STUDI PERBANDINGAN METODE PENGECATAN RUANG MUAT KAPAL SESUAI ATURAN IMO Setiawan Tirta Widhiatmaka NRP.

4102 100 023 Jurusan Teknik Perkapalan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 60111 Indonesia, E-mail: al_ghaul@yahoo.com ABSTRAK Ada 4 macam metode pengecatan ruang muat kapal yang dapat diaplikasikan untuk pengecatan ruang muat kapal. Empat metode pengecatan tersebut ada yang menggunakan skema 1 layer dan 2 layer cat dalam pengaplikasiannya. Hal tersebut mempengaruhi loss factor dari cat. Sehingga keempat metode pengecatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan ditinjau dari biaya, waktu pengerjaan dan konsumsi cat. Dari keempat metode pengecatan, metode pengecatan ketiga memiliki kelebihan ditinjau dari segi biaya (murah) dan konsumsi cat (sedikit) tetapi waktu pengerjaan lama. PENDAHULUAN Kapal adalah salah satu alat transportasi yang banyak digunakan dalam dunia perdagangan internasional. Disamping biaya transportasinya murah, muatan yang diangkut juga lebih banyak dibanding dengan alat transportasi lain. Salah satu bagian kapal yang mendapat perhatian khusus adalah ruang muat karena nilai ekonomis dari suatu kapal ditentukan dari besar kecilnya ruang muat serta produk apa yang diangkut didalamnya. Sebagai contoh kapal tanker jika dalam proses produksinya terdapat kelalaian sekecil apapun misalnya pelat yang tidak diuji atau diperlakukan secara benar sesuai prosedur dapat berakibat kerusakan pada kapal tanker tersebut yang apabila kapal tersebut sedang mengangkut muatan dapat menimbulkan kecelakaan fatal yang mengakibatkan kerusakan lingkungan atau korban jiwa yang tentunya berakhir pada kerugian finansial. Dalam pengoperasiannya ruang muat kapal khususnya jenis tanker akan terkena pengaruh dari barang yang akan dimuatnya sehingga berakibat timbulnya korosi. Oleh karena itu diperlukan suatu perlindungan terhadap dinding atau ruang muat tersebut agar laju korosi dapat diperlambat. Perlindungan yang dilakukan adalah dengan melakukan pengecatan pada dinding atau sekat ruang muat tersebut. Dalam melakukan pengecatan harus dipilih metode yang tepat sehingga kemampuan cat yang digunakan dapat berfungsi secara maksimal guna melindungi dinding ruang muat dari korosi yang disebabkan oleh produk yang diangkut. Pengecatan pada ruang muat kapal dibagi menjadi empat metode pengecatan. Keempat metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dimana setiap kekurangan dan kelebihan dari keempat metode tersebut dapat menimbulkan pertambahan atau pengurangan biaya, waktu pengerjaannya dan konsumsi cat. Pemilihan metode pengecatan yang tepat sangat diperlukan sebab dengan menerapkan metode yang tepat dapat mengurangi beban biaya yang dikeluarkan atau cepat dalam proses pengerjaannya. Oleh karena itu penulis mengambil Tugas Akhir dengan judul “Studi Perbandingan Metode Pengecatan Pada Ruang Muat Kapal Sesuai Aturan IMO” yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan empat metode pengecatan pada ruang muat ditinjau dari segi biaya, waktu dan konsumsi cat. PROSES DAN METODE PENGECATAN 1. Pre inspection Merupakan pemeriksaan awal terhadap permukaan material yang akan dicat dengan tujuan agar diperoleh perekatan secara maksimal untuk proses pengecatan atau painting. Permukaan dibersihkan dari berbagai kotoran yang menempel pada pelat misalnya minyak, garam, lumpur, dsb. Pembersihan dapat dilakukan dengan menyemprotkan air tawar bertekanan tinggi. Selain pemeriksaan material, pemeriksaan juga dilakukan terhadap peralatan yang digunakan oleh blaster maupun painter apakah layak digunakan atau tidak. 2. Surface preparation Pekerjaan utama yang dilakukan pada tahap ini adalah blasting. Obyeksi utama dari persiapan permukaan adalah adalah didapatkannya pedekatan maksimal untuk coating. Persiapan permukaan memiliki 2 kegunaan utama yaitu : − Persiapan permukaan menghilangkan kontaminasi atau pencemaran dari dasar menghapus oksida metal, sisa-sisa coating lama yang merekat erat, bahan kimia, kotoran dan sebagainya. Pengeluaran dari material kontaminasi ini akan membuat lapisan primer dapat kontak langsung dengan bidang ini sehingga menghasilkan perekatan yang maksimal. − Penyiapan permukaan dengan jalan menaikkan tingkat kekasarannya sehingga membuat coating dapat merekat secara efektif. Pemilihan abrasive material akan menentukan profil permukaan yang dihasilkan. Ada 2 jenis abrasive yang umum digunakan, yaitu : 1. Metalic abrasive Material yang termasuk dalam metalic abrasive adalah steel shot dan steel grit yang penggunaannya menggunakan mesin blasting atau

1

yang mana biasanya salah satunya ke sand pot dan ke helm blaster. Surface preparation (blasting) memiliki beberapa standar yang digunakan. Pemilihan dari abrasive ini merupakan faktor utama dalam kecepatan pembersihan. Curing adalah cairan yang bersifat perekat namun memiliki fungsi sebagai pengencer. Sa 2 d. Penjabarannya kurang lebih adalah sebagai berikut : compressor udara adalah komponen pertama dari skema ini. • After cooler berfungsi untuk mendinginkan udara yang berasal daeri receiver untuk pernapasan blaster. • Sand pot berfungsi sebagai tempat material abrasive. silica. terutama pada ketebalan dari cat apakah sudah sesuai dengan standar yang diminta. Non metalic abrasive Material yang termasuk dalam non metalic abrasive adalah copper slag. Udara kemudian disalurkan menuju air receiver. b. Di after cooler udara tidak ditampung terlalu lama karena akan dibagi oleh separator. Yang perlu diperhatikan dalam proses blasting adalah besarnya tekanan udara yang berasal dari compressor harus disesuaikan dengan material abrassive yang keluar sehingga kedalaman profil yang diinginkan akan tercapai. Nozzle alat penyemprot pasir/ material abrasive. 3. Dalam paint pot terdapat mixer yang berfungsi untuk menjaga agar cat tidak menggumpal. separator after cooler compressor air receiver paint pot spray gun separator Gambar Skema peralatan painting Gambar diatas adalah skema peralatan painting yang umumdigunakan di lapangan. Sa 1 c. Jika pada suatu proses blasting menggunakan abrasive ukuran kecil dimaksudkan untuk menaikkan kecepatan pembersihan pada baja baru atau yang mengalami sedikit karat. 4. Udara yang ditampung tersebut diteruskan ke after cooler untuk menurunkan suhu dan menyaring kotoran yang mungkin ada. Jika hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapakan maka proses blasting harus diulang. hasilnya dicek dengan menggunakan press-o-film sehingga diketahui kedalaman profil. 2. Perbedaan yang nyata terletak pada peralatan pad output. aluminium oxcide dan lainnya.5 e.biasa disebut dengan autoblast dan dikendalikan oleh operator dari dalam ruang kontrol. Jika hasil campurannya kurang sesuai dapat ditambahkan thinner. Sa 2. Paint application Setelah proses pengecatan selesai harus dilakukan pemeriksaan terhadap hasil pengecatan. Pada saat proses blasting sedang berlangsung proteksi harus diberikan kepada operator dan pekerja yang berada di blasting area agar terhindar dari sisasisa penggosok dan pencemar yang dikeluarkan dari udara. • Separator. Peralatan yang digunakan sama dengan pada proses blasting hanya saja sand pot yang merupakan tempat abrasive material diganti dengan paint pot sebagai tempat cat. Gambar diatas adalah skema sederhana dari peralatan blasting standar di lapangan. yang dilakukan antara lain : a. Pada proses painting udara dari separator masuk ke paint pot untuk kemudian disalurkan after cooler compressor air receiver sand pot nozzle Gambar Skema peralatan blasting 2 . Udara inilah yang dipakai untuk ”menembakkan” abrasive yang ada di sand pot melalui nozzle. Paint preparation Merupakan tahap persiapan sebelum dimulai proses painting. di sini udara dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. Pengerjaan blasting ini dilakukan secara manual yang dilakukan oleh blaster dan dibantu oleh helper. dimana udara yang ada akan ditampung dan dipisahkan sesuai dengan kebutuhan. Mixing adalah proses penyampuran cat dengan curing agent. • . Sa 3 Peralatan-peralatan yang digunakan dalam proses blasting antara lain : • Air Compressor • Air receiver berfungsi sebagai penerima udara untuk disalurkan ke separator dan sand pot. Persiapan peralatan painting dan perlengkapan painter. kondisi pengecatan dapat berupa dalam kondisi basah atau kering. Secara garis besar jenis peralatan dan alur kerjanya sama dengan blasting. abrasive dengan ukuran besar biasa digunakan untuk baja yang memiliki tingkat karat yang tinggi atau bisa juga digunakan untuk material yang keras. Alat yang digunakan adalah Dry film thickness dan Wet film thickness. granit. antara lain : a. Sa 0 b. Setelah proses blasting selesai. Alat yang digunakan untuk menyemprotkan cat ke permukaan disebut dengan spray gun.

Kemudian dilakukan pengecatan lapisan kedua untuk bagian bottom area. Metode Pengecatan Sebagaimana pada bagian-bagian kapal lainnya. D. 2. Cat ditunggu hingga mengering kemudian dilakukan pemasangan scaffold / perancah. dilanjutkan pengecatan seluruh bagian upper area yang meliputi atap tangki dan dinding tangki yang diatas ketinggian 2m dari bottom. Pemasangan perancah / scaffold. Sebelum pengecatan dilaksanakan. Setelah cat mengering perancah dibongkar yang kemudian dilanjutkan perbaikanperbaikan bagian yang rusak akibat bongkat pasang perancah dan tidak dilakukan pengecatan ulang. Setelah scaffold / perancah terpasang maka dilanjutkan proses selanjutnya yaitu blasting seluruh bagian atas yang meliputi seluruh dinding tangki yang diatas ketinggian 2m dari bottom dan atap tangki. 5. Kemudian dilakukan pembongkaran perancah / scaffold. Setelah perbaikan selesai maka dilanjutkan pengecatan lapisan kedua untuk seluruh bagian bottom. Blasting selesai. Cat ditunggu hingga mengering kemudian dilakukan pembongkaran scaffold / perancah dan dilakukan proses perbaikan pada bagianbagian yang rusak akibat pemasangan dan pembongkaran perancah. perancah dibongkar dan dilakukan perbaikan bagian yang rusak akibat bongkar pasang perancah. dilanjutkan pengecatan lapisan pertama seluruh area permukaan tangki. Setelah scaffold / perancah terpasang dilakukan blasting untuk seluruh upper area yang meliputi atap tangki dan dinding tangki yang diatas ketinggian 2 m dari bottom. 6. METODE I 1. 6. Dalam tahap penentuan latar belakang ini terjadi pada pihak estimator untuk menentukan besar biaya yang 3 . Pemasangan perancah / scaffold. Blasting untuk seluruh area bottom yaitu bagian lantai tangki dan dinding tangki dengan ketinggian maksimum 2m. 5. Blasting selesai. minyak dan kotoran-kotoran lainnya dengan dengan cara vacuum blasting partikel-partikel abrasive dan debu-debu yang masih tersisa dipermukaan dinding. Pada kapal tipe chemical tanker. 6. Blasting selesai dikerjakan. setelah proses blasting selesai dilakukan pengecatan untuk seluruh upper area. 3. 5. C. Pengecatan pada ruang muat dibagi menjadi 4 metode pengecatan. 7. 2. Setelah selesai perbaikan maka dilanjutkan ke proses blasting untuk bagian bottom area yang meliputi bagian bottom / alas tangki dan dinding tangki dengan ketinggian 2m. 4. 2. METODE IV 1. Setelah cat bagian upper area mengering. 2. METODE III 1. Pemasangan alat perancah / scaffold.5 atau Sa 3) sampai pada pengecatannya. Baik upper area maupun bottom area. Surface preparation tidak boleh kurang dari grade Sa 2. 3. Blasting selesai. Dimana keempat metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan dari segi biaya. 4. 3. dilakukan pengecatan untuk seluruh area bottom. waktu pengerjaan dan konsumsi cat yang dibutuhkan untuk penerapannya. yaitu mulai dari persiapan permukaan (grade Sa 2. dilakukan pengecatan lapisan kedua untuk upper area. Setelah scaffold / perancah terpasang dilakukan blasting untuk seluruh area permukaan tangki. Cat ditunggu hingga kering. atap maupun bottom. Setelah scaffold / perancah terpasang dilakukan blasting untuk seluruh area permukaan tangki. 3. permukaan dinding harus dipersiapkan kebersihannya dari karat.menuju spray gun. 4. B. Berikut ini adalah 4 metode yang digunakan untuk tank coating secara umum. Baik upper area maupun bottom area. misalnya larutan asam pekat atau senyawa alkali sangat dibutuhkan system pengecatan yang baik sejak dini. Setelah cat mengering. dilanjutkan pengecatan seluruh area permukaan tangki. shop coat dipersiapkan pada kondisi yang baik. METODOLOGI PENELITIAN Latar Belakang Pengecatan atau yang biasa disebut dengan painting atau coating dewasa ini semakin mendapat perhatian khusus seiring dengan kondisi lingkungan kerja dari kendaraan maritim atau kapal yang amat rawan terhadap korosi jika tidak mendapatkan perlindungan yang baik maka akan menurunkan kinerja dari struktur tersebut dalam hal ini adalah ruang muat.5. METODE II 1. 4. karena tekanan yang diperlukan tidak sebesar nozzle blasting jumlah spray gun yang dapat dipasang menjadi lebih banyak dari blaster. Seperti pada kapal tangker yang mengangkut bahanbahan kimia konsentrasi tinggi. Setelah proses blasting selesai maka dilanjutkan dengan pengecatan lapisan pertama seluruh area bottom. Setelah selesai pembongkaran dilakukan perbaikan-perbaikan bagian yang rusak akibat bongkar pasang perancah. A. cargo tank diberi perlindungan dengan suatu pengecatan agar pengoperasiaannya dapat optimal.

Consumable dan Material Untuk proses blasting dan painting. Dibawah ini adalah tabel mengenai kecepatan produksi abrasive material berdasar jenisnya. Bagaimana langkah atau prosedur untuk empat metode pengecatan ? 2. Pemilihan metode yang tepat sangat diperlukan karena menentukan besar biaya yang dikeluarkan sedikit atau banyak. waktu dan konsumsi cat ? Pengumpulan Data Pada tahap keempat ini adalah melakukan pengumpulan data. waktu pengerjaan menjadi cepat atau lambat dan juga menentukan besar kecilnya konsumsi cat yang dibutuhkan. Identifikasi masalah tersebut antara lain: 1. dan lain-lain. waktu dan konsumsi cat diketahui metode mana yang paling sedikit biayanya (murah). Material untuk proses blasting dan painting terdiri dari 2 jenis. metode pengecatan manakah yang paling efisien ditinjau dari segi biaya. Dibawah ini adalah data mengenai luas permukaan tangki-tangki yang akan diblasting dan coating. waktu dan konsumsi cat yang dibutuhkan tiap metode pengecatan ? 3. waktu yang dibutuhkan dan juga banyaknya cat yang dihabiskan pada masing-masing metode yang diterapkan. PENGUMPULAN DATA Luas Permukaan Untuk mengetahui jumlah material yang akan digunakan serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaiakan pekerjaan yaitu blasting dan coating.INTERNATIONAL Marine Coatings Surabaya. mata gerinda. waktu dan konsumsi cat keempat metode pengecatan tersebut. Pengolahan data empat metode Setelah mendapatkan data-data yang diperlukan. Analisa dilakukan dengan tujuan untuk memperjelas dan membandingkan hasil yang didapat dari pengolahan data.000 DWT NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 COMPARTEMENT CARGO HOLD TANK 1P CARGO HOLD TANK 1S CARGO HOLD TANK 2P CARGO HOLD TANK 2S CARGO HOLD TANK 3P CARGO HOLD TANK 3S CARGO HOLD TANK 4P CARGO HOLD TANK 4S CARGO HOLD TANK 5P CARGO HOLD TANK 5S CARGO HOLD TANK 6P CARGO HOLD TANK 6S Luas Total Permukaan Tangki LUAS M2 800 800 1100 1100 1180 1180 1165 1165 1150 1150 960 960 12710 Pada diatas tercantum luas dari masing-masing tangki ruang muat kapal chemical tanker 24. Yang termasuk dalam consumable misalnya roll dan stik. 4 . Dengan menggunakan bantuan software computer diharapkan tercipta alat bantu perhitungan yang mampu beroperasi dengan dukungan estimator untuk mengestimasi biaya. Tangki ruang muat terdiri 12 kompartemen dimana setiap kompartemen memiliki nama yaitu bagian sisi portside (P) dan starboard (S). Adapun ruang muat kapal yang dijadikan acuan adalah ruang muat kapal Chemical Tanker 24000 DWT yang dibangun di PT. barang consumable merupakan perlengkapan tambahan yang diperlukan untuk melakukan pengerjaan blasting maupun painting. maka selanjutnya dilakukan langkahlangkah untuk penghitungan : 1.000 DWT yang akan dicat. Untuk pemilihan abrasive material sangat berpengaruh terhadap aplikasi cat selanjutnya dan kecepatan kerja. 2. Berapa besar biaya. karena umumnya klien memiliki perencanaan sendiri mengenai tipe dan jenis cat yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk pemilihan jenis material cat disesuaikan dengan spesifikasi yang diminta oleh klien. menghitung besar biaya tiap metode. masking tape. menghitung konsumsi cat yang diperlukan untuk tiap metode.dikeluarkan. maka dibutuhkan luas permukaan dari tangki-tangki yang akan diaplikasi. menghitung waktu yang dibutuhkan untuk tiap metode 3. PAL dan PT. Dengan membanding kan hasil yang diperoleh yaitu biaya. Luas permukaan paling besar terdapat pada ruang muat 3S dan 3P yaitu 1180 m2 karena berada dibagian tengah kapal dan paling kecil pada ruang muat 1S dan 1P yaitu 800 m2. PAL Surabaya. paling cepat waktu pengerjaannya dan paling sedikit konsumsi cat yang digunakan. Identifikasi masalah Pada tahap kedua ini mengidentifikasi masalah yang terjadi yang nantinya harus dipecahkan agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. sikat kawat (wire brush). dan bukan merupakan barang yang dapat habis untuk blasting maupun painting. Tabel Luas Total Permukaan Tangki CHEMICAL TANKER 24. Dengan mengestimasi biaya. Cara yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan referensi-referensi yang sudah ada mengenai coating/painting ruang muat dari PT. yaitu material cat dan material blasting atau disebut juga dengan abrasive material. Analisa Data Setelah melakukan pengumpulan data dan mengolahnya yang dilakukan selanjutnya adalah analisa data. Dari keempat metode pengecatan. waktu dan cat yang dibutuhkan pada masing-masing metode tersebut diharapkan dapat membantu pihak galangan dalam memilih salah satu metode yang paling tepat untuk diterapkan.

Vacuum Cleaner Sebuah alat yang digunakan untuk menghisap partikel-partikel abrasive yang habis dipakai dalam proses blasting. Tenaga kerja memiliki peran sebagai pelaksana kegiatan dilapangan. sehingga tidak mengganggu kesehatan dan keselamatan pekerja. Posisi yang ada adalah sebagai berikut : 1. terlebih dahulu permukaan harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. Dipakai untuk membantu blaster maupun painter untuk melakukan pekerjaan ditempat yang tinggi. 4. Painter 3. lubang orang.000 DWT. 3. Udara tekan yang dihasilkan oleh compressor harus mampu menghasilkan tekanan udara yang sesuai dengan kebutuhan. scallops. 2. b. tepian pelat. Supervisor 6. dimana alat yang digunakan adalah airless spray serta menggunakan cat dengan tipe Interline 704 dari produk International dan menggunakan standar harga yang ada di PT. dinding bagian atas ruang muat. Quality Control 4. minyak. Progress Control 5. dan lain-lain. ANALISA DATA Setelah dilakukan perhitungan dalam penentuan biaya. Untuk posisi inspektur pengecatan tidak termasuk dalam susunan pekerjaan lapangan karena dia bertugas sebagai penanggung jawab pekerjaan yang kadang juga bertindak sebagai estimator. Sebagai acuan yang diberikan oleh Interntional Marine Coatings. Foreman 7. 6. Pembersihan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil pengecatan yang kualitasnya baik. dan sebagainya. Brush dan Roll Alat mengecat bagian-bagian yang sulit dijangkau oleh airless spray gun. Air Compressor Sebuah mesin yang digunakan untuk mensupply kebutuhan udara tekan yang akan digunakan dalam pekerjaan blasting dan painting. Blower Alat yang berfungsi sebagai pengatur sirkulasi udara didalam tangki ruang muat selama pekerjaan berlangsung. Blaster 2. Peralatan Bantu Meliputi segala peralatan yang menunjang atau membantu terlaksananya peekerjaan tersebut. Pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan parikelpartikel abrasive ke permukaan dinding dengan tekanan tinggi.PAL Indonesia.Tenaga kerja Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan amat bergantung pada pemilihan alat kerja yang digunakan. Dengan adanya blower ini. Peralatan tersebut antara lain : 1. Helper Setiap perusahaan memiliki susunan karyawan sendiri sesuai dengan kebijakan internal dari perusaahan. Misalnya atap ruang muang muat. Untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dibutuhkan sebuah alat yaitu Abrasive Blast Machine. 5. 2. 4. Peralatan yang digunakan Peralatan yang digunakan untuk proses tank coating pada kapal Chemical Tanker 24000 DWT terdiri dari 2 macam : a. Portable Paint Mixing Alat yang dipakai untuk mengaduk cat yang akan dipakai untuk pengecatan. 3. Didalam airless spray. waktu dan konsumsi cat untuk keempat metode pengecatan pada proses pengecatan cargo tank/ruang muat pada kapal chemical tanker 24. cat yang ada dalam container dihisap oleh pompa untuk disemprotkan ke luar melalui ujung nozzle atau spray gun dengan tekanan paling tidak 7 kg/cm2. Humidifier Machine Sebuah mesin yang digunakan untuk mengatur temperatur pada permukaan baja agar temperaturnya selalu berada paling tidak 3˚C (5˚F) diatas dew point (titik terjadinya pengembunan). Wire Brush dan Paper Brush Alat yang digunakan untuk membersihkan daerah-daerah yang tidak terkena sand blast atau sekrap hasil-hasil pengecatan yang rusak. Peralatan Utama Peralatan utama meliputi segala peralatan pokok yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Airless Spray Alat penyemprot cat yang dilengkapi dengan pompa dan sebuah spray gun. maka didapat perincian biaya pengecatan sebagai berikut : 5 . karat. Scaffolding Disebut dengan perancah atau stage. dan sebagainya. Karena tinggi rendahnya kelembaban udara sangat berpengaruh terhadap lapisan cat sehingga penting sekali mempertahankan kondisi kelembaban udara pada persentase yang diijinkan selama pekerjaan berlangsung. seperti : tangga (ladder). persentase tingkat kelembaban relatif 40-60% akan memberikan hasil yang optimal. Namun susunan diatas merupakan posisi yang umum ada secara ideal dalam suatu pekerjaan pengecatan. Abrasive Blast Machine Sebelum dilakukan pengecatan pada permukaan tangki ruang muat. Peralatan tersebut anatara lain : 1. Pengecatan tidak boleh dilakukan jika tingkat kelembaban relatifnya lebih dari 85%. maka polusi udara dalam tangki dapat diperkecil.

780.953.dan metode III Rp 1. Biaya Overhead paling besar dikeluarkan oleh metode II dan IV Rp 77. • Konsumsi cat keempat metode Untuk konsumsi cat. Sehingga untuk practical coverage.859. metode II dan IV Rp 2.890.400 70. Kondisi persiapan pemukaan tangki harus benar-benar sempurna agar pengecatannya dapat berfungsi dengan baik untuk menjaga kualitas muatan yang nantinya akan diangkut serta dapat melindungi dinding tangki dari sifat korosi muatan yang diangkutnya. Jadi biaya pengecatan yang tinggi dikeluarkan oleh metode pengecatan II dan IV yang sebesar Rp 2.325.325. Untuk biaya tenaga kerja/jasa metode pengecatan III yang paling mahal Rp 24. Hal ini disebabkan karena metode pengecatan III menggunakan 2 layer untuk pengecatan seluruh ruang muat dimana tingkat lossnya (tabel 2.032.780.500.352.676.400. Karena diperlukan persiapan permukaan yang khusus sebelum proses pengecatan dilakukan untuk tangki ruang muat yang mengangkut muatan yang bersifat korosi. sedangkan untuk metode I dan III menggunakan 2 layer cat. metode II dan IV menghabiskan 18504 liter cat. Metode III menghabiskan 12001.800 55.Tabel Biaya tank coating empat metode pengecatan. Hal ini disebabkan metode pengecatan II dan IV menggunakan 1 layer cat untuk mengecat seluruh permukaan tangki ruang muat..031. Untuk metode pengecatan I juga relatif lebih lama pengerjaannya jika dibandingkan dengan metode pengecatan II dan IV.539.-.515.500.031.676.2 dapat dilihat bahwa waktu pengerjaan tank coating yang paling lama adalah metode III 169 jam jika dibandingkan dengan lama waktu pengerjaan metode I 157 jam.031.780.404.515.000.-. Dimana ketebalan yang harus dicapai untuk pengecatan dinding tangki ruang muat adalah 300 mikron..890.500 2..427.421.150.karena mengggunakan skema 2 layer cat pada proses pengecatannnya sedangkan metode IV yang paling murah Rp 23..sedangkan untuk metode lain menghabiskan biaya Rp 2.734 IV (Rupiah) 295. Metode II dan IV membutuhkan waktu 152 jam sedangkan metode I 157 jam dan metode III 169 jam. Untuk skema 1 layer memiliki tingkat loss sebesar 60% sedangkan skema 2 layer memiliki tingkat loss sebesar 40%.500.597.400.618.400 77.000 23.1 diatas dapat diketahui bahwa distribusi biaya tank coating untuk biaya material cat lebih dominan dibandingkan biaya material abrasive.237.618.539.507.527.800.052.000. Metode I II III IV Waktu Pengerjaan (jam) 157 152 169 152 Dari tabel 5.780.000.500 2.untuk metode I dan Rp 2.500 24. skema 2 layer pengecatan lebih irit penggunaan cat jika dibandingkan dengan skema 1 layer pengecatan. Hal ini dikarenakan pada metode pengecatan II dan IV menggunakan 1 layer untuk pengecatan seluruh permukaan tangki ruang muat.kemudian metode pengecatan I sebesar Rp 2.400.515. Akan tetapi metode III membutuhkan biaya tenaga kerja/jasa yang lebih besar dibandingkan dengan ketiga metode lain yaitu sebesar Rp 24. II dan IV. biaya tenaga kerja dan biaya overhead. Untuk mencapai ketebalan 6 .427 295.618.untuk metode II dan IV. Yang paling dalam pengerjaan pengecatan adalah metode II dan IV.052.-. PERBANDINGAN KEEMPAT METODE • Biaya pengecatan keempat metode Ditinjau dari biaya pengecatan.279.427 Dari tabel 5. Hal ini dikarenakan pada metode pengecatan I mengunakan 2 layer untuk pengecatan bagian bottom area.800. Jenis Biaya Material Abrasive Material Cat Tenaga Kerja/jasa Overhead Total I (Rupiah) 295.507.untuk metode III.421. sehingga waktu yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan dengan metode pengecatan yang lain.dan yang paling rendah adalah metode III sebesar Rp 55.9 liter cat sedangkan metode I menghabiskan 16238 liter.untuk metode I. metode pengecatan III yang paling murah jika dibandingkan dengan ketiga metode lain. Hal ini disebabkan untuk metode pengecatan III menggunakan 2 layer untuk pengecatan seluruh permukaan tangki ruang muat sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan metode pengecatan yang lain.150.dan yang paling rendah metode pengecatan III sebesar Rp 1.404.279. dan Rp 23. sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode II dan IV..618.597 2.325. Tabel Waktu tank coating empat metode pengecatan.500 2.734.031. Biaya material metode I sebesar Rp 2.859.352.400 77.527 2.497. Untuk metode I sebesar Rp 70. • Waktu pengerjaan keempat metode Waktu pengerjaan yang paling cepat adalah metode pengecatan II dan IV jika dibandingkan dengan metode I dan III.000 23. Selain itu ketebalan cat mempengaruhi konsumsi cat.untuk metode II dan IV.. metode III yang paling irit penggunaan cat dibandingkan metode I.953.032. metode II maupun metode IV 152 jam.934 1.000.karena menggunakan skema 1 layer cat pada proses pengecatannya. Material cat yang dipakai adalah Interline 704 produk dari International yang mempunyai harga relatif lebih mahal dari pada jenis material cat lainnya..507. dan IV.527 2. II..-.237.676.000 24.934.3) lebih rendah dibandingkan dengan metode pengecatan I..404.352. Hal ini dipengaruhi oleh biaya material cat yang dikeluarkan untuk menyelesaikan metode pengecatan III ini jauh lebih murah yaitu sebesar Rp 1.279.-.500 1.-.507. Biaya terbesar kedua adalah biaya material abrasive sebesar Rp 295.237..497 Metode Pengecatan II (Rupiah) III (Rupiah) 295.507.. Rp 24.953.

“Marine manual”.M. karena menggunakan skema 1 layer pengecatan untuk pencapaian ketebalan yang telah ditentukan.404. Dalam hal ini penggunaan metode pengecatan II dan IV dikatakan boros dalam konsumsi cat.aspx International Coating (2005). Felling.dengan lama pengerjaan 157 jam dan menghabiskan cat sebanyak 16238 l.dengan lama pengerjaan 152 jam dan knsumsi cat sebanyak 18054 l.com/supportadvice/RegulatoryAffairs/Pages/ ForOwnersAndOperators. Tingkat loss sangat mempengaruhi konsumsi cat. metode pengecatan I menghabiskan biaya Rp 2. Graham and Trotman. “Performance Standard for Protective Coatings for Dedicated Seawater Ballast Tanks In All Types Of Ships And DoubleSide Skin Spaces”.295.12 m2/liter cat sedangkan skema 1 (langsung 300 mikron) layer hanya mencakup 0.internationalmarine. (2009) ”Analisa Metode Penjadwalan Dan Biaya Pengecatan Lambung Kapal Berbasis Komputer” Tugas Akhir.iacs.215(82). waktu pengerjaan dan konsumsi cat keempat metode pengecatan. 2. www.”International Marine Coating Prduct Catalogue”Stoneygate Lane.872.174.587. 3. Metode pengecatan yang paling tepat diterapkan adalah metode pengecatan III. DAFTAR PUSTAKA Ananda P.dengan lama pengerjaan 169 jam dan konsumsi cat sebanyak 12001.pdf 7 .7 m2/liter. skema 2 layer pengecatan (masing-masing layer 150 mikron) memiliki practical area yang lebih luas yaitu 2.uk/publications/CommonRule sDoc/IMO PSPC MSC. (1989).658. International Coating. waktu pengerjaan dan konsumsi cat. International Paint Ltd. berdasarkan studi perbandingan dan batasan masalah dari pengerjaan Tugas Akhir ini.pdf IMO PSPC MSC.cat yang telah ditentukan yaitu 300 mikron. International Paint Ltd. Metode II dan IV menghabiskan biaya Rp 2. Berdasarkan hasil penghitungan biaya.937. www. www..international-marine. Metode III menghabiskan biaya Rp 1.org. Semakin rendah tingkat lossnya maka konsumsi cat juga akan semakin sedikit dengan syarat luas permukaan yang dicat sama.com/ProductDatasheets/ 585+M+eng-usa+A4.T.840. A.867. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. London.215(82). “ International Technical Support Guide “.P Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya. Painting KESIMPULAN Dari hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan sebelumnya. Karena metode pengecatan III yang paling murah dan menghabiskan cat paling sedikit. J.9 l. Agustinus. Untuk metode II dan IV memiliki kesamaan dalam biaya. Berendsem.