Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Sehubungan dengan hal tersebut. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah.bi. baik karena kendala teknis. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. Dari sisi pembiayaan. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. Namun demikian. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. Sampai saat ini. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. maupun kendala non teknis.id. Dari sisi pengembangan usaha. UMKM masih memiliki kendala.go.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. Di sisi lain. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i .

H.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. Thamrin No. M. (021) 381. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2 Jakarta Pusat Telp.8922 atau 381.7794 Fax. (021) 351. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.Direktorat Kredit. Jakarta.

Intensif.8.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. target siswa 60 orang . Reguler. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Investasi b. Modal kerja 5 Perkreditan a.132.Strata SD.000 Rp. Sumber dana b. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.250. Suku bunga per tahun f.149.168. Plafon kredit d.5. Jangka waktu kredit e. kelas 6. Umur proyek b. Sub Program a.83. Jenis kredit c.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.065. Program Bimbingan Belajar .Strata SMP.5% efektif/menurun Semester Rp.6. Reguler. kelas 4. Sub Program a. kelas 7. target siswa 144 orang b.

Uang pendaftaran Rp. target siswa 24 orang . Sumber pendapatan usaha a. Reguler b.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Profit margin .Tahun 1 .400. Intensif : . kelas 9.Kelas 12 IPS.750 Rp.6% 23.9% 20.Rata rata/bulan g.Total 5 tahun h. target siswa 36 orang . Intensif.Sub program Reguler .125. kelas 10.Rata-rata/semester .Tahun 2 .54.1. Jangka waktu bimbingan per sub program a. Surplus pendapatan .378. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .Sub Program intensif d. target siswa 24 orang b.No Unsur Pembiayaan Uraian b. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. Sub Program a.9.Rata-rata/tahun .750 Rp.Strata SMA. BEP -12.250.1. target siswa 16 orang c. Biaya Bimbingan Rp.54.378.000 s/d Rp.063.4% Rp.11. Reguler.000 per siswa per semester f.000/siswa b.Kelas 12 IPA.

187.8 tahun Layak dilaksanakan v .176 Rp.PBP . Penerimaan b.Menurut nilai Rp .8 .5% .Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.Net B/C ratio pd DF 14. 2. masing-masing 4%. Biaya operasional c.2. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.No Unsur Pembiayaan .306.5% 1.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.261.NPV pd DF 14. 67.Menurut Siswa . Kriteria kelayakan .308.IRR Rp.580 .433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.. 3...................................................................................... RINGKASAN ............................... BAB I BAB II PENDAHULUAN ...............1. 4...2................................. Pembiayaan Bank ... 3............................................................................... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ..........................2..................................................................... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4................... Staf Pengajar ..1.......................................................................................... 3...... DAFTAR GAMBAR .....................2................................. Lokasi Usaha .......3... 2............. Perizinan ..............................................2............................... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2............4..........................1.............................................................. Pola Pembiayaan ......................................................................4...........................................2...........2........ DAFTAR ISI .......................1............... DAFTAR TABEL ....................... 4.. Profil Usaha . Program Bimbingan ............................................3................................................... 4.............2........1...........2........................................4.......2......... 4............2........................................................ Sarana ........................... Aspek Pemasaran ........ Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ....................... 4..................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............4......................... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii . 2. Aspek Pasar ............... Prasarana ............1......... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3................... 4......................... Biaya Bimbingan ......... 2................................. Jalur Pemasaran ...............

.......5 Kesenjangan meraih pendidikan .....................2........... Aspek Ekonomi dan Sosial ..........2..........2......1..1..2..................... 7............. Biaya Investasi .................................................................. 7........... 5................ 5............... Biaya Operasional ....... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ............................2 Anggaran pendidikan ..1...................... 5............1.................. BAB VI ASPEK EKONOMI........... 7............................... 7......... 5........... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7..................4 Peraturan pemerintah ....................... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ...............................1....3 Kebijakan pemerintah .....................1............................................7 Persaingan ......................1... 7.............1...... 7............ Komponen dan Struktur Biaya ...........7....... 5........................4.... Produksi dan Pendapatan Usaha .................................2 Faktor-faktor Internal ............1. Analisis Sensitivitas ...... 7.... 5......................... 5............................................................................... Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .....BAB V ASPEK KEUANGAN 5........... 7..... Analisa Break Even Point (BEP) .... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha .................3..............8 Pembiayaan oleh perbankan ............... 5.............6 Kaitan dengan usaha lain ........1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ........ Dampak Lingkungan . 7.......................... 7..............5................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .. 6.................... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6....... Proyeksi Laba/Rugi .................1 Faktor-faktor Eksternal ....................................................8....1......3......3...1 Pendapatan masyarakat ........ 7........1........... 5...............6................................................2.................................

......1............................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ..... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8........................ Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ............................... DAFTAR PUSTAKA ................4 Kemitraan .......................2................................ Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ... Kesimpulan ..............2........ Gambar 4 Grafik BEP .....................5 Pemasaran ....................................... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ............................ DAFTAR WEBSITE .............................................. Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ............................................................ 7.........................................3 7...............................7..........................2.......... 7............................................ Hal 11 17 24 58 ix ............... 8...........................3 Kualitas pengelola dan manajemen .......................................................................2............................................... Saran ...................................................

............................. 55 Data untuk perhitungan BEP .......................................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ............................................................. 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ............ 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ..... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ........................................................................................................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .............. Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel .........................................................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi........................................ 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ...................................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta . Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .. 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ....................................... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ............................................................ 12 Biaya jasa bimbingan ........

BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Pada awal pendirian di tahun 1970-an. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. standar kompetensi. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. keterampilan. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. bekerja mencari nafkah. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional.

yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Asyik. M = mind.com). dan Menyenangkan. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. intensif dan private. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. A = applicable.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.1 juta. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. SMP dan SMA secara regular.8.4. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. R = rational) . Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple.5 juta dan Rp.3. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif.6 juta. Rp. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas.

Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Bimbel Gama UI. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. antara lain Bimbel Teknos Genius. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. 4. 2. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Super Bimbel GSC. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Bimbel Primagama. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. 3. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. 3 . Kemampuan guru yang terbatas. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Sony Sugema College dan lain-lain.

5. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.89 9.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .18 1.67 18.96 1.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja.26 17. 4.kecil. 3. Berdasarkan informasi multimedia. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.50 2 0. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.09 0.06 1. 2. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. 6. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.62 Jumlah 1 2 % 0. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.18 7 0.

70 0. Kalimantan Tengah 15.82 100 10. sisanya 20.8%.79 1. 9.135 % 0. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.61 3.50 0. Kepulauan Riau (87 lembaga).09 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.16%.23 0. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).info kursus. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.70 0. Lampung 13. 8.09 0.26 2. Kalimantan Barat 14. 5 .net. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.35 1.34 4. Jambi 11.32 9.67 0. Lampung (54 lembaga).76 1.50 1.94 3. Kalimantan Selatan 16. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.09 7. Sumatera Selatan 12.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.09 0.96%.

35%) telah memiliki izin operasi. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.22 7. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14. kota depok dan kota Bekasi.56 1. 11.12 1. yaitu Jabodetabek.07 20.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey. Sisanya 10.73 100.45% dari jumlah seluruh Indonesia.32 17.info kursus.54% lembaga belum memiliki izin.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.net.76 20.207 lembaga (83.22 9. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.

Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.13%. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.362 lembaga. 7 .863 siswa-siswi atau 70. yaitu 1.88%. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT).

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Bhs Inggeris. keterampilan intelek. PPKn Matematika. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. keterampilan motorik. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. PPKn. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Biologi. Dimyati dan Mudjiono (2006). Bhs Indonesia. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Indonesia. bhs Inggeris. Bhs Indonesia. Fisika. IPA. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Biologi. bhs Inggeris.1. Bhs Inggeris. Fisika. Bhs Inggeris Matematika. Kimia. PPKn Matematika. Fisika. IPS Matematika. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. IPA. IPA. Profil Usaha Menurut Dr. Biologi. sikap dan siasat kognitif. Fisika. Biologi. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Inggeris. 4. Sosiologi. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Kimia. Geografi. Ekonomi. Matematika. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Pola Pembiayaan 2. Berdasarkan penelitian. menjelang UN 2010. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama.2. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. 2. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%.2. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. laba = untung”. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih.1. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa.

namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. 42 tahun 2007 tentang waralaba. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. Pada tahun 1970. berkembang sistem pembelian lisensi plus. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. sistim. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. nama. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. 2. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. yaitu : 1.

Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 3. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 16 tahun 1997. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. yaitu : 1. 3. pelatihan personalia. 2. 5. 6. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). 44 tahun 1997. Peraturan Pemerintah RI No. UU No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 4. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. 2. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. mendirikan 15 . Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 7.

Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bimbel Primagama. 4. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Menurut Amir Karamoy. 6. Bimbel Gama UI dll. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. 7. TutorNet. Bimbel Teknos. bergantung pada jenis waralaba. Sinotif. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Saint Anna Education Centre (SAEC).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. 5. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. promosi dan supply produk. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Pewaralaba melakukan pelatihan. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis.

(0274) 520418. Diponegoro 89. Jl HT Rasuna Said. Wisma Kodel Lt 7. Alamat : Graha Primagama Jl. yaitu Remedial. 17 . menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Yogyakarta Tlp. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Kav B-4. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang.

semester. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. Pelayanan kepada siswa seperti modul. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. yang secara terminologi berarti cerdas.150.000. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. SPSB.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. paket soal latihan dan lembar jawab computer. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. • Membayar biaya survey Rp. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. UAS. UN.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi.000 untuk lima tahun. SPMB. UM-UGM dll secara berkala. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Klender Jakarta Timur 13470. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. untuk luar Jakarta 5 km. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. majalah. Jl I Gusti Ngurah Rai. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). surat khabar. 2. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. ruang pengajar. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. 16-18. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. ruang administrasi. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. 19 . Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal.

meja kursi untuk kantor dan pendidikan. whiteboard. fasilitas multimedia. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. ATK. pembinaan mental. TV. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. brosur. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa).8.100 juta dan royalty fee. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. AC.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. billboard. dan SMA kelas 10. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 6. patent. SD kelas 1 s.d. Fax. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. 11 – 12 IPS. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya.11 – 12 IPA.9. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. trademark. telepon. konsultasi pemilihan jurusan. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. SMP kelas 7. • Gedung milik sendiri atau sewa. Konsep Pengajaran . penanaman motivasi berprestasi.

• Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik.5% 15% 20% Investor 50% 87. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.5% 85% 80% Keterangan : .Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.

Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Dilihat dari golongan nasabah.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Raker Tahunan. Koordinator. Rapat-rapat (Divisi.2. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). kredit kepada pensiunan dsb.2. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. 2. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. suku bunga. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). Diklat. Demikian pula persyaratan kredit. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. Pleno cabang. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. yang memiliki skim tersendiri.

Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. bukan atas nama yayasan. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Ketentuan kredit Bank BRI a. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. 23 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel.

Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak.

Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. Lebih dari Rp. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Lebih Rp.500 juta s/d Rp.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 .2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. yaitu : a. s/d Rp. b. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. sebagai berikut : 1.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Sertifikat tanah 7. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4.

Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. Meterai Rp. Suku bunga. minimal Rp. c. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.25%. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14.12. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.350.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.

1. karena sifat dari produk jasa tersebut. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. dicicipi atau disentuh. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. Dalam analisa mengenai aspek pasar. tenaga kerja dan modal. dijual lagi atau dikembalikan. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. 27 . sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. 2003). sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. Kenyataan demikian ini. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. kemudian bahan pembantu atau penolong. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar.

Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s.d. Pada sistem kelas reguler. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. 11. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SMP dan SMA. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6.d. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. 9 dan kelas 12. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA.

yaitu : 29 . meskipun banyak juga yang tutup.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. minuman dan waralaba ritel. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Menurut Tempo Interaktif.

mula-mula di daerah perkotaan. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. jenjang kelas dan program pembelajaran. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. Aspek Pemasaran 3. c. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat.1. d. kemudian meluas ke desadesa.2. f. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. e. b. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Adanya prestise. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. SMP dan SMA.2.

website dan try out serta open house.000 2.000 2.500.500.650.750. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 – 2.000 – 3. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.000 4. spanduk.450.000.950.000 – 4.000 --- --- --- 2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 2. yaitu pada awal dan akhir tahun. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.650.000 Sumber : data primer 3.000 3. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.700. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.500. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.000 No 1 2.000 2.800.000 – 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.500. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 125.000 2.500.000.000 : 2.000 2.650.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000 4.500.000 3. iklan di media cetak.2.500. leaflet.950. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 . misalnya SD kelas 6.000 – 2.2.000 2.000.500.000 2 3 100.000 – 2.950.000 2.650.000 4 150.

dan para guru. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Indosat.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Telkom dan lain-lain. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan.5 juta untuk sekali try out. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . para praktisi pendidikan yang mencari info.

kurikulum. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. SMP dan SMA. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. 33 . Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee.1.

menyerasikan. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. pelaksanaan. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. e. f. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Mengarahkan. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Mendiknas tahun 2010) : a. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. b. c. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota.2. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora).

Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. b. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora.p. d. c. yaitu : a. u. 2. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. meskipun sudah ada Perda No. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. 3. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Pas foto ukuran 4 x 6.

adalah : 1. Daftar perkembangan warga belajar 5. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. 6. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pas foto ukuran 4 x 6. 4. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Foto copy izin kursus yang lama 6. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Koperasi dan Yayasan. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Program belajar. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. KTP penanggung jawab kursus 3. Denah lokasi 14. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Perusahaan Perorangan (CV). Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. hak pakai. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5.

mulai tahun 2009. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Kursus Wirausaha Kota (KWK). Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Di kota Bogor. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. untuk tahap I selama 6 bulan. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri.195/E/ KK/2009. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. yaitu. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun.

ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Dari uraian diatas. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .3. atau pencabutan izin kursus. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. 4. masa persiapan belajar (pengenalan). berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. April. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. Mei dan Juni setiap tahun. teguran tertulis. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP.

Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Misalnya program privat. kemampuan menyerap materi pembelajaran. yaitu : a. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. c. c. diagnostic dan penempatan kelas. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. b. b. potensi bakat dan kecerdasan.modul dan materi belajar. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. 39 . Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Setelah orientasi. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). meliputi jadwal belajar. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran.

Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.8 SMP dan kelas 10.4.4. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. 4. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN).5 SD.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. kelas 7. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. white board dan meja guru.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3.1. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. kursi siswa.4. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. potensi kecerdasan maupun psikologis. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN).. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat).

Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. soal latihan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi.4. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. 41 . suplemen dan evaluasi belajar. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor.2. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar.

Biologi. IPA. Sosiologi 7. Bhs Inggeris Matematika. Fisika. Kimia. Sejarah. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . IPA. Matematika. IPA.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Ind. Fisika.8 9 Matematika.5 6 Matematika. . Intensif III SMA 1. Bhs Ind. Bhs Inggeris. IPSKimia. Bhs Inggeris Matematika.. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Bhs Ind. Kimia.4. 3. Ekonomi/Akuntansi. 11 12 Matematika. Bhs Inggeris. Geografi. Reguler 2. Biologi. Bhs Inggeris. Intensif-1 IPA 10. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Reguler 2. Reguler 2. Fisika. Intensif II SMP 1. Biologi. Bhs Ingeris. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki.

b. UI dan sebagainya. Sos. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. IPK 2. UN dan SMPTN. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji.3. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.75 jurusan MIPA. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. min. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Pelatihan meliputi : a. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet.Ekon. honor. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB.4. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. kemudian melatihnya 43 . Bhs Inggris.

Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran.1. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.42 siswa per tutor. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang.000 sampai Rp. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.5 juta per bulan.000 – Rp.000 per minggu atau per bulan antara Rp. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.4 juta.250.1 juta sampai Rp.25. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.35.350.000 per sessi.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.

2. Program Intensif (UN. Program Jaminan. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Program Intensif (UN. SMPTN). Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Biasanya 45 . Selain jumlah siswa per kelas. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Program Special Class. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Privat. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Program Khusus. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. dll. Program Pendamping Belajar Siswa.1. Program Super Intensif (masuk PTN). maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Kemitraan. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Program Executive Class. SMPTN). Program Standard Class. Misalnya Program Special Class.

Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. 2. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu semester I.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. 4.

Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. • Sub Program Intensif 1. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Tujuan adalah lulus ujian akhir. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . 5. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. untuk siswa IPS. • Sub Program Intensif 2. Terdiri dari tiga Sub Program. Untuk mengukur produk usaha bimbel. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN.2. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA).Mei. untuk kelas 12 IPA. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta.

Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Reguler 2. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Intensif Jumlah III SMA 1. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dan nama atau merek lembaga Bimbel.

Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 500.300.000 500. Reguler 2.000 850. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 1.000 500. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. b.000 800.000 1.000 1.000 1. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.000 49 . sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 800.400.000 Bimbingan 750.300. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.000 900. Intensif 1.000 500. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. Intensif-1 IPA 3.000 1.000 500.000 900.000 900. Alasannya adalah : a.400. Intensif 1.000 500. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.400.000 1. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.350.250. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 Jumlah 1. Reguler 2. Reguler 2.

seperti pada tabel berikut. Uang pendaftaran.500. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.000. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. b. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. per semester. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 per siswa. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. sebesar Rp.125.

000 300.400.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1. Reguler 2.000. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 . Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.600. peralatan belajar. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.600.000 88.550.175. Intensif Jumlah III SMA 1.200.200.400.000.000 13.400.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000.000.000 31.000 150.200.000 0 165.000 267.200.000 17.675.000.000 203.000 Tahun 1 Smtr 2 90.3.275.000 31.100.000 0 68.725.000.000 68.000.400.800.200.000 26.100.000 31.000 0 35.200. Intensif Jumlah II SMP 1.000.200. sewa gedung.000 0 22.000 34.000 34.500.3.000 88.000 15.200.800.125.500. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000 Smtr 2 180.000 0 99.000 0 34.600.400.000 0 23.000 53. Reguler 2. peralatan kantor.000 Sumber : lampiran 5 5.000 No Strata I SD 0 11. fasilitas dan sarana belajar.000 17.000 0 11.000 34.500.000. Reguler 2.200.950.1.475.200.000 68.200.000 59.000 29.400.000 39.000 119.000 386.000 34.000 44.500.600.000 0 68. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.100.400.500.400.000 268.200.000 0 198.000 88.000 62.300.000 209.000 34.000.000 115. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 90.000 Smtr 1 165. Intensif-1 IPA 3.000 0 35.000 62. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 474.

000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.000 4.980.900.750.000 700.000 64. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.050.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 0 168.450.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 0 83.500 0 0 1. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.024.845. Nilai (Rp) 1. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.500 1. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.722.000 12. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.000 5.853.750.000 31.000 0 0 1.685.250.000 68.100.

235. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.4.175.000.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 16. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000.565.890.715.000 Smtr 2 8.540.2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.060.000.175.715.000 4.000.000 Smtr 2 8.000 204.000 Tahun 2 Smtr 1 8. biaya tenaga kerja.992.000 136.000 193. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 198.000.000 6.462.000 20.000 135. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000.000.000 Smtr 2 8.335.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000 5.175.500.780.3.175.500.000.540. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 3.000 228.160.000 5. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 10. 77.000 154. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.175. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.000 177.000 6.000.000.000 5.175.000 159.000 159.000 10. 91. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 189. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.955.500 dimana sekitar Rp.000 6.000 8.

5. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.125 Bunga 24.258.726 5. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .189.375 66.912.601 Jumlah 91. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.189.276.000 56. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.396 66. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.613 24.276. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.613 17. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.713.902. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.333 171.708 238.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.912.5% per tahun.335.811.396 39. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.000 91.077. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.

0%.4% 29.0% 55 .9% 20. Baru pada semester 2 tahun-2. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.697.411.2% semester 2.927.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.394.118. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.336.5% 29.6% 27.637.073.897 759.279 213.696.500 227. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.397 531. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.613 135.927.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.145.2% untuk semester 1 dan 18. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.613 89.073. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.397 1.697.4% 23.666 303.744 12. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.500 759. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.731 227. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.

734.000 Biaya Variabel Total No 56.266 121.274.101.411.405 121.000 197.100 313.050. 2003).6.922 271. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.250.750.177 239.000 44.000 73.325.743 395.750.931.480.000.509.279 271.858.000 319.100 248.636 178.917.177 121.734.038 121.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .633 121.693.958.417.279 224.922 354.035.000 126.386 342.480.000 173.ASPEK KEUANGAN 5.633 186.000 59.750.722.458 201.480.754.743 295. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.000 150.550.483.207 292.386 478.207 365.038 132.000 Tetap 147.443.494 121. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.000 103.392.000.963.564 437.564 318.000 220.458 230. biaya tetap.636 80.170. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.306.067.494 103.000 29.250.949 121.861 159.266 118.500.708.722 Intensif 14. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.202. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.480.405 212.000 88.075.861 121.826. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.500.378.480.480.587.000 345.480.949 265. seperti jumlah siswa peserta.515. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.480.142.759.000 244.650.722 121.101.480.000 189.

835.000 267.857.000 425.899 206.876.480.000 337.000 478.127 121.784.810.835.899 121.000 314. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.409.618.126.480.000.750.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.545.468. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.671 221.000 361.337.468.582 162.000 452. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.850 602.314 726.513.480.671 435.443 121.314 482.000 505.671 643.243.651.000 384.810 147. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.671 121.961.810 121.500.492 685.480.000 408.250.850 412.956 529.284.098.065.000 398.492 459.000 519.000 531.151.480.028 389.500.889.135 767.354 121.060.000 291.493.000. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).250.443 236.304. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.480.135 506. sebagaimana terlihat gambar 5.480.127 191.441.993.354 177. 57 .784.582 121.028 561.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1). pendapatan (lampiran 5). Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.

176 (sumbu vertical).261.176.261. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).306.ASPEK KEUANGAN Juta Rp. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .306.

dimana investasi dimulai pada tahun-0. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Jumlah investasi tetap : Rp. 59 . dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.250 juta. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. 168. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. Berdasarkan data pada lampiran 1. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. Jika terjadi keadaan sebaliknya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat).antara 1 – 5 tahun.7. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun.

125 dengan bunga pinjaman 14. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).79. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .571.000 dan biaya modal kerja Rp 83.132.45 27% 2.5% IRR % PBP (semester) 67. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.a.5% p.250.375 dan modal pinjaman Rp 171. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.811. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.500.000.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.2. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.308. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.747. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.433 1.

4 14% 2. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.C ratio kurang dari satu. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. 61 . sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.710 1.5 16% 2.790.410) 1.8.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1. 16 dan lampiran 17. IRR lebih kecil dari suku bunga. dimana NPV sudah negative. Dan Net B. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2.223. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.

Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 18% 2.627) 1.859.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5 16% 2.4 14% 2.873) 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.954 1. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.ASPEK KEUANGAN b.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58. dimana NPV negative.4 14% 2.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. c.079 1.782.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 63 . IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. dimana NPV negative.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas.1. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. penciptaan kesempatan kerja. Sukses ulangan harian di kelas b. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. pertanian. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Sukses ujian semester c. dan manfaat sosial lainnya. 65 . yaitu : a. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. pemerataan pendapatan masyarakat.BAB VI ASPEK EKONOMI. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. perdagangan dan pengangkutan. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. sebagian besar hasil pendidikan.

Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. SKB. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . BP2NFI. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). PKBM. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit.ASPEK EKONOMI. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Lembaga Pendidikan Keterampilan. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Politeknik. sedangkan untuk LKP. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Balai latihan Kerja. Ternyata.

industri barang-barang dari kayu dll. industri makanan dan minuman. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). 6. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya.25. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan.2.35. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. polusi udara dan pencemaran lingkungan.000 s/d Rp.d. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. industri alat tulis. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s.000. buku-buku. soal-soal). seperti polusi suara (bising). Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. 67 . 200 m2.

SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.1. 7.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.2. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. b.1. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar.1.1. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. 69 . serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. yaitu : a. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.

Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel.3. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK.net. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.1. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. Nilek online dapat di cek di www. 7. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya.1. akuntabel. diantaranya harus transparan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. dan bersedia diaudit oleh pemerintah.infokursus. 7.4. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya.1.5. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Fisika. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 12. 12. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. 9. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. 71 . Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. SMA IPA 11. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. dan SMA IPS 11.

yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar.7. cepat dan tepat. industri alat-alat perkantoran.1. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. 7. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran.6. berkembangnya sekolahsekolah umum. perbaikan sarana transportasi. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. industri furniture. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya.1. usaha computer dan website designer. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup.

Oleh karena 73 .2. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti.1. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar.2. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah.1. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. b. c. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. 7. Faktor-faktor Kritis Internal 7. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. tetapi menyewa. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. karena masalahnya adalah : a. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit.8. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. 77 . misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. organisasi-organisasi masyarakat. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. yayasan kependidikan dan perorangan. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. c. d. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. lembaga-lembaga profesi. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. SMP dan SMA. Lembaga-lembaga bisnis. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. 7. pembinaan.5. b. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. Sekolah-sekolah umum SD. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. e. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel.2.

konsultasi. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. b. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. tanpa dipungut bayaran. BUMN dan perbankan. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. materi belajar yang diberikan. layanan phisikologi. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. fasilitas belajar. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. target program. d. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. b. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . c. Visi.

Kualitas materi-materi pembelajaran.3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. 7. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. c. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Sebaiknya pengajar lulusan PT. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Kualitas pengajar atau tutor. adalah : a. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. b. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. brosur. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. c. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. 79 . Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah.

SMPT). seperti ruangan ber – AC. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. h. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. tersedia ruang diskusi. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. penyajian materi belajar dengan OHP. f. ruang konsultasi. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. g. kantin dsb. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. musholah. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sederhana. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. e.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. i. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. 81 . maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Tetapi dengan catatan. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. Siswa. jangan pasif. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. 5. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. Kesimpulan 1. Ditinjau dari aspek teknis.1. 83 . lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. 3. 2. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. kurikulum. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. 4. yaitu : • Dari segi transportasi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8.

Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan analisa sensitivitas. Net B/C ratio 1.8 %. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.187.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. 7. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. 67.2. 9.306. Berdasarkan analisis aspek keuangan. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).5%.308.8 tahun.8 dan IRR 27%.262.176. 8. pay back period 2. karena pada tingkat discount factor 14. NPV mencapai Rp. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. Pendapatan turun sampai 7% b. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya.433. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. 6.587. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. 10. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup.

2. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. 3. 2. 4. 85 . Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Saran-saran 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 5.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 1976. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 2001 Sulistyowati. Pengantar Evaluasi Proyek. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 2007 Mengajar dengan Sukses. Evi Umar. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. edisi kedua. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Clive dkk Hartanto. Husein 87 . edisi kedua. D Kultur Hia. cetakan ketiga. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan.

detik.com http://www.org http://re-searchengines.primagama.com http://ahmadsudrajat.com http://indonesiaeducate.bimbelgsc.com http://edukasi.multiply.wordpress.gaulislam.com http://aisyahraifa.ppsgms.majalahfranshise.kompas.org Kompas.co.org http://www.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.wordpress.com http://suarapembaca.Teknosgenius.gamaui.com http://www.infokursus.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .wikipedia.tridaya.com http://www.com http://www.banksaudara.com http://www.id http://id.org/waralaba http://snmptn.net http://www.com http://www.com http://www.bimbelplus.com http://bimbel.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

....... 122 91 ..................................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ........... 120 Proyeksi Laba Rugi ....................... Sarana dan Biaya Bimbingan .................................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................ 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .............................................. 110 Rekap jumlah biaya investasi ....... 106 Proyeksi Jumlah Kelas.................... 103 Biaya Pendaftaran................... 114 Rekap biaya operasional .................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ...... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ...... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........................................................................................ 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ...........................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ............................ 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ........ 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ........................................................................................................................................... Fasilitas......................................................................... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ..... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran .........................................

.....................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ..................................... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%. 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .................... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis . 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% .................................. 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ............... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% .................................... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% .......... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% .....................

Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1.

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Menghitung Jumlah Angsuran. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. 2. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. 97 .

Menghitung Net Present Value (NPV). NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. Apabila NPV < 0. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. c. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek.LAMPIRAN 3. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. n = Umur Proyek. b. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Apabila NPV = nol.

Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. 99 . Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. b. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua.

Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Menghitung Net B/C ratio. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek.LAMPIRAN 5. maka proyek layak dilaksanakan. b. Apabila nilai Net B/C > 1. = Nilai benefit-cost ratio. = Net present value positif. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Apabila nilai Net B/C < 1. = Net present value negatif. 6. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. NPV B-C Negatif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif.

Titik Impas (Rp. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. Biaya Tetap.) = n x harga pokok. Titik Impas (Rp. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. a. Hasil Penjualan (Rp.--------------------------Hasil Penjualan. c.) f.X Total Produksi. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .) e. b. Titik Impas (n) = ----------------------------. Titik Impas (Rp. 1 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. d.

½. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. 2. … . Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. 1 ½.. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 1.LAMPIRAN 7. n. 8. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. b. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. n = 0. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam.

Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Intensif Jumlah III SMA 1.

000 750. Reguler 2.000 500.400.000 500.000 1.000 500.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran. Intensif 125.300.000 500.000 III SMA 1.000 900.350. Intensif-1 IPA 3.000 900.400.000 500.000 1.000 1.400. Intensif 125.000 800.000 500. Fasilitas.000 900.000 125.000 125.000 1.000 800.000 850. Reguler 2. Intensif-2 IPS 125.000 1. Reguler 2.300.000 1.000 125.250.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 500.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 125.000 1.

Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 . Reguler Jumlah 2.400.000. Reguler Jumlah 2.600.000 1.600.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.0 3.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 2.000 4.000 3.600.800.0 20 12 4. Intensif-1 IPA Jumlah 3.000 4.000 200. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.0 5.0 15.800.000 13.600.000 200.000 200.400.0 1.0 4.0 6.000 4.0 1.800. Intensif II SMP 1.800. Reguler 2.000 9.000 6 2.000 200.000 8. Intensif III SMA 1.000 30.000 1.000 200.0 4 2.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 8.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Reguler 2.

000.000 125.000.500 10.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175. Lemari g. Ruang kelas c.000 1. Printer c.000.625.000 1.000 500.000 200. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.625.000 2.250.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 10.000 350.625.000 1. Filling cabinet h.000 52.000 500.000 15 175.200.000 200.000 120. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 10. Komputer b.000 1.000 125.625. Ruang guru d.000 2.000 3.000.Telepon/Fax e.500.000 52.000 100.500.000.000 1 15 175. Meja kerja .500. Badan Usaha b.000 4 1 1. Ruang tunggu siswa e.625.000 100.500.000 2.000.000 2.000 4.000 1 2.375.000 250.250.000 1.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000.000 6.000 500. Furniture f.000 1 1 1 300 175.000 350.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 35.000 50.375.000.000 12.000 4.000 2.000 250.500 12.000 15 175.000 100.000 6.000 2 5.000 2.625. Laptop d. NILEK 2 Sewa gedung a.

000.000 5 6.000 Peralatan belajar 616.260.000. Meja guru c.000 37.000. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.800.000 set 1 600.000 - a. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 a.000 600.000 30.000 j.000 1.000 7 200.000 8.750.000 6. White board d.000 30.000 10 375. Kursi tamu unit 4 2.000 154 200.000 6.000 5 Sarana belajar 700.000 84.853.000 5 1.250.500.000 280.i. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 600.000 5 5 7 500.500 15.000 3.600.000 3. Modul belajar b.000 1.160.000 10 15 250.000 10 60.000 1.500.000 5 15 100.400.000.000 160.000 150.000. Kursi belajar siswa b.

250.000 83.500 1.000 64.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.775.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 Penyusutan 0 64.000 5.268.000 102.050.LAMPIRAN Lampiran 8b.000 66.6 Sumber dana investasi a.000 1.000 12.853.000 168.750.400.845.000 Nilai (Rp) 117. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.000 700.4.000 4.5.900.475.450.750.100. Kredit b.000 31.980. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.685.000 50.

000 193.000.000 8.540.000 159.060.000 177.780.335.175.000 5.000 114.890.000 154.000.000 198.540.715.000 6.175.235. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 8.000 3.000.175.000 4.000.000.715.000 8.500.000.000 8.175.000 10.000.175.565.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 5.000 204.000.000.175.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 16.160.000 159.000.000 6.000 189.000 135.000.000 20.Lampiran 9b.000 8.000 228.000 136.000 6.000 10.955.

000 5.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 150.000.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100. Cetak modul c.000 750.500. Staf manajemen c.320.500 100. Leaflet/brosur b.000.000 200.000 10.000 10.000 50.000 20.250.000 1. Surat/fax f.000 62. Direksi b.000.500. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000.160.000 20. ATK b.000 5.000 1. Tryout c.000. Tutor smtr 1 e.000 83.000.000 50. Telepon c.000 5.000 1.000 12.520.000 2.000 2.000 22.000 50.000 3.720. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 10. ATK b. Karyawan d.000 750.000 150.500. Air d.000 50.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Internet g.000 10.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 50.000 200.000. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.500.132.000.000 15.000 4. Listrik e.000 6. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000.000 2.000 3.000 2.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

000 5.000 90.000 375.000.000.000 15.000 1.000 Semester 2 600.000 36.000 3.000 2.000 228.000 2.955.500.000 2.000 3.000.000 135.000.000 10.715.840.160.000 4.000 375.000.000 900.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.200.000 36.000.000.000 4.000 1.000 15.000 1.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 36.000 300.000.000 18.000 900.000 18.000.720.000.000 375.000.000 36.000 300.500.000.000 10.000 135.000 90.000 300.000.000 300.500.000 1.000 4.000.500.500.000 15.000 Semester 2 600.900.000 36.000 67.000 Semester 2 600.000 1.000 1.000.000 8.000 300.000 15.000 5.200.520.500.000 300.000.000.000 300.000 45.000 1.000 300.000.000 375.000.320.000 4.200.000 1.000 4.000 108.000 4.000 900.000 300.000 1.000.000 4.000 300.000 8.000.000 36.000.000 189.000 375.000 115 .000 300.000 300.000 300.000 5.000 900.000 2.000 15.000 300.000 2.000.000.000 198.200.500.000 18.565.080.000.000 193.060.235.000.000 900.000 1.000 900.000.000 4.000.000.000.000 18.000 18.160.000 300.000.960.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 4.000.000 300.000 154.000 300.000.335.000 300.000 18.500.500.000 5.715.000 3.000 15.530.000 375.200.200.920.000 2.

775.423.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.250.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.125 50. Tenor (Bulan) b .271.528 14.375 54.000 168. Modal Investasi Sendiri (30%) b.505 14.114.936.250. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.811.500 79.251.096.000 83. Tenor (Bulan) b .132.500 251. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.036. Kebutuhan Modal Investasi b.5 36 3.5% 1.571.6 29.000 168.132. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Angsuran Pokok Per bulan c.382.a) Flat d. Suku Bunga Pinjaman (p.475. Modal Kerja Sendiri (35%) b.125 83. Angsuran Pokok Per bulan c.000 117.375 171.5% 652.a) Flat d. Suku Bunga Pinjaman (p. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.

115 1.271.602.271.423.115 1.115 1.000 Angs.900.271.423.472 111.271.887.528 3.115 1.715.528 3.271.528 3.028 58.271.528 3.722 81.443.528 3.271.528 3.639 13.115 1.528 3.750 26.528 3.423.271.528 3.271.271.430.423.271.788.528 3.331.361 98.271.423.960.115 1.528 3.874.271.583 6.115 1.775.115 1.528 3.629.528 3.516. Pokok 3.389 42.086.423.271.271.115 1.423. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.986.111 9.159.528 3.528 3.344.115 1. Bunga 1.423.194 78.528 3.806 32.167 16.528 3.423.423.528 3.271.271.423.944 107.702.423.245.271.115 1.423.423.059.125 117 .083 65.972 52.271.528 Total Murni INVESTASI Angs.115 1.271.258.528 3.423.271.271.529.528 3.423.115 1.271.861 39.528 3.814.528 3.271.417 104.917 45.115 1.306 91.615.688.423.231.423.423.115 51.115 1.222 22.271.115 1.115 1.778 88.543.423.115 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.528 3.271.271.271.500 55.611 68.423.115 1.833 94.115 1.528 3.889 101.271.115 1.528 3.528 3.801.528 3.145.056 3.115 1.444 49.528 3.528 3.528 3.115 1.423.528 3.423.694 19.115 1.423.528 3.423.271.115 1.115 1.271.115 1.172.423.000 114.115 1.357.417.528 3.423.423.503.423.271.667 75.115 1.115 1.973.115 1.278 29.423.072.139 71.423.528 117.232.115 1.271.423.115 1.271.271.556 62.333 35.423.423.423.528 3.115 1.423.528 3.250 85.271.271.115 1.775.

251.527.937 652.251.937 652.937 652.937 652.772.505 2.505 2.505 2.036.073 29.251.937 652.557 22.010 2.533.115 47.251.031 11.263.505 2.505 2.063 24.505 2.599 40.251.937 652.251.937 652.021 6.937 652.521.568 27.503.937 15.125 Angs.937 652.505 2.104 42.036.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.509.505 2.269.251.784.251.620 49.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.251.251.937 652.251.251.589 36.754.030.505 2. Pokok 2.024.609 45.937 652.937 652.251.536 13.505 2.526 9.505 54.937 652.275.251.937 652.505 2.251.018.937 652.505 2.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .094 38.505 2.052 20.505 2.006.547 18.515.778.578 31.937 652.670.937 652.251.251.251.937 652.505 2.937 652.125 51.083 33.505 2.516 4.937 652.937 652.937 652.937 652.042 15.251.505 2.281.251.012.766.505 2.505 2.251.251.251.505 2.505 2.505 2.251.251.257.760.505 2. Bunga 652.

528 1.051 100.762 5.051 133.827.195.399 5.271.242.076.523.033 2.115 29.076.894 5.423.076.357.051 105.051 88.033 2.806 3.115 16.033 2.115 32.051 83.718. Bunga 171.531 5.092 5.694 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.902.271.965.051 160.076.076.076.528 1.115 26.125 5.523.033 2.993 5.750 3.076.597 5.528 1.523.271.523.115 0 Total Murni 171.271.543.271.172.523.033 2.115 35.396.033 2.523.523.814.033 2.523.033 2.033 2.076.523.630 5.528 1.076.051 44.523.423.149.523.115 6.051 138.423.583 3.528 1.498 5.076.011.115 22.051 155.523.465 5.076.350.033 2.443.278 3.271.115 19.423.861 5.026 5. Pokok Angs.442.115 9.873.076.033 2.271.051 116.564 5.033 2.696 5.033 2.125 66.076.523.111 3.900.423.528 1.523.076.626.488.051 166.076.051 39.811.076.271.033 2.528 1.051 122.051 72.781.076.051 111.423.076.086.059 5.051 55.523.366 5.423.423.033 2.056 3.523.103.523.033 2.051 144.051 94.076.333 3.423.051 50.528 1.960 5.076.927 5.115 3.639 3.811.076.271.523.033 2.919.051 66.795 5.033 2.033 2.304.523.051 127.523.115 13.167 3.663 5.423.033 2.601 119 .672.523.051 77.580.076.828 5.271.051 61.765.729 5.258.076.528 1.534.986.057.271.033 2.033 2.523.523.528 1.528 1.423.033 2.528 3.033 2.432 5.629.271.423.076.051 149.523.288.715.271.528 1.222 3.

063 54.568 2.000 203.300.LAMPIRAN Lampiran 10c.750.000 388.375 17.500 Jumlah 2 (a+b) 251.125 Angs.600. Pokok 39.125 Outstanding 29.258.000 263.000 135.132.000 219.232. Biaya operasional 1.132.861 3.000 Jumlah a 168.670.333 39.315.500 2.238 7.000 b.565.140. Sewa gedung 64.250.000 3.365.150.235.000 14.400. Investasi 1.333 117.375 51. Bunga 7.528 Total Angs.750. Bunga 17.835.333 39. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.036.000 - 64.750.715.000 154.604.018.000 198.000 388.100.300.235.000 154.000 64.000 2.000 125. Pendaftaran & bimbingan 150.258.065.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .194 42.150.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.715.000 198.000 189.077.085.000 267.271.063 27.077.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b. Modal kerja 83. Lainnya 102.375 17.000 189.382. 1 URAIAN Pendapatan a.000 150.335.000 189.565.500 Surplus/minus -251. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.600.750.529.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87. BOP Jumlah b 83.000 135.000 Angs.251.258.238 15.628.250 Per bulan (Rp) 14.775.000 78.269.000 64.835. Perizinan 1.235.750.077.788.000 203.505 MODAL KERJA Angs.175. Pokok 27.715.585.335.000 64.708 135.018.000 267.382.175.000 -16.

000 106.000 228.000 193.955.600.750.000 180.635.100.000 228.600.000 476.000 300.000 228.713.565.853.000 106.715.077.902.000 294.000 300.600.715.600.375 66.000 228.189.717 56.333 171.000 193.726 AWAL SALDO AKHIR 147.811.955.258.335.000 64.645.600.601 TOTAL ANGSURAN 91.726 147.708 - 238.713.009 56.000 106.485.000 474.000 0 0 0 0 193.366 0 Total Angs.200.000 64.715.613 24.000 300.000 474.955.000 0 0 64.057.750.645.717 56.396 39.276.000 228.000 193.000 193.335.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.715.715.335.200.955.750.200.000 193.000 228.000 300.276.000 293.125 Angs.735.000 245.000 228.781.189.955.524.762 44.912.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.955.850.955.009 91.000 179.000 474.396 66.000 0 0 1. Pokok 66.000 121 .955.613 17. Bunga 24.000 193.600.645.053.465.000 193.524.000 1.912.000 474.715.000 474.000 300.000 193.200.955.200.708 238.715.000 65.

570.287.500 227.000 774.000 83.613 -12.4% 387.902.475.650.893.500 227.613 17.731 37.670.861 159.387 251.500 29.601 900.222.945.861 189.662.697.500 29.6% 27.800.000 83.633 Intensif 14.375 506.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.818.636 201.432.000 422.500.000 422. Penyusutan d.000 121.800.039 23.962.550.9% 20. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .750.411.035.636 80.000 419.108 -45.800.000 24.144.067.000 422.000 774.587. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.172.900.000 3.000 Biaya Variabel 56.394.613 -45.633 Pendapatan Tetap 121.458 Total 178.000 24.000 83.727.750.670.601 2.000 66.150.894 159.670.912.480.4% 496.650.613 399.625.980.000 40.5% 135.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.375 83.050.0% Pendapatan sub program Reguler 132.333.462.912.000 83.860.000 29.279 213.280.697.000 268.625 268.150.077.222.980.980.980.000 147.072.000 655.515.613 523.000 774.399 135.708.927. Biaya operasional b.660.360 765.000 40.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.980.000 1.958.927.613 23.000 506. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.480.

411.000.480.582 162.100 248.734.754.876.000 121.075.337.202.409.000 83.000 Jumlah 37.961.500.028 291.000 220.207 389.480.743 239.306.126.899 206.000 121.207 267.500.250.250.722 88.494 103.000 519.177 59.922 295.750.215.000 271.000 372.386 365.065.405 121.480.480.955.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .899 452.101.170.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.000 103.266 121.734.000 395.784.284.000 602.000 1.857.274.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.000.135 529.405 44.671 221.480.850 314.000 121.480.480.922 212.956 70 30 186.480.243.151.443 236.468.750.000.826.513.304.492 361.354 398.722.931.000.000 561.651.000 505.443 478.963.494 121.784.000 726.028 412.810 147.177 121.000 230.500.618.480.671 337.980.000 126.000 354.378.000 828.127 191.480.386 244.750.135 408.650.170.492 482.142.000 643.564 342.545.325.000 478.287 Biaya variabel 385.000 345.354 177.100 271.314 506.000 Smstr 1 Smstr 2 22.480.810.564 265.509.500.000 319.000 150.889.480.000 1.993.000 121.314 384.810 121.480.443.060.671 767.480.671 459.250.917.483.722 121.949 121.000 437.956 292.582 121.101.693.850 435.266 118.743 318.949 73.000 121.000 173.038 132.392.098.127 425.000 197.094.279 224.468.493.000 685.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.835.000 313.500.038 121.835.417.250.441.759.000 121.495 206.516.480.858.000.

077.000 774.414.375 37.032.475.602.398 174.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 655.000 69.036. Angsuran pokok e.132.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dana sendiri c.272 314.108 572.382.475.500 353.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.800.000 -97.009 -6.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.375 117.000 774.000 655.650.302.009 -97.750.000 79.196.258.250.126 244.775.000 774.650.063.000 353.396 24. Biaya operasional d. NPV dan PBP DF 14.000 387.500) 168.463. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.670.644.9345 -6.276.800.000 54.650.930.333 17.893.500) (251.000 655.750.613 23.613 451.316.000 69.750.000 66. Biaya modal kerja c.125 353.800.382.997 (44.644.280.286.666.287.308.447.602 460.5% PBP (semester) 1 (251.947) 0.475.894 586. Pendapatan b.000 39.382.330.8734 213.894 188.000 251.912.836 212.276.8 tahun 0.106 69.469.949) 0.500 (251.571.8162 256.108 83.117 411.500) 27% 1.500 251.396 24.570. Kredit investasi d.500 290.382.455.483.350.009 359.912.119.883 -14.000 83. Re-Investasi b.660.000 66. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.447 (257.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. B/C ratio.886 251. Kredit modal kerja e.382. Biaya bunga bank f. Biaya investasi a.892 422.8 2.

382. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.650.266.5 2.892 422.036.108 572. Pendapatan b.108 44.852.723.276.500) (251.194 251.000 79.941.000 69.981. Biaya investasi a. Re-Investasi b.500 290.650.883 -74.246.775.132.000 728.500 332.609 (277.000 39.6 tahun 0.571.893.333 17.995.626 204.000 66.670.375 117.000 616.660.500 251.8734 178.912.000 -118.894 586.613 451.500) 168.258. Biaya operasional d.500 332.8162 218.00 251.266.477.266.382.000 83.912.302.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.650.375 37.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.382.125 332.9345 -25.509 -118.316.552 (98.852.106 69.000 69.000 728.000 54.102.930.500 616.330.500 (251.894 141.772 267.312.000 728.312.382.382.5% PBP (semester) 1 (251.405.749.988.396 24.509 -27.245. Kredit investasi d.463.602 460.000. NPV dan PBP DF 14. Angsuran pokok e.117 411.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.751 120.557) 0. Biaya modal kerja c.280.398 67.500) 16% 1.500 387.276.009 359.396 24.382.119.570. Kredit modal kerja e.250.235.312.000 66.405.852.663.223.500 616. Biaya bunga bank f.405.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.710 rupiah 125 .109) 0. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.077. Dana sendiri c.613 23. B/C ratio.

8162 212.750 609.500) 168.247.382.396 24.470) 0.5% PBP (semester) 1 (251.398 49.382. Dana sendiri c.930.009 359.000 54.790.108 37.750 609.478 (107.570.330.000 69.276.382.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.564. Biaya operasional d.261.904 105.650.384.000 39.375 117.000 720.571. Biaya investasi a. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.847.545.399.387. Biaya modal kerja c. Re-Investasi b. B/C ratio.912.731.396 24.250. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.731.650.036.333 17.564. Kredit investasi d.276.894 134.106 69.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.259 -31.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.000 -122. Kredit modal kerja e.405.893.731.000 66.000 69.992) 0.000 83.117 411. NPV dan PBP DF 14.500 720.382.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500 609.538.5 tahun 0.847.912 251.660.602 460.463.8734 173.9345 -29.125 328.383 -84.500 720.522 260.750 328.233.375 37. Pendapatan b.316.132.276.000 79.4 2.775.500 290.894 586.00 251.198.108 572.382.122.382.650.847.119.500) (251. Angsuran pokok e.970 (280.259 -122.387.876 198.500) 14% 1.670.392 422.280.500 328.250 387.155.500 251.841.613 451. Biaya bunga bank f.613 23.500 (251.912.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .258.077.000.000 66.302.564.

036.000 655.028 276.000 655. NPV dan PBP DF 14. Biaya bunga bank f.300 39.276.660.333 17.305.592 460.611 (287. Re-Investasi b.400.125 353.371. Angsuran pokok e.276. Biaya investasi a.500 75.918.000 83.139.500 353. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.475.5% PBP (semester) 1 (251.500 251.800. Biaya modal kerja c.817.806 75.111) 0. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.375 117.131) 0.083 -190.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.405.500.475. B/C ratio.709 -38.709 392.194 144.000 774.688.912.437.965.000 655.000) (102.396 24.079 rupiah 127 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.775.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Kredit modal kerja e. Kredit investasi d.9345 -36.258.382.00 251.077.625.598 -45.886.451.848.382. Biaya operasional d.613 23.108 613.750.428.382.918.000 774.782.500 (102.980 (104.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.710.174.801.200 66.512.917 446.800.000 79.500 75.500) (251.000 102.8162 225.405.000 353.396 24.800.750.382.000) (251.132.382.5 tahun 0.912.709 -232.613 483.918.298. Dana sendiri c.557 353.626 209.893.000 774.300 66.687 120.700 422.408 42.571.475.859.451.344.894 630.323.400.5 2.700 -130.402 498.8734 182.500) 168.250.618.000 54.037.500 316.500) 16% 1.400.750.375 37. Pendapatan b.

5% PBP (semester) 1 (251.382.923.448.000 251. Pendapatan b.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.500 251.125 353.615.000 79.800.000 655.475.549.400.187 353.126 205.009 -42.276.000 66.548.037.800.613 23.894 635.597. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. B/C ratio.276.258.500) (251.251.728 272.106 76.009 -236. Biaya operasional d.660.202.396 24.750. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.250. Kredit investasi d.382. Angsuran pokok e. Biaya modal kerja c.707) 0.000 353.619.000 774.000) (251.132.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .475.000 76. Dana sendiri c.893 110.8734 179.725.400.602 502.382.398 -59.500) 168.024.892 464.000 102.396 24.500 (102.000 39.000 655.051.108 37.036.571.311.894 139.775.883 -198.308.089 (111.893.782.000) (102.615. NPV dan PBP DF 14.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.296 (291.9345 -39.750.4 2.000 66.000 83.117 450.937.059.077. Biaya investasi a.168.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Biaya bunga bank f.475.750.382.615.108 618.796) 0.400.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 655.500) 14% 1.8162 222.000 774.000 76.912.500 353.375 117.375 37.500 319.009 395.502.220.000 -133. Re-Investasi b.5 tahun 0.000 774.800.000 426.912.637.327.333 17. Kredit modal kerja e.613 487.529.000 54.669.112.

894 601.006 71.046.911 135.912.100 39.159) -27.482.500 (251.660.033.727.382.422 278.125 342.6 tahun 0.930 251. Biaya investasi a.900 (119.292 435.000 79. Biaya modal kerja c.258.102 (91.739.717 423.083) 0.046.783 -68.500 751. Kredit investasi d.400.345.00 251.276.036.382.250.375 117.100 66.500 251.500 71.556.798 81.086.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500) 18% 1.9345 (26. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.077.981) 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.909 370.500) (251.750 342. Biaya bunga bank f.775.912.500 342. Kredit modal kerja e.500.870.469.382.739.416.077.376 212.5% PBP (semester) 1 (251. Angsuran pokok e.750 636.197.500 636.010. Biaya operasional d.556.276.583) (277.750 636.350.500 751.857.987.000 54. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500 298.400 66.556.382. B/C ratio.571.382.375 37.208 50.870.8162 227.058.150 399.382.5 2. NPV dan PBP DF 14.077.396 24.000 751.090.613 461.333 17.994 150.108 586.739.396 24.077.000 83.613 23.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16. Pendapatan b. Dana sendiri c.782.545.202 473.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Re-Investasi b.987.944.018.500 71.8734 186.500) 168.015.132.954 rupiah 129 .893.870.988.159) (119.916.

327.991.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58. NPV dan PBP DF 14.336.547.179.660.000 54.572.132.077.5 tahun 0.180.083.891.276.375 117.092 439.072.808.258.912.036.333 17.903.237.382.336.500 301.000 629.808.500) 168.436.800 66.251.000 72.8734 176.520.912.472 266.00 251.276. Kredit investasi d.500) (251. B/C ratio. Pendapatan b.382.209) -34.306 72. Biaya modal kerja c.000 629.613 23.000 339.500) 14% 1.180.000 743.382.269 110.436. Biaya investasi a.700.000 79.500 251.628) (284.500 339.554.520. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500 (251.396 24.808.894 606.991) 0.571.137 (107.396 24.375 37.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.402 477.613 465.250. Dana sendiri c. Biaya operasional d.126 202.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.4 2.000.800 39.278 251.520. Biaya bunga bank f.694 137.598 50.392.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.775.570.929.965.200 (126.917 426.798.382.108 590.000 629.125 339.382. Kredit modal kerja e.336.9345 (32. Re-Investasi b.908 38.209 374.000 83.200 66.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% PBP (semester) 1 (251.382.128) 0.8162 217. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.200 403.436.000 743.893.209) (126.083 -87.000 72.576.516. Angsuran pokok e.000 743.009.590.

079 15.44 TIDAK LAYAK 3.0% 14.0% 1.873) 14% 1.54 LAYAK 4.0% 100.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .0% 16.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.954 17.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.859.6% 1.0% (968.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.873) 14% 1. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.0% (58.410) 16% 1.782.0% (58.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.0% 5.602.782.223.54 LAYAK 4.0% 14.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.790.5% 67.0% 14% 1.627) 16.954 18% 1.308.710 (2.Lampiran 21.7% 1.

0700 1..0% 1.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.5% 4 1 14.070046728 1. 2 .8162 0. 2 . n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% smtr 2 2 1 14.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.8734 0. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.5% 114.3110 1 0.2252 1.1450 1..LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.9345 0.5% 114.0000 1.5% 1.5% 114.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% 114.070046728 1.070046728 1.0700 1.

7128 0.145 1.070046728 1.508127344 133 .5% smtr 2 6 1 0.145 1.145 1.718786551 1.5% 114.145 1.070046728 1.622559402 0.6662 0.581805809 0.6063 1.070046728 1.070046728 1.070046728 1.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 1.839181925 1.543720002 0.145 8 1 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.070046728 1.145 10 1 0. 2 … n = = 0 14.5011 1.4029 1.9680106 0.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful