P. 1
Bimbel

Bimbel

|Views: 1,764|Likes:
Published by Ono Mardi

More info:

Published by: Ono Mardi on Dec 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • 2.1. Profil Usaha
  • Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel
  • Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta
  • 2.2. Pola Pembiayaan
  • 2.2.1. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba)
  • 2.2.2. Pembiayaan Bank
  • Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI
  • 3.1. Aspek Pasar
  • 3.2. Aspek Pemasaran
  • 3.2.1. Biaya Bimbingan
  • 3.2.2. Jalur Pemasaran
  • 4.1. Lokasi Usaha
  • 4.2. Perizinan
  • 4.3. Program Bimbingan
  • 4.4. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran
  • 4.4.1. Prasarana
  • 4.4.2. Sarana
  • Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar
  • 4.4.3. Staf Pengajar
  • 5.1. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar
  • 5.2. Produksi dan Pendapatan Usaha
  • Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel
  • 5.3. Komponen dan Sruktur Biaya
  • 5.3.1. Biaya Investasi
  • 5.3.2. Biaya Operasional
  • Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp)
  • 5.4. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman
  • 5.5. Proyeksi Laba/Rugi
  • 5.6. Analisa Break Even Point (BEP)
  • Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP
  • 5.7. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha
  • 5.8. Analisa Sensitivitas
  • 6.1. Aspek Ekonomi dan Sosial
  • 6.2. Dampak Lingkungan
  • 7.1.1. Pendapatan Masyarakat
  • 7.1.2. Anggaran Pendidikan
  • 7.1.3. Kebijakan Pemerintah
  • 7.1.4. Peraturan Pemerintah
  • 7.1.5. Kesenjangan meraih pendidikan
  • 7.1.6. Kaitan dengan usaha lain
  • 7.1.7. Persaingan
  • 7.1.8. Pembiayaan oleh Perbankan
  • 7.2.1. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel
  • lembaga Bimbel
  • 7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya
  • 7.2.4. Kemitraan
  • 7.2.5. Pemasaran
  • 8.1. Kesimpulan
  • DAFTAR PUSTAKA
  • DAFTAR WEB SITE
  • DAFTAR LAMPIRAN

Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . maupun kendala non teknis. Namun demikian. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. UMKM masih memiliki kendala. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model.id.bi. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. Dari sisi pembiayaan.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. baik karena kendala teknis. Sampai saat ini. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Di sisi lain. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model).go. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Sehubungan dengan hal tersebut. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. Dari sisi pengembangan usaha. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian.

Jakarta.7794 Fax.8922 atau 381. (021) 351. M.Direktorat Kredit.H.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. Thamrin No. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2 Jakarta Pusat Telp. (021) 381.

6.250.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. kelas 4.Strata SMP.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .5. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. target siswa 144 orang b. Modal kerja 5 Perkreditan a.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Jangka waktu kredit e. Sub Program a. Plafon kredit d.000 Rp.83. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Intensif. Sub Program a. Umur proyek b.Strata SD.132. kelas 6.168. Program Bimbingan Belajar . kelas 7. Suku bunga per tahun f. Sumber dana b.8. Reguler. target siswa 60 orang . Reguler. Jenis kredit c.065.149. Investasi b.5% efektif/menurun Semester Rp.

378. Profit margin . Intensif. BEP -12. Reguler b.4% Rp.Rata-rata/tahun .1.Tahun 1 .125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif : .000 per siswa per semester f.9.54.250. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek . target siswa 36 orang .750 Rp.Sub Program intensif d.063.Strata SMA. Uang pendaftaran Rp. Sub Program a. Biaya Bimbingan Rp.Kelas 12 IPS. target siswa 24 orang .400.378.125. Sumber pendapatan usaha a.Kelas 12 IPA. kelas 10.No Unsur Pembiayaan Uraian b.11. target siswa 16 orang c. Surplus pendapatan . Reguler.750 Rp. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. Jangka waktu bimbingan per sub program a.6% 23.Rata rata/bulan g.9% 20.Total 5 tahun h.Sub program Reguler .1.Tahun 2 .Rata-rata/semester .000/siswa b. kelas 9. target siswa 24 orang b.000 s/d Rp.54.

308.2. Biaya operasional c.8 . Kriteria kelayakan .NPV pd DF 14.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.Menurut Siswa .No Unsur Pembiayaan .306.176 Rp.580 .Menurut nilai Rp .Net B/C ratio pd DF 14.187. 2.8 tahun Layak dilaksanakan v .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.5% .PBP .5% 1. masing-masing 4%.IRR Rp. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik. 67.261. Penerimaan b.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

..............................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........ RINGKASAN ........2........................ DAFTAR TABEL .................... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ..................................... DAFTAR ISI ....... 3...................... Profil Usaha .......................................................... 2...........1.............. Perizinan ...............1...........................2..............................2............................................... Staf Pengajar ...........................................................2.................................. Program Bimbingan ...................2... 4...........1....................................................4........ 4......2.......................................... Pembiayaan Bank ............. 4........... Jalur Pemasaran ............................. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2............... 4.......................... 3......... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ...... Aspek Pemasaran .....2.............................. Sarana ............................. Aspek Pasar ................................. 2........................ Pola Pembiayaan ........2.......4.............3............4..... Lokasi Usaha ......1............................................................................................4........................................................................................2................. Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.. 4....................3..................................................................1... 3.... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran .. 2.................................2.................................. 4............................... BAB I BAB II PENDAHULUAN ................ BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4......................... DAFTAR GAMBAR ........................... Biaya Bimbingan ............ Prasarana ........................................1..................

.........................1.........................................................7 Persaingan ...1 Pendapatan masyarakat ... 5......... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ....4.......................... Biaya Operasional .............................................................1...........1.. Biaya Investasi . 5....................................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ......1.....................2... 5.........1.... 7.................................1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ....... Analisa Break Even Point (BEP) ..........................6 Kaitan dengan usaha lain .............1............ 7...................2......... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ................1.. Analisis Sensitivitas ........................ Proyeksi Laba/Rugi .. 5.............5............. 5.............................2 Anggaran pendidikan ... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.... 7........ 7...... 7... BAB VI ASPEK EKONOMI....1........................ 5.3...........................................BAB V ASPEK KEUANGAN 5............................. 7......... Komponen dan Struktur Biaya .... Produksi dan Pendapatan Usaha ..... 6.............. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .8 Pembiayaan oleh perbankan ...............................2 Faktor-faktor Internal ...........3.....8...................... 7.................1.....2.1 Faktor-faktor Eksternal ................................................ 7..................................4 Peraturan pemerintah .......... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.................... Aspek Ekonomi dan Sosial .5 Kesenjangan meraih pendidikan ........... Dampak Lingkungan .......................... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar .................. 7.. 5..... 5..2...........................2..............3 Kebijakan pemerintah ...6........1......................................................................3................ 7......... 7............... 5...................................................1...................7....

........2................................................................................... DAFTAR WEBSITE .................3 Kualitas pengelola dan manajemen ...............4 Kemitraan ........ 7......................................... DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... 8....................................................... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8........................................... 7... DAFTAR PUSTAKA ............................................... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ...............................................................................................7............5 Pemasaran ........................................................................ Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ..................... Hal 11 17 24 58 ix .....2. Gambar 4 Grafik BEP ............... Kesimpulan ..........................................................................3 7.. 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .............................................2...............2... Saran ........................................1.... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel .................

.......... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ....................................... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ........................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ....................................................................................................................................................... 12 Biaya jasa bimbingan . 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ............ 55 Data untuk perhitungan BEP ........................... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ........................... 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ............................................................................................ tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............................ 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta .... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ............................................. 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ....................................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ........................................ 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ......

Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. standar kompetensi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. bekerja mencari nafkah. keterampilan. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

8. A = applicable. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. dan Menyenangkan. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. R = rational) . Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia.1 juta. SMP dan SMA secara regular. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. M = mind. intensif dan private. Asyik. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp.4. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.6 juta. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).com). Rp. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online.3.5 juta dan Rp. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class.

Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Bimbel Gama UI. Sony Sugema College dan lain-lain. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. 2. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. antara lain Bimbel Teknos Genius.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. 3 . Bimbel Primagama. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. 3. Super Bimbel GSC. 4. Kemampuan guru yang terbatas. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra.

09 0. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi. 5.89 9.18 1. 4. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.26 17.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. 2. 6. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .67 18. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.50 2 0.18 7 0.06 1. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.kecil. Berdasarkan informasi multimedia. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.96 1. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.62 Jumlah 1 2 % 0. 3. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.

Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.94 3.info kursus.67 0.70 0.23 0.135 % 0. Lampung (54 lembaga).net.96%.26 2. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).50 1. 9.09 0. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. Jambi 11. 5 .35 1.79 1.8%.09 1.50 0. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. Kalimantan Tengah 15.09 0. sisanya 20.82 100 10.09 7. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www. Kalimantan Selatan 16. Lampung 13. Sumatera Selatan 12.61 3. Kalimantan Barat 14.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. Kepulauan Riau (87 lembaga). 8. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.32 9.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.16%.70 0.34 4.76 1.

22 7. yaitu Jabodetabek.76 20. Prosentase terbanyak sebesar 63 %. Sisanya 10. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6. kota depok dan kota Bekasi.73 100.22 9.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.info kursus.12 1. 11. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.207 lembaga (83.54% lembaga belum memiliki izin.07 20. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.32 17.35%) telah memiliki izin operasi. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.45% dari jumlah seluruh Indonesia.net.56 1.

Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.863 siswa-siswi atau 70.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. yaitu 1.88%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.362 lembaga. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.13%. 7 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Biologi. 4. Fisika.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bhs Inggeris. sikap dan siasat kognitif. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. keterampilan motorik. Kimia. Biologi. IPA. Fisika. Bhs Indonesia. Geografi. PPKn Matematika. IPA. Sosiologi. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. PPKn. IPA. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Kimia. IPS Matematika. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Bhs Inggeris. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Inggeris Matematika. Ekonomi.1. Biologi. Fisika. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. bhs Inggeris. Matematika. Biologi. keterampilan intelek. bhs Inggeris. Dimyati dan Mudjiono (2006). Fisika. Bhs Indonesia. Bhs Indonesia. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. PPKn Matematika.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

2. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan.2. Pola Pembiayaan 2. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. Berdasarkan penelitian. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. laba = untung”. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang.2. menjelang UN 2010.1.

Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. 42 tahun 2007 tentang waralaba. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. nama. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 16 tahun 1997 tentang waralaba. Pada tahun 1970. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. sistim. 2. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. yaitu : 1. berkembang sistem pembelian lisensi plus. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). 4. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. Peraturan Pemerintah RI No. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. UU No. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 6. 7. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 2. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. mendirikan 15 . 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 2. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 3. 16 tahun 1997. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. 5. 44 tahun 1997. yaitu : 1. 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. pelatihan personalia.

4. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. TutorNet. Menurut Amir Karamoy. bergantung pada jenis waralaba. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Pewaralaba melakukan pelatihan. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Bimbel Gama UI dll. 7. Saint Anna Education Centre (SAEC). promosi dan supply produk. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Bimbel Teknos. Sinotif. Bimbel Primagama. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. 6. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. 5. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Alamat : Graha Primagama Jl. Jl HT Rasuna Said. yaitu Remedial. 17 . Yogyakarta Tlp. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Diponegoro 89. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. (0274) 520418. Kav B-4. Wisma Kodel Lt 7.

UAS. semester. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp.000 untuk lima tahun. SPSB.000. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. Pelayanan kepada siswa seperti modul. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. paket soal latihan dan lembar jawab computer. UN. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. • Membayar biaya survey Rp. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. SPMB. UM-UGM dll secara berkala.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan.150.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. yang secara terminologi berarti cerdas.

Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. ruang pengajar. 19 . untuk luar Jakarta 5 km.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). 16-18. Klender Jakarta Timur 13470. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. majalah. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. 2. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. ruang administrasi. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Jl I Gusti Ngurah Rai. surat khabar.

11 – 12 IPS. Konsep Pengajaran . jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. AC. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). fasilitas multimedia. • Gedung milik sendiri atau sewa. whiteboard.8. penanaman motivasi berprestasi. ATK.d.100 juta dan royalty fee. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. pembinaan mental.11 – 12 IPA. SD kelas 1 s. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp.9. telepon. billboard. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. Fax. 6. trademark. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. patent. SMP kelas 7. TV. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. brosur. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. konsultasi pemilihan jurusan. meja kursi untuk kantor dan pendidikan.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. dan SMA kelas 10.

sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor.5% 85% 80% Keterangan : .5% 15% 20% Investor 50% 87. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income.

sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Demikian pula persyaratan kredit. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. yang memiliki skim tersendiri. kredit kepada pensiunan dsb. Dilihat dari golongan nasabah. Pleno cabang. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba.2. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Raker Tahunan. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Rapat-rapat (Divisi. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. suku bunga. 2. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. Koordinator.2. Diklat. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah.

Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. bukan atas nama yayasan. Ketentuan kredit Bank BRI a. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. 23 . di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba.

Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah.

Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. sebagai berikut : 1. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. b. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Lebih dari Rp. Lebih Rp. s/d Rp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. yaitu : a.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.500 juta s/d Rp. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 .500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Sertifikat tanah 7.

Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan). meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).12. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). Suku bunga.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.25%.350. Meterai Rp. minimal Rp. c.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.

dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus.1. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. 27 . Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. 2003). sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. dicicipi atau disentuh. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. Kenyataan demikian ini. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. dijual lagi atau dikembalikan. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. kemudian bahan pembantu atau penolong. karena sifat dari produk jasa tersebut. tenaga kerja dan modal.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. Dalam analisa mengenai aspek pasar. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa.

pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. Pada sistem kelas reguler. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. SMP dan SMA.d.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 11. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. 9 dan kelas 12. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi.d. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. meskipun banyak juga yang tutup. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. yaitu : 29 . siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. minuman dan waralaba ritel. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Menurut Tempo Interaktif. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1).

30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2. Adanya prestise. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar.2. c. Aspek Pemasaran 3. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. e. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. b. SMP dan SMA. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. jenjang kelas dan program pembelajaran.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a.1. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. d. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. f. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. mula-mula di daerah perkotaan. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. kemudian meluas ke desadesa. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat.

000 2.000 – 2. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.750. spanduk.000 2.000 2.500.500.700. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.2. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.000 – 3. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000 – 4.000.500.000 2.000 – 2. leaflet. misalnya SD kelas 6. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.000 2.950.650.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.650.650.000 No 1 2. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .500.000 2.500.000 3.000. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 2 3 100.000 Sumber : data primer 3.000 --- --- --- 2.2.800.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.500.000 4. iklan di media cetak.000.950. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 2.000 – 2.000 3. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru. yaitu pada awal dan akhir tahun.500.000 4.950. website dan try out serta open house.000 : 2. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.650.450.000 4 150.000 2.000 125.500.000 – 2. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.

Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. para praktisi pendidikan yang mencari info. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. dan para guru. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Indosat. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website.5 juta untuk sekali try out. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Telkom dan lain-lain. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

33 . kurikulum. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. SMP dan SMA. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi.1. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee.

Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora).2. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mendiknas tahun 2010) : a. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. menyerasikan. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. pelaksanaan. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. b. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. f. e. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. c. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Mengarahkan.

1 lembar dan ukuran 3 x 4. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. b. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. 3. c. 2. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. yaitu : a. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. meskipun sudah ada Perda No. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP.p. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. d. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. u. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. Pas foto ukuran 4 x 6.

Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Pas foto ukuran 4 x 6. KTP penanggung jawab kursus 3. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. 4.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. 6. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Foto copy izin kursus yang lama 6. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Koperasi dan Yayasan. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. hak pakai. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Daftar perkembangan warga belajar 5. Program belajar. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Denah lokasi 14. Perusahaan Perorangan (CV). Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. adalah : 1. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7.

Kursus Wirausaha Kota (KWK). Kursus Wirausaha Desa (KWD). Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap.195/E/ KK/2009. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Di kota Bogor. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. yaitu. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. mulai tahun 2009. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. untuk tahap I selama 6 bulan. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010.

Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. masa persiapan belajar (pengenalan). masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. teguran tertulis.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota.3. 4. April. atau pencabutan izin kursus. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. Dari uraian diatas. Mei dan Juni setiap tahun. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online.

Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Setelah orientasi. Misalnya program privat. b. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. kemampuan menyerap materi pembelajaran. c. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. meliputi jadwal belajar. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. diagnostic dan penempatan kelas. 39 . Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. b. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. yaitu : a. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. c.modul dan materi belajar. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. potensi bakat dan kecerdasan. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran.

kursi siswa.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat).11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.1. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.5 SD. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. kelas 7. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. white board dan meja guru. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.8 SMP dan kelas 10. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. 4.4. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . potensi kecerdasan maupun psikologis. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.4. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD..4.

Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. suplemen dan evaluasi belajar. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran.4. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional.2. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. soal latihan. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. 41 . sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Bhs Ind. 3. Bhs Inggeris. Biologi.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Bhs Ind. 11 12 Matematika. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Matematika. Reguler 2. Intensif III SMA 1. Bhs Ingeris. Intensif II SMP 1. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Sosiologi 7. Fisika. Biologi. Bhs Inggeris. Intensif-1 IPA 10.. Fisika. Geografi. Reguler 2. IPA. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Kimia. IPA. Bhs Inggeris Matematika. Fisika. Biologi. IPSKimia.5 6 Matematika. IPA. Kimia. Bhs Ind. Bhs Inggeris Matematika. Ekonomi/Akuntansi. Bhs Inggeris. Reguler 2.4. . Sejarah. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Bhs Inggeris Matematika. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki.8 9 Matematika.

Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Pelatihan meliputi : a. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya.3. Lembaga Bimbel bukan waralaba.75 jurusan MIPA. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. min. kemudian melatihnya 43 .4. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Sos. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara.Ekon. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. UN dan SMPTN. IPK 2. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. b. UI dan sebagainya. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. honor. Bhs Inggris. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.

000 per sessi.5 juta per bulan. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.4 juta. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.25.1 juta sampai Rp. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.42 siswa per tutor. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp.000 per minggu atau per bulan antara Rp. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.000 – Rp.35.350. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.000 sampai Rp. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.250. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.1. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.

SMPTN). Program Pendamping Belajar Siswa. dll. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Selain jumlah siswa per kelas. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Biasanya 45 . Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Program Khusus. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang.1. Program Privat.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Kemitraan. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. SMPTN). Program Jaminan. Misalnya Program Special Class. Program Standard Class. Program Special Class. Program Intensif (UN. Program Executive Class. Program Intensif (UN. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Program Super Intensif (masuk PTN). baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. 2.

lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. 4. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. yaitu semester I. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. 2.

Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN.Mei. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. 5. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. • Sub Program Intensif 2. Terdiri dari tiga Sub Program. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Tujuan adalah lulus ujian akhir. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. • Sub Program Intensif 1.2. untuk siswa IPS. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. untuk kelas 12 IPA. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA).

Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. dan nama atau merek lembaga Bimbel.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Reguler 2.

000 800. b.000 49 . Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD. Alasannya adalah : a.000 900.000 1.350. Intensif 1. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 900.000 500.400.000 500.000 1.000 500.300.000 500.000 800. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. Reguler 2. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.000 1. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 900. Intensif 1.000 1. Reguler 2.400.000 850. Reguler 2.000 1.000 500.400. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 Jumlah 1.000 500.250. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.000 1. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.000 Bimbingan 750.300. Intensif-1 IPA 3.

500. per semester. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. sebesar Rp.000. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Uang pendaftaran.125. seperti pada tabel berikut. b. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.000 per siswa.

Intensif Jumlah II SMP 1. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000 62.000 29.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000.400.000 68. Intensif Jumlah III SMA 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.000 0 99. fasilitas dan sarana belajar.000 Smtr 2 180.000 26.500.000 0 68. Reguler 2.200. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 474.000 13.000 0 165.000 115.000 386.000 17.000 53.550.200.000 Smtr 1 165.200.475.175.300.400.000 15.000 88.400.200.600.600.000 0 34.800.200.200.000.000.600.500.400.800.675.000 34.500.000 31.725.000 34.000.200.200.000.000 39. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 203.000 34. Reguler 2.000 90.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 0 11. Reguler 2.000 268.000 267. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.500.200.600.000 300. peralatan belajar.000.125.000 31.200.000 31.000 119. sewa gedung. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.1.500.000 No Strata I SD 0 11.400.000 88.100.000 34.000 59.3. Intensif-1 IPA 3.000 44.000 88.000 209.000 0 35.000 0 22.000.000 Sumber : lampiran 5 5.000.400.275.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000.000 0 198.100.000.000 17.000 0 68.100.000 0 23.3. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .200. peralatan kantor.000 150.950.000 68.000 62.400.200. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000 0 35.000 34.400.000.

750. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.000 68.000 4.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.750.000 0 168.000 0 0 1.980.500 0 0 1.853.000 31.450. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.100. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.845.722.000 0 83.000 5.000 12.050. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.000 700.250. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.500 1. Nilai (Rp) 1. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .024.900.000 64.685.

Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 . 91.000 177.000 198.000.000 8. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 6. Dalam struktur biaya tenaga kerja. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000 135. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 16.000.000 10.000 6.175.000 204. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.462.000 159.000 6.000 5. biaya tenaga kerja.175.000 159.335. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 189.000 3.175.000 4.000 Smtr 2 8.000.565.000.500.000 5. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.060.000 193.500 dimana sekitar Rp.175. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.715.540.000 Smtr 2 8.000 10.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.160.780.000. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 5. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.715.4.000. 77.2.000.000.235.955.000.992.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.175.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000.540.175.3.000 154.000. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.890.000 Smtr 2 8.000 20.500. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 136.000 228.

Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.125 Bunga 24.902. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.276.912. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.000 91.000 56. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.396 66.811. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.713.333 171.276.258.375 66.396 39.077.189. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.601 Jumlah 91.189.912.335. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.5% per tahun. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.613 17.726 5.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.613 24. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.708 238.5. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.6% 27. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.897 759.073.2% semester 2.500 227.118.696.279 213. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.666 303.0% 55 . Baru pada semester 2 tahun-2. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.4% 29.697. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.397 531.613 135.500 759.927. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.4% 23. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.073.731 227.927.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.145. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.5% 29.697.744 12.336.613 89.2% untuk semester 1 dan 18.9% 20.394.0%.411.637. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.397 1.

858.550.100 248.480.759.101.207 292.750.386 342.483.480.000 189.000 Tetap 147.000 150.000 103.458 201.075.922 271.480.931.861 121.480.480.636 80.250.480.411.750.722 121.000.035.050.000 Biaya Variabel Total No 56.480.564 318.378.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .949 121.564 437.754.000 73.500.142.279 224.480.693.100 313.202.266 121.515. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.509.587.708.067.000 29.917. 2003).250. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.922 354.861 159.480. seperti jumlah siswa peserta.170.325.750. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.177 239.392.000. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.958.722 Intensif 14. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.417.ASPEK KEUANGAN 5.743 395.494 103.633 186.633 121.443.743 295. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.274.000 88.000 244.000 220.722.279 271.500.405 121.038 132.963.405 212.494 121.6.000 173.177 121.650.734.949 265.000 197.000 319. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.826.038 121.000 59.000 345.636 178.386 478.306. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.734.101.000 44.266 118.000 126.207 365. biaya tetap.458 230.

545. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9). Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.480.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.354 121.304.480.671 435. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.810 121.876.284.314 726.000 519.409.468.857.468.492 459.899 206.243.480.618.000 384.810 147.250.850 412.028 389.671 121.250.480.480.000 408.835.651. sebagaimana terlihat gambar 5. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran. 57 .750.000.492 685.500. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.000.784.000 291.443 121.889.480.784.899 121.810.000 505.135 767.582 162. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel. pendapatan (lampiran 5).443 236.028 561.000 267.098.835.582 121.000 337.000 361.961.500.000 531.956 529.337.671 643.065.060.000 478.000 452.126.354 177.671 221.314 482.127 121.493.000 425.993.480.513.000 398.441.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).135 506.000 314.127 191. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.850 602.151.

900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat). Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.176.306.261.176 (sumbu vertical). Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .261.ASPEK KEUANGAN Juta Rp.306.

7. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. Jumlah investasi tetap : Rp. Jika terjadi keadaan sebaliknya. 59 . Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. 168. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya.250 juta. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. dimana investasi dimulai pada tahun-0. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. Berdasarkan data pada lampiran 1.antara 1 – 5 tahun. 5.

811.2. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.125 dengan bunga pinjaman 14. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.250. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.000.79. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.000 dan biaya modal kerja Rp 83.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.375 dan modal pinjaman Rp 171. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.a.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.308. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).5% p.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.433 1.132.5% IRR % PBP (semester) 67. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.500.747.571. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.45 27% 2.

Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. dimana NPV sudah negative. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.4 14% 2.8. IRR lebih kecil dari suku bunga.C ratio kurang dari satu. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.710 1. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.5 16% 2. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. 61 .5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1. 16 dan lampiran 17. Dan Net B.410) 1.223. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.790.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.

873) 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.4 14% 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.954 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.4 14% 2.859. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.782.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2. c.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.627) 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5 18% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58. dimana NPV negative.5 16% 2.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.ASPEK KEUANGAN b.079 1.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. 63 . dimana NPV negative. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. pemerataan pendapatan masyarakat.BAB VI ASPEK EKONOMI. Sukses ujian semester c. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya.1. perdagangan dan pengangkutan. sebagian besar hasil pendidikan. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. yaitu : a. Sukses ulangan harian di kelas b. pertanian. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. 65 . Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. penciptaan kesempatan kerja. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya.

usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. PKBM. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Lembaga Pendidikan Keterampilan. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Politeknik. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Ternyata. SKB. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. BP2NFI. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. sedangkan untuk LKP. Balai latihan Kerja.ASPEK EKONOMI. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah.

000.d. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. polusi udara dan pencemaran lingkungan.000 s/d Rp. industri barang-barang dari kayu dll. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2).2.25. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. buku-buku. 200 m2. 67 . sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. 6. industri makanan dan minuman.35. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. soal-soal). dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. seperti polusi suara (bising). Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. industri alat tulis.

SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut.

2.1. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar.1.1. yaitu : a. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.1. 69 .BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. b. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. 7. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah.

net.3. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel.1. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. dan bersedia diaudit oleh pemerintah.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. 7.1. akuntabel. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.infokursus. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).4. 7. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . diantaranya harus transparan. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Nilek online dapat di cek di www.

12. 71 . 12. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia.1. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. dan SMA IPS 11. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. Fisika.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. SMA IPA 11.5. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. 9. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. industri alat-alat perkantoran. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. berkembangnya sekolahsekolah umum. 7. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. industri furniture. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.6. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. usaha computer dan website designer. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran.7. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. cepat dan tepat. perbaikan sarana transportasi.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup.1. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk.

akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. tetapi menyewa. 7. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Oleh karena 73 . namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. c.2.8. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah.1. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit.2. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan.1. b. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. karena masalahnya adalah : a. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Faktor-faktor Kritis Internal 7.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Sekolah-sekolah umum SD. SMP dan SMA. d. b. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. Lembaga-lembaga bisnis. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. c. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. 7. 77 . yayasan kependidikan dan perorangan.2. lembaga-lembaga profesi. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. e. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. organisasi-organisasi masyarakat. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel.5. pembinaan.

b. fasilitas belajar. Visi. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. d. materi belajar yang diberikan. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. konsultasi. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. c. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. layanan phisikologi. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. tanpa dipungut bayaran. target program. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. b. BUMN dan perbankan.

dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Sebaiknya pengajar lulusan PT. c. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. adalah : a. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. brosur. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Kualitas pengajar atau tutor. 7. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya.3. c. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. 79 . tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. Kualitas materi-materi pembelajaran. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. b.

Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. sederhana. h. tersedia ruang diskusi. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. musholah. SMPT). Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). e. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. ruang konsultasi. g. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. kantin dsb. penyajian materi belajar dengan OHP. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. f. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. seperti ruangan ber – AC. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. i. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. jangan pasif. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. 81 . terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. Tetapi dengan catatan. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. Siswa. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

2. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. 4. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal.1. 83 . Ditinjau dari aspek teknis. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. yaitu : • Dari segi transportasi. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. Kesimpulan 1. 3. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. 5. kurikulum.

Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. Pendapatan turun sampai 7% b.187. 7. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.8 tahun.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.176. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. 67.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).8 %.2. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.587. pay back period 2. Berdasarkan analisis aspek keuangan. Net B/C ratio 1. 9. 8.433.5%. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. 6. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No.308. karena pada tingkat discount factor 14. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.262.8 dan IRR 27%. NPV mencapai Rp. 10. Berdasarkan analisa sensitivitas. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah.306. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup.

Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba.2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. 2. Saran-saran 1. 3. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. 85 . meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 4. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. 5. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

2002 Akuntansi Untuk Usahawan. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 1976. cetakan ketiga. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Pengantar Evaluasi Proyek. Husein 87 . AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. edisi kedua. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. D Kultur Hia. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Clive dkk Hartanto. 2007 Mengajar dengan Sukses. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Evi Umar. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 2003 Belajar dan Pembelajaran. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. 2001 Sulistyowati. edisi kedua. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray.

tridaya.detik.wikipedia.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .com http://ahmadsudrajat.org Kompas.com http://bimbel.com http://www.com http://indonesiaeducate.gaulislam.org http://www.com http://www.gamaui.com http://www.wordpress.infokursus.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.Teknosgenius.org http://re-searchengines.ppsgms.multiply.com http://suarapembaca.wordpress.bimbelplus.org/waralaba http://snmptn.com http://aisyahraifa.com http://www.kompas.net http://www.primagama.id http://id.com http://www.banksaudara.com http://edukasi.bimbelgsc.co.majalahfranshise.com http://www.com http://www.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ......................................................... 110 Rekap jumlah biaya investasi ........................................................................................................... 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel .......................................... 106 Proyeksi Jumlah Kelas....... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ........... 103 Biaya Pendaftaran........... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ............................................. 114 Rekap biaya operasional .............. 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman .......................................................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ...................................... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ... 120 Proyeksi Laba Rugi ........................ Fasilitas........... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ................................. 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu .................................. 122 91 ................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ..... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar .............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ..................................................................................................... Sarana dan Biaya Bimbingan ..........

.......... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ........... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% .... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester .. 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% .................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan . 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ....... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%........................................................ 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ............................ 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ..........................................................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 2. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. 97 . Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Menghitung Jumlah Angsuran. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n).

berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a.LAMPIRAN 3. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. b. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Apabila NPV < 0. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. c. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . n = Umur Proyek. Apabila NPV = nol. Menghitung Net Present Value (NPV).

Menghitung Internal Rate of Return (IRR). 99 . Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama.

Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.LAMPIRAN 5. = Net present value positif. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. maka proyek layak dilaksanakan. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. Menghitung Net B/C ratio. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. = Nilai benefit-cost ratio. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. 6. Apabila nilai Net B/C < 1. b. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Apabila nilai Net B/C > 1. NPV B-C Negatif. = Net present value negatif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a.

Titik Impas (Rp. Titik Impas (Rp. Titik Impas (Rp. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.--------------------------Hasil Penjualan. Titik Impas (n) = ----------------------------.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp.) = n x harga pokok.) e. Biaya Tetap. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Hasil Penjualan (Rp. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. b.X Total Produksi. a. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. 1 . c.) f. d.

b. 1. dimana √ (1+r)n r = suku bunga.. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .LAMPIRAN 7. 2. 1 ½. ½. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. n. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. n = 0. 8. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. … . Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------.

Reguler 2.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif Jumlah III SMA 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.

Intensif 125.400.000 750.000 500. Reguler 2. Intensif 125.000 500.300.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 1.000 900. Reguler 2.400.000 125. Reguler 2. Fasilitas. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.250.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 1.000 500.000 125. Intensif-2 IPS 125.000 800.300.000 500.000 500.000 900.000 1.000 1.000 1.000 800.000 900.000 III SMA 1.000 500.000 500.350.000 125.000 125.000 850.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 1.000 1. Intensif-1 IPA 3.400.

0 1.0 15.0 4. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 3.000 200.000 6 2.000 200.600.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .600.000 8.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.0 4 2.000 8.800.000 30.000 1.000 13. Intensif-1 IPA Jumlah 3.0 5. Reguler 2.0 3.800.0 6.800. Reguler Jumlah 2.600.000 4.000 9.000 200.000.000 2. Reguler Jumlah 2.600. Intensif II SMP 1.000 200.000 200.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.400.000 4.000 1.800.0 1.400.000 4.0 20 12 4. Intensif III SMA 1.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPA 3. Reguler 2.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .

Lemari g.000 120.000 2.500.000 100.000 200.000 1 2.000 500.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2. NILEK 2 Sewa gedung a.000 2.000 1.000 250.000.000 500.000.375.000 350.000 100.000 4.000.625.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a. Ruang guru d.500.000 35.000 125.000 4 1 1.000 10.500.625.000.000 4. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 1 15 175.500.Telepon/Fax e.000.000 1.000 200.000 100.625.000 2.000 2.000 350. Ruang tunggu siswa e. Filling cabinet h.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.500 12.000 1.625.000 52.000 3.000 2.000 52.000 50.000 15 175.625. Meja kerja .000 10.000 2. Printer c.000 125.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 1.000.000.000 2 5.000.000 6.250. Laptop d.625. Furniture f.000 1 1 1 300 175.200.000 12. Badan Usaha b.000 500.500 10.000 1. Ruang kelas c. Komputer b.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.250.000 15 175.375.000 6.000 250.

000 8.000.000 5 1.000 3.000 6.000 160.000 Peralatan belajar 616.000 30.500 15. White board d.000.000 7 200.000 10 60.000 600.000.400.260. Kursi belajar siswa b.000 1.000 6.000.853. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.600. Meja guru c.500.750.160.000 37.000 j.000 84. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 154 200.000 30.500. Modul belajar b. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 10 375.000 5 Sarana belajar 700.000 1. Kursi tamu unit 4 2.i.000 set 1 600.000 5 5 7 500.000.000 10 15 250.000 280.000 150.000 5 6.000 600.000 3.000 - a.000 a.250.000 1.000 5 15 100.800.

000 Nilai (Rp) 117.000 Penyusutan 0 64.750.475.000 1.000 31.000 83.000 168.000 Nilai sisa proyek 0 0 584. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.845.500 1.000 700.980.000 102. Kredit b.250.050.6 Sumber dana investasi a.000 5. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.853.5.4.775.000 12.100.400.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .450.LAMPIRAN Lampiran 8b.000 50.685.268.750.900.000 64.000 66.000 4.

000 8.000.565.000 10.000 204.Lampiran 9b.000 8.160.000 6.000 10.060.175.000.715.000 5.000 154.000 177.000.000 198.000 3.000 16.540.000.000 136.780.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 8.000.000 135.000 4.000 8.000.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.175.000 8.175.175.000 6.000 5.175.000 228.000.000.235.955.000 193.000 159.715.175. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.540.000 114.000.000 20.335.890.000.000 189.000 6.000.000 159.500.

Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 5.000 1. Tutor smtr 1 e.000 50. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 62. ATK b.000 10.000 15.000 2.000.000 50.160.000 10. Air d.000. Telepon c. Tryout c.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000. Surat/fax f.000 5. Karyawan d.320.000 5. ATK b.000 750.000 200.520. Leaflet/brosur b.000 200.000 50.000 1.500.500 100. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 3.000.000 150.000.000 750.000 4.000 2. Internet g.000 150.000 3.000.000 12.000.000 50.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 83.000 20.000 1.000 20.500.132. Listrik e.000 10.000 22.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .500.000.500.000 2.000 50.000 10.720.000 6. Staf manajemen c.250. Direksi b.000 2. Cetak modul c.000.

200.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000.320.000 5.000 3.000 4.000.000 4.000 900.000 300.500.000 Semester 2 600.160.500.000.000.000 300.000 1.060.920.000 300.000 Semester 2 600.000.000 4.000 18.000 375.000 90.000 900.000 36.000.000.000 1.000.000 8.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 300.955.900.565.000.000 900.000 4.000 10.000 189.000 1.000.000 375.000 18.960.000 15.000 375.000.000 2.000 1.000 300.500.000 154.000 5.715.000 375.000 1.000 198.000 4.000 1.000 2.000 228.000.000 15.000 135.000 3.000 67.200.000 5.080.235.000 193.000.000.000 300.715.500.000 900.000 3.000 1.000.000.530.000 1.000 115 .000 135.000 300.500.000 10.000 4.200.160.000.000.000 300.200.500.000 108.200.000 900.000.000.000 300.000 4.000 2.000 2.000 8.000 4.000 15.000 375.000.200.000 900.000 300.000.500.000.000 300.000 300.000 36.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 1.000.500.000 2.000 5.000 36.000.000 15.720.000 18.000 Semester 2 600.000 300.000 90.500.000 300.000.000.000 300.000 45.000 18.000 4.000 300.335.000 15.000.000 18.000.000.000 300.000 2.000 300.000 36.000.520.840.000 1.000 15.000 36.000 36.000 18.000 375.000.000.

132.500 251.5% 1.936.475.811.5% 652. Modal Investasi Sendiri (30%) b.375 171.a) Flat d. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tenor (Bulan) b . Suku Bunga Pinjaman (p. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.571.000 83. Kebutuhan Modal Investasi b. Tenor (Bulan) b . Angsuran Pokok Per bulan c. Modal Kerja Sendiri (35%) b.132.000 168.382.528 14.000 117.5 36 3.096. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.271.250.000 168.250.125 83.423.500 79.a) Flat d. Suku Bunga Pinjaman (p.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.505 14. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.6 29. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a. Angsuran Pokok Per bulan c.375 54.114.251.036.125 50.775.

423.528 3.814.115 1.271.528 117.417 104.443.528 3.072.423.115 1.528 3.271.423.801.115 1.258.115 1.917 45.775.059.778 88.194 78.500 55.430.115 1.887.960.423.423.944 107.722 81.115 1.528 3.306 91.986.423.271.115 1.083 65.529.115 1.271.125 117 .271.115 1.271.972 52.503.271.115 1.973.231.115 1.615.423.602.086.528 3.115 1.423.528 3.423.715.271.333 35.271. Bunga 1.556 62. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.423.115 1.271.528 3.167 16.528 3.528 3.543.423.115 1.115 1.271.423.423.528 3.115 1.115 1.423.159.528 3.423.611 68.694 19.423.516.271.000 114.331.271.115 1.389 42.528 3.271.528 3.528 Total Murni INVESTASI Angs.629.271.271.688.115 51.250 85.271.271.528 3.423.528 3.528 3.028 58.145.423.115 1.528 3.423.583 6.528 3.115 1.232.528 3.271.528 3.271.245.271.139 71.900.444 49.423.528 3.271.750 26.115 1.528 3.172.528 3.115 1.115 1.115 1.423.278 29.806 32.271.271.115 1.667 75.528 3.115 1.775.271.423.361 98.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.271.423.271.417.271.115 1.423.357.115 1.271.528 3.423.423.528 3. Pokok 3.423.423.344.115 1.423.528 3.528 3.000 Angs.115 1.528 3.423.115 1.271.788.528 3.271.271.528 3.423.111 9.423.115 1.271.271.271.861 39.115 1.222 22.423.271.528 3.423.472 111.702.423.528 3.889 101.056 3.423.874.833 94.528 3.528 3.115 1.115 1.271.639 13.

Bunga 652.516 4.104 42.083 33.937 652.937 652.030.505 2.937 652.505 2.251.251.547 18.052 20.018.505 2.505 2.778.263.578 31.251.073 29.251.536 13.937 652.269.505 2.505 2.251.937 652.251.251.042 15.012.505 2.505 2.568 27.937 652.251.021 6.251.251.031 11.505 2.505 54.937 652.094 38.275.281.937 15.526 9.937 652.937 652.251.509.937 652.251.937 652.505 2.505 2.937 652.670.006.772.784.505 2.937 652.505 2.251.010 2.505 2.251. Pokok 2.937 652.937 652.937 652.251.251.505 2.024.503.937 652.505 2.036.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.505 2.937 652.505 2.251.251.125 Angs.760.063 24.505 2.937 652.251.036.937 652.251.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.515.251.251.257.527.609 45.937 652.251.766.251.125 51.937 652.251.115 47.599 40.505 2.505 2.505 2.557 22.620 49.589 36.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .521.754.533.937 652.505 2.

523.442.900.271.051 116.033 2.271.271.051 100.696 5.051 127.076.271.076.523.076.894 5.125 5.051 138.103.694 3.523.523.026 5.076.222 3.057.523.288.873.304.115 0 Total Murni 171.523.543.115 29.115 22.523.076.523.051 66.033 2.033 2.523.271.523.111 3.033 2.811.965.051 77.115 32.258.115 13.729 5.423.271.076.528 1.033 2.523.076.051 61.195.051 144.076.086.033 2.033 2.423.423.583 3.033 2.399 5.172.271.115 9.423.051 166.051 55.033 2.528 1.271.051 155.051 105.531 5.115 35.718.781.076.523.423.523.076.523.033 2.601 119 .115 19.125 66.051 83.278 3.115 3.828 5.033 2.051 44.523.523.076.564 5.092 5.528 1.423.033 2.033 2.051 133.271.762 5.811.629.827.528 1.033 2.076.528 1.672.056 3.523.033 2.523.350.630 5.423.051 160.750 3.597 5.423.639 3.059 5. Pokok Angs.396.051 72.488.051 88.528 3.806 3.423.528 1.115 6.423.986.357.051 111.765.523.523.715.523.795 5.271.523.528 1.076.167 3.149.626.960 5.927 5.443.271.033 2.423.033 2.076.076.033 2.051 149.432 5.033 2.115 16.366 5.076.033 2.580.076.033 2.051 122. Bunga 171.919.861 5.033 2.115 26.498 5.528 1.076.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.051 50.011.242.534.523.902.271.051 94.465 5.076.076.076.076.528 1.333 3.528 1.993 5.663 5.076.523.528 1.051 39.033 2.033 2.423.271.814.528 1.076.

750. Pendaftaran & bimbingan 150.018.300.715.LAMPIRAN Lampiran 10c.000 154. BOP Jumlah b 83.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.375 17.505 MODAL KERJA Angs.000 14.500 Surplus/minus -251.333 39.715.175.258.861 3.375 51.175.000 64.238 7.365. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.585.235.000 b. 1 URAIAN Pendapatan a.085.125 Outstanding 29.100.238 15.835.528 Total Angs.000 64.000 388.251.750. Sewa gedung 64.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .715.000 189.125 Angs. Perizinan 1.000 198.077.063 27. Lainnya 102.000 135.132.000 Jumlah a 168.565.036.000 2.335.000 203.250 Per bulan (Rp) 14.018.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.235.000 64.335.400.529.708 135.258. Modal kerja 83.000 150.271.269.628. Pokok 27.235.000 135.750. Bunga 17. Biaya operasional 1.150.065.000 267.670.000 267.333 39.604.750.250.000 125.000 203.000 -16.150.077.565.382.000 154.375 17.000 3. Bunga 7.600. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.000 Angs.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.232.500 Jumlah 2 (a+b) 251.063 54.500 2.000 263.000 - 64.315.077.000 189.600.835.000 219.000 388.140.333 117.775.788.258.000 78.382.132.300.000 189. Pokok 39.000 198.568 2.750. Investasi 1.194 42.

000 64.000 179.000 193.000 0 0 1.000 294.000 474.077.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.000 228.524.000 65.465.955.645.335.600.333 171.781.713.000 193.750.955.955.853.708 - 238.715.000 106. Bunga 24.000 474.276.000 228.396 39.200.000 228.726 147.000 300.000 228.000 300.000 106.613 17.258.000 474.000 1.708 238.750.100.735.000 193.000 193.635.000 228.955.613 24.524.912.645.009 91.600.715.125 Angs.600.601 TOTAL ANGSURAN 91.750.565.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.000 121 .485.375 66.000 474.000 193.000 228.762 44.717 56.955.189.396 66.811.000 0 0 0 0 193.955.000 228.912.715.335.713.000 193.000 476.715.850.715.955.189.600.000 300.276.000 293.715.000 180.902.000 474.955.955.057.715.726 AWAL SALDO AKHIR 147.000 106. Pokok 66.000 300.000 64.366 0 Total Angs.717 56.009 56.600.000 0 0 64.000 245.335.200.600.000 193.200.000 193.200.200.645.000 300.053.

601 900.670.500.927.000 83.9% 20.108 -45.222.000 506.000 1.375 83.4% 387.613 523.432.150.893.000 Biaya Variabel 56.613 -12.927.636 201.067.000 422.050.000 24.697.894 159.000 83.4% 496.912.625.077.613 17.500 227.900.980.980.411.727. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 . Biaya operasional b.360 765.650.222.333.912.818.000 419.150.480.550.394.601 2.861 159.000 422.000 40.660.5% 135.000 3.000 24.670.800.399 135.375 506.458 Total 178.000 268.462.000 774.625 268.000 29.500 227.000 40.072.500 29.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.000 83.860.650.0% Pendapatan sub program Reguler 132.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.633 Intensif 14.902.475. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.587.708.000 83.515.480.000 121.980.387 251.035.287.279 213.633 Pendapatan Tetap 121.000 655.280.570.980.000 422.636 80.800.962.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.000 147.000 66.000 774.697. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.000 774.6% 27.670.861 189.800.662. Penyusutan d.731 37.039 23.945.613 399.613 -45.750.750.613 23.500 29.172.958.144.980.

000 319.000 1.500.000 1.480.889.135 529.038 121.513.784.917.480.750.411.409.000 103.314 384.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.065.480.126.386 244.743 239.000 519.564 265.000.980.354 177.101.693.000.650.722 121.582 162.279 224.000 437.386 365.177 59.734.000 271.480.483.000 726.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.671 767.266 118.722 88.443.564 342.000 121.618.405 121.545.516.480.956 70 30 186.000 121.000.075.582 121.931.480.734.000 643.000 83.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .443 236.810.000 505.000 395.500.000 Jumlah 37.826.250.101.494 103.250.468.170.949 121.266 121.750.354 398.899 206.202.000 354.961.098.127 191.443 478.000 230.922 212.876.243.759.274.963.100 271.651.480.850 314.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.500.306.215.480.835.468.480.000 126.754.304.000 121.392.495 206.500.000.000 478.207 389.858.955.000 561.378.949 73.480.000 345.028 291.000 685.671 459.325.480.170.810 121.492 482.000.000 220.028 412.722.671 337.743 318.899 452.480.337.480.441.094.060.405 44.810 147.284.492 361.038 132.671 221.750.127 425.142.314 506.250.993.509.207 267.287 Biaya variabel 385.000 121.177 121.000 121.835.000 602.857.100 248.480.494 121.000 197.500.000 121.000 173.784.956 292.000 150.480.493.000 828.151.922 295.135 408.850 435.417.000 372.000 313.000 Smstr 1 Smstr 2 22.250.

650.350.8 2.8 tahun 0. Re-Investasi b. Dana sendiri c.912.276. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.272 314.009 -97.000 66.750.750.382.997 (44.660. Biaya investasi a.276. Kredit modal kerja e.000 39.644.000 353.800. Biaya operasional d.912.886 251.000 69.382.382.000 66.500) 168.302.036.396 24.000 655.280.750.000 -97.000 251.333 17.286.330.000 54.375 37.396 24.077.398 174.947) 0.8162 256.455.570.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.650. Kredit investasi d.000 774.483.644.000 655.382.949) 0.414.106 69. Pendapatan b.930.009 -6.463.500 (251. B/C ratio.000 774.613 451.800.375 117.571.602.500 353.258.500 290.032.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.469.8734 213.000 69.447 (257.382.000 774.894 188.125 353.196.650.602 460.670.892 422.893.9345 -6.119.287. Biaya bunga bank f.000 79.500 251.5% PBP (semester) 1 (251.308.108 572.382.613 23.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.009 359.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500) (251.108 83.000 655.132.250.666.447.475. Biaya modal kerja c.836 212.475. NPV dan PBP DF 14.894 586. Angsuran pokok e.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .316.775.500) 27% 1.475.000 83.126 244.800.117 411. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 387.063.883 -14.

194 251.981.710 rupiah 125 .650.036.500 (251.382.509 -118.852.500 332.333 17.276. Biaya investasi a. Pendapatan b. Biaya bunga bank f.660.266.772 267.000 728.912.912.312.930.382.398 67.626 204.280.5% PBP (semester) 1 (251.509 -27.500 332.670. Kredit modal kerja e.557) 0.312.245.650.500 387.000 728.000 69.749. Dana sendiri c.405.500 616.102.6 tahun 0.463.382.250.775.375 37.570.258. Re-Investasi b.009 359.382.312.000.500) 16% 1.650.552 (98.941.5 2.988.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.109) 0. Biaya modal kerja c. B/C ratio.108 44.995.316.500) 168.000 616.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.000 83.119.000 728.571.613 451.396 24. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 66.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.108 572.382. NPV dan PBP DF 14.500 290.894 141.125 332.382.477.893.235.663.000 79.9345 -25.223.500 616.000 66.00 251.375 117.613 23.723.266.8734 178.330.276.602 460.106 69.302.405.077.892 422.132.8162 218.000 -118.405. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.852. Kredit investasi d.000 39.246. Angsuran pokok e. Biaya operasional d.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 251.500) (251.266.852.117 411.894 586.883 -74.000 69.396 24.751 120.609 (277.000 54.

750 609.522 260.500 720.119.233.382.106 69.155.382.198.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 609.478 (107.250 387.790.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.383 -84.847.009 359.670. Angsuran pokok e. Re-Investasi b.392 422.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .912.276.122.775.841.396 24.660.125 328. Kredit investasi d.876 198.382.500 251.500 290.893.000 720.650.570.571.375 117.731.000 66.750 328. Biaya investasi a.564.5% PBP (semester) 1 (251.650.387.545.108 572.000 39.992) 0.847.500) 14% 1.731.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.250.5 tahun 0.538.382.382.9345 -29.000 69.259 -31.650.970 (280. B/C ratio.470) 0.930.894 134. NPV dan PBP DF 14.382.132.904 105. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500 328.564.500 (251.117 411.280.108 37.500) (251.330.302.750 609.261.000 79.036.731. Kredit modal kerja e.500 720.463.247.000 66.500) 168.8734 173.399.8162 212. Pendapatan b.613 451.000 83.000 -122.258.375 37.333 17.847.387.602 460.000. Biaya bunga bank f.396 24.405.894 586. Biaya operasional d.00 251.384.316.564. Dana sendiri c.912 251.000 54.4 2.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.613 23.276.259 -122.077.398 49. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Biaya modal kerja c.912.276.000 69.

512.475.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 83.000 655.405.323.000 655. Re-Investasi b.5 tahun 0.298.8734 182.980 (104.000) (251.382.194 144.396 24.750. Pendapatan b.344.598 -45.700 422.000 54.5 2. Biaya investasi a.402 498.083 -190.451.557 353.174.000 102.408 42.9345 -36.475.800.806 75.000 774. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Kredit investasi d.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. NPV dan PBP DF 14.036.00 251.801.300 66.451.079 rupiah 127 .400.750.000 774.382.613 483.918.200 66.258.918. Biaya operasional d.276.400.613 23.782.750.396 24.131) 0.500) (251.917 446.688.125 353.276.132.626 209.000) (102.592 460.500 (102.000 774. Biaya bunga bank f.625.709 392.250.382. Kredit modal kerja e.500) 16% 1.918.111) 0.000 79.817.912.500.037.500 75.375 37.618.894 630.500) 168.800.660.382. B/C ratio.500 251.375 117.371. Angsuran pokok e.000 655.611 (287.710.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.305.028 276.965.700 -130.886.475.000 353.893.500 353.300 39.912.571.800.382.077.500 316. Dana sendiri c.500 75.139.848. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Biaya modal kerja c.428.400.687 120.5% PBP (semester) 1 (251.859.775.709 -38.709 -232.108 613.437.333 17.405.8162 225.

108 37.893 110.894 635.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.333 17.382.051.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.375 37.571.382.000) (102.800.036.615.800.502.893.202.396 24.382.796) 0.009 -236.187 353.000 251. B/C ratio.009 395.276.117 450.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 39.894 139.883 -198.220.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya investasi a.912.000) (251.937.400.4 2. Re-Investasi b.077. Biaya operasional d. Dana sendiri c. Pendapatan b.500) 14% 1.168.775.5 tahun 0.750.475.000 76.500 353.800.613 23.660.725.549.548.750.923.276.126 205.619.125 353.398 -59. NPV dan PBP DF 14.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.000 774.000 83.728 272.448.782. Angsuran pokok e.000 79. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.9345 -39. Kredit modal kerja e.000 426.000 76.500 319.669.296 (291.375 117.912.8734 179.637.250.396 24.529.750.000 66.500 (102.500) (251.597.5% PBP (semester) 1 (251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.327.000 102.000 66.000 774.475.000 -133.000 54.132.475.311.615.400.089 (111.106 76.000 655.500 251.892 464.615. Biaya modal kerja c.112.308.500) 168.251.602 502.024.8162 222.613 487.059.000 655.000 655.707) 0. Kredit investasi d. Biaya bunga bank f.009 -42.037.258.000 353.382.382.108 618.000 774.400.

345.090.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.018.944.202 473. B/C ratio.006 71.416.613 23.870. Kredit modal kerja e.9345 (26.077.500 (251. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.8734 186.086.500 298.015.988.000 79.058.556.469.798 81.083) 0.583) (277.912.571.5 2.033.382.613 461.911 135.893.556.870.739.909 370. Pendapatan b. Re-Investasi b. Biaya operasional d.125 342.400.987.500) (251.382.00 251.8162 227.159) -27. Biaya modal kerja c.750 636.102 (91.382.500 636.857.500 751.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.981) 0.900 (119.717 423.894 601.077.912.500 342. Angsuran pokok e.000 54.916.100 66.482.046. Biaya bunga bank f.100 39. Kredit investasi d.739.870. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.5% PBP (semester) 1 (251.375 117.077.150 399.276.500.010.000 751.739.750 636.375 37.077.500) 168.350.036. Biaya investasi a.500 251.396 24.545.046.500 71.987.208 50.197.930 251.258. NPV dan PBP DF 14.132.500) 18% 1.276.782.400 66.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500 71.500 751.382.396 24.159) (119.727.775.783 -68.292 435.333 17.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.660.750 342.422 278.6 tahun 0.376 212.250.000 83.382. Dana sendiri c.994 150.556.108 586.382.954 rupiah 129 .

8162 217.392.306 72.893.775.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.598 50.209) (126.571.402 477.00 251.808.000.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382. Biaya modal kerja c.179.808.965.5% PBP (semester) 1 (251.903.092 439.000 72.800 66.660.276.083.137 (107.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.237.000 743.700.375 37.180.382. Biaya bunga bank f.382.396 24.570.613 465.500 301.336.436.891.5 tahun 0.200 66.500 (251.278 251.333 17.8734 176.396 24.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.894 606.694 137.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.808.125 339.000 743.000 79.072.4 2.500 339.554.077.000 743. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Angsuran pokok e.000 54.516.200 (126.912.009.126 202.991) 0.327.000 629.036.547.912.336. Re-Investasi b.929. B/C ratio.436. Kredit modal kerja e.336.382.258. Biaya operasional d.908 38.000 339.520.132.000 629.628) (284.000 629.209) -34.436. NPV dan PBP DF 14.375 117. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Dana sendiri c.590.108 590.500 251.000 72.180. Pendapatan b.917 426. Kredit investasi d.991.472 266.382.250.000 83.200 403.798.500) (251.800 39.520. Biaya investasi a.500) 168.613 23.382.269 110.083 -87.572.576.128) 0.209 374.9345 (32.520.500) 14% 1.276.251.

602.079 15.44 TIDAK LAYAK 3.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.410) 16% 1.223.859.308.0% 5.0% (968.6% 1.954 17.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.0% (58.0% 14.5% 67.0% 100.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.0% (58.0% 14% 1.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.873) 14% 1.0% 16.873) 14% 1.782.0% 14.0% 1.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.782.54 LAYAK 4. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.710 (2.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .790.954 18% 1.627) 16.7% 1.54 LAYAK 4.Lampiran 21.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.

8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100..5% 114.8734 0.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.1450 1.0% 1.5% 114.2252 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% 4 1 14.9345 0.8162 0.070046728 1. 2 .5% 1.070046728 1.0000 1.0700 1.0700 1.5% 114.5% 114..5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.3110 1 0.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.070046728 1.5% smtr 2 2 1 14. 2 .

839181925 1.543720002 0.145 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.145 1.508127344 133 .145 1.718786551 1.070046728 1.145 10 1 0.145 8 1 0.581805809 0.6063 1. 2 … n = = 0 14.4029 1.5011 1.7128 0.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.070046728 1.5% smtr 2 6 1 0.070046728 1.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.070046728 1.6662 0.9680106 0.070046728 1.070046728 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 1.145 1.145 1.622559402 0.5% 114.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->