Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

Ronald (1995) mendefinisikan sampel adalah suatu himpunan bagian dari populasi. Apabila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi. Beberapa teknik sampling ditunjukkan pada gambar:

Dari gambar teknik sampling dapat diketahui bahwa secara umum terdapat dua kelompok teknik sampling yaitu: (1) probability sampling, dan (2) nonprobability sampling. A. Probability Sampling Non-probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Teknik sampling ini meliputi: 1. Simple Random Sampling Untuk menghilangkan kemungkinan bias, kita perlu mengambil sampel random sederhana atau sampel acak. Pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota poipulasi. Hal ini dapat dilakukan apabila anggota poipulasi dianggap homogen. Teknik sampling ini seperti pada gambar berikut:

2.

Proportinate Stratified Random Sampling

Teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai anggota/karakteristik yang tidak homogen dan berstrata secara proportional. Sebagai contoh suatu organisasi mempunyai personil yang terdiri dari latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu: SLTP, SLTA, S1, dan S2 dengan jumlah setiap kelas pendidikan juga berbeda. Jumlah anggota populasi untuk setiap strata pendidikan tidak sama atau bervariasi. Jumlah sampel yang harus diambil harus meliputi strata pendidikan yang ada yang diambil secara proporsional.

3.

Disproportionate Random Sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetatpi kurang proporsional. Sebagai contoh sebuah perusahaan mempunyai personil sebagai berikut: 3 orang S3, 5 orang S2, 100 orang S1, 800 orang SLTA, dan 700 orang SLTP. Dalam penarikan sampel maka personil yang berijazah S2 dan S3 semuanya diambil sebagai sampel, karena kedua kelompok tersebut jumlahnya terlalu kecil jika dibandingkah dengan kelompok lainnya.

4.

Cluster Sampling (sampling daerah) Teknik sampling daerah (cluster sampling) digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah dari populasi yang telah ditetapkan. Sebagai contoh Indonesia terdiri dari 30 propinsi, sampel yang akan diambil sebanyak 5 propinsi, maka pengambilan 5 propisnsi dari 30 propinsi dilakukan secara random. Suatu hal yang perlu diingat adalah bahwa karena propinsi yang ada di Indonesia juga berstrata, maka pengambilan sampel untuk 5 propinsi juga dilakuykan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Teknik cluster sampling dilakukan dalam dua tahap yaitu: (1) menentukan sampel daerah, dan (2) menentukan orang-orang yang ada pada daerah dengan cara sampling juga.. teknik ini digambarkan seperti pada gambar berikut:

seperti bilangan 5 dan lainnya. Non-probability Sampling Non-probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. atau kelipatan dari bilangan tertentu. Sampling Seadanya . maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja. 3. Sampling Aksidental Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel. yang akhirnya jumlah sampel akan bertambah banyak seperti bola salju yang bergelinding makin lama makin besar. Jumlah sampel ditetapkan 100 orang sementara penelitian sebanyak 5 orang. Teknik sampling ini meliputi: 1. 4. 2. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan untuk tujuan tertentu saja. dan penelitian dilakukan secara kelompok.B. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penarikan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. 5. Misalnya akan melakukan penelitian tentang disiplin pegawai. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penarikan sampel yang mula-mula dilakukan dalam jumlah kecil (informan kunci) kemudian sampal yang terpilih pertama disuruh memilih sampel berikutnya. 7. 6. atau genap saja. kurang dari 30 orang. Selanjutnya pengambilan sampel dilakukan dengan memilih nomor urut ganjil. Istilah lain dari sampling jenuh ini adalah sensus. Sebagai contoh akan melakukan penelitian terhadap pegawai golongan II pada suatu instansi. Anggota populasi diberi nomor urut dari no 1 sampai nomor 200. Sebagai contoh jumlah anggota populasi sebanyak 200 orang. bila orang yang ditemukan pada waktu menentukan sampel cocok dengan yang diperlukan sebagai sumber data. Hal ini sering dilakukan bila jumlah npopuloasi relatif kecil. berdasarkan kebetulan. maka setiap anggota peneliti dapat memilih sampel secara bebas dengan karakteristik yang telah ditentukan (golongan II) sebanyak 20 orang. Purposive Sampling Purposive sampling. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Sampling Sistematis Teknik sampling ini merupakan teknik penarikan sampel dengan cara penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Sampling Kuota Sampling kuota adalah teknik penarikan sampling dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai pada jumlah (quota) yang diinginkan.

C. Unit analisis atau satuan subyek yang dianalisis sangat tergantung pada siapa yang diteliti. paneliti harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi unit analisis dari penelitian. dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel penelitian maka diduga akan semakin besar kemungkinan kesalahan dalam melakukan generalisasi. maka jumlah sampel yang diambil sebanyak lebih kurang 25-30%. 8. c) Banyaknya karakteristik khusus yang ada pada populasi. Menentukan Jumlah Sampel Untuk dapat menentukan dengan tepat banyaknya jumlah subyek penelitian yang harus diambil. Dalam pembuatan kesimpulan masih sangat kasar dan bersifat sementara. Besarnya jumlah sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Sampling purposif akan baik hasilnya di tangan seorang akhli yang mengenal populasi. Menentukan Anggota Sampel . dan d) Keterbatasan Penelitian. terjadi apabila pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau pertimbangan peneliti. Sampling Purposif (sampling pertimbangan) Sampling purposif dikenal juga dengan sampling pertimbangan.Merupakan pengambilan sampel sebagian dari populasi berdasarkan seadanya data atau kemudahannya mendapatkan data tanpa perhitungan apapun mengenai derajat kerepresesntatipannya. Besarnya sampel juga diambil dengan menggunakan rumus Cohran sebagai berikut: D. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya sampel adalah sebagai berikut: a) Unit analisis. Jumlah sampel yang meakili 1oo% populasi adalah sama dengan jumlah populasi. Untuk jumlah subyek dalam populasi sebanyak 100 sampai 150 subyek. b) Pendekatan atau model penelitian. Apabila penelitian tentang siswa maka sebagai unit analisis adalah siswa. Makin besar jumlah sampel mendekati jumlah populasi maka peluang kesalahan dalam melakukan generalisasi akan semakin kecil. Cara penarikan sampel ini sangat cocok digunakan untuk studi kasus.

Penarikan sampel dengan cara mencabut satu demi satu nomor yang ada pada kotak undian sampai mencapai jumlah sampel yang telah ditetapkan dengan rumus cohran atau dengan persentase. Teknik sampling ini meliputi: 1. maupun dengan undian. Apabila pengambilan sampel dilakukan dengan undian maka setiap anggota populasi diberi nomor sesuai dengan jumlah populasi. A.Secara umum terdapat dua teknik sampling. maka dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi. kita perlu mengambil sampel random sederhana atau sampel acak. Probability Sampling Non-probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Pengambilan sampel secara acak/random dapat dilakukan engan bilangan random. Simple Random Sampling Untuk menghilangkan kemungkinan bias. Ronald (1995) mendefinisikan sampel adalah suatu himpunan bagian dari populasi. yaitu: (1) teknik probaility. Apabila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi. Hal ini dapat dilakukan apabila anggota poipulasi dianggap homogen. dan (2) teknik non-probability. Teknik sampling ini seperti pada gambar berikut: . dan (2) nonprobability sampling. Pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota poipulasi. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Beberapa teknik sampling ditunjukkan pada gambar: Dari gambar teknik sampling dapat diketahui bahwa secara umum terdapat dua kelompok teknik sampling yaitu: (1) probability sampling. komputer. Teknik sampling probability adalah teknik yang memberi peluang yang sama kepada seluruh anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

dan S2 dengan jumlah setiap kelas pendidikan juga berbeda. Sebagai contoh sebuah perusahaan mempunyai personil sebagai berikut: 3 orang S3. Jumlah sampel yang harus diambil harus meliputi strata pendidikan yang ada yang diambil secara proporsional. karena kedua kelompok tersebut jumlahnya terlalu kecil jika dibandingkah dengan kelompok lainnya. 5 orang S2. Sebagai contoh suatu organisasi mempunyai personil yang terdiri dari latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu: SLTP. Dalam penarikan sampel maka personil yang berijazah S2 dan S3 semuanya diambil sebagai sampel. Proportinate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai anggota/karakteristik yang tidak homogen dan berstrata secara proportional. Cluster Sampling (sampling daerah) Teknik sampling daerah (cluster sampling) digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. propinsi atau kabupaten. S1. dan 700 orang SLTP. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data. Disproportionate Random Sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Jumlah anggota populasi untuk setiap strata pendidikan tidak sama atau bervariasi. misalnya penduduk suatu negara. bila populasi berstrata tetatpi kurang proporsional.2. . 800 orang SLTA. 100 orang S1. maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah dari populasi yang telah ditetapkan. SLTA. 4. 3.

Sebagai contoh Indonesia terdiri dari 30 propinsi. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. teknik ini digambarkan seperti pada gambar berikut: B. seperti bilangan 5 dan lainnya. sampel yang akan diambil sebanyak 5 propinsi. Non-probability Sampling Non-probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Sampling Sistematis Teknik sampling ini merupakan teknik penarikan sampel dengan cara penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. atau kelipatan dari bilangan tertentu. berdasarkan kebetulan. dan (2) menentukan orang-orang yang ada pada daerah dengan cara sampling juga. Jumlah sampel ditetapkan 100 orang sementara penelitian sebanyak 5 orang. Teknik cluster sampling dilakukan dalam dua tahap yaitu: (1) menentukan sampel daerah. 2. Purposive Sampling . maka pengambilan sampel untuk 5 propinsi juga dilakuykan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Sebagai contoh jumlah anggota populasi sebanyak 200 orang. 3. maka setiap anggota peneliti dapat memilih sampel secara bebas dengan karakteristik yang telah ditentukan (golongan II) sebanyak 20 orang. Sampling Aksidental Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel. maka pengambilan 5 propisnsi dari 30 propinsi dilakukan secara random.. Sampling Kuota Sampling kuota adalah teknik penarikan sampling dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai pada jumlah (quota) yang diinginkan. Teknik sampling ini meliputi: 1. atau genap saja. Sebagai contoh akan melakukan penelitian terhadap pegawai golongan II pada suatu instansi. Selanjutnya pengambilan sampel dilakukan dengan memilih nomor urut ganjil. Anggota populasi diberi nomor urut dari no 1 sampai nomor 200. bila orang yang ditemukan pada waktu menentukan sampel cocok dengan yang diperlukan sebagai sumber data. 4. Suatu hal yang perlu diingat adalah bahwa karena propinsi yang ada di Indonesia juga berstrata. dan penelitian dilakukan secara kelompok.

Cara penarikan sampel ini sangat cocok digunakan untuk studi kasus. 6. Menentukan Jumlah Sampel Untuk dapat menentukan dengan tepat banyaknya jumlah subyek penelitian yang harus diambil. yang akhirnya jumlah sampel akan bertambah banyak seperti bola salju yang bergelinding makin lama makin besar. 7. terjadi apabila pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau pertimbangan peneliti. Hal ini sering dilakukan bila jumlah npopuloasi relatif kecil. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penarikan sampel yang mula-mula dilakukan dalam jumlah kecil (informan kunci) kemudian sampal yang terpilih pertama disuruh memilih sampel berikutnya. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya sampel adalah sebagai berikut: a) Unit analisis. Besarnya sampel juga diambil dengan menggunakan rumus Cohran sebagai berikut: . c) Banyaknya karakteristik khusus yang ada pada populasi. Apabila penelitian tentang siswa maka sebagai unit analisis adalah siswa. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penarikan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dalam pembuatan kesimpulan masih sangat kasar dan bersifat sementara. Sampling purposif akan baik hasilnya di tangan seorang akhli yang mengenal populasi. maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja. Misalnya akan melakukan penelitian tentang disiplin pegawai. Sampling Seadanya Merupakan pengambilan sampel sebagian dari populasi berdasarkan seadanya data atau kemudahannya mendapatkan data tanpa perhitungan apapun mengenai derajat kerepresesntatipannya. 5. dan d) Keterbatasan Penelitian. Unit analisis atau satuan subyek yang dianalisis sangat tergantung pada siapa yang diteliti.Purposive sampling. Makin besar jumlah sampel mendekati jumlah populasi maka peluang kesalahan dalam melakukan generalisasi akan semakin kecil. paneliti harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi unit analisis dari penelitian. maka jumlah sampel yang diambil sebanyak lebih kurang 25-30%. 8. Besarnya jumlah sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. kurang dari 30 orang. adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan untuk tujuan tertentu saja. Istilah lain dari sampling jenuh ini adalah sensus. Untuk jumlah subyek dalam populasi sebanyak 100 sampai 150 subyek. dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel penelitian maka diduga akan semakin besar kemungkinan kesalahan dalam melakukan generalisasi. Sampling Purposif (sampling pertimbangan) Sampling purposif dikenal juga dengan sampling pertimbangan. C. b) Pendekatan atau model penelitian. Jumlah sampel yang meakili 1oo% populasi adalah sama dengan jumlah populasi.

Menentukan Anggota Sampel Secara umum terdapat dua teknik sampling. a). Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. maupun dengan undian. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang atau serta hubungan-hubungan. Penarikan sampel dengan cara mencabut satu demi satu nomor yang ada pada kotak undian sampai mencapai jumlah sampel yang telah ditetapkan dengan rumus cohran atau dengan persentase. yaitu penelitian dasar dan penelitian terapan. tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada. Penelitian terapan memilih masalah yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk memperbaiki praktek-praktek yang ada. Penelitian Dasar (Basic Research) Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian atau keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. karena bila penelitiannya cukup lama maka diragukan hasilnya sudah kadaluarsa.D. Teknik sampling probability adalah teknik yang memberi peluang yang sama kepada seluruh anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. penelitian dibagi atas dua jenis. Pengambilan sampel secara acak/random dapat dilakukan engan bilangan random. dan (2) teknik non-probability. sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera pada keperluan tertentu. Jenis penelitian Secara umum. Pengetahuan umum ini untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Penelitian terapan diharapkan hasilnya diperoleh dalam waktu dekat/secepatnya. yaitu: (1) teknik probaility. Apabila pengambilan sampel dilakukan dengan undian maka setiap anggota populasi diberi nomor sesuai dengan jumlah populasi. Hasil penelitian tidak perlu sebagai suatu penemuan yang baru. komputer. Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif . b). jadi tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk tiap masalah tersebut. Penelitian Terapan (Applied Research/Practical Research) Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati.

untuk menjelaskan kata-kata yang mungkin masih abstrak pengertian dalam teori tersebut. . 5) Teori dari dasar. a). bebas prasangka. Langkah 1 sampai 7 adalah rencana penelitian. Pengertian Suryabrata (1983). maka “konsep” dimaksudkan untuk menjelaskan makna dan maksud dari teori yang dipakai. menggunakan prinsip analisa. 3) Merumuskan masalah 4) Merumuskan anggapan dasar 5) memilih pendekatan 6) Menentukan variabel dan sumber data. Hipotesis 1. Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah. 7) Lebih mementingkan proses daripada hasil. 7) Menentukan dan menyusun instrument. 3) Modelnya kualitatif. 10) Menarik kesimpulan. Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini menurut Suharsimi Arikunto (1993) adalah sebagai berikut: 1) Memilih masalah. Penelitian ini bukan penelitian ilmiah tetapi penelitian yang bersifat alamiah. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang dapat diuji langsung dalam penelitian. Dalam hal lain bahwa penelitian merupakan suatu proses untuk memecahkan masalah berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Ciri-ciri tersebut diantaranya adalah: 1) Berdasarkan alamiah. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan hasil penyidikan. 2) Manusia sebagai instrument.” Konsep merupakan suatu kesatuan pengertian tentang suatu hal atau persoalan yang dirumuskan. sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan barbagai fenomena yang sama.Penelitian adalah suatu proses mencari suatu kebenaran yang menghasilkan dalil atau hukum. dan 10) Desain penelitian dibandingkan dan disepakati bersama. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang memiliki kriteria seperti: berdasarkan fakta. 8) Mengumpulkan data. B. Hipotesis memebrikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang. langkah 8 sampai 10 adalah pelaksanaan penelitian dan langkah 11 adalah pembuatan penelitian. “Konsep adalah generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu. 4) Analisis datanya secara induktif. 11) Menulis laporan. Kegunaan Hipotesis a. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian d. menggunakan hipotesa. 6) Deskriptif. Kerangka Konsep Menurut Masri Singarimbun (1982). 9) Analisis data. b). Penelitian Kualitatif Penelitian dengan meggunakan metode kualitatif merupakan penelitian yang bersifat non ilmiah yang datanya bersifat kualitatif. c. “Hipotesis” adalah jawaban sementara terhadap masalah yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris. 2. 9) Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. 8) Adanya batas yang ditentukan oleh fokus. menggunakan ukuran objektif dan meggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan. Penelitian kualitatif memiliki ciriciri tertentu yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya. Jika kerangka teori digunakan untuk memebrikan landasan atau dasar berpijak penelitian yang akan dilakukan. 2) studi pendahuluan. b. Kerangka konsep dan hipotesis A. Dalam merumuskan kita harus dapat menjelaskannya sesuai dengan maksud kita memakainya. Dlam permasalahan penelitian ini ada dua bentuk dalam teknik penelitian ini yaitu penelitian kuatitatif dan penelitian kualitatif.

Jenis Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Macam kekeliruan ketika membuat kesimpulan tentang Hipotesis Kesimpulan Keputusan Keadaan Sebenarnya Hipotesis Benar Hipotesis Salah Terima Hipotesis Tidak membuat kesalahan Kekeliruan macam II Tolak Hipotesis Kekeliruan macam I Tidak membuat kekeliruan . e. c. Hipotesis harus mempunyai daya pembeda. d. 4. Hipotesis Kerja/Hipotesis Alternatif (Ha). 6. Hipotesis hendaknya manyatakan hubungan atau perbedaan antara dua atau lebih variabel. Hipotesis Deduktif. Hipotesis hendaknya dapat diuji. 5. Hipotesis Nol ini sering juga dengan Hipotesis Statistik karena harus dilakukan melalui pengujian statistik. Jenis Hipotesis Dalam bidang penelitian kuantitatif. yakni peneliti dalam merumuskan hipotesis sebagai suatu generalisasi dari hubungan-hubungan yang diamati. Ciri-ciri Hipotesis yang Baik Dalam merumuskan Hipotesis. b. dari penelitia yang sebelumnyaatau dari teori-teori. b. b. Hipotesis hendaknya konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada. Hipotesis Nol/ Hipotesis Nihil (Ho). Cara Memperoleh Hipotesis Penyidikan bisa berasal dari masalah-masalah praktis. dari situasi tingkah laku yang diamati. perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Hipotesis ini menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara variabel yang satu dengan variabel lain. yaitu: a. Hipotesis dapat dibedakan menjadi dua. Hipotesis hendaklah dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan. a.3. yaitu Hipotesis yang dirumuskan berasal dari teori-teori. Hipotesis Induktif.

Guru di dalam menghadapi masalah dengan muridnya. Dengan mengadakan kajian literatur peneliti dapat mengetahui masalah-masalah lain yang mungkin ternyata lebih menarik dibandingkan dengan masalah yang telah dipilih terdahulu. 2. dalil. 5. Dalam tonggak-tonggak tertentu dari langkahnya meneliti. Ketika peneliti mulai membuat rencana penelitian ia tidak bisa menghindar dan harus mempelajari penemuan-penemuan tersebut dengan mendalami. yakni bidang yang diteliti dengan cara-cara atau prosedur melakukan penelitian. . Langkahlangkahnya adalah sebagai berikut: 1. Peneliti akan mengetahui dengan pasti apakah permasalahan yang dipilih untuk memecahkan melalui penelitian betul-betul belum pernah diteliti oleh orang-orang terdahulu. Penggunaan acuan tersebut harus dilakukan dengan menunjuk langsung pada sumber dimana bahan acuan tersebut diperoleh. Untuk dapat melakukan penelitian seperti yang seharusnya. Untuk menguasai kedua persyaratan tersebut. 3. Tahap-tahap yang harus dilalui menurut prosedur ilmiah bukan hanya dilkukan di laboratorium saja tetapi juga di kancah termasuk untuk bidang pendidikan. Dengan mengetahui banyak hal yang tercantum di dalam literatur (dan ini merupakan yang terpenting bagi pelaksanaan penelitiannya). 2. Mengembangkan teknik dan instrumen untuk mengumpulkan data yang mengarah pada pembuktian hipotesis. Ketaatan mengikuti langkah-langkah ini bukan karena sekedar ingin taat pada ketentuan tetapi disebabkan karena rasa tanggung jawab yang besar agar apa yang diperoleh merupakan sesuatu yang pantas diperhitungkan sebagai sesuatu yang bermakna bagi orang banyak atas dasar tanggung jawab yang tinggi. Membatasi dan merumuskan masalah dalam bentuk yang spesifik dan dapat dikenali dengan jelas. Mengembangkan hipotesis (dugaan) pemecahan masalah. peneliti memang diharuskan untuk mengacu pada pengetahuan. peneliti dituntut untuk menguasai sekurang-kurangnya dua hal. menelaah. juga dapat menerapkan metode ilmiah. atau ketentuan yang sudah ada. Pada semua ilmu pengetahuan. Hasil penelitian yang sudah berhasil memperkaya khasanah pengetahuan yang ada biasanya dilaporkan dalam bentuk jurnal-jurnal penelitian. Menarik kesimpulan dari data yang tersedia menuju pada informasi tentang terbukti ada tidaknya hipotesis Kebanyakan para peneliti yang cukup bertindak hati-hati selalu berusaha mengikuti langkah-langkah ini. dan mengidentifikasi hal-hal yang telah ada untuk mengetahui apa yang ada dan yang belum ada. 4. konsep. mengkaji berbagai literatur. Dengan melakukan kaji literatur peneliti akan memperoleh beberapa manfaat antara lain: 1. Kegiatan itu biasa dikenal dengan istilah: mengkaji bahan pustaka atau hanya disingkat dengan kajian pustaka atau telaah pustaka(literature review). Menganalisis data. peneliti akan dapat lancar dalam menyelesaikan pekerjaannya. Mengumpulkan data. Pengertian dan Pentingnya Kajian Pustaka Penelitian merupakan proses mencari pemecahan masalah melalui prosedur ilmiah. Kegiatan penelitian selalu bertitik tolak dari pengetahuan yang sudah ada. (calon) peneliti harus banyak membaca. mencermati. ilmuwan selalu memulai penelitiannya dengan cara menggali apa-apa yang sudak diketemukan oleh ahli-ahli lain dan memanfaatkan penemuan-penemuan tersebut untuk kepentingan penelitiannya. 6. 3.Kajian Pustaka A. 7. Menghadapi masalah yang perlu dipecahkan.

dan sanggup mengakui kelebihan orang lain. lokasi tempat penelitian berlangsung dan kurun waktu ketika penelitian dilaksanakan. tahun berapa. Disamping judul. Untuk memperoleh problematika yang tepat. peneliti dapat mencoba mengajukan pertanyaan tentang kemanfaatannya dan kepada siapa informasi tentang hasil tersebut dapat disarankan. baik yang datang dari diri (calon) peneliti maupun dari luar. tertera dalam literatur apa. Problematika peneliti merupakan pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari jawabnya melalui kegiatan penelitian itu. Untuk dapat memberikan alasan dengan tepat mengapa permasalahan yang sudah ditentukan memang merupakan permasalahan yang memenuhi kriteria pemilihan permasalahan atau judul penelitian. Bagian Pra-Persiapan Penelitian yang Memerlukan Kajian Pustaka 1. subjek penelitian. Dalam segala tindakannya. laporan kegiatan. Itulah sebabnya peneliti dalam menggunakan acuan pengetahuan. Dengan cara ini (calon) peneliti diharapkan bahwa ia dapat memilih dengan tepat problematika yang diajukan dalam penelitiannya. Unsur-unsur yang harus dipertimbangkan di dalam merumuskan judul penelitian antara lain: sifat studi atau pendekatan penelitian. harus secara jujur menyebutkan siapa penemunya (atau siapa yang mengemukakan). Pemilihan Permasalahan dan Judul Penelitian Judul penelitian merupakan sesuatu yang pokok dalam suatu kegiatan penelitian. dan sebagainya. Keharusan peneliti mengacu pada pengetahuan. Untuk dapat dengan jujur dan berhenti terbuka dalam menentukan penting tidaknya permasalahan. dalil. seorang ilmuwan seorang ilmuwan harus berani membuka diri untuk mengemukakan apa yang ia lakukan terhadap ilmu. kajian untuk persiapan identifikasi masalah dan penentuan hipotesis lebih baik dilakukan bersama-sama. tegar. c. minat serta kemampuan peneliti dan dapat dilaksanakan karena bebas atau minim dari kendala. bertindak jujur. karena dalam kegiatannya tersebut ia telah bekerja dengan baik. Untuk memperbanyak pengetahuan agar dapat melakukan identifikasi masalah sebanyak-banyaknya. Kemudian baru dipertimbangkan problematika mana yang menurut berbagai hal memang cocok untuk penelitian yang bersangkutan. pedoman. halaman berapa. Dengan menyebutkan sumber pustaka secara lengkap ini dimaksudkan agar apabila ada peneliti atau orang lain ingin menelusuri lebih jauh tentang penemuan tersebut. variabel pokok. (calon) peneliti harus banyak membaca buku-buku teori dan laporan hasil penelitian sebelumnya. B. karena sekaligus dapat dipikirkan bagaimana kemungkinan (calon) peneliti dapat menghimpun bahan dukungan 3. maka ia harus banyak mengkaji bahan-bahan yang mengandung teori serta jurnal-jurnal yang memuat hasil laporan penelitian. Untuk memperbanyak bahan dukungan bagi (calon) peneliti agar dapat memilih dan merumuskan hipotesis dengan tepat. problematika penelitian lebih penting dan menentukan judul itu sendiri. dapat dengan mudah melakukannya. juga jenis studi (populasi atau kasus) dapat juga dicantumkan dalam judul. (calon) peneliti seyogianya menguasai permasalahan mencari sumber-sumber yang berupa surat-surat keputusan. sebaiknya peneliti mencoba mengidentifikasikan semua problematika yang mungkin. b. menggunakan aturan-aturan akademik yang berlaku. dalil. Problematika dan judul tersebut harus sesuai dengan dengan bidang keahlian. Pemilihan problematika dan judul penelitian harus dilkukan secara hati-hati agar keinginan (calon) peneliti dapat terlaksana. sumber yang diterbitkan oleh penerbit mana. konsep atau ketentuan yang sudah ada maka kedudukan peneliti sebagai ilmuwan menjadi mantap. 2. dan konsep dari penemuan orang lain tersebut. Penyusunan Latar Belakang Masalah a. kokoh. Penyusunan Metode Penelitian . Agar pekerjaan (calon) peneliti dapat efektif.4.

buku inventaris. metode dan instrumen yang dipilih untuk pengumpulan data. teknik sampling. 1. slide. majalah. kedudukan sumber primer sangat utama karena dari sumber primer inilah keaslian dan kemurnian isi sumber bahan lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan sumber sekunder. Uraian metodologi penelitian dalam laporan hasil penelitian yang dalam hal ini peneliti sudah menceritakan tentang apa-apa yang dilkukan oleh peneliti di kancah. buku notulen rapat. Ada dua bagian uraian metodologi penelitian yaitu: a) Metodologi penelitian dalam proposal penelitian b) Metodologi penelitian dalam laporan hasil penelitian 1. baik yang dipublikasikan secara umum maupun tidak.  Sumber bahan yang tidak tertulis (non printed materials): adalah segala bentuk sumber bukan tulisan antara lain rekaman suara. benda-benda hasil peningalan purbakala (relief. disusul dengan cara menuangkannya dalam tulisan.  Sumber Sekunder adalah sumber bahan kajian yang digambarkan oleh bukan orang yang yang ikut mengalami atau yang hadir pada waktu kejadian berlangsung. cara-cara mengkaji dan mengumpulkan hasil kajian. Klasifikasi menurut bentuk Dibedakan atas:  Sumber tertulis (printed materials yang biasanya disebut: dokumen): antara lain buku harian. surat-surat keputusan dan lain-lain yang secara umum dapat dibedakan atas bahan-bahan yang ditulis tangan dan yang dicetak atau diterbitkan oleh penerbit. Uraian metodologi penelitian dalam proposal penelitian yang baru menjelaskan rencana tentang cara. . prasasti dan sebagainya) film. Cara-cara Mengkaji Bahan Pustaka Uraian mengenai cara-cara mengkaji bahan pustaka bukan hanya berguna untuk (calon) peneliti yang akan menyusun proposal penelitian. tetapi juga untuk peneliti yang akan dan sedang menyusun laporan hasil penelitiannya Agar uraian tentang cara mengkaji bahan pustaka berurutan dan mudah dipahami. ijazah. sehingga mereka dapat dijadikan saksi. 2. Dalam penelitian historis.Metodologi penelitian merupakan bagian pokok dalam program penelitian yang di dalamnya tercermin metode-metode apa yang akan digunakan oleh (calon) peneliti mengenai pemilihan subjek penelitian (penentuan poulasi dan sampel). dan lain-lainnya. pemilihan instrumen pengumpul data dan pemilihan teknik analisis data. serta metode atau teknik yang akan digunakan untuk melakukan anaisis data. Klasifikasi menurut isi Dibedakan atas:  Sumber Primer adalah sumber bahan atau dokumen yang dikemukakan atau digambarkan sendiri oleh orang atau pihak yang hadir pada waktu kejadian yang digambarkan tersebut berlangsung. teknik atau metode-metode penentuan populasi dan sampel. Jenis Sumber Bahan Pustaka a. b. terlebih dahulu dikemukakan berbagai jenis sumber bahan pustaka. buku-buku pengetahuan. C. surat kabar. manuskrip.

Untuk menghitung besarnya korelasi digunakan statistik teknik statistik ini yang digunakan untuk menghitung antar dua atau lebih variabel. Penelitian korelasi Penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih. maka mereka tidak dikatakan sebagai plagiat. Jika aturan tata tertib yang ada sudah diikuti. terlebih dahulu akan dikemukakan uraian sekedarnya tentang kerangka teori dan kerangka berfikirnya. Kerangka Berpikir adalah bagian teori dari penelitian yang menjelaskan tentang alasan atau argumentasi bagi rumusan hipotesis. Gambaran bagan yang disajikan tersebut menunjuk pada model penelitian yang diambil dan dikenal dengan nama: Paradigma atauModel Penelitian. tempat peneliti memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan variabel pokok. Teknik Korelasi Ada beberapa jenis teknik korelasi yang bisa digunakan. Cara Mengkaji dan Mengumpulkan Hasil Kajian Untuk mengakaji sumber pustaka sebaiknya peneliti menggunakan kartu bibliografi yang selalu disiapkan setiap saat. 3. Kerangka berpikir menggambarkan alur pikiran peneliti dan memberikan penjelasan kepada orang lain mengapa ia mempunyai anggapan seperti yang diungkapkan dalam hipotesis. sub variabel atau pokok masalah yang ada dalam penelitiannya. dan apabila ada. betapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu. biasanya penyajian kerangka berpikir ini dilengkapi dengan sebuah bagan yang menunjukkan alur pikiran peneliti dalam kaitan antar variabel yang diteliti. Metode korelasi multi variat adalah statistik yang digunakan peneliti untuk menggambarkan dan menentukan hubungan antara tiga variabel atau lebih. Cara Menuangkan Hasil Kajian Sebelum menuangkan hasil kajian dalam bentuk narasi yang serasi. Cara Mempertanggungjawabkan Pengambilan Kutipan Peneliti dibenarkan mengutip hasil karya terdahulu sepanjang dengan jujur menyebutkan dalam daftar pustaka maupun dalam teks proposal dan teks uraian laporan penelitiannya. yaitu pada halaman dimana terdapat kutipan tersebut dan pada daftar kepustakaan. Cara Menuliskan Hasil Kajian a. Kerangka Teori adalah bagian dari penelitian. Koefisien korelasi bivariat adalah statistik yang dapat digunakan oleh peneliti untuk menerangkan keeratan hubungan antara dua variabel. 1.2. b. Penulisan kerangka berpikir harus didasarkan atas pendapat para ahli dan hasil-hasil penelitian yang mendahuluinya. Untuk menjelaskan maksud peneliti. b. Ada dua jenis statistik untuk menghitung korelasi: a. Korelasi Product – Moment . Untuk menentukan tingkat hubunganhubungan antara variabel-variabel dapat digunakan suatu alat statistik yang disebut koefisien yang dipilih adalah mereka yang menampakkan perbedaan dalam beberapa variabel penting yang sedang diteliti. Cara peneliti mempertanggungjawabkan pengutipannya itu dilakukan dua kali.

Ada 3 unsur yang digunakan untuk menentukan koefisien korelasi ini. Untuk interpretasi dapat dilihat tabel berikut.600 0. ini menunjukkan kebalikan urutan indeks korelasi tidak pernah lebih dari 1 (satu). berarti kelasnya negatif.600 0.000<r<0. 2. Rumus yang dikemukakan: .200<r<0.400<r<0. Besarnya r Interpretasi 0.200 Tinggi Cukup Agak Rendah Rendah Sangat Rendah Apabila diperoleh angka negatif.600<r<0. yaitu: Dari ketiga rumus diatas akan didapat koefisien korelasi (r) lalu diinterpretasikan.400 0. Korelasi Tata Jenjang Korelasi tata jenjang digunakan untuk menentukan hubungan atau dua gejala yang kedua-duanya merupakan gejala ordinal atau tata jenjang.800<r<1 0.

sedang yang lain variabel deskrit murni. . The Widespread Biserial Correlation Sering terjadi dalam penelitian yang membutuhkan pengamatan seperti cenderung memberikan nilai rata-ratadari pada menilai sangat baik atau sangat buruk. Rumus: 4. Poin Biserial Correlation Digunakan apabila kita hendak mengetahui korelasi antara dua variabel.3. yang atu variabel kontinum. Hasil perhitungan dengan korelasi biserial dapat dikonsultasikan ke tabel r hasil korelasi produk moment.

Subjek yang menguasai materi b.Rumus: 5. Korelasi Tetrachoric Digunakan untuk mencari korelasi dua variabel deskrit buatan. Subjek yang tidak menuasai materi 6. Cara mengubah skor total menjadi dikatomi dapat menggunakan mean atau median. Kelompok yang tidak sama jumlah subjeknya . maka diubah dulu menjadi variabel diskrit Korelasi Phi sering digunakan untuk menentukan validitas item variabel pertama adalah benar atau salahnya subjek dalam menjawab item. Jika menggunakan mean sebagai nilai pemisah subjek maka ada kemungkinan banyaknya subjek pada dua kelompok bisa tidak sama bila menggunakan mean sebagai nilai pemisah subjek maka banyak subjek untuk kedua kelompok sama. sedangkan variabel kedua adalah skor total yang dibuat dikotomi. a. Phi Coeficient Koeficient Phi (π) yang menghasilkan Koeficient Phi digunakan untuk mencari hubungan dua variabel diskrit dan diutamakan diskrit murni bila variabel deskrit dan merupakan variabel diskrit. Mula-mula datanya merupakan data kontenum yang sebenarnya dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu: a.

b. Tetapi bila variabelnya diklasifikasikan menjadi lebih dari dua maka koefisient phi atau tetra korik tidak dapat digunakan. Contingency (C) sangat erat kaitannya dengan Ch – kuadrat dan dihitung dengan Chi kuadrat maka C dapat dengan mudah diketahui. maka aelain menggunakan koefisient phi atau tetra korik. Rumus menghitung Chi kuadrat adalah: . Contingen Coeficient (Koefisien Kontingensi) Koefisien Kontingensi digunakan bila variabel yang dikorelasikan berbentuk kategori (gejala ordinal) bila datanya bergaris diskrit. Kelompok yang sama jumlah subjeknya 7.

Untuk menghitung koefisien kontinyansi digunakan rumus: .

544/973.1.54475.56.5:.9..9.4.5..    &.7673.09.51.473.53.5:.25275.92....25275.   &.22.5..3..47351.3.473526.4735&:..:..51.:.5:.25275.269.5.7673.5.237..97673.92..4735497.956:.51..97345.065..5..:5.5.56469 &3.9 /3.9.55.52:47.47313.5 9.515.56.5.755.5.47...1.47315.643.5. &/.2./3...1/9564699.:.5 56.7:.: :/.2.4. /.2...:1/9564699.473 '252:.92.53 .5:.:. .50.473/91.5:.7673.. 75...: '252:./3.5.796/.1:.4/3.5:.5443564699.75:9.5.:.92.47356....7673.47355497. :79.56.47355437. &..5.

2:15.269.9.2..69..5: 1..77.7.9.5:.5 4.5 &/.57.42.09.2.5..:.9.513.52..753.5..1.065.:..3.9.5 69.4731.. 7.455.415.22.1.473 /3.2/.5.9:.5.4730606215.    #976:&.:4/91.1.9.5 :/.:15..473 /91..1..517932..269...7.5:..1..5.2.5:....543.4735 .1.1.3. .92.2.5:/.2..22.3.51.:.2.47.5:/.4735.5. 86.43.473 :0.2364762 43.5753. 6365.3...5/9.5.3 &.252755.5 :0.//.:.9.47352:15.52/.7.9.72.1.5    &.:.5:45.5 6365.6..5.5753.5:0.443:.15.:.753.7..:.:.5:/.2..5 7.3..2.5753..56.51552.5 .

2.47355 &.:.33&.5.2.473 .576736.  :.969.:93.1.22.:1.92.47355.203 29.. 4.473    &56/..33:.:5:: 14.25275.5.473.69.51:7357.1.56.527.4735 .473..5:.543.2...5:.:4.. :.473.55..3.43.56.473555..22.5:/..51./3.25275.513.5:.22.:4.543.7673.#976::.5 :.5.9 :.7673.5173.7..12..3.2.473.3.3.5.1.5..3..35.5:. .3.5/3.92.3.25275.3 1.51.5:.:.92...3.35:9513.5.4735 &56/.:15.9.    &..5753.4/1.1.1.5..4735.

5./63. ..9:.2979::5.43..7673..473/92.5.9.2.559.5/91.22.2.5.5..2.. 97.3..3.9/.43.51.5:4.575.2:.5 .52:473.4735:.2..4613753.5  &.43.5..15.25.5:.43..241.95.5.4/3.7.06062 15.92..:/91.2.23/29.25.2.:/2 4.325.2.2.1...3:.3:: / #512.3.7.:35.5.22.5.5.9:1.95. 451.2.:.473.5/9. .473.4.2.55.7673.3.97379.5.4..5  5.2.47673.5/:.:.5.    &.9753.924525.3..5:69.1.:.473:/.:.545.5./3.3.:...54..443.5.295.54.57. 5.3:.3.5753.5.92.4/.57.47357976:.75..4.52:.5..5.4.5:4.473579..3.9.253.3.:4.:.4/.:.3.5 .5.57969.4/3 7.75455.5:.1.473 753.4 74/.11.91.5455..51  .1.1:9443:.5.25203 1./..5./92..5 /.1.4/.92.473 13.3.4.. &.3::1.75.51.51.:/2753.55.5:.473:9515.15.:.2:.5.4455..5.5.473.:/21.73.21.9.:.:.543.2.2....79.51.5 1.943.7.1...:/.53.:/.7....5/935154.5:.::.753.1.22::.: .9.4.3..1..:.3.2.3::.5/9:.5 2:.5.3:: .7.47.5:/2....5:/.5.4/.&..473579.455.5#53.:  /9.2.5.22.515.3.3:::.15.5250 241.13.203 5694..529....443.7.5.5 5.54...5./.: .473.. .4/3..5:.2.:.9    &..1...243..7.5793179.:.9: 45.2.5.12.19.25/:.473 5.::    55.5:.:45. 7..97673.37673.7..::.559...5.5.7.1.51...4735&.25/:.5 0 .4/3 :/.:...543.5::.2366 7673.3.:.5.7673.5.3..55.93/1.4735#976: :.43.5.::/.51.4734512.:.5.51.4/.  :...9.:  .5..2.2520343..579..2:79.5.23.2.: 1.5.515.47.443.473 43.5:.43.25 /:.7.47357976:125.1.22./3.51.3..2..79.

2.5:/.. :.473.4/315. .95.5455. /92.594:69.:.1.

.   55.4735 .252:.3..9..7.473 &0..252796/.44.5  .556.  .91. 1.&.1.2.252565.

...72. 255.7673..92. 753...1.:.1.551..51641.252.:.:.7.7 .5/3.43..9 .9.753.1.:3:.1.1. 75.22.44292.51.5164 2647.796/..:1.1.5:.7515.5 ..5..26.5.27.5 7..9129.5..5 1.56469.90  #53.75.47.: #53.3...13.515. #53..2.7673.5:..57..7..2.3.1..7.15.4/3.9 ../.54..5 495 ..5 44 1.47315.515...5 .56..3.473.51.5:.9..9.7./3.:5.56.5 94:069.47313.7 ::.:   °¾½ ° f°  &0. 14:.:0%:....:.0. .5 759.543.9..9 753.7673..55..5.5:.1.5.1. '252 :.450.22.91.4.5 9.2.9 4.9 ./3.:.9.:.7.95.2 17345. 79..5  .:31.9.5579.5.4/3.5:.551.51/..473 #5.44 753.9.7. 2.5...5: ..:39..50../3.15.:. 750..5 .: #5.3.:.1.:.5 1..1...56.29.:1/956469::.5.4735796/.473:0..5 .2..2.5753...5.9..:.450.251.579:5.544/973.

.5..5 ..759. :9.5.5 ... /5.

3./5.54455.54.2440.2..5  #5.:...

...0.1.5 .7.90#9.0. 75312.2.: .79.1.3.244/92.5'9.3%:.54539 5.2.9:/.5 ..7./.:..4.5..1.5.9.5 .:.5 .90  #53.  / #53.5 7731%:.74..3.3.

4.9:.  ::.5 ...2 1..

5/.9. /5..:.9. :9.55. 5... 4.5 ..1..5 .5 .7497.5.732..9. 754.2. 15.2.3.5:9.2 15.2 4479/.5 .2.91.5.5. 15.5 4.1..5....9.5.459: .9753. 7.2 79.2.:.:/. 2793.1.9 . . .3.:3 753.1.3.5 443 4.5 255.:.:.55.2 793 :/..2.5 15.5.1.  #53.7 :..7.

..2.55.5.3. ..:35.1.5.79..:35.9.0273.5.19.4.:1.179631./3..4..1..:07. 2.2.. 753.7.72.   #53.12..3..5.2..2.2.9:.95. #53.5.5.4.5.51.1.2.5.3.5#53.9.

54..753.5.93..52. :..:.  455.2.9..5 753...9. #53.....3.5.3. .753.5 3....2.5. 753.52.5 795:7 .:32.. 24  .. 2....5:./91.5 12. .2 1. 1.796::5.  455.:. 2/5..5 .. "32.7.5 6/2.5179631.5 5 ... 1....2....#53.. 753.  .5 /.1. 1..5 5 ..534..5  1.52.1.54.5 1.2440..3.5.3.5 753..2. /5.3 3...5 29.5 2..... /91.2.54432 29.33 .5.3.5 45.5497.5 45.9 :.95..75 3.4 794.3.4 .252 753. #53.92.3:.5 .:.5.5 1.  455...2.2. 796:: 450.2.  //...:..5.6134.:. :79.: 79.2.5 .55455...92.:.5 76.5 2.1.3.51.4 .

  94:2.. 753.52.5.612.47..51...53.3.5    53: 3..3:: 1.1.5  3..5/9:.3..5. /92....5 5 459. 73.7753.1.5  55.3.. #53.3..47.3.55/2.9:4 925.545.5...    :.2..5753.5753.. #53.945...3...54..    54732.    5.2.6  ..3.5...5 1.5. 2.2:. 950.3.  .5  / #53.    55.51.52..5.5 45:5 5:.  .56534..5753..5.769.515.52.:.497..5 1.1 751.4.. :/..5.443209.&.9.74/.:.3.5753.5 /9:.2....534.5  . #53.3.3.:.2..    5.  :.5.4 753.92 2:473..5   94:2.1../3 1.52. 1.7.3..54..9 4437512.3.  :./9:.51.3....1..52.5 :4/9 1.   43 4.

09...55.9.55.544/1.2.55:3.5753. 9.5.15.

945.5.5:.52.9/. 1.:2. 44.2.9 :2364762 5645.5 4..  5..   .2. 65:7497.3:.: .9:/...9.1.5 5.5:.5 63 62:    1.    f°–f°¾ ½ f°½ ¾¾  9.5 ...5 .3::1.:2. 265:7 14.91.4.5 5..5753.   6135.:.5.09..22. 1.. .51:7...5 .5.69 15.5 . 17.245.3..    / 445..5 4.5645.2.55.2.5 :. ::.4.9: 1.2453.5... .2.25.1.5 3.512.:/. .5.2.1.2:1 1.2:1 2..5 796:: 1...3.5..2 44/92.94/5   65:7 .92.5 4.3.2. 15.9.5 194:2.:0.22.5:.2::5./:..69 .2:.4/.2 453.9.: 1.1.  5.7. 91..5:.  2.52.2. 29. 29.9. 453.  '691.:2.5 1.5.:9 &5.5.2.97.9 /97...5 17.5  .5152.2.65:7 59.51.2 753.../9:.5 :.:. /.5 13. 79:6.52.92.51.51.5759..4.3.5.9    :297. 1.. ..  :5.5 .5.9 . 59.5 2.7.5  4.3. .3.5/.:.:.51/. .3 ..4 494:2.2:12.:3    1.52.. 1.5..

 .4.576.9.   76.69.::  #59..9. .. 4.   76./.545254.2759.5753.:.9:/.: .:: .3.3.5 &9.3..:..9.::44/92..../9.7 4.:..1..1..5:45.55.5...5.3. 76.9.5 2/5.9.:: . ..9./:.5 :45.9: 1 :0.479:   5.2.51.

.5793.243.7692.51...51.5:.5.5:51.5 1 76.795.2.:37512.3.5/5.:..5..3.:9.3..4753...::44/92.9.52:473.441..5.1..5..5  0 76..529./1.5  / 76.13.575.52.7.::44/92.753.::44/92.4 :.27.5  .

3 1.:.9.. 4796376.9 4.:. /9.:: #512.3. .5 /:.

.3.69..52.2 .1.4. 3.:. 79.9 :.4.:  1.5 1.. .  1.9 753.5 :/345..: ...2.9.

76.3:. 1.  .5. 59.::512.4494:2. :.:::/.69  ..25753.9 /5.5 76.: 1...3.

9.5194:2.::12.. .:./5.4.69.31.5/9.51.::.76.5 ..  / 76.

.69   9.

4494:2.0976.3.::.5.576.5..2 .3.:: 793179.2.

265::.79/1.9.::1.:..9.4.95..575.3:/.:: !63 76..2.2:.5 239.4 '63. .74/1.244/..1...5.3...:: 239.2.52. .9.::51.5..1.95.79/1.9.5..244/.23. ..795. .:: '1.:: !63 5 :95 ..1/1.22.5     .1.576.95.5  /  76.5 7./3  0 76.3.5753.5:..5  / 76.0.2   5::.2./3 .4 '1..::51. 15.51.576.76.7.3.   76.4/5..::9./33.:: :473.   5:76.42239...5.::51./5..54. 76.545.::51..:.... 76.::&.4/1.11.2 2.5 .375.2239..:: !3 6  76.52.5.44/.9 76.3.515.5.2...34.5 76.1.5.5:.0. 76...1.7...5/5..3/. 76.5.5.3.1  1 76.::5.5.5&/5.76.54.:.. 76.0.9: 13..25.5.5:1.::.194:2.../92..:: .15.9.1.. .9:4475....2:473.5 43.22.4#5.25.5.5..:: &. '94.::3.276.25..51....5.3..::545..:: .

f©f°9¾ff  #59.2.3 796:19 34.5 796:: 450.  '... #53.:.5#5.51.3. 43..2.55..5 497...5#:..9 740.7.5 4.

 796:19 34. ..72. 1..3 459.5.7.:2 5. 1322.:..61 34. /2.7 .5 4915.7 . 459.5  9 1 1.7 4.5 1 3.. .50./69.  .94.  .1...3.5 75112.52.4 45.2 /1.694 :.3..5 4.9: 13. 15.5 .. 1 2..5 .

9..:...    5.51.54.:.5 7.53.52.:: /..3.3..52.55:.5793170. 753.1.5    4/.74.5....576.315...5694.2521.51.51..3::1.3.    5.54.::    54732.:    54/..545.2454732. .:: 1.51.1.922:473.5.2 .   5.1....5 027 /9.576..51.3.25.74/2.91. 3.5 740.3.:1.2.9455.5:7:21.5.9:1.5494:2.7.9/2..125..:/..:./92.76.4/5.2.1.9..5.5.457.52..:.    54/.1..1.1.5..2.7.5..

... 452.52.3 /9:. 3. :3..

..3.... 5  .3.52.5 452.52.

5.95.52..5 /94.2 1.2../.7..5 . ::.5 753. .9 .71:/.63. .3 ..5 0./2.  #.5 7.7.5  .5.5 :1.5 ::. 15.5.5 17963 497.2 .1....5 :/.55 ..55...2../ .:.3 443.5  34.5...3 /9..5 :3.69..52.:...9.1..9 .95..9. 753.5/.5 :3..: 179.2...25./. ..9 75. :4..52. 34 75. 45.3.5/2.7.9.1.:21.5.52.55.955....:1. .5 /:.

.5 :1.42.3.5 63 .2 12. .7.

.5 44..3 3..5.2.5 754.5 1.5.

754.:3 753.5 .5 753.:.2 275.3..1. /.5.5 .:3 44792.3.  ...55..9:/.5 .5 .5 :1. 13.5 1.:. 2. /9.5.4 /5. 75.7692.2 95.. 5.5.

5. 753.95.. 753.2 /:.2.9 1. ...5.5  .5 . 44/. 950.9: 4473.3 753..5 . 43.9 754.1. 4551.

3. 15.: .754.5 4515.  453..9:/.  1.5 .4  45094.2..3.5 451.

2. . 3.. 125.2 45. .5 ..5.2..3.5 /34 .2.. 452.3.....:.5 :.7.3.9:5..5.3 15.57:. ..15..52.3 . /.:29..5 7:.1..5:79.21.1..1.5.  . /.5 .5:.99  5. . .5753.7... 5... 753.1..:.5 ... 1:52.43.7:..5 .9.5.22.245. 1.

5 . .25 /1. 15.3  .9.1.5 0.3.29.55.5 1.

 3.  0.9.9753.5 . 3.365  753..9:/.2 440.2 45.9: /..5. .. .4..5447963//9.9.2. 15.5 753.5 43.5 2. 796:19 43. 79:. .3 753.:.:.5   #53..2.9.22.7.9  5..9.5 45.22.5 43.2..5 7... . /9/.2 44/.0..9.5 173 5..:.3..5 /..2.  452.3.5.. 21.3.7.. 794.5.5 .5  5..0.

5.3.1.3/34795./.6369.

 1.3.5.69.7..1.:.2.3    5.9 753.5 45.... 45.5 3.4.5 2..91.9.

54.4 3.4 .55.55.3 .2.4 453:.5.2:.173.9 1.3..65.  753.5 753.5 1. .5 ...:.5 5 497.3...5.5 /.  .3.90.2.7.5 .2.5152.95.91.9.. /.5.4 1 1.3.3/ 45.975.5.4.:..5 .515.3.3.2 ..50.9 1. 73. 3.5 45.2.3.5 4525.921/..5.3    5.5 729.

5.9:/..22..52.245.1. 44.5..5 .33  265:7 .1.65.0.5 :1. 2.5. .9: 13.453.5:5 7.  #55. 753.5 4552 3. ./.9:/.1.5 .9:2.5...75. :4/9 14.07.2 .5..5 .9.55..17963  .5 1.5 1.5 15.9 3.1.5.0..

9:. ... 2.2. 45.9:/..55.5 ..0 7..9  2..5 45.1..3. . 1. :/. 2112.. 4. /29.5.5. .2.5 753. 15.1.9.3.33  265:7 .5.5 :1.2  455.7  2626  .5 /..5 753.1 4. 75.  .95. .5 .5  1.4 2... 34.

.5  1.5 4542.9:/.5 265:7 1.  .55.5 .5 44/2.4 3.9...5 .3.9:/.55.9 ..3.2.5. .51..5 .7. .7.5 :.5 .9: /9.5 .7 5 14.9. 352.5. :0.   .5 63 759/.5 69. :/.43.33  1.5 34.7.2  .5 . .5 .5 /9.15.2.2.51.0.  .5  . 753. 4.7. ./3.5 1.7 34  /9..5 3.9. . 19 5.  5.5 /9. 3..5 3.7.5754.2. 69..2.4 455.5 .2 4542.9 754.575.5 69..  .. . 9 45/. 1..2:12.142 .22.2.7..4 :. 753.22.57 45.4.  :4/9 .3.3.5 3.2. 7545.3. 1..5#9.9.5 :69../5.9.223/.541. 1.5 :4/9 7:.1.2 9  1. :.7.  :69.9: :0.5 34.5 /93.5 45/..9 .555453:93/.2.5 :.3.5 .9.5.9.7.9/.2.1..

.2. 753..5.5 1.5 4932... 753.2..5 13 ..2..475 13  796/34.5 3/ 75.5...5 76262 1.5 753.5 ::. 497.#9:.51.2..5#:.513#53..5#94.5 79.3.. 2.3.5 13 753..4 :.5.5  :. ...5#53.  #43.:.2.7.5 455.5.5 497. :519  #96/34..2.

2753.2..  5.  :/..4. 43.2. 753.. ....9 179..5 :4.5060625.5459.5 .2. .25...../9/..5  5:9.79.2.5 .3 2. 796/34.5 .5 /./5.5.5 4525  41.5/9:.:2. 4506/. 4515.5.5 10.5 753..52.5 .344.5 796/34..9 .4/.5.7..2 447963 796/34.52.2.

5.2.42..2.47.2:.9: 1322.5.4 494:2. 1.2.7..5 :0.5 .:: 1....5 13 753.2..5:9 . 3.5 13 753.2.:.753.9.5 1 1..3. :..5 796/34.5 .:.9.5::.9.. 753.5 .5 ...5753..5 362...513./376262 :/2753.10.3.5 :.51.5 .5 295. ..52. 7512..5:51.1 .1 7673.5.5/93.413  #43..2.9: 179..4/...

5 .5 753.:.47..794.21..5.5 2.. 24. :.. :9.2:.5   #5:5.:3 . 4. 1:.:.7.3.7. 1.:..5497.5.5. 5694.5.7.5 1.9  5.55..93.9:/.44/92.  #96/34.2 1.5 794.544.2 ...2.9.:.....9 19 0.5 . . ..5 79..93.5 .5 .3.5.5 27.5 75.5 9 1. 45. 45.3.5.3.1.7.5 794.5 2.2. :6...9:/.3. 15..3.5 1.365  753..9 251. 13.7.7.52.5  45.25.2.751.5 15.5 /1.. 1.3. 454 1.: .1.5.45.5 /95...4 455.5 1..7. 1.5:1.5  753.3.365  753..5450..5 13 .5..2.5. 1.5..5 24. 1. .7.: . //.3.:. 794.5 0. 4506/.2:.5 .9: ::...2.  /.5 .95.794.365  753.:. . 15..5 .93.9:4/9. .:..3. 5..7.9 255.5  0.1.2.515. 1. 743.2...9.:. 1..9/2. 13 753.5.5 445 29.

:4/9.5/97.:9.

:9..5.24479/.275..52.5..5 :/.:.5 3.:4.  / 5.5.769....27.2.43.:/.5.515..22.91.7.5 1.2.5 7164.:.3..

5./2. .  0.365 753.25./.9:/.244/.0.5.

::15.5125. . .  4..5.:3753.5:/345. 0.7..365 753.9: /.5 .5494:2.2 452.2.5.576.. /.5..9 1.  0  5.769.5.7.24479/..53.691.5/./2.2/. .4431..

/.3.515 ..5 .5 45..69 :9. 95.

769..515.5755.576.279:.5 44.:3 3.22..2.55.7.1..::3/ /.2 13. .5753...1..3 .:.5  .:4.2.3. 2.5 0.95.365 753.5 /9:.9729.7.4.

55.9.61#53.95.45475/. 17292..7.. 24525. 1.3: 1.5 1... 796/34. 1. 5 0..5 0.  5.:. 443 15..2.2...5 ..5 ..1. .3.5125.5 .5.72.365  753.5  #5:5.  2. .7.9.5 0. :2.5 /.7.5 1.365  753.4 753.5 /.4.4.7.

61.5497.511..909454.61636753..2.4753.5 .3.5/.45...47969..3.576262 1.

4..51.252 :.:2.5 5:...5 0.5.3 753.61636 753...365  753. .61636753.  ..945 75473 1.. /.5 /  . .769.5.3. 1..5 /..5 ..5 .563 0.5 1.2.:3753.4735  743.5...5.5763..3753.479676:.9 453.3:: 1.61.51.515..61 .5.5 9.3.5   9.455.: 1.  1.5.61636753..5 4.9.4 79676:.5:/2753..5 950.743. 4...3.. 1.5 4..5 743..  .5 755.252 .252 .5:.2.61636753.473  .7.43.

5 7673.5.  :9.:3753.2.515.473  4.35753.5.5.:1.4.51.43..2..5 1..769.5 ...61..252.5.2 75473.4..5 :.5 5:.5..243.: 1.61 755.55.3.3.945 ..2..22.5. 4.7..5 173 5.51.5.::1.61636753.61 1.   9.4509.54....

.7.50.51322.    .12..563753.9.

9.9..0...5455. 9..0.5#:. 52.2.

5 7:.3753. 5: :4/9 /.2./2.4  .3 1242./95.5 . /99.9..5. .545:5 79676:.  0..452.2.5.2.5 41. 452.2.. 17.2753./...2..2.5 0..57:.545:53..9.5:1.5 ..5..7..5.5 1.55...:3753.5.365 753. /.0..5.9 9.5 /9/.5.93/ 1.5.51...5 7:.2 0.769.9..

5  1::3 15. 16245  .3.9.:3 2..3: 795..2. 1.3../.3:. 2.2...:459.9. 1:/.5  :9.52. 3.5. 452.5.7...:.  /2 56.9..9. 3.  /2.1. /2 55..0.5 /2 .5 /.5.9.55.: &4/9 .5 .5 0.2 /1.5#:.:2.3:..5   5:&4/9.4.5 454732.359.9:  .9.1 4... 45./5.9  4. .

..5  :9./2 75.

51.:9.:. 27.5.5 3..

5.7.5 .2.: /.5 :0... 1/1. 44 1.9..3.5 ..

5 10.5 .  /51.5 63 759/...5 .2 .2 .9.2 .2  &4/9 /.1.:2.3.1.5 92.5:0.9.1.5 .2. :.3: 565 795.5 .5 .3:.444..9.5..5. 1.. 3.. /5.517/32.9.1 4..  /.5 1.9/.4.5 :.75.3.3: ./.5 .9.3:  .5 1.2 :4/9 /2..

3. 1.5.5 :/.5./51.5:297  79.3. . 93  4.5 79/.5 3..:.  34  :31  1.:3 755.2.:.

5.. 2.55.5:5196369.53/1.5/93.4 . 492.5 :4/9 7949 :.5:5  O O O O .5. :4/9 /.19 7.7..2:  . 1.51242.1.2..515.4.5:5  :5.5 :.4/.1790.1.5152.5 2495.5.5 2.5 .5.7.9:/..:4/9/..16245. 1.4/..69:  2112. . 2...5:4/9:2519  &4/9 &2519 .3..95.5 .5 .1.5 69.: /1.1.197.5 1. /93. 45.5 .1/..2 .: &4/9#949..5 :.92.:459.5 1.92.3..:2..2.3.5.5 .4/. .1.7.3.12. 1...9 :4/9 7949 53.. .5 1.2..3.92.2.5.4 753.5 2.5 63 /2.1.5::4/9/.:3..   / 3..1...5 .2. 2.

5 :9.9.9.52.52.9.5.52.//369..:3.: ..5 9.:3 2.3 .529.2...529.52.:3. /.4 /5. 753.5 54732.9 753..3.5 .2.25.9. '69.2..5 :21.5 &/34 45..2./9295.3.31:..5 1.93/ 1.  9.245.5 .5 .5 1242.:3.5 5.455.   ..52.2 5.691. .47.5  .5..753.5.5 753....5 1.95.:/.5 .5:3.1.:. 53:2.52.3..9.2..7:.:4/97:.5.. 52..72.:  .  .5:. 5.5.1. 44/92.

5 .4 76.5. 1.1.92..7.. /9729 .5 .:: 9.52.9. /9729 45.5 152.7..945.5 .762624.  9.5 3.3.5 :79..:. 9729.52.1.5.:751..39 729. ..:3.31.5 44/92.5./376262 :/.5 .:. .5 .9 753.1.: /.515.72.4/.92.::  #53:.5..3. .7. .3 .9.9.7. 94:.3... /.5753. 4475..5 29.:2..5.:.3..52.5.527.69 1.:./3.9: 11.5 453...576.. 69.5 753.5.3.4753.5 45.1.55.5 /9/5.5 1.

2:79676:.1/5..  /..5 1:.55.5 1.52.3..1.52. /5.9.5.5..4... /9..91.2..5 . . 479.5 .73.5 :/.9.212.4/3. 45527.:.1.. 13.53. 7.5 #53.57....2 455.5  9 ° f° f¾ #53. .. 2. 613#53.51.545.7.769.5.  .5.  5../3.5.1.  5..2.7.91..2. .25.  . 3/  1.#.5 .5.7..9.. ..1..9. .14.2 4542.9.5 .3:7.4.5.7.:32.5.5 .1.5 14.4 2..9.  /.5 4./3 ../3 ..39 729.5  / .41.7.5 /.5:/.5 75.9:/.7..4.2.5753.5.35. /5.7 15.9... 1..3.5 .315.: /9. ../...5945/.9.1...492... 1.55.1.1..3.7.5 753.75 1.5451.:2.5 1.3.9..5 . 4479. 2./2.4/..:1.927:./2.9. 75.55.51. /.5 . .5 . 2.1..5..5 5.1.5 29.:3753.22. 4..5 :9. 9..12.5 .5.97:.2.5 2693.31..92..9:/.515.9. 753.2.4.5. /5.55..4613753. /9729 5 1352....1. /5..9 .55.3  . .5. ..25.4/31.2:1 753.3.2:9.5#5.2..2 453..5125.5 45522.5.

9. /5./3.5 ..5.9. .

2.:.2 .52693.:.5   693..22.5.5. .3..9.. ../3../3 75. 26:5 . .2522693.2 45..52.7.7.1.2. :./3 1.:#9610.2.5 /:..1.5.4/.5 5.5 :... 15.3. 15..9..61 2693.:.3/  '252693..: 1..: ..7..9.5 63 753.5 15. :.2 45.5 455.47. . 5.1.2 .5:.9..5 /5.5 /5.5 .9.5 15.9.2.5 173 .5 45.3.5.5 1.3.9.4 //9.5 29. 5...9..//9.2. 645.2 .95.:. 492..5 1.2 .3. .5./3  /  . .5::.: 15.2 5 .5 1.  5.3..5 :.:.5 753...7.9 1.:.1..: /...25.9..92..5 79/1.. 3/ .: 43.2. 2693.1.2 45. :.2..15..2 459.  6:5 2693. .5 .:.5 :1. ./3 1..5 1:/.5/:.5 1.245..252 :.

526:52693..  5 45522.:1.5 512: 2693. 5.979.  .1.979..%51....: 9 3.9 :.2.7.515.511. 5.2 795.9 5.3.32.5 21.2.315.2%51.....94:1.:.    693.3/1.7.13... %51. 1.:2.2 455.2... 17963 .1....5 5.  /9.26:52693. &.9.5 5.:  9  9   9   9   9  '5 27 .52.5 9.5 2/.55.5.:5 ..5 .5:9.:5. 7.2...:'.5.5 693../3 /92... 23..92.2 5.2..: .  :.5 15.95. . 5.: .2455.979.5 /5./3. .

5  %4:. 6915. 497.5 .2.5...1..5 .2.3..3..51242.5..

3.9.11.65 &95..544/.5.  '1:79.4..0519544/92.4753.2.575.1:9.553...36993.5:79.9.

../31:29.52.5.:/:9./.1./39..:.5.97.5 ..:2.5.1265:3.2...5.7.1.:379..51.2.245. 453.495 ./3265.3 1.9.5. 1.53.:.9.5. ./3 .:32693..9.2..9.2693...:..65 5..:79612 4645.  ..5.7.9./92  %4:   #65:9.52693.515./3.54 :1..36993.

/3 1:29.%4:   693.0690 5..: 1.5  3.:'.2 450.9 2693. /.. .9.9.5 5.2.

2.4.  . # „  .2..41.5 :/5.2.3./3 1:29.4.. &/2.5.641.: .2364762/:. 605..9.5 497..5.4.4 :1..6..:269.5:/..9 / &/2..25.693./321.221.95.5 . :.1.54.5 4./3 1:29.5.2 455.9.5 1:29.:/27.4.24525.2 450.5 .5/./3 1:29.43. 1.5:/.:269.2.9 /5.9.1.5 5.1. .5 2..9   #605. 265.5 5.9.74:...1. .2./3 1:29./. 495 /3. 1/.:/25.3.1.5 45...:.54 .126.52.: #:95 15. 53.2..245.3.9. 13 45.31..2.43.455.3./3.:32.5. #15.545.2:/25.2:..5. .2.5 1.  4.123647622./.5 605.:. 497.4.5 1. .5.2364762.3..74:.2364762:.9.5.1.345... /5.2. .1. 1.6.545./3 79.5 1.45/..445.. :/21. 1.455.:/24.1.4.2.51/.9 .53.:/24..2:.112..54.2.1 .64  .455.7.9.2. 364762.4.5..11.4 ..

.7.   65.. 1.43.5 15.26:5.2.2.. .55605.2./35..5  65.3. / 364762..:2..19.:/25. 2692 '.4.1. 6915.. 15.91.4.. 123. 1.. .55: 15.7 /3.:2. /9. 15..5.7. 6:565.55:  6:5 65..13/1. 2.. 4.1.19..  4..2.5:.5 41.5 2.69 ..12. %4:45.2692.7.2.21.52. 7.:2.2 2. .5 12693.9.526:5..19...15.9.1.9.2.3...3.5 1.5 45.550  :./3 .5 455.55.5.3  /3..52. .9: 1:29. 9..9..5 /3.5 /9/5.

 5.2.2 45.5: 15.5 94:   .5 26:5 265.5.