P. 1
Kedudukan Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia - Makalah Pkn - Final

Kedudukan Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia - Makalah Pkn - Final

|Views: 1,834|Likes:
Published by Badrus Sulaiman

More info:

Published by: Badrus Sulaiman on Dec 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2014

pdf

text

original

Kedudukan Pancasila dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia

MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila Yang dibina oleh Bu. Rinata, S.Pd.

Disusun oleh : Ahmad Lukman Hakim Anggarini Wisudawati Badrus Sulaiman Bety Etikasari Damay Fitrianawati Dany Purno Yuwono Dea Nenaressa Kerling ( 100533402594 ) ( 100533404461 ) ( 100533404335 ) ( 100533402648 ) ( 100533402589 ) ( 100533402559 ) ( 100533402586 )

S1 PTI 2010 OFFERING. A

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA September, 2011

A. Pendahuluan 1. Latar Belakang Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara Indonesia. Pancasila diambil dari nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu kala, sebelum Indonesia merdeka dan sebelum Pancasila dijadikan dasar negara. Pancasila sudah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan bangsa Indonesia. Indonesia harus hidup dengan dasar dan ideologi tertentu. Sebagai negara, Indonesia tidak dapat hidup dengan benar jika tanpa memiliki dasar dan ideologi. Dasar dan ideologi berperan sebagai pemberi arah dan tujuan bagi negara secara jelas.Dasar formal kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia tersimpul dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV. Sebagai dasar negara, maka Pancasila dijadikan sebagai acuan dalam menyusun segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara.

Penyelenggaraan negara termasuk sistem ketatanegaraan negara juga diatur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila diambil dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Sehingga nilai Pancasila tidak berasal dari kepribadian negara lain. Dengan adanya Pancasila sebagai dasar untuk penyelenggaraan negara maka Pancasila sering disebut sebagai sumber hukum. Segala peraturan baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis, semuanya diambil dari nilai-nilai Pancasila. Termasuk peraturan tentang demokrasi dan HAM juga diambil dari nilai-nilai Pancasila. Pancasila juga menjadi dasar untuk menetapkan adanya kebijakan Otonomi Daerah. Sehingga segala peraturan yang ada di negara Indonesia baik tertulis maupun tidak tertulis harus dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan UUD 1945 dan muaranya pada Pancasila sebagai sumber hukum. Dengan adanya uraian diatas, maka dengan makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang pancasila sebagai sumber hukum, sistem ketatanegaraan RI, UUD 1945, demokrasi dan HAM serta Otonomi daerah. Oleh karena itu, penyusun menyusun makalah dengan judul “ Kedudukan Pancasila dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia “.

Bagaimana makna dan peraturan penerapan otonomi daerah di Indonesia ? 3. pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. contoh dan pelanggaranHAM di Indonesia. contoh dan pelanggaran HAM di Indonesia ? e. Mengetahui struktur dan kedudukan lembaga-lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan republik Indonesia. . Oleh karena itu. Bagaimana kedudukan pancasila sebagai sumber hukum negara Indonesia ? b. c. Pancasila dalam kedudukan ini sering disebut sebagai dasar filsafat atau dasar falsafah negara (philosofische gronslag) dari negara. Mengetahui makna dan kedudukan demokrasi di Indonesia. Mengetahui makna. Mengetahui makna dan peraturan penerapan otonomi daerah di Indonesia. Tujuan Dari rumusan masalah yang dijabarkan diatas. B.2. pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Pembahasan 1. f. Bagaimana sistem ketatanegaraan Republik Indonesia ? c. Mengetahui kedudukan pancasila sebagai sumber hukum negara Indonesia. Pancasila sebagai sumber hukum Pancasila sebagai sumber hukum berkaitan erat dengan kedudukan pancasila sebagai dasar negara RI. Dalam pengertian ini. b. Bagaimana makna. d. maka tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut : a. Mengetahui makna dan kedudukan UUD 1945. e. Bagaimana makna dan kedudukan UUD 1945 ? d. ideologi negara atau staatsidee. Rumusan Masalah Ada beberapa rumusan masalah dalam makalah ini diantaranya adalah sebagai berikut : a. Bagaimana makna dan kedudukan demokrasi di Indonesia ? f. Konsekuensinya seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan negara terutama segala peraturan perundangundangan negara dijabarkan dari nilai-nilai pancasila.

Berikut ini adalah sistem ketatanegaraan RI yang sudah diamandemen: 1) MPR ( Majelis Permusyawaratan Rakyat ) MPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti lembaga kepresidenan.Sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sebagai sumber tertib hukum Indonesia maka pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu Pembukaan UUD 1945. BPK. yang pada akhirnya dikonkritisasikan atau dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 serta hukum positif lainnya. Dalam melaksanakan kekusaan kehakiman . peradilan militer. peradilan agama. DPD. kepala pemerintahan dan berwenang membentuk Undang-Undang dengan persetujuan DPR. 5) Mahkamah Agung KedudukanMA merupakan lembaga negara yang memegang kekuasaan kehakiman disamping itu sebuah mahkamah konstitusi diindonesia (pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen ). MA membawahi Beberapa macam lingkungan peradilan. persetujuan DPR atas beberapa kebijakan presiden. 4) Mahkamah Konstitusi Mahkamah Konstitusi berdiri setelah adanya amandemen. sudah beberapa kali pemerintah melakukan amandemen pada UUD 1945. dan peradilan tata usaha negara( Pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen). 3) Presiden Kedudukan presiden sebagai kepala negara. MA dan MK.Hal ini tentu saja dilakukan untuk menyesuaikan undangundang dengan perkembangan zaman dan memperbaikinya sehingga dapat menjadi dasar hukum yang baik. . kemudian dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945. Masa jabatan presiden adalah lima tahun dan dapat dipilih kembali selama satu periode. DPR. 2. yaitu peradilan umum. dan lain sebagainya. Sistem ketatanegaraan RI Dalam sejarah Indonesia. 2) DPR ( Dewan Perwakilan Rakyat ) Kedudukan DPR diperuat sebagai lembaga legislatif dan fungsi serta wewenangnya lebih diperjelas seperti adanya peran DPR dalam pemberhentian presiden.

6) BPK Pasal 23F (1) Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. yang pada akhirnya kesemuanya peraturan perundang-undangan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan UUD 1945. Dengan demikian setiap produk hukum seperti undang-undang. peraturan presiden. yaitu hukum dasar yang tertulis. dan muaranya adalah . ataupun bahkan setiap tindakan atau kebijakan pemerintah haruslah berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi. UUD 1945 merupakan sumber hukum tertulis. (2) Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. peraturan pemerintah. melainkan hukum dasar. UUD 1945 Undang-undang Dasar bukanlah hukum biasa. Pasal 23G (1) BPK berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap propinsi (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai BPK di atur dengan undang-undang UUD 1945 KPU BPK Bank Sentral MA KY Presiden/ TNI/Polri wapres Kementrian negara TNI/POLRI Pemda Provinsi Pemda Kab/Kota DPR MPR DPD MK Lingkungan Peradilan Agama Perwakil an BPK Propinsi *** Militer TUN *** = badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman 3. Sebagai hukum dasar.

Disamping itu masih ada hukum dasar yang lain. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 2. UUD 1945 mengikat pemerintah. yang kemudian diperbaharui dengan Ketetapan MPR No. dalam pengertian UUD 1945 mengontrol apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan norma hukum yang lebih tinggi. Undang-Undang Dasar bukanlah satu-satunya atau keseluruhan hukum dasar. yaitu hukum dasar yang tertulis. Dalam kedudukan yang demikian itu. UUD 1945 dalam kerangka tata urutan perundangan atau hierarki peraturan perundangan di Indonesia menempati kedudukan yang tertinggi. Dalam hubungan ini. Tata urutan peraturan perundang-undangan pertama kali diatur dalam Ketetapan MPRS No. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 3. lembaga-lembaga negara. 10 Tahun 2004). UUD 1945 juga mempunyai fungsi sebagai alat kontrol.Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara(Pasal 2 UU No. Peraturan Desa/peraturan yang setingkat.XX/MPRS/1966. Peraturan Daerah Peraturan Daerah meliputi: a. III/MPR/2000. Peraturan Pemerintah 4. dan juga mengikat setiap warga negara Indonesia dimanapun mereka berada dan juga mengikat setiap penduduk yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia. c. dibuat oleh badan perwakilan desa atau nama lainnya bersama dengan kepala desa atau nama lainnya. Peraturan Presiden 5.Sebagai hukum dasar. lembaga masyarakat. melainkan hanya merupakan sebagian dari hukum dasar. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota bersama Bupati/Walikota. Peraturan Daerah Provinsi dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi bersama dengan Gubernur. dan terakhir diatur dengan Undang-undang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. UUD 1945 berisi norma-norma. dimana dalam Pasal 7 diatur mengenai jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut: 1. dan pada akhirnya apakah norma-norma hukum tersebut bertentangan atau tidak dengan ketentuan UUD 1945. b. yaitu hukum dasar yang tidak . dan aturan-aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh semua komponen tersebut di atas.

mengutamakan kepentingan umum dan keadilan. Dalam sistem demokrasi rakyat mendapat kedudukan penting didasarkan adanya rakyat memegang kedaulatan. Hukum dasar yang tidak tertulis tersebut merupakan aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara -meskipun tidak tertulis – yaitu yang biasa dikenal dengan nama „Konvensi‟. 4. demokrasi membutuhkan usaha nyata dan perilaku demokratis untuk mendukung pemerintahan dan system politik . Demokrasai tidak langsung dilaksanakan melalui system perwakilan. rezim militer. Menurut Huntington.  DEMOKRASI SEBAGAI SISTEM POLITIK Demokrasi dari system politik lebih luas dari bentuk pemerintahan. system politik dapat dibedakan dari system politik demokrasi dan non demokrasi. Pemerintahan dan system politik tumbuh dan berkembang tidak datang dengan sendirinya. by the people. kekuasaan tidak takterbatas. Sistem politik non demokrasi yaitu system pemerintahan dalam suatu negara yang menjalakan politik otoriter. monarki absolut. Jadi demokrasi adalah pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. dan system komunis. Demokrasi langsung yaitu rakyat seluruhnya dikutsertakan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijakan dan mengambil keputusan.  DEMOKRASI SEBAGAI SIKAP HIDUP Demokrasi ini dipahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang demokratis. tidak sewenag-wenang. rezim satu partai. Pelaksanaan demokrasi ini ada dua cara yaitu demokrasi langsung dan tidak langsung. Konvensi merupakan aturan pelengkap atau pengisi kekosongan hukum yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan ketatanegaaan. Namun. totaliter. ia tidaklah boleh bertentangan dengan UUD 1945. Biasanya dilaksanakan dengan cara pemilihan umum.tertulis. demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu dari demos = rakyat dan cratos atau cratein = pemerintahan atau kekuasaan. karena Konvensi tidak terdapat dalam UUD 1945. Demokrasi dan HAM a. dictator. and for the people”. Meskipun Konvensi juga merupakan hukum dasar (tidak tertulis). Makna dan kedudukan Demokrasi Pengertian demokrasi menurut Abraham Lincoln th 18673 “government of the people. Sistem politik demokrasi yaitu system pemerintahan dalam suatu negara yang menjalakan prinsip demokrasi. Menurut etimologi/bahasa.

dalam Teaching Human Rights. Makna HAM Hak asasi manusia adalah hak yang ada dan merekat pada diri atau martabat manusia. c. 1994). demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”. adapun karakteristiknya adalah universal (berlaku umum dimana saja tetap sama). Selain dari pendapat tersebut Hak Asasi Manusia yang juga sering disebut dengan HAM juga didefinisikan dari beberapa pendapat antara lain HAM adalah hakhak dasar yang dimiliki oleh manusia. Hak Asasi manusia merupakan hak yang disyariah. Dr. Contoh HAM Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. karena dia adalah manusia. hukum. tidak boleh dilecehkan oleh siapapun.Hak itu ada dalam diri manusia. Perilaku didasarkan nilai-nilai demokrasi dan membentuk budaya / kultur demokrasi baik dari warganegara maupun dari pejabat Negara / pemerintah. b.demokrasi. fundamental dalam kehidupan manusia itu sendiri. United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia. Martino Sardi). dan dilindungi oleh negara. Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB). HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan .. maupun dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Dalam HAM juga terdapat suatu karakteristik. sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002). mutlak (tidak dapat ditawar-tawar). pemerintah dan setiap orang. dijunjung tinggi. Hak tersebut bukan diperolehnya atau dianugrahkan dari suatu otoritas negara atau pemerintah akan tetapi dimiliki manusia karena martabat manusiawi (Prof. tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia. yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. langgeng kekal abadi. John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. dan tidak dapat dipisahkan dari diri manusia itu sendiri. (Mansyur Effendi.

B kemudian protes dengan menyatakan bahwa A telah melanggar HAM B. merasa terganggu dengan suara tersebut. selain itu untuk mendapatkan kesaksian dari A. C seorang aktivis HAM menyatakan bahwa B telah melanggar HAM si A Nah dari contoh-contoh tersebut. Dalam persidangan A juga tidak didampingi oleh seorang penasihat hukum. yang sedang tidur. Namun keluarga B orang miskin maka laporan tersebut tidak diproses Contoh B A sedang menyalakan radio untuk mendengarkan musik dengan volume suara yang cukup keras. Contoh C A adalah seorang muslim lulusan pesantren. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. saat ini A diduga melakukan tindak pidana terorisme. Contoh D A adalah seorang penyanyi dangdut perempuan. Selama masa penahanan. A tidak dapat menemui keluarganya bahkan tidak dapat berkirim surat. dan hakim dan jaksa sudah mempunyai prasangka bahwa apa yang dilakukan oleh A adalah kegiatan terorisme. A telah disiksa oleh B. Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. dan keluarga B melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi. Hak untuk memperoleh pendidikan. ini adalah contoh mudah contoh mudah: Contoh A A membunuh B yang kemudian berakibat B mati. B tetangga A.tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. seorang kepala kepolisian daerah. pasal 30 ayat 1. seperti pada pasal 27 ayat 1. B merasa risih dengan A dan melarang A untuk menyanyikan lagu-lagu dangdutnya. dan pasal 31 ayat 1  Contoh hak asasi manusia (HAM): Hak untuk hidup. pasal 29 ayat 2. kami berikan uraian apa yang dimaksud dengan pelanggaran HAM Contoh A . A ditahan oleh B. dia terkenal dengan goyangannya yang bagi sebagian besar orang dianggap erotis. B seorang penyayi dangdut laki-laki yang popular. pasal 28. Hak untuk mendapatkan pekerjaan  Contoh-contoh Pelanggaran HAM Banyak orang keliru ketika bicara tentang siapa pelaku pelanggaran HAM.

sementara pelaku pelanggaran HAM adalah polisi Contoh B: Contoh ini hanyalah satu dari sekian contoh perbuatan melawan hukum yang diatur dalam UU jaman pemerintah Kolonial Hinda Belanda yaitu HO (Hinder Ordonantie/UU Gangguan). 5. Jadi jelas pelaku tindak pidana adalah A. Ada beberapa istilah dalam otonomi daerah : Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah oleh Pemerintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Otonomi daerah a. seperti hak untuk berkomunikasi dengan keluarga. dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. hak untuk mendapatkan bantuan hukum.Pemerintah daerah berhak menteapkan Peraturan Daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi daerah dan tugas pembantuan.Pembunuhan A terhadap B bukanlah pelanggaran HAM.Peritiwa pelanggaran HAM baru terjadi ketika polisi tidak menindaklanjuti tindak pidana tersebut. Hakikat Otonomi Daerah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan berbagai hak lain yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Contoh D Ini juga bukan peristiwa pelanggaran HAM. arti dari otonomi daerah adalah hak. Ini bukan peristiwa pelanggaran HAM dan A bukanlah pelaku pelanggaran HAM Contoh C Ini adalah contoh pelanggaran HAM yang ekstrim. Otonomi daerah memberi keleluasaan kepada daerah mengurus urusan rumah tangganya sendiri secara demokratis dan bertanggung jawab dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. hak untuk tidak disiksa.Yang harus dilakukan adalah B membuat gugatan ke pengadilan. wewenang. . Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dan/atau perangkat pusat di daerah. ini perbuatan melawan hukum yang bisa digugat dengan memakai Hukum Perdata atau bisa juga memakai hukum pidana misalnya perbuatan tidak menyenangkan. karena A dalam hukum mempunyai hak-hak yang tidak dapat ditanggalkan. tetapi suatu tindak pidana.

Wilayah Administrasi adalah wilayah kerja Gubernur selaku wakil pemerintah. yang bertujuan menyalurkan semangat demokrasi secara positif di masyarakat. yaitu : 1) Desentralisasi politik. bertujuan memberikan kesempatan kepada daerah untuk menggali berbagai sumber dana. yang memiliki tiga bentuk utama. sarana. delegasi dan devolusi. Pejabat yang berwenang adalah pejabat pemerintah di tingkat pusat dan/atau pejabat pemerintah di daerah propinsi yang berwenang membina dan mengawasi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 2) Desentralisasi administrasi.Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan desa serta dari daerah ke desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan. Daerah Otonomadalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4) Desentralisasi ekonomi atau pasar. . DESENTRALISASI Desentralisasi dibagi menjadi empat tipe. Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten dan/atau daerah kota di bawah kecamatan. 3) Desentralisasi fiskal. bertujuan agar penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten dan daerah kota. yaitu : dekonsentrasi. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam system Pemerintahan Nasional dan berada di daerah kabupaten. Instansi Vertikal adalah perangkat departemen dan/atau lembaga pemerintah non departemen di daerah. bertujuan untuk lebih memberikan tanggungjawab yang berkaitan sector publik ke sektor privat. prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggung-jawabkannya kepada yang menugaskan.

yaitu : Politik. Kewenangan mengurus. dan mengatur rumah tangga daerah diserahkan kepada masyarakat di daerah. memudahkan proses perizinan usaha. pemerintah pusat tidak lagi mengurus kepentingan rumah tangga daerahdaerah. Di bidang ekonomi. pengawas dan penilai. Ekonomi serta Sosial dan Budaya. Dalam konteks ini. Dengan demikian otonomi daerah akan membawa masyarakat ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dari waktu ke waktu. Hal ini bisa dibuktikan dari membanjirnya calon-calon Kepala Daerah dalam setiap pemilihan Kepala Daerah baik di tingkat propinsi maupun kabupaten atau kota. otonomi daerah di satu pihak harus menjamin lancarnya pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional di daerah. otonomi daerah akan memungkinkan lahirnya berbagai prakarsa pemerintah daerah untuk menawarkan fasilitas investasi. 32 dan UU No. dan di pihak lain terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi ekonomi di daerahnya. kabupaten maupun kota. dan pada saat yang sama. Terutama dalam mengatur. dan memelihara suatu mekanisme pengambilan keputusan yang taat pada asas pertanggungjawaban publik. Diberlakukannya UU No. pelaksanaan otonomi harus dipahami sebagai proses untuk membuka ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. Di bidang politik. lebih nyata dan bertanggung jawab. juga memelihara nilai- . juga sebagai penerapan (implementasi) tuntutan globalisasi yang sudah seharusnya lebih memberdayakan daerah dengan cara diberikan kewenangan yang lebih luas. memungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintahan yang responsif terhadap kepentingan masyarakat luas. memanfaatkan dan menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerahnya masing-masing. 33 tahun 2004. Di bidang sosial budaya.Pemerintah pusat hanya berperan sebagai supervisor. pemantau. dan membangun berbagai infrastruktur yang menunjang perputaran ekonomi di daerahnya. otonomi daerah harus dikelola sebaik mungkin demi menciptakan harmoni sosial. Visi otonomi daerah dapat dirumuskan dalam tiga ruang lingkup utama. baik propinsi. kewenangan Pemerintah didesentralisasikan ke daerah.Pelaksanaan otonomi daerah. ini mengandung makna. Gejala yang muncul dewasa ini partisipasi masyarkat begitu besar dalam pemilihan Kepala Daerah.

5) Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. 4) Pemerintah daerah otonom memiliki DPRD yang anggota-anggotanya dipilih secara demokratis. 4) Pemerataan. Tujuan Otonomi Daerah Tujuan utama dikeluarkannya kebijakan otonomi daerah antara lain adalah membebaskan pemerintah pusat dari beban-beban yang tidak perlu dalam menangani urusan daerah. 5) Pemeliharaan hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar daerah dalam rangka keutuhan NKRI. Di lain pihak. 2) Pengembangan kehidupan demokrasi. b. Provinsi dan Kabupaten/ Kota. memahami. c. mengembangkan peran dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 3) Secara eksplisit tidak disinggung mengenai asas dekonsentrasi. Dengan demikian Pemerintah Pusat berkesempatan mempelajari. Pada saat yang sama pemerintah pusat diharapkan lebih mampu berkonsentrasi pada perumusan kebijakan makro (luas atau yang bersifat umum dan mendasar) nasional yang bersifat strategis. Kepala daerah dipilih secara demokratis. 7) Menumbuhkan prakarsa dan kreativitas. 6) Mendorong untuk memberdayakan masyarakat. meningkatkan peran serta masyarakat. Asas-asas dan Prinsip-prinsip Pemerintah Daerah Asas-asas Pemerintah Daerah: 1) Adanya pembagian daerah otonom yang bersifat berjenjang. . merespon berbagai kecenderungan global dan mengambil manfaat daripadanya. 2) Daerah otonom mengatur dan mengurus urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. 3) Keadilan. dengan desentralisasi daerah akan mengalami proses pemberdayaan yang optimal.nilai lokal yang dipandang kondusif terhadap kemampuan masyarakat dalam merespon dinamika kehidupan di sekitarnya. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undangundang ditentukan sebagai urusan Pemerintah. Adapun tujuan pemberian otonomi kepada daerah adalah sebagai berikut: 1) Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.

Dalam UUD Negara Indonesia tahun 1945 ditegaskan. diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah [Pasal 18 A (1)]. Hubungan keuangan. Pemerintahan Daerah Provinsi. pelayanan umum.Masing-masing pemerintahan tersebut memiliki hubungan yang bersifat hierakhis. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang [Pasal 18 A (2)]. dekonsentrasi. Daerah Kabupaten. pelayanan umum. dan tugas pembantuan. 3) Asas tugas pembantuan yang dapat dilaksanakan di Daerah Propinsi.Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Pemerintah Daerah: 1) Digunakannya asas desentralisasi. kabupaten. serta Pemerintahan Desa. 3) Pengaturan hubungan sebagaimana disebutkan pasal 18A ayat (1) diatur lebih lanjut dalam UU Republik Indonesia No. Daerah Kota.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Antara Pemerintah Pusat dan pemerintahan daerah memiliki hubungan keuangan. dan kota. Kewenangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Dalam susunan pemerintahan di negara kita ada Pemerintah Pusat. bahwa hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah provinsi. 2) Penyelenggaraan asas desntralisasi secara utuh dan bulat yang dilaksanakan di Daerah Kabupaten dan Daerah Kota. Berdasarkan kedua ayat tersebut dapat dijelaskan. atau antara provinsi dan kabupaten dan kota. dan pemanfaatan sumber daya. 4) Pengaturan hubungan sebagaimana disebutkan pasal 18A ayat (2) diatur lebih lanjut dalam UU Republik Indonesia No. e. dan Desa. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/kota. d.DPRD sebagai lembaga . 2) Pengaturan hubungan pemerintahan tersebut memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah.33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan pemerintahan daerah. bahwa: 1) Antar susunan pemerintahan memiliki hubungan yang bersifat hierarkhis. Bentuk dan Susunan Pemerintah Daerah Di daerah dibentuk DPRD sebagai badan Legislatif Daerah dan Pemerintah Daerah sebagai Badan Eksekutif Daerah.Pemerintah Daerah terdiri atas Kepala Daerah beserta perangkat daerah lainnya.

5) Memilih wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah. .DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari Pemerintah Daerah. Tugas dan wewenang DPRD sebagaimana diatur dalam pasal 42 UU Republik Indonesia nomor 32 Tahun 2004 adalah sebagai berikut: 1) Membentuk Peraturan Daerah yang dibahas dengan kepala daerah untuk mendapat persetujuan bersama. DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintah daerah.perwakilan rakyat di daerah merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi berdasarkan Pancasila. dan kerjasama internasional di daerah. 2) Membahas dan menyetujui rancangan Peraturan Daerah tentang APBD bersama dengan Kepala Daerah. 3) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan peraturan perundang-undangan lainnya. dan pengawasan.Sedangkan fungsi pengawasan berkaitan dengan kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah. APBD. 8) Menerima laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 6) Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah. serta hak anggota DPRD untuk mengajukan Raperda.Dalam kedudukannya seperti itu. anggaran. yang meliputi pembahasan dan memberikan persetujuan terhadap Raperda. 4) Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/Wakil kepala daerah/wakil kepala daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri bagi DPRD Propinsi dan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur bagi DPR kabupaten/kota. 7) Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah.Fungsi anggaran berkaitan dengan kewenangannya dalam hal anggaran daerah (APBD). DPRD memiliki fungsi legislasi. 9) Membentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah.Fungsi legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah. kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan daerah. peraturan kepala daerah.

Dalam melaksanakan hak angket dibentuk panitia angket yang terdiri atas semua unsur fraksi DPRD yang bekerja dalam waktu paling lama 60 hari telah menyampaikan hasil kerjanya kepada DPRD. memilih dan dipilih. imunitas. Kepala Daerah dan DPRD memiliki tugas/wewenang dan mekanisme pemilihan yang berbeda.Pemerintah daerah provinsi dipimpin oleh Gubernur. sedangkan pemerintah daerah kabupaten/kota dipimpin oleh Bupati/Walikota.Gubernur/Bupati/Walikota yang biasa disebut Kepala Daerah memiliki kedudukan yang sederajat dan seimbang dengan DPRD masing-masing daerah. yaitu mengajukan rancangan Peratiuran Daerah. menyampaikan usul dan pendapat. mengajukan pertanyaan. Pelaksanaan hak angket sebagaimana dimaksud di atas adalah dilakukan setelah diajukan hak interpelasi dan mendapat persetujuan dari Rapat Paripurna DPRD yang dihadiri sekurang-kurangnya ¾ (tiga perempat) dari jumlah anggota DPRD dan putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota DPRD yang hadir. . 32 Tahun 2004. yaitu hak interpelasi. protokoler dan keuangan serta administratif. Hak DPRD Selain itu DPRD juga mempunyai hak-hak sebagaimana diatur dalam Pasal 43 UU Republik Indonesia No. Kepala Daerah Dilihat dari susunannya. 32 Tahun 2004. Hak Anggota DPRD Selain DPRD sebagai lembaga yang mempunyai berbagai hak. maka anggota DPRD juga mempunyai hak-hak sebagaimana diatur dalam Pasal 44 UU Republik Indonesia No. 11) Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama antar daerah dan dengan pihak ketiga yangmembebani masyarakat dan daerah. angketdan menyatakan pendapat.10) Melakukan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. membela diri. pada pemerintahan daerah terdapat dua lembaga yaitu Pemerintahan Daerah dan DPRD.

Sebagai alat Pemerintah Pusat. Setiap Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah sebagai Kepala Eksekutif yang dibantu oleh Wakil Kepala Daerah. 6) Melaksanakan tugas pemerintahan yang tidak termasuk dalam tugas instansi lainnya. 5) Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah. dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundangundangan. Keuangan Daerah . Sebagai Kepala Daerah. sedangkan Daerah Kota disebut Walikota yang dalam menjalankan tugas dan wewenangnya selaku Kepala Daerah bertanggung jawab kepada DPRD Kabupaten/Kota. Gubernur bertanggung jawab kepada DPRD. 7) Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. yang karena jabatannya adalah juga sebagai Wakil Pemerintah. Gubernur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. 3) Membimbing dan mengawasi penyelenggaraan pemerintah daerah. 3) Menetapkan Peraturan daerah yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD. sebagai Wakil Pemerintah. 4) Melaksanakan usaha-usaha pembinaan kesatuan bangsa sesuai kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. Gubernur melaksanakan tugas-tugas antara lain: 1) Membina ketenteraman dan ketertiban di wilayahnya. 2) Menyelenggarakan koordinasi kegiatan lintas sektor mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan dan pengawasan kegiatan dimaksud. 5) Melaksanakan segala tugas pemerintahan berdasarkan peraturan perundang undangan yang diberikan kepadanya.Kepala Daerah Provinsi disebut Gubernur. 2) Mengajukan rancangan Peraturan Daerah.Tugas dan wewenang Kepala Daerah adalah sebagai berikut: 1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. Kepala Daerah Kabupaten disebut Bupati. 6) Mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan. 4) Menyusun dan mengajukan rancangan Peraturan daerah tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama.

Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebesar 10% dari penerimaan PBB dan 20% dari penerimaan Bea Perolehan hak atas tanah dan bangunan dibagikan kepada seluruh kabupaten dan kota. KY memiliki kedudukan yang setara. sektor pertambangan umum dan sektor perikanan dibagi dengan imbangan 20% untuk pemerintah pusat dan 80% untuk Daerah. . Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penerimaan Negara dari sumber daya alam sektor kehutanan. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum karena seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan negara terutama segala peraturan perundang-undangan negara dijabarkan dari nilai-nilai pancasila. b. MK. Penerimaan Negara dari Bea Perolehan Hak atas tanah dan Bangunan dibagi dengan imbangan 20% untuk Pemerintah Pusat dan 80% untuk Daerah. Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri atas Hasil Pajak Daerah. C. Presiden/wapres. Dana Perimbangan terdiri atas bagian daerah dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. TNI/Polri. Sistem ketatanegaraan RI : 1) UUD 1945 2) KPU. dan Penerimaan dari sumber daya alam. DPD. Penutup 1. Hasil Restribusi Daerah. MA. Pinjaman Daerah . DPR.Penerimaan Negara dari Pajak Bumi dan Bangunan dibagi dengan imbangan 10% untuk Pemerintah Pusat dan 90% untuk Daerah. MPR. Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah lainnya yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.Sementara itu penerimaan negara dari sektor gas alam setelah dikurangi pajak dibagikan dengan imbangan 70% untuk Pemerintah Pusat dan 30% untuk Daerah. BPK. 3) Perwakilan BPK propinsi kedudukannya dibawah BPK. dan lainlain penerimaan yang sah.Sumber-sumber keuangan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi adalah : Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Perimbangan. Kesimpulan a. Bank Sentral. Sedangkan penerimaan negara dari pertambangan minyak setelah dikurangi pajak dibagi dengan imbangan 85% untuk pemerintah pusat dan 15% untuk pemerintah daerah.

 Hak untuk mendapatkan pekerjaan Contoh pelanggaran HAM : A membunuh B yang kemudian berakibat B mati. Dalam sistem demokrasi rakyat mendapat kedudukan penting didasarkan adanya rakyat memegang kedaulatan. Perda) dan setiap kebijaksanaan Pemerintah berlandaskan UUD 1945. Contoh HAM :  Hak untuk hidup. PP. yaitu Konvensi) 1) Sebagai (norma) hukum : a) UUD bersifat mengikat terhadap: Pemerintah.  Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. Demokrasi adalah pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. dan keluarga B melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi. HAM adalah hak yang disyariah. UUD 1945 adalah: Hukum dasar yang tertulis (di samping itu masih ada hukum dasar yang tidak tertulis.  Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Kedudukan demokrasi meliputi demokrasi sebagai sistem politik dan demokrasi sebagai sikap hidup. 6) Urutan kedudukan yang dibawahi MK yaitu lingkungan peradilan – agama – militer – TUN. („-„ = membawahi) 5) MA membawahi badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman. setiap WNRI dan penduduk di RI. Namun keluarga B orang miskin maka laporan tersebut tidak diproses e. d. („-„ = membawahi) c. setiap Lembaga Negara/Masyarakat. 2) Sebagai hukum dasar: a) UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi) Setiap produk hukum (seperti UU. fundamental dalam kehidupan manusia itu sendiri. b) Berisi norma-norma: sebagai dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan negara harus dilaksanakan dan ditaati.4) Urutan kedudukan yang dibawah Presiden/wapres yaitu Kementrian negara – TNI/Polri –Pemda propinsi – Pemda kab/kota. . Perpres.  Hak untuk memperoleh pendidikan. b) Sebagai Alat Kontrol Yaitu mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD 1945.

Otonomi daerah adalah hak. Dengan demikian Pemerintah Pusat berkesempatan mempelajari. dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. merespon berbagai kecenderungan global dan mengambil manfaat daripadanya. Tujuan otonomi daerah adalah membebaskan pemerintah pusat dari bebanbeban yang tidak perlu dalam menangani urusan daerah. Pada saat yang sama pemerintah pusat diharapkan lebih mampu berkonsentrasi pada perumusan kebijakan makro (luas atau yang bersifat umum dan mendasar) nasional yang bersifat strategis.f. Otonomi daerah memberi keleluasaan kepada daerah mengurus urusan rumah tangganya sendiri secara demokratis dan bertanggung jawab dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. wewenang. . memahami.

2010. 2010. diakses 28 Agustus 2011. Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia (RI). Makna dan Karakteristik Hak Asasi Manusia. Raja Saor. Trenggalek : MGMP Pendidikan Kewarganegaraan.wordpress. ____________.wikipedia. (sumber dari internet : http://raja1987.html). Pendidikan Kewarganegaraan. Sistem Pemerintahan Indonesia Sebelum dan Sesudah Amandemen.com/2008/10/sistempemerintahan-indonesia-sebelum.blogspot.org/wiki/Wikipedia:Kategorisasi_(Sistem_ketatanegaraan_RI)). .com/2010/05/14/pengertian-hak-asasimanusia-dancirikhasnya/). diakses 28 Agustus 2011. 2011. 2010. ____________. ( sumber dari internet : mlatiffauzi. Fernandes.DAFTAR RUJUKAN Tim MGMP Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XII SMA Kabupaten Trenggalek. diakses 27 Agustus 2011. (sumber dari internet : http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->