P. 1
SKRIPSI

SKRIPSI

|Views: 972|Likes:

More info:

Published by: Ma'rifatul Auliyah Quadrant on Dec 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS

DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN
TEOREMA PYTHAGORAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif Langut Lohbener
Indramayu)




SKRIPSI


Diajukan sebagai Salah Satu Syarat
untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
pada Jurusan Matematika
Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon





Oleh :

MA’RIFATUL AULIYAH
NIM: 07450928



KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2011





IKHTISAR
MA’RIFATUL AULIYAH : “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras
Dalam Pembelajaran Matematika Pada Pokok Bahasan Teorema Pythagoras
Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Eksperimen Siswa Kelas VIII MTs
Ma’arif Langut Lohbener Indramayu ).”

Dalam proses pembelajaran yang menjadi objek matematika adalah benda pikiran yang
bersifat abstrak dan tidak dapat diamati dengan pancaindra, oleh karena itu banyak siswa
yang masih merasa kesulitan untuk memahami pelajaran matematika. Untuk mengatasi hal
tersebut maka diperlukan adanya pengalaman yang bersifat konkrit dengan benda-benda nyata
seperti alat peraga. Karena ketiadaan alat peraga pada pembelajaran matematika membuat
guru hanya menerangkan materi secara monoton saja, sehingga memungkinkan siswa merasa
bosan, kurang antusias dan kurang dapat memahami materi-materi yang disampaikan oleh
guru. Hal ini juga bisa mempengaruhi proses prestasi belajar siswa.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh pengguanaan alat peraga model pythagoras dalam
pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema pythagoras terhadap prestasi belajar
siswa. Selain itu untuk mengetahui bagaimana penggunaan alat peraga model pythagoras
dalam proses pembelajaran; dan untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam
menyelesaikan teorema pythagoras.
Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga model pythagoras membuat siswa
mampu mengekspresikan diri secara kreatif agar mampu memikirkan, menemukan atau
menggabungkan konsep sehingga memperoleh pemahaman baru yang memungkinkan akan
mempengaruhi minat dan prestasi belajarnya. Minat siswa dalam menyelesaikan teorema
pythagoras dengan tahapan-tahapan berfikir kreatif yang meliputi : menemukan fakta,
menemukan masalah, menemukan gagasan, menemukan solusi dan menemukan penerimaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Ma’arif langut
Lohbener Indramayu tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 108 siswa. Sampel di pilih
secara teknik simple random sampling. Satu kelas eksperimen (VIII Exceent) yang diajar
dengan menggunakan alat peraga model pythagoras, yang berjumlah 30 siswa. Sebelum
menganalisis data, dilakukan terlebih dahulu uji prasyarat analisis yaitu dengan menguji
normalitas dan homogenitas dilanjutkan dengan uji signifikansi dan kelinieran regresi dan
yang terakhir yaitu dengan uji-t.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan alat peraga model pythagoras dalam
proses pembelajaran teorema pythagoras mendapat respon kategori sedang (63,58 %) dari
siswa. Dari hasil tes prestasi belajar siswa diperoleh skor rata-rata pada kelas eksperimen
adalah 83.8393. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menunjukan adanya pengaruh yang
sangat signifikan antara penggunaan alat peraga model pythagoras terhadap prestasi belajar
siswa. Ini dibuktikan dengan menggunakan uji-t, diperoleh t
hitung
= 9.093. sedangkan t
tabel
=1.701 sehingga t
hitung
≥ t
tabel
. Besar pengaruh ditunjukan dengan koefisien determinasi yaitu
sebesar = 74.7 %. Hal ini berarti 74.7 % hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dipengaruhi
oleh penggunaan alat peraga model pythagoras sedangkan sisanya 25.3% dipengaruhi oleh
faktor lain.










PERSETUJUAN


PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS
DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN
TEOREMA PYTHAGORASTERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

(Studi Eksperimen Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu)









Oleh :

MA’RIFATUL AULIYAH
NIM : 07450928






Menyetujui,


Pembimbing I Pembimbing II





Hj. Indah Nursuprianah, M.Si Sofwan Hadi, M.Pd.
NIP. 19750402 200604 2 001 NIP. 19790901 200501 1 004













PENGESAHAN


Skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA
MODEL PYTHAGORAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA
POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS TERHADAP PRESTASI
BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif
Langut Lohbener Indramayu)” Oleh MA’RIFATUL AULIYAH. NIM : 07450928
yang telah dimunaqosahkan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati
Cirebon pada tanggal 19 Oktober 2011.
Skripsi ini telah di terima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon.

Cirebon, 19 Oktober 2011
Mengetahui
Dekan Fakultas Tarbiyah Ketua Jurusan matematika




Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag Toheri, S.Si., M.Pd
NIP. 19710302 199803 1 002 NIP. 19730716 200003 1 002


Penguji I Penguji II







Hadi Kusmanto, S.Pd.I., M.Si Reza Oktiana Akbar, S.Pd., M.Pd
NIP. 19790109 201101 1 006 NIP. 19811022 200501 1 001








NOTA DINAS


Kepada Yth :
Dekan Fakultas Tarbiyah
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Di
Cirebon



Assalamua’laikum Wr. Wb.,

Setelah melakukan bimbingan, telaah, arahan dan koreksi terhadap penulisan
skripsi dari MA’RIFATUL AULIYAH, NIM 07450928 berjudul :
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras Dalam Pembelajaran
Matematika Pada Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Terhadap Prestasi Belajar
Siswa (Studi Eksperimen Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif Langut Lohbener
Indramayu), Kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada
Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk dimunaqosahkan.

Wassalamua’laikum Wr.Wb..




Cirebon, Agustus 2011


Pembimbing I Pembimbing II






Hj. Indah Nursuprianah, M.Si Sofwan Hadi, M.Pd.
NIP. 19750402 200604 2 001 NIP. 19790901 200501 1 004






PERNYATAAN OTENTISITAS SKRIPSI



Bismillaahirrahmaannirrahiim,
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul "Pengaruh
Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras Dalam Pembelajaran Matematika Pada
Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi
Eksperimen Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu)" ini
beserta seluruh isinya adalah karya sendiri, dan tidak ada penjiplakan atau pengutipan
dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam masyarakat dan
insan keilmuan.
Atas pernyataan ini saya siap menanggung resiko atau sanksi yang dijatuhkan
sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, apabila dikemudian hari ditemukan adanya
pelanggaran terhadap keaslian karya saya ini.


Cirebon, Agustus 2011
Yang Membuat Pernyataan,




MA’RIFATUL AULIYAH
NIM. 07450928













RIWAYAT HIDUP



MA’RIFATUL AULIYAH, Lahir di Indramayu pada tanggal 2 Mei 1988,
anak ke dua dari tiga bersaudara dari pasangan bapak Hadis Rusli dan Ibu
Nurjannah. Beralamat di Desa Larangan No.02 Rt/Rw 22/04 Kecamatan
Lohbener Kabupaten Indramayu

Pendidikan yang telah penulis tempuh adalah sebagai berikut :
1. SDN Larangan 1, lulus pada tahun 2001.
2. MTs Negeri Lohbener Indramayu, lulus pada tahun 2003.
3. SMA Muhammadiyah Cirebon, lulus pada tahun 2007.
4. IAIN Syekh Nurjati Cirebon Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Matematika,
lulus pada tahun 2011























PERSEMBAHAN
””Alhamdullilah””..........................!!

Thanks to Allah Swt yang telah memberi kemudahan kepada hamba
dalam merampungkan skripsi ini
Thanks to my family
Dengan segenap hati dan rasa bangga ku persembahkan skripsi ini :
tuk orang tuaku... Bapa Hadis Rusli, Ibu Nurjannah yang selalu ada menemani
hari-hari ku yang tiada hentinya memanjatkan do’a, kasih sayang dan
bimbingannya..”
Tuk kakak dan adik ku tersayang yu’ Ul (Miftachul Auliyah), Inu (Ibnu Syakur
Aulia) yang selalu memberikan
motivasi atas segala masukan dan bantuan baik dari segi moril maupun materil
sehingga penulis bisa menyelesaikan kuliah S1 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Tuk someone special ku (Sopan Sofyan) yang telah membantu dalam
penyusunan skripsi ini, dan telah memberiakan semangat dan motivasi. Smoga
sukses.
Thnks to dosen pembimbing qu Pa Sofwan dan Ibu Indah yang dengan sabar
membimbing ku dalam penyusunan skripsi ini. .
Thanks to Staf Pengajar dan Staf TU MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu.
khususnya kepada Pa Imron, n Pa Maksudi yang telah memberi kesempatan kepada saya
untuk berbagi ilmu dan pengalamannya



MOTTO :

“A wal i den g a n N i a t den g an I k hl as, Ja l an i I k ht i ar den g a n pen u h r asa S abar ,
Dan N i k m a t i H a si l n y a den g an Pen u h r asa S y u k u r ”



















KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga Allah
SWT melimpahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW beserta
keluarganya dan pengikutnya serta kepada para pengikutnya hingga akhir zaman.
Penyusunan skripsi ini menempuh proses yang sangat panjang, dan penulis
menyadari bahwa terselesainya skripsi ini adalah berkat dorongan dan arahan dari
berbagai pihak, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih
kepada yang terhormat:
1. Bapak Prof. Dr. Maksum, M.A, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
2. Bapak Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati
Cirebon.
3. Bapak Toheri, S.Si, M.Pd, Ketua Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati
Cirebon.
4. Ibu Hj Indah Nursuprianah, M.SI, Dosen Pembimbing I.
5. Bapak Sofwan Hadi, M.Pd, Dosen Pembimbing II.
6. Bapak Drs. Imron Rosyadi, Kepala MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu
7. Bapak/Ibu Guru di MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu.
8. Teman-teman seperjuangan Jurusan Matematika Angkatan 2007 yang selalu
mendukung dan memberikan semangat.
9. Semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu. Terima kasih dan semoga kebaikan mendapat pahala yang
setimpal dari Allah SWT, Amiin.

Kekurangan dan kelemahan adalah milik manusia kesempurnaan adalah milik
Allah SWT. Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini terdapat kekurangan yang
dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan yang dimiliki oleh penulis.
i


Akhirnya, dengan segala kerendahan hati penulis mempersembahkan skripsi
ini, semoga dapat memberikan sumbangan pemikiran dan manfaat bagi pengembangan
ilmu pengetahuan dan kemajuan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Cirebon, Agustus 2011

Penulis
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
DAFTAR TABEL v
DAFTAR LAMPIRAN viii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 4
1. Identifikasi Masalah 4
2. Pembatasan Masalah 5
3. Pertanyaan Penelitian 6
C. Tujuan Penelitian 6
D. Kerangka Pemikiran 7
E. Hipotesis Penelitian 10

BAB II LANDASAN TEORI
A. Prestasi Belajar 11
B. Matematika 13
C. Minat 15
D. Alat Peraga 16
E. Konsep Alat Peraga Pythagoras 17
F. Kontribusi Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras
Terhadap prestasi Belajar sisiwa 21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian 25
B. Populasi dan Teknik Pengumpulan Data 26
C. Metode dan Desain Penelitian 27
D. Sumber Data dan Teknik pengumpulan Data 29


iii

E. Teknik Analisis Data 37

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras dalam Pembelajaran
Matematika 44
B. Minat Belajar Siswa 56
C. Pengaruh Penggunaan Alat peraga Model Pythagoras dalam
Pembelajaran Matematika Pada Pokok Bahasan Teorema
Pythagoras 60
D. Ketuntasan Prestasi Belajar Siswa Dalam Penggunaan Alat
Peraga Model Pythagoras 63

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 66

DAFTAR PUSTAKA 68
LAMPIRAN-LAMPIRAN
























iv


DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 : Waktu penelitian 25
Tabel 3.2 : Keadaan siswa kelas VIII MTs Ma’arif Langut Tahun
Pelajaran 2011/2012 26
Tabel 3.3 : Data hasil soal uji coba instrumen penelitian 37
Tabel 3.4 : Daftar analisis untuk uji independen dan kelinieran 41
Tabel 4.1 : Bobot pemberian skor skala likert 44
Tabel 4.2 : Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model
pythagoras (+) 45
Tabel 4.3 : Minat Siswa (+) 45
Tabel 4.4 : Pemahaman materi (-) 46
Tabel 4.5 : Pemahaman materi (+) 46
Tabel 4.6 : Pemahaman materi (+) 47
Tabel 4.7 : Kualitas instruksional (-) 47
Tabel 4.8 : Minat siswa (+) 48
Tabel 4.9 : Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model
pythagoras (-)...............................................................................48
Tabel 4.10 : Kualitas instruksional (+) 49
Tabel 4.11 : Pemahaman materi (+) 49
Tabel 4.12 : Kualitas instruksional (+) 50
Tabel4.13 : Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model
pythagoras(+) 50
Tabel 4.14 : Kualitas instruksional (+) 51

v

Tabel 4.15 : Kualitas instruksional (+) 51
Tabel 4.16 : Pemahaman materi (+) 52
Tabel 4.17 : Minat siswa (+) 52
Tabel 4.18 : Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model
pythagoras(-). 53
Tabel 4.19 : Minat siswa (-) 53
Tabel 4.20 : Minat siswa (-) 54
Tabel 4.21 : Minat siswa (+)..........................................................................54
Tabel 4.22 : Rekapitulasi prosentase hasil angket minat siswa terhadap
penggunaan alat peraga model pythagoras 55
Tabel 4.23 : Data skor nilai hasil postes kelas eksperimen 57
Tabel 4.24 : Deskriptif data 58
Tabel 4.25 : Normalitas 59
Tabel 4.26 : Tes of homonenitas of varians 60
Tabel 4.27 : Uji Kelinieran Regresi 61
Tabel 4.28 : Uji Koefisien Regresi 61
Tabel 4.29 : uji Kebaikan Model 62
Tabel 4.30 : Uji Hipotesis……….…...……………………………………...62
Tabel 4.31 : Ketuntasan belajar siswa materi teorema pythagoras 63












vi

DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A
 silabus
 Rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp)
 Kisi-kisi instrumen angket penelitian penggunaan alat peraga model pythagoras
 Angket penelitian penggunaan alat peraga model pythagoras
 Kisi-kisi instrumen tes prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan teorema
pythagoras
 Uji coba Instrumen tes prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan teorema
pythagoras
 Kunci jawaban uji coba instrumen tes penelitian prestasi belajar siswa dalam
menyelesaikan teorema pythagoras

LAMPIRAN B

 Perhitungan uji reabilitas instrumen tes
 Kelompok unggul dan ashor
 Perhitungan daya pembeda instrumen tes
 Perhitungan indeks kesukaran instrument tes

LAMPIRAN C

 Hasil akhir (post-test) prestasi belajar siswa
 Skor minat siswa terhadap pengguanaan alat peraga model pythagoras
 Uji normalitas
 Uji homogenitas dua varian
 Uji independen dan kelinearan regresi
 Uji korelasi





vi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan dapat diartikan dengan bimbingan yang diberikan dengan sengaja
oleh orang dewasa kepada anak-anak dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani)
agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat. M. Ngalim Purwanto (1998 : 11)
mendefinisikan pendidikan sebagai segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya
dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah
kedewasaan. Secara lengkap dalam undang-undang sistem pendidikan nasional
(Sisdiknas) dijelaskan bahwa :
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
(Citra Umbara, 2003 : 3)
Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini
cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada
penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan
pembelajaran di dalam kelas yang selalu didominasi oleh guru. Dalam penyampaian
materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya duduk,
mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh





guru dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana
pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.
Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berpikir dan
bernalar dalam menarik kesimpulan, misalkan melalui kegiatan penyelidikan,
eksploritasi, eksperimen , menunjukan kesamaan, perbedaan, kinsisten dan inkonsisten.
Terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa tersebut tercermin melalui
kemampuan berpikir logis, analistis, sistematis, kristis, dan kreatif, serta kemampuan
bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki
kemampuan memperoleh, mengelola, memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup
pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan komperatif. (Standar Isi Matematika,
Permendiknas No.22 tahun 2006).
Mencermati proses pembelajaran matematika di tingkat MTs/SMP pada umumnya
masih banyak yang menggunakan cara konvensional seperti ekspositori, drill, dan
ceramah. Kebanyakan guru dalam kegiatan pembelajarannya dimulai dengan ceramah,
menerangkan pokok materi, memberikan contoh cara menyelesaikan soal dan memberi
tugas rumah. Pembelajaran seperti ini dirasa peneliti memiliki kelemahan, terutama
pada pada pembahasan pokok-pokok bahasan yang memerlukan penggunaan media atau
alat peraga. Pembelajaran model tersebut di atas dapat menimbulkan kejenuhan siswa.
Salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah
tersedianya media yang repensentatif. Media pembelajaran merupakan







suatu alat yang digunakan untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku,
film, vidio, dan sebagainya supaya proses belajar dapat berlangsung, sehingga
membantu para siswa dalam menerima materi matematika lebih efektif dan efisien
serta menyenangkan.
Alat peraga merupakan media pengajaran yang mengandung atau membawakan
ciri-ciri dari konsep yang dipelajari (Elly Estiningsih, 1994 dalam Pujiat, 2004). Alat
peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat,
dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan
atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsp dalam matematika (Djoko
Iswadji, 2003: 1 dalam Pujiat, 2004).
Model Pythagoras merupakan suatu alat peraga yang dibuat secara sederhana
oleh penulis untuk memberi gambaran secara visual tentang penurunan rumus-rumus
dalil pythagoras. Model pythagoras ini juga difungsikan sebagai media pembelajaran
siswa yang memberikan suasana belajar yang lebih menarik dan tidak monoton.
Melalui alat peraga ini, siswa diberikan penjelasan mengenai bagaimana rumus dalil
pythagoras sisi miring, sehingga diharapkan dengan adanya gambaran yang itu siswa
tidak hanya hafal rumus, tetapi bisa memahami konsep pembelajaran dalil pythagoras
Model pythagoras adalah alat peraga matematika banyak yang belum begitu
dipergunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar matematika. Sehingga penulis
merasa perlu menggadakan penelitian tentang pengaruh penggunaan model pythagoras
ini terhadap prestasi belajar siswa.



Dari studi pendahuluan yang penulis lakukan di MTs Ma’arif Langut Lohbener
Indramayu merupakan MTs Ma’arif Langut unggulan di wilayah kab Indramayu yang
sebagian besar siswanya memiliki kemampuan di atas rata-rata. Tenaga pengajar di
MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu juga memiliki kemampuan menerapkan
metode pembelajaran yang modern yang sesuai dengan standar KTSP. Dalam
pembelajaran matematika, guru telah menggunakan beberapa sebagai media
pembelajarannya, tetapi dalam pembelajaran pokok teorema pythagoras belum
dilakukan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga.
Berdasarkan wacana di atas dan mengingat model pythagoras merupakan alat
peraga baru yang belum banyak diterapkan pada proses pembelajaran matematika
khususnya pokok bahasan Teorema Pythagoras, sehingga belum diketahui penggaruh
penggunaannya terhadap prestasi belajar siswa, hal ini mendorong penulis untuk
melakukan penelitian dengan judul "Penggaruh Penggunaan Model Pythagoras
Dalam Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Terhadap
Prestasi Belajar Siswa (Studi Eksperimen di kelas VIII MTs Ma’arif Langut
Lohbener Indramayu).“
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan dalam penelitian adalah
sebagai berikut.







a. Wilayah Penelitian
Wilayah kajian dalam sekripsi ini adalah masalah pembelajaran yaitu tentang
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Model pythagoras Dalam Pembelajaran
Matematika pokok bahasan Teorema Pythagoras Terhadap Prestasi Belajar
Siswa.
b. Pendekatan penelitian
Pendekatan penelitian dalam skripsi ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
c. Jenis Masalah
Jenis masalah dalam penelitian ini adalah korelasional, yaitu tentang Pengaruh
Penggunaan Alat Peraga Model pythagoras Dalam Pembelajaran Matematika
Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Terhadap Prestasi Belajar Siswa di kelas
VIII MTs Ma’arif langut Lohbener Indramayu.
2. Batasan Masalah .
Mengingat luasnya masalah yang perlu diteliti sehubungan dengan penggunaan
alat peraga Model Pythagoras, maka penulis membatasi permasalahan yang ada
sebagai berikut :
a) Alat peraga model pythagoras yang digunakan dalam penelitian ini adalah
beberapa buah bidang yang berbentuk bidang persegi untuk memberikan
gambaran tentang penerapan rumus teorema pythagoras dalam memecahkan
berbagai permasalahannya.



b) Prestasi belajar siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah minat dan
penguasaan konsep materi serta kemampuan memecahkan permasalahan yang
berkaitan dengan teorema pytagoras.
c) Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII MTs Ma’arif Langut Lohbener
Indramayu semester ganjil mata pelajaran matematika pokok bahasan
Teorema Pythagoras terhadap prestasi belajar siswa.
3. Pertanyaan Penelitian
Dari uraian pembatasan masalah di atas, maka pertanyaan penelitian sebagai
berikut :
a) Seberapa besar minat siswa terhadap penggunaan alat peraga model pythagoras
dalam pembelajaran matematika pokok bahasan teorema pythagoras?
b) Seberapa besar pencapaian KKM prestasi belajar siswa pada pokok bahasan
Teorema Pythagoras?
c) Bagaimana pengaruh alat peraga model pythagoras terhadap prestasi belajar?
C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah di atas, penulis mengerahkan penelitian ini untuk
memperoleh beberapa tujuan sebagai berikut :
1. Mengetahui bagaimana minat siswa terhadap penggunaan alat peraga model
pythagoras dalam pembelajaran matematika pokok bahasan teorema
pythagoras?






2. Mengetahui seberapa besar pencapaian KKM prestasi belajar siswa pada pokok
bahasan Teorema Pythagoras.
3. Mengetahui seberapa besar pengaruh alat peraga model pythagoras terhadap
prestasi belajar?
D. Kerangka Pemikiran
Kegiatan belajar mengajar pasti akan dicapai hasil dari pembelajaran tersebut
disebut dengan prestasi belajar. Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa
dalam pembelajaran yang disampaikan guru, maka diadakan evaluasi belajar. Evaluasi
belajar dilakukan berbagi cara, seperti diskusi kelas, observasi mengenai prilaku siswa,
tes tulis atau tes lisan dan lain-lain. Namun evaluasi bukanlah akhir dari siklus
pembelajaran, tetapi merupakan awal dari suatu siklus pembelajaran.
Menurut Syafuddin (1998:9) prestasi adalah keberhasilan yang telah dicapai oleh
siswa untuk menyatakan adanya kemajuan atau keberhasilan mutu program. Prestasi
juga dapat diartikan sebagai hasil maksimal yang dicapai dari sesuatu yang dilakukan
atau dikerjakan, baik berupa belajar atau bekerja. Belajar adalah suatu proses yang
kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya (Azhar Arsyad,
2005:1).
Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan
lingkungannya. Prestasi belajar menurut Arikunto (1996:133) adalah terjadinya
perubahan tingkah laku pada siswa dari adanya proses belajar mengajar. Ada dua
faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yakni faktor internal dan faktor eksternal,
faktor internal meliputi kecerdasan, kesiapan siswa, bakat siswa, kemauan belajar,
minat siswa, sikap siswa dan motivasi siswa.




Dalam belajar matematika akan lebih besar minatnya dalam matematika. Minat
dalam kamus Istilah Psikologi Fuad Hasan dkk (2003:79) ialah menunjukan adanya
intensitas perhatian yang tinggi seseorang terhadap sesuatu hal, bila pelajaran itu
disajikan dengan baik dan menarik, yaitu dengan dipergunakannya alat peraga maka
anak-anak akan lebih tertarik dalam matematika. Sebagai alat peraga dalam pendidikan
dan pengajaran mempunyai sifat sebagi berikut (Saiful Bakhri Djamarah), kemampuan
untuk meningkatkan prestasi, kemampuan untuk meningkatkan pengertian,
kemampuan untuk meningkatkan pengalihan belajar, kemampuan untuk memberikan
penguatan atas pengetahuan hasil yang dicapai dan kemampuan untuk meningkatkan
ingatan.
Alat peraga memiliki keterkaitan dengan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran
metematika karena dengan alat peraga siswa akan lebih tertarik dalam metematika dan
meningkatkan prestasi belajarnya.
Guru merupakan faktor penentu dan paling berpengaruh dalam menanamkan
konsep-konsep ilmu pengetahuan karena bersama seorang gurulah kemampuan siswa
itu akan terus berkembang dalam memahami berbagai macam ilmu pengetahuan, maka
penguasaan guru terhadap materi pelajaran, memilih, dan menggunakan metode
pembelajaran serta kemampuan guru dalam menetapkan media pembelajaran sangat
menentukan terhadap keberhasilan proses pembelajaran, disamping adanya potensi dan
kreativitas dari siswa itu sendiri.
Belajar matematika akan berhasil jika proses pengajarannya diarahkan kepada
konsep-konsep dan struktur-setruktur yang termuat dalam pokok bahasan yang
diajarkan. Disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan sruktur-
struktur tersebut.

Dalam teorinya Bruner mengungkapkan bahwa dalam proses belajar siswa
sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan alat peraga,
sehingga siswa dapat melihat secara langsung bagaimana keteraturan serta pola yang
terdapat dalam benda (alat peraga) yang diperhatikannya. Keteraturan tersebut
kemudian dihubungkan dengan keteraturan intuitif yang telah melekat pada dirinya.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa betapa pentingnya
pengguanaan media pembelajaran (alat peraga) untuk menunjang keberhasilan dalam
pendidikan. Salah satu peran alat peraga adalah menanamkan ide-ide dasar atau
konsep, seperti pendapat Erman dkk. (1993:73) yang menyatakan bahwa salah satu
peran alat peraga dalam pembelajaran matematika adalah meletakan ide-ide dasar,
konsep dan mengetahui cara pembuktian suatu rumus dan dapat menarik suatu
kesimpulan dari hasil pengajarannya.
Dengan menggunakan alat peraga kegiatan belajar mengajar akan lebih aktif
dan meyenangkan karena setiap siswa akan lebih mudah memahami dan mengingat
kembali langkah-langkah dalam menentukan suatu konsep materi pembelajaran. Setiap
siswa akan berfikir lebih kreatif untuk mengembangkan pengetahuannya dalam
menyelesaikan soal yang bermunculan.
Prestasi belajar adalah hasil dari suatu proses yang dilakukan oleh seseorang
atau individu kapan saja dan dimana saja seumur hidupnya secara sadar dan aktif
dalam penguasaan pengetahuan. Didalam prestasi belajar terdapat dua faktor yaitu
faktor internal dan faktor eksternal, salah satu faktor internal yaitu minat, minat adalah
ketertarikan seseorag terhadap apa yang dirasakannya. Dengan adanya minat dalam
diri siswa terhadap suatu pelajaran, akan mendorong dan menimbulkan usaha untuk
mempelajari dan menguasai pelajaran tersebut. Hal ini akan berdampak positif dalam
peningkatakan belajar siswa.

Berdasarkan pendapat diatas, penulis menyimpulkan bahwa penggunan alat
peraga dalam proses belajar mengajar memberikan dampak yang positif dalam
meningkatkan prestasi belajar. Beberapa manfaat dari penggunaan alat peraga dalam
proses belajar mengajar diantaranya adalah pemberian materi pelajaran menjadi lebih
menarik sehingga dapat membangkitkan minat dan meningkatkan pemahaman dalam
belajar, serta dapat mempertinggi kualitas pembelajaran.
E. Hipotesis
Menurut Suharsini Arikunto (2002:67) hipotesis dapat diartikan sebagai suatu
jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti
melalui data yang terkumpul. Ada pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras
dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras terhadap
prestasi belajar siswa.














11
BAB II
LANDASAN TEORI


A. Prestasi belajar
1. Pengertian Belajar
Pada umumnya ahli psikologi menerima pendapat bahwa belajar suatu
perubahan yang relatif permanen dalam suatu kecenderungan tingkah laku
sebagai hasil dari praktek atau latihan. Pengertian belajar lebih lanjut diberikan
oleh beberapa ahli sebagai berikut:
1. Menurut Sardiman (1988:24) pengertian belajar secara umum belajar
dapat diartikan sebagai proses untuk memiliki pengetahuan atau mencari
ilmu, atau belajar boleh dikatakan juga sebagai suatu proses interaksi
antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin terwujud
pribadi, fakta, konsep ataupun teori. Secara khusus adalah menyerap
pengetahuan. Perbedaan pendapat orang tentang arti belajar itu
disebabkan adanya kenyataan bahwa perbuatan itu sendiri bermacam-
macam.
2. Menurut Moh. Uzer Usman (1993 : 2) Belajar dapat diartikan sebagai
perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi
antara individu dengan lingkungannya.





3. Menurut Sujana (1991 : 5) belajar adalah perubahan tingkah laku yang
disadari dan timbul akibat praktek, pengalaman, latihan, bukan secara
kebetulan.
4. Menurut Andreas Harefa (2003:37) mendefinisikan belajar sebagai
proses pertumbuhan dan atau perubahan yang bertujuan untuk
menjadikan diriku ini lebih disukai dengan hakekat penciptaanku
sebagai seorang anak manusia seutuhnya dan sepenuhnya.
5. Whingterington (dalam andreas:2003:34) mengungkapkan belajar
merupakan suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan
diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap,
keberhasilan, kepandaian, atau suatu pengertian.
6. Slameto (2003:2) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha
yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku
yang baru baik secara keseluruhan sebagai hasil pengamatannya sendiri
dalam interaksi dengan lingkungannya. Dari beberapa pengertian
diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa belajar merupakan proses
dimana suatu organisma berubah prilakunya sebagai akibat
pengalaman.
2. Pengertian Prestasi Belajar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996 : 787). Prestasi adalah hasil
yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan dan sebagainya).
Sedangkan pengertian belajar telah diungkapkan diatas bahwa belajar adalah
suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman
individu itu sendiri dalam berineraksi dengan lingkungannya.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut
Ruseffendi (1991 : 9) ada 3 macam, yaitu :
a) Faktor Internal Siswa meliputi
a) Kecerdasan siswa
b) Kesiapan siswa
c) Bakat siswa
d) Kemauan Belajar
e) Minat siswa
f) Sikap siswa
g) Motivasi siswa
b) Faktor Eksternal Siswa meliputi
1) Model Penyajian Materi Pelajaran
2) Pribadi dan Sikap Guru
3) Suasana Penyajian
4) Kompetensi Guru
c) Kondisi Masyarakat Luas

B. Matematika
1. Pengertian Matematika
Konsep matematika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996:637)
adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubunngan antara












bilangan dan prosedur oprasional yang digunakan dalam penyelesaian
masalah mengenai bilangan.
Sedangkan menurut E. Mulyasa (2002:89) bahwa matematika berfungsi
menumbuhkembangkan kemampuan bernalar, yaitu berfikir sistematis, logis,
dan kritis dalam mengkonsumsikan gagasan atau dalam pemecahan masala.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan
salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang memiliki ciri khas yang berbeda
dengan disiplin ilmu lainya, yang membahas tentang bilangan-bilangan
dengan berfikir sistematis, logis, dan kritis dalam berbagai pemecahan
masalah.
2. Proses Belajar Matematika
Belajar Matematika berbeda dengan belajar pelajaran lainnya. Belajar
matematika tidak cukup dengan membaca saja tetapi, harus di pelajari secara
berulang-ulang. E.T. Ruseffendi (1991:268) menyatakan bahwa untuk dapat
memahami arti perkalian siswa harus memahami dulu penjumlahan, karena
itu penjumlahan harus dipelajari lebih dahulu dari perkalian.
Jadi dapat disimpulkan bahwa proses matematika harus dilaksanakan
bertahap, berurutan secar sistematis, dan didasarkan kepada pengalaman
belajar yang lalu dan akanmempengaruhi proses belajar matematika
berhitung.
Dari keseluruhan uraian yang telah dikemukakan diatas maka dapat
disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika ada;ah hasil dari suatu proses
yang kukan seseorang atau individu kapan saja dan dimana saja seumur
hidupnya secara sadar dan aktif dalam penguasaan pengetahuan dan
keterampilan.










C. Minat
Pengertian Minat
Minat merupakan suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran
antara perasaan, harapan, pendirian, perasangka rasa takut atau kecenderungan.
Kecenderungan lain yang mengarah seseorang kepada suatu pilihan tersebut.
Dalam kamus filsafat Psikologi Sudarsono (1991:151) minat adalah perhatian
kejiwaaan (kecenderungan hati)
1.Keinginan dan perhatian yang mengandung unsur-unsur suatu
dorongan utuk berbuat sesuatu (belajar).
2.Suatu perangkat mental yang terdiri dari perasaan, pendirian, prasangka
dan rasa takut, kecendrungan-kecenderungan lain yang mengarahkan
individu kepada suatu pilihan tertentu.
Dalam Kamus Istilah Psikologi Fuad Hasan dkk (2003:79) minat isilah ini
menuju kepada adanya intensitas perhatian yang tinggi seseorang terhadap suatu
hal peristiwa, oranmg atau benda yang dikembangkan usia 6 tahun.
Minat dan belajar mempunyai hubungan yang erat dan salimh berkaitan
dalam membentuk suatu perubahan prilaku seseorang dalam menuju pada
penguasaan materi dalam suatu proses belajar mengajar. Siswa yang mempunyai
minat terhadap suatu bidang studi akan mengakibatkan lebih banyak intensitas
kegiatan dalam bidang tersebut dan sebaliknya siswa yang mempunyai minat
akan mengakibatkan sedikitnya intensitas kegiatan dalam bidang tersebut.
Minat dapat disimpulkan bahwa minat itu merupakan cenderung seseorang
dalam memusatkan perhatiannya terhadap suatu objek, orang, kegiatan atau
situasi yang mungkin mendatangkan kepuasaan bagi dirinya.










D. Alat Peraga
Bruner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan berhasil
jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan strukturstruktur yang
termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, di samping hubungan yang terkait
antara konsep-konsep dan struktur-struktur. Lebih lanjut Bruner mengungkapkan
bahwa dalam proses belajar siswa sebaiknya diberi kesempatan untuk
memanipulasi benda-benda (alat peraga). Dengan alat peraga tersebut, siswa dapat
melihat langsung bagaimana keteraturan serta pola yang terdapat dalam benda
yang diperhatikannya. Keteraturan tersebut kemudian oleh siswa dihubungkan
dengan keteraturan intuitif yang telah melekat pada dirinya. Nampaklah bahwa
Bruner sangat menyarankan keaktifan siswa dalam proses belajar seca.ra penuh.
Lebih disukai lagi bila proses ini berlangsung di tempat yang khusus, yaitu tempat
yang dilengkapi dengan objek-objek untuk dimanipulasi siswa. Berdasarkan
uraian di atas dapatlah dikatakan bahwa betapa pentingnya media pembelajaran
untuk menunjang keberhasilan dalam pembelajaran.
Alat peraga merupakan media pengajaran yang mengandung atau
membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari (Elly Estiningsih, 1994). Alat
peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat,
dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu
menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsipprinsp dalam
matematika (Djoko Iswadji, 2003: 1). Dengan alat peraga, halhal yang abstrak
dapat disajikan dalam bentuk model-model yang berupa benda konkret yang dapat
dilihat, dipegang, diputarbalikkan sehingga dapat lebih mudah dipahami. Fungsi
utamanya adalah untuk menurunkan keabstrakan konsep agar siswa mampu
menangkap arti konsep tersebut.

1. Fungsi Alat Peraga
Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah teknik penggunaan alat peraga
dalam pembelajaran matematika secara tepat. Untuk itu perlu dipertimbangkan kapan
digunakan dan jenis alat peraga mana yang sesuai untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Agar dalam memilih dan menggunakan alat peraga sesuai dengan
tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran, maka perlu diketahui fungsi alat
peraga. Secara umum fungsi alat peraga adalah:
1. sebagai media dalam menanamkan konsep-konsep matematika.
2. sebagai media dalam memantapkan pemahaman konsep.
3. sebagai media untuk menunjukkan hubungan antara konsep matematika dengan
dunia di sekitar kita serta aplikasi konsep dalam kehidupan nyata.
E. KONSEP ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS
Model Pythagoras merupakan alat peraga matematika yang digunakan untuk
menerapkan konsep rumus teorema pythagoras. Alat peraga matamatika yang dibuat
oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kepedidikan
(P4TK) Matematika. P4TK Matematika adalah lembaga di bawah Departemen
Pendidikan Nasional yang bertugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan
pendidik dan tenaga kependidikan Matematika.
Model pythagoras dibuat berdasarkan rumus dan konsep teorema pythagoras.
Sesuai dengan fungsi alat peraga yang telah dipaparkan di atas, maka fungsi dari
penggunaan model pythagoras dalam pembelajaran teorema pythagoras adalah untuk
mempermudah siswa dalam memahami konsep teorema pythagoras, menciptakan
suasana belajar yang berbeda dari yang biasanya sehingga menciptakan kemauan
untuk mempelajari materi teorema pythagoras, serta memotivasi siswa dan guru
supaya lebih kreatif dalam kegiatan belajar mengajar matematika.

Sebelum anak diberikan materi Teorema Pythagoras, perlu diingatkan terlebih
dahulu :
a) Kuadrat dan akar kuadrat dari suatu bilangan, dengan menggunakan :
menghitung, memperkirakan, dengan tabel matematika maupun dengan
kalkulator.
b) Luas daerah persegi, persegi panjang, dan luas daerah segitiga, menggunakan
rumus maupun dengan menghitung banyaknya petak pada kertas berpetak.
Untuk membuktikan Teorema Pythagoras diperlukan gambar segitiga siku siku











































































































































F. Kontribusi Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras Terhadap Prestasi
Belajar Siswa
Guru merupakan faktor penentu dan paling berpengaruh dalam hal menanamkan
konsep materi pelajaran terhadap sisiwa. Terutama di mata pelajaran matematika yang
sedari dulu dianggap oleh sebagian siswa merupakan mata pelajaran yang paling tidak
disukai hal ini dikarenakan mereka kukar mencerna dan memahami konsep-konsep
pokok dari materi yang diajarkan. Untuk itu guru dituntut agar betul-betul kreatif dan
inofatif dalam menyampaikan, materi sehingga siswa dapat merasa senang dengan
pelajaran matematika.
Matematika merupakan mata pelajaran yang berisi simbol-simbol dan sarat dengan
verbalisme merupakan sebuah tantangan bagi seorang guru, apalagi di jenjang
pendidikan dasar dimana siswa harus betul-betul didekatkan dengan hal-hal yang
bersifat kongkrit dalam penanaman konsep dasar matematika. Untuk itu peran sebuah
alat peraga sangat diperlukan agar siswa dapat mencerna dengan mudah konsep-konsep
yang abstrak tadi.
Seperti yang diungkapkan oleh Ruseffendi (1989: 383) dalam bukunya disebutkan
Bahwa dalam pengajaran modern kita harus berusaha agar anak-anak itu lebih banyak
megerti dan mengikuti pelajaran matematika dengan gembira, sehingga minatnya dalam
matematika akan lebih besar.
Anak-anak akan lebih besar minatnya dalam matematika bila pelajaran itu
disajikan dengan baik dan menarik. Dengan dipergunakannya alat peraga maka anak-
anak akan lebih tertarik dalam matematika. Alat peraga matematika adalah alat bantu
yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran

yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisma pada diri siswa
(Moh. Uzer Usman, 1991:26).
Prestasi belajar adalah hasil dari proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk
memperolah suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai
pengalaman individu itu sendiri dalam berinterkasi dengan lingkungannya. Salah satu
faktor prestasi belajar adalah faktor intern yaitu minat, menurut Kamus Filsafat
Psikologi Sudarsono (1991:156) minat adalah perhatian kejiwaan (kcenderungan hati).
Minat dan belajar mempunyai hubungan yang erat dan saling berkaitan dalam
membentuk suatu perubahan prilaku seseorang dalam menuju pada penguasaan materi
dalam suatu proses belajar mengajar, dengan menggunaan alat peraga dapat membantu
mempengaruhi prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Karena dengan
adanya alat peraga atau alat bantu yang digunakan guru ketika mengajar untuk
membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah
terjadinya verbalisma pada diri siswa dan dengan menggunaan alat peraga juga akan
menumbuhkan minat siswa dalam prestasi belajar matematika.
Dalam dunia pendidikan khususnya proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar
merupakan suatu kegiatan yang paling utama. Seseorang yang telah mengalami proses
belajar biasanya ditandai dengan hasil belajar yang disebut dengan prestasi belajar.
Prestasi belajar adalah hasil suatu usaha dan interaksi yang dilakukan seseorang atau
individu secara sadar dan sengaja untuk pencapaian yang maksimal.
Dalam proses belajar mengajar di sekolah, guru memiliki tanggung jawab dan
berperan penting bagi keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Berhasil atau tidaknya
proses pembelajaran di kelas sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang guru dalam
mengelola kelas dan mendesain proses pembelajaran sedemikian rupa, sehingga menarik
minat dan motivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Minat adalah

kecenderungan seseorang dalam memusatkan perhatiannya terhadap suatu objek, orang,
kegiatan, atau situasi yang mungkin mendatangkan kepuasan bagi dirinya.
Untuk mengoptimalkan perkembangan siswa sedikitnya ada tiga langkah yang
dapat ditempuh oleh guru, yaitu dengan mendiagnosis kemampuan dan perkembangan
siswa, memilih cara pembelajaran yang sesuai, serta kegiatan pembimbing. (Nana SS
1999:197).
Pada langkah pertama, guru diharapkan mengenal dan memahami siswa dengan
baik berkaitan dengan tahap perkembangan, kemampuannyakeunggulan dan
kelemahanya serta sebagai hambatan yang dihadapi siswa. Pada tahap kedua, guru
diharapkan mampu memilih metode dan pendekatan belajar disesuaikan dengan
perbedaan individual siswa. Pada tahap ketiga, guru diharapkan mampu memberikan
dorongan, bantuan, pengawasan pengarahan dan bimbingan kepada para siswanya.
Sebagai salah satu komponen pembelajaran, media belajar memiliki peranan yang tidak
kalah pentingnya dengan komponen-komponen yang lainya dalam kegiatan belajar
mengajar. Tidak ada satu pun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan media
pembelajaran. Fungsi alat peraga menuru Ruseffendi (1989:384) yaitu supaya anak-anak
lebih besar minatnya, supaya anak-anak dapat dibantu daya tiliknya sehingga lebih
mengerti dan lebih besar daya ingatanya, supaya anak-anak dapat melihat hubungan
antara ilmu yang dipelajarinyadengan alam sekitar dan masyarakat. Dengan
menggunakan alat peraga dapat membantu pola pikir anak penerimaan materi yang
disampaikan oleh guru, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, serta
dengan alat peraga model pythagoras meningkatkan minat belajar anak didik sehingga
menghasilakn proses dan prestasi blajar yang baik. Karena dengan adanya alat peraga
anak-anak akan lebih besar minatnya, anak-anak dapat dibantu daya tiliknya sehingga

lebih mengerti dan lebih besar daya ingatanya, dan anak-anak dapat melihat hubungan
antara ilmu yang dipelajarinyadengan alam sekitar dan masyarakat.

















































BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu yang
beralamat di Jl. Langut Lohbener PO BOX 15 Indramayu Jawa Barat 45252.
Sumber : Tata Usaha MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu Agustus 2011
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini di laksanakan selama 2 (dua) bulan mulai tanggal 1 Juli
sampai dengan 31 Agustus 2011 yaitu melakukan observasi dengan mengajar
langsung untuk menerapkan penggunaan alat peraga model Pythagoras pada kelas
eksperimen. Adapun rincian waktu kegiatan penelitian tersaji dalam tabel berikut
ini :
Tabel 3.1
Waktu Penelitian
No Kegiatan
Juli Agustus
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 Observasi dan Perijinan  
2 Uji Instrumen 
3 Eksperiment (mengajar)  
4. Pengumpulan data 
5 Pengolahan data  
6 Penyusunan laporan  







25


B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin hasil perhitungan atau
mengukur, kuantitatif maupun kualitataif mengenai karakteristik tertentu dari
semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-
sifatnya (Sudjana, 2002:6). Sedangkan menurut Riduwan (2008:54) Pepulasi
merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi
syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian.
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas VIII MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu yang terdiri dari 3 kelas
dengan jumlah keseluruhan 108 siswa. Adapun rinciannya dapat dilihat dalam
table berikut:
Tabel 3.2
Keadaan Siswa Kelas VIII MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu
Tahun Pelajarana 2011/2012
No Kelas Jumlah Siswa
1 VIII A 39
2 VIII B 39
3 VIII C 30
Jumlah Siswa 108


2. Sampel
Sample merupakan sebagian dari populasi yang diambil dengan cara
tertentu pada populasi yang hendak diteliti dan hasilnya digeneralisasikan untuk
populasi tersebut, hal ini sesuai dengan pendapat


Sumber : Tata Usaha MTs Ma’arif Langut Indramayu – Agustus 2011

Arikunto (2006:131) yang menyatakan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil
dari populasi yang diteliti.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara teknik simple
random sampling yaitu dengan pengundian secara acak tanpa ada yang
diistimewakan. Adapun yang diteliti secara acak adalah kelasnya bukan
siswanya. Dari tiga kelas VIII terambil satu sample yang pembelajarannya
menggunakan alat peraga model pythagoras yaitu kelas VIII C dengan jumlah
siswa 30 orang.
C. Metode dan Desain Penelitian
1. Metode Penelitian
Metode penelitian yang penulis tempuh dalam penelitian ini yaitu dengan
menggunakan metode eksperimen, yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari
pengaruh variabel tertentu (penggunaan alat peraga model pythagoras) terhadap
variabel lain (minat siswa dalam menyelesaikan teorema pythagoras) dalam
kondisi terkontrol secara ketat dimana penulis terlibat langsung dalam proses
pembelajaran matematika pada kelas yang akan diteliti. Sedangkan langkah-
langkah penelitiannya adalah sebagai berikut :
- Persiapan (administrasi dan perijinan)
- Memilih kelas untuk menguji instrumen penelitian.
- Menganalisis data hasil uji coba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya
pembeda dan indeks kesukaran instrumen penelitian.
- Menggunakan alat peraga model pythagoras dalam pembelajaran teorema
pythagoras di kelas eksperimen
- Memberikan tes dan angket pada kelas eksperimen
- Mengumpulkan data hasil tes dan angket.

- Menganalisis data.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan
dan pelaksanaan penelitian. Dalam merencanakan penelitian desain dimuali dengan
mengadakan penyelidikan dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan
dan diketahui dalam memecahkan masalah, sedangkan desain pelaksanaan
penelitian meliputi proses membuat percobaan, memilih pengukuran variabel,
memilih prosedur dan teknik sampling, alat-alat pengumpul data, dan yang terakhir
memproses data (Nazir, 1999:99).
Untuk malakukan desain penelitian dan untuk mengetahui pengaruh alat
peraga terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran matemtika, maka diperlukan
dua kelompok data yaitu variabel X dan variabel Y. Variabel X diproleh dari
hasil penyebaran angket terhadap penelitian, sedangkan sumber data variabel Y
diproleh dari hasil tes prestasi belajar matematika dalam pokok bahasan toerema
pythagoras. Dari kedua kelompok data tersebut diolah untuk diproleh kesimpulan
tentang pengaruh variabel X dan variabel Y. Untuk memperjelas hubungan antara
alat peraga model pytagoras dengan minat siswa dalam menyelesaikan teorema
pytagoras, maka penulis gambarkan sketsanya sebagai berikut :


Keterangan :
X = Penggunaan alat peraga model pytagoras dalam pembelajaran teorema
pythagoras.
Y = Prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan teorema pytagoras
X

Y
26

÷ = Pengaruh penggunaan alat peraga model pytagoras terhadap perstasi belajar
siswa.(Sugiyono, 2009:70)
Dengan memisalkan penggunaan alat peraga model pytagoras sebagai variabel
independen (x) yaitu variabel yang menjadikan sebab timbulnya atau berubahnya
variabel dependen sedangkan minat siswa dalam menyelesaikan teorema pytagoras
dimisalkan sebagai variabel dependen (y) yaitu variabel yang dipengaruhi atau
menjadi akibat adanya variabel independen. Sugiono (2005:3).
D. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
1. Sumber Data
a. Sumber data teoritis, yaitu berupa data yang di peroleh dari berbagai literatur
yang relevan dengan masalah dalam penelitian ini.
b. Sumber data empirik, yaitu yaitu sumber data yang diperoleh dari penelitian
dan pengamatan langsung dilokasi penelitian yaitu di MTs Ma’arif Langut
Lohbener Indramayu.
2. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:
a. Instrumen Angket
Angket dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa
terhadap penggunaan alat peraga model kartu dalam pembelajaran matematika,
angket hanya diberikan pada kelas eksperimen. Angket ini terdiri dari 20 item
pertanyaan dan disajikan dalam bentuk rating scale yaitu skala penilaiannya
tidak dibuat dalam rentangan nilai tetapi mendeskripsikan apa adanya.
Alternatif jawaban soal angket ini dikategorikan dalam lima kategori yaitu
sangat setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS), dan Sangat

Tidak Setuju (STS). Kisi-kisi angket dan instrumen angket dapat dilihat pada
lampiran A.
b. Instrumen Tes
Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes
tipe subjektif yang berbentuk soal uraian yang berkaitan dengan Teorema
Pythagoras. Tujuannya adalah untuk melihat prestasi belajar siswa sebelum
dilakukan perlakuan dan setelah dilakukan perlakuan dalam menyelesaikan
teorema pythagoras. Soal tes dalam instrumen ini berjumlah 10 soal diambil
dari 14 soal-soal uji coba. Adapun kisi-kisi instrumen tes dan soal instrument
tes dapat dilihat dalam lampiran A
Sebelum instrumen diujikan maka instrumen tersebut diujicobakan, uji
coba instrumen ini bertujuan untuk mengetahui keadaan tentang pengumpulan
data yang baik sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Uji coba instrumen
penulis ujikan pada siswa kelas VIII C MTs Ma’arif Langut Lohbener
Indramayu. Adapun hasil ujicoba instrument dapat dilihat sebagai berikut :
a. Validitas
Validitas dilakukan untuk mengukur apakah soal yang akan digunakan
dalam penelitian mampu mengukur apa yang hendak diukur. Menurut Arikunto
dalam Riduwan (2008:97) dijelaskan bahwa validitas adalah suatu alat ukur
yang menunjukan tingkat keandalan atau keshahihan suatu alat ukur.
Untuk mengetahui tingkat validitas instrument dalam penelitian ini
penulis mneganalisanya menggunakan rumus “product moment” yaitu sebagai
berikut :
( )( )
( ) ( ) ( ) ( )
2
2
2
2
xy
y y N x x N
y x - xy N
r
¿ ¿ ¿ ¿
¿ ¿ ¿
÷ ÷
=

Keterangan :
r
xy
= Koevisien validitas
¿
y = Jumlah keseluruhan y
N = Banyaknya siswa
¿
2
x = Jumlah kuadrat x
x = Skor item/soal
¿
2
y = Jumlah kuadrat y
y = Skor total
¿
2
y = Jumlah perkalian x dengan y
¿
x = Jumlah keseluruhan x (Erman, 2003 : 120)
Kriteria penghitungan validitas yaitu jika r
xy hitung
> r
tabel
, maka item
soal dinyatakan valid. Dengan jumlah peserta ujicoba (R) = 30 dan interval
kepercayaan sebesar 95% maka didapat r
tabel
= 0,361.
Validitas instrument tes dihitung dengan menggunakan ANATES versi 4
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Masuk program ANATES versi 4
- Klik “Jalankan Essay”
- Klik “Buat File Baru”, maka akan muncul:
Jumlah Subjek : … (isi dengan jumlah siswa, yaitu 30).
Jumlah Butir Soal : … (isi dengan banyaknya soal yang
diujikan yaitu 14).
- Klik OK
- Isi sesuai data kemudian klik “Kembali ke Menu Utama”
- Klik “Olah Semua Otomatis”
Berdasarkan perhitungan validitas menggunakan anates V4 dari 14 item
soal instrumen tes uji coba terdapat sembilan item soal yang valid yaitu soal
nomor 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 13, dan 14, sedangkan soal instrumen uji coba

yang tidak valid adalah 4, 6, 11, dan 12 untuk selengkapnya perhitungan dan
hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran B.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas artinya dapat dipercaya, uji reliabilitas digunakan sebagai
alat ukur apakah suatu instrument dapat dipercaya dan memiliki ketetapan
dalam mengukur apa yang hendak diukur. Dalam penelitian ini rumus yang
digunakan untuk mencari koefisien reliabilitas instrumen tes dengan
menggunakan rumus Alpha karena instrumen tes dalam penelitian ini adalah
jenis tes tipe subjektif berbentuk soal uraian. Hal ini sesuai dengan pendapat
Arikunto (2006:196) yang menyatakan bahwa rumus alpha digunakan untuk
mencari reliabilitas instrumen yang sekornya bukan 1 dan 0, misalnya angket
atau soal bentuk uraian.
Bentuk rumus alpha sebagai berikut :
|
|
.
|

\
|
÷ |
.
|

\
|
÷
=
¿
2
2
11
1
1
t
b
k
k
r




Keterangan :
11
r = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
¿
2
b
 = jumlah varian butir pertanyaan
2
t
 = varian total
Sebagai pedoman / tolak ukur menginterpretasikan derajat reliabilitas
instrumen peneliti menggunakan tolak ukur yang dibuat oleh J.P. Gulford
(Erman, 2003:139) yaitu sebagai berikut:

11
r s 0,20 Derajat Reliabilitas sangat rendah

0.20 s
11
r < 0,40 Derajat Reliabilitas rendah
0.40 s
11
r < 0,70 Derajat Reliabilitas sedang
0.70 s
11
r < 0,90 Derajat Reliabilitas tinggi
0.90 s
11
r s 1,00 Derajat Reliabilitas sangat tinggi
Dalam menghitung reliabilitas untuk soal tes, penulis menggunakan
ANATES Versi 4 dengan langkah-langkah yang sama seperti menghitung
validitas. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program Anates
bahwa kriteria riliabilitas soal tes yang diuji cobakan bernilai 0,72. Dengan
demikian, bahwa taraf kepercayaan dari soal yang dibuat memiliki
reliabilitas/taraf kepercayaan yang tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di
lampiran B.
c. Daya pembeda.
Daya pembeda adalah suatu pernyataan untuk membedakan siswa yang
berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah.rumus yang
digunakan untuk mengetahui daya pembeda adalah sebagai berikut :
Dp =
B
B
A
A
JS
JB
JS
JB
÷
Keteranagan :
DP = Besar daya pembeda
JB
A
= Jumlah siswa kelompok atas yang menjawab benar
JB
B
= Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab benar
JS
A
= Jumlah siswa kelompok atas
JS
B
= Jumlah siswa kelompok atas
Klasifikasi interpretasi yang digunakan untuk membedakan daya
pembeda yaitu :

DP s 0,00 Sangat jelek
0,00 < DP s 0,20 Jelek
0,20 < DP s 0,40 Sedang
0,40 < DP s 0,70 Baik
0,70 < DP s 1,00 Sangat baik (Erman, 2003:161)
Untuk menentukan kelompok atas dan kelompok bawah, penulis
mengurutkan terlebih dahulu siswa yang mendapatkan skor terbesar hingga
skor terkecil. Setelah itu diambil 50% dari atas sebagai kelompok atas dan
50% dari bawah sebagai kelompok bawah.
Berdasarkan hasil uji coba instrumen tes didapatkan soal yang
mempunyai kategori daya pembeda baik sebayak 10 butir soal dan soal yang
berkategori jelek sebanyak 4 soal. Untuk hasil perhitungan daya pembeda tiap
butir soal tes, selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran B.
d. Indeks Kesukaran
Indeks kesukaran atau derajat kesukaran adalah bilangan real yang
terletak pada interval (kontinum) 0,00 sampai dengan 1,00. Soal dengan
indeks kesukaran mendekati 0,00 berarti soal tersebut semakin sukar,
sebaliknya soal dengan indeks kesukaran mendekati 1,00 menunjukan bahwa
soal tersebut terlalu mudah (Erman, 2003:169)
Rumus yang di gunakan untuk menentukan indeks kesukaran butir soal
adalah sebagai berikut :
IK =
B A
B A
JS JS
JB JB
+
+

Keteranagan :
IK = indeks kesukaran
JB
A
= Jumlah siswa kelompok atas yang menjawab benar

JB
B
= Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab benar
JS
A
= Jumlah siswa kelompok atas
JS
B
= Jumlah siswa kelompok atas
Klasifikasi interpretasi yang digunakan untuk menentukan indeks
kesukaran adalah sebagai berikut :
IK = 0,00 Soal terlalu sukar
0,00 < IK s 0,30 Soal sukar
0,30 < IK s 0,70 Soal sedang
0,70 < DP < 1,00 Soal mudah
IK s 1,00 Soal terlalu mudah (Erman, 2003:170)
Berdasarkan hasil uji coba instrumen tes dari 14 soal semuanya
termasuk kedalam soal sedang. Untuk hasil perhitungan indek kesukaran
instrumen tes selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran B.
Hasil uji coba tes instrumen penelitian dapat disimpulkan seperti dalam
tabel berikut ini :
Tabel 3. 3
Data Hasil Perhitungan Soal Uji Coba Isntrumen Tes Penelitian
Rata2= 35.70
Simpang Baku= 11.45
KorelasiXY= 0.57
Reliabilitas Tes= 0.72
Butir Soal= 14
Jumlah Subyek= 30

No No Btr Asli T DP(%) T. Kesukaran Korelasi Sign. Korelasi
1 1 2.68 47.50 Sedang 0.491 Signifikan
2 2 5.15 60.00 Sedang 0.618 Sangat Signifikan
3 3 3.26 50.00 Sedang 0.594 Signifikan
4 4 1.61 30.00 Sedang 0.330 -
5 5 5.32 57.50 Sedang 0.599 Signifikan
6 6 0.23 5.00 Sedang 0.158 -
7 7 2.79 42.50 Sedang 0.540 Signifikan
8 8 1.49 27.50 Sedang 0.370 Signifikan
9 9 2.14 37.50 Sedang 0.488 Signifikan

10 10 2.46 45.00 Sedang 0.492 Signifikan
11 11 1.13 20.00 Sedang 0.258 -
12 12 2.04 37.50 Sedang 0.302 -
13 13 2.50 45.00 Sedang 0.518 Signifikan
14 14 2.29 42.50 Sedang 0.483 Signifikan

E. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul dari kelas eksperimen, maka data tersebut perlu
dianalisis guna menemukan jawaban atas permasalahan-permasalahan pokok yang
telah dirumuskan. Data-data tersebut adalah data nilai hasil post-test serta skor angket
penggunaan alat peraga dari kelas eksperimen.
Menganalisis suatu permasalahan diperlukan analisa tertentu yang sesuai
dengan masalah. Masalah dalam penelitian ini adalah menguji ada tidaknya pengaruh
pengguanaan alat peraga model pythagoras dalam pembelajaran teorema pythagoras
terhadap prestasi belajar siswa. Sebelum menguji hipotesis dalam penelitian ini
diperlukan adanya uji prasyarat analisa data terlebih dahulu.
1. Uji Normalitas
Sugiyono (2008 : 41) uji normalitas dilakuakan untuk mengetahui apakah
data tentang sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas berfungsi untuk
menguji apakah sampel yang dipilih berdistribusi normal atau tidak, hal ini
dilakukan untuk menentukan langkah pengujian statistik selanjutnya. Pengujian ini
dilakukan dengan menggunakan rumus Kolmogorov dan rumus Shapiro Wilk.
Berikut ini merupakan uji Kolmogorov-Smirnov:

Keterangan :
Fn : Adalah fungsi sebaran kumulatif empirik
F : Adalah fungsi peluang kumulatif teoritis dari sebaran normal

D : Adalah nilai deviasi absolut maksimum antara Fn (x) dan F(x)
Nilai D ini selanjutnya dibandingkan dengan nilai D kritis untuk ukuran tes
x .
Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan software komputer
yaitu SPSS versi 17.
Dengan ketentuan :
Jika nilai sig p < 0,05 maka data berdistirbusi tidak normal
Jika nilai sig P > 0,05 maka data berdistribusi normal.
Sedangkan untuk uji Shapiro Wilk dengan tahapan-tahapan sebagai berikut
:
1. Nilai sisaan diurutkan dari kecil kenilai besar, e
1n
< e
(2)
< …… < e
(n)
selanjutnya
dihitung JK (e
(r)
)
2. Hitung
3. Hitung statistic W hitung
Bandingkan W hitung terhadap nilai kritis W. jika nilai W hitung < W tabel
maka mengidnikasikan ketidaknormalan data.
Adapun cara menguji normalitas dengan menggunakan SPSS 17 adalah
sebagai berikut :
- Masukan data pada workshett SPSS
- Klik Analyze
- Klik Descriptive Statistic
- Klik Explore
- Masukan data yang akan diuji ke kotak explore

- Pada bagian Menu Explore pilih plot, none, Normaly dan Power Estimate serta
hilangkan tanda cheklist pada Descriptive - Continue
- Ok
2. Uji Homogenitas
Tujuan dari uji homogenitas adalah untuk mengetahui apakah sampel yang
digunakan dalam penelitian bervarian homogen atau tidak. Pengujian homogenitas
dilakukan untuk mengetahui keragaman data dalam
penelitian metode yang digunakan untuk menguji sebaran data homogen atau tidak
menggunakan Uji Levene (Levene Test). Rumus Levene adalah:
( )
( )
2
, ,
2
, ,
1
:
¿ ¿
¿
÷ = =
÷ =
|
.
|

\
|
÷
÷
k
i
ij
N
j
k
i
i i
Z Z I I
Z Z IN
k
k N
W
i

Keterangan:
W : hasil Pengujian
k : jumlah kelompok sampel yang berbeda
N : jumlah sampel
N
i
: jumlah sampel pada kelompok ke-i
Z,, : rata-rata dari semua Z
ij
Z
i
: rata-rata Z
ij
untuk kelompok ke-i
(http://exponensial.wordpress.com/tag/shapiro-wilk/)
Langkah-langkah dalam menghitung uji homogenitas sama dengan uji
normalitas yaitu menggunakan SPSS 17.
3. Analisis Regresi
Perhitungan analisis regresi menggunakan SPSS dapat dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
- Masuk program SPSS 17

- Masukkan data pada worksheet SPSS
- Klik [Analyze] → [Regression] → Linier
- Klik variabel X (angket) ke kotak Independent list dan variabel Y (post
tes) ke kotak Dependent.
- Klik [OK]

Analisis regresi digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian tentang
besarnya besarnya pengaruh penggunaan alat peraga model pythagoras terhadap
prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan teorema pythagoras, maka digunakanlah
analisis regresi dengan beberapa cara yang harus ditempuh, yaitu sebagai berikut :
1) Uji Kelinearan Regresi
Untuk uji keberartian regresi pada SPSS dapat dilihat pada tabel 4.28 jika nilai
sig 05 , 0 s maka data tersebut dapat di bilang linier.
Tabel 3.4
Daftar Analisis Varian untuk Uji Independen dan Kelinearan Regresi
Sumber
Variansi
Dk JK KT F
Total N JK (T) JK (T) -
Regresi (a)
Regresi (b/a)

Residu
1
1

n – 2
JK (a)
JK (b/a)

JK
res
JK (a)
) / (
2
a b JK S
reg
=
2
2
÷
=
n
JK
S
res
res

2
2
res
reg
S
S


Tuna cocok

Kekeliruan

K – 2

n – k

JK (TC)

JK (E)
2
) (
2
÷
=
k
TC JK
S
TC

k n
E JK
S
e
÷
=
) (
2

2
2
e
TC
S
S


Kriteria pengujian :
a. Jika F =
2
2
res
reg
S
S
>
) 2 , 1 )( 1 ( ÷ ÷ n
F

maka hubungan antara ubahan bebas dependen




b. Jika F =
2
2
e
TC
S
S
s
) 2 , 1 )( 1 ( ÷ ÷ n
F

maka hubungan antara ubahan bebas linear.
2) Uji Koefisien Regresi
Analisis regresi pada perhitungan menggunakan SPSS dapat dilihat pada tabel
Coefficient pada kolom B. Dalam Sudjana (2002:315) digunakan untuk
meramalkan hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas yang
ditentukan dengan rumus:
bX a Y + =


Keterangan :
Y

= variabel kiterium
X = variabel predictor
a = bilangan konstanta
b = koefisien regresi linear
4. Uji Kebaikan Model
Digunakan untuk mencari seberapa besar pengaruh pengguanaan alat peraga
model pythagoras terhadap prestasi siswa dalam menyelesaikan teorema
pythagoras, yaitu dengan menggunakan rumus :
% 100
2
× = r KD
Keterangan :
KD = koefisien determinasi
r = nilai koefisien korelasi




5. Uji Hipotesis
Dalam Sudjana (2002:219), pengujian hipotesis adalah langkah atau prosedur
untuk menetukan apakah menerima atau menolak hipotesis. Ada beberapa
syarat untuk mengetahui hipotesis diterima atau ditolak yaitu:
H
O
:
1
 = 0 : (tidak ada pengaruh penggunaan alat peraga model pythagoras
dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema
Pythagoras terhadap prestasi belajar siswa).
Ha : 0
1
=  : (terdapat pengaruh penggunaan alat peraga model pythagoras
dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema
Pythagoras terhadap prestasi belajar siswa).
















BAB IV
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras dalam Pembelajaran Matematika
Data mengenai penggunaan alat peraga model pythagoras dalam pembelajaran
matematika khususnya pada pokok pembahasan pythagoras penulis peroleh dari
respon siswa kelas VIII excelen (kelas eksperimen) yang berjumlah 30 siswa terhadap
penggunaan alat peraga model pythagoras melalui penyebaran angket yang dilakukan
pada tanggal 9 Agustus 2011.
Data yang diperoleh dari penyebaran angket ini merupakan data variabel bebas
(variable x) Jumlah item pernyataan sebanyak 20 item menggunakan skala Likert
dengan lima alternatif jawaban. Bobot skor jawaban atas pernyataan angket yang
menggunakan skala Likert dapat dilihat dalam table berikut :
Table 4.1
Bobot Pemberian skor pada skala Likert
Alternatif Jawaban
Skor Tiapjawaban
Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Sangat Setuju (SS) 5 1
Setuju (S) 4 2
Ragu-ragu (R) 3 3
Tidak Setuju (TS) 2 4
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5

Selanjutnya data tersebut dianalisis untuk mengetahui seberapa besar respon
siswa terhadap penggunaan alat peraga model pythagoras. Perhitungan
hasil angket dilakukan pada tiap pernyataan dan diinterpretasikan berdasarkan
persentase tiap alternative jawaban yang telah ditentukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut :


Tabel 4.2
Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model pythagoras (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Penggunaan alat peraga
model Pythagoras pada
pembelajaran matematika
pada pokok bahasan
teorema pythagoras sudah
tepat
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 4 13,3 %
Setuju (S) 17 56,7 %
Ragu-ragu (R) 9 30 %
Tidak Setuju (TS) 0 0 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Dari tabel 4.2 di atas menunjukan bahwa sebagian besar siswa merasa sudah
tepat belajar matematika dengan menggunakan alat peraga model pythagoras. Hal ini
dapat dilihat dari 70 % siswa yang menyatakan sangat setuju dan setuju terhadap
pernyataan angket no 1. Sedangkan sebanyak 30 % siswa menyatakan ragu-ragu,
kemungkinan mereka merasa biasa-biasa saja belajar matematika dengan
menggunakan alat peraga model pythagoras.
Sebagian besar siswa menyatakan sangat setuju dan setuju bahwa pembelajaran
matematika sudah tepat menggunakan alat peraga.
Tabel 4.3
Minat siswa (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Pembelajaran
menggunakan alat peraga
model Pythagoras saya
lebih menyenangi
matematika
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 12 40 %
Ragu-ragu (R) 18 60 %
Tidak Setuju (TS) 0 0 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Pada tabel 4.3 menunjukan bahwa sebagian besar siswa merasa senang belajar
matematika dengan menggunakan alat peraga model pythagoras walaupun dalam
pembelajarannya tanpa menggunakan alat peraga model pythagoras, ditunjukan
dengan 60 % siswa bersikap ragu-ragu terhadap pernyataan no 2. Sedangkan siswa
yang menyetujui dengan pernyataan tersebut sebanyak 40 %.

Tabel 4.4
Pemahaman materi (-)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Pembelajaran
menggunakan alat peraga
model Pythagoras pada
pokok bahasan teorema
Pythagoras membuat saya
sulit memahami materi
pelajaran

(Pernyataan Negatif)
Sangat Setuju (SS) 5 16,7 %
Setuju (S) 6 20 %
Ragu-ragu (R) 12 40 %
Tidak Setuju (TS) 7 23,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.4 di atas menunjukan bahwa banyaknya siswa yang merasa kesulitan
memahami materi teorema pythagoras sebanayak 36,7 % dan sebanyak 23,3 % siswa
merasa tidak kesulitan memahami materi teorema pythagoras. Sedangkan 40 % siswa
atau sebagian besar bersikap ragu-ragu.
Tabel 4.5
Pemahaman materi (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Aturan penggunaan alat
peraga model Pythagoras
memudahkan saya untuk
menggunakannya
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 18 60 %
Ragu-ragu (R) 12 40 %
Tidak Setuju (TS) 0 0 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.5 menunjukan bahwa sebanyak 60 % siswa menyatakan setuju dan 40
% siswa yang bersikap ragu-ragu. Hal ini berarti bahwa penggunaan alat peraga dapat
memudahkan untuk menggunakannya.







Tabel 4.6
Pemahaman materi (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Penggunaan alat peraga
model Pythagoras
membuat saya bisa
mengerjakan soal
Pythagoras dengan baik

(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 3 10 %
Ragu-ragu (R) 6 20 %
Tidak Setuju (TS) 14 46,7 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 7 23,3 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.6 menunjukan bahwa sebagian besar dari keseluruhan siswa atau
sebanyak 70 % siswa menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju, 20 % siswa
yang bersikap ragu-ragu dan hanya 10 % siswa yang menyetujui pernyataan no 5, hal
ini berarti bahwa penggunaan alat peraga model pythagoras dirasakan oleh sebagian
kecil siswa sangat penting dalam memahami materi teorema pythagoras. Karena
dengan penggunaan alat peraga model Pythagoras membuat siswa bisa mengerjakan
soal Pythagoras dengan baik
Tabel 4.7
Kualitas instruksional (-)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Penggunaan alat peraga
model Pythagoras tidak
mudah

(Pernyataan Negatif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 0 0 %
Ragu-ragu (R) 8 26,7 %
Tidak Setuju (TS) 13 43,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 9 30 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.7 menunjukan bahwa sebanyak 73,3 % siswa menyatakan tidak setuju
dan sangat tidak setuju terhadap pernyataan no 6. sedangkan 26,7 % siswa lainnya
menyatakan ragu-ragu.




Tabel 4.8
Minat siswa (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Peraga yang digunakan
dalam pembelajaran
Pythagoras sangat mudah
dibuat sehingga saya lebih
sering mempalajarinya
dirumah

(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 2 6,6 %
Setuju (S) 0 0 %
Ragu-ragu (R) 11 36,7 %
Tidak Setuju (TS) 6 20 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 11 36,7 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.8 menunjukan bahwa sebanyak siswa 56,7 % menyatakan tidak setuju
dan sangat tidak setuju terhadap pernyataan no 7. sedangkan 36,7% siswa lainnya
menyatakan ragu-ragu. Dan hanya 6,6 % siswa menyatakan sangat setuju. Hal ini
berarti bahwa penggunaan alat peraga model Pythagoras sangat mudah dibuat
sehingga siswa lebih sering mempelajari dirumah.
Tabel 4.9
Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model pythagoras (-)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Alat peraga model
Pythagoras sangat
membingungkan

(Pernyataan Negatif)
Sangat Setuju (SS) 1 3,3 %
Setuju (S) 2 6,7 %
Ragu-ragu (R) 12 40 %
Tidak Setuju (TS) 12 40 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 3 10 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.9 menunjukan bahwa sebagian besar siswa yang tidak menyetujui dan
sangat tidak setuju dengan pernyataan no 8 sebanyak 50 %. Siswa yang menyetujui
pernyataan ini hanya 10 % dan sisanya 40 % bersikap ragu-ragu. Hal ini menunjukan
arti bahwa sebagian kecil siswa merasa bingung dalam menggunakan alat peraga
model Pythagoras.




Tabel 4.10
Kualitas instruksional (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Pembelajaran
menggunakan alat peraga
model Pythagoras
meningkatkan
kemampuan saya dalam
memahami sisi yang
sudah diketahui
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 8 26,7 %
Ragu-ragu (R) 21 70 %
Tidak Setuju (TS) 1 3,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.10 menunjukan bahwa sebanyak 26,7 % siswa menyatakan setuju, 70
% siswa bersikap ragu-ragu dan 3,3 % siswa menyatakan tidak setuju, ini menunjukan
bahwa penggunaan alat peraga model pythagoras meningkatkan siswa dalam
memahami sisi yang sudah diketahui.
Tabel 4.11
Pemahaman materi (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Saya dapat memahami
konsep Pythagoras dengan
menggunakan alat peraga
model pythagoras


(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 6 20 %
Ragu-ragu (R) 14 46,7 %
Tidak Setuju (TS) 10 33,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.11 menunjukan bahwa sebanyak 20 % siswa menyatakan setuju, 46,7
% siswa bersikap ragu-ragu dan 33,3 % siswa menyatakan tidak setuju. Hal ini
menunjukan bahwa kemungkinan sebagian kecil siswa banyak merasa memahami
dalam menggunakan alat peraga model Pythagoras.






Tabel 4.12
Kualitas instruksional (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Saya dapat menggunakan
alat peraga model
Pythagoras dengan benar

(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 2 6,7 %
Setuju (S) 3 10 %
Ragu-ragu (R) 11 36,7 %
Tidak Setuju (TS) 9 30 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 5 16,6 %
Jumlah 30 100 %
Pada tabel 4.12 di atas menunjukan bahwa 16,7 % siswa menyatakan sangat
setuju dan setuju, karena siswa dapat menggunakan alat peraga model Pythagoras
dengan benar.
Tabel 4.13
Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model pythagoras (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Alat peraga model
pythagoras sangat menarik
dan interaktif dalam
pembelajaran
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 2 6,7 %
Setuju (S) 20 66,7 %
Ragu-ragu (R) 7 23,3 %
Tidak Setuju (TS) 0 0 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 3,3 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.13 menunjukan bahwa 73,4 % siswa menyatakan sangat setuju dan
setuju, 23,3 % siswa bersikap ragu-ragu dan 3,3 % siswa menyatakan sangat tidak
setuju.
Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga
model pythagoras menurut sebagian besar siswa merasa sangat menarik dan interaktif
dalam pembelajaran.







Tabel 4.14
Kualitas instruksional (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Metode pembelajaran
dengan menggunakan alat
peraga model Pythagoras
lebih menyenangkan
dibandingkan dengan
metode lain (ceramah,
diskusi, dll).
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 3 10 %
Setuju (S) 16 53,3 %
Ragu-ragu (R) 9 30 %
Tidak Setuju (TS) 2 6,7 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.14 menunjukan bahwa 63,3 % siswa menyatakan sangat setuju dan
setuju, 30 % bersikap ragu-ragu dan 6,7 % menyatakan tidak setuju. Siswa lebih
merasa menyenangkan menggunakan alat peraga model pythagoras dalam materi
teorema pythagoras karena siswa mampu menangkap dan menguasai konsep-konsep
materi tersebut dibandingkan dengan metode lain.
Tabel 4.15
Kualitas instruksional (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Penggunaan alat peraga
model Pythagoras
sebaiknya digunakan
untuk pokok bahasan
seperti teorema
Pythagoras

(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 3 10 %
Setuju (S) 17 56,7 %
Ragu-ragu (R) 10 33,3 %
Tidak Setuju (TS) 0 0 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.15 menunjukan bahwa 66,7 % siswa menyatakan sangat setuju dan
setuju dan sisanya 33,3 % siswa bersikap ragu-ragu. Hal ini dapat diartikan bahwa
sebagian besar siswa merasa bahwa penggunaan alat peraga model Pythagoras
sebaiknya digunakan untuk pokok bahasan yang berkaitan dengan teorema
Pythagoras.


Tabel 4.16
Pemahaman materi (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Materi yang disampaikan
dalam pembelajaran
matematika menggunakan
alat peraga model
Pythagoras menjadi lebih
singkat dan mudah
dipahami.
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 4 13,4 %
Ragu-ragu (R) 15 50 %
Tidak Setuju (TS) 10 33,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 3,3 %
Jumlah 30 100 %

Tabel 4.16 menunjukan bahwa 13,4 % siswa menyatakan setuju, 50 % siswa
bersikap ragu-ragu dan 36,6 % siswa bersikap tidak setuju. Sebagian kecil siswa
merasa materi yang disampaikan dalam pembelajaran matematika menggunakan alat
peraga model Pythagoras menjadi lebih singkat dan mudah dipahami.
Tabel 4.17
Minat siswa (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Pembelajaran interaktif
dengan menggunakan alat
peraga model Pythagoras
pada pelajaran matematika
membantu saya
meningkatkan minat
matematika.

(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 14 46,7 %
Ragu-ragu (R) 11 36,7 %
Tidak Setuju (TS) 4 13,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 3,3 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.17 menunjukan bahwa 46,7 % siswa menyatakan setuju, 36,7 % siswa
bersikap ragu-ragu dan 16,6 % menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hal ini
menunjukan bahwa sebagian besar siswa merasa mudah meningkatkan minat
matematika dengan menggunakan alat peraga model pythagoras.




Tabel 4.18
Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat peraga model pythagoras (-)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Pada pembelajaran
teorema Pythagoras
menggunakan alat peraga
model Pythagoras tidak
disebutkan tujuan
pembelajarannya.

(Pernyataan Negatif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 3 10 %
Ragu-ragu (R) 21 70 %
Tidak Setuju (TS) 5 16,7 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 3,3 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.18 menunjukan banyaknya siswa yang menyatakan setuju 10 %,
bersikap ragu-ragu 70 % dan yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju
sebanyak 20 %. Hal ini menunjukan bahwa sebagian kecil siswa merasa pada
pembelajaran teorema Pythagoras menggunakan alat peraga model Pythagoras
disebutkan tujuan pembelajarannya.
Tabel 4.19
Minat siswa (-)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Pembelajaran matematika
mengguakan alat peraga
model Pythagoras
membosankan.

(Pernyataan Negatif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 8 26,7 %
Ragu-ragu (R) 8 26,7 %
Tidak Setuju (TS) 12 40 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 2 6,6 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.19 menunjukan bahwa 26,7 % siswa menyetujui pernyataan no 18.
26,7 % siswa bersikap ragu-ragu dan 46,6 % siswa menyatakan tidak setuju dan sangat
tidak setuju dengan pernyataan nomor 18. Hal ini dikarenakan sebagian kecil siswa
merasa pembelajaran matematika mengguakan alat peraga model Pythagoras tidak
membosankan.




Tabel 4.20
Minat siswa (-)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Penyajian materi
matematika menggunakan
alat peraga model
Pythagoras membuat saya
tidak semangat atau jenuh
(Pernyataan Negatif)
Sangat Setuju (SS) 1 3,3 %
Setuju (S) 10 33,4 %
Ragu-ragu (R) 18 60 %
Tidak Setuju (TS) 1 3,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 0 0 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.20 di atas menunjukan bahwa 36,7 % siswa yang menyatakan sangat
setuju dan setuju, 60 % siswa bersikap ragu-ragu dan 3,3 % siswa menyatakan tidak
setuju. Hal ini artinya sebagian kecil siswa saja yang belajarnya semangat atau jenuh
dalam mengikuti materi pembelajaran jika menggunakan alat peraga model
pythagoras.
Tabel 4.21
Minat siswa (+)
Pernyataan Alternatif Jawaban F Persentase
Saya ingin penggunaan
alat Pythagoras lebih
sering digunakan untuk
membantu kegiatan
belajar
(Pernyataan Positif)
Sangat Setuju (SS) 0 0 %
Setuju (S) 8 26,7 %
Ragu-ragu (R) 17 56,7 %
Tidak Setuju (TS) 4 13,3 %
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 3,3 %
Jumlah 30 100 %
Tabel 4.21 di atas menunjukan bahwa 26,7 % siswa menyatakan setuju, 56,7 %
siswa bersikap Ragu-ragu dan 16,6 % siswa menyatakan tidak setuju dan sangat tidak
setuju. Hal ini berarti lebih dari sebagian kecil siswa ingin penggunaan alat Pythagoras
lebih tidak sering digunakan untuk membantu kegiatan belajar.
Hasil dari perolehan respon siswa terhadap penggunaan alat peraga model
pythagoras dapat disajikan dalam bentuk rata-rata prosentase. Data tersebut
dimaksudkan agar penulis dapat mengetahui dan menginterpretasikan respon siswa
tersebut secara keseluruhan dari pernyataan nomor 1 sampai dengan pernyataan nomor

20. data rekapitulasi prosentase hasil angket penggunaan alat peraga model pythagoras
dapat dilihat dalam tabel berikut ini
Tabel 4.22
Rekapitulasi Prosentase Hasil Angket Penggunaan Alat Peraga Model
Pythagoras
No Item
Alternatif Jawaban (%) Jumla
h (%)
SS S N TS STS
1 13.3 56.7 30 0 0 100
2 0 40 60 0 0 100
3 16.7 20 40 23.3 0 100
4 0 60 40 0 0 100
5 0 10 20 46.7 23.3 100
6 0 0 26.7 43.3 30 100
7 6.6 0 36.7 20 36.7 100
8 3.3 6.7 40 40 10 100
9 0 26.7 70 3.3 0 100
10 0 20 46.7 33.3 0 100
11 6.7 10 36.7 30 16.6 100
12 6.7 66.7 23.3 0 3.3 100
13 10 53.3 30 6.7 0 100
14 10 56.7 33.3 0 0 100
15 0 13.4 50 33.3 3.3 100
16 0 36.7 46.7 13.3 3.3 100
17 0 10 70 16.7 3.3 100
18 0 26.7 26.7 40 6.6 100
19 3.3 33.4 60 3.3 0 100
20 0 26.7 56.7 13.3 3.3 100
Jumlah 76.6 573.7 843.5 366.5 139.7


Rata-
Rata 3.83 28.69 42.18 18.33 6.99

Berdasarkan keterangan dalam tabel 4.22 di atas dapat dijelaskan bahwa hasil
minat siswa terhadap angket penggunaan alat peraga model pythagoras yaitu
sebanyak 3,83 % siswa menyatakan sangat setuju, 28,69 % siswa menyatakan setuju,
42,18 % siswa bersikap ragu-ragu, 18,33 % siswa menyatakan tidak setuju dan 6,99 %
siswa menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan-pernyataan dalam angket
tersebut


B. Minat Belajar Siswa
Data mengenai minat belajar siswa dalam meneyelesaikan teorema pythagoras
diperoleh dari hasil rata-rata perolehan skor nilai sesudah diberi perlakuan (dengan
menggunakan alat peraga model pythagoras).
1. Data Hasil Pos-test Kelas Eksperimen
Data mengenai minat belajar siswa dalam menyelesaikan teorema pythagoras
pada post-tes yakni setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan alat
peraga model pythagoras diperoleh dari hasil perolehan skor nilai tes


































Tabel 4.23
Data Skor Nilai Hasil Post-Test Kelas Eksperimen
No Nama Siswa Nilai
1 Susilawati 86.0
2 Lulu Zuhariyah 78.0
3 Sunerih 97.0
4 Alim Sahadi 82.0
5 M. Aji P 80.0
6 Alip Abdul H 82.0
7 Ikbal Husaeni 83.0
8 Herman 88.0
9 Rahyani 78.0
10 Ani Agustini 88.0
11 Puryati 89.0
12 Zaenal M 72.0
13 Yanto 96.0
14 M. Arif Alfarizi 82.0
15 M. Subhan 89.0
16 Daniah 79.0
17 Rovita Ratna K 63.0
18 Hartati 85.0
19 Piah Soleha 73.0
20 Sri Cahyati 95.0
21 Nada Putri 74.0
22 Dian A 94.0
23 Suheri 90.0
24 Eka Dianawati 74.0
25 Yulinah 84.0
26 Reni S 94.0
27 Andri E 75.0
28 Intan Ainun L 79.0
29 Dede S 90.0
30 Tarmidzi 93.0

Berdasarkan tabel di atas jumlah siswa Kelas VIII C MTs Ma’arif Langut
Indramayu sebanyak 30 siswa (laki-laki dan perempuan). Nilai tertinggi pada saat test
yang dilakukan didapat (=96 untuk laki-laki dan 97 untuk perempuan) dan terendah
(=72 untuk laki-laki dan 63 untuk perempuan) dengan rata-rata (=85.4286 untuk laki-
laki dan 82.2500 untuk perempuan).
Dari data tersebut kita olah dengan menggunakan spss dan diperoleh data
statistik sebagai berikut:

Tabel 4.24
Descriptives

Jenis kelamin Statistic Std. Error
Tes laki-laki Mean 85.4286 1.90924
95% Confidence Interval for
Mean
Lower Bound
81.3039

Upper Bound
89.5532
5% Trimmed Mean
85.5873
Median
85.5000

Variance
51.033
Std. Deviation
7.14374
Minimum
72.00

Maximum
96.00
Range
24.00
Interquartile Range
9.25

Skewness -.333 .597
Kurtosis -.650 1.154
perempuan Mean 82.2500 2.30127
95% Confidence Interval for
Mean
Lower Bound
77.3450

Upper Bound
87.1550

5% Trimmed Mean
82.5000

Median
81.5000
Variance
84.733

Std. Deviation
9.20507
Minimum
63.00
Maximum
97.00

Range
34.00
Interquartile Range
13.75
Skewness -.175 .564
Kurtosis -.225 1.091
Berdasarkan hasil tabel di atas, jumlah siswa yang mengikuti tes sebanyak 30
siswa. Nilai rata-rata test setelah dijumlahkan dari laki-laki dan perempuan
(=83.8393) sedangkan median atau titik tengah dari hasil test dari laki-laki dan
perempuan(=83,5). Nilai yang sering muncul atau modus pada test (=82). Sedangkan
standar deviasinya dari laki-laki dan perempuan (=8, 174405). Sementara nilai
minimum test (=63) dan maximum test (=97).

Untuk mengetahui apakah minat belajar siswa setelah menggunakan alat
peraga mengalami peningkatan atau tidak. Untuk lebih jelasnya peneliti menganalisis
dengan uji t melalui pengolahan SPSS 17. Adapun hasil analsisnya adalah sebagai
berikut :
a) Uji Normalitas
Tabel 4.25

a. Lilliefors Significance Correction
*.This is a lower bound of the true significance
Berdasarkan hasil tabel di atas, untuk pengujian normalitas, dengan uji
kolmogorov-smirnov pada test didapat 0.200 yang berada di atas 0.05 baik tes laki-
laki maupun tes perempuan. Sedangkan uji Shapiro-wilk pada tes terdapat 0.636
untuk laki-laki dan 0.812 untuk perempuan. Maka hal ini berarti pada uji
kolmogorov-smornov dan Shapiro-wilk berada di atas 0.05 maka data berdistribusi
normal.
.









Uji Normality

Jenis kelamin
Kolmogorov-Smirnov
a
Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Tes laki-laki .141 14 .200
*
.955 14 .636
perempuan .138 16 .200
*
.968 16 .812

b) Uji Homogenitas
Tabel 4.26
Uji Homogenitas

Levene Statistic df1 df2 Sig.
Tes Based on Mean .887 1 28 .354
Based on Median .872 1 28 .358
Based on Median and with
adjusted df
.872 1 25.127 .359
Based on trimmed mean .885 1 28 .355
Tabel hasil uji homogenitas Lavene Test di atas, menunjukan tingkat signifikansi
atau nilai probabilitas berada di atas 0.05, maka data tersebut homogen.
C. Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras dalam Pembelajaran
Matematika Pada Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Terhadap Prestasi
Belajar Siswa
Penyebaran instrumen baik tes tulis dan angket pada Kelas VIII di MTs Ma’arif
yang sudah dianalisis di atas. Kemudian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh
penggunaan alat peraga model Pythagoras terhadap prestasi belajar siswa dalam
menyelesaikan teorema Pythagoras pada kelas VIII di MTs Ma’arif, penulis
melakukan uji regresi dengan menggunakan analisis SPSS 17. Berikut langkah-
langkah hasil pengujian regresi.









a) Uji Kelinieran Regresi
Tabel 4.27
Uji kelinieran regresi


Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 1501.415 1 1501.415 82.682 .000
a

Residual 508.452 28 18.159

Total 2009.867 29

a. Predictors: (Constant), angket

b. Dependent Variable: tes


Data pada table di atas bahwa nilai sig bernilai 0.000, dengan mengambil tingkat
kepercayaan 95% maka untuk bisa dikatakan linier nilai sig < 0,05 atau 0,000<0,05 maka
data tersebut regresinya linier.
b) Uji Koefisien Regresi
Tabel 4.28
Uji Koefisien Regresi
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
T Sig. B Std. Error Beta
1 (Constant) 12.011 7.926

1.515 .141
Angket 1.131 .124 .864 9.093 .000
a. Dependent Variable: tes


Berdasarkan table 4.27 dan memperhatikan R sequare yang sangat tinggi maka
koefisien regresi yang dihasilkan menjadi sangat penting untuk dianalisis. Model yang
dihasilkan adalah :
Y = 12.011 + 1.131X. Persamaan tersebut mengandung arti koefisien arah regresi
linier (b) = 1,131 bertanda positif sehingga dikatakan bahwa nilai prestasi belajar
matematika (Y) bertambah atau meningkat dengan 1,131 kali nilai dengan menggunakan
alat peraga model Pythagoras.

c) Uji Kebaikan Model
Tabel 4.30
Uji Kebaikan Model
Model R R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
1 .864
a
.747 .738 4.26134
a. Predictors: (Constant), angket


Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat dilihat nilai R bernilai 0,864 dan R
Square bernilai 0,747, kebaikan model ini jika semakin mendekati 1 maka variable X
memberikan kontribusi yang besar kepada variable Y, dari R square yang bernilai 0,747
ini menunjukan nilai yang mendekati 1 berarti variable X ini memberikan kontribusi yang
sangat besar terhadap variable Y.
d) Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi didapat 011 . 12
0
=  dan
131 . 1
1
=  , hipotesis dalam penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
H
0
=
1
 = 0 : (tidak ada pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras dalam
pembelajararan matematika pada pokok bahasan teorema pythagoras
terhadap prestasi belajar siswa).
H
a
=
1
 0 = : (ada pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras dalam
pembelajararan matematika pada pokok bahasan teorema pythagoras
terhadap prestasi belajar siswa).
Nilai
1
 = 1,131 berarti menunjukan bahwa
1
 0 = , dengan syarat
1
 >0 atau
1,131 > 0 maka terdapat pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras dalam
pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras terhadap prestasi
belajar siswa.


D. Ketuntasan Prestasi Belajar Siswa Dalam Penggunaan Model Alat Peraga Model
Pythagoras
Nilai ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIII di MTs
Ma’arif adalah 65 (Enam puluh lima). Berikut adalah data hasil belajar matematika materi
teorema Pythagoras:
Tabel 4.31
Ketuntasan Belajar Siswa Materi Teorema Pythagoras
No Nama Siswa Nilai
1 Susilawati 86.0
2 Lulu Zuhariyah 78.0
3 Sunerih 97.0
4 Alim Sahadi 82.0
5 M. Aji P 80.0
6 Alip Abdul H 82.0
7 Ikbal Husaeni 83.0
8 Herman 88.0
9 Rahyani 78.0
10 Ani Agustini 88.0
11 Puryati 89.0
12 Zaenal M 72.0
13 Yanto 96.0
14 M. Arif Alfarizi 82.0
15 M. Subhan 89.0
16 Daniah 79.0
17 Rovita Ratna K 63.0
18 Hartati 85.0
19 Piah Soleha 73.0
20 Sri Cahyati 95.0
21 Nada Putri 74.0
22 Dian A 94.0
23 Suheri 90.0
24 Eka Dianawati 74.0
25 Yulinah 84.0
26 Reni S 94.0
27 Andri E 75.0
28 Intan Ainun L 79.0
29 Dede S 90.0
30 Tarmidzi 93.0



Dilihat dari data di atas, ada satu orang siswa yang tidak lulus pada tes teorema
pyhtagoras yaitu rovita (=63). Karena standar nilai KKM di MTs Ma’arif mata
pelajaran matematika sebesar 65. Sedangkan siswa kelas VIII C yang lulus pada
mata pelajaran matematika materi teorema Pythagoras sebanyak 29 siswa atau
sebesar 96.66%. Atau nilai yang berkategori sangat tinggi adalah 67% dan nilai
yang berkategori tinggi adalah 33% .
E. Pembahasan
Objek matematika adalah benda pikiran yang sifatnya abstrak dan tidak dapat
diamati dengan panca indra karena itu wajar apabila matematika tidak mudah dipahami
oleh kebanyakan siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dalam mempelajari suatu
konsep atau prinsip-prinsip untuk diperlukan pengalaman melalui benda-benda nyata atau
konkrit, yaitu media alat peraga yang dapat digunakan sebagai jembatan bagi siswa untuk
berpikir abstrak.
Berdasarkan hasil analisis data diatas, penggunaan alat peraga model Pythagoras
pada pelajaran matematika khususnya materi teorema Pythagoras menunjukan kategori
sangat baik. Hal ini diperoleh dari skor rata-rata hasil tes kelas eksperimen yaitu 83.8393
dan skor rata-rata angket yaitu 63.58.
Uji kelinieran regresi digunakan untuk menguji hipotesisnya linier atau tidak, dari uji
kelinieran tersebut didapat nilai sig < 0,05 atau 0,0000 < 0,05 maka data tersebut
merupakan linier, dengan garis regresi sebesar maka Y = 12,011+1,131X, dan pada uji
pengaruh nilai
1
 = 1,131 berarti menunjukan bahwa 0
1
=  , dengan syarat
1
 > 0 atau

1,131 > 0 maka terdapat pengaruh penggunaan alat peraga model Pythagoras dalam
pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras terhadap prestasi
belajar siswa.
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan ada pengaruh yang signifikan
anatara penggunaan alat peraga model Pythagoras dalam pembelajaran matematika pada
pokok bahasan teorema pytahgoras terhadap prestasi belajar siswa. Kontribusi yang
diberikan dari variable X terhadap variabel Y adalah sebesar 74,7%, ini menunjukan
bahwa penggunaan alat peraga model Pythagoras memberikan kontribusi yang besar
terhadap prestasi belajar siswa, sedangkan untuk sisanya sebesar 25,3% dipengaruhi oleh
factor lainnya.
Apabila hasil penelitian ini dihubungkan kembali dengan landasan teori yang telah
dimukakan didepan. Bahwa penggunaan alat peraga merupakan salah satu prasyarat untuk
berprestasi belajar.













BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data dari kedua variabel (penggunaan alat peraga model
pythagoras dalam pembelajaran matematika pokok bahasan teorema pythagoras terhadap
prestasi belajar siswa) yang telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut :
a. Minat siswa dalam penggunaaan alat peraga model pythagoras menunjukkan
bahwa siswa yang menjawab sangat setuju yaitu siswa 3,83%, yang menjawab
setuju didapat 28,69%, siswa yang menjawab ragu-ragu sebanyak 42,18%, siswa
yang menjawab tidak setuju 18,33%, dan siswa yang menjawab sangat tidak
setuju 6,99%.
b. Berdasarkan hasil tes tertulis ada satu orang siswa yang tidak lulus pada tes
teorema pythagoras yaitu Rovita (=63). Karena standar nilai KKM di MTs
Ma’arif Langut Lohbener Indramayu mata pelajaran matematika sebesar 65.
Sedangkan siswa kelas VIII C yang lulus pada mata pelajaran matematika
materi teorema pythagoras sebanyak 29 siswa atau sebesar 96,66%. Dengan
nilai rata-ratan test sebesar 83.8393.
c. Terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa dalam
penggunaanan alat peraga model pythagoras dalam pembelajaran matematika
pada pokok bahasan teorema pythagoras terhadap prestasi belajar siswa kelas
VIII C di MTs Ma’arif Langut Lohbener Indramayu yaitu sebesar 9,093
adapun persamaan regresi variabel Y atas variabel X adalah Y = 12,011 +
1,131X. Persamaan tersebut mengandung arti koefisien arah regresi linier (b) =
1,131 bertanda positif sehingga dikatakan bahwa nilai prestasi belajar
matematika (Y) bertambah atau meningkat dengan 1,131 kali nilai dengan
66

menggunakan alat peraga model Pythagoras. Persamaan Regresi yang didapat
selanjutnya digunakan untuk keperluan ramalan apabila harga variable bebasnya
diketahui. Misalnya jika nilai dengan alat peraga (X) = 40, dengan jalan
memasukan harga tersebut kedalam persamaan regresi yang didapat Y= 12,011
+ 1,131 (65) =85,526. Diperkirakan rata-rata prestasi belajar matematika
sebesar 85,526, dan untuk seterusnya dapat dihitung dengan jalan yang sama
untuk setiap harga X yang diberikan
Berdasarkan hasil penelitian diatas, terlihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan
tentang teorema pyhtagoras terhadap prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, sebagai
pengajar haruslah membuat anak didik benar-benar menguasai materi bangun ruang,
karena baik buruknya penguasaan tersebut akan berakibat pula terhadap penguasaan
materi lainnya, seperti halnya kemampuan anak dalam menyelesaikan soal-soal
teorema pyhtagoras.
















DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Fenelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta :
Rineka Cipta
Depdikbud. 1996. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdiknas. 2006. Permendiknas No.22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi
MataPelajaran Matematika. Jakarta: Depdiknas
Harefa, Andreas. 2003. Sukses Tanpa Gelar. Jakarta: Gramedia
Hasan, Fuad, dkk. 2003. Kamus Istilah Psikologi. Jakarta: Ciputat Press
Mulyasa, E. 2004. Imlplementasi Kurikulum. Bandung: Rosdakarya
M. Ngalim purwanto, 1998. Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT Remaja Rosdakarya
Miarso, Yusufhadi. Dkk. 1984. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Jakarta : CV.
Rajawali.
Mujahid. 2004. Macam dan Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Cirebon : CV. Pengger.
Moedjiono,dkk.1991. Pemilihan dan Penggunaan Media Instruksional. Malang :
Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang.
Pujiat, Dra. M.Ed. 2004. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika.
Yogyakarta: PPPG Matematika.
Nazir, Muhammad. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Riduwan. 2008. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Pemula.
Bandung : Alfabeta

Ruseffendi, E.T. 1991. Pengantar Kepada Guru mengembangkan Kompetensi dalam
Pengajaran Matemtika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito
Ruseffendi. ET. 1989. Dasar Dasar Matematika Modern dan Komputer. Bandung:
Tarsito

Sardiman, AM. 1988. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar Pedoman Bagi Guru
dan Calon Guru. Jakarta: Rajawali
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta
Subana, dkk. 2005. Dasar-dasar Penelitian Ilmiah. Bandung : Pustaka Setia.

Simanjuntak, Lisnawaty. Dra. 1993. Metode Mengajar Matematika. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Sudarsono, 1991. Kamus Filsafat dan Psikologi. Jakarta: Rineka Cipta
Sugiono. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R dan D. Bandung :
Alfabeta.
Sudjana. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Surabaya :SIC
Sudjana,Nana .2002. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Algesindo.
Sudjana, Nana. 1991. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung :
Remaja Rosdakarya
Suherman, Erman. 1993. Materi Pokok Setrategi Belajar Matematika Universitas
Terbuka. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan,
Suherman, Eman. 2003. Evaluasi Pembelajaran Matematika (editor) Turmudi.
Bandung: JICA.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Suatu Pendekatan Baru. 1996. Jakarta: Balai
Pustaka
Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2003 tentang Guru dan dosen.
Bandung : Citra Umbara
Usman, Moch. Uzer. Dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Belajar
Mengajar. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Widyantini, Dra. M,Si. 2006. Moded Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan
Kooperatif. Yogyakarta : PPPG Matematika


















Silabus


Jenjang : MTs
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VIII
Semester : 1
Standar Kompetensi : GEOMETRI DAN PENGUKURAN
3. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah.

Kompetensi
Dasar
Materi
Ajar
Kegiatan Pembelajaran Indikator
Penilaian
Alokasi
Waktu
(menit)
Sumber /
Bahan /
Alat

Teknik

Bentuk
Instrumen


Contoh
Instrumen

3.1. Menggunakan
Teorema
Pythagoras
untuk
menentukan
panjang sisi-
sisi segitiga
siku-siku.


Teorema
Pythagoras.
- Menemukan
Teorema
Pythagoras.
- Menemukan
kebalikan
Teorema
Pythagoras.
- Mengenal
tripel
Pythagoras.





- Memahami manfaat atau
kegunaan Teorema Pythagoras
dalam kehidupan sehari-hari.
- Menemukan Teorema Pythagoras
dengan menggunakan persegi-
persegi.

- Menuliskan rumus Teorema
Pythagoras pada segitiga siku-
siku.



- Menyelidiki apakah suatu segitiga
merupakan segitiga siku-siku
dengan menggunakan kebalikan
Teorema Pythagoras.





- Menyelidiki apakah tiga buah
bilangan yang diberikan
merupakan tripel Pythagoras.


- Menemukan
Teorema
Pythagoras.




- Menghitung
panjang sisi
segitiga siku-siku
jika dua sisi lain
diketahui.

- Menemukan
kebalikan
Teorema
Pythagoras.





- Mengenal tripel
Pythagoras.


- Tugas
individu.

- Uraian
singkat.

1. Jika panjang sisi siku-siku
suatu segitiga adalah a cm, b
cm, dan panjang sisi miring
adalah c cm, maka tuliskan
hubungan antara a, b, dan c.

2. Panjang salah satu sisi siku-
siku adalah 16 cm dan
panjang sisi miring adalah
20 cm. Hitunglah panjang
sisi siku-siku yang lain.

3. Selidikilah apakah segitiga
berikut merupakan segitiga
siku-siku. Jelaskan.
4 cm 7 cm
8 cm


4. Selidikilah apakah bilangan
5, 7, dan 9 merupakan tripel
Pythagoras.

2× 40
menit.

Sumber:
- Buku paket
- Buku referensi
lain.

Alat:
- Papan tulis







- Menerapkan
Teorema
Pythagoras.


- Menerapkan Teorema Pythagoras
pada segitiga siku-siku dengan
sudut istimewa.

- Menghitung
perbandingan sisi
sisi segitiga siku-
siku dengan sudut
istimewa (salah
satu sudutnya
adalah 30 , 60 ,
o o

90
o
).

- Tugas
individu.

- Uraian
singkat.

Tentukan nilai x:

o
30

2 cm x

2 × 40
menit.



3.2. Memecahkan
masalah pada
bangun datar
yang berkaitan
dengan
Teorema
Pythagoras.


- Menerapkan
Teorema
Pythagoras.


- Mencari perbandingan sisi-sisi
segitiga siku-siku istimewa
dengan menggunakan Teorema
Pythagoras.




- Menggunakan Teorema
Pythagoras untuk menghitung
panjang diagonal, sisi, pada
bangun datar, misal persegi,
persegi panjang, belah ketupat,
dsb.

- Menghitung
perbandingan
sisi-sisi segitiga
siku-siku.




- Menghitung
panjang diagonal,
sisi, pada bangun
datar, misal
persegi, persegi
panjang, belah
ketupat, dsb.


- Tugas
individu.

- Uraian
singkat.

1. Tentukan nilai x pada
segitiga siku-siku di bawah
ini:
x

x 3 2

o
45


2. Suatu persegi panjang
mempunyai panjang 9 cm
dan lebar 7 cm. Tentukan
panjang diagonalnya.

2 × 40
menit.



Teorema
Pythagoras.
- Menemukan
Teorema
Pythagoras.
- Menemukan
kebalikan
Teorema
Pythagoras.
- Mengenal
tripel
Pythagoras.
- Menerapkan
Teorema
Pythagoras.

- Melakukan ulangan berisi materi
yang berkaitan dengan Teorema
Pythagoras.






- Mengerjakan soal
dengan baik
berkaitan dengan
materi mengenai
Teorema
Pythagoras.


- Ulangan
harian.

- Uraian
singkat.




- Pilihan
ganda.




.

1. Sebuah tanah berbentuk persegi
panjang dengan ukuran
8a m × 12a m. Jika panjang
diagonalnya 1.500 m, tentukan
keliling tanah itu!

2. Ali menyeberang sungai yang
lebarnya 15 m. Jika Ali terbawa
arus sejauh 8 m, maka jarak
yang ditempuh untuk
menyeberangi sungai adalah
….
a. 17 m c. 19 m
b. 18 m d. 20 m

2 × 40
menit.




Indramayu, 18 Juli 2011
Peneliti



Ma’rifatul Auliyah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : MTs
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VIII (Delapan)
Semester : 1 (Satu)
Alaokasi waktu : 4 x 40 menit

A. Standar Kompetensi :
Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar :
Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku
siku.
C. Indikator
1. Menemukan Teorema Pythagoras.
2. Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui.
D. Tujuan Pembelajaran
a. Peserta didik dapat menemukan Teorema Pythagoras.
b. Peserta didik dapat menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi
lain diketahui.
E. Materi Ajar
Teorema Pythagoras, yaitu mengenai :
a. Pengertian Teorema Pythagoras.
b. Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui.
G. Metode Pembelajaran
Pembelajaran langsung, Penemuan terbimbing dan Penugasan.
H. Langkah-langkah Kegiatan
 Pertemuan Pertama dan Kedua
Pendahuluan
o Salam
o Mengkondisikan siswa
o Mengabsen
o Apersepsi : Mengingat kembali materi sebelumnya
o Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya
mempelajari materi ini.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibentuk dalam beberpa kelompok, setiap kelompok diberi alat peraga
model Pythagoras.
2. Siswa diberikan tugas yang ada di buku paket
3. Setiap kelompok mempersentasikan hasil tugas yang telah diberikan dan
menjelaskan hasil jawaban dengan menggunakan alat peraga model
Pythagoras.

4. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk bertanya pada kelompok yang
sedang presentasi.
Penutup
a. Dengan bimbingan guru siswa diarahkan membuat rangkuman.
b. Mengevaluasi kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan
c. Siswa diberikan pekerjaan rumah (PR)
I. Sumber / Bahan / Alat Pembelajaran.
a. Sumber / Bahan Pembelajaran
 Buku MTK untuk kelas VIII SMP/MTs.
 LKS
b. Alat Pembelajaran
Alat tulis, alat peraga
J. Penilaian
o Jenis Tagihan : Tes Tertulis
o Bentuk Instrumen : Uraian.
BENTUK INSTRUMEN
1. Jika panjang sisi siku-siku suatu segitiga adalah a cm, b cm, dan panjang sisi
miring adalah c cm, maka tuliskan hubungan antara a, b, dan c.

2. Panjang salah satu sisi siku-siku adalah 16 cm dan panjang sisi miring adalah 20
cm. Hitunglah panjang sisi siku-siku yang lain



Indramayu, Juli 2011
Peneliti,




MA’RIFATUL AULIYAH
NIM : 07450928












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMP dan MTs
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VIII (Delapan)
Semester : 1 (Satu)
Alaokasi waktu : 4 x 40 menit

A. Standar Kompetensi :
Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar :
Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku
siku.
C. Indikator
1. Menemukan kebalikan Teorema Pythagoras.
2. Mengenal tripel Pythagoras.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyelesaikan Teorema Pythagoras.
2. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkiatan dengan
Teorema Pythagoras.
E. Materi Ajar
Teorema Pythagoras, yaitu mengenai :
a. Menemukan kebalikan Teorema Pythagoras.
b. Mengenal tripel Pythagoras.

G. Metode Pembelajaran
Pembelajaran langsung, Penemuan terbimbing dan Penugasan.

H. Langkah-langkah Kegiatan

 Pertemuan Pertama dan Kedua

Pendahuluan
o Salam
o Mengkondisikan siswa
o Mengabsen
o Apersepsi : Mengingat kembali materi sebelumnya
o Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya
mempelajari materi ini.
Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan pengertian penyelesaian Teorema Pythagoras.
2. Guru menejelaskan cara menentukan penyelesaian Teorema Pythagoras dengan
meggunakan alat peraga model Pythagoras untuk mendapatkan konsep
kesetaraan dalam Teorema Pythagoras dengan cara menghitung banyaknya peta,

kemudian persegi yang kosong kita masukan kertas berpetak yang cocok persegi
kosong tersebut
3. Guru memberikan contoh-contoh penyelesaian Teorema Pythagoras dengan
menggunakan alat peraga model Pythagoras dan siswa memperhatikan dengan
seksama.
4. Setelah itu dibagi kelompok, contoh menyelesaikan Teorema Pythagoras dengan
menggunakan alat peraga model Pythagoras
Soal : 3, 4 dan sisi miringnya berapa….
Model Pythagorasnya adalah




Penutup
a. Dengan bimbingan guru siswa diarahkan membuat rangkuman.
b. Mengevaluasi kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan
c. Siswa diberikan pekerjaan rumah (PR)
II. Sumber / Bahan / Alat Pembelajaran.
c. Sumber / Bahan Pembelajaran
 Buku MTK untuk kelas VIII SMP/MTs.
 LKS
d. Alat Pembelajaran

Alat tulis, alat peraga
J. Penilaian
a. Jenis Tagihan : Tes Tertulis
b. Bentuk Instrumen : Uraian.
BENTUK INSTRUMEN
1. Selidikilah apakah segitiga berikut merupakan segitiga siku-siku.Jelaskan.


4 cm 7 cm

8 cm

2. Selidikilah apakah bilangan 5, 7, 9 merupakan tripel Pythagoras.


Indramayu, Juli 2011
Peneliti,







MA’RIFATUL AULIYAH
NIM : 07450928

























KISI-KISI INSTRUMEN ANGKET PENELITIAN MINAT SISWA TERHADAP
PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYHTAGORAS
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : teorema pythagoras
Kelas / Semester : VIII/ I

No Indikator
No Item Jumlah
Soal (+) (-)
1
Kualitas isi dan tujuan penggunaan alat
peraga model Pythagoras
1, 12 8, 17 4
2 Kualitas instruksional
9, 11, 13,
14
6 5
3 Pemahaman materi
4, 5, 10,
15
3 5
4 Minat siswa
2, 7, 16,
20
18, 19 6
Jumlah Soal 14 6 20
































ANGKET PENELITIAN MINAT SISWA
PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYHTAGORAS
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1. Perhatikan dengan seksama pertanyaan penelitian yang tertera dibawah ini.
2. Bubuhkan jawaban atau pilihan yang saudara dengan memberikan tanda celis (\) pada
salah satu kolom SS (Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral), TS (Tidak Setuju), atau
STS (Sangat Tidak Setuju)
3. Jawablah setiap pertanyaan dengan membubuhkan tanda ceklis (\) pada kolom
jawaban yang dianggap paling sesuai dengan hati nurani saudara.
4. Setiap jawaban yang saudara tuliskan, akan sangat menentukan kesuksesan penelitian
ini.

No Pertanyaan
Alternatif Jawaban
SS S N TS STS
1
Penggunaan alat peraga model Pythagoras pada
pembelajaran matematika pada pokok bahasab
teorema pythagoras sudah tepat

2
Pembelajaran menggunakan alat peraga model
Pythagoras saya lebih menyenangi matematika

3
Pembelajaran menggunakan alat peraga model
Pythagoras pada pokok bahasan teorema
Pythagoras membuat saya sulit memahami materi
pelajaran

4
Aturan penggunaan alat peraga model Pythagoras
memudahkan saya untuk menggunakannya

5
Penggunaan alat peraga model Pythagoras
membuat saya bias mengerjakan soal Pythagoras
dengan baik

6
Penggunaan alat peraga model Pythagoras tidak
mudah

7
Peraga yang digunakan dalam pembelajaran
Pythagoras sangat mudah dibuat sehingga saya
lebih sering mempalajarinya dirumah

8
Alat peraga model Pythagoras sangat
membingungkan

9
Pembelajaran menggunakan alat peraga model
Pythagoras meningkatkan kemampuan saya dalam
memahami sisi yang sudah diketahui

10
Saya dapat memahami konsep Pythagoras dengan
menggunakan alat peraga model pythagoras

11
Saya dapat menggunakan alat peraga model
Pythagoras dengan benar

12
Alat peraga model pythagoras sangat menarik dan
interaktif dalam pembelajaran

13
Metode pembelajaran dengan menggunakan alat
peraga model Pythagoras lebih menyenangkan
dibandingkan dengan metode lain (ceramah,


diskusi, dll).
14
Penggunaan alat peraga model Pythagoras
sebaiknya digunakan untuk pokok bahasan seperti
teorema Pythagoras

15
Materi yang disampaikan dalam pembelajaran
matematika menggunakan alat peraga model
Pythagoras menjadi lebih singkat dan mudah
dipahami

16
Pembelajaran interaktif dengan menggunakan alat
peraga model Pythagoras pada pelajaran
matematika membantu saya meningkatkan minat
dan pemahaman matematika

17
Pada pembelajaran teorema Pythagoras
menggunakan alat peraga model Pythagoras tidak
disebutkan tujuan pembelajarannya.

18
Pembalajaran matematika mengguakan alat peraga
model Pythagoras membosankan

19
Penyajian materi matematika menggunakan alat
peraga model Pythagoras membuat saya tidak
semangat atau jenuh

20
Saya ingin penggunaan alat Pythagoras lebih sering
digunakan untuk membantu kegiatan belajar






























Kisi-kisi Instrumen Tes Presasi Belajar
dalam Menyelesaikan Teorema Pythagoras
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : teorema pythagoras
Kelas / Semester : VIII/ I


materi Kompetensi
dasar
Indicator Asek yang
diukur
Tingkat kesukaran No.
soal
C1 C2 C3 Mudah Sedang Sukar
teorema
pythagoras
Menggunakan
Teorema
Pythagoras
untuk
menentukan
panjang sisi-
sisi segitiga
siku-siku.

- Menjelaskan
teorema
Pythagoras

- Menghitung
panjang sisi
segitiga siku-
siku jika dua
sisi lain
diketahui
- Menjelaskan
kebalikan
Teorema
Pythagoras
- Mengenal
tripel
Pythagoras.

v
v





v



v
v
v




v
v
v



v


v











v
v
v
v
v





v



v
v
v


v

v
v










v






v



v



v
v
3
8
9

1
2
7
14


6
11
12
13
4
5
10

Ket : C1 = ingatan
C2 = pemahaman
C3 = aplikasi

















x+7
x+6
A B
C
5 cm
2x+3
5 cm
2x+2

Uji Coba Instrumen Tes Penelitian
Prestasi Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Teorema Pyhagoras
Nama Sekolah : MTs Hidayatul Ma’arif Lohbener Indramayu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VIII/ I
Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 2 Jam pelajaran)
Bentuk Soal : Uraian


1. Panjang sisi siku-siku sebuah segitiga adalah 6 cm dan 8 cm. Berapa panjang sisi
miringnya…..
2. Salah satu sisi siku-siku sebuah segitiga siku-siku adalah 3 cm. Panjang sisi
miringnya adalah 5 cm. Berapakah panjang sisi siku-sikunya yang lain……
3. Jika panjang sisi siku-siku suatu segitiga adalah a cm, b cm, dan panjang sisi
miring adalah c cm, maka tuliskan hubungan antara a, b, dan c…
4. Hitunglah x segitiga ABC siku-siku di B




5. Perhatikan gambar! Maka nilai x adalah….




6. Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi yang panjangnya 10 cm, 24 cm, dan 26 cm.
Apakah segitiga itu siku-siku……
7. Luas sebuah segitiga siku-siku adalah 96 cm
2
. Jika alas segitiga 16 cm. Maka sisi
miring segitiga adalah….





E
F
G
H

8. Diberikan segitiga EFG. Tulislah teorema Pythagoras untuk sisi EG, EH, dan FG





9. Sebuah berikut segitiga sama sisi, panjang sisinya adalah 10 cm. Tentukan luas
segitiga….
10. Apakah tripel bilangan 12, 5, 13 dan ini merupakan tripel Pythagoras?
11. Sebuah segitiga yang memiliki kedua sisinya sama adalah….
12. Jika dalam segitiga berlaku hubungan c
2
= a
2
+b
2
adalah segitiga…
13. Jika dalam segitiga berlaku hubungan c
2
> a
2
+ b
2
adalah segitiga…
14. Jika dalam segitiga berlaku hubungan c
2
< a
2
+

b
2
adalah segitiga…




















Kunci Jawaban Uji Coba Instrumen Tes Penelitian
Presatasi Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Teorema Pythagoras

Nama Sekolah : MTs Hidayatul Lohbener Indramayu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 2 Jam pelajaran)
Bentuk Soal : Uraian
Tahun Ajaran : 2010 / 2011

1. c
2
= a
2
+ b
2
skor 2
c
2
= 6
2
+ 8
2
2
c = 100 1
c = 10 cm

2. c
2
= a
2
+ b
2
2
5
2
= 3
2
+ b
2
2
b
2
= 5
2
– 3
2
1
= 16
= 4 cm

3. Jika sisi a dan b diket, maka sisi c dihit dengan rumus: c
2
= a
2
+ b skor 2
Jika sisi b dan c diket, maka sisi a dihit dengan rumus: a
2
= c
2
– b
2
2
Jika sisi a dan c diket, maka sisi b dihit dengan rumus: b
2
= c
2
– a
2
1

4. (x + 7 )
2
= ( x cm + 6 cm)
2
+ 5
2
cm skor 2
x
2
+ 14x +49 = x
2
+12x cm + 36 cm + 25 cm 2
2x = 61 cm – 49 cm
x = 6 cm. 1

5. (2x + 3)
2
= (2x + 2 )
2
+ 5
2
cm skor 2
4x
2
+ 12 cx +9 = 4x
2
+ 8x + 4 + 25 cm 2
4x = 29 – 9

C
B
D A
x = 5 cm skor 1

6. Kita namakan segitiga itu sebagai ABC A . Skor 2
Sekarang kita lakukan pemeriksaan AB
2
= c
2
= 26
2
= 676
AC
2
= b
2
= 24
2
= 576
BC
2
=

a
2
= 10
2
= 100
Ternyata : skor 2
676 = 100 + 576
26
2
=

10
2
+ 24
2

AB
2
= BC
2
+ AC
2

c
2
= a
2
+ b
2
skor 1
Oleh karena panjang sisi segitiga itu memenuhi hubungan c
2
= a
2
+ b
2
,
maka menurut kebalikan teorema Pythagoras segitiga ABC itu adalah siku–
siku di C atau 90 = ZC
7. L =
2
1
.a.t skor 2
96 cm =
2
1
. 16cm .t
t = 12 cm skor 2
c =
2 2
12 16 +
= 20 cm skor 1

8. EG
2
= EH
2
+ GH
2
skor 2
EH
2
= EG
2
– GH
2
skor 2
FG
2
= GH
2
+ FH
2
skor 1
9. Tinggi segitiga : CD skor 2
L =
2
1
.a. t
=
2
1
. AB . CD
=
2
1
. 10 cm . CD
Panjang CD dicari dengan Pythagoras

CD
2
= CB
2
– BD
2
=> DB =
2
1
. AB skor 2
DB = 5 cm

CD
2
= 10
2
– 5
2
CD = 75 CD = 5 3 cm
CD
2
= 100 – 25 = 3 25x
CD
2
= 75 = 3 25x
Sehingga L segitiga =
2
1
.AB. CD skor 1
=
2
1
.10. 5 3 cm
Jadi luas segitiga itu adalah 25 3 cm

10. 12, 5, dan 13
c
2
= a
2
+ b
2
skor 2
13
2
= 12
2
+ 5
2

169 = 144 + 25 skor 2
169 = 169.
Ya, merupakan tripel Pythagoras karena bilangan–bilangan 12, 5, 13
memenuhi 13
2
= 12
2
+ 5
2.
skor 1
11. Segitiga sama sisi skor 5
12. Segitiga siku–siku skor 5
13. Segitiga tumpul skor 5
14. Segitiga lancip skor 5










RELIABILITAS TES
================

Rata2= 35.70
Simpang Baku= 11.45
KorelasiXY= 0.57
Reliabilitas Tes= 0.72

No.Urut No. Subyek Kode/Nama Subyek Skor Ganjil Skor Genap Skor Total
1 18 Uji- 18 30 28 58
2 19 Uji- 19 28 30 58
3 26 Uji- 26 23 30 53
4 27 Uji- 27 34 19 53
5 28 Uji- 28 24 28 52
6 24 Uji- 24 31 16 47
7 17 Uji- 17 23 21 44
8 25 Uji- 25 21 23 44
9 29 Uji- 29 25 19 44
10 30 Uji- 30 27 16 43
11 22 Uji- 22 19 21 40
12 20 Uji- 20 21 18 39
13 23 Uji- 23 19 16 35
14 4 Uji- 4 16 18 34
15 3 Uji- 3 17 16 33
16 13 Uji- 13 18 15 33
17 21 Uji- 21 16 17 33
18 1 Uji- 1 12 17 29
19 16 Uji- 16 11 18 29
20 8 Uji- 8 12 15 27
21 15 Uji- 15 14 13 27
22 2 Uji- 2 18 8 26
23 5 Uji- 5 11 15 26
24 7 Uji- 7 10 16 26
25 12 Uji- 12 12 13 25
26 9 Uji- 9 17 7 24
27 11 Uji- 11 11 12 23
28 14 Uji- 14 14 9 23
29 6 Uji- 6 11 11 22
30 10 Uji- 10 8 13 21












KELOMPOK UNGGUL & ASOR
======================

Kelompok Unggul
1 2 3 4 5
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 1 2 3 4 5
1 18 Uji- 18 58 5 4 5 5 5
2 19 Uji- 19 58 5 5 0 5 4
3 26 Uji- 26 53 4 5 5 0 5
4 27 Uji- 27 53 4 5 5 5 5
5 28 Uji- 28 52 5 5 5 4 5
6 24 Uji- 24 47 4 5 4 0 5
7 17 Uji- 17 44 5 4 5 5 5
8 25 Uji- 25 44 0 5 5 3 4
Rata2 Skor 4.00 4.75 4.25 3.38 4.75
Simpang Baku 1.69 0.46 1.75 2.20 0.46


6 7 8 9 10
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 6 7 8 9 10
1 18 Uji- 18 58 5 5 5 5 4
2 19 Uji- 19 58 0 5 5 5 5
3 26 Uji- 26 53 5 0 5 5 5
4 27 Uji- 27 53 0 5 5 5 4
5 28 Uji- 28 52 5 4 5 5 5
6 24 Uji- 24 47 3 5 0 4 0
7 17 Uji- 17 44 0 5 5 0 0
8 25 Uji- 25 44 3 5 0 2 4
Rata2 Skor 2.63 4.25 3.75 3.88 3.38
Simpang Baku 2.33 1.75 2.31 1.89 2.13

11 12 13 14
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 11 12 13 14
1 18 Uji- 18 58 0 0 5 5
2 19 Uji- 19 58 4 5 5 5
3 26 Uji- 26 53 4 5 0 5
4 27 Uji- 27 53 5 0 5 0
5 28 Uji- 28 52 0 4 0 0
6 24 Uji- 24 47 4 3 5 5
7 17 Uji- 17 44 2 5 1 2
8 25 Uji- 25 44 0 4 5 4
Rata2 Skor 2.38 3.25 3.25 3.25
Simpang Baku 2.13 2.12 2.43 2.25



1 2 3 4 5
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 1 2 3 4 5
1 5 Uji- 5 26 0 4 3 2 1
2 7 Uji- 7 26 0 3 0 3 4

3 12 Uji- 12 25 4 2 2 2 0
4 9 Uji- 9 24 4 0 3 3 2
5 11 Uji- 11 23 3 2 0 1 3
6 14 Uji- 14 23 0 0 1 0 3
7 6 Uji- 6 22 2 0 3 0 0
8 10 Uji- 10 21 0 3 2 4 2
Rata2 Skor 1.63 1.75 1.75 1.88 1.88
Simpang Baku 1.85 1.58 1.28 1.46 1.46


6 7 8 9 10
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 6 7 8 9 10
1 5 Uji- 5 26 5 4 2 3 0
2 7 Uji- 7 26 3 2 0 0 4
3 12 Uji- 12 25 3 3 3 0 0
4 9 Uji- 9 24 0 1 2 4 2
5 11 Uji- 11 23 0 0 4 2 2
6 14 Uji- 14 23 4 2 3 4 0
7 6 Uji- 6 22 4 2 3 2 1
8 10 Uji- 10 21 0 3 2 1 0
Rata2 Skor 2.38 2.13 2.38 2.00 1.13
Simpang Baku 2.07 1.25 1.19 1.60 1.46


11 12 13 14
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 11 12 13 14
1 5 Uji- 5 26 0 0 0 2
2 7 Uji- 7 26 3 0 1 3
3 12 Uji- 12 25 2 3 1 0
4 9 Uji- 9 24 2 0 1 0
5 11 Uji- 11 23 1 3 2 0
6 14 Uji- 14 23 3 2 1 0
7 6 Uji- 6 22 0 0 2 3
8 10 Uji- 10 21 0 3 0 1
Rata2 Skor 1.38 1.38 1.00 1.13
Simpang Baku 1.30 1.51 0.76 1.36















DAYA PEMBEDA
============

Jumlah Subyek= 30
Klp atas/bawah(n)= 8
Butir Soal= 14
Un: Unggul; AS: Asor; SB: Simpang Baku

No No Btr Asli Rata2Un Rata2As Beda SB Un SB As SB Gab t DP(%)
1 1 4.00 1.63 2.38 1.69 1.85 0.89 2.68 47.50
2 2 4.75 1.75 3.00 0.46 1.58 0.58 5.15 60.00
3 3 4.25 1.75 2.50 1.75 1.28 0.77 3.26 50.00
4 4 3.38 1.88 1.50 2.20 1.46 0.93 1.61 30.00
5 5 4.75 1.88 2.88 0.46 1.46 0.54 5.32 57.50
6 6 2.63 2.38 0.25 2.33 2.07 1.10 0.23 5.00
7 7 4.25 2.13 2.13 1.75 1.25 0.76 2.79 42.50
8 8 3.75 2.38 1.38 2.31 1.19 0.92 1.49 27.50
9 9 3.88 2.00 1.88 1.89 1.60 0.88 2.14 37.50
10 10 3.38 1.13 2.25 2.13 1.46 0.91 2.46 45.00
11 11 2.38 1.38 1.00 2.13 1.30 0.88 1.13 20.00
12 12 3.25 1.38 1.88 2.12 1.51 0.92 2.04 37.50
13 13 3.25 1.00 2.25 2.43 0.76 0.90 2.50 45.00
14 14 3.25 1.13 2.13 2.25 1.36 0.93 2.29 42.50




























TINGKAT KESUKARAN
=================

Jumlah Subyek= 30
Butir Soal= 14

No Butir Baru No Butir Asli Tkt. Kesukaran(%) Tafsiran
1 1 56.25 Sedang
2 2 65.00 Sedang
3 3 60.00 Sedang
4 4 52.50 Sedang
5 5 66.25 Sedang
6 6 50.00 Sedang
7 7 63.75 Sedang
8 8 61.25 Sedang
9 9 58.75 Sedang
10 10 45.00 Sedang
11 11 37.50 Sedang
12 12 46.25 Sedang
13 13 42.50 Sedang
14 14 43.75 Sedang






























KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL
=================================

Jumlah Subyek= 30
Butir Soal= 14

No Butir Baru No Butir Asli Korelasi Signifikansi
1 1 0.491 Signifikan
2 2 0.618 Sangat Signifikan
3 3 0.594 Signifikan
4 4 0.330 -
5 5 0.599 Signifikan
6 6 0.158 -
7 7 0.540 Signifikan
8 8 0.370 Signifikan
9 9 0.488 Signifikan
10 10 0.492 Signifikan
11 11 0.258 -
12 12 0.302 -
13 13 0.518 Signifikan
14 14 0.483 Signifikan



Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut:

df (N-2) P=0,05 P=0,01 df (N-2) P=0,05 P=0,01
10 0,576 0,708 60 0,250 0,325
15 0,482 0,606 70 0,233 0,302
20 0,423 0,549 80 0,217 0,283
25 0,381 0,496 90 0,205 0,267
30 0,349 0,449 100 0,195 0,254
40 0,304 0,393 125 0,174 0,228
50 0,273 0,354 >150 0,159 0,208

Bila koefisien = 0,000 berarti tidak dapat dihitung.















REKAP ANALISIS BUTIR
=====================

Rata2= 35.70
Simpang Baku= 11.45
KorelasiXY= 0.57
Reliabilitas Tes= 0.72
Butir Soal= 14
Jumlah Subyek= 30

No No Btr Asli T DP(%) T. Kesukaran Korelasi Sign. Korelasi
1 1 2.68 47.50 Sedang 0.491 Signifikan
2 2 5.15 60.00 Sedang 0.618 Sangat Signifikan
3 3 3.26 50.00 Sedang 0.594 Signifikan
4 4 1.61 30.00 Sedang 0.330 -
5 5 5.32 57.50 Sedang 0.599 Signifikan
6 6 0.23 5.00 Sedang 0.158 -
7 7 2.79 42.50 Sedang 0.540 Signifikan
8 8 1.49 27.50 Sedang 0.370 Signifikan
9 9 2.14 37.50 Sedang 0.488 Signifikan
10 10 2.46 45.00 Sedang 0.492 Signifikan
11 11 1.13 20.00 Sedang 0.258 -
12 12 2.04 37.50 Sedang 0.302 -
13 13 2.50 45.00 Sedang 0.518 Signifikan
14 14 2.29 42.50 Sedang 0.483 Signifikan


























Data Skor Nilai Hasil Post-Test Kelas Eksperimen
No Nama Siswa Nilai
1 Susilawati 86.0
2 Lulu Zuhariyah 78.0
3 Sunerih 97.0
4 Alim Sahadi 82.0
5 M. Aji P 80.0
6 Alip Abdul H 82.0
7 Ikbal Husaeni 83.0
8 Herman 88.0
9 Rahyani 78.0
10 Ani Agustini 88.0
11 Puryati 89.0
12 Zaenal M 72.0
13 Yanto 96.0
14 M. Arif Alfarizi 82.0
15 M. Subhan 89.0
16 Daniah 79.0
17 Rovita Ratna K 63.0
18 Hartati 85.0
19 Piah Soleha 73.0
20 Sri Cahyati 95.0
21 Nada Putri 74.0
22 Dian A 94.0
23 Suheri 90.0
24 Eka Dianawati 74.0
25 Yulinah 84.0
26 Reni S 94.0
27 Andri E 75.0
28 Intan Ainun L 79.0
29 Dede S 90.0
30 Tarmidzi 93.0
















Data Hasil dari Angket Minat Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Model
Pythagoras dengan Prestasi Belajar Siswa


No Nama Siswa
Angket
(variabel X)
Nilai
(variabel Y)
1 Susilawati 65 86.0
2 Lulu Zuhariyah 59 78.0
3 Sunerih 72 97.0
4 Alim Sahadi 63 82.0
5 M. Aji P 59 80.0
6 Alip Abdul H 70 82.0
7 Ikbal Husaeni 63 83.0
8 Herman 68 88.0
9 Rahyani 60 78.0
10 Ani Agustini 66 88.0
11 Puryati 68 89.0
12 Zaenal M 56 72.0
13 Yanto 71 96.0
14 M. Arif Alfarizi 64 82.0
15 M. Subhan 67 89.0
16 Daniah 63 79.0
17 Rovita Ratna K 55 63.0
18 Hartati 66 85.0
19 Piah Soleha 47 73.0
20 Sri Cahyati 70 95.0
21 Nada Putri 48 74.0
22 Dian A 69 94.0
23 Suheri 67 90.0
24 Eka Dianawati 60 74.0
25 Yulinah 65 84.0
26 Reni S 69 94.0
27 Andri E 56 75.0
28 Intan Ainun L 60 79.0
29 Dede S 67 90.0
30 Tarmidzi 69 93.0












Skor Minat Siswa Terhadap Pengguanaan Alat Peraga Model Pythagoras

No
Kode
Siswa
Analisis butir soal angket Jumlah kuadrat
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Skor jumlah
1 S – 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 5 3 4 2 3 3 4 4 3 3 65 4225
2 S – 2 5 4 2 3 4 3 5 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 59 3481
3 S – 3 4 4 4 4 3 3 5 4 3 4 2 5 4 3 3 4 3 4 3 3 72 5184
4 S – 4 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 2 4 4 4 3 3 4 1 5 2 63 3969
5 S – 5 4 3 3 3 4 4 2 3 3 2 2 4 4 2 3 3 1 4 3 2 59 3481
6 S – 6 5 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 2 4 5 4 4 3 3 4 3 70 4900
7 S – 7 3 4 4 3 3 4 5 2 3 5 4 1 3 3 2 2 3 3 3 3 63 3969
8 S – 8 4 3 2 3 4 4 5 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 2 4 68 4624
9 S – 9 5 4 2 3 5 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 1 3 4 60 3600
10
S –
10 4 3 2 4 5 5 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 3 2 3 3 66 4356
11
S –
11 3 4 4 5 5 5 3 2 3 4 2 4 3 4 3 3 3 2 4 2 68 4624
12
S –
12 4 3 2 4 4 3 3 1 2 3 2 3 2 2 4 3 3 3 3 2 56 3136
13
S –
13 5 3 3 4 5 5 2 1 2 3 3 3 3 3 3 4 5 5 5 4 71 5041
14
S –
14 4 3 2 5 5 3 5 4 3 3 2 1 2 4 2 4 3 3 3 3 64 4096
15
S –
15 3 4 3 3 4 5 5 5 4 2 5 4 3 2 3 3 3 2 2 2 67 4489
16
S –
16 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 63 3969
17
S –
17 3 3 3 4 4 4 1 3 2 2 1 3 3 3 3 3 3 1 3 3 55 3025
18
S –
18 4 4 3 3 4 5 4 3 4 5 3 4 2 4 1 2 1 4 3 3 66 4356
19
S –
19 3 3 1 3 4 1 1 1 3 4 1 1 4 3 1 3 3 3 2 2 47 2209

20
S –
20 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 1 3 3 4 4 70 4900
21
S –
21 3 3 4 3 3 3 1 2 3 2 1 1 2 3 4 1 2 3 2 2 48 2304
22
S –
22 4 3 3 4 5 5 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 3 5 3 3 69 4761
23
S –
23 3 3 4 3 3 3 5 3 5 1 5 4 3 3 2 4 2 4 4 3 67 4489
24
S –
24 3 3 4 3 2 3 5 5 2 3 4 3 3 3 3 2 2 1 4 2 60 3600
25
S –
25 4 3 1 3 5 5 3 5 4 2 4 2 4 4 1 3 2 4 3 3 65 4225
26
S –
26 4 3 1 4 4 4 3 4 2 5 4 1 4 4 5 3 3 5 3 3 69 4761
27
S –
27 4 3 1 3 2 3 5 1 4 3 4 1 3 3 3 3 3 2 2 3 56 3136
28
S –
28 3 4 1 3 2 5 3 4 3 4 1 4 2 4 2 4 3 2 3 3 60 3600
29
S –
29 4 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 3 5 2 3 4 3 67 4489
30
S –
30 4 4 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 4 3 69 4761
∑x 113 102 78 105 115 112 104 89 90 91 88 91 97 100 84 90 85 87 96 85
∑y =
1902
∑y
2
=
121760
∑x
2
439 354 234 379 465 446 410 299 290 305 302 319 329 350 262 296 261 293 326 253
∑xy 7448 6718 5147 6933 7603 7407 6880 5872 5930 5980 5858 6095 6402 6590 5501 5977 5609 5784 6358 5626






Angket

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent
Angket 30 100.0% 0 .0% 30 100.0%


Descriptives

Statistic Std. Error
Angket Mean 63.4000 1.16125
95% Confidence Interval for
Mean
Lower Bound 61.0250

Upper Bound 65.7750

5% Trimmed Mean 63.8333

Median 65.0000

Variance 40.455

Std. Deviation 6.36044

Minimum 47.00

Maximum 72.00

Range 25.00

Interquartile Range 8.50

Skewness -1.034 .427
Kurtosis .752 .833


Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnov
a
Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Angket .142 30 .129 .913 30 .018
a. Lilliefors Significance Correction







Angket Stem-and-Leaf Plot

Frequency Stem & Leaf

1,00 Extremes (=<47)
1,00 4 . 8
,00 5 .
5,00 5 . 56699
7,00 6 . 0003334
12,00 6 . 556677788999
4,00 7 . 0012

Stem width: 10,00
Each leaf: 1 case(s)


















































Test of Homogeneity of Variance

Levene Statistic df1 df2 Sig.
Tes Based on Mean .887 1 28 .354
Based on Median .872 1 28 .358
Based on Median and with
adjusted df
.872 1 25.127 .359
Based on trimmed mean .885 1 28 .355



Regresi

Variables Entered/Removed
b

Model
Variables
Entered
Variables
Removed Method
1 angket
a
. Enter
a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: tes





Tests of Normality

Jenis kelamin
Kolmogorov-Smirnov
a
Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Tes laki-laki .141 14 .200
*
.955 14 .636
perempuan .138 16 .200
*
.968 16 .812
a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.







Model Summary
Model R R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
1 .864
a
.747 .738 4.26134
a. Predictors: (Constant), angket




ANOVA
b

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 1501.415 1 1501.415 82.682 .000
a

Residual 508.452 28 18.159

Total 2009.867 29

a. Predictors: (Constant), angket

b. Dependent Variable: tes



Coefficients
a

Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta
1 (Constant) 12.011 7.926

1.515 .141
Angket 1.131 .124 .864 9.093 .000
a. Dependent Variable: tes















TABEL
NILAIINILAI CHI-KUADRAT

























TABEL
NILAI-NILAI r PRODUCT MOMENT






















TABEL
NILAI-NILAI r PRODUCT MOMENT

















































TABEL
NILAI-NILAI DALAM DISTRIBUSI t

















































TABEL
LUAS DIBAWAH LENGKUNG KURVA NORMAL DARI 0 S/D Z

















































TABEL
NILAI-NILAI UNTUK DISTRIBUSI F

Baris atas untuk 5 %
Baris bawah unntuk 10 %
























































You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->