P. 1
Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan ( Analisis Vegetasi )

Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan ( Analisis Vegetasi )

|Views: 4,350|Likes:
Published by Santia Agustini

More info:

Published by: Santia Agustini on Dec 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan Analisis Vegetasi Luas Plot Minimum

Disusun oleh :

Eva Yuliani Yurika Nur Muslimah Yunitri

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya 2011

apalagi area tersebut sangat luas. Pengertian luas plot muinimum adalah luas plot terkecil yang dapat mewakili kearakteristika keseluruhan komunitas tumbuhan atau vegetasi. Berapa luas dan jumlah minimum plot pengamatan yang diperlukan untuk menganalisis suatu vegetasi agar karakteristika keselurah vegetasi yang ada pada area studi dapat terwakili. : Penentuan luas plot minimum.A. diperlukan pemahaman/ pengetahuan/ metode yang berkenaan dengan : a. c. Dalam rangka untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam keadaan ini tertentu kadang kala luas plot minimum ini langsung pertimbangan tertentu. Judul Tujuan : Analisis vegetasi luas plot minimum : memahami dan menguasai cara-cara menentukan luas plot minimum dalam studi analisis vegetasi. . Kita dapat memilih sebagian dari area untuk dujadikan objek penelitian/area cuplikan. Variable-variabel pengukuran dan metode-metode yang dapat digunakan agar dapat terinterprestasikan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Bagaiman cara penyebaran plot-plot tersebut. Namun demikian area yang dipilih haruslah dapat mewakili karakteristika seluruh area. C. bergantung pada bentuk/struktur vegetasi ynag menjadi objek penelitian misalnya untuk vegetasi lumut kerak ukuran 1 cm2 sedangkan untuk vegetasi hutan campuran di tropika ukuran 1/10 hektar. Dalam melakukan analisis vegetasi kita tidak diharuskan untuk melakukan penelitian pada seluruh area yang ada. b. B. Landasan Teori ANALISIS VEGETASI Analisis vegetasi ditunjukkan dengan mengetahui struktur dan komposisi suatu vegetasi dengan menggunakan pendekatan – pendekatan tertentu yang berdasarkan atas sifat dasar dari vegetasi komunitas itu sendiri.

Oleh karena itu. faktor kondisi geografis lainnya yang mempengaruhi tingkat intensitas penyinaran matahari antara lain kemiringan sudut datang sinar matahari. seperti daerah kutub yang senantiasa tertutup salju dan lapisan es abadi. Misalnya. jarak suatu wilayah dari permukaan laut. dan tingkat curah hujan. 1) Suhu Permukaan bumi mendapatkan energi panas dari radiasi matahari dengan intensitas penyinaran yang berbeda-beda di setiap wilayah. Berdasarkan hasil penelaahan kondisi ?sik wilayah. Beberapa faktor yang memengaruhi persebaran ?ora dan fauna di muka bumi antara lain faktor klimatik. Wilayah-wilayah dengan pola iklim yang ekstrim. diperkirakan hanya sekitar 1/550 bagian dari muka bumi yang berpotensi sebagai lingkungan hidup. a. Kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan hewan dan tumbuhan. kerapatan penutupan lahan dengan tumbuhan. antara lain suhu. dan kedalaman laut. dan biotik. eda?k. karena berbagai jenis spesies memiliki persyaratan suhu lingkungan hidup ideal atau optimal. ?ora dan fauna yang hidup di kawasan kutub memiliki tingkat ketahanan dan toleransi yang lebih tinggi terhadap . ?siogra?. ketinggian tempat. menerima penyinaran matahari setiap tahunnya relatif lebih banyak jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya. Daerah-daerah yang berada pada zona lintang iklim tropis. Perbedaan intensitas penyinaran matahari menyebabkan variasi suhu udara di muka bumi. persebaran ?ora dan fauna pada kedua wilayah ini sangat minim baik dari jumlah maupun jenisnya. kelembapan udara. atau gurun yang gersang. daerah tropis merupakan wilayah yang optimal bagi kehidupan ?ora dan fauna. serta tingkat toleransi yang berbeda-beda di antara satu dan lainnya.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sebaran Flora dan Fauna Pada bagian awal telah dikemukakan bahwa tidak seluruh wilayah di muka bumi dapat dihuni oleh makhluk hidup. Selain posisi lintang. angin. Faktor Klimatik Kondisi iklim merupakan salah satu faktor dominan yang mempengaruhi pola persebaran ?ora dan fauna. Sebaliknya. Faktor-faktor iklim yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup di permukaan bumi ini. sudah tentu sangat menyulitkan bagi kehidupan suatu organisme.

dan kondisi topogra?nya. Beberapa jenis tumbuhan sangat cocok hidup di wilayah yang kering. yaitu jenis tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang lembap. hewan. selada air. sebaliknya terdapat jenis tumbuhan yang hanya dapat bertahan hidup di atas lahan dengan kadar air yang tinggi. d) Tropophyta. Pada wilayah-wilayah yang memiliki suhu udara tidak terlalu dingin atau panas merupakan habitat yang sangat baik atau optimal bagi sebagian besar kehidupan organisme. dan teratai. Khusus dalam dunia tumbuhan. seperti eceng gondok. seperti kaktus dan beberapa jenis rumput gurun. dan vegetasi pegunungan tinggi. ketinggian tempat. yaitu jenis tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang basah. berbagai jenis tumbuhan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok utama. vegetasi lintang sedang. Tingkat kelembapan udara berpengaruh langsung terhadap pola persebaran tumbuhan di muka bumi. faktor lain yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup di muka bumi adalah kelembapan. yaitu jenis tumbuhan yang sangat tahan terhadap lingkungan hidup yang kering atau gersang (kelembapan udara sangat rendah). b) Mesophyta. vegetasi gurun. 2) Kelembapan Udara Selain suhu. baik manusia. Tropophyta merupakan ?ora khas di daerah iklim muson tropis. seperti anggrek dan jamur (cendawan). c) Hygrophyta.perbedaan suhu yang tajam antara siang dan malam jika dibandingkan dengan ?ora dan fauna tropis. Hal ini disebabkan suhu yang terlalu panas atau dingin merupakan salah satu kendala bagi makhluk hidup. yaitu jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan musim kemarau dan penghujan. Berdasarkan tingkat kelembapannya. seperti pohon jati . seperti vegetasi hutan tropis. kondisi suhu udara adalah salah satu faktor pengontrol persebaran vegetasi sesuai dengan posisi lintang. Oleh karena itu. yaitu sebagai berikut. maupun tumbuhan. a) Xerophyta. sistem penamaan habitat ?ora seringkali sama dengan kondisi iklimnya. Kelembapan udara yaitu banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara.

Wilayahwilayah yang memiliki curah hujan tinggi pada umumnya merupakan kawasan yang dihuni oleh aneka spesies dengan jumlah dan jenis jauh lebih banyak dibandingkan dengan wilayah yang relatif lebih kering. kemudian mengisi badan-badan air. Tanpa sumber daya air. atau bergerak sebagai air larian permukaan. seperti danau atau sungai. Gerakan angin juga membantu memindahkan benih dan membantu proses penyerbukan beberapa jenis tanaman tertentu. bahwa titik-titik air hujan yang jatuh ke bumi dapat meresap pada lapisan. Gejala alam ini menguntungkan bagi kehidupan makhluk di bumi.lapisan tanah dan menjadi persediaan air tanah. Karakter vegetasi di wilayah muson didominasi oleh tumbuhan gugur daun untuk menjaga kelembapan saat musim kemarau. Sebagaimana telah Anda pelajari di kelas X. Sebagai contoh daerah tropis ekuatorial dengan curah hujan tinggi merupakan wilayah yang secara alamiah tertutup oleh kawasan hutan hujan tropis (belantara tropis) dengan aneka jenis ?ora dan fauna dan tingkat kerapatan yang tinggi. atau gurun. angin berfungsi sebagai alat transportasi yang dapat memindahkan uap air atau awan dari suatu tempat ke tempat lain. Akibatnya. 4) Curah Hujan Air merupakan salah satu kebutuhan vital bagi makhluk hidup. Bagi makhluk hidup yang menempati biocycle daratan. Karakter vegetasi yang menutupi hutan hujan tropis sangat jauh berbeda dengan vegetasi yang menutupi kawasan muson. Wilayah gurun .3) Angin Di dalam siklus hidrologi. stepa. Tingkat intensitas curah hujan pada suatu wilayah akan membentuk karakteristik yang khas bagi formasi-formasi vegetasi (tumbuhan) di muka bumi. tidak mungkin akan terdapat bentuk-bentuk kehidupan di muka bumi. secara alamiah kebutuhan organisme akan air dapat terpenuhi. proses pendistribusian air di muka bumi akan berlangsung secara berkelanjutan. Begitu pentingnya air bagi kehidupan mengakibatkan pola penyebaran dan kerapatan makhluk hidup antarwilayah pada umumnya bergantung dari tinggi-rendahnya curah hujan. Melalui curah hujan. karena terjadi distribusi uap air di atmosfer ke berbagai wilayah. sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan hidup berasal dari curah hujan.

dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. walaupun terkadang dapat merusak kelestarian alam. unsur hara. Adanya penurunan suhu ini sangat berpengaruh terhadap pola persebaran jenis tumbuhan dan hewan. tekstur dan struktur tanah. di mana suhu udara akan mengalami penurunan sekitar 0.didominasi oleh jenis tumbuhan yang sangat tahan terhadap kekeringan. d. Tanah merupakan media tumbuh dan berkembangnya tanaman. b. Faktor Edafik Faktor kedua yang memengaruhi persebaran bentuk-bentuk kehidupan di muka bumi terutama tumbuhan adalah kondisi tanah atau faktor eda?k. baik yang sifatnya menjaga kelestarian maupun mengubah tatanan kehidupan ?ora dan fauna.6o C setiap wilayah naik 100 meter dari permukaan laut. manusia berusaha mengolah dan memanfaatkan lingkungan hidup di sekitarnya semaksimal mungkin. Faktor Fisiografi Faktor ?siogra? yang berkaitan dengan persebaran makhluk hidup adalah ketinggian tempat dan bentuk wilayah. Kekhasan pola dan karakteristik vegetasi ini tentunya mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu. Misalnya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Faktor Biotik Manusia adalah komponen biotik yang berperan sentral terhadap keberadaan ?ora dan fauna di suatu wilayah. jenis tumbuhan yang hidup di wilayah pantai akan berbeda dengan yang hidup pada wilayah dataran tinggi atau pegunungan. Oleh karena itu. serta ketersediaan air dalam pori-pori tanah. seperti jenis tanah vulkanis dan andosol merupakan media optimal bagi pertumbuhan tanaman.5o C–0. sebab organisme memiliki keterbatasan daya adaptasi terhadap suhu lingkungan di sekitarnya. Tanah-tanah yang subur. Adapun yang menjadi parameter kesuburan tanah antara lain kandungan humus atau bahan organik. c. Pada dasarnya tumbuhan merupakan salah satu sumber bahan makanan (produsen) bagi hewan. Kondisi tanah yang secara langsung berpengaruh terhadap tanaman adalah kesuburan. Anda tentu masih ingat gejala gradien thermometrik. dalam waktu yang relatif singkat manusia mampu mengubah kawasan hutan menjadi .

daerah permukiman dan areal pertanian. 3. Perubahan fungsi lahan tersebut berakibat terhadap kestabilan ekosistem yang secara alamiah telah terjalin dalam periode jangka waktu yang lama. (50x100 cm). 2. Dengan cara yang sama lakukan penambahan luas menjadi 2 kali asalnya. Tentukan area studi (pada kegiatan ini digunakan komunitas rumput) yang luasnya memungkinkan dapat dilakukan perluasan plot pengamatan minimal hingga 5kali. Setelah semua jenis tumbuhan telah tercatat.Catat semua jenis tumbuhan yang berada didalam kuadrat yang baru ini. D. Buatlah suatu bujur sangkar berukuran 25x25 cm dengan cara megukur plot dengan tali yang sudah berukuran 25x25 cm dan tandai dengan patok. Tali 2. Pembatas plot (patok) 5. 5. Luas minimum adalah teletak pada saat garis mulai mendatar atau kalau ada penambahan jumlah jenis tidak melebihi 10% dengan grafik dibawahnya. Alat 1. . Couter 4. dan (100x200 cm) dan setarusnya sampai tidak ada lagi ada penambahan jenis tumbuhan baru atau minimal sebanyak 10 kali perluasan plot. Alat tulis : E. Susunlah data dalam bentuk grafik dan tentukan luas minimumnya. (100x100 cm). yaitu (50x50 cm). perluas plot tadi menjadi 2 kali semula (25x50) dan catat penambahan jenis tumbuhan baru yang ada pada kuadrat baru ini. 4. Cara Kerja : 1. Meteran atau Mistar 3.

Hasil Pengamatan Plot 1 (25 x 25) 4 jenis rumput Plot 2 Plot 3 (25 x 50) (50 x 50) 5 jenis 6 jenis rumput rumput : Plot 4 (50 x 100) 8 jenis rumput Plot 5 (100x100) 11 jenis rumput Plot 6 (100 x 200) 14 jenis rumput Plot 7 (200 x 200) 14 jenis rumput Plot yang menglami kenaikan 10 % Plot A (200x200) 14 A 200x200 B 200x200 Plot B (200x200) 10 C 200x200 Plot C (200x200) 9 .25 x 25 50 x 100 25 x 50 50 x 50 100 x 100 Skema luas plot F.

Grafik Pertambahan Jumlah Verietas Vegetasi Tanaman 16 14 12 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 penambahan varietas Series2 plot Grafik Penurunan Jumlah Varietas Vegetasi Tanaman Variasi tanaman 15 10 5 0 1 2 plot 3 Series2 .

karena tanaman yang mendominasi suatu plot. Hal ini disebabkan karena penyebaran vegetasi tanaman dalam suatu plot dipengaruhi oleh tanaman yang paling banyak tumbuhnya dalam satu plot tersebut. Sehingga makin besar jumlah jenis tanaman baru yang ditemukan. Pembahasan : Pengamatan vegetasi yang telah dilakukan memperlihatkan data dengan hasil jumlah vegetasi yang ditemukan adalah 14 spesies. Eden Surasana. dikarenakan factor kematian. sehingga di asumsikan 13 spesies lainnya belum diketahui berasal dari vegetasi jenis yang mana. dengan diantaranya spesies yang telah teridentifiksasi dan belum teridentifikasi. Pada plot pertama sampai keenam keragaman jenis makin meningkat. Jika jumlah jenis tanaman itu sedikit dalam suatu plot.php Syafei. ITB . akibat injakan. Kesimpulan : Dari hasil percobaan yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa semakin luas plot yang diamati maka akan semakin banyak jenis varietas tanaman yang kami temukan.cc/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-sebaran-flora-dan-fauna. 1990. ataupun penyebarannya yang terbatas lewat penyerbukan dan tempat tanaman itu hidup. I. maka makin sedikit jenis tanaman yang sama yang ditemukan. Vegetasi yang berhasil di identifikasi adalah dari jenis jambu biji . tetapi pada plot 7 dan selanjutnya tidak ada lagi penambahan keanekaragaman jenis tumbuhan.G. atau ulah manusia. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Bandung. Sedikit cuaca juga mempengaruhinya. serta tempat tanaman itu hidup. Jadi makin jauh luas plot yang diamati. kemungkinan besar pada saat penyerbukan tumbuhan tersebut yang dibantu oleh serangga ataupun angin akan menyebar tidak jauh dari tanaman tersebut.co. Beberapa factor yang mempengaruhi jumlah varietas suatu plot adalah suhu udara. penyebaran lewat penyerbukan/penyebaran biji. ulah manusia. H. Daftar Pustaka : http://dreamconcert2009.

Lampiran Plot 1 Susunan Plot Susunan plot sampai ke200x200 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->