P. 1
Alat Peraga Dan Minat Matematika

Alat Peraga Dan Minat Matematika

4.89

|Views: 25,813|Likes:

More info:

Published by: ardhi dinullah Baihaqie on Oct 27, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

a. Pengertian Minat

Berminat terhadap sesuatu itu mungkin karena melihat kegunaannya,

karena senang atau karena menarik perhatian. Mengingat pentingnya minat

dalam belajar banyak pendapat para ahli tentang minat.

Minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan.

Menurut A. Mursad at.al yang dikutip Saiful Bahri (2000:60)

menyatakan, minat adalah “kesadaran seseorang bahwa suatu obyek

seseorang atau soal, atau situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya”.

Whitherington (1984:135) menyatakan, “Minat merupakan sesuatu

serta akibat dari perhatian”. W.S Winkel (1999:188) menyatakan bahwa,

“Minat diartikan sebagai kecenderungan subyek yang menetap, untuk

merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu (Abdul

Rahman Shaleh, 2004).

Pendapat William James (1890) yang dikutip Uzer Usman (2002: 27),

melihat bahwa minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan

derajat keaktifan belajar siswa. Jadi, efektif merupakan faktor yang

menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar.

Pendapat Ovide Decroly (1871-1932) yang dikutip Uzer Usman

(2002: 27), mendasarkan sistem pendidikannya pada pusat minat yang pada

umumnya dimiliki oleh setiap orang, yaitu minat terhadap makanan,

perlindungan terhadap pengaruh iklim (pakaian dan rumah),

mempertahankan diri terhadap macam-macam bahaya dan musuh, bekerja

23

sama dalam olah raga. Perhatian ada 2 macam yaitu perhatian terpusat yang

hanya tertuju pada satu obyek. Dan perhatian terbagi yaitu penilaian yang

tertuju pada berbagai hal/obyek secara sekaligus.

b. Faktor Timbulnya Minat

Pendapat Crow and Crow (1973) yang dikutip Abdul Rahman Shaleh

(2004) berpendapat ada tiga factor yang menjadi timbulnya minat, yaitu:

a. Dorongan dari dalam diri individu, msal dorongan untuk makan, ingin tahu

seks. Dorongan untuk makan akan membangkitkan minat untuk bekerja

atau mencari penghasilan, minat terhadap produksi makanan dan lain-

lain. Dorongan ingin tahu atau rasa ingin tahu akan membangkitkan minat

untuk membaca, belajar, menuntut ilmu, melakukan penelitian dan lain-

lain. Dorongan seks akan membangkitkan minat untuk menjalin hubungan

dengan lawan jenis, minat terhadap pakaian dan kosmetik, dan lain-lain.

b. Motif social, dapat menjadi factor yang membangkitkan minat untuk

melakukan suatu aktivitas tertentu. Misalnya minat terhadap pakaian

timbul karena ingin mendapat persetujuan atau penerimaan dan perhatian

orang lain. Minat untuk belajar atau menuntut ilmu pengetahuan timbul

karena ingin mendapat penghargaan dari masyarakat karena biasanya yang

memiliki ilmu pengetahuan cukup luas (orang pandai) mendapat

kedudukan yang tinggi dan terpandang dalam masyarakat.

c. Faktor emosional, minat mempunyai hubungan yang erat dengan emosi.

Bila seseorang mendapat kesuksesan pada aktifitas akan menimbulkan

24

perasaan senang dan hal tersebut akan memperluas minat terhadap aktifitas

tersebut. Sebaliknya suatu kegagalan akan menghilangkan minat terhadap

hal tersebut.

Dua hal yang perlu diperhatikan tentang minat. Pertama yaitu minat

pembawaan, minat ini muncul dengan tidak diperngaruhi oleh factor-faktor

lain, baik kebutuhan maupun lingkungan. Biasanya minat ini muncul

berdasarkan bakat yang ada. Kedua, yaitu minat yang muncul karena adanya

pengaruh luar. Minat seseorang bisa saja berubah karena adanya pengaruh-

pengaruh seperti lingkungan dan kebutuhan.

Tidak adanya seseorang anak terdapat suatu pelajaran akan timbul

kesulitan belajar. Belajar yang tidak ada minatnya mungkin tidak sesuai

dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak sesuai dengan

kecakapan, tidak sesuai dengan tipe-tipe khusus anak banyak menimbulkan

problema pada dirinya.

Mursell dalam bukunya Successful Teaching, memberikan suatu

klasifikasi yang berguna bagi guru dalam memberikan pelajaran kepada

siswa. Ia mengemukakan 2 macam minat yang diantaranya ialah bahwa

anak minat terhadap belajar.

Ada tidaknya minat terhadap sesuatu pelajaran dapat dilihat dari cara

anak mengikuti pelajaran, lengkap tidaknya catatan, memperhatikan garis

miring tidaknya dalam pelajaran itu. Tanda-tanda itu dapat dilihat dan dapat

menemukan apakah sebab kesulitan belajarnya disebabkan karena tidak

adanya minat atau oleh sebab lain.

25

Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang.

Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat

seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya, tanpa

minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.

Individu mempunyai kecenderungan untuk menghubungkan diri

dengan lingkungannya. Jika individu itu menemukan suatu obyek maka

individu menaruh minat terhadap obyek itu dan menyebabkan individu itu

akan berhubungan secara aktif dengan obyek yang menariknya. Minat dan

kelakuan berhubungan erat, dapat dikatakan bahwa kelakuan ditentukan

oleh minat.

Minat memuaskan kebutuhan dalam kehidupan anak, semakin kuat

kebutuhan ini maka makin kuat dan bertahan pada minat tersebut. Dan

semakin sering minat itu diekspresikan dalam kegiatan maka semakin

kuatlah minat itu.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa minat terhadap Matematika

adalah ketertarikan siswa terhadap Matematika didasarkan pada

kegunaannya yang diperlukan untuk kebutuhan dalam dirinya. Semakin kuat

kebutuhan ini, semakin kuat dan bertahan minat itu. Sehingga semakin

sering minat itu diekspresikan maka semakin kuatlah dia.

26

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->