P. 1
buku etika

buku etika

|Views: 1,605|Likes:

More info:

Published by: Yanz Victor'firmansyah on Dec 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I APAKAH ETIKA ITU?
  • IDEALISME PLATO
  • ETIKA PLATO
  • Teleologis
  • Aktualisasi Diri Sebagai Kebahagiaan
  • Keutamaan
  • Phronesis (Kebijaksanaan Praktis)
  • Tanggapan
  • Dasar Etika Agustinus
  • Dua Kota Allah
  • Damai dan Keadilan
  • Seksualitas Manusia
  • Pandangan Agustinus terhadap Kekayaan
  • Perasaan Moral
  • Riwayat Hidup
  • Pandangan Etika Kant
  • 1. Kehendak Baik
  • 2. Imperatif Hipotetis dan Imperatis Kategoris
  • 3. Kesadaran Moral

BAB I APAKAH ETIKA ITU? 1.Penjernihan Istilah 1.

1 Etika dan Moral • Pengertian etimologis

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno ethos yang berarti adat kebiasaan, cara berpikir, akhlak, sikap, watak, dan cara bertindak. Sedangkan Moral berasal dari kata bahasa latin Mos atau mores (jamak) yang berarti adat kebiasaan, Jadi secara etimologis etika dan moral memiliki pengertian yang tidak terlalu berbeda. • 1) Pengertian Leksikal (KBBI, 1998) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. 2) 3) kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan masyarakat. Mengikuti pengertian leksikal di atas K. Bertens menggarisbawahi: 1) etika dapat dipakai dalam arti nilai-nilai, norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam Lakunya. Etika dalam konteks ini dianggap sebagai nilai 2). 3). Etika dapat disebut juga sebagai kode etik Ilmu tentang yang baik dan yang buruk 1.2 Amoral dan Immoral – – Dua kata yang mirip, namun memiliki arti yang sangat berbeda. Amoral = ”netral dari sudut moral”, atau ”tidak mempunyai relevansi etis”, sesuatu yang tidak ada hubungan dengan masalah moral. mengatur tingkah

1

Immoral = ”bertentangan dengan moralitas yang baik”, ”secara moral buruk”, ”tidak etis”.

1.3 Etika dan Etiket Persamaan: – – Perbedaan: – Etiket menyangkut cara bagaimana seharusnya seseorang bersikap. Etiket dalam konteks ini berkaitan dengan kebiasaan, sedangkan etika menyangkut refleksi rasional apakah suatu tindakan boleh atau tidak boleh dilakukan. Boleh atau tidak boleh dalam konteks etika adalah menyangkut dua hal yakni cara dan juga tujuan suatu perbuatan. – Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, sedangkan etika tetap berlaku, dengan atau tanpa kehadiran orang lain. Dalam konteks etika misalnya kita tidak pernah boleh mengambil barang yang bukan hak kita, walaupun barang itu tidak kita ketahui pemiliknya. – Etiket bersifat relatif sedangkan etika lebih bersifat umum, universal. Persoalan mengenai hak atas hidup misalnya tidak tergantung pada budaya apapun, melainkan pada manusia itu sendiri sebagai sumber dan subyek etis. – Etiket lebih menekankan penampilan lahiriah, sedangkan etika lebih pada penampilan batiniah, terutama mengenai motivasi suatu perbutan dilakukan. 2. Etika Sebagai Cabang Filsafat 2.1 Moralitas : Ciri Khas Manusia Banyak filsuf berpendapat bahwa manusia adalah binatang plus, artinya binatangyang ditambah suatu perbedaan yang khas, yaitu: rasio, bakat untuk menggunakanbahasa, kesanggupan untuk tertawa, untuk membuat alat, bahkan memiliki kesadaranmoral.Moralitas merupakan suatu ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan padamakhluk di bawah tingkat manusiawi.
2

Sama-sama berkaitan dengan perilaku manusia Sama-sama mengatur perilaku manusia secara normatif

2.2 Etika : Ilmu Tentang Moralitas 2.2.1 Etika Deskriptif Etika Deskriptif Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas , mis: adatkebiasaan, anggapan tentang baik dan buruk, tindakan yang diperbolehkan/ tidak diperbolehkan. Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individutertentudalam kebudayaan atau subkultur yang terdapat dalam suatu periodesejarah, karena etika deskriptif hanya melukiskan, tidak member penilaian. Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis. 2.2.2 Etika Normatif Etika normatif bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapatdipertanggungjawabkan dan dapat dipergunakan dalam praktek hidup. Tidak bersifat netral, tapi menilai perilaku manusia; mis: menerima atau menolak perilaku tertentu. Penilaian didasarkan pada norma-norma tertentu .Disebut etika preskriptif (memerintahkan), tidak melukiskan tetapimenentukan benar tidaknya anggapan moral; argumentasi perlu; alasan benar atausalah; Argumentasi bertumpu pada norma/prinsip tidak dapat ditawar-tawar.Etika Umum: apa itu moral, hak, kewajiban, norma dsb.Etika Khusus: prinsip etis di wilayah perilaku khusus. Berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia, atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia, dan apa tindakan yang seharusnya diambil untuk mencapai apa yang bernilai dalam hidup ini. Etika Normatif berbicara mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia, serta memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. Ia menghimbau manusia untuk bertindak yang baik dan menghindari yang jelek.

3

2.2.3 Metaetika Tidak membahas moralitas secara langsung melainkan ucapan-ucapan kitadibidang moralitas. Seolah-olah bergerak pada taraf lebih tinggi dari perilaku etis, bahasa etis. Yang dipersoalkan adalah: apakah ucapan normatif dapat diturunkandari ucapan faktual; apakah dari dua premis deskriptif dapat diturunkan ucapanpreskriptif. Awalan meta (dari bahasa Yunani) mempunyai arti "melebihi," "melampaui". Istilah ini diciptakan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas di sini bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan kita di bidang moralitas (Bertens, 1993:19). Metaetika, seperti dikatakan Bertens, seolah-olah bergerak pada taraf lebih tinggi daripada perilaku etis, yaitu pada taraf "bahasa etis" atau bahasa yang kita pergunakan di bidang moral. Karena itu, persoalan yang menyangkut metaetika adalah persoalan yang rumit. Pertanyaan tentang hakikat keadilan, hakikat ketidakadilan, bahkan hakikat kebaikan dan keburukan, kerapkali tidak bisa dijawab secara memuaskan. Kerumitan metaetika yang pada dasarnya meneliti soal gaya bahasa dalam ungkapan etis ini juga disinggung C.A. van Peursen. Adakah yang dipentingkan dalam bahasa etis itu pengetahuan semata-mata (misalnya: "perbuatan itu jahat")? Dalam kaitan ini Peursen melihat, ada filsuf-filsuf, seperti Max Scheler, yang memang berpendapat bahwa manusia mengenal nilai-nilai etis. Tetapi bukankah dalam pengetahuan tentang nilai-nilai etis manusia justru mengatasi tahap pengetahuan belaka. Bukankah ucapan "perbuatan itu jahat", mengungkapkan suatu sikap? Jadi, bukan informasi semata-mata. Menurut Peursen, pendirian ini juga dianut oleh sementara filsuf analistis. Lewat analisa serupa itu juga dapat dipergoki kesalahan-kesalahan dalam penalaran. Demikian G.E. Moore pernah menganalisa penalaran naturalistis yang ingin mengembalikan putusan etis-normatif dijadikan konstatasi belaka mengenai fakta. Misalnya ucapan "ini tidak boleh" (etis-normatif) diasalkan dari ucapan "ini tidak boleh karena pengalaman mengajarkan, bahwa perbuatan itu merugikan" (Peursen, 1991:229). Memang salah satu masalah yang ramai dibicarakan dalam metaetika adalah apa yang disebut Bertens the is/ought question -- ini dalam penjelasan Bertens adalah judul sebuah buku terkenal yang mengumpulkan pelbagai karangan tentang tema ini: W.D Hudson (ed.), The is/Ought Question (1969). Yang dipersoalkan di sini ialah apakah ucapan normatif dapat
4

Lelaki itu adalah orang tua saya (premis deskriptif). Itu tidak menjadi masalah. Karena refleksi dilakukan dengan kritis. sistematis dandilakukan dari sudut noma-norma maka disebut ³ilmu´. 3. Kesimpulan preskriptif hanya dapat ditarik dari premis-premis yang sekurang-kurangnya untuk sebagian bersifat preskriptif juga (Bertens. 5 .Jadi. Dengan menggunakan peristilahan logika dapat ditarik suatu kesimpulan preskriptif. Kalau sesuatu ada atau kalau sesuatu merupakan kenyataan (is: faktual). 1993:21). kesimpulannya pasti preskriptif.diturunkan dari ucapan faktual. Kalau satu premis preskriptif dan premis lain deskriptif. Etika mulai. Etika sebagai ilmu memilikikecenderungan yang sama. Kini para filsuf yang mendalami masalah ini umumnya sepakat bahwa hal itu tidak mungkin. Mengenai hal ini Bertens memberi contoh: . Hakikat Etika Filosofis Kita tidak dapat melepaskan diri dari menilai. Ia bicara apa yang baik dan buruk. metodis. .Setiap manusia harus menghormati orang tuanya (premis preskriptif). . lelaki itu harus saya hormati (kesimpulan preskriptif). bila kita merefleksikan pendapat-pendapatspontan kita. Tapi soalnya ialah apakah dua premis deskriptif pernah dapat membuahkan kesimpulan preskriptif. Ia bukan pengetahuan empirisyang berhenti pada penyelidikan fakta-fakta. apakah dari situ dapat disimpulkan bahwa sesuatu harus atau boleh dilakukan (ought: normatif).

Itulah modal untuk penyelidikan etis. etika tidak membatasi diri sebagai ilmu yang empiris. artinya kemauan mengandaikan pengetahuan. ke arah mana mau bergerak untuk mencapai tujuan kita. Filsafat manusia mengatakan bahwa manusia itu makhluk yang tahu dan mau. Sebelum dapat melakukan sesuatu kita harus mencari orientasi dahulu. ia disebut sebagai ilmu.BAB II : UNTUK APA BERETIKA 1. Etika mulai dari kehidupan harian kita. mendengar dengan menilai. Etika juga melampaui yang konkret. situasi. etika adalah filsafat yang membatasi diri pada pertanyaan ” apa itu moral?” dan pertanyaan ”apa yang harus dilakukan oleh manusia?”. tidak jarang berbeda dengan orang lain. kemapuann. Di situlah etika mulai dilihat fungsinya sebagai ilmu. Etika adalah refleksi kritis-metodis-sistematis tentang tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma dari sudut baik dan buruknya manusia sebagai manusia. Praktis di sini bukan berarti etika adalah 6 . Oleh karena itu. Sebagai filsafat. Kita melihat dengan menilai. Kita merasakan adanya kebutuhan untuk refleksi pada saat terjadi perbedaan pendapat etis tentang mana yang baik dan mana yang buruk.Etika : Ilmu yang Mencari Orientasi Salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. diperlukan pertimbangan dan refleksi yang lebih mendalam. Ia bertanya apakah suatu perbuatan dapat dibenarkan atau tidak. yang berjalan dengan gejala konkret. gambar. dan pelbagai hal agar tindakan dapat terlaksana. KIta harus tahu dimana kita berada. dilakukan sekaligus dengan suatu penilaian moral. Akantetapi. Oleh karena itu.Etika diapndang sebagai sarana orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab petanyaan fundamental” Bagaimana saya harus hidup dan bertindak?” Tujuannya adalah agar kita hidup tidak ikut-ikutan saja dan mengerti mengapa kita harus bersikap “ini-itu”. suara serta sentuhan. Kita selalu sudah menilai dalam menyerap informasi lewat berita. etika sering disebut sebagai filsafat praktis. menyentuh dengan menilai. tulisan. untuk bertanya ada apa di balik gejala konkret tersebut. Penilaian yang sering kita lakukan. mencecap dengan memilai. etika juga disebut sebagai filsafat. Siapakah yang lebih benar ? Pada tahap ini. mencium dengan menilai. Penilaian kita tersebut menyangkut penilaian baik dan buruk. Sebagai filsafat. KIta bertindak berdasarkan pengertian-pengertian dimana diri berada. Ia bertanya apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Persentuhan indera kita dengan lingkungan di luar kita. Praktis karena langsung berhubungan dengan perilaku manusia.

Proses perubahan sosial memunculkan pelbagai tawaran ideologi. sekaligus berpartisipasi dalam semua dimensi perubahan dalam masyarakat. tanggungjawab. dll. Kita berhadapan pada pertanyan ” Mana yg kita ikuti?” Untuk mencapai pendirian dalampergolakan pandangan2 moral iirefleksi kritis etika dipelukan. Apa Gunanya Etika 4 alasan mengapa perlu etika: 1. sekularism. konsumerism.buku siap pakai. nasionalism. pluralism religius. Etika membantu kita untuk tidak kehilangan orientasi sehingga dapat membedakan antara apa yang hakiki dan apa yang boleh berubah dengan demikian dapat mengambil sikap-sikap yang dapat dipertanggungjawabkan. Sumber ajaran moral adalah pelbagai orang dalam kedudukan yang berwenang. Etika dan Ajaran Moral Yang dimaksud ajaran moral adalah wejangan2. 4. Bidangnya bukan teknis melainkan reflektif. keutamaan. 3. Masa transformasi masyarakat dalam gelombang modernisasi. Etika merupakan pemikran kritis dan mendasar tentang ajaran2 dan pandangan2 moral (sebuah ilmu). tetapi objeknya langsung berkaitan dengan praktek hidup kita.Etika dan Agama 7 . Dengan semakin beragamnya orang2 yg kita jumpai semakain beragam pula pandanagan moral yang kita jumpai. Etika berusaha untuk mengerti “Mengapa?” 3. bagaimana kita dapat mengambil sikap terhadap ajaran moral tsb. Nilai-nilai budaya tradisional ditantang oleh hal-hal di atas. khotbah2. kewajiban. Etika bergerak di bidang intelektual. materialism. Etika membantu untuk bersikap kritis dan objektif dalam ketika berhadapan dengan ideologi-ideologi yang ditawarkan. kumpulanperaturan dan ketatapan tentang bagaimana manusia harus hidup bertindak agar menjadi manusia baik. norma. Dampak dari hal tersebut adalah Rasionalism. dll yangmengubah budaya dan lingkungan kita. Etika diperlukan kaum agama untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan mereka. Etika menganalisis tema seperti : hati nurani. nilai. juga dalam bidang moralitas. 4. 2. kebebasan. Masyarakat yg smakain plural. Etika tidak berwenang menetapkan boleh/tidak. Yang mengatakan bagaimana harus hidup adalah ajaran moral sedangkan etika mau mengerti mengapa kita mengikuti ajaran moral tertentu. 2.

Norma2 moral adalah tolok ukur untuk menetukan betul salahnya sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruknya sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu. 5. Masalah-masalah moral baru yang tidak terdapat dalam wahyu: dengan menggunakan akal budi dan daya fikirnya yang juga merupakan ciptan Tuhan . Teleology. motif. Manusia secara hakiki terbatas dalam pengetahuan. motif. Metode-metode etika diperlukan selain untuk menemukan pesan wahyu sebenarnya juga mempertanyakan kembali pandangan2 moral agama.sikap. Norma umum ada 3 macam: 8 . motif. pertimbangan atau tindakan etis yang diambil adalah dengan tujuan mendahulukan kepentingan orang lain. Alturisme. Hedonisme. motif. dan tindakan yang diambil adalah berdasarkan hasil yang menguntungkan dirinya sendiri. Egoisme. sikap. 3. Kontrak social. Interpetasi: Masalah tidak terletak pada wahyu/sabda tetapi pada manusia yang menangkap maksud dari wahyu tsb. Oleh karena interpretasi manusia tidaklah 100% tepat. atau tindakan etis yang berdasarkan pada kalkulasi untuk mencapai keadilan atau fairness.Metode Etika Secara umum ada beberapa aliran metode etika yang terkenal. 6. yaitu: 1. 3. etika membantu Agama untuk mengambil sikap terhadap masalah-masalah tersebut. 2. salah satu metode etika teleologis yang berdasarkan kalkulasi hasil sedemikian rupa sehingga yang paling bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang. pertimbangan dan tindakan yang diambil adalah diarahkan pada tujuan yang ingin dicapai.2 masalah dalam bidang agama yang membutruhkan etika dalam pemecahannya: 1. atau tindakan yang diambil adalah berdasarkan kesenangan atau kenikmatan diri. motif. pertimbangan. 4. 5. Apa arti kata “moral” Bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia. Utilitarian. 2.

1.k. 9 . Sikap lahiriah dapat mengungkapkan sikap hati o.Hukum tidak untuk mengukur baikburuknya manusia melainkan untuk menjamin ketertiban umum. Norma sopan santun: Sikap lahiriah manusia. Norma Hukum : Norma2 yang dituntut denga tegas oleh masyarakat karena diangap perlu demi keslamatan dan kesejahteraan umum. 2. Sikap lahiriah sendiri tidak bersifat moral. melaikan sebagai manusia. 3. {enilaian tidak dilihat dari salah satu segi. Norma2 moral : tolok2 ukur yg dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang.i mempunyai kualitas moral.

sekawanan kelinci putih yang cantik. kelinci. itu adalah ajaran yang tergolong sulit memahaminya. menjadidasar umum bagi ilmu. Ide-Ide dapat masuk kedalam tubuh manusia kemudian keluar kembali setelah manusia mati. berubah. maksudnya walaupun tidak difikirkan Ide itu telah ada sebelumnya. atau beberpa ekor panda yang menggemeskan bila dipandang pada realitas melalui panca indara dan yang lainnya akan mati. Filsafat tentang dunia Ide (Idea) ini boleh dibilang adalah landasan atau pondasi dalam memahami kaitan-kaitan filsafat Plato untuk selanjutnya. Bila kita 10 . dunia Ide dapat di kenal dengan akal budi. “Pada saat kita berfikir tentang tuhan. Politik. pertama Dunia indrawi dapat dikenali dengan panca indra sedngkan yang kedua. Etika Menurut Plato IDEALISME PLATO Inti sari dari filsafat Plato ialah pendapatnya tentang “Idea” atau tentang dunia Ide. Manusia mampu menghadirkan dunia Ide itu. Bermula idea itu di kemukakannya sebagai teori “Logika”. seolah-olah ia berada jauh diluar kosmos. namun pada saat yang bersamaan kita merasa tuhan berada begitu dekatnya menyatu dengan hati dan jiwa kita disertai bermacam ragam perasaan yang lain yang sulit dibahasakan atau di tuliskan dengan kata-kata”. Bagi Plato Ide bersifat obyektif keberadaan Ide tidak bergantung pada daya fakir manusia. dan menurut Plato diantara semua Ide yang paling tinggi ialah Ide tentang Tuhan. bahkan musanah tetapi Ide tentang bunga. Plato percaya bahwa ide adalah realitas yang sebenarnya dari segala sesuatu yang ada yang dapat dikenali lewat panca indra:bunga yang berwarna warni. Ide itu mandiri. dan yang abadi didunia ini hanyalah “Ide” tiada yang lain kata plato. namun cukup menarik apabila kita telaah secara serius. ada dua cara menurut plato untuk mengenal ide tersebut yaitu. Ide bersifat abadi. kemudian meluas menjadi pandangan hidup. Dengan kemampuan manusia menghadirkan Ide maka dunia menjadi berkembang segala pencapayan karya cipta dan peradapan yang telah di persembahkan buat dunia hingga hari ini adalah di awali dari “Ide”. Tak ada yang abadi kata Ariel Peterpan. social juga mencakup pandangan Agama. dan panda tidak akan akan tetap abadi didunia Ide.BAB III : PANDANGAN – PANDANGA ETIKA 1.

dan ide cantik. atau hakikat ide itu yang selayaknya bagaimana. dan wanita. tahta. Barang kali kitapun sepakat dengan pendapat plato tersebut.? itulah kira-kira yang ingin diterangkan oleh Plato.  Sedangkan cantik dan jelek = Ide gabungan (persekutuan).misalnya:  ketika kita menyebut bahwa wanita itu cantik. Namun adalah pendapat yang keliru bila kebahagiaan dan kesenangan itu menurut Plato di upayakan hanya demi pemuasan nafsu selama hidup di dunia nyata (indawi) tetapi menurut plato kebahagiaan dan kesenangan hidup harus di lihat dalam hubungan kedua dunia. jadi membahas Etika plato tanpa mengaitkannya dongan teori Ide merupakan teori yang tidak lengkap begitu juga pembahasan filsafat Plato yang lain.mengenal bangku dengan macam ragamnya dengan indra kita pada hakikatnya bangku itu Cuma satu di dunia ide. bahagia karena cita-cita terwujud nyata.  jadi Ide tentang wanita ataupun bunga pada dunia indra.  ETIKA PLATO Seperti yang telah di kemukakan di atas. yaitu Ide tentang wanita. walaupun kebahagiaan dalam persepsi kita mungkin berbeda-beda. Atau kebahagiaan berupa kekayaan bathin. begitu juga halnya dengan pembahasannya tentang Etika. Misalnya ada yang mempersepsikan kebahagiaan itu dengan kebahagiaan memiliki harta. atau bahagia bila dapat berbagi dengan sesama. tujuan hidup manusia ialah kehidupan yang senang dan bahagia.. tidak banyak Namun kemandirian Ide itu dapat digabungkan dengan Ide baik dan buruk. plato berusaha menerangkan‟ bagaimana yang di sebut Etika yang Ideal itu. Yaitu di samping kebahagiaan Indrawi yang lebih penting lagi adalah kebahagiaan 11 . bahwa apabila kita ingin memahami filsafat Plato maka keseluruhan pembahasan filsafatnya bertalian langsung dengan pondasi filsafatnya tentang teori “Ide”. Menurut plato. atau bunga itu jelek maka otomatis terjadi penggabungan dua Ide. kebahagiaan memperoleh kemerdekaan bagi bangsa yang terjajah. keimanan kepadatuhan. kebahagiaan berupa pencapayan sukses yang gemilang dan yang lain sebagainya. hakikatnya dalam dunia Ide = ide tentang manusia dan ide tentang bunga. dan manusia harus mengupayakan kesenangan dan kebahagiaan hidup itu. Karena Ide tentang baik dan buruk mutlaq ada pada setiap Ide di dunia Indra dan begitu seterusnya. manakala kita membahasnya dalam tataran dunia indara.

G Ade pernah mengungkapkan dengan kata-kata yang begitu dalam bila kita renungi kata-katanya:” sedang tuhan diatas sana tak pernah menghukum dengan sinar matanya yang lebih tajam dari mata hari” untayan kata tersebut menyadarkan kita betapa tuhan menyayangi kita. kita teringat akan tuhan. Siapa yang mampu menyelami segala sesuatu itu sampai kepada ide tentang kebaikan tertinggi. ”Ebit . manusia sebagai makhluk Etikal hanya sementara berada di dunia indrawi. namun nurani selalu menimbang. mengupayakan semaksimal mungkin untuk meraih pengetahuan yang benar yang disebut ilmu kebijaksanaan dan berbudi baik (Etika). nurani akan selalu mengetahui bahwa perbuatan-perbuatan yang tidak baik itu tidak pantas kita perbuat. oleh karena itu untuk memenuhi tuntutan kebahagiaan dalam dunia ide manusia harus senantiasa berbuat halhal yang baik. oleh karena itulah meskipun manusia itu mungkin berbuat yang tidak baik. karena dunia yang sebenarnya menurut plato adalah dunia Ide. Agar manusia itu siap kembali kedunia ide. maka Selma ia hidup di dunia indrawi ia harus memiliki pengetahuan yang di sempurnakan oleh pengertian yang seluas-luasnya dan yang sedalam-dalamnya. Penetahuan yang benar itu akan menuntun seseorang itu kepada kebijaksanaan dan berbudi baik dan sampai kepada pengenalan akan Ide-Ide yang merupakan kebenaran yang sejati. 12 . maka dia melanjutkan bahwa baginya (Plato) dunia realitas (indrawi) hanyalah kenyataan yang ada dalam bayangan atau lebih jelasnya bahwa dunia indrawi ini hanyalah tiruan dari dunia yang menurut plato dunia yang sebenarnya yaitu dunia “Ide”. jadi segala ide tentang kebaikan dan kebajikan adalah sebagai ide yang tertinggi yang ada di dunia Ide. dan selama manusia berada di dunia Indrawi tersebut menurut Plato “manusia selalu rindu untuk naik keatas yaitu dunia Ide”. dan kita sadari atau tidak nurani kita akan selalu menolaknya . maka ia akan mencintai maka ia akan mencintai ide itu maka ia akan senantiasa terarah kepada yang baik atau yang bijak itu. Bila di atas telah di tuliskan bahwa dunia yang sebenarnya menurut plato adalah dunia Ide. dan sudah selayaknya kita berbuat kebaikan pada seluruh kehidupan agar kebahagiaan yang kita cita-citakan baik secara lahir maupun batin dapat terpenuhi.yang hakiki yang berkaitan erat dengan batin yaitu dunia “Ide”. tuhan adalah puncak dari segala kebaikan dan kebajikan yang selalu menuntun dan menunjukkan jalan yang lurus dan terbaik bagi kita. dia rindu kebaikan tertinggi. Saat filsafat plato sampai kepada kesimpulan bahwa kebaikan dan kebajikan adalah sebagai ide tertinggi di dunia ide.

kita perlu berpaling dari anggapan – anggapan dangkal pancaindra dan mencari realitas yang sebenarnya. Ia menyadari bahwa realitas lebih nyata daripada bayang – bayang patung – patung. Karena itu. Dengan demikian. membentuk konsep – konsep. Oleh karena itu. ke dalam 13 . lambing alami indrawi. apabila kita menguasai diri sendiri melalui akal budi. kita menguasai diri kita sendiri. cinta. terasa berniali. ia mantap dalam dirinya sendiri. bahkan daripada patung – patung yang dibawa oleh para budak. kita menjadi satu. Amiin Sang Baik. ia membalikan diri kea rah mulut gua. Begitu pula. kita tidak teratur. buruk apabila ia dikuasai oleh keinginan dan hawa nafsu. dan melalui konsep – konsep itu kita diantar ke luar gua. orang itu baik apabila ia DIKUASAI oleh AKAL BUDI. Orang itu menikmati ketenangan. ketenangan. ia mulai melihat kenyataan yang sebenarnya. melainkan menjadi objek dorongan – dorongan irasional dalam diri kita. Itu berarti. tergantung pada nafsu atau emosi mana yang sedang mengemudikan kita. bahwa predikat pencapayan duo Ide ini hanya dapat di peroleh melalui pengetahuan dan akal budi yang luhur semoga kita sanggup mencapainya dengan ikhtiar lahir batin. ia mulai mengerti. Sebaliknya. Mengapa demikian? Karena selama kita dikuasai oleh nafsu dan emosi. kita dikuasai oleh sesuatu yang di luar kita. kita menikmati tiga hal: ksatuan dengan diri sendiri. Kita tidak memilki diri kita. Artinya. Ia berangkat kea rah yang baru itu sampai keluar dari gua ke dalam alam bebas. dan seperti yang telah kita ulas diatas. dan kebahagiaan Menurut Plato. mereka itulah yang walaupun berada di dunia Indrawi akan sanggup hidup seolah-olah berada di dunia Ide yang menghadirkan ide-ide tentang bebaikan dan kebajikan di tengah-tengah kehidupan dunia. apabila kita mau mencapai suatu hidup yang baik. Daripada hanya terpesona dengan bayang – bayang di dinding tembok gua. kita akan mulai berpikir. yang tenang. dunia yang sebenarnya. seperti halnya sang filsuf dalam gua tadi. Kita seakan – akan terpecah belah. bersatu. hal pertama yang perlu kita usahakan adalah membebaskan diri dari kekuasaan irasional hawa nafsu dan emosi serta mngarahakan diri menurut akal budi. kita berpusat pada diri kita sendiri. realitas rohani. kita ditarik ke sana ke sini. dan pemilkan diri yang tenang. apabila kita dikuasai oleh akal budi. Hidup secara rasional berarti bersatu dengan dirinya sendiri. dari kita dituntut suatu perubahan arah. kita menjadi kacau balau.Berbuat baik kata Plato akan mendatangkan kesenangan yang tak terlukiskan.

Orang berakal budi dikuasai oleh pengertian yang tepat. Kita sendiri menjadi tertata. Dengan deikian. Segala kebaikan yang ditemukan di dunia merupakan cerminan kebaikan yang dasariah itu. Manusia yang baik pada dasarnya adalah manusia yang seluruhnya terarah kepada Sang Baik. Karena 14 . Apabila kita sudah terarah kepada tatanan alam idea. Hidup manusia akan semakin bernilai bila ia seluruhnya terarah kepada nilai dasar. Karena itu. ia akan mengangkat kepala dan menjadi sadar akan matahari sebagi sumber segala yang baik. kita berpaling kepada TATANAN REALITAS YANG SEBENARNYA. Segala – galanya menuju kepadanya. batin kita sendiri juga semaki tertata dan selaras. tertarik olehnya. Begitu pula. Akal budi adalah pandangan tentang tatanan yang tepat. denga alam idea – idea. tanda kita dikuasai oleh indra dan nafsu. kita tertarik kepada idea tertinggi. Idea tertinggi itu adalah idea SANG BAIK. Sang Baik. dari yang jasmani ke rohani. Kita mampu untuk menentukan prioritas antara pelbagai dorongan dan kegiatan. Dalam kerangkan pandangan Plato:dari yang badani ke yang jiwani. kita ikut dalam keterarahan alam idea sendiri. Dapat dikatakan bahwa kita seakan – akan bertobat: dari paham – paham yang dangkal dan kacau. sang fisfuf tidak akan berhenti pada pemandangan alam itu. dari alam indrawi yang terus berubah – ubah kea lam idea – idea yang tetap abadi. kita menyesuaika diri dengan KESELARASAN ALAM SEMESTA. Melalui akal budi. tindaka kita juga berubah dan menjadi terarah. Dikuasai oleh akal budi berarti ditata oleh intuisi tatanan itu. Kita mulai melihat dan mengarahkan hidup kita kepada kebenaran yang sesungguhnya. Pengertian tepat itu tercermin pada keteraturan dalam jiwa kita. dalam berorientasi kepada alam idea. Hal itu akan dengan sendirinya mempengaruhi cara kita hdup di dunia ini. pada idea – idea. Ide atertinggi itu dalam perumpamaan tentang gua adalah matahari. Seperti alam indrawi terarah kepada alam idea – idea. alam rohani. membedakan antara keinginan yang perlu dan yang tidak perlu. Akal budi adalah kemampuan untuk melihat dan mengerti. Bahwa kita dapat melihat kebaika dan keindahan alam nyata di luar gua adalah karena alam itu disinari oleh matahari. pada idea – idea. pada Sang Baik.alam yang sebenarnya. Sang Baik adalah dasar segala – galanya. Apabila kita dikuasai oleh akal budi. Sang Baik itu oleh Plato kadang – kadang juga disebut Yang Ilahi. begitu pula alam idea – idea terarah kepada IDEA YANG TERTINGGI. Bagi Plato orang yang mengikuti akal budi adalah orang yang berorientasi kepada realitas yang sebenarnya. Kita terkait dengan tatanan lebih luas di dalamnya kita berada.

langsung atau tidak langsung menuju Idea Sang Baik. Dalam segenap gerak cinta. Plato menyebut cinta itu eros. Karena itu. Sejak Kant. Dengan naik dari cinta jasmani ke cinta yang semakin rohani. Selain itu. daya tarik Sang Baik itu masih terasa. apa yang menarik manusia untuk ke luar dari gua dan mencari kebenaran dan akhirnya Sang Baik sendiri? Menurut Plato. ia semakin aka merasakan keibdahan dan kebaikan hidup yang rasional sebagai sesuatu yang semakin membahagiakan. Sang Baik. Segala apa yang ada. cinta. cinta yang paling rendah pun. misalnya oleh makanan yang baik. sangatlah menarik bahwa Plato dengan demikian tidak membutuhkan paham kewajiban untuk menggerakan manusia agar mau hidup dengan baik. oleh orang yang baik. adalah apa yang paling dicintai dan dirindui oleh idea – idea. Selain itu. adalah apa yang berada di akar segala cinta. dalam kesanggupan memandang Sang Baik. Namun.itu. cinta dan kebaikan menyatu. Hidup yang rasional dan etis membawa rasionalitasnya dalam dirinya sendiri. eros dapat mencapai idea Sang Baik. justru karena ia baik. pada Plato tidak perlu orang seakan – akan diahruskan untuk hidup secara rasional dan tidak menurut hawa nafsu. Kita memang selau tertarik oleh sesuatau yang baik. Yang penting adalah orang menjadi lebih peka terhadap tarikan hasrat lebih mendalam dalam hatinya agar ia mengarahkan diri ke arah tarikan itu. masih merupakan pancaran daya tarik Sang Baik itu. lewat cinta rohani sampai pada tujuan segala cinta yang sekaligus asal usul segala keterkaitan. dan kebahagiaan . Di belakag nafsu yang paling jasani masih ada jejak cinta rohani yang mau merenggut kita dari kedangkalan dan kekacauan ke dalam cahaya Sang Baik senddiri. Karena itu. Idea Sang Baik dengan sendirinya adalah dasar segala cinta. makin kita tertarik. oleah ceramah yang baik. Sang Baik dengan sendirinya menarik diri kita seluruhnya. puncak hidup yang etis dalam paham Plato merupakan kesatuan total antara kebaikan (atau nilai) objektif. Sang Baik. Makin kita medekatinya. karena cinta adalah yang paling membahagiakan. manusia menurut Plato akan mencapai puncak eksistensinya apabila ia terarah kepada Yang Ilahi. EROS adalah kekuatan universal dalam alam. justru karena kebaikannya. Kita dapat bertanya. kita telah membiasakan diri untuk memahami hidup yang baik sebagai hal kewajiban: kita hidup dengan baik dan rasional karena hal itu wajib. Seperti segala kebaikan turun dari Sang Baik alam idea sampai kea lam indrawi. cinta seksual yang khas bagi segenap organisme indrawi. seperti orang yang mau 15 . Menurut Plato. begitu pula sebaliknya manusia dapat naik dari cinta jasamani. kekuatan itu adalah CINTA. tetapi juga menurut perspektif pelbagai etika religious.

dibiasakan pindah dari kebiasaa makan makanan kasar ke makanan yang lebih halus dan canggih. Begitu pula. semakin ingin kita dekati Cinta terhadap yang abadi sekaligus akan membahagiakan. Ia tidak perlu diwajibkan. Orang yang mengusahakan keempat keutamaan keutamaan itu juga menciptakan kondisi agar rohnya dapat diangkatnya kea lam rohani. orang tidak perlu diwajibkan mengrahkan diri kepada Sang Baik dengan sendirinya menarik kita sebagai sesuatu yang semakin ingin kita capai. menyatu dengan nilai objektif yang baik objektif adalah kebahagiaan yang sempurna. untuk mengangkat bentuk – bentuk universal dari realitas empiris individual. ia melakukan kewajibannya dalam dalam kehidupa sehari – hari. Semakin manusia mengangkat pandangannya ke alam abadi. kebahagiaan yang sebenarnya hanya mungkin bagi orang yang memiliki KEUTAMAAN – KEUTAMAAN. keberanian. Plato membedakan empat keutamaan paling utama. Keterarahan kepada Sang Baik tercermin dala keteraturan jiwanya. Pendekatan Aristoteles adalah empiris. Dalam cinta kepada Sang Baik kewajiban da kebahagiaan menyatu dan manusia mengalami keterpenuhan total. Karena itu. Dalam bahasa religius: manusia mencapai kepenuhan kebahagiaanya apabila ia menyatu dalam cinta dengan Yang Ilahi. Justru orang yang mengejar yang baiklah yang baik. Karena itu. semakin kita aka bahagia. Kemampuan akal budi manusia untuk membuat abstraksi. ia menimba kekuatan dari cintanya kepada yang abadi. Untuk itu. Dengan demikian. orang yang mau bahagia di satu pihak mengarahkan diri kepada yang baik. semakin bahagia ia. ia dapat mencapai suatu hidup yang utuh da bernilai. eros. Filsuf adalah orang yang paling bahagia karena ia sampai pada Sang Baik. manusia mencapai puncak kebahagiaan apabila nilai subjektif. Dapat dikatakan bahwa eros adalah nilai subjektif dan idea – idea adalah nilai – nilai objektif. melainkan cukup diajak untuk mencicipi apa yang sebenarnya lebih enak sehingga lama – kelamaan lidahnya akan tertarik dengan sendirinya kepada gaya makan yang lebih canggih. Keutamaan adalah tatanan dan keselarasan dalam jiwa itu. 16 . kita bahagia. Ia bertolak dari realitas nyata indrawi. Dalam eros kita mengalami yang baik. menjadi filsuf yang mencintai kebijaksanaan. sedangkan idea – idea secara objektif mewujudkan yang bernilai. Semakin kita brhasil melepaskan diri dari keterkaitan pada dunia jasmani indrawi. sikap tahu diri. Dengan kata lain. dan keadilan sebagai keutamaan yang mengimbangkan keutamaan – keutamaan lai serta mempersatukanya. yaitu kebijaksanaan. di lain pihak.

paham Yang Baik itu sedikit pun tidak membantu seorang tukang untuk mengetahui bagaimana ia harus bekerja dengan baik. Aristoteles adalah pemikir pertama di dunia yang mengidentifikasikan dan mengutarakan status teoritis ilmu baru itu serta membahas metode yang sesuai dengan cirri khasnya. ketertaruan dan hukum. atau seorang negarawan untuk mengetahui bagaimana ia harus memimpin negaranya. mengkontemplasikan. 17 . Kata teoritis berasal dari kata Yunani theoria. Perbedaannya hanya bahwa kalau filsafat politik memusatkan perhatiannya pada tatanan komunitas dan negara. “Etika Eudemia” tidak banyak mendapat perhatian karena dianggap belum merupakan ungkapan pikiran matang Aristoteles dan juga karena kurang jelas apakah ditulis oleh Aristoteles sendiri. Adapun filsafat praktis menyelidiki tindakan manusia. Namun. Menurut Aristoteles. Jadi. Begitu pula. Pembagian filsafat ke dalam FILSAFAT TEORITIS dan PRAKTIS berdasarkan ajaran Aristoteles tetang metode berpikir. yang berarti “memandang”. Adapun buku “Politike” merupakan perpanjangan “Etika Nikomacheia” yang lebih memfokus pada masalah kenegaraan. Theoria atau filsafat merupakan ilmu yang memandang. dua ilmu itu dipisahkan dengan tajam.Itulah sebabnya ia begitu mementingkan penelitian di alam dan mendukung pengembangan ilmu – ilmu khusus. Dalam pemikiran Aristoteles.Ada tiga karya besar Aristoteles yang menyangkut etika: yang pertama adalah Ethika Eudemia. Oleh karena itu.Pendasaran etika sebagai bidang penelitian tersendiri adalah karya Aristoteles. serta perkembangan dari segalaapa yang ada. melainkan mau menjawab pertanyaan bagaimana manusia harus bertindak supaya ia mencapai tujuannya. uraian berikut ini berdasarkan “Etika Nikomacheia”. Apa yang membuat kehidupan manusia menjadi bermutu harus dicari dengan bertolak dari realitas manusia sendiri. yang kedua Ethika Nikomacheia. Oleh karena itu. tetapi juga memperhatikan “Politike” seperlunya. mencoba memahami dan merefleksikan asal usul. etika lebih mempertanyakan bagaimana kehidupan individual harus diwujudkan. tidak ada gunanya. Ia adalah pendiri etika sebagai ilmu ata cabang filsafat tersendiri. Aristoteles menolak paham Plato tentang idea Yang Baik dan bahwa hidup yang baik tercapai dengan kontemplasi atau penyatuan dengan idea yang baik itu. Aristoteles dianggap sebagai filsuf moral pertama dalam arti yang sebenarnya. etika dan ilmu politik memang erat hubungannya. Filsafat praktis sebenarnya sama dengan etika dan filsafat politik. Keduanya tidak mencari pengertian teoritis. dan yang ketiga politike.

6 Pengertian yang hampirsenada juga diberikan John Stuart Mill. tetapi bertumpu pada tindakan itu sendiri. Teleologis. kita akan mencoba membahas konsep-konsepnya tentang moral. kebahagiaanadalah kenikmatan. Meski demikian.5 Persoalannya.empiris yang digunakan Aristoteles ini. sesuatu dinilai baik jika tujuannya mengarah padapencapaian kebahagiaan. baru dinilai benar atau salah setelah melihat akibatatau tujuannya. Dari realitas inderawi kongkret inilah akalbudi manusia mengabstraksikan apa yang disebut kebaikan.7 Sementara itu. kebahagiaan. Tindakan dinilai baik sejauh mengarah pada kebahagiaan dansalah jika mencegah kebahagiaan. seorang tokohpemikir idealis. Seseorang akan bahagia jika merasa nikmat. bukan dampaknya pada orang umumnya.Deontologis menyatakan bahwa kualitas etis tindakan tidak berhubungan dengan akibattindakan. apa yang dimaksud sebagai bahagia dalam pandangan Aristoteles? Apa unsur-unsurnya? Bagaimana cara mencapainya? Sebelum mendiskusikan masalah kebahagiaan dalam perspektif Aristoteles. teleologismenyatakan bahwa tindakan bersifat netral. Etika Menurut Aristoteles Aristoteles (384-322 SM) adalah murid terkemuka Plato (427-348 SM). Menurut Mill.1 Sebaliknya. Berangkat dari pendekatan --yang serba-. dan apa yang dimaksud nikmatdi sini adalah adanya ketentraman jiwa yang tidak dikejutkan dan tidak dibingungkan olehsesuatu dengan cara menghindarkan diri dari sesuatu yang tidak mengenakkan. kehidupan yang baik justruharus dicari dan bertolak dari realitas manusia sendiri. kebahagiaan adalah menyatunya rasa cinta kasihmanusia dalam Tuhan. tetapi bisa dikata egoistik.4 Menurutnya. benar atau salah. ada baiknyakita lihat konsep kebahagiaan dalam perspektif tokoh-tokoh lain. etikaAristoteles tidak Universalistik. Pembahasan etika biasanya dibedakan antara etika deontologis dan teleologis. Karena itu. kebahagiaan adalah kesenangan (pleasure)dan bebas dari perasaan sakit (pain) sedang ketidakbahagiaan berarti adanya perasaan sakit(pain) dan tidak adanya kesenangan. Misalnya. salah jika akibatnya tidak baik. bahagiadalam pandangan Epicuras adalah bebas dari rasa sakit dan penderitaan.2. Dalam pandangan Agustinus. tujuan hidup manusia adalah 18 . karena lebih menekankan dampakbagi pelaku. entah baik atau buruk akibatnya. Etika Aristoteles termasuk teleologis. Sebuah tindakan dinilai benar jika akibatnya baik.2 Kebahagiaan siapa? Kebahagiaan si pelaku. Jelasnya. ia tidak sependapat dengan gurunya yang menyatakan bahwamanusia telah mengenal idea Yang Baik dan bahwa hidup yang baik bisa tercapai dengankontemplasi dengan idea Yang Baik tersebut.3 Eidemonia atau kebahagiaan adalah tujuan sekaligus penentu baik buruknya tindakandalam etika Aristoteles. Menurut Epicuras. bahwa dustaadalah tidak benar secara etis. menurut Agustinus. karena ia mengkaitkan tindakan dengan dampakatau tujuan tertentu. dan dinilai buruk jika tidak diarahkan kepada kebahagiaan. Menurut Aristoteles.

Dengan demikian. Bagaimana aktualisasi diri bisa dinilai sebagai kebahagiaan? Dalam pandanganAristoteles.13 19 . maka aktualisasi dari akal budi tersebut bukan semata-mata diarahkan pada YangMaha Budi dan Idea.Yaitu. Tegasnya.persatuan diridengan Tuhan. dilakukan secara istiqamah. Bagi manusia. Kesempurnaan mata adalah melihat. aktivitas menuju kebahagiaan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. kebahagiaan Agustinus terjadi dalam Tuhan dan Stoa dalam alam. aktivitas yang menyebabkan kebahagiaan harus dijalankan menurut asas“keutamaan”. Mill terletak pada kemampuanlari dari rasa sakit. jika kebahagiaan Epicuras dan John S.kesempurnaan makhluk hidup adalah mengembangkan psikhisnya. Karena itu. tetapi juga diarahkan pada kehidupan konkrit melalui partisipasi dalamkehidupan masyarakat. kebahagiaan adalah kemampuan diri untukmenahan dorongan nafsu (self sufficiency) dengan cara menyatukan diri dan tunduk pada hukumalam. Apa aktivitas khususpada manusia yang mengarah pada kesempurnaanya? Menurut Aristoteles.kebahagiaan Aristoteles terletak pada diri manusia sendiri. bukan hanya sporadis. aktualisasi diri yang dinilai sebagai kebahagiaan adalah aktualisasi yangmengakibatkan kesempurnaan pada yang bersangkutan. karena manusia hidup dalam alam dunia danmasyarakat.10 Ini sama yang dirumuskan Erich Fromm.Di samping itu. dan aktif dalam berpartisipasi dalam kehidupanmasyarakat disisi yang lain. bahwa kebahagiaan tidakterletak atas apa yang kita miliki (having) tapi lebih pada kemampuan aktualisasi diri (being). kemampuan menyatakan dan menjadikan potensi-potensi yang dimiliki atau “mimpi-mimpi” menjadi kenyataan. kebahagiaanadalah memandang kebanaran. Jelasnya. pada aktivitasnya untukmengembangkan potensi-potensi hakikinya untuk menjadi sempurna. aktivitas tersebut mesti dilakukan secara stabil. akal budi danruhaninya. kebahagian Stoa terletak pada kemampuan seseorang untuk --meminjam istilahJawa-. Namun demikian. kebahagiaan manusia sama dengan menjalankan aktivitas yangspesifik baginya.9 Bagaimana konsep kebahagiaan Aristoteles? Menurut Aristoteles.8 Sedang dalam pandangan Stoa.11 Dengan demikian. Namun. aktivitas danaktualitas manusia yang bisa mengarahkan pada kebahagiaan adalah semua bentuk aktivitas yangmelibatkan bagian jiwa yang berakal budi.Menurut Aristoteles. Hanya aktivitas yang disertaikeutamaan yang dapat membuat manusia bahagia. Aktualisasi Diri Sebagai Kebahagiaan. Menerima apa yang menjadi bagiannya. Tidakada satupun mahluk hidup selain manusia yang mempunyai potensi ini. kebahagiaan manusiaterdapat pada aktivitas yang khusus dan mengarah pada kesempurnaanya. Jelasnya. kebahagiaan tercapai dengan cara memaksimalkan potensi dir untuk memandang realitas ruhani di satu sisi. dan kesempurnaan manusiaadalah aktualisasi dari kemungkinan tertinggi yang hanya terdapat pada manusia.“menerima ing pandum”. potensi khas manusiayang membedakan dari binatang atau makhluk lain adalah akal budi dan spiritualitasnya.12 dalam jangka waktu yangpanjang. yaitu mengembangkan pemikiran dan spiritualitas.

tetapi ia juga mengandung wadag yang inderawi. Hanya dengan perbuatan manusia menyatakan diri. kebenaran yang harus dipandang tersebut tidak hanya yang ada pada alamIdea sebagaimana dikatakan Plato.16 Dengan demikian jelas bahwa kebahagiaan yang dalam etika Aristoteles digunakansebagai tolok ukur baik buruknya sebuah tindakan terletak pada kemampuan yang bersangkutandalam mengaktualisasikan potensi-potensi khas dirinya. tidak boros juga tidak kikiryang disebut “murah hati”. Artinya. begitu pula. aktualisasi aktif dalam merealisasikan dan mengembangkan potensi khas manusia tersebut harus dilakukan menurut aturan keutamaan. Aristoteles melukiskan keutamaan moral sebagai suatu sikap watak yang memungkinkanmanusia untuk memilih jalan tengah antara dua kutub ekstrem yang berlawanan. bagaimana keutamaan bisa tentukan? Adakah norma-norma untuk itu?Menurut Aristoteles. Dengan bertindak ia menjadi nyata. dilakukan secara istiqamah. bagi Aristoteles. melainkan dengan caraaktif. manusia menjadi bahagia bukan dengan carapasif menikmati sesuatu. maka semakin dinilaibaiklah tindakannya. Jika subjektif. Semakin seseorang mampumengaktualisasikan potensi khasnya. karena itu berarti semakin mengarah kepada kebahagiaan. rasio menetapkan pertengahan (keutamaan) tersebut dan harusmenentukannya sebagaimana orang yang bijakasana dalam bidang praktis menentukankeutamaan. apa yang dimaksud jalantengah ini sangat subjektif.Seorang sarjana yang mengerti theori moral belum tentu bisa berlaku sesuai keutamaan moral.15 Hanya aktivitas yang disertaikeutamaan (aretê) yang membuat manusia menjadi bahagia. Yang perlu dicatat. kebahagiaan manusia hanya bisa dicapai dengan cara bertindak (aktif)mengaktualisasikan potensi atau nilai-nilai luhur manusia yang berasal alam transendent dalamkehidupan nyata. 20 . keutamaan adalah mengambil jalan tengah. Manusia adalah paduan dimensi ruhani danduniawi. ia bukanpula wadag tetapi juga mengandung nilai ruhani. terlalu hemat disebut kikir. Jelasnya. Manusia bahagia dalam merealisasikan atau mengembangkan potensi-potensidirinya. tindakanmaksimal atas potensi-potensi diri tersebut tidak terjadi secara sporadis atau berkala. riil. Sesuatu yang hidup bermutu tidak tercapai melalui nikmat pasif. Karena itu. Juga bahwa jalan tengah tidakdapat ditentukan dengan cara yang sama untuk semua orang.Diantara dua kutub ini. Benar bahwa manusia mengandung dimensi-dimensi ruhanidari alam transendent. pengeluaran terlalu banyak disebut boros. dalam belanja. tapi praktek. bukan objektif. atau bahwa segala yang diinginkan tersedia.17 Sebagaicontoh. Bukan sekedar terjadi dalam beberapa kasus. keutamaan baru menjelma sebagai keutamaan yangsungguh-sungguh setelah yang bersangkutan mempunyai sikap tetap dalam menempuh jalantengah tersebut. melainkan melaluihidup yang aktif.14 Mengapa harus aktif? Menurut Aristoteles. iamenjadi riel. Keutamaan. langgeng. tetapiterjadi dalam jangka waktu yang lama.Selain itu. Dan yang penting. Aristoteles menganggap bahwa keutamaan bukan persoalan theori. yang tentu disertai keutamaan.Akan tetapi.

18 Phronesis (Kebijaksanaan Praktis). mendorongmanusia untuk bertindak sosial. dalam kehidupan bermasyarakat.Nah. apa yang membuat manusia menjadi baik. Aristoteles tidak menyediakan tolok ukur bagi nilai moral. phonesis tidak bisa diajarkan sebagaimana juga etika tidak bisadiajarkan.bagaimana kita tahu bahwa tindakan yang kita lakukan tersebut tepat atau tidak? Semuatergantung kebiasaan yang dilakukan. Selain itu. Akan tetapi. Keberadaan Tuhan menjadi terlupakan. sama dengan orang yang semakin melatih jiwanya akan semakian peka perasaannya. dimana aktualisasi potensi tidak hanya dilakukan di duniaIdea. Dalam etika Aristoteles. kebahagiaan tercapai manakala manusia mampumentranfer nilai-nilai atau sifat-sifat Tuhan dalam tindakannya sehari-hari.sebagaimana dikatakan Immanuel Kant. konsepnya tentang kebahagiaan sebagai tolok ukur baik dan buruk ini. dengan adanya konsep bahwa kebaikan berasal dari aktualisasi potensi manusiasendiri berarti Aristoteles telah mengabaikan persoalan yang transenden. baik atau buruk. tidak menyentuh masalah paling mendasar dari etika itusendiri. Menurut Aristoteles.20 Phronesis tumbuh danberkembangan dari pengalaman dan kebiasaan bertindak etis.memisahkan praxis dari theori. Terakhir. Ini agak berbeda dengan Ibn Maskawaih. 21 . Konsep etika Aristoteles ini.transendensi tidak memainkan peran. tindakan-tindakannya tidak dilakukan sembarangan yang lepas dari dimensi-dimesi ruhani. Menurut Aristoteles.19 Orang yang mempunyaiphronesis mengerti bagaimana harus bertindak secara tepat.23meski sama-sama menyatakan kebahagiaansebagai tujuan etika. Bagaimana kita bisatahu bahwa itu tindakan etis dan tidak etis? Aristoteles memang menyatakan tentang adanya“phronesis” (kebijaksanaan atau pengertian yang tepat) dalam memilih tindakan. Aristoteles --sebagaimana yang disinggung-. Hanya saja. Artinya lagi. Manusia bisa dinilai hidup secara baik jika berpartisipasi dalamkehidupan negara dan tidak lepas dari norma-norma serta nilai-nilai masyarakat. Tanggapan. Semakin mantap seseorangbertindak etis. kemampuan bertindak tepat berdasarkan pertimbangan baik dan buruk ketika menghadapipilihan-pilihan inilah yang disebut “phronesis” (kebijaksanaan praktis). theori diarahkanpadarealitas yang tidak berubah (idea).sedang praxis bergerak dalam alam manusia yangberubah yang mana manusia sendiri mempunyaikebebasan untuk memilih mana yang diambil. berdasarkan pertimbangan konkrit. tetapi harus juga dalam kehidupan praksis. Menurut Ibn Maskawaih. Inilahsumbangan utama etika Aristoteles.22 bukan padatujuannya. meskimenggunakan keduanya dalam menggapai kebahagiaan. tetapi justrutersoroti dan tercerminkan oleh nilai-nilai ketuhanan. tapi bisa dikembangkan atau dilatih dengan cara dibiasakan.21 Persoalan baik dan buruk harus dilihat padahakekat tindakan itu sendiri. Artinya. yang oleh Kant disebut “kehendak”.tapi orang yang mempunyai kebijaksanaan praktis (phronesis) mampu menentukan masalah ini. semakin kuat pula kemampuannya untuk bertindak menurut pengertian yangtepat. Relatif sekali.

Sehingga orang yang memandang itu terpaksa membanarkan dan menerima isinya. Nama itu diambil dari ruangan sekolahnya yang penuh ukiran Ruang. Pemandangan yang benar ialah suatu pemandangan yang menggambarkan barang yang dipandang dengan terang dan tajam. Dalam hal ini. yaitu akal budi yang sesuai dengan akal budi dunia. Etika Menurut Stoa Pendirinya adalah Zeno dari Kition.persoalan transenden ikutmemainkan peran. Bagi Plato dan Aristoteles pengertian itu mempunyai realita. Ia belajar kepada Kynia dan Megaria. dalam bahasa Grik ialah “Stoa”.Pertama. Menurut kaum Stoa. kampung. Ingat misalnya ajaran Plato tentang idea. Awalnya ia hanyalah seorang saudagar yang suka berlayar. Suatu ketika kapalnya pecah di tengah laut. apabila pemandangan itu kena. Dalam literatur lain disebutkan bahwa pokok ajaran etik Stoa adalah bagaimana manusia hidup selaras dengan keselarasan dunia. yaitu logika. gambarannya tinggal dalam otak kita sebagai ingatan. semuanya itu adalah cetakan pikiran yang subjektif untuk mudah menggolongkan barang-barang yang nyata.Setelah keluar ia mendirikan sekolah sendiri yang disebut Stoa. fisika dan etik. yaitu memaksa kita membenarkannya. logika maksudnya memperoleh kriteria tentang kebenaran. murid Plato yang terkenal. Kaum Stoa bertentangan pendapatnya dengan Plato dan Aristoteles. Pengertian umum. Ia dilahirkan di Kition pada tahun 340 sebelum Masehi.Ajarannya tidak jauh beda dengan Epikuros yang terdiri dari tiga bagian. Pada akhirnya akan mencapai citra idaman seorang bijaksana. orang perempuan. 3. Jumlah ingatan yang banyak menjadi pengalaman. logika. mereka memiliki kesamaan dengan Epikuros. hidup sesuai dengan alam. Sehingga menurut mereka kebajikan ialah akal budi yang lurus. Sedangkan menurut kaum Stoa. Tujuan utama dari ajaran Stoa adalah menyempurnakan moral manusia. Karena itu entah mengapa ia berhenti berniaga dan tiba-tiba belajar filsafat. kucing hitam adalah suatu realita. benar adanya. Hanya barang-barang yang kelihatan yang mempunyai realita. dan akhirnya belajar pada academia di bawah pimpinan Xenokrates. Apa yang dipikirkan tak lain dari yang telah diketahui pemandangan. seperti perkumpulan. tapi hartanya habis tenggelam. Seperti orang laki-laki.Apabila kita memandang sesuatu barang. Dirinya selamat. ada pada dasarnya. Buah pikiran benar. kuda putih. binatang dan lain sebagainya adalah suatu realita. pengetian umum itu tidak ada realitanya. nyata adanya. Pendapat kaum Stoa ini disebut dalam filsafat pendapat 22 . tatapi tidak sampai mnghancurkan apalagi menghilangkan kepribadianmanusia sendiri sebagaimana dalam Stoa ataupun Aquinas.

Semua yang ada tak lain dari api dunia itu atau Tuhan dalam berbagai macam bentuk. oleh karena itu pada kebakaran dunia yang hebat. 4. yaitu kesenangan hidup. itu semuanya menjadi api. fisika. Dari api Tuhan itu.Kedua. Pada akhirnya Tuhan menarik semuanya kembali padanya.Menurut mereka dunia ini akan kiamat dan terjadi lagi berganti-ganti. Fisika kaum Stoa tidak saja memberi pelajaran tentang alam. Tuhan itu menyebar ke seluruh dunia sebagai nyawa. terjadi kembali dunia baru yang sampai kepada bagiannya yang sekecil-kecilnya serupa dengan dunia yang kiamat dahulu. Etika menurut Augustinus 23 .Ketiga. Inti dari filsafat Stoa adalah etiknya. sebagai lawan dari realisme. Kaum Stoa juga berpendapat bahwa tujuan hidup yang tertinggi adalah memperoleh “harta yang terbesar nilainya”. Maksud etiknya itu ialah mencari dasar-dasar umum untuk bertindak dan hidup yang tepat. Pelaksanaan tepat dari dasar-dasar itu ialah jalan untuk mengatasi segala kesulitan dan memperoleh kesenangan dalam penghidupan. seperti api yang membangun menurut sesuatu tujuan. tetapi juga meliputi teologi.nominalisme. Kemerdekaan moril seseorang adalah dasar segala etik pada kaum Stoa. Zeno sebagai pendiri Stoa. menyamakan Tuhan dengan dasar pembangun. Kemudian malaksanakan dasar-dasar itu dalam penghidupan. Dasar pembangun ialah api yang membangun sebagai satu bagian daripada alam. etik.

Tanpa anugerah Allah. kelancangan. Allah yang memberi kesadaran kepada kita mengapa kita harus berbuat baik dan tidak berbuat jahat. dan fitnah. tidak ada seorangpun yang bisa bebas dari dosa dengan melakukan hal-hal yang baik.Dasar Etika Agustinus Dasar etika Agustinus adalah etika yang menekankan pentingnya kehendak bebas dan anugerah Allah sebagai dasar perbuatan etis manusia. Perbedaannya. yaitu kehendak bebas Allah dan kehendak bebas manusia. Seseorang hanya dapat dibebaskan dan lepas dari yang jahat hanya melalui anugerah Allah. Ia baru merasakan bebas dari hal-hal yang jahat setelah ia menerima anugerah Allah melalui pertobatannya. Allah sendiri yang menjadi sumber seluruh keberadaan dan segala sesuatu yang baik. namun Allah tetap memperbolehkan manusia untuk berkehendak. Menurut Agustinus kejahatan ditemukan dalam keinginan ciptaan yang memiliki akal budi. Ia merasa berkali-kali jatuh ke dalam dosa. Allah sendiri yang bekerja dalam diri manusia. Pada masa mudanya ia telah melukai hati ibunya dan hidup bersama dengan seorang perempuan yang tidak pernah dinikahinya. Dalam melakukan kejahatan setiap orang dibebaskan dari keadilan dan menjadi hamba dosa. kehendak manusia seringkali digunakan dengan cara yang salah. Menurut Agustinus. Menurut Agustinus. Pandangan Agustinus mengenai kehendak bebas dan anugerah ini dipengaruhi oleh pengalaman masa mudanya. Agustinus menolak segala bentuk teologi dualisme metafisik. Namun. Namun. hal itu bukan berarti segala sesuatu telah terjadi menurut takdirnya (takdir merupakan bentuk penolakan dari kamauan kehendak bebas). 24 . seperti melontarkan kata-kata kotor. halhal yang jahat bukan diciptakan Allah. Allah sang pencipta menciptakan semuanya dengan baik. Allah mengetahui segala hal sebelum manusia bertindak. perbuatan baik yang mereka lakukan tidak ada artinya. Agustinus menyebutkan dua buah kehendak. Manusia tetap mempunyai kuasa untuk berkehendak bebas sama seperti Tuhan yang juga mempunyai kuasa dan kehendak. Allah memang berkuasa. Tidak ada kejahatan di luar keinginan.

Perang diperbolehkan ketika bertahan terhadap serangan lawan dan melawan bidaah. Menurutnya kecintaan terhadap materi hanya merupakan ilusi. Agustinus berkata. Itulah sebabnya. Bahkan secara ekstrem dapat dikatakan bahwa kedamaian adalah tujuan dari perang. Karya ini ditulis sebagai sebuah apologet dari Agustinus karena orang-orang Kristen dianggap membawa kehancuran bagi Roma. Agustinus membedakan kota Allah dan kota dunia. yakni cinta yang diarahkan kepada Allah. Kota dunia berdasarkan kepada cinta diri serta barangbarang yang dapat hancur dan berujung pada kebinasaan. Dalam buku ini.. Perang baginya 25 . karena hakikat dasar dari kemenangan dalam perang adalah membawa manusia ke dalam kemuliaan dan kedamaian. Menurut Agustinus. Keadilan yang terdapat dalam diri manusia bersumber dari Allah. Namun.Dua Kota Allah Konsepsi kehendak bebas dan anugerah Allah ini menjadi dasar bagi etika sosial Agustinus. cinta yang paling bawah adalah cinta yang diarahkan kepada barang-barang yang dapat hancur. Konsepsi ini diekspresikan dalam bentuk yang matang dalam karyanya The City of God (Kota Allah). Ia mengatakan bahwa perang diperbolehkan hanya sebagai jalan terakhir. Tingkatan selanjutnya adalah cinta kepada diri sendiri dan sesamanya. belas kasih dan ketenangan. ia mengkritik ketidakadilan dan kebejatan moral orang-orang Roma yang belum Kristen. Namun. Kota Allah berdasarkan cinta kepada Allah dan berujung pada kekekalan. Agustinus mengatakan bahwa perang boleh dilakukan atas otoritas seorang raja berdasarkan kepentingan rakyat. Agustinus bukanlah orang yang pasivis (anti perang). melainkan kedamaian yang dihubungkan dengan keadilan. manusia menemukan pedoman bagi tindakannya. Motivasi dalam berperang itu pun harus berlandaskan cinta kasih. hal itu hanya merupakan bentuk pencarian kedamaian bagi diri sendiri atau kelompok tertentu saja. Tingkatan yang terluhur adalah cinta kepada Allah. Dalam cinta sejati. kedamaian adalah tujuan universal seluruh umat manusia. yang merupakan norma moral bukanlah kedamaian seperti di atas. Damai dan Keadilan Menurut Agustinus. Menurut Agustinus. Kedamaian yang seperti ini hanya berasal dari Allah. "Dilige et quod vis fac" (cintailah dan lakukan apa saja yang kamu kehendaki).

Padahal seharusnya kekayaan itu yang dipergunakan untuk memuliakan Allah. Agustinus sendiri telah merasakan bagaimana menahan nafsunya.menyalahgunakan kekayaan tersebut.Kekayaan juga merupakan ciptaan Allah yang baik adanya. manusia perlu mengendalikan nafsu seksnya. Perintah moral yang 26 . Pemikiran Aquinas yang terkenal adalah merumuskan etikadan doktrin gereja.Beberapa orang bahkan ada yang menyembah Allah hanya untuk mendapatkan kekayaan. Pandangan Agustinus terhadap Kekayaan Menurut Agustinus. Hukum menurut Thomas Aquinas berkaitan dengan kodrat manusiaThomas Aquinas pemandang manusia sebagai manusia bebas atau mahluk yang bebas mengerahkan dirinya sendiri. di dalam realitas bermasyarakat manusia berhadapan dengan peraturan. Seksualitas Manusia Pengajaran Agustinus tentang seksualitas dipengaruhi pengalaman hidupnya. Pemikiran yang membangun harmonia antara agama dan akal dengan menunjukan bahwa ajaran agama tidak bertentangan dengan filsafat. 5 . manusia -dengan kehendaknya. Ia menolak hubungan seksual di luar masa subur.[2] Salah satu pemikiran Thomas Aquinas adalah tentang hukum moral. Pemikiran yang berasal dari ajaran Agustinus dan filsafat Aristoteles yang sangat berpengaruh dalam pemikiran di Eropa pada saat itu. kekayaan bukanlah kejahatan. Manusia hidup dengan bebas tetapi dibatasi norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.Namun. Namun ia mengutuk hubungan seksual untuk tujuan apapun selain prokreasi. Menurut Thomas Aquinas tindakan yang mengerakkan manusia kepada tujuan akhir berkaitan dengan kegiatan manusiawi bukan dengan kegiatan manusia. Menurut Agustinus.Akan tetapi. Thomas Aquinas Thomas Aquinas adalah seorang filsuf dan teolog yang terkenal pada abad pertengahan. saat ia memutuskan untuk bertobat. Ia tidak mengatakan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang tidak bermoral. Menuruti nafsu seksual dianggap sebagai pemberontakan terhadap Allah.merupakan suatu pengecualian dalam hal moral karena pembenaran dari perang tersebut hanya terdapat dari sang penyerang bukan dari yang diserang.

Namun. Jacques. suatu ordo yang sangat berperan pada abad itu. Setelah sepuluh tahun Thomas berada di Monte Cassino. Italia. Thomas resmi menjadi anggota Ordo Dominikan. ia kembali ke Paris dan mulai memberi kuliah Biblika (1252-1254) dan Sentences. dalam keluarga bangsawan Aquino.Pada tahun 1879. ia mulai tertarik pada pekerjaan kerasulan gereja. ia dipindahkan ke Naples. karangan Petrus Abelardus (1254-1256) di Konven St. Thomas Aquinas (1225-1274) adalah seorang filsuf dan teolog dari Italia yang sangat berpengaruh pada abad pertengahan. Perancis.paling dasar adalah melakukan yang baik. dan berusaha untuk pindah ke Ordo Dominikan. Kedua orang tuanya adalah orang Kristen Katolik yang saleh. Thomas. Buku ini merupakan sintesis dari filsafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen. Selama di sana.1252. menghindari yang jahat. pada tahun 1248 . sebuah universitas yang sangat terkemuka pada masa itu. Kehidupan Thomas Aquinas Aquinas dilahirkan di Roccasecca dekat Napoli. ajaran-ajarannya dijadikan sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII. Pada tahun 1252. Wahana itu disebut hukum manusia seperti undang-undang. Thomas ditugaskan untuk memberikan kuliah-kuliah dalam bidang filsafat dan teologia di beberapa 27 . Paris. Ayahnya ialah Pangeran Landulf dari Aquino dan ibunya bernama Countess Teodora Carracciolo. Hukum moral memerlukan suatu wahana untuk mewujudkan bentuk kongkrit. Keinginannya tidak direstui oleh orang tuanya sehingga ia harus tinggal di Roccasecca setahun lebih lamanya. Thomas dikirim belajar pada Universitas Paris. Di sinilah ia berkenalan dengan Albertus Magnus yang memperkenalkan filsafat Aristoteleskepadanya. Sebagai anggota Ordo Dominikan. Thomas Aquinas juga disebut Thomas dari Aquino (bahasa Italia: Tommaso d‟Aquino). dan adil. konstitusi atau hukum-hukum positif lainnya yang dapat membantu manusia dan masyarakat mewujudkan nilai-nilai moral misalnya bertindak baik. jujur. Ia belajar di sana selama tiga tahun (1245 -1248). pada umur lima tahun diserahkan ke biara Benedictus di Monte Cassino agar dibina untuk menjadi seorang biarawan. Di sana ia belajar mengenai kesenian dan filsafat (1239-1244). Ia menemani Albertus Magnus memberikan kuliah di Studium Generale di Cologne.Karya Thomas Aquinas yang terkenal adalah Summa Theologiae (1273). karena tekadnya pada tahun 1245.

7 Maret 1274. Orvieto. Paus Yohanes XXII mengangkat Thomas sebagai orang kudus pada tahun 1323 Kastil Monte San Giovanni Campano Ajaran Thomas Aquinas Santo Thomas Aquinas 28 .Pada tahun 1269. selama sepuluh tahun lamanya. seperti diAnagni. Roma.kota di Italia. dan Viterbo. tiba-tiba Thomas sakit dan meninggal di biara Fossanuova. Thomas dipanggil kembali ke Paris untuk tiga tahun karena pada tahun 1272 ia ditugaskan untuk membuka sebuah sekolah Dominikan di Naples. Dalam perjalanan menuju ke Konsili Lyons.

Aquino.St. O. Fossanuova Abbey. the Sun Pelindung All Catholic educational institutions Allah Thomas mengajarkan Allah dalam pandangannya yang mencerminkan pengaruh filsafat Aristoteles: sebagai "ada yang tak terbatas" (ipsum esse subsistens). a model church. Kerajaan Sisilia Dihormati di Gereja Katolik Roma Komuni Anglikan Dikanonisasikan 1323. Perancis 28 Januari (baru).P. 29 . Doktor Gereja Lahir c. yang memunyai keadaan yang paling tinggi.Toulouse. Perancis olehPaus Yohanes XXII Tempat ziarahutama Hari peringatan Church of the Jacobins. Avignon. Thomas Aquinas. by Fra Angelico. Kerajaan Sisilia Wafat 7 Maret 1274. Allah adalah penggerak yang tidak bergerak. 1225. 7 Maret (lama) Atribut The Summa Theologica.   Allah adalah "zat yang tertinggi".

tingkat atas dan bawah. Gereja dipandangnya sebagai lembaga keselamatan yang tidak dapat berbuat salah dalam ajarannyaPaus memiliki kuasa yang tertinggi dalam gereja dan Pauslah satu-satunya pengajar yang tertinggi dalam gereja.Hidup kodrati ini kurang sempurna dan ia bisa menjadi sempurna kalau disempurnakan oleh hidup rahmat (adikodrati). “ Tabiat kodrati bukan ditiadakan. Salah satu filsuf Kristen yang mengkritik pemikiran Thomas Aquinas adalah Gordon H.Dengan bantuan rahmat adikodrati itu manusia dikuatkan untuk mengerjakan keselamatannya dan memungkinkan manusia dimenangkan oleh Kristus. melainkan disempurnakan oleh rahmat ” Thomas mengajarkan bahwa pada mulanya manusia memunyai hidup kodrati yang sempurna dan diberi rahmat Allah. Rahmat adikodrati itu disalurkan kepada orang percaya lewat sakramen. rahmat Allah (rahmat adikodrati) itu hilang dan tabiat kodrati manusia menjadi kurang sempurna. Manusia tidak dapat lagi memenuhi hukum kasih tanpa bantuan rahmat adikodrati. ia berpendapat bahwa terdapat tujuh sakramen yang diperintahkan oleh Kristus. orang mulai berjalan menuju kepada suatu kehidupan yang baru dan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang menjadikan ia berkenan kepada Allah. rahmat adikodrati sangat penting karena manusia tidak bisa berbuat apa-apa yang baik tanpa rahmat yang dikaruniakan oleh Allah. Sakramen Mengenai sakramen.Bukunya "God's Hammer" halaman 67 sampai 71 berisi kritikan beliau terhadap Thomas. Tingkat bawah (kodrati) hanya dapat dipahami dengan mempergunakanakal. dan sakramen yang terpenting adalah Ekaristi(sacramentum sacramentorum). Rahmat adikodrati itu ditawarkan kepada manusia lewat gereja. Dosa Ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Dengan menerima sakramen. Karya teologis Thomas yang sangat terkenal adalah "Summa Contra Gentiles" dan "Summa Theologia". Terjemahan bebas saya 30 . Dengan demikian. Clark. yaitu tingkat adikodrati dan kodrati.Manusia dan dunia Dunia dan hidup manusia menurut Thomas terbagi atas dua tingkat.

Perdebatan antara sesama Kristen dan antara Kristen dengan kaum sekuler kadang-kadang mengakibatkan kebingungan karena istilah yang dipakai tidak selalu didefinisikan dengan jelas. tradisi. wahyu tidak dapat disebut tidak masuk akal atau irasional dalam pengertian yang merendahkan. Thomas membedakan akal budi (reason) dan wahyu.Dalam sejarah pemikiran Kristen. Bukan hanya Agustinus dan Kant memiliki pandangan yang berbeda tentang natur iman. kalau seseorang telah secara rasional mendemonstrasikan proposisi ini. dan suara hidup dari gereja Roma. Definisi iman dan akal budi ini mengakibatkan wahyu hanya “tidak masuk akal” (unreasonable) secara verbal. menurut Thomisme adalah memungkinkan untuk mendemonstrasikan keberadaan Allah melalui pengamatan terhadap alam. antithesis antara iman dan akal budi (reason) telah didekati dengan berbagai metode. Aristoteles berhasil melakukannya. Setelah memberikan gambaran singkat tentang latar belakang historis. Namun demikian. Namun. Secara psikologis tidak mungkin pada saat yang sama “percaya” dan “mengetahui” satu proposisi. Rasionalis abad ketujuhbelas membedakan akal budi (reason) dengan sensasi [inderawi]. Si 31 . dalam system ini iman artinya informasi yang diwahyukan yang ada dalam Alkitab. Kalau Alkitab mewahyukan bahwa Allah ada dan kita percaya Alkitab. Thomisme memang menekankan ketiadaan kompatibilitas antara iman dan akal budi. maka kita memiliki kebenaran iman. dia “mengetahui” proposisi itu. maka dia tidak lagi menerima teorema berdasarkan kata-kata guru. Akal budi artinya informasi yang dapat diperoleh melalui pengamatan inderawi terhadap alam dan diinterpretasi intelek. dia tidak lagi menerima proposisi itu berdasarkan otoritas. Kebenaran akal budi adalah kebenaran yang dapat diperoleh melalui kemampuan indera dan intelek alamiah manusia tanpa bantuan anugerah supranatural. namun istilah akal budi (reason) sendiri mengandung arti yang bermacam-macam. Selain persetujuan (assent) pribadi orang percaya. metode untuk menghubungkan iman dan rasio yang pertama dibahas adalah filsafat Thomistik Gereja Roma Katolik. namun ketiadaan kompatibilitas itu bersifat psikologis semata. Seorang guru mungkin memberitahu siswanya bahwa segitiga memiliki 180o dan sang siswa percaya perkataan sang guru. namun setelah si siswa mempelajari buktinya. orang itu tidak lagi “percaya”. penulis berharap menghindari kebingungan seperti itu dengan mengemukakan definisi akal budi (reason) yang mungkin membantu pembelaan terhadap wahyu sebagai sesuatu yang rasional Upaya Skolastik Abad Pertengahan Dalam gambaran historis singkat ini. Kadang-kadang kita curiga kaum sekuler menggunakan verbalisme untuk memberikan kesan yang menakutkan.

Kaum Muhammadean (Islam) Abad Pertengahan dan kaum humanis modern dapat saja mengklaim bahwa doktrin Trinitas tidak rasional.siswa sudah mengetahui sendiri. maka Thomisme dan pandangannya tentang hubungan antara iman dan akal budi tidak dapat dipertahankan . Kita tidak boleh memandang seorang percaya sebagai seorang yang harus dibebaskan dari penjara imannya. iman berfungsi memberi peringatan kepada seorang pemikir bahwa dia melakukan kesalahan. tetapi ada kebenaran-kebenaran yang dapat didemonstrasikan yang juga telah diwahyukan kepada manusia. namun Aristotle tidak pernah berhasil 32 . Kalau argumune kosmologis bagi keberadaan Allah merupakan kesalahan logika. Kalau diasumsikan bahwa semua pengetahuan (knowledge) dimulai dengan pengalaman inderawi dan karena itu pada saat orang memandang alam tanpa pengetahuan tentang Allah. Kedua rangkaian kebenaran ini. dapat ditambahkan kritik khusus formulasi Aristotelian Thomas Aquinas. walaupun dapat didemonstrasikan. sebaliknya doktrin wahyu melengkapi apa yang tidak dapat dicapai oleh akal budi. Thomisme tidak dapat bertahan tanpa konsep potentialitas (potentiality) dan aktualitas (actuality). Tiga keberatan akan dikemukakan. namun akal budi cukup mampu untuk mendemonstrasikan bahwa keberatan yang dikemukakan keliru/salah (fallacious). maka segala kemalangan (calamities) manusia dan keterbatasan serta perubahan di alam semesta – seberapapun luasnya galaksi-galaksi yang ada – menghalangi kesimpulan tentang satu pribadi Allah yang Mahakuasa dan juga Baik. Pertama. karena Allah tahu bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan intelektual seperti Aristotle. karena itu Allah mewahyukan beberapa kebenaran itu. walaupun berada di luar jangkauan akal budi seperti definisi di atas. Bukannya menjadi penghalang bagi akal budi. Tidak semua proposisi wahyu dapat didemonstrasikan dengan filsafat rasional. tidaklah irasional atau nonsensical. tetapi kritik ini dipandang sangat penting oleh kaum Thomist dan penentangnya. Muatan (content) wahyu yang tidak dapat didemonstrasikan (seperti doktrin Trinitas dan sakramen). Dengan demikian iman dan akal budi serasi satu dengan yang lain. yang dikemukakan dengan tajam oleh David Hume. demi kebanyakan umat manusia. Hanya satu kritik yang akan penulis kemukakan tentang sistem ini. Kebenaran iman yang lebih tinggi tidak bertentangan dengan kesimpulan akal budi manapun. Terhadap keberatan-keberatan ini. Kesulitan yang dialami argumen kosmologis adalah ketidakmemadaian wahyu umum seperti dibahas sebelumnya. iman hanya membatasi dari kesalahan. atau lebih tepatnya kebenaran yang diperoleh dari dua metode berbeda ini saling melengkapi.

kita tidak dapat meneruskan berjalan mundur tanpa batas. Hal ini tidak hanya berlaku untuk istilah-istilah di atas. Kedua melalui metode analogi. Kedua. Alasan yang secara eksplisit diberikan dalam Summa Theologica untuk menyangkali hal itu adalah kalau hal itu terjadi maka tidak akan ada Penggerak/Penyebab Pertama (First Mover). while 33 . namun First Mover ini diasumsikan dulu sebagai sesuatu yang ada untuk menolak infinite regress (mundur tidak terbatas).maka bahkan kata keberadaan (existence) tidak berlaku sama (univocal) pada Allah dan pada ciptaan. Namun pikiran Allah adalah penyebab kebenaran karena Allah memikirkannya. Sebaliknya dia [Aristotle] mengilustrasikannya dengan perubahan fenomena lalu mendefinisikan perubahan atau gerak (motion) dalam hal aktualitas (actuality) dan potentialitas (potentiality). Karena keberadaan Allah adalah esensiNya – identitas yang tidak dapat diduplikasikan. Thomas berargumentasi bahwa kalau kita melacak penyebab gerak (motion). tanpa bagian. Pikiran manusia tunduk kepada kebenaran. Pertama melalui teologi negatif. maka pantas diberikan perhatian lebih. dia tidak perlu memberi penekakan pada keberatan pertama. Karena itu jelas argumen ini adalah sebuah kekeliruan (fallacy). Pada saat yang sama. yang esensiNya identik dengan keberadaanNya. kebenaran adalah pimpinannya. Thomas tidak mengakui bahwa istilah-istilah itu juga memiliki arti berbeda sama sekali (equivocal). diperlukan terlalu banyak apparatus teknis yang tidak bisa diakomodasi dalam tulisan ini. Karena Allah adalah pure being. Namun alasan yang digunakan sebagai premis ini jugalah yang digunakan sebagai kesimpulan di akhir argumen. Untuk memberikan justifikasi terhadap keberatan ini.mendefinisikannya. Karena itu istilah pikiran tidak memiliki arti yang tepat sama pada manusia dan pada Allah. atau mungkin lebih baik diformulasikan. sementara itu Allah tidak pernah belajar. Bagi Thomas Aquinas. maka istilah-istilah yang diterapkan pada Allah tidak dapat digunakan tepat dengan cara yang sama dengan pada saat diterapkan pada ciptaan. Alasan ketiga yang akan kita bahas lebih rumit. Dan kalau pembaca menghendaki. Namun karena terkait dengan hal yang banyak diperdebatkan saat ini. harus diingat bahwa kebijaksanaan manusia adalah kebijaksanaan yang diperoleh/dipelajari. Kalau dikatakan bahwa seorang manusia bijaksana dan Allah bijaksana. ada dua cara mengenal Allah. tetapi juga pada gagasan tentang eksistensi. Hal itu tidak akan kita bahas di sini. Argumen ini dimaksudkan untuk membuktikan keberadaan First Mover. Allah adalah kebenaran. Pada saat dikatakan bahwa playboys lead fast lives.

bagaimanasebuah argument – argument kosmologis – secara formal syah kalau premis menggunakan satu istilah dengan pengertian tertentu dan dalam kesimpulannya menggunakan istilah yang sama dengan arti yang berbeda sama sekali? Premis argument kosmologis berbicara tentang eksistensi penggerak/penyebab (mover) dalam kisaran pengalaman manusia. maka bidang arti ini pasti dapat dikemukakan dengan menggunakan satu istilah yang berlaku untuk keduanya.ascetics fast.David Hume Perasaan Moral Latar belakang…Hume membuka jalan bagi perkembangan bentuk-bentuk filsafat anti metafisika modern. Istilah ini dapat digunakan untuk Allah dan untuk manusia. Hume dapat dianggap sebagai pemikir positivis pertama karena ia menyangkal apa yang melebihi faktisitas murni. Dia banyak berkeliling di Eropa.barangkali juga karena ia dianggap ateis sehingga tidak akan diterima sebagai profesor. 6. Namun. kandungan intelektual dalam kedua anak kalimat itu berbeda sama sekali. Hume seorang scot yang lahir di dekat kota Edinburgh pada tahun 1711. Namun kalau memang demikian adanya. upaya untuk secara Thomistik menghubungkan iman dan akal budi gagal – lebih karena pandangannya tentang akal budi dari pada terhadap iman-. Bukunya yang terkenal yaitu A Treatise of Human 34 . kesimpulannya terkait dengan keberadaan Penggerak/Penyebab Pertama. terutama Prancis. jika istilah ini tidak dapat dipahami dengan pengertian yang sama. perlu ada upaya lain untuk membela rasionalitas wahyu. maka argument tersebut keliru/salah (fallacious). tempat ia bergaul dengan para ensiklodis dan Rousseau. Implikasinya adalah semua sisa kemungkinan makna identik di antara keadaan terhapus. hume tidak pernah mengajar di universitas. Seperti banyak filsuf pencerahan. Thomas memilih jalan tengah antara perbedaan makna (equivocation) dan kesatuan makna ketat (strict univocity) dengan mengatakan bahwa katakata bisa digunakan secara analogis. Jika makna analogis dari bijaksana atau keberadaan memiliki bidang arti yang sama [bagi manusia dan Allah]. Walaupun huruf-huruf dan pengucapannya sama. predikat yang digunakan diterapkan secara analogis. Namun Thomas menekankan bahwa tidak ada istilah yang dapat diterapkan demikian. Karena itu. ia menjadi Sekretaris Muda dalam Departemen Luar Negeri Kerajaan Inggris. Kemudian. kata [fast] dalam kedua anak kalimat itu tidak memiliki arti yang sama. dan dalam hal Allah dan manusia.

melainkan hanya kebarangkalian. Gagasan-gagasan itu menjadi nyata jika di hubungkan dan dikombinasikan dengan data-data empiris (pengalaman). harus nyata terlihat dengan panca indera. Karena baginya. Sebenarnya TIDAK ADA KEPASTIAN. semuanya FAKTUAL. Kepercayaan tersebut berdasarkan perasaan KEBIASAAN: kita terbiasa bahwa apa yang dulu terjadi akan terjadi lagi. Pikiran-pikiran kita tentang Tuhan. Hume menolak anggapan rasionalisme yang mengatakan bahwa ada paham/prinsip-prinsip yang kita ketahui murni berasal dari akal budi.[1] 35 . Hukum Pytagoras). metafisika adalah usaha kesombongan manusia yang percuma. melainkan berdasarkan KEPERCAYAAN. Hanya ada dua macam pengertian: pertama. Sama dengan Locke. karena ingin memahami hal-hal yang tidak dapat di jangkau oleh rasio dan sematamata hanya berdasarkan takhayul dalam masyarakat. Semua kebenaran sifatnya faktual belaka. segala isi kesadaran berasal dari pengalaman inderawi. Ia hanyalah gagasan. Enquire concerning human understanding (1748) dan Enquiry concerning the principles of morals (1751). Apa yang kita sebut hukum alam bukanlah kepastian objektif. juga pikiran tentang Tuhan. Skeptisisme…Hume memulai penelitiannya dengan meneliti pengertian manusia dan „menyerang‟ metafisika. Ideas/ gagasan di dalamnya termasuk prinsip-prinsip ilmu ukur (msl. Mis. Pengalaman inderawi baik dari luar maupun perasaan-perasaan batin. Karena itu ia seorang Skeptisisme. Karena gagasan-gagasan ini semata-mata berdasarkan asosiasi impresi-impresi tersebut maka ia tidak memiliki eksistensi sendiri. Bagi Hume tidak ada pengetahuan yang memberikan kepastian. tidak menunjukan eksistensi/keberadaan Tuhan. tidak ada sesuatu yang pasti. tidak nyata. tidak dapat dilihat. dan tidak berhubungan dengan pengalaman. Jumlah sudut dalam segitiga 180 derajat tidak menunjukan eksistensi/keberadaan dari sebuah segitiga tersebut. dan yang kedua. yang disebut: IMPRESSIONS. Hume meninggal dunia pada tahun 1776. Ia mengatakan. Bagi Hume. Secara objektif tidak ada kepastian sesuatu yang terulang akan terulang kembali.Nature (1739/40). kita melempar batu keatas PASTI akan jaut kebawah. dalam arti harus berdasarkan pengalaman. isi hasil asosiasi impresi-impresi itu. yang disebut IDEAS atau GAGASAN. tidak ada kebenaran mutlak.

semua dari mereka tersebut memiliki SATU SUBSTANSI yang sama. kita mengatakan bahwa bola 2 bergerak akibat hantaman dari bola 1. itu hanya ide/gagasan yang bergolak dalam dalam kepala kita. Ada yang pintar. hitam. sedangkan bolah yang terkena sodokan (mis: bola 2) meneruskan gerakannya. kurus. Demikian halnya dengan warna. dll. bodok. bukan propter hoc. Etika…Sesuai dengan sikapnya yang emiristik. kurus. hanya bahwa sesudah dua bola itu bersentuhan.[2] Dalam kenyataan. Yang dapat kita ketahui hanyalah apa yang menjadi pengalaman kita. Ingat. biru. Yang menjadi satu dalam berbagai bentuk. Yang menjadi dasar dari „dirinya‟. Bagi Hume. Tidak ada yang sama. dll. yaitu: (1) Pengertian Kausalitas (sebab-akibat) dan (2) Pengertian Substansi (penyangga atau dasar). Semuanya berbeda-beda tidak ada yang sama. maka bola yang terkena sentuhan tersebut bergerak. pendek. hitam. yang riil. Cth: di dunia ada begitu banyak manusia. yaitu MANUSIA. ada warna putih. Dengan substansi kita maksudkan sesuatu yang berada pada dirinya sendiri. bodok. tapi semuanya memiliki SATU SUBSTANSI yang sama. warna. pengalaman inderawi dan 36 . NILAI tidak dapat kita lihat dengan panca indera. Walaupun demikian.Secara khusus Hume mengkritik dua pengertian paling dasar dari metafisika. yang dapat ditangkap oleh panca indera. tetapi bukan karena bola yang pertama. dan bukan sebaliknya kita merasa tertarik kepada sesuatu yang bernilai pada dirinya sendiri. Kita tidak bisa melihat “SUBSTANSI MANUSIA” yang kita lihat hanya “ada orang yang gemuk. Hume menolak segala sistem etika yang tidak berdasarkan fakta-fakta dan pengamatan-pengamatan empiris. hijau. Namun bagi Hume. tidak ada dasar untuk mengatakan demikian. merah. kuning. gemuk. anggapan itu tidak masuk akal. pintar. jadi tidak masuk akal jika kita tertarik pada sesuatu yang tidak terlihat. Demikian halnya mengenai substansi. tinggi. dll” dan kita menyebut mereka MANUSIA bukan SUBSTANSI manusia. Yang kita amati hanyalah post hoc. yang ada hanyalah bola pertama bersentuhan dengan bolah kedua. substansi tersebut hanyalah sebuah gagasan psikologis belaka bukan ontologis. Sesuatu itu bernilai oleh karena kita merasa tertarik kepadanya. yaitu WARNA. Cth: kalau sebuah bola bilyar (mis: bola 1) disodokan ke bola bilyar yang lain dan bola yang pertama berhenti. tidak ada data-data empiris berdasarkan panca indera yang dapat menjelaskan peristiwa bola kedua bergerak karena bola pertama. kita hanya melihat sesuatu yang nyata. Itu hanya dalam psikis kita. putih dll.

sikap hemat. Jadi.pengalaman perasaan dalam diri kita. (c) yang bagi kita sendiri secara langsung menyenangkan: watak gembira. dan kebaikan. sesuatu yang kita benci. Dengan rasio kita mengetahui apa yang berguna yang membawah perasaan nikmat. Bahwa sesuatu yang harus kita setujui harus kita setujui. yang kita jijik harus kita tolak atau wajib kita hindari. watak yang luhur. Bagi Hume. keberanian. berupa suatu data dan tidak merupakan suatu keharusan. malu. Rasio tidak dapat mengemudikan tindakan. humor. merupakan tambahan yang tidak termuat dalam pengalaman empiris. kebesaran jiwa. dan kemampuan rohani lain. kepintaran akal. buruk. ketenangan. apabila memberikan nikmat atau bermanfaat. pengalaman dan BUKAN keharusan. soal apa yang kita anggap berguna kita puji dan kita usahakan. Namun. Perasaan 37 . Tidak juga masuk akal mempertanyakan norma-norma moral objektif. mendengar. Namun menurut Hume. Semua ini bagi Hume. Etika adalah hal PERASAAN MORAL. baik. tidak masuk akal bicara tentang kewajiban objektif. negatif. dan karena itu tidak dapat kita ketahui. Yang dapat menggerakan tindakan semata-mata hanyalah PERASAAN. semuanya itu merupakan fakta. Yang kita alami selalu faktual. ceria. mana yang wajib di lakukan dan yang tidak wajib dilakukan. Sedangkan dalam hal kegunaan. benci. rasio dapat memainkan perannya. jijik. menerima dan menolak. tetapi semata-mata berdasarkan perasaan. bahwa ia sering merasa berkewajiban: ada yang kita nilai positif. Kita dapat melihat sesuatu. Hume tidak menyangkal manusia sering memberikan penilaian moral. data. kerajian. penilaianpenilaian ini tidak dinilai berdasarkan rasio. Oleh karena itu etika harus di cari dalam diri kita sendiri. senang. itu bukan URUSAN RASIO. kesopanan. bangga. ia tidak dapat menggerakan apa-apa. serta apa yang kita anggap tidak berguna kita tolak dan kita kutuk. (d) yang langsung menyenangkan bagi orang lain: sikap tahu diri. tidak memiliki dasar rasional apa pun karena tidak termasuk dalam pengalaman empiris. Jadi. Unsur bersama sifat-sifat tersebut adalah nikmat dan kegunaan. Hume membedakan empat kelompok sifat positif: (a) berguna bagi masyarakat: kebaikan hati dan keadilan. tidak ada dasar untuk bicara tentang KEHARUSAN MORAL. Sesuatu itu kita nilai baik. sedih. penilaian moral adalah perasaan setuju atau perasaan tidak setuju. kekuatan badani. Hume juga menolak Etika Normatif. (b) yang berguna bagi kita sendiri: kehendak yang kuat. tata karma.

yang tidak bisa hidup sendiri dan memiliki ketergantungan dengan orang lain. ia mengganti perasaan spontan yang ingin mengejar kenikmatan dengan penghormatan yang tinggi terhadap aturan-aturan bersama yang disepakati. Baginya. Manusia belajar melalui Pembiasaan[3]. Bahwa jika kita menikmati perasaan keadilan meskipun dilain pihak menyakitkan perasaan orang lain. yaitu simpati spontan yang kita rasakan bagi orang lain dan kebiasaan untuk mengikuti aturan-aturan. Dimana secara alami kita adalah makhluk sosial. Hak-hak tersebut perlu dijaga. Menurut Hume. Karena itu. Perasaan keadilan dimaksud untuk melindungi hak-hak kita. kebebasan adalah kemustahilan 38 .kita tertarik kepada nikmat. kita terdorong untuk bersikap baik hati dan merasakan kebaikan hati orang lain. kebebasan bukanlah kemampuan kehendak untuk menentukan dirinya sendiri. melakukannya tanpa pamrih untuk kepentingan bersama sebagai makhluk sosial. kita memiliki kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain lewat perasaan simpati. buatan disini maksudnya bukan sifat alami. perasaan keadilan adalah “sifat buatan”. dijamin. Dan simpati merupakan bakat alami. Melainkan berkembang belakangan dikala manusia berhadapan dengan manusia lainnya dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial (manusia adalah makhluk sosial). Jadi. tetapi juga membuat orang lain merasa nikmat dan melindungi dia dari perasaan sakit. kita mempunyai perasaan alami yang menjunjung tinggi kesejahteraan kelompok. maka kita merasa terdorong untuk mengusahakan apa yang nikmat tersebut dan menjauh dari perasaan sakit. agar tidak terjadi kekacauan antara sesama makhluk sosial. bahkan merasa berkewajiban untuk menjaganya. Hume mengatakan selain berdasarkan pembiasaan tadi juga berdasarkan kemampuan alami manusia-paralel dengan perasaan simpati spontanmementingkan sesuatu tanpa ada kepentingan di dalamnya. sehingga membuat perasaannya betul-betul merasa terlibat dalam keadilan. Bagi Hume. Karena bagi Hume. demi kesejahteraan umum yang kita minati bersama secara alami. Hume bahkan tidak mengakui adanya kehendak. Bagi Hume. Melakukan tanpa pamri merupakan bakat alami. sebagai implikasi dua ciri yang kita miliki. kita tidak hanya terdorong untuk mengusahakan apa yang berguna yang membawah nikmat bagi kita. Oleh karena itu dibuat kesepakatan dan itu dilaksanakan sehingga menjadi KEBIASAAN yang akhirnya secara spontan kita merasa menyetujui keadilan.

sikap batin yang baik dan moralitas yang keras. pengalaman inderawi dan pengalaman perasaan dalam diri kita. matematika. ibu kota Prussia Timur. daerah yang tidak pernah ditinggalkan Kant seumur hidupnya. 39 . Kesimpulan…Bagi Hume. ilmu pengetahuan alam dan teologi. Pietisme sangat menekankan kesalehan hidup sehari-hari. Inti pokok ajarannya adalah hubungan pribadi dan individual dengan Tuhan melalui pembacaan Kitab suci dan pengudusan hidup melalui pelaksanaan kewajiban). Pada tahun 1755 (umur 31 tahun) ia mendapatkan gelar doktor dengan disertasi berjudul “Meditationum quarundum de igne succinta delineatio” (Uraian Singkat atas Sejumlah Pemikiran tentang Api). dan merupakan sebuah kebodohan. metafisika adalah usaha kesombongan manusia yang percuma. Pada hari Minggu tanggal 12 Februari 1804 pukul 11 siang Kant meninggal dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di serambi sampin gereja induk kota Koningsberg. 7. Orang tua Kant adalah penganut setia gerakan Pietisme (sebuah gerakan keagamaan dalam Protestanisme Jerman abad ke-18. Orang itu bebas apabila tindakannya ditentukan oleh keinginan-keinginannya dan tidak di batasi oleh faktor-faktor dari luar. Pada usia 8 tahun Kant memulai pendidikan formalnya di Collegium Friedericianum (sekolah yang berlandaskan semangat Pietisme).dan kebodohan. masuk wilayah Russia). Karena kebebasan adalah spontanitas. Jerman (sekarang Kaliningrad. Immanuel Kant Riwayat Hidup Immanuel Kant lahir pada tanggal 22 April 1724 di Konigberg. Tahun 1740 (umur 16 tahun) ia belajar filsafat. Karena sesuatu yang dapat kita ketahui hanyalah apa yang menjadi pengalaman kita. karena ingin memahami hal-hal yang tidak dapat di jangkau oleh rasio dan semata-mata hanya berdasarkan takhayul dalam masyarakat. Pada bulan Maret tahun 1770 Kan mendapat gelar Profesor logika dan metafisika dengan disertasi “De mundi sensibilis atque intenlligibilis forma et principiis (Tentang Bentuk dan Asas-Atas dari Dunia Indrawi dan Dunia Akal Budi). Oleh karena itu etika harus di cari dalam diri kita sendiri.

misalnya keberanian atau kebesaran hati. Kehendak baik menurut Kant tidak pernah ditentukan oleh materi atau tujuan tindakan. kita harus memperhatikan 2 hal: 1. misalnya persaudaraan. 1790) Zum ewigen Frieden (Menuju Perdamaian Abadi. 1788) Kritik der Urteilskraft (Kritik atas Daya Pertimbangan. yang umumnya dianggap terpuji. dapat saja menjadi jahat apabila melandasi rencana jahat. persoalan yang menentukan dalam moralitas adalah apa yang membuat manusia menjadi baik. Sebab keadaan baik di dunia. Kehendak Baik Pertanyaan Inti etika Kant adalah apa yang baik pada dirinya sendiri? Kant menolak pola etika-etika sebelumnya yang berpusat pada pertanyaan tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia bahagia. Orang yang bertindak menurut bentuk tindakan berarti ia bertindak menurut pertimbangan atau patokan tertentu. 2. Menurut Kant. 1785) Kritik der praktischen Vernunft (Kritik atas Budi Praktis. melainkan oleh bentuknya. bukan tujuan tindakan. murni demi kewajiban itu sendiri. lalu menjadi jahat. yaitu kehendak baik. dapat saja disalahgunakan untuk tujuan jahat. Tujuan atau akibat yang mau dicapai dengan suatu tindakan adalah materinya.Karya-karya Kant yang terkenal antara lain:     Grundlegung zur Metaphysik der Sitten (Pendasaran Metafisika Kesusilaan. Begitu pula halnya kualitas seeorang. dan jahat apabila didasarkan maksim yang tidak bersifat moral. Sebuah maksim yang bersifat moral apabila memuat kemauan untuk menghormati 40 . Apa yang baik pada dirinya sendiri? Bagi Kant bukanlah benda atau keadaan di dunia dan bukan juga pelbagai sifat maupun kualitas manusia. baik pada dirinya sendiri. Kant membedakan dengan tajam antara bentuk (form) dan materi (materie) tindakan. 1795) Pandangan Etika Kant 1. Apa itu kehendak baik? Kehendak baik adalah kehendak yang mau melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Untuk memahami pandangan ini. Patokan ini oleh Kant disebut Maxime (prinsip subjektif yang menentukan kehendak). Maka menurut Kant hanya ada satu kenyataan yang baik tanpa batas.Suatu tindakan itu baik dalam arti moral apabila berdasarkan maxime (maksim) yang bersifat moral. Maka kehendak taat pada kewajiban-lah yang menentukan moralitas.

2. artinya akal budi yang mengarah ke tindakan (praxis). dan perasaan alami. Kehendak manusia tidak dapat dengan sendirinya mengikuti apa yang wajib karena juga terpengaruh oleh segala macam kecendrungan. jadi tidak tergantung dari suatu tujuan selanjutnya. Ada 2 macam akal budi:  Pengada yang murni moral (Tuhan. Artinya. mau mengikuti perintah itu atau tidak. Apa saja prinsip-prinsip agar suatu perintah bisa berisfat kategoris? 1. akan tetapi tidak memaksa. nafsu. apa yang diperintahkan merupakan kewajiban pada dirinya sendiri. Orang baik adalah orang yang bersedia melakukan (“menghendaki”) apa yang menjadi kewajibannya. Suatu maksim bersifat moral apabila dapat diuniversalisasikan empiris-inderawi. yaitu berdasarkan pengertian mengenai baik dan buruk yang mendahului segala pengalaman. Kehendak adalah akal budi praktis. Prinsip “Hukum Umum” (allgemeines Gesetz) Prinsip hukum umum mengatakan: “Bertindaklah berdasarkan maksim yang bisa dan 41 . Malaikat) yang selalu menghendaki apa yang dipahami sebagai wajib (maka Tuhan tidak dapat berdosa). melainkan bagi siapa saja. Manusia tetap bebas. Paham-paham moral bersifat apriori dan berdasarkan akal budi praktis.  Akal budi praktis manusia. Suatu perintah adalah prinsip yang memuat keharusan. Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah kehendak mana yang sesuai dengan kewajiban? Kant menjawab.hukum moral. Imperatif Hipotetis dan Imperatis Kategoris Kant membedakan 2 bentuk perintah (Imperatif):  Imperatif Hipotetis.  Imperatif Kategoris. menyuruh melakukan suatu tindakan hanya atas dasar pengandaian bahwa kita mau mencapai suatu tujuan tertentu. yang dapat kita kehendaki agar berlaku bukan hanya bagi kita sendiri. (misalnya. Sifat imperatif kategoris adalah “formal”. suatu kehendak sesuai dengan kewajiban apabila berdasarkan pertimbanganpertimbangan (maksim-maksim) yang dapat diuniversalisasikan. artinya hanya merumuskan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh semua tindakan agar mempunyai nilai moral yang baik apa pun tujuan materialnya. berhentilah merokok – kalau mau menjaga kesehatan). Maka bagi manusia prinsip-prinsip objektif (yang menentukan apa yang merupakan kewajiban) adalah perintah (Imperatif).

sekaligus kamu kehendaki sebagai hukum umum”. Jika “ya”. 3. maka kita harus bertanya apakah maksim kita bisa diuniversalisasikan atau tidak. perasaan tertentu. kita wajib memperhatikan pertimbangan-pertimbangan dari pihak lain. Oleh karena itu. Prinsip ini mengatakan 2 hal:  Kita tidak boleh menjadikan diri sendiri atau diri orang lain sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Kant menyebut prinsip ini sebagai “otonomi kehendak” (Autonomie des Willens). misalnya tujuan tertentu. karena langsung membawa kita kepada pandangan tentang kebebasan. Maksud Kant dengan prinsip “hukum umum” adalah untuk mengetahui apakah suatu tindakan yang ingin kita lakukan. Semua tujuan lain hanya boleh diusahakan sejauh martabat manusia tetap dijunjung tinggi. tidak seorangpun boleh diabaikan dan diremehkan. bukan bertindak tanpa prinsip atau hanya ikut-ikutan orang lain. “Bertindaklah sedemikian rupa sehingga engkau selalu memperlakukan umat manusia entah di dalam pribadimu atau di dalam pribadi orang lain sekaligus sebagai tujuan pada dirinya sendiri. Prinsip Hormat terhadap Pribadi Prinsip ini mengatakan. maka tindakan itu wajib tidak dijalankan. Prinsip Otonomi Prinsip ini mengatakan bahwa kita harus bertindak sedemikian rupa sehingga kehendak … akan terwujud sebagai penentu hukum umum”. Kant mengatakan “Tidak ada yang lebih mengerikan daripada tindakan seseorang yang harus tunduk pada kehendak pihak lain”. Kitalah yang membuat hukum. wajib dijalankan atau tidak. Jika “tidak”. maka tindakan itu wajib kita jalankan. Prinsip ini menegaskan bahwa yang menghendaki dan menjalankan suatu tindakan bukanlah pihak lain. Kita menaati hukum moral karena hal tersebut 42 . 2.  Dalam memilih dan menentukan tujuan/mengambil keputusan moral. tanpa ditentukan “di luar” kehendak kita. Kant menyebut prinsip otonomi sebagai “prinsip kesusilaan paling tinggi” (oberstes Prinzip der Sittlichkeit). Kehendak yang otonom adalah kehendak untuk melakukan sesuatu berdasarkan hukum yang telah ditetapkannya sendiri. bukan hanya sebagai sarana”. melainkan kita sendiri. atau bahkan kekuasaan lain di luar diri kita.

menurut Kant. John Stuart Mill 43 . sehingga buat apa kita hidup baik? Moralitas bagi Kant adalah masalah keyakinan dan sikap batin.Keabadianjiwa Manusia sebagai pelaku tindakan moral bisa mencapai “kebaikan tertinggi” atau kebahagiaan sempurna yang tidak dicapai di dunia. Agar kebaikan moral manusia bisa membentuk hubungan dengan kebahagiaan sempurna. Jika Allah ditolak eksistensinya. Berkat kebebasan kehendak inilah kita mampu melakukannya. negara. karena “nasib” orang yang hidupnya baik secara moral akan sama saja dengan “nasib” orang jahat.Allah Allah adalah pribadi yang menjamin bahwa manusia yang bertindak baik demi kewajiban moral akan memperoleh kebahagiaan sempurna. 2. Kewajiban ini hanya bisa dibebankan kepada manusia oleh Pribadi lain yang juga bersifat mutlak (Tuhan). 3. suara hati adalah kesadaran akan suatu otoritas yang secara mutlak mengikat manusia pada kewajibannya. kita harus menerima asumsi (postulat) tentang adanya: 1. 3. Kesadaran Moral Kesadaran moral diawali dengan kewajiban yang bersifat mutlak. Ketaatan pada peraturan belum menjamin kualitas moral. bukan sekedar penyesuaian dengan semua aturan dari luar (adat istiadat.merupakan perwujudan kodrat kita sebagai pelaku yang mendasarkan tindakan pada prinsip rasional yang menyakinkan. tidak pernah terealisasikan sempurna di dunia karena adanya kejahatan. Bagi Kant. Dalam hati manusia menyadari tuntutan Tuhan yang memberi dan menjamin hukum abadi. kesadaran moral mewajibkan kita untuk mengusahakan “kebaikan tertinggi” (commum bonum) atau kebahagiaan sempurna. maka moralitas tidak memiliki arti. Kebaikan tertinggi atau kebahagiaan akhir tersebut. Menurut Kant. Dengan bertindak moral dan mengikuti suara hati (praktische Vernunft) berarti manusia mengakui kehadiran Tuhan.Kebebasankehendak Hukum moral adalah hukum di mana kita bertindak berdasarkan prinsip yang kita yakini sendiri (otonomi). agama). 8.

maka dari sana memunculkan konsepsi moral bahwa utilitarianisme merupakan universalisme etis.2008). yang dituangkan secara komprehensif di dalam bukunya On Liberty. baik dalam proses produksi. Jeremy Bentham. merupakan salah satu tokoh Utilitarianisme yang terkenal dalam menelurkan konsep kebebasan.dll. Mill adalah anak dari James Mill dan murid dari seorang utilitarian ternama. Sedikit pemikiran Mill secara utilitarian murni. Disana Mill sedang mengajak seluruh masyarakat bahwa untuk mencapai suatu kebahagiaan tidaklah cukup dari akumulasi kebahagiaan orang banyak. Principles of Political Economy pada tahun 1848.2008). namun untuk semua orang. Buku ini berupaya untuk memahami masalah ekonomi sebagai suatu masalah sosial. yang lahir di London. masalah tentang bagaimana manusia hidup dan ikut ambil bagian dalam kemakmuran bangsanya. dimana kebahagiaan tidak diartikan semata milik pribadi. bukan egoisme etis nikmat ruhani menurutnya lebih mulia daripada nikmat jasmani. maupun masalah distribusi melalui instrument uang dan kredit (mikhael dua. selain itu akan memunculkan suatu kondisi kepedulian antar sesama dengan dihidupkannya suara hati seseorang. Anekdot tersebut kemudian berimplikasi pada pemikiran utilitarianisme nya di bidang ekonomi yang lebih menitikberatkan pada aktifitas produksi. Mill yang dikenal sebagai pembaharu dalam paham utilitarianisme yang cukup banyak menjadi bahan diskusi penting dikalangan filsuf di Eropa. Mill menganggap bahwa utilitarianisme juga mengandung unsur keadilan. dimana Mill melakukan kritikan terhadap utilitarianisme Bentham. 44 . ”Lebih baik menjadi manusia yang tidak puas daripada babi yang puas. lebih baik menjadi Sokrates yang tidak puas daripada seorang tolol yang puas”(Mikael dua. melainkan unsur kebahagiaan individu pun melekat disana.John Stuart Mill. danUtilitarianism. perlindungan terhadap produk dalam negeri dan perpesaing antar produk. Sebelum beranjak ke pemikiran ekonominya. Mill juga mengarang sebuah buku yang berkaitan dengan ekonomi. 20 Mei 1806. Selain mengarang buku On Liberty.

bukanlah semata bersifat fisik. Kondisi pasar bebas yang cenderung bersikap egoisme sentris. Maka. dimana disanalah moralitas utilitarian dibangun oleh Mill. yang sebelumnya. Prinsip tersebut memang cukup relevan dalam hal aktifitas ekonomi. namun usaha untuk memperhatikan kebahagiaan orang lain dalam hal persaingan ekonomi pasar. menjadi agenda Mill. Didalam Principles-nya dia banyak menyinggung masalah produksi dan buruh yang menjadi tema besar saat itu. Universalime etis merupakan konsep utilitariannya yang lebih mengedepankan kepada kebahagiaan orang lain. dan dalam rangka memenuhi kebutuhannya. menjadi bagian dari pemikiran Mill kedepan. maka 45 . para filsuf utilitarian kurang menyentuh hal tersebut. manusia membutuhkan kekuasaan. sehingga akan menimbulkan implikasi didalam kehidupan sehari-hari terkait hubungannya dengan orang lain. distribusi. hingga tataran konsumen. Mill seorang utilitarian yang mencoba untuk memahami kebahagiaan secara lain. Mill. dan disanalah eksistensi sebagai makhluk sosial menjadi nyata. berusaha ditekan Mill dengan pemberlakuan nilai moralitas bersama. pelaku usaha. dalam hal pemenuhan kebutuhan masyarakat dan keinginan pasar. Ekonomi sebagai sebuah ilmu yang bersifat empiris. dimana prinsip kebahagiaan harus dirasakan oleh setiap pemain pasar. disamping Mill menerima pasar bebas Adam Smith. Mill dipengaruhi oleh Thomas Robert Malthus. produsen.Dalam hal pemikirannya mengenai ekonomi. yang merupakan konsekuensi atas universalisme etis ala John Stuart Mill. dikemudian hari akan memunculkan konsep kebebasan dan keadilan. dimana pertumbuhan ekonomi selalu diliputi dengan tekanan jumlah penduduk dengan sumber yang tetap. Masyarakat menurut Mill mestilah melindungi kebebasan individu dikarenakan hal tersebut merupakan bagian dari kebahagiaan umum. Pasar bebas memang cenderung melahirkan kondisi menang-kalah. dimana dia mencoba menghubungkan konsep universalisme etis dengan kedua hal tersebut. Menurut Mill tentunya berbeda terkait kebahagiaan individu dengan kebahagiaan umum. Keadilan. namun diantara dua belah pihak diharapkan harus tetap mampu menjalin hubungan yang kelak melahirkan kebahagiaan bersama. Menurutnya uang adalah kekuasaan. dan Mill pun memperkenalkan sebuah konsep kebahagiaan individu. yang merupakan bagian dari aktifitas ekonomi. Perasaan sosial yang timbul menuntut adanya suatu perhatian terhadap kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. melainkan kontinuitas produksi. Dimana dia menyinggung masalah produksi. menganggap kemakmuran suatu bangsa tidak ditentukan dengan pemenuhan kebutuhan fisik semata. akan diawali dengan pengakuan atas eksistensi hak-hak orang lain dan keadilan juga tidak terpisahkan dengan unsur kebebasan manusia. melainkan lebih luas dari itu. dimana menurutnya kebahagiaan. Suara hati menjadi dasar moralitas kaum utilitarian.

Selain itu. Dapat pula memainkan peran strategisnya dalam mencairkan modal sekaligus mencegah jatuhnya harga. dan pekerja. dalam hal ini mengenai ide pembagian kerja menurut Smith. yang coba digantikan oleh Mill dengan sistem baru. Menurut Mill penawaran selalu identik dengan permintaan. Adapun pendapat Mill lainya bahwa kemakmuran ekonomi tidak ditentukan oleh permintaan dipihak konsumen.atau dalam hal ini sistem kepemilikan tanah. Pertanian berkaitan dengan tanah. dan dia menerapkan pola fikir baru bahwa produksi tidaklah harus ditentukan dengan permintaan pasar. maka Mill menambahnya dengan „the right women‟.disanalah utilitarian Mill bekerja. 46 . dimana kondisi buruh dalam proses produksi harus diperhatikan serta pemenuhan kebutuhan umum. Mill mencoba untuk memberi 3 bidang pekerjaan yang dianggapnya ideal. dimana mencoba untuk menghindari akibat yang dialami dari stagnasi ekonomi tersebut terhadap semua orang. Kalau dalam Adam Smith dikenal istilah „the right man in the right place‟. yang cukup berpengaruh. serta produksi menurut Mill merupakan sebuah basis yang memungkinkan terjadinya kerja sama diantara pengusaha yang bebas. sehingga baginya tidak ada istilah overproduksi yang selama ini dicegah oleh kebanyakan orang. pemilik tanah. Mill mencoba untuk memasukkan ini dalam suatu kondisi ekonomi yang stagnan. menurut Mill mesti digiatkan lagi konsep kebahagiaan umum. Sementara fungsi utamanya adalah menghidupkan kembali iklim spekulasi bisnis yang sehat. Dalam konsep riil terkait pemikiran ekonominya. yakni. yang mengidealkan perusahaan yang besar. milik David Ricardo. Dalam kesempatan tadi. perusahaan. Pada perusahaan. dan penuh dengan persaingan usaha. Mill dalam hal ini sejaan dengan Adam Smith yang hidup lebih awal darinya. konsekuensinya dia sedang mengkonstruk suatu pandangan humanitas didalamnya. ada pula bank dimana bank sangat berperan dalam kondisi ekonomi yang stagnan. pertanian. namun tidak terhenti disana saja. Disana juga memunculkan sebuah penguasaan atas tanah. yakni sistem pertanian yang bernuansa kompetitif. namun Mill memasukkkan unsur lain didalamnya yakni peran wanita sebagai kondisi yang memungkinkan terjadinya pembagian kerja yang riil. Menurutnya kegiatan ekonomi pada masa stagnan haruslah difokuskan pada pengentasan kemiskinan dan upaya pencegahan dari ketidakadilan ekonomi. Dalam mengatasi kondisi yang stagnan. yang tentunya saling berhubungan. Mill mencoba menambahkan unsur moralitas didalam produksi. seorang pemikir ekonomi. dimana Mill menemukan alasan terjadinya stagnan tersebut pada buku The Princlpes of Economy and Taxation. dan bank.

yaitu keadilan dan kebebasan. Perbuatan kita mesti diorientasikan pada tindakan – tindakan yang mengarah pada keadialn dan juga memandang kebebasan mitlak setiap individu. Dua ciri ini penting untuk menjungjung tinggi nilai – nilai moral dan kemanusiaan. tetapi uga perlu dibangun dengan denga perspektif agama yang lebih memperdulikan pada persoalan – persoalan kemanusiaan dan keadilan.BAB IV KESIMPULAN Demikialah penjelasan mengenai etika dan perbandingan filasafat etika menurut para tokoh Yunani dan filsafat etika islam. Akhir dari tulisan ini. dapat disimpulkan bahwa etika memiliki peran yang sangat besar bagi perbaikan atas kehidupan umat manusia. Sudah semestinya etika tidak hanya dimaknai sebagai etika induvidu saja. tetapi juga sebagai agama yang pentig untuk memperbaiki kehidupan secara lebih luas. kebebasan individu ini berimplikasi pada tindakan sosial dan sayariat kolektif. Etika mempunyai dua ciri yang sangat mendasar. islam tidak semata diartiakan sebagai ritualisasiibadah dan etika individu semata. 47 . Tulisan ini pada dasarnya mengelaborasi kepada setiap pembaca agar senantiasa mampu memahami etika dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan. Karena. Jadi.

48 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->