Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. Dari sisi pengembangan usaha. Di sisi lain. Dari sisi pembiayaan. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Namun demikian. Sampai saat ini.id.bi. baik karena kendala teknis. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank.go. maupun kendala non teknis. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Sehubungan dengan hal tersebut. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . UMKM masih memiliki kendala.

H.2 Jakarta Pusat Telp.Direktorat Kredit.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.8922 atau 381. (021) 351. Jakarta. (021) 381.7794 Fax. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . M. Thamrin No.

Intensif. kelas 7.83. Sub Program a.065.250. kelas 6. target siswa 144 orang b. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Investasi b.168. Sub Program a. Modal kerja 5 Perkreditan a. Jenis kredit c. Suku bunga per tahun f. Reguler. Plafon kredit d. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.132. Umur proyek b.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Reguler. Jangka waktu kredit e.149.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .5% efektif/menurun Semester Rp.5.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. Program Bimbingan Belajar . target siswa 60 orang .8.000 Rp.6.Strata SD.Strata SMP. kelas 4. Sumber dana b.

Sub Program intensif d.9% 20.Tahun 1 .750 Rp.Kelas 12 IPS.Strata SMA.Sub program Reguler . Reguler b. Intensif : .125.400.000/siswa b. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .6% 23. target siswa 24 orang b.9. Sub Program a.Rata-rata/semester .Rata rata/bulan g. target siswa 36 orang .54.No Unsur Pembiayaan Uraian b.750 Rp.063.Tahun 2 . BEP -12.378.4% Rp. Reguler.378. Biaya Bimbingan Rp. target siswa 16 orang c.1. target siswa 24 orang .250. Jangka waktu bimbingan per sub program a. Sumber pendapatan usaha a. Uang pendaftaran Rp.Kelas 12 IPA. kelas 10. Intensif. Profit margin .Total 5 tahun h. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. kelas 9.11.000 per siswa per semester f.54.1. Surplus pendapatan .000 s/d Rp.Rata-rata/tahun .

Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.5% 1.2.Menurut nilai Rp .Menurut Siswa .580 .8 tahun Layak dilaksanakan v . 2.Net B/C ratio pd DF 14. Biaya operasional c.176 Rp.187.IRR Rp.306. masing-masing 4%.No Unsur Pembiayaan .5% .PBP . 67.NPV pd DF 14.308. Penerimaan b.8 .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.261.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik. Kriteria kelayakan .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

....... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ....1........................4............................................................ Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ...2.......................... Staf Pengajar ...... 2.................... 2................................................................. 4......2....................... 4.......................................2................ 3.....2...1................................................2......... BAB I BAB II PENDAHULUAN ..................................................... Lokasi Usaha ........DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................ 4......... 3.......... DAFTAR ISI ........................................ Aspek Pemasaran ...........................4.................... Pola Pembiayaan ...............1........................ Profil Usaha ............ 3........................................... Prasarana ....... 4.......... Biaya Bimbingan ...........1.4.........1...2................4............................. BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4.................2....2......... Sarana .. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2........................2......................................................3................................................1............................................... Jalur Pemasaran . DAFTAR TABEL . 2........... Program Bimbingan ................................ 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ........................................................... 4..................................................................... RINGKASAN ........... DAFTAR GAMBAR .................................................................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.................................................. 4.. Perizinan ................................................................2. Aspek Pasar ......... Pembiayaan Bank .................................................3....

........... 5...... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.............1..........1............1 Pendapatan masyarakat ..................................2................. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .....3............2 Faktor-faktor Internal ................2....... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ......5...............1..1.......8......... 7.............................. 5.......... 5....1.............. Analisa Break Even Point (BEP) ........................................................................................1.... Analisis Sensitivitas ......... Aspek Ekonomi dan Sosial ...................7.............3......1 Faktor-faktor Eksternal ..........................................................................2 Anggaran pendidikan .................... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ............................ Dampak Lingkungan .......5 Kesenjangan meraih pendidikan ....................... 7............4........ Produksi dan Pendapatan Usaha .............2. 5..........2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ...........................................6.................... 7....................................................1....... 5.... 6...... BAB VI ASPEK EKONOMI....2... 7......................................1.4 Peraturan pemerintah .................... 7....................................7 Persaingan ......... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ..........................................3 Kebijakan pemerintah ......6 Kaitan dengan usaha lain ................ 7.................BAB V ASPEK KEUANGAN 5.1....................... 5... 7.....................................................................................8 Pembiayaan oleh perbankan ... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.....2.............. 7........ Proyeksi Laba/Rugi .3...... 7.. 5..1...... Biaya Operasional ............ 5. Biaya Investasi .............. Komponen dan Struktur Biaya ........ 7..... 5.1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel .............................................................1. 7.

....................................................5 Pemasaran . DAFTAR LAMPIRAN ...........2.................. Gambar 4 Grafik BEP ...........................................2....3 7..... 7.............................................................................................................................................................. Hal 11 17 24 58 ix ................................................... DAFTAR PUSTAKA .................................................................... 7..........................................................................................4 Kemitraan .... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ...................................................................................................... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8....... Saran ............... 8................................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ........... Kesimpulan ..1.................2.. Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ................................7............................ Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel .....3 Kualitas pengelola dan manajemen .... DAFTAR WEBSITE ...............................................2..

.............................. 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel .......................... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ......................... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ........................................................................................................................ 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ...................... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ...................................................... 55 Data untuk perhitungan BEP ........ 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ....................... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ..................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta .... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .............. 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................................................................... 12 Biaya jasa bimbingan ......... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel .................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi......... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ........................................................................................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ...........

Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. keterampilan. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 .BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. bekerja mencari nafkah. standar kompetensi. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah.

Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. R = rational) . Rp. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. dan Menyenangkan. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).6 juta.8.3. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.com). Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. A = applicable. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp.5 juta dan Rp. SMP dan SMA secara regular. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.1 juta. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . M = mind.4. intensif dan private. Asyik.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang.

kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Sony Sugema College dan lain-lain. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. 4. Bimbel Gama UI. antara lain Bimbel Teknos Genius. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. 2. Kemampuan guru yang terbatas. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Bimbel Primagama. 3. 3 . Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Super Bimbel GSC.

67 18.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. 6. 2. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.06 1. Berdasarkan informasi multimedia.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .62 Jumlah 1 2 % 0.09 0. 5.50 2 0. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.89 9. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.96 1.18 7 0. 3. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.26 17.18 1. 4.kecil.

61 3.net.82 100 10.135 % 0.94 3. Sumatera Selatan 12. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.67 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.26 2. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.8%. Lampung (54 lembaga).09 1. 8. Jambi 11. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.76 1.79 1.50 1. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga). Kalimantan Selatan 16.16%.09 7. Lampung 13. 5 .50 0.23 0. Kepulauan Riau (87 lembaga).70 0.32 9.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.70 0. Kalimantan Barat 14. Kalimantan Tengah 15. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.09 0.09 0.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.96%. sisanya 20.34 4.info kursus.35 1. 9.

20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.22 9. 11.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.22 7.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta. kota depok dan kota Bekasi.07 20.73 100. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.net. yaitu Jabodetabek. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.54% lembaga belum memiliki izin.12 1.35%) telah memiliki izin operasi.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. Prosentase terbanyak sebesar 63 %. Sisanya 10. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .56 1.45% dari jumlah seluruh Indonesia.info kursus.76 20.32 17.207 lembaga (83.

7 . Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.88%. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. yaitu 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.13%.863 siswa-siswi atau 70.362 lembaga.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

keterampilan intelek. IPS Matematika. Bhs Indonesia. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. bhs Inggeris. Kimia. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Fisika. Biologi. Bhs Inggeris. Biologi. IPA. keterampilan motorik. Matematika. Bhs Indonesia. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Indonesia. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . IPA. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Biologi. Fisika. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Profil Usaha Menurut Dr. Kimia. sikap dan siasat kognitif. Geografi. Sosiologi. Fisika. PPKn. Bhs Inggeris Matematika. PPKn Matematika. Ekonomi. Biologi. bhs Inggeris. IPA. 4. Dimyati dan Mudjiono (2006). Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Bhs Inggeris Matematika.1. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris. PPKn Matematika. Fisika. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Pola Pembiayaan 2. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 .2.1. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. laba = untung”. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Berdasarkan penelitian. menjelang UN 2010. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih.2. 2. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan.

Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. berkembang sistem pembelian lisensi plus. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sistim. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. 42 tahun 2007 tentang waralaba. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. Pada tahun 1970. yaitu : 1. 2. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. 16 tahun 1997 tentang waralaba.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. nama. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba.

3. yaitu : 1. 16 tahun 1997. 44 tahun 1997. mendirikan 15 . 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. Peraturan Pemerintah RI No. pelatihan personalia. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 2. 2. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. UU No. 5. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. 3. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 6. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 4. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 7.

Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. 6. TutorNet. Sinotif. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. promosi dan supply produk. Bimbel Teknos. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Saint Anna Education Centre (SAEC). bergantung pada jenis waralaba. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 7. Bimbel Gama UI dll. Pewaralaba melakukan pelatihan. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Bimbel Primagama. 5. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Menurut Amir Karamoy. 4. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar.

17 . Jl HT Rasuna Said. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Yogyakarta Tlp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Wisma Kodel Lt 7. Kav B-4. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Alamat : Graha Primagama Jl. (0274) 520418. yaitu Remedial. Diponegoro 89. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia.

Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah.150. paket soal latihan dan lembar jawab computer. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi.000. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . UN. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. SPSB. Pelayanan kepada siswa seperti modul. UM-UGM dll secara berkala. semester. • Membayar biaya survey Rp. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. yang secara terminologi berarti cerdas. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. SPMB.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas.000 untuk lima tahun. UAS. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas.

2. 16-18. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. majalah. untuk luar Jakarta 5 km. Jl I Gusti Ngurah Rai. 19 . Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. ruang administrasi. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Klender Jakarta Timur 13470. surat khabar. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. ruang pengajar. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP).

Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. SMP kelas 7. patent. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . konsultasi pemilihan jurusan.100 juta dan royalty fee. dan SMA kelas 10. meja kursi untuk kantor dan pendidikan.9. • Gedung milik sendiri atau sewa. AC. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. Konsep Pengajaran . Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. telepon. Fax. whiteboard.8.11 – 12 IPA. penanaman motivasi berprestasi. 6. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). SD kelas 1 s. brosur. fasilitas multimedia. ATK. trademark.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. billboard. pembinaan mental. 11 – 12 IPS. TV. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan.d.

Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor.5% 15% 20% Investor 50% 87.5% 85% 80% Keterangan : . Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .

22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. yang memiliki skim tersendiri. Raker Tahunan. Kecuali kredit khusus seperti KUR. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. 2. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Pleno cabang. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). kredit kepada pensiunan dsb. Dilihat dari golongan nasabah. suku bunga. Rapat-rapat (Divisi. Koordinator. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba.2. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri.2. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Demikian pula persyaratan kredit. Diklat. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan.

Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. 23 . Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Ketentuan kredit Bank BRI a. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). bukan atas nama yayasan. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. s/d Rp. Sertifikat tanah 7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c.500 juta s/d Rp. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. yaitu : a. b. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. Lebih dari Rp. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Lebih Rp. sebagai berikut : 1. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah.

000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil).5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp.12. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.25%.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Meterai Rp. minimal Rp. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Suku bunga. c.350.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.

sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. tenaga kerja dan modal. Dalam analisa mengenai aspek pasar. Kenyataan demikian ini.1. kemudian bahan pembantu atau penolong. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. dicicipi atau disentuh. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. 27 . Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. dijual lagi atau dikembalikan. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. karena sifat dari produk jasa tersebut. 2003). Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible.

Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. SMP dan SMA. 9 dan kelas 12. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan.d. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Pada sistem kelas reguler. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya.d. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. 11.

com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. meskipun banyak juga yang tutup. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Menurut Tempo Interaktif. yaitu : 29 . Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. minuman dan waralaba ritel.

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. f. SMP dan SMA.2. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. b. e. kemudian meluas ke desadesa. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. d. c. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. Aspek Pemasaran 3. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. Adanya prestise.2. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. mula-mula di daerah perkotaan. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel.1. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. jenjang kelas dan program pembelajaran. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

500. iklan di media cetak.500.000 2. yaitu pada awal dan akhir tahun.500.000 4. leaflet. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.000 2.000 – 2.950.000 Sumber : data primer 3.000 --- --- --- 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.650.000.000 : 2. website dan try out serta open house.000 – 2. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website. spanduk.500. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.000 – 4. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .000 2.700.650.450.650. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.000 3.500.000 2.650.500.800. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 2.000 2 3 100.750.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 – 2. misalnya SD kelas 6.500.000 2.000 4.500.000 125.000.000 No 1 2. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.2. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.950.000 2.950.000 – 3.000 4 150.000.000 3. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.2. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.000 2.000 – 2.

Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. dan para guru.5 juta untuk sekali try out. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. para praktisi pendidikan yang mencari info. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Indosat. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Telkom dan lain-lain. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA.

artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. 33 . metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha.1. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. SMP dan SMA. kurikulum. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4.

Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Mengarahkan. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. f. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.2. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). menyerasikan. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. e. Mendiknas tahun 2010) : a. b. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. c. pelaksanaan. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus.

Pas foto ukuran 4 x 6. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . 1 lembar dan ukuran 3 x 4. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. meskipun sudah ada Perda No. b. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. d. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora.p. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. c. u. 2. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. 3. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. yaitu : a.

hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Program belajar. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. KTP penanggung jawab kursus 3. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Koperasi dan Yayasan. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. adalah : 1. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Daftar perkembangan warga belajar 5. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Foto copy izin kursus yang lama 6. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Pas foto ukuran 4 x 6. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Perusahaan Perorangan (CV). Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. 4. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. 6. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . hak pakai. Denah lokasi 14.

Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. mulai tahun 2009. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. untuk tahap I selama 6 bulan. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Kursus Wirausaha Desa (KWD). lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota.195/E/ KK/2009. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). yaitu. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Di kota Bogor. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).

Dari uraian diatas. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). April. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.3. 4. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. masa persiapan belajar (pengenalan). teguran tertulis. Mei dan Juni setiap tahun. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. atau pencabutan izin kursus. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online.

b. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. diagnostic dan penempatan kelas. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. c. c. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. 39 . Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Setelah orientasi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. yaitu : a. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular.modul dan materi belajar. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. meliputi jadwal belajar. Misalnya program privat. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. potensi bakat dan kecerdasan. b. kemampuan menyerap materi pembelajaran. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop.

Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.8 SMP dan kelas 10. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela.5 SD.4. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. kursi siswa. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. 4.1.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat..11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.4. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). potensi kecerdasan maupun psikologis. white board dan meja guru.4. kelas 7.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel.

soal latihan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional.4. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. 41 . Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional.2. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. suplemen dan evaluasi belajar. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Fisika. Bhs Inggeris. Fisika. Bhs Ind. Biologi. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif II SMP 1. IPA. Reguler 2. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Geografi. Bhs Ingeris.. IPA. IPSKimia.4. IPA. Matematika. Kimia. Intensif-1 IPA 10. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Bhs Ind. .8 9 Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Intensif III SMA 1. Reguler 2. 11 12 Matematika. Biologi. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Bhs Inggeris. Ekonomi/Akuntansi. Sosiologi 7.5 6 Matematika. Kimia. Biologi. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Bhs Ind. Reguler 2.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Sejarah. Fisika. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. 3. Bhs Inggeris Matematika.

kemudian melatihnya 43 . asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Bhs Inggris.4. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Pelatihan meliputi : a. IPK 2. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. UI dan sebagainya. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Sos. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. Lembaga Bimbel bukan waralaba.75 jurusan MIPA. min.3. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara.Ekon. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. honor. UN dan SMPTN. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. b.

4 juta. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.000 per minggu atau per bulan antara Rp. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.350. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .250.1. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.42 siswa per tutor. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.000 – Rp.000 per sessi.25. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.000 sampai Rp.1 juta sampai Rp.35.5 juta per bulan. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.

Program Executive Class. Biasanya 45 . Program Khusus. Program Super Intensif (masuk PTN). Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. SMPTN). Misalnya Program Special Class. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1.1. Program Kemitraan.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. 2. Program Jaminan. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. SMPTN). Program Intensif (UN. Selain jumlah siswa per kelas. dll. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Special Class. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Standard Class. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Pendamping Belajar Siswa. Program Privat. Program Intensif (UN. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester).

yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. 4. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. yaitu semester I. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. 2. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik.

SMP sampai SMA dalam berbagai sub program.Mei. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . untuk kelas 12 IPA. • Sub Program Intensif 1. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Terdiri dari tiga Sub Program.2. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. untuk siswa IPS. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. • Sub Program Intensif 2. 5. Tujuan adalah lulus ujian akhir.

Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. dan nama atau merek lembaga Bimbel. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Reguler 2.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Intensif-1 IPA 3. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut.

000 900.000 Jumlah 1.400.000 1.000 49 .000 900. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Reguler 2.000 Bimbingan 750.000 900. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 1. Intensif-1 IPA 3.000 850.000 1. Alasannya adalah : a. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 1. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 800. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.300.300. Intensif 1.400. b.350. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.000 500.000 500.000 1. Intensif 1. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.000 500. Reguler 2. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.250.400.000 800.000 500.000 500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. Reguler 2.000 1.

sebesar Rp. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan.000.000 per siswa. b. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . seperti pada tabel berikut. Uang pendaftaran. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif.500. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran.125. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. per semester.

000. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.675.000 31.200.000 34.000 Sumber : lampiran 5 5.100.000 44. Intensif Jumlah II SMP 1. sewa gedung.000 53.000 31.000 0 68.000 62.000 0 198.000 17.000 68.200.000 0 35.000 203.950.000. Intensif-1 IPA 3.000 62.200.800.000 88.000 0 22.000.600.000 268.000 88.000.200.000 17.000 34.400.200.000.000 474. Reguler 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.125.000 15.200. Komponen dan Sruktur Biaya 5.600.200.000 39.000 0 11.400.100.000 0 34.000 267.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000 0 35.550. peralatan belajar. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.400.500.000 90.000 Smtr 2 180.200.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.3.500.000 34.000 0 68.000 300.500.000 31.200.000 0 165.725.400.000 386.000 68.000.3.000.000 88.000 29.400.000 115.000 34.275. Reguler 2.000.400.800.200.200. peralatan kantor.000 26.000 119.000 No Strata I SD 0 11. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.500.300.200.000. Reguler 2.400.000 13. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 150.600.000 0 23.1.000.000.500.000 59.000 0 99. Intensif Jumlah III SMA 1.000 209.400.600.175.000 Smtr 1 165. fasilitas dan sarana belajar.100. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000 34.475. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000 Tahun 1 Smtr 2 90.

000 5.685.000 68.000 64. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .450.845.000 4.000 31. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.980. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.250.000 0 168.722. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel. Nilai (Rp) 1.050. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.750.500 1.900. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.000 700.750.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.500 0 0 1.000 12.000 0 0 1. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.853.100.000 0 83.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.024.

000 154. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 . Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.175.000 20.000.000 5.000.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. 91.4. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.540.000 189. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000.500 dimana sekitar Rp.000 159.000 159.160.000 228.992. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000.000.000 16.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.060.000 5.175. biaya tenaga kerja.175.000 10.780. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.565.000 8.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 177.000.000 6.715.955.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 136.000 Smtr 2 8. 77.175.000 5.715.000.000 6.000 4.000.000 6. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.890.000 193.000.000 204. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 135.000 198.175.500.462.335.000 Smtr 2 8.000.235. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 3.2.500.000 10.540.175.3.000 Smtr 2 8.

Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.077. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.811.396 39. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.713.000 56.396 66.189.5.912.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.726 5.258. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.276. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.000 91.375 66. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.601 Jumlah 91.613 17.5% per tahun.708 238. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.335.276. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.902.333 171. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .912.189.613 24.125 Bunga 24.

666 303.394.145.697.4% 23.073.731 227.0%.613 89. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.613 135. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.697. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.6% 27.0% 55 . proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.927.744 12.397 531.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.411.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.9% 20.500 227.897 759. Baru pada semester 2 tahun-2.696.279 213.637. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.500 759.5% 29.2% semester 2. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.336.073.2% untuk semester 1 dan 18.118.397 1.927.4% 29.

550.392.378.564 318.958. seperti jumlah siswa peserta.000 189. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.922 354.759.207 365. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.075.587.000.636 80.101.722 Intensif 14.100 313.443.633 186.177 121.922 271.000 244.000 88.177 239.826.067.458 230.722.100 248. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.411.000 345.170.000 197.6. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.000 173.480.417.963.405 121.633 121.861 121.750.480.949 265. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.ASPEK KEUANGAN 5.708.931.743 395.050.500.494 103.483.500.458 201.000 319.279 224.274.734.949 121.480.000 Biaya Variabel Total No 56.000 29.743 295. 2003).564 437.325.035.480.250.000 59.480.000 150.750.917.405 212.480.000 44.202.636 178.266 118.279 271.000 73.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .480. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.734.000 103.515.101.480.650.000 220. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.750.000 126.000.693.509.480.722 121.250.207 292.266 121.306.000 Tetap 147.858. biaya tetap.754.861 159.386 478.038 132.038 121.386 342.494 121.142.

784.000 452.899 121.314 482.810 121.000 267.582 162. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.000 291.810 147.835.899 206.354 121.671 121.000 384.151.243.443 121.000. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.304. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).810.284.876.250.480.000 408.835.671 643.060.671 435.468.480.354 177.000 361.409.000 398.441.314 726. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.127 191.956 529.443 236.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.028 561. sebagaimana terlihat gambar 5.000 505.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).492 685. pendapatan (lampiran 5).850 602.993. 57 .750.135 767.028 389.000 478.480.850 412.250.480.127 121.000 314.545.098.857.671 221.000 425.126.582 121.889.480.065.480.784.000.000 531.493.500.513. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.135 506.500.337.492 459.651.000 519.961.618.468. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.480.000 337.

Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.176 (sumbu vertical). Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK KEUANGAN Juta Rp.261.176.306. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat). Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.306. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.261.

Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. 168. 5.250 juta. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. 59 .antara 1 – 5 tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. dimana investasi dimulai pada tahun-0. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek.7. Jika terjadi keadaan sebaliknya. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Berdasarkan data pada lampiran 1. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. Jumlah investasi tetap : Rp.

79. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.5% p. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.a. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).571.747.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.250.308.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.5% IRR % PBP (semester) 67. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.132.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.000 dan biaya modal kerja Rp 83.000. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.500.45 27% 2. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.811.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.375 dan modal pinjaman Rp 171.433 1.125 dengan bunga pinjaman 14. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2.

223.C ratio kurang dari satu. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. dimana NPV sudah negative. Dan Net B. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.710 1. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.4 14% 2.410) 1. 16 dan lampiran 17.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1. 61 .790. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.5 16% 2.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. IRR lebih kecil dari suku bunga.8.

5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.954 1.079 1. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.627) 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .873) 1.5 16% 2. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2. c.ASPEK KEUANGAN b.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.782.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2. dimana NPV negative.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.4 14% 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 18% 2.859.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.

dimana NPV negative. 63 . proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. perdagangan dan pengangkutan.1. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Sukses ujian semester c. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. penciptaan kesempatan kerja. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). Sukses ulangan harian di kelas b. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. 65 . Peningkatan prestasi akademis di sekolah d.BAB VI ASPEK EKONOMI. pertanian. sebagian besar hasil pendidikan. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. dan manfaat sosial lainnya. yaitu : a. pemerataan pendapatan masyarakat. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri.

SKB. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. BP2NFI. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Politeknik. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Balai latihan Kerja. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD).ASPEK EKONOMI. Ternyata. sedangkan untuk LKP. Lembaga Pendidikan Keterampilan. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. PKBM. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP).

buku-buku. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. soal-soal). Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. seperti polusi suara (bising). 67 .35. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. polusi udara dan pencemaran lingkungan.25.d.000. 200 m2. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). industri barang-barang dari kayu dll. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya.2. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan.000 s/d Rp. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. 6. industri makanan dan minuman. industri alat tulis. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi.

ASPEK EKONOMI. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar.

7. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini.2. 69 . serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. yaitu : a. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.1.1. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.1. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. b.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah.1. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar.

lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Nilek online dapat di cek di www. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009.1. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya.infokursus. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).1. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK.net.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. akuntabel. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel.4. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia.3. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. 7. diantaranya harus transparan. 7. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.

SMA IPA 11.5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. 71 . karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Fisika. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 9. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya.1. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. dan SMA IPS 11. 12. 12.

Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. perbaikan sarana transportasi. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. berkembangnya sekolahsekolah umum. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. industri furniture. usaha computer dan website designer.1. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran.6. 7. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. cepat dan tepat.7.1. industri alat-alat perkantoran. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.

apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan.8. b. karena masalahnya adalah : a. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. c.1.1.2. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. tetapi menyewa. 7. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah.2. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. Oleh karena 73 . Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. Faktor-faktor Kritis Internal 7. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

c. b. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. 77 . e. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. yayasan kependidikan dan perorangan. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. organisasi-organisasi masyarakat. lembaga-lembaga profesi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. SMP dan SMA.2. d. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI.5. Sekolah-sekolah umum SD. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. 7. pembinaan. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. Lembaga-lembaga bisnis.

Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. c. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . materi belajar yang diberikan. b. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. layanan phisikologi. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. konsultasi. d. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. target program. fasilitas belajar. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. Visi. tanpa dipungut bayaran. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. BUMN dan perbankan. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. b. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran.

perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. adalah : a. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. 7. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Kualitas pengajar atau tutor. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Sebaiknya pengajar lulusan PT. b. c. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. c. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel.3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. brosur. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. 79 . bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. Kualitas materi-materi pembelajaran. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel.

h. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. e. g. seperti ruangan ber – AC. kantin dsb. sederhana. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. tersedia ruang diskusi. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. musholah. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. f. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. ruang konsultasi. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SMPT). Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. penyajian materi belajar dengan OHP.

jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. jangan pasif. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. i. Siswa. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. Tetapi dengan catatan. 81 . Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. yaitu : • Dari segi transportasi.1. kurikulum. 3. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. 5. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. 83 . 4. Kesimpulan 1. Ditinjau dari aspek teknis. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. 2. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya.

proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. karena pada tingkat discount factor 14. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.8 dan IRR 27%. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Pendapatan turun sampai 7% b.308.433.8 tahun.262. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. 7. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup.8 %. pay back period 2. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp.2. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .306. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No.5%. 6. 9. Net B/C ratio 1. 10. Berdasarkan analisis aspek keuangan. NPV mencapai Rp. 67.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).176.187. 8. Berdasarkan analisa sensitivitas.587.

Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8.2. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. 5. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. 2. 4. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 85 . Saran-saran 1. 3.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

1976. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. cetakan ketiga. edisi kedua. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. D Kultur Hia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Husein 87 . AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. Pengantar Evaluasi Proyek. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Evi Umar. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. Clive dkk Hartanto. 2003 Belajar dan Pembelajaran. 2001 Sulistyowati. 2007 Mengajar dengan Sukses. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. edisi kedua. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia.

majalahfranshise.tridaya.kompas.com http://www.com http://www.infokursus.id http://id.org http://www.bimbelgsc.org http://re-searchengines.com http://www.com http://aisyahraifa.wordpress.com http://edukasi.org/waralaba http://snmptn.org Kompas.com http://www.com http://bimbel.gamaui.com http://www.multiply.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.primagama.bimbelplus.wikipedia.com http://suarapembaca.com http://www.detik.net http://www.com http://ahmadsudrajat.ppsgms.com http://www.co.com http://indonesiaeducate.wordpress.banksaudara.gaulislam.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .Teknosgenius.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

....................... Fasilitas.......................................................... 120 Proyeksi Laba Rugi ................................................ 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ....................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu .......................................... 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ............... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ...................................... 114 Rekap biaya operasional ............................................ 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran .......... 103 Biaya Pendaftaran.................................................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........ 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ................................................................... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ........... Sarana dan Biaya Bimbingan ......................... 110 Rekap jumlah biaya investasi ........... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................ 122 91 ..........................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ........................................................................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ............................ Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar .............................. 106 Proyeksi Jumlah Kelas.............

......................................... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ..... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..................... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%......................... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% .. 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ..Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ....... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ......................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ................... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ........................ 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ............................................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Menghitung Jumlah Angsuran. 97 . Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). 2. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran.

98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. Apabila NPV = nol. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. b. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. c. Apabila NPV < 0. n = Umur Proyek.LAMPIRAN 3. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Menghitung Net Present Value (NPV). berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek.

i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. 99 . Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. b. Menghitung Internal Rate of Return (IRR).

= Nilai benefit-cost ratio. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Menghitung Net B/C ratio. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Apabila nilai Net B/C < 1. maka proyek layak dilaksanakan.LAMPIRAN 5. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. b. Apabila nilai Net B/C > 1. = Net present value positif. 6. = Net present value negatif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. NPV B-C Negatif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.

Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .) = n x harga pokok.X Total Produksi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. d. Biaya Tetap. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel.) e. Titik Impas (Rp.--------------------------Hasil Penjualan. c. Titik Impas (Rp. Titik Impas (Rp. a. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. b. 1 . Titik Impas (n) = ----------------------------.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp.) f. Hasil Penjualan (Rp.

8. 1 ½. … . n. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. 2.LAMPIRAN 7. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .. n = 0. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. 1. ½. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. b.

Intensif-1 IPA 3.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1.

000 III SMA 1.400.000 1.000 900.000 125. Intensif-2 IPS 125.000 125.000 500.000 500.000 1. Reguler 2. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 800.400.350.000 500.000 900. Intensif 125.000 125.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 1.000 1.000 500.000 1.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 500. Intensif-1 IPA 3.300. Fasilitas.000 900. Reguler 2.000 800.000 1.000 850.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 750.300.400.250.000 500.000 500.000 1. Intensif 125. Reguler 2.000 125.

Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .000 4. Intensif II SMP 1.400.000 8.000 200. Intensif-1 IPA Jumlah 3.600.0 6. Intensif III SMA 1.0 1.0 3.000 200.400.600.000 2. Reguler Jumlah 2.0 1.000 1. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.000 8.000.600.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.800.000 1.600.000 9.0 15. Reguler 2.000 3.0 4 2.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 200.000 200.0 4.000 6 2.000 4.800.800.000 4.000 30. Reguler Jumlah 2.800.0 20 12 4.000 200.0 5.000 13.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPA 3.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Reguler 2. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .

000 52.000 1.000 2.000 500.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 52.000 2 5.000 35. Furniture f.500 10.000 200.000 4. Meja kerja .000 10.625.000. NILEK 2 Sewa gedung a.000 2.000 120.500.000 1 1 1 300 175.000 125.000 250.000 500.000 500. Badan Usaha b.000 100. Laptop d.000 1.000 350. Ruang kelas c.250.000 50. Lemari g.000 6. Ruang guru d.375.000.000 1 15 175.000.250.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.625.625.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2. Filling cabinet h.000 125.000.000.000 15 175. Komputer b.000 12.000 250.000 1.000 10.000 350.500.625.Telepon/Fax e.000 2.375.000 1.625.000 3.000.200.000 2.000 200.000 100.500.000 4 1 1.625.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.500. Ruang tunggu siswa e.000 2. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 1 2.000 100.000.000 4.000.000 2.000 1.000 6. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.500 12.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 15 175. Printer c.

000 - a.000.750. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 10 375.000 30. Kursi belajar siswa b. Kursi tamu unit 4 2.000 6.000 1.000 154 200.000 10 60.000 600.000 5 Sarana belajar 700.000 7 200.000 8.000 150. Modul belajar b.000 30.000.160.000 1.000 160.800.000 600.400.000 6.000.000 5 15 100.000.000 a.250.000 j.500.i.000 37. White board d.260.000 3.000 Peralatan belajar 616.000.000 3.500 15. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.500.000 5 6.853.000 84.600. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 10 15 250.000 set 1 600. Meja guru c.000 280.000 1.000 5 1.000 5 5 7 500.

Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.400.000 Penyusutan 0 64.000 31.250.100.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .685.4.000 50.980.750.000 12.750.000 102.5.268.475. Kredit b.500 1.000 168.6 Sumber dana investasi a.853.000 64. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.000 4.000 700.775.845.000 Nilai (Rp) 117.000 66.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.000 1.000 5.450.000 83.050.900.LAMPIRAN Lampiran 8b.

000 177.000 8.060.000 20.000 159.000.000 6.000 8.000 8.000 193.000 10.Lampiran 9b.000 3.000 16.000.000 5.235.000.000.175.000.000 159.000 204.000.000.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 5.000 4.335.000.000 6.000 228.000 135.000.175.540.000 154. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.715.000 136.540.175.955.565.000 189.890.000.000 8.715.175.000 198.175.000 8.500.000 10.780.000 114.000.175.000 6.160.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.

000.000 10.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000.320.500.000 50. Direksi b.000 1.000 20.000.000 10.000 22.000.000.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Listrik e.000.500 100. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 2.000 50. Tutor smtr 1 e. Air d.000 50.000 2.000 1.000 3.520.000 5. Staf manajemen c.720.000 10.500. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 83.000 20.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 200.500.000 15.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 3.000 6.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 50.000 750.000 2. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.250.000.132. ATK b.000.000 150. Telepon c. Leaflet/brosur b.000 2.000 62.500. Tryout c.000 50. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 150.000 1.000 12. Surat/fax f.000.000 750.000 4. Cetak modul c. Internet g.000 10. ATK b.160.000 5.000 5.000 200. Karyawan d.

000.200.000 18.500.000 18.000.000 4.715.715.000.000.000 36.000.000 1.000.000 4.500.840.000 90.000 2.000 1.000 300.000 4.000.000 189.000 8.960.000 18.000 300.000.000 375.000 1.000.200.000.000 375.000 Semester 2 600.000 900.200.000.000 5.000 3.000.000 1.000.500.000 1.000 15.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000.000 4.000 Semester 2 600.000 15.000 1.000 1.000 300.565.900.000 198.000 135.000 4.000 18.235.000 36.000 36.060.000 135.160.000 15.000 36.000 300.000 300.000 228.000 4.000 300.000 300.000 115 .000 300.000.000.000 2.000 2.000 300.335.160.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.720.000 300.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.500.000 2.000.000 900.000 1.955.000.000.000 18.000 4.000 900.320.080.000 45.000 10.000 5.000.000.000 108.520.500.000 300.000.200.000 15.000 300.000 15.000 3.000 375.530.000.500.000 4.000.000 4.000 18.000.000 67.000 300.000 2.000 900.000 375.000 300.000.200.500.000 154.500.000.000 900.000 10.200.000 8.000 5.000 1.000 300.000.000 36.000 3.000 36.000 193.000 5.500.000 90.000 Semester 2 600.000.000 2.000 375.000.000 1.000 300.000 300.000.000 375.920.000.000 900.000.000 15.000 300.

505 14.132.6 29. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.a) Flat d.423.000 168. Modal Kerja Sendiri (35%) b. Angsuran Pokok Per bulan c. Suku Bunga Pinjaman (p.000 168.500 251. Kebutuhan Modal Investasi b.a) Flat d.000 83.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .271.375 171.571.375 54.250.036.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.000 117.125 83.528 14. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.811. Modal Investasi Sendiri (30%) b.250.125 50.475.251.936.500 79.382.5 36 3. Tenor (Bulan) b .5% 1.114. Angsuran Pokok Per bulan c.132.775.5% 652.096. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a. Suku Bunga Pinjaman (p. Tenor (Bulan) b .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.250 85.423.271.443.115 1.115 1.528 3.814.900. Bunga 1.423.944 107.115 1.528 3.423.271.115 1.423.111 9.528 3.115 1.115 1.115 1.115 1.861 39.667 75.528 3.528 3.528 3.528 3.271.028 58.271.423.528 3.516.423.271.806 32.423.167 16.423.271.115 1.271.115 1.602.056 3.423.271.788.556 62.528 3.271.528 3.528 3.115 1.271.917 45.423.500 55.115 1.194 78.115 51.271.115 1.115 1.271.271.258.472 111.722 81.361 98.423.159.115 1.115 1.423.271.423.423.528 3.271.115 1.115 1.430.271.960.423.271.271.528 3.833 94.271.115 1.423.528 3.115 1.528 3.271.423.887.271.528 3.115 1.115 1.306 91.271.528 117.528 3.528 3.417 104.172.423.086.688.423.423.423.145.423.417.423.115 1.528 3.271.423.423.271.115 1.702.801.231.528 3.000 Angs.115 1.528 3.528 3.072.271.271.389 42.986.271.344.271.333 35.125 117 .715.271.528 Total Murni INVESTASI Angs.529.139 71.444 49.528 3.528 3.528 3.528 3.528 3.503.115 1.000 114.611 68.271.232.874.639 13.331.423.271.115 1.059.423.423.115 1.357.528 3.528 3.271.778 88.115 1.543.775.423.694 19.115 1.271.973.271.889 101.222 22.750 26.423.245.528 3.775.423.972 52.115 1.423.271.615.528 3.528 3.583 6.083 65.423.528 3.115 1.115 1.423.423. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.278 29.528 3.528 3.115 1.271. Pokok 3.271.115 1.629.423.

578 31.251.521.505 2.251.505 2.937 652.024.251.505 54.125 51.937 652.006.547 18.251.937 652.557 22.505 2.533.937 652.937 652.527.937 652.766.052 20.937 15.937 652.251.012.251.251.251.609 45.589 36.031 11.505 2.042 15.505 2.505 2.937 652.937 652.251.505 2.784.937 652.251.937 652.036.937 652.505 2.505 2.036.937 652.073 29.030.509.568 27.937 652.251.937 652.505 2. Pokok 2.937 652.010 2.251.505 2.778.505 2.760.772.021 6.505 2.505 2.515.505 2.516 4.670.104 42.937 652.251.094 38.018.505 2.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.251.505 2.505 2.754.275.281. Bunga 652.937 652.083 33.599 40.115 47.251.251.263.251.269.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.251.251.125 Angs.251.251.251.505 2.505 2.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .251.063 24.937 652.505 2.937 652.937 652.251.620 49.257.536 13.526 9.937 652.251.937 652.503.505 2.505 2.

033 2.423.033 2.583 3.076. Bunga 171.396.033 2.597 5.423.271.528 1.663 5.523.350.523.523.729 5.115 6.423.076.271.601 119 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.811.115 19.523.103.051 155.781.051 66.076.125 66.033 2.523.694 3.488.750 3.076.271.523.033 2.011.033 2.630 5.715.076.423.523.033 2.523.271.828 5.076.115 22.033 2.811.059 5.528 1.528 1.523.033 2.523.993 5.465 5.523.762 5.076.076.443.423.076.432 5.076.076.423.033 2.528 1.639 3.528 1.033 2.076.033 2.523.672.498 5.523.051 55.076.033 2.399 5.696 5.919.051 100.271.033 2.423.033 2.195.806 3.115 35.927 5.965.288.111 3.076.528 1.076.278 3.271.115 26.271.528 1.523.271.564 5.873.795 5.026 5.900.271.523.033 2.523.423.523.149.057.543.051 77.051 61.894 5.861 5.051 39.051 144.051 50.423.333 3.076.051 83.051 88.523.580.115 16.115 9.051 122.827.523.902.531 5.076.033 2.960 5.534.629.115 29.076.115 0 Total Murni 171.528 1.366 5.986.051 116.528 1.051 138.242.523.523.304.172.051 44.076.222 3.523.115 32.033 2.718.765.033 2.423.076.092 5.523.528 1.523.115 3.051 94.528 3.271.051 160.051 133.033 2.258.033 2.357.033 2.167 3.051 111.033 2.076.271.814.086.076.271.115 13.033 2.528 1.626.051 72.051 105.051 149. Pokok Angs.051 166.056 3.076.528 1.423.076.271.423.125 5.051 127.442.

232.505 MODAL KERJA Angs.000 189.000 b.000 135.565.300.065. Biaya operasional 1.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.235.715.750.000 267.000 198.600.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.568 2.861 3.000 Jumlah a 168.750.000 64.335.715.000 -16.251.000 203.063 27.194 42.000 203.150.670.000 Angs.375 51.585.000 388.750.036.000 135.269.604.375 17.708 135.529.788.000 388. Pokok 27.000 189.258.238 7.000 64.085.382.333 39.250.500 Jumlah 2 (a+b) 251.132.250 Per bulan (Rp) 14.628.018.000 154.077.000 3.000 198.LAMPIRAN Lampiran 10c.000 150.271. Sewa gedung 64.333 39. Modal kerja 83.775.400.000 219.528 Total Angs.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO. Pendaftaran & bimbingan 150.000 189.500 Surplus/minus -251.077.000 14.132.715.238 15. Investasi 1.000 - 64. Pokok 39.000 154.125 Angs. Perizinan 1. BOP Jumlah b 83.000 263.125 Outstanding 29.175.500 2.300.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 125.235.365.835.315.835.175. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.063 54.077.235.333 117.150.018.600.382.258. Lainnya 102.750.750.140.000 64.565.000 2. 1 URAIAN Pendapatan a.100. Bunga 17. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.000 78. Bunga 7.000 267.258.375 17.335.

613 24.000 294.000 474.708 238.000 179.902.524.000 64.811.635.000 193.200.335.955.000 1.189.000 228.000 476.000 228.565.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.713.726 147.465.000 300.912.000 228.000 474.000 300.396 39.715.125 Angs.750.000 0 0 0 0 193.000 0 0 1.600.600.276.366 0 Total Angs.189.750.000 474.000 106.335.396 66.200. Pokok 66.912.200.735.000 228.000 180.009 56.000 106.853.200.000 193.955.600.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 474.000 193.333 171.713.850.524.000 300.000 474.955.057.485.000 228.715.955.613 17.955.000 300.600.000 65.000 121 . Bunga 24.708 - 238.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.335.100.715.375 66.000 106.600.000 0 0 64.715.717 56.645.715.053.955.000 293.955.645.000 64.077.000 300.000 193.781.955.715.000 245.258.000 228.600.717 56.715.200.726 AWAL SALDO AKHIR 147.750.645.955.000 193.000 193.276.009 91.000 228.000 193.762 44.000 193.

000 268.399 135.697.000 422.500 29.550.480.708. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.860.000 24.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.462.570.222.222.613 17.000 655.000 3.861 159.000 774.613 523.000 40.650.150.625 268.800.000 1.0% Pendapatan sub program Reguler 132.4% 387.660.000 422.800.818.636 201.000 29.633 Pendapatan Tetap 121.697.4% 496.650.902.980.000 Biaya Variabel 56.279 213.670.000 422.000 24.500 29.861 189.980.893.000 83.000 83.411. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.000 66.601 900.072.387 251.360 765.900.000 40. Penyusutan d.394.727.500.144.980.912.333.980.633 Intensif 14.067. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .912.5% 135.601 2.000 83.000 419.108 -45. Biaya operasional b.458 Total 178.6% 27.636 80.587.613 399.000 147.515.000 774.050.662.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.731 37.077.613 23.500 227.613 -45.958.035.432.287.625.962.172.613 -12.750.000 774.000 506.375 506.9% 20.980.375 83.150.500 227.927.670.945.000 121.475.750.000 83.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.927.670.800.039 23.480.894 159.280.

671 767.750.094.784.443 478.202.279 224.564 265.492 482.266 121.734.000 505.250.956 70 30 186.060.100 248.000 103.949 73.876.386 365.177 121.000 121.000 372.000 1.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.750.000 354.177 59.494 103.250.207 267.826.722.000 230.650.582 121.000 121.443.098.000 Jumlah 37.250.480.000 121.127 191.961.000 685.135 408.810.734.480.314 384.354 177.100 271.513.378.126.135 529.889.480.000 478.980.028 291.170.325.243.931.480.500.000 121.000 828.582 162.304.274.000 643.170.411.899 206.000 126.509.492 361.480.480.480.000 121.000 345.810 121.000 83.386 244.000 319.850 314.000 197.215.500.922 295.480.337.127 425.151.993.284.000.101.266 118.651.392.409.743 239.000 726.065.468.468.000 121.671 459.480.516.250.480.480.417.743 318.441.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.671 221.000 150.000.000 395.287 Biaya variabel 385.493.028 412.850 435.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.810 147.000 519.722 121.956 292.142.955.000 313.480.693.038 132.671 337.000.857.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .443 236.784.000 1.500.899 452.306.354 398.963.483.038 121.207 389.858.000 561.917.922 212.000 271.480.750.480.722 88.835.000 437.000 220.835.759.075.000.405 121.500.405 44.000.480.495 206.314 506.564 342.494 121.500.000 602.101.545.949 121.618.754.000 173.000 Smstr 1 Smstr 2 22.

Re-Investasi b.947) 0.469.000 83.602 460.475.500 251.836 212.000 69.650.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.108 572.000 -97.800.483. Dana sendiri c.8162 256. Kredit investasi d. NPV dan PBP DF 14.997 (44.000 66.375 117.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 655.750.276.894 586.750.382. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.8 tahun 0.000 655.125 353.414.666. Biaya operasional d.117 411.463.106 69.930. Pendapatan b.644.382.602.500) (251.800. Kredit modal kerja e.009 -6.000 251.000 774.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.660.398 174.912.500) 168.330.276.375 37.382.447 (257.396 24.894 188.912.382.475.382.650.886 251.119.350.000 39.892 422.613 23.500 353.9345 -6.571.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.302.396 24.333 17.009 -97.570.196.009 359. Biaya investasi a.108 83.000 353.475.316.063.949) 0.613 451.036.280.750.8 2.000 66.000 79. Biaya modal kerja c.286.800. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.5% PBP (semester) 1 (251.132.000 69.644.000 774. B/C ratio.775.258.382.000 387. Angsuran pokok e.447.500 290.250.308.883 -14. Biaya bunga bank f.077.670.500 (251.8734 213.893.272 314.500) 27% 1.000 774.000 54.287.650.455.126 244.032.000 655.

570.9345 -25.894 141.000 39.000 79.852. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.266.000 728.650.463. Kredit modal kerja e.912.613 451.500 290.382.250.405.194 251.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.775. Biaya modal kerja c.613 23.312.405. Pendapatan b.276.772 267.132.000 728.557) 0.077.602 460.375 37.382.500 616.235.894 586.106 69.509 -27.500 332.609 (277.00 251.312.552 (98. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.663.246.117 411.109) 0. Biaya bunga bank f.500 (251.330.626 204.8162 218.108 572. Biaya operasional d.382.749.6 tahun 0.660. B/C ratio. Biaya investasi a.375 117.382.009 359.000 728.852.500) 168.500) 16% 1.650.893.723.223.312.988.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.396 24.571.382.500 387.941.751 120.398 67.000. Re-Investasi b.930.852.000 54. NPV dan PBP DF 14.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.883 -74.396 24.5% PBP (semester) 1 (251.8734 178.000 616.276.500) (251.266.650.5 2.258.995.036.710 rupiah 125 .302.280.333 17.316.892 422.500 332.500 251.000 69. Kredit investasi d.000 66.000 83.509 -118.266.405. Dana sendiri c. Angsuran pokok e.108 44.912.119.102.500 616.981.000 66.382.670.000 69.125 332.000 -118.245.477.

650.545.108 37.259 -31.930. NPV dan PBP DF 14.463.276.383 -84.500 290.000 -122.382. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.280.375 37.847.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.00 251.750 328.5% PBP (semester) 1 (251. Angsuran pokok e.000.912.036.841.4 2.564.500 720.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .106 69.478 (107.750 609.384.894 586.522 260.108 572.000 69.650.602 460.382.912.500 720.392 422.396 24.500 328.613 451.399. B/C ratio.775. Biaya investasi a.564.155.847.198.077.396 24.9345 -29.000 69.000 79.000 66.500 251.250.302.894 134.000 83.564. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.912 251.000 66. Biaya bunga bank f.382.650. Biaya modal kerja c.259 -122.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.613 23.119.660.731. Kredit modal kerja e. Dana sendiri c.276.500) 14% 1.000 39.500 (251.117 411.847.330.790.731.8162 212.750 609.387.470) 0.970 (280.233.500) (251. Pendapatan b.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.250 387.670.992) 0.571.258. Kredit investasi d.8734 173.904 105.382.731.132.382.122.500 609.893.261.316.398 49. Re-Investasi b. Biaya operasional d.570.5 tahun 0.247.009 359.375 117.276.876 198.000 54.000 720.387.333 17.405.125 328.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.500) 168.538.382.

000 774.405.382.775.801.276.200 66.500) 16% 1.750.000 79.917 446. Biaya modal kerja c.139.250.700 -130.817.276.083 -190.611 (287.132.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.912.980 (104.912.382.965.405.000 353.333 17.8734 182.036.688. NPV dan PBP DF 14.000 774.125 353.500) (251. Kredit modal kerja e.893.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.371.382.396 24.475. Kredit investasi d.750.037.8162 225.571.687 120. Pendapatan b.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.886.400.382.500 75.300 66. Dana sendiri c. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.028 276.475.918.800.475.848.300 39.660. Re-Investasi b.9345 -36.000 774.400.894 630.194 144.613 23.918.598 -45. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.079 rupiah 127 .500 75.806 75.859.592 460.750.077.782.000 83.402 498.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500) 168. Biaya operasional d.111) 0.375 117.000 655.710.344.918.709 -38.800.800.000 102.131) 0.000) (102.512.500 316.174.408 42.298.108 613.5 tahun 0.00 251.451.323.437.382.500 353.500 (102.709 -232.700 422.000 655.400. Biaya bunga bank f.428.500.500 251.000 655.5 2.451.305.618.626 209. B/C ratio.709 392.5% PBP (semester) 1 (251.625. Angsuran pokok e. Biaya investasi a.613 483.557 353.396 24.000) (251.258.000 54.375 37.

627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.125 353.059.382. Biaya operasional d.500) (251.619.669.725.400. Pendapatan b.707) 0.894 139.893 110.132.250.894 635.000 655. Biaya bunga bank f.5% PBP (semester) 1 (251.009 -42.750.258.000 54.475.000 66.893.000 655.106 76.000 102.089 (111.396 24.009 -236. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.276.750.937.500 319.500 353.912.800.400.000 353.000 774.024.750.728 272.5 tahun 0.296 (291.398 -59.000 655.311.036. Biaya investasi a.800.883 -198.000 -133.126 205. Kredit investasi d.800.037.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.613 23.009 395.108 618.796) 0.251.382.615.000) (102.000 76.8734 179.613 487.500) 168.000 76.500 (102.112.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.308.117 450.382.475.333 17.660.615.475.375 117. Angsuran pokok e.375 37.000 251.4 2.202.168.276.8162 222. Kredit modal kerja e.775.571.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.637.000 79. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.912.448.220. B/C ratio.000 426.000) (251.500) 14% 1.327.051.000 774.000 66.529. Dana sendiri c.500 251.549.396 24. NPV dan PBP DF 14.000 774.597.187 353.782.400.502.382.000 83.602 502. Biaya modal kerja c.382.615.077. Re-Investasi b.892 464.000 39.9345 -39.923.548.108 37.

739.500 298.900 (119.870.750 636.994 150.717 423.5 2.783 -68.916.857.000 54.077.775.500 342.750 342.954 rupiah 129 .100 39.571.197.500.208 50.422 278.500 71.382.416.8734 186.090.159) -27.382.396 24. Biaya bunga bank f.500) 168.500 251.6 tahun 0.150 399.000 751. Biaya operasional d.727. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.400.276.382.100 66.988.018.000 83.987. Re-Investasi b.500) 18% 1.782.909 370.8162 227.036. Biaya modal kerja c.613 461.375 117.500 71. Pendapatan b.375 37.912.058.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.350.469.870.500 (251.798 81.077.660.400 66.545.258.033.739. Angsuran pokok e.500 636.046.376 212.00 251.482.382.250. Dana sendiri c.944.500) (251.345.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.125 342.500 751.987.108 586. Kredit modal kerja e.083) 0.912.870.046.894 601.556.006 71.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500 751.202 473.292 435.396 24.086.981) 0.132.159) (119.750 636.911 135.382.382.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya investasi a.613 23.015. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.077.556. Kredit investasi d.556.9345 (26. B/C ratio.000 79.5% PBP (semester) 1 (251.077.333 17.010.930 251.739.276. NPV dan PBP DF 14.893.583) (277.102 (91.

554.000.894 606.209) (126.436.908 38.237.392.382.375 37.520.126 202.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. Angsuran pokok e.092 439.396 24.000 629.200 66.500 251.628) (284.333 17.8734 176.4 2. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 743.893.572.991) 0.800 39.5 tahun 0.132.396 24.180.798.000 743. B/C ratio. Kredit investasi d.694 137. Kredit modal kerja e.382. Pendapatan b.000 339.009. Dana sendiri c.520.000 629.083.516.500 339.800 66.000 629.382.336.382.336.500 301.306 72.125 339. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.547.077.108 590.128) 0.436.336.209) -34.912.929.436.576.276.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.903.500) (251.520.250.965.500) 168.571.382.917 426.570.278 251.251.000 743.276.613 23.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya operasional d.402 477.209 374.000 54.137 (107.180.072.327. Biaya investasi a. Biaya modal kerja c. NPV dan PBP DF 14.269 110.500) 14% 1.375 117.382.700.472 266.000 72.808.083 -87.5% PBP (semester) 1 (251.613 465.200 403.036.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.9345 (32.891.179.000 72.808.500 (251.808.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Re-Investasi b.00 251.8162 217.912.590.000 79.991.258.200 (126.660. Biaya bunga bank f.775.598 50.000 83.

54 LAYAK 4.627) 16.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.602.782.782.710 (2.0% 5.0% (58.6% 1.308.0% (58.Lampiran 21.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.954 17.873) 14% 1.223.790.0% 16.410) 16% 1.0% 100.873) 14% 1.0% 1.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.0% 14.079 15.54 LAYAK 4.0% 14% 1.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .0% (968.7% 1.0% 14.5% 67.44 TIDAK LAYAK 3.859.954 18% 1.

8162 0.1450 1.8734 0.0700 1.5% smtr 2 2 1 14..0000 1..5% 114.070046728 1.070046728 1.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.5% 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.0% 1.5% 114.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1. 2 .0700 1.5% 4 1 14. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.3110 1 0.5% 114.2252 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .070046728 1.9345 0. 2 .5% 114.

4029 1.543720002 0.145 1.145 8 1 0.6662 0.145 1.070046728 1.5011 1.070046728 1.581805809 0.070046728 1.145 1.5% smtr 2 6 1 0. 2 … n = = 0 14.622559402 0.5% 114.9680106 0.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.839181925 1.070046728 1.145 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.145 1.7128 0.145 10 1 0.6063 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 1.070046728 1.508127344 133 .718786551 1.070046728 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .