P. 1
Ideologi

Ideologi

|Views: 54|Likes:
Published by Ipoy Fachry

More info:

Published by: Ipoy Fachry on Dec 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2011

pdf

text

original

IDEOLOGI TERBUKA

I. PENGERTIAN dan FUNGSI IDEOLOGI Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang meruupakan yang merupakan ninilai –nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar Negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa, selain itu, Idiologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis antara idiologi dengan masyarat negara. Di suatu pihak membuat idiologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal. Idologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya. Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti gagasan,konsep, sedangkan logos berarti ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan. 1.1 Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut : * Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. * Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban. 1.2 Fungsi ideologi : * Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. * Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. * Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan.

1

Pancasila dijadikan ideologi dikerenakan. III. 2 .II. Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka. Berdasarkan Tap. 3. * Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. MPR No. * Bersifat dinamis dan reformis. Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah dan pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar Negara. Maka dari itu.1 Ciri-ciri ideologi terbuka adalah : * merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Pancasila juga memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Selain itu. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4. dan masing-masing negara berhak menentukan ideologi apa yang paling tepat untuk digunakan. adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya. dan di Indonesia yang paling tepat adalah digunakan adalah ideologi terbuka karena di Indonesia menganut sistem pemerintahan demokratis yang di dalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan keinginannya masing-masing. serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat untuk digunakan oleh Indonesia. PANCASILA sebagai IDEOLOGI BANGSA Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. PANCASILA sebagai IDEOLOGI TERBUKA Indonesia adalah sebuah negara yang memerlukan sebuah ideologi untuk menjalankan sistem pemerintahan yang ada pada negara tersebut. ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia. * Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.

KONSEKUENSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA Konsekuensi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah membuka ruang membentuk kesepakatan masyarakat bagaimana mencapai cita-cita dan nilai-nilai dasar tersebut.Keberadaan Pancasila sebagai falsafah kenegaraan atau staatsidee (cita negara) menunjukkan hakikat Pancasila sebagai ideologi terbuka. tetapi juga meliputi kebijakan praktis operasional yang tidak dapat dipertanyakan. nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut : a) Nilai dasar. namun mengeksplisitkan wawasannya lebih kongkrit. antisifasif dan senentiasa mampu menyelesaikan dengan perkembangan zaman. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. berbangsa dan bernegara. Namun dalam pelaksanaannya pada masa itu lebih menunjukkan Pancasila sebagai ideologi tertutup. yang merupakan arahan. c) Nilai praktis. Terminologi Pancasila sebagai ideologi terbuka sesungguhnya telah dikembangkan pada masa orde baru. tetapi harus diterima dan dipatuhi oleh masyarakat. Pancasila menjadi alat hegemoni yang secara apriori ditentukan oleh elit kekuasaan untuk mengekang kebebasan dan melegitimasi kekuasaan. IV. Kebenaran Pancasila pada saat itu tidak hanya mencakup cita-cita dan nilai dasar. kebijakan strategi. yaitu hakekat kelima sila Pancasila. sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senentiasa berkambang seiring dengan aspirasi rakyat. Keterbukaan idiologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya. dinamis. Pancasila merupakan Ideologi terbuka. perkembangan iptek dan zaman. yaitu kesepakatan tentang the rule of law sebagai landasan pemerintahan atau penyelenggaraan negara (the basis of government) dan kesepakatan tentang bentuk institusi-institusi dan prosedur-prosedur ketatanegaraan (the form of 3 .hal ini disebabkan dimaksudkan bahwa idiologi pansila besifat aktual. yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata. b) Nilai instrumental.Menurut Kaelan. dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. sasaran serta lembaga pelaksanaanya.

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki perbedaan dengan sistem kapitalisme-liberal maupun sosialisme-komunis. Kedua pandangan ini. Dalam sistem kapitalisme liberal dasar perekonomian bukan usaha bersama dan kekeluargaan. Demokrasi yang dikembangkan. Penumpukan kakayaan untuk kepentingan diri sendiri dan hidup berfoya-foya dengan kekayaan pribadi. Kapitalisme memiliki konsep kecenderungan yang membolehkan kepemilikan pribadi tanpa batas. bukan warga negara baik sebagai individu maupun bersama-sama dengan warga negara lainnya. Dengan itu komunisme menyerahkan semua yang dimiliki individu pada negara (sebagai representasi masyarakat). Menurut Noor MS. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. Kapitalisme menganut sistem sentralisasi kekayaan individu baik dalam kerangka organisasi atau negara. namun kebebasan individual untuk berusaha. Baik kapitalisme maupun komunisme adalah bentuk pengekspoitasian hak-hak pribadi melalui lembaga negara. Karena negara menggunakan otoritas sebagai legitimasi kekuasaan. bukan demokrasi politik semata seperti dalam ideologi liberal-kapitalis. Ajaran mereka hanya mengagung-agungkan material dan tak menghiraukan sama sekali aspek immaterial-religi. Sedangkan dalam sistem etatisme. Bakry (1994). Kapitalisme adalah sebuah ajaran yang didasarkan pada sebuah asumsi bahwa manusia secara individu adalah makhluk yang tidak boleh dilanggar kemerdekaannya dan tidak perlu tunduk pada batasanbatasan sosial. manusia secara individu akan kehilangan hak milik. Dalam arti. Sedangkan komunis adalah sistem kepercayaan yang mendasarkan pandangan hidup pada keyakinan bahwa masyarakat merupakan dasar dan secara individu tidak bisa memisahkan eksistensi dari ruang lingkup sosial. tetapi juga demokrasi ekonomi. kebebasan individu merupakan hak mutlak yang absolut. negara yang mendominasi perekonomian. Bagi kaum kapitalis-liberalis. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. Dengan demikian ideologi kita mengakui secara selaras baik kolektivisme maupun individualisme. Pancasila mengakui dan melindungi baik hak-hak individu maupun hak masyarakat baik di bidang ekonomi maupun politik. 4 . Kesepakatan-kesepakatan tersebut hanya mungkin dicapai jika sistem yang dikembangkan adalah sistem demokrasi.institutions and procedures). Kapitalisme memiliki sebuah sistem sosial yang menekankan kepentingan individu.

Sehingga akan muncul dengan sendirinya harapan optimisme dan motivasi yang sangat berguna dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. dan kepribadian bangsa Indonesia. dan amal perbuatan bangsa Indonesia yang pada akhirnya mempunyai cirri khas. Bahkan ideologi Pancasila mestinya tampil sebagai suatu ideologi alternatif bagi negara dan bangsa di dunia. jiwa bangsa Indonesia mempunyai arti statis dan dinamis.Pancasila juga berfungsi sebagai kepribadian bangsa Indonesia. bersamaan Pancasila dengan sebagai adanya jiwa bangsa bangsa Indonesia Selain keberadaanya/lahirnya Indonesia. 5 . Jiwa ini keluar diwujudkan dalam sikap mental. Pancasila harus mampu menjawab berbagai tantangan dan ancaman adanya pengaruh negatif ideologi liberal-kapitalis dan komunis dalam segala aspek kehidupan. Kita harus menempatkan Pancasila dalam pengertian sebagai moral. itu. Artinya. jiwa. tingkah laku.Adanya pemikiran untuk membangun ideologi Pancasila dalam kehidupan negara dan bangsa Indonesia yang lebih baik menurut pemikiran penulis mestinya menjadi sebuah keharusan sebab di abab 21 yang ditandai dengan perdagangan bebas dan globalisasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->