. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. penilaian dan evaluasi serta pengawasan.

1 lembar bagi setiap kursus 35 . Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. 2. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. meskipun sudah ada Perda No. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 3. d. yaitu : a.p. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. u. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. c. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pas foto ukuran 4 x 6. b.

Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Denah lokasi 14. KTP penanggung jawab kursus 3. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Daftar perkembangan warga belajar 5. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. hak pakai. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 4. Foto copy izin kursus yang lama 6. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Koperasi dan Yayasan. adalah : 1. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Perusahaan Perorangan (CV). Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Pas foto ukuran 4 x 6. 6. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Program belajar.

195/E/ KK/2009. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Kursus Wirausaha Desa (KWD). Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. mulai tahun 2009. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Di kota Bogor. yaitu. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. untuk tahap I selama 6 bulan. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun.

April. Dari uraian diatas.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Mei dan Juni setiap tahun. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. teguran tertulis. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. masa persiapan belajar (pengenalan). Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran.3. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 4. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. atau pencabutan izin kursus.

b. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. yaitu : a. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel.modul dan materi belajar. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. 39 . Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Setelah orientasi. kemampuan menyerap materi pembelajaran. Misalnya program privat. meliputi jadwal belajar. c. b. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. potensi bakat dan kecerdasan. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. c. diagnostic dan penempatan kelas.

kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.5 SD. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.1. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3.8 SMP dan kelas 10.4.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. potensi kecerdasan maupun psikologis. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN).ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. kursi siswa. 4.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. white board dan meja guru.4. kelas 7. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat).

Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. suplemen dan evaluasi belajar. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional.2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.4. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. 41 . Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). soal latihan. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor.

Bhs Inggeris Matematika. Reguler 2. Bhs Inggeris Matematika. Intensif II SMP 1. Fisika. Bhs Ind. IPA.4.8 9 Matematika. Intensif-1 IPA 10. Intensif III SMA 1. Reguler 2. Biologi.5 6 Matematika. Bhs Ind. Kimia. 3. IPSKimia.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Biologi. 11 12 Matematika. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3.. Ekonomi/Akuntansi. Bhs Ind. Fisika. Reguler 2. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Sosiologi 7. IPA. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biologi. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. IPA. Matematika. Sejarah. Bhs Inggeris Matematika. Geografi. Bhs Inggeris. . Bhs Ingeris. Bhs Inggeris. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Kimia. Bhs Inggeris. Fisika.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji.4. honor. kemudian melatihnya 43 . Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Lembaga Bimbel bukan waralaba. UN dan SMPTN. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. UI dan sebagainya. IPK 2. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan.3. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4.Ekon. b.75 jurusan MIPA. Sos. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Bhs Inggris. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Pelatihan meliputi : a. min.

000 per minggu atau per bulan antara Rp. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.35.1.350.5 juta per bulan. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.42 siswa per tutor.4 juta.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.000 – Rp. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.25. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1 juta sampai Rp.000 per sessi. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.250. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp.000 sampai Rp. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.

Program Super Intensif (masuk PTN). Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Program Jaminan. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Misalnya Program Special Class. Program Executive Class. dll. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Biasanya 45 . Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Intensif (UN.1. Program Khusus. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Pendamping Belajar Siswa. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Program Intensif (UN. Program Privat. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Special Class. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Program Kemitraan. 2. Program Standard Class. SMPTN). Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). SMPTN). Selain jumlah siswa per kelas.

yaitu semester I.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. 2. 4. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. pada bulan Desember – Mei menjelang UN.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba.

5. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program.Mei. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan.2. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. • Sub Program Intensif 1. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. untuk kelas 12 IPA. Tujuan adalah lulus ujian akhir. • Sub Program Intensif 2. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Terdiri dari tiga Sub Program. untuk siswa IPS.

dan nama atau merek lembaga Bimbel. Reguler 2. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3.

Intensif 1.000 500.000 Bimbingan 750. Reguler 2.000 1. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD. Alasannya adalah : a.000 500.000 1.000 900.250.000 800.000 Jumlah 1.000 1.400.350. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Intensif-1 IPA 3. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 1.000 49 .000 800.400.000 1.000 900. b. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 500.000 1. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.400. Reguler 2.000 500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. Reguler 2.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.300.000 850.000 900. Intensif 1.000 500. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.300.

50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp.000 per siswa. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. b. seperti pada tabel berikut.500. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. sebesar Rp.000. per semester. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.125. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. Uang pendaftaran.

Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000.600.000 34.100.000.300.550. Reguler 2.400.400.500.100.400.200.000 62.000 115.000 31.000.000 26.100. Intensif Jumlah III SMA 1.000 209.000 31.000 13.000 88.000 53.000 No Strata I SD 0 11.200.125. Reguler 2.000 Sumber : lampiran 5 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.000 34. sewa gedung.200.000 0 35.200.000 68.500.000 267.000 88.000 59. peralatan kantor.000 34. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 300.200.000 34.000 0 198.500.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.200.000 Smtr 1 165.000 474.000 0 23.200. fasilitas dan sarana belajar.000 119.200.000 0 34.275.000 88.800.400.000.000.400.200.000 0 22.400.000 29. Komponen dan Sruktur Biaya 5. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 . Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000 17.000 0 99.000 17.000 0 35.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000 0 11.000 39.000 Smtr 2 180.500.000.000 268. Reguler 2.675.000.200.400.000 44.000 Tahun 1 Smtr 2 90.950.000 203. Intensif-1 IPA 3.000 0 68.200.000 34. peralatan belajar.175.200.1.3.000 386.000 62.000 31.500.475.600.400.000.000 15.800.000 150.000 68.3.000 0 68.600.000 90. Intensif Jumlah II SMP 1.725.000.000 0 165.000.600.

Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.500 1.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 4.500 0 0 1.000 700.100.750.250.853.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .050. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.000 31. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.000 0 83. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.000 64.845.000 68.750.000 0 168.900.024.722. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.685.000 5.450. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.980.000 12.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top. Nilai (Rp) 1.000 0 0 1. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.

955.000 5.000 154.500.000.335.000.175.000 135.000 10. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 204.000.000 16.715. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000. 91.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 10.000 4. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 159.060.000 6. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 Smtr 2 8. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.4. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 189. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000 228.000.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 136.992.000 20.000.000. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.540.175.235. biaya tenaga kerja.000 198.175. Dalam struktur biaya tenaga kerja.2.000.462.175.890.000 177.000 8.000. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.3. 77.000.565.000 6. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.500.000 159.175.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.780.500 dimana sekitar Rp. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.000 Smtr 2 8.000 193.000 6.160.540.715.000 5.000 5.175.000 Smtr 2 8. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000.000 3.

811.333 171.5.601 Jumlah 91.000 91. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.258.189.125 Bunga 24.5% per tahun.077.335. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .912.396 66.708 238. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.396 39. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.189. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.613 17.902. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.726 5.375 66.276.912.000 56. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.276.613 24.713.

0% 55 .697. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.397 1. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.666 303.637. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.2% untuk semester 1 dan 18.744 12.9% 20.500 227.927. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.5% 29.500 759.073.394.397 531. Baru pada semester 2 tahun-2. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.145. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.0%. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.697.696. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.927.731 227.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.118.6% 27.411.2% semester 2.073.336.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.613 89.897 759.613 135.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.4% 29.4% 23.279 213.

100 248. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.550.750.000 88.917.100 313.279 271.636 178.963.038 132.000 103.949 265.101.202.480. 2003). Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.458 201.000 244. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.000 59.443. seperti jumlah siswa peserta.035.000 73. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.564 318.000 150.722 121.858.207 365.274.000 220.458 230.931.000 44.861 121.000 345.633 121.411.480.515.6.000 197.743 295.494 103.000 29.207 292.922 354.101.067.734.075.000 Biaya Variabel Total No 56.405 121.480.250. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.826. biaya tetap.050.279 224.177 239.480.405 212.000.306. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.922 271.483.633 186.750.722.480.266 118.500.754.000 173.708.170.038 121.000 Tetap 147. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.500.417.636 80.000 126.480.650.266 121.250.861 159.392.722 Intensif 14.386 342.480.480.509.000.325.ASPEK KEUANGAN 5. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.587.000 319.564 437.142.958. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.177 121.378.494 121.000 189.734.480.386 478.750.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .759.693.743 395.949 121.

250.354 177.480.835. 57 .651.480. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.028 561.127 121.441.857. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.243.618.500.784.000 425.409.480.000 337. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.810.314 726.582 162.028 389.889.000 478.000. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.899 121.000 267.126.284.000 408.000 291.671 643.835.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).127 191.468.098. pendapatan (lampiran 5).480.750.000 314.671 221.314 482. sebagaimana terlihat gambar 5.443 236.337.065.304.810 121.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.876.000 452.993. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).443 121.850 602.513. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.000.000 505.151.850 412.492 685.956 529.060.000 361.671 435.135 506.899 206.000 531.961.545.480.480.468.784.250.000 384.810 147.492 459.354 121.000 519.480.671 121.493.135 767. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.000 398.500.582 121.

Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.261. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).306.ASPEK KEUANGAN Juta Rp. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.176 (sumbu vertical).261.306.176. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

168. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). dengan tahun penyusutan yang bervariasi. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. dimana investasi dimulai pada tahun-0. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. 59 . terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. 5. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5.250 juta. Jumlah investasi tetap : Rp. Jika terjadi keadaan sebaliknya. Berdasarkan data pada lampiran 1. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.antara 1 – 5 tahun.7. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya.

diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.000 dan biaya modal kerja Rp 83.2. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.5% p. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.79. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.250.132. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.747. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.500.000.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.375 dan modal pinjaman Rp 171.433 1.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.a.571.308. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).811. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.5% IRR % PBP (semester) 67.45 27% 2.125 dengan bunga pinjaman 14. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.

Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.790. Dan Net B.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.710 1.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2.5 16% 2. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. dimana NPV sudah negative.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. 16 dan lampiran 17.8.4 14% 2.223. 61 . Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.410) 1. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.C ratio kurang dari satu. IRR lebih kecil dari suku bunga.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.

873) 1.4 14% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. dimana NPV negative.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%. c.859. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.954 1.782.079 1.5 18% 2.4 14% 2. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 16% 2.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.627) 1.ASPEK KEUANGAN b.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.

IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. dimana NPV negative.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 63 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. dan manfaat sosial lainnya. yaitu : a.BAB VI ASPEK EKONOMI. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. sebagian besar hasil pendidikan. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. penciptaan kesempatan kerja. Sukses ulangan harian di kelas b. pertanian. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya.1. pemerataan pendapatan masyarakat. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Sukses ujian semester c. perdagangan dan pengangkutan. 65 .

Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Politeknik. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). PKBM. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Lembaga Pendidikan Keterampilan. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . BP2NFI. Ternyata. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. sedangkan untuk LKP. SKB. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant).ASPEK EKONOMI. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Balai latihan Kerja. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah.

industri alat tulis.35.d. 67 .2. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. industri barang-barang dari kayu dll. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.25. soal-soal). diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan.000 s/d Rp. buku-buku. industri makanan dan minuman. 200 m2. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. 6. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. polusi udara dan pencemaran lingkungan. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. seperti polusi suara (bising). Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga.000. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s.

jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar.

1. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini.1. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel.1. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. 7.2. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. yaitu : a. b. 69 . Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.1. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya.

lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. 7.1. diantaranya harus transparan. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya.1. 7. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009.3. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN.infokursus. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. akuntabel. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia.net. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.4. Nilek online dapat di cek di www. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. dan SMA IPS 11. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. 71 . 12. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. 12. SMA IPA 11. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8.1.5. Fisika. 9.

usaha computer dan website designer. industri alat-alat perkantoran.1. 7. cepat dan tepat. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. berkembangnya sekolahsekolah umum.6. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.1. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. industri furniture. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan.7. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. perbaikan sarana transportasi. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah.

Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Faktor-faktor Kritis Internal 7. tetapi menyewa. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. karena masalahnya adalah : a.8. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan.2. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Oleh karena 73 . Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. b. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. 7. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman.2. c. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak.1.1.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Lembaga-lembaga bisnis. e. yayasan kependidikan dan perorangan. 77 . sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. lembaga-lembaga profesi. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. SMP dan SMA. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. pembinaan.2. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. c. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Sekolah-sekolah umum SD. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI.5. b. d. 7. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. organisasi-organisasi masyarakat.

BUMN dan perbankan. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. target program. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. d. tanpa dipungut bayaran. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. c. b. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. fasilitas belajar. layanan phisikologi. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Visi. b. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. materi belajar yang diberikan. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. konsultasi.

tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. adalah : a. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. 79 . Kualitas pengajar atau tutor. brosur. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya.3. c. Kualitas materi-materi pembelajaran. b. 7. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Sebaiknya pengajar lulusan PT. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. c. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa.

SMPT). tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. f. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. g. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. seperti ruangan ber – AC. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. tersedia ruang diskusi. e. penyajian materi belajar dengan OHP. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. ruang konsultasi. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. musholah. h. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. sederhana. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. kantin dsb.

Siswa. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. jangan pasif. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. Tetapi dengan catatan. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. 81 . Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. i.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

yaitu : • Dari segi transportasi. 4. Kesimpulan 1. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. Ditinjau dari aspek teknis. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.1. 5. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. 3. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. 83 . Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. kurikulum. 2. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran.

8 %. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. karena pada tingkat discount factor 14. Berdasarkan analisis aspek keuangan. 6. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. 8. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. 67. NPV mencapai Rp. 9. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. Net B/C ratio 1. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah.8 tahun. Pendapatan turun sampai 7% b. 10. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. 7.5%.308.262. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). pay back period 2. Berdasarkan analisa sensitivitas.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.176.8 dan IRR 27%. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp.587.187.433.306. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2.

Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. 2. 4. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 3. 85 . Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi.2. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. 5. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. Saran-saran 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Clive dkk Hartanto.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. 2007 Mengajar dengan Sukses. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. Husein 87 . Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 2001 Sulistyowati. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. cetakan ketiga. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 1976. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. edisi kedua. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Evi Umar. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. D Kultur Hia. Pengantar Evaluasi Proyek. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. edisi kedua. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan.

co.tridaya.id http://id.org http://re-searchengines.com http://www.com http://www.com http://aisyahraifa.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .bimbelgsc.org/waralaba http://snmptn.gaulislam.com http://ahmadsudrajat.multiply.com http://www.com http://bimbel.net http://www.detik.majalahfranshise.com http://www.wikipedia.bimbelplus.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.com http://suarapembaca.com http://edukasi.kompas.wordpress.wordpress.Teknosgenius.infokursus.com http://www.com http://www.org http://www.com http://www.org Kompas.gamaui.primagama.ppsgms.banksaudara.com http://indonesiaeducate.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.................................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ............................ 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ................... 114 Rekap biaya operasional ................................................................ 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ..DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun .......................... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ............................ 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ............ 103 Biaya Pendaftaran............................... 110 Rekap jumlah biaya investasi .............. Fasilitas.................................................................................. 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ...................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel .......... Sarana dan Biaya Bimbingan ........................................................................ 122 91 ...... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ........ 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman .................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........................................................................................................................ 120 Proyeksi Laba Rugi ............ 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran .... 106 Proyeksi Jumlah Kelas...............................................

. 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ....... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ................ 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%............... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..................... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% .............. 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% .......................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ......................... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis .......................................... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ...............................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Menghitung Jumlah Angsuran. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). 97 . Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. 2.

b.LAMPIRAN 3. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. Menghitung Net Present Value (NPV). 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. n = Umur Proyek. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. Apabila NPV = nol. c. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Apabila NPV < 0. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya.

b. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. 99 . IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4.

NPV B-C Negatif. = Nilai benefit-cost ratio. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. = Net present value positif. maka proyek layak dilaksanakan. = Net present value negatif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. 6. Menghitung Net B/C ratio. b. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Apabila nilai Net B/C > 1. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Apabila nilai Net B/C < 1. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian.LAMPIRAN 5. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a.

Titik Impas (Rp.X Total Produksi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Titik Impas (Rp. a.--------------------------Hasil Penjualan. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .) = n x harga pokok. Hasil Penjualan (Rp. Biaya Tetap. Titik Impas (n) = ----------------------------. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Titik Impas (Rp.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. c. b. 1 .) f.) e. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. d.

Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak.LAMPIRAN 7. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. b. n = 0. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 1 ½. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. 1. n. 8. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. 2. ½. … . Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun..

499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif Jumlah II SMP 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1.

000 125.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 500.250.000 750.350.000 850.000 125.000 125.000 1.000 500.000 900.400. Intensif-1 IPA 3.000 1.000 500. Reguler 2.000 500.300.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 800.000 800.000 1.400. Intensif-2 IPS 125.000 1.300. Fasilitas.400.000 500.000 125.000 900.000 1.000 1. Intensif 125.000 1.000 III SMA 1.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 500.000 900.000 500. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif 125. Reguler 2.

Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .000 1.0 20 12 4.0 1.0 5.0 1.000 30.400.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 3.000 2.800.000 9.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.0 4. Reguler 2.800. Intensif III SMA 1. Reguler Jumlah 2. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2. Intensif II SMP 1.000 4.000 200.600.800.000.600.0 15.000 200.600.000 200. Intensif-1 IPA Jumlah 3.0 3.000 1.0 4 2.000 200.0 6.000 4.000 13.600.400.000 6 2.000 200.800.000 4.000 8.000 8. Reguler Jumlah 2.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Reguler 2. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .

Lemari g.200.500. Ruang tunggu siswa e.000 10.000 35.000.625.000 15 175.000 1 15 175.000 15 175.000 3.000 12.000 250.000 2.000 125.375.625.000 2.000 52.625.500. Printer c.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 2 5.000 500.000 6.000 350. Filling cabinet h.000 4 1 1.000 100.000 2.000.Telepon/Fax e.000 1 1 1 300 175. Meja kerja .500 12. Badan Usaha b.625.000 500.000 500.000 100.000 1. Ruang kelas c.000 120.000 4.375. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.250.000 2. Furniture f.000 10.000 6.500.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 1. Ruang guru d.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000.000 1. Komputer b.000 1 2. NILEK 2 Sewa gedung a.000 200.625.000 2.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 1.000 2.000 1.000 100. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 50.000 200.000.250.000 250.000.500.500 10.625.000.000.000 125.000 52.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000.000 4. Laptop d.000 350.

000 5 6. White board d.000 a.400.000 150.000. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 600. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 - a.000.800. Kursi tamu unit 4 2.000 j.000 6. Modul belajar b.000 10 60.000 5 5 7 500.000 6.000 30.160.000 37.260.600.000 1.000.750.853.250.000 7 200.500.000 10 375.000 3.000 Peralatan belajar 616.000 8.000 10 15 250.000 600. Kursi belajar siswa b.000 280.000 5 Sarana belajar 700.000. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 1.000 1.000 160.000.000 30.500.000 154 200. Meja guru c.i.000 84.000 set 1 600.000 3.000 5 15 100.500 15.000 5 1.

450.980.000 64.000 168.000 Nilai (Rp) 117.000 66.853.475.775. Kredit b.845.000 700.000 102.000 1.000 12.685.4.050.900.100.000 50.000 83.750.268.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 4.5.250.000 Penyusutan 0 64. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.6 Sumber dana investasi a.000 31.500 1.400.750.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.LAMPIRAN Lampiran 8b. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.000 5.

000.000 10.000 154.000 6.175.715.175.000.000 8.000 189.715.000.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000.000.565.000.000 159.160.175.060.000 8.000 135.540.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .235.000 5.000 20.000.955.500.175.000.000.000 5.000 6.000 177.000 10.000 204. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 8.000 114.890.000 16.000 136.000 8.175.000.000 198.000.Lampiran 9b.000 4.335.000 6.000 193.000 3.000 228.780.540.175.000 159.000 8.

000 1.500.500.000 5.000 12. ATK b.000. Surat/fax f.000 10.250.000.000 200. ATK b. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 83.000.000.000.000 750.000 1.000 1. Staf manajemen c.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.160. Direksi b.500. Internet g.000 3.000 10.720.000 2.000 150.000 6.000 2.000 2. Karyawan d. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 50.000. Telepon c.000 22.000 4. Air d. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 150.000 5. Leaflet/brosur b.000 750. Listrik e.000 5.000 200.000.000 50.000 62.000 20.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.500. Cetak modul c.000 3. Souvenir 4 Pembelajaran a. Tryout c.000 10.520.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 50.320. Tutor smtr 1 e.000.000 2.000 50.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 50.000 20.000 10.132.500 100.000 15.000.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.

000 15.000 375.500.000 1.000.060.000 Semester 2 600.200.000 18.000 5.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 4.000 4.000.000 36.000.000 36.200.500.500.000.235.000 300.955.960.000 4.000 375.000 8.000.000 300.000 2.000 900.000 4.000 3.000 18.000 5.000 300.000 5.000.000 18.000.000.000 15.900.000 228.000.335.000.500.000 15.200.000 2.000.000 375.000 154.000 18.000 2.000 300.000 300.000 375.000 300.000 67.000 1.000.000 1.000.200.000.000 300.000 300.000 18.000 2.000 4.000 36.000.000 4.000 1.000.530.000 5.500.000 45.000 90.000.000 115 .715.200.000 3.000 1.000 3.500.000.565.000 15.500.000 10.920.000 375.000.000 90.000 18.000.840.000 15.160.000 189.000 300.000 1.000.000 4.000 193.000.000 15.000 36.000 300.000 300.000 108.000.000.000.000 300.000 375.000 1.000 Semester 2 600.000 300.000.000 10.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000.715.000 2.000 900.000.720.520.080.000.000 8.000 1.000 4.000 300.000 900.000 300.000 300.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.500.000 36.000 300.000 135.000 1.000 4.000 900.000 36.000 198.500.000 2.200.000.000.000 Semester 2 600.000.320.000.000 300.000 1.160.000 900.000 900.000 135.

096.375 171.114. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.475. Suku Bunga Pinjaman (p. Modal Investasi Sendiri (30%) b. Kebutuhan Modal Investasi b.036. Tenor (Bulan) b .a) Flat d. Suku Bunga Pinjaman (p.a) Flat d.271.250.000 168.505 14.500 251.5% 652.375 54.125 83.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .936.571.125 50.5% 1.250.000 83.775. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.500 79. Tenor (Bulan) b .000 168. Angsuran Pokok Per bulan c.5 36 3. Modal Kerja Sendiri (35%) b.423.251. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.6 29.132.811.382. Angsuran Pokok Per bulan c.132.000 117.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.528 14.

423.423.430.528 3.528 3.423.722 81.972 52.115 1.250 85. Pokok 3.222 22.115 1.072.271.271.423.516.688.423.000 Angs.271.115 1.874.139 71.528 3.115 1.423.271.423.423.115 1.278 29.503.500 55.528 3.423.028 58.528 3.271.271.271.417.271.306 91.271.115 1.528 3.115 1.271.059.629.271.423.583 6.115 1.115 1.423.528 3.528 3.423.528 3.258.271.271.528 3.900.528 3.331.917 45.115 1.115 1.271.423.417 104.115 1.125 117 .271.529.423.115 51.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.344.694 19.361 98.271. Bunga 1.271.960.528 3.115 1.231.889 101.423.556 62.115 1.423.528 3.271.167 16.528 3.528 3.389 42.271.423.444 49.000 114.423.528 3.528 3.861 39.528 3.423.775.115 1.528 3.115 1.115 1. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.357.115 1.271.423.271.271.528 3.528 3.271.528 3.271.611 68.423.472 111.271.528 3.423.944 107.271.528 3.423.111 9.423.528 3.086.543.115 1.115 1.115 1.083 65.115 1.528 3.423.115 1.115 1.271.528 Total Murni INVESTASI Angs.115 1.615.423.986.443.271.333 35.423.528 3.115 1.715.801.423.973.833 94.115 1.115 1.159.778 88.667 75.271.056 3.245.423.423.423.528 3.271.702.528 117.887.423.115 1.115 1.271.271.528 3.528 3.775.750 26.271.232.115 1.115 1.271.115 1.145.423.528 3.423.806 32.423.602.528 3.172.528 3.423.271.814.528 3.639 13.788.115 1.528 3.115 1.194 78.271.271.

505 2.937 652.937 652.937 652.778.937 652.083 33.526 9.578 31.516 4.937 652.937 652.937 652.251.937 652.937 652.527.251.505 2.772.937 652.536 13.006.263.505 2.937 652.937 652.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.018.937 652.021 6.937 652.094 38.052 20.505 2.760.104 42.073 29.125 Angs.766.251.505 2.937 652.937 15.503.505 2.251.620 49.251.509.505 2.251.505 2.251.937 652.251.251.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .251.505 54.670.281.533.251.251.505 2.036.784.505 2.275.937 652.063 24.505 2.042 15.937 652.505 2.251.251.251.937 652.505 2.515.505 2.251.505 2.505 2.251.251.505 2.754.937 652.036.031 11.609 45.937 652.589 36.251.251.505 2.547 18.505 2.251.557 22. Pokok 2.251.505 2.568 27.937 652.251.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.937 652.251.030.251.521.257.269.599 40.505 2. Bunga 652.505 2.024.125 51.010 2.012.115 47.505 2.

333 3.271.115 16.051 50.765.271.861 5.523.630 5.672.423.781.076.033 2.051 144.811.033 2.271.051 83.033 2.986.927 5.076.288.076.528 1.432 5.172.523.076.115 6.076.523.271.086.115 26.051 88.033 2.626.076.357.629.271.523.103.528 1.350.523.033 2.076.534.033 2.523. Pokok Angs.583 3.396.076.051 166.026 5.580.523.564 5.423.033 2.523.528 1.051 111.033 2.523.750 3.051 105.115 3.423.051 66.827.076.033 2.528 1.051 100.051 149.465 5.528 1.271.528 1.993 5.115 35.076.531 5.523.304.528 1.222 3.076.033 2.076.115 19.523.033 2.423.423.115 13.523.528 1.051 77.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.051 94.696 5.902.115 29.814.795 5.271.271.051 122.051 44.811.366 5.523.873.528 1.115 22.523.523.729 5.057.694 3.051 155.125 5. Bunga 171.051 138.523.076.523.011.528 1.423.051 55.523.498 5.033 2.033 2.900.051 127.033 2.111 3.663 5.271.149.076.528 1.528 1.051 72.033 2.523.092 5.523.271.076.271.076.488.242.423.195.051 116.076.115 0 Total Murni 171.523.056 3.894 5.051 133.059 5.076.960 5.167 3.806 3.271.715.051 160.033 2.543.033 2.033 2.033 2.919.033 2.399 5.033 2.076.051 39.423.033 2.271.423.523.125 66.258.076.076.523.115 32.076.423.423.718.528 3.051 61.278 3.965.033 2.033 2.523.076.597 5.828 5.442.762 5.423.443.639 3.115 9.076.601 119 .

018.000 64. Pokok 39.000 189.175. Investasi 1.500 Jumlah 2 (a+b) 251.775.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.708 135.500 Surplus/minus -251.750.063 54.000 14.670.568 2.235.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.000 219.000 135.238 15.335.000 78.528 Total Angs. Biaya operasional 1.100.140.250.333 117.000 154.036.300.063 27.000 388.250 Per bulan (Rp) 14.600.000 64.000 198. Bunga 17. Bunga 7.315.861 3.132.375 51.835.400.085.715.271.300.000 388.750. 1 URAIAN Pendapatan a.000 203.788.194 42.077.232. Perizinan 1.077.835.600.375 17.565.335.125 Angs.000 267.565.000 263.000 2.000 3. Pendaftaran & bimbingan 150.125 Outstanding 29.750.000 154.000 125.715.333 39.238 7.628.000 198.365.585.258.382.251.000 -16.000 - 64.000 Angs. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.150.505 MODAL KERJA Angs. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.LAMPIRAN Lampiran 10c. BOP Jumlah b 83. Pokok 27.235.000 267.750.000 189.000 Jumlah a 168.258.715.750.065.235.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .077.000 135. Sewa gedung 64. Lainnya 102.269.150.018.529.604.375 17.000 150.333 39.258.382.500 2.000 64.000 b.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.000 203. Modal kerja 83.000 189.132.175.

715.009 56.600.000 474.200.335.735.200.645.708 - 238.955.000 300.335.000 121 .955.375 66.715.000 293.000 193.902.750.000 228.000 193.000 193.750.335.715.600.000 228.000 228.715. Pokok 66.000 300.781.726 147.000 300.189.524.000 294.000 0 0 64.366 0 Total Angs.000 474.000 65.635.000 474. Bunga 24.200.955.053.000 193.485.613 17.955.000 300.258.912.000 106.955.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.200.100.000 193.000 474.715.955.000 106.000 228.600.600.276.811.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.708 238.077.715.850.726 AWAL SALDO AKHIR 147.000 64.955.396 66.912.713.000 228.000 1.000 300.000 193.189.955.000 474.645.333 171.600.000 476.717 56.465.000 0 0 1.613 24.000 0 0 0 0 193.200.600.000 228.853.601 TOTAL ANGSURAN 91.125 Angs.000 193.717 56.000 64.715.000 180.396 39.000 179.057.276.762 44.009 91.000 106.713.645.955.750.000 193.000 228.000 245.565.524.

750.000 422.000 419.432.280.000 506.6% 27.818.000 121.945.458 Total 178. Penyusutan d.035.570.108 -45. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .050.727.500.800.5% 135.0% Pendapatan sub program Reguler 132.000 40.750.000 83.515.4% 496.000 774.800.000 83.9% 20.475.670.000 655.613 23.375 506.500 227.613 -12.633 Intensif 14.731 37.000 83.287.613 523.000 774.039 23.480.958.399 135.072.411.900.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.000 66.172.000 24.000 268.222.980.333. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.000 422.980.387 251.375 83.550.861 189.500 29.912.861 159.670.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.708.000 Biaya Variabel 56.980.613 17.650.902.222.860. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.633 Pendapatan Tetap 121.893.000 774.000 422.500 29.662.000 40.360 765.000 3.613 -45.000 1.980. Biaya operasional b.980.962.000 29.000 83.650.927.800.625 268.077.067.697.697.394.4% 387.625.587.670.894 159.601 900.000 24.912.613 399.500 227.660.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.601 2.462.636 80.279 213.480.150.927.144.000 147.636 201.150.

493.949 73.480.899 206.500.000 1.922 295.468.810.127 191.000 372.494 121.810 121.038 121.492 482.480.000 313.582 162.000 126.392.500.784.993.826.545.480.207 267.354 398.000.480.443 478.000 685.750.734.949 121.325.000 197.956 70 30 186.417.582 121.266 121.693.784.337.722 121.405 121.000 121.000.000 345.835.618.215.000.060.409.000 319.963.250.835.000 519.956 292.100 248.931.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.075.513.170.000 230.354 177.492 361.650.000 173.000 83.722 88.480.028 291.000 505.750.480.100 271.850 314.671 767.754.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .480.250.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.480.480.889.274.000 121.722.000 Jumlah 37.207 389.314 506.243.480.483.000 437.857.098.000 150.135 408.500.038 132.961.443 236.250.955.284.441.468.094.266 118.922 212.306.127 425.495 206.480.411.671 337.876.000 354.304.065.177 121.000 478.000 121.899 452.759.000.279 224.917.850 435.314 384.000 121.500.516.750.405 44.142.000 121.126.378.509.564 342.170.858.564 265.000 Smstr 1 Smstr 2 22.480.000 1.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.000 726.480.287 Biaya variabel 385.000 271.151.743 239.443.743 318.028 412.671 221.000.671 459.980.000 643.480.250.000 220.000 828.386 244.480.101.810 147.000 395.386 365.651.494 103.000 121.500.202.135 529.000 103.000 602.177 59.101.734.000 561.

350.396 24.000 655.302. Kredit investasi d.666.571.316. B/C ratio.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.396 24.949) 0.258.276.8 2. Biaya operasional d.602.775.930.5% PBP (semester) 1 (251.276.287.308.8162 256.382.000 69.375 117.644.8734 213. Pendapatan b.000 54.602 460.077.009 -97.036.500) 27% 1.000 655.836 212.447.650.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.883 -14.455. Dana sendiri c.250.063.382.894 188.500 (251.500 290.330.892 422.000 774.000 251.469.382.893.613 23.947) 0.670.196.894 586. Biaya modal kerja c.475.000 83.000 774.000 79.108 83.570.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.750.000 66.475.106 69. Biaya bunga bank f.272 314.000 69.009 359. NPV dan PBP DF 14.117 411.912.500 251.126 244.912.750.000 -97.483.8 tahun 0.000 774.800.500 353.463. Re-Investasi b.119.108 572.132.333 17. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 39. Angsuran pokok e.125 353.414.398 174.475.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .644.375 37.660.000 66.800.382.750.886 251.800.613 451.009 -6.000 353.280.650.286.500) 168. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.447 (257.382.9345 -6.000 655. Biaya investasi a.997 (44.000 387. Kredit modal kerja e.382.032.500) (251.650.

000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.223. Biaya bunga bank f.930.570.102.117 411. Pendapatan b.775.302.405.509 -27.477.912.892 422.312.852.650.000.405.500 616. Biaya investasi a.109) 0.650.660.330.000 66.276.266.119.108 44.500 (251.266.077.500) 16% 1.663.912.245.000 616.00 251.108 572.6 tahun 0.8162 218.995.670. Biaya operasional d.000 69.396 24.463.8734 178.509 -118.941.710 rupiah 125 .000 728.609 (277.000 79.626 204.894 586.276.382.500 332. Re-Investasi b.500 251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.125 332.280.613 451.194 251.398 67.246.382.382.500) 168.382.723.751 120.852.500 616. Kredit modal kerja e.500 290.602 460.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.009 359.312.883 -74.000 54. Angsuran pokok e.000 728.382.500 332.382.557) 0. Dana sendiri c.852.650.000 728.500) (251.316.5% PBP (semester) 1 (251.500 387.000 69.405.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.772 267.9345 -25.894 141. Biaya modal kerja c.000 39.036.375 37.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.106 69.250.000 -118. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.132.749.235. Kredit investasi d.000 66.266.571.552 (98. B/C ratio.396 24.893.613 23.5 2.258. NPV dan PBP DF 14.981.375 117.988.000 83.333 17.312.

382.250. Biaya bunga bank f.500) 168.198.250 387.233. Kredit investasi d.259 -31. Re-Investasi b.000 79.564.261.904 105.564.333 17.392 422. Biaya investasi a.384.382.8162 212.8734 173.470) 0.009 359. Dana sendiri c.276.387.125 328.119.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.000 39.500 290.000 83.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.330.893.992) 0.382.841.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.602 460.000 66.5 tahun 0.106 69. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.5% PBP (semester) 1 (251. Angsuran pokok e.276. Pendapatan b.500 720.00 251.375 117.847.463.280.660.000 54.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .108 572.894 134.316.876 198.500) 14% 1.912.276. NPV dan PBP DF 14.000 69.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. Kredit modal kerja e.258.650.912 251.847.132.731.382.500) (251.382.396 24.570.894 586.000.259 -122.970 (280.775.383 -84. Biaya operasional d.564.000 66.500 720.750 609.545.750 609.522 260.847.478 (107. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.399.4 2.247.500 (251.000 -122.613 451.613 23.731.302.036.396 24. Biaya modal kerja c.398 49.750 328.155.538.571.500 328.731.930.650.405. B/C ratio.387.650.670.790.108 37.077.000 69.122.000 720.912.117 411.9345 -29.500 609.375 37.500 251.

965.305.800. NPV dan PBP DF 14.375 117.500) 168.660.700 422.400.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.437.083 -190.611 (287.9345 -36.276.626 209.800.613 23.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.194 144.344.571.475.625.382.500 (102. Dana sendiri c.400.500 75.408 42.893.000 79.500 353.382.859. Kredit investasi d.500.500 316.918. Biaya operasional d.131) 0.000 655.500) (251.451.592 460. Biaya modal kerja c.000 774.077.980 (104.323.918.709 392. Biaya investasi a.333 17.382.139.200 66.750.000 54.400.709 -232.750.371.598 -45. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.687 120.912.037.250.618.886.918.405.111) 0.125 353.782.000) (251.028 276.917 446.700 -130.475.396 24.500) 16% 1.5% PBP (semester) 1 (251.000 83.000 655.132. Biaya bunga bank f.8162 225. B/C ratio. Re-Investasi b.258.000 102.108 613.709 -38.912.00 251.613 483.079 rupiah 127 . Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.557 353.396 24.800.500 75.8734 182. Kredit modal kerja e.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.174.000 774.300 39.475.5 2.382.405.806 75.500 251.382.775. Angsuran pokok e.512.298.688.300 66.817.000 655.402 498.848.894 630.000 353.000) (102.375 37.276.428.000 774.710.750. Pendapatan b.5 tahun 0.036.451.801.

220.059.502.036.500) 168.660.398 -59.000 83.800. NPV dan PBP DF 14.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .202. Pendapatan b.000) (102.382.883 -198.5% PBP (semester) 1 (251.750.707) 0.400. Biaya bunga bank f.009 -236.912.375 117.000 774.000) (251.500) (251.327.089 (111.548.529.500 251.000 76.615.750.276.725.597.8734 179.750.296 (291.051. Kredit modal kerja e. Biaya operasional d.037.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.112.000 66.009 -42.000 774.000 655. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.637.000 76.382.000 655.000 251.912.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 774. B/C ratio.400.448.9345 -39.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.250.892 464.382.549.796) 0. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 655.615.893.894 139.937.000 426.117 450.8162 222.000 39.571.258.500 (102.893 110. Biaya modal kerja c.500 353.782. Angsuran pokok e.382. Dana sendiri c.126 205.923.615.500) 14% 1.375 37.276.728 272.308.5 tahun 0.669.077.132.382.108 618.500 319. Biaya investasi a.000 -133.251.602 502.125 353.000 66.108 37.024.475.396 24. Kredit investasi d.000 353.619.800.475.106 76.894 635.009 395.400.333 17.613 23.800.000 54. Re-Investasi b.4 2.000 79.000 102.187 353.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.311.475.775.396 24.168.613 487.

500 342.500 251.077.250.077. Biaya operasional d. Kredit investasi d.556.500) 18% 1.500 751.010.159) (119.500) (251.545.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.482.571. Kredit modal kerja e.782.912.750 342.500.727.500 751.125 342.469.900 (119.132.375 117.556.015.912.988.893.739.077.036.090.000 54.102 (91.583) (277. Re-Investasi b.292 435.739.382.775.258.911 135. Dana sendiri c.8162 227. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.400 66.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.556.382. NPV dan PBP DF 14. Biaya investasi a.000 751.033.944.500) 168.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.202 473.5 2. Angsuran pokok e.8734 186.798 81.500 636.930 251.500 71.987.086.9345 (26.870.500 (251.333 17.783 -68.739.857.994 150.717 423.000 79.006 71.5% PBP (semester) 1 (251.150 399.396 24.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.909 370.954 rupiah 129 .077.613 23.276.987.100 66. B/C ratio.870.382.870.382.416. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.500 71.422 278.376 212.981) 0.613 461.00 251.058.046.375 37.159) -27. Biaya modal kerja c.100 39.6 tahun 0.400.276.083) 0.018.660.350.000 83.382.197. Biaya bunga bank f.750 636.108 586.345.382.500 298. Pendapatan b.396 24.916.750 636.208 50.894 601.046.

520.571.200 66.894 606.000.700.4 2.382.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .436.276.798.500 (251.912.908 38.893.991) 0.613 23.000 629.375 117.382.179.500) 168.000 79.000 743. B/C ratio.132.500) 14% 1. Biaya operasional d.660.500 339.083 -87.000 339.126 202.000 743.991.375 37.258.000 629.500 251. Pendapatan b. Biaya investasi a.200 403.520.108 590.000 83.576.092 439.237.436.800 66.500) (251. Re-Investasi b.808.276. Kredit investasi d.572.306 72.000 629.137 (107.209 374.278 251.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.083.436. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.382.333 17. NPV dan PBP DF 14.077.598 50. Dana sendiri c.209) (126. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.250.775.5% PBP (semester) 1 (251.917 426.209) -34.800 39.072.392.570.554.000 72.000 743.613 465.180.808.891.128) 0.912.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.9345 (32.396 24. Biaya modal kerja c.5 tahun 0. Angsuran pokok e.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Kredit modal kerja e.402 477.500 301.590.180.000 54.903.547.8162 217.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.965.036.327.808.382.00 251.336.336. Biaya bunga bank f.125 339.009.8734 176.929.000 72.200 (126.382.336.269 110.520.628) (284.472 266.382.516.251.694 137.396 24.

859.6% 1.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.223.954 18% 1.710 (2.54 LAYAK 4.Lampiran 21.790.0% 100.0% (58.954 17.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.873) 14% 1.0% (968. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.782.0% 14% 1.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.308.602.7% 1.0% 14.873) 14% 1.782.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.44 TIDAK LAYAK 3.54 LAYAK 4.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.0% 16.5% 67.0% 1.0% 14.410) 16% 1.079 15.0% (58.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.0% 5.627) 16.

0% 1.5% 114..0700 1.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.8162 0.0000 1.1450 1. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.5% 4 1 14.5% 114.5% 114.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1..0700 1.5% 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% smtr 2 2 1 14. 2 .070046728 1. 2 .0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.3110 1 0.2252 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8734 0.070046728 1.5% 114.9345 0.070046728 1.

718786551 1.070046728 1.9680106 0.070046728 1.508127344 133 .5% 114.7128 0.839181925 1.145 1.145 1.6662 0.543720002 0.622559402 0.5011 1.070046728 1.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.070046728 1.145 1.145 10 1 0. 2 … n = = 0 14.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.145 1.4029 1.5% smtr 2 6 1 0.145 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 8 1 0.145 1.070046728 1.6063 1.070046728 1.581805809 0.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful