PERSEPSI PASIEN TENTANG PERILAKU CARING PERAWAT DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DIRUANG MARANATHA I

MAGARETA MIA AJI SAPUTRI Abstrak Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain, artinya memberikan perhatian yang lebih kepada seseorang dan bagaimana seseorang itu bertindak. Karena perilaku caring merupakan perpaduan perilaku manusia yang berguna dalam peningkatan derajat kesehatan dalam membantu pasien yang sakit. Perilaku caring sangat penting untuk mengembangkan, memperbaiki dan meningkatkan kondisi atau cara hidup manusia. Perilaku caring sangat penting dalam layanan keperawatan karena akan memberikan kepuasan pada klien dan perawatan akan lebih memahami konsep caring, khususnya perilaku caring dan mengaplikasikan dalam pelayanan keperawatan. Penelitian ini bersifat kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi klien tentang perilaku caring perawat dan apa yang dirasakan klien ketika perawat melakukan perawatan sesuai dengan konsep perilaku caring. Hasil penelitian persepsi pasien tentang perilaku caring perawat dalam pelayanan keperawatan di Ruang Maranata I ini menghasilkan dua tema yaitu: pengetahuan perilaku caring perawat menurut pasien adalah perawat memberi perhatian lebih kepada pasien dan diangggap keluarga, perilaku caring perawat yang dirasakan pasien adalah perawat aktif bertanya, berbicara lembut, memberi dukungan, responsif, terampil dan menghargai serta menjelaskan. Peningkatan pemahaman tentang perilaku caring pada perawat akan meningkatkan pelayanan keperawatan untuk pasien dan pasien akan merasakan perilaku caring perawat dalam pelayanan keperawatan. Kata kunci : Persepsi, Pasien, Perilaku caring Abstract Caring behavior is a sence of attitude, caring, respect, and appreciate nother people, which means giving more attention to someone and how that person thinks and acts. As caring behavior is a collaboration between human behaviour which is useful for increasing health status in helping sick clients. Caring behaviour is very important in nursing service since it will.

1

Bring satisfaction to clients and nurses themselves will understand about caring concept especially and caring behaviour apply it in nursing service. This research was a qualitative phenomenological study which aimed to know the perception of patient about caring behaviour from nurses and what patients fell about caring behaviour from nurses in giving nurses service. The result of study found that knowledge about nurses behaviour, according to patients, was that nurses gave more attention to clients and considered them as their family. Caring behaviour of nurses which the patient felt were nurses activity asking, speaking sofly, giving support, being responsive and skillfull as well as respecting and explaining to clients. The improvement of understanding about caring behaviour for nurses will improve nursing service given to patients. Meanwhile, patients will fell caring behaviour the nurses give in nursing service. Keyword : perception, patient, caring behaviour

Pendahuluan Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang mempunyai suatu paradigma atau model keperawatan yang meliputi empat komponen yaitu : manusia, kesehatan, lingkungan dan perawat itu sendiri. Perawat adalah suatu profesi yang mulia, karena memerlukan kesabaran dan ketenangan dalam melayani pasien yang sedang menderita sakit. Seorang perawat harus dapat melayani pasien dengan sepenuh hati) Sebagai seorang perawat harus dapat memahami masalah yang dihadapi oleh klien, selain itu seorang perawat dapat berpenampilan menarik. Untuk itu seorang perawat memerlukan kemampuan untuk memperhatikan orang lain, ketrampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang.( Dwidiyanti ) Caring sangatlah penting untuk keperawatan. Caring adalah fokus pemersatu untuk praktek keperawatan. ( Blais ). Perilaku caring juga sangat penting untuk tumbuh kembang, memperbaiki dan meningkatkan kondisi atau cara hidup manusia ( Blais ). Caring mengandung 3 hal yang tidak dapat dipisahkan yaitu perhatian, tanggung jawab, dan dilakukan dengan ikhlas ( Sitorus ). Caring juga merupakan sikap peduli, menghormati dan menghargai orang lain, artinya memberi perhatian dan mempelajari kesukaan – kesukaan seseorang dan bagaimana seseorang berfikir dan bertindak. Memberikan asuhan (Caring) secara sederhana tidak hanya sebuah perasaan emosional atau tingkah laku sederhana, karena caring merupakan kepedulian untuk mencapai perawatan yang lebih baik, perilaku

2

Perumusan Masalah Caring sangatlah penting untuk keperawatan. sedangkan pelayanan yang diberikan pada umumnya sudah baik. Caring juga merupakan sikap peduli. tetapi pada bulan juni juga terdapat masukan dan kritikan yang ditujukan kepada perawat melalui kotak saran yang menyatakan ketidakpuasan terhadap pelayanan keperawatan Di Ruang Maranatha I. maka kinerja perawat khususnya pada perilaku caring menjadi sangat penting dalam mempengaruhi terutama di rumah sakit( Potter – perry ) kualitas pelayanan keperawatan Berdasarkan hasil survey tingkat kepuasan 3 . karena caring merupakan kepedulian untuk mencapai perawatan yang lebih baik ( Dwidayanti ). kurang memuaskan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pasien.17% dari 312 responden menyatakan pelayanan di rumah sakit khususnya keperawatan cukup baik. Memberikan asuhan (Caring) secara sederhana tidak hanya sebuah perasaan emosional atau tingkah laku sederhana.caring bertujuan dan berfungsi membangun struktur sosial. dimana hal tersebut akan menurunkan mutu pelayanan keperawatan RS Mardi Rahayu yang dianggap dulu lebih baik daripada sekarang dan menurunkan citra perawat khususnya di Ruang Maranatha I. kurang lama berinteraksi dengan pasien. ke pasien hanya untuk rutinitas saja saat ada tindakan keperawatan. menghormati dan menghargai orang lain. Pasien tersebut mengatakan perawatnya judes. artinya memberi perhatian dan mempelajari kesukaan – kesukaan seseorang dan bagaimana seseorang berfikir dan bertindak. dimana kualitas pelayanan menjadi penentu citra institusi pelayanan yang nantinya akan dapat meningkatkan kepuasan pasien dan mutu pelayanan ( Potter – Perry ) Berdasarkan hasil survey kepuasan pasien yang dilakukan oleh Depkes RI pada beberapa Rumah Sakit di Jakarta menunjukkan bahwa 14 % pasien tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Perilaku caring juga sangat penting untuk tumbuh kembang. pandangan hidup dan nilai kultur setiap orang yg berbeda pada satu tempat( Dwidiyanti ). Berdasarkan hasil survey tingkat kepuasan terhadap pelayanan keperawatan yang dilakukan Rumah Sakit pada bulan Juni 2009 menunjukkan 92. Caring adalah fokus pemersatu untuk praktek keperawatan ( Blais ). maka kinerja perawat khususnya pada perilaku caring menjadi sangat penting dalam mempengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan pasien terutama di rumah sakit. Wawancara sederhana yang dilakukan oleh peneliti pasien mengungkapkan bahwa perawat jarang ke pasien. kurang ramah. kurang peduli sama pasien dan lain-lain. memperbaiki dan meningkatkan kondisi atau cara hidup manusia ( Blais ).

dimana kapasitas ruang rawat inap adalah 27 pasien. Dimana penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan dan mendorong pemahaman tentang pengalaman manusia dalam aneka bentuk dan penelitian ini merupakan pendekatan yang sistematis dan subjektif yang digunakan untuk menjelaskan pengalaman hidup dan memberikan makna atasnya.17% dari 312 responden menyatakan pelayanan di rumah sakit khususnya keperawatan cukup baik. kurang memuaskan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pasien. disesuaikan dengan tujuan dan jenis penelitian . Dalam penelitian ini jumlah sampel ditentukan oleh ”tersaturasinya” sumber informan Analisa Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dalam penelitian ini tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana persepsi pasien tentang perilaku caring perawat dalam pelayanan keperawatan di ruang Maranatha I . Pasien tersebut mengatakan perawatnya judes. RS Mardi Rahayu Kudus. maka peneliti tertarik untuk meneliti Persepsi pasien tentang perilaku caring perawat dalam pelayanan keperawatan. kurang peduli sama pasien. dimana hal tersebut akan menurunkan mutu pelayanan keperawatan RS Mardi Rahayu yang dianggap dulu lebih baik daripada sekarang dan menurunkan citra perawat khususnya di Ruang Maranatha I. pada kenyataannya bulan juni juga terdapat masukan dan kritikan yang ditujukan kepada perawat melalui kotak saran yang menyatakan ketidakpuasan terhadap pelayanan keperawatan Di Ruang Maranatha I. Adapun sampel adalah bagian dari populasi yang diambil secara purposive sampling. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas. ( Moeloeng ) Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yaitu pendekatan yang didasari atas pandangan dan asumsi bahwa pengalaman manusia diperoleh melalui hasil interprestasi.terhadap pelayanan keperawatan yang dilakukan Rumah Sakit pada bulan Juni 2009 menunjukkan 92.yaitu : 4 . Populasi penelitian Populasi dari penelitian ini adalah pasien ruang rawat inap Maranatha I. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Tujuan Penelitian.aktivitas analisis data kualitatif ada 3 . kurang ramah.

Berarti perhatian dan juga kepedulian perawat ya mbak eta. hubungan antar kategori..kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan pada tahap pengumpulan data berikutnya.yang paling sering digunakan adalah dengan teks yang bersifat naratif..caring ya….?” ( P 3 ) yang semua itu sesuai dengan teori dimana perilaku caring merupakan manifestasi dari perhatian pada orang lain yang merupakan pengetahuan manusia melalui sikap dan praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal ( Dwidayanti ) Partisipan juga menyebutkan bahwa perilaku caring perawat adalah dengan menganggap pasien itu seperti keluarga sendiri. merupakan penarikan kesimpulan dan verifikasi.. ”Ehm….. bagan . Penyajian Data (Data Display) bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat ....? ”Susternya itu perhatian mbak…….. Dari hasil penelitian diperoleh tentang pengertian perilaku caring perawat. memfokuskan hal – hal yang penting.?” ( P I ) ”Perilaku caring itu nek gak salah. Partisipan memandang pengertian perilaku caring perawat adalah kepedulian....” ( P 2 ) ”Perilaku caring ya. seperti dalam pernyataan berikut : ”Perawat memperhatikan dan mengkeluargakanlah..nek tidak salah itu kepedulian ya mbak….ya Hal ini belum sepenuhnya sesuai dengan teori perilaku caring perawat karena pengertian perilaku caring tidak hanya mengkeluargakan melainkan juga tindakan yang diarahkan untuk membimbing.seperti pada pernyataan berikut : perhatian. berarti merangkum... peduli.” ( P 1 ) mempedulikan pasiennya. memperhatikan. individu lain atau kelompok dengan nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan manusia. dicari tema dan polanya. Verification..... mendukung..apa ya…..( Dwidayanti) ) 5 .memilih hal – hal yang pokok.Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas...tingkah laku perawat ya mbak.Reduksi Data ( Data Reduction )... Hasil dan Pembahasan Pada bab ini akan peneliti bahas tentang tema – tema yang diperoleh dalam wawancara dengan partisipan. adapun tema tersebut adalah sebagai berikut : Pengertian Perilaku caring perawat menurut pasien adalah perawat memberi perhatian lebih pada pasien dan dianggap keluarga...

menanyakan keluhan...dalam bicara ...lho......”( P3) Partisipan juga mengatakan bahwa perilaku caring yang dirasakan adalah perawat memberikan semangat supaya tidak putus asa dimana perawat memberikan dukungan kapada pasien. seperti dalam pernyataan berikut : ”Apa lagi ya mbak. Tema yang yang lain yang didapatkan dalam penelitian ini adalah tentang perilaku caring perawat yang dirasakan oleh pasien dimana partisipan menyampaikan dengan berbeda .... terampil.. berbicara lembut.....menanyakan kabar saya bagaimana...apa yang saya rasakan saat ini.”itu mbak…..tanya keluhan saya …...trus perasaan saya bagaimana….suster tanya tentang bagaimana perjalanan penyakit kok sampai opname di sini..Diungkapkan oleh partisipan perilaku caring perawat adalah menanyakan kabar..kata-katanya santun mbak..mbak.” ( P 3 ) Selain hal diatas partisipan juga mengungkapkan bahwa perawat berbicara tidak dengan nada tinggi.hal ini ditunjukkan dengan pernyataan bebagai berikut : ”Gini.. pasien yang dirawat oleh perawat akan lebih mempercayai perawat dalam melakukan tindakan dan juga membantu proses penyembuhan yang lebih cepat.Pernyataan tentang mengkeluargakan yang diungkapkan oleh partisipan akan berdampak positif bagi perawat dan juga pasien itu sendiri.....misale pas masuk ke kamar itu.. khususnya keperawatan... Perilaku caring perawat yang dirasakan oleh pasien adalah perawat aktif bertanya.apa yang dirasakan.tidak bentak-bentak..itu yang saya alami disini... memberi dukungan.....dan berbicara dengan lembut.... dan menjelaskan... responsif...saat ini itu ngrasak ke apa.trus disuruh cerita kok bisa sampai masuk rumah sakit….... Seseorang yang sakit bila diperlakukan seperti keluarga sendiri dan diperlakukan dengan penuh kasih sayang pasti akan berdampak baik.Bila sudah tercipta suasana yang berkekeluargaan maka perawat dalam melakukan tindakan keperawatan tidak akan canggung dan pasien akan lebih kooperatif kepada perawat dalam segala hal..” ( P2) :”Waktu pertama masuk saya ditanya tentang keluhan saya apa.”( P 1 ) :”Ya…... dapat dilihat dalam pernyataan berikut : 6 . menghargai.tidak bentak-bentak” ( P 2) :”trus susternya kalem ya..

.diukur suhunya.” ( P2 ) ”Apa ya….?”( P1 ) :”Kalau malam susternya keliling..mbak…” ( P1 ) ”Mbak-mbaknya suster disini sering mengingatkan saya untuk rajin mengecek gula darah saya dan menjaga makanan saya saat dirumah mbak..mungkin sudah di kira-kira habisnya ya.padahal saya belum mencet bellnya...” ( P2 ) :”Mbaknya suster itu tau nek infus habis.” ( P3 ) Hal lain yang diungkapkan oleh partisipan adalah dimana perawat itu responsive.?( P3 ) ) Partisipan juga mengungkapkan bahwa perawat membuat nyaman saat sakit... hal ini dapat dilihat dalam pernyataan berikut : :”Lha ini….......nek ada keluhan….........ibu laporan sama sustere…... partisipan mengungkapkan bahwa perawat nya terampil keluhan langsung ditangani. dengan kata lain perawat memberikan ketenangan dan kenyamanan......” Ya....nek gitu kan ibu tahu obat-obatan yang dipakai.”( P3 ) Selain tersebut diatas.....Hal ini data dilihat dari pernyatan partisipan berikut ini : ”soale disini sustere..”( P2 ) “kayak kemarin pas aku panas langsung diberi kompres diminumi obat...heee..mungkin karna sendirian ya.. sebagai contoh adalahsusternya datang sebelum pasien pencet bel......di inguk terus.....”Iya…mbak kadang susternya ngasih saya semangat supaya saya tetap semangat……...” ”Apa sudah di hitung mbak.pas kemarin perut saya kan sakit…...... hal ini dapat dilihat dari pernyataan Berikut : bila ada 7 .kebetulan saya nglilir kalau sustere masuk kamar mbak..memberi semangat biar aku tidak down…mbak…....nek infuse habis langsung datang.......jadi kita sebagai pasien tidak bertanyatanya dalam hati.padahal aku belum ngebel.trus saya langsung disuntik dan di kompres…” ( P1 ) :”Jadi ibu itu tidak was-was mbak…. ”Itu sustere juga memberitahu kalau ngasih obat-obatan yang diminum mbak.Memberikan semangat supaya tidak putus asa.jangan kalah sama penyakitnya….tahu-tahu bawa cairan infus.trus disambung.....

”.. Memberikan tindakan untuk kenyamanan fisik..?” ( P2 ) Dalam teori Perilaku caring terdiri dari verbal dan non verbal... Perilaku verbal meliputi : 1) Memberikan tanggapan dengan kata – kata terhadap keluhan pasien .akrab.pas kemarin perut saya kan sakit…........sustere cekatan langsung meminumkan obat dan menyuntik saya …..di inguk terus. hal ini sesuai dengan teori bahwa Perilaku caring perawat secara non verbal dalam caring meliputi Memasuki ruangan klien tanpa diminta terlebih dahulu..mungkin karna sendirian ya...diukur suhunya.cepat tanggap ya.. dari pandangan partisipan menyatakan bahawa perawat yang terampil adalah perawat yang care terhadap pasiennya...ibu laporan sama sustere….. dengan sendirinya pasien akan tersugesti oleh tindakan perawat yang membuatnya yakin sembuh.mendukung kesembuhan ….mungkin sopan santunnya..…” ( P 1 ) :”Ya…itu pas masuk kan gulanya tinggi…......nggak langsung nyelonong masuk.heee.”..Hal ini akan memberikan dampak yang bagus dalam proses merawat.cepat tanggap mbak….nek ada keluhan…..ya kan mbak….”( P3 ) Dalam teori perilaku caring belum terdapat hal yang menyatakan bahwa terampil masuk dalam perilaku caring perawat. 3) Menanyakan klien tentang keadaan fisiknya untuk lebih absah..tidak kleleran……” ( P2) :”Sustere cekatan.. Partisipan juga mengungkapkan bahwa perawat menghargai pasien dengan keakraban yang ditunjukkan perawat seperti dalam pernyataan berikut : :”Hem... bila seorang merasakan bahwa perawat dalam merawatnya terampil maka akan mendukung penyembuhan pasien itu sendiri..” ( P1) ”….”nek pas masuk ruangan ketok pintu dulu..:”Lha ini….. ( Dwidiyanti ) 8 .trus saya langsung disuntik dan di kompres….. 2) Memberikan penjelasan kepada klien sebelum melakukan tindakan.....cekatan….pokoke sustere cekatan mbak.... 4) Memberi keyakinan secara verbal kepada klien selama perawatan ( Dwidiyanti ) Partisipan mengatakan perilaku caring perawat yang dirasakan adalah perawatnya terampil dimana bila ada keluhan perawat langsung datang dan membuat nyaman saat sakit dengan memberikan kompres ataupun obat..jadi tidak dibiarkan lama….karena suasana yang ramah.”kayak kemarin pas aku panas langsung diberi kompres diminumi obat...Opo yo mbak....

J. Potter-Perry. Kesimpulan Hasil pembahasan dari penelitian yang berjudul ” Persepsi Pasien Tentang Perilaku Caring Perawat Dalam Pelayanan Keperawatan Di Ruang Maranatha I ” didapatkan kesimpulan sebagai berikut : Persepsi pasien tentang perilaku caring perawat adalah perawat memberi perhatian lebih pada pasien dan pasien dianggap keluarga. 9 . Moeloeng. memberi dukungan. Blais . Metodologi Penelitian Kualitatif. Hal ini juga belum terdapat dalam teori yang peneliti tuliskan.L. cekatan.Fundamental of Nursing.Elsever Mosby . PT Remaja Rodakarya .Pasien akan senang apabila perawat menghargai pasien sehingga tercipta suasana yang nyaman dan pasien akan lebih kooperatif dalam menjalani proses keperawatannya . 6 Th edition. Bandung. ramah. terampil.Begitu juag penghargaan seorang perawat kepada pasiennya sangat berarti bagi pasien. 2007 4. Hapsari . Perilaku caring perawat yang dirasakan oleh pasien adalah perawat aktif bertanya. serta membuat perawat nyaman juga dalm melakukan pelayanan keperawan terhadap pasiennya. Sitorus.M.Partisipan juga mengungkapkan bahwa perawatnya terampil dimana kalau ada keluhan langsung ditangani.menghargai pasiennya dan responsif memang belum dicantumkan dalam teori.hal ini merupakan pandangan partisipan yang baru yang belum terdapat dalam teori.R.Hendaknya perawat lebih memperdalam konsep perilaku caring dengan banyak membaca artikel tentang caring dan mengikuti pelatihan – pelatihan tentang konsep caring. 2007 3. begitu pula bila seorang pasien melihat perawatnya responsif maka pasien tersebut akan bisa mengandalkan perawat untuk membantu kesembuhan pasien itu sendiri. berbicara lembut. dan menjelaskan tindakan pada pasien.Bila seorang pasien memandang dan sudah merasakan bahawa perawat terampil maka pasien tersebut akan lebih membuat dia semangat untuk sembuh. USA.2005 2. Perawat terampil . Caring . partisipan juga mengungkapkan bahwa perilaku caring perawat menurut partisipan adalah perawat akrab. Model Praktek Keperawatan Profesional di Rumah Sakit. Semarang. menghargai.dampak yang dirasakan akan sangat besar bagi perawat dan pasien. Jakarta.K. Dwidiyanti. K. EGC . Praktek peperawatan Profesional .Jakarta .2007 5. sopan dan santun.EGC . 2001. Edisi 4 . responsif. Daftar Pustaka 1. pernyataan ini adalah hal yang baru yang akan mendukung perilaku caring perawat. pasien tidak diterlantarkan.

TEORI CARING DALAM KEPERAWATAN Perawat merupakan salah satu profesi yang mulia. Pengalaman ilmu untuk menolong sesama memerlukan kemampuan khusus dan kepedulian sosial yang besar (Abdalati. bukan 10 . meningkatkan. disirami dan dipupuk untuk mampu memperlihatkan kemampuan soft skill sebagai perawat. Caring merupakan fenomena universal yang berkaitan dengan cara seseorang berpikir. Watson (1979) yang terkenal dengan Theory of Human Care. dan menjaga atau mengabdikan rasa kemanusiaan dengan membantu orang lain mencari arti dalam sakit. Artinya memberi perhatian dan mempelajari kesukaan-kesukaan seseorang dan bagaimana seseorang berpikir. jujur. Dan itu semua akan berhasil dicapai oleh perawat kalau mereka mampu memahami apa itu caring.6. bertindak dan berperasaan. Caring dalam keperawatan dipelajari dari berbagai macam filosofi dan perspektif etik . yaitu empati. berperasaan dan bersikap ketika berhubungan dengan orang lain.Saat ini. Menurut Pasquali dan Arnold (1989) serta Watson (1979). Caring sebagai suatu moral imperative (bentuk moral) sehingga perawat harus terdiri dari orang-orang yang bermoral baik dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan pasien. Betapa tidak. PENDAHULUAN Sebagai perawat/ners materi yang sangat penting dan menentukan adalah memahami konsep caring dan mampu menanamkan dalam hati. dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh . Untuk itu perawat memerlukan kemampuan khusus dan kepedulian sosial yang mencakup ketrampilan intelektual. caring adalah isu besar dalam profesionalisme keperawatan. rendah hati. Sedangkan Sobel mendefinisikan caring sebagai suatu rasa peduli. merawat pasien yang sedang sakit adalah pekerjaan yang tidak mudah. Mata ajaran ini mendeskripsikan tentang keperawatan dasar dimana perawat akan mendalami konsep sebagai dasar ilmu keperawatan. human care terdiri dari upaya untuk melindungi. Lebih lanjut Mayehoff memandang caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri. Human care merupakan hal yang mendasar dalam teori caring. dan mampu belajar seumur hidup. yang mempertahankan martabat dan menghargai pasien sebagai seorang manusia. hormat dan menghargai orang lain. 1989). Diharapkan perawat mampu memahami tentang pentingnya perilaku caring sebagai dasar yang harus dikuasai oleh perawat / ners. 1989) . Mayehoff juga memperkenalkan sifat-sifat caring seperti sabar. teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang/cinta (Johnson. bertanggung jawab dan tanggung gugat. dan keberadaannya serta membantu orang lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pengendalian diri . penderitaan. Tak semua orang bisa memiliki kesabaran dalam melayani orang yang tengah menderita penyakit. mempertegas bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia.

Beberapa ahli merumuskan konsep caring dalam beberapa teori. Rehmeyer. kata-kata yang lemah lembut. Dalam memberikan asuhan. 4. inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal. Moffet. tetapi juga mencerminkan siapa dia. kepercayaan. Caring bukan semata-mata perilaku. Dengan demikian perasaan tersebut harus ada dalam diri setiap perawat supaya mereka bisa merawat pasien . Spirit caring seyogyanya harus tumbuh dari dalam diri perawat dan berasal dari hati perawat yang terdalam. dan bersikap caring sebagai media pemberi asuhan (Curruth. caring merupakan respon yang diterima oleh seseorang tidak hanya saat itu saja namun juga mempengaruhi akan seperti apakah seseorang tersebut nantinya. namun tidak dapat diperintah untuk memberikan asuhan dengan menggunakan spirit caring . Cooper. Bersikap caring untuk klien dan bekerja bersama dengan klien dari berbagai lingkungan merupakan esensi keperawatan. & Burroughs. 2. 1999). memberikan harapan. 6. Watson juga menekankan dalam sikap caring ini harus tercermin sepuluh faktor karatif yang berasal dari perpaduan nilai-nilai humanistik dengan ilmu pengetahuan dasar. Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan kemanusiaan. dan sosial. Steele. Para perawat dapat diminta untuk merawat. 1999) Sikap caring diberikan melalui kejujuran. ada tujuh asumsi yang mendasari konsep caring. 7.1995). caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan keluarga.malah melakukan tindakan amoral pada saat melakukan tugas pendampingan perawatan. psikologis. caring lebih kompleks daripada curing. perawat menggunakan keahlian. caring terdiri dari faktor karatif yang berasal dari kepuasan dalam membantu memenuhi kebutuhan manusia atau klien. 5. praktik caring memadukan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan mengenai perilaku manusia yang berguna dalam peningkatan derajat kesehatan dan membantu klien yang sakit. selalu berada disamping klien. dan niat baik. Spirit caring bukan hanya memperlihatkan apa yang dikerjakan perawat yang bersifat tindakan fisik. Menurut Watson. setiap perawat dapat memperlihatkan cara yang berbeda ketika memberikan asuhan kepada klien . 11 . Caring menolong klien meningkatkan perubahan positif dalam aspek fisik. caring hanya akan efektif bila diperlihatkan dan dipraktekkan secara interpersonal. spiritual. sentuhan. Caring juga sebagai suatu affect yang digambarkan sebagai suatu emosi. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all. 3. lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung perkembangan seseorang dan mempengaruhi seseorang dalam memilih tindakan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Ketujuh asumsi tersebut adalah 1. Oleh karenanya. caring merupakan inti dari keperawatan (Julia. Caring adalah cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan. perasaan belas kasih atau empati terhadap pasien yang mendorong perawat untuk memberikan asuhan keperawatan bagi pasien.

Penggunaan sistematis metoda penyelesaian masalah untuk pengambilan keputusan. dan bersikap wajar pada orang lain.Faktor karatif membantu perawat untuk menghargai manusia dari dimensi pekerjaan perawat. Perawat menumbuhkan rasa puas karena mampu memberikan sesuatu kepada klien. 3. 1995). Perawat belajar menghargai kesensitifan dan perasaan klien. sosiokultural. dan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan personal klien. Selain itu. Memberi bimbingan dalam memuaskan kebutuhan manusiawi. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif klien. 1. 4. menetapkan kebutuhan personal. memberikan asuhan mandiri. dan spritual yang mendukung. 1. sehingga ia sendiri dapat menjadi lebih sensitif. dan kehangatan. Perawat perlu mengenali pengaruh lingkungan internal dan eksternal klien terhadap kesehatan dan kondisi penyakit klien. 1. 2. Mengembangkan hubungan saling percaya. Kadang-kadang seorang klien perlu dihadapkan pada pengalaman/pemikiran yang bersifat profokatif. Perawat perlu mengenali kebutuhan komprehensif diri dan klien. kehidupan. 10. Menciptakan lingkungan fisik. Perawat menggunakan metoda proses keperawatan sebagai pola pikir dan pendekatan asuhan kepada klien. perawat meningkatkan perilaku klien dalam mencari pertolongan kesehatan 2. 1. murni. dan dari pengalaman nyata berinteraksi dengan orang lain sehingga tercapai kepuasan dalam melayani dan membantu klien. Tujuannya adalah agar dapat meningkatkan pemahaman lebih mendalam tentang diri sendiri (Julia. Sepuluh faktor karatif tersebut adalah sebagai berikut. Di samping itu. Mengijinkan terjadinya tekanan yang bersifat fenomenologis agar pertumbuhan diri dan kematangan jiwa klien dapat dicapai. perawat juga memperlihatkan kemampuan diri dengan memberikan pendidikan kesehatan pada klien. Perawat memberikan waktunya dengan mendengarkan semua keluhan dan perasaan klien. empati. dan memperlihatkan sikap empati yaitu turut merasakan apa yang dialami klien. Menumbuhkan kesensitifan terhadap diri dan orang lain. Memberikan kepercayaan-harapan dengan cara memfasilitasi dan meningkatkan asuhan keperawatan yang holistik. 12 . mental. Pemenuhan kebutuhan paling dasar perlu dicapai sebelum beralih ke tingkat selanjutnya. Pembentukan sistem nilai humanistik dan altruistic. Sehingga karakter yang diperlukan dalam faktor ini antara lain adalah kongruen. Perawat memberikan informasi dengan jujur. Peningkatan pembelajaran dan pengajaran interpersonal. 5.

Watson merumuskan tiga faktor karatif yang menjadi filosofi dasar dari konsep caring. dimensi struktur sosial dan budaya terdiri dari keyakinan/agama. Leininger (1991) mengemukakan teori “culture care diversity and universality”. ekonomi. dan kemampuan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain. keanekaragaman kultural dalam caring menunjukkan adanya variasi dan perbedaan dalam arti. Tiga faktor karatif tersebut adalah: pembentukan sistem nilai humanistik dan altruistik. mendukung. Care merupakan komponen penting yang berasal dari naluri seorang ibu. mendukung. mendukung. 5. teknologi.1991). care sebagai kata benda diartikan sebagai fenomena abstrak dan konkrit yang berhubungan dengan bimbingan. dukungan atau perilaku lain yang berkaitan untuk orang lain dalam meningkatkan kondisi kehidupannya. atau simbol care antara sekelompok orang yang berhubungan. dan ada untuk orang lain guna meningkatkan kondisi kehidupan atau dalam menghadapi kematian.Dari kesepuluh faktor karatif tersebut. pola. 3. melalui penerapan faktor karatif ini perawat juga dapat belajar untuk lebih memahami diri sebelum memahami orang lain (Nurahmah. caring dalam profesionalisme perawat diartikan sebagai pendidikan kognitif dan formal mengenai pengetahuan care serta keterampilan dan keahlian untuk mendampingi. Sebagai seorang perawat. beberapa konsep yang didefinisikan antara lain 1. 2. Kesepuluh faktor karatif di atas perlu selalu dilakukan oleh perawat agar semua aspek dalam diri klien dapat tertangani sehingga asuhan keperawatan profesional dan bermutu dapat diwujudkan. 4. kemampuan care. meningkatkan kondisi sejahtera. mengambil keputusan. cultural care didefinisikan sebagai subjektivitas dan objektivitas dalam pembelajaran dan pertukaran nilai. kepercayaan. 1995). bantuan. 2006). 7. dan cure harus dipadukan secara seimbang sehingga menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk klien. dan bertindak dalam pola-pola tertentu. pendidikan. nilai. care sebagai kata kerja diartikan sebagai suatu tindakan dan kegiatan untuk membimbing. Madeline. kultural berkenaan dengan pembelajaran dan berbagi sistem nilai. dan memfasilitasi individu secara langsung dalam rangka meningkatkan kondisi kehidupannya. Lydia Hall mengemukakan perpaduan tiga aspek tersebut dalam teorinya. mengatasi ketidakmampuan/kecacatan atau dalam bekerja dengan klien (Julia. Selain itu. mencegah penyakit dan meminimalkan kesakitan. budaya. memberikan harapan dan kepercayaan. membimbing. core. sejarah dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi perilaku manusia dalam lingkungan yang berbeda. norma. kepercayaan. 6. Core merupakan dasar dari ilmu sosial yang terdiri dari kemampuan terapeutik. atau perbedaan dalam mengekspresikan human care. serta menumbuhkan sensitifitas terhadap diri sendiri dan orang lain (Julia. Sedangkan cure merupakan dasar dari ilmu patologi dan 13 . 1995. politik. dan pola hidup yang mendukung dan memfasilitasi individu atau kelompok dalam upaya mempertahankan kesehatan. cara hidup. aspek sosial. dan gaya hidup antar kelompok yang dapat mempengaruhi cara berpikir.

http://www. namun tidak semua perilaku manusia mencerminkan caring (Julia. New Jersey : Prentice Hall.co. Kidd Pamela Stinson. Jakarta : Salemba Medika.id/?show=detailnews&kode=786&tbl=artikel. http://pdpersi. 3rd edition. DAFTAR PUSTAKA A. Aplikasi Model Konseptual Keperawatan. Kemampuan caring tumbuh di sepanjang hidup individu. Keperawatan merupakan suatu proses interpersonal yang terapeutik dan signifikan. 2001. (diakses 29 Agustus 2006). 1998. New York : National league for nursing press. 14 . 2005.indomedia.terapeutik. High Acuity Nursing. Aziz Alimul Hidayat. maka ketiga unsur ini harus dipadukan (Julia. Meidiana Dwidiyanti. Pengantar konsep dasar keperawatan. Hawks. 2004. St Louis : Elseiver Inc. Dalam memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien. Asuhan Keperawatan Bermutu di Rumah Sakit. Nursing Theories : The Base Professional Nursing Practice. Joyce&Jane H. M. Black M. 4th edition. 7th edition. 1995). Connecticut : Appleton&Lange. George B. 1995).com/poskup/2005/03/16/edisi16/1603pin1. Research & Practice. Grow-Hill Companies. pandangan seseorang terhadap caring dipengaruhi oleh dua hal yaitu persepsi tentang caring dan konsep perawat sebagai disiplin ilmu dan profesi. Madeline. Margaretha Ulemadja Wedho. Transcultural Nursing. (diakses 27 Agustus 2006). Edisi 1. Elly Nurachmah. 1995. Farland M&Leininger M. Concept. Modalitas Perawat Adalah Empati (Refleksi Memperingati Ulang Tahun Ppni). 1991. Medical Surgical Nursing : clinical management for positive outcome. Semarang : Akper Depkes Semarang. Inti dari asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien adalah hubungan perawat-klien yang bersifat profesional dengan penekanan pada bentuk interaksi aktif antara perawat dan klien. Mc. Culture Care Diversity and Universality : a theory of nursing. Menurut Boykin dan Schoenhofer. Leininger M.htm. Theories. 2002. Julia. Hubungan ini diharapkan dapat memfasilitasi partisipasi klien dengan memotivasi keinginan klien untuk bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatannya.

2005.ppt.pdpersi. http://www. Tidak dipublikasikan. Dan itu semua akan berhasil dicapai oleh perawat kalau mereka mampu memahami apa itu caring. Pelayanan Prima Dalam Keperawatan.co. Mata ajaran ini mendeskripsikan tentang keperawatan dasar dimana perawat akan mendalami konsep sebagai dasar ilmu keperawatan. Rumah Sakit Umum Daerah Yang Berpihak Pada Pelanggan. Universitas Diponegoro Semarang.tblog. Rokiah Kusumapradja. (diakses 27 Agustus 2006). Tim YIPD/ CLGI.or. yaitu empati.go. (diakses 27 Agustus 2006). Perry.clgi.blogspot. 7. TEORI CARING DALAM KEPERAWATAN 15 .html “CARING” PENDAHULUAN Sebagai perawat/ners materi yang sangat penting dan menentukan adalah memahami konsep caring dan mampu menanamkan dalam hati.com/. Diposkan oleh RIAN TASALIM di 20:08 http://tasalimrian. www.id/asuhankeperawatan3. (diakses 29 Agustus 2006). Fundamentals of Nursing. Nila Ismani. dan mampu belajar seumur hidup. Potter A. Action Research Dalam Rangka Meningkatkan Kemampuan Perilaku Caring Perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Upaya Meningkatkan Profesionalisme Perawat.pjnhk. Patricia&Anne G. (diakses 29 Agustus 2006). St Louis : Mosby.Saat ini.php?act=ndetail⊂=artikel&p_id=28.com/2011/01/konsep-caring-riant.htm. bertanggung jawab dan tanggung gugat. disirami dan dipupuk untuk mampu memperlihatkan kemampuan soft skill sebagai perawat. Etika Keperawatan. caring adalah isu besar dalam profesionalisme keperawatan. Inc. http://risetdua. 5th edition. Jakarta : Widya Medika.Munir Kamarullah. Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia. 2000. Diharapkan perawat mampu memahami tentang pentingnya perilaku caring sebagai dasar yang harus dikuasai oleh perawat / ners. 2001.id/publikasi/index. Rawin.id/mukisi/hospex/rokiah. http://www. Suatu Keharusan Menjelang “Korporatisasi”: Perjalanan Sistematis Mengelola Perubahan. Roswita Hasan.

Caring dalam keperawatan dipelajari dari berbagai macam filosofi dan perspektif etik . teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang/cinta (Johnson. perasaan belas kasih atau empati terhadap pasien yang mendorong perawat untuk memberikan asuhan keperawatan bagi pasien. 1989) . jujur. meningkatkan. hormat dan menghargai orang lain. kata-kata 16 . Caring merupakan fenomena universal yang berkaitan dengan cara seseorang berpikir. inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal. mempertegas bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia. dan sosial. Human care merupakan hal yang mendasar dalam teori caring. bukan malah melakukan tindakan amoral pada saat melakukan tugas pendampingan perawatan. Pengalaman ilmu untuk menolong sesama memerlukan kemampuan khusus dan kepedulian sosial yang besar (Abdalati. psikologis. dan keberadaannya serta membantu orang lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pengendalian diri . kepercayaan. Dalam memberikan asuhan. spiritual. Untuk itu perawat memerlukan kemampuan khusus dan kepedulian sosial yang mencakup ketrampilan intelektual. Caring sebagai suatu moral imperative (bentuk moral) sehingga perawat harus terdiri dari orang-orang yang bermoral baik dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan pasien. 1989). Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan kemanusiaan. Dengan demikian perasaan tersebut harus ada dalam diri setiap perawat supaya mereka bisa merawat pasien . Betapa tidak. dan niat baik. 1999) Sikap caring diberikan melalui kejujuran. penderitaan. bertindak dan berperasaan. Tak semua orang bisa memiliki kesabaran dalam melayani orang yang tengah menderita penyakit. Artinya memberi perhatian dan mempelajari kesukaan-kesukaan seseorang dan bagaimana seseorang berpikir. Caring adalah cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all. Menurut Pasquali dan Arnold (1989) serta Watson (1979). Lebih lanjut Mayehoff memandang caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri. human care terdiri dari upaya untuk melindungi. Sedangkan Sobel mendefinisikan caring sebagai suatu rasa peduli.Perawat merupakan salah satu profesi yang mulia. rendah hati. perawat menggunakan keahlian. Mayehoff juga memperkenalkan sifat-sifat caring seperti sabar. Caring bukan semata-mata perilaku. merawat pasien yang sedang sakit adalah pekerjaan yang tidak mudah. Bersikap caring untuk klien dan bekerja bersama dengan klien dari berbagai lingkungan merupakan esensi keperawatan. dan menjaga atau mengabdikan rasa kemanusiaan dengan membantu orang lain mencari arti dalam sakit. Caring juga sebagai suatu affect yang digambarkan sebagai suatu emosi. Watson (1979) yang terkenal dengan Theory of Human Care. Caring menolong klien meningkatkan perubahan positif dalam aspek fisik. dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh . yang mempertahankan martabat dan menghargai pasien sebagai seorang manusia. berperasaan dan bersikap ketika berhubungan dengan orang lain.

Cooper. lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung perkembangan seseorang dan mempengaruhi seseorang dalam memilih tindakan yang terbaik untuk dirinya sendiri. perawat juga memperlihatkan kemampuan diri dengan memberikan pendidikan kesehatan pada klien. caring lebih kompleks daripada curing. caring merupakan respon yang diterima oleh seseorang tidak hanya saat itu saja namun juga mempengaruhi akan seperti apakah seseorang tersebut nantinya. namun tidak dapat diperintah untuk memberikan asuhan dengan menggunakan spirit caring .yang lemah lembut. Moffet. Para perawat dapat diminta untuk merawat. Menurut Watson.1995). 6. caring hanya akan efektif bila diperlihatkan dan dipraktekkan secara interpersonal. kehidupan. Pembentukan sistem nilai humanistik dan altruistic. ada tujuh asumsi yang mendasari konsep caring. 1999). Di samping itu. 1. caring terdiri dari faktor karatif yang berasal dari kepuasan dalam membantu memenuhi kebutuhan manusia atau klien. perawat meningkatkan perilaku klien dalam mencari pertolongan kesehatan 2. 17 . praktik caring memadukan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan mengenai perilaku manusia yang berguna dalam peningkatan derajat kesehatan dan membantu klien yang sakit. 3. 1. dan bersikap caring sebagai media pemberi asuhan (Curruth. sentuhan. setiap perawat dapat memperlihatkan cara yang berbeda ketika memberikan asuhan kepada klien . caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan keluarga. Spirit caring seyogyanya harus tumbuh dari dalam diri perawat dan berasal dari hati perawat yang terdalam. tetapi juga mencerminkan siapa dia. Selain itu. Faktor karatif membantu perawat untuk menghargai manusia dari dimensi pekerjaan perawat. 2. memberikan harapan. caring merupakan inti dari keperawatan (Julia. Oleh karenanya. Rehmeyer. Watson juga menekankan dalam sikap caring ini harus tercermin sepuluh faktor karatif yang berasal dari perpaduan nilai-nilai humanistik dengan ilmu pengetahuan dasar. Memberikan kepercayaan-harapan dengan cara memfasilitasi dan meningkatkan asuhan keperawatan yang holistik. Beberapa ahli merumuskan konsep caring dalam beberapa teori. & Burroughs. selalu berada disamping klien. Steele. Spirit caring bukan hanya memperlihatkan apa yang dikerjakan perawat yang bersifat tindakan fisik. dan dari pengalaman nyata berinteraksi dengan orang lain sehingga tercapai kepuasan dalam melayani dan membantu klien. 7. Perawat menumbuhkan rasa puas karena mampu memberikan sesuatu kepada klien. 4. Ketujuh asumsi tersebut adalah 1. Menumbuhkan kesensitifan terhadap diri dan orang lain. Sepuluh faktor karatif tersebut adalah sebagai berikut. 5.

dan kehangatan. Selain itu.Perawat belajar menghargai kesensitifan dan perasaan klien. 3. Menciptakan lingkungan fisik. 2006). empati. 1. Perawat perlu mengenali kebutuhan komprehensif diri dan klien. 10. Perawat perlu mengenali pengaruh lingkungan internal dan eksternal klien terhadap kesehatan dan kondisi penyakit klien. beberapa konsep yang didefinisikan antara lain 18 . sosiokultural. Memberi bimbingan dalam memuaskan kebutuhan manusiawi. Pemenuhan kebutuhan paling dasar perlu dicapai sebelum beralih ke tingkat selanjutnya. 1995). Tujuannya adalah agar dapat meningkatkan pemahaman lebih mendalam tentang diri sendiri (Julia. Peningkatan pembelajaran dan pengajaran interpersonal. memberikan harapan dan kepercayaan. sehingga ia sendiri dapat menjadi lebih sensitif. Perawat memberikan informasi dengan jujur. dan memperlihatkan sikap empati yaitu turut merasakan apa yang dialami klien. 1. Dari kesepuluh faktor karatif tersebut. dan spritual yang mendukung. Kesepuluh faktor karatif di atas perlu selalu dilakukan oleh perawat agar semua aspek dalam diri klien dapat tertangani sehingga asuhan keperawatan profesional dan bermutu dapat diwujudkan. Mengijinkan terjadinya tekanan yang bersifat fenomenologis agar pertumbuhan diri dan kematangan jiwa klien dapat dicapai. Sehingga karakter yang diperlukan dalam faktor ini antara lain adalah kongruen. 5. menetapkan kebutuhan personal. serta menumbuhkan sensitifitas terhadap diri sendiri dan orang lain (Julia. mental. murni. 4. dan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan personal klien. Kadang-kadang seorang klien perlu dihadapkan pada pengalaman/pemikiran yang bersifat profokatif. Perawat menggunakan metoda proses keperawatan sebagai pola pikir dan pendekatan asuhan kepada klien. 2. Mengembangkan hubungan saling percaya. 1995). Penggunaan sistematis metoda penyelesaian masalah untuk pengambilan keputusan. memberikan asuhan mandiri. Perawat memberikan waktunya dengan mendengarkan semua keluhan dan perasaan klien. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif klien. Leininger (1991) mengemukakan teori “culture care diversity and universality”. melalui penerapan faktor karatif ini perawat juga dapat belajar untuk lebih memahami diri sebelum memahami orang lain (Nurahmah. Watson merumuskan tiga faktor karatif yang menjadi filosofi dasar dari konsep caring. Tiga faktor karatif tersebut adalah: pembentukan sistem nilai humanistik dan altruistik. dan bersikap wajar pada orang lain.

keanekaragaman kultural dalam caring menunjukkan adanya variasi dan perbedaan dalam arti. maka ketiga unsur ini harus dipadukan (Julia. politik. cara hidup. 6. Sedangkan cure merupakan dasar dari ilmu patologi dan terapeutik. kepercayaan. mengambil keputusan. 2. Sebagai seorang perawat. kepercayaan. pola. mengatasi ketidakmampuan/kecacatan atau dalam bekerja dengan klien (Julia. budaya. mencegah penyakit dan meminimalkan kesakitan. Lydia Hall mengemukakan perpaduan tiga aspek tersebut dalam teorinya. dan gaya hidup antar kelompok yang dapat mempengaruhi cara berpikir. dan bertindak dalam pola-pola tertentu. namun tidak semua perilaku manusia mencerminkan caring (Julia. teknologi. dan kemampuan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain. 7. 1995). Inti dari asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien adalah hubungan perawat-klien yang bersifat profesional dengan penekanan pada bentuk interaksi aktif antara perawat dan klien. aspek sosial. dan memfasilitasi individu secara langsung dalam rangka meningkatkan kondisi kehidupannya. mendukung. norma. dan pola hidup yang mendukung dan memfasilitasi individu atau kelompok dalam upaya mempertahankan kesehatan. care sebagai kata kerja diartikan sebagai suatu tindakan dan kegiatan untuk membimbing. cultural care didefinisikan sebagai subjektivitas dan objektivitas dalam pembelajaran dan pertukaran nilai. Menurut Boykin dan Schoenhofer. kultural berkenaan dengan pembelajaran dan berbagi sistem nilai. dukungan atau perilaku lain yang berkaitan untuk orang lain dalam meningkatkan kondisi kehidupannya. 5. 4. dan ada untuk orang lain guna meningkatkan kondisi kehidupan atau dalam menghadapi kematian. atau perbedaan dalam mengekspresikan human care. 3. membimbing. Madeline.1991). mendukung. pandangan seseorang terhadap caring dipengaruhi oleh dua hal yaitu persepsi tentang caring dan konsep perawat sebagai disiplin ilmu dan profesi. Core merupakan dasar dari ilmu sosial yang terdiri dari kemampuan terapeutik. dan cure harus dipadukan secara seimbang sehingga menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk klien. ekonomi.1. meningkatkan kondisi sejahtera. caring dalam profesionalisme perawat diartikan sebagai pendidikan kognitif dan formal mengenai pengetahuan care serta keterampilan dan keahlian untuk mendampingi. Dalam memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien. Keperawatan merupakan suatu proses interpersonal yang terapeutik dan signifikan. Hubungan ini diharapkan dapat memfasilitasi partisipasi klien dengan memotivasi keinginan klien untuk bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatannya. Care merupakan komponen penting yang berasal dari naluri seorang ibu. nilai. mendukung. pendidikan. Kemampuan caring tumbuh di sepanjang hidup individu. dimensi struktur sosial dan budaya terdiri dari keyakinan/agama. core. atau simbol care antara sekelompok orang yang berhubungan. DAFTAR PUSTAKA 19 . 1995. sejarah dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi perilaku manusia dalam lingkungan yang berbeda. bantuan. care sebagai kata benda diartikan sebagai fenomena abstrak dan konkrit yang berhubungan dengan bimbingan. kemampuan care. 1995).

co. http://pdpersi. (diakses 29 Agustus 2006). Transcultural Nursing. 2001. 2002. 7th edition. Hawks. 4th edition. Semarang : Akper Depkes Semarang.co. 1998. New York : National league for nursing press. Margaretha Ulemadja Wedho. 2005. Etika Keperawatan. Fundamentals of Nursing. Madeline.ppt. Theories. Patricia&Anne G. New Jersey : Prentice Hall. Nursing Theories : The Base Professional Nursing Practice.indomedia.id/asuhankeperawatan3.A. Culture Care Diversity and Universality : a theory of nursing. Modalitas Perawat Adalah Empati (Refleksi Memperingati Ulang Tahun Ppni). St Louis : Mosby. Pengantar konsep dasar keperawatan.com/. (diakses 27 Agustus 2006). Roswita Hasan. 2004. Universitas Diponegoro Semarang. 5th edition. Medical Surgical Nursing : clinical management for positive outcome.id/?show=detailnews&kode=786&tbl=artikel. Black M. M. High Acuity Nursing.pdpersi. Leininger M.pjnhk. Jakarta : Salemba Medika. Research & Practice. Grow-Hill Companies. George B. Upaya Meningkatkan Profesionalisme Perawat. Munir Kamarullah.tblog. Action Research Dalam Rangka Meningkatkan Kemampuan Perilaku Caring Perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.go. http://www. www. Mc. Joyce&Jane H. 1991. Meidiana Dwidiyanti. Asuhan Keperawatan Bermutu di Rumah Sakit. Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia.htm. (diakses 27 Agustus 2006). Aplikasi Model Konseptual Keperawatan. Farland M&Leininger M. 3rd edition. 2005. St Louis : Elseiver Inc. (diakses 27 Agustus 2006). 1995. Potter A. 2001. Kidd Pamela Stinson. http://risetdua. Aziz Alimul Hidayat. Edisi 1. http://www. (diakses 29 Agustus 2006). Julia. Inc. Elly Nurachmah. 20 . 2000. Connecticut : Appleton&Lange. Rawin. Rokiah Kusumapradja.com/poskup/2005/03/16/edisi16/1603pin1. Concept. Perry.id/mukisi/hospex/rokiah. Pelayanan Prima Dalam Keperawatan.htm. Tidak dipublikasikan. Nila Ismani. Jakarta : Widya Medika.

dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya kepada klien.undip. Banyak ahli keperawatan yang mengungkapkan mengenai teori caring antara lain sebabai berikut : 1. Rumah Sakit Umum Daerah Yang Berpihak Pada Pelanggan. Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all.clgi. caring adalah isu besar dalam profesionalisme keperawatan. Dalam keperawatan. mempertegas bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia.Tim YIPD/ CLGI. Saat ini. http://www. 2.ac.Caring bukan semata-mata perilaku. 21 . perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi. Caring adalah cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan. inti dari praktik keperawatan yang bersifat etik dan filosofikal. Suatu Keharusan Menjelang “Korporatisasi”: Perjalanan Sistematis Mengelola Perubahan. pengawasan dengan waspada. caring merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan. 22 Februari 2011 12:34 Dibaca: 3850    Oleh Nanda Sartika A. Latar belakang Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi bagi orang lain. Watson (1979) yang terkenal dengan Theory of Human Caring. Caring adalah sentral untuk praktik keperawatan karena caring merupakan suatu cara pendekatan yang dinamis . http://staff.or. dengan demikian mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh.id/psikfk/meidiana/2010/ 06/04/konsep-caring/ Selasa. Marriner dan Tomey (1994) menyatakan bahwa caring merupakan pengetahuan kemanusiaan.php?act=ndetail&sub=artikel&p_id=28. (diakses 29 Agustus 2006).id/publikasi/index. 1999).

2. 6. seorang professor keperawatan memiliki persepsinya sendiri mengenai caring. Makalah ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai caring menurut Watson. Jean Watson adalah seorang Profesor yang membedakan keperawatan dan sebagai ketua Caring Science di University of Colorado. dan cure harus dipadukan secara seimbang sehingga menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal untuk klien. menolong. Jean Watson. dan kemampuan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain. Proses ini dipengaruhi oleh hubungan antara perawat dengan pasien. Dia merupakan anggota dari Amecican Academy of Nursing yang telah menerima penghargaan nasional dan internasional. Aktivitas tersebut menurut Griffin meliputi membantu. 1995). Mengetahui latar belakang Jean Watson Mengatahui dan memahami teori caring Jean Watson Memahami grand teori menurut Jean Watson Memahami paradigma keperawatan menurut Jean Watson Memahami asumsi dasar science of caring Memahami proses keperawatan dalam teori PEMBAHASAN 1. 5. Colorado sejak tahun 1962. 5. dan melayani orang yang mempunyai kebutuhan khusus. Sekolah Keperawatan dan merupakan pendiri Center for Human Caring di Colorado. Care merupakan komponen penting yang berasal dari naluri seorang ibu. maka ketiga unsur ini harus dipadukan (Julia. Salah satu konsep caring ini berkenaan dengan sikap dan emosi perawat. Griffin menggambarkan caring dalam keperawatan sebagai sebuah proses interpersonal esensial yang mengharuskan perawat melakukan aktivitas peran yang spesifik dalam sebuah cara dengan menyampaikan ekspresi emosi-emosi tertentu kepada resepien. Watson adalah seorang sarjana keperawatan Amerika yang lahir di West Virginia dan sekarang tinggal di Boulder. core. 4. Dia telah menerbitkan berbagai karya yang menjelaskan 22 . 4. Dalam memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien. Mayeroff memandang caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri. Sedangkan cure merupakan dasar dari ilmu patologi dan terapeutik. gelar master di keperawatan kesehatan mental-kejiwaan. Lydia Hall mengemukakan perpaduan tiga aspek dalam teorinya.D dalam psikologi pendidikan dan konseling. 3. Sekarang ini Dr. ia meraih gelar sarjana di keperawatan dan psikologi. dan terus mendapatkan gelar Ph. B. dan rendah hati.3. Dari University of Colorado. sementara konsep caring yang lain terfokus pada aktivitas yang dilakukan perawat saat melaksanakan fungsi keperawatannya. Sebagai seorang perawat. maka penulis akan membahas mengenai salah satu dari lima teori caring diatas yaitu teori caring Jean Watson. kemampuan care. Mayeroff juga memperkenalkan sifat-sifat caring seperti sabar. Griffin (1983) membagi konsep caring kedalam dua domain utama. Latar Belakang Jean Watson Dr. Dari penjelasan beberapa para ahli di atas. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk: 1. Core merupakan dasar dari ilmu sosial yang terdiri dari kemampuan terapeutik. jujur.

Talento. kebutuhan psikofisikal (kebutuhan fungsional) yang meliputi kebutuhan aktivitas dan istirahat. Dasar dari teori keperawatan Jean Watson di terbitkan pada tahun 1979 di keperawatan yaitu ”The Philosphy and Science of Caring”. tingkat kesadaran diri yang tinggi. Selain itu. baginya caring adalah ideal moral dari keperawatan. caring hanya dapat ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yaitu hubungan yang terjadi antara perawat dengan klien. Watson berpendapat bahwa fokus utama dalam keperawatan ada di faktor carative. Kemudian caring juga menekankan harga diri individu. Dia percaya bahwa bagi perawat untuk mengembangkan filsafat humanistik dan sistem nilai. Tiap kebutuhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain dan semuanya dianggap penting. dimana perawat membantu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kesehatan. Sistem filsafat dan nilai memberikan fondasi yang kokoh bagi science of caring. Caring sebagai esensi dari keperawatan berarti juga pertanggung jawaban hubungan antara perawat-klien. Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu upaya kompleks manusia untuk mencapai aktualisasi diri. perawat senantiasa selalu menghargai klien dengan menerima kelebihan maupun kekurangan klien. intuitif. dimana perawat menunjukkan caring melalui perhatian. perawat di tantang untuk tidak ragu dalam menggunakan pengetahuan yang dimilikinya dalam praktik keperawatan. Dalam hal ini caring merupakan perwujudan dari semua faktor yang digunakan perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada klien. kekuatan dari dalam diri. Tolak ukur pandangan Watson ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Watson mengemukakan bahwa caring merupakan inti dari keperawatan. Dalam praktiknya. mempertegas jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia yang mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh. artinya dalam praktik keperawatan. 1985 (dalam B. “Theory of Human Caring” (Watson). seorang liberal dengan latar belakang seni yang kuat diperlukan. Manusia akan eksistensi bila dimensi spritualnya meningkat ditunjukkan dengan penerimaan diri.filsafat dan teori kepedulian manusia. Pada tahun 1988. Watson juga berpendapat bahwa caring meliputi komitmen untuk memberikan pelayanan keperawatan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan. Kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya kebutuhan dasar biofisikal (kebutuhan untuk hidup yang meliputi kebutuhan makanan dan cairan. teorinya diumumkan dalam "nursing: Human Science and Human Care”. Assessing and Measuring Caring in Nursing and Health Sciences (2002). Watson juga mengemukakan bahwa respon setiap individu terhadap suatu masalah kesehatan unik. kebuthan seksualitas. Teori Watson Watson (1988) dan George (1990) mendefenisikan caring lebih dari sebuah exisestensial philosophy. kebutuhan eliminasi. Jean Watson. ia memandang sebagai dasar spiritual. artinya dalam melakukan praktik keperawatan. intervensi untuk mempertahankan kesehatan klien dan energi positif yang diberikan pada klien. seorang perawat harus mampu memahami setiap respon yang berbeda dari klien terhadap penderitaan yang dialaminya dan memberikan pelayanan kesehatan yang tepat dalam setiap respon yang berbeda baik yang sedang maupun akan terjadi. yang dipelajari oleh perawat di berbagai belahan dunia. kebutuhan ventilasi. Postmodern Nursing and Beyond (1999). Jean Watson dalam memahami konsep keperawatan terkenal dengan Human Caring Theory. kebutuhan 23 . 2. 1995) membagi kebutuhan dasar manusia dalam dua peringkat utama. yaitu kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs).

Jean Watson memahami bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna yang memiliki berbagai macam ragam perbedaan. Eksistensi fenomena kekuatan spiritual. 10. membuat hubungan dalam perawatan secara manusiawi. 9. 8. mencegah terjadinya penyakit. Ia pun kemudian menawarkan suatu konsep yang lebih sesuai dengan evolusi teorinya dan arahnya di masa depan. Nilai-nilai kemanusiaan dan Altruistik (Humanistic-Altruistic System Value). 4. sehingga dalam upaya mencapai kesehatan. Bantuan kepada kebutuhan manusia (Human needs assistance). Tetapi kesepuluh carative factors ini sebagai suatu kerangka untuk memberikan suatu bentuk dan focus terhadap fenomena keperawatan. mengobati berbagai penyakit dan penyembuhan kesehatan. yang dianggapnya lebih cocok dengan ide-ide dan arah perkembangan teorinya (Watson. 5. 6. perbaikan fisik. social dan spiritual. 3. Dukungan. Grand theory menurut Jean Watson Grand theory menurut Jean Watson terdiri dari : A. Pembelajaran secara transpersonal (transpersonal teaching learning). Konsep tersebut adalah “clinical caritas” dan “caritas processes”. 24 . Keyakinan dan harapan (Faith ang Hope).psikososial (kebutuhan untuk integrasi) yang meliputi kebutuhan intrapersonal dan interpersonal (kebutuhan aktualisasi diri). 3. manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera baik fisik. badan dan jiwa sehingga untuk mencapai keadaan tersebut keperawatan harus berperan dalam meningkatkan status kesehatan. Watson menganggap istilah “factors” terlalu standart terhadap sensibilitasnya di masa kini. Berdasarkan kebutuhan tersebut. Pengekspresian perasaan positif dan negatif. Dimana clinical caritas process terdiri dari yaitu. mental. mental. 2. Carrative Factor Elemen-elemen yang terdapat dalam carative factor adalah: 1. 7. dan spiritual karena sejahtera merupakan keharmonisan antara pikiran. Peka kepada diri sendiri dan orang lain (Sensitivity to self and others) Membantu menumbuhkan kepercayaaan. Proses pemecahan masalah perawatan secara kreatif (Creative problem solving caring process).2004). perlindungan.

yang memunculkan penyusuaian jiwa. Memberikan perhatian terhadap praktik-praktik spiritual dan transpersonal diri orang lain. Transpersonal caring relationship berkarakteristikkan hubungan khusus manusia yang tergantung pada moral perawat yang berkomitmen. yang memiliki keholistikan. 9. 3. yang saling bantu dan saling percaya. martabat. Kesadaran perawat menjadi perhatian penting untuk berkelanjutan dan pemahaman terhadap persepsi orang lain. keholistikan dan kesatuan diri dalam seluruh aspek care. 4. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar. dan dimensi eksistensial dari kehidupan dan kematian seseorang. Pendekatan ini melihat keunikan dari kedua belah pihak. “soul care” bagi diri sendiri dan orang yang dirawat. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai bangian dari proses caring. Istilah 25 . Hadir dengan sepenuhnya dan mewujudkan serta mempertahankan sistem kepercayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat. yang menjadi dasar dari suatu hubungan. dan kedamaian. dengan melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual. melebihi ego dirinya. raga dan pikiran. 7. 5. dan meningkatkan martabat manusia sepeti dirinya atau lebih tingggi dari dirinya. Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan. Menelaah dan menghargai misteri spiritual. dan lebih mendalami situasi kesehatan diri mereka sendiri. melindungi. memberikan “human care essentials“. 10. kenyamanan. Mengembangkan dan mempertahankan suatu hubungan caring yang sebenarnya. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan posotif dan negatif sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang dirawat. Oleh karena itu. Perawat merawat dengan kesadaran yang dikomunikasikan untuk melestarikan dan menghargai spiritual. keindahan. lingkungan yang kompleks dari energi dan kesadaran.1. Hubungan ini menjelaskan bagaimana perawat telah melampaui penilain secara objektif. 6. dan juga hubungan saling mneguntungkan antara dua individu. untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistic. baik fisik maupun nonfisik. Perawat sadar bahwa mempunyai hubungan dan potensi untuk menyembuhkan. menunjukkan perhatian kepada subjektifitas seseorang. B. oleh karena itu tidak memperlakukan seseorang sebagai sebuah objek. yaitu perawat dan pasien. 2. dan mungkin mampu merasakan penderitaan pasien. dengan kesadaran caring yang penuh. Transpersonal Caring Relationship Menurut Watson (1999). yang merawat dan yang di rawat keduanya terhubung dalam mencari makna dan kesatuan. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain. 8.

Klien Klien adalah individu atau kelompok yang mengalami ketidakharmonisan pikiran. Caring Occation Moment Caring Occation menurut Watson (1988. 26 . dan dari keduanya dengan fenomena tempat yang unik mempunyai kesempatan secara bersama datang dalam moment interaksi human to human. C. pikiran atau kepercayaan spiritual. sekarang atau masa yang akan datang. dan selfhealing. 4. selfcare. tujuan-tujuan. Pada akhirnya. 1999) bidang yang luar biasa yang sesuai dengan kerangka refensi seseorang atau perasaan-perasaan yang dialami seseorang. Kesehatan Kesehatan adalah kesatuan dan keharmonisan didalam pikiran. jiwa dan raga antara diri dengan orang lain dan antara diri dengan lingkungan. self-control. Lingkungan Lingkungan adalah dimana interaksi transpersonal caring terjadi antara klien dan perawat. Watson (1999) menekankan bahwa perawat dalam hal ini sebagai care giver juga perlu memahami kesadaan dan kehadiranya dalam moment merawat dengan pasiennya. 2. yang membutuhkan bantuan terhadap pengambilan keputusan tentang kondisi sehat-sakitnya untuk meningkatkan harmonisasi. Caring occation bisa menjadi transpersonal jika memungkinkan adanya semangat dari keduanya (perawat dan pasien) kemudian adanya kesempatan yang memungkinkan keterbukaan dan kemampuan–kemampuan untuk berkembang (Watson 1999 . lebih lanjut dari kedua belah pihak perawat maupun yang dirawat dapat dipengaruhi oleh perawatan dan tindakan yang dilakukan keduanya. jiwa dan raga. harapan-harapan pertimbangan dari lingkungan. kesatuan dan keselarasan batin. pilihan dan selfdetermination. Bagi Watson (1988. 116-117). tujuan dari transpersonal caring relationship adalah berkaitan dengan melindungi. kemanusiaan. self-control. jiwa dan raga yang menimbulkan selfknowlegde. 4. Paradigma Keperawatan Menurut Watson 1. meningkatkan dan mempertahankan martabat.transpersonal berarti pergi keluar dari diri sendiri dan memungkinkan untuk menggapai kedalaman spiritual dalam meningkatkan kenyamanan dan penyembuhan pasien. Keperawatan Keperawatan adalah penerapan art dan human science melalui transaksi transpersonal caring untuk membantu manusia mencapai keharmonisan pikiran.1999) adalah kesempatan (mengenai tempat dan waktu) pada saat perawat dan orang lain datang pada saat human caring dilaksanakan. sensasi tubuh. 3. arti persepsi seseorang kesemuanya berdasar pada pengalaman hidup yang dialami seseorang. pp. dengan demikian akan menjadi bagian dari pengalaman hidupnya sendiri.

karena kedua proses tersebut mencoba untuk menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang terbaik. Proses Keperawatan Dalam Teori Caring Watson (1979) menekankan bahwa proses keperawatan memiliki langkah-langkah yang sama dengan proses riset ilmiah. 1 No. dan disaat yang sama membiarkan seseorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu. Vol . 6.5. ·Respon caring menerima seseorang tidak hanya sebagai dia saat ini. Lebih lanjut Watson menggambarkan kedua proses tersebut sebagai berikut (tulisan yang dimiringkan menandakan proses riset yang terdapat dalam proses keperawatan): 1. dan review masalah. Watson (1979) dalam Julia (1995) menjelaskan kebutuhan yang harus dikaji oleh perawat yaitu: a. ·Efektif caring meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga.3. Asumsi Dasar Science of Caring Watson mengidentifikasi banyak asumsi dan beberapa prinsip dasar dari transpersonal caring. ·Caring terdiri dari carative factors yang menghasilkan kepuasan terhadap kebutuhan manusia tertentu. menggunakan pengetahuan dari literature yang dapat diterapkan. identifikasi. Lower order needs (biophysical needs) yaitu kebutuhan untuk tetap hidup meliputi kebutuhan nutrisi. September 2008 :147-150) Pengkajian juga meliputi pendefinisian variabel yang akan diteliti dalam memecahkan masalah. melibatkan pengetahuan konseptual untukpembentukan dan konseptualisasi kerangka kerja yang digunakan untuk memandang dan mengkaji masalah. ·Caring lebih ”healthogenic” daripada curing. eliminasi.(Berita Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697. dan oksigenisasi. 27 . ·Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada. Pengkajian Meliputi observasi. tetapi juga menerima akan jadi apa dia dikemudian. Watson mengatakan 7 asumsi tentang science of caring. Asumsi dasar tersebut yaitu : ·Caring dapat didemonstrasikan dan dipraktekkan dengan efektif hanya secara interpersonal. Watson meyakini bahwa jiwa seseorang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. cairan. ·Praktik caring merupakan sentral bagi keperawatan.

2. dan apakah hasil tersebut dapat digeneralisasikan. perawat senantiasa selalu menghargai klien dengan menerima kelebihan maupun kekurangan klien sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang tepat. Caring adalah suatu cara pendekatan yang dinamis. Kemudian caring juga menekankan harga diri individu. Higher order needs (psychosocial needs) . Higher order needs (intrapersonali needs). seksualitas. 2. Perencanaan Perencanaan membantu untuk menentukan bagaimana variable-variabel akan diteliti atau diukur. k Kesimpulan a. Implementasi Merupakan tindakan langsung dan implementasi dari rencana serta meliputi pengumpulan data. nyaman. d. yaitu kebutuhan untuk aktualisasi diri. artinya dalam melakukan praktik keperawatan. Evaluasi Merupakan metoda dan proses untuk menganalisa data. Grand theori menurut Jean Watson ada 3 yaitu : 1) Carrative Factor 2)Transpersonal Caring Relationship 3) Caring Occation Moment Tindakan caring bertujuan untuk memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien. Saran 28 .b. dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan kepeduliannya kepada klien. aman. juga untuk meneliti efek dari intervensi berdasarkan data serta meliputi interpretasi hasil. tingkat dimana suatu tujuan yang positif tercapai.yaitu kebutuhan integritas yang meliputi kebutuhan akan penghargaan dan beraffiliasi. meliputi kebutuhan aktifitas. c. Lower order needs (psychophysical needs) yaitu kebutuhan untuk berfungsi. 3. Dalam keperawatan. 4. 1. caring merupakan bagian inti yang penting terutama dalam praktik keperawatan b. meliputi suatu pendekatan konseptual atau design untuk memecahan masalah yang mengacu pada asuhan keperawatan serta meliputi penentuan data apa yang akan dikumpulkan dan pada siapa dan bagaimana data akan dikumpulkan.

Mahasiswa Universitas Sumatra Utara Fakultas Keperawatan Jurusan Keperawatan EkstensI) http://www. bukan dianggap sebagai sesuatu yang sulit diwujudkan dengan alasan beban kerja yang tinggi. atau pengaturan manajemen asuhan keperawatan ruangan yang kurang baik. memperbaiki image perawat di masyarakat dan membuat profesi keperawatan memiliki tempat khusus di mata para pengguna jasa pelayanan kesehatan.pedomannews. Pelaksanaan caring akan meningkatkan mutu asuhan keperawatan.Caring mempuyai manfaat yang begitu besar dalam keperawatan dan seharusnya tercermin dalam setiap interaksi perawat dengan klien. (Nanda Sartika .com/opini/berita-opini/ekonomi/1920-konsep-caringmenurut-jean-watson 03 DES 2011 29 .