Kedudukan Pancasila dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia

MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila Yang dibina oleh Bu. Rinata, S.Pd.

Disusun oleh : Ahmad Lukman Hakim Anggarini Wisudawati Badrus Sulaiman Bety Etikasari Damay Fitrianawati Dany Purno Yuwono Dea Nenaressa Kerling ( 100533402594 ) ( 100533404461 ) ( 100533404335 ) ( 100533402648 ) ( 100533402589 ) ( 100533402559 ) ( 100533402586 )

S1 PTI 2010 OFFERING. A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA September, 2011

A. Pendahuluan 1. Latar Belakang Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara Indonesia. Pancasila diambil dari nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu kala, sebelum Indonesia merdeka dan sebelum Pancasila dijadikan dasar negara. Pancasila sudah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan bangsa Indonesia. Indonesia harus hidup dengan dasar dan ideologi tertentu. Sebagai negara, Indonesia tidak dapat hidup dengan benar jika tanpa memiliki dasar dan ideologi. Dasar dan ideologi berperan sebagai pemberi arah dan tujuan bagi negara secara jelas.Dasar formal kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia tersimpul dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV. Sebagai dasar negara, maka Pancasila dijadikan sebagai acuan dalam menyusun segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara.

Penyelenggaraan negara termasuk sistem ketatanegaraan negara juga diatur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila diambil dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Sehingga nilai Pancasila tidak berasal dari kepribadian negara lain. Dengan adanya Pancasila sebagai dasar untuk penyelenggaraan negara maka Pancasila sering disebut sebagai sumber hukum. Segala peraturan baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis, semuanya diambil dari nilai-nilai Pancasila. Termasuk peraturan tentang demokrasi dan HAM juga diambil dari nilai-nilai Pancasila. Pancasila juga menjadi dasar untuk menetapkan adanya kebijakan Otonomi Daerah. Sehingga segala peraturan yang ada di negara Indonesia baik tertulis maupun tidak tertulis harus dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan UUD 1945 dan muaranya pada Pancasila sebagai sumber hukum. Dengan adanya uraian diatas, maka dengan makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang pancasila sebagai sumber hukum, sistem ketatanegaraan RI, UUD 1945, demokrasi dan HAM serta Otonomi daerah. Oleh karena itu, penyusun menyusun makalah dengan judul “ Kedudukan Pancasila dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia “.

Konsekuensinya seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan negara terutama segala peraturan perundangundangan negara dijabarkan dari nilai-nilai pancasila. Mengetahui makna dan peraturan penerapan otonomi daerah di Indonesia. ideologi negara atau staatsidee. contoh dan pelanggaran HAM di Indonesia ? e. b. Bagaimana sistem ketatanegaraan Republik Indonesia ? c. e. Mengetahui makna dan kedudukan demokrasi di Indonesia. maka tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut : a. Bagaimana makna dan kedudukan demokrasi di Indonesia ? f. Pancasila dalam kedudukan ini sering disebut sebagai dasar filsafat atau dasar falsafah negara (philosofische gronslag) dari negara.2. Mengetahui makna. Rumusan Masalah Ada beberapa rumusan masalah dalam makalah ini diantaranya adalah sebagai berikut : a. d. pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. B. Tujuan Dari rumusan masalah yang dijabarkan diatas. Bagaimana makna dan peraturan penerapan otonomi daerah di Indonesia ? 3. contoh dan pelanggaranHAM di Indonesia. Pancasila sebagai sumber hukum Pancasila sebagai sumber hukum berkaitan erat dengan kedudukan pancasila sebagai dasar negara RI. pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Mengetahui kedudukan pancasila sebagai sumber hukum negara Indonesia. f. Pembahasan 1. Dalam pengertian ini. Mengetahui struktur dan kedudukan lembaga-lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan republik Indonesia. Bagaimana kedudukan pancasila sebagai sumber hukum negara Indonesia ? b. Oleh karena itu. Bagaimana makna. Bagaimana makna dan kedudukan UUD 1945 ? d. Mengetahui makna dan kedudukan UUD 1945. c. .

2) DPR ( Dewan Perwakilan Rakyat ) Kedudukan DPR diperuat sebagai lembaga legislatif dan fungsi serta wewenangnya lebih diperjelas seperti adanya peran DPR dalam pemberhentian presiden. . 4) Mahkamah Konstitusi Mahkamah Konstitusi berdiri setelah adanya amandemen. sudah beberapa kali pemerintah melakukan amandemen pada UUD 1945. Dalam melaksanakan kekusaan kehakiman . kepala pemerintahan dan berwenang membentuk Undang-Undang dengan persetujuan DPR. 2. 3) Presiden Kedudukan presiden sebagai kepala negara. peradilan agama. DPR. Sistem ketatanegaraan RI Dalam sejarah Indonesia.Hal ini tentu saja dilakukan untuk menyesuaikan undangundang dengan perkembangan zaman dan memperbaikinya sehingga dapat menjadi dasar hukum yang baik. dan peradilan tata usaha negara( Pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen).Sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sebagai sumber tertib hukum Indonesia maka pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu Pembukaan UUD 1945. BPK. kemudian dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945. 5) Mahkamah Agung KedudukanMA merupakan lembaga negara yang memegang kekuasaan kehakiman disamping itu sebuah mahkamah konstitusi diindonesia (pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen ). MA membawahi Beberapa macam lingkungan peradilan. dan lain sebagainya. DPD. Masa jabatan presiden adalah lima tahun dan dapat dipilih kembali selama satu periode. persetujuan DPR atas beberapa kebijakan presiden. peradilan militer. yaitu peradilan umum. MA dan MK. Berikut ini adalah sistem ketatanegaraan RI yang sudah diamandemen: 1) MPR ( Majelis Permusyawaratan Rakyat ) MPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti lembaga kepresidenan. yang pada akhirnya dikonkritisasikan atau dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 serta hukum positif lainnya.

Sebagai hukum dasar.6) BPK Pasal 23F (1) Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. ataupun bahkan setiap tindakan atau kebijakan pemerintah haruslah berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi. Pasal 23G (1) BPK berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap propinsi (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai BPK di atur dengan undang-undang UUD 1945 KPU BPK Bank Sentral MA KY Presiden/ TNI/Polri wapres Kementrian negara TNI/POLRI Pemda Provinsi Pemda Kab/Kota DPR MPR DPD MK Lingkungan Peradilan Agama Perwakil an BPK Propinsi *** Militer TUN *** = badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman 3. yang pada akhirnya kesemuanya peraturan perundang-undangan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan UUD 1945. dan muaranya adalah . yaitu hukum dasar yang tertulis. peraturan presiden. (2) Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. UUD 1945 merupakan sumber hukum tertulis. UUD 1945 Undang-undang Dasar bukanlah hukum biasa. peraturan pemerintah. Dengan demikian setiap produk hukum seperti undang-undang. melainkan hukum dasar.

Peraturan Daerah Peraturan Daerah meliputi: a. dan pada akhirnya apakah norma-norma hukum tersebut bertentangan atau tidak dengan ketentuan UUD 1945. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 3. lembaga masyarakat. dibuat oleh badan perwakilan desa atau nama lainnya bersama dengan kepala desa atau nama lainnya. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 2.Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara(Pasal 2 UU No. dan aturan-aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh semua komponen tersebut di atas. Dalam hubungan ini. c. Peraturan Desa/peraturan yang setingkat. dimana dalam Pasal 7 diatur mengenai jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut: 1.Sebagai hukum dasar. yang kemudian diperbaharui dengan Ketetapan MPR No. Peraturan Presiden 5. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota bersama Bupati/Walikota. dalam pengertian UUD 1945 mengontrol apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan norma hukum yang lebih tinggi. dan terakhir diatur dengan Undang-undang No. yaitu hukum dasar yang tertulis. Peraturan Pemerintah 4. UUD 1945 dalam kerangka tata urutan perundangan atau hierarki peraturan perundangan di Indonesia menempati kedudukan yang tertinggi. b.XX/MPRS/1966.Disamping itu masih ada hukum dasar yang lain. Undang-Undang Dasar bukanlah satu-satunya atau keseluruhan hukum dasar. melainkan hanya merupakan sebagian dari hukum dasar. Peraturan Daerah Provinsi dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi bersama dengan Gubernur. UUD 1945 juga mempunyai fungsi sebagai alat kontrol. dan juga mengikat setiap warga negara Indonesia dimanapun mereka berada dan juga mengikat setiap penduduk yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia. III/MPR/2000. Dalam kedudukan yang demikian itu. yaitu hukum dasar yang tidak . 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Tata urutan peraturan perundang-undangan pertama kali diatur dalam Ketetapan MPRS No. lembaga-lembaga negara. UUD 1945 mengikat pemerintah. UUD 1945 berisi norma-norma. 10 Tahun 2004).

Biasanya dilaksanakan dengan cara pemilihan umum. tidak sewenag-wenang. system politik dapat dibedakan dari system politik demokrasi dan non demokrasi. Demokrasai tidak langsung dilaksanakan melalui system perwakilan. mengutamakan kepentingan umum dan keadilan. Dalam sistem demokrasi rakyat mendapat kedudukan penting didasarkan adanya rakyat memegang kedaulatan. dictator. Pemerintahan dan system politik tumbuh dan berkembang tidak datang dengan sendirinya. kekuasaan tidak takterbatas. Menurut Huntington. demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu dari demos = rakyat dan cratos atau cratein = pemerintahan atau kekuasaan. Pelaksanaan demokrasi ini ada dua cara yaitu demokrasi langsung dan tidak langsung. ia tidaklah boleh bertentangan dengan UUD 1945. 4. demokrasi membutuhkan usaha nyata dan perilaku demokratis untuk mendukung pemerintahan dan system politik . Demokrasi dan HAM a.  DEMOKRASI SEBAGAI SIKAP HIDUP Demokrasi ini dipahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang demokratis. rezim satu partai. Demokrasi langsung yaitu rakyat seluruhnya dikutsertakan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijakan dan mengambil keputusan. Meskipun Konvensi juga merupakan hukum dasar (tidak tertulis). Namun. Konvensi merupakan aturan pelengkap atau pengisi kekosongan hukum yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan ketatanegaaan. Menurut etimologi/bahasa. Makna dan kedudukan Demokrasi Pengertian demokrasi menurut Abraham Lincoln th 18673 “government of the people.tertulis. by the people. dan system komunis. Jadi demokrasi adalah pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. karena Konvensi tidak terdapat dalam UUD 1945. monarki absolut. and for the people”. Sistem politik non demokrasi yaitu system pemerintahan dalam suatu negara yang menjalakan politik otoriter.  DEMOKRASI SEBAGAI SISTEM POLITIK Demokrasi dari system politik lebih luas dari bentuk pemerintahan. totaliter. Sistem politik demokrasi yaitu system pemerintahan dalam suatu negara yang menjalakan prinsip demokrasi. Hukum dasar yang tidak tertulis tersebut merupakan aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara -meskipun tidak tertulis – yaitu yang biasa dikenal dengan nama „Konvensi‟. rezim militer.

United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia. fundamental dalam kehidupan manusia itu sendiri. hukum. John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan . karena dia adalah manusia. HAM berlaku secara universal. pemerintah dan setiap orang. b. Contoh HAM Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan.. adapun karakteristiknya adalah universal (berlaku umum dimana saja tetap sama). mutlak (tidak dapat ditawar-tawar).Hak itu ada dalam diri manusia. dan tidak dapat dipisahkan dari diri manusia itu sendiri. Selain dari pendapat tersebut Hak Asasi Manusia yang juga sering disebut dengan HAM juga didefinisikan dari beberapa pendapat antara lain HAM adalah hakhak dasar yang dimiliki oleh manusia. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”. Hak tersebut bukan diperolehnya atau dianugrahkan dari suatu otoritas negara atau pemerintah akan tetapi dimiliki manusia karena martabat manusiawi (Prof. dan dilindungi oleh negara. (Mansyur Effendi. dijunjung tinggi. Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB). Dr. maupun dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Perilaku didasarkan nilai-nilai demokrasi dan membentuk budaya / kultur demokrasi baik dari warganegara maupun dari pejabat Negara / pemerintah. dalam Teaching Human Rights. sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002). tidak boleh dilecehkan oleh siapapun. Hak Asasi manusia merupakan hak yang disyariah. Martino Sardi). Dalam HAM juga terdapat suatu karakteristik. 1994). c. yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.demokrasi. Makna HAM Hak asasi manusia adalah hak yang ada dan merekat pada diri atau martabat manusia. tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia. langgeng kekal abadi.

yang sedang tidur. dan pasal 31 ayat 1  Contoh hak asasi manusia (HAM): Hak untuk hidup. C seorang aktivis HAM menyatakan bahwa B telah melanggar HAM si A Nah dari contoh-contoh tersebut. A tidak dapat menemui keluarganya bahkan tidak dapat berkirim surat. dia terkenal dengan goyangannya yang bagi sebagian besar orang dianggap erotis. Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. A ditahan oleh B.tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. Dalam persidangan A juga tidak didampingi oleh seorang penasihat hukum. pasal 30 ayat 1. pasal 28. dan hakim dan jaksa sudah mempunyai prasangka bahwa apa yang dilakukan oleh A adalah kegiatan terorisme. kami berikan uraian apa yang dimaksud dengan pelanggaran HAM Contoh A . saat ini A diduga melakukan tindak pidana terorisme. selain itu untuk mendapatkan kesaksian dari A. Contoh D A adalah seorang penyanyi dangdut perempuan. A telah disiksa oleh B. pasal 29 ayat 2. B kemudian protes dengan menyatakan bahwa A telah melanggar HAM B. Hak untuk memperoleh pendidikan. Hak untuk mendapatkan pekerjaan  Contoh-contoh Pelanggaran HAM Banyak orang keliru ketika bicara tentang siapa pelaku pelanggaran HAM. ini adalah contoh mudah contoh mudah: Contoh A A membunuh B yang kemudian berakibat B mati. Selama masa penahanan. merasa terganggu dengan suara tersebut. Namun keluarga B orang miskin maka laporan tersebut tidak diproses Contoh B A sedang menyalakan radio untuk mendengarkan musik dengan volume suara yang cukup keras. Contoh C A adalah seorang muslim lulusan pesantren. dan keluarga B melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. B seorang penyayi dangdut laki-laki yang popular. B tetangga A. seorang kepala kepolisian daerah. B merasa risih dengan A dan melarang A untuk menyanyikan lagu-lagu dangdutnya. seperti pada pasal 27 ayat 1.

tetapi suatu tindak pidana. Jadi jelas pelaku tindak pidana adalah A. dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ini perbuatan melawan hukum yang bisa digugat dengan memakai Hukum Perdata atau bisa juga memakai hukum pidana misalnya perbuatan tidak menyenangkan.Yang harus dilakukan adalah B membuat gugatan ke pengadilan. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dan/atau perangkat pusat di daerah. Hakikat Otonomi Daerah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ada beberapa istilah dalam otonomi daerah : Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah oleh Pemerintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. wewenang. .Pemerintah daerah berhak menteapkan Peraturan Daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi daerah dan tugas pembantuan. Ini bukan peristiwa pelanggaran HAM dan A bukanlah pelaku pelanggaran HAM Contoh C Ini adalah contoh pelanggaran HAM yang ekstrim. sementara pelaku pelanggaran HAM adalah polisi Contoh B: Contoh ini hanyalah satu dari sekian contoh perbuatan melawan hukum yang diatur dalam UU jaman pemerintah Kolonial Hinda Belanda yaitu HO (Hinder Ordonantie/UU Gangguan). karena A dalam hukum mempunyai hak-hak yang tidak dapat ditanggalkan.Pembunuhan A terhadap B bukanlah pelanggaran HAM. seperti hak untuk berkomunikasi dengan keluarga. hak untuk tidak disiksa. Otonomi daerah a. dan berbagai hak lain yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Contoh D Ini juga bukan peristiwa pelanggaran HAM. hak untuk mendapatkan bantuan hukum. arti dari otonomi daerah adalah hak. 5.Peritiwa pelanggaran HAM baru terjadi ketika polisi tidak menindaklanjuti tindak pidana tersebut. Otonomi daerah memberi keleluasaan kepada daerah mengurus urusan rumah tangganya sendiri secara demokratis dan bertanggung jawab dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4) Desentralisasi ekonomi atau pasar. delegasi dan devolusi. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam system Pemerintahan Nasional dan berada di daerah kabupaten. bertujuan agar penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan secara efektif dan efisien. yang bertujuan menyalurkan semangat demokrasi secara positif di masyarakat. Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten dan/atau daerah kota di bawah kecamatan. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten dan daerah kota.Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan desa serta dari daerah ke desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan. yang memiliki tiga bentuk utama. yaitu : 1) Desentralisasi politik. Wilayah Administrasi adalah wilayah kerja Gubernur selaku wakil pemerintah. 2) Desentralisasi administrasi. prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggung-jawabkannya kepada yang menugaskan. Daerah Otonomadalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. . DESENTRALISASI Desentralisasi dibagi menjadi empat tipe. Pejabat yang berwenang adalah pejabat pemerintah di tingkat pusat dan/atau pejabat pemerintah di daerah propinsi yang berwenang membina dan mengawasi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Instansi Vertikal adalah perangkat departemen dan/atau lembaga pemerintah non departemen di daerah. bertujuan memberikan kesempatan kepada daerah untuk menggali berbagai sumber dana. bertujuan untuk lebih memberikan tanggungjawab yang berkaitan sector publik ke sektor privat. 3) Desentralisasi fiskal. sarana. yaitu : dekonsentrasi.

32 dan UU No. Di bidang ekonomi. Ekonomi serta Sosial dan Budaya. Di bidang sosial budaya. pemerintah pusat tidak lagi mengurus kepentingan rumah tangga daerahdaerah.Pemerintah pusat hanya berperan sebagai supervisor. 33 tahun 2004. memungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintahan yang responsif terhadap kepentingan masyarakat luas. dan membangun berbagai infrastruktur yang menunjang perputaran ekonomi di daerahnya. memanfaatkan dan menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerahnya masing-masing. juga sebagai penerapan (implementasi) tuntutan globalisasi yang sudah seharusnya lebih memberdayakan daerah dengan cara diberikan kewenangan yang lebih luas. Gejala yang muncul dewasa ini partisipasi masyarkat begitu besar dalam pemilihan Kepala Daerah. otonomi daerah akan memungkinkan lahirnya berbagai prakarsa pemerintah daerah untuk menawarkan fasilitas investasi. pemantau. dan mengatur rumah tangga daerah diserahkan kepada masyarakat di daerah. ini mengandung makna. yaitu : Politik. Terutama dalam mengatur. lebih nyata dan bertanggung jawab. baik propinsi. pengawas dan penilai. Dalam konteks ini. kewenangan Pemerintah didesentralisasikan ke daerah. juga memelihara nilai- . otonomi daerah di satu pihak harus menjamin lancarnya pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional di daerah.Pelaksanaan otonomi daerah. Kewenangan mengurus. Dengan demikian otonomi daerah akan membawa masyarakat ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dari waktu ke waktu. Hal ini bisa dibuktikan dari membanjirnya calon-calon Kepala Daerah dalam setiap pemilihan Kepala Daerah baik di tingkat propinsi maupun kabupaten atau kota. kabupaten maupun kota. Di bidang politik. Visi otonomi daerah dapat dirumuskan dalam tiga ruang lingkup utama. pelaksanaan otonomi harus dipahami sebagai proses untuk membuka ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. memudahkan proses perizinan usaha. dan memelihara suatu mekanisme pengambilan keputusan yang taat pada asas pertanggungjawaban publik. dan pada saat yang sama. Diberlakukannya UU No. otonomi daerah harus dikelola sebaik mungkin demi menciptakan harmoni sosial. dan di pihak lain terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi ekonomi di daerahnya.

memahami. 4) Pemerintah daerah otonom memiliki DPRD yang anggota-anggotanya dipilih secara demokratis. 5) Pemeliharaan hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar daerah dalam rangka keutuhan NKRI. 2) Pengembangan kehidupan demokrasi. meningkatkan peran serta masyarakat. Provinsi dan Kabupaten/ Kota. 7) Menumbuhkan prakarsa dan kreativitas. 3) Secara eksplisit tidak disinggung mengenai asas dekonsentrasi. 3) Keadilan. 5) Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. Tujuan Otonomi Daerah Tujuan utama dikeluarkannya kebijakan otonomi daerah antara lain adalah membebaskan pemerintah pusat dari beban-beban yang tidak perlu dalam menangani urusan daerah. . dengan desentralisasi daerah akan mengalami proses pemberdayaan yang optimal. merespon berbagai kecenderungan global dan mengambil manfaat daripadanya. Adapun tujuan pemberian otonomi kepada daerah adalah sebagai berikut: 1) Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik. b. Di lain pihak. Pada saat yang sama pemerintah pusat diharapkan lebih mampu berkonsentrasi pada perumusan kebijakan makro (luas atau yang bersifat umum dan mendasar) nasional yang bersifat strategis. 4) Pemerataan. 2) Daerah otonom mengatur dan mengurus urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Asas-asas dan Prinsip-prinsip Pemerintah Daerah Asas-asas Pemerintah Daerah: 1) Adanya pembagian daerah otonom yang bersifat berjenjang.nilai lokal yang dipandang kondusif terhadap kemampuan masyarakat dalam merespon dinamika kehidupan di sekitarnya. c. 6) Mendorong untuk memberdayakan masyarakat. Kepala daerah dipilih secara demokratis. Dengan demikian Pemerintah Pusat berkesempatan mempelajari. mengembangkan peran dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undangundang ditentukan sebagai urusan Pemerintah.

dan Desa. Hubungan keuangan. 4) Pengaturan hubungan sebagaimana disebutkan pasal 18A ayat (2) diatur lebih lanjut dalam UU Republik Indonesia No. dan pemanfaatan sumber daya. 2) Penyelenggaraan asas desntralisasi secara utuh dan bulat yang dilaksanakan di Daerah Kabupaten dan Daerah Kota.33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan pemerintahan daerah. Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah Di daerah dibentuk DPRD sebagai badan Legislatif Daerah dan Pemerintah Daerah sebagai Badan Eksekutif Daerah.Pemerintah Daerah terdiri atas Kepala Daerah beserta perangkat daerah lainnya. bahwa hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah provinsi. kabupaten. Pemerintahan Daerah Provinsi. Kewenangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Dalam susunan pemerintahan di negara kita ada Pemerintah Pusat. dekonsentrasi. Daerah Kota.Masing-masing pemerintahan tersebut memiliki hubungan yang bersifat hierakhis. pelayanan umum. 2) Pengaturan hubungan pemerintahan tersebut memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/kota. pelayanan umum.DPRD sebagai lembaga . bahwa: 1) Antar susunan pemerintahan memiliki hubungan yang bersifat hierarkhis. dan tugas pembantuan. serta Pemerintahan Desa. diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah [Pasal 18 A (1)]. 3) Asas tugas pembantuan yang dapat dilaksanakan di Daerah Propinsi. dan kota.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Antara Pemerintah Pusat dan pemerintahan daerah memiliki hubungan keuangan. atau antara provinsi dan kabupaten dan kota. 3) Pengaturan hubungan sebagaimana disebutkan pasal 18A ayat (1) diatur lebih lanjut dalam UU Republik Indonesia No. e.Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Pemerintah Daerah: 1) Digunakannya asas desentralisasi. Daerah Kabupaten. Dalam UUD Negara Indonesia tahun 1945 ditegaskan. d. Berdasarkan kedua ayat tersebut dapat dijelaskan. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang [Pasal 18 A (2)].

Dalam kedudukannya seperti itu.Fungsi anggaran berkaitan dengan kewenangannya dalam hal anggaran daerah (APBD). dan pengawasan. 7) Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah. kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan daerah.Sedangkan fungsi pengawasan berkaitan dengan kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari Pemerintah Daerah. anggaran. DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintah daerah.perwakilan rakyat di daerah merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan Pancasila. 8) Menerima laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 4) Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/Wakil kepala daerah/wakil kepala daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri bagi DPRD Propinsi dan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur bagi DPR kabupaten/kota. serta hak anggota DPRD untuk mengajukan Raperda. dan kerjasama internasional di daerah. . APBD. yang meliputi pembahasan dan memberikan persetujuan terhadap Raperda.Fungsi legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah. DPRD memiliki fungsi legislasi. 6) Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah. 5) Memilih wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah. 3) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan peraturan perundang-undangan lainnya. peraturan kepala daerah. Tugas dan wewenang DPRD sebagaimana diatur dalam pasal 42 UU Republik Indonesia nomor 32 Tahun 2004 adalah sebagai berikut: 1) Membentuk Peraturan Daerah yang dibahas dengan kepala daerah untuk mendapat persetujuan bersama. 2) Membahas dan menyetujui rancangan Peraturan Daerah tentang APBD bersama dengan Kepala Daerah. 9) Membentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah.

Dalam melaksanakan hak angket dibentuk panitia angket yang terdiri atas semua unsur fraksi DPRD yang bekerja dalam waktu paling lama 60 hari telah menyampaikan hasil kerjanya kepada DPRD. imunitas. maka anggota DPRD juga mempunyai hak-hak sebagaimana diatur dalam Pasal 44 UU Republik Indonesia No. 11) Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama antar daerah dan dengan pihak ketiga yangmembebani masyarakat dan daerah. Kepala Daerah Dilihat dari susunannya. protokoler dan keuangan serta administratif. yaitu mengajukan rancangan Peratiuran Daerah. sedangkan pemerintah daerah kabupaten/kota dipimpin oleh Bupati/Walikota. Kepala Daerah dan DPRD memiliki tugas/wewenang dan mekanisme pemilihan yang berbeda. membela diri. 32 Tahun 2004. pada pemerintahan daerah terdapat dua lembaga yaitu Pemerintahan Daerah dan DPRD. Hak DPRD Selain itu DPRD juga mempunyai hak-hak sebagaimana diatur dalam Pasal 43 UU Republik Indonesia No. yaitu hak interpelasi. mengajukan pertanyaan. Pelaksanaan hak angket sebagaimana dimaksud di atas adalah dilakukan setelah diajukan hak interpelasi dan mendapat persetujuan dari Rapat Paripurna DPRD yang dihadiri sekurang-kurangnya ¾ (tiga perempat) dari jumlah anggota DPRD dan putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota DPRD yang hadir.10) Melakukan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.Gubernur/Bupati/Walikota yang biasa disebut Kepala Daerah memiliki kedudukan yang sederajat dan seimbang dengan DPRD masing-masing daerah. angketdan menyatakan pendapat. menyampaikan usul dan pendapat.Pemerintah daerah provinsi dipimpin oleh Gubernur. 32 Tahun 2004. memilih dan dipilih. Hak Anggota DPRD Selain DPRD sebagai lembaga yang mempunyai berbagai hak. .

2) Mengajukan rancangan Peraturan Daerah. Gubernur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Sebagai alat Pemerintah Pusat. Gubernur bertanggung jawab kepada DPRD. yang karena jabatannya adalah juga sebagai Wakil Pemerintah. dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundangundangan. 5) Melaksanakan segala tugas pemerintahan berdasarkan peraturan perundang undangan yang diberikan kepadanya. 3) Membimbing dan mengawasi penyelenggaraan pemerintah daerah. 3) Menetapkan Peraturan daerah yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD. 6) Mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan. sedangkan Daerah Kota disebut Walikota yang dalam menjalankan tugas dan wewenangnya selaku Kepala Daerah bertanggung jawab kepada DPRD Kabupaten/Kota.Tugas dan wewenang Kepala Daerah adalah sebagai berikut: 1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. 4) Melaksanakan usaha-usaha pembinaan kesatuan bangsa sesuai kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. Setiap Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah sebagai Kepala Eksekutif yang dibantu oleh Wakil Kepala Daerah. Sebagai Kepala Daerah. Gubernur melaksanakan tugas-tugas antara lain: 1) Membina ketenteraman dan ketertiban di wilayahnya. 5) Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah. 4) Menyusun dan mengajukan rancangan Peraturan daerah tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama. Keuangan Daerah .Kepala Daerah Provinsi disebut Gubernur. sebagai Wakil Pemerintah. 7) Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. 2) Menyelenggarakan koordinasi kegiatan lintas sektor mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan dan pengawasan kegiatan dimaksud. Kepala Daerah Kabupaten disebut Bupati. 6) Melaksanakan tugas pemerintahan yang tidak termasuk dalam tugas instansi lainnya.

Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pinjaman Daerah . Sedangkan penerimaan negara dari pertambangan minyak setelah dikurangi pajak dibagi dengan imbangan 85% untuk pemerintah pusat dan 15% untuk pemerintah daerah. sektor pertambangan umum dan sektor perikanan dibagi dengan imbangan 20% untuk pemerintah pusat dan 80% untuk Daerah. Penerimaan Negara dari sumber daya alam sektor kehutanan. DPD. Penerimaan Negara dari Bea Perolehan Hak atas tanah dan Bangunan dibagi dengan imbangan 20% untuk Pemerintah Pusat dan 80% untuk Daerah. Dana Perimbangan. . BPK. Kesimpulan a. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum karena seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan negara terutama segala peraturan perundang-undangan negara dijabarkan dari nilai-nilai pancasila. MK. MA. DPR. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. C. KY memiliki kedudukan yang setara. Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah lainnya yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan daerah yang sah. 3) Perwakilan BPK propinsi kedudukannya dibawah BPK. Sistem ketatanegaraan RI : 1) UUD 1945 2) KPU. Presiden/wapres. dan lainlain penerimaan yang sah.Penerimaan Negara dari Pajak Bumi dan Bangunan dibagi dengan imbangan 10% untuk Pemerintah Pusat dan 90% untuk Daerah. Hasil Restribusi Daerah. MPR. dan Penerimaan dari sumber daya alam. TNI/Polri. Sebesar 10% dari penerimaan PBB dan 20% dari penerimaan Bea Perolehan hak atas tanah dan bangunan dibagikan kepada seluruh kabupaten dan kota. Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri atas Hasil Pajak Daerah. Bank Sentral. Dana Perimbangan terdiri atas bagian daerah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.Sementara itu penerimaan negara dari sektor gas alam setelah dikurangi pajak dibagikan dengan imbangan 70% untuk Pemerintah Pusat dan 30% untuk Daerah.Sumber-sumber keuangan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi adalah : Pendapatan Asli Daerah (PAD). b. Penutup 1.

b) Berisi norma-norma: sebagai dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan negara harus dilaksanakan dan ditaati. b) Sebagai Alat Kontrol Yaitu mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD 1945. setiap Lembaga Negara/Masyarakat.  Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.4) Urutan kedudukan yang dibawah Presiden/wapres yaitu Kementrian negara – TNI/Polri –Pemda propinsi – Pemda kab/kota. Namun keluarga B orang miskin maka laporan tersebut tidak diproses e.  Hak untuk mendapatkan pekerjaan Contoh pelanggaran HAM : A membunuh B yang kemudian berakibat B mati. 6) Urutan kedudukan yang dibawahi MK yaitu lingkungan peradilan – agama – militer – TUN. PP.  Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. yaitu Konvensi) 1) Sebagai (norma) hukum : a) UUD bersifat mengikat terhadap: Pemerintah.  Hak untuk memperoleh pendidikan. Demokrasi adalah pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Contoh HAM :  Hak untuk hidup. Perpres. Kedudukan demokrasi meliputi demokrasi sebagai sistem politik dan demokrasi sebagai sikap hidup. UUD 1945 adalah: Hukum dasar yang tertulis (di samping itu masih ada hukum dasar yang tidak tertulis. („-„ = membawahi) 5) MA membawahi badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman. Dalam sistem demokrasi rakyat mendapat kedudukan penting didasarkan adanya rakyat memegang kedaulatan. d. setiap WNRI dan penduduk di RI. („-„ = membawahi) c. dan keluarga B melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi. HAM adalah hak yang disyariah. . 2) Sebagai hukum dasar: a) UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi) Setiap produk hukum (seperti UU. fundamental dalam kehidupan manusia itu sendiri. Perda) dan setiap kebijaksanaan Pemerintah berlandaskan UUD 1945.

Otonomi daerah memberi keleluasaan kepada daerah mengurus urusan rumah tangganya sendiri secara demokratis dan bertanggung jawab dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada saat yang sama pemerintah pusat diharapkan lebih mampu berkonsentrasi pada perumusan kebijakan makro (luas atau yang bersifat umum dan mendasar) nasional yang bersifat strategis. Dengan demikian Pemerintah Pusat berkesempatan mempelajari.f. Otonomi daerah adalah hak. memahami. wewenang. dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. merespon berbagai kecenderungan global dan mengambil manfaat daripadanya. . Tujuan otonomi daerah adalah membebaskan pemerintah pusat dari bebanbeban yang tidak perlu dalam menangani urusan daerah.

wikipedia. Makna dan Karakteristik Hak Asasi Manusia. Trenggalek : MGMP Pendidikan Kewarganegaraan. (sumber dari internet : http://id.2010. Fernandes.com/2010/05/14/pengertian-hak-asasimanusia-dancirikhasnya/). Sistem Pemerintahan Indonesia Sebelum dan Sesudah Amandemen.html). (sumber dari internet : http://raja1987.wordpress. ____________. Raja Saor. 2010. diakses 28 Agustus 2011. diakses 27 Agustus 2011. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan. 2011.blogspot. diakses 28 Agustus 2011.DAFTAR RUJUKAN Tim MGMP Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XII SMA Kabupaten Trenggalek. ( sumber dari internet : mlatiffauzi. .org/wiki/Wikipedia:Kategorisasi_(Sistem_ketatanegaraan_RI)). Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia (RI).com/2008/10/sistempemerintahan-indonesia-sebelum. ____________.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful