Peni Handayani, dkk. TEKNIK PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN SISTEM ELEKTRONIKA JILID 3 SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang TEKNIK PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN SISTEM ELEKTRONIKA JILID 3 Penulis Untuk SMK : Peni Handayani Trisno Yuwono Putro : TIM : 17,6 x 25 cm Perancang Kulit Ukuran Buku HAN t HANDAYANI, Peni Teknik Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Elektronika Jilid 3 unt uk SMK /oleh Peni Handayani, Trisno Yuwono Putro ---Jakarta : Direktorat Pembina an Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi, 161 hlm Daftar Pustaka : La mpiran. A Daftar Vendor : Lampiran. B Daftar Tabel : Lampiran. C Daftar Gambar : Lampiran. D ISBN : 978-979-060-111-6 ISBN : 978-979-060-114-7 Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, P emerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direkto rat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasio nal, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari keg iatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena bu ku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelaja ran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan se bagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayak an untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidika n Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan pengha rgaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengali hkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan se cara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang tel ah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diund uh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyara kat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus me menuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy i ni diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan p eserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di lu ar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berha rap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami u capkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Ka mi menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, s aran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

Masalah kesehatan dan keselamatan kerja juga merupakan masalah yan g tak kalah penting. Gangguan kecil ini jika dibiarkan tentuny a akan mempengaruhi kinerja alat atau sistem secara keseluruhan. Masalah ini dibahas pada bagian akhir bab 1. kami penulis mengucapkan terimakasih kepada editor dan tim penilai dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Jika masalah pemeliharaan dan perbaikan ini dapat dikelola dengan baik akan memberikan manfaat yang besar bagi kita. Penulis . misalnya saat hujan dan harus menyeberang jalan tiba-tiba atap pada jembatan penyeberang jala n bocor. Pada bab-bab lain. masalah kesehatan dan k eselamatan kerja. serta teknik pemeliharaan khususnya untuk peralatan dan sistem elektronika. saat akan pergi kendaraan kita atau ken-daraan umum yang kita tumpan gi tiba-tiba mogok atau remnya tidak berfungsi. juga meny angkut kese. Akhirnya.amatan orang lain dan keamanan alat itu sendiri. D epartemen Pendidikan Nasional. Oleh karena itu . usia alat akan lebih panjang.PENGANTAR Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami ketidaknyamanan. an tara lain: biaya pemeliharaan dan perbaikan dapat ditekan secara optimal. Hal. masalah kesehatan dan keselamatan k erja juga akan disinggung secara langsung jika sangat erat dengan penggunaan per alatn itu sendiri. kegiat an kita tidak terhenti karena alat rusak. saat perlu menggunakan telepon umum ternyata telepon tidak berfungsi ka rena rusak.tersebut antara lain karena orang pada umum nya kurang memperhatikan masalah pemeliharaan. Buku ini akan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan masalah pemeliharaan dan perbaikan. waktu kerja kita menjadi lebih efektif dan efisien. Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Direktur Pembinaa n Sekolah Menengah Kejuruan. atas sumbang sara n yang telah diberikan kepada kami untuk kesempurnaan tulisan ini. pencegahan adalah tindakan yang tepat. Direktort Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. karena selain menyangkut keselamatan diri sendri. dan masih banyak lagi masalah ya ng kita bisa lihat dan rasakan. sehingga gangguan kecil pada pera latan yang digunakan tidak terdeteksi.

.....6...... PRINSIP PELACAKAN KERUSAKAN /KEGAGALAN (PRINCIPLES of TROUBLESHOOTING) 2..........1... 1. ....... 2............ 1.. Proses Pemeliharaan di Industri ...... Rangkuman.......................................... 2.................. Sistem Manajemen Pemeliharaan dan Perb aikan ....... ....................... Tugas Kelomp ok ........ PERBAIKAN............ PEMELIHARAAN.... . ............................ .. ................................................................................................1... 3..... 2.........3....... Rangkuman .................................. Spesifikasi .... Keandalan dan Kegagalan ....................... ................ ........4................... Kesehatan dan Keselam atan Kerja ............ ................................... MENGENALI KERUSAKAN KOMPONEN ELEKTRONIKA 3..... 1.. Resistor Tetap ................. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1.................................6.......... ......4......... Analisis Problem-Solving .............................................. Kegagalan-Kegagalan pada Resistor Teta p .......... ............ Pendahuluan . Pemeliharaan da n Perbaikan.............................3.............. Pengujian Komponen Aktif ..... 3.......... 7....1............. 2.................................................... Sistem Manajemen Pemeliharaan dan Perbaikan Berbantuan Komput er ................................TEKNIK PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN PERALATAN DAN SISTEM ELEKTRONIKA PRAKATA DAFTAR ISI Kata Sambutan Direktur Pembinaan SMK Kata Pengantar ....................................... Organisasi Keselamatan Kerja ..... .5....... ii JILID 1 1............... 3. ..2..... ....................................... Metode-Metode Pelacakan Kerusakan ... 1................ Resistor Variabel (Potensiometer) .................................. Soal Latihan B ab 2 ......................................... 1..... 2...........3...2... i Daftar Isi ............... 88 88 89 91 34 40 47 63 71 77 81 84 85 87 1 1 9 14 19 29 30 32 ii ....5...... Soal Latihan Bab 1.. 2. .......... 3.................................4.. Pengecekan dan Pengujian Rangkaian ................................2............. 2....................... Kegiatan Pemeliharaan d an Perbaikan ......

.................. Pengukuran Komponen Aktif .................... .................................... 5...............9. ..........................15.... ............... ................ 5.... Pemeliharaan Motor dan Geneator................................... ....2.................... Komponen Semik onduktor ... ..........6............................................ PEMELIHARAA N MOTOR dan GENERATOR LISTRIK 4................ Kegagala n pada Kapasitor .......................8....6.......................... 3.. Rangkaian-Rangkaian Bistable.... ............................................5... 93 93 94 95 95 96 97 98 102 104 112 113 113 114 115 118 119 127 131 132 134 135 144 146 146 JILID 2 5.......................... PELACAKAN KERUSAKAN RANGKAIAN DIGITAL 5.......................................................... Tugas Kelompok ........11...................... 4.13...... .................. Pendahuluan .... Soal Latihan Ba b 3 .....................................7.......14......... ...................................................................6..... Pengujian Sed erhana untuk Komponen Elektronika ..... Motor Induksi 3 Fasa ............ 3........... 147 148 151 159 166 170 173 173 173 iii ................................. 4.... 5........... 4.................................................... Kegagalan-Kegagalan pada Resistor Variabel .. Mesin-mesin DC ..................................... 3................3.. Karakteristik Keluarga IC Digita l ..... .......... ............. Pengukuran Akurat Komponen Elektronika ....... 4..... Mesin Listrik ..... Teknik Pelacak an Kerusakan Rangkaian Digital ........ Soal Latihan Bab 5 ............12............................... Motor DC .4....... Ran gkaian Tes Komponen ................................................ .. 3.............1...................................................... Pencegahan-Pencegahan Ketika Menangani dan Menguji Komponen ......... 3.................5....................Sinkron ...............10.... 3........... Generator ....4... Rangkuman .......... Rangkuman ................. Peralatan Bantu Pelacakan Kerusakan Rangkaian Digital ..... Kom ponen Elektronika Optik .................. Counter dan Register ... 3........ 3.......... .......................................... .... 5...................................... ................. 4..... 3.... Kapasitor .... .......... ......................3...... Tugas Kelompok .. Tugas Kelompok ......... Rangkuman. Kerusakan pada Kompone n Semikonduktor .. Soal Latihan .................................................................. 5.3.................................................2............................ 4.. 4..................................1................... .................... 4............5............................................................. Contoh Kasus Kerusakan Rangkaian D igital ...... Motor AC Sinkron .......................7....8..................... ................ .. Generator AC .................................................. 3.......

..... Menggunakan Teknik Sympton Function (Gejala/Fungsi) . 6..... Data Teknik Lokomotif ....... 7...............1............ PELACAKAN KERUSAKAN ALAT KONTROL INDUSTRI 7........ 7.....5.. ....... Transformator . Menggunakan Teknik Resistansi-Teganga n ...................................5....... PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.......................... 8................................................... Prinsip kerja Lokomotip Diesel Elek trik ...7...................................... 8... .............................................. Catu Daya Teregulasi Linier ......1.3.................................. PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM ANALOG 6.......... Rangkuman ........ Kelistrikan Lokomotip ....................................... Pemeriksaan Sinyal Input dan Output .......................................2...........2.... Penerima TV Warna . 7........................... 7....................2..... 8................3.......... Pengaturan tegangan . ....................... 292 294 294 295 297 301 310 iv ...............................7.6......... Catu Daya Switching (System Mode Power Unit..... Mencari Kerusakan Komponen ............... 6............................... Tugas Kelompo k ..........4............. Sistem Penguat Stereo ..6. ......... Rangkuman ... 8.................................... ...........................................................4 ......1............... 6..................... ....... ..... .......... ........... Tugas Kelompok ... .................... SMPU) ....... ...........................4......................................... 7........ 7... 7..........................6..... ....................... Pengelompokan Pengawat an .................. ... ... ........ 268 274 275 278 278 280 281 282 284 290 2 91 291 174 192 198 226 243 263 265 266 266 JILID 3 8......... 8...........................8......9....... Metode Terakhir untuk Troubleshooting Kontrol Industri .............. 8......................... Sinyal Umpan Balik .....6....................................... Pembatasan Sinyal Tracing .... Modul Elektronik ........ Pengetahuan Peralatan Kontrol Indutri .................................. ............. ... .......................................... 6............ 7................ Masalah Utama yang Ditemukan Dalam Kontrol Industri ........ 6......... Soal Latihan Bab 7 ...........................5......................... 7.............................................3................. ............. Soal Latihan B ab 6 ........ Ra ngkaian IC Linear dan Kasusnya ... Contoh Kasus .....................................

6....... 11........ Pemeliharaan Timer ............................. ........... ............................... 1 1.... 9..... 9........4.............................. 11.... .................8....... Prinsip Kerja Mikrokomputer..9............ . ............. Pemeliharaan Pencacah (Counter) ...1...........................................................1............... Rangkuman ......... Soal Latihan Bab 8 ........................ ..... ............ Operator Gerak & Sensor .. PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS MIKROKOMPUTER 10...................... 11................. 10. 8................................... 11...................11.................12.... ...8. Silicon Controler Rectifier ...... 378 380 388 390 396 400 417 423 429 433 438 v .... ......................... Diagnostik Awal Kerusa kan Sistem ....................... S istem Pengaman Slip ...............................8.... ................2... Diagram-blok Mikrokomputer .......................................................10....................... Pemelih araan Program Comparason-Convers ........3..... Soal Latihan ........ 336 337 338 338 342 344 347 350 351 356 357 10......................... 9............ Komunikasi I/O ....... Pemeliharaan Perangkat Lunak PLC .................. 8...... Aplikasi Sistem Berbasis Mikroprosesor pada Robot Sensor ................ ............................... 11..... .................3. Pemeli haraan Traksi Motor ....................... 9...................................................... Cara Diagnosis dan Perbaikan ....................... Tugas Kelompok ................... Dasar Sistem Berbasis Mikroprosesor ....... 11....... Kelistrikan dan Keamanan PLC ..... Soal Latihan ................................................................. Tipe PLC . 9............................... Modul-Modul I/O ..... 9. Prinsip Dasar sebuah Sistem di Bidang Tekni k ................................. ........4... PERALATAN ELEKTRONIK BERBASIS MIKROPROSESOR 9..... 358 360 361 363 376 377 11... Kesalahan Uta ma Gangguan Traksi Motor ......... ........... 9...........2. .................... ................................................. PELACAKAN KERUSAKAN PERALATAN BERBASIS PLC 11..11.......................4..... 10.. 8....10........................5........ .................. Pengenalan PLC ....................... 311 312 314 326 331 333 334 335 9.................. Bahasa Pemrograman PLC .. ....... Prinsip Dasar dan Cara Kerja PLC ... Identifikasi Gangguan pada Sistem Kontrol Robotik ............ Rangkuman.............. .9. Rangakuman .. Jalur Kontrol dan Lup Kontol ..................... 11..... 10......3.......... 9...... Pelacakan Kesalahan dengan BDC........6..............7....................7.8........... 8.. 11..................... Konsep & Struktur Dasar Mikr oprosesor . 11...5............................................................................. Jenis Kerusakan pada Komputer....1..9...............................2.... Piranti Pengaturan Beban ...... ............

.......... 11...... DAFTAR VENDOR DAN CMMS ………………………………... .................................... DAFTAR TABEL ............. Pemeliharaan Program dengan Indikator Modul ....................................11...............13............... ................ RIWAYAT PENULIS ...... Pemeliharaan Pro gram Kontrol....................... Pemeliharaan Alamat Tidak La ngsung dan Indeks .................... ................................................. 438 443 445 443 A B C D E vi .......................... ................13................ 11..........12................14. DAFAR GAMBAR .................. 11.......... .......... LAMPIRAN : DAFTAR PUSTAKA ................................. .................... Instruksi Subroutin ........

kapa sitas ampere total yang umumnya 60 – 200 A. y aitu bagian sumber daya. 8. Juga akan dijelaskan contoh kasus nyata yang be rkaitan dengan masalah pengawatan serta pemeliharaan perangkat yang berhu-bungan dengan masalah pengawatan tersebut. yaitu kasus lokomotif kereta api. atau ground jalan atau pipa air dingin t ergantung pada kode lokal Saklar Tempat pengaman pengukuran ELCB Pengaman arus Pengaman utama Stop Kontak 1 fasa & 3 fasa Fachkunde Elektrotechnik.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. Pengelompokan Pengawatan Pada prinsipnya rangkaian pengawatan kelistrikan terbagi menjadi empat bagian. misalnya PUIL. dan hijau yang berfungsi se bagai pengaman ground peralatan rumah tangga atau peralatan lainnya.. Sumber Daya Sumber catu daya biasanya terdiri dari panel distribusi untuk 220 V/ 340 V. 1). Jalur netral-ground biasanya berupa kawat berwarna putih . Jalur netra l-ground selalu terhubung dengan tanah. seperti mesin-mesin list rik. Setiap rangkaian pada kotak panel terh ubung pada saluran netral-ground dan saluran fasa. 2006 Gambar 8. Pada bab ini akan dijelaskan pengel ompokan pengawatan di industri. kontrol. dan l ainnya. PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Pengawatan kelistrikan di industri memberikan andil sebagai media untuk menyalur kan sumber daya listrik ke peralatan-peralatan listrik. jalur transmisi. IEC. perangkat kontrol dan perangkat-perang kat yang menggunakan daya listrik. dan perangkat listrik lainnya.1. Untuk mas alah pengawatan lainnya dapat dibaca pada sumber lain. Di dalam panel terdapat power lag yaitu kawat berwarna hitam atau merah jika digunakan tegangan 220 V.1: Contoh Panel Sumber daya 292 .

mesin.2.2. sistem kontrol. Pemeliharaan peralatan ter sebut sebagian besar telah dijelaskan pada bab sebelum ini dan atau sesudah bab ini.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 2). Jalur Transmisi Di dalam lokasi sebuah industri. Peralatan Kontrol Di industri & dirumah banyak dijumpai peralatan kontrol. atau di kota sering dapat ditemui tiang dengan beberapa kawat membentang dari satu tiang ke tiang lainnya. kotak untuk pengaturan saluran daya. seperti ditunjukkan pada Gambar 8. Jalur distribusi dapat dibuat diatas tanah. atau ditanam di dalam tanah. 293 . Peralatan yang Menggunakan Daya Listrik Sebagian besar perangkat di industri bekerja menggunakan sumber daya listrik. Sumber tegangan Input Tampilan LCD Celah untuk kartu Tampilan LCD Output Fachkunde Elektrotechnik. dengan cara kerja m anual maupun yang dapat dipro-gram. mulai dari sistem penerangan. peralatan-peralatn ukur dan hiburan. sehingga banyak pe-kerjaan manusia yang dapa t digantikan oleh peralatan kontrol. Pada tiang g terdapat beberapa komponen penting. 2006 Gambar 8. seperti terlihat pada Gambar 8. Udara Penutup tiang Kawat penahan isolator Klem pengikat Kotak penghubung (standar Jerman) Tiang distribusi Fachkunde Elektrotechnik. atau alat lainnya. Saat ini banyak sekali peralatan kontrol ya ng digunakan untuk peralatan rumah tangga. seperti perangkat pengaman terhadap kebaka ran atau petir.2: Tiang Distribusi Udara 3). ba ik AC maupun DC.3 menun jukkan sa-lah satu alat kontrol yang da-pat diprogram. 2006 Gambar 8. Gambar 8. jangkar dan beber apa klem atau penjepit. misalnya mesin cuci.3: Contoh Alat Pengontrol 4). dan sebagainya. sistem informasi. isolator. Ini merupkan jalur u ntuk mendistribusikan sumber daya listrik. misalnya saklar untuk m enghi-dupkan atau mematikan lampu.

4. kedua pabrik pembuat lokomotif telah mengembangkan sis tem kelistrikan pada sistem pembangkit listrik dengan tegangan Alternator AC (bo lak-bolak) yang sebelumnya dengan Generator DC (rata) dan mengadakan perubahan p ada sistem pelayanan dengan menggunakan perangkat semi konduktor berupa Transist or. Lokomotif DE (Diesel Elektrik) dibuat oleh General Electric (Lok s eri CC201 dan CC 203) maupun oleh General Motors (Lok seri CC202).3. dan lain-lain. Diode. Arus listrik yang telah dihasilkan oleh Generator melalui alat-alat pelayanan dan sistem pengendalian dialirkan ke Traksi Motor untuk diubah menjadi tenaga mekanik putar untuk memutarkan roda-roda penggerak Lokomotif yang berada di atas rel.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.2. Data Teknik Lokomotif Gambar 8. Kondensator. Mesin Diesel sebagai sumber tenag a mengubah energi panas menjadi tenaga mekanik putar. Resistor. Dengan kemaju an di bidang elektronika. Kelistrikan Lokomotif Lokomotif CC22 yang merupakan lokomotif yang dioperasikan oleh PT. SCR. IC. Tampak samping Lok CC-202 294 . yang terangkai dalam s atu Modul sesuai dengan fungsi masing-masing. Kereta Api (P ersero). di Divisi Regional III Sumatra Selatan. 8. Lokomotif type CC 202 ini secar a prinsip merupakan Lokomotif Diesel Elektrik. yang memutar sebuah Genera tor listrik AC 3 phasa yang berfungsi mengubah tenaga mekanik putar menjadi Ener gi Listrik.

sinyal-sinyal denyut. 8. Diode. Modul-Modul ini untuk mengendalikan sistem agar diperoleh ten aga yang diperlukan dengan kebutuhan.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI MODEL JENIS/RODA PENGGERAK BERAT/TEKANAN GANDAR MESIN DIESE L MODEL CARA KERJA J UMLAH SILINDER MAIN GENERATOR EXITER AUX. Pada Lokomotip DE seri CC201 dan CC203 menggunakan mekanik el ektrik. induksi yang terangkai pada satu rangkaian y ang disebut Modul.4. GENERATOR MULA GERAK MESIN DIESEL SIST EM PENGEREMAN KOMPRESOR TRAKSI MOTOR SISTIM PELAYANAN PERLENGKAPAN KHUSUS PEREKA M KECEPATAN KABIN MASINIS BATTERAY G 26 MC-2 CC 202/6 RODA PENGGERAK 108 TON/10 TON 645 E 2 TAK 16 Silinder “V” 3 PHASE BOLAK BALIK 3 PHASE BOLAK BALIK 3 PHASE BOLAK BALIK 2 BUAH START MOTOR REM UDAR A TEKAN DAN REM DINAMIK WBO DENGAN PENDINGIN AIR DC MOTOR Type D 29 ELEKTRONIK/M ODUL-MODUL 2 UNIT RADIO KOMUNIKASI MAGNETIK TAPE RECORDER SATU KABIN. SATU MEJA PELAYANAN 74 VOLT. Jumlah Modul dalam satu lokomotip sebanyak 13 buah yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda. tetapi pada Lokomotip CC 202 menggunakan semi konduktor berupa IC. Dari seluruh sis tem pengendalian elektronik dibagi menjadi kelompokkelompok sebagai berikut: 295 . Trans istor. Modul Elektronik Lokomotip CC 202 ini mempunyai sedikit perbedaan cara pelayanan untuk memperoleh tenaga lokomotip.

Load Regulator Asse mbly 6.R. Sensor Modul 8.) (Modul RC) (Modul SE) (Modul TH) (SCR) (L. Throtle Response and Volt Referenc e Modul 9.2. Rate Control Modul 7.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. Pengendali tegangan (VR) Gambar 8. Silicon Rectifier Assembly 5.4. Throtle Response and Volt Reference Modul 9. Generator Volta ge Regulator Modul 4.4. Load Regulator Assembly 6. Exiter alternator 4.) (Modul RC) (Modul SE) (Modul TH) (SCR) 296 . Main Generator dan pengamanan hubung singkat 2. A uxiliary Generator 3. Generator dan Pengendalian Tegangan Pada kelompok ini meliputi: 1. Rate Control Modul 7. Silicon R ectifier Assembly (Modul EL) (Modul FP) (Modul GV) (GX Modul) (L.5. Exitation Modul dan pengaman umpan balik 2.R. Generator Exitation Regulator Modul 5. Feedback Modul 3.1. Sistem Eksitasi dan Pengendalian Tenaga 1. Sensor Modul 8. Modul Elektronik CC-202 8.

Transduser.) (W. Diode. Annunciator Module 2. dibutuhkan satu rangkaian dari beberapa peralatan yang bekerja bersama se rta pengendalian dari moduile yang berhubungan dengan pembangkitan tegangan dan arus listrik.T.4. y ang masing-masing mempunyai fungsi yang berlainan. Rangkaian itu adalah kumparan pembangkit arus. 8. dan sistem pengendalian untuk memperoleh nilai tegangan dan arus listrik yan g sesuai dengan kebutuhan. kumparan medan magn et. Dynamic Protection Module 2. SCR.4. Dynamic Brake Regulator Module (Modul DPe) (Modu l DR) 8.) 8. Pengereman Dinamik. Wheel Slip Transductor (Mod ul WS) (W.4. Dibandingkan dengan lokomotif buatan General Motor te rdahulu.4.B. Eksitasi dan Pengendalian 1. 297 . Sanding Module (Modul AN) (Modul SA) Ke-13 Module-Module tersebut terangkai masing-masing terdiri dari Transistor. Kondensator. IC . Sistem Pendeteksi dan Pengaman Slip 1. Resistor. Prinsip kerja Lokomotif Diesel Elektrik Untuk membangkitkan tegangan dan arus listrik pada Generator arus bolak balik 3 phase.S. Transformer. lokomotif CC 202 ini sangat jauh berbeda.5.5.C.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.S. Opto Transistor. Lampu Indikator dan Alat Bantu 1. Wheel Slip Bridge Circuit 3.3. Wheel Slip Module 2.

6. artinya angker sebagai pembangkit medan m agnetnya. Generator dan exciter adalah sebuah pembangkit listrik arus bolak-balik 3 Gambar 8. Pada poros Generator terdapat dua pasang slip rin g. Secara fisik exciter ini dikontruksi m enyatu dalam satu poros Main Generator. Demikian pula tegangan yang dibangkitkan pada exiter akan mengalami peningkat an sesuai dengan putaran motor diesel. Untuk mengalirkan arus listrik yang dipergunakan sebagai pembangkit medan magn et melalui sepasang slip-ring. jadi tegangan yang keluar akan pada aux Generator akan meningkat sesuai dengan putaran motor diese l. Te gangan yang terpakai di sini tidak melalui pengatur tegangan. Gambar 8. Main Generator phase dengan sistem medan magnet yang berputar atau dengan istilah umumnya rotating field. tetapi secara listrik terpisah satu sama lain. arus listrik ini kemudian diratakan oleh Diode yang d isusun dengan sistem bridge 3 phase langsung mengalir ke medan magnet exiter.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Perbedaan tersebut terletak pada sistem eksitasinya yang mempergunakan exiter se bagai pembangkit medan magnet pada Main Generatornya dan sistem pengendalian yan g menggunakan komponen elektronika aktif. sepang untuk mengalirkan arus ke kumparan exiter dan sepasang lainnya untuk m engalirkan arus ke kumparan Main Generator. Generator Eksiter 298 .7. Tahapan pembangkit arus pada Generator dimulai dari Aux Generator yang membangki tkan tegangan bolak-balik. sedangkan stator sebagai kumparan pembangkit arus dan tegangan listrik .

Pembangkitan pulsa-pulsa oleh Modul SE terdiri dari tiga bu ah kumparan magnetik amplifier yang selanjutnya akan menyulut 3 buah 299 . namun belum mengalir ke kumparan medan magnet Main Generator. Tegangan listrik ini akan langsung timbul begitu motor diesel hidup. Sebelum SCR ini disulut (ON) arus listrik yang akan menuju ke kumparan medan magnet Main Generator belum mengalir artinya pada Main Generator belum membangkitkan tegangan listrik.45 Volt terus mengalir ke LR assembly dan keluar menuju ke basis Transistor pada Modul FP. maka Modul TH akan memberikan sinyal dengan besaran tegangan listrik 10.9 Volt. throtle ditaruh pada kedudukan No. Induksi ini berupa pulsa-pulsa yang selanjutnya akan menyulut SCR sehingga SCR On. Keadaan ini akan berla ngsung terus selama lokomotip belum diberi tenaga. sela njutnya tegangan ini akan keluar sebesar 8.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Dengan mengalirnya arus listrik pada kumparan medan magnet exiter maka pada exit er akan timbul tegangan bolak balik 3 phase yang terbangkit pada kumparan stator nya. Arus bolak balik yang di timbulkan oleh exiter. 1. Apabila lokomotip akan digera kkan. kemudian dialirkan ke Modul RC. Selain i tu dipakai pula untuk memutarkan kipas penghembus filter motor diesel juga mengg unakan motor listrik arus bolak balik 3 phase. Arus listrik bolak balik dari exciter yang akan dipakai untuk pembangkitan tegangan pada Main Generator dialirkan melalui rangk aian SCR (silicon control rectifier). Pada penggunaan bagi keperluan ek sitasi Main Generator pemakaiannya diatur sesuai dengan keperluan. Tegangan stabil dari Modul THe sebesar 68 Volt dialirkan ke Emitor Transistor pada Modul FP yang diseri se belumnya dengan Modul GV dan magnetik amplifier saturation winding pada Modul SE . s ehingga pada Modul SE akan terbangkit sinyal sesaat akibatnya karena adanya siny al tersebut transformator pada Modul SE akan timbul induksi. langsung pula dipakai untuk memutarkan motor listrik kipas pend ingin radiator yang menggunakan motor listrik arus bolak balik 3 phase. karena Transistornya jeni s NPN maka Transistor ini akan on (kerja) adan arus mengalir pada kolektornya. sesuai besar kecilnya tenaga yang dibutuhkan. Dengan adanya forward bias pada Transistor Modul FP. Dengan ON SCR ma ka arus bolak balik pada exciter akan mengalir menuju kumparan Main Generator da n timbullah medan magnet pada kumparan sehingga Main Generator mengalirkan arus listrik bolak balik. disamping sebagai arus siap untuk keperluan eksitasi pada Main Generator.

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI SCR secara bergantian, sehingga besarnya medan magnet pada Main Generator akan s eirama dengan pulsa-pulsa yang dibangkitkan oleh Modul SE. Arus bolak balik Main Generator ini selanjutnya dialirkan ke Traksi Motor melalui Diode-Diode untuk d irubah menjadi arus rata. Besar kecilnya tenaga Generator selanjutnya akan diken dalikan oleh lama singkatnya penyulutan pada SCR. Gambar 8.8. Wiring Sistem Tenaga Lok CC202 300

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.6. Pengaturan Tegangan Untuk mengatur keluaran tegangan pada harga yang aman, diperlukan rangkaian yang kompak berupa Module-module guna pengaturan eksitasi dan pengaturan tegangan. M odule-Module tersebut akan dijelaskan berikut ini secara singkat. 8.6.1. Modul GV – Pengaturan Modul Generator Modul GV membatasi keluaran tegangan sampai batas maksimum aman pada Main Genera tor. Pengaturan ini dilakukan dengan cara memodulasikan sinyal kontrol ke Modul SE pada saat tegangan yang keluar dari Main Generator cenderung meningkat. Denga n sinyal control yang meningkat akibat dari peningkatan tegangan yang keluar pad a Main Generator, maka akan mengakibatkan penurunan eksitasi pada medan magnet M ain Generator. Pengaturan tegangan oleh Modul GV adalah dengan sebuah Transistor yang dikendalikan oleh adanya kenaikan amplitudo pulsa-pulsa yang diperoleh dar i kecenderungan kenaikan tegangan. Dengan demikian, maka kerjanya Transistor ada lah menggunakan pulsa-pulsa sebagai umpan balik untuk mengatur eksitasi terhadap tegangan. Gambar 8.9. Modul GV Regulasi Tegangan Generator 301

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.6.2. Modul GX (Generator Excitation Regulating Module) Modul GX untuk membatasi eksitasi pada Main Generator bila terjadi arus yang men galir ke medan magnet Generator meningkat melebihi batas aman. Cara kerja dari s istem ini adalah menggunakan sinyal dari sebuah transduser yang besarnya sinyal sebanding dengan arus listrik yang mengalir ke medan magnet Main Generator. Siny al ini selanjutnya di modulasikan kedalam Modul SE bila terjadi arus yang mening kat melebihi batas aman. Modul GX terdiri dari dua buah transformator untuk meMo dulasikan kedua sinyal dari besarnya arus yang mengalir dari exiter ke medan mag net Generator dan yang lain dari nilai besarnya tegangan keluaran dari exiter. K edua sinyal ini selanjutnya sebagai pengendali bekerjanya Transistor pada Modul GX dan selanjutnya berangkai dengan Modul GV untuk bersama mengatur sistem eksit asi Main Generator. Gambar 8.10. Rangkaian Modul GX 302

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.6.3. Modul RC (Rate Control Module) Sistem eksitasi pada Main Generator mempunyai tanggapan yang sangat cepat sewakt u gagang throtle dinaikan kedudukannya lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan kenai kan tenaga lokomotip begitu cepat. Karena hal ini tidak dikehendaki, maka perlu adanya kendali untuk mengatur agar kenaikan tenaga lokomotip berlangsung dengan halus dan tidak mengejut. Untuk keperluan ini dipakai sebuah rangkaian Resistorc apasitor timing circuit. Dasar bekerjanya alat ini adalah menggunakan saat pengi sian capacitor dengan rangkaian Resistor. Dengan cara demikian, maka Transistor pada Modul RCe bekerjanya dapat diatur sehingga memungkinkan rangkaian eksitasi dapat diatur waktunya. Gambar 8.11. Rangkaian Modul RC 303

6. Modul SE (Sensor Module) Sensor Modul mengendalikan besarnya arus listrik untuk eksitasi pada lapang magn et Main Generator. maka SCR ON. maka SCR akan kerja selama periode positip penuh berarti arus mengalir maksimum dan mengakibatkan eksitasi dengan maksimum pula.4. Modul SE berfungsi memberi sinyal pada masingmasing gate pada SCR sehingga SCR tersebut ON yang memungkinkan arus listrik dar i eksiter (exciter) mengalir ke lapang magnetik Main Generator. Kestabilan tegan gan ini sangat diperlukan karena dipakai sebagai besaran standard pembanding unt uk keperluan pengendalian eksitasi pada lapang Main Generator. 8. Arus yang dapat mengalir maksimum terjadi pada setengah gelombang di daerah positip. karena rangkaian SCR merupakan rangkaian jembatan 3 phase. Tegangan ini sangat stabil yang diperoleh dengan menggunakan rangkaian Voltage Regulator didalam Modul TH. Apabila penyulutan SCR dimulai pada saat t egangan mulai positip.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.6. maka arus dapat mengalir ke lapang magnet hanya berl angsung pada saat tegangan sinusoidal bernilai positip. SCR tetap ON sela ma anoda positip terhadap katoda. begitu sinyal sulut diputut. Demikianlah fungsi utama dari Modul SE mengatur waktu penyulutan SCR untuk me mperoleh jumlah arus untuk eksitasi yang sesuai dengan kebutuhan. Modul FP.5. Arus listrik yan g mengalir dari exciter adalah arus bolak balik. bila penyulutan SCR terjadi pada saat positip mendekati nilai 0 maka SCR ker ja hanya selama saat penyulutan sampai nilai positip akan bertukar menuju negati p. Modul TH (Throtle Response Circuit Module) Modul TH berfungsi untuk membuat tegangan stabil 68 Volt guna keperluan excitati on control system. yaitu tegangan yang mengalir ke CV Modul. 304 . yang terdiri dari IC dan beberapa Transistor. Sebalikn ya. SCR ini belum ON sampai nilai-nilai pada anoda lebih positip terhadap katodanya dan juga apabila sinyal sulut belum dibe rikan pada gate SCR. Pada saat nilai teg angan mulai menjadi positip dari lintasan negatip dan saat tegangan akan bernila i 0 akan menuju daerah negatip itulah jumlah arus maksimum yang dapat mengalir k e lapang magnet dari tiap-tiap phase. Arus ini berasal dari eksiter (exciter) melalui SCR assembly yang dirangkai sistem jembatan 3 phase.

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Gambar 8. Rangkaian Modul Sensor 305 .12.

Sinyal in i dihasilkan oleh sejumlah komponen. seperti beberapa Transistor opto isolator p ada Modul TH. dan lain sebagainya. Sinyal ini bekerja secara logika dan digital. Rangkaian Modul TH 306 . Makin tinggi kedudukan throttle makin besar sinyal yang diberikan dan se baliknya. Diode.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Fungsi yang lain adalah membangkitkan sinyal sebanding dengan kedudukan gagang t hrotle. Transistor opto isolator. Rangkaian Modul TH sangat kompak dan rumit karena terdiri dari beb erapa IC.13. Operasi Solenoid ini akan menghasilkan sinyal yang digunakan untuk mengendalik an putaran motor diesel. Sinyal ini selanjutnya sebagai tegangan yang diperbandingkan dengan te gangan keluaran dari Modul SE didalam Modul FP yang mengatur kerja Transistor un tuk keperluan eksitasi Main Generator. Rangkaian lain dari keluaran Modul TH aka n mengeluarkan tegangan untuk mengoperasikan solenoid pada governor motor diesel . Gambar 8.

Tr ansducer ini menerima sinyal AC dari exciter yang terpasang seri dengan Modul EL .PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. Modul EL berfungsi untuk mencegah terjadinya arus eksitasi yang berleb ihan pada Main Generator dengan cara mengatur kerjanya rangkaian relay-relay eks itasi EQP bila arus eksitasi yang melewati Modul GX melebihi harga yang aman. Modul EL ( Sistem Pengaman dan Pembatas Eksitasi) Sistem pengaman eksitasi ini terdiri dari Modul EL dan sebuah transducer yang me mberikan sinyal ke Modul EL sebanding dengan arus yang mengalir ke lapang Main G enerator.6.14. Sinyal yang dibangkitkan dari adanya induksi pada sebuah kumparan yang intinya terinduksi oleh arus listrik yang mengalir untuk keperluan eksitasi Gambar 8.6. Rangkaian Pengaman dan Pembatas Eksitasi 307 .

7.15. maka akan terbang kit sinyal yang besarnya sebanding dengan kenaikan arus eksitasi. Kombinasi kedua sinyal ini selanjutnya dipergunakan sebagai sinyal yang berfungsi untuk me ngontrol tenaga Main Generator 308 . Gagang Throtle Selanjutnya hasil perbandingan ini untuk mengendalikan modul SE yaitu arus yang mengalir pada magnetic amplifier.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Apabila terjadi arus eksitasi lebih dari pada harga yang aman. Prinsip kerjanya ada lah dengan sistem sinyal dari besaran yang keluar dari Main Generator sebagai si nyal umpan balik yang selanjutnya akan mengatur besaran-besaran tersebut sehingg a tercapai harga yang diinginkan. Gambar 8. Bersamaan dengan itu akan menyalakan lampu indikat or yang memberi tanda terjadinya arus eksitasi lebih. Ini akan menye babkan rangkaian Modul EL pada Transistornya bekerja selanjutnya akan memutus ra ngkaian pada sistim eksitasi. Pengendalian ini dengan menggunakan level siny al tegangan dan level arus Main Generator sebagai sinyal umpan balik. Modul FP (Feedback Module) Modul FP berfungsi untuk mengontrol tenaga yang keluar dari Main Generator pada suatu harga yang sebanding dengan kedudukan gagang throtle. 8.6. Sinyal umpan balik tersebut di dalam modul FP dibandingkan dengan sinyal dari modul TH.

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Gambar 8.16. Rangkaian Module Feedback 309 .

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. sinyal umpan balik tegangan dan sinyal umpan balik a rus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga paduan kedua sinyal tersebut dibandi ngkan dengan sinyal dari Load regulator. Untuk memperoleh sinyal ini sebuah transformator memperoleh saluran dari Main Ge nerator GPTI. Untuk memperoleh sinyal ini sebuah tran sformator mengambil arus keluar dari Main Generator. Dengan rangkaian perataan yang terdiri dari 6 (enam) buah Diode si nyal dari transformator berupa sinyal tegangan. Selanjutnya sinyal arus yang diwakili ol eh tegangan 50 volt dipergunakan untuk mengendalikan arus keluar dari Generator dengan melalui Modul FP.2.7.7.7. Besarnya sinyal arus yang k eluar dari Main Generator tersebut dengan melalui 6 (enam) buah Diode.52 5 volt diambil sebesar 50 volt sebagai sinyal yang mewakili sinyal 1525 volt. 310 .550 ampere dari Main Generator tersebut diwaki li oleh harga tegangan sebesar 50 Volt. Untuk mengendalikan tenaga yang dikel uarkan oleh Main Generator. 8. Dengan melalui rangkaian Resistor y ang dihubung seri. dialirkan pada sebuah rangkaian tahanan yang dihubung seri sedemikian rupa sehingga sinyal tegangan sebesar 1. arus sebesar 3. Sinyal Umpanbalik Tegangan Generator.7. Sinyal Umpanbalik Arus Generator. Sinyal Umpanbalik Tenaga Generator. Si nyal ini selanjutnya sebagai sinyal pengendali tegangan yang keluar dari Main Ge nerator 8. sinyal da ri transformator sebenarnya berupa tegangan. Sinyal Umpanbalik 8.2.1.

8.000 PK. Pada kedudukan seperti ini besaran sinyal dari load regulator pada harga maximum sebesar 50 Volt. Load regulator ini meneruskan sinyal dari Modul RC e berupa tegangan dan dilewatkan melalui Modul WS untuk dialirkan ke Modul FP. dan kap asitor atau kondensator pada Modul RCe telah terisi penuh. Tegangan yang dikeluarkan oleh load regulator tergantung dari besarnya tegangan yang masuk dan kedudukan wiper load regulatornya 311 . masukkan ke load regu lator sebesar 50 volt. Pembiasaan Transistor pada Modul FP terjadi bila besaran sinyal dari l oad regulator secara tiba-tiba meningkat lebih besar daripada besaran sinyal ump an balik pengendali tenaga. tetapi tenag a yang dikeluarkan dari Generator tetap sebesar 20. Piranti Pengaturan Beban Pengaturan beban (Load regulator) ini terdiri dari sebuah Resistor yang mempunya i harga 1500 Ohm. S inyal masukan berupa tegangan yang diberikan kepada load regulator tergantung da ri kedudukan gagang throtle dan keadaan kondensator pada Modul RCe sedang dalam posisi mengisi atau telah terisi penuh. Pada kedudukan gagang throtle 8. 250 Volt. Hal ini terjadi karen a Modul GV bekerja mempertahankan tegangan keluar dari Main Generator sebesar 1. Demikian cara kerja d ari Modul FP yang bekerja kompak dengan Transistor yang dapat mengatur tenaga lo komotip sebesar 2000 PK. Tegangan ini akan turun sebanding dengan turunnya keduduk an gagang throtle.8. Gerakan rheostat dengan hidraulik sistem yang menggunakan teka nan minyak luar motor diesel. Disamping itu.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Perbandingan sinyal dari load Generator ini dengan melalui seri Transistor pada Modul FP. Sinyal kurang dari 50 Volt akan te rjadi bila lokomotip mengalami perubahan beban pada suatu tanjakan. tegangan ini juga dipertahankan oleh bekerjanya Modul F P yang bekerja memperbandingkan sinyal selanjutnya mengatur eksitasi agar tetap membandingkatkan tenaga Generator pada harga yang konstan.

Pada saat lokomotip berjalan dengan kedudukan gagang throtle tertentu.9. hanya dapat mengalirkan pada saat phase tersebut berharga tegangan positip (forw ard biasa). Silicon Controller Rectifier Eksitasi pada lapang magnet Main Generator berasal dari exciter Generator D14. a rus bolak balik 3 phase melalui SCR assembly.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Pada kedudukan load regulator kurang lebih sama dengan tegangan yang masuk. 312 . Mengalirnya arus listrik akan terus berlangsung walaupun sinyal penyulut diputuskan. Setelah sinyal penyulit diberikan pada gate-nya. Tiap SCR terangkai secara seri den gan masing-masing phase dari keluaran exciter arus bolak balik sedemikian rupa. 8.17: Load Regulator Pada uraian di sini ditekankan hanya fungsi load Generator dalam perannya meneru skan sinyal untuk mengendalikan tenaga secara elektris. SCR akan menjadi OFF otomtis pada saat akhi r periode positip atau tegangan menjadi bernilai 0 Volt. Gambar 8. Aliran ini berlangsung hanya selama periode positip dari grafik tegangan sinus. tegangan kelu ar dari load regu-lator ditentukan oleh tegangan masukan dan besarnya arus Main Generator. maka SCR menjadi ON dan arus mengalir dari anoda ke katoda. SCR ini belum mengalirkan arus listrik walaupun pada saat tersebut p hase berharga positip sebelum gate SCR disulut oleh sinyal penyulut dari Modul S E. Fungsi load regulator secara lengkap tidak diuraikan pada uraian ini karena untuk menerangkannya harus mengungkap cara kerja governor motor diesel de ngan pembebanan berubah akibat adanya perubahan beban lokomotip.

Rangkaian SCR Assembly Sinyal penyulut yang diberikan ke SCR berasal dari Modul SE sesuai dengan keperl uannya adalah untuk menetapkan besarnya arus yang dialirkan ke lapang Main Gener ator. Gambar 8.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Japan Manual Instruction Railway. Transistor pada Modul FP bekerja (ON) mengakibatkan arus mengalir ke gulungan m agnetik amplifier pada Modul SE. 1978 . Besarnya eksitasi yang diinginkan ditentukan dengan memperbandingkan sinya l dari load regulator terhadap sinyal yang berasal dari Modul FP berupa sinyal u mpan balik. Apabila sinyal dari load regulator sesaat lebih besar dari Modul FP. Kejadian ini menyebabkan Transistor pada Modul SE be kerja dan selanjutnya sebagai sinyal penulut pada SCR 313 . Bila sinyal dari Modul FP sesaat lebih besar da ri pada sinyal dari load regulator. Transistor pada Modul FP tidak bekerja (OFF) mengakibatkan arus yang mengalir ke gulungan magnetik amplifier tidak ada. Deng an aliran arus pada gulungan magnetik amplifier.18. mengakibatkan inti (core) akan menjadi jenuh (saturation).

Dari uraian tersebut dapat di simpulkan bahwa pengendalian tenaga lokomotip dikendalikan oleh sinyal-sinyal ya ng berasal dari bekerja satu sistem rangkaian alat-alat semi konduktor aktip ber upa Transistor 8. Dengan demikian maka penyulutan akan terjadi lebih awal pada saat setengah gelombang p ositip.10. Kejadian seperti ini mengakibatkan arus yang mengalir p ada SCR hanya sebentar sehingga eksitasipun hanya berlangsung sebentar diantara waktu periode positip grafik sinus. ma ka jumlah arus yang mengalir ke gulungan kontrol akan besar pula. Kejadian ini mengakibatkan proses penyulutan akan berlangsung lama pada saat periode positip setengah gelombang grafik sinus. 314 . Apabila sinyal dari load regulator besar. Demikian cara kerja SCR yang dikendalikan oleh sinyal y ang mengerjakan Transistor untuk keperluan menentukan besar kecilnya eksitasi ya ng pada akhirnya adalah mengatur tenaga lokomotip. Tujuan utama adalah menghindari kerusakan pada Traksi Motor akibat dari kejadian selip pada roda-roda lokomotip. akibatnya proses penyuluta n hanya berlangsung dalam waktu yang pendek selama periode positip dari grafik s etengah gelombang sinus. Besarnya arus ini dibatasi oleh sinyal yang berasal dari load r egulator. Sehingga eksitasi akan ber langsung lebih lama akibatnya arus pada Main Generator akan lebih besar dan tena ga lokomotip besar pula. Hal ini mengak ibatkan tingkat kejenuhan pada inti gulungan magnetik amplifier akan berlangsung dengan cepat pada saat periode positip setengah ge-lombang grafik sinus. Sistem Pengaman Slip Sistem pengaman slip adalah untuk menjaga agar roda-roda pada lokomotip mempunya i putaran yang sama. Apabila besarnya sinyal dari load regulator kecil. Hal ini mengakibatkan tingkat k ejenuhan pada inti gulungan magnetik amplifier akan berjalan lambat pada saat po sitip setengah gelombang grafik sinus. Dengan demikian maka sinyal penyulut timb ulnyapun akan lambat pada setengah gelombang positip.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Tingkatan kejenuhan pada inti gulungan ditentukan oleh arus yang mengalir pada g ulungan kontrol. maka jumlah arus ya ng mengalir ke gulungan kontrol akan kecil pula.

10. yaitu putaran lebih secara serempak bersama-sama pada semua roda. Istilah populer door-slag mungkin lebih t epat untuk kejadian tersebut dan jenis selip lainnya adalah putaran rodak tidak sama antar sepasang roda dengan roda-roda lainnya. maka WST tidak seimb ang akibatnya akan timbul sinyal yang diberikan ke Modul WS Gambar 8. Oleh sebab itu. yaitu transduktor roda selip atau rangkaian jembatan memberikan sinyal adanya se lip. 315 . Bila terjadi a rus listrik yang mengalir ke Traksi Motor tidak sama besar.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Yang dimaksud slip di sini adalah ada 2 (dua) macam. penurun an gagang throtle tidak perlu dilakukan oleh masinis. yang dipasang pada dua buah aliran arus pada dua traksir motor. Sistem pengaman slip diutamak an untuk mendeteksi adanya putaran tidak sama pada roda-roda lokomotip dengan se buah trans-duktor WST.1. Modul Wheel Slip (Modul WS) Module WS digunakan untuk mengontrol selipnya roda lokomotif ketika pendeteksi. Tiga tingkatan selip yang dikontrol oleh transduktor dapat dideteksi. Modul WS dilengkapi dengan saklar test untuk dipergunakan menguji bekerjanya sistem pengaman selip. transduktor dalam keadaan seimbang dan keadaan ini WST tidak membangkitkan sinyal deteksi. Kepekaan transduktor roda selip dan kecepatan tanggap Mo dul WS mengurangi selip secara serempak dengan mengendalikan selip sebelum kehil angan adhesi terjadi. selan jutnya hanya satu tingkat macam selip yang dapat dideteksi oleh rangkaian jembat an. dengan pengendalian tersebut ma ka tarikan terhadap beban rangkaian kereta api berlangsung dengan halus. Oleh karena itu Modul WS mempertahankan tenaga lokomotif p ada harga optimal dibawah nilainilai tarikan berat dan adhesi terendah pada saat nkejadian selip berulang ulang. Dalam keadaan aliran arus ke Traksi Motor sama.19: Transduser WST-2 8.

kapasitor dan alat-alat elektronik lainnya 316 . akhirnya penurunan pada tenaga keluar pada Main Generator. Pada saat te rjadi slip. Modul Wheel Slip Modul WS 8.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Japan Manual Instruction Railway. Pengontrolan dengan cara menu runkan secara tajam pada sinyal yang harus diberikan ke basis Transistor di Modu l FP. Sinyal ini selanjutnya diratakan untuk dipergunakan seba gai sinyal pengontrol roda selip pada rangkaian Modul WS yang terdiri dari beber apa buah Transistor. Penurunan sinyal ini mengakibatkan pengurangan eksitasi secara bertahap pada lapang magnetik Main Ge nerator. 1978 Gambar 8. tegangan yang dialirkan ke transformator TI meningkat setara dengan kecepatan slipnya roda. Zener. Resistor.2.10. Pengontrolan Slip Tingkat Pertama Selip tingkat pertama apabila terjadi slip ringan.20. Penurunan tajam ini dibuat tanpa pengosongan (discharge) pada kapasitor di Modul RCe. ataupun merubah posisi arm pada load regulator.

Kerjanya relay RAA dan RAB memberik an pengontrolan pada saat terjadi pengontrolan pada tingkat kedua. Pengontrolan Slip Tingkat Kedua Pengontrolan slip tingkat kedua ini terjadi apabila sinyal dari transduktor roda slip melebihi harga batas yang telah ditentukan.3. kapasitor. 8. Dengan t embusnya Zener Diode maka akan mengerjakan sebuah relay dan selanjutnya akan men gerjaklan Sistim pemasir pada Modul SA. Relay akan bekerja bila sinyal meningkat diatas harga yang telah ditentukan. Bila roda slip telah dapat dihentikan sl ipnya maka akan kembali normal dan tenaga lokomotip akan kembali secara perlahan (smooth) dan pemasiran berhenti.10. 317 . s esuai dengan besarnya kenaikan sinyal roda slip. Besar sinyal ini mengakibatkan arus yang mengalir ke Transistor pada Modul WS besar pula.4. Relay L akan tetap bekerja sampai keadaan slip telah berhenti atau setelah penurunan tenaga t elah dapat menurunkan sinyal roda slip yang dapat menghentikan bekerjanya relay L. Dengan lepasnya relay L maka relay WL.10. Pada saat terjadi pengontrolan slip tingkat kedua. Relay WL akan memberi satu umpan y ang mengakibatkan lampu WS menyala. dan sebuah relay d etektor. RAA. Relay L akan bekerja bila sinyal roda slip m eningkat diatas harga yang telah ditentukan. Hal ini menyebabkan arus mengalir ke salah satu Resistor meningkat dan ini akan menembus sebuah Zener Dio de bila tegangan yang mengalir ke Resistor tersebut lebih dari 10 Volt. Relay detektor menanggapi pemagnetan dari sinyal roda slip yang kuat.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. pemasir bekerja bekerja untuk memberikan pasir pada roda-ro da yang dilakukan oleh Modul SA (sanding Module) dan juga kapasitor pada Modul R Ce mengosongkan arus simpannya dengan cepat. Pengontrolan Slip Tingkat Ketiga Keluaran dari detektor-detektor roda slip dipakai sebagai besaranbesaran pada ra ngkaian detektor yang terdiri dari beberapa Diode. RAB akan kembali normal dan akiba tnya tenaga lokomotif normal pula.

Roda yang mengalami selip (tergelincir) dibuat sede mikian rupa sehingga menghasilkan selisih tegangan melalui salah satu rangkaian jembatan. Di samping itu juga memberik an aliran ke WL relay.10. RAA relay mengatur pengosongan ce pat kapasitor pada kapasitor pengendali.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. Di samping itu juga memberikan aliran ke WL relay. Roda yang mengalami selip (tergelincir) dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan selisih tegangan melalui salah satu rangkaian jembatan. dan RAB relay mengerjakan Modula pemasi r (Modul SA). salah satu diantaranya 3 relay W S. Transduktor roda selip tidak digu nakan untuk mendeteksi roda selip walaupun kenyataannya rangkaian jembatan roda selip terpasang melalui sepasang angker Traksi Motor yang terpasang sering. dan RAB relay. Dengan bekerjanya relay WS mak a akan terjadi pengurangan tenaga lokomotip secara bertahap dengan memfungsikan tahanan K diantara Modul RCe dengan load regulator. dan RAB relay . salah satu diantaranya 3 relay WS. Cara Kerja Modul WS pada Pengereman Dinamik Transduktor roda selip tidak digunakan untuk mendeteksi roda selip walaupun keny ataannya rangkaian jembatan roda selip terpasang melalui sepasang angker Traksi Motor yang terpasang sering. RAA relay. dan RA B relay mengerjakan Modula pemasir (Modul SA). Masing-masing relay berfungsi WL relay untuk memberikan aliran pada lampu WS. Untuk mendeteksi keadaan seperti ini dilakukan oleh rangkaian jembatan yang bekerja karena bekerjanya relay-relay WS. maka WS relay akan kembali normal 318 .5. Masing-masing relay berfungsi W L relay untuk memberikan aliran pada lampu WS. Dengan bekerjanya relay WS maka akan terjadi pengurangan tenaga lokomotip sec ara bertahap dengan memfungsikan tahanan K diantara Modul RCe dengan load regula tor. Apabila peristiwa roda selip telah dapat dihentikan oleh bekerjany a sistem pengaman selip. RAA relay mengatur pengosongan cepat kapasitor pada kapasitor pengendali. RAA relay. Untuk mendeteksi keadaa n seperti ini dilakukan oleh rangkaian jembatan yang bekerja karena bekerjanya r elay-relay WS.

1978 Gambar 8. Japan Man ual Instruction Railway. Gulungan pembias dari aliran arus Trak si Motor membias bersama-sama kedua inti besi.10.10. maka akan menurunkan eksitasi pada Traksi Motor yang pada saat itu dif ungsikan sebagai Generator. Dalam sebuah lokomotip terdiri dari 3 pasang yang sama pada masing-masing rangkaian Dalam keadaan normal kondisi rangkaian s eimbang. Rangkaian Jembatan Roda Slip Transduktor roda selip terdiri dari dua buah inti besi. 21. Apabila terjadi roda selip pada saat pengereman dengan dinamic brake. Disamping itu juga mengerja kan pemasiran. Dengan bekerjanya W SR relay. Rangkaian Jembatan Roda Slip Rangkaian ini berfungsi untuk mendeteksi roda selip sewaktu berlangsung pengerem an dengan dinamic brake. Rangkaian ini terdiri dari 2 Traksi Motor. k eadaan tidak seimbang dan ini akan dideteksi oleh WSR relay. dua buah gulungan arus b olak balik dan dua buah gulungan pembias tunggal dari Traksi Motor berupa kabel aliran arus Traksi Motor. tetap berlangsung untuk sesaat sampai normalnya relay R AB. 2 buah Resis tor 2 kilo ohm dan sebuah relay WS. 319 . 8.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Hal ini akan melepaskan hubungan Resistor antara Modul RC dan load regulator Kap asitor pengndalian tingkat selip akan terjadi pengisian pada tingkat normal. Per lambatan akibat penurunan tenaga akan berangsur-angsur kembali seperti tenaga se mula dan pemasiran akan. Kedua inti besi terisolasi satu sama lain dan masing-m asing terdapat gulungan arus bolak-balik. Modul wheel Slip Roda 8.6.7.

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Japan Manual Instruction Railway. Selanjutnya kenaikan arus ini sebagai sinyal k e modul WS yang sebanding dengan besarnya selisih arus mengalir ke Traksi Motor. 1978 Gambar 8. hal ini tidak menye babkan perbedaan arus listrik pada gulungan pembias sehingga transduktor tidak d apat mendeteksi keadaan ini. Dalam keadaan norm al besarnya induksi dari dua buah Traksi Motor kurang lebih seimbang. Dengan adanya penurunan reaktansi ini maka arus yang mengalir pa da salah satu Resistor akan naik. maka arus yang mengalir ke Traksi Motor berbeda akibatnya akan timbul medan magnet yang besarnya tidak sama pada gulungan pembias. maka ti dak ada pembiasan yang akan mempengaruhi timbulnya sinyal oleh WST. Hal ini akan membuat pengaruh timbulnya reaktansi pada gulungan arus listrik yang mengalir k e Traksi Motor. Transduktor Arah aliran arus Traksi Motor dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mendeteksi p erbedaan besarnya arus listrik yang mengalir ke Traksi Motor. maka induksi kedua motor akan salin g menghilangkan dan akibatnya medan magnet akan hilang. Pada saat te rjadi roda slip. 320 . Pada kejadian dimana roda bersama (door-slag) terjadi slip. Oleh karen a pemasangannya dengan arah yang berlawanan. Akibat dari itu.22.

Untuk dapat terjadinya pengeraman. 321 . maka harus ada suatu medan listrik sebagai syarat utama prinsip Generator. faktor yang harus diperhatikan adalah putaran. Medan listrik yang dibuat dengan arus listrik yang berasal dari Main Generator akan membangkitkan eksitasi.10. Dynamic Brake Yang dimaksud dengan dynamic brake ialah pengereman dengan mempergunakan beban l istrik pada Generator yang sedang membangkitkan arus listrik. Dengan menganut prinsipprinsip pembangkitan pada suatu Generator. a kan menimbulkan suatu perlawanan untuk cenderung menghentikan atau menurunkan pu taran Generator tersebut. Besa rnya eksitasi pada saat pengereman dynamic brake tergantung dari posisi besarnya arus yang mengalir ke sistem eksitasi dan ini ditentukan oleh besarnya tegangan yang dibangkitkan oleh main Generator dan kedudukan gagang rem dynamic.8. maka arus yang dibangkitkan oleh traksi mere ka yang telah berubah fungsinya sebagai Generator dibuang melalui suatu GRID DYN AMIC BRAKE dan dibuang sebagai energi panas. Traksi Motor yang terpasang pada roda-roda lokomotif aklan terput ar karena adanya hubungan mekanik melalui gigi pilin dan gigi pada as roda. Dengan beban terse but maka energi yang dibuang melalui suatu tahanan dengan harga yang tertentu. Medan listrik yang dibuat dengan arus listrik yang berasal dari main Generator akan membuat eksita si. Agar traksi putar te rsebut dapat menjalankan perannya sebagai Generator. Agar traksi putar tersebut dapat menjalankan perannya sebagai Generator harus ad a suatu medan listrik sebagai syarat utama prinsip Generator. Putaran ini diperoleh dari gesekan massa lokomotif sebagai energi kinetik yang meluncur. Trak si Motor tersebut didalam pengereman dengan dynamic brake dirubah fungsinya menj adi Generator yang membangkitkan tegangan dan arus listrik.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. medan magnet dan kump aran. Besarnya eksitasi pada saat pengereman dynamic brake tergantung dari posisi besarnya arus yang mengalir ke sistem eksitasi dan ini ditentukan oleh besarnya tegangan yang dibangkitkan oleh main Generator dan kedudukan gagang rem dynamic.

Field tersebut selanjutnya terhubung dengan main Generator untuk membuat terbangkitnya eksitasi.Field TM1 --. selanjutnya akan menghambat gerakan masa lokomotip yang meluncur.Fie ld TM3.Field TM5 --.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Pada saat berlangsung pembuangan energi panas. Field TM2 --. Grid-g rid tersebut mempunyai harga yang tertentu besarnya.Field TM4 --.Field TM6 --. maka ini akan menjadi beban pada traksi meter sehingga cenderung traksi merer akan turun putarannya.23. Dengan mengingat Hukum Ohm. yaitu E = I x R maka karena harga tahanan R tetap. Arus yang terbangkit oleh armatur selanjutnya dialirkan ke GRID. VVVV F2 VVVV F6 VVVV F5 MG VVVV F1 VVVV F4 VVVV F3 GRID 2 GRID 5 GRID 4 GRID 3 ARMAT 2 ARMAT 5 GRID 1 GRID 6 ARMAT 4 ARMAT 3 ARMAT 1 Japan Manual Instruction Railway. Armatur-armaturnya dengan melalui kontak-kontak sedemik ian rupa tersusun menjadi 3 (tiga) buah susunan seri masing-masing dari 2 (dua) armatur. 322 . Pengawatan Sistem Tenaga Hubungan traksi meter pada saat pengereman dengan dynamic brake ialah memisahkan field dan armatur sedemikian rupa sehingga semua field terhubung seri satu sama lain. apabila tegangan naik arus I akan makin besar. 1978 ARMAT 6 Gambar 8.

Dengan naiknya arus listrik berarti Watt pun akan naik pula.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Oleh karena Tenaga Watt adalah = I2 x R. Eksitasi pada Traksi Motor Arus eksitasi yang dialirkan ke field pada saat pengereman dikendalikan oleh gag ang rem dynamic dan Modul DR (dynamic braking regulator Module). karena adanya berbagai kerugian. Modul DR menyen sor arus/tegangan yang mengalir ke GRID (salah satu) yang sebanding dengan arus yang mengalir ke GRID. maka tenaga pengereman da pat dihitung. Blower ini mendapat arus listrik dengan mencabangkan tegang an listrik yang mengalir ke grid. maka tenaga pun makin besar. pendinginan GRID tidak dapat mencapai suhu normal.9. 323 . Karena besar WATT dapat dirubah menjadi PK. namun tercapainya tena ga pengeraman yang dalam batas aman. Di samping itu Modul DR juga dilengkapi den gan suatu rangkaian pengaman apabila terjadi putus hubungan pada grid dynamic br ake. Jadi besarnya tenaga pengeraman dari 0 sampai maksimum adalah seb agai akibat meningkatnya arus yang mengalir ke GRID Dynamic Brake bersama dengan naiknya kecepatan lokomotip. ma sih ada panas yang tidak dapat didinginkan. Pada waktu terjadi pengereman grid DB akan panas dan ia didinginkan oleh bl ower pendingin grid. maka dalam perhitungan dibagi dengan 746. maka dapat ditulis sebagai berikut: Tenaga pengereman I2 x R HP 746 Rumus umum adalah dibagi dengan 736. Dari pengertian diatas. Salah satu kerugian di sini sebagai contoh pada saat arus dibuang ke GRID. Besarnya t enaga kinetik yang dikonversikan kedalam tenaga listrik adalah sebanding dengan besarnya WATT.10. Modul DR bekerja membatasi arus eksitasi pada suatu nilai agar terhindar arus yang melebihi pada armatur dan GRID. 8.

MFP bekerja mengama nkan lapang meter (field) apabila terjadi kegagalan dalam eksitasi. Dynamic Br ake Protection Module (DP) memberikan pengamanan terhadap field Traksi Motor dan kepada GRID DB bila ada kegagalan dalam bekerjanya (DR). Modul (DP) dibuat dengan peralata n Transistor. DP yang bertindak sebagai pengaman grid terdiri dari detector circuit dan trigger circuit. DP ini dipasang dalam rangka ian pengaman dengan memasangkannya paralel dengan Traksi Motor field selama peng ereman dengan dynamic brake. dan alat semi konduktor lainnya 324 . Zener. Ia akan mengerjakan trigger circ uit apabila terjadi arus yang berlebihan. BWR memberi pengamanan dengan mensensor dari grid DB dan juga mengamanka n grid itu sendiri. Bila arus yang mengalir ke grid meningkat diatas harga yang diijinkan maka rangkaian BWR bekerja untuk menurunkan arus listrik yang menuju k e main Generator sebagai sumber listrik yang mengalir ke rangkaian seri field Tr aksi Motor. Oleh karena itu. Kemudian trigger circuit akan bekerja dan akan memutus eksitasi pada main Generator. Hal ini berarti pula menurunkan arus listrik yang menuju ke grid. Modul DP terdiri atas rangkaian pengaman lapang meter (MFP) dan brake warning circuit (BWR). De ngan demikian grid terhindar dari arus lebih yang dapat merusak grid.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Oleh sebab itu bila tegangan yang mengalir ke grid besar maka putaran blower aka n lebih cepat dan pendinginan akan lebih besar. ia bekerja dengan mendeteksi adany a perubahan tegangan eksitasi pada field Traksi Motor. Apabila tanp a alat pengaman maka akan terjadi peningkatan arus listrik diatas harga yang dii jinkan. Modul DP memutuskan ek sitasi pada main Generator apabila eksitasi pada motor traksi dan arus yang meng alir ke grid meningkat diatas harga yang diijinkan. Detector circu it dipadang pada salah satu grid Dynamic Brake. Kondensator. tahanan Diode.

C ara kerja pengaturan ini ialah dengan membandingkan sinyal yang sebanding dengan arus yang mengalir pada grid dibandingkan dengan sinyal yang ditunjukan oleh ke dudukan gagang rem dynamic brake.10. Di samping pada salah satu GRID dan bila kerja akan mengurangi eksitasi field main Generator sewaktu arus yang mengalir pada grid meningkat diatas 355 sampai denga n 380 ampere. Ca ra kerja motor ini sama dengan yang dipergunakan pada sistem pembalik arah 325 . Seper ti halnya pembalik arah yang kontaknya digerakkan oleh motor pembalik arah. Dynamic Brake Regulator Module (Module DR) DR membatasi arus listrik maximum sebesar 355 sampai 380 ampere pada waktu dilak ukan pengereman dengan dynamic brake. mempergunakan motor listrik sebagai penggeraknya. Pada kontak guna keperluan ini. Modul DR juga mengatur arus yang mengalir ke grid pada suatu harga yang sebanding dengan kedudukan gagang dimana ia berada pada saat pengereman.10. Untuk keperluan pengontrolan pada saat dikerja kan Dynamic brake digunakan suatu peralatan yang berguna untuk memasukkan kontak hubung serta berguna untuk merubah fungsi Traksi Motor menjadi Generator.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. Pembatas an arus ini dengan mensensor tega ngan sedemikian rupa sehingga sebanding dengan arus yang mengalir pada GRID.

Putaran Blower pendingin Traksi Motor diputar oleh mekanik Mesin Diese l Gambar 8.24 Traksi Motor didinginkan oleh Blower yang terletak terpisah diluar Trak si Motor. Pengaturan putaran motor traksi dilakukan dengan mengatu r besarnya tegangan yang dihubungkan ke rangkaian jangkar.2 Mega Watt.000 HP yang dihubungkan dengan pembangkit listrik DC yang disebut generator uta na (Main Generato)r dengan daya sebesar 1. Tenaga listrik dari Main Generator dialirkan ke Traksi Motor yang terpasang pada poros roda Lokomotif Gam bar 8. Lokomotif diesel menghasilkan tenaga mekanik dari motor diesel dengan daya 2 .11.11.1.24: Traksi Motor D-29 Arah putaran motor dapat diubah dengan membalik tegangan listrik yang dihubungka n ke rangkaian jangkar. Traksi Motor Traksi motor merupakan salah satu komponen penting dalam lokomotif diesel elektr ik. 326 . Pemeliharaan Traksi Motor 8.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.

Pada Stat or ditempatkan kutub magnet yang dihasilkan oleh belitan magnet stator.11. kelelahan dan tahan terhadap FlashOver.3. traksi motor difungsikan sebagai ge-ner ator yang dihubungsingkatkan dengan resistor grid. Rotor Rotor Traksi Motor. Ini berarti.25.26 terdiri dari beberapa belitan yang tiap-tiap uju ngnya disambungkan ke Komutator dengan cara disambungkan dengan patri yang kuat. Ada dua jenis me dan magnet. Pemegang sikat arang dibuat t ahan terhadap benturan. Kutub magnet sering juga disebut sebagai medan Magnet. Stator Traksi Motor 8.25 dibuat dari baja tuang yang berfungsi sebagai r umah motor sekaligus untuk menempatkan bearing diujung ujung porosnya. bentuk fisiknya lebih ramping. Gambar-8. Kedua jenis magnet tersebut d irangkaian secara seri. sehingga jumlah kutub magnet sebanyak emp at buah. Belitan jangkar ditem patkan pada alur Rotor yang jumlahnya dalam bilangan genap 327 . 8. gambar 8.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Pembalikan tegangan untuk membalik putaran motor tersebut diatas. Kutub ma gnet selalu berpasangan Utara-Selatan. Kutub utama medan magnet bentuknya lebih besar sedangkan kutub bantu medan magnet.2. Stator Stator Traksi Motor. bahwa untuk pengereman dinamik dilakukan dengan cara membalik tegangan yang dihubungkan ke traksi motor. Kabel penghubung di klem untuk meningkatkan kekuatan tegangan tarik yang terjadi. Selama pengereman dinamik. Belitan Rotor sering disebut juga dengan istilah Jangkar.11. yaitu kutub utama medan magnet dan kutub bantu medan magnet (Interpo le magnetfield). sama dengan ke tika Traksi Motor difungsikan untuk pengereman dinamik. Gambar 8.

hal ini disebabkan setiap belitan Rotor akan menempati dua alur dan tiap-tiap ujung belitannya dihubungkan dengan Komutator. Lamel-lamel Komutator harus dibersihkan secara be rkala dari Gambar 8. Antara dua lamel dibatasi dengan bahan isolasi untuk memisahkan dua bel itan yang berbeda 8. yang tujuannya untuk memperkecil rugi-rugi hysterisis pada Jangkar Gambar 8. pengha ntar pada motor DC dibelitkan dalam kepingan besi yang dibentuk bulat silinder d an diberikan alur-alur untuk menempatkan lilitan kawat yang selanjutnya disebut lilitan Rotor.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Jumlah alur Rotor sama dengan jumlah lamel Komutator. Rotor dibuat dari tumpukan pelat-pelat tipis dari bahan ferro Magnet. Komutator Komutator pada lop tunggal sederhana hanya terdiri dari dua keping lamel. sehingga sikat arang selalu t erhubung dengan lamel-lamel komutator. Rotor Traksi Motor 8. tergantung berapa jumlah alur dalam Rotor. Sikat a-rang ditempatkan dalam peme-gang sikat (Brush Holder) yang dilengkapi dengan pegas 328 .5. Komutator Gambar-8.27 terdiri atas puluhan bahkan ratusan lamel-l amel.26.4.11.27: Komutator kotoran yang dihasilkan oleh kon-tak antara komutator dengan sikat arang (Carbon Brush).11. Sik at arang ditempatkan berhadapan de-ngan komutator. Komutator terpasang dalam satu sisi ujung poros dengan Rotor. Sikat Arang dan Pemegang Sikat Sikat arang (Carbon Brush) ter-buat dari bahan Ferro Carbon yang dipadatkan.

11. Japan Manual Instruction.6. 2. memiliki empat (4) bua h Medan Magnet Utama (Main Field) dengan notasi terminal F – FF dan memiliki empat buah Magnet Bantu (Interpole) yang langsung dirangkaian secara seri dengan beli tan Jangkar. memiliki komponen sebagai berikut: 1. Jika terlalu pendek atau cacat harus diganti dengan yang bar u. Rotor. Hubung an dari belitan Jangkar ke terminal luar melalui empat (4) buah Carbon Brush. Sikat Arang dan Pemegang Sikat 8. 1978 Gambar 8. Hubungan Pengawatan Stator dan Rotor Dari diagram pengawatan Traksi Motor. Stator. Sikat arang harus diperik sa secara periodik. berupa belitan Jangkar yang diberikan notasi A-AA.28 dapat dijelaskan bahwa Traksi Motor D-29. Gambar-8. 1978 Gambar 8. Tekanan pegas haru s terukur tidak boleh terlalu lemah atau terlalu kuat. pegas akan menekan sikat ke permukaan komutator.28.29: Pengawatan Stator dan Rotor Traksi Motor 329 . Japan Manual Instruction. Uj ung-ujung belitan jangkar disambungkan secara seri dengan belitan Magnet Bantu ( Interpole).PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Gambar 8.28.

Arah putaran motor dapat diba ca dengan mengamati Nose Suspension ketika Traksi Motor diberi aliran listrik 330 . Jika terjadi kesalahan pada tahap ini dapat mengakibatka n kerusakan pada Traksi Motor dan Generator. gambar 21 penyambungan pada motor lama dan baru adalah penyambungan kabel “A” dan Brush Holde r.7. Putaran Traksi Motor Ketika merangkai Traksi Motor harus diperhatikan letak kabel harus benar sesuai dengan arah putarannya.11.PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. dan hubungan antara Interpole dan Brush Holder. Perbedaan Wiring Diagram.

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.12. Kesalahan Utama pada Gangguan Traksi Motor 8.12.1. Persiapan & Perhatian ketika Pengerjaan 1. 2. 3. 4. Penyiapan yang tidak sempurna Mica terlalu tinggi Mica yang tudak be rsih pada sisi-sisi nya Pinggiran lamel tidak dipinggul miring setelah dilakukan undercutting 5. Perlu pembersihan secara teratur 6. Saluran udara pendingin tid ak lancar 8.12.2. Perakitan dan Penyetelan 1. Letak Carbon Brush tidak benar 2. Jarak Carbon Brush tidak sama 3. Brush Hold er tidak lurus 4. Posisi kemiringan Carbon Brush tidak benar 5. Kekuatan tekanan pegas pada Brush Holder tidak tepat 6. Pemasangan atau penyetelan Interpole tid ak tepat 7. Pemesangan atau penyetelan gulungan seri tidak tepat 8.12.3. Kegagalan Fungsi Mekanik pada Traksi Motor 1. Carbon Brush tidak dapat bergerak pada Brush Holder 2. Carbon Brush terlalu l onggar pada Brush Holder 3. Brush Holder tidak terpasang dengan kuat atau longga r ikatanya 4. Pada traksi motor terdapat gulungan yang terputus 5. Gulungan atau kern gulungan pole terlepas 6. Terladi kerusakan pada Bearing Traksi Motor 7. C elah udara tidak sama 8. Jarak antara pole tidak sama 14. Tidak balans 15. Jarak antara pole tidak sama 16. Tidak balans 331

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8.12.4. Kegagalan Listrik pada Traksi Motor 1. Hubungan terbuka atau terdapat tahanan tinggi pada 2. Hubungan tidak sempurna pada terminal Shunt 3. Terdapat hubung singkat didalam gulungan lapang magnit a tau pada Armature 4. Terjadi ground pada gulungan lapang magnit atau Armature 5. Terjadi pembalikan polarity pada gulungan lapang magnit atau Interpole 8.12.5. Karakteristik Traksi Motor 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Zone untuk komutasi terlalu sempit Zone untuk komutasi t erlalu lebar Carbon Brush terlalu tipis Carbon Brush terlalu tebal Magnit interp ole terlalu jenuh Tegangan antar lamel terlalu tinggi Perbandingan kontak Carbon Brush dengan telalu besar Hubungan cabang Coil Armature tidak cukup 8.12.6. Pembebanan atau Kondisi Pengoperasian 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Beban lebih Perubahan beban terlalu cepat Pembalikan kerja non Interpole Coil Al iran listrik terhalang Pengereman dinamik Arus pada Carbon Brush terlalu rendah Atmosfer yang terkontaminasi 332

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 8. 9. 10. 11. 12. 13. Contact poisons Terdapat minyak atau udara yang mengandung uap minyak Terdapat d ebu yang kasar pada udara Kelembaban terlalu tinggi Kelembaban terlalu rendah Te rcampur dengan silicon 8.12.7. Pengaruh dari Luar 1. 2. 3. Dudukan Traksi Motor yang kurang kuat Getaran dari luar Terjadi hubung singkat diluar dengan arus yang sangat besar 8.12.8. Kesalahan Karbon Brush 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Faktor komutasi terlalu tinggi Faktor komutasi terlal u rendah Kontak drop pada Carbon Brush terlalu tinggi Kontak drop pada Carbon Br ush terlalu rendah Koefisien friksi terlalu tinggi Terdapat lapisan film yang te rbentuk pada Carbon Brush Terdapat lapisan yang menutup Carbon Brush Carbon Brus h mengikis Ketiadaan daya dukung Rangkuman Pengawatan kelistrikan di industri memberikan andil sebagai media untuk menyalur kan sumber daya listrik ke peralatanperalatan listrik, seperti mesin-mesin listr ik, kontrol, dan perangkat listrik lainnya. 333

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI Pada prinsipnya rangkaian pengawatan kelistrikan di industri terbagi menjadi emp at bagian, yaitu bagian sumber daya, jalur transmisi, perangkat kontrol dan pera ngkat-perangkat yang menggunakan daya listrik. Sumber catu daya biasanya terdiri dari panel distribusi untuk 220 V/ 340 V, kapasitas ampere total yang umumnya 6 0 – 200 A. Setiap rangkaian pada kotak panel terhubung pada saluran netralground d an saluran fasa. Sumber daya listrik disalurkan melalui jalur distribusi. Jalur distribusi dapat dibuat diatas tanah atau ditanam di dalam tanah Di industri & d irumah banyak dijumpai peralatan kontrol, misalnya saklar untuk menghidupkan ata u mematikan lampu, mesin, atau alat lainnya, dengan cara kerja manual maupun yan g dapat diprogram, sehingga banyak pekerjaan manusia yang dapat digantikan oleh peralatan kontrol. Sebagian besar perangkat di industri bekerja menggunakan sumb er daya listrik, baik AC maupun DC, mulai dari sistem penerangan, sistem kontrol , sistem informasi, peralatan-peralatn ukur dan hiburan, dan sebagainya. Pada Lo komotif CC-202 mesin diesel sebagai sumber tenaga mengubah energi panas menjadi tenaga mekanik putar, yang memutar sebuah Generator listrik AC 3 phasa. generato r berfungsi mengubah tenaga mekanik putar menjadi energi listrik. Arus listrik y ang telah dihasilkan oleh generator melalui alat-alat pelayanan dan sistem penge ndalian dialirkan ke traksi motor untuk diubah menjadi tenaga mekanik putar untu k memutarkan roda-roda penggerak Lokomotif yang berada di atas rel. Pemeliharaan semua peralatan di industri pada umumnya telah terjadwal. Prosedur pemeliharaan dan perbaikan peralatan harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Prosedu r tersebut, biasanya telah dicantumkan pada setiap manual pemeliharaan peralatan . Untuk lokomotif CC-202, manual pemeliharaan dan perbaikan terdiri dari 13 modu l. Latihan Soal 1. Apa bedanya jalur pengawatan di industri dibandingkan dengan jaur pengawatan di rumah tinggal? 334

PEMELIHARAAN SISTEM PENGAWATAN PERANGKAT INDUSTRI 2. Catat hal-hal penting dalam p emeliharaan tersebut. misalnya bagaimana cara membongkar. baik di industri maupun di rumah tingga? Jika ada beri contohnya. Adakah pedoman atau peraturan yang secara khusus mengatur pengawatan listrik. kira-kira 60 kVA – 100 kVA. Apakah das ar yang digunakan untuk pedoman pemeliharaan peralatan listrik di industri? Misa lnya mesin diesel. misalnya sebuah trafo berdaya sedang. Tentukan sebuah obyek pengamatan u ntuk masing-masing kelompok. Tugas Kelompok Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-5 orang. Lalu pelajari manual pemeliharaannya. 335 . 3. membersihkan dan memas angnya kembali.

Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor 9. dapat diprogram dan difun gsikan sebagai pusat pemroses data digital. dsb. peralatan rumah-tangga. yaitu salah satu sistem berbasis mikroprosesor. mainan anak-anak.1: CPU dalam Mikrokomputer 336 . Perangkat I/O CPU Sistem Memori Gambar 9. IC ini sering dise but unit pusat pemroses atau Central Processing Unit (CPU). Masalah pemeliharaan sistem berba sis mikroprosesor pada dasarnya dapat dibagi menjadi 2. banyak proses (atau bagian dari proses) manufaktur yang dikerjakan oleh robot. yaitu sistem mikroproses or yang melekat (embedded microprocesssor system) dan yang tidak melekat pada si stem (misalnya personal komputer). atau pembuat keputusan logik dan dap at mempengaruhi operasi atau kinerja sistem. mesin-mesin manufaktur. Peralatan-peralatan berbas is mikroprosesor seperti itu dapat dijumpai di hampir semua bidang: otomotif. 9. ke sehatan. Beberapa teknik pelacakan kerusakan untuk ked ua tipe sistem mikroprosesor tersebut adalah sama.1. Konsep & Struktur Dasar Mikroprosesor Mikroprosesor merupakan sebuah perangkat berbentuk IC. Oleh karena itu. Di industri manufaktur. Robot jen is ini biasanya disebut dengan Robot Industri. tetapi ada teknik pelacakan y ang unik untuk sistem berbasis Personal Computer (PC). PERALATAN ELEKTRONIK BERBASIS MIKROPROSESOR Saat ini hampir setiap peralatan elektronik yang kita jumpai bekerja berdasarkan urutan operasi yang dikendalikan oleh mikroprosesor.

besaran-besaran input yang masuk ke sistem akan diproses menjadi o utput yang dikeluarkan melalui terminal. Bahan Energi Informasi Sistem dengan sebuah proses Bahan Energi Informasi Gambar 9.3.terminal output. Besaran-besaran Output Besaran-besaran Input 337 . Prinsip Dasar sebuah Sistem di Bidang Teknik Dalam sistem.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor 9. Jika diinginkan kontrol tersebut bekerja secara oto matis.2: Pengertian Sistem Teknik 9. Dasar Sistem Berbasis Mikroprosesor Kontrol sebuah sistem yang bekerja secara tetap dan terus menerus dapat dilakuka n oleh sebuah mikroprosesor. maka perlu menggunakan umpanbalik yang akan memberikan informasi kepada m ikroprosesor tentang hal yang dikontrolnya.2. seperti ditunjukkan pa da Gambar 9.2. Sistem yang lebih besar dan kompleks biasanya digambar-kan & dise derhanakan dalam bentuk blok-blok diagram.

Beberap a produk. sensor. dapat digunakan teknik multipleks. sehingga pekerjaa-pekerjaan tsb akan tampak dikerjakan sek aligus.1. dan lain-lain). menyimpan program-program tersebut di dalam ROM secara permanen. gerak. rangkaian I/O (dengan instruksi) mengambil/mengirim data melalui sebuah data bus. suara. misal nya program untuk mainan anak-anak. sedangkan output mikro-prosesor berupa instruksi-instruksi untu k mengaktif-kan aktuator atau meng-gerakkan rangkaian-rangkaian kontrol. robot-robot di industri manuf aktur. dll).3: Dasar Sistem Berbasis Mikroprosesor 9. masalah kecepatan prosesor . informasi dari keyboar d PC. Pertama. Informasi ke dan dari Mikroprosesor Mikroprosesor sebuah robot harus dapat menerima informasi dari berbagai sensor a tau perangkat input lainnya (sensor cahaya. seperti ditunjukan pada Gambar 9. dll.3 menunjuk-kan dasar sitem berbasis mikroprosesor. dan dapat mengirim perintah ke banyak operator atau mengirimkan peri ntah ke sensor (untuk meng-off-kan atau meng-on-kan sensor). Mengelola semua inf ormasi tsb dalam satu waktu sangatlah sulit. starter mobil.4. Perangkat yang dikontrol Umpanbalik Penggerak CPU Memori Perangkat Input Gambar 9.4.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Input mikroprosesor bisa berasal dari perangkat-perangkat input (saklar.4. Gambar 9. Komunikaso I/O 9. yaitu mensaklar (melayani) banyak pekerjaan dengan sangat cepat. Kedua. 338 .

ke .Digital. Proses digitalisasi ini dilakukan oleh sebuah perangkat yang disebut Konv erter Analog-keDigital (ADC). ku antisasi. Fachkunde Elektrotechnik.4.5: Proses Konversi Analog .2. 2006 Gambar 9. Adapun tahapan digitalisasi meliputi: Sampling. besaranbesaran a nalog tsb harus diubah menjadi besaran digital agar dapat diproses oleh mikropro sesor. dan pengkodean ke besaran digital (coding). Oleh karena itu.4: Diagram Blok I/O Robot 10.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Bus Alamat Mikroprosesor Decoder Alamat Enable Lines B U S D a t a Port output On/Off Port input Motor-motor Sensor-sensor Gambar 9. 339 . ADC (Analog to Digital Conversion) Mikroprosesor hanya dapat mengolah data dalam format digital. Sedangkan besaran alam yang ditangkap oleh sensor berupa analog.

sedan gkan penggerak robot biasanya bekerja secara analog. Perangkat pengubah Digital ke Analo g ini disebut DAC (Digital to Analog Converter).1: Konversi A/D Nilai Sampling Biner Kuantisasi 1 001 1 2 011 3 3 101 5 4 100 4 5 010 2 6 001 1 7 010 2 8 100 4 9 100 4 10 111 7 11 101 5 Kode Biner Tahap akhir konversi A/D adalah membuat kode biner berdasarkan nilai kuantisasi yang diperoleh dari tahap sebelumnya.11 bagian atas. Banyaknya sinyal tersampling ditentuk an oleh frekuensi sampling. yaitu membag i sinyal analog menjadi beberapa bagian dengan interval waktu yang sama. data digit al dari mikroprosesor (berupa perintah untuk menggerakkan suatu bagian robot) ke penggerak perlu diubah dalam format analog. 340 . Ins truksi-instruksi di dalam mikroprosesor tentunya berupa data-data digital. Banyak DAC yang telah tersedia dalam bentuk IC.1.3.11 bagian kedua ( tengah). DAC (Digital to Analog Conversion) Lengan robot dan bagian lainnya dapat bergerak karena mendapat instruksi dari mi kroprosesor sesuai dengan program yang telah ditulis oleh seorang pemrogram. maka setiap bagian lalu dikuantisasi. Pada contoh tsb nilai hasil kuantisasi ditunjukkan pada Tabel 9. yaitu diberi nilai se suai dengan nilai analognya. Kuantisasi Setelah sinyal analog terbagi menjadi beberapa bagian (sesuai dengan frekuensi sampling). seperti ditunjukkan oleh Gambar 9.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Sampling Proses pertama konversi analog ke digital adalah sampling. Tabel 9. 9. seperti ditunjukkan pada Gambar 9. Oleh karena itu.4.

MSB Output Analaog IC DAC LSB Gambar 9. Refrensi R1 MSB Input Digital LSB R2 R3 R4 Rf Op-Amp Vo Analog + Gambar 9. Nilai Maks Nilai Step = 2N Nilai Analog 0100 0110 0010 2 0001 0000 4 Nilai Digital Resolusi (%) = (1/2N) x 100% Vo(maks) = Output Analog maksimum = (2N-1) x Nilai Step Gambar 9. tegangan output di batasi oleh tegangan catu daya DC yang digunakan pada rangkaian. 1993 341 . Schuler-McNamee. setiap nilai biner dapat diubah menjadi nilai analog. Pada kenyataannya hal ini tidaklah mungkin. karena dalam rangkaian elektronik. sehingga ak an didapat nilai pengukuran output analog tak hingga besarnya.6: DAC dalam bentuk IC Nilai maksimum output analog DAC = Tegangan Catu Daya DC yang digunakan pada DAC .Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Secara logika.8: Rangkaian Konverter Digital ke Analog.7: Bentuk Gelombang Tangga Tegangan.

Untuk m enentukan nilai output antara 0 – 5 V. R2=4Rf. Fachkunde Mechatronik. Outp ut DAC adalag 6 x 0. Gambar 9. Pada Op-amp terdapat penguatan yang besarnya -Rf /R.6875 V. pencari sampel material pada penelitian di bulan. R1=2Rf (ini sebagai MSB).875 V.9: Contoh Konversi Nilai Digital – Analog melalui Gelombang Tangga 9.3125 V = 1. VREF 2.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Contoh: Sebuah DAC 4 bit mempunyai tegangan referensi -5 V.3125 V.3125 V. ini berarti input DAC = 0000. Nil ai tiap step = 5/24 = 0. Misalnya: input biner 0110 = 6 desimal. maka nilai step dihitung dengan 1/16 (-5V) = 0. 3125 V = 4. mainan anak-anak. Karena nilai LSB dari DAC ini adalah 1/16. dan dalam kondisi ini output DAC = 0V.5. penjejak sumber api di tim pemadam kebakaran. maka konversikan nilai biner input ke desim al. DAC ini akan mempunyai output d engan rentang tegangan antara 0-5V.10: Robot pada Industri Karoseri 342 . dan lain-lain. Output maksimum DAC adalah (24 -1) x nilai step = 15 x 0. VREF 0 0010 0100 Nilai Digital Gambar 9. lalu kalikan dengan nilai step. Aplikasi Mikroprosesor pada Robot Robot adalah salah satu sistem berbasis mikroprosesor yang sering digunakan untu k aplikasi yang sangat luas. R4=16Rf (ini sebagai LSB). 2005 Gambar 9. Nilai Analog 15. misalnya robot pemasang baut atau pengecat bodi mob il di industri manufaktur. VREF 1111 4. R3=8Rf. karena mempunyai tegangan referensi 5 V.8 menunjukkan saklar input semua dalam keadaan terbu ka.

derajat dan interpolasi putaran P erhitungan letak & kecepatan gerak Gambar 9.11: Dasar Kontrol Robot Gambar 9. tingka t kecerdasannya (mampu belajar. sistem kontrol yang digunakan. membuat keputusan. dan lain-lain). Cob a tunjukkan salah satu alat atau mainan di sekitar kalian yang termasuk robot.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Jenisnyapun bermacam-macam. me-akukan tindakan tertentu s etelah mengalami pembelajaran. misalnya menjawab pertanyaan.12: Transformasi Koordinat 343 . antara lain: banyak atau jenis tugas yang dapat dilakukannya. Alat Pemrogram atau PC Pengatur Poros Putaran & Posisi Pengindra Sensorsensor Kontrol Prosesor-1 Sistem dan Pengolah Data RAM Penyimpan Pogram EPROM Sistem Op erasi Prosesor-2 Interpolator Transformasi koordinat. tergantung pada beberapa faktor.

misalnya motor listrik. Reactive Operator adalah operator yang dapat memberikan informasi k epada robot.1. Disini sensor berfungsi sebagai umpan-balik (pemberi in formasi ke mikroprosesor tentang status robot. sehingga didapat jalur yang tepat dan gerakan yang halus. Operator Gerak dengan / tanpa Pengindra. transformasi koordinat dan pengaturan jalur interpolasi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut proses perhitungan dan pengambilan keputusan logik yang sangat cepat. misalnya informasi tentang kondisi lingkungan robot. dan aktuator pneumatik ata u hidraulik. Jadi. misalnya saat ini robot berada pa da posisi koordinat A).6. tentang status robot dan lingkungannya. 9. karena hasil perh itungan tersebut seringkali diteruskan atau disambung dengan perhitungan berikut nya atau dibandingkan dengan suatu nilai. Operator Gerak (Motive Operator) dan Sensor Dalam topik ini yang dimaksud dengan Operator adalah segala sesuatu yang diperin tah oleh mikroprosesor. sedangkan Operator Gerak adalah operator yang menyebabka n terjadinya gerak. operator dan alat pemrogram Pemrogaman (misalnya m enyim-pan dan meng-edit program) Diantara pekerjaan tsb. 344 . 9.6. misalnya meng-on-kan motor a tau sensor. Operator yang dilengkapi dengan pengindra akan mendapatkan instruksi dari mikrop rosesor setelah mikroprosesor mendapatkan informasi dari sensor.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Pekerjaan utama dalam kontrol robot meliputi: Pengaturan putaran dan posisi poro s (kecepatan dan letak) Jalur interpolasi (misalnya linier atau melingkar) Trans formasi koordinat (misalnya koordinat ruang dalam sambungan) Komunikasi dengan p erangkat-perangkat pengindra. maka yang pertama diperiksa adalah lup sensor yang terkait dengan operato r itu. Instruksi untu k operator dapat berupa instruksi sangat sederhana. jika motor atau operator lain tidak bekerja dengan baik. solenoid.

akan bekerj a berdasarkan pola data (berupa pulsa-pulsa) yang dikirimkan oleh mikroprosesor kepadanya. Masalah yang akan timbul dengan operator tanpa umpan-balik ini ialah. Limit switch akan memberika n informasi kepada mikroprossor. misalnya dengan mengguna kan Limit Switch. Mikroprosesor akan terus berasumsi bahwa lengan robot terus bergerak sesuai den gan instruksi.2. ”Kesalah-pahaman” ini dapat diatasi dengan meng-nol-kan (zeroing) posisi setiap penggerak motor stepper robot. motor diinstruksikan berjalan dala m waktu tertentu. dan saat ini berada pada posisi yang seharusnya. 2005 Gambar 9. Hal ini harus dilakukan setiap kali robot di-on-kan dan setiap kali terjadi gerakan tidak akurat. Untuk itu. dengan asumsi (tanpa gangguan) bahwa selama waktu yang telah d itentukan tsb.13: Sistem Koordinat Anggota Badan Robot Zeroing tanpa titik akhir. Suatu titik akhir akan menjadi informasi sebagai titik awal untuk instruksi berikutnya . atau tanpa titik akhir. lengan robot telah mencapai dan berhenti pada posisi yang diingin kan. ini identik dengan ”posisi motor”) setelah motor berja lan satu arah hingga menyen-tuh sebuah limit switch. Dengan metoda ini. 9. Mikroprose sor akan mendapat informasi tentang posisi akhir (koordinat) dari anggota badan robot (misalnya lengan robot. Zeroing Zeroing mempunyai pengertian mendorong motor dalam satu arah. padahal kenyataa nnya tidak. z x y Fachkunde Mechatronik.6. 345 .Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Operator yang tidak dilengkapi dengan pengindra (tanpa umpan-balik). jika ada gaya yang menghentikan motor lengan robot dari posisi yang sebenarnya. Zeroing dengan titik akhir. mikroprosesor perlu informasi tentang posisi awal lengan. bahwa lengan telah sampai pada posisi yang diin ginkan. Metode ini cocok untuk robot berdaya rendah. Ini dapat dilakuka n dengan dua cara: menggunakan titik akhir (end point).

misalnya udara atau zat cair).4. Perangkat yang bekerja berdasarkan tekanan udara disebut sebagai perangkat pneu matik.2. maka pelacakan ker usakan perangkat ini dimulai dari pemerik-saan gaya yang diterima piston.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor 9.V = konstan T1.14: Hukum Gas 9.Tekanan inilah yang akan menggerakkan piston pada lengan robot. buku ini) Gambar 9. T1 p2. Gaya tersebut diperoleh dari tekan an yang dihasilkan pompa melalui beberapa medium. V2 p. V1 T2. V2 V1/T1 = V2/T2 V/T = konstan p1.3.4. Pada kenyataannya. Sehingga jika terjadi kemacetan pada penggerak bagian robot. V1 p2. Daya perangkat pneumatik yang tersimpa n akan mengendalikan kerja perangkat dengan bantuan sinyal listrik (biasanya 24 VDC). Penggerak Pneumatik dan Hidraulik Bagian tubuh robot dapat bergerak (misalnya lengan menjulur atau memutar) karena adanya perangkat pneumatikk atau hidraulik (perangkat yang bekerja berdasarkan tekanan yang diterimanya) yang mendapat gaya. V2 p1. Sedangkan perangkat yang bekerja berdasarkan tekanan zat cair disebut per angkat hidraulik. Disini perangkat ini berfungsi sebagai saklar. saklar-s aklar elektro-pneumatik tsb bekerja berdasarkan rangkaian logik (pelajari bagian 11.6.15: Komponen Elektropneumatik 346 .6. p1. sehingga disebut elektro-pneumatik. V1 = p2. Elektropneumatik Di industri seringkali menggunakan perangkat kombinasi antara pneumatik dan elek trik. T2 p1/T1 = p2/T2 p/T = konstan Gambar 9.

Kemungkinan lain. 4. lebih baik lakukan diagnostik awal untuk memperkecil area pelacakan kerusakan sistem. lalu perik sa kabel atau jalur hidraulik dan atau pneumatiknya yang bekerja didaerah kerusa kan tersebut. tetapi kemudian secara tiba-tiba berh enti.2. 9. 9. maka lanjutkan dengan langkah seperti yang akan di jelaskan pada bagian 9. misalnya catu daya. sehingga robot tidak dapat menerima perin tah atau meneruskan perintah ke operator-operator output. Akibatnya tidak ada informasi yang dapat digunakan untuk mencapa i alamat I/O. Jika Semua Perangkat Penggerak Tidak Merespon Ada kemungkinan seluruh sistem tidak mendapat catu daya. akan diambil kasus pada sebuah robot (salah satu sistem berbasis mikroprosesor) yang umumnya digunakan di industri.1. dengan membagi masalah kerusakan menjadi 4 kategori gangguan: 1. Terakhir. Jika ini benar.7. baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Jika bagian dari robot dapat beroperasi tetapi tidak benar.7. 3. Jika semua per angkat penggerak robot tidak dapat memberikan respon (samasekali tidak bisa berg erak atau bicara). Hal ini dapat disebabk an oleh kerusakan program atau kerusakan rangkaian-rangkaian yang terkait dengan mikroprosesor. siste m komunikasi pada robot tidak bekerja. Jika Satu atau Beberapa Bagian Robot Tidak Bekerja Misalnya terdapat dua atau lebih bagian robot tidak bekerja secara bersamaan.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor 9.7. Sebelum membongkar sistem. Jika satu atau beberapa bagian robot tidak bekerja samasek ali. Pe rtama: periksa semua yang menjadi bagian bersama. Jika semu a bagian robot tampak bekerja dengan baik. Diagnostik Awal Agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas. periksa I/O-nya 347 . 2.9:Pelacakan Kerusakan Sistem Kontrol Robot.

Hal ini dapat disebabkan oleh keru sakan pada sensor itu sendiri.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Jika kerusakan terjadi hanya pada salah satu bagian saja. Atau ada masalah dengan catu daya dan pentanah-annya (grounding). lalu periksa sinyal dari dan ke I/O. ata u mikroprosesor. tetapi kinerjanya t idak sesuai dengan instruksi. bagian I/O. mikroprosesor dan rangkaian-rangkaian pendukungnya mungkin mengirimkan sinyal ke alamat I/O yang salah. misalnya pengaruh dari gelomba ng elektromagnet atau frekuensi gelombang dari peralatan yang ada disekitar robo t. maka ada kemungkinan terdapat beberapa masalah.16: Sinyal terlalu banyak dikirimkan ke satu alamat operator Pesawat Penerima Radio Sistem dengan mikroprosesor Gambar 9. Jika operator bergerak secara acak. mengubah instruksi.3. 9. atau bahkan dapat mengubah bit data . dan sebagainya. maka periksa catu. dan masalah mekanikalnya. Sinyal-sinyal derau tersebut dapat mengubah level-logika dari suatu rangkaian logika. lalu robot merespon (misalnya bergerak). Master request Operator-1 Operator-2 Operator-n Gambar 9. sinyal umpan-balik ke bagian I/O. Jika Bagian Robot Dapat Beroperasi Tetapi Tidak Benar Jika ada instruksi. yaitu sinyal dari luar yang tidak dikehendaki. gro unding.7. biasanya karena sinyal dar i sensor tidak dimengerti oleh mikroprosesor. mungkin operator salah meng artikan instruksi. I/O mungkin mengirimkan sinyal terlalu banyak kepada operator tsb (padahal mungkin beberapa instruksi tersebut ditujukan kepada operator lain ). Ji ka operator bisa bergerak tetapi tidak bisa berhenti. Masalah lain yang mungkin terjadi adalah karena adanya derau (noise ).17: Derau Berasal dari gelombang radio 348 .

Ada juga klap-klip yang bekerja dengan logika benar jika mendapa t catu yang tepat. Jika Robot Berhenti Secara Tiba-tiba Kadang-kadang robot berhenti pada posisi tertentu setelah beroperasi beberapa sa at dengan baik. yang mempunyai level logika yang salah. agar mempunyai logik a yang benar saat mulai bekerja (di-inisiasi).4. maka periksa klap-klip (flipflop) didaerah sekitar I/O pada catu daya. Jika aksi pertama belum selesai (mikroprosesor tidak berfikir bahwa aksi pert ama selesai) maka mikroprosesor tidak akan mengirimkan instruksi berikutnya. serta rangkaian-rangkaian lain yang potensial menimbulkan g angguan sejenis. khususnya kabel koaksial.18: Salah Satu Sistem Pentanahan Masalah lain yang juga perlu mendapat perhatian ialah: jika robot bergerak tidak menentu saat di-On-kan. Masalahnya mungkin pada mikroprosesor atau sinyal umpan-balik ya ng terkait dengan gerakan.7. Oleh karena itu. Beberapa klap-klip mempu nyai resistor atau kapasitor yang terhubung pada catu daya. maka akan mengubah kondisi klap-klip dan menyebabkan catu terhubung langsung pada penggerak. 349 . Instruksi ini memerintahkan mikroprosesor untuk menggerakkan peran gkat tertentu dan menunggu aksi (gerakan) berikutnya setelah aksi pertama selesa i. 9.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Tindakan yang harus diambil ialah gunakan filter yang paling sesuai untuk catu d aya yang digunakan. Biasanya instruksi-instruksi dalam program robot seje nis ”move” & ”wait” . maka mikroprosesor dapat mengirimkan instruksi yang salah. Jika terdapat rangkaian yang putu s. Rangkaian-1 R1 I1 Rangkaian-2 R2 I2 + I3 I2 R3 Rangkaian-3 I3 I1 + I2 + I3 I3 Gambar 9. karena bisa menjadi antena. periksa tegangan catu pada mikroprosesor. buat pentanahan yang baik. Jika catu daya menurun.

Semakin bany ak kita mengenal sistem tsb. Mengidentifikasi Gangguan pada Sistem Kontrol Robotik Secara umum dapat dikatakan. kelemb aban. sistem tidak akan mempunyai kemampuan untuk merespon (me nanggapi) perubahan kondisi lingkungannya. cuaca & kelembaban dapat berpengaruh pada kin erja peralatan elektronik 350 . 9.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor 9. Sumber terbaik untuk mendapatkan informasi detail mengenai sistem ialah dari buku manual. maka semakin mudah untuk mengidentifikasi dan melok alisasi berbagai blok fungsi yang tidak normal. Program Robot (atau sistem lain yang menggunakan mikroprosesor) bekerja sesuai dengan in struksi-instruksi yang ditulis dalam program.8. Gambar 9. deskripsi rangkaian. jika lapis pelindung isolasi (shielding) tidak baik. Jika pemrogram tidak menuliskan in struksi secara lengkap. Tetapi kerusakan banyak ditemui pada programprogram aplika si yang ditulis oleh pemakai. Akan lebih baik lagi jika kita juga mengenal karakteris tik komponen-komponen yang sangat penting dalam sistem tersebut. lakukan langkah berikutnya. prins ip kerja.8. karena hal ini dapat mengubah nilai atau karakteristik kompon en. bahwa untuk melacak kerusakan suatu sistem. Lingkungan Lingkungan dapat berpengaruh besar terhadap kinerja peralatan elektronik. dan lainnya. seperti diuraikan berikut ini.8. jika ditemukan input dan output sistem yang tidak benar. 9. misalnya perubahan temperature. Interferensi gelombang elektromagnetik dapat menginduksikan sinyal ke dalam kabel dan rangkaian disekitarnya. langkah pertama yanga harus dilakukan ialah mengenal karakteristik sistem.1.2.19: Perubahan temperatur. Hati-h ati juga terhadap kondisi yang merugikan. dan diagram rangkaiannya. Kesalahan dalam kontrol program sanga tlah banyak ragamnya. Setelah mempelajari ite m-item tersebut.

maka perlu juga m emahami prinsip kerja jalur kontrol dan lup kontrol robot. agar tindakan pemelih araan dan perbaikan dapat dilakukan secara efisien. sehingga dapat dilakukan t indakan pencegahan terhadap kerusakan yang lebih luas lagi. pengawatan yang sudah mulai rusak isolasinya.1. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk me lacak kerusakan ini ialah dengan mengidentifikasi blok-blok fungsional sistem. Banyak robot yang dilengkapi dengan peralatan untuk mendeteksi kerusakan dan me ngrimkan sinyal kerusakan tsb ke mikroprosesor robot.20 ad alah salah satu contoh sistem pembangkit gelombang (Function Generator) 351 . J ika blok ini tidak tersedia di dalam buku manual.8. Kerusakan pada robot kebanyakan terjadi pada sistem kelistrikannya. Mesin Kondisi lingkungan yang sangat ekstrem akan mempercepat kerusakan mekanik robot.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Sistem sonar pada sistem juga sangat mudah dipengaruhi oleh derau ultrasonik yan g berasal dari kendaraan bermotor atau mesin penyedot debu. Oleh karena itu. maka kondisi lingkungannya sangat ideal. Jalur Kontrol dan Lup Kontrol Sederhana Selain memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja robot atau sistem berbas is mikroprosesor lainnya (seperti dijelaskan pada bagian 9. dan ini harus dilakukan pada latihan.9). 9. t etapi pada jalur-jalur kontrolnya.9.3. perlu penyes uaian. Perubahan besar kond isi lingkungan dari tempat ke tempat lainnya dapat saja terjadi. 9. Misalnya saat r obot diuji di dalam ruang uji. seperti sensor atau transduser. atau bagian-bagian yang mendapat tekanan ata u vibrasi. kondisi bisa sangat berbeda. maka teknisi perawatan dapat m eminta bantuan seorang insinyur untuk membuat blok fungsional sistem berdasarkan informasi yang ada di dalam buku manual atau instructional book. Mengidentifikasi Blok-blok Fungsional Kerusakan sebuah sistem kadangkala tidak terjadi pada komponenkomponen sistem. 9. dan ini juga karena faktor alam. misalnya bagian saklar-saklar yang sudah digunakan dalam waktu lama. Gambar 9.9. Tetapi p ada saat di lapangan.

dan sw eep yang dapat diatur dalam moda AM maupun FM.1 hingga 13 MHz. Ba gian Modulasi 3. yang mempunyai rentang frekuensi antara 0. 352 . Blok Pembangkit Gelombang Gelombang Segitiga Dibangkitkan oleh pengisian dan pengosongan kapasitor dari sebuah sumber arus konstan. Waktu yang diperlukan unt uk pengisian dan pengosongan kapasitor membentuk suatu siklus yang akan menentuk an frekuensi.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Frek Generator Utama Voltage Comparator DC offset Bagian Output Output Amp Sinus snaper Output attenuator 0 dB 20 dB 40 dB 60 dB Tuning Amp Triangle Generator FM & Sweep Control Control Generator Generator Modulator Amplitudo Modulator Gambar 9. 1. Bagian Output Output Generator Utama dapat dikontrol oleh Gener ator Modulasi. Deskripsi Diagram Blok Dasar Generator Utama bekerja berdasarkan konversi tegang an ke frekuensi.20: Blok Fungsional sebuah Generator Fungsi Sistem ini dapat dibagi menjadi 3 bagian utama: 1. Bagian Pembangkit Utama 2.

yaitu untuk frekuensi rendah dan untuk frekuensi tinggi. Output generator segitiga diumpankan ke input kompa rator.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Gelombang Kotak Output pembangkit gelombang segitiga dapat dimanfaatkan untuk me mbangkitkan gelombang kotak. sinyal utama dilewatkan melalui modulator-penye imbang (balanced modulator). lalu dicampur dengan sinyal termodulasi. yang akan mengubah atenuasi input gelombang segitiga se suai dengan levelnya. Rangkaian Diode akan berfungsi seb agai beban tidak linier. sementara kopel-AC digunakan untuk jalur frekuensi tinggi. Blok Output Penguat Output Penguat output mempunyai dua jalur terpisah. IC Op-Amp digunakan untuk frekuensi rendah. untuk meng hasilkan level modulasi yang dierlukan. Teknik ini akan menghasilkan rentang frekuensi yang lebar dan slew rate yang tingi. Blok Generator Modulasi Generator Modulasi Bagian ini dapat digunakan dalam b eberapa moda: Modulasi Frekuensi Modulasi Amplitudo Sweep Pembangkitan Sinyal Le tup (Burst) Moda sweep dan modulasi frekuensi digunakan untuk menentukan frekuen si dengan cara mengontrol tegangan output dari penguat Tuning (Tuning Amplifier) . Perubahan level gelombang se gitiga pada input komparatoe akan menghasilkan gelombang kotak pada utput kompar ator Gelombang Sinus Gelombang sinus didapatkan dari gelombang segitiga yang dib entuk oleh rangkaian Diode dalam Sine Shaper. untuk mempertahankan kua litas gelombang kotak dan segitiga. 353 . yang . tanpa dipengaruhi oleh stabilitas DC dan off set yang rendah. 3. berfungsi sebagai pembatas (limiter). Dalam moda modulasi amplitudo. 2.

Osilator referensi Rangkaian Interupsi Mikroprosesor Terminal output Lengan Isolator optic Transistor Current Sink Motor Gambar 9. sehingga output sebuah blok akan menjadi input blok berikutnya. Sinyal IRQ akan dikirimkan ke mikroprosesor. Sel anjutnya mikroprosesor akan memerintahkan penggerak motor melalui isolator optik al.9. Jalur Kontrol Linier Jalur kontrol linier merupakan sederet blok fungsi dimana masing-masing hanya me mpunyai sebuah input dan sebuah output.2 1 adalah contoh sebuah kontrol linier untuk Gripper motor pada sebuah robot. 20 dB. langkah berikutnya i alah mengetahui jalur kontrol dari sistem tersebut. Jal ur sinyal kontrol dimuali dari sistem pewaktu (Timer). Motor dapat bergerak mengikuti 4 pola-bit yang berbeda. Pada saat catu daya diakt ifkan. Blok-blok fungsi tsb dihubungkan secara seri.21: Blok Diagram Gripper 354 . Mengidentifikasi Jalur Kontrol Sederhana Setelah mengetahui fungsi blok yang ada pada sebuah sistem. Gambar 9. 9. 1.2. pembangkit sinyal (osilator) akan menghasilkan sinyal referensi dengan fr ekuensi sebesar 1024 Hz. Sinya ini diumpankan ke rangkaian interrupt untuk mengh asilkan sinyal interupsi (IRQ).Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Peredam Output (Output Attenuator) Bagian ini digunakan untuk mengurangi amplitu do output dengan faktor peredaman yang dapat dipilih: 0 dB. 40 dB atau 60 dB.

dengan mengidentif ikasi diagram blok fungsional sistem. 355 . Dengan met ode ini. lanjutkan dengan pemeriksaan rangkaian. Lup Kontrol Sederhana dan Pemutusan Lup Dalam sebuah lup kontrol. Metode Pelacakan Jalur Kontrol Teknik pelacakan kerusakan jalur kontrol yang sering digunakan ialah dengan Memb agi dan Mengurutkan ( Devided and Conquer). 3.21: B lok Diagram Gripper. Secara prinsip. langkah yang harus dilakukan untuk pelacakan kerusakan jalur kontrol yang kompleks adalah sama dengan langkah untuk pelacakan kerusakan jalur kontrol sederhana. Pelacakan Kerusakan Jalur Kontrol yang Pada kenyataannya. Setelah lup dip utus menjadi jalur kontrol linier. Pelacakan dimu lai dari bagian tengah. maka pindahkan pemeriksaan pada output blok disebelah kanan. Secara umum rangkaian dapat dibagi men jadi dua: Rangkaian Analog atau Rangkaian Digital. misalny a dengan Membagi & Mengurutkan. Sebagai contoh.20. Jika pada suatu blok terdapat ketidaksesuaian. metode Membagi dan Mengurutkan dapat digunaka n. output suatu blok menjadi input blok berikutnya. demikian seterusnya. Periksa sinyal output di salah satu blok bagian kiri. lanjutkan ke blok sebel ah kanan. ma ka keruskan terjadi pada blok tsb. yaitu: pertama. Jika hasilnya baik. Teknik pelacakan kerusakan un tuk masingmasing rangkaian dapat dilihat (dipelajari) pada Bab-6 (Pelacakan Keru sakan Sistem Analog) dan Bab-5 (Pelacakan Kerusakan Sistem Digital). L akukan pemeriksaan sinyal outputnya. jalur kontrol sistem yang ada dilapangan lebih kompleks darip ada contoh pada Gambar 9.9. 9.3. ambil Gambar 9. Metod e pelacakan kerusakan yang paling efektif ialah dengan pemutusan lup. Ji ka hasilnya baik.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor 2. lalu membagi blok fungsi menjadi dua bagian. lalu dilanjutkan dengan mengisolasi daerah kerusakan dengan metode yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelum ini. Jika blok yang rusak telah dapat dilokalisasi . lup kontrol di-interupsi dan sinyal dibuat simulasinya.

Selanjutnya.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Rangkuman Mikroprosesor merupakan sebuah sistem pemroses data yang dapat digunakan pada si stem-sistem pemroses data. yang kebanyakan bekerja dengan sistem ana log. t etapi tiba-tiba berhenti atau macet. yaitu bagian Input-output (I/O). Mikroprosesor pada dasarnya terdiri dari 3 bagi an utama. data tersebut diperlukan untuk menggerakkan aktuator (misalnya m otor untuk menggerakkan lengan robot). ya ng disebut DAC (Digiatl to Analog Converter). Ini menyangk ut bidang yang sangat luas: bidang produksi. yang dapat mengubah besaran analog menjadi besaran digital. setelah data diproses. Oleh karena itu. komunikasi. Beberapa gejala kerusakan pada sis tem robot. dan seterusnya. Oleh karena itu. Mikroprosesor bekerja dengan sistem digital. misalnya blok jalur data. umumnya dapat dikategorikan menjadi empat. 356 . Dasar pelacakan kerusakan untuk kedua sistem prinsipnya ad alah sama. tetapi teknik-teknik pelacakannya masing-masing sangat unik dan khas. Untuk melokalisasi kerusakan pa da robot. bagian pemroses (CPU) dan bagian peny impan data (memori). ma ka diperlukan sebuah rangkaian sebagai bagian dari sistem elektronik berbantuan mikroprosesor. Pada kenyataan nya banyak mikroprosesor yang digunakan untuk sistem-sistem yang berhubungan lan gsung dengan besaran-besaran analog. kesehatan. jika robo t dapat merespon tetapi salah. yaitu: jika robot sama sek ali tidak merespon. Cara pelacakan kerusakan dilakukan berdasar kan gejala yang ditunjukkan oleh robot tersebut. lakukan penajaman analisis berasarkan pengamatan visual yang telah And a lakukan. blok jalur kontrol. misalnya sebagai kontrol temperatur ruang. pemroses sinyal atau sistem otomatisasi. dan lain-lai n Pemeliharaan sistem berbantuan mikroprosesor pada dasarnya dapat dibagi menjad i dua: yaitu mikroprosesor yang melekat pada sistem dan mikroprosesor yang tidak melekat pada sistem. Para teknisi perlu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang cara kerja dan kara kteristik kedua sistem tersebut. Rangk aian ini disebut sebagai ADC (Analog to Digital Converter). Lalu tentukan pengujian pada blok yang dicurugai rusak. diperlukan rangkaian pengubah sinyal digital ke analog. dan jika robot pada awalnya bekrja dengan baik. Temperatur ruang bukanlah bersifat digital melainkan analog. jika robot hanya dapat merespon perintah tertentu.

8.Pemeliharaan Sistem Berbasis Mikroprosesor Latihan Soal Bab 9 1. tetapi un tuk 8 bit. Gambarkan bagian utama sebuah mikroprosesor. Sebutkan masing-masing minimal 3 alat atau komponen input dan output! 4. Sebuah DAC seperti Gambar 9. Tentukan: a) Berapa rentang tegangan output DAC? b) Berapa nilai tegangan tiap step-nya? Berapa output maksi mum DAC? 357 . lalu coba jelaskan secara singka t bagaimana prinsip kerja mikroprosesor tersebut! 2. mempunyai tegangan referensi sebesar 5V. Sebutkan alat apa saja di s ekolah Anda yang menggunakan mikroprosesor? 3.

Diagram Blok Mikrokomputer dan Perangkat Output Klasifikasi dari sebuah komputer.1. maka program yan g dapat disimpan menjadi terbatas. ukuran RAM dan ROM mikrokomputer lebih kecil. tetapi lebih ditekankan pada banyaknya fungsi yang mampu dilakukan dan kec epatan memproses data serta kapasitas memori yang dimilikinya. Diagram Blok Mikrokomputer Bus Data Master Clock CPU ROM RAM Port I/O Catu Daya Bus Alamat Interface Monitor Printer Perangkat Lain Gambar 10. Dibandin gkan komputer PC. sebuah ROM yang berisi program (biasanya program operasi) yang be sarnya beberapa byte saja (256 bytes). PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS MIKROKOMPUTER 10. Sebuah mikrokompu ter pada umumnya terdiri dari sebuah IC mikrokomputer pada sebuah PCB (printed c ircuit board). Port I/O sebuah mikrok omputer juga dilangkapi dengan UART (Universal Asynchronous receiver/transmitter ) yang menghasilkan standar antarmuka ke printer 358 . mini atau mikro bukan ditentukan oleh ukuran f isik.1.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 10. Sebuah mikrokomputer juga mempunyai sebuah ma ster clock dari kristal dan beberapa IC lain untuk membentuk fungsi khusus dan m enangani operasi pada semua port I/O (port Input output). dan sebuah RAM yang berisi data.

Program-program untuk men jalankan komputer (biasanya disebut sistem operasi) disimpan di dalam ROM (Read Only Memory). Memori: merupakan komponen yang dapat menyimpan informasi atau program. maka program atau informasi di dalam RAM akan hilang. 359 . dan lainlain). interface. tidak hilang walaupun komputer dimatikan. Program yang tersimpan di dalam ROM bersifat tetap (dibuat oleh pa brik pembuat mikrokomputer). Sedangkan program-program yang dibuat oleh pengguna akann disimpan di dalam RAM (Random A cces Memory). Jika komputer dimatikan catu dayanya. Port I/O: merupakan chip yang dirancang untuk komunika si antara perangkat yang ada di dalam mikrokomputer (di dalam kotak bergaris) de ngan perangkat-perangkat luar (printer.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Gambar 10.2: Contoh sebuah PCB dari sebuah komputer CPU merupakan IC pusat pengolah data. CPU juga berisi clock untuk memacu logika di dalam komputer. Ini merupakan jantung dari sebuah komputer . monitor.

dan lain-lain. misalnya m engolah kata (misalnya Word processor). 360 ..PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Program: merupakan sederet angka biner yang akan menjalankan mesin. Souce program yang ditulis dal am mnemonic disebut program asssembly. Siklus mesin (Mechine Cycle) adalah waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi instruksi . Siklus menulis Siklus membaca: Selama siklus me mbaca. maka harus dite rjemahkan. Agar program ini dapat dimengerti oleh mesin. Prinsip Kerja Mikrokomputer Semua mikroprosesor (jantung dari komputer) paling tidak mempunyai dua tipe sikl us mesin: 1). Program Kontrol adalah program yang digunakan untuk mengambil (load) program aplikasi atau data yang ada pada komputer. lalu menempatkan alamat lokasi me mori tsb pada bus alamat. Siklus membaca 2). Program yang ditulis oleh seorang p emrogram disebut source program atau source code. Setelah alamat diterima. Mnemonic adalah sebuah simbol alphanumeri k untuk instruksi biner yang dimengerti oleh mesin (CPU). memori menempatkan data yang tersimpan padanya ke bus data.2. CPU membaca sebuah lokasi memori (RAM). Setelah itu. 10. Program berbahasa tinggi dapat juga diproses secara langsung oleh interpreter sehingga instruksi dapat langsung dimengerti oleh mesin. Program yang ditulis d alam bentuk instruksi-instruksi bahasa yang dimengerti oleh manusia disebut prog ram bahasa tinggi. Program aplik asi adalah program yang digunakan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Eksekusi sebuah ins truksi kadangkala memerlukan beberapa siklus mesin. Program jeni s ini disebut machine code atau object code. Penerjemah program bahasa tinggi ke bahasa mesin disebut translator a tau compiler. CPU akan menggerendel (latch) inform asi tsb pada akhir siklus. atau mengolah angka (misalnya Exel). Interpreter bekerja lebih cepat dibandingkan dengan compiler atau translator.

alat kontrol proses di industri (industri makanan.3. atau EPROM (memori yang isi programnya dapat dihapus) telah terkena sinar-X atau terjatuh.3: Contoh Kerusakan IC 361 . kemasan rusak (misalnya korosi atau terkena tumpahan benda cair). chip I/O dan peripheral jika siklus membaca dan menulis telah selesai dan data telah digerendel. atau terhubung antara kaki satu dengan lainnya). mainan anak-anak.3 (a) menunjukkan IC dengan beberapa pin yang patah karena berbagai s ebab. Jenis Kerusakan pada Komputer 10. Alamat ditempatkan pada jalur bus alamat. Saat ini banyak alat yang menggunakan mikrokomputer. industri perminyak an. CPU menulis data di lokasi memori. data di tempatkan pada jalur bus data. dan sebagainya) 10. (a) (b) Gambar 10. sehingga programnya hilang. Kerusakan Umum Karena sebagian besar komponen mikrokomputer berupa IC (Integrated Circuit). misa lnya TV tuner. dan pada saat yang hampir bersamaan.3. misalnya kaki IC patah. industri tekstil. pentanahan (ground). mak a seorang teknisi perlu mengenali kerusakan yang sering terjadi pada IC. hubungsingkat antara IC dengan catu daya.1. Gambar 10. Kerusak an IC yang terlihat dari luar pada umumnya disebabkan oleh koneksi (penghubung. Jalur kontrol: Sebuah atau beberapa buah jalur kontrol akan memberitahu me mori. mesin cuci otomatis. robot.3 (b) menunjukkan salah satu IC yang ru-sak karena tum pahan cai-ran.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Siklus menulis: Selama siklus menulis. lalu RAM menggerendel informasi tsb pada akhir si klus. Sedangkan Gambar 10. sistem permesinan p ada mobil.

PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 10.3.3. Pada um umnya kerusakan jenis ini mudah dikenali. seharusnya ditulis ” . dengan gejala kerusakan yang jelas polanya. 362 . Ini mungkin disebabkan oleh salah satu pin inpu t atau output dari sebuah chip yang terhubung singkat ke logik 0 atau 1. Kesalahan program biasanya disebabkan oleh kesalahan d alam penulisan program. misalnya kesalahan penulisan kode.4: Salah pe-nempatan posisi saklar pada dip-switch dapat menyebabkan s istem ti-dak bekerja.2. Kesalahan kode juga dapat disebabkan oleh kesalahan perangkat keras. Kerusakan yang tidak jelas (soft failu res) merupakan kerusakan yang tidak jelas pola kerusakannya.” ( titik koma) tetapi tertulis ” : ” (titik dua). Misalnya terdapat data input a tau output yang selalu 0 atau 1. misalnya salah men-set posisi saklar pada dip-sw itch Gambar 10. Hal ini bisa diseba bkan oleh data pada sebuah pin output yang terbuka (misalnya pin output terputus ). 10. Input chip yang terhubung dari pin output yang terputus akan menyebabkan stat us datanya “mengambang” (floating). Kerusakan Sistem Kerusakan sistem bisa disebabkan oleh kesalahan perangkat lunak atau program yan g dijalankan pada sistem.3. Kesalahan jenis ini biasanya lebih sulit untuk d idiagnosis. Kerusakan yang tampak & tidak (Hard and Soft Failures) Kerusakan yang jelas (hard failures) merupakan kerusakan yang bersifat tetap (pa sti).

maka kerusakan terjadi pada program yang dibuat oleh penggu na.5. sehingga sering membosankan atau bahkan membuat para teknisi frustasi. 10. Kerusakan yang disebabkan oleh kegagalan perangkat lunak dan kerusakan peran gkat keras seringkali sulit didiagnosis. 10.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 10. Pengujian dapat juga dilakuk an dengan menggunakan perangkat lunak lain.4. Cara Diagnosis dan Perbaikan PERHATIAN! Sebelum memulai pelacakan kerusakan (mikro)komputer.3. antar a lain: * Putusnya salah satu jalur kontrol atau jalur status ke CPU * Adanya pr ogram yang saling “bertabrakan” (crash) selama program rutin restart berjalan.4. Kesalahan restart terjadi karena beberapa sebab. Kesalah an ini dapat terjadi di RAM. komputer tidak merespon (tidak bekerja samasekali). Gejal a yang timbul ialah pada saat komputer di-on-kan. Pada buku manual biasanya terdapat petunjuk cara mengatasi gangguan/kerusakan ringan. Kerusakan Perangkat Keras atau Lunak? Untuk menentukan kerusakan pada perangkat keras atau perangkat lunak mikrikomput er. gantilah perangkat keras yang diduga rusak dengan perangkat keras lainnya (y ang sama/sejenis). Kegagalan Restart Kesalahan atau kegagalan restart: ini terjadi jika mesin gagal merespon secara b enar pada saat catu daya dihidupkan atau pada saat tombol Reset ditekan. Kesalahan restart biasanya lebih muda h diketahui atau didiagnosis dibandingkan dengan kesalahan-kesalahan yang terjad i setelah mesin di reset. 363 . bacalah manual operasi untu k meyakinkan bahwa prosedur yang Anda jalankan benar. Jika setelah diganti komputer dapat bekerja dengan baik. Jika komputer kemudian dapat bekerja dengan baik. maka kerusa kan kemungkinan besar terjadi pada perangkat keras. ROM atau CPU.3.

PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 10. lampu-lam pu indikator. Pemeriksaan Fisik Lakukan juga pemeriksaan secara visual sebagai berikut:: AC Interlock. tinta. seperti kabel. dsb Semua sekering dan CB Sambungan kabel-kabel kon ektor pada semua plug Lampu-lampu indikator status Monitor: periksa kontrol kece rahan jika tampilan pada monitor tampak gelap. retak.4. Bukalah semua akses panel. dsb dibagian keyboard dan p anelpanel kontrol. Gambar 10. printer (roda penggerak untuk kertas. dsb Periksa dengan teliti apakah terdapat perc ikan atau tumpahan cairan misalnya kopi. atau kerusakan sejenis lainnya. ada bagian yang terbak ar. Periksa semua kontrol papan ketik (keyboa rd) dan lainnya.5: Pemeriksaan secara Visual 364 . Periksa indikasi kerusakan fisikal. dsb).1. keyboard. Periksa perangkat yang terhubung deng an mikrokomputer. atau periksa kontrol kontrasnya j ika gambar terlihat buram tidak fokus. misalnya adanya keretakan p ada bagian motherboard. casis. the. apakah terdapat koro si. lalu periksa. pada depa n dan belakang panel. kabel penghubung yang terputus atau rusak isolasinya.

banjir. dengan menanyakan b eberapa hal yang berkaitan dengan pengoperasian komputer tsb.6: Mencari Informasi Kerusakan dari Operator Komputer 365 . Apakah kerusa kan terkait dengan kejadian alam sebelumnya. kapan d an bagaimana mengatasinya? Apakah ada perbaikan bagian tertentu sebelum rusak? J ika ya. misalnya ada petir. gempa. program printout atau dokumen a plikasi lainnya untuk melengkapi kinerja komputer pada saat terjadi gangguan? Ap akah gangguan atau kerusakan sejenis pernah terjadi sebelumnya? Jika ya. Misalnya dengan me ngajukan beberapa pertanyaan berikut: Kapan gejala kerusakan diketahui? Apa yang terakhir kali dilakukan oleh operator sebelum terjadi kerusakan. Jelaskan kerusakannya secara detail. apa yang telah dilakukan dan siapa yang melakukannya? Gambar 10.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Jika dari pemeriksaan fisik tidak terlihat gejala kerusakan yang signifikan. kapan dan perbaikan apa yang telah dilakukan? Siapa yang melakukan perba ikan tsb? Setelah terjadi gangguan/ kerusakan apakah ada perbaikan? Jika ya. mak a carilah informasi spesifik dari operator mikro (komputer). Hal ini untuk melacak kronologis kerusakan. dsb yang dapat merusak komputer Apakah menggunakan instruksi-instruksi operasi. lonjakan temperatur (ektrem tinggi atau rendah).

PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 10. Keuntungan cara ini adalah alat yang digunakan sed erhana dan tidak memerlukan persiapan khusus. Demikian juga jika menggunakan osiloskop untuk diagnosis rangk aian digital tidak banyak membantu. Alat yang digunakan ialah logi latch. 2). gunakan logic-pulser. dan atau periksa pula duty cycle pada pin-pin IC yang di curigai rusak dengan menggunakan logic-probe.2. Periksa kondisi perubahan level (transisi) logik dari 0 ke 1 atau sebaliknya. Gunakan digital current flow untuk memeriksa kemungkinan adanya input logik yang terhubungsingkat pada bus data atau bus alamat. karena rangkaian digital hanya bekerja berda sarkan level tegangan tertentu untuk menunjukkan logika 0 dan 1. . da n digital current tracer. logic-pulser. penggunaan osiloskop juga tidak banyak membantu. Kerugian cara ini: memerlukan wakt u diagnosis lama. Pemeriksaan dengan Instrumen Digital Instrumen ini dirancang untuk pemeliaraan komputer atau sistem lain yang berbasi s digital. Untuk sistem be rbasis digital.4.4. Yang termasuk instrumen jenis ini ialah: logicprobe. Pemeriksaan dengan Alat Ukur Sederhana 1) Pemeriksaan dengan EVM dan Osiloskop EVM (Electronic Volt Meter) dapat digunakan untuk mencari dan melokalisasi bagia n perangkat keras yang rusak. Jika perlu memeriksa deretan pulsa . 10.3. Pemeriksaan Langkah Metode pemeriksaan ini pada ang ada dengan siklus mesin c analyzer atau dengan data 366 Tunggal (Single Stepping) dasarnya ialah membandingkan karakter siklus mesin y dalam kondisi normal. kecuali jika di curigai terjadi overshoot (lonjakan tegangan sesaat saja karena berbagai sebab).

Output latch me ngaktifkan tampilan. Jika menggunakan siklus tunggal: data pada bus akan digerende l pada setiap akhir dari siklus. Program yang diekskusi biasanya adalah program aplikasi atau program kontro l. Lalu da ta dapat dibandingkan. Alat ini akan mengikuti kerja sistem selama mengeksekusi prog ram.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Hubungkan logic analyzer atau data latch pada bus data dan bus alamat dari siste m yang akan dites. Setelah data digerendel pada b us-bus tersebut. apakah sesuai dengan data yang seharusnya ada. 1). maka jaringan kontrol akan menghentikan kerja prosesor. Terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan dengan menggunakan single-stepping ini: 1) Menggunakan instruksi tunggal atau 2) Menggunakan siklus tunggal Jika me nggunakan instruksi tunggal: data pada bus digerendel pada akhir setiap siklus o p code yang masuk. Sebu ah jaringan kontrol yang dibangun di dalam data latch akan menentukan kapan data ditempatkan stabil pada bus data dan bus alamat. Data Latch untuk Diagnosis Kegagalan Sebuah data latch merupakan perangkat keras yang berisi sederet Dflip-flop yang dihubungkan pada bus data dan bus alamat dari sistem yang diuji. Metode pelacakan single stepping ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan program tes khusus yang dapat melacak tahap demi tahap. 367 . Tampilan biasanya dalam bentuk biner atau hexadesimal.

maka logic ana lyzer disebut sebagai logic state analyzer. Data tersebut akan dibandingkan dengan data yang telah ditentukan oleh pabrik (data ini disebut word trigger).PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Sistem yang diuji b u s a l a m a t b u s d a t a Data latch Tampilan Gambar 10-7: Sebuah Data Latch untuk melacak kegagalan pada komputer 2). Hasil perbandingan kedu a data itu akan ditampilkan. Sedangkan lead data ekstra disambungkan pada sinyal k ontrol dan status yang sedang diuji. Jika isi memori ditampilkan dalam bentuk gelombang. Untuk pelacakan kegagalan dengan si ngle-step. Jika isi memori ditampilkan dalam bentuk angka (biner atau hexa). maka analyzer ini disebut logic timing analyzer. Tampilan dapat berupa angka atau bentuk gelombang. 368 . Saat ini ada logic analyzer yang dapat menamp ilkan keduanya (angka dan bentuk gelombang). Sebuah logic analyzer dapat digunakan untuk menangkap informasi dari beberapa siklus mesin didalam memori se kaligus dalam satu waktu. yang dieksekusi dengan bebera pa siklus mesin tentu memerlukan waktu sangat lama. sambungkan lead data dari logic analyzer pada bus data dan bus alamat dari komputer yang diuji. Logic Analyzer Pelacakan dengan data latch untuk data yang besar. Analyzer ini sesuai untuk pendekatan single-step.

Sebuah registe r dari sebuah memori (RAM) terdiri dari 8 bit (Gambar 10-6 (a)) akan diuji. Jalur Data Clock Eksternal Trigger Word Comparator (recognizer) Tampilan Pengontrol (Controller) RAM Gambar 10-8: Blok Diagram Logic Analyzer Gambar 10-6 menunjukkan kerja sebuah logic analyzer pada umumnya. respon register adalah benar. Logic analyzer mulai menang kap data jika kata pemicu (trigger word sebagai test-word) telah ditentukan. Data input dapat dimasukkann ke register secara seri maupun paralel. terdapat kesalahan pada saat diberikan Input paralel Input serial Input P-In/P-out Test-word A 10101010 10101010 10101010 Test-word B 01010101 01010100 01010101 Test-word C 11111111 11111110 11111111 Output paralel (a) Shift Register 8-bit S-In/P-out (b) Paralel output dengan input seri & paralel Gambar 10-9: Contoh Pemeriksaan dengan Logic Analizer 369 . tetapi pada saat diberikan input serial.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Lead clock biasanya dihubungkan pada sebuah sinyal kontrol yang mempunyai transi si ketika isi dari bus data dan alamat telah stabil. Hasil pengujian ditunjukkan pada Gambar 10-6 (b). Hasil peng ujian dari test-word A (dengan LSB atau List Significant Bit bernilai biner 0) m enunjukkan bahwa semua outputnya benar. baik untuk input serial maupun paralel. Sedangkan pada pengujian test-word B (dengan LSB bernilai biner 1) menunjukkan. tetapi output a kan selalu paralel. Demi kian juga hasil pengujian test-word C. bahwa terdapat kesalahan pada LSB register pada saat diberikan input secara para lel.

maka kemungkinan terjad i kerusakan pada: RAM itu sendiri Rangkaian kontrol untuk menulis. Solusi: ganti register 4 bit (dimana terjadi kerusakan pada LSB-nya) dengan reg ister 4 bit yang baru. Misalnya: Jika dari RAM terbaca data yang salah (terbaca pada tampilan). 370 . tetapi data yang tertulis di dalam RAM benar (ini dapat diperiksa dengan data-latch atau logic analyzer). Rangkaian kon trol untuk membaca. karena untuk alamat digunakan lebih dari satu IC. maka kerusakan terjadi pada m ikroprosesornya. d an didiagnosis seperti contoh diatas. Pengujian sejenis dapat dilakukan untuk bagian lainnya. Jika opcode dan data untuk instruksi dapat terbaca oleh CPU tetapi instruksi-ins truksi tersebut gagal untuk diproses secara benar. Data latch atau logic anal yzer dapat digunakan untuk mendapatkan informasi lebih detail dari ROM dan RAM. Dalam hal ini perlu juga diperiksa penggerak bus yang terkait d engan mikroprosesor tersebut. dan data tertulis di dalam ROM juga salah . bahwa kerusakan terjadi pada rangkaian gerbang input paralel dari LSB-nya. Keuntungan menggunakan metode langkah tunggal ialah tidak diperlukan persiapan p emeriksaan atau diagnosis secara khusus. Dekoder alamat bagian atas Penggerak bus data. maka kemungkinan kerusakan terjadi pada: ROM itu sendiri Rangkaian decode alam at Penggerak bus data Kadangkala data yang salah dapat terbaca dari ROM maupun R AM. Jika data yang salah terbaca dari ROM.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Diagnosis Dari contoh pengujian dan analisis logik tersebut diatas dapat disimpu lkan.

Pemeriksaan dengan Program Diagnostikdiri Banyak pabrik komputer yang menyediakan perangkat lunak atau program untuk diagn ostik kerusakan. ROM atau RAM. D ari pengujian ini akan dapat diketahui bagian yang mengalami gangguan atau kerus akan.4. Pengujian RAM Program pengujian biasanya dilakukan dengan menulis dan membaca sebuah atau bebe rapa pola dalam RAM. Tetapi ada juga program yang disediakan dari luar komput er. serta menguasai berbagai tekni k pelacakan kerusakan. Selain itu.4. Teknisi juga harus mempunyai diagram rangkaian dari siste m yang diperiksanya serta memeriksa daftar kode mesin dari program pengujian yan g digunakan. Pola ini dapat dilakukan dengan men-set dan me-reset semua bit. Gejala yang akan ditun jukkan ialah RAM dapat merespon satu pola tertentu tetapi menolak pola lainnya. Pola-pola yang diuj ikan ialah pola yang dapat menunjukkan pola sensitifitas. misalnya printer. Beberapa penguji an RAM akan dapat mendeteksi bit yang hilang. 371 . dan bukan bahasa mesin atau kode-kode biner). Semua bit biasanya di-set dan di-reset. Program pengujian yang digunakan biasanya berupa program kontrol at au boostrap loader dengan bahasa level tinggi (bahasa yang dimengerti oleh manus ia. Program telah dilengkapi dengan instruksiinstruksi pengujian yang dapat diki rim oleh CPU ke bagian-bagian yang akan diuji. metode memerlukan waktu diagnosis lama. 10. Program ini disebut self-test (diagnostic) program. 1).PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Kerugian metode ini ialah diperlukan pengetahuan dasar yang cukup tentang kerja alat dan sistem perangkat keras komputer. cara kerja siklus mesin untuk setiap instruksi. memahami semua instruksi mikroprosesor . Program ini digunakan untuk membantu teknisi dalam menentukan lokasi kerusakan di dalam (mi kro)komputer Beberapa produk komputer telah menginstal self-test program di dala m komputer produksinya.

maka metode pelacakan sinyal. 3). Perangka t lunak yang digunakan memungkinkan data yang dibuat oleh teknisi dapat ditampil kan pada output interface. Da ta yang dimasukkan oleh teknisi akan ditampilkan pada output interface.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 2). Hasilnya mungk in lebih dari 16-bit. kemungkinan kerusakan terdapat pada terminal I/O. Misalnya checksum 16-bit akan dihitung. Pengujian ROM Seorang teknisi biasanya tinggal menjalankan program pengujian ROM. Tetapi jika program tidak dapat diunduh atau tidak dapat dieksekusi. dan output interface bisa berupa lampu yang dapat menyala. Misalnya input dan output interface RS-232 akan diuji dengan menghubungkan data-in dan data-out sec ara bersamaan. analisis logika dan metode substitusi dapat digun akan. Program akan membandingkan checksum isi ROM dengan ROM penguji. RAM atau CPU-nya itu sendiri. Oleh karena itu harus digunakan pendekatan atau cara pelacakan yang lainnya. Beberapa program diagnostik canggih dapat melokalisir kerusakan di bagian PC boa rd dan mencetaknya melalui printer. Pengujian Antarmuka (interface) Interface biasanya diuji dengan program diagnostik. Interface yang input dan outputnya sesuai (compatible ). Jika ini terjadi. maka dapat diuji secara bersamaan dengan teknik loopback. 372 . Input interface berupa papan -ketik (keyboard). dimana hasilnya diunduh ke dalam dua register. Unt uk pengujian ROM biasanya digunakan checksum 16-bit. Hal ini dapat dilakukan jika tidak ada masalah dengan pengunduhan (loading) dan eksekusi program. Checksum ialah sebuah contoh kode pemeriksaan aritmatik (arithmatic check code). atau modulo arithmatic. Checksum dihitung dengan menambahkan isi setiap lokasi memor i dalam ROM dengan mengabaikan kelebihan bit yang mungkin akan terjadi dengan ad anya penambahan tersebut. Kerusakan yang terjadi pa da ROM juga dapat mengakibatkan sistem tidak dapat beroperasi. Hal ini tentu dapat mempermudah dan mempersi ngkat pekerjaan pelacakan kerusakan pada komputer.

Pola-pola akan ditulis dan dibaca dari RAM. Dalam pengujian ini sambungan bus data dengan mikroprosesor akan diputus oleh in struksi NOP (No Operation). Bentuk gelombang atau signature dari setiap node atau titik sambungan dalam sistem diukur. dan menunjukkan k ondisi rangkaian.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 10. Biasanya terdapat dua program uji: pertama adalah free-run atau k ernel test. Loopback dijalankan pada port input dan output yang bersesuaian. Analisis Signature Sebuah analisis signature pada dasarnya merupakan sebuah program tes yang dijala nkan melalui sebuah lup (loop). Pengujian free-run sesuai untuk menguji jalur alamat. Free-run atau Kernel test.4. Pengujian free-run diimplementasikan dengan perangkat keras. Signature yang rusak akan dilacak kembali untuk menentukan komponen yang rusak. Pengujian Kedua. Free-run juga dapat dig unakan untuk memeriksa ROM di dalam sistem 2). Pengujian signature dilakukan dengan signa ture analyzer.5. 373 . 1). Program tidak a kan merespon jika pola terbaca dengan benar. dekoder alamat atas. Penguji an kedua merupakan pengujian perangkat lunak dari sistem saat berhenti bekerja. Mikroprosesor akan menghitung alamat dari 0 hingga t ertinggi. Signature akan dibandingkan dengan si gnature yang diukur pada saat sistem bekerja dengan benar. beberapa kontrol logik dari sistem dan CPU. bagian (port) output diberi stimulasi. input port dibaca. Jalur alamat akan berfungsi sebagai output pencacah. Signature-signature t ersebut biasanya direkam dalam tabel. Lead clock akan memberi tanda/perintah pada an alyzer untuk mencuplik data atau mengukur signature. Lead Start-and-stop pada signature analyzer digunakan untuk menentukan kapan ana lyzer mulai dan berhenti bekerja. Signature analyzer akan menyorot da ta yang salah. Pengujian kedua akan memeriksa sistem saat tidak bekerja.

Program signature tidak bisa digun akan untuk mengidentifikasi kegagalan restart. Tabel-baca biasanya mempunyai beberapa sub-tabel untuk signature bus data. dan perangkat lunak pada level ko de assembly untuk menentukan sambungan signature analyzer dan perangkat uji (pro gram) yang tertulis. tetapi sekali kerusakan tersebut dapat diidentifikasi. maka kerusakan node dan chip dapat diisolasi. Diperlukan keterampilan dan pengetahuan yang tinggi d i bidang perangkat keras. diperiksa dan dicocokkan. kecuali telah disiapkan sebelumny a. arsitektur komputer. Analisis signature lebih sulit dibandingkan dengan self-test program. a tau digital current tracer dapat digunakan untuk melacak kerusakan pada node dim ana chip yang rusak berada. J ika data bus terdiri dari dua atau lebih chip. 2) tabel-tulis yang berisi daftar sign ature yang tertulis (jika pola tidak tertulis secara benar dalam RAM dan chip I/ O). seperti logic pulser. Peralatan tambahan.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Hasil Pengujian Paling tidak terdapat dua tabel hasil pengujian: 1) tabel-baca y ang berisi daftar signature yang terbaca. Semua program pengujian dan signature harus telah tersedia sebelum pemeliharaan & perbaikan dilakukan pada sistem. Keuntungan Keuntungan uta ma penggunaan analisis signature ialah dengan keterampilan teknisi yang relatif rendah dapat melacak kerusakan chip. Diperlukan waktu relatif lama untuk menyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk analisis signature. Oleh karena itu. dan dalam waktu yang bersamaan da ta didorong ke dalam tabel-baca. didokumentasikan. Saklar di dalam chip yang menghasilkan signature yang salah akan mengisolasi chip yang rusak tersebut. biasanya tersedia saklar untuk memilih ch ip RAM dan peripheral yang ada. 374 . Kerugian Relatif lambat dalam mengisolasi area kerus akan. maka akan sulit untuk menentukan chip mana yang mengalami kerusakan. Perangkat uji harus ditulis dan di-debug. Signature un tuk semua tes harus diukur.

maka prosesor akan menyelesaikan instruksi yang sedang berjalan l alu berhenti. Beber apa mikroprosesor memerlukan waktu beberapa detik agar bisa restart. sistem tidak akan restart.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER 10. Jalur ini lalu digunakan oleh prosesor lain seperti DMA (Direct Memory Access) untuk mempe rcepat operasi disk atau me-refresh kontrol monitor. Ul angi prosedur ini dengan programmable peripheral chip yang dipasangkan pada jalu r reset. Jika jalur kontrol ini diaktifkan. Jika jalur ini hang dalam state aktif. Prosesor akan terus menunggu jika jalur i ni hang dalam kondisi aktif. Pemeriksaan Kegagalan Restart Kerusakan pada salah satu kontrol atau jalur status ke CPU. Jalur Halt atau Hold: Jika jalur kontrol i ni diaktifkan. Biasanya bus data dan alamt menjadi mengambang (float). ROM atau CPU it u sendiri dapat menyebabkan kegagalan restart. Cari sumber ker usakan disekitar memori dan chip I/O. tetapi ter jadi restart dengan tombol reset. output chip select dari jaringan dekode alamat atas. 375 . konsol dari interface. RAM. maka prosesor tidak dapat meng ambil instruksi. Periksa jalur pada mikroprosesor dan lacak sumber kerusakannya. Clo ck: Periksa clock pada memori dan programmable peripheral chip di dalam sistem. Catu daya yang tidak sesuai menyebabkan komputer tidak dapat di-restart. Logic pr obe dan osiloskop dapat digunakan untuk memeriksa aktifitas bus-bus data dan ala mat. maka periksa rangkaian penunda pada jalur rese t.4. Pendekatan konvensional hingga pa ket analisis signature dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan chip. Jika kenaikan daya sistem yang diuji tidak sesuai. khususnya s aat kenaikan daya. dan sebagainya. Ready atau Wait Line: Ini merupakan sebuah kontrol untuk memperlambat proseso r. memori dan chip I/O.6. Perubahan frekuensi kristal dapat menyebabkan kegagalan restart Jal ur Reset: Tekan tombol reset sambil mengamati input reset pada mikroprosesor. Periksalah jalur pada mikrprosesor. atau untuk memperkuat kontr ol memori. maka prosesor akan be rada pada state menunggu (wait state). Per juga dilakukan pemeriksaan sebagai b erikut: Catu daya: Pastikan tegangan yang dihasilkan sesuai dengan yang diperluk an. Jika chip ini tidak reset dengan baik. rangkaian refresh RAM. Gunakan logic probe atau osiloskop untuk memeriksa clock dan kontrol lain atau j alur status.

m aka mikroprosesor akan selalu melayani interrupt. kaki patah. proses industri Rangkuman Klasifikasi dari sebuah komputer. mini atau mikro bukan ditentukan oleh ukuran f isik. trojan. ukuran RAM dan ROM mikrokomputer lebih kecil. antara lain karena: Memori (di dalam EPROM) terkena sinar-x Terjadi kerusakan f isk pada IC memori (retak. Dibandin gkan komputer PC. sistem mesin di mobil. dan sebagainya) Kerusakan yang terjadi karena virus. tetapi lebih ditentukan oleh banyaknya fungsi yang mampu dilakukan dan kec epatan memproses data serta kapasitas memori yang dimilikinya. dan sebuah RAM yang berisi data. sebuah ROM yang berisi program (biasanya program operasi) yang be sarnya beberapa byte saja (256 bytes). Program yang disimpan di dalam mikrokomputer biasanya ber sifat permanen. digunakan untuk menjalankan pekerjaan tertentu. Ini karena mikrokomputer jarang digunakan untuk komunikasi dengan komputer lain. P eriksa dan pastikan jalur ini tidak aktif selama restart. Jika jalur ini hang. terkena panas berlebih.4. dan lain -lain jarang terjadi. baik selama maupun sesudah men jalankan rutin restart. Sebuah mikrokomputer juga 376 . Sebuah mikrokompu ter pada umumnya terdiri dari sebuah IC mikrokomputer pada sebuah PCB (printed c ircuit board). sistem pengapian. 10. misalnya mainan anak-anak. terkena benda cair. maka program yan g dapat disimpan menjadi terbatas. Tetapi ada hal-hal yang yang menyebabkan program di dalam memori menjadi rusak. korosi.7. Kerusakan Perangkat Lunak Kerusakan yang terjadi pada perangkat lunak mikrokomputer sangat jarang terjadi. Mikrokomputer bi asanya digunakan untuk program-program khusus.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER Jalur Interrupt: Semua mikroprosesor minimal mempunyai sebuah jalur interrupt.

sehingga bisa digolongkan menjadi mikro. Siklus menulis Kerusakan pada mikrokomputer pada umumnya me liputi: Kerusakan umum yang disebabkan oleh pengguna. dan bagaimana gejala kerusakan yang tampak? 5. baik yang menampakkan gejalan ya maupun tidak Kerusakan sistem (perangkat keras dan atau perangkat lunak) Kega galan restart Cara melacak kerusakan pada mikrokomputer dapat dilakukan dengan m enggunakan: Pemeriksaan Fisik Alat ukur sederhana: Multimeter.PELACAKAN KERUSAKAN SISTEM MIKROKOMPUTER mempunyai sebuah master clock dari kristal dan beberapa IC lain untuk membentuk fungsi khusus dan menangani operasi pada semua port I/O (port Input output). Sebutk an jenis kerusakan komputer yang sering ditemui. Osil oskop Perangkat lunak Latihan Soal Bab 10 1. Sebutkan alat apa saja yang diperlukan untuk melacak kerusakan k omputer? 377 . Sebutkan minimal 3 contoh sistem yang berbantuan mikrokomputer! 4. Por t I/O sebuah mikrokomputer juga dilangkapi dengan UART (Universal Asynchronous r eceiver/transmitter) yang menghasilkan standar antarmuka ke printer Semua mikrop rosesor (jantung dari komputer) paling tidak mempunyai dua tipe siklus mesin: 1) . makanan atau minuman Kerusakan fungsi. Logic Probe. misalnya tertumpah (tertet es) cairan. mini atau komputer pribadi (PC)? 2. Gambarkan diagram blok sebuah sistem mikrokomput er! 3. Apa dasar klasifikasi komputer. Siklus membaca 2).

1. prosesor. 2007).2. Pengertian & Definisi PLC Berbagai definisi PLC yang digunakan untuk menjelaskan pengertian PLC: PLC merup akan sistem mikrokomputer yang dapat digunakan orang untuk proses-proses kontrol di industri PLC merupakan komputer industrial yang khusus dirancang untuk kontr ol mesin-mesin manufaktur dan sistem diberbagai bidang yang sangat luas. PLC versus PC Kesamaan PLC dan PC: mempunyai motherboard. PELACAKAN KERUSAKAN PERALATAN BERBASIS PLC 11.1. PLC mengalami evolusi luar biasa. PLC mer upakan komponen elektronika khusus berbasis satu atau lebih mikroprosesor yang d igunakan untuk mengontrol mesinmesin industri. 11.1. (James A. Sejarah dan Pengertian PLC Sejak pertama kali PLC digunakan di Divisi Mobil Tua Perusahaan Motor Modison. Pengenalan PLC 11. Tumbuh kembang perusahaan manufaktu r PLC juga luar biasa pesat seiring dengan makin pesatnya penggunaan PLC di peru sahaan-perusahaan yang menggunakan mesin otomasi. Rehg.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC 11. t ahun 1970.1. memori dan slot-slot untuk ekspansi 378 .

Hanya dapat melaksana kan 1 “tugas”. address da n control bus Tidak mempunyai monitor.1: Contoh sebuah PLC 11. mengontrol mesin produksi dan proses PC Mempunyai perangkat untuk flo pydisk dan hard-disk Mempunyai monitor Dapat melaksanakan berbagai “tugas” pada “home” dan Officenya Gambar 11. misalnya un tuk flopy-disk atau hard-disk. dari On/Off hingga yang lebi h kompleks. tetapi mempunyai HMI (Human Machine Inter face) untuk menunjukkan proses atau status mesin produksi. dan sebagainya 379 . tetapi mempunyai memori untuk menyimpan program M emiliki chip prosesor yang terhubung dengan chip I/O melalui paralel.1.3.1: Perbedaan PLC dengan PC (Personal Computer) Perbedaan PLC dan PC (Pe rsonal Computer) PLC Tidak ada perangkat memori yang dapat bergerak. PLC pada umumnya digunakan untuk: Mesin bor otomatis Mesin-mesin pro duksi Mesin pengepakan barang Mesin kemasan minuman Mesin pres.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Tabel 11. Aplikasi PLC di Industri s Alpikasi PLC pada sistem kontrol sangat bervariasi.

• Program kendal i (misalnya seperti gambar (ladder) akan mengendalikan instruksi-instruksi untuk mengubah sinyal input menjadi sinyal output (sesuai instruksi) dan menyimpannya pada modul antarmuka output.Sensor .Motor Controller .Lampu . . Jadi PLC akan bekerja berdasarkan program kendali tsb dan bukan karena sinyal yang diterima dari perangkat input Start Semua output.Mesin Input Gambar 11. s aklar.Saklar .Relay . Prinsip Dasar dan Cara Kerja PLC 11. Arsitektur dan Prinsip Kerja PLC ROM CPU (Central Processing Unit) Programmable Memory (RAM. 1998 Prinsip Kerja PLC • Program kendali PLC akan bekerja dengan urutan langkah seperti digambarkan pada diagram alir Gambar 11. Instruksi akhir Antarmuka Output Gambar 11.Output mesin . bilangan dan notasu diinisiasi Antarmuka Input * Instruksi * Instruksi .3: Prinsip Kerja PLC Output Input 380 .1.3.2: Arsitektur PLC Tabellen buch. output mesin. timer. • Pertama. dsb) dan tersimpan di modul antarmuka input.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC 11. Friedrich.2. PLC melalui modul inputnya akan membaca sinyal masukan yang didapat dari komponen-komponen input (sensor..Output PLC lain Input Interface Data Control Addr ess Bus Bus Bus .2. EPROM< EEPROM) Output Interface .

2. blok PLC disusun dalam rak-rak. Untuk sistem yang lebih besar. Backplane Di dalam rack terdapat struktur bus (yang berfungsi sebagai antarm uka data) dan catu daya untuk modul-modul PLC. dan modul output di bagian kanan.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC • Sinyal output yang tersimpan pada antarmuka output akan bekerja sesuai dengan in struksi yang diterimanya 11.2. 381 . Sistem Berbasis PLC Prosesor PLC Jantung dari PLC adalah prosesor PLC. serta catu daya di bagian atas. Pada gambar 11-4 : Contoh Sis tem Berbasis PLC. Ether Sambungan ke Jaringan Catu Daya PLC PLC Modul Input PLC Prosesor PLC Modul Output PLC • Lampu • Relay •Controller Motor •Valve Solenoid • Input Mesin •lain PLC Input Ethernet / IP ControlNet Scanner Smart I/O Interface ASCII I/O Interface • • • S e n s o r S a k l a r O u Modul-2 Komunikasi dan scanner Hand held Programmer PC (PC) Modul-2 aplikasi Khusus PLC Gambar 11. prosesor PLC dikelilingi oleh modul input di bagian kiri. yang disebut backplane.4 : Contoh Sistem Berbasis PLC 1).

5: PLC dengan Rak-rak 2).PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Gambar 11. Prosesor dan Catu Daya Prosesor merupakan unit pemroses sentral (CPU) yang a kan melakukan semua operasi logika dan melaksanakan semua komputasi matematikal. Di dalam rack jumlah prosesor ini bisa lebih dari satu.6: Perangkat Pemrogram (handheld) 382 . 3). Pera ngkat pemrogram dapat berupa PC (Personal Computer) atau pemrogram Handheld (Gam bar hal 14) Gambar 11. mendown load program atau untuk meng-edit program yang telah ada di dalam PLC. Prosesor bekerja dengan mendapatkan catu daya dari modul Catu Daya PLC. dan digunakan untuk memasukkan program. Perangkat Pemrograman Peran gkat ini terhubung dengan prosesor.

3. 14.2.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC 4). c) Modul Input AC/DC Output interface membentuk link antara pros esor PLC dengan komponen atau perangkat atau sistem dari luar. mi salnya panas. yaitu mengubah berbagai level tegangan men jadi tegangan DC 0 hingga 5 V yang diperlukan oleh prosesor PLC. dan sebagainya). Komponen-komp onen input tsb biasanya disebut field devices. 20. Modul-modul input PLC juga dapat berfungsi sebagai pengkondisi sinyal. b) Modul Input DC (Cur rent Sourcing). tekanan. Oleh karena itu. dimana masing-masin g komponen mempunyai sebuah titik pengukuran bersama (common). Sedangkan modul i nput mempunyai sebuah common tunggal. misalnya saklar. Jadi komponen-komponen input tsb dal am hal ini berfungsi sebagai sumber arus (Current Sourcing). INPUT INTERFACE a) Modul Input DC (Current Sinking) Modul Input Sinking merupakan modul yang mengalirkan arus ke dalam terminal inpu t modul. 383 . saklar. Modul output inte rface terdiri dari: a) Modul Output DC (Current Sinking) b) Modul Output DC (Cur rent Sourcing) c) Modul Output AC d) Modul Output Relay 11. In put interface membentuk link antara prosesor PLC dengan komponen atau perangkat dari luar yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran fisik melalui sensor. dsb atau perangkat on/off. Input dan output interface Perangkat ini dapat berupa modul khusus atau fixe d (menjadi bagian dari satu unit sistem PLC). arus mengalir keluar dari kompo nen input (sensor. Jumlah port I/O untuk setiap PLC a dalah tetap (tidak dapat diubah-ubah) untuk setiap model (8. Modul input int erface terdiri dari: a) Modul Input DC (Current Sinking). jika input diaktifkan. 40 dsb).

komponenkomponen input.7b: Modul Input DC (Current Sourcing) 384 . Komponen bersama Komponen Sinking atau kontaktor Komponen Sinking atau kontaktor Komponen output Arah arus Komponen output Arah arus Sourcing Module input Modul input Modul input Modul bersama Komponen berama Arah arus + Catu Daya DC Gambar 11. dalam hal ini berfungsi sebagai komponen yang menerima arus (current sinking). Jadi. jika input diaktifkan. sinyal pada terminal komponen input akan dialirkan ke ground.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Komponen bersama Komponen Sourcing atau kontaktor Komponen Sourcing atau kontaktor Komponen output Arah arus Komponen output Arah arus Sinking Module input Modul input Modul input Modul bersama Komponen berama Arah arus + Catu Daya DC Gambar 11.7a: Modul Input DC (current Sinking) b) Modul Input DC (Current Sourcing) Modul-modul input sourcing mengalirkan arus keluar dari terminal input menuju ko mponen input. jika input diak tifkan. Oleh karena it u.

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC c) Modul Input AC/DC Modul ini dapat menerima/ mengirimkan arus (arus bisa kelua r atau masuk ke terminal input). Interface bawah d igunakan untuk output sensor atau saklar dengan sumber AC. Inter face atas akan bekerja sebagai sumber arus atau penerima arus. secara bergantian setiap setengah siklus.7c: Modul Input AC/DC (Current Sourcing) 385 . Modul Input AC/DC Modul input Modul bersama Komponen bersama Komponen Sorcing atau Sinking Komponen output Arah arus sinking atau Sourcing Catu Daya DC + + atau Komponen bersama Perangkat-luar AC Modul input Modul bersama ~ Catu Daya AC Gambar 11.

Komponen output berfungsi sebagai penerima arus (Current Sinking). sedangkan terminal common dari modul dihubungkan ke sisi positif catu daya.8a: Modul Output DC (Current Sinking) b) Modul Output DC (Current Sourcing) Modul ini mengalirkan arus keluar dari terminal output menuju aktuator.2. Semua common dari kom ponen output dihubungkan ke sisi negatif catu daya DC. Beban Komponen bersama Perangkat Sinking/aktuator Komponen intput Arah arus Komponen input Arah arus Sourcing Module output Modul output Modul output Modul bersama Komponen bersama Perangkat Sinking/aktuator Beban Arah arus + Catu Daya DC Gambar 11.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC 11.8b: Modul Output DC (Current Sourcing) 386 .4. OUTPUT INTERFACE a) Modul Output DC (Current Sinking) Beban Komponen bersama Perangkat Sourcing / aktuator Perangkat Sourcing / aktuat or Beban Komponen intput Arah arus Komponen input Arah arus Sinking Module output Modul output Modul output Modul bersama Komponen bersama Arah arus + Catu Daya DC Gambar 11.

yang dapat menggerakkan komponen output DC maupun AC. Beban Komponen bersama Perangkat luar / Aktuator Perangkat Output Modul Output AC Modul output ~ Catu Daya AC Modul bersama Gambar 11. Blok diagram interface modul output r elay ditunjukkan oleh Gambar 12-8d.8c: Modul Output AC d) Modul Output Relay Modul ini mempunyai kontak relay Normally Open (N.O) untuk setiap port. 387 . yang memungkinkan dialiri arus beban yang lebih besar. Sumber A C dihubungkan antara common modul dan komponen output AC.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC c) Modul Output AC Modul ini menghubungkan tegangan AC pada aktuator bertipe AC dan tidak pernah disebut sebagai sumber arus atau penerima arus output. Modul AC dapat digunak an pada semua aktuator tipe AC jika tegangannya sesuai.

Sistem Berbasis Tag 3. karena modul-modul input dan o utput (I/O) dalam rak merupakan jalan lalu-lintas sinyal input atau output melal ui alamat yang sesuai dengan tempat dimana rak tsb dipasang.3. Modul input atau ou tput pada umumnya berfungsi sebagai: a) Terminal Antarmuka (Interface) dimana pe rangkat luar dapat dipasangkan b) Rangkaian pengkondisi sinyal yang menjembatani tipe sinyal PLC dengan sinyal yang didapat dari perangkat luar. Rack atau Sistem be rbasis Alamat 2. Soft PLC atau Kontrol berbasis PC 1.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Beban Komponen bersama Perangkat luar / aktuator Komponen output Relay module output Modul output atau + + Modul bersama Catu Daya DC ~ Catu Daya AC Gambar 11. disebut Sistem Berbasis Alamat. Tetapi pada umumnya adalah se bagai berikut ini: 388 .8d: Modul Output Relay 11.5: PL C dengan rak-rak. Cara pengalamat an bisa berbeda antara vendor satu dengan lainnya. Tipe PLC Tipe PLC berdasarkan cara operasinya dibedakan menjadi 3: 1. Tipe PLC Berbasis Rak/Sistem Berbasis Alamat PLC seperti pada Gambar 11.

Jika sebuah tag atau variable didefinis ikan. karena dapat digu nakan untuk perangkat lunak berbahasa tinggi (bukan bahasa mesin). Tipe PLC Berbasis Tag Beberapa vendor menggunakan tipe ini. Rak/Slot)/(No. terminal 5. sistem pengalamatan. Di Industri. dan PC dapat difungsikan sebagai PLC. Terminal) untuk modul input. Soft PLC atau Kontrol Berbasis PC PC (Personal Computer) dapat digunakan untu k mengemulasi (mengeksekusi instruksi program sekaligus menjalankan perangkat ya ng dikontrol) PLC. Setiap variabel adalah s ebuah tag dan masing-masing diberi nama. maka tipe data yang ditunjukkan oleh tag atau variable tersebut akan didek larasi 3. Maka modul input tsb ditulis kan dan modul output dituliskan I:2/5 O:5/12 2.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC I: (No. di terminal 12. seperti BASIC dan C. dan Modul out put ditempatkan pada slot output 5. Terminal) dan O: (No. Rak/slot) / (No. 389 . pemberian nama variable perangkat in put dan output dapat dibuat pada saat sistem dirancang. untuk modul output Misalnya: Modul DC ditempatkan pada slot /rak input 2. dan kontrol lain yang hanya sedikit memerlukan perhitungan nume rik. Soft PLC efektif digunakan untuk kontrol On-Off atau sebuah proses kontrol yang berurutan. kartu I/O sebuah PC dapat digunakan sebagai anta rmuka bagi perangkat-perangkat luar diluar PLC. Pada tipe ini.

7a: menunjukkan rang-kaian kontrol untuk mesin press.1.9: Gambar Potongan Mesin Press 390 . Perangkat-perangkat input (sa klar Start (S1). Ga mbar 11. Mesin akan berhenti bekerja jika S3 ditekan.4. Bahasa Pemrograman PLC Standar bahasa pemrograman PLC yang disepakati yaitu: Ladder Diagram (LD) Functi on Block Diagram (FBD) Structure Text (ST) Instruction List (IL) Sequential Func tion Charts (SFC) 11. Sinyalsinyal input ini diproses oleh PLC melalui instruks i-instruksi program PLC (operasi logika). Mesin Pr ess akan bekerja jika ada sinyal dari input (S1 ditekan) dan tutup mesin telah m enyentuh limit switch. Limit Switch (S2). Ambil sebuah contoh Mesin Press (Gambar 126). S1 K M S2 Gambar 11. saklar stop (S3) dan catu daya untuk perangk at input. Ladder Diagram (LD) Ladder Logic atau Ladder Diagram adalah bahasa pemrograman PLC yang bersifat gra fis. Hasil operasi berupa sinyal output yan g akan mengaktifkan mesin press. dihubungkan pada modul input PLC.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC 11.4. sedangkan aktuator berupa kontaktor dan catu daya untuk perangkat output dihubungkan pada modul output PLC. Komponen fisik dig ambarkan dengan simbol.

2 dan 3 modul input. kontaktor dihubungkan pada terminal-terminal output. Ji ka kontaktor aktif.10c. Terminasi pada modul-modul input dan output dit andai dengan nomor terminal.10b: Diagram Pengawatan Kontrol Mesin Press Kontrol Logika pada (Gambar 11.10a: PLC & Perangkat Antarmuka Kontrol Mesin Press S1 K S2 S3 K Gambar 11. 01: nomor rang 391 . I1 00 I2 K () I3 01 Gambar 11.10c : Ladder Diagram untuk Kontrol Mesin Press I1 : Alamat input memori untuk saklar S1 I2 : Alamat input memori untuk saklar S 2 I3 : Alamat input memori untuk saklar S3 K : Alamat output untuk Kontaktor. Hal ini menggambarkan bahwa prosesor PLC dan programnya berada di antara modul input dan output. Misalnya: saklar-saklar dihubungkan pada terminal 1 .PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC S1 S2 S3 I1 I2 I3 Modul Input PLC PLC & Program LD Modul Output PLC O1 K 1 Vs Common Catu DC Vs + Gambar 11.10b) akan mempunyai logika kontrol yang sama deng an Ladder Diagram Gambar 11. mesin press akan mulai bekerja 00.

adanya tegangan atau sinyal pada suatu terminal. tidak ada tegangan. Tabel 12-4: menunjukkan standar simbol blok fungsi log ik dasar dan karakteristik masing-masing fungsi. berputarnya motor. 392 . Instruksi input pada rang 00 dan 02 terdapat alamat data I1. aktifn ya saklar. yaitu AND. jumlah virtual relay yang digunakan akan sesuai dengan jumlah instruksi untuk alamat virtual relay. Dalam PLC. Sedangkan fungsi logik lainnya dapat dibangun dengan meng-kombinasikan ketiga fungsi logika dasar tsb. Sedangkan Logik 0 dapat diartikan hal yang se baliknya (Saklar tidak aktif.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Program PLC tsb diatas dalam Ladder Diagram mempunyai 2 rang. sehingga tegangan input term inal 1.2. Diagram Fungsi (Function Block Diagram) Program PLC seperti Ladder Diagram dapat digambarkan dalam bentuk aliran daya at au aliran sinyal dalam rang. dengan instruksi i nput di sebelah kiri dan instruksi output di sebelah kanan. dan jumlah ini dibat asi oleh ukuran memori PLC. motor tidak berputar. dan sete rusnya). Pada dasarnya terdapat 3 macam blok fungsi logik. Kontaktor merupakan internal memory bit yang difungs ikan sebagai internal relay. dsb. OR dan NOT (INVERSE ).2 dan 3 akan menentukan apakah instruksi diteruskan (jika benar) atau tid ak diteruskan (jika salah).4. 11. dengan menggunakan blok-blok diagram fungsi logik ( Gerbang Logik). yang ditunjukkan melalui tabel kebenaran serta ekspresi Aljabar Boolean Operasi Dasar dan Gerbang Logik sertaTabel Kebenaran Logik 1 dapat diartikan seb agai: aktifnya komponen. I2 dan I3.

PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Tabel 11.B X= X=A.3: Implementasi Gerbang Logik.2a: Dasar Dasar Gerbang Logika A A X X X &X AA B AND 1 B OR NOT B B Sim bol Standar DIN 40900-12 X=A+B X= X=A. Diagram Ladder dan Waktu Gerbang Logik Implementasi dalam Rangkaian Diagram Ladder A AB X t B t X A A X B t X A t X t t t t Diagram Waktu AND Rangkaian seri () OR Rangkaian Paralel B A NOT Rangkaian Inverter X 393 .B X=A+B =AvB =A^B =A^B =AvB AA X X Tabel 12-. Diagram Ladder dan Diagram Waktu Tabel 11.B X = A 0 B0 + X= 1 0 0 =AvB 0= A ^ B 00 10 1 10 10 0 01 1 01 0 11 1 11 1 Simbol Standar Amerika Implementasi Gerbang Logik.2b: Tabel Kebenaran ABX AX OR NOT AAND X B X=A.

D) R PL .4: Rangkaian Relay & Konfigurasi Logik Logika AND Rangkaian Relay LS1 LS2 Ladder Diagram A Gerbang Logik R PL AB X () B & X X = A .B Logika OR Rangkaian Relay LS1 LS2 Ladder Diagram A B X A B Gerbang Logik R PL X X=A+B Logika NOT Rangkaian Relay CR R PL X= Ladder Diagram A X A Gerbang Logik X Logika AND/OR Rangkaian Relay LS1 LS3 LS2 LS4 Ladder Diagram A B D X A B C D Gerbang Logik & X & X = (A.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Tabel 11.B) + (C.

C Logika OR/AND Rangkaian Relay LS1 LS3 LS2 LS4 Ladder Diagram A C B D X A B C D Gerbang Logik R PL & X X = (A+B) (C+D) 394 .

1 ST Q 6. untuk operasi dasar logik.0 AND E 2.1 E 2.0 E 2.0 AND I 2.1 LD I 2.1 & A 6.0 ST Q 6.0 U E 2.4: Rangkaian Relay & Konfigurasi Logik Logika Umpan-balik Rangkaian Relay Stop B Start A R PL PL X Ladder Diagram B A X A Gerbang Logik & B X 11.0 = A 6. Berik ut ini adalah contoh program PLC yang ditulis sesuai dengan Standar DIN EN 61131 -3.0 OR I 2.0 U E 2.1 = A 6.0 O E 2.4. dan standar Program STEP 5 atau STEP 7.2 UN E 2. Tabel 11.2 NOT 395 .0 A 6.1 O E 2.2 LDN I 2. Teks atau Daftar Instruksi Penulisan program PLC juga dapat dilakukan dengan daftar teks atau notasi.1 = A 6.0 A 6.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Tabel 11.5: Simbol & Notasi Teks untuk Pemrograman PLC Fungsi Logik Struktur Teks (DIN EN 61131-3) Struktur Teks (STEP 5 and 7) E 2.1 ST Q 6.3.0 LD I 2.1 OR E 2.

1 2.3 E 2. misalnya catu daya listrik.3 AND/OR E 2.1 ) U( O E 2. khususnya yang berkaitan dengan keamanan pemakai dan alat yang dipakai .4 & A 6.0 2.3 E 2.5 ) = A 6.4 & & A 6.4 ) = A 6.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Tabel 11.5 LD 2.5 U E 2.4 Q 6.0 E 2.1 ) LD ( OR 2.5. Kelistrikan dan Keamanan PLC Sangatlah penting untuk memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan terhadap penggunaan sumber energi listrik yang digunakan setiap hari.0 U E 2.0 O E 2.3 O E 2.0 OR 2.4 U( O E 2. terdapat beberapa komponen penting yang berka itan dengan keamanan penggunaan kelistrikan: 396 . agar k ecelakaan atas penggunaan energi listrik dapat dihindari.1 ( OR 2.4 OR/AND E 2.5 11.3 2.5 ) ST 6.3 OR 2.4 ( OR 2. Hal terpenting ialah kita harus mengetahui sifat sumber energi itu sendiri dan mengetahui bagaimana cara aman bekerja atau menggunakan energi tersebut.4 ) ST 6.1 & A 6.3 Struktur Teks (STEP 5 and 7) U E 2.0 E 2.0 E 2.0 O A 6.1 ( O E 2.5: Simbol & Notasi Teks untuk Pemrograman PLC Fungsi Logik Struktur Teks (DIN EN 61131-3) LD LD OR LD LD ST 2.4 = A 6.1 E 2.3 E 2.1 O U E 2.1 E 2.0 OR 6. Dilihat dari pengaruh listrik terhadap pengguna listrik.3 U E 2.

Kejutan listrik DC dapat mengakib atkan kerja otot tidak terkendali. Besarnya arus yang mengalir dalam k ondisi kejut tergantung dari resistansi tubuh terhadap sumber listrik. besarnya resistansi kontak antara bagian tubuh dengan titik kontak rangkaian listrik adalah seperti ditunjukkan pada Tabel : (Resistansi Ko ntak Bagian Tubuh). resistansi dalam jaringan otot akan mengubah s ebagian besar energi dalam otot menjadi panas. Sumber Energi RL Arus Kejut Pipa Air yang digroundkan Ground 11.5. Jika sumber arus berupa arus AC. Hasil pen elitian menunjukkan. 397 . Jika arus yang mengalir ke tubuh cukup tinggi (lebih besar dari 50 mA). maka bisa mengakibatkan kematian. maka akan me ngakibatkan fibrilasi (debar jantung berlebih).2. Sifat Dasar dari Kejutan Listrik Kejutan listrik terjadi jika sebagian dari tubuh menjadi pembawa arus dari rangk aian listrik (Gambar 11.8: Kejutan Listrik).PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Kejutan Listrik (electrical Shock) Sifat Alami dari Kejutan Listrik Safe Electri cal Practices Respon to Shock victim Jika arus listrik melewati tubuh.

Energi kimia (yang mudah terbakar dan substansi reaktif). Keamanan Listrik dalam Praktik Sistem yang dikontrol oleh PLC mempunyai berbagai macam sumber daya: Sumber tega ngan.300 11. Ene rgi nuklir (aktifitas radio).5.5 inc dalam genggaman Tangan tercelup cairan konduktif Kaki tercelup cairan konduktif 20 M (umum) 100 k – 500 k 40 k – 1 M 15 k – 50 k 5 k – 10 k 3k–8k 1k–3k 5 k – 20 k 4 k – 15 k 1k–3k 1k–2k 1k–2k 200 – 500 100 . PLC biasanya bekerja dengan catu daya AC 110V atau 220 V. serta mempunyai valve sebagai saklar bagi sistem bertekenan udara atau berteka nan cairan sangat tinggi. Energi pot ensial dari berat.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC Tabel 11.6: Resistansi Kontak Bagian Tubuh Resistansi Kontak Bagian Tubuh yang kontak & Sumber Listrik Kering ( ) Basah ( ) Tangan atau kaki yang terisolasi dengan karet Kaki bersepatu kulit Jari kontak d engan kabel listrik Kabel yang tergenggam tangan Tang logam di tangan Telapak ta ngan Pipa 1.3. Cairan bertekanan tinggi. sedangkan modul-modul output mungkin mempunyai tegangan sumber 5 V – 440 V . Pemampatan pegas (compressed spring). 398 .

2.5. lalu ukur tegangan dengan prosedur sbb: 1. baru berikan pertolongan darurat kepada korban.PEMELIHARAAN SISTEM BERBASIS PLC 11. Matikan sumber listrik secepat mungkin. PERHATIAN ! Jangan menyentuh korban yang sedang terkena aliran listrik.5. 399 . Lalu pangg il tim medis/ambulance untuk menindaklanjuti penanganan kesehatan korban.5. Respon pada Korban Kejutan Listrik Jika seseorang kontak/menyentuh konduktor listrik suatu rangkaian dan tidak dapa t melepaskan diri dari rangkaian tsb. Sekali lagi pastikan bahwa me ter masih bekerja dengan cara mengukur sumber tegangan yang diketahui. Prosedur Keamanan Industri Sedangkan Keamanan di Industri terutama menggunakan lock-out / tag-out (tanda/tu lisan ”sedang diperbaiki”).4. Gunakan meter untuk menguji rangkaian 3. maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan/memutus sumber daya dari rangkaian secepat mungkin. 11. Periksa dan p astikan bahwa meter masih bekerja dengan cara mengukur sumber tegangan yang dike tahui.

Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC 11.2. Modul-modul Input/Output (I/O) Modul input yang dipasangkan pada PLC berfungsi sebagai antarmuka (interface), y aitu bagian yang menjembatani antara besaran fisik yang diukur (panas, tekanan, kuat cahaya, suara, dan sebagainya) dengan prosesor PLC. Modul output yang dipas angkan pada PLC berfungsi sebagai antarmuka antara prosesor PLC dengan aktuator output (mesin, lampu, motor, dann sebagainya). Pengetahuan tentang prinsip kerja dan cara pengawatan (wiring) komponen-komponen tersebut pada PLC sangat diperlu kan, agar tidak melakukan kesalahan pada saat mengoperasikan dan melakukan pelac akan kerusakan atau kegagalan sistem yang menggunakan komponen-komponen tersebut . 11.6.1. Saklar-saklar Industri 1). SAKLAR MANUAL Saklar manual yang dipasang pada input PLC berfungsi sebagai p enyambung (ON) atau pemutus arus (Off), dimana cara mengoperasikannya ialah deng an memindahkan tuas saklar secara mekanis. Ukuran, bentuk dan cara pemasangannya sangat bervariasi. Saklar yang digunakan sebagai komponen input PLC biasanya be rjenis: Toggle, Push Button, Selektor, dan Push wheel. Saklar Toggle Gambar 11.12a: Saklar Toggle Gambar 11.12b: Gambar Potongan Saklar Toggle 400

Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Pole adalah konduktor internal dalam saklar yang dioperasikan dengan cara meng-g erakkannya secara mekanis. Saklar yang digunakan pada PLC kebanyakan mempunyai s atu hingga dua pole Beberapa konfigurasi saklar Toggle Satu Kutub Satu Arah (SPST) Dua Kutub Satu Arah (DPST) Tiga Kutub Satu Arah (TPST) Satu Kutub Dua Arah (SPDT) Dua Kutub Dua Arah (DPDT) Tiga Kutub Dua Arah (TPDT) OFF Satu Kutub Dua Arah (SPDT) dg Posisi Netral OFF OFF OFF Dua Kutub Dua Arah (DPDT) dg Posisi Netral OFF OFF Tiga Kutub Dua Arah (TPDT) dg Posisi Netral Gambar 11.13: Konfigurasi Kontak Contoh 11-1: Konfigurasi saklar manakah yang harus dipilih untuk mengontrol sebu ah motor startor yang memerlukan catu daya 220 VAC dan dua buah lampu indikator 28 VDC. Lampu merah akan menyala jika motor tidak mendapatkan catu daya dan seba liknya, lampu hijau akan menyala jika motor mendapat catu daya. Solusi Karena da lam waktu yang bersamaan harus ada satu lampu yang menyala, maka dilipih saklar Double Pole Double Throw (DPDT), seperti pada Gambar 11.14. 401

Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC R G ~ G Gambar 11.14: Rangkaian Kontrol Lampu dan Motor Saklar Push Button (PB) Pada umumnya saklar push button adalah tipe saklar NO (N ormally Open) yang hanya kontak sesaat saja ketika pertama kali ditekan. Sedangk an untuk mengembalikan ke kondisi NO lagi, maka perlu ditekan sekali lagi. Terda pat 4 konfigurasi saklar push button: tanpa-pengunci (no guard), pengunci –penuh ( full guard), extended guard, dan mushroom button. Gambar 11.15 : Saklar-saklar Push Button 402

Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Saklar Pemilih (Selector Switch, disngkat SS) Saklar jenis ini pada umumnya ters edia dua, tiga atau empat pilihan posisi, dengan berbagai tipe knop, seperti dit unjukkan pada Gambar 12-16 : Saklar Pemilih (Selector Switch) Gambar 11-16: Saklar Pemilih (Selector Switch) 2). SAKLAR MEKANIK Saklar mekanik akan ON atau OFF secara otomatis oleh sebuah p roses perubahan parameter, misalnya posisi, tekanan, atau temperatur. Saklar aka n On atau Off jika set titik proses yang ditentukan telah tercapai. Terdapat beb erapa tipe saklar mekanik, antara lain: Limit Switch, Flow Switch, Level Switch, Pressure Switch dan Temperatur Switch Limit Switch (LS) Limit switch termasuk saklar yang banyak digunakan di industri. Pada dasarnya li mit switch bekerja berdasarkan sirip saklar yang memutar tuas karena mendapat te kanan plunger atau tripping sirip wobbler. Konfigurasi yang ada dipasaran adalah : (a).Sirip roller yang bisa diatur, (b) plunger, (c) Sirip roller standar, (d) sirip wobbler, (e) sirip rod yang bisa diatur. Gambar 11-17: Limit Switch 403

Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Flow Switch (FL) James A. . Posisi level cairan dalam tangki digunakan untuk mentrigger perubahan konta k saklar. merupakan sa klar diskret yang digunakan untuk mengontrol level permukaan cairan di dalam tan gki. Kontak akan tersambung dan terputus dengan cepat membentuk histerisis. tersedia untuk berbagai viskositas.19(a) & (c): Level Switch atau Float Switch (FS) dengan kon-figurasi t angki terbuka terhadap tekanan udara. NO (a) James A. Level Switch atau Float Switch (FS) Saklar level atau float switch.18.18 : Flow Switch dalam Aliran zat Cair melalui Pipa Saklar ini digunakan untuk mendeteksi perubahan aliran cairan atau gas di dalam pipa. (b) FS dengan konfigurasi tertutup. Rehg. Skema dan simbol dapat dilihat pada Ga mbar 12. 2007 NC (d) (b) (c) Gambar 11. Rehg. (d) si mbol rangkaian saklar NO dan NC> 404 . 2007 Gambar 11.

Rehg. 405 . 2007 Gambar 11. Rehg. Saklar diskret temperatur biasanya disebut Thermostat. Tekanan tersebut berasal dari air.21: aklar Temperatur. Kontak elektrik biasanya terhubung pada bagian yang bergerak. hingga saklar mencapai titik deaktivasinya. yaitu bagian yang bergerak/ bergeser (digera kkan oleh tekanan) dan bagian kontak.20: Saklar Tekanan James A. 2007 Gambar 11. yaitu open tan k (Gambar 11. goncangan. atau perubahan level permukaan cairan. bekerja ber dasarkan perubahan temperatur. Saklar Tekanan (Pressur e Switch) Pressure switch merupakan saklar diskrete yang kerjanya tergantung dar i tekanan pada perangkat saklar.19 a dan c) dan closed tank (Gambar 11. Sedangkan cl osed tank digunakan untuk tanki tertutup dan bertekanan. Open tank digunakan u ntuk tanki terbuka sehingga terbuka juga terhadap tekanan atmosfir. misalnya oli.19 b). Saklar Temperatur (Temperatue Switches) Secara fisik sa klar ini terdiri dari dua komponen. FS tersedia dua konfigurasi. udara atau c airan lainnya. seh ingga jika terjadi pergeseran akan menyebabkan perubahan kondisi (On ke Off atau sebaliknya). Terdapat dua macam Pressure Switch: absolut (trigge r terjadi pada tekanan tertentu) dan konfigurasi diferensial (trigger terjadi ka rena perbedaan tekanan). Bagian yang bergerak dapat berupa diafragm a atau piston. Histerisis digunakan untuk mempertahankan saklar agar tetap pada kondisi ON k etika terjadi kejutan.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Histerisis merupakan pemisah antara titik aktivasi dengan titik deaktivasi sakla r. James A. Perubahan kontak elektrik ditrigger (dipicu) oleh pemuaian cairan yang ada pada chamber yang ter-tutup (sealed chmber) Chamber in i terdiri dari tabung kapiler dan silinder yang ter-buat dari stainless steel.

Sensor-sensor Industri Dalam sebuah sistem otomasi di industri. biasa digunakan untuk otomasi proses produksi dalam sistem manufaktur. sensor merupakan alat pengindra seperti mata telinga. Perangkat-perangkat pengindra dapat dikategorikan men jadi dua: Perangkat Kontak: Secara fisik menyentuh parameter yang diukur. 11.2.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Cairan di dalam chamber mem-punyai koefisiensi tem-peratur yang tinggi. dan menimbulkan tekanan pada seluruh lapisan penutup chamber. Proximity Sensor: Merupakan Sensor non-kontak. hidung.dll. Sensor ini bekerja mengikuti prinsip kerja induktor d an mendeteksi ada atau tidaknya logam. Saat bekerj a.22: Proximity Sensor Induktif Koil Osilator detektor Osilator detektor Target Medan Magnetik Gambar 11. cairan akan memuai. Gambar 11. Tekanan ini menyebabkan kontak berubah status. jika logam-logam tesebut berada pada peng aruh medan magnetik yang ditimbulkan oleh koil yang ada pada sensor. sehingga jika silinder memanas.23a: Blok Diagram Proximity Sensor Induktif Target Medan Frekuensi Tinggi Gambar 11. sensor hanya memerlukan sedikit bahan yang dapat mengalirkan arus.6.23b : Pergeseran Target & pengaruhnya terhadap Medan Magnetik 406 . dan Pe rangkat non-kontak: Secara fisik tidak menyentuh parameter yang diukur. Terdapat dua macam Proximity Sensor: a ) Proximity Sensor Induktif b) Proximity Sensor kapasitif Proximity Sensor Induktif. 1).

maka sensor kapasitif dapat digunakan untuk mende teksi ada atau tidaknya benda. Mengingat sifat kapasitor ini. Turunnya amplitudo osilator akan dideteksi oleh detektor.26: Contoh Aplikasi Proximity Sensor Kapasitif 407 .Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Jika target bergerak memasuki me-dan frekuensi tinggi. target berfungsi sebagai plat ke-2. baik logam maupu n non-logam yang mempunyai dielektrik lebih besar dari 1. Pada Gambar 11. dsb). Proximity Sensor Induktif Ban berjalan Gambar 11. dan terjadi transfer energi pada target yang mengakibatkan amplitudo osi lator drop/turun.25 : Blok Diagram Proximity Sensor Kapasitif Nilai kapasitif sensor ditentukan oleh ukuran plat-plat pembatas.24: Contoh Aplikasi Proximity Sensor Induktif Osilator detektor Target Medan Elektrik Plat Kapasitor Gambar 11. jarak antar pl at dan nilai dielektrik antar plat.2. Gambar 11. paket. arus Eddy masuk ke bahan target. baik benda diam maupun bergerak. kontainer. sehi ngga menghasilkan output. pendeteksi tutup botol (yang terbuat dari l ogam) pada pabrik minuman kemasan botol Proximity Sensor Kapasitif Sensor ini be kerja mengikuti prinsip kerja kapasitansi dan mendeteksi ada atau tidak adanya b agian dari obyek jika logam-logam tersebut berada pada pengaruh medan magnetik y ang ditimbulkan oleh lempeng-lempeng kapasitor yang ada pada sensor.25: B lok Diagram Proximity Sensor Kapasitif. Aplikasi Proximity Sensor Induktif dapat dijumpai pada alat pendeteksi logam untuk benda di dalam tas atau di dalam kemasan tertutup l ainnya (dus.

408 . aplikasi lain ialah untuk medeteksi level cairan di dalam tangki. J ika Target bergerak. permukaan pantul berada di posisi penerima gelom-bang pantul James A. 2007 Gambar 11.27: Contoh Aplikasi Sensor Ultrasonik Sensor Fotoelektrik Digunakan untuk mendeteksi obyek tanpa menyentuh obyek. Bagi an penting senso ini adalah: Sumber cahaya dan penerima cahaya (receiver). . Bagian-bagian sensor foto-elektrik: Sumber cah aya: pembangkit cahaya yang dapat dilihat (visible light) Detektor Cahaya: mende teksi cahaya yang jatuh padanya. sehingga nilai k apasitifnya juga berubah. lalu mengubahnya menjadi arus yang besarnya seb anding dengan kuat cahaya tersebut. maka jarak antara kedua plat akan berubah. dengan cara mengukur waktu yang diperlukan gelombang suara ter sebut kembali ke sumber suara (sensor).Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Plat-1 dan Plat-2 ”dihubungkan” oleh elektrostatik yang dibang-kitkan oleh sensor. rata atau halus. Proximity Sensor Kapasitif banyak digunakan di industr i-industri kemasan. Senso r Fotoelektrik bekerja berdasarkan ada atau tidaknya cahaya yang diterima oleh b agiann penerima (receiver). Waktu tsb sebanding dengan jarak atau ti nggi target. den gan memanfaatkan sifat dielektriknya Proximity Sensor Ultrasonik Proximity Senso r Ultrasonik bekerja berdasarkan gelombang suara yang dipantulkan oleh obyek yan g menjadi target. Rehg. Cahaya yang ditrima receiver dapat berasal dari sumb er cahaya atau pantulan benda yang menjadi obyek pengukuran dan dapat bekerja da ri jarak 5 mm hingga 300 m lebih. Misalnya digunakan untuk memeriksa produk yang ada di dalam kontainer. dengan suhu 1000C atau kura ng. Kinerja terbaik akan didapat dalam kondisi: .Obyek berada di dalam wilayah kerucut pulsa ultrasonik 4 derajat dari sumb u.Target adalah benda p adat yang memiliki permukaan datar.

Rehg. Perangkat Output: dapat berupa transistor.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Lensa: untuk memfokuskan cahaya dan menaikkan range Rangkaian Logika: memodulasi sumber cahaya. Moda Operasi sensor cahaya: Pancaran sinar: sumber dan penerima cahayanya terpis ah (tidak satu kemasan/ thrrough beam mode) Refleksi: sumber dan penerima cahaya nya satu kemasan.29: Sensor Fotoelektrik moda through beam. TRIAC atau relay elektromeka-nis. Refleks terpolarisasi: terdapat filter di depan sumber cahaya. menguatkan sinyal dari detektor cahaya. Rehg. FET. yang berbeda fase 900 terhadap penerima. James A. 2007 Gambar 12-32: Sensor fotoelektrik terdifusi 409 . MOSF ET. memutuskan apakah output sensor berubah atau tidak. Gambar 11.30: Sensor Fotoelektrik retroreflektif Gambar 11. 2007 Gambar 11.28: Potongan gambar Foto elektrik Gambar 11.31: Sensor Fotoelektrik retroreflektif terpolarisasi James A.

3. Saat S terbuka. (b) saat diisi energi Gambar 12-35: Solenoid AC 410 . Besarnya gaya gerak sebanding deng an selisih antara posisi inti saat S terbuka dan posisi inti saat S tertutup 2). sehingga timbul elektromagnetik dengan arah fluks magnet dari atas ke bawah. pada solenoid AC terdapat satu komponen l agi yaitu frame. Gambar 11. (a) (b) Gambar 11.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Sensor Terdifusi atau proximity foto: mempunyai sumber dan penerima dalam satu k emasan. armatur akan tertar ik pegas hingga menyentuh frame. Saat koil mendapat daya (pengisian energi). Medan magnet akan menarik inti besi ke bawah karena g aya tariknya lebih besar daripada gaya pegas. arus mengalir pada lilitan.6. Aktuator Elektromagnetik 1). Sensor akan mendeteksi pinggiran/ujung bahan untuk mengaktifkan pemo-tong. Saat ini terjadilah aliran fluks magnetik seper ti pada Gambar 12-35: Solenoid AC. Saat S tertutup . inti besi didorong keatas. tetapi menggunakan komponen yang dapat merefleksikan cahaya ke penerima Salah astu contoh aplikasi sensor fotoelektrik adalah pada mesin pemotong otomat is.34: Dasar Solenoid .(a) energi dilepas. Solenoid AC Seperti pada solenoid DC.33: Contoh aplikasi sensor fotoelektrik pada mesin pemotong 11. Solenoid DC Solenoid DC pada dasarnya terdiri dari koil dari lilitan kawat d an plunger inti besi.

pendingin). se-hingga memungkinkan terjadi aliran zat cair melalui valve bod y. yang akan menggerakkan plunger. Jika terlalu rendah. sebagai isolasi daya antara obyek dan pengontr ol. relay ti dak bekerja. yang digunakan untuk men gontrol aliran udara atau zat cair (air. Ketika ko il diisi energi. Relay Kontrol Relay ini merupakan gabungan antara eketromagnetik dan solenoi d. (b) uraian valve 4). Rate arus: arus maksim um sebelum kontak rusak (meleleh atau terbakar) 411 . oli cair. (a) gambar potongan. jika terlalu tinggi relay terhubung singkat. dan piston. Fungsi utama relay ini ialah untuk mengontrol arus/tegangan yang besar hanya dengan sinyal listrik yang kecil.37: Rangkaian Kontrol Relay PERHATIAN ! Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih relay: Rating Kontak: Rate tegangan: a dalah tegangan operasi yang dianjurkan untuk koil. Prinsip kerj anya sama dengan solenoid lain (DC atau AC). saat ini solenoid dalam kondisi melepas energi. gas. Solenoid Valve Merupakan perangkat elektromagnetik. Pegas yang terbungkus plunger akan menekan Pilot valve dan menahannnya di posisi itu.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC 3). Beban 480 VAC ~ NC NO Output PLC atau Panel Kontrol + Relay 24 VDC Gambar 11. pilot val ve. sehingga tidak ada aliran zat cair pada valve body. timbul medan mag-net. Gambar 12-36: Solenoid Valve.

Gambar 11-40: Motor Starter 412 . Kontak Holding atau seal-in c ontact: ialah metode untuk mempertahankan aliran arus sesaat setelah saklar dite kan atau dilepaskan. kontaktor juga mempunyai sistem arc-quenching untuk menekan arc yang terbentuk jika kontak membawa arus induktif terbuka. Selain itu. untuk menghubungkan kontaktor dengan tegangan ut ama. Dalam diagram ladder digambarkan paralel dengan saklar yang dioperasikan. Kontaktor mempunyai multikontak sehingga saluran dari sumber fasa tunggal atau sumber fasa-3 dapat d ihubungkan ke saklar ini. 5). untuk proteksi arus lebih untuk motor yang dilengkapi dengan k ontak termal beban lebih. Motor Starter Pada umumnya sebuah motor starter terdiri dari: blok overload atau unit termal. Kontaktor biasanya mempunyai beberapa saklar tambahan yang disebut auxiliary contact.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Konfigurasi Kontak: Normally Open (NO): Relay terbuka jika tidak bekerja. Relay Latching Relay jenis ini akan tetap ON dan atau OFF walaupun catu daya telah dicabut dari koil. Normal ly Closed (NC): relay tertutup jika tidak bekerja. Kontaktor Kontaktor adalah relay yang dirancang un tuk saklar arus besar dari tegangan sumber yang besar pula. L1 PB1 PB2 M L2 M-1 Seal-in contact Gambar 11-38: Seal-in Contact Gambar 11-39: Kontaktor 7). 6). Kontak akan terbuka saat mendeteksi beban lebih.

push button. maka tes jumper yang menghubungkan kontak Jika saklar ti dak terbuka. maka kontak terbuka/putus Jika resistansi kontak dit engarai rusak. maka kontak dalam keadaan baik. Tip Pelacakan Kerusakan Perangkat Input / Output 1). yang dibagi menjadi dua grup: a) masalah operator (handle.6.5. horn atau alarm.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC 11.41. Jika kont ak seharusnya tertutup: ukur tegangan yang melalui kontak. Jika besarnya tegangan t erukur sama dengan tegangan operasi saklar/kontak. maka saklar dalam keadaan bai k. Jika besarnya teganga n mendekati nol. Komponen-komponen Output Visual & Audio Kenyataannya. Jika saklar tid ak terhubung ke kontak. lepas salah satu kawat untuk meyakinkan masalahnya. maka lepas resistansi.6. PLC juga digunakan untuk meng-on-kan berbagai perangkat audio dan atau visual. 413 . maka kontak terhubung singkat. Jika tegangan terukur mendekati nol. Horn 11. lalu ukur dengan Ohmmeter. 4. Melacak Kerusakan Saklar Semua saklar mempunyai masalah umum yang sama. lakukan prosedur berikut: Jika konta k seharusnya terbuka: ukur tegagan yang melalui kontak. Gambar 11. seperti lampu pilot. Jika tegangan terukur sama deng an tegangan operasi kontak. yaitu masala h mekanis) b) masalah kontak (selalu terbuka atau selalu tertutup) Jika masalah sistem ditengarai dari saklar.

pelacakan bagian operator (koil elektromagnetik) atau solenoid dapat dilakuka n dengan mengukur arus yang mengalir pada koil. Melacak Kerusakan Proximity Sensor Karena karakteristik operasi tiap sensor berbeda. Pastikan bahwa semua setting penguat adalah be nar dan periksa semua segel masih baik. seh ingga menimbulkan panas pada koil. dengan cara melakukan pengukuran perang kat yang terhubung dengan sensor. Oleh karena it u. Ini disebut arus pull-in. Karena kontak relay bekerja berdasarkan kerja solenoid atau elektro magnetik. Melacak Kerusakan Relay Masalah Relay dapat dibedakan menjadi dua seperti pada saklar: bagian kontak dan bagian operator. maka akan dilengkapi dengan satu lilitan koil yang disebut cincin bayangan (sha ding ring) yang merupakan satu bagian dari armatur maganetik. 3). Ukur arus minimum yang menglir p ada kontak. yaitu arus minimum agar armatur dapat mela kukan kontak. Untuk perangkat yang menggunakan solenoid AC. Cincin bayangan di gunakan untuk mengurangi huming noise AC solenoid. Melacak kerusakan bagian kontak dapat dilakukan prosedur pelac akan saklar. Arus yang tidak sesuai dengan kondisi operasi mengindikasikan bahwa relay tidak terhubung secara sempurna. maka yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui cara kerja sensor d i dalam sistem. Berikut adalah tip melacak kesalahan Proximity Sensor Pastikan b ahwa sensor bekerja dalam range dayanya.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC 2). Arus yang terukur seharusnya lebih kecil dari arus pull-in. Setelah armatur terhubung segera ukur arus yag melalui kontak sebe lum armatur melewati kondisi normal (arus ini disebut arus drop-out). Pastikan bahwa semua setting saklar bena r 414 . maka arus yang tidak sesuai akan menjadi masalah utama.

Beberapa perangkat dengan output set NO aka n menunjukkan ON jika telah mengindra obyek. Pastikan bahwa lensa bersih dan terbebas dari benda asing Pastikan bahwa kecepatan bagian yang melalui sensor tidak mele bihi respon frekuensi bagian tsb. dengan cara mengukur output relay atau kondisi kerja transistor. Pastikan bahwa jarak pengindraan tidak berkura ng karena kurangnya tegangan catu atau karena perubahan temperatur. Sedangkan untuk out dengan settin g NC akan mempunyai kondisi sebaliknya. Pastikan bahwa sensor mempunyai daya yang sesuai dengan range-nya. Pastika n tidak ada obyek asing yang mempengaruhi kinerja sensor. Melacak Kerusakan Sensor Fotoelektrik. Pastik an bahwa jarak pengindraan tidak berkurang karena kurangnya tegangan catu atau k arena perubahan temperatur. Pastikan bahwa semua setting saklar bena r Gunakan indikator operasi pada sensor atau penguat sensor untuk memastikan bah wa bagian elektronik sensor masih dalam keadaan baik. Pastikan bahwa semua setting penguat adalah be nar dan periksa semua segel masih baik. Beberapa perangkat dengan output set NO a kan menunjukkan ON jika telah mengindra obyek. Pastikan bahwa kecepat an bagian yang melalui sensor tidak melebihi respon frekuensi bagian tsb. 415 . 4).Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Gunakan indikator operasi pada sensor atau penguat sensor untuk memastikan bahwa bagian elektronik sensor masih dalam keadaan baik. Sedangkan untuk out dengan setting NC akan mempunyai kondisi sebaliknya. dengan cara melakukan pengukuran pada semua perang kat yang terhubung dengan sensor. dengan cara mengukur outpu t relay atau kondisi kerja transistor.

misalnya obeng. Untuk melacak kerusakan Sistem berbasis PLC. dan Analisis Aliran Sinyal. Setiap vendor mempunyai instruksi khusus. 1). Alat bantu tersebut berupa: Dia gram Blok.7. kunci dengan berbagai ukuran. berbag ai tester. Pemeliharaan perangkat lunak PLC tidak dapat dipisahkan dari sistem secara keseluruhan.7. Diagram Blok Diagram blok adalah satu set kotak yang digunakan untuk menggam barkan bagian dari sistem secara keseluruhan. termasuk pemeliharaan perangkat dan modulmodul input serta output yang menjadi bagian dari sistem tsb. blok modul output. 11. khususny a perangkat lunaknya juga diperlukan alat bantu. Oleh karena itu. Alat (Tool) untuk Melacak Kerusakan Sistem Seperti halnya teknisi motor atau mobil yang memerlukan peralatan untuk melacak kerusakan motor atau mobil.Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC 11. Dalam sub-bab ini a kan diberikan petunjuk atau tip-tip pemeliharaan perangkat lunak PLC secara umum dan beberapa contoh kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang aplika si metode pelacakan perangkat lunak PLC. dan sebagainya.1. pembaca harus mempelajarinya secara khusus. Untuk me nentukan lokasi kerusakan atau kesalahan harus dilakukan secara terorganisasi da n menyeluruh. dst. Setiap perangkat atau fungsi digam barkan dengan sebuah blok. Ci ri-ciri diagram blok: Sistem yang kompleks digambarkan dengan sejumlah kotak sed erhana Aliran informasi dari kiri ke kanan Struktur blok adalah sistem. sub-sist em. Pengelompokan (Bracketing). bahwa kerja PLC tergantung dari program yan g dibuat melalui instruksi-instruksi. misalnya blok modul input. Pemeliharaan Perangkat Lunak PLC Seperti dijelaskan pada awal bab 11. dan struktur progra 416 .

Pemeliharaan Sistem Berbasis PLC Field dev ice pow er 0 Low Lev FS el L1 (N ) O O utput Module I:1/10 H igh lev el float sw itch L2 I:1 PC L Pump control rung Stop push button I:1 Start push button I:1 Pump motor con tactor O :2 O :2/2 O utput Module Pump Motor Pump motor contactor O erload v contactors Pump Motor T emperature Sw itchT S1 (N ) O O utput Module I:1/1 Pump motor sealing contact O :2 O :2/0 H eater Pow er H Lev FS igh el L2 (N ) C O utput Module I:1/2 Low lev el float sw itch L1 I:1 1 0 H eater and outlet v e control rung alv O utput Module Pump motor contactor O erload v contactors H eater StartSw itch PB2(N ) O O utput Module I:1/4 T emperatur eSw itch I:1 1 H eater contactor O :2 0 O :2/1 O utlet ve alv selenoid O :2 O utput Module Selenoid Pow er StartSw itch PB1(N ) O O utput Module I:1/3 .

Pengelompokan (Bracket) Pengelompokan adalah suatu teknik yang menggunakan t anda untuk meng-identifikasi bagian sistem (blok) yang rusak. dimual dari blok bagian kiri yang bertanda ( [ ) hing ga blok yang bertanda ( ] ).T emperature Sw itch I:1 O utlet ve alv solenoid James A. Aliran Sinyal serta Aliran Daya Diagram Blok suatu sistem biasanya tidak disediakan oleh vendor melainkan dibuat oleh tenaga ahli melalui teknik-teknik penyederhanaan sistem. Lakukan pengujian kinerja. Rehg. Contoh Blok Diagram Kontrol Pengisian Tangki.43: Tahapan untuk Menentukan Pengelompokan 417 . Beri tanda ( ] ) dibagian kanan bl ok yang normal. Catat semua gangguan pada sistem Beri tanda ( [ ) di bagian paling kiri Diagram Blok yang mengalami kerusakan. 2007 Gambar 11. la lu geser ke kanan hingga di blok yang normal. 2).42 . Gambar 11.

Perangkat Lunak PLC 3). Aliran Sinyal Teknik pelacakan dengan aliran sinyal secara umum dibagi menja di dua: Aliran Daya: menggambarkan aliran daya dari sumber ke semua komponen sis tem Aliran Informasi: menggambarkan aliran data dari sumber sampai ke bagian akh ir. Grup Aliran Sinyal: Grup Aliran Daya Grup Aliran Informasi Konfigurasi Aliran Sinyal Konfig. Linier Sedangkan pola aliran sinyal pada umumnya mempunyai 5 pola/ konfigurasi penyebar an, yaitu Linier, divergen, kon-vergen, umpan-balik atau pensaklaran. Konfig. Divergen Konfig. Konvergen Konfig. Umpan-balik Jalur Pensaklaran Gambar 11.44a: Aliran Sinyal pada Motor Pompa Gambar 11.44b :Rangkaian Modul input & Output James A. Rehg, 2007 418

Perangkat Lunak PLC Unit Power Unit 1 Unit 2a Unit 2b Unit n-a Unit n-b Gambar 11.45: Konfigurasi Aliran Divergen Unit 1a Unit 2 Unit 1b Gambar 11.46: Konfigurasi Aliran Konvergen Unit 3 Unit n Unit A A A1 Unit Upmanbalik Power C B B1 C1 Gambar 11.47 : Konfigurasi Aliran dgn Umpan-balik Gambar 11.48: Jalur Pensaklaran Kenyataannya setiap sistem mempunyai konfigurasi kombinasi dari kelima konfigura si tersebut. 419

Perangkat Lunak PLC Analisis Aliran Sinyal Tiap konfigurasi mempunyai aturan untuk mempercepat pencarian kerusakan. ATURAN LINIER Jika kelompok kerusakan hampir terjadi pada gujian pada bagian sebelum tanda ( [ ) atau sebelum titik terjadi kesalahan sinyal, pindahkan tanda ( ] ) ke titik pengujiannya baik, pindahkan tanda ( [ ) ke blok sebelah tiap blok, lakukan pen tengah area blok. Jika tsb. Tetapi jika hasil kanan tanda tsb.

ATURAN DIVERGEN Pengujian dimulai dari blok divergen paling kiri (TP-1). Jika da ya tersalur dengan baik, ber-arti kerusakan bukan terjadi pada bagian power. Ges er ( [ ) satu blok ke kanan. Lakukan peng-ujian sinyal pada TP2. Jika hasilnya tidak baik (misalnya sinyal tidak ada atau cacat), maka kerusakan terjadi pada unit antara power dan TP-1. Jika hasil pengujian baik, maka geser ( [ ) ke kanan dan lakukan pengujian seperti langkah sebelumnya. Unit Power Unit 1a Unit 1b Unit n-a Unit n-b TP-1 TP-2 Gambar 11.49 : Langkah Pelacakan pada Konfigurasi Divergen 420

Perangkat Lunak PLC ATURAN KONVERGEN Aturan Konvergen 1. Jika semua input konvergen diperlukan untuk menghasilkan output yang baik, ma ka output yang baik menunjukkan bahwa jalur input tidak ada kerusakan/gangguan: 2. Jika hanya satu input konvergen diperlukan untuk menghasilkan output yang bai k, maka setiap input harus diperiksa untuk meyakinkan bahwa tidak ada kerusakan. ATURAN UMPAN-BALIK Aturan Umpan-balik Jika tanda kurung (pengelompokan) terletak di dekat blok sistem umpan-balik, maka buat modifikasi pada jalur umpanbalik. J ika hasilnya normal, maka kerusakan terjadi pada jalur umpan-balik. Jika hasilny a tetap tidak normal, lakukan pengujian dari bagian awal blok sistem. ATURAN PENSAKLARAN Aturan Jalur Pensaklaran Jika tanda kurung terletak di blok-blok yang mempunyai konfigurasi berbeda, ubahlah posisi saklar di bagian yang dicurigai. Jika hasiln ya baik, maka kerusakan terletak pada bagian sebelum saklar. Hal ini lebih mudah dilacak kerusakannya. 421

3. Pastikan Sistem Operasi Benar 6. perbaiki / ganti / atur kembali. 4. Tentukan Masalahnya Catat semua data gangguan Buat tanda kurung pada blok yan g dicurigai 2.7. Tentukan Bagian yang diuji 3.44 (a) dan (b)). Setelah dilakukan perbaikan. Tentukan Tipe Pengujiannya Awali dengan aliran sinyal untuk meminimisasi bagian Setelah masalahnya diketahui. Modul Input dan Output PLC sendiri pada umumnya telah dilengkapi dengan rangkaian-rang kaian indikator yang akan ON jika ada sinyal.5 dapat diguna kan untuk melacak kerusakan pada perangkatperangkat input dan output PLC.3. agar kerusakan yang sama tidak berul ang.Perangkat Lunak PLC 11. Urutan Pelacakan Kerusakan: 1.7. Koreksi Masalahnya 5. operasikan kembali dan amati hasilnya. Pelacakan Kerusakan pada Modul Input Teknik-teknik pelacakan seperti telah dijelaskan pada bagian 11. 422 .Tentukan Penyebab Kerusakan 11. Ini dapat dimanfaatkan untuk mengi dentifikasi ada atau tidaknya sinyal (karena ada gangguan pada bagian input atau output PLC). Contoh pelacakan kerusakan untuk kasus Kontrol Tangki Air (Gambar 11.2. Lakukan pengujian ulang untuk menentukan sumber gangguan atau kerusakan.

tanda ( [ ) dapat digeser ke kanan Modul O utput. Oleh karena itu. Penyelesaian masalah: Dari data yang ada men unjukkan bahwa tidak ada masalah dengan saklar NC hingga modul input PLC. suatu proses produksi seringkali terdiri dari beberapa step atau ta hapan yang berurutan. Jika sistem tetap tidak bekerja. Pengatura n ini dilakukan oleh alat yang disebut Pewaktu (Timer). elektronik atau deng an instruksi-instruksi program dalam PLC. Periksa Modul Output yang sekring nya terbakar. Indikator input-2 ON (saklar NC tertutup) dan ada tegangan pada terminal tsb. Periksa kembali apakah kondisi sistem telah normal. Melihat data pada indikator output PLC. ini berarti ada kerusakan pada pengawatan pada slot s emula dimana modul berada. lalu pasang kembali Modul Output dan operasikan. kemungkinan kerusakan terjadi pa da rangkaian out put yang menggunakan sekring. Jadi t anda ( [ ) dapat digeser ke input PLC (output dari Modul Input). Ganti dengan yang baru. Operasikan. yang dilakukan secara otomatis. Logika PLC O:2/2 aktif. Tip Pelacakan yang lebih ef ektif: Pindahkan modul output yang rusak ke slot output lain. 423 . Indikator o utput-2 ON. Bagian inipun j uga tidak bermasalah. modul harus dilepas dan diperiksa bagian output Setelah output modul dibuka: Pastikan bahwa sekring rusak. Jika s istem bekerja dengan baik. Pemeliharaan Pewaktu (Timer) Di industri. karena O:2/2 aktif berarti tidak masalah dengan jalur inpu t hingga output PLC. Pada prinsipnya urutan tah apan proses tesebut adalah pengaturan waktu kerja suatu bagian sistem.Perangkat Lunak PLC Data sistem kontrol tangki saat ini: Pompa untuk pengisian tangki tidak bekerja saat push button Start ditekan. Jika tiap port (terminal) menggunakan sekring. maka kerusakan benar terjadi pada Modul Output. sedangkan tangki dalam keadaan kosong.8. Pengaturan waktu oleh Timer dapat dilakukan secara mekanik. 11..

8. Gambar 11. Pewaktu (Timer) Relay Mekanik Pengaturan waktu secara mekanik dapat dilakukan secara tetap atau variabel. dengan akurasi 10% da ri set waktu keseluruhan.50 : Simbol Rangkaian untuk Relay 424   .1. melepaskan energi atau keduanya . Relay ini juga tersedia untuk tegangan AC dan DC. Relay pewaktu pneumatik ini memberikan pilihan w aktu tunda ON atau OFF antara 0. Dalam diagram ladder. Penundaan waktu dilakukan dengan meng-set posisi jarum valve untuk men gubah besarnya gesekan orifice. maka harus dilakukan peng esetan lagi secara periodik. d engan arus antara 6-12 ampere dan tegangan antara 120 -600 volt. pewaktu ini disebut sebagai timing relay. Timing relay m ekanik menggunakan pneumatik untuk menunda waktu dengan cara mengontrol tekanan udara suatu lubang (orifice) selama tabung akumulator (bellow) mengembang atau m engempis. terg antung gerakan kontak ketika koil diberi energi. Setting ini sering bergeser.05 detik hingga 180 detik.Perangkat Lunak PLC 11.

timed closed (NOTC) Normally Close. timed opened (NOTO) Normally Close.Perangkat Lunak PLC Contoh kasus: Sebuah sistem menggunakan motor yang harus mulai bekerja 10 detik setelah tombol Push Button START ditekan.49 berikut ini. Diagram Ladder untuk pengaturan kerja motor ini ditunjuk kan pada Gambar 11-48. seperti ditunjukkan pad a Gambar 11. dan ada juga relay akan bekerja (ON/OFF) selama waktu tertentu Gambar 11. TMR1-1 adalahPush Button (PB) yang akan terhubung (kontak /ON) dalam waktu sesaat saja. Relay penunda waktu kontak tersedia dalam berbagai moda. timed closed (NCTC) Gambar 11.51: Diagram Ladder Relay untuk kasus pengaturan kerja motor. TMR1-2 adalah kontak yang telah diprogram untuk ON beberapa waktu kemudian setelah tombol Start ditekan. 1. Relay Kontak Sesaat (Instantaneous Contacts) 425 . timed o pen (NCTO) Off-delay Timing Relay Normally Open. Relay Kontak selama Waktu Tertentu (Timed Contact) On-delay Timing Relay Normally Open. Dalam kasus ini tombol ts b diprogram untuk mulai ON 10 detik setelah PB Start ditekan.52: Macam-macam Timing Relay 2. Pada dasarnya terdapat relay yang hanya kontak sesaa t saja. dan akan berhenti jika tombol Push But ton untuk STOP ditekan.

kontak NC akan berubah status menj adi terbuka dan akan tetap terbuka selama koil diberi catu. O f f. Normally Closed. Timed Close (NOTO). kontak akan tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu. maka kontak a kan berubah status (misalnya dari Off menjadi ON) .Perangkat Lunak PLC 1) Timed Contact Normally Open. Setelah koil dari relay diberi catu. kontak NO akan berubah status menjadi tertutup dan akan tetap tertutu p selama koil diberi catu. Setelah koil dari relay diberi catu. Jika catu daya diputus. Timed Closed (NOTC). Jika koil diberi energi. kontak akan tetap tertutup hi ngga beberapa waktu tertentu. Normally Open. Setelah 5 detik. kontak NC masih tetap tertutu p hingga beberapa waktu tertentu. misalnya 5 detik. misalnya 5 detik. Saat catu daya diputus. kontak NO masih tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu. kontak akan otomatis berubah status dari tertutup (off) menjadi terbuka (on) dan akan tetap terbuka selama relay mendapat catu daya. Setelah koil dari relay di beri catu. Jika catu daya diputus. maka relay akan kembali terbuka. 2) Relay Kontak Sesaat Relay jenis ini bekerja tidak tergantung pada proses wakt u sepeti kontak pewaktu (timing Contact). Timed Open (NOTO). kontak akan oto matis berubah status dari tertutup menjadi terbuka. Setelah 5 detik. kontak akan otomatis berubah status dari terbuka menjadi tertut up. Setelah 5 detik. Timed Open (NOTC). Saat catu daya diput us. maka kontak akan kembali ke kondisi semula (Off). Setelah koil dari relay dib eri catu.d e la y T im in g R e la y O n -d e la y T im in g R e la y 426 . misalnya 5 detik. dan jika catu daya diputus. kontak akan otomatis berubah status dari terbuka (off ) menjadi tertutup (on) dan akan tetap tertutup selama relay mendapat catu daya. Setelah 5 detik. Normally Closed. misalnya 5 detik. maka relay aka n kembali tertutup.

konfigurasi relay dan jumlah ko ntakk waktu yang sesuai 11. dengan variasi pilihan ondelay atau off-delay lebih banyak. Relay elektronik terbuat dari bahan semi-konduktor d an dapat diatur waktu pensaklaran dari 0.2. Gambar 11. yang dapat menghasilkan fungsi pewktu 10 fungsi atau bahkan le bih banyak.05 detik hingga 60 jamdengan tingkat ak urasi 5%.53: Timer Elektronik Sedangkan relay multifungsi elektronik dasarnya adalah relay yang dikontrol deng an mikroprosesor. harganya juga lebih murah. Pada umumnya pewaktu elektronik memerlukan catu 24 hingga 48 VDC atau untuk jenis AC memerlu kan catu 24 hingga 240 VAC. dan reliabilitas 0. 427 .2%.8. pilih rating arus. Relay Pewaktu (Timer) Elektronik Reay Pewaktu Elektronik lebih akurat dan dapat diulang kerjanya lebih cepat diba ndingkan dengan relay pewaktu pneumatik.Perangkat Lunak PLC Tip memilih Timing Relay Sesuaikan dengan waktu penundaan yang diperlukan Pilih relay relay dengan rentang waktu tunda sesuai dengan yang diperlukan mesin atau proses Jika perlu pilih relay yang dapat diatur waktu tundanya untuk sesuai deng an proses industri yang diperlukan Pilih relay yang dapat diset ulang waktu tund anya Untuk kebutuhan kontrol. serta be berapa pilihan pulsa pada outputnya.

428 .Perangkat Lunak PLC 11. B erikut ini akan dijelaskan cara melacak kerusakan Timer pada diagram ladder deng an menggunakan instruksi Temporary End. karena setiap vendor mempunyai gramatik instruksi yang berb eda. Timer berti ngkat diperlukan jika waktu tunda yang diperlukan melebihi kemampuan waktu yang telah disediakan oleh sebuah Timer. Beberapa petunjuk dan prosedur sistematik untuk pelacakan kerusakan sistem PLC s eperti dijelaskan pada bab sebelumnya dapat digunakan. baik o n-delay maupun off-delay seperti pada peawktu mekanik atau pneumatik. 11.3. Dimungkinkan untuk membuata Timer Bertingkat (Cascade Timer). Melacak Gangguan Rang Ladder dengan Timer.8. yaitu sebuah Timer bekerja jika mendapat pemicu (trigger ) dari Timer sebelumnya. Instruksi-instruksi Pewaktu (Timer) pada Instruksi Timer (pewaktu) pada PLC dapat berfungsi sebagai penunda waktu. Pelacakan juga dapat dila kukan melalui instruksi PLC. sehingga waktu peminda ian nya memerlukan waktu relatif lama. tanpa harus mengubah pengawatann ya. Instruksi penundaan waktu ini harus dipel ajari secara khusus.4. akurasinya lebih tinggi dibandingkan pewaktu mekanik/pneumatik.8. Setiap vendor biasanya menyediakan fasilitas ini. Akurasi dari waktu tund a akan terpengaruh jika program terdiri dari banyak rang. Terdapat b eberapa kelebihan Instruksi Timer PLC dibandingkan dengan Timer Mekanik Kelebiha n tsb antara lain: Kelebihan Timer PLC dibandinkan dengan Timer Mekanik atau Pneumatik: Waktu penun daan dapat diubah dengan mudah melalui program. karena penun daan waktu dapat dibangkitkan dari prosesor PLC sendiri.

1. Melacak kerusakan Timer pada Diagram Ladder Kesulitan utama dalam melacak pr ogram timer dalam diagarm ladder adalah untuk meyakinkan bahwa timer itu yang te rganggu. lalu lakukan pengujian 2) Instruksi Temporary End (TND) instruksi ini sangat berguna untuk melacak bebe rapa programm PLC. Di lapangan tersedia pencacah mekanik maupun elektronik. Jika logik sebelumnya benar. naikkan semua waktu dengan kenaikan yang sama. Instruksi TDN adalah sebuah instruksi output. maka prossesor akan terus memindai hingga instruksi TDN berikutnya atau hingga terdapat instruksi END.Pemeliharaan Pencacah (Counter) 11. baik urut naik (up-counter) maupun urut turun (down-counter). khususnya program Timer. 429 . lalu tambahkan sebuah timer pada urutan berikutnya. maka TDN m engehentikan kerja prosesor dalam memindai file sisa program yang sedang diuji. karena eksekusi selalu terjadi sangat cepat sehingga sulit diamati.9.9. Jika ins truksi rTDN rang salah. Jika waktu preset terlal u kecil. Berikut ini adalah salah satu penggunaan instruksi TND untuk melaca k kerusakan pada kontrol robot pneumatik dua-as (dua sumbu). Demikian seterusnya sampai seluruh urutan selesai dioperasikan. yang ditempatkan di output rang. Jenis Pencacah Pencacah (counter) adalah alat yang digunakan untuk menghitung obyek pengamatan secara berurutan. Beb erpa tip berikut dapat digunakan untuk mengatasinya: Lakukan pengujian dimulai d ari urutan pertama.Perangkat Lunak PLC 1). lalu meng-update I/O dan memulai memindai program utama dari rang ke 0. d igunakan untuk men-debug sebuah program. 11. Instruksi TND merupakan sebuah instr uksi output.

01 Preset 400< Accm 0< X axis Timer 4 sec T4:1 TDN Gambar 11.55: Pencacah Mekanik 430 . Banyak pencacah yan g dilengkapi dengan tombol Reset untuk mengnol-kan kembali perhitungan.1 Time Base 0. yang hasilnya dapat ditampilkan. Pencacah Mekanik Gambar 12-52: Pencacah Mekanik.0 Time Base 0.01 Preset 1200< Accm 0< Kontrol as-X Start selector SEL1 I:3 0 Part Sensor PTS I:3 1 Cycle Timer 12 sec T4:0 DN X axis Timer 4 sec T4:1 X axis Timer TON 4 sec EN DN Timer on-delay Timer T4. Gambar 11.54: Instruksi Temporary End 1). menggunakan tangkai putaran untuk menaikkan atau menurunkan jumlah putaran.Perangkat Lunak PLC Kontrol Robot Pneumatik dua-as Start selector SEL1 I:3 0 Cycle Timer 12 sec T4:0 DN Cycle Timer TON 12 sec EN DN Timer on-delay Timer T4.

masing-masing dikontrol oleh sebuah alamat instruksi input yang berbeda.2. Sep erti hal pen-cacah mekanik. Hati-hati jika menggunakan pe ncacah untuk meng-update bit memori internal PLC dan fungsi-fungsi proses dalam PLC.9. karena waktu pindai dan waktu update internal biasanya lebih cepat daripada prosesnya. Gambar 11. Instruksi Suspend Instruksi SUS digunakan untuk mengidentifikasi dan menangk ap kondisi khusus selama dilakukan pemeliharaan sistem dan debugging program.56: Pencacah elektronik 11. bahwa periode transisi logik pencaca h tidak lebih kecil dari waktu pindai (scan time).5. Jika terdapat instruksi Reset. 1). Gunakan instruks i SUS untuk meyakinkan status semua register dan bit pada titik kritis dalam dia gram ladder. Pencacah elektronik biasanya dileng-kapi deng an tampilan LCD dan tombol reset. Pencacah elektronik juga dapat digunakan untuk menghitung naik atau menghitung turun. Pemeliharaan Pencacah dari Diagram Ladder TIP pemeliharaan Pencacah Ujil ah pencacah secara berurutan dimulai dari yang pertama. 431 . Pencacah Elektronik Gambar 12-53: adalah salah satu pencacah elektronik..4 buku ini. Jika hitungan tidak konsisten. seperti dijelaskan pada bagian 1 2. lalu tambahkan sebuah pe ncacah hingga semua urutan telah dioperasikan.Perangkat Lunak PLC 2). maka tentukan semua bit pencacah yang diperlukan pada proses eksekusi sebelum pencacah di reset. Se buah program dapat mempunyai beberapa instruksi suspend.

Misalnya pada mesin kontrol pengepakan buah apel. Saat apel ke 10 telah mencapai sensor-2. seharusnya sensor mengaktifkan pencacah (menaikkan hit ungan dari 9 ke 10). karena waktu pinda i relatif lebih cepat dibandingkan dengan proses perhitungan obyek yang dikontro l. maka konveyor akan berhenti dan konveyor apel b ergerak.57: Mesin Pengepakan Apel Cara kerja mesin dalam keadaan normal: Jika PB1 ditekan.Perangkat Lunak PLC 2). Hal ini akan menyebabkan kesalah an perhitungan PB1 PB2 Apel konveyor Sensor Apel Konveyor Box Gambar 11. maka apel yang lewat tidak terhitung. Begitu seterusnya sampai PB2 ditekan untuk mengakhiri proses penge-pakan otomatis ini. maka konveyor apel akan berhenti dan konveyor box akan bergerak lagi. Tetapi karena respon sensor lebih lambat dari waktu pindai pencacah. Saat itu pencacah apel mulai bekerja. Jumlah apel yang masuk ke b ox tidak sama dengan nilai pencacah yang ada pada layar monitor. Pencacah a kan reset dan operasi mesin ini akan berulang lagi. konveyor akan bergerak. Jika box melewati detektor box. 432 . Jika hitungan telah mencapai 10. Kecepatan Proses dan Waktu Pindai (Scan Time) Masalah akan selalu muncul jik a pencacahan digunakan untuk proses perhitungan di dalam PLC.

maka langkah pertama adalah memeriksa data dari proses mel alui dialog box.Perangkat Lunak PLC 11.10. Pemeliharaan Instruksi COMPARASON dan CONVERSION Dalam industri otomasi manufaktur. Periksa nilai yang ada di dalam register. tergantung dari tipe data yang ada. Petunjuk Pemeliharaan Jika rang PLC dengan instruksi matematik tidak menghasilka n operasi yang benar. Periksa status bit aritmatik. oktal. maka petun juk berikut ini dapat digunakan untuk melacak kesalahan tsb selama ada instruksi matematik. untuk menentuk an apakah dalam keadaan overflow atau ada data yang dibagi dengan bilangan nol. apak ah dari dalam program atau dari data yang dimasukkan ke dalam instruksi matemati k. Hal ini disebabkan oleh waktu pindai waktu up-date data internal jauh lebih cepat d ibandingkan dengan proses pengolahan data eksternal.9. integer dan floating point. 11. (Set iap vendor memiliki format dialog yang berbeda). 433 . Periksa data dari tabel input. Instruksi TDN dan SUS dapat digun akan. Sedangkan masalah utama dalam pemeliharaan ran g instruksi matematik ialah dalam menentukan sumber masalahnya itu sendiri. hexa atau desimal. nilai bilangan sering digunakan sebagai salah satu parameter masukan atau nilai yang perlu ditampilkan melalui monitor atau p erangkat tampilan lainnya. Lakukan pengujian secara berurutan. satu rang setiap kali pengujian untuk meyaki nkan bahwa setiap rang beroperasi dengan baik. Pemeliharaan Instruksi Aritmatik Kesulitan program dengan instruksi matematik pada umumnya ialah eksekusi rate ya ng tinggi dengan multi instruksi. Jika suatu bagian dari ladder yang melibatkan instruksi Move tidak bekerja dengan baik. yang dapat ditampilkan dalam format biner. Ikuti petunjuk menggunakannya seperti telah dijelaskan pada bagian sebelum nya. Instruksi Move juga dapat menimbulkan masalah operasional. Hati-hati dengan kondisi dimana nilai hitungan matematik digunakan untuk me ng-update bit memori internal PLC dan menyebabkan suatu instruksi diekskusi.

1. Secara lengkap posisi dan bobot bilangan dapat dilihat pada gambar be rikut ini: Nilai Posisi Nilai Posisi Nilai Digit 2 4 1 2 0 6 . yang disebut Siste m Biner (sistem bilangan berbasis 2). Sistem desimal mempunyai basis 10. oktal.10.: menunjukkan perbandingan siste m biner dan sistem desimal.10. 434 . . yaitu: biner. posisi paling kanan mempunyai bobot paling rendah (dise but LSB List Significant Bit). Tabel 12. Ini dapat dianalogikan dengan sistem bi langan yang digunakan dalam sistem elektronik. Nilai bobot ditentukan oleh posisi digit.1 1= 6 10 = 20 100 = 400 426. Dasar Sistem Bilangan Semua sistem bilangan mempunyai bilangan dasar (basis).58: Nilai Bobot dan Nilai Posisi Suatu Bilangan 11. Rangkaian elektronik yang digunakan beker ja berdasarkan dua kondisi. ON atau OFF. dan posisi paling kanan disebut MSB (Most Signifi cant Bit).2. Cara memberi bobot dan nilai dalam sistem biner iden tik dengan sistem desimal. Di dalam sistem otomasi terdapat 4 sistem bilangan diluar s istem yang biasa kita pakai (desimal). ini berarti terdapat 10 simbol (0 hingga 9) yang digu-nakan untuk men unjukkan angka desimal. Sistem Bilangan Biner PLC dan Komputer membuat keputusan logika dan membentuk perhitungan matematis de ngan menggunakan rangkaian elektronik. binary code decimal (BCD) dan hexadecimal. 11. yaitu 0 dan 1. -1 Basis 1 Bobot Posisi 10 1 x 10-1 = 1 x 6 x 100 = 6 x 2 x 101 = 2 x 4 x 102 = 4 x 1/10 = 0. Nilai bilangan ditentukan oleh posisi digit dalam bilang an.1 Gambar 11.Perangkat Lunak PLC Nilai suatu bilangan dapat dituliskan atau ditampilkan sesuai dengan sistem bila ngan yang digunakan. Pada bilangan bulat.

59a: Konversi dari Biner ke Desimal 435 . PLC bekerja dalam biner sedangkan kita pada umumnya bekerja d engan sistem bilangan desimal.Perangkat Lunak PLC Nilai Posisi Basis Tabel 1 0 5 0 3 0 0 7 0 1 1 0 1 5 0 12-6 : Perbandingan 4 3 2 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 3 0 4 0 0 0 1 1 1 0 7 0 8 0 0 1 0 1 1 1 3 1 2 0 0 1 1 1 1 1 7 1 6 0 Bilangan Biner. 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 4 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 4 1 1 0 0 0 0 2 0 1 Desimal 1 0 0 0 5 0 0 0 9 0 0 1 3 0 0 1 7 0 1 0 dan 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 Oktal 1 0 1 1 0 5 1 1 1 1 1 5 1 2 1 Desimal 0 2 0 0 0 6 0 0 1 0 0 0 1 4 0 0 1 8 0 1 Biner 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 Oktal 0 0 2 0 0 6 0 1 2 0 1 6 0 2 2 Konversi Bilangan. Nilai Posisi Nilai Posisi Nilai Digit 3 1 2 1 1 0 0 Basis 1 Bobot Posisi 2 1x 0x 1x 1x 20 21 22 23 =1x =0x =1x =1x 1= 2= 4= 8= 1 0 4 8 13 10 Gambar 11. Proses konversi bilangan dapat dilihat pada gambar 12-56 hi ngga 12-58. seperti ditunjukkan pada Gambar 12-56a. ata u sebaliknya. Oleh karena itu pengetahuan tentang konversi bila ngan sangat penting. Suatu sistem bilangan dapat dikonversi dari satu basis ke basis lain nya. misalnya dari biner ke desimal.

1 Hasil bagi dari 2 2 2 1 0 5 2 2 1 10 2 5 0 21 2 10 1 42 2 21 0 84 2 42 0 LSB Nilai Desimal Basis 2 2 0 Nilai Biner 1 MSB 8410 = 10101002 Gambar 11.59b. yaitu 0 hingga 7. Ini berarti terdapat bilangan.Perangkat Lunak PLC Konversi bilangan desimal ke biner.59b: Konversi Bilangan Desimal ke Biner 11. Proses konversi dapa t dilhat pada Gambar 11.3.10. Misalnya 8410 ke biner. Nilai Posisi Nilai Posisi Nilai Digit 8 simbol konversi konversi konversi 3 1 2 7 1 0 0 Basis 4 Bobot Posisi 8 4x 0x 7x 1x 80 81 82 83 =4x 1 = 4 =0x 8 = 0 = 7 x 64 = 448 = 1 x 512 = 512 964 10 .57c menunjukkan bilangan dari biner ke oktal. 57b menunjukkan bilangan dari oktal ke biner.57a : menunjukkan bilangan dari oktal ke desimal. Gambar 11. Gambar 11. Gambar 11. Sistem Bilangan Oktal Sistem bilangan oktal mempunyai basis 8.

Gambar 11.60a: Konversi dari Oktal ke Desimal 436 .

10. BCD dari nilai desimal didapat dengan mengganti setiap digit desimal dengan nilai biner 4 bit.4.60c: Konversi Biner ke Oktal 11.60b: Konversi Oktal ke Biner 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 12 4 0 2 1 100 000 010 001 2 = 4 0 2 1 8 Gambar 11. . Sistem Binary Coded Decimal (BCD) Binary Coded Decimal (BCD) adalah sistem bilangan yang menggunakan empat bit bin er untuk menunjukkan bilangan desimal 0 hingga 9.Perangkat Lunak PLC 1 Ekivalen Biner 7 0 4 8 001 111 000 2 010 1111000010 Nol diawal diabaikan Gambar 11.

2 6 0 4 Bilangan Desimal BCD 0010 0110 0000 0100 Gambar 11.61: Konversi Desimal ke BCD 437 .

maka yang pertama dilakukan adalah meyakinkan bahwa data dari proses adalah benar dengan cara melihat dialog box pada layar monitor (tabel integer. ba hkan ada vendor yang menyediakan format data hexadesimal. hexadesimal. Perangkat Input dan Output/modul C atu Daya Perangkat-perangkat saklar mekanikinput Sensor-sensor input Aktuator-ak tuator output Modul-modul I/O PLC Prosesor PLC 438 . desimal. gunaka anjuran langkah pelacakan sbb: Jika rang PLC dengan ins truksi BCD dan komparasi tidak bekerja dengan baik. J ika bagian dari Ladder yang mengandung instruksiinstruksi tsb tidak bekerja seba gaimana mestinya. Instruksi SUS dapat digunakan untuk memeriksa nilai status untu k semua register dan titik-titik kritis. dari input hingga output. floating point.12. Ujilah secara beruruta n operasi untuk setiap rang. dengan langkah seperti dijelaskan pada sub -bab sebelumnya. karena pertimbangan scan-time dan waktu yang digunakan untuk meng-update data internal. Gambar 12-39: Dia gram Blok Kontrol Tangki dan Aliran Sinyal serta Aliran Daya dapat digunakan unt uk kasus pelacakan ini. Hati-hati jika menggunakan instruksi ko mparasi untuk mengeksekusi suatu proses. Nilai di dalam register dapat ditampilkan dalam format biner. mulai dari satu hingga terakhir. dan kontrol tag). Kerusakan mungkin terjadi di b agian-bagian berikut ini: Pengawatan input & output antara perangkat input atau output dan modul-modul antarmuka (interface). Pemeliharaan Program dengan Indikator-indikator Modul Untuk mempermudah gambaran tentang sistem yang akan diperiksa. 11.11.Perangkat Lunak PLC 11. Instruksi TND (tem porary end) jika ada dapat digunakan. Pelacakan Kesalahan Instruksi Konversi BCD dan Diagram Logik Instruksi Komparasi dan Konversi seringkali menimbulkan masalah dalam praktek.

Petunju k Pemeliharaan Modul Input Kondisi input Status Indikator Modul Input ON On 28 V DC Salah OFF Off 0 V DC Salah ON On 28 V DC Salah OFF On 0 V DC Benar OFF Off 0 V DC Benar ON Off 28 V DC Benar OFF On 28 V DC + 28 V DC LED indikato r Salah 1. DC COM DC COM IN 7 IN 6 IN 5 IN 3 IN 2 IN 1 IN 0 IN 4 439 . sehingga paling ideal digunakan untuk memulai pelacakan kerusakan. Rehg. Sambung an terbuka / Perangkat I/O 2.62: Pelacakan Kerusakan Modul Input.1. Modul Input 2. Prosesor James A. Modul input 1. Analisis Pelacakan Modul Input Dalam diagram aliran sinyal dan daya. Modul Input 2. Prosesor Benar 1.12.Perangkat Lunak PLC 11. Se tiap vendor mempunyai konfigurasi modul I/O yang berbeda. modul input terletak kira-kira ditengah bl ok sistem. Berikut ini adalah con toh petunjuk pelacakan kerusakan modul input dari salah satu vendor PLC. Prosesor Salah 1. Modul input Salah (a) Petunjuk Pemeliharaan (b) Modul input untuk pelacakan kerusakan Gambar 11. Modul Input 2. Sambungan te rbuka / Perangkat I/O 2. 2007 Tampilan Instruksi dalam Software Benar Salah Kerusakan Tidak ada Benar Tidak ada Benar 1.

f. Kondisi sensor. tetapi modul indi kator tidak sesuai.Perangkat Lunak PLC Sebelum membaca deskripsi dari indikator. Kerusakan juga dapat disebabkan oleh prosesor. tetapi terdapat in dikasi tidak benar pada instruksi ladder. maka kerusakan terdapat pada titik I/O pada modul input. Status perangkat luar PLC. g. Tetapi kasus ini sangat jarang terjad i. maka lepas modul yang rusa k ganti dengan yang baru atau pindahkan modul yang rusak ke titik I/O lainnya d. dan instruksi ladder telah sesuai. tegangan input. e. Atau jika pada input terpasang sekring. tetapi terdapat ketidaksesuaian pada ladder. Indikator modul dan instruksi ladder sesuai. tetapi tidak sesuai dengan kondisi perangkat-perangkat di luar PLC. Tegangan input. maka input akan Off pera ngkat luar PLC. indikator modul. Tegangan input 28 VDC. Kemungkinan besar masalahnya ada pada titik I/O modul input.59: (a). perangkat luar PLC. maka lakukan pengukuran tegangan input pada modul seperti ditunjukk an pada Gambar 1259b. maka pengawatan pada titik at au jalur tsb kemungkinan putus atau sensor yang kurang baik kondisinya. Deskripsi setiap kemungkinan yang rusak dapat dilihat pada daftar berikut i ni: a. yakinkan bahwa sekring dalam keadaan baik. hal-hal berikut perlu diperhatikan: Jika input diberi sekring. Bagian yang rusak diberi tanda blok wa rna. Periksa indikator di bagian modul input Selama melakukan perbaikan Modul Input. tetapi tidak ada respon pada peran gkat diluar. Jika hasil pengukuran 0 VDC. Indikasi benar – tidak ada kerusakan b. Ada kem ungkinan kerusakan terdapat pada prosesor. tegang an input dan indikator modul semua telah sesuai. pelajari dahulu petunjuk pemeliharaan Gambar 11. Troubleshooting guide. dan instruksi ladder telah sesuai. Indikasi benar – tidak ada kerusakan c. yakinkan bahwa sekring dalam keadaan baik/ tidak terbakar atau putus Jika input di-On-kan selama sensor bekerja. dan modul indikator benar. Jika teg angann terukur 28 VDC. 440 . atau masalahnya terdapat pada catu daya. Tetapi kar ena kebanyakan kerusakan disebabkan oleh modul input. Maka masalah biasanya terdapat pada titik I/O modul input.

Indikator benar (lampu menyala) – tidak ada kerusakan. Dapat juga digunakan fungsi force untuk mengak tifkan rang. Jika hasil pengukuran tegangan tsb telah sesuai dengan kondisi perangkat-perangkat di luar PLC. sehingga output yang rusak dap at diketahui 441 . Jik a ini terjadi. Indikator benar (lampu menyala) – tidak ada kerusakan c.Perangkat Lunak PLC Jika modul input ditengarai rusak. maka periksa sekringnya. b.12. Atau ganti modul yang rusak dengan yang baik. Bagian yang diblok warna adalah bagian yang rusak. Banyak diantaranya yang menggunakan indikator sekring. untuk meyakinkan bahwa kana l atau saluran dalam keadaan baik. Sekring akan menyala jika terputus dan output di-ON-kan. Status peran gkat luar dan indikator modul sesuai. d. lalu ukur tegangan input. maka lepaskan dan pindahkan modul yang rusak tsb pada titik I/O lainnya yang dianggap masih baik. walaupun kemungkinan ini sangat kecil. maka ini berarti bahwa masalahnya ada di dalam modul bagian input (buk an di bagian luar modul). Kerusakan mungkin terjadi pada titik I/O modul output. perhatikan hal-hal sbb: Banya k I/O modul output yang menggunakan sekring. maka masalahnya ada pada pengawatan atau 11. tanpa menjalankan program laddernya. Jika terd apat sekring pada output. Kemudian periksa pengawatannya dengan menggun akan voltmeter untuk mengukur tegangan atau gunakan ohmmeter untuk megetahui put us tidaknya sambungan pengawatan. Jika modul indikator dan ladder telah sesuai. Kerusakan juga bisa d isebabkan oleh prosesor.2. tetapi kondisi instruksi output tidak sesu ai. Instruksi output dan indikator output ses uai tetapi perangkat luar tidak sesuai. . Kerusakan mungkin juga terjad i pada pengawatan yang terhubung singkat dengan jalur jala-jala. Deskripsi kerusakan dapat dilihat seperti keterangan berikut ini: a. Selama melaukan perbaikan dengan menggunakan modul output deskrit. Analisis Kerusakan Modul Output Lihat petunjuk pemelliharaan pada Gambar 12-60. Kerusakan biasanya terjadi pada pengawat an yang terputus atau rangkaian output modul dalam kondisi tidak baik. Jika tegangan input tidak sesuai dengan kondisi perang kat luar PLC. periksa sekringnya.

ON De-energized .ON (a) Petunjuk Pemeliharaan Indikator Status Modul Output L1 Terhubung ke L1 VAC IN 0 IN 1 IN 2 IN 3 IN 4 IN 5 IN 6 IN 7 VAC COM Beban terbuka Kondisi beban L2 (a) Pengukuran Tegangan Output Gambar 11.OFF 1.OFF Energized . Prosesor James A.(a). P engukuran tegangan input 442 . (b).2007 Tidak ada kerusakan Salah OFF Benar OFF De-energized . Mod ul output Sambungan perangkat output terbuka 1. sambungan terbuka 2. Petunjuk pemeliharaan. Modul output 2. Rehg.63: Pelacakan Modul Output Deskrit .OFF Tidak ada kerusakan Salah OFF Benar ON De-energized . Perangkat I/O.Perangkat Lunak PLC Tampilan Instruksi Software Benar Petunjuk pemeliharaan modul input Indikator Status Kondisi Modul Output Perangka t Output ON Kerusakan Energized .

dan d ituliskan sebagai “batas” dari suatu grup instruksi yang dapat dieksekusi (lihat Gam bar 11. Penggunaan instruksi ini akan meningkatkan f leksibilitas dan efisiensi program serta mengurangi waktu pindai dengan melompat i sejumlah instruksi yang prosesnya tidak diperlukan. 11. seperti R ESET.64: Aplikasi Instruksi MCR 443 . JUMP. Beberapa instruksi output.13. serta fungsifungis input dan output immediate. JUMP to subroutine.13. PLC juga mempunyai instruksi program kontrol. selalu digunakan secara berpasangan.61: Aplikasi Instruksi MCR).1.Perangkat Lunak PLC 11. dalam PLC disebut master control reset. Instruksi Master Control Reset (MCR) Instruksi MCR (Master Control Reset). mengandung arti pemindaian (scanning) ladder kontrol ji ka terdapat kondisi input tertentu. Dalam diagram relay instru ksi tsb disebut master control relay. yang biasa disebu t override instructions. d sb. Pemeliharaan Program Kontrol Seperti halnya komputer. Batas awal 0000 MCR 0001 Heater Grup instruksi Batas akhir 0009 MCR Gambar 11.

Salah satu aplikasi instruksi JMP dan LBL dapa t dilihat pada Gambar 12-62).65: Aplikasi Instruksi JMP dengan Satu LBL 444 .. 11.13.Perangkat Lunak PLC Perangkat keras MCR digunakan untuk memutus semua atau sebagian relay dalam diag ram ladder dengan cara mengonkan MCR dengan logik relay input.2. Jika JMP dieksekusi. Instruksi Jump (JMP) dan Label (LBL) Instruksi jump (JMP) dan label (LBL) digunakan bersama. Sensor rang 0000 Rang yang diloncati Sensor pemanas 0001 LBL Heater valve Rang y g berulang Bit Pengulang 0009 JMP JMP Gambar 11. mak a program pada rang akan loncat ke rang dengan instruksi LBL dan meneruskan ekse kusi urutan instruksi berikutnya. Terdapat produk yang menggunakan skip dan go to un tuk instrukdi jump.

11.11. Prinsip kerja instruksiinstruksi tsb dapat diliha t pada Gambar 11. Instruksi RET a kan mengembalikan program ke rang ladder dalam program utama setelah ada instruk si JSR.63: Instruksi Jump to Subroutine. Instruksi Jump to Subroutine (JSR) Instruksi jump to sub-routin (JSR).66: Instruksi Jump to Subroutine 445 . subroutine (SBR).14.Perangkat Lunak PLC 11.3. dan return (RET) digunakan bersama dalam sebuah program. maka program akan loncat dari program utama ke rang yang mengandung inst ruksi SBR. Subroutine akan dieksekusi hingga pada instruksi RET. Jika instruksi JSR dapat diek sekusi. Instruksi Subroutine Rang Program Utama JSR Rang Subroutine SBR RET Gambar 11.

Ini sangat bermanfaat jika terdapat kesalahan pada cabang rang. maka prosesor akan rusak. untuk mempersempit daerah MCR dan JMP sampai ditemukan operasi yang benar dari program routine utama. ketika dilakukan pemindaian ulang program. dimana telah disisipkan breakpoint dalam diagram ladder. AFI akan mn -set kondisi rang agar menjadi baik kembali. Pelacakan Kerusakan Instruksi Subroutine Jika bagian dari program ladder tidak bekerja dengan baik. Instruksi TND atau SUS dapat digunakan untuk menghen tikan instruksi MCR. Lakukan pelacakan kerusakan pada sebuah rang dengan menggunakan moda sing le-step Gunakan breakpoint dalam moda single-step untuk mengeksekusi ladder keba wah. program rutin yang berulang dapat dieksekusi secara berulang tanpa harus menulis ulang prgram rutin tersebut pada diagram ladder utama. yang dapat dipanggil jika diper lukan 11. Instruksi JSR dan SBR mempunyai nomor parameter input yang sama. mempunyai urutan program r ang yang harus diulang beberapa kali dalam sebuah siklus mesin. Misalnya sebuah mesin otomatis. lakukan langkah-langk ah seperti dianjurkan berikut ini: Gunakan instruksi always false (AFI) pada inp ut rang yang mengandung instruksi MCR dan JMP. Untuk mempermudah pelacakan.1. agar kondisi logik i nput dapat dievaluasi.14. JMP atau JSR setelah percabangan rang. Urutan tersebut dapat diprogram satu kali saja dalam subroutine.Perangkat Lunak PLC Subroutine adalah suatu grup instruksi dalam diagram ladder yang berada diluar p rogram ladder utama. 446 . Jadi de ngan menggunakan sebuah instruksi subroutine. Jadi AFI akan menundukkan (disable) semua instruksi pada rang. yang dapat dieksekusi dengan instruksi sub-routine. Jika waktu pindai lebih dari 2.5 detik. pastikan bahwa: Daerah MCR dan atau JMP tidak saling tindih (overlap) Tidak terjadi loncatan balik (Backward jumpa) yang akan menye-babkan waktu pind ai bertambah.

Moda alamat dibuat dengan menentukan instruksi dari operand.15. Contoh pada Gambar 11. 11. Tipe Data yang digunakan pad a memori sama/konsisten dengan data yang digunakan saat ini. 11. maka data yang ada pada alamat memori adalah sama. Alamat Tidak Langsung dan Indeks Moda Alamat adalah pemilihan data oleh PLC yang akan digunakan dalam sebuah inst ruksi.15.64.1.Perangkat Lunak PLC Instruksi JSR dan RET mempunyai nomor parameter-balik yang sama. Jika t erdapat instruksi ADD. alamat (2112) dalam instruksi secara langsung menuju a lamat yang berisi data (85). 447 . operand dan moda instruksi. ser ta ada instruksi ADD untuk kedua alamat tsb. maka setelah instruksi tsb diekseku si akan ada nilai 4 dan 2. OPERAND: simbol-simbol dalam sebuah instruksi. DATA: nilai numerik yang digunakan untuk komputasi. Alamat Langsung (Direct Addressing) Pada moda alamat langsung. yang didefinisikan s bb. Instruksi LBL d an SBR merupakan instruksi input pertama pada rang. yaitu bagaimana menggunakan operand untuk mengambil data yang tepat. alamat memori dari data ditentukan dengan instruksi. tetapi lokasi akan ditulis dengan simbol-simbol. Misalnya jika PLC mempun yai nilai 4 dalam sebuah alamat memori dan nilai 2 di alamat memori lainnya. MODA ALAMAT (addressing mode) : mengg ambarkan relasi (hubungan) antara operand dan data. Jadi pada to pik ini akan ada istilah: data.

seperti ditunjukkan pada Gambar 11.67: Moda Alamat Langsung 11. Dengan kata lain. alamat dalam instruksi berfungsi sebagai titik referensi dan bukan merupakan lokasi yang berisi data yang akan dituju atau diam bil. alamat memori dari instruksi berisi alamat dari lokasi di mana data tersimpan.68: Moda Alamat Tidak Langsung 448 .Perangkat Lunak PLC Alamat Memori Alamat memori dari instruksi Nilai Data 59 128 85 421 17 2210 2211 2112 2113 2114 Data Gambar 11. Alamat Memori dari Instruksi “Nilai Data” (alamat memori dari Alamat Memori dari Data “Nilai Data” (alamat memori dari 2110 2111 2112 2113 2114 59 128 85 421 17 83 84 85 86 87 15 907 45 15 117 Gambar 11.15. Alamat Tidak Langsung (Indirect Addressing) Pada moda alamat tidak langsung.2.65.

sehingga secara berurutan akan dapat mengakses lokasi rumpun data sat u per satu.15. Penghuni kamar adalah data yang akan diakses. Pelacakan Alamat Tidak Langsung & Indeks (Indexed Addressing) dalam Dia gram Mode alamat bukanlah instruksi.69: Moda Alamat Indeks 11.3. tetapi alamat kamar masing-masing penghuni asrama berbeda (indeks registe r). Tukang pos harus menyusur & melihat setiap nomor kamar secara berurutan. Alamat asrama adalah tetap satu (alamat instr uksi). Alamat dalam instruksi tidak berubah. Alamat Memori Alamat memori dari instruksi (2112) Nilai Data 26 458 92 19 12 Indeks (10) 2120 2121 2122 2123 2124 Data Gambar 11. tetapi nilai indeks register akan beruba h (naik) . Beberapa ve ndor menyediakan kebebasan kepada pemakai untuk menentukan sendiri batas wilayah tempat penyimpanan data. Alamat ind eks sangat berguna untuk mengakses elemen-elemen dalam suatu rumpun (array) data .4. mul ai dari nomor yang kecil ke nomor yang besar (kenaikan nilai indeks register) un tuk menemukan kamar yang tepat. sehingga menyebabkan kesalahan.Perangkat Lunak PLC 11. Alamat Indeks (Indexed Addressing) Alamat indeks ialah suatu moda alamat untuk patokan lokasi memori yang berisi ”nil ai” alamat memori + nilai data yang tersimpan di dalam indeks register. 449 . Ma salah yang sering terjadi ialah pemilihan offset atau nilai pointer yang berada diluar “wilayah” tempat penyimanan data.15. Bayangkan seperti seorang tukang pos yang akan menyampaikan surat un tuk seorang penghuni suatu asrama. tetapi dapat digunakan bersama instruksi PLC.

Pelacakan program PLC yang mengandung a lamat tidak langsung lebih sulit daripada yang mengandung alamat indeks.Perangkat Lunak PLC Program PLC dapat dikembangkan untuk menyelesaikan masalah yang lebih kompleks p roses penyelesaiannya. Gunakan pilihan single-step untuk memindai satu rang pada satu waktu. memori dan slot-slot untuk ekspansi 450 . mulailah melacak gangguan dari satu set data y ang kecil. dimana rang ladde r tsb tidak dapat berfungsi dengan baik. dan memori penyimpa n menggunakan struktur data base. Pastikan bahwa poi nter berada didalam wailayah memori data Instruksi TND dapat digunakan untuk men ghentikan pemindaian di suatu titik dalam diagram ladder yang mengandung alamat indeks yang akan diperiksa. prosesor. ketika program menggun akan alamat tidak langsung dan alamat indeks pada rang ladder. PLC mer upakan komponen elektronika khusus berbasis satu atau lebih mikroprosesor yang d igunakan untuk mengontrol mesin-mesin industri. Periksa dan lakukan analisis bagaimana pointer mengubah aliran alamat. Kesamaan PLC dan PC: mempunyai m otherboard. Gunakan petunjuk berikut ini jika program tidak bekerja dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan masalah. Jika elemen data yang harus disimpan sangat banyak. Rangkuman Beberapa definisi PLC yang digunakan untuk menjelaskan pengertian PLC: PLC merup akan sistem mikrokomputer yang dapat digunakan orang untuk proses-proses kontrol di industri PLC merupakan komputer industrial yang khusus dirancang untuk kontr ol mesin-mesin manufaktur dan sistem diberbagai bidang yang sangat luas.

Oleh karena itu. biasanya diperlukan metode pelacakan. Rack atau Sistem berbasis Alamat 2. prosedur keamanan kerja harus dipatuhi. PLC dibedakan menjadi 3: 1. Dalam hal ini bisa berupa diagram b lok. Kerusakan bisa disebabkan oleh usia komponen. Karena biasanya PLC digunakan pada tegangan listrik AC. Operas ioperasi dasar logika tersebut ialah: AND (menggambarkan rangkaian seri). notasi-notasi. Pemeliharaan 451 . Berdasarkan cara operasinya. Pemeliharaan PLC meliputi pemelihar aan perangkat keras dan perangkat lunak. dan sebagainya. Soft PLC atau Kontrol berbasis PC Standar bahasa pemrograman PLC yang disepakati yaitu: Ladder Diagram (LD) Function Block Diagram (FBD) Structure Text (ST) Instruction List (IL) Sequential Function Charts (SFC) Semua program PLC dibuat berdasarkan uruta n logika. Sistem Berbasis Tag 3.si dasar Instruksi diekspresikan melalui operasi-operasi logika. kerusakan terbanyak adalah pada saklar-saklar input. dan atauke bagian lain sesuai dengan instruksi. pengelompokan atau analisis aliran sinyal. OR (me nggambarkan rangkaian paralel) dan NOT (menggambarkan rangkaian inverter). Untuk mencari kerusakan pada sistem berbantua n PLC. Dari ketiga dasar ini dapat dikembangkan rangkaian-rangkaian lainnya yang merupakan k ombinasi dari ketiganya. jalur-jalur untuk data (bus data) dan alamat (bus alamat).Perangkat Lunak PLC Arsitektur PLC: Pada dasarnya PLC terdiridari bagian input. Lalu akan mengambil data-data input yang didapat melalui antarmuka input. serta bag ian output Prinsip kerja: Kerja PLC dimulaii dari menginisiasi program-program i nternal PLC. bag ian memori. k orosi. Dari banyak kasus. atau patah lidah saklarnya. maka kita harus berhati-hati agar jangan sampai tersengat listrik. Data-data tersebut kemudia n diproses sesuai dengan instruksi-instruksi yang tertulis dalam program. Hasil pemrosesan akan disalurkan ke outputmelalui antarmuka output. misalnya timer. bagian pemroses.

PLC bekerja berdasarkan instruksi-instruksi logika. 4. (Set s uhu ruangan yang kalian inginkan. Apa keunggulan PLC dibandingkan dengan komputer? 3. atau alamat langsung maupun tidak langsung dan indeks. Set pula tingkat kecerahan cahaya yang kalian inginkan. AC akan ak tif jika ruang kelas kalian panas dan akan mati saat suhu ruangan dingin. Operasi logika apakah ini? Tugas Kelompok Buatlah sebuah program sederhana PLC untuk mengendalikan lampu dan AC di ruang b elajar kalian. jelaskan dengan sin gkat dengan menggunakan bahasamu sendiri. Ketika kedua input berlogik 1 . sub-routin. Sebutkan bahasa pemrograman PLC yan g disepakati IEC? 5. Sebuah PLC mendapat 2 buah input A dan B. Jika salah satu input berlogik 0. serta output X. Lampu akan menyala saat cahaya matahari mulai redup. Pelacakan dapat dilakukan melalui instruksi-instruksi kontrol. lampu akan padam sendiri jika kelas cukup terang. Apakah PLC itu? Apa kesamaan PLC dan komputer pribadi (PC)? 2. Sebaliknya. Set tingkat keredupan yang kalian inginkan. output akan berlogik 1.Perangkat Lunak PLC perangkat lunak biasanya merupakan pemeliharaan program kontrol.! 452 . Buat pula pr ogram tersebut agar lampu dan AC keduanya mati beberapa saat setelah ruangan ter sebut kosong dan dikunci. misalnya antara 23-30 derajat C). Bagaimana PLC bekerja. output akan berlogik 0. Latihan Soal Bab 11 1.

PHI. Europa. Nagrath. Günter Wellenrcuther. Viewgs. Instruments. Electronic Fault Diagnosis. Lehrmittel. Steuerungstechnik mit SPS . A. I. John Wiley & Sons. 2002 18. 2005 8. McGraw-Hill. 1976 21. Slawson Communications. Ja pan Manual Instruction Railway. Erlangga. Curtis Johnson. IBM PC Trobleshooting and Repair G uide (terjemahan). Mc Graw Hill. 1983 6. Friedrich. 22. Programmable Logic Controllers. 2nd Edition. PHI. Elex Media Komputindo. Ltd. 1986. Doebelin. 1986 20. GC Loveday. 1995 14. 1993 5. Fachkunde Elektrotecchnik. Daniel L. Daniel R Tomal & Neal S Widmer. Inc. Process Control Instru mentation Technology. Klaus Tkotz. Electronic Co mponent. Fiber O ptic Communication Design Handbook. 1983 2. International Edition. Sistem Pen gukuran Aplikasi dan Perancangan. 1993 A-1 . P itman Publishing Limited. 1981 4. Digital Troubleshooting. Pitman Pu blishing Limited. 1977 10. Europa. Modern Indust rial Electronics. Falsafah Dasar Sistem Pengendalian Pros es. 1992 7. 1997 3. Preventive and Predictive Maintenance. 1998 9. David A. Robert J Hoss. 1978 17. 4th edition. Tabellenbuch Electrotechnik Elek tronik. Schuler-McNamee. Robert C. PHI. Function Generator Instruction Manual. Fachkunde Mecha tronics. ÜmmerBonn. Electronic Troubleshooting.LAMPIRAN A: DAFTAR PUSTAKA 1. System Troubleshooting Handb ook. James. Metzger. Rehg. .J. Gaspereni. PHI. 1977 12. PHI. Richard E. 2007 16. Frans Gunterus. Electro nic Instrumentation and Measurement. Bell. McGraw -Hill. Good Will Instrument Co. Movonics Company. 1985 15. GC Loveday. Practical Repair and Maintenanc e of Communication Equiment. Joel Levitt. Fachbücher der Technik. 1990 23. Albert D Helfrick. Brenner. Ernest O. Electronic Testing And Fault Diagnosis. 2006 19. Luces M. 1980 13. And Troubleshooting. 11. Lehrmittel. Electric Machines. Industrial Press. Faulkenberry. PHI.

Data and Computer Communication.. Terry Wireman. Penguat Frekuensi Tinggi. 2001 26. T ata Mcraw-Hill. Sofyan. Oil Hydraulic Systems Principles and Maintenance. Dines Ginting. Wiliam Stallings. 5th edition. Tehnik Transmisi. Erlangga. Cetakan ke 2. 1986 27. Thomas Krist. Computerized Maintenance Management Syst em. Kawan Pus taka. Wasito S. ScD.24. 1979 32.R Majumdar. Wasito S. Tested Electronics T roubleshooting Methods. PHI . 2004 25. Buchsbaum. 1997 A-2 . 1979 30. Mencari Dan Memperbaiki Kerusakan Pada Tv Berwarna. S. 1991 28. Walter H. Karya Utama. 1981 31.. Hidraulika. Karya Utama.. Depok. Ring kas dan Jelas. Cetakan ke 5. Tehnik Tel evisi Warna. 1983 29. Karya Uta ma. Wasito S. Industrial Press Inc. The Prntice Hall Library.

Digital. Nameplates. In c. Timeslots.00 System Description : Work Order Selection Preventive Maintenance MRO Iventory B-1 .00-$10. Estimating. Minis. and spares Data Stores and Inventory Manage ment Preventive Maintenance Dates/Crafts/Capacity/Timeslots Vendor : ACME Visible Records Inc.995. Suit 3 Dupont Street Bellingham. Zenit h System Price : $ 3. WA 98225 Phone : 206-671-5170 System Name : ABCMM Operating System : Main Frames.995.00 System Description : Master Equipment Record Prevent ive Maintenance/Repairs Record Procedure Description Record Scheduling System Wo rk Order Bar Coding for Inventory Vendor : Advanced Business Strategies Address : 6465 Monroe Street Phone : 419-8 82-4285 System Name : MAINTAINATROL Operating System : IBM PC/XT. Micros System Price : N/A System De scription : Labor and Timesheets Work Order Planing and Scheduling Finite Net Ca pacity.LAMPIRAN : B Daftar Vendor dan CMMS Vendor : Address : ABC Management system. Address : Phone : 800-368-2077 System Name : Media-flek Software PM System Operating System : any MS/ PC-DOS System System Pr ice : $ 3.000. Backlog Performance Control Maintenance Budget Co ntrol Equipment History.

Address : 5859 Skinner Road Stillman Valley. 000.00-$11. and accounting information Vendor : Anwan Computer Services Address : 19 Winterberry Lane Rehoboth. ID MS.00 System Description : Purchasing Inventory Control Material Issue System M aster Equipment List Work Oreder (allow entry of job steps) Preventive Maintenan ce Personnel (files personal information for each Employee) B-2 . IMS. VSAM. 10M hard disk System Price : $ 8. GA 30328 Phone : 404-394-0436 System Name : MAPCON Operat ing System : PC/MS DOS Micros 512K. Inc Address : 1140 Hammond Dri ve Suite 1110 Atlanta. MA 0276 9 Phone : 617-252-4537 System Name : PM-Status II Operating System : IBM PC Syst em Price : $ 395. or Total System Price : N/A System Description : Integrates maint enance. IL 61084 Phone : 815-234-5341 System Name : ALLY Operating System : IBM Mainframe with DLI.000.00 System Description : Keeps PM records and print report when requested Vendor : Applied System Technology and Resources. stores.LAMPIRAN : B Maintenance Reports Time/Job Cards Order/Receive Materials Vendor : Anibis Inc.

Box 1350 King of Prussia. Address : Suite 2200 1201 Elm Street Dallas. Address : 600 Clark Ave. OH 44203 Phone : 216-860-6440 System Name : Managed Maintenance Program Operating System : N/A System Price : N/A System Des cription : Preventive Maintenance Predictive Maintenance Plant Performance Monit oring Master Equipment Files Work Order B-3 . Inc. TX 75270 System Name : M3S Operating System : IBM PC or copatible System Price : N/A System Description : Work Order Planning Work Order Control Invento ry and Purchase Order Control Equipment History Timekeeping Management Reports Vendor : Auto Tell Services.LAMPIRAN : B Vendor : Arthur Anderson &Co.000. PA 19406 Phone : 800-523-5103 System Name : ATS Operating System : IBM Mainframe and also the IBM XT and AT System Price : $ 10. Van Buren Avnue Barberton. P.000.00-$ 35.O.00 Sys tem Description : Maintenance Management Predective Maintenance Planned Maintena nce Equipment History Manpower Planning and Scheduling Inventory Control Energy Analysis and Conservation Vendor : Babcock & Wilcox Address : Fossil Fuel Engineering & Services Departeme nt 20 S.

IL 61101 Ph one : 815-877-0241 System Name : ECON VI Operating System : N/A System Price : N /A System Description : Tends to be an energy management system Vendor : Bently-Nevada Address : P.O. Bludell Associates Address : 4816 Kendall Drive B-4 . NV 89423 Phone : 800-227-5 514 System Name : Data Manager Operating System : N/A System Price : N/A System Description : N/A Vendor : James K. TX 75240 Phone : 214-233-3977 System Name : WIMS Operating Syste m : MS/PC DOS System Price : N/A System Description : Asset Management Energy Ma nagement Stock Control and Purchase Orders Redecorations Budget Monitoring Annua l Maintenance Plans Property Management Conditional Appraisal Planned Maintenanc e Optimization Vendor : Barber-Coleman Company Address : 1300 Rock Street Rockford.LAMPIRAN : B Equipment History Failure Analysis Data Material Requisitions Vendor : Balfour Kilpatrick-USA Address : One Lincoln Center-Suite 200 5400 LBj Freeway Dallas. Box 157 Minden.

O.LAMPIRAN : B Independence. MO 64055 Phone : 816-373-6668 System Name erating System : MS-DOS Micros System Price : N/A System Description File Spare Parts Inventory Manpower Planning File Maintenance Coded ntenance Scheduling Work Order Backlog Work Order Management Machine Reports : MANIAC Op : Equipmqnt Repairs Mai History and Vendor : Boeing Computer Services Address : Mail Stop 6K-86 P. WA 98124 Phone : 206-656-9233 System Name : MMS Maintenance and Material Man agement Operating System : N/A System Price : N/A System Description : Material Structure Work Order Control Inventory Control Material Planning Requisition Con trol Purchase Order Control Accounting Interface Vendor : Bonner & Moore Address : 2727 Allen Parkway Houston. Box 24346 Seatt le. TX 77019 Phone : 7 13-522-6800 System Name : COMPASS Operating System : IBM mainframes System Price : N/A System Description : Work Order Job Planning Inventory Control and Purcha sing Equipment Records Personnel Data Preventive Maintenance B-5 .

Inc. Address : 4425 Cass Street Suite A San Diego. PA 19102 Phone : 215-864-8000 System Name : TRAC Operating System : N/A System Price : N/A System Description : Work Order Schedules Accounting Support Systems Vendor : Charles Brooks and Associates Address : 723 Sharon Aminity Road Charlot te.LAMPIRAN : B Vendor : Catalytic . Address : 6290 Sunset Blvd. Inc. C A 92109 Phone : 619-270-4552 System Name : Peagus Operating System : IBM XT Syst em Price : $6. Address : Centre Square West 1500 Market Street Philad elphia.500. CA 90028 Phone : 213-463-5635 System Name : COMAC B-6 . Suite 1126 San Diego.00 System Description : Planning Analysis and Historical Track ing Vendor : Comac System. NC 28211 Phone : 919-274-6960 System Name : COMMS Operating System : IBM min i and micros System Price : N/A System Description : Work Planning and Control I nventory Planning and Control Performance Management Purchasing and Supplier Vendor : Centaurus Software Inc.

or compatibles.used to predict time to failure *Defect Analysis . Address : 203 Commonwealth Building University Of fice Plaza Newark.O.000. DE 19702 Phone : 302-998-1121 System Name : EPIX Operating Sy stem : IBM PC/XT System Price : N/A System Description : Equipment Description W eekly Work Schedule Work Order Cost History/Control Sheets (primarily a preventi ve maintenance system) Vendor : Daniel B-7 .00+ System Description : Asset Register Maintenance Plan Work in Progress Plant History Resources *Condition Base . Box 650156 Houston.used to help identify cause of failure *System Fle xibility-allows modification of System (*Denotes additional cost for module) Vendor : Computer Analysts International Address : P. AT. hard disk required S ystem Price : $ 20. Inc.LAMPIRAN : B Operating System : IBM XT. TX 7 7065-0156 Phone : 713-688-8150 System Name : FREFIX Operating System : PC/MS-DOS systems System Price : N/A System Description : Preventive Maintenance Repair M aintenance Work Order Control Inventory Reports Vendor : Crothall System.

LAMPIRAN : B Address : Daniel Building Greenville. Address : 3914 Beau d”Rue Drive Eagan. Lexington. MA 0217 3 Phone : 800-247-1300 System Name : SHOPWATCH Operating System : N/A System Pri ce : N/A System Description : Planning and Scheduling Work Order Processing Proc urement and Storeroom Control Bill of Material and Storeroom Control Bill of Mat erial and Tool room Control Equipment Catalog and History Employee Trade and Ski lls Management Alerts and Workorder Tracking Report Writer and Inquiry System Vendor : Datatend. Micr os System Price : Depends on System Size System Description : Work Order Equipme nt Parts Catalog Stores Inventory Purchase Order Status Preventive Maintenance E quipment History Vendor : The Data Groups Corporation Address : 80 Hayden Ave. MN 55122 Phone : 61 2-454-1526 System Name : Mainta-gard Operating System : N/A System Price : N/A S ystem Description : A computerized preventive maintenance Program Vendor : DDS Incorporated Address : 5155 Mercury Point San Diego. SC 29602 Phone : 803-298-3500 System Name : CMMS (large) or MTS (smaller) Operating System : Mainframes. Inc. CA 92111 B-8 .

LAMPIRAN : B Phone : 714-565-9166 System Name : Fleet Maintenance System Operati ng System : N/A System Price : N/A System Description : A preventive maintenance system for vehicle fleets Vendor : Decision Dynamics Address : No.C.000.00-$47. Inc.00 System Description : Demar Security System Equipment Maintenance and Control On-Line Inventory System Purchase Order System Vendor System Personnel System Reporting System Proferty Management Syst em Accounts Payable System Vendor : Diagonal Data Corporation Address : 2000 E. OR 97201 Phone : 503-248-9125 System Name : DYNASTAR Operating System : IBM PC or compati ble System Price : N/A System Description : Job Scheduling Time Analysis Machine History Parts Inventory Vendor : Demar Service.500. Suite 219 Newhall.O. 295 The Water Tower Portland. Address : 2326 Lyons Ave. Edgewood Drive Lakeland. FL 33803 Phone : 813-666-2330 B-9 . CA 913 21 Phone : 805-255-1005 System Name : E. Operating System : Mainframe and Micro System Price : $ 17.M.

00-$ 11. Address : Box 496W Waquoit.O. Inc.000.950.00 System Description : Vehicle inspection and preventi ve maintenance software [ Note: Purchased Vertimax] System Name : MicroMaint Operating System : IBM XT o r compatible System Price : $ 3.00-$ 30.750.00 System Description : Work Orders Equipmen t History Parts Inventory Preventive Maintenance Vendor : DP System and Services Address : P.LAMPIRAN : B System Name : Fleet-Maint Operating System : IBM XT or PC System Pr ice : $4. NC 27417-7287 Phone : 919-852-0455 System Name : MMS-The Maintenance Man agement System Operating System : IBM-XT System Description : Contains the follo wing selections : Machines (Equipment) Storeroom Parts Work Routines (PM) Work O rder Order and Order Problem History (history) Parts and Forecast Labor (a Preve ntive maintenance labor And spares forecast) Project Maintenance (used to Track large work orders) Reports Vendor : DLSA. Box 7287 2120 Pinecraft Road Gree nsboro. MA 02536 Phone : 617-540-7405 Sy stem Name : REPMAIN II Operating System : Mainframe and Micro System Price : $ 8 .950.500.00 B-10 .

LAMPIRAN : B System Description : Engineering Spares Work Order Labor Purchasing Vendor : EFAX Corporation Address : 444 North York Blvd. MN 55442 Phone : 6 12-559-9394 System Name : MAIN/TRACKER Operating System : IBM 36 System Price : $ 24.O. IL 60126 Phon e : 312-279-9292 System Name : PROBE III Operating System : AT or compatible Sys tem Price : $25.000. Box 41915 Plymounth.00-$125.00 System Description : Inventory Stockroom Work Order Equipment Tradesman Purchasing Vendor : ELKE Corporation Address : P. Box 736 Idaho Falls.00+10% annual mantenance fee System Description : Equipment/Specificati on Tracking Module Preventive/Predective Maintenance Component Refair Equipment Cost tracking Refair Parts Inventory and Purchasing Vendor : Energy Incorporated Address : P. Elmhurst.000. ID 83402 Phone : 208-529-1000 System Name : MICRO-SIMS Operating System : IBM PC or compatible System Price : N/A System Description : Equipment Information Management Work Re quest Work order Planning B-11 .000.O.

Inc. On tario Canada P7M 5M4 Phone : 807-623-2310 System Name : Plant Maintenance Inform ation System Operating System : N/A System Price : N/A System Description : Main tenance Planning Work Scheduling Equipment Management Inventory Control Purchasi ng Cost Control Financial Reporting B-12 .00 System Des cription : Inventory Purchasing and Receiving Work Order Tracking and Manpower P lanning Preventive Maintenance Vendor : G.LAMPIRAN : B Equipment History Preventive Maintenance Vendor : EMA. Paul. Address : Point West Office Ce nter Three Speen Street Framingham. MA 01701 Phone : 617-875-2121 System Name : PLANSITE-FACTSITE Operating System : HP3000 System Price : $20.K. Address : 270 Metro Square St. MN 55101 Phone : 612-298 -1992 System Name : MAINTENANCE MANAGER Operating System : N/A System Price : N/ A System Description : Work Order Preventive Maintenance Inventory and Purchasin g System Reports Vendor : Engineering Planning and management Inc.000. Flemming & Associates Address : 1118 Roland Street Thunder Bay.

NY 11797 Phone : 800-GDS-INFO System Name : The Maintenance management System Op erating System : N/A System Price : N/A System Description : Work Order Generati on Spare Parts Inventory Preventive Maintenance Report information B-13 . MN 55415 Phone : 612-757-2305 System Name : Taskmaster Operating System : IBM XT or compotible System Price : $ 6. Box 15626 Minne apolis. Some Small add ons System Desc ription : Master Equipment Special Intruktions File Cost Center File Maintenance Intruktions File Inventory File Vendor File Equipment Component File Employee P erformance File History File Vendor : Grumman Data System Corporation Address : 1000 Woodbury Road Woodbury.O.000. IBM System Price : N/A System Description : Pl ant maintenance Program Material Management Control Purchasing Program Equipment Data Program Vendor : Global Software Consultants Address : 307 4th Ave. MD 21044 Phone : 800-638-3838 System Name : PEM (Plant Equipment management) O perating System : Prime/Ultimate.LAMPIRAN : B Vendor : General Physics Corporation Address : 10650 Hickory Ridge Road Columbia . P.00.

500. $6.000. Bannockburn.60015 Phone :312-940-2000 System Name : Maintenance management System Operating System : IBM Mainframe System Price : $20.LAMPIRAN : B Vendor : Hawlett Packard Address : 2033 Branham Lane San Jose.000. VA 22180 Phone : 703-448-1442 System Name : TMS Maintenance Manager Operating System : PC/MS-D OS System Price : Approx.00 System Description : Work Order Contr ol PM Scheduling Equipment and Work Order History Task and Craft Scheduling Grap hics Reporting Parts Catalog Issue/Receipts Vendor Purchase order tracking Vendor : HRL Associates Inc. II.00-$180.00 System Description : Work Order System Equipment System Preventive Maintenance system Personnel Control System Budgeting and Accounting System B-14 .00’s to 70.00 System Description : Computer-Generated Prev entive maintenance Work Order Computer-Generated Corrective Work Order ComputerGenerated Maintenance Management reports Inventory Usage Vendor : Impell Pacific Address : 2345 waukegan Rd. Address : 2102-B Gallows Road Viena.000. CA 95124 Phone : 408-559-5438 System Name : HP Maintenance management Operating System : HP 3000 System Price : Mid $30.000.

00 System Description : Work Order Module Budget Module Maintenance History Module Inventory History module Prevent ive Maintenance modul B-15 . Micro-compatible also System Pr ice : N/A System Description : For fleet maintenance: Equipment Inventory Master FileEquipment Records Fuel File-All fuel transaction for Equipment Repair FileAll equipment repair Vendor : J. 43XX.LAMPIRAN : B Planning System Vendor : INDECON Inc.000. Inc. Address : 400 Australian Avenue West Palm Beach.Plaza East Indianapolis.B. IN 46204 Phone : 317-634-9482 System Name : The Maintenance Management Information System Operating System : N/A System Price : N/A System Description : Work Order Store s and Purchasing System Maintenance System Reports Preventive Maintenance Vendor : Intec System. 30XX. Address : 935 Merchants. FL 33401 Phone : 305-832-3799 System Name : EMIS (Equipment Management Information service) Operating System : IBM 370. system Address : 21600 Oxnard Street Suite 640 Woodland Hills.000. CA 91367 Phone : 213-340-9430 System Name : MAINSAVER Operating System : PC/MS-DOS and DEC/VAX System Price : $3.00-$28.

NC 28728 Phone :704-252-9146 S ystem Name :PMS (Preventive Maintenance System) Operating System :IBM PC or XT o r compatible System Price : $495.O.i Box 93 Gresham.LAMPIRAN : B Vendor : Jentech Control. Address : P. Michigan Street P.Box 460 Enka. WI 54128 Phone : 7 15-787-3795 System Name : Jentech Maintenance Management System Operating System : IBM PC or XT or Apple IIe System Price : $849. WI53201 Phone : 414-274-4000 System Name : JC/85 Operating System : N/A Syste m Price : N/A System Description : Work Orders Management reports Downtime Sched uling Vendor : Josalli Inc. Box 423 Wilwauke e.O. Address : RT.00 System Description : Equipment Inventory Pre ventive Maintenance Job Posting Equipment History System Reports Vendor : Keith Steven Address : 9531 West 78th Street B-16 .00 System Description : Equipme nt Information Preventive Maintenance Equipment Run Hours Work History Inventory (Note: Good for only 500 pieces of Equipment) Vendor : Johnson Controls Address : 507 E. Inc.

000. FL 33009 Phone : 305-454-9997 System Name : The Chief B-17 . TX 7 7046 Phone : 713-960-2000 System Name : KELCAM Operating System : N/A System Pri ce : N/A System Description : Work Oreder Tracking Equipment History Nameplate T racking Job Planning Inventory Control Preventive Maintenance Tracking Purchase Order Tracking Personnel tracking Vendor : KRM Software Develoment Company Address : 6851 South Holy Circle Suite 160 Englewood. Prime. CO 80112 Phone : 303-793-0226 System Name : ESCAPE Operating Syst em : N/A System Price : $25. HP System Price : N/A System Description : Routin e Maintenance Preventive Maintenance Stores/Inventory Purchasing Vendor : Kellogg Plant service Address : Three Greenway Plaza East Houston. MN 55344 Phone : 612-941-0770 System Name : MCS Oper ating System : DEC VAX.LAMPIRAN : B Edeen Prairie.00 + 10% annual maintenance System Description : Employee Data Preventive Maintenance Work Orders Vendor : Maintenance Automation Corporation Address : 400 South Dixie Highway Ha llandale.

00 System Description : Work Order Planning Preventive Main tenance Scheduling Mean-Time-to-Failure Tracking Equipment reports Accounting Su mmary Spare Parts Inventory Vendor : Marshall System Address : 383 N.B.00 System Description : Preventive Maintenance Records Reports Rountine and Special Work Orders Labor and Material Costs Vendor : Maintenance Control System Address : 7530 Gallup Street Littleton. Address : 235 Alpha Drive Pittsburgh.00 for training System Description : Storeroom Contr ol System Maintenance Scheduling Maintenance Evaluation and Planning Vendor : H. PA 15238 Phone : 412-963-8100 System Name : AUTOMAINT Operating System : IBM PC or XT System Price : N/A System Description : Preventive Maintenance Corrective Ma intenance Inventory Management B-18 .400.LAMPIRAN : B Operating System : IBM Micros System Price : $5.500. CO 8 0120 Phone : 303-798-3575 System Name : MCSI Operating System : IBM PC.000. Maynard and Company.000.00 but add ons could increase to $10. Inc. AT S ystem Price : $2. NJ 08034 Ph one : 609-779-1187 System Name : MACS Operating System : IBM-PC System Price : $ 8.00 for system. Kings Highway Cherry Hill. $4. XT.000.

00-$25.O. Box 303 Montchanin. Inc.000.000. Noorthbrook.000.00 System Description : Work Order Stores and Purchas ing System Maintenance System Reports Preventive Maintenance Vendor : Micro Business Applications Address : 24293 Telegraph Rd. IL 60062 Phone : 312-272-9555 System Name : MCC Operating System : Mini Computers PDP-II System Price : $10. Inc Address : P.LAMPIRAN : B Labor Reporting Management Control Vendor : MCC POWERS Address : 2942 MacArthur Blvd.00-$50. Address : 711 Marion Building 1276 West Third St reet Cleveland. DE 19710-9990 B-19 . OH 44113 Phone : 216-621-0886 System Name : MSI Maintenance Syst em Operating System : N/A System Price : N/A System Description : N/A Vendor : MIS/R Systems.00 System Description : Preventive Maintenance Corrective Maintenance Equipment History Personnel Tim e Management Purchase Order and Budget Control Vendor : Mineral Services.000. Southfield. M I 48034 Phone : 313-358-3366 System Name : Asset Information Management System O perating System : MS-DOS System Price : $10.

00 + $1.000.00-$9.900.00/yr renewal fee System Description : Work Oreder Tracking Preventive Maintenance Name Plate Tracking (v endor.600.00 System Description : Equipment Inventory Preventive Maintenance History reports Manpower Usage Rep orts Inventory Budget reports Vendor : Modern Management Inc.000. HP. Apple. KY 42348 Pho ne : 502-927-6921 System Name : CAMS Operating System : N/A System Price : N/A S ystem Description : Work Order Equipment Maintenance Labor Preventive Maintenanc e Spare Parts Engineering Drawings B-20 . Micros System Price : $6. WANG. spare parts. also HP1000 System Price : $20. Address : 7301 Carmel Executive Park Charlotte. other information) Equipment History Inventory Control Job P lanning ( Note: This system uses a series of benchmarks or sample maintenance jo b to assist in determining times to do jobs.LAMPIRAN : B Phone : 302-995-6340 System Name : MIS/R Operating System : IBM. DE C. They claim to specially tailor syst em to Clint’s needs ) Vendor : National Southwire Alumunium Address : BOX 500 Hawesville. NC 28226 Phone : 704-542-6546 System Name : MODCAM Operating System : MS/PC DOS System.

00 (Mainframe $50. MD 20878-1399 Phone : 301-258-6000 System Name : Maintenance Management Prog ram Operating System : PC/MS-DOS.000. and DEC/VAX System Price : $10.00-9.00 System Description : N/A Vendor : Penguin Computer Consultants Address : P.00 System Description : Preventive Maintenance Maintenance Planning.000.and Control B-21 .00 and up) System Description : Equipment Data Base Correctiv e Maintenance Work Order Preventive Maintenance Work Order Maintenance History F iles Vendor : OMNI Software System Address : 146 North Board Street Grifttith.LAMPIRAN : B Vendor : NUS Operating Service Corporation Address : 910 Clopper Road Gaithersbu rg. IBM 36.995.495. Scheduling. IN 463 19 Phone : 219-924-33522 System Name : Preventive Maintenance System Operating S ystem : IBM PC or Compatible System Price : $250. Box 20485 San Jose.O.750. NY 10 017 Phone : 800-221-3414 System Name : MAINTENANCE MASTER (Version I-IV) Operati ng System : IBM PC or XT System Price : $2. CA 9516 0 Phone : 408-997-7703 System Name : Maintenance and Inpection System Operating System : IBM XT or AT System Price : $2.00 System Description : Primarily a preventive maintenance system Also has an inventory expansion module Vendor : Penton Software Address : 420 Lexington Ave. Suite 2846 New York.

CA 9 4526 Phone : 415-838-7464 System Name : Performance Pro Operating System : N/A S ystem Price : N/A System Description : Inventory Control Maintenance Operations Reporting Vendor : Planned Maintenance Systems Address : 5707 Seminary Road Falls Church.O. NY 14482 Phone : 716-768-2111 System Name : PM. VA 22041 Phone : 703-931-8090 System Name : Facility Management System Operating System : Mainframe.O. Box 310 Le Roy. XT.Maintenance mana gement System Operating System : IBM PC.000.00 System Description : Work Order Information and Retrieval Priority Determination and E valuation Planning and Scheduling Support B-22 . Inc.00 System Desc ription : Work management System Equipment management System Materials Managemen t System Time Accounting System Project management Budget and Accounting Program Swift On-Line Report Developer Vendor : PM Associates (Note: Purchased by AT&T) Address : 54 Cruch Street P. Address : P. micro. Box 5000-410 Danville.00-$60.LAMPIRAN : B Maintenance Inventory Control Equipment History Fixed Asset System (Voice Recognition in 1985) Vendor : Performance Technology. mini System Price : $3.000.000. AT System Price : $20.

IL 60008 Phone : 312-577-6868 System Name : R AMPS Operating System : IBM. 00-$37.900. HP3000 System Price : $60.LAMPIRAN : B Multiple Steps and Work Type Work Order Extraction and Sorting Equi pment Information and Retrieval Vendor : PMS System Corporation Address : 2800 West 28th St. NCR Minis. CA 90 405 Phone : 213-450-1452 System Name : SMART/MMS Operating System : IBM 360/370/ 30XX/43XX.00-$100. Santa Monica.00 System Description : Work Order Tracking Pre ventive Maintenance Inventory Control Equipment History Security System Report W riter Mouse Support Vendor : Albert Raymond & Associates Address : Newport Office Center Suite 600 5 005 Newport Drive Rolling Meadows.750. Address : 20 University Road Camb ridge.00 System Descript ion : Preventive Maintenance Work Order Equipment Tracking Program Management Vendor : Project Software and Develoment. VAX.000.00 System Description : Work Order Preventive Maintenance Equipment H istory Parts Inventory B-23 . WANG. DEC/VAX.000. Inc. PC/36 System Price : $18. MA 02138 Phone : 617-661-1444 System Name : MAXIMO Operating System : IBM XT or AT System Price : $17.500.

000.00 System Description : Equi pment Records and History Preventive Maintenance Maintenance Cost Reporting Stor eroom Inventory Control Purchase Order Processing Reports B-24 .LAMPIRAN : B Vendor : Revere Technology and Consulting Company Address : Route 5 Revere Road Scottsboro. 38 System Price : $20. 36. AL 35768 Phone : 205-259-4561 System Name : Revere Dynamic System Op erating System : IBM Mainframe. IBM-36 System Price : $40. PA 19113 Phone : 215 -521-2817 System Name : TRIMAX-PM Operating System : IBM 34.000. HP-3000. CA 92640 Phone : 714-971-9964 System Name : WorkSmart Operating System : IB M Mainframe.000.00 System Description : Maintenance Management Repair Man agement Inventory management (Leans heavily toward preventive maintenance) Vendor : Sigma Consulting Group Address : 12465 Lewis Street Suite 104 Garden Gr ove.00-$120. HP3000 (Micros also) System Price : N/A System D escription : Maintenance Planning and Scheduling Control and Reporting Inventory Control Purchasing Vendor : RMS System Address : Two Scott Plaza Philadelphia.

00-$8 .00 System Descriptio n : System Supervisory and File Maintenance Module Engineering Data Base Module Query Report Writer Global Report Writer Repetitive tasking Module B-25 .000. FL 32629 Phone : 904-795-2362 System Name : CHAMPS Operating System : IBM. P. Box 2600 Crystal river. HP-3000 System Price : $45.O.LAMPIRAN : B Vendor : The Stanwick Corporation Address : 3661 Va.00 System Description : Nameplate Data and Spare Parts Information Preventi ve Maintenance Work Order System Standard Work Order Work Order History Maintena nce Inventory Control Management Reports Employee Data Storage Vendor : System Coordination Incorporated Address : P. NY 10036 Phone : 212-921-2300 System Name : FAMTRAC Operating Syst em : IBM PC or Compatible with Hard Disk System Price : License for $4.00-$190. Box 12210 Norfolk.O. VAX mainframe.000.490. VA 23502 Phone : 804-855-8681 System Name : N/A Operating System : IBM PC/XT. Beach Blvd.000.00 System Description : Work Order Stores and Purchasing System Reports System Maintenance Preventive Maintenance Vendor : Syska & Hannessy Address : Facilities Management Group 11 west 42nd Str eet New York.000. also system 34 System Price : $11. WANG .

DG System Price : $40.00-$200.000.00 System Description : Work Ord er Processing Equipment Information and History Preventive Maintenance Inventory Control Vendor : Union Carbide B-26 .00-$200.000. DEC.000.00 0. IBM 4300.11 Atlanta.00 System Description : Work Orders Stores purchasing Computer Dat a Base Preventive Maintenance Vendor : TERA Information Engineering Corporation Address : 2150 Shattuck Avenue Berkeley. General Aviation System Price : $100. CA 94704 Phone : 415-845-5055 System Name : MCP Operating System : IB M. NJ 07701 Phone : 201530-1805 System Name : TMM (Total Maintenance management) Operating System : IBM XT/AT or Compatible 512K System Price : $9.LAMPIRAN : B Maintenance work Request Module Personal module Vendor : The System Works Address : The System Works 1640 Powers Ferry Rd.. GA 30067 Phone : 404-952-8444 System Name : The System Work. Bldg .500. also N PAC2 Operating System : Prime.00 System Description : Resource D ata Mantenance planning Purchasing Inventory Control Utility Report Requests Vendor : TMM Systems Address : 127 Michael Drive Red Bank.

WI 53406 Phone : 414-552-7007 System Name : VCS Operating System : Micro B-27 .00 System Description : Work Order Equipment History Parts Inventory Preventive Maintenance Vendor : Vision Computer System Address : Georgetown Professional Building 3801 Monarch Drive Recine.00 System Description : Assigned Maintenance Scheduling and Control Maintenance planning and Control Personnel Resources Vendor : Vertimax Corporation Address : 522 South Florida Ave. FL 3380 1 Phone : 813-688-1882 System Name : Micromaint Operating System : IBM XT Compat ible System Price : $3. Lakeland.LAMPIRAN : B Address : 39 Old Ridgebury Road Danbury.750. PA 15230 Phone : 412-391-8115 System Name : MIMS Operating System : Mainframe Syst em Price : $225. CT 06817-0001 Phone : 203794-5115 System Name : MMIS ( Maintenance Management Information System ) Operat ing System : N/A System Price : N/A System Description : Reliability Maintenance Work Load and Cost Control Maintenance Labor and Administration Planning and Sc heduling Materials Interface Vendor : USS Engineers and Consultants Address : 600 Grant Street Pittsburgh.000.

LAMPIRAN : B System Price : N/A System Description : Work Order System Preventiv e Maintenance Overtime B-28 .

4 11. Diagram Ladder dan Waktu Rangkaian Rela y & Konfigurasi Logik Simbol & Notasi Teks untuk Pemrograman PLC Resistansi Kont ak Bagian Tubuh Perbandingan Bilangan Biner.3 6.1 11.3 5.LAMPIRAN : C DAFTAR TABEL JUDUL Pekerjaan Pemeliharaan pada umumnya meliputi Petunjuk Pemelih araan Tape-Player Informasi yang harus ada pada Fungsi Kontrol Inventaris Perban dingan Jenis-Jenis dari Resistor Kegunaan Umum Contoh Spesifikasi Sebuah Catu Da ta dan Multimeter Digital Kecepatan Kegagalan Komponen Efek Lingkungan terhadap Item Pertanyaan Signifikasi Angka-Angka Warna Umum Resistor Kegagalan-Kegagalan pada Resistor Tetap Aplikasi Resistor Variabel Kerusakan Kapasitor dan Penyebabn ya Parameter-Parameter Penting Semikonduktor Diskrit Karakteristik Beberapa Gabu ngan IC Logic Tabel Kebenaran RS Flip-Flop ( gerbang NAND) Tabel Kebenaran RS Fl ip-Flop ( gerbang NOR) Tabel Kebenaran untuk Bistable D Tabel Kebenaran untuk Bi stable JK Kerusakan Umum pada Catu Daya Teregulasi Klasifikasi Umum dari Rangkai an Penguat Kerusakan pada Penguat Sinyal Kecil Kerusakan pada Penguat Daya Param eter-Parameter Op-Amp dan Karakteristiknya Karakteristik Operasi dari Model-Mode l Motor Konversi A/D NO 1.5 5.4 5.2 3.2 1.4 6.2 11.1 9.1 1.1 2.1 5.4 3.7 HAL 4 6 27 43 45 56 61 2-30 89 90 92 94 104 150 152 152 153 154 191 198 224 225 248 270 9-5 379 393 393 394 395 398 435 Perbedaan PLC dengan PC (Personal Computer) a: Dasar Dasar Gerbang Logika b: Tab el Kebenaran Implementasi Gerbang Logik.1 3.3 3.4 2.2 5.1 .5 11. Desimal dan Oktal C.3 11.5 3.2 2.3 2.5 6.1 6 .5 7.1 11.6 11.2 6.3 2.

12 1.10 1. R.2 1.13 1.19 1.3 1.11 2.9 1.1 1.8 1.7 1.3 2.12 D-1 .11 1.17 1 .5 1.4 1. Sederhana Reduks i Biaya Pemeliharaan Setelah Menggunakan CMMS Aliran Sistem Work Order Contoh Ta mpilan Work Order Entry pada Layer Monitor Komputer Contoh Tampilan pada Monitor Komputer Tentang Kegiatan Pemeliharaan Preventif Contoh Tampilan Monitor Komput er pada Modul Laporan Pemeliharaan Beberapa Jenis Alat Pemadam Kebakaran (a-h) S imbol-simbol Bahaya Peralatan Perlindungan Diri Organisasi OSHA Contoh Alat Komu nikasi Sebuah Sistem Pemeliharaan Lampu Pijar Umurnya Tak Panjang Grafik Kerusak an Lampu Indikator Memperkirakan Keausan Itu Sulit Hubungan Antara Ongkos Pemeli haraan dan Perbaikan Serta Tersedianya Perlengkapan Ongkos Pemeliharaan yang Tak Menentu Kedisiplinan terhadap Waktu Termasuk Dalam Koordinasi Perusahaan Pengem bangan Produksi Kolam Air Panas Kerugian karena Kerusakan Pelayanan Peralatan Ru mah Sakit yang Perlu Dipelihara NO 1.2 2.8 2.15 1.20 1.6 1.5 2.6 2.14 1.21 2.10 2.LAMPIRAN : D DAFTAR GAMBAR JUDUL Kegiatan Pemeliharaan dan Perbaikan Contoh Keru sakan Alat pada Umumnya Tahapan Pemeliharaan Korektif Peralatan Bantu Diagnosis Contoh Sistem yang Akan Didiagnose Manual Perbaikan dalam Bentuk Diagram Alir A: Kondisi Normal B: Kondisi Rusak Diagram Blok Rangkaian Generator RF Prinsip-pri nsip Manajemen Tipe dan Level Pekerjaan Pemeliharaan dan Perbaikan pada Umumnya Proses Pembuatan Rencana Kerja Pemeliharaan Contoh Sebuah W.4 2.7 2.16 1.18 1.9 2.1 2.

Multi Masukan Satu Keluaran b.41 2.LAMPIRAN : D 2.35 2.39 2.13 2. Biaya Pemilikan Terhadap Keandalan Grafik R Terhadap T UPS Sebuah Redudancy Aktif Masalah Karena Redundancy Pasif Efek Lingkungan yang Mempengaruhi Keandalan Waktu Adalah Uang Teliti Dahulu Sebelum Bekerja Mengamati Gejala Kerusakan a.30 2. Satu Masukan Multi Keluaran Sinyal Tracing Sebuah Penguat Sederhana Metode Signal Tracing Pasif Sebuah Catu Daya Metode Signal Tracing Aktif Radio FM Cara Pertama Metode Signal-Tracing Akt if Radio FM Cara Kedua Data Perusahaan 8 Blok Sub Sistem Tersusun Seri Kerusakan Radio Cocok dengan Metoda Half Splitting Contoh Pemutusan Lup.36 2.18 2. Biaya Manufakt ur Terhadap Keandalan b.23 2.47 2.34 2. 26 2.17 2.29 2.31 2.14 2.44 2.19 2.38 2.28 2.16 2.46 2. 42 2.48 Pemeliharaan yang Terprogram Segala Sesuatu Har us Direncanakan Bandingkan Sebelum Membeli Spesifikasi Potensiometer Contoh Alat Ukur Contoh Sumber Daya Contoh Alat Komunikasi Contoh Pengolah Data Contoh Elek tronik Konsumen Contoh Sistem Kontrol Kalibrasi Hal yang Penting Hubungan Usia P eralatan dan Laju Kagagalan Semua Peralatan Harus Dipelihara Contoh Gagal Sebagi an Warna Hijaunya Hilang Contoh Gagal Menyeluruh TV Mati Total a.40 2. Rangkaian Makin Komplek Analisa Makin Rumit Kebingungan Awal Bencana Contoh Analisa Kesalahan pa da Regulator DC Analisa Sinyal Tanpa Alat Bantu Akan Membingungkan D-2 .21 2.24 2.37 2.45 2.22 2.15 2.32 2.20 2.33 2.43 2.25 2.27 2.

20 D-3 .55 2. Hubungan Seri Dua Transistor f. Penambahan RB Menyebabkan Vc Turun e .53 2.9 3.51 2.64 3.63 2.19 3.61 2. R Kapasitansi / Induk tansi Meter Karakteristik Dioda Semikonduktor Sirkit RAMP untuk Sirkit TEST Sirk it Pentest Tembus Arah Balik Bermacam-Macam Bentuk Transistor Tegangan Kerja Nor mal Transistor NPN dan PNP 2.52 2. Jembat an K ap a s it a n si Pemakaian Dioda Semikonduktor untuk Menentukan Po laritas Multimeter Mengukur Resistansi Maju BE Transistor Mengukur Resistansi Ma ju BC Transistor Mengukur Resistansi Balik BE Transistor Mengukur Resistansi Bal ik BC Transistor Jembatan Wheatstone Sirkit AC untuk L.LAMPIRAN : D 2.59 2.5 3.6 3.4 3.2 3.56 Contoh Analisa Logika pada Shift Register.3 3. Hubungan Singkat Antara Basis ke Emiter b.13 3.18 3. C.10 3. Hubungan Input dan Output Transistor Pengetesa n FET Pengetesan SCR Pengetesan SCR dengan Ohm Meter Rangkaian Osilator Sebagai Pengetes UJT Alat Tester Kesinambungan dengan Audio Rs Sebagai Resistor Decoplin g pada Catu Daya Re Pada Penguat Komplementary Simetris Rc Pada Flip – Flop Jenis – Jenis Resistor Tetap Konstruksi Dasar Potensiometer Bentuk Potensiometer Macam – M acam Kapasitor Gelang Anti Statik Rangkaian Sederhana untuk Mengukur Kapasitansi .54 2.8 3.12 3.60 2. Beban Kolektor Mend ekati Nol c.11 3.62 2.49 2.50 2.1 3.57 2.58 2.15 3. Analisa dengan Logika Tes Diri Komputer Diagram Alir Tes Diri CD -ROM Program Diagnosa Komputer Elemen Komputer Masih Berfungsi Keberhasilan Ada di Tangan Anda a. Hubungan Transistor Paralel d.7 3.17 3.16 3.14 3.

22 4.24 4 .5 4.11 4.21 4. Kutub Bantu.27 4. Pengukuran Idss b.25 4.7 4.8 4.4 4.2 4.28 Rangkaian untuk Mengukur Hfe Pemakaian XY Plotter untuk Menda patkan Karakteristik Transistor.23 3.1 4. Mengu kur Yfs atau Gm Rangkaian untuk Menguji Thyristor Macam-Macam Bentuk IC Linear d an Digital Contoh Rangkaian Test IC Konstruksi Dasar Mesin Listrik Hukum Tangan Kiri untuk Motor Hukum Tangan Kanan untuk Generator Startor Mesin DC Potongan Me sin DC Komutator & Pemegang Sikat Konstruksi Generator DC Pembangkitan Tegangan Induksi Tegangan Rotor yang Dihasilkan Melalui CincinSeret dan Komutator Generat or Penguat Terpisah Karakteristik Generator Penguat Terpisah Diagram Rangkaian G enerator Shunt Karakteristik Generator Shunt Diagram Rangkaian Generator Kompon Karakteristik Generator Kompon Jangkar Generator DC Medan Eksitasi Generator DC Medan Jangkar dari Generator DC Reaksi Jangkar a): Generator dengan Kutub Bantu b): Generator Kutub Utama. Belitan Kompensasi Medan Eksitasi dan Me dan Jangkar Medan Eksitasi dan Medan Jangkar Rangkaian Ekivalen Jangkar a) Rangk aian Ekivalen Motor Penguat Terpisah b) Karakteristik Motor Penguat Terpisah a) Rangkaian Ekivalen Motor Shunt b) Karakteristik Motor Shunt a) Rangkaian Ekivale n Motor Seri b) Karakteristik Motor Seri a) Rangkaian Ekivalen Motor Kompon b) K arakteristik Motor Kompon Tipe Rotor dari Generator Sinkron D-4 .19 4.12 4.13 4.6 4.22 3.3 4.10 4.15 4.26 4.17 4.24 3.16 4.18 4. Pengukuran VCE(Sat) a.21 3.9 4.27 4.14 4.26 3.LAMPIRAN : D 3.25 3.20 4.23 4.

1 5.35 4.25 5.17 5 .18 5.14 5.37 4.4 5.10 5.2 5.31 4.9 5.40 4.21 5.23 5.7 5.12 5.34 4.19 5.LAMPIRAN : D 4.38 4.27 Generator Sinkron 6 Kutub Poton gan Arus Putar Rotor Pemberian Daya pada Rotor Pengecekan Motor Rest Lamp Penguj ian Ground dengan Meohmeter Pengujian Open Circuit Pengujian Hubung Singkat untu k Stator Pengujian Hubung Singkat untuk Jangkar Pengujian Hubung Singkat untuk J angkar Prosedur untuk Pengukuran Rugi-rugi Inti Pembongkaran Eksiter dengan Tali Pengikat Pembongkaran Eksiter dengan Alat Khusus Melepas Bearing dengan Pencabu t & Pemanas Contoh Bermacam-Macam Peralatan Digital Contoh Rangkaian Rtl Contoh Rangkaian Dtl Contoh Rangkaian Ttl Contoh Rangkaian Ecl Contoh Rangkaian Mos Con toh Rangkaian Iil Macam-Macam Bentuk IC Bistable RS Bistable Rs Clock Bistable D Bistable T Penggunaan Flip-Flop Edge Triggered Tipe D Bistable Jk Dasar Bistabl e Jk Master Slave Rangkaian Counter Shift Register Dasar Bistable MOS Shift Regi ster Mos Static Shift Register Mos Dinamik Multimeter Analog dan Multimeter Digi tal Jenis Klip Logik dan Penggunaannnya Klip Logik Memberikan Indikasi Visual Ma cam-Macam Logik Probe dan Cara Pengukurannya Analisa Rangkaian Dimulai pada Pusa t Rangkaian Pemulsa Logik yang dapat Memberikan Sinyal pada Rangkaian Beberapa C ara untuk Menguji Gerbang Logik D-5 .20 5.3 5. 42 5.29 4.39 4.16 5.32 4.13 5.5 5.33 4.6 5.30 4.24 5.15 5.11 5.36 4.8 5.22 5.41 4.26 5.

6 6.10 6.22 6.19 6 .33 5.30 5.4 6.5 6.38 5.8 6.37 5.LAMPIRAN : D 5.31 5.36 5.23 Letakkan Probe pada Keluaran Gerbang NAND dan Pemulsa pada Ke luaran Gerbang AND Tempatkan Probe dan Pemulsa pada Keluaran Gerbang AND IC Test er Macam-Macam Osiloskop Lihat dan Sentuh Penumpukan IC Mikrovoltmeter untuk Men getahui Rangkaian yang Hubung Singkat ke Ground Kondisi-Kondisi Kesalahan yang M ungkin di Suatu Gerbang Tunggal Keluaran Mensuplai Beberapa Masukan Rangkaian La mpu Kedip dengan Memori Rangkaian Ramp Generator 8 Step Tangga Contoh Rangkaian Regulator Seri Linear Contoh Regulator Switching untuk Komputer Rangkaian Invert er Rangkaian Konverter Contoh Kurva Regulasi Beban untuk Catu Daya Teregulasi Li near Karakteristik Batas Arus Balik Beban Jarak Jauh dari Terminal-Terminal Catu Daya Remote Sensing untuk Kompensasi Tahanan Kawat Regulator-Regulator yang Mem akai Point Of Load Distribusi Paralel Perbaikan Susunan untuk Gambar 6-10 Distri busi Satu Titik Solusi Terbaik Diagram Blok Regulator Seri Linear Contoh Catu Da ya Teregulasi Dipasaran Rangkaian Pembatas Arus Regulator Seri Rangkaian Pengama nan Beban Arus Balik Rangkaian Pengamanan Tegangan Lebih Ic Regulator μA 723a Regu lator 7V sampai dengan 37V Beberapa Langkah Pemeriksaan Visual Rangkaian Regulat or Seri Linear dengan Menggunakan Transistor Sistem Darlington Rangkaian Inverte r untuk Daya Rendah Dasar Rangkaian Inverter D-6 .13 6.34 5.17 6.20 6.1 6.7 6.9 6.3 6.21 6.12 6.18 6.32 5.15 6.29 5.16 6.39 6.28 5.35 5.14 6.2 6.11 6.

47 6.29 6.32 6.52 6.44 6.42 6. T ehnik Meredam Derau untuk Loncatan Bunga Api Motor b.25 6. Pelindung Dihubungkan ke Tanah b.49 6.28 6.33 6.35 6.41 6.50 6.38 6.34 6.31 6.LAMPIRAN : D 6.26 6. Pelindung Sambungan yang Benar a.43 6. Pelindung Mengeliminas i Derau a.40 6.27 6. Kapasitansi Liar yang Kecil pada Saluran AC Dapat Menimbulkan Derau yang Besar pada Level Saluran Berimpedasi Tinggi b.30 6.51 6. Alat Phone atau Tape Magne t (Head) Penguat Satu Tingkat dengan Tegangan Dc Normal Kondisi R1 Terbuka Kondi si R2 Terbuka Kondisi R3 Terbuka Kondisi R4 Terbuka Kondisi C1 Atau C2 Terbuka D-7 6.48 6.53 .24 6.46 6. 37 6.39 6. Efisiensi dan Sensitifitas dari Sebuah Penguat Output Audio Distorsi A mplitudo Distorsi Frekuensi Distorsi Crossover Filter Twin Tee Metode Dari Perag aan Distorsi Menggunakan CRO Pengukuran dengan Menggunakan Gelombang Kotak pada Sebuah Penguat a.45 Diagram Blok Regulator Mode Pengsakla r Primer Diagram Blok Regulator Mode Pensaklar Reguler Diagram Blok Smpu Bentuk Gelombang pada Tiap Titik Output Blok Pengawatan Catu Daya pada Komputer Salah S atu Model Catu Daya Komputer Blok Dasar Penguat Simbol Umum Penguat Penguat Satu Tingkat Kelas A Penguat Puspul Kelas B Rangkaian Osilator Pengukuran Penguat Te gangan pada Sebuah Rangkaian Penguat Pengukuran Impedasi Input dari Penguat Tega ngan Audio Pengukuran Impedasi Output dari Penguat Tegangan Audio Pengukuran Day a Output.36 6.

64 6.81 6.76 6.88 6.78 6.58 6.85 6.90 Kondisi C3 Terbuka Kondisi C3 Hubung Singk at Hubungan Kolektor Basis Terbuka Hubungan Kolektor Basis Hubung Singkat Hubung an Emiter Basis Terbuka Hubungan Emiter Basis Hubung Singkat Hubunga Kolektor Em iter Hubung Singkat Penguat Daya Frekuensi Audio Diagram Modul Sistem Stereo Beb erapa Contoh Bagian dari Sistem Audio Stereo Diagram Blok Expander a.62 6.69 6.54 6.87 6.59 6.70 6.80 6.57 6.60 6. Grafik Audio Level untuk Penguat Pada Gambar 6.68 6. 83 6. Diagram Bl ok Sistem Penguat Stereo b.75 6.61 6.71 6.65 6.86 6.84 6.65a G ambaran Tentang Masalah Akustik Contoh TV Hitam Putih Contoh TV Berwarna Pengamb ilan Gambar oleh Kamera dan Disalurkan ke TV Diagram Blok Penerima TV Berwarna L engkap Contoh Rangkaian TV Berwarna Diagram Blok Sederhana TV Berwarna Tuner TV Penguat IF Rangkaian AGC AGC Model Lain Rangkaian Defleksi Sinkronisasi Rangkaia n Suara Rangkaian Catu Daya dan Skema Rangkaian Catu Daya Rangkaian Defleksi Hor isontal Diagram Blok Bagian Warna Dari TV Tanda Panah Menandakan Komponen yang M udah Rusak Garis Daerah Merah Menunjukkan Komponen yang Mudah Rusak pada Rangkai an Horisontal Daerah Tegangan Tinggi CRT Raster Satu Garis Strip Hitam Tidak Dap at Hilang dari Raster Tergeser Horisontal Rolling ke Atas/Bawah Garis Hitam Berg erak Terus D-8 . 67 6.56 6.72 6.LAMPIRAN : D 6.74 6.89 6.55 6.79 6.63 6.66 6.73 6.77 6.82 6.

7 7.99 6.96 6.93 6.LAMPIRAN : D 6.12 7.10 7.95 6.115 7.8 7.3 7.91 6.11 7.105 6.108 6.14 Menyempit Kir i/Kanan Daerah Horisontal Gambar Melebar Gambar Memendek Gambar Memanjang Perbed aan Terang dan Gelap Kurang Jelas Garis Miring Tipis Warna Gambar Ada yang Hilan g Gambar Tak Jelas tapi Warna Masih Ada Gambar Sebagian Melipat Arah Vertikal Ga mbar dan Warna Tak Jelas Gambar Tak Berwarna Gambar Tak Ada Raster Berbintik-Bin tik Penguat Termokopel Sebuah Rangkaian Analog Simbol Op-Amp dan Karakteristik P erpindahannya Metoda-Metoda untuk Menerapkan Umpan Balik Negatif pada Suatu Op-A mp Op-Amp Slew Rate Limiting Tanggapan Frekuensi Op-Amp 741 Generator Gelombang Kotak Function Generator Frekuensi Rendah Timer 555 Timer 10 Detik Menggunakan 5 55 PLL Dasar Penerima / Dekoder FSK Rangkaian Trafo 1 Fasa Trafo 1 Fasa Tanpa Be ban Dasar Sistem Kendali Contoh Sistem Open Loop Sistem Kendali Closed-Loop Mode l dan Tipe Motor Macam – Macam Kontak Relay Tabel Elemen – Elemen Kendali Industri K endali Elektronik untuk Sebuah Tangki Pencampur Sistem Pengendali Ketebalan Kabe l Strain Gauge Bridge Peralatan Dengan Tabung Sistem Kemputerisasi Macam – Macam S oket Contoh Sistem Kontrol di Industri Mencatat Apa yang Telah Diganti D-9 .98 6.116 6.4 7.10 3 6.94 6.1 7.111 6.92 6.6 7.13 7.102 6.109 6.113 6.100 6.114 6.9 7.112 6.101 6.97 6.115 6.107 6.106 6.2 7.104 6.5 7.110 6.

17 7.9 8.18 8-19 8-20 8-21 8-22 8-23 8 -24 8-25 8-26 8-27 8-28 8-29 9.LAMPIRAN : D 7.16 8.7 8.10 8.18 7.14 8.11 8.2 9.3 8.13 8.19 7.22 8.17 8.6 8.1 9.16 7.21 7.Digital DAC dalam Bentuk IC D-10 .5 9.4 9.4 8.1 8.15 7.3 9.ke .6 Gunakan Manual Book yang Be nar Tes Kondisi Alat Pengecekan Ulang dan Pemeriksaan Tegangan Catu Pengukuran u ntuk Identifikasi Kerusakan Bekerjalah dengan Teliti Pengendali Kecepatan Motor DC Rangkaian Sequential Control Unit Diagram Blok Sistem Sequential Control Unit Contoh Panel Sumber Daya Tiang Distribusi Udara Contoh Alat Pengontrol Tampak S amping Lok CC-202 Modul Elektronik CC-202 Main Generator Generator Eksiter Wirin g Sistem Tenaga Lok CC-202 Modul GV Rangkaian Modul GX Rangkaian Modul RC Rangka ian Modul Sensor Rangkaian Modul TH Rangkaian Pengaman dan Pembatas Eksitasi Gag ang Throtle Rangkaian Modul Feedback Lead Regulator Rangkaian SCR Assembly Trnas duser WST-2 Modul Wheel Slip Modul Wheel Slip-Roda Transduser Pengawatan Sistem Tenaga Traksi Motor D-23 Stator Traksi Motor Rotor Traksi Motor Komutator Sikat Arang Pengawatan Stator dan Rotor Traksi Motor CPU dalam Mikrokomputer Pengertia n Sistem Teknik Dasar Sistem Berbasis Mikroprosesor Diagram Blok I/O Robot Prose s Konversi Analog .15 8.8 8.20 7.2 8.12 8.5 8.

11 9.5 10. Modul Input DC (current Sinking) b.10 9.17 9. Modul Input AC/DC (Cu rrent Sourcing) a.3 10. Modul Output AC D-11 .2 10.9 9.9 11.6 11.8 10.18 9.8 9.2 11.6 10.15 9.1 10.20 9.7 10.5 11.13 9.12 9.21 10.4 11.LAMPIRAN : D 9.8 Bentuk Gelombang Tangga Rangkaian Konverter Digital ke Analog.19 9.7 11.3 11. Robot p ada Industri Karoseri Dasar Kontrol Robot Transformasi Koordinat Sistem Koordina t Anggota Badan Robot Hukum Gas Komponen Elektropneumatik Sinyal terlalu Banyak Dikirimkan ke Satu Alamat Operator Derau Berasal dari Gelombang Radio Salah Satu Sistem Pentanahan Perubahan Temperatur. Modul Input DC (Current Sourcing) c.4 10.16 9. Modul Output DC (Current Sinking) b. Cuaca & Kelembaban dapat Berpengaruh pa da Kinerja Peralatan Elektronik Blok Fungsional sebuah Generator Fungsi Blok Dia gram Gripper Diagram Blok Mikrokomputer dan Perangkat Output Contoh sebuah PCB d ari sebuah Komputer Contoh Kerusakan IC Salah Penempatan Posisi Saklar pada DipS witch dapat Menyebabkan Sistem Tidak Bekerja Pemeriksaan secara Visual Mencari I nformasi Kerusakan dari Operator Komputer Sebuah Data Latch untuk Melacak Kegaga lan pada Komputer Blok Diagram Logic Analyzer Contoh Pemeriksaan dengan Logic An alizer Contoh PLC dengan 40 I/O Arsitektur PLC Prinsip Kerja PLC Contoh Sistem B erbasis PLC PLC dengan Rak-Rak Perangkat Pemograman (handheld) a. Modul Output DC (Current Sourcing) c.1 11.14 9.7 9.

31 11.33 11. Simbol Proximity Sensor Induktif a.32 11. Modul Output Relay Gambar Potongan Mesin Press a.16 11.9 11.LAMPIRAN : D d. Pergeseran Target & Pengaruhnya terhad ap Medan Magnetik Contoh Aplikasi Proximity Sensor Induktif Blok Diagram Proximi ty Sensor Kapasitif Contoh Aplikasi Proximity Sensor Kapasitif Contoh Aplikasi S ensor Ultrasonik Potongan Gambar Foto Elektrik Sensor Fotoelektrik Moda Through Beam Sensor Fotoelektrik Retroreflektif Sensor Fotoelektrik Retroreflektif Terpo larisasi Sensor Fotoelektrik Terdifusi Contoh Aplikasi Sensor Fotoelektrik pada Mesin Pemotong Dasar Solenoid .10 11. Diagram Pengawatan Kontrol Mesin Press c. (b).17 11.29 11.41 11.27 11.40 11.13 11.14 11.25 11.23 11 . (b) Simbol (a) Saklar Temperatur.36 11.38 11. (b) Uraian Valve Rangkaian Kontrol Rel ay Seal-in Contact Kontaktor Motor Starter lampu Pilot. (b) Saat Diisi Energi Solenoi d AC Solenoid Valve.22 11. Gambar Potongan Saklar Toggle Konfigurasi Kontak Rangkaian Kontrol Lampu & Motor Saklar-Saklar Push Button Saklar Pemilih Limit Switch Flow Switch dalam Aliran Zat Cair melalui Pipa Level Switch atau Float Switch (FS) (a) Saklar Teka nan.30 11.34 11.35 11. Blok Diagram Proximity Sensor Induktif b.19 11. Lad der Diagram untuk Kontrol Mesin Press Kejutan Listrik melalui Dada a.12 11.15 11.3 7 11. Horn dan Alarm Blok Diag ram Kontrol Pengisian Tangki.26 11.42 D-12 . Aliran 11.11 11.24 11. (a) Gambar Potongan. PLC & Perangka t Antarmuka Kontrol Mesin Press b. Saklar Tog gle b.21 11.28 11.39 11.(a) Energi Dilepas.18 11.20 11.

Aliran Sinyal pada Motor Pompa b.51 11. Rangkaian Modul Input & Output Konfigurasi Ali ran Divergen Konfigurasi Aliran Konvergen Konfigurasi Aliran dengan Umpan-Balik Jalur Pensaklaran Langkah Pelacakan pada Konfigurasi Divergen Simbol Rangkaian u ntuk Relay Pewaktu Diagram Ladder Relay untuk Kasus Pengaturan Kerja Motor.48 11.62 11.57 11.LAMPIRAN : D Sinyal serta Aliran Daya Tahapan untuk Menentukan Pengelompokan a.63 11.65 11.64 11.44 11.45 11.60 11.67 11.59 11. Konversi dari Oktal ke Desimal b.66 11.6 9 D-13 . Konversi dari Biner ke Desimal b. Konversi Biner ke O ktal Konversi Desimal ke BCD Pelacakan Kerusakan Modul Input Pelacakan Modul Out put Deskrit Aplikasi Instruksi MCR Aplikasi Instruksi JMP dengan Satu LBL Instru ksi Jump to Subroutine Moda Alamat Langsung Moda Alamat Tidak Langsung Moda Alam at Indeks 11. Maca m-Macam Timing Relay Timer Elektronik Instruksi Temporary End Pencacah Mekanik P encacah elektronik Mesin Pengepakan Apel Nilai Bobot dan Nilai Posisi Suatu Bila ngan a.56 11.50 11.46 11.55 11 .68 11.53 11.58 11.61 11. Konversi Oktal ke Biner c.47 11. Konversi Bilangan Desimal ke Biner a.43 11.54 11.49 11.52 11.

menamatkan S1 di FPTK IKIP Yogyakart a tahun 1983. Penulis juga aktif mengajar di politeknik tahun 1984-1985 di Polit eknik Negeri Medan. S1 teknik Elektronika ITB. Tahun 1985-1996 aktif mengajar di Pusat Pengembangan Pendidi kan Politeknik. Berbagai training di dalam maupun di luar negeri dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan vokasional. selama 18 bulan (1990-1991) penulis meng ikuti training khusus di bidang komunikasi data dan jaringan komunikasi.LAMPIRAN : E RIWAYAT PENULIS Sejak 1996 penulis berstatus sebagai dosen Politeknik Negeri Bandung. Penul is dilahirkan di Ponorogo tahun 1959. E-1 . Sebelumnya penulis bekerja sebagai pengajar di Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik – Ba ndung (1983-1996). Tahun 1 994 penulis melakukan studi banding (3 bulan) untuk pengembangan pendidikan voka si / Politeknik di Australia. khususnya pendidikan Politeknik. 1999 da n menamatkan S2 di Teknik Elektro ITB tahun 2003. Penulis juga aktif menulis berbagai bahan ajar (co urse note). Tahun 1996 menamatkan S1 di Teknik Elektro ITB. training di bidang te lekomunikasi. Training-training untuk pengembangan profesi di bidang elektronika telah banyak diikuti. untuk bahan kuliah mahasiswa Politeknik jurusan T Elektronika. dan sejak 1996 hingga sekarang aktif mengajar di Politeknik Nege ri Bandung. menamatkan S1 jurusan Pendidikan teknik el ektronika di FPTK IKIP Yogyakarta tahun 1983. telah diikutinya. antara la in training di bidang maintenance & repair untuk komputer. Penulis dilahirkan di Purworejo tahun 1960. Di Swiss.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful