Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Dari sisi pembiayaan. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Di sisi lain. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model).id. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Namun demikian. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. maupun kendala non teknis. baik karena kendala teknis.bi. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i .KATA PENGANTAR Usaha Mikro. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. Sampai saat ini. Sehubungan dengan hal tersebut.go. UMKM masih memiliki kendala. Dari sisi pengembangan usaha. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik.

7794 Fax.Direktorat Kredit.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.8922 atau 381. M. (021) 351.2 Jakarta Pusat Telp. (021) 381. Thamrin No.H. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jakarta.

Intensif. Sub Program a.5% efektif/menurun Semester Rp.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. kelas 4. Modal kerja 5 Perkreditan a. Investasi b.5.Strata SMP. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Sub Program a. Program Bimbingan Belajar .500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .065. kelas 7. Sumber dana b.8. Jenis kredit c.132. Reguler.Strata SD.149. Suku bunga per tahun f. Plafon kredit d. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.000 Rp. Umur proyek b.6.168. Jangka waktu kredit e.250. Reguler. kelas 6.83. target siswa 144 orang b.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. target siswa 60 orang .

Uang pendaftaran Rp.Tahun 2 .750 Rp.Rata-rata/semester . target siswa 24 orang b.Kelas 12 IPA.378. Profit margin . target siswa 36 orang . Biaya Bimbingan Rp.Rata rata/bulan g.063. kelas 10.9% 20.54.000/siswa b.378. kelas 9.No Unsur Pembiayaan Uraian b.4% Rp.Kelas 12 IPS.6% 23.9.250.000 s/d Rp.000 per siswa per semester f.Sub program Reguler .Rata-rata/tahun . Intensif : .125. Reguler.1.Tahun 1 .11.750 Rp. Reguler b. Jangka waktu bimbingan per sub program a. BEP -12. target siswa 16 orang c.1. Surplus pendapatan . Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.Total 5 tahun h.Sub Program intensif d. Sumber pendapatan usaha a. Intensif.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .54.400. target siswa 24 orang .Strata SMA. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek . Sub Program a.

176 Rp. Biaya operasional c.261.8 tahun Layak dilaksanakan v .5% .308.Net B/C ratio pd DF 14. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.580 .433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.IRR Rp. Penerimaan b.PBP .8 .No Unsur Pembiayaan .2.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.Menurut nilai Rp . Kriteria kelayakan .306.5% 1.Menurut Siswa .187.NPV pd DF 14.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a. 67. 2. masing-masing 4%.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.................................................................... 4................2................... RINGKASAN ...................1...................................................... Aspek Pasar .........1......... Program Bimbingan ......2......... 4........1.................................................4................ DAFTAR ISI .............................. 2............................................................................................ 4....... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba .. Staf Pengajar ... 3...............................................2................. Prasarana . Aspek Pemasaran .............. 4.....................3...........2................................................... 4... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................. Pembiayaan Bank ...................................................................2.. BAB I BAB II PENDAHULUAN ............... Lokasi Usaha ................................................1................................... DAFTAR GAMBAR ................ DAFTAR TABEL ..................... 2................. Jalur Pemasaran ......2...........................2... 3........................................................ Biaya Bimbingan ... Profil Usaha .................................................................................1...... Pola Pembiayaan ................ 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ................................ Sarana ...............4.............. Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3........... 4...........2.........1.................................4..................................................................................... 2.................................................... Perizinan .........4............ 3....2...............2................. BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4.....3............................. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ..

............ Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ................ 7........2.................3............... Aspek Ekonomi dan Sosial .............. Dampak Lingkungan ......................6 Kaitan dengan usaha lain ..8 Pembiayaan oleh perbankan ..1..................7 Persaingan ............................................................... 7.....5....... 5...1 Faktor-faktor Eksternal .......... 5.. 5....... 5.................1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ..... Proyeksi Laba/Rugi ...................... 7.........1 Pendapatan masyarakat ...........2 Anggaran pendidikan .....BAB V ASPEK KEUANGAN 5..7......... 7........ 5... 7.................... Biaya Operasional ......... 7................ 7. 5......... 5................................. 6..................... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6............................ 5........ Komponen dan Struktur Biaya ..................................................... 7........ 7......................2........1................2................3...1.. BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7................................ Biaya Investasi ............. Produksi dan Pendapatan Usaha ...................................... Analisis Sensitivitas ............. Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ............................................ BAB VI ASPEK EKONOMI.........................2...............3............................................................................................................ Analisa Break Even Point (BEP) .... 5........4 Peraturan pemerintah .....1............................................................1.......... 7.............1..4.............. 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ......6....... 7......3 Kebijakan pemerintah ..........2 Faktor-faktor Internal ........ Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .1.......2.....1...1.......................................1............................8.........2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .......1...............5 Kesenjangan meraih pendidikan ....................

.....................1..............................................................................................2.................................................. Gambar 4 Grafik BEP ......................................................................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ............ DAFTAR PUSTAKA ....................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ........................................................................3 7......................................2.........................................7............................................................4 Kemitraan .2........... Kesimpulan ........ 7............................................... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8...............................................2........... 7....................5 Pemasaran ...................... DAFTAR WEBSITE .. 8..... DAFTAR LAMPIRAN ............. Hal 11 17 24 58 ix .........................................3 Kualitas pengelola dan manajemen ................................................. Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ........... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ................................... Saran .......

.................................. Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ..................................................................................................................................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ............................................... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ............................................... 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ............................................ 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ............................ tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .......DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi............ 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ............... 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ....... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........................ 55 Data untuk perhitungan BEP .................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ..................... 12 Biaya jasa bimbingan .................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................................................... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ............ 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester .............................

Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. standar kompetensi. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). keterampilan. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Pada awal pendirian di tahun 1970-an.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. bekerja mencari nafkah.

Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal.3. R = rational) . Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. A = applicable.8. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia.6 juta. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.1 juta. dan Menyenangkan. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Rp. intensif dan private. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online.5 juta dan Rp. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class.com). Asyik. M = mind. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). SMP dan SMA secara regular. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4.

Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Bimbel Primagama. 4. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. 3. 2. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Menurut Bayu Sapta Hari (detik.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Sony Sugema College dan lain-lain. 3 . Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Super Bimbel GSC. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Kemampuan guru yang terbatas. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. antara lain Bimbel Teknos Genius. Bimbel Gama UI. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah.

4.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.89 9.26 17.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.18 1. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. 6. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.18 7 0. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK.50 2 0. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya. 5.96 1.67 18.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan informasi multimedia.06 1. 3.09 0. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. 2.62 Jumlah 1 2 % 0.kecil.

135 % 0.26 2.8%.82 100 10.23 0. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.70 0. Jambi 11.76 1.96%. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. 9.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1. Sumatera Selatan 12.79 1.09 7.94 3.16%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga). Kalimantan Tengah 15.34 4. Kepulauan Riau (87 lembaga).67 0. Kalimantan Selatan 16. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.61 3. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.09 0.net. Lampung 13.info kursus. sisanya 20.50 0. 8. Lampung (54 lembaga). 5 .50 1. Kalimantan Barat 14.70 0.32 9.35 1.09 1.09 0.

diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.07 20.76 20.207 lembaga (83. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.32 17. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14. yaitu Jabodetabek.info kursus.56 1. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .net.22 9. 11.35%) telah memiliki izin operasi.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.45% dari jumlah seluruh Indonesia.22 7.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. Sisanya 10.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. kota depok dan kota Bekasi.54% lembaga belum memiliki izin.12 1. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.73 100.

13%.88%. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.863 siswa-siswi atau 70. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT).362 lembaga. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. 7 . namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. yaitu 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Ekonomi. Sosiologi. sikap dan siasat kognitif. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. keterampilan intelek. Bhs Indonesia. Kimia. IPA. Geografi. keterampilan motorik. Fisika. bhs Inggeris. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. Biologi. Kimia. Biologi. Bhs Indonesia. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Bhs Inggeris Matematika. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Indonesia. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Matematika. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. IPA. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. 4. Bhs Inggeris. PPKn Matematika. Biologi. Dimyati dan Mudjiono (2006). Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . IPS Matematika.1. bhs Inggeris. Fisika.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. IPA. Fisika. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. PPKn Matematika. Biologi. Bhs Inggeris. PPKn. Fisika.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang.1.2. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD.2. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. Pola Pembiayaan 2. menjelang UN 2010. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. Berdasarkan penelitian. laba = untung”. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli.

yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. 2. Pada tahun 1970. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. berkembang sistem pembelian lisensi plus. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. sistim. nama. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. yaitu : 1. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. 42 tahun 2007 tentang waralaba. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

44 tahun 1997. 4. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 3. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 5. 3. 16 tahun 1997. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. pelatihan personalia. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. UU No. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. Peraturan Pemerintah RI No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. mendirikan 15 . 6. 7. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 2. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. yaitu : 1. 2. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum.

Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. promosi dan supply produk. 4. 6. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. 7. bergantung pada jenis waralaba. Bimbel Teknos. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. 5. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Pewaralaba melakukan pelatihan.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Menurut Amir Karamoy. Saint Anna Education Centre (SAEC). TutorNet. Bimbel Primagama. Bimbel Gama UI dll. Sinotif. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies.

Kav B-4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. (0274) 520418. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. 17 . Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Yogyakarta Tlp. Jl HT Rasuna Said. yaitu Remedial. Diponegoro 89. Alamat : Graha Primagama Jl. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Wisma Kodel Lt 7.

paket soal latihan dan lembar jawab computer. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal.000 untuk lima tahun. Pelayanan kepada siswa seperti modul. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. semester. UM-UGM dll secara berkala. yang secara terminologi berarti cerdas. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . • Membayar biaya survey Rp.150. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. UN. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan.000.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. SPMB. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. UAS. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. SPSB. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar.

Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Klender Jakarta Timur 13470. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. 19 . Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. 16-18. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. majalah. Jl I Gusti Ngurah Rai. ruang administrasi. ruang pengajar. surat khabar. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. 2. untuk luar Jakarta 5 km. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990.

11 – 12 IPA. 11 – 12 IPS. SD kelas 1 s.d. patent. • Gedung milik sendiri atau sewa. penanaman motivasi berprestasi. fasilitas multimedia. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal.100 juta dan royalty fee. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. whiteboard. TV. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SMP kelas 7. Konsep Pengajaran . dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). meja kursi untuk kantor dan pendidikan.8.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. brosur. ATK. Fax. AC. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. billboard. konsultasi pemilihan jurusan. dan SMA kelas 10.9. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. telepon. pembinaan mental. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. 6. trademark.

• Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income.5% 15% 20% Investor 50% 87.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor.5% 85% 80% Keterangan : . Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.

sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Rapat-rapat (Divisi.2. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. 2. Raker Tahunan. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. kredit kepada pensiunan dsb. Diklat. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. suku bunga. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Dilihat dari golongan nasabah. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. yang memiliki skim tersendiri. Demikian pula persyaratan kredit. Koordinator. Pleno cabang. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan.2. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif.

Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Ketentuan kredit Bank BRI a. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. bukan atas nama yayasan. 23 . Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel.

Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit.

500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6.500 juta s/d Rp. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Lebih dari Rp. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. yaitu : a.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Lebih Rp. sebagai berikut : 1. Sertifikat tanah 7. s/d Rp. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 .2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. b. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.

meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. c. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. minimal Rp.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.25%.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. Suku bunga.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.350. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).12. Meterai Rp.

27 . Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. 2003). Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. dijual lagi atau dikembalikan. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input.1. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. Dalam analisa mengenai aspek pasar.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. kemudian bahan pembantu atau penolong. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. dicicipi atau disentuh. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Kenyataan demikian ini. karena sifat dari produk jasa tersebut. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. tenaga kerja dan modal. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan.

yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Pada sistem kelas reguler. 11. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi.d. SMP dan SMA. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .d. 9 dan kelas 12.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. yaitu : 29 . Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. minuman dan waralaba ritel. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Menurut Tempo Interaktif. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). meskipun banyak juga yang tutup. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya.

f. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. SMP dan SMA. mula-mula di daerah perkotaan. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. d. jenjang kelas dan program pembelajaran. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Adanya prestise. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . e. Aspek Pemasaran 3. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat.2. b. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. c.1. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. kemudian meluas ke desadesa. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar.2.

Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 2.2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.950.800.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100. leaflet. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000 – 2.650. yaitu pada awal dan akhir tahun.000 2.000 – 2.000.500. website dan try out serta open house. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 4.700.000 125. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. iklan di media cetak. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 : 2.500.750.000 – 2.000 3.000 4 150. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 – 4.650.500.650.000 2.000 --- --- --- 2. spanduk.950.000 2.000 – 3. misalnya SD kelas 6.950.000.000 – 2. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 No 1 2.650. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .000 2.450.500.000 Sumber : data primer 3.000 2 3 100.2.500.000 4.500.000 2.000 2.000 3.500.500.000.000 2.

Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. para praktisi pendidikan yang mencari info. dan para guru. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Telkom dan lain-lain. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Indosat. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban.5 juta untuk sekali try out. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. sehingga pelaksanaannya lebih lancar.

input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. 33 . Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. SMP dan SMA. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif.1. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. kurikulum. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi.

Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku.2. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. pelaksanaan. Mendiknas tahun 2010) : a. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. c. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. e. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. menyerasikan. f. Mengarahkan. b.

Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. d. meskipun sudah ada Perda No. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. 3. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Pas foto ukuran 4 x 6. 1 lembar bagi setiap kursus 35 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. u. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. 2.p. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. c. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. b. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. yaitu : a. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota.

Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 6. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. KTP penanggung jawab kursus 3. Foto copy izin kursus yang lama 6. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Program belajar. 4. Daftar perkembangan warga belajar 5. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Perusahaan Perorangan (CV). kurikulum dan tata tertib kursus 13. adalah : 1. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Pas foto ukuran 4 x 6. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. hak pakai. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Koperasi dan Yayasan. Denah lokasi 14. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10.

mulai tahun 2009. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b.195/E/ KK/2009. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Di kota Bogor. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Kursus Wirausaha Kota (KWK). disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. yaitu. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. Kursus Wirausaha Desa (KWD). untuk tahap I selama 6 bulan. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).

Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Dari uraian diatas. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. teguran tertulis. April. atau pencabutan izin kursus. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. Mei dan Juni setiap tahun. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. 4. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. masa persiapan belajar (pengenalan). Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa.3. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF.

tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. c. diagnostic dan penempatan kelas. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. c. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada).modul dan materi belajar. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. potensi bakat dan kecerdasan. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. kemampuan menyerap materi pembelajaran. b. yaitu : a. b. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. meliputi jadwal belajar. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. Setelah orientasi. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Misalnya program privat. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. 39 .

ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.1.8 SMP dan kelas 10. potensi kecerdasan maupun psikologis.5 SD. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. kursi siswa. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. white board dan meja guru. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko.4. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). 4. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. kelas 7. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.4. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini.4.

soal latihan. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar.4. 41 . Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. suplemen dan evaluasi belajar.2. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional.

IPA. . Sejarah. Bhs Ind. Reguler 2. 3. 11 12 Matematika. Bhs Inggeris. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. IPA. Reguler 2. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Kimia. Intensif II SMP 1. Bhs Inggeris Matematika.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Reguler 2. Sosiologi 7. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Fisika. Bhs Inggeris. Fisika. Ekonomi/Akuntansi.4. Biologi. Matematika.8 9 Matematika. Geografi.. Biologi. IPSKimia. Intensif-1 IPA 10. Bhs Ind.5 6 Matematika. Bhs Ind. Intensif III SMA 1. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. Kimia. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Fisika. IPA. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Ingeris.

Lembaga Bimbel bukan waralaba. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Bhs Inggris.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Pelatihan meliputi : a.3. UI dan sebagainya. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.4. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. b. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. honor. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. UN dan SMPTN.75 jurusan MIPA. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN.Ekon. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. min. Sos. IPK 2. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. kemudian melatihnya 43 .

1. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp.35.4 juta. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.000 per sessi. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.5 juta per bulan. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.250. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .350. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.1 juta sampai Rp.000 – Rp.25. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.000 per minggu atau per bulan antara Rp. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.000 sampai Rp.42 siswa per tutor.

lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Jaminan. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Program Intensif (UN. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Biasanya 45 . Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Program Kemitraan. dll. Program Super Intensif (masuk PTN). Misalnya Program Special Class. Program Special Class. Program Intensif (UN. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Program Khusus. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Pendamping Belajar Siswa. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang.1. SMPTN). Program Privat.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Standard Class. Selain jumlah siswa per kelas. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Executive Class. SMPTN). 2.

bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. 2. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. yaitu semester I. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. 4. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pada bulan Desember – Mei menjelang UN.

Tujuan adalah lulus ujian akhir. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Terdiri dari tiga Sub Program.Mei. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. • Sub Program Intensif 2. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Untuk mengukur produk usaha bimbel. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. untuk siswa IPS. 5. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. • Sub Program Intensif 1. untuk kelas 12 IPA. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan.2. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester.

ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif-1 IPA 3. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Reguler 2. Reguler 2. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. dan nama atau merek lembaga Bimbel. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif Jumlah III SMA 1.

000 Bimbingan 750.000 1. Reguler 2. Alasannya adalah : a.000 1. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. Reguler 2. Intensif 1. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 900.000 800.400.000 49 .300.000 1.000 Jumlah 1.250. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 500. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. Intensif 1.000 850.000 1.000 1. b.000 800.000 500.000 500. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.400.000 500.000 500. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Intensif-1 IPA 3. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.000 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.000 900.300.000 500.400.000 900. Reguler 2. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.350. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.

50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. b. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. seperti pada tabel berikut. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. per semester.125.000 per siswa.500.000. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. Uang pendaftaran. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. sebesar Rp. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a.

Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.3.000 62.400.800.000 44.550.3.100.000 0 23.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 150.200.000 209.175.400.000 0 99.000.100.000 0 68.000 34.275. Reguler 2.000.400.200.000.000 300.000 88.000 62.000 59.000 68.000 Smtr 2 180.000. sewa gedung.000 31.400.000.000 26.000 0 35. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .200.000 Sumber : lampiran 5 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.000 Smtr 1 165. Reguler 2.000 31.000 13.000.000.000 31.000 268.000.000 0 22.600.200.000 267.400.200.000 474.500.000.600.000 115.500.675.600.1. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor. fasilitas dan sarana belajar.000.000 90.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 15. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.950.600.300. Intensif Jumlah III SMA 1.000 No Strata I SD 0 11.125.475. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000 34.800.000 39.200.200.000 29.000 0 35.000 88.000 17.200.400.000 0 34. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.200.725.000 0 11.000 34. Intensif Jumlah II SMP 1.000 17.000 203.500.500.000 68.000 53.000. Intensif-1 IPA 3. Komponen dan Sruktur Biaya 5. Reguler 2.200.500.000 34.000 88.000 386.100.000 119.000 0 68.200.000 34.000 Tahun 2 Smtr 2 150.400.400. peralatan belajar.200.000 0 198. peralatan kantor.000 0 165.

ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 4.000 0 83.000 0 0 1. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.100.853.500 1.000 64. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.750. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.000 12.450.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .900.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.250. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.500 0 0 1.845.980.000 0 168.050. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi. Nilai (Rp) 1. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.000 68. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.024.000 31.000 700.685.750.000 5.722. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.

000 193.175. 91.000 136.000.3.000 10. biaya tenaga kerja.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.992.500.000 Smtr 2 8.175.000 10.060.000 Smtr 2 8.565.000 5.000.175. 77.000 20.000 177.500 dimana sekitar Rp. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 6.000.000.2. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 159.000.235.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000 5.000 4.000 3.000 189.500.715.000 198.175.462.000 135.175.000 154.000 204.000.000.000 8.955.000 6.000 228.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.540. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 . Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 5.000. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000.175. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.890.540.000. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.4. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.000 159.000. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.160.000 6. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.715.335.000 Smtr 2 8.000 16.780. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.

ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.601 Jumlah 91.912.726 5. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .276. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.396 39.811.125 Bunga 24.5. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.258.613 17. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.335.708 238.375 66.5% per tahun. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.189.613 24. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.396 66.189.077. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.000 56.333 171. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.713. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.000 91.902.912.276. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.

laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.394. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.073.336. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.897 759.145. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.613 89.2% semester 2. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.613 135.731 227. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.411.744 12. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.397 1.5% 29.696.4% 23.927.9% 20. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.2% untuk semester 1 dan 18.073.500 227.4% 29.0%.697.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.927. Baru pada semester 2 tahun-2.637.697.6% 27. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.279 213.0% 55 . Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.500 759.397 531.118.666 303.

392.949 265.754.ASPEK KEUANGAN 5.931.142. seperti jumlah siswa peserta.000 319.750.494 103.922 354.207 292.734.759.386 342.743 395.480.405 212.734.958.000.6.587.000.500.750.038 121.000 126.101.722.000 103.035.550.417. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.266 118.000 345.279 224.500.000 189.177 121.100 313.000 Biaya Variabel Total No 56.306.075.922 271.480.000 150.708.917. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.722 Intensif 14.633 121.861 121.411.650.949 121.000 220.050. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.564 437.170.101.443.564 318.458 201.483.000 29.480.067.038 132. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.386 478.250.858.202.000 59.274.480. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP. 2003).480.743 295.963. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.515.494 121. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.722 121. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.000 88.480.636 178.279 271.207 365.100 248.000 173.000 73.458 230.000 197.378.633 186.000 44.177 239.509.405 121.750. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.480.826.861 159.325.250.000 Tetap 147.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .480.000 244.693.480. biaya tetap.636 80.266 121.

126.956 529.492 459.000.151. 57 .671 643.127 121.857.899 206.000 505.889. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.443 121.480.582 121.314 726.545. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.671 435.784.409.961.618.500.835.028 561.000 361.060.993.784.337.000 384.000 519.250. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.810.000 408.492 685.582 162.000 337.810 121.468.443 236.135 506.441.651.000 398.513.899 121.127 191.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.480.000 291.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1). biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.000 452. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).468.810 147.314 482.671 121.284.000.750.480. pendapatan (lampiran 5).354 121.493.135 767.500.028 389.671 221.098.243.000 425.480.876.850 602.304.354 177. sebagaimana terlihat gambar 5.850 412.480.835. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.480.000 531.000 267.250.000 314.065.480.000 478. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.

ASPEK KEUANGAN Juta Rp.176. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).261. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.306.261.306.176 (sumbu vertical). Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.

seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. Berdasarkan data pada lampiran 1. dengan tahun penyusutan yang bervariasi.250 juta. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. 5. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya.7. dimana investasi dimulai pada tahun-0. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan.antara 1 – 5 tahun. Jumlah investasi tetap : Rp. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). Jika terjadi keadaan sebaliknya. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. 59 . BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. 168. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung.

308. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.79.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.125 dengan bunga pinjaman 14.5% IRR % PBP (semester) 67.5% p.000 dan biaya modal kerja Rp 83. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.45 27% 2. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV). Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.375 dan modal pinjaman Rp 171.000.811.571.2. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.132.433 1.250.500. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.a.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.747. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.

Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. 16 dan lampiran 17. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2.C ratio kurang dari satu.790. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. IRR lebih kecil dari suku bunga.223.4 14% 2. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 61 .410) 1.710 1. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. Dan Net B. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.5 16% 2. dimana NPV sudah negative.8.

873) 1.4 14% 2.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.079 1.5 16% 2.627) 1. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5 18% 2.4 14% 2. c. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.782.859.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.954 1.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.ASPEK KEUANGAN b. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dimana NPV negative.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.

Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. 63 . dimana NPV negative. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Sukses ulangan harian di kelas b. 65 . pemerataan pendapatan masyarakat. perdagangan dan pengangkutan.BAB VI ASPEK EKONOMI. yaitu : a. sebagian besar hasil pendidikan. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. pertanian. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya.1. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. Sukses ujian semester c. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). penciptaan kesempatan kerja.

Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. sedangkan untuk LKP. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Ternyata. BP2NFI. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. PKBM. Politeknik. Lembaga Pendidikan Keterampilan. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa.ASPEK EKONOMI. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Balai latihan Kerja. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. SKB. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. 67 . Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. industri makanan dan minuman. polusi udara dan pencemaran lingkungan. seperti polusi suara (bising). 6. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan.25. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. buku-buku. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s.000. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.000 s/d Rp. industri barang-barang dari kayu dll. 200 m2. industri alat tulis.d.35. soal-soal).2. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp.

Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut.ASPEK EKONOMI. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk.

pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. yaitu : a. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel.1. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.1. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. b. 7.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah.1. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya.1. 69 .2.

net.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.infokursus. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. 7. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Nilek online dapat di cek di www. 7. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).4. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.3. akuntabel. diantaranya harus transparan. dan bersedia diaudit oleh pemerintah.1.1. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel.

sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. 12.5. 71 . Fisika. SMA IPA 11. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b.1. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. 12. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. 9. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dan SMA IPS 11. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8.

6. perbaikan sarana transportasi.1.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. berkembangnya sekolahsekolah umum. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. cepat dan tepat. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. usaha computer dan website designer. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya.7. industri alat-alat perkantoran. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. 7. industri furniture. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah.1. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

1. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Oleh karena 73 . Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. tetapi menyewa. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. karena masalahnya adalah : a. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. b. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7.2. 7.2. Faktor-faktor Kritis Internal 7. c.1. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola.8. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. d. Lembaga-lembaga bisnis. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. SMP dan SMA. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. Sekolah-sekolah umum SD. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. pembinaan. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. lembaga-lembaga profesi.2. 7. yayasan kependidikan dan perorangan. 77 .5. e. b. organisasi-organisasi masyarakat.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. materi belajar yang diberikan. d. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. tanpa dipungut bayaran. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. BUMN dan perbankan. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. konsultasi. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. target program. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. layanan phisikologi. b. Visi. b. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. c. fasilitas belajar. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat.

Sebaiknya pengajar lulusan PT. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet.3. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. 7. brosur. Kualitas pengajar atau tutor. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. adalah : a. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Kualitas materi-materi pembelajaran. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. b. c. c. 79 . Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa.

h. musholah. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. penyajian materi belajar dengan OHP. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. e.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. f. SMPT). tersedia ruang diskusi. sederhana. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. g. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. kantin dsb. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. seperti ruangan ber – AC. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. ruang konsultasi. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. 81 . jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. Tetapi dengan catatan. Siswa. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. jangan pasif. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. i. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. Kesimpulan 1. 3. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. 4. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. 2. 5.1. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 83 . lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Ditinjau dari aspek teknis. kurikulum. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. yaitu : • Dari segi transportasi. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8.

6. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. 8. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru.587. 9. pay back period 2.2.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Net B/C ratio 1. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 67.433. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. 7. NPV mencapai Rp. Berdasarkan analisa sensitivitas. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK.308. karena pada tingkat discount factor 14.5%. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. 10.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.262. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.176. Berdasarkan analisis aspek keuangan. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. Pendapatan turun sampai 7% b.8 tahun.8 %.8 dan IRR 27%. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.306.187.

meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 85 . Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 3. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. 5. Saran-saran 1. 2. 4.2. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Evi Umar. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. cetakan ketiga. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 2001 Sulistyowati. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. Clive dkk Hartanto. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2007 Mengajar dengan Sukses. edisi kedua. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Pengantar Evaluasi Proyek. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 1976. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. edisi kedua. 2003 Belajar dan Pembelajaran. D Kultur Hia. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Husein 87 .

detik.id http://id.com http://ahmadsudrajat.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .com http://www.gaulislam.wikipedia.infokursus.com http://www.bimbelgsc.Teknosgenius.net http://www.wordpress.com http://suarapembaca.com http://indonesiaeducate.tridaya.com http://bimbel.com http://www.ppsgms.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.com http://www.com http://www.com http://www.org http://www.majalahfranshise.com http://edukasi.multiply.org Kompas.gamaui.org http://re-searchengines.banksaudara.wordpress.org/waralaba http://snmptn.com http://aisyahraifa.bimbelplus.com http://www.kompas.primagama.co.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

..................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................. 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ................................... 114 Rekap biaya operasional ... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel .............................. 106 Proyeksi Jumlah Kelas........................................................ 110 Rekap jumlah biaya investasi ............................. Fasilitas.................. 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ................................. 120 Proyeksi Laba Rugi ..........................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ..... 103 Biaya Pendaftaran.............................. 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ............................................................. 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ............. 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ........................................... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ...................... Sarana dan Biaya Bimbingan ....... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan . 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel .................................................... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ....................................... 122 91 ..........................................................................................................................

... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% . 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .. 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%......... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% .......Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ................................................................................................................ 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% .... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ....... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis .......................................... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ........................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

2. Menghitung Jumlah Angsuran. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 97 . Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga.

Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial.LAMPIRAN 3. Apabila NPV < 0. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. b. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. Apabila NPV = nol. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . c. Menghitung Net Present Value (NPV). tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. n = Umur Proyek. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a.

Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. 99 . sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. b. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Menghitung Internal Rate of Return (IRR).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4.

Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. maka proyek layak dilaksanakan. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). 6. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. = Net present value positif. = Nilai benefit-cost ratio. Apabila nilai Net B/C < 1. = Net present value negatif. NPV B-C Negatif. Apabila nilai Net B/C > 1. b.LAMPIRAN 5. Menghitung Net B/C ratio. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.

Titik Impas (n) = ----------------------------. d. Titik Impas (Rp. Titik Impas (Rp. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. Hasil Penjualan (Rp. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Biaya Tetap. c. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.) f.--------------------------Hasil Penjualan. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp.) = n x harga pokok. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Titik Impas (Rp. b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. 1 .X Total Produksi.) e. a.

LAMPIRAN 7. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. … . Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. 1 ½. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. b. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .. n. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. ½. 2. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. n = 0. 8. 1.

499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Reguler 2. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif Jumlah II SMP 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.

000 850.000 1.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 800.000 1. Reguler 2.350. Intensif 125.400.000 1.000 125. Intensif-2 IPS 125.000 900. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 125.000 1.250.000 125.000 900.000 500.000 1.000 900.300.000 1.000 III SMA 1.000 125. Intensif-1 IPA 3.000 500. Reguler 2.000 800.300.400. Intensif 125.400.000 500.000 500.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 500.000 500. Reguler 2. Fasilitas.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 500.000 750.000 1.

000 4.0 5.000 9.600.800.000 3.000 4.000 6 2.000 30. Reguler 2.800.000 1.000 200.400.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 200.000 13.000 1.000 2. Intensif-1 IPA Jumlah 3. Reguler Jumlah 2. Intensif II SMP 1.800.0 1. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .000 8.600. Intensif III SMA 1.0 4 2.0 20 12 4. Reguler Jumlah 2.0 6.400.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.000 200.800.0 15.0 1.600.0 3. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.600.000 4.000.000 200.000 200.000 8.0 4.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPA 3.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Reguler 2.

625. Ruang guru d.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.500 12. Laptop d.000 1.000.500 10.625.500.000 500.000 10.000.000 2.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 1 15 175.000 4 1 1.000.000 100.500.000 15 175.375.000 1 1 1 300 175.000 500.000 52.000 1 2.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175. Printer c.000 2.200.000 1.625.000 6.000 2.000 125.Telepon/Fax e.250.000 1.000 350.000 250.000.000.500.000 50.000 4.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a. NILEK 2 Sewa gedung a.000 12.000 120.000 1.625.000 1.375.000 200.000 2.000 35.000 3.500.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2. Badan Usaha b.000 500.000 15 175.000 4.000.625. Komputer b.000 2.000 2.000 52.000 100. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a. Meja kerja . Ruang tunggu siswa e.000. Ruang kelas c.000 350.625.000 10.250.000 100. Filling cabinet h.000 250.000 2 5. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 6.000 125. Furniture f.000.000 200. Lemari g.

000 5 Sarana belajar 700.000 1.000 8.000 84.000 set 1 600. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000.000 Peralatan belajar 616.000 5 15 100. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 - a.000 7 200.000 j.i.000 3. Kursi tamu unit 4 2.500 15.000 6.000 37.000.000 5 5 7 500.000 150.000.000 10 60. Modul belajar b.500.500.000.000 a.800.000 1.000 600.260.000.000 1.160.000 160.000 280. Meja guru c.000 30.000 10 375.000 5 1.600.750.000 3.400.000 154 200.000 5 6. Kursi belajar siswa b.000 30. White board d.000 600.000 10 15 250.853. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.250.000 6.

000 102.475.LAMPIRAN Lampiran 8b. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.000 31.000 5.845.500 1.6 Sumber dana investasi a.000 66.750.000 83. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.000 Nilai (Rp) 117.000 12. Kredit b.000 4.050.250.000 168.900.750.400.000 50.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5.000 Penyusutan 0 64.100.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.4.450.000 1.685.268.853.000 700.000 64.775.980.

000 20.715.000 6.000 10.335.000 193.000.000.000 135.000 228.540.000 198.000 8.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.955.000 204.565.060.000.175.540.000.000 4.715.000.235.175.000 8.175. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.175.000 189.000 136.890.780.000.175.Lampiran 9b.000.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 8.000 8.000 3.000 154.000 8.000 159.000 6.000 5.175.000 6.000.000.000 177.000.000 159.500.000 114.000 16.000.000 5.160.000 10.

000 5.000 22. Souvenir 4 Pembelajaran a.000. Leaflet/brosur b.320.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.250. ATK b. Air d.000 4.000.000 10.000.000 83.000.000 2. Direksi b. Listrik e.000 5.500.000 1.000 50.000 200. Cetak modul c. Tutor smtr 1 e.000 2. ATK b.000 15.500.000.000 10. Tryout c.000 5.720.000 12.500.000.000 3.000 1.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 50.000 10.000 1.000 200.000 62.000 50.500.000 20.000 20.000.132.000 750.000 6.000 50.160. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 2.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.000 2.000 750.000 10. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 150. Surat/fax f.000 3.000. Staf manajemen c.000 150. Internet g.520.000. Karyawan d.000 50. Telepon c. Air mineral 2 Tenaga kerja a.500 100.

000.060.080.000.000.000 1.000 4.320.235.720.565.000.000 1.000 18.000 1.000 193.840.000.000 300.000 2.000 Semester 2 600.500.000 900.000.200.000 300.000 90.000 36.000 15.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 1.000 5.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.500.715.000 2.000 300.000 300.000.500.000 36.000 300.000 900.000 3.000 1.000.000.000 4.000 2.955.000 900.000 8.000 10.000.000 300.000 Semester 2 600.530.000.000.000.000 4.000 300.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 1.000 15.335.000 4.000 900.000 300.000 18.000 15.000 108.000 135.000 300.000 8.000 375.000.000.500.000 18.000.000 18.000 3.000 300.000 4.000.000 1.000 2.000 154.000.960.900.200.500.000 189.000 10.000.200.000 300.000 45.000 5.000 36.500.000 300.000 2.000 375.000 375.000 4.200.500.000.000 900.000 90.000 36.500.000 5.000 135.000.000 3.000 228.000 Semester 2 600.000 300.000.000 300.000 15.000.500.920.160.000 5.000.000 18.000 18.715.000 375.000 375.000 36.520.000.000 198.000 15.000 300.000 115 .200.000 36.160.000.000 900.000.200.000 4.000 4.000.000 300.000 300.000 1.000.000.000 300.000 1.000 4.000 1.000 375.000.000 2.000.000 67.000 15.000.

250.475. Suku Bunga Pinjaman (p.936.114.000 83.382. Kebutuhan Modal Investasi b.775.528 14.375 54. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .125 83. Suku Bunga Pinjaman (p.250.a) Flat d.132.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.571.423. Modal Investasi Sendiri (30%) b.505 14.036.251.500 251. Angsuran Pokok Per bulan c.271.a) Flat d.132. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.5% 652.125 50.096. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a. Angsuran Pokok Per bulan c. Tenor (Bulan) b . Tenor (Bulan) b .500 79.375 171.000 168. Modal Kerja Sendiri (35%) b.000 168.5 36 3.6 29.5% 1.000 117.811. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.

115 1.528 3.389 42.602.528 3.528 117.115 1.775.423.115 1.115 1.423.086.115 1.115 1.887.629.423.271.271.702.271.278 29.528 3.115 1.271.258.688.667 75.271. Bunga 1.250 85.271.271.271.423.528 3.115 1.115 1.271.115 1.528 3.528 3.115 1.973.115 1.423.167 16.172.503.231.115 1.423.333 35.115 1.443.423.583 6.271.423.059.917 45.528 3.423.271.528 3.528 3.528 3.115 1.861 39.361 98.115 1.889 101.232.528 3.639 13.528 3.115 1.271.528 3.271.028 58.271.115 1.944 107.423.306 91.271.194 78.423.423.115 1.115 1.271.139 71.801.271.423.115 1.528 3.115 1.528 3.125 117 .271.986.423.115 1.271.423.444 49.423.528 3.528 3.271.528 3.417.778 88.083 65.115 1.271.271.115 1.423.423.528 3.528 3.715.528 3.115 1.417 104.115 1.833 94.423.271.222 22.528 3.543.072.423.423.423.528 3.423.750 26.271.115 1.331.874.159.115 1.115 1.271.722 81.615.556 62.528 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.271.115 1.357.271.500 55.423.245.115 1.775.516.111 9.528 3.611 68.423.344.423.423.694 19.000 Angs.271.000 114.271.271.423.528 3.806 32.528 3.271.960.472 111.271.529.423.423.056 3.528 3.271.528 3.972 52.814.145.528 3.528 3.528 3.115 1.423.115 51.528 3.900.271.423.271.423.271.788.115 1.528 3.528 3.423.115 1.271.423.423.528 Total Murni INVESTASI Angs.430. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117. Pokok 3.

772.937 652.251.505 2.010 2.251. Pokok 2.527.251.052 20.505 2.505 2.937 15.251.557 22.505 2.031 11.505 2.505 2.251.937 652.505 2.063 24.505 2.042 15.937 652.251.251.937 652.036.766.251.533.526 9. Bunga 652.505 2.275.505 2.778.937 652.578 31.505 2.515.505 2.104 42.503.620 49.505 2.536 13.269.251.263.937 652.024.568 27.937 652.505 2.609 45.018.251.760.937 652.937 652.251.505 2.505 54.073 29.937 652.937 652.505 2.784.937 652.251.521.937 652.505 2.083 33.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .937 652.125 Angs.006.505 2.937 652.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.251.257.937 652.251.516 4.030.115 47.012.251.505 2.251.125 51.251.505 2.251.505 2.505 2.937 652.937 652.589 36.251.251.937 652.505 2.547 18.251.754.670.251.937 652.251.281.509.937 652.036.937 652.021 6.599 40.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.094 38.251.937 652.251.

531 5.033 2.528 1.059 5.423.523.051 88.498 5.861 5.523.115 35.051 94.488.432 5.076.523.423.115 32.271.718.033 2.076.076.103.357.827.629.528 1.051 133.601 119 .423.366 5.523.076.125 66.033 2.125 5.765.076.919.033 2.986.672.271.092 5.076.423.304.663 5.528 1.076.523.729 5.033 2.051 166.543.423.523.423.076.528 1.694 3.076.811.051 138.033 2.076.051 100.423.894 5.076.271.271.597 5.333 3.076.902.443.900.442.523.528 1.051 77.115 0 Total Murni 171.523.523.076.271.033 2.523.222 3.288.523.033 2.033 2.115 9.399 5. Pokok Angs.528 1.076.051 160.051 105.115 29.051 111.033 2.033 2.423.033 2.011.051 127.076.033 2.583 3.115 13.033 2.873.523.033 2.528 3.033 2.051 144.076.271.051 116.172.271.528 1.523.115 3.523.523.271.051 39.051 50.258.271.051 61. Bunga 171.076.523.828 5.076.271.076.051 72.795 5.076.523.762 5.696 5.051 44.033 2.033 2.076.026 5.396.423.965.528 1.523.051 83.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.271.167 3.115 19.528 1.523.242.423.057.149.033 2.051 66.960 5.523.271.076.423.033 2.528 1.580.271.076.051 149.051 55.115 6.927 5.750 3.814.564 5.465 5.639 3.423.523.278 3.523.781.523.534.630 5.523.195.115 16.056 3.033 2.528 1.051 122.350.111 3.806 3.528 1.033 2.086.076.626.115 26.715.811.051 155.033 2.993 5.115 22.033 2.

375 51.077.150.235.000 Jumlah a 168.715.000 64.750.500 2.333 117.132.565.365.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .077. Biaya operasional 1.000 b.333 39.568 2.708 135.528 Total Angs. Pendaftaran & bimbingan 150.500 Surplus/minus -251. 1 URAIAN Pendapatan a.000 14. Sewa gedung 64.100.000 2.715.585.300. Bunga 17.788.LAMPIRAN Lampiran 10c. Pokok 27.238 15.175.000 135.750. Pokok 39.000 64.750.258.000 189.335.250.628. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.063 27.505 MODAL KERJA Angs.271. Investasi 1.036.077.600.000 388.400.000 150.670.140.000 189.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.000 135.000 -16. Bunga 7.125 Outstanding 29.000 189.750. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.775.000 198.335.018.529.300. BOP Jumlah b 83.382.000 267. Modal kerja 83. Perizinan 1.235. Lainnya 102.000 388.835.000 267.375 17.235.194 42.132.600.000 198.500 Jumlah 2 (a+b) 251.835.000 78.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.861 3.333 39.175.125 Angs.000 Angs.000 219.238 7.000 - 64.604.750.018.000 154.258.251.375 17.565.382.232.258.000 64.000 263.250 Per bulan (Rp) 14.315.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.000 125.269.000 154.715.065.063 54.000 203.150.000 203.000 3.085.

000 193.077.125 Angs.366 0 Total Angs.000 65.902.715. Pokok 66.708 238.375 66. Bunga 24.189.000 106.000 245.912.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.955.781.613 17.000 193.853.000 228.955.955.955.000 228.717 56.000 193.600.258.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.955.000 121 .715.713.000 300.000 228.750.600.335.000 0 0 64.200.000 300.715.600.000 0 0 1.000 64.600.000 228.009 56.000 300.000 193.333 171.750.396 66.009 91.762 44.000 193.000 0 0 0 0 193.955.000 179.601 TOTAL ANGSURAN 91.750.000 474.276.000 106.955.000 193.000 293.811.000 193.726 AWAL SALDO AKHIR 147.189.850.000 1.955.715.057.000 228.276.645.000 300.715.396 39.000 474.645.726 147.645.053.465.200.524.708 - 238.713.735.717 56.715.715.000 228.335.600.000 228.000 64.000 474.613 24.000 476.524.635.200.912.565.000 193.000 294.955.000 474.335.600.000 106.100.000 180.200.485.000 474.000 300.200.

697.000 268.912.000 419.613 399.893.000 1. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.697.670. Penyusutan d.500 227.731 37.550.660.108 -45.861 159.000 422.613 523.172.000 83.000 655.613 23.222.980.800.000 24.072.570.902.515.980.387 251.360 765.462.662.000 422.670.800.750.650.894 159.000 40.945. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.000 506.912.280.394.633 Intensif 14.000 Biaya Variabel 56.000 3.000 774.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.287.800.000 29.000 774.399 135.980.500 29.000 422.000 774.9% 20.601 900.375 506.625 268.6% 27.333.150.000 24.150.587.900.927.650.000 121.000 83.625.927.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.818. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .861 189.279 213.500 227.750.613 -45.727.958.480.067.636 80.633 Pendapatan Tetap 121.144.613 17.050.636 201.500.708.4% 496.411.458 Total 178.475.0% Pendapatan sub program Reguler 132.039 23.077.375 83.432. Biaya operasional b.500 29.222.613 -12.000 83.000 66.480.601 2.4% 387.000 83.000 40.980.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.670.5% 135.035.860.980.000 147.962.

038 132.000 437.835.784.000 372.495 206.126.722 88.443.000 313.963.509.500.468.000 126.618.000 83.000 121.899 452.480.480.931.494 103.142.889.480.000 505.000 345.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.899 206.000 Smstr 1 Smstr 2 22.000 685.100 248.980.028 412.215.000 395.177 59.279 224.000 478.094.000 121.207 267.337.000.386 365.028 291.000 103.000 150.955.564 265.480.038 121.671 767.441.956 70 30 186.693.993.754.876.207 389.409.000.857.480.202.243.500.000 726.000 121.000.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .101.443 478.000 220.850 314.480.500.850 435.922 212.405 44.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.582 121.564 342.135 529.922 295.000 121.500.480.000 354.127 425.582 162.650.671 459.750.417.098.000 602.480.750.651.483.405 121.480.304.065.480.000 121.250.284.000 643.734.354 177.266 121.826.835.000 173.961.743 239.480.492 482.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.810 121.480.060.306.314 506.354 398.000 319.127 191.392.743 318.135 408.784.250.492 361.734.177 121.100 271.750.411.000 1.266 118.443 236.000 271.516.759.325.000 1.494 121.810.722.480.949 121.287 Biaya variabel 385.000.545.386 244.000 230.000 121.000 561.956 292.671 337.170.000 Jumlah 37.000 197.810 147.075.722 121.671 221.250.314 384.378.000.858.250.468.500.480.151.000 519.101.000 828.170.274.917.480.493.513.949 73.

LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.316.500 251.750. Pendapatan b. Kredit modal kerja e.382.613 451.125 353. Re-Investasi b. Biaya investasi a.396 24.000 66.396 24.650.375 117.500 353.280.949) 0.077.893.930.000 655.475.463. Biaya bunga bank f.375 37.333 17.382.036.258.483.750.063.382. NPV dan PBP DF 14.330.894 188.883 -14.836 212.570.382.108 572. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.8 2. B/C ratio.000 251.000 39.892 422.276.414.500) 168.117 411.302.000 387.613 23.469. Kredit investasi d.000 774.9345 -6.000 -97.947) 0.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.287.032.650. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.997 (44.286.500) (251.000 69.666.475.009 359.5% PBP (semester) 1 (251. Biaya modal kerja c.447.455.800.894 586.000 83.447 (257.250.009 -6.912.000 353.350. Dana sendiri c.132.475.644.000 66.775.500 290. Angsuran pokok e.650.106 69.602.886 251.602 460.000 655.000 774.126 244.644.8 tahun 0.750.108 83.912.196.000 69.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.8162 256.009 -97.670.308.500) 27% 1.000 79.000 54.276.398 174.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 655.660.800. Biaya operasional d.8734 213.571.800.119.382.500 (251.000 774.272 314.

6 tahun 0.500 332.077.852.036.663.8162 218.375 117.500 332.312.5 2.500 616.500 290.000 69.235.500 251.396 24.000 39.333 17.000 728.000 616.941.660.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.246.000 66. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.125 332.749.106 69.602 460.894 141.302.250.509 -27.650.626 204.132.009 359. Biaya modal kerja c.382.5% PBP (semester) 1 (251.223.500) 168.330.500 (251.500 387. Kredit modal kerja e.382.266.00 251.000.000 54.852.995.396 24.108 572.650.893.894 586.8734 178.477.930.500 616.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.613 23.109) 0.000 728.000 66.102.509 -118. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 728. Dana sendiri c.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.382.000 83.405.194 251.000 79.280.571.912.266. Biaya bunga bank f.613 451.382.266.258.883 -74.500) 16% 1.108 44.912.276.557) 0.117 411. Biaya operasional d. NPV dan PBP DF 14.892 422.405.570.772 267.981. Kredit investasi d.463.988.751 120. Re-Investasi b.398 67.500) (251.375 37.382.775.405.552 (98.245.670.000 69.650.710 rupiah 125 .609 (277.9345 -25.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.276.852.312. B/C ratio. Angsuran pokok e.723. Pendapatan b.316. Biaya investasi a.312.119.000 -118.

117 411.259 -31.564.396 24.036.893.119.904 105.000 54.570.000 83.500 (251.9345 -29.276.396 24.894 134.5 tahun 0.500 720.564.8162 212. B/C ratio.545.333 17.280.750 328.375 37.384.500) 14% 1.970 (280.077.398 49.841.478 (107.000 -122.8734 173. Dana sendiri c.375 117.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.302.650.500 328.750 609. Kredit modal kerja e.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Biaya modal kerja c.155.276.250.650.108 37.276.382. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.750 609.790.847.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .250 387.912.5% PBP (semester) 1 (251.912.992) 0.564.847.383 -84.399.500) (251.660. Biaya bunga bank f.4 2.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.847.500 290.775.233.500 609.876 198.247.387.316.522 260.382.392 422.108 572.198.613 451.000 66.122.000 720.731. Angsuran pokok e.613 23. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.405.731.000.387.930.106 69.500 251. Biaya operasional d.000 69.258.894 586.00 251.470) 0.602 460.500 720.463. Biaya investasi a. Kredit investasi d.261.000 39.571.125 328.000 66.132. Re-Investasi b.000 69.000 79.538.650.259 -122.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.382.382.330.670. Pendapatan b.009 359.500) 168. NPV dan PBP DF 14.912 251.382.731.382.

298.000) (102.917 446.300 39.918.000 774.800.079 rupiah 127 .077.859.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.000 83.375 117.500) 168. Kredit modal kerja e.451.5 tahun 0.132. Pendapatan b.613 23.710.500) 16% 1.557 353.500 75.475.571.000 353. Angsuran pokok e.083 -190.8734 182.709 392.00 251.500 316.688.437.500 353.782.500.382.382.912.194 144. NPV dan PBP DF 14.250.405.626 209.918.131) 0.139.174.848.382. Biaya modal kerja c.300 66. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000) (251.700 -130.5% PBP (semester) 1 (251.500) (251.475.475.709 -232.305.400.405.402 498.918.382.451.000 774.344.800.037.276.894 630.980 (104.512.625. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 774.598 -45. Biaya bunga bank f.9345 -36. Re-Investasi b.893.400.375 37.618.125 353.428.333 17.000 102.111) 0.258.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.028 276. Kredit investasi d.500 251.750.801.323.660.613 483.000 655.000 655.500 75.775.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.709 -38.750.687 120.750.611 (287.200 66.8162 225.396 24.886.382.396 24.108 613.000 655.500 (102. B/C ratio.806 75.371. Biaya operasional d.700 422.5 2.000 54.817.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.400.408 42.000 79. Dana sendiri c.912.592 460.276.800.965.036. Biaya investasi a.

375 117.912.382.613 487.912.400.500) (251.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.311.000 66.500 (102.333 17.000 83.615.782. B/C ratio.375 37.000 774.000) (251.382.5 tahun 0.398 -59.923.9345 -39.000 66.024.202.894 139.602 502.8162 222.883 -198.894 635.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.396 24.4 2.000 353.117 450.382.571.250.400.000 39.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 426.549.775.108 37.000 76.400. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.276.750.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968. Re-Investasi b.725.009 -42.475.637.892 464.500 251.258.5% PBP (semester) 1 (251.548.126 205.000 655.500 319.613 23. Dana sendiri c.000) (102.937. NPV dan PBP DF 14.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.009 395. Kredit investasi d.276.168.502.187 353.382.500) 14% 1.800.251.296 (291.750.077. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.396 24.000 54.529. Biaya bunga bank f.000 79. Biaya modal kerja c.000 655.660.500 353.009 -236.125 353. Biaya investasi a. Angsuran pokok e. Biaya operasional d.707) 0.112. Kredit modal kerja e.000 251.448. Pendapatan b.796) 0.500) 168.800.106 76.000 102.059.893.475.000 655.615.800.327.037.8734 179.597.000 76.036.132.051.308.089 (111.619.669.000 774.615.220.893 110.000 774.728 272.000 -133.475.382.108 618.750.

469.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500 751.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.276.422 278.750 636.500 751.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 251.382.00 251.382. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Biaya operasional d.556.8162 227.739.033.556.988.416.870.783 -68.396 24.500 71.900 (119.400.000 83. Kredit modal kerja e.046.036.500) 18% 1.083) 0. Biaya investasi a.894 601.739.6 tahun 0.090.916.660. Kredit investasi d.010.258.893.870.132. Angsuran pokok e. Biaya modal kerja c.9345 (26.782.798 81.717 423.583) (277.382.350.727.500.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.000 79.345.250.400 66.750 636.333 17.108 586.500 (251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.5 2.276.102 (91.077.613 23.8734 186.987.077.500 298.954 rupiah 129 .208 50.382. B/C ratio.750 342.077. NPV dan PBP DF 14.046.500 342.500) 168.500 636.613 461.930 251.058.382.911 135.159) -27.912.086.197.125 342.981) 0.375 117.375 37.292 435.000 54.545.100 39.015.396 24.482.857.987.944.870.912. Pendapatan b.000 751.500) (251.100 66. Biaya bunga bank f. Dana sendiri c.202 473.376 212.556.739.500 71.006 71.382.775.571.994 150.077. Re-Investasi b.018.909 370.5% PBP (semester) 1 (251.150 399.159) (119.

547.000 629.382.000 83.128) 0.077.382.132. Angsuran pokok e. Re-Investasi b.571. Biaya modal kerja c.570.472 266.613 465.436.125 339.8734 176.8162 217.894 606.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.375 117.327.800 39.660.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 629.9345 (32.382.520.965.500) 168.092 439.917 426.598 50.126 202.576.500 301.991) 0.436.269 110.258.200 66.808.392.209) (126.991.929.200 403.5 tahun 0.137 (107.500) 14% 1.000 743.072.083.237. Pendapatan b.108 590. Biaya bunga bank f.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58. B/C ratio.396 24.402 477.251.209 374.520.808. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.572. Kredit modal kerja e.500 (251.336.912.554.382.180.500 251.278 251.375 37.500) (251.628) (284.200 (126. NPV dan PBP DF 14.000 79.891. Kredit investasi d.912.613 23.000 743.250.700.180.179.333 17.276.775.903. Biaya investasi a.000 54.209) -34. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 629.893.083 -87.000 72.520.306 72. Biaya operasional d.516.800 66.694 137.009.908 38.036.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 339.00 251.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382.000 72.396 24.382.436.336.798.5% PBP (semester) 1 (251. Dana sendiri c.590.000 743.808.000.276.4 2.500 339.336.

5% 67.0% 14.7% 1.602.308.782.859.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .0% 14.0% (58.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.54 LAYAK 4.782.Lampiran 21.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.54 LAYAK 4.079 15.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.873) 14% 1.44 TIDAK LAYAK 3.790.223.954 17.410) 16% 1.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.0% 16.710 (2.0% 5.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.627) 16.0% 1. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.0% 14% 1.954 18% 1.0% (58.0% 100.6% 1.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.0% (968.873) 14% 1.

8734 0.0000 1.9345 0.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.070046728 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% 114.. 2 .5% 1.070046728 1.0700 1.0700 1. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.5% 114.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.3110 1 0.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.5% 4 1 14.5% smtr 2 2 1 14. 2 .070046728 1.0% 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% 114.2252 1.1450 1.5% 114..8162 0.

145 1.145 1.581805809 0.070046728 1.145 1.145 1. 2 … n = = 0 14.070046728 1.5011 1.543720002 0.622559402 0.6063 1.070046728 1.145 8 1 0.508127344 133 .070046728 1.6662 0.5% smtr 2 6 1 0.145 1.4029 1.718786551 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.070046728 1.9680106 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 1.7128 0.839181925 1.070046728 1.145 10 1 0.5% 114.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .